PERAWATAN DAN PERBAIKAN MATERI PEMBELAJARAN
MESIN OTOMOTIF
Bagian bagian nok
Gambar 1.37 Bagian dari nok
Sumber : VEDC Malang, 2000
Keterangan :
1. Bidang buka
2. Bidang tutup
h. Tinggi angkat nok
d. Diameter dasar nok
b. Jenis-jenis penggerak poros nok
1) Penggerak roda gigi
Gambar 1.38 Penggerak poros nok jenis roda gigi
Sumber : VEDC Malang, 2000
Jarak antara poros nok dengan poros engkol harus pendek, dan
poros nok terletak di blok motor. Untuk memperkecil suara digunakan
roda gigi miring kadang-kadang roda gigi poros nok dibuat dari bahan
sintetis.
2) Penggerak rantai
TEKNIK DAN MANAJEMEN 23
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.39 Penggerak poros nok jenis rantai
Sumber : VEDC Malang, 2000
Jarak antara poros nok dengan poros engkol bisa panjang, poros
nok dapat terletak di atas ( kepala silinder ) dan di bawah ( blok motor
- OHV ).
3) Penggerak sabuk timing bergigi
Sabuk timing ini terbuat dari karet sintetis yang diperkuat dengan
polyester.
Gambar 1.40 Penggerak nok jenis sabuk timing bergigi
Sumber : VEDC Malang, 2000
Tensioner perlu distel setiap 40.000 km, jika tidak sabuk menjadi
kendor dan dapat melompat , apabila penyetelan timing salah
kemungkinan katup akan bertumbukan dengan torak motor dan jika
tensioner disetel terlalu kencang, sabuk akan bersuara dan menjadi
cepat aus.
24 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
5. Poros engkol
a. Fungsi poros engkol
Untuk merngubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar dan
meneruskan gaya putar menuju ke fly wheel.
Pada umumnya poros engkol terbuat dari bahan baja karbon tinggi, karena
memiliki daya tahan terhadap tekanan yang tinggi. Poros engkol diletakkan
diantara blok silinder dan karter (bak oli) yang terhubung langsung dengan
batang piston (connecting rod) dan fly wheel. Antara poros engkol dengan
blok silinder akan ditopang bantalan (metal jalan) untuk mengurangi
tingkat keausan pada poros engkol ketika beroperasi.
Gambar 1.41 Poros engkol
Sumber : https://www.otoindo.xyz/2019/11/pengertian-dan-beberapa-fungsi-dari.html
b. Komponen-komponen poros engkol
Gambar 1.42 Komponen poros engkol
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/fungsi-dan-komponen-komponen-poros.html
Crank journal ditopang oleh bantalan luncur pada ruang engkol dan
poros engkol ini akan berputar pada journalnya, dan masing-masing dari
crank journal memiliki crank arm yang ujungnya terdapat crank pin.Crank
pin bagian yang berhubungan dengan batang piston pada bagian big end
(ujung yang besar). Posisi crank pin dengan crank journal dibuat tidak
sejajar melainkan dibuat offset.
Balance weight digunakan untuk menjamin keseimbangan putaran dari
TEKNIK DAN MANAJEMEN 25
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
poros engkol ketika beroperasi. Lubang oli digunakan untuk menyalurkan
oli pelumas ke crank journal, crank pin, batang piston, pena piston dan lain-
lain.
6. Timing belt/rantai
Berfungsi untuk menghubungkan cam shaft (poros nok) dengan crank
shaft (poros engkol) melalui sprocket (roda gigi) cam shaft dan sprocket crank
shaft.
Dalam pelepasan dan pemasangan timing belt yang diperhatikan adalah
tanda-tanda yang terdapat pada sprocket cam shaft dan sprocket crank shaft.
Jika Tanda tersebut tidak tepat, maka menyebabkan timing bukaan katup
tidak tepat, dan akibatnya akan menurunkan kinerja mesin. Jika kesalahan
pemasangan tanda pada sprocket terlalu jauh maka dapat berakibat terjadinya
tabrakan antara katup dengan piston sehingga dapat merusakkan bagian piston
maupun katup.
Gambar 1.43 Penggerak rantai
Sumber : VEDC Malang, 2000
Saat pemasangan timing belt tidak boleh terlalu tegang (kencang)
ataupun terlalu renggang (kendur). Jika terlalu kencang akan berakibat
timing belt akan cepat putus, sedangkan jika terlalu kendur akan berakibat
sabuk slip (gigi sabuk loncat) serta dapat menimbulkan bunyi.
Gambar 1.44 Timing belt
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2017/12/fungsi-timing-belt-dan-cara-merawat.html
26 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Macam-macam tanda timing:
a. Penggerak poros kam dengan roda gigi :
1) Pasak poros engkol yang berada segaris dengan sumbu silinder berarti
sil. I pada posisi TMA
2) Tanda-tanda timing berupa titik ( tanda bulatan ) atau segaris pada
roda gigi
3) Timing benar, kalau pada posisi TMA tanda-tanda pada roda- roda gigi
berada segaris
Gambar 1.45 Tanda timing dengan roda gigi
Sumber : VEDC Malang, 2000
4) Pada motor diesel, poros penggerak pompa injeksi juga harus
distel sesuai tanda-tanda
Gambar 1.46 Tanda-tanda pada pompa injeksi,poros cam dan poros engkol
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
b. Tanda timing untuk motor yang menggunakan rantai timing
TEKNIK DAN MANAJEMEN 27
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.47 Tanda timing motor yang menggunakan rantai
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
c. Tanda timing untuk motor yang menggunakan sabuk penggerak
Gambar 1.48 Tanda timing yang menggunakan sabuk penggerak
Sumber : VEDC Malang, 2000
Penentuan tanda timing yang benar dari bermacam-macam tanda.
Kadang-kadang pada motor terdapat beberapa tanda di poros kam (roda gigi
poros kam). Cara penentuan tanda yang benar berdasarkan gerak gunting
katup ( Over lap ).
Contoh motor 4 silinder :
1) Tempatkan poros engkol pada TMA silinder I harus akhir
langkah kompresi
2) Katup silinder IV harus pada posisi gerak gunting
3) Dengan posisi gerak gunting katup silinder IV : tanda roda gigi
poros kam yang tanda tetap adalah timing yang benar
Cara Merawat Timing Belt
Melakukan perawatan timing belt tidaklah susah dan rumit, Anda hanya perlu
melakukan pengecekan dan perawatan secara berkala untuk memastikan
kondisinya masih stabil dan masih layak pakai.
28 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Pada umumnya, para pemilik mobil akan melakukan service kendaraannya
setiap 10.000 km, dan pada saat sudah memasuki jarak tempuh diatas
50.000 km, maka Anda perlu memeriksa kondisi timing belt pada mobil
Anda, atau dengan kata lain pada saat akan melakukan service ke lima kali,
maka di saat itu jugalah Anda harus melakukan pengecekan pada timing
belt tersebut.
Periksa secara visual apakah timing belt tersebut masih layak digunakan
atau tidak. Ciri ciri timing belt yang sudah tak layak pakai antara lain adalah
sebagai berikut :
1) Ketika dipegang, timing belt tersebut terasa seperti getas
2) Kondisi timing belt yang sudah menipis
3) Kondisi timing belt yang sudah kendur atau tidak sesuai pada tempat
yang seharusnya
4) Kondisi timing belt yang warnanya sudah pudar
5) Adanya suara yang tidak normal yang berasal dari chamshaft atau mesin
mobil anda.
7. Carter
Carter merupakan komponen mesin yang terletak di bagian paling bawah
yang berfungsi untuk menampung oli pelumas di dalam mesin. Carter dipasang
dengan baut dan mur pada bagian bak engkol yang di dalamnya terdapat
separator yang berfungsi untuk menjaga agar permukaan oli pelumas di dalam
carter tetap rata walaupun kendaraan berjalan pada posisi miring ataupun
berhenti secara tiba-tiba, dan baut penguras berfungsi untuk membuang atau
menguras oli di dalam mesin, diantara itu dipasang penyekat packing yang
berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran oli.
Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 1.49 Bak carter
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-carter-atau-bak-oli-pada-mesin.html
8. Roda Penerus
Berfungsi untuk menyimpan tenaga putar dari poros engkol selama langkah
piston. Pada saat ini poros engkol berputar terus-menerus karena adanya roda
penerus, sehingga mesin tidak akan kehilangan tenaga dan getaran pada mesin
TEKNIK DAN MANAJEMEN 29
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
dapat diperkecil. Roda penerus juga dilengkapi dengan ring gear yang berfungsi
sebagai perkaitan dari roda gigi motor starter. Pada transmisi otomatis tidak
menggunakan roda penerus tetapi menggunakan torque converter.
Gambar 1.50 Roda penerus
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/fly-wheel-atau-roda-gila.html
B. Pemeriksaan Sistem Utama Engine Mekanisme Katup
Mekanisme katup adalah serangkaian mekanisme untuk membuka katup
isap dan katup buang saat mesin melakukan langkah kerja. Katup hisap berfungsi
membuka saluran hisap untuk tempat masuknya campuran bahan bakar dan
udara ke dalam silinder dan katup baung berfungsi membuka saluran buang
untuk tempat keluarnya gas buang hasil pembakaran.
Bagian-bagiannya:
Gambar 1.51 Mekanisme katup standar
Sumber : VEDC Malang, 2000
1. Tipe mekanisme katup
Ada beberapa tipe mekanisme katup diantaranya tipe katup disamping
(side valve), tipe OHV (Over Head Valve), tipe OHC ( Over Head Camshaft ) dan
DOHC (Double Over Head Camshaft).
a. Katup disamping (side valve)
30 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.52 Mekanisme katup tipe katup disamping
Sumber : VEDC Malang, 2000
Konstruksinya katup berada di samping blok mesin dan poros nok
terletak di bawah. Keuntungannya konstruksi sederhana, mesin pendek,
suara tidak berisik, sedang kerugiannya bentuk ruang bakar kurang baik,
penyetelan celah katup sulit.
b. Katup di kepala silinder (Over Head Valve )
Gambar 1.53 Katup di kepala silinder
Sumber : VEDC Malang, 2000
Untuk tipe OHV ini katup berada di kepala silinder, poros nok terletak
di blok silinder bagian samping bawah. Keuntungannya bentuk ruang bakar
baik, tetapi karena banyak komponen yang bergerak, berarti kelembaman
massa besar sehingga tidak ideal untuk mesin putaran tinggi.
c. Satu poros nok di kepala ( Over Head Camshaft )
Gambar 1.54 Over Head Camsaft
Sumber : VEDC Malang, 2000
TEKNIK DAN MANAJEMEN 31
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Keuntungan:
1) Bagian yang bergerak sedikit
2) Kelembaman massa kecil, baik untuk putaran tinggi
Kerugian:
Konstruksi menjadi tinggi karena ada mekanisme tuas ayun
d. Dua poros nok di kepala ( Double Over Head Camsaft )
Tipe DOHC sama dengan tipe SOHC penempatan katup dan cam
shaftnya di kepala silinder, tetapi perbedaannya jumlah cam shaft pada
DOHC mempunyai dua buah cam shaft, satu cam shaft untuk menggerakkan
katup hisap dan cam shaft lainnya untuk menggerakkan katup buang.
Gambar 1.55 DOHC
Sumber : VEDC Malang, 2000
Keuntungan:
1) Bentuk ruang bakar lebih baik
2) Susunan katup lebih menguntungkan
3) Karena kelembaman massa kecil, maka baik untuk putaran tinggi
Kerugian:
1) Konsrtuksi rumit
2) Penyetelan celah katup sulit
2. Celah Katup dan Penyetelnya
Fungsi celah katup adalah supaya katup-katup dapat menutup dengan sempurna
pada semua keadaan temperatur.
32 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.56 Celah katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
Jika celah katup terlalu besar maka :
a. Penggerak katup berisik
b. Penggerak katup bisa patah
Jika celah katup terlalu sempit maka;
a. Waktu pembukaan katup lebih lama
b. Putaran idle kurang stabil
Jika tidak ada celah katup maka;
a. Katup tidak menutup dengan sempurna
b. Tenaga motor berkurang karena ada kerugian gas baru
c. Pembakaran dapat merambat ke karburator
d. Katup dapat terbakar karena tidak ada pemindahan panas pada daun katup
3. Macam-macam konstruksi penyetel katup
a. Konstruksi umum
TEKNIK DAN MANAJEMEN 33
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.57 Konstruksi umum
Sumber : VEDC Malang, 2000
Cara menyetel dengan mengendorkan mur pengunci dan memutar skrup
penyetel.
Perhatikan !
Untuk penyetelan, posisi penumbuk pada nok harus pada lingkaran dasar.
b. Penyetel katup dengan lengan ayun
Gambar 1.58 Penyetel katup lengan ayun
Sumber : VEDC Malang, 2000
Untuk model ini pengukuran celah katup terletak di antara tuas ayun dan
nok
c. Penyetel katup dengan plat penyetel ( contoh Volvo, Fiat, VW )
34 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 1.59 Penyetel dengan plat
Sumber : VEDC Malang, 2000
Untuk model ini penyetelan celah katup dengan mengganti plat
penyetel dengan ketebalan yang berbeda-beda dan diperlukan satu set
plat penyetel dan alat khusus untuk menekan mangkok penekan katup.
d. Tuas katup dengan eksenter penyetel ( contoh BMW )
Gambar 1.60 Tuas katup dengan eksenter penyetel
Sumber : VEDC Malang, 2000
e. Penyetel celah katup pada motor Neptune ( Colt T-120)
Gambar 1.61 Penyetel celah katup dengan naptune
Sumber : VEDC Malang, 2000
Keuntungannya penyetelan dapat dilakukan selama mesin hidup, karena
mur penyetel tidak bergerak, tetapi fuller bisa rusak .
TEKNIK DAN MANAJEMEN 35
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Pemeriksaan Poros Kam dan Penggeraknya Pada Motor OHV
A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Memeriksa /.memasang poros kam dan penumbuk
2. Melepas / memasang distributor
3. Memeriksa keausan pada poros kam dan penumbuk-penumbuk
4. Memeriksa keausan pada penggerak poros kam (rantai timing, penekan
rantai, sproket-sproket)
B. Alat, Bahan, dan Waktu
ALAT BAHAN WAKTU
1. Mesin
1. Toolbox 2. Kain lap 1. Instruksi : 2
2. Set kunci sok 3. Oli jam
3. Lampu kerja 4. Kawat
4. Jangka sorong besar 2. Latihan : 6 jam
5. Dial indikator
6. Mikrometer 25 – 50 mm
7. Blok V
8. Mistar baja 30 cm
9. Pemberat 5 Kg, 10 Kg
10. Buku manual
C. KESELAMATAN KERJA
1. Kabel negatif baterai harus dilepas.
2. Jangan menukar letak penumbuk dan batang penekan (Keausan tidak sama)
3. Pengendoran dan pengencangan baut pemegang poros tuas katup harus
mengikuti petunjuk.
D. LANGKAH KERJA
1. Keluarkan oli dan air pendingin dari mesin.
2. Lepaskan radiator, tali kipas, puli, panci oli, tutup rantai timing, tutup kepala
silinder, busi dan mangkoknya.
3. Lepaskan poros tuas katup sesuai dengan urutan pelepasan baut, seperti
pada gambar ini.
Gambar 1.62 Urutan pelepasan poros tuas katup
Sumber : VEDC Malang, 2000
36 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
4. Lepaskan batang-batang penekan dan tempatkan secara berurutan, karena
keausan masing-masing tidak sama
5. Lepaskan penumbuk dengan kawat ( lihat gambar ) dan tempatkan berurutan
Gambar 1.63 Pelepasan Penumbuk katup dengan kawat
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
6. Lepaskan pompa bensin dan distributor (jika penggeraknya adalah poros
nok )
7. Lepaskan tensioner dan rantai timing
8. Lepaskan poros nok ( sekrup pelat pengunci dilepas melalui lubang-lubang
sproket )
9. Cuci bagian-bagian yang telah dilepas
Pemeriksaan
1. Periksalah poros nok secara visual : keausan poros nok, goresan-goresan
pada permukaan nok dan jurnal
2. Ukur tinggi nok dengan mokrometer/ jangka sorong
Gambar 1.64 Pengukuran tinggi nok ( VEDC Malang, 2000)
3. Periksa kelurusan poros nok dengan dial indikator
Gambar 1.65 Pemeriksaan kelurusan pors nok
Sumber : VEDC Malang, 2000
TEKNIK DAN MANAJEMEN 37
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
4. Periksa gigi penggerak distributor terhadap keausan, cacat
5. Periksa jurnal-jurnal porros nok terhadap keausan/ cacat
6. Ukur celah aksial poros nok. Pelat pengunci harus diganti, bila celahnya
melebihi 0,3 mm (lihat buku manual)
Gambar 1.66 Pengukuran celah aksial poros nok
Sumber : VEDC Malang, 2000
7. Periksa bantalan poros nok terhadap keausan, permukaan yang tergores
(kasar)
