lanjuti surat edaran dari KEMENDIKBUD untuk tidak melakukan kegiatan belajar
mengajar di sekolah ( dengan tatap muka). Jadi kegiatan proses belajar mengajar akan
dilakukan dari rumah yang diistilahkan BDR (Belajar Dari Rumah). Setalah saya dan
teman-teman pendidik mendapatkan surat himbaun untuk belajar dari rumah, maka saya
dan teman pendidik melakukan perencanaan kegiatan untuk anak murid belajar dari rumah,
kesulitan yang saya hadapi bersama teman-teman adalah ada beberapa anak yang tempat
tinggalnya jauh dari sekolah. Dan ada beberapa anak yang kegiatan belajar dari rumah ini
tidak mau didampingi oleh orang tuanya. Karena itu saya dan teman-teman pendidik sangat
merasa kewalahan sekali, karena harus mengunjungi peserta didik yang mempunyai
permasalahan yang sama. Belum lagi orang tua yang tidak mengamati anaknya pada saat
melakukan kegiatan serta tidak mengirimkan dokumentasi berupa video ataupun foto
sehingga saya dan teman pendidik sangat kesulitan untuk menganalisa kegaitan yang telah
dilakukan anak. Namun diantara kesulitan-kesulitan tersebut hadir kebahagian yang saya
dan teman pendidik rasakan yaitu jika tiba jadwal pengantaran LK dan Kunjungan
pendampingan BDR anak, saya dan teman pendidik merasa bahagia sekali karena beberapa
hari tidak bertemu anak murid. Dipertemuan itu saya dan teman pendidik betul-betul
mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya bercengkrama dengan anak murid.
Setelah beberapa bulan melaksnakan BDR saya mendapat informasi dari teman-
teman pendidik paud lainnya kalau akan ada Bimtek BDR yang akan diselenggarakan oleh
Himpaudi Pusat. Dari informasi tersebut saya langsung menghubungi pengurus Himpaudi
Kabupaten untuk menanyakan langsung informasi tersebut. karena saya tertarik untuk
ikut diklat tersebut. Saya pernah mengikuti Pengimbasan BDR ditempat saya namun saya
masih merasa sangat minim pengetahuan saya tentang proses kegaiatan belajar dari
rumah ini. Olehnya itu saya sangat berterima kasih kepada pengurus Himpaudi Kabupaten
yang telah memberikan saya izin untuk mengikuti diklat ini.
Setelah beberapa hari ini saya mengikuti Bimtek BDR, Alhamdulillah sudah ada
sedikit pengetahuan yang saya terima, saya merasa senang sekali karena dapat
berinteraksi dengan pembesar-pembesar Himpaudi yang ada dipusat dan dapat pula
berkenalan dengan bunda-bunda paud se Indonesia walaupun itu lewat social media, namun
saya merasa ini adalah kebanggaan tersendiri buat saya dan menjadi duta dari kabupaten
saya. Dari penyampaian beberapa nara sumber yang paling terkesan buat saya adalah
menjadi pendidik harus selalu tersenyum. Dan saya ucapkan banyak terimakasih kepada
panda dan bundo nara sumber yang telah membagi ilmunya kepada saya.
Kesulitan yang saya hadapi selama mengikuti bimtek ini adalah jaringan internet
yang tidak pernah normal, jadi mohon kepada panda dan bundo panitia bimtek BDR ini agar
dapat memaklumi keadaan saya, berhubung tempat saya ini masih banyak hutan.
Setelah mengikuti Bimtek ini, saya akan merevisi perangkat-perangkat yang
dipersiapkan sebelum dan sesudah anak melakukan kegiata. Dan berusaha
menginformasikan pengetahuan yang saya terima kepada teman-teman pendidik yang ada
disekolah saya maupun yang pendidik dari sekolah lain.
Sekian terima kasih, semoga bermanfaat…
Salam Himpaudi Jaya
CERITA CINTA PENDIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19
By : Siti Asiah,S.Pd.AUD
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh…..
Semangat pagi….dan salam satu tujuan untuk semua para
pejuang Agen Penggerak Pendidikan Keluarga di seluruh
nusantara. Perkenalkan nama saya Siti Asiah, biasa
dipanggil bu asiah disekolah maupun dirumah, saya mulai
mengabdikan diri sejak tahun 2006 dimana lembaga
PAUD kami mulai di rintis,dan lembaga PAUD kami
mempunyai dua layanan yaitu RA dan KB, dan untuk
layanan Kelompok Bermain kami pada tahun pelajaran
2020-2021 ini berjumlah 21 peserta didik yang Alhamdulillah meningkat dari tahun
pelajaran sebelumnya, lembaga kami berlokasikan di sebuah desa daerah pesisir
tepatnya di Bali Barat Kabupaten Jembrana Kecamatan Jembrana Desa Air Kuning
yang penduduknya mayoritas muslim.
Sejak tahun 2006 tepatnya lembaga kami mulai dirintis ,saya mengabdikan
diri disini yang Alhamdulillah atas takdir allah SWT saya diberikan suatu anugerah
yang sangat mulia untuk ikut menjadi pejuang pendidikan anak usia dini dalam
mencerdaskan anak bangsa, dan tentu saja saya yakin bahwa akan begitu banyak
tantangan dan perjuangan untuk menggapai suatu impian dan cita-cita mulia di
sisiNya. Jujur saja awal saya menjadi seorang guru PAUD saya tidak punya
pengalaman apapun untuk membidangi profesi ini, namun seiring dengan
berjalannya waktu saya mulai mencintai profesi saya, dan untuk menambah ilmu
dan pengetahuan dalam mendidik anak usia dini pada tahun 2008 saya ikut kuliah
PGPAUD UPJJ-UT di daerah saya.
Singkat cerita, begitu banyak suka duka dalam membidangi profesi ini, tidak
hanya harus mahir dalam mengasuh dan mendidik anak-anak tapi juga harus bisa
membangun sosialisasi di masyarakat maupun pemerintahan untuk mewujudkan visi
misi lembaga, apalagi dalam situasi pandemi covid-19 ini kita semua berada dalam
kondisi yang mungkin belum pernah kita bayangkan sebelumnya, yang mana pada
tanggal 31 maret 2020 Bapak Presiden kita, Joko Widodo menandatangani
Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 2020 yang mengatur Pembatasan Sosial
Berskala Besar sebagai respons terhadap COVID-19 yang tidak terkecuali sekolah
diseluruh Indonesia untuk semua jenjang pendidikan. Mau tidak mau, suka tidak
suka kita semua harus mengikuti aturan pemerintah untuk memutus mata rantai
penyebaran virus corona ini.
Adapun kendala kami di masa covid ini dalam melakukan BDR adalah
mayoritas orangtua siswa tidak setuju dengan banyak alasan dan kendala dari
mereka, mulai dari yang sibuk bekerja,yang tidak berkompeten untuk beralih
menjadi guru dan karena ada juga yang tidak mempunyai Hp undroid bahkan ada
yang punya Hp undroid tapi tidak bisa menggunakan dan terkadang tidak ada kuota
data sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan BDR yang sudah di programkan oleh
lembaga kami. Dan sebagai alternative dan inisiatif setelah new normal di mulai
kami mengadakan kelas bergilir dengan melakukan PTM seminggu 3x, dan selama
satu bulan berjalan di daerah kami memasuki zona merah yang sehingga sekolah
pun harus ditutup kembali dan sebagai alternative kami melakukan home visit
kerumah peserta didik yang sudah dijadwalkan dan disepakati bersama dewan guru
untuk memenuhi permintaan orangtua siswa yang tetap meminta kegiatan belajar
mengajar secara tatap muka, namun dalam perjalanan untuk membuat administrasi
terkait kami juga masih bingung untuk membuat RPP darurat , sehingga kegiatan
pelaksanaan terkadang tidak terprogram secara efisien dan baik.
Syukur Alhamdulillah PP.Himpaudi membuat program bimtek yang mana kami
masuk sebagai peserta bimtek PAUD BDR angkatan 2, dari pembekalan awal
kemarin yang kami ikuti insyaallah akan ada jawaban-jawaban yang selama ini
menjadi pertanyaan kami untuk bagaimana melakukan kegiatan BDR dengan baik
dan optimal yang mana kami sebagai seorang pendidik mampu dalam merancang
program dan bisa menyampaikan kegiatan BDR kepada orangtua siswa dengan cara
berkomunikasi yang aktif dan baik yang bisa difahami dan dimengerti oleh
orangtua dan peserta didik khususnya.
Harapan kami semoga allah SWT selalu melimpahkan kesehatan dan
Keridhoannya untuk kita semua, yaitu segenap panitia,nara sumber dan kami
peserta dan keluarga tercinta sehingga bisa mengikuti kegiatan bimtek dengan
lancar tanpa halangan apapun dan apa yang akan dipaparkan oleh nara sumber bisa
kami serap dan fahami sehingga bisa kami laksanakan dan praktekan di lembaga
kami masing-masing dan nantinya bisa kami imbaskan kepada teman-teman
seperjuangan yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan bimtek
langsung.
Demikian sedikit cerita cinta dari pulau bali di daerah pesisir Desa Air
Kuning untuk bisa kami sampaikan melalui surat cinta ini, apabila ada salah kata dan
bahasa mohon dimaafkan dan dimaklumi bundo, intinya insyaallah kita satu tujuan
membangun dan mencerdaskan anak bangsa untuk menggapai ridho ilahi yang
sehingga kita nanti dikumpulkan di jannahNya nanti insyaallah….Aamiin yrb.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Salam penuh cinta dan kasih, dari saya siti asiah bali.
Maksimalkan kapasitasmu untuk Generasi Masa Depan
By : Dewi Sartika
Awal Januari digemparkan oleh berita tentang wabah virus yang menyerang
salah satu Negara di benua Asia. Wabah ini mulai meresahkan dan menggemparkan
seluruh Dunia. Para petugas kesehatan di Indonesia yang memahami akan cepatnya
penyebaran virus mulai khawatir dengan kondisi ini. Prediksi akan meluasnya virus
ini ke berbagai negara sudah mulai merisaukan rakyat bukan hanya di Indonesia
tetapi juga di seluruh belahan dunia. Jelang beberapa minggu, virus yang tepatnya
bernama COVID-19 mulai menyebar di berbagai negara di belahan dunia. Kasus di
Indonesia sendiri belum banyak terdengar. Namun pada awal Maret situasi mulai
bergejolak. Senin 2 Maret 2020 Kompas.com mengabarkan kasus COVID pertama
di Indonesia . Kondisi ini membuat rakyat Indonesia mulai gusar dan panik .
