PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CAKRAWALA
Bagian-bagiannya
1. Batang penumbuk
2. Plunyer ( torak )
3. Dudukan batang
penumbuk
4. Cincin pengunci
5. Batang penekan
6. Pegas plunyer pada ruang
tekan
7. Katup peluru
Gambar 5.52 Penyetel celah katup automatis
( VEDC Malang, 2000 )
CONTOH SOAL
Soal
1. Jelaskan langkah-langkah menyetel katup!
2. Jelaskan langkah-langkah menguji kebocoran radiator!
3. Sebutkan hasil data data dari tune up!
Jawab :
1. Langkah-langkah menyetel katup
a. Panaskan mesin sampai temperatur kerja mesin
b. Yakinkan baut kepala silinder dan baut rocker arm dalam kondisi keras.
c. Posisikan silinder no.1 pada TMA (lihat tanda pada pully)
d. Lakukan penyetelan katup yang bisa distel untuk celah EX. 0.30 mm dan
In. 0.20 mm
e. Kemudian putar pully 1 x putaran/360 derajat, posisikan silinder no. 4
TEKNIK DAN MANAJEMEN 171
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
pada TMA
f. Ukur/stel celah katup yang bisa distel
g. Setelah selesai menyetel celah katup, kembalikan tutup mekanisme katup
dengan tutupnya.
h. Kemudian hidupkan mesin dalam kondisi komponen terpasang
2. Langkah-langkah menguji kebocoran radiator
a. Panaskan mesin kira-kira 5 menit
b. Buka tutup radiator.
c. Periksa ketinggian air pendingin pada radiator.
d. Pilih adapter sesuai dengan lubang tutup radiatornya, kemudian
pasangkan adapter tersebut ke lubang tutup radiator.
e. Ambil radiator cup tester, kemudian pasangkan selang pompa radiator
tester ke adapter yang telah terpasang pada radiator.
f. Pompa radiator cup tester dengan tekanan yang sesuai standarnya, lihat
spesifikasinya pada tutup radiatornya, kira-kira tekanannya 13 psi atau
0,9 kg/cm
g. Tekanan yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada jalur-jalur
sistem pendinginan.
h. Perhatikan selang-selang radiatornya apakah terdapat kebocoran atau
tidak, selain itu periksa sambungan-sambungan sistem pendinginnya.
i. Jika tidak ada air pendingin yang keluar dari sambungan-sambungan
sistem pendingin berarti sistem pendingin tidak mengalami kebocoran
dan hal ini berarti masih dalam kondisi baik.
j. Bila terdapat kebocoran maka segeralah perbaiki, bila kebocoran
terdapat pada selang, periksa kekencangan klem, bila kendor lakukan
pengencangan atau lepaskan selang kemudian beri sealer yang baru dan
lakukan pengencangan kembali.
3. Data data dari tune up
Data dari saringan udara, saringan bahan bakar, pompa bensin, karburator,
platina, busi, tegangan belt, penyetelan katup, batere pengapian, pendinginan,
,saringan oli, tekanan kompresi.
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari lebih jelas tentang tune up atau
perawatan berkala
mesin kendaraan ringan bisa dilihat di web berikut:
https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pengertian-
tune-up-kendaraan.html
172 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
1. Tune-up merupakan perawatan komponen-komponen mesin.
2. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan
memelihara, menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja
engine.
3. Pekerjaan Tune-up meliputi:
a. Sistem pendingin
b. Tali kipas
c. Saringan udara
d. Baterai
e. Oli mesin
f. Busi
g. Kabel tegangan tinggi
h. Distributor
i. Baut kepala silinder dan penumbuk katup
j. Celah katup
k. Karburator
l. Putaran idel
m. Konsentrasi CO
n. Tekanan kompresi.
4. Radiator cup tester adalat alat pemeriksaan sistem pendinginan.
5. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator, antara
engkol dan kompressor.
6. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal, kondisi kotak baterai dan
berat jenis elektrolit.
7. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli, penggantian
saringan oli.
8. Perawatan busi: membersihkan, menyetel atau mengganti busi.
9. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kΩ.
10. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup
distributor,rotor, governor advancer, vakum advancer, penyetelan celah
platina dan sudut dwell.
11. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine, pasang timing light, lihat
tanda penyesuai, tepatkan dengan menggerakkan distributor.
12. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan
penunjang batang penumbuk, posisikan tanda timing pada TOP kompresi
silinder 1, setel katup buang silinder 1 dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan
2. Putar 3600 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel.
13. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel,pompa akselerasi, cuk,
pembuka cuk, putaran dan campuran idel.
14. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran
idel: air filter terpasang, suhu air normal, cuk membuka penuh, perlengkapan
tambahan mati, semua slang vakum terpasang, transmisi netral, pengapian
tepat, tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap
pakai.
15. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine, membuka semua busi,
TEKNIK DAN MANAJEMEN 173
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
melepas kabel tegangan tinggi koil, memasang alat tes, menstarter engine
dan membaca hasil pengukuran.
TUGAS MANDIRI
Setelah mempelajari langkah-langkah perawatan mesin atau tune up
maka lakukan perawatan atau membuat data hasil perawatan berkala dengan
melakukan observasi mesin Kijang 5 K di bengkel otomotif , lakukan penyetelan
katup secara bervariasi. Lakukan perhitungan apakah terjadi perbedaan
pemakaian bahan bakarnya kalau dilakukan dalam putaran idle dan tuliskan di
dalam buku laporan masing-masing.
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Bagaimana cara mengecek tegangan batere, jelaskan!
2. Jelaskan langkah- langkah menyetel katup 4 tak 4 silinder!
3. Bagaimana menguji kebocoran pada radiator?
4. sebutkan komponen-komponen mesin yang di tune up?
5. Bagaimana cara menyetel platina?
6. Bagaimana cara membersihkan saringan udara?
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab membuat data hasil perawatan berkala
mesin kendaraan ringan di atas , apakah anda bisa memahami tentang perawatan
berkala mesin atau tune up yang dipaparkan di atas. Dari materi di atas mungkin
atau bagian mana yang belum paham ? coba diskusikan lagi dengan teman atau
dengan guru jika ada materi yang belum dipahami.
174 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF VI
MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME KEPALA
SILINDER DAN KELENGKAPANNYA
BAB VI MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME KEPALA SILINDER
DAN KELENGKAPANNYA
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi kepala silinder dan kelengkapannya, diharapkan
siswa memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Prosedur pemeriksaan kepala silinder.
2. Prosedur perbaikan kepala silinder.
PETA KONSEP
MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME
KEPALA SILINDER DAN KELENGKAPANNYA
Fungsi Kepala Komponen- Pemeriksaan Perbaikan
Silinder Komponen Kepala Komponen-Komponen komponen kepala
Silinder Kepala Silinder dan silinder dan
Kelengkapannya kelengkapannya
KATA KUNCI
Kepala Silinder dan Kelengkapannya
TEKNIK DAN MANAJEMEN 175
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran yaitu memperbaiki kerusakan
mekanisme kepala silinder dan kelengkapnnya bagi siswa untuk mencapai
kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan mekanisme
kepala silinder dan kelengkapannya dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin
Otomotif secara berkala (servis berkala).
