The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU Pembelajaran Pengajaran dan Asesmen Anderson

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muklisipanu, 2021-10-13 23:44:03

buku Pembelajaran_Anderson

BUKU Pembelajaran Pengajaran dan Asesmen Anderson

Bab 13

Sketsa Pembelajaran
Menulis Laporan

Sketsa Pembelajaran ini mendeskripsikan unit pefajaran tentang
menulis laporan, yang disusun oleh Ms. Christine Evans dan Ms.
Deanne McCreadie, yangjuga mengajarkan unit ini. Ms. Colleen
Vandiepun mengajarkannya dan menjelaskan sketsa pembelajaran
ini dan pengalaman mengajarnya.

Unit pelajaran ini diajarkan kepada siswa-siswa kelas 4 SD pada
awal musim semi. Mereka telah belajar bersama, dan sebagian besar
siswa sudah mempelajari dan menguasai beberapa kriteria penulisan
dasar. Jumlah siswanya 28: 13 lelaki dan 15 perempuan. Sekitar
separuh.siswa merupakan etnis minoritas— Amerika Asia, Amerika
Afrika, dan Amerika Hispanik. Kemampuan akademis mereka
sangat beragam. Namun, tak ada siswa yang membutuhkan layanan
pendidikan khusus.

Akuntabilitas pendidikan di negara bagian ini tinggi, dan para
siswa, guru, dan orang tua mengetahui persis standar-standar isi
pendidikan negara bagian ini dan konsekuensi-konsekuensi dari ke-
tidaksesua'ian standar-standar tersebut. Karenanya, saya berhati-hati
dalam merumuskan tujuan-tujuan pembelajaran unit ini supaya
tujuan-tujuan tersebut sesuai dengan Standar Isi Bahasa Inggris
negara bagian ini. Bahasa rumusan tujuan ini mencerminkan standar-
standar isi tadi. Saya mengases siswa-siswa berdasarkan standar-

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 315

standar ini, yang mendekati standard penilaian kelas 5, dan siswa-
siswa yang tidak mencapai standar-standar itu harus mengikuti
pelajaran musim panas dan/atau mengulang sampai mereka
mencapai standar-standar tersebut. Maka, saya mengajar mereka
dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi asesmen yang "sangat
penting" itu. Lantaran pemerintah menekankan pengajaran tematis,
yang memadukan berbagai mata pelajaran, unit ini menekankan
topik bahasa sambil pada saat yang sama mempelajari topik-topik
IPS kelas empat yang dianggap penting.

Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya dalam mengajarkan
unit ini, saya menjadwalkan pembelajaran ini berlangsung selama
enam minggu. Setiap hari, kami mempelajari unit ini selama 90 menit.

BAGIAN 1: TUJUAN PEMBELAJARAN

Terdapat empat tujuan pokok, yakni siswa akan belajar:

1. Mengidentifikasi, mencari, dan memilih sumber-sumber infor-

masi yang berkaitan dengan menulis laporan tentang tokoh ter-

kenal dalam sejarah Amerika;

2. M emilih inform asi tentang tokoh terkenal dalam sejarah

Amerika yang relevan dengan tujuan-tujuan laporan tertulis dan

lisan siswa; • ^

3. Menulis teks informatif yang menjelaskan kepada teman-teman

.mereka dan anggota komunitas sekolah aspek-aspek penting

dalam kehidupan tokoh terkenal dalam sejarah Amerika dan

yang memuat pendapat siswa tentang bagaimana pengaruh

kontribusi-kontribusi tokoh tersebut pada masyarakat;

4. -Mempresentasikan sebagian isi tulisannya di depan kelas.

(Presentasi ini berisikan informasi penting tentang sebagian

kehidupan si tokoh, ditata dan dilakukan secara efektif.)

Komentar

Tujuan 1 berisikan tiga kata kerja: "mengidentifikasi", "men­
cari", dan "memilih". Kunci untuk mengklasifikasikan tujuan ini
adalah kata "memilih". Dalam Tabel 5.1, memilih merupakan nama

316 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

lain dari membedakan, yang merupakan proses kognitif dalam kategori
Menganalisis. Dari semua materi yang tersedia, siswa harus mem­
bedakan materi-materi yang relevan untuk menulis laporan tentang
tokoh terkenal dalam sejarah Amerika dari materi-materi yang tidak
relevan. Frasa benda dalam Tujuan 1 adalah "sumber informasi".
Seperti telah disebutkan'dalam sketsa-sketsa sebelumnya, sumber
informasi adalah materi. Maka, frasa benda ini sedikit membantu
kami untuk mengklasifikasikan jenis pengetahuannya. Kemungkin-
an pertama adalah siswa akan (atau telah) mempelajari kriteria-kri-
teria untuk membedakan materi yang relevan dan materi yang tidak
relevan. Ini mengindikasikan jenis pengetahuannya adalah Penge­
tahuan Konseptual (misalnya, "Apa yang membuat materi yang rele­
van itu jadi materi yang relevan?"). Kemungkinan kedun adalah siswa
akan diajari prosedur untuk mengidentifikasi, mencari, dan memilih
materi-materi yang relevan. Ini melibatkan Pengetahuan Prosedural.
Akan tetapi, bila jenis pengetahuannya adalah Pengetahuan Prosedural,
siswa diharapkan untuk mengaplikasikan pengetahuan prosedural
(yakni, menerapkan langkah-langkahnya). Jika proses kognitifnya
Menganalisis, tujuan ini paling tepat ditempatkan dalam kotak B4,
menganalisis [berdasarkan] pengetahuan konseptual (meskipun pe-
nempatan pada kotak C3, mengaplikasikan pengetahuan prosedural,
bukannya tidak beralasan).

Tujuan 2 memuat sebuah kata kerja, "memilih". Lagi-lagi, kami
menjumpai proses membedakan (Menganalisis). Kata bendanya adalah
"informasi" (bukan "sumber informasi"). Rumusan tujuan ini meng-
haruskan siswa membuat kriteria-kriteria untuk memilih informasi
dari sumber-sumber yang telah ditemukan. Informasinya harus (1)
tentang tokoh terkenal dalam sejarah Amerika dan (2) relevan dengan
penyiapan laporan tertulis dan lisan. Kriteria pertama sekadar menge- .
mukakan kembali apa yang telah disebutkan dalam tujuan pertama.
Namun, kriteria kedua cukup unik. Dari semua informasi yang ter-
sedia tentang tokoh terkenal Amerika, siswa harus memilih informasi
yang paling relevan —dengan penyiapan laporan tertulis dan lisan.
Secara keseluruhan, petunjuk-petunjuk ini mendukung penempatan

Bab 13 : Sketsa Penibelajaran M enulis Laporan 317

Tujuan 2 pada kotak yang sama, yaitu B4 (menganalisis [berdasarkan]
pengetahuan konseptual).

Sementara itu, dua rumusan tujuan berikutnya menunjukkan
bahwa Ms. Vandie ingin siswa-siswinya belajar mengkonstruksi
produk: tulisan ("teks informatif") untuk Tujuan 3 dan presentasi
lisan (berdasarkan tulisannya) untuk Tujuan 4. Maka, makna dari
dua kata kerja yang ambigu, "menulis" dan "mempresentasikan",
menjadi jelas jika kita melihat seluruh tujuan pembelajaran ini. Kedua
kata kerja itu bermakna "mengkonstruksi", istilah lain untuk proses
kognitif memproduksi dalam kategori Mencipta.

Banyak informasi yang terkandung dalam Tujuan 3 dan 4 ber-
kaitan dengan kriteria-kriteria yang akan digunakan untuk meng-
evaluasi produk-produk tulisan dan presentasi lisan di atas. Tulis­
annya akan dievaluasi berdasarkan: (1) komunikasinya dengan
sasaran pembaca, (2) aspek-aspek penting dari kehidupan tokohnya,
dan (3) pendapat penulis tentang kontribusi-kontribusi sang tokoh
pada masyarakat. Presentasi lisannya dievaluasi apakah presentasi
tersebut (1) memuat informasi penting, (2) tertata, dan (3) disampai-
kan secara efektif. Oleh karena kriteria-kriteria ini digunakan untuk
mengevaluasi, pengetahuan tentang kriteria-kriteria itu merupakan
Pengetahuan Konseptual. Selain Pengetahuan Konseptual, siswa mem-
butuhkan pengetahuan tentang informasi-mformasi yang cukup spe-
sifik perihal tokoh yang ditulis atau dipresentasikan (yakni, Penge­
tahuan Faktual). Maka, dua tujuan pembelajaran ketiga dan keempat
kami tempatkan di kotak A6 (menciptakan [berdasarkan] pengetahuan
faktual) dan B6 (menciptakan [berdasarkan] pengetahuan konseptual).
Rangkuman analisis atas tujuan-tujuan tersebut disajikan dalam Tabel
13.1.

BAGIAN 2 : AKTIVITAS-AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Pelajaran 1
Saya mulai mengajarkan unit pelajaran ini dengan menjelaskan
secara panjang lebar apa saja isi laporan informatif tertulis dan
lisan. Dengan diskusi kelas dan penggunaan papan tulis untuk

318 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Tabel 13.1. Analisis Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan dengan Tabel Taksonomi
Berdasarkan Rumusan Tujuan Pembelajarannya

Dimensi Proses Kognitif

Dimensi 1. 2. 3. 4. 5. 6.
Pengetahuan

Mengingat Memahami Mengapli- Mengana- Mengeva- Mencipta

kasikan lisis luasi

A. Tujuan 3
Pengetahuan Tujuan 4
Faktual

B. Tujuan 1 Tujuan 3
Pengetahuan Tujuan 2 Tujuan 4
Konseptual

C.
Pengetahuan
Prosedural

D.
P e n g e ta h u a n
Metakognitif

Keterangan:

Tujuan 1 Memilih sumber-sumber informasi yang berkaitan dengan menulis laporan
Tujuan 2 tentang tokoh terkenal dalam sejarah Amerika.
Tujuan 3 Memilih informasi tentang tokoh terkenal dalam sejarah Amerika yang relevan
dengan tujuan-tujuan laporan tertulis dan lisan siswa.
Tujuan 4 Menulis teks informatif yang menjelaskan kepada teman-teman mereka dan
anggota komunikasi sekolah aspek-aspek penting dalam kehidupan tokoh
terkenal dalam sejarah Amerika dan yang memuat pendapat siswa tentang
bagaimana pengaruh kontribusi-kontribusi tokoh tersebut pada masyarakat.
Mempresentasikan sebagian isi tulisannya di depan kelas.

