The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Akbid Harapan Bunda Bima, 2022-10-31 07:17:33

Prosiding book webinar nasional & Publikasih ilmiah bidan tangguh bidan maju prodi d3 kebidanan fakultas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah tasikmalaya

Prosiding

Keywords: e-book prosiding

Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY.C
MASA HAMIL, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN KONTRASEPSI
DI PUSKESMAS CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2021

Maya Widiasari1, Tupriliany Danefi2
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya

[email protected], 082129021313

ABSTRAK

Asuhan kebidanan Continuity of Care merupakan asuhan yang diberikan secara
berkesinambungan dari mulai masa hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir serta pemilihan
kontrasepsi yang bertujuan untuk menekan dan menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka
Kematian Bayi. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan asuhan secara
Continuity Of Care pada Ny.C umur 20 tahun G1P0A0 di Puskesmas Cimalaka. Tujuan nya
adalah untuk memberikan asuhan secara Continuity Of Care masa hamil, persalinan, nifas,
neonatus, dan kontrasepsi yang sesuai standar asuhan dengan pendokumentasiam SOAP melalui
pendekatan manajemen kebidanan. Asuhan kehamilan trimester III pada Ny.C berhasil
dilakukan dan tidak terdapat faktor resiko yang dialami oleh Ny.C, ibu mengalami
ketidaknyamanan fisiologis sehingga intervensi yang diberikan berupa konseling. Asuhan
kebidanan persalinan Ny.C bersalin dengan spontan dan dilakukan asuhan persalinan normal.
Bayi lahir spontan sesuai dengan masa kehamilan normal, selama kunjungan neonatus tidak
ditemukan kelainan. Selama masa nifas ibu mengalami ketidaknyamanan fisiologis sehingga
intervensi yang diberikan berupa konseling. Program KB pada Ny.C berhasil dilakukan yaitu
Ny.C menggunakan KB suntik 3 bulan. Kesimpulan semua tindakan dan pemantauan yang
dilakukan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dengan hasil praktik di lapangan dan
asuhan kebidanan berkelanjutan berjalan dengan baik.

Kata kunci : Continuity of care, normal

ABSTRAK

Continuity of Care midwifery care is care that is provided on an ongoing basis
from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and the selection of contraception
which aims to suppress and reduce maternal mortality and infant mortality rates. Based
on this, the author is interested in carrying out Continuity of Care care for Mrs. C aged
20 years G1P0A0 at the Cimalaka Health Center. The goal is to provide continuity of
care during pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, and contraception in
accordance with standard care with SOAP documentation through a midwifery
management approach. The third trimester pregnancy care for Mrs. C was successfully
carried out and there were no risk factors experienced by Mrs. C, the mother
experienced physiological discomfort so that the intervention provided was in the form
of counseling. Midwifery care Mrs. C gave birth spontaneously and normal delivery
was carried out. The baby was born spontaneously according to a normal gestation
period, during the neonate's visit no abnormalities were found. During the postpartum
period, the mother experiences physiological discomfort so that the intervention given is
in the form of counseling. The family planning program for Ny.C was successfully
carried out, namely Ny.C using a 3-month injection KB. In conclusion, all actions and
monitoring carried out did not find any discrepancies between theory and practice
results in the field and sustainable midwifery care was running well.

Keywords : Continuity of Care, normal

38


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Asuhan Continuity of Care ini dapat
PENDAHULUAN

Angka Kematian Ibu (AKI) dan mengetahui mendeteksi lebih dini tanda
Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah bahaya yang dialami ibu dan janin sehingga
satu indikator yang mencerminkan derajat kita dapat mencegah kematian ibu dan janin
kesehatan ibu dan anak, serta cerminan dari dengan melakukan penanganan lebih awal.
status kesehatan suatu negara. AKI tahun
2015 adalah 305 per 100.000 kelahiran Tujuan penulisan laporan ini yaitu
untuk memberikan asuhan kebidanan secara

hidup dan AKB 22,23 per 100.000 continuity of care pada Ny.C di Puskesmas

kelahiran hidup. Target SDG’s AKI pada Cimalaka dengan pendekatan manajemen

tahun 2030 yaitu 70 per 100.000 sedangkan kebidanan. Hasil penulisan ini diharapkan

untuk tahun 2017 AKI di Indonesia adalah dapat dijadikan sebagai dasar untuk

177 per 100.000 kelahiran hidup dan masih mengembangkan ilmu kebidanan serta
jauh dari target SDG’s, Sedangkan target mengembangkan asuhan secara continuity
Angka Kematian Balita seluruh Negara of care.

berusaha menurunkan 25 per 1000

Kelahiran Hidup (Bappenas, 2013). METODE STUDI KASUS

Angka Kematian Ibu di Jawa Barat Metode penelitian yang digunkan

tahun 2019 sebanyak 684 kasus atau 74,19 adalah penelitian deskriptif yang

per 100.000 KH. Sedangkan AKB di Jawa dilaksanakan di Puskesmas Cimalaka,

Barat sebesar 3,26/1.000 kelahiran hidup dimulai sejak tanggal 23 Januari 2021

(Dinkes Jabar, 2019). hingga tanggal 10 Maret 2021. Penelitian

Angka Kematian Ibu di Kabupaten ini dilakukan pada Ny.C yang berusia 20

Sumedang pada tahun 2019 mencapai 13 tahun. Instrument yang digunakan yaitu

kasus yang mengalami penuruan dari tahun wawancara, observasi, pemberian Asuhan

sebelumnya, perdarahan menjadi penyebab Kebidanan sesuai standar mulai sejak masa

tertinggi. Sedangkan AKB pada tahun 2019 hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas hingga

mencapai 134 orang (Dinkes Jabar, 2019). pemilihan alat kontrasepsi serta

Berdasarkan data cakupan PWS KIA pendokumentasian dalam bentuk SOAP.

di Puskesmas Cimalaka cakupan K1 Alat beserta bahan yang digunakan pada

sebesar 86,5%, K4 sebesar 86,5%, PKO saat melakukan pemeriksaan telah sesuai

sebesar 73,7%, Persalinan oleh tenaga dengan prosedur asuhan kebidanan.

Kesehatan sebesar 81,9%, KF 3 sebesar

77,7%, KN 1 sebesar 85,9%, PKN sebesar HASIL STUDI KASUS

54,7%, kunjungan bayi sebesar 77,8%, dan 1. Asuhan kebidanan kehamilan Ny.C usia

kunjungan balita sebesar 69,0%. 20 tahun, G1P0A0 di Puskesmas

Cimalaka telah sesuai dengan standar

39


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

asuhan kebidanan. Pengkajian dilakukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

pada tanggal 20 Januari 2021, Ny.C Berdasarkan hasil pemeriksaan tidak

mengalami ketidaknyamanan sakit ditemukan komplikasi dan penyulit yang

pinggang. Dilakukan pemeriksaan dialami oleh Ny.C dan semua hasil

menyeluruh yang hasilnya semua dalam pemeriksaan normal.

batas normal. Upaya yang dilakukan 4. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

adalah edukasi tentang ketidaknyamanan dan neonatus pada By.Ny.C telah

yang dialaminya merupakan hal yang dilakukan. Kunjungan neonatus dilakukan

fisiologis pada kehamilan trimester III dan sebanyak tiga kali yaitu pada usia bayi 2

diberikan konseling untuk mengurangi hari (KN 1), 6 hari (KN 2), 14 hari (KN

ketidaknyamanan tersebut. 3). Semua asuhan dilakukan sesuai

2. Asuhan kebidanan persalinan dilakukan dengan standar asuhan pada bayi baru

saat usia kehamilan aterm yaitu pada usia lahir dan neonatus, selama pemantauan

39-40 minggu. Pada tanggal 27 Januari tidak ada masalah semua hasil

2021 pukul 05.00 WIB, Ny.C. Lama pemeriksaan dalam batas normal serta

persalinan kala I (4 jam), Kala II (1 jam konseling yang diberikan pada ibu pun

15 menit), Kala III (10 menit) dan Kala sesuai dengan kebutuhan.

IV dilakukan pemantauan selama 2 jam. 5. Asuhan Kebidanan KB pada Ny.C

Ny.C melahirkan dengan normal tanpa dilakukan pada tanggal 10 Maret 2021.

ada komplikasi dan penyulit pada ibu Ny.C mengatakan ingin menggunakan KB

serta bayi. Asuhan yang diberikan adalah suntik 3 bulan hal ini telah disepakati

APN (Asuhan Persalinan Normal). bersama suami.

3. Asuhan kebidanan masa nifas Ny.C

dilakukan sesuai standar asuhan PEMBAHASAN

kebidanan. Saat KF 1 yaitu pada 6 jam 1. Asuhan Kebidanan Kehamilan
postpartum ibu mengeluh mules, keluhan Berdasarkan pengkajian data subyektif,
mules ini merupakan keluhan fisiologis
karena merupakan proses kembalinya kehamilan ini merupakan kehamilan yang
uterus ke bentuk semula dan ibu bisa tidak direncanakan sebelumnya sehingga
melakukan senam kegel untuk ibu baru memeriksakan kehamilannya
menguranginya. Pemantauan berikutnya, pada saat usia kehamilan 20 minggu.
dilakukan kunjungan rumah, KF 2 (6 hari Menurut teori (Suparmi dan Ika, 2013)
postpartum), KF 3 (4 hari postpartum) dan Pada kehamilan yang tidak diinginkan
KF 4 (42 hari postpartum). Selama atau tidak direncanakan memiliki dampak
dilakukan kunjungan dilakukan asuhan negatif diantaranya yaitu ibu cenderung
sesuai dengan standar dan konseling yang tidak memeriksakan kehamilannya pada
tenaga kesehatan.

40


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Selain itu berdasarkan hasil pengkajian 11x155= 2945 gram dengan rentan 30-

Ny.C mengeluh nyeri pada bagian 11x135 = 2565 Sehingga taksiran berat

pinggang keluhan ini merupakan janin pada Ny.C 2.565 - 2.945. Menurut

ketidaknyamanan kehamilan pada (IDAI) Ikatan Dokter Anak Indonesia

trimester III, keluhan itu disebabkan berat badan lahir bayi normal bagi bayi

karena seiring bertambah usia kehamilan, yang lahir cukup bulan (37-40 minggu)

tubuh ibu mengalami penyesuaian fisik antara 2500 - 4000 gram.

dengan bertambahnya ukuran janin 2. Asuhan Kebidanan Persalinan

(Sulistyawati, 2012). Cara mengatasi Asuhan Kebidanan persalinan pada

ketidaknyamannya ibu bisa melakukan Ny.C dilakukan sesuai dengan standar

olahraga ringan seperti senam hamil, Asuhan Persalinan Normal (APN) dan

memakai sepatu yang nyaman, duduk tidak terdapat komplikasi baik itu pada

dengan sandaran punggung untuk ibu dan bayi namun terdapat luka laserasi

mengurangi sakit pinggang, beristirahat pada Ny.C, namun pada penjahitan luka

yang cukup dan tidak banyak melakukan laserasi Ny.C tidak dilakukan pemberian

pekerjaan yang berat saat usia anastesi dikarenakan pemberian anastesi

kehamilannya saat ini (YulizawatI, 2019). pada penjahitan luka laserasi menurut

Hasil pemeriksaan TFU dengan metlin pendapat di Puskesmas Cimalaka

yaitu 30 cm (Pertengahan P.X-pusat) pada penjahitan laserasi menggunakan anastesi

usia kehamilan 38 minggu 2 hari. akan membuat penyembuhan luka lebih

Berdasarkan teori yang dikemukakan lama. Hal ini sesuai dengan teori

Spiegelberd, usia kehamilan 38 minggu penilitian yang dilakukan oleh (Nopi

TFU normalnya 33 cm diatas simfisis. Hendriani dkk, 2019) yaitu pemberian

TFU berpengaruh pada pengukuran lidokain 1% ini dapat mempengaruhi

taksiran berat janin. Sehingga kehamilan lamanya penyembuhan luka jahitan

pada Ny. C berpotensi pada IUGR dan perineum, dimana luka jahitan dengan

BBLR. Namun pada kenyataannya, lidokain 1% memiliki kesembuhan lebih

masalah potensial IUGR dan BBLR tidak lama dibandingkan dengan luka jahitan

terjadi pada Ny. C hal tersebut sesuai tanpa lidokain 1%. Selain pernyataan

dengan teori yang dikemukakan oleh tersebut hal ini sejalan dengan jurnal hasil

Jhonson untuk menghitung taksiran berat penilitian (Herdini dkk, 2016) Bahwa

janin adalah TFU-11/12x155 dengan berdasarkan hasil dari analisa univariat

catatan (-11) jika kepala bayi sudah antara prosedur penatalaksanaan pra

masuk PAP dan (-12) jika kepala bayi penjahitan menggunakan anastesi dengan

belum masuk PAP, sehingga untuk lama penyembuhan luka,dari 15

perhitungan pada Ny. N adalah : 30- responden yang dianastesi sebagian besar

41


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

(67%) mengalami penyembuhan luka hari, 6 hari dan 14 hari setelah lahir.

lebih dari tujuh hari yang terhitung lambat Sesuai dengan teori kunjungan neonatus,

dan hal ini juga sejalan dengan teori yaitu pada saat bayi berusia 6-48 jam (KN

(Saiffudin, 2008) bahwa pemberian 1), 3-7 hari (KN II) dan 8-28 (KN III).

anastesi menimbulkaan kerusakan system (Reni, 2019). Pemberian asuhan selama

imun yang yang mengakibatkan kunjungan neonatus dilakukan untuk

terjadinya penurunan ketahanan tubuh memantau pertumbuhan, perkembangan,

sehingga penyembuhan luka 2-3 hari lebih memantau pemenuhan kebutuhan asah,

lama dari yang tidak menggunakan asih, dan asuh dan pemantauan tanda

anastesi. bahaya (Kemenkes RI, 2016).

3. Asuhan Kebidanan Nifas 5. Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana

Asuhan kebidanan masa nifas Ny.C Setelah diberikan konseling

dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali pada mengenai berbagai macam metode

KF1 (1 kali), KF 2 (1 kali), KF3 (1 kali), Kontrasepsi, ibu beserta suami setuju

dan 1 kali pada KF4. Menurut saifudin untuk menggunakan Kontrasepsi suntik 3

dalam rukiyah, dkk (2012), selama masa bulan. Berdasarkan keadaan ibu, serta

nifas bidan paling sedikit melakukan 4 rencana ibu untuk menggunakan

kali kunjungan untuk menilai keadaan ibu kontrasepsi suntik 3 bulan adalah hal yang

dan bayi, mencegah, mendeteksi serta efektif, karena tidak mempengaruhi

menangani masalah-masalah yang terjadi. produksi ASI dan cocok untuk ibu yang

Asuhan dan pemantauan selama masa sedang menyusui, usia reproduksi dan

nifas yaitu pemantauan laktasi, involusi kontrasepsi ini merupakan kontrasepsi

uterus, lochea, tanda-tanda vital, tanda yang hormonal.

bahaya selama nifas, dan menganjurkan

untuk pemakaian kontrasepsi (Maryunani, KESIMPULAN DAN SARAN

2015). Hasil asuhan kebidanan kehamilan

4. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir dan Ny.C berlangsung secara fisiologis dan

Neonatus sesuai dengan standar. Asuhan persalinan

Seluruh asuhan bayi baru lair Ny.C berlangsung secara fisiologis pada

normal, bayi juga sudah diberikan kala I, kala II, kala III dan kala IV tidak

Vitamin K 1 dan sudah di vaksin Hb 0, mengalami komplikasi apapun, asuhan

sehingga tidak ditemukan kesenjangan kebidanan yang diberikan sesuai dengan

antara teori dengan kenyataan pada Asuhan Persalinan Normal (APN). Saat

pemberian asuhan pada BBL Ny.C. masa nifas dilakukan kunjungan KF 1, KF

Bayi Ny.C telah mendapatkan 3 kali 2, KF 3 dan KF 4 yang dilakukan sesuai

kunjungan neonatus yaitu saat berusia 2 dengan teori yaitu KF 1 (6 jam), KF 2 (6

42


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dan-Apras-Komprehensif.pdf
hari), KF 3 (14 hari) dan KF 4 (42 hari).

Saat kunjungan KF 1 Ny. C mengeluh (diakses 17 Maret 2021).

mules, ini merupakan keluhan fisiologis. Damayanti, M.T., dkk. 2014. Asuhan

Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara Kebidanan Komprehensif pada Ibu

teori dan praktik di lapangan. Masa nifas Bersalin dan Bayi Baru Lahir.

Ny.C berlangsung secara fisiologis dan Yogyakarta: CV. Pustaka Abadi.

tidak terdapat komplikasi. Seluruh Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2019. Profil

pemantaun berlangsung secara fisiologis. Kesehatan Jawa Barat. Bandung :

Asuhan yang diberikan pada bayi Ny.C Dinkes Jabar

dilakukan sesuai dengan standar pelayanan Ika, dan Damayanti. 2014. Buku Ajar

neonatal esensial dan proses nya Asuhan Kebidanan Komprehensif

berlangsung secara fisiologis. Pertumbuhan Bersalin dan Bayi Baru Lahir.

dan perkembangannya normal, kebutuhan Yogyakarta: Deepublish.

asah, asih, dan asuh bayi terpenuhi dengan Pitriani. 2014. Panduan Lengkap Asuhan

baik, serta bayi Ny.C tidak mengalami Kebidanan Ibu Nifas Normal.

tanda-tanda bahaya pada bayi dan Asuhan Yogyakarta: Deepublish.

Keluarga Berencana pada Ny.C yaitu Ny.C Siti Tyastuti. 2016. Asuhan Kebidanan

memutuskan utuk menggunakan Kehamilan. Jakarta Selatan :

kontrasepsi suntik 3 bulan dan asuhan Deepublish.

tersebut telah sesuai dengan standar. Sriwahyuningsih., dkk. 2019. Asuhan

Hendaknya agar bidan melakukan Keperawatan Postpartum.

asuhan kebidanan secara continuity of care Yogyakarta : Deepublish

dimulai sejak masa hamil, persalinan, nifas, Susilidian, dkk. 2019. Buku Asuhan

neonatus hingga KB agar dapat Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru

menurunkan Angka Kematian Ibu dan Lahir. Surakarta: CV. Oase Group.

