The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nunungnuryati27april, 2021-03-04 16:25:15

JEJAK LANGKAH LASKAR HIMPAUDI INDONESIA

KISAH CINTA SEMANGAT KITA

Keywords: KCSK

dan berkreasi bersama mereka semua lelah terlupakan. Bahagia sekali rasanya
dan selalu banyak cerita yang kubawa pulang ke rumah.

Pandemi covid-19 membuat kehidupan berubah termasuk yang kualami. Aku
bertanya-tanya apakah aku mampu melaksanakan BdR? Sebelum pelaksanaan
bimtek BdR dengan minimnya pengetahuan tentang kegiatan apa yang harus
diberikan ke anak aku berusaha mencari referensi. Membagi waktu antara BdR
sekolahku dan anakku merupakan salah satu tantangan yang harus aku temukan
solusinya agar semua dapat berjalan tanpa ada yang terabaikan.

Alhamdulillah aku dapat menjadi peserta bimtek BdR ilmuku bertambah yaitu
bahwa sebenarnya banyak kegiatan yang dapat dilakukan anak di rumah bersama
orang tua yang tidak membosankan. Peralatan main juga sederhana mengunakan
yang ada di rumah dan komunikasi guru dengan orang tua sangatlah penting untuk
memberikan informasi kegiatan yang dapat dilakukan anak bersama orang tua dan
mengetahui perkembangan anak.

Rasa bahagia kurasakan saat aku berkomunikasi dengan orang tua dan mereka
menceritakan perkembangan anaknya. Dan berusaha mencoba memberikan solusi
permasalahan yang dihadapi saat mereka mengajak anaknya bermain di rumah.
Tak kala bahagia saat bisa berkomunikasi dengan anak dan mereka memulai cerita
tentang kegiatannya bermain di rumah, rindu sekolah dan rindu bertemu ibu guru
juga teman-teman.

Tantangan juga kurasakan saat mengikuti bimtek BdR yaitu jaringan yang putus-
putus sehingga harus mencari tempat yang tepat. Tantangan berikutnya dari
anak-anakku yang saat tertentu ingin bermain dan belajar denganku. Apa yang
harus kulakukan? Sabar, berpikir positif, optimis dan komunikasi. Sabar dalam
menghadapi kendala yang ada, selalu berpikir yang baik agar hati juga senang,

tetap semangat dan berkomunikasi untuk mendengarkan pendapat dan mencari
solusi.

Yang menjadi harapan semua orang adalah hasil yang terbaik namun tanpa usaha
semua itu tidak akan terwujud. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan
untuk menjadi peserta bimtek BdR, banyak ilmu yang kudapat akan kusampaikan
pada teman dan saudara, semoga semua ini menjadi ladang amal jariyah kita
semua.

Terima kasih dan Himpaudi Jaya…

KISAH GURU PAUD
By : Hadijah Mayang, S.Pd

Sebagai guru Paud tidak hanya ilmu yang cukup
,namun dengan Hati yang tulus dan ikhlas serta
semangat yang luar biasa dalam mendidik dan
membimbing anak-anak usia dini sangat di perlukan
.disamping itu juga harus memiliki potensi yang
luar biasa dan pandai menempatkan diri di
lingkungan masyarakat, sekolah dan Keluarganya.
ketika menjadi seorang guru paud saya merasakan
semua itu karena saya bangga dan bahagia saat
mengenal dunia pendidikan anak usia dini.

Alhamdulillah sejak saya menjadi guru paud begitu banyak ilmu yang saya
dapatkan dari mulai mengenal anak anak dengan berbagai macam karakter yang
ada pada diri mereka. tidak berhenti sampai disitu ,wawasan yang luaspun harus
kita miliki , tidak cukup dengan hanya membaca buku namun kita juga
membutuhkan wadah untuk mendapatkan ilmu ilmu baru yang berhubungan
dengan pendidikan anak usia dini.sehingga Saya merasa senang ketika saya dipilih
dan diminta oleh ketua himpaudi untuk mengikuti kegiatan Bimtek BDR ini Saya
ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada ibu asniwaty ali,S.pd M.pd selaku
ketua himpaudi yang sudah memilih saya untuk mengikuti kegiatan ini karena saya
tahu ini adalah kesempatan yang sungguh luar biasa yang tidak ingin saya
lewatkan begitu saja karena saya ingin mendapatkan ilmu baru tentang BDR dan
ingin menjadi guru paud yang bermanfaat bagi anak-anak didik saya.

Saya mengabdikan diri menjadi seorang guru paud sejak tahun 2009
sampai dengan saat ini, karena saya senang dan bahagia menjalani hari-hari saya

dengan anak-anak usia dini, walaupun saat ini di situasi dan kondisi yang berbeda
karena pandemi, namun itu tidak mengurangi semangat saya untuk selalu menyapa
anak –anak saya melalui daring ataupun luring meski dari rumah masing-masing.
Saya mengajar diPaud Anggrek dengan memiliki 19 orang anak didik dan dua orang
pendidik satu diantaranya adalah saya sendiri. Paud Anggrek berdiri sejak tahun
1974 dan aktif sampai saat ini. Diusia saya yang tidak mudah lagi tak pernah
mengurunkan semangat saya untuk tetap menjadi guru paud yang selalu
mencintai anak- anak usia dini hingga akhir sisa usia saya nanti.

Menjadi guru Paud begitu banyak pengalaman-pengalaman yang begitu indah
yang saya dapatkan ,pahit-manisnya pun saya rasakan yang begitu sulit saya
lupakan , semua saya jalani dengan senang hati karena tekad yang kuat dan
semangat yang luar biasa yang selalu ada dalam diri saya sebagai bukti kecintaan
saya terhadap anak-anak adalah kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya.

