The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mempelajari tentang perawatan mesin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by otomotifsmkpiri1yk, 2021-11-27 01:20:35

perawatan mesin

mempelajari tentang perawatan mesin

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
jika seluruh komponen bekerja dengan baik sesuai dengan yang dikehendaki.
Secara garis besar kendala yang sering terjadi pada sistem bahan bakar adalah:

1. Bahan bakar
2. Komponen yang bekerja untuk menyalurkan bahan bakar
3. Mekanisme mesin untuk menarik bahan bakar ke silinder
Tujuan diberikannya perawatan sistem bahan bakar, yaitu:
1. Mencegah kerusakan mesin karena buruknya sistem bahan bakar
2. Meningkatkan efisiensi daya kerja mesin
Manfaat yang bisa diperoleh jika sistem bahan bakar bekerja dengan baik :
1. Memperpanjang umur mesin
2. Mendapatkan efisiensi kerja sesuai dengan yang diharapkan
3. Kenyamanan berkendara karena mesin bekerja dengan baik

Berikut dijelaskan pembahasan cara perawatan yang sebaiknya dilakukan:
1. Tangki bahan bakar

Umumnya tangki bahan bakar terbuat dari plat baja tipis, biasanya
diletakkan dibagian bawah/belakang kendaraan. Tangki bagian dalam dilapisi
bahan pelapis anti karat dan dilengkapi sparator untuk mencegah goncangan
saat mobil berjalan di jalan kasar atau saat direm tiba-tiba. Bahan bakar dihisap
melalui fuel inlet tube yang ditempatkan 2-3 cm dibagian terendah tangki.
Kendala yang sering terjadi pada tangki :
Bila tangki bensin tidak diisi dengan penuh ,uap didalam tangki akan
mengembun pada dinding-dinding tangki. Dan karena air lebih berat dari pada
bensin maka air tersebut langsung turun ke bagian bawah tangki.
Adapun langkah langkah perawatan tangki bensin yang dilakukan adalah
sebagai berikut.
a. Keluarkan semua bensin dari dalam tangki, untuk tangki yang bisa dilepas,

lepas tangki dari kendaraan.
b. Periksa bagian dari keseluruhan tangki bensin dari kemungkinan retak,

karatan atau bocor.
c. Periksa dan lihat selang-selang bensin dan baut-baut pengikatnya apakah

ada kemungkinan masuknya kotoran atau tercampur air. Selang bensin
yang retak atau bocor harus diganti.
d. Periksa dan perhatikan ventilasi udara, hindari adanya penyumbatan yang
akan mengganggu aliran bensin ke karburator.
e. Isi tangki dengan bensin, lalu kocok bensin dalam tangki hingga habis.
Lakukan ini beberapa kali, hingga bensin yang keluar dari tangki benar
benar bersih.
f. Semprot tangki dengan kompresor.
g. Periksa apakah ada keretakan pada tangki dan apakah lubang ventilasi
tidak tersumbat. Lubang ventilasi yang tersumbat diperbaiki dan
dibersihkan. Sementara keretakan pada tangki harus segera di perbaiki
dengan cara dilas.
h. Pasang kembali semua bagian yang dilepas, isi tangki sampai penuh
hidupkan mesin.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 121
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

2. Saringan
Kotoran dan air yang terbawa oleh bensin bisa menghambat saluran –

saluran yang ada pada karburator, maka untuk menyaringnya dipasang sebuah
saringan bahan bakar atau bensin. Masalah yang sering muncul pada saringan
bahan bakar yaitu filter sudah tua, sehingga kotor dan bisa mampet. Jika saringan
bensin tersumbat maka aliran bensin akan terhambat dan jumlah bensin yang
masuk ke karburator akan berkurang.Oleh karena itu, membersihkan saringan
bahan bakar secara berkala merupakan langkah yang sesuai untuk menjaga
aliran bensin tetap konstan. Pada jenis tertentu ada saringan bensin yang
elemennya dapat diganti , seperti pada saringan bensin model catridge.

Gambar 4.39 Saringan bahan bakar

Sumber: https://www.sekolahkami.com/2019/08/sistem-bahan-bakar-konvensional.html

13. Selang bahan bakar
Selang bensin harus dilakukan perawatan agar tidak mengalami gangguan.
Beberapa cara merawat selang bensin adalah sebagai berikut:
a. Lepaskan selang bensin dari tempatnya
b. Sumbat lubang – lubang saluran bensin atau tampung bensin yang keluar
setelah selang bensin lepas.
c. Periksa selang bensin dari keretakan , keausan dan kebocoran.
d. Bersihkan selang bensin dengan disemprot udara atau kompresor.
e. Periksalah kondisi klem selang,klem yang telah lama harus diganti .
f. Kembalikan semua selang bensin seperti semula, jangan ada yang teruntir
atau terjepit.
g. Hidupkan mesin dan periksa apakah terdapat kebocoran bensin pada
selang.

14. Pompa bahan bakar
Hal yang dilakukan dalam pemeliharaan pompa bahan bakar :
a) Pembersihan bodi pompa secara rutin
b) Pengecekan secara rutin terhadap klem-klem sambungan selang
penyalur bahan bakar .
c) Menggunakan bahan bakar yang berkualitas.
d) Menjaga agar saringan bahan bakar selalu dalam keadaan bersih,agar
tidak ada kotoran yang mampu menyumbat pompa .

122 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.40 Pompa bahan bakar
Sumber: https://www.sekolahkami.com/2019/08/pompa-bahan-bakar-kendaraan.html

15. Karburator
Langkah-langkah pemeriksaan, penyetelan dan perawatan karburator adalah
sebagai berikut.
a. Pemeriksaan katup sistem cuk manual.
Pemeriksaan terhadap katup sistem cuk manual dengan cara sebagai
berikut.
1) Harus tertutup penuh saat tombol cuk ditarik penuh
2) Harus terbuka penuh pada waktu tombol cuk dikembalikan penuh.
b. Pemeriksaan sistem pemutus cuk
Pemeriksaan terhadap sistem pemutus cuk dengan cara sebagai berikut.
1) Hidupkan mesin
2) Lepas selang vakum dari membran dan periksa bahwa linkage cuk
kembali
Pasang kembali selang vakum pada membrane

Gambar.4.41 Pemeriksaan sistem pemutus cuk

Sumber : PT Toyota–AstraMotor, 1995

c. Pemeriksaan sistem cuk otomatis
Pemeriksaan dengan cara sebagai berikut.
1) Lepaskan konektor karburator
2) Ukur tahanan antara rumah koil dengan konektor karburator dan masa.
Spesifikasi tahanan : 17 – 19 O pada 20° C.
3) Hidupkan mesin
4) Kemudian periksalah bahwa katup mulai membuka dan rumah cuk
panas

TEKNIK DAN MANAJEMEN 123
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
5) Matikan mesin

Gambar 4.42 Pemeriksaan sistem cuk otomatis
Sumber : PT Toyota–AstraMotor, 1995

d. Pemeriksaan dashpot
Lakukan pemeriksaan terhadap dashpot dengan cara sebagai berikut.
1) Lepas selang vakum dari membran dan sumbatlah ujung selang setelah
mesin dipanaskan
2) Setelah itu stel putaran mesin pada 3000 rpm
3) Kemudian lepas pedal gas
4) Lalu periksalah putaran penyetelan pada dashpot (2.000 ± 200 rpm)

Gambar 4.43 Pemeriksaan dashpot
Sumber : PT Toyota–AstraMotor, 1995

5) Stel sekrup penyetel pada dashpot, penyetelan dilakukan dalam
keadaan kipas pendingin sudah dimatikan

e. Pemeriksaan putaran idle cepat
Lakukan pemeriksaan dengan cara sebagai berikut.

1) Hidupkan mesin dan panaskan mesin hingga mencapai temperatur
kerja

2) Setelah itu pasanglah tachometer pada mesin

124 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.44 Pemeriksaan putaran idle cepat
Sumber : PT Toyota–AstraMotor, 1995

3) Sumbat ujung selang dan hentikan kerja came breaker dengan cara
melepas selang vakum dari cam breaker.

4) Stel cam idle cepat dengan cara : menahan katup gas sedikit terbuka,
tarik fast idle cam keatas dan kembalikan katup gas pada posisi semula
sambil menempatkan tuas throttle di atas step ketiga dari cam.

5) Stel kecepatan idle tinggi dengan cara memutar sekrup penyetel idle
cepat apabila kecepatan idel cepat tidak sesuai spesifikasi.

6) Setelah pedal gas ditekan sedikit, periksa kembali bahwa putaran
mesin kembali ke kecepatan idle.

7) Kemudian hubungkan kembali selang vakum

f. Pemeriksaan pelampung dan katup jarum
Karena pelampung maupun katup jarum terletak dibagian dalam

karburator maka untuk memeriksa harus dilakukan pembongkaran
terlebih dahulu. Setelah itu lakukan pemeriksaan terhadap pelampung
dan katup jarum dengan cara sebagai berikut;

Gambar 4. 45 Pemeriksaan pelampung dan katup jarum
Sumber : PT Toyota–AstraMotor, 1995

1) Periksa pen pivot (1) apakah kemungkinan terjadi goresan atau aus.
2) Periksa pelampung (2) apakah terjadi kemungkinan pada lubang

lubang pen pivot bibirnya pecah dan aus
3) Periksa pegas (3) apakah terjadi kemungkinan patah atau memburuk

TEKNIK DAN MANAJEMEN 125
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

4) Periksa katup jarum (4) dan plunger (5) apakah terjadi kemungkinan
aus.

