The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Akbid Harapan Bunda Bima, 2022-10-31 07:17:33

Prosiding book webinar nasional & Publikasih ilmiah bidan tangguh bidan maju prodi d3 kebidanan fakultas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah tasikmalaya

Prosiding

Keywords: e-book prosiding

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Wahyuningsih, E. (2020). Pemberian Aromatherapy On Pain Intensity Of
Aromaterapi Jahe Terhadap Post Sectio Caesarea. Jurnal Ilmu
Penurunan Intensitas Nyeri Pada Kebidanan, 17–25.
Ibu Post Sectio Caesarea The Effect
Of Administering Ginger

351


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

PENERAPAN POSISI HEAD UP 30° TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN
PADA PASIEN STROKE

Ana Anisa Yunita, Aida Sri Rachmawati, Yuyun Solihatin
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]

ABSTRAK
Penyakit stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas
ketiga di dunia. Pasien stroke dimungkinkan mengalami gangguan transfer oksigen atau
cerebro blood flow menurun, yang mengakibatkan penurunan perfusi jaringan, dan
menyebabkan iskemik. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah head up 30°. Tujuan
dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan
penerapan posisi head up 30° terhadap peningkatan nilai saturasi oksigen pada pasien
stroke berdasarkan literature review. Metode penelitian ini menggunakan literature review
teks book dan telaah artikel, 3 artikel hasil penelitian dan 1 artikel asuhan keperawatan
melalui penelusuran di internet dengan kata kunci head up 30°, saturasi oksigen, stroke.
Subjek dalam literatur ini adalah semua artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil
literature review pengkajian didapatkan bahwa pada pasien stroke ditemukan data
penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak, tekanan darah meningkat, respirasi
meningkat dan nilai saturasi oksigen 87% - 97,07% Diagnosa keperawatan utamanya
adalah resiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan aneurisma
serebri/hiperkolesteronemia/hipertensi. Perencanaan menggunakan terapi posisi head up
30° untuk meningkatkan saturasi oksigen dengan rentang nilai (1-5). Implementasi
melakukan terapi pemberian posisi head up 30°, dengan waktu 30 menit selama 1 – 3 hari
berdasarkan tahapan standar operasional prosedur (SOP). Evaluasi menunjukan adanya
peningkatan nilai saturasi oksigen setelah diberikan posisi head up 30° pada pasien stroke.
Kesimpulan pemberian terapi posisi head up 30° terbukti efektif dapat meningkatkan nilai
saturasi oksigen. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat diterapkan sebagai salah
satu intervensi dalam asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan masalah keperawatan
resiko perfusi serebral tidak efektif.

Kata kunci : Head up 30°, Saturasi oksigen, Stroke

ABSTRACK
Stroke is the second leading cause of death and the third leading cause of disability
in the world. Stroke patients experience impaired oxygen transfer or decreased cerebral
blood flow, which results in decreased tissue perfusion, and causes ischemia. One of the
actions that can be done is a 30 ° head up. The purpose of this study was to determine
nursing care with the application of a 30 ° head up position to increase the oxygen
saturation value in stroke patients based on a literature review. The research method uses
a literature review of book texts and article reviews, 3 research articles and 1 nursing care
article through searching the internet with the keywords head up 30 °, oxygen saturation,
stroke. The subjects in this literature were all articles that met the inclusion criteria. The
results of the literature review showed that in stroke patients data were found that
awareness, weakness of limbs, increased blood pressure, increased respiration and oxygen
saturation values 87% - 97,07% Nursing diagnoses mainly were the risk of ineffective

352


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

cerebral performance associated with a cerebral aurism / hypercholesterolemia /
hypertension. Planning to use 30° increment therapy to increase oxygen saturation with
values (1-5). The implementation of therapy is giving a 30° head up position, with a time of
30 minutes for 1 – 3 days based on the stages of standard operating procedures (SOP).
Evaluation showed an increase in oxygen saturation values after being administered in the
head position up to 30 ° in stroke patients. The conclusion is that 30° therapy is proven to
be effective in increasing oxygen saturation values. Suggestions for further researchers are
expected to be applied as one of the interventions in nursing care for stroke patients with
ineffective cerebral performance risk nursing problems.

Keywords: Head up 30 °, Oxygen saturation, Stroke

PENDAHULUAN mil, tertinggi di provinsi Kalimantan Timur
Penyakit stroke merupakan penyebab (14,7 per mil) terendah di provinsi Papua (4,1
per mil) Riskesdas, (2019). Prevalensi Stroke
kematian kedua dan penyebab disabilitas (permil) berdasarkan diagnosis dokter pada
ketiga di dunia. Menurut American Heart penduduk umur≥15 tahun menurut
Association (AHA), insiden stroke sementara karakteristik di provinsi Jawa Barat 11,44%
ini merupakan penyebab mortalitas utama di (Riskesdas, 2018).
seluruh dunia dan menempati urutan ketiga di
Amerika Serikat setelah penyakit jantung dan Pada pasien stroke dimungkinkan
kanker. Di Amerika Serikat, terjadi insiden mengalami gangguan transfer oksigen atau
sekitar 795.000 kasus stroke berada dalam cerebro blood flow menurun, yang
penanganan medis dan sekitar 134.000 mengakibatkan penurunan perfusi jaringan,
kematian setiap tahun disebabkan oleh yang dapat mengakibatkan iskemik
penyakit ini (Goldstein et al., 2011). Hermawati, (2017). Masalah untuk
mempertahankan kehidupan pada pasien
Stroke di Indonesia juga mengalami stroke hemoragik yang sering terjadi
peningkatan prevalensi. Di Indonesia komplikasi yaitu ketidakefektifan perfusi
penyakit ini menduduki posisi ketiga setelah jaringan serebral. Perfusi jaringan serebral
jantung dan kanker. Jumlah penderita stroke adalah penurunan sirkulasi jaringan otak yang
di Indonesia menurut diagnosis tenaga dapat mengganggu kesehatan. Salah satu
kesehatan (Nakes) pada tahun 2013, yang bisa dilakukan perawat yaitu elevasi
diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang dari kepala 30° Brunner dan (Suddarth, 2002)
seluruh penderita stroke yang terdata, dalam (Hartati, 2020).
sebanyak 80% merupakan jenis stroke
iskemik (Wicaksana et al, 2017). Aliran darah yang tidak lancar pada
pasien stroke mengakibatkan gangguan
Data Riskesdas 2013 prevalensi stroke hemodinamik termasuk saturasi oksigen.
nasional 12,1 per mil, sedangkan pada
Riskesdas 2018 prevalensi stroke 10,9 per

353


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

Oleh karena itu diperlukan pemantauan dan dalam Al - qur’an surah Asy-Syu'araa ayat 80
penanganan yang tepat (Sunarto, 2015). :
Pemberian posisi head up 30° pada pasien
stroke mempunyai manfaat yang besar yaitu ‫َﻭﺇِﺫَﺍ َﻣ ِﺮ ْﺿ ُﺖ َﻓ ُﻬ َﻮ َﻳ ْﺸ ِﻔﻴﻦ‬
dapat memperbaiki kondisi hemodinamik Artinya : "Dan, apabila aku sakit, Dia-lah
dengan memfasilitasi peningkatan aliran yang menyembuhkan aku."
darah ke serebral dan memaksimalkan
oksigenasi jaringan serebral (Martina et al, Sebagai umat muslim yang ta’at apabila
2017). kita sakit harus bertawakal, pendapat ibnu
utsman dalam Amirah (2018). Tawakal
Hal ini sesuai dengan penelitian yang kepada Allah Swt adalah bentuk
dilakukan oleh Kadir (2018) menunjukan ketergantungan dan kepasrahan yang benar
hasil bahwa ada pengaruh kepala elevasi 30° kepada Allah Swt sebagai Zat yang berkuasa
terhadap saturasi oksigen pada pasien stroke mendatangkan manfaat dan menepis bahaya
hemoragik, dimana pada saat posisi supinasi dengan melakukan ikhtiar (usaha)
saturasi oksigen 96% sedangkan saat elevasi sebagaimana yang di perintahkan-Nya.
kepala 30 derajat selama 30 menit saturasi
meningkat menjadi 98%. Tindakan head up Sebenarnya, berikhtiar tidaklah akan
tidak boleh lebih dari 30⁰, dengan rasional mengeluarkan manusia dari garis tawakal,
mencegah peningkatan resiko penurunan dengan demikian jika kita sakit kita harus
tekanan perfusi serebral dan selanjutnya bertawakal kepada Alloh dan berusaha
dapat memperburuk iskemia serebral jika melakukan pengobatan, baik secara lahiriyah
terjadi vasospasme (Solikin dkk, 2015). maupun batiniyah (Amirah, 2018).

Perawat professional memberikan Dalam sebuah Hadist disebutkan :
perawatan yang berkualitas. Perawatan yang Diriwayatkan dari musnad Imam Ahmad dari
berkualitas harus memasukan aspek spiritual shahabat Usamah bin Suraik, bahwasanya
dalam interaksi antara perawat dan klien Nabi bersabda:
dalam bentuk hubungan saling percaya,
memfasilitasi lingkungan yang mendukung ،‫ َﻭ َﺟﺎ َء ِﺕ ﺍْﻷَ ْﻋ َﺮﺍ ُﺏ‬،‫ُﻛ ْﻨ ُﺖ ِﻋ ْﻨﺪَ ﺍﻟ ﱠﻨ ِﺒ ّﻲِ َﺻ ﱠﻠﻰ ﷲُ َﻋ َﻠ ْﻴ ِﻪ َﻭ َﺳ ﱠﻠ َﻢ‬
dan memasukan aspek spiritual dalam ،‫ ﺗَﺪَﺍ َﻭ ْﻭﺍ‬،ِ‫ َﻧ َﻌ ْﻢ َﻳﺎ ِﻋ َﺒﺎﺩَ ﷲ‬:‫ ﺃَ َﻧﺘَﺪَﺍ َﻭﻯ؟ َﻓ َﻘﺎ َﻝ‬،ِ‫ َﻳﺎ َﺭ ُﺳ ْﻮ َﻝ ﷲ‬:‫َﻓ َﻘﺎ َﻝ‬
perencanaan jaminan yang berkualitas. (Aziz,
2006) dalam (Grace et al., 2013). ‫َﻓﺈِ ﱠﻥ َﷲ َﻋ ﱠﺰ َﻭ َﺟ ﱠﻞ َﻟ ْﻢ َﻳ َﻀ ْﻊ ﺩَﺍ ًء ﺇِﻻﱠ َﻭ َﺿ َﻊ َﻟﻪُ ِﺷ َﻔﺎ ًء َﻏ ْﻴ َﺮ ﺩَﺍ ٍء‬
‫ ﺍ ْﻟ َﻬ َﺮ ُﻡ‬:‫ َﻣﺎ ُﻫ َﻮ؟ َﻗﺎ َﻝ‬:‫ َﻗﺎﻟُﻮﺍ‬.‫َﻭﺍ ِﺣ ٍﺪ‬
Nabi Ibrahim AS pun mengakui bahwa
hanya Allah Swt yang dapat menyembuhkan “Aku pernah berada di samping
penyakit. Sebagaimana dalam Firman Alloh Rasulullah, Lalu datanglah serombongan
Arab Badui. Mereka bertanya, 'Wahai
Rasulullah, bolehkah kami berobat?' Beliau
menjawab, 'Iya, wahai para hamba Allah,

354


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

berobatlah. Sebab, Allah tidaklah meletakkan sumber lainnya yang relevan dengan
sebuah penyakit melainkan meletakkan pula penelitian. (Deden, 2016).
obatnya, kecuali satu penyakit.' Mereka
bertanya, 'Penyakit apa itu?' Beliau HASIL DAN PEMBAHASAN
menjawab, 'Penyakit tua.'" (HR Ahmad). Pada hasil studi literatur dalam asuhan

Berdasarkan latar belakang dan data keperawatan dengan penerapan posisi head
tersebut, membuat penulis tertarik untuk up 30° terhadap nilai aturasi oksigen pada
melakukan penelitian sekunder (literatur pasien stroke ini menelaah 4 referensi yang
review) mengenai Asuhan Keperawatan terdiri dari 3 artikel penelitian dan 1 artikel
Dengan Penerapan Posisi Head Up 30° asuhan keperawatan.
Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Pasien
Stroke dengan menggunakan literature Menurut Pertami, Siti, dan Ni Wayan
review. (2019) penerapan posisi head up 30° terhadap
nilai saturasi oksigen pada pasien stroke
METODE PENELITIAN didapatkan hasil adanya peningkatan nilai
Desain penelitian ini merupakan literatur saturasi oksigen. Hal ini sejalan dengan hasil
penelitian Ekacahyaningtyas et. al (2017) dan
review untuk mengeksplorasi mengenai Sunarto (2015) bahwa pemberian posisi head
masalah asuhan keperawatan dengan up 30° selama 30 menit dapat meningkatkan
penerapan posisi head up 30° terhadap nilai nilai saturasi oksigen. Penelitian lain juga
aturasi oksigen pada pasien stroke dilakukan oleh Hasan, (2018) dalam asuhan
berdasarkan : literature review. keperawatannya menyebutkan bahwa
pemberian posisi Head Up 30° yaitu posisi
Subjek literature yang digunakan adalah kepala ditinggikan 30° dengan menaikkan
literatur teks book dan 3 artikel penelitian kepala tempat tidur atau menggunakan ekstra
dan 1 artikel asuhan keperawatan dengan bantal sesuai dengan kenyamanan yang
mengintegrasikan nilai Al-Islam diberikan 30 menit selama 3 hari mengalami
Kemuhammadiyahan tentang peningkatan peningkatan nilai saturasi oksigen.
nilai saturasi oksigen : posisi head up 30°
pada pasien stroke. Jenis data yang dilakukan Pengkajian merupakan langkah pertama
dalam studi literatur ini menggunakan jenis dari proses keperawatan dengan mengadakan
data sekunder. Data sekunder dalam kegiatan mengumpulkan data – data atau
penelitian ini diperoleh dari referensi yang mendapatkan data yang akurat dari klien
diperoleh melalui studi kepustakaan, seperti sehingga akan diketahui berbagai
buku-buku referensi, jurnal, artikel, dan permasalahan yang ada (Hidayat, 2021).

355


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

Menurut Tarwoto, (2013) Tanda dan 36,7°C, SPO2 90%. Nilai saturasi oksigen
gejala yang timbul pada pasien stroke adalah menurut Pertami, Siti, dan Ni Wayan (2019)
kelumpuhan wajah atau anggota badan sebelum dilakukan terapi head up 30° SaO2 :
sebelah (hemiparesis) atau hemiplegia 93,76%, menurut penelitian Sunarto, (2015)
(paralisis), gangguan sensibilitas pada satu SaO2 85.00%, menurut Ekacahyaningtyas et
atau lebih anggota badan, asfiksia (kesulitan al, (2017) SaO2 : 97,07%, dan SaO2 :
dalam bicara), disatria (bicara cadel atau 95.00% (Hasan, 2018).
pelo), gangguan penglihatan (diplopia),
disfagia, inkontinensia, vertigo, juga Berdasarkan uraian fakta dan teori,
penurunan kesadaran (konfusi, delirium, peneliti berasumsi pada pasein stroke
letargi, stupor atau koma), terjadi akibat dimungkinkan akan mengalami resiko perfusi
perdarahan, kerusakan otak kemudian serebral tidak efektif baik dari proses
menekan batang otak atau terjadinya anamnesa yang menunjukan pasien
gangguan metabolik otak akibat hipoksia. mengalami penurunan kesadaran, kelemahan
anggota gerak, peningkatan tekanan darah
Berdasarkan fakta hasil literature review dan penurunan nilai saturasi oksigen. Hal ini
menurut Gempitasari & Feni, (2019) pasien disebabkan karena terganggunya peredaran
dengan stroke umumnya mengalami darah serebral yang mengakibatkan terjadinya
penurunan tingkat kesadaran dan gangguan penurunan darah dan oksigen ke otak.
hemodinamik yang menyebabkan terjadinya
penurunan kualitas hidup penderita. Hal ini Diagnosis Keperawatan adalah langkah
sejalan dengan penelitian Hasan, (2018) kedua dari proses keperawatan yang
bahwa pada saat pengkajian pasien stroke merupakan penilaian klinis tentang respon
didapatkan pasien mengalami penurunan individu, keluarga, atau komunitas terhadap
kesadaran, kelemahan anggota gerak, masalah kesehatan atau proses kehidupan
Keadaan Umum lemah, kesadaran actual ataupun potensial sebagai dasar
Somnolent, TD 164/94, HR 129 x/mnt, Temp pemilihan intervensi keperawatan untuk
37ºC, RR 26 x/mnt, SpO2 95%, NRM 8 mencapai hasil tempat perawat bertanggung
L/menit, GCS E4, M2, V4, afasia. Sedangkan jawab (Rohmah & Saiful, 2012).
pengkajian menurut Ulfa dan Ari, (2019)
hasil pengkajian didapatkan data subjektif Berdasarkan fakta hasil literature review
dari keluarga pasien mengatakan pasien tidak menunjukan bahwa pada pasien stroke
sadarkan diri dengan hasil pemeriksaan tanda diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu
– tanda vital: tekanan darah 150/90 mmHg, resiko ketidakefektifan perfusi jaringan
nadi 110 x/menit, respirasi 24 x/menit, suhu serebral berhubungan dengan perdarahan,
Hasan (2018). Fakta ini didukung dengan
SDKI (2017) menyatakan bahwa kondisi

356


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

klinis terkait dengan masalah keperawatan darah sistolik dan diastolik membaik, status
risiko perfusi serebral tidak efektif yaitu pernafasan membaik dan saturasi oksgen
stroke, asumsi peneliti pada pasien stroke meningkat dalam rentang nilai (1-5).
dengan diagnosa resiko perfusi serebral tidak
efektif ditegakan dari data hasil temuan pada Berdasarkan hasil analisa jurnal bahwa
proses pengkajian berdasarkan batasan pasien stroke yang mengalami penurunan
karakteristik yang muncul pada pasien stroke kesadaran juga akan mengalami penurunan
dan juga diagnosa yang sesuai dengan data mobilisasi. Posisi pasien yang imobilitas di
hasil temuan yaitu resiko perfusi serebral tempat tidur dapat mempengaruhi fungsi
tidak efektif berhubungan dengan adanya respirasi, Martinez et al, (2015) dalam
perdarahan serebral. Gempitasari & Feni, (2019). Hal ini
menstimulasi banyak penelitian untuk
Menurut Pusdiklat Depkes RI dalam menentukan posisi yang dapat
Prabowo, (2017) Tindakan perencanaan mempertahankan fungsi respirasi dengan
keperawatan adalah upaya untuk melakukan baik. Elevasi kepala/head up berdasarkan
penyusunan berbagai tindakan yang akan pada respon fisiologis merupakan perubahan
dilakukan atau di implementasikn untuk posisi untuk meningkatkan aliran darah ke
menyelesaikan berbagai masalah yang otak memaksimalkan oksigenasi jaringan
dihadapi pasien. Berbagai perencanaan serebral, dan mencegah terjadinya
disusun sesuai dengan diagnosis keperawatan peningkatan TIK. Peningkatan TIK adalah
yang telah ditentukan. Tujuan utamanya yaitu komplikasi serius karena penekanan pada
terpenuhinya kebutuhan pasien. pusat-pusat vital di dalam otak (herniasi) dan
dapat mengakibatkan kematian sel otak,
Perencanaan disusun berdasarkan konsep (Rosjidi, 2014) dalam (Hasan, 2018).
dan teori, yaitu beberapa literature berupa text
books, artikel penelitian, artikel asuhan Penelitian lain dilakukan oleh Sunarto,
keperawatan dan di perkuat dengan Al- (2015) tentang tindakan keperawatan model
Qur’an yang dibuat pada pasien dengan elevasi kepala/head up pada pasien stroke
masalah resiko perfusi serebral tidak efektif dengan memposisikan berbaring dengan
dengan tujuan setelah dilakukan tindakan kepala diletakkan lebih tinggi dari jantung.
keperawatan diharapkan perfusi serebral Selain itu, studi kasus dilakukan juga oleh
meningkat dengan kriteria hasil mampu Pertami, Siti, dan Ni Wayan (2019) yang
meningkatkan tingkat kesadaran meningkat, melakukan pengaturan posisi head up 30°
tekanan intra kranial menurun, sakit kepala pada pasien stroke menunjukkan adanya
menurun, gelisah menurun, agitasi menurun, peningkatan saturasi oksigen.
demam menurun, nilai rata – rata tekanan