Ditengah kondisi saat ini, negara kita ditimpa musibah bencana non alam
yaitu pandemi covid-19 berimbas pada perekonomian kita dan dunia pendidikan
terutama pendidikan anak usia dini adalah tantangan terbesar yang harus kita
hadapi baik guru maupun orangtua.ketika pemerintah pusat mengeluarkan
peraturan dimana sekolah harus ditutup untuk sementara, anak-anak harus
belajar dari rumah dengan menggunakan media daring/luring, sebagai guru paud ,
saya bingung apa yang harus saya lakukan bisa bertemu lagi dengan anak-anak.
rasa takut, was-was, ikut menghantui , namun mau tak mau kita harus
menerimanya . sebagai guru dan orangtua tentu semua merasakan masa sulit ini,
tapi apapun itu saya sebagai guru paud yang mempunyai semangat yang luar biasa,
akan mejalani dengan senang hati dan penuh kesabaran , karena menghadapi
orangtua yang begitu luarbiasa pula ketika membimbing anak-anaknya saat BDR.

Dengan Pandemi yang kita tidak tahu entah kapan berakhir, gurupun
menerapkan pembelajaran yang berbeda dari yang sebelum saat pandemi, yang
tadinya kita harus mengajar dengan bertatap muka disekolah namun untuk saat
ini sungguh berbeda , harus belajar dari rumah dengan bimbingan orangtua
tetap dalam pemantaun guru. Baik secara daring ataupun luring. Karena semua
harus dari rumah, pembelajaranpun berbeda. Sehingga sebagai guru paud saya
perlu ilmu yang baru dalam penerapan pembelajaran BDR dengan mengikuti
kegiatan Bimtek BDR ini.

Para Nara Sumber yang luarbiasa,mempunyai semangat yang luarbiasa
dalam membagi semua ilmunya, materinya yang begitu luar biasa, menambah
semangat saya menjadi guru Paud yang luarbiasa pula, dengan penyampaian yang
penuh ketulusan hati, keikhlasan , serta tutur kata yang lembut dan sikap yang
ramah membuat saya tetap konsisten dan tersenyum bahagia saat menerima dan
menyimak materi yang diberikan, sekalipun itu semua hanya melalui media daring.

Dengan sapaan yang penuh kehangatan yang luarbiasa setiap saat memulai
maupun mengakhiri dalam pemberian materi bimtek BDR Selama 6 hari dari pagi
sampai sore , lelah, letih, serta rasa ngantuk tak terasa karena semua terbayar
oleh ilmu yang luar biasa. Mendapatkan kesempatan ini sungguh luarbiasa bagi
saya, olehnya saya tidak henti-hentinya bersyukur karena dari kegiatan Bimtek
BDR ini saya lebih semangat lagi dalam mendidik dan mencetak anak-anak bangsa
yang berakhlak mulia. Dengan harapan semoga ilmu yang saya dapat bermanfaat
dan membawa berkah bagi anak-anak bangsa khususnya anak-anak didik saya.
AAAAMIIN YRA.

SALAM CINTA ANAK USIA DINI



MANIS ASAM ASIN BELAJAR DAN MENGAJAR
By : Riza Dwi Ariyani, S. Pd

Assalamualaikum, wr. wb,
Saya ingin memperkenalkan diri saya, nama

saya Riza Dwi Ariyani (Riza). Saya lahir di Sidoarjo
30 tahun yang lalu dilahirkan dari seorang ayah dan
ibu yang notabene tidak ada basic menjadi seorang
guru beliau ada penjual Soto Sulung, entah
mengapa dulu sewaktu kecil ketika ditanya
mengenai cita-cita saya selalu menjawab ingin
menjadi seorang guru, mungkin hal itu dikarenakan
saya selalu senang berbagi cerita atau ilmu (sesuatu yang saya ketahui) kepada
orang lain. Saya sekarang seorang guru Bahasa Inggris di SMK swasta di
Tangerang Selatan. Tapi saya juga memiliki pengalaman mengajar PAUD karena
pernah mengajar PAUD dan sekarang pun anak saya (Shanum) menjadi murid
PAUD di tempat tersebut. Singkat cerita jumlah murid PAUD sekolah kami ada
43 siswa. Sekolah kami bernama Sekolah Karakter Lashira, karena sekolah kami
unik yaitu menerapkan model “Pendidikan Holistik Berbasis Karakter”. Tidak ada
yang lebih penting selain mendidik dan membina karakter anak-anak usia dini
karena dapat dijadikan wadah atau proses untuk membentuk pribadi anak agar
menjadi pribadi yang baik di kemudian hari. Saya mengikuti bimtek ini ingin
menimba ilmu dan juga sharing mengenai kesulitan dan kebahagian yang saya alami
sekarang sebagai guru PAUD dirumah untuk anak saya sekaligus sebagai guru
Bahasa Inggris di SMK tempat saya mengajar. Kesulitan yang saya alami ketika
mendidik anak saya (Shanum) BDR dirumah yaitu mood mereka yang selalu
berubah-ubah dan tidak bisa dipaksakan, kalau pun dipaksakan mereka tidak akan

merasa fun dan hasil pembelajarannya pun tidak maksimal, kendala lainnya yaitu
mereka cepat merasa bosan karena tidak bisa langsung berinteraksi dengan
teman-temannya, dimana kita semua tahu anak butuh sosialisasi langsung dengan
temannya. Hal tesebut pula yang terjadi dengan saya ketika mengajar anak SMK,
rasa antusias dan motivasi untuk BDR sangat berbeda. Mengenai absensi, tugas
dan KBM daring via zoom meeting yang kurang maksimal, hal ini terjadi karena
memang ada banyak faktor yang terjadi karena kuota terbatas, Hp yang rusak,
kurang memahami penjelasan sebelumnya, kesiangan bangun, main dirumah dengan
teman lebih asyik, dll. Namun, dibalik kesulitan tersebut ada hal-hal yang
membahagiakan yang saya alami ketika mengajar PAUD. Ketika kita melihat suatu
pekembangan positif dari anak didik kita ada semacam rasa puas tersendiri yang
dirasakan. Hal itu terjadi pada anak saya (Shanum) ketika diajarkan mengenai
teknik menggunting dan menempel gambar-gambar, dia sangat antusias kenapa?
pertama karena melihat gambar-gambar menarik, kedua karena penggunaan
gunting yang sama sekali dia belum pernah gunakan, ketiga karena penggunaan lem
yang seru langsung bersentuhan dengan indra perabanya. Shanum mulai terbiasa
menggunting sesuatu yang ada didekatnya, sampai hal-hal yang lucu sekaligus
sedih pun terjadi. Shanum menggunting gambar Dr. G.S.S.J Ratulangi pada uang
Rp 20.000,- sebanyak 3 lembar. Saya pun merasa sedih karena merusak mata
uang dan harus kehilangan uang sejumlah Rp. 60.000, tapi ketika melihat hasil
guntingannya, Subhanalloh Shanum menggunting gambar Dr. G.S.S.J Ratulangi
dengan cukup baik dan rapi. Memang untuk mendapatkan sesuatu kita harus
berkorban dan yang jadi pelajaran untuk saya adalah lebih berhati-hati meletak
benda-benda yang penting. Itulah sedikit kesulitan dan kebahagiaan yang saya
alami.

