The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mempelajari tentang perawatan mesin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by otomotifsmkpiri1yk, 2021-11-27 01:20:35

perawatan mesin

mempelajari tentang perawatan mesin

2019
SMK/MAK

jilid 1

Perawatan
dan Perbaikan
Mesin Otomotif

bidang keahlian Teknologi dan Rekayasa Teknik dan Manajemen
program keahlian Teknik Otomotif Perawatan Otomotif

Sri Lestari
Fajar Suryadi
Suharto

PERAWATAN DAN PERBAIKAN REDAKSIONAL
MESIN OTOMOTIF

Pengarah:
Direktur Pembinaan SMK
Kepala Sub Direktorat Kurikulum
Kepala Seksi Penilaian
Kepala Seksi Pembelajaran
Penulis
Dra. Sri Lestari
Fajar Suryadi
Suharto
Pengendali Mutu
Winih Wicaksono
Penyunting:
Rais Setiawan
Erna Fauziah
Editor:
Dra. Nur Aini Farida
Desain Sampul
Sonny Rasdianto
Layout/Editing
Rifda Ayu Satriana
Apfi Anna Krismonita
Ratna Murni Asih

TEKNIK DAN MANAJEMEN iii
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

KATA PENGANTAR

KA TA PENGANTAR

Dalam menyediakan referensi materi pembelajaran bagi guru dan peserta didik
di SMK, Direktorat Pembinaan SMK berupaya menyediakan bahan ajar kejuruan
yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK pada mata pelajaran C2 dan
CJ dari 142 kompetensi keahlian yang ada pada Perdirjen Dikdasmen
Nomor 06/D.DS/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/
MAK dan Struktur Kurikulum 2013 sesuai Perdirjen Dikdasmen Nomor 07/D.
DS/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 ten tang Struktur Kurikulum SMK/MAK.

Bah an ajar yang disusun pad a tahun anggaran 2019 diharapkan
dapat rnenumbuhkan motivasi belajar bagi peserta didik maupun guru kejuruan
di SMK. Karena bahan ajar yang telah disusun ini selain menyajikan materi secara
tertulis, juga dilengkapi dengan beberapa materi yang bersifat interaktifdengan
penggunaan tautan pencarian yang dapat mernperluas pernahaman individu yang
menggunakannya.

Bahan ajar kejuruan yang disusun pada tahun 2019 ini disusun oleh para
guru kejuruan di SMK yang telah berpengalalaman menyelenggarakan proses
pembelajaran sesuai dengan kompetensi keahlian masing-rnasing. Oleh karena itu,
diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru yang mengarnpu m a t a pelajaran yang
sama pada program keahlian sejenis di SMK seluruh Indonesia.

Kepada para guru penyusun bahan ajar kejuruan yang telah mendedikasikan
waktu, kompetensi, clan perhatiannya, Direktorat Pembinaan SMK menyampaikan
ucapan terimakasih. Diharapkan karya ini bukan merupakan karya terakhir, namun
seterusnya akan dilanjutkan dengan karya-karya berikutnya, sehingga SMK
rnempunyai guru-guru yang procluktif dan kreatif dalam menyumbangkan
pemikiran, potensi dan kornpetensinya bagi pengembangan pernbelajaran di SMK.

SMK Bisa! SMK Hebat!

iv TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas tersusunnya buku
teks ini, dengan harapan dapat digunakan sebagai buku teks untuk siswa Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa, Teknik dan
Manajemen Perawatan Otomotif.

Penerapan kurikulum 2013 megacu pada paradigma belajar kurikulum abad
21 menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran (teaching) menjadi
BELAJAR (learning), dari pembelajaran yang berpusat kepada guru (teachers-centered)
menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-centered), dari
pembelajaran pasif (pasive learning) ke cara belajar peserta didik aktif (active learning-
CBSA) atau Student Active Learning-SAL.

Buku teks ″Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif″ ini disusun berdasarkan
tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan
berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar
kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis peningkatan
keterampilan proses sains.

Penyajian buku teks untuk Mata Pelajaran ″ Perawatan dan Perbaikan Mesin
Otomotif ″ ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat melakukan
proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai
aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan
eksperimen ilmiah (penerapan scientifik), dengan demikian peserta didik diarahkan
untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru
secara mandiri.

Untuk itu kami berharap dengan mempelajari buku ini peserta didik dapat
melaksanakan perawatan,perbaikan dan overhaul untuk Mata Pelajaran Perawatan
dan Perbaikan Mesin Otomotif bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jakarta, 2 Oktober 2019

Sri Lestari
Fajar Suryadi
Suharto

TEKNIK DAN MANAJEMEN v
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................... iv
PRAKATA................................................................................................................... v
DAFTAR ISI................................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL....................................................................................................... xxii
PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU............................................................................ xxiii
PETA KONSEP BUKU............................................................................................... xxv
APERSEPSI............................................................................................................ xxvi
BAB I PERAWATAN BERKALA SISTEM UTAMA ENGINE DAN MEKANISME KATUP........... 1

A. Komponen-Komponen Engine dan Mekanisme Katup.................................... 4
B. Pemeriksaan Sistem Utama Engine Mekanisme Katup..................................30
BAB II PERAWATAN BERKALA SISTEM PELUMASAN...................................................45
A. Pengertian Sistem Pelumasan.......................................................................46
B. Fungsi Pelumasan..........................................................................................49
C. Komponen Sistem Pelumasan.......................................................................50
D. Prinsip kerja sistem pelumasan ....................................................................60
E. Minyak Pelumas Mesin..................................................................................60
F. Sistem Penyaringan Minyak Pelumas.............................................................62
BAB III PERAWATAN BERKALA SISTEM PENDINGINAN...............................................71
A. Macam Sistem Pendinginan..........................................................................72
B. Komponen Sistem Pendingin Air...................................................................75
C. Pemeriksaan sistem pendinginan.................................................................84
BAB IV PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN KONVENSIONAL /
KARBURATOR.......................................................................................................... 99
A. Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional..........................................100
B. Perawatan sistem bahan bakar bensin Konvensional..................................120
BAB V MEMBUAT DATA PERAWATAN BERKALA MESIN KENDARAAN RINGAN...........135
A. Fungsi Perawatan.........................................................................................136
B. Tujuan Servis berkala .................................................................................137
C. Waktu Servis berkala...................................................................................137
D. Prosedur Perawatan Berkala ......................................................................138
BAB VI MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME KEPALA SILINDER DAN
KELENGKAPANNYA................................................................................................175
A. Fungsi Kepala Silinder.................................................................................177
B. Komponen-Komponen Kepala Silinder.......................................................178
C. Pemeriksaan Komponen-Komponen Kepala Silinder dan Kelengkapannya.178
D. Perbaikan Komponen Kepala Ailinder dan Kelengkapannya.......................184
BAB VII MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME BLOK SILINDER............................203
A. Fungsi Blok Silinder....................................................................................204
B. Konstruksi Blok Silinder..............................................................................205
C. Syarat blok silinder.....................................................................................206
D. Komponen-Komponen Blok Silinder ..........................................................207
E. Pemeriksaan Blok Silinder..........................................................................210

vi TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR ISI

BAB VIII MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PELUMASAN......................................229
A. Macam-Macam Kerusakan Sistem Pelumasan.............................................230
B. Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pelumasan...........................................235
BAB IX MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PENDINGINAN.................................247
A. Pemeriksaanpada tutup radiator .................................................................248
B. Pengecekan kebocoran pada radiator..........................................................249
C. Pemeriksaan van belt...................................................................................250
D. Pemeriksaan air pendingin / coolant...........................................................251

BAB X MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN KONVENSIONAL/
KARBURATOR........................................................................................................275

A. Aliran bahan bakar......................................................................................276
B. Gangguan pada Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional..................... 276
BAB XI MELAKUKAN OVERHAUL ENGINE DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA............298
A. Pengertian Overhaul Engine........................................................................ 299
B. Jenis-jenis Overhoul ....................................................................................300
C. Pemeriksaan Piston.....................................................................................307
D. Pemeriksaan Poros nok...............................................................................308
E. Pemeriksaan pada Poros engkol..................................................................309
F. Pemeriksaan kelonjongan dan ketirusan sumbu poros engkol.....................310
G. Pemeriksaan Metal/bantalan luncur...........................................................312
H. Pemeriksaan celah minyak dengan menggunakan plastik pengukur/Plastic
gauge.........................................................................................................................................313
BAB XII MELAKUKAN OVERHAUL SISTEM PELUMASAN............................................325
A. Penampung oli/carter.................................................................................327
B. Oil strainer..................................................................................................327
C. Pompa oli (oil pump)...................................................................................328
BAB XIII MELAKUKAN OVERHAUL SISTEM PENDINGINAN........................................343
A. Kerusakan pada Sistem Pendinginan...........................................................344
B. Analisis Kerusakan Komponen Sistem Pendingin........................................345
C. Mengatasi Gangguan Pada Sitem Pendingin ...............................................348
D. Melepas dan Merakit Komponen Sistem Pendingin....................................349
E. Memeriksa dan memperbaiki komponen sistem pendingin........................352
F. Membersihkan Komponen Pendingin..........................................................354
G. Penggantian dan Pemeriksaan Cairan Pendingin .......................................355
H. Pengecekan dan Pengujian Sistem Pendingin.............................................359
BAB XIV MELAKUKAN OVERHAUL SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN KONVENSIONAL/
KARBURATOR........................................................................................................369
A. Pemeriksaan sistem bahan bakar bensin.....................................................371
B. Pembongkaran sistem bahan bakar.............................................................382
PENILAIAN AKHIR TAHUN I.....................................................................................397
PENILAIAN AKHIR TAHUN II....................................................................................403
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................411
GLOSARIUM...........................................................................................................415
BIODATA PENULIS..................................................................................................417

