The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nunungnuryati27april, 2021-03-04 16:25:15

JEJAK LANGKAH LASKAR HIMPAUDI INDONESIA

KISAH CINTA SEMANGAT KITA

Keywords: KCSK

Salah satu upaya saya selaku pendidik usia dini adalah dengan pendekatan secara
ekstra kepada orangtua murid.Saya terus berupaya memotivasi orang tua untuk
memahami pentinnya menstimulasi anak dengan pola pengasuhan dan memberikan
pendidikan yang tepat saat mereka mengalami masa usia emasnya,meskipun tidak
sedikit tanatangan dengan berbagai reaksi yang muncul dari orangtua dikarenakan
ketidaksiapan mereka dalam mendampingi pembelajaran anak-anaknya.

Kesedihan pun saya alami ketika kerinduan dirasakan akan kehadiran anak-anak di
sekolah,selain anak-anak yang sering mengubungi melalui telepon,video call yang
mencurahkan kerinduannya dengan teman,guru juga sekolah.namun apadaya hal ini
harus dihadapi dengan ikhlas dan terus berupaya semaksimal mungkin agar suasana
tidak berlarut..saya bertekad pendidikan anak usia dini tidak boleh terhenti.

Dengan segala keterbatasan saya dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang
tidak pernah dialami selama menjadi guru PAUD akhirnya saya mulai merancang
program untuk BDR yang mudah dan bisa diikuti oleh anak juga orangtua.Selain
dari itu saya pun terus meningkatkan diri dengan mengikuti berbagai seminar
pembelajaran masa pandemi yang diselenggarakan oleh berbagai instansi atau
organisasi profesi dan dengan pembekalanyang didapat secara perlahan mulai
dirasakan kelancaran dan kenyamanan melaksanakan BDR.Melalui model
pembelajaran jarak jauh memang dirasakan tidak maksimal dalam berinteraksi
dengan anak didik namun sedikitnya dapat membantu mengembalikan ikatan emosi
antara anak dengan temannya,guru dan sekolah.Saya merasa terharu juga bahagia
ketika mereka dapat berinterkasi dengam temannya dan tampak bahagia meskipun
secara virtuaI.

Dengan keterbatasan ilmu yang saya dapat melalui pembinaan dinas terkait di
wilayah kami maupun beberapa seminar yang saya ikuti saya tetap bersemangat
menjalankan siuasi pembelajaran masa pandemi ini hingga akhirnya saya bersyukur
mendapat kesempatan untuk mengikuti bimtek penguatan pembelajaran BDR yang
diselenggarakan oleh PP HIMPAUDI ini.Melalui bunda Anna Anggraeni,M.Pd selaku

penyelenggra dan pembina Yayasan Lembaga kami yang selalu membimbing guru-
guru untuk meningkatkan kompetensi diri saya mendapat amanah mengikuti bimtek
ini.

Alhamdulillah satu kesempatan yang berharga dan saya tungu untuk bertolabul
ilmu meningkatkan pengetahuan saya dalam melaksanakan proses pendidikan anak
usia dini di masa pandemic ini,karena saya merasa belum cukup bekal dan
pengetahuan tentang pelaksanaan BDR yang tepat terutama dalam memberikan
arahan kepada orangatua.

Semoga kesempatan emas ini serta amanah untuk menimba ilmu pada bimtek ini
dapat saya ikuti dengan lancar hingga tuntas.Saya semakin penasaran dan tidak
sabar menanti kehadiran naras sumber yang pada saat pembekalan bimtek kemarin
hari Rabu tanggal 16 September 2020 telah menyampaikan gambaran
materinya.Saya melihat dan merasakan kehebatan naras umber kesigapan dan
perhatian para laskar PP HIMPAUDI selaku panitia kepada para peserta sungguh
luar biasa.Bundo Netti yang tiada hentinya memotivasi menyemangati kami dengan
penuh kesabaran,menambah semangat saya untuk mengikuti kegiatan bimtek ini
dengan sepenuh hati.

Semoga niat baik saya ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan penuh
keberkahan Alloh swt tuntun,diberikan kelancaran dalam jaringan internet hingga
saya berharap dapat mengikutinya sampai selesai.

Akhirnya saya menghaturkan terimakasih setulus hati kepada Bundo Netti
herawati beserta seluruh panitia atas segala kebaikannya.In syaa Alloh dengan
bekal ilmu yang akan didapatkan pada bimtek ini,saya berencana meningkatkan
pembelajaran BDR,mengimbaskan ilmu kepada orangtua murid serta rekan sejawat
sesama pendidik usia dini.

Bismillah….semoga Alloh swt selalu melindungi,memimbing langkah,serta meridhoi
misi kita dalam membantu mencerdaskan anak bangsa…aamiin ya robbal alamiin….
Akhir kata saya sampaikan salam hormat salam bangga kepada para Laskar
HIMPAUDI..
HIMPAUDI Jayaaaa…
Wassalammualaykum wr.wb

Salam
Penulis
Siti Romlah,S.Pd

KISAH CINTA SEMANGAT KITA
By : Laila Fadhilah

Assalamualaikum wr.wb.
Nama saya laila fadhilah dari KB AL JABBAR Kota Malang
Propinsi Jawa timur.

Saya akan menceritakan tentang salah satu kegiatan di
lembaga kami yang dilaksanakan pada tahun 2019. Kegiatan
tersebut adalah GERNASBAKU.

Ada yang berbeda dan menarik tentang kegiatan ini yaitu pada hari itu orang tua
siswa bertindak sebagai guru bagi anak – anak . pada awalnya para orangtua ragu
dan malu ketika menggantikan posisi kami di sekolah ,namun pada akhirnya para
orangtua berani tampil di depan anak- anak mereka sendiri. anak – anak juga
sangat antusias dan bersemangat ketika mereka tahu orangtua mereka yang
menjadi guru mereka hari itu.

Kegiatan ini dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran. Mulai dari menyambut
anak di depan gerbang sekolah, melaksanakan senam pagi, circle time, membacakan
buku cerita kepada anak, membiasakan anak mencuci tangan , mengajak anak
bernyanyi dll. Kegiatan GERNASBAKU pada hari itu Sangat seru sekali, dan ketika
kami menanyakan bagaimana rasanya menjadi guru bagi anak –anak mereka sendiri,
banyak yang mengatakan “susah bu ,tidak sanggup, capek,harus sabar,dan beragam
komentar yang lainnya” dan di akhir komentar para orangtua yaitu “ ternyata
tidak mudah ya menjadi guru “ .para orangtua sangat berterima kasih di beri
kesempatan untuk menjadi guru bagi anak- anak mereka di sekolah, mereka juga
sangat berterima kasih kepada kami karena sudah sangat sangat sabar dan telaten
dalam membimbing dan mendidik anak- anak mereka.

Rasa cinta kami pada anak didik yang membuat kami membimbing dan mendidik
anak-anak dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda. Mendidik anak untuk
menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti yang mulia.

Demikian cerita dari kami.

Wassalammualaikum wr.wb

CINTAKU MEMBAWAKU PADA RIDHANYA
BY : Hj. ESTI WARDANI, S.Pd

Menapaki perjalananku sebagai guru PAUD
membawaku hingga ke awal tahun 2006 saat
pertama kali aku bergabung di PKK RWku.
Keaktifanku sebagai Ketua POSYANDU Dahlia
2 di RW 09 Kelurahan Kebon Jeruk Jakarta
Barat memberiku kesempatan berkenalan
dengan ibu Santi Subagyo, Ketua TP PKK
Kelurahan Kebon Jeruk yang kemudian
memintaku untuk membuka PAUD di rumahku.
Aku berkeliling di lingkungan RW ku untuk
memperkenalkan PAUD kepada warga
setempat dengan fokus utama pada kaum dhuafa, namun tanggapan mereka
umumnya menolak seraya berucap ” Untuk apa masuk ke PAUD, nanti saja
langsung masuk ke SD”. Karena penolakan itu, muridku hanya 15 anak pada awal
pembukaan PAUD, tapi sebulan kemudian jumlah itu melonjak menjadi 120 anak,
ternyata anak-anak itulah yang memerlukan PAUD…. Di pertengahan tahun 2007
itulah momen awalku berkenalan dengan dunia anak usia dini, langsung ditunjuk
menjadi kepala PAUD tanpa pengalaman dan pengetahuan apapun tapi harus kuakui
itulah saat pertama aku mulai jatuh cinta pada mereka.

Modal awal pembelajaranku hanyalah buku-buku paket dan berjalan lancar,
hingga akhirnya aku ikut Pelatihan PAUD yang mengajarkan bahwa kegiatan utama
anak usia dini adalah Bermain Sambil Belajar dan Belajan Melalui Bermain...
Setelah itu aku langsung mengutamakan BERMAIN sebagai kegiatan utama
muridku. Tapi di tahun berikutnya muridku berkurang lebih dari separuh karena
orang tua mereka tidak mau anak-anaknya hanya diajak bermain yang dianggap tak

belajar, padahal melalui bermain itulah anak-anak usia dini belajar. Kesulitanku
dalam menjelaskan pada para orang tua tentang pentingnya bermain bagi anak
usia dini ini justru membuatku bertahan walaupun muridku berkurang banyak,
karena aku tak mau masa yang paling penting itu terlewatkan sia-sia.