Selanjutnya, saya tertarik mengikuti bimtek BDR ini karena pertama, saya
mempunyai prinsip NEVER STOP LEARNING, kedua yaitu konten materi yang
akan disampaikan mengena semua kepada saya selaku guru PAUD, selaku guru

Bahasa Inggris SMK, selaku orang tua juga yaitu mulai dari pentingnya bermain,
bermain bahasa, matermatika, sains dll, menyusun RPP dimana setiap guru butuh
untuk mengupdate ulang pengetahuan mengenai penyusunan RPP, dan mengenai
pengasuhan positif yang dilakukan orang tua.

Kesan mengikuti bimtek dari para narasumber adalah dapat menggerakkan
hati saya bagaimana segala sesuatu yang ada di sekeliling kita bisa di manfaatkan
sebagai media dan alat untuk belajar, kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan
bagaimanapun, selagi orang tua mampu mendukung apa yang anak inginkan untuk
mencari tahu dan masih terpantau serta aman.

Kesulitan dan tantangan mengikuti full bimtek BDR ini hanya keterbatasan
waktu. Hal tersebut dikarena kondisi saya saat ini sedang hamil 6 bulan dimana
saya tidak betah duduk berlama-lama dan saya juga harus menemani anak saya
(Shanum) usia 4 tahun, juga kewajiban saya sebagai seorang istri mengurus
rumah tangga serta tugas-tugas mengajar dari sekolah. Semua membutuhkan
perjuangan, bagaimana pengetahuan kita mengenai Manajemen Waktu itu bisa
digunakan, bisa diaplikasikan dengan baik ya pada saat seperti sekarang.
Mengenai jaringan internet Alhamdulillah disini aman, lancar, terkendali.

Setelah mengikuti bimtek BDR ini saya ingin memulai dari yang terdekat
yaitu keluarga kecil saya, dimulai dari anak saya Shanum. Bagaimana membuat
BDR itu seru, tidak membosankan bahkan ditunggu tunggu oleh anak karena
penasaran next games apa ya? Kemudian bisa di imbaskan kesekolah PAUD
Shanum serta ke anak didik di SMK.

Sekian cerita asam, asin, dan manis dari saya. Semua yang saya alami bisa
diambil pelajaran dan hikmahnya. Semoga bisa bermanfaat

Wassalamualaikum wr.wb.

CERITA GURUKU
By:Ferianti,S.Pd

Ibu Ferianti adalah Guru PAUD Mutiara, ibu ferianti
akrab di panggil ibu feri adalah panggilan kesayangan
bagi anak-anak, ibu feri dilahirkan di Cilacap 16
februari 1986, awal ibu feri mengajar di PAUD
Mutiara sejak Tahun 2009.

Alhamdulillah saya adalah seorang pendidik
PAUD,awal mulanya saya bercita-cita ingin menjadi
pendidik tingkat SD karena saya lulusan bukan dari PAUD, namun saya dengan
semangat berusaha dan belajar dari teman sejawat saya yang selalu mendukung
dalam proses mengajar di PAUD.Begitu banyak cerita yang saya alami ketika saya
mulai terjun untuk menjadi pendidik PAUD. Pertama-tama memang sangat berat
untuk menjadi poendidik PAUD karena orang-orang spesial saja yang dapat
menjadi pendidik PAUD.Dengan berjalannya waktu saya sungguh bersyukur bisa
menjadi pendidik PAUD yang luar biasa kesabarannya. Alhamdulillah saya 11 tahun
sudah saya menjadi pendidik PAUD saya sangat merasa bangga dan bahagia bisa
mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak bangsa.

Hakikat Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang
ditunjukkan kepada anak-anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembangan anak jasmani ataupun rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
memasuki pendidikan lebih lanjut.Pada tahun ini sangatlah berbeda cara belajar
anak-anak yang biasanya berada disekolah dengan teman-teman dan guru, namun
sekarang berbeda belajarnya dengan cara BDR (belajar dari rumah). Kegiatan

BDR dikemas dengan apiknya agar anak-anak tidak bosan belajar di rumah dengan
ayah bunda.

Kegiatan BDR sangatlah berat bagi saya karena belajar jarak jauh tanpa
harus berdekatan dengan anak-anak yang selalu bikin semangat berjuang bagi
guru. Anak mulai bosan dengan kegiatan BDR yangb ditugaskan dari sekolah, ada
yang ketika mengerjakan tugas harus menelfon dulu dengan guru.Disisi lain orang
tua harus bekerja dan terikat oleh waktu. Ada yang belajar harus dengan guru
karena menurut anak-anak ayah bunda mereka bukan guru, guru adalah yang ada
disekolah.

Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini
karena saya merasa haus ilmu yang akan sampaikan kepada teman-teman sejawat
saya dan akan mempraktekan kepada anak didik saya. Saya berharap dengan BDR
ini saya menemukan kegiatan pembelajaran BDR yang tidak membosankan dan
selalu memberikan kegiatan yang kreatif sesuai jenjang anak PAUD. Dengan
adanya BIMTEK BDR dapat menambah ilmu yang luar biasa dari bundo
narasumber yang berbagi ilmu untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga ilmu
yang saya dapat bisa menjadi lebih kreatif dalam memberikan kegiatan BDR
untuk anak-anak. Terimakasih kepada bunda Hibana Yusuf, S.Ag,M.Pd yang telah
memberikan kesempatan untuk mengikuti Bimtek BDR.