8. Periksa celah antara bantalan jurnal pertama dan jurnal pertama poros nok
dengan filler, batas 0,1 mm
9. Periksa permukaan penumbuk terhadap keausan.
10. Bila aus keras di ganti.
Gambar 1.67 Pemeriksaan celah penumbuk terhadap keausan
Sumber: ( VEDC Malang, 2000)
11. Periksa celah antara penumbuk dan lubangnya dengan filler. Jika celah
melebihi 0,1 mm, ganti penumbuk. Tepatkan lubang penumbuk dengan bor
peluas ( reamer ) sehingga celah antara penumbuk dan lubang 0,01 – 0,03
mm
12. Periksa batang penekan dari kebengkokan dan keausan ujung-ujungnya.
Gunakan permukaan yang rata ( misal : kaca ), tempatkan batang penekan,
gelindingkan batang penekan dan perhatikan kebengkokannya.
Gambar 1.68 Pemeriksaan kebengkokan batang penekan
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
38 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN LEMBAR PRAKTIKUM
MESIN OTOMOTIF
13. Periksa kelenturan rantai
Maks. = ……… ?
( lihat buku manual )
Gambar 1.69 Pemeriksaan kelenturan rantai
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
14. Ukur diameter sproket timing poros engkol
Ukurlah pada poros-poros engkol rantai, bukan pada penyambungnya
Gambar 1.70 Pengukuran diameter sprocket timing poros engkol
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
15. Ukur diameter sproket timing poros kam
Gambar 1.71 Pengukuran diameter sprocket timing poros nok
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
16. Periksa rumah tensioner, torak dan pegas terhadap kerusakan dan keausan
secara visual
17. Periksa kelonggaran antara silinder dan torak. Lepas pegas penekan, beri
sedikit oli pada torak dan silinder. Dorong torak ke dalam, tutup lubang-
TEKNIK DAN MANAJEMEN 39
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
lubang pada rumah tensioner dengan jari. Tarik torak setengah langkah,
kemudian lepas torak. Torak harus dapat kembali dengan cepat (lihat
gambar).
Gambar 1.72 Pemeriksaan kelonggaran antara silinder dan torak pada rumah tensioner
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
18. Periksa keausan sepatu rantai dan rel peredam getar (jika menggunakan
tensioner jenis torak)
Ukuran sesuai buku manual !
Gambar 1.73 Periksa keausan sepatu rantai dan rel peredam getar
Sumber: VEDC Malang, 2000)
Rantai
1. Periksa defleksi rantai timing (jika menggunakan rantai timing)
Gambar 1.74 Pemeriksaan defleksi rantai timing
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
Petunjuk pemasangan
a. Penyetelan timing
b. Pasang penumbuk dan batang penekan sesuai letak semula
c. Urutan pengencangan baut-baut poros tuas katup :
40 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Gambar 1.75 Urutan pengencangan baut-baut poros tuas katup
Sumber: ( VEDC Malang, 2000)
a. Perhatikan kedudukan paking-paking tutup rantai timing dan panci oli.
Jangan kencangkan baut-baut panci oli terlalu keras
b. Celah katup saat dingin : Masuk = … ? ( lihat buku manual )
Buang = … ? ( lihat buku manual )
c. Saat pengapian ( lihat buku manual )
d. Jangan menghidupkan motor sebelum diisikan oli dan air.
Kapasitas oli = … ? ( lihat buku manual )
e. Saat motor hidup, periksa kebocoran pada sistem pendinginan, panci oli dan
tutup kepala silinder
CONTOH SOAL
1. Sebutkan bagian-bagian dari sistem utama engine dan mekanisme katup!
2. Sebutkan langkah-langkah mengukur blok silinder!
3. Bagaimana cara mengukur katup dan pegas katup!
Jawab :
1. Kepala silinder, Blok silinder, torak, batang torak, poros nok, poros engkol,
rantai, katup, rocker arm, poros rocker arm,batang penumbuk.
2. Langkah mengukur blok silinder
a. Ukur diameter silinder dengan jangka sorong, misalkan didapat
pengukuran 52,60 mm, maka gunakan replacement rod 50 mm dan
washer 3 mm.
b. Seting micrometer pada ukuran 53 mm
c. Tempatkan replacement rod dan measuring point pada micrometer
kemudian set dial gauge pada nol ke arah jarum penunjukknya.
d. Masukkan dial gauge ke lubang silinder, lalu gerakkan dial gauge sampai
diperoleh penunjukkan jarum angka terkecil. Misalkan didapat hasil
TEKNIK DAN MANAJEMEN 41
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
terkecil pengukuran 0,05 mm,berarti hasil pengukurannya adalah 53,00
– 0,05 mm = 52,95 mm Lakukan pengukuran lubang silinder pada arah
samping dan arah aksial pada posisi paling atas , posisi tengah , posisi
paling bawah lubang silinder . Untuk menentukan besarnya replecement
rod dan washer dengan melihat hasil pengukuran pada jangka sorong
yaitu melihat hasil pengukuran di belakang koma, apakah lebih besar
atau lebih kecil dari 0,5 mm.
Contoh :
Bila hasil pengukuran diameter silinder dengan jangka sorong diperoleh
hasil 72,30 mm, maka replecement rod yang digunakan adalah 70 mm
dan replecement washer yang digunakan adalah 2 mm
Bila hasil pengukuran diameter silinder dengan jangka sorong diperoleh
hasil 72,70 mm, maka replecement rod yang digunakan adalah 70 mm
dan replecement washer yang digunakan adalah 3 mm
3. Cara mengukur katup dan pegas katup
a. Periksa tebal pinggir kepala katup dengan mistar geser ( a ) Tebal minimum
≈ 0,8 mm ( spesifikasi lihat buku manual )
b. Periksa keadaan permukaan katup dari keausan. Jika aus atau terbakar,
katup harus digerinda atau diganti (b)
c. Periksa keausan / goresan-goresan pada batang katup. Jika ada keausan
keras, katup harus diganti (c)
d. Periksa kebongkokan batang dan daun katup.(d)
e. Pasang katup pada mesin bor. Jika bengkok, katup harus diganti
f. Periksa secara visual ujung batang katup dari keausan.Ujungnya dapat
digerinda lagi, jika keausan tidak keras
g. Periksa dudukan katup dari keretakan, noda-noda hitam dan lebar bidang
dudukannya.
Gambar 1. 76 Pemeriksaan dudukan katup
Sumber: (VEDC Malang, 2000)
42 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CAKRAWALA
Mekanisme Katup VVTi
Dimasa lalu mekanisme katup masih menggunakan sistem konvensional,
sehingga pada saat dilakukan pemeriksaan saat pembukaan dan penutupan katup
akan selalu sama ditiap tingkat putaran mesin, hal tersebut mengakibatkan tidak
selalu sama di setiap putaran. Teknologi sekarang dan masa yang akan datang
berusaha melakukan proses penyempurnaan akan efisiensi volumetric akan bisa
mencapai 100%. Ada beberapa hal untuk melakukan penyempurnaan itu antara
lain: penyempunaan intake manifold, membuat alat pemompa (turbocharge) ,
penyempurnaan pembukaan dan penutupan katup. Penyempunaan mekanisme
katup tersebut antara lain, dengan jalan menyempurnakan saat pembukaan dan
penutupan katup, sehingga posisi overlap katup tidak selalu sama di setiap putaran.
Teknologi itu di kenal dengan istilah VVTI di Toyota, VVT di Suzuki, VTEC di Honda.
Gambar 1.77 Mekanisme katup VVTi
Sumber:https://www.otosia.com/berita/apa-sesungguhnya-makna-dan-kegunaan-vvt-i-pada-mesin-toyota.html
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari perawatan berkala sistem utama engine dan mekanisme
katup Anda bisa melihat web di bawah ini
https://www.autoexpose.org/2017/06/cara-kerja-mekanisme-katup.html
https://www.teknik-otomotif.com/search/label/Mesin%2
%28Engine%29?updated
TEKNIK DAN MANAJEMEN 43
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
1. Blok Silinder
Blok silinder merupakan bagian pokok motor,bentuk dan konstruksinya
tergantung pada beberapa faktor, antara lain jumlah silinder, susunan
silinder, susunan katup, jenis pendinginan, letak poros nok, tempat dudukan
motor, bahan serta cara pembuatannya.