Bab I3 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan

mencatat pendapat-pendapat siswa yang relevan, saya me-
nekankan tujuan penulisan, sasaran pembaca, sumber infonnasi,
dan elemen-elemen lain dari dokumen-dokumen pemerintah
dan sebagainya. Semua elemen tersebut diambil dari Delaware
General Rubric for Writing. Sava mengakhiri diskusi ini dengan
menampilkan sebuah rubrik yang "menyenangkan" untuk
laporan tertulis (Lampiran A) dan skala penilaian untuk unjuk
. keterampilan berbicara (Lampiran B). Ini digunakan oleh
siswa-siswa ketika mereka merancang laporan dan juga saya
gunakan ketika menilai hasil kerja mereka.

Komentar

Seperti ditunjukkan pada Lampiran A (pada bagian'akhir bab
ini), rubrik penskorannya berisikan lima kriteria untuk memandu
dan mengevaluasi laporan tertulis: pengembangan gagasan, peng-
organisasian, diksi, susunan kalimat, dan tata tubs. Siswa-siswa
dalam diskusi kelas menambahkan kriteria-kriteria lain, yaitu tujuan,
sasaran pembaca, dan sumber informasi. Skala kiraan pada Lampiran
B (pada bagian akhir bab ini) merupakan rangkaian kriteria ketiga.
Dalam kerangka pikir kami, pengetahuan tentang kriteria merupakan
Pcngctahuan Konseptunl. Sampai di sini, kami tidak vakin apa proses
kognitif yang digunakan dengan Pcngctahuan Konseptunl ini. Namun,
cukup beralasan untuk mengatakan bahwa karena Pelajaran 1 hanya-
lah pengantar, gurunya ingin memberikan gambaran umum tentang
kriteria-kriteria tersebut. Maka, tujuan pembelajaran vang kami
simpulkan dari aktivitas ini termasuk dalam kategori Mengingat,
yakni siswa harus mengingat pcngctahuan konseptunl.

Pelajaran 2

Pelajaran keduaberupa "mencatat" dan mengidentifikasi tema.
Saya memulainya dengan memutar video pendek dan meminta
siswa mencatat dalam kertas. (Saya percaya bahwa pemutaran
video, bukan pembacaan satu bab buku, dapat meminimaliasi
peluang siswa untuk menyalin langsung temanya.) Catatan-

320 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

catatan siswa akan ditampilkan di depan kelas sehingga semua
siswa bisa membaca dan mengomentarinya. Mereka membaca
catatan-catatan teman mereka, dan ketika saya menempel catat-
an-catatan mereka di papan tubs, mereka mendiskusikan catat­
an-catatan mana saja yang dapat dikelompokkan berdasarkan
kesamaan topik atau tema. Saya mengelompok-ngelompokkan
catatan-catatan itu sesuai dengan pendapat siswa. Akhirnya,
terbentuk beberapa kelompok catatan, dan siswa-siswa memberi
judul untuk setiap kelompok catatan itu.

Komentar

Cukup jelas bahwa proses kognitif yang ditekankan adalah
mengklasifikasikan (Memahami). Lantaran siswa menempatkan "catat­
an-catatan" itu dengan kategori tematis dan kemudian menamai-
nya, mereka menggunakan dua jenis pengetahuan, yaitu Pengetahuan
Konseptual dan kemudian Pengetahuan Faktual. Pengetahuan Konseptual
digunakan untuk Memahami, sedangkan Pengetahuan Faktual untuk
Mengingat.

Ms. Vandie mulai mempraktikkan aktivitas-aktivitas yang sering
dilakukan dalam kaitannya dengan proses memproduksi (Mencipta)
suatu produk. Langkah-langkahnya seolah-olah memerancah dan
memberi contoh. Memerancah adalah mengubah tugas yang seder-
hana jadi "tugas nyata" dalam kehidupan. Langkah-langkah Ms.
Vandie dalam memberi contoh memperlihatkan kepada siswa bagai-
mana cara melakukannya, dan menggugah pikiran siswa.

Pelajaran 3

Pada pelajaran selanjutnya, saya membacakan sebuah buku
dengan suara keras dan memberi contoh bagaimana saya men-
catat paragaf-paragraf yang saya baca. Siswa juga mencatat saat
saya sedang membacakannya. Sebagaimana sebelumnya, catat­
an-catatan mereka ditempel di papan tulis dan kemudian di-
kelompok-kelompokkan, dan kelompok-kelompok catatan ini
diberi judul. Lalu, siswa membaca secara bersama-sama catatan

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 321

yang ditampilkan dengan overhead projector (OHP). Mereka me-
lihat ketika saya mencontohkan membuat catatan dan meng-
klasifikasikan catatan. Sewaktu saya menempel catatan saya di
papan tulis, saya menggugah siswa dengan mengatakan secara
keras keputusan yang saya ambil mengenai pengelompokan
catatan-catatan itu dan judul-judulnya.

Setelah sesi tanya jawab, saya meminta siswa untuk mem­
buat catatan tentang bacaan lain yang lebih panjang daripada
yang ditampilkan dengan OHP. Setiap siswa mendapat salinan
bacaan empat halaman itu, yakni tentang George Washington
Carver, dan saya menyuruh mereka membuat catatan tentang
tulisan tersebut. Kemudian, mereka bekerja kelompok (empat-
empat) untuk menempelkan dan mengelompok-ngelompokkan
catatan-catatan mereka di kertas yang lebih besar. Mereka juga
memberi judul untuk setiap kelompok catatan.

Ketika mengamati perkembangan kerja mereka, saya me-
ngetahui bahwa siswa membutuhkan penjelasan yang lebih
mendetail tentang penulisan catatan. Saya minta mereka ber-
henti menulis, dan kembali memberi contoh langkah-langkah
penulisan catatan. Setelah itu, mereka bekerja lagi dalam kelom­
pok. Sesudah menyelesaikan pekerjaan mereka, setiap kelompok
mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas. Kemudian
dari itu, mereka memilih catatan-catatan yang dianggap paling
membantu untuk mempelajari George Washington Carver.

Komentar

Dalam pelajaran ini, gurunya mengajar dengan memberi contoh.
Pertanyaannya adalah apa yang ingin siswa pelajari dengan peng-
ajaran semacam ini. Apakah mereka diharapkan untuk mengem-
bangkan Pengetahuan Prosedural, yang kemudian mereka terapkan
dalam pembuatan, pengelompokan dan penamaan catatan? Apakah
mereka diharapkan untuk mengembangkan Pengetahuan Metakognitif
(yakni, strategi mereka sendiri) guna mengerjakan tugasnya? Lebih
jauh lagi, proses pengelompokan catatan itu melibatkan proses-

322 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

proses kognitif dalam kategori Menganalisis. Maka, kami mempunvai
dua pilihan: mengaplikasikan pengetahuan prosedural dan menganalisis
pengetahnan konseptuol. Meskipun tidak menjadi tujuan, mengapli-
kasikan Pengetahuan Metakognitif mungkin merupakan bagian dari
aktivitas menganalisis pengetahuan konseptual.

Pelajaran 4

Pada pelajaran berikutnya, saya minta siswa, masih secara ber-
kelompok, untuk membaca buku yang membahas kehidupan
Matthew Henson, seorang warga Amerika yang tersohor. Semua
siswa diharapkan untuk membaca buku ini. Mereka yang tidak
membacanya ditempatkan duduk di dekat siswa lain yang mem-
bacanya, atau disuruh mendengarkan audio hook. Lantas, setiap
kelompok diminta untuk memilih aspek kehidupan Henson
yang akan mereka tonjolkan dan paparkan di depan kelas. Setiap
kelompok harus memilih satu aspek kehidupan Henson —masa
kecilnya, masa dewasanya, penghargaan yang dia peroleh,
kontribusinya bagi masyarakat, dan lain sebagainya. Setiap
kelompok memakai pendekatan catat-kelompokkan-namai
untuk mencatat dan menata fakta-fakta penting tentang aspek
kehidupan Henson itu. Saya membuatkan transparansi OHP
hasil kerja "akhir" setiap kelompok, dan catatan-catatan dan
klasifikasi-klasifikasi mereka dibagikan ke seluruh kelas dan
dikritisi. Saya memberikan pujian kepada kelompok-kelompok
yang hasil kerjanya memenuhi standar catatan yang baik.

Komentar

Setidaknya empat kata kerja yang disebut oleh gurunya mem-
bantu kami memutuskan apa saja proses-proses kognitif yang diajar-
kan si guru. Empat kata kerja tersebut adalah "memilih" (Meng­
analisis), "memakai" (Mengaplikasikan), "menata" (Menganalisis), dan
"mengkritik" (Mengevaluasi). Tiga kata kerja yang disebut pertama
menunjukkan bahwa Pelajaran 4 merupakan kelanjutan dari
Pelajaran 3. Maka, kami menempatkannya dalam kotak-kotak meng-

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 323

analisis pengetahuan konseptual dan mengaplikasikan pengetahuan pro-
sedural. Kami menambahkan satu proses kognitif lain, yaitu meng-
evalitasi [berdasarkan] pengetahuan konseptual. Siswa mengevaluasi
berdasarkan kategori-kategorinya (konsep), bukan berdasarkan
prosesnya (prosedur) yang siswa jalani untuk memahami kategori-
kategori itu.

Pelajaran 5-8

Pada beberapa pelajaran mendatang, penekanannya beralih
untuk mengajari siswa mengidentifikasi orang-orang terkenal
yang ingin mereka kaji dan tubs dalam kelompok mereka. Saya
memberi mereka daftar orang terkenal, dan mereka dapat me-
milih salah satu orangnya. Daftar ini mencakup tokoh lelaki,
perempuan, kulit putih, Amerika Afrika, Amerika Asia,
Amerika asli, Amerika Hispanik, presiden, penemu, pejuang
hak asasi masyarakat sipil, dan banyak lagi lainnya. Selain mem-
biarkan siswa memilih tokoh dari daftar tokoh yang memper-
lihatkan keragaman kultural dan etnik Amerika Serikat, saya
juga mencari tahu apakah perpustakaan sekolah mempunyai
beberapa buku yang membahas tokoh-tokoh dalam daftar ter-
sebut.

Saya memberi siswa waktu untuk mempelajari pilihan-
pibhan yang tersedia bagi mereka. Sebagian siswa belum pernah
mendengar nama orang-orang "terkenal" dalam daftar itu. Se­
bagian siswa lagi mencari informasi di internet atau di perpus­
takaan, atau bertanya pada saya tentang orang-orang tersebut.