Dalam kegiatan Bimtek BDR ini sangat menyenangkan dan sangat
bermanfaat bagi saya, banyak ilmu baru yang saya dapatkan khususnya dalam
pembuatan kegiatan untuk BDR. Kendala yang saya alami adalah jaringan yang
tidak stabil. Alhamdulillah saya tidak henti-hentinya untuk bersyukur atas ilmu
yang di dapat dari narasumber yang luar biasa dalam Bimtek BDR ini.

ANTARA AKU, KAU (BIMTEK), DAN DIA (GALUNGAN DAN TESIS)
By : Ni Putu Arika Mulyasanti Pande,S.Psi

Nama saya Ni Putu Arika Mulyasanti Pande, saya
biasa di panggil Arika. Saya lulusan S1 Psikologi di
UNUD Bali dan saat ini sedang melanjutkan S2 di
Yogyakarta mengambil jurusan Magister Psikologi
Profesi. Pandemic ini membuat saya melakukan
bimbingan Tesis melalui email. Saya merupakan
anak pertama dari 3 bersaudara. Setelah saya lulus
SMA, saya mengabdi di PAUD Nuansa Udayana
Siligita selama menunggu jadwal tes universitas Negeri Udayana (UNUD). Disela-
sela menunggu, saya mecoba mengabdi sebagai pengsuh kelompok bermain. Tidak
sulit bagi saya saat pertama kali menjadi pengasuh kelompok bermain karena
kecintaan saya terhadap anak- anak membuat saya merasa ini adalah bentuk
tenggung jawab saya sebagai orangtua kedua bagi anak- anak. Awal mula saya
mengabdi, saya meiliki 6 siswa namun saat ini sudah mencapai 15 siswa. Masa
pandemic ini membuat penurunan siswa sangat drastis. Tahun ajaran lalu, saya
mendapatkan siswa sebanyak 20, namun saat ini banyak orangtua yang
menyatakan mundur ketika mengetahui metode pembelajaran yang digunakan
adalah daring.

Pelaksanaan BDR (Belajar Dari Rumah) saat ini sangat membantu dalam megurangi
angka penyebaran covid 19. Hal ini juga membuat kami sekolah swasta terutama
PAUD mengalami banyak kendala. Banyak orangtua yang tidak sempat
mengajarkan anak dari rumah karena yang dipikirkan orangtua adalah sekolah
tempat yang tepat agar anak mau belajar padahal rumah merupakan tempat yang

paling tepat untuk anak banyak belajr. Orangtua seringkali menyerahkan anak-
anak kepada guru atau pengasuh di sekolah, hal ini yang menjadikan metode BDR
menjadi sulit dilakukan pada orangtua. Orangtua seringkali mengeluh tentang
anak mereka yang tidak mau diajarkan oleh orangtuanya. Kami selaku guru dan
pengasuh seringkali melakukan sharing dengan orangtua mengenai pendekatan
kepada anak. Kendala- kendala orangtua yang berbeda- beda selalu kami terima
dan kami bantu untuk mencari solusi dengan melakukan individual parenting
mengingat saat ini tidak diperbolehkan melakukan pertemuan lebih dari 5 orang.
Bebrapa orangtua mampu untuk mengatasi kesulitan dalam BDR, namun masih
banyak juga orangtua yang tertutup dengan keadaan saat belajar di rumah. Kami
pun melakukan zoom meeting dengan anak- anak agar mereka dapat bertemu
dengan guru di sekolah. Kami ingin mereka tidak lupa dengan wajah- wajah guru
selama tidak belajar di sekolah dan kami ingin anak- anak tetap merasakan
bimbingan dari guru dan pengasuh di sekolah.

Beberapa minggu lalu, saya dihubungi oleh ketua yayasan bahwa akan ada BIMTEK
BDR yang akan diselenggarakan di bulan September. Saya merasa BIMTEK ini
sangat penting untuk menunjang pengetahuan saya mengenai BDR. Saya saat itu
langsung menjetujui untuk mengikuti kegiatan ini. Tanggal kegiatan pun diberikan,
sempat merasa tidak dapat mengikuti karena pada tanggal 16 September
merupakan hari keagamaan bagi kami yang beragama Hindu (Hari Raya Galungan)
namun keinginan saya cukup kuat untuk meningkatkan kemampuan dan
pengetahuan mengenai BDR membuat saya tetap menjalankan kegiatan ini. dua
hari sebelum kegiatan, saya dihibungi oleh dosen pembimbing untuk revisi tesis
dan dikirimkan pada tanggal 17 September, hal ini sempat membuat saya ingin
menyerah namun saya berusaha mencoba terlebih dahulu sebelum saya menyerah.
Segala konsekuensi sudah saya pikirkan terutama pada tanggal 16 September

saya mulai melakukan persembahyangan pagi hari sehingga pada waktu yang tepat
saya bisa memulai zoom tanpa terlambat.

Senang sekali rasaya saya dapat bertemu dengan narasumber- narasumber yang
kompeten dibidangnya. Materi- materi yang disampaikan sangat membuat saya
ingin tahu lebih dalam,terutama pada materi dukungan psikologis awal yang amat
sangat saya tunggu. Kegiatan pada tanggal 16 September dapat saya ikuti semua
tanpa terlambat sedikitpun. Sembari saya mendengarkan narasumber
memberikan ringkasan materi apa saja yang akan diberikan nanti, tidak lupa saya
membuat tugas kuliah yaitu tesis yang esoknya sudah harus saya kirim ke dosen
pembimbing. Kegiatan pada tanggal 16 Sepetember tersebut cukup menguras
tenaga karena saya harus melakukan persembahyangan, melakukan zoom meeting
BIMTEK, dan mengerjakan tesis, namun hal ini membuat saya menjadi lebih
menghargai waktu dan menjadi pribadi yang dapat melakukan berbagai kegiatan
dengan senang.

