The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mempelajari tentang perawatan mesin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by otomotifsmkpiri1yk, 2021-11-27 01:20:35

perawatan mesin

mempelajari tentang perawatan mesin

PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF III

PERAWATAN BERKALA SISTEM PENDINGINAN

BAB III PERAWATAN BERKALA SISTEM PENDINGINAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari buku ini, diharapkan siswa memiliki kompetensi
pengetahuan dan keterampilan dengan indikator sebagai berikut:
1. Memahami komponen sistem pendinginan
2. Prosedur pemeriksaan berkala sistem pendinginan

PETA KONSEP

PERAWATAN BERKALA SISTEM PENDINGINAN

Macam Sistem Komponen Sistem Pemeriksaan Sistem
Pendinginan Pendingin Air Pendinginan

KATA KUNCI

Perawatan pompa air, radiator, kipas, thermostat, tutup radiator dan water
jacket.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 71
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENDAHULUAN

Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran perawatan berkala
sistem pendinginan bagi siswa untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan
dan kompetensi dasar ketrampilan dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin
otomotif. Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar
sistem pendinginan, sehingga siswa mudah untuk belajar pengetahuan dan
keterampilan.

Gambar 3.1 Prinsip kerja sistem pendinginan air
Sumber:https://meisetio.com/2018/12/21/jenis-jenis-dan-fungsi-pendinginan-pada-kendaraan/

Dalam buku materi perawatan berkala sistem pendinginan ini
akan dipelajari komponen sistem pendinginan air yaitu pompa air, radiator,
kipas, thermostat, tutup radiator dan water jacket.

MATERI PEMBELAJARAN

A. Macam Sistem Pendinginan
Macam sistem pendinginan yang biasa digunakan pada motor ada

dua, yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.
1. Sistem Pendingin Udara

Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran di dalam silinder
sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di
luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut diserap oleh udara
luar yang temperaturnya lebih rendah dibanding sirip pendingin. Untuk
bagian mesin yang temperaturnya tinggi di sekitar ruang bakar diberi sirip
pendingin yang lebih panjang dibanding bagian sekitar silinder.

72 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 3.2 Sistem pendinginan udara
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/macam-macam-sistem pendinginan.html

Panas dari mesin akan dipindahkan ke dinding-dinding silinder, kemudian
disalurkan ke sirip-sirip blok silinder dan selanjutnya didinginkan oleh
udara luar
Sistem pendinginan dengan udara ini banyak diaplikasikan pada sepeda
motor, motor-motor kecil, mobil VW lama dll.

Keuntungan dan kerugian sistem pendinginan udara :
a. Konstruksi sederhana
b. Getaran-getaran pada sirip-sirip yang terkena hembusan udara lebih

keras
c. Pendinginan kurang merata
d. Perawatan mudah dan jarang sekali terdapat masalah
Ada dua cara untuk menciptakan aliran udara yaitu menggerakkan udara
atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya
harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Untuk mesin-
mesin yang penempatannya sulit untuk mendapatkan aliran udara, maka
diperlukan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran
udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan
lebih sempurna.

2. Sistem Pendingin Air
Pada sistem ini, panas dari proses pembakaran dalam ruang bakar

dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding
silinder dan ruang bakar. Oleh karena itu, di bagian luar dinding silinder dan
ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Apabila air pendingin
tersebut tetap berada pada mantel air, maka air akan cenderung mendidih
dan menguap. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air yang
masih dingin sedangkan air yang telah panas dialirkan keluar dan harus
bersirkulasi. Sirkulasi tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam dan

TEKNIK DAN MANAJEMEN 73
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

sirkulasi dengan tekanan.
Keuntungan sistem pendingin air antara lain:

a. Temperatur seluruh mesin sama sehingga kemungkinan distorsi kecil;
b. Ukuran kipas lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil;
c. Mantel air dan air dapat meredam getaran;
d. Kemungkinan overheating kecil
e. Jarak antarsilinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

Kerugian sistem pendingin air antara lain:
a. Bobot mesin lebih berat ;
b. Waktu pemanasan lebih lama;
c. Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze;
d. Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan

overheating;
e. Memerlukan kontrol yang lebih rutin.

Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat
dilihat gambar di bawah :

Gambar.3.3 Kontruksi sistem pendinginan air dengan sirkulasi tekanan
Sumber: http://mel0207lsprod.blob.core.windows.net/uploads/global/ls/content/35176/engine/how/

cooling_2.html

Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket, pompa air,
radiator, thermostat, kipas, dan selang karet. Pada saat mesin masih dingin,
air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup.
Air mendapat tekanan dari pompa air, tetapi tekanan tersebut tidak
mampu menekan thermostat untuk terbuka. Untuk mencegah tekanan yang
berlebihan, maka dilengkapi dengan saluran by pass, sehingga air yang
bertekanan akan kembali melalui saluran bypass tersebut.

74 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 3.4 Sistem pendinginan air saat suhu air masih dingin
Sumber: https://www.kitapunya.net/cara-kerja-sistem-pendingin-mobi/

Pada saat suhu air telah panas, maka thermostat terbuka sehingga air yang
telah panas di dalam water jacket mengalir ke radiator untuk didinginkan
dengan kipas pendingin dan aliran udara. Air pendingin yang sudah dingin
kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.

Gambar 3.5 Sistem pendingin air saat mesin panas
Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/08/komponen-dan-cara-kerja-sistem-pendinginan.html

B. Komponen Sistem Pendingin Air
Sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak, pada umumnya
komponennya terdiri dari: radiator, pompa air, thermostat, kipas pendingin,
water jacket.
1. Radiator
Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas
setelah melalui saluran water jacket. Bagian-bagian radiator antara lain:
tangki air bagian atas (upper water tank), tangki air bagian bawah (lower
water tank) dan inti radiator (radiator core). Pada tangki air bagian atas
dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke
tangki cadangan, pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang

TEKNIK DAN MANAJEMEN 75
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan
pendingin. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa yang dapat dilalui air dari
tangki atas ke tangki bawah dan disamping dilengkapi dengan sirip-sirip
pendingin yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin.

Gambar 3.6 Konstruksi radiator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/bagian-bagian-radiator-dan-fungsinya.html

Inti radiator menurut bentuk sirip-siripnya ada 3 tipe yaitu tipe plat (flat fin
type) dan tipe lekukan (corrugated fin type), tipe “SR“. seperti terlihat pada
gambar di bawah ini.

Gambar 3.7 tipe inti radiator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/bagian-bagian radiator-dan- fungsinya.html

Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal
sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan
radiator tipe lain.

76 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

2. Tutup Radiator
Berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah dan mengatur
arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan
sebaliknya.Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang
pengisian dan tutup radiator.
Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup
relief dan katup vacuum, apabila volume air pendingin bertambah saat
temperaturnya naik, maka tekanannya juga bertambah. Bila tekanan air
pendingin mencapai 0,3– 1,0 kg/cm2 pada 110 - 120° C, maka relief valve
terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow
sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.

Gambar 3.8 Relief valve pada tutup radiator
Sumber : (Anonim, 2004 : 34)

Setelah mobil dimatikan maka suhu dan tekanan air pendingin yang
berada di dalam radiator akan turun, maka dalam radiator terjadi
kevacuman, akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk
menghisap air pendingin yang berada pada  reservoir tank.