5) Periksa saringan (6) apakah terjadi kemungkinan berkarat atau rusak
g. Pemeriksaan dan penyetelan pelampung :

1) Pada dudukan, pasanglah katup, pegas dan plunger
2) Setelah itu pasang pelampung dan pen pivot
3) Biarkan pelampung menggantung dengan sendirinya
4) Dengan SST, periksa celah antara pelampung dan air horn. Stel

dengan cara membengkokkan bibir pelampung apabila pelampung
(posisi tertinggi) tidak sesuai dengan spesifikasi.
5) Angkat pelampung. Periksa celah antara plunger katup jarum dan
bibir pelampung dengan menggunakan SST.
6) Stel dengan cara membengkokkan bibir samping pelampung apabila
tinggi pelampung (pada posisi terendah) tidak sesuai dengan
spesifikasi.

Gambar 4.46 Penyetelan pelampung
(sumber :Drs. Suranto, ST.MM dkk,2016)

h. Pemeriksaan power piston
Untuk memeriksa kerja dari power piston yaitu dengan cara menekan

power piston dan mengamati apakah power piston dapat kembali ke
posisi semula dan dapat bergerak dengan halus setelah dilepas.

Gambar 4.47 Pemeriksaan power piston
(sumber: Drs. Suranto, ST.MM dkk,2016)

i. Pemeriksaan katup power piston
Saluran pada katup power piston harus terbuka pada saat katup

ditekan dan menutup kembali pada saat dilepas, ini dilakukan ketika akan
memeriksa saluran yang terdapat pada katup power.

126 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 4.48 Katup power

(sumber :Drs. Suranto, ST.MM dkk, 2016)

j. Pemeriksaan solenoid pemutus bahan bakar
1) Pertama, lepas selenoid dari karburator
2) Kemudian hubungkan terminal selenoid dan body katup selenoid ke
terminal baterai.
3) Harus terdengar suara “Klik” apabila saat katup selenoid dihubungkan
atau dilepas dengan baterai.

Gambar 4. 49 Pemeriksaan selenoid pemutus bahan bakar
(sumber :Drs. Suranto, ST.MM dkk, 2016)

k. Penyetelan campuran idle
1) Hidupkan mesin sampai pada temperatur kerja mesin
2) Kemudian pasang tachometer
3) Stel putaran idle(stasioner) sesuai dengan spesifikasi
4) Putar baut penyetel putaran idle (idle mixture adjusting screw) ke kiri
atau ke kanan sampai diperoleh putaran maksimum.
5) Kemudian stel kembali putaran idle

Gambar 4.50 Penyetelan campuran idle
Sumber: : https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-bensin fungsinya.html

l. Pemeriksaan baut setelan udara.
Lakukan pemeriksaan terhadap baut setelan udara, baut setelan

udara yang sudah aus akan membuat penyetelan pada putaran stasioner
menjadi tidak sempurna, oleh karena itu jika baut penyetel udara sudah

TEKNIK DAN MANAJEMEN 127
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

aus, ganti dengan yang baru.
m. Pembersihan filter udara /penampang debu

Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas
busa filter lalu bersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi,
karena dapat menyebabkan rusaknya pori pori busa filter tersebut.
n. Pemeriksaan pompa akselerasi

Pemeriksaan pompa akselerasi dengan cara buka katup gas dan
periksa bahwa bensin keluar dari nozzle akselerasi

Gambar 4. 51 Pemeriksaan pompa akselerasi
Sumber: PT Toyota – Astra Motor.

LEMBAR PRAKTIKUM
A. JUDUL : Pemeriksaan pompa bahan bakar bensin mekanik
B. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktik siswa dapat:
1. Memahami komponen pompa bahan bakar mekanik
2. Melakukan pemeriksaan pompa bahan bakar elektrik

C. ALAT DAN BAHAN
1. Pompa bahan bakar tipe mekanik
2. Toolbox
3. Majun
4. Buku manual

D. KESELAMATAN KERJA
1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan praktik
2. Gunakan peralatan yang sesuai dengan SOP.
3. Hati-hati dalam bekerja menggunakan cairan bahan bakar karena
mudah terbakar.
4. Tanyakan kepada guru praktik apabila terdapat masalah selama
melaksanakan kegiatan praktik.

E. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan

128 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM
2. Lepas pompa dari dudukan mesin
3. Pelajari konstruksi dan cara kerjanya
4. Periksa kondisi pompa dengan cara melakukan pengujian kekedapan

udara.
5. Sebelum memeriksa pompa bahan bakar, masukkan bahan bakar ke

dalam pompa untuk meyakinkan bahwa check valve menutup rapat
(karena check valve kering kemungkinan tidak menutup rapat). Dalam
keadaan pipa terbuka, gerakkan rocker arm dan periksalah besarnya
tenaga untuk menggerakkan serta kebebasan dari arm.
6. Periksa katup masuk dengan cara menutup pipa keluar (outlet) dengan
jari tangan dan kemudian periksa bahwa kebebasan rocker arm akan
bertambah sehingga rocker arm bergerak bebas.

Gambar 4.52 Pemeriksaan pompa bensin katup masuk
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html

7. Periksa katup keluar (outlet valve). Tutuplah pipa masuk (inlet) dengan
jari tangan dan periksa bahwa rocker arm dalam keadaan terkunci.

Gambar 4.53 Pemeriksaan pompa bensin katup keluar
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html

8. Periksa diafragma atau membran dengan cara tutuplah pipa masuk
(inlet) dan pipa keluar (outlet), kemudian periksa bahwa rocker arm
dalam keadaan terkunci.

Gambar 4.54 Pemeriksaan membran pompa bensin
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html

TEKNIK DAN MANAJEMEN 129
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

9. Periksa oil seal, tutuplah lubang hawa (ventilasi) dengan jari tangan dan
periksa bahwa rocker arm dalam keadaan terkunci.

Gambar 4.55 Pemeriksaan oil seal pompa bensin
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/02/pemeriksaan-pompa-bensin-mekanik.html

Catatan: 
1. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu 10 detik untuk mencegah

terbakarnya kumparan pompa bahan bakar. 
2. Jauhkan pompa dari baterai
F. TUGAS
1. Buatlah laporan praktik!
2. Jelaskan cara kerja pompa bahan bakar mekanik tipe diafragma!

CONTOH SOAL
1. Sebutkan komponen dan fungsi sistem bahan bakar konvensional !
2. Jelaskan prinsip kerjanya karburator pada sistem pelampung!
3. Gambarkan gambar kerja pompa bensin mekanik saat pengisapan!
4. Sebutkan bagian-bagian dari karburator!
Jawab :
1. Komponen sistem bahan bakar konvensional dan fungsinya

a. Tangki berfungsi untuk menyimpan bahan bakar di dalam kendaraan
dalam jumlah tertentu dan bersifat sementara.

b. Saringan/filter bensin berfungsi untuk menyaring air dan partikel-
partikel kotoran bahan bakar agar air dan partikel-partikel kotoran tidak
ikut disalurkan ke sistem bahan bakar karena dapat mengganggu dan
merusak kinerja komponen lain. memisahkan kotoran agar bensin bersih

c. Pompa bensin, memompa bensin dari tanki bahan bakar menuju ke
karburator

d. Karburator berfungsi untuk mengkabutkan bahan bakar ke dalam ruang
bakar, untuk mensuplai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan
kondisi kerja mesin, agar menghasilkan tenaga yang besar. Karburator
mengirim campuran bahan bakar ke ruang bakar melalui intake manifold.

2. Prinsip kerjanya karburator pada sistem pelampung
Apabila permukaan bahan bakar di dalam ruang pelampung turun,

maka pelampung akan turun sehingga jarum pelampung membuka saluran
masuk. Akibatnya bahan bakar yang berasal dari pompa bahan bakar

130 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

CONTOH SOAL

mengalir masuk keruang pelampung. Selanjutnya apabila permukaan bahan
bakar dalam ruang pelampung naik, maka pelampung ikut naik sehingga
jarum pelampung menutup saluran bahan bakar. Akibatnya aliran bahan
bakar terhenti.

Gambar 4.56 Prinsip kerja sistem pelampung
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/05/sistem-sistem-pada-karburator.html

3. Gambar kerja pompa bensin mekanik saat pengisapan

Gambar 4.57 Gambar kerja pompa bensin mekanik saat pengisapan
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/11/job-sheet-pompa-bahan-bakar-mekanik-dan.html

4. Bagian-bagian dari karburator

Gambar 4. 58 Bagian dari karburator

Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-sistem-bahan- bakar.html

1. Saluran masuk 5. Nozzle utama
2. Ruang pelampung 6. Venturi
3. Pelampung 7. Katup gas
4. Ventilasi ruang pelampung

TEKNIK DAN MANAJEMEN 131
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

CAKRAWALA

Sistem Bahan Bakar Bensin Konvensional

Sampai tahun 1960, karburator telah digunakan sebagai standar
sistem penyaluran bahan bakar. Akan tetapi dalam tahun 1971 Toyota mulai
mengembangkan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) yang menyalurkan bahan
bakarnya ke mesin dengan pengaturan injeksi elektronik ke dalam saluran masuk
(intake manifold) sama halnya pada karburator. Sistem injeksi bahan bakar bensin
ini banyak digunakan pada desain mobil dewasa ini.