Keterangan :
1. Pegas katup
2. Batang katup
3. Pengatur katup
4. Water Jacket
5. Busi
6. Saluran masuk
7. Dudukan katup
8. Ruang bakar
9. Gasket kepala silinder
Gambar 6.1 Kepala silinder dan kelengkapannya
( VEDC Malang, 2000 )
Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik
otomotif yang dapat memudahkan siswa belajar pengetahuan dan ketrampilan
secara mandiri.
Buku ini berisi dasar teori, cara memperbaiki kerusakan, dan macam kerusakan
kepala silinder dan kelengkapannya.
176 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Kepala silinder berfungsi sebagai ruang bakar, tempat kelengkapan mekanisme
katup, saluran masuk dan juga saluran buang, tempat pemasangan busi dan lain
sebagainya.
Kepala silinder dipasangkan pada blok silinder dihubungkan menggunakan 10
buah baut, seperti gambar di bawah ini.
Gambar 6.2 Konstruksi dasar kepala silinder
Sumber: https://www.bisaotomotif.com/komponen-mesin-bensin-dari-a-sampai-z-fungsinya/
Kepala silinder (cylinder head) terbuat dari besi tuang yang memiliki ketahanan
terhadap temperatur dan tekanan tinggi pada saat mesin bekerja. Pada kepala
silinder juga terdapat water jacket atau disebut juga saluran air pendingin untuk
mendinginkan komponen mesin.
A. Fungsi Kepala Silinder
Kepala silinder adalah komponen utama mesin yang membentuk combustion
chamber (ruang bakar) bersama blok silinder dan piston yang berfungsi sebagai:
1. Tempat pembakaran.
2. Tempat mekanisme katup (pada motor 4 tak).
3. Tempat untuk memasang busi (pada motor bensin).
4. Tempat untuk pemasangan saluran masuk dan saluran buang .
5. Tempat pemasangan water jacket.
6. Tempat oli pelumas untuk bersirkulasi (kecuali pada motor 2 tak)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 177
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
B. Komponen-Komponen Kepala Silinder
Gambar 6.3 Bagian-bagian atau komponen dari kepala silinder,
Sumber: https://www.bisaotomotif.com/wp-content/uploads/2019/11/bagian-bagian-kepala-silinder.jpg
1. Water jacket: sebagai saluran air pendingin untuk mendinginkan
komponen mesin.
2. Cylinder block: untuk tempat bekerjanya.
3. Valve lifter: disebut juga pengangkat katup
4. Katup buang: berfungsi untuk menutup dan membuka saluran buang
5. Katup hisap: berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk.
Katup hisap ukurannya lebih besar daripada katup buang.
6. Combustion chamber/ruang bakar: berfungsi sebagai tempat
pembakaran
7. Valve seat: sebagai tempat dudukan kepala katup
8. Oil seal: sebagai perapat oli agar tidak terjadi kebocoran ke ruang
bakar.
9. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup.
10. To exhaust manifold : berhubungan dengan exhaust manifold
11. To intake manifold : berhubungan dengan intake manifold.
12. Gasket kepala silinder: terpasang diantara kepala silinder dan blok
silinder yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran-
kebocoran.
C. Pemeriksaan Komponen-Komponen Kepala Silinder dan Kelengkapannya
1. Pemeriksaan kepala silinder
Pemeriksaan kerataan kepala silinder yang paling penting adalah
kebersihan permukaan kepala silinder, agar dapat diperoleh hasil yang
benar dan tepat.
178 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 6.4 Membersihkan kepala silinder
Sumber :https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran- kerataan.html
Permukaan kepala silinder dan blok silinder bisa dibersihkan
menggunakan scrap dan sikat kawat yang lembut. Ukurlah kerataan
permukaan kepala silinder yang terpasang pada bagian blok silinder
dan manifold dengan menggunakan alat ukur straight edge dan feeler
gauge.
Langkah-langkah Memeriksa Kepala Silinder
a. Periksa permukaan kepala silinder dari aus/ retak
b. Periksa permukaan kepala silinder dari sisa pembakaran
danb ersihkan.
c. Periksa kerataan permukaan blok silinder
Kriteria : B maksimal 0,1 mm dan A maksimal 0,05 mm
Gambar 6.5 Pemeriksaan kerataan kepala silinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran kerataan.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 179
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Hasil pengukuran dibandingkan dengan spesifikasi pada kendaraan.
Contohnya kendaraan kijang tipe K kebengkokkan maksimum kepala
silinder yang menempel pada blok slinder yaitu 0,05 mm. Sedangkan
kebengkokkan maksimum kepala silinder yang menempel pada manifold
yaitu 0,10 mm.
Jika kebengkokkan kepala silinder melebihi batas kebengkokkan
maksimum maka, perbaiki dengan meratakan kembali atau lakukan
penggantian kepala silinder.
Selanjutnya periksa keretakaan kepala silinder di sekitar dudukan
katup buang
Gambar 6.6 Kepala silinder bagian dudukan kepala katup ( VEDC Malang)
2. Pemeriksaan katup
Periksa kerapatan katup dengan bensin sebelum dibongkar, tidak ada
tetesan berarti
katup dengan dudukan tidak ada kebocoran.
Gambar 6.7 Dudukan katup terhadap kerapatan (VEDC Malang)
Periksa kelonggaran tuas penekan katup terhadap porosnya dengan cara
digerakkan
seperti tanda panah
180 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 6.8 Kelonggaran tuas katup (VEDC Malang)
Pembersihan katup dari kerak
Gambar 6.9 Pemebersihan Kerak pada katup ( VEDC Malang)
Periksa dengan tangan, celah antara pengantar katup dan katup, gerakkan
batang katup, jikaterlalu longgar, penghantar katup harus diganti.
Gambar 6.10 Celah kelonggaran antara katup dengan penghantar katup (VEDC Malang)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 181
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Pemeriksaan batang latup
Gambar 6.11 Batang katup(VEDC Malang)
a. Periksa tebal pinggir kepala katup dengan mistar geser ( a )Tebal
minimum ≈ 0,8 mm (spesifikasi lihat buku manual)
b. Periksa keadaan permukaan katup dari keausan. Jika aus atau terbakar,
katup harus digerinda atau diganti (b)
c. Periksa keausan / goresan-goresan pada batang katup. Jika ada keausan
keras, katup harus diganti (c)
d. Periksa kebongkokan batang dan daun katup.(d)
e. Pasang katup pada mesin bor. Jika bengkok, katup harus diganti
f. Periksa secara visual ujung batang katup dari keausan.Ujungnya dapat
digerinda lagi, jika keausan tidak keras
g. Periksa lebar bidang dudukan katup, dan periksa dari keretakaan atau
noda-noda hitam.