Gambar.3.9 Vacum valve pada tutup radiator 77
Sumber : (Anonim, 2004 : 34)

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

3. Pompa air
Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin agar air

pendingin tersebut dapat bersirkulasi. Jenis pompa air yang umumnya
digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump), yang
letaknya di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau
timing belt

Gambar 3.10 Komponen pompa air
Sumber: (Anonim, 2004 : 36)

4. Thermostat
Thermostat berfungsi untuk mempercepat temperatur kerja air pendingin
pada saat motor masih dingin, serta mengatur peredaraan air pendingin
yang menuju ke radiator. Apabila air pendingin masih dingin, maka air
hanya bersirkulasi dalam water jacket dan apabila temperatur air pendingin
telah panas maka air akan mengalir ke radiator untuk didinginkan.
Menurut letaknya thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang
letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di
saluran air keluar (water outlet).
a. Thermostat yang letaknya di saluran air keluar.
Apabila air pendingin masih dingin, maka thermostat
menutup aliran air pendingin ke radiator. Air pendingin dipompa
langsung ke blok mesin dan kepala silinder melalui selang by pass
kembali ke pompa air.

78 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Keterangan :
1) Thermostat
2) Selang Bypass
3) Radiator
4) Pompa air

Gambar.3.11 Sistem pendingin dengan thermostat di saluran air keluar
Sumber:http://blog.ub.ac.id/fauzanshiddiq/2015/03/13/termostat-contoh-alat- ukur-dengan-sistem-umpan-balik/

Bila air pendingin telah panas, maka thermostat membuka
sehingga air pendingin mengalir melalui thermostat menuju ke
radiator untuk didinginkan, sebagian air mengalir melalui selang
by pass dan selanjutnya air kembali ke pompa air.
b. Thermostat yang letaknya di saluran air masuk

Apabila air masih dingin thermostat menutup, air bersirkulasi
melalui saluran by pass kemudian dipompa ke blok silinder dan
kepala silinder, selanjutnya kembali ke pompa air melalui selang by
pass.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 79
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Keterangan :
1) Thermostat
2) Selang bypass
3) Radiator
4) Pompa air

Gambar.3.12 Sistem pendingin dengan thermostat di saluran air masuk
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/macam-macam-thermostat-pada-engine.html

Cara kerja thermostat

Gambar 3.13 Cara kerja thermostat
Sumber : https://serviceacjogja.pro/prinsip-kerja-thermostat/

Apabila temperatur air pendingin sudah panas , maka thermostat
membuka saluran air dan saluran bypass menutup, sehingga air
yang telah panas mengalir ke radiator melalui thermostat dan
kembali ke pompa air. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang
tertinggi apabila suhunya mencapai 80° – 90° C. Kerja thermostat

80 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

tergantung oleh suhu, apabila suhunya naik maka thermostat
membuka dan sebaliknya, karena di dalam thermostat terdapat
wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya berubah.
Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun
atau naik, mengakibatkan katup membuka atau menutup.

Keterangan :
1) Valve
2) Silinder
3) Wax
4) Jiggle Valve

Gambar 3.14 Thermostat dengan jiggle valve
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/03/macam-macam-thermostat-pada-engine.html

Pada thermostat dilengkapi dengan jiggle valve yang berfungsi
untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin
ke dalam sistem.
5. Kipas pendingin
Kipas pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan
pada radiator. Dalam proses pendinginan, radiator didinginkan oleh udara
luar, tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak.
Kipas pendingin ditempatkan di belakang radiator, yang digerakkan oleh
sabuk atau motor listrik.
a. Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol

Kipas pendingin jenis ini digerakkan oleh poros engkol
melalui tali kipas, kecepatan kipas berubah sesuai dengan
kecepatan mesin.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 81
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 3.15 Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/fungsi-dan-cara-kerja-kipas-pendingin.html

Putaran kipas belum cukup besar bila mesin masih berputar
lambat, tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi,
maka kipas juga berputar dengan kecepatan tinggi. Untuk
mencegah kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas
maka dipasang kopling fluida yang terletak antara pompa air dan
kipas pendingin.
b. Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik

Kipas pendingin berputar jika temperatur air pendingin
panas. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik
melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Bila temperatur
naik, sinyal merangsang motor relay untuk menggerakkan motor
listrik kemudian menggerakkan kipas pendingin, sehingga kipas
akan bekerja pada saat dibutuhkan.

82 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar.3.16 Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/fungsi-dan-cara-kerja-kipas-pendingin.html

Kipas pendingin berputar apabila temperatur mesin melebihi
93° C, berputarnya diatur oleh coolant temperatur switch yang
dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay
dari motor listrik.

Apabila kunci kontak ON, mesin berputar dan temperatur
air pendingin di bawah 93° C, coolant temperatur switch titik
kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir
melalui kunci kontak, relay, titik kontak coolant temperatur
switch dan ke massa. Arus listrik yang mengalir pada relay akan
menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik
yang ke motor listrik tidak mengalir dan kipas tidak berputar.

Gambar 3.17 Cara kerja motor penggerak kipas elektrik.
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/penyebab-kipas-pendingin-radiator.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN 83
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

6. Water Jacket
Water jacket berfungsi sebagai jalur air pendingin saat

bersirkulasi di dalam mesin. Air pendingin yang bersirkulasi pada
water jacket ini akan menyerap panas pada mesin secara langsung.

Konstruksi dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3.18 Water Jacket
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-water-jacket-pada- sistem.html

C. Pemeriksaan sistem pendinginan
Sistem pendingin digunakan untuk menjaga temperatur mesin agar

selalu pada temperatur kerjanya, sehingga tenaga yang dihasilkan lebih
optimal. Apabila tidak terdapat sistem pendingin maka dapat menyebabkan
panas yang berlebih atau over heating. Jika terjadi over heating maka akan
muncul masalah pada mesin salah satunya piston dapat macet sehingga
mesin mati.

Untuk menjaga sistem pendingin tetap bekerja dengan normal maka
perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sistem pendinginnya
1. Pemeriksaan Tutup Radiator

Pemeriksaan tutup radiator dilakukan untuk mengetahui kerja dari tutup
radiator.
Di dalam tutup radiator ini terdapat dua buah katup yaitu katup tekan dan
katup vakum.

84 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 3.19 Pemeriksaan tutup radiator
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/11/fungsi-radiator-tester-atau- radiator.html

Langkah-langkah pemeriksaan tutup radiator:
a. Lepaskan tutup radiator.
b. Pilihlah adapter yang sesuai dan pasangkan radiator cup tester pada
tutup radiator.
c. Pompa radiator cup tester sehingga melebihi tekanan spesifikasi pada
tutup radiator, pada saat ini katup tekan akan membuka.
d. Amati tekanan pada manometer alat ukur, apakah terjadi penurunan
tekanan atau tidak saat katup tekan terbuka.
e. Jika terjadi penurunan tekanan kemudian berhenti pada tekanan
spesifikasinya maka keadaan katup tekan baik, kemudian amati kembali
pada manometer, setelah tekanan pada batas spesifikasinya, maka
tekanan tidak boleh turun, jika masih turun maka ada kebocoran pada
tutup radiator.

2. Pemeriksaan kebocoran radiator
Langkah-langkah pemeriksaan kebocoran sistem pendingin:
a. Panaskan mesin kurang lebih 5 menit
b. Buka tutup radiator.
c. Periksa ketinggian air pendingin pada radiator. 
d. Pilih adapter sesuai dengan lubang radiatornya, kemudian pasangkan
ke lubang radiator.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 85
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar.3.20 radiator
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/pemeriksaan-kebocoran-sistem- pendinginan.html

Gambar 3.21 Adapter
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/pemeriksaan-kebocoran-sistem-pendinginan.html

a. Pasang radiator cup tester dan sambungkan selang ke adapter yang
telah terpasang pada radiator.

Gambar 3.22 Pemompaan radiator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/10/pemeriksaan-kebocoran-sistem-pendinginan.html

86 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

b. Pompakan yang sesuai standarnya dengan tekanannya 13 psi atau 0,9
kg/cm

c. Tekanan tidak boleh berlebih karena dapat menyebabkan kerusakan
pada jalur- jalur sistem pendinginan.

d. Periksa selang-selang radiatornya apakah terdapat kebocoran atau
tidak, selain itu periksa sambungan-sambungan sistem pendinginnya.

e. Jika tidak ada air pendingin yang keluar dari sambungan-sambungan
sistem pendingin berarti tidak ada kebocoran , berarti masih dalam
kondisi baik.

f. Bila ada kebocoran maka segeralah perbaiki, bila kebocoran pada
selang, periksa kekencangan klem, bila kendor lakukan pengencangan.
Jika kebocoran pada sambungan sistem pendingin misalnya pompa air
maka lepas pompa air kemudian ganti gasket pompa dengan yang baru
dan beri sealer kemudian pasang kembali pompa air.

g. Setelah selesai lepas adapter dan radiator cup tester.
h. Pasang kembali tutup radiator.
i. Bersihkan peralatan yang telah digunakan.

3. Pemeriksaan van belt/ sabuk penggerak
a. Periksalah sabuk penggerak secara visual , jika sabuk penggerak
masih terpasang, maka lepas dahulu sabuk penggerak, kemudian
periksalah kondisinya.

Gambar 3.23 Pemeriksaan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-sabuk-penggerak-fan-belt.html

b. Periksalah kedudukan sabuk penggerak dengan pulli, bila terlalu dalam
atau menempel pada permukaan dalam pulli, maka sabuk harus
diganti.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 87
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 3.24 Pemeriksaan dudukan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-sabukpenggerak-fan-belt.html

c. Periksa tegangan sabuk penggerak pada tekanan sebesar 10 kg dengan
menggunakan spring scale pada tempat yang ditunjukkan pada gambar
di bawah ini.

Gambar. 3.25 Pemeriksaan tegangan fan belt
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/penyetelan-sabuk-penggerak-fan-belt.html

d. Apabila tegangan tidak sesuai dengan spesifikasi maka setelah dengan
menggeser alternator dengan mengendorkan baut dan mur pemegang
alternator kemudian ungkit alternator sampai tegangan sabuk yang
sesuai dengan spesifikasinya.

88 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

4. Pemeriksaan air pendingin / coolant
a. Cek air pada reservoir , apabila isinya terlalu rendah maka tambahkan
air sampai posisi full pada reservoir.
b. Jangan mengisi reservoir melebihi tanda full, karena jika radiator
dalam kondisi panas reservoir akan terisi cairan dari radiator dan akan
menyebabkan penambahan air dalam reservoir.
c. Cek apakah kondisi air dalam reservoir maupun radiator dalam kondisi
baik (tidak bercampur karat atau berubah warna menjadi kekuning-
kuningan).

Gambar 3.26 Reservoir
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/komponen-komponen-sistem-pendinginan-air.html

LEMBAR PRAKTIKUM

MEMBERSIHKAN SISTEM PENDINGINAN AIR
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Membongkar dan memasang radiator
2. Membersihkan kotoran-kotoran pada sirip-sirip radiator
3. Memperbaiki kerusakan pada sirip-sirip radiator
4. Membilas sistem pendinginan
5. Membuang udara pada sistem pendinginan

TEKNIK DAN MANAJEMEN 89
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

BAHAN WAKTU
ALAT

1. Kotak alat 1. M o b i l / m o t o r 1. Instruksi : 2 jam

2. Pengetes kebocoran hidup 2. Latihan : 1 jam

3. Pistol udara 2. Anti karat

4. Kayu pipih 3. Air

5. Skrap 4. Kertas paking

6. Bak air 5. Vet

7. Slang air
KESELAMATAN KERJA :

Jangan membuka tutup radiator pada waktu motor masih panas!

LANGKAH KERJA :
Membongkar radiator

1. Keluarkan air pendingin radiator dengan membuka kran bawah dan
pasangkan bak penampung

Gambar 3.27 Kran bawah pada radiator
( VEDC Malang, 2000 )

2. Lepaskan slang radiator bawah jika tidak tepasang kran pembuang
3. Lepaskan slang radiator atas
4. Lepas baut-baut pengikat rumah kipas.
5. Lepas baut-baut pengikat radiator pada rangka
6. Keluarkan radiatornya

90 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Pembersihan radiator
A. Bagian luar

1. Bersihkan kotoran yang menempel pada sirip-sirip radiator dengan
menyemprotkan udara/ air panas dari samping bagian dalam menuju
keluar

Gambar 3.28 Menyemprot udara pada radiator
( VEDC Malang, 2000 )

2. Bersihkan pipa saluran atas/bawah bagian luarnya dengan skrap dan
amplas

3. Perbaiki sirip-sirip yang rusak/bengkok dengan menggunakan kayu

dengan ujung dibentuk pipih

Gambar 3.29 Perbaikan sirip-sirip radiator
(VEDC Malang, 2000)

Perhatikan !
Jangan memperbaiki sirip-sirip dengan obeng/logam, dapat merusakan kisi-kisi
B. Bagian dalam

Membersihkan kotoran-kotoran bagian dalam radiator:
1. Sumbat saluran penghubung atas/bawah radiator dengan karet/plastik
2. Isikan air kedalam radiator ½ dari kapasitas radiator
3. Tutup leher pengisian dan kocak-kocak berulang kali, buang air bilasan

tersebut
4. Bilas berulang kali sampai air bersih
C. Pembilasan motor

TEKNIK DAN MANAJEMEN 91
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

1. Lepas tutup rumah termostat
2. Keluarkan thermostat

Gambar 3.30 Melepas thermostat
( VEDC Malang, 2000)

3. Bersihkan tutup dan permukaan rumah termostat
4. Pasang kembali tutup rumah termostat dengan paking baru
5. Lepas slang bypass
6. Sumbat saluran bypass
7. Pasang slang perpanjangan pada tutup rumah termostat
8. Pasangkan radiator
9. Pasang slang bawah

Gambar 3.31 Pengisian air radiator
( VEDC Malang, 2000 )

10. Isi air radiator
11. Hidupkan motor putaran ideal
12. Lakukan sampai air yang keluar bersih
Perakitan
1. Pasangkan kembali termostat
2. Perhatikan pemasangan termostat jangan terbalik !

92 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Gambar 3.32 Pemasangan termostat
( VEDC Malang, 2000 )

3. Pasangkan slang atas
4. Perhatikan kedudukan klem

Gambar 3.33 Kedudukan klem selang radiator
( VEDC Malang 2000 )

Pengisian air
1. Isikan air yang dicampur anti karat ke dalam radiator. Pembuangan udara

dengan cara sederhana
2. Hidupkan motor, tunggu sampai termostat terbuka, pada saat tersebut

keluar gelembung-gelembung udara
3. Tambahkan air pada radiator
4. Kerjakan pekerjaan tersebut sampai gelembung udara tidak ada lagi

Pada sistem baut pembuang
1. Pada umumnya sistem ini dilengkapi dengan resevoir
2. Isikan radiator melalui reservoir sehingga air pada reservoir pada batas

maksimum
3. Hidupkan motor dan angkat reservoir sedikit diatas permukaan radiator
4. Buka sistem baut pembuang udara satu persatu mulai dari bawah sampai

keatas
5. Baut sistem pembuangan udara biasanya dipasang pada bagian : rumah

termostat, kepala silinder dan sistem pemanas
6. Kerjakan pekerjaan tersebut sampai gelembung udara tidak ada lagi pada

sistem pendinginan
7. Perhatikan air dalam reservoir jangan sampai kosong

TEKNIK DAN MANAJEMEN 93
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Kontrol akhir
1. Pemeriksaan kebocoran
2. Pemeriksaan temperatur air pendingin
3. Pasangkan termometer pada mulut radiator
4. Hidupkan motor sampai terjadi peredaran air dari motor ke radiator dan

baca termometer

CONTOH SOAL

1. Jelaskan cara memeriksa kebocoran radiator.
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti pompa air
3. Bagaimana memeriksa thermostat