KISAH CINTA SEMANGAT KITA MENGIKUTI BDR
By : Warsini S.Pd

SPS ANGGREK V merupakan Lembaga Binaan Tim Penggerak
PKK Kecamatan Bontang Selatan. Merupakan wilayah
yang berada di selatan kota Bontang tepatnya di
Kelurahan Tanjung laut Indah merupakan daerah
yang berdekatan dengan daerah pesisir. Kondisi
masyarakat di sini mayoritas memiliki mata

pencaharian sebagai Nelayan dan Pedagang di Pasar.
Kondisi anak Usia Dini yang belum banyak menerima
layanan karna kesibukan dari orang tua untuk

mengantarkan anak-anaknya untuk mendapatkan layanan
Paud serta jarak lembaga Paud yang ada letaknya berjauhan.

Awal terbentuknya SPS Anggrek V ini untuk memaksimalkan Layanan Paud
yang ada di Kota Bontang khususnya di Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan
Bontang Selatan. Melalui Tim Penggerak PKK Kecamatan Bontang Selatan yang
merupakan Penyelenggara dari SPS Anngrek V menunjuk lima Posyandu yang ada
di lima Kelurahan dari Enam Kelurahan yang ada. Wilayahnya. Salah satu
Posyandu yang berada di Kelurahan Tanjng Laut Indah Kasih Ibu 3 merupakan
Posyandu yang di Rekomendasikan untuk memberikan layanan Paud

Pada tanggal 04 Juni 2009 setelah melalui beberapa proses dan persipan
dokumen SPS Anggrek V mlai aktif menjalanan Programnya. Kader Posyandu yang
biasa bertugas untuk melakukan penimbangan di rekrut untuk menjadi Tenaga
Pengajar di Satuan Paud ini, Bermodalkan Ijazah SMA dan Dengan niat ikhlas
dan tulus serta semangat kebersamaan SPS Anggrek V semakin mantap untuk

terus memberikan layanan yang maksimal, Semangat para kader untuk menjemput
bola dengan mendata jumlah calon peserta didik di lima wilayah Rt merupakan
cakupan dari Posyandu Kasih Ibu 3, Satu persatu orang tua di beri pemahaman
dan di ajak untuk menghantarkan anak-anaknya untuk mendapat layanan Paud.

Bermodal keberanian dan kebersamaan untuk menyiapkan bahan ajar yang
akan di gunakan untuk proses pembelajaran, sambil mempergunakan bahan baku
yang ada mampu memberikan layanan kepada anak-anak Usia Dini. Dengan
berjalannya waktu dan dengan di berikannya Rekomendasi serta Ijin Oprasional
melalui Dinas Pendidikan Kota Bontang, hal ini perlahan lahan menghantarkan para
Pendidik serta Tenaga Kependidikan untuk turut serta di dalam Pelatihan
Pelatihan serta Diklat Diklat yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan maupun
pihak lain sebagai penyelenggaranya/

DATA PENYELENGGARA

Nama : TP. PKK Kecamatan
Alamat : Jl. Selat Karimata RT. 21, Kelurahan Tanjung Laut
Ketua : Gusti Rohmaniah

DATA YAYASAN : Pengelola Satuan PAUD Sejenis (SPS)
: Jl. Pelabuhan No. 08 RT. 15, Tanjung Laut Indah
Nama : Juliansyah, SH / No. 31, 17 April 2014 (Pembaharuan)
Alamat : 06 April 2009
Akte Pendirian/No.
Tahun

IDENTITAS SEKOLAH

Nama Lembaga : POS PAUD SPS “ANGGREK V”
NPSN : 69926151
Alamat : Jl. Pelabuhan No. 08 RT. 15, Tanjung Laut Indah
Tahun berdiri : 2009
NPWP : 03.150.194.3-724.000

IDENTITAS KEPALA / PENGELOLA

Nama : Warsini, S. Pd
Temp/Tgl. Lahir : Balikpapan, 13 Nopember 1974
Pendidikan : S 1 (Strata) Pendidikan
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pelabuhan No. 08 RT. 15, Tanjung Laut Indah
Telp/HP : Hp. 0852 50 698844
NUPTK : 0445 7526 5530 0023
NPWP : 97.039.089.4-724.000

VISI, MISI, DAN TUJUAN

VISI,
 Mewujudkan Pendidikan Anak Usia dini yang Sehat, Cerdas, Kreatif, dan

Mandiri sejak dini

MISI,
 Membangun kerja sama dengan orang tua siswa dan Pihak lain dalam

rangka meningkatkan tumbuh kembang anak dan menjaga Kesehatan
Anak
 Menciptakan Suasana bermain yang menyenangkan

 Meningkatkan Pendidikan yang Optimal Anak Sejak Dini.
 Menumbuh kembangkan daya pikir, kreatifitas dan kemandirian anak,

guna memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi

TUJUAN
 Memberikan Pondasi Yang Kuat dan Kokoh pada Usia Dini
 Meningkatkan Kemampuan Dasar pada Anak

 Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Orangtua Tentang Pentingnya
Pendidikan Usia Dini dan Proses Pendidikan Anak Usia Dini
Ibarat orang yang sedang menaiki anak tangga ini merupakan suatu proses

yang menghantarkan ke Satuan Paud ini dalam meningkatkan layanannya,
Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan semakin di tingkatkan, hal ini di
buktikan 3 orang pendidik dan 1 orang Tenaga kependidikan untuk melanjutkan
study S1 melalui jalur bea siswa dan mandiri, Tak hanya sampai di sini
pengembangan lembaga juga semakin di tingkatkan untuk mengikuti Akreditasi.
Dua tahap akreditasi sudah di lalui dan Alhamdulillah sudah memperoleh hasil
predikat B, Segala upaya dan usaha tak henti dilakukan untuk memaksimalkan
mutu dan kwalitas layanan yang ada.

Terbukti saat ini kami tak henti hentinya untuk menimba ilmu untuk
kemajuan lembaga kami serta meningkatkan mutu layanan Pendidikan Anak Usia
Dini.

Masa pandemi ini merubah kebiasan kita semua, awalnya kita saling jumpa saling
berkomunikasi secara langsung di sekolah baik guru maupun anan-anak. Namun
Corona merubah semuanya.

Pilihannya saat ini yang utama adalah memutus mata rantai Covid-19 dengan
kondisi yang ada semaksimal mungkin, dengan tetap berupaya memenuhi layanan
pendidikan. Prinsipnya keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik,
pendidik, kepala sekolah, dan seluruh warga satuan pendidikan adalah menjadi
pertimbangan yang utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah,” BDR
dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta
didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum serta
difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi Covid-
19.

Tawaran untuk mengikuti Bimtek BDR yang dilaksanakan oleh Direktoran
Pendidikan Anak Usia Dini bekerja sama dengan Himpaudi Pusat sangat kami
harapkan untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Semangat dan keinginan kami untuk
bisa menambah wawasan dan pengetahuan untuk lebih menambah pengalaman
dalam proses BDR ini. Dan benar Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami semua
sebagai pendidik terutama dalam menyampaikan informasi kepada orang tua.
Komunikasi proses penyampaian informasi, pengetahuan, keterampilan baik
melalui ucapan, tulisan, symbol gerakan gambar. Komunikai merupakan kunci
keberhasilan dari Belajar Dari Rumah ( BDR ).

Hal yang dikomunikasi kan selama BDR ini kepada para orang tua adalah
untuk kelancaran Proses belajar anak diantaranya :

1. Mengapa harus BDR
2. Tujuan Paud
3. Cara Anak Usia Dini Belajar
4. Perencanaan
5. Perlengkapan permaianan
6. Proses pembelajaran
7. Cara Berkomunikasi
8. Mendampingi saat anak bermain
9. Cara Mendokume
10. ntasikan kegiatan main anak
11. Penilaian

Alhamdulillah pada Bimtek ini kami banyak mendapatkan materi terkait
BDR salah satunya materi terkait pedoman penyelenggaraan BDR di masa
pandemi covid 19.

Tujuan dilaksanakannya BDR
1. Memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan

Pendidikan selama darurat covid 19.
2. Melindungi warga satuan Pendidikan dari dampak buruk covid 19.
3. Mencegah penyebaran dan penularan Covid 19 di satuan Pendidikan.

Sasaran
1. Dinas Pendidikan
2. Satuan Pendidikan
3. POendidik
4. Peserta didik
5. Orang tua

Metode pelaksanaan BDR di satuan Paud meliputi :
1. Pembelajaran jarak jauh (pjj) melalui metode daring menggunakan

computer atau laptop maupun gawai dengan mengakses portal
pembelajaran daring atau aplikasi pembelajaran daring.
2. Pembelajaran jarak jauh (pjj) melalui luring melalui televisi, radio, buku
cerita/dongeng, oudio video, APE kreasi orang tua atau guru.
Kegiatan BDR ini sangat diharapkan peran serta orang tua untuk
mendampingi anak-anak belajar dari rumah.

Untuk itu ilmu yang kami terima ini akan kami terapkan dan saya
bagikan kepada rekan pendidik yang lain yang belum pernah mengikuti
Bimtek BDR. Selanjutnya saya akan komunikasi kan kepada orang tua
murid untuk kelancaran kegiatan BDR ini.

Akhirnya saya akhiri tulisan saya ini dengan mengucapkan alhamdulillah
dan Bismillah untuk saya melangkah lebih maju untuk kemajuan
Pendidikan Anak Usia Dini. Tak lupa semangat untuk maju dan semangat
untuk selalu menebar kebaikan.

SALAM CINTA ANAK USIA DINI
By : Ida Ayu Putu Lilik Kartini, S.Pd

Seddik Tidak Denganmu "SAYANG" Hidupku
A. Apa ltu Sayang?

Kata sayang itu banyak arti sesuai dengan fungsinya kalau disini Bunda
gunakan kata sayang itu ke siswa PAUD sebagai wujud kedekatan dan keakraban
ke siswa seperti anak kita sendiri. Ada pepatah mengatakan " Tak Kenal Maka
Tak Sayang" maka dari itu Bunda akan memperkenal diri , hallo Bunda dari Badung
Bali, bertugas di PAUD Ayuana selama Sembilan tahun , menjadi guru PAUD
Sudah delapan tahun, hoby Bunda bermain Gambelan bali .Oh iya sampai lupa
Nama Bunda Ida Ayu Putu Lilik Kartini dipangil Bunda Dayu. Karena nama saya
Kartinijadinya saya berhati muliya dan sangat berjuang untuk mendidik anak
PAUD untuk jadi lebih pintar. Apalagi ada BIMTEK "narasumbernya Bundo Netti
hatiku jadinya tambah muliya dan semangat karena banyak ilmu yang muliya
ditularkan kepeserta bimtek semoga bimtek ini bisa diselenggarakan setahun
sekali.

B. Siapa Yang anda Sayang ?
Yang terutama yang kita sayang adalah keluarga kita sendiri kalau sudah

keluarga bahagia kita pasti mampu menyayangi semua orang. Kalau saat di sekolah
kita menyayangi lebih banyak dari keluarga. Sebelum lanjut Bunda Dayu akan
memberi tahu dulu keberadan sekolah yaitu Guru Bunda Berjumlah : 4, Tata
Usahanya : 1, Kepala sekolah : 1, Siswanya berjumlah : 27 orang. Status Bunda
Dayu jadi Kepala Sekolah PAUD. Mari kita menyangi sernua mahluk hidup ciptaan
Tuhan, termasuk hewan dan tanaman.

C. Dimana kita Terlena?
Disaat kita sudah hidup bahagia dan mapan biasanya ada ujian dan godaan dari
Tuhan, disini iman kita harus kuat. Salah satu bilang bancih tapi saya jawab
dengan senyuman. Dalam hati saya berkata saya akan buktikan prestasi saya jadi
guru PAUD. Teman-teman yang ngejek saya dulu semuanya kerja di pariwisata
sekarang semua di rumahakan. Di sini saya bangga jadi guru PAUD walaupun saya
guru honor tetap yayasan situasi covid gaji saya lancar tiap bulan di bayar
yayasan. Disinilah wujud syukur saya jadi guru PAUD. Ayo jangan takut jadi guru
PAUD, modal jadi guru
PAUD kerja dari hati bukan lihat gajinya. Jangan terlena dengan godaan focus
dengan karir yang kita tekuni pasti aka ada hasil. Demikian kisah- kasih kehidupan
saya jadi Guru PAUD Semoga bermanfaat bagi yang membaca, mohon maaf bila
ada kalimat yang tidak berkenan , saya perlu banyak belajar lagi. Saya merasa
senang ada bimtek ini jadinya ada banyak ilmu saya dapat. Jika ada teman guru
PAUD ingin berbagi dengan Bunda Dayu tentang dunia PAUD, ini no wa saya :
081999282535. Saya kasih sebuah Pantun ( Pantun ini hanya hiburan yang wanita
jangan tersingung):