Angka Kematian Bayi. Yulianti Nila., dkk. 2019. Asuhan

Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru

DAFTAR PUSTAKA Lahir. Makasar : Cendekia

Astuti., dkk. 2016. Asuhan Kebidanan Publishers.

Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Yulizawati., dkk. 2020. Asuhan Kebidanan

Sekolah. Keluarga Berencana.

http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiks http://repo.unand.ac.id/30513/1/Kelu

dmk/wp- arga%20berencana%282%29_compr
content/uploads/2017/08/Asuhan- essed.pdf (diakses 18 Maret 2021)

Kebidanan-Neonatus-Bayi-Balita-

43


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. R G2P1A0 USIA
KEHAMILAN 38 MINGGU DI WILAYAH DESA PAGERAGEUNG
KECAMATAN PAGERAGEUNG KABUPATEN TASIKMALAYA

Hermalia Andra Ristanti, Hapi Apriasih
STIKes Respati

([email protected],083811019448)

ABSTRAK

Kematian ibu dan perinatal merupakan ukuran penting dalam menilai keberhasilan
pelayanan kesehatan dan keluarga berencana suatu Negara. Diperlukan asuhan komprehensif
sebagai salah satu upaya untuk memberikan asuhan yang berkualitas sehingga
mencegah kematian ibu dan anak. Tujuan penulisan ini adalah memberikan asuhan
komprehensif dari masa kehamilan hingga nifas pada Ny. R umur 24 tahun G2P1A0 di
PMB N. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi
kasus, pedoman observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam bentuk format
Asuhan Kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan
Keluarga Berencana yang mengacu pada standar asuhan kebidanan dalam KEMENKES
RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. R umur 24
tahun G2P1A0 mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga
Berencana berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. R
dengan hasil baik klien tidak mengalami komplikasi, diharapkan ibu hamil dan bidan
dapat bekerja sama untuk menerapkan asuhan secara continuity of care sehingga dapat
merencanakan kehamilannya dengan baik sampai masa persalinan, bayi baru lahir,
nifas, dan Keluarga Berencana, dengan demikian dapat menimalisir terjadinya
komplikasi, ibu dan bayi dalam kondisi sehat.
Kata kunci : Asuhan Kebidanan

ABSTRACT
Maternal and perinatal mortality is an important measure in assessing the
success of health services and family planning in a country. Comprehensive care is
needed as an effort to provide quality care so as to prevent maternal and child
mortality. The purpose of this paper is to provide comprehensive care from pregnancy
to the puerperium to Ny. R age 24 years G2P1A0 at PMB N. The research design used
is descriptive and the type of research is case studies, observation guidelines, interviews
and documentation studies in the form of Midwifery Care format starting from
pregnancy, childbirth, newborn, postpartum and family planning which refers to on the
standard of midwifery care in the Ministry of Health RI No. 938/Menkes/SK/VIII/2007.
The results of the care given to Mrs. R aged 24 years G2P1A0 starting from pregnancy,
childbirth, postpartum, newborn and family planning went smoothly and the mother and
baby were in normal condition. Based on the results of midwifery continuity of care that
has been carried out on Ny. R with good results the client does not experience
complications, it is hoped that pregnant women and midwives can work together to
implement continuity of care so that they can plan their pregnancy well until delivery,
newborn, postpartum, and family planning, thereby minimizing the occurrence of
complications , mother and baby are in good health.

Keywords : Midwifery Care

1


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN AKI sebanyak 23 ibu dan AKB sebanyak
Masalah utama yang sering kali 162 bayi dilaporkan meninggal. Kematian
ibu di Kecamatan Pagerageung Kabupaten
dihadapi dalam maternal care adalah masih Tasikmalaya pada tahun 2020 tercatat ada 1
tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan orang ibu yang meninggal disebabkan oleh
Angka Kematian Bayi (AKB). Hal ini preeklampsia, dan kematian bayi tercatat
merupakan salah satu masalah yang serius ada 2 orang bayi yang meninggal
(Depkes RI, 2010). Angka kematian ibu disebabkan oleh asfiksia.
dan perinatal merupakan ukuran penting
dalam menilai keberhasilan pelayanan Berdasarkan uraian diatas, penulis
kesehatan dan keluarga berencana suatu tertarik melakukan asuhan kebidanan secara
negara (Manuaba, 2010). komprehensif pada “Ny. R” selama masa
hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas,
Asuhan Komprehensif adalah asuhan neonatus, dan pemilihan alat kontrasepsi
yang diberikan oleh bidan dari mulai masa dalam laporan studi kasus dengan judul
kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas “Asuhan Kebidanan Pada “Ny. R” Masa
dan Keluarga Berencana yang bertujuan Hamil, Persalinan, Nifas, Neonatus dan
untuk memberikan pelayanan berkualitas Kontrasepsi di PMB N.
untuk mencegah terjadinya kematian ibu
dan anak. Peran bidan dalam asuhan

komprehensif adalah mendampingi wanita METODE STUDI KASUS
selama masa siklus hidup dimulai dari
memberikan pelayanan antenatal care yang Pelayanan continuity of care
berkualitas untuk mendeteksi dini adanya
komplikasi pada ibu hamil, memberikan seharusnya sudah didapatkan oleh ibu
pelayanan asuhan persalinan normal yang
aman yang berfungsi untuk mencegah hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru
terjadinya kematian ibu, memberikan
perawatan BBL untuk mencegah tejadinya lahir, dan keluarga berencana namun
kematian bayi maupun komplikasi yang
terjadi pada bayi, memberikan asuhan masa kenyataannya semua ibu belum
nifas untuk mencegah terjadinya
perdarahan setelah persalinan, memberikan mendapatkan pelayanan tersebut, padahal
konseling tentang keluarga berencana dan
pelayanan untuk penggunaan alat pelayanan ini sangat diperlukan oleh ibu
kontrasepsi untuk meningkatkan keluarga
yang sejahtera. hamil, ibu nifas, bayi baru lahir, dan

Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan keluarga berencana yang mengacu pada
Kabupaten Tasikmalaya tahun 2021 jumlah
standar asuhan kebidanan dalam

KEMENKES RI

No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Tujuan

melakukan asuhan kebidanan secara

continuity of care pada ibu hamil TM III,

bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga

berencana meliputi pengkajian,

merumuskan diagnosa kebidanan,

44


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

merencanakan asuhan kebidanan, Fe yaitu diminum 1 kali sehari secara

melaksanakan asuhan kebidanan dan teratur pada malam hari. Diminum

melakukan evaluasi serta melakukan menggunakan air putih atau dengan air

pendokumentasian asuhan kebidanan secara yang mengandung vit C seperti air

SOAP. jeruk agar penyerapan tablet Fe lebih

cepat. Tidak dianjurkan meminum

HASIL STUDI KASUS tablet Fe dengan teh atau kopi karena

1. Asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. dapet memperlambat penyerapan tablet

R umur 24 tahun, G2P1A0 di PMB N Fe dalam tubuh. Memberikan KIE

telah sesuai dengan standar asuhan tentang tanda awal persalinan.

kebidanan. Hasil pengkajian yang Memberitahukan ibu untuk

dilakukan pada tanggal 6 November mempersiapkan proses persalinan.

2020, Ny. R tidak mengeluh apa pun. 2. Asuhan kebidanan persalinan

Dilakukan pemeriksaan secara dilakukan saat usia gestasi aterm yaitu

keseluruhan yaitu pemeriksaan umum, 39-40 minggu. Pada tanggal 13

pemeriksaan tanda-tanda vital, November 2020 jam 21.00 WIB, Ny.

pemeriksaan antropometri, dan R mulai merasakan nyeri perut sampai

pemeriksaan fisik dalam batas normal. ke pinggang disertai pelepasan lender

Pemeriksaan Haemoglobin ibu dan darah. Hasil pemeriksaan dalam

dilakukan dengan hasil 10,8 sehingga keadaan normal. Asuhan yang

dapat disimpulkan ibu mengalami diberikan yaitu pada saat kontraksi

anemia ringan. Upaya yang dilakukan mengajarkan teknik relaksasi

adalah Memberikan KIE kepada ibu pernapasan dan memberikan konseling

tentang kebutuhan nutrisi pada masa pada suami dan keluarga untuk

kehamilan dengan pola makan yang memberikan support dan dukungan

teratur selama kehamilan dengan yaitu memberikan doa, motivasi dan

mengkonsumsi makanan bergizi mengurangi rasa nyeri dengan

seimbang dan banyak mengandung zat memberikan pijatan ringan pada

besi, seperti daging,hati,ikan, pinggang. Menganjurkan pasien untuk

bayam,buah-buahan,sayur-sayuran dll. makan dan minum agar memiliki

Memberikan ibu terapi tablet Fe X tenaga saat mengeden dan

tablet 1x1 sehari, kalk X tablet 1x1 memperhatikan kebersihan diri.

sehari, untuk mengkonsumsi tablet Fe Persalinan kala I berlangsung selama

sebelum tidur dengan air jeruk atau air ±7 jam, kala II berlangsung selama 40

putih pada pagi hari meminum kalk. menit ibu dilakukan tindakan

Memberitahu ibu cara meminum tablet episiotomi dikarenakan perineum

45


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kaku, kala III berlangsung selama 10 4. Asuhan kebidanan pada masa nifas

menit dan kala IV dilakukan dilakukan sesuai standar asuhan

pengawasan selama 2 jam. Ibu kebidanan dilakukan kunjungan

melahirkan secara normal tanpa ada sebanyak 4 kali. Saat 6 jam

komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan postpartum, ibu mengeluh lelah

yang diberikan sesuai dengan standar sehabis melahirkan, hasil pemeriksaan

Asuhan Persalinan Normal (APN). dalam keadaan normal. Asuhann yang

3. Asuhan kebidanan bayi baru lahir 14 diberikan Mengajarkan kepada ibu

November 2020 jam 02:50 yaitu cara perawatan luka episiotomi yaitu

mengeringkan badan bayi sambil sebelum menyentuh daerah vagina

melakukan penilaian sepintas terhadap tangan harus dalam keadaan bersih,

warna kulit, pernafasan dan membasuh dari arah depan kebelakang

pergerakan. Dilanjutkan dengan hingga tidak ada kotoran yang

pengguntingan tali pusar dan Inisiasi menempel disekitar vagina dan

Menyusu Dini (IMD). Setelah keringkan perineum demean lembut,

pengawasan kala IV dan IMD berhasil, lalu kenakan pembalut dan jangan

dilakukan asuhan pada bayi baru lahir menaburi daerah perineum demean

berupa pemeriksaan antropometri, bubuk bedak atau bahan lainnya

pemeriksaan fisik, pemberian salep karena akan menyebabkan resiko

mata, penyuntikkan vit. K dan infeksi.. Pemantauan berikutnya,

imunisasi Hb O. Jenis kelamin dilakukan kunjungan rumah dan

perempuan, berat badan 3.800 gram, pemeriksaan vital sign, pengawasan

panjang badan 52 cm, lingkar kepala involusi melalui pemeriksaan tinggi

33 cm, tidak terdapat tanda-tanda cacat fundus uteri, kontraksi dan lochea

bawaan dan kelaianan pada bayi. kemudian dilanjutkan dengan

Kunjungan nenonatus dilakukan konseling tentang pola pemenuhan

sebanyak tiga kali, yaitu kunjungan I nutrisi, cairan, istirahat, eliminasi,

(K1) memberikan konseling tentang personal hygiene, ASI ekslusif, senam

perawatan bayi baru lahir, nifas, serta keluarga berencana (KB).

memandikan bayi, perawatan tali Selama dilakukan kunjungan tidak

pusat, dan memberikan support agar ditemukan komplikasi dan penyulit

ibu memberikan ASI ekslusif. yang dialami Ny. R. Involusi uterus

Kunjungan K2 mengingatkan kembali berjalan dengan normal tanpa ada

pada Ny J.P untuk memberikan ASI komplikasi yang menyetai selama

ekslusif pada bayinya. Kunjungan K3 masa nifas, kontraksi baik, tidak ada

menganjurkan untuk ke Posyandu.

46


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

perdarahan abnormal, ASI keluar trimester ketiga.

lancar, pengeluaran lochea normal. Setelah dilakukan anamnesa

Asuhan kebidanan keluarga berencana didapatkan bahwa umur ibu 24 tahun.

pada tanggal 26 Desember 2020. Hasil Berdasarkan usia ibu, ini merupakan

pemeriksaan menunjukkan keadaan usia seorang wanita pada saat hamil

umum ibu baik, kesadaran tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

composmentis, TD 120/80 mmHg, N Umur ibu yang paling aman untuk

80x/m, S 36,80C, R 20x/m, TFU sudah hamil adalah 20-35 tahun karena pada

tidak teraba lagi. Analisa P2A0 wanita mulai umur 20 tahun rahim dan

Akseptor baru KB Suntik 3 Bulan. bagian tubuh lainnya sudah benar-

Asuhan yang diberikan adalah benar siap untuk menerima kehamilan,

menginformasikan hasil pemeriksaan juga pada umur tersebut biasanya

asuhan yang diberikan, memberikan wanita sudah merasa siap untuk

konseling KB sesuai pilihan ibu, menjadi ibu. Hal ini karena kesiapan

menginformasikan cara kerja, seorang perempuan untuk bisa

kelebihan serta kekurangan dari KB menerima kehamilannya antara lain

suntik 3 bulan. Memberitahu efek dari segi fisik, emosi, psikologi, sosial,

samping pemakaian KB suntik 3 dan ekonomi (Qurniyawati, 2014).

bulan, melakukan penyuntikan secara enurut penelitian yang dilakukan

IM demean baik dan bear, menjelaskan Liawati Kaimmudin, DKK. Di

tentang kunjunagn ulang kemudian dapatkan hasil usia ibu yang paling

pada tanggal 19 Maret 2021. banyak yaitu usia resiko rendah (20-35

PEMBAHASAN tahun) sebagian besar ibu menderita
1. Pendampingan ANC pada Ny R hipertensi derajat 1, terdapat hubungan
usia ibu saat hamil dengan kejadian
dilakukan hanya satu kali pada hipertensi. Ibu mengatakan HPHT
kehamilan trimester III yaitu pada tanggal 10-02-2020, TP tanggal 17-11-
tanggal 6 November 2020. Dari hasil 2020. Sehingga usia kehamilan ibu
pengkajian selama hamil ibu saat pemeriksaan adalah 38 minggu.
melakukan pemeriksaan ANC
sebanyak 8x. Hal ini sesuai dengan Ibu sudah suntik TT 3x hal ini
teori Ambarwati, 2011:104 terdapat kesesuaian fakta dengan teori
menyebutkan bahwa kunjungan ANC yaitu menurut Pelayanan/asuhan
selama kehamilan minimal 4x ke minimal standar antenatal “10T” yaitu
petugas kesehatan dengan pembagian pemberian imunisasi TT lengkap pada
waktu 1x pada trimester pertama, 1x ibu hamil dan perlindungan TT
pada trimester kedua, dan 2x pada lamanya 5 tahun.

47


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Berdasarkan hasil pemeriksaan hamil adalah 63 kg. IMT Ny. R

objektif didapatkan tinggi badan ibu menurut (Varney, 2007) yaitu 25,89

156 cm hal ini menandakan bahwa ibu kg. Hal ini menunjukkan bahwa IMT

tidak memiliki risiko terjadinya CPD Ny. R dalam kategori berat badan

hal ini sesuai dengan teori bahwa berlebih (IMT normal 18,5 – 24,9).

pengukuran tinggi badan pada pertama Pada pemeriksaan tanda-tanda vital

kali kunjungan dilakukan untuk didapatkan N: 80x/menit, RR

menapis adanya faktor risiko pada ibu 20x/menit, S : 36,60C, dan TD: 120/70

hamil. Tinggi badan ibu hamil kurang mmHg. Tekanan darah ibu terpantau

dari 145 cm meningkatkan risiko untuk normal dan sesuai dengan teori bahwa

terjadinya CPD (Cephalo Pelvic Pengukuran tekanan darah pada setiap

Disproportion) (PP IBI, 2016). kali kunjungan antenatal dilakukan

Menurut penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi adanya hipertensi

oleh Novianti Sihombing terdapat (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg).

hubungan antara Tinggi badan ibu Tekanan darah normal 100/70 mmHg

berhubungan dengan persalinan sesar (PP IBI, 2016). Panjang LILA Ny. R

di Indonesia. Ibu dengan tinggi badan adalah 28 cm sehingga tidak

145 cm atau kurang lebih mungkin menunjukkan ibu hamil menderita

mengalami operasi sesar dibandingkan KEK karena seorang ibu hamil

ibu dengan tinggi lebih dari 145 cm. dikatakan KEK apabila LILA < 23,5

Tinggi badan ibu mencerminkan lebar cm dan berisiko melahirkan bayi berat

panggul ibu. Pada ibu dengan tinggi lahir rendah (BBLR) (PP IBI, 2016).

badan kurang dari 145 cm atau kurang Pada pemeriksaan fisik yang

biasanya mempunyai panggul sempit ditemukan, didapatkan hasil

sehingga menyebabkan kesulitan pengukuran TFU Ny. R menggunakan

persalinan pervaginam akibat rumus Mc. Donald yaitu 34 cm dengan

disproporsi kepala panggul. Penelitian TBJ 2,970-2,410 gram di usia

yang dilakukan Chiang Mai, Thailand kehamilan 38 minggu. Menurut

juga menunjukkan bahwa ibu dengan (Fraser, Diane M, 2012) ukuran TFU

tinggi 145 cm atau kurang pada usia kehamilan 38 minggu

berhubungan dengan kejadian adalah 33,5-34 cm. Penulis

disproporsi kepala panggul yang berpendapat bahwa tinggi fundus uteri

merupakan indikasi kuat dilakukan Ny. R sesuai usia kehamilan sehingga

persalinan secara sesar tidak terdapat kesenjangan teori.

