Setelah BIMTEK BDR ini selesai saya ikuti saya akan mengimbaskan apa
yang saya dapatkan karena selain itu saya sebagai salah satu Pengurus Harian PC
Himpaudi merasa mengimbaskan hasil BIMTEK ini adalah kewajiban mutlak bagi
saya, dan kemudian saya juga akan mencoba semaksimal mungkin untuk
mempraktekkan apa yang saya dapatkan untuk kemudian saya terapkan di
Lembaga tempat saya mengabdikan diri.
Sekian surat cinta dan semangatku untuk HIMPAUDI-ku yang jaya dan
bahagia. Salam Penggerak Pendidikan Keluarga, Salam Himpaudi, HIMPAUDI
JAYA!!!!
SITI LI’AMANAH, S.Hum
SENTUHAN HATI SANG GURU PAUD
By : Suida Royanah, S. Pd
Apa yang membuat saya menjadi Guru PAUD ? Berawal
dari akan berdirinya Paud terpadu Kemala Bhayangkari
di Lingkungan Polres Bontang pada Tahun 2012, maka
saya di minta oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari
Cabang Bontang untuk mengelola atau sebagai Kepala
Sekolah di Paud Terpadu Kemala Bhayangkari Cabang
Bontang, tentunya hal itu tidaklah mudah bagi saya.
Siapa diri saya waktu itu ? Saya adalah ibu Bhayangkari
istri dari Bripka Sumarno Kanit Opsnal Reskrim Polres
Bontang, yang pada saat itu sy aktif di kepengurusan Bhayangkari di Seksi Organisasi
Urusan Hubungan Luar sekaligus sebagai Tata Usaha di Pengurus Cabang Bhayangkari
Bontang, saya tau waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian di bidang pendidikan
karena saya hanya lulusan SMA dan sejak menikah tahun 1994 pekerjaan saya hanya
sebagai ibu Rumah Tangga seperti yang lainnya.
Di mana saya harus menbekali diri saya agar setatus Guru bukanlah hanya sebutan
saja, apalagi sekolah yang saya kelolah baru berdiri, tentunya untuk mendapat
kepercayaan sangat sulit waktu itu bahkan di lingkungan asrama Polres sendiri tidak
semua yakin bahwa guru-guru yang ada lembaga kami bisa mengajar anak Paud, karena
pada saat itu semua gurunya di ambil dari anggota bhayangkari yang berkenan menjadi
guru dengan sukarela tanpa di gaji selama 1 semester, saya terus berusaha meyakinkan
masyarakat di sekitar lingkungan asrama dengan membuat brosur dan promosi ke teman-
teman dekat, Alhamdulillah pertama di buka mendapat murid 11, bagi saya itu sudah luar
biasa, dengan keaktifan saya akhirnya saya di minta memjadi pengurus IGTKI,
darisitulah saya mulai berperan aktif, banyak teman dan saling bertukar pengalaman,
tentunya saya yang sangat beruntung karena saya banyak menimbah ilmu dari teman -
teman yang sudah berpengalaman, di tahun 2013 saya mengajak guru guru saya untuk
ikut kulia di Universitas terbuka jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan lulus S1 tahun
2017. Kapan saya merasa mendapat kepercayaan dari orang-orang di sekitar lingkungan
sekolah ? Pada saat saya berusaha sekuat tenaga dan berjuang untuk kemajuan sekolah
di sini saya pelan-pelan mulai melengkapi 8 standar sebagai persyaratan pengajuan
Akreditasi, disinilah perjuangan saya, tidak mengenal waktu pagi, siang dan malam bahkan
kadang tidak tidur memgerjakan semua itu, dan Alhamdulillah apa yang saya perjuangkan
selama ini tidak sia-sia akreditasi yang saya ajukan mendapat nilai A, tentunya itu suatu
kebanggaan buat saya dan teman-teman pendidik begitu juga Ketua Yayasan juga sangat
meng Apresiasi kepada saya dan guru-guru semua. Tetapi tidak lama kemudian saya
pindah menjadi Pengelola di KB Karya Mandiri hingga saat ini, dengan berperan aktif di
setiap kegiatan Himpaudi maka terpilihlah 30 Orang peserta BIMTEK BDR yang
sekarang ini saya ikuti.
Tantangan :
ingin mengikuti Bimtek karena saya ingin belajar dan menambah wawasan lebih banyak
lagi dari Para Narasumber yang lebih berpengalaman di Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
. kesulitan dalam mengikuti Bimtek adalah di karenakan bimtek di laksanakan secara
Virtual melalui Zoom Meeting terkadang suara narasumber terputus- putus di karenakan
jaringan yang naik turun, begitu juga dengan permintaan pengisian google Fom yg di
share di tengah - tengah penyampaian materi sehingga peserta kurang fokus dan sibuk
mengisi link
Kebahagiaan :
saat melaksanakan BDR adalah ada rasa bangga karena dapat bertatap muka dengan
Ayah Bunda Hebat pejuang PAUD seluruh Indonesia walau melalui Media Sosial dan
senang banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan.
Mengapa saya tertarik ikut Bimtek ?
Karena saya ingin menimbah ilmu agar saya bisa mengajak guru guru saya untuk
melakukan hal-hal yg baik dan benar dalam mendidik anak Usia Dini sehingga orang tua
percaya dan yakin untuk menitipkan Putra putrinya di lembaga kami.
Kesan :
saat mengikuti kegiatan bimtek ini saya sangat berterima kasih kepada Bundo Nety,
Panitia penyelenggara dan seluruh narasumber yang sudah berkenan membagikan ilmunya,
di sini saya merasa terkesan sekali karena begitu semangatnya pejuang Himpaudi
mengajak dan membimbing kami untuk maju bersama dalam Satu tujuan yaitu
mencerdaskan anak bangsa.
Apa yang akan saya lakukan setelah mengikuti kegiatan ini ?
saya akan membagikan ilmu yang saya dapatkan pada saat saya mengikuti Bimtek BDR 2
ini kepada guru- guru, Orang Tua dan teman sejawat agar ilmu ini dapat bermanfaat bagi
kita semua dan dapat bersama-sama mendidik Anak Usia Dini dengan baik dan benar.
Demikian cerita saya apabila dalam penulisan ada salah kata atau hal-hal yang
kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya,sekian dan terima kasih.
SENYUM CERIA DI WAJAH SEORANG GURU PAUD
By : Supriyati
Assalamuallaikum wr.wb
Saya seorang guru Paud yang selalu tersenyum Ketika mengajari anak didik
kami ,mengapa karena saat melihat anak anak Paud yang masih kecil kecil lucu dan
polos . Saya bernama Supriyati di panggil bunda yati umurku 45 tahun ,saya sdh 5
tahun menjadi guru Paud waktu menjadi guru aku sudah berumur 40 tanun. Saya
mengajar paud berdua dengan bunda diah saat ini jumlah murid kami yang ada di
KB berjumlah 18 anak. Saya mengajar di PAUD IT Miftahul Huda jumlah TK nya
banyak ada 110 anak.Bagaimana saya bisa tertarik mengajar di Paud umur saya
tidak muda lagi, tapi saya tidak patah semangat saya melamar kerja ke sekolah
kami ini .Karena saya ingat waktu anak anak kami sekolah Paud dulu ibu guru
sangat ramah selalu tersenyum walaupun capek .Waktu pertama saya mengajar
anak anak paud apa yang harus ku lakukan karena aku tidak mempunyai
pengalaman mengajar di Paud .tapi teman temanku sangat baik sekali selalu
mengajariku Ketika saya mendapat kesulitan cara mengajar .Saya pun tidak
pernah malu bertanya kepada teman temanku yang sudah senior walaupun
umurnya lebih muda dari aku .
Untuk menambah pengalamanku mengajar oleh kepala sekolahku aku di
ikutkan Bimtek seperti ini. Aku sangat berterima kasih kepada kepala sekolah
dengan mengikuti Bimtek BDR ini semoga ilmuku bertambah .Mengapa saya yang
di pilih sebab saya yang paling baru di sekolah kami sehingga pengalaman
mengajarku kurang sedangkan teman teman yang lain sudah paham ap aitu
kurikulum 13 .Apa lagi kondisi saat ini mengajar secara daring menurut saya
sangat sulit , saya harus berhati hati dalam berkomunikasi dengan wali murid
karena banyak tantangan yang harus di hadapi. Karena yang diajari bukan hanya
muridnya tetapi harus mengajari cara pembelajaran kepada orang tua anak.
Alhamdulillah dengan diadakan Bimtek BDR ini semoga saya di beri
kemudahan dalam mengajari anak didik saya ke depannya nanti. Walaupun Bimtek
BDR ini menguras waktu dan tenaga saya .Saya tidak akan menyerah sampai
Bimtek BDR selesai .Saya akan mengikuti dengan mempersiapkan badan sehat
karena Bimtek ini full selama 5 hari .Semoga Allah mendengarkan doa saya di beri
Kesehatan dan kemudahan dalam mengikuti Bimtek BDR Iini. Saya sudah tidar
sabra menunggu hari pelaksaannya tgl 18 s/d 22 September 2020 nanti.
Setelah mengikuti Bimtek BDR nanti insyaalloh ilmuku akan saya imbaskan ke
keluarga saya khususnya dan teman teman di sekolah saya . Bagaimana ya rasanya
Ketika bisa menyampai ilmu yang kita pelajari di pelatihan Bimtek BDR . Saya
akan merasa Bahagia jika bisa mengimbaskan ilmu yang peroleh nanti .
Demikian surat kisah seorang guru Paud. Terima kasih Himpaudi yang telah
menyelenggarakan Bimtek BDR,terima kasih narasumber narasumber yang hebat
ilmumu tidak pernah saya lupa.Hidup Himpaudi Jaya.
Wassalamuallaikum wr wb
Bontang 15 September 2020
PENGALAMAN BERHARGA SAMPAI MENJADI GURU
By : Asma Halida,SE
Perkenalkan nama saya Asma Halida tempat tanggal
lahir kalahiang 17 agustus 1993 saya lulusan sarjana
ekonomidari kecil saya kalo ditanya apa cita-cita kamu
, saya pasti bilang ingin jadi guru dan akhirnya pada
tahun 2012 setelah lulus SMA saya di terima
mengajar di sekolah PAUD IT Permata Hati Balangan,
pas awal-awal saya merasa capek jadi guru apalagi
guru paud jadi saya kuliah sarjana ekonomi dan lulus pada tahun 2017, dengan
berjalannya waktu tanpa disadari saya sangat cinta sebagai profesi saya sebagai
guru dan seperti sudah menjadi darah daging , kalau tidak mengajar saya berasa
ada yang hilang, lalu pada tahun 2019 saya kuliah penyetaraan PAUD di tabalong
biar ilmu saya tentang dunia pendidikan lebih luas lagi,saya senang jadi guru
PAUD karna ini mengajarkan banyak hal tentang mendidik dan mengajari anak
apalagi saya sebagai seorang ibu jadi sangat pas untuk belajar dunia anak.
