PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Pemeriksaan dan Penggantian Katup Termostat
TUJUAN :
1. Memeriksa termostat dalam posisi terlepas
2. Menjelaskan termostat type wax
3. Mengeluarkan udara yang pada sistem pendinginan
ALAT
1. Kompor gas/listrik
2. Kotak alat
3. Pengetes kebocoran
4 Panci air
5. Gembor
6 Set kunci sok
7 Termometer
8 Bak air
9 Skrap
BAHAN
1. Mesin hidup
2. termometer
3. Paking
4. Paslin
WAKTU
1. Latihan : 2 jam
2. Instruktur : 2 jam
KESELAMATAN KERJA :
Hati-hati membuka tutup radiator saat mesin panas. Bila panas tekanannya naik,
akibatnya uap air yang panas menyembur, untuk itu, buka tutup radiator dengan
cara :
1. Buka perlahan untuk mengurangi panas gunakan kain lap untuk pelindung
tangan
2. Pastikan uap air yang keluar semuanya
3. Lepaskan tutup
LANGKAH KERJA :
1. Kuras air dengan membuka kran pembuang pada radiator,
2. Lepas termostat.
3. Masukkan termostat ke dalam wadah air yang kita panaskan dengan kompor.
Catat kondisi termostat mulai membuka, membuka maksimal dan saat air
mendidih dengan membandingkan temperatur pada thermometer
TEKNIK DAN MANAJEMEN 269
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 9.33 Pemeriksaan termostat
Sumber ; VEDC Malang
4. Bersihkan tempat kertas perpak pada rumah termostat dengan skrap .
5. Pasang termostat dalam posisi yang benar (tidak terbalik)
6. Isikan radiator dengan air sampai penuh, kemudian starter mesin hingga
motor hidup , dan buang udara kalau ada pada sistem pendinginan.
7. Periksa kalau ada kebocoran.
8. Apabila ada kebocoraan dapat diperiksa tanpa melakukan pengetes cukup
dengan menghidupkan mesin sampai suhu kerja dan tutup radiator selalu
terpasang
9. Lakukan pemeriksaan thermostat yang sudah terpasang
Thermostat membuka mulai 75 – 850 C, membuka penuh pada 90 – 1000
C. Bila pembukaan di bawah 700 C, atau thermostat sengaja tidak dipasang,
mengakibatkan bahan bakar boros.
Isi dengan data hasil pemeriksaan saat praktik
Thermostat mulai membuka pada suhu ..... derajad celcius, panjang langkah
pembukaan katup pada suhu ..... derajad celcius, air mendidih pada suhu .....
derajad celcius
270 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Lihat gambar
disamping jelaskan
arti angka 170 !
Gambar 9.34 Kerja thermostat
( VEDC Malang, 2000 )
CONTOH SOAL
Soal
1. Jelaskan memeriksa kebocoran radiator!
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti pompa air
3. Bagaimana memeriksa thermostat
Jawab:
1. Memeriksa kebocoran radiator
a. Hidupkan mesin kurang lebih 5 menit
b. Buka tutup radiator
c. Periksa jumlah air pada radiator.
d. Pasangkan radiator tester pada bagian lubang tutup radiator.
e. Pompa dengan tekanan sesuai standarnya.
f. Tidak boleh diberikan tekanan yang berlebih karena merusakan sistem
pendinginan.
g. Perhatikan sambungan-sambungan sistem pendinginnya. Bila ada
kebocoran berilah sealer kencangkan klem, kalau tidak bisa diganti yang
baru.
2. Mengganti pompa air
Cara mengganti water pump
a. Lepaskan fan belt.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 271
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
b. Lepaskan semua komponen yang terhubung ke water pump.
c. Lepaskan baut yang mengikat pompa air ke mesin.
d. Bersihkan permukaan body mesin dan pastikan permukaannya rata
e. sebelum dipasang water pump yang baru.
CAKRAWALA
Tips Perawatan Sistem pendinginan Air untuk mengurangi Overheating
Kurangi risiko overheating terutama mobil yang baru direlease yang memiliki
rasio kompresi tinggi, jika sistem pendingin mesin tidak dirawat dengan baik
tentunya akan cepat panas.
Gambar 9.35 Sirkulasi sistem pendinginan air
Sumber: https://cintamobil.com/perawatan-dan-service/rawat-
sistem-pendingin-mesin-kurangi- resiko-overheating-aid1663
Teknologi yang diterapkan pada mesin mobil sangat maju tidak bisa dipungkiri,
saat ini teknologi pengembangan mesin. Zaman dulu rasio kompresi diatas 10:1
saja sudah dikatakan tinggi. Sekarang? Coba, tengok teknologi SKYACTIV oleh
Mazda mematok rasio perbandingan kompresi mesin hingga 13:1. Kompresi
setinggi itu tentunya sangat membutuhkan sistem mesin yang baik. Karena panas
bukan saja berpotensi untuk merusak komponen internal mesin secara perlahan,
namun juga menjadi salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Karena bila
panas berlebih dibiarkan terus menerus, maka piston dan dinding silinder akan
mengembang melampaui batas toleransi, sehingga berakibat macet. Untuk itu,
perlu dilakukan langkah-langkah perawatan sistem pendinginan mesin.
272 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN CAKRAWALA
MESIN OTOMOTIF
1. Jaga Jumlah Air Radiator
2. Pakai Air Radiator Yang Tepat
3. Perhatikan tutup reservoir air radiator
4. Perhatikan kinerja kipas
5. Jangan lepas thermostat
6. Pantau kondisi drive belt
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari memperbaiki kerusakan sistem
pendinginan anda bisa melihat web di bawah
https://www.teknik-otomotif.com/2016/08/komponen-
komponen-sistem-pendinginan-air.html
https://www.bisaotomotif.com/2015/11/pemeriksaan-
sistem-pendingin-saat-tune.html
RANGKUMAN
Pengecekan kondisi air pendingin wajib dilakukan, karena apabila jumlah
maupun kualitas tidak pernah diperhatikan akan mengakibatkan proses
pendinginan tidak maksimal. Jumlah air pendingin yang tidak sesuai (kurang)
menyebabkan mesin overheating, sehingga mengakibatkan kerusakan pada
komponen mesin. Hal tersebut dapat terjadi akibat kenaikan suhu yang berlebihan.
Kualitas air pendingin akan berpengaruh pada kerja sistem. Air pendingin yang
tidak pernah diganti akan berubah menjadi kotor sehingga menimbulkan kerak
pada komponen yang dilalui.
Pemeriksaan komponen sistem pendinginan antara lain pompa air,
thermostat, kebocoran sistem pendinginan.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 273
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
TUGAS MANDIRI
1. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tuliskan
penyebab yang bisa menimbulkan mesin overheating dengan melakukan
kegiatan observasi di bengkel.
2. Setelah mendapatkan data tolong ceritakan bagaimana cara mengatasi
masalah tersebut sehingga mesin normal kembali.
3. Dony memiliki mobil, tetapi sering mengeluh kalau mobilnya cepat panas,
padahal jumlah air pendingin selalu keadaan penuh. Bagaimana langkah-
langkah pemeriksaannya.
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan memeriksa kebocoran radiator!
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti pompa air!
3. Bagaimana memperbaiki radiator?
4. Jabarkan cara kerja thermostat jika suhu air masih dingin!
5. Sebutkan fungsi radiator!
6. Tuliskan secara urut prosedur pemeriksaan dan penggantian air pendingin!
7. Tuliskan secara urut prosedur pemeriksaan thermostat!
8. Tuliskan alasanmu mengapa pengecekan sistem pendingin harus
mempergunakan radiator cap/pressure tester.