Di tahun 2009 Pemerintah memutuskan bahwa Guru PAUD harus sarjana,
beruntung saat itu ada kesempatan Kuliah Jarak Jauh dan aku ikuti bersama guru-
guruku dengan penuh keterbatasan hingga tuntas. Di tahun 2012, aku berhadapan
dengan persyaratan bahwa PAUD harus berbadan hokum, hal yang sulit kupenuhi
karena biayanya yang besar. Aku sadari bahwa pada dasarnya PAUDku hadir untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat, maka kuputuskan PAUDku harus tetap berjalan
walaupun tak berizin dan kondisi ini berdampak pada persyaratan penerimaan
Bantuan Operasional. Terkadang terbersit juga rasa sedih ketika membandingkan
dengan banyak PAUD yang baru bertumbuhan bak jamur di musim hujan namun
bisa langsung memperoleh bantuan karena persyaratan yang sudah lengkap. Sampai
akhirnya Ibu Ismawati, Ketua PD HIMPAUDI Jakarta Barat mengajak kami yang
tak berbadan hokum untuk secara kolektif membuat Akte Yayasan dengan biaya
yang sangat murah. Alhamdulillah di tahun 2016 akhirnya kupenuhi juga
persyaratan berat itu. Namun sayang seminggu kemudian aku jatuh sakit terkena
stroke ringan dan harus tinggal di tempat tidur selama beberapa bulan sehingga
rencana pengurusan izin pun tertunda hingga awal tahun 2017. Saat itu sudah
hadir peraturan baru dari Gubernur yang baru, bahwa PAUD yang dibentuk oleh
PKK Kelurahan tanpa Yayasan bisa memperoleh izin. Syukur Alhamdulillah akhirnya
semua masalah teratasi, walaupun pada akhirnya Akte Yayasan itu tidak lagi
diperlukan karena PAUD bentukan Kelurahan bersifat NON PROFIT dan tidak
boleh bergerak di bawah Yayasan. Aku tak pernah menyesali bagaimana
perjuanganku mendapatkan Akte Yayasan itu karena aku yakin semua yang kualami
sudah ada dalam rencana Allah yang kuyakini pasti ada hikmahnya kelak

Alhamdulillah sudah 13 tahun kujalani hidup bersama anak-anak usia dini
dengan penuh keceriaan, Hingga akhirnya pandemi itu pun datang, PAUDku

mendadak buyar karena semua kegiatan dilakukan di rumah, orang tua tidak siap
menjadi guru, bahkan guruku pun mendadak terpekur hampir kehabisan akal karena
tak paham mengimbas pada orang tua bagaimana cara bermain sambil belajar
dan belajar melalui bermain, berhubung belajar melalui lembar kerja jauh lebih
mudah dan sudah membudaya. Namun pembelajaran harus tetap berjalan dan aku
lakukan sepenuhnya semampuku walaupun untuk itu jujur aku merasa sangat sedih
karena terpaksa menyerah pada keinginan orang tua untuk belajar melalui lembar
kerja, bukan melalui bermain karena dianggap merepotkan. Kesedihanku kali ini
terjawab melalui BIMTEK BELAJAR DARI RUMAH / BDR, aku merasa sangat
beruntung dan sangat antusias berkesempatan ikut pelatihan ini karena
sebenarnya BDR ini mengembalikan peran orang tua sebagai pendidik pertama dan
utama bagi anak-anak mereka, karena itu mau tidak mau orang tua harus mengerti
bagaimana tumbuh kembang anak mereka. Semoga dengan mengikuti BIMTEK BDR
ini aku bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan aku berkomitmen akan
menyampaikan kepada teman-temanku guru-guru PAUD yang lain supaya kami bisa
mendidik dan mengajar serempak seirama dalam melukis anak bangsa. Aku
bersama guru-guruku yang walaupun kami sadari penuh keterbatasan tapi tetap
semangat karena kami yakin bahwa ilmu yang kami berikan adalah ilmu yang paling
bermanfaat bagi murid kami karena akan terpakai hingga akhir hayat mereka
kelak. Berharap kami akan menuai pahala besar karena keikhlasan kami ini,
berharap cintaku pada anak usia dini membawaku pada ridha NYA, in syaa Allah,
aamiin ya robbal ’aalamiin …

Jakarta, 17 September 2020

TITIK TERANG PERJALAN KU
By: Nurul hidayati ulpah, S.Pd

Alhamdulilah saya adalah seorang pendidik PAUD saya sangat
bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya bangga
mengabdikan diri saya untuk mendidik anak usia dini itu sudah
tertanam dalam jiwa dan diri saya. Saya bangga menjadi
seorang pendidik PAUD. Dalam mendidik anak-anak usia dini
begitu banyak tantangan dan hambatan yang -saya rasakan.
Akan tetapi saya semangat dan selalu semangat tetap bersabar sampai saat ini.
Saya sangat senang dan bahagia menjadi seorang pendidik PAUD. Dan menjalankan
aktivitas-aktivitas sebagai seorang pendidik. Alhamdulilah 8 tahun sudah saya
menjadi pendidik PAUD saya sangat merasa bangga dan bahagia bisa mengabdikan
diri untuk mendidik anak-anak bangsa. Aku bangga melakukan itu karena
pengabdian yang aku lakukan untuk anak bangsa dan negaraku. Alhamdulilah 8
tahun sudah aku jalani hidup menjadi seorang pendidik.

Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena
saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri. Saya
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ibu Nor hasanah sebagai
pendidik PAUD teman saya mengabdi di KB Darul Fadli, yang selalu membantu saya
untuk selalu bersemangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu
dalam mendidik anak-anak di KB Darul Fadli dengan jumlah anak sekarang 16 anak
diKB Darul Fadli di Desa Hujan Mas,kecamatan. Paringin kab. Balangan. Kal-sel.
Alhamdulilah saya sangat merasa senang dan bahagia dalam mengikuti kegiatan ini.
Tidak semua orang yang dapat kesempatan emas seperti ini terimakasih tak
terhingga kepada ibu Debby R, S.Pd Ketua PD HIMPAUDI BALANGAN yang sudah
mendaftarkan saya dikegiatan ini.

Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya sangat berterima kasih dikasih kesempatan untuk belajar disini yang
mana pesertanya adalah dari seluruh Indonesia. Sesuatu kebahagian yang saya
rasakan untuk menambah ilmu walaupun hanya bertatap muka didunia maya. Akan
tetapi saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan dan pesan
yang saya dapatkan dalam mengikuti BDR ini karena baru pertama kali saya
mengikuti kegiatan seperti ini. Saya sangat merasa bangga dan bahagia apalagi
dengan narasumber yang begitu ramah dan hebat dalam memberikan ilmu kepada
kami. Dan kami berharap semoga pendidik PAUD yang lain bisa merasakan kegiatan
seperti yang kami lakukan.

Mungkin dalam kegiatan ini saya tidk merasakan kesulitan yang berarti saya
merasakan enjoy, dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Alhamdulilah tidak ada
kendala yang saya hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada sedikit
kendala waktu dan Jaringan internet akan tetapi saya akan selalu semangat dan
tetap semangat. Alhamdulilah saya tidak henti-hentinya bersyukur dalam
mendapatkan ilmu ini. Untuk kedepannya saya akan menerapkan ilmu yang saya
dapat dan akan saya terapkan disekolah saya, dan saya juga akan berbagi ilmu
dengan teman-teman saya dan orang yang membutuhkan. Sekian terima kasih.

KISAH NYATA KU
By : Pitriyani

Duluuu tahun 1992 saya bergabung disuatu organisasi
yaitu POSYANDU bertahun tahun saya menimbang
bayi dan balita sampai sampai panggilan saya adalah
ibu timbang oleh anak anak balita, dan senang aja
mendengar panggilan itu.

Posyandu kami juga terintergasi dengan BKB karena hubungan kerja kami baik dan
kompak kami sering mendapatkan juara sampai tingkat Nasional. Seiring waktu pada tahun
2009 dibentuklah Paud di kota Bontang, karena posyandu kami Posyandu Mandiri dan
terintegrasi dengan BKB maka dari Kelurahan ditunjunklah Posyandu kami untuk dibentuk
Paud (Pendidikan anak usia dini).Ada rasa bangga dan senang terpilihnya Posyandu kami
sebagai wadah Pendidikan. Perlu ayah bunda tau pendidikan kami tidak ada yang sarjana,
jadi pendidikan kami justru ada yang hanya tamatan SD dan yang tertinggi SMA
bermodalkan Pengalaman di Posyandu dan BKB mulailah lagi kami mengatur waktu
antara Posyandu, BKB dan Paud.

Ternyata menjadi seorang guru itu tidaklah mudah modal kami hanya kasih sayang
mendidik dengan rasa sayang namun tidak terarah karena belum tau apa yang harus kami
lakukan dan kami ajarkan. Awalanya jujur kami kebingungan karena begron kami ini
bukanlah seorang guru dan kami dituntut menjadi guru tapi dibalik itu semua kami
bersyukur kepada Allah SWT telah memberikan kami ladanag pahala dan ibadah buat
kami semua.

Pada tahun 2011 ada terbentuk LKP dengan jurusan Pendidikan Paud, kami dianjurkan
untuk mengikutinya. nah dari 6 pendidik 3 orang mendaftarkan diri termasuk saya untuk
mengikuti kursus pendidikan Paud selama satu tahun. Dari situ kami mulai tau cara
menjadi seorang guru, agar mendidiknya terarah kita harus punya pegangan yaitu
Kurikulum yang menjadi pedoman kita dalam mengajar.

Di LKP ini kami diajarkan membuat RPP, RPPM dan RPPH sebagai pegangan kami. jadi
mengajar tidak hanya bernyanyi nyanyi saja. kami mulai membuat rencana kerja sesuai
dengan kurikulun yang mangacu pada 6 asfek perkembangan yaitu Agama dan moral, Fisik
motorik, Bahasa, Kognitif, Sosial emosional dan Seni sebagai pegangan kami dalam
mengajar dan kamipun sering mengikuti pelatihan, workshop dan kegiatan kegiatan yang
berhubungan dengan Paud. Dan panggilan saya dari ibu timbang berubah menjadi
Buuundaaaaa hehehe.

Suka duka kami lewati bersama tapi lebih banyak sukanya karena kami selalu kompak,
jujur dalam segala hal dan saling mendukung satu sama lainnya. apalagi melihat anak anak
yang lucu lucu dan polos membuat kami merasa awet muda karena kita harus terlihat
bahagia dan selalu tersenyum buat mereka walaupun kita lagi bersedih

Pada tahun ini Kebersamaan kamipun terusik dengan berakhirnya masa jabatan kepala
sekolah kami dikarenakan usia beliau yang mengharuskan beliau pensiun dari jabatannya
yang menjabat sejak berdirinya paud tahun 2009 dan harus mengakhiri jabatannya
Januari tahun 2020.

Jabatan kepala sekolah digantikan oleh yang lebih berpengalaman dengan
pendidikan sarjana paud anak teman kami sendiri juga. Sistim belajar mengajar kami
semakin lebih baik. Namun tak berselang lama kita semua dikejutkan dengan suatu berita
wabah besar menimpa dunia yaitu CORONA atau covid 19 yang mengubah segalanya tidak
terkecuali dunia pendididkan yang kita rasakan sekarang ini yang mengharuskan kita
dirumah aja. sistim belajar mengajarpun berubah menjadi BDR, namun banyak sekali
keluhan dari orang tua dan juga kita para guru terkait dengan jaringan intetnet dan kuota,
karena belajar melalui online tidaklah sama dengan belajar ofline.