Semenjak diumumkannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada awal
Maret, hari – hari selanjutnya mulai ramai pemberitaan tentang COVID-19 di layar
televisi Indonesia. Penyebarannya pun cukup drastis, hingga Ibukota terpaksa
harus menerapkan kebijakan PSPB. Diawali dengan ibukota yang menerapkan PSPB
beberapa kota akhirnya mengikuti kebijakan PSPB karena penyebaran yang mulai
meluas.
Kami selaku pendidik mulai khawatir dengan dampak penyebaran dari virus
COVID-19 yang sangat cepat. Berita penyebaran virus COVID-19 tak terelakkan
terdengar sampai ke orangtua. Perasaan panik, gusar, bingung dan khawatir
dirasakan oleh orangtua dan semua guru di sekolah kami. Pesan dan deringan telpon
terus kami terima dari para orangtua yang mulai menyampaikan keresahannya, dan
meminta sekolah untuk meliburkan anak – anak. Bagai oase di tengah padang pasir
SK Menteri Pendidikan Nomor. 4 dikeluarkan oleh menteri muda yang baru
menjabat dengan keputusan yang berisi bahwa sekolah akan diliburkan sampai
akhir bulan Maret.
Hampir seluruh sekolah di Indonesia diliburkan dengan mengikuti arahan
dari menteri pendidikan. Pun dengan sekolah kami, anak – anak diliburkan dengan
catatan bukan meliburkan secara total, tetapi kami membekali tugas – tugas
berupa kegiatan life skill untuk terus mengikat semangat anak – anak untuk
berkegiatan, sehingga ketika kembali ke sekolah kami berharap anak – anak tetap
semangat untuk belajar dan bermain bersama teman – temannya.
Singkat kata, akhir bulan Maret sudah mendekat, tetapi kondisi makin
memburuk hingga wilayah kami berada pada posisi zona merah penyebaran virus
COVID-19, yang mana kebijakan semakin diperketat dengan mengadakan social
distancing di setiap sendi pergerakan masyarakat. Beberapa regulasi diturunkan
untuk mengurangi kegiatan masyarakat di luar rumah. Sehingga gerak kami para
pendidik menjadi terbatas terutama untuk koordinasi dan diskusi terkait
pembelajaran. Motivasi dan semangat terus kami kobarkan kepada teman-teman
yang mulai pesimis. Pertemuan tetap kami laksanakan walaupun jarak menjadi
penghalang. Kami pun tak habis akal dan mulai menggunakan platform aplikasi –
aplikasi untuk pertemuan jarak jauh antara lain WA video conference, Google Duo
dan ZOOM meeting.
Dari diskusi – diskusi yang kami laksanakan secara virtual, akhirnya tercetus
konsep pembelajaran dengan berbekal ilmu editing video yang minim, informasi
tentang aplikasi pembelajaran yang masih kurang dan segala keterbatasan ilmu
kami tentang information technology. Kami mulai bangkit mencari aplikasi – aplikasi
pembelajaran dan platform – platform yang mendukung dan kami mulai mencari
info tentang pelatihan ,seminar bahkan bimtek yang diadakan secara virtual. Dari
setiap kegiatan seminar dan pelatihan yang kami ikuti, Himpaudi merupakan
organisasi yang konsisiten dalam mengikis pesismisme dari para pendidik untuk
memberikan guyuran ilmu berupa informasi dan diskusi bersama tenaga ahli untuk
menyiram keringnya pengetahuan kami tentang pembelajaran jarak jauh bersama
anak didik kami.
Disaat banyaknya para pendidik yang pesismis untuk bangkit menghadapi
situasi yang sulit khususnya untuk pendidikan anak usia dini. Himpaudi terus fokus
memberikan solusi – solusi antara lain mengadakan pelatihan, seminar, hingga
membuat Himpaudi TV. Himpaudi selalu berusaha untuk memberikan solusi bagi
para pendidik untuk dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan yang
dihadapi dalam melaksanakan pembelajaran berjarak.
Dengan mengikuti banyaknya pelatihan, seminar dan Bimtek serta rasa ingin
tahu yang besar dari para pendidik. Alhamdulillah, ilmu yang melekat
menginspirasi kami untuk membuat konsep pembelajaran secara virtual lebih
menarik dengan membangun sinergi bersama orangtua, kita berjalan bersama
memupuk generasi masa depan dengan harapan menjadi tunas penerang bangsa.
Pandemi membawa dampak yang sangat besar untuk kami, baik dampak
positif maupun negatif. Kondisi ini berdampak ke berbagai kondisi antara lain
kondisi sosial, ekonomi, termasuk dampak kejiwaan. Tetapi dari kondisi ini kami
dapat mengambil dampak positif yaitu berlari mengejar ketertinggalan kami
sebagai pendidik yang harus mempersiapkan generasi masa depan secara maksimal
dengan meningkatkan kapasitas dalam berbagai hal, seperti melakukan edit video,
mengelola platform meeting, mempelajari platform edukasi dan banyak hal lain
yang harus dikuasai untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran berjarak
bersama anak–anak atau yang kita kenal dengan sebutan Belajar Dari Rumah (BDR).
Kondisi sulit ini mengajarkan kami untuk tetap meningkatkan penampilan dan
kinerja serta menyuarakan bahwa pandemi ini tidak menurunkan semangat untuk
menjadikan sekolah kami sebagai sekolah unggul. Esok ketika pandemi ini berakhir
saatnya kita berkiprah lebih mempesona untuk menunjukkan kita bisa.
BALI- PAUD MUTIARA – Dewi Sartika
Jimbaran 21 September 2020
AKHIRNYA AKU JATUH CINTA
By: Frida Feka,S.Pd
Frida Feka adalah seorang pendidik di Kelompok Bermain Uma kandung
yang beralamatkan di Jalan Munggu Raya Rt.10 Rw.02 Tambarangan
Kecamatan Tapin Selatan kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.Saya di
lahirkan di Manufui,22 Juli 1973,tempat kelahiran saya adalah sebuah
desa terpencil di Pulau Timor Propinsi Nusa Tenggara Timur.Pada
akhirnya saya sampai jadi pendidik Paud Di Tapin Kalimantan Selatan adalah Karna jodoh
saya di beri Tuhan dengan seseorang yang berasaal dari Kalimantan selatan tepatnya
,daerah Martapura,kabupaten Banjar.Saya yang awalnya mencoba memasuki dunia anak2
dengan latar belakang pendidikan ekonomi,dengan meyakinkan diri ,bahwa saya pasti bisa.
Alhamdulillah, saya adalah seorang pendidik PAUD (Kelompok Bermain). Saya sangat
senang dan bahagia menjadi soerang pendidik PAUD (Kelompok Bermain). Saya
mengabdikan diri sebagai seorang pendidik awal mulanya adalah hanya untuk mengisi waktu
luang saya sebagai seorang ibu rumah tangga. Kebetulan juga waktu itu, ditahun 2007 saya
memiliki anak diusia dini, anak bungsu saya. Setiap harinya saya selalu mengantar anak
saya ke paud. Seiring berjalannya waktu, saya di mintai oleh seseorang yang waktu itu
menjabat,sebagai Ketua Tim Penggerak PKK di Kecamatan saya tinggal.Dan
Alhamdullilah,saya langsung menerima tawaran terebut. karna selama ini,saya senang
melihat anak-anak kegirangan dan ceria saat kegiatan belajar sambil bermain disekolah.
Begitu banyak tantangan dan hambatan yang saya rasakan selama awal mauppun selama
berjalannya saat menjadi Pendidik Paud. Akan tetapi saya semangat dan selalu semangat
tetap bersabar sampai saat ini. Saya sangat senang dan bahagia menjadi seorang pendidik
PAUD. Dan menjalankan aktivitas-aktivitas sebagai seorang pendidik. Alhamdulillah 13
tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD saya sangat merasa bangga dan bahagia bisa
mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak bangsa. Alhamdullilah sejak menjadi pendidik
Paud saya tidak pernah berpindah sekolah dari satu sekolah ke sekolah lain. Saya bangga
melakukan itu karena pengabdian yang aku lakukan untuk bangsa dan Negaraku.
Alhamdulillah 13 tahun sudah aku jalani hidup menjadi seorang pendidik.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena saya
merasa bahwa ilmu harus terus di dapat,sampai kapannpun selama kita mau belajar.
Semangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu dalam mendidik anak-
anak bangsa,selalu ada dalam hidup saya,tanpa mengenal lelah dan usia . Alhamdulillah saya
merasa sangat senang dan bahagia mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa menambah
ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena saya tau bahwa kegiatan ini sangat penting
untuk menambah ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya
adalah dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah dari Tapin Kalimantan Selatan saya bersama
satu temannya yang mengikuti kegiatan BDR ini. Suatu kebahagiaan yang saya rasakan
untuk menambah ilmu walaupun hanya betatap muka didunia maya. Akan tetapi saya bisa
bertemu dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan dan kesan yang saya dapatkan
dalam mengikuti BDR ini karena baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini.
Saya merasa sangat bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu ramah
dan hebat dalam memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga pendidik PAUD
yang lain bisa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan.
Mungkin dalam kegiatan ini saya tidak merasakan kesulitan yang berarti saya
merasa enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Saya akan melakukan kegiatan ini
bersama-sama guru di lembaga kami,orang tua murid dan lembaga lain untuk membagi ilmu
yang saya dapatkan ini. Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti yang saya hadapi
dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada sedikit kendala waktu akan tetapi saya akan
selalu semangat dan tetap semangat. Alhamdulillah saya tidak henti-hentinya bersyukur
dalam mendapatkan ilmu ini. Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang sudah
saya dapat dan akan saya terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan
teman-teman saya dan orang yang membutuhkan. Sekian terima kasih.
SURAT CINTA HARAPAN BAGIKU
By : Azri Dasmi
Saat kami mengajak anak anak jalan jalan, Tema”Alam
Semesta”
Assalammualaikum ww
Perkenalkan nama saya Azri Dasmi Anak didikku
memanggilku Buk Des,setiap hari mereka adalah teman ku
yang selalu membuatku selalu senang tanpa beban,ketawa canda tanpa punya masalah.
Sekolah kami beri nama SPS Tong Blau Yang Berdiri Tanggal 01 Desember
2011,Awalnya anak anak berjumlah 26 orang.Dari tahun ketahun kulalui dengan sejuta
kenangan bersama anak anak didikku.bagaimanapun jua kami gurunya adalah orang yang
mereka anggap paling benar melebihi dari oranng tua mereka.
Sekolahku jauh dari keramaian ,kami dekat dengan pegunungan,setiap hari ku kesekolah
dengan menggunakan ojek karena ojek lah satu satunya kendaraan.