TEKNIK DAN MANAJEMEN vii
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagian mekanisme katup...................................................................... 2
Gambar 1.2 Komponen utama engine....................................................................... 2
Gambar 1.3 Komponen-komponen utama engine dan mekanisme katup................ 3
Gambar 1.4 Konstruksi blok silinder......................................................................... 4
Gambar 1.5 Silinder sebaris ..................................................................................... 5
Gambar 1.6 Silinder bentuk V................................................................................... 5
Gambar 1.7 Silinder bentuk boxer............................................................................ 6
Gambar 1.8 Tabung silinder kering........................................................................... 6
Gambar 1.9 Tabung silinder basah............................................................................ 6
Gambar 1.10 Konstruksi kepala silinder................................................................... 7
Gambar 1.11 Bagian kepala silinder......................................................................... 8
Gambar 1.12 Ruang bakar baji.................................................................................. 9
Gambar 1.13 Ruang bakar bentuk bak...................................................................... 9
Gambar 1.14 Ruang bakar bentuk atap...................................................................10
Gambar 1.15 Ruang bakar bentuk atap dengan 4 katup.........................................10
Gambar 1.16 Bentuk ruang bakar langsung............................................................11
Gambar 1.17 Ruang bakar muka............................................................................12
Gambar 1.18 Ruang bakar kamar pusar..................................................................13
Gambar 1.19 Ruang bakar sel udara.......................................................................14
Gambar 1.20 Konstruksi dasar torak.......................................................................15
Gambar 1.21 Konstruksi celah piston.....................................................................15
Gambar 1.22 Ring piston........................................................................................16
Gambar 1.23 Fungsi ring torak..............................................................................16
Gambar 1.24 Ring piston........................................................................................17
Gambar 1.25 Pemasangan ring piston....................................................................17
Gambar 1.26 Kerja ring kompresi...........................................................................18
Gambar 1.27 Tipe ring oli piston............................................................................19
Gambar 1.28 Kerja ring oli.....................................................................................19
Gambar 1.29 Celah ujung ring torak.......................................................................20
Gambar 1.30 Torak split piston..............................................................................20
Gambar 1.31 Slipper Piston...................................................................................20
Gambar 1. 32 Autotermic piston.............................................................................21
Gambar 1.33 Oval piston.......................................................................................21
Gambar 1.34 Fungsi batang piston.........................................................................22
Gambar 1.35 Konstruksi batang piston..................................................................22
Gambar 1.36 Konstruksi poros nok.........................................................................22
Gambar 1.37 Bagian dari nok..................................................................................23
Gambar 1.38 Penggerak poros nok jenis roda gigi.................................................23
Gambar 1.39 Penggerak poros nok jenis rantai......................................................24
Gambar 1.40 Penggerak nok jenis sabuk timing bergigi.........................................24
Gambar 1.41 Poros engkol.....................................................................................25
Gambar 1.42 Komponen poros engkol...................................................................25

viii TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.43 Penggerak rantai...............................................................................26
Gambar 1.44 Timing belt .......................................................................................26
Gambar 1.45 Tanda timing dengan roda gigi..........................................................27
Gambar 1.46 Tanda-tanda pada pompa injeksi,poros cam dan poros engkol ........27
Gambar 1.47 Tanda timing motor yang menggunakan rantai.................................28
Gambar 1.48 Tanda timing yang menggunakan sabuk penggerak..........................28
Gambar 1.49 Bak carter..........................................................................................29
Gambar 1.50 Roda penerus....................................................................................30
Gambar 1.51 Mekanisme katup standar..................................................................30
Gambar 1.52 Mekanisme katup tipe katup disamping............................................31
Gambar 1.53 Katup di kepala silinder.....................................................................31
Gambar 1.54 Over Head Camsaft............................................................................31
Gambar 1.55 DOHC................................................................................................32
Gambar 1.56 Celah katup.......................................................................................33
Gambar 1.57 Konstruksi umum...............................................................................34
Gambar 1.58 Penyetel katup lengan ayun..............................................................34
Gambar 1.59 Penyetel dengan plat.........................................................................35
Gambar 1.60 Tuas katup dengan eksenter penyetel..............................................35
Gambar 1.61 Penyetel celah katup dengan naptune..............................................35
Gambar 1.62 Urutan pelepasan poros tuas katup...................................................36
Gambar 1.63 Pelepasan Penumbuk katup dengan kawat........................................37
Gambar 1.64 Pengukuran tinggi nok.......................................................................37
Gambar 1.65 Pemeriksaan kelurusan pors nok.......................................................37
Gambar 1.66 Pengukuran celah aksial poros nok....................................................38
Gambar 1.67 Pemeriksaan celah penumbuk terhadap keausan.............................38
Gambar 1.68 Pemeriksaan kebengkokan batang penekan......................................38
Gambar 1.69 Pemeriksaan kelenturan rantai..........................................................39
Gambar 1.70 Pengukuran diameter sprocket timing poros engkol.........................39
Gambar 1.71 Pengukuran diameter sprocket timing poros nok..............................39

Gambar 1.72 Pemeriksaan kelonggaran antara silinder dan torak pada rumah tensioner.... 40

Gambar 1.73 Periksa keausan sepatu rantai dan rel peredam getar........................40
Gambar 1.74 Pemeriksaan defleksi rantai timing...................................................40
Gambar 1.75 Urutan pengencangan baut-baut poros tuas katup............................41
Gambar 1. 76 Pemeriksaan dudukan katup.............................................................42
Gambar 1.77 Mekanisme katup VVTi......................................................................43
Gambar 2.1 Komponen sistem pelumasan..............................................................46
Gambar 2.2 Sistem Percik ......................................................................................47
Gambar 2.3 Sistem Pelumasan Basah dengan tekanan ...........................................47
Gambar 2.4 Sistem pelumasan tekan......................................................................48
Gambar 2.5 Oli sebagai pelumas ............................................................................49
Gambar 2.6 Oli sebagai pendingin.........................................................................49
Gambar 2.7 Oli sebagai perapat..............................................................................50

TEKNIK DAN MANAJEMEN ix
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.8 Oli sebagai pembersih........................................................................50
Gambar 2.9 Konstruksi pompa oli...........................................................................51
Gambar 2.10 Pompa oli Tipe Internal gear.............................................................51
Gambar 2.11 Pompa oli tipe Eksternal Gear............................................................52
Gambar 2.12 Pompa oli Tipe Trochoid....................................................................52
Gambar 2.13 Saringan Oli......................................................................................53
Gambar 2.14 Saringan oli dengan penyaringan langsung.......................................53
Gambar 2.15 Pengatur tekanan oli.........................................................................54
Gambar 2.16 Carter atau bak penampung oli ........................................................55
Gambar 2.17 Indikator tekanan oli.........................................................................55
Gambar 2. 18 Bagian pengirim sistem control tekanan oli.....................................56
Gambar 2.19 PenerimasSistem tekanan langsung dan lampu isyarat....................56
Gambar 2.20 Sistem kontrol dengan lampu isyarat...............................................56
Gambar 2.21 Katup ventilasi ruang engkol (PCV)...................................................57
Gambar 2.22 Katup bypass.....................................................................................58
Gambar 2.23 Letak katup bypass............................................................................58
Gambar. 2.24 Katup anti balik saat motor hidup....................................................59
Gambar 2. 25 Katup anti balik saat motor mati.......................................................59
Gambar 2.26 Stick oil.............................................................................................59
Gambar 2.27 Diagram sistem pelumasan...............................................................60
Gambar 2.28 Oli Multigrade ...................................................................................61
Gambar 2.29 Sistem penyaringan oli aliran penuh (Full filtration system)............62
Gambar 2.30 Sistem by pass..................................................................................63
Gambar 2.31 Melepas saringan oli .........................................................................64
Gambar 2.32 Katup bypass pada saringan oli .........................................................65
Gambar 2.33 Katup anti balik pada saringan...........................................................65
Gambar 2.34 Pemeriksaan dudukan saringan oli ...................................................65
Gambar 2.35 Stick oli .............................................................................................66
Gambar 2.36 Memeriksa dudukan saringan oli ......................................................67
Gambar 2.37 Memeriksa celah ujung rotor.............................................................67
Gambar 2.38 Memeriksa kerataan celah samping rotor dengan bodi pompa..........67
Gambar 2.39 Indikator Oli .....................................................................................68
Gambar 3.1 Prinsip kerja sistem pendinginan air...................................................72
Gambar 3.2 Sistem pendinginan udara...................................................................73
Gambar.3.3 Kontruksi sistem pendinginan air dengan sirkulasi tekanan...............74
Gambar 3.4 Sistem pendinginan air saat suhu air masih dingin.............................75
Gambar 3.5 Sistem pendingin air saat mesin panas................................................75
Gambar 3.6 Konstruksi radiator..............................................................................76
Gambar 3.7 tipe inti radiator.................................................................................76
Gambar 3.8 Relief valve pada tutup radiator..........................................................77
Gambar.3.9 Vacum valve pada tutup radiator........................................................77
Gambar 3.10 Komponen pompa air........................................................................78

x TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar.3.11 Sistem pendingin dengan thermostat di saluran air keluar...............79
Gambar.3.12 Sistem pendingin dengan thermostat di saluran air masuk...............80
Gambar 3.13 Cara kerja thermostat........................................................................80
Gambar 3.14 Thermostat dengan jiggle valve........................................................81
Gambar 3.15 Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol................................82
Gambar.3.16 Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik................................83
Gambar 3.17 Cara kerja motor penggerak kipas elektrik........................................83
Gambar 3.18 Water Jacket.....................................................................................84
Gambar 3.19 Pemeriksaan tutup radiator...............................................................85
Gambar.3.20 radiator.............................................................................................86
Gambar 3.21 Adapter.............................................................................................86
Gambar 3.22 Pemompaan radiator.........................................................................86
Gambar 3.23 Pemeriksaan fan belt........................................................................87
Gambar 3.24 Pemeriksaan dudukan fan belt..........................................................88
Gambar. 3.25 Pemeriksaan tegangan fan belt........................................................88
Gambar 3.26 Reservoir..........................................................................................89
Gambar 3.27 Kran bawah pada radiator..................................................................90
Gambar 3.28 Menyemprot udara pada radiator......................................................91
Gambar 3.29 Perbaikan sirip-sirip radiator.............................................................91
Gambar 3.30 Melepas thermostat...........................................................................92
Gambar 3.31 Pengisian air radiator........................................................................92
Gambar 3.32 Pemasangan termostat......................................................................93
Gambar 3.33 Kedudukan klem selang radiator.......................................................93
Gambar 3.34 Aliran cairan pendinginan air............................................................95
Gambar 4.1 Kompnen sisitem bahan bakar konvensional.....................................100
Gambar 4.2 Komponen sistem bahan bakar konvensional...................................101
Gambar.4.3 Tangki bahan bakar...........................................................................101
Gambar 4.4 Saringan Bahan Bakar........................................................................102
Gambar 4.5 Pompa bensin mekanik......................................................................102
Gambar.4.6 Pompa bensin saat isap.....................................................................103
Gambar 4.7 Pompa bensin saat penekanan...........................................................103
Gambar 4.8 pompa bensin saat Idling...................................................................104
Gambar 4.9 Pompa bensin elektrik.......................................................................104
Gambar 4.10 Charcoal canister.............................................................................105
Gambar.4.11 Dasar karburator.............................................................................105
Gambar.4.12 Venture tetap ..................................................................................106
Gambar.4.13 Karburator variable venture............................................................106
Gambar.4.14 Karburator air valve venture ...........................................................107
Gambar 4.15 Karburator arus turun......................................................................107
Gambar 4.16 Karburator arus datar......................................................................108
Gambar 4.17 Karburator single barel....................................................................108
Gambar 4.18 Karburator double barel.................................................................109