Jawab :
1. Memeriksa kebocoran radiator

a. Panaskan mesin selama 5 menit.
b. Buka tutup radiator.
c. Periksa tinggi air pendingin pada radiator. 
d. Pilih adapter sesuai lubang radiatornya, kemudian pasangkan ke

lubang radiator.
e. Ambil radiator cup tester, kemudian pasangkan selang ke adapter

yang telah terpasang pada radiator.
f. Pompa radiator cup tester dengan tekanan yang sesuai standarnya,

dengan tekanan 13 psi atau 0,9 kg/cm
g. Tekanan tidak boleh berlebih karena dapat menyebabkan kerusakan

pada jalur-
jalur sistem pendinginan.
h. Periksa selang-selang radiatornya apakah terdapat kebocoran atau
tidak, juga periksa sambungan-sambungan sistem pendinginnya.
i. Jika tidak ada air pendingin yang keluar dari sambungan-sambungan
sistem pendingin berarti tidak ada kebocora berarti masih dalam
kondisi baik.
j. Bila terdapat kebocoran maka segera perbaiki, bila kebocoran
pada selang, periksa kekencangan klem, bila kendor lakukan
pengencangan atau lepaskan selang yang baru dan lakukan
pengencangan kembali.
2. Mengganti pompa air
Langkah-langkah mengganti pompa air

94 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

CONTOH SOAL

a. Lepaskan fan belt.
b. Lepaskan semua komponen yang terhubung ke water pump. ...
c. Lepaskan baut yang mengikat pompa air ke mesin.
d. Bersihkan permukaan body mesin dan pastikan permukaannya rata

sebelum dipasang water pump yang baru.
e. Pasang gasket baru pada pompa air.
f. Isi kembali air radiator
3. Memeriksa thermostat
a. Rendam termostat dalam air
b. Panaskan air, biarkan air panas konstan, dan hindari pemanasan

langsung thermostat
c. Periksa pertama terbukanya tutup katup pada temeratur 60◦C
d. Periksa saat terbukanya termostat pada temperatur 80◦C

CAKRAWALA

Tips Perawatan Sistem pendinginan Air untuk mengurangi
Overheating Kurangi risiko overheating pada mobil-mobil keluaran
terbaru, rasio kompresi makin tinggi, jika sistem pendingin tidak dirawat
dengan baik, tentunya akan sangat merepotkan .

Gambar 3.34 Aliran cairan pendinginan air
Sumber: https://cintamobil.com/perawatan-dan-service/rawat-sistem-pendingin-mesin-kurangi-resiko-

overheating-aid1663

Saat ini teknologi pengembangan mesin mobil sudah sangat maju. Dulu
rasio kompresi diatas 10:1 saja sudah dikatakan tinggi. Sekarang? Coba,
deh tengok teknologi SKYACTIV yang digadang-gadang oleh Mazda.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 95
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

CAKRAWALA

Pabrikan Jepang yang bermarkas di Hiroshima ini, berani mematok rasio
perbandingan kompresi mesin hingga 13:1. Kompresi setinggi itu tentunya
sangat membutuhkans  istem pendingin mesin yang baik.
Karena panas adalah salah satu momok menakutkan pada mesin. Bukan
saja berpotensi untuk merusak komponen internal mesin secara perlahan,
namun juga jadi salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Karena bila
panas berlebih dibiarkan terus menerus, maka piston dan dinding piston
akan mengembang melampaui batas toleransi, sehingga berakibat ngejim
(macet) alhasil mobil mogok. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah
perawatan sistem pendinginan mesin.
1. Jaga Jumlah Air Radiator
2. Pakai Air Radiator Yang Tepat
3. Perhatikan tutup reservoir air radiator
4. Perhatikan kinerja kipas
5. Jangan lepas thermostat
6. Pantau kondisi drive belt

JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari perawatan berkala sistem pendinginan
anda bisa melihat web di bawah ini
https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/komponen-
komponen-sistem-pendinginan-air.html

RANGKUMAN

Sistem pendingin air konstruksinya lebih rumit dibanding sistem pendingin
udara sehingga biaya lebih mahal.
Keuntungan sistem pendingin air antara lain:
1. Temperatur seluruh mesin sama sehingga kemungkinan distorsi kecil;
2. Ukuran kipas lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil;

96 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

RANGKUMAN

3. Mantel air dan air dapat meredam getaran;
4. Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang berat;
5. Mesin lebih ringkas karena jarak antar silinder dapat diperdekat.
Kerugian sistem pendinginan air yaitu:
1. Bobot mesin lebih berat (karena adanya air, radiator, dsb.) ;
2. Waktu pemanasan lebih lama;
3. Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze;
4. Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan

overheating;
5. Memerlukan kontrol yang lebih rutin.

Komponen Sistem Pendingin Air
1. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air pendingin yang telah panas

setelah melalui saluran water jacket.
2. Tutup radiator berfungsi untuk membuang kelebihan tekanan dan

menyamakan tekanan dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya
3. Pompa air (water pump) berfungsi mensirkulasikan air pendingin dari ke

radiator ke water jacket yaitu dengan cara menekan cairan pendingin.
4. Thermostat berfungsi mempercepat temperatur kerja air pendingin pada

saat motor masih dingin, serta mengatur peredaraan air pendingin yang
menuju ke radiator.
5. Kipas berfungsi membantu proses pendinginan pada radiator.
6. Water jacket berfungsi sebagai jalur air pendingin saat bersirkulasi di
dalam mesin. Air pendingin yang bersirkulasi pada water jacket akan
menyerap panas pada mesin secara langsung.

TUGAS MANDIRI

Setelah mempelajari langkah-langkah memahami komponen dan
perawatan berkala pada pendinginan air, maka lakukan observasi di
lapangan, dan sebutkan masing-masing 3 engine/mesin/ merk mobil
yang menggunakan sistem pendinginan air dengan alami dan paksaan
kemudian tuliskan di dalam buku laporan masing-masing!
Sistem pendinginan air :
1. Alami
2. paksaan
Kemudian hasil observasi tuliskan di dalam buku laporan masing-
masing!

TEKNIK DAN MANAJEMEN 97
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENILAIAN AKHIR BAB

Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan cara memeriksa kebocoran radiator!
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti pompa air!
3. Bagaimana memeriksa thermostat!
4. Sebutkan bagian-bagian sistem pendinginan air!
5. Jelaskan cara kerja thermostat jika suhu air masih dingin!
6. Sebutkan fungsi radiator!
7. Gambarkan aliran sistem pendinginan air jika suhu air masih dingin!
8. Gambarka sistem aliran air jika suhu air sudah panas!
9. Jelaskan cara membersihkan radiator!
10. Jelaskan memeriksa tutup radiator!

REFLEKSI
Setelah mempelajari perawatan sistem pendinginan air, apabila masih ada
yang belum jelas silakan diskusikan dengan teman atau dengan guru yang
berkaitan dengan perawatan sistem pendinginan air atau jika masih perlu
lakukan praktik sendiri dengan jobs perawatan bagian pompa air, thermostat,
radiator,tutup radiator dan kipas.

98 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF IV

PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN
BAKAR BENSIN KONVENSIONAL /KARBURATOR

BAB IV PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN KONVENSIONAL /
KARBURATOR

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah memepelajari perawatan berkala sistem bahan bakar bensin konvensional
ini diharapkan siswa dapat menjelaskan fungsi komponen sistem bahan bakar
konvensional/ karburator, menjelaskan prosedur dan teknik pemeriksaan sistem
bahan bakar konvensional/ Karburator.

PETA KONSEP

Perawatan Berkala Sistem Bahan Bakar Bensin Konvensional
Karburator

Komponen Sistem Perawatan Sistem
Bahan Bakar Bahan Bakar Bensin
KonvensionaL
Konvensional

KATA KUNCI

Tangki ,saringan, selang, Pompa bahan bakar, karburator

TEKNIK DAN MANAJEMEN 99
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENDAHULUAN

Sistem bahan bakar bensin berfungsi mengalirkan bensin dari tangki ke
karburator, membentuk campuran bahan bakar (bensin) dan udara serta mengatur
jumlah campuran yang diisap mesin agar campuran bensin + udara sesuai kebutuhan.