Gambar 4. 59 Sistem bahan bakar bensin konvensional
Sumber: https://www.autoexpose.org/2017/08/cara-kerja-sistem-bahan-bakar- bensin.html

JELAJAH INTERNET
Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai cara kerja sistem bahan bakar
konvensional kalian dapat mencari di internet secara mandiri salah satu web
yang anda bisa lihat
https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/komponen-komponen-sistem-
bahan-bakar.html

https://www.bisaotomotif.com/2019/08/komponen-sistem-bahan-bakar-
bensin-fungsinya.html

132 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

RANGKUMAN

1. Komponen system bahan bakar mekanik terdiri atas:tanki bahan bakar,charcoal
canister

2. (beberapa model saja), saringan bahan bakar, pompa bahan bakar, dan
karburator.

3. Pompa bahan bakar yang biasa digunakan pada motor bensin adalah
pompa bahan bakar mekanik dan pompa bahan bakar listrik. Pompa bahan
bakar mekanik digerakkan oleh mesin itu sendiri, sedang pompa bahan bakar
listrik digerakkan dengan arus listrik.

4. Karburator berfungsi untuk merubah bahan bakar dalam bentuk cair menjadi
kabut bahan bakar dan mengalirkan ke dalam silinder sesuai dengan kebutuhan
mesin.

5. Karburator dengan venture tetap(fixedventuri) dewasa ini masih banyak
digunakan

6. karena konstruksinya sederhana. Sifat utama karburator tersebut menggunakan
sebuah venture tetap dengan diameter tertentu. Besarnya vakum yang
dihasilkan oleh udara yang mengalir melalui venturi tersebut sesuai dengan
kecepatan aliran. Salah satu keistimewaan karburator tersebut adalah
perubahan membukanya venturi sama saat kecepatan rendah dan sedang,
serta pada beban ringan dan sedang. Dengan alasan tersebut volume bahan
bakar berubah sesuai dengan volume udara yang masuk dan tahanan udara
yang masuk menjadi kecil.

7. Pada karburator single barel, semua kebutuhan bahan bakar pada berbagai
putaran mesin dilayani oleh satu barel. Pada putaran mesin rendah, diameter
venturi yang besar akan lebih lambat menghasilkan tenaga di banding
diameter venture yang kecil. Sebaliknya diameter venturi yang kecil hanya
mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar pada putaran mesin tertentu,
tetapi pada putaran rendah lebih cepat menghasilkan tenaga. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut maka diciptakan karburator double barel. Pada putaran
rendah, karburator double barel cepat menghasilkan tenaga (output) karena
yang bekerja hanya primary venturi yang mempunyai diameter venture
kecil. Pada putaran tinggi, baik prymary maupun secondary venture bekerja
bersama-sama sehingga output yang dicapai akan tinggi karena total diameter
venturinya besar.

8. Sistem utama pada karburator antara lain, sistem stasioner, sistem precepatan
lambat, sistem kecepatan tinggi sistem pelampung, sistem cuk, dan sistem
percepatan. Untuk menyempurnakan kerja karburator dan mengurangi
emisi gas buang, maka diperlukan sistem tambahan, antara lain: Hot Idel
Compensator, Mekanisme IdelCepat, Deceleration Fuel Cut-Off System,Anti
Dieseling, Dash Pot, dan lain-lain.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 133
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

TUGAS MANDIRI

1. Carilah materi dan gambar-gambar melalui internet yang berkaitan dengan
sistem bahan bakar bensin!

2. Buatlah hasil dari internet dengan power point!

PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!

1. Apa fungsi separator pada tangki bahan bakar?
2. Sebutkan komponen-komponen sistem bahan bakar bensin!
3. Jelaskan fungsi saringan bahan bakar!
4. Sebutkan macam -macam saringan bensin ditinjau dari elemennya!
5. Ada berapa macam pompa bensin yang anda ketahui? Sebutkan!
6. Pada saat di ruang pelampung penuh, bagaimana dengan pompa bensin

mekanik
7. sedangkan mesin masih tetap hidup?
8. Jelaskan fungsi pelampung!
9. Apa akibatnya jika pelampung terlalu tinggi? Jelaskan!
10. Jelaskan fungsi ventilasi ruang pelampung dan sebutkan macam –

macamnya!
11. Apa keuntungan – kerugian ventilasi ruang pelampung intern?

REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab IV di atas , apakah Anda bisa memahami
tentang perawatan berkala sistem bahan bakar bensin konvensional yang
dipaparkan di atas. Dari materi diatas mungkin ian mana yang belum paham ?
coba diskusikan lagi dengan teman atau dengan guru jika ada materi yang belum
dipahami.

134 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF V

MEMBUAT DATA PERAWATAN BERKALA
MESIN KENDARAAN RINGAN

BAB V MEMBUAT DATA PERAWATAN BERKALA MESIN KENDARAAN
RINGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah proses pembelajaran mandiri dengan sumber belajar utama buku ini,
di harapkan siswa memiliki kompetensi, dengan indikator sebagai berikut:
1. Melakukan pemeriksaan gangguan dalam perawatan berkala mesin

kendaraan ringan
2. Melakukan prosedur pengecekan dan membuat data hasil perawatan

PETA KONSEP
Membuat Data Perawatan Berkala Mesin Kendaraan Ringan

A. Fungsi Per- B. Tujuan Ser- C. Waktu Ser- D. Prosedur
awatan vis Berkala vis Berkala Perawatan

Berkala

KATA KUNCI
Data dari saringan udara, saringan bahan bakar, pompa bensin, karburator,
platina, busi, tegangan belt, penyetelan katup, batere pengapian, pendinginan,
saringan oli, tekanan kompresi.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 135
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

PENDAHULUAN

Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran “Membuat data hasil perawatan berkala
Mesin Kendaraan Ringan bagi siswa untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan
dan kompetensi dasar keterampilan Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif dalam
hal merawat mesin secara berkala (servis berkala)”. Penjelasan materi dalam buku
ini dilengkapi dengan gambar-gambar cara perawatan berkala sehingga siswa akan
mudah dalam belajar pengetahuan murni secara mandiri dan pengetahuan sebagai
pengantar untuk mempelajari keterampilan.

Gambar 5.1 Perawatan berkala
Sumber :https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/tujuan-

perawatan-atau-servis-berkala.html

Dalam buku materi ini berisi membuat data hasil perawatan berkala mesin
kendaraan ringan atau tune-up yang terdiri dari saringan udara, saringan bahan bakar,
pompa bensin, karburator, platina, busi, tegangan belt, penyetelan katup, batere
pengapian, pendinginan, ,saringan oli, tekanan kompresi.

MATERI PEMBELAJARAN
A. Fungsi Perawatan

Di dalam masyarakat, terdapat berbagai jenis bengkel yang dikenal, ada
sebagai bengkel servis kendaraan, bengkel pemeliharaan kendaraan, bengkel
perawatan dan bengkel perbaikan kendaraan, bengkel reparasi kendaraan, dan
sebagainya. Apakah yang membedakan dari berbagai jenis bengkel tersebut ?

Kendaraan baru yang siap digunakan mendapatkan buku pedoman bagi
pemilik yang isinya memuat cara menggunakan kendaraan dan perhatian tentang

136 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

kapan pemilik harus membawa kendaraannya ke bengkel kendaraan untuk dirawat.
Demikian juga bengkel kendaraan untuk dapat merawat kendaraan dengan benar,
telah memperoleh perhatian teknis melalui buku pedoman merawat kendaraan
yang telah disusun dan diterbitkan oleh pabrik pembuat kendaraan.

Kendaraan yang terdiri atas ribuan komponen dalam operasi atau bekerjanya
mendapatkan berbagai beban gesekan, tekanan, benturan, pukulan, puntiran, gaya
tekan-tarik-tekuk, beban panas, beban kimia dan sebagainya. Komponen kendaraan
jika semakin lama digunakan pasti akan semakin aus, semakin longgar, semakin
lemah, atau semakin menyimpang kepresisiannya dari kondisi semula yang baik
dan standar. Oleh karena itu, supaya kendaraan selalu dalam kondisi standar
maka kendaraan harus mendapatkan perawatan dan perbaikan kerusakan atau
mendapatkan pemeliharaan secara teratur di bengkel kendaraan.

Pemeliharaan (Maintenance) adalah suatu kombinasi dari setiap tindakan yang
dilakukan dan ditujukan untuk menjaga , memperbaikinya sampai suatu kondisi
yang bisa diterima. Yang dimaksud dengan pemeliharaan disini meliputi perawatan
dan perbaikan.

Pemeliharaan terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. Perawatan terencana atau perawatan berkala dan
2. Perawatan tak terencana atau perbaikan jika terjadi kerusakan sewaktu- waktu.

Perawatan terencana atau perawatan berkala dikerjakan atas dasar sejauh mana
atau berapa lama kendaraan telah berjalan (dalam km atau bulan), meskipun
dalam kegiatan ini sebenarnya juga kadang-kadang terjadi sedikit kegiatan
perbaikan. Sedangkan perawatan tak terencana disebut dengan perbaikan atau
reparasi, yaitu jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan di luar jadwal perawatan
berkala. Di masyarakat pemeliharaan berkala mesin kendaraan dalam interval
sekitar 10.000 km (servis besar) disebut Tune-Up mesin kendaraan.