Gambar. 6.12 Bidang dudukan katup
h. Periksa kondisi katup,bila karat atau retak harus diganti ( gas buang
akan berwarna biru bila sil aus ). Jika banyak karbon / kerak pada daun
katup hisap, itu menunjukkan juga kebocoran pada sil katup.
Gambar 6.13 Kerak pada katup (VEDC Malang)
182 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Periksa kelurusan poros tuas katup
Gambar 6.14 Pemeriksaan keausan poros tuas katup ( VEDC Malang)
Bisa dilakukan pemeriksaan menggunakan alat seperti gambar diatas agar
memperoleh hasil yang benar benar tepat atau perikas secara visual keausan
tuas katup pada bidang penekan atau penyetel katup.
Gambar 6.15 Keausan tuas katup ( VEDC Malang)
Periksa secara visual kondisi pegas penahan tuas dari kerusakan
Gambar 6.16 Pegas penahan katup ( VEDC Malang )
4. Ukur panjang bebas pegas katup dengan mistar geser
Gambar 6.17 Panjang bebas katup ( VEDC Malang)
Periksa kemiringan pegas katup dengan siku dan fuler
Renggang pegas katup katup maks. ≈ 2 mm ( spesifikasi lihat buku manual )
TEKNIK DAN MANAJEMEN 183
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 6. 18 Kemiringan pegas katup (VEDC Malang)
D. Perbaikan Komponen Kepala Ailinder dan Kelengkapannya
1. Pembongkaran
a. Lepas terminal negatif baterai, dengan cara melepas baut ukur 10.
b. Kuras air pendingin dari radiator dan blok motor( melalui kran-kran
pembuang)
c. Lepas slang radiator bagian atas, kabel busi dan kabel pengukur
temperatur.
d. Perhatikan urutan melepas unit tuas penekan katup.
Gambar 6.19 Urutan melepas unit tuas penekan katup
Sumber:https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
e. Lepas batang-batang penekan dan susun berurutan, agar
memudahkan pemasangannya kembali.
f. Melepas baut saluran buang dengan hati-hati, jangan sampai patah.
2. Pembersihan
a. Bersihkan permukaan bekas gasket dengan scrap dan sikat
kawat yang lembut.
b. Perhatikan luban.
lubang ulir baut kepala silinder pada blok silinder, pastikan lubang-
lubang bersih,tiup menggunakan air gun atau kompresor angin.
c. Cuci kepala silinder dan perlengkapannya menggunakan solar.
d. Periksa kelurusan permukaan saluran masuk dan buang ( lihat
gambar di bawah ini ).
Kebengkokan maksimum 0,2 mm
184 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 6.20 Memeriksa kelurusan saluran masuk dan buang
Sumberhttps://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
e. Periksa kelurusan permukaan blok silinder
Kriteria :
B maksimal0 ,1 mm
A maksimal0 ,05 mm
Gambar. 6. 21 Kelurusan permukaan blok silinder
Sumberhttps://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
3. Pemeriksaan Kepala Silinder
a. Periksa permukaan kepala silinder dari keausan/ reta
b. Periksa permukaan kepala silinder dari sisa pembakaran
danb ersihkan.
c. Periksa kelurusan permukaan kepala silinder
Kriteria :
B maksimal 0,1 mm
A maksimal 0,05 mm
TEKNIK DAN MANAJEMEN 185
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 6.22 Kelurusan permukaan kepala silinder
Sumber: https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
4. Pemeriksaan gasket kepala silinder
Gasket harus memiliki ketahanan terhadap panas dan tekanan pada
saat mesin beroperasi.Pada umumnya gasket terbuat dari bahan
carbonclad sheet steel.
Gambar 6. 23 Lapisan pada gasket kepala silider
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-gasket-kepala-silinder.html
Pada gasket ada karbon yang melekat dengan graphite yang berfungsi
untuk mencegah kebocoran gas dan menambah kemampuan melekat
pada gasket diantara kepala silinder dan blok silinder.
Apabila gasket kepala silinder telah rusak maka harus dilakukan
penggantian yang baru. Langkah-langkah mengganti gasket ;
a. Pastikan gasket kepala silinder baru yang sesuai dengan mesin.
b. Sebelum memasang gasket, pastikan permukaan kepala silinder
dan blok silinder dalam kondisi bersih dan kering tidak ada
air atau oli atau gemuk, yang dapat mengakibatkan terjadinya
kebocoran.
c. Pastikan gasket dengan posisi yang benar .
186 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
5. Pemeriksaan Kelengkapan
a. Periksa kelurusan saluran masuk dan buang pada kepala silinder.
Catatan: Kebengkokan maksimum 0,2 mm.
b. Periksa keretakan kepala silinder pada sekitar dudukan katup
buang,
Gambar 6.24 Dudukan katup ( VEDC Malang)
c. Periksak elurusanp ermukaan saluran masuk dan buang.
Catatan: Kebengkokan maksimum 0,2 mm
Gambar 6.25 Kelurusan permukaan saluran masuk dan buang
Sumberhttps://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
d. Pemasangan kepala silinder
1) Pasang gasket dan beri
vet, jika permukaang asket tidakd ilapisi bahan sintesis.
Perhatikan tanda “TOP” pada gasket. Kadang-kadang ada ring
yang perlu dipasang pada lubang air pendingin.
2) Beri pelumasp ada baut-baut kepala silinder.
Perhatikan urutan pengencangan baut silinder momen
pengencangan) lihat buku manual. Pengencangan dilakukan 2
tahap. Tahap I: 2/3 dari momen pengencangan
Gambar 6.26 Urutan pengencangan baut kepala silinder
Sumber:https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
TEKNIK DAN MANAJEMEN 187
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3) Perhatikan urutan pengencangan unit tuas penekan katup
Pengencangan dilakukan 2 tahap Tahap I : 2/3 dari
momen pengencangan.
Gambar 6.27 Pengencangan tuas penekan katup
Sumberhttps://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
4) Terakhir pembuangan udara pada sistem pendinginan
Petunjuk
a) Kepala silinder yang bocor atau retak biasanya diakibatkan
dari pembebanan panas yang terlalu tinggi, maka lakukan
pemeriksaan pada radiator,termostat,pompa air, atau bisa juga
karena pengapian yang terlalu awal dan campuran yang kurus.
b) Setelah 1000-3000km harus dilakukan pengencangan lagi pada
baut-baut kepala silinder sesuai dengan momen pengencangan,
perlu dilakukan penyetelan juga pada celah katup.
c) Setelah baut-baut kepala silinder lepas, putar kepala silinder
agar kepala silinder dapat bebas/ tidak melekat dengan tabung
silinder.
d) Angkat kepala silinder dari tempatnya.
e) Pasang plat pengaman untuk menghindarkan terlepasnyat abung
silinder.
f) Bersihkan permukaan blok silinder dan ukur tinggi permukaan
tabung silinder.
g) Jika tinggi permukaan kepala silinder sesuai ketentuan, pasang
gasket yang baru.
h) Perbaiki dudukan dari tabung silinder dengan menambah atau
mengurangi shim/ring .
