Kali ini, tujuan-tujuan, aktivitas-aktivitas pembelajaran, dan
asesmen-asesm ennya jalin-m enjalin secara sim ultan di kelas.
Meskipun penekanan pokok Tujuan 3 pada Tujuan 3, yaitu menulis
tajuk rencana persuasif, Ms. Airasian menghabiskan sebagian besar
waktunya untuk membantu siswa mencapai Tujuan 1 dan 2. Pengua-
saan dua tujuan ini menjadi "bahan mentah" untuk menulis tajuk
rencana. Namun, Ms. Airasian mendapati sebagian siswanya masih
bertanya tentang tokoh atau kelompok yang akan dipilih, atau
mereka bahkan belum memilih tokoh atau kelompok.
Seperti sudah diduga, waktu yang diperlukan untuk membuat
draf tajuk rencana pertama berbeda-beda antarsiswa. Sebagian
siswa menyelesaikannya hanya dalam sekali pertemuan kelas,
sementara sebagian siswa lainnya membutuhkan waktu tiga
pertemuan. Ketika beberapa siswa sudah merampungkan draf
mereka, saya ajak semua siswa untuk mengulas draf-draf
mereka dengan cekiis evaluasi (Lampiran A); ceklis ini me-
mandu mereka mengulas draf-drafnya secara individual dan
kolektif. Pertama-tama, setiap siswa mengulas drafnya sendiri
dengan ceklis itu. Setelah selesai, mereka mengulas draf teman
mereka juga dengan ceklis tersebut. (Di dalam kelas, mereka
mengulas draf teman mereka berdasarkan kriteria yang sama.)
Setelah penulis dan pengulas mendiskusikan hasil ulasannya
(koreksi, pengurangan dan/atau penambahan), si penulis meng-
ubah drafnya jadi draf kedua. Selanjutnya, si penulis menen-
tukan jadwal konsultasi pribadi dengan saya untuk mengulas
draf keduanya. Setiap siswa membawa draf tajuk rencana kedua
dan ceklis yang telah diisi oleh pengulasnya. Setiap siswa mem-
bacakan draf keduanya kepada saya, dan saya memberikan
catatan-catatan tentang isi draf, gaya tulisan, dan tata tulisnya.
Saya berikan pula saran-saran yangberkaitan dengan gaya tulis
an, kesesuaian informasi pendukung, dan ketepatan data se-
jarahnya. Catatan-catatan dan komentar lisan dari saya, serta
ulasan mereka sendiri dan teman mereka menjadi masukan
untuk menulis draf terakhir. Secara umum, menulis draf terakhir
Bab II : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 269
membutuhkan waktu satu pertemuan kelas. Pada tahap ini, saya
terus memberikan konsultasi kepada mereka, teristimewa
membantu mereka yang masih menulis draf awal. Setelah draf-
draf awal siswa-siswa ini selesai, saya meminta teman-teman
mereka untuk mengulas dan/atau merevisinya, dan kemudian
saya menilai semuanya.
Komentar
Manakala sebagian siswa merampungkan draf tajuk rencana
final mereka, Ms. Airasian menyiapkan mereka untuk mencapai tuju-
an keempat, yakni mengedit draf tajuk rencana sendiri dan mengedit
draf tajuk rencana temannya. Lantaran mereka menggunakan ceklis
evaluasi (Lampiran A) ketika mengeditnya, titik tekan pada pengedit-
an ini adalah Mengevaluasi tajuk rencana berdasarkan Pengetahuan
Konseptual yang ada dalam Lampiran A. Sebagaimana telah kami
sebutkan sebelumnya, mengedit juga dapat dipandang sebagai
Pengetahuan Prosedural. Perbedaan pokok antara keduanya adalah
apakah siswa menggunakan kriteria "mereka sendiri" (Pengetahuan
Konseptual) atau mengikuti langkah-langkah pengulasan yang se-
bagiannya berisikan kriteria-kriteria tersebut (Pengetahuan Prose-
dural). Meskipun Lampiran A adalah ceklis, tiada bukti bahwa siswa
harus menggunakan ceklis itu (mereka pun tidak diajari untuk meng-
grmakannya). Syahdan, cukup beralasan bagi kami untuk mengklasi-
fikasikan aktivitas ini dalam mengevaluasi [berdasarkan] pengetahuan
konseptual.
Asesmen formatif ketiga atas tajuk rencana (asesmen formatif
pertama dan kedua adalah mengedit draf tajuk rencana sendiri dan
mengedit draf tajuk rencana temannya) dilakukan oleh Ms. Airasian.
Penggunaan kriteria-kriteria evaluasi yang sama akan meningkatkan
kesesuaian antara tujuan, aktivitas pembelajaran, dan asesmennya.
Analisis kami atas aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam kerangka
Tabel Taksonomi ditampilkan pada Tabel 11.2.
270 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Tabel 11.2. Analisis Sketsa Pembelajaran Undang-Undang dengan Tabel Taksonomi
Berdasarkan Aktivitas-aktivitas Pembelajarannya
Dimensi Proses Kognitif
Dimensi 1. 2. 3. 4. 5. 6.
Pengetahuan
Mengingat Memahami Mengapli- Mengana- Mengeva- Mencipta
kasikan lisis luasi
A. Tujuan 1 Tujuan 3
P e n g e ta h u a n Aktivitas- Aktivitas-
Faktual a k tiv ita s aktivitas
hari 2, 3,5 hari 8-10
B. Tujuan 2 Aktivitas- Tujuan 4 Tujuan 3
P e n g e ta h u a n A k tiv ita s - aktivitas Aktivitas- Aktivitas-
Konseptual hari 6, 7 a k tiv ita s aktivitas
a k tiv ita s
hari 1,4,7 hari 8-10 hari 8-10
\
C. Aktivitas-
P e n g e ta h u a n aktivitas
Prosedural hari 4
D.
P e n g e ta h u a n
Metakognitif
Keterangan:
Tujuan 1 Mengingat detail-detail dari UU tertentu.
Tujuan 2 Menjelaskan konsekuensi-konsekuensi dari UU bagi berbagai kelompok
masyarakat Amerika.
Tujuan 3 Memilih tokoh atau kelompok penjajah dan menulis tajuk rencana persuasif
yang menunjukkan pendapatnya tentang UU itu.
Tujuan 4 Mengedit tajuk rencana sendiri dan tajuk rencana orang lain.
Bab 1! : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 2 7 1
BAGIAN 3: ASESMEN
Saya mengases siswa-siswa saya selama dan di akhir pengajaran
unit ini. Banyak asesmen yang saya lakukan bersifat informal dan
individual, yakni mencatat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
siswa, bantuan-bantuan yang diperlukan siswa, dan jawaban-jawab-
an mereka atas pertanyaan-pertanyaan saya. Saya menggunakan
asesmen-asesmen ini terutama untuk membantu individu siswa dan
kelompok dan memastikan bahwa setiap siswa mengetahui secara
jelas apa yang harus mereka tubs. Saya juga melakukan asesmen
yang bersifat individual dan lebih formal, misalnya konsultasi
dengan siswa secara individual untuk mendiskusikan draf tajuk
rencana kedua mereka. Tanggapan dan saran yang siswa peroleh
dari dua asesmen individual ini membantu mereka makin me-
mahami dan memperbaiki tajuk rencana mereka. Saya tidak menilai
siswa berdasarkan asesmen-asesmen "bantuan" ini meskipun
konsultasi ini memperlihatkan secara jelas keragaman pemahaman
siswa.
Komentar
Semua asesmen ini merupakan asesmen formatif. Dari kalimat
penutupnya, Ms. Airasian tampaknya tnenekankan pada proses
Memahami. Akan tetapi, kami tidak dapat memastikan jenis penge-
tahuan apa yang diajarkan. Kemungkinan besar, komentar-komentar
Ms. Airasian terfokus pada Pengetahuan Konseptual (yakni, kriteria-
kriteria evaluasi) dan Pengetahuan Faktual (yaitu, detail-detail sejarah
yang ditulis dalam tajuk rencana).
Kuis tentang UU pajak dan penilaian terhadap draf tajuk
rencana terakhir merupakan asesmen-asesmen yang lebih for
mal dan berdasarkan kelompok. Untuk memberikan nilai, saya
membaca draf pertama, ulasan pribadi dan ulasan teman, draf
kedua, dan draf terakhir. Saya tertarik untuk mengases proses
penulisan tajuk rencana dan kualitas tajuk rencana akhir. Saya
kira penting bagi siswa untuk mengikuti langkah-langkah dalam
ceklisnya supaya mereka tahu bahwa sejumlah aktivitas dan
272 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
produk diperlukan untuk menghasilkan tajuk rencana. Dua per
lima nilai akhirnya ditentukan berdasarkan apakah siswa me-
nyelesaikan draf tajuk rencananya, ulasan sendiri dan ulasan
teman, draf kedua, dan tajuk rencana akhirnya, yakni apakah
mereka melakukan seluruhprosesnya atari tidak. Sebagianbesar
siswa melakukan seluruh proses ini. Dua per lima nilai akhir
berikutnya ditentukan berdasarkan kualitas produk akhir unit
pelajaran ini, yakni tajuk rencana akhir (lihat Lampiran A). Saya
menilai apa yang siswa presentasikan, membandingkannya
dengan ceklis, memberi skor, dan menulis catatan tentang setiap
siswa (Lampiran D). Skor kuis merupakan seperlima nilai akhir
nya.
Komentar
Kuisnya terfokus pada detail-detail dari berbagai UU pajak dan,
karenanya, berkaitan dengan mengingat pengetahuan faktual. Dalam
menilai tajuk rencana, Ms. Airasian memerhatikan proses (yakni,
mengaplikasikan pengetahuan prosedural) dan produknya (yaitu,
menciptakan [berdasarkan] pengetahuan faktual dan pengetahuan
konseptual). Ia berharap semua siswanya mengikuti sembilan langkah:
(1) memilih tokoh, (2) membaca tulisan dan buku tentang tokoh itu,
(3) membuat kerangka tulisan, (4) menulis draf, (5) mengulas draf
sendiri dan draf teman, (6) merevisi draf, (7) mengumpulkan tajuk
rencana kepada Ms. Airasian, (8) menerima umpan balik, dan (9)
merevisi lagi. Ms. Airasian ingin siswa-siswanya mengikuti prosedur
ini bukan hanya dalam mengerjakan tugas ini, tetapi juga tugas-tugas
lainnya di masa mendatang. Proses mengedit melibatkan proses
Mengevaluasi tajuk rencana berdasarkan kriteria-kriteria (Pengetahuan
Konseptual) pada Lampiran A.
Secara umum, saya merasa senang dengan tajuk-tajuk
rencana karya siswa-siswa saya. Mereka menyelesaikannya
dalam waktu yang tepat, kecuali dua siswa yang membutuhkan
waktu lebih lama. Saya menilai, mereka telah mengidentifikasi
dan menggunakan fakta-fakta sejarah dengan sangat bagus.