TEKNIK DAN MANAJEMEN xi
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.19 Prinsip kerja karburator ..................................................................109
Gambar 4.20 Fluida Mengalir melalui tabung.......................................................110
Gambar 4.21 Sistem pelampung................................................................. 111
Gambar 4.22 Kerja sistem pelampung..................................................................111
Gambar 4.23 Sistem kecepatan stasioner.............................................................112
Gambar 4.24 Sistem kecepatan lambat................................................................112
Gambar 4.25 Sistem kecepatan Tinggi Primer......................................................113
Gambar 4.26 Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder..................................................113
Gambar 4.27 Sistem tenaga..................................................................................114
Gambar 4.28 Power valve Sistem tenaga..............................................................114
Gambar 4.29 Sistem percepatan...........................................................................115
Gambar 4.30 Sistem cuk manual...........................................................................116
Gambar 4.31 Cuk otomatis ...................................................................................116
Gambar 4.32 Cuk otomatis saat panas..................................................................117
Gambar 4.33 Mekanisme idle cepat......................................................................117
Gambar 4.34 Hot idle compensator......................................................................118
Gambar 4.35 Anti dieseling..................................................................................118
Gambar 4.36 Katup solenoid pada anti dieseling.................................................119
Gambar 4.37 Dashpot...........................................................................................119
Gambar 4.38 Deceleration fuel cut off-sistem....................................................120
Gambar 4.39 Saringan bahan bakar......................................................................122
Gambar 4.40 Pompa bahan bakar.........................................................................123
Gambar.4.41 Pemeriksaan sistem pemutus cuk....................................................123
Gambar 4.42 Pemeriksaan sistem cuk otomatis...................................................124
Gambar 4.43 Pemeriksaan dashpot......................................................................124
Gambar 4.44 Pemeriksaan putaran idle cepat.....................................................125
Gambar 4. 45 Pemeriksaan pelampung dan katup jarum....................................125
Gambar 4.46 Penyetelan pelampung..................................................................126
Gambar 4.47 Pemeriksaan power piston .............................................................126
Gambar 4.48 Katup power...................................................................................127
Gambar 4. 49 Pemeriksaan selenoid pemutus bahan bakar..................................127
Gambar 4.50 Penyetelan campuran idle..............................................................127
Gambar 4. 51 Pemeriksaan pompa akselerasi.......................................................128
Gambar 4.52 Pemeriksaan pompa bensin katup masuk.......................................129
Gambar 4.53 Pemeriksaan pompa bensin katup keluar........................................129
Gambar 4.54 Pemeriksaan membran pompa bensin ..........................................129
Gambar 4.55 Pemeriksaan oil seal pompa bensin ..............................................130
Gambar 4.56 Prinsip kerja sistem pelampung......................................................131
Gambar 4.57 Gambar kerja pompa bensin mekanik saat pengisapan....................131
Gambar 4. 58 Bagian dari karburator...................................................................131
Gambar 4. 59 Sistem bahan bakar bensin konvensional......................................132
Gambar 5.1 Perawatan berkala.............................................................................136

xii TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 5.2 Pemeriksaan tinggi air......................................................................138

Gambar 5.3 Pemeriksaan kondisi air pendingin...................................................139
Gambar 5.4 Pemeriksaan sistem pendinginan.....................................................139

Gambar 5.5 Pemeriksaan tutup radiator..............................................................139
Gambar 5.6 Pemeriksaan tali secara visual kipas ................................................140

Gambar 5.7 Pemeriksaan tegangan tali kipas......................................................140
Gambar 5.8 Membersihkan elemen saringan udara ............................................141

Gambar 5.9 Pemeriksaan baterai secara visual....................................................141
Gambar 5.10 Pemeriksaan elektrolit baterai........................................................142

Gambar 5.11 Pemeriksaan tinggi oli.....................................................................142
Gambar 5.12 SST untuk melepas saringan oli.......................................................143

Gambar 5.13 Pemeriksaan busi secara visual ......................................................143

Gambar 5.14 Penampang ulir dan permukaan luar isolator yang dibersihkan ............144

Gambar 5.15 Mengukur celah busi.......................................................................144

Gambar 5.16 Cara mengukur tahanan kabel tegangan tinggi ...............................144

Gambar 5.17 Pemeriksaan tutup distributor........................................................145
Gambar 5.18 Cara penyetelan platina...................................................................145

Gambar 5.19 Cara penyetelan platina...................................................................146
Gambar 5.20 Penyetelan saat pengapian .............................................................146

Gambar 5.21 Pemeriksaan Governoor advancer ..................................................147
Gambar 5.22 Vacum advancer ..............................................................................147

Gambar 5.23 Pemeriksaan vacum advancer ........................................................147
Gambar 5.24 Menepatkan tanda top.....................................................................147

Gambar 5.25. Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup..............148
Gambar 5.26 Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 .....................................148

Gambar 5.27 Pemeriksaan katup trotel................................................................149
Gambar 5.28 Penyetelan pembukaan katup throtel Sumber : Modul perawatan

berkala mesin bensin VEDC Malang......................................................................150
Gambar 5.29 Pompa akselerasi. ........................................................................150

Gambar 5.30 Pemeriksaan dan penyetelan sistem cuk ........................................151
Gambar 5.31. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik ...................................151

Gambar 5.32 Penyetelan idle ...............................................................................152
Gambar 5.33 Penyetelan idle tanpa pengetes gas buang .....................................152

Gambar 5.34 Pengetes CO....................................................................................153
Gambar 5.35 Alat pengetes kompresi..................................................................154

Gambar 5.36 Diagram hasil pengetesan kompresi...............................................156
Gambar 5.37 Stick oli............................................................................................160

Gambar 5.38 Pemeriksaan kebocoran radiator.....................................................160
Gambar 5.39 Pemeriksaan tutup radiator.............................................................160

Gambar 5.40 Pemeriksaan tali kipas .................................................................161
Gambar 5.41 Pemeriksaan ketegngan tali kipas...................................................161

Gambar 5.42 Pemeriksaan BJ electrolit baterai....................................................162

TEKNIK DAN MANAJEMEN xiii
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 5.43 Pemeriksaan keausan elektroda......................................................163
Gambar 5.44 Pemeriksaan tahanan kabel busi ..............................................164
Gambar 5.45 Distributor unit................................................................................165
Gambar 5.46 Octan selector distributor...............................................................166
Gambar 5.47 Pemeriksaan Primary Coil................................................................167
Gambar 5.48 Sudut dwell.....................................................................................167
Gambar 5.49 Pemeriksaan dan penyetelan pengapian.........................................168
Gambar 5.50 Penyetelan katup.............................................................................169
Gambar 5.51 Pengukuran celah katup..................................................................169
Gambar 5.52 Penyetel celah katup automatis.......................................................171
Gambar 6.1 Kepala silinder dan kelengkapannya.................................................176
Gambar 6.2 Konstruksi dasar kepala silinder........................................................177
Gambar 6.3 Bagian-bagian atau komponen dari kepala silinder,..........................178
Gambar 6.4 Membersihkan kepala silinder..........................................................179
Gambar 6.5 Pemeriksaan kerataan kepala silinder...............................................179
Gambar 6.6 Kepala silinder bagian dudukan kepala katup ...................................180
Gambar 6.7 Dudukan katup terhadap kerapatan ..................................................180
Gambar 6.8 Kelonggaran tuas katup.....................................................................181
Gambar 6.9 Pemebersihan Kerak pada katup .......................................................181

Gambar 6.10 Celah kelonggaran antara katup dengan penghantar katup (VEDC Malang).. 181

Gambar 6.11 Batang katup....................................................................................182
Gambar. 6.12 Bidang dudukan katup....................................................................182
Gambar 6.13 Kerak pada katup.............................................................................182
Gambar 6.14 Pemeriksaan keausan poros tuas katup ..........................................183
Gambar 6.15 Keausan tuas katup .........................................................................183
Gambar 6.16 Pegas penahan katup ......................................................................183
Gambar 6.17 Panjang bebas katup .......................................................................183
Gambar 6. 18 Kemiringan pegas katup.................................................................184
Gambar 6.19 Urutan melepas unit tuas penekan katup........................................184
Gambar 6.20 Memeriksa kelurusan saluran masuk dan buang.............................185
Gambar. 6. 21 Kelurusan permukaan blok silinder................................................185
Gambar 6.22 Kelurusan permukaan kepala silinder.............................................186
Gambar 6. 23 Lapisan pada gasket kepala silider..................................................186
Gambar 6.24 Dudukan katup ...............................................................................187
Gambar 6.25 Kelurusan permukaan saluran masuk dan buang............................187
Gambar 6.26 Urutan pengencangan baut kepala silinder.....................................187
Gambar 6.27 Pengencangan tuas penekan katup.................................................188
Gambar 6.28 Pemeriksaan keausan permukaaan kepala silinder.........................190
Gambar 6.29 Pemeriksaan kerapatan katup (VEDC Malang, 2000).......................190
Gambar 6.30 Periksa kelonggaran tuas penekan katup terhadap porosnya..........190
Gambar 6.31 Periksa keretakaan kepala silinder di sekitar dudukan katup buang.191
Gambar 6.32 Melepas katup ( VEDC Malang, 2000 )..............................................191

xiv TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 6.33 Sil penghantar katup ( VEDC Malang, 2000 )....................................192
Gambar 6.34 Pemasangan pemegang-pemegang poros tuas katup......................192
Gambar 6.35Membersihkan kerak-kerak katup ( VEDC Malang, 2000).................193
Gambar 6.36 Membersihkan katup ( VEDC Malang, 2000)....................................193
Gambar 6.37 Pemeriksaan kelurusan poros tuas katup.........................................193

Gambar 6.38 Periksa secara visual keausan tuas katup pada bidang penekan katup.......... 194

Gambar 6.39 Pemeriksaan secara visual kondisi pegas penahan tuas..................194
Gambar 6.40 Periksa celah antara pengantar katup dan katup.............................194
Gambar 6.41 Pengukuran panjang bebas pegas katup dengan mistar geser.........195
Gambar 6.42 Pemeriksaan kemiringan pegas katup.............................................195
Gambar 6.43 Pemeriksaan katup..........................................................................195
Gambar 6.44 Pemeriksaan lebar bidang dudukan katup.....................................196
Gambar 6.45 Pemeriksaan katup terhadap karbon...............................................196
Gambar 6.46 Pemasangan sil pada ujung penghantar katup.................................197
Gambar 6.47 Pemeriksaan kerapatan katup.........................................................197
Gambar 6.48 Penyetel katup otomatis ............................................................198
Gambar 6.49 Periksa kelurusan permukaan blok silinder.....................................199
Gambar 6.50 Pemeriksaan katup ( VEDC Malang, 2000).......................................200
 Gambar 6.51 Urutan melepas unit tuas penekan katup .....................................202
Gambar 6.52 Dudukan katup ( VEDC Malang).......................................................202
Gambar 6.53 Kelurusan permukaan saluran masuk dan buang kepala silinder 2. 02
Gambar 7.1 Konstruksi blok silinder ( VEDC Malang )...........................................204
Gambar 7.2 Konstruksi blok silinder.....................................................................204
Gambar 7.3 Blok Silinder Utuh (VEDC Malang).....................................................206
Gambar 7.4 Blok silinder terbagi ( VEDC Malang )................................................206
Gambar 7.5 Tabung silinder kering (VEDC Malang)...............................................207
Gambar 7.6 Tabung silinder basah (VEDC Malang)................................................208
Gambar 7.7 Water jacket.....................................................................................208
Gambar 7.8 Saluran oli.........................................................................................209
Gambar 7.9 Gasket...............................................................................................210
Gambar 7.10 Membersihkan blok silinder...........................................................211
Gambar 7.11 Membersihkan kepala silinder dan blok slinder..............................212
Gambar 7.12 Pemeriksaan kerataan permukaan blok Silinder..............................212
Gambar 7.13 Kelurusan permukaan blok silinder................................................213
Gambar 7.14 Cylinder Bore Gauge.......................................................................214
Gambar 7.15 Mengukur diameter silinder dengan jangka sorong.........................214
Gambar 7.16 Setting cylinder bore gauge............................................................215
Gambar 7.17 Mengukur diameter silinder...........................................................216
Gambar 7.18 Mengukur keovalan dan ketirusan silinder.....................................216
Gambar 7.19 Tabung silinder ( VEDC Malang ).....................................................218
Gambar 7.20 Pemindahan blok silinder (VEDC Malang, 2000)..............................219
Gambar 7.21 Pemeriksaan visual blok silinder terhadap keretakan.....................220
Gambar 7.22 Pemeriksaan secara visual goresan-goresan...................................220