Jadi sudah beberapa bulan ini kami melalukan pembelajaran BDR, untuk
mempermudah penilaian, kami membuat grup perkelompok usia yang dipegang satu guru
sesuai usianya masing masing dari usia 2-3, 3-4 dan 4-5. Jadi setiap subuh senin kami
mengirimkan surat cinta kepada orang tua untuk panduan sang orang tua dalam
pembelajaran dirumah. Alhamdulillah responnya sangat baik banyak orang tua
mengirimkan dokimentasi anaknya sesuai dengan surat cinta yang kami kirimkan, Namun
ada juga sich orang tua yang menanggapinya biasa aja. Lalu kami merekap semua

dokumentasi mulai dari video dan poto poto yang orangtua kirimkan lalu kami jadikan satu
dalam satu video dan kami kirim balik untuk ditonton bersama. Akhirnya yang lainpun
termotipasi juga untuk mengikuti BDR.

Pada saat ini dari tanggal 16 september 2020 saya mendaftarkan diri untuk
mengikuti bimtek BDR yang belum pernah saya ikuti sama sekali. awalnya saya mengira
bimtek ini yang mengadakkan pemerintah kota ternyata ini bimtek BDR se Nusantara
senang dan bahagia saya bisa masuk di bimtek ini, karena mendapatkan ilmu dari
Narasunber yang hebat nebat dan luar biasa.Dihari pertama saya mengikuti luar biasa
tantangannya, dipertengahan acara saya langsung ditemani si ngantuk namun saya gak mau
kalah saya panggil si kuaci untuk menemani saya akhirnya larilah si ngantuk hehehe.

Semoga CORONA segera kembali ke asalnya dan semoga pula bimtek ini dapat
menambah wawasan saya dalam ilmu pendidikan melalui Narasumber yang hebat hebat.

Sekian cerita sejati saya bundooo salam sayang dan salam kenal dari saya.

PITRIYANI BONTANG KALIMANTAN TIMUR

INI KISAHKU
By : Nancy Yokhebed Esra


Hai… Nama saya Nancy Yokhebed Esra. Biasanya anak-anak
memanggil saya Miss Nancy. Menjadi seorang guru PAUD
bukanlah hal yang mudah. Karena seorang guru tidak hanya
dituntut untuk bisa mengajarkan anak tentang pengetahuan,
tetapi seorang guru harus menjadi contoh dan teladan yang
baik bagi anak. Apalagi guru Paud, harus bisa menjaga
perkataan dan sikap yang baik, karena “anak-anak adalah
peniru ulung”. TK Kristen Rehobot Palangka Raya adalah salah satu Lembaga Paud yang
hadir untuk membentuk anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi
berkarakter unggul.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di TK Rehobot seperti, ibadah setiap hari, berdoa
sebelum dan sesudah belajar, berdoa sebelum makan, membiasakan menggunakan 4 kata
ajaib (tolong, terima kasih, maaf, permisi), selain itu TK Kristen Rehobot juga
menanamkan budaya unggul lainnya seperti datang ke sekolah tepat waktu adalah upaya
yang dilakukan sekolah untuk membentuk karakter anak menjadi Taat, Disiplin,
Bertanggung Jawab dan Percaya Diri.

TK Kristen Rehobot juga berupaya agar Pendidikan tidak hanya berlangsung dalam
lingkungan sekolah tetapi juga berkoordinasi dengan orangtua anak untuk melanjutkan
proses pembelajaran di rumah dengan kegiatan membantu orang tua dari hal yang paling
sederhana, membersihkan tempat tidur setelah bangun pagi, menyapu, membantu
memberikan perkakas kecil pada orangtua pada saat bekerja, menata Kembali peralatan
mainan yang telah di gunakan, dll tentu dengan semampu mereka. Hal ini dimaksudkan agar
anak memiliki jiwa yang senang bekerja dan menolong orangtua.

TK Kristen Rehobot juga selalu menghimbau agar orangtua membiasakan kehidupan
keluarga yang beribadah, maka keluarga wajib melibatkan anak dalam ibadah keluarga
secara sederhana setiap malam sebelum tidur, dengan kegiatan ini keluarga mampu

menanamkan pada anak jiwa yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, serta tercipta
relasi harmonis dalam keluarga.

Sejak pandemic Virus Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, memberikan
dampak sangat berat bagi Pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar melalui bermain yang
setiap hari dilakukan di sekolah harus dilaksanakan dari rumah, Belajar Dari Rumah (BDR).
Saya sudah melaksanakan BDR sejak bulan Maret 2020 setelah kasus Covid-19 di kota
Palangka Raya semakin meningkat. Saya dengan persetujuan Yayasan, memutuskan untuk
anak-anak belajar dari rumah. Ini adalah hal yang baru bagi saya. Saya bingung, tetapi siap
tidak siap, saya harus siap untuk melaksanakan BDR. Saya mengikuti WGK dari
HIMPAUDI kota Palangka Raya dan HIMPAUDI TV, saya memperoleh banyak
pengetahuan baru tentang BDR. Lalu saya PD HIMPAUDI Kota Palangka Raya, bahwa saya
terpilih untuk ikut Bimtek BDR. Saya sangat senang dan antusias untuk mengikuti kegiatan
ini.

Saat mengikuti kegiatan BDR, saya mendapatkan banyak ilmu dari pemateri-pemateri yang
sangat luar biasa. Kegiatan ini sangat menguatkan saya, dan membuka wawasan saya. Saya
banyak belajar lebih kreatif dan inovatif menciptakan kegiatan-kegiatan bermain yang
menarik dan menggunakan bahan dan benda yang ada di rumah, yang melibatkan peran
orang tua. Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana berkomunikasi positif dengan orang
tua karena peran guru selama BDR dilakukan oleh orang tua.

Setelah mengikuti kegiatan ini, saya akan mengimplementasikan apa yang sudah saya
peroleh untuk saya terapkan di lembaga saya. Saya akan menerapkan kegiatan bermain
dirumah dengan menggunakan alat dan bahan yang ada dirumah sehingga tidak menjadi
beban untuk orang tua. Berkomunikasi yang baik dengan orang tua karena keberhasilan
BDR adalah kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa. Saya juga akan melakukan
pengimbasan kepada guru-guru Paud yang lain, agar dapat meningkatkan kompetensi guru
dalam memahami pentingnya bermain bagi anak, merancang kegiatan bermain Matematika,
Sains, Bahasa, Seni Kriya dan Musik dirumah, Menyusun RPP sederhana BDR, penilaian
perkembangan anak selama belajar dari rumah, membangun komunikasi positif dengan
orang tua, melaksanakan dukungan psikologi awal anak dan memberikan pengasuhan positif
serta menggunakan media daring.



CINTA DIBALIK PERJUANGAN
By : Lily Adiati Kaston

Saya Lily Adiati, murid-murid saya biasa memanggil
dengan sebutan bunda Lily. Saya mengajar di PAUD AL
FAJRI - Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Ditengah Pandemic Covid 19 ini, alhamdulillah paud kami
masih menerima 27 siswa. Paud AL Fajri sendiri berdiri
pada bulan Agustus 2014. Metode pengajaran di sekolah
kami menggunakan metode sentra, dengan pembiasaan kegiatan keagamaan. Latar
belakang pendidikan saya sangat berbeda dengan pekerjaan menjadi seorang
pendidik, ilmu yang saya miliki adalah bidang pariwisata. Saya mulai tertarik
dengan dunia anak saat anak ke-3 saya sekolah di TK. Saat itu saya sudah
berhenti bekerja dan aktif mengikuti kepengurusan di TK tempat anak saya
sekolah. Saya miris melihat banyak anak yang hanya didampingi seorang baby
sitter atau pembantu rumah tangga, anak-anak tumbuh tanpa bimbingan dan
pengawasan orang tua terutama ibu. Lalu saya berpikir untuk membuka daycare
bersama beberapa teman. Dari situlah awal ketertarikan saya pada dunia anak-
anak. Saya berniat untuk mempelajari dan pemberdalam ilmu saya. Alhamdulillah
Allah memberikan saya jalan tanpa saya duga sebelumnya. Saya mendapatkan
beasiswa untuk kembali kuliah, saat ini saya sedang mengikuti kuliah di Universitas
Al Azhar Indonesia, dengan mengambil jurusan Psikologi Pendidikan dan sudah
memasuki semester 5. Menjadi guru dari anak-anak usia dini menjadi kegiatan yang
membahagiakan bagi saya. Dengan celotehan polos mereka, dengan daya tangkap
mereka yang sering kali membuat saya takjub atau melihat perubahan sikap pada
anak-anak dimana diawal mereka anak yang sangat manja, takut, cemas, bahkan
saat ditinggal oleh orang tua mereka menangis dan marah, tetapi dengan
berjalannya waktu mereka menjadi anak-anak yang manis, dan menggemaskan. Saat

diakhir tahun ajaran mereka menjadi anak yang memiliki rasa percaya diri, bahkan
mampu menjadi leader bagi teman-temannya.

Pandemic Covid 19 dan pemberlakukan PSBB ‘sedikit’ membuat kami harus berfikir
cepat untuk merubah metode pembelajaran, komunikasi diawal kami masih rapat
untuk merancang kegiatan yang akan dilakukan, kami membuat kegiatan perminggu,
anakpun melakukan kegiatan senin-jumat tetap dengan metode sentra. Diawal
orang tua dan anak masih semangat mengikuti, bahkan anak2 seperti kesenangan
karena mereka seperti sedang menjadi youtuber. Komunikasi kami sesama guru
cukup efektif, group guru yang kami miliki dan kadang2 diskusi melalui zoom
proses belajar mengajar tetap berlangsung. Kami pun terus mencoba mencari
metode pembelajaran bagaimana menghadapi pandemic ini.

Memasuki tahun ajaran baru sempat membuat kami cemas, apakah akan ada siswa
yang mendaftar, kami sudah pasrah sambil terus berdoa. Alhamdulillah, Allah
mendengar doa Kami. Diawal pendaftaran tersaring 30 siswa. Seiring berjalannya
waktu 3 siswa mundur karena alasan yang beragam.

Salah satunya adalah anak harus belajar dengan sistem daring. Tahun ajaran baru
lebih sulit lagi bagi kami untuk mengajar,ditambah PSBB jilid ke 2, karena siswa
baru belum kenal guru secara intens sudah dipastikan akan menghadapi adaptasi
yang tidak mudah (biasanya kami membutuhkan waktu adaptasi 1 minggu penuh
dengan “drama”). Selain itu semangat anak untuk belajar pun lebih sulit. Maka kami
pun mulai mencari cara seperti mengumpulkan orang tua untuk menyampaikan
program kegiatan selama 1 semester dengan melakukan pembagian menjadi
beberapa sesi pertemuan agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang
disarankan oleh pemerintah. Harapannya dengan orang tua tahu tentang program
semester kami maka terjalin kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua
untuk mendampingi anak-anaknya. Metode yang kami pakai adalah melakukan Video
conference untuk merencanakan kegiatan setiap minggunya, dan melakukan Video
call anak dan guru, atau melakukan absen dengan dengan voice note. Anak-anak dan

orang tua merespon positif, dengan mengirimi voice note anak-anak merasa senang
karena bisa mendengar suaranya dan suara teman2nya bahkan melihat wajah
teman dan gurunya saat Vidcall, pengerjaan tugaspun kami buat menjadi lebih
simple seperti pengerjaan tugas dilakukan selama jangka waktu 1 minggu, dan
pemberian materi tugas juga hanya dibuat 2 x dalam 1 minggu.

