The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SAMHARI R, 2022-02-05 06:04:26

Menyelisik Alam Malaikat

Menyelisik Alam Malaikat

Dr. Muhammad bin A.'\ry'. al,Aqil

wturyerisidALAM

I\AALAIKAT

Rukun lman Kedua
tlanq Sering Disalahpahami
dan Dilupakan Bawlak 0rang

evturye fisifr,AtAM MALAIKAT

adarkah kita bahwa setiap saat, di mana pun kita berada,
selalu ada Makhluk yang hadir bersama kita. Makhluk yang
satu ini diciptakan dari nur (cahaya) sehingga memiliki karakter
yang berbeda dengan makhluk lain, yaitu manusia, jin, hewan,
dan tumbuhan. Makhluk ini memiliki kelebihan yang banyak
dibanding makhluk lain, dan yang paling istimewa adalah
mempercayai keberadaannya merupakan salah satu rukun
iman yang tanpanya iman seseorang dianggap cacat. Makhluk
itu adalah Malaikat.
lronisnya, hingga kini, pengetahuan umat lslam tentang
Malaikat hanya berkutat pada sepuluh nama Malaikat beserta
tugas-tugas mereka. Padahal, pengetahuan tentang mereka
secara lebih lengkap akan banyak memberikan pengaruh
positif terhadap kehidupan seorang Mukmin. Dan ternyata,
kalau kita telisik banyak sekali informasi tentang mereka di
dalam al-Qur-an dan as-Sunnah yang belum kita ketahui.
Buku ini mengupas dan menyelisik lebih iauh informasi
tentang Malaikat dari sumber-sumber yang valid dari al-Qur-an
dan as-sunnah; berapakah jumlah mereka sebenarnya, apa
saja tugas-tugas mereka, seperti apa sifat, sikap, dan karakter
ciptaannya, dan banyak informasi lain serta dampak positif
yang dihasilkan dengan banyak mengenal kehidupan mereka?

Penulis buku inijuga menambahkan informasitentang pe-
mahaman sekte-sekte lain dari ahli kalam dalam teologi lslam,
juga menurut keyakinan Yahudi, Nashrani, ahli Filsafat, kaum
musyrikin Arab, Hindu, Budha, dan kaum paganisme lainnya.
Hal ini dimaksudkan untuk mengkritisi sekaligus membantah
pemahaman mereka yang bertentangan dengan'aqidah lslam
yang shahih menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

PUSTAKA
IMAM ASY.SYAFI'I

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENERBIT ix

DAFTAR ISI xl11

MUQADDIMAH. L

JUZ PERTAMA
MALAIKAT DALAM AL.QUR.AN DAN AS.STINNAH

BAB I ll

Vaiibnya Beriman Kepada Malaikat. 11
A. Definisi Malaikat dalam Tinjauan Bahasa dan

Isytiqaaq (Asal Kata) Penamaannya.......

B. Hakikat Malaikat dalam al-Qur-an dan as-Sunnah L4

C. Kedudukan Beriman kepada Malaikat dalam Kacamata
Agama dan Hukum Mengingkari Mereka...
16

BAB II 2l
2l
Makna Beriman Kepada Malaikat
A. Beriman kepada Malaikat Secara Global

B. Penciptaan Malaikat, Dalil dan Hikmahnya 24

t. Materi penciptaan Ma1aikat.............. 24
2. 'Waktu penciptaan Malaikat 32
34
3. Hikmah diciptakannya Ma1aikat...........

C. Jumlah dan Nama-Nama Malaikat 35
L. Jumlah Malaikat 35

Menyelisik Alam Malaikat xllt

2. Nama-Nama Malaikat ............ 38
3. Sebagian nama yangdinisbatkan kepada Malaikat
75
secara tidak benar 76
78
4. Menamakan Malaikat dengan al-Ruubaaniyyin 80
5. Penamaan Malaikat dengan al-Karuubiyyiin 84

6. Apakah Iblis termasuk Malaikat? ....... 87
87
.7 Hukum memberi nama dengan nama Malaikat. 87
92
BAB III 94
97
Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat 101
104
A. Sifat-Sifat Fisik Malaikat
tt9
1. Fisik dan kekuatan Malaikat..........
130
2. Sayap Malaikat 133
3. Malaikat tidak membutuhkan makan dan minum.......
4. Malaikat tidak menikah dan tidak berketurunan .........
5. Malaikat dapat berbicara

B. Kemampuan paraMalaikat untuk Menampakkan Diri....
C. Melihat Malaikat
D. Kematian para Malaikat
E. Akhlak para Malaikat

1. Al-Karam (Mulia) 135
136
2. Al-Bin @aik) 140
L42
3. Tawadhu' .............
4. Malu

BAB IV 145

Ibadah Malaikat Dan Perbuatannya 145
150
A. Takliif (Pembebanan Syari'at) bagi paraMalaikat dan

Kema'shuman Mereka dari Dosa dan Maksiat

B. Macam-Macam Ibadah Malaikat

xtv Daftar lsi

1. Dzikir, tasbih, dan do'a.. 152
181
2. Menghadiri majelis-majelis dzlkir dan khutbah Jum'at...
3. Menghadiri shalat di masjid-masjid dan mengucapkan 184
190
apa yang diucapkan makmum t97
203
4. Bershalawat ...........
5. Mengucapkan salam
6. Kbauf (<hawatir) dan khasy-yab (takuQ ...........

C. Tugas para Malaikat ........ 272

1. Tugas Malaikat di langit... 2ts

a. Memikul'Arsy 215
b. Menjaga Surga....... 223
c. Menjaga Neraka.... 225
d. Mengurus pergerakan awan dan turunnya hujan..... 229
e. Menjaga gunung.... 232
233
f. Meniup Sangkakala.............. 235
237
g. Mengelilingi Makkah dan Madinah............
h. Menjaga Syam.......

2. Tugas para Malaikat yang berkaitan dengan manusia......... 238
240
a. Sebagai duta (perantara) antaraAllah dan manusia.... 249
b. Mencatat kebaikan dan keburukan.......... 272
c. Menjaga manusia 278
d. Menyenai dan mengajak manusia kepada kebaikan.... 282
e. Mengatur nuthfab dalam rahim 286
f. Mencabut roh manusia ketika kematian datang ......
g. Bertanyakepada manusia di dalam kubur dan 297

memutuskan apakah nikmat ataukan adzab 303

yangakan mengiringinya

h. Menyampaikan salam kepada Nabi ffi

dari ummatnya

Menyelisik Alam Malaikat xv

i. Menghadiri dan berdiam di masjid-masjid pada hari

Jum'at..... 308

j. Menghadiri majelis-majelis ilmu ....... 308

k. Tugas-tugas lainnya .. 309

BAB V 317
317
Hak-Hak ParaMalaikat Atas Manusia Dan Buah Beriman 322

Kepada Mereka

A. Perbedaan Keutamaan antara Malaikat dan Manusia ...
B. Hak-Hak para Malaikat atas Manusia

1. Beriman kepada Malaikat 322

2. Mencintai, mengagungkan, dan menyebutkan 323

keutamaan Malaikat .............

3. Tidak boleh mencela, meremehkan, atau 329
333
mengejek Malaikat 340
4. Menjauhi apa-^payangdibenci Malaikat

C. Buah Keimanan kepada para Malaikat ........

t. Kebenaran iman 340

2. Mengagungkan Allah W serta mengesakan-Nya 345

dalam Rububfiryah, Ulublryab, serta Asma' dan

Sifat-Nya

3. Mengetahui berbagai rahasia alam dan makhluk 356
357
sehingga dapat menambah keimanan di hati

seorang Mukmin
4. Mendapatkan keamanan dan ketenangan .............

5. Mencintai amal-amal shalih dan tempat-tempat 360

yang mulia

..6. Membenci maksiat dan segala yangdibenci Malaikat 36t

..7. Memperbaiki amd perbtumn dengan mencontoh Malaikat 363

8. Banyak berdzikir dan bersyukur kepada Allah 364

atas nikmat yarLgagung ini ..........

xvl Daftar lsi

JUZ KEDUA 369
KEYAKINAN SEBAGIAN GOLONGAN, SEKTE, DAN
AGAMA MENGENAI MALAIKAT 369
369
BAB I 370

Keyakinan Sebagian Kelompok-Kelompok Islam Mengenai 37r
Malaikat
371
A. Keyakinan Sebagian Ahli Ilmu Kalam mengenai 372
374
Malaikat. 381
382
1. lahmiyyah ............. 384
a. Intisari keyakinan Jahmiyyah ............ 388
b. Keyakinan Jahmiyyah mengenai Malaikat ............ 389
389
2. Mu'tazilah ............. 393
a. Intisari keyakinan Mu'tazilah ............ 393
b. Keyakinan Mu'tazilah mengenai Malaikat ............ 393
394
3. Asy' ariyyah dan Maturidiyyah ........... 395
39s
a. Intisari keyakinan Asy'ariyyah ........... 402
b. Keyakinan Asy'ariyyah mengenai Malaikat .......... 402
4. Madzhab Neo Mu'tazllah 403
a. Intisari kegiatan Neo Mu'tazllah
b. Keyakinan Neo Mu'tazilah mengenai Malaikat ....
5. Al-Ibadhiryah
a. Intisari keyakinan al-Ibadhiyyah ..........
b. Keyakinan a1-Ibadhiyah mengenai Malaikat ..........

B. Kaum Sufi.........
l. Sumber hukum syari'at menurut keyakinan Tasawuf..

2. Keyakinan kaum Sufi mengenai Malaikat.........

C. Syi'ah.....

1. Intisari keyakinan Syi'ah......

2. Keyakinan Syi'ah mengenai Malaikat

Menyelisik Alam Malaikat x\flt

D. Kelompok Bathiniyyah....... 409

t. Intisari keyakinan Bathiniyyah ........... 410

2. Keyakinan Bathiniyyah mengenai Malaikat ................. 477

E. Keyakinan Beberapa Aliran Sesat Modern Tentang 4L4
Malaikat 414
1. Al-Qadiyaniyyah 414
415
2. A1-8abiyyah........... 415
3. Al-Baha-iyyah ...........
4. Al-Bilaliyyah (Ummatul Islam)

BAB II
'Aqidah Ahlul Kitab Mengenai Malaikat.............. .. 417
A. 'Aqidah Yahudi mengenai Malaikat
417

l. Definisi Malaikat 421
2. Jumlah Malaikat 422
3. Nama-nama umum Malaikat 422
4. Nama-nama khusus Malaikat 423
5. Sifat-sifat Malaikat 424
6. Melihat Malaikat 426
7. Tugas-tugas Malaikat ........... 426
8. Kematian Malaikat 429
9. Bahasa Malaikat. 430

B. 'Aqidah Nasrani mengenai Ma1aikat.............. 431

l. Definisi Malaikat 438
2. Jumlah Malaikat 440
3. Nama-nama umum Malaikat.. 440
4. Nama-nama khusus Malaikat
44t
5. Tugas-tugas Ma1aikat............
6. Hukum beribadah kepada Malaikat 442
443
7. Ruhul Qudus dalam keyakinan agama Nasrani 444

xvflt Daftar lsi

BAB III

Keyakinan Sebagian Agama Paganisme (Pemuia Berhala) 457
451
Dan Para Filosof Mengenai Malaikat..............
A. Keyakinan Orang-Orang Musyrik Arab

Mengenai Malaikat.