Fungsinya adalah :
a. Sebagai tempat silinder yang merupakan tempat piston naik turun untuk
melakukan kerjanya.
b. Sebagai dudukan kepala silinder
c. Sebagai rumah mekanisme engkol (poros engkol, connecting rod, piston
dll)
d. Pada tipe OHV sebagai rumah poros nok
e. Sebagai dudukan fly wheel
f. Sebagai saluran air pendingin yang terdapat water jacket
g. Sebagai dudukan komponen lainnya seperti motor stater
Jenis konstruksi berdasarkan susunan silinder:
a. Sebaris
b. bentuk V
c. Boxer
2. Kepala Silinder
Fungsi kepala silinder :
a. Untuk menutup blok silinder dan sebagai ruang bakar
b. Sebagai dudukan katup, busi, injektor, poros nok, saluran gas masuk dan
keluar, saluran air pendinginan dan pelumasan
c. Sebagai tempat ruang bakar
Bentuk-bentuk ruang bakar
a. Ruang Bakar Bentuk Baji/ Pasak
b. Ruang Bakar bentuk Bak
c. Ruang bakar bentuk Atap
d. Ruang bakar bentuk atap dengan 4 katup
e. Ruang bakar diesel direc injection
f. Model ruang bakar muka atau precombustion chamber
g. Ruang bakar kamar pusar
h. Model ruang bakar sel udara
3. Torak/ piston
Fungsi Torak
a. Menghisap, mengkompresi gas baru dan membuang gas bekas, meneruskan
tenaga melalui batang piston menuju ke poros engkol dan mengubah
tekanan hasil pembakaran menjadi gaya dorong pada batang torak.
b. Mengatur pemasukan dan pembuangan gas pada motor 2 tak
c. Fungsi ring piston adalah
1) Untuk mencegah kebocoran campuran gas melalui celah piston.
2) Mencegah oli masuk kedalam ruang bakar.
3) Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder untuk membantu
proses pendinginan.
44 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
RANGKUMAN
4. Batang Piston
a. Sebagai penghubung piston dengan poros engkol (crankshaft) sehingga
tenaga dapat diteruskan ke poros engkol.
b. Sebagai pendukung piston agar dapat bergerak naik turun di dalam silinder.
c. Sebagai lengan untuk mengubah gaya naik turun torak menjadi gaya putar.
5. Poros Nok
a. Fungsi poros nok
1) Membuka katup sesuai urutan pengapian
2) Sebagai penggerak distributor, pompa oli dan pompa bensin
b. Jenis penggerak poros nok
1) Penggerak roda gigi
2) Penggerak rantai
3) Penggerak sabuk timing bergigi
6. Poros Engkol
Fungsi Poros Engkol
Untuk mengubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar dan meneruskan
gaya putar ke roda penerus.
7. Timing Belt/Rantai
Berfungsi untuk menghubungkan poros nok dengan poros engkol melalui
roda gigi atau rantai.
8. Carter
Carter merupakan komponen pada mesin yang terletak pada bagian paling
bawah.
9. Roda Penerus
Fungsinya untuk menyimpan tenaga putar dari poros engkol selama langkah
piston selain langkah usaha
10. Mekanisme Katup
a. Katup disamping (side valve)
b. Katup di Kepala Silinder (Over Head Valve atau OHV)
c. Satu poros kam di kepala ( Over Head Camshaft )
d. Dua poros kam di kepala ( Double Over Head Camsaft )
e. Celah Katup dan Penyetelnya
Jika celah katup terlalu besar maka :
1) Penggerak katup berisik
2) Penggerak katup bisa patah
Jika celah katup terlalu sempit maka;
1) Waktu pembukaan katup lebih lama
2) Kerugian gas baru lebih besar
f. Macam-macam konstruksi penyetel katup
1) Konstruksi umum
2) Penyetel katup dengan lengan ayun
3) Dengan plat penyetel ( mis. Volvo, Fiat, VW )
4) Tuas katup dengan eksenter penyetel ( mis. BMW )
5) Penyetel celah katup pada motor Neptune ( Colt T-120)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 45
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
TUGAS MANDIRI
Cari buku manual untuk 2 kendaraan dengan merk yang berbeda, kemudian
kerjakan tugas yang berterkaitan dengan perawatan berkala mekanisme katup
berikut:
1. Rangkum materi pokok dari masing-masing buku manual tersebut!
2. Tulislah pekerjaan yang dilakukan dan kapan/ waktu perawatan berkala/ servis
mesin dari masing-masing buku manual tersebut!
Dan kerjakan di dalam buku laporan masing-masing!
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakan Soal-Soal di Bawah ini dengan baik dan benar!
1. Poros nok berfungsi ganda, sebutkan fungsi tersebut!
2. Bagaimana cara mengukur diameter blok silinder, sebutkan langkah-
langkahnya?
3. Apa akibatnya jika celah katup terlalu lebar?
4. Apa fungsi blok silinder, sebutkan?
5. Jelaskan tipe mekanisme katup menurut tata letaknya !
6. Sebutkan bagian bagian yang perlu di periksa dan di ukur pada poros nok!
7. Sebutkan bagian-bagian dari sistem utama engine dan mekanisme katup!
8. Jelaskan jika penyetelan katup terlalu lebar dan terlalu sempit!
9. Gambarkan bagian konstruksi dasar dari mekanisme katup!
10. Sebutkan dan gambarkan macam-macam bentuk ruang bakar!
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi pada bab 1 di atas , apakah Anda bisa memahami
tentang perawatan berkala sistem utama engine dan mekanisme katup yang
dipaparkan di atas? Dari materi di atas mungkin atau bagian mana yang belum
paham ? coba diskusikan lagi dengan teman atau dengan guru jika ada materi yang
belum dipahami.
46 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN BAB
MESIN OTOMOTIF II
PERAWATAN BERKALA SISTEM PELUMASAN
BAB II PERAWATAN BERKALA SISTEM PELUMASAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah proses pembelajaran dengan sumber belajar buku ini, diharapkan
siswa memiliki kompetensi dasar sebagai berikut:
1. Memahami komponen sistem pelumasan
2. Melakukan perawatan berkala sistem pelumasan
PETA KONSEP
PERAWATAN BERKALA SISTEM PELUMASAN
KOMPONEN SISTEM PROSEDUR PEMERIKSAAN
PELUMASAN SISTEM PELUMASAN
KATA KUNCI
Perawatan pompa oli, saringan oli dan saluran pelumasan
TEKNIK DAN MANAJEMEN 45
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENDAHULUAN
Dalam buku ini berisikan materi pembelajaran perawatan berkala sistem
pelumasan untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan dalam
perawatan dan perbaikan mesin otomotif secara berkala (servis berkala), yang
dilengkapi dengan gambar-gambar sistem pelumasan sehingga siswa akan mudah
belajar pengetahuan murni secara mandiri dan pengetahuan untuk mempelajari
keterampilan.
Gambar 2.1 Komponen sistem pelumasan
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/10/komponen-komponen-
sistem-pelumas-dan.html
Dalam buku materi perawatan berkala sistem pelumasan ini yang terdiri dari
pompa oli, saringan oli dan saluran pelumasan
MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan adalah salah satu sistem pada kendaraan yang
berfungsi mengatur dan menyalurkan minyak pelumas ke bagian-bagian
mesin yang bergerak. Sistem pelumasan ini menggunakan media fluida,
yaitu minyak pelumas. Perbedaan oli mesin dengan pelumas lainnya yaitu oli
mesin menjadi kotor dengan adanya karbon, asam , dan zat kotoran lainnya
yang diakibatkan oleh adanya pembakaran. Sistem pelumasan dengan media
fluida ini dikatakan sistem pelumasan basah, yang terbagi menjadi tiga
macam sistem,yaitu:
1. Sistem percik (splash system)
Pada sistem ini, pada batang piston terdapat sendok pemercik
yang berada pada ujung bagian bawah. Oleh sebab itu, kerjanya akan
memercikan oli yang ada di bak oli ke dinding silinder dan bearing saat
mesin berputar. Jenis ini konstruksinya sangat sederhana tetapi sulit
untuk melumasi bagian-bagian yang celahnya lebih sempit. Sistem
pelumas percik ini sistem kerjanya dengan memanfaatkan gerakan dari
bagian yang bergerak untuk memercikan minyak pelumas ke bagian-
bagian yang memerlukan pelumasan, misalnya poros engkol berputar
sambil memercikan minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.
