PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
JUDUL : PEMERIKSAAN BLOK SILINDER
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Memeriksa secara visual/tanpa alat ukur blok silnder
2. Memeriksa saluran-saluran oli
3. Memeriksa kerataan permukaan blok silinder
4. Memeriksa baut dan ulir
5. Mengukur tabung silinder BAHAN WAKTU
ALAT
1. Kotak alat 1. Blok silinder 1. Instruksi : 2 jam
2. Mistar baja 2. Ampelas 2. Latihan : 1 jam
3. Dial indikator dengan kaki 3. Kain Lap
pengukur/mikro meter dalam 4. Oli honing
4. Alat pencuci 5. Pembersih
5. Alat honing
6. Lampu kerja
7. Pistol udara
8. Alat tap / snei lengkap, mikrometer
luar , mistar sorong, skrap
KESELAMATAN KERJA :
Hati-hati pada penggunaan alat honing. Jangan sampai terlalu ke dalam /
ke bawah atau pun terlalu keatas, dapat lepas dari tabung silinder !
Akibatnya dapat membahayakan keselamatan kerja dan alat honing rusak
Gambar 7.20 Pemindahan blok silinder (VEDC Malang, 2000)
LANGKAH KERJA :
Pembersihan
1. Bersihkan blok silinder
2. Bersihkan saluran-saluran oli
3. Bersihkan permukaan bekas gasket dengan skrap dan ampelas
Pemeriksaan awal
1. Pemeriksaan secara visual blok silinder dari retak dan kebocoran. Bila
terdapat keretakan harus diperbaiki / dioverhaul
TEKNIK DAN MANAJEMEN 219
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 7.21 Pemeriksaan visual blok silinder terhadap keretakan
Sumber : VEDC Malang, 2000
2. Pemeriksaan secara visual tabung silinder dari goresan, bila goresan
terlalu dalam harus dioverhoul.
Gambar 7.22 Pemeriksaan secara visual goresan-goresan
Sumber : VEDC Malang, 2000
3. Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder ( menggunakan mistar
baja dan feeler gauge)
Gambar 7.23Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder
Sumber : VEDC Malang, 2000
4. Pemeriksaan permukaan blok silinder seperti pada gambar
220 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 7.24 Pemeriksaan permukaaan blok silinder
Sumber : VEDC Malang, 2000
5. Hasil pemeriksaan bandingkan dengan buku petunjuk
6. Jika hasil pemeriksaan melebihi ketentuan, overhaul permukaan blok
silinder
Data umum
1. Toleransi kerataan 0,1 mm
2. eriksa kelurusan dasar bantalan utama pada blok silinder dengan
menggunakan mistar baja. Toleransi kelurusan 0,1 mm. Jika
kebengkokan melebihi 0,1 mm, bantalan utama harus dioverhaul
Gambar 7.25 Periksa kelurusan dasar bantalan utama pada blok silinder
Sumber : VEDC Malang, 2000
3. Periksa baut-baut ulir secara visual. Jika rusak harus diperbaiki !
Gambar 7.26 Periksa baut-baut ulir secara visual 221
Sumber : VEDC Malang, 2000
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Mengukur tabung silinder
1. Bersihkan tabung-tabung silinder
2. Ukur diameter asli tabung silinder dengan mistar sorong pada bagian
bawah.
Gambar 7.27 Pengukuran diameter tabung dengan mistar sorong
Sumber : VEDC Malang, 2000
3. Pilih dan pasangkan batang pengukur pada kaki pengukur dial, sesuai
dengan besar diameter asli silinde
4. Set dial indikator pada mikrometer sesuai dengan diameter asli
Gambar 7.28 Mengeset dial indikator pada mikrometer
Sumber : VEDC Malang, 2000
Pengukuran tabung silinder
Posisi pengukuran
Gambar 7.29 Posisi pengukuran
Sumber : VEDC Malang, 2000
222 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN LEMBAR PRAKTIKUM
MESIN OTOMOTIF
Bagian-bagian pengukuran
Gambar 7.30 Bagian-bagian pengukuran silinder
Sumber : VEDC Malang, 2000
TEKNIK DAN MANAJEMEN 223
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
TABEL HASIL PENGUKURAN
Silinder X memanjang Posisi pengukuran
No Y melintang
1 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
2 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
3 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
4 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
5 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
6 Ukuran mistar sorong Ukuran mistar sorong
Diameter asli : ……. Diameter asli : …….
1. 1.
2. 2.
3. 3.
Tabel 7.2 Hasil Pengukuran ( VEDC Malang, 2000 )
Kesimpulan :
Ketirusan : Maks. : Min. :
Kelonjongan : Maks. : Min. :
224 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
1. Jelaskan cara mengukur diameter silinder!
2. Sebutkan bagian dari blok silinder yang diam dan yang bergerak!
Jawab:
1. Mengukur diameter silinder
a. Ukur diameter lubang silinder dengan vernier caliper. Misal didapat
pengukuran 52,60 mm, maka gunakan replacement rod 50 mm dan
washer 3 mm.
b. Setel micrometer pada ukuran 53 mm dengan tepat.
c. Tempatkan replacement rod dan measuring point pada micrometer.
Lalu setel dial gauge pada nol ke arah jarum penunjukknya.
d. Masukkan dial gauge ke lubang silinder, lalu gerakkan dial gauge
sampai diperoleh penunjukkan jarum ke angka terkecil. Misal didapat
hasil terkecil pengukuran 0,05 mm. Berarti hasil pengukurannya
adalah 53,00 – 0,05 mm = 52,95 mm. kesimpulannya adalah lubang
silinder berukuran 52,95mm.
2. Bagian dari blok silinder yang diam dan yang bergerak
Bagian yang diam : Blok silinder, silinder, bak karter, lubang
pendinginan,lubang-lubang busi, lubang-lubang katup
Bagiaan yang bergerak : Torak, batang torak, poros nok, poros
engkol, rantai, puli, katup,pegas katup, mekanisme katup
JELAJAH INTERNET
Prinsip Kerja Motor 4 tak
Nikolaus August Otto (14 Juni 1832 – 28 January 1821) ialah penemu Mesin
Pembakaran Dalam asal Jerman. Sebagai lelaki muda, ia mulai percobaan
dengan mesin gas dan pada 1864 ikut serta dengan 2 kawan untuk membentuk
perusahaannya sendiri. Perusahaan itu dinamai N. A. Otto & Cie, yang merupakan
perusahaan pertama yang menghasilkan Mesin pembakaran dalam Perusahaan
ini masih ada sampai kini dengan nama Deutz AG.
Mesin atmosfer pertamanya selesai pada Mei 1867. 5 tahun kemudian ia disusul
oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybech dan bersama mereka ciptakan
gagasan Putaran empat tak atau putaran Otto.
Pertama kali dibuat pada 1876, tak itu merupakan gerakan naik atau turun pada
piston silinder. Paten Otto dibuat tak berlaku pada 1886 saat ditemukan bahwa
penemu lain, Alponshe Beauhe de Rochas, telah membuat asas putaran 4 tak
dalam selebaran yang diterbitkan sendirian. Menurut studi sejarah terkini,
penemu Italia Eugenio Barsanti dan Felice Matteucci mempatenkan versi
TEKNIK DAN MANAJEMEN 225
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
JELAJAH INTERNET
efisien karya pertama dari mesin pembakaran dalam pada 1854 di London
(nomor paten 1072). Mesin Otto dalam banyak hal paling tidak diilhami dari
penemuan itu.
Gambar 7.31 Prinsip Kerja mesin 4 tak
Sumber : PT Toyota Astra , New step 1
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari perawatan dan perbaikan
mekanisme blok silinder anda bisa melihat web di
bawah ini
https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/mengukur-
keovalan-dan-ketirusan.html
226 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
1. Fungsi Blok silinder
Blok silinder merupakan komponen inti mesin yang digunakan untuk
menopang semua bagian-bagian utama mesin.
2. Syarat blok silinder
Syarat blok silinder antara lain:
a. Kaku, tidak boleh perubahan elatisitas pada bentuknya.
b. Ringan dan kuat
c. Pendinginan harus merata keseluruh konstruksi
d. Pemuaian panas harus sesuai dengan bagian-bagiannya seperti poros
engkol dan kepala silinder.