Bab I! : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 2 7 3
Mereka juga mengidentifikasi dan memilih alasan-alasan pen-
dukung dengan bagus untuk menjustifikasi pendapat yang
mereka tubs di tajuk rencana. Alasan-alasan pendukung yang
ditulis oleh sebagian besar siswa sudah akurat dan sesuai
dengan tokoh pilihan mereka. Mereka mengikuti prosedur yang
ditentukan. Namun, jelas pula bahwa banyak siswa menemui
kesulitan besar untuk mencari alasan pendukung yang tidak
diajarkan di kelas atau tidak terdapat dalam buku pelajaran.
Kesulitan ini tampak nyata dalam draf dan tajuk rencana akhir.
Jika kelak mengajarkan unit ini lagi, saya akan lebih menekankan
pembelajarannya pada proses-proses kognitif yang lebih tinggi
seperti menafsirkan dan menyimpulkan.
Komentar
Analisis kami atas asesmen-asesmen ini dalam Tabel Taksonomi
tersaji pada Tabel 11.3.
BAGIAN 4 : KOMENTAR PENUTUP
Pada bagian ini, kami akan menilik dan mengomentari sketsa
pembelajaran Undang-Undang dengan empat pertanyaan pokok:
pertanyaan tentang pembelajaran, pertanyaan tentang instruksi,
pertanyaan tentang asesmen, dan pertanyaan tentang kesesuaian di
antara ketiga komponen itu.
Pertanyaan tentang Pembelajaran
Unit pelajaran ini mempunyai fokus ganda. Fokus pertama
mengarah pada UU yang dilihat dari kacamata berbagai kelompok
masyarakat Amerika yang terjajah. Fokus kedua adalah tulisan per-
suasif. Dua tujuan pertama berkenaan dengan fokus pertama, dan
dua tujuan terakhir menyangkut dua fokus itu sekaligus. Kita dapat
melihat dua fokus dari dua tujuan terakhir secara sangat jelas dengan
mengamati kriteria-kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi tajuk
rencana (Lampiran A). Dua kriteria "isi" pertama bertalian dengan
tulisan persuasif (yakni, menyatakan pendapat dan mendukung pen-
274 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Tabel 11.3. Analisis Sketsa Pembelajaran Undang-Undang den
Dimensi 1. 2. D
Pengetahuan Mengingat Memahami Menga
A. Tujuan 1 Asesmen A
Pengetahuan Aktivitas-aktivitas
Faktual hari 2,3, 5
Asesmen B
Bab II : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang B. Tujuan 2 Aktivitas-
Pengetahuan aktivitas hari 1, 4,
Konseptual 7 Asesmen A
C. Aktivitas-a
Pengetahuan 4 Asesme
Prosedural
ngan Tabel Taksonomi Berdasarkan Asesmennya
Dimensi Proses Kognitif
3. 4. 5. 6.
aplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta
/ Tujuan 3
Aktivitas-aktivitas
hari 8-10 Asesmen
C
Aktivitas-aktivitas Tujuan 4 Tujuan 3 Aktivitas-
hari 6, 7
Aktivitas-aktivitas aktivitas hari 8-10
hari 8-10 Asesmen C
aktivitas hari
en C
Dimensi 1. 2. D
Pengetahuan Mengingat Memahami Menga
Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen D.
Pengetahuan
Metakognitif
Keterangan:
Tujuan 1 = Mengingat detail-detail dari UU tertentu.
Tujuan 2 = Menjelaskan konsekuensi-konsekuensi dari UU bag
Tujuan 3 = Memilih tokoh atau kelompok penjajah dan menulis
Tujuan 4 = Mengedit tajuk rencana sendiri dan tajuk rencana or
Asesmen A = Pertanyaan-pertanyaan dan observasi kelas; asesm
Asesmen B = Kuis
Asesmen C = Tajuk rencana (dengan sepuluh kriteria evaluasi —L
Kotak-kotak yang berwarna hitam menunjukkan kesesuaian yang p
asesmen terdapat di dalam kotak yang sama. Kotak-kotak yang berw
sama.
2? 2 a c “ ns o a . * rl
Dimensi Proses Kognitif
3. 4. 5. 6.
plikasikan M e n g an a lisis Mengevaluasi Mencipta
-
gi kelompok-kelompok penjajah yang berbeda.
tajuk rencana persuasif yang rhenunjukkan pendapatnya tentang UU itu.
rang lain.
men-asesmen informal
Lampiran A).
paling tinggi di antara ketiga komponen —tujuan, aktivitas pembelajaran, dan
warna lebih terang menunjukkan dua komponennya terdapat dalam kotak yang
dapat tersebut). Tiga kriteria "isi" terakhir menyangkut UU (yaitu,
alasan yang tepat, alasan historis yang akurat, dan menunjukkan
apakah tokohnya berpihak pada penjajah atau masyarakat terjajah).
Kriteria isi “terakhir" merupakan syarat bahwa Memahami dan Meng-
ingat harus ada dalam tajuk rencana.
Pertanyaan tentang Instruksi
Fokus ganda dari unit pelajaran ini menghasilkan pola aktivitas-
aktivitas pembelajaran yang menarik. Setelah orientasi umum pada
hari pertama, dua hari berikutnya membahas UU pajak dan masya
rakat terjajah; kemudian fokusnya beralih ke tulisan persuasif selama
sehari. Dalam dua hari berikutnya, fokusnya kembali ke UU pajak
dan masyarakat terjajah. Selama tiga hari terakhir, fokusnya berbalik
pada tulisan persuasif. Aktivitas-aktivitas pembelajarannya melibat-
kan enam kategori proses kognitif (lihat Tabel 11.2). Pada pekan
pertama, aktivitas-aktivita^ pembelajarannya menekankan Meng-
ingat, Memahami, dan Mengaplikasikan. Pada pekan kedua, aktivitas-
aktivitas pembelajarannya beralih dari Menganalisis ke Mengevaluasi
dan Mencipta.
Pertanyaan tentang Asesmen
Ms. Airasian menggunakan tiga asesmen yang berbeda untuk
tiga tujuan yang berbeda pula. Pertanyaan-pertanyaan dan observasi-
observasi di kelas digunakan untuk mengetahui tingkat memahami
pengetahuan konseptual siswa. Apakah siswa memahami perbedaan-
perbedaan antara perspektif penjajah dan perspektif masyarakat ter
jajah? Apakah mereka memahami kriteria-kriteria yang akan dipakai
untuk mengevaluasi tajuk rencana mereka? Kuisnya terfokus hanya
pada mengingat pengetahuanfaktual. Apakah siswa mengetahui detail-
detail dari berbagai UU? Pertanyaan dan observasi ini diklasifi-
kasikan dalam asesmen formatif. Asesmen sumatifnya adalah tajuk
rencana. Seperti telah disinggung di muka, tajuk rencana mengases
sebagian proses kognitif mencipta berdasarkan pengetahuanfaktual dan
pengetahuan konseptual.
Bab II : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 2 7 7
Pertanyaan tentang Kesesuaiannya
Kotak A1 (Mengingat Pengetahunn Faktual), B2 (Memahami Penge-
tahuan Konseptual), dan gabungan kotak A6/B6 (Mencipta [berdasar-
kan] Pengetahuan Faktual dan Pengetahunn Konseptual) menunjukkan
kesesuaian yang tinggi. Setiap kotak ini berisikan tujuan, aktivitas-
aktivitas pembelajaran selama beberapa hari, dan asesmen. Kami
menemukan indikator-indikator ketidaksesuaian yang kurang tegas:
kotak A2 (Memahami Pengetahuan Faktual), B4 (Menganalisis [berdasar-
kan] Pengetahuan Konseptual), B5 (Mengevaluasi [berdasarkan] Penge
tahuan Konseptual), dan C3 (Mengaplikasikan Pengetahuan Prosedural).
Salah satu kotak ini perlu dibahas. Pengetahuan Prosedural pada kotak
C3 (Mengaplikasikan Pengetahuan Prosedural) adalah "meta" prosedur
yang dapat diterapkan untuk semua jenis tulisan: mencari informasi,
membuat kerangka tulisan, menulis draf, mengulas draf dan me-
minta teman mengulas draf, merevisi draf, mengumpulkan draf ke
guru, dan membuat draf terakhir. Lantaran prosedur ini telah di-
tekankan di sekolah selama setahun, meta prosedur ini hanya dibahas
sekilas dalam unit pelajaran ini tanpa rumusan tujuan dan asesmen.
BAGIAN S: PERTANYAAN-PERTANYAAN PENUTUP
Dalam menganalisis semua sketsa pembelajaran, kami masih
memiliki beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Dua pertanyaan
paling penting yang belum terjawab dalam menganalisis sketsa
pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Apa kelebihan dan kekurangan dari unit-unit pelajaran yang
terpadu (dari beberapa disiplin)? Unit pelajaran UU ini merupa-
kan contoh yang sangat bagus yang memadukan pelajaran
sejarah dan pelajaran menulis. Perpaduan ini mempunyai bebe
rapa kelebihan. Misalnya, tulisan persuasif dapat membuat
pelajaran sejarah jadi "hidup"; siswa harus menempatkan diri
pada posisi tokoh-tokoh sejarah untuk menulis tajuk rencana.
Unit pelajaran terpadu juga membantu siswa melihat bahwa
masalah-masalah kehidupan nyata kerap kali membutuhkan
278 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
pengetahuan dan keterampilan dari berbagai disiplin ilmu atau
mata pelajaran.
Akan tetapi, unit pelajaran UU ini menunjukkan potensi
masalah dalam merancang dan mengajarkan unit-unit pelajaran
semacamnya. Bagaimana guru mensistematisasikan aktivitas-
aktivitas yang bertalian dengan dua fokus? Bagaimana guru
menskor dan memberi nilai berdasarkan asesmen-asesmen yang
menguji perpaduan dari dua disiplin ilmu? Bagaimana guru
menyikapi perbedaan-perbedaan individual di antara siswa-
siswanya dalam penguasaan fakta dan konsep sejarah di satu
sisi dan penguasaan konsep dan tata cara penulisan persuasif
di sisi lain? Untuk lebih memahami pertanyaan yang disebut
terakhir, coba perhatikan unit-unit pelajaran terpadu yang berisi-
kan dua paket Pengetahuan Faktual, dua paket Pengetahuan Kon-
septual, dan dua paket Pengetahuan Prosedural. Apa peran kate-
gori-kategori proses kognitif dalam memadukan unit-unit
pelajaran lintas disiplin? Jawaban-jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan tersebut akan bermanfaat untuk merancang unit-
unit pelajaran interdisiplin atau lintas disiplin yang "dapat di-
terapkan".