Hasil pengukuran BB Ny. R saat ini Pemeriksaan leopold didapatkan

adalah 71 kg sedangkan BB sebelum posisi kepala. DJJ terdengar dibawah

48


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pusat 136x/menit teratur hanya disatu didapatkan hasil yaitu 10,8 g/dl dan

tempat. Hal ini menandakan kondisi termasuk dalam kategori anemia

janin dalam keadaan baik karena DJJ ringan.

lambat kurang dari 120x/menit atau Asuhan yang diberikan adalah

DJJ cepat lebih dari 160x/menit memberikan tablet Fe, vitamin C,

menunjukkan adanya gawat janin (PP vitamin B12, kalk, serta asam folat.

IBI, 2016). Pemberian tablet FeSO4 320 mg (zat

Pemeriksaan Hemoglobin pada Ny. besi 60 mg) dan asam folat sebanyak

R dilakukan saat usia kehamilan 500 mg sebanyak 1 tablet/hari segera

38minggu di puskesmas dan setelah rasa mual hilang. Pemberian

didapatkan hasil 10,8 g/dl. Ibu selama 90 hari atau 3 bulan. Ibu harus

termasuk anemia ringan. Hal tersebut dinasehati agar tidak meminumnya

sesuai dengan teori (Kemenkes RI, bersama teh atau kopi karena dapat

2013) Diagnosis anemia pada mengganggu absorpsi, sebaiknya

kehamilan yaitu kadar Hb < 11g/dl diminum dengan air jeruk (Dewi dan

pada trimester I dan III atau <10,5g/dl Sunarsih, 2011).

pada trimester II. Menurut Manuaba 2. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan

2010 dalam Fatimah, dkk,2020 anemia KALA I. Ibu datang diantar suami ke

dalam kehamilan diklasifikasikan BPM pukul 21.00 dengan keluhan

menjadi : Tidak anemia : Hb ≥ 11g/dl, mules-mules sejak pukul 18.00 WIB

Anemia ringan : Hb 9-10 g/dl, Anemia dan keluar lendir bercampur darah. Ibu

sedang : Hb 7-8 g/dl, Anemia berat : mengatakan tidak kesulitan saat

Hb < 7g/dl. Penyebab paling umum berkemih. TFU 24 cm DJJ: 140x/m

dari anemia pada kehamilan adalah His : 3x10’x25’’. Leopold I : teraba

kekurangan zat besi dan asam folat bulat lunak tidak melenting (bokong),

(Noverstiti, 2012). Beberapa faktor Leopold II: kanan (teraba bagian kecil)

yang dapat menyebabkan terjadinya : ekstremitas dan kiri (teraba panjang

anemia pada kehamilan dianataranya keras seperti papan) : punggung,

gravida, umur, paritas, tingkat Leopold III: teraba bulat keras

pendidikan, status ekonomi, dan melenting (kepala), Leopold IV:

kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe divergen, penurunan 4/5 bagian.

(Keisnawati, dkk, 2015). Dari tinjauan Genetalia dan VT : Vulva vagina tidak

teori di atas maka dapat disimpulkan ada kelainan, Portio tebal lunak,

bahwa kadar hemoglobin Ny. T pada Pembukaan 3 cm, Ketuban utuh,

TM III tidak dalam batas normal Persentasi kepala, dan Penurunan HI.

karena pada hasil pemeriksaan Berdasarkan hasil anamnesa bahwa

49


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
(JNPK-KR, 2014).
Ny. R memasuki partus kala 1 fase jika perlu

laten. Hal ini sesuai dengan teori yaitu Mengajarkan ibu dan suami cara

Kala I adalah kala pembukaan yang mengatasi nyeri persalinan demean

berlangsung antara pembukaan 1 – 10 mengusap punggung atau pinggang ibu

cm. (pembukaan lengkap). Lamanya oleh suami hal ini karena pijatan atau

kala I untuk primigravida berlangsung massase pada punggung untuk

12 jam sedangkan pada multigravida mengurangi nyeri akibat proses

sekitar 8 jam (Sulistyawati, 2010). penurunan kepala (Sulistyawati, 2010).

Pembukaan laten adalah pembukaan KALA II

serviks, sampai ukuran 3 cm, Pukul 01:00 WIB ibu mengatakan

berlangsung dalam 7 – 8 jam (Rukiah mulas semakin kuat dan sering, ibu

dkk, 2009). Selain itu sudah ada tanda- ingin meneran, terdapat tanda gejala

tanda persalinan sesuai dengan teori kala II : ibu ingin meneran, tekanan

yaitu terjadinya his persalinan teratur. pada anus, vulva membuka, perineum

(Sulistyawati, 2010). menonjol. DJJ: 142x/m His :

Adapun asuhan yang diberikan 5x10’x45’’, Genetalia dan VT : Vulva

yaitu Menganjurkan ibu untuk makan vagina tidak ada kelainan, Portio tidak

minum. Makanan ringan dan asupan teraba, Pembukaan 10 cm, Ketuban

cairan yang cukup selama persalinan negatif, Persentasi kepala, Penurunan

akan memberikan lebih banyak energi HIV, Molase tidak ada, Denominator

dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi UUK depan. Pada kondisi ini ibu

dapat memperlambat kontraksi sudah memasuki kala II sesuai teori

dan/atau membuat kontraksi menjadi yaitu Kala II dimulai ketika

tidak teratur dan tidak efektif (JNPK- pembukaan serviks sudah lengkap

KR, 2014). Menganjurkan ibu untuk (10cm) dan berakhir dengan lahirnya

tidak menahan BAB atau BAK hal ini bayi. Kala II juga disebut kala

karena Kantung kemih yang penuh pengeluaran bayi (JNPK-KR, 2014).

berpotensi untuk memperlambat Adapun asuhan yang diberikan

turunnya janin, mengganggu kemajuan yaitu Menghadirkan pendamping ibu

persalinan, menyebabkan ibu tidak yaitu suami. Hal ini merupakan asuhan

nyaman, meningkatkan risiko sayang ibu selain itu selama proses

perdarahan pasca salin akibat atonia persalinan dan kelahiran bayinya

uteri, mengganggu penatalaksanaan karena hasil persalinan yang baik

distosia bahu, dan meningkatkan risiko ternyata erat hubungannya dengan

infeksi saluran kemih pasca salin. dukungan dari keluarga yang

Anjurkan ibu untuk buang air besar mendampingi ibu selama proses

50


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Waktu yang diperlukan ibu mulai
persalinan (JNPK-KR, 2014).

Memberitahu ibu posisi bersalin dan dari pembukaan 4-10 cm adalah + 3

ibu memilih posisi setengah duduk jam. Menurut teori Kurve Friedman,

karena posisi tersebut lebih nyaman diperhitungkan pembukaan

bagi ibu. Posisi duduk atau setengah primigravida 1 cm per jam dan

duduk dapat memberikan rasa nyaman pembukaan multigravida 2 cm per jam

bagi ibu dan memberi kemudahan (Sulistyawati, 2010). Sehingga

baginya untuk istirahat diantara berdasarkan teori waktu yang

kontraksi. Keuntungan dari kedua diperlukan adalah + 6 jam. Perbedaan

posisi ini adalah gaya grafitasi untuk waktu antara teori dan realita sedikit

membantu ibu melahirkan bayinya. berbeda . Sedangkan waktu yang

Pada pukul 01:30 WIB dilakukan diperlukan ibu dari pembukaan

episiotomi pada saat kepala crowning lengkap hingga bayi lahir adalah + 40

sekitar 4-5cm, saat sedang ada HIS menit. Hal ini sesuai dengan teori

dikarenakan perineum ibu kaku dan bahwa proses persalinan berlangsung

berat badan bayi yang cukup besar. 2 jam pada primigravida dan 1 jam

Menurut penelitian yang dilakukan pada multigravida (Sulistiyawati,

oleh Jusima Tarelluan, DKK, 2010).

didapatkan hasil bahwa terdapat KALA III

hubungan yang signifikan antara Kala III adalah waktu dari

perineum kaku dengan tindakan keluarnya bayi hingga pelepasan dan

episiotomi. Hasil penelitian in pengeluaran uri (plasenta) yang

menunjukkan bahwa semakin besar berlangsung tidak lebih dari 30 menit

BBL semakin meningkatkan risiko (JNPK-KR, 2014). Pada pukul 01:41

terjadinya ruptur perineum. Jaringan didapati TFU sepusat, kontraksi baik,

otot disekitar dasar panggul dan jalan kantong kemih kosong, tali pusat

lahir memiliki elastisitas yang nampak didepan vulva, dan memeriksa

berbeda-beda pada setiap responden janin kedua: janin tunggal.

termasuk jaringan kulit disekitar Pemeriksaan janin kedua diperlukan

perineum. Pukul 01.40 bayi lahir karena Oksitosin menyebabkan uterus

spontan langsung menangis kuat, berkontraksi kuat dan dapat

warna kulit kemerahan, tonus otot kuat menyebabkan hipoksia berat pada bayi

jenis kelamin : Perempuan, tonus otot kedua atau ruptura uteri (JNPK-KR,

aktif kulit kemerahan dan 2014). Sehingga dapat dibuat diagnosa

mengeringkan bayi sambil kebidanan untuk Ny. R adalah P2A0

memberikan rangsangan taktil. partus kala III. Penatalaksanaan yang

51


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

diberikan diantaranya melaksanakan tidak lebih dari 30 menit. Lepasnya

manajemen aktif kala III. Tujuan plasenta sudah dapat diperkirakan

manajemen aktif kala III adalah dengan memperhatikan tanda-tanda

membuat uterus berkontraksi lebih uterus menjadi bebentuk bundar, tali

efektif sehingga dapat mempersingkat pusat bertambah panjang, terjadinya

waktu, mencegah perdarahan dan perdarahan (Sulistiyawati, 2010).

mengurangi kehilangan darah selama KALA IV

kala III persalinan jika dibandingkan Setelah plasenta lahir, maka

dengan pelepasan plasenta secara dimulailah kala IV pada Ny. R. Kala

spontan (JNPK-KR, 2014). Menurut IV adalah kala pengawasan dari 1- 2

penelitian yang dilakukan oleh Hilwah jam setelah bayi dan plasenta lahir

Nora didapatkan hasil bahwa terdapat untuk memantau kondisi ibu. Harus

hubungan antara manajemen aktif kala diperiksa setiap 15 menit selama 1 jam

3 dengan perdarahan pasca persalinan. pertama dan setiap 30 menit pada jam

Perdarahan pasca persalinan (PPP) kedua (JNPK-KR, 2014). Hasil

adalah suatu kejadian mendadak dan pemeriksaan didapatkan bahwa tanda-

tidak dapat diramalkan yang tanda vital dalam batas normal, TFU 2

merupakan penyebab kematian ibu di jari awash pusat, kontraksi baik,

seluruh dunia. Berbagai penelitian kantong kemih kosong, tidak ada

yang telah dilakukan di beberapa laserasi dan perdarahan post plasenta +

negara menunjukkan bahwa 300 cc. Setelah dua jam ibu sudah

manajemen aktif persalinan kala tiga mampu melakukan mobilisasi dini

lebih superior dari manajemen seperti miring kiri kanan dan duduk.

konservatif dalam mengurangi Ambulasi dini (early ambulation) ialah

kehilangan darah dan risiko kebijaksanaan agar secepat mungkin

perdarahan pasca persalinan. Bukti- bidan membimbing ibu post partum

bukti menunjukkan bahwa bila petugas bangun dari tempat tidurnya dan

kesehatan melakukan manajemen aktif membimbing ibu secepat mungkin

persalinan kala tiga maka akan untuk berjalan. Pada persalinan normal

mengurangi kasus PPP secara sebaiknya ambulasi dikerjakan setelah

bermakna. 2 jam (ibu boleh miring ke kiri atau ke

Lama kala III Ny. R adalah 10 kanan untuk mencegah adanya

menit. Hal ini sesuai teori JNPK-KR, trombosis) (Modul Askeb Nifas,

2014 bahwa partus kala III dimulai 2016). Menurut penelitian yang

segera setelah bayi lahir sampai dilakukan oleh Yusro Hadi M dan

lahirnya plasenta, yang berlangsung Martini Fairus, di dapatkan hasil

52


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

bahwa terdapat hubungan antara mengeluarkan mekonium lebih cepat

Mobilisasi Dini dengan kembalinya sehingga menurunkan kejadian ikterus

uterus. Hasil analisis diperoleh OR = BBL, serta mengurangi 22% kematian

4,365 artinya responden yang bayi berusia 28 hari kebawah (JPNK-

melakukan Mobilisasi Dini dengan KR, 2014).

baik berpeluang 4,3 kali lebih cepat Asuhan yang diberikan pada By.

kembalinya uterus ke posisi sebelum Ny. R usia 1 jam meliputi Memberikan

hamil, dibanding dengan responden salep mata antibiotika 1% tetrasiklin

yang tidak melakukan mobilisasi dini pada kedua mata. Hal ini karena salep

dengan baik. atau tetes mata untuk pencegahan

3. Asuhan Kebidanan pada BBL infeksi mata diberikan segera setelah

Bayi Ny. R lahir pada usia proses IMD dan bayi selesai menyusu,

kehamilan 39-40 minggu dimana bayi sebaiknya 1 jam setelah lahir.

sudah cukup bulan. Setelah bayi lahir Pencegahan infeksi mata dianjurkan

langsung dikeringkan dan diletakkan menggunakan salep mata antibiotik

didada ibu. Hal in dilakukan untuk tetrasiklin 1% (Kemenkes RI, 2013).

mencegah kehilangan panas tubuh bayi Konjungtivitis dapat dicegah dengan

sesuai dengan teori bahwa saat lahir, pemberian salep mata (Prawirohardjo,

mekanisme pengaturan suhu tubuh 2013). Menyuntikkan vitamin K 1 mg

pada BBL, belum berfungsi sempurna, secara IM di 1/3 paha kiri

segera dilakukan upaya pencegahan anterolateral. Hal ini untuk mencegah

kehilangan panas dengan cara perdarahan ringan atau menjadi sangat

mengeringkan tubuh bayi tanpa berat, berupa perdarahan intrakranial

membersihkan verniks. Verniks akan yang diakibatkan karena sistem

membantu menghangatkan tubuh bayi. pembekuan darah pada bayi baru lahir

Segera ganti handuk basah dengan belum sempurna (Kemenkes RI,

handuk atau kain yang kering. 2013).

Metakkan bayi di dada atau perut ibu Memberikan penkes tentang

agar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi perawatan talipusat dengan prinsip

dan Inisiasi Menyusu Dini (Kemenkes kering dan bersih dan terkena oksigen

RI, 2013). Keuntungan IMD bagi bayi (Prawirohardjo, 2013).

dapat mengurangi infeksi bayi 4. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas

dikarenakan adanya kolonisasi kuman Kunjungan selama masa nifas Ny.

di usus bayi akibat kontak kulit ibu R sebanyak 4 kali yaitu pada tanggal

dengan bayi dan bayi menjilat kulit 14 November 2020, kunjungan kedua

ibu, memperbaiki kadar gula, pada tanggal 21 November 2020,

53


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kunjungan ketiga pada tanggal 28 pada pemberian ASI. Berdasarkan hal

November 2020, kunjungan keempat tersebut tidak ada kesenjangan dengan

26 Desember 2020. Menurut Suherni teori. Menurut penelitian yang

(2010), pada kunjungan nifas sebanyak dilakukan Eline Charla S. Bingan

4 kali, kunjungan pertama 6 jam – 2 terdapat hubungan antara Pemakaian

hari post partum, kunjungan kedua 3-7 KB suntik 3 bulan dengan kecukupan

hari post partum, kunjungan ketiga 8- ASI eksklusif, hasil penelitian

28 hari post partum, dan kunjungan menunjukkan bahwa dari 36 ibu yang

keempat 29-42 hari post partum. memakai KB suntik 3 bulan sebesar 29

5. Asuhan Kebidanan pada Neonatus ibu (80,6%) diantaranya mengalami

Pelaksanaan pelayanan kesehatan ASI cukup artinya terdapat hubungan

neonatus dilakukan 3 kali kunjungan. secara statistik antara pemakaian KB

Hal ini sesuai dengan teori yang suntik 3 bulan dengan kecukupan ASI

dikemukakan oleh Muslihatun (2011) eksklusif.

yaitu kunjungan neonatus dilakukan KB suntik 3 bulan diberikan pada

sebanyak 3 kali yaitu KN-1 dilakukan tanggal 26 Desember 2020, menurut

6-48 jam KN-2 dilakukan 3-7 hari, BKKBN suntik 3 bulan dapat

KN-3 dilakukan 8-28 hari. diberikan pasca persalinan setelah

6. Asuhan Kebidanan Keluarga mendapat haid pada hari ke 1-7.

Berencana (KB) Hasil pemeriksaan menunjukkan

Berdasarkan hasil anamnesa data, keadaan umum ibu baik, kesadaran

usia ibu 24 tahun termasuk dalam composmentis, TD 120/80 mmHg, N

kategori pengguna kontrasepsi untuk 80x/m, S 36,80C, R 20x/m, TFU sudah

menjarangkan kehamilan. Pada tidak teraba lagi.

kunjungan nifas ke 3 dan 4 penulis Asuhan yang diberikan adalah

memberikan konseling tentang kb menginformasikan hasil pemeriksaan

yang boleh digunakan untuk ibu asuhan yang diberikan, memberikan

menyusui dan postpartum yaitu yaitu konseling KB sesuai pilihan ibu,

MAL, kondom, suntik, progestin, pil menginformasikan cara kerja,

progestin, implant, AKDR, dan kelebihan serta kekurangan dari KB

kontrasepsi mantap. Dalam rencana suntik 3 bulan. Memberitahu efek

menunda kehamilannya ibu memilih samping pemakaian KB suntik 3

untuk menggunakan kontrasepsi KB bualn, melakukan penyuntikan secara

suntik 3 bulan. Menurut (Padila, 2010) IM demean baik dan bear, menjelaskan

KB suntik 3 bulan sangat efektif tentang kunjunagn ulang kemudian

digunakan, juga tidak berpengaruh pada tanggal 19 Maret 2021.