Setelah mereka mempelajarinya, mereka siap mengambil
keputusan kelompok untuk menentukan siapa tokoh yang akan
mereka tubs. Menariknya, sebagian siswa lelaki memilih tokoh-
tokoh perempuan, dan sebagian siswa perempuan memilih
tokoh-tokoh lelaki. Baik siswa yang berkubt putih atau hitam
memilih tokoh-tokoh yang mempunyai beragam latar belakang
ras. Walau alasan-alasan pemilihan mereka tidak jelas bagi saya,
saya senang dengan beragam pilihan siswa. Individu-individu

324 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesnien

dalam satu kelompok berusaha "menjual" pilihannya. Akhirnya,
setiap kelompok secara demokratis memilih satu tokoh Amerika
yang akan mereka kaji sesuai dengan tujuan-tujuan unit pelajar-
an ini.

Komentar

Proses untuk memilih satu tokoh selama empat hari ini tidak
berkaitan langsung dengan tujuan-tujuan pembelajaran unit ini.
Meski demikian, belajar untuk bekerja sama, belajar untuk meng-
hargai pendapat orang lain, dan belajar untuk menjunjung proses
demokrasi merupakan hasil-hasil belajar yang penting. Sebenarnya,
gurunya membutuhkan waktu satu tahun untuk mencapai hasil-hasil
belajar tersebut. Dan, kami tidak mengklasifikasikan aktivitas-
aktivitas pembelajaran ini dalam Tabel Taksonomi.

Pelajaran 9

Pelajaran berikutnya adalah membuat bibliografi. Siswa di-
dorong untuk mencari buku-buku dan artikel-artikel tentang
tokoh terkenal Amerika yang mereka pilih di perpustakaari
keluarga, perpustakaan sekolah, internet, dan sumber-sumber
lain. Saya membantu siswa-siswa yang mengalami kesulitan
dalam mencari sumber-sumber informasi yang tepat. Saya me-
mulai pelajaran kali ini dengan membagikan buku-buku tentang
George Washington Carver dan menjelaskan bagaimana cara
memilih buku-buku yang tepat dari koleksi buku ini dan bagai­
mana cara mencantumkan buku-buku yang tepat ini dalam
bibliografi mereka. Satu atau dua buku memang sangat sulit
dipahami oleh siswa kelas empat SD dan mengandung infor­
masi yang tak dapat mereka mengerti. Buku lain berisikan
gambar-gambar yang diperuntukkan bagi anak-anak TK dan
berisikan sedikit sekali tulisan tentang George Washington
Carver. Empat atau lima buku lainnya sesuai dengan kebutuhan
mereka untuk mengerjakan tugas ini. Mereka mengamati ketika
saya memilih buku-buku dan menerangkan mengapa sebagian

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Mentilis Laporan 3 2 5

buku lebih tepat daripada lainnya. Saya tunjukkan pula bagai-
mana cara membuat tabel bibliografi untuk sumber-sumber
yang sangat tepat dan bermanfaat bagi mereka.

Komentar

Ada dua tujuan yang penting di sini. Tujuan pertama adalah
membedakan buku (sebagai sumber informasi) sesuai dengan
kemanfaatannya untuk mengerjakan tugas siswa (kriteria-kriteria
yang dipakai untuk membedakan buku-buku). Tujuan ini diklasifi-
kasikan sebagai menganalisis [berdasarkan] pengetahuan konseptual.
Tujuan kedna adalah belajar bagaimana cara membuat tabel biblio­
grafi. Tanpa informasi lain, kami mengklasifikasikan tujuan ini se­
bagai mengaplikasikan pengetahuan prosedural. Namun, jika tujuan ini
diajarkan sebagai strategi generik, bukan sebagai strategi yang khas
dalam ilmu sosial, aktivitas tersebut merupakan mengaplikasikan
pengetahuan metakognitif.

Pelajaran 10-16

Pelajaran 10-16 ini berlangsung selama lima hari. Siswa mencari
sumber-sumber informasi tentang tokoh terkenal Amerika yang
telah dipilih oleh kelompok mereka untuk dipelajari. Mereka
mencari sumber-sumber informasi yang relevan di perpustaka-
an dan internet. Saya bekerja sama dengan seorang ahli media
di sekolah dan menjadwalkan aktivitas siswa di perpustakaan
sekolah selama beberapa kali. Mereka membaca sumber-sumber
informasi yang tersedia, menentukan apakah sumber-sumber
ini dapat memberikan informasi yang berguna tentang tokoh
Amerika pilihan mereka.

Saya ingin mereka bertindak sebagai peneliti "yang sebenar-
nya" dan menentukan topik-topiknya ketika mereka membaca-
nya. Selama dua hari pertama (Pelajaran 10 dan 11), mereka
hanya membaca sekilas dan membuat catatan. Suasananya
tenang karena mereka membaca dan mencatat. Pada setiap akhir
pelajaran, anggota-anggota kelompok menempelkan catatan-

326 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

catatan mereka di papan tulis. Pada akhir hari kedua, mereka
mulai mengulas dan tukar-menukar catatan-catatan mereka
untuk menentukan tema-tema yang akan mereka kaji. Saya me-
nekankan pentingnya kerja sama kelompok sehingga semua
anggota kelompok dapat berpartisipasi. Catatan-catatan yang
ditempel dan berisikan beberapa ide kerap kali perlu ditulis
ulang supaya sesuai dengan satu kategori saja. Kategorisasi ini
berlangsung selama tiga hari (Pelajaran 12-14).

Dalam memonitor pekerjaan mereka, saya mendapati
bahwa sebagian kelompok tidak dapat mengategorisasikan
tema-tema dalam catatan mereka —meskipun mereka sudah
menulis 50 catatan. Ketika berusaha mengategorisasikan catat­
an-catatan sesuai dengan tema-temanya, mereka tak menemu-
kan tema-tema yang sama. Setelah mereka gagal "menemukan
tema-tema yang sama" dalam catatan-catatan tersebut selama
dua hari, saya membantu mereka. Saya memberikan satu atau
dua tema yang menurut saya mencerminkan isi catatan kelom­
pok mereka, atau saya meminta mereka untuk membaca lagi
buku-buku yang telah mereka seleksi.

Komentar

Penekanan dalam tujuh pelajaran ini adalah siswa menerapkan
prosedur yang berisi tiga langkah yang telah diajarkan dalam Pelajar­
an 3 dan 4, yakni: (1) mencatat, (2) mengategorikan catatan-catatan
mereka sesuai dengan tema-temanya, dan (3) menamai tema-tema­
nya. Ini merupakan aktivitas Menganalisis dengan Pengetahuan Pro-
sedural, yaitu langkah kedua yang mengharuskan siswa membeda-
kan. Lantaran langkah ini merupakan bagian dari proses aplikasi,
kami mengategorikan tujuan ini sebagai mengaplikasikan pengetahuan
prosedural.

Sekarang, setelah beberapa hari membuat catatan, aktivitas
membaca dan meneliti kelompok menjadi lebih terfokus ketika
anggota-anggota kelompok membaca secara lebih detail tema-
tema yang telah mereka catat. Pada Pelajaran 15, saya meminta

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan

kelompok-kelompok itu untuk menentukan bagaimana tema-
tema tersebutdibagi di antara anggota-anggota kelompokguna
dipresentasikan. Setiap anggota kelompok ditugasi untuk
mengkaji sebuah tema supaya laporan individual siswa tidak
sama.

Setelah membaca sekilas buku-buku dan artikel-artikel
tentang tema-tema tersebut, setiap siswa membuat sebuah kartu
bibliografi yang tertata, sebagaimana yang telah diajarkan
sebelumnya (Pelajaran 15 dan 16). Kartu-kartu bibliografi ini
diberikan kepada saya pada akhir Pelajaran 16. Saya mendapati
bahwa sebagian siswa hanya menulis satu atau dua sumber
dalambibliografi mereka. Saya berusaha membantu mereka ini
untuk mencari bahan lain atau memilih tokoh terkenal lain.
Sementara itu, siswa-siswa lain malah mencantumkan buku-
buku atau bahan-bahan lain yang terlalu berat bagi kelas empat.
Saya membantu mereka untuk mencari sumber-sumber yang
lebih tepat.

Komentar

Frasa yang membantu kami mengategorikan aktivitas ini adalah
"sebagaimana yang telah diajarkan sebelumnya". Siswa diajari
langkah-langkah untuk membuat kartu bibliografi dan diharapkan
untuk mempraktikkannya. Maka dari itu, kami menempatkan
aktivitas ini dalam kotak C3 (mengaplikasiknn pengetahuan prosedural).

Pada Pelajaran 15, siswa membagi tema-tema kepada anggota-
anggota kelompok untuk dikaji dan dipresentasikan. Aktivitas ini
berada dalam kategori yang sama dengan aktivitas-aktivitas pada
Pelajaran 5-8 dan tidak diklasifikasikan dalam Tabel Taksonomi (lihat
komentar-komentar atas Pelajaran 5-9).

Pelajaran 17-20

Pelajaran 17-20 menjadi semacam "Lokakarya Menulis". Siswa
membuat draf laporan tertulis tentang tema-tema kehidupan
tokoh terkenal yang telah mereka pilih. Setiap siswa berkonsul-

328 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

tasi tentang isi dan sistematika laporan tertulisnya. Beberapa
siswa perlu berkonsultasi lebih dari sekali. Draf-draf awal
mereka dibaca oleh teman-teman mereka yang kemudian mem-
beri masukan secara individual demi perbaikan draf tersebut.
Dalam membaca draf-draf itu, siswa menggunakan rubrik pen-
skoran, yang telah saya tunjukkan kepada mereka pada awal
pertemuan, untuk memberikan komentar dan masukan. Rubrik
penskoran tersebut agak membingungkan bagi sebagian siswa,
maka saya mengumpulkan mereka yang masih bingung itu dan
menjelaskan kriteria-kriteria dan deskripsi-deskripsi yang
dirancang untuk memandu penulisan mereka. Siswa pun dapat
membaea Ceklis Revisi dan Penyuntingan (lihat Lampiran C
pada akhir bab ini) yang sering dipakai dalam aktivitas-aktivitas
Lokakarya Menulis sebelumnya. Setelah bekerja keras di sekolah
dan di rumah, mereka dapat menyelesaikan tugas ini tepat
fvaktu.

\

Komentar

Aktivitas-aktivitas pembelajaran pada empat pelajaran ini ter-
fokus pada pembuatan laporan tertulis (Mencipta) dan kritik terhadap
draf-draf awal mereka (Mengevaluasi). "Membuat laporan tertulis"
membutuhkan Pengetahuan Faktual (informasi yang spesifik) dan
Pengetahuan Konseptual (tema-tema). "Mengkritik" membutuhkan ter-
utama Pengetahuan Konseptual (yakni, rubrik penskoran dan Ceklis
Revisi dan Penyuntingan). Syahdan, kami menempatkan aktivitas-
aktivitas ini dalam kotak A6 (mencipta [berdasarkan] pengetahuan
faktual), B6 (mencipta [berdasarkan] pengetahuan konseptual), dan B5
(mengevaluasi [berdasarkan] pengetahuan konseptual).