B. Tujuan Servis berkala
Dengan dilakukannya servis secara teratur didapatkan keuntungan :
1. Kendaraan selalu dalam kondisi normal.
Kapan pun, jika kendaraan akan digunakan, maka kendaraan harus selalu
siap dioperasikan. Kendaraan selalu membantu kelancaran dalam kegiatan
transportasi orang maupun barang. Dengan kondisi yang selalu siap, maka
kendaraan merupakan faktor yang menguntungkan, bukan merugikan.
2. Biaya operasional hemat
Semakin lengkap dan teliti servisnya, semakin panjang umur kendaraan dan
akhirnya semakin rendah biaya operasional kendaraan tersebut.
3. Keamanan dan Keselamatan
Semakin teliti perawatan kendaraan, maka keamanan dan keselamatan operasi
kendaraan akan semakin pasti dan terjamin.
Banyak pekerjaan kontrol dan diagnosa yang harus dilakukan pada servis
kendaraan. Kelalaian pada pengontrolan akan menaikkan jumlah resiko gangguan
dan kerusakan yang tidak dapat diperkirakan.

C. Waktu Servis berkala
Waktu servis kendaraan berpedoman pada Buku Manual yang dikeluarkan/

TEKNIK DAN MANAJEMEN 137
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

dibuat oleh pabrik , yang berisi cara mempersiapkan, menggunakan dan merawat
kendaraan. Secara umum, kendaraan yang akan diservis, harus berdasarkan
beberapa persyaratan berikut :
1. Berdasarkan operasional kendaraan yang normal
a. Servis kecil : Dilakukan setelah kendaraan menempuh jarak 5.0 - 10.000 km
b. Servis besar : Dilakukan setelah kendaraan menempuh jarak 10.0 -
20.000 km atau minimal sekali pertahun.
2. Berdasarkan operasi yang khusus/kondisi berat
Jika kendaraan dioperasikan pada kondisi/keadaan yang berat, misalnya
dioperasikan pada daerah yang berdebu, berlumpur, di jalan yang kasar, di
daerah pegunungan , maka jangka waktu servis berkala menjadi lebih pendek
dibandingkan dengan kendaraan yang dioperasikan dalam kondisi normal.
Sebagai contoh, pada kendaraan yang dioperasikan pada daerah yang berdebu,
saringan udara perlu dibersihkan, sering berjalan pada yang jalan jelek, komponen
chasis kendaraan harus dirawat dan diperiksa.

D. Prosedur Perawatan Berkala
Mesin akan mengalami perubahan fisik pada komponen-komponennya ketika

mesin sudah dioperasikan, seperti pada: blok motor, kepala silinder, mekanisme
katup, poros engkol, piston, poros nok dan yang lainnya, yang dapat mengganggu
kinerja mesin, perlu dilakukan perawatan berkala untuk mengatasi ini. Tune-up
engine adalah perawatan rutin terhadap komponen-komponen mesin. Adapun
perawatan yang dimaksud meliputi:
1. Perawatan Sistem Pendinginan

Perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi:
a. Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin

Pada tangki penampungan (Reservoir) periksa ketinggian air pendingin. Jika
tinggi air kurang isilah hingga garis Full.

Gambar 5.2 Pemeriksaan tinggi air
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

b. Pemeriksaan kondisi air pendingin
Periksalah kondisi air pendingin, mungkin kotor, terdapat karat atau tercemar
oli.

138 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.3 Pemeriksaan kondisi air pendingin
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

c. Pemeriksaan sistem pendinginan
Periksalah kemungkinan terjadi:

1) Kerusakan fisik pada slang radiator atau radiator.
2) Kerusakan pada klem slang radiator.
3) Kisi-kisi radiator,apakah berkarat atau tidak.
4) Kebocoran pada pompa air,pada pipa radiator (core), dan pada penguras air.

Gambar 5.4 Pemeriksaan sistem pendinginan
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

d. Pemeriksaan tutup radiator
Radiator cup tester digunakan untuk memeriksa kondisi katup tekanan dan
katup vakum dari tutup radiator. Tutup radiator harus diganti apabila tekanan
pembukaan tutup di bawah angka spesifikasi pabrik.
Tekanan pembukaan katup :
STD : 0,75 – 1,05 kg/cm2
Limit : 0,6 kg/cm2
(sesuaikan dengan ketentuan manual)

Gambar 5.5 Pemeriksaan tutup radiator
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN 139
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
e. Pemeriksaan tali kipas

1) Periksalah secara visual tali kipas apakah kemungkinan terjadi: retak,
perubahan bentuk, aus atau terlalu keras. terkena oli atau paslin/grease.

2) Antara tali dan pully terjadi persinggungan yang tidak sempurna

Gambar 5.6 Pemeriksaan tali secara visual kipas
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malan

f. Pemeriksaan dan penyetelan tegangan tali kipas
Tekan tali dengan tekanan 10 kg/cm2 seperti pada gambar defleksi/kelenturan
tali :
Pompa air – Alternator : 7 – 11 mm
Engkol – Kompressor : 11 – 14 mm
Lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas apabila tidak
memenuhi spesifikasi pabrii, untuk penyetelan tali kipas kendorkan baut
pengikat, geser alternator sampai tegangan tepat, lalu kencangkan bautnya.
Tegangan tali kipas :
Baru : 100 – 150 Lbs
Lama : 60 – 100 Lbs.

Gambar 5.7 Pemeriksaan tegangan tali kipas
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

2. Pemeriksaan dan membersihkan saringan udara/Air filter
Tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros karena adanya gangguan pada
saringan udara. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut:
a. Melepas saringan udara dari engine.
b. Semprotkan tekanan udara dari sisi dalam elemen.
c. Ganti bila elemen rusak atau kotor.

140 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.8 Membersihkan elemen saringan udara
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

3. Pemeriksaan Baterai
Kondisi baterai yang kurang baik akan menyebabkan: mesin sulit di starter,
terjadi gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris).
Perawatan pada baterai meliputi:
a. Pemeriksaan secara visual:
Periksa baterai kemungkinan:
1) Penyangga baterai berkarat.
2) Terminal baterai longgar, berkarat atau rusak.
3) Kotak baterai rusak atau bocor.

Gambar 5.9 Pemeriksaan baterai secara visual
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

b. Pemeriksaan dan pengukuran berat jenis elektrolit
1) Hydrometer digunakan untuk memeriksa dan mengukur berat jenis baterai.
Berat jenis : 1,25 – 1,27 pada suhu 200 C
2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel, ketinggian elektrolit harus berada
antara garis Upper level dan lower level.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 141
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.10 Pemeriksaan elektrolit baterai
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

4. Pemeriksaan Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan merupakan bagian yang vital pada mesin. Jika pada sistem
pelumasan terdapat gangguan, ini akan berakibat suhu engine meningkat
berlebihan, komponen-komponen mesin cepat aus dan tenaga mesin akan
berkurang. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi:
a. Pemeriksaan tinggi oli
Periksalah kemungkinan terjadinya kebocoran. Tinggi oli harus berada antara
garis L dan F, bila kurang harus ditambah.

Gambar 5.11 Pemeriksaan tinggi oli
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

b. Pemeriksaan kondisi oli
Periksa oli, apakah kemungkinan oli kotor, tercemar air atau sudah berubah
warna karena terbakar. Jika tingkat viscositas oli sudah menurun sebaiknya
diganti.

c. Pemeriksaan dan mengganti saringan oli (oil filter)
1) Melepas saringan oli dengan SST.

142 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.12 SST untuk melepas saringan oli
Sumber : https://www.bisaotomotif.com

2) Bersihkan dudukan saringan oli
3) Pasang saringan oli baru dengan tangan
4) Kencangkan menggunakan SST.
5) Hidupkan mesin dan periksa apakah terjadi kebocoran.
6) Matikan mesin dan periksa tinggi oli, bila kurang,maka harus ditambah.

5. Pemeriksaan, membersihkan dan menyetel busi
Busi adalah komponen yang memberikan loncatan bunga api untuk proses
pembakaran. Bila busi kotor akan mengakibatkan tenaga mesin berkurang,
mesin tidak dapat bisa idle, pincang dan sulit distarter. Perawatan busi meliputi:
a. Pemeriksaan busi secara visual
1) Kemungkinan terjadi retak, kerusakan pada ulir atau isolator.
2) Terjadi keausan pada elektroda.
3) Gasket rusak atau berubah bentuk.
4) Elektroda terbakar.

Gambar 5.13 Pemeriksaan busi secara visual
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

b. Membersihkan busi
1) Semprotkan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan/
kompressor.
2) Bersihkan permukaan luar isolator dan ulir.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 143
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.14 Penampang ulir dan permukaan luar isolator yang
dibersihkan

Sumber : Okezone otomotif.com (jam 10.45)

c. Menyetel celah busi
Stel semua celah busi dengan menggunakan feller gauge atau alat pengukur
celah. Jika celah busi terlalu sempit atau longgar, maka cara memosisikan
sesuai dengan klasifikasi yaitu dengan membengkokkan elektroda busi.

Gambar 5.15 Mengukur celah busi
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

6. Pemeriksaan kabel tegangan tinggi
Jika kabel tegangan tinggi pengapian terjadi gangguan, maka akan berakibat:
engine sulit distarter, tidak dapat idel, pincang dan tenaga kurang. Hal ini dapat
terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. Periksa semua tahanan
pada kabel tegangan tinggi.

