The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Akbid Harapan Bunda Bima, 2022-10-31 07:17:33

Prosiding book webinar nasional & Publikasih ilmiah bidan tangguh bidan maju prodi d3 kebidanan fakultas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah tasikmalaya

Prosiding

Keywords: e-book prosiding

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

AROMATERAPI PEPPERMINT UNTUK MENGATASI MUAL MUNTAH
PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1

Reina Nurul Suciani, Ida Herdiani, Yuyun Solihatin, Asep Muksin
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Email : [email protected], [email protected], [email protected],
[email protected]

No HP : 082317898692, 08159262734, 085223325720, 082130704343

ABSTRAK
Mual muntah yaitu gejala yang sering dikeluhkan ibu hamil trimester 1, faktor
penyebab keluhan tersebut karena adanya peningkatan hormone pada ibu hamil. Aromaterapi
peppermint adalah salah satu intervensi untuk megurangi mual dan muntah pada ibu hamil
trimester 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aromaterapi peppermint untuk
mengatasi mual dan muntah. Metode yang digunakan literature review dengan penelusuran
artikel jurnal melalui search engine google scholar dan PubMed. Populasi terdiri dari 180 artikel
dan sampel sebanyak 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Tahapan yang
dilalui diawali dengan identifikasi masalah, screening, penilaian kualitas, analisa data dan
menyusun hasil analisa data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian aromaterapi
peppermint berpengaruh untuk menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1,
pappermint mengandung menthol yang dapat melancarkan system pencernaan dan antipasmodik
yang bekerja di usus halus pada saluran gastrointestinal sehingga mampu mengatasi atau
menghilangkan mual muntah. Kesimpulan aromaterapi peppermint dapat menurunkan mual dan
muntah dengan cara pemberian menggunakan tissue yang ditetesi 1-5 minyak essensial
peppermint dan dihirup secara langsung selama 5-10 menit selama 3 hari. Disarankan bagi
tenaga kesehatan untuk menggunakan aromaterapi peppermint sebagai salah satu terapi non
farmakologis dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 saat memberikan
asuhan keperawatan.

Kata kunci : Aromaterapi peppermint, ibu hamil, mual muntah, trimester 1

ABSTRACT
Nausea and vomiting is a symptom that is often complained of by pregnant women in
the 1st trimester, the causative factor of these complaints is due to an increase in hormones in
pregnant women. Peppermint aromatherapy is an alternative intervention to reduce nausea and
vomiting in first trimester pregnant women. The purpose of this study was to determine
peppermint aromatherapy to treat nausea and vomiting. The method used is literature review by
searching journal articles through the search engines Google Scholar and PubMed. The
population consisted of 180 articles and a sample of 6 articles that met the inclusion and
exclusion criteria. The stages that are passed begin with problem identification, screening,
quality assessment, data analysis and compiling the results of data analysis. The results showed
that giving peppermint aromatherapy had an effect on reducing nausea and vomiting in first
trimester pregnant women, because peppermint contains menthol which can launch the
digestive system and antispasmodics that work in the small intestine in the gastrointestinal tract
so that it can overcome or eliminate nausea and vomiting. Conclusion: Peppermint
aromatherapy can reduce nausea and vomiting by using a tissue with 1-5 drops of peppermint
essential oil and inhaled directly for 5-10 minutes for 3 days. It is recommended for health
workers to use peppermint aromatherapy as a non-pharmacological therapy in reducing nausea
and vomiting in first trimester pregnant women when providing nursing care.

Keywords : Peppermint aromatherapy, nausea vomiting in pregnant women

205

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN muntah yang terjadi sepanjang hari dan
Masa antara kehidupan sebelum laporan sekitar 1,8% mengeluhkan gejala
mual muntah hanya terjadi pada pagi hari
memiliki anak yang dikandung dan setelah saja. Dengan adanya gejala mual dan
memiliki anak yang dilahirkan, merupakan muntah tersebut, 85% ibu hamil
masa perubahan pada perempuan yang melaporkan adanya gangguan pada
disebut dengan kehamilan. Perubahan aktivitasnya sehari-hari. Dengan keluhan
siklus ini diperhitungkan sebagai suatu tersebut banyak ibu hamil mencoba
krisis yang diikuti dengan fase tertentu, menanggulanginya secara farmakologis,
dimana ibu hamil akan menjalani dan tetapi seringkali mengkonsumsi obat yang
mengalami suatu proses normal yang ada tidak sesuai akan membuat keadaan ibu dan
sepanjang kehamilan dan akan dirasakan janinnya dalam bahaya. Akan timbul efek
sebagai puncaknya ketika bayi sudah lahir toksin pada ibu dan janinnya jika
(Sukarni dan Wahyu, 2013). pengonsumsian obat pada ibu hamil
berlebihan (Derek dan John, 2002 dalam
Pada perubahan yang dialami oleh Pujiastuti, 2014).
ibu hamil menurut penelitian Rukma
(2013), dalam Yantina, dkk (2016), Ada beberapa upaya untuk
perilaku adaptasi yang baik akan sangat menanggulangi terjadinya mual muntah.
membantu dalam menjalani proses Ada terapi farmakologis dan non
kehamilan agar meminimalisir rasa farmakologis. Contoh terapi farmakologis
ketidaknyamanan yang dialami. Salah satu dalam kasus ini diantaranya menggunakan
bentuk ketidaknyamanan yang umum antiemetik, antihistamin dan vitamin B.
terjadi pada ibu hamil adalah mual muntah Untuk non farmakologinya dapat
yang sering dikeluhkan pada masa trimester menggunakan terapi herbal yang salah
1. satunya aromaterapi peppermint,
aromaterapi lavender, terapi relaksasi dan
Mual dan muntah kerap terjadi terapi psikologis.
pada kehamilan menurut Laksmi (2008),
dalam penelitian Yantina (2016) bahwa Menurut Lubis, dkk (2019),
60%-70% ibu hamil, terutama pada Aromaterapi yang sering digunakan untuk
trimester 1 mengalami mual dan muntah. menangani kejadian mual muntah pada ibu
Gejala itu merupakan suatu keluhan yang hamil adalah aromaterapi peppermint,
normal untuk ibu hamil trimester 1 dengan karena bersifat non instruktif, noninvasif,
kondisinya yang akan membaik mengikuti ekonomis dan tidak memiliki efek samping
usia kehamilan pada kehamilan 12-16 yang merugikan. Peppermint menurut
minggu. Zuraida (2017), memiliki kandungan yang
bisa menanggulangi keluhan mual dan
Dari hasil penelitian Herrel (2014) muntah pada ibu hamil, beberapa
dalam Rahmawati (2019) mengemukakan
ada kurang lebih 80% laporan gejala mual

206

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kandungan yang ada pada peppermint ingin mengetahui cara pemberian

diantaranya adalah 50% menthol dan aromaterapi peppermint dari beberapa

sekitar 10%-30% methone. Efek karnimatif kajian dengan penelusuran hasil-hasil

dan antispasmodic adalah efek yang penelitian yang dipublikasikan melalui

dihasilkan dari peppermint, dimana search engine google dan PubMed.

kandungannya bekerja secara khusus di Populasi dalam penelitian ini sebanyak 180

saluran pencernaan, di empedu dan artikel dengan kriteria inklusi artikel yang

memiliki efek farmakologis. Minyak berasal dari jurnal nasional dan

esensial adalah komponen yang penting internasional yang membahas topik

dalam aromaterapi, bisa berpengaruh untuk pemberian aromaterapi peppermint

merangsang sistem limbik yang terhadap kejadian mual muntah pada ibu

mempengaruhi dalam mengatur emosi, hamil trimester 1, tahun terbit artikel dalam

memori, adrenal, kelenjar hipofisi, rentang 5 tahun kebelakan, merupakan

hipotalamus, dan keseimbangan hormone. artikel dengan penelitian primer dan kriteria

Aromaterapi dalam Islam sudah eklusinya adalah tidak terjadinya duplikasi.

ada sejak dulu, yang ditemukan dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 6

dikembangkan oleh dokter muslim bernama artikel. Tahapan yang dilalui diawali

Ibnu Sina. Teknologi-teknologi dasar yang dengan identifikasi masalah, screening,

ditemukan oleh ilmuwan terdahulu sangat penilaian kualitas, analisa data dan

mempengaruhi perkembangan ilmu menyusun hasil analisa data.

pengetahuan di dunia, salah satunya adalah

penemuan proses penyulingan yang bisa HASIL DAN PEMBAHASAN
dari bunga menjadi minyak esensial ini. Hasil penelitian dari analisa 6 artikel,
Banyak sekali ragam tumbuhan yang
memiliki khasiatnya masing-masing dengan menunjukan adanya pengaruh aromaterapi
manfaat yang beragam untuk tubuh peppermint terhadap penurunan mual
manusia. Dalam Al Qur’an surat Ar- muntah pada ibu hamil trimester 1 dengan
Rahman ayat 11-12 Allah Swt. berfirman, cara pemberian yang berbeda. Ada yang
yang artinya “Di bumi itu ada buah-buahan intervensi pemberian terapi ini selama 3
dan pohon kurma yang mempunyai kelopak hari, dengan cara menggunakan media
mayang, Dan biji-bijian yang berkulit dan tissue yang akan ditetesi 1-5 tetes minyak
bunga-bunga yang harum baunya”. essensial peppermint lalu tissue tersebut
dihirup secara langsung selama sekitar 5-10

menit, lakukan pada saat ibu hamil

METODE PENELITIAN mengalami mual dan muntah dengan

Desain penelitian ini menggunakan frekuensi sebanyak 2x sehari. Lalu ada
metode literature review, karena peneliti yang cara pemberian mint oil sebanyak 4
tetes ke dalam air 20 ml dilakukan

207

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

terhadap ibu hamil yang mengeluhkan mual pemberian aromaterapi peppermint
dan muntah. Dan yang terakhir dengan cara terhadap mual dan muntah pada ibu hamil
meneteskan aromaterapi sebanyak 5 tetes di trimester 1 merupakan tindakan yang
atas cotton ball dan hirup melalui hidung efektif untuk menurunkan mual muntah
dengan jarak 1 cm, deep breath sebanyak 4 pada ibu hamil trimester 1. (Yantina,
kali sehari. 2016., Zuraida, 2017., Kartikasari, 2017,.
Lubis, 2019., Khadijah, 2020, ).
Mual muntah pada ibu hamil
trimester 1 merupakan salah satu keluhan Pemberian aromaterapi peppermint
yang wajar terjadi (Tharpe, 2014 dalam menurut Joulaeerad (2018) dalam
Rahayuningsih, 2020). Penyebab dari mual penelitiannya dapat menurunkan mual
muntah pada ibu hamil adalah peningkatan muntah dengan cara dihirup menggunakan
hormone esterogen dan prpgesteron, media kapas pada ibu hamil, tetapi tidak
peningkatan hormone hCG, dan makanan signifikan.
(Pratami, (2006) dalam Rachmawati,
(2018) ). Berdasarkan artikel jurnal yang
diteliti, pemberian aromaterapi peppermint
Salah satu cara untuk menurunkan terhadap mual dan muntah ibu hamil
gejala mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1 diberikan dengan cara dihirup.
trimester 1 yaitu dengan terapi non
farmakologis. Terapi ini terkenal mudah Dalam penelitian Kartikasari,
dicari dan digunakan, efektif menurunkan (2017) yang berjudul Aromaterapi
mual muntah, menarik, dapat diterima Peppermint Untuk Menurunkan Mual Dan
masyarakat (Supatmi & Agustiningsing, Muntah Pada Ibu Hamil, mengemukakan
2015). Mudah, tidak memberikan efek bahwa pemberian aromaterapi peppermint
samping, ekonomis dan efisien adalah dengan cara dihirup efektif untuk
aspek yang diperhatikan untuk memilih mengurangi keluhan mual muntah pada ibu
aromaterapi peppermint sebagai terapi yang hamil trimester 1. Pemberian terapi ini
paling tepat. (Akbar, Siti & Desi, 2014). selama 3 hari, dengan menggunakan media
tissue yang akan ditetesi 1-5 tetes minyak
Aromaterapi adalah pengobatan essensial peppermint lalu tissue tersebut
atau terapi yang menggunakan bau-bauan dihirup secara langsung selama sekitar 5-10
dari tumbuhan, bunga, pohon. Minyak menit, lakukan pada saat ibu hamil
atsiri/minyak esensial digunakan untuk mengalami mual dan muntah dengan
mempertahankan ketenangan dan kesehatan frekuensi sebanyak 2x sehari. Hasil
dan disebut dengan sentuhan penyembuhan penelitiannya menunjukan rata-rata
dengan sifat terapeutik (Craig Hospital, frekuensi muntah para responden sebelum
2013). diberikan aromaterapi peppermint adalah
4,00 dan sesudah diberikan aromaterapi
Menurut beberapa artikel penelitian pappermint turun menjadi 2,35 sehingga
yang dianalisis menunjukan hasil bahwa

208

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penurunan skala frekuensi muntah sesudah Pemberiannya dengan cara meneteskan
diberikan aromaterapi peppermint adalah aromaterapi sebanyak 5 tetes di atas cotton
1,65. ball dan hirup melalui hidung dengan jarak
1 cm, deep breath sebanyak 4 kali sehari.
Pada penelitian Yantina, (2016)
yang membahas tentang pengaruh dari Hal ini terjadi karena peppermint
pemberian minyak esensial peppermint memiliki khasiat untuk mengatasi dan
terhadap keluhan mual muntah pada ibu mengurangi keluhan mual dan muntah pada
hamil trimester 1 menunjukan bahwa ibu hamil, itu karena adanya 50% menthol
minyak esensial peppermint efektif untuk dan sekitar 10%-3)% menthone yang
mengurangi kejadian mual muntah pada ibu terkandung dalam peppermint. Efek
hamil. Pemberian mint oil dilakukan secara karnimatif dan antispasmodic adalah efek
diteteskan sebanyak 4 tetes ke dalam air yang dihasilkan dari peppermint, dimana
20 ml kepada ibu hamil yang mengeluhkan kandungannya bekerja secara khusus di
mual dan muntah. Hasil uji statistic dari saluran pencernaan, di empedu dan
pemberian minyak esensial peppermint memiliki efek farmakologis. Minyak
untuk keluhan mual dan muntah pada ibu esensial adalah komponen yang penting
hamil trimester 1 menunjukan adanya dalam aromaterapi, bisa berpengaruh untuk
pengaruh yang signifikan. merangsang sistem limbik yang
mempengaruhi dalam mengatur emosi,
Pada peneletian Zuraida, (2018) memori, adrenal, kelenjar hipofisi,
yang membahas tentang perbedaan antara hipotalamus, dan keseimbangan hormone.
efektivitas pemberian aromaterapi lavender
dan minyak esensial peppermint, Dari sekian penelitian ada yang
menjelaskan bahwa minyak esensial membandingkan dengan intervensi lain,
peppermint dan aromaterapi lavender seperti dalam penelitian Zuraida, 2017
secara dihirup efektif dalam mengurangi yang menunjukan perbedaan antara
keluhan mual muntah pada ibu hamil. Hasil pemberian aromaterapi peppermint dan
dari penelitian ini mengemukakan bahwa pemberian aromaerapi lavender, dan
minyak esensial peppermint efektif dalam hasilnya didapatkan bahwa aromaterapi
mengurangi intensitas mual muntah. peppermint lebih efektif untuk menurunkan
atau mengurangi mual muntah pada ibu
Pada penelitian Joulaeerad, (2018) hamil trimester 1. Ada perbedaan efek
yang berjudul Pengaruh Aromaterapi antara pemberian aromaerapi minyak
dengan Minyak Peppermint Terhadap esensial peppermint dengan pemberian
Tingkat Keparahan Mual dan Muntah pada aroma terapi lavender terhadap intensitas
Kehamilan: Uji Coba Tersamar Tunggal, mual dan muntah pada ibu hamil trimester
Acak, Terkontrol Plasebo juga menunjukan I, perbedaannya ditunjukan dengan nilai
adanya penurunan mual muntah pada ibu rata-rata penurunan 2,14 dan nilai p = 0,01,
hamil, tetapi tidak signifikan.

209

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

dimana kelompok dengan pemberian Setelah dianalisis dan dibandingkan
antara teori dan fakta yang ada.
arometrapi minyal ensensial peppermint Kandungan-kandungan yang ada pada
peppermint seperti teori-teori yang
menunjukan penurunannya lebih signifikan. dikemukakan bahwa kandungan menthol
yang terdapat dari daun mint bisa
Menurut opini peneliti, keluhan meringankan kembung, meringankan mual
muntah, meringankan kram dan
mual disertai muntah pada ibu hamil mempercepat sirkulasi, ternyata pada saat
diberikan kepada klien yang mengalami
trimester pertama merupakan suatu hal mual muntah hasilnya ada pengaruhnya
untuk bisa menurunkan mual muntah pada
yang wajar dikarenakan adanya perubahan ibu hamil. Itu menunjukan bahwa teori
yang menjelaskan tentang manfaat pada
hormone yang tidak jarang tubuh ibu hamil kandungan peppermint memberikan efek
yang sesuai dan nyata.
sulit untuk beradaptasi, hormone yang
KESIMPULAN DAN SARAN
meningkat pada saat hamil antara lain Aromaterapi peppermint dapat

progesterone, esterogen dan hCG. Salah menurunkan mual dan muntah dengan cara
pemberian inhalasi, Ada yang intervensi
satu terapi yang sudah banyak diteliti pemberian terapi ini selama 3 hari, dengan
cara menggunakan media tissue yang akan
adalah dengan pemberian aromaterapi ditetesi 1-5 tetes minyak essensial
peppermint lalu tissue tersebut dihirup
peppermint dengan cara, dihirup. secara langsung selama sekitar 5-10 menit,
lakukan pada saat ibu hamil mengalami
Aromaterapi peppermint mengandung mual dan muntah sebanyak 2x sehari. Lalu
ada yang cara pemberian minyak esensial
bahan-bahan yang sangat baik untuk mint sebanyak 4 tetes ke dalam air 20 ml
dilakukan terhadap ibu hamil yang
relaksasi dan menurunkan mual muntah. mengeluhkan mual dan muntah. Dan yang
terakhir dengan cara meneteskan
Dibandingkan dengan aromaterapi aromaterapi sebanyak 5 tetes di atas cotton
ball dan hirup melalui hidung dengan jarak
lavender, kandungan yang terdapat dalam 1 cm, deep breath sebanyak 4 kali sehari.

peppermint lebih spesifik untuk

menurunkan mual muntah. Yang

menunjukan hasil bahwa semua cara yang

sudah diteliti efektif dalam mengurangi

frekuensi mual muntah terhadap ibu hamil

trimester 1, walaupun ada satu artikel yang

mengatakan bahawa perbedaanya tidak

signifikan. Karena aromaterapi peppermint

merupakan terapi nonfarmakologis yang

tidak memiliki efek samping, maka semua

cara pemberian dari artikel yang dianalisis

bisa digunakan sesuai situasi dan kondisi.

Hasil dari semua yang dianalisis

menunjukan adanya penurunan mual

muntah dengan perbedaan yang signifikan

setelah menggunakan aromaterapi baik itu

secara dihirup, ataupun diminum.