REFLEKSI
Setelah mempelajari perbaikan kerusakan sistem pendinginan air, apabila
masih ada yang belum jelas silakan diskusikan dengan teman atau dengan guru
yang berkaitan dengan perawatan sistem pendinginan air atau masih perlu
lakukan praktik sendiri dengan jobs perbaikan bagian pompa air, thermostat,
radiator,tutup radiator dan kipas.
274 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF X
MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM BAHAN BAKAR
BENSIN KONVENSIONAL/ KARBURATOR
BAB X MEMPERBAIKI KERUSAKAN SISTEM BAHAN BAKAR
BENSIN KONVENSIONAL/KARBURATOR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari buku teknik perbaikaan sistem bahan bakar
konvensional yang mempergunakan karburator , diharapkan siswa dapat :
1. Melakukan pemeriksaan
2. Memperbaiki/penggantian
Pada komponen sistem bahan bakar bensin konvensional
PETA KONSEP
MEMPERBAIKI KERUSAKAN
SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN
KONVENSIONAL/ KARBURATOR
ALIRAN BAHAN BAKAR gangguan pada komponen
sistem bahan bakar
konvensional
KATA KUNCI
Prosedur perbaikan tangki, selang, saringan, pompa bahan bakar, karburator
TEKNIK DAN MANAJEMEN 275
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Materi perbaikan kerusakan sistem bahan bakar konvensional / karburator
akan membahas beberapa hal agar dapat memperbaiki sistem bahan bakar bensin
konvensional sesuai dengan prosedur.
Gambar 10.1 Sistem bahan bakar konvensional
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-sistem-bahan-bakar.html
Cakupan materi yang akan dipelajari dalam buku diantaranya prosedur teknik
pemeriksaan gangguan pada sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator.
Komponen-komponen yang perlu diperbaiki adalah tangki, saringan, selang, pompa
bahan bakar dan karburator.
MATERI PEMBELAJARAN
A. Aliran bahan bakar
Umumnya aliran bahan bakar adalah sebagai berikut:
Tangki > Fuel filter > Pompa bahan bakar > Karburator > IntakeManifold >
Ruangbakar
B. Gangguan pada Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional
1. Tangki
Gangguan yang sering terjadi pada tangki :
a. Bocor.
Tangki yang bocor disebabkan karena benturan atau karat di dalam tangki.
Apabila dibiarkan akan menimbulkan bahaya.
b. Aliran bahan bakar tersumbat
Adanya kotoran pada tangki dan terhisap pada saluran/pipa akan menyebabkan
tersumbatnya saluran bahan bakar menuju ke karburator.
c. Pengembunan dalam tangki.
Udara yang mengandung uap air akan menjadi embun dan uap air menempel
pada dinding tangki akan bercampur dengan bahan bakar. Karenak berat jenis
276 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
air lebih besar disbanding bahan bakar maka air akan berada di bawah. Untuk
mengatasi air dalam tangki, maka tangki harus dikuras/.
d. Vapor lock
Vapor lock adalah uap bahan bakar di dalam pipa yang muncul saat suhu
sekitar naik. Bahan bakar menguap pada tekanan rendah, terutama di pipa
antara tangki dan pompa bahan bakar. Hal ini diakibatkan kevakuman akibat
hisapan pompa. Kejadian tersebut akan mengakibatkan saat pompa bekerja
hanya membawa uap ke karburator.
e. Saluran pernafasan buntu.
Buntunya saluran pernafasan mengakibatkan turunnya tekanan didalam
tangki. Jika hal ini terjadi, maka bahan bakar mengalir terus menerus
walaupun pompa tidak bekerja.
Gambar. 10.2 Tangki bahan bakar
Sumber: https://www.lksotomotif.com/2018/09/fungsi-komponen-komponen-sistem-bahan.html
2. Pipa Saluran bahan bakar
Pada sistem bahan bakar terdapat tiga pipa
a. Pipa menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa,
b. Pipa pengembali yang menyalurkan bahan bakar dari karburator ke tangki,
c. saluran uap bahan bakar yang menyalurkan gas HC (uap bensin) dari dalam
tangki ke charcoal canister.
Untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh benturan, biasanya akan
dilengkapi dengan pelindung. Saluran yang menghubungkan karburator dengan
pompa bahan bakar menggunakan bahan yang elastis seperti selang karet karena
adanya getaran mesin.
Gangguan pada saluran/pipa bahan bakar
a. Selang/pipa retak, karena benturan atau umur sudah tua, gejalanya apabila
terjadi di saluran hisap maka jumlah aliran berkurang.
b. Selang atau pipa tercepit benda lain maka aliran ke karburator bisa
terhambat .
TEKNIK DAN MANAJEMEN 277
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Saringan/filter bahan bakar
Gambar 10.3 Saringan bahan bakar
sumber: https://www.sekolahkami.com/2019/08/sistem-bahan-bakar-konvensional.html
Saat mesin mobil mendadak ndut-ndutan, bisa disebabkan saringan/filter
bahan bakar yang kotor. Bila tidak dilakukan pembersihan atau penggantian
maka mesin seperti kurang tenaga, meski pedal gas diinjak dalam.
Gangguan yang mungkin terjadi:
a. Tersumbatnya saringan yang disebabkan kotoran dari tangki yang terbawa
aliran bahan bakar
b. Tersumbatnya saringan akan menyebabkan aliran bahan bakar ke karburator
tidak lancer. Melihat tugasnya, jika komponen ini terlalu kotor akan
mengganggu kinerja mesin. Sehingga membersihkan saringan bahan
bakar secara berkala adalah wajib. Membersihkan saringan idealnya
dilakukan setiap kelipatan 5.000 km. Lakukan pula penggantian saringan
tiap kelipatan 10.000 km. Penggantian dilakukan secara rutin karena
biasanya bahan dasar saringan dari kertas yang berpori-pori. Makin lama
pori-pori tersebut kian rapat hingga bahan bakar sulit menembusnya
sehingga gharus diganti .
4. Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar yang digunakan biasanya pompa mekanik dan pompa
listrik.
Gambar 10.4 Pompa bensin
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/04/fungsi-fuel-pump-pompa-bahan-bakar.html#more
Kerusakan yang sering terjadi yaitu :
278 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
a. Diafraghma mengalami kebocoran
Diafraghma yang mengalami kebocoran, mengakibatkan lemahnya
hisapan sehingga volume bahan bakar tidak sesuai dengan kebutuhan.
Gambar 10.5 Diafragma pompa bensin
Sumber : http://sistembahanbakar.blogspot.com/p/pompa-bahan-bakar.html
b. Pemeriksaan diafragma
Cara pemeriksaannya bisa dengan jalan sumbat saluran masuk dan
pipa keluar dengan menggunakan jari kemudian gerakan rocker arm.
Pastikan rocker arm dalam posis terkunci.
Gamba 10.6 Pemeriksaan diafragma
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html
c. Pemeriksaan katup isap
Katup hisap tidak dapat menutup dengan rapat, berakibat saat langkah
tekan bahan bakar masuk di atas diafraghma, saat langkah tekan bahan
bakar sebagaian akan masuk outlet valve dan masuk juga ke inlet valve
sehinga bahan bakar berkurang.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 279
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 10.7 Pemeriksaan katup isap
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html
Sumbatlah pipa keluar dengan menggunakan jari kemudian gerakan
rocker arm, pastikan rocker arm bergerak bebas.
d. Pemeriksaan katup outlet/ tekan
Katup tekan yang mengalami kebocoran/kurang rapat akan mengakibatkan
saat langkah hisap, kedua katup terbuka, bahan bakar yang masuk
membran menjadi berkurang. Gangguan pada umumnyadikarenakan oleh
kotoran yang ikut aliran bahan bakar sehingga menganjal katup tersebut.
