ini,dan bagaimana cara memberi pelajaran yang menyenangkan, menarik dan kata
yang bijak terhadap orang tua siswa.
Alhamdulillah saya diikut sertakan kegiatan Bimtek BDR oleh ketua
Gugus kecamatan juga kepala sekolah yaitu bunda Megawati,S.Pd dan tidak berapa
lama saya dihubungi ketua HIMPAUDI kabupaten Seruyan Bunda Umi
Mutamah,S.Pd dan diberi arahan bersedia memberi pengibasan terhadap 20 orang
untuk seputar kegiatan Bimtek BDR, dan diberitahukan juga untuk mengisi link
Pendaftaran Bimtek BDR.Saya agak kesulitan juga mengisi link bagian Upload Foto
saya ulang-ualangi samapi hari berikutnya tetap tidak bisa terkirim rasanya sudah
ingin menyerah tapi alhamdulillah dengan bimbingan dan arahan dari teman-teman
angota dan panetia Bimtek BDR bisa selesai.
Membuat ketertarikkan saya ikut kegiatan Bimtek BDR ini,saya ingin
menambah pengetahuan dan wawasan tentang mendidik Anak yang menarik dan
menyenangkan membuat Anak- anak Bahagia dan tetap semangat dalam mengikuti
pembelajaran BDR.Setelah saya ikut pembekalan dengan materi-materi yang
sangat bagus dan penyampaian dari Narasumber yang sangat luar biasa membuat
saya penasaran dengan materi yang sangat luar biasa.
Dari penyampaian dalam pembekalan Narasumber yang sangat luar biasa
membuat saya tersentuh yaitu selalu Bahagia dan ilmunya yang luar biasa serta
membimbing kami untuk tetap semangat berjuang dalam mendidik Anak – anak
bangsa penerus masadepan yang bekerakter berakhlak,iman dan taqwa.
Dalam mengikuti kegiatan Bimtek BDR sewaktu-waktu ada kendala
ganguan jaring sehingga penyampaian materi oleh Narasumber terputus-
putus.Walaupun dengan keadaan seperti ini saya tetap berusaha mengikuti materi
yang disampaikan.
Mudahan setelah saya mengikuti kegiatan Bimtek BDR ini saya dapat
menyampaikan lagi dengan rekan sesama pendidik dan berbagi pengetahuan tetang
kegiatan Bimtek BDR biarpun tidak sempurna sama yang disampaikan
paranarasumber yang luar biasa saya tetap berusaha dan ‘’jangan menyerah’’
dengan kemampuan saya yang terbatas untuk lebih mendalami dan mencermati
materi yang telah di samapikan.
Saya orang yang paling beruntung bisa ikut kegiatan Bimtek BDR
dengan ilmunya yg luar biasa dan banyak terimakasih buat Narasumber yang tidak
henti selalu membimbing dan menyemangati kami peserta Bimtek BDR .
BIMTEK BELAJAR DIRUMAH
SUKSES
JAYA
YES YES YES
HIJRAH KU
By : Namira
Nama saya Namira, seorang anak yang gaptek, susah bergaul, pendiam
dan pemalu. Saya lulusan dari sekolah kejuruan perbankan syari'ah yang dulu
memiliki cita-citamenjadi perawat di rumah sakit.
Lalu mengapa sampai akhirnya menjadi guru PAUD?
Yah,,, awalnya saya di ajak oleh teman saya yang 1 minggu lebih awal
menjadi guru di lembaga PAUD TPA MUHAFADZATUL ATHFAL yang ber'alamat
di JL. SURYANATA Rt. 19 No. 17 Kec. Bontang Utara.
Saat itusaya tidak tau menau apasih TPA itu.??
Karena info dari teman saya TPA hanya untuk ngemong anak,yang kedua
orang tuanya bekerja. Tapi karena memang dasarnya saya sangat suka anak kecil
yang lucu dan polos, jadi saya yang saat itu masih berusia 19 tahun, melamar
pekerjaan di PAUD TPA MUHAFADZATUL ATHFAL BONTANG yang Saat ini
berjumlah 38 peserta didik.
Sudah 5 tahun lamanya saya mengabdikan diri di lembaga ini, dan sudah
banyak suka duka yang saya lalui.
Adaun sukanya yaitu saya banyak belajar hal-hal baru yang menyengkan,
dan dari saya yang sangat pendiam sejak mengenal PAUD saya menjadi pribadi
yang sudah lebih ceria. Saya juga banyak sekali mengenal bunda-bunda pejuang
Paud yang sangat luar biasa yang selalu mensuport, membimbing saya selama ini.
Dan dukanyaaaadalah,,, disaat kita sudah berusaha melakukan semua
tugas dengan baik dan ikhlas tetapi orang lain beranggapan kita hanya mencari
muka atau apalah.. banyak yang omongan yang tidak mengenakkan yang sempat
membuat saya ingin menyerah memilih mengalah, tetapi berkat nasihat dari orang-
orang yang menyayangi saya yang mengatakan “jangan termakan dengan omongan
orang-orang yang sirik karena sama aja kamu termasuk golongan dari
mereka”akhirya saya tetap berjuang di dunia pendidikan AUD hingga saat ini.
Sekarang negara kita sedang di coba oleh allah swt dengan adanya virus
coronaa (covid 19) yang mengharuskan kita untuk belajar dari rumah (BDR) banyak
tantangan kesulitan yang kita dapatkan salah satunya yaitu jaringan internet yang
susah di daerah saya karena belum terjangkau listrik, jadi saya harus kesekolah
jika akan melaksanakan DARING, juga tantangan saat membuat video
pembelajaran, live di youtube himpaudi bontang mengajar dan msih bnayak lagi.
Dibalik tantangan dan kesulitan yang saya alami ada pula yang menyenangkan yaitu
saya mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak tentang daring, semua laporan
kita kerjakan online dan itu menurut saya sangat menyenangkan.
Kenapa saya tertarik mengikuti BIMTEK BDR ini?
Awalnya saya ragu,, apakah saya bisa? Tetapi Karena motivasi dari
pengelola paud tpa muhafadzatul athfal dan pengurus himpaudi kecamatan
BONTANG UTARA yang selalu memberi support untuk saya mengikuti BIMTEK
BDR ini.
Daaan setelah saya mengikuti BIMTEK BDR ini, banyak sekali pesan yang
sangat berkesan yang disampaikan oleh narasumber, salah satunya yang
disampaikan oleh Bundo Netti “berkatalah yang bermakna dan berbekas di jiwa
pendengar”dan jangan menganggap sesuatu yang kamu kerjakan adalah tugas
atau beban, karena otakmu akan susah merespon (dan saya pernah
mengalaminya ketika saya mengerjakan tugas mandiri diklat, rasanya tidak bisa
berfikir, was-was dan terasa seperti beban yang sangat berat. Tetapi ketika saya
membantu teman membuat tugas mandiri rasanya ide-ide bermunculan begitu saja,
bahkan saya merasa hasilnya lebih rapi dari punya saya yg kemarin hehe...
Selama mengikuti BIMTEK BDR ini, adapun kendala yang saya lalui yaitu,,,
saya harus mencari sinyal yang optimal, jadi.. setiap hari saya mengungsi disekolah
untuk mengikuti BIMTEK BDR ini. Dan sangat sedihnya waktu materi menggunakan
teknologi daringjaringan saya sempat terputus sehingga tidak dapat menyimak
hingga selesai.
Oh iya,, setelah saya mengikuti BIMTEK BDR ini,, saya anak melakukan
pengimbasan ke lembaga paud terdekat di daerah saya, dan saya berharap materi
yang saya dapatkan dalam BIMTEK BDR ini akan tersampaikan dengan baik dan
dapat pula diterima dengan baik.
#itulah kisahku yang sederhana, karena saya tidak jago
berpantuuunnn jadiiiiii CUKUP SEKIAN DAN TERIMAKASIH
hehehe..
LASKAR HIMPAUDI KREATIF, INTIP RUBAH BERKAH UNTUK
SEMUA
By : Sunarni
Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarakatuh
Salam HMPAUDI, HIMPAUDI Jaya..........
Perkenalkan nama saya Sunarni ,
akrab dipanggil dengan Bu Nani. Usia saya
40 Tahun. Pada awal masuk di dunia
Pendidikan Anak Usia Dini dimulai sejak
tahun 2013, sampai dengan sekarang saya sudah menjalani 7 tahun di Lembaga
Pendidikan KB Islam Terpadu Al Ghazali, Palangkaraya.
Diawali dengan mengisi waktu luang karena anak sudah mulai besar, saya
mencoba memasukkan lamaran sebagai guru KB di sekolah yang sekarang saya
Kelola. Ditahun – tahun pertama saya sempat merasa berat untuk mengikuti
tuntutan keadministrasian di dalam kelas, untuk menyusun perangkat
pembelajaran, karena saya berpikir modal saya adalah kasih sayang, senang dengan
anak – anak sabar dan mau belajar itu sudah cukup. Tapi ternyata seorang guru
selain harus ramah, sayang kepada anak – anak , mampu menjadi contoh untuk anak
– anak juga harus memiliki 4 kopetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu
kopetensi pedagogik, Kopetensi Kepribadian, Kopetensi Profesional dan Kopetensi
Sosial. Berat memang, tapi kesenangan saya dengan duia anak – anak yang sangat
luar biasa menguatkan tekad saya untuk tetap di jalur dunia pendidikan anak usia
dini.
Dalam waktu 6 bulan saya diberikan kepercayaan dari yayasan untuk
mengelola Taman Kanak- kanak dan Kelompok Bermain Islam Terpadu Al Ghazali.
Kepercayaan lembaga juga kepercayaan Orang tua sangat memacu saya dalam
memajukan sekolah dan memberikan pelayanan prima untuk anak – anak khususnya
dan membantu orang tua dalam memberikan kebutuhan pengajaran, pengasuhan,
bimbingan dan pembiasaan yang baik dan sesuai standart mereka.
Dimulai dengan jumlah siswa yang sedikit dengan jumlah TK 4 anak dan
Kelompok Bermain 15 anak, informasi dari mulut – ke mulut yang merupakan bentuk
kepuasan orang tua, promosi melalui media sosial dan bukti nyata dari output anak
– anak yang menjadi anak didik kami , Alhamdulillah sekolah kami makin dikenal dan
menjadi pilihan orang tua pekerja yang membutuhkan memberikan pengasuhan dan
pengajaran pada buah hati tercinta.
Lembaga Pendidikan Al Ghazali Modern School Palangka Raya, Tahun 2013
memberikan layanan dari TK, KB dan SMP Islam Terpadu, dan di tahun 2014
disusul dengan mendirikan SD Islam Terpadu dimulai dengan kelas 1 sebanyak 2
Rombel. Sampai sekarang sekolah kami sudah mendapat akreditasi A untuk SMP
Islam Terpadu Al Ghazali, dan B untuk KB, TK dan SD Islam Terpadu Al Ghazali.