188 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Pemeriksaan Kepala Silinder OHV
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Memeriksa kerapatan katup terhadap dudukannya
2. Membongkar dan merakit kepala silinder OHV
3. Membersihkan kepala silinder dan kelengkapannya
4. Memeriksa kondisi poros tuas katup
5. Memeriksa kondisi tuas-tuas katup
6. Memeriksa kondisi batang penekan
7. Memeriksa kondisi penghantar-penghantar katup
8. Mengganti sil-sil penghantar katup
9. Memeriksa kondisi pegas-pegas katup
10. Memeriksa kondisi katup-katup dan dudukan katup
ALAT BAHAN WAKTU
1. Kotak alat 1. Kepala sil OHV 1. Instruksi : 3 jam
2. Alat penekan pegas 2. Sil-sil pengantar 2. Latihan : 2 jam
katup katup
3. Pipa pemasang sil 3. Solar cuci
4. Kertas gosok
katup 5. Kain lap
4. Kan oli
5. Skrap
6. Lampu kerja
7. Meja perata
8. Siku
9. Mistar geser
10. Mistar baja lurus
11. Sikat baja
12. Mesin bor meja
13. Angin
14. Buku manual
LANGKAH KERJA
Pelepasan kepala silinder
Pemeriksaan
1. Periksa permukaan kepala silinder dari retak
2. Periksa permukaan kepala silinder dari keausan
TEKNIK DAN MANAJEMEN 189
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 6.28 Pemeriksaan keausan permukaaan kepala silinder
Sumber:https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_
DAN_BLOK_SILINDER
3. Periksa kerapatan katup dengan bensin sebelum dibongkar
Gambar 6.29 Pemeriksaan kerapatan katup (VEDC Malang, 2000)
4. Periksa kelonggaran tuas penekan katup terhadap porosnya
Gambar 6.30 Periksa kelonggaran tuas penekan katup terhadap porosnya
Sumber: VEDC Malang, 2000
5. Periksa keretakaan kepala silinder di sekitar dudukan katup buang
190 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 6.31 Periksa keretakaan kepala silinder di sekitar dudukan katup buang
Sumber : VEDC Malang, 2000
Pembongkaran
1. Lepas katup dengan alat penekan pegas katup.
Gunakan obeng kecil yang magnetis untuk mengeluarkan pengunci. Jika
katup macet ( tidak dapat dikeluarkan dari pengantarnya ), mungkin karena
kotoran maka bersihkan. Jangan pukul! Penghantar bisa rusak. Susun katup
sesuai dengan kedudukannya.
Gambar 6.32 Melepas katup ( VEDC Malang, 2000 )
2. Lepas semua sil penghantar katup
Ada 2 macam sil :
a. Sil pada ujung Pengantar
b. Sil pada ujung katup ( 0 – ring )
TEKNIK DAN MANAJEMEN 191
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 6.33 Sil penghantar katup ( VEDC Malang, 2000 )
3. Lepas semua bagian unit tuas penekan katup, susun berurutan sesuai
posisi semula.
Perhatikan arah pemasangan pemegang-pemegang poros tuas katup.
Beri tanda agar tidak terjadi masalah dalam pemasangan.
Gambar 6.34 Pemasangan pemegang-pemegang poros tuas katup.
Sumber : VEDC Malang, 2000 bakar
Pembersihan
a. Bersihkan semua bagian yang dilepas
b. Bersihkan karbon-karbon yang menempel pada ruang
menggunakan scrap/sikat kawat yang lembut
c. Bersihkan kepala silinder, hati hati jangan sampai rusak/luka.
192 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Pembersihan katup
Bersihkan dahulu kerak-kerak dengan scrap segitiga (seperti gambar
dibawah ini)
Gambar 6.35Membersihkan kerak-kerak katup ( VEDC Malang, 2000)
Kemudian pasang pada mesin bor dan bersihkan dengan kertas gosok
(seperti gamabr di bawah ini). Atau bisa juga dibersihkan dengan sikat
kawat yang halus pada mesin bor.
Gambar 6.36 Membersihkan katup ( VEDC Malang, 2000)
Pemeriksaan poros tuas katup
a. Periksa ketidakrataan permukaan yang menggunakan paking pada
kepala silinder,
b. Periksa poros tuas katup dari keausan dan goresan, bisa dilakukan
secara visual.
c. Periksa kelurusan poros tuas katup
Gambar 6.37 Pemeriksaan kelurusan poros tuas katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
TEKNIK DAN MANAJEMEN 193
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
4. Periksa secara visual pada bagian tuas katup bidang penekan katup dan
penyetelnya
terhadap keausan.
Gambar 6.38 Periksa secara visual keausan tuas katup pada bidang penekan katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
5. Periksa secara visual kondisi pegas penahan tuas dari kerusakan
Gambar 6.39 Pemeriksaan secara visual kondisi pegas penahan tuas
Sumber : VEDC Malang, 2000
6. Periksa batang penekan katup dari kebengkokan.
7. Periksa dengan tangan, celah antara pengantar katup dan katup, gerakan
batang katup. Jika
terlalu longgar, penghantar katup harus diganti.
Gambar 6.40 Periksa celah antara pengantar katup dan katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
8. Ukur panjang bebas pegas katup dengan mistar geser
( spesifikasi lihat buku manual )
194 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 6.41 Pengukuran panjang bebas pegas katup dengan mistar geser
Sumber : VEDC Malang, 2000
9. Periksa kemiringan pegas katup dengan siku dan fuler
Renggang pegas katup katup maks. ≈ 2 mm (spesifikasi lihat buku manual)
Gambar 6.42 Pemeriksaan kemiringan pegas katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
10. Pemeriksaan katup ( lihat gambar )
Gambar 6.43 Pemeriksaan katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
a. Periksa tebal pinggir kepala katup dengan mistar geser ( a )Tebal
minimum ≈ 0,8 mm spesifikasi lihat buku manual )
b. Periksa keadaan permukaan katup dari keausan. Jika aus atau
terbakar, katup harus digerindaatau diganti
c. Periksa keausan / goresan-goresan pada batang katup. Jika ada
keausan keras, katup harus diganti.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 195
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
d. Periksa kebongkokan batang dan daun katup. Pasang katup pada
mesin bor. Jika bengkok, katup harus diganti.
e. Periksa secara visual ujung batang katup dari keausan. Ujungnya
dapat digerinda lagi, jika keausan tidak keras.
11. Periksa lebar bidang dudukan katup, dan periksa dari retak atau
noda-noda hitam.
Gambar 6.44 Pemeriksaan lebar bidang dudukan katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
12. Kondisi katup. Bila karet atau retak harus diganti ( gas buang akan
berwarna biru bila silaus ). Jika banyak karbon / kerak pada daun katup
hisap, itu menunjukkan juga kebocoran pada sil katup.
