KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas
rahmat, hidayah serta karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan EBook
tentang kumpulan hasil bimtek BDR Angkatan 2. Program ini merupakan salah
satu program kerja PP Himpaudi dalam rangka memberikan pengetahuan,
pengalaman, serta teknik dalam pelaksanaan BDR kepada seluruh pendidik PAUD di
masa pandemik Covid 19. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi
pendidik PAUD untuk mengaplikasikan berbagai teori keterampilan mengajar yang
telah diperoleh selama pelaksanaan Bimtek BDR Angkatan 2, selain itu pendidik
PAUD diharapkan mampu mendapatkan manfaat dan pengalaman baru setelah
pelaksanaan Bimtek BDR.
Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan EBook ini tidak lepas
dari bimbingan, arahan, masukan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu
pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penyusun mengucapkan terima
kasih kepada :
1. …………………..
2. ………………..
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan EBook ini terdapat banyak
kesalahan. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat
penyusun harapkan untuk kebaikan mendatang. Dengan harapan semoga EBook ini
bermanfaat bagi pendidik PAUD dan bagi pembaca pada umunya.
AKU SI PEJUANG PAUD DARI PULAU PESISIR
By : Guslian
Namaku Gusliana, anak – anak
memanggilku dengan sebutan bu Ana.
Aku mengenal dunia anak usia dini
tahun 2009, ketika itu aku ditugaskan
oleh TIM Penggerak PKK Kota
Bontang sebagai pendidik PAUD
KASIH BUNDA 2 di sebuah pulau kecil yang gersang namanya Pulau Gusung. Akses
menuju ke pulau ini dengan menggunakan perahu kecil yang biasa disebut dengan
ketinting. Awalnya terasa sulit, karena medan yang ditempuh lumayan menguji
nyali, ombak besar, panas terik, angin kencang bahkan sering diguyur hujan deras
ketika berada ditengah laut. Seiring berjalannya waktu dan semakin suburnya
kecintaanku pada anak – anak di pulau ini, lahir batinku semakin terlatih dan
tertantang untuk mengabdikan hidupku sebagai pendidik PAUD di pulau Gusung ini.
Nama PAUD tempatku mengabdi adalah PAUD KB KASIH BUNDA 2.
Terakreditasi dan memiliki NPSN 69878076. Jumlah murid ada 50 anak, jumlah
pendidik 6 orang,Usia anak yang dilayani adalah usia 2 – 6 tahun dan tidak ada
pungutan biaya alias gratis.
Ketika wabah corona covid 19 melanda, pulau Gusung ikut terimbas meskipun
daerah ini berada di tengah laut jauh dari hiruk pikuknnya kesibukan masyarakat
Kota Bontang. Ketika kegiatan BDR diberlakukan oleh Ibu Wali Kota Bontang,
Bunda Neni Moerneni dimulai pada tanggal 18 Maret 2020, kami sangat bingung
bagaimana kami akan mengobservasi anak – anak kami ketika mereka belajar dan
bermain. Alhamdulillah, setelah dua minggu wabah covid 19 melanda Kota Bontang,
kami mendapatkan ilmu dari tim BDR HIMPAUDI ( 1 ) Kota Bontang yang telah
berbagi ilmu tentang cara Belajar Dari Rumah ( BDR) dengan membuat kegiatan –
kegiatan main yang menarik disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di masing
– masing lembaga . Program Belajar Dari Rumah wajib dilaksanakan oleh setiap
lembaga PAUD di Kota Bontang.
Sebelum kegiatan BDR ini kami sampaikan ke orangtua murid, kami dari
segenap dewan guru melakukan rapat kecil agar kegiatan nanti ketika pertemuan
dengan orang tua murid berjalan dengan lancar.
Kegiatan yang kami lakukan seperti membuat konsep lembar pengamatan
anak yang akan diberikan ke orangtua murid. Lembar pengamata anak ini memuat
kegiatan – kegaiatn main anak selama 1 minggu kedepan. Kami berharap dari lembar
pengamatan ini orangtua memahami bahwa belajar bukan hanya ketika anak
memegang pensil dan kertas saja, atau belajar bukan hanya ketika mereka ada di
sekolah bersama ibu gurunya akan tetapi pembelajaran bersifat menyeluruh
apapun alatnya, dimanapun tempatnya, dengan siapa, dan bagaimana pembelajaran
bisa dilakukan di rumah bersama-sama anggota keluarga yaitu nenek, kakek, ayah,
ibu, kakak dan adik.
Alhamdulillah konsep Belajar Dari Rumah dapat kami sampaikan ke orangtua
murid ketika kegiatan parenting. Dan orangtua dapat memahami arahan yang kami
berikan. Ada banyak kendala yang kami temui ketika kegiatan BDR seperti
orangtua murid tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli paket data pulsa,
karena masyarakat yang berdiam di Pulau Gusung mayoritas berprofesi sebagai
nelayan tradisional, selain itu tingkat pendidikan orangtua sebagian besar masih
rendah hanya setingkat SD saja, oleh karena itu orangtua tidak memiliki
kemampuan untuk memberikan pendidikan ke anak – anak mereka.
Kegiatan BDR kami lakukan 2 kali seminggu. Orangtua mengirimkan video
kegiatan yang dilakukan anak melalui aplikasi whattapp dan jika orangtua tidak
mengirimkan video kegaitan anak maka guru akan melakukan home visit ke rumah
anak tersebut. Kegiatan yang diberikan disesuaikan dengan alat dan bahan main
yang ada dirumah, misalnya ayo bantu ibu bungkus terasi, aku suka bantu ayah
menjemur rumput laut, aku bisa menumbuk udang, membuat menara, ayo mencetak
kuedan lain – lain.
Awal diberlakukan BDR, kami menentukan 10 kegiatan setiap minggu, namun
seiring berjalannya waktu pelaksanaan BDR, sekarng kami kurangi menjadi 5
kegiatan saja agar lebih maksimal. Selalu ada evaluasi perbaikan karena respon
tiap orangtua berbeda – beda satu sama lain. Ada yang antusias mengikuti kegiatan
main bersama anak dan tidak sedikit orangtua yang acuh terhadap perkembangan
anak – anak mereka. Dan tugas kami sebagai guru PAUD senantiasa memberikan
dukungan dan motivasi kepada orangtua murid agar mereka lebih memperhatikan
perkembangan dan pertumbuhan anak – anak mereka.
Alhamdulillah segalanya dimudahkan Allah SWT, hingga saat ini pelaksanaan
BDR di PAUD Kasih Bunda 2 berjalan lancar, meskipun ada kendala kami anggap itu
adalah rintangan dan tantangan yang harus dilewati dengan penuh tanggung jawab.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
SEPENGGAL KISAH SINGKAT TENTANGKU
By : Ayda Fitriani
Saya adalah seorang guru di Sekolah Karakter
Lashira. Nama saya Ayda Fitriani saya biasa
dipanggil Ayda. Saya lahir di Jakarta pada
tanggal 4 Maret 1995. Saya tinggal di
Tangerang, Banten. Saya adalah anak ke 7 dari
13 bersaudara dan diantara kakak dan adik
saya, saya satu-satunya yang bekerja di dunia
pendidikan. Saya adalah tamatan S1 pendidikan
dan saya bekerja sebagai guru itu sejak
Januari tahun 2019 awal. Di sekolah kami ada 43 siswa dengan latar belakang yang
berbeda-beda. Profil sekolah kami yaitu sekolah karakter Lashira yang
beralamatkan di JL.SWADAYA, KP. PONDOK JATI. JURANG MANGU BARAT,
Tangerang, Banten. Sekolah kami adalah sebuah PAUD yang menerapkan metode
pendidikan holistik berbasis karakter. Yang mana metode ini mengintegrasikan
semua aspek perkembangan anak usia dini, jadi tidak hanya sekedar kognitifnya
saja tapi semua aspek kita kembangkan dengan berbasis 9 pilar karakter. Sembilan
pilar karakter antara lain: Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya, Mandiri disiplin
dan tanggung jawab, jujur amanah dan berkata bijak, hormat santun dan
pendengar yang baik, Dermawan suka menolong dan kerjasama, percaya diri
kreatif dan pantang menyerah, pemimpin yang baik dan adil, baik dan rendah hati,
toleran cinta damai dan bersatu, kebersihan kerapian kesehatan dan keamanan.
Saya bangga dan sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan sekolah
karakter Lashira dan bisa mengajar PAUD di sekolah ini. Karena dari sini saya
banyak sekali tahu ilmu-ilmu tentang pendidikan anak usia dini. Dan saya bersyukur
bisa menjadi seorang pendidik PAUD. Walaupun saya baru 2 tahun mengajar Saya
memilih PAUD ini juga karena saya punya banyak sekali ponakan yaitu ada 11
ponakan dan semuanya masih kecil-kecil masih usia PAUD karena itu saya senang
bisa mengajar PAUD. Karena kehidupan saya sehari-hari juga berputar dengan
anak-anak kecil yaitu ponakan saya. Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan
pelatihan BDR ini karena saya sangat penasaran ingin tahu bagaimana sih
mendapatkan atau bagaimana ilmu untuk mengajar anak-anak terutama di masa
pandemi ini yang mana pasti banyak sekali hambatan dan rintangan rintangan untuk
pengajar terutama anak-anak PAUD di masa pandemi ini.
Saya berterima kasih kepada kepala sekolah saya yang sudah mengajak saya
untuk mengikuti pelatihan, saya juga sangat senang bisa bertemu dengan Bunda-
Bunda PAUD lainnya yang pasti sudah sangat berpengalaman, sudah banyak sekali
ilmunya dan dari daerah mana saja. Saya sangat haus ilmu karena saya masih baru
mengajar baru 2 tahun. Jadi saya ingin sekali mengetahui bagaimana pengalaman
bunda-bunda yang lainnya dan juga saya ingin tahu ilmu-ilmu yang lain yang
sebelumnya saya belum tahu. Alhamdulillah Selama saya mengikuti kegiatan ini
pada waktu pembekalan tidak ada kendala, mungkin hanya sedikit kendala dengan
jaringan. Tapi Insya Allah untuk kedepannya saya akan mengusahakan supaya
jaringannya bisa semakin bagus dan saya bisa mengikuti Bimtek BDR ini dengan
baik sampai kegiatan ini bisa selesai dan untuk kedepannya saya juga akan
mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapat dan saya terapkan di sekolah saya.
Dan Insya Allah juga akan saya bagikan ilmu ini dengan rekan Guru dan Orang Tua
terutama orang tua siswa dan orang lain yang juga membutuhkannya.