Pelajaran 21-30

Akan tetapi, unit pelajaran ini belum selesai meskipun laporan
tertulis siswa sudah dikumpulkan. Siswa belum menyampaikan
laporan lisan! Maka, saya meminta siswa mendiskusikan skala
kiraan yang digunakan untuk mengevaluasi laporan lisan (lihat

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan

Lampiran B). Siswa diminta untuk memilih dan, dengan ang-
gota-anggota kelompok mereka, mendiskusikan aspek kehidup-
an tokoh pilihan mereka yang akan dipresentasikan. Setiap
kelompok mendengarkan rencana anggota-anggotanya untuk
niempresentasikannya — dan bagaimana cara mereka mem-
presentasikannya secara informatif dan menarik. Sebagian siswa
, berencana mengenakan pakaian yang menggambarkan tokoh
pilihan mereka. Sebagian siswa lain berencana membagikan
berbagai artefak sang tokoh sebagai contoh konkretnya. Se­
bagian siswa lainnya lagi menyiapkan presentasi mereka. Setiap
siswa mengerti bahwa laporan lisannya dipresentasikan tidak
boleh lebih dari lima menit. Saya mengalokasikan waktu 25
menit per hari selama 10 hari untuk presentasi —siswa yang
presentasi juga mempunyai sedikit waktu untuk menanggapi
pertanyaan dan/atau komentar siswa lain (Pelajaran 21-30).
Aktivitas pembelajaran ini berlangsung selama enam pekan.

Komentar

Dalam menganalisis aktivitas pembelajaran ini dengan Tabel
Taksonomi, kami terfokus pada skala kiraan yang digunakan untuk
mengevaluasi laporan lisan (Lampiran B). ^Carena skala kiraan tak
lain merupakan kriteria, kami berpendapat bahwa skala kiraan ter-'
sebut merupakan Pengetahuan Konseptual. Presentasi siswa didasar-
kan pada Pengetahuan Faktual. Lebih lanjut, kami melihat bahwa siswa
diharapkan untuk menggunakan skala kiraan tersebut dalam me-
rencanakan presentasi mereka. Maka, kami berpendapat kategori-
proses kognitif yang tepat untuk aktivitas ini adalah Mencipta. Dan,
tujuan aktivitas pembelajaran ini adalah mencipta [berdasarkan]
pengetahuan konseptual dan pengetahuan faktual (sebab pengetahuan
faktual berisikan bahan mentah untuk membuat laporan tertulis).
Rangkuman analisis kami atas seluruh aktivitas pembelajaran
dengan Tabel Taksonomi ditunjukkan pada Tabel 13.2.

330 Pembelajaran, Pengajaran, clan Asesmen

Tabel 13.2. Analisis Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan den

Dimensi 1. 2. D
Pengetahuan Mengingat Memahami Menga

A. Aktivitas-aktivitas
Pengetahuan Pelajaran 2
Faktual

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran M em ilis Laporaa B. Aktivitas-aktivitas Aktivitas-aktivitas

Pengetahuan Pelajaran 1 Pelajaran 2

Konseptual

C. A ktivitas
Pengetahuan Pelajaran
tas-aktivita
Prosedural 9-14; Akti
tas Pelaja

ngan Tabel Taksonoml Berdasarkan Aktlvitas-aktivitas Pembelajarannya

Dimensi Proses Kogmtif

3. 4. 5. 6.
aplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta

Tujuan 3: Tujuan 4

Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 17-20;
Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 21-30
/

Tujuan 1; Aktivitas-aktivitas Tujuan 3: Tujuan 4
Tujuan 2 Pelajaran 4; Aktivitas- Aktivitas-aktivitas
Aktivitas-aktivitas aktivitas Pelajaran Pelajaran 17-20,
Pelajaran 3,4. 9 17-20 Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 21-30

s -a k tiv ita s
3, 4; Aktivi­
as Pelajaran
ivitas-aktivi­

aran 16

332 Dimensi D
Pengetahuan Menga
1. 2.
D. M e n g in g at Memahami
Pengetahuan
Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Metakognitif

Keterangan:

Tujuan 1 = Memilih sumber-sumber informasi yang berkaitan deng
Tujuan 2 = Memilih informasi tentang tokoh terkenal dalam sejara
Tujuan 3 = Menulis teks inform al yang menjelaskan kepada tem

kehidupan tokoh terkenal dalam sejarah Amerika dan y
tokoh tersebut pada masyarakat.
Tujuan 4 = Mempresentasikan sebagian isi tulisannya di depan ke

Catatan: Seperti telah dibahas sebelumnya, aktivitas-aktivitas pembe
Taksonomi.

Dimensi Proses Kognitif

3. 4. 5. 6.
aplikasikan M e n g an a lisis Mengevaluasi Mencipta

'

gan menulis laporan tentang tokoh terkenal dalam sejarah Amerika.
ah Amerika yang relevan dengan tujuan-tuju'an laporan tertulis dan lisan siswa.
man-teman mereka dan anggota komunikasi sekolah aspek-aspek penting dalam
yang memuat pendapat siswa tentang bagaimana pengaruh kontribusi-kontribusi

elas.

elajaran yang berkaitan dengan Pelajaran 5-8 dan 15 tidak dianalisis dengan Tabel

BAGIAN 3: ASESMEN

Saya mengases dan mengevaluasi pembelajaran siswa pada unit
ini. Secara khusus, saya mengases dan melatih mereka dalam meng-
gunakan prosedur penelitian, dalam mengevaluasi sumber-sumber
informasi, dalam memilih tema, dan dalam menulis laporan. Mana-
kala mereka membutuhkanbimbingan tambahan secara individual,
saya mengajari mereka secara eksplisit supaya mereka lebih paham.
Di sini, saya mengandalkan penilaian dari kolega saya, ahli media,
yang mengamati perkembangan siswa secara sangat cermat.

Saya juga secara saksama mengamati siswa ketika mereka men-
cari dan memilih informasi tentang tokoh-tokoh terkenal Amerika
yang mereka pelajari. Sebagian siswa memanfaatkan perpustakaan
dan internet dengan mahir untuk mencari informasi. Sebagian siswa
lainnya kurang mahir. Saya terus melatih siswa-siswa yang meng-
alami kesulitan, dan meminta siswa-siswa yang mahir untuk mem-
bantu teman-teman merek<r yang kurang mahir. Setelah berkonsultasi
dengan ahli medianya dan mempelajari catatan-catatan saya, saya
menyimpulkan bahwa kemampuan hampir setiap anak dalam men­
cari informasi meningkat pada akhir pengajaran unit ini.

Si ahli media dan saya sangat memerhatikan keputusan-ke-
putusan siswa dalam memilih sumber-sumber informasi untuk pem-
buatan laporan mereka. Sebagian siswa membutuhkan bantuan dari
teman mereka. Proses pemilihan sumber informasi terkendala oleh
faktor "relevansi" dan juga "aksesibilitas". Beberapa siswa dapat me­
milih sumber-sumber informasi yang relevan, tetapi level bacaan
sumber-sumber ini terlalu sulit bagi mereka. Di sini, bantuan indi­
vidual menjadi sangat penting. Namun, pada akhir pengajaran, kami
yakin bahwa sebagian besar siswa sudah menangkap ide "relevansi"
dalam memilih bahan-bahan tulisan mereka.

Untuk mengevaluasi tujuan ketiga dan tujuan keempat, saya
menggunakan Primary Trait Scoring Guide (lihat Lampiran D) dan
skala kiraan untuk laporan lisan (Lampiran B) secara berurutan.
Hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan siswa sudah mencapai
dua tujuan tersebut, tetapi sebagian siswa lainnya belum. Saya men-
cermati usaha-usaha mereka yang belum mencapai tujuan-tujuan

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 3 3 3

tersebut untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan mereka. Unit
ini diajarkan sejak awal Maret, dan tersedia waktu dalam unit-unit
pelajaran selanjutnya untuk mengajarkan ulang sebagian keterampil-
an dan pengetahuan penting ini.

Komentar

Asesmen informal dan formal dilakukan terhadap pembelajaran
siswa. Asesmen informal dilakukan dalam Pelajaran 3, 10, 11, dan
16. Pada Pelajaran 3, asesmennya terfokus pada keterampilan men-
catat (yaitu, cara membuatcatatan). Asesmen ini menilai proses kog-
nitif mengaplikasikan pengetahuan prosedural. Pada Pelajaran 10 dan
11, asesmennya terfokus pada kemampuan siswa dalam mencari
tema (yakni, menganalisis informasi dalam catatan-catatan mereka).
Asesmen ini menilai proses kognitif menganalisis pengetahuan konsep-
tual (Pengetahuan Konseptual yang digunakan dalam tema-temanya
atau kategori-kategorinya yang dibuat oleh siswa). Asesmen pada
Pelajaran 16 terfokus pada penyusunan bibliografi oleh siswa. Pe-
nyusunan bibliografi ini menekankan jumlah sumber bacaan dan
level bacaarmya. Oleh karena asesmen ini jelas menilai dua tujuan
pertama, kami mengklasifikasikannya sebagai menganalisis pengetahu­
an konseptual (meskipun, seperti telah disebutkan dalam pembahasan
kami atas tujuan-tujuan pembelajarannya, terdapat pula proses kog­
nitif mengaplikasikan pengetahuan prosedural).

Dua asesmen formal dilakukan terhadap laporan tertulis dan
presentasi lisan siswa. Dalam menganalisis dua asesmen ini, kami
memusatkan perhatian pada Primary Trait Scoring Guide (Lampiran
D) dan skala kiraan yang dipakai untuk mengevaluasi laporan lisan
(Lampiran B). Keduanya merupakan kerangka konseptual yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas produk buatan siswa.
Perlu dicatat bahwa pelaku "mengevaluasi" di sini adalah guru,
bukan siswa. Apa yang dievaluasi adalah produk-produk yang di­
buat oleh siswa. Produk-produknya berisi Pengetahuan Faktual (de-
tail-detailnya) dan Pengetahuan Konseptual (tema-temanya). Oleh
karena itu, asesmen ini menilai proses kognitif mencipta [berdasarkan]

334 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

pengetahuan faktual dan konseptual. Maka, kami menempatkan
tujuan-tujuan tersebut dalam kotak A6 (mencipta [berdasarkan]
pengetahuan faktual) dan B6 (mencipta [berdasarkan] pengetahuan
konseptual). Rangkuman analisis kami atas asesmen informal dan
formal ini ditunjukkan pada Tabel 13.3.