144 Gambar 5.16 Cara mengukur tahanan kabel tegangan tinggi
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

a. Siapkan multi meter, stel pada posisi Ohm meter dengan skala x1K.
Kalibrasi alat

b. Ukur kabel dengan menempelkan colok ukur multi meter pada ujung kabel
c. Batas max tiap kabel 25 K Ohm

7. Pemeriksaan Distributor
Jika pada distributor terjadi gangguan, maka akan mengakibatkan kinerja sistem
pengapian tidak sempurna, yang akan mengganggu kinerja mesin sehingga
mesin sulit distart, tenaga kurang, panas berlebihan dan komponen-komponen
utama mesin cepat rusak. Ada pun perawatannya meliputi:
a. Pemeriksaan tutup distributor
Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan:
1) Kotor, berkarat, retak atau terbakar.
2) Terminal-terminal terbakar atau kotor.
3) Pegas karbon terminal tengah macet atau lemah.

Gambar 5.17 Pemeriksaan tutup distributor
Sumber : www.teknik otomotif.com

b. Pemeriksaan dan Menyetel celah platina
1) Stel celah platina : celah blok : spek. 0,45 mm
2) Putar poros engkol sampai rubbling blok pada posisi terendah
3) Kendorkan sekrup pengikat platina
4) Diantara rubbling blok dengan lembah nok sisipkan feller gauge 0,45 mm
5) Bila celah tidak tepat, geser platina menggunakan obeng (-) pada tempat
penyetelan sampai tepat.
6) Kencangkan sekrup pengikat platina
7) Jika platina aus, rusak atau terbakar ganti yang baru

Gambar 5.18 Cara penyetelan platina
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN 145
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

c. Pemeriksaan sudut Dwell
1) Periksa sudut dwell dengan menggunakan dwell tester. Spesifikasi Sudut
dwell : 500 – 540
2) Pasang dwell tester seperti gambar yaitu kabel sensor mendapat (- ) coil
atau terminal distributor dan kabel yang lain mendapat massa.
3) Putar selektor pada posisi dwell.
4) Hidupkan mesin, bacalah besar sudut dwell. Spesifikasi mesin 4 silinder
500 – 540.
5) Sudut terlalu besar berarti celah platina terlalu kecil dan sebaliknya.
Lakukan penyetelan seperti menyetel platina

Gambar 5.19 Cara penyetelan platina
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

d. Pemeriksaan dan menyetel saat pengapian
Stel putaran mesin pada putaran idle, stel oktan selector pada posisi standar.
Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 –150 sebelum TMA
(sesuaikan dengan spesifikasi pabrik).
Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan
alat timing light. Bila saat pengapian tidak tepat maka kendurkan baut
pengikat distributor, geser distributor sampai saat pengapian tepat, kemudian
kencangkan baut pengikat distributor.
Jangan menyetel dengan Oktan selector.

Gambar 5.20 Penyetelan saat pengapian
Sumber : Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang

e. Pemeriksaan kerja governor advancer
1) Setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas, rotor harus kembali
dengan cepat.
2) Rotor jangan terlalu kendor.

146 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.21 Pemeriksaan Governoor advancer
Sumber : www.bisaotomotif.com

f. Pemeriksaan Vacum advancer
Hubungkan slang vakum pada distributor,sesuai putaran engine Oktan
selector akan berubah-ubah.

Gambar 5.23 Pemeriksaan vacum advancer
Sumber : www.bisaotomotif.com

Gambar 5.22 Vacum advancer
Sumber : www.bisaotomotif.com

g. Penyetelan celah Katup
Jika pada celah katup terjadi perubahan, maka akan mengakibatkan
pemasukan gas baru, dan pengeluaran gas bekas terganggu, serta akan
menyebabkan tenaga engine berkurang, putaran idel terganggu dan suara
berisik. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut:
1) Menepatkan tanda timing
a) Panaskan mesin kemudian matikan
b) Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi

Gambar 5.24 Menepatkan tanda top
Sumber : Modul engine tun up VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN 147
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
2) Mengencangkan baut-baut kepala silinder

a) Baut kepala silinder: 5,4 – 6,6 kg.m
b) Baut penumbuk katup: 1,8 – 6,6 kg.m

Gambar 5.25. Pengencangan baut kepala silinder dan
penumbuk katup.

Sumber : www.teknik.otomotif.com

3) Menyetel Celah Katup
Cara mengukur celah katup yaitu celah katup diukur di antara batang katup
dengan lengan penumbuk (Rocker arm).
Celah katup hisap: 0,20 mm, katup buang: 0,30 mm (sesuaikan dengan
ketentuan manual)

Gambar 5.26 Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1
Sumber : www.teknik.otomotif.com

a) Putar poros engkol sampai Top Silinder 1
b) Cek celah katup dengan feller gauge silinder 1 katup IN &
EX, Silinder 2 katup IN dan silinder 3 katup EX
c) Bila tidak sesuai spesifikasi stel celah katup
d) Lakukan penyetelan dengan urutan sebagai berikut, dari depan; buang–

hisap- hisap–buang

148 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

e) Putar engkol 360o, cek dan stel katup yang belum disetel saat top
silinder 1

h. Pemeriksaan dan penyetelan karburator
Untuk penyetelan karburator gunakan buku manual sesuai dengan jenis
karburator dan merek kendaraannya.Gangguan pada sistem karburator akan
berakibat: putaran idel tidak baik, tenaga engine berkurang dan bahan bakar
boros. Pemeriksaan pada sistem karburator meliputi:
1) Pemeriksaan katup throtel
a) Saat pedal gas ditekan penuh, katup throttel harus membuka penuh.
b) Penyetelan dilakukan melalui baut penyetel pedal gas atau kabel gas.

Gambar 5.27 Pemeriksaan katup trotel
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC

Malang

c) Periksalah fungsi mekanisme pedal gas. Gerakan pedal tidak boleh berat,
dan pedal harus dapat kembali ke posisi idle dengan sendirinya. Kontrol
kondisi ujung-ujung pegas-pegas pengembali dan kabel.

d) Bila pada kendaraan dilengkapi dengan mekanisme penggerak katup gas
yang menggunakan batang-batang, maka lumasi pada engsel-engselnya.

e) Periksalah keausan pada poros-poros katup gas. Goyangkan dengan
tangan pada ujung poros. Unit katup gas harus dioverhaul atau diganti
apabila kebebasan radial besar.

f) Periksalah pompa percepatan, dengan cara melihat ke nozzle
penyemprot diatas venturi pada ruang pencampur tingkat 1. Buka katup
gas sedikit secara tiba-tiba, maka dalam waktu bersamaan bensin harus
mulai menyemprot. Sistem percepatan harus distel/diperbaiki jika
penyemprotan bensin terlambat.
Pada saat idle (pedal gas pada ruang kemudi dilepas), katup gas
pada karburator harus dapat kembali dengan sendirinya, tetapi harus
ada sedikit kelonggaran pada kabel gas, supaya posisi katup gas tidak
tertarik kabel.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 149
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 5.28 Penyetelan pembukaan katup throtel
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC

Malang

2) Pemeriksaan Pompa Akselerasi
Pada kendaraan yang masih menggunakan sistem bahan bakar
konvensional/karburator, di dalam karburator dilengkapi dengan sistem
pompa percepatan. Katup gas membuka dengan tiba-tiba saat pengendara
menginjak pedal gas dengan tiba-tiba juga. Hal ini mengakibatkan aliran
udara yang mengalir ke intake manifold akan menjadi lebih cepat. Karena
berat jenis dari bahan bakar sifatnya lebih rendah dari pada berat jenis
dari udara, maka bahan bakar akan lebih lambat ke intake manifold,
sehingga akan membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus.
Padahal pada saat pedal gas diinjak dengan tiba-tiba, pada saat tersebut
dibutuhkan campuran bahan bakar dan udara yang kaya atau gemuk. Untuk
itu, pada sistem bahan bakar konvensional yang menggunakan karburator
dilengkapi dengan sistem percepatan atau sistem akselerasi. Saat katup
trotel terbuka bahan bakar harus menyemprot keluar dari Jet.

150 Gambar 5.29 Pompa akselerasi.
Sumber : Sumber: PT Toyota – Astra Motor

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN
3) Pemeriksaan dan Penyetelan Sistem Cuk

a) Tarik penuh kontrol dan tombol cuk apakah katup cuk menutup dengan
rapat (A). Kabel cuk harus distel jika katup cuk tidak menutup dengan
rapat.

b) Kembalikan kontrol dan tombol cuk apakah katup cuk membuka penuh
(B). Jika tidak membuka penuh, kabel cuk harus distel.

c) Untuk menyetel kabel cuk, kendorkan klem kabel, kemudian stel kendor
atau kencangnya kabel, selanjutnya kencangkan klem kabel kembali.
Cek dan kontrol kembali fungsi kabel cuk dan katup cuk , kabel cuk dan
katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan
menutup penuh bila tombol dilkembalikan.

Gambar 5.30 Pemeriksaan dan penyetelan sistem cuk
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC Malang

d) Tarik tombol cuk setengah , hidupkan motor dan control putaran idle atau
star dingin, stel pada sekrup penyetel yang terletak pada mekanisme
katup gas, jika putaran motor belum mencapai antara 1000-1500 rpm.