TEKNIK DAN MANAJEMEN xv
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 7.23Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder...............................220
Gambar 7.24 Pemeriksaan permukaaan blok silinder...........................................221
Gambar 7.25 Periksa kelurusan dasar bantalan utama pada blok silinder............221
Gambar 7.26 Periksa baut-baut ulir secara visual.................................................221
Gambar 7.27 Pengukuran diameter tabung dengan mistar sorong.......................222
Gambar 7.28 Mengeset dial indikator pada mikrometer.......................................222
Gambar 7.29 Posisi pengukuran...........................................................................222
Gambar 7.30 Bagian-bagian pengukuran silinder.................................................223
Gambar 7.31 Prinsip Kerja mesin 4 tak.................................................................226
Gambar 8.1 Sistem pelumasan tekan ( VEDC Malang )..........................................230
Gambar 8.2 pemeriksaan celah ujung rotor..........................................................235
Gambar 8.3 Pemeriksaan celah bodi dengan rotor...............................................235
Gambar 8.4 Kerataan bodi pompa.........................................................................236
Gambar 8.5 pemeriksaan katup bypass ................................................................236
Gambar 8.6 Pemeriksaan bekerjanya pompa oli ..................................................236
Gambar 8.7 Pemeriksaan baut pengikat cover .....................................................237
Gambar 8.8 Pemeriksaan kerataan blok silinder...................................................237
Gambar 8.9 Pemeriksaan kerataan kepala Silinder...............................................238
Gambar 8.10 Pengecekan kualitas oli ..................................................................238
Gambar 8.11 Pengecekan ketinggian oli .............................................................239
Gambar 8. 12 Pemeriksaan tekanan oli.................................................................239
Gambar 8.13 Pemeriksaan saluran saringan oli...................................................240
Gambar 8.14 Membersihkan saringan oli .............................................................240
Gambar 8.15 Komponen-komponen pompa oli ...................................................241
Gambar 8.16 Pemeriksaan katup pembebas pompa oli........................................242
Gambar 8.17 Pengukuran celah body,ujung dan samping pompa oli....................242
Gambar 8.18 Pemeriksaan kerja pompa oli...........................................................243
Gambar 9.1 Sistem pendinginan air......................................................................248
Gbambar 9.2 Pemeriksaan tutup radiator.............................................................249
Gambar.9.3 Radiator............................................................................................249
Gambar.9.4 Adapter.............................................................................................249
Gambar.9.5 Pemompaan radiator.........................................................................250
Gambar 9.6 Pemeriksaan fan belt........................................................................250
Gambar 9.7 Pemeriksaan dudukan fan belt..........................................................251
Gambar 9.8 Pemeriksaan tegangan fan belt........................................................251
Gambar.9.9 Reservoir...........................................................................................252
Gambar 9.10 Membersihkan inti radiator............................................................253
Gambar 9.11 Mengetes termostat (VEDC Malang)................................................254
Gambar 9.12 Memeriksa pompa air (VEDC Malang)..............................................255
Gambar 9.13 Water jacket....................................................................................255
Gambar 9.14 Pemeriksaan tutup radiator.............................................................256
Gambar 9.15 Pemeriksan kebocoran luar ( VEDC Malang)....................................257

xvi TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 9.16 Pemeriksaan kebocoran dalam (VEDC Malang)..............................257
Gambar 9.17 Slang radiator..................................................................................259
Gambar. 9.18 Termostat.......................................................................................260
Gambar 9.19 Memeriksa kondisi sabuk................................................................261
Gambar 9.20 Cara menguji termostat (VEDC Malang)...........................................262
Gambar 9.21 Pemeriksaan pompa air...................................................................264
Gambar 9.22 Pemeriksaan kopling fluida............................................................264
Gambar 9.23 Komponen pompa air......................................................................264
Gambar 9.24 Cara melepas plat............................................................................265
Gambar 9.25 Cara melepas dudukan Puli..............................................................265
Gambar 9.26 Melepas tutup thermostat...............................................................266
Gambar 9.27 Memeriksa kerja thermostat...........................................................266
Gambar 9.28 Pemeriksaan tinggi kenaikan katup................................................266
Gambar 9.29 Memasang gasket baru....................................................................267
Gambar 9.30 Pemasangan thermostat.................................................................267
Gambar 9.31 Pengecekan tutup radiator............................................................268
Gambar 9.32 Pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin............................268
Gambar 9.33 Pemeriksaan termostat...................................................................270
Gambar 9.34 Kerja thermostat..............................................................................271
Gambar 9.35 Sirkulasi sistem pendinginan air.....................................................272
Gambar 10.1 Sistem bahan bakar konvensional...................................................276
Gambar. 10.2 Tangki bahan bakar.........................................................................277
Gambar 10.3 Saringan bahan bakar.....................................................................278
Gambar 10.4 Pompa bensin.................................................................................278
Gambar 10.5 Diafragma pompa bensin................................................................279
Gamba 10.6 Pemeriksaan diafragma....................................................................279
Gambar 10.7 Pemeriksaan katup isap...................................................................280
Gambar 10.8 Pemeriksaan katup tekan................................................................280
Gambar 10.9 Pemeriksaan oil seal.......................................................................281
Gambar 10.10 Posisi tertinggi pelampung...........................................................282
Gambar 10.11 Lidah pelampung..........................................................................282
Gambar 10.12 Pelampung posisi terbawah..........................................................283
Gambar 10.13 Sekrup penyetel idle .....................................................................283
Gambar 10.14 Sekrup penyetel idle.....................................................................284
Gambar 10.15 Sistem utama................................................................................285
Gambar 10.16 Sistem tenaga................................................................................286
Gambar 10.17 Pompa Percepatan.........................................................................286
Gamba 10.18 Pompa akselerasi/ percepatan.......................................................287
Gambar 10.19 Bodi karburator.............................................................................288
Gambar 10.20 Tutup karburator............................................................................289
Gambar 10.21 Karburator bawah..........................................................................289
Gambar 10.22 Karburator bawah ........................................................................289

TEKNIK DAN MANAJEMEN xvii
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 10.23 Bodi karburator.............................................................................290
Gambar 10.24 Flens karburator............................................................................290
Gambar 10.25 Pelampung....................................................................................290
Gambar 10.26 Power valve...................................................................................291
Gambar 10.27 Fuel cut solenoid...........................................................................291
Gambar 10.28 Penyetelan pelampung..................................................................291
Gambar 10.29 Penyetelan pelampung..................................................................292
Gambar 10.30 Bbagian-bagian karburator............................................................292
Gambar 10.32 Penyetelan pelampung pada posisi paling rendah........................293
Gambar 10.31 Kontruksi karburator.....................................................................294
Gambar 11.1 Overhaul mesin...............................................................................299
Gambar 11.2 Bagian-bagian overhaul mesin........................................................299
Gambar 11.3 Bagian-bagian overhaul mesin........................................................301
Gambar 11.4 Membersihkan kepala dan blok silinder..........................................302
Gambar 11.5 Pemeriksaan kerataan permukaan kepala silinder..........................302
Gambar 11.6 Pemeriksaan blok silinder secara visual (VEDC Malang)..................303
Gambar 11.7 Pemeriksaan kerataan blok silinder.................................................303
Gambar 11.8 Pemeriksaan kerataan blok silinder posisi menyilang (VEDC Malang)...
303
Gambar 11.9 Pemeiksaan bantalan utama blok slinder (VEDC Malang)................304
Gambar 11.10 Bagian cylinder Bore gauge...........................................................304
Gambar 11.11 Mengukur diameter silinder dengan jangka sorong......................305
Gambar 11.12 Seting cilinder bore gauge.............................................................305
Gambar 11.13 Memeriksa diameter silinder dengan cylinder bore gauge............306
Gambar 11.14 Mengukur keovalan dan ketirusan silinder...................................306
Gambar 11.15 Melepas cincin piston (VEDC Malang)............................................307
Gambar 11.16 Tanda dudukan Piston ( VEDC Malang )..........................................307
Gambar 11.17 Memanaskan pena piston ( VEDC Malang )....................................308
Gambar 11.18 Memeriksa kelonggaran pena (VECD Malang)...............................308
Gambar 11.19 Pengukuran tinggi nok ( VEDC Malang)..........................................308
Gambar 11.20 Pengukuran keovalan poros nok (VEDC Malang)............................308
Gambar 11.21 Pengukuran celah aksial pors nok ( VEDC Malang).........................309
Gambar 11. 22 Pemeriksaan kelonjongan poros engkol.......................................309
Gambar 11.23 Pemeriksaan diameter pena bantalan...........................................310
Gambar 11. 24 Pemeriksaan kelonjongan/keovalan dan ketirusan......................310
Gambar 11. 25 Bagian pengukuran poros engkol ( VEDC Malang).........................312
Gambar 11.26 Pemeriksaan pengencangan bantalan (VEDC Malang)...................313
Gambar 11. 27 Pemeriksaan celah minyak bantalan poros engkol.......................313
Gambar 11.29 Tanda pada tutup bantalan poros engkol.......................................315
Gambar 11.30 Piston dan batang piston...............................................................315
Gambar 11.31 Tutup bantalan poros engkol.........................................................315
Gambar 11.32 Pemeriksaan kelonjongan poros engkol........................................316

xviii TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 11.33 Pemeriksaan diameter pena-pena bantalan poros engkol.............316
Gambar 11.34 Pemeriksaan kelonjongan dan ketirusan sumbu poros engkol.....317
Gambar 11. 28 Pengukuran celah minyak pada tutup bantalan............................314
Gambar 11.35 Bagian pengukuran poros engkol..................................................318
Gambar 11.36 Tanda pada tutup bantalan poros engkol.......................................319
Gambar 11.37 Piston dan batang piston ( VEDC Malang, 2000)............................320
Gambar 11.38 Tutup bantalan poros engkol (VEDC Malang, 2000).......................320
Gambar 12.1 Overhaul pompa oli ( VEDC Malang )...............................................326
Gambar 12.2 Bak oli(carter)..................................................................................327
Gambar 12.3 Oil strainer......................................................................................328
Gambar 12.4 Pompa oli........................................................................................328
Gambar 12.5 Kerataan celah dudukan pompa dengan gir pompa.........................329
Gambar 12.6 Pompa oli........................................................................................329
Gambar 12.7 Tutup pompa oli...............................................................................330
Gambar 12.8 Melepas rotor pompa oli..................................................................330
Gambar 12.9 Melepas counter pin........................................................................330
Gambar 12.10 Melepas relief valve.....................................................................331
Gambar 12.11 Pemeriksaan body ponpa oli.........................................................331
Gambar 12.12 Pemeriksaan rotor set...................................................................331
Gambar 12.13 Pemeriksaan relief valve..............................................................332
Gambar 12.14 Pemeriksaan pegas kompresi.......................................................332
Gambar 12.15 Pemeriksaan penahan pegas kompresi.........................................332
Gambar 12.16 Pemeriksaan kerja relief valve......................................................333
Gambar 12. 17 Pemeriksaan celah driven dengan body.......................................333
Gambar 12.18 Pemeriksaan celah sisi rotor..........................................................333
Gambar 12.19 Pemeriksaan celah ujung rotor.....................................................334
Gambar 12.20 pemeriksaan tutup pompa oli.......................................................334
Gambar 12.21 Merakit relief valve.......................................................................335
Gambar 12.22 Merakit rotor set...........................................................................335
Gambar 12.23 Memasang tutup pompa oli..........................................................335
Gambar 12. 24 Pemeriksaan kerja pompa oli........................................................336
Gambar 12.25 Pemeriksaan kerja pompa oli........................................................336
Gambar 12.26 Elemen saringan oli (VEDC Malang)...............................................337
Gambar 12.27 Pencucian rumah saringan oli (VEDC malang)...............................337
Gambar 12.28 Pemasangan pegas pada rumah saringan Oli (VEDC Malang)........337
Gambar 12.29 Membongkar pompa oli (VEDC Malang, 2000)...............................338
Gambar 12.30 Periksa katup pelepas ( VEDC Malang, 2000).................................338