54


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

KESIMPULAN DAN SARAN Depkes RI. (2005). Pedoman Pelayanan
Asuhan kebidanan kehamilan Antenatal di Tingkat Pelayanan
Dasar. Jakarta: Depkes RI.
dilakukan komprehensif dan selama asuhan
tidak terdapat penyulit dan komplikasi. Depkes RI. (2010). Profil Kesehatan
Indonesia. Jakarta.

Asuhan kebidanan persalinan yakni Figueras, F. Gardosi, J. (2011). Intrauterine
melakukan pertolongan sesuai standar Growth Restriction. New Concepts in
asuhan persalinan normal (APN) sehingga Antenatal Surveillance, Diagnosis
and Management.

seluruh tahapan tidak terdapat penyulit dan Fraser, Diane M, M. A. C. (2012). Buku
komplikasi. Asuhan kebidanan pada Bayi Ajar Bidan. Jakarta: EGC.

Baru Lahir dilakukan sesuai standar asuhan Hanifa Wiknjosastro. (2010). Ilmu
kebidanan. Selama pemantauan tidak Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
ditemukan adanya penyulit, komplikasi dan Pustaka Yogyakarta.
tanda bahaya pada bayi. Asuhan kebidanan
pada masa nifas dilakukan mulai dari 6 jam Hidayat, A. (2010). Metode Penelitian
sampai dengan 6 minggu postpartum, masa Kesehatan Paradigma. Jakarta:
nifas berjalan dengan lancar, involusi Health Books.
terjadi secara normal, tidak terdapat
komplikasi dan ibu tampak sehat dan pasien Husain, F. (2014).Asuhan Kehamilan
memilih menggunakan alat kontrasepsi Berbasis Bukti. Jakarta.

JNPK-KR. (2008). Asuhan Persalinan
Normal. Jakarta: Depkes RI.

JNPK-KRl. (2013). Pelatihan Klinik
Asuhan Persalinan Normal. Jakarta.

suntik 3 bulan sebagai alat kontrapsesinya. Jones, L. D. (2012). Dasar – dasar Obsteri
dan Gynekologi. Jakarta.
Hendaknya bidan melakukan

pelayanan continuity of care atau asuhan Kaimmudin Liawati, Damayanti

Pangemanan, dan Hendro Bidjuni.

kebidanan komprehensif, secara 2018. “Hubungan Usia Ibu Saat

berkesinambungan, dimulai sejak Hamil dengan Kejadian Hipertensi”.

e-journal Keperawatan, 1(6), 1-5.

kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas

dan keluarga berencana agar dapat Kaunang Melisa Citra, Sefti Rompas, dan
Yolanda Bataha. 2016. “Hubungan
menurunkan angka kesakitan dan kematian Pemberian Imunisasi demean
Tumbuh Kembang Bayi (0-1 tahun)”.
pada ibu dan bayi. e-journal Keperawatan, 4(1), 1-8).

DAFTAR PUSTAKA Kemenkes RI. (2016). Profil Kesehatan
Indonesia Tahun 2015. Jakarta:
Abdul Bari Saifuddin. (2010). Buku Acuan Kemenkes RI.
Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Kemenkes RI. (2018). profil kesehatan
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. indonesia 2018.

Ambarwati. (2010). Asuhan Kebidanan Kementerian Kesehatan RI. (2015).
Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika. Kesehatan dalam Kerangka
Sistainable Development Goals.
Depkes, R. (2012). Buku Kesehatan Ibu dan Jakarta.
Anak (KIA). Jakarta.

55


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Sihombing Novianti, Ika Saptarinia, dan
Dokumentasi Kebidanan. Jakarta. Dwi Sisca Kumala Putria. 2017.
“Determinan Persalinan Sectio
Krisnadi, dkk. (2005). Prematuritas. Caesarea di Indonesia (ANALISIS
Bandung: Refika Aditama. LANJUT DATA RISKESDAS
2013)”. Kesehatan Reproduksi, 8(1),
Kusmiyati, Wahyuningsih H.P, S. (2010). 63-75.
Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta:
Pustaka Raihana. Suherni. (2010). Perawatan Masa Nifas.
Yogyakarta: Fitramaya.
Litbangkes Kemenkes RI. (2010).
Riskesdas. Jakarta. Sulistyawati, A. (2013). Buku Ajar Asuhan
Kebidanan Pada Ibu Nifas.
Manuaba, prof ida bagus surya. (2010). Yogyakarta: Andi Offset.
Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan
dan KB. jakarta: EGC. Suryabrata. (2010). Metodologi Penelitian.
Jakarta: Rajawali Pres.
Muslihatun, W. N. (2011). Muslihatun,
Wafi N. 2011. Dokumentasi Tanjung Wiwi Wardani, dan Adi Antoni.
Kebidanan. 2019. “Efektifitas Endorphin
Massage Terhadap Intensitas Nyeri
Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan Persalinan Kala I pada Ibu Bersalin”.
Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Kesehatan Ilmiah Indonesia, 4(2),
Cipta. 48-57.

Nora Hilwah. 2012. “Manajemen Aktif Varney, H. dkk. (2011). Buku Ajar Asuhan
Persalinan Kala III”. Kedokteran Kebidanan. Jakarta: EGC.
Syiah Kuala, 12(3), 165-171.

Nugraha, U. (2012). Patologi Kebidanan. Varney, H. dkk. (2015). Buku Ajar Asuhan
Yogyakarta: Nuha Medika. Kebidanan. Jakarta: EGC.

Nursalam. (2009). Konsep Dan Penerapan Walsh. V. Linda. (2008). Buku Ajar
Metodologi Penelitian Ilmu Kehamilan dan Persalinan. Jakarta:
Keperawatan. Jakarta: Salemba Pustaka Pelajar.
Medika.
Wiji, R. . (2013). ASI dan Pedoman Ibu
Rochjati, P. (2003). Skrining Antenatal Menyusui. Yogyakarta: Nuha
Pada Ibu Hamil. Surabaya. Medika.

Roesli, U. (2012). Panduang Inisiasi World Health Organization (WHO). (2016).
Menyusu Dini plus ASI Eksklusif. Angka Kematian Ibu dan Angka
Jakarta: Pustaka Bunda. Kematian Bayi di Dunia. Retrieved
from
Rustam, M. (2011). Sinopsis Obstetri
Fisiologi Patologi. Jakarta: ECG. Yusro Hadi M, dan Martini Fairus. 2014.
“Faktor-faktor yang berhubungan
Sarwono, P. (2012). Ilmu Kebidanan. dengan Involusi Uterus pada Ibu Post
Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Partum”. Kesehatan Metro Sai
Prawirohardjo. Wawai, 7(2), 3-7.

Sarwono, P. (2014). Ilmu Kebidanan.
Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.

56


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny. “H” G2P1A0 DENGAN
INTERVENSI PELVIC ROCKING PADA MULTIGRAVIDA

Rini Mulyasari1, Widya Putriastuti2
1 Mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Budi Luhur Cimahi

2Program Studi D3 Kebidanan STIKes Budi Luhur Cimahi
([email protected], 082129235765)

ABSTRAK

Pelvic rocking Exercise (PRE) merupakan cara untuk mempercepat proses persalinan
yaitu dengan menggerakan panggul searah putaran selama kontraksi berlangsung. Mengayunkan
dan menggoyangkan panggul kearah depan dan ke belakang, sisi kanan kiri dan melingkar akan
terasa lebih relaks dan mempermudah membukanya jalan lahir pada waktu persalinan (Wulandari,
2019). Dibutuhkan latihan mobilitas dari ibu untuk menjaga agar ligamen tetap longgar, rileks,
bebas dari ketegangan dan lebih banyak ruang untuk bayi turun kepanggul sehingga lama waktu
persalinan kala I dan kala II dapat diperpendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh intervensi pelvic rocking dengan percepatan masuknya kepala janin serta proses
persalinan kala I dan II pada multigravida Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metoda
studi kasus di Klinik “A” Banjaran. Metode asuhan pada LTA ini adalah dengan wawancara,
observasi, dan penatalaksanaan asuhan. Subjek dalam asuhan ini adalah Ny. “H” G2P1A0. Hasil
asuhan yang penulis peroleh setelah dilakukan intervensi pelvoic rocking selama 4 minggu pada
Ny “H” yaitu persalinan kala 1 selama 10 jam sejak mules teratur dan kala II selama 25 menit.
Diharapkan penerapan senam hamil dengan pelvic counter dapat diterapkan selama asuhan
kehamilan trimester III agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Kata kunci : Studi Kasus Komprehensif, Penurunan kepala, Senam hamil (pelvic rocking)

ABSTRACT

Pelvic rocking exercise (PRE) is a way to speed up the labor process by moving the pelvis
in the direction of rotation during contractions. Swinging and rocking the pelvis forward and
backward, the right and left sides and circular will feel more relaxed and make it easier to open
the birth canal at the time of delivery (Wulandari, 2019). Mobility exercises are needed from the
mother to keep the ligaments loose, relaxed, free from tension and more space for the baby to
descend to the pelvis so that the length of time for the first and second stage of labor can be
shortened. The purpose of this study was to determine the effect of pelvic rocking intervention
with acceleration of labor in the first and second stages of multigravida. This type of research
was descriptive with a case study method at the Clinic "A" Banjaran. The method of care in this
LTA is by interview, observation, and management of care. The subject of this care is Mrs. “H”
G2P1A0. The results of the care that the author got after the pelvic rocking intervention for 4
weeks on Mrs "H" were the first stage of labor for 10 hours since regular heartburn and the
second stage for 25 minutes. It is hoped that the application of pregnancy exercises with a pelvic
counter can be applied during the third trimester of pregnancy care so that the delivery process
can run smoothly.

Keywords : Comprehensive Case Study, Head drop, Pregnancy exercise (pelvic rocking)

57


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN kasus atau 74,19 per 100.000 KH,
Kehamilan dan persalinan merupakan
sedangkan di kabupaten Bandung jumlah
proses alamiah (normal) dan bukan proses kematian ibu pada tahun 2018 yaitu
patologis, tetapi kondisi normal tersebut sebanyak 39 kasus dari 67.965 kelahiran
dapat menjadi patologi/abnormal
(Kemenkes, 2016). (S, 2021) Menurut hidup. Apabila dilihat dari semua data
Manuaba (2008), Multigravida adalah terlihat sangat jauh dari target Sustainable
wanita yang pernah hamil dan melahirkan
bayi aterm. Sedangkan menurut Development Goals (SDG’s) tahun 2015
Prawirohardjo (2002), Multigravida adalah
seorang Wanita yang sudah pernah hamil yaitu angka kematian ibu 102/100.000
lebih dari satu kali. Kehamilan pada kelahiran hidup (Primadi, 2020).
umumnya berkembang dengan normal dan
menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup Usia kehamilan merupakan salah satu
bulan melalui jalan lahir, namun kadang hal yang dapat memengaruhi kelangsungan
tidak sesuai yang diharapkan. Dalam proses dan kualitas hidup janin. Kehamilan
kehamilan terjadi perubahan sistem tubuh
ibu yang semuanya membutuhkan suatu umumnya berlangsung 40 minggu atau 280
adaptasi, baik fisik maupun psikologis. hari dihitung dari hari pertama haid terakhir.
(Kinanti, 2009).
Kehamilan cukup bulan (aterm) ialah usia
Angka kematian ibu di dunia pada tahun
2019 yaitu 216 per 100.000 kelahiran hidup kehamilan antara 38 sampai 42 minggu dan
atau sekitar 303.000 kematian ibu, ini merupakan periode terjadinya persalinan
kebanyakan terjadi di negara berkembang
yaitu 302.000 kematian ibu. Angka itu (Kristanto, 2010). yang terjadi
merupakan jumlah angka kematian 20 kali Kehamilan
lebih tinggi dibandingkan di negara maju
yaitu sebesar 239 per 100.000 kelahiran antara 22 sampai ≤ 37 minggu
hidup, sedangkan di negara maju hanya 12
per 100.000 kelahiran hidup (WHO (2019). disebut dengan kehamilan
Di Indonesia angka kematian ibu tahun 2019
masih tinggi yaitu 305/100.000 persalinan preterm (Mochtar dan
hidup, Di Jawa Barat jumlah kematian Ibu
tahun 2019 berdasarkan pelaporan profil Kristanto, 2010; Wulandari,
kesehatan kabupaten/kota sebanyak 684
2019).

Kepala janin yang telah memasuki pintu

atas panggul merupakan tanda permulaan
persalinan. Umumnya kepala janin
memasuki pintu atas panggul (PAP) terjadi

pada akhir usia kehamilan. Menurut Konar
(2015) masuknya kepala janin pada pintu

atas panggul terjadi pada usia kehamilan 38
minggu. Setelah masuknya kepala janin
pada PAP, diperkirakan persalinan akan

dimulai 2-3 minggu. Namun secara umum,

58


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

masuknya kepala janin pada rongga panggul latihan pendahuluan, latihan inti serta latihan
terjadi antara 38-42 minggu atau bahkan penenangan dan relaksasi (Mandriwati,
selama tahap pertama persalinan. (Konar, 2007).
2015). Pada multigravida hal ini terjadi pada
akhir tahap pertama persalinan. Tanda-tanda Pelvic Rocking merupakan salah satu
tersebut dapat dideteksi dengan melakukan gerakan dengan menggoyangkan panggul
pelayanan antenatal yang adekuat dan benar kesisi depan, belakang, sisi kiri dan kanan.
sehingga ibu hamil, keluarga dan tenaga Gerakan ini digunakan untuk mengurangi
kesehatan dapat merencanakan dan rasa kurang nyaman pada saat kehamilan
mempersiapkan persalinan dan tercapainya maupun saat persalinan kala I. Kelebihan
suatu persalinan yang aman (S, 2021). dari Pelvic Rocking antara lain gerakan yang
relatif sederhana dan menggunakan alat
Faktor penyebab belum masuknya yang sederhana tanpa menggunakan tempat
bagian terendah janin ke pintu atas panggul khusus dan pengawasan khusus. Salah satu
(PAP) dapat dipengaruhi oleh beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari senam
faktor yaitu CPD (cephalopelvic hamil (pelvic rocking) yaitu membantu
disproportion), tali pusat pendek, lilitan tali penrunan bagian terendah janin agar masuk
pusat, posisi janin, plasenta letak rendah ke pintu atas panggul, senam hamil (pelvic
(Plasenta Previa), dan bayi besar yang dapat rocking) ini dapat dilakukan pada trimester
menyebabkan bagian terendah janin belum III atau pada saat usia kehamilan 34 minggu.
masuk ke dalam PAP. Dampak yang Sesuai dengan penelitian yang dilakukan
mungkin terjadi apabila bagian terendah oleh Indrayani (2016) yang mengatakan
janin tidak masuk ke PAP yaitu pada posisi tegak meliputi posisi duduk
kemungkinan terjadinya kehamilan postterm diatas gym ball (pelvic rocking), berdiri,
karena penurunan bagian terendah janin jongkok, berjalan dapat merangsang
merupakan salah satu permulaan persalinan kontraksi uterus, memperlebar diameter
(Purwanti, 2020). panggul, serta mempercepat penurunan
bagian terendah janin (Wulandari, 2019).
Berdasarkan data dari klinik “A” sejak
bulan April hingga bulan Juni 2021 tercatat Asuhan antenatal adalah upaya preventif
ibu hamil yang mengalami belum masuknya program pelayanan kesehatan obstetrik
bagian terendah janin ke PAP pada usia untuk optimalisasi luaran maternal dan
kehamilan aterm sebanyak 20 orang. neonatal melalui serangkaian kegiatan
pemantauan rutin selama kehamilan.
Senam hamil adalah latihan fisik berupa Pelayanan antenatal dilakukan untuk
beberapa gerakan tertentu yang untuk mencegah komplikasi dan menjamin bahwa
meningkatkan kesehatan ibu hamil dan komplikasi dalam persalinan dapat
janin, yang meliputi 3 macam latihan yaitu

59


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

terdeteksi secara dini serta ditangani secara diperlukan, pemberian tablet besi (90 tablet
selama kehamilan), tes laboratorium
benar (Adriaansz, 2010). Terdapat enam sederhana, tata laksana kasus dan temu
wicara (Kemenkes RI, 2017). Namun, hanya
standar asuhan kehamilan meliputi 64% wanita mendapatkan antenatal care
sebanyak 4 kali atau lebih selama masa
identifikasi ibu hamil, pemeriksaan dan kehamilannya (WHO, 2016; Priyanti, 2020)

pemantauan antenatal care (ANC), palpasi METODE STUDI KASUS
Penelitian ini menggunakan pendekatan
abdominal, penyebab anemia pada
penelitian kuantitatif. Metode yang
kehamilan, pengolahan dini hipertensi pada digunakan untuk data primer yaitu dengan
menggunakan metode pengamatan
kehamilan, persiapan persalinan (observation), wawancara (anamnesa),
maupun hasil pengukuran fisik dan
(Kemenkes, 2017; Prawirohardjo, Buku pemeriksaan kebidanan langsung kepada
klien. Data sekunder diperoleh dengan
Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium,
pemeriksaan penunjang lainnya (USG, foto
Maternal dan Neonatal, 2013) rontgen dll) data kesehatan penduduk kota
dan provinsi, buku KIA sebagai buku
Berdasarkan Peraturan Menteri catatan perkembangan klien. Selain itu dapat
dilakukan melalui studi kepustakaan
Kesehatan Republik Indonesia No. 97 pasal (Library research). Adapun yang menjadi
subjek penelitian adalah ibu hamil trimester
12 ayat 3 menyatakan bahwa Pelayanan III dengan keluhan belum masuknya bagian
terendah janin ke PAP di usia kehamilan 38
Kesehatan Masa Hamil wajib dilakukan minggu 6 hari. Dan peneliti berupaya untuk
melakukan asuhan ibu hamil dengan belum
melalui pelayanan antenatal terpadu. masuknya bagian terendah janin ke PAP dari
masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi
Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal baru lahir.