Gambar 5.31. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik 151
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

i. Penyetelan Putaran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan
dan Tahun pembuatannya).
Sebelum menyetel idle, kontrol pada saat pengapian, celah katup, sistem
ventilasi karter dan saringan udara. Sewaktu penyetelan, motor harus pada
kondisi temperatur kerja, tetapi jangan terlalu panas. Penyetelan campuran
idle harus dilakukan saat saringan udara terpasang.
Langkah-langkah penyetelan :
1) Pasang tachometerr, kemudian hidupkan motor.
2) Putaran idle dengan spesifikasi 750-850 rpm untuk 4 silinder, stel rpm
pada sekrup penyetel katup gas, jika belum idle.
Perhatikan : sekrup penyetel katup gas jangan tertukar dengan sekrup penyetel
putaran start dingin yang terletak pada mekanisme cuk.

Gambar 5.32 Penyetelan idle
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC Malang

3) Dengan sekrup penyetel yang terletak pada rumah gas, stel campuran
putaran idle.

1) Menyetel campuran putaran idle tanpa pengetes gas buang
Perbadingan campuran dapat mempengaruhi putaran idle. Kita bisa
menyetel campura yang sesuai berdasarkan pengaruh tersebut.

152 Gambar 5.33 Penyetelan idle tanpa pengetes gas buang
Sumber : Modul perawatan berkala mesin bensin VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Langkah penyetelan :
a) Sekrup penyetel diputar kearah luar, sampai putaran motor mulai

menurun ( Titik 1 pada diagram ).Kemudian, sekrup penyetel diputar
kearah dalam, sampai putaran motor mulai menurun. ( Titik 2 pada
diagram ). Kemudian putar kembali sekrup ½ putaran kearah luar,
perhatikan reaksi pada motor.
b) Penyetelan campuran perlu diulangi jika tinggi putaran tidak sesuai
penyetelan katup.
Petunjuk
Penyetelan idle tidak boleh dilakukan jika motor terlalu panas. Karburator
sering dilengkapi dengan katup termostik, yang terbuka saat temperatur
karburator diatas 500 C. Pada saat terbuka, katup tersebut mengalirkan
udara tambahan kesaluran masuk, sehingga campuran menjadi lebih
kurus.
2) Penyetelan campuran putaran Idle dengan Pengetes Gas Buang
Sebelum menyetel idle, kontrol saat pengapian, celah katup, sistem
ventilasi karter dan saringan udara.
Sewaktu penyetelan, motor harus pada kondisi temperatur kerja, tetapi
tidak terlalu panas. Saat menyetel campuran idle saringan udara harus
terpasang.
Untuk mendapat hasil pengukuran CO yang benar, saluran buang dan
knalpot tidak boleh bocor
Langkah penyetelan
a) Hidupkan pengetes CO terlebih dahulu, selama 5 menit.
b) Kalibrasikan pengetes CO supaya penunjukannya 0%.
c) Stel rpm idle dan campuran idle
d) Pasang nosel pengukur pada ujung saluran gas buang minimal 30 cm
ke dalam
e) Kontrol penyetelan campuran, penyetelan yang benar menghasilkan
jumlah CO 2-3, 5%. Standar bisa di lihat dibuku manual.

1. Skala pengukur
2. Lampu diode
3. Pengontrol aliran gas
4. Rumah saringan gas
5. Sambungan baterai
6. Tombol kalibrasi
7. Sambungan gas buang

Gambar 5.34 Pengetes CO 153
Sumber : Buku mesin otomotif VEDC Malang

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

Petunjuk
Penunjukan pada pengetes CO akan salah jika :
(1) Saluran isap bocor ( udara palsu )
(2) Rumah saringan gas tidak ditutup dengan rapat ( udara palsu ).
(3) Saringan gas tersumbat
(4) Pemisah air penuh
(5) Temperatur kerja belum tercapai
(6) Salah dalam mengkalibrasi.
Kesimpulan
(1) Pengetes CO harus dirawat / dikontrol secara periodic
(2) Jangan menyetel idle hanya berdasarkan penunjukan CO, melainkan

gunakan pengetes CO sebagai alat kontrol saja. Pengetes CO bukan
pengganti untuk ketrampilan !
j. Pemeriksaan Tekanan Kompresi
Langkah pemeriksaan
1) Pertama panaskan motor sampai air radiator mencapai suhu kerja ( 800C
)
2) Setelah itu, lepas kabel-kabel busi ( jangan lupa menempatkan kabel-
kabel sesuai dengan nomor urut silinder motor )
3) Kemudian, lepas kabel tegangan tinggi pada tutup distributor dan
hubungkan dengan massa (pakai penjepit / klem buaya, agar hubungan
cukup kuat dan tidak terlepas waktu motor distarter)
4) Lepas semua busi
5) Siapkan compression tester

Gambar 5.35 Alat pengetes kompresi
Sumber : buku mesin otomotif VEDC Malang

6) Pada kerangka tempatkan kertas kemudian masukkan pada alat pengetes
7) Pengukuran tekanan kompresi mulai pada silinder 1 dan memerlukan dua

orang : seseorang didalam mobil yang menekan pedal gas secara terus-
menerus dan menghidupkan starter sesuai dengan perintah orang kedua,
yang menekan pengetes pada lubang busi silinder sampai jarum pengetes

154 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

tidak naik lagi ( penunjukan maksimum )
8) Ulangi tes untuk silinder-silinder yang lain
9) Keluarkan diagram untuk penafsiran tes tekanan kompresi

Tekanan merata
di semua
silinder

Silinder 2 terjadi
kebocoran

TEKNIK DAN MANAJEMEN 155
PERAWATAN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

Silinder 3 tidak
ada tekanan
kompresi

Gambar 5.36 Diagram hasil pengetesan kompresi
Sumber : buku mesin otomotif VEDC Malang

Catatan :
Pengukuran tekanan kompresi setiap servis 20’000 km setelah penyetelan
katup,tekanan kompresi tergantung pada perbandingan kompresi, yang hasil
normal adalah 9-12 bar / 900-1200 Kpa.
Katup-katup yang tidak rapat atau tebakar, paking kepala silinder yang
rusak, cincin torak yang patah,dll, merupakan penyebab kebocoran tekanan
kompresi.
Rangkuman

1. Tune-up merupakan perawatan komponen-komponen mesin.
2. Tune-up engine : mengembalikan kinerja mesin secara maksimal

dengan cara memelihara, menyetel dan mengganti komponen mesin.
3. Tune-up meliputi:

a. Sistem pendingin
b. Tali kipas
c. Saringan udara
d. Baterai
e. Oli mesin
f. Busi
g. Kabel tegangan tinggi
h. Distributor
i. Baut kepala silinder dan penumbuk katup
j. Celah katup

156 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

MATERI PEMBELAJARAN

k. Karburator
l. Putaran idel
m. Konsentrasi CO
n. Tekanan kompresi.
4. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator cup tester.
5. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator,
antara engkol dan kompressor.
6. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal, kondisi kotak baterai
dan berat jenis elektrolit.
7. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli, penggantian
saringan oli.
8. Perawatan busi: membersihkan , menyetel atau mengganti busi.
9. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kΩ.
10. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup
distributor, rotor, governor advancer, vakum advancer, penyetelan
celah platina dan sudut dwell.
11. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine, pasang timing light,
lihat tanda penyesuai, tepatkan dengan menggerakkan distributor.
Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepala silinder
dan penunjang batang penumbuk, posisikan tanda timing pada TOP
kompresi silinder 1, setel katup buang silinder 1 dan 3 dan katup
masuk silinder 1 dan 2. Putar 3600 Setel katup masuk dan buang yang
belum disetel.
12. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja throtel,
13. pompa akselerasi, cuk, pembuka cuk, putaran dan campuran idel.
14. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan
campuran idel: air filter terpasang, suhu air normal, cuk membuka
penuh, perlengkapan tambahan mati, semua slang vakum terpasang,
transmisi netral, pengapian tepat, tacho dan pengukur vakum
terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai.
15. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine, membuka semua
busi, melepas kabel tegangan tinggi koil, memasang alat tes,
menstarter engine dan membaca hasil pengukuran.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 157
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

JOB SHEET PERAWATAN WAKTU KELAS II
DAN PERBAIKAN 9 x 45 MENIT TMPO
BEKALA (TUNE UP
) MOTOR BENSIN

4 TAK/4 SIL

A. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktek siswa diharapkan dapat :
1. Mengetahui dan mengoperasikan peralatan yang dipergunakan untuk tune
up
2. Mengetahui prosedur tune up motor bensin
3. Mengetahui komponen-komponen yang harus di tune up
4. Melaksanakan tune up motor bensin dengan benar

B. ALAT & BAHAN
1. Motor bensin 4 tak 4 silinder. 11. Fender cover
2. Kunci ring/pas 12. Seat cover
3. Obeng -/+ 13. Gril cover
4. Hydrometer 14. Steering cover
5. Multi meter 15. Majun
6. Timing light/ tes pengapian 16 Kunci shock
7. Feller gauge 17. Jangka sorong
8. Radiator cap tester 28. Amplas
9. Spring scale 19. Tune up tester
10. Kunci momen 20 Penggaris baja/straight edge

KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan pakaian kerja
2. Sebelum melakukan langkah pembongkaran lakukan secara teliti

pemeriksaan tata letak komponen.
3. Hati-hati dalam melakukan pemeriksaan kondisi mesin
4. Gunakan alat yang sesuai
5. Kerusakan dikarenakan kelalaian penggunaan merupakan tanggung

jawab siswa

158 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

kelompok.
Bila menggunakan media mobil siapkan ;
1. Pasangkan Fender cover pada kendaraan untuk melindungi dari goresan

maupun kotoran.
2. Pasangkan grill cover untuk menutup bagian depan kendaraan
3. Pasangkan Steering cover pada roda kemudi agar tidak kotor
4. Floor cover, untuk melindungi lantai kendaraan bagian depan (driver)
5. Seat cover, untuk melindungi tempat duduk bagian depan (driver)
DASAR TEORI
PROSEDURE MELAKUKAN ENGINE TUNE – UP
Pemeriksaan Mesin pada saat masih dingin/mesin mati
1. Pemeriksaan minyak pelumas mesin,
2. Pemeriksaan sistem pendingin mesin dan tali kipas
3. Pemeriksaan saringan bensin dan saringan udara
4. Pemeriksaan baterai
5. Sistem pengapian
Pemeriksaan Mesin pada saat hidup
1. Pemeriksaan Dwell Angle
2. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle
3. Pemeriksaan saat Pengapian
Pemeriksaan setelah mesin panas
1. Pemeriksaan Celah Katup
2. Pemeriksaan kerja Karburator
3. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle
4. Pemeriksaan Kompresi
5. Tes Jalan
Catatan: Pekerjaan Tes Kompresi & Tes Jalan dilakukan bila kemampuan mesin
tidak bertenaga/menurun .
LANGKAH KERJA
PEMERIKSAAN MESIN PADA SAAT MASIH DINGIN/MESIN MATI
1. Pemeriksaan minyak pelumas

a. Tempatkan kendaraan/engine stand di tempat yang rata
b. Apabila kendaraan yang dipakai habis perjalanan/ panas, tunggu 30

menit
c. Apabila kendaraan dalam kondisi dingin hidupkan dahulu 1-3 menit
d. Tarik batang pengukur minyak dan bersihkan dengan kain lap,

kemudian masukkan kembali dengan tepat.
e. Tarik kembali batang pengukur kemudian perhatikan :

TEKNIK DAN MANAJEMEN 159
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Gambar 5.37 Stick oli
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

f. Periksa volume minyak ,harus pada level F dan L pada batang
pengukur

g. Periksa Viskositas (kekentalan minyak) dengan jari tangan
h. Periksa perubahan warna minyak mesin
2. Sistem pendinginan
a. Periksa selang radiator kemungkinan ada yang rusak, pecah,

menggelembung atau kendor pengikatnya atau perlu diganti.
b. Periksa posisi klem apakah ada yang rusak, kendor atau tidak tepat

posisinya.
c. Periksa Radiator dan sirip-siripnya atau kebocoran air.
d. Periksa kran penguras apakah kendor atau bocor.

Gambar 5.38 Pemeriksaan kebocoran radiator
( Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

e. Periksa kebocoran sistem pendingin (dengan Radiator Cap Tester)
dengan tekanan ±1.2 Kg/cm2

f. Periksa tutup radiator (dengan Radiator Cap Tester). Dengan tekanan
0.6-1 Kg/cm2

160 Gambar 5.39 Pemeriksaan tutup radiator
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

g. Periksa kualitas air pendingin
h. Periksa tali kipas (tali kipas harus dilepas)

1) Apakah tali kipas retak?
2) Apakah tali kipas terkena oli?

Gambar 5.40 Pemeriksaan tali kipas
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

3) Periksa tangki cadangan (reservoir, air harus pada batas Max-
Low)

i. Apakah tali kipas telah aus?
j. Periksa ketegangan tali kipas diantara altenator & pompa air

ketegangan 7-11 mm

Gambar 5.41 Pemeriksaan ketegngan tali kipas
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

k. Periksa suara bearing, pompa abnormal.
l. Periksa sirkulasi air pendingin (mesin panas & hidup).
3. Saringan bahan bakar ( FUEL FILTER )
a. Lepaskan saringan dari pengikatnya
b. Perhatikan saluran masuk dan keluarnya
c. Semprotkan udara dengan tekanan rendah dari saluran keluar ke

saluran masuk 1 X
d. Ulangi hal yang sama dari saluran masuk ke saluran keluar
e. Ulangi hal yang sama kembali semprotkan udara dari saluran keluar

ke saluran masuk
f. Periksa, tiuplah dari arah saluran masuk ke saluran keluar,apabila

ringan berarti saringan sudah bersih akan tetapi bila masih berat
berarti saringan harus diganti dengan yang baru
4. Saringan udara (AIR FILTER)
a. Lepaskan klip pengunci tutup saringan udara (air cleaner) dan
lepaskan tutup saringan udara. Keluarkan elemen dan periksa
permukaan luar elemen untuk mengetahui kondisi elemen saringan
udara.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 161
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

b. Elemen saringan udara dibersihkan dengan jalan meniupkan
udara yang bertekanan rendah. Udara diarahkan dari bagian dalam
mengarah keluar, kemudian dari luar ke dalam, dan yang terakhir
diarahkan dari dalam keluar.

d. Bila keadaan elemen sudah kotor, walaupun sudah dibersihkan,
sebaiknya elemen ini diganti baru. Elemen saringan udara yang
telah berlubang akan menyebabkan penyaringan udara ke kaburator
menjadi terganggu. Abu dan kotoran yang turut masuk ke dalam
kaburator dapat menyebabkan lubang-lubang kecil pada kaburator
menjadi tersumbat dan ini akan mengganggu kerjanya karburator.
Perhatian: Elemen saringan udara yang terbuat dari kertas tidak
boleh dicuci dengan air, bensin atau cairan lainnya, dan selain itu
juga elemen diusahakan agar tidak terkena gemuk

h. Sebelum memasang elemen pada rumah saringan udara, terlebih
dahulu bersihkan rumah saringan dengan kain lap yang bersih untuk
menghapus debu pada bagiandalam saringan. Usahakan agar tidak
ada kotoran yang masuk ke dalam kaburator.

i. Setelah memasang elemen pada rumah saringan, perhatikan tanda
panah yang terdapat pada tutup rumah saringan

5. Pemeriksaan baterai
a. Periksa kotak baterai
b. Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas, samping dan bawah
kotak.
c. Periksa volume electrolite
d. Letakan baterai pada tempat yang rata dan periksa volumenya
electrolite pada batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan
dengan air suling
e. Periksa lubang penguapan pada tutup baterai.
f. Dengan menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pada
lubang penguapan udara
g. Periksa berat jenis BJ electrolite
h. Dengan menggunakan Hydrometer periksalah BJ electrolite, normal
1.260-1.280 pada suhu 25o C perbedaan setiap sel < dari 0.025

162 Gambar 5.42 Pemeriksaan BJ electrolit baterai
Sumber : (Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

6. Pemeriksaan Sistem pengapian
a. Pemeriksaan Busi
1) Tariklah bagian ujung fitting bila melepas kabel busi (high
tension cable), dan jangan menarik kabel busi secara kasar
2) Pada waktu melepas busi gunakan kunci busi, posisikan dengan
tepat dan jangan miring. Kedudukan kunci busi yang tidak
tepat akan merusak insulator busi. Bersihkan elektroda busi
dengan menggunakan lap, dan periksalah apakah elektroda ada
keretakan, gantilah (4 pc)busi bila terdapat keretakan pada busi.
4) Periksa celah busi antara elektroda tengah dan elektroda (0.8-
1.1 mm) dengan memasukkan alat ukur (feller gauge)
5) Bersihkan ulir busi (dengan bensin), dan periksalah apakah
ulirnya telah rusak
6) Bersihkan busi dan periksalah keausan elektroda dan warnanya
(celah busi 0.80 mm busi biasa) dan penggantian setiap 20.000
km

Gambar 5.43 Pemeriksaan keausan elektroda
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

7) Pada saat memasang busi putarlah ujung kunci dengan tangan,
yakinkan bahwa ulir telah masuk dengan tepat, baru kemudian
kencangkan dengan menggunakan stang
Catatan :
Warna busi setelah dipakai
a) Abu-abu muda : Menandakan tingkat panas busi tepat,
mesin dalam keadaan baik.
b) Warna putih : Menunjukan mesin cenderung terlalu
(overhaet) campuran udara dan bensin terlalu kurus, tingkat
panas terlalu rendah.
c) Hitam basah : Minyak pelumas mesin masuk keruang
pembakaran melalui silinder dan torak.
d) Hitam atau kering : Campuran udara dan bensin terlalu kaya,
cenderung udara yang masuk lebih sedikit, pembakaran
tidak tepat, tingkat panas busi terlalu tinggi.

b. Pemeriksaan Kabel Busi
1) Dengan menggunakan multitester periksa tahanan kabel-kabel
busi. Antara terminal-terminal, ukur tahanan kabel-kabel busi.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 163
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

2) Perhatian : Pada saat pengukuran diperiksa juga keadaan kabel
busi dengan menyentuhkan test lead multi tester jarum tester
harus tidak berubah jika ada terminal dan bila digerakkan bagian
ujung tengah kabel dengan tangan. Tahanan pada tiap kabelnya
harus kurang dari 25 K. Sebaiknya kabel busi diganti bila hasil
pengukuran lebih besar.