Sekian dan Terima kasih
Alhamdulillahi jazakumullah Khoiro
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
“ADA HIKMAH DIBALIK COVID 19 “
By : Umi Mufidatin
Perkenalkan, saya Umi Mufidatin asal Bontang
Kalimantan Timur,kota kecil diantara luasnya
pulau Kalimantan,saat ini saya mengajar di
PAUD Al Falah Bontang.Kecintaan saya
terhadap anak- anak yang mendasari diri
saya untuk mengabdikan diri di Paud ,setelah
saya lulus SPG (Sekolah Pendidikan Guru ) pada
Tahun 1990 sejak saat itulah saya mulai
mengajar,mendidik anak- anak dikampung
saya Madiun ,dengan sebuah ruangan lebih
kurang 5x 6 m berlantai tanah itupun karena
kepedulian kepala desa meminjamkan sedikit ruangan milik warga yang tidak
dipakai,disitulah saya mengajarkan mereka untuk mengenal dan memaknai setiap
apa yang ada disekeliling kita sebagai nikmat Allah yang harus kita syukuri kita
jaga dan didalamnya terdapat ilmu yang kita harus menggalinya.
Seiring perjalanan waktu saya harus meninggalkan mereka untuk mengikuti suami
yang merantau ke pulau Kalimantan hingga saat ini,ketika kemudian Allah menguji
kita semua dengan datangnya wabah virus Corona yang mana mengharuskan kita
semua untuk belajar dari rumah,siap ataupun tidak siap kita harus siap apapun
yang terjadi kita harus menjalankannya,dengan bekal yang ada kita jalankan
pembelajaran dari rumah ini meski banyak kendala yang dihadapi ,mulai dari
orangtua yang tidak bisa mendampingi karena bekerja,HP yang hanya satu dan
harus dipakai online kakaknya ,orangtua yang kewalahan karena anaknya maunya
belajar bersama ibu/bapak guru disekolah sampai dengan yang tidak ada HP
androit.
Suatu hari ada informasi dari grup Paud non Formal Bontang bahwa akan diadakan
pelatihan penguatan BDR maka saya memberanikan diri saya meskipun saya sadar
saya gaptek tehnologi untuk bisa mengikuti pelatihan ini dengan harapan saya
mendapatkan ilmu serta wawasan yang lebih guna melanjutkan pembelajaran dari
rumah ini yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan akan berakhir,dari pelatihan
yang saya ikuti saya juga berharap mendapatkan inspirasi untuk lebih dapat
berinovasi dalam memberikan informasi kepada orang tua yang saat ini berperan
penuh dalam pembelajaran dari rumah mengingat anak sudah merasa jenuh
demikian juga orang tua ,saya pikir saya harus bisa membangkitkan minat mereka
untuk terus bersemangat belajar meskipun dari rumah dengan berbagai inovasi.
Saya ingin apa yang saya dapatkan dari pelatihan ini saya bisa berbagi khususnya
untuk teman- teman seperjuangan di Al Falah sekolah saya sehingga ada kesamaan
visi untuk pelaksaaan belaja dari rumah yang lebih baik lebih ramah lebih nyaman
serta lebih menyenangkan walau mereka belajar dari rumah. Mereka adalah kuncup
yang siap untuk kita bikin mekar mewangi yang akan menebar harum Indonesia di
masa yang akan datang.
Terima kasih untuk para nara sumber yang sudah berbagi ilmu ,semoga Allah
membalasnya dengan berlipat ganda.Salam cinta anak Indonesia !
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuuh
BERAWAL DARI KEINGINTAHUAN
By : Ni Kadek Ayu Suartini
Perkenalkan nama saya Ni Kadek Ayu
Suartini, saya mengajar di PAUD Fajar
Harapan yang terletak di Jalan Raya
Padonan, Br Dama, Tibubeneng, Kuta
Utara, Badung-Bali selamahampir 2
tahun. Saya tamatan S1 Sastra Inggris di
salah satu perguruan tinggi swasta di
provinsi saya yaitu Bali. Mungkin orang
bertanya kenapa saya bisa memilih
bekerja menjadi guru PAUD yang notabennya sangat berbeda dari jurusan saya. Ya
awalnya saya berusaha mencari pekerjaan di perhotelan, villa, travel, dan bandara
tetapi sama sekali tidak ada yang menghubungi saya. Lalu seorang teman yang
merupakan seorang TU di salah satu yayasan swasta memberitau di yayasan
tersebut membutuhkan seorang guru PAUD. Awalnya saya sangat ragu akan
diterima, karena gelar saya sangat berbeda dari pekerjaan yang dicari dan saya
sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam mengajar. Tapi mungkin ini sudah
kehendak Tuhan, saya diterima bekerja di yayasan tersebut sebagai guru PAUD.
Tahun ini saya memiliki anak didik sebanyak 14 orang, yakni 5 laki-laki dan 9
perempuan.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 mengharuskan
anak didik kita harus melaksanakan BDR (Belajar dari Rumah). Tentunya situasi ini
sangat tidak saya harapkan. Karena situasi ini sangat mendadak dan saya sebagai
pendidik belum menyiapkan apapun sehingga saya sedikit kewalahan dan bingung
menghadapi situasi ini. Tapi setelah mendapatkan solusi dari Kepala Sekolah
terkait situasi inimasalah saya sedikit teratasi. Tapi tentu saja masih ada masalah
yang datang dari pihak orang tua anak didik, dimana mengeluhkan kuota, jaringan
internet, waktu yang minim untuk dapat mendampingi anak, dan sulitnya membujuk
anak untuk mau melaksanakan tugas yang diberikan. Tentu saya sebagai pendidik
saya harus mampu memberikan solusi dan penjelasan kepada orang tua, tetapi
tidak semua berjalan mulus karena tetap saja ada beberapa orang tua yang
mengeluh dan tidak jarang mempermasalahkan pembayaran SPP. Saya jadi berpikir
lebih mudah memberi pengertian ke anak didik daripada ke pihak orang tuanya.
Sekitar beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan informasi dari WAG
Himpaudi di Kabupaten saya bahwa akan dilaksanakan bimtek. Awalnya saya sangat
ragu untuk mengikutinya, karena jujur pengalaman saya masih sangat sedikit dan
terkadang masih perlu untuk dibimbing. Tapi jujur saya juga sangat penasaran
dengan kegiatan bimtek tersebut. Karena ini pertama kali bagi saya, jadi perasaan
saya campur aduk. Antara ikut dan tidak, tetapi setelah lama saya berpikir saya
memutuskan untuk mengikuti bimtek ini. Karena jujur saja rasa keingintahuan saya
sangatlah besar. Saya ingin tahu rangkaian bimtek itu seperti apa, materinya
tentang apa, dan apakah bermanfaat kedepannya atau tidak. Jadi saya
memutuskan untuk ikut dengan semua konsekuensi yang ada.
Hari Rabu, 16 September 2020 adalah dimana diadakannya pembekalan
bimtek. Saya merasa sangat deg-degan karena takut kalau para narasumber galak
dan situasi di dalam bimtek menjadi tegang. Tapi saya salah, pembekalan hari ini
berlangsung dengan lancar, para narasumber memberikan materi yang sangat
menarik dan bermanfaat. Serta yang membuat saya salut adalah situasi saat
pembekalan terjadi, para narasumber mencairkan suasana dengan berbicara dan
penyampaian materi seperti layaknya dengan teman sendiri. Tidak ada batasan
senior dan junior, tapi tetap adanya saling menghormati satu dengan yang lain.
Saya jadi sangat antusias dan tidak sabar untuk mengikuti bimtek yang akan
diadakan pada tanggal 18-22 September 2020. Satu hal juga yang pasti, saya tidak
menyesal telah memilih mengikuti bimtek karena materi yang diberikan sangatlah
bermanfaat serta membuat saya semakin bersemangat dan tidak sabar menunggu
tanggal 18 September 2020.Semoga saya bisa mengikuti bimtek dengan baik dan
bisa mengaplikasikan/mengimbaskan kepada teman-teman yang lain, baik yang ada
di PAUD Fajar Harapan maupun teman-teman dari PAUD lainnya. Walaupun
mungkin penyampaian saya kepada mereka tidaklah sebagus para narasumber tapi
saya yakin bisa mengaplikasikan kepada mereka. Sekian cerita dari saya, saya
minta maaf jika ada kesalahan kata yang saya ketik atau menyinggung dan saya
ucapkan terimakasih bundo.
Semangat Pendidik PAUD
By : Ni Luh Putu Sri Mitari
Semangat pagi, salam sapa dari Bali. Halo teman-
teman para pendidik PAUD di seluruh Indonesia.
Perkenalkan saya, Ni Luh Putu Sri Mitari, saya
berasal dari Bali dan saya seorang pendidik PAUD
khususnya di Kelompok Bermain. Saya mengabdikan
diri di Kelompok Bermain Tegaljaya, yang berlokasi
di dekat rumah saya yaitu di Jalan Kubu Gunung,
Banjar Tegaljaya, Desa Dalung, Kecamatan Kuta
Utara, Denpasar, Bali. Pada waktu itu saya sudah
selesai belajar di SMU, namun karena tidak ada biaya untuk kuliah, saya
memberanikan diri untuk melamar pekerjaan sebagai asisten guru di Kelompok
Bermain Tegaljaya. Singkat cerita, dari gaji yang saya terima saya bisa sekolah
lagi, mulai dari Diploma 2 PGTK, sampai akhirnya bisa juga melanjutkan sampai ke
jenjang Strata 1. Senang rasannya bisa melanjutkan Pendidikan dari hasil keringat
sendiri.
Saya mengabdi di Kelompok Bermain Tegaljaya mulai dari tahun 2000
sampai sekarang. Saya dikelilingi oleh teman-teman pendidik yang sangat hebat,
sehingga saya bisa belajar bagaimana menjadi seorang pendidik yang baik, baik itu
dalam melayani anak didik serta baik pula dalam membuat administrasi yang sesuai
dengan tingkat perkembangan anak. Saya bersyukur mendapat banyak ilmu dari
teman-teman sejawat saya di PAUD Tegaljaya. Kami melayani anak didik dari usia
3-4 Tahun. Dari tahun ke tahun murid kami mengalami penurunan karena
persaingan yang ketat di sekitar sekolah kami. Layanan PAUD di sekitar sekolah
kami kurang lebih sekitar 25 lembaga, jadi kami bersaing secara sehat. Program
unggulan kami yaitu penerapkan kedisiplinan , program intrakurikuler serta
kegiatan field trip. Kegiatan field trip inilah yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh
anak-anak dan orangtua murid.
Kami senantiasa berinovasi memberikan layanan yang terbaik untuk anak
didik kami, agar kami tetap mendapatkan murid yang cukup. Namun tidak bisa di
masa pandemic ini. Awalnya kami merasa sangat bingung dan putus asa dengan
keadaan ini, namun setelah dijalani dan dikerjakan dengan teman-teman yang selalu
memberikan semangat, kami bisa melewati tahun ajaran 2019-2020 dengan lancar.