Syarat silinder antara lain :
a. Sifat luncur yang baik dan tahan aus
b. Tahan terhadap tekanan tinggi
c. Tidak mengalami perubahan bentuk akibat waktu lama pemakaian.
d. Pendinginan harus merata keseluruh konstruksi.
e. Mudah dilakukan overhoul atau diganti
3. Komponen-komponen yang terdapat pada blok silinder antara lain ;
a. Linner silinder, merupakan komponen yang fungsinya sebagai
lintasan pergerakan piston.
b. Engine compartements holder, tempat untuk meletakan komponen
mesin, bisa dilihat dari lekukan disisi-sisi blok silinder dan adanya
lubang baut.
c. Water jacket, merupakan selubung air yang terdapat pada sela-
sela blok silinder yang berfungsi sebagai jalur air pendingin saat
bersirkulasi di dalam mesin
d. Oil feed, merupakan saluran oli di dalam blok silinder yang berfungsi
sebagai tempat sirkulasi oli mesin dari oil pan ke kepala silinder
begitu pula sebaliknya.
e. Gasket adalah pelapis antara blok silinder dengan kepala silinder
yang berfungsi untuk perekat atau mencegah kebocoran kompresi,
kebocoran gas pembakaran,air pendingin dan oli.
4. Pemeriksaan blok silinder
a. Pemeriksaan keovalan dan ketirusan dengan mengukur diameter
silinder
b. Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder dengan
menggunakan blok perata dengan feller gauge
TEKNIK DAN MANAJEMEN 227
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
TUGAS MANDIRI
Setelah mempelajari langkah-langkah pemeriksaan blok silinder maka
lakukan pemeriksaan blok silinder Lakukan observasi stand engine mechanical
mesin 5 K di bengkel otomotif, lakukan pengukuran diameter silinder dan
bandingkan dengan buku manualnya. Apabila terjadi perbedaan jelaskan
penyebabnya dan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan. Kemudian dan
tuliskan di dalam buku laporan masing-masing.
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan cara mengukur diameter silinder?
2. Sebutkan bagian dari blok silinder yang diam dan yang bergerak?
3. Sebutkan alat yang digunakan untuk mengukur diameter silinder, jelaskan
langkah-langkahnya
4. bagaimana cara memeriksa poros nok?
5. Jelaskan cara mengukur diameter poros engkol?
6. gambarkan poros engkol mesin 4 tak 4 silinder?
7. jelaskan dengan gambar urutan pengencangan baut kepala silinder?
8. Sebutkan bagian-bagian yang perlu diukur pada torak?
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab VII di atas , apakah anda bisa memahami
tentang memperbaiki kerusakan mekanisme blok silinder yang dipaparkan di
atas. Dari materi di atas mungkin atau bagian mana yang belum paham ? coba
diskusikan lagi dengan teman atau dengan guru jika ada materi yang belum
dipahami
228 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF VIII
MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PELUMASAN
BAB VIII MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PELUMASAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses pembelajaran secara mandiri ini, siswa diharapkan memiliki
kemampuan/kompetensi, dengan beberapa indikator:
1. Pemeriksaan sistem pelumasan
2. Memperbaiki kerusakan sistem pelumasan
PETA KONSEP
Membuat Data Perawatan Berkala Mesin Kendaraan Ringan
A. Macam-Macam Keru- B. Pemeriksaan dan Per-
sakan Sistem Pelumasan baikan Sistem Pelumasan
KATA KUNCI
Saringan oli dan pompa oli
TEKNIK DAN MANAJEMEN 229
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran memperbaiki kerusakan sistem
pelumasan bagi siswa untuk meraih kompetensi dasar di dalam Perawatan dan
Perbaikan Mesin/Motor otomotif secara rutin dan kompetensi dasar keterampilan
di dalam merawat mesin secara rutin. Penjelasan materi di dalam buku ini akan
dilengkapi gambar teknik otomotif sehingga siswa mudah untuk mempelajari
dengan cara mandiri dan pengetahuan untuk pengantar mempelajari keterampilan.
Gambar 8.1 Sistem pelumasan tekan ( VEDC Malang )
Dalam buku materi ini berisi memperbaiki kerusakan sistem pelumasan yang terdiri
dari saringan oli dan pompa oli
MATERI PEMBELAJARAN
Sistem pelumasan sangat berperan dalam proses kerja mesin. Bila sistem
pelumasan mengalami kerusakan, akan mengganggu kerja mesin. Setelah digunakan
komponen-komponen dalam sistem pelumasan mengalami gangguan kinerjanya.
Gangguan dan permasalahan yang bisa terjadi antara lain :
A. Macam-Macam Kerusakan Sistem Pelumasan
1. Tekanan Oli yang Rendah
Oli mesin dipompakan akan masuk ke dalam komponen engine yang
membutuhkan pelumasan. Tekanan yang berasal dari pompa akan membawa
oli ke bagian-bagian yang membutuhkan.Turunnya tekanan oli mengakibatkan
oli tidak melumasi seluruhnya komponen mesin yang bergerak. Akibatnya
komponern tersebuat mengalami keausan.
Suara kasar pada mekanisme katup dan bearing juga merupakan tanda-tanda
tekanan oli yang rendah. Penyebab terjadinya tekanan oli yang rendah antara
lain:
a. Pegas penekan katup pada filter lemah atau patah.
b. Pompa oli rusak.
c. Saluran oli pecah atau retak.
230 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
d. Lubang oli sebelum unit swich tekanan buntu/ tersumbat.
e. Oli yang tidak tepat atau terlalu encer
f. Bantalan mesin aus.
g. Kebocoran pada filter oli
Cara mengatasi gangguan tekanan oli yang rendah tersebut antara lain:
a. Ganti pegas katup filter.
b. Ganti pompa oli.
c. Perbaiki atau tambal saluran olinya.
d. Hilangkan sumbatan pada saluran oli.
e. Ganti oli sesuai dengan spesifikasi
f. Ganti bantalan mesin.
g. Ganti filter dan gasketnya.
Prosedur pemerikasaan yang dilakukan pada pelumasan bila terjadi gangguan
dapat dilihat dari tabel berikut
Tabel 8.1 Prosedur Pemeriksaan Gangguan Tekanan Oli rendah
No Bagian yang Penyebab Cara
diperiksa gangguan mengatasi
1. Oli Engine 1. Oli engine kurang baik 1. Tambahkan oli en-
2. Kualitas oli engine gine
buruk 2. Ganti oli engine
2. Saringan/filter Oli Saringan/filter oli tersum- Ganti
bat saringan oli
3. Relief valve relief valve rusak Ganti relief valve
4. Pompa oli/pelumas Pompa oli/pelumas rusak Perbaiki atau ganti
pompa oli
5. Baut pembuangan Baut pembuangan kendur Tambahkan sealer
pada oli atau ulirnya habis kemudian kencang-
kan baut
6. Roda gigi atau rumah Roda gigi atau rumah Ganti roda gigi atau
pompa pompa aus rumah pompa
2. Tekanan Oli Terlampau Tinggi
Tekanan oli terlampau tinggi dapat disebabkan oleh kerusakan pada relief
valve. Hal ini dapat menyebabkan oli yang seharusnya ke relief valve diteruskan
ke saringan oli. Untuk mengatasi masalah tekanan oli terlalu tinggi ini adalah
dengan mengganti relief valve
TEKNIK DAN MANAJEMEN 231
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Bila didapatkan tekanan oli terlalu tinggi biasanya disebabkan oleh
a. Katup tekanan oli terlalu ke dalam.
b. Pegas katup tekanan oli rusak.
c. Saluran oli sesudah unit saklar tekanan tersumbat.
d. Oli terlalu kental.
Untuk mengatasi gangguan oli yang terlalu tinggi, lakukan hal-hal sebagai
berikut:
a. Longgarkan katup tekanan oli.
b. Ganti pegas katup oli.
c. Hilangkan sumbatan pada saluran oli.
d. Ganti oli sesuai dengan spesifikasi.
3. Pemakaian oli boros
Berkurangnya jumlah oli/pelumas pada suatu mesin bisa disebabkan oleh
adanya kebocoran dari bagian mesin yang kurang rapat. Kebocoran-kebocoran
tersebut bisa dilihat pada :
a. Oli keluar dari bagian kepala silinder
Biasanya terjadi dikarenakan oleh kurang kencangnya baut. Kondisi packing
yang sudah tua dan rusak juga dapat memungkinkan terjadinya kebocoran.
Kebocoran ini dapat diatasi dengan cara mengncangkan baut kepala silinder
serta mengganti packing yang telah mengalami kerusakan.
b. Kebocoran pada saringan/filter oli
Pemasangan saringam/filter oli harus dilakukan dengan rapat. Karena kalau
kurang rapat tekanan akan mengakibatkan kebocoran.Cara melakukan
perbaikannya dengan mengencangkan saringan/filter oli dan apabila masih
mengalami kebocoran bisa diganti seal/perapatnya atau ganti filter olinya.
c. Kebocoran pada baut pembuangan/kuras oli
Kebocoran yang terjadi pada baut pembuangan/kuras dapat disebablkan
oleh kurang kencangnya saat pemasangan atau ada ulir yang rusak/dol.