Gambar 4.1 Kompnen sisitem bahan bakar konvensional
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/08/cara-kerja-sistem-bahan-bakar-bensin.html

Sistem bahan bakar konvensional adalah suatu  sistem  yang berfungsi untuk
mencampurkan udara dan bahan bakar yang selanjutnya campuran tersebut dikirim
ke ruang bakar dalam bentuk kabut. Bahan bakar mengalir dari tangki melalui
saringan, selang, dan pipa hisap kemudian dikirim ke karburator oleh pompa bahan
bakar dan di karburator bercampur dengan udara dengan perbandingan tertentu.
Saat mengalir ke silinder melalui intake manifold, sebagian campuran bahan bakar
menguap dan menjadi kabut. Komponen sistem bahan bakar konvensional terdiri
dari: tangki, saringan, selang, pompa dan karburator.

MATERI PEMBELAJARAN
A. Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional

Sistem bahan bakar konvensional berfungsi untuk mencampur udara dan
bahan bakar, yang selanjutnya campuran tersebut dikirim ke ruang bakar dalam
bentuk kabut. Dilihat dari cara penyampuran udara dan bahan bakar, dibagi
menjadi dua macam, cara yang pertama, masuknya campuran udara dan bahan
bakar dengan cara dihisap yang disebut dengan sistem bahan bakar konvensional,
dan cara yang kedua yaitu dengan menginjeksikan bahan bakar atau sistem injeksi
bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar dapat dibagi menjadi sistem bahan bakar
mekanik dan sistem injeksi bahan bakar secara elektronik dan biasa disebut EFI
(Electronic Fuel Injection).

Komponen sistem bahan bakar konvensional terdiri atas : tangki bahan bakar,
saluran bahan bakar, chacoal canister (hanya pada model tertentu), saringan bahan
bakar, pompa bahan bakar, dan karburator.

100 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.2 Komponen sistem bahan bakar konvensional

Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-sistem-bahan-bakar.html

a. Tangki
Tangki berfungsi untuk menyimpan bahan bakar di dalam kendaraan

dalam jumlah tertentu yang bersifat sementara. Tangki bahan bakar
terbuat dari lembaran baja yang tipis dan terletak dibagian belakang
kendaraan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran apabila
ada benturan, tetapi ada beberapa kendaraan yang tangki bahan bakarnya
terletak di tengah. Di bagian dalam tangki bahan bakar dilapisi dengan
bahan pencegah karat yang dilengkapi dengan penyekat(separator) yang
berfungsi untuk mencegah perubahan permukaan bahan bakar pada
saat kendaraan berjalan di jalan yang tidak rata. Lubang saluran masuk
bahan bakar ke saluran utama terletak pada 2-3 cm dari dasar tangki yang
berfungsi untuk mencegah adanya endapan dan air dalam bahan bakar
agar tidak ikut terhisap ke dalam saluran.

Gambar.4.3 Tangki bahan bakar

Sumber: https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-bensin- fungsinya.html

Fungsi komponen-komponennya:
1) Separator berfungsi untuk mencegah goncangan bensin waktu

kendaraan berjalan .
2) Saringan berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari dalam tangki

TEKNIK DAN MANAJEMEN 101
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
3) Fuel gauge sender unit untuk alat pengukur jumlah bahan bakar dalam
tangki
4) Drain plug untuk menguras bahan bakar
5) Fuel inlet tube untuk pipa penyalur ke karburator

b. Saringan Bahan Bakar

Gambar 4.4 Saringan Bahan Bakar
sumber: https://www.sekolahkami.com/2019/08/sistem-bahan-bakar-konvensional.html

Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring air dan partikel
– partikel kotoran bahan bakar, agar air dan partikel-partikel kotoran
bahan bakar tidak ikut disalurkan ke sistem bahan bakar karena dapat
menyebabkan gangguan dan merusak kinerja komponen sistem bahan
bakar yang lainnya. Di dalam saringan bahan bakar terdapat elemen yang
berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran bahan bakar dan mencegah
masuknya air dan kotoran yang masuk kedalam karburator. Partikel-
partikel kotoran yang besar mengendap di dasar saringan, sedangkan
partikel-partikel kotoran yang kecil disaring oleh elemen. Arah aliran
pengaliran bahan bakar dalam saringan selalu mengalir dari luar elemen
menuju ke bagian dalam elemen, karena pada elemen yang berbentuk
bintang, permukaan luarnya lebih luas untuk menyaring kotoran daripada
permukaan bagian dalam.
c. Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bahan bakar berfungsi untuk mempompa bahan bakar
dari tangki bahan bakar menuju ke karburator. Pompa bahan bakar yang
biasa digunakan adalah pompa bahan bakar mekanik dan pompa bahan
bakar elektrik.
1) Pompa bahan bakar mekanik

Gambar 4.5 Pompa bensin mekanik
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/job-sheet-pompa-bahan-bakar- mekanik-dan.html

102 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
Pompa bahan bakar mekanik digerakkan oleh mesin, sedangkan
pompa bahan bakar listrik digerakkan dengan arus listrik. Ada dua
jenis pompa bahan bakar mekanik yaitu pompa bahan bakar yang
dilengkapi dengan saluran pengembali dan pompa bahan bakar tanpa
saluran pengembali tetapi walaupun demikian konstruksi dan cara
kerjanya sama dengan saluran pengembali yang ada di karburator pada
mesin-mesin terdahulu pada umumnya, sedangkan mesin-mesin jaman
sekarang saluran pengembalinya ada di pompa bahan bakar.
Adapun cara kerja pompa bahan bakar mekanik adalah sebagai berikut:
Saat pengisapan

Gambar.4.6 Pompa bensin saat isap
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/job-sheet-pompa-bahan-bakar-mekanik-dan.html

Apabila rocker arm ditekan oleh nok, diafragma tertarik ke bawah
sehingga ruang di atas diafragma menjadi hampa, katup masuk terbuka
dan bahan bakar ke ruang diafragma, pada saat ini katup keluar tertutup.
Saat Penekanan

Gambar 4.7 Pompa bensin saat penekanan
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/job-sheet-pompa-bahan-bakar-mekanik-dan.html

Pada saat poros nok tidak menekan rocker arm, diafragma bergerak
keatas sehingga bahan bakar yang berada di ruang difragma menuju
ke karburator karena terdorong ke luar melalui katup keluar. Tekanan
pompa sekitar 0,2 s.d.0,3kg/cm2
Saat Idling

TEKNIK DAN MANAJEMEN 103
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.8 pompa bensin saat Idling
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/job-sheet-pompa-bahan-bakar-mekanik-dan.html

Apabila bahan bakar pada karburator sudah cukup maka diafragma
tidak terdorong ke atas oleh pegas dan pull rod pada posisi paling bawah,
karena tekanan pegas sama dengan tekanan bahan bakar. Pada saat
ini rocker arm tidak bekerja meskipun poros nok berputar sehingga
diafragma diam dan pompa tidak bekerja.
2) Pompa bahan bakar elektrik

Pompa bensin listrik dapat ditempatkan di mana saja dengan tujuan
untuk menghindari panas dari mesin, yang bekerjanya langsung setelah
kunci kontak di ON-kan. Jenis pompa bahan bakar listrik bermacam-
macam antara lain: model diafragma, model plunger, model sentrifugal
dan sebagainya. Pada modul ini akan dibahas pompa bahan bakar model
diafragma.

Apabila kunci kontak diputar pada posisi ON, akan terjadi
kemagnetan pada solenoid yang menyebabkan diafragma tertarik ke
atas sehingga bahan bakar masuk melalui katup masuk. Pada saat
yang sama platina membuka karena tuas platina dihubungkan dengan
rod sehingga kemagnetan pada solenoid hilang, akibatnya diafragma
bergerak ke bawah mendorong bahan bakar keluar melalui katup
buang.

104 Gambar 4.9 Pompa bensin elektrik
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/pompa-bahan-bakar-elektrik.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Charcoal Canister
Charcoal canister berfungsi untuk menampung uap bahan bakar

yang berasal dari ruang pelampung pada karburator yang bersifat
sementara dan uap bahan bakar yang dikeluarkan dari saluran
emisi pada saat tekanan di dalam tangki bahan bakar naik karena
bertambahnya temperatur di dalam internal canister agar uap bahan
bakar tidak terbuang keluar. Uap bahan bakar yang ditampung oleh
charcoal canister dikirim langsung ke intake manifold, kemudian dibakar
di ruang bakar pada saat mesin dalam keadaan hidup.

Gambar 4.10 Charcoal canister
Sumber: https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-bensin-fungsinya.html

Tekanan didalam tangki bahan bakar rendah karena turunnya
temperatur di ruang bakar, sehingga menyebabkan uap bahan bakar di
dalam charcoal canister terhisap kembali ke dalam tangki bahan bakar
agar uap bahan bakar tidak terbuang keluar. Beberapa model dilengkapi
dengan dua charcoal canister untuk menjamin agar kapasitas canister
dapat bekerja dengan sempurna.
d. Karburator

Karburator berfungsi   untuk mengabutkan bahan bakar ke dalam
ruang bakar, untuk menyuplai campuran bahan bakar dan udara sesuai
dengan kondisi kerja mesin, agar menghasilkan tenaga yang besar.
Karburator mengirim campuran bahan bakar ke ruang bakar melalui intake
manifold.

1. Saluran masuk
2. Ruang Pelampung
3. Pelampung
4. Ventilasi ruang pelampung
5. Nozzle utama
6. Venturi
7. Katup throttle

Gambar.4.11 Dasar karburator
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-sistem bahan- bakar.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN 105
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

1) Macam-macam Karburator
a) Dilihat dari tipe venturi, dapat dibedakan menjadi 3 macam :
(1) Karburator dengan venturi tetap (fixed venturi)

Gambar.4.12 Venture tetap

Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macamkarburator.html

Karburator dengan venturi tetap (fixed venturi) masih banyak
digunakan karena konstruksinya sederhana dan sifat utama
menggunakan sebuah venturi tetap dengan diameter tertentu.
Besarnya vakum yang dihasilkan oleh udara yang mengalir melalui
venturi tersebut sesuai dengan kecepatan aliran. Kecepatan aliran
dipengaruhi oleh beban mesin dan pembukaan katup gas, keadaan
tersebut akan mempengaruhi banyak sedikitnya bahan bakar yang
keluar dari venturi.
(2) Karburator variable venture

Gambar.4.13 Karburator variable venture
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

Karburator variable venturi adalah karburator yang
menggunakan sistem di mana permukaan venturi dikontrol sesuai
dengan banyaknya udara yang dihisap. Salah satu keistimewaan
karburator tipe ini adalah saat kecepatan rendah dan sedang, serta
pada saat beban ringan dan sedang, perubahan membukanya
venturi sama. Sehingga mengakibatkan volume bahan bakar
berubah sesuai dengan volume udara yang masuk dan tahanan
udara yang masuk menjadi kecil. Dengan demikian untuk mencapai
output yang tinggi dapat dilakukan dengan mudah.

106 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

(3) Karburator air valve venture

Gambar.4.14 Karburator air valve venture
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam- karburator.html

Pada karburator tipe ini, membukanya air valve dikontrol
sesuai dengan banyaknya udara yang dihisap. Cara kerjanya sama
dengan karburator tipe variable venturi, tetapi konstruksinya
berbeda. Karburator jenis ini mempunyai dasar karburator arus
turundua barrel (down draft double barrel), tetapi konstruksi
dan cara kerjanya sama dengan sistem secondary yang sudah
dimodifikasi. Katup udara dipasang di dalam silinder secondary
dan membukanya air valve diatur sesuai dengan jumlah udara
yang dihisap. Agar bekerja secara konstan, maka kevakuman pada
nozzle utama harus dikontrol. Karburator jenis ini mempunyai
keuntungan mampu menghasilkan output yang besar karena tidak
ada tahanan aliran udara pada venturi. Disamping itu, tidak lagi
memerlukan diafragma karena membuka dan menutupnya katup
throttle secara mekanik.
b) Dilihat dari arah masuk campuran udara dan bahan bakar, dapat
dibedakan menjadi 2 macam :
(1) Karburator arus turun

Pada karburator tipe ini, arah masuk campuran udara dan
bahan bakar adalah ke bawah (down draft). Karena tidak ada
kerugian gravitasi, sehingga karburator jenis ini banyak digunakan.

Gambar 4.15 Karburator arus turun 107
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
(2) Karburator Arus Datar

Gambar 4.16 Karburator arus datar
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

Pada karburator tipe ini, arah masuk campuran udara dan
bahan bakar adalah ke samping (side draft) dan pada mesin yang
memiliki output tinggi, umumnya menggunakan karburator tipe
ini.
c) Dilihat dari jumlah barel, dapat dibedakan menjadi 2 macam :
(1) Karburator single barel

Gambar 4.17 Karburator single barel
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

Pada karburator single barel, semua kebutuhan bahan bakar
pada berbagai putaran mesin dilayani oleh satu barel. Padahal
pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang besar akan lebih
lambat menghasilkan tenaga dibanding diameter venturi yang kecil.
Sebaliknya diameter venture yang kecil hanya mampu memenuhi
kebutuhan bahan bakar pada putaran mesin tertentu tetapi pada
putaran rendah lebih cepat menghasilkan tenaga. Untuk mengatasi

108 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

permasalahan tersebut maka diciptakan karburator double barel.
(2) Karburator double barel

Gambar 4.18 Karburator double barel
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

Pada saat putaran rendah, yang bekerja hanya primary venturi
(karena mempunyai diameter venturi kecil), sehingga cepat
menghasilkan tenaga (output). Sedangkan pada saat putaran tinggi,
baik primary maupun secondar venture bekerja bersama-sama
(karena total diameter venturi besar) sehingga output yang dicapai
akan tinggi. Disamping itu kecepatan aliran maksimal pada venture
karburator tipe double barel lebih kecil dibanding karburator tipe
single barel sehingga kerugian gesekannya pun lebih kecil.
2) Prinsip kerja karburator
Prinsip dasar kerja dari karburator sama dengan prinsip pengecatan
dengan teknik penyemprotan.

Sumber: https://www.tekGnaimk-boator m4.o1t9ifP.croinms/ip20k1er7j/a0k4a/rmbuarcaatmor-macam-karburator.html

Pada saat udara ditiup melalui bagian ujung pipa penyemprot,
tekanan di dalam pipa akan turun (rendah). Akibatnya cairan yang ada di
dalam akan terhisap keluar dan membentuk partikel-partikel kecil saat
terdorong oleh udara. Semakin cepat aliran udara, maka semakin rendah
tekanan udara pada ujung pipa sehingga semakin banyak cairan bahan
bakar yang keluardari pipa. Prinsip kerja karburator berdasarkan hukum-
hukum fisika seperti : Qontinuitas dan Bernauli. Apabila suatu fluida
mengalir melalui suatu tabung, maka banyaknya fluida atau debit aliran
(Q) adalah :

TEKNIK DAN MANAJEMEN 109
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Q= A.V =konstan
Q= debit aliran m3/detik
A=luas penampang tabung (m2)
V=kecepatan aliran (m/detik)

Gambar 4.20 Fluida Mengalir melalui tabung
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-karburator.html

Gambar di atas adalah konstruksi dasar karburator. Bagian (A)
adalah venturi, yaitu bagian karburator yang diameternya menyempit.
Pada bagian ini kevakumannya rendah karena kecepatan aliran udara
yang masuk semakin tinggi. Dengan demikian bahan bakar yang dapat
terhisap semakin banyak.
3) Cara kerja Karburator
Untuk memenuhi kebutuhan kerja, terdapat beberapa sistem yaitu :

a) Sistem pelampung
b) Sistem Stasioner / Kecepatan Idle
c) Sistem Kecepatan Lambat
d) Sistem Kecepatan Tinggi Primer / Primary High Speed System
e) Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder / Secondary High Speed System
f) Sistem Tenaga / Power System
g) Sistem Percepatan
h) Sistem Cuk
i) Sistem Mekanisme Idle Cepat
j) Sistem Hot Idle
k) Anti Dieseling
l) Dashpot
m) Deceleration Fuel Cut Off-sistem

a) Sistem Pelampung
Sistem pelampung berfungsi untuk menjaga permukaan

bahan bakar pada ruang pelampung agar selalu konstan. Pada ruang
pelampung terdapat jarum pelampung dan pelampung (float).