Bisa juga disebabkan keausan inlet atau outlet, ini sering terjadi karena
bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik.
Gambar 10.8 Pemeriksaan katup tekan
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html
Sumbat pipa keluar dengan menggunakan jari kemudian gerakan
rocker arm. Pastikan bahwa rocker arm terkunci.
e. Oil seal rusak.
Rusaknya oil seal akan mengakibatkan oli akan mengalir melalui lubang
ventilasi, bila didapatkan kebocoran pada membran akan membuat bahan
bakar bercampur dengn pelumas. Bila bahan bakar bakar masuk ruang
carter akan lebih berbahaya lagi.
280 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 10.9 Pemeriksaan oil seal
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html
Sumbat lubang ventilasi dengan menggunakan jari dan gerakan rocker
arm. Pastikan bahwa rocker arm dalam keadaan mengunci.
Apabila pompa bensin mekanik ini rusak maka pompa bensin mekanik
ini tidak dapat diperbaiki dan harus diganti dengan yang baru.
Kerusakan pump lever/lengan pompa
Pump lever arm yang aus , mengakibatkan lengannya tidak bisa terus
menerus bersinggungan dengan poros nok hingga menimbulkan suara
ketukan. Untuk mengantisipasi agar tetap bisa bekerja dengan baik maka
ebonit yang berada antara blok dan bensin dibuat lebih tipis.
Bila terjadi hal tersebut biasanya muncul gejala :
1) Bahan bakar keluar pada lubang ventilasi.
2) Menurunnya bahan bakar yang dipasokan ke karburator
3) Keluarnya minyak pelumas melalui ventilasi.
4) Timbul suara abnormal.
5. Karburator
a. Sistem Pelampung
Untuk menjaga agar permukaan bahan bakar setara dengan nozel maka
tinggi bahan bakar di dalam ruang pelampung selalu tetap. Saat bensin
mengalir memasuki ruang pelampung, pelampung/float terangkat dan
jarum menutup sehingga aliran bensin terhenti. Setelah dipakai permukaan
bensin pada ruang pelampung berkurang akibatnya pelampung turun diikuti
pembukaan jarum, bensin akan masuk ke ruang pelampung.
1) Kerusakan pada sistem pelampung serta gejalanya .
Jarum pelampung aus dan tidak tepatnya penyetelan tinggi pelampung
sehingga volume bahan bakar melebihi kebutuhan, akibatnya sering
terjadi banjir pada karburator.
2) Needle valve tersumbat
Needle valve tersumbat bisa mengakibatkan kondisi ketinggian
pelampung/float tidak maksimal, bahan bakar yang mengalir ke dalam
ruang pelampung terlalu sedikit. Kondisi itu membuat putaran idle
kasar dan untuk di hidupkan mesin sulit karena campuran sangat kurus.
Saat terjadi gangguan sistem pelampung mesin hidup tersendat-sendat
terutama dirasakan saat akselerasi.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 281
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Penyetelan pelampung posisi tertinggi
1) Pasang kembali kelengkapan sistem pelampungnya.
2) Pasangkan tutup karburator bagian atas pada ragum dan posisi tutup
vertikal sehingga poros pelampung pada posisi atas (Terbalik)
3) Ukur celah antara permukaan pada tutup karburator dengan ujung
badan pelampung. Cocokkan dengan buku spec
4) Setel dengan cara membengkokkan lidah pada pelampung, gunakan
dua tang supaya pelampung tidak rusak
Gambar 10.10 Posisi tertinggi pelampung
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/pemeriksaan-dan-penyetelan-pelampung.html
Gambar 10.11 Lidah pelampung
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/pemeriksaan-dan-penyetelan-pelampung.html
Penyetelan pelampung pada posisi paling rendah
1) Pasangkan tutup karburator bagian atas di ragum posisi vertikal dan
poros pelampung di atas
2) Posisikan pelampung di posisi paling bawah dengan jari
3) Ukurlah celah dari jarum kemudian dibandingkan dengan buku
manualnya
282 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 10.12 Pelampung posisi terbawah
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/pemeriksaan-dan-penyetelan-pelampung.html
b. Sistem idel dan kecepatan lambat (primary low speed system)
Bila throttle valve terbuka sedikit maka mesin berputar lambat dan maka
udara yang masuk ke venturi sangat sedikit. Bahan bakar tidak dapat
mengalir ke main nosel karena vakuman di venturi kecil dan akan mengalir
melalui idle port.
1) Mesin berputar idling/stasioner/
Throttle valve posisi tertutup
Kevakuman terjadi di bawah throttle valve bensin yang bercampur
dengan udara dari air bleeder 1 dan 2 keluar melalui idle port. Putaran
idle mesin diatur dengan memutar ISAS.
Gambar 10.13 Sekrup penyetel idle
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/fungsi-idle-speed-adjusting-screw-isas.html
Cara menyetel campuran idel
a) Mesin pada temperatur kerja
b) Pasang alat ukur putaran mesin/tachometer
c) Stel putaran idel sesuai spec
TEKNIK DAN MANAJEMEN 283
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
d) Putar baut penyetel campuran putaran idel (idle mixture
adjusting screw) ke kanan atau ke kiri sampai diperoleh putaran
maksimum.
e ) l a k u ka n ke m b a l i p e n ye t e l a n putaran idel.
Gambar 10.14 Sekrup penyetel idle
Sumber: : https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-bensin fungsinya.html
2) Throttle valve posisinya dibuka sedikit
Udara yang mengalir melalui venturi bertambah, sehingga kevakuman
di bawah throttle menurun, s bahan bakar menjadi berkurang yang
mengalir melalui idle port, untuk mencegah hal itu slow port juga
mengeluarkan bahan bakar. Primary low speed system berhubungan
dengan bagian antara lain :
a) Skrup setelan campuran idle/IMAS (idle mixture adjusting screw).
b) Slow jet
Jumlah bahan bakar yang untuk primary untuk low speed circuit
dikontrol oleh slow jet. Bahan bakar tersebut dialirkan slow jet
c) Air bleeder
Untuk mengatomisasikan bahan bakar bercampur dengan udara.
d) Economizer jet
Economizer jet berfungsi menambah kecepatan aliran bahan bakar
e) Katup solenoid
Sebagai katup pencegah dieseling
Cara kerja:
Kunci kontak posisi OFF, solenoid menutup saluran bensin yang ke low
speed circuit dan sebaliknya.
Gangguan pada primary low speed system.
Pada putaran idle putaran mesin tanpa beban
Permasalahan yang sering terjadi:
a) Slow jet tersumbat/kotor.
Slow jet yang tersumbat membuat putaran mesin kasar karena
campuran kurus.
b) Setelan campuran idle tidak pas
Putaran idle kasar. Bisa disebabkan tidak tepatnya penyetelan
campuran idle.
c) Tinggi pelampung tidak sesuai.
284 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Penyetelan pelampung/float tidak tepat akan mengakibatkan
jumlah bahan bakar tidak sesuai kebutuhan. Bila bensin di dalam
ruang pelampung terlalu banyak maka akan mengalir melalui nosel
meskipun katup gas tertutup.
d) Packing karburator rusak
Packing yang rusak/robek, berakibat udara masuk dalam sistem
karburator. Sehingga mempengaruhi perbandingan campuran bahan
bakar engan udara efeknya putaran idel menjadi kasar.
c. Sistem utama
Sistem Primary High Speed
Kerusakan pada primary hig speed system serta gejala yang terjadi.