2. Apa bahaya dari penggunaan skala kiraan atau rubrik pen-
skoran generik dalam asesmen? Ms. Airasian menggunakan
FCAs yang diadaptasi untuk mengevaluasi tajuk rencana per
suasif siswa. Ia pun membuat empat paket kriteria tulisan gene
rik dalam lembar evaluasinya, yaitu: (1) kriteria-kriteria menge-
nai tulisan persuasif; (2) kriteria-kriteria ten tang proses kognitif
memahami, bukan mengingat; (3) kriteria-kriteria mengenai isi
tajuk rencana; dan (4) kriteria-kriteria mengenai tulisan pada
umumnya. Bagaimana empat paket kriteria ini dipakai untuk
menentukan kualitas tajuk rencana? Seberapa penting kriteria-
kriteria tulisan generik untuk mengevaluasi tajuk rencana?
Pertanyaan-pertanyaan ini (dan lainnya) perlu dibahas ketika
banyak kriteria evaluasi digunakan untuk mengevaluasi tugas-
tugas menulis. h
Bab II : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 2 7 9
Lampiran A: Lembar Evaluasi Tajuk Rencana
No. Isi Penulis Teman Guru
1 Penulis mengemukakan pendapat yang
jelas pada awal tajuk rencana.
2 Penulis mengemukakan minimal tiga
alasan yang mendukung pendapat
tokohnya.
3 Salah satu alasannya tidak dikutip dari buku
pelajaran atau hasil diskusi di kelas.
4 Alasan-alasan yang dikemukakan sesuai
dengan tokohnya.
5 Alasan-alasan yang dikemukakan akurat
dan sesuai dengan sumber-sumber
sejarah.
6 Pembaca dapat menilai apakah tokohnya
dari pihak penjajah atau terjajah.
Tata Tulis
V.
7 Kalimat-kalimatnya ditulis secara lengkap.
8 Tanda-tanda bacanya ditulis dengan benar.
9 Ejaannya benar.
10 Tulisan tangannya terbaca.
280 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Lampiran B: Grade 5 Focus Correction Areas (Fcas)
1. Gunakan kalimat-kalimat yang lengkap (subjek, predikat, objek).
2. Tulislah paragraf dengan benar:
a. Baris pertama menjorok ke dalam.
b. Tulislah kalimat topiknya.
c. Tulislah detail-detail pendukungnya.
d. Semua kalimatnya membicarakan topik yang sama.
e. Tulislah kalimat penutupnya.
3. Gunakan ejaan yang benar. •
4. Tulisan harus dapat dibaca.
Bab 11 : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 2 8 1
Lampiran C: Mengidentifikasi Tokoh
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat membantu Anda mengiden
tifikasi tokoh yang akan ditulis dalam tajuk rencana Anda:
1. Apakah tokohnya lelaki atau perempuan, masih muda atau
sudah tua?
2. Dia hidup pada masa penjajahan siapa? Apakah dia tinggal di
kota besar, kota kecil, atau di desa?
3. Berapa anggota keluarganya?
4. Sudah berapa lama keluarganya hidup pada masa penjajahan?
5. Apakah keluarganya berdagang atau mempunyai pekerjaan
lain?
6. Apakah dia memiliki saudara (saudara sepupu, kakek/nenek,
kakak/adik, paman/bibi) di Inggris?
7. Seberapa penting pajak-pajak gula, prangko, teh, kaca, dan kertas
bagi dia atau keluarganya?
282 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Lampiran D: Contoh Komentar Terhadap Tajuk Rencana
John, tajuk rencanamu sangatbagus. Tulisannya mudah dibaca.
Saya menangkap dengan jelas alasan mengapa Thomas Goodson,
seorang bankir di Boston, mendukung Raja George dan kebijakan-
kebijakan parlemen. Kamu menjelaskan secara saksama pendapat
Mr. Goodson dan ikatannya dengan keluarganya di London. Tajuk
rencana ini menunjukkan peningkatanmu yang signifikan dalam me-
nulis. Teruslah membuahkan karya-karya yang bagus.
Saya sudah membaca tajuk rencanamu, Karen, dan saya bisa
dengan jelas sekali menangkap alasan mengapa Abigail Jones men
dukung kaum terjajah. Janda Cambridge ini tentu mempunyai
alasan-alasan untuk bersikap bahwa tindakan-tindakan Raja George
tidak adil. Kamu menerangkan mengapa suami Jones menjadi sangat
jengkel dengan penetapan UU Prangko itu, yang memang sangat
merugikan bisnis percetakannya. Bacalah lagi tulisanmu agar tidak
ada salah tulis. Tingkatkan kecermatanmu dalam menulis.
Ben, saya masih tidak mengerti jalan pikiranmu dalam tajuk
rencana ini. Andrew Dennis, sebagai pemilik tanah Charleston dan
saudara sepupu dari Duke of Lancaster, mempunyai banyak alasan
untuk mendukung kebijakan pemerintah Inggris. Dia menjual beras
hasil sawahnya di daerahnya yang miskin ke Eropa. Dia menjalin
hubungan erat dengan keluarganya di Inggris dan meminjam banyak
uang dari bank keluarganya. Kamu sudah menulis semua ini, tetapi
kamu memosisikannya sebagai pembela masyarakat terjajah dan
tidak menunjukkan alasan-alasan yang mendukung sikapnya. Kita
telah mendiskusikannya dalam sesi konsultasi. Namun, saya lihat
tajuk rencanamu ini pada dasarnya sama dengan draf kasar yang
telah kita diskusikan dulu. Kamu perlu memperbaikinya. Juga, Ben,
tata tulisnya belum bagus. Masih banyak salah tulis dan kalimat yang
tidak utuh. Temui saya lagi untuk membicarakan perbaikan tajuk
rencanamu ini.
Bab II : Sketsa Pembelajaran Undang-Undang 283
Bab 12
Sketsa Pembelajaran
Gunung Berapi
S ketsa Pembelajaran ini mendeskripsikan unit pelajaran sains tentang
gunung berapi yang diajarkan kepada siswa-siswa kelas tujuh di
sebuah distrik di Pennsylvania oleh Mr. Duane Parker. (Sketsa
Pembelajaran ini disusun oleh Dr. Michael Smith.)
Kelas ini berisikan 15 siswa lelaki dan 12 siswa perempuan.
Pelajaran sains dijadwalkan lima kali pertemuan per minggu, dan
setiap pertemuan berlangsung selama 45 rnenit. Saya akan menilai
prestasi mereka sebagai berikut: 4 siswa dengan "nilai tinggi", 11
siswa dengan "nilai rendah", dan 12 siswa lainnya dengan "nilai
rata-rata".
Saya merencanakan pembelajaran ini berlangsung selama
delapan hari. Namun, ternyata pembelajarannya mulur jadi 16 kali
pertemuan —hampir satu bulan.
BAGIAN I: TUJUAN PEMBELAJARAN
Unit pelajaran ini dirancang untuk mengajarkan restrukturisasi
konsep dan pembelajaran yang bermakna dalam bidang geologi. Isi-
nya mengacu pada paradigma yang dominan dalam geologi, yakni
teori gerakan lempeng bumi. Unit ini menekankan, bukan pada
menghafal informasi tentang gunung berapi, melainkan pada "belajar
284 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
mengemukakan argumen yang beralasan" yang memadukan bukti
dan teori. Tujuan utamanya adalah siswa "menjadi lebih cerdas dalam
mempelajari gunung berapi".
Komentar
Dalam kosakata Tabel Taksonomi, "restrukturisasi konseptual"
barangkali berarti memahami pengetahunn konseptual. Secara lebih
spesifik, Pengetahunn Konseptual yang siswa pelajari dalam unit ini
dimaksudkan untuk "membentuk" atau "memodifikasi" kerangka
konseptual siswa sebelum mengikuti pembelajaran unit ini. Sebagai-
mana disebutkan dalam Bab 5 di muka, frasa "pembelajaran yang
bermakna" meliputi seluruh kategori proses kognitif di luar Meng-
ingat. Berbeda dengan rumusan-rumusan tujuannya di bawah ini,
rumusan sasarannya ("menjadi lebih cerdas dalam mempelajari
gunung berapi") sangat tidak jelas (seperti hampir semua sasaran
yang dibuat guru —lihaiBab 2).
Siswa diharapkan mencapai empat tujuan berikut:
1. memahami teori gerakan lempeng bumi untuk menjelaskan
fenomena gunung berapi;.
2. mencermati dan menafsirkan data-data geologis daerah se-
tempat (peta geologis, catatan pengeboran sumur minyak,
dan contoh bebatuan);
3. membandingkan geologi daerah setempat dengan tempat-
tempat yang memiliki gunung berapi, seperti negara bagian
Hawaii dan Washington di Amerika Serikat; dan
4. setelah mempelajari Tujuan 1-3, menulis surat kepada
Kepala Kantor Wilayah Geologi yang mengurusi masalah
gunung berapi (lihat Lampiran A pada akhir bab ini).
Komentar
Rumusan-rumusan tujuan ini menarik. Kata-kata kerja yang
digunakan pada tiga tujuan pertama ("memahami", "menafsirkan",
dan "membandingkan") termasuk dalam kategori proses kognitif
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 2 8 5
Memahami (lihatTabel 5.1). Sementara itu, frasa-frasa bendanya ("teori
gerakan lempeng bumi", "geologi daerah setempat", "tempat-tempat
yang memiliki gunung berapi") sangat sulit untuk diklasifikasikan.
"Teori" jelas berkaitan dengan Pengetalnian Konseptual (lihat Tabel
3.2). Fokus pada Pengetalnian Konseptual dalam tujuan pertama juga
didukungoleh frasa "untuk menjelaskan fenomena gunung berapi".
Menjelaskan berarti mengkonstruksi model kausal (lihat Tabel 5.1).
Maka, kami mengklasifikasikan tiga tujuan pertama tersebut sebagai
memahami pengetalnian konseptual.
Tujuan keempat sebenarnya .merupakan aktivitas puncak, bukan
tujuan, sehingga tidak diklasifikasikan. Namun, dalam Bagian 3 yang
membahas asesmen, kami mengklasifikasikan komponen-komponen
dalam rubrik penskoran.
Ringkasnya, kamimenempatkan tiga tujuan pertama dalam satu
kotak Tabel Taksonomi, yakni B2 (memahami pengetalnian konseptual).
Tabel 12.1 menunjukkan penempatan ini.