Dengan konsep pembelajaran Full Day School dan pendekatan kasih sayang,
sekolah kami sudah menjadi sekolah rujukan dan pilihan masyarakat di lingkungan
kota Palangkaraya. Prestasi ini sangat membutuhkan team Work yang luar biasa
kerja keras dalam memberikan pelayanan, informasi dan edukasi dilingkungan
sekolah kami, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kota Palangkaraya. KB dan
TK Islam Terpadu Al Ghazali Palangkaraya memiliki jam layanan dari pukul 07.00 –
12.00 wib, dengan layanan 5 hari sekolah. Anak – anak mendapatkan pengasuhan,
pembimbingan, dan pembiasaan selama setengah hari berada disekolah dengan
fasilitas snack dan makan siang. Di kondisi normal anak – anak berinteraksi sehat
dan sosialisasi dengan pembiasaan tidak jajan sembarangan, sehingga setiap
harinya disekolah memang tidak ada yang berjualan makanan, demikian juga dengan
guru sebagai contoh juga tidak jajan di lingkungan sekolah. Dimasa pandemi kami
harus merubah konsep pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh
dengan pembagian tugas Belajar Dari Rumah (BDR) yang diambil orang tua satu
bulan sekali dengan kontroling melalui pembelajaran daring melalui Zoom, Vidio Call
dan project rekaman vidio sesuai dengan konteks pembelajaran yang berlangsung.
Sebagai pengobat rasa rindu bersama teman dan guru, sebulan kami lakukan 2 kali
program pembelajaran homevisit dengan sistem 5 anak berkumpul di rumah orang
tua yang mau memfasilitasi sebagai tempat belajar anak – anak. kegiatan homevisit
ini sangat dinanti anak – anak dan orang tua, walaupun dengan durasi yang pendek
anak – anak tetap semangat untuk belajar bersama dengan teman – teman dan
tentunya juga bertemu dengan guru nya walau tidak disekolah. Satu kata yang
mereka ucapakan ketika bertemu RINDU... rindu sekolah, rindu bermain bersama,
rindu dengan guru – guru yang ramah , rindu dengan main ...main...dan main...,
karena bermain adalah konsep belajar yang kami berikan. Menurut kami tidak ada
anak yang tidak berkembang, tidak ada anak yang tidak bisa membaca, tidak ada
anak yang tidak pandai, mereka akan mendapatkan kecerdasan optimal melalui
proses, dan akan berkembang terus menerus, maka terpenting adalah stimulasi,
makanan sehat, lingkungan yang aman nyaman dan menyenangkan itu yang menjadi
target dalam menyusun program pengembangan, sesuai dengan konsep TRI
SENTRA PENDIDIKAN.
Secara personal, saya sangat sangat bersyukur bisa mengikuti BIMTEK BDR
yang di selenggarakan Pengurus Pusat HIMPAUDI, saya merasa sangat perlu
sebanyak – banyak nya referensi, belajar dari orang – orang hebat di dunia
pendidikan anak usia dini, dan sumbang pengalaman dengan teman sejawat.
Sungguh berkah dan rezeky yang luar biasa. Dengan adanya BIMTEK ini saya
berharap bisa memberikan dan menyempurnakan konsep belajar jarak jauh, BDR
yang benar dan komunikasi positif yang baik, baik terhadap orang tua, anak – anak
dan warga sekolah lainnya. Melalui BIMTEK ini juga akan menjadi tambahan ilmu
dan peningkatan kopetensi saya sebagai guru. Guru handal dan profesional. Apalagi
dengan materi – materi yang sesuai dengan kebutuhan masa pendemi, semakin
asyik untuk mengikuti dari awal sampai akhir. Semoga selama BIMTEK kita semua
baik pemateri dan peserta selalu diberikan kemudahan dalam memberikan transfer
ilmu dan menerima ilmu dengan baik dan tentunya selalu sehat dengan dukungan
sinyal yang power full. Dan harapan kami ilmu yang bermanfaat ini kami dapat
imbaskan ke guru – guru di lingkungan terdekat kami. Karena semua yang kita
dapatkan dan bagikan kepada teman – teman sejawat akan menjadi ibadah yang
tiada terputus pahalanya. Nantinya pengimbasan akan saya lakukan kepada guru-
guru TK dan KB Islam Terpadu Al Ghazali, dan Guru – guru se- Gugus sekolah
saya
Saya juga berterimakasih dengan dukungan dan motivasi yang diberikan oleh
ibu Eny Oktavia sebagai Ketua HIMPAUDI kota Palangkaraya, yang telah menunjuk
saya untuk mengikuti BIMTEK ini, semoga disini saya bisa memenuhi harapan
beliau untuk menjadi laskar HIMPAUDI yang tidak cepat merasa puas dan mau
terus dan terus belajar untuk mendapatkan ilmu dalam mengembangkan dunia
pendidikan anak usia dini untuk mencetak generasi yang berani, mandiri dan
mengantarkan mereka untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan
kebutuhan belajar anak, dan tentunya tidak memaksakan.
Anak Usia Dini , masa – masa bermain , masa-masa dimana mereka belum
mengetahui benar atau salah, sesuai atau tidak, egosentris yang dominan, masa ini
adalah masa keemasan mereka yang sangat membutuhkan pengasuhan positif,
motivasi dan contoh yang baik. Sudah seharusnya sebagai guru memberikan
sesuatu yang menyenangkan untuk anak – anak lakukan untuk menggali pengetahuan
walaupun tidak berada di samping guru. Dimasa Pandemi sebagai umat islam
dikembalikan kepada kodratnya, “Ibu , Pilar utama Pendidikan”, ibu sosok paling
Vital dalam fase pendidikan seorang anak. Dalam islam dikatakan “al ummu
madrasatul Ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq, yang artinya, Ibu
adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, engkau telah mempersiapkan
generasi terbaik. Sebagai guru kita juga membantu peran ibu dalam memberikan
pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan usianya. Membuat program
pengembangan yang mengacu pada perkembangan 6 aspek yang harus dicapai anak
secara berimbang. Program pengembangan yang mudah dilakukan dan dekat dengan
dunia anak serta disesuaikan dengan konteks yang sedang terjadi/ kontekstual.
Ibu perpanjangan tangan guru selama anak berada dipengasuhan orang tua, maka
sosialisasi program, tujuan pembelajaran dan komunaksi positif kepada orang tua
dalam membimbing anak belajar di rumah menjadi kunci utama tercapainya
program belajar dirumah. Dalam pelaksanaan BDR yang menjadi keluhan sama
orang tua adalah waktu pendampingan, apalagi bila dalam keluarga ibu juga sebagai
ibu bekerja, menjadi tantangan seorang guru untuk meminta kepada orang tua
dapat melaporkan perkembangan anak selama belajar dirumah, saat pembelajaran
daring akan menjadi keluhan orang tua juga untuk menyesuaikan waktu bimbingan
anak. BDR oh BDR satu keinginan orang tua segeralah untuk membuka sekolah.
Mengapa perlu dan penting mengikuti BIMTEK BDR ini adalah jawaban untuk
semua kesulitan kita dalam menyusun program, sosialisasi program kepada orang
tua, dan tentunya tindak lanjut dalam melakukan perbaikan dan peningkatan
terhadap program yang pasti sudah semua kita lakukan dilembaga masing – masing,
dengan pemateri yang memberikan pencerahan tentunya akan sangat membantu
guru – guru dalam menjawab tantangan selama BDR di masa Pandemi, mengutip
kata Bundo Netty lakukan semua dengan bahagia, tetap tersenyum dan ikhlas
semoga kegiatan BIMTEK ini akan banyak memberikan manfaat kepada kami laskar
HIMPAUDI, HIMPAUDI Jaya....
Belajar dimana saja, kapan saja, dari siapa saja menjadi kunci untuk mencapai
sukses, dan dimulai dari yang paling sederhana, dimulai dari diri sendiri.
SALAM CINTA LASKAR HIMPAUDI
SUKA CITA BDR DI PAUD PLAYGROUP BEK-BARITO SELATAN-
KALTENG
By : Kiki Prabawati, S.Pd
Assalamualaikum Wr.Wb..bunda,
Perkenalkan Nama saya Kiki Prabawati, Biasanya
anak-anak saya disekolah memanggil saya dengan “ Bunda
Kiki”. Saya sendiri bekerja di paud playgroup BEK sebagai
pengelola sekaligus pendidik. Sekolah kami membuka
layanan KB (Usia 2-4 Tahun). Saat ini, Pandemi covid 19 ini membuat sekolah kami
juga melaksanakan BDR melalui Daring & Luring.
Berawal dari pelaksanaan kelulusan ananda tahun ajaran 2019/2020 yang
hanya dirayakan dengan virtual. Rasanya kami sebagai pendidik ingin menangis.
Melihat gedung sekolah yang biasa ramai untuk persiapan Mpls(Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah) tahun ini terlihat lebih sepi. Sebelum pandemi covid 19,
sekolah kami biasa menerima peserta didik sampai 50 siswa.namun, Tahun ini hanya
16 peserta didik yang mendaftar disekolah kami.
Meski begitu saya selaku pendidik paud tetap mengucap syukur kehadirat
Allah SWT, sekolah kami masih diberikan amanah untuk mendidik ananda-ananda
yang super hebat.
Bagi saya selaku pendidik dan pengelola paud, awal menerapkan sistem
pembelajaran melalui daring dan luring penuh kecemasan. Melihat ada sebagian
pendidik yang masih gagap dalam teknologi. Tetapi semangat dan senyum ananda
membuat kami bersemangat untuk terus belajar dan belajar.
Dimulai dari Persiapan MPLS sekolah kami mengadakan pelatihan tentang
cara membuat bitly, cara menggunakan aplikasi zoom meting, aplikasi duo,
mengedit video, dan mengikuti pelatihan tentang Pembelajaran BDR bagi pendidik
paud.
Persiapan untuk orangtua murid adalah, kami mengadakan technical Meeting
dan Parenting di Awal Tahun Ajaran Baru, Menyiapkan Program Sekolah,RPPM
DAN RPPHPFH,bit.lyPengamatanAnak, Guru Membuat Video Pembelajaran, Guru
MenyiapkanEdukit(Media untukmenunjangpembelajaran di rumah). Pada tahap ini
kami hampir tiap hari lembur dari jam 7 sampai jam 2 siang.
Setelah Tehnical Meeting dan parenting selesai dilaksanakan. Tiba saatnya
saya selaku pendidik Paud melaksanakan kegiatan Bdr. Diawali dengan mengirimkan
RPPM kepada orangtua dengan membuat kegiatan yang semenarik mungkin,
sehingga menarik minat anak untuk melakukan kegiatan tersebut dirumah.
Pembagian Edukit (Awal TA dan setiap dua minggu), Guru mengirimkan link bit.ly
Pengamatan anak oleh Orang Tua, Guru Mengirimkan Video Tutorial dari Senin sd
Jum’at. Kami juga meminta kerjasama orangtua untuk mendokumentasikan kegiatan
anak (Foto/Video) dan dikirim melalui WAG, pendidik melakukan VC setiap 1
minggu sekali, pendidik melakukan Home Visit setiap 2 minggu sekali.