Gambar 10.15 Sistem utama
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/sistem-stasioner-idle-dan-kecepatan.html
1) Main jet Tersumbat
Adanya kotoran pada main jet disebabkan saringan bahan bakar yang
sudah tidak mampu menyaring sehingga kotorannya ikut masuk ruang
pelampung dan juga main jet. Akibatnya jumlah bahan bakar yang akan
digunakan pada sistem utama menjadi lebih sedikit. Akan kelihatan saat
putaran mesin berkisar 1000-3000 RPM tenaga akan terasa turun.
2) Main air bleeder Kotor
Udara yang masuk air horn membawa banyak kotoran, akibatnya proses
pencampuran dengan bahan bakar tidak baik. Biasanya disebabkan filter
sudah jenuh. Akan kelihatan saat putaran mesin berkisar 2000-3000 RPM
pada primary main nozel tidak dapat mengabutkan dengan baik.
d. Sistem Secondari High Speed
Gangguan yang terjadi
1) Secondary main jet yang kotor akibatnya aliran bahan bakar tidak
lancar sehingga pasokan bahan bakar akan berkurang, Akan kelihatan
saat putaran mesin berkisar di atas 3000 rpm dan tenaga akan turun.
2) Selain itu kondisi filter kotor, udara yang masuk ke air horn jumlahnya
menurun dan tidak bersih. Akan kelihatan saat putaran mesin putaran
mesin di atas 3000 RPM dan secondary main nosle pengabutannya
jelek.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 285
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
e. Sistem Secondary Low Speed
Gejala kerusakan pada sistem ini dapat dirasakan saat akselerasi.
f. Power system
Gangguan yang bisa terjadi :
Gambar 10.16 Sistem tenaga
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.htm
1) Power piston macetnya menekan power valve.
Konsumsi bahan bakar menjadi boros karena power jet mengalirkan
bahan bakar, baik itu pada tiap tingkat kecepatan.
2) Power piston macet.
Tidak ada aliran bensin pada power jet karena selalu menutupnya
power valve sehingga bahan bakar jumlahnya kurang pada saat
dibutuhkan, dan efeknya tenaga turun.
g. Sistem Akselerasi
Kemungkinan kerusakan yang terjadi:
Gambar 10.17 Pompa Percepatan
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html
1) Tidak bisa menutup rapatnya steel ball inlet
Hal itu mengakibatkan jumlah bahan bakar yang keluar dari pump jet
berkurang dikarenakan saat plunger menekan ke bawah ada bahan
bakar kembali ke ruang pelampung
286 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
2) Tidak menutup rapat Steel ball outlet
Kondisi ini mengakibatkan udara masuk melalui pump jet sehingga
yang dikompresikan saat percepatan adalah udara
3) Pump jet tersumbat. Ini akan tidak adanya pasokan bahan bakar .
Cara Memeriksa Pompa Akselerasi pada Karburator
1) Lepaskan filter udara beserta rumahnya.
2) Buka katup gas mendadak, apakah ada bahan bakar mengalir melalui
pum jet
Gamba 10.18 Pompa akselerasi/ percepatan
Sumber: https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-bensin fungsinya.html
3) Jika tidak ada yang keluar berarti ada masalah di sistem percepatannya
4) Jika sudah di bongkar, periksa komponen berubah bentuk, patah
ataupun berkarat.
5) Periksa check ball dari kecacatan.
6) Perika plunyer pump dari keausan atau kerusakan.
7) Periksa juga apakah ada lubang yang tersumbat,
h. Sistem choke
Gangguan pada Sistem choke :
1) Coil
Coil yang rusak mengakibatkan keterlambatan pembukaan katup cuk
sehingga waktu start jumlah bahan bakar berlebihan dan mesin sulit
untuk dihidupkan.
2) Cuk membuka terus menerus
Adanya kotornya akan menggagu mekanismenya sehingga bahan
bakar akan kurang pada start awal, sehingga start terjadi secara
berkali-kali.
i. Sistem Positive Crankcase Ventilation (PCV)
Gangguan pada PCV yaitu tidak bisa menutup dengan rapat, pegas tidak
bisa bekerja dengan baik.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 287
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
PERAWATAN DAN PERBAIKAN KARBURATOR ARUS TURUN
A.TUJUAN
Setelah selesai praktik, siswa dapat:
1. Melakukan pelepasan komponen unit karburator arus turun sesuai dengan SOP.
2. Melakukan pemeriksaan komponen karburator arus turun.
3. Memasang kembali komponen unit karburator arus turun sesuai dengan SOP
B. PERALATAN DAN BAHAN
1. Karburator arus turun
2. Toolbox set.
3. Feller gauge.
4. Kuas.
5. Bensin.
6. Nampan.
7. Majun.
8. Manual Book
C. KESELAMATAN KERJA
1. Memanjatkan doa sebelum dan sesudah melaksanakan praktikum.
2. Lakukan pengerasan baut pengunci bodi karburator secukupnya.
3. Tempatkan komponen yang dibongkar pada nampan agar tidak tercecer.
4. Selalu bersihkan komponen yang dibongkar pada nampan.
5. Bertanya kepada guru praktik apabila terdapat masalah praktik.
D. URUTAN DAN LANGKAH KERJA
1. Mempersiapkan semua alat dan bahan
2. Meletakkan karburator di atas meja
3. Membongkar komponen karburator
a. Bongkar bagian air horn
1) Melepas baut tanam pada karburator
2) Melepas lengan pompa akselerasi
3) Melepas katup thermostatic
4) Melepas air horn
Gambar 10.19 Bodi karburator
Sumber:https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
288 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 10.20 Tutup karburator
Sumber: https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
5) Melepas pelampung , pin dan needle valve
6) Melepas plunger pompa akselerasi
7) Melepas gasket pada air horn
8) Melepas dudukan needle valve
9) Melepas power piston
b. Membongkar bodi karburator
Gambar 10.21 Karburator bawah
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
1) lepas check ball untuk pompa akselerasi
2) lepas slow jet
3) lepas power valve
Gambar 10.22 Karburator bawah
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
4) Lepas main jet primer dan sekunder
5) Lepas venture kecil
6) Lepas diafragma
TEKNIK DAN MANAJEMEN 289
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 10.23 Bodi karburator
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
7) Lepas fuel cut solenoid
8) Lepas sekrup penyetel idle
9) Lepas sekrup peenyetel campuran idle
10) Melepas karburator
Gambar 10.24 Flens karburator
Sumber: https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
4. Membersihkank omponen yang dibongkar baru melakukan langkah pemeriksaan:
a. Pakai kuas untuk membersihkan komponen ruang karburator
b. Hilangkan carbon diseputaran katup throttle
c. Lakukan pembersihan pada komponen lain dengan p embersih karburator
d. Gunakan udara tekan untuk meniup kotoran
5. Melakukan pemeriksaan komponen karburator :
a. Periksa pelampung dan katup jarum
Gambar 10.25 Pelampung
(Drs. Suranto, ST.MM dkk,2016)
1) Cek pin (1) dari kemungkinan tergores dan aus
2) Cek pelampung (2) dari kemungkinan bibir patah dan lubang a us
3) Cek pegas (3) dari pataha tau berubah bentuk
4) Cek Nedle valve (4) dan plunger (5) dari aus atau rusak
5) Cek strainer (6) dari kotor, berkarat , patah
290 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
b. Periksa power piston bergerak dengan lembut
c. Periksa kerja dari power valve .