110 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.21 Sistem pelampung
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Pelampung dapat bergerak naik turun sesuai dengan tinggi
permukaan bahan bakar. Jarum pelampung berfungsi untuk
membuka dan menutup saluran bahan bakar yang berasal dari
pompa bahan bakar. Jarum pelampung akan membuka saluran
masuk apabila permukaan bahan bakar didalam ruang pelampung
turun dan pelampung juga akan turun, sehingga mengakibatkan
bahan bakar dari pompa bahan bakar mengalir masuk keruang
pelampung. Jarum pelampung akan menutup saluran bahan bakar
apabila permukaan bahan bakar dalam ruang pelampung naik dan
pelampung ikut naik, sehingga mengakibatkan aliran bahan bakar
terhenti.

Gambar 4.22 Kerja sistem pelampung
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-pelampung-float-system-pada.html

Demikian seterusnya sehingga permukaan bahan bakar
diharapkan selalu konstan walaupun putaran mesin berubah-ubah.
Pada katup jarum terdiri katup jarum, pegas dan pin, yang berfungsi
untuk mencegah pembukaan katup jarum pada saat kendaraan
terguncang.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 111
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

b) Sistem Kecepatan Stasioner/sistem Idle Gambar 4.23 Sistem kecepatan
stasioner

Gambar 4.23 Sistem kecepatan stasioner

Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/sistem-stasioner-idle-dan-kecepatan.html

Sistem kecepatan stasioner berfungsi untuk menyediakan
campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin dalam keadaan
stasioner sehingga putaran mesin tetap langsam dan mesin tidak akan
mati.

Pada saat mesin berputar stasioner, bahan bakar mengalir ke ruang
bakar melalui idle port, dari ruang pelampung melalui primary main jet,
kemudian ke slow jet, dan ke economizer jet. Kemudian pada saat pedal
gas ditekan sedikit, bahan bakar mengalir ke ruang bakar melalui idle
port dan slow port, sebab katup gas akan membuka lebih lebar.
c) Sistem Kecepatan Lambat

Gambar 4.24 Sistem kecepatan lambat
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada- karburator.html

Sistem kecepatan lambat berfungsi untuk menyediakan campuran
bahan bakar dan udara saat katup throttle atau gas mulai dibuka agar
mesin dapat tetap bekerja pada kecepatan rendah. Pada saat ini bahan
bakar mengalir ke dalam ruang bakar melalui saluran idle port dan slow
port.

112 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
d) Sistem Kecepatan Tinggi Primer

Sistem kecepatan tinggi primer berfungsi untuk menyediakan
campuran bahan bakar dan udara saat mesin berputar pada kecepatan
tinggi. Pada saat pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari
ruang pelampung langsung menuju ke primary main nozle (nozzle utama
primer). Karena kevakuman pada idel port dan slow port lebih rendah
daripada di daerah prymary main nozle, maka idle port dan slow port
tidak lagi mengeluarkan bahan bakar.

Gambar 4.25 Sistem kecepatan Tinggi Primer
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada- karburator.html

e) Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder

Gambar 4.26 Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Pada saat pedal gas dibuka penuh,jumlah bahan bakar yang masuk
ke dalam ruang bakar lebih banyak, karena katup gas sekunder (secondary
throttle valve) terbuka, sehingga bahan bakar keluar dari nosel utama
primer dan nosel utama sekunder.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 113
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
f) Sistem tenaga

Gambar 4.27 Sistem tenaga

Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Sistem tenaga berfungsi untuk menyediakan campuran bahan
bakar dan udara pada saat ada beban dalam mesin. Primary high speed
system mempunyai keuntungan pemakaian bahan bakar yang ekonomis.
Apabila mesin harus mengeluarkan tenaga yang besar, maka harus
ada tambahan bahan bakar ke primary high speed system.Tambahan
bahan bakar ini disuplai oleh power system (sistem tenaga) sehingga
campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya (12-13: 1). Apabila katup
gas hanya terbuka sedikit, maka kevakuman pada intake manifold besar,
sehingga power piston akan terhisap pada posisi atas. Hal tersebut akan
menyebabkan power spring (B) menekan power valve sehingga power
valve tertutup. Apabila katup gas dibuka lebih lebar, maka kevakuman
pada intake manifold akan berkurang sehingga kevakuman tersebut tidak
mampu melawan tegangan pegas power valve (spring A). Akibatnya
power piston akan menekan power jet terbuka. Pada keadaan seperti ini
bahan bakar disuplai dari prymary main jet dan power jet.

Gambar 4.28 Power valve Sistem tenaga

Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

g) Sistem Percepatan
Sistem percepatan berfungsi untuk menyuplay bahan bakar yang

dialirkan saat kendaran melakukan percepatan/akselerasi. Pada saat

114 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

pedal gas diinjak secara tiba-tiba, aliran udara menjadi lebih cepat.
Hal ini disebabkan karena katup gas membuka secara tiba-tiba pula.
Campuran menjadi kurus karena bahan bakar yang mengalir lebih lambat
sebab berat jenis bahan bakar lebih rendah dari udara. Untuk itu, pada
karburator dilengkapi dengan sistem percepatan karena pada kondisi ini
dibutuhkan campuran yang kaya.

Gambar 4.29 Sistem percepatan
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, plunger pompa akan
bergerak turun dan menekan bahan bakar yang ada di ruangan di bawah
plunger pompa. Akibatnya bahan bakar keluar melalui pump jet menuju
ruang bakar karena terdorong oleh outlet steel ball dan discharge weight.

Setelah melakukan penekanan, karena adanya pegas yang ada di
bawah plunger pompa maka plunger pump kembali ke posisi semula.
Akibatnya inlet steelball menghisap bahan bakar yang ada di ruang
pelampung
h) Sistem cuk

Pada saat mesin dingin dan intake manifold juga dalam keadaan
dingin, maka bahan bakar tidak menguap dengan baik dan sebagian
campuran udara dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun
pada dinding intake manifold. Keadaan tersebut akan mengakibatkan
campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus sehingga mesin sukar
hidup. Apabila mesin masih dingi, sistem cuk membuat campuran udara
dan bahan bakar menjadi kaya (1:1) yang kemudian disalurkan ke dalam
silinder. Ada dua sistem cuk yang biasa digunakan pada karburator yaitu
sistem cuk manual dan sistem cuk otomatis.
(1) Sistem Cuk manual

Pada sistem cuk manual menggunakan linkage yang
dihubungkan ke ruang kemudi untuk membuka dan menutup katup
cuk. Jika pengemudi akan membuka atau menutup katup cuk , maka
cukup menarik atau menekan tombol cuk yang ada pada instrumen
panel (dashboard)

TEKNIK DAN MANAJEMEN 115
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.30 Sistem cuk manual

Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

(2) Sistem cuk Otomatis
Pada sistem cuk otomatis, katup cuk membuka dan menutup

secara otomatis tergantung dari temperature mesin. Pada umumnya,
di karburator menggunakan 2 macam system cuk otomatis yaitu
:sistem pemanas dari exhaust dan sistem electrik.

