The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Akbid Harapan Bunda Bima, 2022-10-31 07:17:33

Prosiding book webinar nasional & Publikasih ilmiah bidan tangguh bidan maju prodi d3 kebidanan fakultas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah tasikmalaya

Prosiding

Keywords: e-book prosiding

Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kompres air hangat untuk intensitas nyeri observasi, Numerik Rating Scale (NRS)
dismenore. Tinjauan literature ini dan lembar informed consent. Prosedur ini
menggunakan data base meliputi Google menggunakan botol plastik yang berisi air
Cendikia(Schooler), Garba Rujukan hangat bersuhu 40-45°C (diukur
(Garuda) terdiri dari 5 jurnal nasional. menggunakan thermometer air), yang
Keyword yang digunakan dalam pencarian dibalut dengan kain berukuran 19x13 cm
adalah Dismenore, Kompres Hangat, dengan ketebalan 0,1 cm, lalu diletakkan
Remaja. dibagian nyeri selama 10 menit. Penelitian
ini memperoleh hasil bahwa terdapat
Artikel pertama merupakan penelitian perbedaan penurunan nyeri haid pre dan
dari (Asmarani, 2020) dengan melakukan post pada remaja putri SMPN 31 Bandung
pemberian kompres air hangat dengan 25 yang mengalami dysmenorrhea dengan
responden di AKBID Ponpes Assanadiyah kompres hangat selama 10 menit dengan
Palembang. Menggunakan alat dan bahan suhu air 45°C.
Buli-buli panas dengan sarungnya, perlak,
pengalas, termos dan air panas, termometer Artikel ketiga penelitian dari (Pangesti
air, jam dan lap kerja. Prosedur pemberian et al., 2017) yang berjumlah 23 responden
kompres air hangat yang pertama cuci di Lampung. Prosedur diberi perlakuan
tangan, jelaskan pada responden mengenai kompres hangat dilakukan dua kali pada
prosedur yang akan dilakukan, selanjutnya saat mengalami dismenore selama 20
isi buli-buli dengan air hangat bersuhu menit. Kompres hangat menggunakan buli-
50˚C, tutup kantung karet yang telah diisi buli panas. Sesudah intervensi dilakukan
air hangat kemudian dikeringkan, pengukuran skala nyeri menggunakan skala
masukkan kantung karet ke dalam kain, 0-10 menggunakan lembar observasi.
tempatkan kantung karet pada daerah Sebelum intervensi dilakukan pengukuran
pinggang, perut dan daerah yang terasa skala nyeri menggunakan skala 0-10.
nyeri dengan posisi klien miring kanan atau Selanjutnya, remaja putri diberi perlakuan
miring kiri, angkat kantung karet tersebut kompres hangat dilakukan dua kali pada
setelah 10, 15 dan 20 menit. Penelitian ini saat mengalami dismenore selama 20
menunjukkan bahwa kompres air hangat menit. Kesimpulan penelitian menunjukkan
selama 10 menit, 15 menit dan 20 menit kompres hangat mengurangi nyeri
berpengaruh terhadap penurunan intensitas dismenore primer pada remaja putri.
dismenore primer.
Artikel keempat merupakan penelitian
Artikel kedua merupakan penelitian dari (Dhirah & Sutami, 2019) dengan
dari (Maidarti et al., 2018) penelitian ini berjumlah 37 responden Aceh.
berjumlah 47 responden di Bandung. Menggunakan wong baker face pain Rating
Dengan menggunakan alat Thermometer, Scale. Instrumen pengumpulan data
botol plastic, air hangat, kain, lembar menggunakan kuesioner dengan cara

155


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

wawancara dan hasil observasi peneliti. Terdapat persamaan dari 5 jurnal diatas
Berdasarkan hasil penelitian tentang adalah menggunakan teknik non-
pengaruh pemberian kompres hangat farmakologi, dilakukan pretest dan posttest,
terhadap penurunan intensitas nyeri bisa mengurangi nyeri dismenore, kompres
dismenorea pada remaja putri di SMAS hangat dilakukan pada hari ke 1-3 saat
Inshafuddi Banda Aceh maka dapat di menstruasi, dan dilakukan pada remaja
simpulkan bahwa kompres air hangat dapat dengan rentang usia 13-20 tahun. Hasil dari
menurunkan intensitas nyeri dismenore. penelitian rata-rata skala nyeri sebelum
dilakukan kompres air hangat berada pada
Artikel kelima dari penelitian skala berat dan setelah dilakukan pemberian
(Nurafifah et al., 2020) dengan berjumlah kompres air hangat skala nyeri menurun
30 responden Lamongan. Penelitian ini menjadi lebih ringan.
menggunakan alat botol kaca, air hangat,
kain, thermometer. Kompres hangat Dari perbedaan setiap jurnal adalah
menggunakan air hangat (40-45oC) yang waktu pemberian kompres hangat, suhu air
disertakan dalam botol kaca dengan panas, dan alat yang digunakan.
penutup, ditutup dengan kain agar tidak
bersentuhan langsung dengan kulit. Berdasarkan dari hasil penelitian
Berdasarkan data dan hasil penelitian dapat Asmarani (2020) yang bermakna bahwa ada
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perbedaan yang singnifikan antara
penurunan dismenore pada kelompok yang intensitas dismenore primer sebelum
diberi kompres hangat dan tanpa kompres dikompres air hangat dan sesudah
hangat. dikompres air hangat selama 20 menit. Hal
ini sejalan dengan penelitian Dhirah &
HASIL DAN PEMBAHASAN Sutami (2019) dengan pemberian kompres
Berdasarkan hasil pustaka yang di hangat di perut pada penderita dismenorea.
Penggunaan kompres hangat di area perut
dapatkan dari 5 artikel yang di riview bertujuan untuk melebarkan pembuluh
diantaranya menggunakan metode quasi darah sehingga meningkatkan sirkulasi
experiment dan metode pre experiment. darah ke bagian yang nyeri, menurunkan
Untuk penilaian skala nyeri 4 menggunakan ketegangan otot sehingga mengurangi nyeri
skala angka. akibat spasme otot atau kekakuan otot. Ada
pengaruh kompres hangat terhadap
Dan 1 menggunakan wong baker face penurunan intensitas dismenorea.
rating scale.

156


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Menurut (Maidarti dkk., 2018) Berdasarkan hasil penelitian Nurafifah
kompres hangat menggunakan botol yang (2020) kompres bisa mengurangi
dibungkus kain dimana terjadi perubahan peradangan atau pembengkakan,
panas (konduksi) dari botol panas ke dalam mengurangi nyeri akibat cedera otot dan
perut yang akan melancarkan sirkulasi sendi, serta meningkatkan aliran darah. Ada
darah dan menurunkan ketegangan otot banyak macam jenis kompres, salah
sehingga akan menurunkan nyeri pada satunya adalah kompres hangat. Kompres
wanita dysmenorrhea primer, karena pada hangat meningkatkan sirkulasi dan aliran
wanita yang dysmenorrhea ini mengalami darah ke area yang terkena, sehingga nyeri
kontraksi uterus dan kontraksi otot polos. berkurang. Kompres hangat juga dapat
Berkurangnya nyeri haid setelah diberikan memulihkan fleksibilitas otot dan jaringan
tindakan kompres hangat dikarenakan tubuh yang terluka.
adanya rangsangan impuls yang
memblokade persepsi nyeri agar tidak Teknik kompres hangat :
sampai ke hipotalamus. Dalam teori 1. Bisa dilakukan pada hari ke 1-3 saat
gatecontrol dikatakan bahwa stimulus
kutaneus mengaktifkan serabut saraf mengalami dismenore
sensori A-beta lebih besar dan lebih cepat 2. Suhu air panas 40-50ᵒC
sehingga menurunkan tranmisi nyeri ke 3. Kompres hangat dilakukan 10-20 menit
serabut saraf C. 4. Alat yang digunakan bisa buli-buli

Adapun menurut (Pangesti et al., 2017) panas atau bisa juga botol plastik yang
Kompres hangat akan memberikan efek dibaluti kain dengan ketebalan 0,1 cm
bagi rahim dari konduksi kalor, yakni, 5. Posisi klien bisa miring kanan atau
melunakkan ketegangan otot dinding rahim miring kiri
akibat kontraksi disritmik tadi dan 6. Kompres hangat bisa diletakan di daerah
melebarkan pembuluh darah yang bagian punggung, perut, pinggang, dan
menyempit atau vasodilatasi pembuluh bagian lain yang terasa nyeri
darah sehingga oksigen akan mudah 7. Di akhir bisa dilakukan wawancara atau
bersirkulasi. Dengan demikian darah mengisi lembar observasi.
menstruasi akan mudah keluar di ikuti 8.
penurunan kadar konsentrasi prostaglandin, KESIMPULAN DAN SARAN
sehingga nyeri haid akan berkurang. Hasil
analisis memperlihatkan terdapat pengaruh Berdasarkan hasil telaah pustaka,
kompres hangat terhadap pengurangan maka dapat disimpulkan bahwa kompres air
dismenore primer pada remaja putri di hangat efektif untuk mengurangi nyeri
SMA Negeri 4 Kota Metro. dismenore.

Saran yang dapat diberikan sebagai
bidan diharapkan dapat mengaplikasikan
pemberian kompres air hangat

157


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

DAFTAR PUSTAKA 97.
https://doi.org/10.26630/jkm.v10i2.17
Amalia, A. R., Susanti, Y., & Haryanti, D. 69
(2020). Efektivitas Kompres Air
Hangat Dan Air Dingin Terhadap. Rahmadhayanti, E., Afriyani, R., &
Jurnal Kebidanan Malakbi, 1(1), 7– Wulandari, A. (2017). Pengaruh
15. Kompres Hangat terhadap Penurunan
Derajat Nyeri Haid pada Remaja Putri
Asmarani, A. (2020). Pengaruh Pemberian di SMA Karya Ibu Palembang. Jurnal
Kompres Air Hangat Tehadap Kesehatan, 8(3), 369.
Penurunan Intesitas Dismenore Primer https://doi.org/10.26630/jk.v8i3.621
Pada Mahasiswi AKBID Pondok
Pesantren Assanadiyah Palembang. Ratnasari, N. N., Pertiwi, S., & Khairiyah,
Kampurui Jurnal Kesehatan I. I. (2018). Pengaruh Pelvic Rocking
Masyarakat, 02(02), 13–19. Exercise Terhadap Nyeri Primary
Dysmenorhea Pada Siswi Kelas VIII.
Dhirah, U. H., & Sutami, A. N. (2019). Midwife Journal, 4(02), 48–55.
Efektifitas Pemberian Kompres
Hangat Terhadap Penurunan Amalia, A. R., Susanti, Y., & Haryanti, D.
Intensitas Dismenorea Pada Remaja (2020). Efektivitas Kompres Air
Putri Di SMAS Inshafuddin Banda Hangat Dan Air Dingin Terhadap.
Aceh Effectiveness Of Giving Warm Jurnal Kebidanan Malakbi, 1(1), 7–
Compress To Decreasing The 15.
Intensity Of Dismenorea In
Adolescent Teens In Inshafuddin Asmarani, A. (2020). Pengaruh Pemberian
Banda Aceh Pr. Journal of Healthcare Kompres Air Hangat Tehadap
Technology and Medicine, 5(2), 270– Penurunan Intesitas Dismenore
279. Primer Pada Mahasiswi AKBID
http://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHT Pondok Pesantren Assanadiyah
M/article/view/457 Palembang. Kampurui Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 02(02), 13–
Ernawati Sinaga, Nonon Saribanon, 19.
Suprihatin, D. (2017). Manajemen
Kesehatan Menstruasi (D. Ernawati Dhirah, U. H., & Sutami, A. N. (2019).
Sinaga (ed.); 2017th ed.).
https://ppi.unas.ac.id Efektifitas Pemberian Kompres

Maidarti, Hayati, S., & Hasanah, A. P. Hangat Terhadap Penurunan
(2018). Efektivitas Terapi Kompres
Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Intensitas Dismenorea Pada Remaja
Dismenore Pada Remaja Di Bandung.
Jurnal Keperawatan BSI, VI(2), 156– Putri Di SMAS Inshafuddin Banda
164.
Aceh Effectiveness Of Giving Warm
Nurafifah, D., Mauliyah, I., & Impartina, A.
(2020). Warm compresses to decrease Compress To Decreasing The
dysmenorrhea among adolescents.
Journal of Health Technology Intensity Of Dismenorea In
Assessment in Midwifery, 3(2), 110–
114. Adolescent Teens In Inshafuddin
https://doi.org/10.31101/jhtam.1428
Banda Aceh Pr. Journal of
Pangesti, R. H., Lestari, G. I., & Riyanto,
R. (2017). Pengurangan Nyeri Healthcare Technology and
Dismenore Primer pada Remaja Putri
dengan Kompres Hangat. Jurnal Medicine, 5(2), 270–279.
Kesehatan Metro Sai Wawai, 10(2),
http://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHT

M/article/view/457

Ernawati Sinaga, Nonon Saribanon,
Suprihatin, D. (2017). Manajemen
Kesehatan Menstruasi (D. Ernawati
Sinaga (ed.); 2017th ed.).
https://ppi.unas.ac.id

Maidarti, Hayati, S., & Hasanah, A. P.
(2018). Efektivitas Terapi Kompres
Hangat Terhadap Penurunan Nyeri

158


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Dismenore Pada Remaja Di 97.
Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, https://doi.org/10.26630/jkm.v10i2.1
VI(2), 156–164. 769

Nurafifah, D., Mauliyah, I., & Impartina, A. Rahmadhayanti, E., Afriyani, R., &
(2020). Warm compresses to Wulandari, A. (2017). Pengaruh
decrease dysmenorrhea among Kompres Hangat terhadap Penurunan
adolescents. Journal of Health Derajat Nyeri Haid pada Remaja
Technology Assessment in Midwifery, Putri di SMA Karya Ibu Palembang.
3(2), 110–114. Jurnal Kesehatan, 8(3), 369.
https://doi.org/10.31101/jhtam.1428 https://doi.org/10.26630/jk.v8i3.621

Pangesti, R. H., Lestari, G. I., & Riyanto, Ratnasari, N. N., Pertiwi, S., & Khairiyah,
R. (2017). Pengurangan Nyeri I. I. (2018). Pengaruh Pelvic Rocking
Dismenore Primer pada Remaja Putri Exercise Terhadap Nyeri Primary
dengan Kompres Hangat. Jurnal Dysmenorhea Pada Siswi Kelas VIII.
Kesehatan Metro Sai Wawai, 10(2), Midwife Journal, 4(02), 48–55.

159


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENGARUH TERAPI HYPNOBRITHING TERHADAP
LAMANYA PERSALINAN

Ayuni Hartati, Rina Kartikasari

Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan
Unifersitas Faletehan

([email protected])

ABSTRAK
Proses persalinan yang lancar sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis dari ibu
dan bayi serta penolong persalinan. Selama kehamilan, ibu hamil mengalami perubahan
psikologis dan emosional yaitu stress. Stress menyebabkan oleh otot-otot yang menegang,
terutama otot-otot yang berada di dalam rahim menjadi kaku dan keras. Selain itu stress dapat
menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakhir pada persalinan lama. Pencarian
metode yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa
metode non farmakologis hypnobrithing dapat memberikan perasaan rileks pada ibu dan
peningkatan kesejahteraan pada ibu untuk dapat mendorong proses fisiologis persalinan.
Dengan demikian, terapi hypnobrithing dianjurkan untuk ibu bersalin untuk mengurangi
kecemasan dan mempercepat proses persalinan. Metode yang digunakan adalah studi tinjauan
literature (literature review) yang mencoba menggali tentang Pengaruh Terapi Hypnobrithing
Terhadap Lamanya Persalinan. Sumber untuk melakukan tinjauan literature ini meliputi studi
pencarian sistematis database terkomputerisasi (PubMed, Google Cendekia) bentuk jurnal
penelitian dan artikel review sebanyak 15 jurnal. Berdasarkan hasil penelitian, lama persalinan
pada kelompok yang mengikuti kelas hypnobrithing lebih pendek dibandingkan dengan
kelompok yang tidak mengikuti kelas hypnobrithing P value = 0,000 (P<0,05 ) r = 0,716. Ibu
hamil yang mengikuti kelas hypnobirthing secara maksimal berpeluang 38,812 kali tidak
mengalami kala I memanjang. Selain lamanya persalinan terdapat juga perbedaan yang
signifikan terhadap penurunan kepala janin, frekuensi kontraksi, durasi kontraksi, dan dilatasi
serviks (P<0,05) Ulasan sistematis ini menemukan bukti moderat pengaruh hypnobrithing
terhadap lamanya persalinan.

.

Kata kunci : Lama Persalinan, Hypnobrithing

ABSTRACT
A smooth delivery process is strongly influenced by the physical and psychological
conditions of the mother and baby as well as birth attendants. During pregnancy, pregnant
women experience psychological and emotional changes, namely stress. Stress causes the
muscles to tighten, especially the muscles in the uterus to become stiff and hard. In addition,
stress can cause weakening of uterine contractions and end in prolonged labor. The search for
a method that is safe and convenient is urgently needed. Several studies have revealed that the
non-pharmacological method of hypnobrithing can provide a relaxed feeling for the mother and
increase the well-being of the mother to encourage the physiological process of childbirth.
Thus, hypnobrithing therapy is recommended for maternity mothers to reduce anxiety and speed
up the delivery process. The method used is a literature review study that tries to explore the
Effect of Hypnobrithing Therapy on the Length of Labor. Sources for conducting this literature
review include a systematic search of computerized databases (PubMed, Google Scholar) in the
form of research journals and review articles of 15 journals. Based on the results of the study,
the length of labor in the group that took the hypnobrithing class was shorter than the group
that did not take the hypnobrithing class. P value = 0.000 (P <0.05) r = 0.716. Pregnant
women who take hypnobirthing classes have a maximum chance of 38,812 times not
experiencing a prolonged first stage. In addition to the duration of labor, there were also
significant differences in fetal head descent, contraction frequency, duration of contractions,

160


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

and cervical dilatation (P<0.05). This systematic review found moderate evidence of the effect
of hypnobrithing on the duration of labor

Keywords : Length of labor, Hypnobrithing

PENDAHULUAN bertambahnya usia kehamilan, salah
Persalinan merupakan suatu satu bentuk perubahan kondisi
psikologis yang dialami oleh ibu hamil
proses fisiologis yang memungkinkan adalah stress (Syahda & Ramaida,
serangkaian perubahan yang besar pada 2017).
tubuh ibu untuk dapat melahirkan
janinnya melalui jalan lahir. Proses ini Perasaan tidak mengenakkan
didefinisikan sebagai pengeluaran hasil yang dirasakan oleh ibu hamil selama
konsepsi yang dimulai dari pembukaan menjalani masa kehamilan seperti,
serviks yang progresif dan dilatasi cemas yang berlebihan, kekhawatiran
akibat kontraksi rahim teratur yang dan rasa takut terus-menerus yang
terjadi dalam waktu 5 menit dan dirasakan seiring bertambahnya usia
berlangsung 30 sampai 60 detik, terjadi kehamilan. Hal tersebut mengakibatkan
pada kehamilan usia 37-42 minggu ibu hamil mengalami stress sehingga
(Sariati, 2016). dapat mempersulit proses persalinan,
kondisi ini diakibatkan oleh otot-otot
Namun, persalinan sering kali yang menegang, terutama otot-otot yang
dianggap sebagai salah satu psikologis berada di dalam rahim menjadi kaku
yang menantang dalam daur kehidupan dan keras. Selain itu stress dapat
seorang wanita, berdasarkan data 10- menyebabkan melemahnya kontraksi
34% dari banyaknya wanita dihadapkan rahim dan berakhir pada persalinan
dengan pengalaman persalinan yang lama (Syahda & Ramaida, 2017).
traumatis (Taheri et al., 2018).
Persalinan lama dapat
Proses persalinan yang lancar menyebabkan ibu mengalami kelelahan
sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik sehingga ibu kehabisan tenaga untuk
dan psikis dari ibu dan bayi serta mengejan. Kondisi tersebut dapat
penolong persalinan. Selama kehamilan, membuat kegagalan kemajuan dalam
ibu hamil mengalami perubahan proses persalinan. Serta tidak
psikologis dan emosional, kondisi adekuatnya kondisi uterus akan
psikologis dan emosional yang menyebabkan perdarahan intrapartum
dirasakan ibu hamil akan banyak dan postpartum yang merupakan
mengalami banyak perubahan seiring

161


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penyebab kematian terbesar (Evita penatalaksanaan terkini tentang
Pengaruh Terapi Hypnobrithing
Widyawati, 2014). Terhadap Lamanya Persalinan. Sumber
untuk melakukan tinjauan literatur ini
Teknik pengurangan rasa sakit meliputi studi pencarian sistematis database
terkomputerisasi (PubMed, Google
pada ibu bersalin harus lebih dikuasai Cendekia) bentuk jurnal penelitian dan
artikel review sebanyak 15 jurnal.
oleh tenaga kesehatan khususnya bidan. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan
penulisan daftar pustaka vancouver.
Dengan memberikan metode non

farmakologi persalinan yang aman dan

nyaman. Salah satu managemen nyeri

non farmakologi yang dikenal di dunia

kesehatan sebagai imajinasi terbimbing

yang dikembangkan dengan berbagai HASIL DAN PEMBAHASAN

teknik salah satunya adalah terapi Penanganan persalinan lama

hypnobrithing (Sariati, 2016). pada ibu bersalin dapat diatasi dengan

Menurut (Sari, 2020), cara non farmakologi. Di beberapa

hypnobrithing upaya untuk Negara seperti Amerika Serikat telah

menanamkan maksud/sugesti positif ke dikembangkan metode non

dalam alam bawah sadar selama farmakologis untuk menghadapi

seseorang menjalani masa kehamilan persalinan yaitu hypnobrithing.

serta persiapan dalam menghadapi Hypnobirthing merupakan kombinasi

persalinan. Metode hypnobrithing dapat praktik hypnosis terhadap diri sendiri

membantu menurunkan tingkat atau self-hypnosis dengan panduan dari

kecemasan dan merilekskan otot-otot hypnotherapis untuk mencapai relaksasi

sehingga ibu lebih tenang dalam mendalam (Rahmawati et al., 2019).

menghadapi persalinan (Sariati, 2016). Teknik hypnobrithing dapat

Artikel ini bertujuan untuk merilekskan otot-otot sehingga ibu

mengkaji lebih lanjut tentang lamanya terhindar dari rasa cemas dan membuat

persalinan pada penanganan persalinan ibu menjadi lebih tenang dalam

dengan pendekatan non farmakologis menghadapi proses persalinan

hypnobrithing. (Istikhomah & Mumpuni, 2016).

Hypnobirthing di prakarsai oleh

METODE PENELITIAN Marie Mongan, dan pertama kali

Studi ini merupakan suatu dijelaskan dalam bukunya,

tinjauan literature (Literature Riview) Hypnobirthing : A Celebration of Life

yang mencoba menggali

162


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

(1989). Ide yang melatarbelakangi dengan sugesti-sugesti positif (Madden
metode persalinan ini berawal dari et al., 2016).
pengalaman melahirkan Mongan
sendiri. Menurut Mongan wanita bisa Karena pada saat menjelang
melahirkan dengan lembut, dia persalinan kala 1 ibu hamil kerap
menyadari bahwa mengurangi rasa sakit mengalami kecemasan seperti
saat melahirkan dapat dilakukan melalui mengingat dosa-dosa, tegang,
relaksasi dan hypnosis.(Sari, 2020) ketakutan, konflik batin sehingga
muncul ketakutan menghadapi proses
Prinsip utama dari filosofi persalinan (Sariati, 2016).
hypnobirting adalah "keyakinan
bahwa setiap wanita memiliki kekuatan Rasa takut ketika menghadapi
di dalam dirinya untuk memanggil proses persalinan memberikan respon
naluri keibuan alami untuk melahirkan yang tidak baik bagi tubuh ibu hamil.
bayinya dalam kegembiraan dan Ketika seseorang mengalami stress
kenyamanan dengan cara yang alami” tubuh secara otomatis mengeluarkan
(Varner, 2015). “Hormon Stress” yaitu katekolamin dan
adrenalin. Ibu hamil yang tidak bisa
Sedangkan, tujuan dari teknik melepaskan rasa cemas dan takut
hypnobrithing adalah agar calon ibu sebelum melahirkan akan melepaskan
memandang kelahiran secara positif hormon katekolamin dalam konsentrasi
dengan menyakini bahwa melahirkan tinggi sehingga menyebabkan kontraksi
tidak harus menyakitkan. Ini berfokus rahim semakin nyeri dan sakit. Hormon
pada pengajaran keterampilan relaksasi katekolamin juga dapat mengganggu
yang mendalam, visualisasi, dan self- pelepasan oksitoksin selama persalinan
hypnosis pada teknik hypnobrithing. (Syahda & Ramaida, 2017).
Self-hypnosis digunakan untuk
melepaskan rasa takut yang dapat Rasa nyeri pada proses
meyakinkan pikiran bahwa persalinan persalinan adalah nyeri kontraksi uterus
itu menyakitkan (Varner, 2015). yang dapat mengakibatkan peningkatan
aktivitas system syaraf simpatis. Nyeri
Dalam melakukan metode yang berlebihan dapat mengakibatkan
hypnobrithing ibu dibimbing oleh perubahan-perubahan fisiologis dalam
seorang praktisi ke dalam hypnosis tubuh, seperti kenaikan tekanan darah,
selama persalinan. Biasanya metode denyut jantung, laju pernafasan.
hypnosis ini diterapkan dengan Apabila tidak segera diatasi, maka
menggunakan audio yang disertakan keadaan ini akan meningkatkan rasa

163


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

khawatir, tegang, takut dan stress dan rata lama persalinan kala 1 pada ibu
berdampak pada persalinan lama (Astuti bersalin lebih cepat. Rata-rata lama
& Noviyanti, 2015). persalinan primigravida pada kelompok
hypnobirthing adalah 10,4 jam, dan
Menurut hasil penelitian yang pada multigravida rata-rata 7,1 jam.
dilakukan oleh (Syahda & Ramaida, Sedangkan pada kelompok kontol tanpa
2017) terdapat pengaruh kuat hypnobrithing lama persalinan pada
hypnobirthing terhadap kala I pada ibu primigravida rata-rata adalah 12,7 jam
bersalin. Selama masa penelitian 77 ibu sedangkan pada multigravida rata-rata
direkrut. Kelompok ibu hamil yang adalah 8,7 jam (Evita Widyawati,
mengikuti kelas hypnobrithing terdiri 2014).
dari 8 orang, sedangkan kelompok yang
tidak mengikuti kelas hypnobrithing ada Hasil dari beberapa penelitian
69 orang. Terdapat perbedaan yang tersebut menunjukkan bahwa terapi
signifikan untuk kelompok yang hypnobrithing dapat mempercepat
mengikuti kelas hypnobrithing (10,4%), persalinan kala 1. Metode
dibandingkan dengan kelompok yang hypnobrithing digunakan untuk
tidak mengikuti kelas hypnobrithing mengendalikan pikiran, memasukkan
(18,2%). sugesti-sugesti positif dalam pikiran
ibu, sehingga dapat memberikan
Berdasarkan perhitungan P perasaan rileks pada ibu dan
value = 0,000 (p ‹ 0,05 ) r = 0,716. peningkatan kesejahteraan pada ibu
Menurut perhitungan OR = 38,812, ibu untuk dapat mendorong proses
yang mengikuti kelas ibu hamil fisiologis persalinan (Syahda &
hypnobirthing secara maksimal, Ramaida, 2017). Ibu dapat dilatih untuk
berpeluang 38,812 kali tidak mengalami melakukan self-hypnosis, dengan
kala I memanjang (Syahda & Ramaida, memberikan sugesti-sugesti positif serta
2017). berkomunikasi dengan janin didalam
kandungan (Istikhomah & Mumpuni,
Pada penelitian lain dibagi 2016).
menjadi kelompok perlakuan dan
kelompok kontrol. 15 ibu sebagai Penerapan hipnosis digunakan
kelompok kontrol dan 25 ibu sebagai sebagai teknik terapeutik bisa sangat
kelompok perlakuan hypnobirthing. mengesankan dalam mengurangi rasa
Terdapat perbedaan yang signifikan sakit dan juga mengurangi kebutuhan
antara kedua kelompok. Kelompok anestesi kimia dan juga mengurangi
perlakuan dengan hypnobrithing rata-

164


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

rasa takut, nyeri dan kecemasan yang Dalam penelitian ini, rata-rata
berhubungan dengan persalinan dan frekuensi kontraksi dalam 10 menit di
persalinan. Selain itu, penerapan kelompok eksperimen adalah 3,929 kali
hipnosis dalam mempersiapkan pasien dan durasi di setiap kali kontraksi
untuk persalinan dan persalinan adalah 39,335. Hal ini menunjukkan
didasarkan pada asumsi bahwa prosedur bahwa frekuensi dan durasi kontraksi
tersebut dapat menurunkan kecemasan, pada kelompok eksperimen cukup baik,
membuat toleransi nyeri menjadi lebih karena pada penelitian sebelumnya fase
baik, mengurangi komplikasi persalinan laten persalinan memadai jika kontraksi
dan meningkatkan proses pemulihan > 2 kali dan durasi mendekati 40 detik.
(Finlayson et al., 2015). Sementara penurunan kepala janin pada
kelompok eksperimen pada fase laten
Sedangkan menurut penelitian menunjukkan kemajuan. Biasanya
yang dilakukan oleh (Mudihayati et al., penurunan kepala janin terjadi setelah
2018), dengan 10 responden pada dilatasi serviks mencapai 7 cm. Namun,
kelompok eksperimen dan 13 responden apabila kepala turun lebih cepat, maka
pada kelompok kontrol. Dimana dapat dikatakan bahwa adanya
frekuensi kontraksi pada pada kemajuan bagi responden yang
kelompok eksperimen 3,929 dengan mendapatkan perlakuan dengan
standar devisiensi 0,534. Durasi hypnobrithing (Mudihayati et al., 2018).
kontraksi 39,335, dilatasi serviks 3,563
dan turunnya kepala janin 1,125. Ibu bersalin dengan
hypnobrithing akan dapat menjalani
Sedangkan pada kelompok proses persalinan dengan rasa aman dan
kontrol frekuensi kontraksi sebesar rileks sehingga membuat ibu merasa
3.000 dengan standar devisiensi 0,549. nyaman. Saat kondisi tenang dan rileks,
Durasi kontraksi 2,863, dilatasi serviks maka secara otomatis otak akan
1,750 dan turunnya kepala janin 0,500. mengalirkan hormone endorphin yang
Hal tersebut menunjukkan perbedaan dapat mengurangi rasa sakit dan
yang signifikan terhadap penurunan memberikan rasa nyaman dan rileks.
kepala janin. Perbedaan frekuensi Selain itu ketika ibu dalam keadaan
kontraksi (P=0,001), durasi kontraksi rileks, alam bawah sadar ibu akan
(P=0,001), dilatasi serviks (P=0,007), mengatur keselarasan tubuh dan
penurunan kepala janin (P=0,001) menghasilkan anestesi atau pembius
antara kelompok kontrol dan alami pada ibu yaitu hormone
eksperimen (Mudihayati et al., 2018).

165


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

endorphin. Hal tersebut dapat ketakutan dan ketegangan. Sehingga ibu
mempercepat kala 1 persalinan (Evita hamil dapat merasakan pengalaman
Widyawati, 2014). persalinan yang memuaskan secara
sadar, penuh perhatian dan tenang
Pada hypnobrithing teknik bersama bayi dan keluarganya.
pernapasan mengajarkan ibu untuk
dapat menghemat energy selama fase Sedangkan menurut (Finlayson
deplesi selama dilatasi serviks, untuk et al., 2015), penurunan tingkat
memperpendek durasi persalinan. kecemasan dan kepercayaan diri yang
Sedangkan pada factor janin, ibu meningkat pada ibu bersalin akan
diajarkan untuk berkomunikasi dengan menghasilkan pengalaman persalinan
janin. Metode relaksasi yang digunakan yang memuaskan.
pada hypnobrithing digunakan sebagai
komunikasi antara ibu dengan janin Bidan sebagai tenaga kesehatan
untuk memberitahu janin bahwa ibu yang professional khususnya dalam
akan melakukan proses persalinan bidang kesehatan ibu dan anak,
dengan nyaman dan lancar. Sehingga merupakan salah satu faktor penting
getaran yang tenang dan nyaman dalam proses persalinan sebagai
tersebut akan dirasakan oleh janin yang penolong persalinan. Untuk itu teknik
merupakan dasar dari perkembangan pengurangan rasa sakit sepanjang
psikis janin. Dalam kondisi tenang akan persalinan perlu dikuasai bidan untuk
memberikan keseimbangan hormone ke lebih menekankan melahirkan dengan
janin melalui plasenta sehingga dapat cara positif, lembut, aman dan
mengurangi risiko trauma lahir dan bagaimana mencapainya dengan mudah
psikologis anak dimasa depan (Sariati, 2016).
(Mudihayati et al., 2018).
Dalam hal ini bidan dituntut
Selain itu, rangsangan berupa untuk dapat memainkan peran penting
suara ibu kepada janin dapat dalam penyediaan layanan kebidanan
merangsang system fisik dan motoric bagi wanita dan bayi secara global.
janin sehingga hal tersebut dapat Dengan menerapkan berbagai aspek
menambah kuat ikatan antara ibu dan asuhan kebidanan seperti manajemen
janinnya (Suri & Nelliraharti, 2019) nyeri untuk mencapai safe motherhood
(Aziato et al., 2016).
Menurut (Atis & Rathfisch,
2018) ibu hamil dengan hypnobrithing Selain itu memberikan
mampu melepaskan diri dari rasa sakit, pendidikan kepada wanita tentang
hypnobirthing pada periode antenatal

166


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

harus dilakukan, sehingga ibu hamil Astuti, I., & Noviyanti, N. (2015).
Pengaruh Hypnobirthing Terhadap
mengerti tentang kehamilan dan Tingkat Nyeri Dan Kemajuan
Persalinan Pada Ibu Bersalin Di Bpm
persalinan, mengajarkan adaptasi Kota Cimahi. SEAJOM: The
Southeast Asia Journal of Midwifery,
terhadap nyeri saat melahirkan, dan 1(1), 43–47.
https://doi.org/10.36749/seajom.v1i1.
membantu mereka memiliki 57

pengalaman melahirkan yang positif.

Dalam hal ini, kelas perawatan antenatal Atis, F. Y., & Rathfisch, G. (2018). The
dan persiapan kelahiran yang disediakan effect of hypnobirthing training given
oleh bidan sangat penting untuk in the antenatal period on birth pain
kesehatan dan juga kesejahteraan ibu and fear. Complementary Therapies in
dan janin (Atis & Rathfisch, 2018). Clinical Practice, 33, 77–84.

Aziato, L., Ohemeng, H. A., & Omenyo, C.

N. (2016). Experiences and

perceptions of Ghanaian midwives on

labour pain and religious beliefs and

KESIMPULAN DAN SARAN practices influencing their care of

Ulasan sistematis ini women in labour. Reproductive

Health, 13(1), 1–7.

menemukan bukti moderat bahwa terapi https://doi.org/10.1186/s12978-016-

0252-7

hypnobrithing dapat mempercepat

proses persalinan dan menurunkan Evita Widyawati, I. F. (2014). Efektivitas
metode hypnobirthing terhadap
kecemasan pada ibu bersalin. percepatan kala i fase aktif di bpm ny.
Ganik kediri tahun 2014. 634.

Ibu bersalin dengan hypnobrithing

akan dapat menjalani proses persalinan Finlayson, K., Downe, S., Hinder, S., Carr,

H., Spiby, H., & Whorwell, P. (2015).

dengan rasa aman dan rileks sehingga Unexpected consequences: Women’s

experiences of a self-hypnosis

membuat ibu merasa nyaman. Saat intervention to help with pain relief

kondisi tenang dan rileks, maka secara during labour. BMC Pregnancy and

Childbirth, 15(1), 1–9.

otomatis otak akan mengalirkan https://doi.org/10.1186/s12884-015-

0659-0

hormone endorphin yang dapat

mengurangi rasa sakit dan memberikan Istikhomah, H., & Mumpuni, D. A. P.

(2016). Kesiapan Psikologis Ibu

rasa nyaman dan rileks. bawah sadar ibu Hamil Trimester III Dalam Persiapan

Persalinan Pasca Relaksasi

akan mengatur keselarasan tubuh dan Hypnobirthing. Jurnal Kebidanan

menghasilkan anestesi atau pembius Dan Kesehatan Tradisional, 1(1), 28–

33.

alami pada ibu yaitu hormone https://doi.org/10.37341/jkkt.v1i1.24

endorphin. Hal tersebut dapat Madden, K., Middleton, P., Cyna, A. M.,
mempercepat kala 1 persalinan. Matthewson, M., & Jones, L. (2016).
Hypnosis for pain management during
DAFTAR PUSTAKA labour and childbirth. Cochrane
Database of Systematic Reviews,
2016(5).

167


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

https://doi.org/10.1002/14651858.CD Janin Sebagai Rangsangan
009356.pub3
Pendengaran Dan Perkembangan Otak
Mudihayati, W., Hidayat, S. T., Khafidhoh,
N., & Suwondo, A. (2018). Effect of Dalam Perkenalan Kosakata. Journal
Hypnobirthing on the Progress of the
Latent Phase of Labor in of Education Science, 5(2), 33–37.
Primigravida. Belitung Nursing
Journal, 4(2), 219–225. Syahda, S., & Ramaida, R. (2017).
https://doi.org/10.33546/bnj.360 Pengaruh Hypnobirthing Terhadap
Kala I Persalinan Di Klinik Pratama
Rahmawati, R., Yusriani, Y., & Idris, F. P. Mulia Medica Kabupaten Kuantan
(2019). Pengaruh Hypnobirthing Singingi. Journal Endurance, 2(June),
Terhadap Intensitas Nyeri Pada Ibu 151–157.
Bersalin Normal Di Rsud Labuang
Baji Makassar. Jurnal Ilmiah Taheri, M., Takian, A., Taghizadeh, Z.,
Kesehatan Diagnosis, 14(2), 147–151. Jafari, N., & Sarafraz, N. (2018).
https://doi.org/10.35892/jikd.v14i2.14 Creating a positive perception of
4 childbirth experience: Systematic
review and meta-analysis of prenatal
Sari, R. K. (2020). Hypnobrithing. In and intrapartum interventions.
Manajemen Nyeri Persalinan Non Reproductive Health, 15(1), 1–13.
Farmakologis. Ahli Media Press. https://doi.org/10.1186/s12978-018-
0511-x
Sariati, Y. (2016). Pengaruh Hypnobirthing
Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Varner, C. A. (2015). Comparison of the
Bersalin Dan Lama Persalinan. Jurnal Bradley Method and HypnoBirthing
Ilmiah Bidan, 1(3), 35–44. Childbirth Education Classes. Journal
of Perinatal Education, 24(2), 128–
Suri, M., & Nelliraharti. (2019). Intensitas 136. https://doi.org/10.1891/1946-
Komunikasi Ibu Hamil Terhadap 6560.24.2.128

168


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN
INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF

Wiatanti Gustini Putri1, Melsa Sagita Imaniar2, Dewi Nurdianti3
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

([email protected], 087837150781)

ABSTRAK
Nyeri persalinan merupakan suatu pengalaman subjektif tentang sensasi fisik
terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin
selama persalinan. Nyeri yang tidak cepat diatasi akan menyebabkan stress, Stress yang
timbul akan menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan
yang lama. Manajemen nyeri yang diperlukan untuk mengurangi nyeri salah satunya
adalah Massage Effleurage. Massage effleurage merupakan suatu penatalaksanaan non
farmakologi yang memberikan usapan lembut untuk merangsang tubuh melepaskan
senyawa endorphin yang merupakan pereda rasa sakit alami. Tujuan literature review
ini untuk mengetahui efektivitas Massage Effleurage terhadap penurunan nyeri
persalinan kala I fase aktif. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji
5 artikel penelitian, pencarian dengan electronic data base dan tahun jurnal yang
digunakan 2017-2020. Hasil studi literatur dari 5 jurnal ditemukan adanya penurunan
nyeri pada responden menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale yaitu dari skor 8-9
(nyeri berat) menjadi skor 4-6 (nyeri sedang), lalu penurunan nyeri jika dilihat dari skala
nyeri yaitu dari skala berat menjadi skala sedang dan skala ringan. Dengan demikian
ada pengaruh Massage Effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.

Kata kunci : Fase Aktif, Massage Effleurage, Nyeri Persalinan

ABSTRACT
Labor pain is a subjective experience of physical sensations associated with
uterine contractions, cervical dilation and effacement, and fetal descent during labour.
Pain that is not treated quickly will cause stress. The stress that arises will cause
weakening of uterine contractions and result in prolonged labor. One of the pain
management needed to reduce pain is Massage Effleurage. Massage effleurage is a
non-pharmacological treatment that provides gentle strokes to stimulate the body to
release endorphins which are natural pain relievers. The purpose of this literature
review is to determine the effectiveness of Massage Effleurage on reducing labor pain
in the first stage of the active phase. This research method is a literature study by
reviewing 5 research articles, searching with an electronic data base and the journal
year used 2017-2020. The results of a literature study from 5 journals found a decrease
in pain in respondents using the Numeric Rating Scale measuring instrument, namely
from a score of 8-9 (severe pain) to a score of 4-6 (moderate pain), then a decrease in
pain when viewed from the pain scale, namely from the severe scale. into medium and
light scale. Thus, there is an effect of Massage Effleurage on reducing labor pain in the
first stage of the active phase.

Keywords : Active Phase, Massage Effleurage, Labor Pain

169


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN nonfarmakologi. Terapi non-farmakologi
Persalinan adalah serangkaian kejadian mempunyai efek menghasilkan relaksasi,
tanpa efek yang membahayakan,
yang berakhir dengan pengeluaran bayi meningkatkan kepuasan selama persalinan
yang cukup bulan, disusul dengan karena ibu dapat mengontrol perasaanya
pengeluaran plasenta dan laput janin dari dan kekuatannya. Metode non farmakologi
tubuh ibu. Proses persalinan dibagi 4 kala yang digunakan untuk menurunkan nyeri
yaitu Kala I atau disebut kala pembukaan, persalinan adalah terapi musik, akupresure,
dimulai dari his persalinan yang pertama massage counterpresure, hipnobirthing,
sampai pembukaan lengkap. Kala I dibagi waterbirth, gentlebirth, akupuntur, relaksasi
menjadi 2 fase yaitu fase laten dan fase yang salah satunya yaitu massage
aktif. Fase laten berlangsung kurang dari 8 effleurage. (Wahyuni & Wahyuningsih,
jam dan fase aktif berlangsung selama 6 2017).
jam. Kala II atau kala pengeluaran, dimulai
dari pembukaan lengkap sampai lahirnya Effleurage adalah teknik pemijatan
bayi. Kala III atau kala uri, dimulai dari berupa usapan lembut, lambat, dan panjang
lahir bayi sampai lahirnya plasenta. Dan atau tidak terputus-putus. Ibu yang dipijat
terakhir Kala IV atau kala observasi (Prof. selama 20 menit akan lebih terbebas dari
Sulaiman Sastrawinata 2017). rasa sakit karena pijatan ini merangsang
senyawa endorphine yang merupakan
Nyeri persalinan merupakan suatu pereda rasa sakit. (Lestari 2019)
pengalaman subjektif tentang sensasi fisik
terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan Berdasarkan latar belakang tersebut
penipisan serviks, serta penurunan janin penulis tertarik untuk melakukan literature
selama persalinan. Nyeri yang tidak cepat review dengan 5 artikel dengan mengenai
diatasi akan menimbulkan stress. Stress Efektivitas Massage Effleurage Terhadap
yang timbul dapat menyebabkan Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase
melemahnya kontraksi rahim dan berakibat Aktif.
pada persalinan yang lama (Lestari 2019). METODE PENELITIAN

Selain itu nyeri yang tidak cepat Cara yang digunakan dalam
diatasi akan menyebabkan kematian pada mencari artikel menggunakan bahasa
janin, karena nyeri yang hebat akan Indonesia yang relevan dengan topik.
menyebabkan pernafasan dan denyut Pencarian dilakukan melalui data base
jantung ibu meningkat sehingga aliran penelitian seperti google scholar. Keyword
darah dan oksigen menuju ke plasenta yang digunakan adalah “Labour pain/nyeri
terganggu (Sukmawati 2019). persalinan”, “Massage Effleurage”, “Active
phase/fase aktif”. Artikel yang diperoleh
Penanganan nyeri persalinan dapat dalam studi literature ini sebanyak 5 artikel
dilakukan dengan teknik farmakologi dan

170


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

yang Terindek Sinta skor 1 (5 artikel menggunakan lembar kuesioner kemudian
nasional).
diobservasi dan dilakukan pengukuran
Artikel pertama merupakan skala nyeri sebelum dan sesudah diberi
penelitian yang dilakukan oleh Sri Lestari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan
pada tahun 2019 di Wilayah Kerja
Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon. sebelum dilakukan massage effleurage
Metode yang digunakan adalah quasi nyeri sedang berjumlah 24 orang dan nyeri
experimental pre and post test without
control design, dengan jumlah responden berat sejumlah 2 orang. Sedangkan Sesudah
38 orang. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. diberikan massage effleurage nyeri ringan
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik sebanyak 16 orang dan nyeri sedang
wawancara dan menggunakan skala nyeri
Numerical Rating Scale (NRS). Hasil sebanyak 10 orang. Hasil akhirnya
penelitian menunjukkan sebelum dilakukan
massage effleurage intensitas nyeri sedang diperoleh bahwa nila = 0,000.
8 orang dan nyeri berat yaitu 30 orang.
Sedangkan sesudah dilakukan massage Berdasarkan hasil uji statistik pada alpha di
effleurage intensitas nyeri ringan 12 orang, dapatkan value 0,000 (<0,05) yang berarti
nyeri sedang 22 orang dan nyeri berat 4
orang. Hal ini terbukti dari hasil uji ada pengaruh signifikan antara nyeri
Wilcoxon didapatkan nilai sebesar 0,000.
Dengan demikian maka massage effleurage sebelum massage effleurage dengan setelah
berpengaruh dalam menurunkan tingkat massage effleurage.
nyeri pada pasien kala 1 fase aktif
persalinan. Artikel ketiga merupakan penelitian

Artikel kedua merupakan penelitian yang dilakukan oleh Nurwinda Saputri pada
yang dilakukan oleh Eline Charla Sabatina tahun 2017 di Puskesmas Way Jepara.
Bingan pada tahun 2020 di BPM
Puskesmas Panarung. Metode yang Metode yang digunakan adalah pre-
digunakan adalah Pre-Eksperimental One
Group Pretest-Posttest Design, dengan eksperimental one group pretest-post test
jumlah responden 26 orang. Teknik
pengambilan sampel menggunakan design, dengan responden 36 orang. Teknik
Purposive Random Sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan wawancara pengambilan sampel menggunakan
consecutive sampling. Pengumpulan data

dilakukan dengan lembar observasi dengan

NRS. Hasil penelitian menunjukkan
intensitas nyeri persalinan sebelum

dilakukan masssage effleurage nyeri sedang

5 orang dan nyeri berat 31 orang. Dan

intensitas nyeri sesudah dilakukan massage

effleurage nyeri sedang 24 orang dan yeri
berat 12 orang. Pada pengolahan data

menggunakan SPSS dengan nilai uji “t”

0,000 sehingga nilai signifikan karena

memiliki < (0,05). Sehingga hal ini

dinyatakan berpengaruh terhadap

171


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penurunan nyeri persalinan. Pengumpulan data dilakukan dengan
Artikel keempat merupakan lembar observasi yang berisi skala (skor)
nyeri sebelum dan sesudah diberi
penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan
pada tahun 2020 di Puskesmas Halmahera sebelum dilakukan massage effleurage
Kota Semarang. Metode yang digunakan nyeri sedang 16 orang dan nyeri berat 14
pre-eksperimental onegroup pre-post test orang. Sedangkan sesudah dilakukan
design, dengan responden 68 orang. Teknik massage effleurage nyeri ringan 17 orang,
pengambilan sampel menggunakan nyeri sedang 10 orang dan nyeri berat 3
Accidental Sampling. Pengumpulan data orang. Hasil akhirnya didapatkan P value
dilakukan dengan wawancara untuk 0,000 (p<0,05) yang berarti ada perbedaan
mengisi kuesioner dan mengukur nyeri signifikan antara nyeri sebelum massage
menggunakan NRS. Hasil penelitian dengan setelah massage, dapat menurunkan
menunjukkan sebelum dilakukan massage nyeri. Sehingga dari hasil analisis ini dapat
effleurage pada responden terdapat nyeri ditarik kesimpulan itu ada pengaruh
sedang berjumlah 55 orang dan nyeri berat effleurage massage terhadap nyeri kala 1
terdapat 13 orang. Sedangkan sesudah fase aktif.
dilakukan massage effleurage kategori
ringan sebesar 59 orang dan kategori HASIL DAN PEMBAHASAN
sedang 9 orang. Hasil uji menunjukkan Dari hasil literature review yang telah
bahwa pemberian teknik massage
effleurage sangat efektif terhadap nyeri dipaparkan semua artikel menjelaskan hasil
persalinan kala 1 fase aktif, dengan penelitian tentang efektivias massage
p=0,000. Oleh karena itu pemberian effleurage.
massage effleurage yang dilakukan suami
dan teknik relaksasi nafas dalam dapat Dari lima jurnal yang disajikan, 5
digunakan untuk intervensi pada saat nyeri diantaranya menggunakan metode 3 Pre
persalinan. Eksperimetal One Group Pretest-Posttest
Design dan 2 Quasi Eksperimental Pre and
Artikel kelima merupakan Post test One Group Design.
penelitian yang dilakukan oleh Herinawati,
Titik Hindriati dan Astrid Novilda pada Selain itu alat ukur yang digunakan
tahun 2019 di Praktik Mandiri Bidan dari 5 jurnal diantaranya menggunakan 3
Nuriman Rafida dan Praktik Mandiri Bidan Numerical Rating Scale (NRS) dan 2
Latifah Kota Jambi. Metode yang lembar observasi yang berisi skala nyeri
digunakan adalah quasi experimental sebelum dan sesudah perlakuan.
onegroup pretest-posttest design, dengan
responden 30 orang. Teknik pengambilan Perbedaan prosedur massage
sampling menggunakan Total Sampling. effleurage dari 5 jurnal ini diantaranya 2
jurnal melakukan massage effleurage di
abdomen seiring dengan pernafasan, 1

172


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

jurnal melakukan massage effleurage membebaskan senyawa endorphine yang
dengan usapan lembut di abdomen dan 1 merupakan pereda rasa sakit alami dan
jurnal melakukan massage effleurage membuat perasaan tenang (Bingan, 2020).
dengan usapan lembut di punggung.
Pijatan ini mempunyai efek yang dapat
Berdasarkan dari 5 penelitian tersebut membuat ibu merasa rileks, nyaman dan
dapat disimpulkan bahwa adanya tenang sehingga mampu membuat rasa
efektivitas massage effleurage terhadap nyeri menurun (Anita 2018).
penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.
Dari 3 jurnal yang menggunakan alat ukur Massage Effleurage juga menstimulasi
Numeric Rating Scale yaitu dari skor 8-9 serabut taktil di kulit sehingga sinyal nyeri
(nyeri berat) menjadi skor 4-6 (nyeri dapat dihambat. Stimulus effleurage ini
sedang), dan 2 jurnal yang menggunakan menghasilkan pesan yang dikirim lewat
lembar observasi yang berisi skala nyeri serabut A-beta, serabut yang
yaitu dari skala berat menjadi skala sedang menghantarkan nyeri cepat, yang
dan skala ringan. mengakibatkan gerbang tertutup sehingga
korteks serabri tidak menerima sinyal nyeri
Massage effleurage adalah pijatan dan intensitas nyeri berubah/berkurang
ringan dengan menggunakan jari tangan, (Rahayu 2020).
biasanya pada perut, seirama dengan
pernafasan saat kontraksi. Massage Effleurage Masaage dapat menutup
merupakan terapi nyeri yang paling gerbang atau menghambat impuls nyeri
primitif, yang menggunakan refleks lembut sehingga hanya sedikit rasa nyeri yang
manusia untuk menahan, menggosok atau dihantarkan ke sistem saraf pusat. Dengan
meremas bagian tubuh yang nyeri. Ibu yang adanya pijatan atau sentuhan yang
dipijat 20 menit akan lebih terbebas dari mempunyai efek distraksi juga dapat
rasa sakit karena pijatan ini merangsang meningkatkan pembentukkan endorphine
tubuh untuk melepaskan senyawa dalam sistem kontrol desenden dan
endorphine yang merupakan pereda rasa membuat relaksasi otot (Herinawati, Titik
sakit alami dalam tubuh. Hindriati, Astrid Novilda., 2019).

Teknik massage effleurage dapat Prosedur tindakan massage effleurage
memberikan ibu merasa lebih segar, rileks, diantaranya :
dan nyaman selama persalinan dikarenakan 1. letakkan kedua telapak ujung-ujung
terangsangnya senyawa endorphine
didalam tubuh yang merupakan pereda rasa jari tangan diatas simpisis pubis
sakit yang alami (Lestari 2019). bersama inspirasi pelan.
2. Usapkan kedua ujung-ujung jari
Melalui teknik massage effleurage tangan dengan tekanan yang ringan,
dapat membebaskan tubuh dari rasa sakit, tegas dan konstan ke samping
sebab pijatan ini memicu tubuh abdomen mengelilingi samping
abdomen menuju kearah fundus uteri.

173


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

3. Setelah sampai fundus uteri seiring mendapatkan artikel yang lebih banyak lagi
dengan ekspirasi, pelan-pelan usapkan
kedua ujung-ujung jari tangan tersebut dan batasan tahun pencarian artikel dengan
menuju perut bagian bawah diatas
simpisis pubis melalui umbilicus. kata kunci yang ditetapkan adalah lima

4. Lakukan secara berulang-ulang selama tahun terakhir agar literature lebih update
15-20 menit.
DAFTAR PUSTAKA
Gambar 1. Teknik Massage Effleurage
Anita. 2018. “Prosiding Book Seminar
Nasional Interaktif Dan Publikasi
Ilmiah Strategi Bidan Komunitas
Untuk Menurunkan Kematian Ibu Dan
Anak.” Pengaruh Akupresur Lo4 (he
kuk) dan Thai Cong terhadap Tingkat
Nyeri Persalinan Kala I pada Ibu
Bersalin. 9: 24–25.
http://journal.umtas.ac.id/index.php/pr
osidingkebidanan/article/view/280.

Hartinah, Dewi, Sri Karyati, and Nur

Rochma Hestu L. 2018. “The 8 Th

University Research Colloquium 2018

Universitas Muhammadiyah

Purwokerto Pengaruh massage

effleurage terhadap tingkat nyeri

persalinan kala 1 fase aktif the effect

Sumber : (Herinawati, Hindriati, and Of massage effleurage against pain
Novilda 2019).
level of laborkala 1 active phas e The

8 Th Univ.” : 527–32.

KESIMPULAN DAN SARAN Herinawati, Herinawati, Titik Hindriati, and
Berdasarkan literature review yang Astrid Novilda. 2019. “Pengaruh
Effleurage Massage Terhadap Nyeri
telah dilakukan, dapat disimpulkam bahwa Persalinan Kala I Fase Aktif Di
Massage Effleurage efektif untuk Praktik Mandiri Bidan Nuriman
menurunkan nyeri persalinan kala I fase Rafida Dan Praktik Mandiri Bidan
aktif dari nyeri berat menjadi nyeri sedang Latifah Kota Jambi Tahun 2019.”
dan ringan. Oleh karena itu diharapkan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari
tenaga kesehatan terutama bidan dapat Jambi 19(3): 590.
menerapkan asuhan kepada ibu bersalin
dengan melakukan Massage Effleurage, Imaniar, M S, S W Sundari, and ... 2020.
karena bisa melibatkan suami dan mudah “Gentle Birth Untuk Kenyamanan
dilakukan serta aman, selain itu tidak Persalinan Di Kelas Ibu Hamil
adanya efek samping yang membahayakan Puskesmas Bungursari Tasikmalaya.”
ibu dan janin. Saran yang dapat diberikan Jurnal Abdimas PHB … 3(2): 10–15.
untuk pelaksanaan literature review http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.
selanjutnya adalah sebaiknya database yang php/abdimas/article/view/1826.
digunakan lebih banyak sehingga bisa
Isnaeni, Ana Pertiwi, and Iriantom,
Aritonang and Agus. (2017).
“Poltekkes Kemenkes Yogyakarta |
9.” d(2017): 9–33.
http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/113
4/4/4. Chapter 2.pdf.

174


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Lestari, Sri. 2019. “Pengaruh Massage Sukmawati. 2019. “No Title Pengaruh
Effleurage Terhadap Perubahan.” massage efflurage terhadap tingkat
Jurnal Kesehatan 10(1): 12–18. nyeri kala i fase aktif DI
PUSKESMAS BARA BARAYA
Nita, Venita, Andryani Rika, and Lidya MAKASSAR.” Jikkhc 03(02): 2–7
Aryanti. 2017. “Pengaruh Massage
Effleurage Terhadap Nyeri Persalinan Wahyuni, Sri, and Endang Wahyuningsih.
Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Di 2017. “Pengaruh Massage Effleurage
Rumah Sakit Ibu Dan Anak Sinta Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan
Bandar Lampung.” Jurnal Kesehatan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin
Holistik 8(4): 192–97. Di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu Klaten 2017.” Jurnal
Prof. Sulaiman Sastrawinata. 2017. Involusi Kebeidanan 5(10): 43–53.
OBSTETRI FISIOLOGI. Bandung:
Percetakan/Penerbitan ELEMAN. Bingan, E. C. S (2020). Pengaruh Massage

Rahayu, Sri. 2020. “Teknik Massage Effleurage terhadap Ibu Bersalin Kala
Efflurage Dapat Mengurangi Nyeri
Kala I Pada Ibu Bersalin Di I Fase Aktif. Poltekkes Kesehatan
Puskesmas Halmahera Kota
Semarang.” Jurnal Kesehatan 13(1): Palangka Raya.
46–52.
http://library1.nida.ac.th/termpaper6/s

d/2554/19755.pdf.

175


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS PELVIC ROCKING DENGAN BRITH BALL DALAM
MEMPERCEPAT KEMAJUAN PERSALINAN

Tanti Rismayanti 1, Winda windiyani 2Tatu Septiani3,
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
([email protected] )

ABSTRAK
Persalinan lama menjadi salah satu penyebab meningkatnya mortalitas dan morbiditas
pada ibu dan janin. Pada ibu yang mengalami persalian lama lebih resiko terjadinya Atonia
uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelahan dan syok sedangakan pada janin bisa meningkatkan
resiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan. Pelvic rocking dengan
brith ball dapat membantu melatih otot pinggang, pinggul dan membantu penurunan kepala
bayi agar masuk ke rongga panggul menuju jalan lahir sehingga ibu dapat mempercepat
kemajun persalinan dan memberikan rasa nyaman pada ibu saat menghadapi proses persalinan.
Metode penelitian ini adalah studi literature dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil studi
literature mengungkapkan bahwa melakukan melakukan pelvic rocking dengan brith ball pada
ibu bersalin yang memasuki kala I fase aktif dapat mempercepat kala I dan II persalinan.
Kesimpulan pelvic rocking dengan brith ball efektif dilakukan untuk mempercepat kemajuan
persalinan.
.
Kata kunci : Persalinan lama, Pelvic rocking, brith

ABSTRACT
Prolonged Labor is a cause of increased maternal and fetal mortality and morbidity. In
women who experienced prolonged labor is more risk of uterine atony, birth canal laceration,
infection, fatigue, and shock. the fetus can increase the risk of severe asphyxia, cerebral
trauma, infection and injury to due action. Pelvic rocking with the ball brith can help train the
muscles of the waist, hips, and help decrease head the fetal to enter the pelvis to ward the birth
canal so that the mother can accelerate the progress of labor and provide comfort to the mother
when facing the birth process. This research method is a literature study by examining 5
research articles. The results of a literature study revealed that performing pelvic rocking with
a birth ball in mothers who gave birth entering the active phase I stage can accelerate the I and
II stages of labor. Conclusion pelvic rocking with birth ball effective to accelerate the progress
of labor.

Keywords : Prolonged labor, Pelvic rocking, brith ball

PENDAHULUAN (Surtiningsih et al., 2017)
Persalinan lama menjadi salah satu Menurut Depertemen kesehatan

penyebab meningkatnya mortalitas dan tahun 2014, angka kejadian persalinan lama
morbiditas pada ibu dan janin. Pada ibu masih tinggi., ibu dengan partus lama yang
yang mengalami persalian lama lebih resiko dirawat di rumh sakit di indonesia di
terjadinya, yang di sebabkan dari Atonia peroleh proporsi 4,3 % yaitu 12.176 dari
uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelahan 281.050 dari persalinan (Rizki &
dan syok sedangakan pada janin bisa Anggraini, 2020b).
meningkatkan resiko asfiksia berat, trauma
cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan. Upaya dalam mencegah persalinan
lama dapat dilakukan salah satunya dengan

176


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pelvic rocking dengan brith ball yang dengan metode quasi eksperimental
mendukung persalinan agar dapat berjalan desaign, dengan rancangan yang digunakan
secara fisiologis. Hal ini juga merupakan posttest only control grup design. Dengan
salah satu metode yang sangat membantu teknik melakukan pelvic rocking setiap 1
merespon rasa sakit dengan cara aktif dan jam sekali selama 20 menit pada kala I fase
mengurangi lama persalina n.(Rizki & aktif ( saat kontraksi berlangsung ).
Anggraini, 2020a) Penilaian dilakukan setiap 4 jam sekali
dengan menggunkan patograf. Hasil
Pelvic Rocking dengan Birthing penelitian ini menunjukan adanya pengaruh
Ball adalah cara efektif untuk bersantai bagi dari pelaksanaam pelvic rocking dengan
tubuh bagian bawah khususnya daerah brith ball dalam mempercepat kemajuan
panggul yang merupakan usaha menambah persaliann kala I dan II .
ukuran rongga pelvik dengan menggoyang
panggul dengan diatas bola dan dengan Artikel kedua (2020) merupakan
perlahan mengayunkan pinggul ke depan penelitian yang dilakukan oleh Lailatul
dan belakang, sisi kanan, kiri, dan Khusnul Rizki dan Fritria Dwi Anggrain
melingkar. (Hiyani TD, Christin, 2019). Metode yang digunakan adalah quasy
eksperimen jenis monequivalent control
Melakukan pelvic rocking merupajan dengan sample 35ibu bersalin yang berada
latihan mobilitas ibu untuk menjaga agar pada kala I. Pada penelitian ini alat ukur
ligament tetap longgar. yang digunakan perlakuaan teknik pelvic
METODE PENELITIAN rocking dengan brith ball dan lembar
patograf. Dilakukan dengan cara ibu yang
Cara yang digunakan dalam mencari berada pada kala I fase aktif duduk diatas
artikel menggunakan bahasa Inggris dan bola seperti duduk dikursi kemudian
Indonesia yang relevan dengan topik. mengayunkan pinggang ke kiri, kanan,
Pencarian dilakukan dengan menggunakan depan belakang tanpa dibatasi waktu. Hasil
beberapa database antara lain Google penelitian ini menunjukan bahwa
Scholar. Keyword yang digunakan adalah pelaksanaam pelvic rocking dengan brith
“pelvic rocking ”, “brith ball”, “kemajuan ball efektif dalam mempercepat kemajuan
persalinan”. Artikel yang diperoleh di persaliann kala I dan terhadap robekan jalan
review untuk memilih artikel yang sesuai lahir .
dengan kriteria dan didapatkan 5 artikel
yang selanjutnya akan di review.

Artikel pertama (2019) merupakan Artikel ketiga (2019) merupakan
penelitian yang dilakukan oleholeh RR penelitian yang dilakukan oleh Christin
Catur Leny dan Wulandari Sri Wahyuni, Hiyana TD dan Masini Jenis penelitian ini
yang dilaksanakan di RSUD Ungaran, adalah Pre Experiment dengan rancangan
dilakukan pada 28 responden ibu bersalin Statistic Group Comparison. Pengambilan

177


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

sample dengan accidental samping jumlah persaliann kala I
30 orang ibu bersalalin pada kala I dengan
pembagian 15 orang dengan teknik pelvic HASIL DAN PEMBAHASAN
rocking dan 15 orang dengan teknik Dari hasil literature review yang
konvesional dengan lembar obervasi
Partograf. Dapatkan bahwa pelvic rocking telah dipaparkan tidak semua artikel
dengan brith ball mempengaruhi terhadap menjelaskan hasil penelitian mengenai
kemajuan persalinan. efektivitas dalam mempercepat kala I dan
II, ada artikel yang hanya memaparkan
Artikel ke empat (2019) merupkan mengenenai efektifitas mempercepat pada
penelitian yang dilakukan oleh Fadjriah kala I saja dan ada yang membahas
Ohorela Masini dengann Jenis penelitian keduanya. Namun dari semua jurnal
yang digunakan yaitu penelitian bersifat menyatakan bahwa pelvic rocking dapat
kuantitatif dengan rancangan quasi mempercepat kemajuan persalinan.
eksprimen yaitu dengan rancangan yang
digunakan adalah post test only control Dari lima jurnal disajikan 4
group design. diperoleh sampel sebanyak diantaranya menggunakan metode quasi
30 orang dengan pengambilan sampel eksperimen dan 1 menggunakan metode
Purposive Sampling. Hasil melakukan static groupcomparison. Penilaian
pelvic rocking dengan brith ball efektif kemajuan persalinan diukur dengan
dalam mempercepat kemajuan persaliann menggunakan patograf. Hasil penelitian
kala I dan. kemajuan persalinan mengalami percepatan
setelah melakukan pelvic rocking dengan
Artikel kelima (2019) merupakan brith ball.
penelitian yang dilakukan oleh Batubara et
al., (2019). Menggunakan metode Static Pada artikel pertama dengan
groupcomparison dengan jumlah sample reponden 28 orang 14 orang yang
30 orang ibu bersalin yang berada pada kala melakukan pelvic rocking dengan brith ball
I, Instrumen yang digunakan dalam dan 14 orang yang dijadikan tidak
penelitian ini adalah lembarcheck list melakukan pelvic rocking exercise . Pada
padapelaksanaan pelvic rocking dengan kelompok PRE di peroleh lama kala II
birth ball dan menggunakan partograf kurang dari 30 menit sebanyak 9 orang ,
sebagai lembar observasi untuk memantau lebih dari 30 menit 5 orang sedangakan
perkembangan ke-majuan persalinan pada pada kel yang tidak melakukan pelvic
ibu bersalin. Didapatka hasil penelitian ini rocking dengan brith ball di peroleh lama
menunjukan adanya pengaruh dari kala II kurang dari 30 menit 2 orang ,dan
pelaksanaam pelvic rocking dengan brith lebih dari 30 menit 12 orang.
ball dalam mempercepat kemajuan
Sedangkan pada kala II di dapatkan
hasil(Wahyuni & Wulandari, 2019) pada
kelompok yang melakukan pelvic rocking

178


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

didapakan hasil lama kala II kurang dari 30 melakukan pelvic rocking dengan brith ball
menit 9 orang, untuk lebih dari 30 menit 5
orang. Sedangkan pada kelompok control nilai rerata lama kala II pd Kelompok
didapatkan hasil kurang dari 2 orang
sedangkan lebih dari 30 menit 12 orang. Perlakuan sebesar 11,3% sedangkan pada
Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
pelvic rocking dalam mempercepat kelompok Kontrol sebesar 19,67%.
persalinan kala I dan II.
Melaksanakan pelvic rocking
pelvic rocking yg dilakukan dg
cara duduk diatas Birthing Ball dapat dengan brith ball dabat medorong lebih
membantu proses penurunan janin. Posisi
duduk diatas bola diasumsikan seperti kuat tenaga ibu dalam meneran, ibu dengan
jongkok dg tujuan untuk membuka
panggul, sehingga dapat mempercepat posisi tegak dalam proses persalinan dapat
proses Penurunan. Disisi lain ketika ibu
melakukan pelvic rocking , ibu akan lebih membantu janin berada pada posisi yang
rileks sehingga aliran oksigen lancar
sehingga aktivitas kontraksi uterus semakin lebih untuk melahirkan normal (Rizki &
adekuat dan persalinan menjadi lebih
singkat. (Rizki & Anggraini, 2020a). Anggraini, 2020a)

bola dalam proses persalinan bisa Pada artikel ketiga dengan jumlah
menjadi alat penting, dan dapat digunakan
dalam berbagai posisi. Duduk diatas bola responden 30 orang didapatkan perbedaan
sambil mendorong seperti melakukan
ayunan atau membuat gerakan memutar lama kala I pada kelompok yang melakukan
panggul, dapat membantu proses penurunan
janin. Gerakan lembut yang dilakukan pelvic rocking dengan birthing ball dan
diatas bola sangat mengurangi rasa sakit
saat kontraksi. (Wahyuni & Wulandari, kelompok yang melakukan teknik
2019)
konvesional pada kelompok dengan
sejalan dengan penelitian kedua
yang dilakukan oleh Lailatul Khusnul Rizki masing-masing 15 responden, yang
dan Fritria Dwi Anggrain mengenai
pengaruh pelvic rocking dalam memperceat melakukan teknik konvesionall terdapat 5
kamajuan persalinan pada kala II
didapatkan dari 30 resoponde, yang orang denga kala I lambat, 6 orang normal

dan 4 orang cepat, sedankan pada kelompok

yang dlakukan Pelvic Rocking dengan

Birthing Ball terdapat 1 orang dengan kala

I lambat, normal 4 orang dan 10 orang

dengan cepat.(Hiyani TD, Christin, 2019)

Mobilisasi persalinan dengan

pelvic rocking, yaitu duduk dengan

perlahan mengayunkan dan

menggoyangkan pinggul kedepan dan

belakang, sisi kanan, sisi kiri, dan

melingkar, akan bermanfaat untuk tekanan

dari kepala bayi pada leher rahim tetap

kostan ketika ibu bersalin diposisi tegak,

sehingga dilatasi (pembukaan) servik dapat

terjadi lebih cepat.

Rata-rata lama persalinan kala I

sekitar 3,3 sampai 19 jam pada artikel ke

179


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

empat kelompok yang melakukan pelvic setelah dilakukan pelvic rocking dengan
rocking mengalami kala I normal sebear birth ball adalah 75 menit. Ibu bersalin
86,7 %, sedangkan yang tida normal mengatakan nyaman dan rileks dalam
sebesar 13,3 %, sedangkan pada pada menghadapi persalinan karena bantuan
kelompok control yang mengalami kala I birth ball. Semangat dan antusiasme para
normal hanya sekitar 20%, dan yang tidak ibu bersalin juga sangat membantu
normal sebayak 80%, yang berate Ha psikologis ibu dalam mengolah rasa sakit
diterima dan Ho ditolak. dan menciptakan suasana yang positif bagi
ibu sehingga rahim dapat berkontraksi
Sejalan dendan artikel kelima secara maksimal.(Batubara et al., 2019)
penelitian yang dilakukan oleh Batubara et
al., (2019). didapatkan hasil bahwa KESIMPULAN DAN SARAN
kemajuan persalinan untuk status birth ball
dilakukan dengan sampel berjumlah 15 Simpulan Hasil telaah pustaka dari
orang mempunyai rata-rata kemajuan beberapa jurnal diatas didapatkan bahwa
persalinan sebesar 143 menit dengan pelvic rocking exercise dengan brith ball
simpangan baku sebesar 49,63 sedangkan berpengaruh dalam mengurangi resiko
kemajuan persalinan untuk status birth ball persalinan Kala I dan II.
tidak dilakukan dengan sampel berjumlah Saran yang dapat diberikan untuk
15 orang mempunyai rata-rata kemajuan pelaksanaan literature review selanjutnya
persalinan sebesar 281 menit, berarti ada sebaiknya memperbanyak artikel terbaru,
pengaruh yang bermakna antara pelvic serta untuk tenaga kesehatan khususnya
rocking dengan birth ball terhadap profesi bidan Memberikan sosialisasi
kemajuan persalinan. Rata-rata kemajuan tentang pelvic rocking dengan brith ball
persalinan untuk status birth ball dilakukan kepada ibu hamil untuk mengurangi resiko
dan tidak dilakukan adalah berbeda dimana persalinan lama. Pelaksanaan pelvic rocking
status birth ball dilakukan lebih cepat 138,2 dapat dijadikan prosedur tetap sebagai
menit dibandingkan dengan status birth ball pelayanan persalinan yang bersifat
tidak dilakukan. nonfarmakologi di berbagai fasilitas
kesehatan.
pelvic rocking dengan birth ball
terhadap kemajuan persalinan sangat DAFTAR PUSTAKA
berpengaruh. Dimana pelvic rocking
dengan birth ball membantu ibu bersalin Batubara, A., Mahayani, E., & Faiqagma,
untuk mempersingkat kala I. 15 responden A. Al. (2019). Colostrum Jurnal
yang melakukan pelvic rocking dengan Kebidanan Pengaruh Pelaksanaan
birth ball mengalami waktu kala I fase aktif Pelvic Rocking Dengan Brith Ball
yang singkat dimana waktu tersingkat yang Terhadap Kemajuan Persalnan Pada
dilalui oleh responden pada kala I fase aktif Ibu Bersalin di Klinik Pratama
Tanjung Deli Tua Tahun 2018. 1(1).

Hiyani TD, Christin, M. (2019). Pengaruh
Teknik Pelvic Rocking Dengan
Brithing Ball Terhadap Kemajuan

180


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Persalinan Kala I. Bhamada: Jurnal Journal of Nursing.
Ilmu Dan Teknologi Kesehatan (E-
Journal). Surtiningsih, Susiloretni, K. A., &
https://doi.org/10.36308/jik.v10i1.129 Wahyuni, S. (2017). Efektivitas pelvic
rocking exercises terhadap lama
Rizki, L. K., & Anggraini, F. D. (2020a). waktu persalinan pada ibu primipara.
Efektivitas Pelvic Rocking Exercise Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(2), 202–
Terhadap Kemajuan Persalinan Dan 210.
Kejadian Robekan Perineum.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan Wahyuni, S., & Wulandari, R. C. L. (2019).
UM. Mataram, 5(1), 9.
https://doi.org/10.31764/mj.v5i1.1083 Efektivitas Pelvic Rocking Exercise

Surtiningsih, Susiloretni, K. A., & Pada Ibu Bersalin Kala I Terhadap
Wahyuni, S. (2016). Efektivitas Pelvic
Rocking Exercises. The Soedirman Kemajuan. Jurnal Ilmiah

Keperawatan, 7(1).

181


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI LUKA PERINEUM
PADA IBU POST PARTUM

Risa Rahmah1, Rissa Nuryuniarti2, Meti Patimah3

1 Mahasiswa D-III Kebidanan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
2,3 Dosen D-III Kebidanan Muhammadiyah Tasikmalaya

(email: [email protected])

ABSTRAK
Sebesar 50% ibu post partum yang mengalami rupture perineum dan merasakan nyeri
akibat robekan perineum pada saat persalinan. Pada masa post partum rentan sekali ibu
mengalami nyeri luka akibat robekan perineum. Kompres dingin merupakan salah satu
alternative sebagai bentuk pemberian stimulasi kutaneus dengan pemanfaatan suhu sehingga
impuls nyeri yang mencapai otak lebih sedikit. Dampak dari luka perineum kemungkinan
adanya penyulit yang bisa menyertai robekan perineum karena sebagai sumber perdarahan dan
sumber keluar masuknya bakteri, kemudian dapat menyebabkan kematian karena perdarahan.
Tujuan nya untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap nyeri luka perineum. Metode
yang digunakan dalam penelusuran artikel jurnal dilakukan menggunakan data base penelitian
kebidanan atau kesehatan yang didapatkan melalui Google scholar dan GARUDA (Garba
Rujukan Digital), sehingga didapatkan 5 jurnal untuk di review. Hasil dari Intervensi berupa
pemberian kompres dingin memberikan pengaruh terhadap nyeri luka perineum pada ibu post
partum. Kesimpulan kompres dingin efektif untuk menurunkan rasa nyeri luka perineum pada
ibu post partum.

Kata kunci : Nyeri, Luka perineum, Kompres dingin

ABSTRACT
50% of post partum mothers who experience perineal rupture and feel pain due to
perineal tear during delivery. infection in the post partum period is very vulnerable because it is
caused by tearing of the perineum. putting ice packs is an alternative to cutaneous stimulation,
by exploiting this temperature the pain impulses that reach the brain will decrease. The possible
impact of perineal wound infection is a complication of the perineal tear as a source of bleeding
and a bacterial pathway that can cause death. Purpose determine the effect of ice packs on
perineal wound pain. This research method is a journal articles was created using the
midwifery and health research database obtained through Google Scholar and GARUDA
(Garba Rujukan Digital), so that 5 journals were obtained for review. The results ice packs
intervention had an effect on perineal wound pain in post partum mothers. Conclusion ice packs
are effective in reducing perineal wound pain in post partum mothers.

Keywords : Pain, Perineal Wound, Could Compresses

PENDAHULUAN proses persalinan karena adanya robekan
Masa nifas adalah masa setelah spontan atau tindakan episiotomi selama
proses persalinan normal. (Saleha, 2011)
keluarnya plasenta sampai alat-alat
reproduksi pulih seperti sebelum hamil. Hal Berdasarkan data World Health
yang seringkali dialami oleh ibu nifas dan Organization (WHO) dalam jurnal yang
menyebabkan rasa nyeri adalah luka pada diteliti oleh Risza, dkk (2019), kasus
daerah perineum yang terjadi pada waktu rupture perineum terjadi 2,7 juta kasus pada
ibu bersalin. Kasus rupture perineum di

182


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Jawa Barat sebanyak 50% mengakibatkan suhu dengan memblok transmisi stimulus
perdarahan pasca partum akibat rupture
perineum (pemerintah provinsi jawa barat, nyeri sehingga impuls nyeri yang mencapai
2016). Berdasarkan data di Kota
Tasikmalaya dalam jurnal yang di teliti oleh otak lebih sedikit. Adapun cara kerja dari
Wulandari (2016) di BPM Hj. Wiwin
Wintarsih didapatkan angka yang kompres dingin adalah dengan pelepasan
mengalami kesakitan sebanyak 58% ibu
post partum yang mengalami luka endorphin, sehingga memblok transmisi
perineum.
serabut saraf sensori A-beta yang lebih
Dampak dari nyeri yang dirasakan
oleh ibu nifas akan berpengaruh terhadap besar dan lebih cepat. (Poter Perry, Patricia,
mobilisasi yang dilakukan oleh ibu
misalnya, dalam hal mengurus bayi, 2012)
mengerjakan pekerjaan rumah tangga,
sosialisasi dengan lingkungan masyarakat, Dalam pelayanan terapi kompres
dan menghambat pada aktivitas ibu sehari-
hari. (Saleng, 2020) dingin kepada ibu yang mengalami nyeri

Adapun cara untuk mengatasi luka pada daerah perineum di haruskan
permasalahan yang dapat timbul dan
berakibat nyeri luka pada perineum, maka untuk memperhatikan kenyamanan pada
perlu secepatnya dilakukan penanganan
guna meminimalkan kemungkinan penyulit klien, karena dalam proses pemberian
yang bisa menyertai robekan perineum
karena sebagai sumber perdarahan dan pelayanan seringkali melupakan
sumber keluar masuknya bakteri.
(Susilawati & Ilda, 2019). pengontrolan rasa nyeri yang dialami ibu

Terapi non farmakologi yang dapat yang berakibat ibu akan merasakan trauma
diberikan untuk mengurangi nyeri salah
satunya yaitu dengan pemberian kompres pada saat persalinan dengan tindakan atau
dingin, karena terbukti keefektifan nya juga
tidak menimbulkan efek samping dan aman asuhan yang diberikan .
digunakan untuk terapi pada berbagai nyeri
luka. Penggunaan kompres dingin Maka dari itu dirasa penting bagi
merupakan salah satu bentuk pemberian
stimulasi kutaneus dengan pemanfaatan penulis untuk melakukan kajian literature

review dengan tujuan mengetahui

efektivitas kompres dingin terhadap nyeri

luka perineum pada ibu post partum guna

meminimalkan kemungkinan berbagai

penyulit yang menyertai luka dan akan

membuat luka semakin parah. (Susilawati

& Ilda, 2019)

METODE PENELITIAN
Studi ini merupakan suatu tinjauan

literatur (literature review) untuk menggali
lebih dalam tentang efektifitas kompres
dingin terhadap nyeri luka perineum.
Adapun sumber databased pencarian yang
digunakan dalam penyusunan literatur
review ini melalui Google scholar dan

183


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Garuda (Garba Rujukan Digital) dengan 2 hari dengan meletakan pengompresan

waktu publikasi tahun 2019-2020. Keyword pada nyeri luka perineum. Sehingga
yang digunakan dalam pencarian artikel ini didapatkan hasil bahwasannya terdapat
adalah “kompres dingin”, “nyeri luka pengaruh kompres dingin terhadap nyeri

perineum”, “cold compress” dan “perineal luka perineum pada ibu post partum dengan
wound pain”. Sehingga di dapat 5 jurnal p value 0,005.

internasional yang diambil dan beberapa Artikel ketiga berdasarkan penelitian

jurnal penunjang untuk dijadikan bahan Choirunnisa, dkk (2019) di Jakarta
kajian dalam pembuatan literature review tentang kompres dingin terhadap nyeri
ini. laserasi perineum dengan menggunakan
sampel 15 orang ibu post partum primipara
Artikel pertama berdasarkan pada hari ke-1 dan ke-2 yang memiliki luka
penelitian (Saleng, 2020) di Sulawesi

selatan tentang kompres dingin terhadap perineum grade 1-2, metode penelitiannya
pengurangan nyeri luka perineum di Quasi experiment dengan design one grup

RSKDIA Pertiwi pada 30 orang ibu post pretest post and posttest design, bahan yang
partum dengan menggunakan metode digunakan es batu, caranya dengan terlebih
penelitian pre-experiment menggunakan dahulu di berikan kuisioner tingkatan nyeri

bahan pengompresan berupa es batu yang dengan alat ukur Numerical Rating Scale
kemudian di tempelkan pada bagian luka (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan

yang sakit setelah 2 jam post partum dan perlakuan kompres dingin. Terapi kompres

dilakukan pengukuran nyeri Wong Baker dingin dilakukan 2 jam setelah sample
Faces Pain Rating Scale, sehingga mengkonsumsi analgesik yang berupa

didapatkan hasil bahwa kompes dingin asam mefenamat, lakukan 3x dalam 24 jam
efektif untuk mengurangi nyeri luka selama 2 hari dengan durasi pengompresan
perineum dengan p value 0,000. 15 menit, kemudian lakukan kompres

Artikel kedua berdasarkan penelitian dingin ke daerah yang terasa sakit dengan
(Dolang, 2019) di Ambon, dimana sampel es yang dibungkus dengan sesuatu yang
yang di ambil yaitu 15 orang ibu post bersih (handuk, kain bersih atau kassa
partum pada hari ke-1 dan ke-2 dengan luka steril). Hasilnya didapat ada pengaruh dari
perineum grade 1-2, pengambilan sampel terapi kompres dingin terhadap nyeri
menggunakan teknik pre-experiment, bahan laserasi perineum dengan v palue 0,003.
yang digunakan berupa air es setelah itu
Artikel keempat berdasarkan

dilakukan penilaian nyeri sebelum dan penelitian Susilawati & Ilda (2019)
sesudah di beri perlakuan kompres dingin yang melakukan sebuah penelitian
dengan menggunakan skala nyeri numerik tentang pengaruh kompres dingin terhadap
dari Potter dan Perry. Pengompresan nyeri luka perineum pada tahun 2019 di
tersebut dilakukan 3x dalam 24 jam selama

184


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pekan baru kepada 15 orang ibu post HASIL DAN PEMBAHASAN
partum pada hari ke-1 dan hari ke-2, Dari hasil literature review yang telah
dengan luka perineum grade 1 dan 2,
metode penelitian yang digunakan adalah dilakukan pengkajian dari beberapa jurnal
quasi experiment dengan design one grup terdapat beberapa persamaan dan perbedaan
pretest post and posttest design, bahan dari setiap jurnal yang di ambil. Adapun
untuk pengompresannya berupa es batu persamaan dari kelima jurnal yang ditelaah,
kemudian dilakukan pengompresan pada diantaranya adalah asuhan pemberian
luka selama 20 menit setelah 6 jam post kompres dingin terhadap ibu post partum
partum dan dilakukan penilaian nyeri NRS sama-sama menggunakan es batu yang
(Numerical Rating Scale) sebelum dan bertujuan untuk mengetahui efektivitas
sesudah dilakukan perlakuan sehingga kompres dingin terhadap nyeri luka
didapatkan hasil bahwasannya kompres perineum pada ibu post partum, sehingga
dingin efektif untuk mengurangi nyeri luka didapatkan hasil bahwa terapi kompres
perineum pada ibu post partum dengan v dingin efektif untuk mengurangi nyeri luka
palue 0,003 perineum pada ibu post partum.

Artikel kelima berdasarkan penelitian Selain itu, terdapat perbedaan dari
Ulfa, dkk (2020) di Blitar kepada 16 masing-masing jurnal yang telah ditelaah,
orang ibu post partum yang tidak memiliki diantaranya adalah alat pengukuran nyeri
komplikasi nifas dan sudah mengonsumsi yang digunakan. Didapatkan 1 jurnal yang
obat analgetik pada rentang hari ke 1- hari memakai alat pengukuran nyeri Wong
ke 7. Sampel yang digunakan sebanyak 8 Baker Faces Pain Rating Scale. 2 jurnal
orang sebagai kelompok perlakuan dan 8 menggunakan skala nyeri Numeric Rating
orang sebagai kelompok control. metode Scale (NRS), 1 jurnal yang memakai
yang digunakan dalam pengambilan sampel pengukuran skala nyeri menurut Potter &
yaitu dengan teknik pre-experiment, bahan perry dan 1 jurnal lainnya tidak
yang digunakannya berupa es batu, menyebutkan alat pengukran nyeri yang
kemudian di tempelkan ke daerah luka digunakan. Terdapat perbedaan lain pada
dengan durasi setiap pengompresan 5-10 sampel yang digunakan dengan sasaran
menit, 2-3x dalam sehari. Diberi perlakuan pada ibu primipara dan multipara. Dan
nya sekitar 24-48 jam post partum. Setelah dalam metode penelitiannya sebanyak 3
itu langsung dilakukan evaluasi nyeri jurnal yang memakai metode Pre-
dengan skala nyeri numeric dari potter and experiment dan 2 jurnal yang menggunakan
perry sehingga didapatkan v palue 0,003 metode Quasi experiment dengan design
bahwasannya kompres dingin efektif dalam one grup pretest post and posttest design.
mengurangi nyeri terutama pada nyeri luka Kemudian waktu pengompresannya dalam
perineum. rentang waktu pengompresannya dari 5-20
menit. Namun dari perbedaan alat

185


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pengukuran nyeri, sampel dan waktu kompres dingin terbukti untuk
pengompresan yang digunakan oleh menghilangkan rasa sakit, karena efek
masing-masing jurnal tersebut tidak begitu analgesik dari kompres dingin diturunkan
berpengaruh terhadap hasil dari efektivitas sehingga konduksi saraf kecepatan implus
kompres dingin terhadap nyeri luka rasa sakit ke otak berkurang sehingga
perineum, karena ditinjau dari nilai p-value mengurangi sensasi nyeri.
yang didapatkan pada masing-masing jurnal
tidak melebihi nilai p value 0,005. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Susilawati & Ilda,
Menurut penelitian yang dilakukan 2019) tentang kompres dingin dapat
oleh Saleng (2020) Kompres dingin dijadikan metode untuk pengurangan nyeri
merupakan modalitas terapi fisik yang luka perineum, karena manajemen nyeri
menggunakan sifat fisik dingin untuk terapi dengan tindakan kompres dingin
pada nyeri luka perineum. Nyeri yang merupakan metode yang dapat diterapkan
dirasakan akan berkurang atau hilang untuk untuk membantu kenyamanan pada ibu
sementara waktu. Tujuan dilakukannya nifas untuk mengurangi rasa nyeri.
kompres dingin yaitu untuk mengurangi
inflamasi yang terjadi pada tempat yang Menurut Ulfa, dkk (2020) kompres
terserang nyeri sehingga sensasi nyeri dingin yang mengakibatkan nyeri
pasien dapat berkurang. berkurang, karena impuls yang mencapai
otak sedikit, yaitu dengan memberikan
Penelitian lainnya yang dilakukan kompres dingin dalam bentuk kompres es.
oleh Dolang (2019) efek dari kompres Kompres es ini adalah sebuah ice pack yang
dingin menyebabkan terjadinya perbedaan dikemas dengan menggunakan ice bag dan
intensitas nyeri karena respon fisiologi yang diisi dengan es batu lalu dibungkus dengan
saling berbeda. Respon fisiologis tubuh sesuatu yang bersih seperti kain bersih atau
terhadap kompres dingin mempengaruhi kain kasa steril.
tubuh menyebabkan pengecilan pembuluh
darah (vasokonstriksi), mengurangi aliran KESIMPULAN DAN SARAN
darah ke daerah luka sehingga dapat Berdasarkan hasil analisis dari
mengurangi resiko perdarahan dan oedema,
kompres dingin menimbulkan efek beberapa jurnal yang diambil maka dapat
analgetik dengan memperlambat kecepatan disimpulkan bahwa kompres dingin
hantaran saraf sehingga impuls nyeri yang merupakan salah satu metode non
mencapai otak akan lebih sedikit. farmakologi yang dapat diterapkan dan
terbukti efektif untuk mengurangi rasa nyeri
Penelitian terkait juga yang dilakukan luka perineum pada ibu post partum.
oleh Choirunnisa, dkk (2019) Kompres Adapun saran untuk pelaksanaan literature
dingin adalah prosedur untuk menempatkan review selanjutnya sebaiknya menggunakan
objek pada luar dingin tubuh. Penggunaan data based penelitian yang lebih banyak

186


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

sehingga didapat artikel yang lebih relevan Saleng, H. (2020). Kompres Dingin
Terhadap Pengurangan Nyeri Luka
untuk dijadikan bahan kajian literature Perineum Ibu Post Partun di RSKDIA
Pertiwi. 9(1), 1–7.
review. https://doi.org/10.31314/mjk.9.1.1-
7.2020
DAFTAR PUSTAKA
Susilawati, E., & Ilda, W. R. (2019).
Choirunnisa Risza, suprihatin, O. I. (2019). Efektifitas Kompres Hangat Dan
Efektifitas kompres hangat dan dingin Kompres Dingin Terhadap Intensitas
terhadap nyeri laserasi perineum Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Post
pada ibu postpartum primipara di Partum Di Bpm Siti Julaeha
depok 2019. 3(6), 37–44. Pekanbaru. Journal Of Midwifery
Science, 3(1), 7–14.
Dolang, M. W. (2019). Pengaruh
Pemberian Kompres Air Dingin Ulfa, M., & Monica, L. P. (2020). The
Terhadap Nyeri Luka Perineum Pada Effectiveness of Giving Cold
Ibu Post Partum. 03(02), 84–87. Compress in Pain Reduction Intensity
of Perineal Wound of Postpartum
Pemerintah provinsi jawa barat, dinas Mother. Jurnal Ners Dan Kebidanan
kesehatan. (2016). Pemerintah (Journal of Ners and Midwifery), 7(3),
provinsi jawa barat dinas kesehatan 398–403.
provinsi jawa barat (Issue 25). https://doi.org/10.26699/jnk.v7i3.art.p
398-403
Poter Perry, Patricia, A. G. (2012).
fundamental of nursing (7th ed.). Wulandari, S. (2016). Ruptur Perineum Di
Salemba Medika. Bpm hj. Wiwin Wintarsih Kota
Tasikmalaya, Sekolah Tinggi
Saleha, S. (2011). Asuhan Kebidanan Pada Muhammadiyah Ciamis.
Masa Nifas (Rida Anggi). SALEMBA
MEDIKA.

187


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENGARUH MINYAK ZAITUN TERHADAP PENYEMBUHAN RUAM
POPOK PADA BAYI PENGGUNA DIAPER

Yesi Nuraisah, Hana Ariyani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Jl. Tamansari No. KM 2,5 Mulyasari, Kec. Tamansari,

Tasikmalaya, Jawa Barat 46196
Email: [email protected]

ABSTRAK

Ruam popok atau diaper rash adalah masalah pada kulit bayi yang disebabkan oleh
peradangan pada area yang tertutup popok. Di Indonesia, angka ruam popok pada laki-laki dan
perempuan di bawah usia 3 tahun mencapai sekitar 7-35%. Salah satu pengobatan alternatif
yang bisa dilakukan sebagai upaya dalam menanggulangi ruam popok adalah minyak zaitun.
Penelitian ini bertujuan untuh mengkaji tinjauan literature terhadap pengaruh minyak zaitun
(olive oil) terhadap penyembuhan ruam popok (diaper rash) pada bayi pengguna diaper. Desain
penelitian ini menggunakan Literature Review melalui pencarian artikel terhadap beberapa
database, antara lain Google Scholar, Pubmed, Indonesian Scientific Journal Database (ISJD),
dan Portal Garuda. Populasi dalam penelitian ini adalah 57 artikel dan diperoleh 10 artikel yang
sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Literature Review menunjukan adanya
pengaruh minyak zaitun terhadap penyembuhan ruam popok pada bayi pengguna diaper,
dimana minyak zaitun dapat mengurangi iritasi, kemerahan, kering, atau masalah kulit lainnya.
Diharapkan literature review ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan
ruam popok pada bayi menggunakan minyak zaitun.

Kata kunci : Ruam popok (diaper rash), minyak zaitun (olive oil)

ABSTRACT

Diaper rash is a one of the problem on the baby’s skin that arises due to inflammation
in the diaper covered area. In Indonesia, baby boys and girls aged less than 3 years experience
diaper rash around 7-35%. One of the non-pharmacological therapies that can be used as an
effort to treat diaper rash is olive oil. The purpose of this study was to analyze a literature
review of the effect of olive oil on the healing of diaper rash in diaper users. The method used in
this research is Literature Review by searching for articles using several databases, including
Google Scholar, Pubmed, Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), and Portal Garuda.
The population in this study was 57 articles and 10 articles were found that matched the
inclusion and exclusion criteria. The results of the Literature Review show the effect of olive oil
on healing diaper rash in diaper users, where olive oil is able to relieve irritation, redness,
dryness, or other skin disorders. It is hoped that this literature review can increase mother’s
knowledge about preventing diaper rash in infants using olive oil.

Keywords : Diaper rash, olive oil

188


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

PENDAHULUAN masuk membuat bayi merasa tidak nyaman,
Ruam popok atau diaper rash adalah kulit lembab dan memudahkan mikroba
untuk berkembang (Apriza, 2017).
masalah pada kulit bayi yang disebabkan
oleh peradangan pada area yang tertutup Menurut Sitompul (2014) manifestasi
popok, yakni pada area genital, sekitaran klinis dari ruam popok yang khas adalah
anus, pinggul, selangkangan, dan perut kulit pada daerah popok tampak merah,
bagian bawah (Pontoh, 2013). bengkak dan terjadi peradangan daerah
bokong, paha, dan alat kelamin. Ruam
Menurut World Health Organization popok dapat menyebabkan iritasi pada bayi
(WHO) tahun 2016, iritasi kulit (ruam dan dapat berubah menjadi kondisi yang
popok) sangat umum terjadi, terhitung 25% lebih genting jika tidak ditangani. Beberapa
dari 1.000.000 kunjungan bayi yang rawat gejala ruam popok lainnya yaitu bayi rewel,
jalan (Sita A, 2016. Dalam Setianingsih & dan mempengaruhi kenyamanan bayi.
Hasanah, 2017). Bayi usia 6-12 bulan
memiliki insiden ruam popok tertinggi Selama ini ruam popok ditangani dan
yaitu sebesar 10-20% (Ramba, 2015). dicegah dengan pengobatan farmakologis,
lebih spesifiknya dengan pemberian salep
Di Indonesia, angka ruam popok seng oksida (zinc oxide) dan salep/ suntikan
pada laki-laki dan perempuan di bawah usia kortikosteroid, serta untuk pengobatan non-
3 tahun mencapai sekitar 7-35%, disertai farmakologis berupa mengganti popok
hampir 24 jam bayi menggunakan popok. sesering mungkin untuk meminimalisir
Berdasarkan hal tersebut, karena intensitas kelembaban dan gesekan kulit (Hapsari &
penggunaan popok pada bayi masih sering, Aini, 2019).
maka usia dapat mempengaruhi kejadian
ruam popok (Pontoh, 2013). Upaya mengobati ruam popok
dengan menggunakan bahan alami dapat
Faktor pencetus ruam popok bersifat dilakukan sebagai pengobatan alternatif
multifaktoral, diantaranya disebabkan oleh untuk mengatasi kulit bayi dengan ruam
kulit yang tertutup diaper dalam jangka popok, diantaranya menggunakan minyak
waktu lama, air kemih dan tinja, gesekan, kelapa, minyak jintan hitam dan aloe vera.
serta disebabkan mikroorganisme seperti Alternatif lain yang bisa digunakan adalah
bakteri dan jamur. Pemakaian sabun juga minyak zaitun.
bisa memperburuk ruam popok (Rochmah,
2011). Di dalam Al-Qur’an, Allah
berulangkali menyebutkan secara khusus
Penggunaan diaper seperti melebihi sebanyak tujuh kali mengenai manfa’at dan
daya tampung, tidak cepat mengganti dan keistimewaan yang luar biasa dari minyak
membersihkan pantat serta kemaluan bayi zaitun, salah satunya dalam firman Allah
setelah buang air kecil atau sebelum surat At-Tin ayat 1-3.
mengganti diaper baru, menggunakan
popok yang ketat hingga minim udara yang

189


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Di dalam minyak zaitun (olive oil) (diaper rash) dan minyak zaitun (olive oil).
terkandung emolien yang berkhasiat untuk Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
meminimalisir infeksi kulit, menenangkan artikel nasional dan internasional yang
dan menjaga elastisitas kulit sehingga berkaitan dengan ruam popok dan minyak
melindungi kulit bayi dari gesekan antara zaitun, terbit dalam 10 tahun terakhir
kulit dengan popok yang lembab akibat (2011-2021) dan merupakan penelitian
kotoran urine dan feses (Setianingsih & primer. Adapun kriteria eksklusi adalah
Hasanah, 2017). Di dalam Olive oil juga artikel tidak full text, dan terdapat duplikasi
terdapat fenol, tokoferol, sterol, pigmen, artikel. Dalam penelitian ini menggunakan
squalene dan vitamin E, yang mana tahapan literature review, yaitu melakukan
kegunaannya dapat meregenerasi kulit yang tahapan identifikasi, screening, penilaian
rusak atau mati, juga melindungi kulit dari kualitas, analisa data, serta menulis hasil
iritasi. analisa data.
METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN

Metode penelitian ini yaitu literature Berdasarkan hasil analisis 10
review atau tinjauan pustaka. Tujuan dari artikel, didapatkan bahwa minyak zaitun
penelitian ini adalah mengkaji tinjauan dapat digunakan sebagai salah satu terapi
literature terhadap pengaruh minyak zaitun topikal alternatif dalam upaya mengatasi
(olive oil) terhadap penyembuhan ruam ruam popok. Terdapat perbedaan yang
popok (diaper rash) pada bayi pengguna signifikan sebelum dan sesudah diberi
diaper. Penelitian ini mencakup variabel perlakuan pemberian minyak zaitun (olive
independent yaitu pemberian minyak zaitun oil) terhadap penurunan derajat ruam popok
dan variabel dependent yaitu iritasi kulit; dengan rata-rata nilai p-value <0,05. Hal ini
ruam popok. Populasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minyak zaitun
berupa artikel nasional dan internasional berpengaruh terhadap penyembuhan ruam
yang berkaitan dengan pengaruh pemberian popok (diaper rash) pada bayi pengguna
minyak zaitun (olive oil) terhadap diaper (Setianingsih & Hasanah, 2017;
penyembuhan ruam popok (diaper rash) Pontoh, 2013; Apriza, 2017; Sebayang &
pada bayi pengguna diaper sejumlah 57 Sembiring,, 2020; Hapsari & Aini, 2019;
artikel dan diperoleh 10 artikel yang sesuai Jelita & Nurulita, 2014; Cahyanto, 2017;
dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Yuliati, 2020; Watti, Dkk., 2014; Wigati &
Pengambilan sampel pada penelitian Sitorus, 2021).
dilakukan dengan cara mengakses beberapa
database, diantaranya Google Scholar, Menurut penelitian Apriza (2017)
Pubmed, Indonesian Scientific Journal ruam popok pada bayi masih dapat
Database (ISJD), dan Portal Garuda, ditemukan, seperti diruang rawat inap anak
dengan menggunakan keyword ruam popok RSUD Bangkinang, dari 7 bayi yang
dirawat, 5 diantaranya mengalami ruam

190


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

popok. Hal tersebut sejalan dengan Berdasarkan analisis fakta, peneliti
penelitian Setianingsih & Hasanah, (2017), beropini bahwa usia mempengaruhi
dimana terdapat peningkatan jumlah bayi kejadian ruam popok karena intensitas
yang menderita ruam popok di BPS Hj. penggunaan popok pada bayi atau anak.
Maslikah S. ST Desa Sokobanah Bayi atau anak usia 0-36 bulan yang
Kabupaten Sampang antara tahun 2016- menggunakan diaper sebagai kebutuhan
2017. Dari 268 bayi usia 0-12 bulan pada sehari-hari sangat beresiko mengalami
tahun 2016 didapatkan 8% bayi menderita ruam popok. Namun, pada usia 6-24 bulan
ruam popok, sedangkan di tahun 2017 dari paling rentan terhadap ruam popok karena
197 bayi yang berusia 0-12 bulan bayi mulai bergerak aktif seperti berguling,
didapatkan peningkatan yaitu 14% bayi duduk tanpa bantuan, merangkak, berdiri
yang menderita ruam popok. bahkan berjalan. Banyak gerakan yang
dilakukan bisa memperburuk diaper rash
Pada penelitian (Yuliati, 2020; karena terjadinya gesekan di antara diaper
Apriza, 2017; Wigati & Sitorus, 2021), dengan kulit.
dengan kategori responden 0-12 bulan
diketahui bahwa mayoritas responden Pontoh (2013) mengemukakan
paling banyak mengalami ruam popok bahwa minyak zaitun mengandung anti
berjenis kelamin laki-laki dengan rentang septik yang memanifestasikan kerentanan
usia 0-6 bulan. pada tipe kulit tertentu, sehingga ruam
popok akan berkurang dan dapat
Penelitian lain dilakukan oleh memberikan kenyamanan pada anak dan
Hapsari & Aini, (2019) dengan kategori daerah perineal pun tetap bersih. Selain itu
responden 0-24 bulan diketahui bahwa vitamin E pada minyak zaitun bermanfaat
sebagian besar responden yang menderita untuk anti oksidan alami dan sebagai
diaper rash berjenis kelamin laki-laki pelindung dari kerusakan yang disebabkan
dengan usia 12 bulan (27,3%) dan 24 bulan oleh paparan polusi dan sinar matahari.
(27,3%). Penelitian tersebut sejalan dengan Vitamin E juga berkhasiat dalam
Watti, Dkk., (2014) dengan kategori mempercepat luka untuk sembuh,
responden 3-24 bulan didapatkan rata-rata menghambat proses penuaan dini,
usia responden yang mengalami ruam memelihara kulit agar lembab dan
popok adalah usia 0-12 bulan (65%). meningkatkan kekenyalan kulit (Hapsari &
Aini, 2019).
Berdasarkan penelitian (Sebayang
& Sembiring, 2020; Jelita, Asih, & Dalam penelitian Setianingsih &
Nurulita, 2014) dengan kategori responden Hasanah (2017) Setelah diberi terapi
0-36 bulan diketahui bahwa kebanyakan minyak zaitun, didapatkan 25 bayi (69,4%)
responden yang menderita diaper rash sembuh dari ruam popok. Berdasarkan hal
berkelamin laki-laki dengan rata-rata usia tersebut, didapatkan adanya pengaruh
12-17 bulan.

191


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

pemberian minyak zaitun terhadap dibandingkan minyak zaitun, minyak
kelapa lebih efektif dalam mencegah
penyembuhan ruam popok pada bayi usia terjadinya dermatitis popok pada bayi dan
anak dengan p value 0,004. Berdasarkan
0-12 bulan dengan nilai p=0,00 <α=0,05. penelitian diketahui bahwa setelah
diberikan intervensi minyak kelapa 27
Menurut Cahyanto (2017) minyak (90%) dari 30 responden sembuh dari
diaper dermatitis. Berbeda pada 30
zaitun yang diberikan pada kelompok responden yang diberikan minyak zaitun,
diperoleh 17 responden (56,7%) tidak
eksperimen menyebabkan perubahan mengalami diaper dermatitis.

derajat ruam, hal ini dikarenakan minyak Menurut Brian (2013 dalam Watti,
Dkk., 2014) membandingkan minyak
zaitun mempengaruhi kelembabkan dan kelapa murni dengan minyak zaitun,
menemukan hasil bahwa minyak kelapa
menutrisi kulit, serta mampu membatasi murni lebih unggul, itu karena kandungan
asam laurat yang tidak terdapat dalam
kontak langsung bakteri dalam tinja dan minyak zaitun. Studi lain yang
dipublikasikan di Malaysia pada tahun 2013
urin dengan kulit. menunjukkan bahwa formula topikal
minyak kelapa dalam basis gel adalah
Menurut asumsi peneliti, apabila pengobatan yang unggul untuk luka dan
infeksi. Namun apabila anak alergi terhadap
secara teratur memberikan minyak zaitun minyak kelapa, minyak zaitun dapat
menjadi alternattif kedua untuk mengatasi
dan mengoleskan secukupnya pada kulit ruam popok.

bayi mampu menangkal dan Berdasarkan analisis fakta dan
teori, peneliti beropini bahwa penyembuhan
menyembuhkan iritasi kulit (ruam popok) ruam popok pada bayi dapat dilakukan
dengan menjaga kelembaban kulit, salah
pada bayi, sebab zat yang terkandung pada satunya dengan memberikan minyak zaitun.
Selain mampu mengurangi gesekan antara
minyak zaitun (olive oil) dapat menjaga kulit dengan popok minyak zaitun juga
mampu mempercepat proses regenerasi
kulit dari iritasi. kulit, mengurangi iritasi, kemerahan, kering
dan juga masalah kulit lainnya. Apabila
Berdasarkan penelitian (Sebayang dioleskan secara rutin dengan frekuensi 2

& Sembiring, 2020; Hapsari & Aini, 2019;

Watti, Dkk., 2014; Jelita & Nurulita, 2014;

Setianingsih & Hasanah, 2017), minyak

zaitun dapat diberikan rutin setiap pagi dan

sore hari selama 3-7 hari. Sebelum diberi

minyak zaitun, bersihkan dulu area yang

tertutup diapers menggunakan air bersih

atau air mengalir. Kemudian gunakan

handuk atau kain halus untuk

mengeringkannya, , oleskan 2-3 tetes

minyak zaitun (olive oil) atau sebanyak 2,5

ml pada area kulit yang terkena ruam,

sebelum diaper dipakai biarkan dulu

minyak zaitun yang sudah dioles pada

daerah yang terkena ruam selama 20 menit.

Dalam penelitian Watti, Dkk.,

(2014) mengemukakan bahwa

192


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak Derajat Ruam Popok Bayi. Jurnal
2,5 ml atau 2-3 tetets, minyak zaitun sangat Penelitian Kesehatan "SUARA
berpengaruh terhadap penyembuhan ruam FORIKES" (Journal of Health
popok pada bayi pengguna diaper. Research" Forikes Voice"), 9(1), 81-
KESIMPULAN DAN SARAN 85.
Hapsari, W., & Aini, F. N. (2019). Olesan
Berdasarkan hasil Literature Review Minyak Zaitun Mengurangi Derajat
mengenai pengaruh minyak zaitun (olive Ruam Popok Pada Anak 0-24
oil) terhadap penyembuhan ruam popok Bulan. Jurnal Sains Kebidanan, 1(1),
(diaper rash) pada bayi pengguna diaper, 25-29.
maka ditarik kesimpulan yaitu pemberian Jelita, M. V., Asih, S. H. M., & Nurulita, U.
minyak zaitun atau olive oil berpengaruh (2014). Pengaruh Pemberian Minyak
terhadap penyembuhan ruam popok. Zaitun (Olive oil) Terhadap Derajat
Minyak zaitun mengandung lemak yang Ruam Popok Pada Anak Diare
berfungsi menjaga kelembaban serta Pengguna Diapers Usia 0-36 Bulan
meminimalisir gesekan yang terjadi antara Di Rsud Ungaran Semarang. Karya
kulit dengan popok yang dapat Ilmiah.
menimbulkan ruam, sehingga dapat Pontoh, A. H. (2013). Pengaruh Pemberian
meningkatkan penyembuhan luka pada Minyak Zaitun (Olive oil) Terhadap
ruam popok. Ruam Popok (Diaper rash) Di Desa
Tebaloan-Gresik.
Disarankan bagi profesi keperawatan, Sebayang, S. M., & Sembiring, E. (2020).
selain digunakan sebagai intervensi mandiri Efektivitas Pemberian Minyak Zaitun
dalam memberikan asuhan keperawatan Terhadap Ruam Popok pada Balita
pada bayi yang mengalami diaper rash, Usia 0-36 Bulan. Indonesian Trust
juga dapat meningkatkan pengetahuan Health Journal, 3(1), 258-264
orang tua mengenai pemberian minyak Setianingsih, Y. A., & Hasanah, I. (2017).
zaitun untuk mengobati dan mencegah Pengaruh Minyak Zaitun (Olive oil)
terjadinya diaper rash. Terhadap Penyembuhan Ruam
DAFTAR PUSTAKA Popok Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di
Desa Sukobanah Kabupaten
Apriza, A. (2017). Pengaruh Pemberian Sampang Madura. Infokes, 7(02), 22-
Minyak Zaitun (Olive oil) Terhadap 27.
Ruam Popok Pada Bayi Di Rsud Watti, A. W. W, Dkk. (2014). Efektifitas
Bangkinang Tahun 2016. Jurnal Minyak Kelapa Dan Minyak Zaitun
Ners, 1(2). Terhadap Pencegahan Diaper
Dermatitis Pada Anak Usia 3 – 24
Cahyanto, H. N. (2017). Perawatan Perianal Bulan Di Rsud Tugurejo Semarang.
Dengan Minyak Zaitun Terhadap Wigati, D. N., & Sitorus, E. Y. (2021). The
Effect Of Use Olive oil On Baby's
Diaper. The Shine Cahaya Dunia
Kebidanan, 6(1).
Yuliati, R. W. (2020). Pengaruh Perawatan
Perianal Hygiene Dengan Minyak
Zaitun Terhadap Pencegahan Ruam
Popok Pada Bayi. Indonesian
Journal of Nursing Health Science
ISSN (Print), 5(2), 117-125.

193


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN
INTENSITAS NYERI PERSALINAN
KALA I FASE AKTIF

Wida Yuliana, Sri Wahyuni Sundari, Melsa Sagita Imaniar
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

[email protected] , 082240488103

ABSTRAK

Nyeri persalinan merupakan pengalam subjektif sensasi fisik yang terkait dengan
bertambahnya kontraksi yang teratur, sering dan kuat. Persepsi nyeri yang tinggi dalam
persalinan dapat menyebabkan respon stres sehingga terjadi peningkatan hormon katekolamin
yang mengarah ke peningkatan frekuensi respirasi, detak jantung, pengurangan energi dan
kelelahan. Manajemen nyeri dalam asuhan persalinan dapat menggunakan berbagai metode
yang ada, salah satu metode yang dapat diterapkan metode non farmakologis salah satu
contohnya endorphine massage. Endorphine Massage merupakan sebuah terapi
sentuhan/pijatan ringan yang efektif diberikan di waktu menjelang hingga melahirkan bertujuan
mengurangi intensitas nyeri. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji 7
artikel penelitian dengan topik yang sama yaitu endorphine massage. Tujuan dari studi literatur
ini adalah untuk mengetahui keefektifan endorphine massage dalam menurunkan intensitas
nyeri persalinan. Hasil studi literatur mengungkapkan bahwa manajemen nyeri persalinan
dengan Endorphin Massage dapat menurunkan skala nyeri persalinan. Hasil dari literatur
review ini manajemen nyeri persalinan non farmakologi efektif digunakan untuk menurunkan
skala nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif.
Kata kunci : Endorphin massage, nyeri, persalinan

ABSTRACT

Labour pain is a subjective experience of physical sensations associated with increased
regular, frequent and strong contractions. The perception of high pain in childbirth can lead to
a stress response resulting in an increase in catecholamine hormones leading to increased
frequency of respiration, heart rate, energy reduction and fatigue. Pain management in
childbirth care can use a variety of methods, one of the methods that can be applied non-
pharmacological method one example endorphine massage. Endorphine Massage is a touch
therapy / light massage that is effectively given in the time leading up to childbirth aimed at
reducing the intensity of pain. This research method is a literature study by reviewing 7
research articles on the same topic, endorphine massage. The purpose of this literature study is
to determine the effectiveness of endorphine massage in lowering the intensity of labor pain.
The results of the literature study revealed that the management of labor pain with Endorphin
Massage can decrease the scale of labor pain. The result of non-pharmacological pain
management is effectively used to reduce the scale of labor pain in maternity mothers when I is
active phase.

Keywords : Endorphine massage, labour, pain

PENDAHULUAN selalu dibarengi dengan timbulnya rasa
Persalinan merupakan proses ketika nyeri, Nyeri pada persalinan kala I
merupakan hal yang lazim atau fisiologis.
janin dan hasil konsepsi dikeluarkan (Walyani & Purwoastuti, 2016)
sebagai akibat dari kontraksi yang teratur,
progresif, sering dan kuat. Proses persalinan

194


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

Nyeri persalinan merupakan kortisol, dan katekolamin
(adrenalinnonadrenaline) yang dihasilkan
pengalaman subjektif seseorang tentang tubuh berfungsi untuk mengurangi stres dan
menghilangkan rasa nyeri. Endorphin
sensasi fisik yang berkaitan dengan massage adalah sebuah terapi
sentuhan/pijatan ringan yang cukup penting
kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan diberikan pada wanita hamil, di waktu
menjelang hingga saatnya melahirkan. Hal
serviks, serta penurunan janin selama ini disebabkan karena pijatan merangsang
tubuh untuk melepaskan senyawa
persalinan. Respon fisiologis terhadap nyeri endorphin yang merupakan pereda rasa
sakit dan dapat menciptakan perasaan
diantaranya meliputi peningkatan tekanan nyaman. (Hendri P. L Tobing, Renny
Sinaga, 2020)
darah, denyut nadi, pernapasan, keringat,
Berdasarkan latar belakang tersebut
diameter pupil, dan ketegangan otot. maka tujuan telaah pustaka ini adalah untuk
Mengetahui keefektivan Endorphine
(Fitriahadi & Utami, 2019) Massage Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif.
Nyeri persalinan dapat METODE PENELITIAN

menimbulkan stres yang menyebabkan Cara yang digunakan dalam
mencari artikel menggunakan bahasa
pelepasan hormon yang berlebihan seperti indonesia dan inggris yang relevan dengan
topik. Pencarian dilakukan melalui data
katekolamin dan steroid. Hormon yang base penelitian seperti google scholar dan
melalui website jurnal yang terindex sinta
dapat menyebabkan terjadinya ketegangan maupun tidak terindex sinta, Antara lain
Jurnal Kebidanan, Jurnal Ilmu Kesehatan,
otot polos dan vasokonstriksi pembuluh Jurnal SMART Kebidanan, Jurnal
Keperawatan dan Jurnal Care. Keyword
darah. Hal ini dapat mengakibatkan yang digunakan adalah “Endorphine
Massage”, “Pain/ nyeri”, dan
penurunan kontraksi uterus, penurunan “labour/persalinan”.Artikel yang digunakan
dalam studi literature ini sebanyak 7 artikel
sirkulasi uteroplasenta, pengurangan aliran (6 artikel nasional dan 1 artikel
internasional).
darah dan oksigen ke uterus, serta
Artikel pertama merupakan
timbulnya iskemia uterus yang membuat

impuls nyeri bertambah banyak. (Wiwi

Wardani Tanjung, 2019)

Secara umum ada dua metode yang

dapat mengurangi intensitas nyeri

persalinan, diantaranya metode

farmakologis dan metode non farmakologis.

Metode farmakologis contohnya seperti

obat-obatan, sedangkan metode

nonfarmakologis seperti teknik pernapasan,

relaksasi, musik, aromaterapi,

hypnobirthing dan massage. (Fitriana &

Putri, 2017)

Endorphine merupakan

polipeptida-polipeptida yang terdiri atas 30

unit asam amino. Opioid dan hormon

penghilang stress seperti kortikotrofin,

195


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

penelitian yang dilakukan Mercy dkk yang mengalami nyeri persalinan.
Kesimpulan pada penelitian ini terdapat
(2020) yang berjudul “Pengaruh pengaruh massage endorphin terhadap
nyeri persalinan kala I fase aktif di Bidan
Endorphine Massage Terhadap Intensitas Praktik Mandiri (BPM) Setia. Diperoleh
nilai ρ=0,014 (ρ<0,05). (Atika Dewie,
Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Dilatasi 2020)

Maksimal” dilakukan di Kota Palu dengan Artikel ketiga merupakan penelitian
yang dilakukan Flora dkk (2019) yang
30 responden, menggunakan metode berjudul “Endorphhine Massage and
Effleurage Massage as a Management of
penelitian Preeksperimen dengan Labour Pain on The Active First Stage of
Primigravida at Independent Midwife
rancangan one group pretest and postest Practice in Cimahi” dilakukan di Cimahi
dengan 30 responden, menggunakan
design, nyeri persalinan diukur dengan metode penelitian Quasi Eksperimen
dengan desain pra dan posttest,
menggunakan alat wong baker face rating menggunakan lembar pretest dan posttest.
30 menit pijat di bagian belakang punggung
scale, ibu beralin mengisi kuisioner, dan yang dimulai pada pembukaan serviks 7cm
ke luar menuju sisi tulang rusuk selama 30
lembar observasi. Endorphine Massage menit. Hasil penelitian menunjukkan ada
kecenderungan untuk mengurangi intensitas
dilakukan pada saat fase aktif dilatasi nyeri rata-rata 0,993 pada ibu tahap pertama
primigravida pada fase aktif sebelum dan
maksimal pembukaan 4-9cm, Menilai skala sesudah pijat endorphin. (Flora Honey
Darmawan, 2019)
nyeri sebelum dilakukan intervensi kepada
Artikel ke empat merupakan
responden kemudian menilai hasil skala penelitian yang dilakukan oleh Benny dkk
(2019) yang berjudul “Pengaruh Massage
nyeri setelah diberikan perlakuan. Hasil Endorphin Terhadap Intensitas Nyeri
Persalinan Kala I” dilakukan di Yogyakarta
penelitian ini menunujukkan bahwa dengan responden sebanyak 22,
menggunakan metode penelitian rancangan
terdapat pengaruh endorphin massage one group pretest posttest, dengan
menggunakan alat Wong Baker Faces Pain
terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif Rating Scale, Lembar pretest dan posttest.

dilatasi maksimal di Bidan Praktik Mandiri

Setia, diperoleh nilai ρ adalah 0,000.

(Mercy Joe Kaparang, 2020)

Artikel kedua merupakan penelitian

yang dilakukan Atika dkk (2020) yang

berjudul “Efektifitas Deep Back Massage

dan Massage Endorphin Terhadap

Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Di BPM

Setia” dilakukan di Bidan Praktik Mandiri

Setia, Kota Palu dengan 30 responden,

menggunakan metode penelitian Pra

eksperimen dengan jenis two group pretest

posttest, pengukuran skala nyeri

menggunakan alat Wong-Baker FACES

Pain Rating Scale. Massage dilakukan

selama 30 menit dilakukan pijatan lembut

pada punggung ibu bersalin kala I fase laten

196


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

1) Pasien dalam posisi berbaring miring desain pre dan posttest menggunakan alat
atau duduk lembar pretest dan posttest, Pijat endorphin
dilakukan selama 15 menit, Sentuhan dan
2) Pasien dianjurkan untuk menarik nafas pijatan halus dan ringan diberikan agar ibu
secara perlahan sambil memejamkan merasa lebih tenang dan rileks. Ada
mata pengaruh intensitas nyeri terhadap pijat
endorphin sebelum 5 menit dan setelah 5
3) Pasangan melakukan pijatan lembut dan menit dilakukan pijat endorphin (ρ value
ringan dari leher membentuk huruf V 0,006 < 0,05). (Fitriana, 2017)
kearah tulang rusuk
Artikel ke tujuh merupakan
4) Meneruskan pijatan sampai bagian penelitian yang dilakukan oleh Yeni dkk
punggung (2017) dengan judul “Perbedaan Metode
Deep Back Massage dan Metode
5) Menganjurkan suami untuk berkata Endorphine Massage Terhadap Intensitas
lembut. (Karuniawati, 2019) Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di
Artikel ke lima merupakan Puskesmas PONED Plered Kabupaten
Cirebon Tahun 2017” dengan 30
penelitian yang dilakukan oleh Leny dkk responden, menggunakan metode penelitian
(2017) yang berjudul “Terapi Endorphin quasieksperiment design dengan pretest-
Massage untuk Menurunkan Intensitas posttest group design, menggunakan
Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan” dengan lembar pretest dan posttest, lembar skor
30 responden, menggunakan metode intensitas nyeri. Serviks dalam keadaan
penelitian quasi experimental design pembukaan 4-7cm.
menggunakan alat Instrument checklist. 1) Ibu bersalin mengisi skor intensitas
Berikan sentuhan/pijatan ringan pada ibu
bersalin kala I fase Aktif sampai menjelang nyeri sebelum diberikan endorphin
persalinan buat sentuhan/ pijatan yang massage
nyeman sehingga ibu bersalin kala I fase 2) Ibu dengan posisi berbaring miring atau
aktif merasa rileks dan nyaman. Hasil duduk sesuai dengan kenyamanan ibu.
Penelitian ada pengaruh pemberian Terapi Anjurkan ibu untuk menarik napas yang
endorphin massage terhadap intensitas dalam lalu keluarkan dengan lembut
nyeri kala I fase aktif persalinan yaitu sambil memejamkan mata, sementara
didapatkan hasil ρ <0,05 yaitu ρ=0,004. pendamping persalinan mengelus
(Rr. Catur Leny W, 2017) permukaan luar ibu dengan lembut
sampai ke bagian leher
Artikel ke enam merupakan 3) Lakukan sentuhan lembut kurang lebih
penelitian yang dilakukan oleh Fitriana dkk selama 5 menit
(2017) yang berjudul “Pengaruh Pijat 4) Setelah dilakukan intervensi ibu bersalin
Endorphin (Endorphine Massage) Terhadap
Intensitas Nyeri Kala I Pada Ibu Primipara”
dengan 30 responden, menggunakan
metode penelitian quasi eksperimen dengan

197


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

mengisi kembali skor intensitas nyeri Terdapat metode yang dapat

sesudah diberikan metode endorphin mengurangi intensitas nyeri persalinan,

massage. (Yeni Fitrianingsih, 2017) diantaranya metode farmakologis dan

HASIL DAN PEMBAHASAN metode non farmakologis. Metode

Berdasarkan hasil literatur review farmakologis contohnya seperti obat-obatan
yang telah dipaparkan tidak semua artikel sedangkan metode non farmakologis
menjelaskan hasil penelitian tentang contohnya teknik pernapasan, relaksasi,
endorphine massage tetapi ada juga musik, aromaterapi, hypnobirthing dan
kombinasi antara endorphine massage massage. (Aprilia, 2017 dalam artikel
dengan deep back massage, effleurage (Atika Dewie, 2020)).
massage dan belly dance sehingga dapat
digunakan sebagai dasar telaah pustaka Dalam tubuh manusia terdapat
artikel penelitian. hormon endorphin yang apabila dirangsang
pengeluarannya akan memberikan efek
Dari tujuh artikel yang di review 4 dalam mengurangi intensitas nyeri
diantaranya menggunakan metode quasi persalinan. Endorphin merupakan hormon
experiment dengan desain pre dan posttest atau senyawa yang secara alami terdapat
dan 3 menggunakan metode pre eksperimen pada tubuh manusia diproduksi oleh sistem
dengan rancangan one group pretest and saraf pusat dan kelenjar hipofisis. Salah
postest design. Penilaian skala nyeri satu cara untuk merangsang pengeluaran
menggunakan wong baker face rating hormone endorphin dalam tubuh dengan
scale. cara endorphine massage. (Kuswandi, 2011
(Karuniawati, 2019)).

Endorphine massage merupakan

teknik sentuhan atau pemijatan ringan yang

dapat menormalkan denyut jantung dan

Terdapat persamaan dan perbedaan tekanan darah, serta membuat kondisi ibu
prosedur pelaksanaan endorphine massage bersalin rileks dan dapat menimbulkan
pada setiap artikel yang di review. Lima perasaan nyaman melalui sentuhan dan
artikel menyebutkan secara umum pijatan di punggung. Massase pada daerah
pelaksanaan pijatan lembut pada bagian punggung bekerja dengan memberikan
punggung, sedangkan dua artikel pengaruh paling baik untuk jangka waktu
menyebutkan prosedur secara mendetail. yang singkat dalam mengatasi nyeri intensif
hanya berlangsung beberapa menit,
Hasil penelitian rata-rata skala misalnya saat menunggu persalinan. Selain
nyeri sebelum di lakukan endorphine memberikan efek rileks dan pengeluaran
massage berada pada skala berat namun hormon endorphin, ternyata pijatan ringan
setelah di lakukan endorphine massage atau sentuhan ringan juga dapat
skala nyeri menurun menjadi skala sedang.

198


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

merangsang pengeluaran homon oksitosin persalinan kala i.

yang berperan dalam kontraksi persalinan. Mercy Joe Kaparang, S. E. H. (2020).

(Antik, 2017 dalam artikel (Mercy Joe Pengaruh Endorphine Massage

Kaparang, 2020)). Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan

KESIMPULAN DAN SARAN Kala I Fase Aktif Dilatasi Maksimal.

Setelah dilakukan telaah pustaka, Jurnal Kebidanan, Vol.10, No, 70.

didapatkan hasil bahwa endorphin massage Rr. Catur Leny W, M. (2017). Terapi

efektif untuk mengurangi intensitas nyeri Endorphin Massage untuk

persalinan kala I pada ibu bersalin. Menurunkan Intensitas Nyeri Kala I

Saran yang dapat diberikan sebagai Fase Aktif Persalinan. 4 No.2, 2–6.

bidan diharapkan dapat mengaplikasikan www.stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index

endorphine massage di kala I untuk .php/sjkb

mengurangi nyeri persalinan. Walyani, E. S., & Purwoastuti, E. (2016).

DAFTAR PUSTAKA Asuhan Kebidanan Persalinan & Bayi

Atika Dewie, M. J. K. (2020). Efektifitas Baru Lahir (1st ed.).
Deep Back Massage dan Massage
Endorphin Terhadap Intensitas Nyeri PUSTAKABARUPRESS.
Kala I Fase Aktif di BPM Setia.
Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol.14 No., Wiwi Wardani Tanjung, A. A. (2019).
44–45.
Efektifitas Endorphin Massage
Fitriahadi, E., & Utami, I. (2019). Buku
Ajar Asuhan Persalinan & Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan
Managemen Nyeri Persalinan.
Kala I pada Ibu Bersalin. Jurnal
Fitriana, N. A. P. (2017). Pengaruh Pijat
Endorphin (Endorphin Massage) Kesehatan Ilmiah Indonesia, 4 No.2,
Terhadap Intensitas Nyeri Kala I Pada
Ibu Primipara. Jurnal Keperawatan, 49–50.
XIII, No., 31–33.
Yeni Fitrianingsih, V. A. P. (2017).
Fitriana, & Putri, N. A. (2017). Pengaruh
Pijat Endorphin (Endorphine Perbedaan Metode Deep Back
Massage) Terhadap Intensitas Nyeri
Kala I Pada Ibu Primipara. XIII, 31. Massage Dan Metode Endorphin

Flora Honey Darmawan, D. W. (2019). Massage Terhadap Intensitas Nyeri
Endorphin Massage and Effleurage
Massage as a Management of Labour Persalinan Kala I Fase Aktif Di
Pain on The Active First Stage of
Primigravida at Independent Midwife Puskesmas PONED PLERED
Practice in Cimahi. 3. No 1, 46–49.
Kabupaten Cirebon Tahun 2017.
Hendri P. L Tobing, Renny Sinaga, K. S.
(2020). Pengaruh Belly Dance Jurnal Care, 5.
Dikombinasikan dengan Pijat
Endorphin Terhadap Pengurangan
Rasa Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I.
Jurnal Ilmiah Pannmed, 15, 110.

Karuniawati, B. (2019). pengaruh massage
endhorpin terhadap intensitas nyeri

199


Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI
PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER III

Elza Amelia, Melsa Sagita Imaniar, Risa Nuryuniarti
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
([email protected], 081282659662)

ABSTRAK

Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami sekitar 60%-90% ibu hamil
pada trimester III. Jika nyeri punggung ini dibiarkan maka dapat memicu stress, perubahan
mood dan gangguan tidur bahkan keadaan terparahnya adalah kesulitan untuk berjalan.
Kompres hangat merupakan suatu penatalaksanaan nyeri punggung secara non farmakologi
yang memberikan rasa nyaman, mengurangi atau meredakan nyeri, mencegah kram pada otot
dan memberikan rasa hangat.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kompres
hangat dalam mengurangi nyeri punggung ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan
adalah literature review, pencarian dengan electronic data base. Tahun jurnal yang digunakan
dibatasi 2017-2021. Berdasarkan literature review dari 5 jurnal kompres hangat terbukti efektif
untuk menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.

.
Kata kunci : Kehamilan, Nyeri punggung, Kompres hangat.

ABSTRACT

Back pain is a complaint that is often experienced by around 60%-90% of pregnant
women in the third trimester. If this back pain is left unchecked, it can trigger stress, mood
changes and sleep disturbances and even the worst situation is difficulty walking. Warm
compress is a non-pharmacological management of back pain that provides comfort, reduces or
relieves pain, prevents muscle cramps and provides a sense of warmth. The purpose of this
study was to determine the effectiveness of warm compresses in reducing back pain in third
trimester pregnant women. The method used is a literature review, searching with an electronic
database. The journal year used is limited to 2017-2021. Based on a literature review of 5
journals, warm compresses have been shown to be effective in reducing back pain in third
trimester pregnant women.

Keywords : Pregnancy, Back pain, Warm compress.

PENDAHULUAN adanya faktor yang memengaruhinya yaitu
Menurut Prawirohardjo yang dikutip fisik, psikologis, lingkungan social budaya,
dan ekonomi (Nanny, 2011).
oleh Sari (2020) kehamilan adalah keadaan
dimana seorang wanita sedang mengandung Faktor fisik yaitu kesiapan fisik
janin yang ada didalam rahimnya selama 9 dalam menerima perubahan pada tubuh,
bulan. ((Sari et al., 2020)). faktor psikologis berhubungan dengan
emosioal dan stress ibu hamil yang
Kehamilan adalah bagian dari proses tentunya lebih rentan (Mitayani, 2011).
kehidupan wanita yang menyebabkan
berbagai macam perubahan. Perubahan- Dari berbagai masalah yang biasa
perubahan tersebut tidak terlepas dari dialami ibu hamil nyeri punggung

200


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

merupakan masalah yang sering dikeluhkan nyeri sehingga nyeri bisa diatasi (Imaniar &

60%-90% ibu hamil di Indonesia Sundari, 2020). Metode non farmakologi

(Purnamasari, 2019). Menurut Yuspina ini mempunyai keuntungan dengan tidak

yang dikutip oleh Sari (2020) sekitar 50 % menimbulkan efek samping apapun yang

ibu hamil di Inggris dan Skandinavia membahayakan sehingga sangat aman

mengalami nyeri punggung yang signifikan. untuk digunakan oleh ibu hamil. Tujuan

Sementara di Indonesia sekitar 70% ibu penelitian ini adalah untuk mengetahui

hamil menderita nyeri pada masa akhir efektifitas kompres hangat untuk

kehamilannya (Sari et al., 2020). mengurangi nyeri punggung ibu hamil

Dengan bertambahnya usia trimester III.

kehamilan, bentuk tubuh wanita akan

berubah untuk mengimbangi beratnya METODE PENELITIAN
rahim, karena penonjolan perut yang Penelitian ini menggunakan metode
meningkat, bahu ditarik kebelakang untuk
menjaga keseimbangan tubuh, dan tulang studi literature dengan bersumber pada
belakang ditekuk ke depan secara berlebih. teori-teori dan hasil penelitian yang telah
Fleksibilitas sendi sakroiliaka setelah dipublikasikan dalam jurnal, artikel, dan
perubahan bentuk tubuh menyebabkan tinjauan pustaka secara elektronik (digital
peningkatan nyeri punggung setelah adanya book maupun e-journal) yang terindeks
tekanan berlebih (Purnamasari, 2019). SINTA melalui Google Schoolar dengan
Tekanan kepala janin pada tulang punggung keyword : nyeri punggung ibu hamil
juga menyebabkan nyeri punggung selama trimester III, kompres hangat, low back
kehamilan (Richard, 2017). Bila nyeri pain, pregnancy, warm compress.
tidak segera diobati akan memicu stress dan Kemudian melakukan screening jurnal atau
perubahan mood pada wanita hamil, juga artikel berdasarkan tahun 2017-2021.
mempengaruhi kualitas tidur yang dapat Artikel yang dijadikan review sebanyak 5
memperburuk keadaan rasa sakit (Imaniar artikel nasional.
& Sundari, 2020). Kondisi yang lebih parah
ketiks nyeri punggung sudah menyebar ke Artikel pertama oleh Melsa Sagita
pelvis dan lumbal yang menyebabkan Imaniar dan Sri Wahyuni Sundari (2020) di
kesulitan berjalan sehingga membutuhkan Puskesmas Bungursari. Metode penelitian
bantuan saat berjalan(Richard, 2017). quasi eksperimen dengan desain pre dan
Kompres hangat merupakan suatu upaya post test control group. Sampel diambil
penanganan nyeri punggung secara non secara consecutive sampling didapatkan 21
farmakologis yang menghasilkan efek ibu hamil trimester III. Sample dibagi dua
relaksasi dan memperlancar aliran darah yaitu kelompok kasus dan control.
pada bagian otot yang tegang penyebab Berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon
setelah dilakukan kompres hangat
didapatkan nilai p=0,0001. Dapat

201


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

disimpulkan bahwa terdapat pengaruh sebelum dilakukan intervensi 3,5 hingga 2,3
pemberian kompres hangat dalam dan perbedaan rata-rata adalah 1,2. Karena
mengurangi nyeri punggung ibu hamil kompres hangat memiliki nilai rata-rata
trimester III. yang lebih besar dari akupresure, maka
dapat disimpulkan bahwa dibandingkan
Artikel kedua merupakan penetilian dengan akupresure, kompres hangat lebih
Amalia et al., (2020). Penelitian ini efektif dalam mengurangi nyeri punggung
mengadopsi desain Quasi Eksperimental ibu hamil trimester III.
design non-equivalent control group study
design, dan teknik sampling purposive Artikel keempat merupakan
sampling menggunakan alat ukur Numeric penelitian Hakiki et al., (2017) di
Rating Scale (NRS) untuk memperoleh 30 Puskesmas Pisangan-Ciputat. Jenis
orang responden. Hasil penelitian penelitian ini adalah quantitative Quasi
didapatkan rata-rata intensitas nyeri Experiment, kelompok non-equivalent one
kelompok eksperimen 4,53 pada pre-test group only pre-post test. Teknik
dan post-test yaitu 3,07 dengan selisih 146, pengambilan sampel dengan purposive
sedangkan pre-test kelompok control 4,40 sampling digunakan untuk memperoleh 17
dan post-test 4,07. Tidak ada perbedaan responden yang mengalami nyeri
signifikan pada kelompok control. Oleh punggung. Sebelum intervensi, VAS
karena itu diketahui bahwa kompres hangat digunakan untuk pengukuran nyeri. Hasil
efektif untuk menurunkan nyeri punggung yang diperoleh sebelum dilakukan
pada ibu hamil trimester III, p value = intervensi sebesar 5,06 dan setelah
0,001. dilakukan intervensi sebesar 2,35 sehingga
dapat disimpulkan bahwa kompres hangat
Artikel ketiga merupakan penelitian dapat mengurangi nyeri punggung ibu
Sari et al., (2020). Metode yang digunakan hamil trimester III.
dalam jenis pre-experimental adalah pre-
test post-test group design. Teknik Pada artikel kelima merupakan
pengambilan sampel dengan purposive penelitian Richard (2018) di Puskesmas
sampling diperoleh 30 responden, terdiri Pesantren I Kediri. Penelitian menggunakan
dari 15 responden mendapat intervensi desain quasy eksperimen tipe non-
kompres hangat dan 15 responden yang equivalent control group design
mendapat intervensi akupresure. Sebelum pengambilan sampel dengan purposive
intervensi, Visual Analog Scale (VAS) sampling diperoleh 30 reponden dengan 15
digunakan untuk mengukur tingkat nyeri. responden diberi intervensi teknik
Untuk hasil kompres hangat nilai rata-rata effleurage dan 15 responden diberi kompres
sebelum dilakukan intervensi adalah 4,5 hangat. Setelah dilakukan kompres
dan rata-rata setelah itervensi 2,2 dengan penurunan nyeri punggung 2,3. Pada teknik
selisih 2,3. Dalam akupresure, rata-rata effleurage diperoleh penurunan nyeri

202


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

menjadi 2,3. Dengan ini dapat disimpulkan Teknik kompres hangat mampu
bahwa dibandingkan dengan teknik merangsang kulit sehingga memberikan
effleurage, kompres hangat lebih efektif efek kenyamanan, mengurangi atau
dalam penurunan nyeri punggung ibu hamil meredakan nyeri, dan mencegah kram pada
trimester III. otot. Panas yang dirasakan dapat
menghambat impuls nyeri ke sumsum
HASIL DAN PEMBAHASAN tulang belakang dan otak. Selain itu, dapat
Dari hasil literature review semua membantu memperbaiki kekurangan
oksigen pada jaringan tubuh akibat tekanan
artikel membahas mengenai kompres (Imaniar & Sundari, 2020). Peneliti lain
hangat sehingga dapat digunakan sebagai (Amalia et al., 2020) menyebutkan bahwa
dasar dari review jurnal penelitian. Dari 5 kompres hangat menyebabkan tubuh
jurnal yang dipaparkan 4 diantaranya manusia menghasilkan respon fisiologis
menggunakan metode eksperimen dan terhadap panas yang menyebabkan
terdapat 1 jurnal menggunakan metode kekentalan darah menurun dan metabolisme
deskriptif. jaringan meningkat serta membawa
kenyamanan dan rileksasi pada tubuh
Pengukuran nyeri punggung yang sehingga nyeri tidak lagi dirasakan.
digunakan pada sebagian artikel Pemberian kompres hangat menyebabkan
menggunakan Visual Analog Scale (VAS) transmisi nyeri menjadi tertutup sehingga
dan sebagaian lain menggunakan Numeric cortex cerebri tidak dapat menerima sinyal
Rating Scale (NRS). nyeri karena nyeri sudah diblok oleh rasa
hangat yang mencapai otak lebih dulu. Hal
Kompres hangat dapat dilakukan ini diperkuat dengan penelitian yang
menggunakan handuk yang dicelupkan dilakukan oleh (Sari et al., 2020) yang
kedalam wadah berisi air hangat lalu membandingkan keefektivan kompres
diperas ataupun botol, dan buli-buli yang hangat dengan akuppresure dalam
diisi air hangat. Pengompresan dilakukan mengurangi nyeri punggung ibu hamil
pada bagian tubuh atau punggung yang trimester III. Dan terbukti bahwa kompres
sakit (Sari et al., 2020). Pada pemilihan hangat lebih efektif dibandingkan
suhu rata-rata menggunakan 36°c sampai akuppresure dengan selisih mean lebih
50°c dengan lama pengompresan kisaran besar pada kelompok kompres hangat.
10-15 menit. Dengan hasil penelitian Kompres hangat bekerja dengan mengirim
terdapat penurunan skala nyeri sesudah sinyal melalui sumsum tulang belakang ke
diberikannya kompres hangat. hipotalamus sehingga pembuluh darah
membesar. Pembuluh darah yang membesar
Kompres hangat ini termasuk pada akan meningkatkan sirkulasi darah
penanganan nyeri secara non farmakologi.
Ini dinilai aman dan cukup efektif karena
tidak memberikan efek samping apapun
yang dapat merugikan ibu dan juga janin.

203


Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨

mengoksigenisasi kebagian tubuh yang Imaniar, M. S., & Sundari, S. W. (2020).
diberikan kompres hangat untuk Effectiveness Of Warm Compress
mrengurangi rasa sakit. In Reducing Low Back Pain During
The Third Trimester. 09(02), 3.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan literature review dari 5 Mitayani. (2011). Asuhan Keperawatan
Maternitas. Salemba Medika.
jurnal dapat disimpulkan bahwa kompres
hangat efektif dalam mengurangi nyeri Nanny, V. (2011). Asuhan Kebidanan Pada
punggung ibu hamil trimester III. Hal ini Ibu Nifas. Salemba Medika.
ditunjukkan dengan terdapat perubahan
yang signifikan setelah diberikannya Purnamasari, K. D. (2019). Nyeri
kompres hangat. Oleh karena itu Punggung Bawah Pada Ibu Hamil
diharapkan tenaga kesehatan terutama Trimester II Dan III. Journal of
bidan dapat menerapkan asuhan kepada ibu Midwifery and Public Health, 1(1),
hamil yang mengalami nyeri punggung 9.
dengan menggunakan kompres hangat https://doi.org/10.25157/jmph.v1i1.
karena tidak adanya efek samping yang 2000
dapat membahayakan ibu dan juga janin.
Richard, S. D. (2017). Tehnik Effeurage
DAFTAR PUSTAKA Dan Kompres Hangat Efektif
Amalia, A. R., Dewi, A. P., & Erika. Menurunkan Nyeri Punggung Ibu
Hamil. 2018, 2(Vol 10 No 2
(2020). Efektivitas Kompres (2017): Jurnal STIKES).
Hangat terhadap Intensitas Nyeri
Punggung pada Ibu Hamil Sari, L. P., Pratama, M. C., & Kuswati, K.
Trimester III. 3(1), 8. (2020). Perbandingan Antara
Kompres Hangat dan Akupressure
untuk Menurunkan Nyeri
Punggung Bawah Ibu Hamil
Trimester III. Jurnal Kebidanan
dan Kesehatan Tradisional, 5(2),
117–125.
https://doi.org/10.37341/jkkt.v5i2.1
49

204


Click to View FlipBook Version