BAGIAN 4 : KOMENTAR PENUTUP
Pada bagian ini, kami akan menilik dan mengomentari sketsa

pembelajaran Menulis Laporan ini dengan empat pertanyaan pokok:
pertanyaan tentang pembelajaran, pertanyaan tentang instruksi,
pertanyaan tentang asesmen, dan pertanyaan tentang kesesuaian di
antara ketiga komponen itu.

Pertanyaan tentang Pembelajaran

\

Sebagaimana tampak dari judul sketsa pembelajaran ini, unit
pelajarannya adalah menulis laporan. Seluruh tujuan unit ini ialah
siswa belajar menulis makalah hasil penelitian (research paper) dan
belajar mempresentasikan sebagian isi makalahnya secara lisan.
Tujuan ini tampak jelas pada Tujuan 3 dan 4 (lihat Tabel 13.1). Tujuan
pokok ini dapat dimasukkan dalam kotak A6 dan B6 dalam Tabel
Taksonomi (mencipta [laporan tertulis dan presentasi lisan berdasar­
kan] pengetahuan faktual dan pengetahuan konseptual). Dalam konteks
seluruh unit pelajarannya, Tujuan 1 dan 2 merupakan prasyarat atau
fasilitator untuk mencapai Tujuan 3 dan 4, tetapi prasyarat atau fasili-
tator ini sangat penting. Setelah siswa mencapai dua tujuan pertama,
berarti mereka sudah menguasai "bahan mentah" yang mereka
butuhkan untuk mencapai Tujuan 3 dan 4. Akan tetapi, untuk men­
capai Tujuan 1 dan 2, siswa harus dapat Menganalisis bahan-bahan
itu berdasarkan relevansi, signifikansi, dan level bacaannya untuk
kelas empat SD. Untuk dapat menganalisis, mereka harus mengerti
apa makna "relevansi", "signifikansi", dan "level bacaan"; artinya,
mereka membutuhkan Pengetahuan Konseptual.

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 3 3 5

3 3 6 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Tabel 13.3. Analisis Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan denga

Dimensi 1. 2. Di
Pengetahuan Mengingat Memahami
3.
Mengapli

A. Aktivitas-aktivitas
Pengetahuan Pelajaran 2
Faktual

B. Aktivitas-aktivitas Aktivitas-aktivitas
Pengetahuan Pelajaran 1 Pelajaran 2

Konseptual

C. /
Pengetahuan
Prosedural A ktivitas-a
Pelajaran 3,4
A ktivitas-a
Pelajaran 9-1
A ktivitas-a
Pelajaran 16;
Asesmen 1,3

T

an Tabel Taksonomi Berdasarkan Asesmennya

imensi Proses Kognitif

. 4. 5. 6.
ikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta

Tujuan 3; Tujuan 4
Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 17-20;
Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 21-30;
Asesmen F1, F2

Tujuan 1; Tujuan 2 Aktivitas-aktivitas Tujuan 3;Tujuan 4
Aktivitas-aktivitas Pelajaran 4; Aktivitas- Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 3,4, 9; aktivitas Pelajaran 17- Pelajaran 17-20;
Asesmen 2, 3 20 Aktivitas-aktivitas
Pelajaran 21-30;
asesmen F1, F2

a k tiv ita s
4;

a k tiv ita s
14;
a k tiv ita s
;
3

Dimensi 1. 2. Menga
Pengetahuan Mengingat Memahami

D.

Pengetahuan
Metakognitif

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran M enulis Laporan Keterangan:

Tujuan 1 = Memilih sumber-sumber informasi yang berkaitan deng
Tujuan 2 = Memilih informasi tentang tokoh terkenal dalam sejarah
Tujuan 3 = Menulis teks informatif yang menjelaskan kepada tema

kehidupan tokoh terkenal dalam sejarah Amerika dan ya
tokoh tersebut pada masyarakat.
Tujuan 4 = Mempresentasikan sebagian isi tulisannya di depan ke
Asesmen 1,2, dan 3 mengacu pada tiga asesmen informal yang te
dua asesmen formal.
Catalan : Seperti telah dibahas sebelumnya, aktivitas-aktivitas pem
Tabel Taksonomi.
Kotak-kotak yang berwarna hitam menunjukkan kesesuaian yang
asesmen terdapat di dalam kotak yang sama. Kotak-kotak yang berw
sama.

Dimensi Proses Kognitif

3. 4. 5. 6.
aplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta

/
gan menulis laporan tentang tokoh terkenal dalam sejarah Amerika.
h Amerika yang relevan dengan tujuan-tujuan laporan tertulis dan lisan siswa.
an-teman mereka dan anggota komunikasi sekolah aspek-aspek penting dalam
ang memuat pendapat siswa tentang bagaimana pengaruh kontribusi-kontribusi

elas.
erpisah; asesmen F1 (laporan tertulis) dan F2 (presentasi lisan) mengacu pada

mbelajaran yang berkaitan dengan Pelajaran 5-8 dan 15 tidak dianalisis dengan

paling tinggi di antara ketiga komponen—tujuan, aktivitas pembelajaran, dan
warna lebih terang menunjukkan dua komponennya terdapat dalam kotak yang

Pertanyaan tentang Instruksi

Aktivitas-aktivitas pembelajaran awal (Pelajaran 1 dan 2) di-
maksudkan untuk mengenalkan unit ini kepada siswa (lihat Tabel
13.2). Ms. Vandie menjelaskan kepada siswa kriteria-kriteria yang
akan digunakan untuk mengevaluasi produk-produk akhir mereka,
dan mereka mulai mengeksplorasi bagaimana cara memilih infor-
masi-informasi yang dibutuhkan untuk menyusun produk-produk
akhir mereka.

Seperti ditunjukkan pada Tabel 13.2, banyak pelajaran di-
maksudkan untuk mengaplikasikan pengetahuan prosedural. Gurunya
mengharapkan siswa untuk melakukan tiga langkah, dari mencari
sumber-sumber informasi yang sudah tersedia sampai menulis lapor-
an: (1) mencatat, (2) mengelompok-ngelompokkan catatan-catatan
berdasarkan tema-temanya, dan (3) menamai setiap kelompok tema-
nya. Dalam pelajaran-pelajaran ini, gurunya memberi contoh pe-
laksanaan tiga langkah tersebut. Gurunya juga memberi bantuan
individual (yakni, "melatih") kepada siswa-siswa yang tidak dapat
mengaplikasikan langkah-langkah itu. Perlu diperhatikan bahwa
prosedur tiga langkah ini mengasumsikan bahwa bahan-bahannya
telah dipilihkan sesuai dengan kebutuhan siswa. Asumsi ini didasar-
kan pada penjelasan gurunya tentang Pelajaran 15 dan 16. Agaknya,
banyak siswa belum dapat mencari sumber-sumber informasi yang
tepat dalam jumlah yang memadai.

Pada separuh pengajaran unit ini (Pelajaran 17-20), penekanan-
nya beralih ke tujuan-tujuan yang lebih kompleks: mengevaluasi
[berdasarkan] pengetahuan konseptual, dan mencipta [berdasarkan]
pengetahuan konseptual. Format pelajarannya adalah "Lokakarya
Menulis". Siswa menulis laporan dan mengkritisi draf-draf laporan
teman-teman mereka.

Pada sepuluh hari terakhir pengajaran unit ini, siswa menyiap-
kan presentasi lisan dan mempresentasikan sebagian laporan tertulis
mereka. Siswa menggunakan skala kiraan untuk menyiapkan pre­
sentasi lisan mereka (lihat Lampiran B). Merencanakan adalah proses
kognitif dalam kategori Mencipta; skala kiraannya merupakan kriteria
(Pengetahuan Konseptual). Namun, siswa memiliki Pengetahuan Faktual

338 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

tentang tokoh-tokoh terkenai Amerika yang telah mereka pelajari,
yang tertata sesuai dengan tema-tema yang mereka identifikasi (Pe­
ngetahuan Konseptual). Maka, kami mengklasifikasikan aktivitas-
aktivitas pembelajaran selama dua pekan ini sebagai menciptn [ber-
dasarkan] pengetahuan faktual dan konseptual.

Pertanyaan tentang Asesmen

Asesmen formal dan informal digunakan. Seperti tampak dalam
Tabel 13.3, asesmen informalnya menilai proses-proses kognitif meng-
amlisis pengetahuan konseptual dan mengaplikasikan pengetahuan pro­
cedural. Menariknya, menganalisis pengetahuan konseptual merupakan
bagian integral dari Pengetahuan Konseptual yang diajarkan kepada
siswa untuk dipraktikkan. Maka, di sini satu tujuan (menganalisis
pengetahuan konseptual) melekat pada tujuan lain (mengaplikasikan
pengetahuan prosedural). Tabel 13.3 memperlihatkan bahwa asesmen
informalnya memberi informasi kepada guru tentang tingkat pen-
capaian dua tujuan pertamanya oleh siswa.

Berkebalikan dengan asesmen informal, asesmen formal ter-''
fokus pada dua tujuan terakhir. Yang menarik adalah penggunaan
skala kiraan dan rubrik penskoran yang bersifat generik untuk
mengases Tujuan 3 dan 4. Pendekatan yang bersifat generik berisiko
menghilangkan kriteria-kriteria yang spesifik dalam tujuan-tujuan-
nya (yakni, "bagaimana pengaruh kontribusi-kontribusi tokoh ter-
sebut pada masyarakat" pada Tujuan 3 dan "informasi penting
tentang sebagian kehidupan si tokoh" pada Tujuan 4),

Pertanyaan tentang Kesesuaiannya

Tabel 13.3 memberi informasi yang kami butuhkan untuk mem-
bahas masalah kesesuaian antara tujuan, aktivitas pembelajaran dan
asesmennya. Sebenarnya, sebagian masalah ini telah dibahas dalam
komentar-komentar sebelumnya. Dalam mengomentari masalah
pembelajaran, misalnya, kami mengatakanbahwa aktivitas-aktivitas
pembelajaran awal memberi siswa pandangan umum tentang unit
ini. Maka, tidaklah mengejutkan bahwa aktivitas-aktivitas pem-

Bab 13 : Sketsa Pembeiajaran Menulis Laporan

toelajaran itu tidak sesuai dengan tujuan-tujuan atau asesmen-
asesmermya. Demikian pula, dalam membahas masalah asesmennya,
kami menulis bahwa asesmen informal bersesuaian dengan dua tuju-
an pertamanya, sedangkan asesmen formalnya bersesuaian dengan
dua tujuan terakhirnva.