1. Ibadah kaum musyrik Arab 455

2. Malaikat menurut keyakinan kaum musyrik Arab ...... 457

B. Keyakinan Orang Hindu Mengenai Malaikat................ 461

l. Sekilas tentang ag ma Hindu 46t
2. Malaikat menunrt agama Hindu
463

3. Jumlah Dewa ${alaikat) 465
4. Tempat tinggal (Dewa) Malaikat. 466

C. Keyakinan Orang Budha Mengenai Malaikat 467

l. Sekilas tentang agam Budha 467
2. Malaikat menurut agam Budha..... 468

D. Keyakinan Ahli Filsafat Mengenai Malaikat .. 470

1. Sekilas tentang aliran filsafat 470
2. Malaikat menumt aliran filsafat 473

PENUTUP 477

Menyel isik Alam Malaikat xtx

PENGANTAR PENERBIT

tli r:ig* 4!'s*S,i;1i5t'^*;;:;S ;'ci it :,zt'31

G;\^ )i &ti e:,:n J^41$ iirr ,++dr \iJ\3i eV ,yS

i')& (;i',ti:AiS,rt ;rs-;l t',J5rirr .i1 iJ! ', oi'tiliS,:^l

. 4t7oo*t...ru

**{ @'t ;;3 8'< Yi i$ +\:x'E-'ii"\}iibt; t ii

ltz kr.:-rr$ 6l8i., i-bu' ,F;Kfir"$i&tfiiaAiq?y

1sr
rt't;i:6w q''oVV t2-ftt1
z 4Irl.,b>,/._;,l;'itii;.-'-A4>O,3i3 u$i 6f {(,

ol

{@$;"&

j':#9,{ @ W fj :e "S fi',;r'f,;t *i j,5 #.

Dunia Malaikat berbeda dengan dunia manusia. Malaikat adalah

makhluk Allah W yang diciptakan dari nur (cahaya). Ia memiliki

wujud asli yang paling besar di antara makhluk-makhluk lainnya,
tetapi tidak dapat dilihat secara kasat mata kecuali oleh orangyang

Menyelisik Alam Malaikat ix

dikehendaki oleh Allah \H. Hal ini sebagaimana dialami oleh Nabi
Muhamm^d M saat menerima wahyu yang pertama. Karakteristik

fisiknya berbeda dengan bangsa jin ataupun bangsa manusia, ia bukan

pria dan bukan pula wanita. Kendati begitu, ia diberi kemampuan oleh

Allah W untuk menjelma menjadi seorang pria yang tampan dan

sempurna. Bahkan, ia juga mampu menyerupai manusiayarngtidak
sempurna dan buruk rupa. Tujuannya untuk menguii keimanan dan

ketakwaan hamba-hamba Allah W.

Salah satu ciri khusus para Malaikat ialah selalu taat kepada
perintah Allah w, tidak pernah membangkang ataupun menyelisihi
Nyr. Mereka adalahtentara-tentar^Allah \iH. , yang jumlahnya tidak
dapat diketahui secara pasti kecuali oleh-Nya Wl. Dalam bertugas,

mereka senantiasa melaksanakannya dengan penuh kedisiplinan,

dedikasi, dan loyalitas yang tinggi. Tugas mereka antara lain

memperjalankan matahari dari timur ke barat sehingga terjadi rotasi
siang dan malam, menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuhan,
mengatur perkembangbiakan makhluk hidup, dan tugas-tugas mulia
lainnya; yarLgsemuanya dijalankan atas perintah Allah \H.

Bahkan di arltara paraMalaikat itu adayangbertugas menyampaikan
rahmat Allah rffi kepada makhluk-Nyr, menj agany a dari marabahay a,
serta mendoakannya dengan kebaikan dan pengampunan. Dan,
nikmat terbesar bagi umat manusia atas keberadaan Malaikat adalah

diturunkannyawahyu Allah \iM melalui Malaikat Jibril )W kepada
para Nabi dan para Rasul Allah, sejak Nabi Adam ),pi sampai Nabi

Muhammad M. Dengan wahyu tersebut, umat manusia, khususnya

umat Islam, mendapat pencerahan dan hidayah sehingga dapat keluar
darizaman kegelapan menuju zamarLyxLgterang benderang; tidak lain
agar mereka mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Selain hal-hal tersebut, masih banyak lagi informasi tentang
Malaikat y^ng jarang diketahui kebanyakan orang. Dan, semua hal

itu diuraikan secara lugas dan sistematik oleh Dr. Muhammad bin

'Abdul \Tahhab al-'Aqil dalam kitabnya y{Lgberiudul Mu'taqad Firaqil
Muslimiin ual Yabuud ann Nasbaaraa ual Falaasifah wal lVatsaanilryiin

fil Malaa-ikatil Muqarrabiin (Pemahaman dan Keyakinan tentang

Pengantar Penerbit

Malaikat Menurut Islam, Yahudi, Nashrani, dan Paganisme), yang edisi
terjemahannya-albamdulillah-telah ada di tangan pembaca saat ini.

Penulis, yangjuga salah seorang dosen di Universitas Islam
Madinah, membagi buku ini terbagi menjadi dua bagian utama.

Jtz pertama tentang Malaikat menurut al-Qur-an dan as-Sunnah,

yanimeliputi penjelasan terhadap kewajiban seriap Muslim untuk
mengimani Malaikat, baik secara umum mauPun terperinci. Pada
bagian ini dijelaskan seputar nama-nama Malaikat dan sifat-sifatnya,
baik berupa fisik maupun karakteristiknya. Penulis juga mengkritisi
beberapa nama Malaikat yangberedar luas di masyarakat tetapi tidak
tercantum dalam nash al-Qur-an mauPun as-Sunnah, sePerti nama
'Izra-Tlsebagai Malaikat pencabut r\yaw a,padahal yangbenar-uallabu
a'lam-adalah Malakul Maut, ataupun nama Raqib dan'Atid sebagai
dua Malaikat pencatat amal manusia, padahal yang benar adalah
keduanya merupakan sifat bagi para Malaikat Pencatat amal, yakni

Malaikat pengawas yangselalu hadir (siap mencatat).

Di samping itu, penulis juga memperluas bahasannya dengan
mengulas tugas-tugas Malaikat, sebagaimana sebagian di antaranya

sudah disebutkan di atas. Menurutnya, tugas-tugas yarTgdibebankan

oleh Allah \iH kepada mereka terbagi dua: (1) tugas yang berkaitan
dengan alam semesta, antara lain memikul 'Arsy, meniaga Surga
dan Neraka, mengendalikan gunung, dan lain sebagainya; dan, Q)

tugas yangberkaitan dengan manusia, antara lain sebagai perantara
antara manusia dan Rabbnya, mencatat amal baik dan buruknya,
menganugerahkan nikmat kepadanya, menurunkan laknat atasnya,
menjaganya dari keburukan, menemani dan mendo'akannya untuk
kebaikan terutama bagi mereka yang berada dalam majelis ilmu, dan

lain sebagainya.

Sedangkan padajtzkedua, penulis dengan cakrawala keilmuannya
menguraikan pemahaman dan keyakinan beberapa sekte dalam Islam
dan penganut agama lainnya tentang Malaikat. Sekte-sekte Islam yang

dimaksud adalah para ahli kalam, yakni Jahmiyyah, Asy'ariyyah,
Maturidiyyah, Mu't a ztlah, Neo-Mu' t azTlah, Syi' ah, B athiniyyah, dan
lain semis alny a. Adapun penganut agama lain, y ang dimaksud adalah

Menyelisik Alam Malaikat

orang-orang yang berasal dari kalangan Yahudi, Nashrani, kaum
musyrikin Arab, dan ahli filsafat; termasuk di dalamnya Hindu dan
Budha. Pertama-tama, penulis memaparkan prinsip-prinsip'aqidah
mereka dalam beragama secara umum, kemudian baru menukik pada
penjabaran keyakinan mereka terhadap Malaikat dan seluk-beluknya.
Selanjutnya, ia mengkritisi beberapa bagian yangkeliru dan sesat dari

pemahaman mereka dengan pisau analisis berdasarkan pedoman al-

Qur-an dan as-Sunnah.

Dengan sistematika demikian, penulis ingin menyuguhkan
buku ini sebagai buku yang komprehensif tentang Malaikat. Tidak

hanyamengulitinya dalam perspektif Islam, melainkan juga mengulas

pandangan-pandangan lain dari kalangan non-Muslim sekaligus

mengungkapkan letak kekeliruannya masing-masing.

Akhirnya, kami berharap semoga buku ini bermanfaat dan

menjadi salah satu motivator dalam menggerakkan kehidupan kita
sesuai dengan apayangdicintai dan diridhai oleh Allah \H. Shalawat
dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammadffi
beserta keluarga, para Sahabat, dan orang-orangyang mengikutinya
dengan baik sampai hari Kiamat. Dan, penutup doa kita adalah
Albamdulillaabi rabbil'aalamiin.

Jakarta, Mei 2010 M

Jumadil Awwal t43tH

Pustaka Imam asy-Syafi'i

xil Pengantar Penerbit

MUQADDIMAH

,t;:i,;;,& 4r! \*S,i;)i:5r,ia:5,,iilS s\'^:L\'3t

g;t^ )tt,jl"'i e-r,'n j,* >t!.;iit ,4 ts ,\i)trli +v s

i3,& \")9',ti:AiS,^ rJll-,;{;c; ,alr .ilul .f ii '#is,^

i;s

Segala puji hanya bagi Allah, hanya kepada-Nyalah kita memuji
dan memohon pertolongan. Kepada-Nya pula kita memohon ampunan.
Kita memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan
jiwa dan keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah
anugerahkan hidayah kepadanya maka tidak akan adayang dapat

menyesatkannya. Demikian jrgr, barang siapa yang Allah sesatkan

maka tidak akan ada yang dapat memberikanhidayah kepadanya. Aku
bersaksi bahwa tidak ada ilah yangberhak diibadahi selain Allah Yang
Maha Esa, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa
Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

'o;# 8t1t'|3ir5 .*!i '6ii'\;ii rfir; 'rliW}l
{@

"Hai orang-ord.ng yd.ng beriman, bertahualah kepada Allah sebenar-bmar
ahwa kepada-Nya dan janganlab sekali-kali kamu mati rnelainkan dalam

keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: L02)

Menyelisik Alam Malaikat

e/t z+/ :./t/eD,/ .V/, !J'/4;/9/ u / >i .)/.<z cji#,Wiaaiqk-y

:ol4oe>z:r-
't#:GW6$6W'og
i(i'y'rr-iti54JrzO.l jiUt-2;.t lt -,

,-sjl zlrt

( \iJ;-w

*Hai sekalian manusia, bertakwalab kepada Rabbmu yang telab
menciptah,an kamu dari diri yang satu, dan darinya Allab menciptakan

isterinya dan dari keduanya Allab memperkembangbi.akkan laki-laki dan
perernpud.n ydng banyak. Dan bertakualah kepada Allah ydng dengan

(mempergunakan) nama-Nya kamu salingmeminta sd.tu sarnd.lain, dan
(pelibaralah) bubungan silaturrabim. Sesunguhny a Allah selalu menj aga

dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisaa': 1)
-fie ti;iii(('*{; 'tj;;,6i
"fi$r-y
wej )'6"r6'frt--t6i *3-ur #3i"FgrKG

{@

"Hai orang-orangydng beriman, bertakwalab kamu kepada Allab dan
katakanlab perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu
amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang
siapa rnentddti Allab dan Rasul-Nyo, maka sesunggubnya ia telab men-
dapat kemenangan yang besar." (QS. Al-Ahzaab:70-71)

Amma ba'du,

Sesungguhnya ilmu tentang pilar-pilar keimanan adalah ilmu yang
paling mulia, berdasarkan kelaziman bahwa kemuliaan sebuah ilmu
sangat bergantung kepada sesuatu yangmenjadi objek ilmu tersebut.
Pilar-pilar keimanan yalgdimaksud di sini adalah sebagaimanayang

diterangkan Allah Wj dalamfirman-Nya:

# fi;or,(iY.k Zj"rSSf, - c ALx; -v-, \i:)i',;r;

Muqaddimah

c;1J6: \# 6 F 6 tli -,5 -e$ -e{;ci

(@ i4ilLigJari'(i$i

"Rasul telab beriman kepada al-Qur-an yang diturunkan kEadanya
dari Rabbnya, demikian pula orang-ordng yang beriman. Semuanya
beriman kep ada Allah, Malaikat-Malaik at-Ny a, Kitab- Kitab-Ny a dan
Rasul-Rasul-Nya. (Mereka mengatakan):'Kami tidak membeda-bedakan

antara seordng)un (dengan y ang lain) dari Rasul- Rasul-Ny a,' dan mereka
mengatakan: 'Kami mendengar dan kami mentaati.'(Mereka berdo'a):

Ampunikh karni,ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali."'
(QS. Al-Baqarah:285)

Ayat ini mencakup pilar-pilar keimanan yangwajib diyakini.
Pilar tersebut terdiri dari iman kepada Allah, iman kepada para

Malaikat, iman kepada Kitab-Kitab dan iman kepada Rasul-Rasul-Nya.