Langkah perbaikannya bisa dengan mengencangkan baut sesuai standar atau
memperbaiki alur baut yang rusak dengan baru .
d. Kebocoran di ruang silinder atau ke ruang bakar
Masuknya minyak pelumas ke silinder selanjutnya ke ruang bakar dapat
disebabkan keausan pada beberapa bagian seperti cincin piston, piston
dinding silinder, buhsing/seal katup, yang melebihi batas toleransi . Kerusakan
ini menyebabkan dinding silinder tidak rapat lagi sehingga oli ikut terbakar
dan tenaga mesin akan turun juga. Apabila ditemui hal tersebut sebaiknya
dilakukan penggantian komponen yang aus, seperti piston dan cincin piston
juga baru, silinder di overzise yang diperbesar ukurannya dan katup diganti
sealnya
232 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Tabel 8.2 Mengatasi Gangguan Oli yang cepat habis/boros
No Masalah Penyebab gangguan Cara mengatasi
1. Keluar dari kepala 1. Kurang rapat/ken- 1. Mengencangkan
silinder cang baut pembuan- 2. Ganti paking dengan
gan/kuras saat pe- yang baru
masangan
2. Paking yang tua/ru-
sak
2. Bocor pada sarin- 1. Kurang kencang 1. Mengencangkan sarin-
gan oli 2. Keadaan oil seal ru- gan oli
sak 2. Mengganti
3. Saringan oli rusak seal dengan yang baru
3. Ganti saringan
oli dengan yang baru
3. Bocor p a d a Baut pembuangannya Kencangkan baut
baut kendor Pembuangan/kuras
Pembuangan
4. Kebocoran oli ke Keausan p a d a Oversize dan ganti pis-
silinder dan ruang piston dan ring piston ton, dan cincin piston
bakar serta dinding silinder,
4. Pelumas/Oli tiba-tiba menjadi encer
Setelah menempuh jarak tertentu, minyak pelumas akan menjadi lebih encer.
Apabila kejadiannya lebih cepat dari jarak tempuh yang diizinkan, bisa dipastikan
ada permasalahan pada sistem pelumasan. Beberapa permasalahan tersebut
diantaranya :
a. Tercampurnya dengan air dengan oli/di dalam ruang engkol. Masuknya air
biasanya dikarenakan :
1) Keretakan pada dinding, blok silinder, atau pada kepala silinder.
2) Perpak kepala silinder mengalami bocor.
Bila itu terjadi, pemukaan oli didalam ruang engkol menjadi terlalu tinggi
karena bertambah dengan air sehingga lebih encer dan berubah warna
menjadi putih. Cara mengatasi hal tersebut dengan melakukan overhoul
dan diperbaiki komponen yang rusak
b. Masuknya bahan bakar dalam minyak pelumas
Masuknya bahan bakar dalam oli/pelumas disebabkan oleh :
1) Ausnya dinding silinder, piston, cincin piston dan lain sebagainya. Sisa
dari gas saat proses pembakaran yang tidak sempurna masuk kedalam
ruang carter melalui celah yang tidak rapat antara ring piston dan silinder.
Perbaikannya dengan mengganti silinder, cincin piston dan piston.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 233
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
2) Penyetelan karburator kurang baik
Campuran bahan bakar yang gemuk mengakibatkan pembakaran menjadi
tidak sempurna. Karena bahan bakar tidak dapat terbakar semua sehingga
masuk keruang engkol dari sisi antara ring oli saat melakukan pengikisan
oli pada dinding silinder yang tercampur oli di carter. Karena terjadi
berulang dan terus menerus maka jumlah bahan bakar yang ada didalam
carter bertambah. Cara mengatasi kejadian tersebut ialah penyetelan
karburator dengan tepat.
3) Kesalahan saat menjalankan kendaraan
Kejadiannya seperti kendaraan sering distart dan dimatikan, kendaraan
dijalankan belum memasuki suhu kerja, menginjak pedal akselerasi yang
dilakukan berulang saat mesin mati.
4) Tidak ada sirkulasi pelumas saat mesin hidup
Tidak adanya sirkulasi pelumas saat mesin hidup akan mengakibatkan
kontak langsung komponen yang saling bergesekan sehingga mesin lebih
panas, bersuara kasar, tenaga turun, lampu penanda tekanan minyak
pelumas menyala pada dan mesin hidup, dan akhirnya mesin mati
a) Penyebab kerusakan
(1) Jumlah pelumas/oli pada karter kurang sehingga pompa oli tidak
menghisapnya
(2) Baut pengikat pompa dengan blok kendor sehingga oli mengalir
kembali ke carter
(3) katup bypass
b) Cara memperbaiki
(1) Tambahkan oli/pelumas sesuai kebutuhan
(2) Kencangkan baut pengikat bodi pompa
(3) katup bypass dibersihkan dan diperbaiki
5. Oli cepat kotor dan bercampur dengan serbuk logam
Pelumas/oli yang tercemar serbuk logam/ bram terjadi pada mesin yang
masih baru. Cara antisipasinya dengan menggant oli yang baru. Penyebab
lain oli/pelumas cepat kotor karena terjadi kebocoran gas dari ruang bakar ke
carter. Kebocoran tersebut disebabkan ausnya dinding silinder ring piston dan
pistonnya.
6. Penambahan oli dengan kekentalan yang lebih tinggi
Penambahan pelumas/oli dengan SAE yang lebih tinggi akan merugikan karena
akan menambah hambatan pada mesin, karena sulit melumasi bagian/lubang yang
kecil. Oleh sebab itu kekentalan pelumas harus sesuai dengan spec
7. Saringan Pelumas Buntu
Saringan/filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran yang mungkin terbawa
saat diisap pompa dan akan disirkulasikan ke bagian yang membutuhkan.
Apabila ada kotoran dan ikut bersirkulasi akan merusak bagian mesin. Setelah
jangka waktu pemakaian filter harus diganti yang baru yaitu setiap 10.000 km
234 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
B. Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pelumasan
Pemeriksaan terhadap tiap komponen sistem pelumasan antara lain :
a. Pemeriksaan bagian pompa oli
Pemeriksaan pompa oli meliputi pemeriksaan kekencangan baut pengikat
rumah pompa, relief valve, packing set /seal, pemeriksaan rotor pompa oli
dan pemeiksaan keausan pompa oli.
1) Pemeriksaan pada bagian outer dan inner rotor
Celah yang dibentuk semakin besar dari komponen-komponen pompa oli
tersebut akan mengakibatkan kemampuan pompa semakin rendah.
a) Pemeriksaan celah dari ujung rotor
Gambar 8.2 pemeriksaan celah ujung rotor
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin seri K
Keterangan :
Bika celah sudah melebihi batas yang diijinkan, harus dilakukan
penggantian rotor (outer dan inner ) pompa oli.
STANDAR : 0,04 - 0,16 mm
Limit : 0,2 mm
b) Pemeriksaan antara celah bodi dengan rotor
STANDAR : 0,10 – 0,16 mm
Limit : 0,2 mm
Gambar 8.3 Pemeriksaan celah bodi dengan rotor 235
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/
pemeriksaan-pompa-oli-oil- pump.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
c) Bila celah melebihi batas yang diijinkan ganti rotor atau bodinya
sebab celah terlampau besar mengakibatkan kebocoran di cover dan
bodi pompa. . STANDAR : 0,03 – 0,09 mm
Limit : 0,15 mm
Gambar 8.4 Kerataan bodi pompa
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin seri K
d) Pemeriksaan relief valve/katup pengatur tekanan oli
Periksa dan lapisi dengan oli body relief. Cek juga dari kemungkinan
pegas yang sudah lemah.
Gambar 8.5 pemeriksaan katup bypass
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin seri K
2) Pemeriksaan bekerjanya pompa oli
Celupkan stainer ke dalam bak yang sudah terisi oli. Dengan obeng min,
putar bagian ujung penggerak pompa searah dengan jarum jam lalu periksa
apakah oli mengalir keluar dari lubang penyaluran.
Gambar 8.6 Pemeriksaan bekerjanya pompa oli
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin seri K
236 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3) Pengecekan kekencangan baut cover
Cek kekencangan baut cover dengan momen: 6,9 N.m
Gambar 8.7 Pemeriksaan baut pengikat cover
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin seri K
4) Pengecekan baut pada bodi terhadap blok
Lakukanlah pengecekan dengan Momen 19 N.m/195 kg – cm.