4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu Responden difasilitasi untuk melakukan
senam hamil pelvic rocking untuk
1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 membantu mempercapat penurunan kepala

kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan

2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga

(Kemenkes RI, 2018; PERMENKES RI

Nomor 97 Tahun 2014, 2014) Sedangkan

menurut WHO (World Health

Organization), ANC minimal dilakukan 8

kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada TM

pertama, 2 kali pada TM kedua, dan 5 kali

pada TM ketiga (WHO, 2016). Pelayanan

kesehatan ibu hamil yang diberikan meliputi

10T, yaitu timbang berat badan dan ukur

tinggi badan, ukur tekanan darah, ukur LiLA

(nilai status gizi), ukur tinggi fundus uteri,

tentukan persentasi janin dan denyut jantung

janin, skrining imunisasi tetanus dan

pemberian imunisasi tetanus toxoid bila

60


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

bayi ke pintu atas panggul (PAP), senam Asuhan senam hamil pelvic rocking
hamil pelvic rocking ini dilakukan selama 4 dan posisi jongkok dapat membantu
minggu sebanyak 2 kali dalam satu minggu penurunan bagian terendah janin ke pintu
selama 15-20 menit. Senam hamil pelvic atas panggul (PAP) hal ini dikarenakan
rocking dilakukan dengan intervensi yang disaat melakukan senam hamil pelvic
sesuai denggan prosedur penatalaksanaan rocking tekanan gravitasi akan membuat
pelvic rocking. Penilaian kemajuan bagian terendah janin memasuki pintu atas
penurunan kepala janin dilakukan setelah 4 panggul secara bertahap. Menurut Hermina
minggu dilakukan senam hamil pelvic dan Wirajaya (2015) Pelvic Rocking
rocking dengan metode observasi. Exercises (PRE) bertujuan untuk melatih
Pengamatan variable dilakukan dengan otot pinggang, pinggul dan membantu
melakukan observasi kemajuan penurunan penurunan kepala bayi agar masuk kedalam
bagian kepala janin dari usia kehamilan 39 rongga panggul menuju jalan lahir.
minggu hingga kehamilan 40 minggu.
Posisi pelvic rocking dengan duduk
HASIL STUDI KASUS pada bola persalinan akan memfasilitasi
Pertama kali penulis bertemu dengan peningkatan diameter antro posterior
panggul. Begitu juga posisi pelvic rocking
pasien pada tanggal 3 Mei 2021 pada pukul dengan bersandar pada bola dan bergerak ke
10.30 WIB, hasil pemeriksaan didapatkan depan dan ke belakang akan membantu
bagian terendah janin belum memasuki PAP untuk memandu kepala janin ke dalam
dan belum ada tanda-tanda persalinan. Pada panggul. Humphrey et al menjelaskan
usia kehamilan memasuki 38 minggu 6 hari, bahwa posisi tegak meningkatkan kondisi
dilakukan intervensi dengan dilakukan janin melalui pasokan oksigen yang cukup
senam hamil pelvic rocking selama 4 sehingga dapat meminimalisir terjadinya
minggu, Pada tanggal 03 Juli 2021 jam gawat janin. Hal ini sesuai dengan
06.30 Ny. H dating dengan usia kehamilan penelitian yang dilakukan oleh Indrayani
42 minggu , dengan keluhan mules yang (2016) pada posisi tegak meliputi posisi
teratur sejak tanggal 02 Juli 2021 jam 00.00. duduk diatas gym ball (pelvic rocking),
berdasarkan hasil pemeriksaan kepala janin berdiri, jongkok, berjalan dapat merangsang
telah masuk PAP dan pembukaan 5cm. Pada kontraksi uterus, memperlebar diameter
jam 10.20, embukaan lengkap dan bayi lahir panggul, serta mempercepat penurunan
pada jam 10.45. bagian terendah janin. (Indrayani, 2018) Hal
ini juga sejalan dengan penelitian yang
PEMBAHASAN) dilakukan oleh Suksesty (2017) Mobilisasi
dengan pelvic rocking yaitu berdiri dengan

61


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

tegak dengan perlahan mengayunkan dan dengan janin yang belum masuk ke pintu
menggoyangkan pinggul kedepan dan
belakang, sisi kanan, sisi kiri, dan melingkar, atas panggul (PAP).
akan bermanfaat untuk membantu
memberikan tekanan ke kepala bayi Bidan dapat memberikan intervensi
sehingga akan membantu mempercepat
penurunan kepala janin. senam hamil pelvic rocking sebagai salah

Setelah dilakukan penanganan satu upaya tenaaga kesehatan untuk
dengan menggunakan senam hamil pelvic
rocking selama 4 minggu, setelah dilakukan membantu mempercepat penurunan bagian
pemeriksaan bagian terendah janin sudah
memasuki pintu atas panggul karena ibu terendah janin masuk ke PAP
melakukan senam hamil pelvic rocking
secara rutin 1 minggu 2 kali. Pada usia 42 Bagi peneliti selanjutnya bisa
minggu kepala janin masuk PAP, persalinan
kala 1 berjalan selama 3 jam 50 menit sejak melakukan penelitian yang sejenis dengan
ibu datang ke pelayanan Kesehatan yaitu
pada jam 06.30 pembukaan 5 dan waktu yang lebih lama dengan jumlah
pembukaan lengkap pada 10.20. Dan kala II
berjalan selama 25 menit. Berdasarkan responden yang lebih banyak dan juga bisa
kurva Friedman, diperhitungkan pembukaan
primigravida 2 cm/jam dan pembukaan dianalisis multivariate.
multigravida 1 cm/jam. Dengan perhitungan
tersebut maka waktu pembukaan lengkap DAFTAR PUSTAKA
dapat diperkirakan (Manuaba, 2013). Pada
primi gravida kala II berlangsung rata - rata PERMENKES RI Nomor 97 Tahun 2014.
1,5 - 2 jam dan pada multipara rata - rata 0,5 (2014). Jakara: KEMENKES RI.
– 1 jam (Asrinah, 2010).
Asrinah. (2010). Asuhan Kebidanan Masa
KESIMPULAN DAN SARAN Persalinan . Yogyakarta: Graha
Terdapat perubahan yang signifikan Ilmu.

sebelum dan sesudah diberikan intervensi Batubara, N. S. (2019). Pengaruh Pijat
senam hamil pelvic rocking pada pasien Oksitosin Terhadap Kelancaran ASI
pada Ibu Post Partum. Jurnal
Education and Development, 7,
117-120.

Dewi, A. (2020). Efektivitas Deep Back
Massage dan Massage Endorphin
Terhadap Intensitas Nyeri Kala I
Fase AKtif di BPM Setia. Jurnal
Ilmu Kesehatan, 14, 45.

Hidayah, A. (2021). Perbedaan Tingkat
Kecemasan Ibu Hamil Primigravida
dan Multigravida Trimester III
dalam Menghadapi Persalinan di
RSU Al Islam H.M Mawardi
Sidoarjo 2020. 13.

Indrayani. (2018). Pengaruh Senam Hamil
Pelvic Rocking dengan Penurunan
Kepala Janin. 5, 56.

62


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Mansyur. (2014). Asuhan Kebidanan Masa S, I. D. (2021). Pravalensi Turunnya Kepala
Nifas. Jawa Timur: Selaksa. Janin Pada Pintu Atas Panggul Pada
Primigravida Usia Kehamilan 34-36
Nurasiah, A. (2013). Asuhan Persalinan minggu Suatu Telaah Sistematis. 1.
Normal Bagi Bidan. Bandung:
Refika Aditama. Sastrawinata, S. (1983). Obstetri Fisiologi.
Bandung: Eleman.
Prawirohardjo, S. (2013). Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kesehatan Titik Hindriati, d. (2021). Efektivitas Posisi
Maternal dan Neonatal. Jakarta: Miring Kiri dan Setengah Duduk
ECG. Terhadap Kemajuan Persalinan
Kala I Fase Aktif pada Ibu
Prawirohardjo, S. (2013). Buku Panduan Primigravida di Ruang Bersalin
Praktis Pelayanan Kesehatan RSUD Raden Mattaher. Rise
Maternal dan Neonatal. Jakarta: Informasi Kesehatan, 10, 69.
Bina Pustaka.
Wulandari, C. L. (2019). Efekivitas Pelvic
Primadi, O. (2020). Profil Kesehatan Rocking Exercise pada Ibu Bersalin
Indonesia Tahun 2019. Jakara: Kala I Terhadap Kemajuan dan
Kementerian Kesehatan Republik Lama Persalinan. Jurnal Ilmiah
Indonesia. Keperawatan, 7, 69.

Priyanti, S. (2020). Frekuensi dan Faktor Yanti, D. (2011). Asuhan Kebidanan Masa
Kunjungan Antenatal. Jurnal Ilmiah Nifas. Bandung: Refika Aditama.
Bidan, 6, 2.
Yanti, D. (2017). Konsep Dasar Asuhan
Purwanti, A. (2020). Pengaruh Teknik Bola Kehamilan. Bandung: Refika
Persalinan (Birthing Ball) Terhadap Aditama.
Penurunan Bagian Bawah Janin
pada ibu Primigravida Inpartu Kala Yulizawati. (2017). Asuhan Kebidanan
I Fase Aktif di PMB Ike Sri Kec Pada Kehamilan. Padang: Erka.
Buluwang Kab Malang. Journal of
Islamic Mdicine, 4, 43. Yulizawati. (2019). Asuhan Kebidanan
Pada Persalinan. Sidoarjo:
Rahayu, S. (2016). Kesehatan Reproduksi Indomedia Pustaka.
dan Keluarga Berencana. Jakarta:
Kemenkes RI.

63


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PEMBERIAN KOMPRES HANGAT
PADA PUNGGUNG, MASSAGE EFFLEURAGE, DAN BREAST CARE

Rina Maryani, Dyeri Susanti
STIKes Budi Luhur Cimahi
[email protected], 083817159050

ABSTRAK

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering terjadi pada
kehamilan trimester III dan dapat diatasi dengan kompres hangat. Proses persalinan akan
menimbulkan nyeri karena kontraksi, metode pengurangan nyeri yaitu dengan massage
effleurage. Pada masa nifas tidak terlepas dari proses menyusui, agar proses menyusui berjalan
lancar dapat diberikan asuhan breast care. Menurut survey di PMB “D” dari 50 ibu hamil yang
ditemui, sebanyak 75% mengalami ketidaknyamanan nyeri punggung. Studi kasus ini bertujuan
untuk menurunkan nyeri setelah pemberian kompres hangat pada punggung di trimester III,
massage effleurage pada persalinan kala I, dan breast care untuk membantu melancarkan ASI.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan pengkajian sampai
memberikan asuhan. Subjek penelitian Ny.”G” G1P0A0 dengan ketidaknyamanan nyeri
punggung, mengalami nyeri pada kala I, dan bendungan ASI pada masa nifas. Hasil studi
kasus yaitu asuhan kompres hangat pada punggung selama ± 1 minggu diberikan secara rutin 3-
4x sehari dengan durasi ±15 menit. Ibu mengalami nyeri persalinan kala I, diberikan asuhan
massage effleurage, ibu merasa nyaman dan intensitas nyeri berkurang, serta pada masa nifas
Ibu mengalami bendungan ASI dan diberikan asuhan breast care untuk melancarkan
pengeluaran ASI. Kesimpulan Setelah dilakukan pemberian kompres hangat pada punggung,
massage effleurage intensitas nyeri berkurang, dan breast care membuat ASI menjadi lancar.

Kata kunci : Kompres Hangat, Massage Effleurage, Breast Care.

ABSTRACT

Back pain is one of the complaints of discomfort that often occurs in the third trimester of
pregnancy and can resolve with warm compresses. The childbirth process will cause pain due
to contractions, the pain reduction method is by massage effleurage. For the breastfeeding
process to run smoothly, give breast care. According to a survey in independent midwifery
practice "D" of 50 pregnant women, as many as 75% experienced back pain discomfort. This
study aims to determine the effect of pain intensity after giving warm compresses to the back in
the third trimester, effleurage massage in the first stage of childbirth, and breast care to help
facilitate breastfeeding. The research method used is a case study by conducting an assessment
to providing care. The subject of the study was Mrs. "G" who experienced back pain during the
third trimester of pregnancy and has been giving a warm compress intervention. During
childbirth, the mother experienced childbirth pain in the first stage with effleurage massage
care, and during the postpartum period, she experienced breast milk dam given breast care. The
results of the case study are warm compress care for ±1 week given routinely 3-4 times a day
with a duration of ± 15 minutes, while the childbirth process the mother experienced childbirth
pain in the first stage, was given effleurage massage care, the mother felt comfortable and
reduced the pain intensity, and during the postpartum period, the mother experiences breast
milk dams and given breast care to expedite the release of breast milk. Conclusion After giving
warm compresses to the back, massage effleurage intensity of pain reduced, and breast care
makes breast milk smooth.

Keywords : Warm Compress, Massage Effleurage, Breast Care.

64


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN Persalinan atau melahirkan bayi

Nyeri punggung merupakan salah adalah suatu proses normal wanita usia

satu keluhan ketidaknyamanan yang sering subur dan wanita mengalami nyeri selama

terjadi pada ibu hamil. Nyeri umumnya persalinan merupakan proses fisiologis,

meningkat intensitasnya pada ibu hamil secara obyektif pada kala I fase aktif

karena adanya perubahan postur dan persalinan biasanya kecemasan ibu

gravitasi atau gaya berat tubuh pada wanita cenderung meningkat seiring ibu merasakan

hamil. Hal ini terjadi karena pembesaran kontraksi dan nyeri yang semakin hebat.

rahim dan peningkatan berat janin. Nyeri Ibu mulai takut kehilangan kendali dan

tulang belakang juga terjadi karena menggunakan berbagai macam mekanisme

perubahan struktur anatomis, hormonal dan koping (Marwa et al., 2017).

stress, nyeri punggung yang berlebihan Upaya untuk mengatasi nyeri

dapat berdampak buruk pada ibu dan janin persalinan dapat menggunakan metode non

meskipun bukan termasuk kehamilan yang farmakologi karena memiliki efek non

beresiko tinggi namun juga memerlukan invasif, sederhana, efektif, dan tanpa efek

perhatian khusus dengan melakukan asuhan yang membahayakan, meningkatkan

komprehensif (HALOHO; & HALOHO;, kepuasan selama persalinan karena ibu

2017). dapat mengontrol perasaannya dan

Berdasarkan penelitian yang kekuatannya. Metode non farmakologi yang

dilakukan oleh (Apriliyanti Mafikasari, dapat digunakan untuk menurunkan nyeri

2014) ketidaknyamanan nyeri punggung persalinan antara lain homeopathy, massage

pada ibu hamil terjadi sekitar 60-80% di effleurage, imajinasi, umpan balik biologis,

berbagai daerah, dan di provinsi Jawa terapi musik, akupresure, massage

Timur diperkirakan sekitar 65% dari 100% counterpresure, hipnobirthing, waterbirth,

ibu hamil masih mengalami nyeri relaksasi dan akupuntur (Danuatmaja;,

punggung. 2008).

Metode non farmakologis yang dapat Pada masa nifas terjadi perubahan-

mengurangi nyeri yaitu dengan kompres perubahan penting, salah satunya yaitu

hangat yang dapat memberikan manfaat timbulnya laktasi. Laktasi adalah

seperti memberikan rasa nyaman, pembentukan dan pengeluaran air susu ibu.

mengurangi atau mencegah terjadinya Laktasi terjadi oleh karena pengaruh

spasme otot dan memberikan rasa hangat hormon estrogen dan progesterone yang

(Alloya, 2016). merangsang kelenjar-kelenjar payudara ibu.

Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif

bertujuan untuk memenuhi asupan ASI
65


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pada bayi sejak dilahirkan sampai dengan dikarenakan pada saat kunjungan
berusia enam bulan karena ASI kehamilan ibu mengeluhkan nyeri
mengandung kolostrum yang kaya akan punggung pada trimester III, nyeri pada
antibodi dan mengandung zat-zat penting persalinan kala I fase aktif, serta mengeluh
seperti protein untuk daya tahan tubuh dan mengalami bendungan ASI pada masa
pembunuh kuman dalam jumlah tinggi nifas.
sehingga pemberian ASI eksklusif dapat
mengurangi kematian pada bayi. Pada METODE STUDI KASUS
pemberian ASI eksklusif terdapat masalah Penelitian ini menggunakan metode
yang dapat terjadi yang disebabkan oleh
karena faktor internal dan eksternal. Faktor studi kasus dengan pendekatan asuhan
internal meliputi rendahnya pengetahuan kebidanan. Subjek penelitian adalah
dan sikap ibu, sedangkan faktor eksternal Ny.”G” G1P0A0 dengan keluhan nyeri
meliputi kurangnya dukungan keluarga, punggung pada saat kehamilan trimester III,
masyarakat, petugas kesehatan maupun nyeri persalinan pada kala I, dan mengalami
pemerintah, gencarnya promosi susu bendungan ASI pada masa nifas.
formula. Kondisi ini menyebabkan
penundaan pemberian ASI, penundaan Pada saat kehamilan Ny. “G”
pemberian ASI dapat menimbulkan diberikan asuhan kompres hangat selama ±
masalah pada ibu yaitu terjadinya 1 minggu dengan durasi ±15 menit
penumpukan ASI dalam payudara, sehingga dilakukan 3-4x dalam sehari. Pada saat kala
menimbulkan bendungan ASI. Bendungan I ibu mengalami nyeri persalinan dan
ASI berdampak pada psikologis ibu seperti dilakukan massage effleurage. Pada masa
rasa sakit, cemas karena tidak dapat nifas mengalami bendungan ASI dan
menyusui. Kondisi ini akan menyebabkan diberikan asuhan Breast Care selama 3
masalah psikologis pada ibu yaitu ibu akan hari.
merasa tidak mampu menyusui bayi dan
merasa cemas yang berdampak pada HASIL STUDI KASUS
semakin menurunnya produksi ASI. Asuhan kehamilan TM III
Sebagai alternative ibu akan mengambil
keputusan ibu untuk menghentikan dilaksanakan pada hari senin tanggal 19
pemberian ASI eksklusif (Pitria, 2018). April 2021, ibu mengalami
ketidaknyamanan nyeri punggung dengan
Penulis tertarik untuk melakukan hasil pemeriksaan dalam keadaan normal.
asuhan keidanan secara komprehensif pada Penatalaksanaan yang diberikan berupa
Ny. “G” di PMB “D” Cimahi Tengah, pemberian kompres hangat pada punggung
selama ± 1 minggu dilakukan secara rutin

66


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

3-4 kali dalam sehari dengan durasi ± 15 menunjukan adanya penurunan intensitas
menit. nyeri pada ibu hamil trimester III.

Asuhan masa persalinan Kala I Proses kala 1 persalinan Ny.”G”
tanggal 24 April 2021 pukul 07.00 WIB, didasari dengan kontraksi yang teratur sejak
ibu mengalami nyeri persalinan kala I, hasil pukul 03.00 WIB tanggal 24 April 2021.
pemeriksaan dalam batas normal Ibu datang ke PMB “D” pukul 07.00 WIB
pembukaan serviks 7 cm, penatalaksanaan dengan hasil pemeriksaan pembukaan 7 cm
yang diberikan yaitu memberi asuhan dan ketuban masih utuh. Lamanya kala 1
massage effleurage selama kala I pada Ny.”G” berlangsung selama 2 jam,
berlangsung dan intensitas nyeri ibu berdasarkan teori bahwa proses persalinan
berkurang. kala I pada primipara yaitu sekitar 6 jam.
Ibu primigravida lebih merasakan nyeri
Asuhan masa nifas pada kunjungan pada awal persalinan kala I. Primigravida
hari ke 3 tanggal 27 April 2021 ibu cenderung lebih banyak mengalami
mengalami bendungan ASI, dengan hasil kecemasan hingga menimbulkan
pemeriksaan didapatkan payudara ibu ketegangan dan ketakutan sehingga tidak
teraba bengkak, penatalaksanaan yang dapat menahan nyerinya (Rukiah, 2012).
diberikan yaitu memberi asuhan breast Sama halnya yang dialami oleh Ny. “G”
care. Asuhan ini diberikan selama 3 hari mengalami nyeri persalinan kala I, sehingga
dan hasil yang didapatkan ASI keluar dilakukan massage effleurage untuk
dengan lancar. mengurangi nyeri yang dirasakan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
PEMBAHASAN (Wahyuni & Wahyuningsih, 2015)
Pada kasus ini Ny “G” mengalami mengatakan bahwa pemberian massage
effleurage dapat digunakan untuk intervensi
ketidaknyamanan kehamilan trimester III pada saat mengalami nyeri persalinan.
yaitu nyeri punggung, diberikan asuhan
kompres hangat selama ± 1 minggu dengan Pada kasus ini Ny. “G” mengalami
durasi ±15 menit dilakukan 3-4x dalam bendungan ASI pada hari 3 masa nifas.
sehari secara rutin. Pemberian kompres Kondisi ini menyebabkan penundaan
hangat dilakukan pada Ny. “G” dan ibu pemberian ASI, penundaan pemberian ASI
merasa nyaman karena relaksasi dan dapat menimbulkan masalah pada ibu yaitu
berkurangnya rasa nyeri punggung. Hasil terjadinya penumpukan ASI dalam
penelitian ini didukung dengan penelitian payudara, sehingga menimbulkan
yang dilakukan oleh (Marwa et al., 2017) bendungan ASI. Asuhan yang diberikan
bahwa setelah diberikan kompres hangat yaitu breast care selama 3 hari, didapatkan

67


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

hasil ASI keluar dengan lancar. Bendungan PUNGGUNG) PADA IBU HAMIL
ASI berdampak pada psikologis ibu seperti
rasa sakit, cemas karena tidak dapat TRIMESTER III Apriliyanti
menyusui. Kondisi ini akan menyebabkan
masalah psikologis pada ibu yaitu ibu akan Mafikasari*, Ratih Indah
merasa tidak mampu menyusui bayi dan
merasa cemas yang berdampak pada Kartikasari**.
semakin menurunnya produksi ASI
(Kusumastuti et al., 2018). Berdasarkan Danuatmaja;, B. M. (2008). Persalinan
penelitian yang dilakukan oleh (Pitria, Normal Tanpa Rasa Sakit. Puspa
2018) mengatakan bahwa dengan Swara.
melakukan asuhan breast care produksi
ASI menjadi lebih lancar sehingga tidak HALOHO;, C. B., & HALOHO;, C. B.
mengalami bendungan ASI.
(2017). PENGARUH PEMBERIAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Asuhan kebidanan komprehensif KOMPRES HANGAT JAHE

dengan pemberian kompres hangat pada TERHADAP PENURUNAN NYERI
punggung, dan massage effleurage dapat
mengurangi intensitas nyeri pada masa PUNGGUNG IBU HAMILDI
kehamilan TM III dan kala I fase aktif.
Asuhan breast care dapat membantu WILAYAH KERJA PUSKESMAS
melancarkan pengeluaran ASI. Asuhan
kebidanan yang diberikan oleh PMB perlu KEDUNG MUNDU KOTA
dipertahankan agar masyarakat khususnya
ibu dapat menjalani fase kehamilan, SEMARANG. //Repository.Poltekkes-
persalinan, dan nifas dengan nyaman dan
bahagia. Smg.Ac.Id/Index.Php?P=Show_Detail

&Id=13606&Keywords=

Kusumastuti, Qomar, U. Laelatul, &
Pratiwi. (2018). Efektifitas Pijat
Oketani Terhadap Pencegahan
Bendungan ASI Pada Ibu Postpartum.
University Research Colloqium, 271–
277.
Http://Repository.Urecol.Org/Index.P
hp/Proceeding/Article/View/147/143

Marwa, A. R., Sumarah, S., & Maryani, T.
(2017). Perbedaan Skala Nyeri Kala I
Dan Durasi Kala II Persalinan Pada
Primigravida Dengan Senam Dan
Yoga Kehamilan. Jurnal Kesehatan
Ibu Dan Anak, 11(1), 45–49.

Pitria, E. (2018). Hubungan Perawatan
Payudara Dengan Kejadian
Bendungan ASI Pada Ibu Pos Partum
Di Ruang Kebidanan Di RSUD Kota
Kendari Tahun 2018. Jurnal Bidan
“Midwife Journal.”

DAFTAR PUSTAKA Wahyuni, S., & Wahyuningsih, E. (2015).
Pengaruh Massage Effleurage
Alloya, A. (2016). Beda Pengaruh Antara Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan
Senam Hamil Dengan Kompres Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin
Hangat Dan. Di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu Klaten 2015. Jurnal
Apriliyanti Mafikasari, R. I. K. (2014). Involusi Kebeidanan, 5(10), 43–53.
POSISI TIDUR DENGAN
KEJADIAN BACK PAIN (NYERI

68


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN SUPPORT MENTAL
UNTUK MENGATASI KECEMASAN ANEMIA

Fitria Andini Azzahra1, Rifka Primadiany Winahyu2, Sri Wulan Ratna Dewi3,
Neli Sunarni4 , Rosidah Solihah5
STIKes Muhammadiyah Ciamis
[email protected]

ABSTRAK

Anemia pada ibu hamil disebut “potensial danger to mother and child” potensial
membahayakan ibu dan anak sehingga menimbulkan kecemasan berlebih selama
kehamilan. Dengan diberikan asuhan berupa support mental dapat mengatasi
kecemasan ibu terhadap anemia. Asuhan yang diberikan menggunakan metode
pendekatan proses manajemen asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah Varney. Sesuai hasil
observasi ibu mengalami anemia berat disertai kecemasan berlebih. Berdasarkan asuhan yang
telah diberikan yang sesuai dengan perencanaan kecemasan ibu terhadap anemia dapat
teratasi.
Kata kunci : Support Mental, Kecemasan, Kehamilan Anemia

ABSTRACT

Anemia in pregnant women is called "potential danger to mother and child" potentially
endangering mother and child, causing excessive anxiety during pregnancy. by being given care
in the form of mental support can overcome maternal anxiety about anemia. The care provided
uses a midwifery care management process approach based on the 7 steps of Varney. according
to the results of observations the mother had severe anemia accompanied by excessive anxiety.
based on the care that has been given in accordance with the planning of the mother's anxiety
about anemia can be resolved.
Keywords : Support Mental, Worry, Pregnancy with Anemia

PENDAHULUAN dibandingkan dengan 2013, pada tahun
Anemia menjadi salah satu masalah 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia
sedangkan pada tahun 2018 meningkat
utama yang belum terartasi khususnya pada menjadi 48,9% (Riskesdas, 2018).
Ibu hamil. Anemia pada kehamilan
merupakan salah satu masalah nasional Anemia pada ibu hamil berdampak
karena mencerminkan nilai kesejahteran buruk bagi ibu maupun janin.
sosial ekonomi masyarakat dan Kemungkinan dampak buruk terhadap ibu
pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas hamil yaitu proses persalinan yang
sumber daya manusia. membutuhkan waktu lama dan
mengakibatkan perdarahan serta syok
Data dari World Health Organization akibat kontraksi (Fikawati, 2015).
(WHO) 2010, secara global prevalensi
anemia pada ibu hamil di seluruh dunia Anemia pada ibu hamil disebut
adalah sebesar 41,8%. Prevalensi anemia “potensial danger to mother and child”
pada ibu hamil di Indonesia meningkat (potensial membahayakan ibu dan anak).

69


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Hal tersebut berdampak terhadap perubahan Berdasarkan hasil penelitian yang

fisiologis dan psikologis Ibu, sehingga telah dilakukan pada Ibu hamil Ny. A Umur

menimbulkan kecemasan berlebih selama 20 Tahun G1P0A0 hamil 24 minggu

kehamilan. Menurut penelitian Fauziah dengan Anemia pada tanggal 5 Juni 2021

(2016) kecemasan tersebut merekam situasi didapatkan hasil bahwa ibu mengeluh

psikologis pada kehamilannya serta dapat sering merasa cepat lelah, gelisah, lemas,

mengetahui faktor resiko yang dipengaruhi pusing, memiliki riwayat anemia dan

oleh kondisi emosional, tingkat kecemasan kecemasan berlebih.

yang lebih tinggi akan mengakibatkan Keadaan umum Ibu nampak lemah,

depresi Ibu pasca kelahiran bayi sehingga Kesadaran Composmentis, BB: 50 kg, TD:

meningkatkan resiko syndromblue. 120/80 mmHg, N: 84x/m P: 21x/m, S:

Dalam keadaan tersebut Ibu hamil 36°C, Lila: 26,5 cm, Konjungtiva Ibu

membutuhkan perhatian serius dari semua terlihat pucat. TFU: 17 cm, Balt (+), DJJ:

pihak yang terkait dalam pelayanan 140x/m, usia kehamilan 24 minggu, TP: 25

kesehatan (Manuaba, 2007). Cara untuk September 2021. Pemeriksaan laboratorium

menghadapi kecemasan, salah satunya Hb: 7 gr/dl.

dengan Support Mental. Berdasarkan uraian Analisa data dari kasus tesebut

diatas penulis tertarik untuk melakukan didapatkan hasil G1P0A0, hamil 24 minggu

studi kasus tentang “Asuhan Kebidanan dengan anemia berat disertai kecemasan

Pada Ibu Hamil Dengan Support Mental berlebih, janin tunggal hidup, Intra Uterin.

Untuk Mengatasi Kecemasan Anemia”. Penatalaksanaan yang dilakukan

antara lain: menginformasikan hasil

METODE STUDI KASUS pemeriksaan, memberikan KIE tentang

Studi Kasus penulis melakukan tanda bahaya anemia pada kehamilan,

penelitian ini dengan menggunakan Menganjurkan Ibu untuk mengonsumsi

pendekatan proses manajemen asuhan makanan yang mengandung zat besi,

kebidanan berdasarkan 7 langkah Varney Menganjurkan Ibu untuk istirahat yang

yang meliputi: pengkajian, , interpretasi cukup, Mengingatkan Ibu untuk meminum

data, identifikasi diagnosa dan masalah tablet Fe secara teratur, Melakukan

potensial, identifikasi tindakan segera dan komunikasi teurapetik, Mendorong

atau kolaborasi, rencana menyeluruh keluarga terutama suami untuk memberikan

asuhan kebidanan, pelaksanaan dan motivasi dan perhatian lebih, Menganjurkan

evaluasi. Ibu untuk pemeriksaan Hb ulang.

HASIL STUDI

70


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PEMBAHASAN Darah (TTD) bagi wanita usia subur dan

Setelah melakukan asuhan Ibu hamil yang dilakukan oleh Bidan sesuai

kebidanan pada Ibu hamil Ny. A dengan dengan Standar Operasional Prosedur

Anemia berat disertai kecemasan berlebih, (SOP), dengan ketentuan yang berlaku, dan

tidak ada kesenjangan antara teori dengan faktor yang mempengaruhi pelaksanaanya

asuhan yang telah dilakukan. sebagai cara untuk mengatasi anemia

Anemia merupakan suatu keadaan Anemia pada ibu hamil berdampak

ketika jumlah sel darah merah atau buruk bagi ibu maupun janin.

konsentrasi pengangkut oksigen dalam Kemungkinan dampak buruk terhadap ibu

darah Hemoglobin (Hb) tidak mencukupi hamil yaitu proses persalinan yang

untuk kebutuhan fisiologis tubuh membutuhkan waktu lama dan

(Kemenkes RI, 2013). mengakibatkan perdarahan serta syok

Klasifikasi Anemia Gravidarum akibat kontraksi (Fikawati, 2015). Hal
tersebut menyebabkan kecemasan berlebih
Menurut WHO pada ibu hamil.

Normal ≥11 gr% Freud (dalam safaria, 2012: 49)
menyatakan bahwa kecemasan adalah
Anemia Ringan 9-10 gr% reaksi terhadap ancaman dari rasa sakit
maupun dunia luar yang tidak siap
Anemia Sedang 7-8 gr% ditanggulangi dan berfungsi
memperingatkan individu akan tanda
Anemia Berat <7 gr% bahaya (Gitleman, 2014)

Pada kunjungan ANC tanggal 5 Pada asuhan Ny. A mengalami
kecemasan berlebih yang dapat memicu
juni 2021, penulis menemukan tanda dan perubahan pola hidup yang tidak baik bagi
ibu dan janin dalam kandungan.
gejala anemia dari data subjektif dimana Komunikasi teurapetik yang efektif dapat
membantu ibu memperjelas dan
Ibu mengatakan sering merasa cepat lelah, mengurangi beban perasaan dan pikiran,
membantu mengambil tindakan yang
gelisah, lemas, pusing, memiliki riwayat efektif, mempengaruhi seseorang,
lingkungan fisik dan diri sendiri (Iriadi,
anemia dan kecemasan berlebih. Pada 2012)

pemeriksaan objektif juga ditemukan tanda- Dukungan dari keluarga dan suami
sangat mempengaruhi mental dan kesehatan
tanda anemia pada Ny. A, dimana ibu selama masa kehamilan dan membantu

konjungtiva Ibu terlihat pucat dan pada

pemeriksaan penunjang (pemeriksaan kadar

Hb) didapatkan hasil kadar Hb Ibu 7 gr/dl.

Berdasarkan urain diatas dan kadar

Hb Ibu yaitu 7 gr/dl, penulis

mengkategorikan anemia yang dialami Ibu

adalah anemia berat, penggolongan ini

sesuai dengan tinjauan teori.

Ketentuan Permenkes No. 88

Tahun 2014 tenang standar Tablet Tambah

71


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

mengurangi kecemasan Ibu yang sehingga keadaan ibu semakin

mengalami anemia.(Ayu, 2017) membaik.(Sulastri & Nurhiadayati, 2014)

KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA
Setelah melakukan asuhan
Ayu, W. (2017). hubungan tingkat
kebidanan pada Ny. A Umur 20 Tahun kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi
G1P0A0 dengan Anemia yang disertai TTD di wilayah kerja puskesmas
kecemasan berlebih, tidak ada kesenjangan sidement 2015. 4(2), 2–3.
antara teori dan studi kasus. Kecemasan http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/239/
yang ibu alami berasal dari tanda dan
gejala yang ibu rasakan mengacu pada Iriadi, S. (2012). 2011. Komunikasi
anemia berat sehingga memperburuk Terapeutik.
keadaan ibu. Setelah dilakukan komunikasi
terapeutik dan juga adanya perhatian serta Sulastri, & Nurhiadayati, R. D. (2014).
dukungan dari keluarga yang menjadi Hubungan Antara Pemberian
support mental terhadap ibu, kecemasan ibu Suplemen Fe, Vitamin C, Dan Jarak
terhadap bahaya anemia dapat diatasi Kehamilan Terhadap Status Anemia
Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja
Puskesmas Tawangsari Kabupaten
Sukoharjo. Prosiding Seminar
Nasional Food Habit and
Degenerative Diseases, 1(1), 63–66.

72


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. “N” DENGAN SENAM
HAMIL UNTUK MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Rani, Sofa Fatonah H.S
STIKes Budi Luhur Cimahi
([email protected], 083121132971)

ABSTRAK

Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan ketidaknyamanan yang sering
terjadi pada kehamilan trimester III dan dapat diatasi dengan melakukan senam hamil.
Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat meningkatkan stres dan
perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan, ibu hamil juga akan merasa tidak
nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dan akan terjadi perubahan postur tubuh
menjadi tidak baik. Menurut survey di Klinik “BI” dari 42 ibu hamil yang ditemui, sebanyak
40% mengalami ketidaknyamanan nyeri pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh intensitas nyeri setelah pemberian senam hamil. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif dengan melakukan pengkajian sampai memberikan asuhan. Subjek
penelitian pada Ny“N” yang mengalami nyeri pinggang pada kehamilan trimester III dan
diberikan intervensi senam hamil. Hasil studi kasus yaitu asuhan senam hamil selama ± 2
minggu diberikan secara rutin 3x dalam 1 minggu dengan durasi ± 20-30 menit. Kesimpulan
setelah dilakukan senam hamil bahwa terdapat pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri
pinggang pada ibu hamil trimester III.

Kata kunci: Senam Hamil, Nyeri Pinggang

ABSTRACT

Back pain is one of the complaints of discomfort that often occurs in the third
trimester of pregnancy and can be overcome by doing pregnancy exercises. Pain causes
fear and anxiety so that it can increase stress and drastic physiological changes during
pregnancy, pregnant women will also feel uncomfortable in carrying out daily
activities, and there will be changes in body posture that are not good. According to a
survey at the "BI" Clinic of 42 pregnant women who were met, as many as 40%
experienced low back pain discomfort. This study aims to determine the effect of pain
intensity after giving pregnancy exercise. The research method used is a case study by
conducting an assessment to providing care. The subject of the study was Mrs. "N" who
experienced low back pain in the third trimester of pregnancy and was given a
pregnancy exercise intervention. The result of the case study is that pregnancy exercise
care for ± 2 weeks is given routinely 3 times in 1 week with a duration of ± 20-30
minutes. The conclusion after doing pregnancy exercise is that there is an effect on
decreasing the level of low back pain in third trimester pregnant women.

Keywords: Pregnancy Exercise, Back Pain

73


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN

Pada masa periode kehamilan panjang, meningkatkan kecenderungan
terjadi berbagai perubahan fisiologis antara nyeri pinggang pada saat pasca partum dan
lain perubah fisik. Perubahan-perubahan

selama kehamilan menimbulkan ketidak nyeri pinggang kronis yang sulit untuk
nyamanan pada ibu hamil. Perubahan ini disumbuhkan. Sehingga pada khasus ini

deperlukan guna melindungi fungsi normal harus diberikan asuhan atau penanganan
ibu dalam menyediakan kebutuhan untuk yang tepat salah satunya adalah senam

pertumbuhan dan perkembangan janin. hamil. Ibu hamil membutuhkan tubuh

Perubahan ini menimbulkan gejala yang segar dan bugar agar dapat

spesifik sesuai dengan tahapan kehamilan menjalankan aktivitasnya. Adapun

yang terdiri dari tiga trimester. Selama ibu kondisi tubuh yang demikian dapat

hamil ditrimester tiga membutuhkan diupayakan dengan olah tubuh yang
perhatian khusus, karena masa ini terjadi sesuai dengan ibu hamil yaitu senam
pertumbuhan dan perkembangan janin yang hamil (Purwati&Agustina 2016).
semakin meningkat. Postur dan berat badan
yang bertambah menyebabkan ibu hamil Salah satu metode penanganan
merasakan salah satunya adalah nyeri pada nonfarmakologis yang dilakukan untuk
pinggang (Martinus Gonsianus Geta, mengatasi nyeri pinggang pada ibu hamil
Fransiska Yuniati Demang, 2020). adalah mengajak ibu hamil untuk
melakukan senam hamil, mengingat
Sementara menurut Kusmaryadi pentingnya manfaat senam hamil yaitu
(2011), nyeri pinggang selama kehamilan memperbaiki sirkulasi darah. Senam hamil
adalah keluhan umum pada wanita hamil. yang dilakukan untuk membantu
Angkanya sekitar 50-70 % dari wanita kesiapan fisik ibu dalam menghadapi
hamil bisa merasakannya. Nyeri pinggang persalinan dan membantu mengatasi
ini bisa dirasakan di semua tingkat usia ketidak nyamanan pada trimester tiga
kehamilan. Tetapi paling banyak dirasakan (Febrida cahya, Tina, 2020).
saat kehamilan tua (trimester ketiga). Oleh
karena itu, selain makan secara Secara ringkas petunjuk senam
teratur, ibu hamil harus cukup istirahat dan hamil berupa konsultasi/pemeriksaan
berolahraga sesuai dengan kebutuhannya. kesehatan, dilakukan mulai umur
Salah satu olahraga yang baik untuk ibu kehamilan 28 minggu, membutuhkan
hamil adalah senam hamil. ruangan yang nyaman dan pakaian yang
sesuai, minum yang cukup baik
Nyeri pinggang yang tidak segera sebelum, selama dan setelah melakukan
diatasi bisa menyebabkan nyeri jangka senam, melakukan senam 3x

85


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

seminggu/teratur, melakukan pemanasan buku KIA. Dalam study kasus ini penulis

dan pendinginan, tidak menahan nafas melakukan proses asuhan kebidanan yang

selama latian, hentikan bila timbul keluhan, berfokus pada upaya penanganan nyeri

bila dilakukan di rumah sakit senam hamil pinggang pada ibu hamil trimester III.

dipandu dan terdapat sosialisasi (Anik & dengan pemberian senam hamil. Asuhan

Yetty 2011:52). yang diberikan pada Ny. “N” diberikan

Berdasarkan uraian di atas maka asuhan senam hamil selama ± 2 minggu

peneliti merasa tertarik untuk melakukan dengan durasi ± 20-30 menit dilakukan 3x

penelitian tentang “Asuhan Kebidanan dalam seminggu.

Komprehensif Pada Ny. “N” Dengan

Senam Hamil Untuk Mengurangi HASIL STUDI KASUS

Ketidaknyamanan Trimester III, Asuhan kehamilan TM III

dikarenakan pada saat kunjungan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 05

bertemu dengan peneliti ibu mengeluhkan Mei 2021, ibu mengalami ketidaknyamanan

nyeri pinggang dan kurangnya pengetahuan nyeri pinggang dengan hasil pemeriksaan

ibu dalam penanganan nyeri pinggang, dalam keadaan normal. Penatalaksanaan

maka disini peran bidan adalah memberikan yang diberikan berupa asuhan senam hamil

asuhan sesuai kebutuhan ibu yaitu dengan selama 30 menit, kemudian dilakukan

melakukan senam hamil. pemantauan ± 2 minggu dan ibu melakukan

secara rutin 3 kali dalam seminggu dengan

METODE STUDI KASUS durasi ± 20-30 menit.

Jenis penelitian yang digunakan Kemudian dilakukan pemantauan

dalam penelitian ini adalah deskriptif slaka nyeri terhadap nyri pinggan ibu dan

dengan metode atau pendekatan studi kasus didapatkan hasil :

(Case Study) dengan pendekatan asuhan Tanggal Durasi Skor Hasil

kebidanan. Subjek penelitian adalah 1 05-05- 30 7-9 Ibu mengatakan sangat nyeri
orang dengan keluhan nyeri pinggang pada 2021 Menit tetapi masih bilsa melakukan
saat kehamilan trimester III. Penelitian ini aktivitasnya
telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 08-05- 30
2021 Menit 7-9 Ibu mengatakan sangat nyeri
tetapi masih bilsa melakukan
aktivitasnya

2021 di linik “BI” Cipatat Kabupaten 11-05- 30 4-6 Ibu mengatakan rasa
2021 Menit nyerinya berkurang
Bandung Barat 14-05- 20
2021 Menit 4-6 Ibu mengatakan rasa
Proses pengumpulan data dengan 17-05- 30 nyerinya berkurang
2021 Menit
cara wawancara langsung dengan 1-3 Ibu mengatakan rasa
19- 05- 30 nyerinya sudah jarang di
pasien, mengobservasi dan 21 Menit rasakan

pendokumentasian dengan menggunakan 0 Ibu mengatakan sakit
pinggangnya sudak tidak
nyeri

86


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PEMBAHASAN nyeri pinggang, mengontrol berat badan
Hasil penelitian mengenai “Asuhan
ibu, mencegah sembelit dan varices,
Kebidanan Komprehensif Pada Ny. “N”
Dengan Senam Hamil Untuk Mengurangi menguatkan otot-otot panggul,
Ketidaknyamanan Trimester III. Pada kasus
ini Ny “N” mengalami ketidaknyamanan mempermudah proses persalinan,
trimester III yaitu nyeri pinggang dan
diberikan asuhan senam hamil selama ± 2 mempersiapkan fisik dan mental
minggu dengan durasi ±20-30 menit
dilakukan 3x dalam seminggu secara rutin. ibu dalam menjalani proses kelahiran
Setelah pemberian senam hamil ke 3x ibu
merasa berkurang rasa sakit pinggangnya (Mandriawati, 2011)
kemudian ibu merasa nyaman dan
relaksasi, setelah dilakukan senam hamil Setelah dilakukan asuhan senam
selama 6x dalam 2 minggu di dapatkan
bahwa hasil skala nyeri ibu adalah 0 atau hamil di dapatkan bahwa adanya pengaruh
ibu sudah tidak merasakan sakit pinggang
lagi. Hasil penelitian ini didukung dengan terhadap penurunan tingkat nyeri pada ibu
penelitian yang dilakukan oleh Putu
Noviana Sagitarini (2019) bahwa setelah hamil yang mengalami sakit pinggang di
diberikan senam hamil menunjukan adanya
penurunan intensitas nyeri pinggang pada trimester III.
ibu hamil trimester III.
KESIMPULAN DAN SARAN
Tujuan senam hamil yaitu untuk Asuhan kebidanan konfrehensif
memperkuat dan mempertahankan
elastisitas otot-otot dinding perut, ligament- dengan melakukan senam hamil sangat
ligamen, otot dasar punggung yang epektif dalam menurunkan nyeri pinggang
berhubungan dengan proses persalinan, pada ibu hamil trimester III dilihat pada
membentuk sikap tubuh yang baik selama pemberian asuhan senam hamil ke 3x di
kehamilan dan bersalin, dapat mengatasi dapatkan penurunan tingkat nyeri pinggang
keluhan umum pada wanita hamil, ibu. Saran: Semoga bisa menjadi bahan
mengharapkan letak janin yang normal, masukan agar dapat meningkatkan mutu
mengurangi sesak nafas akibat bertambah pelayanan kebidanan melalui pendekatan
besarnya peru. Manfaat senam hamil yaitu manajemen asuhan kebidanan pada
memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi kehamilan dengan penatalaksanaan senam
hamil untuk mengurangi nyeri pinggang.

DAFTAR PUSTAKA

Arrisqi.2017.”Upaya Penanganan Nyeri
Pinggang Pada Ibu Hamil
Trimester III Surakarta. Unimus”.

Dwi dan Ita Lestari. 2014. “Hubungan
Senam Hamil Dengan Nyeri
Pinggang Pada Ibu Hamil
Trimester II Dan IIi Studi Di Bpm
Ny. S.A Desa Brangkal Sooko –
Mojokerto”.

87


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Kusmaryadi.2011. “Nyeri Pinggang Inding, Ilmiati. 2016. “Pengaruh
Senam Hamil terhadap
Selama Kehamilan (Online) Perubahan Derajat Nyeri Pada
Ibu Hamil yang Menderita Nyeri
Available At Pinggang Bawah (NPB).Skripsi.
Fakultas Kedokteran Universitas
http://digilib.esaunggul.ac.id/publ Hasanuddin Makassar”

ic/UEUUndergraduae-806-

BAB1.pdf”.

Putu Noviani Sagitarin. 2016. “Hubungan Megasari. 2015. “Hubungan Senam
Senam Hamil dengan Nyeri
Pinggang Ibu Hamil Trimester III Hamil Terhadap Nyeri
Di RSIA Puri Bunda”.
Punggung pada Ibu Hamil

Febrina Yosefa, 2013. “Efektifitas Senam Trimester III di RB Fatmawati.
Hamil Terhadap Penurunan Nyeri
Punggung Pada Ibu Hamil. KTI: STIKes Hang Tuah
(https://Jurnal Unri.ac ad/
artikel) diperoleh tanggal 15 Pekanbaru”.
maret 2019”.
Lina Fitriani. 2018. “Efektivitas Senam
Febrida Cahya, Tina.2020. “Penerapan Hamil Dan Yoga Hamil Terhadap
Senam Hamil Dalam Mengurangi Penurunan Nyeri Punggung Pada
Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Ibu Hamil Trimester Iii Di
Trimester III Pada Ny. R Di Pmb Puskesmas Pekkabata”.
Elfi Yanti Kecamatan Way Urang
Kabupaten Lampung Selatan” Aliyah, J. 2016. “Pengaruh Pemberian
Senam Hamil Terhadap
Alfian Adnan Abidin Amphalaza.2019. Tingkat Kecemasan Dan
“Pengaruh Senam Hamil Kualitas Tidur Ibu Hamil Di
Terhadap Penurunan Skala Puskesmas Samata Kabupaten
Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Gowa. Skripsi. Universitas
Primigravida Trimester III Di Hasanuddin Makassar”.
Semarang Medical Center (Smc)
Telogorejo Semarang”. Putri, A. S. 2016. “Perbedaan

Pemberian Senam Hamil Dan

Yoga Terhadap Peningkatan

Durasi Tidur Ibu Hamil

Martinus Gonsianus Geta, Fransiska Trimester III. Naskah
Yuniati Demang.2019. “Pengaruh
Senam Hamil Terhadap Publikasi. Universitas
Penurunan Tingkat Nyeri
Punggung Bawah Pada Ibu ‘Aisyiyah Yogyakarta”.
Hamil”

88


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN TERAPI
KOMPLEMENTER AKUPRESURE UNTUK MENGURANG
MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL

Septi Ristiyana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila
([email protected], 081332456250)

ABSTRAK

Kehamilan merupakan kondisi alamiah yang unik karena meskipun bukan
penyakit, tetapi sering kali menyebabkan komplikasi akibat berbagai perubahan
anatomic serta fisiologi dalam tubuh ibu, salah satu komplikasi kehamilan yang
mempengaruhi status kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin adalah Hiperemesis
Gravidarum dimana kejadian ini dapat dideteksi dan dicegah pada masa
kehamilan.Tujuan asuhan memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan terapi
komplementer akupresure untuk mengurangi mual muntah. Jenis laporan kasus yang
digunakan adalah case study. Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu
permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Hasil yang didapatkan
yang dilakukan selama 2 minggu, mual muntah yang dialami berkurang. Kesimpulan
yang didapatkan setelah dilakukan asuhan selama 2 minggu terhadap pasien dengan
melakukan terapi komplementer akupresure mual muntah berkurang.

.

Kata kunci : Mual muntah, akupresure, ibu hamil

ABSTRACT

Pregnancy is a unique natural condition because although it is not a disease, it often
causes complications due to various anatomic and physiological changes in the
mother's body. during pregnancy. The purpose of care is to provide midwifery care to
pregnant women with complementary acupressure therapy to reduce nausea and
vomiting. The type of case report used is a case study. Case studies are carried out by
examining a problem through a case consisting of a single unit. The results obtained
were carried out for 2 weeks, the nausea and vomiting experienced were reduced. The
conclusion obtained after 2 weeks of care for patients with complementary acupressure
therapy reduced nausea and vomiting.
Keywords: Nausea vomiting, acupressure, pregnant women

PENDAHULUAN Gravidarum dimana kejadian ini dapat
Kehamilan merupakan kondisi dideteksi dan dicegah pada masa
kehamilan. (Prawiroharjo,2016).
alamiah yang unik karena meskipun bukan
penyakit, tetapi sering kali menyebabkan Dampak yang ditimbulkan dari
komplikasi akibat berbagai perubahan Hiperemesis Gravidarum ini adalah dapat
anatomic serta fisiologi dalam tubuh ibu, terjadi pada ibu dan janin, seperti ibu akan
salah satu komplikasi kehamilan yang kekurangan nutrisi dan cairan sehingga
mempengaruhi status kesehatan ibu dan keadaan tubuh ibu menjadi lemah dan lelah,
tumbuh kembang janin adalah Hiperemesis dapat pula dapat mengakibatkan gangguan

89


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

asam basa, pneumini aspirasi, robekan METODE STUDI KASUS

mukosa, pada hubungan, gastoesofagi yang Jenis laporan kasus yang digunakan

menyebabkan peredaran ruptureesophagus, adalah case study (Studi penelaahan

kerusakan hepar dan ginjal ini akan kasus). Studi kasus dilakukan dengan cara

memberikan pengaruh pada pertumbuhan meneliti suatu permasalahan melalui suatu

dan perkembangan janin karena nutrisi kasus yang terdiri dari unit tunggal.

tidak terpenuhi atau tidak sesuai dengan Subyek asuhan adalah Ny. M
kehamilan, yang mengakibatkan peredaran umur 22 tahun G1P0A0 dengan usia
darah janin berkurang sehingga kehamilan 9 minggu 2 hari dengan
kemungkinan bayinya mengalami BBLR, Hiperemesis Gravidarum Tingkat 1.
IUGR, Prematur hingga terjadi abortus. Analisis data yang digunakan adalah
(Rukiyah, 2017). deskriptif dengan prinsip-prinsip
manajemen asuhan kebidanan dengan
Pengobatan terhadap mual muntah menggunakan manajemen varney dan
jarang berhasil memperoleh kesembuhan SOAP.
sempurna tapi perasaan tidak enak biasanya
dapat dikurangi dengan terapi farmakologis

maupun non farmakologis. Terapi non HASIL STUDI KASUS
farmakologis yang sering dilakukan adalah Berdasarkan hasil pengumpulan
pemberian nutrisi dan vitamin dengan tepat,
pengaturan aktifitas,relaksasi,edukasi dan data subjektif pada Ny.M dengan keluhan
atau dukungan psikologi, herbal dan mual muntah sebanyak 5 kali dan lemas.
penggunaan akupuntur atau akupresur. Hasil data objektif didapatkan tekanan
(BKTM, 2013). darah 90/70 mmHg, dengan mata agak
cekung, bibir kering dan lidah agak kotor,
Salah satu terapi akupresur yang pemeriksaan dengan tabel PUQE
dimaksud adalah dengan melakukan didapatkan nilai 7. Kemudian ditegakkan
penekanan pada titik PC 6 (Perikardium 6), diagnosa yaitu Ny. M mengalami
penekanan titik PC 6 selama sepuluh menit hiperemesis gravidarum tingkat 1.
atau lebih, empat sehari terbukti efektif Kemudian dilakukan asuhan dengan
menghilangkan mual meskipun terapi ini melakukan diet dan melakukan terapi
tidak mempengaruhi berapa responden komplementer akupresure selama 2 minggu
muntah pada 60 wanita hamil dibandingkan dan didapatkan hasil mual muntah Ny.M
kelompok control yang dilakukan berkurang.
penekanan pada titik placebo (BKTM,

2013)

90


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PEMBAHASAN organ lambung dalam kontrol sekresi asam

Menurut World Health lambung sehingga asam lambung dapat
Organization (WHO) tahun 2016, meningkat dan menyebabkan mual muntah.
jumlah kejadian mual dan muntah
(hiperemesisgravidarum) mencapai Penatalaksanaan mual dan muntah
12,5% dari jumlah seluruh kehamilan pada kehamilan terdiri atas farmakologi dan
didunia. Mual dan muntah dapat nonfrmakologi. Terapi nonfarmakologi
mengganggu dan membuat dilakukan dengan cara pengaturan diet,
ketidakseimbangan cairan pada jaringan dukungan emosional dan akupresure
ginjal dan hati menjadi nekrosis. (Runiari dan Imaningrum,2012). Terapi
nonfarmakologi merupakan jenis terapi
komplementer yang dapat digunakan

(WHO,2016) sebagai intervensi untuk mengatasi mual

Mual muntah merupakan keluhan diantaranya : akupresur, akupuntur,

yang sering dialami oleh wanita hamil relaksasi dan terapi (Apriany, 2010).

terutama trimester pertama (Lacasse, A. et Akupresure merupakan

al 2009). Gejala biasanya muncul pada usia perkembangan terapi pijat yang

kehamilan 7-12 minggu (Chandra, K. et al, berlangsung seiring dengan perkembangan

2002). Penyebab mual muntah yang dialami ilmu akupuntur karena teknik pijat

oleh ibu hamil trimester I adalah karena akupresure adalah turunan dari ilmu

faktor fisologis dan psikologis. . Faktor akupuntur. Teknik dalam terapi ini

fisologi merupakan faktor penyebab paling menggunakan jari tangan sebagai pengganti

banyak yang dialami ole ibu hamil trimester jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang

I sebab peningkatan hormon HCG dan sama seperti yang digunakan pada terapi

estrogen terjadi pada setiap kehamilan. akupuntur (Hartono, 2012).

Peningkatan hormon HCG (Human Berdasarkan dari hasil asuhan

Chorionic Gonadotropin) dan estrogen yang diberikan kepada Ny.M dengan terapi

dapat menyebabkan jaringanjaringan otot komplementer akupresure yang diberikan

pada sistem pencernaan menjadi kurang dari tanggal 17 Mei sampai 1 Juni 2021

efisien sehingga dapat meningkatkan asam terbukti dapat mengurangi keluhan mual

lambung dan memperlambat metabolisme muntah yang dialami. Mual muntah yang

di dalam tubuh. Sedangkan faktor dialami oleh Ny. M berkurang

psikologis merupakan faktor yang dipicu frekuensinya.

dari lingkungan sekitar seperti pekerjaan

atau masalah keluarga sehingga membuat KESIMPULAN DAN SARAN

ibu hamil menjadi stress, karena stress Terdapat penurunan frekuensi mual

dapat mengganggu sistem hormonal dari muntah setelah dilakukan terapi

91


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

komplementer akupresure yang dilakukan Rukiyah, Ai Yeyeh. (2017). Asuhan
dari tanggal 17 Mei sampai 1 Juni 2021.
Kebidanan Patologi
Diharapkan penelitian ini dapat
dijadikan acuan oleh tenaga kesehatan Kebidanan.Jakarta:Trans Info
dalam memberikan asuhan khususnya
dalam mengurangi mual muntah pada ibu Media.
hamil Trimester 1.
Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
Prawiroharjo, S. (2016) Ilmu Kebidanan, (BKTM) Makassar

edisi ke-4, PT Bina Pustaka (2013).Efektifitas Akupresur
Sarwono Prawiroharjo, Jakarta
Terhadap Keluhan Mual

Muntah Pada Ibu Hamil

Trimester Pertama.Makassar

Runiari, N. 2010. Asuhan Keperawatan

Pada Klien Dengan

Hiperemesis Gravidarum:

Penerapan Konsep Dan Teori

Keperawatan. Jakarta: Salemba

Madika

92


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DENGAN COUNTER
PRESSURE MASSAGE UNTUK MENGURANGI RASA NYERI PERSALINAN

KALA I

Sumiyati Rohaliah1, Ryka Juaeriah2
1 Mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Budi Luhur Cimahi

2Program Studi D3 Kebidanan STIKes Budi Luhur Cimahi
[email protected]

ABSTRAK

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum akan dialami oleh
hampir semua ibu yang akan melahirkan. Rasa nyeri persalinan dapat berkurang dengan
dilakukan dengan teknik counter pressure yakni dengan menekan tulang sakrum. Teknik
ini merupakan salah satu pengurangan rasa nyeri persalinan non farmakologi yang
dilakukan pada ibu dalam kala I fase aktif persalinan. Asuhan kebidanan ini bertujuan untuk
mengetahui teknik counter pressure terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan kala I. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif dengan metoda studi kasus. Populasi dalam asuhan kebidanan
ini yaitu seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di PONED Puskesmas “B”. Sampel
penelitian adalah Ny. N yang mengalami nyeri persalinan. Pengumpulan data dengan cara
wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, skala intensitas nyeri. Hasil didapatkan intensitas
nyeri persalinan kala I dari skala 8 setelah dilakukan massase counter pressure menjadi skala 6.
Diharapkan klien dan bidan dapat mengaplikasikan teknik counter pressure dalam persalinan
kala I agar dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan selama persalinan sehingga
dapat meningkatkan kenyamanan ibu.

Kata kunci : Asuhan komprehensif, nyeri persalinan kala I, massase counter pressure

ABSTRACT

Labor pain is a physiological condition that will generally be experienced by almost all mothers
who will give birth. The pain of labor can be reduced by using a counter pressure technique,
namely by pressing the sacrum bone. This technique is one of the non-pharmacological pain
reduction methods performed on mothers in the first stage of the active phase of labor. This
midwifery care aims to determine counter pressure techniques to reduce pain in the first stage of
labor. This type of research is descriptive with a case study method. The population in this
midwifery care are all mothers who give birth in the first active phase at PONED Puskesmas
"B". The research sample is Mrs. N who experienced labor pain. Collecting data by means of
interviews, observation, physical examination, pain intensity scale. The results obtained that the
intensity of labor pain in the first stage of labor from a scale of 8 after a counter pressure
massage was carried out to a scale of 6. It is hoped that clients and midwives can apply counter
pressure techniques in the first stage of labor in order to help reduce the pain felt during labor so
as to increase maternal comfort.

Keywords: labor pain, counter pressure massage, comprehensive care

PENDAHULUAN sederhana dan konseling. Asuhan
Asuhan kebidanan komprehensif Kebidanan yang mencakup pemeriksaan
berkesinambungan diantaranya Asuhan
adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan
secara lengkap dengan adanya pemeriksaan

93


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kehamilan, persalinan, Bayi Baru Lahir, yang menyempit, mengerang, menangis,
nifas dan keluarga berencana. gerakan tangan dan ketegangan otot yang
sangat di seluruh tubuh. Ketegangan emosi
Persalinan adalah suatu proses akibat rasa cemas dan rasa takut dapat
pengeluaran hasil konsepsi (bayi dan memperberat persepsi ibu terhadap nyeri
placenta) secara alami, yang dimulai selama persalinan. Nyeri persalinan akan
dengan adanya kontraksi yang adekuat pada menimbulkan ketakutan sehingga muncul
uterus, pembukaan dan penipisan serviks kecemasan yang berakhir dengan kepanikan
(Widiastini 2015). Nyeri persalinan (Angraeni, Setyowati & Wijayanti 2013).
merupakan kondisi fisiologis yang secara
umum dialami oleh hampir semua ibu Nyeri persalinan juga dapat
bersalin (Supliyani 2017). Nyeri persalinan menyebabkan timbulnya hiperventilasi
merupakan sebuah pengalaman subjektif sehingga kebutuhan oksigen meningkat,
disebabkan oleh iskemik otot uteri, kenaikan tekanan darah, dan berkurangnya
penarikan dan traksi ligament uteri, traksi motilitas usus serta vesika urinaria.
ovarium, tuba fallopii dan distensi bagian Keadaan ini akan merangsang peningkatan
bawah uteri, otot dasar panggul dan katekolamin yang dapat menyebabkan
perineum (M.A.R Kb, Hasnah 2019). Rasa gangguan pada kekuatan kontraksi uterus
nyeri pada persalinan merupakan sehingga terjadi inersia uteri. Apabila nyeri
manifestasi dari adanya kontraksi otot persalinan tidak diatasi akan menyebabkan
rahim. Tingkat nyeri persalinan terjadinya partus lama (Anita 2017). Hal ini
digambarkan dengan intensitas nyeri yang akan menyebabkan ibu bersalin memiliki
dipersepsikan oleh ibu saat proses pengalaman persalinan yang buruk,
persalinan. Intensitas nyeri tergantung dari mengalami trauma persalinan yang dapat
sensasi keparahan nyeri itu sendiri menyebabkan postpartum blues, maka
(Widiastini 2015). sangat penting untuk penolong persalinan
memenuhi kebutuhan ibu akan rasa aman
Rasa nyeri pada persalinan muncul dan nyaman (Mulati, Handayani, & Arifin,
akibat respons psikis dan refleks fisik. 2007; Ma’rifah 2014)
Nyeri akan berdampak pada peningkatan
aktivitas sistem saraf simpatik yang dapat Upaya pengurangan nyeri
mengakibatkan perubahan tekanan darah, persalinan dengan cara non farmakologi
denyut nadi, pernafasaan, dan warna kulit, adalah Masase Conterpresure dengan
mual muntah, dan juga keringat berlebihan. melakukan tekanan tangan pada jaringan
Perubahan tingkah laku tertentu akibat lunak, biasanya otot, tendon atau
nyeri juga sering terlihat seperti ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan
peningkatan rasa cemas dengan pemikiran atau perubahan posisi sendi untuk

94


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi mulai dari bulan April sampai Juni 2021.

dan atau memperbaiki situasi. Cara kerja Asuhan kebidanan yang diberi mulai dari

pijatan ini dengan menekan dengan kepalan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir

ataupun tumit tangan pada tulang sacrum dan pemasangan kontrasepsi.

selama 20 menit saat mengalami nyeri, HASIL STUDI KASUS
sehingga ketegangan pada sacrum dan otot Hasil asuhan kebidanan masa
pelvis berkurang, dan terjadi penurunan
intensitas nyeri (Harini & Fitri, 2018). kehamilan didapatkan G1P0A0 usia
kehamilan 35 minggu janin tunggal hidup
Dengan memberikan tehnik counter presentasi kepala dengan kondisi ibu dan
pressure massage dapat menutup gerbang janin baik.
pesan nyeri yang akan dihantar menuju
medulla spinalis dan otak selain itu tekanan Hasil asuhan kebidanan masa
kuat yang diberikan pada saat melakukan persalinan G1P0A0 parturient aterm kala 1
tehnik counter pressure massage dapat fase aktif janin tunggal hidup presentasi
mengaktifkan senyawa endhorphin kepala dengan kondisi ibu dan janin baik,
sehingga transmisi dari pesan nyeri dapat diberikan intervensi massage counter
dihambat yang dapat menyebabkan pressure untuk mengurangi rasa sakit
penurunan intensitas nyeri (Pasongli et al, sebelum diberikan intervensi skala nyeri ibu
2014). Asuhan kebidanan ini bertujuan 8 dan sesudah diberikan intervensi menjadi
melakukan asuhan kebidanan komprehensif skala 6.
dan mengetahui teknik counter pressure
terhadap pengurangan rasa nyeri Hasil asuhan masa nifas mulai dari
persalinan kala I KF1, KF2 dan KF3 didapatkan P1 A0
dengan kondisi ibu baik. Untuk asuhan
Bayi Baru Lahir mulai KN1, KN2 dan KN3

METODE STUDI KASUS didapatkan bayi baru lahir cukup bulan

Jenis penelitian ini adalah deskriptif sesuai masa kehamilan dengan kondisi bayi

dengan metoda studi kasus. Populasi dalam baik.

asuhan kebidanan ini yaitu seluruh ibu PEMBAHASAN
bersalin kala I fase aktif di PONED Pada masa persalinan kala I fase
Puskesmas “B”. Sampel penelitian adalah
Ny. “N” yang mengalami nyeri persalinan. aktif ibu diberikan intervensi massage
Pengumpulan data dengan cara wawancara, counter pressure untuk mengurangi rasa
observasi, pemeriksaan fisik, skala sakit. Massage counter pressure adalah
intensitas nyeri. Asuhan kebidanan pijatan yang dilakukan dengan memberikan
komprehensif dilakukan selama 3 bulan tekanan yang terus-menerus selama
kontraksi pada tulang sakrum pasien

95


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

dengan pangkal atau kepalan salah satu serta relatif aman karena hampir tidak ada
telapak tangan (Simkin dan Ancheta, 2005). efek samping yang ditimbulkan (Yuliatun,
2008).
Teknik counter pressure dilakukan
di daerah lumbal di mana saraf sensorik Hasil ini sejalan dengan teori
rahim dan mulut rahim berjalan bersama Melzack dan Wall (1965) yang mengatakan
saraf simpatis rahim memasuki sumsum bahwa stimulasi ringan secara actual dapat
tulang belakang melalui saraf torakal 10- menghambat sensasi nyeri Artinya bahwa
11-12 sampai lumbal 1. Dengan begitu massase counter pressure atau pijatan
impuls rasa sakit ini dapat diblok yaitu adalah penekanan tulang sakrum akan
dengan memberikan rangsangan pada saraf memberikan rasa nyaman pada ibu selama
yang berdiameter besar yang menyebabkan tahapan pertama persalinan dalam
gate control akan tertutup dan rangsangan menurunakan nyeri secara efektif. massase
sakit tidak dapat diteruskan ke korteks counter pressure atau pijatan adalah
serebral (Mander, 2003). penekanan tulang sakrum akan memberikan
rasa nyaman pada ibu selama tahapan
Masage bentuk langsung seperti pertama persalinan dalam menurunkan
counter pressure sangat efektif unutk nyeri secara efektif (Fraser, Diane M, Dkk.
mengatasi nyeri punggung selama 2009; Maryunani, 2010).
persalinan. Counter pressure dapat
mengatasi nyeri tajam dan memberikan Terkait dengan hasil Penelitian
sensasi menyenangkan yang melawan rasa lainnya yang dilakukan oleh Rezeki dkk
tidak nyaman pada saat kontraksi ataupun (2013) tentang tingkat nyeri pinggang kala I
di antara kontraksi (Lane, 2009). persalinan melalui tehnik Back Effluergage
dan Counter Preusure menunjukkan teknik
Nyeri adalah rasa tidak enak akibat Counter Pressure memberikan hasil selisih
perangsangan ujung-ujung syaraf khusus. mean 3,63 yang artinya lebih besar
Selama persalinan nyeri disebabkan oleh dibandingkan dengan nilai mean teknik
kontraksi rahim, dilatasi serviks dan Back-Effleurage yaitu 2,92. Berdasarkan
distensi perineum (Brown, et al., 2001). hasil penelitian tersebut menunjukkan
Metode counter pressure selama proses bahwa masase counterpressure merupakan
persalinan akan membantu menurunkan tehnik masase yang memiliki kontribusi
nyeri, kecemasan, mengatasi kram pada dalam mengurangi nyeri persalinan kala I
otot, menghilangkan tegangan otot pada fase aktif. Masase counter pressure dalam
paha diikuti ekspansi tulang pelvis karena penelitian ini dilakukan selama ibu
relaksasi pada otot-otot sekitar pelvis, mengalami kontraksi. Massase counter
memudahkan bayi turun melewati jalan pressure dilakukan dengan memberikan
lahir dan mempercepat proses persalinan

96


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penekanan pada area nyeri yang dirasakan melalui mekanisme hambatan neural atau
oleh ibu saat persalinan. Tekanan yang spinal terjadi dalam substansi gelatinosa
diberikan bergantung kepada intensitas yang terdapat dikornu dorsal medulla
nyeri yang dialami oleh ibu. Keras atau spinalis sel-sel transmisi memproyeksikan
tidaknya tekanan cukup dengan melihat pesan nyeri ke otak (Pasongli, S.,dkk.
ekspresi yang ditampakkan oleh ibu saat 2014).
persalinan (Wardani, R.A & Herlina 2017).
Impuls saraf yang diterima oleh
Dengan pemberian masase teknik nosiseptor, reseptor dipengaruhi oleh
counter pressure dapat menutup gerbang masase counterpreusure. Pijatan atau
pesan nyeri yang akan dihantarkan menuju sentuhan yang dilakukan akan menghambat
medulla spinalis dan otak, selain itu tekanan menentukan apakah impuls saraf dapat
kuat pada teknik ini dapat mengaktifkan berjalan bebas atau tidak ke medulla dan
senyawa endrophine yang berada di sinaps thalamus sehingga dapat mentransmisikan
sel-sel saraf tulang belakang dan otak, impuls atau pesan sensori ke korteks
sehingga transmisi dari pesan nyeri dapat sensorik. Jika penghambat tersebut tertutup
dihambat dan menyebabkan status maka sensasi nyeri akan berkurang (Fraser,
penurunan sensasi nyeri. Diane M, Dkk. 2009)

Tujuan utama dari massase ini KESIMPULAN DAN SARAN
adalah untuk mengalihkan rasa nyeri yang Asuhan kebidanan masa kehamilan,
dialami ibu bersalin dengan menekan
bagian tubuh yang terasa nyeri. Prinsip persalinan, nifas dan bayi baru lahir Ny.
dasar yang dari massase counterpressure “N” berjalan dengan baik tanpa ada
adalah melakukan pemijatan secara terus komplikasi. Teknik counter pressure yang
menerus. Dengan adanya pengalihan rasa diberikan pada ibu dapat mengurangi rasa
nyeri yang dialami saat persalinan sakit dan memberikan rasa nyaman pada
diharapkan persalinan dapat berjalan ibu bersalin.
dengan lebih cepat dan semakin
menurunkan resiko akibat terjadinya Diharapkan klien dan bidan dapat
persalinan lama. Hal ini dapat terjadi mengaplikasikan teknik counter pressure
dengan beberapa kemungkinan diantaranya dalam persalinan kala I agar dapat
adalah kebenaran Teori Gate Kontrol. membantu mengurangi nyeri yang
dikarenakan bahwa tehnik massase dirasakan selama persalinan sehingga dapat
countrepeseur dapat menstimulasi dan meningkatkan kenyamanan ibu.
merangsang kemampuan untuk mengurangi
dan meningkatkan derajat perasaan nyeri

97


Click to View FlipBook Version