Untuk masalah iman kepada hari Akhir, hal itu ditunjukkan dalam

firman-Nya:

{@ Ui1L1G.;a(i...}

"... Ampunilab kami, ya Rabb kami, dan kepada Engkaulab tempat
kembali." (QS. Al-Baqarah: 285)

Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin
tunduk kepada perintah-perintah Allah, taat kepada-Nya, serta
membenarkan dan beriman kepada apayangDia beritakan.

Tidak diragukan pula bahwasanya beriman kepada qadba dan
qad,artermasuk dalam cakupan iman kepada Allah \H . Hal itu dengan

tegas disebutkan dalam sabda Rasulullah ffi pada hadits Jibril y^ng

sudah sangat dikenal.

$ luis;lr rAs t#:: *s-*s $U uloi iu*,ir

K-;14rf tA\

Menyelisik Alam Malaikat 3

"Iman itu adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya,
Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan hari Akhir, serta kamu
beriman kepada takdir (ketetapan) Allah y^ng baik maupun yang

buruk."'

Lebih lanjut, ayat dtatas menunjukkan bagaimana cara memahami
pilar-pilar keimanan dalam Islam, yaitu berdasarkan apa y^rtg telah
diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.

{ @ . . . . 5;;,5G -S c tySi-t43iti i;r; fu

"Rasul telab beriman hepada al Qur-an yang diturunkan kepadanya
dari Rabbnya, demikian pula ordng-orang yang beriman.... " (QS. A1-

Baqarah:285)

'\ilflalaupun demikian, uraian di atas tidak berarti akal tidak

mempunyai peran dalam proses pemahaman, sebagaimana yang
diyakini oleh kelompok-kelompok sesat, seperti aliran tasawwuf atau
semacamnya. Namun, ia lebih dipahami bahwa akal tidak mampu
berdiri sendiri untuk bisa mengetahui pilar-pilar keimanan ini secara
terperinci; karena hal tersebut hanya didapatkan melalui nash-nash
syar'i yangditurunkan Allah kepada Rasul-Nya. Setelah itu, barulah
peranan akal dibutuhkan untuk mentadabburi nash-nash tersebut, sefta
memahami dan menyimpulkan hukum-hukum syar' i yangdilahirkan
dari dalil-dalil yang lebih terperinci.

Di sinilah kiranya letak perbedaan yalgpaling mendasar arttara
para S alafu sh Shalih iii t'ri=rdengan golon gan dan kelompok-kelomp ok

Islam lainnya, baik mereka yang dekat kepada manhaj Salaf maupun

yangjauh. Awal perselisihan mereka dengan ulama Salaf adalah
perbedaan dalam masalah manbaj. Oleh karena itu, merupakan

kewajiban seorang penuntut ilmu-terlebih pada hari ini-untuk

terlebih dahulu mempelajari manhaj Salaf dan prinsip-prinsip y^ng

mereka jadikan sebagai acuan dalam membangun pemahamanmadzhab,

baik dalam masalah yangbersifat prinsip atau'aqidah maupun dalam
masalahfuru'(cabang-cabangnya). Bagi para ulama Salaf, semua hal itu

I Shrtiib Muslim Q./136, no.l) dari'Umar bin al-Khaththab .ga.

4 Muqaddimah

adalah sama, yaitu harus berdasarkan dalil dari al-Qur-an dan al-Hadits
serta pemahaman Salafush Shalih.

Jika seseorangyangsedang belajar telah memahami manhaj Salaf

dan menerapkannya dalam setiap materi pelajaran, maka ketika ia

mendapatkan permasalahan yang tidak dipahaminya-sementara iatelah
membangun dirinya di atas manhaj yangjelas, yang tidak ada kerancuan

di dalamnya-niscaya ia akan dapat menyelesaikan permasalahan
tersebut, yaitu dengan cara mengqiyaskannya dengan permasalahan
lain yang mirip dan memiliki sandaran dalil yang kuat. Karena pada

hakikatnya semua itu adalah satu, maka tidak ada satu pun permasalahan
yarirgia ditemuinya melainkan ia akan mendapatkan penyelesaiannya di
dalam Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya iW; atau pada perkataan para
ulama Salafush Shalih; atau dengan mengqiyaskannya dengan salah satu
dari ketiga hal di atas.

Di antara pilar-pilar keimanan yangwajib diyakini oleh setiap
Muslim-sebagai syarat kebenaran iman seorang hamba-adalah

beriman kepada para Malaikat. Baik al-Qur-an, as-Sunnah, maupun
ijma' (kesepakatan) kaum Muslimin telah menunjukkan wajibnya
beriman kepada para Malaikat. Mengingkari keberadaa n paraMalaikat

sama artinya dengan mengingkari Allah \H. Nash-nash di atas juga
menerangkan hal tersebut. Penjelasan mengenai hal ini, Insya Allah,

akan diberikan pada pembahasan-pembahasan selanjutnya.

Akan tetapi, satu hal yangsangar mengherankan ialah, meskipun
beriman kepada paraMalaikat sangatlah penting, masih didapatinya

sebagian kaum Muslimin yang tidak menaruh perhatian terhadap

hal-hal seputar beriman kepada Malaikat-Malaikat tersebut. Mereka
merasa cukup dengan hal-hal yang bersifat umum sebagaimana yang
biasa mereka katakan. Memang benar, beriman secara umum saja
kepada para Malaikat, yaitu pengakuan atas keberadaannyadan mem-
benarkan ap^ yang datang dari Allah dan Rasul-Ny, tenrang mereka
(disenai dengan keimanan terhadap rukun iman yanglainnya), insya
Allah akan memberikan manfaat kepada seseorang. Namun, sebenarnya
keimanan seperti itu lemah dan manfaatyangdiperoleh darinyarelatif
sedikit jika dibandingkan dengan keimanan kepada Malaikat secara

Menyelisik Alam Malaikat

terperinci. Sungguh, memikirkan makhluk-makhluk ciptaan Allah
drprt menambah iman seseorang kepada-Nya- \H . Inilah kiranya yang
untuk menulis i.t trt g Malaikat Mi secaraterperinci
-a.rgradrok.ortr^rgirsparyat
mengenal alam ghaib yang agung-ini, yang-telah

dlsebutkan ber.rlang-.rlrrrg dalam al-Qur-an dan as-Sunnah. Alhasil,

kita akan dapat me*-rrjudkan makna beriman kepada Malaikat dan bisa
merasakan i^nf^ t dari keimanan tersebut, baik di dunia maupun di

akhirat.

Pada salah satu kesemPatan, saya pernah bertanyakepada beberapa

orang mahasiswa di tengah perkuliahan: "seandarnya ada seseorang
b..tirry. kepadamu t.nt"rrg siapa saja yang hadir dalam sebuah
majelis ilmu, maka siapa sajakah i^ngakan kamu sebutkan?" Mereka
yaighadir ketika itu adalah guru dan beberapa
-*jr*rb bahwa pula para
menegaskan kepada mereka: "Demikian
orrni murid. Saya
Malalkat -dl4p pun ikut hadir." Mereka pun tersenyum mendengar

perny altaan saya tersebut.

Setelah saya menielaskan dalil-dalil yangmenerangkan kehadiran
para Malaikat di majeiis-majelis ilmu; bahwasanya ada Malaikat yang

senantrasa menlaganya, mencatat amalnya, dan meyakinkan bahwapara

Malaikat itu sedangt.rrr*. kita sekarang, bahkan mereka menyimak

pelajarand", -errJengarkan ucapa_n kita; ketika itulah para mahasiswa
iadi'tertrrnduk dan khusyu' membenarkan ucaPan saya sebelumfl-a

dan merasakan sesuatu y"ttg luar biasa terhadap majelis ilmu ini, tidak

lain karen aparaMalaikat turut hadir di dalamnya.Lantas, mahasiswa

tersebut b.ikrtr, "seolah-olah kami tidak pernah mendengar dalil ini
sebelumnya." Padahal, mereka telah mendengarnya, namun tanPa
penghayaran. Oleh karena itu, pengaruh dari nash-nash ini tidak tampak

prdl t*t.ka. Sesungguhnya adab ini merupakal l]'l terpe-nting f.^ng
iilrhirk* oleh keim-aian yang benar terhadap Malaikat , ualkahu a'lam.

Berdasarkan alasan di atas, pembahasan dalam buku ini saya iabVt-
kan secara terperinci, mengingat-sePengetahuan saya-tidak ada buku

rS.yatgmembahas panjang lebar tentang iman kepada Malaikat

Menurut saya, para pelajar perlu mengetahui 'aqidah sebagian

aliran dalam Islam dan agama- agamn- y angtelah diselewengkan, sePerti

6 Muqaddimah

Yahudi dan Nasrani; juga sebagian keyakinan paganisme, seperti Budha

dan Hindu. Saya juga berpendapat bahwa akan sangat bermanfaat
apabila mereka mengenal 'aqidah agama-agama dan keyakinan-
keyakinan tersebut tentang para Malaikat secara terperinci. Sebab,
selama ini mereka telah cukup banyak mempelajari 'aqidah agama-
agama tersebut tentang Allah, NabiNabi, dan Kitab-Kitab. Oleh

karena itu, pada juz kedua dalam buku ini saya menyajikan pembahasan

khusus tentang keyakinan aliran-aliran dalam Islam dan agama-agama

lainnya tentang Malaikat.

Dengan nikmat dan karunia-Nya, Allah ttSj benar-benar telah

memudahkan dan membimbing saya sehingga dapat mengumpulkan

pernyataan-pernyataan seputar permasalahan ini dari sekian banyak
sumber y ang berbeda. Tidak ada yang mengetahui sulitnya pekerj aan

ini, kecuali mereka yang telah mencobanya sendiri! Hal ini dikarenakan
minimnya referensi dan penyebutan Malaikat pada aliran-aliran dan
agama- agama itu. Akan tet api, den gan pert o lon gan-Nya-h any a b agi
Allah segala puj ian-akhirnyapernyataan -perny ataan y algmenjelaskan
keyakinan mereka tentang Malaikat dapat dikumpulkan. Demikianlah
hasilnya setelah saya berupaya keras dan bersungguh-sungguh dalam

mengumpulkan materi untuk menyusun buku ini. Saya berharap

semoga upayaini dapat diterima oleh merekayangmenelaahnya. Saya
pun memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas hal itu; serta saya

memohon kepada-Nya agar menjadikan amal ini Ikhlas karena-Nya
dan bermanfaat bagi siapa sapyangmembacanya. Sesungguhnya Allah
Penolong hal itu dan Yang mampu melakukanflya.

Dalam buku ini saya berupaya untuk mengumpulkan hadits-hadits
shahih yangberbicara tentang Malaikat dari sumbernya, sedangkan
pada catatan kakinya saya sebutkan perawi yangmeriwayatkan hadits

tersebut. Jika hadits-hadits itu terdapat dalam kitab asb-Shahiihain

(Sbabiibul Bukbari dan Sbahiib Muslim), atau dalam salah satu dari
keduanya, maka saya menyandarkan riwayattersebut kepada keduanya.
Namun, jika hadits tersebut rcrdapat pada selain keduanya, maka saya
berusaha untuk menyebutkan perawi yang meriwayatkannya serta
pendapat para ulama mengenaiderajathadits tersebut, apakah ia shahih

Menyelisik Alam Malaikat 7

amukah dha'if. Kemudian, sayalanjutkan dengan apa yangdiriwayatkan

dari para Salafush shalih itr'r;g, dalam mengulas dan menielaskan
hadits ini serta ajaran'aqidah yangdapat diambil darinyadalam kaitan-
nya dengan Malaikat. Hal ini karena perkataan ulama Salaf '^itt'rj;-.,

mengandung manfaat yang sangat besar sefta yang menghubungkan
para pembaca dengan buku-buku ulama Salaf, mengetahui pendapat-
pendapat mereka, ketajaman pemahaman mereka, dan kebenaran
'aqidah mereka, serta pengagungan mereka terhadap firman Allah dan

sabda Rasulullah ffi .

Pada akhir buku ini saya menulis beberapa indeks yartgmembantu
menjelaskan isi buku ini. Sebagai penutup, saya bersyukur kepada Allah
atas pertolongan dan kemudahan yangDia berikan. Semoga Allah

lH menjadikan amal ini ikhlas karena-Nyadanmemberikan manfaat

kepada penulis melalui karyaini setelah meninggal dunia, juga kepada
saudara-sa udar any a sesama kaum Muslimin.

Saya juga berharap kepada semua saudara-saudaraku yangmem-

baca buku ini agar tidak segan-segan untuk menyampaikan koreksi

terhadapn y a atau menyampaikan p er ny ataan-Pe rnyataan suatu aliran,
madzhab, dan agama-agama lain tentang Malaikat yartg belum saya

sebutkan dalam cetakan ini; agar saya dapat memperbaiki atau me-

nambahka nnya pada cetak an y ang akan data ng, insya Allab.
Mahasuci Rabbmu. Yang mempunyai keperkasaan dari apa saia

yangmereka sifatkan, dan semoga kesejahteraan dilimpahkan atas Para
Rasul. Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

Ditulis oleh yang mengharap ampunan Rabbnya Yang Mahamulia

Muhammad Bin'Abdul \flahhab al-'Aqil
Madinah Nabawiyyah 1418 H

Muqaddimah

Bab I

\flaiibnya Beriman Kepada Malaikat

A. Definisi Malaikat dalam Tinjauan Bahasa dan Isytiqdaq

(Asal Kata) Penamaannya

a4Jat (A,l-Malaa-ikah), adalah bentuk jamak (plural) dari 3x

(mal-ak) atau bk (malak). Dalam bahasa Arab, penggunaankata itk

(malak, tanpa huruf hamzab) lebih banyak dan lebih dikenal daripada

kata 3x (mal-ak,, dengan menggunakan huruf bamzah). Oleh sebab

itu, orang-orang Arab mengatakan ilk (malak) yang diambil dari

kata'a-:-5; (malaa- ikai). Mereka menghilangkan atau menggugurkan

huruf bamzab lalu memberikan harakat fat-hab pada huruf lam yang
sebelumnya berbaris sukun jika kata tersebut menggunakan huruf

hamzah. Harakat fat-hah diberikan karena mereka memindahkan
harakat p ada h am zab y ang digu gurkan kep ada huruf sebelumn y a y ang

berharakat sukun. Meskipun demikian, tatkala menyebutkan bentuk

jamak (plural) kata ini, mereka mengembalikan bentuknya seperti

aslinya, yaitu dengan menggunakan huruf hamzah, sehingga mereka
i4\;men gat ak an
(m a la a- ikah) .

Men ggu gu rkan b am zah p ada kalimat y ang aslinya men ggunakan
h:un;f hamzahbanyak dilakukan oleh orang Arab dalam bahasa mereka.
Namun, penggunaan kata-kata tersebut dalam pembicaraan (bahasa
lisan), terkadan g mereka menggu gu rkan b am zab dan p ada kesempatan
y ang lainnya mereka menyebutkannya.

Contoh dalam hal ini ialah ucapan mereka: rixi ei-'r; (Aku melihat
Fulan) y angkemudian menj adi kebiasaan untuk menggunakan h amzah
pada kata;:--! (aku melihat). Demikian juga perkataan mereka:

Menyel isik Alam Malaikat 11

",s7" i",s;" i",s;", dengan menggugurkan hamzab padakata-kata tersebut
sehingga menjadi kebiasaan. Akibatnya bamzah pun dianggap ganjil
apabila digunakan bersama kata-kata tersebut meskipun kata aslinya
memang menggunakan huruf itu.

Demikian pula kiranyayangterjadi padakata at; (malak) yang

bentuk jamaknya adalah 'r*-,1; Qnalaa-ikaD). Sudah menjadi kebiasaan

mereka untuk menghilangkan huruf hamzah pada bentuk mufrad
(singular)nya dan menggunakan bamzab tersebut pada benttk jamak
(plural)nya. Namun, terkadang bentuk tunggalnya menggunakan huruf

hamzah, sepefti ungkapan seorang penya'ir:

,3.#irra\r b')';t * 4>l;)A3 V2 >.6:":tJ

Engkau bukanlah manusia biasa,

tetapi engkau adalah Malaikat yangturun dari langit '

Maknanya adalah engkau bukanlah manusia biasa, melainkan
engkau termasuk salah satu Malaikat penghuni langit.2

Kata 3x (mal-ak) merupakan bentuk fu (mafa[) dari kata iJ'Y

(la-aka) yangberarti mengirim atau mengutus. Kata K1\t (al-aluukah),
,tti,tr (al-rna-luk),i(itt (al-ma-kkah) dan Kj'r:lr (al-malukaD), kesemuanya
mengandung makna utusan.

Labid berkata:

Su v \A i6 4i\ {e'^li *3i ?;q

I Bait sya'ir tersebut dinisbatkan kepada'Alqamah bin 'Abdah. Ada pula yang berpendapat bahwa

bait tersebut berasal dari 'Abdul Qais, seorang penya'irJahililyah (dan dalam sya'ir ini) ia memuji
an-Nu'man. Ada lagi yang berpendapat bahwa sya'ir tersebut berasal dari Abu \lalzah as-Sa'di

yang ditujukannya untuk memuji 'Abdullah bir az-Z'.tbair. Sebelumnya terdapat bait lain yang

berbunyi: 3.lK # 1t3j*- ,y,j;u-; . .ii .*)i Jlupjie.:l';

Maha mulia engkau daripada bergabung bersama manusia sebagai saudara
orang yang menggabungkanmu kepada manusia maka ia berdusta.

Dalam sya'ir tersebut terdapat dalil bahwa orang-orang Jahililyah telah mengetahui Malaikat dan
mereka adalah penghuni langit. Syarh Syauaabidasy-Syaafryyah
2 Atb-Thabai g./444-447), abqiqMahm'ld Syakir. (287).

12 Wajibnya Beriman kepada Malaikat

Seorang laki-Iaki diutus oleh ibunya
untuk meminta sesuatu, maka kami berikan aPayang
diminta.'

Ada yang menerangkan bahwakata: ;t3i (al-kaani)berarti: "Ia

mengutusku."o

Dari sini dapat diketahui bahwa kata Malaikat berasal dari kata

Kj\t (al-aluukah), yar.g artinya utusan, karena para Malaikat ffi

adalah utusan Atlah yangmembawa apayangDia kehendaki kepada

makhluk-Nyr.Allah bj sendiri telah menamai mereka dengan rasul

(utusan) dalam banyak ayat, di arLrarany^ firman-Nya berikut ini:

fir:'S 3W 6:; ie.36-, v. q"t'Ej ,t4Jt-t,rl,.; U'-ei,la t1j;N

w{@ tt/

"Dd.n tatkala datangutusd.n-utusan Kami (para Malaikat) itu hEod" Luth,
dia merasa susab dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka,
dan dia berkata: 'Ini adalah bari yang d.lndt sulit."'(QS. Hud: 77)

{@3};5?"1K{LGJG +}

"Ibrahim bertanya: 'Apakab'i uril,.sAnrnu, bai paraa utusd.nl"'(QS. .Ndz-
Dzaariyaat:31)

Pendapat inilah yatgdipegang oleh mayoritas ahli bahasa dan

para ulama tafsir.

Ada yang berpendapat bahwa asal kata tersebut adalah ctitt (al-
malku), artinya mengambil dengan kuat. Ada pula yangberpendapat

bahwa kata ini berasal dari kata 4v (maaliA). Yang lainnya berpendapat

bahwa para,Malaikat dinamai demikian karena mereka bertugas untuk

mengatur semua yangdiperintahkan Allah \g di langit, sebagaimana

Bait sya'ir tersebur milik Labid, sebagaimana terdapat dalam kumpulan sya'ir-sya'irnyt (no.37).
Maknanya adalah anak laki-laki itu diutus oleh ibunya untuk meminta sesuatu kepadaku, maka aku
pun memberikan apa yang dimintanya.
Tafsiirul Qurthubi 0./262), dinukil dengan saduran.

Menyelisik Alam Malaikat 13

orang yangbertugas untuk mengarur urusan manusia di bumi disebut
c4vQnaalik), yang artinya ra1a.

Pendapat yangmenyatakan bahwa kata Malaikat tersebut berasal

dari kata Kj\t (al-aluukab), yang berarti urusan, lebih mendekati

kebenaran dari segi bahasa dan makna. Adapun kedua makna yang

terakhir, pendapat itu lebih merupakan penjelasan sifat para Malaikat

/.6tldz:.#.N. : 5

Huruf a (ta marbutbah) yurgterdapat pada kata a4); (malaa-ikah)

menegaskan bentuk j amak mu-annats, seperri halny a kata'a;$,At (asb -

sbalaadimab) ; sedangkan i;y3r (asb-Sbalaadim) sendiriberarti kuda yang

kuat. Adapun bentuk tunggal (mufrad)nya adalah ;'* (shaldam).

Ada pula yang berpendapat bahwa huruf ,a tersebut untuk

menunjukkan makna mubaalagbab (superlatif), sepeni halnya pada
i;j;kata
('allaamah) dan i:t15 (nassaabah).6

B. Hakikat Malaikat dalam al-Qur-an dan as-Sunnah

Nash-nash al-Qur-an, as-Sunnah, dan ijma' kaum Muslimin
menunjukkan bahwa Malaikat merupakan salah satu ciptaan Allah \H .

Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana

Dia menciptakan jin dan manusia untuk tujuan yang sama. Mereka
hidup, berakal, dan dapat berbicara. Meskipun sama-sama ciptaan

Allah W, alam Malaikat berbeda dengan alam jin dan manusia.

Alam Malaikat adalah alam yang mulia lagi suci, yangdipilih Allah
di dunia karena kedekatan mereka kepada-Nya dan karena mereka
senantiasa melaksanakan perintah-perintah Allah, baik yang bersifat
kaunimaupun syar'i.

Allah menj adika n paraMalaikat sebagai utusan kepada makhluk
untuk menyampaikan wahyu-Nya. Allah memuliakan makhluk-Nya

ini dengan tugas tersebut dan Dia menerangkan sifat-sifat mereka

dengan hal itu.

5 Lrhat al-Qaamuus (1229), Bashaa-ir Dzauit Tamyiiz @ / 524), al-Lisaan $./392), dan al-Mishbaahul
6 Muniir (hlm.18).

Tafsiir al-Qurtbubi (/263) dan Fat-hul Baari (Vy306).

14 Wajibnya Beriman kepada Malaikat

Allah \H berfirman:
{G} 6;;3",ceS'):q, "rsi;ai'Lii'tlw y
<,]:;.,Aijj. t\fr;;ff*l ;J-,-/? /./ ../ a,1 ,/
Cfg L" l-
.#'oj r' i

** *4K te;,
U fi ;;3 A* t- <,;;;-55"&- vi

4$ -*i, ;'ifiy--4 "re "6 ri"
(@'++l:i";i

"Ddn mereka berkata: 'Rabb Yang Maba Pemurah telab mengambil
(mempunyai) anah.' Mabasuci Allab. Sebenarnya (Malaikat-Malaikat
itu) adalah bamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak mendabului-
Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintab'Nyo.
Allab mengetahui segala sesuatu yang di badapan mereka (Malaikat) dan
yangdi belakangmereka; dan mereka tiada memberi tyofoot melainkan
kepada orangydngdiridhai Allab; dan mereka selalu berbati'bati karena
takut kepada-Nya. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan:
'sesunggubnya Aku adalah Rabb selain dari Allah,' maka ordng itu Kami
beri balasan dengan Jahannam, demihian Kami memberikan pembalasan
kepada ord.ng- orang zb alim." (QS. Al-Anbiy aa' : 26-29)

Pada ayatini, Allah menerangkan hakikat paraMalaikat sebagai
makhluk ciptaan Allah yarLgsangat mulia. Allah menciptakan mereka
untuk beribadah kepada-Nya. Allah meninggikan derajat mereka dan
memuliakannya. Akan tetapi, meskipun memiliki kemuliaan seperti

ini, mereka tidak keluar dari sifat 'ubudiyyab (sebagai hamba); di

samping mereka memang tidak mampu melakukan kezhaliman itu.
Andaikan salah seorang dari mereka melakukan hal tersebut, niscaya
Allah akan akan menghukumnya dengan api Neraka.

Pada pembahasan-pembahasan selanj utny a- insy a A ll ab-akan

dijelaskan hakikat Malaikat dan keterangan mengenai kelebihan yarLg
Allah anugerahkan kepada mereka dari jin dan manusia.

Menyel isik Alam Malaikat 15

t

C. Kedudukan Beriman kepada Malaikat dalam Kacamata

Agama dan Hukum Mengingkari Mereka

Iman kepada para Malaikat adalah rukun kedua dari enam rukun
iman sehingga iman seorang hamba tidak dianggap sah tanpa meyakini-
rlya.

Al-Qur-an sendiri s arat den g ay at-ay at y aflg berbicara tent an g
para Malaikat, kelompok-kelompo^kn dan tingkatan-tingkatan mereka.
Demikian pula perintah untuk beriman kepada mereka, peringatan
untuk tidak mengingkari mereka, keterangan mengenai kondisi mereka
bersama dengan Allah dan manusia, dan penjelasan mengenai tingkatan-
tingkatan dan perbuatan-perbuatan mereka. Bahkan, terdapat surat di
dalam al-Qur-an yangdinamai dengan nama Malaikat.T

Terkadang Allah menggandengkan nama-Nya dengan n mapara

Malaikat. Allah menjadikan keimanan seseorang kepada-Nya dan
mewajibkan orang tersebut untuk beriman kepada mereka. Allah juga

menerangkan bahwa kebaikan itu tidak mungkin diraih selain dengan
beriman kepada Malaikat.

Allah \H berfirman:

:;$i"#i',;;g e,{i i{4'#;rt}r;;4';i s }
4\3ii{@ ... 3{!i5rv$i$
Z9( rAG ;'\,u11;

"Bukanlab menghadapkan wajabmu ke arab timur dan barat itu suatu
kebajikan, tetapi sesunggubnya kebajikan itu ialab beriman kepada
Allah, hari Akbir, Malaikat-Malaikat, Kitab-Kitab, Nabi-Nar, ... " (QS.

Al-Baqarahz 177)

Pada kesempatan lain, Allah W menjelaskan bahwa Rasul dan

orang-orang yang beriman bersamanya meyakini dan membenarkan
apa yang diturunkan dari Rabb mereka, termasuk beriman kepada

Malaikat.

7 Yaitu, surat Faathir yang dinamai juga surat al-Malaa-ikah. Lihat Tafsiir lbnil Jauzi (/U472) dan

ad-Dunul Mantsuur S7/ 3).

16 Wajibnya Beriman kepada Malaikat

Allah \iM berfirman:

iou,iiY.k Z#5V n/. U $3rAt43i;i'1;r; $

\#( 6"1J6: 'Frs

6 # 6',C${ . 16 -e}3 -;igCi
{@ Ui1L1cJ4(i'{;ts

"Rasul telah beriman kepada al-Qur-anydngditurunkan kepadanya dari
Rabbnya, demikian p ula orang- ord.ng y ang beriman. Semuany a beriman
hepada Allah, Malaik at-Malaikat-Nyo, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-
Nya. (Mereka mmgatakan): 'Kami tilak membeda-bedakan antdra seorang
p un (dengan y ang lain) dari Rasul- Rasul-Ny a,' dan mereka mengatakan :
'Kami mendengar dan kami mentaati.' (Mereka berdo'a): 'Ampunilab
kami, ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah ternpdt kembali." (QS. A1-

Baqarah:285)

Pada ayat yang lain, Allah menggandengkan persaksian Para
Malaikat dengan persaksian-Ny" untuk menjelaskan keagungan Per-

saksian mereka.

Allah \sE berfirman:
*ru xt'-g{ ii't^tsgt.l'
@ . . - . )'$'t.,Jt6'
i,$ y :^s Y

"Allab menyatahan bahanasdnya tidak, ada ilah (yong berbah diibadabi)

melainkan Dia, (demikian pula) para Malaikat dan oranS'orang yang

berilmu...." (QS. Ali 'Imran: 18)

Demikianlah, dalam banyak ayat Allah menyebut para Malaikat
dan memuji mereka dengan amal ibadah dan keikhlasan, serta keteguhan
mereka di atas kebenaran. Allah memerintahkan kita untuk mengimani
semua itu. Kita pun harus mengimani dan membenarkan hal tersebut,
mencintai dan memujinya dengan segala kebaikan.

Sama halnya dengan al-Qur-an, hadits-hadits Nabi ffiitga sarat

dengan berita-berita dan penjelasan-penjelasan tentang kondisi mereka.

Hadits menjelaskan apayatgdisebutkan secara global dalam al-Qur-
an. Hadits memerintahkan untuk beriman kepada para Malaikat

Menyel isik Alam Malaikat 17

sebagaimana halnya yangdiperintahkan al-Qur-an. Di antara hadits-

hadits tersebut adalah hadits Jibril yangsudah sangar terkenal:

Uis;lr eAst$:: ,;1 ',*s-Ja1 #\bi if ;rili ;

k;r\rf tA\

"Iman itu adalah kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya,

Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari Akhir, dan beriman kepada
takdir (ketetapan) Allah yangbaik maupun yang buruk."s

Dalam riw ay at y ang lain disebutkan :

*r! UiS #t-t *a:) y,6; 19:-Ja1 &U Uiof 3t.{yi p

({r4,r )A\iYi3

"fman itu adalah kamu beriman kepadaAllah, Malaikat-Malaikat-Nya,
Kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan beriman
kepada hari Kebangkitan, serta beriman kepada takdir Allah yang baik
maupun yangburuk."e

IbnuAbil'Izzal-Han fi pWberkata: "Allah W telah menetapkan

iman dengan syarat mengimani sejumlah hal ini. Maka dari itu, orang-
orang yang beriman kepada sejumlah hal tersebut disebut Mukmin
(orang yangberiman)."'o

Hadits-hadits yang semakna dengan hadits di atas sangat banyak.
Saya akan menyebutkannya pada pembahasan-pembahasan berikutnya,
insya Allab.

8 Muslim (V8) dari'Umar bin al-Khaththab .g; .

9 Al-Bukhari Q/la - al-Fat-b) dari Abu Hurairah gr &n Muslim (I/10).Ibnu Hajar ,+jf6 memberikan

penjelasan yang_sangat baik tentang alasan didahulukannya penyebutan iman kepada para Malaikat

daripada iman kepada Kitab-Kitab Allah. Ia berkata: "Allih mendahulukan (penyibutan) iman
kepada para Malaikat daripada Kitab-Kitab-Nya, melihat urutan yang sebenarny:", karena Ailah E

mengutus Malaikat dengan membawa Kitab-Kitab tersebut kepada Rasul-Rasul Nya. Namun, hal
ini tidak dapat dijadikan dalil oleh mereka yang lebih mengutamakan Malaikat ataspara Rasul."l/-

Fat-h (/Lt7).

Syarh al-'Aqiidab atb-Thabaauiyah (hlm. 3 la).

18 Wajibnya Beriman kepada Malaikat

Kaum Muslimin juga telah beriima' atas wajibnya beriman
kepada para Malaikat. Mereka menyatakan bahwa beriman kepada

paiaMalaikat merupakan salah satu hal yangwajib diyakini oleh kaum
Muslimin. Allah sendiri telah menetapkan hukum kafir bagi orang yang
mengingkari keberadaan mereka, bahkan Allah meniadikan keingkaran
terhadap mereka sama halnya dengan ingkar (kafir) kepada-Nya.

Allah [H berfirman:

.a< fii 4Ai3 -#io -;K,4{*; $\K;; ... *

&e

{@ t::+;.9,1a'i1

"... Barang siapa y ang kafi.r kepada A llab, Malaikat-Malaikat-Ny o, Kitab'
Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan bari Akbir maka sesunggubTtya. ordng
itu telah sesat sejauh-jaubnya." (QS. An-Nisaa': 136)

Dengan demikian, barang siapa kafir terhadap para Malaikat dan

mengingkari keberadaan mereka, atau mentakwilnya dengan asumsi-
asumsi yangdidasarkan pada akal dan jiwa, dan berpendapat bahwa
sebenarnya wujud mereka tidak ada, maka dia telah mendustakan
Allah dan Rasul-Nyr.Barang siapa yangmelakukan hal tersebut-ual

'i.yaadzu billaab-berarti dia telah kafir.

Menyelisik Alam Malaikat 19

Bab II

Makna Beriman Kepada Malaikat

A. Beriman kepada Malaikat Secara Global

Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasu1-Nya,

hari Akhir dan taqdir (ketetapan)-Ny" yang baik dan yang buruk

adalah wajib secara ijmal (global). Tidak sah iman seseorang melainkan
dengan mengimani hal tersebut. Setiap kali ilmu seseorang mengenai
rincian hal-hal tersebut bertambah maka ia pun wajib beriman sesuai
dengan kadar ilmu yang dimilikinya tersebut. Dengan pertambahan
ilmu tersebut, imannya akan semakin bertambah, sebagaimana firman

Allah w} z

"H*'"f*y=e$X1t) o129.4at ,#,,( ';;ajusy;fi

{ @ 6H.i "'; i'e;"ff;6 wG <rii

"Dan apabila diturunkan suatu sttrdt, maka di antara mereka (orang-
ordng munafik) ada yang berkata: 'siapakab di antara kamu ydng
bertambab irnannya dengan (turannya) surat ini?'Adapun oranS-orang
ydngberiman, maka surat ini menambah imannya, dan mereha rnerdsa
gembira." (QS. At-Taubah: L24)

#|W t :U'^+Jy G.Ct"'ry $\rg',GiW t;'y

{ @ . . - .VLV6ii 1 ;ji,5irt}'J'u$i'ig-

Menyelisik Alam Malaikat 21

"DAn tidaklah Kami menjadikan penjaga Neraka itu melainhan dari

Malaikat; dan tidaklab Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan
untuk dij adikan c obaan bagi orang- orang k afi.r, supd) a orang-orang y ang
diberi al-Kitab menj adi y akin dan supdy d ordng y d.ng beriman bertambab
imannya... " (QS. Al-Muddatstsir: 3 1)

Di sini terdapat satu masalah penting yang justru banyak dilalaikan
orang, yaitu bahwasanya iman yalgdiwajibkan bagi setiap orang ini
tidak mungkin dapat diperoleh melainkan dengan ilmu. Dengan
demikian, mempelajari hal-hal tersebut secara global hukumnya fardhu
'ain bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Ibnu'Abdil Barr 't!tM berkata: "Paraulama telah sepakat bahwa
ilmu itu adayangsifatnya fardhu'ain, yaitu yangwajib diketahui oleh
setiap orang dan ada juga yang sifatnya fardhu kifayah, yakni ilmu
wajib yang gugur kewajibannya jika ada orang yangmengetahuinya.
Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai rincian hal itu.

Ilmu yang wajib diketahui oleh seriap Muslim, yang tidak

dibenarkan bagi seorang pun untuk tidak mengetahuinya, adalah ilmu
tentang pokok-pokok agama, seperti mengucapkan syahadat dengan
lisan dan meyakininyadalamhati bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak
ada sekutu bagi-Nya, tidak adayangmenyerupai-Nya, dan tidak ada pula
yangseperti diri-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
serta tiada seorang pun yang setara dengan-Nya. Dialah Pencipta
segala sesuatu dan kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali. Dialah
Yang Menghidupkan dan Mematikan, namun Dia tidak akan mati.

Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah Allah W tetap dengan

sifat-sifat dan nama-nama y angdimiliki-Ny a, a:w al ft ej adian)-Nya tidak
memiliki permulaan, dan akhir-Nya tidak memiliki penghabisan. Dia
pun ber-lstiua Persemayam) di atas'Arsy."r

Kemudian, beliau (Ibnul Barr) menyebutkan keyakinan-keyakinan
dan kewajiban-kewajiban agam a lainnya.

t Jaami' Bayaanil'Ilm (/lO).

22 Makna Beriman kepada Malaikat

Masalah yang sangat penting ini telah dilalaikan oleh banyak

orang. Orang-orang cenderung kepada ketidaktahuan dan menyangka
bahwa mempelajari hal tersebut bukanlah kewajiban mereka. Padahal,
dengan kondisi demikian, sebenarnya mereka telah menyelisihi a1-Qur-

an dan as-Sunnah Nabi-Nya ffi serta ijma' kaum Muslimin.

Beriman secara mujmal (global) kepada Malaikat mencakup

beberapa hal:

1. Mengakui keberadaan para Malaikat dan mengakui bahwa mereka

merupakan salah satu makhluk Allah y^ng diciptakan untuk
beribadah kepada-Nya, juga meyakini adanya wujud mereka.
Ketidakmampuan kita untuk melihat wujud tersebut tidaklah
berarti bahwa mereka tidak ada. Selain itu, sesungguhnya Nabi

ffi pernah melihat sebagian mereka dalam bentuk aslinya. Para

Nabi, orang-orang shalih, dan para Sahabat pernah melihat

Malaikat menampakkan dirinya dalam bentuk manusia. Mereka

adalah utusan Allah kepada makhluk-Nya dengan membawa
apa saja yang dikehendaki-Nya, baik berupa wahyu atauPun
yarglainnya. Perincian tentang hal tersebtt, insyd. Allab, akan

dijelaskan nanti.

2. Menempatkan para Malaikat pada kedudukan yangtelah Allah

tetapkan untuk mereka, juga menetapkan bahwa mereka adalah
hamba Allah yarlgdiberi perintah dan kewajiban. Mereka hanya
mampu melakukan sesuatu sebatas kemampuan yang Allah
berikan. Meyakini bahwa Allah memuliakan dan meninggikan
deralat mereka di sisi-Nya, bahkan Allah memuliakan sebagian
mereka atas sebagi an yanglain. Meskipun demiki an, paraMalaikat
itu tidak mampu melakukan sesuatu bagi diri mereka mauPun
terhadap yang lainnya selain dengan izin Allah. Oleh karena itu, kita
tidak boleh menyandarkan suatu bentuk ibadah kepada mereka,
apalagi sampai menyifati mereka dengan sifat-sifat uluhiyyah
(ketuhanan) sebagaimana yangdilakukan orang-orang Nasrani.

3. Beriman kepada apa-apayang terkait dengan para Malaikat sebagai-

mana yang telah disebutkan dalam al-Qur-an dan as-Sunnah.

Menyelisik Alam Malaikat 23

4. Beriman kepada nama-nama Malaikat yang telah disebut-

kan Al1ah. Kita mengakui nama-nama tersebut dan meyakini
bahwasanya Allah \99 memiliki Malaikat-Malaikat , di antaranya
adalah Jibril, Mika-il, dan Israfil. Dengan demikian, kita wajib
mengimani keberadaan Malaikat-Malaikat yang namanya telah
Allah sebutkan. Adapun untuk Malaikat yang namany^ tidak
Allah sebutkan, maka kita wajib mengimaninya secara global.'

Inilah bentuk keimanan secara global terhadap para Malaikat

r&. Keimanan seperti ini bersifat fardhu 'ain bagi setiap Muslim,

baik laki-laki maupun perempuan. Mereka pun wajib mempelajari dan
meyakini hal ini. Pembahasan rinci tentang masalah ini akan diberikan
kemudian.

B. Penciptaan Malaikat, Dalil dan Hikmahnya

1. Materi penciptaan Malaikat

Allah Mj menciptakan Malaikat dari cahaya sebagaimana
ditegaskan dalam Sbahiih Muslim. Diriwayatkan dari 'Aisyah g, ,

bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:

il eVt )v b cr.i4r v|-{.?JrJ,rLJ i,l).-. k;Xlt ,;+L ))

(-iLi t-wi -1t t$i

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jindiciptakan dari kobaran api, dan
Adam diciptakan dari apa yarLgtelah diterangkan kepada kalian."3

Cahayayangmenjadi materi penciptaan Malaikat tidak lain juga
merupakan makhluk ciptaan Allah. Allah terlebih dahulu menciptakan
cahaya tersebut, baru kemudian Dia menciptakan Malaikat darinya;

sebagaimana Allah menciptakan api, baru kemudian Dia ciptakan jin
dari api tersebut; seperti halnya pula ketika Allah menciptakan tanah,
baru kemudian Dia menciptakan Adam ),W! darinya.

2 Lihrt Syu'abul limaankaryaal-Baihaqi (L/3OL) dan al-Habaa-ihfii Akhbaaril Mdlda-ik (hlm. 9).
' Shabiib Muslirn IY / 2294), Kitab " az-Zuhd wa ar-Raqaa-iq".

24 Makna Beriman kepada Malaikat

Adapun maksud dari sabda beliau: 'Dan Adam diciptakan dari
apa yangtelah diterangkan kepada kalian," yaitu dari apa y^ng telah
Allah terangkan di dalam al-Qur-an yangmulia, sesuai dengan firman-

Nya \H berikut ini:

i;65 f$ @ri,tt- * i fi,,$t ;L K{eI- j;,ul*

{@ r.*iLW€-;4*

"(Ingatlab) ketika Rabbmu berfirman kepada Malaikat: 'sesunggub-
nya Aku akan menciptakdn rnAnusia dari tanab'. Maka apabila telah

Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya rob (ciptaan)-Ku,
maha bendaklab kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." (QS.

Shaad: 7L-72)

{ @ Y:riref }"f ,vi"GiK'{Lr;6Y

"Dan Allab menciptakan kamu dari tanah, lalu dari air mani, kemudian
Dia menjadikan kamu berpasangan (aki-laki dan perernPuan/ ..." (QS-

Faathir: 11)

3 Xrc3 yG q,ffiis( )i3 &:^+ g- 3Ly

^1 {@ iK3

*Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allab adalah seperti

(penciptaan) Adam. Allah menciptahan Adam dari tanah, kemudian
Allab berfirman kepadanya: ladilah' (seorang manusia), maka jadilab
dia.'(QS. Ali 'Imran: 59)

Pada beberapa ayat, Allah W menyebutkan penciPtaan Adam

dan penciptaan syaitan secara bersamaan, seperti dalam firman-Nya W:

o.i16 tG,t #4";"63(,"if'A tt-'i:;Jt t;g,6 JE F

{@*

Menyelisik Alam Malaikat 25

*Allab berfirman: 'Apakab yangmengltalangimu untuk bersujud (kEada

Adam) tatkala Aku menyurubmu?' Iblis menjawab: 'Aku lebih baik

daripadanya, Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau
ciptakan dari tanab.'" (QS. AI-A'raaf: 12)

Hadits pun menerangkan kepada kita tentang penciptaan Adam

),W, bahan dan waktu penciptaannya. Di antaranya adalah hadits
'Aisyah W. yangdiriwayatkan oleh Muslim.

Dari Abu Hurairah 45 , dari Nabi ffi, beliau bersabda:

((.\atr)'ob itsiii airr,# n

"Allah menciptakan Adam yangtingginya enam puluh hasta."a

Dari Anas bin Malik 45, bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:

J53*,_#LW K'firi ii't ;vv 63 *t ei:'t a6p6 ;

H((.dliu{.i lirt GgXi Sp,r;i;Trr;s':iY tu

'Setelah menciptakan Adam di Surga, Allah meninggalkannya selama
beberapa waktu. Selanjutnya, Iblis mengelilinginyas dan memperhatikan
secara saksama ciptaan tersebut. Ketika melihatnya ajuaf (memiliki

rongga)u, Iblis pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan

makhluk yanglemah."'

a A1-Bukhari (I[/ l2l0), Kitab "al-Anbiyaa'", juga Muslim (IY /2183) dalam "al-Jannaru wa

Na'iimihaa." Di dalamnya disebutkan: 'Allah menciptakan Adam sesuai dengan bentuknya,

sementara tingginya 60 hasta."

' t-[,i (utbllfi bibi): , il.y'J.-Su; dan -',lbi-ivi , aninya.berkeliling di sekitarnya. Dikatakan -i,}

6t!iilt, berarti godaan syaitan merasuki atau memberikan rasa waswas. Al-Qaamuus (hlm. 1077)

u dan al-Misbbaabul Muniir ftlm. 383). Ada yang berpendapat bahwa maksudnya a&lah yang
.;i.tr, (Al-ajuaJ): Yang memiliki rongga.
bagian dalamnya kosong. Arti kalimat .^41 (laa yatamaahh) adalah tidak dapat menguasai dan

menahan diri dari syahwat. Ada pula yang berpendapat tidak mampu menolak go&an syaitan.

Yang lain lagi berpendapat tidak mampu menguasai dirinya saat marah. Objek yang dimaksud

adalah keturunan Adam. An-Nautauti (16/164).

Iil-uallaabu a' lam-mentpakan perbandingan. Iblis membandingkan Adam dengan dirinya

dalam hal penciptaan. Keduanya sama-sama diciptakan, namun bahannya berbeda. Demikian pula,

7 penciptaan keduanya berbeda dengan penciptaan Malaikat.
Muslim W/20L6), Kitab "al-Birr wash Shilah wal Adab."