5) Pengecekan packing set/seal pada pompa
Kondisi packing set harus dalam keadaan baik. Biasanya karena pengaruh
panas lama kelamaan akan menganlami kerusakan.
b. Pengecekan sambungan pada bagian mesin
Jumlah oli/pelumas didalam karter dapat berkurang, salah satu penyebabnya
kebocoran. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan sambungan bagian mesin
agar tidak terjadi kebocoran. Bagian yang perlu diperiksa :
1) Pemeriksaan sambungan bagian blok silinder, kepala silinder serta
kekencangan baut pengikatnya.
Adanya temperatur mesin, peristiwa korosi, kerja mesin bisa membuat
permukaan blok silinder dan kepala silinder mengalami kerusakan
sehingga terjadi kebocoran. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan
kerataannya.
kebengkokan max pada kepala silinder : 0,005 mm kebengkokan max blok
silinder : 0,05 mm
Moment baut pada kepala silinder : 5,4-6,6 km-m
Gambar 8.8 Pemeriksaan kerataan blok silinder
TEKNIK DAN MANAJEMEN 237
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 8.9 Pemeriksaan kerataan kepala Silinder
Sumber: Pedoman Reparasi Mesin Seri K Astra 1996
2) Pemeriksaan keloggaran ring piston dengan dinding silinder
Gerakan naik turun piston menimbulkan gesekan sehingga terjadi keausan
pada dinding silinder juga pada ring piston. Untuk itu perlu adanya
pemeriksaan jarak ujung ring piston. Jarak ujung ring piston yang telah
melebihi batas harus dilakukan penggantian dan dilakukan oversize
silindernya karena akan berdampak kebocoran kompresi dan minyak
pelumas .
Pemeriksaannya dilakukan dengan cara memasukan ring piston kedalam
silinder dengan di dorong kepala piston, dan periksa jarak gap ring piston
dengan feeler gauge. Jika terlampau besar, harus dilakukan pergantian ring
piston.
celah maksimal ujung ring yang diijinkan:
Ring Piston No. 1 : 0,23-0,52 mm
Ring Piston No.2 : 0,20-0,44 mm
Ring Oli/pelumas : 0,10-0,79 mm
c. Pengecekan Kualitas Oli
Pengecekan kualitas oli dilakukan dengan cara melihat perubahan warna
dan keencerannya. Oli mendadak menjadi sangat hitam padahal masih baru,
oli encer, dan oli tercemar gram mengkilap. Jika kualitas menurun maka oli
diganti sesuai standar.
Gambar 8.10 Pengecekan kualitas oli
Sumber: Daryanto, 2004: 22
238 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
d. Pengecekan volume Oli
Pengecekan volume oli dengan jalan mesin dimanaskan terlebih dahulu
sampai mencapai kerja. Setelah 5-10 menit mesin dimatikan agar oli turun
ke ruang engkol dan periksa ketinggiannya. Ketingiaan harus diantara L
dan F dipstick oli. Jika kurang cek dan perhatikan kemungkinan kebocoran.
Tambahkan oli dengan jenis yang sama jika oli kurang .
Gambar 8.11 Pengecekan ketinggian oli
Sumber:Daryanto,2004:21
e. Pengecekan Tekanan pompa
Pengecekan tekanan oli mempergunakan oil preasure gauge yang
dipasangkan pada bagian switch oli. Mesin dihidupkan pada saat putaran
idle, tekanan tekanan oli standar harus lebih besar tekanannya dari /0,35 kg/
cm2, sedangkan 3.000 rpm, tekanan oli harus lebih besar dari 3.0 kg/cm2.
Jika dari hasil pembacaan alat ukur mengalami ketidaksesuaian maka lakukan
pemeriksaan dan perbaikan pompa oli.
Gambar 8. 12 Pemeriksaan tekanan oli
Sumber:Daryanto ,2004: 57
f. Pemeriksaan Saringan/filter Oli
Untuk mengantisipasi tersumbatnya filter oli penggantian dilakukan tiap 10.000
km.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 239
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 8.13 Pemeriksaan saluran saringan oli
Gambar 8.14 Membersihkan saringan oli
Sumber:Daryanto,2004:23
LEMBAR PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN SISTEM PELUMASAN
A. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktik, siswa diharpkan mampu :
1. Menjelaskan pompa oli, fungsi dan cara kerjanya
2. Melakukan pembongkaran dan pemasangan pompa oli
3. Mengukur tekanan pompa minyakpelumasan
240 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
B. PERALATAN DAN BAHAN
1. Engine stand
2. Alat 1 set
3. Oil pressure
4. Feeler gauge
5. Kain majun
6. Nampan
C. LANGKAH KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan alat dengan benar
2. Hindari tindakan sembrono
3. Pada saat memasang oil pressure gauge hindari kebocoran dan ulirnya
tidak pas
4. Himdari oli yang tercecer
D. LANGKAH KERJA
1. Bersihkan tempat yang akan dipakai praktek
2. Siapkan alat, dan bahan.
3. Periksa oli dan air pendingin
4. Mesin dihidupkan kurang lebih5 menit
5. Lepaskan dengan hati-hati switch oli, kemudian oil pressure gauge
dengan benar
6. Mesin dihidupkan dan periksa tekanan oli variasi putaran mesin
7. Keluarkan oli mesin setelah mesin dingin, dan tampung oli pada bak yang
bersih
8. Lepas karter dan pompa oli
9. Lepas komponen dari pompa oli dan pelajari cara kerjanya
Gambar 8.15 Komponen-komponen pompa oli
Sumber : Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017
Keterangan :
1) Strainer oli
TEKNIK DAN MANAJEMEN 241
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
2) Tutup bawah pompa oli
3) Gigi Rotor yang digerakkan
4) Rotor penggerak
5) Pen
6) Penahan relief valve
7) Pegas relief valve
8) relief valve
9) Lakukan langkah pemeriksaan :
a) Periksa semua komponen-komponen pompa oli yang dibongkar (
aus atau cacat)
b) Periksa relief valve dari aus dan perhatikan apakah masih bisa
meluncur dengan halus
Gambar 8.16 Pemeriksaan katup pembebas pompa oli
Sumber : Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017
c) Cek dengan feeler gauge celah body rotor (Gb. 1)
d) Cek dengan feeler gauge celah ujung rotor (Gb. 2)
e) Cek dengan feeler gauge celah samping rotor (Gb. 3)
Gambar 8.17 Pengukuran celah body,ujung dan samping pompa oli
Sumber : Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017
10) Rakit pompa oli kebalikan dari urutan pembongkaran.
Pemeriksa kerja pompa dengan cara mencelupkan stainer ke dalam
bak yang sudah terisi oli. Dengan menggunakan obeng min, putar
poros pompa oli searah jarum jam dan lakukan pemeriksaan apakah
pelumas mengalir dari lubang tekan, berikutnya tutup saluran
penyaluran oli lalu cek saat diputar poros pompanya semakin berat.
242 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 8.18 Pemeriksaan kerja pompa oli
Sumber : Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017
11) Pasangkan kembali pompa oli di blok
12) Pasangkan kembali karter
13) Isi oli kedalam mesin
14) Bersih dan rapi alat dan bahan praktek sesuai tempatnya.
DATA PEMERIKSAAN
a) Tekanan pompa pelumasan
No Putaran Mesin Hasil Spec Kesimpulan/
pengukuran keterangan
1. Putaran Stasion- 0,3 kg/cm2
er (4,3 psi)
2. Putaran 3000 2,5-5 kg/cm2
rpm (36-71 psi)
b) Pemeriksaan pada Pompa oli
No Tempat Hasil Spec Kesimpulan/
Pemeriksaan (dalam mm) keterangan
1. Celah pada bodi Limit = 0,2 mm
rotor
2. Celah pada Limit = 0,2 mm
ujung rotor
Celah pada Limit = 0,15 mm
samping rotor
TEKNIK DAN MANAJEMEN 243
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
TUGAS
1. Secara individu buatlah laporan yang lengkap dari pemeriksaan !
2. Buat gambar/sketsa pompa oli sesuai dengan yang di praktikkan!
CAKRAWALA
Tips Menjaga Jumlah Oli Agar Selalu Pas
1. Ganti Oli dan Filter Oli Secara Rutin
Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan oli dapat dilakukan dengan
selalu berkala melakukan pemeriksaan jumlah oli dan mengganti oli,
dengan begitu jumlah oli akan selalu terkontrol. Apalagi sebagian kecil
kasus kurangnya jumlah oli (oli habis) disebabkan oleh terlambatnya waktu
penggantian oli.
2. Waspada Kebocoran
Oli yang berkurang juga bisa disebabkan karena terjadinya kebocoran.
Kebocoran yang terjadi sudah ada tanda-tandanya, misalnya ada tetesan oli,
atau blok mesin yang basah terkena rembesan oli.