BAGIAN 2: AKTIVITAS-AKTIVITAS PEMBELAJARAN
Hari I
Saya mulai mengajarkan unit ini dengan membagikan kepada
siswa-siswa salinan surat dari Kepala Kantor Wilayah Geologi,
Fred Luckino, yang berisikan sebuah masalah, dan mereka harus
memikirkannya. Surat ini (Lampiran A) menanyakan apakah
dimungkinkan untuk, dengan biaya yang mahal, membuat
rencana evakuasi penduduk bila gunung berapi di daerah ini
meletus. Kepala,Kanwil Geologi itu meminta bantuan siswa-
siswa dalam mengambil keputusan ini. Saya memberi mereka
tugas untuk membuat rekomendasi tertulis berdasarkan pe-
mikiran dan bukti ilrniah dan kemudian mengumpulkannya
pada akhir pembelajaran unit ini. Saya sampaikan kepada
mereka bahwa tugas ini dinilai dengan tiga kriteria umum, yang
selalu ditekankan dalam pembelajaran unit ini. Tiga kriteria itu
adalah kejelasan, hubungan antarbagian, dan kesesuaian dengan
286 Pembelajaran, Pengajaran, clan Asesmen
Tabel 12.1. Analisis Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi dengan Tabel Taksonomi
Berdasarkan Rumusan Tujuan Pembelajarannya
Dimensi Dimensi Proses Kognitif
Pengetahuan
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Mengingat Memahami Mengapli- Mengana- Mengeva- Mencipta
kasikan lisis luasi
A.
Pengetahuan
Faktual
B. Tujuan 1;
Pengetahuan Tujuan 2;
Konseptual Tujuan 3
C. N
Pengetahuan
Prosedural
D.
P e n g e ta h u a n
Metakognitif
Keterangan:
Tujuan 1 = Memahamiteorigerakanlempengbumiuntukmenjelaskanfenomena gunung
berapi.
Tujuan 2 = Mencermati dan menafsirkan data-data geologis daerah setempat.
Tujuan 3 = Membandingkan geologi daerah setempat dengan tempat-tempat yang
memiliki gunung berapi.
Bab i2 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi
buktinya. Saya minta mereka membuat portofolio yang berisi-
kan fakta-fakta, analisis-analisis, temuan-temuan, dan pernyata-
an-pernyataan yang otoritatif untuk mendukung rekomendasi
mereka. Dalam membuat l'ekomendasi ini, mereka harus me-
mikirkan kemungkinan bahwa daerah ini akan mengalami
bencana gunung meletus pada beberapa dekade mendatang.
Ini merupakan aktivitas pendahuluan pada hari pertama.
Komentar
Tiga kriteria tersebut secara keseluruhan menjadi kerangka pikir
yang dipakai siswa selama pembelajaran ini berlangsung. Kerangka
pikir ini juga merupakan penghubung antara surat Kepala Kanwil
dan data-data yang dikaji dalam pembelajaran ini. Lantaran aktivitas
itu sekadar pengantar umum dalam pembelajaran ini, kami tidak
mengklasifkasikannya dalam Tabel Taksonomi.
Hari 2
Pada hari kedua, siswa-siswa harus menjawab dua pertanyaan
berikut: (1) Saya ditugasi untuk melakukan apa? dan (2) Apa
yang harus saya ketahui? Saya menyuruh mereka membaca
surat itu dalam hati dan menggarisbawahi kata-kata dan frasa-
frasa yang tidak mereka mengerti. Seorang siswa bertanya,
"Mengapa kita membicarakan gunung berapi padahal di daerah
kita ini tidak ada gunung berapi?" Saya menanggapinya dengan
membagikan sebuah tulisan di koran pada 1 Februari 1986 yang
memberitakan aktivitas gunung berapi di wilayah metropolitan
tak jauh dari sini.
Komentar
Dua pertanyaan tersebut mengharuskan siswa menganalisis
informasi dalam surat itu. Dalam kategori proses kognitif Mengana
lisis, penekanannya adalah pada membedakan —membedakan antara
informasi yang relevan dan informasi yang tidak relevan, antara yang
penting dan yang tidak penting (lihat Tabel 5.1). Kami memandang
288 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
pengetahuan tentang detail-detail yang tertulis dalam surat itu se-
bagai Pengetahuan Faktual. Maka, kami menempatkan aktivitas pem-
belajaran ini dalam kotak A4, Menganalisis Pengetahuan Faktual.
Hari 3, 4
Pada Hari 3 dan 4, siswa-siswa mengemukakan konsepsi-kon-
sepsi mereka tentang "cara kerja" gunung berapi. Saya minta
mereka menggambar bagian atas dan bagian bawah gunung
berapi dan menjelaskan mengapa gunung berapi meletus.
Setelah mereka mengerjakan tugas ini selama beberapa waktu,
saya menyela untuk memberikan tugas berikutnya, yakni
membuat bank kata yang berkaitan dengan diskusi perihal
gunung berapi. Siswa-siswa mengumpulkan kata-kata untuk
dimasukkan di bank kata. Pada akhir Hari 3, saya menugasi
mereka membaca tulisan-tulisan tertentu tentang gunung berapi
di rumah dan pada kdesokan harinya mendiskusikan tulisan-
tulisan yang telah mereka baca itu di kelas.
Pada Hari 4, mereka telah mengumpulkan 32 kata.
Kemudian, mereka meresume tugas menggambar gunung
berapi. Saya menyuruh menggunakan kosakata dalam bank kata
untuk menamai bagian-bagian dari gambar gunung berapi
mereka. Mereka juga mengidentifikasi apa saja yang perlu di-
tambahkan di bank kata. Saya bersama mereka membahas
bagaimana penerapan tiga kriteria penilaian —kejelasan,
hubungan antarbagian, dan kesesuaian dengan buktinya— pada
gambar-gambar mereka.
Saya menginstruksikan siswa untuk menulis penjelasan
tentang cara kerja gunung berapi sesuai dengan gambar mereka
tanpa melihat tulisan-tulisan temannya. Saya ingin tahu apa
yang setiap siswa ketahui perihal gunung berapi. Tulisan mereka
ini memperlihatkan keragaman konsepsi tentang struktur
bawah tanah gunung berapi dan sebab-sebab letusannya.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi
Komentar
Dalam kerangka proses kognitif, aktivitas pembelajaran ini
menekankan menjelaskan (Memahami). Menjelaskan melibatkan proses
mengkonstruksi model sebab-akibat perihal suatu sistem —dalam
hal ini sistem yangmenghasilkan ledakan gunungberapi. Model ini
merupakan Pengetahuan Konseptual (lihat Tabel 3.2). Oleh karena itu,
kami mengklasifikasikan aktivitas menggambar dan menulis ini se-
bagai memahami pengetahuan konseptual.
Untuk menulis model-modelnya, siswa membutuhkan kosa-
kata. Dalam Tabel Taksonomi, kosakata sama dengan pengetahuan
tentang terminologi. Maka, penekanannya adalah pada Pengetahuan
Faktual (lihat Tabel 3.2). Lantaran terminologi itu harus dipakai ber-
sama gambarnya, kami berpendapat bahwa aktivitas pembelajaran
ini merupakan memahami pengetahuan faktual. Bank kata berperan
sebagai alat bantu untuk mengingat, sehingga penekanannya bukan
pada mengingat kembali, melainkan pada mengenali.
Aktivitas ini merupakan ilustrasi yang baik tentang perbedaan
antara pengetahuan tentang terminologi (Pengetahuan Faktual) dan
pengetahuan tentang kategori yang dijelaskan oleh terminologi
(Pengetahuan Konseptual). Misalnya, "magma" adalah istilah untuk
"batu vulkanik". Penggunaan kata "magma" pada gambar mereka
memungkinkan mereka membicarakan gambar mereka. Jika kosa-
katanya tidak banyak, mereka terpaksa menyebutbagian-bagian dari
gambar mereka derigan "ini" dan "itu",
Aktivitas pada Hari 3 dan 4 dapat berfungsi sebagai pra-ases-
men. Gurunya tertarik untuk mengetahui apa yang siswa pahami
tentang sebab-sebab letusan gunung berapi sebelum pembelajaran-
nya benar-benar dimulai. Setiap gambar membutuhkan banyak pen-
jelasan^ dan penjelasan tertulis diperlukan untuk mengetahui pe-
mahaman siswa. Maka dari itu, kami memasukkan aktivitas pem
belajaran ini dalam dua kotak Tabel Taksonomi, yaitu memahami
pengetahuan konseptual dan mengingat pengetahuan faktual.
290 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Hari 5
Aktivitas seluruh kelas pada hari kelima adalah men-
diskusikan konsepsi-konsepsi siswa tentang sebab-sebab letusan
gunung berapi. Setelah memeriksa karya-karya mereka dengan
cermat, saya memilih lima karya terbaik untuk dipresentasikan
dan "dipertahankan" di depan kelas. Saya memfotokopi lima
karya ini dan membagikan kepada semua siswa, serta menegas-
kan bahwa tujuan diskusinya ialah membahas semua penjelasan
tentang sebab-sebab letusan gunung berapi. Diskusinya berlang-
sung seru, dan saya berusaha keras untuk mengarahkannya.
Meskipun saya telah merencanakan diskusi ini dengan detail,
. pelaksanaannya ternyata penuh improvisasi, dari pihak saya
dan pihak siswa.
Di tengah-tengah perdebatan, saya mengingatkan mereka
bahwa diskusi ini tidak bertujuan untuk mencari kesepakatan
mengapa gunung berapi meletus. Tujuannya adalah mengeks-
plorasi gambar-gambar dan ide-ide untuk mencari tahu meng
apa siswa-siswa memahami apa yang mereka pahami dan jelas-
kan. Perdebatannya harus didukung dengan bukti dan argumen;
inilah yang ditunggu.
Komentar
Sampai di sini, Mr. Parker mengetahui beragam pengetahuan
individu siswa, bukan pengetahuan kolektif seluruh siswa. Aktivitas
ini sejalan dengan penekanan Mr. Parker ("semua penjelasan tentang
sebab-sebab letusan gunung berapi"), tetapi tidak sejalan dengan
tujuannya seperti yang ditulis dalam tujuan pertama (yakni, penjelas-
an-penjelasan yang sesuai dengan teori gerakan lempeng bumi).
Penekanannya kemudian beralih ke pemahaman kolektif siswa
karena mereka harus menyampaikan "bukti dan argumen". Syahdan,
walaupun semua aktivitas pembelajaran pada Hari 5 berkaitan
dengan tujuan pertama, yaitu memahami pengetahuan konseptual,
tujuan pertama itu belum tercapai.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 2 9 1
Hari 6
Pada hari keenam, siswa mulai mengerjakan tugas utama
mereka, yaitu mengkaji bukti-bukti geologis tentang gunung
berapi di sekitar daerah mereka. Saya mengawali aktivitas ini
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semisal "Apa saja
jenis batu yang bersifat vulkanik?" "Seperti apakah rupa batu-
batu itu?" "Adakah magma tua di sekitar sini?" Mereka me-
ngerjakan tugas ini selama enam hari.
Komentar
Penekanannya kini beralih ke tujuan kedua. Fokusnya adalah
mengklasifikasikan batu-batu {memahami pengetahuan konseptnal).
Saya membawakan peta geologis yang dapat dipakai untuk
membantu mempelajari bukti-bukti vulkanologi. Dengan menunjuk-
kan isi peta ini di depan kelas, saya mengarahkan perhatian siswa
ke berbagai warna batu (setiap batu berwarna lain), mengenalkan
skala peta, dan menjelaskan bagaimana simbol peta menghubungkan
warna-warna itu dengan nama-nama batu. Saya juga terangkan
bagaimana cara membaca dengan peta ini tayangan video tentang
geologi suatu daerah yang akan saya putan Selanjutnya, saya mem-
bahas Paket Bahan Riset halaman demi halaman, sebuah bahan
sebanyak 20 halaman yang berisi informasi dasar dan kliping-kliping
koran tentang gempa bum i.
Komentar
Aktivitas-aktivitas pembelajaran ini dimaksudkan untuk me-
lengkapi Pengetahuan Faktnal siswa. Fokus kognitifnya adalah meng-
ingat pengetahuan faktnal. Siswa mesti memilih pengetahuan yang
relevan (Menganalisis), tetapi kami masih harus menunggu.
Berikutnya, saya menjelaskan teori gerakan lempeng dengan
model tiga dimensi dan foto-foto untuk menunjukkan bagian-bagian
pokok teori ini. Saya melontarkan pertanyaan-pertanyaan selama
292 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
menjelaskannya, untuk menegaskan manfaat informasi ini bagi pe-
nyelesaian tugas mereka.
Komentar
Pengetahuan tentang teori dan model adalah Pengetahuan Kon-
septual (lihat Tabel 3.2). Mr. Parker ingin siswa-siswanya mengguna-
kan teori gerakan lempeng bumi dan model-model tersebut untuk
menjelaskan apa yang terjadi ketika gunung berapi meletus. Jadi,
tujuan yang implisit ini ialah memahami pengetahuan konseptual.
Saya memutar cakram video tentang gempa bumi dan geologi
yang berdurasi 15 menit. Bagian pertama dari video ini berisikan
lama waktu gempa-gempa yang belakangan terjadi dan seismogram
dari museum daerah. Bagian keduanya memperlihatkan seorang ahli
geologi yang menjelaskan bebatuan di daerah utara. Ahli geologi
ini menggambarkan bagaimana ahli-ahli geologi mengumpulkan dan
mencatat contoh-contoh batu. Dia juga membahas penggunaan peta
geologi untuk menentukan umur batu, dan mengatakan kepada
siswa-siswa bahwa batu-batu yang dia kumpulkan ini akan mereka
pelajari di kelas. Saya memberikan komentar-komentar selama pena-
yangan video itu untuk memberi informasi penting yang berkaitan
dengan tugas mereka (yakni, mempelajari bukti-bukti, manfaat peta
geologi, dan penentuan umur batu).
Komentar
Bagian pertama dari video ini berisikan banyak sekali Pengetahu-
an Faktual. Pemutarannya bertujuan bukan untuk mengajak meng-
ingat pengetahuan tersebut, melainkan untuk memotivasi mereka
(yakni, "melegitimasi" tugas siswa). Bagian keduanya berisikan Pe
ngetahuan Prosedural (yaitu, bagaimana cara mengumpulkan dan
mencatat contoh-contoh batu, bagaimana cara menentukan umur
batu). Siswa diharapkan untuk Mengaplikasikan minimal sebagian
Pengetahuan Prosedural ini, tetapi fokus utamanya dari bagian ini
adalah mengingat pengetahuan prosedural.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi
Hari 7
Pada hari ketujuh, saya memimpin diskusi yang lebih ekstensif
tentang peta geologi negara bagian ini, mengajarkan bagaixnana
cara memakai peta itu, dan memastikan mereka mengetahui
bahwa batu-batu beku karena perapian merupakan bukti kuat
akan adanya letusan gunung berapi. Selanjutnya, saya menugasi
mereka kerja kelompok sampai hari ketujuh berakhir dan se-
bagian besar waktu pada hari kedelapan. Tugasnya adalah me-
lengkapi tabel data tentang jenis-jenis batu (yakni, batu beku,
sedimen, dan metamorfis), mencatat setiap jenis batu yang ada
di negara bagian ini.
Komentar
Fokusnya beralih ke mengaplikasikan pengetahuan prosedural
(yakni, bagaimana cara menggunakan peta itu) dan mengingat penge
tahuan faktual (yaitu, batu-batu beku karena perapian merupakan
bukti kuat akan adanya letusan gunung berapi). Tugas ini, jika sudah
selesai, membuahkan sistem klasifikasi bebatuan. Kami menggolong-
kan aktivitas pembelajaran ini dalam memaliami (yakni, mengklasifi-
kasikan) pengetahuan konseptual.
Setelah siswa menyelesaikan tugas kelompok ini, mereka harus
menjawab empat pertanyaan berikut:
1. Apa sajakah jenis batu yang paling banyak ditemukan di daerah
kita?
2. Apa sajakah jenis batu beku yang ada di daerah kita (intrusif
atau ekstrusif)?
3. Menurut peta geologi itu, berapa jauh jarak batu-batu beku
terdekat dengan kota kita? Berapa umur batu-batu itu?
4. Apa kesimpulan yang dapat Anda tarik dari data-data tersebut
dalam kaitannya dengan kemungkinan aktivitas gunung berapi
di daerah ini?
294 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Komentar
Keempat pertanyaan tersebut melibatkan beragam jenis penge-
tahuan dan kategori proses kognitif. Pertanyaan pertama meng-
haruskan siswa mengingat (yakni, mengingat kembali) pengetahuan
faktual; pertanyaan kedua, memahami pengetahuan konseptual; dan per
tanyaan ketiga, mengaplikasikan pengetahuan prosedural (yaitu, bagai-
mana cara menentukan jarak pada peta berskala). Pertanyaan ke-
, empat menuntut siswa untuk membuat kesimpulan. Menyimpulkan
berada dalam kategori Memahami (lihat Tabel 5.1). Kesimpulan-
kesimpulan ini didasarkan pada pengetahuan siswa tentang data-
data itu (yakni, Pengetahuan Faktual) —memahami pengetahuan faktual.
Hari 8
Pada hari kedelapan, saya melakukan "percakapan asesmen".
Saya memilih seorang wakil dari setiap kelompok untuk me-
nuliskan jawaban kTelompok mereka atas salah satu pertanyaan
itu di papan tulis. Setelah setiap wakil menuliskannya, saya me-
minta tanggapan kelompok-kelompok lain untuk menyetujui
atau menentangnya. Jawaban-jawaban atas dua pertanyaan per
tama kurang mengundang perdebatan, tetapi jawaban-jawaban
atas pertanyaan 3 menimbulkan kontroversi. Untuk menjawab
pertanyaan 3 ini, siswa harus mengukur jarak antara daerah
mereka dan batu-batu beku terdekat. Kelompok-kelompok
mempunyai jawaban-jawaban yang cukup berbeda, dari 120-
250 mil. Untuk menghemat waktu, saya mengukur jaraknya
dengan transparansi peta di depan kelas dan hasilnya adalah
150 mil untuk batu-batu beku intrusif yang umurnya 570 juta
tahun.
Komentar
Berdasarkan "percakapan asesmen" ini, Mr. Parker mengetahui
bahwa siswa dapat mengingat pengetahuan faktual yang relevan
(pertanyaan 1) dan mereka memahami pengetahuan konseptual yang
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 2 9 5
penting (pertanyaan 2). Namun, mereka kurang dapat mengaplikasi-
kan pengetahuan prosedural (pertanyaan 3).
Di sini, saya siap untuk menanggapi jawaban-jawaban
siswa atas pertanyaan keempat. Mereka segera memberikan
jawaban yang sama bahwa sangat tidak mungkin ada aktivitas
gunung berapi di daerah ini. Namun, mereka sependapat
dengan saya bahwa kemungkinan aktivitas gunung berapi di
daerah ini tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya. Saya
kemudian menjelaskan tugasberikutnya, yaitu membandingkan
batu-batu yang dikumpulkan dari daerah mereka dengan batu-
batu yang dikumpulkan dari Gunung St. Helens.
Komentar
Setelah berhasil mengatasi masalah mengaplikasikan pengetahuan
prosedural, siswa dapat menarik kesimpulan yang tepat tentang ke
mungkinan letusan gunung berapi di daerah mereka (bukti bahwa
mereka memahami pengetahuan konseptual).
Saya membagi sepuluh contoh batu kepada kelompok-
kelompok siswa, lima diambil dari daerah gunung berapi dan
lima dari daerah ini. Saya menugasi mereka untuk mencocokkan
batu-batu ini dengan deskripsi beragam jenis batu. Mereka
menyelesaikan tugas ini dalam waktu 15 menit, tetapi ketika
saya berkeliling kelas, saya menemukan bahwa banyak siswa
tidak mampu membedakan antara batu apung dan batu pasir,
sebuah ketidakmampuan yang perlu diperhatikan karena batu
apung termasuk batu vulkanik tetapi tidak terdapat di daerah
mereka. Maka dari itu„ saya memutuskan untuk melakukan
"percakapan asesmen" singkat guna mendiskusikan ciri-ciri
sampel batu itu dan guna mengetahui "temuan-temuan" ini
mengindikasikan apa dalam kaitannya dengan geologi daerah
ini.
296 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Komentar
Aktivitas pembelajaran ini menuntut siswa untuk mengklasifi-
kasikan —yang termasuk dalam kategori Memahami (lihat Tabel 5.1).
Klasifikasi ini melibatkan contoh-contoh dan jenis-jenis "batu"
(yakni, kategori). Jenis, klasifikasi, dan kategori merupakan Penge-
tahuan Kotiseptual (lihat Tabel 3.2).
Hari 9-12
Empat hari ini menghadirkan tantangan paling besar bagi saya
dan siswa-siswa saya. Saya menugasi mereka mencari batu-batu
vulkanik di peta-peta geologi lima negara bagian di sekitar
negara bagian mereka, membuat peta lokasi-lokasi batu beku
di enam wilayah negara bagian itu, mengukur jarak antara dae-
rah mereka dan batu-batu beku terdekat, dan menentukan ke-
mungkinan aktivitas gunung-gunung berapi yang membahaya-
kan daerah mereka-.
Komentar
Aktivitas-aktivitas pembelajaran selama empat hari ini merupa
kan ulangan dari aktivitas-aktivitas pembelajaran pada hari 7 dan 8
dengan konteks geografis yang lebili luas. Fokusnya diperluas ke
beberapa negara bagian, termasuk negara bagian yang gunung
berapinya belum lama meletus. Karenanya, analisis kami sebelumnya
atas aktivitas-aktivitas pembelajaran terdahulu dalam kerangka Tabel
Taksonomi juga berlaku untuk aktivitas-aktivitas pembelajaran pada
Hari 9-12 ini.
Saya mengawali hari kesembilan dengan mengajak siswa-
siswa memikirkan dampak luas letusan-letusan gunung berapi
dan fakta bahwa daerah mereka berjarak 30 mil saja dari tiga
negara bagian lain, tetapi mereka hanya memerhatikan peta
geologi daerah mereka sendiri. Karena pendapat-pendapat
mereka mengindikasikan bahwa mei'eka tidak memahami
dampak luas letusan gunung berapi, saya mengingatkan mereka
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 2 9 7
bahwa ketika Gunung St. Helens meletus, abunya menghujani
kota-kota yang berjarak 100 mil. Setelah yakin bahwa mereka
mengerti mengapa mereka harus mengerjakan tugas di atas,
saya memberi petunjuk-petunjuk tertentu tentang cara menye-
lesaikannya. Petunjuk-petunjuk ini berupa peringatan tentang
beragam warna dan skala yang digunakan pada peta-peta
geologi banyak negara bagian, tata cara untuk mengukur jarak
di peta lokasi mereka, dan catatan bahwa tabel jenis batu yang
telah mereka buat harus dijadikan kunci untuk menentukan
apakah suatu batu merupakan batu beku atau bukan.
Komentar
Petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada siswa merupakan
kombinasi antara Pengetahuan Faktual ("peringatan"), Pengetahuan
Prosedural ("tata cara"), dan Pengetahuan Konseptual ("tabel jenis
batu"). Mereka diharapkan mengingat pengetahuan faktual, mengapli-
kasikan pengetahuan prosedural, dan memahami pengetahuan konseptual.
Pada hari 10-12, saya menghabiskan hampir seluruh waktu
untuk menyambangi kelompok-kelompok dan membantu
mereka yang mengalami kesulitan. Di hntara kesulitan-kesulitan
utama yang saya catat adalah sebagai berikut:
jumlah data yang harus dikumpulkan sangat banyak;
menentukan "status" batu beku yang telah berubah bentuk;
perbedaan-perbedaan simbol peta antarnegara bagian;
perbedaan-perbedaan skala peta;
berbagai metode untuk memasukkan data pada peta buatan
mereka;
berbagai metode untuk mengukur jarak batu-batu beku terdekat.
Komentar
Secara keseluruhan, kesulitan-kesulitan ini merupakan masalah-
masalah yang berkaitan dengan Pengetahuan Faktual (yaitu, jumlah
data yang harus dikumpulkan), Pengetahuan Konseptual (yakni, jenis-
298 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
jenis batu, skala-skala peta), dan Pengetahuan Prosedural (yakni, metode
untuk memasukkan data dan mengukur jarak pada beragam peta).
Semua kesulitan ini dapat memengaruhi pencapaian tujuan utama
unit pelajaran ini, yaitu memahmni pengetahuan konseptual.
Hari 13
Pada hari ke-13, saya memilih beberapa peta buatan siswa dan
menampilkannya di tembok dengan proyektor —sebagai bagian
dari "percakapan asesmen". Setiap kali menampilkan sebuah
peta, saya meminta seorang siswa anggota kelompok yang
membuat peta tersebut untuk menjelaskannya. Sebagian besar
waktu saya habis untuk membantu siswa menyelesaikan ke-
salahan penentuan dan perbedaan pendapat tentang jenis dan
umur batu, serta jarak antara batu-batu beku terdekat dan daerah
mereka. Sayangnya, keterbatasan waktu dan tenaga saya untuk
mengevaluasi dan jnemperbaiki kualitas setiap peta meng-
hambat saya untuk membuat siswa menyadari keterbatasan-
keterbatasan inheren dari bukti-bukti gunung berapi yang
mereka kaji.
Komentar
Perbedaan pendapat antarsiswa bertalian dengan Pengetahuan
Konseptual (jenis batu) dan Pengetahuan Prosedural (cara menentukan
umur batu; cara mengukur jarak batu dengan daerah mereka). Pada-
hal, data-data tentang jenis, umur, dan jarak merupakan faktor-faktor
pokok dalam menentukan kemungkinan aktivitas gunung berapi di
daerah mereka.
Tiba saatnya untuk menanyakan kepada siswa perihal ke
mungkinan aktivitas gunung berapi di daerah mereka berdasar-
kan bukti-bukti baru yang mereka peroleh. Sekitar satu dari dela-
pan siswa mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai bukti
yang cukup untuk mengambil kesimpulan tentang potensi
aktivitas gunung berapi. Sementara itu, siswa-siswa lainnya siap
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Ginning Berapi 2 9 9
untuk mengambil kesimpulan. Setengah dari siswa-siswa yang
siap untuk mengambil keputusan ini mengatakan bahwa letusan
gunung berapi dapat membahayakan daerah sekitarnya, dengan
menunjukkan batu-batu beku tua di sekitar daerah mereka se-
bagai bukti untuk mendukung kesimpulan mereka. Setengah
siswa lainnya mengatakan bahwa letusan gunung berapi tidak
mungkin membahayakan daerah mereka karena batu-batu
vulkanik yang mereka temukan berjarak sangat jauh dari daerah
mereka.
Komentar
Hasil akhir dari aktivitas-aktivitas pembelajaran pada Hari 9-
12 ini adalah mendorong siswa dari kesamaan pendapat (memahami
pengetahuan konseptual) ke perbedaan pendapat dan perdebatan.
Hari 14
Pada Hari 14, saya merasa dikejar waktu. Saya menyuruh siswa
untuk segera mempelajari lokasi kota mereka dalam kaitannya
dengan titik-titik temu antarlempeng bumi berdasarkan salah
satu dokumen portofolio mereka. Mereka mempelajari potongan
melintang kerak dan lapisan bumi dari Samudra Pasifik sampai
Samudra Atlantik. Gunung St. Helens berada di dekat patahan
lempeng bumi; daerah mereka berjarak 2.000 mil dari patahan
lempeng bumi terdekat.
Komentar
Di sini, Mr. Parker mengenalkan kembali dasar teori untuk mem
pelajari dan mendiskusikan bukti-bukti vulkanik: teori gerakan
lempeng bumi (Pengetahuan Konseptual). Dia juga memberitahukan
sepotong Pengetahuan Faktual penting: daerah siswa sekarang dekat
dengan sebuah patahan lempeng bumi. Dia memfokuskan kembali
perhatian siswa pada tujuan utamanya: memahami pengetahuan konsep
tual.
300 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Saya mengarahkan perhatian siswa pada fakta bahwa
Gunung St. Helens dan Gunung Yellowstone, dua gunung
berapi di Amerika Serikat, mempunyai persamaan: magmanya
terus bergerak naik. Saya juga mengingatkan mereka akan
halaman-halaman awal Paket Bahan Riset, yang berisikan peta
lempeng-lempeng bumi dan potongan kerak dan lapisan bumi
yang menunjukkan bagaimana magma bergerak naik di dekat
patahan-patahan lempeng bumi. Dengan membaca bahan-
bahan ini, siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang
implikasi-implikasi dari teori gerakan lempeng bumi untuk me-
nyusun argumen mereka.
Komentar
Ini merupakan Pengetahuan Faktual ("gunung-gunung berapi
mempunyai magma yang terus bergerak naik", "magma bergerak
naik di dekat patahan-patahan lempeng bumi"). Pengetahuan Faktual
dimaksudkan untuk menjelaskan masalah-masalah pokok dan,
makanya, mendukung siswa untuk memahami pengetahuan konseptual.
Ringkasan dari analisis kami atas aktivitas-aktivitas pembelajar-
an dalam Tabel Taksonomi ditunjukkan pada Tabel 12.2.
BAGIAN 3: ASESMEN
Pada hari kelima belas, saya tahu bahwa siswa-siswa masih ber-
beda pendapat tentang kemungkinan dampak letusan gunung berapi
pada daerah mereka. Sebagian siswa berpendapat bahwa batu-batu
beku kuno yang terletak 150 mil dari daerah mereka tetap mengindi-
kasikan ancaman bagi daerah mereka. Namun, saya siap untuk me-
minta mereka mulai menulis surat kepada Kepala Kanwil Geologi.
Saya menekankan pentingnya kesamaan pendapat dalam setiap
kelompok dan pentingnya menjelaskan pendapat mereka secara per-
suasif.
Saya mengevaluasi setiap surat yang mereka tubs untuk Mr.
Luckino berdasarkan rubrik penskoran (lihat Lampiran B pada akhir
bab ini). Akan tetapi, sebelum menggunakan rubrik penskoran ini,
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 3 0 1
Tabel 12.2. Analisis Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi dengan Tabel Taksonomi
Berdasarkan Aktivitas-aktivitas Pembelajarannya
Dimensi Proses Kognitif
Dimensi 1. 2. 3. 4. 5. 6.
Pengetahuan
Mengingat Memahami Mengapli- Mengana- Mengeva- Mencipta
kasikan lisis luasi
A. Aktivitas- Aktivitas- Aktivitas
P e n g e ta h u a n aktivita.s a ktivita s hari 2
Faktual hari 3, 4, hari 3 ,4 ,7
6-14
B. Tujuan 1;
P e n g e ta h u a n Tujuan 2;
Konseptual Tujuan 3
A k tiv ita s -
a k tiv ita s
hari 3-14
C. A ktivitas Aktivitas-
P e n g e ta h u a n hari 6 aktivitas
Prosedural hari 7-
13
D.
P e n g e ta h u a n
Metakognitif
Keterangan:
Tujuan 1 = Memahami teori gerakan lempeng bumi untuk menjelaskan fenomena gunung
berapi.
Tujuan 2 = Mencermati dan menafsirkan data-data geologis daerah setempat.
Tujuan 3 = Membandingkan geologi daerah setempat dengan tempat-tempat yang memiliki
gunung berapi.
302 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
saya meminta mereka saling tukar surat. Mereka secara berkelompok
menggunakan rubrik tersebut untuk mengevaluasi setiap surat yang
mereka baca. Setelah evaluasi antarteman ini selesai, sebagian kelom-
pok memperbaiki surat mereka. Sekalipun surat-surat itu berisikan
beragam pendapat tentang masalah yang sama dan beragam reko-
mendasi, saya merasa puas dengan pemikiran dan pemahaman
mereka yang termasuk da lam level tinggi.
Komentar
Rubrik penskoran ini berisi empat kriteria. Kriteria pertama,
"akurasi informasi dalam ringkasan", terutama berkaitan dengan
mengingat pengetahuan faktual. Kriteria kedua, "kesesuaian dengan
bukti-buktinya", bertalian dengan memahami pengetahuan konseptual.
Rekomendasi mesti sejalan dengan bukti-bukti yang ditafsirkan
dengan cara tertentu. Teori gerakan lempeng bumi menjadi kerangka
konseptual bagi penafsi ran tersebut. Kriteria ketiga dan keempat sulit
diklasifikasikan. Kriteria ketiga adalah "mengakui penjelasan-pen-
jelasan alternatif". Penjelasan, seperti telah disebutkan sebelumnya,
merupakan konstruksi model sebab-akibat. Model ini adalah bentuk
Pengetahuan Konseptual. Namun, kata "alternatif" mengandung arti
bahwa ada banyak model yang dapat dibuat dan siswa dapat mem-
buat alteimatif-alternatif dari berbagai model. Jika benar demikian,
kata kerjanya adalah "merumuskan" (Mencipta) dan frasa bendanya
adalah "model-model alternatif" (Pengetahuan Konseptual). Akan
tetapi, merumuskan model-model yangberbeda dengan teori gerak
an lempeng bumi bertentangan dengan tujuan pertama. Kriteria ke
empat sama-sama menantang. Jika kami berasumsi bahwa prosedur
untuk menulis surat semacam itu sebelumnya sudah diajarkan
kepada siswa, kriteria ini menghendaki siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan prosedural. Namun, bila siswa harus "menulis surat sesuai
dengan kemampuan mereka sendiri", proses-proses kognitif yang
terlibat adalah merencanakan dan memproduksi. Maka, kriteria ke-
empatnya mengharuskan mereka mencipta [berdasarkan] banyak
Pengetahuan Faktual, Pengetahuan Konseptual, dan Pengetahuan Pro
sedural dalam unit pelajaran ini.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 3 0 3
Saya melakukan dua "percakapan asesmen", selain asesmen
formal, dalam unit pelajaran ini. "Percakapan asesmen" pertama
berlangsung pada Hari 8 setelah siswa mengerjakan tugas, yakni
menjawab empat pertanyaan tentang jenis batu dan gunung
berapi. "Percakapan asesmen" kedua berlangsung pada Hari
13 dan melibatkan diskusi kelas tentang proyek pembuatan peta.
Komentar
Sebagaimana telah disebutkan dalam analisis kami atas aktivitas-
aktivitas pembelajaran, pertanyaan-pertanyaan dalam percakapan
asesmen pertama dapat diklasifikasikan jadi: (1) mengingat pengetahu-
anfaktual, (2) memahami pengetahuan konseptnal, dan (3) mengaplikasi-
kan pengetnhuan prosedural. Diskusinya terfokus pada (1) memahami
pengetahuan konseptual dan (2) mengaplikasikan pengetahuan prosedural.
Ringkasan analisis kami atas asesmennya dalam Tabel Taksonomi
disajikan pada Tabel 12.3.
BAGIAN 4: KOMENTAR PENUTUP
Pada bagian ini, kami akan menilik dan mengomentari sketsa
pembelajaran Gunung Berapi dengan empat pertanyaan pokok:
pertanyaan tentang pembelajaran, pertanyaan tentang instruksi,
pertanyaan tentang asesmen, dan pertanyaan tentang kesesuaian di
antara ketiga komponen itu.
Pertanyaan tentang Pembelajaran
Inti dari unit pelajaran ini adalah aktivitas puncaknya, yakni
menulis surat untuk Kepala Kanwil Geologi. Dalam surat ini, siswa
menawarkan rekomendasi mereka berkenaan dengan rencana pe-
nanganan "bencana gunung meletus". Tujuan 1 dimaksudkan untuk
memberikan dasar teori bagi penulisan rekomendasi itu; Tujuan 2
dan 3 dimaksudkan untuk membeberkan data empiris pendukung
rekomendasinya. Namun, apakah data empirisnya mendukung
rekomendasinya atau tidak, siswa harus menafsirkan data tersebut.
304 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Tabel 12.3. Analisis Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi deng
Dimensi 1. 2. D
Pengetahuan Mengingat Memahami Menga
A. Aktivitas-aktivitas Aktivitas-aktivitas
hari 3,4, 7
Pengetahuan hari 3,4, 6-14
Faktual
Asesmen A1;
Asesmen B(1)
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran G innin g Berapi B. Tujuan 1; Tujuan
Pengetahuan 2; Tujuan 3 Aktivi
Konseptual tas-aktivitas hari
3-14
Asesmen A1, 2
Asesmen B(2) ■
C. Aktivitas hari 6 Aktivitas-a
Pengetahuan 7-13
Asesmen
Prosedural
305
gan Tabel Taksonomi Berdasarkan Asesmennya
Dimensi Proses Kognitif
3. 4. 5. 6.
aplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta
Aktivitas hari 2 Aseasmen B(4)
/
Asesmen B (3,4)
*
aktivitas hari Asesmen B(4)
A1, 2
306 Dimensi D
Pengetahuan Menga
1. 2.
D. Mengingat Memahami
Pengetahuan
Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Metakognitif
Keterangan:
Tujuan 1 = Memahami teori gerakan lempeng bumi untuk menje
Tujuan 2 = Mencermati dan menafsirkan data-data geologis dae
Tujuan 3 = Membandingkan geologi daerah setempat dengan te
Asesmen A = Percakapan-percakapan asesmen 1 dan 2
Asesmen B = Rubrik penskoran untuk surat kepada Keprala Kanwil;
Kotak-kotak yang berwarna hitam menunjukkan kesesuaian yang
asesmen terdapat di dalam kotak yang sama. Kotak-kotak yang berw
sama.
Dimensi Proses Kognitif
3, 4. 5. 6.
aplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta
elaskan fenomena gunung berapi.
erah setempat.
empat-tempat yang memiliki gunung berapi,
; kriteria 1,2,3, dan 4.
paling tinggi di antara ketiga komponen—tujuan, aktivitas pembelajaran, dan
warna lebih terang menunjukkan dua komponennya terdapat dalam kotak yang
Penafsiran membutuhkan Pengetahuan Prosediiral (yakni, cara mem-
baca peta geologi), Pengetahuan Konseptual (yaitu, jenis-jenis batu),
dan Pengetalnmn Faktual (yakni, batu-batu beku merupakan bukti kuat
atas letusan gunung berapi).
Pertanyaan tentang Instruksi
Setelah beberapa pertemuan awal, Mr. Parker mengadakan
aktivitas-aktivitas "beranting". Pada setengah unit terakhir, atau
sekitar tujuh hari, siswa melakukan proses-proses kognitif berikut
secara serempak: inengingat pengetahuanfaktual, memahmni pengetahu
an konseptual, dan mengaplikasikan pengetahuan prosedural. Namun,
aktivitas-aktivitas ini berlangsung sangat lama sehingga waktu pem-
belajaran unit ini mulur sampai Hari 14, dan siswa harus menyelesai-
kan proyek kelompok mereka selama dua pertemuan (Hari 15 dan
16).
Pertanyaan tentang Asesmen
Mr. Parker menggunakan apa yang dia sebut sebagai "percakap-
an asesmen" untuk menentukan apakah siswa makin maju dalam
mencapai tujuan-tujuan pembelajaranrvya. Percakapan-percakapan
asesmennya berisikan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut siswa
untuk inengingat pengetahuanfaktual, memahmni pengetahuan konseptual,
dan mengaplikasikan pengetahuan prosedural. Pertanyaan-pertanyaan
ini merupakan asesmen formatif.
Asesmen pokoknya adalah proyek kelompok. Setiap kelompok
harus membuat surat untuk Kepala Kanwil Geologi yang berisikan
rekomendasi apakah dia perlu mendanai rencana evakuasi atau tidak
dan alasan-alasan rekomendasi tersebut. Surat yang dibuat oleh
setiap kelompok dievaluasi dengan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria-
kriteria ini berada dalam lima kotak Tabel Taksonomi: A1 (inengingat
pengetahuan faktual), B2 (memahami pengetahuan konseptual), A6 (men-
cipta [berdasarkan] pengetahuan faktual), B6 (mencipta [berdasarkan]
pengetahuan konseptual), dan C6 (mencipta [berdasarkan] pengetahuan
prosedural).
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 3 0 7
Pertanyaan tentang Kesesuaiannya
Jika tiga tujuan di atas berkaitan dengan memahami pengetahunn
konseptual, sebagaimana analisis awal kami atas rumusan-rumusan
tujuannya, terdapatbeberapa ketidaksesuaian antara tujuan, aktivitas
pembelajaran, dan asesmennya (lihatTabel 12.3). Jikalau tujuan kedua
dan ketiga dianalisis ulang, mungkin hasilnya akan menunjukkan
kesesuaian yang lebih baik antarkomponennya. Kedua tujuan ter-
sebut dapat ditulis dalam lembar "bagaimana cara": Siswa belajar
bagaimana cara mempelajari dan menafsirkan data-data tentang geo-
logi daerah mereka. Siswa belajar bagaimana cara membandingkan
geologi daerah mereka dengan geologi tempat-tempat yang mem-
punyai gunung berapi. Sebenarnya, sewaktu menganalisis aktivitas-
aktivitas pembelajaran, kami berkesimpulan bahwa siswa diharap-
kan belajar bagaimana cara. Sekali lagi, dua tujuan ini termasuk
dalam kotak C3 (mengaplikasikan pengetahunn prosedural). Kedua
tujuan tersebut sesuai dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran pada
Hari 7-13 dan dua percakapan asesmen.
Akan tetapi, perubahan analisis ini menimbulkan ketidaksesuai
an lain pada Tabel 12.3. Misalnya, hanya satu kriteria pada rubrik
penskoran yang berkaitan langsung dengan tujuan "teoretis" (Tujuan
1). Kriteria-kriteria lainnya berkaitan dengan mengingat pengetahunn
faktual dan mencipta [berdasarkan] pengetahunnfaktual, konseptual, dan
prosedural.
Ketiga komponennya akan makin sesuai seandainya siswa
menghabiskan lebih banyak waktu pertemuan untuk "bekejja sama"
dalam mengerjakan proyek kelompok. Tampaknya, proyek kelorn- *
pok ini dikerjakan dengan sedikit, kalau pun ada, masukan dari guru-
nya. Bila benar demikian, asesmennya dilakukan terhadap hasil bel
ajar siswa yang jelas-jelas terlepas dari bimbingan dan bantuan guru,
berbeda dengan banyak proyek kelompok dalam sketsa-sketsa lain.
BAGIAN 5: PERTANYAAN-PERTANYAAN PENUTUP
Dalam menganalisis semua sketsa pembelajaran, kami masih
memiliki beberapa pertanyaan yangbelum terjawab. Tiga pertanyaan
308 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
paling penting yang belum terjawab dalam menganalisis sketsa
pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Apa manfaat aktivitas-aktivitas pra-pembelajaran bagi seluruh
pembelajarannya? Mr. Parker merencanakan unit pelajaran yang
diperkirakan akan berlangsung selama delapan hari. Pada akhir
hari keempat, setengah perjalanan dari unit yang "direncana-
kan", dia menjelaskan hal ihwal unit ini, menyuruh siswa
mengerjakan tugas, dan meminta mereka mengemukakan
konsep mereka tentang gunung berapi (menamainya dengan
tepat dan menerangkan "cara kerjanya"). Aktivitas-aktivitas ini,
meski penting, bukan aktivitas pembelajaran yang sebenarnya.
Kami menganggapnya sebagai "aktivitas-aktivitas pra-pem-
belajaran", yakni "batu loncatan" menuju pembelajaran.
Namun, Mr. Parker memandang aktivitas-aktivitas tersebut
perlu, sehingga dia menambah alokasi waktu pembelajarannya.
Penambahan ini mungkin telah menyelesaikan masalah keter-
batasan waktu. Terakhir, yang agak mengejutkan adalah siswa
tidak diminta untuk mengemukakan kenibali konsep mereka
tentang gunung berapi sebagai pos-asesmen. Pos-asesmen ini
bisa menjadi asesmen langsung atas hasil belajar dalam kaitan-
nya dengan tujuan awal unit pelajaran ini.
2. Apakah unit-unit pelajaran direncanakan terutama dengan
kerangka pencapaian tujuan-tujuannya atau pelaksanaan
aktivitas-aktivitasnya? Semua bukti yang ada menunjukkan
bahwa selama Hari 4-8, siswa mempunyai pendapat yang sama
bahwa gunung berapi sangat tidak mungkin muncul di daerah
mereka. Dengan dasar pendapat ini, mereka bisa mulai menulis
surat kepada Kepala Kanwil Geologi. Akan tetapi, Mr. Parker
merencanakan lebih banyak lagi aktivitas-aktivitas yang meng-
haruskan siswa meluaskan wilayah studi mereka hingga ke
negara-negara bagian lain. Meluaskan wilayah studi tentu men
jadi aktivitas yang membutuhkan banyak waktu, tetapi hasilnya
dalam kaitannya dengan pencapaian seluruh tujuan unit ini
justru negatif. Kesamaan pendapat yang telah dicapai pada akhir
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 309
Hari 8 dirusak oleh keragaman pendapat pada akhir Hari 12.
Aktivitas-aktivitas tambahannya mengacaukan kesamaan pe-
mahaman yang sebetulnya dibutuhkan oleh setiap kelompok
untuk menulis surat kepada Kepala Kanwil Geologi. Kasus ini
menunjukkan masalah ketiadaan hubungan antara tujuan-tuju-
an dan aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam tahap perencana-
an dan, yang lebih penting, dalam tahap pelaksanaan pem-
belajarannya.
3. Apa manfaat Tabel Taksonomi dalam mendiagnosis masalah-
masalah belajar? Pada hari ketujuh, siswa-siswa Mr. Parker di-
haruskan menjawab empat pertanyaan. Pertanyaan pertama ber-
kenaan dengan mengingat pengetahuan faktual, pertanyaan-per-
tanyaan kedua dan keempat bertalian dengan memahami penge-
tahnan konseptual, dan pertanyaan ketiga menuntut siswa meng-
aplikasikan pengetahuan prosedural. Pada hari kedelapan, Mr.
Parker melakukan "percakapan asesmen" dengan siswa-siswa-
nya berdasarkan jawaban-jawaban mereka atas keempat per
tanyaan tadi. Dari percakapan ini, dia mengetahui bahwa siswa
telah mengingat pengetahuan faktual itu dan sampai batas-batas
tertentu memahami pengetahuan konseptual itu. Namun, mereka
agaknya sulit untuk mengaplikasikaft pengetahuan prosedural.
Setelah persoalan ini dibahas, siswa dapat mencapai tingkat
pemahaman seperti yang dikehendaki Mr. Parker. Kasus ini
m enunjukkan kem ungkinan untuk m enggunakan Tabel
Taksonomi guna mendeteksi kesulitan-kesulitan belajar siswa.
Setelah kesulitan-kesulitan ini diidentifikasi, pembelajaran
berikutnya dapat diarahkan untuk membantu siswa mengatasi
kesulitan-kesulitan tersebut. m
310 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Lampiran A: Surat dari Kepala Kanwil Geologi Luckino
10 April
Hal: Studi tentang Bahaya Gempa Bumi dan Gunung Meletus
Kita ketahui bersama bahwa gempa bumi dan gunung meletus dapat merusak harta benda
dan melukai penduduk atau bahkan mengakibatkan kematian. Pada Januari, gempa besar
mengguncang Los Angeles, California. Gempa ini menewaskan banyak penduduk dan me-
nimbulkan kerugian 30 miliar dolar karena merusak rumah, aktivitas bisnis, jalan, dan
jembatan. Pada Mei 1980, Gunung St. Helens di Washington meletus. Letusannya yang
dahsyat merusak pepohonan sampai sejauh 15 mil. Dua kali gempa bumi menggoyang
sebuah kota yang berjarak 100 mil dari daerah kita pada Januari, dan gempa bumi juga
mengoyak Metropolis pada 1986. Mungkinkah gempa bumi yang cukup kuat terjadi di daerah
kita sehingga menghancurkan jembatan-jembatan dan bangunan-bangunan? Apakah kita
harus mengantisipasinya?
Kita perlu mempelajari geologi daerah kita dan mengalkulasi kemungkinan apakah gempa
bumi atau gunung meletus yang dahsyat akan terjadi di daerah kita ini atau tidak. Temuan-
temuan Anda akan membantu kamPuntuk memutuskan apakah daerah kita harus menyiapkan
rencana untuk mengantisipasi bencana itu. Rencana ini berupa persiapan evakuasi penduduk
dan penanganan darurat medis.
Untuk menyelesaikan masalah yang penting dan menantang ini dibutuhkan kerja keras dan
kreativitas. Untuk membantu Anda mencari solusinya, kami telah mengumpulkan data-data
geologis dari kantor geologi nasional dan daerah. Data-data ini meliputi peta-peta geologi,
potongan-potongan geologis, catatan-catatan pengeboran sumur minyak, dan contoh-contoh
batu. Kami juga akan mengirimi Anda Paket Bahan Riset. Kami kira paket ini akan membantu
Anda membaca dan menafsirkan bukti-bukti geologis. Paket ini berisi ringkasan teori gerakan
lempeng bumi, yang akan membantu Anda memahami penyebab-penyebab gempa bumi
dan gunung meletus. Paket ini juga memuat kliping-kliping koran tentang gempa-gempa
dan letusan-letusan gunung terbaru, dan informasi tentang geologi tempat-tempat yang
sering ditimpa gempa bumi dan gunung meletus.
Tugas Anda adalah menggunakan informasi-informasi tersebut untuk membaca dan me
nafsirkan geologi daerah kita, membandingkan hasil-hasil pembacaan dan penafsiran Anda
dengan tempat-tempat yang sering dilanda gempa bumi (California) dan gunung meletus
(Gunung St. Helens, Washington), dan mengambil keputusan apakah daerah kita memerlukan
rencana penyelamatan dan evakuasi atau tidak.
Laporan akhir Anda yang dikirim ke kantor kami berisi:
A. Keputusan Anda tentang kemungkinan terjadinya gempa bumi dan/atau gunung meletus
yang dahsyat dan merusak daerah kita.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 3 1 1
B. Penjelasan atas keputusan Anda dengan membandingkan antara bukti-bukti yang telah
Anda pelajari dan teori ilmiah tentang penyebab-penyebab gempa bumi dan gunung
meletus.
C. Peta-peta yang menunjukkan batu-batu vulkanik dan gempa-gempa bumi yang pernah
terjadi di daerah kita.
D. Potongan geologis daerah kita yang memperlihatkan struktur bebatuan bawah tanah.
E. Hal-hal dan penjelasan-penjelasan lain yang mendukung keputusan Anda.
Dalam beberapa pekan ke depan, ahli-ahli geologi profesional akan datang ke sekolah
Anda untuk melihat hasil pekerjaan Anda. Mereka akan meminta Anda menjelaskan pemikiran
dan penalaran Anda tentang masalah ini. Ilmuwan-ilmuwan tersebut turut mengulas laporan
akhirAnda.
Terima kasih atas perhatian Anda pada masalah yang sangat penting ini. Selamat bekerja!
Hormat saya,
Fred Luckino
Kepala Kanwil Geologi
312 Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen
Lampiran B: Rubrik Penskoran Laporan Studi Gempa Bumi dan Gunung Meletus
Tugas: Bekerja sebagai ilmuwan yang memahami masalah gunung berapi dan teori-teori
tentang penyebab-penyebab gunung meletus dan struktur geografis, mempelajari data-
data geologi daerah kita, dan membandingkan data-data tersebut dengan data-data serupa
tentang daerah California. Berdasarkan temuan-temuan Anda, tulislah sebuah surat kepada
Kepala Kanwil Geologi kita yang berupa ringkasan dari temuan-temuan Anda yang akurat
dan rekomendasi tentang kebutuhan untuk mengalokasikan anggaran untuk membuat
Rencana Evakuasi Gempa Bumi daerah kita. Rekomendasinya harus sesuai dengan bukti-
bukti yang telah Anda kumpulkan dan. mengakui penjelasan-penjelasan alternatif.
Kriteria Skor
Akurasi informasi dalam ring 3— Informasi dalam ringkasan lengkap dan akurat.
kasan 2—Sebagian informasi pentingnya tidak ada, ditafsirkan
dan ditulis secara salah dalam ringkasan.
1— Banyak bagian dari ringkasan tidak akurat dan/atau
data-data pentingnya tidak ada.
Kesesuaian dengan bukti- 3— Rekomendasi sesuai dengan bukti-bukti yang ada.
buktinya 2—Rekomendasi secara umum sesuai dengan bukti-
bukti yang ada—ada sedikit ketidaksesuaian dalam
suratnya.
1— Banyak bagian rekomendasi tidak sesuai dengan
bukti-buktinya.
Pengakuan terhadap pen 3— Rekomendasi sangat bagus dibandingkan reko-
jelasan-penjelasan alternatif mendasi-rekomendasi lain.
2— Rekomendasi bagus, tetapi kurang mengakui
penjelasan-penjelasan lain, meskipun ini hanya “tem-
pelan” dan tidak menyatu dengan pokok pikirannya.
1— Rekomendasi tampak kuat dan tegas —hanya sedikit
(tidak ada) pengakuan terhadap rekomendasi lain.
Bab 12 : Sketsa Pembelajaran Gunung Berapi 3 1 3
Kriteria Skor ,
Kejelasan
3— Rekomendasi disampaikan secara ringkas ditulis
SkorSempurna = 12 dengan sistematika yang logis Diagram-diagram
dan gambar-gambar diberi nama dan mudah di-
pahami.
2— Hubungan antara narasi dan diagram sulit
ditemukan. Rekomendasi tidak jelas
1— Rekomendasi tidak menjawab masalahnya. Reko
mendasi tidak didukung dengan bukti-bukti.
V
314 Penibelajaran, Pengajaran, dan Asesmen