Tibalah saatnya untuk Tahun Ajaran baru 2020-2021, kami kehilangan banyak
murid, orangtua murid yang sudah mendaftarkan putra-putri mereka di tempat
kami di awal tahun 2020, terpaksa harus mengundurkan diri di awal tahun ajaran
2020-2021, karena banyak orangtua murid yang kehilangan pekerjaan akibat
pandemic covid 19 ini. Akhirnya murid kami di KB hanya berjumlah 5 orang saja. TK
A berjumlah 34 orang dan TK B berjumlah 70. Jumlah ini jumlah yang paling
rendah selama saya mengajar di PAUD Tegaljaya. Banyak orangtua murid kami
yang pekerjaannya bergantung pada sektor pariwisata, sehingga sangat
berdampak bagi para orangtua murid khususnya dan sangat berdampak pula bagi
kami yang tinggal di daerah pariwisata.
Dalam kesempatan yang baik ini, saya ditunjuk untuk untuk mengikuti bimtek
yang diselenggarakan oleh Himpaudi Pusat, saya merasa senang bisa mengikuti
bimtek ini, karena dengan ini, saya akan mendapatkan ilmu lagi. Semoga ilmu yang
saya peroleh nantinya dapat berguna untuk kemajuan sekolah kami dan bisa juga
kami bagikan untuk anak didik dan para orangtua murid lainnya. Akhirnya saya
ucapkan salam kenal dan semoga sehat selalu dari Bali. Tetap Semangat…..
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Emilliya Junita, S. Pd
Hallo, Perkenalkan nama saya, Emilliya Junita, S. Pd saya
adalah seorang pendidik paud sebuah profesi bagi saya
sangat mengasyikan, sampai-sampai saya tidak berfikir
melakukan pekerjaaan lain karena bersama anak usia dini
sangat asyik dan menyenangkan diluar sana orang
berfikir. Ah, Menjadi guru paud pekerjaan dia “Hanya
mengajari nyanyi-nyanyian dan bermain” tetapi walaupun hanya bernyanyi dan
bermain kita perlu persiapan dan perlu ilmu apa yang boleh kita nyanyikan pada
anak usia dini dan apa yang boleh dimainkan anak-anak usia dini bukan hanya
sekedar nyanyi-nyanyi dan bermain.
Saya menjadi pendidik PAUD Mutiara Bunda di Jl. Sultan syahrir No 09
Silaing bawah Padang Panjang Barat Sumatera Barat jumlah murid kami di paud
hanya 16 orang tetapi kami tetap semangat dan bahagia mengajar walaupun
peserta didiknya tidak banyak karena, peserta didik kami ceria dan semangat.
Pembelajaran BDR sangat sulit bagi orangtua lakukan karena orang tua murid
bekerja ada yang alasan orangtua anaknya 3 orang yang akan dia ajarkan panik
saya buk mengajarkan anak sebanyak ini daring akan tetapi, kami sebagai
pendidik tidak menuntut orang tua harus mengajarkan anaknya setiap hari
kapanpun boleh orangtua lakukan seperti hari libur bekerja, malam hari. Bunda
dan ayah foto ya anak kita sedang belajar sambil bermain biar kami bisa seorang
guru tau bagaimana perkembangan anak kami dirumah.
Kenapa saya tertarik ikut bimtek? Kerana saya sebagai pendidik ingin
mengetahui lebih dalam bagaimana berkomunikasi yang positif, mengasuh yang
positif karena disamping kita menjadi pendidik menjadi orangtuapun kita perlu
ilmu ini dalam mengasuh dan mendidik anak kita nantinya. Kesan saya mengikuti
bimtek ini adalah bagaimana kita harus berkomunikasi yang positif kepada
orangtua pendidik supaya kita sebagai pendidik tidak hanya bisa mengajar tetapi
juga harus bisa bagaimana berkomunikasi yang positif kepada orangtua pendidik
hal yang menarik bagi saya kepada narasumber yaitu tetap tersenyum walaupun
masalah begitu banyak.hehehe.
Kesulitan untuk bisa full mengikuti acara bimtek yaitu jaringan kurang
bagus dan waktu sholat cepat disini maka dari itu saya sangat sulit mengikuti
acara bimtek ini dengan full, In sya allah setelah mengikuti kegiatan ini saya
sebagai pendidik akan mencoba lebih baik lagi menjadi pendidik dan mencoba
untuk berkomunikasi lebih baik lagi kepada orangtua pendidik.
CERITA CINTA UNTUK HIMPAUDI
By : Eka Srihardina
Saya bernama eka srihardina biasa dipanggil eka. Aku
sedang bekerja dan mengajar di TPA Nabigh Akademik.
Tahun ini aku berumur 24 tahun. Pada tahun 2018 aku
menyelesaikan study, jurusan hukum ekonomi syariah
dengan title Sarjana Hukum (SH).
Pada zaman sekarang ini sangatlah susah untuk
mendapatkan pekerjaan, sehingga aku membuka link-link
di sosmed tentang lowongan pekerjaan dan menemukan ada lowongan pada PAUD
YAYASAN NABIGH AKADEMIK, sehingga aku mencoba untuk mendaftarkan diri
dan Alhamdulillah lolos dan diterima pada bagian TPA Nabigh Akademik. Aku
merasa bingung sendiri satu sisi itu bukan jurusanku dan tidak tau bagaimana
caranya mengajar anak-anak kecil tapi disisi lain aku sangat menyukai anak-anak,
akhirnya aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa dan terus belajar. Aku
merasa down ketika aku mendengar bicara tetangga yang membuat aku sedih dan
banyak orang yang mengomentari aku mengajar di PAUD sedangkan itu bukan
jurusanku, tetapi terserah orang mau berkata apa, aku sudah terlalu nyaman
bekerja didunia PAUD bertemu dengan begitu banyak malaikat-malaikat kecil yang
lucu membuat aku bahagia melihat senyuman mereka.
TPA Nabigh Akademik merupakan lembaga penitipan anak dimana pada siang
hari dilakukan kegiatan belajar siang, anak-anak begitu antusias ketika dipanggil
masuk kelas untuk belajar siang. Pada TPA Nabigh Akademik memiliki jumlah murid
sebanyak 19 orang dengan pendidik/Guru sebanyak 3 orang. Awal mula mengajar
anak kecil 19 orang sekaligus, ada yang sedang menangis, ingin ke toilet, ada pula
yang ingin beljar tentu hal ini membuat aku bingung sebagai guru baru, tetapi dari
situlah aku belajar bahwa mengajar di PAUD itu tidaklah semudah yang aku
bayangkan sebelumnya dan banyak teman-teman yang meyakinkanku bahwa
mengajar anak-anak merupakan pekerjaan mulia sehingga dengan amalan itulah
yang akan menuntunmu kesurga.
Pada tahun 2019 Ada musibah yang mengakibatkan sekolah harus diliburkan
yaitu adanya civid-19 yang di pandemikan. Sehingga dilakukanlah belajar dari
rumah (BDR) karena adanya PSBB. Pada awal mula dilakukannya BDR anak-anak
merasa bingung dan selalu bertanya kepada orang tua kenapa demikian. Tetapi
karena sudah terbiasa dan mengetahui adanya virus sehingga mereka sudah
mengerti kenapa diliburkan, karena sudah lama BDR sehingga muncullah rasa rindu
kepada teman-teman dan guru serta ada pula anak-anak yang sudah mau kesekolah
dan muncul pulalah rasa jenuh dan bosan melakukan kegiatan belajar dari rumah.
Banyak anak-anak sudah tidak mau mengerjakan kegiatan, orang tua sibuk, dan
bosan dengan kegiatan yang diberikan oleh guru. Hal inilah yang menyebabkan aku
ingin mengikuti seminar maupun bimtek untuk menambah wawasan dan menambah
ide-ide yang lebih inovatif sehingga memunculkan kegiatan yang lebih menarik lagi
sehingga rasa bosan anak-anak hilang.
Pada waktu itu adanya info bimtek dari ketua Himpaudi, sehingga aku
bergegas untuk mendaftarkan diri mengikuti bimtek ini dengan rasa penuh
semangat ingin menambah ilmu untuk menjadi guru PAUD yang lebih berkualitas,
sehingga aku mengajak teman-temanku mengikuti bimtek ini dimana jadwalnya
dimulai pada hari rabu tanggal 16 September 2020 dari pagi sampai sore.
Pada waktu bimtek pemebekalan adanya gambaran-gambaran yang dipaparkan
oleh pemateri nantinya yang membuatku sangat penasaran untuk mengikutinya, tapi
aku terkendala jaringan aku harus kluar masuk ruangan zoom, tapi tidak apa-apa
itu tidak membuatku dan mengurangi semangatku untuk belajar meskipun harus
duduk dari pagi sampai sore demi ilmu bekal untuk mendidik anak-anak bangsa yang
lebih baik lagi dan demi mewujudkan generasi-generasi penerus bangsa yang
berkualitas.
PROVINSI KALIMANTAN UTARA 2020
By : Devy Revalina Febriyanti
Ibu Devy adalah guru PAUD KB BINA
MUSTIKA, Ibu Devy akrab di panggil Kakak
Devy bagi anak-anak. Ibu Devy Lahir di Tarakan
02 Februari 2000 . Bekerja di KB BINA
MUSTIKA sejak tahun 2018.
Saya seorang pendidik di PAUD dan saya
sangat bahagia menjadi pendidik paud . banyak tantangan dan hambatan yang saya
rasakan .tidak semudah dan tidak segampang yang orang lain fikirkan ,banyak
orang menilai menjadi guru paud adalah hal yang mudah. Nyatanya tidak semudah
yang di fikirkan dan di bayangkan orang-orang. Bagi saya mereka adalah anak-anak
yang lucu, menggemaskan dan hebat . sebagai seorang pendidik kita harus
memasuki dunia anak-anak,dunia yang orang dewasa merasa asing dan kita harus
berteman dengan anak-anak. Bukan hal mudah untuk memasuki dunia anak-anak dan
berteman dengan anak-anak ,butuh kesabaran yang ekstra dan ketelatenan yang
luar biasa dalam menghadapi anak-anak. Akan tetapi di balik itu semua saya bangga
bisa menjadi guru paud ,bisa belajar mengenal karakteristik anak-anak. Dan
banyak hal yang masih harus saya pelajari .
Imbauan pemerintah untuk menerapkan sistem belajar dari rumah / bdr
untuk semua pelajar langsung di ikuti seluruh sekolah termasuk PAUD. Adanya
tantangan yang harus di hadapi oleh guru dalam mempersiapkan BDR untuk siswa.
Tantangannya yaitu bagaimana kita seorang guru tetap kreatif untuk menyajikan /
membuat rppm yang mudah di mengerti anak-anak dan orang tua di rumah, serta
bahan dan alat dan bahan belajar ada di rumah dan sekitarnya.
Kesulitan selama BDR yaitu kuota internet dan gadget ( Handpone ) ,tetapi kami
punya solusinya kami mengirimkan lembar kerja ke rumah anak-anak setiap
seminggu sekali , sekalian mengunjungin anak-anak serta mengambil tugas yang
sebelum nya di kasih. Anak mengerjakan dengan senang dan bahagia, serta orang
tua juga tidak terbebani dengan tugas tambahan menjadi guru di rumah .
Mengapa saya sangat tertarik ikut Bimtek BDR ini karena saya sangat
tertarik pada materi-materi dari narasumber dan saya ingin menambah pengalam .
saya juga sangat bahagia dan senang . Kesan saya saat mengikuti bimtek BDR
sangat menyenangkan dan menarik serta banyak materi-materi dari bimtek bdr ini
meskipun baru pembekalan tetapi materi-materi yang di paparkan narasumber
sangat menarik dan saya mendapatkan tambahan ilmu, rasanya tidak sabar
menunggu tanggal 18 september 2020 – 22 september 2020 dari hari rabu-selasa
untuk Pelaksanaan BIMTEK BDR.
Kesulitan dalam mengikuti bimtek bdr ini adalah jaringan , dan listrik .
soalnya laptop saya harus selalu di charger dan di tempat saya suka mati lampu
tiba-tiba serta jaringan di tempat saya juga kadang bagus kadang jelek , semoga
saya bisa mengikuti BIMTEK BDR ini dari awal sampai selesai .
Setelah mengikuti kegiatan BIMTEK BDR ini insya allah saya akan berbagi
ilmu yang saya dapatkan kepada teman-teman di sekolah dan siap melakukan
pengimbasan ke minimal 20 orang pendidik. Sekian terima kasih.
BIMTEK YANG MENYENANGKAN
By : Elies Sustiani
Perkenalkan nama saya Elies Sustiani,saya adalah salah satu Guru di KB
KASIH BUNDA yayasan lentera kasih Kabupaten Malinau.Dimana jumlah peserta
didik 29 orang dan jumlah pendidik 4 orang,saya mengabdi sudah 6 tahun.jika
ditanya?suka dan duka jadi Guru PAUD,sukannya sangat banyak dimana kita setiap
hari mengahadapi anak-anak dengan berbagai karakter yang berbeda-beda dan itu
membuat saya Happy.
Mungkin sebagian orang meremehkan menjadi Guru PAUD, itu mudah hanya
menyanyi sambil bertepuk tangan, persepsi itu salah besar mejadi Guru PAUD
harus siap mental, sabar dan penyayang. Selain itu tugas Guru PAUD harus
menyiapkan RPP dimana didalamnya harus mencakup 6 (enam) aspek perkembangan
yaitu Nilai Agama dan Moral, Fisik motorik, Kognitif, Sosial Emosional, Bahasa dan
Seni.
Adanya pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bagi saya sebagai Guru
PAUD yaitu ketika saya harus membuat video tutorial untuk BDR dan itu selalu
dilakukan setiap hari,namun saya bahagia karena orang tua selalu merespon positif
terhadap video-video yang saya kirimkan.
Saya mengikuti BIMTEK BDR 2 ini karena kepala sekolah saya yaitu Ibu
Ngatini S.PAK, M.Pd. memberi informasi dan memberi tugas kepada saya untuk
mengikuti kegiatan pelatihan BIMTEK BDR 2, tadinya saya berpikir?BIMTEK pasti
lama,harus buat tugas dan sebagainya....APA yang akan saya lakukan setelah
BIMTEK BDR 2 ini selesai?SIAPA saja yang akan menerima
pengimbasan?DIMANA tempat saya melakukan pengimbasan?KAPAN
waktunya?MENGAPA harus saya yang ikut BIMTEK? BAGAIMANA jika tidak ada
yang bersedia menerima pengimbasan dari saya? Pertanyaa-pertanyaan yang ada
dipikiran saya langsung hilang seketika dan penasaran dengan materi BIMTEK 2
yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-22 SEPTEMBER 2020
Namun, berkat dukungan dari kepala sekolah dan rekan-rekan guru, dan
setelah saya mengikuti pembekalan BIMTEK BDR 2 ini,saya langsung happy dan
semangat untuk mengikutinya,?
Kesulitan dan tantangan saya mengikuti pelatihan BIMTEK BDR 2 adalah
salah satunya alat Media seperti LAPTOP dan jaringan internet yang sering timbul
tenggelam sehingga menghambat jalan zoom,karena saya tidak memiliki LAPTOP
mau tidak mau,jalan satu-satunya ya.... menggunakan HP dari jam 07.50-16.30.
KISAH CERITA SUKA DUKA PERJALAN KU
By: Putri ayu Nisal
Nama saya adalah Putri ayu nisal, saya
akrab di panggil dengan Ibu ayu, saya lahir di
kota mamuju sulawesi barat 01/09/1996.
Sekarang, saya sementara menjalankan
perkuliahan di Universitas Terbuka jurusan
PG PAUD dan sudah menduduki semester
akhir, awal saya bekerja di PAUD sejak
tahun 2014. PAUD yang saya tempati yaitu di PAUD GIVARY provinsi sulawesi
barat kecamatan mamuju yang berada di Btn bukit karema indah blok D no 8.
Dimana mulai beroperasi pada tanggal 1 juli 2010, sejak tahun 2012 menjadi
“pusat rujukan PAUD terintegrasi di kabupaten mamuju” layanan yang dibuka
mulai dari usia 2-6 tahun dan termasuk layanan Holistik Integratif Kabupaten
Mamuju.
Menjadi guru PAUD adalah amanah dan tanggung jawab yang besar karena
pada masa inilah karakter anak mulai dibangun. Aku sangat senang menjadi guru
paud karena aku sangat menyukai anak-anak, Mata mereka masih sejuk, jujur, apa
adanya, dan polos. Belum ada dan belum tumbuh iri dihati mereka. Jika mereka
bertengkar mereka akan menangis dan tidak lama lagi akan akur kembali.
Sepertinya dengan menangis mereka rasa seperti masalah sudah selesai dan
hilang seketika. Belum ada dendam dalam hati mereka. Bagi mereka hidup selalu
menyenangkan. Meskipun mereka sulit diatur dan sulit dikendalikan tapi aku
sangat menyukai mereka.
Masa pandemi atau biasa juga disebut pada masa wabah penyakit menularini
sangatlah meresahkan masyarakat, membuat semua kegiatan sehari-hari yang
dilakukan mendadak lumpuh dan tidak ada aktivitas sama sekali di luar rumah,
termasuk di bidang perekonomian dan pendidikan. Berdasarkan anjuran
Kemendikbud guru PAUD harus menggunakan beberapa sosial media berupa
Whatsapp, youtube, dan sebagainya untuk memudahkan orang tua murid
mengirimkan tugas tapi berbagai macam kendala terjadi pada orang tua maupun
guru dimana sebagian tidak memiliki HP, kuota internet, dan jaringan internet.
Akan tetapi dengan melakukan belajar dirumah orang tua juga akan semakin
dekat dengan anaknya dan dapat mendampingi ketika anaknya bekajar.
Saya sangat tertarik mengikuti bimtek karena dapat meningkatkan wawasan
kita dalam melakukan pembelajaran dari rumah.
Kesan saya mengikuti bimtek, dengan mengikuti bimtek ada hal baru yang
belum saya ketahui menjadi tahu karena materi yang akan dibawakan sangat lah
penting dan bermakna bagi kami guru PAUD.Dan yang sangat menggembirakan
adalah menantikan narasumber yang akan membawakan materi tentang
pembelajaran BDR tersebut.
Semoga dengan adanya bimtek ini dapat menambah wawasan saya dan
semangat saya dalam melakukan pembelajaran dari rumah. Terimakasih.
Kisah Cinta Bersama Anak PAUD adalah Semangat Kita
By : Raodah Kusumawaty
Bismillahirrohmanirrahim…
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu
Sebelum saya menceritakan kisah saya sebagai Tenaga
Pendidik, saya ingin menceritakan saat saya sedang
menulis kisah cinta ini jujur saya dalam keadaan
badmood, malas mikir dan malas gerak. Tetapi, saat saya mengingat anak-anak
didik saya yang selama pandemi covid-19 ini kami tak pernah bertemu secara
langsung, ada rasa rindu bersama mereka untuk bermain dan bercerita bersama,
tiba-tiba rasa rindu ini membangkitkan semangat saya harus menulis kisah cinta
ini, dan ini adalah alasan saya menambahkan judul Kisah Cinta Semangat Kita
dengan “Kisah Cinta Bersama Anak PAUD Adalah Semangat Kita”.
Sejak SMP saya memang suka menulis kisah atau cerita-cerita apalagi
saat SMP dulu saya paling aktif tempel di mading sekolah, yah dulu sempat
terpikirkan mau jadi penulis ketika mood menulis saya lagi bangkit,hehe… tetapi
ketika saya lagi bermain boneka yang dulu juga pernah mengoleksi Barbie, suka
menciptakan baju-baju cantik buat Barbie hasil jahit tangan sendiri disitu kadang
juga saya ingin jadi seorang desainer.ini saya terlalu banyak impian ataukah
memang saya memiliki kelebihan.haha… mungkin kelebihan cita-cita.
Qodarullah..hidup kita nantinya siapalah yang tau, dulu saya tak tahu bakal jadi
seorang guru PAUD.
Awal kisah saya menjadi guru PAUD adalah 2010 saat itu lulus dari
SMA saya menganggur, 2006 saya tamat dari SMA sempat mendaftar kuliah di
salah satu Universitas Negeri di Makassar yaitu jurusan Kesehatan Masyarakat
tetapi saya hanya lulus di pilihan kedua yaitu Arsitek, pasti banyak yang tanya
pilihan pertama dan pilihan kedua sangat jauh sekali hubungannya kok bisa memilih
arsitek padahal jurusan di bagian kesehatan banyak saat itu, lagi-lagi karena saya
suka menggambar bukannya kita juga harus memilih tergantung dari minat kita.
Namun, dipilihan kedua itu pun saya tak bisa mendapatkannya, saat saya
dinyatakan lulus dan berada diurutan 10 besar dengan senang hati saya
memberitahukan orang tua saya bahwa saya lulus walaupun harus dipilihan kedua
tapi saya harus bangga karena ini adalah salah satu Universitas Negeri terfavorit
di Makassar, saat itu banyak pertimbangan kedua orang tua saya, yah.. saat itu ada
kakak saya yang kuliah, dan adik saya masih banyak yang sekolah, saya bersaudara
10 orang saya anak ke 6 dan ada adik saya 4 orang yang masih sekolah sedangkan
hanya Bapak yang bekerja saat itu dengan gaji 2 jutaan per bulan dan sebentar
lagi memasuki masa pensiun. Dari situ saya mengurungkan niat saya untuk Kuliah,
saya memulai mencari pekerjaan mungkin saja kelak saya bisa kuliah dari hasil
kerja keras saya sendiri, saya sempat kerja di pembiayaan tetapi hanya beberapa
bulan saya resign dari perusahaan itu dan saya menjadi penggangguran. Ditahun
2010 saya mendapat panggilan menjadi mitra disebuah kantor pemerintahan di
Sinjai sebagai tenaga kontrak selama dua bulan, setelah dari kontrak ini selang
beberapa bulan saya mendapat panggilan lagi untuk menjadi Guru PAUD.
Awalnya saya ragu menerima karena saya tak memiliki pengalaman
dalam pekerjaan ini, disini saya juga harus berbaur dengan anak-anak yang betul-
betul saya tak memiliki pengalaman menanganinya. Hari pertama saya masuk saya
bingung apa yang harus saya lakukan, saya hanya melihat seorang guru PAUD
ditempat itu sangat energik bermain dengan anak. Awalnya saya hanya pikir
mereka ke sekolah hanya bermain dan bernyanyi saja terus pulang ke rumah,
pekerjaan yang cukup membosankan menurut saya untuk jadi Guru PAUD apalagi
ketika saya mendapati seorang anak yang menangis ketika diantar ibunya dan saya
harus mulai membujuknya rasanya saya menyerah saja dan ingin mengundurkan
diri. Saat saya jenuh tiba-tiba ada anak yang mendekat kepada saya, dia
memanggil saya ibu guru..ibu guru, hatiku tergetar.hah..saya dipanggil ibu guru dan
ia datang mendekat dipangkuan saya, saya tiba-tiba berfikir kemarin saya
menerima pekerjaan ini karena pekerjaan menjadi seorang guru adalah pekerjaan
yang sangat mulia, tetapi kenapa saya selalu berpikir untuk menyerah dari
pekerjaan ini hanya karena menangani anak yang awalnya membuat saya risih. Dan
dari situ saya mulai mendekat kepada anak, memahami mereka, mulai membaca
beberapa artikel dan buku-buku tentang Pendidikan Anak Usia Dini yang ada di
sekolah tersebut dari situ saya mulai belajar dan banyak ingin tahu. Sebulan
mengajar akhirnya saya mulai merasa dekat dengan anak-anak dan setiap libur
dihari sabtu dan ahad saya selalu menunggu hari senin untuk bertemu dengan
mereka, rasanya saya sudah menemukan dunia baru saya yang lebih menyenangkan.
Di usia 22 tahun dan saat itu mungkin saya adalah salah satu guru
termuda di sinjai, akhirnya saya pun mulai ikut dalam kegiatan-kegiatan PAUD
diluar sekolah dan beberapa kali saya ikut serta dalam workshop dan pelatihan-
pelatihan guru PAUD. Saya mulai lebih banyak memahami tentang anak-anak usia
dini, dan itu sangat menyenangkan. Bersama mereka dimana saya memposisikan diri
saya sebagai guru, sebagai orang tua di sekolah dan sebagai teman main, banyak
hal-hal lucu bersama mereka. Dan di tahun 2015 saya harus diuji dengan adanya
perbedaan pendapat dengan rekan kerja saya, disini betul-betul saya patah
semangat, disalah satu sisi saya sudah sangat dekat dengan anak-anak saya tak
boleh egois hanya karena masalah ini saya harus meninggalkan mereka yang sudah
seperti anak sendiri, tetapi dari adanya perbedaan pendapat ini saya memutuskan
untuk berhenti mengajar. Hari itu setelah diterimanya surat pengunduran diri
saya, saya pun berhenti menjadi pengajar di sekolah itu. Setelah beberapa hari
dari pengunduran diri saya, saya menerima telepon dari beberapa orang tua murid,
mereka terkejut setelah ia mengetahui saya berhenti mengajar di sekolah
tersebut. Sepekan kemudian saya menerima telepon dari mereka lagi,
memberitahukan bahwa anak-anak mereka terbengkalai dan anak yang tidak mau
masuk sekolah karena mereka tak menemui saya disitu ada rasa penyesalan yang
luar biasa dalam hidup saya, dan ini adalah pertama kali saya mengalaminya.
Tak lama saya harus berhenti mengajar saya menerima telepon dari
salah satu rekan sesama Guru PAUD dia menyayangkan sekali keputusan saya untuk
berhenti mengajar, beliau membujuk saya untuk tetap melanjutkan profesi ini,
terhitung pengabdian saya sudah 5 tahun di PAUD saat itu. Beliau juga
menyarankan saya untuk kuliah demi masa depan saya, dan beliau itu adalah Kepala
Sekolah saya saat ini, banyak dukungan dan motivasi dari beliau yang sangat luar
biasa. Alhamdulillah saat ini saya sudah menjalankan kuliah di Universitas Islam
Makassar Fakultas Ilmu Pendidikan PG-PAUD semester III karena tak hentinya
dorongan dari beliau, yah mungkin terlambat di usia saya yang sudah memasuki 33
tahun dan sebentar lagi 34 tahun dan sekarang berstatus seorang Istri tetapi
bagiku tidak ada kata terlambat, kelak ilmu ini bukan hanya untuk anak didikku tapi
untuk anak-anakku kelak ketika Allah SWT memberikan saya kepercayaan. Banyak
kisah yang saya harus ceritakan disini tapi terlalu panjang bila harus saya ceritaka
semua, semoga setelah BIMTEK ini adalagi tugas menulis Kisah Cinta Adalah
Semangat Part II, hehe… jadi ceritanya kisah saya ini akan saya buka di seri II
seperti serial komik.
Foto disamping ini adalah salah satu murid yang
sangat special buat saya, yah..kalau orang-orang
diluar sana menganggap dia banyak kekurangan
bahkan sampai ditolak di salah satu sekolah
tetapi bagiku dia adalah anak special yang
memiliki banyak kelebihan. Banyak hal yang saya
tau dari mengajarnya, saya belajar sabar dan
saya belajar memahami jiwa anak-anak yang mutlak setiap anak beda-beda.
Dan saya harus mengakhiri kisah ini dulu, semoga diberi kesempatan untuk menulis
lagi di seri kedua.hehe..
Terimah Kasih Bundo..
Terimah Kasih HIMPAUDI..
HIMPAUDI JAYA!!!!!
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Nursiah
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Saudaraku semuanya di mana saja
berada. Perkenalkan nama saya Nursiah. Alhamdulillah
Allah memberi saya suami yg sangat sholeh dan
menganugerakah kami 2 permata hati yang menyejukkan
hati, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Saat
ini saya mengajar di Paud Al Manshurin yang berada di daerah Karang Tengah.
Paud Al Manshurin adalah sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang
mengedepankan pada pendidikan anak yang beraklakul karimah, mandiri dan cerdas.
Alhamdulillah di Paud kami saat ini siswanya berjumlah 26 anak dan 6 orang
pengajar yang masing-masing kelas dibimbing 2 orang guru. Satu guru untuk
mengajar pelajaran umum dan yang lainnya mengajar tilawati. Kebahagiaan
tersendiri bagi saya dalam menjalankan aktivitas mengajar anak usia dini, karena
saya yakin dengan memberikan satu ilmu saja atau pengetahuan yang mereka
kerjakan sampai mereka dewasa itu akan menjadi jariyah saya kelak di akhirat.
Inilah yang membuat saya selalu semangat dan bahagia bila bersama mereka,
walaupun kadang fisik kurang sehat namun tetap bersemangat untuk selalu ada
bersama mereka untuk bermain, bernyanyi dan bergembira bersama mereka di
sekolah.
Namun kegembiraan kami untuk saat ini harus terhalang jarak
karena pandemi. Anak-anak harus melakukan kegiatan dari kami cukup di rumah
saja. Bagi orang tua yang mampu menemani kegiatan ananda di rumah dengan
memahami pengarahan dari kami, tidak menjadi beban untuk kami. Yang menjadi
penghalang dan kesulitan dari kami adalah ketika orang tua belum mampu
menemani ananda untuk melakukan kegiatan belajar di rumah. Baik itu orang tua
yang mempunyai aktifitas di kantor atau bahkan orang tua yang tetap di rumah
namun ada beberapa kendala seperti mengurus bayi atau memang harus
menghandle kakak-kakaknya yang SD. Selain kendala orang tua yang belum
maksimal bisa menemani kegiatan belajar ananda di rumah, faktor alat komunikasi
serta kuota juga menjadi penghalang terjalinnya keberhasilan kegiatan ananda
belajar di rumah.
Alhamdulillah di tengah rasa kekhawatiran bagaimana caranya
untuk tetap bisa memberikan materi dan kegiatan belajar di rumah yang
menyenangkan untuk anak dengan tidak membebani orang tua serta bisa dipahami
orang tua dengan baik, Allah memberikan solusi yang terbaik dan barokah, yakni
ada saudara mengajak untuk mengikuti BIMTEK BDR ini. Syukur saya panjatkan
kepada Alloh atas semua nikmatNya ini. Alhamdulillah ya Allah. Dengan mengikuti
BIMTEK BDR ini saya yakin memperoleh banyak ilmu yang nantinya bisa saya
terapkan ke anak-anak dan supaya bisa menjalin komunikasi yang selama ini sudah
terjalin baik bisa lebih harmonis lagi dengan orang tua ...Aamiin ya Alloh.
Alhamdulillah satu hari sudah saya mengikuti acara BIMTEK BDR,
banyak pencerahan yang saya terima, motivasi yang sangat tinggi diberikan oleh
para nara sumber. Di antaranya yang selalu terngiang di telinga adalah kalimat
bahwa guru adalah pelukis masa depan bangsanya. Saat ini kita melukis di anak-
anak, semua yang ada pada diri guru akan ditiru dan didengar oleh anak. Semua
lukisan kita pada anak saat ini belum terlihat hasilnya namun nanti 20 tahun
kemudian goresan lukisan kita akan terpancar menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.
Subhanalloh....
Alhamdulillah kegiatan saya mengikuti BIMTEK BDR ini mendapat
support yang tinggi dari kepala sekolah. Beliau memfasilitasi kegiatan saya ini
dengan menyediakan kuota internet. Alhamdulillah, terima kasih ibu kepala sekolah
atas perhatian dan supportnya. Perhatian ibu menjadi penyemangat saya.
Insyaa Alloh selama kegiatan seminggu BIMTEK BDR ini akan saya
maksimalkan semua tenaga, pikiran dan waktu untuk tercapainya hasil yang
maksimal yang nantinya semua ilmu yang saya dapatkan insyaa Alloh saya imbaskan
kepada saudara, teman seperjuangan di paud dan para pengajar anak usia dini
dilingkungan pengajian. Semoga proses pengimbasan ilmu ini ALLOH memberikan
kemudahan, keamanan, keselamatan, kelancaran dan kebarokahan serta menjadi
ilmu yang manfaat dan barokah didunia dan akhirat. Aamin ya Robbal ‘Alamin...
Kisah Klasik
By : Ari Trisnaningtyas
Hallo laskar Himpaudi...... Namaku Ari
Trisnaningtyas.Aku lahir dan besar di Magetan,
Jawa Timur. Aku menyelesaikan pendidikan
tahun 2003 dan selanjutnya aku mengajar di
MI dan RA di Jiwan, Madiun. Akan tetapi pada
tahun 2011 aku harus meninggalkan kotaku dan
mengikuti suamiku ke Desa Perigi Raya kabupaten
Lamandau, Kalimantan Tengah.Pertama kali aku
menginjakan kakiku di bandara Pangkalanbun
rasanya biasa saja. Namun setelah aku melakukan
perjalanan ke arah Lamandau .....hatiku agak gusar.Bagaimana tidak gusar? Aku
dari kota yang lumayan besar, bagaimana bisa tinggal di daerah yang jauh dari kota
dan kelihatan hutan sawit semuanya. Namun karena aku harus mengikuti suamiku,
Insyaalloh aku harus ikhlas.Di sini aku mengabdikan diriku menjadi guru TK. Guru
yang paling sulit menurutku adalah guru TK.Karena dari dulu aku terkenal dengan
guru yang galak. Aku tidak boleh jadi guru yang galak sekarang karena anak yang
kuhadapi adalah anak anak TK. Jiwa mereka yang polos,senyum mereka yang
manis,tingkah mereka yang lucu......tak seharusnya ku balas dengan tatapan yang
galak.Aku bertekad untuk menjadi guru TK yang sangat disayang,dirindukan,
dibanggakan oleh mereka.Pendekatan selalu kulakukan kepada anak anak agar aku
semakin mengenal mereka.Alhamdulillah sedikit demi sedikit Predikat guru galak
mulai luntur.
Dan disinilah aku sampai sekarang.Aku menjadi guru dan Kepala TK
Tunas Nirmala di PT NAL,Desa Perigi raya Kec.Bulik, Kabupaten Lamandau.Selain
menjadi Kepala TK aku harus mendampingi 10 TPA di PT NAL.Semua kelakukan
dengan senang hati dan keinginan untuk belajar dan belajar lagi. Semua kegiatan
Belajar mengajar berjalan dengan lancar dan tanpa kendala yang berarti.Sampai
pada suatu ketika datanglah virus Covid-19 yang melanda Indonesia dan tak
terkecuali kecamatan Bulik yang saat itu sempat masuk zona merah.Kami harus
tinggal dirumah dan Belajar dari Rumah. Pada saat itu aku bingung harus
bagaimana.Dan dengan melihat informasi di kota kota besar adanya BDR aku
berusaha melaksanakan di TK kami dan tak terkecuali di TPA kami. RPPM dan RPPH
kami buat dengan segera dan lembar kerja segera kami print.Semua dilakukan agar
anak-anak kami tidak ketinggalan belajar. Dengan BDR yang hanya kami ketahui di
permukaan saja.Karena kami memang belum pernah mendapatkan kurikulum
BDR.Ada kesenangan dan kesedihan saat kami melakukan BDR.Karena memang BDR
ini sangat awam bagi kami.Saat BDR kami lakukan, aku sangat senang karena bisa
kembali melihat tawa canda anak-anak saat kunjungan.Namun ada banyak sekali
kesedihan yang tersirat.Mendengar mereka selalu bertanya kapan akan sekolah
lagi,mendengar para orangtua yang susah mengajari anak-anak.Membuatku ingin
berkata kesekolah saja....Namun itu tidak mungkin. Karena itu aku selalu berkata
pada anak-anak untuk sabar dan berdoa supaya bisa cepat sekolah.Selain itu aku
harus menemukan “resep jitu” supaya anak-anak bisa menikmati bermain sambil
belajar dirumah dan orangtua merasa nyaman dengan BDR ini.Aku harus mencari
BDR yg terbaik itu yang bagaimana.
Suatu ketika Wakil Ketua Himpaudi Kabupaten Lamandau memintaku
mewakili Lamandau untuk mengikuti Bimtek BDR.Wah....aku langsung
menyetujuinya. Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah aku harus belajar tentang
BDR lagi.Berkas kukirimkan,namun setelah semua beres ada berita yang
membuatku sedih.Karena ini adalah Bimtek BDR untuk guru KB,TPA,SPS....Bukan
TK. Astagfirulloh.... Padahal aku ingin sekali ikut.Namun aku berfikir...Selama ini
aku juga mendampingi 10 TPA disini,berarti insyaalloh aku bisa mengikuti.Akhirnya
kukirim berkas dengan mengambil 1 TPA di tempatku.Alhamdulillah sekarang
disinilah aku.Bersama dengan lebih dari 200 guru PAUD hebat yang ke semua itu
adalah Laskar laskar HIMPAUDI yang hebat. Saya sangat bangga bisa berada di
acara ini.Pembekalan Bimtek Rencana Pembelajaran BDR PAUd. Disini aku
berhadapan dengan narasumber yang super hebat.Ingin sekali segera
mendengarkan dan menggali ilmu dari beliau semua.Setelah selesai Pembekalan
Bimtek PAUD ini aku berharap bisa mengaplikasikan pada TPA di sini. Setelah itu
ilmu yang aku dapat harus bisa aku imbaskan ke guru-guru PAUD di sekitar tempat
tinggalku.Supaya PAUD yang mereka pegang dapat melakukan BDR yang
menyenangkan untuk anak dan orang tua.Trimakasih atas semua kesempatan yang
sudah diberikan kepadaku. Trimakasib ayah dan bunda Narasumber yang
akanmemberikan ilmunya kepada kami.Trimakasih HIMPAUDI atas kesempatan
yang diberikan kepadaku.Semoga HIMPAUDI selalu Jaya....
KISAH SEORANG PENDIDIK KELOMPOK BERMAIN
CERITA NYATA YANG TERJADI PADA DIRIKU
By : Sukmawati Samad S.Pd Aud
Sukma adalah seorang lulusan Paket C (setara
SMA) tahun 2005, sebelumnya itu saya mengabdi di
Lembaga Yayasan TK Unit Diknas Tapalang. Tak lama
kemudian diadakan pertemuan di Desa, lalu saya
mendapat undangan untuk mengikuti rapat akhirnya saya
terpilih untuk menjadi tenaga pendidik di KB Melati
dengan jumlah peserta didik 20 orang, saat itupun akhirnya dalam hati saya
bertanya karena dulunya saya duduk di bangku SMP sempat bercita-citakan bahwa
saya nanti ingin menjadi guru TK. untuk membentuk suatu Lembaga KB, kita harus
memulai dari pendataan dari rumah ke rumah untuk mengambil data anak usia KB.
Saat itu pula, kami belum memiliki Lembaga tersendiri. Akhirnya menumpang
di kolong rumahku sendiri karena inginnya saya jadi guru TK. Tak lama kemudian
akhirnya pelatihan demi pelatihan yang saya ikuti disitulah saya bisa tahu sedikit
demi sedikit ilmu tentang anak usia dini.
Pada tahun 2006 saya mendengar bahwa akan dibuka perkuliahan di
Kabupaten Mamuju jurusan PGTK disitulah saya mulai tertarik dan ikut mendaftar
dan alhamdulillah saya diterima di jurusan PGTK Universitas Terbuka dan
persyaratannya ada surat keterangan mengajar yang akan dilampirkan untuk masuk
perkuliahan di PGTK.
Pada saat itu, ada salah seorang pernah berkata kepada saya “Seorang
Paket C tidak akan bisa mengajar di TK”. Betapa tertusuknya hati ini tapi saya
tetap semangat, kata-kata itulah yang saya jadikan motivasi.
Akhirnya saat itu saya tetap melanjutkan kuliah lagi mengambil jurusan S.1
PGPAUD. Tepat 2013 sudah bisa diselesaikan sampai mendapat gelar S.Pd.AUD.
jadi dalam perjalanan saya sebagai tenaga pendidik di kelompok bermain banyak
sekali rintangan yang saya hadapi tapi saya tetap semangat. Seiring berjalannya
waktu, saya mendapat undangan dari Ketua Himpaudi yang isinya bahwa Ibu
Sukma bersiap-siap untuk mengikuti Bimtek, waktu itu pula saya mengatakan “siap
Bu” tapi dalam hati bertanya “apakah saya bisa untuk melaksanakan kegiatan ini,
karena takutnya beru belajar (belum menguasai media sosial)” tapi saya terus
belajar, dan akhirnya sampai ke tahap ini. Saya bangga karena tidak semua tenaga
pendidik dapat bergabung dalam kegiatan seperti ini.
Itulah cerita singkat saya, berjuanglah demi mendapatkan hasil yang lebih
baik mudah-mudahan apa yang sampaikan dapat bermanfaat bagi diri pribadi dan si
pembaca.
Terima Kasih
TITIK TERANG PERJALAN KU
By: Lina Herawati, S.Pd
Saya adalah seorang pendidik PAUD saya
sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD
Secara tidak langsung aku juga ikut
mengorbankan apa-apa yang aku punya untuk
mendidik anak-anak bangsa aku bangga menjadi
seorang pendidik PAUD. Dalam mendidik anak-
anak usia dini begitu banyak tantangan dan
hambatan yang saya rasakan. Akan tetapi saya
semangat dan selalu semangat tetap bersabar sampai saat ini. Saya sangat senang
dan bahagia menjadi seorang pendidik PAUD. Dan menjalankan aktivitas-aktivitas
sebagai seorang pendidik. Puji syukur 15 tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD
saya sangat merasa bangga dan bahagia bisa mengabdikan diri untuk mendidik
anak-anak bangsa. Walaupun saya Hanya sebagai Guru Honorer, . Aku bangga
melakukan itu karena pengabdian yang aku lakukan untuk bangsa dan negaraku. 15
tahun sudah aku jalani hidup menjadi seorang pendidik.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena
saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri. Saya
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ibu Ketua HIMPAUDI
RIMBUN,SE ,Ibu Heppy Christiana,S.Pd sebagai kepala sekolah yang sudah
memberi ijin supaya saya bisa mengikuti kegiatan ini,Ibu NURUL QOMARIAH
AAR,S.Pd.M.Pd selaku KABID PEMBINAAN PAUD dan PNF Kabupaten Katingan
yang selalu membimbing saya dan Mempasilitasi dalam kegiatan ZOOM MEATING
untuk selalu bersemangat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu
dalam mendidik anak-anak bangsa.
Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia. Puji Syukur Saya Perwakilan dari Organisasi HIMPAUDI
Koordinator Bidang LITBANG bisa mengikuti kegiatan ini. Sesuatu kebahagian
yang saya rasakan untuk menambah ilmu walaupun hanya bertatap muka didunia
maya. Akan tetapi saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan
dan Kesan yang saya dapatkan dalam mengikuti BDR ini karena Saya sangat
merasa bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu ramah dan
hebat dalam memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga pendidik
PAUD yang lain bisa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan.
Mungkin dalam kegiatan ini saya tidk merasakan kesulitan yang berarti saya
merasakan enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Apalagi kami disekolah
mengikuti kegiatan ini bersama-sama guru. Puji Tuhan tidak ada kendala yang saya
hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada sedikit kendala waktu akan
tetapi saya akan selalu semangat dan tetap semangat.saya tidak henti-hentinya
bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini. Untuk kedepannya saya akan menerapkan
ilmu yang saya dapat dan akan saya terapkan disekolah saya, dan saya juga akan
berbagi ilmu dengan teman-teman saya dan orang yang membutuhkan. Sekian
terima kasih.
TERIMA KASIH
ORA ET LABORA
Sedetik Tidak Ketemu Denganmu “ SAYANG” Hidupku Terasa
Terlena
By : Ida Bagus Ketut Muliya
A. Apa Itu Sayang?
Kata sayang itu banyak arti sesuai dengan
fungsinya kalau disini Ayahanda gunakan kata
sayang itu ke siswa PAUD sebagai wujud kedekatan dan keakraban ke siswa
seperti anak kita sendiri. Ada pepatah mengatakan “ Tak Kenal Maka Tak
Sayang” maka dari itu Ayahanda akan memperkenal diri , hallo Ayahanda
dari Badung Bali, bertugas di Paud Werdhi Kumara selama dua tahun ,
menjadi guru Paud Sudah delapan tahun, hoby Ayahanda bermain layang –
layang.Oh iya sampai lupa ….? Nama Ayahanda Ida Bagus Ketut Muliya
dipangil Ayahanda Gus Muliya. Karena nama saya Muliya jadinya saya berhati
muliya mendidik anak Paud. Apalagi ada’’ BIMTEK “narasumbernya Bundo
Netti hatiku jadinya tambah muliya karena banyak ilmu yang muliya
ditularkan kepeserta bimtek semoga bimtek ini bisa diselenggarakan
setahun sekali.
B. Siapa Yang anda Sayang ?
Yang terutama yang kita sayang adalah keluarga kita sendiri kalau sudah
keluarga bahagia kita pasti mampu menyayangi semua orang. Kalau saat di
sekolah kita menyayangi lebih banyak dari keluarga. Sebelum lanjut Ayahnda
Gus Muliya akan memberi tahu dulu keberadan sekolah yaitu Guru Ayahanda
Berjumlah :4 , TU nya :2, Kepala sekolah : 1, Siswanya berjumlah : 37 orang.
Status Ayahanda Gus Muliya jadi guru pendidik PAUD. Mari kita menyangi
semua mahluk hidup ciptaan Tuhan, termasuk hewan dan tanaman.
C. Dimana kita Terlena?
Disaat kita sudah hidup bahagia dan mapan biasanya ada ujian dan godaan
dari Tuhan, disini iman kita harus kuat. Salah satu contoh terlena sebagai
guru adalah , guru sering menunda membuat rpph dan minguan ,bulanan dan
lain lain diasaat akan ada akreditasi semua guru KAGGGET……….! Dan guru
pun lembur membuatnya karena harus membuat akan di akreditasi. Ini nyata
saya alami , semoga dengan adanya bimtek ini guru menjadi disiplin dan tidak
terlena.
D. Kapan Guru Jenuh?
Disinilah Ayahnda tersasa kangen berat dengan tawa dan senyum siswa
karena tidak tatap muka belajar melalui BDR. Ayahanda biasanya dapat
menyentuh , memeluk siswa dan bermain karena situasi covid mau tidak mau
BDR harus jalani . Tapi Ayahnda tetap semangat karena berkat ada Bimtek
ini banyak ilmu Ayahanda dapat. Melalui video dan tugas siswa kirim,
Ayahanda bisa tersenyum kembali.
E. Mengapa Guru Setiap Detik Jatuh Cinta?
Selama ayahanda jadi guru Paud hati Ayahanda terasa galau jika tidak dapat
berkomunikasi dengan siswa . Kalau sudah ketemu dengan siswa dengan
dunia anak Ayahanda terasa tenang semua beban di rumah terlupakan .
Ternyata jadi guru Paud menyenangkan kalau sudah tulus dan iklas mendidik
siswa.
F. Bagaimana caranya biar gak terlena?
Pertama Ayahanda jadi guru paud di Tk. Negeri Denpasar Ayahanda sering
di ejek teman teman , kok jadi guru PAUD dan di bilang bancih tapi saya
jawab dengan senyuman. Dalam hati saya berkata saya akan buktikan
prestasi saya jadi guru Paud. Teman teman yang ngejek saya dulu semuanya
kerja di pariwisata sekarang semua di rumahakan. Di sini saya bangga jadi
guru Paud walaupun saya guru honor tetap yayasan situasi covid gaji saya
lancar tiap bulan di bayar yayasan. Disinilah wujud syukur saya jadi guru
Paud. Ayo jangan takut jadi guru Paud, modal jadi guru Paud kerja dari hati
bukan lihat gajinya. Jangan terlena dengan godaan focus dengan karir yang
kita tekuni pasti aka ada hasil.
Demikian kisah- kasih kehidupan saya jadi Guru Paud , Semoga
bermanfaat bagi yang membaca, mohon maaf bila ada kalimat yang tidak
berkenan , saya perlu banyak belajar lagi. Saya merasa senang ada bimtek
ini jadinya ada banyak ilmu saya dapat. Jika ada teman guru paud ingin
berbagi dengan Ayahnda Gus Muliya tentang dunia Paud, ini no wa saya :
081999276621. Saya kasih sebuah Pantun ( Pantun ini hanya hiburan yang
wanita jangan tersingung):
Darimana Datangnya Burung Jelatik
Dari Singapur Lantas Ke Bali
Darimana datangnya Cantik
Dari Pupur tiga Senti
Burung Irian Burung Cindrawasih
Cukup Sekian dan Terima Kasih.
BERKOMPROMI DENGAN PANDEMI COVID-19
By : Erny Muslikhah, S. Pd. AUD
Nama saya Bu Erny Muslikhah, S. Pd. AUD
yang mengajar di PAUD Terpadu Mutiara
Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta sejak
05 Mei 2005 sampai sekarang. Kami memiliki
peserta didik berjumlah 100 siswa yang dibagi
menjadi 3 lembaga (TPA, KB dan TK Islam Plus
Mutiara). Lokasi sekolah kami hampir 750m2 di
pinggir kota Yogyakarta. Alhamdulillah antusias wali murid dalam menyekolahkan di
sekolah kami sangat besar karena ilmu agama Islam menjadikan keunggulannya.
Di masa pandemic covid-19 ini, keadaan sekolah kami sangatlah sepi, semua
siswa belajar dirumah dibimbing ayah bunda masing-masing. Setiap bulan sekali
wali murid mengambil RPPH dan lembar kerja yang kami buat. Setelah itu kami juga
membuat beragam kegiatan yang menarik untuk dilaksanakan dirumah. Misalnya
kami menggunakan kine master, google zoom, video call dengan whatsshapp,
pembelajaran genomio, merekam video pembelajaran, radio mutiara dll. Tenaga
guru dan karyawan kami berjumlah 20 orang, setiap hari kami piket seminggu dua
kali untuk hadir di sekolah dan masuk sesuai jadwal apabila membutuhkan
koordinasi bersama. Di daerah kecamatan kami termasuk zona merah, bahkan ada
wali murid sekeluarga yang terkena covid-19, sehingga tidak memungkinkan untuk
belajar tatap muka bahkan home visit sekalipun.
Sudah hampir 6 bulan kami melaksanakan kegiatan belajar dirumah, rasanya
sangat sunyi disekolah tanpa gurauan, keceriaan, keluguan anak-anak semua. Tapi
apalah daya kami hanya bisa berkomunikasi melalui dunia maya. Semangat belajar
anak-anak semakin kendor, jenuh, tidak ada teman dirumah, guru juga jenuh
dengan rutinitas tanpa anak-anak. Wali muridpun banyak yang mengeluh anak
mereka tidak ada perkembangan seperti dulu waktu tatap muka. Anak sudah jenuh
dengan kondisi yang memaksakan mereka dirumah. Kondisi ini diperparah dengan
menurunnya income lembaga untuk menggaji guru dan karyawan. SPP yang dulunya
bisa mensejahterkan kami, di masa pandemic ini, turun 75% dari normal, sehingga
ber imbas kepada guru karyawan yang digaji 50% dari biasanya. Tetap kami
syukuri karena semua memang bukan kehendak kami, semua sekolah juga seperti
itu adanya.
Melalui BIMTEK Belajar Dari Rumah ini kami berharap adanya pencerahan
pembelajaran yang menarik untuk anak dirumah, yang meringankan wali murid dan
guru, namun tetap meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga kami. Harapan
kami, semoga guru semakin maju menciptakan metode-etode pembelajaran yang
praktis dan tepat guna untuk anak-anak sekaligus dapat menjadikan ladang amal
dan ibadah kami di lembaga khususnya. Meskipun dengan biaya sendiri, membeli
pulsa dan full sinyal demi mengikuti zoom ini.
Demikian semoga bermanfaat untuk guru seluruh Indonesia untuk kompromi
dengan adanya pandemic covid-19. Salam semangat…… semoga pandemic segera
berlalu.
SEMANGAT BDR
Masa Pandemi Covid-19 yang kita rasakan bersama tentunya memberikan
dampak yang luar biasa bagi kita semua terutama dalam bidang pendidikan salah
satunya di pendidikan anak usia dini. Saya selaku pengelola dan pendidik paud
merasa sedih dan prihatin, melihat kenyataan ini karena anak tidak bisa melakukan
kegiatan pembelajaran di sekolah dan harus belajar dari rumah bersama orang tua.
PAUD Tunas Bangsa berdiri pada tahun 2008 beralamat di Desa Bunipah
Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun
2019 mendapat Sertifikat Akreditasi B dari BAN (NO PAUD-KB
/150100/0021/09/2019) dan pada tahun ajaran baru 2020 menerima siswa baru
15 orang dan jumlah pendidik 2 orang.
Selama Pandemi Covid 19 ini kegiatan pembelajaran dilakukan dengan BDR (Belajar
Dari Rumah) melalui daring dan luring, namun karena kami berada di pedesaan kami
tidak bisa melaksanakan kegiatan melalui daring karena jaringan yang sulit dan
sebagian orang tua tidak mempunyai Hp dan ada juga yang punya Hp tapi dipakai
kakak nya untuk kegiatan pembelajaran juga, selain itu dikarenakan pekerjaan
orang tua adalah buruh tani jadi mereka tidak bisa membeli pulsa secara rutin
karena banyak kebutuhan keluarga yang lebih penting.
Selama kegiatan belajar dari rumah ini awalnya dirasakan sulit oleh orang tua
karena kesibukan pekerjaan mereka. Melihat kenyataan ini saya mengadakan
pertemuan dengan orang tua anak dan tetap dengan protokol kesehatan. Dan
pertemuan ini terjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, kami sepakat untuk
melaksanakan kegiatan melalui kunjungan kerumah. Setiap 1 minggu sekali kami
membagikan tugas anak pada orang tua dan saya selaku pengelola memberikan
arahan untuk kegiatan tersebut agar memudahkan orang tua di rumah dalam
mendampingi anak. Dengan adanya komunikasi dengan orang tua dan kegiatan
kunjungan kerumah terjalin kerjasama antara guru dan orang tua sehingga dapat
memberi semangat bagi anak untuk tetap belajar walaupun dari rumah.
Pada bulan Agustus 2020 saya dihubungi Ketua Himpaudi Kabupaten untuk
mengikuti bimbingan teknis Penguatan Pembelajaran BDR (Belajar dari rumah)
mewakili kabupaten banjar. Awalnya merasa ragu untuk mengikuti kegiatan karena
jaringan yang sulit, namun karena ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk
belajar dan menambah wawasan maka saya siap mengikutinya. Di hari pertama saya
mengikuti kegiatan meskipun terkadang putus nyambung karena jaringan yang
lelet, Alhamdulillah saya dapat menyimak ilmu yang bermanfaat bagi saya dan
merasa sangat senang dengan mengikuti kegiatan ini banyak ilmu pengetahuan yang
di dapat untuk dilaksanakan di lembaga PAUD selama Belajar dari rumah ini saya
akan membenahi segala kekurangan dan melakukan perbaikan kegiatan BDR di
lembaga PAUD Tunas Bangsa dan akan selalu menjalin kerjasama yang baik dengan
orang tua agar kegiatan anak selama BDR ini bisa lebih baik lagi.
Dengan adanya kerjasama dengan orang tua akan terjalin komunikasi tentang
perkembangan anak dirumah dan orang tua dapat menginformasikan kegiatan anak
pada guru sehingga guru dapat mengetahui perkembangan anak salama di rumah
Setelah saya selesai mengikuti kegiatan bimbingan teknis penguatan
pembelajaran Belajar dari rumah ini saya akan melaksanakan pertemuan dengan
ketua dan pengurus himpaudi kecamatan untuk melaksanakan pengimbasan ilmu
yang di dapat dari narasumber bimbingan teknis penguatan pembelajaran BDR
PAUD agar mereka para pengelola dan guru juga dapat mengetahui tentang BDR
dan juga juga dapat melaksanakan kegiatan belajar dari rumah ini di lembaga
masing-masing dengan lebih baik lagi.
NURUL ARIFKA
KISAH CERITA HIDUP
AYO KITA PERGI KEPASAR
MEMBELI BUKU DAN KERKAS
JUKA KAMU RAJIN BELAJAR
NANTI PASTI AKAN BERHASIL
Teman –teman apa kabar kalian baik baik sja kan teman – teman rajin –rajinlah belajar
supaya bisa anak menjadi anak yang pintar dan kerjalah cita – cita kalian setinggi bintang
dilangit kami yakin kalian pasti bisa jangan bilang kalian tidak bisa kalian harus sekat
semangat. Dan kalaian harus tetap berusaha untuk bisa meraih cita – cita kalian. Dengan
benar kalian jangan putus asa terus berusaha sampe kalian bisa meraih cita – cita kalian
dengan benar. Kami akan mendo,akan kalian supaya bisa menjadi anak yang sukses. Kami
disini juga akan berusaha sampe kami bisa meraih cita – cita kami dengan benar karena
kami disini juga ingin menjadi p erguruan tinggi supaya bisa mengajar anak anak kami
dengan baik,supaya mereka bisa pintar meraih cita – cita mereka dengan benar supaya
tidak ada lagi guru dari kotanya .
Tak menyangka saja kalau semangat muridku bisa begitu mengharukan. Dengan menulis
sura ini, paling tidak mereka telah mneyemanganti diri mereka sendiri. Semangat anak –
anak memang selalu mengajariku bahwa dalam kondisi sesulit apapun,harapan pasti ada.
JEJAK LANGKAH PENDIDIK ANAK BANGSA
By : Siska Dewi Priani
ASSALAAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI
WABARAKATUH. Sebelumnya aku akan
memperkenalkan diriku terlebih dahulu, nama lengkapku
Siska Dewi Priani orang-orang biasa memanggilku Siska.
Aku lahir di Tarakan pada tgl 14 April 1988,Kota yang
terletak di salah satu Pulau yang ada di Indonesia yaitu
di Pulau Kalimantan tepatnya Prov.Kalimatan Utara. Kota
kelahiranku adalah Kota yang indah,Kota yang paling nyaman menurutku. aku telah
menikah dan memiliki seorang putri berusia 5 tahun.
Kini aku bekerja pada sebuah Lembaga PAUD, aku bekerja sejak awal
Lembaga PAUD TUNAS BANGSA TARAKAN didirikan pada tahun 2011 yang
terletak di perum.pepabri tepatnya di Jl. Purna Bhakti Rt 12 Gg.Bulan Kel.Kampung
Satu Skip Kec.Tarakan Tengah, jika di hitung-hitung 9 tahun sudah masa
pengabdianku. Aku sangat menikmati menjadi Pendidik PAUD, tak ada kata lelah
jika melihat senyum dan tingkah laku lucu mereka. Aku bersyukur karena tidak
semua orang dapat merasakan dan mempunyai kesempatan seperti diriku menjadi
seorang Pendidik PAUD. Aku sangat berterima kasih kepada YAYASAN PERISAI
BANGSA yang menaungi Lembaga PAUD TUNAS BANGSA TARAKAN karena
sudah memberikan kesempatan padaku dan tak lupa ucapan terima kasih ku tujukan
kepada Bunda Sekarining Sri Redjeki, S.Pd pengelola pertama PAUD TUNAS
BANGSA TARAKAN yang telah berbagi ilmu sehingga aku dapat betahan di bidang
pendidikan sampai saat ini. Dan tak lupa pula ucapan terima kasihku untuk rekan-
rekan guru yang telah bekerjasama memajukan Lembaga PAUD TUNAS BANGSA
TARAKAN. Saat ini murid kami berjumlah 23 anak, jumlah yang sangat jauh
menurun dari tahun-tahun sebelum pandemic covid-19. Tapi apapun itu dan
berapapun jumlah anak didik yang ada dilembaga kami sekarang, kami merasa
bersyukur karena kami masih diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk
mendidik putra/putri bangsa ini.
Pandemi Covid-19 membuat kami tidak dapat melaksanakan pembelajaran
tatap muka dan melakukan rutinitas bersama anak didik, hampir 7 bulan lamanya
sejak Bulan Maret 2019. Malaupun demikian kami tetap melaksanakan
pembelajaran dari rumah (BDR) sesuai keputusan Mendikbud tentang Pelaksanaan
Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19. Aku sangat bersyukur di berikan
kesempatan oleh PW HIMPUDI Kota Tarakan untuk mengikuti BIMTEK BDR
ANGKATAN 2 yang diadakan oleh PP HIMPAUDI. BIMTEK BDR sangatlah penting
bagi kami para Pendidik PAUD guna menambah wawasan tentang apa saja yang
harus kami lakukan selama BDR, walaupun terkadang terkendala oleh signal yang
tidak baik tapi aku sangat antusias dan tetap semangat untuk mengikuti setiap
materi yang diberikan oleh Narsumber begitu pula dengan rekan-rekan pendidik
yang mengikuti BIMTEK BDR.
Ada yang menarik perhatianku tentang kutipan salah satu Narasumber
Bunda Rochaeni Esa Ganesa, M.Pd yaitu materi tentang PENGASUHAN POSITIF
yang kurang lebih seperti ini “ anak yang lahir tidak memiliki niat/naluri untuk
menjadi NAKAL,POLA ASUH yang menyebabkan sifat tersebut” Dan selama ini
aku percaya bahwa “ Tidak ada anak yang NAKAL hanya belum TERARAH, Tidak
ada anak yang BODOH hanya belum TERASAH” dari sini kita menyadari betapa
pentingnya POLA ASUH sejak USIA DINI. POLA ASUH yang TEPAT dan
TERARAH akan menghasilkan generasi penerus yang HEBAT.
BIMTEK BDR ini memberiku banyak sekali ilmu yang dapat menjadi bekal
untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para anak bangsa negeri ini dan
ilmu yang telah aku terima selama BIMTEK BDR yang berlangsung selama 5 hari
mulai Hari Jumat tgl 18 September – Hari Selasa tgl 22 September 2020 akan
aku imbaskan kepada rekan-rekan pendidik lainnya. Tak lupa ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada PP HIMPAUDI yg telah mengadakan BIMTEK BDR
dan ucapan terima kasih kepada para NARASUMBER hebat yang sudi berbagi
ilmunya kepada kami semua.
WASSALAAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
JANGAN MENYERAH
By Erdawati,S.Pd
Pada suatu hari saya diajak saudara
untuk mengajar disebuah sekolah KELOMPOK
BERMAIN pertama yang saya rasakan keraguan yg
membuat saya bimbang untuk mengajar Anak Usia
Dini ‘ Apakah saya bisa mengatasi Anak Usia Dini?
Pada saat itu yang saya fikirkan.
Setelah saya jalani selama ini ternya menjadi guru PAUD ada
sebagian kesulitan–kesulitan yang kita hadapi tidak membuat saya
menyerah.dengan melihat kepolosan Anak-anak itu menyengkan,yang membuat saya
terkesan yaitu pada saat kita sedih kita tetap tesenyum dan muka ceria.Dengan
siswa berjumlah 26 dan pendidik 4 orang insya allah akan tercapainya pendidikan
yang Visi menjadikan Anak yang beriman,berakhlak mulia,berilmu,terampil dan
mandiri dan salah satu Misi Menciptakan pembelajaran yang SMART.
Berbagai cobaan yang kita alami saat ini terutama datangnya virus
covid 19 membuat masyarakat gelisah menghadapinya terutama tentang pendidikan
Anak-anak Usia Dini ‘Bagaimana solusinya kita memberi pelajaran Belajar Dirumah
(BDR) agar Anak-anak tetap Optimal dan semangat belajarnya,yang harus kita
perhatikan Bagaiman caranya mengatasi agar orang tua peserta didik bisa menahan
perasaan Emosionalnya saat membimbing Anak saat Belajar Dirumah (BDR) .
Selama pandemi Apa yang harus saya lakukan sebab Anak-anak kurang
semangatnya Belajar Dirumah (BDR) membuat saya gelisah dengan keaadaan