3. Waspada Asap Putih di Kenalpot
Kemungkinan ada dua penyebab oli pada mesin berkurang, kalau ngga bocor
keluar ya ikut terbakar di dalam mesin. Salah satu ciri oli ikut terbakar adalah
asap kenalpotnya yang berwarna putih dan berbau oli terbakar dari saluran
buang.
CONTOH SOAL
1. Jelaskan langkah-langkah pemeriksaan pompa oli jenis rotor!
2. Jelaskan langkah-langkah pemeriksaan saringan oli!
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari perbaikan sistem pelumasan lebih jelas lagi silahkan
membuka web di bawah ini
https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/pemeriksaan-pompa-oli-oil-pump.
html
244 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
JELAJAH INTERNET
TUGAS MANDIRI
Setelah mempelajari langkah-langkah memperbaiki kerusakan siste pelumasan
maka lakukan pemeriksaan untuk tipe-tipe yang lain.
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soas-al di bawah ini dengan baik dan benar !
1. sebutkan komponen-komponen sistem pelumasan!
2. Bagaimana cara pemeriksaan pompa oli model rotor?
3. Jelaskan dengan gambar memeriksa celah ujung rotor dengan rotor bodi!
4. Jelaskan cara memeriksa tekanan oli!
5. Jelaskan dengan gambar sistem pelumasan tekan!
6. Jelaskan cara memeriksa ketinggian oli!
7. Jelaskan apa maksud SAE dan sebutkan macam-macam derajat
kekentalannya!
8. Sebutkan bagian-bagian dari pompa oli jenis rotor!
9. Sebutkqan fungsi masing-masing komponen sistem pelumasan!
10. Jelaskan dengan gambar cara kerja katup bypass!
TEKNIK DAN MANAJEMEN 245
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
REFLEKSI
Setelah mempelajari memperbaiki kerusakan sistem pelumasan, apabila
masih ada yang belum jelas silahkan diskusikan dengan teman atau dengan guru
yang berkaitan dengan overhaul sistem bahan bakar bensin konvensional,atau
masih perlu lakukan praktek sendiri dengan jobs pemeriksaan dan perbaikan
sistem pelumasan dengan mesin yang lain
246 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF IX
MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PENDINGINAN
BAB IX MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM PENDINGINAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses pembelajaran peserta didik diharapkan memiliki kompetensi,
dengan indikator sebagai berikut:
1. Pemeriksaan komponen-komponen sistem pendinginan
2. Melakukan perbaikan kerusakan sistem pendinginan
PETA KONSEP
Membuat Data Perawatan Berkala Mesin Kendaraan Ringan
A. Pemerik- B. Pengece- C. Pemerik- D. Pemer-
saan pada kan kebo- saan van belt iksaan air
tutup radiator coran pada pendingin /
radiator coolant
KATA KUNCI
Perbaikan pompa air, radiator, kipas, thermostat, tutup radiator dan water
jacket.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 247
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran memperbaiki kerusakan sistem
pendinginan bagi siswa untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dan
ketrampilan dalam perawatan dan perbaikan mesin otomotif secara rutin (servis
berkala). Penjelasan materi pada buku ini dilengkapi dengan gambar agar siswa
mudah untuk belajar pengetahuan secara mandiri dan pengetahuan untuk pengantar
mempelajari keterampilan.
Gambar 9.1 Sistem pendinginan air
Sumber : https://www.bisaotomotif.com/sistem-pendingin-cooling-
system-pada-mobil/
MATERI PEMBELAJARAN
Pemeriksaan Sistem pendinginan
Sistem pendingin merupakan sistem berfungsi untuk mejaga agar mesin selalu
pada suhu kerja, sehingga kerja mesin maksimal dan tenaga yang dihasilkan dapat
optimal. Panas yang berlebih atau sering disebut dengan istilah over heating
menyebabkan komponen-komponen rusak seperti piston macet, poros engkol rusak
kepala silinder bengkok bisa saja terjadi bila mesin tidak memiliki sistem pendingin .
Untuk mengetahui kondisi sistem pendingnian maka perlu dilakukan pemeriksaan
yang natara lain :
A. Pemeriksaanpada tutup radiator
Pada tutup radiator dilakukan pemeriksaan antara lain kondisi fisiknya dan saat
pembukaan katup vakum dan tekannya.
248 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gbambar 9.2 Pemeriksaan tutup radiator
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/11/fungsi-
radiator-tester-atau-radiator.html
1. Lepas tutup radiator dari radiator
2. Pilih adapter pada radiator cup tester yang sesuai dan pasang pada tutup radiator.
3. Lakukan pemompaan radiator cup tester sampai tekanan melebihi standarnya
sehingga katup tekan membuka.
4. Perhatikan tekanan pada barometer apakah terjadi penurunan, apabila tekanan
turun kemudian berhenti pada standarnya maka katup tekan baik, akan tetapi
bila secara lambat tekanan turun terus menerus maka hal tersebut menandakan
kebocoran terjadi pada tutup radiator.
B. Pengecekan kebocoran pada radiator
Pemeriksaannya:
1. Hidupkan mesin kurang lebih 5 menit
2. Buka radiator cup, ingat hati-hati seringkali tekanan di dalam sistem sudah naik.
3. Periksa volume air pendingin.
4. Pilih adapter pada radiator tester sesuai dengan ukuran lubang radiatornya dan
pasangkan
Gambar.9.3 Radiator Gambar.9.4 Adapter
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/ Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/
pemeriksaan-kebocoran-sistem- pendinginan.html pemeriksaan-kebocoran-sistem-pendinginan.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 249
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
5. Siapkan radiator tester, dan pasangkan ke adapter yang telah terpasang ..
Gambar.9.5 Pemompaan radiator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/pemeriksaan-
kebocoran-sistem-pendinginan.html
6. Pompakan radiator tester dengan tekanan yang sesuai standarnya, (tekanannya
13 psi atau 0,9 kg/cm)
7. Hindari pemberian tekanan yang berlebihan karena mengakibatkan kerusakan
pada sistem
8. Cek pipa-pipa dan sambungan apakah terjadi kebocoran, jika tidak ada kebocoran
berarti masih baik.bila terjadi kebocoran perbaiki dengan jalan diberi sealer
dilanjutkan mengencangkan klem , tetapi kalau tidak bisa silahkan diganti,
9. Setelah selesai lepas unit alat pengetes.dan pasang kembali tutup radiator.
10. Bersihkan peralatan yang telah digunakan.
C. Pemeriksaan van belt
1. lakukan pemeriksaan pada vanbelt secara visual baik saat posisi terpasang
maupun terlepas untuk mempermudah melakukan analisa.
Gambar 9.6 Pemeriksaan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-
sabuk-penggerak-fan-belt.html
2. Periksalah van belt pada kedudukannya, tidak diijinkan kedudukannya masuk
terlalu ke dalam, dimungkinkan van belt sudah berubah ukurannya, harus diganti.
250 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.7 Pemeriksaan dudukan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-
sabuk-penggerak-fan-belt.html
3. Cek tegangan v Belt/fan belt dengan jalan tekan sebesar 10 kg dengan spring
scale pada tempat yang ditunjukkan di bawah ini,
Gambar 9.8 Pemeriksaan tegangan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-
sabuk-penggerak-fan-belt.html
4. Bila tegangan v Belt/fan belt tidak sesuai maka kencakkan dengan menggeser
dudukan alternator.
D. Pemeriksaan air pendingin / coolant
1. Cek reservoir apakah isinya cukup, apabila isinya terlalu rendah maka tambahkan
air sampai posisi full pada reservoir
2. Jangan mengisi reservoir hingga penuh atau melebihi tanda full. Karena jika
radiator dalam kondisi panas air akan mengembang sehingga reservoir tank
3. Cek apakah kondisi air atau coolant dalam reservoir maupun radiator dalam
kondisi baik (tidak bercampur karat atau berubah warna menjadi kekuning-
kuningan).
TEKNIK DAN MANAJEMEN 251
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar.9.9 Reservoir
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/
komponen-komponen-sistem-pendinginan-air.html
Perbaikan Sistem Pendingin
Sebelum melakukan perbaikan terhadap sistem pendinginan, perlu diketahui
berbagai kerusakan dan penyebabnya. Kerusakan yang terjadi pada sistem
pendingin dapat dideteksi dari kejadian-kejadian abnormal yang muncul. Dari
kejadian yang muncul sebagai gangguan terhadap sistem pendingin tersebut dapat
dijadikan sebagai dasar tindakan perbaikan. Macam-macam kondisi abnormal pada
sistem pendingin dijabarkan sebagai berikut ini.