210

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Disarankan bagi tenaga kesehatan Ratih Indah Kartikasari, Faizul Ummah, &
untuk menggunakan aromaterapi Lutfi Barrotut Taqiiyah. (2017).
peppermint sebagai salah satu terapi non Aromaterapi Pappermint Untuk
farmakologis dalam menurunkan mual Menurunkan Mual Dan Muntah Pada
muntah pada ibu hamil trimester 1 saat Ibu Hamil. Surya.a
memberikan asuhan keperawatan.
Tiran, D. (2008). Mual Muntah Kehamilan.
Jakarta: ECG.

DAFTAR PUSTAKA Veri, N., Ramadhani, N. S., & Alchalidi.
(2020). Efektivitas Peppermint Dan
Andriani, A. W. (2017). Pengaruh Pomelo Dalam Menurunkan. Jurnal
Aromaterapi Peppermint Terhadap Kebidanan, 435-441.
Kejadian Mual Dan Muntah Pada Ibu
Hamil Trimester I Di Puskesmas Mlati Yuli Yantina, Susilawati, & Ike Ate
II Sleman Yogyakarta. Universitas Yuviska. (2016). Pengaruh Pemberian
‘Aisyiyah Yogyakarta Essensial Oil Peppermint Terhadap
Intensitas. Jurnal Kebidanan, 194-199.
Craig Hospital. (2013). Aromatherapy,
Zuraida, & Sari, E. D. (2018). Perbedaan
diakses dari Efektivitas Pemberian Essensial Oil
Peppermint dan. MENARA Ilmu, 142-
http://www.craighospital.org/repository/ 143.

document/Healthinfo/PDFs/801.CAM.A

romatherapy.pdf. Pada tanggal 21 Maret

2021

Joulaeerad, N., Ozgoli, G., Hajimehdipoor,
H., Ghasemi, E., & Salehimoghaddam,
F. (2018). Effect of Aromatherapy with
Peppermint Oil on the Severity of
Nausea and. J Reprod Infertil. , 32-38.

Khadijah, S. R., Lail, N. H., & Kurniawati,
D. (2020). Perbedaan Efektivitas
Pemberian Aromaterapi Lemon Dan
Aromaterapi Peppermint Terhadap Ibu
Hamil Dengan Mual Muntah Trimester I
Di Bpm Nina Marlina Bogor, Jawa
Barat, Tahun 2020

Rachmawati, A. D., & Milanda, T. (2018).
Review Artikel: Terapi Mual Dan
Muntah Selama Masa Kehamilan.
Farmaka Suplemen, Vol 16 No 3.

Rahayuningsih, T. (2020). Efektifitas
Pemberian Aromaterapi Peppermint
Dengan Masalah Mual Dan. Indonesian
Journal On Medical Science, VOL VII,
170.

Rahmawati, N., Kartika, I., & Meliyana, E.
(2019). Gambaran Perilaku Ibu Hamil
Berdasarkan Karakteristik Ibu. Jurnal
Sehat Masada, Vol XIII, 2.

211

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN
TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF

Novitasari1, Tatu Septiani Nurhikmah2, Sri Wahyuni3
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
e-mail : [email protected]

ABSTRAK

Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus melalui vagina ke dunia luar. Salah satu penyebab nyeri pada proses persalinan kala 1 fase
aktif disebabkan oleh munculnya kontraksi otot-otot uterus, hipoksia, dari otot yang mengalami
kontraksi, peregangan servik pada waktu membuka, iskemian pada korpus uteri, dan peregangan
segmen bawah rahim. Salah satu terapi untuk pengurangan rasa nyeri persalinan kala I fase aktif
adalah terapi murottal Al-Qur’an. Tujuan dari telaah pustaka ini untuk mengetahui efektivitas terapi
murottal Al-Qur’an terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode yang
digunakan adalah dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil studi literature mengungkapkan
bahwa nyeri persalinan kala I fase aktif dapat diturunkan dengan terapi murrotal Al-Qur’an.
Kesimpulannya bahwa terapi murrotal Al-Qur’an terbukti efektive dalam penurunan skala nyeri
persalinan kala I fase aktif.

Kata Kunci : Terapi murottal Al-Qur’an, nyeri persalinan, kala I

ABSTRACT

Childbirth is a process of conception that can live from the inside of the uterus through the
vagina to the outside world. One of the causes of pain in the process of childbirth when 1 active
phase is caused by the appearance of contractions of the uterine muscles, hypoxia, from muscles
that have contractions, cervical stretching at the time of opening, ischemia in the uterine corpus,
and stretching of the lower segments of the uterus. One of the therapies for the reduction pf labor
pain when I active phase is murottal therapy of the Qur’an. The purpose of this study is to find out
the effectiveness of murottal therapy of the Qur'an against the reduction of childbirth pain when I is
active phase. The method used is to review 5 research articles. The results of the literature study
revealed that the pain of childbirth when I active phase can be lowered by murrotal therapy Al-
Qur'an. The conclusion that murrotal therapy al-Qur'an proved effective in decreasing the scale of
labor pain when I active phase.

Keywords: Murottal therapy of the Qur'an, labor pain, kala I

PENDAHULUAN hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
Menurut Wiknjosastro 2014 dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Turlina,
2018).
artikel Lilin turlina 2018 mengatakan bahwa

persalinan adalah suatu proses pengeluaran

________________________________________________________________________________

212

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Menurut Yolanda 2015 dalam artikel nyeri 6 (nyeri sedang), tidak berbeda jauh

Sri Mulyani 2020 mengatakan bahwa suara responden II sebelum diberikan terapi

dapat meurunkan hormon-hormon stres, murottal Al-Qur’an skala nyeri 6 (nyeri

mengaktifkan hormon endorfin alami, sedang) kemudian setelah diberikan terapi

meningkatkan perasaan rileks, dan Murottal Alqur’an skala nyeri 5 (nyeri

mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas sedang). Maka dapat disimpulkan adanya

dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh pengaruh terhadap penurunan intensitas skala

sehingga menurunkan tekanan darah serta nyeri ibu bersalin kala I fase aktif di ruang

memperlambat pernafasan, detak jantung, bersalin RS Pelni tahun 2019 (Sri Mulyani

denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak. Nurhayati, 2020).

Laju pernafasan yang lebih dalam dan lebih Berdasarkan latar belakang tersebut

lambat tersebut sangat baik menimbulkan penulis tertarik untuk melakukan telaah

ketenangan, kendali emosi, dan metabolisme pustaka tentang “Efektivitas Terapi Murottal

yang lebih baik (Sri Mulyani Nurhayati, Al-Qur’an Terhadap Penurunan Nyeri

2020) Persalinan Kala I Fase Aktif”.

Menurt Rosallina 2017 dalam artikel

Ayu safitri 2021 mengatakan walaupun METODE PENELITIAN

manfaat mendengarkan murrotal al-qur’an Penelitian ini dilakukan dengan

tidak sehebat ketika membaca al-qur’an menggunakan metode literatur review dengan

secara lisan, tapi sudah cukup mempengaruhi menggunakan sumber data base Google

kerja otak. Ketika diperdengarkan murrotal Schooler. Kata kunci yang digunakan dalam

al-qur’an, maka neuropeptide akan pencarian yaitu jurnal terapi murottal Al-

diproduksi oleh otak sehingga mengurangi Qur’an terhadap penurunan nyeri

ketegangan emosi, memberikan rasa nyaman persalinan. Penulis menggunakan 5 artikel,

dan rileks (Safitri et al., 2021) dimana semuanya adalah artikel nasional.

Sesuai dengan hasil yang di dapatkan Artikel pertama merupakan penelitian
dalam salah satu penelitian yaitu dapat dilihat yang dilakukan oleh Fatiyani Alyensi dan
penurunan sebagian besar skala nyeri klien Hafsah Arifin (2018) di praktik mandiri bidan
bersalin setelah diberi terapi murottal Al- ernita kota pekanbaru riau, metode yang
Qur’an. Dimana responden I sebelum diberi digunakan pra eksperimen one group pre and
terapi murottal Al-Qur’an skala nyeri 7 (nyeri post test, dengan responden 20 ibu bersalin
berat) dan setelah diberikan murotal skala kala I fase aktif. Dan menggunakan

________________________________________________________________________________
213

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Microhone (hedseat) serta rekaman suara Menggunakan metode one group pre test dan

murottal Al-Qur’an. Pemantauan kondisi ibu post test, dengan responden 20 ibu bersalin

dilakukan dengan menggunakan lembar kala I fase aktif dan menggunakan alat

patograf, bila sudah masuk pada kala I fase rekaman suara murrotal Al-Qur’an. Hasil

aktif maka dilakukan pengukuran intensitas penelitian, didapatkan bahwa rata-rata skala

nyeri (pre test), lalu diberikan terapi murrotal nyeri ibu bersalin kala I fase aktif sebelum

Al-Qur’an surat arrahman selama 30 menit. diberi terapi Murottal Al-Qur’an adalah 8,307

Setelah itu dilakukan kembali pengukuran dengan standar deviasi adalah 1,601. Nilai

intensitas nyeri (pre test). Hasil pengumpulan intensitas skala nyeri terendah adalah 6 dan

data akan dicatat langsung pada lembar tertinggi adalah 10.

observasi. Ada perbedaan intensitas nyeri Artikel keempat merupakan penelitian
persalinan kala I fase aktif sebelum dan yang dilakukan oleh Sri Mulyani Nurhayati
sesudah diberikan terapi murottal Qur’an. dan Siti Ulfah Nurjanah (2020), di jakarta.

Artikel kedua merupakan penelitian Menggunakan metode one group pre test dan

Indah trianingsih (2019) di Poltekkes post test, dengan responden 2 ibu bersalin

Tanjungkarang. Menggunakan metode one kala I fase aktif dan menggunakan rekaman

group pre test dan post test. Dan 42 ibu suara murottal Al-Qur’an. Sebelum kegiatan

bersalin kala I fase aktif, dan menggunakan dimulai, dilakukan observasi, wawancara

alat rekaman suara murottal Al-Qur’an. hasil pada ibu dan melakukan pemeriksaan skala

penelitian pada 42 orang responden nyeri agar kita mengetahui apakah ada

menunjukkan bahwa intensitas nyeri kala 1 perubahan sebelum dan sesudah dilakukan

persalinan normal sebelum diberikan terapi murrotal. Selanjutnya peneliti

kombinasi murotal al Qur’an surat Al melakukan kegiatan terapi murrotal selama

Rahman dan Dzikir kepada Allah yaitu 7,5 15 menit. Setelah 15 menit kegiatan terapi

dan intensitas nyeri kala 1 persalinan normal murrotal di cek kembali nilai skala nyeri

sesudah diberikan kombinasi murotal al subjek peneliti menggunakan alat ukur skala

Qur’an surat Al Rahman dan Dzikir kepada nyeri (numerik rating scale). Setelah

Allah dengan rata-rata yaitu 5,9. dilakukan terapi murottal Al-Qur’an

Artikel ke tiga merupakan penelitian didapatkan bahwa subjek I mengalami
yang dilakukan oleh Lilin turlina (2017) di penurunan rasa nyeri dari skala 7 (nyeri
Stikes Muhammadiyah Lamongan. berat) menjadi skala nyeri 6 (nyeri sedang),
sedangkan subjek II mengalami penurunan

________________________________________________________________________________
214

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

angka skala nyeri, dari angka 6 menjadi skala dilakukan kembali pengukuran intensitas
nyeri 5 (nyeri sedang). Nyeri sedikit hilang, nyeri (pre test).
ekspresi wajah tampak meringis rileks dan
tenang. Hal tersebut membuktikan bahwa Murrotal merupakan rekaman suara Al-
pemberian terapi murottal Al-Qur’an efektif Qur’an yang dilagukan oleh seorang Qori
terhadap penurunan intensitas nyeri atau pembaca Al-Qur’an, dalam seni
persalinan kala 1 fase aktif. membacanya terdapat 7 macam lagu yang
dapat disuarakan, yaitu bayyati, shoba,
HASIL DAN PEMBAHASAN nahawand, hijaz, rost, sika, dan jiharka
(Alyensi & Arifin, 2018)
Dari hasil Iliterature review yang telah
dipaparkan semua artikel menjelaskan hasil Menurut asumsi peneliti, kondisi
penelitian tentang terapi murrotal Al-Qur’an seorang ibu yang dalam proses persalinan
sehingga dapat digunakan sebagai dasar adalah sebuah kondisi yang sangat
review jurnal penelitian. membutuhkan banyak suport dan sugesti,
termasuk realitas kesadaran terhadap adanya
Metode yang digunakan dalam 5 jurnal Tuhan Yang Maha Esa. Terapi Murottal Al-
tersebut adalah metode quasi eksperimen Qur’an membantu ibu bersalin mengalihkan
dengan rancangan penelitian one grup pre test rasa nyeri dan meningkatkan totalitas
and post test. kepasrahan kepada Allah SWT. Keadaan ini
menyebabkan otak berada pada gelombang
Dalam 5 jurnal diatas menggunakan alat alpha, merupakan keadaan energi otak pada
yang berbeda dimana 1 jurnal menggunakan frekuensi 7-14 hz, disini otak berespon
microphone (hedseat) dan rekaman suara menyingkirkan stres dan kecemasan.
murrotal, sedangkan 4 jurnal lainnya Sehingga ibu bersalin yang menjadi
menggunakan alat yang sama yaitu hanya responden peneliti terlihat lebih rileks dan
menggunakan suara rekaman murottal saja. tenang dalam menghadapi nyeri persalinan
yang dirasakanya dan saat dilakukan
Pada 5 penelitian diatas memiliki pengukuran skala nyeri sebagian besar
prosedur terapi murrotal al-qur’an yang sama mengatakan nyeri berkurang (BD et al.,
yaitu pemantauan kondisi ibu dilakukan 2017).
dengan menggunakan lembar patograf, bila
sudah masuk pada kala I fase aktif maka Dimana cara ini mengalihkan perhatian
dilakukan pengukuran intensitas nyeri (pre pasien pada hal-hal lain sehingga pasien akan
test), lalu diberikan terapi murrotal Al- lupa terhadap nyeri yang dialami. Kombinasi
Qur’an. Sesudah dilakukan terapi kemudian

________________________________________________________________________________
215

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Murotal Al Qur’an merupakan salah satu

teknik distraksi yang tepat untuk mengurangi KESIMPULAN DAN SARAN

nyeri persalinan. Lantunan ayat suci Al Setelah dilakukan telaah pustaka,

Qur’an dapat menstimulasi gelombang Delta didapat hasil bahwa terapi murrotal Al-

yang menyebabkan pendengarnya merasa Qur’an efektif untuk mengurangi nyeri

tenang, tentram, dan nyaman (Trianingsih, persalinan kala I fase aktif.

2019) Saran yang dapat diberikan sebagai

Hasil penelitian ini sejalan dengan bidan diharapkan dapat mengaplikasikan

Penelitian (Trianingsih, 2019) dengan judul terapi murrotal Al-Qur’an terhadap

“Pengaruh terapi murotal Al Qur’an terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.
penurunan nyeri persalinan di Puskesmas

Wilayah Banjarnegara”. Hasil penelitian DAFTAR PUSTAKA
diantaranya ada perbedaan yang bermakna
antara nyeri sebelum pre-test dan sesudah Alyensi, F., & Arifin, H. (2018). Pengaruh
post-test pemberian terapi murottal pada ibu Terapi Murottal Qur’an Terhadap
bersalin normal di Puskesmas wilayah Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase
Banjarnegara. Terapi murottal mempengaruhi Aktif Di Bidan Praktik Mandiri (Bpm)
penurunan nyeri persalinan 74% dan 26% Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2017.
dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti usia, Jurnal Kebidanan, 8(1), 1.
paritas, dan kecemasan. https://doi.org/10.31983/jkb.v8i1.3729

Berdasarkan dari 5 penelitian tersebut BD, faridah, yefrida, yefrida, & masmura,
didapatkan bahwa terapi murrotal Al-Qur’an silvia. (2017). Pengaruh Terapi Murottal
berpengaruh terhadap penurunan nyeri Al-Qur’an Terhadap Penurunan
persalinan kala I fase aktif, yaitu dengan cara: Intensitas Nyeri Ibu Bersalin Kala I
Pemantauan kondisi ibu dilakukan dengan Fase Aktif Di Ruang Bersalin Rumah
menggunakan lembar patograf untuk menilai Sakit Umum Daerah Solok Selatan
kemajuan persalinan, bila sudah masuk pada 2017. Jik- Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1),
kala I fase aktif maka dilakukan pengukuran 63–69.
intensitas nyeri (pre-test), lalu diberikan https://doi.org/10.33757/jik.v1i1.30
terapi murrotal Al-Qur’an selama 30 menit
Setelah itu dilakukan kembali pengukuran Safitri, A., Dewie, A., & Silvia, N. N. (2021).
intensitas nyeri (post-test). Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an
terhadap Penurunan Intensitas Nyeri
Persalinan Kala 1 Fase Aktif Dilatasi
Maksimal. Jurnal Bidan Cerdas, 3(1),
25–30.
https://doi.org/10.33860/jbc.v3i1.217

Sri Mulyani Nurhayati, siti ulfah nurjanah.
(2020). Penurunan intensitas nyeri
persalinan kalai fase aktif dengan terapi
murottal al-quran. Journal of Chemical
Information and Modeling, 2(9).

________________________________________________________________________________
216

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Trianingsih, I. (2019). Pengaruh Murotal Al
Qur’an dan Dzikir terhadap Intensitas
Nyeri Kala I Persalinan. Jurnal Ilmiah
Keperawatan Sai Betik, 15(1), 26.
https://doi.org/10.26630/jkep.v15i1.128
3

Turlina, L. (2018). Pengaruh Terapi Murrotal
Al Qur’an terhadap Penurunan
Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase
Aktif. Jurnal Riset Kebidanan
Indonesia, 2(1), 1–8.
https://doi.org/10.32536/jrki.v1i1.1

________________________________________________________________________________
217

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIFITAS ROLLING MASSAGE TERHADAP KELANCARAN ASI
PADA IBU POST PARTUM

Hikmatunnisa, Melsa Sagita Imaniar, Dewi Nurdianti
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

e-mail address: [email protected]

ABSTRAK
Produksi ASI yang kurang dan lambat keluar dapat membuat ibu tidak mau
memberikan ASI kepada bayinya. Salah satu cara untuk kelancaran ASI pada ibu postpartum
adalah dengan menggunakan teknik pemijatan pada bagian punggung ibu. Back Rolling
Massage merupakan salah satu metode pemijatan yang dilakukan pada sepanjang tulang
belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam.Pijat ini dapat membuat ibu merasa
rileks dan merangsang hormone oksitosin sehingga ASI cepat keluar. Tujuan dari telaah pustaka
ini adalah untuk melihat efektifitas Rolling Massage terhadap kelancaran ASI. Metode yang
digunakan adalah telaah pustaka, dengan mengkaji 5 artikel penelitian yang berasal dari jurnal
bereputasi dan ter indeks sinta. Hasil yang didapatkan dari ke 5 jurnal tersebut setelah dilakukan
Rolling Massage pada kelompok perlakuan pengeluaran ASI lebih lancar dibandingkan dengan
kelompok control. Berdasarkan hasil yang di dapat dari ke 5 jurnal tersebut dapat disimpulkan
bahwa Rolling Massage memiliki efektifitas terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu
postpartum.