46 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 2.2 Sistem Percik
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/04/macam-macam-sistem-pelumasan-mesin.html
Sifat-sifat pada sistem pelumasan percik ini adalah :
a. Penggantian oli pada jarak tempuh kilometer tertentu.
b. Pelumasan kurang baik karena hanya bagian tertentu saja yang
dapat dijangkau oleh percikan oli.
2. Sistem tekan ( pressure feed system )
Pada sistem ini, untuk melumasi bearing poros engkol, poros
hubungan, dan poros rocker arm dengan cara ditekan langsung
oleh pompa oli. Sedang untuk pelumasan pada dinding silinder dan
roda gigi, timing dengan cara oli disemprotkan melalui nozel. Untuk
pelumasan mekanisme katup dengan cara menfaatkan tetesan oli
yang akan kembali ke oli pan ( bak carter ) setelah melalui rocker arm.
Gambar 2.3 Sistem Pelumasan Basah dengan tekanan
Sumber: https://otomotifmobil.com/komponen-sistem-pelumasan-mesin-mobil/
Cara kerja
Minyak pelumas dihisap dari karter ditekan oleh pompa oli melalui
strainer dan dipompakan menuju bagian yang dilumasi yang
sebelumnya disaring oleh filter oli, dan minyak pelumas yang telah
melumasi kembali ke karter.
Fungsi komponen-komponennya:
a. Oil Pan atau bak karter adalah untuk menampung oli , sebelum dan
setelah oli bersirkulasi didalam mesin.
b. Oil Strainer atau saringan kasar adalah untuk menyaring benda-
TEKNIK DAN MANAJEMEN 47
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
benda kasar yang berukuran besar agar tidak terhisap oleh pompa
oli.
c. Oil Pump atau pompa oli adalah untuk memompa oli dari karter
dan menaikan tekanan oli yang melumasi logam-logam yang
bergesekan di mesin.
d. Dip Stick atau petunjuk level oli adalah untuk mengetahui banyaknya
oli yang terdapat di dalam oil pan.
e. Oil Pressure Switch atau sensor tekanan oli, berfungsi untuk
memberitahukan melalui indikator oli di dashboard. Jika tekanan
oli didalam mesin kurang lampu oli di dashboard akan menyala
saat mesin hidup.
f. Oil Filter atau fungsi filter oli adalah untuk menyaring kotoran
halus atau gram-gram halus agar tidak naik kedalam mesin saat
mesin berputar
Sistem penyaluran oli dengan pelumasan tekan dapat dilihat pada
gambar di bawah:
Gambar 2.4 Sistem pelumasan tekan (VEDC Malang)
Keterangan:
a) Karter /bak oli
b) ringan kasar
c) Pompa oli
d) Katup pelepas /regulating valve
e) Saringan
f) Katup by pass
g) Sakelar tekanan
Sifat-sifat sistem pelumasan tekan adalah :
1) Pelumasannya dapat merata dan teratur.
2) Dapat digunakan pada mesin 4 tak maupun 2 tak.
3) Penggantian oli pada jarak tempuh kilometer tertentu.
48 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Sistem Kombinasi
Sistem ini merupakan gabungan antara kedua sistem di atas.
Hal ini diperlukan karena masing-masing sistem di atas mempunyai
kekurangan dan kelebihan. Dengan perpaduan ini diharapkan
menghasilkan sistem pelumasan yang lebih sempurna dan mengurangi
akibat buruk pada mesin saat putaran tinggi.
B. Fungsi Pelumasan
Adalah untuk mengatasi keausan yang terjadi antara dua permukaan
logam yang saling bersinggungan dan bergesekan sekaligus sebagai
pendingin dan sebagai pembersih. Minyak pelumas ini akan bekerja dengan
cara membentuk film (lapisan minyak pelumas) di antara dua permukaan
logam yang saling bergesekan, misalnya antara poros engkol, bantalan torak,
dan dinding silinder untuk mencegah agar tidak terjadi kontak langsung
antara komponen-komponen tersebut.
Fungsi minyak pelumas adalah
1. Sebagai Pelumasan
Oli mesin melumasi permukaan yang bersinggungan dengan cara
membentuk lapisan film, yang berfungsi mencegah kontak langsung
antara permukaan metal dan membatasi keausan.
Gambar 2.5 Oli sebagai pelumas ( VEDC Malang, 2000)
2. Sebagai Pendingin
Pembakaran menimbulkan panas dan komponen- komponen
mesin menjadi panas. Hal ini menyebabkan keausan yang cepat pada
komponen tersebut dan apabila diturunkan temperaturnya, mesin
akan rusak.
Gambar 2.6 Oli sebagai pendingin (VEDC Malang)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 49
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
3. Sebagai perapat
Oli mesin membentuk lapisan antara torak dengan silinder untuk
mencegah kebocoran gas yang dikompresikan akan menekan di
sekeliling torak dan masuk ke dalam bak engkol dan mengakibatkan
kehilangan tenaga.
Gambar 2.7 Oli sebagai perapat (VEDC Malang)
4. Sebagai pembersih
Kotoran akan mengendap dalam komponen mesin seperti butiran
butiran logam hasil gesekan anatra logam yang saling bersinggungan,
ini menambah pergesekan dan penyumbatan saluran oli, dan akan
membersihkan kotoran tersebut untuk mencegah kotoran yang
tertimbun di dalam mesin.
Gambar 2.8 Oli sebagai pembersih (VEDC Malang)
5. Sebagai Penyerap Tegangan
Oli mesin menyerap dan menekan tekanan dengan bereaksi pada
komponen yang di lumasi, serta melindungi agar komponen tidak
menjadi tajam saat terjadi gesekan.
C. Komponen Sistem Pelumasan.
Sistem pelumasan mesin biasanya menggunakan sistem pelumasan
basah dengan sistem penyaluran dengan tekanan. Komponen komponen
tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Pompa Oli
Pompa oli berfungsi untuk menghisap oli dari bak oli menuju
ke seluruh bagian-bagian mesin yang bergerak sehingga mencegah
keausan .
50 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
1. Saringan
2. Tutup pompa
3. Rotor yang digerakkan
4. Rotor penggerak
5. Pen penahan
6. Penahan katup Pelepas
7. Pegas katup
8. Katup pelepas
Gambar 2.9 Konstruksi pompa oli
Sumber: VEDC Malang
Ada beberapa macam pompa oli, diantaranya sebagai berikut:
a. Pompa oli tipe internal gear
Roda gigi yang digerakan pompa oli digerakkan oleh gigi penggerak
yang dihubungan langsung ke chamsaft. Ruang volume dibentuk
oleh dua gigi yang berubah-ubah saat berputar. Oli diisap dalam
pompa oli jika ruang volume bertambah dan oli akan keluar jika
ruang volume berkurang. Pompa oli ini konstuksinya sederhana dan
kemampuannya dapat diandalkan
Gambar 2.10 Pompa oli Tipe Internal gear
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/fungsi-cara-kerja-dan-
macam-macam-pompa.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 51
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
b. Pompa eksternal gear
Pompa oli tipe eksternal gear terdiri dari dua roda gigi penggerak
yang digerakkan oleh chamsaft. Cara kerja dari pompa oli ini
bekerja pada saat roda gigi- roda gigi berputar, oli akan terhisap
masuk ke dalam saluran inlet dan keluar melalui saluran outlet.
Pompa oli ini sudah lama digunakan karena kontruksinya lebih
sederhana serta lebih akurat.
Gambar 2.11 Pompa oli tipe Eksternal Gear.
Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/fungsi-cara-kerja-dan-
macam-macam-pompa.html
c. Pompa Trochoid
Pompa oli model ini terdiri dari 2 rotor yaitu rotor penggerak dan
rotor yang digerakkan, jika rotor penggerak berputar maka rotor
yang digerakkan ikut berputar. Poros rotor peggerak tidak satu titik
pusat dengan rotor yang digerakkan.