Gambar 6.45 Pemeriksaan katup terhadap karbon
Sumber : VEDC Malang, 2000
Perakitan kembali
1. Jika katup telah disekur, kepala silinder harus dibersihkan lagi
2. Pasang sil katup yang baru. Perhatikan agar sil jangan sampai rusak.
196 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Dua cara pemasangan sil katup :
1. O-ring pada ujung batang katup : Pemasangan pada saat pegas katup masih
ditekan, setelah pengunci-pengunci dimasukkan
2. Sil pada ujung penghantar katup : Pasang sil baru dengan alat khusus atau
kunci sok yang sesuai. Perhatikan saat pemasangan katup, sudut tajam pada
ujung katup bisa merusak sil
Gambar 6.46 Pemasangan sil pada ujung penghantar katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
a. Oleskan oli pada katup sil atau penghantar katup kemudian rakit kembali
b. Kontrol kedudukan pengunci pegas katup dengan memukul piring
pengunci pegas, dengan palu plastik ( jangan terlalu keras )
c. Rakit bagian unit penekan katup pada porosnya sesuai dengan posisi
semula
d. Pasang unit penekan katup pada silinder.
Perhatikan tanda pada pemegang-pemegang poros, sehingga posisi lubang-
lubang pelumasan tepat. Perhatikan urutan momen pengerasan bautnya
Pemeriksaan akhir
Periksa kerapatan katup dengan memberi bensin pada saluran masuk /
buang
Gambar 6.47 Pemeriksaan kerapatan katup 197
Sumber : VEDC Malang, 2000
Pemasangan kepala slinder
Perhatikan momen pengerasan dan urutan pengencangannya
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CAKRAWALA
Penyetel Katup Otomatis
Pada masa yang lalu ada beberapa pekerjaan pada saat melakukan pemeriksaan
dan perbaikan kepala selinder dan kelengkapannya seperti penyetelan katup,
akan tetapi di masa sekarang ini beberapa mesin sudah dilengkapi dengan sistem
penyetel katup otomatis, tidak lagi memerlukan
penyetelan katup
Keterangan
1. Badan penumbuk
2. Plunyer ( torak )
3. Dudukan batang penumbuk
4. Pengunci
5. Batang penekan
6. Pegas plunyer pada ruang
tekan
7. Katup peluru
Gambar 6.48 Penyetel katup otomatis
Sumber : VEDC Malang, 2000
198 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
1. Jelaskan langkah pemeriksaan Kepala silinder!
2. Jelaskan langkah pemeriksaan katup!
3. Sebutkan komponen kepala silinder dan kelengkapannya!
Jawab:
1. Langkah-langkah pemeriksaan Kepala silinder
a. Periksa permukaan kepala silinder dari aus/ retak
b. Periksa permukaan kepala silinder dari sisa pembakaran dan
bersihkan.
c. Periksa kelurusan permukaan blok silinder
Kriteria : B maksimal 0,1 mm
A maksimal 0,05 mm
Gambar 6.49 Periksa kelurusan permukaan blok silinder
Sumber : https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_
DAN_BLOK_SILINDER
2. Pemeriksaan katup
TEKNIK DAN MANAJEMEN 199
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
Gambar 6.50 Pemeriksaan katup ( VEDC Malang, 2000)
a. Periksa tebal pinggir kepala katup dengan mistar geser ( a )
Tebal minimum 0,8 mm (spesifikasi lihat buku manual )
b. Periksa keadaan permukaan katup dari keausan. Jika aus atau
terbakar, katup harus digerinda atau diganti
c. Periksa keausan / goresan-goresan pada batang katup. Jika ada
keausan keras, katup harusdiganti
d. Periksa kebongkokan batang dan daun katup.Pasang katup pada
mesin bor. Jika bengkok, katup harus diganti
e. Periksa secara visual ujung batang katup dari keausan.Ujungnya
dapat digerinda lagi, jika keausan tidak keras
f. Periksa lebar bidang dudukan katup, periksa dari retak atau
noda-noda hitam.
g. Kondisi katup. Bila karet atau retak harus diganti ( gas buang
akan berwarna biru bila sil aus). Jika banyak karbon / kerak
pada daun katup hisap, itu menunjukkan juga kebocoran pada
sil katup.
3. Komponen kepala silinder dan kelengkapannya
Komponen-konponenya :
a. Pegas katup
b. Batang katup
c. Pengatur katup
d. Water Jacket
e. Busi
f. Saluran masuk
g. Dudukan katup
h. Ruang bakar
i. Gasket kepala silinder
j. Cylinder head
200 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari memperbaiki kerusakan
mekanisme kepala silinder dan kelengkapnnya bisa
dilihat pada link berikut
www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_
KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_
BLOK_SILINDER
RANGKUMAN
1. Fungsi Kepala Silinder
Kepala silinder adalah komponen utama mesin yang membentuk
combustion chamber (ruang bakar) bersama blok silinder dan piston
yang berfungsi sebagai:
a. Tempat pembakaran.
b. Tempat mekanisme katup (pada motor 4 tak).
c. Tempat untuk memasang busi (pada motor bensin).
d. Tempat untuk pemasangan saluran masuk dan saluran buang .
e. Tempat pemasangan water jacket.
f. Tempat oli pelumas untuk bersirkulasi (kecuali pada motor 2 tak)
2. Pemeriksaan kepala silinder
Langkah Memeriksa Kepala Silinder
a. Periksa permukaan kepala silinder dari keausan/ retak
b. Periksa permukaan kepala silinder dari sisa pembakaran
dan bersihkan.
c. Periksa kelurusan permukaan kepala silinder
3. Pemeriksaan katup
a. Pemeriksaan batang latup
b. Periksa kelurusan poros tuas katup
c. Ukur panjang bebas pegas katup dengan mistar geser
4. Perbaikan komponen kepala silinder dan kelengkapannya
a. Pembongkaran kepala silinder.
Pelepasan, hal-hal yang perlu diperhatikan :
1) Lepas terminal negatif baterai, dengan cara melepas baut ukur
10.
2) Kuras air pendingin dari radiator dan blok motor( melalui kran-
kran pembuang)
3) Lepas slang radiator bagian atas, kabel busi dan kabel
pengukur temperatur.
4) Perhatikan urutan melepas unit tuas penekan katup.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 201
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
Gambar 6.51 Urutan melepas unit tuas penekan katup
Sumber:https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
5) Lepas batang-batang penekan dan susun berurutan, agar
memudahkan pemasangannya kembali
6) Melepas baut saluran buang dengan hati-hati, jangan sampai patah.
b. Pembersihan
1) Bersihkan permukaan bekas gasket dengan scrap dan sikat kawaty ang
mbut lubang ulirb aut kepala silinderp ada blok silinder, pastikan lubang-
lubang bersih,tiup menggunakan air gun atau kompresor angin.
2) Cuci kepala silinder dan perlengkapannya menggunakan solar.
3) Periksak elurusanp ermukaan blok silinder
Kriteria :
B maksimal 0,1 mm
A maksimal0 ,05 mm
4) Memeriksa Kelengkapan Kepala Silinder
a) Periksa kelurusan saluran masuk dan buang pada kepala silinder
Kebengkokan maksimum 0,2 mm
b) Periksa keretakan kepalas ilinder pada dudukan katup buang,
Gambar 6.52 Dudukan katup ( VEDC Malang)
c) Periksa kelurusanp ermukaan saluran masuk dan buang.
Kebengkokan maksimum 0,2 mm
Gambar 6.53 Kelurusan permukaan saluran masuk dan buang kepala silinder
Sumberhttps://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
202 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
TUGAS MANDIRI
Setelah mempelajari langkah-langkah pemeriksaan dan perbaikan kepala
silinder dan kelengkapannya kemudian sebutkan kerusakan-kerusakan yang
terjadi pada kepala silinder. Dan jelaskan penyebabnya disertai dengan ilustrasi
gambar kerusakannya dan tuliskan di dalam buku laporan masing-masing!
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan langkah pemeriksaan Kepala silinder!
2. Jelaskan langkah pemeriksaan katup?
3. Sebutkan komponen kepala silinder dan kelengkapannya!
4. Bagaimana cara memperbaiki dudukan katup, jelaskan?
5. Bagaimana cara mengukur kerataan kepala silinder?
6. Jelaskan cara menguji gerak bebas pegas katup!
TEKNIK DAN MANAJEMEN 203
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab memperbaiki kerusakan mekanisme
kepala silinder dan kelengkapannya di atas , apakah Anda bisa memahami
tentang perbaikan yang dipaparkan di atas? Dari materi diatas mungkin atau
bagian mana yang belum paham ? coba diskusikan lagi dengan tema atau
dengan guru jika ada materi yang belum dipahami.
204 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF VII
MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME BLOK SILINDER
BAB VII MEMPERBAIKI KERUSAKAN MEKANISME BLOK SILINDER
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi mekanisme blok silinder, diharapkan
siswa memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Pemeriksaan blok silinder
2. Melakukan perbaikan blok silinder
MEMPERBAIKI KERUSAKAN PETA KONSEP
MEKANISME BLOK SILINDER
Spesifikasi jenis-jenis xccerakan pasir dan
komposisinya
Spesifikasi jenis-jenis xccerakan pasir dan
komposisinya
Spesifikasi jenis-jenis xccerakan pasir dan
komposisinya
Spesifikasi jenis-jenis xccerakan pasir dan
komposisinya
Spesifikasi jenis-jenis xccerakan pasir dan
komposisinya
KATA KUNCI
Perbaikan blok silinder, torak, poros nok, poros engkol, dan rantai timing.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 203
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Buku ini berisi materi pembelajaran Memperbaiki Kerusakan Mekanisme
Blok Silinder bagi siswa untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dan
keterampilan dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin otomotif secara berkala.
Gambar 7.1 Konstruksi blok silinder ( VEDC Malang )
Dalam buku materi ini berisi Memperbaiki Kerusakan Mekanisme Blok Silinder
yang terdiri dari blok silinder (lubang silinder), piston, poros engkol, poros nok,
dan rantai timing.
MATERI PEMBELAJARAN
Mekanisme blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian pokok dalam motor,
yang bentuknya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
Bahan dan cara pembuatan, jumlah dan susunan silinder, susunan katup,jenis
pendinginan, letak kam, dan tempat dudukan mesin.
A. Fungsi Blok Silinder
Blok silinder merupakan komponen inti mesin yang digunakan untuk menopang
semua bagian-bagian utama mesin.
Blok silinder terbuat dari besi tuang dan campuran logam lainnya yang dilebur
pada suhu yang sangat tinggi hingga mencair lalu dicetak untuk membentuk
blok silinder.
204 Gambar 7.2 Konstruksi blok silinder
Sumber: https://www.bisaotomotif.com/komponen-mesin-bensin-dari-a-sampai-z-fungsinya/
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Blok silinder terdiri dari beberapa silinder yang menjadi tempat piston
bekerja. Tenaga yang dihasilkan oleh pembakaran diubah ke dalam tenaga
mekanik dengan adanya gerak naik-turun piston pada tiap-tiap silinder.
Pada bagian atas blok silinder dipasangkan kepala silinder yang diberi
gasket sebagai perapat yang dibautkan dengan blok silinder.
Sedang pada bagian bawah, blok silinder menjadi dudukan dan rumah bagi
mekanisme engkol yang kemudian ditutup dengan oil pan (bak oli).
Pada bagian sisi depan blok silinder, terdapat gear poros engkol yang
dihubungkan dengan gear cam shaft, tujuannya untuk menggerakkan poros
nok yang dibutuhkan pada mekanisme katup. Metode menghubungkan
crank shaft dan cam shaft ini ada beberapa macam seperti langsung, dengan
timing chain dan timing belt.
Pada bagian belakang blok silinder, menjadi dudukan bagi roda penerus.
Pada sisi samping kanan dan kiri, blok silinder menjadi dudukan dari
kelengkapan mesin seperti dudukan bagi motor starter, alternator, dll.
Jadi fungsi blok silinder adalah untuk :
1. sebagai tempat bekerjanya piston.
2. Sebagai dudukan kepala silinder.
3. Sebagai dudukan dari poros engkol dan kelengkapannya.
4. Pada tipe OHV, sebagai rumah dari poros nok
5. Sebagai dudukan fly wheel.
6. Terdapat water jacket sebagai saluran air untuk mendinginkan komponen
mesin.
Sebagai dudukan dari pelengkap lainnya seperti distributor, motor starter,
kalter, dll.
B. Konstruksi Blok Silinder
1. Konstruksi blok silinder secara utuh
Water jacket, konstruksi sederhana, overhaul silinder perlu pengerjaan khusus
seperti mengebor, menghoning, memasang torak “Oversize“
TEKNIK DAN MANAJEMEN 205
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.3 Blok Silinder Utuh (VEDC Malang)
2. Blok silinder terbagi
Pendinginan udara dan air, silinder dan torak yang aus dapatdiganti
tanpa peralatan khusus. Perlu ketelitian khusus saat perbaikan/overhaul.
Gambar 7.4 Blok silinder terbagi ( VEDC Malang )
C. Syarat blok silinder
Syarat blok silinder antara lain:
1. Kaku, tidak boleh perubahan elatisitas pada bentuknya.
2. Ringan dan kuat
3. Pendinginan harus merata keseluruh konstruksi
4. Pemuaian panas harus sesuai dengan bagian-bagiannya seperti poros engkol
dan kepala silinder.
Syarat silinder antara lain :
1. Sifat luncur yang baik dan tahan aus
2. Tahan terhadap tekanan tinggi
3. Tidak mengalami perubahan bentuk akibat waktu lama pemakaian.
4. Pendinginan harus merata keseluruh konstruksi.
5. Mudah dilakukan overhoul atau diganti
206 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
D. Komponen-Komponen Blok Silinder
5. Linner silinder, merupakan komponen yang fungsinya sebagai lintasan
pergerakan piston.
Tabung silinder kering
a. Mempunyai sifat luncur yang baik dan tahan aus
b. Blok silinder bisa di buat dari logam ringan
c. Tabung silinder yang aus bisa diganti tetapi memerlukan alat khusus.
d. Banyak digunakan pada mesin sepeda motor
e. dan motor diesel kecil
Gambar 7.5 Tabung silinder kering (VEDC Malang)
Tabung silinder basah :
a. Mempunyai sifat luncur yang baik dan tahan aus
b. Blok silinder bisa di buat dari logam ringan.
c. Pendinginan harus merata.
d. Tabung silinder dapat diganti dengan cepat dan mudah, tetapi harus
diperhatikan pemasangannya.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 207
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.6 Tabung silinder basah (VEDC Malang)
a. Tabung silinder basah jenis berdiri
Masalah pemuaian panas yang berbeda,tekanan pengepresan gasket
berubah, ada kebocoran masuk ruang bakar
b. Tabung silinder jenis menggantung
Tekanan pengepresan gasket tetap, posisi ring karet bergeser, ada
kebocoran air pendinginan masuk ruang engkol
6. Engine compartements holder, tempat untuk meletakan komponen mesin,
bisa dilihat dari lekukan di sisi-sisi blok silinder dan adanya lubang baut.
7. Water jacket, merupakan selubung air yang terdapat pada sela-sela blok
silinder yang berfungsi sebagai jalur air pendingin saat bersirkulasi di dalam
mesin. Air pendingin yang bersirkulasi menyerap panas pada mesin secara
langsung, lalu mengalir ke radiator untuk didinginkan dan setelah dingin
akan disalurkan kembali kedalam mesin.
Gambar 7.7 Water jacket
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-water-jacket-pada-sistem.html
208 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Karena sering terjadi korosi atau karat pada water jacket maka dianjurkan
untuk menggunakan air coolant sebagai air pendingin.
Tetapi ketika sudah biasa menggunakan air biasa bila diganti dengan
air coolant maka dapat timbul beberapa masalah bahkan kebocoran sistem
pendingin.
Kebocoran sistem pendingin terjadi dikarenakan zat additive coolant
yang berfungsi untuk menghilangkan dan membersihkan karat.
Perlu diperhatikan apabila ingin mengganti air pendingin biasa menjadi
coolant, hal yang harus dilakukan pertama adalah periksa terlebih dahulu
kondisi dari water jacket yang berada di dalam mesin.
8. Oil feed, merupakan saluran oli di dalam blok silinder yang berfungsi
sebagai tempat sirkulasi oli mesin dari oil pan ke kepala silinder begitu pula
sebaliknya.
Gambar 7.8 Saluran oli
Sumber: https://otomotrip.com/memahami-sirkulasi-oli-mesin-mobil/
9. Gasket adalah pelapis antara blok silinder dengan kepala silinder yang
berfungsi untuk perekat atau mencegah kebocoran kompresi, kebocoran
gas pembakaran, air pendingin dan oli.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 209
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.9 Gasket
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-gasket-kepala-silinder.html
Apabila terjadi kebocoran kompresi dan kebocoran gas pembakaran
maka tenaga maksimal pembakaran tidak tercapai, apabila terjadi kebocoran
oli maka oli akan habis dan menganggu kerja sistem pelumasan, dan apabila
terjadi kebocoran air pendingin maka air dapat bercampur dengan oli yang
dapat menyebabkan karat dan mengganggu kerja sistem pendingin itu
sendiri.
Gasket ini harus memiliki ketahanan terhadap panas dan tekanan
pada saat mesin beroperasi.
Pada umumnya gasket terbuat dari bahan carbonclad sheet steel
(gabungan karbon dengan lempengan logam).
10. Crankshaft seal berfungsi untuk mencegah kebocoram oli mesin,
khususnya kebocoran melalui poros engkol. Ada dua buah crankshaft seal,
diletakan di bagian depan dan belakang
E. Pemeriksaan Blok Silinder
Blok silinder adalah bagian utama sebuah motor, di mana pada blok silinder
ini terpasang torak/piston beserta kelengkapannya dan susunan poros engkol
beserta kelengkapannya.Untuk memeriksa gangguan-gangguan pada blok
silinder dilakukan pemeriksaan terhadap blok silinder dan silinder torak.
Langkah-langkahnya:
1. Melepas kepala silinder
2. Membersihkan bagian-bagian yang akan diperiksa.
3. Periksa blok silinder secara visual
4. Kemudian periksa keausan permukaan blok diperiksa dengan sebuah mistar
210 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
baja dan feeler gauge. Jika keausan melebihi batas maka permukaan blok
tersebut harus diratakan kembali bisa menggunakan gerinda.
5. Menggerinda permukaan blok tidak boleh terlalu tebal karena dapat
mengubah perbandingan kompresi sehingga mengganggu kerja dari bagian-
bagian mesin lainnya
6. Setelah permukaan digerinda, pemakaian gasket kepala silinder harus lebih
tebal.
7. Bersihkan blok silinder dan periksalah kemungkinan retak,
Gambar 7.10 Membersihkan blok silinder
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
8. Periksa juga permukaan gasket dari kekasaran
9. Meneliti keretakan kecil bila perlu dapat dipergunakan alat sistem magnet.
10. Jika blok silinder retak maka blok silinder harus diganti.
Permukaan kepala silinder dengan manifold dan blok silinder harus rata, apabila
tidak rata maka menyebabkan terjadinya keocoran.
Oleh sebab itu salah satu pekerjaan yang harus dilakukan saat over houl atau
turun mesin adalah pemeriksaan kerataan permukaan kepala silinder dan blok
silinder
Secara visual sangat sulit untuk diketahui, maka untuk mengetahui
apakah permukaan dari kepala silinder dan blok silinder itu rata atau tidak
dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran. Pengukuran kerataan ini
menggunakan dua buah alat ukur yaitu straight edge dan feeler gauge.
Sebelum melakukan pengukuran atau pemeriksaan kerataan pastikan dahulu
bahwa permukaan yang akan diukur dalam kondisi bersih dari gasket.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 211
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.11 Membersihkan kepala silinder dan blok slinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
Dan untuk membersihkan permukaan dari bekas gasket dapat dilakukan dengan
menggunakan scrap dan sikat kawat yang lembut.
Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder seperti, jika melengkungnya
melebihi 0,15 mm maka gerindalah permukaannya atau blok silindernya diganti.
Gambar 7.12 Pemeriksaan kerataan permukaan blok Silinder
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
Hasil pengukuran dibandingkan dengan spesifikasi, misalnya kendaraan
kijang dengan mesin tipe K memiliki spesifikasi kebengkokkan maksimum
permukaan blok silinder yaitu 0,05 mm (0,002 inchi).
Apabila pengukuran melebihi batas spesifikasinya, maka lakukan langkah
perbaikan atau gantilah blok silinder dengan yang baru.