1. Kondisi Abnormal pada Sistem Pendinginan
Kondisi abnormal yang terjadi di sistem pendingin harus segera diatasi agar
komponen yang lain tidak ikut rusak. Kondisi abnormal sistem pendingin motor
dapat dicontohkan :
a. Jumlah air tidak cukup (jumlah air yang diisikan kurang kurang atau ada
kebocoran)
b. Kebuntuan pada pipa-pipa di dalam radiator
c. Katup thermostat sudah rusak
d. Slang tertutup atau tersumbat
e. Water pump abnormal sehingga pemompaan air tidak
f. Water jaket tersumbat kotoran
g. Tutup radiator rusak
h. Sirkulasi air tidak normal
i. Bidang pendingin terlalu sempit
j. Rusuk-rusuk pendingin dari radiator kotoran
k. Abnormalnya electrical system dari kipas
l. Kebocor pada sistem
2. Analisis Kerusakan Komponen pada Sistem Pendingin
a. Radiator buntu
Kotoram di dalam pipa air radiator akan mengakibatkan tersumbatnya
saluran-saluran air di dalam radiator, yang nantinya nenurunkan kemampuan
dalam mendinginkan mesin. Temperatur yang tinggi akan merusak komponen-
komponen mesin yang lainnya. Bagian radiator yang sering mengalami
gangguan adalah:
252 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
1) Mulut pipa-pipa air
Kerak-kerak yang menempel pada setiap bagian lubang sehingga air tidak
dapat masuk melalui pipa yang tersumbat kotoran . Pada bagian pipa
dapat dibersihkan dengan alat skrap.
2) Pipa-pipa air
Langkah untuk mengatasi gangguan pada pipa-pipa yang tersumbat
oleh kotoran air atau kerak-kerak dengan menggunakan alat korok ke
dalam pipa-pipa tersebut sehingga kerak-kerak yang menempel dapat
dikeluarkan. Perlu diperhatikan bahwa pipa-pipa tersebut terbuat dari
bahan yang mudah rusak perlu hati-hati saat membersihkannya,jangan
sampai terjadi kebocoran.
3) Inti Radiator
Pembersihan kotoran dilakukan dengan jalan menyemprotkan udara
bertekanan dari kompresor ke dalam sirip radiator.
Gambar 9.10 Membersihkan inti radiator
Sumber : VEDC Malang
4) Tabung radiator air atas
Tabung radiator bagian atas fungsi untuk menampung air panas yang masuk
dari mesin melalui selang atas. Pada tabung radiator atas ini biasanya
dilengkapi juga dengan lubang tutup radiator. Kotoran yang menempel
pada dinding radiator bagian atas dihilangkan dengan cara mengurasnya.
Mesin dihidupkan, pipa pada bagian bawah dibuka dan air yang bersih
masuk melalui lubang radiator sampai tidak ada kotoran.
5) Tabung radiator bagian bawah
Tabung radiator ini memiliki fungsi menampung air yang telah didinginkan
sirip–sirip tipis radiator. Tabung radiator bagian bawah ini dilengkapi
dengan lubang aliran menuju pompa dan baut kuras pembuangan. Sirip-
sirip yang merupaka pipa saluran air harus selalu bersih tidak ada endapan
kotoran. Karena kalau ada kotoran dapat menyebabkan kerusakan. Kotoran
mudah menempel pada pipa-pipa kecil yang semakin lama semakin tebal
sehingga fungsi pendinginnya berkurang
TEKNIK DAN MANAJEMEN 253
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
b. Termostat abnormal
Termostat berfungsi menjaga agar dapat dipertahankan temperatur kerja
mesinnya. Termostat yang tidak mau membuka menyebabkan mesin
overheating dan termostat yang slalu terbuka menyebabkan mesin menjadi
overcolling. Hal itu menyebabkan tenaga yang dihasilkan menjadi turun.
Apabila termostat tidak dapat bekerja dengan baik harus diganti. Pengecekan
termostat dapat dilakukan dengan cara :
1) Merendam termostat dalam bak yang diisi air
2) Panaskan air dengan kompor, dan hindari pemanasan langsung termostat
3) Cek terbukanya tutup katup pada suhu 60oC
4) Cek terbukanya termostat pada suhu 80oC
Gambar 9.11 Mengetes termostat (VEDC Malang)
c. Pompa Air/Water pump Rusak
Pompa air berfungsi memompakan air ke dalam sistem pendinginan. Apabila
pompa tidak berfungsi, sirkulasi pendingin akan terganggu sehingga air
mengalir dari radiator mesin tidak dapat bersirkulasi dengan sempurna.
Adanya kotoran di dalam sistem dapat merusakkan seal pompa, kerusakan
pada poros dan bantalan. Penyetelan fan belt terlalu kencang dapat
menyebabkan bantalan pompa air cepat rusak karena justru menimbulkan
beban yang terlalu pada satu sisi. Seal yang rusak dapat menimbulkan
kebocoran. Oleh karena itu, seal yang rusak harus diganti.
254 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.12 Memeriksa pompa air (VEDC Malang)
Keterangan: 3. Impeler
1. Poros 4. Fan hub
2. Housing
d. Water Jacket Buntu
Water jacket memiliki fungsi menyerap panas dinding silinder dan ruang
bakar. Water jacket juga sering disebut mantel pendingin terletak di sekeliling
silinder-silinder mesin dan kepala silinder. Karena adanya kotoran dari air
dan endapannya maka mengurangi kemampuan dalam sirkulasi air pendingin
Gambar 9.13 Water jacket
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-water-
jacket-pada-sistem.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 255
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Endapan kotoran yang menempel dibersihkan dengan menyemprotkan udara
yang
bertekanan ke lubang-lubang yang tersumbat.
e. Tutup Radiator Abnormal
Untuk mengetahui tutup radiator masih baik atau tidak adalah dengan
cara memeriksa tutup radiator dengan radiator cap tester. Kasus terjadinya
kebocoran yang tidak ditemukan sedangkan radiator dalam kondisi baik,
tetapi mesin tetap overheating bisa dikarenakan tutup radiator yang kurang
baik sehingga tekanan di dalam sistem terlalu rendah. Cek tutup radiator
seperti terlihat pada gambar. Apabila didapatkan hasil tutup yang rusak
harus diganti.
Gambar 9.14 Pemeriksaan tutup radiator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/11/fungsi-radiator-
tester-atau-radiator.html
3. Mengatasi Gangguan Sistem Pendingin
Pada sistem pendingin gejala/gangguan yang mungk terjadi antara lain :
a. Mesin mengalami overheating
1) Volume Air kurang
Volume air kurang diatasi dengan menambahkan sejumlah air pendingin
dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kebocoran. Kebocoran ini tidak
dapat dilihat mata dalam keadaan mesin dingin. Tetapi waktu mesin panas,
tekanan dalam sistem pendingin akan bertambah dan air akan terdesak
keluar.
Cara menggunakan alat analisis untuk mengetes kebocoran ialah:
a) Memeriksa kebocoran luar
(1) Buka tutup radiator dan isi radiator dan isi air sampai penuh.
(2) Pasangkan radiator tester dengan benar
(3) Lakukan pemompaan sampai dengan kondisi tekanannya sama
dengan yang tertulis pada tutup radiator dan ditambahkan 25 %-nya.
(4) Apabila didapatkan data tekanan menunjuk kurang dari yang diizinkan
atau turun, itu menandakan ada kebocoran dalam sistem pendingin
(5) Lakukan perbaikan dan penggantian komponen yang rusak.
256 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.15 Pemeriksan kebocoran luar ( VEDC Malang)
b) Pemeriksan kebocoran dalam/internal
(1) Buka tutup radiator dan isi radiator dan isi air sampai penuh
(2) Hidupkan mesin hingga mencapai suhu kerja
(3) Pasangkan radiator tester, turunkan tekanan pada mesin secara
perlahan-lahan dan amati pengukur pada alat analisis (analyzer).
Bocornya udara yang tidak ditemukan di luar sistem bisa diasumsikan
terjadi kebocoran karena kepala silinder melengkung, silinder bocor,
dan jaket air mengalami kerusakan.
Gambar 9.16 Pemeriksaan kebocoran dalam (VEDC Malang)
b. Mesin terlalu dingin
1) Jika thermostatnya rusak, segera diganti
c. Kehabisan air
1) Bocoran pada radiator maka, dilakukan perbaikan pada bagian yang rusak/
bocor pada radiator.
2) Selang yang longgar atau rusak dilakukan pengencangan dan diberi sealer
perapat, bila tidak bisa maka diganti
3) Pompa air bocor tidak bisa diperbaiki dan harus diganti
4) Gasket kepala silinder yang boco diatasi dengan mengencangkan kembali
diganti dengan yang baru.