Besarnya kevakuman tergantung dari berputarnya kedua rotor ,
sehingga oli terisap ke pompa ketika ruangannya membesar dan
oli tertekan keluar ketika ruangannya mengecil. Tipe ini lebih
sederhana dan lebih dapat diandalkan. Selain itu, volume oli yang
keluar lebih besar untuk setiap kali berputar. Ini berarti ukuran atau
bentuk pompa dapat diperkecil.
Gambar 2.12 Pompa oli Tipe Trochoid
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/01/fungsi-cara-kerja-dan-
macam-macam-pompa.html
52 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
2. Saringan Oli (oil filter)
Oli mesin berangsur-angsur akan menjadi kotor karena bercampur
dengan logam-logam, karbon, dan endapan. Apabila bagian mesin
yang bergerak dilumasi dengan oli yang kotor, lama-kelamaan
komponen tersebut akan cepat aus. Untuk mencegah hal itu maka
dipasang saringan oli (oil filter) untuk memisahkan kotoran-kotoran
dari oli.
Aliran
normal
Saringan
tersumbat
Gambar 2.13 Saringan Oli ( VEDC Malang )
Pada saringan oli terdapat katup relief, jika elemen tersumbat oleh
kotoran akan menyebabkan perbedaan tekanan antara saluran masuk
dengan saluran keluar dan bisa melebihi tekanan yang ditetapkan
(±4,0 kg/cm², 14 psi atau 98 Kpa), maka katup bypass akan membuka
dan menyalurkan oli ke bypass dan oli disalurkan langsung ke bagian
mesin yang bergerak.
Gambar 2.14 Saringan oli dengan penyaringan langsung
Sumber: PT Toyota Astra Motor, 1995: 1-70
3. Pengatur Tekanan oli
Tekanan oli akan naik saat pompa oli digerakkan oleh mesin
sehingga pompa akan menghasilkan oli yang berlebihan. Hal ini
akan menyebabkan oli bocor dan hilangnya tenaga. Untuk mencegah
TEKNIK DAN MANAJEMEN 53
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
kebocoran oli dipasang pengatur tekanan oli di dalam rumah pompa
untuk menjaga tekanan oli tetap konstan dan tidak terpengaruh
dengan kecepatan mesin.
Gambar 2.15 Pengatur tekanan oli
Sumber:https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/pengatur-tekanan-oli.html
Cara kerja dari katup pengatur tekanan atau relief valve ini adalah
ketika mesin berputar cepat dan tekanan oli menjadi berlebihan,
maka oli akan menekan dan mendorong pegas pada katup
pengembali sehingga katup terbuka. Karena katup terbuka maka
tekanan oli yang berlebihan tersebut akan dikembalikan ke bak
oli atau karter oli. Setelah tekanan oli sudah tidak dapat melawan
kekuatan pegas dari relief valve maka relief valve tertutup sehingga
oli tidak dikembalikan di bak oli.
4. Bak Penampungan Oli
Bak penampungan oli merupakan sebuah penampung oli yang
terletak di bawah mesin yang dipasang dengan mur dan diberi kertas
sekat. Bak oli biasanya dibuat dari baja dengan cara dipres atau di
cor dengan bahan baja cair. Baut penguras untuk menguras oli yang
dipasang pada bagian bawah bak penampung agar oli dapat diganti
setiap waktu yang ditentukan.
54 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 2.16 Carter atau bak penampung oli
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2018/05/fungsi-carter-atau-
bak-oli-pada-mesin.html
5. Indikator tekanan oli
Indikator ini digunakan untuk memberi peringatan jika tekanan
oli pelumas turun di bawah tekanan normal yang diizinkan.
Gambar 2.17 Indikator tekanan oli
Sumber: https://www.academia.edu/19299813/SISTEM_
PELUMASAN_MESIN
Indikator tekanan oli ini merupakan unit sensor dengan lampu
peringatan yang dipasang pada panel instrument. Satu kontak
dipasang ke diafragma yang dibebani pegas dan yang lainnya ke bodi.
Kontak bergerak pada diagfragma terisolasi dari bodi dan dihubungkan
ke pegas dengan suatu terminal eksternal yang terhubung dari lampu
ke kabel.
Bagian utama sistem kontrol tekanan oli:
TEKNIK DAN MANAJEMEN 55
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
a. Pengirim
Dipasang pada saluran oli setelah saringan halus, jenis pengirim
ini berupa tahanan geser dan jenis lainnya berupa kontak (seperti
gambar)
Gambar 2. 18 Bagian pengirim sistem control tekanan oli
Sumber P.T. Toyota Astra Motor
b. Penerima
Gambar 2.19 PenerimasSistem tekanan langsung dan lampu isyarat
Sumber : P.T. Toyota Astra Motor
c. Sistem kontrol dengan lampu isyarat
Gambar 2.20 Sistem kontrol dengan lampu isyarat
Sumber : P.T. Toyota Astra Motor
Jika tekanan oli kurang dari 50 kpa/0,5 bar, maka kontak pengirim
berhubungan sehingga lampu isyarat menyala. Bila lampu isyarat
menyala berarti tekanan oli lebih rendah dari tekanan minimum yang
diperbolehkan, hal ini menyebabkan motor menjadi rusak karena
kurang pelumasan.
56 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
6. Katup PCV
Pada kendaraan modern, pasti akan menemui komponen PCV
valve atau singkatan dari Positive Crankcase Ventilation merupakan
saluran ventilasi udara dari ruang engkol mesin untuk mengeluarkan
udara terkontaminasi dan menstabilkan tekanan di dalam mesin.
Dikarenakan pergerakan oli yang cukup cepat serta ditambah
pengaruh dari tekanan kompresi yang sedikit keluar melalui celah
ring akan menyebabkan tekanan udara di ruang engkol mengalami
peningkatan. Hal ini bisa menyebabkan kinerja mesin terganggu.
PCV valve bekerja dengan menyalurkan udara didalam ruang engkol
ini ke udara intake mesin. Sehingga udara dari ruang engkol bisa ikut
terbakar.
Gambar 2.21 Katup ventilasi ruang engkol (PCV)
Sumber:https://www.autoexpose.org/2017/08/cara-kerja-sistem-pelumas.
html
Mekanismenya, saat mesin hidup udara terserap oleh saluran
PCV yang tersambung dengan saluran udara intake. Di sisi lain juga
terdapat saluran dari ruang kepala silinder menuju saluran intake,
sehingga terjadilah sirkulasi dari saluran intake, masuk ke ruang
kepala silinder kemudian disalurkan ke ruang engkol dan udara
tersebut keluar melalui katup PCV melewati oil separator dan keluar
dari saluran PCV kembali ke saluran intake.
7. Katup bypass
Berfungsi untuk mencegah keausan motor pada saat saringan oli
tersumbat (sebagai saluran pintas oli ke pemakai)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 57
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar 2.22 Katup bypass
Sumber: Toyota Astra Motor. Materi Pelajaran Engine Group Step 2.
Apabila filter tidak tersumbat maka aliran oli akan melewati filter,
jika saringan sudah penuh karena kotoran filter akan tersumbat dan
tekanan oli akan terus naik membuat katup bypass akan membuka,
sehingga oli masih bisa melumasi sistem.
Letak katup bypass
Gambar 2.23 Letak katup bypass
Sumber: Toyota Astra Motor. Materi Pelajaran Engine Group Step 2.
8. Katup anti balik
Fungsinya untuk mencegah oli dalam saringan tidak mengalir
kembali dalam karter saat mesin mati.
Diperlukan katup anti balik, bila sambungan saringan oli
menghadap ke bawah/miring ke bawah .
Cara kerja:
Saat motor hidup: Oli menekan katup anti balik, katup terbuka oli
mengalir kedalam saringan menuju pemakai
58 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Gambar. 2.24 Katup anti balik saat motor hidup
Sumber : P.T. Toyota Astra Motor
Saat motor mati : Katup anti balik tertutup karena dorongan pegas
katup anti balik serta berat grafitasi dari oli itu sendiri
Gambar 2. 25 Katup anti balik saat motor mati
Sumber : Toyota Astra Motor
9. Deep stick oil
Berfungsi untuk menunjukkan jumlah minyak pelumas yang
ada di dalam mesin. Pada deep stick oil ini terdapat tanda yang
menunjukkan bila jumlah minyak pelumas kurang atau terlalu
banyak yaitu dengan tanda low level ( L ) dan full level ( F ).