Gambar 5.44 Pemeriksaan tahanan kabel busi
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

3) Perbaikilah dengan menggunakan tang penjepit bila kabel busi
longgar waktu dipasang pada terminalnya.

c. Pemeriksaan Distributor unit
1) Lakukan pemeriksaan keretakan tutup distributor & bersihkan
terminal pada bagian dalam.
2) Periksa panjang Brush dengan menggunakan jangka sorong.
3) Periksa keretakan dan kebocoran rotor, bersihkan rotor dengan
kain lap. (Catatan: Jangan menggosok ujung rotor dengan amplas)
4) Lepaskan distributor dari dudukannya ( agar tidak menemui
kesulitan saat perhatikan arah rotor dan distributor bodynya.)
5) Kendorkan mur 8 mm pengikat terminal kabel di samping luar
bodi distributor
6) Lepaskan kabel platina bagian dalam
7) Kendorkan 2 buah baut pengikat platina, perhatikan jangan
sampai baut lepas dan masuk ke dalam rumah distributor
8) Lepaskan platina
9) Bersihkan platina dari kotoran/minyak
10) Ukur celah antara nok dan sisi datar poros dengan menggunakan
filler gauge (0.4 – 0.5 mm)

164 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Gambar 5.45 Distributor unit
( Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

11) Keraskan baut pengikat platina
12) Periksa centrifugal advance dengan cara memutar rotor searah

jarum jam dan kemudian dilepas rotor akan kembali, bila tidak
kembali berarti jelek.
13) Periksa vacuum advance dengan jalan isaplah slang yang
ke vacuum advancer dan perhatikan dudukan platina maka
kelihatan ada gerakan, apabila tidak berarti ada kebocoran atau
terjadi kemacetan pada plat rumah platina
14) Lakukanlah pemeriksaan Oktan selector, dengan memutarkannya
(apabila dengan diputar breaking plate bergeser berarti ulur
octan selectror masih baik)
14) Sebelum melakukan pemeriksaan saat pengapian, putarlah oktan
selector pada posisi standard (garis tebal berada segaris dengan
rumah)
15) Putar oktan selector searah jarum jam 1 X putaran, maka akan
mengajukan pengapian 5 derajat
16) Pasang kembali distributor dengan benar, jangan sampai
mengalami kesalahan.

TEKNIK DAN MANAJEMEN 165
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Gambar 5.46 Octan selector distributor
( Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

17) Kesalahan yang anda buat bias mengakibatkan kerusakan dan
mis fire akibatnya timbul ledakan.

18) Setelah distributor terpasang, maka kunci kontak di on kan , putar
distributor unit hingga diketahui saat pengapiannya melalui
loncatan api pada kabel busi no 1.Sebelum kita melakukan
penyetelan saat pengapian saat mesin hidup maka kita harus
memastikan putaran mesin dalam kondisi idle yang tepat,
caranya: Putar baut penyetel campuran bahan bakar hingga
didapatkan putaran yang max.Kemudian putar baut penyetel
putaran idle hingga dicapai putaran Idle yang tepat

19) Pada saat penyetelan saat pengapian apabila distributor
menggunakan vacuum advancer ganda maka kita harus melepas
slang yang ke idle advancer terlebih dahulu

20) Pasang timing light sesuai dengan prosedur (ingat apabila
menggunakan timing light tidak diperkenankan menaikkan
putaran mesin dengan tiba-tiba)

21) Kita kendorkan baut pengikat rumah distributor dan putarlah
rumah distributor (distributor bodi) dan tepatkan saat pengapian
sesuai standard mesinnya apabila pengapian tidak tepat.

d. IGNITION COIL
Pemeriksaan primary coil
Menggunakan AVO meter posisi OHM, dengan mengukur antara
terminal positif dan negative (Harga tahanan 1.3 – 1.6 ohm) periksalah
tahanan primary coil

166 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Gambar 5.47 Pemeriksaan Primary Coil
( Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

Pemeriksaan Secondary Coil
Menggunakan avo meter posisikan selector pada posisi K ohm . Ukur
tahanan antara terminal Positif dengan terminal tegangan tinggi koil
(Harga tahanan 10.7– 14.5 K ohm)
Pemeriksaan Resistor coil
Dengan menggunakan AVO meter ukur harga tahanan dalam ohm x 1
antara terminal B dan Positip koil

PEMERIKSAAN MESIN PADA SAAT HIDUP
1. PEMERIKSAAN DWELL ANGLE (CDA)

a. Pasang terminal dwel tester ke bagian system pengapian
b. Letakkan selector ke posisi 4 silinder.
c. Hidupkan mesin kondisi stasioner.
d. Lakukan pembacaan kondidi sudut dwelnya, dan tepatkan sesuai standart

yaitu untuk mesin 4 silinder CDA 52 o ± 6o , apabila CDA terlalu besar coil
akan panas dan kalau terlalu kecil kemagnetan primer coil akan kecil dan
induksi sekunder juga kecil.

Gambar 5.48 Sudut dwell
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

TEKNIK DAN MANAJEMEN 167
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

Catatan :
1) Apabila CDA lebih besar dari standard berarti penyetelan celah platina

terlalu kecil (rapat)
2) Apabila CDA lebih kecil dari standard berarti penyetelan celah platina

terlalu besar
3) Apabila CDA berubah ubah kemungkinan disebabkan oleh nok

distributor aus, bantalan poros distributor rusak atau pegas platina
rusak
2. PEMERIKSAAN / PENYETELAN PUTARAN IDLE
a. Hidupkan mesin hingga temperatur kerja
b. Putar baut penyetel putaran idling (idle speed adjusting screw) hingga
putaran idle tercapai
c. Putar baut penyetel campuran idle (idle mixture adjusting screw) hingga
tepat (rpm tinggi max)
d. Putar baut penyetel putaran idling (idle speed adjusting screw) hingga
putaran idle tercapai (Mesin tipe K putaran idle 750 rpm (tanpa beban
AC)
3. PEMERIKSAAN SAAT PENGAPIAN
a. Sebelum pemeriksaan saat pengapian maka kita harus memeriksa apakah
posisi octan selector sudah standard? Bila belum lakukan penyetelan
b. Apakah putaran idle sudah memenuhi putaran idle standard (tidak
berubah ubah), bila belum lakukan penyetelan
c. Pada saat pemeriksaan saat pengapian saringan udara (air filter) harus
terpasang
d. Apabila menggunakan vacuum ganda maka selang ke idle advancer
dilepaskan dulu dan disumbat

Gambar 5.49 Pemeriksaan dan penyetelan pengapian
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

e. Periksalah saat pengapian dengan timing light sesuai dengan standard
mesin, mesin tipe 5K 5 derajat sebelum TMA (lihat buku Pedoman
Reparasi mesin)

PEMERIKSAAN PADA SAAT MESIN PANAS
1. Penyetelan Celah katup

168 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

a. Panaskan mesin hingga temperatur kerja mesin
b. Yakinkan baut kepala silinder dan baut rocker arm dalam kondisi keras.
c. Posisikan silinder no.1 pada TMA (lihat tanda pada pully)
d. Lakukan penyetelan untuk katup yang bisa distel
e. Untuk ukuran celahnya EX. 0.30 mm dan In. 0.20 mm

Gambar 5.50 Penyetelan katup
Sumber : (Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

f. Kemudian putar pully 1 x putaran/360 derajat, posisikan silinder no. 4
pada TMA

g. Ukur/stel celah katup untuk katup yang bisa distel
h. Setelah selesai kembalikan tutup mekanisme katup dengan tutupnya.
i. Kemudian hidupkan mesin dalam kondisi komponen terpasang semua
Catatan :
Gunakan filler yang masih baik (belum aus)
Pada saat menyetel tarikan feller gauge harus lurus

Gambar 5.51 Pengukuran celah katup 169
(Engine Tun Up Konvensional VEDC Malang)

TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF

PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF

LEMBAR PRAKTIKUM

2. PEMERIKSAAN KARBURATOR :
a. Periksa filter udara
b. Periksa Kabel gas
c. Pada saat putaran idle perhatikan apakah putaran mesin tenang (tidak
goyang). Pada saat kita tambahkan putaran mesin (asselerasi) terasa nyaman/
tidak mbrebet. Kita tahan putaran menengah kondisi putaran rata (tidak
goyang), Pada saat kita akselerasi dengan tiba-tiba tidak ada suara ngelitik
terlalu panjang. Apabila kondisi di atas baik maka berarti kondisi karburator
baik

3. Pemeriksaan Kompresi hanya dilakukan apabila diperlukan saja (tenaga
mesin menurun) dan dilakukan oleh 2 orang.
Caranya:
a. Panaskan mesin
b. Buka semua busi
c. Pijak pedal gas penuh
d. Pasang compresion tester pada busi no 1 – 4
e. Starter mesin dengan putaran 250 rpm atau lebih
f. Tekanan min 8.0 kg/cm2 Normal >11 Kg/cm2Perbedaan tekanan tiap
silinder < 0.7 Kg/cm2
h. Apabila didapat hasil pengukuran tekanan rendah maka, beri oli lewat
lubang busi
i. Bila diulang tekanan naik berarti terjadi keausan diantara piston dan
silinder, sehingga terjadi kebocoran kompresi
j. Bila tetap rendah, berarti terjadi kebocoran dari katup (valve)

CAKRAWALA
Penyetel Celah Katup Automatis
Pada masa yang lalu ada beberapa pekerjaan pada saat melakukan engine
tune up seperti penyetelan katup, penyetelan celah platina, penyetelan saat
pengapian, akan tetapi di masa sekarang ini beberapa mesin sudah dilengkapi
dengan sistem penyetel katup otomatis, tidak lagi memerlukan penyetelan
platina dan penyetelan pengapian dikarenakan sudah pengapian elektronik.

170 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF


Click to View FlipBook Version