Gambar 10.26 Power valve
(Drs. Suranto, ST.MM dkk,2016)
d. Periksa katup fuel cut solenoid
Gambar 10.27 Fuel cut solenoid
(Drs. Suranto, ST.MM dkk,2016)
1) Hubungkan terminal konektor dengan terminal baterai
2) Jika baterai dihubung dan diputuskan dari kabel pada katup solenoid
harus terdengar suara “klik”.
3) Gantilah katup solenoid bila katup tidak bekerja,.
e. Periksa primary mai jet dan secondary main jet, dan slowj et darik emungkinan
tersumbat
6. Memasang komponen karburator. Lakukan langkah perakitan karburator
denganlangkah berkebalikan dengan langkah pembongkaran
Catatan:
Gambar 10.28 Penyetelan pelampung
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
Saat memasang pelampung, ukur celah antara air horn dan ujung pelampung.
Sesuaikan dengan spec, lakukan penyetelan dengan membengkokkan plat
bertanda A pada ujung pelampung.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 291
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 10.29 Penyetelan pelampung
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
Selain itu, ukur celah antara plunger dan plat. Jika tidak sesuai dengan
spec,stel dengan membengkokkan plat bertanda B pada ujung
pelampung.
E. GAMBAR KERJA
Gambar 10.30 Bbagian-bagian karburator
Sumber : https://www.academia.edu/24392802/JOBSHEET_PMKR_with_lembar_hasil_praktik_siswa_
F. TUGAS
1. Jelaskan cara kerja masing-masing sistem dari karburator!
2. Semua hasil pemeriksaan dan pengukuran di tuliskan pada lembar data !
3. Buatlah laporan praktik berdasarkan data yang telah didapatkan. Laporan dibuat
secara individu dan dikumpulkan !
292 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
1. Sebutkan pemeriksaan yang dilakukan pada sistem bahan bakar mekanik!
2. Pada sistem cuk otomatis jelaskan cara melakukan pemeriksaannya!
3. Tuliskan prosedur penyetelan pelampung !
Jawab :
1. Pemeriksaan tangki, saluran bahan bakar, kotoran pada Saringan, kerja
pompa bahan bakar,dan kerja karburator
2. Cara memeriksa system cuk otomatis
a. Karburator dilepas konektornya
b. Cek nilai tahanan antara konektor karburator dengan rumah koil dan
masa,spec : 17 sampai19 ohm (20° C)
c. Mesin dihidupkan
d. Cek rumah cuk panas, bahwa katup cuk mulai membuka
e. Mesin dimatikan
3. Bagaimana cara menyetel pelampung
Menyetel pelampung
a. Pasang Unit pelampung pada dudukannya
b. Periksa celah antara air horn dan pelampung, bila tinggi pelampung
tidak sesuai stel dengan cara membengkokkan bibir pelampung
c. Angkat pelampung dengan SST periksa celah antara plunger katup
jarum dan bibir
pelampung. Bila tinggi pelampung tidak sesuai spec, stel dengan
membengkokkan bibir samping pelampung
Penyetelan pelampung posisi paling rendah
a. Pasangkan tutup karburator bagian atas di ragum dengan posisi seperti
gambar
b. Posisikan pelampung di posisi terbawah dengan jari
c. Ukurlah celah dari jarum kemudian dibandingkan dengan buku
manualnya
Gambar 10.32 Penyetelan pelampung pada posisi paling rendah
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/pemeriksaan-dan-penyetelan-pelampung.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 293
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CAKRAWALA
Tips untuk memperbaiki dan mengganti Karburator
Perlu kami jelaskan dulu bahwa pengecekan dan perawatan karburator
sebenarnya harus dilakukan secara berkala agar dapat mendeteksi kerusakannya
sejak dini dan perbaikannya tepat sasaran Sebelum kepermasalahan tips untuk
memperbaiki dan mengganti karburator.
Gambar 10.31 Kontruksi karburator
Sumber : http://www.mobil-klasikantik.com/2015/09/tips-memperbaiki-dan-mengganti-karburator.html
Tetapi terkadang yang sering kita lakukan adalah kita servis pada saat mobil
menunjukkan gejala tidak normal. Biasanya yang menyebabkan karburator
mengalami masalah saat mobil susah dihidupkan, tenaga loyo, bensin boros,
tercium aroma yang menyengat dan asap pada knalpot yang membuat mata
pedih..
Setelan angin dan bahan bakar kurang pas mengakibatkan tercium bau yang
menyengat yinggal kita lakukan setel baut campuran dan putaran stationer.
Tips memperbaiki dan mengganti karburator :
A. Penggantian Repair Kit
Untuk masalah-masalah karburator seperti diatas bisa kita atasi dengan
menstandarkan kembali dengan mengganti repair kits.
B. Penggantian Dengan Karburator
Penggantian karburator juga sangat diperlukan terutama bila penggantian
dengan repair kit sudah tidak bisa lagi . hal itu bisa dipraktekkan contoh :
Karburator pada suzuki forsa diganti dengan karburator katana
Karburator Daihatsu charade diganti dengan Daihatsu hijet 1000
294 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
JELAJAH INTERNET
Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai cara kerja sistem bahan bakar
konvensional kalian dapat mencari di internet secara mandiri Salah satu web
yang anda bisa lihat
https://www.bisaotomotif.com/2019/08/cara-memeriksa-pompa-akselerasi-
pada-karburator.html
RANGKUMAN
1. Pemeriksaan pada sistem bahan bakar mekanik antara lain :
a. sistem choke manual/otomatis,
b. mekanisme idel cepat,
c. system akselerasi/percepatan,
d. dashpot,
e. pemanas positif temperature coefficient (PTC),
f. jarum pelampung dan dudukannya,
g. solenoid
2. Penyetelan pada bagian karburator antara lain penyetelan pelampung,
penyetelan putaran idel, dan penyetelan campuran udara dan bahan bakar
Gangguan pada Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional
1. Tangki bahan bakar
a. Bocor
b. Saluran tersumbat
c. Pengembunan
d. Vapor lock (penguapan bahan bakar).
e. Tersumbatnya saluran pernafasan
2. Saluran bahan bakar
a. Selang/pipa retak, karena benturan atau umur sudah tua, gejalanya apabila
terjadi di saluran hisap maka jumlah aliran berkurang.
b. Selang atau pipa tercepit benda lain maka aliran bensin tidak lancar
TEKNIK DAN MANAJEMEN 295
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
3. Saringan bahan bakar
a. Kotoran yang terbawa aliran bahan bakar menyumbatnya saringan
b. Tersumbatnya saringan akan menyebabkan aliran bahan bakar ke karburator
tidak lancer.
4. Pompa bahan bakar
a. Diagrahma bocor.
b. Pemeriksaan katup isap
c. Pemeriksaan katup outlet/ tekan
d. Oil seal rusak
e. Kerusakan pada pump lever arm
5. Karburator
a. Sistem Pelampung
1) Gangguan ausnya needle valve dan penyetelan tinggi pelampung
diluar spec
2) Nedle valve macet dan needle valve tersumbat
b. Sistem idle dan kec. lambat atau disebut primary low speed system
1) Mesin berputar stasioner (idling)
2) Throttle valve dibuka sedikit
c. Sistem utama (Sistem kecepatan tinggi/primary high speed )
1) Tersumbatnya saluran utama
1) Kotornya air bleeder utama
a. Secondari High Speed System .
1) Secondary main jet yang kotor menyebabkan bahan bakar tidak
mengalir lancer.
2) Kotornya secondary main air bleeder.
b. Secondary Low Speed System
Secondary slow port yang kotor akan menyebabkan bahan bakar mengalir
tidak lancar sehingga volume bahan bakar akan berkurang
c. Sistem Tenaga (power system)
1) Power piston macet menekan power valve.