Kesesuaian yang kuat tampak pada kotak A6 (mencipta [ber­
dasarkan] pengetahuanfaktual), B4 (menganalisis [berdasarkan] penge-
tahuan konseptnal), dan B6 (mencipta [berdasarkan] pengetahuan konsep-
tual). Setiap kotak ini memiliki minimal satu bagian dari tujuan,
aktivitas pembelajaran, dan asesmennya. Sebaliknya, ketidaksesuai-
annya tampak pada kotak C3 (mengaplikasikan pengetahuan prosedural)
dan khususnya B5 (mengevaluasi [berdasarkan] pengetahuan konsep-
tnal). Namun, meskipun kotak C3 berisikan sembilan pelajaran dan
dua asesmen informal, tanpa tujuan yang eksplisit, kotak tersebut
berkaitan erat dengan kotak B4. Sama halnya, kotak B5 berisikan
lima pelajaran, tidak mempunyai tujuan yang eksplisit, dan tidak
pula mengandung asesmen informal atau formal, tetapi berkaitan
dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran pada kotak A6 dan B6.

BAGIAN 5: PERTANYAAN-PERTANYAAN PENUTUP

Dalam menganalisis semua sketsa pembelajaran, kami masih
memiliki beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Dua pertanyaan
paling penting yang belum terjawab dalam menganalisis sketsa
pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pem­

belajaran Pengetahuan Prosedural yang melibatkan proses-proses
kognitif yang lebih kompleks? Salah satu penekanan utama
dalam unit pelajaran ini adalah siswa mengaplikasikan tiga
langkah dari mencari "informasi mentah" sampai informasi
yang disusun untuk menulis laporan. Prosedurnya adalah
mencatat, menata catatan-catatan itu berdasarkan topik atau
temanya, dan menamai kelompok temanya. Langkah mencatat
melibatkan proses membedakan bagian-bagian informasi yang
relevan dari yang tidak relevan. Menata atau mengorganisasi
melibatkan proses menentukan bagaimana elemen-elemennya

340 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

(yakni, catatan-catatannya) tertata dalain suatu struktur. Maka,
dua dari tiga langkahnya melibatkan proses-proses kognitif
dalain kategori Menganalisis. Dalam beberapa tulisan Ms. Vandie
di atas, ia menyatakan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam
mengaplikasikan langkah-langkah tersebut. Berdasarkan ana-
lisis kami, kesulitan ini paling mungkin terjadi dalam Meng­
analisis, bukan Mengaplikasikan. Apa yang dapat kita lakukan
untuk membantu siswa mengembangkan proses-proses kognitif
yang mereka butuhkan untuk dapat mengaplikasikan pengetahuan
pmsedural?
2. Dalam mengases tujuan-tujuan yang termasuk dalam kategori
proses kognitif Mencipta, seberapa penting kritei'ia evaluasi
untuk mengevaluasi komponen pengetahuan dalam tujuan
pembelajarannya? Kami telah mengatakan bahwa skala kiraan
dan rubrik penskorannya berisikan kriteria-kriteria yang cukup
umum. Siswa mungkin akan memperoleh manfaat jika menge-
tahui kriteria-kriteria tersebut ketika mereka menulis laporan
atau menyiapkan presentasi lisan mereka. Menurut kerangka
pikir kami, pengetahuan tentang kriteria yang digunakan untuk
mengevaluasi adalah Pengetahuan Konseptual. Pengetahuan
tentang kriteria evaluasi mesti dibedakan dari pengetahuan
tentang kriteria untuk menentnkan kapan hams menggunakan pro-
sedur yang tepat, yang merupakan komponen dari Pengetahuan
Pmsedural (lihat pembahasan tentang Pengetahuan Prosedural
pada Bab 4). Sekali lagi, pengetahuan tentang kriteria evaluasi
merupakan Pengetahuan Konseptual. Dalam menata informasi
yang siswa peroleh dari bacaan-bacaan tentang tokoh terkenal
Amerika, siswa menempatkan informasi yang relevan dalam
kategori-kategori berdasarkan tema-temanya. Pengetahuan
tentang kategori-kategori ini juga merupakan Pengetahuan
Konseptual. Skala kiraan dan rubrik penskorannya berisikan
kriteria-kriteria yang hanya relevan dengan pengetahuan
tentang kriteria evaluasi, bukan dengan pengetahuan tentang
kategori isi. Apakah tema-tema tadi menyatu dengan kriteria-
kriteria evaluasinya? Apakah nama-nama kategorinya secara

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 3 4 1

akurat dan tepat merepresentasikan informasi yang terkandung
di dalamnya? Seberapa penting skala kiraan dan rubrik pen-
skorannya harus memuat setidaknya beberapa kriteria yang
relevan dengan Pengetalnian Konseptual— pengetahuan tentang
prinsip-prinsip dan generalisasi? ■

342 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Lampiran A: Kriteria Penulisan Level Menengah

No. Pengembangan P en g o r g a n isa sia n

4 Tulisan saya mengan- Tulisan saya berisikan Ka

dung inform asi-infor- pendahuluan, isi, dan ke-

masi yang sangat detail. simpulan. Sa

des

Informasi-informasi de- Saya memakai kata-kata kat

tailnya dijelaskan de- penghubung untuk me-

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran M enulis Laporan ngan baik. ngaitkan bagian awal.

tengah dan akhir secara

In fo rm a s i-in fo rm a s i logis.

detailnya menjelaskan

topiknya.

3 In fo rm a s i-in fo rm a s i Tulisan saya berisikan pen­ Ka

detailnya spesifik. dahuluan. isi, dan penutup. ber

D ik si Struktur Kalimat Tata Tulis

ata-kata saya bervariasi. Saya menulis kalimat- Saya memakai tanda-
kalimat yang lengkap. tanda baca berikut de­
aya memakai kata sifat ngan benar:
skriptif, kata kerja, dan Saya memulai kalimat huruf kapital
ta keterangan. dengan beragam cara.
titik, koma.apostrof, dan
/ Kalimat-kalimat saya tanda kutip
dapat dipahami.
subjek, predikat, dan
kata ganti

ejaan

ata-kata saya biasanya Saya biasanya menulis Saya biasanya memakai
tanda-tanda baca berikut
rvariasi. kalimat-kalimat yang dengan benar:
huruf kapital
lengkap.

344 No. Pengembangan P en g o rg a n isa sia n

Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Inform asi-inform asi Informasi-informasi detail­ Say
detailnya biasanya di- nya ditulis secara sis- kata
jelaskan dengan baik tematis dan dapat di- kerj
pahami. an.
Informasi-informasi de­
tailnya biasanya men-
jelaskan topiknya.

2 Tulisan saya mengan- Tulisan saya tidak me- Say

dung beberapa infor- ngandung pendahuluan, ulan

masi yang mendetail. atau isi, atau penutup.

Say

Sebagian informasi de­ Sebagian informasi dptail- ban

tailnya tidak tepat. nya ditulis dengan sis- kata

tematis.

Sebagian informasi

detailnya perlu dijelas-

kan.

Saya kadang terfokus
pada topiknya.

D ik si Struktur Kalimat Tata Tulis

ya memakai beberapa Saya biasanya memulai titik, koma, apostrof, dan
a sifat deskriptif, kata kalimat dengan bera- tanda kutip
ja, dan kata keterang- gam cara.
subjek, predikat, dan
Kalimat-kalimat saya kata ganti
selalu dapat dipahami.
ejaan

ya kadang mengulang- Saya kadang menulis Saya kadang memakai
ng kata atau ide. kalim at-kalim at yang tanda-tanda baca
lengkap. berikut dengan benar:
ya membutuhkan lebih huruf kapital
nyak kata deskriptif dan Saya sering memulai
a kerja. kalimat dengan cara yang titik, koma, apostrof,
sama. dan tanda kutip

subjek, predikat, dan
kata ganti

ejaan

No. Pengembangan P en g o rg a n isa sia n

1 Tulisan saya mengan- Tulisan saya tidak berisi- Saya

dung sedikit atau tidak kan pendahuluan, isi, atau kata

mengandung informasi penutup.

yang detail. Saya

Tulisan saya tidak sis- bebe
Tulisan saya sangat tematis.

pendek. Saya

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran M enulis Laporan desk

Saya tidak terfokus pada

topiknya.

D ik si Struktur Kalimat Tata Tulis

a sering mengulang Kalim at-kalim at saya Saya lupa memakai
tanda-tanda baca ber-
yang sama. tidak lengkap. ikutdengan benar:
huruf kapital
a tidak menggunakan
erapa kata. titik, koma, apostrof,
dan tanda kutip
a perlu mepnakai kata
kriptif dan kata kerja. subjek, predikat, dan
kata ganti

ejaan

Lam piran B: Berbicara

Nama siswa:______________________ Topik pembicaraan:_________________ _______
Petunjuk: Nilailah keterampilan berbicara siswa dengan skor 1-4 pada setiap kriteria di bawah
ini. Tulislah komentar tambahan di bagian bawah.

Perlu Cukup Baik Baik

diingatkan Sekali

Keterampilan berbicara 1 2
1 2
Melihat audiens saat berbicara 1 2
Sikap badannya baik 1 2
Berbicara dengan jelas 1 2
Nada dan volume suaranya tepat 1 2
Mengucapkan kata-kata dengan jelas 1 2
Memakai jeda dan gerak tubuh secara efektif 1 2
Tidak gelisah saat berbicara 1 2
Tidak tersendat-sendat (misalnya, “e", “em”)
Berbicara secara sistematis 1 2
Berbicara dengan tujuan yang jelas: 1 2
1 2
untuk memberi informasi 1 2
untuk menghibur
untuk memberi petunjuk 1 2
untuk memengaruhi
untuk mengungkapkan perasaan dan 2 34
pendapat pribadi 2 34
2 34
Strategi Presentasi 2 34
2 34
Memilih topik dan bahan yang tepat 2 34
Menyiapkan presentasi secara efektif 2 34
Menata informasi secara efektif 2 34
Memakai alat bantu visual secara tepat
Tujuan presentasi tercapai
Memakai kosakata yang tepat
Berbicara sesuai dengan tujuan dan audiens
Mengekspresikan diri secara efektif

Komentar

346 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Lampiran C: Ceklis Revisi dan Penyuntingan
____Apakah saya menulis sesuai dengan topiknya?
____Apakah saya terfokus pada topik yang telah ditentukan?
____Apakah saya menuliskan informasi-informasi yang mendetail?
____Apakah saya memberi contoh atas informasi-informasi detailnya?
____Apakah saya menulis secara sistematis?
____ Apakah ide-ide yang saya tulis jelas bagi orang lain?
____Apakah saya memilih kata-kata secara teliti untuk mengungkapkan apa yang ingin

saya tulis?
____Apakah saya menulis kalimat yang lengkap?
____Apakah saya memakai ejaa"n, tata bahasa, huruf besar, dan tanda-tanda baca

dengan benar?
Sumber: Delaware Department of Education.

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menulis Laporan 347

Lam piran D: Prim ary Trait Scoring: M enulis Laporan

Nama: Tanggal: Bentuk:
Poin: Skor: 48-45 = Baik sekali
Isi: 44-41 = Baik
4 = Selalu 40-37 = Baik sekali 40-37 = Cukup
3 = Biasanya 36-34 = Baik 36-34 = Perlu ditingkatkan
2 = Kadang-kadang 33-31 = Cukup 33-0 = Tidak memuaskan
1 = Jarang 30-28 = Perlu ditingkatkan
0 = Tidak pernah 27-0 = Tidak memuaskan

Isi:

1. Apakah topiknya terfokus?
2. Apakah audiensnya tertarik pada laporan ini?
3. Apakah laporan ini sistematis (pendahuluan, isi, kesimpulan)
4. Apakah pendahuluannya mengungkapkan pokok pikiran laporannya?
5. Apakah fakta-fakta dalam laporan sesuai dengan topiknya?
6. Apakah penutupnya merangkum, memberi solusi, atau menjawab

pertanyaan audiens?
7. Apakah pendapat penulisnya tampak jelas?
8. Apakah laporannya dapat dipahami?
9. Apakah ada bukti hasil penelitian (sumber tulisan, wawancara)?
10. Apakah pengalaman atau pengetahuan penulis sebelumnya ditulis?

V

Jumlah

348 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Bentuk:
1. Apakah laporannya diberi judul?
2. Apakah baris pertama setiap paragraf menjorok ke dalam?
3. Apakah setiap bentuk kata kerjanya benar?
4. Apakah setiap kata ganti dipakai dengan benar?
5. Apakah semua kata penting dalam judulnya diawali dengan huruf kapital?
6. Apakah setiap kalimatnya diawali dengan huruf kapital?
7. Apakah kata-kata benda tertentu diawali dengan huruf kapital?
8. Apakah setiap kalimat diakhiri dengan tanda baca yang benar?
9. Apakah terdapat tanda-tanda baca di tempat yang membutuhkan?

10. Apakah penulisan ejaan setiap kata benar?
11. Apakah formatnya benar?
12. Apakah terdapat gambar pendukung?

Jumlah

Bab 13 : Sketsa Pembelajaran Menu Ms Laporan

Bab 14

Mengurai
Masalah-masalah Pelik
dalam Pembelajaran
di Kelas

K ami yakin bahwa taksonomi edisi revisi ini memberi banyak
manfaat untuk membahas empat pertanyaan dasar yang telah kami
sebutkan di Bab 1, yaitu:
1. Apa yang perlu dipelajari oleh siswa dari belajar di sekolah dan

ruang kelas dalam waktu yang terbatas? (pertanyaan tentang
pembelajaran).
2. Bagaimanakah rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang
dapat menghasilkan level-level belajar yang tinggi bagi banyak
siswa? (pertanyaan tentang pembelajaran).
3. Bagaimanakah guru memilih atau merancang instrumen-instru-
men dan prosedur-prosedur asesmen yang menghasilkan infor-
masi akurat tentang seberapa bagus hasil belajar siswa? (per­
tanyaan tentang asesmen).
4. Bagaimanakah guru yakin bahwa tujuan, aktivitas pembelajar­
an, dan asesmennya saling bersesuaian? (pertanyaan tentang
kesesuaian semua komponennya).

Pada bagian akhir dari setiap sketsa pembelajaran di Bab 8-13,
kami secara ringkas membicarakan empat pertanyaan dasar ini.

350 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Analisis kami atas sketsa-sketsa tersebut, juga diskusi kami yang
intensif dalam pertemuan-pertemuan selama beberapa tahun
terakhir, bermuara pada kesimpulan-kesimpulan yang berkaitan
dengan empat pertanyaan itu. Dalam bab ini, kami membahas
sembilan kesimpulan.

Dua kesimpulan di antaranya bertalian dengan pertanyaan
tentang pembelajaran.

1. Transfer dan retensi adalah dua tujuan pembelajaran yang
penting. Di sini, proses-proses kognitif yang lebih kompleks
sangat bermanfaat. Proses-proses kognitif yang lebih kompleks
ditransfer dari konteks tempat proses-proses itu dipelajari ke
konteks lainnya. Setelah siswa mengembangkan proses-proses
kognitif tersebut, proses-proses kognitif tadi disimpan di
memori dalam jangka waktu yang cukup panjang. Proses-proses
kognitif itu juga dapat digunakan sebagai aktivitas-aktivitas
untuk memudahkanpencapaian tujuan-tujuan pendidikan yang
berupa proses-proses kognitif yang kurang kompleks. Dalam
kasus yang disebut terakhir ini, pembelajaran proses kognitif
yang kompleks menjadi cara untuk mencapai tujuan, bukan
tujuan itu sendiri.

2. Proses-proses kognitif berbeda-beda, demikian pula jenis-jenis
pengetahuannya. Pengetahuan dan proses-proses kognitif
menentukan apa yang sebenarnya dipelajari oleh siswa. Pilihan
jenis pengetahuan kerap kali menentukan proses (-proses)
kognitifnya. Sama halnya, pilihan proses kognitifnya acap'kali
menentukan jenis-jenis pengetahuannya.

Dua kesimpulan berhubungan dengan pertanyaan tentang
instruksi.

1. Jenis-jenis pengetahuan tertentu biasanva berpasangan dengan
proses-proses kognitif tertentu. Mengingat adatnya berpasangan
dengan Pengetahuan Faktual, Memahami dengan Pengetahuan Kon-
septnal, dan Mengnplikasikan dengan Pengetahuan Prosedural. Guru
yang memahami dan membuat pasangan-pasangan ini dapat
membuat rencana pembelajaran dan mengajar secara lebih efektif.

Bab 14 : Mengurai Masalah-masalah Pelik dalam Pembelajaran di Kelas 3 5 1 '

2. Ketidakmampuan untuk membedakan aktivitas-aktivitas pem-
belajaran dari tujuan-tujuan pendidikan dapat berpengaruh
negatif bagi pembelajaran siswa. Apabila fokusnya adalah
aktivitas-aktivitas, siswa akan lebih tertarik untuk melakukan
aktivitasnya ketimbang untuk belajar dari aktivitas tersebut.
Lantaran pengalaman merupakan guru yang paling baik, siswa
harus belajar dari pengalaman-pengalaman mereka sendiri.

Dua kesimpulan berkaitan dengan pertanyaan tentang asesmen.
1. Asesmen mempunyai beragam tujuan, dua tujuan pokok di

antaranya adalah meningkatkan pembelajaran siswa (asesmen
formatif) dan menentukan nilai siswa yang mencerminkan
tingkat pembelajarannya (asesmen sumatif). Keduanya pen ting
dan bermanfaat untuk meningkatkan instruksi dan pembelajar­
an.
2. Asesmen eksternal (misalnya, ujian nasional) berpengaruh
positif dan negatif pada pembelajaran di kelas. Guru mencari
cara-cara positif dan konstruktif untuk menyesuaikan pem­
belajaran dengan asesmen eksternal.

Tiga kesimpulan bertalian dengan pertanyaan tentang kesesuai-
annya.
1. Jika asesmen tidak sesuai dengan fujuan, asesmennya tidak

dapat memberi bukti yang jelas tentang pembelajaran siswa
yang diinginkan. Guru harus memastikan bahwa asesmen
sesuai dengan tujuannya.
2. Apabila aktivitas-aktivitas pembelajaran tidak sesuai dengan
asesmen, hasil asesmennya mungkin menunjukkan bahwa pem­
belajarannya tidak efektif. Gurunya mungkin mengajar dengan
sangat baik, dan siswa-siswanya belajar dengan sangat baik
pula, tetapi asesmen-asesmen yang tidak bersesuaian dengan
pembelajarannya tidak dapat menangkap efektivitas pem­
belajaran tersebut. Siswa barangkali tidak mempelajari materi-
materi yang diases. Atau, boleh jadi siswa kemudian diajari
materi-materi yang akan diases, bukan apa yang seharusnya
diajarkan.

352 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

3. Kalau aktivitas-aktivitas pembelajaran tidak bersesuaian dengan
tujuan, siswa terlibat aktif dalam aktivitas-aktivitas pembelajar­
an itu, tetapi tidak mencapai hasil-hasil belajar yang diharapkan.
Tujuan seharusnya dicapai dengan aktivitas-aktivitas pem­
belajaran.

Selanjutnya, kami akan membahas setiap kesimpulan tersebut
secara mendetail. Skema pembahasannya untuk setiap kesimpulan
pada dasarnya sama. Kami mulai dengan mengembalikan setiap ke­
simpulan pada praktik pengajaran dan mengambil contoh dari
sketsa-sketsa di atas. Kemudian, kami jelaskan mengapa kesimpul-
an-kesimpulan itu pentingbagi guru. Lalu, kami tunjukkan manfaat
Tabel Taksonomi dalam menggunakan pengetahuan yang terdapat
dalam kesimpulan itu.

KESIMPULAN PERIHAL PEMBELAJARAN

\

Menggunakan Proses-proses Kognitif yang Kompleks untuk
Mencapai Tujuan-tujuan yang Sederhana

Dalam sketsa pembelajaran Undang-Undang (Bab 11), gurunya
menggabungkan pengajaran menulis persuasi ke dalam unit
pelajaran ten tang dampak pajak-pajak Raja George pada penduduk
Amerika yang terjajah pada 1760-an dan 1770-an. Mengapa gurunya
melakukan hal itu? la berpendapat bahwa siswa akan lebih me-
mahami dampak pajak-pajak tersebut jika mereka masuk ke dalam
sejarah Amerika dengan menulis tajuk rencana yang bergaya per-
suasif dari perspektif penjajah atau terjajah. Untuk menguasai
Pengetahuan Konseptual dan Pengetahuan Prosedural yang rnesti ada
dalam tulisan persuasif, dalam menulis tajuk rencana, siswa Meng-
analisis, Mengevaluasi, dan Mencipta berdasarkan materi unit pelajar­
an itu. Namun, aktivitas-aktivitas yang melibatkan kategori-kategori
proses kognitif yang kompleks bukanlah tujuan. Aktivitas-aktivitas
tersebut menjadi cara untuk mencapai tujuan-tujuan pokok unit
pelajarannya —memahami dampak pajak-pajak Raja George pada
penduduk Amerika yang terjajah. Dengan perkataan lain, aktivitas-

Bab 14 : Mengurai Masalah-masalah Pelik dalam Pembelajaran di Kelas 3 5 3

aktivitas Menganalisis, Mengevalnasi, dan Mencipta dimaksudkan agar
siswa lebih Memahami.

Sketsa-sketsa lainnya berisikan contoh-contoh serupa. Inti dari
sketsa pembelajaran Gunung Berapi (Bab 12) adalah "restrukturisasi
konsep dan pembelajaran yang bermakna". Unit pelajaran ini dimulai
dengan guru meminta siswa menggambar gunung berapi. Gambar
ini tentu saja memperlihatkan konsep-konsep awal siswa tentang
gunung berapi. Gurunya berharap bahwa setelah siswa membaca
berbagai tulisan, mencermati beragam data, dan berdiskusi, konsep-
konsep awal mereka itu berubah sesuai dengan gambaran gunung
berapi yang sesungguhnya. "Restrukturisasi konsep" memungkin-
kan siswa mengkaji kemungkinan letusan gunung berapi di daerah
mereka dan menulis surat rekomendasi untuk membuat rencana
evakuasi kepada Kepala Kanwil Geologi. Tugas pokok dalam unit
pelajaran ini mengharuskan siswa Menganalisis (yakni, menganalisis
data), Mengevaluasi (yaitu, menilai kesesuaian gambar mereka dengan
informasi yang baru mereka peroleh), dan Mencipta (yakni, me-
madukan informasi-informasi yang diperoleh dari banyak sumber).
Akan tetapi, sekali lagi, pelibatan proses-proses kognitif yang kom-
pleks dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran ini tidak mengubah
tujuan pokok unit pelajarannya, yaitu memahami pengetahuan kon-
septual.

Signifikansi penggunaan kategori-kategori proses kognitif
yang kompleks. Jikalau Mengingat, Memahami, dan Mengaplikasikan
acap kali bertalian dengan jenis-jenis pengetahuan yang spesifik,
Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta cenderung menjadi kategori-
kategori proses kognitif yang lebih umum. Menganalisis, Mengevaluasi,
dan Mencipta cenderung digunakan dengan dan pada beragam jenis
pengetahuan. Sebagai aktivitas pembelajaran, Menganalisis, Meng-
evaluasi, dan Mencipta juga dapat digunakan untuk memudahkan
proses Mengingat, Memahami, dan Mengaplikasikan. Sketsa-sketsa di
atas berisikan contoh beragam penggunaannya.

Penggunaan proses-proses kognitif yang kompleks dalam
aktivitas belajar bukanlah ide baru. Dalam Handbook, para penulisnya
menulis tentang evaluasi (Mengevaluasi dalam taksonomi revisi ini):

354 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Meskipun evaluasi ditempatkan pada kategori terakhir dalam ranah
kognitif karena dianggap mensyaratkan semua kategori kognitif lain,
evaluasi bukanlah langkah terakhir dalam proses berpikir atau menye-
lesaikan masalah. Proses mengevaluasi sangat mungkin merupakan
langkah awal untuk memperoleh pengetahuan baru, langkah baru
dalam pemahaman atau aplikasi, atau analisis dan sintesis baru
(Blomm et al., 1956: 185).

Alasan ini pun berlaku untuk Menganalisis dan Mencipta.
Selain itu, karena keluasan aplikabilitas proses-proses kognitif
yang kompleks, proses-proses kognitif ini menjadi kunci untuk men-
transfer pembelajaran dan penyelesaian masalah. Namun, takberarti
bahwa transfer pembelajaran dan penyelesaian masalah "bebas dari
pengetahuan". Lebih tepatnya, siswa makin mampu menghubung-
kan elemen-elemen pengetahuan ketika aktivitas-aktivitas pem-
belajarannya melibatkan proses-proses kognitif yang kompleks,
seperti Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta.
Salah satu cara untrik secara langsung mengajarkan kategori-
kategori proses kognitif yang kompleks adalah menggunakan proses-
proses kognitif ini dengan Pengetahuan Metakognitif siswa. Sebagai-
mana telah kami sebutkan dalam Bab 4, Pengetahuan Metakognitiflebih
strategis ketimbang jenis-jenis pengetahuan lainnya. Inti dari Penge­
tahuan Metakognitif adalah strategi analisis, strategi evaluasi, dan
strategi mencipta. Awalnya, strategi-strategi ini boleh jadi perlu di-
suntikkan dari luar, yakni diajarkan secara langsung oleh guru. Stra­
tegi-strategi yang disuntikkan dari luar secara inheren terdapat dalam
rubrik penskoran pada sketsa pembelajaran Gunung Berapi, pedom-
an penskoran pada sketsa pembelajaran Nutrisi, lembar evaluasi
pada sketsa pembelajaran Undang-Undang, dan lembar penilaian
pada sketsa pembelajaran Macbeth (Bab 9). Agar strategi-strategi ini
menjadi Pengetahuan Metakognitif, guru harus membantu siswa me-
mikirkan strategi-strategi ini dan hubungannya dengan pembelajaran
mereka pada umumnya. Maka, lantaran diabstraksikan dan dipelajari
oleh siswa, strategi-strategi ini menjadi bagian dari Pengetahuan Meta­
kognitif mereka.
Lembar penilaian pada sketsa pembelajaran Macbeth merupakan
contoh format yang baik sebagai bahan diskusi siswa untuk men-

Bab 14 : Mengurai Masalah-masalali Pelik dalam Pembelajaran di Kelas 3 5 5

dukung pembelajaran metakognitif. Kolom paling kiri pada lembar
penilaian tersebutberisikan kriteria-kriteria untuk membandingkan
drama Macbeth. Baris paling atasnya berisikan objek-objek yang
dibandingkan (dalam hal ini drama-drama Macbeth dalam tiga versi).

Kami menekankan bahwa belajar mempraktikkan strategi-
strategi yang disuntikkan dari luar membutuhkan banyak waktu dan
kesempatan. Tulisan Mr. Parker dalam sketsa pembelajaran Gunung
Berapi bahwa dirinya ingin membantu siswa "mencocokkan batu-
batu ini dengan deskripsi beragam jenis batu" penting untuk dicatat.

Manfaat Tabel Taksonomi. Tabel Taksonomi memungkinkan
kami memasukkan kategori-kategori proses kognitif yang kompleks
dalam pembelajaran di kelas. Tabel dengan format dua dimensi ini
menjelaskan bahwa kategori-kategori proses kognitif yang kompleks
dapat diajarkan secara langsung sebagai pijakan untuk mencapai
tujuan-tujuan "tingkat tinggi" atau dapat digunakan sebagai
aktivitas-aktivitas yang memudahkan siswa dalam mempelajari
tujuan-tujuan pembelajaran yang berupa kategori-kategori proses
kognitif yang kurang kompleks. Manfaat ganda dari kategori-kate­
gori proses kognitif yang kompleks ini menjadi metode pengajaran
tambahan bagi guru.

Lagi pula, Tabel Taksonomi menunjukkan pentingnya mengkaji
proses-proses kognitif yang kompleks dalam konteks pengetahuan.
Meskipun kami membahas proses-proses kognitif tanpa mengacu
pada jenis pengetahuannya, dalam kerangka pikir kami, proses-proses
kognitif yang kompleks tidak pernah diajarkan sebagai tujuan itu sen-
diri. Untuk menjadikannya sebagai "tujuan", proses-proses kognitif
yang kompleks itu harus ditambahi dengan jenis pengetahuan.

Oleh karena semua kotak Tabel Taksonomi menawarkan ber-
bagai jawaban atas pertanyaan yang paling mendasar dalam pe-
nyusunan kurikulum, yakni "Apa manfaat pembelajaran?", Tabel
Taksonomi mendorong para penyusun kurikulum untuk memikirkan
berbagai kemungkinan praktik pendidikan, bukan mengerangkeng
mereka di dalam kehidupan sekolah dan kelas yang sernpit.

356 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen

Memilih Jenis Pengetahuan

Sketsa-sketsa di atas menjelaskan empat jenis pengetahuan
pokok yang akan dikuasai atau dikonstruksi siswa. Da lam sketsa
pembelajaran Nutrisi (Bab 8), siswa diharapkan untuk mempelajari
nama-nama enam "daya tarik" yang dipakai oleh perancang iklan.
Dalam sketsa pembelajaran Gunung Berapi (Bab 12), siswa diharap­
kan untuk mengingat bahwa "batu-batu beku karena perapian me-
rupakan bukti kuat akan adanya letusan gunung berapi". Dalam
sketsa pembelajaran Undang-Undang (Bab 11), siswa diharapkan
untuk mengetahui detail-detail UU Gula, UU Prangko, dan UU
Townshend. Dalam sketsa pembelajaran Macbeth (Bab 9), siswa
diharapkan untuk mengingat detail-detail penting dari drama ini
(misalnya, apa yang Macbeth lihat sebelum Duncan dibunuh). Dalam
sketsa pembelajaran Penjumlahan (Bab 10), siswa belajar penjumlah-
an sampai jumlah 18. Dalam sketsa pembelajaran Menulis Laporan
(Bab 13), siswa mempelajari detail-detail tokoh terkenal Amerika.
Semua ini merupakan contoh Pengetahuan Faktual.

Sketsa-sketsa ini juga menekankan Pengetahuan Konseptual.
Dalam sketsa pembelajaran Nutrisi, setiap daya tarik iklan (yakni,
kesenangan dan kebanggaan, kenyamanan dan kenikmatan) sebenar-
nya merupakan sebuah kategori. Kategori ini memiliki ciri-ciri umum
yang membuat iklan menarik dan tidak menarik (misalnya, Apa yang
membuat sebuah daya tarik menjadi daya tarik yang disenangi dan
dibanggakan? Bagaimana daya tarik kesenangan dan kebanggaan
berbeda dari daya tarik kenyamanan dan kenikmatan?). Menamai
daya-daya tarik tersebut berarti mempelajari Pengetahuan Faktual,
sedangkan mengetahui kategori-kategorinya berarti mengetahui
Pengetahuan Konseptual. Contoh lain dari penekanan pada Pengetahuan
Konseptual terdapat dalam sketsa-sketsa berikut:
• Batu-batu beku karena perapian dan teori gerakan lempeng bumi

(sketsa pembelajaran Gunung Berapi).
• Penjajah dan kaum terjajah (sketsa pembelajaran Undang-Undang).
• Pahlawan tragis, motif, dan ironi (sketsa pembelajaran Macbeth).
• Inversi penjumlahan dan sifat komutatif —meskipun bukan ini

nama-namanya (sketsa pembelajaran Penjumlahan).

Bab 14 : Mengurai Masalah-masalah Pelik dalam Pembelajaran di Kelas


Click to View FlipBook Version