Aku selalu belajar agar anak anakku mendapatkan ilmu yang terbaik bagi kehidupan
mereka,berbagai pelatihan kuikuti nanti sampai disekolah ajan ku berikan kepada anak
anak didikku.
Dan sampai kemaren aku ditawarkan mengikuti Pelatihan BDR,betapa senang nya hatiku
akua akan mendapatkan ilmu yang baru,kuakui aku tidak begitu mahir menggutakan
androit,tapi akuberusaha aku harus bisa.Ternyata aku sudah bisa melewati Hari Pertama
dengan berbagai ilmu yang dipaparkan oleh nara sumbernya.Aku ucapkan terimakasih
banyak bapak /ibuk nara sumber mudah mudahan aku bisa menerima dan merapkan ilmu
yang mereka sampaikan,semoga Allah mengabulkan doa doaku Aamiin .
Wassalam
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN JARAK JAUH
SATUA PAUD SEJENIS TONG BLAU TAHUN PELAJARAN 2020/2021
SEMESTER I (SATU)
Tema : Diri Sendiri
Sub Tema : Angota Tubuh
Kelompok : A (4-5Tahun )
Minggu II
HARI/TGL MATERI/KD KEGIATAN HASIL
Senen Nam 1.1.Tuhan Sang Pencipta Bersyukur Hasil
karya
27/07/2020 Fm 3.3 Mengenal Angota Memasangkan angka dengan
Tubuh Benda
Selasa Kog 3.6 Mengenal bentuk Membanding kan kepala Video
dengan bola
28/07/2020 benda Hasil
Mampu menerangkan bentuk Karya
Bhs 3.10-4.10 kepala
Mengungkapkan kata
Rabu Seni 4.15 Mewarnai Mewarnai Tangan Hasil
Karya
29/07/2020 FM 3.3 Menjaga kebersihan Mencuci tangan sebelum
makan Video
Kamis FM .4.3 Mengisi Pola Kolase Tangan Hasil
karya
30/07/2020 Sosem 2.6 Mengikuti Aturan Mandi setelah bangun tidur
video
Diketahui Kasai , 24 Juli 2020
Pengelola SPS Tong Blau Guru Kelas A
Azri Dasmi Azri Dasmi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN JARAK JAUH
SATUA PAUD SEJENIS TONG BLAU TAHUN PELAJARAN 2020/2021
SEMESTER I (SATU)
Tema : Diri Sendiri
Sub Tema : Angota Tubuh
Kelompok : B (5-6Tahun )
Minggu II
HARI/TGL MATERI/KD KEGIATAN HASIL
Senen Nam 1.1.Tuhan Sang Pencipta Menyucapkan rasa Bersyukur Hasil
karya
27/07/2020 Fm 3.3 Mengenal Angota Kepada Allah Sang Pencipta
Video
Tubuh Memasangkan angka dengan
Benda
Dengan menggunakan warna
Selasa Kog 3.6 Mengenal bentuk Membanding kan kepala Video
dengan bola mana yang paling
28/07/2020 benda Bulat Hasil
Karya
Bhs 3.10-4.10 Mampu menerangkan bentuk
kepala dan panca indra
Mengungkapkan kata
Rabu Seni 4.15 Mewarnai Mewarnai jari jari Tangan Hasil
dengan berbagai warna Karya
29/07/2020 FM 3.3 Menjaga kebersihan
Mencuci tangan sebelum Video
makan
Dan setelah melakukan
kegiatan
Kamis FM .4.3 Mengisi Pola Kolase Tangan dengan Hasil
karya
30/07/2020 Sosem 2.6 Mengikuti Aturan lingkaran kertas
Mandi dan membereskan video
tempat tidur setelah bangun
tidur.
Diketahui Kasai , 24 Juli 2020
Pengelola SPS Tong Blau Guru Kelas B
Azri Dasmi Yuli Yanrika Putri
TANGKI CINTAKU UNTUKMU
By : Rahmi Khadijah
Pada bulan Juli 2017, Pada awal masa pembangunan
gedung kami menempati sebuah rumah bersejarah yang
kami sekat dengan lemari karena hanya ada 2 kelas
waktu itu berjumlah masing-masing 15 anak. Masa awal-
awal sekolah di PAUD beberapa hari ditemani
orangtuanya dan setelah itu harus ditinggal, kalau pagi hari terkadang ada
beberapa anak yang penuh dengan air mata suara tangisan ketika berpisah dengan
orangtuanya. Pengalihan tugas pengasuhan dari orangtua di rumah kepada ustadzah
di sekolah membuat saya dan kawan-kawan ustadzah berusaha sekuat tenaga
bekerjasama untuk kembali membuat senyum ananda kembali hadir di wajahnya
yang mungil.
Usia dini adalah usia di mana anak belum memasuki suatu lembaga
pendidikan formal seperti sekolah dasar (SD). Biasanya mereka hanya dididik di
lingkungan keluarga atau mengikuti kegiatan dalam bentuk berbagai lembaga
pendidikan pra-sekolah, seperti kelompok bermain (KB/Playgroup), taman kanak-
kanak (TK) atau Taman Penitipan Anak (TPA). Jadi lembaga pendidikan anak usia
dini (PAUD) adalah suatu upaya pemberian rangsangan yang ditujukan kepada anak
usia 0-6 tahun agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut
(SD). Karena pada hakekatnya dunia anak PAUD adalah dunia belajar sambil
bermain yang menyenangkan. Karena bermain merupakan kegiatan yang
menyenangkan sehingga membuat rasa aman, tenang dan nyaman pada anak.
Bermain juga mengembangkan perasaan bebas secara psikologis untuk
mengekspresikan gagasannya dengan hasil karya yang dibuat anak ketika
melakukan proses bermain tersebut. Dari itu maka timbul lah kreativitas anak.
Rasa aman, tenang dan menyenangkan serta bebas itu bisa dirasakan anak ketika
bermain jika mereka bisa diterima apa adanya, dihargai keunikannya, dan tidak
langsung dievaluasi.
Suatu hari di tengah semester, tahun ke-3 saya berkecimpung di dunia
PAUD timbul lah berita bahwa Covid 19 menyebar di Indonesia khususnya
Kalimantan Selatan, Hulu Sungai Utara, zona merah. Masyaallah.. maka hal ini
menyebabkan sekolah kami harus melaksanakan BDR secara total karena tidak
memungkinkan melaksanakan tatap muka secara langsung karena mengingat anak-
anak di PAUD kami adalah berasal dari berbagai desa yang berbeda-beda.
Subhanallah.. tantangan yang begitu berat bagaimana menghadapi BDR?
Selama 3 bulan BDR berlangsung dengan sapaan-sapaan melalui wa group
oleh walikelas dan beberapa kali tatap muka ke rumah anak sesuai konfirmasi
orangtua yang bersedia dikunjungi rumahnya sebagai wadah kami bermaindan
belajar. Keluh kesah dari guru, orangtua pun berdatangan.
Sampai tahun pelajaran baru 2020/2021 kami masih menjalankan BDR yang
seadanya, sampai saya ditawarkan oleh Bunda Azizah, beliau adalah ketua
Himpaudi Kecamatan Sungai Pandan untuk mengikuti Bimtek BDR 2 dan bertemu
melalui zoom meeting dengan orang-orang hebat seperti Bunda Prof.Dr.Ir.Netti
Herawati,Msi yang memberikan banyak motivasi dan membangun putri tidur dalam
diri saya dan pemati-pemateri yang luar biasa, terimakasih kepada Bunda:
1. Prof.Dr.Ir.Netti Herawati,Msi
2. Sri Wahyuningsih M.Pd
3. Dr. Betti Nuraini, MM
4. Yuyut Setiyoti,S.Pd,M.M
5. Retno Wulandari
6. Yuni Herlina, M.TPd
7. Reni Nurlela,M.Pd
8. Rochaeni Esa Ganesa, M.Pd
9. Ir. Nila Kusumanigtyas, M.Pd
10. Utin Ritayanti, S.S, M.Pd
11. Dr. Rohimi Zamatmzami,M. Psi
12. Edi Suswantoro, S.Pd.,M.Ds
Serta terimaksih kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan zoom meeting
yang tidak bisa saya sebutkan nama satu persatu. Semoga ilmunya yang kami
terima berkah memberi manfaat bagi kami semua para peserta dan dimudahkan
melaksanakan tugas mandiri serta pengimbasan...aamiin
Setelah mengikuti pelatihan ini tepat hari terakhir saya menulis karya tulis
ini saya bertekad untuk meningkatkan pelayan yang lebih baik kepada orangtua
sesuai kondisi dan minat anak dalam bermain dan belajar di rumah. Menurut
Ariesandi S., CHt dalam bukunya Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia.
Tangki cinta adalah keinginan kita untuk mendapatkan rasa aman, persetujuan dan
kontrol setiap tindakan. Sederhananya tangki cinta adalah rasa ingin disayangi dan
dicintai serta diperhatikan.
Sebagai guru tentunya kita harus memiliki dan berusaha untuk “bawalah
dunia ke dunia mereka lalu hantarkan dunia mereka ke dunia kita” penuhi tangki
cinta mereka dengan kasih sayang kita agar kita bisa membawa dan mendidik
mereka ke dunia kita, jika kasih sayang kita sudah full maka anak siap menerima
apapun yang kita inginkan di dalam diri anak. Intinya menjadi guru PAUD harus
SABAR... dan Jadilah ORANGTUA yang SABAR semoga bermanfaat.
Jazakumullahukhair..
BELAJAR DARI RUMAH DARING, BEGINI CARA BELAJAR
SISWA SPS IMBAYA
By : Rusna Wati
Penerapan belajar online di rumah bagi siswa SPS IMBAYA
merupakan cara preventif paling tepat dalam menghadapi virus Corona (Covid-19)
yang semakin melonjak belakangan ini di kota Tarakan. Proses belajar daring ini
tentunya diharapkan dapat menjauhkan anak dari kemungkinan terpapar virus
Corona. Proses belajar daring ini tak hanya diterapkan oleh sekolah dasar, atau
pun sekolah menengah saja, melainkan juga bagi tingkat pendidikan anak usia dini
(PAUD). Salah satunya yaitu SPS IMBAYA yang terletak di Kota Tarakan.
Sekolah yang didesain khusus untuk anak-anak usia 3 tahun hingga 5 tahun ini
tetap menjalankan proses belajarnya secara online melalui daring. Dalam proses
pelaksanaannya, guru-guru SPS IMBAYA setiap harinya terlebih dahulu melakukan
diskusi pengembangan pembelajaran menarik bersama dengan guru-guru. Diskusi
tersebut mencakup membentuk unit pembelajaran, menentukan rangkaian kegiatan
apa yang akan dilakukan oleh anak-anak di rumah bersama orang tua mereka. Untuk
siswa SPS IMBAYA (usia 3- 5 tahun), guru membuat video sesuai dengan kegiatan
rutin saat di sekolah. Diawali dengan video kegiatan Salam-Salam dan Berdoa,
kemudian video kegiatan bernyanyi, membaca terakhir video kegiatan penutup
yaitu berdoa selesai belajar. Proses belajar SPS IMBAYA secara daring turut
mendorong antusiasme orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dan juga
belajar bersama. Kegiatan bekerja dari rumah juga menjadi salah satu alasan
keikutsertaan orang tua untuk turut belajar bersama anak-anak. Guru kami
memaparkan bahwa orang tua turut berpartisipasi aktif dalam proses belajar
online anak-anak mereka, bahkan mengapresiasi pembuatan pembelajaran yang
kreatif dari guru-guru SPS IMBAYA. “Sejauh ini, beberapa orangtua yang
menyampaikan langsung antusiasmenya dengan mengirimkan video saat anak-anak
mereka berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan belajar online SPS IMBAYA.
Orangtua menanggapinya dengan positif, bahkan tidak segan untuk memuji guru
yang sangat berperan dalam perkembangan anak-anak mereka.
Kondisi tantangan dalam mengikuti bdr ini terkadang dalam kondisi
pandemic dan terkadang turrun hujan sekarang ini kadang kami takut keluar rumah
akan tetapi karena kami sangat antusias dan ingin mengikuti bdr ini,kami dengan
teman teman seperjuangandi tarakan tetap berjalanke ke rumah salah satu
temankarena kami mengikuti kegiatan BDR secara bersama sama dengan sekolah
lain.kesulitan dalam mengikuti kegiatan bimtek BDR ini terkadang kondisi sinyal
speddy yang kurang bagus. Kebahagiaan selama mengikuti BDR ini saya sangat
senang sekali karena saya banyak mengenal teman teman dari luar tarakan dan
kami kumpul selalu berkumpul bersama teman teman sesame guru paud
Tertarik mengikuti bimtek karena ingin menambah pengalaman dan ingin tahu
gimana cara memberikan pelajaran daring kepada siswa dengan benar.
Kesan saya selama pembelajaran daring di rumah adalah sangat tidak
menyenangkan karena membosankan. Meski awalnya menyenangkan, tetapi lama-
kelamaan tidak menyenangkan, karena tidak bisa belajar bersama para guru dan
teman-teman. Selain itu, tidak bisa praktek mengerjakan sesuatu bersama-sama
Kesulitan kami dalam mengikuti bimtek ini dikarenakan teerkadang sinyal dari
jaringan speedy kurang lancer sehingga pada waktu kita sudah di depan laptop
kadang jaringan jelek sekali sehingga sulit terbuka. Dan terkadang ada kegitan di
luar yang tidak bisa di wakilkan. Tantangan untuk mengikuti kegiatan bimtek ini
karena saya ingin mendapatkan pengalaman dan cara memberikan pembelajaran
daring yang benar kepada anak anak di sekolah.
Mely Rachmah
BIMTEK's participant second grade.
( 16th Sept- 22sc Sept 2020).
Learning From Home, Bimtek & I
…
…
Dear Prof.Dr.Ir Netty Herawati, Msi.
Assalamau’alaikum Bundo Netti, I’m Miss Mely English teacher at PAUD Bunda Asuh
Nanda Arcamanik for grade TK B (5 years - 6years). PAUD Bunda Asuh nanda has 6
school's units, Founder by Mrs. Anna Anggraeni who knowing as TVRI presenter and
also active till now as PP HIMPAUDI. For me and my partner at school she is our
inspirations. May Allah's merciful always bless her Aamiin.
Pandemic makes many school closed. At the first teachers even felt it might be a
much-needed a short break from routine. But, as weeks turn to month, remote
learning brought new stressors likes :
Educators got a crash course in working at computer all day.
Struggled with setting up schedule learning from home.
Struggled with parent Communication.
Wondering how I'll avoid burning out especially without the face to face in
interactions with my students to keep them passionate about their learning.
And finally, Alhamdulillah I’m found better strategies to promote learning with my
students after I follow BIMTEK BDR (Learning from home).
From BDR's Bimtek, I got so much knowledges and experiences to improve my skills &
to make all my students happy learning at home with fun classes, enjoying every
assignment without losing their golden age⭐⭐⭐⭐⭐
Now,
Do Match Instructional with RPPH,
Scraffolding,
Step by step strategies in every subject for Math, Science, and even learning how
to learn to reads.
Modeling & Demonstration,
Belajar Dari Rumah, BIMTEK BDR dan Saya di New
Normal
Kepada Yth, Prof. Dr. Ir. Netty Herawati, Msi.
Assalamualaikum Bundo Netty, saya Mely guru bahasa Inggris di PAUD Bunda Asuh
Nanda unit Arcamanik untuk English Class tingkatan TK B usia 5-6 tahun. PAUD Bunda
Asuh Nanda memiliki 6 cabang sekolah di kota Bandung yang didirikan oleh Bunda Anna
Anggraeni dimana beliau lebih dikenal sebagai TVRI presenter dan beliau juga aktif
sebagai PP HIMPAUDI. Sedangkan bagi saya dan rekan - rekan sejawat di sekolah
adalah suatu keberkahan tersendiri memiliki beliau juga menjadi inspirasi kami. Semoga
Allah SWT selalu memberikan keberkahan kepada beliau Aamiin.
Di masa-masa pandemik ini, hampir semua sekolah tutup (Belajar Dari Rumah). Awalnya
kami guru2 menganggap mungkin ini adalah istirahat untuk guru dari rutinitas nya
Membuat RPPH,
Keterampilan,
Cara menyenangkan disetiap pembelajar Matematika, Pengetahuan Alam atau bahkan
belajar membaca.
Penugasan/misi anak didik,
Pembahasan Pembelajaran, dan
Penilaian.
Lebih mudah dilaksanakan setelah mendapat ilmu, pengalaman & keterampilan baru
setelah saya mengikuti BIMTEK ini.
Terimakasih kepada Bundo Netty, para narasumber, panitia pelaksana atas ilmu yg
bermanfaat. Kepada seluruh guru mari terus berjuang, Covid 19 bukan penghalang untuk
terus melakukan yg terbaik di setiap karya nyata. Sejarah Belajar Dari Rumah yg sedang
BERAWAL DARI TEMAN
By : Ni Kadek Suastini, S.Pd
Perkenalkan nama saya Ni Kadek Suastini, saya mengajar
di Tk werdhi Kumara yang terletak di Jln, Sersan I Ketut
Dayuh No 05, Br. Kelodan Desa.Punggul, Badung-Bali
selama hampir 8 tahun. Saya tamatan S1 Paud di
universitas terbuka di provinsi saya yaitu Bali. 8 Tahun
Lalu seorang teman yang merupakan seorang TU di salah satu yayasan swasta
memberitau di yayasan tersebut membutuhkan seorang guru PAUD.. Tapi mungkin
ini sudah kehendak Tuhan, saya diterima bekerja di yayasan tersebut sebagai guru
PAUD. Tahun ini saya memiliki anak didik sebanyak 37 orang, yakni 24 laki-laki dan
13 perempuan.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 mengharuskan
anak didik kita harus melaksanakan BDR (Belajar dari Rumah). Tentunya situasi ini
sangat tidak saya harapkan. Karena situasi ini sangat mendadak dan saya sebagai
pendidik belum menyiapkan apapun sehingga saya sedikit kewalahan dan bingung
menghadapi situasi ini. Tapi setelah mendapatkan solusi dari Kepala Sekolah
terkait situasi ini masalah saya sedikit teratasi. Tapi tentu saja masih ada masalah
yang datang dari pihak orang tua anak didik, dimana mengeluhkan kuota, jaringan
internet, waktu yang minim untuk dapat mendampingi anak, dan sulitnya membujuk
anak untuk mau melaksanakan tugas yang diberikan.. Saya jadi berpikir lebih
mudah memberi pengertian ke anak didik daripada ke pihak orang tuanya.
Sekitar beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan informasi dari WA
Himpaudi di Kabupaten saya bahwa akan dilaksanakan bimtek. Awalnya saya sangat
ragu untuk mengikutinya, karena jujur pengalaman saya masih sangat sedikit dan
terkadang masih perlu untuk dibimbing. Tapi jujur saya juga sangat penasaran
dengan kegiatan bimtek tersebut. Karena ini pertama kali bagi saya, jadi perasaan
saya campur aduk. Antara ikut dan tidak, tetapi setelah lama saya berpikir saya
memutuskan untuk mengikuti bimtek ini. Karena jujur saja rasa keingintahuan saya
sangatlah besar. Saya ingin tahu rangkaian bimtek itu seperti apa, materinya
tentang apa, dan apakah bermanfaat kedepannya atau tidak. Jadi saya
memutuskan untuk ikut dengan semua konsekuensi yang ada.
Hari Rabu, 16 September 2020 adalah dimana diadakannya pembekalan
bimtek. Saya merasa sangat deg-degan karena takut kalau para narasumber galak
dan situasi di dalam bimtek menjadi tegang. Tapi saya salah, pembekalan hari ini
berlangsung dengan lancar, para narasumber memberikan materi yang sangat
menarik dan bermanfaat. Serta yang membuat saya salut adalah situasi saat
pembekalan terjadi, para narasumber mencairkan suasana dengan berbicara dan
penyampaian materi seperti layaknya dengan teman sendiri. Tidak ada batasan
senior dan junior, tapi tetap adanya saling menghormati satu dengan yang lain.
Saya jadi sangat antusias dan tidak sabar untuk mengikuti bimtek yang akan
diadakan pada tanggal 18-22 September 2020. Satu hal juga yang pasti, saya tidak
menyesal telah memilih mengikuti bimtek karena materi yang diberikan sangatlah
bermanfaat serta membuat saya semakin bersemangat dan tidak sabar menunggu
tanggal 18 September 2020. Semoga saya bisa mengikuti bimtek dengan baik dan
bisa mengaplikasikan/mengimbaskan kepada teman-teman yang lain, baik yang ada
di PAUD Werdhi kumara maupun teman-teman dari PAUD lainnya. Walaupun
mungkin penyampaian saya kepada mereka tidaklah sebagus para narasumber tapi
saya yakin bisa mengaplikasikan kepada mereka. Sekian cerita dari saya, saya
minta maaf jika ada kesalahan kata yang saya ketik atau menyinggung dan saya
ucapkan terimakasih bundo.
KENANGAN BIMTEK
By : Maskiah, S.Pd
Banyak pengalaman saya selama mengajar disni apalagi di
masa pandemic covid-19 ini dari bulan Maret 2020 kami
sudah melaksanakan BDR via WA. Suka duka kami waktu
melaksanakan BDR ini adalah kurangnya minat dan waktu
orang tua dalam membimbing anaknya belajar dirumah,
terlebih lagi banyak orang tua yang sibuk bekerja sampai
sore hari. Ada juga anak yang susah diajak belajar
dirumah, dan terbatasnya kouta internet ataupun
jaringan ditempat anak juga kurangnya pengetahuan
orang tua tentang Menggunakan media belajar tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut kami sudah berupaya memberikan waktu bagi orang
tua sampai malam hari untuk menggumpulkan tugas yang telah diberikan melalui foto dan
video via WA. dan kami juga sudah memberikan arahan tentang bagaimana caranya
membimbing anak dirumah melalui tutorial Yang kami buat.
Sebenarnya saya masih bingung dengan cara BDR tersebut tapi setelah belajar dan
ikut WGK Serta BIMTEK Yang dilaksanakan Oleh PP HIMPAUDI saya menjadi paham dan
bersyukur karna telah dibimbing untuk melaksanakannya.
Saya senang melihat kegiatan anak dirumah, dan jadi tau bagaimana sikap mereka
dirumah yang tentunya ada perbedaan dengan prilaku mereka disekolah. juga sedih
mendengar mereka kangen ingin belajar disekolah dan kangen ibu gurunya.
Harapan saya semoga covid-19 cepat berlalu dan anak-anak bisa bersekolah lagi
seperti biasanya, karena ibu juga sangat merindukan tangis, tawa, dan senyum kalian.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan.
Wassalamualaikum.Wr.Wb
GOLDEN MEMORIES
By : Syalimah S.Pd
Nama saya Syalimah S.Pd lahir di
Banjar, 13 Oktober 1996. Golongan darah
Saya O DAN beragama Islam. Anak pertama
dari 3 bersaudara dan telah menyelesaikan
pendidikan S1 Pendidikan Guru Anak
Usia Dini di perguruan Tinggi Universitas
Lambung Mangkurat. Alamat tempat
tinggal saya Jl.Karya Baru Sungai Tuan Ulu
RT 02 RW 01 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar
Provensi Kalimantan Selatan. Moto saya bismillah hidup untuk bermanfaat.
Saya mengabdi sebagai guru Kelompok Bermain kurang lebih satu tahun
semenjak saya lulus dari bangku kuliah. Nama lembaganya yaitu PAUD Terpadu
Anak Ceria, beralamat komplek Bharata Jl. Bima I No. 57 RT 04 RW 001 Sungai
Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Provensi Kalimantan Selatan.
Awal mula saya mengikuti BDR Angkatan 2 ini adalah ketika saya dikirimkan
kepala sekolah saya famplet lomba PAUD From Home dan saya mengikuti lombanya
dan alhamdulillah saya menjadi salah satu dari 70 pemenang the rising star
kategori kelengkapan berkas 80 %. Kegiatan ini berlanjut dengan adanya grup WA
PAUD From Home dan tergambunglah dengan anggota dan pengurus HIMPAUDI .
Suatu hari bunda Netti membuka kesempatan bagi yang ingin ikut Pelatihan BDR
pada grup WA tersebut, dan ketika saya membaca saya kontak lah bunda Netty
“Assalamualaikum bunda saya Syalimah mau ikut Pelatihan BDR bunda” Kata bunda
“Untuk sementara sudah penuh, tapi bunda bisa jadi peserta cadangan ya” Kata
saya dalam “waaah baik sekali bunda, masih memberi harapan kepada saya”. Waktu
berjalan beberapa hari dikontaklah saya oleh bunda netty “bunda bisa ikut
pelatihan BDR sekarang” kata saya dalam hati “ Alhamdulillah kalau rejeki tidak
kemana”.
Pentingnya bermain bagi anak usia dini oleh Sriwahyuningsih, M.Pd.
Bermain bahasa di rumah oleh Betti Nuraini, MM
Bermain seni Kriya menyenangkan di Rumah oleh Yuyut Setiyoti, S.Pd. M.M.
Bermain Sains menyenangkan di Rumah oleh Retno Wulandari
Bermain Matematika menyenangkan di Rumah oleh Yuni Herlina, M.TPd.
Bermain Musik menyenangkan di Rumah oleh Reni Nurlela, M.Pd.
Membangun komunikasi positif dengan orang tua oleh Prof.Dr.Ir.Netti
Herawati, M.Si
Pengasuhan positif oleh Rochaeni Esa Ganesa, M.Pd
Menyusun RPP Sederhana oleh Ir. Nila Kusumaningtyas, M.Pd.
Menilai perkembangan hasil belajar anak oleh Utin Ritayanti S.S.M.Pd
Dukungan Psikologi awal orang tua oleh Dr. Rohimi zamzam, M.Psi.
Mengembangkan teknologi Daring oleh Edi Suswantoro S.Pd.,M.Ds
Semua materi sangat menarik dan penting bagi guru sebagai penambah
pengetahuan dan referensi pemahaman menghadapi anak-anak terlebih masa
belajar dari rumah sekarang ini. Sebagai contoh pada materi Sains dikatakan
bunda Retno bahwa Sains banyak ditemukan dikehidupan sehari-hari misalnya
membuat air susu yaitu dari air putih ditambah susu berubah warna. Menariknya
saya suka sekali suara bunda netti dengan khas r beliau dan berbagai provensi ikut
serta dalam BIMTEK BDR angkatan 2 ini, sebagai penambah semangat bagi saya
sebagai peserta bisa berjumpa lewat Daring dengan bunda-bunda semua.
Pengimbasan yang saya lakukan saya mengumpulkan teman-teman kelompok
bermain terutama dari lembaga sekolah tempat saya bekerja dan teman
seangkatan kuliah saya, saya kumpulkan menjadi satu grup KB dan TPA, didalam
grup WA ini saya membagi materi yang telah saya dapatkan ketika saya mengikuti
BIMTEK BDR angkatan 2 ini.
Pesan saya terus melangkah maju para guru anak usia dini, dunia ini sempit
ketika berada di satu titik tetapi dunia akan luas ketika melangkah maju terus.
Semangat 45, saya merekomendasikan bunda Nurpadilah, Aminah, Adawiyah,
Norhatimah, Rini Agustina, Rohani.
“ BANGGA JADI GURU PAUD “
By : Yenny Chan
Yenny Chan adalah Guru PAUD (TPA IBNU
SINA BUKITTINGGI). Sejak tahun 2009 di
sekolah akrab dipanggil dengan nama Bu Yeyen oleh
anak – anak dan juga orang tua anak. Bu Yeyen lahir
di Bukittinggi tanggal 30 November 1957. Jenjang
pendidikan Bu Yeyen dari SD-SKKP-SMEA-S1 PAUD
PLS.
Sedari kecil Bu Yeyen punya cita – cita jadi
guru Alhamdulillah terwujud. Di percaya jadi
Pengelola TPA IBNU SINA BUKITTINGGI sampai
sekarang.
Suatu kebahagiaan bagi saya setiap berada di
sekolah (PAUD) saat bermain bersama teman – teman kecilku yang tak tergantikan
oleh apapun. Selalu merindukan dan dirindui. Alhamdulillah alumni dari TPA IBNU
SINA BUKITTINGGI sudah ada yang kuliah. Setiap orang bertanya Ibu kerja
dimana? Dengan bangga saya menjawab sebagai Guru PAUD di TPA IBNU SINA
BUKITTINGGI.
Sekitar tahun 2006 banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu TPA.
Banyak yang mengartikan TPA itu Taman Pendidikan Alqur’an, karena sosialisasi
dulu belum gencar seperti sekarang ini.
Alhamdulillah hari demi hari, tahun demi tahun berjalan masyarakat sudah
mulai mengetahui apa itu PAUD, TPA, KB dan SPS. Pengalaman demi pengalaman
saya jalani yang membuat saya bahagia sekali ketika saya diutus dari Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi untuk mengikuti pelatihan pendidik di
Provinsi : pengalaman pertama bertemu dengan guru – guru sekota, sekabupaten
dan juga provinsi.
Seiring berjalannya waktu saya juga mendapat kegembiraan yaitu dengan
bertambahnya pengalaman dan ilmu selama mengikuti Seminar Nasional yang telah
saya ikuti 2 kali, dan bahagia pernah bertemu dengan Bapak Menteri Pendidikan
dalam acara Seminar Nasional.
Tak henti – hentinya saya merasa beryukur kepada Allah pada tahun 2019
saya jadi pemenang Gernas Baku dan diundang Kemendiknas ke Jakarta. Disana,
saya bertemu dengan ibu – ibu hebat yang tak bisa saya sebutkan satu per satu
dan juga bisa berkumpul bersama teman – teman dari Sabang sampai Merauke.
Dengan diadakan BDR ini saya sangat berterimakasih atas undangan
keikutsertaan. Alhamdulillah dengan mengikuti saya mendapatkan ilmu dan
pengalaman.
Dalam setiap saat saya selalu berdoa semoga bias dipertemukan secara
langsung dalam bimtek – bimtek lainnya. Semoga Allah memberikan dan
mengembalikan situasi kita seperti semula, dijauhi dari Pandemi ini .
Amin Ya Rabbal Al-amin…
Wassalam
Yenny Chan,
PAUD ADALAH HIDUPKU
By : Ni Ketut Wintari S.Pd
Perkenalkan nama saya Ni Ketut Wintari, saya
lahir di Gianyar, pada tanggal 5 Januari 1982.
Saat ini saya bekerja disebuah sekolah di
daerah kerobokan kecamatan kuta utara
kabupaten Badung, Provinsi Bali,tepatnya di
Paud SPNF-SKB Badung. Banyak suka duka
yang saya rasakan selama menjadi
guru/pendidik di paud, karena pendidikan saya
tidak liner untuk menjadi pendidik di paud,karena saya lulusan S1 PPKN, tetapi
karena kecintaan saya dengan anak-anak membuat diri saya merasa nyaman dan
semangat menghadapi tingkah lucu anak- anak, Astungkare saya sudah kurang
lebih 8 tahun mengabdiakan diri saya menjadi pendidik PAUD di SPNF –SKB
Badung. Pada pertengahan bulan maret keceriaan anak- anak tidak bisa saya
rasakan lagi karena wabah virus corona yang melanda yang sempat membuat saya
bingung bagaimana cara memberikan pembelajaran kepada anak-anak dengan
kondisi seperti saat itu.
Pada hari kamis tanggal 10- september 2020, saya mendapatkan info dari
kepala SPNF-SKB Badung jika ada kegiatan bintek pada tanggal 16 september
2020 dan saya di ikut sertakan menjadi peserta di bintek tersebut. Saya sempat
ragu-ragu untuk mengikutinya karean pada hari itu tanggal 16 september
bertepatan dengan perayaan hari raya Galungan,tetapi karena merupakan tugas
dari kepala akhirnya saya ikut dalam kegiatan bimtek tersebut, yang ada dalam
pikiran saya jika saya mengikuti kegiatan bintek ini, saya akan dapat menambah
ilmu dan berbagi pengalaman dengan para bunda dan ayahanda peserta bimtek,
dan benar saja dalam mengikuti kegiatan bintek saya merasa senang karena para
narasumber begitu hebat,sabar dalam memberikan materi kepada kami para
peserta,yang masih banyak perlu belajar dalam menghadapi kegiatan BDR ini
karena baru pertama kali kita mengalami masa seperti saat ini.nantinya ilmu yang
saya dapatkan dari kegiatan bintek ini akan saya himbaskan kepada teman – teman
sejawat saya yang ada di paud SPNF-SKB Badung, karena kita sama sama menjadi
seorang pendidik yang mencerdaskan anak bangsa kita tidak boleh pelit dengan
ilmu, HIMPAUDI JAYA
CERITA SINGKAT BDR
By : Amsiswarti
Disaat berada dirumah saja selama Covid 19 saya
mendapatkan perintah mendadak dari Ketua Himpaudi
Kabupaten untuk mengikuti Bimtek BDR,Awalnya saya menolak
karena belum ada pengalaman Bimtek secara online ,dibalik itu
saya berbalik pikir lagi “ biarlah saya ikuti untuk belajar “ dan
saya isilah Link pendaftaran serta membuat surat pernyataan.
Hari pertama Bimtek ….saya sudah stembai di depan laptop
dan mulai membuka zoom,panitia,nara sumber serta peserta sudah terlihat didepan layar
,satu persatu nara sumber sudah mulai memberikan materi hingga sampailah ke nara
sumber ketua Himpaudi Pusat yakni Bundo Neti yang pernah saya temui waktu acara WKG
di kabupaten Solok,beliau adalah sosok Bundo yang tak pernah kenal lelah untuk
memperjuangkan guru-guru PAUD,alangkah senang nya hati saya melihat beliau menyapa
peserta dengan menyuruh peserta untuk senyum walaupun di dunia maya tapi sangat
berarti sekali bagi saya.
Setelah mendengarkan nara sumber menginformasikan materi yang akan disampaikan
untuk hari-hari berikutnya dan menjelas kan BDR disaat pandemi Covid ini ….hati kecil
saya berkata “akan saya ikuti bimtek ini sampai selesai”Setelah saya mendengar paparan
tentang BDR mulai dari awal sampai akhir, saya tertarik dan termotipasi untuk
melaksanakan BDR setelah selesai Bimtek ini nantinya.Dan terlintas dipemikiran saya
seandainya Covid 19 usai nanti nya boleh kah metode BDR ini diterapkan di Lembaga yang
jauh dari pemukiman Masyarakat agar anak aud dijorong saya dapat terlayani secara
optimal dan besar harapan saya seiring dengan BDR ini saya juga dapat menjalan kan
PAUD kunjungan yang diperkenalkan Bank Dunia waktu awal kami berdiri.
Demikianlah sekelumit cerita singkat saya,mohon maaf kalau ada kata yang tidak
ditempatnya.
CERITA SINGKAT MASA PANDEMI COVID-19
By : ERLIN SUMA, S.Pd
Selama itu, pembelajaran dilakukan secara daring
(online) dengan sebutan belajar di rumah. Bagi
sebagian orangtua dan guru hal ini adalah
pengalaman baru. “Repot, mana anaknya susah
belajar. Setelah beres harus fotoin dan kirim ke
gurunya pada batas waktu tertentu,” ujar Titin,
warga Permata Biru Bandung, saat dihubungi
Kompas.com, Rabu (18/3/2020). Learn more
Baca juga: Bukannya Belajar di Rumah Cegah Penyebaran Corona, Para Pelajar Ini
Malah Nongkrong di Warung Titin mengaku masih beruntung karena anak yang
diurus hanya satu. Pengalaman luar biasa dialami orangtua yang memiliki anak lebih
dari satu. Seperti Arie Lukihardianti yang memiliki tiga anak laki-laki. Rumahnya
mendadak lebih heboh dari biasanya karena kebijakan belajar di rumah. “Kalau ada
tiga mata pelajaran hari itu, berarti ada tiga materi dan tiga tugas per anak yang
dikerjakan secara online,” kata Arie. Belum lagi, karena anaknya belajar di sekolah
Islam, maka pembiasaan di sekolah harus dibawa ke rumah. Misal al matsurat,
murojahah, tahsin, tahfidz, dan shalat dhuha. Persoalannya, gadgetnya hanya ada
satu. Jadi untuk melihat tugas, mengirimkan, dan membuat evaluasi, menggunakan
gadget yang sama. “Jadi kebayang dong, anak tiga berebut hp. Berantem juga. Sisi
positifnya, anak belajar sambil belajar antre (gadget), kerja sama, dan toleransi,”
tuturnya. Yang terpenting, kesiapan orangtuanya. Dari yang biasa membimbing PR
(pekerjaan rumah), kini harus memberikan materi, mendampingi pengerjaan tugas,
hingga pengiriman tugas melalui email dan WhatsApp dalam waktu tertentu. “Abis
gitu, kita harus ngisi evaluasi kelas online, kalo ga isi dianggap tidak mengerjakan.
Padahal sebelumnya sudah dikirim via email dan WA,” ungkapnya. Semua proses ini
baru selesai pukul 19.00 WIB. Disaat anak-anak mengerjakan tugas, Arie baru bisa
beres-beres rumah dan menyelesaikan pekerjaan kantornya. “Ini semua teman-
teman aku pada ngeluh, jadi susah mau ngapa-ngapain,” imbuh Arie. Namun sisi
positifnya, hubungan anggota keluarga menjadi lebih erat dan dekat. Server down
Bukan hanya orangtua yang kerepotan di awal-awal pembelajaran daring. Hal
serupa dialami guru. Salah seorang guru SD swasta di Bandung, Mira mengaku
lebih baik mengajar dalam kelas. Karena mengajar secara daring merepotkan dan
membuatnya serba salah. “Khawatir ada sesuatu yang salah terus dikomplain
orangtua. Belum lagi ngurusin anak dan rumah,” ungkapnya. Guru lainnya, Sri Dewi
Azizah mengatakan, terbatasnya fasilitas menjadi tantangan dalam pembelajaran
daring. Begitupun dengan cara penggunaan aplikasi online oleh para guru dan
orangtua siswa menjadi kendala tersendiri. Dewi mengaku, hambatan terbesar
dalam belajar online adalah memberikan pengarahan kepada orangtua bagaimana
cara menggunakan aplikasi. Apalagi masih banyak siswa yang belum terdaftar
sehingga mereka tidak bisa login. Ada pula orangtua yang kesulitan mengunggah
tugas karena server down. “Server down karena banyak yang mengakses untuk
mengunggah tugas. Terus banyak pula orangtua yang bingung menggunakan
aplikasinya (edulogy),” ucap guru SD Labschool UPI Kampus Cibiru ini menjelaskan.
Bagi Dewi, belajar tatap muka ataupun online memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Kalau pembelajaran langsung, ia bisa tatap muka
dengan anak-anak. Jadi, ketika ada anak yang tidak mengerti, bisa langsung
bertanya dan mendapat jawaban yang jelas. Baca juga: Ini Alasan Siswa Belajar di
Rumah 2 Minggu, tapi Guru Tetap Masuk Sekolah Sedangkan pembelajaran online
lebih fleksibel dan tidak kaku. Anak-anak pun lebih leluasa belajar dengan gaya
mereka sendiri. Soal membagi waktu dengan keluarga, Dewi mengaku, pekerjaan
dilakukan saat anaknya sedang tidur. “Anak saya usianya 13 bulan. Jadi jam
tidurnya masih sering, setiap 3 jam sekali,” pungkasnya.
“KETIKA KITA MENGGANTUNGKAN HARAPAN KEPADA ALLAH,
MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK”
By :YEYIN LALENO, S.Pd
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…
Nama saya Yeyin Laleno saya lahir di desa yang terpencil ujung Gorontalo yakni
Desa Taludaa pada tanggal 4 November 1995, alhamdulillah usia saya akan menginjak 25
tahun heheh.. walaupun orang yang melihat saya katanya masih anak SMP atau SMA. Saya
menyelesaikan kuliah S1 PG-PAUD di Universitas Gorontalo tahun 2018 alhamdulillah tepat
waktu dan merupakan kebanggaan bagi saya pribadi karena dalam satu kelas saya yang
tepat waktu. Setelah lulus saya istirahat hampir selama sebulan melepaskan penat
berjuang dengan skripsi. Setelah itu barulah saya mulai mencari pekerjaan, sejak duduk
dibangku kuliah saya berkeinginan menjadi guru PAUD bahkan ingin membangun sekolah.
Tentu saja untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah, walau sejak menggarap skripsi
saya sudah ditawari oleh beberapa dosen untuk mengajar di sekolah PAUD tetapi harus
menunggu. Yah saya tidak mau berdiam diri karena saya ingin sekali menyalurkan ilmu yang
saya dapatkan selama di bangku kuliah secepat mungkin. Sayapun mulai mengirim Surat
Lamaran Kerja di salah satu sekolah ternama yang sudah saya inginkan saat masih kuliah
butuh waktu menunggu untuk dipanggil. Untuk menunggu itu sayapun mencoba memasukan
lamaran kerja disekolah tempat saya sekarang mengabdi. Dan Alhamdulillah Allah
mempermudah jalan saya, sayapun diterima di sekolah itu. Jelang sebulan mulailah
bermunculan panggilan dari sekolah pertama yang saya kirim surat lamaran kerja dan
telefon dari dosen-dosen, Maasyaa Allah… dari situ saya berfikir Allah punya rencana
terbaik buat saya. Dan sampai sekarang saya mengabdi di Kelompok Bermain Al-Jama’ah,
Desa Timbuolo Timur, Kec. Botupingge, Kab. Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dan Insyaa
Allah Oktober nanti sudah memasuki tahun kedua saya mengabdi. PAUD Al-Jama’ah
memiliki 3 layanan Pendidikan mulai dari SPS, KB dan TK. KB Al-Jama’ah dengan jumlah
anak didik sebanyak 26 orang.