Kata kunci : ASI, Post Partum, Rolling Massage

ABSTRACT
Lack of milk production and slow delivery can prevent mothers from giving breast milk
to their babies. One way to smooth breastfeeding in postpartum mothers is to use massage
techniques on the mother's back. Back Rolling Massage is a massage method that is carried out
along the spine (vertebrae) to the fifth-sixth rib. This massage can relax the mother and
stimulate the hormone oxytocin so that breast milk comes out quickly. The purpose of this
literature review is to see the effectiveness of Rolling Massage on smooth breast milk. The
method used is a literature review research articles originating from reputable journals and
indexed by sinta. The result obtained from the 5 journals after the Rolling Massage were
carried out in the treatment group, the production of breast milk was smoother than the control
group. Based on the results obtained from these 5 journals, it can be concluded that rolling
massage has an effectiveness on the smooth production of breast milk in postpartum mothers.

Keywords : Breastfeeding, Postpartum, Rolling Massage

PENDAHULUAN jumlah ASI yang diproduksi meningkat dan
Proses produksi ASI (lactogenesis) jumlah kolostrum yang keluar selama 3 hari
pertama masih sedikit, proses ini terjadi
sudah dimulai sejak masa kehamilan jadi pada 30-40 jam pasca persalinan (Sagita,
semua ibu hamil pada umumnya sudah 2020).
memiliki ASI. Setelah ibu melahirkan
plasenta kadar progesteron dalam tubuh Setelah bayi lahir sangat penting bagi
mengalami penurunan drastis sementara ibu untuk memberikan ASI. Kolostrum
hormon prolaktin meningkat sehingga memberikan antioksidan, antibodi,

218

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

imunoglobulin, dan antivirus melindungi prolactin dan oksitosin (Mayangsari &
bayi dari virus dan infeksi, mencegah kadar Rahma, 2019)
bilirubin terlalu tinggi pada bayi (Sagita,
2020). Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh Heny Ekawati dengan menggunakan
Menurut badru A.R (2018) Pemberian metode Quasi Eksperimental dengan teknik
ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama consecutive sampling dan menggunakan
kehidupan bayi memiliki banyak kendala. lembar observasi frekuensi Buang Air Kecil
Salah satu kendala adalah rasa kurang (BAK) bayi pada hari 1-3. Hasilnya
percaya dirinya ibu bahwa ASI yang frekuensi BAK bayi pada kelompok control
dimliki dapat memenuhi kebutuhan nutrisi memiliki rerata 5,8 dan kelompok
bayinya (Liana & Melia Hidayah, 2020) perlakuan 7,3. Dengan nilai p = 0,001 (p <
0,05) yang artinya ada pengaruh rolling
Seorang ibu pasca melahirkan tentunya massage punggung terhadap peningkatan
mengalami kelelahan fisik dan psikis, produksi ASI pada ibu post partum
perubahan pola tidur, kurangnya istirahat (Ekawati, 2017).
yang mengakibatkan menurunnya pasokan
ASI (Sagita, 2020). Berdasarkan latar belakang
tersebut penulis tertarik untuk melakukan
Upaya untuk menjaga produksi ASI telaah pustaka tentang “Efektifitas Rolling
adalah mengkonsumsi makanan yang tinggi Massage terhadap Pengeluaran ASI pada
protein, melakukan pijat prolaktin dan juga Ibu Post Partum”.
oksitosin untuk memberikan sensasi rileks
pada ibu, sehingga melancarkan aliran saraf METODE PENELITIAN
saluran ASI pada kedua payudara (Ekawati, Penelitian ini dilakukan dengan
2017).
menggunakan metode literature review
salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mengkaji 5 artikel penelitian yang
untuk merangsang hormone prolactin dan terdiri dari 4 jurnal nasional dan 1 jurnal
oksitosin pada ibu nifas yaitu dengan internasional yang berasal dari jurnal
melakukan Massage Rolling untuk bereputasi dan ter indeks sinta. Cara yang
memberikan sensasi rileks pada ibu digunakan dalam mencari artikel
(Badrus, 2018) menggunakan Bahasa Indonesia dan
Inggris yang relevan dengan topik.
Menurut Roshli dan yohwi Rolling Pencarian dilakukan dengan menggunakan
Massage merupakan salah satu solusi untuk beberapa database antara lain Goggle
mengatasi ketidaklancaran produksi ASI Schooler dan Garba Rujukan Digital. Kata
yang dilakukan pada sepanjang tulang kunci yang digunakan dalam pencarian
belakang (vertebrae) sampai tulang costae yaitu “Rolling Massage”, “ASI”,
kelima-keenam untuk merangsang hormone “Postpartum/nifas”.

219

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Artikel pertama merupakan penelitian pada kelompok perlakuan lebih sering atau
yang dilakukan oleh Heny Ekawati (2017) lebih dari pada kelompok kontrol,
di RSI Nashrul Ummah Kab.Lamongan. sehingga dari data tersebut dapat diartikan
Metode yang digunakan adalah quasi bahwa produksi ASI pasca persalinan
experiment dengan jumlah responden 30 meningkat dibandingkan dengan kelompok
orang ibu nifas, dan menggunakan kontrol
frekuensi BAK sebagai alat ukur dalam
menentukan produksi ASI. Pada ibu nifas Artikel ketiga merupakan penelitian
yang tidak mendapatkan rolling massage Elvika Fit Ari Shanti (2018) di
punggung yaitu pada hari pertama sampai Yogyakarta. Metode yang digunakan
hari ketiga cenderung memiliki sedikit adalah quasi experiment dengan jumlah
peningkatan BAK tiap harinya. Serta responden 30 orang ibu nifas, dan
memiliki skor rata-rata atau skor (mean) menggunakan penimbangan berat badan
frekuensi BAK yang lebih rendah dari sebagai alat ukur. Untuk kelompok control
kelompok perlakuan dari hari pertama peneiliti akan menimbang berat badan bayi
hingga ketiga yaitu pada hari pertama selama 3-4 hari dengan datang ke rumah
memiliki rerata 4,9, hari kedua 6,2 dan responden dan pada hari kelima baru
pada hari ketiga 6,4. dilakukan pijat massage rolling kepada
responden. Dapat disimpulkan berdasarkan
Artikel kedua merupakan penelitian hasil uji t sampel menunjukkan bahwa ada
yang dilakukan Ni Made Rai Widiastuti, perbedaan yang bermakna produksi ASI
Ni Nyoman Ayuk Widiani (2019) di bali. (berat badan bayi) antara kelompok control
Metode yang digunakan adalah quasi dengan kelompok perlakuan. Perbedaan ini
experiment dengan jumlah responden 30 terlihat pada rerata berat badan bayi pada
orang ibu nifas, yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan lebih besar
kelompok antara lain 15 ibu postpartum dibandingkan dengan kelompok kontrol.
kelompok perlakuan dan 15 ibu post
partum kelompok control, dan Artikel keempat merupakan penelitian
menggunakan BAK sebagai alat ukur. Dewi Mayangsari, Dedeh Rahma (2019) di
Kelompok kontrol akan dinilai sebelum klinik Esti Husada Semarang. Metode yang
dilakukan pijatan. Kemudian kedua digunakan adalah quasi experiment dengan
kelompok akan ditindaklanjuti oleh jumlah responden 30 orang ibu nifas pada
peneliti dengan melakukan kunjungan hari 1-3 yang ASInya kurang lancar, dan
rumah setiap dua hari sekali selama dua menggunakan jumlah ASI sebagai alat
minggu (tujuh tindakan untuk kelompok ukur. Pijatan dilakukan 2 kali sehari selama
perlakuan). Hasil penelitian ini 3 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa
menunjukkan bahwa frekuensi BAK bayi responden yang sudah dilakukan Back
Rolling Massage ASInya cenderung keluar

220

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

lebih banyak karena di pengaruhi oleh berat badan, dan 2 jurnal menggunakan
hormon yang di produksi oleh hipofisis jumlah ASI.
posterior yang akan dilepas kedalam
pembuluh darah jika mendapatkan Pada 5 penelitian diatas memiliki
rangsangan yang tepat. prosedur Rolling Massage yang sama yaitu
pemijatan pada tulang belakang (vertebrae)
Artikel kelima merupakan penelitian costae 5-6 sampai scapula dengan gerakan
Yanik Purwanti, Sri Mukhodim Faridah memutar.
Hanum (2017) di Sidoarjo. Metode yang
digunakan adalah quasi experiment dengan Hasil dari seluruh penelitian
jumlah responden 40 orang ibu potpartum menunjukkan bahwa setelah dilakukan
normal, serta menggunakan alat ukur Rolling Massage pengeluaran ASI pada
checklist. Melakukan pijat punggung dan kelompok perlakuan lebih banyak
hasilnya dilihat dari produksi urin bayi. dibandingkan kelompok control. Sehingga
Dapat disimpulkan efek terhadap produksi Rolling Massage efektif untuk
ASI lebih banyak dan ASI keluar lancar meningkatkan rata-rata produksi ASI.
lebih awal yaitu pada hari ke-2. Sedangkan
responden yang tanpa dilakukan pijat Salah satu hal yang mempengaruhi
punggung memiliki produksi ASI yang pengeluaran ASI yaitu hormone oksitosin.
sedikit, meskipun ASI kelluar namun ASI Hormone oksitosin juga dipengaruhi oleh
keluar lebih lama yaitu pada hari ke-3 dan psikologis ibu, kenyamanan merupakan
ke-4. salah satu cara agar ASI dapat keluar.

HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu cara untuk merangsang
Dari hasil literature review yang telah pengeluaran ASI yaitu dengan Rolling
Massage. Rolling Massage adalah salah
dipaparkan semua artikel menjelaskan hasil satu cara non-farmakologi untuk
penelitian tentang rolling massage sehingga meningkatkan produksi ASI. Dimana
dapat digunakan sebagai dasar review rolling massage merupakan teknik
jurnal penelitian. pemijatan pada bagian tulang belakang
yang berfungsi untuk merangsang hormone
Metode yang digunakan dalam 5 jurnal oksitosin sehingga memiliki pengaruh yang
tersebut adalah metode quasi eksperimen cukup besar terhadap produksi ASI. Pijatan
dengan rancangan penelitian two group post punggung tersebut dapat membuat ibu
test design. merasa rileks dan nyaman sehingga
merangsang pengeluaran hormone oksitosin
Dalam 5 jurnal diatas menggunakan alat dan prolaktin.
ukur yang berbeda dimana 2 jurnal
menggunakan frekuensi BAK (Buang Air Teknik Rolling Massage dilakukan
Kecil), 1 jurnal menggunakan penimbangan dengan cara:
1. menjaga privasi pasien, mencuci tangan

221

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

2. menganjurkan pasien membukan Production of Postpartum Mothers
pakaian atas dan bra with Caesarean Section. 2(1), 1–8.
Badrus, A. R. (2018). Perbedaan Massage
3. menuangkan minyak kelapa ke telapak Woolwich Dan Massage Rolling (
tangan lalu cari tulang paling menonjol Punggung ) Terhadap Peningkatan
di leher dan turun 2 cm kebawah dan Produksi Asi Pada Ibu Postpartum.
kanan kiri 2 cm 1(1), 43–49.
Ekawati, H. (2017). Pengaruh Rolling
4. mulai pijat punggung ibu dimulai dari Massage Punggung Terhadap
sana sampai batas bawah bra ibu atau Peningkatan Produksi ASI pada Ibu
tulang costae 5-6 selama 20 menit Nifas. Medical Technology and
sambil mengamati respon ibu. Tindakan Public Health, 1.
ini dilakukan setelah ibu bersalin Fikawati, D. S., Syafiq, A., & Karima, K.
sampai 3 hari. (2018). GIZI IBU DAN BAYI (P.
Penyuntingan (ed.); cetakan ke).
I. Kesimpulan dan Saran Rajawali Pers.
Fit, Elvika Shanti, A. (2018).
Berdasarkan telaah pustaka yang EFEKTIFITAS PRODUKSI ASI
dilakukan mengenai efektifitas Rolling PADA IBU POST PARTUM
Massage terhadap pengeluaran ASI pada DENGAN MASSAGE ROLLING (
ibu nifas ini terbukti, bahwa Rolling PUNGGUNG ). 3(1), 76–80.
Massage efektif terhadap kelancaran ASI. Liana, & hidayah, melia. (2020).
Rolling Massage juga mudah untuk PENGARUH ROLLING MASSAGE
dilakukan dirumah. Saran yang dapat TERHADAP PRODUKSI ASI IBU
diberikan adalah ibu postpartum dapat NIFAS DI BPM ERNITA DAN
langsung mengaplikasikan teknik rolling BPM IDA IRIANI KABUPATEN
massage untuk menstimulasi ASI. ACEH UTARA. 4, 288–292.
Made, N., Widiastuti, R., Nyoman, N., &
DAFTAR PUSTAKA Widiani, A. (2020). Improved
breastfeeding with back massage
Astuti, R. P., Rusmil, K., Permadi, W., among postnatal mothers. 8(2),
Mose, J. C., Jusuf, S., & Herawati, 580–583.
D. M. D. (2015). Pengaruh Pijat Mayangsari, D., & Rahma, D. (2019).
Punggung dan Memerah ASI Manfaat Back Rolling Massage
terhadap Produksi ASI pada Ibu Terhadap Pengeluaran Asi Di
Postpartum dengan Seksio Sesarea Klinik Esthi Husada Semarang.
Effect of Back Massage and Jurnal SMART Kebidanan, 6(1),
Expressing Breast Milk on the Milk Purwanti, Y., & Mukhodimah, S. (2017).
Efektivitas pijat punggung terhadap
produksi asi.
Safitri, W. N., & Panggayuh, A. (2015).
Pijat punggung dan percepatan
pengeluaran asi pada ibu post
partum. 1(2), 148–153.
Sagita, M. (2020). menyusui dengan hati
dan ilmu ( sri wahyuni (ed.)). edu
publisher.

222

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT
DISMENORE PADA REMAJA PUTRI

Shofi Muslimah, Ade Kurniawati, Noorhayati Novayanti
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

(email : [email protected] Hp : 085322499699)

ABSTRAK
Dismenore merupakan rasa ketidaknyamanan wanita pada saat menstruasi akibat dari
kejangnya otot uterus karena terjadi peningkatan prostaglandin di endometrium. Dismenore
dapat ditangani dengan cara farmakologis dan non farmakologis. Cara non farmakologis salah
satunya adalah senam dismenore. Senam dismenore dapat dilakukan sebagai stimulan untuk
merangsang hormon endorfin. Meskipun dismenore tidak berbahaya, namun dapat mengganggu
aktivitas karena ketidaknyamannya. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui efektivitas
senam dismenore terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri. Metode yang
digunakan adalah studi literatur dengan pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik
dengan menggunakan beberapa database, yaitu Garuda Ristekbin dan Google Scholar sehingga
didapatkan 13 artikel penelitian. Senam dismenore yang dilakukan sebanyak 2 kali pada setiap
minggu atau 3-4 kali satu minggu sebelum siklus menstruasi datang dapat meningkatkan kadar
hormon endorfin dalam aliran darah yang merupakan pengurang nyeri alami. Hasil yang didapat
dari 13 artikel penelitian rata-rata memiliki nilai p value 0,000 (<α). Dapat disimpulkan bahwa
senam dismenore efektif untuk menurunkan tingkat dismenore pada remaja putri. Diharapkan
artikel ini dapat menambah referensi kepustakaan maupun penelitian terkait dengan efektivitas
senam dismenore terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri.

.

Kata kunci : Dismenore, senam dismenore, remaja putri

ABSTRACT
Dismenore is a sense of women’s discomfort at the period of its uterusection due to an
increased prostglandin in the endometrium. Dismenore can be handled by a pharmacology and
non-pharmacology. One of the non-pharmacology of them is dismenore gym. Dismenore gym
can be done as a stimulus to stimulate endorphin. Tough dismenore is harmless, but can
interfere with activities because of its discomfort. Writing goal is to determine the effectiveness
of dismenore gym to lower dismenore’s level in adolescent girl. The method used is a literature
study by search for articles is done electronicly by using some database, that is Garuda
Ristekbin and Google Scholar so that 13 research articles. Dismenore gym which is done as
many as 2 times every week or 3-4 times one-week before menstrual period can increase
endorphin in the bloodstream which is a natural reduction in pain. The results obtained from 13
research articles on average have p value 0,000 (<α). Dismenore gym is effective to lower
dismenore’s level in adolescent. The conclusion that dismenore gym has an effect on lowering
dismenore’s level in adolescent. It is hoped that this article can increase library and research
related to effectiveness dismenore gym to lower dismenore’s level in adolescent girl.

Keywords : Dismenore, dismenore exercise, adolescent girl

PENDAHULUAN seksual sekunder dan kemampuan

Masa remaja merupakan masa bereproduksi yang ditandai dengan
transisi dari anak-anak menuju dewasa perubahan hormonal, fisik, psikis, dan
dengan ditandai munculnya tanda-tanda sosial (BKKBN, 2017). Pada remaja putri

223

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ditandai dengan menstruasi. Beberapa Penanganan dismenore dapat

remaja mengalami gangguan pada saat dilakukan dengan beberapa cara yaitu

menstruasi salah satunya adalah dismenore. dengan terapi farmakologi dan terapi non-

Menurut data WHO dari Savitri farmakologi (Ismarozi et al., 2015). Terapi

dalam penelitian Idaningsih & Oktarini farmakologi dengan mengkonsumsi obat

(2020) tahun 2020, didapatkan kejadian analgesik, namun apabila dikonsumsi

dismenore pada wanita 1.769.425 jiwa secara terus-menerus dapat menyebabkan

(90%) dengan 10-15% mengalami efek samping (Rachmawati et al., 2020).

dismenore hebat. Di Indonesia angka Untuk terapi non-farmakologi biasanya

kejadian dismenore cukup tinggi sebesar dengan mengkonsumsi obat herbal,

107.673 jiwa (64,25%) yang terdiri dari melakukan relaksasi, dan olahraga. Terapi

54,8% dismenore primer dan 9,36% dengan cara olahraga dapat mengurangi

dismenore sekunder (Rachmawati et al., nyeri haid melalui beberapa cara seperti

2020). Di Jawa Barat sendiri angka menghilangkan stres, meningkatkan

dismenore pada tahun 2015 sebesar 72,89% metabolisme lokal serta memperlancar

mengalami dismenore primer dan 27,11% aliran darah di daerah pelvis (Kumalasari,

mengalami dismenore sekunder, Andriyani 2017).