Gambar 12.31 Pemeriksaan celah Antara rotor penggerak dengon rotor yang digerakkan.339

Gambar 12.32 Pemeriksaan antara bodi pompa oli dengan kedua rotor...............339
Gambar 12.33 Pemeriksaan antara rotor yang digerakkan dan bodi pompa oli ..339
Gambar 12.34 Pompa oli rotor .............................................................................339
Gambar 12.35 Pengetesan kerja pompa oli ..........................................................340
Gambar 12.36 Membongkar pompa oli ................................................................340

TEKNIK DAN MANAJEMEN xix
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 12.37 Pemeriksaan katup pelepas ..........................................................341

Gambar 12.38 Pemeriksaan celah antara rotor penggerak dengon rotor yang digerakkan. 341

Gambar 12.39 Pemeriksaan antara bodi pompa oli dengan kedua rotor...............341
Gambar 13.1 Sistem pendinginan.........................................................................344
Gambar 13.2 Membersihkan inti radiator............................................................345
Gambar 13.3 Mengetes termostat (VEDC Malang)...............................................346
Gambar 13.4 Memeriksa pompa air (VEDC Malang)..............................................347
Gambar 13.5 Water jacket....................................................................................347
Gambar 13.6 Pemeriksaan tutup radiator............................................................348
Gambar 13.7 Pemeriksan kebocoran luar/eksternal ( VEDC Malang)...................348
Gambar 13.8 Pemeriksaan kebocoran dalam/internal (VEDC Malang)................349
Gambar 13.9 Slang radiator ( Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017).................................351
Gambar 13.10 Termostat .....................................................................................352
Gambar 13.11 Memeriksa kodisi sabuk...............................................................353
Gambar 13.12 Cara menguji termostat (VEDC Malang).......................................354
Gambar 13.13 Pemeriksaan pompa air.................................................................356
Gambar 13.14 Pemeriksaan kopling fluida..........................................................356
Gambar 13.15 Komponen pompa air....................................................................356
Gambar 13.16 Cara melepas plat..........................................................................357
Gambar 13.17 Cara melepas dudukan Puli............................................................357
Gambar 13.18 Melepas tutup thermostat............................................................357
Gambar 13.19 Memeriksa kerja thermostat.........................................................358
Gambar 13.20 Pemeriksaan tinggi kenaikan katup..............................................358
Gambar 13.21 Memasang gasket baru..................................................................358
Gambar 13.22 Pemasangan thermostat...............................................................359
Gambar 13.23 Pemeriksaan tutup radiator..........................................................359
Gambar 13.24 Pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin...........................360
Gambar 13.25 Pengujian termostat......................................................................361
Gambar `13.26 pembuangan air pada radiator ( VEDC Malang, 2000)..................362
Gambar 13.27 Melepas tali kipas ( VEDC Malang, 2000) ...............................363
Gambar 12.28 Melepas kipas,puli dan pompa ( Sumber ; VEDC malang)..............363
Gambar 13.29 Dudukan pompa air ( VEDC Malang, 2000)....................................363
Gambar 13.30 Pompa air ( VEDC Malang, 2000)...................................................364
Gambar 13.31 Cara melepas plat..........................................................................364
Gambar 13.32 Cara melepas dudukan Puli ...........................................................365
Gambar 13.33 Pengujian thermostat ( VEDC malang, 2000).................................365
Gambar 13.34 Reservoir.......................................................................................366
Gambar 14.1 Overhaul karburator........................................................................370
Gambar 14.2 Tangki bahan bakar..........................................................................371
Gambar 14.3. Saringan bahan bakar.....................................................................372
Gambar 14.4 Pompa bensin.................................................................................372
Gambar 14.5 Diafragma pompa bensin................................................................373

xx TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR GAMBAR

Gambar 14.6 Pemeriksaan diafragma..................................................................373
Gambar 14.7 Pemeriksaan katup isap...................................................................374
Gambar 14.8 Pemeriksaan katup tekan...............................................................374
Gambar 14.9 Pemeriksaan oil seal.......................................................................375
Gambar 14.10 Karburator....................................................................................375
Gambar 14.11 Celah Pelampung..........................................................................376
Gambar 14.12 Pelampung posisi terbawah..........................................................377
Gambar 14.13 Sekrup penyetel idle.....................................................................377
Gambar 14.14 Sekrup penyetel idle.....................................................................378
Gambar 14.15 Sistem utama................................................................................379
Gambar 14.16 Sistem tenaga...............................................................................380
Gambar 14.17 Pompa Percepatan........................................................................380
Gambar 14.18 Pompa akselerasi/ percepatan.......................................................381
Gambar 14.19 Konstruksi dasar karburator..........................................................382
Gambar 14.20 Konstruksi karburator....................................................................383
Gb. 14. Karburator bagian atas.............................................................................383
Gambar 14. 21 Karburator bagian bawah.............................................................384
Gambar14.22 Tutup Karburator...........................................................................385
Gambar 14.23 Pompa percepatan.........................................................................386
Gambar 14. 24 Pelampung....................................................................................386
Gambar 14.25 Penyetelan pelampung..................................................................387
Gambar 14. 26 Sistem tenaga...............................................................................387
Gambar 14.27 Bodi karburator.............................................................................388
Gambar 14.28 Tutup karburator............................................................................388
Gambar 14.29 Karburator bagian bawah..............................................................389
Gambar 14.30 Pemeriksaan katup isap................................................................390
Gambar 14.31 Pemeriksaan katup tekan..............................................................390
Gambar 14.32 Pemeriksaan oil seal......................................................................391
Gambar14.33 Tutup karburator............................................................................392
Gambar 14.34 Celah pelampung..........................................................................392
Gambar 14.35 Pelampung posisi terbawah..........................................................393
Gambar 14.36 Skema aliran sistem kecepatan idle...............................................393
Gambar 14.37 Pompa akselerasi...........................................................................394

TEKNIK DAN MANAJEMEN xxi
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Klasifikasi derajat kekentalan SAE...........................................................61
Tabel 7.1 Keovalan dan ketirusan.........................................................................217
Tabel 7.2 Hasil Pengukuran ( VEDC Malang, 2000 )..............................................224
Tabel 8.1 Prosedur Pemeriksaan Gangguan Tekanan Oli rendah...........................231
Tabel 8.2 Mengatasi Gangguan Oli yang cepat habis/boros..................................233

xxii TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PETUNJUK
PENGGUNAAN BUKU

Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya
sehingga dapat menyelesaikan buku ini.

Buku ini merupakan buku pelajaran Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif yang
diharapkan dapat menjadi panduan, memperkaya dan meningkatkan penguasaan
pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didik. Mengingat pentingnya buku ini,
disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Bacalah tujuan pembelajaran terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang akan

kamu capai dalam bab ini serta lihatlah peta konsep untuk megetahui pemetaan
materi.
2. Bacalah buku ini dengan teliti dan saksama, serta bila ada yang kurang jelas bisa
ditanyakan kepada guru.
3. Lakukan kegiatan literasi pada bagian cakrawala dan jelajah internet untuk
memperluas wawasanmu.
4. Pada bagian akhir bab terdapat tes kompetensi yang dapat kalian gunakan untuk
mengetahui apakah sudah menguasai materi dalam bab ini.
Untuk membantu anda dalam menguasai kemampuan di atas, materi dalam buku
ini dapat kamu cermati tahap demi tahap. Jangan memaksakan diri sebelum benar-
benar menguasai bagian demi bagian dalam modul ini, karena masing-masing
saling berkaitan. Pada akhir bab dilegkapi dengan Penilaian Harian. Jika Anda
belum menguasai 75% dari setiap kegiatan, maka Anda dapat mengulangi untuk
mempelajari materi yang tersedia dalam buku ini. Apabila Anda masih mengalami
kesulitan memahami materi yang ada dalam bab ini, silakan diskusikan dengan teman
atau guru Anda.
Buku ini terdapat bagian-bagian untuk memperkaya dan menguji pengetahuan dan
keterampilanmu. Adapun bagian-bagian tersebut adalah:

TEKNIK DAN MANAJEMEN xxiii
PERAWATAN OTOMOTIF

PETUNJUK PERAWATAN DAN PERBAIKAN
PENGGUNAAN BUKU MESIN OTOMOTIF

Contoh Soal Digunakan untuk memberikan gamba-
Praktikum ran soal yang akan ditanyakan dan cara
Jelajah Internet menyelesaikannya.
Cakrawala Lembar acuan yang digunakan untuk
Tugas Mandiri melatih keterampilan peserta didik sesuai
Rangkuman kompetensi keahliannya.
Penilaian Harian Fitur yang dapat digunakan peserta didik
Penilaian Akhir Semester untuk menambah sumber belajar dan wa-
Refleksi wasan. Menampilkan link sumber belajar.
Berisi tentang wawasan dan pengetahuan
yang berkaitan dengan ilmu yang sedang
dipelajari.
Kegiatan yang bertujan untuk melatih pe-
serta didik dalam memahami suatu materi
dan dikerjakan secara individu.
Berisi ringkasan pokok materi dalam satu
bab.
Digunakan untuk mengetahui sejauh mana
kompetensi yang sudah dicapai peserta
didik setelah mempelajari satu bab.
Digunakan untuk mengevaluasi kompe-
tensi peserta didik setelah mempelajari
materi dalam satu semester.
Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pe-
serta didik maupun guru di akhir kegiatan
pembelajaran guna mengevaluasi kegiatan
belajar mengajar.

xxiv TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN PETA KONSEP BUKU
MESIN OTOMOTIF
PERAWATAN BERKALA SISTEM UTAMA
PERAWATAN DAN ENGINE DAN MEKANISME KATUP
PERBAIKAN MESIN
PERAWATAN BERKALA SISTEM PELUMASAN
OTOMOTIF
PERAWATAN BERKALA SISTEM
TEKNIK DAN MANAJEMEN PENDINGINAN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN BERKALA SISTEM
BAHAN BAKAR BENSIN KONVENSIONAL
MEMBUAT DATA PERAWATAN BERKALA

KENDARAAN RINGAN
MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME
KEPALA SILINDER DAN KELENGKAPANNYA
MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME

BLOK SILINDER
MEMPERBAIKI KERUSAKAN

SISTEM PELUMASAN
MEMPERBAIKI KERUSAKAN

SISTEM PENDINGINAN
MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM BAHAN BAKAR

BENSIN KONVENSIONAL/KARBURATOR
MELAKUKAN OVERHOUL ENGINE DAN

KOMPONEN-KOMPONENNYA
MELAKUKAN OVERHOUL
SISTEM PELUMASAN
MELAKUKAN OVERHOUL
SISTEM PENDINGINAN

MELAKUKAN OVERHOUL SISTEM BAHAN BAKAR
BENSIN KONVENSIONAL/KARBURATOR

xxv

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

APERSEPSI

Buku Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif ini berisikan materi pembelajaran
peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dalam memahami cara
merawat mesin secara berkala (servis berkala) dan kompetensi dasar keterampilan
dalam merawat mesin secara berkala (servis berkala).