2) Power piston macet pada posisi terangkat.
d. Sistem Percepatan (Acceleration System )
1) Inlet steel ball kurang rapat menutupnya
2) Outlet Steel ball kurang rapat menutupnya
3) Tersumbatnya pump jet
e. Sistem choke
1) Kerusakan pada coil
2) Cuk tidak bisa menutup
296 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
TUGAS MANDIRI
1. Carilah materi dan gambar-gambar melalui internet yang berkaitan dengan
sistem bahan bakar bensin.
2. Buatlah hasil dari internet dengan power point
3. dan lakukan observasi pada stand engine mechanical mesin 5 K di bengkel
otomotif, Catatlah volume bahan bakar yang dipompakan saat putaran
700 RPM, 800 RPM, 1000 RPM kemudian tuliskan di dalam buku laporan
masing-masing.
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jabarkan prinsip kerja karburator!
2. Berikan alasan mengapa karburator double barel lebih baik dari pada
karburator single barel !
3. Buatkan urutan cara kerja pompa bahan bakar listrik lengkapi dengan
gambar ?
4. Buatkan ilustrasi cara kerja sistem stasioner, kecepatan lambat, dan
kecepatan tinggi
5. Buatkan urutan menyetel campuran idel ?
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab X di atas, apakah Anda bisa memahami
tentang memperbaiki kerusakan sistem bahan bakar bensin konvensional yang
dipaparkan di atas. Dari materi diatas mungkin atau bagian mana yang belum
paham ? coba diskusikan lagi dengan teman atau dengan guru jika ada materi
yang belum dipahami.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 297
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
BAB MELAKUKAN OVERHAUL ENGINE DAN
XI KOMPONEN-KOMPONENNYA
BAB XI MELAKUKAN OVERHAUL ENGINE DAN KOMPONEN-
KOMPONENNYA
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses pembelajaran mandiri dengan sumber belajar utama buku ini,
diharapkan siswa memiliki kompetensi, dengan indikator sebagai berikut:
1. Melakukan pemeriksaan engine dan komponen-komponennya
2. Melakukan overhaul engine dan komponen-komponennya
MELAKUKAN OVERHAUL ENGINE PETA KONSEP
DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA Pengertian Overhaul Engine
Jenis-Jenis Overhaul Engine
Pemeriksaan Piston
Pemeriksaan Posor Nok
Pemeriksaan pada Poros Engkol
Pemeriksaan Kelonjongan dan Ketirusan Sumbu Poros Engkol
Pemeriksaan Metal/Bantalan Luncur
Pemeriksaan Celah Minyak dengan menggunakan
Plastik Pengukur
KATA KUNCI
Overhaul kepala silinder, blok silinder, torak, poros nok, poros engkol
298 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran overhaul engine dan komponen-
komponennya bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan
dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin otomotif secara berkala (servis berkala) dan
kompetensi dasar keterampilan dalam merawat mesin secara berkala (servis berkala).
Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik otomotif
sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan murni secara mandiri
dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari keterampilan.
Dalam buku materi ini berisi overhaul engine dan komponen-komponennya
yang terdiri dari: kepala silinder, blok silinder, torak, poros nok, poros engkol.
Gambar 11.1 Overhaul mesin
Sumber : https://www.ismailauto.com/2019/03/moduljobsheet-over-haul-engine-4k.html
MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Overhaul Engine
Mesinyang digunakan pada kendaraan akan bekerja secara terus menerus
lambat laun komponen yang berada di dalamnya akan aus. Kinerja akan turun
sehingga perlu perbaikan.
Jika terjadi kerusakan sudah parah, sampai ke bagian-bagian utama dari mesin
harus diakukan overhoul mesin.
Gambar 11.2 Bagian-bagian overhaul mesin
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pengertian-dan-fungsi-overhoul-mesin.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 299
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Pembongkaran komponen mesin karena terjadinya kerusakan di dalam mesin
dikenal dengan istilah overhoul mesin. Saat melakukan overhoul komponen
akan diteliti, diperiksa agar didapatkan data untuk menentukan tindakan
selanjutnya.
B. Jenis-jenis Overhoul
1. Overhoul total
Pembongkaran meliputi seluruh bagian mesin (kepala silinder, blok silinder,
bagian carter)
2. Semi overhoul
Pembongkaran sebagian komponen mesin di kepala silinder saja tidak
sampai blok silinder
Komponen utama mesin antara lain blok silinder dan kepala silinder. Menutup
silinder ruang bakar, tempat busi (untuk mesin bensin), intake/exhaust manifold
dan tempat dudukan katup (mesin 4 tak) berada pada kepala silinder. Kalau di
blok silinder terdapat komponen piston , liner, crankshaft/poros engkol beserta
kelengkapannya.
Di bagian kepala silinder yang berhubungan dengan blok silinder harus rata
untuk menghindari kebocoran seperti pada permukaan kepala silinder dengan
blok silinder, dudukan manifold.
Sehingga salah satu pekerjaan saat saat overhaul adalah pemeriksaan kerataan
bagian dari blok silinder dan kepala silinder.
1. Overhaul Mesin dan komponen-komponennya
Overhaul mesin adalah kegiatan pembongkaran, pemeriksaan dan perbaikan
komponen mesin bertujuan mengembalikan performa mesin.
Manfaat overhaul diantaranya:
a. Membersihkan ruang bakar yang biasanya terdapat kotoran (karbon
b. Memeriksa kondisi katup, kebocoran dan memeriksa .
c. Memeriksa piston, poros nok, poros engkol, liner , pompa oli dan
saringan, dan lain-lain.
d. Membersihkan semua komponen.
e. Melakukan penyetelan agar didapatkan performa mesin yang baik
kembali.
Langkah-langkah cara overhaul mesin
Kalau kondisi mesin sudah ada dibawah atau sudah diturunkan dari unit
mobilnya maka langkah membongkar mesin mobila dalah sebagai berikut:
Langkah-langkah pembongkaran:
a. Melepaskan tutup kepala silinder
b. Melepas baut-baut kepala silinder.
c. Melepas saluran masuk dan yang menempel pada kepala silinder.
d. Kepala silinder dari blok berikut beberapa komponan didalamnya ( katup
dan pushroad ikut terlepas)
e. Melepas paking
f. Melepas unit penggerak poros nok (timing chain/timing belt , baut pulley )
g. Melepas rumah timing chain.
h. Melepas karter dan packingnya.
i. Melepas rumah timing chain/belt
j. lepas rantai/belt timingnya dan tensioner
k. Lepas poros cam dari dudukannya.
l. Lepas komponen-komponen kelengkapan lain yang menempel pada blok
m. Lepas juga piston dari tempatnya, sekalian poros engkolnya .
Setelah semua komponen terlepas silahkan dibersihkan terlebih dahulu lalu
300 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
periksa kondisi komponen seperti memeriksa kerataan silinder, diameter dalam
silinder (ketirusan dan keovalan silinder) , kondisi kepala silinder, diameter
piston, pemeriksaan pompa saringan oli, kondisi ruang bakar, kondisi katup,
kondisi packing dan semua komponen.
Gambar 11.3 Bagian-bagian overhaul mesin
Sumber : https://www.slideshare.net/ekostereo42/pengenalan-komponen-mesin-daihatsu-training-center
TEKNIK DAN MANAJEMEN 301
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Kerataan kepala silinder atau blok silinder tidak bisa dilihat sevara visual
atau hanya dengan melihat. Untuk itu kita harus melakukan pemeriksaan dan
pengukuran. Alat yang dipergunakan adalah straight edge dan feeler gauge.