(Idaningsih & Oktarini, 2020). Salah satu olahraga yang dapat

Dismenore merupakan nyeri pada meringankan nyeri haid adalah senam

saat menstruasi yang terjadi karena dismenore. Senam dismenore dapat

ketidakseimbangan hormon progesteron, meningkatkan produksi hormon endorfin

prostaglandin, dan vasopresin.peningkatan yang merupakan sebagai hormon yang

hormon ini akan menyebabkan otot uterus membantu dalam pengurangan rasa sakit

berkontraksi sehingga akan menimbulkan (Ramadia, 2020).

nyeri yang akan berlangsung selama Senam dismenore merupakan

beberapa jam bahkan beberapa hari aktivitas fisik berupa pelemasan dan

(Kumalasari, 2017). peregangan otot. Senam dismenore ini

Dismenore dapat mengganggu dapat memicu dikeluarkannya hormon

aktivitas terutama pada saat pembelajaran endorfin yang merupakan hormon yang

sehingga perempuan yang mengalaminya dapat mengurangi rasa nyeri. Maka dari itu,

harus meninggalkan jam pembelajaran jika penulis tertarik untuk melakukan telaah

dismenore yang dirasakan begitu hebat. pustaka yang berjudul “Efektivitas Senam

Dismenore tidak berbahaya, namun bagi Dismenore terhadap Penurunan Tingkat

perempuan yang kerap datang setiap bulan Dismenore pada Remaja Putri”. Tujuan dari

hal ini menjadi penderitaan bagi yang penelitian ini adalah untuk mengetahui
mengalaminya (Pramardika, 2019). efektivitas senam dismenore terhadap

224

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penurunan tingkat dismenore pada remaja ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa
putri. senam dismenore efektif terhadap
penurunan tingkat dismenore pada remaja
METODE PENELITIAN putri (Santi, 2019).
Penelitian ini menggunakan literatur
Dalam penelitian Ramadia & Rozy
review. Sumber literatur diambil dari (2020), senam dismenore dilakukan
Garuda Ristekbin dan Google Scholar. sebanyak 3 kali seminggu sebelum
Pencarian sumber literatur menggunakan menstruasi datang. Penelitian ini
kata kunci efektivitas senam dismenore, menggunakan desain pre eksperimen
dismenore gym, dan dismenore exercise. dengan pemilihan sampel secara purposive
Hasil pencarian dibatasi penelitian 5 tahun sampling dan jumlah sampelnya sebanyak
terakhir dari tahun 2015 sampai tahun 2020. 20 responden. Alat ukur yang digunakan
Dari Garuda Ristekbin didapatkan 1 artikel adalah Numeric Rating Scale (NRS). Pada
penelitian sedangkan dari Google Scholar penelitian ini didapatkan Pvalue <0,05 yang
didapatkan 12 artikel penelitian. Artikel- dapat disimpulkan bahwa senam dismenore
artikel penelitian tersebut merupakan efektif dalam menurunkan tingkat
penelitian dari dalam negeri. dismenore pada remaja putri (Ramadia &
Rozy, 2020).
Pada penelitian Santi (2019),
menunjukkan bahwa senam dismenore Penelitian Trisnawati (2020)
dapat mengurangi rasa nyeri yang menggunakan desain penelitian quasi
diakibatkan oleh menstruasi. Penelitian ini eksperimen dengan rancangan pre-post tes
menggunakan desain Pre eksperimen with control group. Peda penelitian
dengan sampel sebanyak 27 responden. terhadap kelompok kontrol bahwa Ha
Senam dismenore dilakukan 5-7 hari ditolak dan Ho diterima. Sedangkan pada
sebelum menstruasi. Sebelum diberikan kelompok yang diberi perlakuan Ho ditolak
intervensi senam dismenore, hampir dari dan Ha diterima yang berarti senam
setengah (35,7%) responden mengalami dismenore efektif untuk menurunkan
nyeri berat. Namun, setelah diberikan tingkat dismenore pada remaja putri
intervensi senam dismenore, hampir (Trisnawati , 2020).
setengahnya (42,9%) mengalami nyeri
ringan dan (28,9%) tidak mengalami nyeri. Penelitian yang dilakukan oleh
Uji yang digunakan adalah uji wilcoxon Idaningsih & Oktarini (2020) di SMK
didapatkan nilai Pvalue 0,002 (<0,05) yang YPIB Majalengka menggunakan alat ukur
artinya terdapat perbedaan nyeri sebelum Visual Analog Scale dalam bentuk lembar
dan sesudah diberikan senam dismenore. observasi dengan hasil Pvalue (0,0001) < α
Oleh karena itu, dalam penelitian ini Ho (0,05) maka Ho ditolak yang berarti bahwa
senam dismenore efektif untuk menurunkan

225

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

tingkat dismenore pada remaja putri adalah Visual Analog Scale dengan hasil t-

(Idaningsih & Oktarini, 2020). hitung > t-tabel (6,015 > 1,87), maka Ho
Pada penelitian Novadela et al. ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat
simpulkan bahwa senam dismenore efektif
(2017), menggunakan sampel sebanyak 32

responden dibagi menjadi kelompok utnuk menurunkan tingkat dismenore pada
kontrol dan kelompok eksperimen remaja putri (Fazira, 2017).

menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 Pada penelitian Rejeki (2018) di

yang berarti bahwa senam dismenore Ponpes KH Sahla Rosjidi Semarang
efektif untuk menurunkan tingkat menggunakan desain quasi eksperimen

dismenore pada remaja putri (Novadela et dengan jumlah sampel sebanyak 38
al., 2017). responden. Hasil yang didapat Pvalue 0,000
(<0,05) yang berarti terdapat perbedaan
Penelitian Sulistyoningrum et al.

(2018) di STIKES Paguwarmas Maos makna tingkat dismenore antara sebelum
Cilacap menggunakan quasi experiment dan sesudah dilakukan senam dismenore.

design dengan sampel penelitian sebanyak sehingga dapat disimpulkan bahwa senam

30 responden yang dipilih menggunakan dismenore efektif untuk menurukan tingkat
teknik purposive sampling. Niali signifiaksi dismenore pada remaja putri (Rejeki, 2018).

yang didapat sebesar 0,000 (< 0,05) Penelitian Rachmawati et al. (2020)
sehingga dapat disimpulkan bahwa senam di SMPN 20 Gresik menggunakan desai
dismenore efektif untuk menurunkan quasi eksperimen dengan pengambilan

tingkat dismenore pada remaja putri sampel secara purposive sampling. Jumlah
(Sulistyoningrum et al., 2018). sampel dalam penelitian ini sebanyak 30

Penelitian Kumalasari (2017) orang yang diabgi ke dalam dua kelompok.

merupakan penelitian systematic review Pada kelompok yang diberikan intervensi
dengan menganalisis sebanyak 14 senam dismenoe diperoleh nilai Pvalue

penelitian dari dalam dan luar negeri. sebesar 0,000 (< 0,05) yang dapat
Didapatkan nilai means 4,006. Sehingga disimpulkan bahwa senam dismenore
dapat disimpulkan bahwa senam dismenore efektif untuk menurunkan tingkat

efektif untuk menurunkan tingkat dismenore pada remaja putri (Rachmawati
dismenore pada remaja putri (Kumalasari, et al., 2020).

2017). Penelitian Ismarozi (2015) di SMPN

Penelitian Fazira (2017) 14 Pekanbaru mrupakan penelitian
kuantitatif dengan posttest only control
menggunakan metode eksperimen dengan

pengambilan sampel secara pusposive group desgin. Pemilihan sampel

sampling dengan jumlah sampel sebanyak menggunakan teknik purposive sampling
10 responden. Alat ukur yang digunakan dengan sampel sebanyak 30 orang.

226

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Penelitian ini menggunakan alat ukur dimulai tahun dari 2015 sanpai tahun 2020.

Numeric Rating Scale (NRS). Nilai Desain penelitian sebagian menggunakan

signifikasi yang didapat sebesar 0,016 (P < quasi eksperimen. Jumlah sampel yang

α). Hal ini menunjukkan bahwa senam digunakan cukup beragam antara 10-38

dismenore efektif untuk menurunkan orang dengan pengambilan sampel yang

tingkat dismenore pada remaja putri sebagian besar menggunakan teknik

(Ismarozi et al., 2015). purposive sampling. Cara mengukurnya

Penelitian Amalia (2016), menggunakan kuesioner lembar observasi

menggunakan desain pra eksperimen dengan alat ukur rata-rata menggunakan

dengan pemilihan sampel secara total NRS (Numeric Rating Scale).

sampling. Jumlah responden sebanyak 27 Berdasarkan dari hasil 13 artikel

orang. Penelitian ini menyatakan bahwa penelitian tersebut, bahwa semuanya Ho

senam dismenore berpengaruh terhadap ditolak dan Ha diterima. Hal ini

dismenore dengan nilai signifikasi sebesar menunjukkan bahwa penelitian-penelitian

0,000 (< 0,05). Sehingga adapat tersebut mempunyai hasil yang signifikan

disimpulkan bahwa senam dismenore terkait efektivitas senam dismenore

efektif untuk menurunkan dismenore pada terhadap penurunan tingkat dismenore pada

remaja putri (Amalia, 2016). remaja putri.

Dalam penelitian Wulanda et al. Hal ini sejalan dengan penelitian

(2020), yang menunjukkan bahwa senam Novadela et al. (2017), bahwa senam

dismenore pada sore hari lebih efektif dismenore efektif dalam menurunkan

dibanding senam dismenore pada pagi hari tingkat dismenore pada remaja putri

dengan nilai Pvalue 0,000. Dari hasil (Novadela et al., 2017).

penelitian didapatkan perbedaan sebelum Senam dismenore dapat

dan sesudah senam dismenore pada pagi menurunkan tingkat dismenore karena

hari yaitu -3,804 dan perbedaan sebelum meningkatnya kadar hormon endorfin

dan sesudah senam dismenore pada sore dalam aliran darah (Amalia, 2016).

hari yaitu -5,239 sehingga senam dismenore Penelitian Sulistyoningrum et al (2018),

pada sore hari lebih efektif daripada senam berpendapat bahwa senam dismenore dapat

dismenore pada pagi hari (Wulanda et al., menurunkan dismenore karena dengan

2020). senam dismenore dapat menghasilkan

hormon endorfin. Berdasarkan teori,

HASIL DAN PEMBAHASAN peristiwa dismenore berbanding lurus
Artikel penelitian yag didapat
dengan kurangnya olahraga. Karena
mengenai efektivitas senam dismenore
dalam menurunkan tingkat dismenore kurangnya pasokan oksigen ke pembuluh

darah di organ reproduksi yang sedang

227

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

mengalami vasokontriksi. Maka dari itu, Hasil dari penelitian-penelitian

bagi yang sering berolahraga mampu tersebut menunjukkan bahwa senam

menyediakan oksigen hingga dua kali lipat dismenore efektif untuk menurunkan

untuk disalurkan ke pembuluh darah di tingkat dismenore pada remaja putri dan

organ reproduksi pada saat vasokontriksi. salah satu penelitian menyatakan bahwa

Sehingga hal ini dapat mengurangi senam dismenore pada sore hari lebih

dismenore yang dirasakan efektif daripada senam dismenore pada pagi

(Sulistyoningrum et al., 2018). hari.

Dengan seringnya senam secara

rutin, aliran dalam tubuh dapat lancar KESIMPULAN DAN SARAN

sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh Senam dismenore efektif untuk

termasuk rongga pelviks menjadi lancar dan menurunkan tingkat dismenore pada remaja

hal tersebut dapat menurunkan rasa nyeri putri. Diharapkan bagi tenaga kesehatan

akibat dismenore (Novadela et al., 2017). untuk memperluas promosi kesehatan

Dalam penelitian yang dilakukan kepada para remaja putri mengenai senam

oleh Rejeki (2018), Responden diberikan dismenore sebagai salah satu cara alternatif

intervensi senam dismenore selama 20 dalam menurunkan tingkat dismenore.

menit pada satu minggu sebelum

menstruasi dan dilakukan sebanyak 4 kali DAFTAR PUSTAKA

pada pagi dan sore hari. Dari penelitian ini Amalia, R., & Djoko, H. 2016. "Pengaruh
didapatkan bahwa senam dismenore efektif Senam Dismenore Terhadap Nyeri
terhadap penurunan tingkat dismenore Pada Mahasiswi Tingkat I Prodi
(Rejeki, 2018). Kebidanan Stikes William Booth
Surabaya". Jurnal Kebidanan.
Sedangkan pada penelitian Fazira Volume 5 (1) : 9-17.
(2017), senam dismenore dilakukan
sebanyak 3-4 kali dengan durasi 30-45 BKKBN. 2017. Survei Demografi Dan
menit dalam satu minggu (Fazira, 2017). Kesehatan : Kesehatan Reproduksi
Remaja 2017. Badan Kependudukan
Pada penelitian Trisnawati (2020), Dan Keluarga Berencana Nasional.
intervensi senam dismenore diberikan
sebanyak 2 kali dalam seminggu. Gerakan- Fazira, R. E., & Zulaini. 2017. "Perbedaan
gerakan senam dismenore pada penelitian Tingkat Nyeri Haid (Disminorhea)
ini adalah pelemasan, cat stretch, lower Sebelum Dan Sesudah Senam
tank rotation, buttock stertch, curl up, Disminorhea Pada Siswi SMP
lower abdominal strenghening, pelvic Advent-3 Bromo Medan". Jurnal
bridging, dan menarik pernapasan Kesehatan dan Olahraga. Volume 1
(Trisnawati , 2020). (1) : 21-29.

Idaningsih, A., & Oktarini, F. 2020.
”Pengaruh Efektivitas Senam
Dismenore Terhadap Penurunan
Intensitas Nyeri Dismenore Pada
Remaja Putri di SMK YPIB
Majalengka Kabupaten Majalengka
Tahun 2019". Syntax Literate ; Jurnal
Ilmiah Indonesia. Volume 5 (2) : 22-

228

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

66. Volume 2 (4) : 1-9.
Ismarozi, Desti; Utami, Sri;
Rejeki, S., & Eldaniati. 2018. "Intensitas
Novayelinda, R. 2015. "Efektifitas
Senam Dismenore Terhadap Nyeri Haid Primer Melalui Senam
Penanganan Nyeri Haid Primer
Pada Remaja". Jurnal Online Dismenore Pada Mahasiswi Di
Mahasiswa. Volume 2 (1) : 820-
827. Pondok Pesantren K.H Sahla Rosjidi
Kumalasari, M. L. F. 2017. "The
Effectiviness of Dysmenorrhea Universitas Muhammadiyah
Gymnastics as an Alternative Therapy
in Reducing Menstrual Pain". Journal Semarang". Prosiding Seminar
of Health Science and Prevention.
Volume 1 (1) : 10-14. Nasional Unimus. Volume 1 : 183-
Novadela, N. I. T., Rosmadewi, &
Wahyuni, E. 2017. "Pengaruh Senam 193.
Dismenore Terhadap Tingkat
Dismenore Pada Remaja Putri". Santi, L. S. 2019. "Pengaruh Senam
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai.
Volume X : 65-70. Disminore Terhadap Penurunan Nyeri
Pramardika, D. D., & Fitriana. 2019.
Panduan Penanganan Dismenore. Menstruasi Pada Remaja Usia 16-17
(Hal 11). Yogyakarta : Budi Utama.
Rachmawati, A., Safrina, R. E., Sari, L. D., Tahun". Journal of Chemical
& Aisyiyah, F. 2020. "Efektivitas
Endorphin Massage dan Senam Information and Modeling. Volume 8
Dismenore dalam Menurunkan
Dismenore Primer". MPPKI (Media (1) : 52-58.
Publikasi Promosi Kesehatan
Indonesia): The Indonesian Journal of Sulistyoningrum, I., Nurimanah, N. D., &
Health Promotion. Volume 3 (3) :
192-196. Sukmawati, E. 2018. "Pengaruh
Ramadia, A., & Rozy, D. 2020. "Pengaruh
Disminore Gym terhadap Tingkat Senam Disminore Terhadap Derajat
Disminore pada Mahasiswi
Keperawatan Fakultas Kesehatan dan Nyeri Haid Pada Mahasiswi STIKES
MIPA Bukittinggi". Ensiklopedia.
Paguwarmas Maos Cilacap Tahun

2018". Jurnal Kebidanan Indonesia.

Volume 9 (2) ; 53-61.

Trisnawati, Y., & Mulyandar, A. 2020.

"Pengaruh Latihan Senam Dismenore

terhadap Penurunan Nyeri Dismenore

pada Mahasiswa Kebidanan". Journal

of Public Health. Volume 3 (2) : 71-

79.

Wulanda, C., Luthfi, A., & Hidayat, R.

2020. "Efektifitas Senam Disminore

Pada Pagi Dan Sore Hari Terhadap

Penanganan Nyeri Haid Pada Remaja

Putri Saat Haid Di SMPN 2

Bangkinang Kota Thun 2019". Jurnal

Kesehatan Tambusai. Volume 1 (1) :

1-11.

229

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

GANGGUAN MOBILITAS FISIK DENGAN PENERAPAN ROM PADA PASIEN

STROKE

Putri Nur Anjeli1, Aida Sri Rachmawati2, Yuyun Solihatin3, Zainal Muttaqin4

1,2,3,4 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
e-mail : [email protected]

ABSTRAK
Stroke atau cedera serebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkkan oleh
terhentinya suplai darah ke bagian otak. Masalah yang diakibatkan stroke yaitu gangguan
mobilitas fisik. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kekuatan otot
yaitu dengan latihan Range of motion. Tujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan
pemenuhan kebutuhan aktifitas gangguan mobilitas fisik dengan penerapan range of motion
pada pasien stroke mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi. Metode penelitian menggunakan literature review tiga artikel jurnal dan satu artikel
asuhan keperawatan dengan mengintegritaskan Al Islam Kemuhammadiyahan tentang pengaruh
latihan Range of motion untuk meningkatkan otot pada pasien stroke.Teknik pengumpulan
sampel pada penelitian yaitu dengan cara mengakses jurnal dengan search engine Google
Scholar. Hasil pengkajian pasien mengatakan sulit menggerakan ekstremitas, kekuatan otot
menurun, rentang gerak ( ROM ) menurun. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah
gangguan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot. Perencanaan memberikan terapi range of
motion, untuk meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke. Implementasi dilakukan
berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Evaluasi terapi range of motion terbukti
efektif meningkatan kekuatan otot. Kesimpulan berdasarkan uraian diatas pengaruh terapi
range of motion terbukti efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik.
Saran latihan rom dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi masalah
gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke

Kata kunci: Kekuatan otot, Range of motion, Stroke.

ABSTRACT

Stroke or cerebrovascular injury is a loss of brain function that caused by the halt of
blood supply to the brain. Problems caused by strokes includes impaired physical mobility. One
of the interventions that can be given to increase muscle strength is Range of motion exercises.
This aims to determine the description of nursing care to fulfill the needs of activities with
impaired physical mobility by implementing a range of motion on stroke patients starting from
assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The research method
used a literature review of three journal articles and one nursing care article by integrating Al
Islam Kemuhammadiyahan on the effect of Range of motion exercise to increase muscle tone in
stroke patients.The sample collection technique in this study was by accessing journals using
the Google Scholar search engine.The sample collection technique appliedin this study is by
accessing journals using the Google Scholar search engine. The results of the patient's
assessment said that it was difficult to move the extremities, decreased muscle strength,
decreased range of motion (ROM). The nursing diagnosis raised the main problem is impaired
physical mobility b.d decreased muscle strength. Planning provides range of motion therapy, to
improve physical mobility on stroke patients. Implementation is carried out based on standard
operating procedures (SOP). Evaluation of range of motion therapy has been shown to be
effective in increasing muscle strength. The conclusion is based on the description above is the
effect of range of motion therapy is proven to be effective in increasing the ability of physical
mobility. ROM exercise suggestions can be applied as an intervention to overcome the problem
of physical mobility disorders on stroke patients.

Keywords: Muscle strength, Range of motion, Stroke.

230

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo),
Stroke atau cedera serebrovaskuler
mungkin perubahan kesadaran, gangguan
adalah kehilangan fungsi otak yang di
akibatkkan oleh terhentinya suplai darah ke penglihatan, dan lain-lain. Hasil Riskesdas
bagian otak (Smeltzer & Bare 2013).
Menurut World Health Organization(WHO) Kemenkes RI, Kejadian stroke di Indonesia
stroke merupakan gejala yang didefinisikan
suatu gangguan fungsional otak yang terjadi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 10,9%dari
secara mendadak dengan tanda dan gejala
klinik baik fokal maupun global yang 1.000 penduduk, sedangkan prevalensi di
berlangsung 24 jam atau lebih (Nasution,
2013). Jawa Barat 36 % Dan untuk kejadian stroke

Setiap tahunnya diperkirakan 500 ribu di Kab. Tasikmalaya 21 %
penduduk di Indonesia terkena serangan
stroke (Yastroki, 2010). Stroke di Indonesia (Riskesdas,2018).
juga mengalami peningkatan prevalensi. Di
Indonesia penyakit ini menduduki posisi Range of motion (ROM) merupakan
ketiga setelah jantung dan kanker. Pada
tahun 2007, hasil Riset Kesehatan Dasar salah satu bentuk latihan mobilisasi yang
(Riskesdas) menunjukkan data 8, 3 per
1000 penduduk menderita stroke. dapat dilakukan pada pasien stroke. Range
Sedangkan pada tahun 2013, terjadi
peningkatan yaitu sebesar 12,1%. Stroke of motion adalah latihan yang dilakukan
juga menjadi penyebab kematian utama di
hampir semua rumah sakit di Indonesia, untuk mempertahankan atau memperbaiki
yakni sebesar 14,5%. Jumlah penderita
stroke di Indonesia menurut diagnosis tingkat kesempurnaan kemampuan
tenaga kesehatan (Nakes) pada tahun 2013,
diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang dari pergerakkan sendi secara normal dan
seluruh penderita stroke yang terdata,
lengkap untuk meningkatkan massa otot
sebanyak 80% merupakan jenis stroke
iskemik (Wicaksana,etal 2017). dan tonus otot. Melakukan mobilisasi

Stroke menimbulkan gejala antara lain persendian dengan latihan range of motion
: kelumpuhan wajah atau anggota badan,
dapat mencegah berbagai komplikasi,

sehingga mobilisasi dini penting dilakukan

secara rutin dan kontinyu. Memberikan

latihan range of motion secara dini dapat

meningkatkan kekuatan otot karena dapat

menstimulasi motor unit sehingga semakin

banyak motor unit yang terlibat maka akan

terjadi peningkatan kekuatan otot, kerugian

pasien hemiparese bila tidak segera

ditangani maka akan terjadi kecacatan yang

permanen (Potter & Perry 2009, dalam

Wahyuningsih 2017).

Situasi dan kondisi yang dialami

pasien stroke membuat mereka tidak hanya

membutuhkan terapi medis saja, melainkan

membutuhkan terapi lainnya

(psioko,sosio,spiritual). Imam al-

Ghazali menyebutkan dalam kitab adz-

231

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Dzahabul Ibris bahwa ayat Al-Quran dapat penelitian 1 artikel asuhan keperawatan
digunakan untuk sarana pengobatan studi kasus pemenuhan kebutuhan aktifitas :
setengah anggota tubuh yang mati atau gangguan mobilitas fisik dengan penerapan
dalam dunia kedokteran biasa ROM pada pasien stroke : literatur review.
disebut hemiparesis. Ayat Al-Qur’an
tersebut adalah QS. al-Isra’ [17] ayat 82: Jenis data yang dilakukan dalam
studi literature ini menggunakan jenis data
‫َﻭ ُﻧ َﻨ ِّﺰﻟُ ِﻤ َﻨﺎ ْﻟﻘُ ْﺮ‬ sekunder. Data yang diperoleh bukan dari
‫ٰﺍ ِﻧ َﻤﺎ ُﻫ َﻮ ِﺷ َﻔ ۤﺎ ٌء ﱠﻭ َﺭ ْﺣ َﻤﺔٌ ِّﻟ ْﻠ ُﻤ‬ pengamatan langsung tetapi dari hasil
‫ْﺅ ِﻣ ِﻨ ْﻴ َۙﻨ َﻮ َﻻ َﻳ ِﺰ ْﻳﺪُﺍﻟ ﱣﻈ ِﻠ ِﻤ ْﻴ َﻨ ِﺎ ﱠﻻ‬ penelitian yang telah dilakukan penelitian
٨٢‫َﺧ َﺴﺎ ًﺭﺍ‬ terlebih dahulu dengan menggunakan teks
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an book satu asuhan keperawatan pada
(sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat penderita stroke.
bagi orang yang beriman, sedangkan bagi
orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya HASIL DAN PEMBAHASAN
akan menambah kerugian.”
Berdasarkan latar belakang diatas dan Pada hasil studi literature dalam
fenomena yang ditemukan peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang asuhan pemenuhan kebutuhan aktifitas : gangguan
keperawatan pemenuhan aktifitas:
hambatan mobilitas fisik dengan penerapan mobilitas fisik dengan penerapan ROM
range of motion pada pasien stroke
berdasarkan text book dan telaah literatur pada pasien stroke : literatur review ini
riview.
menelaah 4 referensi yang terdiri 3 artikel
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan penelitian dan 1 artikel asuhan

yaitu literature review karena penulis ingin keperawatan. Menurut Hesti, 2018
mengetahui gambaran masalah gangguan
mobilitas fisik dengan pemberian range of Pengaruh Range Of Motion Terhadap
motion pada pasien stroke. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien
asuhan keperawatan pemenuhan aktifitas :
gangguan mobilitas fisik dengan penerapan Stroke didapatkan hasil adanya pengaruh
range of motion pada pasien stroke
berdasarkan literatur review. penerapan range of motion pada pasien

Subjek literatur yang digunakan stroke. Hal ini sejalan juga dengan hasil
adalah literatur teks book dan 3 artikel
Susanti, 2019, Marlina, 2012. Menurut

Basuki, 2018 dalam asuhan

keperawatannya juga menyebutkan bahwa

penerapan range of motion selama 3 hari

dengan durasi 30 menit dapat meningkatkan

kekuatan otot.

Stroke merupakan penyakit

serebrovaskuler yang adalah setiap

gangguan neurologik mendadak yang

terjadi akibat pembatasan atau terhentinya

aliran darah melalui sistem suplai arteri di

232

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

otak. yang disebabkan robekan pembuluh hasil pengkajian adalah hambatan mobilitas
darah atau oklusi parsial/total yang bersifat fisik berhubungan dengan penurunan
sementara atau permanen (Yasmara, kekuatan otot. Di dalam SDKI , 2017
Nursiswati & Arafat, 2016). bahwa pada pasien stroke akan muncul
masalah prioritas yaitu gangguan mobilitas
Berdasarkan SDKI (2017) pada fisik yang ditegakan dari data mayor
pasien stroke dapat berdasarkan hasil mengeluh sulit menggerakan ekstremitas,
pengkajian berupa tanda mayor kekuatan otot menurun, rentang gerak
mengeluhkan sulit menggerakkan (ROM) menurun, dan data minor nyeri saat
ektermitas, kekuatan otot menurun, rentang bergerak, enggan melakukan penggerakan,
ROM menurun dan adapun tanda minornya merasa cemas saat bergerak, sendi kaku,
nyeri saat bergerak, enggan melakukan gerakan tidak terkoordinasi, gerakan
pergerakan, dan merasa cemas saat terbatas, fisik lemah.
bergerak. sendi kaku, gerakan tidak
terkoordinasi, gerakan terbatas, fisik lemah. Berdasarkan uraian diatas, diagnosa
kondisi klinis terkait : stroke, cedera keperawatan yang ditegakkan oleh penulis
medule spinalis, trauma, fraktur, yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan
osteoarthritis, osteomalasis, keganasan. dengan penurunan kekuatan otot
berdasarkan pengkajian yang di tandai
Berdasarkan pengkajian dalam dengan adanya keluhan sulit menggerakan
asuhan keperawatan Basuki, 2018 dalam ekstremitas, kekuatan otot menurun,
data subjektif didapatkan : klien rentang gerak ( ROM ) menurun.
mengatakan anggota gerak sebelah kanan
merasa lemas dan lemah saat digerakkan, Dalam perencanaan menurut (Hesti
Dalam data objektif didapatkan : segala 2018, Susanti 2019, Marlina 2012 , Basuki
kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dibantu 2018) untuk mengatasi masalah pada pasien
oleh keluarga dan perawat belum mampu stroke dengan gangguan mobilitas fisik
berpindah dan miring kanan ataupun miring adalah dengan pemberian latihan range of
kiri, dengan terpasang popok sekali pakai motion dengan tujuan setelah diberikan
Kekuatan otot : tangan dan kaki kanan 1, akan meningkatkan kekuatan otot. Hal ini
tangan dan kaki kiri 5. Berdasarkan uraian diperkuat dengan keterangan yang
diatas, hasil pengkajian pada pasien stroke tercantum dalam al Qur’an QS. Al-Isra : 82
dapat ditemukan data berupa kelemahan dalam surat itu menjelaskan bahwa setiap
anggota gerak, kebutuhan dan aktivitas penyakit pasti ada obatnya. Manusia hanya
sehari hari dibantu, dan penurunan dituntut ikhtiar, sehingga penyakit stroke
kekuatan otot dengan menggunakan alat harus dihadapi dengan kesabaran dan
goniometer dengan rentang nilai 0-5. ketabahan yaitu dengan latihan ROM .

Menurut Basuki (2018) Diagnosa Menurut Menurut SLKI, 2018
yang muncul pada pasien stroke ini dari tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan

233

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

dari penerapan tindakan ROM pada pasien menurut Nurhayati (2018) Latihan ROM
stroke dengan masalah keprawatan dilakukan berupa gerakan pada fleksi bahu,
gangguan mobilitas fisik adalah setelah abduksi dan adduksi bahu, rotasi, interna
dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dan eksterna bahu, penyilangan adduksi
mobilitas fisik meningkat dengan kriteria bahu, supinasi dan pronasi lengan, ekstensi
hasil : Pergerakan ektremitas meningkat, dan fleksi pergelangan tangan danjari,
kekuatan otot meningkat, fungsi motorik fleksi dan ekstensi ibu jari, fleksi dan
meningkat, rentang gerak (ROM) ekstensi panggul dan lutut, rotasi interna
meningkat,nyeri menurun, kecemasan dan eksternapanggul, abduksi dan adduksi
menurun, kaku sendi menurun, gerak tidak panggul, dorso dan plantar fleksi
terkoordinasi menurun, gerak terbatas pergelangan kaki, eversi dan inversi kaki,
menurun, kelemahan fisik menurun, dengan ekstensi dan fleksi jari-jari kaki.
nilai 1-5.
Berdasarkan hasil telaah fakta dan
Menurut Basuki, 2018 tujuan dan teori, penulis berasumsi bahwa
kriteria hasil yang di harapkan setelah implementasi pemberian terapi latihan
tindakan pemberian range of motion range of motion agar dapat meningkatkan
(ROM) selama 3x 24 jam pergerakan kekuatan otot dilakukan sesuai dengan
ektremitas meningkat, kekuatan otot standar operasional prosedur (SOP) dengan
meningkat, fungsi motorik meningkat, hasil berupa peningkatan kekuatan otot.
rentang gerak (ROM) meningkat,nyeri
menurun, kecemasan menurun, kaku sendi Hasil penelitian dari tiga jurnal dan
menurun, gerak tidak terkoordinasi satu asuhan keperawatan yang sudah
menurun, gerak terbatas menurun, ditelaah bahwa didapatkan pengaruh yang
kelemahan fisik menurun, dengan nilai 1-5. signifikan terhadap peningkatan kekuatan
Berdasarakan uraian tersebut, terapi ROM otot. Berdasarkan Asuhan Keperawatan
dapat digunakan untuk mengatasi gangguan Basuki (2018), setelah dilakukan asuhan
mobilitas fisik karena dapat meningkatkan keperawatan selama 3x24 jam hasil setelah
kekuatan otot. Latihan yang teratur baik dilakukan range of motion , Pasien
dibantu maupun secara mandiri untuk mengatakan bisa mengangkat tangan dan
melatih otot-otot yang mengalami kaki dengan bantuan, kekuatan otot
kekakuan. meningkat tangan dan kaki sebelah kiri 5 (
1-5 ), dan kekuatan otot tangan dan kaki
Dalam Implementasi Asuhan kiri 1 ( 1-5 ). Berdasarkan hasil statistik
Keperawatan Pemenuhan aktivitas : menurut Susanti, Dkk (2019), Hesti Dkk
Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien (2018), Marlina (2012), terdapat pengaruh
Stroke adalah melakukan latihan range of terapi range of motion pada pasien stroke
motion sesuai standar operasional prosedur. dengan Pvalue(Pvalue=0,000< 0,05).
Adapun tahapan kerja pada implementasi

234

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Berdasarkan uraian tersebut diatas, tindakan terapi latihan range of motion
penulis berasumsi bahwa latihan range of terbukti dapat mengatasi gangguan
motion dapat meningkatkan kekuatan range mobilitas fisik dengan meningkatkan
of motion merupakan latihan yang efektif kekuatan otot. Saran Bagi Masyarakat di
dan mudah untuk diberikan kepada pasien harapkan bagi masyarakat khususnya
stroke untuk meningkatkan kekuatan otot, penderita sroke baik di klinik maupun
dan terbukti dengan jelas Al- Quran komunitas bahwa latihan range of motion
menyebutkannya dalam surat al Qur’an QS. dapat digunakan sebagai salah satu
Al-Isra (17) ayat 82, dalam surat itu penerapan latihan pemenuhan mobilisasi
menjelaskan bahwa setiap penyakit pasti yang terbukti berpengaruh pada kekuatan
ada obatnya. otot pada pasien stroke. Bagi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
KESIMPULAN DAN SARAN Teknologi Keperawatan diharapkan studi
Kesimpulan yang didapatkan oleh kasus dengan metode literatur review ini
dapat dijadikan dasar bagi pengembangan
penulis berdasarkan hasil telaah jurnal, teori ilmu pengetahuan dan teknologi
dan juga asuhan keperawatan pemenuhan keperawatan tentang asuhan keperawatan
aktifitas : hambatan mobilitas fisik dengan pada gangguan mobilitas fisik dengan
penerapan range of motion pada pasien penerapan latihan range of motion terhadap
stroke pada tahap pengkajian didapatkan proses penyembuhan penurunan kekuatan
klien mengatakan anggota gerak sebelah otot pada pasien stroke, dengan
kanan merasa lemas dan lemah saat mengintegrasikan nilai Al-Islam
digerakkan, segala kebutuhan dan aktivitas Kemuhammadiyahan. Bagi peneliti
sehari-hari dibantu oleh keluarga dan selanjutnya diharapkan hasil karya tulis
perawat belum mampu berpindah dan ilmiah dengan menggunakan metode
miring kanan ataupun miring kiri, dengan literature review ini menjadi dasar untuk
terpasang popok sekali pakai Kekuatan otot penelitian yang menggunakan literature
: tangan dan kaki kanan 1, tangan dan kaki review dengan menggunakan populasi dan
kiri 5. Diagnosa keperawatan yang diangkat sampel yang lebih banyak , kriteria inklusi
sebagai masalah utama pada pasien stroke dan eksklusi yang homogeny dan
adalah mobilitas fisik berhubungan dengan selanjutnya dapat dilakukan dengan metode
penurunan kekuatan otot. Perencanaan primer yaitu metode yang dilakukan secara
keperawatan yang digunakan adalah langsung dengan melakukan asuhan
penerapan latihan range of motion (ROM). keperawatan pemenuhan kebutuhan
Dilakukan terapi latihan range of motion aktifitas : gangguan mobilitas fisik dan
dan dilakukan berdasarkan tahapan standar efektif untuk meningkatkan kekuatan otot
oprasional prosedur (SOP). Evaluasi pada pasien stroke.
keperawatan pada pasien stroke dengan

235

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Muttaqin, Arif & Sari, Kurmala. 2011.

DAFTAR PUSTAKA Gangguan Gastrointestinal :

Anggriani et al 2018, Pengaruh Rom Aplikasi Asuhan Keperawatan
(Range Of Motion) Terhadap
Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Medikal bedah. Jakarta : Salemba
Pasien Stroke Non Hemoragic.
Jurnal Riset Hesti Medan, Vol. 3, medika.
No. 2
Nia Permatasari 2020. Perbandingan Stroke
Anggun Tri Cahya Harini 2018. Asuhan
Keperawatan Pada Ny.L Dengan Non Hemoragik dengan Gangguan
Masalah Keperawatan Hambatan
Mobilitas Fisik Di Ruang Melati Motorik Pasien Memiliki Faktor
Rsud Dr Haryoto Lumajang Tahun
2017. Resiko Diabetes Melitus dan

Dermawan, D. (2012). Proses Keperawatan Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan
Penerapan Konsep & Kerangka
Kerja (1st ed.). Yogyakarta: Sandi Husada.Vol 11,No 1
Gosyen Publishing.
PPNI (2017). Standar Diagnosis
Haryono Rudi & Maria Putri Sari Utami,
(2019). Keperawatan Medikal Keperawatan Indonesia: Definisi dan
Bedah II. Yogyakarta : Pustaka Baru
Press Indikator Diagnostik, Edisi 1.

Irene Yuniar Insani 2018. Asuhan Jakarta: DPP PPNI.
Keperawatan Klien Stroke Pada
Ny. W Dan Tn. S Dengan Masalah PPNI (2018). Standar Intervensi
Keperawatan Hambatan Mobilitas
Fisik Di Ruang MELATI RSUD Keperawatan Indonesia: Definisi dan
Dr. HARYOTO LUMAJANG
TAHUN 2018 Tindakan Keperawatan, Edisi 1.

Listiyana Basuki 2018. Penerapan Rom Jakarta: DPP PPNI.
(Range Of Motion) Pada Asuhan
Keperawatan Pasien Stroke Dengan PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan
Gangguan Mobilitas Fisik Di Rsud
Wates Kulon Progo Indonesia: Definisi dan Kriteria

Marlina 2019. Pengaruh Latihan Rom Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta:
Terhadap Peningkatan Kekuatan
Otot Pada Pasien Stroke Iskemik Di DPP PPNI.
Rsudza Banda Aceh. Idea Nursing
Journal Vol. III No. 1 Rina Mardiani. Menuliskan Tujuan Dan

Miftah Khairunnisa 2019. Asuhan Kriteria Hasil Perencanaan
Keperawatan Kebutuhan Aktivitas:
Mobilisasi Pada Pasien Stroke Non Keperawatan
Hemoragik Di Ruang Iv Rs Tk.Iii
Dr.Reksodiwiryo Padang Rizal L.S. (2018). Jenis-Jenis Tindakan

Miftah Khairunnisa 2019. Menuliskan Keperawatan Dalam Melaksanakan
Tujuan Dan Kriteria Hasil
Perencanaan Keperawatan Asuhan Keperawatan.

Mukhtarom 2016. Analisa Asuhan (https://osf.io/84msk/download/?for
Keperawatan Gerontik Dengan
Masalah Hambatan Mobilitas Fisik mat=pdf)
Di Ruang Cendana Rumah Sakit
Prof. Dr. Margono Soekarjo Sucy Aprillia Hada 2017.Asuhan
Purwokerto.
keperawatan gangguan mobilitas

fisik pada stroke hemoragic di Irna

C RSSN Bukit tinggi.

Susanti dan Difran Nobel Bistara (2019),

Pengaruh Range of Motion

terhadap Kekuatan Otot pada

Pasien Stroke. Jurnal Kesehatan

Vokasional, Vol. 4 No. 2

Yasmara, D., Nursiswati, & Arafat, R.

(2017). Rencana Asuhan

Keperawatan Medikal Bedah

.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

EGC.

Yustiana Olfah, (2016). Dokumentasi

Keperawatan. Jakarta Selatan:

Modul Bahan ajar cetak

236

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENERAPAN TERAPI KOMPRES JAHE UNTUK MENURUNKAN NYERI
PADA PASIEN REUMATOID ARTHRITIS

Imron Parid1, Nina Pamela Sari2, Zaenal Mutaqqin3
1,2,3Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
e-mail : [email protected]

ABSTRAK
Reumatoid arthritis merupakan penyakit yang menyerang anggota gerak yaitu sendi, otot,
tulang dan jaringan sekitar sendi sehingga menyebabkan nyeri, bengkak pada sendi.
Penatalaksaan pada nyeri ini yang dilakukan adalah dengan menggunakan terapi kompres air
yang bertujuan untuk mengurangi nyeri pada sendi. Tujuannya untuk menganalisa hasil
implementasi asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian kompres air hangat rebusan
jahe pada lansia terhadap pemenuhan kebutuhan nyeri. Metode dalam penulisan Karya Ilmiah
Akhir D3 Keperawatan ini berupa literatur review teks book dan telaah jurnal. Berdasarkan hasil
telaah dari ketiga jurnal yang didapatkan hasil pengkajian pada pasien Reumatoid arthritis yaitu
nyeri, dengan diagnosa keperawatan utama yang diangkat yaitu nyeri kronis, perencanaan
menggunakan tindakan teurapetik pemberian kompres hangat jahe, implementasi dilakukan
kurang lebih selama 1x24 jam dalam sehari berdasarkan tahapan standar operasional prosedur
(SOP), dalam evaluasi menunjukan adanya pengurangan nyeri sesuai kriteria hasil, penerapan
terapi pemberian kompres hangat jahe efektif menurunkan nyeri dengan p value = 0,000 yang
artinya ≤ 0,05. Pemberian kompres hangat jahe bisa dijadikan cara alternatif yang efektif untuk
menurunkan skala nyeri sendi pada pasien reumatid arthritis. Disimpulkan ada pengaruh yang
signifikan terhadap pemberian kompres air hangat rebusan jahe pada lansia yang mengalami
rheumatoid arthritis.

Kata Kunci : Reumatoid Arthritis, Kompres Air Hangat Rebusan Jahe

ABSTRACT
Rheumatoid arthritis is a disease that attacks the limbs, namely the joints, muscles, bones
and tissues around the joints, causing pain and swelling in the joints. The management of this
pain is done by using water compress therapy which aims to reduce pain in the joints. The aim
is to analyze the results of the implementation of nursing care with the intervention of giving
warm compresses of ginger boiled water to the elderly to fulfill pain needs. The method in
writing this D3 Nursing Final Scientific Work is in the form of literature review of book texts
and journal studies. Based on the results of the study of the three journals, the results of the
assessment on Rheumatoid arthritis patients are pain, with the main nursing diagnosis being
raised, namely chronic pain, planning using therapeutic measures of giving warm ginger
compresses, implementation is carried out for approximately 1x24 hours a day based on the
standard operating procedure stages (SOP), in the evaluation showed a reduction in pain
according to the outcome criteria, the application of therapy with ginger warm compresses was
effective in reducing pain with p value = 0.000 which means ≤ 0.05. Giving warm ginger
compresses can be used as an effective alternative way to reduce the scale of joint pain in
rheumatoid arthritis patients. It was concluded that there was a significant effect on giving
warm compresses of ginger boiled water in the elderly with rheumatoid arthritis.

Keywords: Rheumatoid Arthritis, Warm Compress of Ginger Stew

PENDAHULUAN manusia. Proses menua merupakan proses
Menua atau menjadi tua adalah suatu sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari
suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak
keadaan yang terjadi di dalam kehidupan

237

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

permulaan kehidupan. Menjadi tua Organization 2014 Penderita rematik
merupakan proses alamiah, yang berarti mencapai 355 juta dari jumlah penduduk
seseorang telah melalui tiga tahap dunia, dan lebih dari 27 juta jiwa berada di
kehidupannya, yaitu anak, dewasa, dan tua. Asia Tenggara. Sedangkan dari data World
Tiga tahap ini berbeda, yaitu cara biologis Health Organization Study on global ageing
maupun psikologis. Memasuki usia tua and Adult Health (2017), melaporkan di 6
berarti mengalami kemunduran, misalnya negara penghasilan menengah hingga
kemunduran fisik yang ditandai dengan rendah antara lain China sebanyak 15.050
kulit yang mengendur, rambut memutih, (33,6%), Ghana sebanyak 5573 (12,5%),
gigi mulai ompong, pendengaran kurang India sebanyak 12,198% (27,3%), Meksiko
jelas, penglihatan semakin memburuk, sebanyak 2752 (9,5%) dari total negara
gerakan lambat, figure tubuh yang tidak masing- masing. sedangkan berdasarkan
proporsional dan daya ingat pun menjadi penelitian yang dilakukan GHERG (Global
lemah atau pikun (Nugroho, 2018). Health Epidemiologi Reference Group)
pada tahun 2015 angka prevalensi yang
Kata arthritis berasal dari dua kata terjadi dinegara berpenghasilan menengah
Yunani. Pertama, arthron, yang berarti kebawah khususnya di Asia Tenggara
sendi. Kedua, itis yang berarti peradangan. mencapai angka 0,40% (Rudan et al.,
Secara harfiah, arthritis berarti radang 2015).
sendi. Sedangkan rheumatoid arthritis
adalah suatu penyakit autoimun dimana Cara-cara untuk menurunkan nyeri
persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) sendi menurut (Potter, 2019), yaitu dengan
mengalami peradangan, sehingga terjadi cara terapi farmakologi, non-farmakologi
pembengkakan, nyeri dan seringkali dan pembedahan. Terapi farmakologi yaitu
akhirnya menyebabkan kerusakan bagian tindakan pemberian obat sebagai penurun
dalam sendi (Gordon, 2020). rasa nyeri. Biasanya dengan pemberian
obat-obat analgesik seperti pemberian obat
Sejauh ini penyebab pasti dari anti inflamasi nonsteroid (OAINS), contoh:
Reumatoid Arthritis belum juga diketahui, aspirin dan ibuprofen. Penggunaan
tetapi faktor genetic dikaitkan dengan obatobatasn analgesik memiliki dampak
kondisi ini, serta tingkat keparahan buruk seperti rasa tidak nyaman pada
penyakit, beberapa faktor lingkungan dan saluran cerna, mual, diare, perdarahan
gaya hidup telah terbukti terkait dengan tukak, dapat juga mengakibatkkan
penyebab ini, obesitas kondisi reproduksi kerusakan pada ginjal, dan gangguan
pada wanita serta kekurangan Vitamin D kardiovaskuler (Purwoastuti, 2019). Di
juga dinilai memili pengaruh dalam proses zaman modern saat ini kesehatan adalah
berkembangnya penyakit ini (Xu & Lin, bagian hal yang penting, penderita
2017). Reumatoid Arthritis (RA) dapat dilakukan

Berdasarkan dari data World Health

238

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

secara non farmakologi, metode non meningkatkan proses penyembuhan
faramakologi ini digunakan karena jaringan yang mengalami kerusakan
memiliki resiko yang lebih rendah. Terapi penggunaan panas pada jahe selain
non faramakologi ini sendiri bukan sebagai memberikan reaksi fisiologis, antara lain :
pengganti obat-obatan namun, terapi ini meningkatkan respon inflamasi (Utami,
digunakan untuk memepersingkat episode 2016).
nyeri yang dirasakan penderita. Salah satu
terapi non farmakologi yang dapat Dalam perfektif islam dijelaskan dalam
dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri surat Al- Insan Ayat 17 tentang manfaat
yang dirasakan pasien antara lain, kompres jahe, Jahe termasuk bahan rempah-rempah
hangat, kompres dingin, relaksasi nafas yang biasa kita temui sehari-hari di dapur
dalam, guide imagery, serta senam rematik rumah. Selain digunakan sebagai bumbu
(Afinuhazi, 2018). masakan, jahe juga sering dibuat minuman
yang memiliki manfaat penyembuhan.
Jahe (Zingiber officinale Rosc) adalah Nama jahe ternyata juga disebutkan oleh
salah satu bumbu dapur yang sudah lama Al-Quran dengan makna konotasi positif,
dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Selain yaitu dalam surah Al-Insan ayat 17
bumbu dapur, rimpang jahe digunakan (Mifahus Syfa Bahrul Ulumiyah, 2021).
untuk mengolah masakan dan penganan.
Pemakaian jahe sebagai tanaman obat Penelitian ini bertujuan untuk
semakin berkembang pesat seiring dengan menggambarkan asuhan keperawatan
mulai berkembangnya pemakaian bahan- gerontik Reumatoid Arthritis (RA) dengan
bahan alami untuk pengobatan (Lentera, pemberian terapi kompres jahe untuk
2016). menurunkan nyeri dengan metode literature
review.
Komponen utama dari jahe segar
adalah senyawa homolog fenolik keton METODE STUDI LITERATUR
yang dikenal sebagai gingerol. Pada suhu Desain penelitian yang digunakan
tinggi gingerol akan berubah menjadi
shogaol yang memiliki efek panas dan yaitu literature review karena penulis ingin
pedas dibanding gingerol (Misrah, 2019). mengetahui gambaran asuhan keperawatan
Efek panas dan pedas pada jahe inilah yang gerontik dengan pemberian terapi kompres
dapat meredakan nyeri, kaku dan spasme hangat jahe terhadap lansia dengan
otot pada arthritis reumatoid. Sehingga jahe Rheumatoid Arthritis untuk menurunkan
juga dapat digunakan untuk mengobati sekala nyeri.
penyakit, jahe juga banyak mempunyai
khasiat seperti antihelmetik, antirematik, Subjek studi literature yang
dan peluruh masuk angin. Jahe mempunyai digunakan adalah tiga jurnal dan satu
efek untuk menurunkan sensasi nyeri juga asuhan keperawatan dengan pemberian
kompres hangat jahe untuk menurunkan
sekala nyeri pada pasien lansia dengan

239

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Reumatoid Arthritis. kebutuhan biologis atau fisik, psikologi,
Jenis data yang dilakukan dalam studi kultur, dan spiritual; menganalisa suatu
literature ini menggunakan jenis data masalah kesehatan atau keperawatan dan
sekunder. Data yang diperoleh bukan dari membuat diagnosa keperawatan; membuat
pengamatan langsung tetapi dari hasil perencanaan; melaksanakan perencanaan;
penelitian yang telah dilakukan penelitian dan terakhir melakukan evaluasi (Reny
terlebih dahulu dengan menggunakan teks Yuli Aspiani, 2014).
book satu asuhan keperawatan pada
penderita Reumatoid Arthritis. Pengkajian adalah tahap awal dari
proses keperawatan dan merupakan proses
HASIL STUDI LITERATUR yang sistematis dalam pengumpulan data
Pada hasil studi literature dalam dari berbagai sumber data untuk
mengevaluasi dan mengidentifikasi status
asuhan keperawatan gerontik dengan kesehatan pasien menurut (Setiadi 2018).
penerapan terapi kompres hangat jahe Pengkajian adalah pemikiran dasar dari
terhadap Reumatoid Arthritis untuk proses keperawatan yang bertujuan untuk
menurunkan sekala nyeri ini menelaah 4 mengumpulkan informasi atau data tentang
referensi yang terdiri 3 artikel penelitian pasien, agar dapat mengidentifikasi,
dan 1 artikel asuhan keperawatan. Menurut mengenali masalah-masalah, kebutuhan
Ninda Wahyuni, 2016 Pengaruh Kompres kesehatan dan keperawatan pasien, baik
jahe terhadap Arthrithis diwilayah kerja fisik, mental, sosial dan lingkungan
puskesmas meda sunggal didapatkan hasil menurut (Effendy 2017).
adanya pengaruh pemberian kompres
hangat jahe pada Reumatoid. Hal ini sejalan Berdasarkan fakta hasil literatur
juga dengan hasil penelitian Noviyanti, review penelitian Yulia (2019) bahwa saat
2021 dan Heny Syaputri, 2018. Menurut pengkajian klien mengeluh nyeri pada
Yulia 2018 dalam asuhan keperawatannya persendian, P: nyeri diakibatkan oleh terlalu
juga menyebutkan bahwa pemberian banyak bergerak dan pekerjaan yang padat
kompres hangat jahe selama 3 hari dapat dan di perberat ketika cuaca dingin, Q:
menurunkan tekanan sekala nyeri. nyeri dirasakan seperti di tusuk tusuk nyeri
berambah bila banyak bergerak, R: nyeri
PEMBAHASAN dirasakan pada persendian kaki dan tangan,
Asuhan keperawatan lanjut usia S: skala nyeri 4 dari rentang skala (0-10),
T: nyeri dirasakan pada waktu malam hari,
(lansia) adalah suatu rangkaian kegiatan nyeri hilang timbul, Pasien tampak
dari proses keperawatan yang ditujukan meringis menahan sakit, Skala 4 (0-10),
kepada usia lanjut.kegiatan tersebut Tampak gelisah, Pola tidur berubah, Tidak
meliputi pengkajian dengan memperhatikan mamapu menuntaskan aktivitas, Lutut
tampak benkak, TD: 110/80 MmHg, P: 72

240

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

x/menit, R: 20 x/menit, S: 36,2 C. mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi
dan tanda nyeri), menyatakan rasa nyaman
Diagnosa yang ditegakan yaitu setelah nyeri berkurang, tanda vital dalam
rentan normal, tidak mengalami gangguan
nyeri kronis berhubungan dengan tidur, mobilitas fisik meningkat tidak ada
keterbatasan aktivitas.
musculoskeletal kronis, didukung
Pada tahapan implementasi,
berdasarkan teori dalam Tim Pokja SDKI penelitian yang dilakukan Adi Pala Dewi
(2015), SOP pemberian kompres hangat
DPP PPNI (2017). bahwa diagnosa pasien jahe sebagai berikut, dengan langkah yang
pertama perawat cuci tangan terlebih
rheumatoid arthritis adalah nyeri kronis dahulu sebelum melakukan tindakan,
kontrak waktu dan jelaskan tujuannya,
berhubungan dengan kondisi posisikan pasien senyaman mungkin
Prinsip kerja dari kompres jahe adalah
muskuloskeletal kronis ditandai dengan dengan cara memanaskan atau merebusnya
terlebih dahulu rimpang jahe diatas api atau
mengeluh nyeri, merasa depresi (tertekan), bara dan kemudian ditumbuk, diparut atau
dipotong kecil kemudian mencampurkan
tampak meringis, gelisah, tidak mampu air jahe yang mendidih dengan air dingin
supaya air menjadi hangat kuku, lalu
menuntaskan aktivitas, merasa takut kompreskan memakai waslap ke bagian
sendi yang mengalami nyeri selama 5-10
mengalami cedera berulang, bersikap menit dilakukan secara berulang, kalau
pasien tidak mengalami alergi dari
proyektif (mis, posisi menghindari nyeri), kompresan jahe ssperti rasa gatal atau
kemerahan, tumbuk menjadi lebih halus
pola tidur berubah, anoreksia, fokus jahe yang direbus nya dipotong lebih kecil,
lalu ditempelkan didaerah persendian yang
menyempit, berfokus pada diri sendiri. mengalami nyeri dan kemudian dibungkus
dengan menggunakan plastik untuk
Perencanaan asuhan keperawatan mengantisipasi agar kompres jahe tidak
jatuh, kompres jahe ini dilakukan selama
gerontik Yulia Putriani (2019), yang kurang lebih 20 menit.

dilakukan pada klien dengan masalah Hasil penelitian dari tiga jurnal dan
satu asuhan keperawatan yang sudah
keperawatan rheumatoid arthritis ditelaah bahwa didapatkan pengaruh yang

berhubungan dengan muskuloskeletal,

diharapkan setelah diberikan terapi non

farmakologi kompres hangat jahe 1x dalam

sehari selama 3 hari, nyeri yang diraskan

menurun dan dapat mengotrol nyeri ,

dengan kriteria hasil : keluhan nyeri

menurun (5).

Berdasarkan fakta hasil litertur

review Ninda Wahyuni (2016), Noviyanti

Yessi Azwar (2021), Henny Syapitri

(2018), intervensi yang dilakukan adalah

dengan melakukan terapi non farmakologis

kompres hangat jahe . Bertujuan untuk

mengurangi rasa nyeri dengan kriteria hasil

mampu mengontrol nyeri, melaporkan

bahwa nyeri berkurang dengan

menggunakan manajemen nyeri, mampu

241

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

signifikan terhadap penurunan sekala nyeri didapatkan nilai p-value 0,000 yang artinya
pada pasien Reumatoid Berdasarkan fakta < 0,05 yang berarti kompres jahe efektif
hasil literatur review jurnal Ninda Wahyuni terhadap penurunan nyeri sendi. Hasil
(2016), didapatkan bahwa terapi kompres jurnal Henny Syapitri (2018), Sebelum
hangat jahe terbukti efektif menurunkan dilakukan kompres jahe rata-rata intensitas
nyeri dengan hasil Sebelum dilakukan nyeri yang dialami responden adalah 4,73
kompres jahe rata-rata intensitas nyeri yang dan setelah dilakukan kompres jahe rata-
dialami responden adalah 4,73 dan setelah rata intensitas nyeri yang dialami responden
dilakukan kompres jahe rata-rata intensitas adalah 2,13. Ada pengaruh kompres jahe
nyeri yang dialami responden adalah 2,13. terhadap intensitas nyeri pada penderita
Ada pengaruh kompres jahe terhadap rheumathoid arthritis usia diatas 40 tahun
intensitas nyeri pada penderita rheumathoid dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 kompres
arthritis usia diatas 40 tahun dengan nilai p- hangat jahe efektif untuk menurunkan
value 0,000 namun penurunan intensitas nyeri.
nyeri yang dialami oleh responden berbeda-
beda, dimana responden yang mengalami Evaluasi hasil dari diagnosa
penurunan intensitas nyeri 4 sebanyak 5 keperawatan Yulia (2019) Nyeri kronis b/d
orang (16,7%), responden yang mengalami kondisi muskuloskeletal kronis pada daerah
penurunan intensitas nyeri 3 sebanyak 11 kaki terasa nyeri dan kaku pada persendian
orang (36,7), responden yang mengalami pada tanggal 16 April 2019 jam 15.00 WIB
penurunan intensitas nyeri 2 sebanyak 11 didapatkan hasil data subjektif yaitu klien
orang (36,7) dan responden yang mengatakan nyeri sudah mulai berkurang
mengalami penurunan intensitas nyeri 1 pada sendi dan lutut, dan respon objektif
sebanyak 3 orang. Hasil jurnal Noviyanti, ekpresi wajah datar, skala nyeri 2.
(2018), sebelum diberikan kompres jahe Evaluasi hasil hari kedua kompres jahe
dengan klasifikasi nyeri sedang sebanyak 9 pada tanggal 19 April 2019 jam 13.00 WIB
orang (60%) dan nyeri berat sebanyak 6 Didapatkan hasil data subjektif yaitu klien
orang (40%). Lansia penderita Arthtritis mengatakan nyeri sudah mulai berkurang
Reumathoid sesudah diberikan kompres pada sendi dan lutut, dan respon objektif
jahe dengan klasifikasi nyeri ringan ekpresi wajah datar, skala nyeri 2.
sebanyak 12 orang (80%) dan nyeri sedang
sebanyak 3 orang (20%). Setelah diberikan Evaluasi hari ketiga pemberian
intervensi kompres jahe, nyeri sendi lansia kompres jahe tanggal 22 April 2019 jam
turun dengan klasifikasi tingkat nyeri 13,00 WIB dengan respon subjektif klien
ringan 12 orang (80%) dan nyeri sedang 3 mengatakan nyeri sudah berkurang pada
orang (20%) serta tidak didapatkan lagi sendi dan lutut, dan respon objektif ekpresi
lansia dengan klasifikasi nyeri berat. Dan wajah tampak datar, skala nyeri 1.

KESIMPULAN DAN SARAN

242

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Pengkajian pada pasien rheumatoid hangat jahe sebagai salah satu manajemen
arthritis yaitu dengan keluhan nyeri pada
persendian kaki Diagnosa keperawatan nyeri pada pasien rheumatoid arthritis.
yang diangkat sebagai masalah utama pada
pasien reumatoid arthritis adalah nyeri bagi Institusi Rumah Sakit Literatur review
kronis. Perencanaan keperawatan nyeri
kronis meliputi manajemen nyeri dengan dengan teks book dan telaah jurnal ini
tindakan terapi non farmakoligi kompres
hangat jahe. Bertujuan untuk mengurangi diharapkan dapat dijadikan salah satu
rasa nyeri dengan rasional tehnik non
farmakologi membantu menurunkan nyeri intervensi non-farmakologi dengan terapi
tanpa adanya efek samping. Implementasi
keperawatan dilakukan terapi kompres kompres hangat jahe untuk mengatasi nyeri
hangat jahe dan dilakukan berdasarkan
tahapan standar oprasional prosedur (SOP). pada pasien reumatoid arthritis.
Evaluasi keperawatan pada pasien
rheumatoid arthritis dengan tindakan terapi bagi Profesi Keperawatan Literatur review
kompres hangat jahe berdasarkan telaah 3
jurnal dan asuhan keperawatan menunjukan dapat meningkatkan penerapan standar
ada pengaruh terhadap skala nyeri. Terbukti
efektif untuk menurunkan intensitas nyeri praktek keperawatan khususnya dalam
pada pasien reumatoid arthritis.
Saran bagi Penulis Literatur review dapat aplikasi riset untuk pengembangan ilmu
dijadikan tambahan pengetahuan dan
pengalaman bagi penulis dalam keperawatan.
menerapkan teori berdasarkan hasil riset
pemberian terapi kompres hangat jahe bagi peneliti selanjutnya Literatur review
untuk mengatasi masalah nyeri pada pasien
rheumatoid arthritis. ini diharapkan menjadi data dasar untuk
bagi Fikes Universitas Muhammadiyah
Tasikmalaya Literatur review dan telaah penelitian selanjutnya dengan
jurnal ini dapat dijadikan masukan atau
sumber informasi serta dasar pengetahuan menggunakan populasi dan sampel literatur
bagi mahasiswa keperawatan dan dapat
dijadikan sebagi materi latihan dalam lebih banyak dan kriteria inklusi lebih
menangani nyeri dengan terapi kompres
homogen atau melakukan penelitian studi

kasus penerapan terapi kompres hangat jahe

pada pasien rheumatoid arthritis dengan

nyeri secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Aspirani, Reni, Yuli. 2014. Asuhan

keperawatan Gerontik: Jilid 1
(Aplikasi NANDA, NIC NOC).
Jakarta: CV TRANS INFO MEDIA.

Nasrullah, Dede. 2016. Asuhan
Keperawatan Gerontik dengan
Pendekatan Asuhan keperawatan
NANDA-NIC NOC. Surabaya:
Publishing ISBN 978-602-202-208-
4.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2019. Standar
Luaran Keperawatan Indonesia.
Jakarta: Dewan Pengurus Pusat.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2018. Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia.
Jakarta: Dewan Pengurus Pusat.

243

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2017. Standar Kozier & Erb, 2009. Buku Ajar Praktik
Diagnosis Keperawatan Indonesia. Keperawatan Klinis, Edisi 5, EGC,
Jakarta: Dewan Pengurus Pusat. Jakarta.

Wahyuni, Ninda. 2016. “Pengaruh Mantiri dkk, (2013). Perbandingan Efek
Kompres Jahe Terhadap Intensitas Analgesik Perasaan Rimpang Jahe
Nyeri pada penderita Reumatoid Merah (Zingiber Officinale var.
Arthritis Diwilayah kerja Puskesmas rubrum Thelaide) Dengan Aspirin
balam Medan Sunggal”. Medan: D3 Dosis Terapi Pada Mencit (Mus
Keperawatan STIKes Medan. Musculus). 2 April 2016

Azwar, Yessi, Noviyanti. 2021. “Efektifitas Potter, P. (2019). Buku Ajar Fundamental
Kompres Jahe terhadap penurunan Keperawatan. Edisi 7. Jakarta: EGC.
nyeri sendi pada lansia dengan
Arthritis Reumatoid”. Pekanbaru: World Health Organization. (2015). The
STIKes Kendal e-ISSN 2549-8134. World Health Organization Quality
Of Life (Whoqol) – Bref. Diakses
Arianto, Adi. Siti marlina, Rentawati Purba. Pada Tanggal 12 Februari
2020. “penatalaksanaan Kompres 2016DarIhttp://Www.Who.Int/Substa
Hangat Jahe pada penderita Arthritis nce_Abuse/Research_Tools/En/Indo
Reumathoid di Puskesmas Talun nesian _Whoqo L.Pdf Edition.Usa :
Kenas”. Kabupaten Deli Serdang : John Wiley & Son.endeley
Institut Kesehatan Deli Husada.
Fitriyah. Nurul. 2016. Efek Rimpang Jahe
Sopianto, Gusman Virgo. 2019. Merah (Zingiber Officinale Rosc.
“Efektivitas Kompres jahe terhadap Var. Rubrum) terhadap Peningkatan
penurunan skala nyeri pada lansia Kepadatan Tulang Tikus Putih Betina
yang menderita Rheumthoid Arthritis RA (Rheumatoid Arthritis) yang
di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh Diinduksi oleh Complete Frund’s
wilayah kerja Puskesmas batang Adjuvant.
Tumu”. Bangkinang: Universitas
Pahlawan Tuanku Tumbusai. Rachmawati et al . 2016. Nyeri
Musculoskeletal dan Hubungannya
Fanada. Mery. 2012. Pengaruh Kompres Dengan Kemampuan Fungsional
Hangat Dalam Menurunkan Skala Fisik Pada Lanjut Usia. Universa
Nyeri Pada lansia Yang Mengalami Medicina, Oktober-Desember 2006,
Nyeri Rematik Di Panti Sosial Vol.25 No.4. Diperoleh 22
Tresna Werdha. Badan Diklat November 2016.
Sumatera Selatan. Palembang.

244

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERI
PADA IBU POSTPARTUM

Euis Rahmawati1, Rissa Nuryuniarti2, Meti Patimah3
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

([email protected], 082117209048)

ABSTRAK

Selama masa nifas atau masa setelah lahirnya plasenta kekeadaan semula uterus akan
menglami involusi. Jika involusi itu gagal maka akan terjadi subinvolusi, penyebab subinvolusi
paling sering adalah tertahanya fragmen plasenta, infeksi dan perdarahan lanjut. Salah satu
upaya untuk mempercepat involusi adalah dengan melakukan senam nifas. Dengan dilakukan
senam nifas juga dapat mengembalikan kondisi kesehatan, memperbaiki regangan pada otot
setelah mengalami kehamilan dan persalinan serta meningkatkan aliran darah. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji 5 artikel nasional.
Pencarian artikel jurnal secara elektronik dengan menggunakan database google scholar /
google cendikia. Hasil dari s detudy literature ini mengatakan bahwa dengan dilakukan senam
nifas pada ibu nifas yaitu memperbaiki elastisitas otot-otot yang telah mengalami peregangan,
meningkatkan ketenangan memperlancar sirkulasi darah, dan mengembalikan rahim pada posisi
semula. Simpulan senam nifas dapat mempercepat proses involusi uterus.

Kata Kunci : involusi uterus, postpartum, senam nifas
.
ABSTRACT

The puerperium or postpartum period is period after birth of the placenta until
reproductive organs return to their pre-pregnancy state. The puerperium generally lasts for the
6 weeks or 42 days, during the puerperium the will bw uterin involution where the uterus
returns to its pre-pregnancy state, it will cause sub-involution. The most common causes
involution, and advanced bleeding (latte postpartum haemorrage). to speed up process of uterin
involution, one the recommended exercises is postpartum exercise. The method in this study, the
method used was literatur study by examining several search for journal artikes using the
google scholar database. The results by doing puerperal exercise for postpartum mother,
namely improving the elsticity of the muscles that have been stretchied, increasing calm,
promoting blood circulation, and returning the uterus to its original position. In conclusion
puerperal exercise has an effect in accelerating the procces of uterin involution.

Keywords : puerperal gymnastics, postpartum, uterin involution

PENDAHULUAN terjadi selama masa nifas antara lain adalah
Masa nifas merupakan masa setelah orga reproduksi, sistem pencernaan, sistem
perkemihan, sistem endokrin, sistem
persalinan sampai organ-organ reproduksi musculoskeletal, sistem cardiovaskuler,
kembali ke keadaan sebelum hamil, sistem hematologi dan perubahan pada
biasanya terjadi selama 6 minggu atau 42 tanda-tanda vital. Slahsatu perubahan yang
hari. Organ reproduksi secara perlahan akan terjadi adalah involusi uteri, kemajuan
mengalami perubahan seperti sebelum involusi dapat diukur dengan mengkaji
hamil. Beberapa perubahan fifiologis yang tinggi dan konsistesnsi fundus uteri. Fundus

245

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

dapatmeninggi segera setelah persalinan artrikel yang digunakan dalam studi
dan pada hari pertama postpartum, tadi
kemudian turun sekitar 1cm atau 1 jari literatursebanyak 5 jurnal.
setiap harinya (Wahyuningsih, 2020)
Berdasarkan hasil penelitian (Silviani,
Involusi uterus adalah perubahan
yang merupakan proses kembalinya alat 2020)yang berjudul “ Pengaruh Senam
kandungan atau uterus dan jalan lahir
setelah bayi dan plasenta lahir sehingga Nifas Terhadap Kecepatan Involusi Uteri
mencapai keadaan sebelum hamil yang
dipengaruhi oleh mobilitasi dan senam Pada Ibu Nifas di PMB Wilayah Kerja
nifas. Proses involusi ini dimulai segera
setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot- Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu
otot polos uterus. Involusi disebabkan oleh
kontraksi dan retraksi serabut otot uterus Tahun 2019” Dilakukan pada 32 orang ibu
yang terjadi terus menerus. (Zakiyyah et al.,
2018) postpartum dengan dibagi dua klompok

Senam nifas merupakan salah satu yang diberi senam nifas dan yang tidak
upaya dari mobilisasi dini. Senam nifas
adalah senamyang dilakukan ibu nifas diberi senam nifas. bahwa manfaat senam
setelah melahirkan. Guna mengembalikan
kondisi kesehatan dan memperbaiki nifas sangat penting bagi ibu postpartum
regangan khususnya pada bagian otot
rahim. Pada senam nifas terjadi pergerakan guna mempercepat penurunan involusi
fisik sehingga aliran darah akan meningkat
dan lancar. Apabila otot rahim di rangsang uterus karena senam nifas membantu
dengan latihan dan gerakan senam nifas,
maka kontraksi uterus semakin baik penyembuhan rahim, perut, dan otot
sehingga mempengaruhi proses pengecilan
uterus (Silviani, 2020) pinggul yang mengalami trauma serta
METODE PENELITIAN
mempercepat kembalinya bagian-bagian
Studi yang dilakukan merupakan
tinjauan literatur (literatur riview) tersebut kebentuk normal, membantu
Pencarian artikel jurnal secara elektronik
dengan menggunakan database google menormalkan sendi-sendi yang menjadi
scholar / google cendikia. penelitian
menggali lebih banyak tentang efektivitas longgar diakibatkan kehamilan,
senam nifas terhadap involusi uterus,jumlah
menghasilkan manfaat psikilogis,

menambah kemampuan menghadapi stress

dan bersantai sehingga mengurangi depresi

pasca persalinan, memperbaiki sikap tubuh

dan punggung pasca persalinan. Dengan

nilai p-value=0,000<0,005 berarti

signifikan. Berarti terdapat perbedaan

kecepatan involusi uteri antara responden

yang diberi senam nifas dan yang tidak

diberi senam nifas, maha Ho ditolak dan Ha

diterima. Jadi ada pengaruh senam nifas

terhadap kecepatan involusi uterus di PMB

wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad

Kota Bengkulu 2019.

Menurut penelitian dari

(Wahyuningsih, 2019) dengan judul

“Efektivitas Senam Nifas Terhadap

246

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Involusi Uteri Pada Ibu Nifas DI BPM perlakuan dan 15 responden kelompok
Sujalmi Jatinom Klaten” Sampel yang kontrol dengan teknik kelompok sampel
digunakan adalah 24 orang ibu nifas, secara random. Pada kelompok perlakuan
dengan kategori 12 orang kelompok kasus, responden akan diajarkan senam nifas pada
12 orang kelompok kontrol. Teknik saat masih dirumah bidan dan selanjutnya
pengambilan sampel secara purposive responden akan melakukan senam nifas
sampling. Instrumen penelitian adalah dirumah sendiri selama 6 hari dengan
menggunakan lembar angket dan lembar diobservasi dengan peneliti. Pada kelompok
observasi. Langkah pengambilan data yaitu kontrol responden tidak diberikan
pelaksanaan pretest dilakukan pada kedua perlakuan apapun. Berdasarkan penelitian
kelompok yaitu pada kelompok kasus dan terlihat bahwa 15 responden yang diberi
pada kelompok kontrol. Senam nifas senam nifas proses involusi uterusnya
dilakukan sejak hari pertama melahirkan berjalan normal rata-rata TFU 7.213 cm dan
sampai hari ke sepuluh pada pagi atau sore 15 responden yang tidak diberi senam nifas
hari. Sedangkan pada kelompok kontrol proses involusinya berjalan tidak normal
tidak diberikan senam nifas. Setelah selesai dengan rata-rata 8.213 cm. Melalui senam
lalu dilakukan posttest dengan lembar nifas atau gerakan latihan jasmani dapat
observasi kembali. Diperoleh nilai p<0,005 meningkatkan kontraksi otot pada uterus.
yang berarti bahwa senam nifas efektif Dimana hal ini terjdai dari adanya
terhadap involusi uteri di BPM Siti Sujalmi peningkatan ion kalsium di estrasel yang
Jatinom, Klaten. Nilai Mean rank pada berikatan dengan calmoludin, setelah
kelompok kontrol lebih tinggi yaitu 15,63 calmoludin dan kalium ini berikatan maka
menunjukan bahwa ibu yang tidak kan meningkatkan myosin kinase dan
melakukan senam nifas kemungkinan terjadi fosforilase pada kepala miosin yang
involusi uteri lebih lambat, Artinya ibu berikatan dengan aktrin sehingga terjadilah
yang melakukan senam nifas cenderung tarikan otot secara berkala sehingga terjadi
mengalami involusi uteri lebih cepat kontraksi otot pada uterus yang terus
dibandingkan dengan ibu yang tidak menerus. Dengan adanya kontraksi dan
melakukan senam nifas retraksi maka akan terjadi penjepitan
pembuluh darah sehingga pembuluh darah
Adapun menurut penelitian (Sari, pecah dan terganggulah peredaran darah ke
2018) yang berjudul ”Pengaruh Senam uterus. Sehingga menyebabkan jaringan
Nifas Terhadap Tinggi Fundus Uteri Pada otot kekurangan zat yang diperlukan
Ibu Nifas di BPM Husniati Dan Nurlita sehingga ukuran jaringan otot uterus akan
Palembang” Dengan total sampel yang mengecil dan membaik.
digunakan sebanyak 30 orang responden. Dari hasil uji statistik dengan uji parametik
Dimana sampel akan dibagi menjadi 2 T-test didapatkan p value 0,000 < 0,005,
kelompok, 15 responden kelompok

247

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

hal ini menunjukan bahwa Ho ditolak yang yang signifikan antara kelompok intervensi

artinya ada pengaruh yang bermakna antara dan kelompok kontrol.
ibu nifas yang diberi senam nifas dengan
ibu nifas yang tidak diberikan senam nifas HASIL DAN PEMBAHASAN
di BPM Nurlita dan BPM Husniyati Berdasarkan hasil analisis ke 5 jurnal
Palembang tahun 2017.
tersebut memiliki persamaan diantaranya
Menurut penelitian dari ( Andi Elis, yaitu gerakan senam nifas, responden
Rohani Mustari 2017 ) yang berjudul senam nifas yang terdiri dari ibu
“Pengaruh Senam Nifas Terhdap Involusi postpartum multigravida dan primigravida.
Uteri Di Puskesmas Tobadak Di Kabupaten Perbedaan dari ke 5 jurnal tersebut
Mamuju Tengah Tahun 2017” dengan diantaranya adalah pemberian senam nifas
jumlah sampel rata-rata 30 orang ibu yang dilakukan pada hari pertama, dan ada
postpartum dibagi menjadi 2 kelompok, yang dilakukan pada hari ke dua. dari hasil
yaitu kelompok intervensi dan kelompok penelitian lima jurnal diatas hasilnya sama
experiment, pada penelitian ini dilakukan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh
metode quasy experimet dengan pendekan senam nifas terhadap penurunan tinggi
Equivalent Control Group, hasil dari fundus uteri.
penelitian diperoleh nilai p= 0,000 sehingga
p=0,05 dengan demikian hipotesis Masa nifas atau post partum adalah
penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan masa setelah lahirnya plasenta lahir sampai
involusi uteri pada ibu postpartum yang kembalinya organ reproduksi ke keadaan
melakukan senam nifas dengan ibu seperti sebelum hamil. Masa nifas
postpartum yang tidak melakukan senam umumnya berlangsung selama 6 minggu
nifas. atau 42 hari . setelah masa nifas, organ
reproduksi secara perlahan akan mengalami
Menurut hasil penelitian (Saputri et perubahan seperti sebelum hamil. Selama
al., 2020) yang berjudul “Pengaruh Senam masa nifas perlu mendapat perhatian lebih
Nifas Terhadap Proses Involusi Uteri Pada dikarenakan angka kematian ibu 60%
Ibu Postpartum” Dengan jumlah populasi terjadi pada masa nifas (Wahyuningsih,
sebanyak 30 orang, dibagi menjadi 2 2020)
kelompok diantaranya ada 1 kelompok
yang terdiri dari 15 orang diberi senam Beberapa perubahan fisiologis yang
nifas dan 1 kelompok yang terdiri dari 15 terjadi pada ibu nifas yaitu terjadi
orang yang tidak diberi senam nifas. perubahan sistem reproduksi, sistem
penelitian ini mengambil sempel dilakukan pencernaan, sistem musculoskeletal, sistem
dengan menggunakan accidental sampling. endokrin, sistem cardiovaskuler, sistem
Hasil uji statistic diperoleh nilai p=,000 hematologi dan perubahan pada tanda-
dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tanda vital (Wahyuningsih, 2020).