Akan tetapi sebuah sistem pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Begitu pula dengan sistem pembelajaran daring dan luring yang ada disekolah kami.
Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh ananda dan orangtua murid serta oleh
pendidik dalam pelaksanaanya.
Kendala dari orangtua tersebut diantaranya : Kesibukan Orang Tua, Kuota
dan Jaringan Internet, Keterbatasan HP yang digunakan bersama dengan anak
yang lain, Kurangnya Pemahaman orang tua mengenai pembelajaran.
Kendala dari peserta didik adalah : Moody Anak, Anak Jenuh, Anak di titip
keanggota keluarga, Kurang Semangat belajar sendiri.
Kendala dari Guru/ pendidik adalah : Tugas–tugas Guru (Administrasi
Penilaian), Kuota dan Jaringan Internet, Jarak tempuh Lokasi Orang Tua, Guru
mempunyai Anak Balita.
Berdasarkan dari hambatan tersebut, sekolah kami pun akhirnya belajar
untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dalam pembelajaran daring dan
luring. Pemecahan masalah tersebut diantaranya :
1. Orang Tua
- TidakmembatasiwaktupengirimandanmengirimkanHasilKegiatananak
,melalui WAG
- Komunikasiefektif guru dan orang tua
2. Anak
- Anak melaksanakan kegiatan sesuai dengan mood anak (tidak membatasi
waktu)
- Guru Melakukan Video Call di sekolah saja
- Guru melakukan Home Visit 1 2 Minggu 1 kali/
- Orang tua menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak semangat
melaksanakan kegiatan atau memberikan reward.
3. Guru
- Kegiatan VC dll dilaksanakan di sekolah
- Home visit satu kali per dua minggu dilaksanakan dalam waktu dua hari
Meski demikian Pembelajaran melalui sistem daring dan luring di saat
pandemi covid ini membuat saya selaku pendidik merasa bersyukur dan belajar
ikhlas dengan apa yang didapatkan.
Mengingat jumlah peserta didik yang menurun, pendapatan/ gaji kita juga
mengalami penurunan. Tetapi meski begitu didalam hati yang paling dalam saya
selalu pendidik memotivasi diri sendiri dengan kata-kata “ Guru itu meski
pendapatan didunia sedikit, tetapi pahala diakherat banyak, asalkan kita ikhlas
dan Lillah dalam melaksanakan amanah sebagai pendidik, insyaallah pertolongan
ALLAH akan mudah”. Jika sudah mengingat hal tersebut saya menjadi lebih
bahagia dan bersemangat dalam aktifitas.
Harapan saya sebagai pendidik paud yang mengikuti Bimtek BDR PAUD Ini
adalah agar saya mendapat ilmu dan wawasan, sehingga saya dapat
mengimplementasikan dan menginformasikan kepada teman/ rekan sejawat saya
selaku pendidik Paud, serta dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif
dan inovatif.
Meskipun saat ini saya mempunyai anak usia 6 dan 2 tahun yang terkadang
masih memanggil saya saat mereka butuh bantuan dan perhatian ketika saya
mengikuti zoom meting, namun harapan terbesar saya adalah semoga saya bisa
mengikuti diklat ini sampai akhir. Amiinnn....
Salam sayang dari saya (kiki prabawati) pejuang paud di kab. Barito Selatan-
Kalteng.
PEMBELAJAR SEJATI
By : Karimah Rahmawati
Nama saya Karimah Rahmawati, saya lahir di
Tangerang, 18 Juni 1996. Awal saya mengajar itu
adalah saat saya lulus SMA saya mengajar les
privat. Agar murid saya dapat dengan mudah
menerima ilmunya,saya harus selalu mempelajari
kembali materi yang akan saya ajarkan. Setelah
itu saat sedang kuliah saya diajak untuk mengajar kelas KB di Sekolah Karakter
Lashira oleh teman saya, disitu saya merasa yakin saya memiliki kemampuan untuk
mengajar karena saat SMA dan kuliah jika teman bertanya pelajaran pada saya
mereka selalu senang dengan cara saya menjelaskan dan selalu dibilang cocok
menjadi guru karena kita menjadi mengerti setelah dijelaskan oleh kamu. Disitu
saya selalu mencoba belajar menjadi lebih baik lagi agar kemampuan mengajar saya
dapat terasah. Akhirnya saya melamar menjadi guru KB dan Alhamdulillah
keterima. Saya mulai mengamati bagaimana cara mengajar yang fun dan benar,
saya bertanya apa yang saya belum paham dan saya juga dianjurkan untuk
mengikuti pelatihan mengajar. Saat pelatihan saya sangat senang karena banyak
sekali ilmu yang saya dapat, pengalaman, praktik langsung dan menjumpai banyak
kenalan baru dari berbagai daerah yang bisa sharing tentang pengalamannya dalam
mengajar. Saya juga menjadi tertantang untuk merubah diri saya sendiri menjadi
yang lebih baik, karena guru adalah contoh bagi anak muridnya, saya ingin menjadi
guru yang menyenangkan, guru yang baik, guru yang mengerti dan memahami semua
muridnya, memberi kasih sayang yang sama kepada semua murid-muridnya, serta
menjadi tempat mereka untuk bercerita tentang dirinya atau pengalamannya. Saat
pelatihan saya juga mempelajari bahasa positif, bahasa yang baik untuk anak, cara
menghadapi berbagai macam karakter masing-masing anak. Sampai saat ini saya
masih mengajar di Sekolah Karakter Lashira dengan jumlah murid 43 dan Sekolah
Karakter Lashira ini sangat unik dan berbeda dari yang lain, karena
mengedepankan karakter dalam pembelajarannya. Sekolah Karakter Lashira ini
berada di Tangerang, dekat dengan rumah saya. Kesulitan saat mengajar yang saya
alami yaitu adalah mengubah untuk selalu berbahasa yang positif kepada anak,
harus bisa juga tegas dengan tanpa membentak atau bernada tinggi, sebisa
mungkin selalu mencontohkan karakter yang baik kepada anak-anak, dan itu semua
dimulai dari diri kita sendiri. Kebahagiaan saya selama mengajar adalah saat
melihat proses perkembangan mereka yang begitu cepat dan kasih sayang mereka
kepada teman-teman dan guru sangat tulus sudah seperti keluarga sendiri.
Tantangan yang dihadapi pada masa pandemi ini adalah kita harus kreatif
membuat kegiatan yang dapat dengan mudah untuk dilaksanakan dirumah, dengan
menggunakan barang-barang yang ada dirumah, menyediakan media yang sederhana
untuk belajar dirumah. Kesulitan yang dialami yaitu kami sangat sulit melihat
perkembangan ananda istimewa.
Awalnya saya diajak oleh Kepala Sekolah saya untuk mengikuti kegiatan
Bimtek ini, diberitahu bahwa materinya sangat bagus sehingga saya tertarik untuk
mengikutinya. Karena kita harus selalu menjadi pembelajar sejati. Kesan saya
mengikuti Bimtek ini yaitu saya sangat tertarik dengan materi yang disampaikan
oleh pemateri karena materinya semuanya sangat bagus dan dapat menambah ilmu
pengetahuan bagi saya. Penyempaian narasumber semua memiliki nilai tersendiri
yang sangat berkesan bagi saya. Kesulitan saat mengikuti Bimtek ini adalah
jaringan yang sering terputus sehingga terkadang menjadi tertinggal
pembahasannya. Tantangan dalam mengikuti Bimtek ini sampai full adalah kita
harus selalu on, fokus dan konsentrasi walaupun kita berada dirumah yang mana
dirumah ada keluarga yang melakukan kegiatannya masing-masing. Setelah
mengikuti kegiatan ini saya ingin menyebarkan ilmu yang saya dapatkan kepada
keluarga, lingkungan, serta teman-teman guru agar dapat bermanfaat.
MERAIH MIMPI MENJADI GURU PAUD SEJATI
By : Leni Nurani
Profesi mulia sebagai seorang guru
PAUD haruslah dimaknai secara mendalam,
dimaknai lebih dari sekedar pekerjaan
melainkan harus dimaknai juga sebagai sebuah
pengabdian. Perkenalkan nama saya Leni
Nurani, orang biasa memanggil saya dengan
sebutan Bunda Leni, saya dilahirkan dari
keluarga sederhana, ayahku Lulusan ST kalau sekarang sederajat dengan SMP,
beliau bekerja sebagai pengepul sampah atau orang -orang menyebutnya “ Tukang
Rongsokan”, Ibuku adalah Ibu rumah tangga biasa Lulusan Sekolah Dasar yang
yang menurut cerita dari saudara-saudaranya ibuku sangat terkenal pandai namun
tidak mempunyai kesempatan untuk melanjutkan sekolah. Saya anak ke- 3 dari 8
bersaudara. Sekarang saya adalah seorang Guru PAUD yang bertugas di Bunda
Asuh Nanda I Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Bagi saya menjadi guru
PAUD adalah suatu kebanggaan tersendiri, menjadi guru adalah cita-cita dari
kecil, menjadi guru juga merupakan harapan orang tua khususnya Bapak yang
sangat mengharapkan semua anak perempuannya menjadi guru, sehingga beliaulah
yang mendukung gerak langkah saya mulai dari menimba ilmu di Program Studi
PGTK UPI Bandung sampai sekarang. Saking senangnya menjadi guru dari kecil
saya selalu bermain anyang-anyangan ( red : baca bermain peran) menjadi seorang
guru, bahkan menginjak usia SMP saya sudah terjun menjadi guru di madrasah
untuk mengajar ngaji saat itu tanpa diberi upah sedikitpun saya terus
mengabdikan diri karena ada kepuasan tersendiri dalam diri saya yang tidak dapat
diukur dengan apapun, begitupun sambil kuliah saya juga sudah mengajar TPA
setiap sore hari dan saat itu tahun 1997 saya diberi pengganti ongkos per bulan
adalah Rp. 29.000, dan saya terus berkiprah di Pendidikan anak usia dini sampai
lah pada saat saya lulus tahun 2001 saya langsung melamar ke Bunda Asuh Nanda
Asuhan Ibu Anna Anggraeni, alhamdulillah dari saat itu keyakinan saya menjadi
seorang guru PAUD semakin terpatri, dari tahun 2001 s.d sekarang saya mengajar
di Bunda Asuh Nanda I kabupaten Bandung. Untuk tahun ajaran 2020/2021 kami
mempunyai murid 38 orang, dalam keadaan seperti ini kami masih bersyukur masih
banayk orang tua murid yang mempercayakan putera/puteri nya untuk dibimbing
oleh kami. Banyak suka dan duka dalam menjalani profesi ini, tetapi saya selalu
mengingat suka nya saja, yang duka saya jadikan sebagai bahan intropeksi diri dan
perenungan diri untuk mendewasakan saya dalam memecahkan masalah. Saya
sangat bersyukur tiada tara karena atas izinNYa saya dapat bertemu dengan
Bunda Anna Anggraeni, beliau yang selalu mendukung dan memotivasi saya,
mendukung gerak Langkah saya serta mendorong saya untuk terus maju dengan
kata-katanya yang tidak akan pernah saya lupakan “ Maju atau Maju sekali”
beliaulah inspirasi saya, dan juga ikut andil dalam keberhasilan-keberhasilan yang
saya capai. Diawali dengan dilibatkannya saya sebagai pengurus HIMPAUDI Jawa
Barat, kemudian saya diberi amanah oleh Ketua HIMPAUDI Jawa Barat yang pada
saat itu adalah Bunda Anna Anggraeni, untuk mengikuti Diklat Dasar Guru PAUD
tingkat Nasional, pertama kali saya mengenal Diklat, pertama kali saya merasakan
tidur di hotel mewah gratis bahkan pulangnya diberi uang saku. Dari situ saya
terus berkembang berkat perantara HIMPAUDI saya banyak mendapatkan ilmu
dan kesempatan bahkan sampai bisa naik pesawat Ya Rabb Jika Allah sudah
berkehendak apapaun bisa terjadi. Dan di Diklat Dasar itu juga juga saya bertemu
dengan satu sosok perempuan cerdas Narasumber salahsatu mata Diklat yaitu “
Kesehatan dan Gizi” pada tahun 2011 di hotel Grand Pasundan Bandung. Beliau
yang sekarang jadi inspirasi saya dan juga sangat saya idolakan, beliau adalah Prof.
Dr. Netti Herawati, M.Si, yang sekarang kami memanggilnya Bundo, cerdas,
pintar, berwawasan luas setiap ucapan yang keluar dari mulutnya adalah ucapan-
ucapan yang bertuah, penuh motivasi dan selalu berlandaskan islam, satu kata
yang selalu terngiang dalam telinga saya sejak itu adalah “ Allah Berada Di Atas
Prasangka Manusia” dan saya implementasikan kata-kata tersebut sampai
sekarang. Alhamdulillah banyak hal yang sudah saya raih yang di luar logika saya
sebagai manusia biasa.
Di masa pandemic ini banyak hal yang merubah diri kita, mulai dari kebiasaan
dalam menjaga Kesehatan diri begitupun dalam cara mengajar dan membimbing
anak-anak, semua kebiasaan berubah, semua serba mendadak dan semua
memerlukan pemikiran serta memerlukan kondisi yang saling mendukung satu sama
lain untuk saling menguatkan dalam menghadami masa pandemic ini, apalagi saya
punya anak yang juga harus saya bimbing di rumah yang terkadang bahkan sering
berbarengan waktunya dengan waktu saya harus mengajar daring. Awalnya memang
terasa berat tetapi tambah kesini saya tambah menemukan pola yang bisa
diterapkan dalam mengajar. Adapun beberapa kendala dan solusi yang pernah saya
hadapi selama Belajar Dari Rumah ( BDR).
Kendala yang dihadapi berikut solusinya terangkum dibawah ini :
N Kendala Solusi
o
1 Terkadang ada anak yang sama Memberikan perhatian khusus
. sekali tidak mau berkegiatan dengan berupa video call dan memberi semangat
orang tuanya, dan tidak mau di rekam terus kepada anak, dan itu berhasil
sama sekali pada saat berkegiatan.
2 Semakin banyak waktu yang Memberi batasan pelaporan sampe
. harus diluangkan, karena orang tua jam 19.00 WIB dan jika belum selesai
dalam memberikan laporan hasil maka boleh menyerahkan laporan
kegiatan/misi ank-anak beragam kegitannya besok hari.
waktunya kadang ada yang sampai jam
22.00 WIB, dan guru tetap harus
merespon hasil jerih payah anak-anak
3 Kesulitan menganalisis seluruh Membuat rekap ceklist yg
. indikator kompetensi dasar yang diberikan kepada ortu lewat e mail atau
harus dicapai anak karena ada banyak foto di group wa kelas, kita beri
kompetensi yang hanya bisa dinilai pertanyaan dalam bentuk form ceklis
perkembangannya jika kita langsung
melihat karena tidak semua orang tua
mengirimkan laporan berupa video
4 Kesulitan komunikasi dengan - Mengadakan Home Visit /
. orang tua maupun anak untuk semakin Kunjungan rumah
menjalin keakraban dan mengetahui - Orang tua diberi
perkembangan anak di rumah kesempatan untuk bertemu dengan guru
di sekolah dengan waktu sesuai
kesepakatan
Banyak hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini, salahsatunya adalah
dengan semakin maraknya kesempatan bagi guru PAUD untuk meningkatkan
kompetensi secara gratis, dimanapun bisa kita ikuti karena melalui aplikasi.
Termasuk dengan Kegiatan Bimbingan Teknis Belajar Dari Rumah yang sekarang
sedang saya ikuti. Syukur yang tiada tara saya mempunyai ketua Yayasan yang juga
sebagai Pengurus Pusat HIMPAUDI Jawa Barat yang selalu selangkah lebih maju
dan selalu bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi guru-gurunya,
tentunya kesempatan yang diberikan oleh Bunda Anna dan juga Bundo Ketum serta
seluruh Pengurus Pusat tidak akan saya sia- siakan, kesempatan tidak akan datang
dua kali. Makanya begitu diberi peluang yang diinformasikan oleh Bunda Anna,
saya langsung mau ikut serta dalam kegiatan Bimtek ini apalagi melihat mata latih
yang sangat saya perlukan dalam melaksanakan BDR, Walaupun belum terbayang
bagaimana cara pembagian waktu dengan mengajar di sekolah, membimbing anak di
rumah dan Bimtek.
Adapun kesan dalam mengikuti Bimtek atau lebih tepatnya pada saat
Pembekalan Bimtek tanggal 16 September 2020 , baru dikupas luarnya saja oleh
para nara sumber sudah bikin penasaran dan tertarik, narasumbernya bagus-
bagus dan tidak membosankan. Rasanya ingin secepatnya menimba ilmu dari para
Nara Sumber.
Adapun tantangan yang akan dihadapi mungkin dari pembagian waktu, antara
ngajar daring di PAUD, Bimtek dan Membimbing anak di rumah yang kebetulan
berbarengan dengan PTS, tentu ini akan sangat menjadi tantangan yang sampai
saat ini masih menjadi pikiran saya.Tapi saya yakin niat baik pasti selalu ada jalan,
saya yakin Allah akan mudahkan semuanya dengan kekuasaanNYa saya bisa tuntas
mengikuti bimtek ini.
Setelah mengikuti Bimtek ini saya yakin banyak ilmu baru yang saya
dapatkan, oleh karena itu saya akan mengimplementasikannya di Lembaga Bunda
Asuh Nanda karena ingat pesan Bundo dan salah satu syair di Mars HIMPAUDI “
Mulailah dari Diri Sendiri”, selain itu saya juga tidak mau membawa ilmu yang
sudah Allah berikan melalui perantara para Nara Sumber hanya dimanfaatkan oleh
diri sendiri dan Lembaga saja, tentu saya juga akan mentransferkan Kembali
kepada teman-teman guru PAUD di Kecamatan Margahayu maupun teman-teman
yang membutuhkan ilmu ini ditempat lain. Karena saya ingin ilmu itu bermanfaat
bagi siapapun, karena salahsatu amalan yang tidak akan putus adalah “ Ilmu Yang
Bermanfaat”. Saya selalu ingin meraih mimpi saya se sesempuna mungkin yaitu
menjadi Guru PAUD Sejati berdidikasi, bekerja hati-hati dengan hati dan
selalu Happy.
TIDAK ADA HASIL YANG MENGKHINATAI PROSES-APA
YANG DITABUR ITU YANG AKAN DITUAI-ALLAH BERADA
DI ATAS PRASANGKA MANUSIA
By : Rusmiati
Assalamualaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Rusmiati
saya pendidik di PAUD Mekar Sari
Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur
Provinsi Kalimantan Tengah. Sebelum
saya bercerita lebih lanjut mengapa
saya menjadi seorang guru PAUD,
terlebih dahulu menceritakan riwayat
pendidikan sebelumya. Saya mengambil kuliah di Universitas Palangka Raya
angkatan tahun 2012dengan maksud ingin mengambil jurusan PGSD, karena
memang cita2 saya ingin menjadi seorang guru SD tetapi saya lulus diterima di
Jurusan PGPAUD, dengan hati ragu saya menjalani kuliah tersebut karena saya
tidak tau apa itu PAUD. Saat itu yang saya dengar dan saya tau guru PAUD
tugasnya hanyalah bernyanyi saja .Tidak sedikit sanak saudara yang memandang
sebelah mata jurusan yang saya pilih bahkan ada yang samapai menertawakan
.Saya sempat tidak percaya diri waktu itu, tetapi dengan berjalannya waktu
dengan berbagai keraguan saya bisa lulus dan wisuda di awal tahun 2017. Setelah
lulus saya pulang ke kampong halaman, di sana saya bingung mau bekerja apa sebab
di kampung saya belum ada satu pun sekolah PAUD yang berdiri.berpikir
mendirikan PAUD saya belum dapat pengalaman apa-apa waktu itu
Untuk mengisi keseharian, saya sempat bekerja di kantor desa tempat saya
tinggal, saya senang bisa bekerja pada saat itu kurang lebih 1 tahun tetapi dalam
lubuk hati saya yang paling dalam saya merasa tidak tenang karena yang saya
kerjaan sekarang bukan lah ilmu yang saya waktu menunjang pendidikan. Setelah
menikah saya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari kantor desa
tersebut, saya mengikuti suami untuk tinggal di sampit.
Berawal dari sini lah saya mencoba melamar di sekolah saya sekarang yaitu
PAUD Mekar Sari Sampit yang di pimpin oleh Ibu Ardita Dewi Juwita S.Pd yang
langsung menerima saya sebagai pendidik di sekolah beliau. Saya masuk bekerja
sebagai pendidik pada bulan Juli 2019, baru satu tahun menjadi guru PAUD banyak
pengalaman yang saya dapat dari kepala sekolah saya yang begitu aktif dalam
kegiatan organisasi pendidikan salah satunya beliau menjadi sekretaris di
HIMPAUDI KOTIM.
Seperti yang sama kita rasakan saat ini kita lagi menghadapi pandemi covid-
19 siap tidak siap sebagai pendidik kami juga harus siap kepada situasinya dengan
memberikan pembelajaran BDR untuk anak didik kami. Awal – awal kami mengalami
kesulitan menjalankan nya karena kami bingung apa yang harus kami lakukan.
Dengan bimbingan kepala sekolah kami yang begitu sigap memberikan kami acuan
dan motivasi agar BDR tetap dilakukan.
Sampai saat ini berbekal ilmu yang diberikan beliau BDR PAUD Mekar Sari
Sampit berjalan dengan lancar sampai sekarang. Kami membuat rencana
pembelajaran berupa RPPM untuk Guru dan Orang tua yang kami bagikan setiap
minggunya di WAG kelas masing-masing.tidak hanya membuat RPPM saja kami juga
membuat video pembelajaran setiap tema, untuk melepas rindu kami bisa
melakukan video call kepada anak-anak.
Pengalaman saya saat BDR yang tidak bisa saya lupakan ketika kunjungan
rumah kami mencari alamat anak-anak didik kami satu persatu kadang tersesat,
panas-panasan tidak kami perdulikan lagi agar anak didik kami bisa mendapatkan
pembelajaran dan saling bertemu melihat senyum mereka secara langsung.
Di akhir cerita kenapa saya bisa mengikuti BIMTEK BDR ini, sejujurnya saya
di daftarkan oleh kepala sekolah saya. Beliau kekeh ingin mengikutkan saya,
akhirnya saya pun tidak bisa untuk mengelaknya. Bukannya saya tidak mau ikut,
hanya saja saya belum siap mental untuk mengimbaskan kepada guru-gurunya
nantinya. Karena guru yang saya imbaskan nanti lebih banyak pengalaman nya
daripada saya yang baru seumur jagung menjadi seorang pendidik. Saya belum
terbiasa berbicara dihadapan orang banyak, tetapi saya berpikir lagi kalau saya
tidak mencoba saya tidak akan pernah bisa menjadi seperti mereka yang hebat
seperti BUNDO NETTI. Dan ini akan menjadi tekanan maupun tantangan buat
saya. Semoga saya bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan bisa
melaksanakan pengimbasan dengan baik. Sampai sini dulu surat cinta saya untuk
BUNDO yang menjadi salah satu motivasi saya untuk belajar. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb
BIMBINGAN TEKNIS PEMBELAJARAN BDR
Nama DIBUAT OLEH :
Lembaga : Siti Hadijah S.Hut S.Pd
HP/WA : PAUD AD DURRUNNAFIS
: 085349892410
Jl. Pemajatan RT.07 RW.03 Kelurahan Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten
Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
2020
CAHAYA DI TENGAH PANDEMI
By : Siti Hadijah S.Hut S.Pd
Saya adalah seorang pengelola dan pendidik paud, nama saya
: Siti Hadijah S.Hut S.Pd, sebelum terjun di dunia pendidikan
anak usia dini, saya berkecimpung di bidang kehutanan dan
pertambangan namun seiring berlalunya waktu demi
mengikuti suami maka saya berhenti dan setelah bertahun-
tahun secara tak terduga teman saya mengajak saya untuk
mengelola sebuah lembaga PAUD. nama lembaga saya adalah PAUD Ad
Durrunnafis, Paud kami berdiri sejak tahun 2011, tak terasa sudah 11 tahun kami
berjuang di bidang pendidikan anak usia dini, di tengah masyarakat Jl. Pemajatan
Kecamatan Gambut Paud Ad durrunnafis berkembang dan bersama-sama
masyarakat bersatu untuk mendidik anak usia dini di lingkungan kami.
WhatsApp group Himpaudi berbunyi, ada pemberitahuan tentang
bimbingan teknis pembelajaran BDR PAUD, tiba-tiba hati ini bersorak riang, namun
sedetik kemudian saya terdiam, apa biasa saya ikut serta jika ketua saya yang
menentukan siapa yang harus mengikuti. Pucuk di cinta ulam pun tiba, teman-teman
anggota yang di tunjuk ternyata tidak biasa untuk mengikuti acara BIMTEK ini,
dengan hati yang berdebar saya mengajukan diri kepada ketua untuk mengikuti
bimtek ini, Alhamdulilaah beliau mengijinkan dan sangat senang serta memberikan
semangat dan dukungan. Terima kasih Ketua Himpaudi Kabupaten banjar : Bunda
Dra Erny Wahdini M.Pd.
Bimtek ini bagi saya adalah secercah cahaya di tengah pandemic yang
sekarang kita alami, ditengah kegundahan hati yang prihatin tentang pendidikan
anak-anak, terutama anak murid kami di Paud Ad Durrunnafis, hati saya sangat
riang dengan adanya BimTek ini. Setelah berbulan-bulan melakukan pengajaran
dari rumah yang di rencanakan dengan seadanya dan dengan pengetahuan yang
kami peroleh dari internet, kami mencoa bersenergi dengan orang tua untuk
memberikan pengajaran yang maksimal kepada anak-anak. Dengan adanya bimtek
ini maka saya berharap mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya dan berkah,
dan nantinya ilmu yang saya peroleh akan saya bagikan kepada pendidik yang lain
dan menerapkan ilmu tersebut untuk pengajaran kepada anak-anak.
BIMTEK Pembelajaran BDR PAUD yang di prakarsai oleh PP HIMPAUDI
PUSAT, Saya mengikuti Bimtek Angkatan II, yang dilaksanakan dari tanggal 18
sampai dengan 22 september 2020. Pembekalan Bimtek dilaksanakan pada hari
Rabu, 16 September 2020, saat pembekalan saya sangat bersyukur karena sangat
senang dengan materi-materi yang nantinya akan di suguhkan oleh para nara
sumber yang luar biasa, sedikit demi sedikit cakrawala pikiran saya terbuka dan
semoga saya nantinya dapat
Saya sangat bahagia mengikuti Bimtek BDR ini karena saya merasa
kekurangan ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri yang saat
ini berusia 4 tahun.
Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia, walaupun hanya bertatap muka didunia maya melalui zoom
meet namun saya biasa bertemu dengan orang-orang hebat seindonesia.
Pesan dan kesan yang saya dapatkan dalam mengikuti Bimtek BDR ini karena
baru pertama kalinya saya mengikuti kegiatan seperti ini. Saya sangat merasa
bangga dan bahagia apalagi dengan para nara sumber yang begitu ramah dan hebat
dalam memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga pendidik PAUD
yang lain biasa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan ini.
Pada saat kegiatan Bimtek BDR ini saya tidak merasakan kesulitan yang
berarti saya merasa senang dan nyaman dalam melakukan kegiatan ini.
Alhamdulilah tidak ada kendala yang berarti saat mengikuti kegiatan ini walaupun
ada sedikit kendala waktu dan jaringan internet yang kadang ada sedikit gangguan,
akan tetapi saya akan selalu semangat dalam mengikuti krgiatan ini. Alhamdulilah
saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini. Untuk
kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapatkan ini untuk diterapkan di
sekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman saya dan orang
yang membutuhkan.
HIMPAUDI JAYA…… Terimakasih.
KISAHKU SEBAGAI PENDIDIK PAUD
By : Citra Prasetyaning Putri, S.H.
Assalamualaikum bunda,
Perkenalkan, nama saya Citra Prasetyaning Putri, S.H., biasa
dipanggil Bunda Citra atau Buncit, lucu memang nama panggilan
tesebut, tapi saya menyukainya. saya mengajar di Paud Taman
Agustus Tabanan Bali. Lembaga kami memiliki tiga layanan,
yakni TPA (day care), kelompok bermain, dan TK. Sekolah kami
merupakan sekolah berwawasan lingkungan alam, yang berdiri
di lahan sekitar 5.000 m2.
Karena sekolah kami merupakan sekolah berwawasan lingkungan alam, maka proses
belajar mengajar kami pun lebih banyak dilakukan di alam, dan berekplorasi dengan alam,
mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dari alam, dimana konsep ini memang digagas
oleh pendiri sekaligus pengelola sekolah kami yakni Bunda Gusti Ayu Made Eka Budiati,
S.pd, yang memang beliau sangat fasih dalam mengelola dan merawat alam di lahan yang
beliau kelola sampai saat ini, kami banyak sekali belajar dari beliau. Saya mengampu dan
menjadi wali kelas di kelompok bermain bersama satu guru pendamping dengan jumlah
murid sebanyak 13 anak tahun ini.
Perkenankan saya untuk menceritakan awal mula saya bergabung di Paud Taman
Agustus. Saya adalah ibu dari dua orang putri yang berusia 3 tahun dan 1 tahun. Putri saya
yang pertama saat berusia 3 tahun belum bisa bicara, saat itu belum sekolah, lalu
kebetulan sekali ada sekolah yang baru saja buka di dekat rumah, sayapun akhirnya
tertarik untuk kesana dan mananyakan informasi tentang sekilah tersebut. Lalu saya
bertemu dengan pendiri sekaligus pengelola sekolah tersebut yakni Bunda Gusti Ayu
Made Eka Budiati, S.pd atau yang dikenal dengan bunda Nini. Saat ini Bunda Nini
sebagai wakil ketua HIMPAUDI provinsi Bali. Saat bertemu dengan Bunda Nini inilah,
lantas saya berkonsultasi tentang putri saya, yang saat itu sudah berusia 3 tahun belum
bisa berbicara. Bunda Nini melihat ada sesuatu pada putri saya, dia tidak bisu maupun tuli,
dia mengerti jika diberi instruksi, hanya dia tidak mau berbicara.Lantas Bunda Nini
menyarankan untuk saya meninggalkan putri saya di sekolah itu, meskipun pada saat itu
saya belum mendaftarkan putri saya sekolah di sana. Begitu setiap hari sampai hari ke
tiga kalau saya tidak salah, tiba-tiba pulang sekolah anak saya memanggil saya,
mama..katanya..saya kaget, terhenyak, tidak percaya dengan apa yang saya lihat dan
dengar, lalu saya bertanya dengan bunda Nini, apa yang dia lakukan? Kok bisa anak saya
tiba-tiba bisa bicara?, lalu Bunda Nini, menjelaskan, bahwa selama ini, saya kurang
berkomunikasi dua arah dengan putri saya, akhirnya putri saya resmi bersekolah di Paud
Taman Agustus sebagai murid angkatan pertama saat itu, dan terus menunjukkan
kemanjuan yang signifikan. Bisa dibilang putri saya adalah anak berkebutuhan khusus
pertama di Paud Taman Agustus, karena tanpa direncanakan, Sekolah kami memang
menerima semua murid termasuk yang berkebutuhan khusus, meskipun hingga saat ini,
kami belum memiliki izin resmi membuka sekolah inklusi, karena terganjal oleh birokrasi di
daerah kami, lalu di tahun ke 2, tiba-tiba Bunda Nini menawarkan saya untuk bergabung
menjadi guru. Saat itu saya bertanya-tanya?apa yang Bunda Nini fikirkan saat itu, kenapa
bisa saya? Sedangkan saya sebelumnya tidak punya basic mengajar, latar belakang
pendidikan saya pun bukan guru, meskipun alm. Ayah saya adalah seorang guru matematika
SMU. Setelah saya renungkan, dan berkomunikasi juga dengan suami saya, serta berdoa
minta petunjuk dariNYA, akhirnya saya pun bergabung dengan Paud Taman Agustus dari
tahun 2013 sampai sekarang. Demikianlah Bunda, sekilas kisah awal saya hingga
memutuskan diri saya menjadi guru PAUD, karena jika diceritakan lebih detail, bisa
dibukukan nanti.
Suka duka menjadi guru Paud tentu saja banyak sekali bunda, apalagi saya
sebelumnya tidak memiliki basic dan pengalaman sama sekali mengajar. Awalnya saya
melakukan observasi mengajar bersama para bunda senior, sambil memahami karakteristik
anak-anak peserta didik, dan mendapati fakta bahwa anak-anak itu semuanya unik, mereka
ingin tahu banyak hal, terutama usia 3-4 tahun, dimana mereka mayoritas untuk mau
masuk sekolah saja, membutuhkan bujukan dan rayuan, belum lagi tingkat konsentrasi
mereka terhadap materi pembelajaran yang masih sangat singkat, apalagi jika materi dan
penyampaian pembelajaran itu kuang menarik bagi mereka, maka, tak segan-segan merak
akan meninggalkan kita karena bosan.Maka sangat penting bagi kita untuk menjadi apa
yang mereka butuhkan, kita tidak boleh jaim saat mengajar, saat menyampaikan cerita
maupun bermain sosiodrama bersama mereka, kita harus siap menjadi tokoh apapun itu,
bahkan menirukan gerakan, suara, dan perilaku hewan sekalipun kita harus siap. Saat kita
melakukan pekerjaan kita dengan sepenuh hati, maka itupun dapat sekali anak-anak
rasakan. Saat mereka merindukan kehadiran kita, terutama saat mereka harus
menghadapi keadaan seperti ini, dimana mereka tidak dapat belajar seperti biasa di
sekolah, bertemu dengan kami para bunda dan tean-teman mereka di sekolah, keadaan ini
sungguh sulit untuk anak-anak, jadi tidak salah jika mereka sampai menangis untuk
mengungkapkan perasaan mereka, tidak mood melakukan tugas yang diberikan secara
daring, dan itupun akhirnya mengimbas kepada orang tua wali murid yang mereka pun
mengeluhkan putra-putri mereka yang moodnya naik turun saat melakukan pembelajaran,
belum lagi kesulitan saat mereka harus bekerja, susahnya jaringan, dan sebagainya.
Kendala-kendala itupun kami rasakan juga antara lain yakni saat harus meracik dan
merumuskan pembelajaran ala kami, menyesuaikan jam belajar lebih fleksible, sampai
jam 19.00 setiap harinya, bahkan kamipun masih stand by untuk para orang tua yang baru
sempat mengirimkan tugas anak-anaknya sampai lebih dari jam 22.00 wita. Belum lagi
harus memberikan apresiasi kepada setiap tugas yang mereka kirimkan. Kami
membutuhkan sistem yang lebih memudahkan kami untuk melaksanakan proses belajar
mengajar secara daring.
Saat hadir BIMTEK 2 ini, kami bersyukur dan kami berharap mendapatkan inspirasi
dan penguatan untuk kami dalam mengolah pembelajaran secara daring. Kesan saya saat
mengikuti BIMTEK 2 ini, Alhamdulillah saya tidak terkendala dengan signal, maupun listrik
seperti beberapa kendala yang dialami para bunda yang lain, Kebetulan juga, di Bali sedang
libur Hari Raya Galungan dan Kuningan, ,maka pembelajaran daring selama 2 minggu kami
liburkan, jadi sayapun lebih leluasa mengikuti kegiatan BIMTEK 2 ini. Rencana awal saya
selesai mengikuti BIMTEK ini tentu saja segera melaksanakan evaluasi BDR yang kami
lakukan di sekolah, dan segera mengimbaskan kepada para pejuang pendidikan yang lain,
yang belum mendapatkan kesempatan seperti saya mengikuti kegiatan BIMTEK ini.
Sekian surat cinta dari saya semoga bermanfaat dan menginspirasi, salam Cinta
Anak Usia Dini..Wassalamuaikum Waromatullohi Wabbarokatuh..
INI KISAHKU
By : Ni Wayan Parimita Wati,A.Ma
Hallo semua, saya Bunda Mita...
Saya sebelumnya menjadi karyawati, sampai-sampai waktu untuk anak saya akui
sangat kurang sehingga untuk selalu mendampingi apalagi mengamati perkembangan
anak waktu saya sangat terbatas, sehingga pengasuhan anak saya berikan kepada
orang lain. Dari pengalaman ini saya merasakan anak itu butuh orang tuanya, anak
itu butuh mamanya untuk selalu mendampinginya.
Nah setelah saya resaign dari pekerjaan, saya selalu bisa dan tentunya banyak
waktu untuk mendampingi ke dua anak-anak saya yang masih usia dini, beberapa
waktu bersama dengan anak-anak, saya baru merasakan tumbuh kembang setiap
anak itu berbeda, mempunyai karakter yang berbeda, lucu dan unik bagi saya, jadi
mereka butuh pola asuh yang tepat menurut saya.
Seiring dengan waktu anak-anak saya sudah duduk di bangku sekolah Dasar dan
saya tertarik untuk mengasuh anak usia dini. Dan gayung bersambut waktu itu ada
lowongan guru pengabdi untuk sekolah Tanan Kanak-kanak di desa kami, namun
saya gagal notabene saya bukan berijasahkan pendidik dan pengalaman kerja saya
juga bukan pendidik, namun saya berusaha lagi untuk mencoba melamar, akhirnya
saya diterima menjadi guru pengabdi di salah satu TK.Negeri dengan syaratharus
kuliah lagi di jurusan TK dan waktu itu hanya ada D2 PGTK, belum ada S1 AUD.
Belum berapa lama saya di TK.Negeri, saya didatangi oleh ketua yayasan yang
menolak lamaran saya beberapa waktu lalu, untuk mau menjadi guru pengabdi di
Yayasannya. Singkat cerita saya menerima pindah ke Taman Kanak-Kanak di bawah
yayasan Desa tersebut sampai sekarang. Namanya TK.Ganesa Putra I, beralamat di
Br.Sudimara Kaja Desa Sudimara Tabanan, berlokasi di SDN no.2 Sudimara. Di
Sekolah TK.Ganesa Putra I kami mendidik berdua, satu Bapak Kepala Sekolah dan
satu guru adalah saya.
Setelah beberapa tahun berjalan Bapak Kepala Sekolah pindah tugas dan saya
diberikan tugas menggantikan Kepala Sekolah bersama satu guru pengabdi yang
baru diangkat oleh Yayasan. Disini mulai lagi tantangan bagi saya yang minim
pengalaman pendidik dan mendapat guru yang bukan dari pendidik pula.
Akhirnya kami mulai aktif di organisasi Guru TK, disini kami berbagi pengalaman
mengenai PBM di TK, namun saya rasa belum cukup untuk perkembangan sekolah
kami, sehingga ada seseorang teman yang mengenalkan HIMPAUDI kepada saya,
namun terus terang saya sangat dilema saat itu bahwa yang boleh masuk menjadi
anggota HIMPAUDI adalah khusus untuk yang mempunyai layanan KB, kalau TK lain
begitu. TK.kami mempunyai layanan usia 4-5 tahun (TK.A) dan usia 5-6 tahun
(TK.B).
Namun pernyataan itu saya abaikan dan saya nyaman di HIMPAUDI karena disini
banyak ilmu dan informasi mengenai segalanya tentang baik itu dari segi
kelembagaan, PBM dan lain-lain yang tentunya sangat bernanfaat bagi
perkembangan sekolah kami.
Sehingga sampailah saya mengikuti Bimtek BDR ini, saya sangat senang sekali
bertemu dengan teman-teman di seluruh indonesia, diberikan oleh narasumber
yang baik hati dan hebat-hebat walaupun lewat zoom. Semoga Bimtek ini bisa
berkelanjutan dan selalu memberikan energi baru bagi kami dalam memberikan
PBM dimasa pandemi ini. Terima kasih bapak/ibu Narasumber,Terima kasih
Himpaudi.
HIMPAUDI JAYA...
SETENGAH PERJALANAN HIDUP SAYA
By : Sopiyah
Saya yang bernama Sopiyah lahir di kota Madiun Propinsi
jawa timur ,sekarang berdomisili di jl. Pesemaian Rt. 18
Kelurahan Lanjas Kota Muara Teweh Propinsi Kalimantan
Tengah . Yang sehari-hari beraktifitas sebagai Guru Tetap
Yayasan (GTY) sejak tanggal 2 februari 2015 , tepatnya
dilembaga PAUD Istana Ceria Muara Teweh yang sekarang
Alhamdulilah berkat ulet dan sabar diangkat sebagai
pengelola KB. Istana Ceria pada Tanggal 22 Agustus 2018 dengan ditemani 2 guru yaitu bu
widyaprastuti Atityarini sebagai guru kelas kelompok usia 3-4 tahun dengan jumlah
murid 6 anak dan bu Mariati Ulfah sebagai guru kelas kelompok usia 2-3 tahun dengan
jumlah murid 7 anak. Jadi semua jumlah anak di KB.Istana Ceria sekarang sementara ada
13 anak. Pada masa pandemi ini jumlah anak KB.Istana Ceria mengalami penurunan, dari
Tahun Ajaran 2019/2020 jumlahnya 20 anak menjadi Tahun Ajaran 2020/2021 jumlahnya
13 anak.
Saya senang menjadi guru Kelompok Bermain setiap hari menghadapi anak-
anak yang menyenangkan dan lucu-lucu , rasanya itu sebagian yang menyebabkan saya awet
muda. Masalahnya setiap berkenalan orang yang baru saya lihat dibilang umur saya masih
antara 27-30 tahunan, padahal umur saya sekarang sudah 40 tahun dengan satu suami dan
dua anak laki-laki. Anak pertama saya sekarang sudah berumur 15 tahun dan anak yang
keduan berumur 9 tahun.
Pada waktu sebelum pandemi proses belajar mengajar tertip kami lakukan , kami semangat
,mengajar, membimbing, mengasuh mengayomi dan sekuat tenaga berusaha membentuk
karakter anak sesuai Visi, Misi& Tujuan KB. Istana Ceria.
Selain itu setiap satu bulan sekali kami mengadakan Parenting antara guru-guru PAUD dan
Orang Tua /Wali murid dengan kegiatan arisan, pengajian, tanya jawab atau wadah
komunikasi orang tua/wali murid tentang anaknya kepada Kepala sekolah/ ibu guru, juga
sebagai wadah silahturomi antara orangtua/ wali murid dengan guru-guru PAUD.
Setelah pandemi semuanya jadi berubah, kami jadi tidak bisa bertemu dengan
anak-anak murid lagi, kami tidak bisa bermain brsama, bernyanyi bersama , senam
bersama dan bahkan pembelajaranpun dilakukan hanya lewat WA. Kapan pandemi ini
berlalu? Tidak saya sendiri yang menginginkan pandemi ini cepat berlalu, saya rasa seliruh
umat manusia dibumi ini menginginkan pandemi ini cepat selesai dan semua kembali normal
seperti dulu lagi. Selama melakukan pembelajaran dari rumah banyak orang tua pada
mengeluh ,” kalau anaknya sukar diajak belajar,” orang tua banyak yang tidak siap mental
dan waktu untuk BDR, akhirnya banyak kasus kekerasan orang tua terhadap anaknya ,
tugas sering terlambat dikirim. Dengan begitu kami kesulitan memantau perkembangan
dan pertumbuhan anak didik apalagi mau membentuk karakter anak didik, kamipun jadi
enggan mau menarik uang SPP.
Suatu hari ada Wa dari Kutua PP HIMPAUDI Kabupaten yaitu bu Matilda
bahwa saya diharapkan bisa mengukuti kegiatan BIMTEK BDR yang diadakan PP
HIMPAUDI. Selama ini saya setiap diajak untuk mengikuti kegiatan PP HIMPAUDI saya
selalu sibuk karena bertepatan dengan saya aktif kuliah dimana tugas kuliah yang banyak
dengan waktu yang terbatas . Saya saat ini masih menempuh kuliah S1PGPAUD di UT
PALANGKARAYA semester 7 berjalan. Nah yang saat tanggal ini kuliah belum begitu aktif
saya tidak boleh melewatkan kesempatan kegiatan ini. Setelah mendapat ijin Kepala
sekolah PAUD Istana Ceria saya langsung mengisi link yang diberikan bu Matilda lewat
Wa, dan INSYAALLAH siap mengikuti kegiatan bimtek BDR dari awal sampai akhir, untuk
menambah ilmu dan wawasan saya dimana pada musim pandemi ini sangat saya butuhkan .
Setelah kegiatan bimtek BDR selesai akan saya imbaskan sama teman –teman
seperjuangan saya yaitu bu widya, bu ulfah sebagi guru KB Istana Ceria, bu lili, bu Novi, bu
Mika sebagai guru TPA Istana Ceria, bu Susi Kepala KB kasih bunda dan guru-gurunya, bu
Yulia Kepala Kb Kartika dan guru-gurunya, bu Sri Kepala KB Aisyiyah dan guru-gurunya, bu
Leni Kepala KB Permata Bunda dan guru-gurunya, bu Yulia Kepala KB Mutiaradan guru-
gurunya.
Setelah satu hari mengikuti kegiatan bimtek BDR tepatnya pembekalan
materi-materi sangat mengesankan , dengan kemahiran penyampaian para narasumber
saya jadi selalu semangat mengikutinya . Rasa kantukpun terusir, rasa lelahpun
terbayarkan dengan ilmu yang saya dapatkan, Semangat terus HIMPAUDI !!!
Himpaudi..........................Himpaudi.........................Jaya.....................
Siapkan Hati...........................................................................................
Siapkan dedikasi....................................................................................
Siapkan aksi dan sehat selalu, Berdoa kepada Allah SWT semoga kegiatan Bimtek BDR
kelompok 2 ini diberi kelancaran dan kesuksesan . Aamiin.
SUKA DUKA MENJADI GURU PAUD
By : Syamsinar, S.Pd
Bismillahirahmanirahim.......
Assalamualaikum, wr.wb
Perkenalkan nama saya Syamsinar, seorang guru di
lembaga swasta yaitu KB TOPPOBULU yang berlokasi di
sebuah Desa di Kabupaten Bantaeng SUL-SEL. Dengan
jumlah murid 30 orang, kurang lebih sudah empat tahun
saya mengajar dan Alhamdulillah saya sangat menikmati menjadi guru PAUD
walaupun sebelumnya tidak pernah menyangka jika saya akan menjadi seorang guru
walaupun terkadang tidak dianggap karena berada pada pendidikan non formal,
kebahagiaan tersendiri buat saya jika sudah berada di sekolah dan anak didik satu
persatu datang dengan senyuman mereka lalu menyapa ibu gurunya dan disitulah
peran saya sebagai ibu bagi mereka. Namun ada beberapa juga kesulitan yang di
alami sebagai guru PAUD dimana kita harus ekstra memberinya perhatian dan
tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Karena pendidikan Anak Usia
Dini adalah pondasi dimana karekter anak dibentuk.
Sudah beberapa bulan kita semua melaksanakan tugas dirumah mau tidak mau
anak- anak harus di rumah sekolah dirumah, tantangan tersendiri buat saya
sebagai guru karena harus berjuang mengajar dengan mengunjungi anak didik dari
rumah kerumah memberikan pembelajaran luring karena sebagian besar orang tua
anak-anak tidak memakai hp android, dengan kondisi seperti ini saya harus lebih
bersabar karena dibalik semua ini pasti ada hal-hal indah yang menanti kita. Amin
Alasan saya mengikuti kegiatan BIMTEK karena saya sangat suka ikut pelatihan
dan semenjak adanya wabah tidak pernah lagi diadakan kegiatan yang berkumpul
secara langsung, dengan adanya kegiatan ini saya sangat tertarik untuk ikut karena
ini kesempatan saya untuk menambah wawasan dan bertemu teman-teman
senusantara walaupun tidak ketemu langsung.
Saya sangat berterima kasih kepada PW HIMPAUDI karena telah memberikan
saya kesempatan untuk ikut bergabung di kegiatan BIMTEK BDR HIMPAUDI,tidak
pernah menyangka sebelumnya kalau saya yang akan mengikuti kegiatan seperti ini
dan sudah memfasilitasi kami sebagai pendidik PAUD, dan para narasumber begitu
ramah yang selalu siap berbagi ilmu dengan kami yang masih perlu banyak belajar.
Tantangan mengikuti kegiatan ini yaitu jaringan yang kadang-kadang bagus kadang
laload sehingga agak terganggu karena sering leave sendiri tetapi selalu semangat
untuk mengikuti sampai akhir.
Ketika kegiatan ini sudah selesai maka saya akan melakukan pengimbasan kepada
guru-guru yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan BIMTEK BDR secara
daring sesuai yang saya dapatkan pada saat mengikuti kegiatan BIMTEK BDR
HIMPAUDI.
Sekian cerita singkat saya sebagai guru PAUD semoga kedepannya pendidikan non
formal lebih diperhatikan sehingga para gurunya lebih berkualitas.
Wassalamualaikum,wr.wb...
Kisah Cinta Semangat Kita
By : Ni Luh Pt. Wahyu Permani, S.S, S.Pd
Dalam tulisan ini, saya akan bercerita tentang
keikutsertaan kegiatan BIMTEK BDR. Sebelumnya,
saya akan bercerita sedikit tentang diri saya. Nama
saya adalah Ni Luh Pt. Wahyu Permani. Saya biasa
dipanggil Ms. Wahyu oleh anak-anak didik saya dan
orangtua murid. Saya adalah seorang Guru KB di
PAUD Bali Kiddy. Saya mengajar KB berusia 3-4
Tahun. Saya sudah mengabdi selama 9 tahun. Saya
memiliki peserta didik sebanyak 15 anak dan
terdapat 2 Guru yang mendampingi saya mengajar di kelas. Pengalaman saya
mengajar KB sangat berkesan. Karena di samping saya yang suka kepada anak-anak,
mereka adalah anak yang penuh dengan kejutan-kejutan istimewa. Dibalik keluguan
mereka, tersimpan bakat-bakat yang bisa kita gali dan kembangkan. Sifat mereka
yang manja terhadap kita menbuat kita menjadi orang tua kedua bagi mereka.
Sifat keingintahuan mereka terhadap sesuatu membuat kita lebih mencari banyak
cara untuk mengembangkan bakat mereka. Tidak hanya kebahagian saat kita
mengajar, ada juga kesulitan – kesulitan saat mengajar anak usia 3-4 tahun.
Contoh – contoh kesulitan diantaranya menjaga mood mereka agar tetap stabil
dari mereka baru sampai di sekolah hingga sekolah usai. Kita juga harus
menciptakan cara-cara baru yang tentu saja harus menyenangkan untuk
menyampaikan materi atau kegiatan agar mereka mau melakukan aktivitas yang
kita berikan. Apalagi sekarang yang ditambah dengan situasi saat yang memaksa
kita harus Belajar Dari Rumah karena pandemic Virus Corona. Kita sebagai guru
harus menciptakan strategi baru untuk menghadapi BDR, ditambah lagi dengan
urusan-urusan administrasi yang harus dikerjakan oleh guru. Sangat sulit pada
awal pandemic karena kesulitan ini tidak hanya dirasakan oleh Guru, tetapi
dirasakan juga oleh orangtua murid. Kebanyakan orangtua murid sangat berat dan
tidak mengetahui cara mengajar anak-anaknya. Ini disebabkan karena orangtua
sudah menyerahkan Pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah dan Guru.
Sekarang peran Guru menjadi berkali lipat. Disamping menghadapi pertanyaan –
pertanyaan dari orangtua murid, guru harus mencari metode baru pembelajaran,
kita juga harus mentransfer ilmu kita kepada orangtua murid agar pembelajaran
tetap terlaksana.
Dilatarbelakangi oleh keadaan tersebut, Guru sangat memerlukan bantuan
Lembaga Pusat untuk membantu guru dilapangan untuk menemukan, berbagi dan
mengaplikasikan metode-metode baru berkaitan dengan BDR. Guru mengharapkan
metode-metode tersebut dapat membantu BDR. Saat ini HIMPAUDI Pusat sedang
melakukan BIMTEK BDR. Saya tertarik mengikuti BIMTEK ini karena akan sangat
membantu di lapangan dan menambah ilmu untuk masa BDR ini. Pada BIMTEK ini
dibawakan oleh banyak narasumber yang mahir di bidangnya dan diikuti oleh
kurang lebih 250 peserta dari seluruh propinsi di Indonesia. Para narasumber
dengan semangat dan sabar membagi ilmunya untuk para Guru. Dalam BIMTEK ini
narasumber dapat berinteraksi dengan baik kepada semua peserta. Dalam
mengikuti Bimtek ini tidak begitu banyak kesulitan yang saya dapat. Sampai hari ini
Saya dapat mengikuti BIMTEK dengan baik dan semoga lancar sampai akhir.
Semoga dengan BIMTEK ini akan menjadikan BDR lebih menyenangkan dan saya
dapat membagikan ilmu yang saya dapat kepada teman-teman guru di sekolah serta
mengaplikasikannya pada situasi BDR saat ini dengan baik.
Terima kasih saya ucapkan kepada Panitia dan Narasumber. Semoga kita
semua selalu dalam lindunganNya. Swaha.
CAHAYA SEPANJANG ZAMAN
By : Dewi Sartika, S. Pd
Perkenalkan nama saya adalah Dewi Sartika, S. Pd
Tenaga Pendidik PAUD KB. NURUL JAMAN
Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci
Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebenarnya sedari kecil saya tak pernah
bercita-cita mejadi seorang Guru, saya sangat
ingin menjadi seorang doker, tapi karena
keterbatasan biaya orang tua, akhirnya setamat SMU saya
tak dapat melanjutkan pendidikanku kejenjang Perguruan Tinggi walaupun nilaiku
saat itu cukup tinggi (saya menduduki peringkat ke tiga umum dari ratusan sis wa
SMU Semen Tonasa). Tak ingin berdiam diri di rumah saya menerima tawaran ibu
Desa di Kampungku untuk menjadi Kader Posyandu, Kader PKK, kader BKKBN,
Kader BKB, dan masih bayak kegiatan lannya. Dengan sungguh sungguh kujalani
rutinitasku setiap bulannya, tak dapat kupungkiri ilmu pengetahuan dan
keterampila yang kuperoleh saat itu berhubungan dengan anak balita da orang tua
mereka sangat berperan penting dalam profesiku sekarang ini sebagai Pendidik
PAUD.
Beberapa tahun kemudian aku ikut kursus menjahit yang diselenggarakan
oleh SKB di Kabupaten kami setahun kemudian (2003) aku memberanikan diri
mendaftar kuliah di UNISMUH D-2 jurusan PGTK (kelas Jauh) sampai tahun
2005. Disitulah awal mula kumenjadi pendidik PAUD. Bersama ke empat temanku
kami mendirikan sebuah Kelompok Bermain yang kami beri nama PAUD NURUL
JAMAN, benar-benar dari bawah dengan modal yang kami kumpulkan bersama,
door to door untuk mencari peserta didik tanpa memungut uang pendaftaran dan
iuran bulanan, kami menumpang di salah satu kelas tak terpakai SDN 2
Majennnang. Kami terus berjuang memajukan PAUD kami, sampai akhirnya ada
program pemerintah yang masuk ke Kelurahan kami yatu PNPM, dengan
mengerahkan seluruh ibu-ibu orag tua peserta didik, mewakili suara perempuan
kami bermohon untuk didirikan sebuah bangunan atas nama PAUD NURUL JAMAN,
sampai sekarang Alhamdulillah suka duka kami rasakan dalam mengembangkan
Lembaga kami. Alhamdulillah lembaga kami sempat menjadi PAUD Unggulan tingkat
Kecamatan. Pada tahun 2012 saya melanjutkan pendidikan saya di program S-I
PGPAUD di UNM Makassar sampai tahun 2014.
Tahun ini walau ditengah pandemic Covid-19 ini kami bersyukur masih
banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan dini anak mereka di Lembaga
kami, tahun ajaran ini peserta didik kami sebanyak 53 Orang dengan jumlah Guru 3
Orang dan Pengelola 1 Orang. Begitu bayak duka yang kami rasakan selama
mengembangkan Lembaga kami, tapi itu tak menyurutkan semangat kami dalam
membina tumbuh kembang peserta didik kami karena masih lebih banyak lagi suka
yang kami rasakan, kerjasama dengan teman pendidik dan pengelola, serta
dukungan moral dari berbagai pihak di lingkungan kami menjadikan semangat kami
terus membara dalam mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak generasi
penerus bangsa.
Banyaknya peserta didik membuat kami para pendidik menjadi khawatir
tidak akan sanggup melaksanakan tugas dengan maksimal ditengah pandemic ini,
terlebih dengan banyaknya keluhan orangtua saat proses belajar dari rumah
(BDR), kami merasa ilmu kami sangat kurang, kemampuan kami sangat terbatas,
karenya ketika ketua PW Himpaudi kami ibu Dra. Hj. Anggriani Amir, M.Pd
menawarkan saya untuk ikut BIMTEK BDR ini saya sangat berminat, walaupun
awalnya saya kurang berani, takut tak mampu mengimbaskan keteman teman
seprofesi di lingkunganku, tetapi karena dorongannya dan motivasi dari teman
teman akhirnya saya memberanikan diri ikut mendafar. Saya sangat senang da
bahagia dapat menimba ilmu dari para pemateri pemateri handal terlebih dari
Bundo Netti yang sangat luar biasa dan menginspirasi. Semoga saya dapat
menyerap ilmu-ilmu bermanfaat dari mereka dan dapat menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari di lembagaku dan mengimbaskannya ke teman-teman dalam
forum PAUD se kecamatan balocci.
Saya bersyukur terdaftar sebagai salah satu peserta BIMTEK BDR
angkatan 2 ini, selain menambah wawasan, ilmu dan keterampilan dalam mengajar
dari Rumah, saya juga mendapatkan teman-teman baru yang tak kalah luar biasa
dari berbagai daerah diseluruh pelosok Indonesia. Alhamdulillah jaringan internet
di wilayah saya cukup stabil, walaupun selalu saja ada hambatan kecil dalam
pelaksanaan bimtek daring ini, misalnya rengekan dari anak saya yang selalu cari-
cari perhatian jika melihat ibunya sedang sibuk. Semoga setelah mengikuti
BIMTEK ini nantinya saya dapat meningkatkan kompetensi saya dalam memahami
pentingnya berman bagi anak, saya dapat merancang kegiatan bermain anak
dirumah yang mencakup seluruh aspek perkembangan anak, saya dapat menyusun
RPP da melakukan penilaian lebih baik lagi, terlebih lagi saya dapat menjalin
komunikasi efektif dan positif dengan orang tua dalam mendampingi anak mereka
belajar dari rumah dan memberika pengsuhan positif serta dukungan psikologi awal
pada mereka, dan yang tak kalah pentingnya kami akan mendapatkan bekal
pengetahuan dalam menggunakan teknologi media Daring untuk kami terapkan di
lembaga kami dalam proses belajar mengajar di Lembaga kami nantinya.
Semoga BIMTEK BDR-2 ini mendapatkan rahmat dan barokah dari Allah
Subhanahu Wataala, sehingga seluruh rangkaian kegiatannyapun dapat bernilai
ibadah dan kami semua, para pengurus, pemateri dan peserta diberi kesehatan dan
pemahaman yang luas agar kami sebagai peserta dapat menerima ilmu seluas-
luasnya dari para pemateri dan dapat mengimbaskannya dengan benar dan tepat
kepada orang tua peserta didik dan teman-teman seprofesi di lingkungan terdekat
kami nantinya.
Aamiin ya Robbal Aalaamiin.
BAHAGIANYA SEBAGAI PESERTA WEBINAR
By :Supriyanti
Perkenalkan nama saya Supriyanti.Saya berkecimpung di dunia pendidikan
khususnya Pendidikan Anak Usia Dini sejak tahun 2007.Tempat kerja saya di KB TUNAS
GENERASI yang beralamatkan di Jl.Kol.Soepirman RT 08 RW 01 Desa Atu-Atu
Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.KB TUNAS
GENERASI berada di bawah naungan YAYASAN TUNAS GENERASI dengan Ketua
Yayasan Ibu Sri Siswaningsih, S.Pd.Pada tahun pelajaran 2020/2021 jumlah anak didik
sebanyak 26 anak dengan jumlah guru 2 (saya sendiri dan 1 orang guru.Saya sangat bangga
menjadi guru anak usia dini.Pekerjaan yang sering dipandang remeh dengan alasan nggak
usah sekolah bisa saja menjadi guru, karena belajarnya hanya bernyanyi.Saya tidak
berkecil hati, memang belajarnya anak-anak usia dini dengan bernyanyi.Menurut saya,
belajar itu harus dengan keadaan suasana hati yang bahagia.Dengan bernyanyi membuat
anak-anak bahagia dan dengan mudah kita mengajarkan berbagai hal melalui
bernyanyi.Dengan bernyanyi akan mudah menghafal dan memahami .Contohnya : saat mau
cuci tangan, mau belajar berdo’a, buang sampah, berbaris, beres-beres, dsb disertai
contoh tindakan oleh guru.( nyannyi : Sebelum kita makan…..cuci tanganmu
dulu….dst)Menjadi guru anak usia dini tidak selalu gembira. Adakalanya kita sedih dan
merasa kesulitan. Kesedihan dan kesulitan saya bukan karena anak-anak.Kesedihan dan
kesulitan saya karena banyaknya guru-guru yang di KB TUNAS GENERASI berganti-
ganti.Mereka pindah dengan berbagai alas an, ada yang karena dapat pekerjaan yang lebih
menjanjikan gajinya dan ada juga karena merasa nggak tahan dengan anak-anak.Ketua
Yayasan nggak bisa melarang mereka untuk pindah kerja.Karena gaji guru PAUD kalau
hitungannya dengan kalkulator dunia akan merasa tidak cukup. Ketua Yayasan dan saya
merasa kesulitan karena harus mengajari guru baru di setiap tahunnya.Data guru yang
sering berubah karena berganti guru.Saya meyakini dengan keikhlasan dan
kesabaran.Insya Allah kita akan mendapatkan rejeki yang tidak sekedar dari guru PAUD
saja.Rejeki akan Allah datangkan dari berbagai pintu. Dengan bersyukur akan membuat
hati bahagia dan merasa cukup.
Dengan adanya pandemi covid-19 ini sangat berdampak pada kegiatan
pembelajaran.Anak-anak dan juga orang tua maunya anak sekolah bertatap muka.Orang
tua merasa capek dengan pekerjaan dan juga harus mendampingi anak belajar di rumah,
anak-anak pun kangen bermain dan belajar bersama teman-teman dan juga ibu guru. Ada
beberapa orang tua yang tidak mau mendampingi anaknya serta mengirimkan kegiatan anak
di rumah Bagaimanapun saya selalu memberikan pengertian dan motivasi terhadap orang
tua dan juga kepada anak.Untuk sementara belajarnya di rumah bersama orang tua , selalu
memperhatikan dan melaksanakan protocol kesehatan. Dengan adanya pandemic covid-19
ini pun ada dampak positif bagi saya selaku guru. Banyaknya webinar yang diselenggarakan
dan diposting berbagai media sosisal dengan mudah kita bisa mengakses dan mengikutinya.
Saya dapat mengikuti serta menyimak materi yang disampaikan oleh para narasumber
lewat ruang Virtual.
Betapa bahagianya saya saat dihubungi oleh ibu Nor Aida Farida, S.Psi selaku
Ketua Himpaudi Kabupaten Tanah Laut.Beliau menawarkan kepada saya untuk mengikuti
webinar dari PP HIMPAUDI.Dengan bahagia dan semangat saya langsung bersedia dan
menanyakan apa saja syarat untuk bisa mengikutinya.Saya sangat tertarik dengan
kegiatan-kegiatan yang bisa membuat saya termotivasi untuk memajukan dunia pendidikan
.Dari pembekalan Bimtek yang disampaiakan para narasumber kemarin, saya sangat
terharu .Bahagia saya bisa berada di ruang Virtual untuk mengikuti kegiatan webinar
dengan para narasumber yang semuanya Masya Allah sangat luar biasa.Saya sudah tak
sabar mendengarkan dan menyimak materi selengkapnya yang akan disampaikan oleh para
narasumber semua.Tantangan yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan webinar yang
dari pagi sampai petang.Terutama pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dengan baik.
Setelah saya selesai mengikuti kegiatan Webinar ini, saya akan belajar menerapkan
ilmu yang saya dapatkan dengan membenahi kesalahan serta kekurangan dalam
penyampaian dan pembelajaran yang selama ini sudah saya laksanakan.Kemudian saya kan
melakukan pengimbasan kepada minimal 20 guru PAUD untuk belajar dan berbagi ilmu
serta mengajak para pendidik PAUD untuk sama-sama membenahi dan melaksanakan ilmu
yang didapatkan.Demikian sekilas cerita dari saya.Semangat para pejuang Pendidikan Anak
Usia Dini..Himpaudi JAYA.