Lakukan pengukuran seperti pada gambar di bawah
212 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.13 Kelurusan permukaan blok silinder
Sumber: https://www.academia.edu/7447818/MEMPERBAIKI_KERUSAKAN_PADA_SISTEM_KEPALA_SILINDER_DAN_BLOK_
SILINDER
Pemeriksaan keausan blok silinder
Periksa keausan blok silinder pada silindernya dengan mengukur semua
lubang silinder, masing-masing pada bagian atas, tengah,dan bawah secara
horizontal dan vertikal. Silinder-silinder yang goresannya dalam, terbakar,
dan bagian luarnya berukuran terlalu lonjong atau terlalu aus, memerlukan
pengeboran dan penggantian torak dengan ukuran yang lebih besar.
Untuk mengukur diameter silinder digunakan alat jangka sorong,
micrometer dan Cylinder Bore Gauge yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm
atau satu setrip pada dial gauge nilainya sama dengan 0,01 mm sehingga bila
jarum pointer bergerak satu putaran maka nilainya 1 mm.
Cylinder bore gauge sendiri terdiri dari beberapa komponen yaitu dial,
securing position, grip, replecement rod, replecement washer, replecement rod
securing thread dan measuring point.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 213
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.14 Cylinder Bore Gauge
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Sebelum melakukan pengukuran ada beberapa yang harus diperhatikan, antara
lain :
1. Pastikan alat ukur bersih.
2. Pastikan bidang yang akan diukur juga bersih.
3. Pastikan alat ukur dalam kondisi baik dan selalu lakukan set “0” pada alat ukur
sebelum digunakan.
4. Keterampilan dalam menggunakan alat ukur.
5. Pembacaan hasil ukuran yang tepat.
Langkah-langkah pengukuran diameter silinder :
Gambar 7.15 Mengukur diameter silinder dengan jangka sorong
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
1. Ukur diameter lubang silinder dengan vernier caliper. Misal didapat pengukuran
52,60 mm, maka gunakan replacement rod 50 mm dan washer 3 mm, memang
penyetelanya agak dilebihkan sedikit dari hasil pengukuran vernier caliper.
2. Setel micrometer pada ukuran 53 mm dengan tepat.
214 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Tempatkan replacement rod dan measuring point pada micrometer. Lalu setel
dial gauge pada nol ke arah jarum penunjukknya.
4. Masukkan dial gauge ke lubang silinder, lalu gerakkan dial gauge sampai
diperoleh penunjukkan jarum ke angka terkecil. Misal didapat hasil terkecil
pengukuran 0,05 mm. Berarti hasil pengukurannya adalah 53,00 – 0,05 mm =
52,95 mm. kesimpulannya adalah lubang silinder berukuran 52,95mm.
Lakukan pengukuran lubang silinder dalam arah samping (1) dan arah aksial (2)
pada posisi paling atas (A) , posisi tengah (B), posisi paling bawah lubang silinder
(C).
Cara menentukan replecement rod dan washer yang digunakan dapat dilakukan
dengan melihat hasil pengukuran dengan jangka sorong yaitu dengan melihat hasil
pengukuran di belakang koma, apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0,5 mm.
Set “0” Cylinder Bore Gauge
Set “0” pada alat ukur Cylinder Bore Gauge dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Misal hasil pengukuran dengan jangka sorong yang digunakan adalah 52,60 mm.
Gambar 7.16 Setting cylinder bore gauge
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Stel micrometer luar s esuai dengan ukuran yang didapatkan dengan jangka sorong
yaitu pada ukuran 52,60mm.
Letakkan replecement rod dan measuring point alat ukur Cylinder Bore Gauge ke
dalam micrometer luar kemudian set “0” (menempatkan jarum pointer ke ukuran
‘”0”) alat ukur Cylinder Bore Gauge nya.
Kemudian Cylinder Bore Gauge dimasukkan secara diagonal ke dalam lubang
silinder. Gerak-gerakkan atau goyang-goyangkan Cylinder Bore Gauge sampai
didapatkan penyimpangan jarum pointer bergerak ke kanan paling jauh.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 215
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.17 Mengukur diameter silinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Bila jarum mengarah sebelum angka “0” sebesar 0,05 mm maka hasilnya ditambah
sehingga ukurannya adalah 53.00 + 0,05 = 53,05 mm. Sedangkan bila jarum
mengarah sesudah angka “0” misal sebesar 0,3 mm maka hasilnya dikurangi
sehingga ukurannya adalah 53.00 + 0,05 = 52,95mm.
Besarnya keovalan silinder yaitu selisih antara pangukuran sumbu X dan sumbu Y
pada tiap-tiap posisi atas, tengah dan bawah.
Sedangkan besarnya ketirusan maka cari selisih antara pengukuran pada bagian
atas, tengah dan bawah.
216 Gambar 7.18 Mengukur keovalan dan ketirusan silinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/mengukur-keovalan-dan-ketirusan.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Besarnya keovalan dan ketirusan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 7.1 Keovalan dan ketirusan
No Keovalan Ketirusan
1 A1 – A2 A1 – B1 A2 – B2
2 B1 – B2 B1 – C1 B2 – C2
3 C1 – C2
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/mengukur-keovalan-dan-ketirusan.html
Hasil pengukuran dapat diambil data keovalan paling besar dan ketirusan paling
besar sehingga didapatkan data hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan
data spesifikasinya.
Jika keausan silinder melebihi batas spesifikasi maka silinder perlu di over size.
Berikut ini cara menentukan over size silinder :
1. Jika pengukuran keausan kurang dari 0,25 mm dari spesifikasi maka over size
yang dilakukan adalah 0,25 mm
2. Jika pengukuran keausan lebih dari 0,25 mm tapi kurang dari 0,50 mm dari
spesifikasi maka over size yang dilakukan adalah 0,50 mm
3. Jika pengukuran keausan lebih dari 0,50 mm tapi kurang dari 0,75 mm dari
spesifikasi maka over size yang dilakukan adalah 0,75 mm
4. Jika pengukuran keausan lebih dari 0,75 mm dari spesifikasi maka over size
yang dilakukan adalah 1,00 mm
Pemeriksaan Gangguan pada Silinder Torak
Semua piston dilepas atau dikeluarkan kemudian bersihkan silinder, periksa
masing-masing silinder dari goresan atau retak, bila goresan melebihi batas limit
maka lakukan perbaikan.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 217
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 7.19 Tabung silinder ( VEDC Malang )
Jika goresan yang tidak terlalu dalam masih dapat diperbaiki dengan jalan
mengebor kembali. Setelah dibor,periksalah persesuaian antara lubang silinder
dan torak, dengan cara :
Periksa jarak celah antara lubang silinder dan torak dengan menggunakan feeler
gauge yang tebalnya 0,03 mm - 0,05 mm dan lebarnya 12 mm. Untuk memeriksanya
tempatkan feeler gauge tersebut dalam lubang silinder sehingga melewati batas
langkah torak pada 90° dari kedudukan pena torak. Balikkan torak dan masukkan
ke dalam lubang silinder sehingga ujung torak berada kira-kira 35 mm di bawah
garis sejajar dengan sumbu poros nok.
218 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF