Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
sudah terakteditasi sinta 4, dan jurnal 2 sampai 18 Mei. Hasil penelitian sebelum
terakreditasi sinta 5. diberikan pijat nyeri yang dialami
responden sebagian besar dalam katagori
Pada penelitian yang dilakukan oleh nyeri sedang yaitu sebanyak 16 responden
Indah Puspitasari, Dwi Astuti, tahun 2017, (53,3%) dan sesudah diberikan pijat nyeri
di BPS Tri Handayani Gebog Kabupaten yang dialami responden sebagian besar
Kudus, menggunakan metode penelitian dalam katagori ringan yaitu sebanyak 16
eksperimen. Populasi yang dilakukan pada responden (53,5%), berdasarkan hasil uji
semua ibu inpartu kala I Baik primipara analisis wilcoxon pada kelompok perlakuan
maupun multipara sebanyak 21 ibu, alat didapatkan taraf signifikan p sebesar 0,000
ukur yang di gunakan adalah lembar (p<0,05%) sehingga dapat disimpulkan ada
observasi yang digunakan untuk menilai pengaruh penerapan pijat punggung
intensitas nyeri menggunakan skala analogi terhadap penurunan rasa nyeri kala I
visual. Dari 21 orang responden. Hasil persalinan normal.
penelitian terdapat pengurangan nyeri dari
nyeri berat menjadi nyeri sedang dan nyeri Penelitian yang dilakukan oleh Dinni
ringan. Sebelum dilakukan tehnik massage Randayani Lubis, Maryuni, Leggina Anggr
punggung, dari dari 12 responden (57,1%) eni, tahun 2020, dengan populasi semua ibu
menjadi 1 responden (4,8%) yang inpartu kala I baik primigravida maupun
mengalami nyeri berat setelah dilakukan multigravida di Puskesmas Kecamatan
teknik masase. Ini menunjukkan teknik Jatinegara pada bulan Maret Tahun 2019
masase cukup efektif untuk mengurangi sebanyak 50 orang. Metode penelitian yang
nyeri persalinan Secara statistik didapatkan digunakan yaitu desain Pre eksperimen One
p= 0,000, yang berarti ada pengaruh masase Group Pretest-Posttest untuk mengetahui
punggung terhadap pengurangan nyeri adanya pengaruh sebelum dan sesudah
persalinan kala I fase aktif. dilakukannya intervensi. Hasil penelitian
pada ibu primigravida massage punggung
Penelitian yang dilakukan oleh Sarah dapat menurunkan tingkat nyeri persalinan
Nadiya, Nadia Salamua, tahun 2019 di sebesar 0,25 yaitu dari 1,13 (sebelum
BPM Desita, S.Sit Desa Pulo Ara intervensi) turun menjadi 0,88 (setelah
Kecamatan Koto Juang Kabupaten Bireuen intervensi). Dimana p-value sebesar 0,046
dengan metode penelitian menggunakan sedangkan pada ibu multigravida intervensi
preeksperimental design dengan pendekatan massage punggung dapat menurunkan
one group pretest posttest yaitu rancangan tingkat nyeri persalinan sebesar 0,35 yaitu
penelitian yang dilakukan dengan cara dari 1,06 (sebelum intervensi) turun
memberikan pretest (pengamatan awal) menjadi 0,71 (setelah intervensi) dengan
telebih dahulu sebelum diberikan nilai p-value sebesar 0,001. Secara statistic
intervensi. Populasi dalam penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan tingkat
yaitu 30 Ibu inpartu kala I dari 11 April
486
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
nyeri ibu bersalin pada primigravida dan kelompok kontrol pretes dan postes non-
multigravida sebelum dan setelah dilakukan ekuivalen. Hasil selisih rerata pretest
intervensi massage punggung. dikurangi rerata tingkat nyeri posttest pada
kelompok intervensi sebesar 2,70 dan
Penelitian lain yang dilakukan oleh kelompok kontrol sebesar 0,73. Analisis
Nurulich, Ashanti L, pada tahun 2019 di menemukan bahwa ada perbedaan yang
Klinik Bersalin Siti Khodijah Jakarta signifikan dalam tingkat nyeri. Nilai p < α =
Selatan dengan jumlah responden 0,05% menunjukkan bahwa aroma terapi
padabulan Juni-Juli sebanyak 20 ibu yang dan pijat punggung yang diberikan pada ibu
memasuki kala I fase aktif pembukaan 4-7 bersalin berpengaruh signifikan terhadap
cm. Metode penelitian yang digunakan tingkat nyeri kala I persalinan fase aktif.
yaitu kuantitatif dengan desain penelitian
menggunakan pre eksperimental bentuk one HASIL DAN PEMBAHASAN
group pretest and post test. Dengan Berdasarkan hasil literatur review
menggunakan alat ukur NRS. Nilai rata-rata
tingkat nyeri sebelum dilakukan Deep Back yang telah dipaparkan tidak semua artikel
Massage pada ibu bersalin kala I fase aktif menjelaskan hasil penelitian tentang
5 sampai 8. Setelah di lakukan Deep Back massage punggung tetapi ada juga
Massage pada ibu beralin kala I fase aktif 3 kombinasi antara aroma terapi, dan deep
sampai 6. Hasil uji wilcoxon menunjukan p back massage. 3 jurnal massage punggung
value lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) menggunakan teknik effleurage massage.
sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan sehingga dapat digunakan sebagai dasar
H1 diterima. Maka terbukti ada pengaruh telaah pustaka artikel penelitian.
Deep Back Massage terhadap tingkat nyeri
pada ibu bersalin kala I fase aktif di klinik Dari lima artikel yang di review 4
bersalin sitih khodijah jakarta selatan tahun diantaranya menggunakan metode pre
2019. eksperimen dengan rancangan one group
pretest and postest dan 1 jurnal
Sedangkan penelitian yang dilakukan menggunakan metode quasi experiment
oleh Sudarto, Halina Rahayu tahun 2021 di dengan desain non equvalent control grup
Puskesmas Pontianak dengan jumlah 60 dan pendekatan. Penilaian skala nyeri
responden dibagi menjadi dua kelompok, menggunakan VAS dan NRS
30 responden pada kelompok intervensi
yang diberikan kombinasi teknik relaksasi Terdapat persamaan dan perbedaan
aromaterapi lavender dan pijat punggung prosedur pelaksanaan pada setiap artikel
sedangkan 30 responden pada kelompok yang di review. Empat menyebutkan secara
kontrol hanya diberikan terapi nafas dalam. umum pelaksanaan massage dilakukan
menggunakan metode penelitian kuasi secara lembut pada bagian punggung, dan
eksperimental ini menggunakan desain satu jurnal yang menambahkan aroma
terapi levender. Massage dilakukan selama
487
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
20-30 menit dengan frekuensi 40 gosokan kemudian bidan atau keluarga pasien
permenitnya. menekan daerah secrum secara mantap
dengan telapak tangan, lepaskan dan tekan
Berbagai upaya dilakukan untuk lagi, begitu seterusnya. Deep back massage
menurunkan nyeri pada persalinan, baik dapat merangsang tubuh melepaskan
secara farmakologi maupun non senyawa endorphine yang merupakan
farmakologi. Manajemen nyeri secara pereda sakit alami, hormon endorphine ini
farmakologi lebih efektif dibanding dengan dapat menciptakan perasaan nyaman
metode non farmakologi, namun metode kepada ibu sehingga dapat menurunkan rasa
farmakologi lebih mahal dan berpotensi nyeri pada ibu bersalin (Randayani Lubis &
mempunyai efek yang kurang baik, baik Anggraeni, 2020)
bagi ibu maupun janin. Sedangkan metode
non farmakologi lebih murah, simpel, Ibu Primigravida membutuhkan
efektif dan tanpa efek yang merugikan dan adapasi terhadap nyeri yang cukup lama,
dapat meningkatkan kepuasan selama karena belum pernah merasakan
persalinan karena ibu dapat mengontrol sebelumnya, sedangkan pada ibu
perasaannya dan kekuatannya (Biswan & multigravida lebih menganggap nyeri
Novita, 2017). adalah hal yang alamiah karena telah
mengalami sebelumnya, sehingga pada saat
Ibu bersalin baik primipara maupun melakukan massage punggung pada ibu
multipara yang memenuhi syarat untuk primi ataupun multi, penurunan rasa nyeri
persalinan pervaginam, memasuki lebih signifikan pada ibu multigravida
pembukaan 4-5 cm (Puspitasari & Astuti, daripada ibu primigravida (Nurulicha &
2017). Ashanti, 2019)
Pemijatan dilakukan selama 20 Pijat punggung merupakan
menit setiap jam pada punggung ibu prosedur manajemen nyeri yang sederhana
sehingga dapat membantu relaksasi dan yang dapat mengurangi nyeri pada ibu
menurunkan nyeri melalui peningkatan bersalin, sedangkan aroma terapi lavender
aliran darah pada daerah-daerah yang dapat memberikan ketenangan dan
terpengaruhi, merangsang reseptor-reseptor menurunkan kecemasan. Sehingga dengan
raba kulit sehingga merileksasikan otot- melakukan pijatan pada ibu bersalin dapat
otot. Ibu yang diberikan pijatan punggung mengurangi nyeri pada saat persalinan,
tersebut rasa nyerinya akan turun sesuai ditambah dengan pemberian aroma
dengan his/kontraksi yang dialami. (Nadiya lavender dapat memberikan ketenangan
& Salamuna, 2019). kepada ibu dan menurunkan kecemasannya
(Sudarto & Halina Rahayu, 2021)
Selain pijat punggung ada metode
lain yang disebut dengan Metode deep back
massage dengan memperlakukan ibu
bersalin dengan posisi berbaring miring,
488
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
KESIMPULAN DAN SARAN TERHADAP PENURUNAN
Setelah dilakukan telaah pustaka,
RASA NYERI KALA I
didapatkan hasil bahwa Teknik Massage
Punggung Efektif Untuk Mengurangi Nyeri PERSALINAN NORMAL DI
Persalinan Kala I Fase Aktif.
BPM DESITA, S,SiT DESA PULO
Saran yang dapat diberikan sebagai
bidan diharapkan dapat mengaplikasikan ARA KECAMATAN KOTA
Teknik Massage Punggung pada kala I
untuk mengurangi nyeri persalinan. JUANG KABUPATEN BIREUEN
TAHUN 2019. Journal of
Healthcare Technology and
Medicine, 5(2), 352.
https://doi.org/10.33143/jhtm.v5i2.
480
Nurulicha, & Ashanti, L. (2019). Pengaruh
Deep Back Massage Terhadap
Tingkat Klinik Bersalin Siti
Khodijah Jakarta Selatan. Jurnal
DAFTAR PUSTAKA Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan,
Alehagen, S., Wijma, B., Lundberg, U., VOL. VIII, 2.
Wijma, K. (2005). Fear, Pain and Puspitasari, I., & Astuti, D. (2017). Tehnik
Stress Hormones During Massage Punggung Untuk
Childbirth. Psychosomatic Mengurangi Nyeri Persalinan Kala
Obstetric & Gynecology, 133–165. I. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan
Andarmoyo, S., Ratri, R. K., & Suharti. Kebidanan, 8(2), 100.
(2013). Persalinan tanpa nyeri https://doi.org/10.26751/jikk.v8i2.2
berlebihan : Konsep & aplikasi 89
manajemen nyeri persalinan. Ar- Randayani Lubis, D., & Anggraeni, L.
Ruzz Media. (2020). Efektivitas Massage
Aryani, Y., Masrul, M., & Evareny, L. Punggung Dalam Mengurangi
(2015). Pengaruh Masase pada Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Punggung Terhadap Intensitas Pada Primigravida &
Nyeri Kala I Fase Laten Persalinan Multigravida. 1, 22–28.
Normal Melalui Peningkatan Kadar Sudarto, & Halina Rahayu. (2021). The
Endorfin. Jurnal Kesehatan Effectiveness of the Combination
Andalas, 4(1), 70–77. of Aromatherapy and Back
https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.1 Massage on Normal Labor Pain
93 Intensity in Stage I of Active Phase
Biswan, M., & Novita, H. (2017). Efek in Puskesmas Pontianak City
Metode Non Farmakologik Indonesia. Britain International of
terhadap Intensitas Nyeri. 282– Exact Sciences (BIoEx) Journal,
288. 3(1), 11–19.
Dwi Nur Oktaviani Katili1, R. D., & Emah https://doi.org/10.33258/bioex.v3i1
Susilawati. (2017). pengaruh deep .354
back massage terhadap nyeri. 1– Sulistyawati. (2010). Asuhan Kebidanan
12. Pada Ibu Bersalin. Salemba
Handayani, S. (2016). Massage Effleurage Medika.
Terhadap Tingkat Nyeri Kala 1
Fase Aktif. Jurnal Kesehatan
Samodra Ilmu, 7(2), 137856.
Judha, M., & Fauziah, A. (2012). teori
pengukuran nyeri dan nyeri
persalinan. nuha medika.
Manuaba. (2013). Ilmu kebidanan dan
kandungan. EGC.
Nadiya, S., & Salamuna, N. (2019).
PENGARUH PIJAT PUNGGUNG
489
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS PIJAT PERINEUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
TERHADAP RUPTURE PERINEUM
Tira Nurjanah, Sri Wahyuni Sundari, Ade Kurniawati
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Rupture Perineum adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya
jaringan secara alamiah karena proses persalinan yang disebabkan karena otot otot dasar
panggul tidak memiliki elastisitas (kaku) untuk mempersiapkan persalinan ,selain itu
disebabkan oleh paritas ibu, taksiran berat badan janin.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas pijat perineum terhadap rupture perineum. Metode penelitian ini
adalah studi literature dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil studi literature
mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh pijat perineum terhadap rupture perineum.
Simpulan Ada hubungan yang signifikan antara pijat perineum terhadap robekan
perineum pada ibu hamil Trimester III.
Kata kunci : Ibu hamil, robekan perineum, pijat perineum
ABSTRACT
Perineal rupture is an injury to the perineum that results from natural or) due to
the delivery process caused by the pelvic floor muscles lacking elasticity (stiffness) to
prepare for labor, other than that it was caused by maternal parity, an estimate of fetal
weight. This study aims to determine the effectiveness of perineal massage on perineal
ruptur. This research method is a literature study by examining 5 research articles. The
results of a literature study reveal that there is an effect of perineal massage on perineal
rupture. Conclusion There is a significant relationship between perineal massage and
perineal tearing in trimester III pregnant women
Keywords : Pregnant women, perineal tear, perineal massag
PENDAHULUAN Kejadian ruptur perineum pada ibu
Robekan jalan lahir selalu bersalin di dunia pada tahun 2015 adalah
sebesar 2,7 juta kasus dimana angka ini
memberikan perdarahan dalam jumlah yang diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada
bervariasi banyaknya. Sumber perdarahan tahun 2050. Di Benua Asia sendiri 50% ibu
dapat berasal dari perineum, vagina, bersalin mengalami ruptur perineum
serviks, dan robekan uterus (Ruptura Uteri). (Sugiyono 2016)
Robekan jalan lahir banyak dijumpai pada
pertolongan persalinan oleh dukun. Robekan perineum adalah masalah
Pertolongan persalinan oleh tenaga yang cukup banyak dalam masyarakat 50%
kesehatan dengan risiko rendah mempunyai dari kejadian robekan perineum. Prevalensi
komplikasi ringan sehingga dapat ibu bersalin yang mengalami robekan
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) perineum di Indonesia pada golongan umur
maupun perinatal (Manuaba, 2013). 25-30 tahun yaitu 24%, dan pada ibu umur
490
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
32-39 tahun sebesar 62% (Campion dalam jaringan perineum lebih elastis dan lebih
Bascom, 2011) mudah meregang. Peningkatan elastisitas
perineum akan mencegah kejadian robekan
National Hospital Discharge Survey perineum maupun episiotomy. (Lisa and J.
(2012) melaporkan bahwa di Amerika 2017)
Serikat angka morbiditas ibu hamil dan
bersalin diantaranya adalah komplikasi METODE PENELITIAN
kebidanan (3,6%), toksemia gravidarum Cara yang digunakan dalam mencari
(5,8%), trauma kebidanan meliputi laserasi
jalan lahir dan hematom (5,0%) dan laserasi artikel menggunakan bahasa inggris dan
perineum (1,7%) serta trauma lainnya Indonesia yang relevan dengan topic.
(3,9%). Sedangkan angka morbiditas Pencairan dilakukan dengan menggunakan
lainnya meliputi macam-macam infeksi dan beberapa database antara lain Google
penyakit yang menyertai kehamilan, Scoholar. Proquest dan Science Direct.
persalinan dan nifas (Friedman, 2012). Keyword yang digunakan adalah “ Pijat
Perineum” “Robekan Perineum” Artikel
Angka kematian ibu di Indonesia yang diperoleh di review untuk memilih
tahun 2018 sebesar 4.226/100.000 , dan artikel yang sesuai dengan kriteria dan
menurun hingga 4.221 /100.000 pada tahun didapatkan 5 artikel yang selanjutnya akan
2019. (Kemenkes RI, 2020). di review.
Angka kematian jawa barat pada Artikel pertama merupakan
tahun 2019 sebanyak 684 dari 873.575 penelitian yang dilakukan oleh (Purnami
jumlah kelahiran.Penyebab kasus kematian and Noviyanti 2019) di wilayah kerja
ibu di Provinsi jawa barat tahun 2019 puskesmas kalasan sleman. Metode yang
disebabkan oleh perdarahan sebanyak 226 digunakan adalah studi analitik dengan
kasus, hipertensi sebanyak 218 kasus, design ekpremien quesi dengan jumlah
infeksi sebanyak 23 kasus, ganguan sistem sampel berjumlah 40 hamil di bagi menjadi
peredaran darah sebanyak 65 kasus, kasus 20 ibu hamil kelompok control (ibu hamil
dan lain-lain sebanyak 12 kasus (Profil yang tidak mendapatkan pijat perineum ) 20
Indonesia Jawa Barat, 2019).”diterbitkan ibu hamil yang kelompok perlakuan ( ibu
per maret 2020 hamil yang mendapat pijat perineum. Hasil
dari penelitian ini menurut analisis statistic
Salah satu cara yang dapat dilakukan man whitney spps 23 menunjukan mean
untuk mengurangi robekan perineum adalah rank pijat perineum sebesar 19.30 dan man
dengan melakukan pijat perineum. rank control 21.70 yang bearti terdapat
Perineum Massage adalah teknik memijat perbedaan yang dapat perlakuan dan tidak
perineum di saat hamil atau beberapa dapat perlakuan yang membuktikan pijat
minggu sebelum melahirkan guna
meningkatkan perubahan hormonal yang
melembutkan jaringan ikat, sehingga
491
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
perineum mampu mengurangi risiko trauma terjadi robekan perineum pada kelompok
terjadinya rupture perineum.
perlakuan yang bearti Mann Whitney
Artikel kedua meruapakan penelitian
yang dilakukan oleh (Yulianti et al. 2021) didapatkan hasil p=0,001 < α= 0,05 maka
di puskesmas selakau dengan metode quesi
ekperimental yang dilakukan pada Seluruh Ho ditolak artinya ada pengaruh pijat
ibu primigravida mulai kehamilan 37
minggu dengan Taksiran Persalinan dari terhadap robekan perineum primigravida.
tanggal 28 Maret sampai dengan 28 April
2019 yang dilihat berdasarkan pada kantong Artikel keempat merupakan
persalinan di wilayah Puskesmas Selakau
Kabupaten Sambas sebanyak 28 orang. (Rochmayanti and Ummah 2018) di
Penelitian ini mendapatkan hasil Dari 2
kelompok responden penelitian ini terdapat wilayah PMB shinta lamongan dengan
64,3 % mengalami robekan karena tidak
melalukan pijat perineum , sedangkan kel 1 metode penelitian menggunakan Quisy
lagi 100% tidak mengalmi robekan. Dengan
uji Chi Square didapatkan p Value = 0.041 Ekperimen & post test only control group
sehingga dapat disimpulkan ada hubungan
pijat perineum terhadap kejadian robekan design dengan sample seluruh ibu hamil
perineum.
dengan usia kehamilan mulai dari 36
Artikel ketiga ini merupakan
penelitian yang dilakukan (Anggraini and minggu di PMB. diperoleh jumlah sampel
Anggasari 2019) di wilayah puskesmas
jagir surabaya dengan metode Quasi sebesar 16 orang, ditambah droup out 10 %
Eksperimental dengan pendekatan posttest
only group design dengan jumlah menjadi 18 orang hasil penelitian ini
responden adalah semua ibu hamil
fisiologis primigravida trimester III yang menunjukan hasil bahwa kejadian ruptur
bersalin di Puskesmas Jagir dengan sampel
20 responden yaitu 10 responden kelompok perineum lebih banyak pada kelompok
perlakuan dan 10 responden kelompok
kontro. Hasil dari penelitian ini kontrol 12 orang (85,7%) yang tidak
menunjukan Data dianalisis dengan uji
Mann Whintney dengan α= 0,05. Hasil dilakukan pemijatan perineum
penelitian pada pengaruh menunjukkan
hampir semuanya responden (80,0%) tidak dibandingkan pada kelompok intervensi 2
orang (14,3%) yang dilakukan pemijatan
perineum. Setelah dilakukan uji ChiSquare
diperoleh nilai p= 0,02 (<0,05) maka secara
statistic menunjukkan ada pengaruh
pemijatan perineum pada ibu hamil
terhadap kejadian rupture perineum.
Artikel kelima merupakan penelitian
yang dilakukan oleh (1 2019)di UPTD
Puskesmas DTP Maja metode yang
digunakan adalah preeksperimen dengan
cara Posttest Only Design sample Populasi
pada penelitian ini yaitu ibu hamil
primigravida > 34 minggu di wilayah kerja
UPTD Puskesmas DTP Maja tahun 2019
berjumlah 42 orang. Peneliti mengambil
sampel 42 orang Prosedur pengambilan
sampel ini menggunakan total sampling
492
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
didapatkan responden yang tidak dan meningkatkan elastisitas perineum.
melakukan pijat periniuem adalah 21 orang
(50%), yang melakukan pijat periniuem Peningkatan elastisitas perineum akan
tidak teratur adalah 8 . orang (14,3%), yang
melakukan pijat periniuem adalah 15 orang mencegah kejadian robekan perineum
(35,7%). Hasil uji statistik didapatkan nilai
P value 0,011 < 0,05 maka Ho ditolak maupun episiotomi. Pijat perineum
artinya ada pengaruh edukasi pijat
perineum pada kelas ibu hamil antara ibu dilakukan pada bulan-bulan akhir
yang dilakukan pijat perineum yang tidak
rutin dengan ibu yang tidak dilakukan pijat kehamilan yaitu pada usia kehamilan >34
saat ibu hamil primigravida > 34 minggu di
wilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Maja minggu atau 6 minggu menjelang
tahun 2019
persalinan untuk meningkatkan elastisitas
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil liter atur review yang telah perineum sehingga mudah
dipaparkan diatas bahwa pijat perineum meregang(Purnami and Noviyanti 2019).
tidak semua dilakukan pada ibu
primigravida tetapi ada yang dilakukan Sesuai dengan teori Mongan (2009)
pada semua ibu hamil dengan syarat usia
kehamilan 34 minggu atau masuk trimester pencegahan agar tidak terjadi robekan
III.
perineum perlu dilakukan, salah satunya
Dari kelima jurnal yang disajikan
diantaranya 3 menggunakan kuasi bisa dengan intervensi non farmokologi
ekperimen 1 menggunakan kuantitatif 1
menggunakan preekperimen dan posttest yaitu pemijatan pada bagian perineum.
only design.
Perineum berada antara liang vagina
Laserasi perineum disebut juga
peregangan dan robekan pada perineum dengan anus (dubur) yang merupakan area
selama proses persalinan dapat
melemahkan otot-otot dasar panggul pada kulit dan pada saat proses persalinan bisa
dinding vagina.(Purnami and Noviyanti
2019), Pijat perineum adalah teknik menimbulkan robekan. Pijat perineum
memijat perineum saat hamil atau beberapa
minggu sebelum melahirkan untuk merupakan cara kuno namun dapat
meningkatkan aliran darah ke daerah ini
berperan penting untuk meningkatkan
kesehatan aliran darah, mengelastiskan
perineum, dan dapat merelaksasikan otot-
otot yang berada didasar panggul (1 2019)
Hal ini sejalan Wiknjosastro (2011),
yang menyatakan bahwa perineum adalah
tempat yang paling sering terjadi robekan
pada saat proses persalinan Robekan
perineum dialami 85% wanita selama masa
kelahiran dan 60-70% membutuhkan
penjahitan. Robekan perineum terjadi pada
hampir semua persalinan pertama dan tidak
jarang juga pada persalinan berikutnya.
Jaringan lunak jalan lahir dan struktur di
sekitarnya akan mengalami kerusakan pada
setiap persalinan (Yulianti et al. 2021)
493
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Berkurangnya robekan perineum sampai terjadi tanda-tanda persalinan
dapat terjadi karena pada saat ibu dilakukan (minimal pemijatan selama 2 minggu).
pemijatan perineum, jaringan pada
perineum menjadi rileks sehingga dapat Penelitian mengenai Efektivitas Pijat
menyebabkan peningkatan elastisitas jalan perineum pada ibu hamil trimester III
lahir yang dapat mempermudah proses terhadap rupture perineum dianalisis
melahirkan serta mengurangi robekan ternyata ada pengaruh pemijatan perineum
perineum. Pada perineum terdapat jaringan pada ibu hamil terhadap kejadian rupture
ikat dan kolagen yang bersifat elastis maka perineum saat persalinan karena didaerah
apabila dirangsang dengan melakukan perineum terdapat jaringan ikat dan kolagen
pemijatan perineum akan terjadi regangan yang bersifat elastis maka bila dirangsang
dan kontraksi pada daerah perineum dengan melakukan pemijatan perineum
sehingga aliran darah menjadi lancer dan maka akan terjadi regangan dan kontraksi
perineum menjadi elastis. Hal ini pada daerah perineum sehingga aliran darah
membuktikan bahwa manfaat pemijatan menjadi lancer dan perineum menjadi
perineum dapat membantu melunakkan elastis. Peregangan pada perineum saat
jaringan perineum, jaringan tersebut akan persalinan bisa mengakibatkan perubahan
membuka tanpa resistensi pada saat yang positif apabila perineum elastis,
persalinan dan dapat mempermudah fleksibel dan lentur maka kejadian rupture
lewatnya bayi ((Yulianti et al. 2021) perineum dapat diminimalisir atau tidak
terjadi rupture perineum sama sekali
Teknik Pijat perineum ini sesuai (perineum utuh) dan perubahan yang
dengan teori (yasie 2010)yang dilakukan negatif apabila perineum tidak elastis,
pada ibu primigravida meliputi frekuensi fleksibel dan lentur maka regangan pada
pijat perineum menunjukkan setengahnya perineum akan mengakibatkan terjadi
melakukan 31-.40 kali pemijatan perineum, rupture perineum. Maka salah satu cara
lama pijat perineum menunjukkan hampir yang dilakukan untuk menghindari
semuanya melakukan pijat perineum terjadinya rupture perineum dengan
selama >5 menit, dan kedalaman pijat melakukan pemijatan perineum.
perineum menunjukkan sebagian besar
melakukan pijat perineum <2,54 cm di KESIMPULAN DAN SARAN
bawah mulut vagina.(Anggraini and Simpulan berdasarkan analisa yang
Anggasari 2019).
telah dilakukan oleh penulis disimpulkan
Sejalan dengan penelitian yang bahwa pijat perineum sangat efektivitas
(Purnami and Noviyanti 2019) bahwa untuk mengurangi dan meminimalisir
dilakukanya pijat perineum pada ibu hamil kejadian rupture perimeum.
dimulai dari usia kehamilan 37 minggu
Saran yang dapat diberikan untuk
pelaksanaan literature review selanjutnya
494
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
sebaiknya database yang digunakan lebih Lisa, Ulfa Farrah, and Mega Rija
banyak sehingga bisa mendapatkan artikel Harmilidyya J. 2017. “Efektifitas
yang lebih banyak dan baik dengan kata Pijat Perinium Terhadap Tingkat
kunci yang diterapkan adalah lima tahun Ruptur Perinium Pada Ibu Hamil
terakhir agar literature lebih update Primigravida Di Wilayah Kerja
Puskesmas Alue Bilie Dan Suka
UCAPAN TERIMA KASIH Mulia Kecamatan Darul Makmur
Kabupaten Nagan Raya.” Journal
Alhamdulillah puji syukur atas of Healthcare Technology and
terselenggaranya penelitian literature Medicine 3 (1): 58.
review ini. Peneliti mengucapkan terima https://doi.org/10.33143/jhtm.v3i1.
kasih jazakumullahu khoiron katsiron 259.
kepada Dosen Universitas Muhammadiyah
Tasikmalaya , kedua kepada pembingbing Purnami, Ratna Wulan, and Ratri
Noviyanti. 2019. “Effectiveness of
saya Sri wahyuni Sundari, S.ST., M.Kes Perineal Massage During Pregnant
sebagai pembingbing diskusi selama proses Women on Perineal Laseration.”
peneliti berjalan. Jurnal Kesehatan Madani Medika
10 (2): 61–68.
DAFTAR PUSTAKA https://doi.org/10.36569/jmm.v10i2
.41.
jurbal Lta. 2019. “Edukasi Pijat Perineum.”
日本産科婦人科學會雜誌 = Acta Rochmayanti, Shinta Nur, and Kholifatul
Obstetrica et Gynaecologica Ummah. 2018. “Pengaruh Pijat
Japonica 45 (Supplement): S-102. Perineum Selama Masa Kehamilan
Terhadap Kejadian Ruptur
Anggraini, Fritria Dwi, and Yasi Anggasari. Perineum Spontan.” Jurnal
2019. “Pengaruh Pijat Perineum Kebidanan Universitas Islam
Pada Kehamilan Trimester Iii Lamongan 10 (1): 61–66.
Terhadap Robekan Perineum
Primigravida Di Puskesmas Jagir Sugiyono, Prof. Dr. 2016. “Rupture
Surabaya.” Jurnal Ilmiah Perineum.” Journal of Chemical
Kebidanan (Scientific Journal of Information and Modeling 53 (9):
Midwifery) 5 (1): 80–87. 1689–99.
https://doi.org/10.33023/jikeb.v5i1.
243. . Yulianti, Emy, Utin Siti, Candra Sari, and
Etika Damayanti. 2021. “Robekan
Perineum Di Wilayah Puskesmas
Selakau Kabupaten Sambas The
Effectiveness Of Perineal Massage
IN Primigravida With Perineal
Rupture In Health Center Sambas
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa” 7.
495
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS
TIDUR PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III
Nadia Qurrota, Dewi Nurdianti, Sri Wahyuni
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected] /087837448167
ABSTRAK
Kualitas tidur yang menurun merupakan keluhan yang umum selama kehamilan
terutama pada primigravida dan pada ibu hamil trimester 3. Mengenai tingginya insiden
gangguan tidur selama kehamilan dan efek buruknya berbahaya pada kesehatan ibu dan
janin, Kejadian gangguan tidur telah dilaporkan sekitar 75% pada trimester ketiga.
Untuk mengatasi gangguan tidur pada ibu hamil diterapkan pendekatan non-farmasi
selama kehamilan. Relaksasi otot progresif adalah bentuk perawatan non-farmakologis
untuk menangani gangguan tidur. Teknik relaksasi otot progresif yaitu relaksasi yang
memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang
tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk
mendapatkan perasaan relaks. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas relaksasi otot
progresif terhadap kualitas tidur ibu hamil. Metode penelitian: Study literature dengan
mengkaji 5 artikel penelitian. Terdiri dari 3 Jurnal Internasional dan 2 Jurnal Nasional
berISSN. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian
sistematis databased terkomputerisasi Google Cendikia, ScientDirect, Journal of
Nursing and Midwifery Research, Journal of Midwifery & Reproductive Health. Hasil:
Teknik Relaksasi Otot Progresif efektif dilakukan terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil (P
<0,001). Simpulan Teknik relaksasi otot progresif efektif dilakukan terhadap Kualitas
Tidur Ibu.
.
Kata kunci : Wanita hamil, relaksasi otot progresif, kualitas tidur
ABSTRACT
Introduction: Decreased sleep quality is a common complaint during pregnancy,
especially in primigravidas and in third trimester pregnant women. Regarding the high
incidence of sleep disturbances during pregnancy and its harmful adverse effects on
maternal and fetal health, the incidence of sleep disorders has been reported to be
around 75% in the third trimester. To overcome sleep disturbances in pregnant women,
a non-pharmaceutical approach is applied during pregnancy. Progressive muscle
relaxation is a form of non-pharmacological treatment to treat sleep disorders.
Progressive muscle relaxation technique is relaxation that focuses on a muscle activity
by identifying tense muscles and then reducing tension by performing relaxation
techniques to get a relaxed feeling. The purpose of this study was to determine the
effectiveness of progressive muscle relaxation on the sleep quality of pregnant women.
Methods: Study literature by reviewing 5 research articles. Consists of 3 International
Journals and 2 National Journals with ISSN. Resources for conducting this literature
review include Google Scholar's computerized database systematic search studies,
ScientDirect, Journal of Nursing and Midwifery Research, Journal of Midwifery &
Reproductive Health. Results: There was a significant difference in sleep quality
between the control group and the intervention group (P < 0.001). Conclusion:
Progressive muscle relaxation technique is effective on Mother's Sleep Quality.
Keywords : Pregnant women, progressive muscle relaxation, quality sleep
496
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN stress, gangguan motorik, peningkatan
Kehamilan adalah salah satu denyut jantung dan hipertensi. (K & P,
2013)
penyebab dasar gangguan tidur. (Schutte-
rodin et al.,) Keluhan sebagian besar Metode terapeutik yang paling umum
terjadi pada trimester ketiga kehamilan digunakan untuk gangguan tidur adalah
saat ibu mendekati akhir kehamilan. pengobatan farmasi di mana dengan
Kejadian gangguan tidur telah dilaporkan penekanan sistem saraf pusat, tingkat
sekitar 75% pada trimester ketiga (Sleep, kecemasan dan stres menurun dan wanita
Cytokines, Women, Analysis, & Outcomes, hamil menjadi hipnotis dan rileks . (Timby,
2013) 2009) Relaksasi otot progresif adalah
metode yang banyak digunakan; metode ini
Menurut World Health Organization telah terbukti efektif dalam mengurangi
(WHO) secara global prevalensi insomnia stress kognitif dan fisik serta meningkatkan
yang merupakan salah satu gangguan tidur kepercayaan diri. (College et al., 2013)
pada ibu hamil di seluruh dunia adalah Relaksasi otot progresif ini adalah salah
sebesar 41,8%. Prevalensi insomnia pada satu intervensi keperawatan untuk
ibu hamil di Asia diperkirakan sebesar melepaskan ketegangan otot. Ini adalah
48,2%, Afrika 57,1%, Amerika 24,1%, dan metode relaksai otot dalam berdasarkan
Eropa 25,1%. Di Indonesia, penelitian yang premis bahwa ketegangan otot adalah
sama dilakukan oleh Yoane Astria pada respons fisiologis tubuh terhadap fikiran
tahun 2010 dengan metode penelitian yang memicu kecemasan dan relaksasi otot
kuantitatif pada 158 responden ibu hamil, menghalangi kecemasan. (Stuber & Smith,
didapatkan sebanyak 75% mengalami 2008)
penurunan kualitas tidur. (WHO, 2008)
METODE PENELITIAN
Ibu primigravida belum memiliki Studi ini merupakan suatu tinjauan
pengalaman untuk melahirkan akan
membuat ibu akan merasa lebih cemas literatur (literature review) yang mencoba
dalam menghadapi proses persalinan Ibu menggali lebih banyak tentang Efektivitas
hamil banyak yang mengalami perasaan Relakasasi Otot Progresif Terhadap
ketakutan dan kecemasan dalam Primigravida Trimester III. Sumber untuk
menghadapi proses persalinan, kecemasan melakukan tinjauan literatur ini meliputi
dan perubahan fisik merupakan salah studi pencarian sistematis databased
mengakibatkan depresi, kurang konsentrasi terkomputerisasi Google Cendikia,
dalam beraktivitas, gangguan pembelajaran ScientDirect, Journal of Nursing and
verbal, gangguan memori, menggangu Midwifery Researc, Journal of Midwifery &
artikulasi bicara, gangguan penginderaan,
kondisi emosi yang gampang meledak,
497
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Reproductive Health ( 3 Jurnal Internasioan untuk dilakukan karena cukup praktis dan
dan 2 Jurnal berISSN ) ekonomis, tidak memerlukan imajinasi
yang rumit, dan tidak ada efek samping.
Berdasarkan hasil Penelitian Selain itu teknik relaksasi juga sudah
(Mulyana, Utami, & Arneliwati, 2018) dikenal lama dan banyak digunakan dalam
yang berjudul Pengaruh Relaksasi Otot berbagai terapi permasalahan fisik maupun
Progresif terhadap Kualitas Tidur Ibu psikologis.
Hamil Primigravida. Populasi dari
penelitian ini adalah ibu hamil di Kelurahan Berdasarkan hasil penelitian (Awad
Air Dingin diwilayah kerja Puskesmas Allah Rashed, Khalil, & Abo Shereda,
Harapan Raya yang berjumlah 648 orang. 2019) yang berjudul Effect of Non-
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pharmacological Interventions on Sleep
karakteristik responden paling banyak Quality during Pregnancy among
berusia 20-35 tahun sebanyak 32 orang Primigravida. Penelitian dilakukan di dua
(94,1%). Serta responden mayoritas Puskesmas di Kota Shebin Elkoom,
berpendidikan terakhir SMA sebanyak 19 Kegubernuran Menofyia. Pengaturan ini
orang (58,8%). Penelitian ini merupakan dipilih karena kota tersebut adalah ibu kota
jenis penelitian kuantitatif yang gubernur dan dikenal memiliki kepadatan
menggunakan desain penelitian Quasi penduduk tertinggi. Sebuah desain
Experiment. Teknik Pengambilan eksperimen semu digunakan dalam
sampelnya menggunakan Teknik Non penelitian ini dengan membandingkan tiga
Probabilty Sampling. Alat pengumpulan kelompok, dua kelompok studi dan
data yang dilakukan menggunakan kelompok control. Sampel penelitian dibagi
kuisioner untuk mengukur Kualitas Tidur menjadi tiga kelompok, terdiri dari 120 ibu
yaitu Kuisioner Pittsburgh Sleep Quality hamil. Ada tiga alat yang digunakan untuk
Index (PSQI). Pada penelitian ini dapat pengumpulan data yang bernama; kuesioner
didaptkan bahwa relaksasi otot progresif wawancara, Indeks Kualitas Tidur
efektif terhadap kualitas tidur ibu hamil Pittsburgh dan daftar periksa evaluasi. Fase
primigravida dengan p value 0,000< α operasionalnya dilakukan selama 4 minggu
(0,05). penelitian pada 2 minggu pertama
dilakukan tiga kali wawancara, diakhir
Berdasarkan hasil penelitian diberi pemaparan materi pada CD (45-60
(Nurdianti, Kurniawati, & Endriawan, n.d.) menit/sesi). Yang terakhir adalah untuk
yang berjudul Pengaruh Relaksasi Otot post-test dan empat minggu kemudian.
Progresif Terhadap Kualitas Tidur Selama Subyek diminta untuk melakukan latihan
Kehamilan Pada Ibu Primigravida. dua kali sehari (sekali di pagi hari dan
Relaksasi otot progresif dapat sekali sebelum tidur di malam hari) selama
meningkatkan kualitas tidur ibu hamil 4 minggu dan menandai daftar periksa
karena dirasa jauh lebih mudah dan efektif
498
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
latihan. Para peneliti menghubungi para wanita hamil yang berpartisipasi dalam
peserta di akhir minggu pertama, kedua, penelitian memiliki kualitas tidur yang
ketiga, dan keempat dan menekankan buruk. Alat yang digunakan untuk
pentingnya melakukan olahraga secara pengumpulan data adalah CD dan
teratur. Setelah empat minggu, para peneliti Kuisioner Wawancara Indeks Kualitas
mengevaluasi daftar periksa untuk Tidur Pittsburgh Latihan Relaksasi Otot
kelengkapan. Kualitas tidur dinilai Progresif berlangsung selama empat
menggunakan PSQI pada kedua kelompok, minggu dan terdiri dari 5 kursus, dan setiap
dan hasil sebelum dan sesudah intervensi kursus berlangsung selama 3 jam. Kursus di
dibandingkan. Berdasarkan temuan kelas pelatihan kehamilan secara aktif
penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dilakukan dengan bidan. Pertama,
hipotesis penelitian pertama diterima instruktur menyebutkan pentingnya kualitas
sedangkan yang kedua ditolak. Dimana ada tidur pada kehamilan dan latihan relaksasi
perbedaan signifikan secara statistik antara pada kualitas tidur. Kemudian, ibu hamil
kelompok mengenai waktu tidur harian, mendengarkan compact disc (CD) latihan
skor PSQI dan kualitas tidur setelah relaksasi 10 menit yang dikembangkan oleh
intervensi (P>0,0001) Asosiasi Psikologi Turki. Ibu hamil
diberikan CD relaksasi untuk membantu
Berdasarkan hasil penelitian (Ayd & mereka melakukan latihan relaksasi
Rath, 2018) yang berjudul The effect of sebelum tidur. Latihan diulang setiap
relaxation exercises on sleep quality in minggu dengan bantuan CD ketika para
pregnant women in the third trimester: A wanita datang untuk kursus. Ketika
randomized controlled trialv. Penelitian ini program 4 minggu yang terdiri dari 5
dilakukan antara September 2012 dan Juli kursus selesai, ibu hamil dievaluasi kembali
2013 di klinik Pemantauan Wanita Hamil, dengan PSQI. Berdasarkan hasil penelitian
kelas pelatihan kehamilan di Rumah Sakit ini bahwa latihan relaks efektif dilakukan
Pelatihan dan Penelitian Zeynep Kamil terhadap kualitas tidur dan bahwa mereka
Kementerian Kesehatan Republik Turki dapat digunakan pada wanita hamil. Studi
(RTMH) di Istanbul, Turki. Wanita Hamil ini juga menemukan bahwa latihan
yang dilibatkan dalam penelitian ini diacak relaksasi meningkatkan kualitas tidur ibu
sebagai kelompok kontrol dan intervensi hamil. (p < 0,05).
(latihan relaksasi). Latihan relaksasi
diterapkan pada kelompok eksperimen, Berdasarkan hasil penelitian
perawatan standar diterapkan pada (Golmakani, Sadat, Ahmadi, Taghi, &
kelompok kontrol. Besar sampel ditentukan Pour, 2015) yang berjudul Comparing the
40 pasien untukperbandingan mean antara Effects of Progressive Muscle Relaxation
kedua kelompok Penelitian ini menemukan and Guided Imagery on Sleep Quality in
bahwa dengan 60,7% skor PSQI pra-tes, Primigravida Women Referring to
499
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Mashhad Health Care Centers -1393. Uji perbedaan. Pada jurnal 1 merupakan jenis
klinis tiga kelompok ini dilakukan pada 100 penelitiankuantitatif yang menggunakan
wanita primigravida, merujuk ke pusat desain penelitian Quasi Experiment.
perawatan kesehatan Mashhad pada tahun Penelitiannya menggunakan rancangannon
2014. Teknik pengumpulan sampel yang equivalent control group Jurnal 3 metode
digunakan adalah teknik Non-Probabilty dan desain penelitiannya merupakan desain
Sampling. Alat yang digunakan ntuk eksperimen semu digunakan dalam
pengumpulan data adalah Data penelitiannya dengan membandingkan tiga
dikumpulkan menggunakan formulir kelompok, dua kelompok intervensi dan
demografi, daftar periksa kebidanan, dan satu kelompok control. Jurnal 4 desain
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). . penelitiannya menggunakan uji coba
Kelompok intervensi melakukan latihan terkontrol secara acak dengan rancangan
dua kali sehari untuk jangka waktu empat eksperimen prospektif pretest post-test. dan
minggu di rumah setelah dua sesi pelatihan Jurnal 5 metodenya dibagi secara acak tiga
relaksasi (diselenggarakan selama dua kelompok: relaksasi otot progresif,
minggu). Kemudian, kualitas tidur diukur perumpaan terpandu dan kelompok control.
menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Metode Penelitian yang dilakukan pada
Index. Peneliti menghubungi partisipan di jurnal 3,4 dan 5 alat yang digunakan adalah
akhir minggu pertama, kedua, ketiga, dan Kuisioner Indeks Kualitas Tidur (PSQI)
keempat dan menekankan pentingnya untuk 3 Jurnal Internasiona ditambah CD
melakukan olahraga secara teratur. Setelah materi dan daftar periksa evaluasi. Pada 3
empat minggu, kualitas tidur dinilai Jurnal Internasional dijelaskan betul data
menggunakan PSQI pada semua kelompok, inklusi dan ekslusi yang diambil untuk
dan hasil sebelum dan sesudah intervensi sampel. Serta Prosedur yang dilakukan
dibandingkan. Hasil dari penelitian ini selama penelitian disebutkan juga, dimana
terdapat perbedaan yang signifikan pada penelitian dilaksanakan selama 4 minggu
komponen kualitas tidur antara kelompok emua peserta kelompok studi diwawancarai
kontrol dan intervensi (P<0,001). Menurut tiga kali; yang pertama menjelaskan tujuan
penelitian ini, teknik relaksasi yang penelitian, untuk mendapatkan persetujuan
diterapkan efektif dalam meningkatkan lisan dan merencanakan waktu untuk
kualitas tidur. wawancara lainnya. Yang kedua adalah
pelatihan dan dilakukan untuk setiap
HASIL DAN PEMBAHASAN kelompok sendiri. Itu untuk pre test, dan
Berdasarkan 5 jurnal yang telah untuk menjelaskan intervensi yang
diperlukan melalui presentasi PowerPoint
ditelaah, terdapat 2 jurnal nasional berISSN kemudian juga disajikan film edukasi oleh
dan 3 jurnal internasional. Setiap jurnal peneliti. Di akhir sesi, diberikan booklet
yang ditelaah memiliki persamaan dan
500
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dan CD tentang materi yang disajikan pertumbuhan dan perkembangan janin
kepada masing-masing peserta kelompok karena tidak menimbulkan efek samping.
untuk dipraktikkan di rumah. Sesi pelatihan Sehingga metode ini bisa diterapkan oleh
diadakan untuk kelompok Yang terakhir kita sebagai profesi kebidanan dalam
adalah untuk post-test dan empat minggu mengintervensi maslaah antenatal dengan
kemudian. Subyek diminta untuk tujuan meningkatkan kualitas kesehatan ibu
melakukan latihan dua kali sehari (sekali di hamil terutama primigravida.
pagi hari dan sekali sebelum tidur di malam
hari) selama 4 minggu dan menandai daftar Relaksasi otot progresif ini adalah
periksa latihan. Para peneliti menghubungi salah satu intervensi keperawatan untuk
para peserta di akhir minggu pertama, melepaskan ketegangan otot. Ini adalah
kedua, ketiga, dan keempat dan metode relaksai otot dalam berdasarkan
menekankan pentingnya melakukan premis bahwa ketegangan otot adalah
olahraga secara teratur. Setelah empat respons fisiologis tubuh terhadap fikiran
minggu, para peneliti mengevaluasi daftar yang memicu kecemasan dan relaksasi otot
periksa untuk kelengkapan. Kualitas tidur menghalangi kecemasan. (Stuber & Smith,
dinilai menggunakan PSQI pada kedua 2008)
kelompok, dan hasil sebelum dan sesudah
intervensi dibandingkan. Untuk 2 Jurnal Gambar 1.
Nasional tidak dijelaskan betul bagaimana Gerakan 1 dan 2
Fase Operasional selama penelitian. Dan
persamaan setiap jurnal yang ditelaah Gambar 2.
menyatakan bahwa relaksasi otot progresif Gerakan 3 dan 4
efektif meningkatkan kualitas tidur ibu
hamil primigrvida trimester III.
Berdasarkan Evidence Based
Practice dari berbagai literature, latihan
otot progresif memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap Kesehatan ibu hamil,
diantaranya efektif dalam menanggulagni
masalah kesehatan ibu hamil seperti
mengatasi kecemasan, stress, insomnia,
peningkatan berat badan lahir dan
penurunan durasi persalinan.
Latihan otot progresife ini
merupakan metode alternative non
farmakologis sebagai terapi yang aman bagi
501
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Gambar 3 lebih jelas dimana terapi relaksasi otot
Gerakan 5, 6, 7 dan 8 progresif dapat merangsang pengeluaran zat
kimia endorfin dan enkefalin serta
Gambar 4 merangsang signal otak yang menyebabkan
Gerakan 9, 10, 11 dan 12. otot rileks dan meningkatkan aliran darah
ke otak. Relaksasi otot progresif dapat
membuat pikiran terasa tenang, rileks dan
lebih mudah untuk tidur (Conrad & Roth,
2007)
Gambar 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Gerakan 13 dan 14 Teknik Relaksasi Otot Progresif
efektif dilakukan terhadap Kualitas Tidur
Ibu Hamil karena teknikini dapat
menurunkan ketegangan sehingga
menimbulkan perasaan relaks.
Diharapkan Teknik Relaksasi Otot
Progresif dapat diterapkan sebagai salah
satu Asuhan pada Kehamilan karena praktis
dan ekonomis serta tidak memiliki efek
samping..
UCAPAN TERIMA KASIH
1. Dr. Ahmad Qonit AD., MA., selaku
Rektor Universitas Muhammadiyah
Tasikmalaya.
2. Sri Mulyanti, S.Kep., Ners., M.Kep.,
Sumber: (Anggraeni, 2016) selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
Latihan relaksasi bertujuan untuk
membedakan perasaan yang dialami saat Universitas Muhammadiyah
kelompok otot dilemaskan dan
dibandingkan ketika otot-otot dalam Tasikmalaya.
kondisi tegang. Dengan mengetahui lokasi
dan merasakan otot yang tegang maka klien 3. Sri Wahyuni, SST.,M.Keb., selaku
dapat merasakan hilangnya ketegangan
sebagai salah satu respon ansietas. dengan Ketua Prodi D-III Kebidanan Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Tasikmalaya.
Sekaligus sebagai penguji.
502
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
4. Dewi Nurdianti, SST.,M.Keb., selaku Relaxation Methods On
pembimbing akademik yang telah Competitive State Anxiety Among
memberikan bimbingan dan arahan College Soccer Teams During Pre-
selama penyusunan Laporan Tugas Competition Stage. (July 2014).
Akhir ini Conrad, A., & Roth, W. T. (2007). Muscle
5. Orang tua yang telah memberikan relaxation therapy for anxiety
dorongan serta do’a yang tiada henti- disorders : It works but how ? 21,
hentinya memberikan semangat. 243–264.
6. Kawan-kawan Oldies dan Kawan https://doi.org/10.1016/j.janxdis.20
Wibu TikTok juga Instagram yang 06.08.001
selalu mendukung dan memberi Golmakani, N., Sadat, F., Ahmadi, S.,
semangat mong dalam setiap situasi Taghi, M., & Pour, N. A. (2015).
kondisi. Comparing the Effects of
7. Rekan-rekan seperjuangan seluruh Progressive Muscle Relaxation and
angkatan, penulis ucapkan terimakasih Guided Imagery on Sleep Quality
atas kekompakan dan in Primigravida Women Referring
kebersamaannya. to Mashhad Health Care Centers -
DAFTAR PUSTAKA 1393. (5).
Anggraeni, R. (2016). Relaksasi Otot K, I. S., & P, W. (2013). Buku Ajar
Progresif.
Keperawatan Maternitas.
Awad Allah Rashed, A. B., Khalil, A. K., &
Abo Shereda, H. M. (2019). Effect Yogyakarta: Nuha Medika.
of Non-Pharmacological
Interventions on Sleep Quality Mulyana, T., Utami, S., & Arneliwati.
during Pregnancy among
Primigravida. South Asian (2018). Pengaruh relaksasi otot
Research Journal of Nursing and
Healthcare, 01(01), 8–17. progresif terhadap kualitas tidur
https://doi.org/10.36346/sarjnhc.20
19.v01i01.002 ibu hamil primigravida. 163–172.
Ayd, S., & Rath, G. (2018). The effect of Nurdianti, D., Kurniawati, A., &
relaxation exercises on sleep
quality in pregnant women in the Endriawan, W. (n.d.). Pengaruh
third trimester : A randomized
controlled trial. 32(May), 79–84. Relaksasi Otot Progresif Terhadap
https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2018.
05.008 Kualitas Tidur Selama Kehamilan
College, A., Teams, S., Stage, D. P., Pada Ibu Primigravida. 96–99.
Alwan, M. A., Abdul, H., Zakaria,
A., … Rahim, A. (2013). Schutte-rodin, S., Broch, L., Ph, D.,
Comparison between Two
Buysse, D., Dorsey, C., Ph, D., &
Sateia, M. (n.d.). Clinical Guideline
for the Evaluation and
Management of Chronic Insomnia
in Adults.
Sleep, D., Cytokines, I., Women, N. P.,
Analysis, A. E., & Outcomes, P.
(2013). Pregnant Women : An
Exploratory Analysis of Pregnancy
Outcomes. 681.
https://doi.org/10.1097/PSY.0b013
e31829cc3e7
Stuber, K. J., & Smith, D. L. (2008).
Chiropractic Treatment of
Pregnancy-Related Low Back Pain:
A Systematic Review of the
Evidence. 447–454.
https://doi.org/10.1016/j.jmpt.2008.
06.009
Timby, B. K. (2009). Fundamental Nursing
Skills and Concept.
503
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS SENAM KEGEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA
PERINEUM PADA IBU POST PARTUM
Sofa Sofiyanti Urfah, Winda Windiyani, Tatu Septiani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Ruptur Perineum dapat terjadi karena ruptur spontan maupun ruptur di sengaja
(episiotomi). Berat badan bayi lahir berpengaruh pada peregangan perineum sehingga pada
perineum mudah terjadi ruptur. Tetapi pada lahan praktek ruptur perenium masih terjadi
meskipun bayi yang di lahirkan tidak terlalu besar, baik itu rupture spontan maupun ruptur
yang disengaja (episiotomi). Perawatan perineum adalah upaya memberikan pemenuhan
kebutuhan rasa nyaman dengan cara menyehatkan daerah antara kedua paha yang dibatasi
antara lubang dubur dan bagian alat kelamin luar pada wanita yang habis melahirkan agar
terhindar dari infeksi dan latihan mobilisasi salah satunya dengan melakukan gerakan
senam kegel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam kegel terhadap
penyembuhan perineum pada ibu post partum. Metode penelitian ini adalah studi literature
dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil studi literature mengungkapkan bahwa
penyembuhan luka perineum dapat diredakan dengan latihan mobilisasi menggunakan
senam kegel. Simpulan senam kegel efektif dilakukan untuk penyembuhan luka perineum.
Kata kunci : Rupture perineum, mobilisasi, senam kegel
ABSTRACT
Perineal rupture can occur due to spontaneous or accidental rupture (episiotomy).
Birth weight affects the stretching of the perineum so that it is easy to rupture the perineum.
But in the practice field perenium rupture still occurs even though the baby born is not too
large, either spontaneous or intentional (episiotomy). Perineal care is an effort to provide
comfort needs by nourishing the area between the thighs that is limited between the anal
opening and the external genitalia for women who have given birth to avoid infection and
mobilization exercises, one of which is by doing Kegel exercises. This study aims to
determine the effectiveness of Kegel exercises on the perineal healing of post partum
mothers. This research method is a literature study by examining 5 research articles. The
results of a literature study reveal that perineal wound healing can be relieved by
mobilization exercises using Kegel exercises. In conclusion, Kegel exercises are effective
for healing perineal wounds.
Keywords: Perineal rupture, mobilization, Kegel exercises
504
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN persalinan tanpa ruptur perenium. (WHO,
Perdarahan masa nifas menjadi 2015).
penyebab utama 40% kematian, dalam proses Salah satu upaya untuk mempercepat
persalinan hampir 90% ibu mengalami penyembuhan luka maka perlu dilakukan
robekan perineum, baik dengan atau tanpa tindakan asuhan kebidanan. Penatalaksanaan
episiotomy. Robekan perineum merupakan senam kegel untuk penyembuhan luka
penyebab kedua setelah atonia uteri. Hal ini perineum pada ibu post partum.
sering terjadi pada primipara karena pada saat
proses persalinan tidak mendapat sokongan METODE PENELITIAN
yang kuat sehingga menimbulkan robekan
perineum. Luka biasanya ringan tapi kadang Studi ini merupakan suatu tinjauan
juga terjadi luka yang luas sehingga dapat
menimbulkan perdarahan yang dapat literatur (literature review) yang mencoba
membahayakan jiwa ibu (Stella dkk, 2015).
menggali lebih banyak tentang efektivitas
Negara-negara di Asia kejadian ruptur
perineum juga merupakan masalah yang senam kegel untuk mempercepat
cukup banyak dalam masyarakat, 50 % dari
kejadian ruptur perineum di dunia terjadi di penyembuhan luka perineum. Sumber untuk
Asia. Prevelensi ibu bersalin yang mengalami
ruptur perineum di Indonesia 52 % di melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi
karenakan persalinan dengan bayi berat lahir
cukup atau lebih (Sofiyani, 2013). pencarian sistematis databased
Kejadian ruptur perineum pada ibu terkomputerisasi (Scholar Google), meliputi:
bersalin di dunia pada tahun 2015 terdapat
2,7 juta kasus, di mana angka ini diperkirakan bentuk jurnal penelitian berjumlah 5 artikel
akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050.
Sedangkan dibenua Asia sendiri 50 % ibu penelitian.
bersalin mengalami ruptur perineum. Dari
Negara-negara ASEAN seperti Thailand pada Penelitian yang dilakukan Ari, Irna dan
tahun 2013 menyebutkan 644/1000
persalinan tanpa luka ruptur perenium, di Jundra ( 2016 ) pada 30 responden ibu post
Malaysia 572/1000 persalinan tanpa luka
ruptur perenium, dan Singapura 408 / 1000 partum yang mengalami rupture perineum
grade 2, yang dibagi menjadi 2, kelompok
perlakuan maupun kelompok control.
Penelitian lain yang dilakukan oleh
Eka, Apriana, dan Setiawati (2019) pada 60
responden dengan ibu bersalin primi,
dilakukan teknik pengumpulan data yaitu
dengan menggunakan lembar observasi
dengan pengukuran penyembuhan luka
responden, setelah lembar observasi diisi,
dilakukan pengolahan data.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Siti
dan Luluk (2020) terhadap Ny. U dan Ny. S
505
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
yang mengalami keterlambatan penyembuhan Berdasarkan analisis jurnal, upaya
luka, responden pertama mengalami untuk mengendalikan terjadinya rupture
keterlambatan luka perineum 11 hari setelah perineum yaitu dengan melakukan lahihan
post partum, dan responden kedua mengalami exercise berupa senam kegel untuk melatih
keterlambatan luka perineum 9 hari setelah otot panggul tepatnya otot pubococcygeal
post partum. sehingga dapat memperkuat otot-otot saluran
kemih dan otot-otot vagina sehingga berefek
Penelitian serupa yang dilakukan oleh terhadap percepatan proses penyembuhan
Ledy dan Dinda (2019) di BPS Desi Apri luka perineum.
Sanopa Amd.Keb Kalianda Lampung Selatan
Tahun 2018 dengan jumlah rata-rata 40 Didapatkan hasil pada kelompok
persalinan perbulan. Pengambilan sampel perlakuan berupa senam kegel responden
saat penelitian dilakukan dengan cara mengalami percepatan dalam penyembuhan
purposive sampling dengan sampel minimum luka dalm waktu 6 hari dengan batasan
penelitian ekperimental adalah 15 subyek minimal penyembuhan 5 hari dan maksimal 7
pergrup. hari, sedangkan pada kelompok lain
didapatkan hasil lebih lama dalam waktu 7
HASIL DAN PEMBAHASAN hari batasan minimal 4 hari dan maksimal 9
hari. Senam kegel ini bisa dilakukan dalam
Faktor yang mempengaruhi terjadinya waktu 5x dalam satu hari dengan durasi 5
detik senam kegel dan 5 detik istirahat, bisa
ruptur perineum antara lain adalah factor dilakukan selama 1 minggu.
maternal, faktor janin, dan faktor penolong. Penelitian perbandingan lain yang
dilakukan oleh Meldafia dan Niken (2018)
Faktor maternal antara lain paritas, umur ibu, antara pijat perineum dan senam kegel
terhadap resiko rupture perineum. Didapatkan
keadaan perineum, kelenturan perineum, peringkat rata-rata pengurangan kejadian
ruptur perineum lebih banyak pada perlakuan
mengejan terlalu kuat. Faktor janin antara yang melakukan latihan kombinasi pijat
perineum dan senam kegel yaitu 6,29 dari
lain berat janin dan posisi janin oksipito pada responden yang melakukan latihan pijat
perineum yaitu 12,93. Peringkat rata-rata
posterior, presentasi muka. Faktor penolong pengurangan kejadian ruptur perineum lebih
banyak pada perlakuan latihan pijat perineum
adalah dalam cara memimpin mengejan, dibandingkan perlakuan yang melakukan
keterampilan menahan perineum saat ekspulsi
kepala, posisi meneran dan faktor persalinan
pervaginam. Ruptur perineum
diklasifikasikan berdasarkan derajatnya yaitu
derajat I, II, III dan IV. Ruptur perineum
umumnya terjadi di garis tengah dan bisa
menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu
cepat (Simkin, 2015)
506
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
latihan senam kegel yaitu 13.79. Hal ini untuk mengurangi resiko terjadinya rupture
membuktikan latihan kombinasi pijat
perineum dan senam kegel pada masa perineum.
kehamilan trimester III (mulai diusia
kehamilan 34 minggu), lebih mengurangi DAFTAR PUSTAKA
resiko terjadinya robekan perineum pada saat
persalinan. Antini A. Efektivitas Senam Kegel Terhadap
Waktu Penyembuhan Luka Perineum
KESIMPULAN DAN SARAN Pada Ibu Post Partum Normal.
Senam kegel merupakan exersice 2016;Vii.
untuk melatih otot panggul tepatnya otot Keperawatan JP, Keperawatan A, Husada K,
pubococcygeal sehingga dapat memperkuat Cahyanti L, Exercise K. Tindakan
otot-otot saluran kemih dan otot-otot vagina, Senam Kegel terhadap Ibu Nifas
dilakukan rutin 5x sehari dalam seminggu yang Mengalami Keterlambatan
dengan durasi 5 detik senam kegel dan 5 Penyembuhan Luka Perineum pada
detik istirahat sehingga berefek terhadap Ibu Nifas di Wilayah Kerja
percepatan proses penyembuhan luka Puskesmas Jepang Mejobo Kudus.
perineum., selain itu kombinasi pijat 2020;7(1):41-49.
perineum dan senam kegel yang dilakukan
pada kehamilan trimester III juga efektif Malahayati KU, Kalianda P. Senam kegel
terhadap ruptur perineum pada ibu
bersalin. 2019;5(2):193-198.
Pada L, Post IBU. Pengaruh senam kegel
terhadap penyembuhan luka pada ibu
post partum. 2019;15(2):179-184.
Ruptur P, Pada P, Bersalin IBU, Kunci K.
Jurnal Kesehatan Medika Saintika.
Published online 2018:39-44.
507
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS HYPNOBIRTHING PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
TERHADAP KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN
Sri Ayu Ratna Jaoza, Meti Patimah, Ade Kurniawati
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]/ 081313336333
ABSTRAK
Pendahuluan Hypnobirthing merupakan praktik hypnosis terhadap diri sendiri
yang bertujuan membantu calon ibu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan
cara alami, aman dan nyaman, mengatasi rasa takut dan sakit. Proses hypnobirthing
didasarkan pada kekuatan sugesti dari ibu. Wanita yang berpikiran positif, akan
diberikan saran, dan penggambaran untuk merilekskan tubuhnya, secara otomatis dia
akan membimbing pikirannya, dan mengendalikan nafasnya sehingga mengurangi
tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas
Hypnobirthing pada ibu hamil Trimester III terhadap kecemasan menjelang persalinan.
Metode laporan ini adalah studi literature dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil
studi literature mengungkapkan bahwa efektivitas Hypnobirthing mampu mengurangi
tingkat kecemasan pada ibu hamil khususnya ibu hamil Trimester III dengan p
value=0,000 (0,005). Dapat disimpulkan bahwa efektivitas hypnobirthing mampu
mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil Trimester III menjelang persalinan, bisa
dilakukan di usia kehamilan berapa pun. Namun umumnya dilakukan di usia kehamilan
7 bulan atau 2 minggu sebelum proses persalinan.
.
Kata kunci : Kehamilan Trimester III, Kecemasan, Hypnobirthing
ABSTRACT
Introduction Hypnobirthing is a self-hypnosis practice that aims to help expectant
mothers through their pregnancy and childbirth in a natural, safe and comfortable way,
overcoming fear and pain. The hypnobirthing process is based on the power of
suggestion from the mother. Positive thinking women, will be given suggestions, and
images to relax her body, she will automatically guide her mind, and control her breath
so as to reduce anxiety levels. The purpose of this study was to determine the
effectiveness of hypnobirthing in third trimester pregnant women on anxiety before
delivery. The method of this report is a literature study by reviewing 5 research articles.
The results of the literature study revealed that the effectiveness of Hypnobirthing was
able to reduce the level of anxiety in pregnant women, especially pregnant women in the
third trimester with p value = 0.000 (0.005). It can be concluded that the effectiveness
of hypnobirthing is able to reduce the level of anxiety of pregnant women in the third
trimester before delivery, it can be done at any gestational age. However, it is generally
done at 7 months of gestation or 2 weeks before delivery.
Keywords : III Trimester Pregnancy, Anxiety, Hypnobirthing
508
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN datang kepada dirinya (Erni Hernawati,
Kehamilan pertama kali bagi seorang 2018).
calon ibu merupakan satu perjalanan baru, Metode hipnosis yang dapat
dilakukan mulai masa kehamilan dapat
yang ditandai dengan perubahan fisik dan membantu menurunkan tingkat kecemasan
dan ketakutan.dasar dari metode ini
psikis sehingga timbul berbagai masalah sebenarnya sudah dikenal dalam salah satu
management nyeri nonfarmakologi yang
psikologis. Pada trimester pertama ibu dikenal sebagai imajinasi terbimbimbing
yang dikembangkan dengan berbagai teknik
masih merasakan penyesuaian dari kondisi salah satunya adalah hipnosis. Teknik
hipnosis dapat membantu merilekskan otot-
kehamilannya, umumnya ibu mengalami otot sehingga ibu terhindar dari kecemasan
dan dapat membantu ibu lebih tenang
morning sickness. Trimester kedua ibu dalam menghadapi persalinan. Teknik
hipnosis merupakan salah satu cara yang
sudah mulai nyaman dengan kondisi dapat di aplikasikan oleh ibu hamil untuk
memperoleh ketenangan saat menghadapi
kehamilannya dan pada trimester ketiga kehamilan (Zelpina Herlinda Yanti, Satra
Yunola, 2021).
mulai timbul kecemasan pada ibu dalam
Proses hypnobirthing didasarkan
menghadapi persalinannya. Penyebab pada kekuatan sugesti dari ibu. Wanita
yang berpikiran positif, akan diberikan
utama timbulnya gangguan psikis pada saran, dan penggambaran untuk
merilekskan tubuhnya, secara otomatis dia
periode ini adalah perasaan takut akan membimbing fikirannya, dan
mengendalikan nafasnya. Seorang ibu juga
menghadapi persalinan (childbirth bisa mendapatkan penggambaran supaya
rileks dengan menggunakan teknik rekaman
syndrome) (Kevaladandra & Nurmala, afirmasi verbal yang membantu mereka
memasuki keadaan tenang self-hypnosis
2019). (Rahmawati, 2018).
Pada kehamilan trimester III, ibu METODE PENELITIAN
Studi ini merupakan suatu tinjauan
hamil selalu dihinggapi perasaan takut yang
literatur (literature review) yang mencoba
lebih dibandingkan sebelumnya. Hal ini menggali lebih banyak tentang efektivitas
dikarenakan ketakutan ibu dalam
menghadapi persalinannya. Apabila
keadaan tersebut tidak dapat diatasi oleh
ibu, maka pada saat menjelang dan selama
proses persalinan, biasanya ibu akan
mengalami kecemasan dan akan
memberikan respons melawan atau
menghindar (fight or flight) yang dipicu
oleh melimpahnya hormon katekolamin
serta dipicu oleh adanya ketakutan dan
bentuk distres lainnya (Simkin dan
Ancheta, 2005 dalam Aprillia, 2010).
Kecemasan adalah suatu keadaan
perasaan afektif yang tidak menyenangkan
yang disertai sensasi fisik yang mempe
ringatkan orang terhadap bahaya yang akan
509
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Hypnobirthing pada ibu hamil Trimester III terdapat pada saat pretest yaitu 31,80 +
untuk mengurangi tingkat kecemasan
menjelang persalinan. Sumber untuk 1,304 dan saat post test 0 dengan nilai t=
melakukan tinjauan literatur ini meliputi
studi pencarian sistematis databased 54, 537 dan nilai p= 0,000 (p<0,05) maka
terkomputerisasi (GARUDA, Google
Schoolar, Scientific Research Publishing), Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh
meliputi: bentuk jurnal penelitian berjumlah
14 artikel penelitian. terhadap kecemasan setelah dilakukan
HASIL DAN PEMBAHASAN relaksasi hypnobirthing.
Berdasarkan analisis jurnal, upaya
Menurut Manuaba (2014), usia
untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu
hamil menjelang persalinan yaitu terdapat seseorang dapat mempengaruhi keadaan
ilmu hipnostetri (hipnosis atau hipnoterapi
pada kebidanan) yang mana dapat kehamilannya. Bila wanita tersebut hamil
dilakukan pada ibu hamil yaitu metode
atau teknik hypnobirthing. Hipnosis pada masa reproduksi, kecil kemungkinan
merupakan suatu keadaan seseorang berada
dalam keadaan rileks dengan menggunakan untuk mengalami komplikasi
energi sendiri. Hypnobirthing bermanfaat
untuk ketenangan diri, menyeimbangkan disbandingkan Wanita yang hamil di bawah
tubuh dan pikiran demi mempersiapkan
kehamilan yang sehat dan bibit yang usia reproduksi ataupun di atas usia
unggul. Karena hal ini yang harus diingat
bahwa kehamilan perlu persiapan fisik, reproduksi (Manuaba, 2014). Kecemasan
mental, dan spiritual (Aprillia, 2010; hal
78). pada kehamilan dapat dihubungkan dengan
Penelitian yang dilakukan oleh usia ibu yang memberi dampak terhadap
(Haryati Sahrir 2020) dengan penelitian
Relaksasi Hypnobirthing terhadap tingkat perasaan takut dan cemas yaitu di bawah
kecemasan ibu hamil Primigravida
Trimester III, dengan hasil analisis data usia <20 tahun karena kondisi fisik belum
sebelum dan setelah perlakuan pada
masing-masing kelompok menunjukkan 100 % siap serta di atas >35 tahun berisiko
bahwa pada kelompok I (perlakuan)
didapatkan hasil skor kecemasan tertinggi lebih tinggi mengalami penyulit obstetrik
serta morbiditas dan mortalitas perinatal
(Heriani, 2016).
Penelitian yang dilakukan oleh (Adina Fitra
Jayanti, 2019) dengan judul penelitian
“Perbedaan Keikutsertaan Hypnobirthing
dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
dalam Menghadapi Persalinan di Kabupaten
Sidoarjo” kesimpulan yang dapat diambil
dari penelitian ini adalah karakteristik
responden ibu hamil di Bidan X dan Bidan
Y berusia rata-rata 25 tahun. Ibu hamil
yang mengikuti hypnobirthing memiliki
rata-rata usia kehamilaan 35 minggu dan
usia kehamilan ibu hamil yang tidak
mengikuti hypnobirthing memiliki rata- rata
usia kehamilan 36 minggu. Sebagian besar
ibu hamil di Bidan X dan Bidan Y adalah
510
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
ibu rumah tangga. terjadinya stroke, kejang, bahkan kematian
Menurut Asmarany (2012) pada ibu dan janin (Astria, 2009). Jika hal
itu dibiarkan terjadi, maka angka mortalitas
menyatakan bahwa, hypnobirthing terbukti dan morbiditas pada ibu hamil akan
memiliki dampak positif dalam membantu semakin meningkat (Martalisa &
mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil Budisetyani, 2013).
menjelang persalinan anak pertama. Empat
teknik dasar dalam hypnobirthing yaitu Teori diatas sejalan dengan
teknik relaksasi dengan pernapasan, teknik penelitian yang dilakukan oleh (Luluk
relaksasi otot, teknik visualisasi dengan Fajria Maulida & Endang Sri Wahyuni
relaksasi pelangi, dan berkomunikasi 2020) dengan judul penelitian
dengan janin memberian efek relaksasi “Hypnobirthing sebagai upaya menurunkan
(Sahrir, 2020). kecemasan pada ibu hamil” Subyek
penelitian adalah ibu hamil yang sehat
Ketika hamil, ibu mengalami secara psikologis, didapatkan hasil bahwa
perubahan yang signifikan pada fungsi Hypnobirthing dapat menurunkan
fisiologis dan psikologis, proses kecemasan pada ibu hamil dan disarankan
penyesuaian diri terhadap keadaan baru ini ibu hamil tetap melakukan hypnobirthing
seringkali menimbulkan kecemasan setidaknya minimal dua kali dalam satu hari
(Aprianawati & Sulistyorini, 2007). selama 10-15 menit, agar mendapatkan
Menurut Mayangsari (2011), perubahan kehamilan yang aman dan minim trauma.
secara fisik pada ibu hamil seperti
perubahan bentuk tubuh dengan badan yang Kecemasan ibu hamil sebelum
semakin membesar, munculnya jerawat di dilakukan hypnobirthing diukur dengan
wajah atau kulit muka yang mengelupas. kuesioner HARS, hasilnya 33% mengalami
Perubahan psikologis yang terjadi pada ibu kecemasan ringan, 44% mengalami
hamil antara lain rasa cemas mengenai kecemasan sedang, dan 22% mengalami
kelahiran, konsentrasi mengenai perubahan kecemasan berat. Setelah dilakukan
hubungan dengan pasangan dan teman, hypnobirthing, kecemasan ibu hamil
serta rasa cemas mengenai masalah mengalami penurunan yaitu 44% tidak
keuangan. (Triyani dkk., 2016). mengalami kecemasan, 22% mengalami
kecemasan ringan, dan 22% mengalami
Menurut Astria (2009), bahwa ibu kecemasan sedang.
hamil yang mengalami kecemasan tingkat
tinggi dapat meningkatkan resiko kelahiran Penelitian lain dilakukan oleh
bayi prematur bahkan keguguran. Penelitian (Anik Sulistiyanti & Siti Farida 2020)
lain menunjukkan bahwa ibu hamil dengan dengan judul penelitian “Hypnobirthing
kecemasan yang tinggi ketika hamil akan dalam upaya menurunkan kecemasan pada
meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil Primigravida di Klinik Pratama
kehamilan. Risiko hipertensi dapat berupa Annur” Pada penelitian ini dapat
511
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
disimpulkan ada pengaruh sesudah tubuh, lalu tekuk siku sedikit keluar
dilakukan hypnobirthing terhadap tingkat dengan bahu sedikit membuka keluar,
kecemasan ibu hamil primigravida dengan p kemudian tangkupkan tangan dengan
value = 0,000. lembut dan perlahan ditangkupkan,
arahkan telapaknya kebawah dengan
Fenomena yang terjadi adalah jari-jari dalam posisi membulat,
rendahnya pengetahuan ibu tentang metode beristirahat dikedua sisi tubuh kemudian
hipnosis pada ibu hamil hal ini berdampak regangkan kedua kaki dengan jarak
pada sikap ibu yang kemudian akan sekitar enam inci (15,2 cm) dengan
berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam posisi menekuk keluar.
melakukan metode hipnosis pada 2. Relaksasi dalam posisi lateral
kehamilan.statsus kesehatan dipengaruhi Relaksasi dalam posisi lateral ini
oleh beberapa faktor danataranya adalah merupakan posisi paling penting.
sikap seseorang itu merespon suatu Umumnya, posisi inilah yang dipilih
penyakit. Sikap dapat digunakan selama persalinan dan menjadi posisi
memprediksi tingkah laku apa yang tidur ibu hamil selama minggu-minggu
mungkin terjadi. Dengan demikian sikap lalu baringkan tubuh sisi kiri, setelah itu
dapat diposisikan sebagai suatu predisposisi leher dan sisi kepala beristirahat diatas
tingkah laku yang akan tampak aktual bantal kemudian lengan kiri diletakan
apabila kesempatan untuk menyampaikan disisi kiri tubuh selanjutnya dengan siku
tebuka luas (Martalisa & Budisetyani, telipat letakan tangan disebelah bantal.
2013). Kaki kiri lurus kebawah dengan lutut
sedikit menekuk. Kaki kanan d letakan
Dalam metode hypnobirthing ada diatasnya dengan pinggul di topang oleh
lima tahapan yang akan dilakukan oleh salah satu atau dua bantal di bawah lutut
pasangan ,khususnya ibu hamil dalam (Nurul Chomaria 2012).
menghadapi kehamilan agar persalinan nya
berjalan lancar,lembut dan alami, KESIMPULAN DAN SARAN
diantaranya : Relaksasi dasar, Kegiatan Berdasarkan hasil telaah pustaka,
ideomotor response, Menanamkan sugesti
positif dialam bawah sadar, Berkomunikasi maka dapat disimpulkan bahwa Relaksasi
dengan janin, Dan pentingnya dukungan Hypnobirthing mampu mengurangi tingkat
kehamilan dari suami (Sari, 2015). kecemasan ibu hamil Trimester III
menjelang persalinan.
Ada dua macam posisi yang dapat
dipilih yaitu posisi berbaring ( terlentang ) Hypnobirthing bisa dilakukan di usia
dan posisi lateral (miring). kehamilan berapa pun. Namun umumnya
1. Relaksasi dengan posisi berbaring dilakukan di usia kehamilan 7 bulan atau 2
minggu sebelum proses persalinan. Bisa
Relaksasi dengan posisi berbaring
dengan cara biarkan kedua lengan disisi
512
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dlakukan dua kali sehari d saat pagi Fakultas Ilmu Kesehatan
maupun menjelang tidur malam lamanya
sekitar 10-15 menit. Tempatnya tergantung Universitas Muhammadiyah
kainginan masing-masing dan sebaiknya
dilakukan berpasangan dengan sang suami Tasikmalaya.
agar tercipta hubungan spritual bersama.
6. Orang tua dan anak tercinta yang
UCAPAN TERIMA KASIH
telah memberikan dorongan serta
Dalam penyusunan Laporan Tugas
do’a yang tiada henti-hentinya
Akhir ini, penulis mendapat bimbingan,
memberikan semangat.
nasehat, serta dukungan moral maupun
7. Rekan-rekan seperjuangan seluruh
material yang sangat berharga dari berbagai
angkatan, penulis ucapkan
pihak, maka pada kesempatan ini penulis
terimakasih atas kekompakan dan
mengucapkan terimakasih kepada yang
kebersamaannya.
terhormat :
8. Pihak-pihak terkait yang telah
1. Dr. Ahmad Qonit AD., MA., selaku
banyak membantu, yang tidak dapat
Rektor Universitas Muhammadiyah
penulis sebutkan satu persatu.
Tasikmalaya.
DAFTAR PUSTAKA
2. Sri Mulyanti, S.Kep., Ners., M.Kep.,
Adina Fitra Jayanti. (2019). Jurnal
selaku Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Muhammadiyah di
Surabaya. Jurnal Keperawatan
Kesehatan Universitas Muhammadiyah, 4(1), 74–80.
https://scholar.google.co.id/scho
Muhammadiyah Tasikmalaya. lar?start=20&q=cerita+dengan+te
ma
3. Sri Wahyuni, SST.,M.Keb., selaku n+kontrol+perilaku+alkohol+2019
&hl=id&as_sdt=0,5
Ketua Prodi D-III Kebidanan
Erni Hernawati, B. M. A. (2018).
Fakultas Ilmu Kesehatan Implementasi Pengurangan Resiko
Kecemasan Ibu Bersalin Kala I
Universitas Muhammadiyah Melalui Metode Hypnobirthing Di
Klinik Bersalin Gegerkalong Kota
Tasikmalaya. Bandung Tahun 2016. Jurnal Bidan
“Midwife Journal,” 4(02), 73–78.
4. Meti Patimah, SST.,M.Keb., selaku
Kevaladandra, Z., & Nurmala, I. (2019).
pembimbing akademik yang telah Perbedaan Keikutsertaan
Hypnobirthing dengan Tingkat
memberikan bimbingan dan arahan Kecemasan Ibu Hamil dalam
Menghadapi Persalinan di
selama penyusunan Laporan Tugas Kabupaten Sidoarjo. 4(1), 74–
80.
Akhir ini. https://scholar.google.co.id/scho
lar?start=20&q=cerita+dengan+t
5. Ade Kurniawati, SST., M. Keb., ema
selaku penguji sidang Laporan Tugas
Akhir Prodi D-III Kebidanan
513
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
n+kontrol+perilaku+alkohol+20 Sahrir, H. (2020). Relaksasi Hypnobirthing
19 &hl=id&as_sdt=0,5 Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu
Lestari Puji Astuti, Arista Adityasari Putri, Hamil Primigravida Trimester III.
K. (2019). Efektifitas Relaksasi Hasanuddin Journal, 2(1), 8–14.
Hypnobirthing Terhadap Sari, E. U. (2015). Hubungan Sumber
Penurunan Tingkat Nyeri Dan Informasi Dan Dukungan Keluarga
Kestabilan Tekanan Darah Pada Terhadap Minat Persalinan Dengan
Persalinan Kala I. Jurnal Hypnobirthing Di Dua Tempat
Kebidanan, XI(01), 76–85. Klinik Bersalin Kabupaten Bekasi
Marbun, A. (2019). Efektivitas Terapi Tahun 2015. Jurnal Ilmiah.
Hipnotis Lima Jari Terhadap Triyani, S., Fatimah, F., & Aisyah, A.
Kecemasan Ibu Pre Partum Di (2016). Pengaruh Hypnosis
Klinik Chelsea Husada Tanjung Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu
Beringin Kabupaten Serdang Hamil Nullipara Triwulan III
Bedagai. Jurnal Keperawatan Dalam Persiapan Menghadapi
Priority, 2(2), 92. Persalinan. SEAJOM: The
https://doi.org/10.34012/jukep.v2i2 Southeast Asia Journal of
.568 Midwifery, 2(1), 24–32.
Martalisa, W., & Budisetyani, I. G. A.P. W. https://doi.org/10.36749/seajom.v2
(2013). Hubungan Intensitas i1.62
Keikutsertaan Hypnobirthing Zelpina Herlinda Yanti, Satra Yunola,P. N.
dengan Tingkat Kecemasan Ibu I. (2021). Pengaruh Antara
Hamil di Gianyar. Jurnal Psikologi Hypnobirthing, Yoga dan Senam
Udayana, 1(1), 116–128. Hamil Terhadap Tingkat
https://doi.org/10.24843/jpu.2013. Kecemasan Ibu Hamil Trimester III
v01.i01.p12 Di BPM Griya Bunda Ceria
Maulida, L. F., & Wahyuni, E. S. (2020). Palembang Tahun 2020. Jurnal
Hypnobirthing Sebagai Upaya Ilmiah Universitas Batanghari
Menurunkan Kecemasan Pada ibu Jambi, 21(1), 305–310.
hamil. Gaster, 18(1), 98. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i1
https://doi.org/10.30787/gaster.v18 .111 3
i1.541
Nur Asni. (2014). Faktor-Faktor Yang
Mempengaryhi Kecemasan. Ump,
19–22.
https://reposity.ump.ac.id/5538/3/
Nur%2520Asni%2520BAB%2520I
I.pdf&ved=2ahUKEwi6u6T02MT
oAhVXYysKHeBACZwQFjADeg
QICBAB$usg=AOvVaw230Nibys
Scico5WF8bI26-
Padoli, S. (2014). Pengaruh Hypnobirthing
Dalam Menurunkan Nyeri
Persalinan Kala I Fase Aktif Pada
Ibu Primigravida The. Jurnal
Keperawatan, VI(3), 102–108.
Rahmawati, A. I. (2018). Pengaruh
hypnobirthing dalam
menurunkan tingkat kecemasan
pada ibu hamil skripsi. Central
Library of Maulana Malik
Ibrahim State Islamic Malang,
11410148.
514
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN
NYAMAN NYERI DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI
NAFAS PADA GERD
Muhammad Wildan Firdaus, Nina Pamela Sari, Miftahul Falah
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL
dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan
kualitas hidup seseorang. Angka kejadian GERD di Asia semakin meningkat pada tiap
tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran literature review asuhan
keperawatan penderita GERD dengan pemberian relaksasi nafas dalam. Desain
penelitian yang digunakan yaitu studi literature review berdasarkan pada tinjauan
pustaka dengan menelaah 3 jurnal dan satu asuhan keperawatan pada lansia dengan
GRED. Studi literature kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, landasan teori,
telaah Pustaka (literature review) dan tinjauan teoritis. Hasil studi literature dalam
asuhan keperawatan nyeri akut: dengan penerapan terapi relaksasi nafas dalam untuk
menurunkan skala nyeri secara Literature Review didapatkan 3 artikel dan 1 Askep
dimana secara keseluruhan menunjukan bahwa melalui Teknik relaksasi nafas dalam
dapat menurunkan nyeri pada pasien GERD. Siswanda, 2018 dalam asuhan
keperawatannya juga membuktikan bahwa selama pemberian asuhan keperawatan
selama 4 hari pasien GERD dengan diterapi menggunakan Teknik relaksasi nafas dalam
terbukti dapat menurunkan nyeri.
Kata kunci : Gastroesophageal Refux Disease, Penyakit refluks, Teknik relaksasi nafas
dalam.
ABSTRACT
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a reflux condition of HCL from
the gaster to the esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that
decrease a person's quality of life. The incidence of GERD in Asia is increasing every
year. The purpose of this study is to find out the literature review of the nursing care of
GERD sufferers with the provision of deep breath relaxation. The research design used
is a literature review study based on a literature review by reviewing 3 journals and one
nursing care in the elderly with GRED. The results of literature studies in acute pain
nursing care: with the application of deep breath relaxation therapy to reduce the pain
scale in Literature Review obtained 3 articles and 1 nursing care where overall showed
that through deep breath relaxation techniques can reduce pain in GERD patients.
Siswanda, 2018 in her nursing care also proved that during the provision of nursing
care for 4 days GERD patients with treated using deep breathing relaxation techniques
proved to reduce pain.
Keywords: Gastroesophageal Refux Disease, Reflux disease, Deep breath relaxation
techniques.
514
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN ruptur esofagitis, dan 13.7% terkait striktur
Penyakit asam lambung atau dalam (Badillo, Raul, 2014).
medis disebut dengan GERD adalah Menurut Kirman, A. Saputra, dan J.
kondisi di mana asam lambung naik hingga Sukmana (2019) terdapat beberapa penyakit
ke tenggorokan akibat lemahnya otot katup pada lambung antara lain dyspepsia,
tenggorokan. Lansia dengan beberapa GERD, tukak lambung, gastroparesis dan
kondisi kronis memiliki risiko lebih tinggi kanker lambun. Beberapa penyakit pada
untuk mengalami penyakit asam lambung. lambung tersebut dapat diakibatkan dari
Sebagian besar dari mereka mungkin bakteri pada lambung, dan juga iritasi pada
mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi lambung yang disebabkan oleh
gejala penyakit kronis yang dialami namun meningkatnya asam lambung yang dapat
obat tersebut dapat menyebabkan otot-otot menyebabkan terganggunya kinerja
katup tenggorokan menjadi kendor (Kirana, lambung.
2019).
Maka dari itu peran perawat untuk
Epidemiologi Gerd di Indonesia tidak mencegah masalah GERD yaitu berperan
tercatat dengan jelas. Data dari Rumah sebagai pemberi asuhan keperawatan yang
Sakit Cipto Mangkusumo Jakarta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
menunjukkan bahwa 30 dari 127 pasien dan memberikan pendidikan kesehatan
(22.8%) yang menjalani endoskopi untuk memecahkan masalah klien. Jika
gastrointestinal atas dengan indikasi GERD tidak di tangani dengan baik akan
dispepsia mengalami esofagitis. Angka berakibat buruk bagi klien sendiri.
kejadian esofagitis juga meningkatkan dari Pemberian asuhan keperawatan yang
5.7% menjadi 25.18% dari tahun 1997- professional di harapkan mampu mengatasi
2002 dengan rata-rata kasus per tahun masalah yang ada pada klien.
13.13%. Angka kematian akibat penyakit
refluks gastroesofageal cukup rendah Ibnu Sina menekankan perlunya orang
sekitar 0.46/100.000 jiwa pada tahun 2000. memiliki ketenangan, baik dalam keadaan
Kematian terkait GERD ini umumnya sakit maupun sehat. Dalam keadaan sehat,
disebabkan karena komplikasi dan tindakan orang yang memiliki ketenangan jiwa tidak
yang dilakukan. Sebanyak 1.9/1000 mudah terserang oleh berbagai-penyakit
tindakan operasi GERD menyebabkan jasmani dan rohani, sebab ketenangan itu
kematian, sekitar 11 % kematian terjadi sendiri merupakan benteng sehingga
karena komplikasi awal operasi antirefluks memiliki imunitas yang kuat.
dan 4% karena komplikasi lambat.
Sebanyak 82.47% mortalitas tercatat karena Ketegangan akan mudah dicapai
esofagitis hemoragiik, 41.23% pneumonia melalui berbagai pendekatan, yakni
aspirasi, 25.14% ulkus perforasi, 15.9% pendekatan teologis dan pendekatan ilmiah
rasional. Al-Qur‘an mengingatkan
pentingnya berzikir kepada Allah, sebab
515
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
senantiasa mengingat Allah akan melalui Teknik relaksasi nafas dalam dapat
menghasilkan ketenangan batin yang kokoh menurunkan nyeri pada pasien GERD.
sebagaimana disebutkan dalam firman Siswanda, 2018 dalam asuhan
Allah Subhanahu wa Ta‘ala: keperawatannya juga membuktikan bahwa
ِ ﺗَ ْﻄ َﻤ ِﺌ ﱡﻦ ٱ ْﻟﻘُﻠُﻮ ُﺏQﺃَ َﻻ ِﺑ ِﺬ ْﻛ ِﺮ ٱ ﱠ selama pemberian asuhan keperawatan
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah- selama 4 hari pasien GERD dengan diterapi
menggunakan Teknik relaksasi nafas dalam
lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: terbukti dapat menurunkan nyeri.
28).
Penelitian ini bertujuan untuk PEMBAHASAN
mendeskripsikan asuhan keperawatan Hasil telaah dari 1 asuhan keperawatan
pasien GERD dengan penerapan Teknik
relaksasi nafas berdasarkan hasil studi dan 3 jurnal tentang terapi relaksasi nafas
dalam dapat disimpulkan terapi relaksasi
literature review. nafas dalam dapat digunakan untuk
menurunkan rasa nyeri akut. Nyeri aku
METODE STUDI LITERATUR merupakan salah satu gangguan yang
Disain penelitian yang digunakan yaitu dirasakan oleh pasien Gerd . Terapi relakssi
studi literature review berdasarkan pada nafas dalam dilakukan selama kurang lebih
tinjauan pustaka dengan menelaah 3 jurnal 1 menit dan istirahat 2 menit, dilakukan
dan satu asuhan keperawatan pada lansia selama 10 menit (4 kali sehari) dianjurkan
dengan GRED. Studi literature kajian kepada pasien (Budianto, 2017). Terapi
pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, menggunakan relaksasi nafas dalam
landasan teori, telaah Pustaka (literature merupakan salah satu terapi untuk GERD
review) dan tinjauan teoritis. Tujuanya yang memiliki keefektifan menurunkan
untuk mengekprolasi proses asuhan nyeri. Relaksasi nafas dalam sangat bagus
keperawatan gangguan pemenuhan rasa untuk menurunkan skala nyeri akut dan
nyaman dengan metode pemberian untuk melancarkan ketegangan yang di
relaksasi nafas dalam pada lansia yang rasakan. Metode efektif untuk mengurangi
mengalami GERD. rasa nyeri dan memberikan relaksasi pada
pasien yang mengalami nyeri. Selain itu
HASIL STUDI LITERATUR latihan nafas dalam merupakan cara
Hasil studi literature dalam asuhan bernafas yang efektif melalui inspirasi dan
ekspirasi untuk memperoleh nafas yang
keperawatan nyeri akut: dengan penerapan lambat, dalam, dan rileks. Rileks sempurna
terapi relaksasi nafas dalam untuk yang dapat mengurangi ketegangan otot,
menurunkan skala nyeri: Literature Review rasa jenuh dan perasaan cemas sehingga
didapatkn 3 artikel dan 1 Askep dimana mencegah stimulasi nyeri. Berdasarkan
secara keseluruhan menunjukan bahwa
516
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
lokasi gejalanya, GERD dibagi menjadi Berdasarkan hasil review dari 1 asuhan
keperawatan dan 3 jurnal artikel,
dua, yaitu sindrom esofageal dan pengkajian nyeri akut didapatkan data klien
mengeluh nyeri di bagian ulu hati.
esktraesofageal. Sindrom esofageal Pengukuran kesadaran pada pasien Gred
menjadi standar untuk melakukan
merupakan refluks esofageal yang disertai pengkajian untuk memperoleh hasil
maksimal terutama untuk penerapan terapi
dengan atau tanpa adanya lesi struktural. relaksasi nafas dalam dalam menurunkan
intergitas nyeri.
Gejala klinis sindrom esofageal tanpa lesi
Diagnosa Keperawatan merupakan
struktural berupa heartburn dan regurgitasi, masalah yang mencul pada pasien setelah
dilakukan pengumpulan data yang
serta nyeri dada non-kardiak. Sedangkan dilakukan oleh perawat, baik subjektif
ataupun objektif. Untuk menegakan
pada sindrom esofageal disertai lesi diagnosa keperawatan baik secara aktual
ataupun potensial. Dengan tujuan untuk
struktural, berupa refluks esofagitis, striktur mengidentifikasi respons klien individu,
keluarga, ataupun komunitas terhadap
refluks, Barret’s esophagus, situasi yang berkaitan dengan kesehatan.
(Tim Pokja SDKI : 2017). Diagnosa
adenokarsinoma esofagus. Sindrom keperawatan pada pasien Gerd ini penulis
memprioritaskan gangguan nyeri akut
ekstraesofageal biasanya terjadi akibat sebagai diagnosa utama. Diagnosa yang
difokuskan pada penelitian ini adalah
refluks gastroesofageal jangka panjang. gangguan nyeri akut berhubungna dengan
(b.d) gangguan Agen cidera biologis (iritasi
Pengkajian merupakan upaya tahap mukosa lambung) ditandai dengan (d.d)
mengeluh nyeri di bagian ulu hati bawah,
awal pengumpulan data status kesehatan mual, muntah, lemas (Tim Pokja SDKI
DPP PPNI,2017) Diagnosa ini penulis
pasien untuk mendapatkan data yang tegakkan karena memperoleh data klien
mengeluh, nyeri di bagian ulu hati bawah
diinginkan untuk pengaturan data, validasi mual, muntah lemas (Tim Pokja SDKI DPP
PPNI,2017). Diagnosa ini diprioritaskan
data,dan dokumentasi data secara sistematis karena apabila nyeri akut yang terjadi pada
pasien Gred tidak segera diatasi maka akan
baik data subjektif ataupun data objektif.
Data subjektif adalah data yang didapatkan
dari pasien sebagai suatu pendapat terhadap
suatu situasi dan kejadian. Informasi
tersebut tidak dapat ditentukan oleh perawat
secara independen, tetapi melalui suatu
interaksi atau komunikasi. Data subjektif
sering didapatkan dari riwayat keperawatan
termasuk persepsi pasien, perasaan, dan ide
tentang status kesehatannya. Informasi yang
diberikan sumber lainnya, misalnya dari
keluarga, konsultan, dan tenaga kesehatan
lainnya juga dapat sebagai data subjektif
jika didasarkan pada pendapat pasien. Data
objektif pada gangguan mobilitas fisik
didapatkan hasil pemeriksaan oleh perawat
baik secara inspeksi, palpasi, perkusi, dan
auskultasi (Muttaqin, 2010).
517
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
menyebabkan menjalar ke usus, serta dengan eksektasi meningkat. (Tim Pokja
menyebabkan penurunan sirkulasi yang SIKI dan SLKI : 2018).
berakibat lebih lanjut dan akan
mengakibatkan pembengkakan di bagian Implementasi merupakan prilaku atau
ulu hati dan dengan adanya kerusakan ini aktifitas spesifik yang dikerjakan oleh
akan mengakibatkan terjadinya kerusakan perawat untuk mengimplementasikan
pada uluhati (Batticaca, 2018) intervensi keperawatan(Tim Pokja SIKI :
2018). Kegiatan dalam implementasi
Berdasarkan hasil review dari 1 asuhan meliputi kegiatan pengumpulan data
keperawatan dan 3 jurnal artikel, untuk berkelanjutan, observasi respons pasien,
mengatasi gangguan nyeri akut serta menilai data baru. Selain itu perawat
menyebutkan bahwa dampak dari gangguan juga mendokumentasikan tindakan yang
nyeri akut berhubungan dengan gangguan telah diberikan kepada pasien. (Kozier B,
ketidakseimbanagan nutrisi kurang dari :2010).
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
menurunnya nafsu makan mual, muntah. Penerapan terapi relaksasi nafas dalam
Perencanaan keperawatan merupakan pada pasien Gerd dilakukan dengan
segala treatment yang dikerjakan oleh meletakkan 1 tangan diatas perut dibawah
perawat yang didasarkan pada pengetahuan tulang kosta dan tangan satunya dibagian
dan penilaian klinis untuk mencapai luaran dada dianjurkan pada pasien dengan benar
(outcome) yang diharapkan. Luaran Menarik nafas pelan-pelan melalui hidung,
(outcome) keperawatan merupakan aspek- sampai bagian dada/apikal mengembang
aspek yang dapat diobservasi dan diukur maksimal dianjurkan pada pasien dengan
meliputi kondisi, perilaku, atau dari benar, Menghembuskan nafas melalui
persepsi pasien, keluarga atau komunitas pursed lip sambil menegangkan otot perut
sebagai respons terhadap intervensi dengan kuat kearah dalam dianjurkan
keperawatan. Luaran keperawatan dengan benar
menunjukan status diagnosis keperawatan
setelah dilakukan intervensi keperawatan. Mengulangi latihan pernafasan
(Tim Pokja SIKI dan SLKI : 2018). diafragma, kurang lebih 1 menit dan
istirahat 2 menit, dilakukan selama 10
Perencanaan pada pasien Gred dengan menit (4 kali sehari) dianjurkan kepada
diagnosa utama gangguan nyeri akut, pasien Dilakuakn sesuai dengan standar
dengan intervensi ada 2 yakni untuk oprasional prosedure yang terlampir, untuk
intervensi utamanya adalah dukungan nyeri mencapai tujuan dan kriteria yang
akut dan untuk intervensi pendukungnya diinginkan. Prosedur tindakan relaksasi
adalah terapi relaksasi nafas dalam . nafas dalam menurut 1 asuhan
Dengan luaran (outcome) dari kedua keperawatan, dilakukan pada pasien selama
intervensi yakni gangguan nyeri akut 2 menit dengan dilakukan selama 10 kali
dalam 4x sehari . Bagi perawat untuk
518
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
melakukan terapi relaksasi nafas dalam KESIMPULAN DAN SARAN
sebaiknya mengikuti pelatihan yang telah
tersertifikasi dan menjadikan terapi Kesimpulan yang didapatkan oleh
relaksasi nafas sebagai salah satu keahlian
atau kompetensi yang dimiliki untuk di penulis berdasarkan hasil telaah jurnal, teori
terapkan pada pemberian asuhan
keperawatan pada pasien Gerd. dan juga asuhan keperawatan pada pasien
Setelah dilakukan telaah (review) dalam Gerd dengan pemberian Teknik relaksasi
1 asuhan keperawatan dan 3 jurnal artikel
didapatkan hasil terapi relaksasi nafas bahwa Teknik relaksasi nafas dalam
dalam efektif dilakukan untuk pasien Gerd,
terjadi penurunan skala nyeri, dengan terbukti mampu menurunkan nyeri yang
didapatkan hasil uji nyeri berkurang.
dialami pasien gerd.
Evaluasi pada pasien Gerd dengan
masalah gangguan nyeri akut yakni pasien Saran Bagi Responden bahwa Terapi
mampu melakukan pergerakan secara
penuh dan activites of daily living (ADL) relaksasi nafas dalam efektif dalam
dilakukan secara mandiri. Sehingga
intervensi dilakukan secara continue dalam membantu menurunkan nyeri sehingga
waktu yang ditentukan sesuai dengan tujuan
yang diinginkan. Sehingga dapat Tindakan ini dapat direkomendasikan bagi
menurunkan rasa nyeri akut .
Evaluasi yang dilakukan pada masalah penderita gerd yang mengalami nyeri.
gangguan nyeri akut mengacu pada tujuan,
yaitu nyeri akut berkurang dengan kriteria Saran bagi Perawat dalam melakukan
hasil yaitu nyeri akut berkurang dengan
kriteria nyeri berkurang, mual berkurang, asuhan keperawatan pasien gerd hendaknya
uluhati tidak merasakan sakit, dan lemas
hilang (SLKI, 2018). menggunakan pendekatan proses
Evaluasi menurut hasil review 1 keperawatan secara komprehensif dengan
Asuhan Keperawatan dan 3 jurnal artikel
tentang masalah gangguan mobilitas fisik melibatkan peran serta klien sehingga dapat
pengaruh terapi relaksasi nafas dalam untuk
menurunkan nyeri pada pasien Gred, tercapai sesuai dengan tujuan. Saran bagi
adanya penurunan rasa nyeri akut.
Penerapan terapi relaksasi nafas dalam Penulis Selanjutnya Diharapkan karya tulis
terbukti menurunkan rasa nyeri
ilmiah ini dapat menambah referensi dalam
melakukan asuhan keperawatan pasien gerd
yang mengalami nyeri.
DAFTAR PUSTAKA
Buhari , H., & Muslim . (2018). Pendekatan
teologis dan pendekatan ilmiah
rasional Al-Qur'an . Islam
Indonesia.
Dermawan, Deden. 2012. Proses
Keperawatan. Yogyakarta : Gosyen
Publishing
Erni, N., M. Jainal, A., & Titah, N. A.
(2020). Pengaruh Teknik Relaksasi
Terhadap Penurunan Nyeri
Epigastrium Pada Pasien Gastritis.
Jurnal Studi Kesehatan. \
GN Fitri, L Lismayanti, NP Sari – Media
Informasi, 2017. SEFT
Menurunkan Tekanan Darah Pada
Lansia Hipertensi.
519
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
http://ejurnal.poltekkestasikmalaya. Riskesdas. 2018. Profil Kesehatan
ac.id/index.php/BMI/article/view/8 Indonesia. Jakarta: Pusat Data
2 Informasi.Pdf
Hawati, N. (2020). Pengalaman Penderita Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar
Gastritis Kronis dalam melakukan Diagnosis Keperawatan
teknik relaksasi nafas dalam untuk Indonesia. Jakarta: Dewan
membantu menurunkan skala nyeri Pengurus Pusat Persatuan Perawat
pada penderita Gastritis Kronis Di Nasional Indonesia.
rumah Sakit, Jurnal Kesehatan. Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2018. Standar
Luaran Keperawatan Indonesia.
Saputra, M. D., & Budianto, W. (2017). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
Diagnosis dan Tatalaksana
Gastroesophageal Reflux Disease Persatuan Perawat Nasional
Gred di Pusat PelayananKesehatan Indonesia
Primer. jurnal kesehatan , -252/ Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2019. Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia.
vol. 44 Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
Mulyanti, Yuli (2017). Dokumentasi
Keperawatan. Kementrian Persatuan Perawat Nasional
Kesehatan Republik Indonesia. Indonesia.
167. Jakarta Selatan: Pusdik SDM .
Kesehatan
520
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI AKUPRESURE
TERHADAP KEMAMPUAN MOBILITAS FISIK
PADA PENDERITA STROKE
Eri Nugraha, Aida Sri Rachmawati, Asep Muksin
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevelansi stroke. Stroke merupakan
kehilangan fungsi otak yang di akibatkkan oleh terhentinya suplai darah ke bagian otak.
Masalah yang diakibatkan stroke yaitu gangguan mobilitas fisik. Salah satu intervensi yang
dapat diberikan untuk meningkatkan mobilitas fisik yaitu dengan Terapi Akupresure.
Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah mengetahui asuhan keperawatan dengan penerapan
terapi akupresure terhadap kemampuan mobilitas fisik pada penderita stroke. Metode yang
digunakan yaitu literatur riview.Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder.
Hasil Literature riview pengkajian pada pasien stroke ditemukan data menurunnya
kekuatan otot,rentang gerak, dan fungsi motorik. Diagnosa keperawatan yang diangkat
masalah utamanya adalah gangguan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskular d.d
kekuatan otot,rentang gerak, dan fungsi motorik. Perencanaan menggunakan terapi
akupresure,untuk meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke. Implementasi
dilakukan 15-30 menit 2 kali dalam sehari, selama 7 hari dan evaluasi menunjukan adanya
peningkatan mobilitas fisik pada penderita stroke. Kesimpulan berdasarkan uraian diatas
pengaruh terapi akupresure terbukti efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
mobilitas fisik.Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan menjadi referensi untuk
dilakukan penelitian, terapi akupresure terbukti dapat menningkatkan mobilitas fisik pada
pasien stroke, oleh karena itu terapi akupresure bisa dijadikan alternatif terapi untuk
meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke.
Kata kunci : Mobilitas Fisik, Stroke, Terapi akupresure
ABSTRACT
This research is motivated by the high prevalence of stroke. Stroke is a loss of brain
function caused by the cessation of blood supply to the brain. The problem caused by stroke
is impaired physical mobility. One of the interventions that can be given to improve
physical mobility is Acupressure Therapy. The purpose of this scientific paper is to find out
nursing care by applying acupressure therapy to the ability of physical mobility in stroke
patients. The method used is literature review. Data collection techniques use secondary
data. The results of the literature review of studies in stroke patients found data on
decreased muscle strength, range of motion, and motor function. The main problem in
nursing diagnosis is impaired physical mobility b.d neuromuscular disorders d.d muscle
strength, range of motion, and motor function. Planning to use acupressure therapy, to
improve physical mobility in stroke patients. Implementation is carried out for 15-30
minutes 2 times a day, for 7 days and the evaluation shows an increase in physical mobility
in stroke patients. The conclusion is based on the description above that the effect of
acupressure therapy has proven to be effective in increasing physical mobility. Suggestions
for further researchers are expected to be a reference for research, acupressure therapy is
521
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
proven to increase physical mobility in stroke patients, therefore acupressure therapy can
be used as an alternative therapy to increase mobility physical activity in stroke patients.
Keywords: Acupressure Therapy, Physical Mobility, Stroke.
PENDAHULUAN Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah
Stroke menjadi penyebab kematian
Swt. adalah dzat yang kuasa untuk
ketiga di dunia setelah penyakit jantung
koroner dan kanker baik di negara maju mengendalikan ubun-ubun atau nashiyah
maupun negara berkembang (Hasan, 2018).
Stroke merupakan penyakit yang dapat (frontal lobe) yang berfungsi sebagai pusat
menimbulkan berbagai masalah, diantaranya
gangguan kebutuhan aktifitas yang kendali dari seluruh keputusan baik perbuatan
disebabkan oleh penurunan fungsi motorik.
Hal ini disebabkan oleh terhambatnya aliran maupun perkataan yang dilakukan oleh
darah ke otak karena perdarahan (stroke
hemoragik ) atau sumbatan (stroke iskemik) tubuh.
dengan gejala dan tanda otak yang terkena,
yang dapat sembuh sempurna, sembuh Berdasarkan data World Health
dengan cacat atau kematian (Junaidi, 2012).
Organisation (WHO) tahun (2012)
Allah Swt. mengisyaratkan dalam
beberapa ayat di dalam al-Qur’an tentang sel angka kematian akibat stroke sebesar 51%
saraf otak, salah satunya terdapat dalam surat
al-Hadid yang hadir dengan lafadz nāshiyah diseluruh dunia disebabkan oleh
(frontal lobe). Allah berfirman:
tekanan darah tinggi. Selain itu, diperkirakan
sebesar 16% kematian stroke
disebabkan karena tingginya kadar glukosa
(Kemenkes RI, 2017). American Heart
Assosiation (AHA, 2015) menyebutkan angka
kejadian Stroke pada
laki-laki usia 20-39 tahun sebanyak 0,2% dan
perempuan sebanyak 0,7%.
Usia 40-59 tahun angka terjadinya Stroke
َﺭ ِّﺑﻲ َﻭ َﺭ ِّﺑ ُﻜ ْﻢ ۚ َﻣﺎ ِﻣ ْﻦ ﺩَﺍ ﱠﺑ ٍﺔ ِﺇ ﱠﻻ ُﻫ َﻮNِ ﺇِ ِّﻧﻲ ﺗَ َﻮ ﱠﻛ ْﻠ ُﺖ َﻋ َﻠﻰ ﱠ pada perempuan sebanyak 2,2%
: )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﺪﻳﺪ.ﺁ ِﺧﺬٌ ِﺑ َﻨﺎ ِﺻ َﻴ ِﺘ َﻬﺎ ۚ ﺇِ ﱠﻥ َﺭ ِّﺑﻲ َﻋ َﻠ ٰﻰ ِﺻ َﺮﺍ ٍﻁ ُﻣ ْﺴﺘَ ِﻘﻴ ٍﻢ
dan laki-laki 1,9%. (Therisa et al: 2019).
(56
Hasil Riskesdas Kemenkes RI, (2018)
terjadi peningkatan prevalensi stroke dari
“Sesungguhnya aku bertawakkal kepada tahun 2013 hingga 2018 yaitu 8,3 per mil
Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada menjadi 12,1 per mil. Adapun prevelensi
suatu binatang melatapun melainkan Dialah Provinsi Jawa Barat memiliki estimasi jumlah
yang memegang ubun-ubunnya. penderita cukup tinggi yaitu sebanyak
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang 238.001 orang (7,4‰) dan 533.895 orang
lurus". (QS. Al-Hadis: 56) (16,6‰), dibandingkan dengan provinsi lain,
522
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
misalkan dengan Provinsi Papua Barat beberapa terapi yang telah dilakukan untuk
memiliki jumlah penderita rendah yaitu
sebanyak 2.007 orang (3,6‰) dan 2.955 mengatasi penurunan fungsi motorik seperti
orang (5,3‰) (Riskesdas, 2018; Pusdatin,
2019). latihan rentanggerak, pemberian posisi, dan
Penyebab utama stroke diantaranya akupresur yang merupakan salah satu bentuk
kebiasaan mengkonsumsi makanan yang
mengandung lemak jenuh yang menimbulkan terapi yang dapat dilakukan untuk
aterosklerosis, yaitu menyempitnya pembuluh
arteri disebabkan lemak yang menempel pada mengembalikan fungsi ekstremitas
dinding arteri. Para ahli menganggap bahwa
aterosklerosis merupakan penyebab utama (Therisa,et al :2019 )
stroke pada umumnya. Dijaman sekarang,
pengobatan dan pencegahan stroke sudah Akupresur merupakan suatu metode
semakin maju walaupun masih tetap mahal
(Yugiantoro, 2016). pengobatan dengan memberikan penekanan
Gejala-gejala ringan stroke dapat pada titik meridian pada aliran qi tubuh
dikenali seperti seringnya kesemutan ringan
tanpa sebab, sakit kepala atau vertigo ringan, (energi vital dan merupakan unsur dasar dari
tiba-tiba sulit menggerakkan mulut dan sulit
berbicara, lumpuh sebelah serta mendadak seluruh bentuk pergerakan dan perubahan
pikun dan cadel. Bagi mereka yang pernah
mengalami serangan stroke lalu dikemudian seluruh fenomena di alam semesta). Dengan
hari terkena serangan stroke yang kedua,
maka serangan stroke ulangan ini lebih memperbaiki aliran qi, fungsi ekstremitas dan
berbahaya dan dapat menyebabkan kematian
(Sutrisno, 2017). kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
Stroke berdampak pada disfungsi pada pasien paska stroke dapat
ekstremitas berupa penurunan fungsi motorik
yang diantaranya akan berdampak pada membaik.(Therisa,et al :2019). Hasil
penurunan kemampuan Activities of daily
living (adl), kemampuan fungsi motorik, penelitian sebelumnya pemberian terapi
kecepatan berjalan, penurunan keseimbangan
dan peningkatan resiko jatuh. Terdapat Akurpresure didapatkan, terapi akupresure
merupakan intervensi yang efektif untuk
meningkatkan kemampuan rentang gerak
ekstremitas atas dan bawah pada pasien
stroke non hemoragik yang mengalami
hemiparesis (Lulu et al :2020).
Peran perawat disini yakni care giver
dengan memberikan terapi akupresure untuk
meningkatkan fungsi motorik, fungsi motoric,
dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, serta
membantu pasien dalam pemenuhan
kebutuhan spiritualnya. Gangguan
pemenuhan spiritual menjadi salah satu
dampak dari pasien stroke, disamping
gangguan pemenuhan kebutuhan yang lain
seperti kebutuhan dasar lainnya,misalnya
523
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
keselamatan, memiliki, harga diri dan Ismiati 2019, Pengaruh Terapi Akupresure
akutualisasi diri. terhadap mobilitas fisik didapatkan hasil
adanya pengaruh terapi akupresure
Berdasarkan latar belakang diatas dan peningkatan mobilitas fisik pada Penderita
fenomena yang ditemukan peneliti tertarik Stroke. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian
untuk melakukan penelitian tentang Asuhan Asmawariza 2020, dan Mosthofa 2017.
Keperawatan dengan Penerapan Terapi Menurut Murti, S 2014, dalam Asuhan
Akupresure Terhadap Kemampuan Mobilitas Keperawatannya juga menyebutkan bahwa
Fisik Pada Penderita Stroke : Mobilitas Fisik terapi akupresure selama 7 hari dapat
dengan pengaruh akupresure terhadap fungsi meningkatkan mobilitas fisik pada penderita
motorik pada pasien stroke berdasarkan stroke.
literatur riview.
METODE STUDI LITERATURE PEMBAHASAN
Penelitian yang digunakan yaitu Pengkajian merupakan upaya tahap
literature riview karna penulis ingin awal pengumpulan data status kesehatan
mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien untuk mendapatkan data yang
dengan penerapan terapi akupresure terhadap diinginkan untuk pengaturan data, validasi
kemampuan mobilitas fisik pada penderita data,dan dokumentasi data secara sistematis
stroke. Jenis data yang dilakukan dalam studi baik data subjektif ataupun data objektif
literature ini menggunakan jenis data (Tarwoto,2014). Pengkajian berdasarkan hasil
skunder. Data yang diperoleh bukan dari riview dari satu asuhan keperawatan Murti
pengamatan langsung tetapi dari hasil (2014) didapatkan hasil pengkajian Pasien
penelitian yang telah dilakukan penelitian mengeluh sulit menggerakan ekstremitas,
terlebih dahulu dengan menggunakan teks nyeri saat bergerak,enggan melakukan
book satu asuhan keperawatan pada pergerakan, kekuatan otot 3 merasa cemas
penderita stroke. saat pergerakan. TTV ; TD: 130/70 mm/Hg,
Nadi : 90 Kali/Menit, RR : 20 Kali/Menit,
HASIL STUDI LITERATURE Suhu : 36,2’C. Dari hasil pengkajian yang
Pada hasil studi literature dalam asuhan diperoleh terdapat persamaan gejala yang
umum terjadi pada penderita stroke yaitu sulit
keperawatan dengan penerapan terapi menggerakan ekstremitas dan penurunan
akupresure terhadap peningkatan mobilitas kekuatan otot.
fisik pada penderita stroke ini menelaah 4
referensi yang terdiri 3 artikel penelitian dan Diagnosa yang ditegakan penulis yaitu
1 artikel asuhan keperawatan. Menurut Gangguan Mobilitas Fisik mobilitas fisik
524
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
berhubungna dengan (b.d) gangguan Pada tahapan Implementasi penelitian
yang dilakukan Murti 2014, menerapkan
Neuromuskular ditandai dengan (d.d) Terapi Akupresure selama 15-30 menit 2x
dalam sehari selama 7 hari. sesuai SOP yang
mengeluh sulit menggerakan ekstremitas, ada, pada titik KI 1 ditekan selama 2 menit,
titik LR 3 dilakukan tekanan selama 2 menit,
nyeri saat bergerak,enggan melakukan pada titik ST 36 ditekan selama 2 menit dan
LI 4 selama 2 menit. Hasil Penelitian dari 3
pergerakan, merasa cemas saat pergerakan. Artikel Penelitian dan 1 Asuhan Keperawatan
yang sudah ditelaah terdapat pengaruh yang
Hal itu sejalan dengan Teori Junaidi, 2012. signifikan pengaruh akupresure terhadap
gangguan mobilitas fisik pada penderita
Stroke merupakan penyakit yang dapat stroke.
menimbulkan berbagai masalah, diantaranya Dari Hasil Evaluasi Asuhan Keperawtan
Murti 2014, Berdasarkan Asuhan
gangguan kebutuhan aktifitas yang Keperawaatan Murti (2014), setelah
dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24
disebabkan oleh penurunan fungsi motorik. jam hasil setelah dilakukan akupresure S =
pasien mengatakan pergerakan ektremitas
Hal ini disebabkan oleh terhambatnya aliran masih dibantu keluarga O = pasien tampak
menunjukkan aktifitas pergerakan dengan
darah ke otak karena perdarahan (stroke bantuan keluarga, belum mampu melakukan
rentang pergerakan penuh seluruh sendi
hemoragik ) atau sumbatan (stroke iskemik) Kekuatan otot (5)A = Masalah Gangguan
Mobilitas Fisik belum teratasi sebagian, P =
dengan gejala dan tanda otak yang terkena, Pertahankan Intervensi Intervensi Utama :
Dukungan Mobilisasi Intervensi Pendukung :
yang dapat sembuh sempurna, sembuh Terapi Akupresure.
dengan cacat atau kematian. Berdasarkan hasil literature riview,
hasil statistik dari tiga jurnal artikel
Dalam perencanaan Asuhan penelitian, jurnal pertama didapatkan nilai p =
(0,000) (nilai p<0,05) artinya terapi
Keperawatan Murti 2014, terhadap kasus akupresure secara signifikan terbukti efektif
meningkatkan kekuatan otot, pada penderita
dengan masalah Gangguan Mobilitas Fisik
mobilitas fisik berhubungna dengan (b.d)
gangguan Neuromuskular. Yaitu memberikan
Terapi Akupresure 2x dalam sehari selama 7
Hari. Dengan harapan Mobilitas Fisik
meningkat, dengan kriteria hasil : ekstremitas
dapat digerakan secara bebas, kekuatan otot
meningkat. Sedangkan menurutSIKI (Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia) tahun
2018, menggunakan intervensi pendukung
yaitu terapi komplementer Non Farmakologis
Terapi Akupresure. Terdapat persamaan
antara kasus dalam asuhan keperawatan Murti
2014, dan SIKI 2018 yaitu menerapkan terapi
komplementer non Farmakologis.
525
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
stroke.(Ismiati, dkk 2019 ). Jurnal kedua Penulis mampu merumuskan intervensi
tingkat kemaknaan α = 0,05 atau p <0,05.16
artinya terapi akupresure secara signifikan keperawatan dengan penyakit stroke supaya
terbukti efektif untuk meningkatkan rentang
gerak ekstremitas, pada penderita stroke. gangguan mobilitas fisik meningkat dengan
(Heriska, dkk 2020). Jurnal ketiga didapatkan
nilai (p =0.002) artinya Terapi Akupresure penerapan terapi non farmakologi
mempunyai pengaruh yang signifikan untuk
meningkatkan fungsi motorik pada penderita menggunakan terapi komplementer yaitu
stroke. (Musthafa,dkk 2017).
terapi akupresure dan didukung dengan
KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat berdasarkan intervensi utamanya adalah dukungan
hasil literatur riview satu artikel asuhan mobilisasi.
keperawatan dan tiga artikel penelitian,
dengan penyakit stroke diagnosa keperawatan Penulis mampu melakukan
prioritas mobilitas fisik dengan penerapan
Terapi Akupresure Terhadap Kemampuan Implementasi keperawatan dengan stroke
Mobilitas Fisik Pada Penderita Stroke :
Literatur Riview. melalui terapi non farmakologi yang
Pengkajian pada penderita stroke dengan tergolong terapi komplementer yaitu terapi
gangguan mobilitas fisik yaitu ditandai
dengan mengeluh sulit menggerakan akupresure untuk dapat membantu
ekstremitas, nyeri saat bergerak,enggan
melakukan pergerakan, merasa cemas saat meningkatkan mobilitas fisik . Melakukan
pergerakan. dengan menggunakan instrumen
pengukuran kekuatan otot. tindakan terapi akupresure sesuai dengan
Diagnosa prioritas pada karya tulis standar oprasional prosedure yang terlampir,
ilmiah ini adalah gangguan mobilitas fisik
berhubungna dengan (b.d) gangguan untuk mencapai tujuan dan kriteria yang
Neuromuskular ditandai dengan (d.d)
mengeluh sulit menggerakan ekstremitas, diinginkan.
nyeri saat bergerak,enggan melakukan
pergerakan, merasa cemas saat pergerakan. Evaluasi keperawatan pasien stroke
dengan penerapan terapi akupresure
menunjukan penerapan terapi akupresure
terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot,
rentang gerak, dan fungsi motorik. Sehingga
dapat mengatasi masalah gangguan mobilitas
fisik.
DAFTAR PUSTAKA
Sumiati, T. T. (2019). Pengaruh akupresure
terhadap peningkatan fungsi motorik
dan activities of daily livinng (adl)
pada pasien stroke non hemoragik di
Unit Stroke RSUD A.Wahab
Sjahranie Samarinda. Jurnal
Keperawatan Dirgahayu (JKD), 1
(1), 32-42.
Asmawariza, L. H., Hadisaputro, S.,
Mardiyono, M., & Parwati, D. M. W.
526
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
(2018). Effect Of 14 Point (Doctoral Disertation, Poltekes
Acupresure on Upper And Lower Denpasar Jurusan
Extremity Muscle Strenght Levels in Keperawatan).Jurnal Keperawatan
Patients With Non-Hemorragic Dirgahayu (JKD), 3(1) 16-26.
Stroke. Belitung Nursing Dinas Kesehatan Jawa Barat. (2018)
Journal, 4(2), 168-176. Sari, K (2019). Pedoman Dalam
Reza, R. I. W. (2020). Pengaruh Akupresur Melaksanakan Implementasi
Stroke 14 Titik Terhadap Rentang Keperawatan
Gerak Ekstermitas Atas dan Bawah PPNI, T.P. (2016). Standar Diagnosa
pada Pasien Stroke Non Keperawatan Indonesia. Jakarta :
Hemoragik. Profesional Health Dewan Pengurus Pusat
Journal, 2 (1), 144-156. PPNI, T.P. (2018). Standar Luaran
MURTI, A. S. (2014). Asuhan Keperawatan Keperawatan Indonesia. Jakarta :
Pada Tn. M Dengan Gangguan Dewan Pengurus Pusat
Sistem Persarafan: stroke non PPNI, T.P (2018). Standar Intervensi
hemoragik di ruang anggrek rumah Keperawatan Indonesia.Jakarta :
sakit umum daerah pandan arang Dewan Pengurus Pusat
boyolali (Doctoral dissertation, Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan
Universitas Muhammadiyah Keperawatan Klien dengan
Surakarta). Gangguan Persarafan. Jakarta :
Mustopa, M., Hermayanti, Y., & Yani, D. I. Salemba Medika
(2017). Peningkatan Fungsi Motorik Ariani, April T. 2012. Sistem
Melalui Akupresur Pada Klien Pasca Neurobehaviour. Jakarta : Salemba
Stroke. Jurnal Keperawatan Medika
BSI, 5(2).22-30. Batticaca Fransisca, C. 2008. Asuhan
Cahyadi, S. A. R. D. (2020). Gambaran Keperawatan pada Klien dengan
asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Persarafan.Jakarta
pemberian terapi akupresure : Salemba Medika
2020 (Doctoral dissertation, Ariani, April T. 2012. Sistem
Poltekkes Denpasar Jurusan Neurobehaviour. Jakarta : Salemba
Keperawatan). Medika
Hanifah, Dinna.(2015) "Pengaruh Volume Batticaca Fransisca, C. 2008. Asuhan
Perdarahan Dan Skor Glasgow Coma Keperawatan pada Klien dengan
Scale (Gcs) Saat Masuk Rumah Sakit Gangguan Sistem Persarafan.Jakarta
Terhadap Kejadian Mortalitas Pada : Salemba Medika
Pasien Stroke Perdarahan Carpenito, L.J. 2006.Buku Saku
Intraserebral Di RSUD Dr. soedarso Diagnosa Keperawatan. Jakarta :
Pontianak." Jurnal Mahasiswa PSPD Penerbit Buku Kedokteran EGC.
FK Universitas Tanjungpura 3.1 , Corwin, J. Elizabeth. 2009. Buku Saku
1(2).30-36. Patofisiologi. Jakarta : EGC
Sulistiyawati, S. (2020). Karya Tulis Ilmiah Eliana, Arifa. 2007. Hubungan Tingkat
Asuhan Keperawatan Pada Klien Pengetahuan Stroke dengan Perilaku
dengan Stroke Non Hemoragik Yang Mencegah Stroke Pada Klien
dirawat di rumah sakit.Jurnal Hipertensi Di RSU PKU
Keperawatan BSI, 1 (1) 22-28 Muhammadiyah Yogyakarta, Jurnal
Cahyadi, S. A. R. D. (2020). Gambaran Kebidanan dan Keperawatan. Vol. 3,
Asuhan Keperawatan Dengan No. 2, Desember 2007: 88. Kanker,
pemberian terapi Akupresure untuk dan Stroke. Yogyakarta : Kirana
mengatasi pasien Hipertensi di Publisher
Wilayah Kerja UPT KesMas Endriyani, L dan
Sukawati I Giannyar Tahun 2020 Harmilah.2011.Hubungan Dukungan
527
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Keluarga dengan Kemandirian Smeltzer, Suzanne. 2005. Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta
activities of Daily Living Pasien Post : EGC
Stroke, Jurnal Kebidanan dan Sudoyo, Aru. 2006. Buku Ajar Penyakit
Dalam.Jakarta : Pusat Penerbitan
Keperawatan. Vo.7, No.2, Desember Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas
2011:153. Indonesia
Esther, Chang. 2010. Patofisiologi Aplikasi Tarwoto, Wartonah, Eros SS. 2007.
pada Praktek Keperawatan.Jakarta : Keperawatan Medikal Bedah
Gangguan Sistem Persarafan.Jakarta
EGC : CV. Sagung Seto.
Wilkinson, Judith M. 2012. Buku Saku
Ginsberg, Lionel. 2008. Lecture Notes Diagnosis Keperawatan.Jakarta :
EGC
Neurologi.Jakarta : Erlangga QS an-Nur: 31
QS. Al-Hadis: 56
Gleadle, Jonathan. 2007. Anamnesis dan
Pemeriksaan Fisik. Jakarta : Penerbit
Erlangga
Junaidi, I. 2004. Panduan Praktis
Pencegahan dan Pengobatan
Stroke.Edisi 2.Jakarta : PT Bhuana
Ilmu Popular, Kelompok Gramedia
Koni, Endang. 2009. Mengenal&Mencegah
Penyakit Jantung, Kanker,
Stroke.Yogyakarta : Kirana
Publisher.
Kozier, B., Berman, A.and Shirlee J. Snyde,
alih bahasa Pamilih Eko Karyuni,
dkk. 2010. Buku Ajar Fundamental
Keperawatan Konsep Proses dan
Praktik edisi VII Volume 1. Jakarta :
EGC
Misbach, Jusuf. 2011. Stroke : Aspek
Diagnosis, patofisiologi,
Manajemen. Jakarta : Badan Penerbit
FKUI
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan
Keperawatan Klien dengan
Gangguan Persarafan. Jakarta :
Salemba Medika
Potter, Patricia. 2005. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan. Jakarta :
EGC
Price, S.A. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis
Proses-Proses Penyakit.Jakarta :
EGC
Purwanti, Okti S dan Maliya, A.
2008.Rehabilitasi Pasca
Stroke,Jurnal Berita Ilmu
Keperawatan.Vol. 1, No. 1, Maret
2008: 43
Saputra ,Lyndon. 2009. Kapita Selekta
Kedokteran Klinik. Jakarta :
Binarupa Aksara Publisher
528
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELIGIUS
ZIKIR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGONTROL
HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN HALUSINASI
Atep Tono, Nia Restiana
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Menurut Riskesdas pada tahun 2013 di Indonesia prevalensi gangguan jiwa
mencapai 1,7% dari 1000 orang sedangkan prevalensi pada tahun 2018 mencapai 7.0%
dari 1000 orang sehingga peningkatan tahun 2013 – 2018 mencapai 6,3% dari 1000
orang. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana klien mengalamai
perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan,
pengecapan, perabaaan atau penghiduan, klien merasakan stimulus yang sebetulnya
tidak ada. Desain penelitian ini menggunakan studi literatur berdasarkan pada literatur
yang signifikan tentang tindakan keperawatan yang bertujuan untuk mengeksplorasi
asuhan keperawatan dengan pemberian tehnik distraksi: terapi zikir terhadap
peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien halusinasi.
Tujuan Literatur Review ini adalah mengetahui pengkajian, diagnosa keperawatan,
intervensi, Tindakan prosedur terapi zikir pada pasien halusinasi dan evaluasi
berdasarkan studi literatur review teks book dan telaah jurnal. Berdasarkan hasil
Literatur Review ketiga jurnal dengan metode terapi zikir dapat meningkatkan
kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien halusinasi, hal ini
menunjukan bahwa mengalami tanda dan gejala seperti mengarahkan telinga ke arah
tertentu, gelisah, terlihat terganggu, marah tanpa sebab, mencoba berinteraksi dengan
lingkungan, tidak berdaya, sering menangis sendiri, dan tertawa sendiri, setelah
diberikan terapi zikir klien tidak mengalami halusinasi.
Kata kunci: Halusinasi pendengaran, Terapi Zikir
ABSTRACT
According to Riskesdas in 2013 in Indonesia the prevalence of mental disorders
reached 1.7% of 1000 people while the prevalence in 2018 reached 7.0% of 1000
people so that the increase in 2013 - 2018 reached 6.3% of 1000 people. Hallucinations
are a symptom of a mental disorder in which the client experiences a change in sensory
perception, feels a false sensation in the form of sound, vision, taste, feeling or craving,
the client feels a stimulus that actually does not exist. The design of this study uses
literature studies based on significant literature on nursing actions aimed at exploring
nursing care by administering distraction techniques: remembrance therapy to increase
the ability to control auditory hallucinations in hallucinatory patients. The purpose of
this Literature Review is to find out the assessment, nursing diagnoses, interventions,
actions of the procedure of remembrance therapy in hallucinatory patients and
evaluation based on the study of literature review of text books and journal studies.
Based on the results of Literature Review of the three journals with the method of
remembrance therapy can improve the ability to control auditory hallucinations in
hallucinatory patients, this shows that experiencing signs and symptoms such as
directing the ear in a certain direction, fidgeting, looking disturbed, angry without
cause, trying to interact with the environment, not helpless, often crying alone, and
529
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
laughing alone, after being given the remembrance therapy the client does not
experience hallucinations.
Keywords: Auditory Hallucinations, Remembrance Therapy
PENDAHULUAN 2020 pravalensi Yayasan Mentari Hati
Menurut World Health Organization sebanyak 170 orang dan setiap harinya
selalu bertambah 2-3 orang (Basyarudin,
(WHO) tahun 2017, permasalahan 2018).
gangguan jiwa menjadi salah satu
permasalahan kesehatan yang signifikan di Gangguan persepsi bisa berupa
dunia termasuk di Indonesia. Penderita Halusinasi (Dermawan, 2017; Hidayati,
gangguan jiwa di dunia diperkirakan akan Wahyu Catur, Dwi Heppy Rochmawati,
semakin meningkat seiring dengan 2014; Munandar et al., 2020; Nurlaili et al.,
dinamisnya kehidupan masyarakat. Hampir 2019; Sutinah, 2019). Di rumah sakit jiwa
400 juta penduduk dunia menderita masalah Indonesia sekitar 70% mengalami
gangguan jiwa (Hidayati, Wahyu Catur, halusinasi yang dialami oleh pasien
Dwi Heppy Rochmawati, 2014). gangguan jiwa adalah halusinasi suara
(20%) halusinasi penglihatan (30%) dan
Menurut Riskesdas pada tahun 2013 di adalah halusinasi penghidu pengecapan dan
Indonesia prevalensi gangguan jiwa perabaan (10%) (Nurlaili et al., 2019).
mencapai 1,7% dari 1000 orang sedangkan
prevalensi pada tahun 2018 mencapai 7.0% Halusinasi adalah hilangnya
dari 1000 orang sehingga peningkatan kemampuan manusia dalam membedakan
tahun 2013 – 2018 mencapai 6,3% dari rangsangan internal (pikiran) dan
1000 orang. Riskesdas 2013 di Jawa Barat rangsangan eksternal (dunia luar).
permasalahan Orang dengan Ganggguan (Kusumawati & Hartono, 2010, hlm.107).
Jiwa (ODGJ) sebanyak 74.395 orang (1,6 Beberapa jenis halusinasi yang banyak kita
per mil) sedangkan pada tahun 2018 telah dengar seperti halusinasi pendengaran
terjadi peningkatan permasalahan ODGJ adalah, pasien mendengar suara-suara yang
sebanyak 5,0 per mil (Riskesdas, 2018). memanggilnya untuk menyuruh melakukan
Kota Tasikmalaya merupakan salah satu sesuatu yang berupa dua suara atau lebih
kota di Jawa Barat dengan kasus gangguan yang mengomentari tingkah laku atau
jiwa yang terus meningkat setiap tahunnya. pikiran pasien dan suara – suara yang
Prevalensi gangguan jiwa pada tahun 2016 terdengar dapat berupa perintah untuk
sebanyak 528 orang dan 4 orang dipasung, bunuh diri atau membunuh orang lain
kemudian terjadi peningkatan pada tahun (Hidayati, Wahyu Catur, Dwi Heppy
2017 menjadi 624 orang dan 13 orang Rochmawati, 2014)
dipasung (Dinas Kesehatan Kota
Tasikmalaya, 2017). Pada bulan Januari Pasien yang mengalami halusinasi
disebabkan karena ketidakmampuan pasien
530
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dalam menghadapi stressor dan kurangnya Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya. Pasien
kemampuan dalam mengontrol halusinasi. tersebut orang – orang yang terlantar
(Maramis, 2004, hlm. 34). Dampak yang dijalanan, oleh karena itu para Polisi dan
terjadi pada pasien halusinasi seperti Satpol PP memasukan pasien ke Yayasan
munculnya histeria, rasa lemah, dan tidak Mentari Hati Tasikmalaya untuk di rawat
mampu mencapai tujuan, ketakutan yang dan dipulihkan kembali. Pada pasien
berlebihan, pikiran yang buruk (Hidayati, dengan Gangguan Persepsi Sensori
Wahyu Catur, Dwi Heppy Rochmawati, Halusinasi belum terungkap untuk seberapa
2014). banyaknya pasien namun pastinya lebih
Dampak halusinasi sangat mengancam banyak dari pada pasien lainya.
jiwa yang memerlukan penangganan cepat Hasil isi dari pendahuluan ini
dan harus tepat (Puri et al., 2013; Stuart, bertujuan untuk mengetahui gambaran
2016;Swearingen, 2016). Penanganan asuhan keperawatan dengan pemberian
intensif di unit pelayanan diperlukan bila terapi religious zikir dalam meningkatkan
halusinasi sudah mencelakakan diri sendiri, kemampuan mengontrol halusinasi
orang lain atau lingkungan (Swearingen pendengaran pada pasien halusinasi.
2016). Halusinasi juga bisa ditangani
dengan cara terapi modalitas contohnya METODE STUDI LITERATUR
terapi spiritual (Nurlaili et al., 2019). Desain penelitian ini menggunakan
Terapi spiritual atau terapi religius studi literatur berdasarkan pada literatur
yang signifikan tentang tindakan
yang antara lain zikir, apabila dilafalkan keperawatan yang bertujuan untuk
secara baik dan benar dapat membuat hati mengeksplorasi asuhan keperawatan
menjadi tenang dan rileks. Terapi zikir juga dengan pemberian tehnik distraksi: terapi
dapat diterapkan pada pasien halusinasi, zikir terhadap peningkatan kemampuan
karena ketika pasien melakukan terapi zikir mengontrol halusinasi pendengaran pada
dengan tekun dan memusatkan perhatian pasien halusinasi. Studi literatur adalah
yang sempurna (khusu’) dapat memberikan kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian
dampak saat halusinasinya muncul pasien teoritis, landasan teori, telaah pustaka
bisa menghilangkan suara-suara yang tidak (literature riview) dan tinjauan teoritis.
nyata dan lebih dapat menyibukkan diri
dengan melakukan terapi zikir (Hidayati, Data yang digunakan dalam penelitian
Wahyu Catur, Dwi Heppy Rochmawati, ini adalah data sekunder yang diperoleh
2014). bukan dari pengamatan langsung, akan
tetapi dari hasil penelitian yang telah
Hasil dari studi pendahuluan pada 3 dilakukan oleh peneliti terdahulu. Dimana
bulan terakhir yaitu Maret – Mei 2020 data dikumpulkan dan dianalisis
mecapai 180 orang pasien pada Orang berdasarkan studi literatur dengan
Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di
531
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
menggunakan artikel penelitian tentang pasien halusinasi terhadap peningkatan
Halusinasi Pendengaran: Terapi zikir pada HASIL STUDI LITERATUR
Berdasarkan hasil penelitian bahwa Berdasarkan hasil observasi pasien
terapi zikir bisa diterapkan pada pasien
gangguan persepsi sensori halusinasi melakukan dzikir ketika mendengar suara
khususnya halusinasi pendengaran. Peneliti
memilih tindakan aktifitas berbasis realita palsu, ketika sedang sendiri, dan setelah
yang dapat mengalihkan halusinasi
pendengaran dengan dzikir seperti yang sholat. Peneliti meminta klien untuk
dikemukakan oleh (Bulechek, Butcher,
Dochterman, 2016). Untuk mengalihkan melakukan dzikir secara mandiri setelah
halusinasi pendengaran yang dialami oleh
pasien peneliti menggunakan tekhnik sholat magrib, isya dan shubuh. Dzikir juga
pengalihan dengan cara dzikir, agar
responden dapat mengalihkan halusinasi dilakukan secara bantuan, diingatkan oleh
pendengaran yang dialami sehingga pasien
merasakan ketentraman jiwa. Dengan peneliti dan dapat dilakukan secara mandiri.
dilakukannya dzikir diharapkan halusinasi
pendengaran yang dialami responden akan Responden melakukan dzikir dengan
teratasi dengan tujuan: frekuensi berkurang,
durasi berkurang, gejala halusinasi mengucapkan lafal sebagai berikut:
berkurang.
Subhanallah,Alhamdulilah, Allahuakbar,
PEMBAHASAN
Pembahasan studi literatur Lailahaillallah,bismilahirohmanirohim.
berdasarkan artikel yang membahas tentang Pendapat Fatihuddin (2010) waktu shubuh
asuhan keperawatan dengan Pengaruh
terapi religius zikir dalam meningkatkan adalah waktu yang mulia untuk urusan
kemampuan mengontrol halusinasi
pendengaran pada pasien halusinasi. riski, waktu pagi sampai dhuhur adalah
Asuhan keperawatan tersebut meliputi:
pengkajian, masalah keperawatan, waktu yang baik untuk berkah rizki, waktu
intervensi, prosedur pelaksanaan dan
maghrib baik dilakukan dzikir pada waktu
keheningan malam mampu melepaskan
gelombang meta rohaniah sangat tajam
sehingga gelora di hati semakin cepat
menghadirkan keesaan Allah.
evaluasi berdasarkan studi literatur dengan
menggunakan artikel penelitian.
Pengkajian dari proses keperawatan
bertujuan mengumpulkan informasi atau
data tentang klien, untuk mengidentifikasi,
mengenali masalah-masalah, kebutuhan
kesehatan dan keperawatan klien, baik fisik,
mental, sosial, dan lingkungan.
Pengambilan data melalui pengkajian
dengan mengamati (observasi), wawancara,
dan studi dokumentasi. (Dermawan, 2017).
532
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Diagnosa/perumusan masalah Hasil penelitian diatas mengatakan
bahwa terapi zikir bisa diterapkan pada
adalah mengidentifikasi masalah melalui pasien gangguan persepsi sensori halusinasi
khususnya halusinasi pendengaran.
respon klien, menyelidiki dan menentukan Berdasarkan hasil penelitian dan teori yang
ada bahwa terapi zikir pantas untuk
faktor penunjang (penyebab, tanda dan diberikan pada pasien halusinasi
pendengaran, pendapat ini sejalan dengan
gejala), mengidentifikasi kemampuan teori dan para peneliti khususnya didalam
jurnal.
pasien dalam mengatasi masalah. (Wahid
KESIMPULAN DAN SARAN
dan Suprapto, 2012). Kesimpulan
Berdasarkan hasil telaah artikel asuhan
Hasil pengkajian yang didapatkan keperawatan maka dapat ditarik kesimpulan
dengan Pengkajian yang dilakukan pada
untuk meningkatkan mengontrol pasien pasien halusinasi yaitu pasien mengalami
tanda dan gejala seperti mengarahkan
halusinasi yaitu dengan cara terapi telinga ke arah tertentu, gelisah, terlihat
terganggu, marah tanpa sebab, mencoba
modalitas berupa terapi zikir. Hal ini untuk berinteraksi dengan lingkungan, tidak
berdaya, sering menangis sendiri, dan
memudahkan pada pasien dan pengkaji tertawa sendiri. Masalah keperawatan yang
diangkat sebagai masalah utama yaitu
sendiri untuk menurunkan halusinasi pada gangguan persepsi sensori halusinasi:
halusinasi pendengaran. Intervensi
pasien halusinasi pendengaran. keperawatan halusinasi pendengaran
dengan cara mengobservasi perilaku, isi
Pelaksanaan implementasi halusinasi dan menghindari lingkungan
yang kurang aman. Menganjurkan untuk
keperawatan terdapat pedoman yang harus melakukan Tindakan distraksi halusinasi
bisa berupa terapi zikir dan bisa diberikan
diperhatikan setiap perawat diantaranya: (a) pengobatan berupa obat antipsikotik.
Prosedur terapi zikir yang digunakan yaitu
tindakan yang dilakukan konsisten dengan selama 45-60 menit, dengan membaca
zikir: Subhanallah, Alhamdulilah,
rencana dan terjadi setelah validasi rencana
tersebut, (b) ketrampilan interpersonal,
intelektual, dan teknis dilakukan dengan
kompeten dan efisien di lingkungan yang
sesuai, (c) keamanan fisik dan psikologis
klien dilindungi, (d) dokumentasi tindakan
dan respons klien dicantumkan dalam
catatan perawatan kesehatan dan rencana
asuhan (Dermawan, 2017).
Evaluasi penelitian ini dengan
menentukan perkembangan kesehatan
klien, untuk menilai efektifitas, efisiensi,
dan produktifitas dari tindakan keperawatan
yang telah diberikan, untuk menilai
pelaksanaan asuhan keperawatan,
mendapatkan umpan balik, sebagai
tanggung jawab dan tanggung gugat dalam
pelaksanaan pelayanan keperawatan
(Dermawan, 2017).
533
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Allahuakbar, Lailahaillallah, halusinasi pendengaran pada pasien
halusinasi.
bismilahirohmanirohim, dan menggunakan
alat dan bahan yang diperlukan berupa
sarung, sajadah, baju koko dan tasbih. DAFTAR PUSTAKA
Evaluasi keperawatan pasien halusinasi Amrulloh, E. A. (2017). Asuhan
pendengaran dengan Tindakan terapi zikir Keperawatan Pada Ny. S Dengan
Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi
menunjukan bahwa mengalami tanda dan Pendengaran Di Ruang Nakula Rumah
gejala seperti mengarahkan telinga ke arah Sakit Umum Daerah Banyumas. 6–22.
Bartels-Velthuis, A. A., Van De Willige,
tertentu, gelisah, terlihat terganggu, marah G., Jenner, J. A., & Wiersma, D.
tanpa sebab, mencoba berinteraksi dengan (2012). Consistency and reliability of
the auditory vocal hallucination rating
lingkungan, tidak berdaya, sering menangis scale (AVHRS). Epidemiology and
sendiri, tertawa sendiri, setelah diberikan Psychiatric Sciences, 21(3), 305–310.
https://doi.org/10.1017/S20457960120
terapi zikir klien tidak mengalami 00108
halusinasi. Basyarudin. (2018). Диф нарушениямиNo
Title. Высшей Нервной
Saran Деятельности, 2, 227–249.
Bagi Institusi Rumah Sakit, Institusi Dermawan, D. (2017). Pengaruh Terapi
Psikoreligius : Dzikir Pada Pasien
Pendidikan dan Peneliti. Studi literatur Halusinasi Pendengaran Di Rsjd Dr.
dengan teks book dan telaah jurnal ini Arif Zainudin Surakarta. Profesi
(Profesional Islam) : Media Publikasi
diharapkan dapat dijadikan salah satu non Penelitian, 15(1), 74.
farmakologi dengan terapi zikir terhadap https://doi.org/10.26576/profesi.237
Hechavarría, Rodney; López, G. (2013). 済
peningkatan kemampuan mengontrol 無No Title No Title. Journal of
halusinasi pendengaran pada pasien Chemical Information and Modeling,
halusinasi. Studi literatur dan telaah jurnal 53(9), 1689–1699.
https://doi.org/10.1017/CBO97811074
ini dapat dijadikan masukan atau sumber 15324.004
informasi serta dasar pengetahuan bagi para Hidayati, Wahyu Catur, Dwi Heppy
Rochmawati, T. (2014). Pengaruh
mahasiswa keperawatan dan dapat Terapi Religius Zikir Terhadap
dijadikan sebagai Latihan dalam menangani Peningkatan Kemampuan Mengontrol
Halusinasi Pendengaran Pada Pasien
pasien halusinasi dengan Teknik distraksi: Halusinasi Di RSJD Dr. Amino
terapi zikir sebagai salah satu peningkatan Gondohutomo Semarang. Jurnal Ilmu
Keperawatan Dan Kebidanan (JIKK),
kemampuan mengontrol halusinasi 1–9.
pendengaran pada pasein halusinasi. Muhardi, A., & Pengantar, K. (2013). Di
Susun Oleh. Care,Pharmaceutecal, 1–
Diharapkan hasil studi literatur dan telaah 38.
jurnal ini sebagai rujukan dan sumber Munandar, A., Irawati, K., & Prianto, Y.
(2020). Terapi Psikoreligius Dzikir
informasi dalam bentuk terapi non Menggunakan Jari Tangan Kanan Pada
farmakologi yaitu Teknik distraksi: terapi Orang Dengan Gangguan Jiwa Di
Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah
zikir terhadap peningkatan mengontrol Istimewa Yogyakarta. Dinamika
Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan
534