Tanah Laut, 17 September 2020
SUPRIYANTI, S.Pd.AUD
GURU PAUD MAJU TERUS PANTANG MUNDUR
By : Mei Sin Erika
Hallo teman-temAn hebat dan luar biasa yg sedang membaca
tulisan ini,perkenalkan saya bunda Mei sin Erika yang biasa nya di
panggil bunda Mei saya bekerja di lembaga PAUD TPA Rumah
Pelangi Bontang,Kalimantan Timur.saya telah bekerja di lembaga
PAUD semenjak tahun 2017, saya memutuskan untuk mengabdi
sebagai guru PAUD berberapa bulan semenjak saya lulus SMA pada
tahun 2017.
Awalnya saya merasa sulit sekali menjadi seorang pengajar sekaligus pengasuh bagi
anak-anak di masa awal saya bekerja di tambah lagi jarak rumah dan lembaga yang cukup
jauh membuat saya semakin berfikir apakah saya harus melanjut kan pekerjaan saya?,tapi
tentu saja dengan semangat juang dan support dari lingkungan sekitar membuat saya
terus semangat menghadapi lika liku yang ada,melihat anak-anak senang dan tertawa tentu
saja membuat diri ini menjadi lebih bersemangat lagi untuk mengajar.Banyak pelajaran
yang saya dapat kan setelah menjadi seorang pendidik salah satunya mengenai anak-anak
yang berada di usia dini,bagaimana cara mengontrol emosi,cara bertutur bahasa yang baik
dan lain-lain.
Tapi dengan kondisi yang sekarang ini dunia sedang di beri ujian oleh Allah SWT
melalui virus covid-19 yang mengharuskan kita semua untuk melaksanakan BDR atau
belajar dari rumah,banyak rintangan yang di hadapi saat melakukan kegiatan belajar
daring saat ini,contoh nya seperti orang tua anak yang tidak bias hadir saat pertemuan
daring dikaeranakan harus bekerja,kemudian kendala internet,gadget yang kurang
memadai untuk melakukan aktivitas daring dll.
Oleh karena itu saya memiliki minat untuk mengikuti kegiatan Bimtek angkatan
II,ini agar dapat semakin teguh dalam menghadapi segala lika liku yang terjadi dimasa
pandemic ini, dan tentu nya semakin menjadi pendidik yang berkualitas,kesan yang
membuat hati tergerak adalah saat salah satu narasumber menyampaikan bahwa kita tidak
perlu melihat berapa banyak kita di bayar sebagai penggerak, tapi lihat lah dan yakin
bahwa bayaran itu akan datang dari Allah SWT sang pencipta dan akan di berikan
berlipat-lipat ganda dan satu lagi yang paling membekas adalah selalu happy dan
tersenyum dalam kondisi apapun.
Kesulitan yang saya alami dalam mengikuti kegiatan ini adalah kendala jaringan yang
terkadang hilang dan tidak memadai di tengah sesi pembelajaran.
Setelah mengikuti kegiatan ini saya berharap saya dapat melakukan pengimbasan
kepada teman-teman PAUD lainnya dengan baik agar ilmu yang saya telah dapat kan dapat
di rasakan juga oleh teman-teman lain yang belum mendapat kesempatan mengikuti
kegiatan ini,serta dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapat dalam lembaga PAUD saya
dan mebuat lembaga PAUD saya semakin berkembang.
PANGGILAN HATI MENJADI GURU PAUD
By Musdalifah, S.Pd Aud
Riwayat karir dimulai sebelum lulusan S1 dengan
menjadi GTT di SD INP.Patulana Kecamatan Topoyo
di Tahun 2005 sebagai Tenaga Administrasi
Perpustakaan. Tahun 2008 menjadi tenaga honorer/
sukarela di RA Perwanida 4 Mamuju.. Pada Tahun
2013 saya diangkat sebagai tenaga kontrak di SMP
Negeri 2 Mamuju sebagai Tenaga Administrasi
Perpustakaan, selanjutnya pada tahun 2015 menjadi guru kelompok bermain Givary
Kecamatan Mamuju dengan jenjang pendidikan S1 PAUD. Selama mengabdi di
PAUD GIVARY anak – anak sering memanggil dengan sebutan bu guru Ifha yang
sebenarnya nama lengkap saya Ibu Musdalifah, S.Pd AUD, lahir di mamuju tanggal
29 Desember 1979. Dulunya semasa kecil ibu ifha bercita-cita kepengen jadi guru.
Alhamdulillah sekarang sudah menjadi guru PAUD , walaupun masih GTT bagiku
sangat luar biasa, Senangnya jadi guru PAUD dan keberkahan untuk keluarga dan
orang disekeliling aku.
PAUD GIVARY yang beralamatkan di BTN Bukit Karema Indah Passokorang Blok
D/08. Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi
Barat. Mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2010 dan layanan yang dibuka mulai
dari usia 2-6 Tahun, dengan jumlah ruang kelas 2 dan jumlah anak 18 orang serta
jumlah pendidik terdiri dari 3 orang guru. Sejak menjadi guru PAUD di Kelompok
bermain Givary kendala yang sering terjadi saat anak bermain dengan temannya
dengan anak lain datang mengganggu dan menghamburkan mainannya, lalu anak yang
lain ada yang ngompol dan menangis minta untuk dibersihkan. Serta orang tua
terkadang terlambat menjemput anak disaat jam pulang,dikarenakan orang tua
tersebut kebanyakan pegawai negeri.
Dengan menjadi seorang guru PAUD kami memiliki pengalaman yang sangt indah
dan menarik seperti memiliki anak sendiri yang cantik dan ganteng,dengan
berbagai macam tingkah laku yang dimiiki anak, keakraban anak terhadap guru
ketika anak diluar bermain dihalaman sekolah dimana kami diajak untuk bermain
Jingklak/ tenteng/bermain tradisional, bermain karet dan sebagainya
Dengan belajar BDR kami sebagai guru, memiliki kendala dalam proses belajar BDR
dimana orang tua siswa sebahagian tidak memiliki HP Android sehingga kami
sangat kesulitan dalam berkomunikasi WA dan ZOOM. orang tua siswa datang
menjemput tugas anak-anak tersebut dan sebahagian lagi kami antarkan langsung
kerumah peserta didik berserta bahan dan alat yang tidak dimiliki dirumah.
Dengan melalui ZOOM dan WA kami bisa melihat secara langsung kegiatan ananda
yang dilakukan dirumah dengan bimbingan orang tua dan keluarga lainnya, mereka
bermain dirumah seperti bermain music dengan menggunakan bahan yang ada
didapur seperti panci, tutup panci, spatula, saji,botol, garpu, dan lain sebagainya.
Melalui informasi PW kami dapatkan tentang Kegiatan BIMTEK BDR yang
diselenggarakan oleh Himpaudi yang didalamnya terdapat 12 buku saku
diantaranya, Pentingnya bermain bagi anak usia dini, Rencana pelaksanaan
pembelajaran, Bermain seni kriya, Bermain bahasa dirumah, Bermain matematika
yang menyenangkan dengan anak dirumah, Penilaian perkembangan anak,bermain
sains, Bermain music dan gerak, Membangun komunikasi positif antara guru PAUD
dengan orang tua murid, Pengasuhan positif, Mengenal dukungan psikologis awal
dan Media daring.
Dengan materi membangun komunikasi positif antara guru PAUD dengan orang tua
murid sangat tergugah hati dan perasaan dikarenakan materi yang kami dapatkan
sesuai yang kami alami di lembaga PAUD, Bermain music dan gerak dengan
menggunakan alat dan bahan yang dirumah itupun sesuai apa kami alami, Bermain
sain dengan membuat play dough dan Bermain bahasa dirumah dengan melalui
bermain peran makro maupun mikro..
Dalam pelaksanaan kegiatan BIMTEK ini kami mengalami kendala utamanya
jaringan yang kami gunakan adalah Paket Telkomsel yang lambat loding, sehingga
dalam ruang zoom jaringan terkadang hilang.
Melalui kegiatan BIMTEK BDR apa yang disampaikan oleh pamateri tentang 12
buku saku sangat menarik untuk disampaikan keteman guru PAUD yang ada
diwilayah kami untuk dijadikan pembelajaran lewat program BDR.
Sebelum mengakhiri ceritaku Izinkan aku untuk berpantun
Banyak bergantung buah markisa
Dibuatkan jus sesudah makan
Mendidik anak usia dini janganlah resah
Insyah Allah akan sukses dimasa depan
Assalamualikumwarahmatullahibarakatuh …………
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Neneng I Musa A.Ma
Nama saya “Neneng I Musa A.Ma”, Saya guru PAUD
AL-ISHLAH di gorontalo. Biasa dipanggil ibu nhenk.
Lahir di Balikpapan 11 oktober 1983 karna kedua orang
tua saya berasal dari dua tempat berbeda, ibu saya
asli gorontalo dan bapak berasal dari Kalimantan
timur(Balikpapan.) Umur 3thn saya dan keluarga
menjenguk nenek di gorontalo. rasa rindu nenek
mengharuskan saya untuk ditahan menetap tinggal
digorontalo sampai dengan sekarang. Saya dan kluarga hidup terpisah, ibu bapak
dan adik-adik di Balikpapan dan saya berada disini bersama nenek. Karna sekolah
dasar(SD) mengharuskan umur 6Thn dan saya pun saat itu baru berumur 5thn
tempat tanggal dan tahun lahir saya diganti menjadi Gorontalo 15 Mei 1982, dan
tanggal lahir ini yang ada di ktp, ijazah dari SD-Kuliah.
Awal saya bekerja di PAUD AL_ISHLAH sejak tahun 2011 walaupun
sebelumnya pernah mengajar disekolah PAUD umum selama 5thn. Saya selalu
berharap menjadi guru yang terbaik bagi anak didik dan tunas bangsa dan Negara.
14 Thn sudah pengalaman menjadi guru Paud dari PAUD umum sampai akhirnya
saya mengabdikan di PAUD PPIT AL_ISHLAH yang lebih memprioritaskn
membangun akhlaktul qorimah dengan berpondasikan karakter islam unggul dan
berakhlak.
Karna adanya imbas dari pandemi ini sekolah kami mengalami penurunan
drastis dari jumlah anak didik 60 terdiri dari 3 kelas menjadi dua kelas saja
dengan jumlah anak 17orang dengan kelompok usia 3-4thn. 1 juli 2020 genap 9thn
saya dilembaga pusat paud islam terpadu (ppit) Al-ishlah, suka duka saya
menantang, mendorong diri untuk maju, saya pasti bisa karna ada ALLAH yang
senantiasa membersamai dalam setiap langkah, Doa adalah kunci dari kekuatan kita
dengan memperbaiki niat semata- mata karna lillah.
Selain menjadi guru saya diamanahkan Allah sebagi seorang ibu dari 3
putra putri, anak no 2 dan no 3 masih kecil dengan jarak setahun. Yang putri
berumur 2 thn dan sikecil berumur 1 thn. S3mpat ada rasa ingin menyerah karna
dalam membagi waktu untuk sekolah dan rumah, sebelum pandemic semua baik-baik
saja tapi sejak pandemic urusan sekolah harus dibawa kerumah, baru pegang Hp
untuk video call anak didik eh yang no 2 nangis minta hp, mana yang ade ikut-ikutan
nangis , jadilah nangis jamaah. Sesaat ada emosi dan kekesalan oalah iman saya lagi
di uji, pengen marah ngga ada gunanya, sabar..sabar sambil beristigfar minta
diberi kesabaran dan kemudahan.
Keputusan Kepala sekolah yang mengikut sertakan kami ber4 guru
PAUD{KB} adalah kebahagiaan karna bisa terpilih dan berkesempatan mendapat
ilmu apalagi dalam menghadapi kondisi sekarang, anak-anak pada bosan belajar,
lebih focus dan tertarik pada HP, lebih pemalu, tidak mandiri, lebih banyak
bergadang tidur dan bangun pagi sampai jam 10 dan terlebih lagi orang tua semakin
bosan merasa sekolah tidak ada gunanya sampai bilang berhenti sekolah saja.
Semoga ilmu yang kami dapatkan dengan mengikuti BDR tahap 2 ini bisa
menjadi bekal menuntun kami untuk mnjadi yang terbaik dan bias berbagi dan
menerapkan keteman sesama PAUD. Terimakasih untuk para narasumber dan
panitia, inspirasi dan inovatif selalu menjadi penguat dan penyemangat kami…Salam
Himpaudi Jaya….
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Widi Sulistiyowati, S.Pd
Perkenalkan nama saya Widi dari Banjarbaru
Kalimantan Selatan , keseharian saya sebagai
Pengelola PAUD Citra Indonesia
PAUD Citra Indonesia berdiri tanggal 22
Oktober 2013 , 7 tahun yang lalu , beralamt di
Jalan Beringin No 8 Banjarbaru , saat ini
mempunyai murid 115 anak dan 25 guru dengan 3
layanan yaitu TK , KB dan TPA
Di masa pandemi ini kami melaksanakan BDR sesuai dengan instruksi Dinas
Pendidikan , berbagai cara kami lakukan untuk menyesuaikan diri dengan BDR ini
karena BDR adalah hal baaru bagi kami dan tentunya bagi teman – teman semua ,
tapi kita tetap harus semangat menjalanin
Langkah – langkah yang kami ambil saat BDR ini adalah :
1. Tahap Persiapan : Yayasan , Pengelola dan guru – guru berkoordinasi
menyusun panduan BDR untuk anak dan orang tua murid , kemudian
mengundang orang tua murid ke sekolah untuk kegiatan sosialisasi BDR
berikut penjelasan yang terkait dengan BDR
2. Tahap Pelaksanaan : Semua wali kelas membuat WAG untuk sarana
komunikasi guru dan orang tua murid . Guru memberikan penjelasan terkait
panduan BDR untuk orang tua , Menyapa anak via Zoom Meeting di awal
ajaran baru selanjutnya berkomunikasi dengan anak via video call . Dalam
pelaksanaan BDR ini kami memberi kebebasan waktu kepada orang tua untuk
pelaksanaannya , dalam artian boleh dilakukan seperti saat jam sekolah
boleh juga mengikuti saat anak mood ataupun boleh juga saat orang tua
sudah tidak sibuk dan mempunyai waktu untuk mendampingi belajar anak ,
apalagi untuk orang tua bekerja kami beri kebebasan seluas – luasnya , jadi
boleh dilakukan sepanjang hari dari pagi sampai malam , karena yang
terpenting anak belajar dan bermain bersama orang tua di rumah ,dan orang
tua selalu membersamai , membimbing dan mendampingi anak saat
berkegiatan itu yang paling penting menurut kami . Panduan kegiatan yang
dibuat oleh guru boleh dijalankan sesuai panduan , boleh juga tidak
dijalankan sesuai panduan , tergantung mood anak . Untuk alat main dan
media belajar anak , kami sarankan kepada orang tua agar menggunakan alat
– alat yang ada di sekitar lingkungan rumah , tujuannya agar orang tua
mudah mendapatkannya dan terjangkau tanpa perlu mengeluarkan biaya ,
karena apapun dapat dijadikan alat main , yang terpenting orang tua dapat
mengedukasi anak di setiap kegiatan yang dilakukan bersama anak .Setiap
hari orang tua murid diminta mengirim dokumentasi kegiatan BDR melalui
foto atau video atau rekaman voice note atau cerita orang tua ataupun
cerita anak kepada guru sebagai bahan penilaian ketercapaian 6 aspek
perkembangan . jadi , Kerjasama orang tua murid , guru dan anak sangatlah
penting untuk terlaksananya BDR ini .
3. Tahap Penilaian : Melalui kiriman dokumentasi orang tua kepada guru , guru
melaksanakan penilaian ketercapaian 6 aspek perkembangan yang dilakukan
secara harian , mingguan dan bulanan
Demikian langkah – langkah BDR yang kami lakukan , tentunya tidak selalu
berjalan mulus , ada kendala dan permasalahan yang menyertainya
Adapun kendala selama pelaksanaan BDR :
1. Kurang bisanya guru berkomunikasi yang baik dengan orang tua murid
sehingga terjadi salah paham dalam hal melakukan kegiatan BDR
2. Ada orang tua murid yang tidak komunikatif melaksanakan BDR sehingga
anak tidak tercatat melaksanakan BDR contohnya orang tua tidak mengirim
dokumentasi kegiatan sehingga guru kesulitan dalam melaksanakan penilaian
Solusi yang kami lakukan dengan permasalahan BDR tersebut :
1. Belajar berkomunikasi antar sesame guru , membaca buku saku BDR dan
melatih diri membiasakan berkomunikasi yang efektif
2. Mengajak orang tua berdiskusi apa kendala BDR sehingga tidak melakukan
kegiatan BDR sebagaimana yang guru anjurkan , sehingga sekolah tahu apa
kendalanya dan bagaimana kami memberikan solusinya
Demikian cerita BDR yang kami laksanakan di sekolah
Alhamdulillah saya diikutkan sebagai peserta Bintek BDR HIMPAUDI ini
karena saya akan dapat banyak memperoleh ilmu pengetahuan sebagai bekal
BDR kami . Saya direkomendasikan Ketua PW HIMPAUDI Kalimantan
Selatan ( Bunda Adau ) untuk mengikuti Bintek BDR ini . Kemarin setelah
mengikuti Pembekalan Bintek BDR saya senang sekali karena bakal mendapat
ilmu pengetahuan tentang BDR terutama Komunikasi Positif yang mana
menurut saya Komunikasi adalah tonggak suksesnya BDR ini , karena melalui
komunikasi yang baik semua akan mudah dan lancar .Untuk itu saya bakal
mengikuti dan menyimak Bintek BDR ini dengan sungguh – sungguh dan saya
akan menyampaikan ilmu yang saya dapat kepada guru – guru di sekolah dan
teman – teman guru PAUD lain yang memerlukan . Harapan saya disamping
saya mendapatkan materi Bintek BDR ini saya juga akan mendapat contoh
praktik baik pelaksanaan BDR .
Terimakasih PP HIMPAUDI yang sudah menyelenggarakan Bintek
BDR ini , semoga Panitia dan Narasumber selalu sehat .
HIMPAUDI JAYA
Banjarbaru , 17 September 2020
SWEET MEMORIES
By : Supiyanti, S.Pd
Pangilan akrabnya adalah Bu Sofia, bergelut di
Pendidikan Anak Usia Dini sejak tahun 2006. Sofia lahir
di desa Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo,
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tanggal 04 Juli
1973. Semboyan kata yang terkesan “Puncak dari
sebuah pendidikan adalah cinta dan kasih sayang”
Asalamualaikum Wr Wb
Salam kenal, cinta dan sayang dari tanah kumpulan suku dan budaya Tanah Bumbu
Kalimantan Selatan.
Puji syukur kepada Tuhan atas limpahan berkah dan rahmad Nya sehingga
saya berkesempatan mencurahkan sedikit pengalaman yang mengesankan dan
sangat berharga bagi saya pribadi. Semula dunia Pendidikan Anak Usia Dini sangat
awam bagi saya dan ada sedikit penyesalan setelah mengetahui betapa pentingnya
stimulasi anak usia dini, karena apa menyesal? Karena saya mengetahui itu setelah
saya mempunyai dua orang putri. Andai kata saya mengetahui sebelumnya mungkin
kesalahan menstimulasi kedua putri saya bisa diminimalisir. Tapi saya bersyukur
diberi kesempatan mengetahui betapa pentingnnya stimulasi AUD sehingga saya
bisa meminta maaf dan memperbaiki pola asuh dan bersabar diri dan Alhamdulillah
mereka berdua tumbuh dengan kasih sayang dan bahkan membuat banyak orang
bertanya bagaimana cara mengasuhnya hingga tumbuh dan berkembang seperrti
itu. Alhasil kami berbagi pengalaman pada mereka para bunda dan ayah yang sering
sharing sekitar pola asuh anak.
Pendidikan Anak Usia Dini pertama saya mengikuti pelatihan pada awal
tahun 2006 di bawah naungan PKK Provinsi Kalsel. Dari situ kami membentuk
kepengurusan mendirikan PAUD KB Kasih Ibu Desa Sukadamai, Kecamatan
Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu awal dipertengahan tahun 2006 melalui Pos
PAUD yang berintegrasi dengan Posyandu yang merupakan pertama kali berdiri Pos
PAUD di Tanah Bumbu, yang baru lahir pemekaran kota dari Kabupaten Kota Baru.
Sampai bisa mandiri membentuk Kelompok Bermain dengan fasilitas yang minim
seadanya, gedung pinjam punya TK (setelah TK pulang baru masuk) kemudian
pindah pinjam gedung PKK hinga tahun 2010 punya gedung baru satu ruang ukuran
56 M2 sampai sekarang. Jumlah peserta didik dari tahun ke tahun turun naik.
Mengapa demikian? Mungkin karena tidak banyak yang mengetahui tentang
pentingnya PAUD atau sering dengar satu tahun saja di PAUD TK. Dengan alasan
dan latar belakang beragam mulai dari waktu dan benturan ekonomi. Sering kami
mengadakan parenting, program ini disambut sangat baik dan diikuti rutin, sharing
tentang pengalaman dan keluh kesah para bunda dan kamipun sering dihadiri dan
mengundang dari dinas kesehatan untuk mengisi materi. Di tahun ini 2020 jumlah
peserta didik menurun banyak yakni hanya 26 peserta didik. Factor penyebabnya
bertambah yakni covid 19.
Diawal tahun pelajaran baru pertengahan bulan Juli 2020, kami mengundang
bunda peserta didik untuk membahas rencana kegiatan pembelajaran berdasar
intruksi Dinas Pendidikan Daerah dan Pusat. Diambillah putusan bersama kegiatan
pembelajaran dilaksanakan pada tempat dan ruang yang luas dengan mematuhi dan
memakai protocol kesehatan, alhasil dua hari berjalan kami mendapat teguran dari
dari Dinas untuk tidak bersinggungan lansung dengan anak didik. Kemudian kami
ambil kebijakan bersama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di rumah masing-
masing peserta didik, dengan mengambil ragam kegiatan seminggu sekali di sekolah
dan mengumpulkan hasil karya anak beserta keterangan kegiatan, foto dan video
kegiatan, pada hari yang sama diberikan pembekalan materi kegiatan pada para
bunda. Jika belum jelas tentang ragam main maka dijelaskan melalui rekaman
suara, atau video yang diunggah melalui WA group. Tapi banyak juga yang mengeluh
putra putrinya tidak mau belajar bersama bundanya, HP tidak bisa merekam
kegiatan, tidak bisa membuka video dan foto (entah HP atau jaringan kendalanya)
anak tidak mau dividio atau difoto, dan lain-lain keluhan para bunda, dan akhirnya
kami melakukan kunjungan ke rumah peserta didik secara bergantian bergilir
mengobati rasa kangen, bahagia mereka dikunjungi dan kamipun senang disambut
dengan hangat. Kehujanan, kepanasan bersepeda pulang demam flu karena cuaca
tak menentu itu yang dirasakan kami para guru pendidik.
Saya dengar tentang pelatihan atau Bimtek BDR, cuma informasi itu
simpang siur tidak jelas bagaimana materi dan pelaksanaan BDR yang benar.
Karena berdasar informasi yang tidak jelas itu kami laksanakan proses
pembelajaran alhasil kami dapat teguran. Saya memperoleh info tentang Bimtek
BDR dari Ketua PD Himpaudi Kabupaten Tanah Bumbu, Bunda Yanes Trimuryati,
S.Pd. Semula saya ragu dan tidak mau karena Bimtek memerlukan waktu yang
panjang, terkadang terkendala jaringan juga dan pasti ada tugas dan tanggung
jawab yang besar nanti yang serta merta mengiringinya. Dengan bujuk rayu bunda
Ketua PD, akhirnya saya mau. Sempat tidak semangat ketika mengisi link
pendaftaran karena mengisi dan mengunggah foto gagal terus dan harus mengulang
lagi lima kali dari awal karena link tiba-tiba hilang.
Membuka zoom meeting sempat terkendala pada laptop yang biasa saya
pakai beberapa waktu, sempat meminta bantuan putri saya yang di Bandung melalui
video call, akhirnya saya buka melalui HP sampai pengisian pre test. Kemudian
ananda Riqi datang membantu membuka zoom meeting melalui laptop yang baru,
kurang lebih satu jam setengah proses itu baru bisa. Alhamdulillah bisa mengikuti
di laptop melalui hotspot HP yang ditaruh di atas pintu supaya jaringan stabil.
Mudahan hari selanjutnya bisa lancar mengikuti. Setelah mengikuti pembukaan dan
pembekalan materi kemarin dari nara sumber yang luar biasa hebat, spirit dan
motivasi dari Bundo Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, MSi, saya penasaran ingin tahu
keseruan kelanjutanya seperti apa. Spikologi anak, ragam main yang bagaimana,
dan cara menggugah hati orang tua peserta didik seperti apa itu yang membuat
saya ingin tahu dan mengikuti Bimtek BDR ini.
Terkendala jaringan karena cuaca tak menentu, listrik tiba-tiba padam dan
kuota habis itu adalah kesulitan dan tantangan mengikuti Bimtek BDR ini. Dan
kalau ada tugas mengunggahnya itu yang agak sulit lagi-lagi jaringan. Jadi mohon
bersabar untuk panitia Bimtek BDR PP Himpaudi, kami mohon dukungan motivasi
dan spirit, karena wilayah, cuaca dan jaringan yang terkadang tidak mendukung.
Walau lambat pengiriman mohon tetap diterima.
Dan insaallah setelah mengikuti Bimtek BDR ini saya akan tularkan,
sampaikan, imbaskan, berbagi ilmu semampu saya pada rekan guru dan pendidik di
wilayah kerja kami di lingkup Kecamatan Mantewe dan rekan di jajaran PD
Himpaudi Tanah Bumbu. Mudahan Allah memberkahi disetiap langkah kami aamiin.
Demikian goresan hati saya, berlaksa terimakasih pada panitia Bimtek BDR
PP Himpaudi “semangat juangmu menggugah hatiku”. Dan kepada Bundo Prof.
Dr. Ir. Netti Herawati, MSi sosok figure yang saya teladani yang memberi
spirit dan motivasi….”Banget maturnembahnuwun…..Rahayu selalu Bondo”.
Wasallamualaikum Wr Wb.
“GOD BLESS ON ME”
TITIK TERANG PERJALANANKU
By : Heriyanti
Alhamdulilah saya adalah seorang pendidik PAUD saya
sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya
bangga mengabdikan diri saya untuk mendidik anak usia
dini itu sudah tertanam dalam jiwa dan diri saya.. Secara
tidak langsung aku ikut mengorbankan apa-apa yang aku
punya untuk mendidik anak-anak bangsa aku bangga
menjadi seorang pendidik PAUD. Dalam mendidik anak-
anak usia dini begitu banyak tantangan dan hambatan yang saya rasakan. Akan
tetapi saya semangat dan selalu semangat tetap bersabar sampai saat ini. Saya
sangat senang dan bahagia menjadi seorang pendidik PAUD. Dan menjalankan
aktivitas-aktivitas sebagai seorang pendidik. Alhamdulilah 4 tahun sudah saya
menjadi pendidik PAUD saya sangat merasa bangga dan bahagia bisa mengabdikan
diri untuk mendidik anak-anak bangsa. Walaupun sekolah kami d kolom rumah
,berjalan kaki ke sekolah dan siswa kami Cuma 24 orang kami tetap semangat. Aku
bangga melakukan itu karena pengabdian yang aku lakukan untuk bangsa dan
negaraku.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena
saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri. Saya
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ibu hernawati sebagai kepala
sekolah say, yang selalu membimbing saya untuk selalu bersemangat untuk
mengikuti kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu dalam mendidik anak-anak bangsa.
Saya sangat bersemangat mengikuti jejak kepala sekolah saya. Alhamdulilah saya
sangat merasa senang dan bahagia dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak semua orang
yang dapat kesempatan emas seperti ini terimakasih tak terhingga kepada ibu
hernawati yang sudah mendaftarkan saya dikegiatan ini.
Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia. Alhamdulilah dari soppeng hanya 10 orang yang bisa
mengikuti kegiatan ini. Sesuatu kebahagian yang saya rasakan untuk menambah
ilmu walaupun hanya bertatap muka didunia maya. Akan tetapi saya bisa bertemu
dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan dan pesan yang saya dapatkan dalam
mengikuti BDR ini karena baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini.
Saya sangat merasa bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu
ramah dan hebat dalam memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga
pendidik PAUD yang lain bisa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan.
Mungkin dalam kegiatan ini saya tidk merasakan kesulitan yang berarti saya
merasakan enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini.Alhamdulilah tidak ada
kendala yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada sedikit
kendala waktu akan tetapi saya akan selalu semangat dan tetap semangat.
Alhamdulilah saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini.
Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya
terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman
saya dan orang yang membutuhkan. Sekian terima kasih.
ITU…TU…IBU GURU KACA MATA
By : Nurhidayah, S.Pd AUD
Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh…….
Salam Cinta Anak Usia Dini.
Haaai…!! Bundo Netty dan bunda-bunda semuaa…!!
Perkenalkan nih…nama saya Nurhidayah, saya biasa
dipanggil Ibu Yaya oleh teman-teman guru disekolah
dan teman-teman guru yang lain. Tetapi tau nggak
Bundo….disekolah itu Ananda-anandaku (siswa) di
kelas biasa memanggil aku “ ibu guru kaca mata “, he..he…heee….bukan tanpa sebab
loohh…!! Soalnya di sekolah kami itu cuman saya yang pakai kaca mata, ada juga
sih….satu yang memakai kaca mata tetapi itu Bunda kepala sekolah. nah….beliau
juga biasa dipanggil “Ciggu Besar” walau beliau pakai kaca mata juga, agak besar
juga sih…orangnya…Uppss…jangan bilang-bilang ya…Bundo. Atau barangkali
Ananda-ananda ku di sekolah sering nonton TV serial cerita anak yang dari
Malaysia itu, apalagi kalau bukan Si Upin dan Ipin….., Tau nggak….Bundo, saya
tuuhh…juga suka nonton lohh….so anakku di rumah tiap hari nonton itu-itu
teruuuss….!
Sudah kurang lebih 13 tahun saya mengajar di Satuan PAUD ini,tepatnya tahun
2008 awal, sebelumnya saya mengabdi sebagai guru Kontrak di TK Pertiwi Kab.
Mamuju tahun 2005 awal, yaa.. kurang lebih 3 tahun, sebagai guru kontrak dukanya
pas gaji habis aja…, tetapi Sukanya lebih sering so tiap hari Bersama anak-anak
didik yang lucu walau kadang bikin jengkel tetapi sedikit ji jengkelnya. Tahu nggak
Bundo, aku tuh Bahagia sekali kalau tiba masa penamatan siswa soalnya pasti kita
dibagikan baju seragam gratis tis tis oleh Kepala sekolah Bersama teman-teman
guru senior lainnya, biassalah Bundo sekali setahun punya baju seragam baru tuk
dipakai penamatan sekalian foto-foto perpisahan gituuuh….Tetapiiii…dibalik itu
kami sebenarnya sedih so sebentar lagi Ananda-ananda ku semua akan pergi ke SD.
KB Givary kec.Mamuju berada dilingkungan BTN Bukit Karema Indah Blok D/8
Kelurahan Karema Kec. Mamuju Kab. Mamuju, mulai beroperasi pada tanggal 01 Juli
2010 , layanan yang dibuka usia 3-4 tahun dan telah termasuk layanan Holistik
Integratif Kabupaten mamuju dengan layanan sebagai berikut:
- Pendidikan, 6 kali pertemuan dalam seminggu.
- Kesehatan (Posyandu) 1X1 bulan
- Bina Keluarga Balita 1X1 bulan
- Lembaga keuangan mikro 1X1 bulan
Disatuan PAUD kami (KB Givary) mempunyai murid sebanyak 18 anak yang terdiri
dari 7 anak perempuan dan 11 anak laki-laki, dibagi kedalam 2 kelompok.
Dengan visi misi KB Givary:
Visi : mewujudkan generasi yang sehat,cerdas,berakhlakul karimah dan cinta tanah
air.
Misi :
1. Menyelenggarakan layanan pengembangan holistic integrative untuk
memenuhi kebutuhan esensial anak.
2. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui
pembinaan berkelanjutan.
3. Mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar potensi anak
tumbuh dan berkembang secara optimal.
4. Menanamkan nilai-nilai agama dan budaya local untuk membentuk karakter
sejak dini
5. Membuasakan pola hidup bersih dan sehat
6. Memotivasi rasa ingin tahu anak tentang lingkungannya sebagai wujud cinta
tanah air
7. Menjalin Kerjasama yang baik diantara stake kholder Lembaga.
Dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemic ini dilaksanakan secara daring
dan tantangannya sungguh luar biasa sebab kondisi perekonomian dan pekerjaan
setiap orang tua siswa berbeda-beda, ada yang hanya buruh bangunan, penjual
sayur keliling, petani biasa ada juga yang kantoran (ASN,Non ASN). Sebelum
melakukan daring, kami melakukan pendataan siswa yang mempunyai Ponsel android
dan yang hanya ponsel biasa, bagi yang mempunyai ponsel android maka di undang
ke WA group BDR dan yang hanya ponsel biasa dilakukan dengan menelpon langsung
keorang tua siswa. Namun ada juga kebahagiaan saat pelaksanaan BDR karena kita
di rumah aja Bersama keluarga.
Saya tertarik ikut Bimtek sebenarnya bisa dikatakan hanya ditunjuk saja untuk
ikut karena belum pernah ikut Bimtek sebelumnya, tetapi setelah masuk dan
berbaur dengan semua teman-teman dari berbagai daerah, mendengar dan
mendapat ilmu yang luar biasa dari Bundo dan Bunda-bunda pemateri yang lain
walau hanya sehari pembekalan tetapi waaahhh….sungguh-sungguh saya menyesal
seandainya saya tidak dipilih untuk ikut Bimtek ini.
Saat saya mengikuti pembekalan Bimtek kemarin sungguh berkesan, bagaimana
tidak, pada waktu kita disuruh untuk membuat/mengganti background yang telah
ditentukan, eehhh….laptop yang biasa saya gunakan untuk zoom meeting itu
kameranya tidak berfungsi terpaksa malam-malam sekitar jam 20 wita, saya minta
ke Suami untuk ambil laptop yang biasa dipakai di kantornya, wadduuhh….bisa ribet
jadinya seandainya itu penjaga kantor tempat suami saya bekerja tidak ada
ditempat, sementara laptop saya dibawa ketukang computer untuk diperbaiki.
Yang menggugah hati saya saat Bundo Netty membawa materi pengantar
pembekalan bimtek yang mengatakan bahwa kita sebagai pendidik PAUD harus bisa
ikhlas dalam menjalankan tugas karena janji Allah itu pasti.
Tantangan untuk bisa full mengikuti kegiatan ini ada-ada saja sih… soalnya saya
sebagai ibu rumah tangga yang punya anak kecil dan anak usia SD pasti laah…ada,
entah itu anak mau pipis, mau makan, terus yang kakaknya mau ditemanin kerja
tugas dari sekolahnya, yaaa…. semua dijalanin aja. Kalau masalah jaringan ditempat
saya cukup bagus apalagi sudah pasang wifi.
Setelah saya mengikuti kegiatan Bimtek ini, In Shaa Allah…sudah tentu harus
melakukan pengimbasan ke teman-teman pendidik yang belum pernah mendapat
materi Bimtek, dan materi ini menjadi acuan buat saya pribadi dalam menjalankan
pembelajaran BDR. Semoga kegiatan dan materinya bisa bermamfaat buat semua
dan kita tetap dalam lindungan Allah SWT, tetap sehat walafiat…Aamiin…
Tetap jaga Kesehatan, ingat pakai masker dan jaga jarak jika keluar rumah, cuci
tangan dengan sabun dan air yang mengalir yaaa….. terimakasih
Wasssalamualaikum……
Mamuju, 17 September 2020
By Yaya
“ ibu guru kaca mata “
MIMPI INDAH YANG BURUK
By : Dewi Yulia
Bismillahirrohmanirrohiim…
Besok tanggal merah, Alhamdulillah suara
batin Saya. Entah mengapa terkadang kita
bekerja memiliki titik jenuh dan ingin memiliki
Quality time bersama keluarga. Mungkin ini juga
pernah terpikirkan di benak teman – teman semua.
Dan pada awal januari di Indonesia terdengar
adanya virus berbahaya yaitu Covid – 19. Saya yang orang awalnya berfikir virus
tersebut tidak akan masuk ke Indonesia, namun lambat laun telah masuk covid – 19
ke Indonesia lalu masuk ke kota tetangga. kota tetangga. Pada awalnya
Alhamdulillah virus tersebut tidak masuk ke tempat saya tinggal yaitu kota
bontang, yang terkena diawal bulan maret adalah orang – orang dari kota tetangga
yang dirujuk ke RSUD Bontang. Dan saya berfikir bahwa tempat tinggal kami aman
dan damai jauh dari virus Covid -19. Hingga tibalah waktunya kami diserang oleh
keganasan virus Covid – 19.
Awalnya kami hanya Work From Home selama 2 pekan akibat Covid – 19.
Pada awalnya kami senang dengan Work From Home tersebut yahh walaupun kami
tidak boleh keluar rumah dan tetap dalam ke-hororan Covid – 19. Tanggal merah
yang kami tunggu – tunggu selama ini merupakan mimpi indah yang buruk dengan
wujud kesedihan, ketakutan, dan keterpurukan. Bagaimana tidak, kami sangat
jenuh selama dirumah dahn dibayangin dengan ketakutan akan Covid – 19. Kami
rindu dengan anak – anak kami, kami ingin sekali memeluk mereka, mencium kepala
mereka, kami ingin bermain dengan anak – anak kami… Tapi itu semua sudah tinggal
kenangan. Sebagian anak kami sudah pindah, tanpa pamitan karena libur selama
Covid – 19 sekolah tercinta kami ditutup. Kami yang dulu menginginkan tanggal
merah, kami yang dulu kegirangan saat adanya tangggal merah sekarang kami
sudah tidak merindukannya lagi. Yang kami inginkan adalah kembali hidup normal
bersama anak kami, kami ingin bebas seperti dahulu.
Entah apa yang terjdi dengan dunia ini, namun setelah adanya Covid – 19
kami banyak belajar bahwa mengajar anak – anak PAUD adalah jalan hidup kami.
Selama kami melakukan BDR anak – anak menjadi tumbuh besar dan berkembang
bersama orang tuanya, kami tidak bisa selalu memantau perkembangan anak kami.
Dahulu yang jika kami pantau anak – anak secara langsung sekarang, kami hanya
bisa memantau via online dan Video Call saja. Mereka rindu sekolah dan kami rindu
mereka. Kami juga kehilangan anak kami yang tel;ah lebih dahulu dipanggil Allah
SWT. Betapa sakitnya kami yang hanya seorang guru kehilangan anak kami
begitupun dengan orang tuanya. Semoga kelak di akhirat kita bertemu lagi sayang.
TPA Baiturrahman itulah sekolah tercinta kami dengan 6 guru, 3 kelas
terdiri dari kelas bayi, batita, dan balita dengan jumlah pesertadidik 57 anak.
Kami banyak belajar cara mengasuh anak didik kami dan mendidik anak kami.
Sekolah kami didirikan pada bulan Juli 2013 lalu, sekolah kami bertempat tinggal
di Jalan Tulip PC VI No. 1 PKT Bontang, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang
Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Sekolah kami awalnya berdiri dari TPQ lalu
lambat laun bertambah menjadi kelas KB, kemudian TK Alam dan SD Alam
Baiturrahman. Karena banyaknya wali murid yang membutuhkan TPA sebagai taman
pengaushan anak, maka kami buka level lain yaitu TPA Baiturrahman dengan Moto
kami yaitu “Mengasuh dengan Cinta”.
Kami tertarik mengikuti BIMTEK karena merasa selama wfh ilmu yang
didapat berkurang dan harus diasah lagi serta refresh pemikiran selama Work
From Home, untuk penggugah hati kami salah satunyaadalah para pengurus
Himpaudi tidak henti - hentinya memperjuangkan kami sebagai pendidik dan
memberikan motivasi untuk mengajarkan anak diusia keemasan. Untuk mengikuti
kegiatan BIMTEK daring ini kami merasa lelah mata karena harus melihat kelayar
terus namun, saat belajar kami tetap semangat dan membuat pikiran kami refresh
kembali, sehingga kami menjadi sangat rindu dengan anak – anak kami.
Covid – 19 entah kapan engkau akan hilang, kami rindu sekolah kami dan
rindu bertemu dengan rekan – rekan guru serta anak – anak kami. Pandemi ini harus
segera berakhir agar semua bahagia dan diberikan yang terbaik dari Allah SWT.
Teruntuk pahlawan Covid 19 beserta rekan – rekan guru semua Walaupun kerugian
marerial dan immaterial tak terhitung jumlahnya, walaupun telah banyak korban
Covid – 19 ini. Tetaplah bersabar dan berharap yang terbaik pada Allah SWT,
karena Dia pasti memberikan hikmah disetiap cobaan Covid – 19. Teruntuk anak –
anak kami semua, semoga tetap dalam keadaan sehat dan dkeluarga dilindungi
Allah SWT. serta kelak menjadi anak yang Sholih / Sholihah dan membanggakan
bagi Orang tua dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar serta orang lain. Aamiin
Yaa Robbal ‘Alamiiin…. (^人^)
Suka Duka menjadi Pendidik Paud
By : Widi Purnamawati, S. Pd.
Yang tersayang Bundo Netti…
Perkenalkan nama saya Widi Purnamawati biasa temen-
teman panggil saya widi. Sebelumnya saya menjadi ibu
rumah tangga. Awal mula saya jadi guru paud karna
ditawarin mau mendirikan paud dari tahun 2014.
Ditahun ini lah saya berminat ingin menjadi guru paud
ketika saya mendirikan kelompok bermain didesa
kartika bhakti desa yang sangat kecil pada waktu itu,
karean itu saya ingin mendirikan sekolah paud karena betapa pentingnya pendidikan paud.
kami waktu kami pun mulai membuka paud dan alhamdulillah banyak yang berminatdan saya
menerima anak didik 20 peserta didik dengan guru 2 orang . pada saat itu kami belum
mempunyai ruangan sekolah atau gedung sekolah kami waktu itu meminjam balai desa
untuk tempat kami belajar. Pada saat balai terpakai kegiatan desa kami memindahkan diri
ketempat lain yaitu bangunan kosong tempat puskesdes. Tapi kami tidak sedikit pun
merasa putus asa saya sellu semngat untuk mengajari anak didik kami selama 1 tahun
dalam kondisi seperti itu dan masalah honor saja kami dibayar dengan nominal 200 dari
sekolah dan dari pemerintah desa sebesar 100 itu pun dibayar 6 bulan sekali kalau dari
sekolah dibayar pada saat BOP cair baru kami dibayar dan saya juga tidak berifikir besar
kecilnya honor saya yang penting niat saya begitu tulus untuk mendidik anak usia dini dan
bagai mana caranya saya bisa mendidik anak-anak usia dini dengan baik .
Tahun demi tahun saya lewati ketika tahun 2015 sekolah kami didukung oleh
pemerintah desa dengan baik dan kami pun dibuatkan gedung sekolah yang cukup lumayan
besar dan kami mengucapkan alhamdulillah….
Disitulah saya berfikir mulai lah belajar bagaimana menjadi seorang guru
Berjalannya waktu saya mengajar disitu saya sudah mulai terbiasa nih dengan tingkah laku
satu persatu murid saya. Saya juga mulai terbiasa membaca karakter anak melihat sifat
dan sikap anak pokoknya mah mempelajari tentang anak saya suka.
Cerita yang tidak saya bisa lupakan Yang terjadi akhirnya waktu pengambilan rapot untuk
pertama kalinya saya harus memberitahukan perkembangan anak didik saya ke orang tua
mereka disitu saya merasa dek dekan, gemetaran karena saya ngak tau harus ngomong apa
karena pada saat itu saya belum belajar untuk iyu ya udahlah sampai waktunya saya harus
membagikan dan ngasih tau perkembangan anaknya. Dengan saya dan saya orang tua murid
pun memakluminya karna saya memang belum banyak pengalamn saya begitulah awal cerita
saya mengajar. Sekarang musibah terjadi dimana-mana seperti covid 19 ini yang
menghapiri seluruh dunia dimana anak-anak tidak bisa bersekolah bertatap muka disekolah
karena itu saya sebagai guru merasa rindu sekali kepada anak didik saya yang lucu-lucu
dan yang pintar-pintar.sudah 7 bulan kita belajar melalui zoom dan belajar melalui BDR.
Tahukah kalian dalam hati ibu ada rasa kangen kepada kalian kapan kita bisa
belajar disekolah bertatap muka ?
Rasa kangen seorang guru kepada muridnya kunci keberhasilan jadi guru paud kunci
utamanya dalah sabar.
Hari demi hari saya lalui ketika cahaya bersinar menembus celah-celah kecil jendela
udarasejuk menyentuh hingga ke raga hembusan angin terdengar mendesis berirama
Bagai pagi serentak merekah merona ketika mendengar suara angin saya merenung diri
ketika itu pada saat diberikan tugas dari ketua himpaudi kabupaten seruyan untuk
mengikuti bimtek BDR ini padahal pengalamn saya belum begitu jauh saya berkata dalam
hari kecil saya apa yang saya lakukan akankan saya mengikuti bimtek ini sayapun merasa
bimbang dan keesokan hari saya pergi kesekolah dan saya bercerita kepada teman-teman
saya sesama pendidik yang lain bahwa saya diperintahkan untuk mengikuti bimtek BDR ini .
lalu apa yang mereka katakan kepada saya bahwa saya haarus ikut dalam kesempatan
seperti ini gak ada lagi kta mereka ini peluang bagus untuk saya untuk menambag
pengetahuan dan ilmu yang didapat pada saat bimyek nanti, hari demi hari saya perpikir
bener juga kata mereka dan akhirnya saya sudah sampai mengikuti bimtek pada hari kamis
16 2020 Alhamduilah berjalan dengan lancar dan saya jumapa dengan nara sumber yang
hebat-hebat semua mudah mudahan 5 hari kedepan saya bisa mengikuti tidak ada ssuatu
kendala diberi kelancaran, kesehatan dan yang paling utama mendapatka pengetahuan
tentangpembelajaran bdr dan dan ilmu yang bermanaat dan saya bisa mengembangkan
dilembaga saya dan keguru-guru yang lain terimakasih.
SURAT CINTAKU DI MASA PANDEMI
By : Indah Imeldawati, S.Pd,M.Pd
Ceritaku sebagai pendidik diawali pada tahun
1998, pada saat Indonesia mengalami krisis
ekonomi. Untuk membantu perekonomian keluarga
yang terpuruk, maka atas ajakan seorang teman ,
aku mengambil lisensi SEMPOA di Denpasar. Saat
itu aku masih bertempat tinggal di Singaraja,
Buleleng. Setelah belajar dan mendapatkan
sertifikat, maka aku memulainya dengan membuka
kursus Sempoa . Tak disangka, kursusku maju dengan cukup pesat dan ternyata
aku juga mencintai dunia baruku. Bertemu dengan anak – anak itu memberiku
tambahan energi dan semangat hidup. 3 tahun kemudian aku pindah di Denpasar
dan tetap melanjutkan kursus Sempoaku, Rasa cintaku dengan anak – anak pulalah
yang menuntunku untuk melanjutkan kuliah kembali sampai di S2 dan bergabung
dengan PAUD Multi – Q. Tidak sampai di situ saja langkah hidupku, 6 tahun yang
lalupun aku mengambil kembali S! Paud agar aku bisa lebih mendalami dan
mengetahui ilmu2 pendidikan tentang anak usia dini pada khususnya.
Kehidupanku sebagai guru Paud tidak selamanya berjalan mulus. Ada juga
penghalang , entah rasa malas,bosan ataupun ketidakcocokan dengan teman guru
dan juga orang tua murid. Tapi setiap melihat kepolosan anak – anak yang belum
mengenal rasa benci di hatinya membuat hatiku selalu luluh dan bertekad untuk
selalu komitmen dengan pilihan hidupku yang telah kupilih.
Rasa nyaman mulai terusik ketika pandemi Corona muncul. Anak – anak tidak
dapat sekolah seperti biasanya dan harus menggantinya dengan pembelajaran
daring. Pontang pantinglah aku jadinya…. Ini betul betul kondisi yang tidak pernah
kupikirkan….. Apalagi waktu Tahun Ajaran Baru, tidak banyak orang tua yang
menyekolahkan anak anakmya di KELOMPOK BERMAIN. Bisa dimengerti juga,
karena tuntutan perut akan lebih di prioritaskan daripada menyekolahkan anaknya
dengan konsekwensi harus membayar SPP setiap bulannya, sedangkan orang tua
masih harus mendampingi anaknya pada waktu pembelajaran di rumah.
Apakah kondisi ini membuatku menjadi mundur teratur dan merasa telah salah
memilih panggilan hidupku? TIDAK….. Aku tetap mencintai panggilan hidupku
sebagai pendidik. Di dalam hatiku selalu ada rasa cinta yang meluap untuk mendidik
anak anak. Apakah kondisi seperti ini membuatku menyalahkan keadaan ataupun
TUHAN? TIDAK…… Kondisi ini malah membuatku tertantang tapi sekaligus
bersyukur. Di saat usiaku yang tidak muda lagi, aku dihadapkan pada kondisi yang
mengharuskanku untuk berpikir,belajar dan berinovasi. Ternyata, aku masih diberi
waktu dan kesempatan untuk mengembangkan talenta yang ada di dalam diriku.
Inilah sedikit pengalamanku sebagai pendidik di masa pandemi. Semoga dengan
mengikuti Bimtek Angkatan 2 BDR ini, aku bisa lebih banyak belajar dari para
narasumber yang lebih senior dariku dan yang hebat hebat pula tentunya. Semoga
apa yang kudapatkan di BIMTEK ini, dapat membekaliku menjadi seorang pendidik
yang lebih berkualitas .
KERINDUAN YANG MENDALAM
By : Nurhaedah Kasbar S.Pd AUD
Nama saya Nurhaedah Kasbar. Saya adalah
alumni Universitas Terbuka jurusan PG Paud, yang
ada di Kabupaten Sinjai,Sulawesi Selatan, saat itulah
perjalanan menjadi guru paud dimulai. Saya seorang
guru paud di salah satu KB di desaku ini, sejak 2006
sampai sekarang, terhitung kurang lebih 14 tahun
saya menjadi guru paud. Nama instansinya adalah
Kelompok Bermain Vanili, letaknya tidak jauh dari
tempat tiggal saya bisa dikatakan hanya 5 langkah dari rumah. Meskipun demikian,
kesulitan masih tetap ada yaitu saya sangat sulit dalam hal bernyanyi namun saya
masih terus berusaha memberikan yang terbaik kepada murid-murid saya karena
itu merupakan tanggung jawab seorang guru. Disisi lain saya juga senang bisa
berbagi ilmu dan bermanfaat kepada murid-murid, lebih dekat dengan anak-anak
dan banyak mempelajari tentang watak setiap anak.
Berbicara tentang BDR tentunya sangat meresahkan bagi saya karena harus
menggunakan teknologi yang sejujurnya saya tidak mahir dalam hal itu. Disisi lain
kondisi jaringan di wilayah saya bisa dibilang sangat buruk, untuk mencapainya
harus berjuang dan melalui banyak tantangan dan rintangan. Jaringan yang baik
bisa ditemukan di kebun belakang rumah saya bisa dibilang kebun yang kehutan-
hutanan karena sungguh dipenuhi dengan pepohonan yang rindang, dan terdapat
banyak hewan yang menakutkan bagi saya seperti ular, babi dan yang lainnya.
Bukannya stay at home karena pandemik covid-19 ini, tapi malah lebih ke arah
menjelajah keluar rumah tepatnya di hutan, seperti halnya acara yang ada di TV
My trip my andventure. Sejak saat itu kerinduan yang mendalam akan jaringan
pun ada. Tapi ada juga sisi kebahagiaan atau manfaatnya bagi saya, karena dengan
demikian saya bisa belajar banyak dalam menggunakan teknologi seperti lebih
lincah mengotak-atik isi HP android yang saya miliki.
Saya tertarik mengikuti Bimtek BDR ini karena saya sama sekali haus akan
ilmu mengenai BDR ini. Dan kesan pertama saya saat mengikuti pembukaan Bimtek
pada 16 september 2020 adalah, semua nasumber sangat professional dalam
berbahasa. saya tertarik dengan bahasa yang dikeluarkannya seperti me-mix
bahasa inggris juga. Kendala saya dalam mengikuti Bimtek ini tidak lain adalah
persoalan buruknya jaringan dan membeli kuota 2x lipat. Itulah yang menyebabkan
saya selalu merindukan jaringan yang bagus. Progress saya setelah mengikuti
kegiatan ini adalah mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan dan membaginya
kepada yang lain.
BENIH CINTA KASIH TUMBUH PADA SAAT BIMTEK
By : Kamarudin
Berawal dari rasa cinta dan sayang terhadap anak terurama pada
anak kecil saya bersama sang istri mempunyai keinginan untuk
membuka pendidikan khususnya penitipan anak (TPA) entah ide
itu berasal dari mana kemudian sang istri mencoba mendaftar di
PRIMAMULYA di Tarakan. Primamulya adalah tempat (wadah)
pelatihan menimbah ilmu Pendidikan Anak Usia Dini selama 4
(empat) bulan, setelah lulus kemudian magang selama 3 bulan di
TK ABA 1 (Tarakan). Proses perjuangan kembali melanjutkan
hijrah ke daerah KTT (Kab.Tana Tidung) Kalimantan Utara Melamar menjadi guru di TKAI
AL KHAIRAT. Dua tahun mengabdi (mengajar) di TKAI ALKHAIRAT mendidik dan
meramut Anak Usia Dini (AUD) dengan penuh cinta dan kasih, keihklasan dan penuh
tanggung jawab yang baik membuat diri merasa yakin bahwa segala perjuangan akan indah
pada saatnya itu sudah menjadi NaasNya. Keesokan harinya sang istri mendapat amplop
surat istimewa dari Sekolah “TKAI ALKHAIRAT” dan isi surat tersebut merupakan kado
terindah yang tak pernah terlupakan, isi amplop tersebut berbunyi “anda di pecat karena
tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas” sontak berita ini laksana petir
menyambar di suasana hening. Di balik kejadian ini tentu Allah telah membuat sebuah
rencara karna apa yang baik menurut manusia belum tentu baik disisiNya demikian pula
sebaliknya. Bermodal keihklasan ingin mendidik dan mencerdaskan anak bangsa berusaha
konsultasi kepada dinas Pendidikan serempat untuk membuka lembaga PAUD dan
alhamdulillah mendapat tanggapan positif hingga terbentuklah PAUD yang diberi nama
PAUD PERMATA HATI yang terletak di jalan Tana Abang Kec. Sesayap, Kab. Tana
Tidung, Prov. Kaltara, hingga saat ini.
Dalam mendirikan sebuah lembaga memang di butuhkan sebuah pengorbanan, dengan
bermodalkan niat yang tulus, bismillah kami buka sekolah dengan mengontrak rumah
warga dan membuat media dari bahan-bahan bekas, suka dan duka, hingga mengikuti
berbagai pelatihan demi meningkatkan kompetensi SDM, salah satunya adalah kegiatan
Bimtek ini, sebagai pendidik PAUD kami bersyukur mendapatkan pencerahan, motivasi
serta acuaan dalam menyusun pembelajaran selama BDR namun dukanya kami tidak dapat
meneima materi sepenuhnya dari para narasumber secara maksimal disebabkan keadaan
jaringan yang kurang stabil sekitar jam 10.30 s/d 13.00 jaringan on-off sehingga banyak
materi yang terlewatkan, besar harapan kami sebagai peserta diklat yang terdampak
jaringan on-0ff agar di beri ruang khusus untuk mereviuw
Kegiatan Bimtek berjalan dengan lancer meski sedikit kendala oleh jaringan namun
semangat untuk menuntut ilmu tetap tidak pernah pudar demi untuk mendidik anak
Indinesia dan di dukung oleh para narasumber yang hebat penuh senyum . Insya alloh
mudah-mudaham kami tetap semangat dalam menimbah ilmu dari awal hingga akhir
sehingga kami juga dapat menyalurkan/menyampaikan kepada rekan-rekan guru paud,
orang tua murid dan anak-anak didik kami dalam meyampaikan pembelajaran melalui BDR
Suka duka Dalam melaksanakan pembelajaran BDR ini adalah :
1. Dapat mengobati rasa rindu kami terhadap anak didik begitu juga sebaliknya
2. Terjalinnya komunikasi yang begitu akrap terhadap orang tua murid
3. Dapat memantau perkembangan anak malalui komunikasi singkat bersama orang tua
murid
4. Terdapat kendala pengaturan waktu terhadap orang tua murid
5. Orang tua tidak memahami bagaimana menyiapkan alat dan media pada anak
6. Sebagian Orang tua ingin memasukkan anaknya untuk di privat di sekolah dengan
alasan mereka sibuk bekerja di kantor
Dari suka duka di atas mudah-mudahan kami akan mendapatkan pencerahan dan
pembakalan setelah mengikuti Bimtek, sehingga kami dapat membuat suasana belajar
anak laksana belajar di sekolah, serta dapat berbagi pengalaman (Ilmu) dengan teman-
teman, orang tua murid, karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat kita
transferkan kepada orang lain sehingga orang lain juga dapat menikmatinya dapat
merealisasikannya, terimakash
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah jazakumullohu khairo. Amiin
SUKA DUKA BDR
By : Zulfriyani
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh, nama saya Zulfriyani, saya
adalah seorang pendidik di Paud Siola Pertiwi yang beralamat di Jl. M. Thahir No 12
Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Paud Siola Pertiwi memiliki jumlah pendidik
sebanyak 5 orang dengan jumlah anak didik sebanyak 30 orang.
Selama pandemic ini, anak didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari orang
tua sedangkan para pendidik tetap stay berada di sekolah walaupun secara bergantian
menjaga di sekolah ( piket ), kebetulan Paud Siola Pertiwi satu halaman dengan TK Pertiwi
DW Persatuan jadi kegiatan piket tidak terlalu membosankan setiap harinya. Selama
menjadi guru PAUD banyak suka duka yang saya rasakan, namun ketika pandemic ini
terjadi semuanya jadi terasa berbeda karena kegiatan belajar mengajar yang biasanya di
laksanakan secara tatap muka kali ini harus dilaksanakan melalui daring yang sangat-
sangat tergantung dengan jaringan internet.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama pandemic ini,guru membuat
program kegiatan selama seminggu yang kemudian di kirim ke WA grup orang tua anak
didik. Orang tua anak didik kemudian membimbing anak didik melaksanakan tugas yang
diberikan oleh ibu guru dengan cara membuat video/ foto kegiatan anak di rumah. Tugas
yang selesai dikerjakan anak didik kemudian dikirim kembali ke WA grup untuk
selanjutnya di nilai oleh ibu guru, Selama penilaian ibu guru tidak lupa memberi penguatan
kepada anak dengan pujian ataupun dengan kata-kata motivasi untuk anak.
Tantangan terbesar dalam BDR ini adalah kebanyakan anak didik yang tidak mau
melaksanakan kegiatan yang diberikan ibu guru karena merasa lebih menyenangkan belajar
di sekolah bersama ibu guru dan teman-teman sebaya sehingga guru berupaya untuk
membuat program kegiatan yang menarik minat anak, tidak jarang ibu guru melakukan
zoom meeting dengan anak didik supaya ibu guru dan anak didik bisa saling mengenal
walaupun hanya dilaksanakan secara daring. Di sisi lain kami para pendidik bisa berbahagia
melihat anak didik kami yang bisa melaksanakan kegiatan BDR dengan sungguh-sungguh
dan rasa tanggung jawab.
Dengan adanya BIMTEK BDR ini saya berharap pengetahuan saya bertambah
tentang bagaimana cara penerapan BDR yang benar dan hal itu merupakan alasan saya
mengikuti BIMTEK BDR ini apalagi setelah pembekalan kemarin dimana semua materi dan
nara sumbernya membuat saya ingin terus belajar dan terus belajar. Tapi di balik semua
rasa ingin tahu untuk terus belajar ada pula kesulitan-kesulitan untuk bisa mengikuti
BIMTEK BDR ini. karena BIMTEK BDR ini dilaksanakan secara zoom meeting dimana
kegiatan ini tergantung dari jaringan internet yang terkadang timbul tenggelam apalagi
bagi kami yang tinggal di daerah.
Menurut saya BIMTEK BDR ini tidak akan saya lupakan karena selain nara
sumbernya berpengalaman di bidangnya masing-masing, materi yang di bawakan jg sangat
menarik. Semoga dengan mengikuti BIMTEK BDR ini saya bisa mengimbaskan ilmu dari
kegiatan ini kepada guru-guru yang lain yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti
kegiatan ini dan semoga semua ilmu yang saya dapatkan bisa bernilai ibadah, aamiin…..
SUKA DUKA PEJUANG PAUD
By : MURNIATI
Nama saya Murniati, saya tinggal di Kalimantan
Tengah, tepatnya di Kabupaten Lamandau. Tinggal
divKabupaten pemekaran dan Kecamatan pemekaran
mempunyai kesulitan tersendiri saat akses internet.
Saya mengajar sejak Tahun 2009 dan merintis di
Lembaga PAUD KB Pelita Bunda pada tahun 2014
hingga saat ini. Saya bekerja di Lembaga PAUD KB
Pelita Bunda sebagai Kepala Sekolah dan dibantu oleh
ke–4 guru yang sangat setia dan tulus mendidik anak
murid kami. Jumlah murid kami di tahun ini da 35 siswa, yang terdiri dari berbagai macam
suku, agama dan budaya. Karena kami tinggal di daerah Transmigrasi itu yang
menyebabkan anak didik kami bermacam – macam kebudayaan.
Di era Pandemi Covid-19 ini menjadi kesulitan tersendiri bagi kami yang tinggal di
daerah pedesaan dengan jaringan yang sangat sulit. Selain itu keterbatasan ekonomi orang
tua salah satunya yang menyebabkan tidak semua anak memiliki orang tua yang memiliki
Hp Android. Hal ini yang membuat kami belajar dengan cara Luring / guru – guru
berkunjung ke rumah anak didik demi tercapainya tujuan dan pengasuhan terhadap anak
didik kami. Luring dilaksanakan dengan sesuai pembagian jadwal per kelas. Masing – masing
kondisi saat ini sangat menyulitkan kami, dimana kita harus memprogram ulang materi,
waktu dengan menyesuaikan keadaan seperti saat ini. Namun ada sisi kebahagiaan yang
kami rasakan saat Luring yaitu lebih dekat dengan orang tua anak dan lebih mengenal
lingkungan anak. Saat kami berkunjung sangat disambut antusias oleh orang tua anak,
meski ada beberapa orang tua yang belum siap berada pada era BDR saat ini.
BDR, saya mendapat informasi tersebut dari ketua PD Himpaudi Kabupaten
Lamandau yang menawarkan sekaligus menunjuk kami berdua untuk mengikuti Bimtek BDR
Pusat secara Daring selama 6 hari dan di ikuti seluruh guru yang terpilih se Indonesia.
Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya bisa mengikuti kegiatan ini.
Suka duka dalam mengikuti Bimtek ini yaitu jika jaringan internet menurun karena
kami tinggal di pedesaaan dengan akses internet kurang memadai. Namun dengan demikian
tidak menyurutkan niat dan perjuangan kami untuk tidak mengikuti BDR. Alkhamdulillah
saya tidak henti – hentinya bersyukur dalam mendapat ilmu Bimtek BDR ini. Untuk
kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya terapkan di
Lembaga saya dan akan berbagi ilmu dengan teman – teman di Lembaga lain. Sekian Terima
kasih.
SURAT CINTA
By. Sarda Depi
Perkenalkan nama saya Sarda Depi, saya dilahirkan di
Tumpung Laung pada tanggal 22 Desember 1994, saya
anak ke tiga dari tiga bersaudara. Saya lulusan dari
Universitas Palangka Raya Jurusan Ilmu Pendidikan dan
Program Studi PG-PAUD biasa di panggil anak-anak Bu
Depi. Saya bekerja Di KB Bunda Piara .Sedikit cerita
dari saya tentang pengalaman kerja di KB Bunda Piara.
Saat pertama masuk saya masih canggung karena semua wajah-wajah baru dan
dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, ada yang lucu, rewel, ngambekan,
dan berbagai macam lagi. Awalnya bingung untuk menyesuaikan dengan sifat-sifat
mereka, namun ada satu murid yang bikin saya terhibur sabab dia itu anaknya aktif
tapi tingkahnya lakunya lucu. Saat saya mulai mendekatinya dan menyesuaikan diri,
anak tersebut sering menghindarkan dengan caranlari-lari kesana kemari. Saat dia
lari-lari dia terpeleset dan jatuh, disaat itu juga aku sigap untuk menghampirinya,
dan berkata “nak, kalau main jalannya pelan-pelan”.
Pada saat proses belajar mengajar mengenal warna, anak tersebut justru
asyik dengan mainannya sendiri saya coba untuk memanggil anak tersebut untuk
bergabung bersama teman-temannya mengenal warna namun si anak masih enggan
mangikuti pembelajaran dan masih asyik dengan mainannya sendiri. Setelah
beberapa menit kemudian ketika saya mengeluarkan media pembelajaran sains
berupa pencampuran warna yang berbahan air dan pewarna makanan dengan
berkata siapa yang mau ikut ibu bermain, disini semua anak boleh mencoba boleh
bermain permainan yang ibu bawa. Mendengar hal itu si anak mulai tertarik dan
meninggalkan mainan nya, ia kemudian ikut serta dalam pembelajaran tersebut.
Melihat reaksi dia saya menjadi sangat senang karena semua anak mau mengikuti
pembelajarn yang saya bawakan dan mereka menikmati itu semua. Ternyata media
pembelajaran berupa bahan konkret itu sangat mempengaruhi minat anak. Mereka
senang dan sangat menikmati pembelajaran tersebut.
Alhamdulillah sampai sekarang saya menikmati pekerjaan ini, dan sangat
bahagia bisa bertemu dengan anak-anak yang lucu-lucu. Namun, karena pendemi
kami jadi jarang bertemu sehingga komunikasi tidak selancar dulu. Pembelajaran
hanya bisa dilakukan melalui video call dan itu menurut saya terbatas karena kita
tidak bisa berinteraksi langsung dengan anak sehingga sedikit sulit untuk
berkomunikasi.
Saya berharap mudah-mudahan dengan adanya bimtek BDR ini bisa
membawa solusi untuk permasalahn ini. Terimkasih
B–B–M
(Belajar – Bermain – Menyenangkan)
By : Fahyuliani, S.Pd.I
Nama saya Fahyuliani, S.Pd.I lahir
di Kotabaru Kalimantan Selatan
tepat 28 tahun yang lalu. Sejak
kecil saya bercita-cita menjadi
guru TK (Paud). Kata orang-orang
keinginan di massa kecil akan
menjadi terwujud. Saya baru
menyadari pernyataan orang-orang
setelah saya menjadi guru Paud.
Ternyata benar cita-cita di masaa kecil saya menjadi kenyataan. Saya merintis
dari awal terbangunnya PAUD Islam Terpadu Al mansyur bersama guru saya ibu
Dra. Andi Irlina, M.Hum (Dosen FTK UIN Antasari Banjarmasin) beliau juga
sebagai ketua yayasan di lembaga kami.
Perjuangan yang sangat panjang telah kami rasakan dari awal memohon
perizinan sampai terbitnya izin. Alhamdulillah Allah SWT memberi kemudahan
dalam perjuangan kami. Sampai sekarang jumlah anak PAUD Islam Terpadu Al
Mansyur ada 52 orang dan jumlah pendidik ada 6 orang dan tenaga pendidik 1
orang.
Awalnya saya ikut bergabung di PAUD Islam Terpadu sebagai TU dari tahun
2014-2016, seiring berjalannya waktu saya diamanahkan menjadi guru kelas di
Kelompok Bermain dan menjadi guru pendamping TK Besar. Dan Alhamdulillah
sekarang diamanahkan menjadi Kepala PAUD Islam Terpadu Al Mansyur.
Manis, pahit, asam dan asin sudah saya rasakan selama di PAUD. Pernah
suatu hari saya digigit anak-anak yang menangis, pernah dilempar muntah anak.
MasyaALLAH. Alhamdulillah mendidik anak yang tidak berdosa memang membuat
hati saya tidak bisa merasaka marah, kadang masalah di rumah pun jadi hilang
setelah turun ke sekolah melihat tingkah anak-anak yang polos. Dan perasaan ini
lah yang membuat perasaan saya tidak bisa menjauh dari anak-anak. Belajar sambil
Bermain dan Meyenangkan. Pengalaman ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-
kata.
Qadarullah di tahun ini ketika covid-19 masuk ke Indonesia memberikan
dampak yang sangat terasa di dunia pendidikan yaitu pembelajaran saat ini
dilaksanakan secara BDR. Tantangan sebagai pendidik sekaligus pemimpin pun
kembali diuji kepada saya. Saya mengalami kesulitan dalam memberikan arahan
kepada orangtua dan pendidik yang bisa dikatakan juga minim IT nya. Awalnya BDR
saya bertanya kepada pendidik senior yang ada di lembaga kami, karena saya juga
termasuk baru jadi saya juga merasa minim pengetahuan. Kami berusaha
merapatkan dengan ketua yayasan mengenai BDR di lembaga kami. Setelah
dirasakan Selama BDR kami mengalami kesulitan. Ada beberapa orangtua mengeluh
tidak bisa mendampingi anak dalam proses BDR, ada anak yang tidak mau belajar
dengan orangtua, bahkan ada yang ingin istirahat sekolah karena merasa tidak bisa
mendampingi anaknya.
Alhamdulillah saya mendapat tawaran dari ketua PW Himpaudi Kab.
Kotabaru Ibu Sabariah, S.Pd untuk mengikuti Bimtek BDR angkatan ke dua ini.
Awalnya saya merasa tidak bisa mengikuti karena tahu Bimtek dilaksanakan selama
6 hari. Karena kebetulan saya juga mempunyai orangtua yang sedang sakit dan
anak yatim yang harus saya urus. Saya dilema saat itu. Lalu saya meminta pendapat
ketua yayasan. Dan beliau memberi saran agar ikut Bimtek BDR Angkatan kedua
ini. Bismillah professional dalam pekerjaan saya ikut, dengan berharap semoga
lembaga kami berkembang menjadi lebih baik dan tetap Berjaya di massa pandemi
ini. Semoga orangtua dan anak yang menjadi tanggung jawab saya juga diberi
kesehatan. Semoga Allah meridhoi semua aktifitas yang saya lakukan.
Alhamdulillah, keputusan saya mengikuti Bimtek BDR Angkatan kedua ini
sangat tepat karena saya merasakan bertemu dengan narasumber-narasumber
yang hebat saat pembekalan pada tanggal 16 September 2020 kemarin. Semua
narasumber humble dan super hebat semua. Yang paling berkesan saat Bundo
Netti memberikan motivasi kepada semua peserta. Itu yang sangat berkesan
perasaan saya. Semoga BUndo Netti dan semua narasumber di Bimtek BDR
Angkatan kedua diberikan kesehatan dan diluaskan rezekinya. Aamiin.
Harapan saya setelah mengikuti Bimtek BDR Angkatan kedua ini saya bisa
menerapkan di lembaga PAUD Islam Terpadu Al Mansyur. Dan semoga saya bisa
mengimbaskan kepada guru-guru di Kabupaten Kotabaru yang belum pernah
mengikuti Bimtek BDR.
__HIMPAUDI JAYA__
SECERCAH HARAPAN PENDIDIK PAUD
By : Yuyu Yuhaeti,S.Pd
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabbarokattuh
Nama saya Yuyu Yuhaeti,S.Pd lahir di Sumedang
tanggal 27 Juni 1975.Sudah menikah dan Alhamdulillah
dikaruniai 2 orang anak yaitu yang pertama laki-laki
usia 20 tahun dan yang kedua perempuan usia 13 tahun.
Awal mula saya mengajar karena ada ketertarikan dengan profesi guru sejak
kecil,dapat dibilang profesi ini adalah cita-cita saya . Tapi karena pada saat saya
mau memasuki sekolah guru tingkat SMA pada saat itu namanya SPG itu sudah
tidak ada lagi.Jadi saya melanjutkan ke SMA.Singkat cerita saya menikah dan
pada waktu anak saya yang kedua masuk Kober usia 3.5 tahun.Disitu saya berperan
sebagai orang tua murid tetapi karena kecintaan pada profesi ini saya suka
membantu guru dalam kegiatan yang dilaksanakan di sekolah .Suatu ketika terjadi
kekurangan guru dan saya ditawari untuk menjadi guru di situ mendampingi guru
yang ada.Seiring berjalannya waktu mulai tahun 2010 saya aktif mengajar dan
aktif pula di kepengurusan Himpaudi kecamatan.Hari demi hari saya jalani profesi
ini dengan senang dan saya sangat bersyukur kepada Allah karena cita-cita saya
tercapai.suatu anugerah yang tidak terkira karena banyak orang yang mempunyai
cita-cita tetapi tidak dapat mencapainya.Dalam menjalani profesi ini saya merasa
kurang percaya diri karena latar belakang pendidikan yang tidak linear .Untuk
mencapai kualifikasi pendidikan saya ikut kuliah jurusan PAUD sampai lulus dan
mendapat gelar S1.Banyak ilmu yang didapat mulai dari diklat dasar
,workshop,pelatihan-pelatihan dan di masa pandemi ini banyak ilmu yang didapat
dari webinar,dan pelatihan online melalui zoom termasuk sekarang saya
alhamduliilah diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat ikut dalam BIMTEK BDR
yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Himpaudi.Sekarang saya berada di
naungan lembaga Bunda ASuh Nanda yang beralamat di komplek Ujungberung
Indah Jalan Ujungberung Indah Raya Kelurahan Cigending Kecamatan Ujungberung
Kota Bandung..Lembaga saya membuka layanan dari mulai tingkat toddler ( 2-3
tahun ) ,Play Group (3-4 tahun ) TKA (4-5 tahun dan TK B (5-6 tahun).
Masa Pandemi yang sama sekali tidak kita duga & tidak kita harapkan dan
tidak ada dalam khayalan kita tetapi Allah SWT yang menentukan ini semua maka
dari mulai bulan Maret tepatnya tanggal 16 Maret 2020 kegiatan pembelajaran
atau KBM dilaksanakan dari rumah, biasa disebut dengan istilah PJJ (
Pembelajaran Jarak Jauh ),dan sekarang dengan istilah BDR (Belajar dari
Rumah).Awal kita melaksanakan PJJ/BDR tentu tidak langsung lancar tapi banyak
sekali kesulitan dan kendala yang dihadapi terutama memberikan pengertian dan
pemahaman kepada orang tua murid. Maka lembaga mengadakan rapat dan
selanjutnya mengadakan sosialisasi kepada orang tua murid berkaitan dengan
pelaksanakan BDR.Lembaga kami mengadakan BDR dengan Virtual class melalui
Zoom dan Video Call.Pemberian informasi kegiatan kepada orang tua melalui WAG
dan diingatkan kembali melalui Voice Note atau Video.Orang tua mengirimkan hasil
kegiatan berupa foto dan video dengan batas waktu sampai pukul 20.00 tetapi
kalaupun ada yang belum melaksanakan kegiatannya dapat mengirimkan hasil
kegiatan pada hari berikutnya .Atau sesuai waktu kesepakatan antara guru dan
orang tua murid.Dengan berjalannya waktu maka covid 19 mengalami penurunan dan
dengan hal itu maka kami bersepakat dengan orang tua melalui angket persetujuan
untuk diadakan home visit yang kami laksanakan 1 bulan 1 kali dengan tetap
memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan.Tanggapan orang tua sangat
luar biasa .Mereka menyambut kedatangan kita sebagai guru di rumahnya dengan
baik bahkan ada yang meminta untuk penambahan jadwal home visit .Itu
menjadikan semangat dan kebahagiaan bagi seorang guru.Tentu kami tidak lantas
menyetujui karena kami harus patuh terhadap aturan Pemerintah khususnya Dinas
Pendidikan beserta informasi terkait covid 19 dari tim satgas covid. Adapun
kendala yang dihadapi saya sebagai guru diantaranya adalah alat elektronik
khususnya HP yang saya gunakan sering tiba-tiba mati ,Kuota dan jaringan.
Saya mendapatkan informasi BIMTEK BDR ( Bimbingan Teknik Belajar Dari
Rumah ) dari Ketua Yayasan .Dan saya merasa tertarik dengan BIMTEK BDR ini
karena saya menginginkan informasi yang benar dan lengkap dari yang
berkompeten di bidangnya mengenai pelaksanaan BDR yaitu dari pemateri-
pemateri yang handal, dari Kemendikbud,PPPAUD DIKMAS dan dari
Himpaudi,dapat bertukar pengalaman dengan peserta lain, pesertanya meliputi
pendidik anak usia dini dari seluruh Indonesia.Itu merupakan suatu kebanggaan
.BIMTEK dilaksanakan dengan cara online menggunakan aplikasi Zoom sehingga
dengan BIMTEK ini saya mendapatkan ilmu tentang BDR juga tentang penggunaan
apilkasi yang secara notabene saya masih gagap teknologi.BIMTEK ini dilaksanakan
selama 5 hari yaitu dari hari Jum’at 18 September 2020 sampai dengan 22
September 2020 yang sebelumnya diadakan pembekalan BIMTEK pada hari Rabu
,16 September 2020.Disamping rasa senang mengikuti BIMTEK ini terdapat pula
tantangan atau kesulitan diantaranya adalah membagi waktu antara BIMTEK-
keluarga dan BDR sekolah yang sedang dilaksanakan.(Karena pelaksanaan BIMTEK
full ),HP yang kadang tiba-tiba mati,Jaringan internet yang kadang tidak
lancar,Tidak memungkiri secara ekonomi juga karena pada saat BIMTEK kita itu
perlu asupan makanan yang baik,sehat dan bergizi karena dengan BIMTEK ini
memerlukan stamina yang baik juga pastinya,pembelian kuota yang meningkat.Saya
sangat berkesan dengan pemaparan dari psikolog Ibu Rohimi Zamzam mengenai
DPA yang selama ini saya belum tahu banyak dan juga paparan Bundo Netti
tentang “Orang yang bahagia itu adalah orang yang bisa tersenyum dalam
situasi apapun,Orang yang cerdas itu adalah orang bisa bahagia dalam situasi
apapun”.
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan banyak
terimakasih kepada penyelenggara dan pemateri dari Kemendikbud,PP PAUD
DIKMAS dan Himpaudi atas kesempatan yang diberikan sehingga saya dapat
mengikuti BIMTEK BDR ini dengan harapan semoga setelah mendapatkan ilmu dari
BIMTEK ini saya akan lebih baik lagi,lebih semangat dalam mengabdikan diri
mendidik anak usia dini dengan benar.Karena sesuatu akan baik jika ditangani oleh
ahlinya.Insya Allah saya akan melaksanakan pengimbasan atas ilmu yang saya dapat
terhadap teman-teman pendidik anak usia dini di sekitar saya sehingga ilmu yang
saya dapat akan bermanfaat,barokah dan mendapatkan keridhoan Allah
SWT…….Aamiin YR’A
Demikian secercah harapan dari seorang pendidik PAUD….Terimakasih
HIMPAUDI …….HIMPAUDI ……..JAYAAA
# WASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABBAROKATTUH #
KISAHKU MENITI KARIR
By : Faridhah, S. Pd.I
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Izinkan saya bercerita tentang pengalamanku yang
menyenangkan. Nama saya Faridhah, saya seorang perantau
yang mengikuti sang suami. Saya saat ini berdomisili di salah
satu kecamatan yang ada di kab. Tana Tidung profinsi
Kalimantan Utara. Saat ini saya mengajar di Paud Tubus
Sepala, yang muridnya saat ini berjumlah 60 anak. Awal saya
mengajar dipaud ini sangat banyak rintangan yang saya lalui
baik itu dari masyarakat sekitar lingkungan sekolah maupun
dari orang tua murid serta peserta didik itu sendiri. Mengapa demikian, karena kebetulan
di daerah tempat saya ini pertama kali ada yang namanya sekolah PAUD, yang dikenal oleh
masyarakat disini hanya TK. Namun saya tidak pernah merasa putus asa, saya selalu
berfikir positif, saya selalu berusaha untuk berinteraksi dengan masyarakat yang ada
disekitar sekolah untuk memberikan sedikit demi sedikit informasi tentang PAUD ini.
Setelah masyarakat faham dan sudah melihat out put dari PAUD kami, Alhamdulillah
setiap tahun ajaran kami pendidik di paud ini tidak pernah mencari murid tapi muridlah
yang datang dengan sendirinya. Olehnya itu saya sangat bersyukur karena telah melewati
berbagai macam rintangan, karena rintangan itulah saya banyak belajar. Dan sekarang
saya dan teman-teman pendidik merasakan hasil dari perjuangan tersebut. Saya sangat
bahagia menjadi guru paud karena dapat mengenal berbagai karakter anak, dan
mengetahui sedikit tingkat pencapaian perkembangan anak yang harus dicapai oleh anak
usia dini.
Di saat ini kita berada dikondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan
kegiatan pembelajaran dengan cara tatap muka, karena adanya pandemic ini yaitu adanya
penyebaran Virus Corona, maka dari itu pemerintah daerah ( Dinas Pendidikan ) menindak