5) Mesin overheating dapat diatasi dengan mencari penyebabnya.
6) Adanya suara abnormal pada sistem pendingin
a) Bantalan aus pada waterpump, maka waterpump diganti
b) Kipas pendingin kurang kencang, bengkok dapat diatasi dengan cara
dikencangkan, diperbaiki, atau diganti
4. Melepas dan Merakit Komponen Sistem Pendingin
a. Mempersiapkan Kendaraan
TEKNIK DAN MANAJEMEN 257
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Kendaraan yang ingin dibongkar harus dipersiapkan dengan benar telebih
dahulu sebelum beberapa komponen dilepas. Metode mempersiapkan
kendaraan dijabarka sebagi berikut.
1) Parkirkan kendaraan pada bidang permukaan yang datar
2) Posisikan transimisi pada keadaan netral
3) Tarik rem tangan dengan naikkan escalator
4) Lepaskan terminal massa baterai
5) Bukalah kap mesin dan topanglah pada penyangganya
6) Keluarkan air dari sistem pendingin
Berikut ini adalah cara mengeluarkan air pendingn dari sistem pendingin.
1) Sediakan tempat tampung air pendingin
2) Letakkan wadah penampung di bawah saluran lubang pembuang air
pendingin
3) Lepaskan tutup radiator
4) Lepaskan tutup saluran pembuangan air
5) Tunggu sampai air pendingin habis tebuang dan tutup kembali saluram
pembuang
Sesudah semua komponen pendingin dilepas, lakukan tahap akhir berikut ini.
1) Isi kembali sistem pendingin dengan cairan pendingin dan tambahkan zat
pendingin air pada radiator
2) Hubungkan kembali terminal massa baterai
3) Periksa kembali komponen sistem pendingin dan pastikan komponen sudah
terpasang dengan benar
4) Hidupkan mesin dan biarkan mencapai temperatur kerja normal
5) Tes tekanan sistem pendingin dan cek bagian yang terhubung dengan sistem
pendingin air dari kemungkinan bocor.
6) Pasang tutup radiator dan tutup kap mesin.
b. Melepas dan Memasang Drive Belt
Cara melepas drive belt
1) Kendurkan baut pengikat pada alternator
2) Tekan alternator kearah depan
3) Buka baut penutup radiator untuk memudahkan pelepasan drive belt
4) Keluarkan drive belt dari tempatnya secara pelan pelan, jangan sampai rusak
atau tergores.
Pemasangan kembali drive belt
1) Masukan kembali drive belt pada posisi semula
2) Pastikan posisi drive belt masuk pada alur dengan baik.
3) Tarik alternator dan kunci baut yang dikendurkan tadi
4) Hingga kuat sambil mengukurketegangan drive belt
5) Setelah selesai pasang kembali baut penutup radiator
c. Melepas dan Memasang Saluran Radiator dan Klem Slang Saluran
Cara melepas saluran radiator dan klem siang saluran
1) Gunakan obeng untuk mengendurkan baut klem pengikat slang saluran.
2) Tarik slang dari titik penghubung.
3) Periksa slang saluran dari kerusakan dan karat
4) Bersihkan ujung slang dengan kain hingga bersih.
258 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Cara memasang kembali saluran atau selang radiator
1) Pasang slang pada posisi semula, jangan sampai slang terpuntir.
2) lepaskan klemnya untuk memudahkan pemasangan.
3) Tekan slang sampai benar-benar masuk dan jangan lupa memberi gasket
diujung
4) slang untuk mencegah air pendingin merembes saat pemuaian.
5) Geser klem ke posisinya dan keraskan dengan peralatan yang cocok.
Gambar 9.17 Slang radiator
Sumber : Dr. Suranto,ST,MM dkk,2017
d. Melepaskan dan Memasang Radiator
Cara melepas radiator
1) Keluarkan air pendingin dari radiator terlebih dahulu dengan membuka
baut penutup pada bagian bawah radiator.
2) Lepaskan slang saluran radiator.
3) Buka semua baut yang mengikat radiator.
4) Buka kapas radiator yang menempel pada pada radiator.
5) Gunakan kunci socket untuk melepas selubung kipas.
6) Keluarkan selubung penutup radiator untuk memudahkan keluarnya
radiator dari mesin.
Cara memasang kembali radiator
1) Tempatkan radiator pada posisi pasangannya
2) Hati-hati pada saat menurunkan radiator dan posisikan lubang bautnya
segaris dengan radiator.
3) Perhatikan posisi kipas, jangan sampai menyentuh inti radiator.
4) Pasang kembali baut pengikat radiator dan kipas.
5) Pasang kembali slang salurnya dan kuatkan pengikatnya.
6) Masukan kembali penutup radiator dan pasang baut pengikatnya.
e. Melepas dan memasang Pompa air
Cara melepas pompa air
1) Lepaskan baut pengikat alaternator
2) Buka baut pengikat pully
3) Keluarkan sabuk
4) Lepaskan beberapa selang penghubung pada pompa air
5) Buka semua baut
6) Jika pompa sulit dilepas ketuk dengan palu lunak
TEKNIK DAN MANAJEMEN 259
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Cara memasang kembali pompa air
1) Bersihkan sebelum dipasang
2) Berikan gasket
3) Tekan alur pompa air
4) Pasang baut tanam pada blok mesin
5) Tepatkan kembali baut pengaman dank unci
6) Pasang kembali pully
7) Pasang kembali sabuk kipas
f. Melepas dan memasang termostat
Cara melepaskan termostrat :
1) Lepaskan saluran yang yang melekat pada tutup termostat
2) Lepaskan baut pengikat pada rumah termostat
3) Buka penutup rumah termostat
4) Angkat termostat dari rumahnya dengan menggunakan obeng kecil jika
terjadi kemacetan pada thermostat
Cara memasang kembali termostat :
1) Kedua penyambung pada permukaan harus benar benar bersih dari
GASKET pertama
2) Permukaan pada flens termostat dapat dibersihkan dengan memakai
sekrap
3) Permukaan rumah dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat kawat
4) Masukan kembali termostat pada rumahnya
5) Pasang gasket baru dan beri lem perekat
6) Pasang tutup atas rumah termostat
7) Pasang kembali baut pengikatnya sampai kuat
8) Pasang saluran atas radiator dan kuatkan lem pengikatnya.
Gambar. 9.18 Termostat sabuk dari
Sumber: http://ppg.spada.ristekdikti.go.id/master/pluginfile.
php/75035
5. Memeriksa dan Memperbaiki Komponen Sistem Pendingin
a. Sabuk (Drive Belt)
1) Lepaskan sabuk dari pully
2) Putar sabuk ke arah samping luar
3) Periksa sabuk secara teliti untuk mengetahui kondisi
260 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
kemungkinan cacat/using
4) Ganti sabuk apabila sudah tidak layak lagi
5) Pasang sabuk pada posisi semula
Gambar 9.19 Memeriksa kondisi sabuk
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-
sabuk-penggerak-fan-belt.html
b. saluran dan klem penjepit saluran
pemeriksaan saluran radiator dan klem penjepit saluran
1) Lepaskan saluran
2) Periksa secara teliti pada samping saluran untuk mengetahui adanya :v
a) Keretakan pada saluran
b) Kondisi saluran sudah usang
c) Tercemar oli
3) Ganti saluran jika sudah retak
4) Periksa klem penjepit saluran untuk mengetahui beberapa hal,seperti:
a) Ulir sekrup apakah sudah rusak
b) Korosi atau berkarat,bengkok
5) Ganti klem jika sudah rusak
6) Pasang kembali saluran penjepit saluran
c. Radiator
Kerusakan yang sering terjadi pada radiator adalah inti radiator atau core yang
tersumbat. Jika hal itu sampai terjadi, periksalah kondisi radiator terutama
bagian aliran air.
1) Lepaskan bagian atas dan bawah
2) Isi radiator dengan air
3) Buka baut penutup bawah radiator
4) Bersihkan inti radiator
5) Gunakan pelat tipis untuk membersihkan inti radiator
6) Setelah bersih rakit kembali
d. Pompa air (water pump)
Pemeriksaan pompa air dengan cara menghidupkan mesin:
1) Dengarkan apakah pompa berisik
2) Kekurangan air secara normal dikur secara rata-rata
3) Pada saat pompa bekerja perhatikan lubang bagian bawah pompa ada
TEKNIK DAN MANAJEMEN 261
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
lubang kecil apakah ada air yang keluar.
e. Termostat
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menguji termostat.
1) Lepaskan termostat dari rumahnya.
2) Gantung termostat dengan kawat pada bejana yang berisi air.