Awal adanya pemberitahuan mengenai belajar dari rumah, sempat berfikir apakah
orang tua berkenan ikut serta andil dalam kebijakan ini. Setelah diadakan rapat dan mulai
menjalankan BDR tidak sedikit tantangan yang dihadapi, mulai dari keluhan orang tua yang
katanya kalau bisa belajar di sekolah saja, ada anak yang ingin sekali ke sekolah karena
rindu teman-teman, selama BDR jika dilakukan luring mulai masuk gang keluar gang buat
kerumah anak bahkan ada yang sampai nanjak rumahnya. Tetapi seiring berjalannya
belajar dari rumah orang tua sudah memahami dan ikut membantu guru dalam menjalankan
BDR. Silaturahmi antara saya dan orang tua makin terjail dekat apalgi dengan dibuatnya
Whatsaap Grup bahkan sampai saling menyapa dan saling curhat bersama ibunda anak
didik, memberikan pengalaman membekas bagi saya dan teman guru saat menyusuri jalan
untuk kerumah anak-anak.
Pada tanggal 11 September pukul 18.00 WITA tiba-tiba telefon berbunyi ternyata
dari ibu Penilik PAUD Kec. Botupinnge katanya “Saya di WA tapi tidak aktif”, alasannya
karena saat itu jaringan WIFI di rumah saya bermaslaah. Ibu pun mulai menjelaskan
tujuannya menelfon. Katanya saya diikutsertakan dalam kegiatan Bimtek nanti akan ada
guru-guru dari seluruh Indonesia yang dari gorontalo sebanyak 30 orang. Sebelumnya ibu
minta pengelola yang ikut tetapi karena lain hal akhirnya tidak bisa, ibupun memilih saya
sebagai gantinya. Sebelum ibu melanjutkan pembicaraan saya berfikir apa saya bisa? Saya
belum memiliki pengalaman yang banyak apalagi dibandingkan dengan guru-guru yang
nantinya akan bergabung. Fikiran itupun langsung saya tepis, dalam hati saya berkata
“Allah telah memilih saya untuk mengikuti kegiatan ini, pasti saya bisa, ini adalah salah
satu keinginan saya sejak mengabdi untuk dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat
mengembangkan pengetahuan kePAUDan. Akhirnya sayapun mengiyakan untuk mengikut
Bimtek serta mempersiapkan apa saja syarat pendaftarannya.
Adapun kesan pertama saat mengikuti bimtek saya sangat bersemangat bahwa saya
akan mendapatkan pemecahan masalahan selama BDR melalui kegiatan ini, bertemu secara
virtual dengan teman-teman guru dari seluruh Indonesia, bertemu para narasumber yang
begitu hebat dan sangat memotovasi. Hal yang menyentuh dalam hati saya adalah saat
bunda menyampaikan walau kita guru PAUD belum di akui kita harus tetaps semangat,
ikhlas karena isnyaa Allah balasan yang kita dapatkan pastilah lebih dari Allah apalagi
dengan niat demi anak-anak. Teringat sejak kuliah jurusan kami dianggap remeh jurusan
lain saya teringat pesan bunda ini sama halnya jika ada para petinggi di kampus yang
menyamaikan bahwa PAUD adalah pondasi / dasar kita membentuk karakter anak,
disitulah hati kami merasa dianggap. Alhamdulillah kini jurusan kami tidak dipandang
remeh lagi. Terimakasih bunda telah memberikan pesan dan memotivasi agar terus
bergerak kedepan membangun masa depan anak. Saya bahkan mempelajari beberapa
moderator dalam memimpin acara banyak pelajaran yang saya dapat, karena sempat
kemarin acara sekolah saya ditunjuk sebagai moderator tetapi tidak sehebat beliau-
beliau.
Mengikut bimtek secara virtual ini tentunya ada hambatannya, walaupun saya pakai
WIFI tapi kadang jaringannya hilang dan kadang keluar sendiri dari ruang zoom, sampai
harus beralih ke Hp gunakan data tetapi Handpone jadi lodingnya minta ampun..hhe tentu
saja terus menunggu sampai wifi kembali normal dan tetap terus bergabung bersama para
narasumber yang sangat luar biasa.
Setelah mengikuti kegiatan bimtek ini tentunya diharpakan dapat
diimplementasikan kepada guru-guru lain, dan hal pertama yang akan saya lakukan adalah
merancang terlebih dahulu apa yang telah saya dapatkan yang akan diberikan kepada anak-
anak didik saya, setelah itu akan melakukan pengimbasan kepada teman-teman guru
mengenai bimtek yang saya ikuti. Tak lupa pula saya akan mensosialisasikan kembali kepada
orang tua mengenai pembelajaran darirumah.
Terima Kasih. Wassalamu’alaikum Warahatullah Wabarakatuh…
“KISAHKU INSPIRASIKU”
Oleh: Maryam Wijaya, S.Pd
Kisah saya dimulai, alhamdulillah, sejak lulus
kuliah tahun 2015 tahun yang lalu, saya langsung di
terima mengajar di RA dan selang setahun berikutnya
saya di ajak oleh guru KB Asy Syifa untuk bergabung
menjadi pendidik di sana, awalnya saya hanya
memikirkan,, oh iya dekat dengan rumah, dan gajihnya
lumayan.
Waktu itu saya masih sendiri, sekarang saya sudah menikah dan mempunyai
anak perempuan yang umurnya 3 tahun, sebelum umur anak saya 3 tahun saya di
tinggalkan suami pergi ke tempat asalnya, disini saya membesarkan anak saya
bersama mama, kaka, dan adik.
Tak pernah terbayangkan dalam benak saya mengajar sambil membesarkan
anak sendiri tanpa sosok ayah di umurnya yang masih kecil. Di sisi lain saya harus
menjadi guru yang kuat dalam menghadapi omongan dari orang lain tentang diri
saya.
Tapi saya bangga dan bahagia karena memiliki teman pendidik di kb Asy
Syifa yang selalu memberi saya semangat hingga akhirnya saya mulai bangkit dari
kesedihan saya.
Belum berakhir kesedihan saya, datanglah masa pandemi ini dimana saya
harus lebih menyiapkan memori hp, dan kouta yang mencukupi saat mengirim tugas
secara online. Tapi semua tak menjadi beban yang begitu berat, karena niat saya
ingin mengajar meskipun dalam kondisi seperti ini.
Awal ajaran baru ini, tepatnya akhir agustus 2020 saya mendapatkan
kejutan dan kebahagian yang tidak pernah terduga, yaitu di minta untuk mewakili
kabupaten untuk menghadiri BIMTEK berdua dengan teman saya ustadzah Rahmi,
awalnya saya bingung apa yang harus disiapkan, apa yang harus dilakukan, karena
sebelumnya saya tidak pernah mengikuti kegiatan secara online, tapi teman saya
Rahmi memberi semangat kita pasti bisa mengikuti BIMTEK sampai selesai.
Dari kegiatan inilah saya mendapatkan ilmu cara menggunakan aplikasi
“zoom metting” dan ilmu mengajar selama BDR baik untuk saya pribadi maupun
untuk teman PAUD yang lain. Kegiatan BIMTEK ini sangatlah membantu saya
karena sangat banyak memberi masukan dan ilmu yang luar biasa.
Mungkin dalam kegiatan ini, saya tidak merasa kesulitan, malah saya
mendapatkan hal baru bisa berkomunikasi dengan teman-teman dari berbagai
Provinsi, saling bertukar pengalaman di grup whatsapp dan mendapatkan banyak
ilmu dan pengalaman baru yang tak pernah saya lupakan.
Harapan kedepannya saya setelah kegiatan BIMTEK ini berakhir saya dapat
mengembangkan dan menerapkan ilmu baik itu untuk Kb Asy Syifa maupun PAUD
yang lain. Sekian terimkasih cerpen dari saya semoga menjadi inspirasi bagi yang
lain.
INI KISAHKU
By : Dwi Resti Prastika Paembonan, A.Md
KISAH KASIHKU
BERSAMA
ANAK PAUD
Assalamualaikum wr wb
Perkenalkan nama saya Resti. Saya berasal dari Kalimantan Utara tepatnya dikota
Tarakan. Aslinya saya lahir di Sulawesi, lalu kemudian pada tahun 1992 tepat di usia saya
yang ke 2 tahun saya di bawah oleh kedua orang tua saya untuk pindah dan menetap di
Kalimantan hingga saat ini. Saya merupakan anak pertama dari 9 bersaudara. Saya
menikah pada usia 26 tahun dan alhamdulillah telah di karuniai 2 orang putra. Pendidikan
terakhir saya adalah D-3 Pendidikan Bahasa Inggris.
Saya mengajar di salah satu sekolah swasta yang bernama Sekolah Nasional Plus
Indo Tionghoa yang merupakan sekolah dengan pengantar 3 bahasa yaitu bahasa Nasional
Indonesia, bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Statusnya juga sudah terakreditasi oleh
Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Sekolah Nasional Plus Indo Tionghoa terdiri dari jenjang
KB, TK, SD dan SMP. Saya sendiri merupakan salah satu guru yang mengajar pada jenjang
KB. Adapun jumlah murid KB Indo Tionghoa pada tahun-tahun sebelum terjadinya wabah
covid 19 adalah sekitar 48 anak yang sudah termasuk KB A (2-3 tahun) dan KB B (3-4
tahun). Saat ini berkurang menjadi sekitar 30 anak untuk kedua jenjang tersebut.
Jadi begini awal mula saya menjadi seorang guru paud, tepatnya pada awal tahun
2009 setelah lulus kuliah saya diminta oleh keluarga saya untuk mencoba memasukkan
lamaran (CV) pada salah satu sekolah di kota Tarakan yaitu Sekolah Nasional Plus Indo
Tionghoa, tempat saya sekarang mengajar. Pada awalnya, saya tidak mengetahui jika
sekolah tersebut memiliki jenjang KB, TK dan SD. Saya hanya diminta untuk memasukkan
CV dan tujuan utama saya memang melamar pekerjaan untuk menjadi guru Bahasa Inggris
pada jenjang SD. Sekitar 1 bulan lamanya saya menunggu namun belum ada panggilan
mengajar, akhirnya sambil menunggu sayapun mencari pekerjaan lain disalah satu tempat
penjualan tiket pesawat. Entah kenapa selang berjalannya waktu, saya menikmati
pekerjaan saya dan pada suatu hari akhirnya panggilan mengajar itupun datang dari
sekolah Nasional Plus Indo Tionghoa. Saya diminta menghadap kepada direktur sekolah
tersebut kemudian saya diterima dan diminta untuk mengajar mulai minggu depan. Akan
tetapi saya diminta untuk mengajar jenjang PAUD yang bukan pilihan saya yaitu KB.
Namun tetap sebagai guru Bahasa Inggris. Entah kenapa saya menyetujui saja permintaan
dari direktur tersebut. Setelah pulang kerumah, sayapun menceritakan semuanya kepada
ibu saya dan ibu saya sangat mensupport saya. Ibu saya berkata “jika kamu menjadi guru
PAUD, wajahmu bisa awet muda karena setiap hari ketemu sama anak-anak kecil yang
lucu-lucu. Kalau jadi guru kerja juga hanya setengah hari dibandingkan jika kamu kerja di
travel”. Saya tidak pernah membayangkan atau bercita-cita sebelumnya menjadi seorang
guru PAUD. Bahkan saya tidak mengerti bagaimana cara mengajar anak PAUD bahkan
menyanyikan lagu-lagu anak dalam Bahasa Inggris. Saya hanya punya bekal bagaimana cara
saat saya membantu orang tua saya mengasuh ke 8 adik saya saat mereka masih kecil.
Saya pun sempat berfikir “apaan sih guru PAUD gak keren”. Namun berkat dukungan dan
juga keinginan dari ibu saya akhirnya saya berhenti dari tempat penjualan tiket dan mulai
mengajar.
Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah ini merupakan tahun kesebelas saya
mengabdi sebagai guru PAUD. Bukan waktu yang sebentar bukan? Bagi saya menjadi guru
PAUD itu tidaklah mudah apalagi dihari-hari pertama saya menjadi guru PAUD. Banyak
sekali hal yang perlu saya pelajari. Terutama didalam mengolah kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang lebih kreatif agar anak tidak bosan dan senang dengan kegiatan yang
saya berikan. Mulai mempelajari lagu-lagu anak dalam bahasa inggris melalui internet
ataupun bertanya kepada rekan-rekan guru lainnya. Mempelajari cara tentang bagaimana
menghadapi prilaku anak-anak dan juga eksperi wajah serta nada suara saat berhadapan
dengan anak-anak. Terkadang saya harus menggendong ataupun membujuk dengan
mempraktekkan cara berjalan seperti sapi, kucing atau binatang lainnya hingga keringat
bercucuran untuk mendiamkan mereka yang sedang menangis. Jika ditanya apakah saya
lelah? Iya, itu kata yang sering kali terucap dari mulut saya. Namun, rasa lelah itu
terbayarkan ketika melihat pola tingkah mereka yang lucu dan menggemaskan. Selain itu,
saya juga sering diminta untuk mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan yang
diselenggarakan oleh HIMPAUDI sehingga ilmu saya semakin bertambah. Kemudian, tepat
ditahun ke-enam perjalanan saya menjadi guru PAUD, akhirnya saya memutuskan untuk
kuliah dan mengambil jurusan S1 Pendidikan Anak Usia Dini. Sebelum memutuskan untuk
kuliah, saya berfikir bahwa mungkin inilah jalan yang diberikan oleh Allah SWT kepada
saya menjadi seorang guru PAUD dan juga merupakan restu dari ibunda saya.
Diawal kemunculan wabah penyakit baru yang bernama COVID 19 pada akhir tahun
2019 diWuhan (China) semua orang disana merasa khawatir. Sekolah kamipun memberikan
dukungan serta motivasi kepada mereka terutama warga Indonesia yang berada disana
berharap wabah ini segera berakhir. Akan tetapi, ternyata wabah penyakit tersebut
semakin meluas hingga sampai ke negeri tercinta Indonesia. Pada awal tahun 2020 saya
bersama rekan-rekan guru masih melakukan pembelajaran tatap muka dengan anak didik
dengan harapan wabah ini segera berlalu. Namun, karena semakin banyaknya warga
Indonesia yang terinfeksi COVID 19 dan hingga akhirnya pada bulan Maret sekolah saya
memutuskan untuk meliburkan anak-anak dan menutup sekolah sampai situasi dan kondisi
sudah aman. Sejak saat itu saya dan rekan-rekan guru melakukan pekerjaan seperti
menyiapkan materi kegiatan yang ingin diajarkan kepada anak dari rumah. Akhirnya, anak-
anakpun mulai belajar dari rumah. Komunikasi yang saya lakukan saat itu menggunakan
Whatshap seperti mengirim tugas yang dikirimkan ke whatshap grup orang tua murid.
Saya mengirimkan tugas -tugas sesuai jadwal. Kendalanya, tidak semua orang tua mau
mengajar anak-anaknya dirumah. Jika tidak ada yang mengerjakan tugas, hal yang saya
lakukan adalah bertanya kepada orang tua melalui kendala apa yang dihadapi oleh orang
tua dan memahami posisi mereka, namun tetap memberikan motivasi kepada mereka demi
perkembangan anak-anak mereka tanpa memaksakan kepada orang tua untuk mengajar
anak-anaknya. Kemudian, memberikan motivasi dan apresiasi bagi orang tua yang selalu
mengajar anak-anaknya dirumah meskipun terlambat dalam mengumpulkan tugas. Begitu
juga bentuk perhatian kepada orang tua dan anak meskipun pelajaran tidak secara tatap
muka, mereka pasti akan senang dan bersemangat. Kendala lainnya yaitu memori hp saya
penuh karena setiap orang tua mengirim video proses anak melakukan kegiatan sehingga
saya harus menghapus beberapa video yang lain dan juga kendala jaringan. Belum lagi saat
orang tua mengirimkan tugas pada saat saya sedang masak atau mengurus rumah dan
anak-anak saya. Mau tidak mau saya harus segera merespon tugas yang dikirim oleh orang
tua agar mereka merasa senang karena menurut saya hal tersebut bisa menambah
motivasi mereka untuk mengajar anak dirumah.
Sebelum memasuki tahun ajaran baru, masa “work from home” pun berakhir. Saya
dan rekan-rekan guru diminta untuk datang kesekolah meskipun murid tidak ada untuk
melakukan beberapa persiapan ditahun ajaran yang baru dan tetap hadir kesekolah hingga
saat ini. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah saya sedang menjalankan 2 system
pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Hal ini berkaitan dengan
permintaan orang tua yang menginginkan pembelajaran daring dan luring berdasarkan
kuesioner yang sebelumnya diberikan. Jadi orang tua diminta untuk memilih salah satu
system pembelajaran bagi anak mereka. Khusus untuk pelajaran daring, kepala sekolah
meminta para guru untuk menggunakan website dengan nama sekolah. Semua guru
termasuk saya diminta untuk belajar membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi
filmora, kinemaster dan lain sebagainya. Setelah membuat video pembelajaran, video
tersebut dimasukkan kedalam website sekolah. Saya diajarkan cara mengupload video
kedalam website, melakukan penilaian dan lain-lain. Kemudian untuk pembelajaran luring,
saya dan rekan guru diminta untuk melakukan tatap muka yaitu dengan cara mengunjungi
rumah anak dan mengajar secara langsung. Hal tersebut tidaklah muda bagi saya. Mau
tidak mau, suka tidak suka saya harus tetap belajar. Akhirnya, setelah belajar dan belajar
akhirnya saya pun bisa membuat video dan menggunakan website sekolah. Saya jalani
semua tugas yang diberikan kepada saya meskipun waktu saya mengedit video
membutuhkan waktu yang tidak sedikit apalagi sebagai seorang pemula. Apalagi saya
dipercayakan oleh kepala sekolah untuk membuat RPP untuk 2 jenjang yang berbeda yaitu
usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun. Hari-hari saya penuh dengan kesibukan. Beruntungnya,
kepala sekolah saya sering memotivasi saya ketika saya mulai mengeluh bahwa
pembelajaran yang dilakukan saat pembelajaran sungguh sangat melelahkan. Namun, saya
harus bertanggung jawab melaksanakan tugas yang sudah diberikan kepada saya dan
percaya bahwa ini merupakan tantangan dan ada hal yang positif kedepannya bagi saya
sebagai guru.
bukan hanya guru saja, orang tua muridpun juga harus belajar menggunakan website
sekolah. Dalam hal ini, guru dan orang tua benar-benar berkolaborasi dan bekerja sama
demi mencerdaskan anak. Betapa hebatnya orang tua yang sudah bersedia mengajar
anaknya dirumah. Oleh karena itu, dalam keadaan seperti ini kita memang harus memahami
dan mau mendengarkan keluh kesah orang tua dan memberikan mereka motivasi agar
bersemangat dalam mengajar anak.
Beberapa minggu lalu saya ditawarkan oleh kepala sekolah saya untuk mengikuti
kegiatan BIMTEK dan tanpa berfikir panjang akhirnya saya setuju. Sayapun diminta untuk
mengisi registrasi pendaftaran dan lain-lainnya. Sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa
kegiatan BIMTEK ini akan dilakukan selama beberapa hari. Sebenarnya niat saya untuk
mengikuti kegiatan BIMTEK tidaklah besar mengingat hari-hari saya penuh dengan
kesibukan. Ditambah lagi, saya tetap harus datang kesekolah meskipun Namun, dihari
pertama pembekalan saya mulai merasa bahwa BIMTEK ini sangat penting dan mulai
tertarik mengikuti kegiatan pembekalan dihari pertama. Tertarik dengan materi-materi
yang akan disampaikan nantinya. Oleh karena itu, sesibuk apapun pekerjaan yang saya
lakukan saya harus tetap mengikuti kegiatan BIMTEK dan bertanggung jawab mengikuti
kegiatan hingga akhir. Setelah kegiatan BIMTEK ini, Insya Allah saya akan mengimbaskan
kepada rekan-rekan seprofesi. Bersyukur sudah diberi kesempatan untuk mengikuti
kegiatan BIMTEK.
Saya bersyukur sekali bisa menjadi guru PAUD. Saya sadar ternyata menjadi guru
PAUD itu sangat menyenangkan. Jika saat ini saya diminta memilih antara menjadi guru
PAUD atau guru SD, saya lebih memilih untuk menjadi guru PAUD saja. Kata-kata ibu saya
juga akhirnya betul adanya, wajah saya juga jadi awet muda karena setiap hari bisa
melihat dan mendidik anak-anak yang lucu.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Vien
Angreni selaku Kepala Sekolah KB Indo Tionghoa yang sudah mengajak saya untuk
mengikuti BIMTEK, kepada bunda Netty dan para narasumber-narasumber yang nantinya
akan memberikan materi-materi sehingga dapat menambah ilmu saya dalam mendidik anak
PAUD dan merancang pembelajaran selama daring ataupun luring, berkomunikasi dengan
orang tua dengan lebih baik lagi. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan
dan keberhasilan dalam melakukan proses untuk mencerdaskan anak bangsa di usia dini.
HIMPAUDI jayaaaaaaaaa. Saya merasa banyak sekali kekurangan dalam menyusun cerita
ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dihati para pembaca. Terima
kasih.
Assalamu alaikum wr wb.