26 Makna Beriman kepada Malaikat

Dari Abu Musa al-Asy'ari *!B , dia berkata: "Aku mendengar
Rasulullah ffi bersabda:

€ # ;&;:i\ b \i23
b Ati',,\ J\13 ttY+ ailr ,i!
;6,t)t c#S t*,ltS,H;I$V f'.i' &; e;:i\ ) $ & i;\ ri

(.+rfub,>{!r,3?v Ji;ltS

'sesungguhnya Allah \H menciptakan Adam dari segenggam (tanah)

yangdiambil-Nyadariseluruh bumi. Maka dari itu, keturunan Adam

terlahir sesuai dengan tanah tersebut. Di antara mereka ada yang

berwarna (berkulit) merah, putih, hitam, dan ada pula yang berwarna

(kulit) lainnya. Di antara mereka adayanglembut dan ada pula yang

keras, serta ada yangjelek dan ada pula yang baik.'"8

Hadits-hadits yang semakna dengan riwayat di atas sangatlah

banyak.

Adapun tentang penciptaan Malaikat, al-Qur-an tidak merincinya
sebagaimana pada penciptaan jin dan manusia. Al-Qur-an hanyamen-
jelaskan bahwa Malaikat adalah salah satu ciptaan-Nya. Allah mencipta-
kan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Allah juga memuliakan dan
meninggikan derajat mereka. Mereka sama sekali tidak berhak untuk
disembah karena mereka tidak memiliki sifat ulubiyyal (ketuhanan),
tetapi mereka hanyalah hamba Allah yang muli a, yatgtidak mendahului

Allah dengan perkataan mereka dan senantiasa melaksanakan perintah-

Nyr.

Penyebutan penciptaan Malaikat secara global seperti ini,uallaahu
d'lArn,diperlukan karena beriman kepada mereka merupakan salah satu
ujian dari Allah kepada hamba-hamba-Nya. Barang siapa membenarkan
apa-apayangAllah kabarkan maka dia adalah orang Mukmin, namun

8 At-Tirmidzi (fY/273), Kitab "at-Tafsiir", Bab "I(/a min suratil Baqarah"; Abu Dawud W/222),

Kitab "as-Sunnah", Bab "Fil Qadr." At-Tirmidzi berkata: "Hadits hasan shahih." Diriwayatkan
pula oleh Ahmad W / 406) dengan sanad shahih. Lihat Sbabiihul Jaami' (./ 109, no. 7755).

Menyel isik Alam Malaikat 27

barang siapa mengingkarinyamaka dia bukan golongan orangMukmin.
Kita berlindung diri kepada Allah darinya.

H.Ua.adcUitsts pun tlicdtakK menyeeDbutKkaann bahnan pencliptaan MlvlalailkKaatt
secara terperinci, walaupun terdapat banyak hadits yangsarat dengan
penyebutan sifat-sifat, ibadah-ibadah, perbuatan-perbuatan, dan

golongan-golongan mereka. Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satu
hadits shahih pun yang berbicara tentang bahan penciptaan Malaikat
selain hadits'Aisyah terdahulu.

Meskipun demikian, saya mendapatkan beberapa riwayat
maqtbu'dan mauquf yang berbicara sedikit lebih rinci mengenai

materi penciptaan Malaikat. Di ar,itaranya adalah yang diriwayatkan

oleh Imam'Abdullah bin Imam Ahmad dalam as-Sunnah dan Abusy
Syaikh dalam al-'Azhamab serta y anglainny a dari' Abdullah bin'Amr
bin al-'Ash';py.,, dia berkata:

b$Uepb;.Jl $ b-r=s-Jatw;. iiir ,fltl

"Allah menciptakan Malaikat dari cahaya kedua lengan dan dada."e

Atsar ini telah diperbincangkan oleh para ulama. Alhasil, mereka
menjelaskan bahwa derapt d.tsd.r tersebut tidaklah shahih sehingga

berargumentasi dengan riwayat ini dalam masalah 'aqidah tidak

diperbolehkan.

Al-Baihaqi '#55 berkata: "Hadits ini mauquf (terhenti) pada
'Abdullah bin 'Amr. Selain itu, terdapat seorang perawi yangtidak

e As-Sunnahkarya 'Abdullah F./375, no. 1084), ia berkata: "Ayahku telah meriwayatkan kepadaku,

ia berkata; Abu Umamah telah meriwayatkan kepada kami, ia berkata; Hisyam bin'Urwah telah

meriwayatkan kepada kami, &ri ayahnya, &ri'Abdullah bin'Amr."

Riwayat tersebut dikeluarkan pula melalui jdur ini oleh Ibnu Man&h dalam ar-Radd'aH jrtrniyyab
(92), juga oleh Abusy Syaikh dalam al-'Azbamab @/732, ro. 2L5) dengan sanadnya, dari Abu
Umamah. Al-Baihaqi mengeluarkan riwayat tersebut dalam al-Asm.aa'wasb Sbifaat (432) dengat
sanadnya, dari Ibnu Juraij, dari seorang laki-laki, dari 'Urwah bin az-Ztbir, dia benanya kepa&
'Abdullah bin'Amr bin al-'Ash: "Makhluk apakah yang paling besar?" Ia menjawab: "Malaikat."
'Urwah kembali benanya: "Dari apa dia diciptakan?" Ia menjawab: "Dari cahaya kedua lengan
dan dada." 'Urwah pun menghamparkan kedua lengannya lalu berkata: "Jadilah kalian dua juta."
Abu Aynrb berkata: "Aku bertanya kepa& Ibnu Juraij: 'Apa makzud dua juta?' Ia menjawab:
'Sesuatu yang tidak &pat dihitung banyaknya.'"

28 Makna Beriman kepada Malaikat

disebutkan namanya. O[eh karena itu, hadits ini munqatbi'. Aku
mendengar Ibnu 'Uyainah telah meriwayatkannya dari Hisyam
bin'Urwah, dari ayahnya, dari'Abdullah bin 'Amr. Jika hal itu
memang benar, maka (perlu diketahui bahwa) 'Abdullah bin'Amr

telah membaca buku-buku orang terdahulu sehingga ap^ yang tidak

disandarkannya kepada Nabi ffi boleh jadi termasuk dari aPa yang

iabaca dari buku-buku tersebut. Kemudian, tidak dapat dipungkiri

bahwa ad.z-Dziraa'aani Q<edna lengan) dan asb-Sbadr (dada) adalah nama

sebagian makhluk Allah. Bahkan, ada bintangyar,g dinamai dengan
Dziraa'ain.

Dalam sebuah hadits yangditegaskan dari'Urwah, dari'Aisyah

@:-, ,ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

u-$ni'e:-Jar e;\ny

"Malaikat diciptakan dari cahaya."

Demikianlah matan hadits yarlgdisebutkan secara mutlak itu.r,

Yan g jelas-uallaab u a' lam-bahwasa ny a :ucaP an "Dari cahay a
kedua lengan dan dada" merupakan sisipan yang ditambahkan ke
dalam riwayat 'Abdullah bin'Amr u#,berdasarkan beberapa alasan

berikut:

1. Riwayat tersebut bertentangan dengan riwayat yatgshahih dari
Nabi ffi dalam hadits 'Aisyah q+r, terdahulu.

2. Buruknya kalimat (redaksi hadits) ini. Dalam sebagian riwayat

disebutkan: 'Dari kedua lengan dan dada-Nya'r'

3. Diriwayatkan dari'Abdullah bin'Amr Q*p tanpa penyebutan:

"Kedua lengan dan dada."r2 Tambahan ini adalah syadz (cacat)
karena bertentangan dengan riwayat yang lebih shahih, yaitu
hadits'Aisyah €9,.

|t0 Al-Asmaa' uasb Sbifaat (a32-afi).
fuid.

t2 Al-Azbamab karya Abusy Syaikh [/727, ro.309). Al-Haitsami juga menyebutkan riwayat ini
(VIIV134). Ia berkata: "Diriwayatkan oleh al-Bazzar dal para perawinya shahih."

Menyelisik Alam Malaikat 29

Oleh sebab itu, banyak ulama yangmenyatakan hal ini termasuk

riwayat Isra-iliat (yrrg berasal dari Ahlul Kitab) sehingga tidak boleh
diambil karena tidak berasal dari Nabi ffi.'3

Di antara riwayat-riwayat kra-iliyat tersebut adalah hadits yang

diriwayatkan dari Anas ia berkata: "Orang Yahudi Khaibar mendatangi

Nabi ffilaltbertanya: ''Wahai Abul Qasim (maksudnya Rasulullah-0"")!
Allah telah menciptakan Malaik at dari cahayahijab, Adam dari lumpur
hitam, Iblis dari kobaran api, langit dari asap, dan bumi dari buih air.
Maka beritahukanlah kepada kami siapa sebenarnya Rabbmu?'Nabi

ffi tidak menjawab. Kemudian, datanglahJibril kepadanya dan berkata:

'\7ahai Muhammad, katakanlah: 'Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah
adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuaru. Dia tidak

beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada seorang pun yang
setara dengan-Nfa."rt

Riwayat dari Anas qb ini,yangmenunjukkan bahwa Malaikat

diciptakan dari nuur al-bijaab (cahayahijab), tidak shahih. Sebab, tidak

diragukan lagi bahwa hijab Allah wj adalah cahaya, sebagaimana
ditegaskan dalam hadits Abu Musa al-Asy'ari iy di bawah ini:

&ffi#nS i{'i aiit'oL, irx 2W 4'r i;ruj rtt p
)iWr\4\ "FuifJ!,l.,'[x6l F)'r-$telUj,r:#+;rJ,$rr.,4f \p,;+z1Vqlil,p5S'i

(44rL btfr*JtAi\Y)&.,

"Rasulullah ffi berdiri di antara kami lalu menyampaikan limaperkara:

(1) Sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak mungkin tidur. Q) Dia

merendahkan dan meninggikan timbangan. (3) Amal perbuatan pada

'3 Lihat aySikihh asb-Sbabiihab (/741, no.458).
'a Dikeluarkan oleh Abusy Syaikh dalamal-'Azbamah (l/370, no. 86). Ibnu Taimiyah juga

menyebutkannya dalam Majrnuu'ul Fataaua SYW223) dan menisbatkannya kepada al-Hakam
bin Ma'bad dalam kitabnya, ar-Rad.d.'ahl Jabmiyyab. Di dalam sanadnya terdapai Aban bin Abi
'Iyary,yarghaditsnya tidak dipakai Lihat biografinya dalam l<ttab at-Tahdziib Q,/97).

30 Makna Beriman kepada Malaikat

-_\

waktu malam diangkat kepada-Nya sebelum amal perbuatan pada
siang hari. (a) Demikian pula, amal perbuatan pada siang hari diangkat
kepada-Nya sebelum amal perbuatan pada malam hari. (5) Hijab-Nya
adalah nuur (cahaya) yangseandainya Dia menyingkapnya, niscaya
keagungan wajah-Nya akan membakar sejauh mata-Nya memandang
kepada makhluk-Nya."ts

Meskipun hadits ini menerangkan hijab Allah adalah cahaya,tetapi
tidak serta merta menunjukkan bahwa Malaikat diciptakan dari nuur
al-bijaab (cahaya hijab). Jadi, cahayayarg menjadi materi penciptaan
Malaikat tetap bersifat mutlak. Kita dilarang menyandarkannya kepada
nuur al-bijaab karena ketidakshahihan hadits yangmenyebutkan hal

itu (yaitu d.tsar yangdisandarkan kepada Anas €5 ).

D i antara r Lw ay at y angmenyebutkan penciptaan Malaikat adalah

hadits yangdiriwayatkan oleh'Abdullah dengan sanadnya, dari Abu
Shalih, dari 'Ikrimah, ia berkata: "Malaikat diciptakan dari nuur al-

'izzab (cahay akemuliaan), sedangkan Iblis diciptakan dari naar al-'izzab

(api kemuliaan;."'u Namun, riwayat ini dha'if seperti halnya hadits-

hadits sebelumnya sehingga tidak boleh dijadikan sebagai hujjah dalam
masalah 'aqidah. Selain itu, kita tidak mengetahui bagaimanakah 'izzab

(kemuliaan) Malaikat yangdiciptakan dari cahayanya dan 'izzab lblis

y ang diciptakan dari apiny a.