Gambar 2.26 Stick oil
Sumber: https://www.teknik-otomotif.com/2017/10/komponen-
komponen-sistem-pelumas-dan.html
TEKNIK DAN MANAJEMEN 59
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
D. PRINSIP KERJA SISTEM PELUMASAN
Oli yang berada di karter digunakan untuk melumasi komponen-
komponen yang bergerak di dalam mesin. Sebelum bersirkulasi, minyak
pelumas disaring oleh filter dan yang masih kotor dikembalikan lagi ke bak
oli oleh katup relief. Setelah disaring oli tersebut digunakan untuk melumasi
seperti kepala silinder, jurnal poros engkol, bearing poros engkol, poros nok,
batang piston, mekanisme katup,rocker arm, piston, dan silinder.
Gambar 2.27 Diagram sistem pelumasan
Sumber: New Step I, 1995
Prinsip kerja sistem pelumasan mesin pada Toyota Kijang menurut
diagram adalah sebagai berikut: minyak pelumas yang berada di dalam bak
oli akan dipompa oleh pompa oli, kemudian dialirkan sebagian ke filter oli
dan sebagian dialirkan ke katup relief (relief valve). Jika tekanan minyak
pelumas sebesar 4,0 kg/cm persegi maka minyak akan menekan katup relief
sehingga katup membuka dan selanjutnya oli dikembalikan lagi ke bak oli.
Jika tekanan oli normal maka oli dari saringan mengalir ke seluruh komponen
yang membutuhkan pelumasan, tetapi jika saringan oli kotor maka oli akan
mengalir lewat katup bypass yang selanjutnya diteruskan ke komponen-
komponen mesin yang membutuhkan pelumasan. Setelah minyak pelumas
itu dialirkan ke seluruh bagian tersebut maka minyak pelumas tersebut akan
kembali lagi ke bak oli (oil pan)
E. Minyak Pelumas Mesin
Minyak pelumas mesin yang digunakan melumasi permukaan metal yang
bersinggungan dalam mesin mempunyai beberapa syarat, antara lain
1. Mempunyai derajat kekentalan yang tepat
2. Kekentalan harus relatif stabil.
3. Oli mesin harus sesuai dengan penggunaan metal.
4. Tidak merusak atau anti karat terhadap komponen.
5. Tidak menimbulkan busa.
Minyak pelumas diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
60 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
1. Klasifikasi Berdasarkan Kekentalan
Kekentalan dinyatakan dalam angka yang disebut dengan indeks
kekentalan, apabila indeks kekentalan rendah, oli cenderung encer
dan jika indeks kekentalannya tinggi, oli cenderung kental.
Derajat kekentalan minyak pelumas dinyatakan dengan
SAE (Society Automotif Engine), sedangkan facktor-faktor untuk
menentukan derajat kekentalan adalah:
a. Besarnya beban yang harus didukung oleh minyak
b. Temperatur operasi
c. Luas bidang gesek
d. Kecepatan gerakan
Besarnya derajat kekentalan akan mengikuti standar SAE (Society of
Automotive Engineering ) :
Jika SAE 20 dikatakan encer, SAE 30 dikatakan sedang dan SAE 50
dikatakan kental
Motor biasanya menggunakan oli SAE 40 atau.Oli “multigrade”yaitu oli
yang telah diberi bahan aditif yang dapat meningkatkan kemampuan
oli untuk tidak cepat encer bila suhunya naik dan tidak cepat beku bila
suhu rendah.
Contoh : Mesran super SAE 20W-50
Pada temperatur dingin ( W = Winter) atau panas, kekentalan seperti
oli biasa SAE 20 sama seperti oli biasa SAE 50
Gambar 2.28 Oli Multigrade ( VEDC Malang )
Tabel 2.1 Klasifikasi derajat kekentalan SAE (SAE : Society of Automotiv Engineers) (
VEDC Malang )
Indeks kekentalan Keterangan
SAE 10 Encer sekali, digunakan untuk
SAE 20 sistem hidrolis
SAE 30
Umumnya digunakan untuk kendaraan
SAE 40
SAE 50 Digunakan motor yang bekerja pada temperatur
tinggi
TEKNIK DAN MANAJEMEN 61
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
2. Klasifikasi Berdasarkan Kualitas
Kualitas oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar
API, yang biasanya tercantum pada kemasan oli mesin untuk
menambah tingkatan SAE sehingga pemilihan lebih mudah dilihat
dari perbandingan kondisi pengoperasian kendaraan. Klasifikasi API
terbagi menjadi dua, yaitu: klasifikasi API untuk mesin bensin dan
mesin diesel.
Penggunan kualitas minyak pelumas antara kendaraan satu dengan
yang lainnya dibedakan. Perbedaan penggunaan minyak pelumas
berdasarkan derajat kekentalan yang dinyatakan dengan SAE dengan
mengikuti standar API (American Petrolium Institute).yaitu :
a. Motor bensin : SA ,SB,…SF
b. otor diesel : CA, CB,...CF
Penggunaan kualitas oli yang biasa digunakan pada motor bensin
dengan kualitas SC,SE dan motor diesel dengan kualitas CC, CD.
Contoh : oli pertamina yang dapat memenuhi semua kebutuhan
normal untuk motor bensin dan motor diesel adalah Mesran B40 (SAE
40, API SE/ CC)
F. Sistem Penyaringan Minyak Pelumas
Ada beberapa hal yang menyebabkan oli pelumas menjadi kotor :
a. Kotoran karbon dari pembakaran .
b. Debu dan kotoran yang terbawa oleh udara atau bahan bakar.
c. Bagian yang halus dari logam, merupakan hasil dari keausan
d. Gas pembakaran yang bocor melalui ring piston ke dalam ruang
engkol .
e. Kondensasi / pengembunan air dari udara.
Dalam kondisi tersebut, maka setiap kendaraan menggunakan sistem
penyaringan oli dari salah satu cara di bawah ini :
1. Sistem aliran penuh (Full filtration system)
Minyak pelumas setelah dipompa kemudian disaring oleh
filter oli, kemudian melumasi komponen, ini yang disebut sistem
penyaringan aliran penuh (full-flow filtering system). Minyak pelumas
dari pompa mengalir menuju filter pada bagian luar elemen dan
menembus elemen menuju pusat filter kemudian menuju galeri
utama selanjutnya ke bantalan-bantalan.
Gambar 2.29 Sistem penyaringan oli aliran penuh (Full filtration system)
Sumber: https://www.academia.edu/19299813/SISTEM_PELUMASAN_MESIN
62 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
MATERI PEMBELAJARAN
Model penyaringan ini mempunyai kekurangan diantaranya:
a. Filter yang tidak diganti pada waktunya akan tersumbat.
b. Elemen yang tersumbat akan mengakibatkan terhambatnya aliran
oli.
Untuk mengatasinya filter oli dilengkapi dengan katup by-pass, jika
elemen tersumbat, maka tekanan oli menekan katup untuk membuka
dan oli mengalir tanpa melalui penyaringan dan melumasi mesin.
2. Sistem bypass (Bypas filtration system)
Perbedaan diantara tipe aliran penuh (full flow) dan tipe bypass
adalah bahwa sistem aliran penuh menggunakan sebuah elemen
kertas yang terpasang antara pompa oli dan saluran utama oli, sedang
tipe by-pass menggunakan sebuah elemen saringan serupa, yang
terpasang pada sisi tekanan dari pompa sehingga oli yang disaring
kembali ke panci oli.
Gambar 2.30 Sistem by pass
Sumber : https://www.academia.edu/19299813/SISTEM_
PELUMASAN_MESIN
TEKNIK DAN MANAJEMEN 63
PERAWATAN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
Mengganti Oli Motor dan Saringan Oli
TUJUAN PEMBELAJARAN : WAKTU
1. Instruksi : 2 jam
1. Mengganti oli motor 2. Latihan : ½ jam
2. Mengganti saringan oli
ALAT BAHAN
1. Alat pelepas 1. Mobil
saringan 2. Macam-macam
2. Kain lap/majun saringan oli
3. Corong 3. Oli motor
4. Kain pengisi oli 4. Bak oli
KESELAMATAN KERJA
1. Pergunaan kunci kunci sesuai dengan fungsinya.
2. Melepas, membongkar, dan merakit pompaminyak pelumas sesuai
denganstandar operasional Prosedur(SOP).
3. Membersihkan oli yang tercecer di lantai dengan kain lap
LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Letakkan mobil stan pada tempat yang aman
3. Pasang pelindung bodi stan
4. Periksa tinggi oli, pada pengukur oli harus berada di antara L dan F
5. Letakkan bak dibawah motor
6. Lepaskan baut pembuang oli yang terletak pada karter
7. Lepaskan saringan oli dengan tangan atau kunci pelepas khusus, kontrol
apakah paking karetnya tak tertinggal pada motor !
Gambar 2.31 Melepas saringan oli ( VEDC
Malang, 2000 )
8. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking
9. Periksa apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass “ atau
tidak, lihat gambar.
64 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
Katup “ by-pass
Aliran oli normal
melalui saringan
Aliran oli
jika saringan
tersumbat atau
oli masih dingin
( kental )
Gambar 2.32 Katup bypass pada saringan oli ( VEDC Malang, 2000 )
10. Periksa ada tidaknya katup anti-balik didalam saringan oli dengan melihat
posisi pengikatan saringan oli terhadap motor. Jika posisi pengikatan
sambungan saringan di bawah, maka saringan oli harus dilengkapi dengan
katup anti- balik
Gambar 2.33 Katup anti balik pada saringan
( VEDC Malang, 2000 )
11. Pasangkan baut pembuang oli kembali dan ganti paking baru.
12. Periksa dan bersihkan dudukan saringan oli,beri vet pada paking saringan
oli yang baru.
Gambar 2.34 Pemeriksaan dudukan saringan oli ( VEDC Malang, 2000 ) 65
TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
LEMBAR PRAKTIKUM
13. Pasangkan saringan oli baru.
14. Isi oli pada motor.
15. Periksa apakah oli berada di tanda F atau full !
Gambar 2.35 Stick oli ( VEDC Malang, 2000 )
16. Bersihkan bagian mobil yang kotor kena oli
17. Hidupkan motor dan kontrol kebocoran pada baut pembuang dan saringan
oli yang telah dipasang.
Petunjuk
Ganti saringan oli secara periode setiap 20.000 km
CONTOH SOAL
1. Jelaskan memeriksa tinggi oli!
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti sringan oli!
3. Bagaimana memeriksa pompa oli model Rotor?
Jawab :
1. Memeriksa tinggi oli:
Dalam pemeriksaan tinggi oli mesin terlebih dahulu dengan memanaskan
mesin sampai suhu normal, kemudian matikan mesin kurang lebih
5-10 menit agar oli yang bersirkulasi turun ke karter. Kemudian periksa
ketinggian oli dengan melihat dipstick (batang pengukur) harus berada
diantara L dan F, jika terlalu rendah, periksa dan perhatikan kemungkinan
terjadi kebocoran.
2. Langkah-langkah mengganti saringan oli :
a. Lepaskan baut pembuang oli yang terletak pada karter
b. Lepaskan saringan oli dengan tangan atau kunci pelepas khusus,
periksa apakah paking karetnya tak tertinggal pada motor
c. Pilihlah saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan
diameter paking
d. Periksa apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-
pass
66 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CONTOH SOAL
e. Periksa perlu tidaknya katup anti-balik didalam saringan oli dengan
melihat posisi pengikatan saringan oli terhadap motor.
f. Pasang baut pembuang oli kembali dan ganti paking baru.
g. Periksa dan bersihkan tempat dudukan saringan oli, beri vet pada
paking saringan oli yang baru.
Gambar 2.36 Memeriksa dudukan saringan oli ( VEDC Malang, 2000 )
h. Pasang saringan oli baru
3. Memeriksa pompa oli model Rotor
a. Memeriksa celah ujung rotor
Gambar 2.37 Memeriksa celah ujung rotor
Sumber : Astra, 1996. Pedoman reparasi mesin
seri K
b. Memeriksa celah rotor dengan bodi
STD : 0,10 – 0,16 mm
Limit : 0,2 mm
c. Memeriksa kerataan celah samping rotor dengan bodi pompa
Jika celah melebihi batas limit ganti rotor pompa oli atau bodi pompa
karena dengan celah yang besar akan terjadi kebocoran pada cover dan
bodi pompa yang mengakibatkan pompa melemah.
STD : 0,03 – 0,09 mm
Limit : 0,15 mm
Gambar 2.38 Memeriksa kerataan celah samping rotor dengan bodi pompa
d. Memeriksa Sruemlibeefr :vAastlrvae, 19(k96a.tPuepdopmeannrgepaatruasri mteeksiannsearinKminyak pelumas)
TEKNIK DAN MANAJEMEN 67
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
CAKRAWALA
Indikator penggantian Oli
Saat ganti oli kalau dulu sistem masih manual yaitu dengan dicatat dengan
menggunakan kertas, sedangkan untuk saat ini sudah menggunakan atau dikontrol
lewat komputer
Gambar 2.39 Indikator Oli
Sumber: https://www.blogotive.com/indikator-pergantian-oli-di-speedo
JELAJAH INTERNET
Untuk mempelajari perawatan berkala sistem pelumasan Anda bisa melihat web
di bawah ini:
https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/pemeriksaan-pompa-oli-oil-pump.
html
https://www.bisaotomotif.com/fungsi-dan-komponen-sistem-pelumasan/
https://www.academia.edu/19299813/SISTEM_PELUMASAN_MESIN
68 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
JELAJAH INTERNET
RANGKUMAN
Sistem pelumasan adalah bagian sistem untuk mengatur dan menyalurkan minyak
pelumas ke bagian mesin yang bergerak
Ada tiga macam sistem pelumasan basah yaitu:
1. Sistem percik (splash system)
2. Sistem pelumasan tekan
3. Sistem kombinasi
Fungsi komponen-komponen pada sistem pelumasan:
1. Oil Pan atau karter oli sebagai tempat untuk menampung oli , sebelum dan
setelah oli bersirkulasi didalam mesin.
2. Oil Strainer atau saringan kasar berfungsi untuk menyaring benda-benda
kasar yang berukuran besar agar tidak terhisap oleh pompa oli dan merusak
pompa oli.
3. Oil Pump berfungsi untuk memompa dan mensirkulasikan oli
4. Dip Stick atau petunjuk level oli berfungsi untuk mengetahui banyaknya oli
yang terdapat di dalam oil pan.
5. Oil Pressure Switch atau sensor tekanan oli berfungsi untuk mendeteksi
tekanan minyak pelumas yang keluar dari pompa pelumas.
6. Oil Filter atau fungsi filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran halus
agar tidak naik kedalam mesin saat mesin berputar
7. Sistem ventilasi ruang engkol (PCV)
PCV valve bekerja dengan menyalurkan udara didalam ruang engkol ke
udara intake mesin sehingga udara dari ruang engkol bisa ikut terbakar.
TUGAS MANDIRI
Setelah mempelajari langkah-langkah memahami komponen dan perawatan
berkala pada pelumasan maka sebutkan klasifikasi minyak pelumas motor
bensin dan motor diesel, serta berikan contoh penerapan pada kendaraan yang
memakainya, , masing satu merk, dan kerjakan di dalam buku laporan masing-
masing!
TEKNIK DAN MANAJEMEN 69
PERAWATAN OTOMOTIF
PERAWATAN DAN PERBAIKAN
MESIN OTOMOTIF
PENILAIAN AKHIR BAB
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan memeriksa tinggi oli!
2. Jelaskan langkah-langkah mengganti saringan oli!
3. Bagaimana memeriksa pompa oli model Rotor?
4. Gambarkan aliran sistem pelumasan dengan aliran tekan!
5. sebutkan fungsi komponen-komponen sistem pelumasan?
6. Sebutkan 3 macam sistem pelumasan pada mesin?
7. Pompa minyak pelumas pada mesin dibagi kedalam beberapa jenis, sebutkan
jenis pompa minyak pelumas!
8. Apa nama komponen sistem pelumas yang digunakan untuk membatasi
tekanan minyak pada mesin?
9. Sebutkan 2 jenis bahan saringan minyak pelumas!
10. Jelaskan cara kerja penunjuk tekanan minyak pelumas jenis kontak tekanan
REFLEKSI
Setelah mempelajari perawatan sistem pelumasan, apabila masih ada yang
belum jelas silahkan diskusikan dengan teman atau dengan guru yang berkaitan
dengan perawatan sistem pelumasan. Atau masih perlu lakukan praktik sendiri
dengan jobs perawatan bagian pompa oli atau saringan oli.
70 TEKNIK DAN MANAJEMEN
PERAWATAN OTOMOTIF