357


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

Berdasarkan uraian tersebut peneliti yang telah dibuat pada perencanaan. Aplikasi
berasumsi bahwa tindakan untuk mengatasi
masalah resiko perfusi serebral tidak efektif yang dilakukan pada klien akan berbeda,
yaitu pemberian posisi head up 30°. Hal ini
juga sesuai dengan penelitian (Pertami, Siti, disesuaikan dengan kondisi klien saat itu dan
dan Ni Wayan (2019) ; Ekacahyaningtyas et
al (2017), Sunarto (2015) ; Hasan, (2018)) kebutuhan yang paling dirasakan oleh klien
yang menyatakan bahwa pemberian posisi
head up 30° adalah salah satu terapi non (Debora, 2011).
farmakologi yang sangat efektif untuk
meningkatkan saturasi oksigen dan Implementasi Asuhan Keperawatan
memperbaiki kondisi hemodinamik pasien.
Semua tindakan perencanaan ini diperkuat dengan memposisikan head up 30º yaitu
dengan Hadist yang menyatakan bahwa
tindakan dilakukan sesuai bagaimana tindakan mandiri perawat yang merupakan
manusia percaya kepada Allah SWT untuk
bisa mengatasi atau menyembuhkan penyakit implementasi independent yang
yang dideritanya.
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini, meningkatkan aliran darah di otak dan

‫ﺍﻟ ﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ َﺭ ﱠﺏ ﺍﻟ ﱠﻨﺎ ِﺱ ﺃَ ْﺫ ِﻫ ْﺐ ﺍ ْﻟ َﺒﺎ َﺱ ﺍ ْﺷ ِﻔ ِﻪ َﻭﺃَ ْﻧ َﺖ ﺍﻟ ﱠﺸﺎ ِﻓﻲ َﻻ ِﺷ َﻔﺎ َء‬ memaksimalkan oksigenasi jaringan serebral.
‫ﺇِ ﱠﻻ ِﺷ َﻔﺎ ُﺅ َﻙ ِﺷ َﻔﺎ ًء َﻻ ُﻳ َﻐﺎ ِﺩ ُﺭ َﺳ َﻘ ًﻤﺎ‬
Implementasi memuat hasil evaluasi formatif
“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia,
hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. untuk melihat perubahan langsung setelah
Engkaulah al-Syaafi (Dzat Yang Maha
Menyembuhkan). Tidak ada kesembuhan dilakukannya tindakan. Posisi head up
kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan
yang tidak menyisakan penyakit.” (HR. 30º/elevasi kepala 30º dilakukan selama 30
Bukhari dan Muslim).
menit, kemudian melihat saturasi oksigen
Implementasi adalah tahap keempat dari
proses keperawatan. Tahap ini muncul jika yang ada di monitor terpantau selama 30
perencanaan yang dibuat diaplikasikan pada
klien. Tindakan yang dilakukan mungkin menit mengalami peningkatan dari 96%
sama, mungkin juga berbeda dengan urutan
menjadi 98%, Hasan (2018). Hal ini sama

dengan penelitian menurut jurnal Gempitasari

& Feni, (2019) untuk implementasi ini

dilakukan selama 3 hari dengan waktu 30

menit saat pasien berada di ruangan HCU

karena ruangan HCU difasilitasi monitor dan

pulse oksimetri sehingga bisa dipantau untuk

dilihat perubahannya. Hasil memperlihatkan

bahwa saturasi oksigen mengalami

peningkatan 2% dari sebelum dilakukan

intervensi: 92.00% menjadi 94.00% setelah

diberikan posisi head up 30° selama 30

menit.

Sedangkan menurut (Ekacahyaningtyas et

al., 2017) pemberian posisi head up 30° yaitu

posisi kepala ditinggikan 30° dengan

358


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

menaikkan kepala tempat tidur atau Evaluasi adalah tahap kelima dan tahap
menggunakan ekstra bantal sesuai dengan akhir dari seluruh pendokumentasian proses
kenyamanan pasien selama 30 menit asuhan keperawatan. Dari hasil evaluasi, tim
mengalami peningkatan 1,3% dari 97,07% keperawatan bisa menjadikan hasil evaluasi
menjadi 98,33% dilakukan sesuai dengan sebagai bahan koreksi, serta catatan untuk
SOP. Adapun tahapan implementasi nya perbaikan minerja mereka. Pada tahap ini, tim
adalah persiapan bantal atau bed pasien, keperawatan juga akan mengetahui titik –
kemudian Tahap interaksi : peneliti titik manakah yang mengalami kekeliruan.
memperkenalkan diri, menjelaskan maksud Apakah pada awal proses, yaitu pada tahap
dan tujuan penelitian dan memberikan lembar pengkajian, tahap diagnosis, tahap
persetujuan. Selanjutnya tahap kerja : peneliti perencanaan, pada tahapan pelaksanaan , atau
membaca basmallah, mencuci tangan, mungkin saja pada pada tahap evaluasi itu
mengobservasi keadaan pasien, memasang sendiri (Prabowo, 2017).
pengaman, memeriksa tanda – tanda vital,
menilai saturasi oksigen sebelum dilakukan Berdasarkan hasil literature review 3
intervensi posisi head up 30° lalu dicatat artikel penelitian dan 1 artikel asuhan
dalam lembar observasi. Kemudian peneliti keperawatan penerapan posisi head up
memberikan intervensi dengan memposisikan didapatkan hasil saturasi oksigen meningkat
head up 30° yaitu posisi kepala ditinggikan dan status hemodinamik membaik (Pertami,
30° dengan menaikkan kepala tempat tidur Siti, dan Ni Wayan, 2019 ; Ekacahyaningtyas
atau menggunakan ekstra bantal sesuai et al, 2017, Sunarto, 2015 ; Hasan, 2018).
dengan kenyamanan pasien selama 30 menit. Pemberian posisi head up 30° terbukti
Lalu Tahap Evaluasi : peneliti menilai meningkatan nilai saturasi oksigen dapat
kembali saturasi oksigen dan dicatat pada dilihat hasil bahwa terdapat peningkatan nilai
lembar observasi, memberikan reinforcement rata-rata saturasi oksigen setelah intervensi
positif atau mendo’akan kesembuhan klien, (sebelum pemberian posisi 97.07% dan
dan berpamitan mengucapkan salam. setelah pemberian posisi 98.33%)
(Ekacahyaningtyas et al, 2017). Berdasarkan
Berdasarkan hasil literature review, hasil statistic menunjukkan pemberian posisi
peneliti berasumsi bahwa pemberian posisi head up 30° terbukti efektif meningkatkan
head up 30° dapat dilakukan dengan cara nilai saturasi oksigen untuk mengatasi
menaikkan bed pasien selama 30 menit masalah risiko perfusi serebral tidak efektif
dengan pengulangan 2 kali satu hari dapat dengan nilai Pvalue =0,00< α = 0,05 nilai
meningkatkan saturasi oksigen dan rata–rata kelompok kontrol (tidak dilakukan
hemodinamik klien. intervensi): 93,94% mengalami penurunan

359


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

menjadi: 92,53 % dan nilai rata – rata bermakna pada intervensi pemberian posisi
kelompok perlakuan (intervensi) sebelum head up 30° derajat terhadap peningkatan
dilakukan intervensi: 93,76% mengalami nilai saturasi oksigen.
peningkatan setelah dilakukan terapi head up
30° menjadi: 96,24%, Pertami, Siti, dan Ni Peneliti berasumsi bahwa pemberian
Wayan (2019). Hal ini sejalan dengan posisi head up 30° dapat meningkatkan nilai
penelitian Hasan, (2018) pemberian elevasi saturasi oksigen dengan memaksimalkan
kepala 30° untuk peningkatan nilai saturasi oksigen ke jaringan serebral. Hal ini juga
oksigen didapatkan hasil pasien dalam menegaskan kepada kita bahwa segala
kondisi membaik dan peningkatan nilai penyakit ada obatnya atau dapat disembuhkan
saturasi oksigen dari 96% ke 98%. Posisi dengan perlahan meskipun tidak total
kepala yang lebih tinggi 15° dan 30° sama- semuanya hanya dengan atas izin Allah SWT,
sama dapat meningkatkan saturasi oksigen, di samping manusia harus mencari obat
tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan mereka juga harus kembali kepada Allah
terhadap nilai saturasi oksigen pada pasien SWT tentu dengan berusaha terus-menerus
stroke sebelum dan setelah dilakukan dan penuh rasa sabar, terbukti dengan jelas
tindakan elevasi kepala 15° dan 30° (Sunarto, Al- Quran menyebutkannya perintah Allah
2015). untuk melakukan ikhtiar melakukan
pengobatan, salah satu ayat yang memberi
Berdasarkan uraian tersebut diatas, perintah kepada manusia untuk berikhtiar
pemberian posisi head up merupakan firman Allah SWT dalam Al – Qur’an.Surat
pengaturan posisi kepala yang sering Ar-Radu ayat 11, dari ayat tersebut
dilakukan pada pasien stroke/cedera kepala menjelaskan sekaligus menegaskan kepada
dengan peninggian anggota tubuh untuk kita semua apabila seseorang sedang sakit
memperbaiki kondisi hemodinamik dan tidak akan sembuh apabila ia tidak
memaksimalkan oksigen ke jaringan serebral. melakukan suatu usaha untuk sembuh.
Didukung dengan penelitian menurut
Pertami, Siti, dan Ni Wayan (2019) KESIMPULAN DAN SARAN
Pemberian posisi head up 30° selama 3 hari Berdasarkan hasil telaah 3 artikel
perlakuan, pada pengecekan saturasi oksigen
didapat rata-rata nilai saturasi pada kelompok penelitian, teori dan 1 artikel asuhan
intervensi adalah 93,76% dan setelah keperawatan, dapat ditarik kesimpulan pada
pemberian head up 30° menjadi 96,24% tahap pengkajian pasien stroke dengan resiko
dengan hasil uji statistik menunjukkan Pvalue gangguan perfusi serebral yaitu pasien
=0,00< α = 0,05 artinya ada pengaruh yang mengalami penurunan kesadaran, kelemahan
anggota gerak, nilai rata – rata tekanan darah

360


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

sistolik dan diastolik mengalami peningkatan, efektif dengan penerapan terapi non
respirasi, nadi dan suhu meningkat, dan farmakologi terapi pemberian posisi head up
mengalami penurunan saturasi oksigen. 30° terhadap peningkatan nilai saturasi
Diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu oksigen pada penderita stroke, dengan
resiko perfusi serebral tidak efektif yang mengintegrasikan nilai Al-Islam
berhubungan dengan aneurisma serebri, Kemuhammadiyahan. Saran bagi peneliti
hiperkolesteronemia, hipertensi. Perencanaan selanjutnya diharapkan menjadi data dasar
keperawatan pasien stroke dengan masalah untuk penelitian menggunakan metode
resiko perfusi serebral tidak efektif adalah literatur review dengan menggunakan
meningkatkan nilai saturasi oksigen populasi dan sample lebih banyak dan kriteria
menggunakan terapi non farmakologi yaitu inklusi lebih homogen dan dapat dilakukan
SOP terapi pemberian posisi head up 30°. selanjutnya dengan metode penelitian primer
Implementasi keperawatan yang digunakan yaitu dilakukan secara langsung yakni
adalah SOP terapi pemberian posisi head up melakukan asuhan keperawatan dengan
30°, dengan rentang waktu 30 menit – 1 shif menerapkan pemberian posisi head up 30°
waktu kerja (7 jam) selama 1 – 3 hari. untuk meningkatkan nilai saturasi oksigen
Evaluasi keperawatan pada pasien stroke dan mencegah komplikasi pada penderita
dengan penerapan posisi head up 30° stroke.
menunjukan bahwa posisi head up 30°
terbukti efektif meningkatkan nilai saturasi DAFTAR PUSTAKA
oksigen. Saran yang diharapkan dari studi
kasus dengan metode literature review ini, American Heart Association, (2014). Heart
bagi masyarakat di klinik maupun di
komunitas bahwa posisi head up 30° bisa Disease and Stroke Statistics. Update
digunakan sebagai salah satu penerapan
terapi non farmakologi terhadap penyakit A Report From the American Heart
stroke yang mudah dan dapat dilakukan untuk
menyembuhkan atau mengurangi resiko Associations, Circulation 2014
gangguan perfusi serebral sehingga dapat
mencegah komplikasi. Diharapkan studi ;129:e28-e292.
kasus dengan metode literature review ini
dapat dijadikan sebagai informasi dan dapat Aprianda, E. (2019). Peningkatan Gaya
dijadikan sebagai data dasar tentang asuhan
keperawatan pada risiko perfusi serebral tidak Hidup Sehat Dengan Perilaku

CERDIK. Jakarta Selatan:

pusdatin.kemenkes.

Aprianda, R. (2019). Infodatin, Kemenkes RI.

Jakarta Selatan: Pusdatin.Kemenkes.

https://pusdatin.kemkes.go.id/

Diakses Maret 2021

Ariani, T. A. (2012). Sistem Neurobehavior.

Jakarta: Salemba Medika.

Bulechek G, 2016. Nursing Interventions

Classification (NIC). Edisi 6.

Indonesia : Elsevier

Debora, Oda. (2011). Proses Keperawatan

dan Pemeriksaan Fisik. Jakarta:

Salemba Medika

361


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

Dinarti, & Mulyanti, Y. (2017). Dokumentasi Perpustakaan Nasional, Vol. 22 No.
2 Tahun 2015.
Keperawatan. Jakarta: Pusdik SDM Nurarif , A., & Kusuma, H. (2015). NANDA
NIC - NOC Jilid 3. Jogjakarta:
Kesehatan. Mediaaction.
Olfah, Y., & Ghofur, A. (2016). Dokumentasi
Ekacahyaningtyas, Martina. (2017). Posisi Keperawatan. Jakarta Selatan: Pusdik
SDM Kesehatan.
Head Up 300 Sebagai Upaya Untuk Pertami, Sumirah Budi. Siti Munawaroh dan
Ni Wayan Dwi Rosmala. (2019).
Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pengaruh elevasi kepala 30 derajat
terhadap saturasi oksigen dan kualitas
Pasien Stroke Hemoragik Dan Non tidur pasien stroke. health

Hemoragik. Adi Husada Nursing information jurnal penelitian.
Volume 11, Nomor 2 p-ISSN: 2083-
Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017 0840: E-ISSN: 2622-5905
PPNI, T. P. (2018). Standar Diagnosis
Gempitasari, F. K., & Betriana, F. (2019). Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan: Dewan Pengurus Pusat
Implementasi Evidence Based Persatuan Perawat Nasional
Indonesia.
Nursing Pada Pasien Dengan Stroke PPNI, T. P. (2018). Standar Luaran
Keperawatan Indonesia. Jakarta
Non-Hemoragik: Studi Kasus. Jurnal Selatan: Dewan Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional
Endurance : Kajian Ilmiah Problema Indonesia.
PPNI, T. P. (2018). Standar Intervensi
Kesehatan, E-ISSN - 2477-6521, Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan: Dewan Pengurus Pusat
601-607. Persatuan Perawat Nasional
Indonesia.
Hasan, A. K. (2018). Study Kasus Gangguan Purwanto, H. (2016). Keperawatan Medikal
Bedah II. Jakarta Selatan: Pusdik
Perfusi Jaringan Serebral Dengan SDM Kesehatan.
Prabowo, Tri. (2017). Dokumentasi
Penurunan Kesadaran Pada Klien Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka
Baru Press
Stroke Hemoragik Setelah Diberikan Rohmah, Nikmatur dan Saiful Walid. (2012).

Posisi Kepala Elevasi 30 Derajat. Proses Keperawatan: Teori &
Aplikasi. Jogjakarta: Ar – Ruzz
Jurnal Ilmiah Multi Science Media
Siregar, Deborah dkk. (2021). PENGANTAR
Kesehatan, Volume 9, Desember
PROSES KEPERAWATAN Konsep,
2018, Nomor 2, 9, 229-241. Teori dan Aplikasi. Medan: Yayasan
Kita Menulis
Hidayat, Aziz Alimul. (2021). Proses Sunarto. (2015). Peningkatan Nilai Saturasi
Oksigen Pada Pasien Stroke
Keperawatan Pendekatan NANDA, Menggunakan Model Elevasi Kepala.
Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan,
NIC, NOC dan SDKI. Surabaya: Volume 4, Nomor 1, Mei 2015, hlm.
23–25, 4, 23-25.
Health Books Publishing

Kemenkes, R. (2018). Dinas Kesehatan Jawa

Barat. http:/diskes.jabarprov.go.id/

Diakses April 2021

Kiran, Y., & Dewi, U. S. (2013).

Pengetahuan dan Sikap Perawat

dalam Memenuhi Kebutuhan

Psikologis dan Spiritual Klien

Terminal. Jurnal Pendidikan

Keperawatan Indonesia,

2017;3(2):182–189, 182-189.

Masriadi. (2019). Epidemiologi Penyakit

Tidak Menular. Jakarta Timur: CV.

TRANS INFO MEDIA.

Mustikarani, A., & Mustofa, A. (2020).

Peningkatan Saturasi Oksigen Pada

Pasien Stroke melalui Pemberian

Posisi Head Up. Ners Muda, Vol 1

No 2, Agustus 2020, 1 No 2, 114-

119.

Nashihudin. (2015). Pemahaman Pemustaka

dalam Menelusur Sumber - sumber

Literatur di Perpustakaan PDII-LIPI.