3) Tempatkan termometer pada bejana yang berisi air tersebut.
4) Panaskan air dan catat suhu saat katup termostat membuka dan suhu saat
katup menutup kembali
5) Jika air yang dipanaskan telah mencapai lebih dari 95 derajat celcius dan
katup termostat tidak terbuka, termostat harus diganti dengan yang baru.
Gambar 9.20 Cara menguji termostat (VEDC Malang)
6. Membersihkan Komponen Pendingin
a. Pembersih Luar
Pembersih luar hanya dilakukan pada komponen yang memerlukan
pembersih secara penuh pada bagian luar radiator. Kisi-kisi harus bebas dari
semua bahan atau zat dari luar,seperti kotoran, oli, daun, pasir, serangga. Cara
untuk membersihkan kisi-kisi pada radiator dijabarkan sebagai berikut.
1) Lepaskan radiator dari mesin
2) Pindahkan radiator pada tempat yang bebas dari kotoran.
3) Hubungkan nozel udara penyemprot dengan sumber udara bertekanan
tinggi atau compressor.
4) Kemudian semprotkan angin diantara kisi-kisi dengan menggerakkan
nozel penyemprot sepanjang kisi-kisi yang saling sejajar antara pipa-pipa
inti radiator.
5) Luruskan rusuk pendingin radiator sesudah dibersihkan.
b. Pembilasan radiator
1) Pasang tutup radiator
2) Lepaskan saluran atas dan bawah dari radiator.
3) Bebaskan komponen elektronik dan hubungkan langsung dengan air agar
tidak terjadi korsleting.
4) Pasang semprotan pembilas pada leher radiator bawah.
5) Gunakan penyemprotan udara ke aliran air untuk beberapa kali.
6) Amati pengurasan dari radiator.
7) Teruskan pembilasan sampai bersih.
262 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
c. Menyiapkan Pembilasan Mesin
Pembilasan Mesin
1) Lepaskan termostat dari rumahnya
2) Pasang semprotan pembilasan ke leher rumah radiator
3) Hubungkan air dan udara ke penyemprotan
4) Alirkan dan lewatkan ke mesin sampai aliran keluar saluran bawah radiator
5) Semprotkan udara ke mesin beberapa kali agar tidak ada kotoran yang
menempel atau karat yang terdapat pada water jacket
6) Teruskan pembilasan hingga bersih
7. Pengecekan dan Penggantian air Pendingin
Pengecekan air pendingin meliputi pengecekan jumlah dan kualitas air
pendingin. Pengecekan kualitas pendingin antara lain pengecekan terhadap
karat/kerak di sekitar lubang tutup radiator. Air pendingin tidak boleh tercemar
oli.
Pengecekan kualitas dan jumlah air pendingin dapat dilakukan sebagai
berikut :
Pengecekan kapasitas air pendingin
Jumlah air pendingin dilihat pada reservoir tank. Posisi air harus berada
diantara tanda FULL- LOW , saat mesin dingin isi sampai FULL.
a. Pengecekan dan penggantian kualitas air pendingin
Tidak boleh adanya kotoran pada lubang tutup radiator. Apabila air ternyata
kotor/ mengandung karat/berwarna kuning harus diganti dengan cara :
1) Buka tutup radiator saat mesin keadaan dingin..
2) Kuras dengan cara melepas baut penguras di bawah.
3) Tutup baut penguras, dan isi dengan radiator coolant
4) Pasang tutup radiator
5) Hidupkan mesin dan cek apabila ada kebocoran
6) Pemeriksa volume air pendingin, tambahkan bila diperlukan.
b. Pelepasan, Pengecekan dan Penggantian Pompa Air
Bila air pendingin tidak bersirkulasi dengan sebagaimana mestinya maka
yang perlu diperiksa adalah pompa air. Pompa air harus diganti apabila
mengalami kebocoran, karena jarang sekali ada seal di pasaran. Cara
melepas pompa air sebagai berikut :
1) Keluarkan air pendingin
2) Melepas fan belt, kipas, kopling fluida dan kelengkapannya.
3) Lepas pompa air dan lakukan pengecekan
4) Putar dudukan puli dan amati bahwa bearing tidak bersuara kasar atau
berisik. Apabila diperlukan, bearing pompa air harus diganti.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 263
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.21 Pemeriksaan pompa air
Sumber : https: //www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Pemeriksaan kopling fluida , cek kebocoran silicon.
Gambar 9.22 Pemeriksaan kopling fluida gasket dan plat
Sumber: https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Cara melepas komponennya :
Bodi pompa, bearing, satuan seal, rotor, dudukan puli,
merupakan komponen pompa air
264 Gambar 9.23 Komponen pompa air
Sumber https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-KOMPONENNYA
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Prosedur pelepasan komponen pompa air sebagai berikut :
Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya
Gambar 9.24 Cara melepas plat
Sumber https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Gunakan SST dan pres untuk melepas dudukan puli, tekan as dari bearing
dan lepaskan dudukan puli
Gambar 9.25 Cara melepas dudukan Puli
Sumber https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Prosedur perakitan komponen pompa air
Pasang bearing pompa dengan cara pemanaskan bodi pompa bertahap
sampai suhu 75 – 85° C, gunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan
lepas bearing dan rotor. Permukaan bearing harus rata dengan bodi.
Pasang seal pompa dengan cara oles oli pada seal baru dan bodi dengan
SST dan pres, pasang seal, pasang dudukan puli di pres pada poros bearing
pompa. Pasang rotor dengan press pada poros dan pasang plat pompa,
jangan sampai rotor menyentuh plat. Pastikan pompa air berputar lembut.
c. Melepas, Memeriksa dan Memasang Thermostat
Proses yang harus dilakukan adalah membuang air pendingin, dilanjutkan
dengan melepas selang radiator bagian atas, dan tutup thermostat juga
dilepas, tinggal mengambil thermostat.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 265
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.26 Melepas tutup thermostat
Sumber https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
1) Pengecekan thermostat, dilakukan dengan urutan :
Masukkan termostat ke dalam air yang dipanaskan. Periksa pembukaan
katup yaitu 80 – 90 derajad celcius. Jika saat pembukaan katup tidak
sesuai menandakan bahwa thermostat rusak dan harus ganti. Kemudian
cek besarnya pembukaan (Spec pembukaan pada suhu 95 derajad Celcius
minimal 8 mm)
Gambar 9.27 Memeriksa kerja thermostat
Sumber : https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-KOMPONENNYA
Gambar 9.28 Pemeriksaan tinggi kenaikan katup
Sumber : https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKA N_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-KOMPONENNYA
2) Cara pemasangan thermostat dengan urutan demikian :
Pasang gasket yang baru pada thermostat, luruskan katup jinggle dengan
tanda di sisi kanan kemudian pasang pada dudukannya, dan pasang tutup
rumah thermostatnya atau ke kanan dari tanda.
266 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.29 Memasang gasket baru
Sumber : https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Gambar 9.30 Pemasangan thermostat
Sumber : https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
8. Pengecekan dan Pengujian Sistem Pendingin
Pengecekan dan pengujian dengan jalan memeriksa kebocoran sistem
pendingin. Dengan menguunakan Radiator Cup/pressure Tester digunakan
untuk menentukan kondisi tutup radiator maupun bagian dari sistem
pendinginan yang lain.
a. Pengecekan pada tutup radiator dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Lepaskan tutup radiator dari radiator (mesin posisi dingin), kemudian
pasang tutup radiator pada radiator cap tester .
2) Pengecekan pada tutup radiator dengan melakukan pemompaan dan
ukur tekanan pembukaan katup. Spesifikasi pembukaan katup : 0,75
– 1,05 kg/cm (10,7 – 14,9 psi) Tekanan pembukaan minimal : 0,6 kg/
cm (8,5 psi). Untuk pengecekan kondisi tutup raditor menggunakan
pembacaan yang maksimum sebagai tekanan pembukaan. Apabila
tekanan pembukaan kurang dari tekanan minimum, maka tutup radiator
harus diganti.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 267
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 9.31 Pengecekan tutup radiator
Sumber ; https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_
SISTEM_PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
Pengecekan kebocoran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Isilah radiator dengan air pendingin, kemudian pasanglah radiator cap
tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator..
Gambar 9.32 Pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin
Sumber:https://www.academia.edu/27635037/PERBAIKAN_SISTEM_
PENDINGIN_DAN_KOMPONEN-
KOMPONENNYA
2) Pompa radiator cap tester sampai tekanan 1,2 kg/cm(17,1 psi), dan
pastikan tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada
kebocoran. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran
pendingin, radiator, dan pompa air. Bila tidak ditemukan kebocoran pada
komponen tersebut, maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder.
268 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF