The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Genderang Inovasi untuk Negeri - Volume 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by inovasi.djpb, 2022-01-11 03:26:15

Genderang Inovasi untuk Negeri - Volume 2

Genderang Inovasi untuk Negeri - Volume 2

Volume II

Jawa - Bali - Nusa Tenggara

GE���R���
IN����I �N��� NE����

senantiasa melakukan upaya perbaikan
unt�k memberi yang terbaik

Dir����ra� J��d��a� P�r���da����an



The Treasurer

Para pembaca yang budiman,

Di era globalisasi dan digital, dunia terus berakselerasi menggapai kemajuan. Salah
satu kemajuan tersebut terpancar dari adanya semangat dan genderang untuk terus
berinovasi. Hal ini sejalan dengan Kementerian Keuangan serta Direktorat Jenderal
Perbendaharaan. Organisasi yang kita cintai ini telah berupaya mengadopsi,
beradaptasi, serta menggunaakan teknologi untuk berinovasi, terutama dalam hal
pelayanan publik. Komitmen Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanan publik (continuous improvement) kepada mitra kerja
baik eksternal maupun internal agar dapat memenuhi kepuasan dan mewujudkan
harapan masyarakat.

Kebijakan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan mendorong setiap
unit kerja untuk memiliki dan mengembangkan inovasi agar dapat lebih agile dan
adaptif terhadap tantangan ke depannya. Inovasi-inovasi unggulan yang
diinventarisasi secara periodik kemudian dilakukan pendampingan dan diusulkan
untuk dapat berkompetisi di level Kementerian Keuangan dan di kancah Nasional. Hal
ini dilakukan untuk menstimulasi seluruh jajaran di Direktorat Jenderal
Perbendaharaan untuk terus melahirkan gagasan yang solutif dan implementatif
terhadap tantangan pada masa kini dan masa mendatang.

Inovasi yang telah dilahirkan oleh seluruh jajaran di Direktorat Jenderal
Perbendaharaan dari Sabang sampai Merauke adalah hal yang sangat berarti bagi
organisasi. Inovasi baik aplikasi maupun non aplikasi yang memiliki tujuan untuk
meningkatkan pelayanan publik menunjukkan kedinamisan organisasi, sehingga
sesederhana apapun inovasi tersebut, maka patut untuk diapresiasi dan diberikan
ruang untuk dikembangkan.

Terakhir, saya ucapkan terima kasih dan selamat berinovasi bagi seluruh jajaran dan
unit di Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Semoga inovasi yang telah diciptakan
dan diimplementasikan dapat mewujudkan Indonesia yang lebih maju di masa
mendatang.

Direktur Jenderal Perbendaharaan

Hadiyanto



Kata Pengantar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat
dan berkat-Nya, sehingga Buku Genderang Inovasi Direktorat Jenderal
Perbendaharaan telah dapat diselesaikan dan terbit.

Buku ini disusun untuk mengapresiasi upaya yang telah dilakukan unit kerja di
Direktorat Jenderal Perbendaharaan, baik di lingkup Kantor Pusat maupun Kantor
Vertikal (Kantor Wilayah dan KPPN) dalam membangun inovasi guna memastikan
bahwa pelayanan publik berjalan secara prima kepada stakeholders internal dan
eksternal – terutama pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Buku
inovasi ini menunjukkan semangat insan perbendaharaan untuk terus berkontribusi
positif dalam pengelolaan keuangan negara. Selain itu, penyusunan buku ini sebagai
wujud rasa terima kasih terhadap aktualisasi gagasan inovasi pada unit kerja, baik
berupa aplikasi maupun non aplikasi yang telah diimplementasikan di seluruh jajaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan, hingga tahun 2021 terdapat 910
inovasi layanan yang telah dilahirkan oleh unit kerja lingkup Direktorat Jenderal
Perbendahaharaan. Hal ini menunjukan bahwa inovasi di lingkup Direktorat Jenderal
Perbendaharaan memiliki daya saing dan memilki potensi untuk direplikasi oleh unit
kerja lain. Hal tersebut patut dibanggakan dan menjadi perhatian melalui penerbitan
buku ini yang terbagi menjadi empat volume.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada unit kerja yang telah berkontribusi
dan melangkah maju untuk berinovasi dan mewarnai kedinamisan proses bisnis di
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Ke depannya diharapkan semakin banyak
inovasi berkualitas yang dilahirkan dan dapat berdaya guna bagi pengembangan
pengelolaan keuangan negara, serta dapat bersaing di kancah nasional, bahkan
internasional.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sekretaris Direktur Jenderal
Perbendaharaan

Didyk Choiroel



Daftar Isi

PENDAHULUAN 1

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 5

Aplikasi Job Intelligent Monitoring And Tracking (JIMAT) 7
Aplikasi Intense DJPb 9
Organization Day (O-Day) 11
Self-Assessment Minat dan Kompetensi Pegawai 12
Aplikasi Job Matching 14
Aplikasi Performance and Individual Evaluation (PRIDE) 15
Aplikasi SITASI (Sistem Informasi Mutasi) 17
Aplikasi PBNOpen 19
Aplikasi Grading 20
Ruilslag Pegawai 22
Aplikasi Ruilslag Pegawai 23
Pemilihan Pegawai Berprestasi 24
Integrasi Data Absensi pada e-DJPb dan OA dengan Aplikasi SILAP 25
Survei Milenial 26
Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic) 28
Panduan Implementasi Learning Organization (LO) DJPb 29
Treasury Wellbeing Program 30
Reutilisasi BMN 32
Hibah BMN kepada Lembaga Sosial Masyarakat 34
Om Sugeng (Obrolan Menarik Seputar Pengelolaan BMN) 36
Aplikasi SAKURA 37
INCRIMA - Internal Control and Risk Management 38
Akselerasi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK 40
Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) 43
Digital Payment - Marketplace (Digipay) 47
MODERNISASI SISTEM PENERIMAAN NEGARA SECARA ELEKTRONIK - MPN-G3 49
RESTRUKTURISASI REKENING BENDAHARA KEMENTERIAN/LEMBAGA 52
Database Potensi Investasi Daerah 55
INOVASI PRIMA (PENGELOLAAN RAPAT, RISALAH, MONITORING ARAHAN, DAN TINDAK LANJUT) 56
Knowing New Employee 57
MAINAN (Monitoring Agenda Pimpinan) 58
Model Proyeksi PNBP BLU 61
BIOS 62
BLU Maturity Rating 64
BAS Mobile 67
MONITORING LCK INDIVIDU BULANAN 70
APLIKASI E-REKON&LK 72
KLINIK AKUNTANSI 75
LAYANAN PENGADUAN ELEKTRONIK (LPE) 77
APLIKASI SPAN-LKPP TERINTEGRASI 79
SISTEM INFORMASI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA MODUL PELAPORAN (SIKRI MP) 82
e-Jafung 87
Sistem Informasi Penilaian Kompetensi PPK dan PPSPM (SIMASPATEN) 89
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sertifikasi Bendahara (SIMSERBA) 90
SAKTI 95

Provinsi Banten 99

Area Khusus Merokok 100
Aplikasi Askara 101
21 Buah Inovasi dengan Saluran Informasi dan Komunikasi Terpadu bit.ly/PETA127 102

Provinsi DKI Jakarta 105

Sistem Informasi Harian Instansi (SIHari) 106
FAST 107
Betawi 108
Mpok Lela 109
Batik 110
Pos Jaga 111

v

Genderang Inovasi untuk Negeri

Dapur Hati 112
BISA BIJAK (Bincang Santai Berbagi Informasi dan Kebijakan) 113
Customer Service Officer (CSO) Swalayan 114
CSO Swalayan Virtual (Customer Service Officer Swalayan Virtual) 115
QURES (Quick Response) 117
CSS (Complete Settlement Service) 118
DVD SKPP (Direct Virtual Delivery SKPP) 119
BUSi (Building Spirit) 120
ASKON G2 (Aplikasi Supplier dan Kontrak Generasi Kedua) 121
DENMAS (Dengar Masukan) 123
BERAVI (Belajar Secara Virtual) 124
BANG KOMPI (Membangun Komitmen Pimpinan) 126
SOPAN TERPADU (Solusi Pelaksanaan Anggaran Terpadu) 127
Podcast KPPN Jakarta IV 129
KPPN JAKARTA V SHARE dan KPPN JAKARTA V CLASSROOM 130
e-Book FAQ KPPN JAKARTA V 131
BUKU PINTAR TAHUN 2021 KPPN JAKARTA V 132
GOOGLE SITES KPPN JAKARTA V TAHUN 2021 133
Aplikasi Pengelolaan SKPP bagi Instansi (APEL PAGI) 134
Sambel Trasi 135
ES JAHE 136
SOLUSIX (Solusi Virtual CSO Jaksix) 137
Sistem Administrasi Belanja dan Transaksi Instansi (Sambel Trasi) 138
ES JAHE (ELEKTRONIK SKPP JAKARTA ENAM) 139
Program PDKT (Pengenalan Daerah Kantor dan Tupoksi) 140
SMOKER (Sistem Monitoring dan Koreksi Elektronik) 141
DASHBOARD MPN 142
Penerimaan Negara Electronic Service (PES) 143
KOTAK CURHAT 145
KOTAK DISIPLIN 146
SiAPPin 147

Provinsi Jawa Barat 149

Pengajuan Kontrak dan Konfirmasi dalam Satu email Terintegrasi (PA KOSASI) 150
Sistem Monitoring Aktivitas Satker Terpadu (SMART) 151
MONALISA (Monitoring dan Analisa DAK Fisik dan Dana Desa) 152
Monitoring Online Cepat Terintegrasi (MOCI) 153
Aplikasi Three PAS 154
Aplikasi Layanan Dengan Mekanisme Network (ALDAMN) 156
SIREDI (Strategi Rekon Dini) 158
DOCANG(Diskusi Optimalisasi Capaian Kinerja Anggaran) 160
SIMADU (Sistem Pengaduan) 162
Nasi JamLaNG (Notifikasi Jam Layanan dan Pulang) 163
SMARTOR (Sistem Manajemen Aktivitas Rutin Kantor) 165
Rekap Lembur 166
Forcass (Forum Curhat dan Anjangsono Satker) 168
Sistem Rekon Dini 170
Klaim Otomatis Pensiun Pertama (Kopitam) 171
Simangpret 172
E-monitoring Pelayanan Cepat, Informatif, responsif, Mandiri, serta Inovatif (Aplikasi EMPAL CIREMAI) 173
Sistem Informasi Terpadu Perbendaharaan (SITAPE) 174
Sistem Informasi dan Monitoring Pelayana KPPN Secara Daring (SIMPING) 176
Aplikasi Rekonsiliasi Akurasi TUP (SIRATU) 177
Warung Tahu (Wahana Ngariung Untuk Meningkatkan Pengetahuan) 179
SIGAP (Asistensi Gangguan Aplikasi dan Peraturan) 181
Badega APBN 182
Layanan Terpadu (Co-Location ) 183
Surabi87 184
SIPANGSI (Aplikasi Pengaduan Instansi) 185
Buku Pintar Penyaluran Dana Desa 186
Pangemut “Diskotik” 187
MoTahu_087 188

Provinsi Jawa Tengah 191

Buletin Kinerja 192
The Best Division of The Year 2021 193

vi

Genderang Inovasi untuk Negeri

Performance corner 194
Performance commitment tree 195
Inovasi SOP Mini TLC 196
SOP PUG 197
Kotak Pengaduan 198
Kata – Kata Bijak Dalam Membangun Lingkungan Pengendalian 199
Ruang Belajar Online Mandiri (Ruang BOM) 200
MONSTERSI (Aplikasi Monitoring Satker Terkena Sanksi) 201
Sistem Layanan Antrean Express (SyantieX) 202
Feedback Service Calling 203
ngGarbini Card 204
Kotak Misteri Buat Ladies (KOEMIS BULAD) 205
CARANGSAKA (CO WORKING SPACE SARANA LAYANAN BERSAMA BAGI SATKER) 206
Aplikasi Menara 129 207
PENGUATAN INTEGRITAS 208
LEGIT (Laporan E-SPM Gaji Induk Triwulanan) 209
Penerbitan Media Cetak Buletin BATIK 210
DISKUSI 211
Gazebo Therapy Ikan 212
LALAPAN (Langkah-Langkah Penanganan ADK Pending) 213
e-POCI KPPN Tegal 215
Radio KPPN 217
e-Bimtek 218
JIMAN CETAR (GAJI AMAN CEPAT LANCAR) 219
Si Marem 220
AMPUN KASEP 221
SiSEMAR (sistem manajemen dokumen penerimaan negara) 223
MBAK LITA (Monitoring bahan bakar, listrik, telepon, dan air) 224
Srempeng40 225
KPPN Menyapa di Udara 226
Ting tong 227
Buku Pintar Satker 228
Buku Profil Satker 229
SINISUKA (Sebar Informasi terkiNI melalui Suara KitA) 230

Provinsi DI Yogyakarta 233

Layanan Elektronik Revisi (e-Revisi) 234
Aplikasi Monitoring Laporan Hasil Pembinaan dan Supervisi KPPN (e-LHP) 235
Aplikasi KPPN Jogja Online (KAJOL) 236
Pojok Tempat Informasi dan Warta untuk Layanan (POJOK TIWUL) 237
e-INTIP (Elektronik Informasi Terkini Pengguna Layanan) 239
Konfirmasi Penerimaan Negara Melalui Sarana Email (KOPINE MASE) 240

Provinsi Jawa Timur 243

Panjat Tugu (Peringatan Jatuh Tempo TUP dan GUP) 244
Cangkrukan Jozz 245
Ojo Laly 246
Surabaya II Klasik 248
Arek Pinter 250
Surabaya II Update 251
Megawe Guru 252
TPS-II (Temukan, Pastikan , Sampaikan ke KPPN Surabaya II) 253
K-Box (Kotak Kinerja) 254
Kumpulan Informasi KPPN Surabaya II (Klik135) 256
Lingkungan Kantor Bebas dari Korupsi (LINGKAR BESI) 257
Duta AKG (Anti Korupsi dan Gratifikasi) 258
KPPN Sidoarjo Mobile (KSM) 259
Dasi SuperMan 261
Semangat Terpercaya Aksi Responsif (STAR) Short Course Program 262
BALKON CERIA 262
TEH TARIK 264
Pojok Literasi - KPPN Kediri 265
WA grup Sedulure KPPN dan grup DAK FISIK & DD KEDIRI 266
Pojok "KOPI MANIS" (Komunitas Penegak Integritas, : Mantap, Amanah, Inspiratif, Harmonis) 267
URC (Unit Reaksi Cepat) Treasury Online 268
TUTOR SEBAYA 269

vii

Genderang Inovasi untuk Negeri

TAHU TAXWA (Tambah Pengetahuan Tax –Perpajakan- via WA) 270
KELUD 034 (Keluhan dan Pengaduan KPPN Kediri) 271
BRANTAS (Brosur Layanan Sepintas) KPPN KEDIRI 272
GET-TWO-K (Dapatkan Penyelesaian Pendaftaran Kontrak Hanya Dalam Dua Jam Saja) 273
K-POD (KPPN Kediri On Podcast) 274
TUP YES (TUP Yakin Esok Selesai) 275
BUNING SARI (Pembukaan Rekening Satu Hari) 276
DAK FISIK dan DANA DESA AWARD 277
MANEKIN (Manajemen Pengingat Dokumen Kinerja) 278
CEKING SERU (Cek Rekening Supplier Baru) 279
LAREDESA (Layanan Remote Desktop Satker) 280
SEMONGKO (Senin Ngobrol Karo Konco) 281
Kartu Bebas Antrean Penghargaan atas Perolehan Nilai IKPA (PALAPA) 282
Publikasi/Advetorial program kerja dan kebijakan KPPN Mojokerto melalui Jawa Pos Radar Mojokerto 283
Pemberian Layanan Klinik Kesehatan Health Care KPPN Jember 284
Aplikasi Sistem Bantuan layanan Unggulan (SIBANYU) 285

Provinsi Bali 287

Edukasi BLU 288
Lemon 289
K-DEK 290
ATIK K/L 292
Klinik KUR 293
DESI 037 295
Pandora KPPN Denpasar (Peladen Berkas dan Kolaborasi KPPN Denpasar) 296
RENON 037 297
SALAK BALI (SAPA LEWAT ANGKASA) 299
MELALI (Melayani Melalui Panggilan) 300
AKSARA (akses konsultasi rekonsiliasi dan LPJ Bendahara) 301
Joint Supervision DJPb dan DJP 302
The Game Card 304
PPK (Penghargaan Pulsa Kinerja) 306
Duta Integritas Desa 307
SMAP ISO 37001:2016 309
Kartu Komunikasi Keluarga ASN/TNI/POLRI 310
Selamat Pagi # Teman132 311
Profil Satker 312
E_Mon SKPP 313
Gaji_Pass 314
CekReK 315
TriAS132 316
KNOW132 317
FK3P 318
BerSIHKaN 319
DAUD di Singaraja 320
CHIPS132 321
Secangkir Kopi Manis 323
Ayo Belajar Bersama 324
JKN Corner 325
Hai Teman 326
Layanan Sehati 327
Blogspot PIJAR ZI_132 328
Bangkit Pagi 329
PEKIK 330
MP2 331
Lapor Kinerja 332
Dilan Sang Ahli 333
Satker Pinter 334
Simak Satker 335
Sangkepan 336
ODOS 337
SIMAK Pegawai 338
E_MON 339
Gaul Bareng Si Kembang 340
Udheng 341
Buku Saku WBK/WBBM 342

viii

Genderang Inovasi untuk Negeri

Gong Kebyar KPPN Singaraja 343
Treasury Mengudara 344
Treasury Goes to School 345
Treasury Goes to Campus 346
Ranking 1 Lomba Cerdas Cermat antar Satker 347
Singaraja Awards 348
Cafe Akuntansi 349
Sahabat Sejati Satker 350
Buku Pintar 351
E_Rating 352
E_Filing 132 353
Sistem Layanan Menyatu (SlaMet) 354
Service Point TASPEN 355
FKKS_132 356
ECC132 357
SUDIASA 358
Aplikasi e-filing kppn amlapura 359
PEPZI kppn amlapura (Pojok Edukasi Pembangunan Zona Integritas) 360
Aplikasi sipuasa kppn amlapura (aplikasi kepuasan, saran, dan aduan) 361
d'board satker (digital board satker) 362
Pusat edukasi satker 363
Servis Bersama Perbendaharaan TASPEN (SEPADAN) 364

Provinsi Nusa Tenggara Barat 367

BaLE 368
MOS (Mataram Online SKPP) 369
SRIKOYO (Sistem Koreksi dan Konfirmasi Online) 370
PANTAS (Permintaan Persediaan) 371
Kathmandu (KPPN Mataram Hadir Memberikan Edukasi) 372
KiOS (Kinerja Online Storage) 373
SASAMBO (Sistem Administrasi Lembur Online) 374
LANGKO KPPN Mataram (Obrolan tentang Kode Etik KPPN Mataram) 375
Layanan Bebas Antrean bagi Satuan Kerja Berkebutuhan Khusus 376
Sistem Informasi Monitoring e-Rekon & LK dan LPJ (Aplikasi SIRINE) 377
SASAKTULEN.ID (Sistem pelayanan satker terpadu berbasis online) 378
Inovasi Rekon G-Mail 379
Inovasi Stiker Save Energy, Save Earth 380
Inovasi LAPAK Penerimaan Satker (Layanan Pengecekan ADK Konfirmasi Penerimaan Satker) 381
Aplikasi 101Pedia 382

Provinsi Nusa Tenggara Timur 385

e-Supervisi 386
G-Site Umi 387
SERASI 388
SIKANTARA 389
Tyflo Education 390
Aplikasi RECAP 392
WAH (Watch And Hear): So you can be helped 393
ENDOS 394
BERTEMU MIKI 394
SATKER JAGO 395
RIWIL (RealisasI per WILayah) KABUPATEN 396
IG Live #Sobat 111 396
GURU111 Platform: aplikasi berbasis web 397
SEMANGAT45 (SPM satkEr MAmpu diselesaikaN tengGAT 45 menit) 398
PASAT (kilat) PASti SATu jam untuk Penyelesaian TUP 398
MONDIGA (MONitoring DIklat peGAwai) Platform: Google sheet 399
MANJUR (Monitoring penulisAN JURnalistik) Platform: Google sheet 400
REWUT (Hancurkan) 401
PIGIKONSER (arsiP dIGItal KONfirmasi SEtoRan) Platform: Google Drive 402
MONETER (MONitoring dan Evaluasi keakuratan e-spm saTkER) 402
MONSTA U (MONitoring rekonSiliasi data Umi) 403
PENTOL KERAS (PEtuNjuk Teknis OnLine KERjaAn Satker) Platform: Google drive 404
MONOL (MOnitoring NOtuLensi) Platform: Google sheet 404
GORI (Gaji Online monitoRing Internal) 405
MONJA (MONitoring kinerJA) Platform: Google sheet 406

ix

Genderang Inovasi untuk Negeri

MONICA (MONItoring Cuti tAmbahan) Platform: Google form 406
Klinik PCR (KumpuL INduksi etIK Polite, Care, Respect) 407
Teing Wa Mai Nai (ikhlas) 408
GELANG 408
SALESO (Skpp Akan seLESai One day) 409
LONTO LEOK (Lewat ONLine Temu Operator beLajar tEknis) 410
NGOBAR (NGobrol Bareng sAtkeR) 410
KONSTANTA (Konfirmasi Setoran Tanpa Tatapmuka) 412
SEMPOA (SKPP Patas Online KPPN Atambua) 414
Likurai Dansa 416
JALAN TAMU 174 417
MONITTA 418
Moncaki 419
TASUKA (Tablet Survei Kepuasan) 420
Ile Mandiri 421
PINTAR (Portal wifI uNtuk saTker Anti Ribet) 422
Lembata 423
Ile Ape 424
SOLOR 174 425
Nangapanda 426
JAO G2 427
Forum Media Informasi 428
DiSK Ende ( Dialog Singkat KPPN Ende ) 428
Mobile MOnitoring CCTV 429
Tananuwa 430
Pojok Rasilima 431

x

Genderang Inovasi untuk Negeri





PENDAHULUAN

Pendahuluan

Direktorat Jenderal Perbendaharaan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman latar belakang
tiap-tiap daerah menyajikan tantangan tersendiri bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan guna mewujudkan
kepuasan para pemangku kepentingan.

Tantangan-tantangan yang sangat beragam dan didorong oleh cepatnya perubahan tak lantas
menyurutkan semangat Punggawa Keuangan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk selalu berkembang
dan berinovasi melalui perbaikan-perbaikan yang mampu mendongkrak kepuasan para pemangku kepentingan.

Dalam perjalanannya, ribuan inovasi telah dihasilkan oleh Insan Perbendaharaan yang tersebar diseluruh
Indonesia. Baik stakeholder maupun Insan Perbendaharaan memperoleh manfaat, nilai tambah, dan
kemudahan dalam menjalankan tugasnya tanpa melanggar kode etik yang ada. Inovasi-inovasi yang lahir
berkembang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah, sehingga dapat diimplementasikan dengan baik
dan diterima stakeholder.

Sekretariat Direktorat Jenderal Perbendaharaan melakukan inventarisasi Inovasi yang dilakukan oleh
seluruh Insan Perbendaharaan melalui beberapa kesempatan diantaranya:
1. Usulan Proposal Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 berdasar Nota Dinas Sektretaris DJPb nomor

ND-436/PB.1/2021 tanggal 29 Januari 2021;
2. Laporan Hasil Pembinaan dan Supervisi (LHPS) yang disampaikan oleh seluruh Kanwil DJPb setiap

Semester;
3. Permintaan Inventarisasi Inovasi pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara berdasar Nota Dinas

Sekretaris DJPb nomor ND-4556/PB.1/2021 tanggal 08 November 2021 yang disampaikan melalui tautan
https://bit.ly/inventinovasi yang disampaikan paling lambat tanggal 20 November 2021.

Disamping untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan dimaksud, berbagai inovasi pada DJPb tersebut
juga dalam rangka mengikuti seleksi dalam Kompetisi Inovasi Kementerian Keuangan (KIKK) dan Kompetisi
Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), dan sekaligus dapat memberikan nilai tambah dalam penilaian WBK/WBBM,
dan berbagai event penilaian kinerja lainnya.

Dalam rangka memberikan apresiasi pada 330 inovasi yang dilahirkan oleh Insan Perbendaharaan
khususnya pada wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara maka disusunlah buku ini.

2

Genderang Inovasi untuk Negeri

PIn DJPbPeta Inovasi DJPb
910 Inovasi untuk Negeri

17Inovasi 4 Inovasi 59Inovasi 46Inovasi 6Inovasi
Aceh Kepulauan Riau Kalimantan Barat Kalimantan Utara Sulawesi Utara
13Inovasi 20Inovasi
Sumatera Utara Kalimantan Timur 24Inovasi
Maluku Utara
21Inovasi 7 Inovasi 18Inovasi
Riau Gorontalo Papua Barat

17Inovasi 6Inovasi 26Inovasi
Jambi Sulawesi Tengah
Papua
36Inovasi
Inovasi Sumatera Selatan
47Inovasi
20Sumatera Barat Bangka Belitung

Inovasi 7Inovasi

17Kalimantan Tengah Maluku
36Inovasi Inovasi

Bengkulu 45 26Kantor Pusat
11Inovasi
21Inovasi
37 36 38DKI Jakarta
Lampung Inovasi Inovasi

3Inovasi Kalimantan Selatan Sulawesi Barat

Banten Inovasi Inovasi Inovasi

Jawa Tengah Jawa Timur 30Inovasi Sulawesi Tenggara
45Sulawesi Selatan
70 15Inovasi
3 Bali Inovasi

Genderang Inovasi untuk Negeri 29Inovasi Nusa Tenggara Barat
Jawa Barat
6Inovasi
DI Yogyakarta

51Inovasi
Nusa Tenggara Timur

“ Kita harus berani membuat terobosan. “
Jangan rutinitas, jangan monoton.

Harus selalu ada pembaharuan dan inovasi.

~Joko Widodo~

Presiden Republik Indonesia

Taman Lapangan Banteng, Jakarta

Source: jakarta-tourism.go.id

Kantor4P5Iunosvaasti

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Sekretariat
Direktorat Jenderal Perbendaharaan

6

Genderang Inovasi untuk Negeri
Source: pexels.com

2021 - Aplikasi

Aplikasi Job Intelligent Monitoring And Tracking
(JIMAT)
Bagian Organisasi dan Tata Laksana
Keberlanjutan

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Dukungan strategis data dan informasi
terpenuhi meliputi:
Aplikasi berbasis web yang berfungsi: Penataan dimulai dari instansi vertikal • Strategi penataan organisasi;
• Menyelaraskan organisasi dengan Visi meliputi: • Penyesuaian Job Description dan Job
• Kinerja jabatan struktural;
dan Misi; • Pimpinan unit memonitor dan Analysis;
• Menyelaraskan organisasi dengan • Penyesuaian perumusan peringkat
membandingkan kinerja struktural
Proses Bisnis; dibawahnya. jabatan struktural;
• Mewujudkan Organisasi Tepat Fungsi; • Input Penyusunan SOP;
• Menyediakan Rumusan Rekomendasi • Validasi data ABK;
• Sinkronisasi Job Description; dan
Kebijakan. • Input apresiasi atas kinerja jabatan dan

unit.
• Dikembangkan pada Jabatan Struktural

Kantor Pusat dan Satuan Kerja BLU
dibawah DJPb.

JIMAT

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

Belum terdapat tools untuk mengukur: Dukungan strategis data dan informasi
• Volume output dari urjab; terpenuhi meliputi:
• Urjab pada instansi vertikal tidak • Strategi penataan organisasi;
• Penyesuaian Job Description dan Job
relevan;
• Perbandingan kuantitas dan efektivitas Analysis;
• Penyesuaian perumusan peringkat
urjab belum terukur dengan baik.
jabatan struktural;
• Input Penyusunan SOP;
• Validasi data ABK;
• Sinkronisasi Job Description; dan
• Input apresiasi atas kinerja jabatan dan

unit.

Deskripsi Inovasi

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang digunakan untuk merekam, mencetak, dan memonitor data
pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pada masing-masing jabatan struktural, untuk mendukung efektifitas
pelaksanaan tugas dan fungsi, dan pengambilan kebijakan penataan organisasi secara terstruktur, lengkap dan
komprehensif.

Latar Belakang

Kementerian Keuangan telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor : SE01/MK.1/2021
tanggal 7 Januari 2021 tentang Kriteria Penataan Organisasi Instansi Vertikal Di Lingkungan Kementerian
Keuangan, yang bertujuan untuk:
1. Menyelaraskan organisasi dengan visi, misi, strategi, dan arah kebijakan kelembagaan Kementerian

Keuangan.

Sekretariat2. Menyelaraskan organisasi dengan proses bisnis terkini dan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan3. Mewujudkan organisasi yang tepat fungsi, tepat proses, dan tepat ukuran serta dinamis sesuaiperubahan
regulasi, proses bisnis, digitalisasi keuangan negara dan penugasan-penugasan strategis lainnya.
4. Menyediakan kebutuhan perumusan rekomendasi kebijakan penataan organisasi instansi vertikal berupa

data output suatu unit
Berdasarkan Surat Edaran tersebut di atas, Sekretariat mengembangkan sistem informasi untuk

mendukung sistem pengambilan kebijakan (decision support system) yaitu Aplikasi Job Intelligent Monitoring
And Tracking (JIMAT), yaitu aplikasi berbasis web yang digunakan oleh pejabat struktural untuk merekam,
mencetak, dan memonitor output masing-masing jabatan struktural yag diduduki, secara terstruktur, lengkap
dan komprehensif, guna pengambilan kebijakan strategis pengembangan organisasi Ditjen Perbendaharaan.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 7

Genderang Inovasi untuk Negeri

Penggunaan Inovasi

Aplikasi JIMAT Ditjen Perbendaharaan pada tahap implementasi awal ini dimulai pada seluruh Kanwil
DJPb dan KPPN selaras dengan prioritas penataan organisasi instansi vertikal yang saat ini dalam proses
perumusan melalui data analytic dengan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan. Adapun fitur utama pada
Aplikasi JIMAT Ditjen Perbendaharaan tahap pengembangan awal ini meliputi antara lain:
1. Kinerja jabatan struktural dan unit secara realtime yang bersumber dari data kinerja pejabat struktural

pejabat pengawas/Eselon IV.
2. Kepala Kanwil DJPb dan Kepala KPPN dapat memonitor dan membandingkan kinerja seluruh jabatan

struktural yang berada di bawahnya.
3. Kepala Bagian Umum dan para Kepala Bidang selain dapat memonitor kinerja seluruh jabatan Eselon IV di

bawahnya, juga berperan dalam quality assurance melalui kewenangan approval atas output yang dihasilkan
Eselon IV di bawahnya.
4. Sekretariat dapat menginput output yang berasal dari penugasan Pimpinan Ditjen Perbendaharaan yang
belum terakomodir dalam uraian jabatan.

Sebelum Implementasi

Belum terdapat tools yang dapat mengukur secara langsung volume output dari uraian jabatan pada
jabatan struktural di Kanwil DJPb dan KPPN. Sejumlah urjab yang ada di Kanwil DJPb dan KPPN dengan
adanya perubahan regulasi dan kebijakan ada yang sudah tidak relevan sehingga belum dapat dimonitoring.
Perbandingan kuantitas dan efektivitas masing-masing urjab antar unit vertikal DJPb belum dapat di lihat dan
diukur secara baik

Setelah Implementasi

Aplikasi JIMAT Ditjen Perbendaharaan menghasilkan dukungan strategis data dan informasi yang
dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan sebagai berikut:
1. Strategi penataan organisasi: hasil dari aplikasi digunakan dalam perumusan usulan penataan organisasi

yang berbasis data,antara lain perubahan nomenklatur jabatan, tugas dan fungsi, dan wilayah kerja.
2. Penyesuaian job description dan job analysis: dengan aplikasi ini, perubahan regulasi yang berdampak pada

uraian jabatan dan analisis jabatan akan ter-capture secara realtime sehingga penyesuaian dan pengusulan
perubahan uraian jabatan akan lebih cepat mengikuti perkembangan regulasi.
3. Penyesuaian perumusan peringkat jabatan struktural: aplikasi ini akan menghasilkan informasi untuk
perumusan peringkatan jabatan struktural yang mencerminkan kriteria technical know how, problem
solving, dan accountability.
4. Input perumusan dan penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP): aplikasi ini menghasilkan
informasi output uraian jabatan yang masih selaras regulasi dan yang membutuhkan kelengkapan atau
penyempurnaan SOP.
5. Dukungan validasi data output dalam perumusan Analisa Beban Kerja (ABK): output setiap jabatan dan unit
yang dihasilkan dari aplikasi mendukung perhitungan analisa beban kerja yang lebih akurat dan perumusan
kebutuhan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM).
6. Sinkronisasi job description antara pejabat struktural dan pejabat fungsional: aplikasi ini akan digunakan
untuk analisis dan desain sekaligus penyelerasan antara output dan uraian jabatan struktural dengan output
jabatan fungsional yang digunakan pada Ditjen Perbendaharaan.
7. Input pemberian apresiasi atas kinerja jabatan dan kinerja unit: aplikasi ini dapat mendukung kebijakan
penilaian dan rekomendasi atas hasil analisis kinerja pejabat struktural dan unit misalnya penilaian Kantor
Wilayah Terbaik dan Kantor Pelayanan Terbaik.

Keberlanjutan Inovasi

Pengembangan implementasi Aplikasi JIMAT Ditjen Perbendaharaan ke depan akan mencakup jabatan
struktural pada Kantor Pusat dan satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah pembinaan
Ditjen Perbendaharaan.

8 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Aplikasi

Aplikasi Intense DJPb

Bagian Organisasi dan Tata Laksana

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Sistem informasi berbasis web untuk • Pengelola Kinerja Organisasi Unit Aplikasi Intense DJPb akan
mengelola data pengelolaan kinerja mengelola Kontrak Kinerja, IKU, serta dikembangkan sebagai media data
organisasi. Manual IKU. analytic pada tahun 2022 untuk
menganalisis pengelolaan kinerja.
• Memiliki keterkaitan antar level. • Penanggungjawab IKU mengelola
• Membentuk data konsolidsasi NKO Kontrak Kinerja, IKU, Manual IKU, serta
Capaian IKU.
secara berjenjang.
• Menjalankan amanat KMK nomor 467/ • Pengelola Kinerja Organisasi
menetapkan proses cascading by
KMK.1/2014 tentang Pengelolaan system.
Kinerja di Lingkungan Kementerian
Keuangan. • Pengelola Kinerja Organiasasi
• Keputusan Dirjen Perbendaharaan menghitung NKO.
Nomor KEP-241/PB/2015 tentang
Pengelolaan Kinerja di Lingkungan • Pemilik Peta Strategi melakukan
Direktorat Jenderal Perbendaharaan monitoring dan evaluasi atas NKO.

• Terdapat Dialog Kinerja Organisasi
secara digital.

Intense DJPb

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

• NKO dihitung secara manual. • NKO dihitung secara sistem sehingga
• DKO dilaksanakan secara manual. memiliki standard.
• Pengiriman Laporan SFO
• DKO dapat dilaksanakan secara digital.
menggunakan media pengiriman • Pengiriman Laporan SFO
berupa flashdisk atau hardcopy.
menggunakan media pengiriman
berupa penyimpanan digital.

Deskripsi Inovasi

Aplikasi Integrated Treasury Performance System Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Aplikasi Intense
DJPb) adalah sistem informasi berbasis web yang digunakan oleh seluruh unit Pemilik Peta Strategi untuk
mengelola data pengelolaan kinerja oragnisasi yang memiliki keterkaitan antar level, sehingga terbentuk data
konsolidasi perhitungan Nilai Kinerja Organisasi secara berjenjang.

Latar Belakang

Berdasarkan amanat KMK nomor 467/KMK.1/2014 tentang Pengelolaan Kinerja di Lingkungan
Kementerian Keuangan dan Keputusan Dirjen Perbendaharaan Nomor KEP-241/PB/2015 tentang Pengelolaan
Kinerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, penilaian kinerja organisasi merupakan capaian
atas target Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemilik Peta Strategi pada masing-masing unit kerja yang
diselaraskan ke unit secara berjenjang sesuai tugas pokok dan fungsinya. Untuk itu, diperlukan sistem informasi
yang dapat menghitung data Nilai Kinerja Organisasi yang diperoleh dari seluruh unit penanggungjawab kinerja
secara berjenjang dan terstandardisasi.

Penggunaan Inovasi

1. Pengelola Kinerja Organisasi pada masing-masing unit Pemilik Peta Strategi mengelola data kinerja Pemilik
Peta Strategi pada tahun berkenaan yang meliputi Kontrak Kinerja, Indikator Kinerja Utama (IKU), serta
manual IKU.

2. Para penanggungjawab IKU Pemilik Peta Strategi mengelola data kinerja masing-masing unit meliputi
Kontrak Kinerja, Indikator Kinerja Utama (IKU), manual IKU, dan capaian IKU.

3. Pengelola Kinerja Organisasi menetapkan proses cascading by system atas IKU-IKU Pemilik Peta Strategi
kepada unit penanggungjawab sesuai tugas pokok dan fungsinya.

4. Pengelola Kinerja Organiasasi menghitung NKO setelah memastikan proses cascading dan data capaian
telah sesuai.

5. Pemilik Peta Strategi melakukan monitoring dan evaluasi atas NKO tersebut.
6. Selain itu, terdapat fitur pelaksanaan Dialog Kinerja Organisasi secara digital dan pelaporan langkah-

langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja organisasi (Laporan SFO).

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 9

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

Sebelum implementasi Aplikasi Intense DJPb:
1. NKO dihitung secara manual menggunakan Ms. Excel sehingga dimungkinkan terjadi human error serta

tidak memiliki standard pada masing-masing unit Pemilik Peta Strategi.
2. DKO dilaksanakan secara manual.
3. Pengiriman Laporan SFO menggunakan media pengiriman berupa flashdisk atau hardcopy.

Setelah Implementasi

Setelah implementasi Aplikasi Intense DJPb:
1. NKO dihitung secara sistem sehingga memiliki standard pada masing-masing unit Pemilik Peta Strategi.
2. DKO dapat dilaksanakan secara digital.
3. Pengiriman Laporan SFO menggunakan media pengiriman berupa penyimpanan digital.

Keberlanjutan Inovasi

Aplikasi Intense DJPb akan dikembangkan sebagai media data analytic pada tahun 2022 untuk
menganalisis pengelolaan kinerja pada masing-masing unit Pemilik Peta Strategi sehingga dapat disajikan data
analytical yang terkuantifikasi kepada pimpinan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan strategis.

10 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Non Aplikasi Keberlanjutan

Organization Day (O-Day) Dilaksanakan secara rutin.
Melibatkan pakar-pakar dari luar DJPb
Bagian Organisasi dan Tata Laksana sebagai narasumber.
Format yang tidak monoton, misalnya
Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan talkshow.
Disisipkan unsur yang menarik peserta
Organization Day merupakan acara Dilaksanakan secara daring dan terbatas. seperti doorprize dengan aneka hadiah.
sosialisasi kepada seluruh unit DJPb Pihak yang diundang memperoleh
dengan tema Undangan secara resmi.
keorganisasian lingkup DJPb dengan latar Kegiatan dibuka oleh Sekretaris DJPb.
belakang: Dilanjutkan dengan penyampaian materi.
- Diperlukan kegiatan khusus dalam Tanya jawab.
rangka penyampaian materi
keorganisasian. O-Day
- Belum ada kegiatan sosialisasi yang
mencakup materi keorganisasian.
- Media untuk memberikan pemahaman
menyeluruh.

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

Tidak ada sosialisasi kebijakan organisasi Pegawai dapat menindaklanjuti kebijakan
yang menjangkau seluruh unit vertikal. karena menerima
Pegawai yang terkait tidak dapat segera informasi yang lengkap melalui O-Day.
menindaklanjuti kebijakan.

Deskripsi Inovasi

Organization Day merupakan acara sosialisasi kepada seluruh unit DJPb dengan tema keorganisasian
lingkup DJPb khususnya yang penting untuk diketahui oleh seluruh pegawai atau yang menjadi concern
pimpinan. O-Day menghadirkan narasumber baik dari Bagian OTL maupun dari unit lain yang menguasai
terkait materi yang dibahas.

Latar Belakang

1. Diperlukan kegiatan khusus dalam rangka penyampaian materi dengan keorganisasian di DJPb.
2. Belum ada kegiatan sosialisasi yang mencakup materi keorganisasian terkini lintas kasubbag dan lintas unit.
3. Sebagai media untuk memberikan pemahaman menyeluruh dengan menyediakan sesi tanya jawab pada

akhir acara.

Penggunaan Inovasi

1. O-Day dilaksanakan secara daring dan terbatas untuk pihak-pihak yang berkepentingan.
2. Pihak yang diundang memperoleh Undangan secara resmi untuk bergabung saat hari-H.
3. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris DJPb, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi, dan tanya jawab.

Sebelum Implementasi

Sebelum implementasi Aplikasi Organization Day (O-Day):

1. Tidak ada sosialisasi tentang kebijakan organisasi yang dapat menjangkau seluruh unit vertikal;
2. Para pegawai yang terkait tidak dapat segera menindaklanjuti kebijakan karena tidak adanya diskusi (tanya-

jawab) terkait kebijakan baru yang sedang menjadi perhatian di DJPb.

Setelah Implementasi

Para pegawai yang terkait dapat segera menindaklanjuti kebijakan karena telah menerima informasi yang
lengkap melalui kegiatan O-Day.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi O-Day masih signifikan untuk dilaksanakan oleh Bagian OTL Setditjen Perbendaharaan.
Organization Day ke depannya dapat dikembangkan sebagai berikut:
1. Dilaksanakan secara rutin;
2. Melibatkan pakar-pakar dari luar DJPb sebagai narasumber;
3. Format yang tidak monoton, misalnya talkshow;
4. Disisipkan unsur yang menarik peserta seperti doorprize dengan aneka hadiah.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 11

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Non Aplikasi

Self-Assessment Minat dan Kompetensi Pegawai

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Menjalankan amanat PMK 224/ • Subbagian PSMT mencocokkan calon- • Dilakukan pengembangan berupa
PMK.01/2020, menyediakan data/peta calon talent dengan jabatan-jabatan sistematisasi dalam aplikasi job
minat/aspirasi pegawai serta target tersedia. matching dan/atau PBNOpen.
mengakomodasi:
• Implementasi prinsip The Right Man on • Subbagian PSMT dan Subbagian MPK • Dilakukan desentralisasi informasi
sebagai quick response kebutuhan terkait pada pengelola SDM tiap unit
The Right Place. kompetensi tertentu di unit. agar dapat menjalankan fungsi Human
• Aspirasi kerja pegawai sebagai salah Resource Manager yang lebih strategis.
• Subbagian MPK menggunakan inovasi
satu pertimbangan kebijakan SDM. sebagai bahan pertimbangan • Berpotensi direplikasi di tingkat
penempatan reguler. Kementerian Keuangan mengingat
manfaatnya yang inline.
• Subbagian PKBO menggunakan inovasi
sebagai bahan pertimbangan • Inovasi serupa belum ada di tingkat
pengembangan pegawai. Kementerian Keuangan.

• Bagian SDM membuat rencana
pengembangan sistematisasi hasil self
assessment dalam aplikasi.

• Desentralisasi informasi pada unit-unit
pengelola kepegawaian.

Sebelum Inovasi Self-Assessment Setelah Inovasi
Minat dan Kompetensi
• Penempatan dan pengembangan • Penempatan dan pengembangan
pegawai belum mempertimbangkan Pegawai pegawai telah mempertimbangkan
aspirasi karier pegawai. aspirasi karier pegawai.

• Kebutuhan pegawai dengan kompetensi • Kebutuhan pegawai dengan kompetensi
tertentu memerlukan waktu yang cukup tertentu dapat direspon dengan cepat.
lama.
• Data/peta minat/aspirasi pegawai
• Data/peta minat/aspirasi pegawai belum tersedia.
tersedia.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan:
a. Implementasi prinsip The Right Man on The Right Place;
b. Aspirasi kerja pegawai sebagai salah satu pertimbangan kebijakan SDM.

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Seluruh Unit DJPb selaku utilisator SDM;
b. Seluruh Pegawai DJPb selaku pekerja yang didengar aspirasinya;
c. Subbagian PSMT selaku pengelola talent pool dan talenta khusus;
d. Subbagian MPK selaku pengelola penempatan pegawai;
e. Subbagian PKBO selaku pengelola pengembangan pegawai.

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan adalah Subbagian Perencanaan Strategis dan Manajemen Talenta.
4. Keunggulan dari inovasi tersebut.

a. Meningkatkan kesesuaian antara kompetensi yang dibutuhkan suatu unit kerja dengan minat dan
kompetensi seorang pegawai;

b. Memudahkan alokasi pegawai untuk unit yang membutuhkan kompetensi tertentu;
c. Memudahkan pengembangan pegawai dengan basis gap antara supply (jumlah dan level pegawai yang

memiliki kompetensi tertentu) dan demand (jumlah dan level pegawai dengan kompetensi tertentu
yang dibutuhkan unit).
d. Memetakan pegawai dengan unit kompetensi yang sedang high demand dan belum terpetakan
sebelumnya (contoh: data analyst, data engineer, hukum teknologi, dsb).
e. Efisien, efektif, dan tepat waktu dalam hal pengumpulan data minat dan kompetensi karena melibatkan
seluruh pegawai (self-assessment).

Latar Belakang

1. PMK 224/2020 mengamanatkan dipertimbangkannya aspirasi karier seseorang dalam pengembangan
kariernya (mutasi, promosi, pendidikan, dan pelatihan);

2. Data/peta minat/aspirasi pegawai belum tersedia.

Penggunaan Inovasi

Unit-Unit Kerja DJPb menerima hasil berupa penempatan dan pengembangan SDM yang kualifikasinya
lebih sesuai kebutuhan. Pegawai DJPb menerima hasil berupa penempatan yang sesuai aspirasinya. Subbagian
PSMT menggunakan inovasi sebagai bahan pertimbangan tambahan dalam mencocokkan calon-calon talent

12 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

dengan jabatan-jabatan target tersedia. Subbagian PSMT dan Subbagian MPK menggunakan inovasi sebagai
untuk quick response kebutuhan kompetensi tertentu di unit-unit. Subbagian MPK menggunakan inovasi
sebagai bahan pertimbangan tambahan dalam penempatan reguler. Subbagian PKBO menggunakan inovasi
sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan pegawai yang tailored sesuai kebutuhan.

Kemudian Bagian SDM membuat rencana pengembangan untuk sistematisasi hasil self-assessment dalam
aplikasi dan desentralisasi informasi pada unit-unit pengelola kepegawaian.

Sebelum Implementasi

1. Penempatan dan pengembangan pegawai belum mempertimbangkan aspirasi karier pegawai yang
bersangkutan;

2. Kebutuhan pegawai dengan kompetensi tertentu memerlukan waktu yang cukup lama untuk dipenuhi
melalui sistem seleksi talenta khusus;

3. Data/peta minat/aspirasi pegawai belum tersedia.

Setelah Implementasi

1. Penempatan dan pengembangan pegawai telah mempertimbangkan aspirasi karier pegawai yang
bersangkutan;

2. Kebutuhan pegawai dengan kompetensi tertentu dapat direspon dengan cepat berdasarkan data self-
assessment;

3. Data/peta minat/aspirasi pegawai tersedia.

Keberlanjutan Inovasi

1. Pemanfaatan inovasi akan terus berlanjut mengingat karakternya sendiri sudah inline dengan PMK
224/2020 dan akan lebih dimatangkan dalam Rancangan Perdirjen tentang Manajemen Karier Unit;

2. Untuk meningkatkan impact dari inovasi self-assessment, akan dilakukan pengembangan berupa
sistematisasi dalam aplikasi job matching dan/atau PBNOpen;

3. Sebagai upaya meningkatkan impact dari inovasi, akan dilakukan pula desentralisasi informasi
terkait kepada pengelola SDM di unit masing-masing agar dapat menjalankan fungsi Human
Resource Manager yang lebih strategis;

4. Inovasi berpotensi direplikasi di tingkat Kementerian Keuangan mengingat manfaatnya yang inline
dan inovasi serupa belum ada di tingkat Kementerian Keuangan.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 13

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Aplikasi

Aplikasi Job Matching

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Menjalankan amanat PMK 224/ • Subbagian PSMT dan Subbagian MPK • Dilakukan integrasi dengan aplikasi
PMK.01/2020, guna mengukur menggunakan sebagai pertimbangan PRIDE dan/atau PBNOpen dalam
kesesuaian seorang pegawai dalam tambahan mencocokkan kesesuaian jangka panjang.
suatu unit serta mengakomodasi: kualifikasi pegawai dengan posisi.
• Berpotensi direplikasi di tingkat
• Implementasi prinsip The Right Man on • Bagian SDM membuat rencana Kementerian Keuangan mengingat
The Right Place. pengembangan untuk penyempurnaan manfaatnya yang inline.
formulasi/kuantifikasi kesesuaian
• Kuantifikasi kesesuaian seorang kualifikasi dan integrasi. • Inovasi serupa belum ada di tingkat
pegawai dalam suatu posisi. Kementerian Keuangan.

Sebelum Inovasi

Penempatan pegawai berbasiskan Job Matching Setelah Inovasi
banyak data kualitatif yang belum
dikuantifikasi sehingga memerlukan waktu Penempatan pegawai mendapatkan
lama untuk pencocokan. pertimbangan formula kuantitatif sehingga
dapat lebih cepat dan akurat.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan:

a. Implementasi prinsip The Right Man on The Right Place;
b. Kuantifikasi kesesuaian seorang pegawai dalam suatu posisi.

2. Stakeholder (penerima manfaat)

a. Seluruh Unit DJPb selaku utilisator SDM;
b. Seluruh Pegawai DJPb selaku pekerja yang dipertimbangan kesesuaian kualifikasinya;
c. Subbagian PSMT selaku pengelola talent pool dan talenta khusus;
d. Subbagian MPK selaku pengelola penempatan pegawai.

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan adalah Bagian Sumber Daya Manusia.
4. Keunggulan dari inovasi tersebut.

a. Meningkatkan kesesuaian antara kualifikasi yang dibutuhkan suatu unit kerja dengan kualifikasi
seorang pegawai;

b. Memudahkan proses penempatan pegawai dengan mengotomatisasi kuantifikasi kesesuaian kualifikasi
pegawai terkait di unit tujuan.

Latar Belakang

1. PMK 224/2020 mengamanatkan pencocokan antara organization infrastructure (kebutuhan kualifikasi
dalam suatu unit) dan human infrastructure (profil kualifikasi seorang pegawai);

2. Proses pencocokan yang efisien dan objektif memerlukan adanya formulasi dan kuantifikasi yang dapat
diotomatisasi untuk mengukur kesesuaian seorang pegawai dalam suatu unit.

Penggunaan Inovasi

Unit-Unit Kerja DJPb menerima hasil berupa penempatan SDM yang kualifikasinya lebih sesuai
kebutuhan. Pegawai DJPb menerima hasil berupa penempatan yang sesuai kualifikasinya. Subbagian PSMT dan
Subbagian MPK menggunakan inovasi sebagai bahan pertimbangan tambahan dalam mencocokkan kesesuaian
kualifikasi pegawai dengan posisi target. Kemudian Bagian SDM menindaklanjuti dengan membuat rencana
pengembangan untuk penyempurnaan formulasi/kuantifikasi kesesuaian kualifikasi dan integrasi dengan
aplikasi pendukung.

Sebelum Implementasi

Penempatan pegawai berbasiskan banyak data kualitatif yang belum dikuantifikasi sehingga memerlukan
waktu lama untuk pencocokan.

Setelah Implementasi

Penempatan pegawai mendapatkan pertimbangan formula kuantitatif kesesuaian sehingga dapat lebih
cepat dan akurat.

Keberlanjutan Inovasi

1. Pemanfaatan inovasi akan terus berlanjut mengingat karakternya sendiri sudah inline dengan PMK
224/2020 dan akan lebih dimatangkan dalam Rancangan Perdirjen tentang Manajemen Karier Unit;

2. Untuk meningkatkan impact dari inovasi akan dilakukan integrasi dengan aplikasi PRIDE dan/atau
PBNOpen dalam jangka panjang;

3. Inovasi berpotensi direplikasi di tingkat Kementerian Keuangan mengingat manfaatnya yang inline dan
inovasi serupa belum ada di tingkat Kementerian Keuangan.

14 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Aplikasi

Aplikasi Performance and Individual Evaluation

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Tools untuk mengukur kinerja pegawai • Subbagian MPK memperoleh data • Mempermudah dalam analisa data
termasuk keahlian khusus pegawai. mengenai kinerja Pejabat Administrator kinerja.Penilaian kinerja dengan
dan Pengawas secara riil. mekanisme PRIDE ini belum ada di
• Bahan pertimbangan untuk mutasi Kementerian Keuangan.
pegawai selanjutnya. • Unit Pengelola SDM mendapatkan
informasi mengenai kemampuan khusus • Inovasi ini akan diintegrasikan dengan
• Bahan pertimbangan untuk mutasi pegawai. Aplikasi Sitasi dan Aplikasi Job
pegawai selanjutnya. Matching.
• Pimpinan unit mengenal lebih dalam
• Pengayaan human resources data setiap pegawainya.
untuk mendukung penataan sumber
daya manusia. • Tersedianya data:
• Kinerja.
• Keahlian Khusus.
• Rekomendasi.

Sebelum Inovasi PRIDE Setelah Inovasi

• Data Kinerja pegawai yang ada belum • Diperoleh data kinerja secara kualitatif
mencerminkan secara kualitatif kinerja berdasarkan pengamatan langsung oleh
pegawai secara riil. pimpinan unit kerja.

• Belum adanya data mengenai keahlian • Diperoleh data keahlian khusus
khusus pegawai. pegawai.

• Belum adanya data rekomendasi. • Diperoleh data rekomendasi sebagai
salah satu pertimbangan mutasi

selanjutnya.

• Mempermudah dalam analisa data

kinerja.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan:

a. Tools untuk mengukur kinerja pegawai termasuk keahlian khusus pegawai dari sejak pegawai tersebut
menduduki jabatan saat ini (before) hingga pegawai tersebut siap dimutasi pada periode selanjutnya
(after)

b. Memperoleh bahan pertimbangan untuk mutasi pegawai selanjutnya dengan prinsip the right man in the
right place

c. Mengidentifikasi pegawai berprestasi dan berkinerja tinggi pada semua level di seluruh unit kerja
d. Pengayaan human resources data untuk mendukung penataan sumber daya manusia di DJPb

2. Stakeholder (penerima manfaat)

a. Pimpinan Unit Kerja di Lingkungan DJPb
b. Pejabat Eselon III dan IV sebagai subjek pelaksanaan mutasi dengan prinsip the right man in the right

place
c. Subbagian MPK selaku pengelola Mutasi Pegawai
d. Unit Pengelola SDM dalam hal pemanfaatan data pegawai

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adala Subbagian Mutasi dan Penilaian Kinerja
4. Keunggulan dari inovasi tersebut

a. Menambah informasi dalam pertimbangan mutasi dengan prinsip the right man in the right place.
b. Data terorganisir dengan baik dalam sebuah aplikasi yang dapat diintegrasikan ke aplikasi lainnya.
c. Dapat melihat secara langsung kinerja pegawai dengan pendekatan perilaku oleh atasan yang nantinya

akan di-matching-kan dengan data Self Assessment dan Job Matching.
d. Pimpinan unit menjadi lebih memahami kinerja setiap bawahannya.
e. Pegawai yang dinilai akan berusaha meningkatkan kinerjanya.
f. Aplikasi berbasis web sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

Latar Belakang

1. Tidak adanya tools untuk mengukur kinerja pegawai dari sejak pegawai tersebut menduduki jabatan saat ini
(before) hingga pegawai tersebut siap dimutasi pada periode selanjutnya (after).

2. Perlu adanya alat ukur untuk menentukan bahwa pegawai yang berada pada jabatan saat ini sudah tepat (on
the right place).

3. Kebutuhan informasi tambahan dalam pertimbangan mutasi mengenai profil kinerja pegawai secara riil.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 15

Genderang Inovasi untuk Negeri

Penggunaan Inovasi

1. Bagaimana cara stakeholder menggunakan inovasi
a. Unit Kerja mendapatkan Pejabat yang kualifikasi-nya sesuai dengan jabatan yang diduduki
b. Pegawai mendapat penempatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
c. Subbagian MPK memperoleh data mengenai kinerja Pejabat Administrator dan Pengawas secara riil
melalui penilaian yang diberikan atasan untuk menjadi pertimbangan dalam mutasi selanjutnya
d. Unit Pengelola SDM mendapatkan informasi mengenai kemampuan khusus pegawai yang dapat
dikembangkan dan diberdayakan lebih lanjut
e. Pimpinan unit mengenal lebih dalam setiap pegawainya dan mengetahui kelebihan dan kekurangan
pegawainya dan bermanfaat untuk bahan managerial pimpinan unit.

2. Unit inovator menindaklanjuti yaitu dengan mengolah data yang telah diterima setiap triwulan dengan
melakukan pemetaan terhadap data yang diperoleh yang akan menjadi bahan pertimbangan mutasi
selanjutnya. Data tersebut antara lain:
a. Data Kinerja
b. Data Keahlian Khusus
c. Data Rekomendasi

Sebelum Implementasi

1. Data Kinerja pegawai hanya berdasarkan angka dari nilai perilaku, nilai kinerja Pegawai, dan nilai prestasi
kerja pegawai yang belum mencerminkan secara kualitatif kinerja pegawai secara riil.

2. Belum adanya data mengenai keahlian khusus pegawai.
3. Belum adanya data rekomendasi.

Setelah Implementasi

1. Diperoleh data kinerja secara kualitatif berdasarkan pengamatan langsung oleh pimpinan unit kerja.
2. Diperoleh data mengenai keahlian khusus pegawai.
3. Diperoleh data rekomendasi sebagai salah satu pertimbangan mutasi selanjutnya.
4. Mempermudah dalam analisa data kinerja, keahlian khusus dan rekomendasi dalam bentuk digital dan data

yang terstruktur.

Keberlanjutan Inovasi

1. Penilaian kinerja dengan mekanisme PRIDE ini belum ada di Kementerian Keuangan saat ini sehingga
inovasi ini bisa berpeluang menjadi contoh bagi unit eselon I lainnya dan bisa diangkat di Kementerian
Keuangan

2. Inovasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Sitasi dan Aplikasi Job Matching

16 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2015 - Aplikasi

Aplikasi SITASI (Sistem Informasi Mutasi)

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Pengelolaan Data Mutasi melalui • Subbagian MPK dapat mengakses data • Kementerian Keuangan belum memiliki
Aplikasi. mutasi dimanapun dan kapanpun aplikasi mengenai mutasi.

• Penyusunan Draft mutasi melalui • Dapat menyusun pertimbangan mutasi • Aplikasi ini akan terus dikembangkan
aplikasi. dengan data yang terintegrasi dengan menyesuaikan dengan perkembangan
Aplikasi Pbnopen. kebijakan mutasi.
• Penyusunan SK mutasi melalui aplikasi.
• Proyeksi Pensiun Pegawai secara • Penyusunan SK mutasi dapat ter-
generate secara langsung melalui
sistem. aplikasi.
• Sebagai database permohonan mutasi.
• Penyimpanan data permohonan mutasi
pada database aplikasi sitasi mampu
melakukan beberapa analisa terkait
mutasi.

Sebelum Inovasi SITASI Setelah Inovasi

Pengelolaan mutasi dilakukan secara • Pengelolaan mutasi dilakukan secara
manual dari penyusunan draft tersistem sehingga:
pertimbangan mutasi hingga penyusunan
sk mutasi. • Mengurangi tingkat kesalahan.
• Efisiensi waktu kerja yang manual

menjadi otomatis.
• Adanya alat bantu analisa mutasi

melalui sistem.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan:
a. Pengelolaan Data Mutasi melalui Aplikasi
b. Penyusunan Draft mutasi melalui aplikasi
c. Penyusunan SK mutasi melalui aplikasi
d. Proyeksi Pensiun Pegawai secara sistem
e. sebagai database permohonan mutasi

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Seluruh pegawai DJPb
b. Subbagian MPK

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Mutasi dan Penilaian Kinerja
4. Keunggulan dari inovasi tersebut

a. Pengelolaan mutasi dari pneyusunan draft sampai dengan cetak SK dilaksanakan melalui sistem aplikasi
b. Sebagai single database pengelolaan mutasi
c. Aplikasi berbasis web sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun
d. Mengurangi kesalahan dalam penyusunan SK mutasi
e. Data terintegrasi dengan Aplikasi Pbnopen sehingga data selalu terupdate

Latar Belakang

1. Penyusunan draft pertimbangan mutasi hingga penyusunan SK mutasi dengan jumlah pegawai yang besar
dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan kesalahan human error

2. Data pegawai digabungkan secara manual seperti data kepangkatan, data jabatan lama, nama dan gelar, dll
3. Kesulitan dalam mengupdate data yang selalu bergerak sesuai waktu penerbitan SK mutasi.

Penggunaan Inovasi

1. Bagaimana cara stakeholder menggunakan inovasi
a. Pegawai mendapatkan SK mutasi dengan tingkat kesalahan sangat kecil;
b. Subbagian MPK dapat mengakses data mutasi dimanapun dan kapanpun, dapat menyusun
pertimbangan mutasi dengan data yang terintegrasi dengan Aplikasi Pbnopen, penyusunan SK mutasi
dapat ter-generate secara langsung melalui aplikasi, penyimpanan data permohonan mutasi pada
database aplikasi sitasi dan mampu melakukan beberapa analisa terkait mutasi seperti proyeksi jabatan
kosong berdasarkan pensiun dan lain sebagainya mengenai pengelolaan mutasi.

2. Unit terkait menindaklanjuti dengan melakukan update data dengan aplikasi Pbnopen secara berkala,
merekam data data mengenai pertimbangan mutasi, menjaga kerahasiaan data mutasi.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 17

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

Pengelolaan mutasi dilakukan secara manual dari penyusunan draft pertimbangan mutasi hingga
penyusunan sk mutasi.

Setelah Implementasi

Pengelolaan mutasi dilakukan secara tersistem sehingga mengurangi tingkat kesalahan, efisiensi waktu
kerja yang manual menjadi otomatis, adanya alat bantu analisa mutasi melalui sistem.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi ini masih signifikan dijalankan karena Kementerian Keuangan belum memiliki aplikasi mengenai
mutasi, aplikasi ini akan terus dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan mutasi.

Pergi Karena SK
Pulang Karena Cinta

18 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2010 - Aplikasi

Aplikasi PBNOpen

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Sistem Informasi Kepegawaian (SIK) • Stakeholders terlebih dahulu • Masih terdapat keterbatasan untuk
belum terkoneksi satu sama lain, mengajukan nama pengguna mengakses HRIS terutama untuk
sehingga menyebabkan terjadinya (username) dan kata sandi (password) keperluan data analitik, maka PbnOpen
disparitas (perbedaan) data antara server kepada tim administrator. masih tetap memiliki keunggulan
di pusat dan kanwil. tersendiri.
• Aplikasi PbnOpen diakses pada http://
pbnopen.kemenkeu.go.id/ • Sehingga untuk menjembatani hal
menggunakan jaringan intranet tersebut bisa dilakukan melalui
Kementerian Keuangan. kolaborasi antara HRIS dengan
PbnOpen.
• Jika terdapat permintaan penambahan
modul atau ditemukan adanya bug pada
aplikasi.

• Unit inovator menyampaikannya ke
programmer untuk dapat ditindaklanjuti
oleh pihak terkait.

Sebelum Inovasi

Database tersebar di kantor pusat dan Setelah Inovasi
kanwil serta antar server dan belum
terkoneksi satu sama lain. • Adanya aplikasi yang memuat database
yang terpusat (centralized database)
PBNOpen dan berbasis web.

• Data pegawai dapat terverifikasi dan
terupdate secara berkala.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan adalah kegiatan administrasi pegawai dan pemenuhan kewajiban-kewajiban yang
harus dipenuhi oleh Ditjen Perbendaharaan dalam pelaksanaan kepegawaian.

2. Stakeholder (penerima manfaat) adalah Seluruh pejabat dan pegawai DJPb, Pengelola Kepegawaian di Pusat
dan Daerah, Pembuat Kebijakan di bidang SDM/Kepegawaian.

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Sistem Informasi dan Layanan
Sumber Daya Manusia.

4. Keunggulan dari inovasi tersebut adalah:

a. Database yang terpusat (centralized database).
b. Penerapan single database pada PbnOpen membuat biaya pemeliharaan server turun drastis

dibandingkan saat penerapan database yang tersebar di pusat dan kanwil.
c. Aplikasi berbasis web sehingga dapat diakses melalui PC/mobile kapanpun dan dimanapun.

Latar Belakang

Sistem Informasi Kepegawaian (SIK) terdahulu memiliki database yang tersebar di kantor pusat dan
kanwil serta antar server belum terkoneksi satu sama lain, sehingga menyebabkan terjadinya disparitas
(perbedaan) data antara server di pusat dan kanwil.

Penggunaan Inovasi

1. Stakeholders dapat menggunakan aplikasi PbnOpen dengan terlebih dahulu mengajukan nama pengguna
(username) dan kata sandi (password) kepada tim administrator melalui menu yang telah disediakan pada
halaman awal aplikasi. Aplikasi PbnOpen dapat diakses pada laman web http://pbnopen.kemenkeu.go.id/
menggunakan jaringan intranet Kementerian Keuangan.

2. Apabila terdapat permintaan penambahan modul atau ditemukan adanya bug pada aplikasi, unit inovator
akan menyampaikannya ke programmer untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Sebelum Implementasi

Database tersebar di kantor pusat dan kanwil serta antar server dan belum terkoneksi satu sama lain.

Setelah Implementasi

1. Adanya aplikasi yang memuat database yang terpusat (centralized database) dan berbasis web
2. Data pegawai dapat terverifikasi dan terupdate secara berkala.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi ini masih signifikan dijalankan karena memberikan manfaat yang sangat besar dalam
pengelolaan database pegawai meskipun ke depannya aplikasi HRIS yang akan menjadi backbone aplikasi
pengelolaan SDM di lingkungan Kemenkeu, tapi masih terdapat keterbatasan untuk mengakses HRIS terutama
untuk keperluan data analitik, maka PbnOpen masih tetap memiliki keunggulan tersendiri. Sehingga untuk
menjembatani hal tersebut bisa dilakukan melalui kolaborasi antara HRIS dengan PbnOpen.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 19

Genderang Inovasi untuk Negeri

2017 - Aplikasi

Aplikasi Grading

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Pembuatan SK dilakukan secara • Pengelola grading terbantu oleh Memberikan inspirasi bagi unit eselon I
manual. aplilkasi dalam pengelolaan grading lain di Kementerian Keuangan sehingga
bagi pelaksana. ke depan pengelolaan grading di
• Sistem aplikasi yang ada belum secara lingkungan Kementerian Keuangan dapat
maksimal mendukung pengelolaan • Subbagian MPK mendapat kemudahan lebih lebih efektif dan efisien secara
Grading. monitoring ketertiban pengelolaan menyeluruh.
grading unit kerja lingkup DJPb.
• Peraturan grading yang sering berubah-
ubah. • Inovator menindaklanjuti dengan
menerbitkan hasil monitoring dan
Dengan inovasi ini terjadi peningkatan: evaluasi setiap triwulan.
• Pengelolaan Grading secara sistem

dengan rincian.
• Pembuatan SK Grading.
• Pembuatan BA Sidang Penilaian.
• Verifikasi SK grading.
• Monitoring Data Grading.

Sebelum Inovasi Grading Setelah Inovasi

• Pembuatan SK dilakukan secara • Kesalahan penetapan SK Grading dan
manual. BA Sidang Penilaian menjadi berkurang.

• Sistem aplikasi yang ada belum secara • Berkurangnya waktu penyelesaian SK
maksimal mendukung pengelolaan Grading.
Grading.
• Mengurangi pengeluaran organisasi
• Pengetahuan terkait penetapan grading untuk biaya pengiriman dan ATK.
kurang karena selalu berubah-ubah.
• Pengelola grading tidak kebingungan
mengenai perubahan aturan karena
selalu terupdate pada aplikasi grading.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan:
a. Pengelolaan Grading secara sistem dengan rincian.
b. Pembuatan SK Grading.
c. Pembuatan BA Sidang Penilaian.
d. Verifikasi SK grading.
e. Monitoring Data Grading.

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Seluruh Pelaksana DJPb.
b. Seluruh Pengelola Grading Unit Kerja DJPb.
c. Subbagian MPK.

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Mutasi dan Penilaian Kinerja.
4. Keunggulan dari inovasi tersebut.

a. Pembuatan SK Grading (termasuk salinan dan petikan).
b. Pembuatan BA Sidang Penilaian.
c. Verifikasi SK grading
d. Monitoring Data Grading
e. Notifikasi/Alert Kesalahan dalam Penyusunan SK
f. Melihat riwayat penetapan jabatan dan peringkat, serta hasil sidang penilaian pegawai
g. Aplikasi berbasis web yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun

Latar Belakang

1. Pembuatan SK dilakukan secara manual sehingga sering ditemukan kesalahan akibat human error.
2. Sistem aplikasi yang ada, belum secara maksimal mendukung pengelolaan Grading, termasuk pembuatan SK

dan monitoring.
3. Peraturan grading yang sering berubah-ubah.

Penggunaan Inovasi

1. Bagaimana cara stakeholder menggunakan inovasi

a. Pegawai mendapatkan SK Grading tepat waktu dan minim kesalahan
b. Pengelola grading terbantu oleh aplilkasi dalam pengelolaan grading bagi pelaksana
c. Subbagian MPK mendapat kemudahan dalam melakukan monitoring ketertiban pengelolaan grading

unit kerja lingkup DJPb

2. Inovator menindaklanjuti dengan menerbitkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah dihasilkan aplikasi
setiap triwulan guna menjaga kualitas pengelolaan grading di DJPb

20 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

1. Pembuatan SK dilakukan secara manual sehingga terdapat kesalahan yang disebabkan human error.
2. Sistem aplikasi yang ada belum secara maksimal mendukung pengelolaan Grading, termasuk pembuatan SK

dan monitoring
3. Pengetahuan terkait penetapan grading kurang karena selalu berubah-ubah.

Setelah Implementasi

1. Kesalahan penetapan SK Grading dan BA Sidang Penilaian menjadi berkurang, terutama yang bersifat
kesalahan administratif.

2. Berkurangnya waktu penyelesaian SK Grading, terutama untuk pembuatan petikan SK Grading:
3. Mengurangi pengeluaran organisasi untuk biaya pengiriman dan ATK serta memdukung implementasi paper

less, karena SK cukup di-upload dalam sistem.
4. Pengelola grading tidak kebingungan mengenai perubahan aturan karena selalu terupdate pada aplikasi

grading.

Keberlanjutan Inovasi

Memberikan inspirasi (sebagai pionir) bagi unit eselon I lain di Kementerian Keuangan dan Kementerian
Keuangan c.q. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan untuk mempertimbangkan penggunaan ide serupa,
sehingga ke depan pengelolaan grading di lingkungan Kementerian Keuangan dapat lebih lebih efektif dan
efisien secara menyeluruh.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 21

Genderang Inovasi untuk Negeri

2017 - Non Aplikasi

Ruilslag Pegawai

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

• Analisa preferensi pegawai banyak • Pegawai dapat mengikuti mutasi Memberikan inspirasi bagi unit eselon I
pegawai yang preferensinya saling dengan mekanisme ruilslag untuk lain di Kementerian Keuangan untuk
mengisi. mutasi sesuai dengan keinginan sesuai mempertimbangkan penggunaan ide
proses ruilslag pegawai. serupa.
• Banyak permohonan pindah pegawai ke
homebase. • Subbagian MPK dapat memindahkan
pegawai tanpa mengurangi ABK unit
• Hal yang ditingkatkan adalah kerja dan kemampuan pegawai yang
mekanisme mutasi yang memperhatikan sepadan.
kepentingan pegawai dan kebutuhan
organisasi.

Sebelum Inovasi Ruilslag Pegawai Setelah Inovasi

Terdapat keluhan dari pimpinan unit kerja Pegawai yang telah dilakukan ruilslag
bahwa kecenderungan pegawai yang telah diseleksi dan disetujui oleh pimpinan
mutasi karena permohonan pindah ke unit kerja yang dituju sehingga masalah
homebase mengalami penurunan kinerja. kemampuan pegawai dapat
ditanggulangi.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan melalui inovasi ini adalah mekanisme mutasi yang memperhatikan kepentingan
pegawai dan kebutuhan organisasi

2. Stakeholder (penerima manfaat):
a. Seluruh pelaksana DJPb
b. Subbagian MPK

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Mutasi dan Penilaian Kinerja
4. Keunggulan dari inovasi tersebut

a. Mekanisme mutasi yang memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mutasi di tempat yang
diinginkan dengan saling bertukar tempat

b. Mengurangi biaya mutasi karena termasuk mutasi permintaan sendiri
c. Unit kerja mendapatkan ganti pegawai yang memiliki kemampuan yang sama dengan pegawai yang

digantikan
d. Kebutuhan organisasi tetap diperhatikan

Latar Belakang

1. Analisa preferensi pegawai banyak pegawai yang preferensinya saling mengisi
2. Banyak permohonan pindah pegawai ke homebase

Penggunaan Inovasi

1. Cara stakeholder menggunakan inovasi
a. Pegawai dapat mengikuti mutasi dengan mekanisme ruilslag untuk mutasi sesuai dengan keinginan
sesuai proses ruilslag pegawai
b. Subbagian MPK dapat memindahkan pegawai tanpa mengurangi ABK unit kerja dan kemampuan
pegawai yang sepadan berdasarkan proses ruilslag pegawai serta tidak menambah biaya mutasi

2. Unit Inovator menindaklanjuti dengan melakukan proses tahapan Ruilslag Pegawai sesusai dengan aturan
yang ada.

Sebelum Implementasi

Terdapat keluhan dari pimpinan unit kerja bahwa kecenderungan pegawai yang mutasi karena
permohonan pindah ke homebase mengalami penurunan kinerja.

Keberlanjutan Inovasi

Memberikan inspirasi (sebagai pionir) bagi unit eselon I lain di
Kementerian Keuangan dan Kementerian Keuangan c.q. Biro Sumber
Daya Manusia untuk mempertimbangkan penggunaan ide serupa.

Setelah Implementasi

Pegawai yang telah dilakukan ruilslag telah diseleksi dan
disetujui oleh pimpinan unit kerja yang dituju sehingga masalah
kemampuan pegawai dapat ditanggulangi.

22 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2018 - Aplikasi

Aplikasi Ruilslag Pegawai

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Dokumen hardcopy yang banyak • Pengelola kepegawaian melakukan Inovasi aplikasi ruilslag masih signifikan
sehingga menumpuk di ruang arsip. usulan ruilslag menggunakan sistem karena belum ada aplikasi yang sejenis di
Analisa kecocokan secara manual. aplikasi. Kementerian Keuangan.
Hal yang ditingkatkan adalah tahapan
ruilslag dari pendaftaran hingga analisa • Subbagian MPK melakukan rekapitulasi
kecocokan ruilslag menggunakan sistem dan analisa kecocokan dengan
aplikasi. menggunakan sistem aplikasi.

Sebelum Inovasi Aplikasi Ruilslag Setelah Inovasi
Pegawai
• Berkas ruilslag dikirim secara manual • Berkas dan file tersimpan dengan baik
dalam bentuk hardcopy, file terlalu dalam database aplikasi ruilslag.
banyak dan ada yang tercecer dalam
pengiriman. • Analisa kecocokan ruilslag secara
sistem.
• Analisa ruilslag dengan cara manual.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan adalah tahapan ruilslag dari pendaftaran hingga analisa kecocokan ruilslag
menggunakan sistem aplikasi.

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Seluruh pengelola Kepegawaian unit
b. Subbagian MPK

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Mutasi dan Penilaian Kinerja.
4. Keunggulan dari inovasi tersebut

a. Perekaman pengumuman hingga proses kecocokan ruilslag dilakukan menggunakan sistem
b. Terdapat rekapitulasi pengajuan ruilslag
c. Aplikasi menggunakan basis web sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun
d. Data ruilslag tersimpan dalam single database

Latar Belakang

1. Dokumen hardcopy yang banyak sehingga menumpuk di ruang arsip.
2. Analisa kecocokan secara manual.

Penggunaan Inovasi

1. Bagaimana cara stakeholder menggunakan inovasi
a. Pengelola kepegawaian melakukan usulan ruilslag menggunakan sistem aplikasi.
b. Subbagian MPK melakukan rekapitulasi dan analisa kecocokan dengan menggunakan sistem aplikasi.

2. Unit Inovator menindaklanjuti dengan melakukan analisa data dengan menggunakan sistem.

Sebelum Implementasi

1. Berkas ruilslag dikirim secara manual dalam bentuk hardcopy, file terlalu banyak dan ada yang tercecer dalam
pengiriman.

2. Analisa ruilslag dengan cara manual.

Setelah Implementasi

1. Berkas dan file tersimpan dengan baik dalam database aplikasi ruilslag.
2. Analisa kecocokan ruilslag secara sistem.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi aplikasi ruilslag masih signifikan karena
belum ada aplikasi yang sejenis di Kementerian Keuangan.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 23

Genderang Inovasi untuk Negeri

2015 - Non Aplikasi

Pemilihan Pegawai Berprestasi

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Inisiatif pemberian penghargaan pegawai • Para pegawai berprestasi diberikan Inovasi ini dipayungi oleh peraturan yang
dengan prestasi luar biasa di lingkungan reward dengan berbegai bentuk. lebih tinggi di tingkat Kementerian
DJPb dan Kementerian Keuangan melalui Keuangan melalui SE-50/MK.1/2016.
penyusunan KEP-291/PB/2015 Tentang • Unit vertikal melakukan seleksi pegawai
Pemilihan Pegawai Berprestasi Direktorat berprestasi secara berjenjang hingga ke
Jenderal Perbendaharaan. kantor pusat DJPb.

Sebelum Inovasi Pemilihan Pegawai Setelah Inovasi
Berprestasi
Belum ada bentuk penghargaan bagi Ada bentuk penghargaan bagi pegawai
pegawai dengan inovasi atau prestasi dengan inovasi atau prestasi kerja luar
kerja luar biasa. biasa.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan penghargaan bagi pegawai berprestasi melalui penyusunan KEP-291/PB/2015
Tentang Pemilihan Pegawai Berprestasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan

2. Stakeholder (penerima manfaat)

a. Pegawai berprestasi dan berkinerja tinggi DJPb;
b. Subbagian PSMT selaku pengelola talent pool dan talenta khusus;
c. Subbagian MPK selaku pengelola penempatan pegawai.
3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inoivasi ini adalah Subbagian Perencanaan Strategis dan
Manajemen Talenta
4. Keunggulan dari inovasi tersebut adalah inisiatif pemberian penghargaan pegawai dengan prestasi luar biasa
di lingkungan DJPb dan Kementerian Keuangan untuk pertama kalinya.

Latar Belakang

Pertama kalinya, inisiatif pemberian penghargaan pegawai dengan prestasi luar biasa di lingkungan DJPb
dan Kementerian Keuangan.

Penggunaan Inovasi

1. Para pegawai berprestasi diberikan reward yang dapat berupa capacity building, usulan kenaikan pangkat
istimewa bagi pegawai berprestasi yang prestasinya memberikan dampak secara nasional pada satu tahun
terakhir, dapat diusulkan untuk dipromosikan ke jenjang eselon IV sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku bagi pegawai berprestasi level pelaksana, atau diberikan penghargaan non materiil
lainnya.

2. Unit Inovator menindaklanjuti melalui unit vertikal melakukan seleksi pegawai berprestasi secara
berjenjang hingga ke kantor pusat DJPb.

Sebelum Implementasi

Belum ada bentuk penghargaan bagi pegawai dengan inovasi atau prestasi
kerja luar biasa.

Setelah Implementasi BEST

Terdapat apresiasi tambahan untuk pegawai berkinerja baik.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi ini kemudian dipayungi oleh peraturan yang lebih tinggi di tingkat
Kementerian Keuangan melalui SE-50/MK.1/2016.

24 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Aplikasi

Integrasi Data Absensi pada e-DJPb dan OA
dengan Aplikasi SILAP

Bagian Sumber Daya Manusia Keberlanjutan

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Inovasi ini masih signifikan karena adanya
penerapan tatanan normal baru (new
integrasi data absensi online dari e-DJPb Para pegawai dapat melakukan absensi working of thinking) dan flexible working
dan OA e-Kemenkeu ke Aplikasi kehadiran (masuk dan pulang) secara space (FWS).
SILAP untuk memudahkan pengelola online melalui e-DJPb dan OA e- Penambahan fitur geotaging dalam
kepegawaian dan pengelola keuangan. Kemenkeu. presensi sebagai monitoring pengawasan
dari atasan kepada bawahan.

Sebelum Inovasi Integrasi Data Setelah Inovasi
Absensi
Pegawai DJPb melakukan absensi • Para pegawai dapat melakukan absensi
kehadiran secara offline pada mesin kehadiran secara online melalui e-DJPb
absensi. dan/atau OA e-Kemenkeu.

• Absensi kehadiran melalui e-DJPb dan
OA e-Kemenkeu telah terintegrasi
dengan aplikasi SILAP sehingga dapat
memudahkan pengelola kepegawaian
untuk melakukan administrasi data.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan integrasi data absensi online dari e-DJPb dan OA e-Kemenkeu ke Aplikasi SILAP
untuk memudahkan pengelola kepegawaian dan pengelola keuangan.

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Pengelola kepegawaian di DJPb seluruh Indonesia;
b. Pengelola keuangan di DJPb seluruh Indonesia;
c. Pegawai DJPb seluruh Indonesia.

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Sistem Informasi dan Layanan
Sumber Daya Manusia.

4. Keunggulan dari inovasi tersebut:
a. Multi Sumber data kehadiran (presensi) pegawai, memberikan ragam pilihan yang fleksibel bagi
pegawai untuk melakukan presensi.
b. Memudahkan pengelola kepegawaian dalam melakukan administrasi data kehadiran pegawai.
c. Membantu pengelola keuangan dengan menyediakan laporan yang dibutuhkan untuk pembayaran
TKPKN, lembur dan uang makan.

Latar Belakang

1. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor
2. Adanya penerbitan Surat Tugas Work Form Home (WFH) dan Work From Office (WFO) sehingga memfasilitasi

pegawai untuk melakukan absensi secara online

Penggunaan Inovasi

Para pegawai dapat melakukan absensi kehadiran (masuk dan pulang) secara online melalui e-DJPb dan
OA e-Kemenkeu. Apabila terdapat permintaan penambahan modul atau ditemukan adanya bug pada aplikasi,
unit inovator akan menyampaikannya ke programmer untuk dapat ditindaklanjuti.

Sebelum Implementasi

Pegawai DJPb melakukan absensi kehadiran secara offline pada mesin absensi yang telah tersedia di
masing-masing kantor.

Setelah Implementasi

1. Para pegawai dapat melakukan absensi kehadiran secara online melalui e-DJPb dan/atau OA e-Kemenkeu.
2. Absensi kehadiran melalui e-DJPb dan OA e-Kemenkeu telah terintegrasi dengan aplikasi SILAP sehingga

dapat memudahkan pengelola kepegawaian untuk melakukan administrasi data kehadiran pegawai dan
memudahkan pengelola keuangan dalam pembayaran TKPKN, uang lembur dan uang makan pegawai.

Keberlanjutan Inovasi

1. Inovasi ini masih signifikan dijalankan hingga saat ini karena adanya penerapan tatanan normal baru (new
working of thinking) dan flexible working space (FWS)

2. Penambahan fitur geotaging dalam presensi sebagai monitoring pengawasan dari atasan kepada bawahan.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 25

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Non Aplikasi

Survei Milenial

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Meneliti dan memahami lebih lanjut • Stakeholder mengisi survei secara Conditional future survey, dapat dilakukan
aspirasi dan harapan para pegawai muda online pada tautan https://bit.ly/ survei serupa atau lanjutan dengan
DJPb, sehingga memberikan insight lebih Initiative_Survey. mempertimbangkan kepentingan dan
luas dalam menyusun kebijakan tujuan penelitian selanjutnya.
pengelolan SDM DJPb. • Inovator menindaklanjuti dengan
Sumber Daya Manusia (SDM) DJPb perlu mengolah data survei yang telah Setelah Inovasi
dipahami lebih lanjut dan dikelola dengan terkumpul secara kuantitatif.
baik, sesuai dengan Tujuan Pengelolaan Hasil penelitian sebagai pertimbangan
SDM Tahun 2021-2024. • Penelitian kuantitatif dengan metode pengelolaan SDM DJPb dapat diperoleh
random sampling dilakukan seperti Pegawai Milenial dan Centenial
menggunakan survei melalui google DJPb memiliki karakteristik yang sama
forms secara anonymous untuk pada umumnya.
mengurangi faking good dan social
desirability.

Sebelum Inovasi

Belum pernah dilakukan penelitian terkait
komposisi pegawai muda DJPb.

Survei Milenial

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan meneliti dan memahami lebih lanjut aspirasi dan harapan para pegawai muda DJPb,
sehingga memberikan insight lebih luas dalam menyusun kebijakan pengelolan SDM DJPb.

2. Stakeholder (penerima manfaat)
a. Pengelola SDM DJPb
b. Para pegawai DJPb, tidak terbatas pegawai muda saja

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Pengembangan Kompetensi dan
Budaya Organisasi

4. Keunggulan dari inovasi tersebut belum pernah dilakukan survei yang dapat menangkap aspirasi dan
harapan para pegawai muda DJPb. Self report mereka merupakan salah satu bentuk keterlibatan para
pegawai muda dalam pengelolaan APBN dan SDM DJPb. Survei juga bersifat anonymous, sehingga
dihaapkan dapat menangkap kenyataan yang dirasakan oleh para pegawai muda DJPb.

Latar Belakang

Dari total 7.359 pegawai DJPb, 4.005 adalah Pegawai Muda (Pegawai Milenial & centenial) (Data per 27
Mei 2021), dengan proporsi 54% mendominasi postur kepegawaian DJPb. Sumber Daya Manusia (SDM) yang
masif ini perlu dipahami lebih lanjut dan dikelola dengan baik, sesuai dengan Tujuan Pengelolaan SDM Tahun
2021-2024, yaitu:

1. Keseimbangan komposisi SDM
2. SDM yang adaptif dengan dinamika teknologi;
3. SDM yang profesional, memiliki integritas, kompetensi, dan kinerja yang tinggi;
4. SDM dengan reputasi di bidang perbendaharaan negara;
5. Wellbeing SDM.

Pada penelitian ini, yang disebut dengan Pegawai Muda DJPb adalah pegawai pada kelompok Generasi
Milenial dan Centenial. Milenial adalah pegawai pada kelompok Generasi Y (1980-2000), sedangkan pegawai
Centennials adalah pegawai pada kelompok Generasi Z (2000< ) Pegawai muda berusia dibawah 40 tahun (Pbn
Open).

Penggunaan Inovasi

1. Cara stakeholder menggunakan inovasi dengan mengisi survei secara online pada tautan https://bit.ly/
Initiative_Survey.

2. Unit Inovator menindaklanjuti dengan mengolah data survei yang telah terkumpul secara kuantitatif.
3. Penelitian kuantitatif dengan metode random sampling dilakukan menggunakan survei melalui google

forms secara anonymous untuk mengurangi faking good dan social desirability. Dalam rentang waktu 7 – 21
Juni 2021, berhasil dikumpulkan 1.892 sampel yang diolah secara statistik menggunakan IBM SPSS versi 25,
Gpower Versi 3.1.9.4, dan Microsoft Excel 2003. Analisis Non-Parametrik dengan Wilcoxon Signed Ranks
Test, digunakan untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan antara nilai Kepuasan dan Harapan
responden yang signifikan secara statistik dari sebaran data yang tidak terdistribusi normal.

26 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

Belum pernah dilakukan penelitian terkait komposisi pegawai muda DJPb.

Setelah Implementasi

Hasil penelitian sebagai pertimbangan pengelolaan SDM DJPb dapat diperoleh seperti Pegawai Milenial
dan Centenial DJPb memiliki karakteristik yang sama dengan generasi Milenial dan Centenial pada umumnya,
seperti keterikatan yang kuat dengan internet dan sosial media, open minded, dinamis, efisien, produktif,
bertekad kuat, egois, pembangkang, dan kecenderungan melanggar aturan. Tiga gap tertinggi antara harapan
dan kepuasan responden pada 11 indikator adalah Work Life Balance, Kebijakan Mutasi, dan Reward Non-
Monetary.

Keberlanjutan Inovasi

Conditional future survey, dapat dilakukan survei serupa atau lanjutan dengan mempertimbangkan
kepentingan dan tujuan penelitian selanjutnya.

MILENIAL

5/5

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 27

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Non Aplikasi

Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic)

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Risiko kerentanan kondisi kesejahteraan Pegawai melakukan pendaftaran melalui TWP menjadi program yang selama ini
mental para pegawai di tengah pandemi Aplikasi Training untuk selanjutnya akan tetap relevan dan dibutuhkan bagi
memerlukan intervensi secara khusus dari dihubungkan dengan psikolog profesional. para pegawai Ditjen Perbendaharaan.
organisasi melalui pendampingan dan
dukungan psikologis dari profesional.

Sebelum Inovasi Counseling Clinic Setelah Inovasi

Para pegawai tidak memiliki kanal dalam Para pegawai memiliki kanal untuk
menyelesaiakan masalah kesejahteraan mendapat dukungan dan pendampingan
mental. kesejahteraan mental.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan kesejahteraan mental SDM Direktorat Jenderal Perbendaharaan
2. Stakeholder (penerima manfaat) adalah para pegawai Ditjen Perbendaharaan
3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Pengembangan Kompetensi dan

Budaya Organisasi
4. Keunggulan dari inovasi tersebut adalah Kesehatan pegawai terpantau secara utuh dari segi mental, fisik dan

finansial.

Latar Belakang

Risiko kerentanan kondisi kesejahteraan mental para pegawai di tengah pandemi memerlukan intervensi
secara khusus dari organisasi melalui pendampingan dan dukungan psikologis dari profesional.

Penggunaan Inovasi

Pegawai melakukan pendaftaran melalui Aplikasi Training untuk selanjutnya dihubingkan dengan
psikolog profesional. Kemudian pengelola TWP melakukan verifikasi untuk selanjutnya menindaklanjuti kepda
para psikolog profesional.

Sebelum Implementasi

Para pegawai tidak memiliki kanal dalam menyelesaiakan masalah kesejahteraan mental.

Setelah Implementasi

Para pegawai memiliki kanal untuk mendapat dukungan dan pendampingan kesejahteraan mental.

Keberlanjutan Inovasi

Isu kesejahteraan mental senantiasa ada dalam aktifitas manusia,
sehingga TWP menjadi program yang selama ini akan tetap relevan dan
dibutuhkan bagi para pegawai Ditjen Perbendaharaan.

28 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

2021 - Non Aplikasi

Panduan Implementasi Learning Organization (LO)

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Diperlukan adanya panduan yang jelas • Stakeholder melakukan: Inovasi ini perlu dimutakhirkan dengan
terkait implementasi LO sebagai langkah • Membaca panduan ini untuk informasi yang terdapat pada peraturan-
awal pembudayaan LO pada unit kerja. peraturan terkait LO di lingkungan
melaksanakan aktivitas implementasi Kementerian Keuangan dengan tetap
LO di unit kerja masing-masing. memperhatikan karakteristik khusus
• Menatausahakan dokumen bukti secara DJPb.
memadai.
• Unit Inovator melakukan sosialisasi
Panduan Implementasi LO pada seluruh
unit kerja lingkup Ditjen
Perbendaharaan.

Sebelum Inovasi Panduan Implementasi Setelah Inovasi
LO DJPb
Unit kerja tidak memiliki panduan Unit kerja memahami gambaran umum
implementasi LO sehingga aktivitas LO implementasi LO dan melakukan serta
tidak terdokumentasi dengan baik. mendokumentasikan aktivitas LO secara
memadai.

Deskripsi Inovasi

1. Hal yang ditingkatkan pengetahuan dan panduan terkait implementasi learning organization (LO) sebagai
inisiatif strategis Ditjen Perbendaharaan.

2. Stakeholder (penerima manfaat):
a. Seluruh unit kerja lingkup DJPb sebagai bagian dari organisasi pembelajar.
b. Bagian SDM Sekretariat DJPb sebagai koordinator implementasi LO

3. Unit/bagian/seksi yang menatausahakan inovasi ini adalah Subbagian Pengembangan Kompetensi dan
Budaya Organisasi.

4. Keunggulan dari inovasi tersebut adalah LO ditetapkan sebagai inisiatif strategis (IS) bagi seluruh unit kerja
di lingkungan DJPb. Panduan ini memuat konsep dan panduan yang jelas tentang pelaksanaan IS tersebut.

Latar Belakang

Diperlukan adanya panduan yang jelas terkait implementasi LO sebagai langkah awal pembudayaan LO
pada unit kerja.

Penggunaan Inovasi

Pengguna dapat membaca panduan ini untuk melaksanakan aktivitas implementasi LO di unit kerja
masing-masing dan menatausahakan dokumen bukti secara memadai. Unit Inovator Menindaklanjuti dengan
melakukan sosialisasi Panduan Implementasi LO pada seluruh unit kerja lingkup Ditjen Perbendaharaan.

Sebelum Implementasi

Unit kerja tidak memiliki panduan implementasi LO sehingga aktivitas LO tidak terdokumentasi dengan
baik.

Setelah Implementasi

Unit kerja memahami gambaran umum implementasi LO dan melakukan serta mendokumentasikan
aktivitas LO secara memadai.

Keberlanjutan Inovasi

Inovasi ini dibuat sebagai panduan implementasi LO lingkup DJPb sebelum penetapan KMK nomor 283/
KMK.11/2021 dan KMK nomor 1/KM.011/2021 oleh BPPK. Inovasi ini perlu dimutakhirkan dengan informasi
yang terdapat pada peraturan-peraturan terkait LO di lingkungan Kementerian Keuangan dengan tetap
memperhatikan karakteristik khusus DJPb.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 29

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Aplikasi

Treasury Wellbeing Program

Bagian Sumber Daya Manusia

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Memberikan kesempatan kepada Diselenggarakan secara daring dengan Sehingga penggunaan inovasi ini akan
pegawai DJPb untuk mengakses layanan jangkauan peserta layanan yang lebih terus dilakukan perbaikan dan
konseling secara daring dengan tiga luas pembatasan tatap muka secara fisik penyesuaian sesuai dengan kebutuhan
metode program: akibat dampak pandemi. sumber daya manusia lingkup Direktorat
• Konseling Penugasan (Trauma Healing Jenderal Perbendaharaan.

Counseling). Treasury Wellbeing
• Konseling Darurat (Emergency Program

Counseling).
• Konseling Reguler (Regular

Counseling).

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

Pegawai yang membutuhkan bimbingan Pegawai yang membutuhkan bimbingan
konseling belum memiliki wadah khusus konseling memiliki wadah khusus dalam
dalam menyampaikan kondisi mental dan menyampaikan kondisi mental dan
kesehatannya. kesehatannya.

Deskripsi Inovasi

Program ini memberikan kesempatan kepada pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb)
untuk mengakses layanan konseling secara daring yang terjamin kerahasiaannya dengan psikolog profesional
dan independen. Terdapat tiga metode program yang dilaksanakan:
1. Konseling Penugasan (Trauma Healing Counseling)
2. Konseling Darurat (Emergency Counseling)
3. Konseling Reguler (Regular Counseling)

Latar Belakang

Lingkungan kerja DJPb yang tersebar di seluruh negeri mengharuskan pegawai untuk cepat beradaptasi
dengan berbagai perbedaan budaya dan kearifan lokal, tempat tinggal, cuaca serta lingkungan sosial. Selain
perbedaan tersebut, faktor lokasi penugasan pegawai yang tersebar di 34 provinsi, menyebabkan beberapa
pegawai menjalani long distance relationship dengan keluarga yang tetap tinggal di homebase. Hal ini kerap
menimbulkan situasi yang mempengaruhi kondisi kesehatan mental. Selain itu, dalam lingkungan kerja
terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi menurunnya produktivitas, seperti tekanan pekerjaan,
budaya yang kontra produktif, atau rekan kerja yang toxic. Beban mental pegawai kian bertambah dengan
adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Anjuran Pemerintah dalam pembatasan kegiatan
berdampak pada kegiatan belajar serta bekerja yang dilakukan dari rumah. Hal ini membuat penyelesaian
pekerjaan, yang sebelumnya dilakukan di kantor, harus dilakukan penyesuaian dengan berbagai kegiatan secara
daring. Selanjutnya, kondisi pegawai dan/atau keluarga yang terpapar Covid-19 dapat menyebabkan gangguan
psikologis.

Penggunaan Inovasi

Berangkat dari permasalahan yang teridentifikasi di antara para pegawai DJPb, seperti penugasan yang
jauh dari keluarga, kondisi mental dan motivasi kerja terkadang menurun, dan kekhawatiran para pegawai
akibat ketidakpastian situasi pandemi Covid-19, maka diinisiasi inovasi Treasury Wellbeing Program
(Counseling Clinic). Layanan ini merupakan merupakan hasil modifikasi dari penyelenggaraan program serupa
dan terbuka bagi seluruh pegawai DJPb dengan sebelumnya melakukan riset terlebih dahulu terhadap
penerapan layanan konseling di beberapa sektor publik dan privat (BUMN atau perusahaan swasta), baik di
dalam maupun luar negeri. Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic) yang diselenggarakan secara daring
merupakan hal yang pertama dilakukan oleh unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan,
mempertimbangkan berbagai faktor seperti jangkauan peserta layanan yang lebih luas mengingat DJPb
memiliki unit vertikal tersebar di seluruh Indonesia dan pembatasan tatap muka secara fisik akibat dampak
pandemi.

Sebelum Implementasi

Sebelum implementasi Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic) para pegawai yang
membutuhkan bimbingan konseling belum memiliki wadah khusus dalam menyampaikan kondisi mental dan
kesehatannya, terlebih pada situasi pandemi Covid-19.

30 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

Setelah Implementasi

Dari konseli (voluntary) yang memberikan respon terhadap evaluasi Treasury Wellbeing Program
(Counseling Clinic), semua menyatakan bahwa konselor memberikan layanan sesuai yang dibutuhkan oleh
konseli. Dari hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic) telah
memenuhi harapan target sasaran inovasi. Dari testimoni atau pendapat para konseli semua bersifat positif dan
membangun.

Kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran Area layanan Treasury Wellbeing Program (Counseling
Clinic) untuk sementara memang internal pegawai DJPb, namun demikian ada beberapa tema konseling yang
bersinggungan dengan pihak eksternal DJPb, seperti tema keluarga yang dibutuhkan peran keluarga konseli
yang bersangkutan untuk ikut serta pada TWP.

Aspek tata pemerintahan instansi Treasury Wellbeing Program (Counseling Clinic) diintegrasikan
melalui aplikasi internal DJPb untuk memudahkan dan membantu pegawai DJPb saat mendaftar sebagai calon
konseli. Melalui integrasi ini diharapkan dapat mendukung efektivitas proses bisnis program dimaksud. TWP
juga menjalankan program involuntary counseling dengan bekerjasama dengan Unit Kepatuhan Internal DJPb.

Keberlanjutan Inovasi

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi mental para pegawai dalam
menghadapi berbagai kondisi, seperti penyesuaian di tempat kerja baru dan hubungan dengan masyarakat
sekitar (sosial kultural). Harapannya dengan adanya program ini, pegawai akan lebih siap dalam menghadapi
berbagai kendala psikologis yang timbul sehingga berdampak pada interaksi sosial yang baik dengan berbagai
lingkungan masyarakat. Selanjutnya, dengan kemampuan untuk beradaptasi di berbagai situasi dan kondisi,
diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sosial kultural dan manajerial sesuai dengan level kompetensi tiap
pegawai pada jabatan masing-masing. Seiring dengan tercapainya mental pegawai yang sehat, akan berdampak
kepada peningkatan kinerja, sehingga nantinya akan tercapai tata kelola pemerintahan yang lebih efektif-efisien
serta peningkatan pelayanan kepada stakeholder.

Sehingga penggunaan inovasi ini akan terus dilakukan perbaikan dan penyesuaian sesuai dengan
kebutuhan sumber daya manusia lingkup Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

It's not about being the best
it's about being better than you were yesterday

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 31

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Non Aplikasi Penggunaan

Reutilisasi BMN • Inventarisasi jenis dan jumlah BMN
dengan kondisi tersebut.
Bagian Umum
• Input barang-barang tersebut dalam
Deskripsi & Latar Belakang Keberlanjutan katalog aplikasi Si-PAT.

Mengoptimalkan penggunaan barang Dengan diterbitkannya surat edaran • Pegawai yang berminat diberikan akses
meubelair dan elektronik bekas kepada Dirjen Perbendaharaan No. SE-129/PB/ ke aplikasi untuk melihat daftar katalog
pegawai untuk mengisi rumah negara/ 2020 tentang Optimalisasi BMN di barang kemudian mengajukan
mess. Lingkungan DJPb sebagai dasar permohonan reutilisasi melalui aplikasi.
pelaksanaan dan pedoman bagi seluruh
kantor vertikal DJPb untuk • Verifikasi permohonan.
mengimplementasikan reutilisasi BMN • Aproval dan penerbitan BAST melalui
dan beberapa inovasi lain dalam
melakukan optimalisasi BMN. aplikasi.
• Pengambilan barang secara mandiri oleh

pegawai yang mengajukan.
• Pencetakan dan penempatan daftar

barang lainnya (DBL) di masing-masing
rumah negara yang memanfaatkan
fasilitas reutilisasi.
• Pegawai dapat melakukan penggantian
bila barang mengalami kerusakan secara
wajar dan selama tersedia dalam katalog.
• Pegawai mengembalikan barang
reutilisasi setelah berakhirnya masa
penghunian rumah negara/mess sesuai
dengan ketentuan.

Reutilisasi BMN

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

Ruang penyimpanan sudah overload • BMN bekas pakai dioptimalkan/
mengakibatkan barang tersebut rusak meminimalisasi BMN idle.
dalam masa penyimpanan pada tempat
yang tidak layak/seadanya sebelum • Ruang/gudang penyimpanan tidak
dilakukannya proses lelang dan overload atau hanya bersifat transit
penghapusan. sebelum direutilisasi, hibah dan/atau
dihapuskan.

• Meringankan para pegawai ketika
mengisi keperluan barang rumah
tangga pada rumah negara yang
ditempatinya.

Deskripsi Inovasi

Mengoptimalkan penggunaan barang meubelair dan elektronik bekas (meja, kursi, lemari, sofa,
komputer, printer, scanner dll) kepada pegawai untuk mengisi rumah negara/mess yang dihuni dengan prinsip
mengaplikasikan penyediaan sarpras rumah negara golongan II sebagaimana rumah jabatan namun dari barang
bekas pakai, selain bertujuan memaksimalkan fungsi aset, mekanisme reutilisasi dapat meminimalisasi beban
pengeluaran APBN yang digunakan untuk perawatan dan operasional aset yang sudah tidak optimal tersebut.

Latar Belakang

Barang berlebih akibat dinamisme program organisasi (penataan layout, FWS, go green dll), mengurangi
kebutuhan ruang penyimpanan/gudang yang sudah overload, mendukung harapan organisasi ketika pegawai
mutasi tidak perlu membawa/membeli banyak barang untuk mengisi rumah dan selain itu barang dengan
kondisi masih bagus tersebut jika dihapuskan/dilelang harganya sangat murah (tidak signifikan dalam
berkontribusi terhadap PNBP).

Penggunaan Inovasi

1. Inventarisasi jenis dan jumlah BMN dengan kondisi tersebut.
2. Input barang-barang tersebut dalam katalog aplikasi Si-PAT.
3. Pegawai yang berminat diberikan akses ke aplikasi untuk melihat daftar katalog barang, dan memasukan ke

keranjang barang-barang yang diminanti untuk kemudian diajukan permohonan reutilisasi melalui aplikasi.
4. Verifikasi permohonan (subjek apakah menempati rumah negara/mess, objek dan jumlah barang yang

dimohon).
5. Aproval dan penerbitan BAST melalui aplikasi.
6. Pengambilan barang secara mandiri oleh pegawai yang mengajukan.
7. Pencetakan dan penempatan daftar barang lainnya (DBL) di masing-masing rumah negara yang

memanfaatkan fasilitas reutilisasi.
8. Pegawai dapat mengembalikan dan/atau melakukan penggantian bila barang mengalami kerusakan secara

wajar dan selama tersedia dalam katalog.
9. Pegawai mengembalikan barang reutilisasi setelah berakhirnya masa penghunian rumah negara/mess sesuai

dengan ketentuan (pensiun/mutasi/meninggal/tugas belajar dll).

32 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

Dengan jumlah barang berlebih yang sangat banyak (+/- 1.700 unit) sementara ruang penyimpanan
sudah overload mengakibatkan barang tersebut rusak dalam masa penyimpanan pada tempat yang tidak layak/
seadanya sebelum dilakukannya proses lelang dan penghapusan. setelah dilakukan inventarisasi tersisa +/-
1.300 unit barang yang 825 unit diantaranya dihibahkan kepada lembaga sosial masyarakat yang membutuhkan
(pesantren, panti asuhan, yayasan yatim dhuafa, sekolah dll) sedangkan 475 unit sisanya direutilisasi oleh > 60
pegawai di masing-masing rumah negara yang ditempatinya.

Setelah Implementasi

1. BMN bekas pakai secara umum telah dioptimalkan/meminimalisasi BMN idle yang sangat potensial menjadi
temuan, sehingga barang yang dihapuskan benar-benar yang sudah habis nilai manfaatnya dengan cara
dimusnahkan.

2. Ruang/gudang penyimpanan tidak overload atau hanya bersifat transit sebelum direutilisasi, hibah dan/atau
dihapuskan.

3. Meringankan para pegawai ketika mengisi keperluan barang rumah tangga pada rumah negara yang
ditempatinya.

Keberlanjutan Inovasi

Dengan reutilisasi BMN sebagai salah satu inovasinya, pada tahun 2020 kantor pusat memperoleh juara
I kompetisi optimalisasi BMN di lingkungan Kemenkeu, dengan demikian diterbitkanlah surat edaran Dirjen
Perbendaharaan No. SE-129/PB/2020 tentang Optimalisasi BMN di Lingkungan DJPb sebagai dasar
pelaksanaan dan pedoman bagi seluruh kantor vertikal DJPb untuk mengimplementasikan reutilisasi BMN dan
beberapa inovasi lain dalam melakukan optimalisasi BMN.

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 33

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Non Aplikasi

Hibah BMN kepada Lembaga Sosial Masyarakat

Bagian Umum

Deskripsi & Latar Belakang Keberlanjutan Penggunaan

Opsi hibah BMN meningkatkan peran dan • Dengan diterbitkannya surat edaran • Inventarisasi jenis dan jumlah BMN.
fungsi sosial serta kepedulian organisasi Dirjen Perbendaharaan No. SE-129/PB/ • Menyusun kajian hibah.
kepada masyarakat secara langsung. 2020 tentang Optimalisasi BMN di • Penjaringan calon penerima hibah
Lingkungan DJPb sebagai dasar
pelaksanaan dan pedoman bagi seluruh dengan mempublish rencana hibah.
kantor vertikal DJPb untuk • Pendaftaran para peserta calon
mengimplementasikan reutilisasi BMN
dan beberapa inovasi lain dalam penerima hibah secara online.
melakukan optimalisasi BMN. • Verifikasi permohonan.
• Penyusunan draft skala prioritas

penerima hibah.
• Menyampaikan keputusan hasil

verifikasi dan memproses administrasi
persetujuan.
• Serah terima barang yang meliputi
pemilihan objek, pengambilan dan

Hibah BMN

Sebelum Inovasi Setelah Inovasi

Ruang penyimpanan sudah overload • BMN bekas pakai dioptimalkan/
mengakibatkan barang tersebut rusak meminimalisasi BMN idle.
dalam masa penyimpanan pada tempat
yang tidak layak/seadanya sebelum • Ruang/gudang penyimpanan tidak
dilakukannya proses lelang dan overload atau hanya bersifat transit
penghapusan. sebelum direutilisasi, hibah dan/atau
dihapuskan.
Deskripsi Inovasi
• Meringankan para pegawai ketika
mengisi keperluan barang rumah
tangga pada rumah negara yang
ditempatinya.

Mekanisme hibah dalam pengelolaan BMN telah ada, namun tidak
pernah dimanfaatkan/digunakan dalam rangka optimalisasi BMN bekas pakai, karena optimalisasi BMN selama
ini hanya fokus terhadap tindakan yang hanya dapat menghasilkan PNBP (sewa, penjualan, kerja sama
pemanfaatan, BSG/BGS dll).

Opsi hibah BMN merupakan bentuk upaya meningkatkan peran dan fungsi sosial serta kepedulian
organisasi kepada masyarakat secara langsung yang diharapkan dapat memperkuat citra positif organisasi
sebagai institusi yang tidak hanya mengelola keuangan negara tetapi juga peduli terhadap masyarakat.

Latar Belakang

Barang berlebih akibat dinamisme program organisasi (penataan layout, FWS, go green dll), berakibat
pada penyediaan kebutuhan ruang penyimpanan/gudang yang sudah overload. Tindakan terhadap BMN bekas
yang masih bagus umumnya dihapuskan dengan cara penjualan/lelang namun dengan harga yang sangat murah
(tidak signifikan PNBP nya), sementara bila dibandingkan dengan barang-barang yang tersedia pada lembaga
sosial masyarakat (sekolah tidak mampu, pesantren, panti asuhan, yayasan yatim dhuafa, dll) pada umumnya
sudah tidak/kurang layak, dengan demikian BMN tersebut akan lebih bermanfaat dan berdaya guna jika
dihibahkan.

Penggunaan Inovasi

1. Inventarisasi jenis dan jumlah BMN dengan kondisi tersebut.
2. Menyusun kajian hibah.
3. Penjaringan calon penerima hibah dengan mempublish rencana hibah pada kanal media sosial wa dan IG,

melalui komunitas jamaah masjid dll.
4. Pendaftaran para peserta calon penerima hibah secara online.
5. Verifikasi permohonan (berkas/dokumen, wawancara dan lapangan).
6. Penyusunan draft skala prioritas penerima hibah dengan klasifikasi bidang kegiatan (profit/nirlaba)

termasuk bila ada pungutan biaya rutin/tetap, peruntukan barang yang diminta. kapasitas tempat
menerima, kemampuan transportasi/pengangkutan, eksistensi dan prestasi (keberadaan/pengakuan dan
capaian/penghargaan), akses lokasi dan jumlah peserta didik/binaan.
7. Menyampaikan keputusan hasil verifikasi dan memproses administrasi persetujuan, naskah dan BAST hibah
BMN.
8. Serah terima barang yang meliputi pemilihan objek, pengambilan dan pengantaran.

34 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri

Sebelum Implementasi

Dengan jumlah barang berlebih yang sangat banyak (+/- 1.700 unit) sementara ruang penyimpanan
sudah overload mengakibatkan barang tersebut rusak dalam masa penyimpanan pada tempat yang tidak layak/
seadanya. setelah dilakukan inventarisasi tersisa +/- 1.300 unit barang yang 825 unit diantaranya dihibahkan
kepada 18 lembaga sosial masyarakat yang membutuhkan.

Setelah Implementasi

1. BMN bekas pakai secara umum telah dioptimalkan/meminimalisasi BMN idle yang sangat potensial menjadi
temuan, sehingga barang yang dihapuskan benar-benar yang sudah habis nilai manfaatnya dengan cara
dimusnahkan.

2. Ruang/gudang penyimpanan tidak overload atau hanya bersifat transit sebelum direutilisasi, hibah dan/atau
dihapuskan.

3. Meminimalisasi potensi kerugian negara dengan efesiensi biaya penyimpanan, perawatan dan pemeliharaan
serta kerusakan/kehilangan.

Keberlanjutan Inovasi

Dengan hibah BMN sebagai salah satu inovasinya, pada tahun 2020 kantor pusat memperoleh juara I
kompetisi optimalisasi BMN di lingkungan Kemenkeu, dengan demikian diterbitkanlah surat edaran Dirjen
Perbendaharaan No. SE-129/PB/2020 tentang Optimalisasi BMN di Lingkungan DJPb sebagai dasar
pelaksanaan dan pedoman bagi seluruh kantor vertikal DJPb untuk mengimplementasikan hibah BMN dan
beberapa inovasi lain dalam melakukan optimalisasi BMN yang sampai dengan saat ini telah dilakukan juga oleh
beberapa kantor vertikal.

HIBAH

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan 35

Genderang Inovasi untuk Negeri

2020 - Non Aplikasi

Om Sugeng (Obrolan Menarik Seputar Pengelolaan

Bagian Umum

Deskripsi & Latar Belakang Penggunaan Keberlanjutan

Pelaksanaan webinar rutin dan periodik Melalui media zoom yang dengan Masih tetap dan akan terus berjalan
bulanan melalui zoom kepada seluruh pertimbangan efektifitas pelaksanaan, sebagai sarana paling efektif dan efisien
kantor vertikal sebagai sarana sosialisasi kegiatan dibagi menjadi beberapa batch sekalipun kondisi sudah dimungkinkannya
aturan/kebijakan baru, penguatan/ dalam 1 minggu. kegiatan secara offline.
peningkatan kompetensi, penyelesaian
permasalahan dan pekerjaan.

Sebelum Inovasi Om Sugeng Setelah Inovasi

Seluruh kegiatan dilakukan secara offline Peningkatan kompetensi para petugas
dengan pemanggilan peserta. dan manajer pengelola BMN di
lingkungan DJPb.

Deskripsi Inovasi Paham?

Pelaksanaan webinar rutin dan periodik bulanan melalui zoom kepada seluruh kantor
vertikal sebagai sarana sosialisasi aturan/kebijakan baru, penguatan/peningkatan kompetensi,
penyelesaian permasalahan dan pekerjaan (penyusunan laporan, rekonsiliasi dll) dengan
narasumber baik dari kantor pusat, pengguna barang, biro advokasi ataupun pengelola barang.

Latar Belakang

Kondisi pandemi covid 19 ekstra ordinary menyebabkan tidak dapat
dilaksanakannya kegiatan sosialisasi/bimtek secara offline, tetap dituntut untuk
menjaga performa dalam pelaksanaan tusi pengelolaan BMN, sehingga harus
dilaksanakan sebuah kegiatan rutin yang melibatkan para petugas dan manajer
pengelola BMN di lingkungan DJPb.

Penggunaan Inovasi

Melalui media zoom yang dengan pertimbangan efektifitas pelaksanaan, kegiatan dibagi menjadi
beberapa batch dalam 1 minggu.

Sebelum Implementasi

Seluruh kegiatan dilakukan secara offline dengan pemanggilan peserta.

Setelah Implementasi

Peningkatan kompetensi para petugas dan manajer pengelola BMN di lingkungan DJPb,
efesiensi biaya kegiatan offline yang cukup signifikan, terbangunnya koordinasi yang baik antara
kantor pusat dengan kantor vertikal dalam penyelesaian pekerjaan.

Keberlanjutan Inovasi

Om Sugeng masih tetap dan akan terus berjalan sebagai sarana paling efektif dan efisien
sekalipun kondisi sudah dimungkinkannya kegiatan secara offline.

Terima kasih!

OW!

Mantap!

36 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Genderang Inovasi untuk Negeri


Click to View FlipBook Version