Sebelum pastikan bagian yang akan periksa benar-benar dalam kondisi
bersih dari kotoran, sisa gasket.
Gambar 11.4 Membersihkan kepala dan blok silinder
Sumber:: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
Overhaul mesin dilakukan karena :
a. Tekanan kompresi yang turun. Untuk memeriksa kondisi tekanan kompresi
menggunakan compression tester. Hasil pembacaan compression tester
dibandingkan dengan standarnya , Bila kurang menandakan kebocoran
kompresi.
b. Oli yang masuk ke dalam ruang bakar. Cirinya kalau pelumas terbakar
maka gas hasil pembakaran asapnya berwarna putih .
c. Suara kasar di dalam mesin, seperti bunyi ketukan di dalam yang
diakibatkan oleh keausan komponen.
d. Terdapat kerusakan komponen di dalam mesin, seperti pada blok
silinder, mekanisme katup, kepala silinder, piston, ring piston, batang
piston, poros engkol, dan lain-lain.
2. Pemeriksaan Mesin dan Komponen-komponennya
a. Pemeriksaan Kepala silinder
Pemeriksaan kerataan kepala silinder
Siapkan feeler gauge dan penggaris baja/straight edge, ukurlah kerataan
permukaan kepala silinder dan yang menempel manifold
Lakukan pemeriksaan gambar di bawah ini :
Gambar 11.5 Pemeriksaan kerataan permukaan kepala silinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
302 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Dari hasil pemeriksaan coba dibandingkan dengan spec di buku manual,
contohnya Mesin Toyota seri K kebengkokkan mak pada sisi kepala silinder
0,05 mm. kebengkokkan mak pada sisi manifold 0,10 mm.
Bila melebihi batas lakukan perbaikan dengan meratakan kembali atau
diganti baru.
a. Pemeriksaan Blok Silinder
Pemeriksaan awal secara visual terhadap retakan dan bocoran. Bila
retakan harus diperbaiki.
Gambar 11.6 Pemeriksaan blok silinder secara visual (VEDC Malang)
Periksa dinding silinder, bila terdapat goresan dalam, maka harus
dioverhaul.
Lakukan pemeriksaan pada blok silinder seperti di bawah ini :
Gambar 11.7 Pemeriksaan kerataan blok silinder
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-dan-pengukuran-kerataan.html
Pemeriksaan dilakukan sesuai posisi pada gambar
Gambar 11.8 Pemeriksaan kerataan blok silinder posisi menyilang (VEDC Malang) 303
Hasil pemeriksaan bandingkan dengan buku petunjuk
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Jika hasil pemeriksaan melebihi ketentuan, overhaul permukaan
blok silinder Toleransi kerataan 0,1 mm
Periksa kelurusan dasar bantalan utama pada blok silinder dengan
menggunakan mistar baja. Toleransi kelurusan 0,1 mm. Jika kebengkokan
melebihi 0,1 mm, bantalan utama harus dioverhaul
Gambar 11.9 Pemeiksaan bantalan utama blok slinder (VEDC Malang)
Pengukuran tabung silinder
Untuk mengukur diameter silinder pada mesin alat ukur mekanik
yaitu Cylinder Bore Gauge. Tingkat ketelitian sangat baik yaitu 0,01 mm
Komponen Cylinder bore gauge antara lain dial indicator, replecement
rod, , replecement washer, securing position, grip, , securing thread dan
measuring point.
Gambar 11.10 Bagian cylinder Bore gauge
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Cara melakukan pengukuran diameter silinder :
a. Ukur jangka sorong untuk mendapatkan diameter silinder
Hasil dari pembacaan jangka sorong untuk menentukan replecement
rod dan washer
304 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 11.11 Mengukur diameter silinder dengan jangka sorong
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Misal hasil jangka sorong diperoleh 72.30 mm, maka dipilih
replecement rod 70 mm dan replecement washer 2 mm
b. Kalibrasi “0” pada Cylinder Bore Gauge
c. Setel micrometer luar 72,30 mm.
Pasangkan measuring point dan replecement rod dalam outside
micrometer dan diset “0” (menempatkan jarum dial gauge di ‘”0”)
Gambar 11.12 Seting cilinder bore gauge
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
d. Cylinder Bore Gauge dimasukkan diagonal ke dalam dinding silinder.
Goyang Cylinder Bore Gauge sampai ditemukan penyimpangan jarum
paling jauh.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 305
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 11.13 Memeriksa diameter silinder dengan cylinder bore gauge
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/cara-mengukur-diameter-silinder-dengan.html
Untuk memeriksa mak keovalan dan ketirusan dengan mencari selisih
pangukuran sumbu X dan Y pada tiap-tiap posisi yang berbeda (atas,
tengah dan bawah).
Gambar 11.14 Mengukur keovalan dan ketirusan silinder
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/mengukur-keovalan-dan-ketirusan.html
Tabel 11.1 Memeriksa keovalan dan ketirusan silinder
Bagian Oval Tirus
Atas A1- A2 A1- B1 A2- B2
Tengah B1- B2 B1- C1 B2- C2
Bawah C1- C2
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/mengukur-keovalan-dan-ketirusan.html
306 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Keovalan dan ketirusan paling besar dibandingkan dengan spec di
buku .
Bila keausan silinder melebihi batas spec maka perlu dilakukan
over size.
Bila hasil pemeriksaan keausan < 0,25 mm dari nilai spec maka
oversize nya 0,25 mm
Jika hasil pemeriksaan keausan > 0,25 mm tapi < 0,50 mm maka
dilakukan over size 0,50 m.
C. Pemeriksaan Piston
1. Lepas dengan piston ring ekspander
Gambar 11.15 Melepas cincin piston (VEDC Malang)
2. Letakkan cincin piston secara berurutan dan ikat dengan isolasi agar tidak
tertukar dengan silinder lain
3. Periksa tanda dudukan piston dan batang piston, untuk menghindari
kesalahan pemasangan
Gambar 11.16 Tanda dudukan Piston ( VEDC Malang )
Pena piston dapat dilepas. Pena harus dilepas jika misalnya penggantian
piston dan pena piston. Pelepasan dengan menggunakan alat pres.
Lepaskan snap ring memakai tang snap ring dalam
Keluarkan pena dari batang piston dan piston. Bila sukar dikeluarkan,
panaskan piston dan batang piston sampai temperatur 60 – 800 C.
TEKNIK DAN MANAJEMEN 307
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 11.17 Memanaskan pena piston ( VEDC Malang )
Lepas pena piston menggunakan alat pembuka pena piston
4. Periksa secara visual permukaan dan mata pena piston (pada piston dan
batang piston) jika terdapat goresan-goresan atau berwarna biru/kelebihan
panas, maka harus diganti baru
Periksa kelonggaran pena piston terhadap mata pena piston
Bersihkan alur cincin piston dengan menggunakan alat pembersiih alur
cincin piston atau potongan piston bekas
Gambar 11.18 Memeriksa kelonggaran pena (VECD Malang)
D. Pemeriksaan Poros nok
1. Cek poros nok secara visual : perhatikan keausan goresan-goresan
2. pada permukaan nok dan jurnalPeriksa tinggi nok ( gunakan mikrometer )
Gambar 11.19 Pengukuran tinggi nok ( VEDC Malang)
3. periksa kelurusan poros nok dengan pengukur dial
308 Gambar 11.20 Pengukuran keovalan poros nok (VEDC Malang)
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
4. Periksa gigi penggerak distributor terhadap keausan, cacat
5. Periksa jurnal poros nok terhadap keausan/ cacat
6. Ukur celah aksial poros nok. Pelat pengunci harus diganti, bila celahnya
melebihi 0,3 mm ( lihat buku manual )
Gambar 11.21 Pengukuran celah aksial pors nok ( VEDC Malang)
7. Periksa bantalan poros nok terhadap keausan, bagian yang leleh, permukaan
yang tergores ( kasar )
8. Periksa celah antara bantalan jurnal pertama dan jurnal pertama poros nok
dengan fuler, batas 0,1 mm
9. Periksa permukaan penumbuk terhadap keausan. Keausan karena pemakaian.
10. Bila aus keras, ganti.
E. Pemeriksaan pada Poros engkol
1. Periksa visual : kondisi permukaan pena dan keausannya pada dudukan seal,
pasak puli. Jika tergores lembut, perbaiki dengan kertas gosok halus
2. Periksa kebengkokan poros engkol dengan meletakkan poros engkol pada
blok V diatas meja perata dan dial indikator
Gambar 11. 22 Pemeriksaan kelonjongan poros engkol
Sumber : VEDC Malang
TEKNIK DAN MANAJEMEN 309
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Cek diameter pena engkol dengan mikrometer.
Perhatikan : sebelum dipakai mikrometer harus dikalibrasi
Gambar 11.23 Pemeriksaan diameter pena bantalan
Sumber : VEDC Malang
F. Pemeriksaan kelonjongan dan ketirusan sumbu poros engkol
Gambar 11. 24 Pemeriksaan kelonjongan/keovalan dan ketirusan
Sumber : VEDC Malang
310 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN MATERI PEMBELAJARAN
MESIN OTOMOTIF
Kesimpulan
Kelonjongan mak
Membandingkan pengukuran
1 -3 atau
antara pengukuran 2 - 4
Ambil yang terbesar
Ketirusan mak
Antara pengukuran 1 - 2 atau
antara pengukuran 3 - 4
Ambil yang ketirusan terbesar
TEKNIK DAN MANAJEMEN 311
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 11. 25 Bagian pengukuran poros engkol ( VEDC Malang)
G. Pemeriksaan Metal/bantalan luncur
1. Periksa permukaan secara visual bila ada goresan kasar/korosi, wajib diganti !
2. Apabila punggung dari bantalan berwarna kehitaman, kemungkinan sering
menerima panas berlebihan.
3. Bantalan dipasang sesuai dengan tanda.
Hindari adanya kotoran, untuk itu setiap bagian dibersihkan dan langsung
dipasang. Jangan lupa beri oli ulir baut
312 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 11.26 Pemeriksaan pengencangan bantalan (VEDC Malang)
Pasang metal/bantalan, keraskan Lanjutkan dengan mengendorkan
baut menurut spec. salah satu baut dan periksa
celahnya
Minimal 0,05 mm.
4. Cek kekencangan bantalan. Pegang batang piston dalam ragum yang
dilengkapi alas.
5. Bila bantalan kurang kencang, bantalan akan ikut. Pengunci bantalan menjadi
tidak ada fungsinya.
H. Pemeriksaan celah minyak dengan menggunakan plastik pengukur/Plastic gauge
1. Lepas tutup bantalan pada blok .
2. Pilih plastic gauge yang ukurannya tepat dengan celah
3. Warna merah 0,05 – 0,15 mm, warna biru 0,025 – 0,075 mm
4. Potonglah plastik gauge tersebut sedikit lebih pendek dari pada lebar metal
5. Tempel ditengah pena engkol dan jangan menutup lubang oli
Gambar 11. 27 Pemeriksaan celah minyak bantalan poros engkol
Sumber : VEDC Malang
6. Pasang kembali tutup bantalan dan keraskan baut pengikat sesuai dengan
momen. Perhatikan jangan memutar poros engkol.
7. Lepas kembali tutup bantalan dan ukur plastik gauge pada bagian yang
terlebar dengan alat pengukur pada bungkus. Hasil pengukuran merupakan
celah minyak
TEKNIK DAN MANAJEMEN 313
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
8.
Gambar 11. 28 Pengukuran celah minyak pada tutup bantalan
Sumber : VEDC Malang
9. Bandingkan hasil pengukuran celah minyak dengan spec
LEMBAR PRAKTIKUM
Melakukan pembongkaran, pemeriksaan dan merakit poros engkol beserta
kelengkapannya
Tujuan :
1. Pembongkaran/perakitan komponen utama motor
2. Pembongkaran/perakitan poros engkol dan kelengkapannya
3. Pememeriksaan/pengukuran dan penilaian bagian mekanisme engkol
ALAT BAHAN WAKTU
1. Meja perata 1. Motor 1. Instruksi : 12
2. Pistol udara 2. Oli
3. Lampu kerja 3. Plastik pengukur/ jam
4. Alat penekan cincin piston 2. Latihan : 6
5. Bak oli dan air Kotak alat plastic gauge
6. Skrap 4. Kain Lap jam
7. Kunci momen 5. Kertas gosok halus
8. Dial indikator
9. Blok V
10. Kotak komponen
11. Kunci angin
LANGKAH KERJA :
Pembongakaran
1. Siapkan dan bersihkan motor
2. Pasangkan motor pada stand engine
3. Keluarkan oli mesin
4. Lepas kepala silinder
5. Lepaskan komponen yang berikut pada blok motor sampai tinggal hanya
mekanisme engkol saja
6. Pasangkan tanda pada tutup bantalan poros engkol dan pada batang piston.
314 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Tanda pemasangan harus harus benar sesuai dengan manual, Lihat gambar di
bawah ini !
Gambar 11.29 Tanda pada tutup bantalan poros engkol
Sumber : VEDC Malang
7. Sebelum piston dikeluarkan, bersihkan kerak yang menempel pada ujung silinder
8. Keluarkan batang piston beserta piston, tempatkan bagian-bagian berurutan
supaya tidak tercampur-campur
Gambar 11.30 Piston dan batang piston
Sumber : VEDC Malang
Lepaskan tutup-tutup bantalan poros engkol, susun dan tempatkan bagian-bagian
sesuai dengan gambar
Gambar 11.31 Tutup bantalan poros engkol
Sumber : VEDC Malang
TEKNIK DAN MANAJEMEN 315
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
9. Beri tanda nomor pada punggung metal/bantalan
Pembersihan
1. Blok motor dibersihkan dan dikeringkan dengan udara dari kompresor.
2. Poros engkol dan perlengkapannya dicuci dengan minyak tanah,
Pemeriksaan poros engkol
1. Pemeriksaan visual : kondisi permukaan pena dan keausan pada dudukan seal
dan pasak puli.
2. Pemeriksaan keolengan poros engkol pada blok dengan alat dial indicator.
Gambar 11.32 Pemeriksaan kelonjongan poros engkol
Sumber : VEDC Malang
3. Periksa diameter pena engkol dan batang piston dengan mikrometer.
4. Perhatikan : mikrometer harus dikalibrasi sebelum di pergunakan
316 Gambar 11.33 Pemeriksaan diameter pena-pena bantalan poros engkol
Sumber : VEDC malang
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Pemeriksaan ketirusan dan kelonjongan sumbu poros engkol
Gambar 11.34 Pemeriksaan kelonjongan dan ketirusan sumbu poros engkol
Sumber : VEDC Malang
Kesimpulan
Kelonjongan maks
• Pengukuran 1- 3 atau
antara pengukuran 2 - 4
Tuliskan hasil keusan yang terbesar
Ketirusan maks
• Pengukuran 1 - 2 atau
antara pengukuran 3 -4
Tuliskan hasil ketirusan yang terbesar
TEKNIK DAN MANAJEMEN 317
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
318 Gambar 11.35 Bagian pengukuran poros engkol
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF