KISAH DIRI SAYA SAAT MULAI MASUK NEW NORMAL
By: Erni Musa S.Kom
Alhamdulillah saya adalah seorang pendidik PAUD saya
sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya
bangga mengabdikan diri saya untuk mendidik anak
usia dini itu sudah tertanam dalam jiwa dan diri saya.
Dalam mendidik anak-anak usia dini begitu banyak
tantangan dan hambatan yang saya rasakan. Akan
tetapi saya semangat dan selalu semangat. Tetap
bersabar sampai saat ini. Saya sangat senang dan
bahagia menjadi seorang pendidik PAUD Walaupun saya bukan sarjana paud dan
pendidikan paud saya senang dan bangga kepada anak-anak didik saya. Dan
menjalankan aktivitas-aktivitas dan amanah yang di berikan sebagai seorang
pendidik.
Saat saya pertama masuk ke kelompok bermain Al Ishlah saya sempat putus
asa dan sempat memundurkan diri saat itu, dengan berpakaian penuh warna.
Dengan seiring waktu saya diberikan penguatan oleh guru-guru yang berada di
pusat paut islam terpadu al ishlah. Dan melihat anak-anak begitu imut dan penuh
semangat dalam mencari perhatian oleh gurunya, apalagi dengan orangtuanya yang
sibuk dalam pekerjaan yang waktunya tidak banyak. Dan diberikan kepercayaan
besar kepada saya.
Alhamdulilah 11 tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD saya sangat
merasa bangga dan bahagia bisa mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak
bangsa. Saya bangga melakukan itu karena pengabdian yang saya lakukan untuk
bangsa dan negara.
Alhamdulilah 11 tahun sudah saya jalani hidup menjadi seorang pendidik.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena saya
merasa masih perlu bimbingan dalam Ilmu untuk mendidik anak-anak.
Saat mulai masuk new normal
Pada suatu hari, saya dengan teman-teman kelompok bermain Al Ishlah
bekerja membersihkan semua lingkungan sekolah. Dan Alhamdulillah halaman,
ruang kelas sudah bersih, tiba tiba saya keingat sesuatu bahwa perpustakaan dan
UKS belum dibersihkan. Tiba – tiba temanku bertanya : kenapa bu leni? Saya lupa
bahwa ruang perpustakaan dan Uks belum dibersihkan… Yuk.. kita bersihkan
bersama-sama. Dan alhamdulillah semua halaman sudah dibersihkan ,ruang kelas,
ruang perpustakaan dan Uks
Keesokan harinya, kami mengikuti rapat bersama semua guru karyawan di
yunit yang sedang rapat dalam persiapan menyabut tahun ajaran baru di masa
pandemi, di rapat tersebut membahas bagaimana cara kita menyabut anak dalam
system online.
Di rapat itu kita membahas aplikasi apa yang kita salurkan ke ortu untuk
pembuat kegiatan melaui video dan cara pengenalan sekolah melalui online. Tiba
tiba kelompok A dan B bersuara untuk membuat video yang akan di bantu salah
satu karyawan yang membatu mereka. Saya berkata bagaiamana dengan kelompok
bermain ! Alhamdulillah siap membatu.
Keesokan harinya lagi saya berpikir bagaimana cara saya bisa membuat
video dalam satu hari dan siapa yang membatu kami dalam memeggang kamera
tersebut. Saya bertanya kepada salah teman saya yaitu bu neneng. Bu neneng
siapa yang bisa memegang kamera saat kita melukan video? Dan bu neneng
menjawab ada salah satu karyawan yaitu pa rinto atau salah satu suami teman saya
yang bernama papa nanda.
Papa nanda apa boleh saya dengan teman-teman meminta tolong untuk memegang
kamera saat kami melalukan video tentang pengenalan sekolah kelompok bermain.
Papa nanda menjawab boleh sekali. Beliau siap membantu.
Hari demi hari saya mencoba membuat video dan mengedit semua video dalam
pengenalan sekolah dan guru-guru kelompok bermain hebat, saya menemukan
aplikasi baru yaitu kinmaster.
Di aplikasi kinmaster saya belajar terus sambil memegang dua benda yaitu HP Dan
Leptop secara bersamaan.
Dan Alhamdulillah selama saya mengedit video banyak yang merespon dan
memberikan jempol kepada saya saat membuat video tersebut.
Mereka bertanya , kamu memakai aplikasi apa saat membaut video?
Saya menjawab : saya memakai 2 aplikasi secara bersamaan yaitu kinmaster dan
inshot
Dan mereka mengatakan bagus yaaaa, cantik bekroundnya dan bisa melukan
kegiatan melaui video melalui aplikasi kinmaster.
Alhamdulillah hari demi hari saya membuat video, saya menggunakan 2 aplikasi
tersebut dan mengirimkan video kegiatan melalui aplikasi kinmaster dan inshot
sampai sekarang.
Kegiatan Bimtek BDR tahap 2 ini membuat saya sangat senang dan bahagia.
Bisa menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat antusias
akan ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya
adalah dari seluruh Indonesia. Akan tetapi saya bisa bertemu dengan orang-orang
hebat seindonesia. Pesan dan pesan yang saya dapatkan dalam mengikuti BDR ini
karena baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini. Saya sangat merasa
bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu ramah dan hebat dalam
memberikan ilmu kepada kami semua. Dan kami berharap semoga pendidik PAUD
yang lain bisa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan.
Dalam kegiatan ini saya tidak merasakan kesulitan yang berarti saya
merasakan senang , dan Bangga dalam melakukan kegiatan ini. Apalagi kami
disekolah mengikuti kegiatan ini bersama-sama guru kelompok Bermain Al Ishlah.
Alhamdulilah tidak ada kendala yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan
ini walaupun ada sedikit kendala waktu akan tetapi saya akan selalu semangat dan
tetap semangat.
Alhamdulilah saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu
ini. Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya
terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman
saya dan orang yang membutuhkan.
Jazakumullah Khairan Katsiran…
terimakasih.
KISAH CINTA DI DUNIA MAYA AGEN PENGGERAK
GERAKKAN PENDIDIKAN KELUARGA
DARI RUNGKUT SURABAYA
By : Mamik Sumarmi, S.Pd.
Nama saya Mamik Sumarmi, S.Pd.I. kepala sekolah di KB Mutiara Bangsa Jl.
Penjaringan Asri I Blok J – 38 Rungkut Surabaya Jawa Timur. Saya dari
kecamatan sebelah tepatnya di Gunung Anyar Tengah I / 37 tetangga rumah
orangtua Bapak H. Nuh mantan Menkendikbud. Saya tertarik dengan dunia
anak-anak melangkah dari TPQ Taman Pendidikan Qur’an melaju bersama ke
KB TK Mutiara Bangsa mulai tahun 2004-2020. Semakin indah bergelut
dengan dunia anak usia dini tampak keberkahan karena niat tulus ikhlas ikut
andil mengukir kertas yang masih putih bersih suci untuk mengawal
kecerdasan anak bangsa. Sesuai dengan anjuran hadits yang artinya tututlah
ilmu mulai dari ayunan hingga liang lahat. Bangga menjadi guru PAUD
meskipun penuh suka duka, tantangan dan perjuangan. Kesuksesan adalah
perjuangan yang tidak putus asa. Indah pada saatnya.
Suasana pagi hari dengan gaya kemacetan yang
senantiasa menghiasi jalan merr yang kulewati tiap
hari menuju aktifitas rutin mengajar di KB Mutiara
Bangsa Jl. Penjaringan Asri I Blok J-38, Rungkut
Surabaya Jawa Timur hanya dengan bekal
bismilallirrahmaanirrahiim laahaulawalaakuwata illa
billahil’aliyil’adziim komat kamit sambil menjalankan
scopy melaju yang menjadi saksi bisu. Saat asyik-
asyikan bermain, bercanda, belajar, bersosialasi
berjalan mendadak dikejutkan adanya kabar dania lagi dilanda virus corona namanya yang
dikenal dengan covid-19 merambah ke Indonesia dan merambat dikota Surabaya.
Beritanya semakin santer diberbincangkan saya sebagai Kepala Sekolah segera mengambil
kebijakan esktra cepat agar dapat menjalankan roda pembelajaran BDR artinya belajar
dari rumah yang tepat untuk dijalakan saat ini. Untuk bisa jalan PJJ – BDR kami
menyiapan sarana dan prasarana serta penddiknya siap menjalakan pembelajaran jarak
jauh – belajar dari rumah. Selama BDR bagi peserta didik menggunakan system umpan
balik dalam artian orangtua ambil modul sebelum pembelajaran dua minggu sekali gantian
pendidik kirim modul sebelum pembelajaran disampaikan.
Meskipun BDR belajar dari rumah jalan melaju berselimut suka duka kontra
dan pro kontra antara pendidik sendiri juga orangtua dari peserta didik. Pendidik sebagian
harus dirumahkan karena ada penurunan jumlah dari peserta pendidik hingga 50 %.
Jumlah peserta didik tidak tentu karena tarik ulur saat pendaftaran dan keluhan-keluhan
orangtua. Dengan menganalisa situasi dan kondisi seperti ini lembaga launching program-
program tergrees dan semenarik mungkin seperti BDR tercaver dengan PJJ, VC, ZOOM
dan CLASSROOM, program MOS/LOS, PARENTING, SEPTEMBER CERIA. BDR
berlangsung virtual baik dengan aplikasi VC atau ZOOM keunikan dan khas anak-anak
muncul dikamera ada yang sambil makan ada yang minta pangku ada yang ikut menyimak
duduk manis lucu ok punya pokoknya menghiasi kamera.
Ditengah-tengah suasana sulit dan mulai bosan di BDR cengkling dari WA ada
undangan masuk group baru GRUP PAUD FROM HOME 1-2 sempat kaget ada apa dari
mana lama mataku memanjat dan menyimak chat WA, seperti dipersilahkan masuk di
Gedung yang Tinggi tanpa berpikir panjang ku kabarkan ke lembaga sebelah yaitu TK
Mutiara Bangsa bahwa ada undangan dari APRESIASI PAUD FROM HOME yang lama
tidak ada kabarnya. Karena kecanggihan IT sekarang berita ini juga cepat tersebar
digroup WA HIMPAUDI cabang Rungkut dan HIMPAUDI Kota Surabaya semua memberi
surportnya juga Ibu Ayu dari penilik diknas. Undangan langsung virtual dengan aplikasi
ZOOM yang diadakan tanggal 31 Agustus 2020 bertepatan hari jadi HIMPAUDI ke 15
dan pengukuhan Agen Penggerak Gerakan Pendidikan Keluarga yang dikukuhkan oleh bundo
Prof. Dr. Ir. Netti Herawati,Msi. dan sambutan dari Bapak Anis Baswedan serta dihadiri
Mas Menkendikbud Nadiem Makarim, surport luar biasa dari lembaga satu atap yakni TK
Mutiara Bangsa. Hingga diliput tiga media Jawa pos, Birawa, TV Surabaya. Kami KB TK
Mutiara Bangsa sangat bangga dengan dikukuhkannya menjadi Agen Penggerak Gerakan
Pendidikan Keluarga dan ditambah lagi diundang di HIMPAUDI TV ONLINE EVERYDAY
tema lascar HIMPAUDI agen penggerak gerakan pendidikan keluarga. Dan sangat
mendukung kegiatan-kegiatan selanjutnya diberi ijin untuk menimba ilmu sebanyak-
banyaknya. Syukur Alhamdulillah diundang lagi ikut BIMTEK 2 Penguatan Pembelajaran
BDR PAUD PP HIMPAUDI Angkatan II.
Laskar HIMPAUDI Agen Penggerak Gerakan Pendidikan Keluarga datang tepat
waktunya saat BDR mulai resah bosan untuk berjalan. Sangat bersyukur Alhamdulillah
seperti mendapat senjata saat berjuang dalam medan yang sulit saat ini. Kami sangat
membutuhkan orang-orang hebat seperti bundo Netti dan jajarannya untuk membekali
kami yang lagi korat karit seperti tanpa arah. Banyak-banyak bersyukur mengucapkan
Alhamdulillah barang siapa bersyukur atas nikmatNya Allah akan menambah-menambah
nikmatnya seperti yang saya alami cengkling WA diHPku bunyi japri dari bundo Netti
diberi kemsempatan ikut BIMTEK 2 subhanallah. Luar biasa materi yang disampaikan
menjawab situasi kondisi saat ini. Menambah bekal untuk menjalankan BDR lebih
menyenangkan dan menghilangkan kebosanan. Terimakasih ilmunya bundo semoga kami
amanah bisa berbagi ilmu dan mengimbaskan ke guru-guru disekitar kita khususnya dan
guru-guru jauh dimana saja berada kami siap mengimbaskan. HIMPAUDI JAYA
INDONESIA MAJU.
MENGHIDUPKAN AL QURAN DALAM DIRI ANAK USIA DINI DI TENGAH
PANDEMI
By : Citra Arini Akuba
Jika ditanyakan kepada saya: apa pekerjaanmu, saya
akan menjawab saya adalah seorang ibu rumah tangga .
Tetapi selain mengabdi di dalam rumah dan keluarga, saya
memutuskan mengambil peran untuk umat di bidang
pendidikan Al Qur’an. Awalnya, saya berfokus pada kegiatan
kelas tahsinul qur’an (belajar membawa Al Quran degan
tajwid) dan kelas tahfizhul qur’an (menghafal Al Quran)
untuk muslimah dewasa (di atas usia 20 tahun). Semuanya
atas inisiatif pribadi. Tetapi alhamdulillah, saya kemudian bisa bergabung dengan Rumah
Tahfizh Balita (RUTABA) Salimah Gorontalo, dan diamanahkan mengelolanya.
RUTABA Salimah Gorontalo adalah lembaga pendidikan Al Quran untuk anak-anak.
Fokus kami adalah pada program menghafal Al Qur’an dan saat ini hanya membuka kelas
usia balita, tiga sampai lima tahun. Dalam programnya, kami menggunakan kurikulum
tahfizhul qur’an metode Tabarak yang terstandar internasional dengan lisensi resmi dari
Syekh Kamil El Laboody (dari Mesir) selaku pencetus metode Tabarak ini. Saat ini,,
RUTABA baru membuka angkatan pertama dengan jumlah santri sebanyak 15 anak,
didampingi fasilitator (guru) sebanyak 5 guru. Saya sendiri diamanahi sebagai pengelola
yang mengatur dan memastikan program berjalan baik, lingkungan rutaba baik,
guru/fasilitator bahagia, santri bahagia, orang tua pun bahagia.
Program tahfizhul qur’an metode Tabarak ini idealnya hanya dapat dilakukan
dengan tatap muka atau “masuk sekolah”. Mengapa? Karena program ini berbasis
multimedia yang file programnya tertentu (tidak dapat diperoleh di manapun) dan tidak
dapat disebarkan ke orang tua. Selain itu, program ini juga memiliki durasi belajar
tertentu agar programnya efektif. Lalu, bagaimana menghafal di masa pandemik? Apakah
anak-anak berhasil menghafal dengan metode tabarak selama masa pandemik ini?
Sampai detik saya menuliskan ini, program kami sudah berlangsung satu bulan.
Selama masa pandemik, mau tidak mau, kami tidak dapat melaksanakan standar ideal
program Tabarak. Kami memutuskan untuk melakukan belajar dari rumah bagi santri
melalui daring. Setiap santri mendapatkan kesempatan BDR daring dua kali sepekan
dengan durasi maksimal 45 menit setiap pertemuan daring. Dikarenakan tidak dapat
menampilkan file program Tabarak, maka apa-apa yang idealnya ditampilkan, menjadi tugas
fasilitator/guru untuk mengerjakan. Hal-hal yang harus dilakukan guru/fasilitator saat
daring adalah melakukan muraja’ah (mengulang hafalan lama), talaqqi (membacakan ayat-
ayat) hafalan baru, setoran hafalan baru, dan memberikan materi huruf dan pengetahuan
dasar Islam.
Sejak awal ketika kami sampaikan bahwa pembelajaran mau tidak mau harus
dilakukan daring, kami sudah menemukan tantangannya. Hampir semua orang tua santri
tidak sepakat. Yang saya rasakan adalah, ini tidak hanya kondisi sulit bagi orang tua,
tetapi bagi kami para guru juga perlu merombak ulang teknis dan target, harus belajar
tentang pembelajaran daring yang efektif. Dari empat puluh lebih santri yang seharusnya
masuk, tersisa lima belas santri yang orang tuanya menguatkan niat dan mau bekerja sama
dengan pihak rutaba.
Dalam perjalanan pembelajaran daring pun, tentu tidak semudah ketika orang
dewasa mengikuti kelas atau kajian online. Karena karakteristik anak usia dini pastilah
berbeda dengan orang dewasa. Tantangan yang paling sering muncul adalah anak mudah
bosan, anak tidak aktif, dan orang tua tidak dapat mendamping anak saat daring.
Tetapi, tentu saja segala kondisi harus tetap disyukuri, termasuk takdir
diturunkannya kondisi pandemi. Alhamdulillah, dengan perjuangan yang tidak mudah selama
kurang lebih sebulan terkahir ini, hamper serratus persen jumlah santri telah selesai
menghafal surat An Naba. Memang target tercapai lebih lambat daripada acuan kurikulum
yang ideal. Tetapi, saat anak-anak selesai menyetorkan seluruh empat puluh ayat surat An
Naba, ada rasa harus di dalam diri kami. Sekalipun setiap kali evaluasi harian ada
tantangan yang perlu kota cari solusinya, tetapi selalu juga ada hal baik dari anak-anak
yang kami apresiasi dan syukuri.
Sejujurnya, mengikuti BIMTEK ini terlalu tiba-tiba bagi saya ketika infonya
diberikan. Bahkan saya dan dua teman guru lainnya didaftarkan terlebih dahulu tanpa kami
ketahui. Tetapi, saya merasa perlu untuk mengikutinya, apalagi melihat infonya bahwa
fokus materi bimtek adalah pada pembelajaran daring. Saya berharap dari bimtek ini saya
bisa mendapatkan ilmu tentang hal tersebut. Walaupun hal yang agak menjadi pikrian saya
adalah jadwal bimtek di waktu weekend mengambil jadwal saya di amanah yang lain yang
juga penting. Berat bagi saya untuk tidak mengerjakan amanah lain itu, di sisi lain juga
perlu menghadiri bimtek.
Terakhir, setelah selesai mengikuti bimtek ini, sebagaimana juga setiap kali Allah
bermurah hati menitipkan ilmu, maka selalu ada kewajiban untuk meneruskan ilmu dan
mengamalkan kebaikan. Maka, in syaa Allah, akan saya sampaikan apa-apa yang baik yang
saya peroleh dari bimtek ini kepada orang lain, baik mereka sebagai guru, ibu, orang tua,
kakek-nenek, calon orang tua, dan siapapun. Sebab dunia anak tidak hanya orang di
rumahnya. Masyarakat juga perlu tahu tentang dunia anak agar cerdas memperlakukan
anak.
MENEMANI ANAK BALITA DALAM MEMULAI PERJALANAN CINTA MENJADI
HAFIZH-HAFIZHAH
By : Maya Cahyani Karim
Memulai kisah ini, izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya
adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai satu orang anak balita berumur tiga
tahun. Saat ini saya dipercayakan menjadi salah satu guru/fasilitator yang mendampingi
anak-anak balita mengikuti program belajar menghafal Al Quran di Rumah Tahfizh Balita
Gorontalo.
Rumah Tahfizh Balita Gorontalo adalah proyek menghafal Al Quran bagi anak-anak
usia dini yang dicetuskan oleh keluarga Syaikh Kamil El Laboody. Awal mulanya Syaikh
Kamil bersama istrinya menyaksikan anak pertamanya yaitu yang bernama Tabarok sedang
melantunkan kalamullah yang seingat Syaikh Kamil, kalamullah itu tidak pernah diajarkan
kepada Tabarok. Namun, Tabarok pernah mendengar beberapa waktu yang lalu dan baru
diikuti/dilafazkannya saat itu.
Melihat kecerdasan Tabarok itu, Syaikh Kamil melihat potensi besar yang ada pada
diri anaknya. Beliau kemudian mulai memperdengarkan sedikit demi sedikit ayat-ayat Al
Quran dengan cara mentalaqinya kepada Tabarok. Dan istrinya yang bertugas memandu
murojaah ayat yang sudah dihafal oleh Tabarok.
Metode tersebut dilakukan secara terus menerus hingga Tabarok berhasil
menghafalkan 30 Juz Al Quran pada usianya saat itu masih balita umur 4,5 tahun. Metode
ini pun digunakan oleh Syaikh Kamil untuk anak kedua dan anak ketiganya. Dan ketiga-
tiganya berhasil menghafalkan 30 juz Al Quran dalam kurun waktu yang kurang lebih sama
tiap anaknya.
Melihat potensi anak-anaknya itu, maka Syaikh Kamil merumuskan metode belajar
yang digunakan dan membakukannya dalam metode belajar menghafal Al Quran yaitu
metode Tabarok yang hingga saat ini sudah digunakan di beberapa rumah tahfizh balita di
Indonesia termasuk di Gorontalo. Metode Tabarak ini sudah resmi dibakukan di Mesir
tempat domisili keluarga Syaikh Kamil.
Dalam perjalanannya Rutaba Salimah Gorontalo yang baru dijalankan sejak bulan
Agustus 2020 kemarin, sedikit mendapat kendala karena disebabkan adalah pandemi
covid-19, sehingga metode yang seharusnya kami jalankan secara tatap muka dengan anak-
anak balita menjadi tidak bisa dan harus diganti dengan metode daring atau anak-anak
belajar dari rumah.
Metode menghafal dengan daring ini cukup mengalami kesulitan karena materinya
tidak dapat semaksimal saat tatap muka langsung. Sehingga peran orang tua sangat
dibutuhkan dalam menunjang aspek belajar menghafal anak-anak di rumah.
Dalam hal ini guru bertugas untuk mentalaqi surah Al Quran kepada anak melalui
video call dan selanjutnya orang tua bertugas memurojaah hafalan tersebut sampai
anaknya benar-benar hafal.
Perjalanan yang sudah saya dapatkan kemarin sejak memulai daring dengan anak-
anak adalah anak-anak jadi cepat bosan melihat/memperhatikan apa yang ditalaqqikan
lewat video call.
Untuk mengurangi kebosanan anak, maka saya memodifikasi cara belajar daring
dengan menyelingi pembelajaran dengan lagu-lagu bernuansa Islami, mengajarkannya
kepada anak dan memandu anak untuk bersama sama bernyanyi. Hingga akhirnya anak
menjadi semangat kembali dan kembali berceria. Setelah itu baru saya melanjutkan
kembali materi pembelajaran sampai dengan selesai.
Motivasi saya mengikuti BIMTEK BDR HIMPAUDI ini agar bisa menjadi sarana
terbaik bagi saya dalam mengembangkan ilmu saya dalam mengajarakan anak-anak
menghafal Al Quran dari rumah. Dan juga dapat belajar membangun komunikasi yang baik
dengan orang tua, sehingga dapat terjalin kerja sama yang baik antara guru dan orang tua
dalam membersamai anak-anak balita memulai menghafal Al Quran.
AKU RINDU ANAK-ANAKKU
By : Hasmah, S.Pd
Hasmah, itulah nama yang diberikan orang tua
saya 50 tahun silam. Garis takdir Allah SWT
menujukkan saya menjadi seorang pendidik. Genap
sudah 14 tahun saya mengabdikan diri di Kelompok
Bermain Tunas Bangsa. Salah satu kelompok bermain
yang terletak di pelosok Sulawesi Selatan tepatnya di
dusun Jekka, desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan,
Kabupaten Sinjai. Merasa bekal ilmu yang saya miliki belum cukup serta tuntutan
zaman yang semakin maju, tahun 2015 saya memutuskan utuk melanjutkan S1
jurusan pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Islam Makassar. Tentu bukan hal
mudah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di usia yang sudah lumayan tua.
Namun semangat itu bangkit saat mengingat anak-anak didikku butuh medapatkan
ilmu yang lebih beragam dan megikuti perkembangan zaman. Tahun ajaran ini
sendiri di Tunas Bangsa memiliki peserta didik 52 orang. Ditangan-tangan inilah
dititipkan harapan agar kelak dapat menjadi generasi bangsa yang gemilang.
Tahun ini, siapa yang menyangka bahwa kita menghadapi situasi pandemik
seperti saat ini, virus corona yang semakin mengganas berimbas dengan kegiatan
belajar mengajar di bidang pendidikan khususnya di negara kita. Belajar dari
rumah atau biasa disingkat BDR menjadi salah satu solusi agar pembelajaran dapat
tetap berlangsung. Tentunya tidak mudah menjalani ini semua, ditengah berbagai
keterbatasan, saya dan dua rekan guru di KB Tunas Bangsa mencoba mencari cara
yang dapat dijadikan alternatif agar peserta didik kami tetap dapat belajar. Salah
satu permasalahan yang kami hadapi adalah akses komunikasi secara daring yang
sangat terbata. Selain karena tidak semua orang tua siswa memiliki alat
komunikasi, tapi juga jaringan internet yang belum memadai di desa kami menjadi
kendala yang sangat nyata. Jalan yang kami pilih adalah menyusuri setiap rumah
siswa secara bergiliran agar dapat memberi arahan pada orang tua peserta didik
secara langsung, tentunya bukan hal mudah. Keterbatasan alat dan bahan di rumah
menjadi masalah selanjutnya yang disampaikan oleh orang tua peserta didik. namun
dengan komunikasui yang berjalan dengan sangat baik, kami memberikan masukkan
kepada orang tua agar menggunakan alat dan bahan yang ada di rumah. Tentunya
ini semua bukan hal mudah namun ada saja yang membuat kami selaku pendidik
tetap semangat mengemban tugas ini, melihat raut ceria peserta didik saat di
kunjungi membuat kami semakin yakin bahwa apa yang kami laksanakan sekarang
tentu ada hikmahnya dan semoga bernilai ibadah. Aamiin.
Hingga suatu hari informasi BIMTEK BDR PP HIMPAUDI ini masuk ke
Whatsapp grup HIMPAUDI Sinjai. Pengalaman serta keterbatasan pengetahun
menjadikan saya bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga dengan
mengikuti kegiatan ini saya dapat memperoleh ilmu yang semakin beragam untuk
diterapkan di kegiatan BDR yang saat ini tengah berlangsung.
Namun ada saja halangan selama mengikuti kegiatan ini. Diantaranya akses
internet yang kadang bagus kadang tidak salah satunya. Namun karena narasumber
yang membagikan materi dengan sangat baik menjadikan saya tetap semangat
dalam mengikuti kegiatan ini.
Setelah kegiatan ini saya harap dapat menjadi penyambung ilmu bagi teman-
teman di daerah saya. Setidakanya semoga apa yang saya dapatkan ini dapat
menjadi bahan acuan dalam melaksanakan kegiatan BDR agar lebih bervariasi dan
menyenangkan. Namun tentu saja, di dalam hati saya tetap berharap agar kondisi
pandemik seperti saat ini cepat berlalu, tidak ada yang lebih membahagiakan saat
dimana menatap muka bahagia pesrta didik saat kegiatan belajar berlangsung di
sekolah. Ah, aku rindu anak-anakku.
MATAHARI DI TEPI PANTAI
By : I Ketut Udrayana, S. Pd
Dalam suatu hari,terlihat beberapa insan yang sedang
duduk di tepi pantai Kuta. Diatas pasir putih berkilau
dengan sinar matahari yang menyengat tubuh ini. Dan
sekali-kali memandang deburan ombak yang pecah di
tepi pantai. Burung camar terbang diatas perahu-
perahu nelayan dan sesekali menyelinap diantara
deburan ombak,dan terbang lagi dengan ikan di
mulutnya. Para nelayan pun tidak mau ketinggalan membentangkan jalanya untuk
menangkap kelincahan ikan dibawah air laut yang jernih. Menghantarkan
pembicaraan yang sangat menarik bagi insan tentang Pendidikan Anak Usia Dini
kala itu, tepat nya tahun 2009. Hari demi hari kaki ini melangkah demi memahami
arti dati Pendidikan Anak Usia Dini itu sendiri. Dengan berbekalkan tamatan
Sekolah Menengah Atas, rasa nya masih jauh dana mat jauh untuk bisa mengarungi
dan melabuhkan diri dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Berkat ke ingin tahuan yang
tinggi,semangat dan dukungan dari keluarga, masyarakat,kelihan banjar dan kepala
lingkungan insan ini memberanikan diri untuk melangkah kedepan menerima
kepercayaan mereka menjadi pengelola Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan Anugrah
Tuhan Yang Maha Esa terbentuklah sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
dengan nama PAUD KARTIKA PRADNYA KUMARA pada bulan April tahun 2009
dengan membuka layanan Kelompok Bermain dengan siswa 24 anak.
Bangaikan air yang mengalir tidak pernah berhenti, begitulah
ibaratnya insan ini untuk tetap melangkahkan kaki nya sampai ke Depok mengikuti
pelatihan di IHF ( Indonesia Haritage Foundation ) tahun 2011. Bagaikan katak
merindukan bulan, insan ini menjadi tidak ada arti nya dengan bunda-bunda dan
yahnda-yahnda yang dari nusantara. Udara dengan embusan nya yang membuat
jiwa ini untuk bisa meningkatkan ketulus iklasan dalam berjalan di jalan yang benar
menuju ke damai yang bersyarat. Iklar kesetiaan perhadap Pendidikan di
kumandangkan tahun 2018 dengan status Sarjana Pendidikan. Wahai matahari
yang bersinar dengan setianya, kenapa engkau menyembunyikan ke indahan mu di
balik mega-mega. Dengan kelesuan yang engkau pancarkan sudah beberapa bulan
ini, kami kehilangan daya pikiran, daya perkataan dan daya perbuatan. Sampai
kapankah ini akan berlangsung?,sekolah,teman dan anak-anak kami pingin untuk
secepatnya bertemu kembali. Kami semua merindukan kehadiran mu dengan begitu
sangat berharap-harap. Dengan keindahan simar mu bisa mensemai kembali benih-
benih penerus bangsa ini. Tawa,senyuman, riang gembira dan indahnya taman di
sekolah pingin secepatnya menyambut kedatangan dalamm balutan suasana baru
dan damai.
Selayang pandang tentang PAUD KARTIKA PRADNYA KUMARA
Awanyal bermula dari Paruman Banjar Pelasa yang diadakan pada bulan april
2009 dimana ada usulan dari warga agar Banjar Pelasa mendirikan Lembaga
pendidikan anak usia dini dengan maksud yang dilatar belakangi oleh keluhan warga
terkait dengan jauhnya lokasi sekolah PAUD dari rumah warga dan juga biaya atas
pendidikan PAUD yang dirasakan relatif memberatkan. Maka pada rapat Banjar
saat itu disetujui usualan itu dengan perumusan maksud dan tujuan sebagai
berikut:
1. Banjar Pelasa turut mengambil peran sebagai penyelenggara paud sebagai
upaya turut serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui pendidikan
anak usia dini berlandaskan pendidikan karakter dan budi pekerti yang
berakhlak mulia.
2. Memberikan ruang untuk warga Banjar Pelasa pada khususnya dan
masyarakat umum lainnya untuk memperoleh pendidikan yang baik bagi putra
putrinya dan dengan biaya yang terjangkau.
3. Menyambut positif program pemerintah yang menggalakkan berdirinya
PAUD yang berbasis pada inisiatif partisipatif masyarakat atau kelompok
masyarakat untuk turut sebagai penyelenggara pendidikan PAUD.
4. Sebagai bentuk yadnya yaitu Jnana Yadnya; pengorbanan suci yang
memiliki nilai tinggi kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Setelah menjadi keputusan paruman banjar maka kemudian dibuatkan usulan
proposal kegiatan yang diajukan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Badung untuk sekiranya bisa mendapatkan dana rintisan. Atas asung
waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa Proposal yang diajukan itu disetujui dan
dari dana rintisan itu dipergunakan membuat bilik kelas yang berlokasi di
Basement Balai Banjar Pelasa dan kelengkapan sarana pendukung lainnya.
Bersamaaan dengan itu juga dilakukan perekrutan tenaga Pengelola dan pendidik
atau guru yang awal semuanya adalah berasal dari warga banjar Pelasa sendiri.
Setelah dirasa siap maka ditahun ajaran pertama yaitu th 2009/2010 mulailah
Lembaga Pendiidkan Anak usia Dini yang diberi nama Paud Kartika Pradnya Kumara
ini menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Di tahun pertama itu Paud
Kartika Pradnya Kumara menerima peserta didik untuk Kelompok Bermain
sebanyak 24 anak. Dan ditahun berikutnya baru menyelenggarakan pendidikan
untuk TKA dan TK B juga menyelenggarakan kegiatan untuk Kelompok bermain.
Sejalan dengan aturan dari Dinas Pendidikan bahwa setiap institusi
pendidikan hendaknya ber Badan Hukum maka pada tahun 2012 didirikanlah
yayasan yang diberi nama YAYASAN KARTIKA PRADNYA KUMARA dengan akta
pendirian Nomor 11 dan Badan Hukum Nomor 11 Tahun 2012 sebagai lembaga yang
menaungi keberadaaan daripada PAUD Kartika Pradnya Kumara.
Adapun yang menginspirasi nama “KARTIKA PRADNYA KUMARA” sebagai nama
PAUD adalah keinginan dan harapan para pendiri agar anak anak yang menempuh
pendidikan di PAUD ini bisa bertumbuh kembang dengan baik dan menjadi anak
anak yang cerdas dan mampu menorehkan prestasi tinggi seperti bintang bintang
dilangit. Dan juga agar semua anak selama mengikuti pendidikan bisa selamat
dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa dibawah naungan Dewa Kartikakeya
Kumara putra Dewa Siwa yang bertugas khusus menjaga dan melindungi anak anak.
Demikianlah Paud Kartika Pradnya Kumara berdiri secara resmi pada tgl 15 Juni
2009.Dengan semangat CANDA WIRYA CITTA WIMANGSA sebagai semboyan
PAUD Kartika Pradnya Kumara yaitu didalam menjalankan tugas dan kewajiban
semua komponen dan stickholder hendaknya selalu riang gembira riang hati
(CANDA). Kukuh berani dan pantang menyerah selalu memiliki ketetapan hati
didalam menghadapi segala rintangan dan kendala yang ada (WIRYA). Selalu fokus
dan konsentrasi menyelesaikan setiap tugas hingga selesai dengan tuntas (CITTA)
dan tiada henti dan jemu untuk selalu belajar meningkatkan kemampuan dan
kreatif berinovasi didalam menjawab perubahan dan kemajuan Zaman
(WIMANGSA) maka niscaya atas perkenan Tuhan lembaga pendidikan ini akan bisa
terus exist dan semaju maju kedepannya.
BELAJAR DARI RUMAH MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH
By : Ida Ayu Putu Utami Dewi
Saya adalah pengelola sekaligus Kepala PAUD Pra
Kumara Dharma kerti Lukluk,dengan program KB(
kelompok Bermain),TK ( Taman Kanak-Kanak ).Untuk
KB jumlah peserta didiknya ada 22 siswa dengan tiga
guru dan satu kepala sekolah. Saya bernama Ida Ayu
Putu Utami Dewi dipanggil bu dayu . Mendirikan PAUD
dari Tahun 2008, mengabdi jadi guru TK dari tahun
2003. Saya memiliki niat dan keinginan menanamkan
Pendidikan karakter sejak dini melalui pengenalan budaya sejak dini, ,dimana anak
bermain sambil belajar dengan menyenangkan penuh tantangan dan menarik .
Dengan adanya kebijakan Pemerintah adanya penutupan sekolah karena
pademi COVID -19 ,bagaiman system pembelajaran yang hanya dapat diakses
untuk Pendidikan berkualitas selama krisis ini. Memberikan pengalaman belajar
yang bermakna dalam menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh pademi
.Melibatkan siswa untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah normal
terganggu.Kita sebagai guru harus mendukung siswa ,melibatkan dalam bentuk
belajar jarak jauh.Agar orang tua merasa terdorong untuk berkolaborasi Bersama-
sama untuk belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah ini.Serta anak
mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna,menantang,dan sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan anak.Bagaiman kita menyikapi agar orang tua tidak
mengeluh,stress dalam kumunikasi belajar slam pademi ini.Disini kita sebagai
kepala sekolah mengikuti kebijakan dan paduan , serta melaksanakan kumunikasi
dengan sesama guru untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas kendala
yang dihadapi. Terkait kurikulum dan rencana pembelajarn yang akan diberikan
selama proses pembelajaran. Menentukan target kurikulum yang akan dicapai
mencakup pengetahuan,dan ketrampilan inti, dan lebih memfokuskan pada
kesejahteraan siswa. Bagaimana siswa dapat menyelesaikan tugas, Menetukan
strategi pembelajaran yang efektif dan menarik. kita harus tahu juga sisiwa yang
nyaman teknologi .
Kita juga mengetahui lingkungan rumah tinggal siswa, ditinjau dari
keamanan, kebutuhan , bagaimana juga keadaan siswa, emosinya, rasa takutnya, apa
dirumahnya ada jaringan yang kuat dirumahnya. apa ada yang membantu
dirumahnya , jadi mengetahui lingkungan rumah dan kondisi siswa akan membantu
kita sebagai guru untuk menetapkan tujuan belajar yang ingin dicapai Siapa yang
paling berperan dalam hal ini yakni orang tua yang sangat berperan besar dalam
membantu siswa belajar jarak jauh. Disini orang tua betul punya pengalaman baru
menjadi guru PAUD dan sangatlah hal yang baru dan menantang sekali, mereka
belum pernah berlatih untuk menjadi Guru PAUD, jadi tugas dan tuntutan ini perlu
dorongan dari guru. Pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran jarak jauh
disaat ini merupakan tantangan kita sebagai guru.
Saat menyadari banyak orang tua yang belum terlatih untuk pembelajaran
PUD ,saya mengundang orang tua sesuai protokoler Kesehatan dan hasil
kesepakatan saat rapat orang tua dimana setiap bulan kita mengajak orang tua
belajar di PAUD terkait pembelajaran yang menyenangkan dengan bahan yang ada
disekitar rumah, aman, sederhana dan mudah didapat. Setelah orang tua akan
mendampingi anaknya dengan pengetahuan yang telah didapat di PAUD. Kegiatan
yang kami berikan sesuai tema melalui Wa grup yg mana orang tua mengirimkan
tugasnya di fb sekolah. Selain itu kami juga mengadakan visit kerumah anak
dengan persetujuan orang tua juga, dimana anak saat dikunjungi sangat senang
sekali, yang mana orang tuanya juga ikut mendampangi ,sangat antusias ingin
kesekolah dan belajar ,namun saya jelaskan dengan kumunikasi yang baik keanak-
anak untuk saat ini sekolah ditutup dulu karena ada virus menular,jadi belajarnya
dirumah bersama keluarga, nanti ibu guru kirim kegiatan yang menarik di Wa ikuti
yang kegiatan yang bu guru tugaskan. Karena melakukan kumunikasi dengan guru,
orang tua dengan membuat kelompok kelas siswa. Guru Menyusun rencana
pembelajaran dari tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dengan
mempertimbangkan jadwal yang dilaksanakan senin samapai dengan kemis,waktu
yan jelas,pola pelksanaanya.Kegitaan dengan membuat yang sederhana ,dengan
mempertimbangkan kemampuan sisiwa sertaerkumunikasi untuk bekerjasama
dengan oang tua dalam kegiatan pembelajaran.
Memastikan semua siswa aktif dalam pembelajaran jarak jauh dan berusaha
mencari solusi pada siswa yang kurang berpartisifasi dengan mengadakan
kunjungan kerumah. Cara memantau,menilai dan memfasilitasi kemajuan dari jarak
jauh untuk menilai tugas yang diberikan pada kegiatan pemebelajaran guru aktif
pada Wa dan fb yang dikirim orang tua dengan memberikan reward komunikasi
kata kata yang membuat anak anak semangat seperti Hebat, good job , luar biasa .
Keberhasilan pihak sekolah, guru dalam menjalin komunikasi dengan orang tua
tentang keberhasilan belajar anak disekolah merupakan komunikasi penting dalam
kehidupan anak. Pentingnya komunikasi antar orang tua dan guru ,terutama untuk
memastikan anak-anak belajar secara efektif dan mendapatkan yang terbaik bagi
pertumbuhan dan perkembangan karakter anak selam masa krisis pademi saat ini.
Terpenting pesan yang kita sampaikan saat memberikan materi melalui video, kita
belajar mempersiapkan diri sebelum shooting ,bisa dengan menuliskan catatan
,kata yang mudah dipahami, dengan komunikasi positif maka pertukaran ide,
perasaan antar pengiriman ,serta menghindari kata-kata negative. Yang sering
kami sampaikan imformasi melalui WA,SMS,VIDIO.
Contoh pesan wa yang kami sampaikan:
OM swastyastu, salam SEHAT
Ayah/Bunda Yang Hebat
Hari ini selasa , 8 september 2020
tema bermai kita Bersama Ananda tercinta, dirumah adalah
Tema : kebutuhanku
Sub tema : Pakaian
Kegiatan inti
Ayo…bantulah bunda kalian melipat pakaian seperti, baju, rok,atau pakaian lainnya.
serta nanti anank kelompokan sesuai jenisnya ya…misalkan baju dengan baju,celana
dengan celana ataupun rok dengan rok , serta sesuia dengan ukuranya ya…
Ingatnya berdoa serta rajin-rajilah membantu ayah bunda dirumah. Selamat
belajar ya.. anak-anak selalu patuhi protokoler Kesehatan dan selalu menjaga
kebersihan diri…
Bu guru tunggu ya.. foto dan vidionya ,terimakasih.
Ayah/bunda dapat mengajak Ananda melakukan kegiatan Bersama ;
KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Ida Ayu Sri Widhiani, S.Ag.,S.Pd.,M.Pd
“Om Swastyastu”
Nama lengkap saya Ida Ayu Sri Widhiani, tetapi
saya punya nama panggilan yaitu Sudiipa. Saya punya
tiga orang anak, dua putra dan satu putri paling
bungsu. Kedua anak laki-laki saya sudah bekerja,
sedangkan yang perempuan baru tamat SMA dan mau
menginjak masuk ke perguruan tinggi. Saya tinggal di kota Denpasar, namun alamat
tempat saya bertugas sebagai pengelola di lembaga PAUD Pom-Pom School berada
di wilayah Kabupaten Badung. Jarak tempuh dari rumah menuju Lembaga Paud
hanya sekitar 30 menit. Setiap hari saya harus hadir ke sekolah dengan penuh
semangat untuk memantau para guru dan staf yang masih tetap bekerja, meskipun
dalam situasi pandemik covid-19. Jumlah siswa di Lembaga yang saya kelola
berjumlah 34 anak, menurun drastis sekitar 50% dari tahun sebelummya. Kondisi
ini memaksa saya untuk memberikan gaji 50% dari gaji semula. Meskipun demikian
saya tetap bersyukur karena para guru dan staf tidak pernah mengeluh akan hal
ini dan selalu bersemangat mendampingi anak-anak didiknya.
Situasi pandemi yang semakin meluas, memberikan imbas pada ditutupnya
semua lembaga pendidikan mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi. Semenjak
dimulainya penyebaran virus corona inilah pembelajaran dilakukan dari rumah.
Orang tua dihadapkan pada situasi sulit, dimana selain harus berjuang
mempertahankan hidup untuk keluarga, mereka juga harus menjadi ‘guru’ buat
anak-anak mereka. Disinilah peran saya selaku kepala sekolah dan para guru
menjadi sangat penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Belajar Dari Rumah
(BDR). Terlebih lagi bagi orang tua yang memiliki anak usia dini (PAUD), dimana
sebagian besar orang tua tidak punya cukup pengetahuan dan keterampilan dalam
mendidik anak usia dini. Saya bersama para guru mau tidak mau harus siap
menghadapi tantangan bagaimana caranya agar penyelenggaraan Pendidikan di
PAUD dapat berjalan dengan baik serta mampu memberi bekal pengetahuan
mendidik anak kepada para orang tua melalui komonikasi yang efektif sehingga
terjalin kerjasama yang baik dan kolaborasi yang efektif. Tantangan para guru
selama kegiatan BDR cukup banyak, diantaranya ada yang kesulitan dalam
mengadakan kegiatan daring karena tidak punya laptop, kurangnya persediaan
kuota internet, jaringan internet yang tidak stabil, anaknya tidak mau belajar
secara daring, orang tua yang tidak punya waktu untuk mendampingi anak, dll,
namun yang paling menantang adalah masih kurangnya pengetahuan bagi saya dan
juga para guru dalam mengedukasi para orang tua bagaimana cara terbaik
mendampingi anak belajar dari rumah di masa pandemi, bagaimana caranya kami
menggerakkan keluarga untuk menyukseskan Belajar Dari Rumah. Inilah yang
sebenarnya mendorong saya untuk mengikuti Bimtek BDR ini. Harapannya agar
setelah selesai mengikuti Bimtek BDR saya bener-benar bisa memahami materi
bimtek ini dan berkontribusi memberikan pengimbasan kepada guru-guru yang
lainnya, tidak saja di Lembaga saya, namun juga di Lembaga-lembaga PAUD di
sekitar tempat saya bertugas.
Dalam setiap kesulitan ataupun musibah yang menimpa, pasti ada hikmah dan
hal postif yang dapat kita petik. Saya melihat dan merasakan bahwa musibah
pandemi Covid-19 ini telah memberi banyak perubahan terutama dalam dunia
Pendidikan. Guru-guru saya yang tadinya gagap teknologi namun sekarang sudah
mampu melakukan pembelajaran online/daring, mereka mulai terlatih menggunakan
perangkat/tools yang baru, orang tua juga akhirnya menyadari dan mengakui
betapa sulitnya menjadi guru, sehingga mereka lebih berempati pada guru, kini kita
semua menyadari bahwa belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. Hal yang
membuat saya berbahagia, tentunya karena saya melihat senyum lebar para guru
yang penuh rasa cinta dan dedikasi berusaha keras mendampingi anak-anak setiap
hari baik belajar secara daring maupun datang berkunjung ke rumah murid dan
menyiapkan video buat anak-anak. . Saya tentu sangat bersyukur bahwasannya
kami masih diberi kepercayaan oleh orang tua untuk membimbing putra-putrinya.
Kebahagiaan para gurupun terpantul saat para orang tua bisa mengapresiasi
kesungguhan hati, kerja keras dan ketulusan para guru, apalagi dibalas dengan
semangat orang tua membantu proses belajar anak di rumah, sehingga kemajuan
yang dicapai anak jauh lebih cepat dibandingkan ketika belum adanya pandemi
covid-19, hal ini dikarenakan orang tua benar-benar ikut terlibat dalam proses
tumbuh kembang anak.
Mengingat Pandemi ini membuat kondisi Pendidikan di tanah air menjadi
tidak menentu dan kegiatan belajar di sekolah beralih menuju Kegiatan Belajar
Dari Rumah (BDR), tentu membutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas
diri para pendidik agar memudahkan memberi pendampingan kepada peserta didik
kita di era pandemi. Salah satu upaya tersebut adalah mengikuti Bimtek BDR yang
hari ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Himpaudi. Informasi Bimtek awalnya
datang dari Pengurus Himpaudi Kabupaten yang juga menjadi pengurus Himpaudi di
Provinsi. Karena kebetulan saya sebagai pengurus Himpaudi Provinsi mendapatkan
informasi bahwa ada kuota bagi pengurus PW untuk ikut Bimtek ini, maka dengan
senang hati saya mengikutinya. Bagi saya Bimtek ini adalah sarana untuk kita bisa
belajar bersama, meskipun pembelajaran dilaksaksanakan dari rumah, namun tetap
bisa menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak.
Saya punya kesan yang sangat istimewa terhadap kegiatan Bimtek ini,
terutama kesan terhadap Ketua Umum PP Himpaudi Bundo tercinta Prof, Dr. Ir.
Netti Herawati, M,Si yang dengan energi beliau yang luar biasa mampu
menggerakkan organisasi tingkat pusat ini dengan cara-cara beliau yang luar biasa
pula, menunjukkan semangat yang tinggi dan dedikasi tiada henti berjuang
menghalau segala halangan yang mungkin dihadapi, berjalan bersama-sama dengan
seluruh laskar Himpaudi dari Tingkat Pusat hingga daerah, menghadirkan nara
sumber yang luar biasa pula, sehingga terwujudlah kegiatan Bimtek BDR ini.
Sungguh suatu perjuangan yang menakjubkan bagi saya pribadi. Sosok pemimpin
yang ideal, spiritualis, sebagai motivator yang senantiasa menginspirasi kami para
guru-guru. Kata-kata penyemangat itu sering membuat haru sehingga air matapun
dibuatnya meleleh. Ada kata-kata Bundo yang masih terngiang di telinga saya “
Ketika teman-teman mengurusi ciptaan Allah, anak itu ciptaan Allah, maka teman-
teman akan menemukan Tuhan itu sendiri, karena melalui ciptaanNya kemudian kita
mengenal sifat-sifat Tuhan, oleh karena itu menjadi guru Paud adalah sebuah
kemuliaan, sebuah kesempatan, sebuah misi bagi kita. Ketika kita bangun di pagi
hari katakan…Tuhan…engkau bangunkan aku.., Engkau tidak cabut nyawaku, karena
Engkau kasi kesempatan untuk melanjutkan misi Pendidikan anak usia dini yang kita
yakini sebagai misi untuk melanjutkan tugas para Nabi yang telah memberikan
kepada manusia cahaya terang”.
Dari kesan dan pesan yang saya tangkap dari Bundo Netti, sangatlah
menggugah hati saya sebagai pengelola dan juga pendidik untuk meneruskan misi
yang mulia membawa cahaya terang bagi Pendidikan anak usia dini untuk
membangun insan berbudi luhur, berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan bahagia,
menyongsong generasi emas dan kejayaan negeri tercinta Indonesia dengan cara
getok tular atau mengimbaskan semua ilmu yang sangat berguna yang telah
didapatkan dari kegiatan bimtek BDR ini kepada pendidik PAUD baik di Lembaga
sendiri, maupun di Lembaga-lembaga PAUD yang terhimpun dalam wadah Gugus
PAUD di Kecamatan Kuta Utara. Meskipun kita masih dilanda pandemi Covid-19
namun semangat untuk mengasuh, mendidik, mendampingi anak-anak tidaklah boleh
luntur. Jadi semua ilmu tentang bagaimana mengasuh anak -anak usia dini di masa
pandemi ini yang diperoleh saat bimtek BDR tidaklah berarti apa-apa, jika kita
tidak meneruskannya kepada orang lain. Untuk itu maka, rencana tindak lanjut dari
bimtek ini adalah segera menyusun program dan jadwal pengimbasan materi bimtek
kepada minimal 10 kepala sekolah dan 10 guru PAUD yang ada dilingkungan
terdekat dengan harapan mereka segera bisa menerapkan apa yang semestinya
kita lakukan pada saat pembelajaran dari rumah bekerjasama dengan para orang
tua siswa dan mereka juga bisa sebagai agen penggerak Pendidikan Keluarga.
Sebelum diakhiri tulisan ini, ijinkan saya mengucapkan puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya saya diberi kesempatan dan juga
Kesehatan untuk mengikuti Bimtek ini . Mengikuti Bimtek selama 5 hari berturut-
turut selama 8 jam sehari, bukanlah hal yang mudah. Tetapi karena dorongan
semangat dan cinta yang mendalam terhadap Pendidikan anak usia dini, maka Tuhan
bukakan jalan untuk menghadapi semua kesulitan dalam mengikuti Bimtek BDR ini.
Kesulitan yang dihadapi ketika mengikuti webinar adalah rasa kantuk yang mulai
datang pada jam-jam setelah istirahat makan siang sehingga kurang fokus, ada
tamu yang tiba-tiba datang untuk mencari sesuatu, namun gangguan yang paling
sering muncul adalah jaringan internet yang tidak stabil dan Wifi tiba-tiba mati
sehingga membuat komonikasi terputus dan berakibat keluar masuk ruang Zoom.
Semoga saya tetap diberi Kesehatan, kekuatan, dan semangat untuk terus bisa
mengikuti Bimtek ini hingga hari terahkir. Saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Bundo Netti dan seluruh narasumber yang dengan penuh
semangat, penuh pengorbanan, tanpa rasa lelah membimbing kami para peserta
Bimtek dan membekali kami ilmu untuk kami bisa kami terapkan di Lembaga PAUD.
Tidak lupa saya mohon maaf yang setulus-tulusnya apabila dalam mengikuti
kegiatan Bimtek ini ada hal-hal yang kurang berkenan yang saya lakukan.
Demikian “Kisah Cinta Semangat Kita” yang dapat saya tulis.
Om Shanti….Shanti…Shanti…Om
BELAJAR DARI RUMAH MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH
By : Ida Bagus Made Wirama, SE,M.Pd
Saya adalah pendidik PAUD Pra Kumara
Dharma kerti Lukluk,dengan program KB( kelompok
Bermain),TK ( Taman Kanak-Kanak ).Untuk KB
jumlah peserta didiknya ada 22 siswa dengan tiga
guru dan satu kepala sekolah. Saya bernama Ida
Bagus Made Wirama dipanggil Pak Bagus dan
Bersama istri yang tercinta . Mendirikan PAUD
dari Tahun 2008, mengabdi jadi guru TK dan KB dari tahun 2008. Saya memiliki
niat dan keinginan menanamkan Pendidikan karakter sejak dini melalui pengenalan
budaya sejak dini, ,dimana anak bermain sambil belajar dengan menyenangkan
penuh tantangan dan menarik .
Dengan adanya kebijakan Pemerintah adanya penutupan sekolah karena
pademi COVID -19 ,bagaiman system pembelajaran yang hanya dapat diakses
untuk Pendidikan berkualitas selama krisis ini. Memberikan pengalaman belajar
yang bermakna dalam menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh pademi .
Melibatkan siswa untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah normal terganggu.
Kita sebagai guru harus mendukung siswa ,melibatkan dalam bentuk belajar jarak
jauh. Agar orang tua merasa terdorong untuk berkolaborasi Bersama-sama untuk
belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah ini. Serta anak
mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menantang,dan sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan anak.Bagaiman kita menyikapi agar orang tua tidak
mengeluh, stress dalam kumunikasi belajar selama pademi ini. Disini kita sebagai
pendidik mengikuti kebijakan dan paduan , serta melaksanakan kumunikasi dengan
sesama guru untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas kendala yang
dihadapi. Terkait kurikulum dan rencana pembelajarn yang akan diberikan selama
proses pembelajaran. Menentukan target kurikulum yang akan dicapai mencakup
pengetahuan,dan ketrampilan inti, dan lebih memfokuskan pada kesejahteraan
siswa. Bagaimana siswa dapat menyelesaikan tugas, Menetukan strategi
pembelajaran yang efektif dan menarik. kita harus tahu juga sisiwa yang nyaman
teknologi .
Kita juga mengetahui lingkungan rumah tinggal siswa, ditinjau dari
keamanan, kebutuhan , bagaimana juga keadaan siswa, emosinya, rasa takutnya, apa
dirumahnya ada jaringan yang kuat dirumahnya. apa ada yang membantu
dirumahnya , jadi mengetahui lingkungan rumah dan kondisi siswa akan membantu
kita sebagai guru untuk menetapkan tujuan belajar yang ingin dicapai Siapa yang
paling berperan dalam hal ini yakni orang tua yang sangat berperan besar dalam
membantu siswa belajar jarak jauh. Disini orang tua betul punya pengalaman baru
menjadi guru PAUD dan sangatlah hal yang baru dan menantang sekali, mereka
belum pernah berlatih untuk menjadi Guru PAUD, jadi tugas dan tuntutan ini perlu
dorongan dari guru. Pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran jarak jauh
disaat ini merupakan tantangan kita sebagai guru.
Saat menyadari banyak orang tua yang belum terlatih untuk pembelajaran
PUD ,saya mengundang orang tua sesuai protokoler Kesehatan dan hasil
kesepakatan saat rapat orang tua dimana setiap bulan kita mengajak orang tua
belajar di PAUD terkait pembelajaran yang menyenangkan dengan bahan yang ada
disekitar rumah, aman, sederhana dan mudah didapat. Setelah orang tua akan
mendampingi anaknya dengan pengetahuan yang telah didapat di PAUD. Kegiatan
yang kami berikan sesuai tema melalui Wa grup yg mana orang tua mengirimkan
tugasnya di fb sekolah. Selain itu kami juga mengadakan visit kerumah anak
dengan persetujuan orang tua juga, dimana anak saat dikunjungi sangat senang
sekali, yang mana orang tuanya juga ikut mendampangi ,sangat antusias ingin
kesekolah dan belajar ,namun saya jelaskan dengan kumunikasi yang baik keanak-
anak untuk saat ini sekolah ditutup dulu karena ada virus menular,jadi belajarnya
dirumah bersama keluarga, nanti ibu guru kirim kegiatan yang menarik di Wa ikuti
yang kegiatan yang bu guru tugaskan. Karena melakukan kumunikasi dengan guru,
orang tua dengan membuat kelompok kelas siswa. Guru Menyusun rencana
pembelajaran dari tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dengan
mempertimbangkan jadwal yang dilaksanakan senin samapai dengan kemis,waktu
yan jelas,pola pelksanaanya.Kegitaan dengan membuat yang sederhana ,dengan
mempertimbangkan kemampuan sisiwa sertaerkumunikasi untuk bekerjasama
dengan oang tua dalam kegiatan pembelajaran.
Memastikan semua siswa aktif dalam pembelajaran jarak jauh dan berusaha
mencari solusi pada siswa yang kurang berpartisifasi dengan mengadakan
kunjungan kerumah. Cara memantau,menilai dan memfasilitasi kemajuan dari jarak
jauh untuk menilai tugas yang diberikan pada kegiatan pemebelajaran guru aktif
pada Wa dan fb yang dikirim orang tua dengan memberikan reward komunikasi
kata kata yang membuat anak anak semangat seperti Hebat, good job , luar biasa .
Keberhasilan pihak sekolah, guru dalam menjalin komunikasi dengan orang tua
tentang keberhasilan belajar anak disekolah merupakan komunikasi penting dalam
kehidupan anak. Pentingnya komunikasi antar orang tua dan guru ,terutama untuk
memastikan anak-anak belajar secara efektif dan mendapatkan yang terbaik bagi
pertumbuhan dan perkembangan karakter anak selam masa krisis pademi saat ini.
Terpenting pesan yang kita sampaikan saat memberikan materi melalui video, kita
belajar mempersiapkan diri sebelum shooting ,bisa dengan menuliskan catatan
,kata yang mudah dipahami, dengan komunikasi positif maka pertukaran ide,
perasaan antar pengiriman ,serta menghindari kata-kata negative. Yang sering
kami sampaikan imformasi melalui WA,SMS,VIDIO.
Contoh pesan wa yang kami sampaikan:
OM swastyastu, salam SEHAT
Ayah/Bunda Yang Hebat
Hari ini selasa , 8 september 2020
tema bermai kita Bersama Ananda tercinta, dirumah adalah
Tema : kebutuhanku
Sub tema : Pakaian
Kegiatan inti
Ayo…bantulah bunda kalian melipat pakaian seperti, baju, rok,atau pakaian lainnya.
serta nanti anank kelompokan sesuai jenisnya ya…misalkan baju dengan baju,celana
dengan celana ataupun rok dengan rok , serta sesuia dengan ukuranya ya…
Ingatnya berdoa serta rajin-rajilah membantu ayah bunda dirumah. Selamat
belajar ya.. anak-anak selalu patuhi protokoler Kesehatan dan selalu menjaga
kebersihan diri…
Bu guru tunggu ya.. foto dan vidionya ,terimakasih.
Ayah/bunda dapat mengajak Ananda melakukan kegiatan Bersama ;
KISAH SAYA SEMANGAT GURU PAUD
By : Ita Ariany Wardani
Saya adalah seorang guru di Tarakan-Kalimantan Utara, saya mengajar di KB Indo
Tionghoa. Tahun 2020 jumlah murid KB ada 19 orang dan jumlah guru pengajar ada 4
orang. Saya sudah 5 tahun mengajar di sekolah KB Indo Tionghoa ini. Sekolah KB Indo
Tionghoa adalah sekolah nasional plus yang mengajarkan 3 bahasa, yaitu bahasa Indonesia,
bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Saya sangat senang menjadi guru PAUD karena
dunia anak usia dini adalah usia anak-anak masih polos dan murni, dan saya sebagai guru
pendidik yang memberi warna dalam kehidupan mereka meskipun hanya dalam waktu yang
singkat dalam keseharian mereka.
KB Indo Tionghoa
Bimtek BDR merupakan kegiatan bimbingan teknis belajar dari rumah yang
diperuntukkan bagi guru-guru PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) dan diharapkan nantinya
akan diimbaskan kepada guru lain yang tidak mengikuti Bimtek BDR secara online ini.
Bimtek BDR diselenggarakan oleh Direktorat PAUD berkolaborasi dengan BP-PAUD yang
dilaksanakan selama 5 hari yaitu dari tangal 18 September 2020 – 22 September 2020.
Pada masa pandemi Covid-19 ini membuat pembelajaran anak yang biasanya dapat
dilakukan di sekolah, kini hanya dapat dilakukan di rumah anak masing- masing. Yang
sebelumnya mulai banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan anaknya pada guru
PAUD, kini para orang tua harus berperan aktif mendidik anak-anak mereka. Oleh karena
itu, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan bimbingan pada guru- guru
PAUD sebagai pendidik agar dapat tetap memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak
usia dini meskipun dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu juga agar para guru PAUD yang
mengikuti Bimtek BDR ini menjadi penggerak ..... dan dapat mengimbaskan kepada guru lain
dan juga kepada orang tua.
Selama mengikuti Bimtek BDR ini, bagi saya tentu saja ada tantangan, kesulitan,
dan kebahagiaan yang saya dapatkan. Tantangan saya adalah bagaimana cara saya untuk
dapat mengikuti Bimtek BDR dengan baik serta membagi waktu dengan baik sehingga
tugas dan tanggung jawab lain juga tetap dapat terpenuhi. Kebahagiaan yang saya
dapatkan dalam Bimtek BDR, yaitu dapat belajar banyak dari para narasumber.
Saya tertarik dengan kegiatan Bimtek BDR ini karena akan dapat memberikan
wawasan bagi saya untuk dapat menerapkan bagaimana cara pembelajaran yang terbaik
bagi anak walaupun dilakukan di rumah dan saya ingin tahu bagaimana cara berkomunikasi
dengan orang tua dan memberikan pengertian kepada orang tua untuk juga dapat bekerja
sama memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka di usia emas anak.
Kesan yang saya dapatkan dari Bimtek BDR ini adalah saya mendapati semangat
para bunda-bunda PAUD untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak usia dini
yang merupakan penerus bangsa Indonesia, meskipun melakukan pembelajaran di rumah.
Banyak hal yang disampaikan para narasumber untuk membuka wawasan dan
mengembangkan cara kita dalam mendidik anak yang disampaikan denga jelas bahkan juga
disertai dengan contoh-contoh sehingga sangat menginspirasi bagi saya. Dan hal yang
paling menggugah hati saya adalah ucapan dari Bunda Netti, yaitu Bunda PAUD yang
mengajarkan agar dalam segala keadaan untuk dapat tetap berbahagia karena dengan
demikian apapun yang dihadapi baik hal yang baik maupun yang kurang baik akan tetap
terasa ringan dan tidak menjadi beban yang berat. Karena sebagai guru PAUD, kita harus
bahagia terlebih dahulu agar juga dapat membuat orang lain bahagia terutama anak-anak
yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mereka harus diisi dengan kebahagian,
bukan tekanan dan tuntutan.
Kesulitan yang saya hadapi dalam mengikuti Bimtek BDR ini antara lain, yaitu
jaringan yang kurang baik sehingga saya lebih banyak tidak menyalakan kamera agar dapat
mendengarkan informasi dari narasumber dengan lebih baik. Selain itu juga kesulitan
dalam membagi waktu karena masih harus menyiapkan video-video pembelajaran beserta
nahan ajar anak, sehingga tidur menjadi lebih larut dan tugas yang diberikan tidak dapat
dikerjakan secepatnya. Tetapi tidak apa, karena selama 5 hari ini saya akan banyak
belajar dan bayak mendapatkan wawasan dari para bunda-bunda yang menjadi narasumber.
Setelah mengikuti Bimtek BDR ini saya akan berusaha untuk dapat memberikan
pembelajaran yang baik bagi anak-anak, yang membahagiakan dan menyenangkan bagi
anak-anak untuk belajar.
Terima kasih buat Bunda Netti juga bunda-bunda lain yang menjadi narasumber
yang menginspirasi kami semua.
GURU PAUD PADA MASA PANDEMIC.
By : Desak Ade Krismawati, S.Pd
Saya Desak Ade Krismawati, S.Pd sudah mengajar di Paud Pra
Kumara Dharma Kerti Lukluk sudah 7 tahun. Saya sebagai
pendidik paud sangatlah senang dapat berkecimpung di dalam
dunia anak-anak. Paud Pra Kumara Dharma Kerti merupakan
lembaga yang sudah berdiri 15 tahun lamanya untuk melayani
anak usia dini dari umur 0-6tahun. Paud Pra kumara dharma
kerti berada di jln raya lukluk, kabupaten badung, provinsi
bali. Saya sudah lama bergabung di paud ini sangat merasakan yg sangat menyenangkan
saat menjadi guru paud. Menjadi guru paud memang tidaklah sulit, guru paud harus
mencetak pondasi awa karakter l pada anak . Srlama saya jadi guru paud hal tang apaling
menyenangkan yaitu di saat saya mampu mengajak anak2 belajar sambil bermain sambol
belajar sehingga keesokan harinya mereka hadir lagi ke sekolah dengan perasaan senang.
Adapun kesulitan saya menjadi guru paud selama ini yaitu metode pembelajaran apa yang
harus saya gunakan di saat melakukan pembelajaran sehingga anak mengerti apa yang saya
sampaikan.
Pada masa pandemik ini kegiatan anak untuk sekolah di larang. Sebagai pendidik saya
sangat perihatin dengan kondisi seperti ini. Anak-anak masa bermain di sekolah menjadi
hilang, berkenalan dengan teman barunya pun tidak ada. Dalam situasi seperti ini
pemerintah memberikan himbauan agar anak-anak tetap belajar dari rumah melalui alat
komunikasi seperti handphone, laptop dll. Sebagai pendidik adapun beberpa kesulitan yang
saya alami saat melakukan BDR yaitu kurangnya respon anak dan orang tua saat
menanggapi tugas yang di berikan. Terkadang saya sebagai pendidik menjadi bungung
untuk menilai kemapuan anak. Pada saat menyampaikan tugas apa tang di berikan kepada
anak terkadang saya sebagai pendidik kesulitan dibdalam metode yang di lakukan supaya
anak paham benar apa tugas yang akan di berikan.
Kegiatan BDR memang sangatlah sulit bagi guru untuk mengajak untuk belajar. Dari hal
itulah perlu adanya pelatiham bagi guru agar guru lrbih banyak ilmu dalam melakulan BDR.
Saya sangat beruntung sekali sudah bisa ikut dalam BIMTEK ini. Sebab disini saya bisa
mendapat ilmu tbaham trntang BDR. Sehingga saya mengetahui bagaimana cara melakukan
BDR dan dengan metode yang tepat.
Dalam melakykan BIMTEK ini ada beberapa kesulitan yang saya alami yaitu jaringan yang
tidak memungkinkan sehingga pada saat mendengarkan penjelasan atau arahan dari
narasumber menhadi terputus putus dan tidak jelas dengan materi yang di sampaikan.
Jika BIMTek ini sudah berakhir saya akan meberapkan ilmu yang saya dapatkan di
sekolah dan mengimbas materi yang saya dapatkan saat BImtek ini kepada guru-guru di
sekolah. Agar semua guru yang di lembaga ini tidak krsulitan lagi melakukan BDR
Terima kasih.
“ PEJUANG HIDUP TUGAS MULIA “
By : Resky Palittin
Perkenalkan nama saya bunda Resky Palittin biasa disapa
anak – anak bunda Eky. Saya mulai bekerja sebagai
pendidik dan mengajar di Sekolah SPS A.A Van De
Loosdrecht pada tanggal 18 September 2013. Sudah 7
tahun saya mengabdikan diri saya untuk berkecimpung
dalam dunia pendidikan ini, walaupun awalnya saya
kurang percaya diri dan tidak mengerti dunia pendidikan
anak – anak usia dini di karenakan latar belakang pendidikan menengah atas yang
saya tempuh tentang jurusan Pengolahan Hasil Perikanan dan berbicara seputar
dunia pendidikan kurang sinkron / tidak relevan. Namun puji Tuhan karena saya
terlibat dalam pelayanan anak sekolah minggu / pelayanan gereja di tempat saya
tinggal dimana melayani / mengajarkan anak – anak dari indria ( batita, balita )
sampai remaja untuk mengenalkan tentang Juruselamat yaitu Yesus Kristus dan
menanamkan aspek perkembangan anak terutama dalam keyakinan agama yang
diyakininya. Disitulah saya semakin akrab dengan dunia anak dan termotivasi untuk
menjalankan tugas yang mulia ini dimana mendidik dan mengajar anak usia dini ini.
Sangat penting untuk menanamkan keteladanan hidup yang akan menjadi bekal
mereka dimasa mendatang dan agar anak mendapatkan masa keemasannya atau
golden age anak yang diyakini bahwa mereka akan mendapatkannya di usia 0 – 5
tahun, yang mana usia tersebut otak anak berkembang sangat pesat dan itu semua
di dukung oleh peranan pendidikan dari sekolah anak usia dini dan yang lebih utama
dari peranan orangtua sangat berperan di dalam pertumbuhan dan perkembangan
anak – anak yang Tuhan sudah anugerahkan dalam kehidupan keluarganya. Karena
saya belum menikah / lajang disinilah saya mendapatkan kebahagiaan tersendiri
yaitu bisa belajar mendidik dan mengajar anak – anak yang hebat dan penuh
kepolosan / kejujuran agar kelak menjadi anak – anak yang mampu membanggakan
dan menjadi teladan bagi orantua, keluarga, agama, bangsa dan Negara. Adapun
jumlah murid yang kami didik di sekolah SPS A.A Van De Loosdrecht ini ada 33
anak dengan berbagai karakter yang berbeda – beda satu sama lain dan pendidik 5
orang termasuk kepala sekolah. Sekolah kami bernama lengkap SPS Antonie Aris
Van De Loosdrecht atau biasa di singkat SPS A.A Van De Loosdrecht dimana nama
tersebut diambil dari seorang berkebangsaan Belanda yaitu Antonie Aris Van De
Loosdrecht yang sangat berperan penting dimana beliau adalah seorang tenaga
pekabar injil / misionaris Kristen pertama yang tiba di Tana Toraja, Sulawesi,
sehingga sekolah kami ini ada di bawah naungan Gereja Toraja tempat saya tinggal
yaitu Yayasan Pendidikan Gereja Toraja Jemaat Kanaan Bontang Paud / SPS A.A
Van De Loosdrecht hingga saat ini. Sekolah ini mulai beraktifitas / membuka
pendidikan pada tanggal 08 Juli 2013 ( tahun ajaran baru ).
Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Pengurus Pusat Himpaudi yang sudah
merancang dan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Belajar Dari Rumah Ini (
Bimtek BDR ) dan Pengurus Himpaudi Kaltim, Pengurus Daerah Bontang dan
Pengurus Kecamatan Bontang Barat yang senantiasa mendukung dan memberi saya
kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini di ikuti oleh pendidik / guru
Paud dari bebagai kota dan provinsi sehingga di dalamnya bisa mengenal satu sama
lain dan berbagi pengalaman di lembaga masing – masing. Kegiatan ini dilakukan
dengan cara virtual dan diadakan mulai tanggal 16 September yang diawali dengan
pembukaan dan pembekalan bagi peserta dan dilanjutkan pelatihannnya dari
tanggal 18 – 22 September 2020. Dalam pemaparan pembekalan yang sudah
dilaksanakan sebelumnya saya sangat senang dan tertarik karena sangat
menunjang dalam pelaksanaan BDR di tengah pandemi covid 19 ini. Namun
terkadang kendala jaringan yang membuat peserta tertinggal informasi yang
penting tentang materi kegiatan ini. Melalui kegiatan ini kiranya semua pendidik
mendapat ilmu, wawasan dan ide – ide yang kreatif dan inovatif dalam mengemban
tugas tanggungjawabnya di tengah pandemi covid 19 ini sehingga terus memberikan
pendidikan yang terbaik bagi anak dan membantu orangtua agar tetap setia, sabar
dan semangat dalam membimbing dan mendampingi anaknya dalam kegiatan BDR
ini. Itu semua bisa didapatkan dengan berbekal ilmu dari nara sumber / pemateri
yang hebat dan berdedikasi di dalamnya.
Karena kegiatan ini sangat luar biasa dan waktu yang sudah dirancang dengan
efisien / baik oleh panitia maka ada beberapa kegiatan saya yang kadang
bersamaan dengan kegiatan bimtek BDR sehingga harus ditunda untuk
melaksanakannya, namun karena kegiatan ini lebih penting maka saya akan
usahakan untuk memprioritaskan dalam mengikutinya. Harapan saya kiranya kita
senantiasa di anugerahkan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani kegiatan ini
dan semua cara / kegiatan boleh berjalan dengan baik.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada semua panitia, narasumber /
pemateri dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini kiranya berkahnya melimpah
dalam kehidupannya dan saya memohon maaf apabila penulisa dalam kata saya ada
yang kurang berkenan bagi kita semua.
Salam sehat dan Himpaudi Jaya
Foto bersama anak didik Tahun ajaran 2019-2020
Dari : ibu Diana
Jabatan : Guru Paud KB. Tunas Cendikia
Nama saya ibu Diana, saya lahir di kabupaten tolitoli,Sulawesi tengah. Setelah menikah, saya mengikuti
suami merantau ke Tarakan Kalimantan utara, suami berwiraswasta, dilingkungan tempat tinggal kami ,
lingkungan padat penduduk , di pesisir pantai . saat suami berangkat kerja, sebagai nelayan, turun ke laut.
Saya di rumah Bersama anak anak. Anak saya yang bungsu, waktu itu pada tahun 2014 masih berumur 5
tahun. Sering berkumpul Bersama teman temannya di rumah, saya sering mengajak anak saya dan teman
temannya bermain, bernyanyi dan bercerita sebuah kisah.
Seiring waktu, muncul naluri dan minat saya menjadi guru paud.saya ikut di suatu Lembaga bernama kb.
tunas cendikia yang membimbing dan memberikan saya banyak ilmu. Sehingga akhirnya saya menjadi
guru paud sampai saat ini
adkkdd
CERITA SINGKAT SELAMA BDR
By : Gustrianti, SE, S.Pd
Perkenalkan nama saya Gustrianti, panggilan sehari-hari
Alon. Saya mulai mengajar di PAUD Pijar Kencana tanggal
16 Juni 2018. PAUD Pijar Kencana Terintegrasi dengan
Posyandu dan BKB dibawah naungan PKK Kelurahan Jati
yang beralamat Jl. Jati Bawah Buluh RT 03 RW 05
Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang
Sumbar. Jumlah anak sekarang selama BDR sebanyak 22
orang anak dengan jumlah guru 3 orang.
Selama mengajar di PAUD suka dukanya banyak
sekali. Pada umumnya anak-anak yang kami didik termasuk golongan ekonomi rendah,
karena PAUD kami terintegrasi dengan Posyandu dan BKB, jadi jenis layanannya SPS.
Karena kebanyakan orangtua anak-anak kami tidak mampu maka setiap tahunnya pasti ada
beberapa anak yang tidak bayar uang SPPnya selama belajar di sekolah kami. Kami tidak
mau meminta kepada anak tentang pembayaran uang SPPnya karena saya sebagai kepala
sekolah berpesan kepada guru jangan sekali-kali membicarakan atau memberitahukan
kepada anak, anak tugasnya belajar. Kalau masalah keuangan itu tugas atau kewajiban
orang tuanya. Jadi anak-anak sangat senang sekali ke sekolah walaupun hujan turun lebat,
karena setiap hari pembelajaran di PAUD berganti-ganti materi pembelajaran yang
diberikan oleh buk guru kepada anak didiknya.
Saya bangga sekali menjadi guru PAUD di kampung saya. Anak-anak yang kami
didik rumahnya berjauhan antar kampung. Kalau saya pergi dengan sepeda motor lewat ke
jalan yang saya lalui kalau ada anak-anak didik saya sepanjang jalan yang saya lewati anak-
anak tersebut segera memanggil nama saya, katanya kepada teman-temannya itu buk guru
saya buk Alon. Sepanjang jalan yang saya lewati anak-anak itu memanggil saya. Sungguh
senang sekali rasanya kita ketemu anak-anak itu sampai-sampai kampung tetangga yang
saya lewati pada umumnya kenal dengan kita. Ini buk guru saya sambil berjabatan tangan.
Dimasa pandemi ini alias COVID-19, anak-anak merasa kecewa sekali tidak bisa ke
sekolah, tidak bisa bermain dengan teman-temannya, tidak bisa bermain seluncuran,
ayunan. pelesotan, putaran, bertemu dengan buk guru dan lain-lain. Ada yang bertanya
kapan ya buk kita sekolah, kami rindu ingin pergi ke sekolah pakai baju seragam sekolah
buk guru. Sedih rasanya hati kami mendengar ucapan tersebut. Kapan Corona ini pergi buk
guru. Kami tidak mau lagi belajar dirumah dengan mama kami ingin belajar dengan buk guru
di sekolah, itu katanya kepada kami. Ada juga orangtuanya yang menyampaikan kepada
kami, anak saya tidak mau belajar buk, katanya dia mau belajar dengan buk guru. Kadang-
kadang anak-anak itu mau belajar dengan orangtuanya tapi kalau tiba bosannya dia tidak
mau belajar dengan orangtuanya. Sedih sekali mendengarnya. Apa boleh buat kita tidak
bisa berbuat banyak untuk mereka sekarang ini karena kita harus mematuhi peraturan
yang telah ditetapkan oleh pemerintah bahwa tahun ini anak-anak belajar dirumah saja
sampai keadaan kembali normal seperti sediakala.
Saya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan bahwa ada kegiatan Bimtek BDR
dari Himpaudi Pusat. Saya coba mendaftarkan diri saya untuk ikut kegiatan ini.
Alhamdulillah saya dari Kota Padang terpilih jadi peserta dari Bimtek BDR ini. Tujuan saya
ikut kegiatan Bimtek BDR ini adalah ingin belajar tentang cara pembelajaran jarak jauh
dengan anak-anak didik saya supaya anak-anak didik saya belajar dirumah bisa
menyenangkan buat mereka bersama orangtuanya di rumah. Untuk itulah saya tertarik dan
minat sekali untuk mengikuti pembelajaran kegiatan Bimtek BDR ini. Mudah-mudahan
dengan mengikuti kegiatan ini bermanfaat sekali buat saya juga nantinya buat anak-anak
didik saya terlebih lagi ilmu ini saya kembangkan buat guru-guru PAUD di kecamatan saya
nanti.
Kesan saya pada hari Pembekalan Bimtek Penguatan Pembelajaran BDR PAUD ini,
saya senang sekali mengikuti kegiatan tersebut apalagi materinya bagus, menarik serta
panitia dan nara sumbernya pintar-pintar juga ceria dan penuh semangat memberikan
materi/paparannya. Semangat........ semangat ........ yess..........
HIMPAUDI.........HIMPAUDI jaya slalu.
Padang, 17 September 2020
Hormat saya,
GUSTRIANTI, SE, S.Pd
TITIK TERANG PERJALAN KU
By: Amelia, S.Pd
Alhamdulilah saya adalah seorang pendidik PAUD saya
sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya
bangga mengabdikan diri saya untuk mendidik anak usia
dini. Dalam mendidik anak-anak usia dini begitu banyak
tantangan dan hambatan yang saya rasakan. Akan tetapi
saya semangat dan selalu semangat tetap bersabar sampai
saat ini. Saya sangat senang dan bahagia menjadi seorang
pendidik PAUD. Dan menjalankan aktivitas-aktivitas sebagai seorang pendidik.
Alhamdulilah 11 tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD saya sangat merasa
bangga dan bahagia bisa mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak bangsa.
Walaupun saya mengajar berpindah tempat. Alhamdulilah 11 tahun sudah aku jalani
hidup menjadi seorang pendidik.
Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena
saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri. Saya
mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada ibu Diana Aulia sebagai ketua
yayasan, yang selalu membimbing saya untuk selalu bersemangat untuk mengikuti
kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu dalam mendidik anak-anak bangsa. Saya
sangat bersemangat dan merasa senang serta bahagia dalam mengikuti kegiatanini.
Tidak semua orang yang dapat kesempatan emas seperti ini terimakasih tak
terhingga kepada ibu,Barlian, S.Pd selaku ketua himpaudi kabupaten yang sudah
mendaftarkan saya dikegiatan ini.
Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia. Alhamdulilah dari Kabupaten Barito Kuala kami berdua.
Suatu kebahagian yang saya rasakan untuk menambah ilmu walaupun hanya
bertatap muka didunia maya. Akan tetapi saya bisa bertemu dengan orang-orang
hebat seindonesia. Pesan dan pesan yang saya dapatkan dalam mengikuti BDR ini
karena baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini. Saya sangat merasa
bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu ramah dan hebat dalam
memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga pendidik PAUD yang lain
bisa merasakan kegiatan seperti yang kami ikuti.
Mungkin dalam kegiatan ini saya tidak merasakan kesulitan yang berarti
saya merasakan enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Alhamdulilah
tidak ada kendala yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada
sedikit kendala waktu akan tetapi saya akan selalu semangat dan tetap semangat.
Alhamdulilah saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini.
Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya
terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman
saya dan orang yang membutuhkan. Sekian terimakasih.
AKU DAN KEKASIH KEDUAKU
By : Ni Gusti Ayu Ketut Samiantari
Ni Gusti Ayu Ketut Samiantari itulah nama
pemberian dari kedua orang tuaku. Aku di lahirkan
di Desa Pendem Bali, tepatnya pada tanggal 28
Oktober 1974. Saat ini aku sebagai Kepala Sekolah
Paud Terpadu Kemala Bhayangkari Cabang Bontang.
Paud Terpadu Kemala Bhayangkari Cabang Bontang
mempunyai tiga layanan program, diantaranya Taman
Ni Gusti Ayu Ketut Samiantari , S.Pd Kanak-Kanak (TK ), Kelompok Bermain ( KB) dan
Satuan Paud Sejenis (SPS ). Paud Terpadu Kemala Bhayangkari mewujudkan pendidkan
dasar bagi Anak Usia Dini melaui pendidkan dan keterampilan. Menjadi guru PAUD adalah
pekerjaan yang sangat menyenangkan dan hampir tidak ada kesulitan yang aku rasakan
karena aku menjalaninya dengan ikhlas, bahagia dan dengan sukacita. Aku menemukan
kekasih keduaku dalam dunia ini selain keluargaku tentunya. Sekolah dan anak–anak ini
adalah kekasih keduaku. Kuperlakukan sekolah seperti rumahku sendiri dan kuperlakukan
anak–anak didikku seperti anakku sendiri. Ada rasa kangen jika aku tidak bertemu, ada
rasa rindu yang mendalam jika aku tidak menyapanya ada rasa cinta dan kasih yang
mendalam jika aku mendekapnya saat dia menangis karena berebut mainan atau karena hal
lainnya. Namun semenjak pandemi Covid–19 keadaan berubah, virus ini telah merubah
semuanya dimana aku tidak dapat lagi menyapanya setiap hari, aku tidak dapat lagi
memeluknya setiap saat karena pembelajaran jarak jauh. Dimana kami harus
melaksanankan Belajar Dari Rumah ( BDR ) . Itu artinya kami tidak bisa melaksanakan
pembelajaran secara tatap muka . Dan kami pun menemui beberapa kendala diantaranya
beberapa orang tua yang tidak kooperatif untuk mengirimkam foto, video kegiatan anak–
anak dengan alasan orang tua bekerja, jaringan yang tidak stabil, paket data, dan alasan
lainnya. Sebagai Kepala Sekolah Aku tidak akan menyerah. Aku selalu memberi semangat
dan memberi motivasi kepada orang tua akan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, akan
pentingnya mendampingi anak–anak untuk Belajar Dari Rumah meski ini tidak mudah
bagiku.
Pada saat ini aku diberi kesempatan untuk mengikuti Bimtek BDR yang
diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Himpaudi. Merupakan suatu kehormatan bagiku untuk
dapat mengikuti kegiatan ini sepenuhnya. Merupakan kesempatan bagiku untuk
mendapatkan ilmu dari berbagai narasumber yang hebat, luar biasa dan aku tidak akan
menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Akupun dibuat semakin penasaran oleh pembekalan
sehari yang dipaparkan oleh para narasumber. Aku merasa semakin tertantang untuk turut
serta mencerdaskan anak bangsa.
Bimtek BDR ini akan di selenggarakan sampai dengan lima hari kedepan. Itu artinya
aku harus meluangkan waktu penuh untuk kegiatan ini jika aku tak mau ketinggalan materi.
Kesulitan dalam membagi waktu tentu aku rasakan disela kesibukanku sebagai ibu dari
anak–anakku, sebagai istri, sebagai kepala sekolah, dan sebagai Ketua RT di lingkunganku.
Namun Aku yakin Aku pasti bisa. Karena setelah kegiatan BDR ini Aku akan mengimbaskan
materi BDR ini ke Lembaga lain dan mengaplikasikan seluruh ilmu yang diberikan oleh
narasumber. Aku berharap suatu saat nanti akan mendapat kesempatan untuk mengikuti
bimtek lainnya.
“INILAH KISAHKU”
By : Hidayati, S.Pd.I
Assalamualaikum,,, WR. WB.
Salam sejahtera buat kita semua.
Perkenalkan saya adalah seorang pendidik PAUD.
Saya berasal dari kota Buntok, Kabupaten Barito
Selatan provinsi Kalimantan Tengah. Saya bekerja
di yayasan Bina Insan Nusantara Barito, Paud Play
Group BEK. Berdasarkan data dapodik saya tidak linier karena saya seorang
sarjana Agama Islam, saya juga tidak memiliki kartu NUPTK walaupun sudah
hampir 9 tahun mengajar, saya juga tidak memiliki pengalaman mengajar
sebelumnya.
Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk mengikuti BIMTEK BDR 2 ini,
yang awalnya saya tidak mengira bisa menjadi pesertanya. Senang sekali bisa
bertemu orang-orang hebat seperti para Nara Sumber yang luar biasa. Materi-
materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam menyusun dan merancang
kegiatan selama BDR ini, agar kegiatan pembelajaran yang disampaikan lebih
menyenangkan. Disini saya banyak belajar bagaimana menjadi seorang pendidik
yang menyenangkan dan selalu dirindukan oleh anak didik. Apa yang belum saya
ketahui dapat saya pelajari disini. Walaupun besic saya bukan seorang pendidik
PAUD tapi saya senang bisa berkumpul dengan anak-anak. Kadang ada rasa bangga
saat melihat mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya, ada rasa
senang, sedih, lucu, haru, marah, jengkel dengan tingkah polah mereka yang
berbeda-beda. Dibalik itu semua, merekalah yang membuat hidup lebih berwarna.
Saya sangat senang bisa belajar berkomunikasi positif, semoga itu bisa saya
terapkan tidak hanya disekolah tetapi juga dirumah untuk anak-anak saya.
Kesulitan yang saya hadapi saat mengikuti kegiatan Bimtek BDR 2 ini adalah
terkendala jaringan yang tidak bersahabat, kuota internet yang terbatas yang
membuat sering keluar masuk zoom meeting dan kamera off dan saya juga
mempunyai anak kecil yang selalu mencari perhatian.
Tidak banyak yang dapat saya tuliskan, saya angat senang bisa bertemu
bunda-bunda hebat yang luar biasa yang banyak menginspirasi saya menjadi
pendidik yang lebih baik dari sebelumnya.
Terima kasih banyak atas materi yang disampaikan, semoga ilmunya berkah dan
bermanfaat untuk saya. Terima kasih banyak Bunda-bundaku.
HIMPAUDI JAYA
WASALAMUALAIKUM WR. WB
“KESERUAN BDR”
By : Siti Romlah, S.Pd
Assalamualaikum wr.wb.
Perkenalkan saya Siti Romlah, lahir di Bandung
pada tanggal 20 Januari 1970 dan tinggal di
jalan terusan kopo Kec. Margahayu
Kab.Bandung. Saat ini saya mengemban amanah
menjadi pendidik anak usia dini di Lembaga
pendidikan Bunda Asuh Nanda di bawah
pembinaan Bunda Anna Anggraeni,M.Pd yang
berada di unit wilayah Bandung Selatan tepatnya beralamat di Komplek Kopo
Permai II blok 3AD Kec.Margahayu Kab.Bandung dengan jumlah murid saat ini 23
anak dan 4 orang pendidik dalam perjalanannya alhamdulillah Lembaga kami selalu
mengikuti perkembangan serta inovasi dalam upaya mengembangkan pendidikan
anak usia dini. Alhamdullilah berbagai prestasi dalam rangka mengembangkan
potensi anak usia dini telah kami raih diantaranya prestasi dalam apresiasi
GERNASMANJUR dan GERNASBAKU tinggkat Nasional serta prestasi lainnya
yang diselenggarakan intern di wilayah kami.
Alhamdullilah saya sudah menjalani profesi sebagai pendidik anak usia dini dan
bergabung di Lembaga ini sejak tahun 1992 hingga sekarang. Sungguh suatu
kenikmatan dan kebahagiaan mengikuti serta melalui hari-hari bersama anak-anak
usia dini sehingga saya dapat membantu mereka dalam mengembangkan potensi
dirinya, terlebih selama saya mengemban amanah di Bunda Asuh Nanda selalu
mendapatkan bimbingan, perhatian, dan kasih sayang dari penyelenggara Lembaga
yaitu Bunda Anna Anggraeni. Beliau tiada hentinya membina saya dalam hal
keilmuan pola pengasuhan dan bimbingan yang tepat untuk pendidikan anak usia
dini.
Sejak awal saya memilih profesi guru pendidik anak usia dini hingga saat ini selama
28 tahun tentunya banyak sekali tantangan yang di hadapi baik dari orang tua
murid, anak-anak didik, dan lingkungan sekitar. Kesulitan saat memberikan
pemahaman kepada orang tua murid tentang pentingnya pendidikan anak usia dini
melalui pengasuhan dan bimbingan yang tepat. Begitupun dalam menghadapi
keunikan sifat dan karakter anak yang berbeda-beda sehingga saya harus betul-
betul memahami keunikan setiap anak tersebut agar dapat anak terlayani,
terfasilitasi dalam membantu mengembangkan potensi dirinya. Namun dibalik
semua itu tak terhitung kebahagiaan yang di dapat selama membimbing mereka.
Melalui jalinan silaturahmi dan komunikasi dengan alumni rasa bahagia saya sering
muncul ketika mendapatkan informasi keberhasilan pendidikan anak-anak di
jenjang yang lebih tinggi,saya meyakini keberhasilan yang mereka raih saat mereka
dewasa merupakan buah dari stimulasi pendidikan pada saat mereka melalui
pendidikan di usia dini.
Memang stimulasi positif dan tepat saat anak mengalami masa usia emas sangat
menentukan keberhasilan masa depan mereka oleh karena itu selaku orngatua dan
pendidik anak usia dini tidak boleh melewati untuk terus menstimulasi mereka
dimasa sulit sekalipun seperti masa pandemi ini.Satu kejadian yang tidak terduga
menimpa kita dengan adanya wabah virus COVID-19 yang sangat berbahaya dan
berdampak pada dunia pendidikan kita dimana proses pembelajaran harus
dilakukan di rumah guna menghindari penyebaran virus ini.
Situasi proses pendidikan seperti ini sungguh berat menghadapinya,,terutama bagi
anak usia dini yang sangat membutuhkan bersosialisasi dengan teman sebaya
melalui proses bermain dalam rangka mengembangkan seluruh kompetensi
dirinya.Namun kita tidak boleh berputus asa untuk terus berupaya membantu anak
usia dini sehingga tetap dan selalu mendapatkan stimulasi yang tepat.