Pada saat mesin distarter, katup cuk tertutup rapat hingga
temperatur di ruang mesin mencapai 25°C. Akan terjadi kevakuman
dibawah katup cuk apabila mesin dihidupkan dalaam keadaan katup
cuk menutup. Hal tersebut akan menyebabkan bahan bakar keluar
melalui prymary low dan high speed system sehingga campuran
menjadi kaya.

Gambar 4.31 Cuk otomatis
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Pada terminal L timbul arus dari voltage regulator apabila
mesin telah hidup, kemudian arus mengalir ke choke relay sehingga
menjadi ON. Akibatnya arus dari ignition switch mengalir melalui
choke relay menuju ke masa electric heat coil dan untuk mencegah
arus yang berlebihan apabila katup cuk telah terbuka dengan
temperature sudah mencapai 100° C maka dilengkapi dengan PTC .
Bimetal element akan mengembang dan akan membuka choke valve
apabila electric heat coil membara/panas.

116 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.32 Cuk otomatis saat panas

Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

i) Mekanisme idle Cepat
Pada saat mesin masih dingin dan katup cuk dalam keadaan

menutup mekanisme idel cepat berfungsi untuk menaikkan putaran
idel.

Gambar 4.33 Mekanisme idle cepat
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Apabila katup cuk menutup penuh dan katup throttle ditekan sekali,
kemudian dibebaskan, maka pada saat yang sama, fast idel cam yang
dihubungkan dengan cuk melalui rod berputar berlawanan arah jarum
jam. Kemudian katup throttle akan membuka sedikit saat fast idel cam
menyentuh cam follower yang dihubungkan dengan katup throttle.
j) Hot Idel Compensator (HIC)

Hot idel compensator berfungsi pada saat temperatur meningkat
untuk menambah suplai udara di dalam intake manifold. Apabila
kendaraan berjalan lambat dan temperatur di sekelilingnya tinggi, maka
bahan bakar dalam ruang pelampung banyak yang menguap dan masuk
ke intake manifold. Sehingga mengakibatkan campuran udara dan bahan
bakar menjadi gemuk dan memungkinkan putaran idle kasar. Oleh karena
itu untuk mengatasi masalah tersebut pada karburator perlu dilengkapi
dengan HIC.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 117
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.34 Hot idle compensator

Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Bimetal akan membuka thermostatic valve pada saat temperatur
mesin naik, sehingga udara dari air horn mengalir ke dalam intake manifold
melalui saluran udara dalam flange dan mengakibatkan campuran udara
dan bahan bakar menjadi normal kembali. Apabila temperatur 75° C,
katup thermostatic mulai membuka.
k) Anti Dieseling

Anti dieseling pada saat kunci kontak dimatikan berfungsi untuk
menutup bahan bakar yang mengalir ke saluran idle port. Meskipun
kunci kontak telah dimatikan, mesin masih bisa hidup pada ruang bakar
ada panas (bara api) maka mesin masih bisa hidup. Terjadinya proses
pembakaran bukan karena nyala api dari busi, tetapi dari tumpukan
karbon(deposit) yang membara. Adapun cara kerja anti dieseling adalah
sebagai berikut:

Gambar 4.35 Anti dieseling
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Apabila kunci kontak ON, selonoid akan menjadi magnet karena arus
mengalir dari baterai ke solenoid. Akibatnya bahan bakar dapat mengalir
ke idle port karena katup tertarik sehingga saluran pada economizer
jet terbuka. Setelah kunci kontak dimatikan kemagnetan pada selonoid
hilang karena,arus yang ke solenoid tidak ada. Akibatnya saluran pada

118 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

economizer jet tertutup sebab katup solenoid turun karena adanya
pegas. Dengan demikian bahan bakar tidak dapat mengalir ke idle port.

Gambar 4.36 Katup solenoid pada anti dieseling

Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

l) Dashpot
Fungsi dashpot adalah untuk memperlambat penutupan katup

throttle dari putaran tinggi, sehingga emisi gas buang tidak perlu
ditambah. Pada ruang bakar akan terjadi kelebihan bahan bakar apabila
mesin sedang berputar pada putaran tinggi, kemudian tiba-tiba kunci
kontak dimatikan. Karena kevakuman yang terjadi dibawah katup throttle
cukup tinggi, maka bahan bakar masuk ke ruang bakar dalam jumlah
banyak. Hal tersebut dapat terjadi karena putaran mesin masih tinggi dan
katup throttle pada posisi menutup.

Gambar 4.37 Dashpot
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada- karburator.html

Cara kerjanya sebagai berikut :
(1) Selama pengendaraan berjalan normal, pegas dalam TP port menekan

diaphragm ke kiri menggerakkan P adjusting screw ke kiri, sehingga
tidak ada kevakuman pada TP port.
(2) Selama perlambatan, tuas pengait pada katup throttle akan menyentuh
adjusting screw, sehingga mencegah katup throttle menutup penuh.
Sedangkan pada bagian diafragma, pada TP port terjadi kevakuman
dan akan bekerja melalui jet dan memungkinkan katup throttle akan
menutup secara  perlahan-lahan dan berangsur-angsur.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 119
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

m) Deceleration Fuel Cut Off-Sistem
Deceleration Fuel Cut Off-Sistem berfungsi untuk menutup aliran

bahan bakar dari slow port, sehingga konsentrasi dari CO dan HC dapat
diturunkan. Pada saat deselerasi,saat putaran mesin masih tinggi throttle
valve akan menutup rapat. Sehingga mengakibatkan bahan bakar yang
masuk ke ruang bakar lebih banyak, akibatnya campuran menjadi gemuk.

Selama pengendaraan normal dengan putaran mesin di bawah 2000
rpm, solenoid valve pada posisi ON. Pada saat ini saluran bahan bakar
pada slowport terbuka karena solenoid mendapat masa dari Emission
Control Computer. Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm atau
lebih,Emission Control Computer akan menghubungkan arus solenoid ke
masa melalui vacuum switch. Pada saat ini vacuum switch pada posisi
ON karena vacuum pada TP port lebih kecil dari 400mmHg.

Gambar 4.38 Deceleration fuel cut off-sistem
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

Apabila pada putaran mesin di atas 2000 rpm, kemudian pedal
gas tiba-tiba dilepas (deselerasi) maka vacuum pada TP port akan lebih
besar dari 400mmHg, vacuum switch akan OFF dan solenoid valve tidak
mendapat masa sehingga solenoid valve menutup saluran bahan bakar
yang ke slow port.

Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm , maka solenoid valve
akan mendapat masa dari emission control computer kembali sehingga
bahan bakar yang ke slow port dan idle port terbuka dan bahan bakar
akan mengalir kembali. Hal tersebut untuk mencegah mesin mati d a n
mempertahankan agar mesin dapat hidup pada putaran idle.

B. Perawatan sistem bahan bakar bensin Konvensional
Sistem bahan bakar dalam suatu mesin merupakan suatu sistem yang sangat

dominan dalam menentukan unjuk kerja mesin. Suatu rangkaian mesin motor,
akan memberikan daya yang optimal bila seluruh sistem yang bekerja pada
motor tersebut berfungsi dengan baik begitu pula kerja pada sistem bahan bakar,
kelancaran kerja pada sistem ini akan berpengaruh besar pada efisiensi dan daya
kerja motor. Salah satu cara agar sistem bahan bakar bekerja dengan optimal yaitu
dengan perawatan sistem bahan bakar. Sistem bahan bakar akan bekerja optimal

120 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF


Click to View FlipBook Version