362


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN HEBAT BIDAN MAJU¨

Susilo, & Budi, C. (2019). Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
Persyarafan. Jakarta Timur: TIM.
Medikal Bedah Persyarafan. Yaseda, Grace Yopi, Siti Farida Noorlayla
Yogyakarta: Pustaka Baru Press. dan Mohammad As’ad Effendi.
Untari, I. (2012). Kesehatan Otak Modal (2013) Hubungan Peran Perawat
Dasar Hasilkan Sdm Handal. Dalam Pemberian Terapi Spiritual
PROFESI, Volume 08 / Februari – Terhadap Perilaku Pasien Dalam
September 2012, 1-7. Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Di
Utami, Haryono, R., & Sari, M. P. (2019). Ruang Icu Rsm Ahmad Dahlan Kota
Kediri. STIKes Surya Mitra Husada
Keperawatan Medikal Bedah II. kediri Volume 1
Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Widagdo, W., Suharyanto, T., & Aryani , R.
(2013). Asuhan Keperawatan Pada

363


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON TERHADAP PENGURANGAN
EMESIS GRAVIDARUM

Resa Oktavia, Dewi Nurdianti, Sri Wahyuni Sundari
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

([email protected]/082325048193)

ABSTRAK
Mual dan muntah merupakan gejala paling awal, dan paling umum terjadi pada
kehamilan terutama pada trimester pertama. Mual muntah dalam kehamilan diakibatkan
peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadrotropin (HCG). Mual
muntah pada kehamiilan dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan
fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Kondisi ini biasanya
berhenti pada trimester pertama, jika hal ini tidak ditangani bisa mengakibatkan
hiperemesis gravidarum. Penatalaksanaan yang bisa diberikan secara non farmakologi
dan tidak mempunyai efek samping farmakologi, salah satu terapi yang aman dan bisa
diberikan pada ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan memberikan aroma
terapi lemon. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aroma terapi
lemon terhadap pengurangan emesis gravidarum. Metode: penelitian ini adalah studi
literature dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil: studi literatur mengungkapkan
bahwa aroma terapi lemon efektif terhadap pengurangan emesis gravidarum karena
aroma terapi lemon mengandung limonene yang akan menghambat kerja prostaglandin
sehingga dapat mengurangi rasa nyeri termasuk mual muntah.

Kata kunci : Ibu hamil, aroma terapi lemon, emesis gravidarum

ABSTRACT
Nausea and vomiting are the earliest symptoms, and are most common in
pregnancy, especially in the first trimester. Nausea and vomiting in pregnancy is caused
by an increase in the hormones estrogen and human chorionic gonadrotropin (HCG).
Nausea and vomiting in pregnancy is experienced by about 70-80% of pregnant women
and is a phenomenon that often occurs at 5-12 weeks of gestation. This condition
usually stops in the first trimester, if it is not treated it can lead to hyperemesis
gravidarum. Management that can be given non-pharmacologically and has no
pharmacological side effects, one of the safe therapies and can be given to pregnant
women who experience nausea and vomiting by giving lemon aromatherapy. Objective:
This study aims to determine the effectiveness of lemon aromatherapy on reducing
emesis gravidarum. Methods: this research is a literature study by reviewing 5 research
articles. Results: a literature study revealed that lemon aromatherapy was effective in
reducing emesis gravidarum because lemon aromatherapy contains lemonene which
will inhibit the work of prostaglandins so that it can reduce pain including nausea and
vomiting.

Keywords : Pregnant women, lemon aroma therapy, emesis gravidarum

364


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN buruk pada janin yang dikandungnya
Berdasarkan data di Indonesia,
(Saridewi Wisdyana, 2018).
perbandingan insidensi mual dan muntah
yang mengarah pada patologis atau yang Pencegahan dan pengurangan keluhan
disebut hiperemesis gravidarum 4 : 1000
kehamilan. Diduga 50% sampai 80% ibu mual muntah dapat dilakukan dengan cara
hamil mengalami mual dan muntah dan
kira-kira 5% dari ibu hamil membutuhkan farmakologi maupun non farmakologi.
penanganan untuk penggantian cairan dan
koreksi ketidakseimbangan elektrolit Penanganan secara farmokologi dilakukan
(Widatiningsih et al., 2019).
dengan cara mengkonsumsi obat-obatan
Penyebab mual muntah selama
kehamilan biasanya disebabkan oleh seperti obat anti metik atau vitamin B6,
perubahan hormon dalam sistem endokrin
yang terjadi selama kehamilan, terutama namun obat- obatan ini memiliki efek
disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar
HCG (human chorionic gonadotrophin). samping yang kemungkinan dialami oleh
(Setiowati Wiulin, 2019)
ibu hamil seperti ; sakit kepala, diare dan
Mual dan muntah pada kehamilan
biasanya bersifat ringan dan merupakan mengantuk (Widatiningsih et al., 2019)
kondisi yang dapat dikontrol sesuai dengan
kondisi masing-masing individu. Meskipun Penatalaksanaan lain yang bisa
kondisi ini biasanya berhenti pada trimester
pertama namun gejalanya dapat diberikan pada ibu mual muntah secara non
menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi,
kelemahan, penurunan berat badan, serta farmakologi atau terapi komplementer yang
ketidakseimbangan elektrolit. Jika kondisi
ini tidak tertanggulangi maka disebut mempunyai kelebihan lebih murah dan
hyperemesis gravidarum. (Putri & Maita,
2021). tidak mempunyai efek samping

Ibu hamil yang mengalami mual farmakologi, salah satu terapi yang aman
muntah sangat membutuhkan asupan nutrisi
yang adekuat yang berguna untuk tubuh ibu dan bisa diberikan pada ibu hamil yang
maupun nutrisi untuk janin didalam
kandungannya. Jika asupan nutrisi menurun mengalami mual muntah dengan
maka akan mengalami penurunan berat
badan dan hal ini juga akan berdampak memberikan aromaterapi lemon

(Vitrianingsih & Khadijah, 2019).

Aromaterapi lemon adalah minyak

essensial yang dihasilkan dari ekstrak kulit

jeruk lemon (Citrus Lemon) yang sering

digunakan dalam aromaterapi. Aromaterapi

lemon adalah jenis aromaterapi yang aman

untuk kehamilan dan melahirkan

(Vitrianingsih & Khadijah, 2019).

Aromaterapi lemon memiliki kandungan

yang dapat membunuh bakteri

meningokokus (meningococcus), bakteri

tipus, memiliki efek anti jamur dan efektif

untuk menetralisir bau yang tidak

menyenangkan, serta menghasilkan efek

anti cemas, anti depresi, anti stres, dan

365


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

untuk mengangkat dan memfokuskan menggunakan Quasi eksperimental dengan
pikiran (Vitrianingsih & Khadijah, 2019). one group pre-post test design alat yang
digunakan dalam penelirtian ini adalah
Menurut sebuah studi, 40% wanita kapas, essensial oil lemon,prosedur yang
telah menggunakan aroma lemon untuk dilakukan Yaitu dengan menghirup kapas
meredakan mual dan muntah, dan 26,5% yang yang telah diberikan essensial lemon
dari mereka telah dilaporkan sebagai cara 0,1 /0,2/ 0,3 ml pada saat mngalami mual
yang efektif untuk mengontrol gejala mual dan muntah selama 5 menit dengan jarak 2
muntah. Karena meningkatnya minat dalam cm dari hidung. Hasil penelian di dapatkan
penggunaan obat herbal pada kehamilan, rata-rata skor mual muntah sebelum
ketersediaan lemon disemua musim, dan pemberian aroma terapi lemon berdasarkan
berbagai tinggi digunakan dalam indeks rhodes pada ibu hamil dengan
masyarakat Iran (Maternity, D Putri A, emesis gravidarum yaitu 22,1 dan terjadi
2017). penurunan skor setelah pemberian
aromaterapi lemon menjadi 19,8. ada
Berdasarkan paparan tersebut, maka pengaruh pemberian aromaterapi lemon
penulis tertarik untuk melakukan telaah dengan pengurangan mual muntah pada ibu
pustaka mengenai Efektivitas Aroma Terapi hamil dengan nilai ρ.Value 0.017.
Lemon terhadap pegurangan Emesis
Gravidarum . Kedua, Berdasarkan artikel penelitian
(Widatiningsih et al., 2019) yang berjudul
METODE PENELITIAN “Efektivitas Aromaterapi Lemon Untuk
Studi ini merupakan suatu tinjauan Mengatasi Emesis Gravidarum” dilakukan
pada semua ibu hamil trimester I di wilayah
literatur (literature review) yang mencoba kerja puskemas Manglid KI pada ibu hamil
menggali lebih banyak tentang efektivitas pada bulan september 55 orang, Tekhnik
aroma terapi lemon terhadap pengurangan pengambilan sampel Quaasy-experimental
emesis gravidarum. Sumber untuk design, dengan bentuk pretest-postest with
melakukan tinjauan literatur ini meliputi control grup design, alat yang digunakan
studi pencarian sistematis databased dalam penelitian ini yaitu Tisu, essensial oil
terkomputerisasi (Google Cendikia lemon, prosedur yang dilakukan yaitu
(schoolar Google) Meliputi: bentuk jurnal menghirup tisu pada saat mengalami mual
penelitian berjumlah 5 artikel penelitian. muntah selama 5 menit yang sudah
diberikan kurang lebih 5 tetes minyak
Pertama, berdasarkan artikel penelitian essesnsial lemon 0,1ml/ 02 ml/ 0,3 ml yang
(Vitrianingsih & Khadijah, 2019) yang di campur dngan 1 ml air selama 12 jam.
berjudul “Efektivitas Aroma Terapi Lemon Hasil uji statistik ANOVA dengan
untuk Menangani Emesis Gravidarum” menggunakan Rhodes sebelum diberikan
dilakukan pada 20 orang ibu hamil
trimester pertama yang mengalami emesis
gravidarum. Teknik pengambilan sample

366


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

aromaterapi lemon pada rentang skor 3-23, gunakan dalam penelitian ini adalah
dan tingakt emesis gravidarum sesudah aromaterapi lemon, metode dalam
diberikan aromaterapi lemon pada rentang penelitian ini menggunakan Pre
skor 0-19, dengan p-value = 0,002 (p<0,05) eksperimental dengan desain one group pre-
post test design. Prosedur yang dilakukan
Ketiga, Berdasarkan penelitian yaitu pemberian aromaterapi lemon, Dari
(Maesaroh & Putri, 2019) yang berjudul hasil penelitian ini diperoleh hasil uji
“Inhalasi Aroma Terapi lemon menurunkan Wilxocon Sign Rank test diperoleh p-value
frekuensi mual muntah pada ibu hamil" sebesar 0,001<a(0,5), artinya ada pengaruh
dilakukan pada 30 orang ibu hamil yang aromaterapi lemon terhadap mual muntah
mengalami mual muntah-muntah di pada ibu hamil trimester I di BPM
wilayah kerja Puskesmas Karya Penggawa IndraIswari, SST, MM, M.KES.hasil
Kabupaten Pesisir Barat. Alat yang penelitian ini sesuai degan wardani (2019)
digunakan dalam penelitian ini adalah yang menemukan adanya pengaruh
Aroma terapi lemon dan tissu .Jenis pemberian essensial lemon terhadap
penelitian dalam penelitian ini adalah intensitas mual dan mmuntah pada ibu
kuantitatif dengan menggunakan desain hamil trimester I.
penelitian preekspereimental dan
pendekatan one group pretest. Prosedur Kelima, Berdasarkan penelitian
yang dilakukan yaitu Pada saat ibu hamil (Narulicha, 2019) yang berjudul “Pengaruh
merasa atau telah mual, diperintahkan Pemberian Inhalasi Lemon Terhadap
meneteskan aromatherapi lemon pada tissue Pengurangan mual Muntah pada ibu hamil
sebanyak 5 tetes Letakan tissue dengan trimester I di PMB Lestari Cileungsi
jarak 3 cm dari hidung ibu hamil; dan Kabupaten Bogor Tahun 2019” Populasi
Anjurkan ibu hamil menghirup dalam 3 kali pada penelitian ini adalah jumlah
pernapasan dan diulangi kembali 5-10 kali, keseluruhan ibu hamil trimester I yang
jika ibu masih mengalami mual. mengalami mual muntah 22 orang. Alat
yang digunakan dalam penelitian ini
Keempat, Berdasarkan penelitian (Yesi essenssial aromaterapi lemon, tissu/kapas,
Putri, Ronalen BR, 2020) Yang berjudul Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
“Efektifitas aroma terapi lemon terhadap kuantitatif dengan rancangan penelitian
penurunan frekuensi emesis gravidarum analitik dan menggunakan pendekatan pre
pada ibu hamil trimester I di BPM Indra eksperimental bentuk one grup pretest and
Iswari, SST SKM, MM kota Bengkulu” posttest, Prosedur yang dilakukan pada
dilakukan pada Ibu hamil yang melakukan penelitian ini Responden di haruskan
kunjungan ANC di BPM Indra Iswari SST, meneteskan 2-3 tetes minyak essensial
SKM, MM. Sampel adalah sebagian dari aromaterapi lemon pada satu buah tissu/
populasi yang akan di teliti atau sebagian kapas kemudian menghirup aroma terapi
dari jumlah dari karakteristik, alat yang di

367


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

tersebut sebanyak 3 kali pernafasan dan di Di dalam prosedur penelitian juga di
ulang kembali 5-10 menit kemudian bila dapatkan perbedaan dalam pemberian
ibu masih mengalami mual dan muntah, aroma terapi lemon ada yang diberikan 0,1
lakukan kembali hingga mual muntah sudah /0,2/ 0,3 ml pada saat mngalami mual dan
tidak di rasakan pada pagi hari. muntah selama 5 menit , ada yang diberikan
kurang lebih 5 tetes minyak essensial lemon
Hasil penelitian yaitu terjadi 0,1 ml / 0,2 ml, / 0,3 ml yang dicampur
penurunan dan terdapat pengaruh setelah dengan 1 ml air selama 12 jam, ada yang 5
pemberian inhalasi aromaterapi lemon tetes dihirup dengan 3 kali pernafasan dan
terhadap mual muntah padaibu hamil diulangi 5-10 kali jika ibu merasa masih
trimester 1. Dari hasil analisis menunjukan mual, ada yang dilakukan pemberian aroma
yang mengalami kenaikan mual muntah terapi lemon secara inhalasi. ,ada yang
tidajk ada (0b), serta yang menetap mual diberikan 2-3 tetes minyak essensial
muntah tidak ada (0c). Hasil nilai aromaterapi lemon dihirup sebanyak 3 kali.
signifikasi p=0, 000 berarti ada
pengaruhnya. Selanjutnya perbedaan pada instrumen
penelitian yaitu diantaranya 3
HASIL DAN PEMBAHASAN menggunakan tissu dan 1 menggunakan
Berdasarkan telaah pustaka dengan kapas. Adapun didapatkan persamaan nya
yaitu menggunakan aroma terapi lemon
mengkaji 5 artikel penelitian di dapatkan (citrus lemon).
persamaan dan perbedaan dari mulai
tekhnik sample, metode penelitian, Berdasarkan dari pengkajian yang
instrumen penelitian, dan prosedur yang dilakukan pada 5 artikel penelitian tersebut
dilakukan. di dapatkan bahwa aroma terapi lemon
efektif terhadap penurunan emesis
Pada tekhnik pengambilan sample di gravidarum yaitu dengan cara: teteskan
dapatkan perbedaan yaitu ada yang aroma terapi lemon 2-3 tetes pada tissu, lalu
menggunakan total populaasi yaitu seluruh dihirup dengan jarak 3 cm dari hidung,
ibu hamil yang ada di wilayah tersebut, hirup sebanyak 3 kali pernafasan dan di
puposive sampling yaitu pengambilan ulang kembali 5-10 menit. Aromaterapi
tekhnik sampling dengan mengunakan lemon dapat mengatasi keluhan fisik dan
kriteria-kriteria tertentu. psikis yang berefek melalui indra
penciuman dengan mencium aroma dari
Perbedaan pada Metode penelitian minyak esensial. Indra penciuman
yaitu ada yang menggunakan Quasi merangsang daya ingat yang bersifat
eksperimental dengan one group pre-postest emosional dengan memberikan reaksi fisik
design, Quasy-experimental design dengan berupa tingkah laku. Aroma yang sangat
bentuk pretest-postest with control grup lembut dan menyenangkan dapat
design, kuantitatif dengan menggunakan
desain penelitian preekspereimental.

368


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

membangkitkan semangat maupun perasaan Muntah Padaibu Hamil Terimester
tenang dan santai.
I Di Pmb Lestari Cileungsi
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil telaah pustaka dapat Kabupaten Bogor Tahun 2019.

di simpulkan bahwa Aroma Terapi Lemon 8(1), 157–165.
efektif terhadap pengurangan emesis
gravidarum pada ibu hamil. Untuk Putri, T. S., & Maita, L. (2021). Jurnal
pelaksanaan literature review selanjutnya
adalah sebaiknya data base yang digunakan Kebidanan Terkini ( Current
lebih banyak sehingga bisa mendapatkan
artikel yang lebih banyak lagi dan batasan Midwifery Journal ) Asuhan
tahun pencarian artikel dengan kata kunci
yang ditetapkan adalah lima tahun terakhir Kebidanan Pada Ibu Hamil
agar literature lebih update.
Trimester 1dengan Pemberian Oil
DAFTAR PUSTAKA
Maesaroh, S., & Putri, M. (2019). Inhalasi Essensial Lemon Untuk

Aromaterapi Lemon Menurunkan Mengurangi Mual Dan Muntah Di
Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu
Hamil. 12(1), 30–34. Bpm Deliana Saragih Pekanbaru
Maternity, D Putri A, D. Y. (2017). Inhalasi
Lemon Mengurangi Mual Muntah Tahun. 01, 11–21.
Pada Ibu Hamil Trimester Satu.
Jurnal Ilmiah Bidan, 2(3). Saridewi Wisdyana, S. Y. E. (2018). Jurnal
Narulicha, S. A. (2019). Pengaruh
Pemberian Inhalasi Lemon Ilmiah Kesehatan. 17, 4–8.
Terhadap Pengurangan Mual
Setiowati Wiulin, A. N. A. (2019). (The

Influence Of Lemon Aromatherapy

(Citrus Lemon) On Nausea

Vomiting In Trimester I Of

Pregnant Women). 7(1), 77–82.

Vitrianingsih, V., & Khadijah, S. (2019).

Efektivitas Aroma Terapi Lemon

Untuk Menangani Emesis

Gravidarum. Jurnal Keperawatan,

11(4), 277–284.

Https://Doi.Org/10.32583/Keperaw

atan.V11i4.598

Widatiningsih, S., Sukini, T., Kebidanan,

P., Poltekkes, M., & Semarang, K.

(2019). Efektivitas Aromaterapi

Lemon Untuk Mengatasi Emesis

Gravidarum Pendahuluan. 9–16.

Yesi Putri, Ronalen Br, S. (2020).

Efektivitas Pemberian Aromaterapi

Lemon Terhadap Penurunan

Frekuensi Emesis Gravidarum

Pada Ibu Hamil Trimester I Di

Bpm Indra Iswari, Sst, Skm, Mm

Kota Bengkulu. 8(1), 44–50.

369


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

PENERAPAN TERAPI NON FARMAKOLOGI JUS MENTIMUN

TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI

Haeva Firdanisa, Aida Sri Rachmawati, Asep Muksin
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]

ABSTRAK
Hipertensi merupakan penyakit yang digolongkan sebagai silent killer
(pembunuh diam-diam ). Prioritas perawatan pada pasien hipertensi yaitu untuk
menurunkan tekanan darah, salah satu penatalaksanaannya adalah dengan terapi
non farmakologi pemberian jus mentimun. Tujuan karya tulis lmiah ini mengetahui asuhan
keperawatan dengan penerapan terapi non farmakologi jus mentimun terhadap penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan studi literature review. Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari
tiga artikel jurnal dan satu artikel asuhan keperawatan dengan mengintegritaskan Al Islam
dan Kemuhammadiyah tentang pengaruh jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah.
Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian yaitu dengan cara mengakses google
scholar. Hasil literature review pengkajian pada pasien hipertensi di temukan data adanya
kenaikan tekanan darah, pusing, sakit kepala dan tengkuk kaku. Diagnosa keperawatan
prioritas pada pasien hipertensi adalah risiko perfusi perifer tidak efektif. Perencanaan
menggunakan terapi non farmakologi jus mentimun untuk menurunkan tekanan
darah. Implementasi berdasarkan standar operational prosedur dilakukan selama
1 minggu 1 gelas dengan rentang 200cc-250cc perhari. Evaluasi menunjukan
adanya penurunan tekanan darah setelah dilakukan tindakan terapi jus mentimun.
Kesimpulan berdasarkan uraian di atas bahwa pemberian jus mentimun terbukti efektif
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien
hipertensi. Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjadi salah satu terapi
komplementer untuk menurunkan tekanan darah.

Kata kunci : Hipertensi, Jus mentimun, Tekanan darah

ABSTRACK

Hypertension is a disease that is classified as a silent killer. The priority of treatment

in hypertensive patients is to lower blood pressure, one of the treatments by non-

pharmacological therapy by giving cucumber juice. The purpose of this scientific paper is

to find out nursing care with the application of non pharmacologic cucumber juice to

reduce blood pressure in hypertensive patients. The method used in this research is a

literature review study. While the sample in this study consisted of three journal articles

and one article on nursing care by integrating Al Islam and Kemuhammadiyahan about

the effect of cucumber juice on lowering blood pressure. The sample collection technique

in the study is by accessing Google Scholar. The results of a literature review of studies

in hypertensive patients found data on an increase in blood pressure,

dizziness, headaches and stiff neck. The priority nursing diagnosis in hypertensive patients

is the risk of ineffective peripheral perfusion. Planning to use non-

pharmacological therapy of cucumber juice to lower blood pressure. Implementation

370


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

based on standard operating procedures is carried out for 1 week 1 glass with a range of
200 cc - 250 cc per day. Evaluation showed a decrease in blood pressure after
cucumber juice therapy. The conclusion based on the description above is that
giving cucumber juice is proven to be effective in the implementation of nursing care
to reduce blood pressure in hypertensive patients. Suggestions for further research are
expected to be one of the complementary therapies to lower blood pressure

Keyword : Blood pressure, Cucumber Juice, Hypertention

PENDAHULUAN Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)
Hipertensi atau tekanan darah tinggi tahun 2018, dinyatakan prevalensi hipertensi
di indonesia mengalami peningkatan dari
adalah penyebab utama penyakit tahun ke tahun berdasarkan hasil pengukuran
kardiovaskuler aterosklerotik, gagal jantung, pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar
stroke dan gagal ginjal (Arie, 2014). Tekanan (34,1%), tertinggi di Kalimantan Selatan
darah paling tinggi terdapat pada arteri arteri (44,1%), Sedangkan terendah di Papua
besar yang meninggalkan jantung dan secara sebesar (22,2%). Berdasarkan Riset
bertahap menurun sampai ke arterior Kesehatan (RIKESDAS) Jawa Barat tahun
(Jitowijoyo & Sugeng, 2018). Hipertensi 2013 angka kejadian hipertensi diJawa Barat
adalah penyakit penyebab kematian nomor 3 sebesar 29,4 %. Di Kota Tasikmalaya sendiri
setelah stroke dan tuberkulosis, yakni menunjuk kan angka sebesar 29,1% pada
mencapai 6,7% dari populasi kematian pada umur >18 tahun. Perkiraan jumlah kasus
semua umur di Indonesia. Hipertensi juga hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620
merupakan gangguan sistem peredaran dalam orang, sedangkan angka kematian akibat
darah yang menyebabkan kenaikan tekanan hipertensi sebesar 427.218 kematian.
darah dari batas normal yaitu 140/90 mmhg ( Hipertensi disebut sebagai the silent killer
KEMENKES RI, 2010). karena sering tanpa keluhan, sehingga
penderita tidak mengetahui dirinya
Badan Kesehatan Dunia atau world menyandang hipertensi dan baru di ketahui
health organization (WHO) tahun 2015 setelah terjadi komplikasi.
menunjukan sekitar 1,13 miliar orang dunia
menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang Menurut Carlos, (2016) beberapa
didunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah komplikasi penyakit kardiovaskuler karena
penyandang hipertensi akan terus meningkat hipertensi terdiri dari stroke, infark
seiring dengan jumlah penduduk yang miokardia, gagal ginjal dan ensefalopati
bertambah pada tahun 2025 mendatang (kerusakan otak) dan hipertensi dalam jangka
menjadi 1,5 miliar atau sekitar 29% warga
dunia terkena hipertensi ( Sundari, 2013).

371


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

panjang dapat menyebabkan komplikasi farmakologi dan terapi non farmakologi.
melalui ateroskerosis, dimana pembentukan Terapi farmakologi dapat diberikan anti
plak menyebabkan penyempitan pembuluh hipertensi tunggal maupun kombinasi
darah. Dan ada factor pengaruh terhadap sedangkan non farmakologi untuk menangani
komplikasi hipertensi. Tekanan darah tinggi hipertensi diantaranya Terapi herbal,
(hipertensi) dipengaruhi oleh faktor faktor beberapa jenis buah dan sayuran berkhasiat
yaitu usia, tingkat pendidikan, genetik, etnis, pemberian buah yang mengandung kalium,
obesitas, penggunaan alkohol, merokok, dan kalsium dan magnesium seperti pepaya,
stress, medikasi, jenis kelamin, pola asuhan semangka, melon, belimbing dan mentimun
garam berlebihan mempunyai risiko tinggi juga dapat menurunkan tekanan darah yang
menderita hipertensi awal (Nuratif& Kusuma, signifikan ( Sulistyono, 2009). Allah Swt
2015 ). memberikan petunjuk (Huda) kepada
manusia melalui firman-firmanya yang
Hasil penelitian Hidayat (2013) bahwa terdapat dalam al-Qur’an tentang berbagai
laki-laki juga mempunyai risiko yang lebih tumbuhan dan sayuran yang dapat
besar terhadap morbilitas dan mortilitas memberikan manfa’at bagi kehidupan
beberapa penyakit kardiovaskuler, sedangkan manusia, salah satunya adalah mentimun
di atas umur 50 tahun hipertensi lebih banyak yang secara khusus Allah menyebutkannya di
terjadi pada perempuan, kelebihan berat dalam al-Qur’an, Allah berfirman di dalam
badan, mereka yang memiliki kelebihan berat surat al-Baqarah ayat 61:
badan lebih cenderung memiliki tekanan
darah tinggi dibanding mereka yang memiliki ‫َﻓﺎﺩْﻉُ َﻟ َﻨﺎ َﺭ ﱠﺑ َﻚ ُﻳ ْﺨ ِﺮ ْﺝ َﻟ َﻨﺎ ِﻣ ﱠﻤﺎ ﺗُ ْﻨ ِﺒ ُﺖ ﺍ ْﻷَ ْﺭ ُﺽ ِﻣ ْﻦ َﺑ ْﻘ ِﻠ َﻬﺎ َﻭ ِﻗﺜﱠﺎ ِﺋ َﻬﺎ‬
badan kurus. Pada orang yang gemuk, (61 :‫ )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬.‫َﻭﻓُﻮ ِﻣ َﻬﺎ َﻭ َﻋﺪَ ِﺳ َﻬﺎ َﻭ َﺑ َﺼ ِﻠ َﻬﺎ‬
jantung akan bekerja lebih keras dalam
memompa darah. Hipertensi dapat di cegah “Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada
dengan mengendalikan perilaku merokok,
diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami
sayuran dan buat serta konsumsi gula, garam
dan lemak berlebihan, obesitas, kurang dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu
aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan
dan stress. Juga membutuhkan penanganan sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang
yang tepat baik secara farmakologi maupun
non farmakologi (Williams & Wilkins, 2007). putihnya, kacang adasnya, dan bawang
merahnya". (QS. Al-Baqarah: 61).
Penatalaksaan hipertensi menurut
Syaifuddin, ( 2013) yaitu meliputi terapi Ayat di atas dapat dipahami bahwa,
ketika Allah Swt. menyebutkan suatu perkara
secara khusus di dalam al-Qur’an, itu
menunjukan pentingnya perkara yang
dimaksud. Perkara yang penting itu adalah

372


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

mentimun dan sayur-sayuran yang lainnya mentimun terkandung nutrisi seperti
yang ternyata memiliki banyak manfaat bagi magnesium dan serat yang bagus untuk
kesehatan tubuh. Nabi Muhammad Saw. menurunkan tekanan darah tinggi (Stevi &
adalah teladan bagi ummatnya dalam Agustyas, 2016).
menjaga kondisi jantungnya tetap sehat.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Hasil Penelitian Fitra Pringgayuda dkk (
Rasulullah Saw. sering memakan timun 2018 ) terdapat pengaruh jus mentimun yang
dengan kombinasi kurma segar untuk di berikan 2x sehari pagi dan sore hari dengan
menjaga kesehatan. komposisi buah mentimun murni sebanyak
250 ml. Hasil rata rata tekanan sitolik
‫َﺣﺪﱠﺛَ َﻨﺎ َﺣ ْﻔ ُﺺ ْﺑ ُﻦ ُﻋ َﻤ َﺮ ﺍﻟ ﱠﻨ َﻤ ِﺮ ﱡﻱ َﺣﺪﱠﺛَ َﻨﺎ ِﺇ ْﺑ َﺮﺍ ِﻫﻴ ُﻢ ْﺑ ُﻦ َﺳ ْﻌ ٍﺪ َﻋ ْﻦ ﺃَ ِﺑﻴ ِﻪ‬ sebelum ( pre-test ) diberikan tindakan yaitu
‫َﻋ ْﻦ َﻋ ْﺒ ِﺪ ﱠ ِ• ْﺑ ِﻦ َﺟ ْﻌ َﻔ ٍﺮ ﺃَ ﱠﻥ ﺍﻟ ﱠﻨ ِﺒ ﱠﻲ َﺻ ﱠﻠﻰ ﱠ•ُ َﻋ َﻠ ْﻴ ِﻪ َﻭ َﺳ ﱠﻠ َﻢ َﻛﺎ َﻥ َﻳﺄْ ُﻛ ُﻞ‬ 168,8 mmHg dengan nilai terendah 140
mmHg dan yang tertinggi 190 mmHg.
(3338 :‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ‬.‫ﺍ ْﻟ ِﻘﺜﱠﺎ َء ِﺑﺎﻟ ﱡﺮ َﻁ ِﺐ‬ Sedangkan rata rata tekanan sistolik sesudah (
post test ) diberikan tindakan yaitu 137,27
“Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin mmHg dengan nilai terendah 120 mmHg dan
Umar An Namari telah menceritakan kepada tertinggi 160 mmHg.
kami Ibrahim bin Sa'd dari Ayahnya dari
Abdullah bin Ja'far bahwa Nabi Saw. pernah Penelitian serupa dilakukan oleh Dendy
makan mentimun dengan ruthab (kurma dkk (2010) yang di berikan kepada 2
segar)." (HR. Abu Daud: 3338). kelompok yaitu kelompok eksperimen dan
kelompok control. Hasil dari pengukuran
Buah mentimun juga sudah dikenal sejak yang diperoleh nilai rata raya tekanan arteri
lama oleh masyarakat mudah didapat serta (MAP) pada kelompok eksperimen sebelum
harganya yang relatif sangat terjangkau, bisa mengkonsumsi jus mentimun sebesar 117,9
dikonsumsi secara mentah atau diolah mmHg dan pada kelompok kontrol 113,6
sebagai jus mentimun untuk menurunkan mmHg. Setelah diberikan perlakuan dengan
tekanan darah. mengkonsumsi jus mentimun selama 1
minggu sebanyak 1 gelas ( ±200 cc) , pada
Mentimun, timun, atau ketimun kelompok eksperimen terjadi penurunan rata
(Cucumis Sativus L.; suku labu - labuan atau rata tekanan arteri sebesar 104,2 mmHg,
Cucurbitaceae ) merupakan tumbuhan yang sedangkan kelompok kontrol yang tidak di
menghasilkan buah yang dapat dimakan berikan perlakuan mengalami peningkatan
manfaat mentimun itu bisa membantu sebesar 117,4 mmHg. Jus mentimun adalah
menurunkan berat badan, membantu salah satu ikhtiar klien hipertensi dalam
menurunkan kolesterol hingga dalam buah pengobatan yang dilakukan, karena Allah

373


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

SWT telah menganjurkan umat nya untuk METODE PENELITIAN
selalu bertawakal, termasuk dalam hal Desain penelitian ini menggunakan
kesembuhan atas suatu penyakit, di
riwayatkan dalam hadist, dan Rasulullah studi Literature review berdasarkan pada
SAW bersabda “ setiap penyakit ada tinjauan pustakan , tiga telaah jurnal dan satu
asuhan keperawaan yang signifikan tentang
obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat tindakan keperawatan untuk mengetahui
asuhan keperawatan terhadap penurunan
untuk suatu penyakit, akan sembuhlah tekanan darah dengan pemberian jus
mentimun ( cucumis sativus L ) pada pasien
penyakit itu dengan izin Allah ‘ azza wajalla hipertensi.
“( HR. Muslim ).
Studi literature bisa di dapat dari
Dalam hal ini tenaga kesehatan berbagai sumber baik buku, jurnal,
khusunsya perawat juga mempunyai peranan dokumentasi, internet dan pustaka. Metode
penting sebagai pemberi asuhan keperawatan studi literature adalah serangkaian kegiatan
yang melipui tindakan mendampingi serta yang berkenaan dengan metode pengumpulan
membantu pasien dalam meningkatkan dan data pustaka, membaca dan mencatat, serta
memperbaiki mutu kesehatan diri melalui mengolah bahan penulisan (Nursalam, 2016
proses keperawatan. Pemberian asuhan ). Studi literature ini juga bertujuan
keperawatan ini mencangkup askep mengetahui asuhan keperawatan dengan
biopsikososial hingga spiritual pasien ( penerapan terapi non farmakologi jus
Berman, 2016). Peranan penting untuk mentimun ( Cucumis Sativus L) terhadap
membantu pasien dalam mengidentifikasi penurunan tekanan darah pada pasien
penyebab terjadinya kenaikan tekanan darah hipertensi. Subjek studi literature yang
sehingga dapat mewujudkan intervensi yang digunakan adalah literature teks book dan 3
sesuai dalam mengatasi dalam penurunan telaah jurnal termasuk satu asuhan
tekanan darah. Berdasarkan uraian diatas, keperawatan yang membahas tentang
diharapkan penderita hipertensi dapat pengaruh pemberian jus mentimun terhadap
mengaplikasikannya dengan mengkonsumsi penurunan tekanan darah pada pasien
jus mentimun. Jus mentimun ini berkhasiat hipertensi.
untuk menurunkan tekanan darah pada
hipertensi, maka penulis tertarik untuk HASIL STUDI LITERATURE
melakukan studi Literature Review tentang Pada hasil studi literature dalam asuhan
Asuhan Keperawatan Dengan Penerapan
Terapi Non Farmakologi Jus Mentimun ( keperawatan dengan penerapan terapi non
Cucumis Sativus L) Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi.

374


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

farmakologi jus mentimun terhadap Adapun data objektif dan subjektif pada tanda
penurunan tekanan darah pasien hipertensi minor yaitu nyeri ektremitas, adanya edema,
menelaah 4 referensi yang terdiri 3 artikel indeks ankle- brachial <0,90.
penelitian dan 1 artikel asuhan keperawatan
Menurut Fatonah (2019) hasil
Menurut Fitra Dkk,(2018) Pengaruh Jus pengkajian yang ditemukan pada pasien
Mentimun terhadap tekanan darah pada hipertensi di tandai pasien mengalami
pasien hipertensi di dapatkan hasil adanya kenaikan tekanan darah 170/100 mmHg,
pengaruh terhadap penurunan tekanan darah. pasien merasa pusing, tengkuk merasa kaku ,
Sejalan dengan penelitian Dendy Dkk nyeri dibagian kepala seperti di timpa benda
(2012)., Cerry Dkk, (2015), dan Fatonah ( berat, pasien mengatakan gemeteran.
2019) Pemberian Terapi non farmakologi jus
mentimun terdapat pengaruh terhadap Menurut Dendy Dkk (2012) hasil
penurunan tekanan darah pada pasien pengkajiannya di temukan pada pasien
hipertensi dalam rentang pemberian jus hipertensi di tandai dengan pasien mengalami
200cc-250 cc perhari selama seminggu. kenaikan tekanan darah rata rata sebesar
117,9 mmHg dengan standar deviasi 8,1
PEMBAHASAN mmHg. Menurut Cerry Dkk ( 2015 ) pada
Pengkajian adalah proses dimana data pasien hipertensi di dapat hasil pengkajian
pasien mengalami kenaikan tekanan darah
yang berhubungan dengan klien dikumpulkan dengan rata rata 167/103 mmHg. Juga
secara sistematis. Proses ini merupakan Menurut Fitra (2018) pada pasien hipertensi
proses yang dinamis dan terorganisir yang di dapat pengkajian pasien mengalami
meliputi tiga aktivitas dasar, yaitu kenaikan tekanan darah dengan rata rata
mengumpulkan secara sistematis, menyortir, 168,8 mmHg dengan standar deviasi 17,2
dan mengatur data yang dikumpulkan serta mmHg
mendokumentasikan data data format yang
bisa di buka kembali ( Muttaqin & Sari, Pengkajian tekanan darah diperoleh dari
2014). pengukuran dengan menggunakan alat
Sphygmomanometer dan stetoskop ( Smeltzer
Berdasarkan SDKI (2018) hasil & Bare, 2001). Klarifikasi nilai tekanan darah
pengkajian yang di temukan pada pasien normal 120/80 mmHg, Pra hipertensi 139/89
hipertensi data objektif tanda mayor yaitu mmHg dan nilai pada pasien hipertensi yaitu
tekanan darah >140/90 mmHg, pengisian > 140/90 mmHg.( WHO, 2015)
kapiler >3 detik, akral teraba dingin, warna
kulit pucat, data subjektif pada tanda minor Berdasarkan uraian diatas bahwa pada
pasien mengeluh pusing, sakit pada kepala. pasien hipertensi akan di temukan data hasil
pengkajian berupa tekanan darah meningkat

375


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

> 140/90 mmHg, pasien mengeluh pusing, meningkat > 140/90 mmHg, pasien mengeluh
nyeri kepala, tengkuk terasa berat, mual,
muntah, hingga adanya penurunan kesadaran. pusing, sakit kepala, dan tengkuk terasa kaku

Diagnosa keperawatan merupakan Perencanaan merupakan bagian dari fase
penilaian klinis tentang respon
individu, keluarga, ataupun komunitas pengorganisasian dalam proses keperawatan
tehadap masalah kesehatan atau proses
kehidupann aktual ataupun potensial sebagai sebagai pedoman untuk mengarahkan
dasar pemilihan intervensi keperawatan
untuk mencapai hasil tempat perawat tindakan keperawatan dalam usaha
bertanggung jawab (Muhith, 2015).
membantu, meringkankan, memecahkan
Menurut Standar Diagnosa keperawatan
Indonesia (2017),bahwa pada pasien masalah atau untuk memenuhi kebutuhan
hipertensi akan muncul salah satu masalah
prioritas yaitu risiko perfusi perifer tidak klien. Perencanaan yang tertulis dengan baik
efektif, yang ditandai dengan tanda mayor
Subjektif: Tidak tersedia, Objektif : pengisian akan memberi infomasi bagi semua yang
kapiler > 3 detik, Nadi perifer menurun atau
tidak teraba, Akral teraba dingin , TD terlibat dalam asuhan keperawatan klien.
meningkat.
Rencana ini merupakan sarana komunikasi
Berdasarkan pengkajian hasil menurut
Fatonah (2019) menunjukan bahwa pada yang utama, dan memelihara kontinuitas
pasien hipertensi muncul masalah risiko
perfusi perifer tidak efektif berhubungan asuhan keperawatan klien bagi seluruh
dengan peningkatan tekanan darah yang di
tandai dengan pasien mengeluh pusing, nyeri anggota tim (Setiadi, 2012).
kepala, tengkuk terasa kaku, TD 170/100
mmHg. Berdasarkan hasil uraian fakta dan Perencanaan disusun berdasarkan
teori, peneliti berasumsi pada pasien
hipertensi di tegakan masalah risiko perfusi konsep dan teori yaitu beberapa literature
perifer tidak efektif berdasarkan data hasil
pengkajian yang menunjang penegakan berupa text book, tiga artikel jurnal, satu
diagnosa tersebut yaitu tekanan darah
artikel asuhan keperawatan dan Al Qur’an

serta hadist yang mendasarinya. Berdasarkan

SLKI (2018) Tujuan yang di harapkan dari

pemberian jus mentimun untuk mengatasi

masalah risiko perfusi perifer tidak efektif

adalah perfusi perifer meningkat dengan

kriteria hasil denyut nadi arteri meningkat,

turgor kulit membaik, tekanan darah sistolik

membaik, tekanan diastolik membaik dan

tekanan arteri membaik dalam rentang 1-5.

Menurut Fatonah ( 2019 ) setelah

dilakukan tindakan pemberian jus mentimun

selama 6x 24 jam di harapkan pusing pasien

berkurang, kaku pada tengkuk klien

berkurang, tekanan darah dalam batas normal

dan tidak ada peningkatan tekanan darah.

376


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

Berdasarkan penelitian serupa menurut untuk membantu pasien dalam mengatasi
Dendy dkk (2012), Cerry dkk (2015), Fitra masalahnya sesuai dengan kebutuhan klien
dkk (2018) perencanaan tindakan untuk itu sendiri ( Asmadi,2018)
mengatasi masalah risiko perfusi perifer tidak
efektif adalah pemberian jus mentimun Berdasarkan hasil menurut Dendy dkk
dengan tujuan setelah pemberian jus (2012), Cerry dkk (2015), Fitra dkk (2018)
mentimun selama rentang satu minggu dapat Fatonah (2019) bahwa implementasi dengan
menurunkan tekanan darah. Kandungan masalah risiko perfusi perifer tidak efektif
dalam jus mentimun yaitu potassium dan dapat dilakukan dengan pemberian terapi non
mineral yang berkhasiat sebagai diuretik. farmakologi jus mentimun. Berdasarkan hasil
Sebagaimana dalam al Quran surat Al- dari dendy dkk (2012) setelah 1 minggu
Baqarah: 61 bahwa mentimun memiliki diberikan sebanyak 1 gelas (±200 cc )
manfaat untuk kesehatan khususnya untuk perhari, hasil didapatkan mean tekanan arteri
penurunan tekanan darah pada pasien rata rata (MAP) sebelum diberikan jus
hipertensi. mentimun adalah 117,9 mmHg dengan
standar deviasi 8,1 mmHg , hasil setelah di
Berdasarkan hasil uraian fakta dan teori berikan jus mentimun adalah 104,2 mmHg
yang di dukung dalam Al-Quran, maka dengan standar deviasi 8,8 mmHg dengan
penulis berasumsi perencanaan keperawatan perbedaan nilai mean antara pengukuran post
pada pasien hipertensi dengan masalah risiko test dan pretest adalah sebesar 13,8 mmHg.
perfusi perifer tidak efektif ini dapat diatasi
dengan cara menurunkan tekanan darah Berdasarkan implementasi dari Cerry
melalui pemberian terapi non farmakologi jus dkk (2015) memberikan jus mentimun selama
mentimun. 1 minggu dengan 1 gelas (±250ml) hasil
didapatkan mean sebelum diberikan jus
Implementasi keperawatan adalah mentimun yaitu 167/103 mmHg dan hasil
serangkaian kegiatan yang dilakukan perawat setelah di berikan yaitu 113/83 mmHg ada
untuk membantu klien dari masalah status penurunan setelah di lakukan implementasi.
kesehatan yang di hadapi ke status kesehatan Menurut Fitra (2012) dengan di berikan jus
yang lebih baik yang menggambarkan kriteria mentimun selama 1 minggu dengan 250ml
hasil yang di harapkan (Potter & Perry, pada pagi dan sore hari di dapatkan hasil
2010). Terapi pemberian jus mentimun ini mean sebelum di berikan jus mentimun yaitu
merupakan jenis tindakan implementasi 168,8 mmHg dengan standar deviasi 17,2
independent yaitu tindakan yang dilakukan mmHg, dan hasil mean sesudah di berikan jus
secara mandiri oleh perawat tanpa petunjuk menimun yaiu 137,3 mmHg dengan deviasi
dari tenaga kesehatan lainnya, bertujuan 11,9 mmHg. Dan menurut Fatonah (2019)

377


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

pemberian 1 kali selama 6 hari sebenyak mentimun terbukti dapat menurunkan tekanan
250ml didapatkan hasil sebelum di berikan darah. Hal ini sesuai dengan kriteria hasil (
jus mentimun yaitu 170/100 mmHg dan SLKI,2019) bahwa perfusi perifer meningkat
sesudah di berikan yaitu 150/80 mmHg. dengan kriteria hasil denyut nadi perifer
Implementasi dari ke 3 jurnal artikel dan satu meningkat, tekanan darah membaik dalam
artikel asuhan keperawatan terdapat hasil rentang 1-5, dengan terapi non farmakologi
yang signifikan terhadap penurunan tekanan pemberian jus mentimun yang dapat
darah dengan pemberian jus mentimun menurunkan tekanan darah.
rentang pemberian 200ml-250 ml selama satu
kali sehari dalam satu minggu untuk Berdasarkan hasil evaluasi menurut
menurunkan tekanan darah. Fatonah ( 2019 ) bahwa setelah di berikan
terapi jus mentimun selama 6x24 jam di
Berdasarkan hasil telaah fakta dan teori, dapatkan hasil pasien mengatakan pusing
penulis berasumsi bahwa implementasi pada menurun, sakit kepala menurun ,kaku pada
pasien hipertensi dengan masalah risiko tengkuk berkurang dan tekanan darah dalam
perfusi perifer tidak efektif ini dapat diatasi batas normal dan stabil .
dengan pemberian terapi non farmakologi jus
mentimun agar tekanan darah dapat menurun Berdasarkan hasil statistik menurut
hingga stabil. Dendy dkk (2012), Cerry dkk (2015), Fitra
dkk (2018) terdapat pengaruh yang signifikan
Evaluasi merupakan tahap akhir yang bahwa pemberian jus mentimun terbukti
bertujuan untuk menilai apakah tindakan efektif terhadap penurunan tekanan darah
keperawatan yang telah dilakukan tercapai pada pasien hipertensi dengan p-value 0,000 (
atau tidak untuk mengatasi suatu masalah. 0,000<0,05).
Pada tahap evaluasi, perawat dapat
mengetahui seberapa jauh diagnosa Penulis berasumsi bahwa pemberian jus
keperawatan, rencana tindakan, dan mentimun dapat menurunkan tekanan darah,
pelaksanaan telah tercapai ( Meirisa, 2013) karena jus mentimun memiliki kandungan
potasium (kalium) sebagai diuretic yang baik
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang untuk menurunkan tekanan darah juga jus
dilaksanaan setelah sekumpulan program mentimun sudah dikenal sejak lama oleh
pelajaran selesai diberikan. Dengan kata lain masyarakat mudah didapat serta harganya
evaluasi yang dilaksanakan setelah seluruh yang relatif sangat terjangkau. Terbukti jelas
unit pelajaran selesai ( Sudijono,2010). dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah:16 dan
Berdasarkan hasil evaluasi menurut Dendy Hadist Riwayat Abu Daud: 3338 menyatakan
dkk (2012), Pringgayuda (2018), Cerry dkk bahwa mentimun adalah salah satu tumbuhan
(2015) dari penerapan pemberian jus

378


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

yang banyak manfaat terutama untuk menunjukan bahwa adanya penurunan
menurunkan tekanan darah. tekanan darah yang signifikan.

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

Berdasarkan hasil telaah 3 jurnal artikel Aspiani, R. Y. (2016). Buku Ajar Asuhan

dan satu artikel asuhan keperawatan dapat Keperawatan Klien Gangguan

ditarik kesimpulannya sebagai berikut : KardiovaskularAplikasi Nanda NIC
& NOC. Jakarta: Buku Kedokteran
1. Pengkajian pada pasien hipertensi dengan EGC.
Carlos. (2016). Mengatasi Hipertensi, Nusa
risiko perfusi perifer tidak efektif yaitu Cendekia :Bandung.
Fatonah, E. N. (2019). Aplikasi pemberian
didapatkan pasien mengeluh pusing, sakit
Jus mentimun pada pasien hipertensi
kepala, tengkuk terasa kaku, gelisah, dan untuk menurunkan tekanan darah.
JNC VII. (2003). The seventh report of the
tekanan darah meningkat yang di ukur
join national comitte on prevention,
dengan alat ukur yaitu
detection, evaluation, and treatment
Sphygmomanometer dan stetoskop. of hight blood pressure, 126-131.
Kamajaya, A. p., lestari, A. w., & yasa, W. s.
2. Diagnosa keperawatan yang diangkat (2014). E jurnal medika udayana.

sebagai masalah utama literature review hubungan anatara profil lipid dan

pada pasien hipertensi ini adalah risiko hipertensi pada penderita stroke
iskemik.
perfusi perifer tidak efektif berhubungan Kaplan, N.M. (2006). Kaplans Clinical

dengan peningkatan tekanan darah. Hypertension. 9 edition.
Philadelphia: Lippincott Williams
3. Perencanaan keperawatan pada pasien dan Wilkins.
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan
hipertensi dengan masalah risiko perfusi Dasar. Jakarta: Balitbang Kemenkes
RI.
perifer tidak efektif yang bertujuan untuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
(2014). Infodatin Hipertensi. Jakarta.
menurunkan tekanan darah dengan Indonesia.
Kementrian Kesehatan Indonesia. (2010).
pemberian jus mentimun .
profil kesehatan Indonesia tahun
4. Implementasi memonitor tekanan darah 2010. Jakarta: Kementrian Kesehatan
RI.
dengan menggunakan alat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
(2016). Hipertensi the silent killer.
Sphygmomanometer dan stetoskop, lalu Pusat data dan informasi, 1-8.
Kharisna, D., Dewi, W. N., & Lestari, W.
pemberian jus mentimun ini meliputi (2012). Jurnal Ners Indonesia.

pembuatan jus sesuai prosedur. Efektifitas konsumsi jus mentimun

5. Evaluasi keperawatan pasien hipertensi terhadap penurunan tekanan darah
pada pasien hipertensi, Vol.2, No 2.
dengan penerapan pemberian jus Kozier, Erb, Berman & Snynder . (2011).

mentimun berdasarkan review tiga jurnal Buku ajar fundamental keperawatan

artikel dan satu asuhan keperawatan : konsep, proses, & praktik ( 7 ed.,
Vol. I ). Jakarta: EGC.

379


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL “BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU”

Lilly, L.S. (2007). Pathophysiology of Heart PPNI. (2017). Standar Diagnosa
Disease. Philadelphia: Lippincott
Williams dan Wilkins. Keperawatan Indonesia : Definisi

Meirisa, R. (2013). Asuhan keperawatan dan Indiaktor Diagnostik, edisi I
cetakan III. Jakarta: DPP PPNI.
Keluarga . PPNI. (2018). Standar Intervensi
Muhith, A. (2015). Pendidikan Keperawatan
Keperawatan Indonesia: Definisi dan
Jiwa( Teori dan Aplikasi).
Muttaqin, A. (2012). Asuhan Keperawatan Tindakan Keperawatan, edisi I
cetakan II. Jakarta: DPP PPNI.
klien dengan gangguan sistem PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan
kardiovaskuler. Jakarta: Salemba
Medika. Indonesia : Definisi dan Kriteria
NANDA. (2012). Diagnosa nanda NIC NOC.
Jilid 2 Jakarta: Prima medika. Hasil Keperawatan, Edisi I Cetakan
Nugroho, P. S., & Sari, Y. (2019). Jurnal II. Jakarta: DPP PPNI.
Dunia Kesmas 8. Hubungan Tingkat Pringgayuda, F., Cikwanto, & Hidayat, Z. Z.
(2021). Jurnal ilmiah kesehatan.
pendidikan dnegan kejadian pengaruh jus mentimu0Diakses pada
April 2021.
hipertensi di wilayah kerja puskesma Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar.
alaran, 4. Jakarta: Badan penelitian dan
Nuratif .A.H dan Kusuma. H. (2015). pengembangan kesehatan kementrian
RI.
APLIKASI Asuhan Keperawatan Safitri, A. r., & Ismawati, R. (2018).
efektifitas teh buah mengkudu dalam
Berdasarkan Diagnosa Medis & menurunkan tekanan darah lansia
Nanda NIC- NOC. Jogyakarta: dengan hipertensi . Amerta Nutr,
MediAction. 163-171.
Nuratif, Amin Huda., Kusuma Hardhi. Sani, A. (2008). Hypertension; Current
(2015). Aplikasi asuhan keperawatan Perspective. Jakarta: Medya Crea.
Smeltzer, Susan C. (2014). Keperawatan
berdasarkan Diagnosis Medis dan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Nanda NIC NOC Jilid 2. Yogyakarta: Syamsudin. (2011). Buku Ajar fakmakoterapi
Mediaction. Kardiovaskular. Jakarta: Salemba
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu Medika.
Tjiptaningrum, A., & Erhadestria, S. (2016).
keperawatan pendekatan praktik Majority. Manfaat jus mentimun (
edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.
Pearce, E. (2012). Anatomi Fisiologi untuk cucumis sativus L) sebagai terapi
paramedic. Jakarta: PT Gramedia hipertensi, volume 5, No 1 112.
Pustaka Utama. Udjianti, Wayan Juni. (2011). Keperawatan
Ponggohong, C. E., Rompas, S. S., & Yudi, Kardiovaskular. Jakarta: Salemba
A. (2015). ejournal keperawatan. Medika.
Q.S. Al- Baqarah : 61
pengaruh pemberian jus mentimun Q.S. Al-Isra : 82
HR Bukhari :50
terhadap tekanan darah pada HR. Abu Daud : 3383.

penderita hipertensi di desa

tolombukan kec pasan kab minahasa
tenggara, volume 3 no 2.
Potter, Perry. (2010). Fundamental of nursing
: concep, proses and practice. Edisi
7. Vol 3. Jakarta: EGC.

380


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ‘ BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU’

EFEKTIFITAS AKUPRESUR TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI
DISMENORE PADA REMAJA PUTRI

Nisa Nurul Fajrin, Winda Windiyani, Noorhayati Novayanti
D-III Kebidanan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected], 087831134946

ABSTRAK
Dismenorea atau nyeri haid adalah keluhan ginekologis yang paling umum
diantara wanita khususnya pada remaja tepatnya di area perut bagian bawah. Di
Indonesia remaja putri yang mengalami nyeri haid saat menstruasi sebesar 76%, remaja
putri yang tidak mengalami nyeri haid saat menstruasi sebesar 58% (SDKI, 2017).
Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap pengurangan
rasa nyeri pada remaja yang mengalami dismenore. Metode yang digunakan adalah
studi literatur dengan melakukan pencarian artikel penelitian secara elektronik dengan
menggunakan beberapa database, yaitu: Garuda Ristekbin dan Google Cendikia
(Google Scholar) sehingga didapatkan 5 artikel. Dari kelima artikel didapatkan hasil
bahwa intervensi berupa pemberian pijat akupresur efektif menurunkan intensitas nyeri
dismenore pada remaja yang mengalaminya. Dapat disimpulkan bahwa akupresur
efektif untuk mengurangi rasa nyeri dismenore pada remaja. Diharapkan akupresur ini
dapat diimplementasikan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari atau dijadikan
asuhan oleh bidan kepada pasien dismenore untuk membatu mengurangi nyeri haid
tersebut.

Kata kunci : Akupresur, dismenore, remaja

ABSTRACT
Dysmenorrhea or painful menstruation is the most common gynecological
complaint among her special woman in adolescents to be precise in the lower
abdominal area. In Indonesia 76% of girl experienced menstrual pain during
menstruation, young women 58% of those who do not experience menstrual pain during
menstruation (2017 IDHS). This study was to determine the effectiveness of acupressure
on reduction pain in adolescents experiencing dysmenorrhea. This research method
with searches for journal articles are carried out electronically using multiple uses
database, namely Garuda Ristekbin and Google Cendikia (Google Scholar) got 5
articles for review. From the five articles, it was found that the intervention in the form
of acupressure massage was effective in reducing dysmenorrhea pain in adolescents
who experienced it. In conclusion, acupressure is effective to reduce the pain of
dysmenorrhea in adolescents. Hopefully this acupressure can implemented by
adolescent in everyday life or used as care by midwifes to patiens with dysmenorrhea to
help reduce menstrual pain.

Keywords : Acupressure, dysmenorrhea, adolescents

PENDAHULUAN (Llewellyn, 2005). Dismenorea atau nyeri
Peristiwa terpenting yang terjadi pada haid adalah keluhan ginekologis yang
paling umum diantara wanita khususnya
remaja putri ialah datangnya haid pertama pada remaja. Dilaporkan prevalensi

(menarche) pada saat usia 10 - 16 tahun

381


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kejadian dismenore pada remaja mencapai secara non farmakologi yaitu salah satunya
angka 20-45% (2 tahun pasca menarche)
dan 80% (4–5 tahun pasca menarche). dengan akupresur untuk mencegah /
Dilaporkan prevalensi kejadian dismenore
pada remaja mencapai angka 60%-90%, meringankan gejala disminorea
dimana dismenore ini akan berkurang
seiring bertambahnya usia (Fritz & Speroff, (Ernawati,et al 2017).
2011).
Akupresur adalah pengobatan cina
Pada remaja hal ini perlu diperhatikan,
apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu
akan menyebabkan ketidaknyamanan
dalam aktivitas fisik sehari-hari. Keluhan dan dengan memberikan tekanan atau
ini berhubungan dengan ketidakhadiran
berulang di sekolah ataupun di tempat pemijatan dan menstimulasi titik-titik
kerja, sehingga dapat mengganggu
produktivitas. Nyeri haid yang sedemikian tertentu dalam tubuh. Pada dasarnya terapi
beratnya bisa memaksa penderita untuk
istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau akupresur merupakan pengembangan dari
cara hidup sehari-hari untuk beberapa jam
atau beberapa hari. teknik akupuntur, tetapi media yang

Ada beberapa cara untuk mengatasi digunakan bukan jarum, tetapi jari tangan
gejala-gejala yang timbul akibat dismenore
yaitu dengan terapi medis dan non medis. atau benda tumpul (Ali, 2005). Tujuannya
Obat medis yang sering digunakan berupa
analgesik dan anti inflamasi seperti asam untuk merangsang kemampuan alami
mefenamat, ibuprofen dan antagonis
kalsium, seperti verapamil dan nifedipin menyembuhkan diri sendiri dengan cara
yang dapat menurunkan aktivitas dan
kontraktilitas uterus (Morgan & Hamilton, mengembalikan keseimbangan energi
2003).
positif tubuh (Fengge, 2012).
Pengurangan nyeri disminorea secara
farmakologi dengan menggunakan obat- Tujuan penelitian ini adalah untuk
obatan hanya dapat diberikan sesuai dengan
gejala yang timbul, karena setiap obat dapat mengetahui efektifitas akupresur dalam
menimbulkan efek samping yang tidak
dikehendak. Tindakan kebidanan harusnya mengurangi rasa nyeri pada remaja yang
lebih mengutamakan yang lebih alamiah
mengalami dismenore agar dapat

diimplementasikan dalam kehidupan

sehari-hari.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode

studi literatur dengan melakukan pencarian
artikel penelitian yang relevan dengan topik
secara elektronik dengan menggunakan
beberapa database, yaitu: Garuda Ristekbin
dan Google Cendikia (Google Scholar)
yang dipublikasikan kurun waktu 2016
sampai tahun 2020. Artikel yang ditemukan
sebanyak 5 artikel nasional. Kata kunci
yang digunakan penulis adalah
acupressure/ akupresur; dysmenorrhea/

382


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

dismenore; adolescent/ remaja. dan nyeri sesudah, dengan beda rata-rata
Sebuah penelitian dilakukan oleh sebelum dan sesudah 0,645.

(Latifah, Prastwi, Andari, 2020) terhadap Selain itu (Latifah, Dwi, Mutiarawati,
23 responden yang diberikan terapi 2020) dalam penelitiannya menyebutkan
akpresur pada titik Li 4 dan Lr 3 diperoleh bahwa terapi akupresur sangat efektif untuk
hasil bahwa akupresur efektif menurunkan mengatasi nyeri haid, selain itu juga dapat
intensitas nyeri haid dengan penurunan skor membuat remaja rileks pada saat
sebesar 0,78 poin. mengalami nyeri.

Menurut penelitian dari (Rahmawati, HASIL DAN PEMBAHASAN
Situmorang, Yulianti, 2019) yang dilakukan
terhadap 33 responden remaja puteri yang Diantara kelima artikel terdapat 4
mengalami dysmenorhea di wilayah Kota
Bengkulu juga menyebutkan bahwa artikel menggunakan penelitian quasy
akupresur efektif menurunkan intensitas
nyeri. Penurunan nyeri rata-rata 2,121. experiment dan 1 jurnal dengan pemaparan
Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan
yang signifikan antara sebelum dan setelah materi dan praktik. Sampel didapatkan
dilakukan akupresur. Hanya saja terdapat
perbedaan pada titik penekanan pada dengan memilih kriteria inklusi, yaitu
penelitian ini yaitu dilakukan pada titik SP
6 namun memberikan efek yang sama, remaja putri yang mengalami dismenore

Penelitian yang dilakukan oleh (Zulia, dan bersedia menjadi responden. Tindakan
Rahayu, Rohmayanti, 2017) memberikan
tindakan akupresur pada dua titik, yaitu akupresur dilakukan oleh peneliti sendiri
titik large intestine 4 (LI 4) atau hoku/he-qu
dan titik stomach 36 (ST 36) atau zusanli. pada setiap artikel tersebut dengan waktu
Hasil menunjukkan bahwa perbedaan rata-
rata intensitas nyeri dismenore sebelum dan dan teknik yang sama. Pengumpulan data
setelah dilakukan akupresur dengan rata-
rata 1,95. Dengan demikian, terapi dilakukan dengan observasi dan wawancara
akupresur efektif mengurangi nyeri
dismenore . dengan menggunakan instrument Numeric

Penelitian lain yang dilakukan oleh Rating Scale (NRS).
(Yati, 2019), dari 31 siswi yang mengalami
dismenore dan diberi pijat akupresur Penurunan intensitas nyeri menstruasi
didapati bahwa adanya pengaruh
pelaksanaan akupresur antara nyeri sebelum yang dialami oleh responden setelah

diberikan terapi akupresur terjadi karena

terapi ini memiliki efek analgesik dengan

cara merangsang atau menstimulasi serabut

saraf berdiameter besar A-beta sehingga

menurunkan transmisi impuls nyeri melalui

serabut kecil A-delta dan serabut saraf C.

Rangsangan pada sel T juga berkurang dan

kemudian korteks cerebri

menginterpretasikan kualitas informasi

sensorik pada tingkat kesadaran. Akhirnya,

nyeri menstruasi tidak diteruskan ke pusat

383


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

nyeri sehingga nyeri berkurang (Tamsuri, kehidupan sehari-hari atau dijadikan asuhan
2007). oleh bidan kepada pasien dengan keluhan
dismenore untuk membantu mengurangi
Selain itu, efek penekanan titik nyeri haid tersebut.
akupresur terkait dengan dampaknya
terhadap produksi endorfin dalam tubuh. DAFTAR PUSTAKA
Endorfin adalah pembunuh rasa nyeri yang
dihasilkan sendiri oleh tubuh. Pelepasan Fitria, Arinal Haqqattiba’ah. 2020.
endorfin dikontrol oleh sistem saraf. Saraf
sensitif terhadap nyeri dan rangsangan dari Pengaruh Akupresur dengan
luar dan begitu dipicu dengan
menggunakan teknik akupresur akan Teknik Tuina terhadap
menginstruksikan sistem endokrin untuk
melepaskan sejumlah endorfin sesuai Pengurangan Nyeri Haid
kebutuhan tubuh (Hartono, 2012).
(Disminore) pada Remaja Putri.
Meskipun dari kelima artikel terdapat
perbedaan dalam titik penekanan akupresur Jurnal Ners Dan Kebidanan.
tetapi semua hasil penelitian menunjukkan
bahwa akupresur efektif untuk mengurangi Latifah, Ulfatul , Ratih Sakti Prastwi,
dismenore.
Istiqomah Dwi Andari. 2020.
Berdasarkan analisis pada kelima
artikel dapat disimpulkan bahwa akupresure Reducing Dysmenorrhea using
dapat dilakukan oleh terapis atau siapa saja
termasuk remaja putri yang telah Accupressure on Teenage Girl at
mempelajari ilmu akupresur dengan benar.
Untuk melakukan akupresur, pasien hanya Pratama Clinic of Harapan
membutuhkan informasi mengenai titiktitik
meridian yang berhubungan dengan organ Bersama Tegal. Jurnal Kebidanan.
internal tubuh pada manusia (Wong, 2009).
Latifah, Ulfatul, Istiqomah Dwi A ,
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan artilkel penelitian yang Mutiarawati. 2020. Peningkatan

telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Tentang Akupressur
akupresur efektif untuk menurunkan rasa
nyeri dismenore pada remaja putri. untuk Mengurangi Nyeri Haid

Diharapkan akupresur ini dapat Pada Remaja Putri. Jurnal
diimplementasikan oleh remaja dalam
Abdimas PHB.

Nurhayati W, Tjahjono K, Sri W., 2016.

Efektifitas perbedaan efektifitas

terapi akupresur dan Muscle

Stretching Exercise terhadap

intensitas nyeri pada remaja putri

dengan dismenore. Jurnal

kebidanan vol 5 no.9.

Rahmawati, Diyah Tepi ,Ronalen Br.

Situmorang , Syami Yulianti.2019.

Pengaruh Akupresure Terhadap

Penurunan Nyeri Dysminorhea.

Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan

Tradisional.

Setyowati, Heni. 2018. Akupresure Untuk

Kesehatan Wanita. Magelang:

UNIMMA PRESS.

Yati, Sarni. 2019. Pengaruh Teknik

Akupresure Terhadap Penurunan

Tingkat Nyeri Pada Siswi Kelas X

Yang Mengalami Dismenore

Primer Di SMA Neg. 2 Kota Sungai

Penuh Tahun 2015. Menara Ilmu

Zulia, Abel, Heni Setyowati Esti Rahayu,

Rohmayanti. 2017. Akupresure

Efektif Mengatasi

Dismenore.Jurnal Persatuan

Perawat Nasional

384


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENGARUH BASIC SEX EDUCATION DENGAN MULTIMODAL DALAM
MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN
ANAK USIA DINI

Deba Yasa Zakiah
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

[email protected]

ABSTRAK

Pelecehan seksual merupakan salah satu jenis kejahatan seksual dimana ada unsur
paksaan serta ancaman dari pelaku kepada korban baik secara fisik maupun non fisik. Salah
satu penyebab terjadinya pelecehan seksual pada anak usia dini karena krisisnya
pengetahuan dan pemahaman mengenai pendidikan seksual. Penggunaan mode multimodal
dapat dijadikan sebagai sarana dalam pemberian pendidikan seks dasar untuk anak usia
dini. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui pengaruh basic sex education
dengan multimodal dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia dini.
Desain penelitian ini dengan menggunakan metode literature review yaitu dengan
melakukan tinjauan pustaka. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan search engine
Google Schoolar, sebanyanyak 9 artikel jurnal full text sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil
analisis menunjukan bahwa pemberian multimodal basic sex education memiliki pengaruh
yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan anak usia dini sebagai salah satu bentuk
pencegahan pelecehan seksual pada anak. Disarankan agar pemberian multimodal materi
pendidikan seksual dasar untuk anak usia dini dilakukan dengan media video dan boneka
edukatif.

Kata kunci: Pendidikan seks, anak usia dini, pencegahan pelecehan seksual

ABSTRACT

Sexual harassment is a type of sexual crime where there is an element of coercion and
threats from the perpetrator to the victim both physically and no-physically. One of the
causes of sexual abuse in early childhood is the crisis in knowledge and understanding of
sexual education. The use of multimodal mode can be used as a means of providing basic
sex education for early childhood. The purpose of this literature review is to determine the
effect of basic sex education with multimodal in increasing knowledge and understanding
of early childhood. The design of this study used the literature review method, namely by
conducting a literature review. The search for articles was carried out using the Google
Scholar as many as 9 full text journal articles according to the inclusion criteria. The result
of the analysis show that the provision of multimodal basic sex education has a significant
effect in increasing early childhood knowledge as a form of preventing sexual abuse in
children. It is recommended that the multimodal provision of basic sex education materials
for early childhood is carried out using the video media and educational doll.

Keywords: sexual education, early childhood, prevention of sexual harassment

385


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN dengan periode golden age dimana pada
masa ini pertumbuhan dan perkembangan
Menurut data yang dilaporkan oleh terjadi paling pesat karena pada otak
WHO, UNESCO, UNICEF dalam tumbuh maksimal dan pertumbuhan fisik
penuturannya menyebutkan bahwa bertambah yang akan membentuk karakter
prevalensi kasus kejahatan seksual pada individu di masa yang akan datang (Solihin,
tahun 2020 anak yang mengalami kejahatan 2017).
seksual telah menimpa separuh dari total
populasi anak di seluruh dunia atau sekitar Pendidikan seksual (sex education)
1 miliar anak. (http://www.kpai.go.id ¶ 4, merupakan suatu kegiatan yang menjarkan
diperoleh tanggal 23 Maret 2021). tentang kesehatan reproduksi. Berbeda
dengan pendidikan seks dasar dimana anak
Kasus pelecehan seksual berdasarkan akan lebih dikenalkan mengenai
data terbaru dari Kementrian Pemberdayaan pengenalan jenis kelamin, cara merawat
Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen organ intim, bagian-bagian tubuh yang
PPPA) menyebutkan bahwa sejak bulan boleh disentuh dan tidak boleh disentuh
Januari hingga akhir Juli 2020 di Indonesia orang lain, cara berpakaian sopan, dan
sudah tercatat ada sekitar 4.116 kasus bersikap ketika mendapatkan perlakuan
kekerasan seksual pada anak. tidak senonoh dari orang lain. Sedangkan
untuk pendidikan seks secara umum
Upaya pemerintah Indonesia dalam (lanjutan), materi pendidikan lebih masuk
mengatasi maraknya kasus kekerasan ke ranah bagaimana bersikap dalam
seksual yaitu dengan menyusun RUU menghadapi lawan jenis, pengenalan ciri-
Penghapusan Kekerasan Seksual pada ciri pubertas, pembahasan lebih jauh
tahun 2020 sebagai upaya dalam mengenai organ reproduksi dan fungsinya,
melindungi korban kekerasan seksual. serta pengenalan aktivitas seksual yang
Namun, karena adanya beberapa factor mendasar (Natalia Devi Oktarina, dkk.
penghambat, RUU PKS ini masih belum 2019).
kunjung di sah kan oleh parlemen dalam
mengatasi kejadian kekerasan seksual di Menurut Sigmund Freud, ada
Indonesia (http://www.ayotasik.com/ ¶ 1, tahapan-tahapan perkembangan pada anak
diperoleh tanggal 23 Maret 2021). yaitu masa oral (0-2 tahun), masa anal (2-4
tahun), masa falik (4-6 tahun), masa latensi
Anak usia dini dalam pasal 28 UU (6-12 tahun) dan masa genital (12 tahun
Sisdiknas No. 20 tahun 2003 ayat 1, sampai dewasa) dimana hal tersebut
menuturkan bahwa anak usia dini merupakan serangkaian tahapan anak dalam
merupakan anak dengan rentang usia antara
0-6 tahun. Pada masa ini, sering disebut

386


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

mencari kesenangan dan energy menjadi dapat melalui media poster/gambar,
fokus pada area sensitive terutama permainan, dan lagu dimana diharapkan
mengarah pada seksual. Apabila tahapan anak dapat menerima informasi tentang
psikoseksual berjalan dengan baik, maka seks dasar dengan baik karena melalui
kepribadian anak akan membentuk pribadi media informasi ataupun berbagai metode
yang sehat kedepannya (Widianti dkk, lain yang memungkinkan akan memberikan
2016). anak pengetahuan juga mengenal tentang
edukasi seks.
Multimodal merupakan cara yang
merujuk pada penggunaan berbagai macam Agama Islam adalah agama yang
media dan metode yang berbeda pada komprehensif, dimana Islam akan
waktu yang bersamaan. Teori Kress dan menuntun seluruh umatnya untuk
Van Leeuwen, menyebutkan bahwa menjalankan berbagai aspek kehidupan
multimodality merupakan istilah yang dengan baik dan benar. Islam berpendapat
digunakan yang merujuk pad acara bahwa pendidikan seks dasar pada anak
berkomunikasi antar manusia dengan usia dini sangat penting diberikan sehingga
menggunakan modes atau dengan mode- nantinya anak tahu harus menjaga diri serta
mode berbeda yang digabungkan disaat bersikap dalam kehidupan bermasyarakat.
yang bersamaan agar saling memperkuat Bahkan, Nabi Muhammad SAW sendiri
dan melengkapi baik verbal maupun visual menyebutkan bahwa pendidikan seks dapat
(Budi Hermawan, 2013). mengatur atau memberikan arahan pada
akhlak dan tata cara bergaul anak dan
Beberapa media yang dapat bersikap menghindari mausia dari dorongan
digunakan yaitu dengan media gambar, hawa nafsu negatif. Beberapa arahan yang
penampilan video, dan boneka edukasi, disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW
sedangkan untuk metode nya dapat untuk orang tua kepada anak sejak dini
diberikan melalui metode ceramah serta tersebut seperti: memperkenalkan batas
metode bermain. Penggunaan multimodal aurat pada anak, memisahkan tempat tidur
dapat menjadi sarana penyampaian basic anak dan menanamkan kodrat jenis kelamin
sex education dalam meningkatkan antara laki-laki dan perempuan,
pengetahuan anak usia dini. Hal ini menanamkan kebiasaan untuk selalu
didukung oleh penelitian Oktarina dan meminta izin ketika akan masuk ke kamar
Liyanovitasari (2019) dimana menyebutkan orang tua, mendidik anak untuk menjaga
bahwa cara untuk memberikan pendidikan kebersihan area intim, mengajarkan budaya
seks dasar yaitu dengan pengenalan malu pada anak, dan etika orang tua perlu
anggota tubuh beserta ciri-cirinya yaitu

387


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

berhati-hati ketika hendak melakukan HASIL DAN PEMBAHASAN
hubungan badan (Bakhtiar dkk, 2020).
Hasil analisa data dari 9 artikel
Memberikan pendidikan seks pada menunjukan ada berbagai macam media
anak sudah seharusnya diberikan sejak dini
yang wajib diberikan oleh orang tua, dan metode yang dapat dilakukan dalam
dimana hal ini berguna untuk mencegah
permasalahan seksual yang semakin hari meningkatkan pengetahuan dan
semakin berkembang. Pendidikan seks
untuk anak tidak selalu berarti mengajarkan pemahaman anak usia dini mengenai
tentang seks itu sendiri, akan tetapi lebih
kepada pengenalan kepada anak akan pendidikan seksual dasar.
identitas dirinya yang diciptakan Allah
berbeda jenis kelamin sehingga anak akan Tabel 1. Penerapan Multimodal dalam
tumbuh menjadi anak yang memahami Artikel yang di Analisisa
fungsi dirinya sebagai hamba Allah. Allah
SWT telah menciptakan identitas manusia Pemberian Basic Sex
berbeda jenis kelamin merupakan salah satu Education dengan
aspek penting dalam pengenalan identias Multimodal
seksual setiap individu.
Penerapan dalam Artikel 3,5 3 3
METODE PENELITIAN 3

Desain penelitian yang dilakukan 2,5 2 2
dalam penelitian ini adalah dengan 2
menggunakan literature review, dengan
menggunakan analisa data PICOT 1,5 1 1
berdasarkan pencarian artikela dari google 1
scholar dengan kriteria inklusi pada artikel
yang diambil yaitu: publikasi 2011-2021, 0,5
full paper, artikel berbahasa Indonesia
dengan kata kunci ‘pendidikan seksual’, 0
‘anak usia dini’, ‘pencegahan pelecehan
seksual’. Artikel jurnal yang diperoleh dan Multimodal (Media dan Metode)
dianalisa lebih lanjut sebanyak 9 artikel.
Berdasakan tabel 1, menunjukan

bahwa pada semua artikel yang dianalisis

penggunaan media video sebanyak 3

pengguna dan boneka edukasi sebanyak 3

pengguna adalah yang paling sering

diterapkan dalam pemberian basic sex

education untuk meningkatkan

pengetahuan anak usia dini.

Child sexual abuse atau pelecehan

seksual pada anak merupakan kejahatan

yang mengarah pada seksual tanpa adanya

izin atau bahkan paksaan dari pihak yang

lebih dominan (dewasa) pada korban

388


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

(anak). Hingga saat ini, kejahatan seksual yang diberikan, namun usia anak pun perlu
terutama pelecehan seksual banyak diperhatian. Menurut Sigmund Freud,
menimpa anak-anak yang masih berusia perkembangan psikoseksual pada anak
sangat muda (dini) yang disebabkan mempunyai beberapa tahapan salah satunya
kemudahan mereka menuruti orang yang pada masa falik (usia 4-6 tahun) dimana
lebih dewasa, serta terasingkan dari pada masa ini lebih menekankan pada
informasi tentang seksual yang tidak libido anak. Pada masa ini anak akan
menutup kemungkinan akan menyebabkan mencari tahu perbedaan anak laki-laki dan
mereka menjadi korban kejahatan seksual. anak perempuan, menyamakan alat
Hingga saat ini, pemberian pendidikan seks kelamin, dan mulai ada ketertarikan
pada anak usia dini masih belum diberikan berteman dengan lawan jenis.
secara optimal. Usia anak, pengetahuan
anak, lingkungan keluarga, dan lingkungan Dari segi pengetahuan, anak
sosial, menjadi faktor penghambat krisis mempunyai kemampuan luar biasa dalam
nya pengetahuan anak tentang edukasi seks menyerap informasi dari berbagai sumber
(Solihin, 2017). karena pada masa golden age anak
memiliki kemampuan kognitif, afektif, dan
Pemberian pendidikan seks pada anak psikomotor yang sangat pesat
usia dini tidak hanya memperhatikan materi perkembangannya. Selain itu, rasa
yang diberikan, namun usia anak pun perlu keingintahuan anak akan suatu hal baru dan
diperhatian. Menurut Sigmund Freud, ada kemudahan mereka tertarik dengan hal
tahapan-tahapan perkembangan pada anak yang belum mereka pelajari membuat anak
yaitu masa oral (0-2 tahun), masa anal (2-4 memiliki kepribadian yang unik, sehingga
tahun), masa falik (4-6 tahun), masa latensi diperlukan bimbingan dan arahan dari
(6-12 tahun) dan masa genital (12 tahun orang tua dan berbagai pihak dalam
sampai dewasa) dimana hal tersebut memberikan informasi pada anak agar
merupakan serangkaian tahapan anak dalam dapat membantu dalam proses pertumbuhan
mencari kesenangan dan energi menjadi serta perkembangan anak.
fokus pada area sensitif terutama mengarah
pada seksual. Apabila tahapan psikoseksual Dalam memberikan pendidikan seks
berjalan dengan baik, maka kepribadian dasar pada anak usia 4-6 tahun dapat
anak akan membentuk pribadi yang sehat dilakukan dengan berbagai macam metode
kedepannya. yang menyenangkan seperti dengan
memperlihatkan gambar, memutar video,
Pemberian pendidikan seks pada anak simulasi, role play, ceramah dan diskusi,
usia dini tidak hanya memperhatikan materi bercerita, bermain, dan menggunakan

389


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

boneka edukatif dimana caranya adalah bentuk pemberian pendidikan kesehatan
mengenai seksual secara multimodal untuk
mengkombinasi pendidikan seksual dasar anak usia dini terutama anak usia 4-6 tahun
dimana pada masa ini anak berada pada
dengan berbagai macam media dan metode fase phallic yang berfokus pada libido
kelamin, dan ketertarikan berteman dengan
(multimodal). Penyampaian pendidikan lawan jenis. Dalam mencegah pelecehan
seksual, komponen pengetahuan dan
seksual yang menyenangkan akan pemahaman masih belum cukup, tetapi
perlu adanya pengawasan, dukungan serta
memudahkan anak dalam menyerap bimbingan dari orang tua, guru, serta
masyarakat dalam penerapannya. Karena,
informasi terkait materi yang diberikan. komponen pengetahuan dan pemahaman
untuk anak usia dini terutama anak usia 4-6
Media video merupakan tampilan animasi tahun sudah tentu menjadi pengetahuan
dasar yang sudah wajib diberikan sejak dini
gambar yang bergerak. Anak akan di dan karena anak tidak bisa melakukan
segala sesuatu dengan sendiri maka perlu
pertontonkan video mengenai pendidikan arahan dan bantuan dari pihak lain agar
pendidikan seksual pada anak dapat
seks dasar lengkap dengan gambar serta diterapkan dengan baik dan membantu
proses tumbuh kembang anak tidak
audiovisual. Untuk media boneka edukatif terganggu baik dari fisik, psikis, kognitif,
serta sosialnya.
adalah media pembelajaran yang dirancang

menyerupai manusia lengkap dengan

pakaian serta bagian-bagian tubuh sebagai

pengenalan pendidikan seks untuk anak

usia dini. Pengembangan media

menggunakan boneka edukatif terbukti

meningkatkan pengetahuan dan

pemahaman anak usia dini dimana

dibuktikan dengan mereka mengenal

bagian-bagian tubuh yang perlu dilindungi

atau tidak boleh disentuh orang lain dan

bagaimana mereka bersikap ketika mereka

akan membuka pakaian.

Pemberian multimodal tentang basic KESIMPULAN DAN SARAN

sex education untuk anak usia dini dalam Berdasarkan penelitian literature

meningkatkan pengetahuan dan review terhadap 9 artikel jurnal mengenai

pemahaman dapat dilakukan dengan pengaruh pemberian multimodal basic sex
education terhadap pengetahuan dan
berbagai macam media dan metode.

Intervensi terbaik yang didapatkan pemahaman anak usia dini dapat

berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil disimpulkan bahwa pemberian dengan
multimodal (media dan metode) dapat
penggunaan media video dan media boneka

edukatif dapat dijadikan sebagai salah satu memberikan pengaruh terhadap

390


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

peningkatan pengetahuan dan pemahaman dini, pentingnya pola asuh, mengawasi,
anak usia dini (4-6 tahun) mengenai
pendidikan seksual. Beberapa diantaranya membimbing, dan pemberian
yang dapat diberikan dengan menggunakan
multimodal yaitu dengan media video dan pendidikan dalam menyertai tumbuh
media boneka edukatif dalam pemberian
materi pendidikan seksual. kembang anak di masa yang akan

datang, serta mengetahui bahayanya

dampak kejahatan seksual terutama pada

anak usia dini sehingga perlu

menyampaikan mengenai pendidikan

SARAN seks dasar pada anak-anak mereka

1. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan. dengan berbagai macam multimodal
Sebagai mahasiswa keperawatan,
yang menyenangkan.

disarankan agar melakukan kunjungan 4. Bagi Guru

ke puskesmas atau institusi kesehatan Guru mendapatkan informasi
terdekat dalam meningkatkan promosi
mengenai pentingnya pendidikan seks

kesehatan mengenai pendidikan seksual dan program pendidikan seksual yang
dasar untuk anak usia dini melalui
poster-poster atau melakukan kegiatan dapat diberikan pada anak sesuai dengan

tahapan usia anak. Pemberian materi

promosi kesehatan langsung. pendidikan seks dengan berbagai
2. Bagi Profesi Keperawatan
metode dan media yang menyenangkan

Penatalaksanaan promosi bagi anak dapat menjadi bahan ajar yang

kesehatan dengan multimodal mengenai dapat diterapkan untuk penyampaian
basic sex education dapat menjadi salah
materi pendidikan seks dasar untuk anak

satu materi penting yang perlu usia dini.
dilakukan, sehingga dapat diberikan
oleh perawat dalam mengaplikasikan 5. Bagi Masyarakat

Masyarakat mendapatkan

pendidikan seksual dasar untuk anak informasi mengenai pentingnya
usia dini kepada orang tua dan
pemberian pendidikan seksual dasar

masyarakat. untuk anak usia dini, sehingga informasi

3. Bagi Orang Tua tersebut dapat diterapkan dalam
Orang tua anak mendapatkan
kehidupan sehari-hari dan dengan

informasi penting melalui berbagai menggunakan berbagai macam media

media, baik buku, media internet, serta metode agar materi pendidikan
penyuluhan mengenai pentingnya
seksual dapat tersampaikan dengan baik.

pendidikan seks dasar untuk anak usia 6. Bagi Peneliti Selanjutnya

391


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Literature review ini dapat Dini (5-6 Tahun) Mengenai

menjadi dasar dari pengembangan teori Seksualitas (Studi di TK Kelurahan

tentang pentingnya pendidikan seks Bugangan, Semarang Timur, Kota

dasar untuk meningkatkan pengetahuan Semarang). Jurnal Kesehatan

dan pemahaman pada anak usia dini Masyarakat. Vol. 7, No. 1: 483-

agar peneliti selanjutnya dapat meneliti 490.

media dan metode lainnya yang Oktarina, Natalia Devi. Liyanovitasari,

berhubungan dengan pendidikan seksual Liyanovitasari. (2019). Pengaruh

dasar untuk anak usia dini. Media Cerita Bergambar terhadap

DAFTAR PUSTAKA Pengetahuan tentang Seks Dini

Akbar, Zarina. Muzdalifah, Fellianti. pada Anak. Junal Kesehatan
(2014). Program Pendidikan Seks
Untuk Meningkatkan Proteksi Diri Perintis. Vol. 6, No. 2:110-115.
Dari Eksploitasi Seksual Pada
Anak Usia Dini. Jurnal Parameter. Pelango, Nabila. (2018). Psikoedukasi
Vol. 25, No. 2: 115-122.
Seks: Meningkatkan Pengetahuan
Ardianti, Sekar Dwi. Ristiyani. (2017).
Pemahaman Pendidikan Seks Usia Untuk Mencegah Pelecehan
Dini Melalui Modul Anggota
Tubuh Manusia. Jurnal Pendidikan Seksual pada Anak Usia
Sains. Vol. 5, No. 2: 65-70.
Prasekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi
Fatma, Zukfarida. Mulidiyah, Eka Cahya.
(2019). Pengaruh Permainan Terapan. Vol. 6, No. 1: 17-27.
Engklek Modifikasi Terhadap
Pemahaman Pendidikan Seks Anak Sarasati, Tania Putri. Cahyati, Nika. (2021).
Usia 5-6 Tahun. Jurnal PAUD
Teratai. Vol 8, No. 2: 1-5. Pengembangan Media

Hermawan, Budi. (2013). Multimodality: Pembelajaran Boneka Edukatif
Menafsir Verbal, Membaca
Gambar, dan Mmemahami Teks. untuk Pengenalan Pendidikan Seks
Jurnal Pendidikan Bahasa dan
Sastra. Vol. 13 No. 1: 1-13. Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Cikal

Muflihah, Hasna Fadhilah. Shaluhiyah, Cendekia. Volume 1 Nomor 2: 1-
Zahroh. P, Priyadi Nugraha.
(2019). Pengaruh Permainan Puzzle 16.
dan Metode Diskusi Terhadap
Pengetahuan dan Sikap Anak Usia Sarasati, Tania Putri. Cahyati, Nika. (2020).

Pengembangan Boneka Edukatif

untuk Pengenalan Pendidikan Seks

Anak. Early Chilhood Education

Journal. Volume 2 Nomor 2: 138-

149.

Situmorang, Paska Ramawati. (2020).

Pengaruh Pendidikan Seks Anak

Usia Prasekolah Dalam Mencegah

Kekerasan Seksual. Jurnal Masohi.

Vol. 1, No. 2: 82-88.

Sulistiyowati, Anugrah. Matulessy, Andik.

Pratikto, Herlan. (2018).

Psikoedukasi Seks: Meningkatkan

Pengetahuan untuk Mnecegah

Pelecehan Seksual pada Anak

Prasekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi

Terapan. Vol. 6 No. 1: 17-27.

392


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP KENAIKAN
BERAT BADAN PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
(BBLR)

Vina Alawiyah, Asep Setiawan, Neni Sholihat
Universitas Muhmmadiyah Tasikmalaya

[email protected]/ [email protected]/ [email protected]

ABSTRAK
Menurut WHO, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan ICD-10
merupakan bayi yang lahir kurang dari 2500 gram. Perawatan metode kangguru
merupakan intervensi alternative dalam meningkatkan kenaikan berat badan pada bayi
dengan berat badan lahir rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh perawatan metode kangguru terhadap kenaikan berat badan pada bayi dengan
berat badan lahir rendah berdasarkan literature review. Metode penelitian ini dengan
cara literature review menggunakan search enging google scholar, portal garuda dan
microsoft academic. Populasi ini terdiri dari 1351 artikel dan sampel penelitian ini
berjumlah 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Adapun tahapan dalam
literature review ini melalui tahap identifikasi, screening, penilaian kualitas, analisa
data dengan menggunakan PICOS dan menulis hasil analisa. Hasil penelitian dari 10
artikel menunjukan bahwa perawatan metode kangguru berpengaruh terhadap kenaikan
berat badan pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Kesimpulan: perawatan metode
kangguru pada bayi BBLR berpengaruh terhadap kenaikan berat badan. Saran:
diharapkan literature review ini bisa menjadi informasi kepada masyarakat khususnya
pada ibu yang mempunyai bayi dengan BBLR.

Kata kunci : Metode Kangguru, Kenaikan Berat Badan dan BBLR

ABSTRACT
According to WHO, Low Birth Weight (LBW) based on the ICD-10 is a baby
born less than 2500 grams. Kangaroo method of care is an alternative intervention in
increasing weight gain in infants with low birth weight. The purpose of this study was to
determine the effect of kangaroo method care on weight gain in infants with low birth
weight based on a literature review. This research method is a literature review using
Google Scholar Search Engine, Garuda Portal and Microsoft Academic. This
population consists of 1351 articles and the sample of this study is 10 articles that meet
the inclusion criteria. The stages in this literature review are through identification,
screening, quality assessment, data analysis using PICOS and writing the results of the
analysis. The results of the study from 10 articles showed that the kangaroo method of
care had an effect on weight gain in infants with low birth weight. Conclusion:
kangaroo method care in LBW infants has an effect on weight gain. Suggestion: it is
hoped that this literature review can be information to the public, especially mothers
who have babies with LBW.

Keywords: Kangaroo Method, Weight Gain and LBW

393


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN pengurangan dari tahun 2012 sampai tahun
2019 ialah dari 20 juta menjadi 14 juta bayi
Masa neonatus yaitu masa sejak lahir BBLR (Ferdiyus, 2019).

sampai kira-kira satu bulan (28 hari) setelah Berdasarkan SDKI kejadian BBLR di
indonesia pada tahun 2017 cukup besar
lahir. (Manggiasih & Jaya, 2016). Setelah ialah 7,1%. Dimana BBLR membawa risiko
kematian, terhambatnya perkembangan dan
keluar dari kandungan, bayi ada dalam pertumbuhan pada balita jika tidak
ditangani dengan baik. Provinsi Nusa
masa periode kritis karena bayi tersebut Tenggara Timur merupakan wilayah yang
memiliki presentase BBLR paling tinggi di
harus beradaptasi dengan lingkungan diluar Indonesia pada tahun 2017 sebesar 13,43%.
(Mayasari, Balebu, Hasanah, Wulandari, &
kandungan. Pada masa ini neonatus Nooraeni, 2017).

beresiko besar terhadap permasalahan Adapun faktor penyebab terjadinya
BBLR yaitu : badan ibu kecil, pertambahan
kesehatan, salah satunya pada BBLR, BB pada ibu hamil, infeksi, kelainan
kromosom pada janin, gangguan vaskuler
permasalah yang dialami bayi BBLR pada ibu hamil, insersio tali pusat pada
plasenta dan hipoksia. Hasil penelitian
seperti asfiksia, Respiration Distress penyebab paling banyak terjadinya pada
Sindrom (RSD), termoregulasi, sistem kasus BBLR karena faktor ibu, faktor
sensorik, nutrisi, perdarahan intrakranial, plasenta dan faktor janin (Anggraini, 2017)
enterokolitis, pencernaan pada hipoglikemia (Dhilon & Eldarita, 2019).
akibat gangguan pengaturan suhu (Herawati
Metode ini akan akan mengatasi
& Anggraini, 2020). masalah bayi BBLR dengan memberikan
suasana yang mirip seperti rahim ibu,
Menurut WHO, Berat Badan Lahir kemudian membagikan kesempatan untuk
bisa menyesuaikan diri dengan baik ke
Rendah (BBLR) berdasarkan ICD-10 yaitu seluruh dunia. Perawatan ini terbukti bisa
meningkatkan berat tubuh bayi, mengurangi
bayi yang lahir kurang dari 2500 gram. stress fisiologis bayi dan ibu, serta
membantu keberhasilan pemberian ASI
World Health Organization (Dhilon & Eldarita, 2019).

mengelompokkan bayi baru lahir BBLR Bayi BBLR yang mendapatkan
perawatan metode kangguru akan
menjadi 3 macam yaitu BBLR ( 1500-2499 mempunyai pengalaman psikologis serta

g ), BBLR ( 1000-1499 g ), BBLR ( kurang

1000 g ) (Fatimah, 2018).

Menurut World Health Organization
melaporkan prevalensi BBLR didunia ialah

15,5 % ataupun 20.000.000 bayi yang lahir

tiap tahun, berjumlah 96,5 % antara lain

terjalin pada negeri berkembang (Word
Health Organization, 2018). Upaya
pengurangan bayi BBLR sampai 30 % pada

tahun 2025 mendatang serta sepanjang ini

telah terjalin penurunan angka bayi BBLR

dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar

2,9 %. Dengan adanya ini, informasi

tersebut membuktikan sudah terjalin

394


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

semangat lebih baik karena mendapatkan Berdasarkan uraian diatas bahwa
kehangatan dan lebih dekat dengan ibunya, perawatan metode kangguru ini
secara tidak langsung mempromosikan berpengaruh untuk peningkatan berat badan
perilaku alami untuk stimulus pertumbuhan, pada bayi BBLR. Perawatan ini bisa
perkembangan dan mampu untuk dilakukan secara langsung skin to skin
tingkatkan kualitas hidup bayi (Maryunani, contact pada ibu dan bayi sehingga metode
2013) (Solehati, Kosasih, Rais & Fithriyah, ini sebagai alternative untuk menggantikan
2018). inkubator. Setelah penelitian dilakukan
Peneliti tertarik unuk melakukan studi
Metode kangguru adalah metode literature review tentang “Pengaruh
yang sesuai dengan ajaran islam. 15 abad
yang lalu Allah Swt mewajibkan ibu-ibu Perawatan Metode Kangguru Terhadap
yang melahirkan untuk menyusui anaknya
yang baru dilahirkan melalui firmannya: Kenaikan Berat Badan Pada Bayi dengan

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)”.

‫َﻭﺍ ْﻟ َﻮﺍ ِﻟﺪَﺍ ُﺕ ُﻳ ْﺮ ِﺿ ْﻌ َﻦ ﺃَ ْﻭ َﻻﺩَ ُﻫ ﱠﻦ َﺣ ْﻮ َﻟ ْﻴ ِﻦ َﻛﺎ ِﻣ َﻠ ْﻴ ِﻦ ۖ ِﻟ َﻤ ْﻦ ﺃَ َﺭﺍﺩَ ﺃَ ْﻥ‬ METODE PENELITIAN
‫ُﻳ ِﺘ ﱠﻢ ﺍﻟ ﱠﺮ َﺿﺎ َﻋ َﺔ ۚ َﻭ َﻋ َﻠﻰ ﺍ ْﻟ َﻤ ْﻮﻟُﻮ ِﺩ َﻟﻪُ ِﺭ ْﺯﻗُ ُﻬ ﱠﻦ َﻭ ِﻛ ْﺴ َﻮﺗُ ُﻬ ﱠﻦ‬ Desain penelitian ini ialah literature

(233 :‫ )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬.‫ِﺑﺎ ْﻟ َﻤ ْﻌ ُﺮﻭ ِﻑ‬ review. Dimana Literature review yaitu
"Para ibu hendaklah menyusukan anak- penelitian dengan pengumpulan data
pustaka, dengan menganalisis berbagai
anaknya selama dua tahun penuh, yaitu kepustakaan seperti buku, jurnal dan
sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah
bagi yang ingin menyempurnakan untuk mengetahui Pengaruh Perawatan
Metode Kangguru Terhadap Kenaikan
penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi Berat Badan Pada Bayi Dengan Berat
Badan Lahir Rendah. Variabel penelitian ini
makan dan pakaian kepada para ibu terdiri dari variabel independent (variabel
dengan cara ma'ruf”. (QS. Al-Baqarah: bebas) yaitu perawatan metode kangguru
233). dan variabel dependen (variabel terkait)
yaitu berat badan lahir rendah. Populasi
Dari ayat di atas menunjukan bahwa dalam penelitian ini ialah artikel nasional
proses menyusi adalah proses yang maupun internasional sebanyak 1351
istimewa untuk perkembangan bayi sejak artikel. Pengambilan Teknik sampling
hari pertama lahir. Melalui proses inilah ibu dilakukan dengan mengakses jurnal dengan
dapat mengatasi masalah cinta, kasih serach engine google scholar, portal garuda
sayang yang mendalam antara ibu serta bayi dan microsoft academic dengan kata kunci
akan menjadi lebih dekat dan hendak metode kangguru, kenaikan berat badan dan
membuat sang kesil merasa tenang dan bblr. Kriteria inkulusi dalam penelitian ini:
nyaman, dengan meletakkan bayi didada
ibu saat menyusui akan menambah berat
badan pada BBLR (Solehati, Kosasih, Rais
& Fitriyah, 2018).

395


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

jurnal yang dipublikasikan dalam rentang pertumbuhan penyakit saat dewasa.
tahun 2016-2021, hasil penelitian primer, Berbagai penelitian menunjukan hubungan
jenis penelitian kuantitatif, jurnal yang antara berat badan lahir dan kematian bayi
dapat diakses secara fulltext, jurnal baru lahir (mortalitas) dan kesakitan bayi
berbahasa Indonesia dan bahasa inggris dan baru lahir (morbiditas) (Sunarti, 2016).
jurnal keperawatan. Sedangkan kriteria
ekslusi : artikel penelitian yang tidak ada Berdasarkan analisis antara fakta dan
hubungan dengan topik penelitian. teori, peneliti berasumsi bahwa BBLR
didapatkan sampel sebanyak 10 artikel menjadi permasalah didunia dan menjadi
nasional maupun internasional yang sesuai angka kematian tertinggi. Dimana menurut
kriteria inklusi. Dalam penelitian literature penelitian Bebasari & Agonwardi (2017),
review, melalui proses penelitian yang telah Agusthia, Noer & Susilawati (2019)
dilakukan yaitu tahap identifikasi, mengatakan BBLR beresiko kematian lebih
screening, penilaian kualitas, analisa data besar dibanding bayi yang lahir dengan bayi
dan hasil analisa. berat tubuh wajsr.

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis bahwa
Berdasarkan hasil analisa data pada PMK dapat peningkatan berat tubuh pada
BBLR, dimana metode ini dengan kontak
10 artikel dapat disimpulkan terdapat langsung antara ibu dan bayinya. Peneliti
perbedaan yang signifikan sebelum berasumsi bahwa hal ini disebabkan karena
dilakukan perawatan metode kangguru dan adanya kehangatan dan lebih dekat dengan
setelah dilakukan perawatan metode ibunya, secara tidak langsung
kangguru selama 9 jam, 2 jam ± 2 minggu mempromosikan perilaku alami untuk
ada pertambahan kenaikan berat badan. stimulus pertumbuhan, perkembangan dan
mampu untuk meningkatkan kualitas hidup
Berdasarkan analisis antara fakta dan bayi (Maryunani, 2013) (Solehati, Kosasih,
teori peneliti berasumsi bahwa bayi BBLR Rais & Fithriyah, 2018).
terjadi karena kelahiran yang prematuritas
atau dismaturitas. Permasalah yang dialami Dalam melakukan perawatan metode
bayi BBLR seperti asfiksia, Respiration kangguru ini biasanya dilakukan pada bayi
Distress Sindrom (RSD), termoregulasi, yang tidak memiliki kelainan kongenital,
sistem sensorik, nutrisi, perdarahan yang terpasang selang oksigen dan bayi
intrakranial, enterokolitis, pencernaan pada yang tidak stress fisiologis. Perawatan ini
hipoglikemia akibat gangguan pengaturan sebagai perawatan yang alternative dalam
suhu (Herawati & Anggraini, 2020). meningkatkan kenaikan berat badan pada
Sehingga Dampak pada bayi dengan BBLR bayi, karena bayi mempunyai waktu yang
menyebabkan kondisi sulit pada lama bersama ibunya, adanya kehangatan,
pertumbuhan, perkembangan serts bayi BBLR sering menyusui (ASI)
sehingga dapat meningkatkan kualitas

396


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

hidup bayi dalam pertumbuhan dan dalam melakukan perawatan metode
perkembangannya. kangguru.

Perawatan ini dapat dilakukan secara Berdasarkan hasil literature review
countinuous dan intermitten. Perawatan menunjukan bahwa perawatan metode
metode kangguru yang dilakukan secara kangguru ada pengaruh pertambahan berat
terus menerus (Countinuos Kangaroo tubuh pada bayi BBLR. Dimana
Mother Care) merupakan perawatan yang pelaksanaan perawatan ini bayi diletakkan
dipraktekkan selama 24 jam secara terus diantara dada ibu, pada posisi metode
menerus dan perawatan metode kangguru kangguru memberikan kenyaman dan
berselang (Intermitten Kangaroo Mother kehangatan pada bayi sehingga secara tidak
Care) merupakan perawatan yang langsung bayi sering menyusu. Untuk
dipraktekkan selama beberapa jam dan atau mencegah terjadinya kematian pada BBLR
beberapa hari. dilakukan perawatan metode kangguru
sebagai perawatan alternative sebagai
Sehingga peneliti berasumsi bahwa pengganti incubator dalam perawatan bayi
perawatan metode kangguru mau dilakukan BBLR dalam memenuhi kebutuhan bayi
beberapa jam atau hari ada peningkatan seperti menstabilkan suhu tubuh,
berat badan dimana hasil yang diperoleh menyusunya lama dan ikatan ibu serta
sesuai dengan ditargetkan ibu. bayinya baik.

Perawatan metode kangguru sebagai KESIMPULAN DAN SARAN
pengganti perawatan incubator dimana Berdasarkan hasil literature review
PMK ini banyak sekali keuntungan-
keuntungan yang tidak bisa diberikan dari 10 artikel di dapatkan bahwa perawatan
perawatan incubator seperti Dukungan metode kangguru berpengaruh terhadap
terhadap keberhasilan pemberian ASI kenaikan berat badan pada bayi BBLR
ekslusif, Suhu bayi stabil dan lebih dengan rata-rata 28,30 gram. Sehingga
terkontrol, Bayi yang baru lahir jarang perawatan ini bisa dijadikan sebagai salah
sakit, Mempererat ikatan antara ibu, ayah satu intervensi secara alternative untuk
dan bayi, Bayi premature dengan perawatan meningkatkan kenaikan berat badan.
metode kangguru dengan kondisi bayi yang
cukup baik membuat perawatan lebih Institusi Pendidikan
singkat (Handy, 2015). Riset ini diharapkan bisa menambah

Peneliti berasumsi antara fakta dan ataupun dijadikan referensi sesuai materi
teori bahwa dalam pelaksanan perawatan penelitian dan membantu dalam menyusun
metode kangguru sebagai perawatan skripsi.
alternative pengganti perawatan incubator
dan perlu adanya dukungan dari keluarga, Institusi Pelayanan
tenaga kesehatan, supaya ibu bersemangat Kepada institusi pelayanan dapat

dijadikan sebagai informasi dalam

397


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pemberian asuhan keperawatan, diharapkan Kesehatan (JIK) Oktober 2017,

kepada ibu yang memiliki bayi BBLR, Volume 1 Nomor 1 P-ISSN : 2597-
8594, 1-7.
perawatan metode kangguru ini bisa Cunningham, C., Moore, Z., Patton, D.,
O'Connor, T., & Nugent, L. E.
dilakukan dirumah. (2017). Does Kangaroo care affect
the weight of preterm/liw birth-
Profesi keperawatan weight infants in the neonatal
Dapat dijadikan sebagai sumber setting of a hospital environment?
Journal of Neonatal Nursing, 1-7.
wawasan dan tambahan ilmu tentang teori Daswati. (2021). Menurunkan Kecemasan

dari jurnal sebagai pembanding dalam Ibu Nifas Dengan Metode Kanguru.
Kota Bandung - Jawa Barat: CV.
memberikan tindakkan. MEDIA SAINS INDONESIA.
Dhilon, D. A., & Fitri, E. (2019). Pengaruh
Peneliti Perawatan Metode Kangguru
Menambah ilmu pengetahuan peneliti Terhadap Kenaikan Berat Badan
Pada Bayi Berat Badan Lahir
bahwa perawatan metode kangguru Rendah (BBLR) Di RS
Sukabupaten Kampar Tahun 2018.
memiliki banyak keunggulan, salah satunya
Jurnal Dopplar Universitas
yaitu pertambahan berat badan. Pahlawan Tuanku Tambusai, 1-11.
Fatimah, S. (2018). Pengaruh Penerapan
Peneliti selanjutnya sebagai Kangaroo Mother Cre Terhadap
Dapat dimanfaatkan Peningkatan Berat badan Pada Bayi
Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD
informasi penting sebagai sumber ULIN BANJARMASIN. Midwifery
and Reproduction, 1-5.
perspektif dalam peningkatan ilmu Handy, F. (2015). A-Z Perawatan Bayi.
Jakarta: Pustaka Bunda.
keperawatan secara lugas. Herawati, I., & Anggraini, N. (2020). Efek
Perawatan Kangguru Terhadap
DAFTAR PUSTAKA Kenaikan Berat Badan Pada Bayi
Berat Lahir Rendah. Jurnal
Agusthia, M., Noer, R. M., & Susilawati, I.
Kebidanan dan Kesehatan
(2019). Pengaruh Perawatan Tradisional, 1-6.
Lengkong, G. T., Langi, F. L., & Posangi,
Metode Kangguru Terhadap J. (2020). Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kematian
Peningkatan Berat Badan BBLR Bayi Di Indonesia. Jurnal
KESMAS, Vol. 9, No 4, Juli 2020,
Pada Ruang Peinatalogi RSUD 1-7.
Manggiasih, V. A., & Jaya, P. (2016). Buku
MUHAMMAD SANI Kabupaten
Ajar Kebidanan Pada Neonatus,
Karimun Tahun 2019. STIKes Awal
Bayi, Balita Dan Anak Pra
Bros Batam, RSUD Karimun, 1-10. Sekolah. DKI Jakarta: CV. TRANS
INFO MEDIA.
Anggraini, R. (2017). Efektivitas Metode Mariyani. (2018). Pengaruh Pijat Bayi
Terhadap Stabilitas Kenaikan Berat
Kangguru terhadap Peningkatan Badan BBLR. Program Studi

Berat Badan Pada Bayi dengan Diploma III Kebidanan STIKes

Berat Badan Lahir Rendah Di Abdi Nusantara Jakarta, ISSN :
2656-9167, 1-7.
Rumah Sakit Muhammadiyah

Palembang 2015. CENDEKIA

MEDIKA, 1-8.

Bebasari, M., & Agonwardi. (2017).

PENGARUH PERAWATAN

METODE KANGURU

TERHADAP KENAIKAN BERAT

BADAN PADA BAYI Berat Badan

Lahir Rendah Di Ruang

Perinatalogi RSUD DR. RASIDIN

Padang Tahun 2017. Jurnal Ilmu

398


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Maryunani, A. (2013). Asuhan Bayi Randomized Controlled Trial in a
Tertiary Care Hospital of
Dengan Berat Badan Lahir Bangladesh. Journal of Prediatrics
Rendah. Jakarta: Trans Info Media. and Neonatal Care, 1-7.
Mayasari, E., Balebu, G. P., Hasanah, L., Rukiyah, A. Y., & Yulianti, L. (2010).
Wulandari, R., & Nooraeni, R.
(2017). Analisis Determinan Berat Asuhan Neonatus Bayi dan Anak
Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Balita. Jakarta: CV. Trans Info
Provinsi Nusa Tenggara Timur Media.
Tahun 2017. JURNAL BECOSS, e- Silvia, Putri, Y. R., & Gusnila, E. (2017).
ISSN: 2686-2557, 1-7. Pengaruh Perawatan Metode
Mulyaningrum, D., & Rahmaniati, M. Kanguru Terhadap Perubahan Berat
(2017). Pengaruh Kehamilan Tidak Badan Bayi Lahir Rendah.
Diinginkan Dengan Berat Bayi
Lahir Rendah di Pedesaan (Analisis JURNAL IPTEKS TERAPAN,
Data Survei Demografi Kesehatan ISSN: 1979-9292, 1-9.
Indonesia 2017. Departmen Solehati, T., Kosasih, C. E., Rais, Y., &
Fithriyah, N. (2018). Kangaroo
Biostatistika dan Ilmu Mother Care pada Bayi Berat Lahir
rendah : Sistematik Review. Jurnal
Kependudukan Fakultas Kesehatan Kesehatan Masyarakat, 1-14.
Masyarakat Universitas Indonesia, Sumiyati, Wahyuningsih, T., & Lusiana, A.
1-9. (2019). Perawatan Metode
Murti, N. N., Asnah, & Widiyaningsih, T. Kangguru Pada Bayi Berat Lahir
(2017). Pengaruh Pelaksanaan Rendah. JURNAL SAINS
Metode Kangguru (PMK) Terhadap
Kenaikan Berat Badan Pada Bayi KEBIDANAN Vol. 2 No. 2
Berat Badan Lahir Rendah November 2020, 1-4.
(BBLR). Jurna Husada Mahakam, Sunarti, E. (2016). Mengasuh dengan Hati
1-8.
Nurislaminingsih, R., Rachmawati, T. S., & Tantangan yang Menyenangkan.
Winoto, Y. (2020). Pustakawan Jakarta: PT Elex Media
Referensi Sebagai Knowlwdge Komutindo.
Worker. ANUVA Volume 4 (2): Winkler, L. A., Atypulkowski, A., Noon, s.,
169-182, 2020, 1-14. Babwanga, T., & Lutahoire, J.
Nursalam. (2016). Metodelogi Penelitian (2020). A multi-year analysis of
Ilmu Keperawatan. Jakarta: kangaroo mother care outcomes in
Salemba Medika. low birth weight babies at a
Nursalam. (2017). Metodelogi Penelitian Nyakahanga Hospital in rural
Ilmu Keperawatan. Jakarta: Tanzania. African Health Sciences
Salemba Medika. Vol 20 Issue 1, March, 2020, 1-11.
Putiana, Y., & Aliyanto, W. (2018). Yulaikhah, L., Eniyati, & Ardiana, A. S.
Efektivitas Perawatan Metode (2019). Peningkatan Berat Badan
Kangguru (PMK) dan Terapi Bayi Pada Bayi BBLR Dengan
Murottal terhadap Peningkatan Perawatan Metode Kangguru
Berat Badan dan Suhu pada Bayi (PMK) DI RSUD WATES
BBLR. Jurnal Kesehatan, ISSN KULON PROGO . Universitas
2086-7751, 1-13. Jenderal A. Yani Yogyakarta, 1-6.
Rahman, M., Chowdhury, M. A., Hoque,
M. M., Jagan, N., & Shaha, L. C.
(2017). Kangaroo Mother Care for
Low Birth Weight Babies: A

399


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENGARUH JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP
PENURUNANTEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Desti Nurrahma Widiawati, Asep Setiawan, Usman Sas’yari, Ubad Badrudin
Universitas Muhammadiyah Tasikamalaya
[email protected],

ABSTRAK
Sekitar 1,13 milyar orang menderita hipertensi Di dunia, diperkirakan setiap tahunnya
9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. Pentalaksaan hipertensi dapat
menggunakan terapifarmakologi dan terapi non farmakologis. Terapi non farmakologi salah
satunya dengan terapi herbal yaitutomat (Solanum Lycopersicum). Tujuan penelitian untuk
mengetahui pengaruh jus tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap penurunan teknanan
darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian merupakan literature review dengan
mengakses artikel menggunakan Search engine Google Scholar dan Portal Garuda.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1097 artikel. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi sebanyak 10 artikel. Hasil penelitian literature review menujukan terapi jus
tomat (solanum lycopersicum) selama 7 hari dapat menurunkan tekanan darah dengan rata-
rata selisih sistole 6,6-21.8 mmHg dan diastole 5,2-9.4 mmHg. Kesimpulan pemberian jus
tomat pada penderita hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita
hipertensi. Saran diharapkan pemberian jus tomat (solanum lycopersicum) dapat dijadikan
terapi alternatif dalam penatalaksanaan hipertensi.

Kata Kunci: Jus Tomat dan Hipertensi

ABSTRACT
Around 1.13 billion people suffer from hypertension in the world, an estimated 9.4
million people die from hypertension and complications. Management of hypertension
can use pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. One of the non-
pharmacological therapies are herbal therapy, namely tomato (Solanum Lycopersicum).
The purpose of this study was to decide the effect of tomato juice (Solanum Lycopersicum)
on reducing blood pressure in patients with hypertension. The research design is a
literature review by accessing articles using the Google Scholar Search engine and the
Garuda Portal. The populations in this study were 1097 articles. Samples that met the
inclusion and exclusion criteria were 10 articles. The results of the literature review
study show that tomato juice (Solanum lycopersicum) therapy for 7 days can reduce
blood pressure with an average difference of 6.6-21.8 mmHg systolic and 5.2-9.4 mmHg
diastolic. The conclusion of giving tomato juice in patients with hypertension is effective in
lowering blood pressure in patients with hypertension. Suggestions are expected to give
tomato juice (Solanum lycopersicum) can be used as an alternative therapy in the
management of hypertension

Keyword: Tomato Juice and hypertension

400


Click to View FlipBook Version