Adapun perawatan tersebut terdiri dari engine ( mesin) dan mekanisme katup,
sistem pelumasan, sistem pendinginan, sistem pengapian dan sistem bahan bakar
bensin konvensional/karburator.

Engine adalah salah satu bagian penting dari kendaraan yang fungsinya mengubah
energy panas dari ruang pembakaran ke energy mekanis dalam bentuk tenaga
putar,tenaga putar digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Terjadinya energy
panas karena adanya proses pembakaran,bahan bakar,udara dan sistem pengapian.

Gambar Konstruksi Dasar Mesin
Sumber:https://showroommobil.co.id/info-mobil/komponen-mesin-mobil-

lengkap

Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik
otomotif sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan murni
secara mandiri dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari keterampilan.
Kemudian untuk mencapai tahap kompeten dalam keterampilan, peserta didik harus
melakukan latihan beberapa kali, namun tetap dalam pengawasan guru. Dalam buku
Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif ini berisi materi pokok yang meliputi
bagian utama engine dan mekanisme katup, bagian sistem pelumasan, bagian sistem
pendinginan, bagian sistem bahan bakar bensin , sistem pengapian, perawatan
berkala mesin dan overhaul komponen mesin.

Komponen-komponen engine yang sudah dioperasikan akan mengalami
perubahan fisik karena panas maupun gesekan,untuk mengatasi tersebut dilakukan
perawatan berkala,perawatan terhadap komponen-komponen engine tersebut
disebut dengan Tune-up engine. Tune-up merupakan perawatan rutin yang dilakukan
secara periodic setelah kendaraan mencapai jarak tempuh 10.000 – 15.000km untuk
mengembalikan tenaga mesin seperti semula.

Komponen-komponen engine yang mengalami keausan yang melebihi dari
standart maka perlu di perbaiki dengan cara di overhaul atau di ganti komponennya.

xxvi TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

APERSEPSI

Overhaul dilakukan karena adanya bagian mesin yang sudah melebihi stndart
sepertinya adanya oli yang terbakar akibat ausnya ring piston atau silinder pada blok
silinder, kerusakan pada piston dan yang lainnya.

Gambar Konstruksi overhaul mesin
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pengertian-dan-fungsi-overhoul-

mesin.html

Perawatan rutin komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada
komponen tersebut yang berkaitan dengan keausan komponen mesin,tetapi ada sistem
lain yang mendukung kinerja engine yaitu dengan di lengkapi sistem pendinginan,
sistem pelumasan,sistem bahan bakar bensin konvensional dan sistem pengapian

Untuk mengatasi bagian mesin tidak mengalami overheating maka perlu sistem
pendinginan, yang tujuan sistem pendinginan adalah mendinginkan komponen-
komponen mesin yang panas akibat dari proses pembakaran.

TEKNIK DAN MANAJEMEN xxvii
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

APERSEPSI

Gambar Konstruksi sistem pendinginan air
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/komponen-komponen-sistem-

pendinginan-air.html

Selain sistem pendinginan, salah satu komponen pendukung mekanisme mesin
adalah sistem pelumasan. Sistem pelumasan ini berfungsi untuk melumasi bagian-
bagian yang bergerak untuk mengurangi gesekan sehingga dapat mencegah keausan
mesin, oli dapat juga mencegah korosi dan membersihkan kotoran.

Gambar Sistem Pelumasan
Sumber: https://4.bp.blogspot.com/-wIn4DhhYXks/WdzSpu_2cSI/AAAAAAAAC1M/

FEpDS3zWzK8xgFQWDCo-LWzQkh8AgCO6wCLcBGAs/s1600/Capture.JPG

Kelengkapan mesin yang digunakan untuk proses pembakaran pada mesin
yaitu sistem bahan bakar, sistem bahan bakar ini adalah sistem bahan bakar bensin
konvensional yang berfungsi untuk mencampur bahan bakar dengan udara ke dalam
ruang mesin.

xxviii TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

APERSEPSI

Gambar Sistem bahan bakar bensin konvensional
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-

sistem-bahan-bakar.html

Untuk membantu proses pembakaran di dalam ruang bakar maka perlu sistem
untuk membakar campuran yang berada di dalam ruang bakar yaitu dengan sistem
pengapian. Sistem pengapian sangat besar pengaruhnya terhadap kesempurnaan
proses pembakaran di dalam silinder , dengan sistem pengapian yang baik akan
diperoleh performa mesin yang optimal dan pemakaian bahan bakar yang hemat.

Gambar Sistem pengapian
Sumber ;https://www.teknik-otomotif.com/2017/12/cara-kerja-sistem-pengapian-full.html

Dengan materi ini diharapkan perserta didik dapat melaksanakan secara utuh
perawatan dan perbaikan mesin otomotif..

TEKNIK DAN MANAJEMEN xxix
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF I

PERAWATAN BERKALA SISTEM UTAMA ENGINE DAN
MEKANISME KATUP

BAB I PERAWATAN BERKALA SISTEM UTAMA ENGINE DAN
MEKANISME KATUP

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Perawatan Sistem Utama Engine dan Mekanisme katup ,
siswa mampu melakukan perawatan dengan indikator sebagai berikut: Komponen-
komponen engine dan mekanisme katup, Perawatan engine dan mekanisme katup.

PETA KONSEP

Perawatan Berkala Sistem Utama Engine dan Mekanisme Katup

Komponen-Komponen Pemeriksaan Sistem
Sistem Utama Engine Utama Engine
dan Mekanisme Katup
Mekanisme Katup

KATA KUNCI
Kepala silinder, blok silinder, torak, Poros nok, Poros engkol, Rantai dan
Mekanisme katup, carter, roda penerus

TEKNIK DAN MANAJEMEN 1
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENDAHULUAN

Dalam buku materi pembelajaran Perawatan Sistem Utama Engine dan
Mekanisme katup ini berisi materi kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi
dasar keterampilan dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin otomotif secara berkala
(servis berkala). Materi ini dilengkapi dengan gambar-gambar sistem utama engine
dan mekanisme katup sehingga siswa akan mudah belajar pengetahuan dan
keterampilan.
Mekanisme katup:

Gambar 1.1 Bagian mekanisme katup
Sumber:https://www.lksotomotif.com/2018/09/fungsi-komponen-komponen-pada-mekanisme.html

Materi pembelajaran ini berisi komponen dan cara kerja dari kepala silinder,
blok silinder, torak, poros nok, poros engkol, rantai/timing belt dan mekanisme
katup, carter dan roda penerus.
Bagian komponen utama engine;

Gambar 1.2 Komponen utama engine
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/10/komponen-utama-mesin-kendaraan-mobil.html

2 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENDAHULUAN

Komponen-komponen utama dalam mesin dibagi menjadi bagian yang bergerak
dan yang tidak bergerak. Komponen yang tidak bergerak yaitu kepala silinder, blok
silinder dan bak oli, sedangkan yang bergerak yaitu piston, batang piston, poros
engkol, poros nok, mekanisme katup dan roda penerus.

Konstruksi utama:

Gambar 1.3 Komponen-komponen utama engine dan mekanisme katup
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com

TEKNIK DAN MANAJEMEN 3
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
A. Komponen-Komponen Engine dan Mekanisme Katup

1. Blok Silinder
Salah satu komponen utama mesin adalah blok silinder yang terbuat dari

besi tuang dengan paduan alumunium, sehingga memiliki ketahanan yang baik
terhadap panas. Dan di dalamnya terdapat silinder, tempat piston naik turun
untuk melakukan langkah kerja.



Gambar 1.4 Konstruksi blok silinder
Sumber : https://www.bisaotomotif.com/komponen-mesin-bensin-dari-a-sampai-z-fungsinya/

Bagian atas blok silinder terdapat lubang baut sebagai dudukan kepala
silinder, diantara keduanya dipasang gasket sebagai perapat dan mencegah
kebocoran. Jika dibalik, terdapat tempat poros engkol, yang sisi belakang
merupakan dudukan dari fly wheel.

Di dalam blok silinder terdapat silinder yang jumlahnya lebih dari satu,
yang mempunyai susunan sebaris, boxer atau mendatar dan berbentuk V
seperti pada mobil-mobil sport yang memiliki silinder lebih dari 6.
a. Fungsi blok silinder : 

1) Tempat silinder yang merupakan tempat piston naik turun untuk
melakukan kerjanya.

2) Sebagai dudukan kepala silinder.
3) Sebagai rumah mekanisme engkel (poros engkol, connecting rod, piston

dll).
4) Pada tipe OHV, sebagai rumah dari poros nok.
5) Sebagai dudukan fly wheel.
6) Terdapat water jacket sebagai saluran air pendingin.
7) Sebagai dudukan komponen-komponen lainnya seperti motor starter,

karter, dll.
b. Syarat blok silinder:

1) Kaku
2) Ringan dan kuat
3) Harus memperoleh pendinginan yang merata
4) Pemuaian panas harus sesuai dengan bagian yang terpasang pada blok

tersebut (misal : Poros engkol, kepala silinder).

4 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

c. Syarat silinder :
1) Mempunyai sifat luncur yang baik dan tahan aus
2) Kuat terhadap tekanan tinggi
3) Tidak boleh mengalami perubahan bentuk
4) Harus memperoleh pendinginan yang merata
5) Mudah di overhaul.

d. Susunan silinder :
1) Silinder sebaris

Keuntungannya
a) Konstruksi sederhana
b) Baik untuk motor 2 s/d 6 silinder

Gambar 1.5 Silinder sebaris
Sumber : VEDC Malang, 2000

Blok silinder ini memiliki bentuk dan rancangan dengan lubang
silinder atau piston dengan pemasangan dalam satu baris yang sama.
Tipe silinder ini memiliki konstruksi yang sederhana, perawatan mudah
dan tidak memiliki getaran yang lebih, cocok di gunakan untuk mesin
bersilinder 4 keatas.
2) Silinder bentuk “ V “

Keuntungan
a) Konstruksi pendek, kompak dan kak
b) Baik untuk motor 6 s/d 12 silinder

Kerugian:
Getaran paling buruk oleh karena itu jarang
digunakan untuk motor 2 atau silinder

Gambar 1.6 Silinder bentuk V

Sumber : VEDC Malang, 2000

Blok mesin ini didesain dengan rancangan lubang silinder atau
piston dengan pemasangan atau konstruksi berbentuk V (V-Shape).
Konstuksi ini sangat cocok digunakan untuk mesin dengan cc besar
yakni 6 silinder keatas, dan tipe ini memungkinkan untuk mengurangi
panjang dan tinggi mesin.

3) Silinder boxer ( Tidur )



TEKNIK DAN MANAJEMEN 5
PERAWATAN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

Keuntungan
a) Konstruksi rendah tapi lebar
b) Baik untuk 2 s/d 12 silinder
c) Getaran paling baik


Gambar 1.7 Silinder bentuk boxer
Sumber : VEDC Malang, 2000

Blok silonder ini dirancang dengan silinder berlawanan sehingga
pemasangan piston pun berlawanan satu sama lainya, tipe ini sangat
jarang digunakan karena memiliki pusat grafitasi yang sangat rendah.

e. Tabung silinder kering

Syaratnya:
1) Mempunyai sifat luncur yang
baik dan tahan aus
2) Bisa di buat dari logam ringan
3) Jika aus bisa diganti.
4) Digunakan pada mesin sepeda
motor dan motor diesel kecil.

Gambar 1.8 Tabung silinder kering
Sumber : VEDC Malang, 2000

f. Tabung silinder basah :
1) Mempunyai sifat luncur yang baik dan tahan aus.
2) Bisa di buat dari logam ringan.
3) Pendingin merata, karena tabung silinder bersinggungan langsung
dengan air pendingin.
4) Dapat diganti dengan cepat dan mudah.
Jenis tabung silinder basah

Gambar 1.9 Tabung silinder basah
Sumber : VEDC Malang, 2000

6 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
Sifat tabung silinder basah jenis berdiri :
1) Pemuaian panas berbeda antara tabung dan blok ,
2) Tekanan pengepresan paking berubah, ada kebocoran masuk pada

ruang bakar
Sifat tabung silinder basah jenis menggantung :
1) Tekanan pengepresan paking kepala silinder tetap,
2) Posisi ring karet bergeser , ada kebocoran air pendingianan melalui

lubang pelepas atau masuk ruang engkol

2. Kepala silinder
a. Kegunaan kepala silinder :
1) Untuk menutup blok silinder dan sebagai ruang bakar
2) Sebagai dudukan dari katup-katup, busi, injektor, poros kam, saluran gas
masuk dan keluar, saluran air pendinginan dan pelumasan.

Gambar 1.10 Konstruksi kepala silinder

Sumber : VEDC Malang, 2000

3) Sebagai dudukan busi
Kepala silinder juga menjadi dudukan busi (spark plug) yang berfungsi
membakar campuran gas di ruang bakar.

4) Sebagai tempat ruang bakar
Kepala silinder juga sebagai tempat percampuran gas yaitu di ruang
bakar bagian atas. Ruang bakar pada mesin terdiri dari berbagai macam,
sesuai dengan kegunaan dan tujuan masing-masing

5) Tempat pemasangan saluran masuk dan saluran buang.
Saluran ini dihubungkan dengan kepala silinder, saluran masuk dari
karburator dan saluran buang menuju knalpot.

6) Tempat mantel pendingin (water jacket)
Water jacket berfungsi untuk mendinginkan kepala silinder itu sendiri
bersama komponen-komponen di dalamnya. Pada sistem EFI, kepala
silinder juga menjadi dudukan dari injector dan koil pengapian yang
dihubungkan langsung dengan busi (spark plug).

TEKNIK DAN MANAJEMEN 7
PERAWATAN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN
b. Bagian-bagian kepala silinder MESIN OTOMOTIF

1 pegas katup
2. katup
3. penghantar katup
4. Ruang pendingin air
5. Busi
6. saluran masuk

Gambar 1.11 Bagian kepala silinder

Sumber : VEDC Malang, 2000

Kepala silindera  da yang dibuat dari besi tuang yang tahan terhadap
suhu, temperatur dan tekanan tinggi. Tetapi kebanyakan mobil sekarang
banyak yang dibuat dari paduan alumunium, dengan bahan ini kepala
silinder lebih baik dalam hal pendinginan, dari sisi beratnya juga lebih
ringan.
c. Bahan kepala silinder
Untuk menahan panas dan tekanan pembakaran, maka kepala silinder harus
: kuat, keras dan tahan panas
Macam bahan kepala silinder :
1) Besi tuang
a) Kekuatan tekan tinggi
b) Keras
c) Dapat meredam getaran dan suara
d) Pemuaian kecil
2) Campuran aluminium
Dapat memindahkan panas dengan baik, sehingga:
a) Knoking berkurang
b) Perbandingan kompresi dapat ditinggikan
c) Daya motor lebih besar
d. Bentuk-bentuk ruang bakar
1) Ruang Bakar Bentuk Baji/ Pasak
Keuntungannya konstruksi sederhana sehingga lebih mudah dalam
penempatan katupnya, efisiensi panas optimal karena panas yang
hilang kecil, dan banyak yang menggunakan model ini.

8 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.12 Ruang bakar baji

Sumber : VEDC Malang, 2000

2) Ruang bakar bentuk bak
Keuntungannya memiliki konstruksi yang mirip dengan bak mandi,

sederhana, pembuatan konstruksi katup lebih mudah karena diameter
kepala katup lebih keci dan saat proses penghisapan gas, setelah masuk
ke ruang bakar dapat membentuk pusaran sehingga proses pembakaran
dapat maksimal.

Kelemahannya pada saat langkah isap dan langkah buang kurang
baik dibandingkan model lainnya, karena kontruksi kepala katup
diameternya lebih kecil.

Gambar 1.13 Ruang bakar bentuk bak

Sumber : VEDC Malang, 2000

3) Ruang bakar bentuk Atap
Ruang bakar ini permukaannya lebih kecil jika dibandingkan ruang

bakar model lainnya dengan kapasitas yang sama. Keuntungannya
kontruksi lebih baik dan panas yang hilang lebih kecil sehingga efisiensi
panas lebih optimal. Kerugiannya mekanisme katup lebih rumit
dibanding dengan model lainnya. Konstruksinya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:

TEKNIK DAN MANAJEMEN 9
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN




Gambar 1.14 Ruang bakar bentuk atap
Sumber : VEDC Malang, 2000

4) Ruang bakar bentuk atap dengan 4 katup ( pen roof )
Ruang bakar ini berbentuk segi empat karena bentuknya hampir

mirip dengan atap rumah, yang digunakan untuk mesin yang memiliki
jumlah katup lebih dari dua di setiap silindernya dan penempatan busi
diletakkan pada posisi tengah pada ruang bakar.

Kelebihannya proses pembakaran lebih cepat, pengisapan
campuran gas lebih banyak dan pembuangan gas pembakaran lebih
baik dibandingkan model lainnya. Konstruksinya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:

Gambar 1.15 Ruang bakar bentuk atap dengan 4 katup
Sumber :VEDC Malang, 2000

5) Ruang bakar diesel direc injection/langsung
Ruang bakar model ini injektor langsung diletakkan di kepala

silinder dan bahan bakar diinjeksikan langsung di dalam ruang bakar, dan
untuk mendapatkan campuran gas yang lebih baik, maka diperhatikan
bentuk nosel dan arah penginjeksiannya. Model ruang bakar langsung
ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

10 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.16 Bentuk ruang bakar langsung
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/model-ruang-bakar-pada-mesin-diesel.html

Keuntungannya :
a) Efisiensi panas tinggi
b) Bahan bakar efisien karena bentuk ruang bakar yang sederhana
c) Mesin mudah dihidupkan (distart) saat dingin sehingga

tidak memerlukan pemanas tambahan (busi pijar), walaupun
perbandingan kompresi kecil (misal perbandingan kompresinya
sekitar 15).
d) Cocok untuk mesin-mesin berkapasitas besar (high power), karena
konstruksinya sederhana.
Kerugiannya :
a) Peka terhadap kualitas bahan bakar, sehingga bahan bakar yang
digunakan harus memiliki kualitas yang baik.
b) Tekanan injeksi harus lebih tinggi.
c) Sering terjadi gangguan pada nosel karena menggunakan injektor
yang memiliki lubang banyak (multiple hole nozzle).
d) Turbulensi lemah jika dibandingkan dengan model ruang bakar
tambahan, sehingga susah untuk kecepatan tinggi.
6) Model ruang bakar muka atau precombustion chamber
Model ruang bakar muka ini bahan bakar yang diinjeksikan ke
ruang bakar muka oleh nosel dan sebagian bahan bakar yang tidak
terbakar masuk ke ruang bakar utama melalui saluran kecil antara ruang
bakar muka dan ruang bakar utama. Saat bahan bakar berada pada ruang
bakar utama terjadilah campuran antara bahan bakar dan udara yang
baik dan dibakar seluruhnya.
Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

TEKNIK DAN MANAJEMEN 11
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.17 Ruang bakar muka
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/model-ruang-bakar-pada-mesin-diesel.html

Keuntungannya :
a) Bahan bakar yang digunakan lebih luas karena turbulensi sangat

baik untuk mengkabutkan bahan bakar.
b) Perawatan pompa injeksi lebih mudah karena tekanan

pembakaran lebih rendah dan tidak terlalu peka terhadap
perubahan saat penginjeksian.
c) Detonasi atau knocking berkurang sehingga suara yang
ditimbulkan kecil.
d) Menggunakan nozzle tipe throtle sehingga kinerja mesin lebih
baik.
Kerugiannya :
a) Harga lebih mahal karena konstruksi kepala silinder lebih rumit
sehingga memerlukan biaya pembuatan yang lebih banyak.
b) Untuk menghidupkan (menstart) membutuhkan motor starter yang
memiliki daya besar.
c) Membutuhkan pemanas tambahan (busi pijar).
d) Pemakaian bahan bakar boros.
7) Ruang bakar kamar pusar
Ruang bakar ini berbentuk bulat, karena bentuknya hampir
mirip dengan atap rumah. Pada saat piston mengkompresikan udara
(bergerak dari TMB ke TMA) maka udara masuk ke ruang bakar pusar
melalui saluran. Pada saat itu terjadi turbulensi, sehingga bahan bakar
bercampur dengan udara turbulensi dan terbakar di dalam ruang bakar
pusar. Sebagian bahan bakar yang belum terbakar akan dikirim ke ruang
bakar utama melalui saluran, sehingga seluruh campuran akan terbakar
semuanya. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

12 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.18 Ruang bakar kamar pusar
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/model-ruang-bakar-pada-mesin-diesel.html

Keuntungannya :
a) Putaran tinggi karena turblensi yang terjadi saat udara

dikompresikan sangat baik.
b) Gangguan pada nosel berkurang, karena menggunakan nosel tipe

pin.
c) Karena putaran mesin tinggi dan bekerja dengan halus maka

banyak digunakan pada automobil
Kerugiannya :
a) Kontruksi rumit sehingga biaya mahal.
b) Efisiensi panas rendah dan bahan bakar lebih boros dibandingkan

dengan model ruang bakar langsung.
c) Penggunaan alat pemanas (busi pijar) kurang efektif karena ruang

bakarnya sangat luas.
d) Detonasi atau knocking cukup besar saat putaran rendah.
8) Model ruang bakar sel udara

Model ruang bakar ini, bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang
tambahan sel udara dan sebagian terbakar di ruang bakar sel udara dan
tekanan udara akan meningkat. Bila piston bergerak ke bawah (TMB),
maka campuran gas bersih dari sel udara ini akan keluar ke ruang bakar
utama dan campuran yang belum terbakar akan dibakar seluruhnya.
Karena pembakaran mulai terjadi di ruang bakar utama, maka tidak
membutuhkan pemanas tambahan. Konstruksinya seperti gambar di
bawah ini :

TEKNIK DAN MANAJEMEN 13
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.19 Ruang bakar sel udara
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/model-ruang-bakar-pada-mesin-diesel.html

Keuntungannya:
a) Kerja mesin lebih halus karena pembakaran yang dilakukan secara

berangsur-angsur.
b) Pembakaran terjadi diruang bakar utama sehingga mudah untuk

menghidupkan mesin.
c) Tidak menggunakan pemanas tambahan (busi pijar).
d) Gangguan nosel berkurang karena menggunakan tipe pin.
Kerugiannya:
a) Kinerja mesin tergantung dari saat penginjeksian bahan bakar.
b) Temperatur gas buang sangat tinggi karena proses pembakaran

lanjut sangat panjang.
c) Bahan bakar lebih boros.
3. Torak/ piston
a. Fungsi:
1) Menghisap, mengkompresikan gas baru , membuang gas bekas, dan
meneruskan tenaga ke poros engkol (fly wheel) melalui batang piston
(connecting rod), selanjutnya mengubah tekanan hasil pembakaran
menjadi gaya dorong pada batang torak.
2) Mengatur pemasukan dan pembuangan gas pada motor 2 tak
b. Konstruksi dasar torak.
Keterangan:

1) Puncak torak
2) Bidang api
3) Bidang cincin
4) Pinggang torak
D = Diameter torak
Tk = Tinggi kompresi
Dp = Diameter

14 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.20 Konstruksi dasar torak

Sumber : VEDC Malang, 2000

c. Pembebanan torak :
1) Menerima tekanan dan temperatur gas pembakaran yang tinggi
2) Menerima gaya percepatan yang tinggi
3) Menerima gaya gesek dan gaya samping

d. Syarat torak
1) Kuat terhadap tekanan tinggi
2) Tahan terhadap temperatur tinggi
3) Tahan terhadap keausan , mempunyai sifat luncur yang baik, dan
koefisien muai panas kecil

e. Celah piston
Piston dapat memuai bila temperatur tinggi, sehingga diameter

piston akan bertambah lebar dan dapat menyebabkan piston macet. Untuk
itu dibuat celah antara piston dan silinder yang disebut dengan piston
clearance/celah piston. Piston cleaarance untuk setiap mesin berbeda-beda,
tergantung dari model mesinnya, pada umumnya antara 0,02 - 0,12 mm.

Gambar 1.21 Konstruksi celah piston
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/piston-konstruksi-dan-fungsi.html

Celah terlalu besar maupun terlalu kecil berakibat buruk bagi
mesin. Bila celah terlalu kecil maka ketika temperatur naik piston akan
memuai, diameter piston menjadi lebar dan akan menekan dinding

TEKNIK DAN MANAJEMEN 15
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
silinder, sehingga silinder rusak dan bisa membuat piston macet.
Sedangkan bila celah terlalu besar, kompresi bocor sehingga tenaga
mesin turun atau tidak optimal.

f. Ring piston
Ring piston dipasang pada bagian dalam alur ring piston ,

diameternya lebih besar dari piston, karena sifat pegas yang elastis
maka ring piston akan mengembang sehingga jika dipasang pada
silinder akan menekan rapat. Bahannya harus tahan panas dan dapat
bertahan dalam waktu yang lama serta tidak merusak dinding silinder.
Pada umumnya ring piston terbuat dari baja tuang.

Jumlah ring piston tergantung dari jenis mesinnya, biasanya
berjumlah 3 - 4 untuk setiap pistonnya.

Gambar 1.22 Ring piston
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/piston-konstruksi-dan-fungsi.html

Fungsinya antara lain:
1) Mencegah kebocoran campuran gas.
2) Mencegah oli dari bak engkol masuk kedalam ruang bakar.
3) Memindahkan panas ke dinding silinder untuk membantu proses

pendinginan.

Gambar 1.23 Fungsi ring torak
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/piston-konstruksi-dan-fungsi.html

Ada 2 macam ring piston yaitu ring kompresi dan ring oli
1) Ring kompresi

16 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Berfungsi untuk mencegah kebocoran campuran gas melalui celah
piston. Jumlah ring kompresi umumnya ada 2 buah, ring piston paling
atas disebut dengan top compression ring dan yang kedua disebut
second compression ring. Tepi bagian atas ring piston kompresi dibuat
agak runcing dan bersentuhan dengan silinder, supaya antara piston
dan silinder menjadi rapat, dan juga untuk mengikis oli yang berada di
dinding silinder. Untuk membedakan antara top compression ring dan
second compression ring biasanya terdapat angka di ring pistonnya dan
bentuknya juga berbeda. Tanda pada ring kompresi harus menghadap
atas ketika dipasang.

Gambar 1.24 Ring piston
Sumber : https://www.bisaotomotif.com/5-fungsi-ring-piston-disertai-gambar-dan-macam-macam-ring-torak/

Kedua ring kompresi ini berbeda penampangnya dan
pemasangannya tidak boleh terbalik. Potongan (celah) ring kompresi
posisi pemasangannya tidak boleh sejajar, tetapi harus bertolak
belakang untuk mencegah terjadinya kebocoran gas. Konstruksi
pemasangan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.25 Pemasangan ring piston
Sumber; https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/fungsi-dan-cara-kerja-ring-piston-pegas.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN 17
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Untuk mencegah kebocoran oli, maka pada ring oli dilengkapi
dengan ring penegang (expander ring). Jika gaya tekan pegas oli ke
dinding silinder kecil sehingga oli masuk ke dalam ruang bakar dan
ketika dinding silinder aus yang tidak merata maka kebocoran oli yang
masuk ke dalam ruang bakar akan lebih besar lagi.

Gambar 1.26 Kerja ring kompresi
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/fungsi-dan-cara-kerja-ring-piston-pegas.html

Pada saat langkah buang, piston dari posisi TMB ke TMA, saat ini
terjadi tekanan gas buang pada ruang bakar dan menekan ring piston
pada posisi bawah pada alur ring piston, kemudian ke dinding silinder,
karena gaya mengembang ringnya. Pada saat ini gas buang akan ditahan
ring piston sehingga gas buang tidak akan bocor ke bak engkol (ruang
di bawah piston).

Pada saat langkah hisap, piston dari posisi TMA ke TMB, ring piston
berada pada posisi paling atas pada alur ring piston, akibatnya ring piston
merapatkan piston dengan dinding silinder sehingga menyebabkan
terjadi kevakuman pada ruang bakar saat piston bergerak turun.

Pada saat langkah kompresi, piston dari posisi TMB ke TMA. Posisi
ring piston pada posisi paling bawah pada alur ring sehingga mencegah
terjadinya kebocoran kompresi dan kebocoran campuran gas karena
terjadi kerapatan antara piston dan dinding silinder.

Pada saat langkah usaha, piston dari posisi TMA ke TMB. Pada
langkah ini terjadi tekanan pembakaran yang akan menekan ring
piston ke bawah pada alur ring, sehingga terjadinya kebocoran tekanan
pembakaran akan menjadi kecil.
2) Ring oli

Ring oli dipasang di bagian paling bawah setelah ring kompresi,
yang berfungsi mencegah masuknya oli ke dalam ruang bakar
dan memberikan lapisan yang tipis (oil film) pada dinding silinder,
sehingga dinding silinder tidak cepat aus. Pada ring oli terdapat tanda
pemasangan sehingga saat melakukan pemasangan tanda menghadap
ke atas.
Ada 2 tipe yang digunakan yaitu tipe integral dan tipe three piece.

18 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.27 Tipe ring oli piston
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/piston-konstruksi-dan-fungsi.html

Cara kerja ring oli

Gambar 1.28 Kerja ring oli
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/fungsi-dan-cara-kerja-ring-piston-pegas.html

Saat piston bergerak dari TMB ke TMA, oli akan melumasi dinding
silinder melalui lubang-lubang yang terdapat pada piston dan ring oli.
Saat piston bergerak dari TMA ke TMA, oli akan dikikis oleh ring oli
sehingga oli ini yang terkikis kembali ke bak oli.
Celah ujung ring piston

Piston bila terkena temperatur tinggi akan memuai, ring piston
juga dapat memuai. Ukuran celah ujung ring piston ini bermacam-
macam dan pada umumnya berukuran antara 0,2 mm sampai 0,5 mm
pada temperatur ruang.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 19
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 1.29 Celah ujung ring torak
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-celah-ring-piston-ring.html

g. Macam-macam bentuk piston
1) Split piston
Bagian sisi kerja piston (bagian dari piston yang tegak lurus dengan
pin piston) dibuat alur yang berbentuk T atau U untuk memudahkan saat
terjadinya pemuaian. Konstruksi dapat di lihat gambar di bawah ini :

Gambar 1.30 Torak split piston
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/fungsi-dan-macam-macam-piston-atau-torak.html

2) Sliper Piston
Bagian sisi kerja piston merupakan badan piston yang bergesekkan

dengan silinder, sedang pada bagian lubang pin piston hampir tidak
terjadi gesekan.Untuk membuat piston menjadi lebih ringan dan
memperpendek batang penghubung (connecting rod), maka bagian
piston yang tidak bergesekan (sekitar lubang pin piston) ini dipotong.
Konstruksinya dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.31 Slipper Piston
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/fungsi-dan-macam-macam-piston-atau-torak.html

20 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

3) Autotermic piston
Piston ini dibuat dari bahan paduan alumunium yang tingkat

pemuaiannya lebih besar. Oleh karena itu, pada bagian atas piston
diameternya dibuat lebih kecil dibanding dengan bagian bawah saat
kondisi masih dingin. Kinerja piston kurang baik saat masih dingin,
maka untuk mencegah pemuaian pada bagian dalam piston dipasang
ring baja yang memiliki tingkat pemuaian yang kecil. Konstruksinya
dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1. 32 Autotermic piston
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/fungsi-dan-macam-macam-piston-atau-torak.html

4) Oval piston
Piston ini lubang pinnya dibuat lebih tebal dibanding sisi kerja

piston. Dengan adanya panas saat piston bekerja maka akan menimbulkan
pemuaian. Tingkat pemuaian lebih besar pada bagian dinding piston
yang tebal, sehingga ketika piston panas akan menyebabkan bentuk
piston menjadi tidak bulat. Untuk mencegah ini maka dibuat bentuk
piston oval yaitu bagian lubang pin piston diameternya dibuat lebih
kecil, yang diharapkan ketika piston panas bentuk piston akan menjadi
bulat. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.33 Oval piston
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/fungsi-dan-macam-macam-piston-atau-torak.html

h. Batang Piston
Batang piston memiliki dua buah ujung yaitu small end (ujung yang

diameter kecil) bagian yang menghubungkan antara batang piston degan

TEKNIK DAN MANAJEMEN 21
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
piston dan big end (ujung yang diameter besar) yang menghubungkan
antara batang biston dengan poros engkol atau crank pin (pen engkol).
Untuk menghubungkan batang piston dengan piston digunakan sebuah
pen piston  yang dimasukkan di dalam lubang pen piston dengan small end
batang piston.

Gambar 1.34 Fungsi batang piston
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/fungsi-dan-pengertian-batang-piston.html

Fungsi batang piston:
1) Menghubungkan piston dengan poros engkol (crankshaft).
2) Sebagai pendukung piston agar dapat bergerak naik turun di dalam

silinder.
3) Merubah gerak lurus dari torak menjadi gerak putar pada poros engkol

Gambar 1.35 Konstruksi batang piston
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/fungsi-dan-pengertian-batang-piston.html

4. Poros Nok
a. Fungsi
1) Membuka katup sesuai urutan pengapian
2) Sebagai penggerak distributor, pompa oli dan pompa bensin

Gambar 1.36 Konstruksi poros nok
Sumber : VEDC Malang, 2000

22 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF


Click to View FlipBook Version