Darimana Datangnya Burung Jelatik
Dari Singapur Lantas Ke Bali
Darimana datangnya Cantik
Dari Pupur tiga Senti
Burung Irian Burung Cindrawasih
Cukup Sekian dan Terima Kasih.

contoh terlena sebagai guru adalah , guru sering menunda membuat rpph dan
minguan ,bulanan dan lain lain diasaat akan ada akreditasi semua guru
KAGGGET…!!! Dan guru pun lembur membuatnya karena harus membuat akan di
akreditasi. Ini nyata saya alami, semoga dengan adanya bimtek ini guru menjadi
disiplin dan tidak terlena.

D. Kapan Guru Jenuh?
Disinilah Bunda tersasa kangen berat dengan tawa dan senyum siswa karena tidak
tatap muka belajar melalui BDR. Bunda biasanya dapat menyentuh , memeluk
siswa dan bermain karena situasi covid mau tidak mau BDR harus jalani. Tapi
Bunda tetap semangat karena berkat ada Bimtek ini banyak ilmu Bunda dapat.
Melalui video dan tugas siswa kirim, Bunda bisa tersenyum kembali.

E. Mengapa Guru Detik Jatuh Cinta?
Selama Bunda jadi guru PAUD hati Bunda terasa galau jika tidak dapat
berkomunikasi dengan siswa. Kalau sudah ketemu dengan siswa dengan dunia anak
Bunda terasa tenang semua beban di rumah terlupakan. Ternyata jadi guru PAUD
menyenangkan kalau sudah tulus dan iklas mendidik siswa.

F. Bagaimana caranya biar gak terlena?
Pertama Bunda jadi guru PAUD Bunda sering di ejek teman teman , kok jadi guru
PAUD dan di bilang Gaji kecil tapi saya jawab dengan senyuman. Dalam hati saya
berkata saya akan buktikan prestasi saya jadi guru PAUD. Teman-teman yang
ngejek saya dulu semuanya kerja di pariwisata sekarang semua di rumahakan. Di
sini saya bangga jadi guru PAUD

KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Yesmidar, S.Pd









"GURU TIDAK DAPAT TERGANTIKAN OLEH APAPUN"
By : Yessy Nepriyanty, S.Pd. I

Masa pandemi COVID 19 yang sudah berlangsung selama 6 bulan ini,
seperti bencana bagi dunia pendidikan dan sampai saat ini efek dari pandemi
covid 19 masih dirasakan oleh segelintir manusia di muka bumi ini. Menjalankan
hidup perlu dengan ketakutan dan kewaspadaan. Seluruh muka bumi terhantu i
oleh rasa was-was yang perlu perimbangan antara kebutuhan dan hadangan
dalam menjalankan hidup. Kini sebagian besar manusia di muka bumi hanya dapat
menatap keluar rumah, tanpa harus membebaskan dirinya untuk menikmati dunia
luar. Niat tulus dan baik kadang terlintas dalam fikiran, selama itu masih dalam
koridor menyelamatkan orang lain dengan mengatur jarak, mencuci tangan pakai
sabun, serta harus menghindari kegiatan yang lazim dilakukan, yakni
bersalaman. Semenjak Pademi ini Pembelajaran Tatap Muka tidak dapat di
lakukan di sekolah kami karena Kabupaten kami masuk zona merah, kami para
guru merasa shock dan kehilangan jiwa sebagai pengajar karana tidak bisa
melaksanakan pembelajara tatap muka, sekolah mulai merancang pembelajaran
Online via WA, minggu ke 1, ke 2 , ke 3 pembelajaran online masih terasa aneh
dan tidak cocok bagi anak- anak Paud. Minggu ke 4 Mulai timbul permasalahan-
permasalahan yg terjadi pada orangtua dan anak dirumah, orangtua berkeluh
kesah "bu guru anak saya gak mau mengerjakan tugas, bu guru anak saya setiap
saya suruh mengerjakan tugas dia menjawab "bunda aku itu libur sekolahnya,
kalau mengerjakan tugas itu di sekolah dengan bu guru! Ada lagi " bu guru anak
saya nangis Minta berangkat sekolah, kangen dengan bu guru dan teman2.

Itu tdi beberapa masalah yg timbul dari pelaksanaan BDR dan masih
banyak lagi permasalahn yg timbul mulai dari biaya sekolah, paket data internet,

sekolah kekuranga murid baru dll. segala persiapan dilakukan mulai dari
persiapan protokol kesehatan, pembekalan Berjalan seiring waktu, pembelajaran
masih dikatakan sulit untuk diterapkan utamanya pembimbingan karakter anak
didik yang perlu pendekatan holistik. Semangat mendidik memang ada, dan
selalu ada di hati dan fikiran insan pendidik. Akan tetapi semua terpatahkan
dikarenakan rasa was-was tadi. Kini kita semua harus menghadapi kondisi ini
dengan situasi yang baru, yang perlu menjadi pembiasaan. Dari protokol,
pelaksanaan pendidikan sampai pada pembentukan karakter baik pada anak
didik. Meski jauh dari segi harapan, tak menjadi hambatan untuk berbuat.
Untuk itu diperlukan kemampuan dalam mengelola pembelajaran ke alam maya,
agar penerapan jaga jarak ini tercapai. Media pembelajaran dengan melibatkan
tekhnologi yang dirangkai ke dalam sebuah suara maupun gambar dapat
dilakukan setiap saat pembelajaran akan dimulai. Gunakan media yang mudah
dijalankan. Gunakan aplikasi yang dikuasai. Jangan lupa, untuk selalu menyelipkan
di dalamnya pendidikan karakter berbasis Audio dan Visual. Sebagai contoh,
perlihatkan seorang anak yang menjabat tangan gurunya di video pembelajaran
yang kita buat, perlihatkan sikap sopan santun dalam berbicara sebelum dan
saat melakukan pembelajaran Daring tersebut. Karena anak sangat
memperhatikan gurunya baik dari segi kata maupun perbuatan dan akan selalu
menjadi panutan dalam hidupnya.

Selama mengikuti Kegiatan Bimtek Penguatan BDR PP Himpaudi ini saya
merasa terbantu dan mulai merasa bersemangat lagi karena mendapat ilmu-ilmu
baru dan kebijakan2 tentang peraturan sekolah di masa pandemi, banyak ilmu
baru seperti cara mengembangan belajar anak, media yg dapat digunakan di
sekitar rumah selama BDR melalui 6 Aspek perkembangan. Saya merasakan
senang bisa ikut serta menjadi peserta Bimtek penguatan BDR yg di laksanakan
oleh PP Himpaudi, di acara bimtek ini saya dapat bertatap muka langsung dengan
para narasumber yang sangat berkompeten do bidangnya serta memberikan

materi- materi yg luar biasa serta bapak dan panitia yang selalu siap
memberikan informasi2 kepada peserta. Tetepi yang membuat saya menjadi
sedikit kecewa adalan jaringan yg tidak bersahabat, suara narasumber kadang
putus-putus, kadang share screen tidak tampil di layar monitor laptop saya,
keterbatasan kuota internet juga jadi kendala karna saya harus online zoom
dari pagi hingga sore. Dengan kendala ini tidak menyurutkan semangat saya
untuk tetep setia mengikuti Bimtek sampai selesai. Tetepa semangat para
pejuang pendidikan guru Paud yang ada di Indonesia.

Meski banyak guru yang belum sejahtera dan dimasa pademi seperti ini gaji
para guru paud ada yg dipotong tidak utuh, tapi percayalah masih ada gaji dari
Alloh SWT yang selalu datang dari penjuru arah, niatkan semua kegiatan kita
sebagai guru untuk Ibadah Insya Alloh semua akan menjadi Berkah buat
kehidupan para guru-guru yg ikhlas dan tulus

Sekian dari saya terimakasih..

"Gembok tidak akan pernah di buat tanpa kunci, demikian
tuhan tidak pernah mengijinkan masalah tanpa sokusi tetep
Usaha, berdoa dan setia menanti, jalan keluar itu akan datang
pasti"

SEMANGAT KITA GURU PAUD DI MASA PANDEMI
By : Yunita Nirwanasari, S.Pd

Perkenalkan namaku Yunita Nirwanasari, aku
bekerja sebagai guru di salah satu sekolah PAUD di
BALI tepatnya di Kecamatan Kuta Selatan.
Sebenarnya aku berasal dari Jawa Timur, tepatnya
di kota Lumajang, namun apalah daya aku harus
meninggalkan kota kecilku demi mengikuti suami
yang bekerja disana. Di Balilah awal mula aku terjun
ke dunia pendidikan yaitu mengajar di PAUD, tak
terasa masa pengabdian kini sudah mencapai 8 tahun. Aku menjadi guru di salah
satu lembaga yang bernama PAUD Nuansa Udayana Siligita. Menjadi guru PAUD
mempunyai tantangan tersendiri karena harus ektra sabaaarrrrr, telaten dan
kreatif. Saat ini aku mengajar di Kelompok Bermain atau nama trendnya Play
Group, kebayangkan bagaimana susahnya harus membimbing mereka yang masih
berusia 3 – 4 tahun dan bukan cuma 1 anak saja muridku berjumlah 12 anak. Saat
proses belajar sering aku temui hal – hal yang kadang menguras kesabaran tapi
harus tetap dan harus bisa sabar, namun dibalik itu semua juga ada saat yang
menyerukan dan menyenangkan.

Tapi saat ini kita ( aku dan muridku ) harus terpisah untuk
sementara waktu karena wabah yang sedang melanda Indonesia bahkan juga
melanda negara lainnya, wabah itu adalah VIRUS CORONA.

Karena virus tersebut aku dan murid ku harus terpisah, kita hanya
dipersatukan lewat video dan foto yaitu saat orang tua mereka mengirimkan
dokumentasi kegiatan mereka selama dirumah. Rindu itu sudah pasti, rindu
hebohnya mereka, cengengnya mereka, manjanya mereka dan kelucuan – kelucuan
mereka. Semenjak ada virus ini aku harus rajin berkomunikasi dengan orang tua
mereka, menanyakan kabar mereka? Sudah melaksanakan tugas/kegiatan apa hari
ini?. Terkadang kita putus kontak dikarenakan jaringan yang entah kemana? Atau
kuota internet yang sudah lenyap.

Dalam masa pandemic ini, guru harus bisa lebih kreatif dan memiliki
wawasan lebih tentang kegiatan Belajar Di Rumah karena saat ini semua siswa
melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Untuk menambah wawasan dan ilmu
tentang hal tersebut aku mengikuti kegiatan Bimtek yang membahas tentang
kegiatan belajar mengajar dari rumah agar kegiatan belajar dirumah ini
kegiatannya lebih bervariasi, mudah untuk orang tua mengarahkan dan pastinya
lebih mudah mendapatkan bahan ajarnya.

Saat mengikuti kegiatan Bimtek ini aku banyak mendapatkan ilmu dan
pastinya banyak mendapatkan saudara. Kita bisa saling bertukar pikir walau hanya
lewat chat di zoom meeting ini. Para narasumbernyapun dalam menyampaikan
materi juga menyenangkan dan tidak membosankan. Banyak ilmu yang aku dapat.

Meskipun terkadang saat mengikuti kegiatan ini kita haru berpacu
daengan kegiatan yang lainnya. Terkadang jaringan internetnya kabur terbawa
angin. Tapi masih semangat demi menimba ilmu.

Nanti saat kegiatan Bimtek ini usai harus segera diterapkan dan
dipraktekkan secara langsung atas ilmu yang sudah didapat agar tidak menjadi sia
– sia. Dan siap untuk di imbaskan kepada teman – teman seprofesi, karena kita

tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa
menjadi berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.


Click to View FlipBook Version