Keikut sertakan saya dalam kegiatan BIMTEK BDR ini sebenarnya diluar agenda
saya, tetapi karena seorang teman guru yang telah mendaftar berhalangan, karena
sudah terlanjur mendaftar mengikuti pelatihan lainnya diwaktu yang sama. Melihat
agenda yang diinfokan kepada saya, dan rekomendasi bahwa pemateri yang diawal
pemaparan menarik membuat saya tertarik untuk ikut. Saya semakin tertarik
dengan kegiatan BIMTEK setelah 2 hari mengikuti dan mendengarkan pemaparan
para narasumber yang lugas dalam penyampaian dengan materi yang luar biasa.
Saya mendapatkan ilmu, pengalaman, dan jaringan pertemanan dengan rekan
seprofesi dari berbagai daerah di Indonesia. Meski bukan hal yang mudah membagi
waktu antara kuliah yang dilakukan secara daring juga, sekaligus mengawal anak-
anak didik saya setiap harinya. Tapi saya yakin niat baik untuk menuntut ilmu selalu
ada jalan. Dan semoga saya mendapatkan lebih banyak ilmu yang bermanfaat dan
dapat saya bagikan terutama kepada teman-teman guru di Paud al fajri, dan
teman-teman kuliah saya yang notabennya adalah pendidik anak usia dini.

TITIK TERANG PERJALAN KU
By : Maisyarah, S.Pd

Alhamdulilah saya adalah seorang pendidik PAUD saya
sangat bahagia menjadi seorang pendidik PAUD saya
bangga mengabdikan diri saya untuk mendidik anak usia
dini itu sudah tertanam dalam jiwa dan diri saya.
Apalagi saya adalah seorang istri prajurit atau istri
abdi Negara yang mana bertugas mengayomi, melindungi
masyarakat. Secara tidak langsung aku juga ikut
mengorbankan apa-apa yang aku punya untuk mendidik anak-anak bangsa aku
bangga menjadi seorang pendidik PAUD. Dalam mendidik anak-anak usia dini begitu
banyak tantangan dan hambatan yang saya rasakan. Akan tetapi saya semangat dan
selalu semangat tetap bersabar sampai saat ini. Saya sangat senang dan bahagia
menjadi seorang pendidik PAUD. Dan menjalankan aktivitas-aktivitas sebagai
seorang pendidik. Alhamdulilah 15 tahun sudah saya menjadi pendidik PAUD saya
sangat merasa bangga dan bahagia bisa mengabdikan diri untuk mendidik anak-
anak bangsa. Walaupun saya mengajar berpindah-pindah tempat, dari satu tempat
ketempat lain, dari satu kota kekota lain. Aku bangga melakukan itu karena
pengabdian yang aku lakukan untuk bangsa dan negaraku. Alhamdulilah 15 tahun
sudah aku jalani hidup menjadi seorang pendidik.

Saya sangat tertarik dan sangat bahagia mengikuti pelatihan BDR ini karena
saya merasa haus ilmu untuk mendidik anak-anak, terutama anak saya sendiri. Saya
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ibuk Evawati, S.Pd sebagai
kepala sekolah say, yang selalu membimbing saya untuk selalu bersemangat untuk
mengikuti kegiatan-kegiatan dan menambah ilmu dalam mendidik anak-anak bangsa.
Saya sangat bersemangat mengikuti jejak kepala sekolah saya apalagi dia sudah
mendapat penghargaan dari presiden satyalancana. Alhamdulilah saya sangat

merasa senang dan bahagia dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak semua orang yang
dapat kesempatan emas seperti ini terimakasih tak terhingga kepada ibuk Evawati,
S.Pd yang sudah mendaftarkan saya dikegiatan ini.

Kegiatan Bimtek BDR ini membuat saya sangat senang dan bahagia. Bisa
menambah ilmu untuk mendidik anak-anak bangsa karena aku sangat haus akan
ilmu. Saya dikasih kesempatan untuk belajar disini yang mana pesertanya adalah
dari seluruh Indonesia. Alhamdulilah dari bukittinggi hanya saya yang bisa
mengikuti kegiatan ini. Sesuatu kebahagian yang saya rasakan untuk menambah
ilmu walaupun hanya bertatap muka didunia maya. Akan tetapi saya bisa bertemu
dengan orang-orang hebat seindonesia. Pesan dan pesan yang saya dapatkan dalam
mengikuti BDR ini karena baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini.
Saya sangat merasa bangga dan bahagia apalagi dengan narasumber yang begitu
ramah dan hebat dalam memberikan ilmu kepada kami. Dan kami berharap semoga
pendidik PAUD yang lain bisa merasakan kegiatan seperti yang kami lakukan.

Mungkin dalam kegiatan ini saya tidk merasakan kesulitan yang berarti saya
merasakan enjoy,dan senang dalam melakukan kegiatan ini. Apalagi kami disekolah
mengikuti kegiatan ini bersama-sama guru dengan PAUD Tunas Bangsa dan juga ibu
Evawati pengelola paud Tunas bangsa. Alhamdulilah tidak ada kendala yang saya
hadapi dalam mengikuti kegiatan ini walaupun ada sedikit kendala waktu akan
tetapi saya akan selalu semangat dan tetap semangat. Alhamdulilah saya tidak
henti-hentinya bersyukur dalam mendapatkan ilmu ini. Untuk kedepannya saya akan
menerapkan ilmu yang saya dapat dan akan saya terapkan disekolah saya, dan saya
juga akan berbagi ilmu dengan teman-teman saya dan orang yang membutuhkan.
Sekian terima kasih.



JARINGANKU SAHABATKU SUDUT BELAJAR SOLUSIKU

By : Miranti Musa

Kesulitan jaringan bukan menjadi penghalang untuk
belajar dari rumah. Karena Belajar Dari Rumah (BDR)
menjadi sesuatu hal yang baru untuk melakukan kegiatan
belajar bersama anak didik orang tua.

Di sukamaju kec. Wonosari kab. Boalemo sangat
terkenal dengan daerah yang sangat sulit untuk
mengakses internet. Saya salah satu pejuang PAUD
akan tetap merasa bertanggung jawab dalam memajukan pendidikan anak usia dini .

Jaringan merupakan sahabat yang bisa memberikan sebuah solusi dalam
menuntaskan sebuah masalah, baik dalam proses BDR, pengetahuan intelektual dan
pengetahuan yang mendesak untuk bisa dituntaskan oleh sebuah jaringan.

Kesulitan jaringan tidak akan bisa menghalang segala sesuatu kegiatan yang
direncanakan seperti kegiatan BDR. Tetapi menjadi sahabat dalam pengetahuan
yang terbatas untuk bisa memberikan solusi.

Kesulitan jaringan sudah lama dirasakan oleh masyarakat yang ada didesa
sukamaju, tetapi kesulitan jaringan menjadi sahabat dalam keterbatasan
pengetahuan, keterbatasan itupun tetap dikembangkan dalam segala hal dan
upaya.seperti mencari tempat mengakses jaringan internet baik digunung, dipohon
atau ditempat-tempat tertentu untuk bisa kami jadikan tempat untuk melakukan
akses internet.

Perjuangan demi perjuangan sehingga tumbullah ide untuk memasang wifi
dan wifi ini pun sebagai tempat untuk menjadikan sudut belajar bagi para guru

paud yang sangat kesulitan jaringan dalam menambah wawasan pengetahuan kami
didaerah kecil.

SEKIAN
TERIMA KASIH

“ANAK KU SEMANAGAT KU DALAM MENUNTUT ILMU”

By : Mukhayat,S.Pd.I

Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh ayah bunda dan
anak anak ku sekalian apa kabarnya hari ini,,.tetap semangat!!!
Perkenalkan saya pak hayat(mukhayat) dari Paud Terpadu
Mutiara Yogyakarta, sudah kiranya 17 tahun saya mengeluti di
dunia anak anak PAUD, 5 tahun di PAUD Kelurahan sebagai abdi
karang taruna desa dan di Paud Terpadu Mutiara ini sudah 12
tahun sampai saat ini. Dan di kecamatan ini saya guru Paud laki
laki yang ke tiga dari teman guru Paud di kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Hal
ini tidak lah menjadiakn alasan bagi saya untuk merasa canggung dan risi untuk bekerja di
dunia Paud ini, walaupun sebagian besar guru dari perempuan atau ibu ibu guru.
Ketertarikan saya bergelut didunia Paud ini dari pengalaman saya membina anak anak Panti
Asuhan sejak menginjak bangku SMA dulu. Disitu saya banyak kenal berbagai
perkembangan anak dan permasalahan permasakan pada setiap anak dari yang paling kecil
sampai dewasa. Alhahdulillah saya mendapatkan tugas dari pimpinan yayasan Panti Asuhan
menangani anak yang super istimewa bagi saya, dari usia sekolah dasar pada waktu itu dan
sampai saat ini alhamdulillah anak asuh yang saya bimbing sudah berkeluarga dan berubah
pola hidupnya dari masa lalu. Hal inilah yang membikin saya tertantang dalam menggeluti
dunia pendidikkan ini terutama PAUD pada saat ini, karena usia paud bagi saya ladang amal
yang sangat panjang dalam kehidupan.

Anak usia Dini inilah anak anak yang perlu di beri memeori awal yang bagus sebagai
bekal perkembangan kehidupannya. Pada saat ini anak didik saya ada 11 anak dengan di
bantu 1 teman guru saya. Tidak seperti di taun taun sebelunya murid kami sangat banyak,
karena kondisi sekarang baru ada covid 19 ini menjadikan murid di sekolah kami menurun
dratis, dan kami pun sangat kesulitan bagai mana cara membimbing anak anak melalui
media online ini, karean bagi saya penanganan anak anak paud itu tidak hanya melalui tugas
atau berbicara saja, akan tetapi butuh sentuhan arahan dan bimbingan yang sesuai dengan

perkembangan minat dan mood perasaan mereka. Walaupan kami pun tidak meragukan
akan ilmu dan bimbingan orang tuanya masing masing dirumah. Akan tetapi kebanyakan
disekolah kami orang tua siswa banyak yang menjadi orang tua karir. Dan tidak banyak
dari mereka hidup di lingkunga main yang luas, teman bermain yang banyak sebagai media
sosialisasi anak yang alami dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangannya. Lain
hal dengan jika mereka masuk di sekolah kami Paud Terpadu Mutiara Yogayakarta.
Sekolah kami sangat luas area main, lingkungan yang nyaman sejuk asri karena di dekat
sawah dan perkampungan. Sekolah kami sangat setrategis diarea perbatsan kota dan
jalur nasiaonal sehingga sangat mudah untuk dikenali banyak orang terlebih ketika
beraktivitas baik bekerja ataupun berjalan jalan. Dan sekolah kami pun sangat dekat
dengan lingkungan kantor, kecamatan, kelurahan, pabrik, kampus dan tidak jauh dengan
pasar.

Semoga kondisi covid 19 ini segera berlalu dan sekolah kami dapat masuk kembali
dan berjumba dengan anak anak kembali. Dalam kondisi sekarang ini samgatlah kerepotran
bagi kami untuk mengadakan BDR ini. Selain waktu, biaya, kondisional waktu komunikasi
dengan wali untuk menyapa anak anak, kuoata atau sinyal yang kadang kurang kondusif
menjadikan kami serba bimbang dalam kegiatan ini. Akan tetapi ada beberapa hal dengan
bdr ini yang dapat menjadiakan saya seanag yaitu dapat untuk evalusai diri baik dalam
belajar mengajar dan dalam menata kehidupan. Dengan adanya bdr ini menjadiakan saya
terttarik unuk menegmbangkan berbagi masukan ilmu tentang dunia anak. Selain di
kesempatan inji saya kuliah lagi di PG PAUD dan adanaya BIMTEK sangat banyak
menambahkan banyak ilmu terleih saya bisa bertatap muka langsung dengan para pemateri
nasional. Walaupun lewat ZOOM ini. Dan bertemu dengan berbagai guru paus se indonesia
ini, paling tidak dengan bertemu dengan berbagai guru ini dapat menjadiakn motivasi bagi
saya untuk lebih berkembang dan bersukur.

Saya tewrtarik mengikuti bimtek karena ingin menambahkan ilmu tentang duni ank
paud, dan dapt mengikuti materi dari nara sumber naional. Sdengan harapan saya
mendapatkan langsung ilmu dari sumber sumber yang terpercaya dan mumpuni ilmunya
tentang dunia anak paud. Dengan mengikuti kegiatan bimtek ini ddapt menjadiakn
tambahan ilmui dan sebagai media alat ukur saya selama saya menggeluti dunia paud ini
tertama selalam saya mengajar di paud terpadu mutiara. Tgernyata masih mbanyak hal

yang kurang pas bagi saya dlam mengajar dan membimbing anak anak dalam belajar
mengembangkan berbagai aspek perkembangannya. Saya sangat bersukur dapat mengikuti
bimtek ini dan berterima kasih sekali kepada para panitia dan nara sumber atas segala
waktu dan ilmunya.

Dalam mengikuti kegiatan ini saya terkendala akan alat atau media online saya.
Selain hp yang kadang kadang bisa munculin vidio kadang kadang tidak, waktu yang sangat
lama dan panjang yang kadang sesekali waktu saya tinggal untuk menegerjakan tugas anak
anak. Adanya tudgas anak saya yang juga menggunakan hp yang harus bergantian dengan
saya untuk melihat tugasa tugas anak saya karean dalam kondisi baru ujian. Sehingga
terkadang saya memanfaatkan media komunikasi yang ada di sekolah untuk online. Selain
itu saya terkendala untuk berbagi dengan tugas sekoalah saya. Setelah mengikuti
kegiatan ini saya akan mebagi ilmu yang saya dapat inidan akan mempraktekkan ilmu yang
saya dapat ini dengan sebaik baiknya. Saya ucapkan terima kasih untuk para pemateri dan
panitia atas semuanya semoga Alllah SWT membalas kebaikan ayah bunda semuanya.
Cukup sekian sekilas cerita saya selama kondisi covid 19 ini dan dalam mengikuti BIMTEK
ini. Salam sehat, semangat dan bahagia selalu. Wassalamualaikum warohm,atullahi
wabarokatuh

“PERJALANAN CINTA BERSAMA COVID-19”
By : Ramla Hulopi, S.Pd

Nama lembaga saya Yayasan Telaga Alkautsar yang
dibentuk pada tanggal 24 Januari 2018 di Kecamatan
Telaga, Kabupaten Gorontalo merupakan lembaga
independen yang didirikan dengan fokus utama di bidang
pendidikan Islam. Sebagai langkah awal, Yayasan telah
membentuk Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Alkautsar
Gorontalo yang langsung menyelenggarakan Program PAUD
Islam Terpadu (PPIT) Alkautsar yang berlokasi di Desa
Hulawa, Kecamatan Telaga. PPIT Alkautsar beroperasi di
sebuah rumah kontrakan kecil yang dipugar menjadi
sebuah sekolah di Dusun I Desa Hulawa. Desa Hulawa dipilih sebagai lokasi sekolah
karena menurut data tahun 2017, desa ini memiliki luas 28.16 km2 dengan jumlah
penduduk 22.548 jiwa, namun hanya memiliki satu sekolah yang berbasis
pendidikan Islam.

Pendirian PPIT Alkautsar tersebut sangat diharapkan dapat memperluas
jangkauan Sekolah Islam Terpadu dan menggairahkan semangat mendukung
pendidikan Islam di usia dini setidaknya di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga. Pada
tahun 2018 awal kami membuka tahun ajaran baru siswa yang mendaftar 5 orang,
hari demi hari, bulan demi bulan alhamdulillah bertambahnya siswa menjadi 14
orang. sudah berjumlah . Waktu itu kita hanya berdua (saya dan teman )Dan yang
membuat saya bingung dan selalu berpikir saya belum berpengalaman mengurus
anak- anak usia dini apalagi saya bukan ahli pendidik PAUD. Saya hanya lulusan S1
Manajmen Penidikan. Tapi alhamdulillah dengan semangat dukungan serta
keyakinan saya insya Allah BISA..BISA.. DAN BISA. Dibulan juli 2018 keluarlah
SK tugas (saya bersyukur dan alhamdulillah resmi diterima menjadi seorang

pendidi.. disitulah saya merasa senang dan bahagia dipercayakan untuk mendidikan
anak anak generasi emas,ternyata SK yang keluar itu amanah sebagai kepala
sekolah dan itu bagi saya adalah sebuah ujian. Disitulah saya banyak berpikir
sehingga gak tidur tenang,. karena saya gak sama sekali berpengalaman menjadi
seorang pendidik apalagi menjadi seorang kepala sekolah (Mengelolah sekolah
untuk jaya dan berkembang kedepannya). karena pendidikan anak usia dini adalah
pondasi utama mengenalnya dunia pendidikan. Apalagi dengan visi misinya
“Membentuk Generasi yang Cerdas dan berahlak mulia” ya Allah saya sangat
merasa berat, akan tetapi saya sangat percaya diri dan yakin “Allah gak akan
memberikan suatu ujian kepada hambanya” dan saya lebih bersyukur lagi siswa
ditahun 2019 sudah berjumalah 42 orang. Dsitulah saya lebih semangat lagi .

Innalillahi wainnailahirojiun.. bahaya covid-19 untuk umat seluruh
duniakhusunya genrasi anak –anak bangsa. Dampaknya sangat memilukan, sangat
menyedihkan serta perkebangan anak gak maksimal kita ketahui secara
keseluruhan.

Sungguh ya Allah dengan adanya musibah covid-9 ini kami seluruh guru khusunya
saya sendiri dan terutama anak anak didik kami yang sudah bosan dengan belajar
dari rumah (BDR), karena cara karakter orangtua mengasuh anak masing – masing
berbeda. Ada orangtua yang melarang anaknya pegang hp, ada anak yang takut
sama hp ,bahkan sampai nangis kalo liat hp,anak gak mau belajar, dan berbagai
macam keluh kesah orangtua kepada kami.

Dan yang membuat saya dilemah bahkan merasa sangat sedih orangtua yang
gakmpunya hp android, jaringan gak baik, jadi segala informasi untuk pembelajaran
dirumah sangat ketinggalan. Apalagi di kami provinsi gorontalo masuk terrzona
bahaya gak bisa luring dirumah anak anak yang banyak hambatan. Karena saya
merasa ini tugas dan sebagai tanggung jawab. Seketika diam dan berpikir malamya
dapat kabar PSSB, ya Allah dsitulah sayang konsultasi mengadakan rapat bersama
jajaran yayasan, saat saya menyampaikan sepata kata anehnya saya sudah menagis

lebh awal., sebuah pepata doa bisa merubah takdir (Lapas yang selalu saya
ucapakan) “ya Allah berikan kami jalan dan solusi untuk menghadapi musibah dan
masalah yang terjadi sedunia ini.

Saya atas nama Ramla Hulopi dari Gorontalo, sangat senang bisa mengikuti
kegiatan bimtek, dari tema kegiatannya sangat menarik karena kenapa , membuat
kami para pendidik khusunya saya lebih semangat lagi mengajar anak – anak, juga
penting sekali untuk kami para pendidik memberitahukan informasi kepada
waliorangtua siswa cara mendidik anak dirumah .

Kegiatan bimtek ini sangat bermnfaat bagi kami khsusunya saya sendiri,
kepda seluruh panitua dan pengurus HIMPAUDI yang saya hormati dan saya Cintai
Semoga selalu dalam lindungan Allah,, saya mohon jika ada kegiatan lagi seperti ini
mohon informainya,, alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan
bimtek ini. Dan saya harapakn jika keadaan sudah membaik alangkah lebih kegiatan
ini dibuat secara tatap muka. Narasumber dari hari pertam samapi hari ke-2
kegitan bimtek saya ikuti materinya sangat bagus dan sangat kami butuhkan sesuai
dengan kondisi saat ini. Semoga materi – materiyang disampaikan bisa di share
kekami secara bentuk file melalui email atau link yang bisa kami donload.
(materinya bagus dan sangat jelas sesuai kondisi yang diperlukan.

Andaikan jaringan sangat bagus pastilah selama kegiatan bimtek ini tak ada
yang terelewati selama kegiatan berlasung, akan tetapi sayang dan sangat
disayangkan jaringan tak memada,, ada ada sjayang terjadi, saat kegitan bimtek
online berlasung jaringan selalu ngandet juga kadang suara pembicara sangat tidak
jelas, kadang putus-putu, suara hilang.

Pada saat kegitan bimtek selesai insyaAllah saya akan salurkan kepada wali
orangftua murid serta teman-teman pendidik lainnya yang tidak sempat mengikuti.
Lebih khusunya realisai kepada anak anak didik kami.

“Bersyukurlah dengan situasi saat ini, jangan mengeluh..

Allah tahu kita mampu, kuat karena ujian yang Allah berikan tidak diluar batas
kemampuan kita_
Perjalanan cinta bersama covid ini sangat memberikan dampak baik dan buruknya ,
yang baik akan menjadi hikmah sedangkan yang buruk menjadi masalah. Tapi kita
sebagai seorang pendidik tetap semangat mendidik anak- anak meskipun melalu
idairinng atapun secara luring meskipun dengan waktu yang terbatas atapun
maksimal. Teruslah berdoa, berprasangka baik dan selalu berpikir positif juga
berbuat dalam kebaikan semoga dengan perjlanan cinta bersama Covid-19 ntah
kapan berakhirnya.

Gorontalo, 18 Septemebr 2020

Belajar Dari Rumah Yang Menyenangkan Bagi Anak-Anak PAUD
By : Ni Luh Putu Eka Agusrini Kesuma,SE

Setelah ditetapkannya Covid–19 sebagai pandemic padat tanggal 11 Maret

2020, makat tidak di duga bahwa vius ini membawa dampak besar bagi masyarakat

dunia, termasuk dunia pendidikan di ndonesia. Kondisi ini merupakan hal yang tak

terduga bagi guru,orangtua, dan anak didik.

Dalam masa pandemic Covidini, pemerintah kemudian menerapkan proses
pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebagian PAUD bias melaksanakan proses
pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, namun ada juga sebagian PAUD
yang kesulitan karena jaringan yang internet yang tidak stabil atau bahkan tidak
ada.

Pada satuan PAUD kami yaitu di PAUD Permata Buni kami sudah
menjalankan Belajar Dari Rumah dengan menggunakan jaringan internet yaitu
aplikasi WhatsApp berupa video call dalam menerangkan materinya.

PAUD Permata Buni berdiri tahun 2009 yang diprakarsai oleh bapak I
Wayan Swarsa .Permata Buni terletak di jl.Buni Sari Kuta Badung. Sekolah kami

memberikan pelayanan untuk kelompok A dan kelompok B, yang terdiri dari 3 ruang
kelas dengan 3 rombel dengan jumlah siswa 35 anak. PAUD Permata Buni memliki 1
Kepala Sekolah dan 4 orang tenaga pendidik, dan saya selaku kepala sekolah yaitu
Ni Luh Putu Eka Agusrini Kesuma bersama guru–guru akan berusaha mengikuti
peraturan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah agar proes
belajar mengajar tetap berjalan meskipun mereka dirumah dalam jangka waktu
yang tidak ditentukan.

Adapun program pemerintah dalam hal BDR yaitu di adakannya kegiatan
Bimtek BDR dimana banyak peserta yang mengikutinya. Saya pun tertarik
mengikuti Bimtek ini karena saya juga ingin mengetahui apa dan bagaimana
sistemnya sehingga akan bisa dipergunakan dan memudahkan cara BDR ini.Adapun
materi Bimtek kaliini sangatlah menarik, banyak kegiatan yang bisa diberikan
kepada anak didik dalam pelaksanaan BDR kepada anak didik yaitu berupa kegiatan
yang bisa dilakukan dalam kehidupan anak sehari-hari seperti Bermain
Matematika,Bermain Musik, Bermain Seni Kria, Bermain Sains, Bermain Bahasa,
serta penguatan

pendidikankarakter.Dalam mengikutikegiataninisayamengalamikesulitandan

kebahagiaanjuga.Kesulitansepertikegiataninidilaksanakanpadasaathariraya

galungandimanasayaharusmengikutinyadengankurangfocuskarnaharus

melakukanpersembahyangan,adajugaketikasuaranarasumberyangputus– putus

karena koneksijaringan yang kurang baik.Namun semua itu sudah

terbayarkandenganilmuyangsayadapattentangBDRinidimanakamiakan

menggunakannyapadapembelajaranjarakjauhpadaanakdidikkami.Namunsaya

terkesandansangatberterimakasihkepadanarasumbersemuanyakarenasudah

semangatuntukmemberikanpenjelasankepadaparapesertadimanakegiatan

BimtekiniakanmenjadibekalkamiparapendidikPAUDuntukbisalebihmembuat

kegiatanBDRanak–anaklebihmenariksehinggaanakdidiktidakbosanbelajar

dirumahbegitujugaorangtuaagartidaklelah,bosan,dankesulitandalam

membantuanaknyabelajardarirumah.

AdapunyangakansayalakukansetelahmengikutikegiatanBimtekiniyaitu
membagikanilmuyangsayadapatkepadaguru-gurudisekolahsayaagarguru-guru
kamibisalebihmudahmemberikankegiatanyangterencana,mampumenilai
perkembangan belajaranak,berkomunikasiefektifdengan orang tua dalam
menggunakanmediaDaringkepadaanakdidikyangsesuaidenganperaturandan
agaranak-anaklebihtertarikbelajardirumah,orangtuajugamelaksanakan
pengasuhanpositifsertatetapmendukunganakdantetapmampumengembangkan
keenamaspekdasarperkembangananaksesuaiusianya

Belajar Menyenangkan

by: Maya Prasetyawati, S.Pd

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

perkenalkan nama saya Maya Prasetyawati, S.Pd. Saya

sudah mengajar kurang lebih 19 tahun. Sempat berhenti

mengajar dikarenakan saya mempunyai anak yang lumayan

dekat jarak kelahirannya. Setelah anak ke-3 lahir dan

sudah berusia 3 tahun saya kembali mengajar. Sekarang saya mengajar di TK

Aisyiyah 76 yang berlokasi di jalan sektor 7 blok F nomor 14, Sudimara jaya,

Ciledug, Tangerang. Di TK Aisyiyah ini jumlah muridnya hanya ada 10 anak

dikarenakan adanya pandemi Corona sehingga jumlah murid mengalami penurunan.

Motivasi saya mengajar kembali adalah karena kerinduan saya dan untuk

mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan dan juga sebagai ladang pahala bagi

saya. Selama saya mengajar kesulitan yang saya alami mungkin dikarenakan

kurang ilmunya dalam menghadapi berbagai macam karakter anak didik.

Kebahagiaan yang saya dapatkan selama mengajar adalah ketika melihat anak

didik kita tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya nya belajar dengan

bahagia sampai akhirnya mencapai kesuksesan.

saya termasuk orang yang haus akan ilmu senang belajar apa saja apalagi
sesuai dengan kompetensi saya yaitu sebagai guru anak usia dini. Ketika
mendengar info BIMTEK BDR yang di diselenggarakan oleh HIMPAUDI dari adik
saya maka saya langsung semangat untuk mengikutinya. Tantangan yang dialami
selama belajar BDR tentaranya yaitu kita tidak bisa langsung mengajar tatap
muka dengan anak didik kita, orang tua juga mengalami kesulitan dalam

menghadapi anaknya apabila mood anak sedang tidak baik, adanya kendala
jaringan, ketika anak tidak ada yang mendampinginya nya dan juga adanya wali
murid yang belum paham bagaimana cara mendampingi anaknya tanpa harus
memarahi anak ketika belajar. Kebahagiaan saat melaksanakan BDR diantaranya
adalah adanya wali murid dan anak murid yang masih semangat untuk belajar, dan
bisa bekerja sama dengan wali murid serta meningkatkan tali silaturahim antara
guru dan wali murid.

Saya tertarik mengikuti BIMTEK BDR ini karena saya belum begitu paham
bagaimana cara BDR yang baik dan benar, dan juga saya ingin mendapatkan ilmu
serta wawasan yang luas, mengenal teman-teman guru dari seluruh Indonesia.

Kesan saya saat mengikuti kegiatan BIMTEK BDR ini tentu saya merasa
sangat senang dan bahagia karena bisa menambah ilmu, menambah wawasan
menambah teman baru dan mengenal para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya yang selalu semangat membagikan ilmunya kepada kami. Semoga Allah
membalas dengan pahala yang berlimpah kepada para narasumber yang telah
memberikan ilmu yang sangat bermanfaat ini. Hal yang paling saya ingat adalah
bagaimana caranya kita mengajarkan anak dengan cara yang menyenangkan,
dengan cara komunikasi yang positif, menjadi orangtua dan juga guru yang selalu
bahagia, menyenangkan, positif sehingga bisa mendidik anak kita menjadi pribadi
yang bahagia menyenangkan positif semangat pantang menyerah dan memiliki
karakter yang baik yang akan menunjang kesuksesannya di masa yang akan
datang.

Tantangan dan kesulitan dalam mengikuti BIMTEK BDR ini adalah ketika
adanya permintaan dari anak-anak kita yang dapat memecah konsentrasi kita
ketika sedang fokus mendapatkan ilmu dari para narasumber, adanya gangguan
koneksi jaringan an-nisa nya kalau sudah siang mata sudah mulai mengantuk
sehingga konsentrasi kita hilang, hal ini saya siasati dengan minum kopi, makan

camilan makan permen agar selalu fokus dan konsentrasi mengikuti BIMTEK BDR
ini.

Rencana saya setelah mengikuti kegiatan BIMTEK BDR ini adalah berusaha
membuat RPPM dan RPPH yang baik dan benar, mengaplikasikan kegiatan
pembelajaran yang menyenangkan, positif dan juga berkomunikasi dengan orang
tua murid dengan cara yang positif serta membuat penilaian yang baik dan benar.
Semoga BIMTEK BDR ini membawa manfaat bagi kita semua.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

“PAHLAWAN TANPA JASA”
By : Agustina Erlyta,S.Pd

Saya Agustina Erlyta,S.Pdk Guru TK Kasih Bunda, Kebanyakan orang
berfikir bahwa menjadi seorang guru itu sangatlah mudah,Bahkan tidak jarang
yang memandang profesi Guru itu dengan sebelah Mata.Seorang guru harus
memiliki Dedikasi yang tinggi dan ada aspek-aspek keilmuan yang harus di kuasai
seperti Kognitif,fisik,motorik,sosial,emosional,bahasa,seni dan agama.

Guru harus mempunyai rasa kasih sayang dan sabar dalam menghadapi
segala bentuk karakter peserta didik,Guru juga perlu memberi Stimulasi pada
anak karna anak usia dini berada pada fase/masa Keemasan(Gold Age)Agar anak
mampu berkembang sesuai harapan.

Saya Agustina Erlyta,S.Pdk Sebagai guru TK kasih Bunda dengan jumlah
siswa 157 dengan jumlah pendidik 10 orang.dengan jumlah tersebut tentulah
tidak seimbang dan sudah tentu banyak kesulitan kesulitan yang kami
hadapi,secara khusus di saat pandemi ini.berikut beberapa kesulitan yang kami
hadapi di saat pandemi ini.

* Tidak bisa bertatap muka langsung dengan murid
* Tidak semua orang tua murid memiliki alat komunikasi untk mengakses
informasi
* Kurang maksimal pemberian materi BDR karna masalah akses informasi
Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari pendidik bagi anak-anak harapan
orang tua dan harapan bagi bangsa Indonesia kedepan.
Ketika saya mengetahui jadwal saya untuk mengikuti Bimtek ini,saya sangat
tertarik,karna tanpa belajar saya tidak akan pernah jadi tahu.semoga saya dapat
menyalurkan apa yang saya dapat selama mengikuti Bimtek ini ke anak-anak didik
nanti nya.

KESAN: Pada saat saya mengikuti Bimtek ini,ada banyak pengalaman baru yang
saya dapati,dan saya bangga bisa berada di tengah orang-orang hebat.
Terima kasih yang sebesar-besar nya kepada Nara sumber yang telah rela
berbagi ilmu kepada kami.
Nara sumber yang Luar biasa! kira nya Tuhan yang Maha Esa akan terus
memberikan kesehatan dan rezeki NYA dalam keluarga dan pekerjaan.
KESULITAN MENGIKUTI BIMTEK INI:

* Jaringan Internet kurang mendukung
* Keterlambatan dalam membuat Tugas karna susah masuk Zoom
* Harus mengisi data berulang-ulang..

Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna boleh mengikuti kegiatan Bimtek
ini dari awal hingga akhir kurang lebih 5 hari,kira nya bermanfaat untuk saya dan
semua peserta Bimtek..sekian dan Terima kasih..

PEJUANG BANGSA
By : Agustina Erlyta,S.Pd

Nama saya Masrupah, usia 25 tahun mengabdi di sebuah PAUD IT Al-Amin
Kuala Kapuas Kal-Teng semenjak bulan Juli 2019 dan bertugas di lembaga KB.
PAUD IT Al-Amin berdiri sejak tahun 2002 dengan visi dan misi mulia. Menjadi
Guru PAUD susah-susah gampang, perlu kesabaran yang besar. Tetapi
Subhanallah, saya bersyukur dan bangga menjadi guru PAUD, bisa membersamai
tumbuh kembang anak, menanamkan dasar-dasar pengetahuan, membuat mereka
dari tidak tahu menjadi tahu, membuat mereka dari belum bisa menjadi bisa.
Semenjak pandemi ini jumlah murid kami hanya ada 11 orang itu pun ada yang
mengistirahatkan diri sebanyak dua orang, karena menganggap BDR merupakan
pembelajaran yang tidak maksimal. Meskipun begitu saya tidak patah semangat,
tetapi selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk anak didik saya.

Dengan kondisi sekarang, salah satu kesulitan pembelajaran BDR yaitu orang
tua yang tidak bisa selalu mendampingi anak, kurang maksimal dalam pencapaian
pembelajaran. Dan bahagianya anak masih tetap bisa dan semangat mengikuti
pembelajaran di rumah.

Di masa Pandemi ini sangatlah penting untuk mengikuti banyaknya pelatihan,
salah satunya Bimtek BDR ini baik guru maupun orang tua/wali murid tentunya
tidak bisa dalam satu ruangan. Tetapi kita manfaatkan kecanggihan teknologi
untuk mendapatkan informasi dan ilmu dari mana dan di mana pun dengan
menggunakan via online. Bimtek BDR sangatlah bermanfaat dan membantu dalam
pengembangan pembelajaran di masa pandemi ini dan yang menggugah hati saya
dari perkataan Bundo Netty bahwa mari kita berjuang untuk anak bangsa dan
bangsa ini, karena pejuang adalah pemimpin dan pemimpin itu tahu dan yakin
dengan pilihannya.

Kesulitan dalam mengikuti kegiatan ini yaitu waktu yang harus saya bagi antara
kegiatan disekolah dan kewajiban sebagai orang tua di rumah. Tetapi saya akan
tetap mencoba untuk bisa mengikuti bimtek ini sampai akhir kegiatan.

Setelah kegiatan Bimtek ini selesai,saya akan lebih mempelajari lagi dan mencoba
diskusi dan sharing bersama Guru yang lain.

PERJUANGAN GURU DI DAERAH TERPENCIL MENGIKUTI
BIMTEK ONLINE

By : Nur Kholilah,S.Pd

Nama saya Nur Kholilah,S.Pd, saya bertempat tinggal di
Jl. Poros Ray. 5 Rt.04 Rw.01 Desa Sido Makmur
Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala Provinsi
Kalimantan Selatan. Saya sebagai Kepala Sekolah di KB
Tunas Pratama Desa Sido Makmur Kec. Marabbahan Kal-
Sel. Saya pertama kali mengajar di KB Tunas Pratama
pada bulan Januari Tahun 2010 KB Tunas Pratama.
Sekolah tersebut sudah berdiri selama 1 tahun, namun belum memiliki Kepala
Sekolah yang memenuhi standar, yaitu minimal lulusan S1. Pada waktu itu, hanya
saya saja yang memegang ijazah S1 walaupun saya sarjana Pendidikan Guru Agama
Islam, bukan Sarjana PAUD. Karena saya satu-satunya sarjana waktu itu, di
tunjuklah saya sebagai Kepala Sekolah oleh Kepala Desa. Pada waktu itu
keadaannnya adalah Sekolah tersebut belum memiliki Izin Operasional, dll.
Kemudian saya mengurus semuanya sembari saya mengambil kuliah penyetaraan
S1 PAUD.
Saya bertempat tinggal di daerah transmigrasi yang mana penduduknya
minim akan pendidikan. Disinilah saya merasa tertantanga untuk mengajak warga
untu kemasukkan anak-anak mereka ke PAUD. Waktu itu, sangat sulit
menjelaskan kepada wali murud akan pentingnya pendidikan usia dini. Perjuangan
saya waktu itu untuk mengajak warga memasukkan anak-anakmereka ke PAUD
sangatlah sulit. Hingga saya harus mendatangi setiap rumah warga untuk
menjelaskan kepada mereka akan pentingnya pendidikan usia dini, sekaligus
mengajak warga untuk memasukkan anak-anak mereka ke PAUD saya. Suatu

kebahagiaan bagi saya sudah dapat menyadarkan warga akan pentingnya
pendidikan usia dini.

Tidak terasa 10 tahun sudah saya memperjuangkan KB Tunas Pratama
bersama 4 guru lainnya, sekarang saya memiliki 33 siswa yang sedang bersekolah
di KB Tunas Pratama Desa Sido Makmur. Alhamdulillah sekarang KB Tunas
Pratama Desa Sido Makmur sudah terakreditasi.

Saya mengikuti BIMTEK BDR ini sebagai perwakilan dari Kabupaten Barito
Kuala yang dikirim melalui Provinsi Ke Pusat secara online.

Sekarang saya mengikuti BEMTEK BDR secara online selama kurang lebih 6
hari, alasan saya mengikuti BIMTEK BDR adalah untuk mengupgrade pengetahuan
saya dalam hal BDR (Belajar Dari Rumah) sekaligus sharing pengalaman dengan
peserta lainnya. Dan juga banyak ilmu yang saya dapat dari narasumber yang
sangat hebat dan luar biasa, insyaAllah akan saya aplikasikan di KB Tunas
Pratama dan juga akan saya bagikan ke teman-teman guru lainnya.

Kendala saya dalam mengikuti BIMTEK BDR ini adalah susahnya jaringan
internet di Desa saya, sehingga saya harus mendatangi tempat teman saya yang
kebetulan juga mengikuti BIMTEK BDR ini, teman saya tersebut bertempat
tinggal di Kecamatan Marabahan.

Adapun juga kendala yang saya akan hadapi setelah mengikuti BIMTEK
BDR ini adalah dalam hal pengimbasa, dikarenakan hamper semua guru PAUd di
lingkup Kabupaten Barito Kuala khususnya di Kecamatan Marabahan sudah
mengikuti pengimbasan yang dilakukan oleh teman-teman yang juga telah
mengikuti BIMTEK BDR tingkat Provinsi sebelumnya.

Suatu kebahagiaan bagi saya untuk bisa mengikuti BIMTEK BDR Pusat ini,
terima kasih banyak untuk semua narasumber yang hebat dan luar biasa, serta
semua pihak yang terlibat dalam BIMTEK BDR ini, khususnya Ketua HIMPAUDI
Kabupaten dan Provinsi yang sudah mempercayakan saya mengikuti BIMTEK BDR
ini.

LIMA HARI YANG MENGESANKAN
By : Farahsmitha

Halo... dihari yang cerah ini izinkan saya untuk
memperkenalkan diri, nama saya Farahsmitha, boleh
dipanggil Farah. Lahir di Bantaeng, 16 November 1998.
Namun sekarang saya tinggal disuatu daerah yang
terkenal disebut dengan kota kalong yaitu Kota Soppeng.
Alhamdulillah, 2 tahun sudah saya menjadi seorang guru.
Sekarang saya mengajar di KB Sumpang Bila Kabupaten
Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah murid yang
saya ajar adalah 15 orang. Sangat menyenangkan mengajar anak-anak usia dini. Mereka
sanggat menggemaskan, mampu belajar dengan cepat hal-hal baru dan bermain bersama
teman-temannya. Meskipun sangat menyenangkan, menghadapi anak usia dini juga
memiliki kesulitan tersendiri seperti anak sulit diatur, anak suka menyendiri, dan anak
yang berkesulitan belajar. Namun, hal tersebut juga merupakan penyemangat untuk
terus mengajar anak-anak.

Tak lupa saya mengucapkan syukur alhamdulillah atas izin Allah dan juga
terimakasih kepada Ibu Sri Ruhayu Ningsih, S.Pd.AUD yang telah memberi informasi dan
juga mendaftarkan saya sehingga saya ikut serta dalam kegiatan Bimtek BDR ini.
Awalnya saya tak begitu tertarik dan saya takut untuk mengikuti kegiatan ini, saya
terus bertanya kedalam hati saya apakah saya mampu untuk mengikuti kegiatan ini ? Dan
akhirnya saya sadar kurangnya ilmu dan wawasan saya, maka saya haru mengikuti
kegiatan Bimtek BDR ini, juga dukungan dan motivasi dari orang tua saya, keluarga,
teman dan rekan-rekan guru yang mendorong dan memantapkan saya untuk
memberanikan diri mengikuti kegiatan Bimtek BDR ini.

Sangat berkesan mengikuti kegiatan Bimtek BDR seperti ini. Mendengarkan
materi dengan seksama, tanya jawab via daring dengan narasumber sangat
menyenangkan. Dan tentunya saya mendapatkan materi-materi yang luar biasa dari

narasumber-narasumber yang ramah dan juga kompeten di bidangnya. Dengan mengikuti
Bimtek BDR juga kita dapat saling mengenal teman-teman guru PAUD yang ada dari
seluruh Indonesia.

Akan tetapi tidak semua hal yang ingin kita tuju memiliki jalan yang mulus untuk
kita lalui. Tentunya ada beberapa tantangan yang saya alami dalam mengikuti kegiatan
Bimtek BDR ini, Seperti jumlah kuota yang digunakan dalam menggunakan aplikasi zoom
sangat besar sehingga saya harus mencari jaringan Wi-Fi di rumah warga, untuk
mendukung kelancaran dalam mengikuti kegiatan Bimtek BDR secara online. Dan juga
kesulitan saat mengikuti kegiatan ini adalah persoalan fisik. Kadang saat materi pada
sore hari, fisik mulai menurun sehingga sangat mudah untuk mengantuk dan mengganggu
fokus untuk mendengarkan materi. Peseta yang lain juga kadang melakukan hal-hal yang
menarik perhatian sehingga fokus kita terhadap materi dari para narasumber juga ikut
terganggu. Semoga para narasumber dan seluruh peserta dalam kegiatan Bimtek BDR ini
selalu diberi kesehatan sehingga kegiatan Bimtek BDR ini berjalan dengan lancar hingga
selesai.

Hal yang akan saya lakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah berusaha untuk
memahami terlebih dahulu materi-materi yang telah diterima dari hari pertama sampai
hari terakhir, kemudian mencoba mempraktikkan kepada diri sendiri terlebih dahulu apa-
apa yang telah didapatkan setelah mengikuti kegiatan Bimtek BDR dan kemudian
berusaha untuk membagikan pengalaman ikut Bimtek BDR ini kepada teman-teman guru
yang berada di lingkungan saya.

RENTANG KISAH
By : Muliana

Pagi datang dengan hangatnya ke bumi seakan
memberikan isyarat bahwa ia akan selalu ada disetiap
langkah perjuangan, diiringi sinar cerah sang mentari
yang tak pernah enggan memberikannya tanpa harus
memilih siapa yang harus disinari. Kilauan indah
cahayanya yang mempesona, menciptakan rasa dan asa
yang siap diwujudkan oleh setiap anak manusia. Salah satunya adalah saya, ingat
sekali kala itu kisah perjuangan yang saya alami pada 1 Januari 2008 untuk
mendirikan sebuah lembaga sekolah, pendidikan anak usia dini (PAUD) yang diberi
nama PAUD KOTO TINGGI di nagari Dusun Tangah, Sangir Batang Hari,
Kabupaten Solok Selatan. Bagi saya guru mempunyai peran yang sangat penting
dalam proses pendidikan, guru harus mampu menjadi contoh yang baik,
profesional dan menunjukan ilmu yang baik kepada peserta didik dari segi apapun,
baik itu dari segi spritual maupun moral serta bisa memberikan pemahaman
kepada masyarakat betapa pentingnya sebuah pendidikan.

Memberikan sebuah pemahaman ke masyarakat mengenai pentingnya sebuah
pendidikan anak usia dini bagi masa depat anak nantinya bukanlah suatu hal yang
mudah bagi saya, berbagai cara yang saya lakukukan mulai dari mengajak
masyarakat untuk berkumpul dan membicarakan bersama hal tersebut dalam

sebuah forum, hingga mendatangi ke setiap rumah masyarakat setiap hari dan
bahkan agar masyarakat lebih tertarik, saya tidak memungut biaya satu
persenpun dari mereka baik itu uang administrasi maupun uang untuk membeli
baju. Alhamdulillah berkat perjuangan tersebut lama kelamaan masyarkat
akhirnya paham betapa pentingnya pendidikan anak usia dini bagi masa depan anak
nantinya. Saat ini saya sudah memiliki 26 murid yang terbagi dalam 2 rombel
dengan pendidik sebanyak 2 orang, 1 wc sekolah dan sebuah kantor guru.

Pada saat ini situasi di tempat saya bahkan di negara kita indonesia maupun
dunia sedang tidak aman-aman saja, dikarenakan situasi pandemi virus corona
yang tak kunjung tak kunjung usai, oleh karenanya pelaksanaan disemua
sektorpun terganggu khusunya pelaksanaan pendidikan, anak-anak jadi tidak bisa
untuk bersekolah. Salah satu solusinya adalah dengan pelaksanaan belajar di
rumah (BDR). Memberitahukan bagaimana pelaksanaan BDR kepada otang tua
merupakan tantangan baru bagi saya, karena pada saat saya memberitahukan hal
tersebut, orang tua banyak yang mengeluh, banyak kendala yang mereka miliki,
tidak punya hp android, jaringan lelet, kuota internet serta keterbatasan waktu
yang dimiliki untuk mendampingi anak belajar. Dari permasalahan tersebut
gurupun mengambil sebuah kebijakan dengan berkunjung ke rumah setiap anak
untuk memberikan arahan kepada orang tua bagaimana seharusnya pelaksaanan
BDR. Untuk menambah wawasan saya mengenai bagaimana seharusnya
pelaksaanaan belajar di rumah (BDR), saya terinspirasi untuk mengikuti BINTEK
angkatan 2 pada tahun ini, dalam mengikuti BINTEK ini kesulitan yang saya alami
adalah masalah jaringan atau sinyal yang sangat susah, hingga kami masuk ke
hutan-hutan dan perbukitan untuk mencari jaringan yang bagus agar bisa
mengikuti zoom.

Sungguh perjuangan seorang guru sangatlah besar, tetapi itu semua sudah
menjadi kopi hitam yang harus dinikmati oleh pejuang tanpa tanda jasa.

By : Siti Li’amanah. S.Hum

Siti li’amanah adalah doa pertama yang diberikan ayah ibuku, betul itulah
namaku, Siti Li’amanah Lahir Di Kota kecil dari belahan provinsi Jawa Timur,
Lahir di Tuban, 20 November 1996. Namun, karena sebuah kesalahan pencatatan
sehingga saat ini tercatat dengan kelahiran 1994 dalam data kependudukan.
Menyelesaikan pendidikan sebagai santri di Kabupaten tentangga, Setelah
menempuh pendidikan Strata I di sebuah perguruan tinggi saya memutuskan
kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri pada lembaga pendidikan Anak
Usia Dini yaitu Kelompok Bermain Harapan Bunda, lembaga yang berada di Desa
Banyubang Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban ini berdiri pada tahun 2011
dengan jumlah lulusan hampir mencapai 500 peserta didik, dan pada tahun ajaran
2020/2021 KB Harapan Bunda yang hanya melayani usia 3-4 tahun ini memiliki 38
peserta didik dengan 3 tenaga pendidik. Selama menjadi Guru di Kelompok
Bermain pastinya ada sisi sulit dan bahagianya, dan hal tersebut tentunya terjadi
dan sudah menjadi konsekuensi setiap profesi, diantara kesulitan terberat yang
saya alami dikarenakan backround saya dari sastra yang notabennya masih
meraba dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini, namun demikian sisi
bahagia dari bergabung dengan dunia ini ialah dimana banyaknya pengalaman baru
yang luar biasa, menjadi pendidik paud kesabaran, keikhlasan benar-benar
dibutuhkan, bahagianya menatap senyum-senyum manis anak tanpa dosa, sesuatu
yang tidak bisa dinilai harganya karena bersama mereka segala masalah seketika
menjadi kebahagiaan.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini kita berada pada titik
goncangan pandemi Covid-19, sebuah Virus yang sangat berbahaya, berdampak
serius terhadap segala hal khususnya pendidikan yang menuntut kita untuk
menjalankan sebuah proses pembelajaran yang berbeda dari biasanya, yakni
dengan sistem Belajar dari Rumah atau yang kerap dikenal dengan BDR, selama
menjalankan BDR saya mengalami beberapa kendala diantaranya adalah kurang
maksimalnya kerjasama antara orang tua dengan guru, banyaknya penolakan dari

wali murid terhadap pelaksanaan BDR dengan berbagai alasan seperti kondisi
jaringan, ketidak pemilikan android, kesibukan dan banyak hal lainnya, kemudian
kebahagian menjalankan BDR ini ialah selama anak melaksanakan kegiatan dirumah
guru melihat ada kebahagian yang terpancar dari raut wajah anak, anak juga
bebas berekspresi di alam bebasnya.

Saya sangat bersyukur dapat bergabung dalam BIMTEK BDR yang
diselenggarakan oleh PP Himpaudi ini, saya tertarik mengikuti kegiatan ini
dikarenakan dalam kondisi seperti ini saya sebagai guru, yang mengampu,
menjalankan dan mengawasi proses berjalannya pembelajaran BDR dilapangan
secara langsung membuat saya merasa haus akan ilmu mengenai proses BDR, dan
sangat membutuhkan solusi dari permasalahan yang saya hadapi dan saya merasa
yakin dengan mengikuti bimtek yang diinfokan Bundo Kita Prof. Dr. Ir Netti
Herawati, M.Si ini akan mememberikan solusi serta menjawab kegundahan saya
selama ini.

Selama mengikuti BIMTEK BDR ini banyak sekali kesan yang saya
dapatkan, seolah kembali membuka mata, rasa, hati dan pikiran saya bahwa
bermain adalah dunia anak, saya selalu terkesan dengan gaya penyampaian
narasumber yang luar biasa dan mudah saya pahami, diantara hal yang paling
mengesankan dari yang disampaikan narasumber seperti kutipan yang saya ambil
ialah penyampaian dari Bundo Netti Herawati bahwa “tetaplah tersenyum,
lakukan semuanya dengan penuh keikhlasan, maka keindahan itu akan datang
dengan sendirinya nanti”, dan banyak lagi, seperti mengalunnya penyampaian
materi musik dan gerak dari kak Reni yang mampu menghinotis saya selaku audien.
Namun demikian, dalam mengikuti BIMTEK BDR ini saya kurang dapat maksimal
mengikuti disebabkan kendala-kendala yang terjadi seperti susahnya jaringan
sehingga zoom mengalami on off, suara narasumber yang tiba-tiba menghilang,
baterai Laptop dan HP yang cepat habis, ditambah lagi 2 hari pertama ketika
BIMTEK setiap pagi listrik mengalami pemadaman.


Click to View FlipBook Version