Disekolah kami jumlah muridnya ada 225 orang itu terdiri dari 3 rombel ada
TpA,Kb dan TK, Nah kalau saya ngajarnya di Kb sekolah kami adalah sekolah islam
yang yang jika anak lulus dari tempat kami , anak sudah mandiri, bisa mengaji,
baca surah dan baca hadis, berkarakter dan berakhlak.saya juga merasa sangat
beruntung menjadi guru ini adalah profesi luar biasa tanda jasa bisa buat pahala
kita di syurga, dan setalah menjadi guru mata saya terbuka jika ingin bangsa ini
hebat luar biasa nnatinya maka putra-putri bangsa harus hebat dan jika ingin
anak-anak kita hebat maka gurunya juga hrus hebat, jadi selama saya menjadi
guru siap untuk selalu bertumbuh belajar dan berinovasi.
Ikut BDR suatu kebanggan ya karna beratus-ratus guru dibalngan saya dan
teman saya yang diamanahkan untuk ikut ini, kesulitannya sih ikut BDR tapi tugas
disekolah tetap jalan , kaya menilai anak dan mengerjakan portofolio anak dan
administrasi sekolah lainnya sedangkan waktu BDR kan full juga jadi harus bisa
memenag waktu benar-benar, kalau kebahagiaannya karna terpilih untuk ikut BDR
ini ilmu yang sangat berharga dan bekal buatmembuat pembelajaran di era
pendemi.
Tertarik ikut bimtek karna ingin tau bagaimana cara membuat pembelajran
yang sederhana, menarik dan pastinya anak tetap bermain happy dirumah tapi 6
asfek perkembangan tetap terbuat dalam pembelajran.
Kesan ikut bimtek merasa bersyukur dipertemukan dengan bunda-bunda hebat ,
di sini meskipun Cuma lewat zoom terus cara penyampain materinya luar biasa
keren dan memberikan pencerahan , juga cara bunda-bunda bicara itu gaa pernah
bosan penyampainnya seruu dan setelah beberapa hari ikut BdR baru kepikir
banyak loh ternyata permainan yang bisa dilakukan dirumah, terimaksih bunda-
bunda hebat kerenn luar biasa. Kesulitannya itu paling di jaringan hhihi.
insyaALLah yang saya lakukan setelah BDR ini saya akan mengmbaskan ilmu
kepada teman-teman saya dan merealisasikan pembelajran yang saya dapat ini ke
sekolah ke cara mengajar kami buat menghadapi anak-anak dan oarang tua di
masa pendemi ini dan insyaAllah akan selalu berinovvasi untuk kedepannya supaya
terus tumbuh untuk membersamai anak-anak tercinta penerus
bangsa.semangatttttttt.
KEGIATAN BIMTEK YANG MENGASIKKAN DAN TAK
TERLUPAKAN
By : Titin Nur Indah Sari
Nama saya Titin Nur Indah Sari biasanya di panggil bunda titin asal saya
dari Kota Jember Provinsi Jatim dan sekarang saya tinggal di Malinau Provinsi
Kalimantan Utara ikut suami, dulu waktu kecil saya ingin menjadi seorang guru
PAUD dan alkhamdulillah keinginan itu tercapai setelah saya menikah dan saya
bisa mengajar saat ini karna saya di bantu teman saya yang sekarang menjabat
sebagai kepala sekolah di lembaga tempat saya mengajar beliau bernama bunda
TRI MUNARSIH. Tanpa bantuan beliau mungkin keinginan saya untuk menjadi
pendidik tidak akan pernah tersampaikan, Saya mengajar di lembaga KB
PERTIWI yg jumlah anak didiknya 15 anak dan pendidiknya berjumlah 3 orang.
Waktu pertama kali mengajar saya merasa kurang percaya diri dan takut karena
saya hanya lulsan SMA saja dan belm punya pengalaman mengajar sama sekali dan
alkhamdulillah teman2 yang mengajar di kb pertiwi selalu membantu saya dan
memberi kemudahan saat saya kurang begitu faham bagaimana cara mengajar
anak usia dini itu, waktu terus berjalan dan tiba2 musibah pandemik ini datang
dan merubah semua kondisi indonesia yg awalnya gembira bahagia tersenyum dan
bebas bermain, sekarang semua harus jaga kesehatan dan diam di rumah bahkan
belajarpun dari rumah sangat sedih sekali tak bisa bertemu anak2 bercanda tawa
bersama anak2 didik lagi, tapi saya tidak menyerah walaupun mengajar dan
bertemu anak2 hanya lewat dunia maya tapi saya sangat bahagia masih bisa
memantau mereka dengan kerja sama bersama orang tua untuk selalu
mendampingi anak2 melakukan kegiatan belajar dari rumah.
Awal pertama mendengar bahwa ada kegiatan BIMTEK BDR 2 dari kepala
sekolah dan kepala sekolah dapat info dari BUNDA NGATINI ketua HIMPAUDI
kami di malinau, ada rasa takut dan tidak percaya untuk mengikuti kegiatan ini
karna terpikir pasti membosan kan dan tidak bisa fokus tapi ternyata dugaan
saya salah setelah saya ikut serta dalam kegiatan pembekalan kemaren ternyata
nara sumbernya sangat baik dan cara mereka menyampaikan materi sangat lah
menyenangkan itu hanya pembekalan gimana besok pas kegiatan BIMTEKnya pasti
lebih seru, tapi sayang kemaren pas pembekalan jaringan sedang tidak
bersahabat karna sinyalnya putus2 dan informasi yang di dapat alkhamdulillah
cukup memuaskan untuk bekal BIMTEK BDR besok, jdi ingat kata BUNDO
cobalah dari diri sendiri untuk menjadi lebih baik, semoga setelah mengikuti
kegiatan BIMTEK BDR2 ini ilmunya lebih bermanfaat untuk saya pribadi dan juga
teman selembaga saya aamiin...
Terimakasih untuk para nara sumber dan juga panitia BIMTEK BDR 2
semoga kita semua selalu di beri kesehatan....aamiin.
SEMANGAT MENCERDASKAN ANAK BANGSA
DENGAN BIMTEK BERSAMA HIMPAUDI JAYA BERKAH SELALU
By : Dewi Nazar S.Pd
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Nama saya Dewi Nazar S.Pd . Saya biasa di
panggil bu Dewi. Saya pendidik di KB IT
Baiturrahman yang sudah mengabdi selama 13 tahun.
Lokasi sekolah KB Baiturrahman di Jalan Tulip PC VI
No 1 PKT Bontang Kalimantan Timur. Alhamdulillah
sekolah kami sudah mendapatkan akreditasi A dan merupakan sekolah yang
melaksanakan konsep Sekolah Alam dan kurikulum 13. Jumlah murid total 47
untuk usia 3-4 tahun dengan pendidik berjumlah 5 orang dan 3 karyawan. Selama
mengabdi di Sekolah alam ada banyak pengalaman baik suka duka yang saya alami
, baik saat berinteraksi dengan anak didik atau dengan rekan guru dan juga
dengan orang tua murid. Hal itu menjadi penyemangat saya untuk selalu
berinovasi dan gigih dalam menghadapi tangangan hidup dan juga sebagai bekal
diri untuk lebih baik lagi
Pada awal saya mengajar di Sekolah alam saya merasa saya tidak mampu
menangani anak kecil yang dengan kerewelannya dan tingkah laku mereka yang
beraneka ragam. Apalagi saat itu di kelas ada anak yang berkebutuhan khusus,
yang perlu bimbingan dan ilmu khusus dalam menanganinya, namun hal itu tidak
menjadikan sya pantang mundur menjadi Guru Paud, namun sebaliknya menjadikan
saya selalu mencari ilmu dengan mengikuti pelatihan –pelatihan baik yang di
fasilitasi lembaga atau dari organisasi yang ada di bontang sepeti Himpaudi.
Alhamdulillah dengan bertambah tahun mengabdi di sekolah alam, bertambah pula
ilmu pengetahuan dan kekuatan hati untuk tetap menjadi seorang GURU, karena
bagi saya Guru adalah Tugas Mulia dan gajinya tiada bandingan dengan pegawai
lainnya, yang pahalanya Senantiasa mengalir walapun kita sudah tiada.
Kegiatan belajar mengajar sebenarnya sangat mengasyikkan dan
mengesankan apabila di lakukan dengan tatap muka dan interaksi langsung dengan
peserta didik, teman guru dan oaring tua. Namun dengan adanya virus covit 19 ini
menjadikan kita harus merubahsistem pendidikan kita menjadi Belajar Dari
Rumah, dan tentunya sudah terlasana mulai pertengahan bulan Maret
2020.Dalam pelaksanannya tentunya ada tantangan dan kesulitan yang harus saya
hadapi. Pada awal kondisi peristiwa Covit 19 yang merebak di Indonesia dan
menjadikan pembelajaran secara daring atau online memacu saya harus
melaksanakan kegiatan pembelajaran Dari Rumah dengan menggunakan aplikasi
sosmed , dan itu merupakan Tantangan besar bagi saya karena saya termasuk
orang yang kurang faham IT dan bisa jadi dikatakan gaptek. Namun dengan
berjalannya waktu saya tidak putus asa dengan segala kegigihan agar
pembelajaran tetap terlaksana maka saya belajar dan belajar tentang aplikasi
yang berkaitan dengan pembelajaran online. Dan Alhamdulillah ilmu pembelajaran
online itu saya dapat dari kedua putra dan putri saya. Alhamdulillah puji syukur
kepada Alllah, telah mengirimkan 2 bidadari untuk menerpa segala kesulitan saya.
Begitu juga saya kebingungan seperti apa pembelajaran yang akan di sharingkan
ke orang tua murid saat itu, karena belum adanya kesiapan.
Alhamdulillah..segala kesulitan pasti ada jalan untuk kemudahan apabila
kita berihtiar dan sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita mencerdaskan anak
bangsa. Saya terpilih mewakili dari KB Baiturrahman atas motivasi dan dukungan
smua teman dan kepala sekolah kami, dan juga berkat bantuan Ketua Himpaudi
Bontang Kalimantan Timur Ibu Puji Astuti, S.Pd. maka saya bisa mengikuti Bimtek
ini. Merupakan satu kebanggan tersendiri bagi saya bisa mengikuti Bimtek ini
yang mewakili Kota Bontang bersama 29 teman lainnya yang dari Bontang. Pada
awalnya saya sempat putus asa karena lagi-lagi kendala dengan IT dan itu
menjadikan saya ingin mundur sebagai anggota Bimtek, Di saat pengisian data
online peserta Bimtek yang saya merasakan saya kesulitan dan capek dengan
pengisian data yang berulang kali. Namun Alhamdulillah Allah SWT memberi
kemudahan bagi saya dengan di bantu anak saya dan di dukung suami dengan
memberikan waktu yang penuh agar saya bisa menyelesaikan keadministrasian
Bimtek.Terima kasih Ya Allah atas pemberian karuniaNya. Semoga keluargaku
senantiasa di beri kesehatan dan perlindungan selalu..Aamiin..
Wabah Corona ini tidak ada yang bisa mengetahui kapan akan berakhirnya,
dan hal ini menjadikan saya harus semakin pandai dan profesional dalam
pembelajaran dengan system Belajar Dari Rumah. Dengan terdaftarnya saya
sebagai peserta BIMTEK, tentunya saya berharap akan bertambah wawasan
ilmu yang nantinya akan saya terapkan di lembaga saya dan saya sharingkan
kepada teman-teman, dengan Bimtek juga akan menambah persaudaraan, dan
menambah kekuatan Niat sebagai pendidik. Selain itu juga dengan Bimtek saya
nanti akan dapat mengatasi segala kesulitan yang selama ini saya hadapi.
Bimtek sudah berjalan 1 hari untuk pembukaan dan pembekalan materi
yang akan di sampaikan dalam waktu 1 minggu mendatang. Alhamdulillah saya bisa
mengikuti kegiatan hari pertama dengan baik dan lancar, smoga sampai tuntas
nanti bisa mengikuti tanpa ada halangan dan kesulitan..Aamiin..Kesan yang saya
rasakan saat hari pertama Sangat mengasyikkan dan menjadikan saya semakin
penasaran dan ingin segera memperoleh ilmu tersebut dari Narasumber yang
Hebat.. hebat.. Semangaat…..Penyampaian Narasumber yang Semangat dan
menyenangkan menjadikan tidak ngantuk dan tidak terasa waktu tiba2 sudah
selesai..
Saat kegiatan Bimtek tidak lepas dari kesulitan dan hambatan, yang saya
hadapi .saat kegiatan Bimtek antara lain pekerjaan rumah yang tertunda, dan alat
komunikasi ( lap top ) yang bergantian dengan anak saya. Dan juga saat
penyanpaian Bimtek berlangsung terkadang jaringan yang tidak bersahabat,
maka penyampaian jadi terputus-putus. Namun kesulitan atau hambatan itu bisa
saya lalui dengan bantuan dan dukungan keluarga saya yang bisa memahami
keadaan saya yang saat itu lagi Bimtek online. Dan juga saat pembelajaran dari
narasumber terkendala karena jaringan setelah kegiatan saya akan menanyakan
kepada teman yang mengikuti Bimtek tentang materi yang tertinggal.
Kegiatan Bimtek sangat bermanfaat bagi saya dan harapan saya nanti saya
bisa mengaplikasikannya di sekolah setelah mengikuti Bimtek ini. Dan saya juga
akan berbagi ilmu yang sudah saya terima kepada teman-teman di lembaga atau
lembaga lain.Sehingga nantinya akan menumbuhkan generasi bangsa yang
cerdas..agamis, dan berahlaqul karimah…AAmiin..
Terima kasih yang tak terhingga ..kepada Semua Guru Bimtek atas Bimbingan dan
ilmu yang akan di sampaikan nanti.. Smoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan
menjadi amal jariyah Aamiin..
HIDUP HIMPAUDI………HIMPAUDI JAYA… .
Wassalamu’alaikum….
Penulis
Dewi Nazar S.Pd
BELAJAR DARI RUMAH (BDR)
By : Dhaini,S.Pd
Apa yang dimaksud dengan BDR?BDR adalah Belajar
Dari Rumah yang artinya dimusim covid 19 ini
dianjurkan anak-anak belajar dari rumah yang dipandu
oleh guru dan bekerjasama dengan orang tua karena
orang tua akan berperan sebagai guru dirumah.Pada
saat ini saya sedang mengikuti meeting zoom
mengenai BDR yang dilaksanakan oleh direktorat
pendidikan dimulai pada hari rabu tanggal 16
september untuk pembekalan BDR.Kegiatan berikutnya dilanjutkan pada hari
Jumat tanggal 18 sampai 22 september 2020.Saya mengikuti kegiatan ini dengan
harapan dapat menambah ilmu untuk proses belajar mengajar secara daring
dilembaga kami.
Saya mengajar di KB Kasih Bunda, desa Bluru,Kec Batu Ampar dibawah
naungan PKK DESA. Kami mempunyai jumlah siswa 31 orang dengan pendidik 3
orang dan melayani usia 2-4 tahun.Lembaga kami berdiri sejak tahun 2008.KB
Kasih Bunda terakreditasi B.Kami sangat bahagia bisa menjadi bagian dari KB
Kasih Bunda,bisa bermain dengan malaikat-malaikat kecil yang sangat lucu-lucu.
Di musim covid 19 ini sangat meresahkan bagi kami selaku pendidik dan
juga bagi orang tua dirumah.Karena kami harus belajar dirumah saja utuk
menghindari covid 19 ini.karena situasi kami tinggal di desa jadi kami banyak
mengalami kesulitan kesulitan terutama jaringan internet.Dan juga ada wali murid
yang tidak mempunyai ponsel,jadi kami harus memanggil wali murid kesekolah
dengan sesuai protocol kesehatan untuk mengambil ataupun mengumpul tugas
yang telah kami berikan.
Kami sangat tertarik untuk ikut BDR ini karena kami masih banyak
kesulitan untuk melaksanakan proses belajar dari rumah ini.Maka harapan kami
setelah kami mengikuti Bimtek BDR ini kami bisa lebih baik lagi melaksanakan
proses belajar dari rumah di lembaga kami, dan kami akan membagikan ilmu yang
telah kami dapat selama mengikuti Bimtek BDR ini dengan teman-teman yang ada
di wilayah saya.
Dalam mengikuti Bimtek BDR ini banyak hal yang kami dapatkan terutama
mengenai proses belajar dari rumah ini, ternyata semua peralatan yang ada
dirumah baik didapur,di ruamh makan,diruang keluarga,dihalaman dan ruang-ruang
yang lainya yang ada dirumah dapat sebagai media untuk belajar anak dirumah
dan peralatan permainan tidak harus beli di pasar atau lembar LKS.Belajar
dirumah ternyata lebih punya banyak media dan menyenagkan dan bisa dilakukan
dimana saja.
Selama mengikuti kegiatan Bimtek BDR ini memang ada beberapa kesulitan
terutama jaringan,kadang hilang jaringan tapi alhamdulillah bisa mengikuti
kembali dengan full.Selama ikut Bimtek BDR ini kami harus meninggalkan semua
kegiatan yang lain dan konsentrasi di acara ini walaupun kadang harus berpindah-
pindah tempat untuk mencari jaringan yang terbagus.
Setelah mengikuti acara ini kami mempunyai rencana untuk berbagi ilmu
dengan pendidik yang lain yang ada diwilayah kami karena kebetulan kami ketua
himpaudi kecamatan Batu Ampar dengan harapan semua pendidik yang ada di
wilayah kami bisa melaksanakan BDR sesuai arahan dari para naras umber.Dan
kami bisa lebih mengoptimalkan BDR bersama walimurid.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua narasumber sungguhluar biasa
materi yang kami terima dan sangat bermanfaat bagi kami yang masih banyak
kekurangan ilmu dalam pelaksanaan BDR.Semoga dengan Bimtem BDR ini kami bisa
lebih baik lagi`
PERJUANGAN TANPA BATAS
By : Endang Prasetyowati,S.Pd
Assallammualaikum warahmatullahi wabarakatuh….Bismillah
Sesungguhnya takdir hidup seseorang sudahlah ditetapkan
oleh Sang Khalik,nama saya Endang Prasetyowati,S.Pd saya
terkenang 9 tahun yang silam,berawal dari rasa sayangku
dengan titipan Sang Khalik aku dikarunia tiga jagoan dari
suamiku..dan seringnya aku dititipkan anak ponakan untuk
mengasuh setiap harinya karna keponakanku adalah wanita yang bekerja,aku
memang menyukai dunia anak kecil sehingga aku terjun menjadi kader posyandu
sudah 10 tahun sampai sekarang..kesibukanku dengan dunia anak bertambah
ketika Pemda setempat membuka Pos Paud atau Satuan Paud Sejenis(SPS),dan
Alhamdulillah aku dipercaya menjadi Pengelola yang ditunjuk langsung oleh Kasi
Paud Dinas Pendidikan,SPS Anggrek Bulan 2 disitulah aku bernaung, didirikan
pada tanggal 26 oktober tahun 2011 sampai sekarang,Saya juga terjun ke
Pengurusan Himpaudi Kecamatan,Alhamdulillah 2 periode saya dipercaya
menjabat Bendahara.Bertempat di jalan wr.Soepratman Rt.59 Berebas Tengah
Bontang Selatan,Dengan 4 orang pendidik kami berdedikasi mengasuh dan
memberikan pembelajaran di SPS Anggrek Bulan 2 dengan jumlah awalnya hanya
30 anak kini bertambah menjadi 50 anak,karena ditempat kami banyak anak usia
dini, yang belum melanjutkan kejenjang selanjutnya,kami sangat bersemangat
walaupun kami tidak mendapat gaji bulanan karena ditempat kami kebanyakan
penduduknya mata pencahariannya hanya nelayan dan menengah kebawah, kami
hanya menerima spp seikhlasnya dari wali murid,untuk bahan pembelajaran,tetapi
kami bersyukur dengan pemda setempat kami mendapat insentif ,dan bantuan
dari dana BOP Alhamdulillah sangat membantu kami.Begitu perhatian Dinas
Pendidikan terhadap lembaga paud,yang tadinya saya hanya tamatan D1
administrasi kami mendapat kesempatan untuk melanjutkan Sarjana Paud di
Universitas Mulawarman pada tahun 2012 dengan dibiayai oleh Pemkot dan Dinas
Pendidikan yang sangat mensupport guru paud,walaupun hanya saya dan pendidik
saya satu orang,Alhamdulillah pada tahun 2015 kami lulus.Suka duka kami lewati
awalnya respon orangtua hanya menganggap PAUD seperti tempat penitipan
saja,kami jemput bola anak-anak yang tinggal saja dirumah dan bermain
dijalanan,sementara orang tuanya bekerja ada yg nelayan,ada penyapu jalan dan
buruh lepas semua kami lakukan dengan ikhlas agar anak- anak mendapat
pembelajaran sesuai dengan tingkat umurmya,walau begitu ada saja orangtua
murid yang tidak mau anaknya ke PAUD dengan berbagai alasan tapi kami tidak
putus asa.Alhamdulilah setelah berjuang kami berhasil memberi predikat pada
sekolahan kami dengan mendapatkan Akreditasi C,walau hanya C kami sangat
bersyukur dan berusaha untuk meningkatkan lebih baik lagi.
Pandemik covid 19 merubah segalanya,sesuatu yang tak biasa
mengharuskan kami menjalani keadaan ini dan harus beradaptasi walau dirasa
sangat sulit bagi kami harus berpisah dengan anak-anak didik,harus berusaha
memberi pengertian ke orangtua murid bahwa walau dengan keadaan ini anak-anak
harus tetap mendapatkan pelajaran sehingga mereka biasa belajar tanpa tatap
muka dan orangtua sebagai perantaranya,berat memang tapi harus kita
terima.Kami mensosialisasikan BDR(Belajar Dari Rumah)yang berarti semua harus
dilakukan di rumah,kami membuat grup wa sebagai wadah pertemuan komunikasi
kami dengan anak-anak,kami tetap memberikan pembelajaran tapi orangtua murid
sebagai mediator,semua dilakukan di rumah,bermain belajar,alat main semua
bahan yang ada dirumah..sesekali kamipun home visit untuk melihat keadaan anak
didik kami.Rindu kata itu berasa berat ketika anak-anak mengungkapkan kapan
kami sekolah,kami rindu dengan bunda guru,rindu dengan sekolah dan teman-
teman hal itu yang selalu disampaikan wali murid tentang kegalauan hati anak
didik kami,kami juga rindu nak tapi keadaan ini yang mengharuskan kita menjaga
jarak,entah kapan semua akan normal kembali,walau demikian masih ada z
orangtua yang malas merespon kegiatan anak selama BDR.Saya dan teman teman
tetap memberikan semangat ,mensosialisasikan bahwa BDR sangatlah
penting,disamping komunikasi dan tetap bersilaturahmi dengan wali murid dan
anak-anak.
Alhamdulillah selalu bersyukur kepada Allah saya diberi kesempatan
mengikuti kegiatan Bimtek BDR yang dilaksanakan PP Himpaudi,saya sangat
tertarik sekali melihat narasumber yang professional apalagi materinya sangat
berkualitas semua materi sangat menarik sesuai dengan keadaan pandemik saat
ini,terutama mengajarkan kepada anak didik dan wali murid bagaimana
menghadapi dan melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah,tetap semangat
dalam memberikan pembelajaran kepada anak anak dan orangtua.Kegiatan Bimtek
berlangsung selama 6 hari yang diikuti 255 peserta dari seluruh
Indonesia.Bersyukur saya dari Bontang ikut andil didalamnya,Saya sangat merasa
bangga bisa melihat dan mendengarkan bunda netty secara virtual ,apalagi bisa
melihat teman teman seluruh Indonesia.Semua narasumber saya sangat suka dan
kagum terutama dengan bunda Betty beliau begitu bersemangat dalam
menyampaikan materi apalagi semua berkaitan dengan anak usia dini,Semangat
beliau terus menjadi inspirasi bagi saya..apalagi setiap materi yang disampaikan
oleh beliau selalu cucu beliau langsung menjadi contohnya,begitu kuat beliau
menerapkan ilmu beliau langsung.Rasa kagum saya pun tak lepas dari bunda Netty
beliau selalu memberikan energy dalam setiap penyampaian materinya,bukan itu
saja menurut saya beliau motivator terbaik bagi kami guru Paud,hati saya sangat
tersentuh ternyata guru paud bukan tentang profesi tetapi tentang sebuah rasa
yang sangat dalam tentu saja berangkat dari cinta,pengorbanan yang sangat
besar terhadap anak-anak penerus bangsa,berangkat dari moral sebagai dasar
landasannya sehingga kelak anak-anak hebat ini meneruskan perjuangan
bangsa,besar harapan saya semoga dengan bimtek ini saya dapat memberikan
pengimbasan lagi ke 10 orang guru PAUD.Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama
6 hari dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore,senang dan bahagia rasanya walaupun
dilakukan secara zoom meeting tapi senang bisa bertemu dengan para
Narasumber yang hebat dan berkualitas dalam memahami dunia PAUD,banyak
ilmu yang kami dapat ,selain itu saya sangat senang bisa bersilaturahim dengan
para penddik PAUD se nusantara,walaupun banyak kendala yang dihadapi peserta
jaringan yang sulit,kadang kami harus berlomba masuk ke dalam zoom karena
jaringan internet yang kuat yang lebih dulu masuk sementara situasi setiap
teman-teman peserta berbeda-beda ada yang tiba-tiba listrik padam,adapula
laptop yang eror karena panas ,suara yang kurang terdengar dari
narasumber,terkadang harus naik ketempat tinggi tetapi dari kesulitan yang kami
hadapi kami tetap bersemangat mengikuti Bimtek tentu saja karena banyak ilmu
yang kami dapat,ilmu yang tidak bisa dibayar dengan apapun,kami jadi tau
bagaimana menghadapi situasi dari keadaan sekarang ini.Besar harapan saya
menjadi keluarga penggerak pengimbasan bimtek BDR ini,tentu saja memberikan
ilmu kepada guru-guru selanjutnya,tetap memberikan semangat energy positif
yang luar biasa kepada anak didik bahwa terus belajar dan terus dimana,dan
kapan saja dan jangan pernah lupa terus mensosialisasikan 3 M(Mencuci
tangan,Memakai Masker,Menjaga Jarak) atas ijin Allah semua ini pasti akan
berakhir menuju normal kembali dan selalu diberi kesehatan.Semangat..Salam
Himpaudi Jaya.Salam cinta…… .sekian dan terimakasih .
Wassallammualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
INILAH KISAHKU
Dari: Haniah, S.Pd.I
Alhamdulilah saya adalah seorang pendidik PAUD
saya sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya
bangga mengabdikan diri saya untuk mendidik anak usia
dini itu sudah tertanam dalam jiwa dan diri saya.. saya
bangga menjadi seorang pendidik PAUD. Dalam mendidik
anak-anak usia dini begitu banyak tantangan dan hambatan
yang saya rasakan. Akan tetapi saya semangat dan selalu semangat tetap
bersabar sampai saat ini. Saya sangat senang dan bahagia menjadi seorang
pendidik PAUD. Dan menjalankan aktivitas-aktivitas sebagai seorang pendidik.
Alhamdulilah 10 tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini
karena saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya
sendiri. Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada teman- teman
saya, yang selalu mensuport saya untuk selalu bersemangat dalam mengikuti
kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu dalam mendidik anak-anak bangsa.
Alhamdulilah saya sangat merasa senang dan bahagia dalam mengikuti kegiatan
ini. Tidak semua orang yang dapat kesempatan emas seperti ini terimakasih tak
terhingga kepada ibu Sugia Nikmah, S.Pd,I yang sudah mendaftarkan saya
dikegiatan ini.
Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia. Alhamdulilah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan hanya
saya yang bisa mengikuti kegiatan ini. Sesuatu kebahagian yang saya rasakan
untuk menambah ilmu walaupun hanya bertatap muka didunia maya. Akan tetapi
saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan dan pesan yang
saya dapatkan dalam mengikuti BDR ini karena baru pertama kali saya mengikuti
kegiatan seperti ini. Saya sangat merasa bangga dan bahagia apalagi dengan
narasumber yang begitu ramah dan hebat dalam memberikan ilmu kepada kami.
Dan kami berharap semoga pendidik PAUD yang lain bisa merasakan kegiatan
seperti yang kami lakukan.
Mungkin dalam kegiatan ini saya tidk merasakan kesulitan yang berarti
saya merasakan enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Alhamdulilah
tidak ada kendala yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada
sedikit kendala waktu akan tetapi saya akan selalu semangat dan tetap semangat.
Alhamdulilah saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini.
Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya
terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman
saya dan orang yang membutuhkan. Sekian terima kasih.
KEAJAIBAN WAKTU
By : Ervinawati Djafar Mootalu
Ervinawati Djafar Mootalu Adalah nama
lengkap saya, ‘’ ibu Ervina’’ begitulah sapaan
akrab anak anak didik saya dan juga teman
teman instansi ditempat saya mengajar, saya
lahir tanggal 20 september 1984, Saya telah
berkeluarga dan alhamdulillah telah dikaruniai
empat orang anak, saya mengabdi di PPIT
Alkautsar Gorontalo sejak tahun 2019,
Dari kecil saya bercita cita jadi pendidik,,, Alhamdulillah keinginan itu
tercapai di umur 35 tahun , sudah setahun ini saya mengabdi di Lembaga
Alkautsar, saya sangat senang mendidik anak anak usia dini, apalagi saya memiliki
anak kecil kembar berumur 5 tahun, sebagai seorang ibu saya ingin anak anak
didik saya menjadi anak anak yang pintar dan sholeh sholeha.
Saya sangat senang menjadi bagian dari pendidik di PPIT Alkautsar
gorontalo ini, memiliki teman teman pendidik yang sangat baik dan tidak
sombong, saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan BDR ini, karena saya masi
harus banyak belajar untuk mendidik anak anak terutama anak anak didik PAUD
saya, mendapat kesempatan untuk belajar di HIMPAUDI ini yang pesertanya
adalah dari seluruh indonesia adalah suatu kebanggan bagi saya.
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan pelatihan BDR ini,
Dikegiatan ini saya dapat bertemu dengan orang orang hebat seindonesia walau
hanya bertatap muka di dunia maya, ini adalah pertama kali saya mengikuti
pelatihan BDR, alhamdulillah saya sangat bersemangat sekali dan saya tidak henti
hentinya bersyukur dalam mendaptakan ilmu dalam pelatihan ini.
Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada ibu Ramlah
Hulopi sebagai kepala sekolah saya, beliau telah mengarahkan saya untuk bisa
mengikuti pelatihan BDR ini, beliau juga selalu memberi saya motifasi untuk
selalu bersemangat dalam mengikuti kegiatan kegiatan lainnya.
Dalam kegiatan BDR ini saya merasa enjoy mengikutinya, karena para
narsumber sangat hebat dalam penyampaian materinya, kedepannya saya akan
menerapkan ilmu yang saya dapat dan saya akan terapkan di lembaga tempat saya
mendidik anak anak, dan saya juga akan membagi ilmu ini dengan teman teman
yang lain yang membutuhkannya... sekian terimakasih
SURAT CINTA
BY : Rahmadiah
Nama saya Rahmadiah, saya tinggal di jalan
Wr.Supratman GG H.Hapasar RT.24 NO.65, saya
Pengelola SPS PASIR PUTIH 4 yang ber alamat di jalan
Adipura 1 RT.06 Kel.Bontang Lestari Kec.Bontang
Selatan,saya memiliki 2 anak putra dan putri yang
pertama sekolah di SMA NEGERI 1 Bontang, yang kedua
masih TK di NURUL IMAN. Perjalanan awal mula saya
terjun di bidang pendidikan PAUD, karna selama ini saya dari dulu ingin menjadi
seorang guru tapi ALLAH telah mengabulkan doa dan keinginan saya melalui TPA (
Tempat Penitipan Anak ) yang berada di jalan KALIMANTAN Kel.Api-Api
Kec.Bontang Baru, saya mengajar disana mulai tahun 2015 sampai dengan 2017.
Saya pindah mengajar dari tahun 2017 sampai sekarang di SPS PASIR PUTIH 4
dan Alhamdulillah saya menjabat sebagai pengelola.
Alhamdulillah juga atas kecintaan saya terhadap Pendidikan anak Usia
Dini,Saya terpilih sebagai pengurus Himpaudi Kecamatan Bontang Selatan dan di
beri amanat sebagai sekertaris, Saya dilantik pada tahun 2019 sampai dengan
2023.
Motifasi saya mendirikan sekolah di daerah Bontang Lestari karena
keterbatasan ilmu pengetahuan orang tua dan lemahnya pengetahuan tentang
Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD dan keterbatasan dana mereka untuk
menyekolahkan ketempat yang berbayar ,diwilah kerja saya termasuk daerah
pesisir dan warga kurang mampu jadi sekolah kami tidak memungut biaya
sepeserpun untuk Pendidikan PAUD di lembaga kami. Alhamdulillah selama kurang
lebih tiga tahun sekolah kami berdiri banyak cobaan yang kami hadapi dari tidak
setujunya lembaga lain karna kami mendirikan sekolah di daerah tersebut
sehingga para RT lah yang ikut turun tangan memberikan arahan ke lembaga yang
lain serta tidak tersedianya air bersih sehingga sekolah kami hanya mengandalkan
air hujan saja dan air sumur, Alhamdulillah berkat bantuan dari Pak yahya dan
LSM Bontang Lestari lembaga kami telah memiliki air bersih, Tetapi yang saya
masih butuhkan yaitu ketersediaan Listrik untuk lembaga kami agar murid-murid
saya bisa tervasilitasi dengan baik.
Disamping itu saya sangat bersemangat mendidik anak-anak karena
antusias dari orang tua murid walau mereka kurang pengetahuan tentang ilmu
pendidikan tetapi mereka tidak kurang silaturahmi dengan kami ketika kami
membutuhkan bantuan mereka segera membantu seperti membersihkan
lingkungan sekolah dan memperbaiki sekolah mereka pun ingin tau perkembangan
anak mereka, kami sangat bangga bisa membantu mendidik anak-anak mereka dan
mereka juga sangat senang banyaknya perubahan anak mereka setelah di
kenalkan dengan ilmu pendidikan.Alhamdulillah sejak didirikannya sekolah kami
murid kami terus bertambah yang awalnya hanya 20 anak kini mencapai 80 anak
yang diantaranya berkisar usia 0 – 4 tahun.
Dari kecintaan saya ingin memajukan anak bangsa dari itu saya mengikuti
BIMTEK BDR ini agar saya dapat mengoreksi kekurangan saya dalam mendidik
anak-anak usia dini dan memperbaiki kekurangan saya dalam mendidik dan diawali
dari lingkup keluarga kecil saya, semoga ilmu yang saya dapatkan dari BDR ini bisa
bermanfaat untuk semua bukan hanya saya saja tetapi saya juga akan
mengimbaskan ke guru-guru yang ada di lembaga saya. Serta orang tua murid
saya agar mereka tau betapa pentingnya Pendidikan bagi masa depan anak
mereka.Dan masa pendemik ini betapa beartinya peran orang tua untuk
mencerdaskan anak mereka selama belajar dari rumah.
Sekian curahan saya sejak awal terjun didunia pendidikan sampai bisa
menjadi pengelola yang jarak tempuh dari rumah saya kesekolah kurang lebih
sekitar setengah jam yang saya lalui begitu bahagia dan senang.Akhir kata saya
mohon maaf apabila didalam penulisan surat ini ada kata-kata yang kurang mohon
di maafkan.
Salam cinta buat semua pendidik PAUD yang ada di Indonesia ini semoga
apa yang kita kerjakan bermanfaat untuk anak bangsa kita. “ HIMPAUDI JAYA “
“ BONTANG JAGO “
“Belajar dan Mengajar Tak Terbatas Ruang dan Waktu”
By : Apriliani
Assalamualaikum pejuang guru PAUD seluruh
Indonesia....
Ada pepatah nih yang sudah sangat
mainstream yaitu ‘tak kenal maka tak sayang’
hehe...Perkenalkan nama saya Apriliani. Ya, saya
adalah guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),
saya mengajar di Sekolah Alam KB IT
Baiturrahman tepatnya di kota Bontang provinsi Kalimantan Timur. Untuk tahun
ajaran ini (2020-2021) jumlah murid saya sebanyak 21 anak untuk 2 rombel
(rombongan belajar). Saya mulai mengajar di PAUD dari tahun 2015-sekarang.
Kedengarannya sangat mudah ya.. ‘hanya’ mengajar anak yang notabene nya masih
kecil, nyanyi-nyanyi atau tepuk-tepuk, SELESAI hehe....Eits tidak seperti itu lho.
Mungkin itulah first impression saya saat awal mulai masuk sebagai guru di
Sekolah Alam KB IT Baiturrahman. Tapi kenyataannya saya menyadari banyak
tantangan serta tanggung jawab yang akan kita pikul sebagai guru PAUD. Fyi,
saya adalah lulusan SMK Analis Kimia jadi saya sangat awam dengan dunia anak
atau dunia per-PAUD an, tapi saya memang senang dan suka dengan anak kecil.
Alhamdulillah, saya bisa mengajar di Sekolah Alam KB IT Baiturrahman dan dapat
memperluas pengetahuan serta skill tentang dunia anak. Tanggung jawab saya
sebagai guru yaitu menjadi orang tua kedua mereka di sekolah yang dapat
mendampingi dan menjadi fasilitator bagi mereka agar pertumbuhan serta
perkembangannya maksimal. Banyak suka maupun duka saat saya menjadi guru
PAUD walaupun banyak suka nya sih, hehe...Saya harus terus mengembangakan
diri saya untuk mencetuskan ide-ide kegiatan agar anak dapat bereksplor dan
belajar bersama alam di sekitarnya. Kadang-kadang bertemu dengan wali murid
yang agak ‘over protektif’ dengan anaknya. Tapi itu tidak membuat semangat saya
luntur untuk membimbing mereka. Sukanya saat mood saya sedang down ternyata
ada mereka yang menceriakan suasana dengan segala kepolosan dan sikap ingin
tahunya. Jadi nggak bisa marah dan awet muda kan, hihi..
Namun untuk tahun ajaran ini sangat berbeda. Bumi kita di landa pandemi
dengan virus baru yaitu virus Corona atau Covid-19. Hampir seluruh negara di
dunia termasuk Indonesia harus struggle melawan pandemi tersebut. Dampaknya
pun berimbas ke berbagai sektor tidak terkecuali di bidang pendidikan. Sekolah-
sekolah di tutup, yang bisa membuka sekolah hanya daerah Indonesia yang
berzona hijau dari penyebaran Covid-19. Akhirnya sekitar bulan Maret ada
kebijakan dari pemerintah untuk BDR (Belajar Dari Rumah) atau PFH (PAUD from
Home). Dimana anak akan belajar dan bermain di rumah bersama orang tuanya
dengan bantuan guru. Awalnya banyak kesulitan yang saya alami saat PFH dari
merombak Semester Plan kala itu menjadi lebih sederhana dan lebih related
dengan orang tua di rumah, kurangnya referensi video conference agar kami
tetap terhubung ke semua anak dalam satu waktu hingga ke khawatiran guru
maupun orang tua tentang pandemi baruini. Namun setelah beberapa bulan berlalu
dan di terapkannya new normal saya dan guru-guru Sekolah Alam KB IT
Baiturrahman akhirnya dapat beradaptasi dan dapat tetap membantu orang tua
untuk mendampingi anaknya di rumah.
Suatu hari saya ditawari oleh kepala sekolah untuk mengikuti BIMTEK BDR.
Dimana pelatihan ini dapat menjadi referensi saya untuk mengajar dari rumah.
Saya pun mengiyakan ajakan tersebut dan ikut mendaftar BIMTEK BDR. Saya
mengikuti pembekalan selama sehari untuk membahas materi apa saja yang akan
kami terima serta diskusikan. Menurut saya materi-materinya akan sangat
berguna bagi pembelajaran dari rumah. Walaupun pelatihannya secara daring
dengan video conference via Zoom Meeting serta harus menatap layar
laptop/ponsel seharian namun tidak melunturkan semangat saya untuk menimba
ilmu dari narasumber-narasumber yang sangat hebat. Pelatihan ini juga
mengingatkan saya kembali bahwa belajar atau mengajar itu tidak terhalang
ruang dan waktu, dimana ada jalan maka akan kami susuri dengan semangat demi
memajukan generasi bangsa.
Semoga saya akan di beri kemudahan dan kelancaran untuk mengikuti
pelatihan BIMTEK BDR selama 5 hari kedepan. Insyaallah ilmu yang saya dapat
dari para narasumber akan saya imbaskan kepada teman-teman seperjuangan
agar semua anak-anak usia dini di Indonesia mendapat pendidikan yang layak
meskipun di tengah pandemi ini.
Semangaat ...Semangat
Mengikuti Bimtek BDR atau Muswil ? pilih Mana ?
BY : Sri Wahyuni
Galau, sebuah kata yang terbersit dalam hatiku, saat
undangan MUSWIL ke-4 Himpaudi Propinsi
Kalimantan Tengah masuk ke dalam pesan
whatsappku. Bagiku, menuntut ilmu itu adalah
kewajiban bagi seorang muslimah, namun mengikuti
musyawarah wilayah juga merupakan kewajiban
karena amanah sebagai ketua pengurus daerah
himpaudi kabupaten Kotawaringin Barat setahun
yang lalu.
Waktu berjalan cepat, dan keputusan belum kuambil juga. Sambil terus
menimbang, kuteruskan surat undangan muswil kepada sekretarisku, Anif
Rosekhah agar meminta ijin kepada suami dan orangtuanya. Apakah diijinkan atau
tidak untuk bepergian ke kota Palangka Raya yang berjarak 450 km dari kota
manis tempat kediamanku, apalagi di masa pandemi seperti ini. Tidak semua orang
mau bepergian keluar kota.
Apa yang aku khawatirkan sebelumnya ternyata benar, sekretarisku tidak
diijinkan suaminya untuk berpergian ke luar kota dengan alasan kota Palangka
Raya termasuk zona merah. Dan masih memiliki anak balita yang rentan terkena
virus. Baiklah, aku bisa memaklumi alasan suaminya dan tolong segera carikan
penggantinya untuk diberikan surat mandat agar bisa mengikuti muswil tersebut,
perintahku pada sekretaris.
Tidak lama kemudian, sekretarisku menelponku untuk menginformasikan
pengganti dirinya adalah ibu Retno kepala bidang organisasi. Bergegas aku
menelponnya untuk memastikan ulang apakah benar beliau bisa mendampingiku ke
Palangka Raya. Insyaallah siap, jawabnya singkat. Alhamdulillah selesai sudah
urusan mencari pendamping untuk berangkat bersama saat muswil nanti. Tinggal
memesan tiket travel nanti, ucapku dalam hati.
Oh ya, namaku Sri Wahyuni berusia 39 tahun. Kuputuskan untuk melamar
menjadi guru TK 16 tahun yang lalu karena melihat fenomena di lingkungan
sekitar banyak anak remaja yang hamil diluar nikah. Bagaimana mau membangun
negeri yang baldatun, thoyyibatun warobbun ghoffur jika genarasi mudanya tidak
bisa menghadapi tantangan hidup. Mudah terjatuh dan tergoda dengan
kemaksiatan. Dan setelah banyak belajar tentang ilmu anak usia dini dan akhirnya
Baru 16 tahun saya mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk mengajar anak
usia dini. Keseharian, saya mengabdi di Sekolah Alam Bina Insan Pangkalan Bun,
yang terletak 2 km dari pusat kota. Sekolah yang menerima semua anak didik baik
berkebutuhan khusus dan yang tidak berkebutuhan khusus didasari atas visi
membantu orang tua untuk menstimulasi anak agar menjadi pemimpin yang
bertaqwa, berakhlaq dan bermanfaat. Kami menggunakan 4 buah kurikulum, yaitu
Kurikulum akhlaq, kurikulum logika, kurikulum bisnis dan kurikulum kepemimpinan.
Tidak mudah memang memprktekkan 4 buah kurikulum tersebut ke dalam
pembelajaran sehari hari. Diperlukan ilmu yang banyak dan keteladanan luar biasa
dari guru.
Saat pandemi, kami mendapatkan 12 orang anak didik dan dalam proses
belajar dari rumah kami menggunakan aplikasi zoom, grup whatsapp serta
kunjungan rumah. Awalnya anak didik kami bersemangat didalam mengikuti
pertemuan bersama di zoom meeting. Akan tetapi 5 bulan terakhir ini, banyak
kendala seperti orang tua yang mulai bekerja aktif memenuhi kebutuhan dasarnya
sehingga orang tua sudah kelelahan dan tidak sempat memberi stimulasi kepada
anak, kemudian Saat guru mengajar, ada anak didik yang berlari larian, ada yang
main sepeda dan tidak dapat duduk tenang. Saya merasa kesulitan dan saat ada
surat masuk tentang bimtek BDR ini, akhirnya saya mengajukan diri untuk
mengikutinya. Benar kata Allah, dibalik kesulitan pasti datang kemudahan.
Keputusan sudah kuambil, coba tebak apa yang saya pilih ? bimbingan
teknis ini ataukah musyawarah wilayah ke 4 Himpaudi ? jawabannya, aku memilih
mengikuti keduanya. Meski aku sadar, pasti tidak maksimal karena harus
menempuh perjalanan selama 10 jam ke ibukota propinsi menggunakan jalan darat
dan jaringan serta baterai yang kritis di jalan sehingga tidak bisa fokus
mendengarkan materi dari narasumber. Keputusan sudah diambil, tinggal
menjalaninya saja.
Hari pertama bimbingan teknis belajar dari rumah ini kujalani dengan
setengah hati karena kabel charger patah ujungnya dimainkan anak ke-4 ku Hilwa.
yang berbarengan dengan datangnya mobil travel di depan rumah. Baru
seperempat perjalanan, tiba tiba mobil travel yang kami tumpangi melambat
dikarenakan ada banjir kiriman sungai dari hulu di daerah Lamandau. Kutengok
kanan dan kiri sambil terus berdizkir. Berharap tetap bisa melanjutkan
perjalanan guna menyampaikan aspirasi dan tetap bisa mengikuti pelatihan bdr ini.
Alhamdulillah akhirnya bisa melewati banjir di jalan raya propinsi sepanjang 1 km
dan baru bisa membeli kabel charger setelah 4 jam perjalanan di kota Sampit.
Setelah membeli kabel baru dan mencharge handphone akhirnya bisa bergabung
di zoom meeting meski sudah mau selesai.
Hari kedua bimbingan teknis ini, bersamaan dengan pelantikan pengurus
himpaudi Kalimantan tengah yang baru. Sengaja memilih kursi paling belakang dan
menggunakan headset untuk bisa mendengarkan materi pelatihan. Duuh, maafkan
aku ya panitia yang tidak focus memperhatikan proses pelantikan. Materinya
bagus banget, sesuai dengan situasi dan kondisi terkini. Belajar dari rumah, yang
membantu orang tua untuk bisa memberi stimulasi kepada anak anak dirumah
menggunakan peralatan yang ada dirumah.
Terima kasih himpaudi yang telah memfasilitasi kami. Semoga setelah ini
bisa langsung memberikan manfaat kepada pendidik paud lainnya. Yang sedang
kebingungan bagaimana menjalani belajar dari rumah. Ada pandemi atau tidak ada
pandemi, stimulasi anak usia dini tetap harus dilakukan karena waktu terus
berjalan. Dan synap otak anak yang tidak terstimulasi akan diambil kembali oleh
Sang Pemberi kecerdasan, yaitu Allah SWT.
Sebagai bahan refleksi, dikarenakan tidak maksimalnya saya mengikuti
kedua acara ini, lain kali memang harus memilih. Karena hidup ini adalah pilihan.
Mungkin bisa dengan berterus terang kepada panitia untuk meminta mengikuti
pelatihan bdr ini di sesi selanjutnya. Tapi apalah daya, nasi sudah terlanjur
menjadi bubur. Bukan menyesali tanpa akhir, tapi bagaimana bisa merubah bubur
itu menjadi bubur ayam sehingga bisa dinikmati bersama. Suka tidak suka dan
mau tidak mau aku harus berkolaborasi dengan teman lain ibu Tri dari PAUD IT
Al-Manar yang mengikuti bimbingan teknis ini agar apa yang bisa saya dapatkan
bisa dilanjutkan dengan agar bisa berjalan maksimal. Dan ilmu ini bisa terus
mengalir, semoga menjadi amal jariyah ucapku dalam hati.
INI KISAHKU
By : Titi Sumariati, S.Pd
Assalammualiakum wr.wb
Nama saya Titi Sumariati, S.Pd dari KB.ANDINI
kabupaten Karimun provinsi Kepulauan riau
Perasaan kaget dan terharu saat menerima
whatsapp dari Bundo untuk mengikuti kegiatan
pembekalan BIMTEK BDR ini.
Kagetnya karena di kabari mendadak.
Kalau lah Bundo tau saat itu saya sedang di dapur pasti Bundo tertawa. Bun, saya
baru pulang dari pasar lho saat itu, terus membersihkan ikan dan menggorengnya.
Entah kenapa hati tergerak buka hp padahal biasanya kalau sedang masak saya
tidak pernah buka hp. Sontak kaget saat baca whatsapp dari Bundo tapi karena
hati saya yakin untuk mengikuti kegiatan ini makanya saya balas whatsapp Bundo
dengan kata-kata “siap bun”.
Bahagia saat saya dapat kiriman link zoom dari Bundo, langsung ganti baju
kebanggaan yaitu batik HIMPAUDI dan siap menghadap leptop untuk mengikuti
pembekalan BIMTEK BDR lewat zoom.
Bangga sekali rasanya bisa mendapatkan ilmu yang luar biasa bermanfaat dari
para nara sumber yang hebat, walau pun telat masuk zoom dan hanya dapat
mengikuti pembekalan dari nara sumber yang ke-8.
Tanpa saya sangka-sangka Bundo menghubungi saya kembali setelah kemarin
Bundo bilang kalau kuota sudah penuh, namun Bundo masih memberi harapan pada
saya, “Kita cadangkan yaa” begitu kalimat terakhir dari balasan Bunda di
whatsapp. Teman-teman guru seluruh Indonesia pasti memiliki perasaan yang
sama seperti saya bila juga dapat kabar baik ini.
Saya berharap setelah mengikuti BIMTEK BDR ini saya mampu menyebarkan ilmu
yang bermanfaat yang saya dapatkan nanti kepada teman-teman seperjuangan,
dan semoga hasil kegiatan ini dapat menjadikan yang terbaik untuk saya. Saya
sangat mengidolakan Bundo Netti, Kartininya Indonesia di era New normal.
Semoga HIMPAUDI semakin jaya dalam mendidik anak usia dini, salam cinta
untuk anak usia dini.
Wassalammualaikum wr.wb
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Jukriah
Saya ibu Jukriah berasal dari bontang kaimantan timur,
mengajar di SPS Anggrek 3 selama 11 tahun. Pertama
mengajar muridnya berjumlah 12 anak, Alhamdulillah
sekarang sudah berjumlah 84 anak.
Selama ada pandemik virus corona 19 ini, anak
dirumah saja. Jadi kebutuhan dasar anak usia dini
menghadapi tantangan sekaligus kesempatan yang mungkin terjadi pada orang
tua, maka orang tua dan guru perlu mempunyai wawasan terkait pembelajaran
bdr, yang terpenting harus ada kolaborasi antara guru dan orang tua,
Kami merasa senang mengikuti ANGKATAN 2 BIMTEK BDR ini, menjadi
kebahagiaan tersendiri kala mendapat amanah dari para narasumber yang hebat-
hebat dan luar biasa, serta teman-teman yang ada di angkatan 2 bimtek bdr ini,
menjadi hamba-hamba Allah yang baik. Salam Sehat Untuk Kita Semua, Aamiin.
BIMTEK BDR
By : Sri Hasanah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah puji syukur sri ucapkan kepada Allah Swt. Atas petunjuk
hidayah yang telah allah berikan kepada kita. Menjadi Guru merupakan suatu
kebanggan tersendiri bagi sri. Karna itu adalah sesuatu yang dicita-citakan sedari
dulu yaitu ingin mengabdikan diri kepada nusa bangsa dan tentunya mengikuti
ajaran rosululloh yaitu membagikan ilmu kepada sesama
Ibundo netti yang sri hormati, sri baru bisa menjadi guru diusia 42 tahun.
Cerita awalnya, seperti biasa di pagi hari sri mengantarkan anak no. 3 yang baru
berusia 4 tahun ke PAUD yang lokasi nyatak jauh dari rumah. Anak sri yang no.3
ini sedikit manja kepada sri sehingga minta ditungguin hingga pulang. Dan itu
berlangsung dari hari ke hari. Nah, sambil menunggu waktu jam pulang anak sri
berinisiatif membawa benang sambil menyulam dari rumah untuk mengisi waktu
luang sri saja bundo.
Selang beberapa minggu, ada guru yang tidak bisa datang karna suatu alas
an begitupun dengan kepala sekolahnya yang berhalangan hadir dikarnakan sedang
sibuk menyiapkan skripsi. Karna tidak ada tenaga pendidik dihari itu sedangkan
anak-anak sudah siap untuk belajar, akan sayang rasanya bila mereka pulang , sri
pun menawarkan diri untuk menemani anak-anak belajar. Kepala sekolah sangat
menerima baik penawaran sri. Hingga hari besok-dan besoknya pun sri masih ‘’ikut
andil’’ dalam proses belajar mengajar di PAUD Buah Hati.
Selama masa ‘‘ikut andil’’ ini sri merasa nyaman hingga pada akhirnya sri
memberanikan diri untuk mencoba menjadi guru di PAUD Buah Hati. Tentu
sebelum memutuskannya sri meminta izin kepada suami dulu dan Alhamdulillah
suami mengizinkan. Hari demi hari, sri menjalani profesi baru yaitu menjadi guru
PAUD disisi lain sri juga tidak bisa melupakan tugas utama sri sebagai ibu rumah
tangga. Ditambah lagi profesi suami ialah menjual nasi goreng sehingga dipagi
hari sekali sri juga sudah harus bangununtuk membantu suami menyiapkan
perlengkapan jualan.
Mungkin karna belum terbiasa dengan kegiatan baru sri, pada suatu hari
kondisi badan sri terasa melemah dan sri pun jatuh sakit. Mengetahui itu, suami
khawatir dengan kondisi kesehatan sri hingga pada akhirnya suami melarang sri
untuk mengajar di PAUD. Kepala sekolah hanya bisa menerima keputusan sri
dengan raut wajah kecewa dan mendo’akan agar sri lekas sembuh. Selama
berhenti mengajar di PAUD sri berusaha untuk memulihkan kembali stamina
ditubuh Sri. Sri mengonsumsi suplemen tubuh, makanan minuman bernutrisi dan
tentunya diimbangi juga dengan berolahraga walau hanya sekedar berjalan santai
di gang rumah bersama anak.
Alhamdulillah, karna ikhtiar yang sri lakukan allah memberikan
kesembuhan yang sangat baik kepada sri. Hingga pada suatu hari kepala sekolah
menelefon sri dan meminta tolong agar sri menginfokan kepada orangtua murid
bahwasannya guru tidak bisa mengajar dihari itu. Suami saat itu sudah pulang
berjualan, mendengar hal itu, suami pun bertanya ada masalah apa, sri pun
menjelaskan kejadian rincinya kepada suami. Setelah kami bicarakan baik-baik
perihal keinginan sri untuk menjadi guru, suami pun luluh dan mengizinkan sri untu
aktif mengajar kembali di PAUD. Tentunya kepala sekolah juga sangat menerima
baik kembalinya sri di PAUD.
Selanjutnya bundo, untuk mendukung kegiatan sri sebagai guru PAUD,
terlintas dibenak sri untuk melanjutkan pendidikan sri dibangku kuliah.
Alhamdulillah suami kembali mendukung dan sekarang sri sudah mendaftar kuliah
disalah satu universitas swasta di kota padang. Sri tidak minder meskipun
pastinya rekan-rekan sri nanti usia nya masih muda-muda karna menurut sri tidak
ada kata terlambat untuk belajar.
Hingga ada webinar BIMTEK penguatan pembelajaran BDR paud ini, tak
luput dari budi baik kepala sekolah sri, beliau memberitahukan adanya webinar ini
dengan harapan sri bisa mengikuti nya. Kesempatan berharga ini tak mungkin sri
lewatkan begitu saja. Ada banyak ilmu yang pastinya sri butuhkan dalam
menunjang kegiatan sri sebagai guru PAUD dan tentunya untuk penunjang kuliah
sri juga.
Kepala sekolah sri sangat baik kepada sri selalu mendukung dan
memotivasi sri dan itu membuat beberapa guru lain mungkin memendam rasa iri
atau cemburu bundo. Padahal tidak ada sedikitpun niat sri untuk begitu. Hingga
pada akhirnya ada beberapa guru yang memutuskan untuk keluar dari PAUD.
Sekali lagi sri tak ada niat buruk dengan mereka, sri mencoba memeberikan
pengertian, member kejelasan tapi ya memang itu sudah menjadi keputusan
mereka,kami hanya bisa menerima.
Bundo, usia sri sudah tidak muda lagi, tapi sri sangat bersemangat untuk
bisa mengajar, untuk menjadi guru, mendidik generasi bangsa yang nantinya akan
melanjutkan perjuangan kita dalam membangun negri. Meskipun murid asuhan sri
jumlah nya sedikit, itu tidak membuat sri patah semangat. Menurut Sri Sangat
tidak masalah berapa jumlah muridnya, yang terpenting adalah kita sebagai guru
bisa menyampaikan ilmu dan mengasuhnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Pun sama halnya dengan sri yang baru bisa kuliah diusia 43 tahun, Sri tak ambil
pusing juga dengan omongan orang yang terpenting adalah kalau itu baik dan
bermanfaat untuk sri dan lingkungan maka akan sri lakukan.
Bundo Netti yang sri hormati, dengan adanya webinar BIMTEK penguatan
pembelajaran BDR paud ini semoga ada banyak ilmu yang bisa sri ambil yang nanti
juga bisa sri gencarkan kepada guru-guru PAUD Lainnya. Kalau mengingat gaji
yang bernilai Rp.50.000,-/bulan dan irupun tidak rutin kadang sekali 3 bulan atau
5 kali sebulan itu juga sama sekali tidak menjadi penghalang semangat sri untu
dating ke sekolah bertemu dengan anak-anak yang lucu dan siap untuk mendidik
generasi bangsa
Bundo Netti yang sri sayangi, sri minta do’a nya agar sri bisa terus
konsisten dan semangat tetap maju melangkah kedepan tanpa menghakimi masa
lalu. Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tugas mulia dan sri sangat
senang bisa menjalaninya. Bundo, ini kali pertamanya sri membuat cerita panjang
lebar seperti ini. Semoga bundo tidak bosan dalam membaca surat cinta dari sri
untuk bundo netti. Semoga bundo netti tetap sehat dibawah lindungan-Nya.
Aamiin
Terimakasih banyak atas perhatian bundo netti terhadap kami semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*SENTUHAN HATI SANG GURU PAUD*
By : Jusmiati,S.Pd
Apa yang membuat saya menjadi Guru PAUD ? Berawal dari
berdirinya Sps nurhikmah di Lingkungan kelurahan tanjung
laut Bontang pada Tahun 2012, maka saya di minta oleh
Ketua Tim penggerak PKK kelurahan tanjung jaut Bontang
untuk mengelola atau sebagai Kepala Sekolah Sps
Nurhikmah Bontang, tentunya hal itu tidaklah mudah bagi
saya.
Siapa diri saya waktu itu ? Saya adalah ibu rumah tangga yang fokus mengurus
keluarga di rumah, , saya tau waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian di bidang
pendidikan karena saya hanya lulusan SMA dan sejak menikah tahun 1997 pekerjaan saya
hanya sebagai ibu Rumah Tangga seperti yang lainnya.
Di mana saya harus menbekali diri saya agar setatus Guru bukanlah hanya sebutan
saja, apalagi sekolah yang saya kelolah baru berdiri, tentunya untuk mendapat
kepercayaan sangat sulit waktu itu bahkan di lingkungan saya sendiri tidak semua yakin
bahwa guru-guru yang ada lembaga kami bisa mengajar anak Paud, karena pada saat itu
semua gurunya di ambil dari anggota ibu rumah tangga yang berkenan menjadi guru
dengan sukarela tanpa di gaji , saya terus berusaha meyakinkan masyarakat di sekitar
lingkungan saya dengan membuat brosur dan promosi ke teman-teman dekat,
Alhamdulillah pertama di buka mendapat murid 40, bagi saya itu sudah luar biasa, dengan
keaktifan saya akhirnya saya di minta memjadi pengurus Himpaudi kecamatan,
darisitulah saya mulai berperan aktif, banyak teman dan saling bertukar pengalaman,
tentunya saya yang sangat beruntung karena saya banyak menimbah ilmu dari teman -
teman yang sudah berpengalaman, di tahun 2013 saya mengajak guru guru saya untuk
ikut kulia di Universitas terbuka jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan lulus S1 tahun
2017
Kapan saya merasa mendapat kepercayaan dari orang-orang di sekitar lingkungan sekolah
? Pada saat saya berusaha sekuat tenaga dan berjuang untuk kemajuan sekolah di sini
saya pelan-pelan mulai melengkapi 8 standar sebagai persyaratan pengajuan Akreditasi,
disinilah perjuangan saya, tidak mengenal waktu pagi, siang dan malam bahkan kadang
tidak tidur memgerjakan semua itu, dan Alhamdulillah apa yang saya perjuangkan selama
ini tidak sia-sia akreditasi yang saya ajukan mendapat nilai C, tentunya itu suatu
kebanggaan buat saya dan teman-teman pendidik begitu juga Ketua Tim PKK juga sangat
meng Apresiasi kepada saya dan guru-guru semua. , dengan berperan aktif di setiap
kegiatan Himpaudi maka terpilihlah 30 Orang peserta BIMTEK BDR yang sekarang ini
saya ikuti.
Tantangan :
ingin mengikuti Bimtek karena saya ingin belajar dan menambah wawasan lebih banyak
lagi dari Para Narasumber yang lebih berpengalaman di Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
. kesulitan dalam mengikuti Bimtek adalah di karenakan bimtek di laksanakan secara
Virtual melalui Zoom Meeting terkadang suara narasumber terputus- putus di karenakan
jaringan yang naik turun, begitu juga dengan permintaan pengisian google Fom yg di
share di tengah - tengah penyampaian materi sehingga peserta kurang fokus dan sibuk
mengisi link
Kebahagiaan :
saat melaksanakan BDR adalah ada rasa bangga karena dapat bertatap muka dengan
Ayah Bunda Hebat pejuang PAUD seluruh Indonesia walau melalui Media Sosial dan
senang banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan.
Mengapa saya tertarik ikut Bimtek ?
Karena saya ingin menimbah ilmu agar saya bisa mengajak guru guru saya untuk
melakukan hal-hal yg baik dan benar dalam mendidik anak Usia Dini sehingga orang tua
percaya dan yakin untuk menitipkan Putra putrinya di lembaga kami.
Kesan :
saat mengikuti kegiatan bimtek ini saya sangat berterima kasih kepada Bundo Nety,
Panitia penyelenggara dan seluruh narasumber yang sudah berkenan membagikan ilmunya,
di sini saya merasa terkesan sekali karena begitu semangatnya pejuang Himpaudi
mengajak dan membimbing kami untuk maju bersama dalam Satu tujuan yaitu
mencerdaskan anak bangsa.
Apa yang akan saya lakukan setelah mengikuti kegiatan ini ?
saya akan membagikan ilmu yang saya dapatkan pada saat saya mengikuti Bimtek BDR 2
ini kepada guru- guru, Orang Tua dan teman sejawat agar ilmu ini dapat bermanfaat bagi
kita semua dan dapat bersama-sama mendidik Anak Usia Dini dengan baik dan benar.
Demikian cerita saya apabila dalam penulisan ada salah kata atau hal-hal yang
kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya,sekian dan terima kasih.
Surat Cintaku Untuk Bunda dan Yahnda Pengurus HIMPAUDI
By : Eva Dwipanglipur Wijayanti
Assalamualaikum Wr Wb, semangat Pagi…..
Perkenalkan nama saya Eva
Dwipanglipur Wijayanti biasa dipanggil Eva.
Saya adalah pendidik di SPS POS PAUD
Anyelir IX yang berkedudukan di Jl. Bali RT.
15 BTN KCY kel. Api-Api Kecamatan Bontang
Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Saat ini jumlah murid kami 30 anak Kami
telah meluluskan lebih kurang bebih 400 orang, sejak tahun 2011. Pernah suatu
ketika sekolah kami kebanjiran sehingga semua dokumen, buku bacaan dan mainan
kami rusak. Saat itu kami sangat sedih dan menyesal, akan tetapi setelah
mendapatkan pencerahan dari Bundo Netti tentang loose part, kami menjadi
tenang dan jadi lebih kreatif. Saya sangat berbahagia dapat menjadi pendidik
karena dapat mengembangkan pengetahuan, menyumbangkan kemampuan dan
menyalurkan hobi saya. Selain itu saya juga mendapat bonus berupa teman baru,
anak-anak baru, saudara-saudara baru terlebih lagi ketika ada suara anak kecil
menyapa saya Bunda Eva… sungguh itu sangat menyentuh dan membuat saya
bahagia, dulu saya bukan siapa-siapa dan sekaramg saya jadi salah satu Bunda
PAUD SPS POS PAUD Anyelir IX.
Covid-19 telah mengubah cara pandang kita terhadap pendidikan. Awalnya
bisa bertatap muka, bermain, bercanda, memeluk dan mencium anak-anak dengan
penuh kasih sayang sehingga mereka merasa dekat dan nyaman bersama kami,
tapi kini kami hanya bisa menyapa mereka melalui telephon. Untuk mengobati rasa
rindu kami, selalu membuat video untuk dibagikan kepada mereka, video senam,
beryanyi, bermain, mendongeng dan membacakan buku cerita untuk mereka.
Awalnya kami berpikir ini sulit akan tetapi kami tetap mencoba melakukannya dan
ternyata mereka antusias mengikuti kegiatan yang telah kami buat walau dengan
versi yang sederhana. Kami mengajak orang tua untuk bermain bersama anak
sesuai dengan tema dan kegiatan yang telah kami bagikan melalui Whatsapp
Group dan meminta orang tua untuk mendokumentasikan kegiatan mereka dan
mengirimkannya kembali kepada kami sebagai bahan penilaian. Mereka bahagia
melakukannya, walaupun tak jarang ada saja kendalannya. Sering juga orang tua
berkata kalau kegiatan itu mebuat anak-anak semakin rindu untuk bersekolah,
bertemu kami gurunya, dan bertemu teman-temannya. Satu hal yang membuat
saya risau, karena pandemi ini, interaksi anak sangat terbatas, hanya dengan
orang-orang disekitar mereka saja. Biasanya mereka bermain dengan teman,
walaupun kadang timbul konflik diantara mereka tetapi disitulah mereka belajar
untuk bersosial, memahami teman, saling memaafkan, berbagi dengan teman dan
bertemu dengan banyak orang. Memang di rumah, orang tua dapat bermain
dengan anak seperti rencana pembelajaran yang kita berikan, tapi emosi yang
ditimbulkan tetap berbeda apabila mereka bermain dengan teman sebaya dan
gurunya. Semoga pandemi ini dapat cepat berlalu demi terciptanya anak-anak
yang bertoleransi tinggi, dan perkembangan sosial emosional yang baik
Bersyukur saya mendapat kesempatan mengikuti BIMTEK BDR ini. Terus
terang ini diluar ekspektasi saya. Saya tidak menyangka akan mendapat
pengetahuan yang seluas dan segamblang ini. Saya yakin ini berkaitan pembawaan
narasumber yang sabar dan menebarkan aura positif kepada kami serta
menekankan bahwa BDR ini mudah dan bisa dilakukan dengan mudah. Ini juga
membuat saya lebih bersemangat untuk menularkan kepada teman dan orang tua
murid. Penjelasan Bundo Netti tentang pentingnya rangsangan untuk
perkembangan otak anak membuat saya yang juga sebagai kader Posyandu ingin
segera meyampaikan informasi ini kepada masyarakat melalui Bina Keluarga Balita
dan Posyandu. Penjelasan ibu Sri tengan pentingnya bermain dengan permainan
yang ada di sekitar kita telah membuka mata saya, membuat saya berpikir
kreatif untuk menciptakan aneka pemainan yang dapat meningkatkan
perkembangan anak. Terlebih lagi Popo Betti, terima kasih telah membuat saya
mejadi mereviu kembali apa saja yang telah saya lakukan kepada kedua anak
saya,. Selama ini saya lupa untuk menularkan kepada orang tua murid betapa
pentingnya membacakan cerita kepada anak. Padahal saya telah melaksanakannya
sejak anak-anak saya dalam kandungan walaupun kala itu saya masih belum
menjadi pendidik PAUD dan saya membacakannya karena saya memang suka
membaca dan mendongeng. BIMTEK masih beberapa hari lagi pasti lebih banyak
lagi pengetahuan menarik yang pantang terlewatkan, Bu Yuyut dengan seni kriya
dan Bu Retno yang menjelaskan tentang bermain sains, awalnya seni kriya dan
sains terlihat rumit dan sulit tetapi dari penjelasn beliau berdua, kedua hal ini
jadi lebih membumi, sederhana dan mudah untuk dilakukan. Begitu juga Bunda
Yuni, Kak Reni, Bu Eni, Bunda Nila serta Bunda-dan Yahanda narasumer yang maaf
tidak kami sebutkan namanya pasti memberikan ilmu pengetahuan mereka dengan
gratis demi kemajuan kami selaku pendidik PAUD dan demi masa depan bangsa
kita yang berada ditangan anak-anak kecil yang kita didik, seperti kata Bundo
Netti kita adalah pelukis masa depan melalui anak-anak kecil yang kita sanyangi.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada panitia
BIMTEK : Bunda Yufi, bunda Imelda, bunda Astika dan yang lain-lain yang tidak
dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah dengan sabar dan telaten mengurus
kami peserta BIMTEK yang begitu banyak sehingga kami dapat mengikuti
BIMTEK ini dengan nyaman. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa
melimpahkan rahmat kesehatan dan kebahagian bagi bunda dan yahnda panitia
dan narasumber. Amin.
Wassalamualaikum WrWb.
Bontang, 18 September 2020
Teriring salam penuh kasih
Eva Dwipanglipur Wijayanti
SURAT CINTA BIMTEK BDR KISAH CINTA SEMANANGAT
By : Miftahul Jannah, S.Pd
Bismillahirrahmanirrahim, kita buka dengan
pantun,,
Pohon Paku beranak pinak… Tumbuh terjuntai di
bawah jendela…
Cintaku untuk anak-anak …. Jangan sampai
terhalang oleh Corona…
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Saya Miftahul Jannah, sering dipaggil Bunda Mifta, kak Mifta atau bu guru
Mifta. Seorang pendidik PAUD dari KB Sikamaseang Desa Toddotoa Kecamatan
Pallangga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan baru betul-betul terjun ke dunia
PAUD sejak tahun 2018. Saya sebenarnya adalah sarjana Pendidikan Bahasa
Jerman yang akhirnya mengambil program konversi S1 PAUD dan meninggalkan
SMA tempat mengabdi saya selama 5 tahun saat itu. Alhamdulillah, keyakinan itu
muncul dan PAUD adalah dunia saya saat ini.
Beberapa waktu lalu dihubungi oleh Kepala SKB Gowa yang juga pengurus
HIMPAUDI Gowa untuk mengikuti kegiatan BDR, alhamdulillah memutuskan untuk
ikut serta, dan setelah pembekalan hari ini, merasa bahwa sangat beruntung
menjadi salah satu bagian dari Bimtek BDR ini. Beberapa waktu lalu telah
mendapatkan beberapa materi dari Kasi PAUD kabupaten yang dibagikan di grup
PAUD, namun tentu saja akan sangat berbeda saat membaca dan mempelajari
materi sendiri dibandingkan mendapatkan ilmu langsung dari pakar-pakar yang