Pada masa postpartum, terjadi

248

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

perubahan-perubahan pada organ disesuaikan dengan kondisi ibu setelah
melahirkan. Senam nifas bermanfaat untuk
reproduksi salah satunya adalah perubahan mempercepat penyembuhan mencegah
timbulnya komplikasi, memulihkan dan
pada uterus. Uterus mengalamani involusi menguatkan otot-otot punggung, otot dasar
panggul dan otot perut (Zakiyyah et al.,
dengan cepat 7-10 hari pertama. Setelah 2018)

janin lahir fundus uteri kira-kira setinggi KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian diatas ditarik
pusat, segera setelah plasenta lahir tinggi
kesimpulan bahwa dengan melakukan
fundus uteri kurang lebih 2 jari dibawah senam nifas sangat penting bagi ibu
postpartum Sehingga pada ibu yang senam
pusat, uterus menyerupai buah alpukat yang nifas penurunan TFU berlangsung lebih
cepat dari pada yang tidak senam. Hal ini
gepeng. Setelah tonus otot baik maka sesuai dengan hasil penelitian bahwa untuk
mempercepat involusi uteri, salahsatu
fundus uteri akan turun. dengan melakukan latihan yang dianjurkan adalah senam nifas.
Bagi Institusi Kesehatan Diharapkan tenaga
senam nifas, gerakan-gerakan yang ada kesehatan terutama bidan dapat
meningkatkan kembali pelayanan
dapat melatih dan mengencangkan perut- kebidanan mengenai penerapan pengaruh
senam nifas terhadappenurunan tinggi
perut sehingga secara tidak langsung dapat fundus uteri

merangsang otot-otot rahim agar berfungsi aDAFTAR PUSTAKA
Afriyani, R., & Metha, J. (2018). Hubungan
secara optimal dan tidak terjadi perdarahan
Senam Nifas Dengan Involusi Uterus
postpartum. Dengan demikian tujuan Pada Ibu Postpartum Normal Di Bpm
Dince Safrina Pekanbaru Tahun 2017.
dilakukannya senam nifas bagi ibu nifas Jurnal Ibu Dan Anak, 6(1), 26–31.

yaitu memperbaiki elastisitas otot-otot yang Saputri, I. N., Gurusinga, R., & Nurmailani
Friska. (2020). pengaruh senam nifas
telah mengalami peregangan, meningkatkan terhadap proses involusi uteri pada
ibu postpartum Institut Kesehatan
ketenangan memperlancarkan sirkulasi Medistra Lubuk Pakam Postpartum
hemoragic is caused by unfavorable
darah, dan mengembalikan rahim pada uterine involution , therefore early
ambulation with puerperal gymnastics
posisi semula (Afriyani, 2018) is necessary . Puerpera. 2(2).

Apabila terjadi kegagalan involusi uterus

untuk kembali pada keadaan seblum hamil

maka akan menyebabkan sub involusi.

Penyebab sub involusi yang paling sering

adalah tertahannya fragmen plasenta,

infeksi, dan perdarahan lanjut (late

postpartum haemorrage). Untuk

mempercepat proses involusi uteri,

salahsatu latihan yang dianjurkan adalah

senam nifas. Hasil penelitian juga

menunjukan bahwa ada pengaruh senam

nifas terhadap penurunan tinggi fundus

uteri. Senam nifas merupakan suatu

latihan yang dapat dilakukan 24 jam setelah

melahirkan, dengan gerakan yang telah

249

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Sari, S. D., & Safitry, E. (2018). Pengaruh
Senam Nifas Terhadap Tinggi Fundus
Uteri Pada Ibu Nifas Di Bpm
Husniyati Dan Nurtila Palembang.
3(1), 1–6.

Silviani, Y. E., & Maryana, I. (2020).

pengaruh senam nifas terhadap

kecepatan involusi uteri pada ibu nifas

DI PMB WILAYAH KERJA

PUSKESMAS BASUKI RAHMAD

KOTA Yulita Elvira Silviani , Isti

Maryana Program Studi D IV

Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti

Bengkulu Email :

[email protected]. Jurnal

Informasi Kesehatan Indonesia, 6(1),

50–58.

Wahyuningsih, E. (2020). Efektifitas
Senam Nifas Terhadap Involusi Uteri
Pada Ibu. Jurnal Ilmu Kebidanan, 17–
25.

Zakiyyah, M., Ekasari, T., & Natalia, M. S.
(2018). Pendidikan Kesehatan Dan
Pelatihan Senam Nifas. Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat,
2(1), 11–16.

250

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI

Ilma Hikmawati Darojatun, Ida Herdiani, Saryomo, Asep Muksin
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Email : [email protected], [email protected], [email protected]
[email protected]

No HP : 082317482717, 08159262734, 082118748881, 082130704343

ABSTRAK
Latar belakang : Pemberian ASI di Indonesia masih tergolong rendah sehingga berdampak
pada peningkatan Angka Kematian Bayi. Faktor utama penyebab rendahnya pemberian ASI
yaitu dipengaruhi oleh ketidaklancaran saat pengeluaran ASI yang disebabkan oleh kurangnya
rangsangan terhadap hormon oksitosin, atau kurang pengalaman dan pengetahuan mengenai
pemberian ASI. Tujuan penelitian : Diketahuinya pemberian pijat oksitosin terhadap produksi
ASI. Metode : Metode penelitian menggunakan study literature review dengan penelusuran
artikel yang berasal dari jurnal nasional melalui seacrh engine google scholar dengan jumlah
663 dan sampel sebanyak 10 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Hasil penelitian
didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap produksi ASI, dengan
pemijatan pada tulang belakang antara costa ke 5-6 sampai scapula selama 2-20 menit.
Kesimpulan : Jika saat pemberian ASI tidak lancar karena kurangnya rangsangan hormon
oksitosin, hal itu dapat diantisipasi dengan pemberian pijat oksitosin yang dapat merangsang
pengeluaran ASI sehingga ASI dapat keluar dengan lancar dan menghasilkan produksi ASI
yang baik sehingga bayi akan sehat. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu
mengenai pijat oksitosin, manfaatnya dan memotivasi ibu serta suami atau keluarga untuk
melakukan pijat oksitosin yang akan menghasilkan produksi ASI dengan lancar.

Kata kunci : Pijat Oksitosin, Produksi ASI

ABSTRACT
Background:breastfeeding in Indonesia is still relatively low so that have an impact on
increasing the Infant Mortality Rate. The main cause the low level of breastfeeding is influenced
by the lack of smooth flow of breast milk cause by a lack of experience and knowledge abaut
breastfeeding. The purpose of yhe study:to determine effect of oxytocin massage on breast milk
production. Methods:the research method uses a literature review study by searching articles
from national journals through the google scholar search engine with a total of 663 and a
sample of 10 journals that meet the inclusion criteria. Results:the result of study showed that
there was an effect of giving oxytocin massage on milk production by massaging the spine
between the 5-6 ribs to spacula for 2-20 minutes. Conclusion: if breastfeeding is not smooth due
to lack of stimulation of the oxytocin hormone, it can be anicipated by giving oxytocin massage
which can stimulate milk production so that breast milk can come out smoothly and produce
good milk production so that the baby will be healthy. Suggestion : it is hoped that it can
increase mother's knowledge about the benefits of oxytocin massage ang motivate mothers and
husbands or families to do oxytocin massage which will produce breast milk smoothly.

Keywords : Oxytocin Massage, Breast Milk

PENDAHULUAN isatunya idengan imenyusui ikarena iASI
Fenomena idi inegara ibekembang iterbukti ibisa imempengaruhi itingkat
ikesehatan ipada ibayi isehingga idapat i1,3
iyaitu imengenai iangka ikematian ipada ijuta ibayi ibisa iterselamatkan.
ibayi i10 ijuta ibayi imeninggal isekitar i60 iMenurunkan iangka ikematian ipada ibayi
i% idari ikematian ibisa idicegah isalah

251

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

imenurut iPeraturan iPemerintah iNo.33 ikematian ibayi isalah isatunya ibisa
i(2012) idapat idilakukan idengan
ipemberian iASI ieklusif. idilakukan idengan iterapi ipemberian ipijat

Didapatkan iSurvei iDemografi idan ioksitosin ipada iibu iagar ihasil iproduksi
iKesehatan iIndonesia i(SDKI, i2018)
Angka iKematian iBayi idi iIndonesia iASI ilebih ibanyak ipengeluarannya ijuga
ilebih irendah idibandingkan idengan ihasil
iSDKI ipada itahun i2012 idari i32 ibisa ilancar.
ikematian iper i1.000 ikelahiran ihidup
imenjadi i15 ikematian iper i1.000. Pijat ioksitosin ibisa imembuat
Berdasarkan ihasil idari iprofil ikesehatan
iIndonesia itepatnya ipada itahun 2017 irangsangan ipada irefleks ioksitosin.
ibahwa idi iJawa iBarat ibayi iyang
imendapat iASI iEkslusif iumur i0-5 ibulan iEfekipemijatan bisa membuat ibu
ihanya isekitar i45,09%, isedangkan ibayi
iyang imendapat iASI iEkslusif isesuai postipartum merasakan rileks,
idengan iketentuan iyaitu isampai iusia i6
ibulan isebesar i38,23%. berkurangnyairasa lelah setelahimelahirkan,

ASI iadalah isuatu ijenis imakanan maka dari itu hormonioksitosin
iyang imencukupi iseluruh ikebutuhan,
mengandung inutrisi, ihormon, iunsur akanikeluaridan ASI akan cepat keluar
ikekebalan, ianti ialergi, dan iinflamasi
(Pitasari, i2016). ASI iadalah inutrisi itepat (Mardiyaningsih, i2010).
iuntuk ibayi hingga ibayi iberusia i6 ibulan,
idikarenakan iusus ibayi ibelum ibisa Masa iideal iuntuk iadalah i2 itahun.
imencerna iselain idari iASI.
Pada waktu menyusui harus diberikan
Tidak idapat idipungkiri ibahwa
iseorang iibu ipasti imerasa ikecewa idan dengan sesuai. Al-Qur’an imemberikan
ikhawatir isaat ihari ipertama imengetahui
ibahwa iternyata iASI itidak ibisa ikeluar ipetunjuk itentang imasa iideal ibagi
idengan ilancar isesuai ikeinginan, iyang
inantinya iakan imemicu iibu ipost ipartum ipenyusuan ibayi, ipada iayat i14 idari
istess idan iberfikir isingkat ibahwa idengan
itidak ikeluarnya iASI idapat idigantikan isurah iLuqman. iAllah iSwt. iberfirman:
idengan isusu iformula.
‫ َﻋ َﻠ ٰﻰ‬i ‫ َﻭ ْﻫ ًﻨﺎ‬i ُ‫َﺃُ ِﻥﱡﻣﻪ‬i‫ﺃ‬iُ‫ َﻣَﺣْﻴ َﻤِ َﻠﻦ ْﺘﻪ‬i‫ﺎ‬i‫ ِﻪ َﻋ‬ii‫ ِﺑِﻓ َِﻮﺼﺍﻲﻴِﻟ ُﺪَﺮ ْﻳ‬ii‫ﻪُ َﺍﻥْﻟ َﻤ‬i‫ ِِﺇﻹ َﻟ ْﻧ َﺼ ﱠﺎﻲَﺴﻟُﺎ‬iْ‫ﻭﺍ ِﻓ‬i‫ َ َﻚ‬i‫ﻭ ََ َﻭﻭﻭِﻟ ْﻫَﻮ ٍﺍ ﱠﻦﺻِﻟ ْﻴﺪََﻨ ْﻳﺎ‬iiَ
Pencegahan dapat idilakukan idengan ‫ ِﻟﻲ‬i ‫ﺍ ْﺷ ُﻜ ْﺮ‬i
berbagai icara iuntuk imengurangi iangka
(14i :‫ﻟﻘﻤﺎﻥ‬i ‫)ﺳﻮﺭﺓ‬

“Dan iKami iperintahkan ikepada

imanusia i(berbuat ibaik) ikepada idua

iorang iibu-bapaknya; iibunya itelah

imengandungnya idalam ikeadaan

ilemah iyang ibertambah-tambah, idan

imenyapihnya idalam idua itahun.

iBersyukurlah ikepada-Ku idan

ikepada idua iorang iibu ibapakmu,
ihanya ikepada-Kulah ikembalimu”.
i(QS. iLuqman: i14)

Berdasarkan iuraian idi iatas, ipenulis

imemandang ipentingnya iuntuk

imelakukan ipenelitian itentang ipengaruh

ipemberian ipijat ioksitosin iterhadap

iproduksi iASI iyang isecara itidak

ilangsung imempengaruhi iterhadap

ipenurunan IAKB di iIndonesia iyang

iternyata imasih imenjadi isalah isatu

252

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

inegara itertinggi idi ibandingkan idengan Tujuan pemberian pijat oksitosin untuk
inegara-negara ilainnya. mengetahui efektifitasnya terhadap
produksi ASI. Menggunakan metode
METODE STUDI KASUS penelitian studi kuantitatif eksperimen
Desain penelitian ini menggunakan semu, dan setelah pijat oksitosin 3x
didapatkan hasil rerata berulang (p-
metode literature review dengan value=0,000), yaitu pertama 1,37 cc, kedua
menganalisa PICOTS berdasarkan 1,77 cc dan ketiga 2,87 cc.
pencarian artikel dari google scholar
kriteria inklusi pada artikel yang diambil Selanjutnya oleh Kiftia
adalah : publikasi 2015-2020, full paper, Mariatul.(2014). Pemberian terapi pijat
artikel berbahasa Indonesia dengan kata oksitosin untuk mengetahui efektifitas pijat
kunci ‘Pijat Oksitosin, Produksi ASI’. oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu
Pencarian menghasilkan sebanyak 10 post partum di wilayah kerja Puskesmas
artikel jurnal berbahasa Indonesia. Kecamatan Darussalam.

HASIL STUDI KASUS Menurut opini peneliti, kurangnya
Hasil analisa dari 10 artikel rangsangan pada hormon, stress, kurang
pengalaman dalam menyusui terjadinya
menunjukkan bahwa ada pengaruh pembengkakan pada payudara,
pemberian pijat oksitosin terhadap produksi ketidaklancaran dalam pemberian ASI
ASI. Ada yang menyatakan pemberian pijat adalah hal yang dikhawatirkan oleh setiap
oksitosin dilakukakn 1 hari 2x selama 2-3 ibu. Salah satu terapi yang sudah banyak
menit, ada yang mengatakan pemberian diteliti adalah dengan cara pemberian pijat
pijat oksitosin selama 2-20 menit selama 1- oksitosin. Pijat oksitosin sangat membantu
15 hari dalam pengeluaran produksi ASI dengan
cara pemijatan pada bagian tulang
PEMBAHASAN punggung belakang dan bahu kemudian
Bab ini membahas tentang hasil bagian pinggang belakang menyusuri
tulang belakang sampai dengan scapula
analisis artikel yang berkaitan dengan membentuk huruf “V” selama 2-20 menit
pemberian pijat oksitosin terhadap produksi yang nantinya dapat berpengaruh penting
ASI. Hasilnya yaitu pemberian pijat terhadap produksi ASI, karena ketika
oksitosin berpengaruh dalam produksi ASI dilakukan pijat oksitosin ibu akan membuat
(Kiftia Mariatul, 2014) (Wulandari lebih rileks nyaman dan dapat merangsang
Priharyanti, Krustianti Menik, Aini hormon oksitosin juga hormon prolaktin
Khusnul. 2018) (Umbarsari Dewi. 2017). secara cepat sehingga dapat memproduksi
ASI dengan hasil yang baik.
Penelitian Wulandari Priharyanti,
Krustianti Menik, Aini Khusnul. (2018).

253

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

KESIMPULAN DAN SARAN Dahniarti, D. (2017). pengaruh pijat
oksitosin terhadap produksi asi
Dari penelusuran berbagai literature
pada ibu postpartum. 2-3.
didapatkan bahwa pemberian pijat oksitosin
Doko, T. M., Aristiati, K., & Hadisaputro,
berpengaruh terhadap produksi ASI. S. (2019). pengaruh pijat oksitosin
oleh suami terhadappeningkatan
Sebagian besar hasil penelitian produksi asi pada ibu nifas. jurnal
keperawatan silampari, 2-12.
menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
Hidayat, A. (2017, juni 02). teknik sampling
pemberian pijat oksitosin selama 2-20 dalam penelitian. Dipetik Maret 19,
2021, dari statistikian:
menit pada bagian tulang punggung https://www.statistikian.com/2012/
06/tektik-sampling-dalam-
belakang dan bahu kemudian bagian
penelitian.html
pinggang belakang menyusuri tulang
Indrasari, N. (2019). meningkatkan
belakang sampai dengan scapula kelancaran asi dengan metodepijat
oksitoksinpada ibu post partum.
membentuk huruf “V” dapat merilekskan
Jurnal Ilmiah KeperawatanSai
tubuh ibu, merangsang hormon yang Betik, 2-3

berperan dalam produksi yaitu hormon Italia, & Yanti, M. S. (2019). pengaruh

aoksitosin dan prolaktin sehingga ASI pijat oksitosin terhadap produksi
asi pada ibu post partum di bpm
keluar dari puting susu ibu maka dari itu meli r. palembang tahun 2018.

kesimpulannya bahwa pijat oksitosin sangat Jurnal Kesehatan Dan

berpengaruh terhadap produksi ASI. Pembangunan, 2-9.

DAFTAR PUSTAKA Nufus, F. P., Agustina, M. S., Lutfiah, V.
L., & Yulianti, W. (2017). konsep
Apreliasari, H., & Risnawati. (2020). pendidikan birrul walidain dalam
pISSN : 2528-3685eISSN : 2598- qs. luqman (31): 14 dan qs. al –isra
3857JIKA, Volume 5, Nomor 1, (17) : 23-24. Jurnal Ilmiah
Agustus 202048 pengaruh pijat didaktika, 2-13.
oksitosin terhadap peningkatan
produksi asi. 2-4 Nurliza, & Marsilia, I. D. (2019). pengaruh
pijat oksitosin dan breast care
Asih, Y. (2017). pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi asi ibu nifas di
oleh suami terhadappeningkatan klinik utama arpasar rebo. Jurnal
produksi asi pada ibu nifas. Jurnal Ilmiah Kesehatan & Kebidanan, 3-
Keperawatan, 2-5.
10.
Buhari, S., Jafar, N., & Multazam, A.
(2018). Perbandingan Pijat Oketani Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian
dan Oksitosin terhadap Produksi Keperawatan (Edisi 4 ed.). Jakarta:
Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum Salemba Medika.
Hari Pertama sampai Hari Ketiga di
Rumah Sakit TKIIPelamonia Rahayu, D., & Yunarsih. (2018). penerapan
Makassar. Jurnal Kesehatan pijat oksitosin dalam meningkatkan
Delima Pelamonia, 2-8. produksi asi ibu postpartum. Jurnal
of Ners Community, 2-5.
Bung. (2017. Maret 10). Teknik Pencarian
PICOT. Dipetik Maret 19, 2021, Saputri, I. N., Ginting, D. Y., & Zendato, I.
dari Bung Nano diary’s blogspot. C. (2019). pengaruh pijat oksitosin
terhadap produksi asi pada ibu
postpartum. Jurnal Kebidanan

Kersa (JKK), 2-5.

Umbarsari, D. (2017). pengaruh pijat
oksitosin terhadap produksi asi

254


Click to View FlipBook Version