Riwayat Isra-iliyat yang lain adalah hadits yang diriwayatkan
dariYazid bin Ruman, bahwasarya telah sampai kepadanya berita:

'Malaikat diciptakan dari roh Allah wj ."" Riwayat ini juga dba'r.f

sehingga tidak bisa dijadikan hujjah dalam masalah 'aqidah. Adapun

't56 Muslim (,/162). 'Abdulah [l/474, no. 1083). Riwayat ini juga dikeluarkan oleh Abusy Syaikh
A*sunnah karya

dalam al-Azhamab (U729, no. 311), namun sanadnya dha'if karena ia merupakan riwayat Abu

Shalih. Ibnu Hajar berkata: "Abu Shalih Bazam (dan adayargmengatakan Bazan), bekas budak

lJmmu Hani', seorang perawi dha'if mudallls (lemah dan memanipulasi hadits). At-Taqriib

[/e3).
'7 Abusy Syaikh dalam al-'Azhamah [l/728, no. 310), tetapi sanadnya maqthu'dba'if karem di

dalamnya terdapat 'Umar bin 'Abdillah. Ibnu Hajar berkata: "'Umar bin 'Abdillah al-Madani

adalah bekas budak 'Ufrah. Dia adalah seorang yang dha'if dan banyak meriwayatkan hadits secara
mrrsal." At-Taqriib W59). Al-Albani berkata: "Ini termaslukl<tsah Isra-iliat." Lrhar Asb-Sbabiihah
(no. 458).

Menyelisik Alam Malaikat 31

penyebutan roh yangdisandarkan kepada Allah, seandainya riwayat
ini shahih; maka hal itu lebih merupakan penisbatan makhluk kepada
hbaliq (pencipta)nya, sebagaimana firman Allah \H:

{ @'u-*i' frW q}c * Xu,U{l'tF }

*Maka apabila Aku telah lnenyernPurnakan kejadiannya, dan telab me'

niupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadartya

dengan bersujud." (QS. Al-Hiir 29)

)pAtas dasar ayatitu,tentu roh yang ditiupkan kepada Adam

adalah makhluk.

Kesimpulannya, materi penciptaan para Malaikat >W! adalah
nuur (cahaya) dan cahaya tersebut adalah makhluk ciptaan Allah,
seperti halnya mereka. Adapun perincian lainnya yartg disebutkan
(dalam beberapa riwayat), kesemuanya tidak shahih dan tidak boleh
diamalkan ataupun diyakini. Sebaliknya, wajib berpegang pada nash-
nash yang shahih tanpa menambah ataupun menguranginya.

2. Vaktu penciptaan Malaikat

Al-Qur-an tidak menielaskan waktu penciptaan Malaikat,

demikian pula halnya dengan hadits. Yang disebutkan dalam hadits

hanyalah waktu penciptaat Adr* lP, dan makhluk-makhluk

lainnya.

Dari Abu Hurairah *!F.' ia berkata: "Rasulullah ffi memegang

tanganku lalu bersabda:

k;At +.ir b iVrW ffie*-I,J1 iit;$tai,r,tr p

a1.J" ,a.r-'it (trittk rti>tlt ff-;353\A4#)' r;
e\ou" :y*vit2-24: ?f, kt o;+\i-r-4rSill \iJ

((.,J:lI iLF\&W41+\

32 Makna Beriman kepada Malaikat

'Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu, lalu darinya Dia menciptakan
gunung-gunung pada hari Ahad. Dia menciptakan pepohonan pada
hari Senin, kemudian menciptakan keburukan pada hari Selasa. Dia
menciptakannuur (cahaya) pada hari Rabu, menebar binatang di bumi
pada hari kamis, dan menciptakan Adam pada saat terakhir hariJum'at,
yaitu antarawaktu'Ashar hingga malam.'"r8

Hadits ddak pernah menjelaskan kepada kita waktu diciptakannya
Malaikat. Akan tetapi, jtka nuur (cahaya) yang diciptakan pada hari

Rabu ini adalah nuuryangmenjadi materi penciptaan Malaikat, maka
mungkin saja mereka diciptakan pada hari Rabu, wallaabu a'lam.

'Walaupun demikian, al-Qur-an menegaskan secara pasti bahwa mereka

diciptakan sebelum Adam lpr, sebagaimana dijelaskan dalam firman-

Nya:

{@... ."r.+ dt'iiC'b.\; c\-r<it-\3;:Jti l5}

*Ingatlab ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: 'sesungguhnya
Aku bendak menjadikan seorang kbalifub di muka burni....'" (QS. A1-
Baqarah:30)

Allah pun memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada
Adam setelah mereka diciptakan, sebagaimana dalam firman-Nya:

i<r\5 S ,4yi yV3;:1 i;\vil;i )iq)A,& rt''F
(@ cl3ia'a6

"Dd.n (ingatlab) ketika Kami berfi.rman kepada para Malaikat: 'Sujudlah
kamu kepada Adarn,' ntdka sujudlab mereka kecuali lblis. Ia mggan dan

takabur dan ia termasuk golongan orang-ordng yang kafir." (QS. A1-

Baqarah: 34)

Meskipun ayat ini dan ayat-ayat yarLg serupa dengannya me-

nunjukkan bahwa Malaikat diciptakan lebih dahulu daripada Adam,

t8 Sbabiih Muslirn (U2La9).

Menyel isik Alam Malaikat 33

namun ia tidak menunjukkan waktu penciptaan mereka. Hal ini
wajib diimani. \flajib pula hukumnya berpegang pada apayangtelah
dijelaskan oleh nash-nash serta tidak membebani diri pada sesuatu

yangtidak mempunyai sandaran dalil, baik dalam al-Qur-an maupun

as-Sunnah.

3. Hikmah diciptakannya Malaikat

Adapun hikmah diciptakannya para Malaikat adalah untuk
beribadah kepada Allah \H. Mereka tidak berbeda dengan makhluk-

makhluk lainnya,yaitu sebagai hamba Allah, sebagaimana firman-Nya:

{G} a;;3 3t+. S i::#?;;',;1i'L3rtj6J y
<, -,;\iiw*l tr;J-,-{? /r/../ a,1 D/
C'1, l-
-:t J.ju fr;;a"

ij ,,i4#U& {;;i A*yZ,fri7;"p-Gi
i, r *AtK t *- .)ttb -"; ;'iiy -4 "& & rf'
{@"*;ieil

"Dan mereka berkata: 'Rabb Yang Maba Pemurah telah mengarnbil

(mempuny ai) anak.' Mahas uci A llab. Sebenarny a (Malaikat-Malaikat itu)

adalah hamba-bamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mmdabului-Nya
dmgan perk ataan dan mereka mengerjakan perintah-perintab-Nyo. Allab

mmgeabui segala sesud.tuyangdi bad,apan mereka (Makikat) danyangdi

belakang mereka; dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kEada
ordng ydng diridbai Allab; dan mereka itu selalu berbati-bati karena
takut kepada-Nya. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan:
'Sesungubnya aku adalah ilab selain Allab,' maka ord.ng itu Kami beri
balasan dengan Jabannam, demikian Kami memberikan pembalasan
kepada orang- orang zh alim. " (QS. Al-Anbiy aa' : 26-29)

Ibadah para Malaikat bermacam-macam. Ada yang berbentuk
ibadah mahdbab, seperti dzikir, tasbih, sujud, dan ruku', serta amal
yanglainnya. Ada pula yang berbentuk perbuatan yar,g ditugaskan

34 Makna Beriman kepada Malaikat

kepada Malaikat di langit dan bumi, lalu mereka melaksanakannya
sebagai bentuk ibadah kepada Allah dengan mentaati-Nya.

Terdapat banyak nash, baik dari al-Qur-an maupun as-Sunnah,
yang menunjukkan bahw a paraMalaikat memiliki kewajiban beribadah

yang sangat banyak, yargtidak mampu dilaksanakan oleh manusia.
Ibadah-ibadah tersebut sesuai dengan kekuatan jasmani yang luar

biasa yangAllah berikan kepada mereka. Secara umum, ibadah-ibadah
tersebut sama dengan ibadah-iba dah yang disyari' atkan Allah kepada
kita. Saya tidak mendapatkan adanya nash yangmenerangkan bahwa
mereka diperintah untuk melaksanakan ibadah-ibadah khusus yang
tidak ada padanannya dalam ibadah kita, wallaahu a'lam.

Tugas-tugas dan ibadah-ibadah mereka akan diuraikan secara ter-
perinci pada pembahasan-pembahasa n y ang akan data ng, insya Allab.

C. Jumlah dan Nama-Nama Malaikat
l. Jumlah Malaikat

Nash-nash al-Qur-an dan as-sunnah menunjukkan bahwa Malaikat

adalah makhluk yang sangat banyak. Tidak ada yang mengetahui
jumlahnya, kecuali Allah.'' Oleh karena itu, ketika menyebutkan
jumlah Malaikat penjagaNeraka Jahannam dalam firman-Nya:

{ @ .. . . 4::tsL# bQc':4ryJyrui,Gr-G6y

*Dan tiada Kami jadikan penjaga Neraka itu melainkan dari Malaikat,
dan tidaklab Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk
jadi cobaan ...." (QS. Al-Muddatstsir: 31)

Allah ffij melanjutkan dengan firman-Nya:

( @ ....'i:l,]-,45'*i4;i... *

"... DAn tidak, ada yang mengetabui tentara Rabbmu melainkan Dia
sendiri.... " (QS. Al-Muddatstsir: 3 1)

te Akan tetapi, nash-nash tersebut tidak menyebutkan jumlah mereka.

Menyelisik Alam Malaikat 35

Hal itu untuk menjelaskan bahwa jumlah yarLgdisebutkan pada
ayat sebelumnya (yaitu 19 Malaikat*) adalah jumlah PeryagtNeraka.

Bahkan, mereka memiliki para pembantu dan bala tefLtara yang

jumlahnya tidak diketahui, kecuali oleh Allah. Jika demikian tdanya,
berapakah kira-kira jumlah mereka jika ditambah dengan Malaikat
penjagaSurga serta Malaikat yang ada di langit dan di bumi berdasarkan
berbagai kelompok dan tugas mereka?

Di antara nash yang menuniukkan banyaknya jumlah Malaikat
adalah hadits tentang Isra' dan Mi'raj. Dalam hadits tersebut Rasulullah

ffi bersabda:

')#A\a:fr trf :itl! &b &;jifr )#x\.i.;ir J-'g-r n

A *Y $LD)H ?t*;\IL",LY -t:\ SAz p; S ,y"

(('id6

'Aku pun naik ke Baitul Ma'mur. Kemudian, aku bertanya kepada
Jibril dan dia menjawab: 'Ini adalah Baitul Ma'mur. Setiap hari terdapat

7O.OOO Malaikat yarLgshalat di dalamnya. Jika mereka keluar darinya,
maka mereka tidak akan kembali ke dalamnya.'"20

Renungkanlah, berapakah jumlah Malaikat yang masuk ke
dalam Baitul Ma'mur sejak Allah menciptakannya hingga sekarang?
Sesungguhnya jumlah tersebut tidak mungkin dapat diketahui oleh
akal. Mahabenar Allah y^ngberfirman dalam Kitab-Nya:

}{ @ -...'}J\;45'"Ht46i...

"... Dd.n tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia
smdiri.... " (QS. Al-Muddatstsir: 31)

20 Al-Bukhari NV3O2 - al-Fat-b),Kitab "Bad'ul Khalqi", Bab "Dzikrul Malaa-ikah"; Muslim (V146,
no. L62), Kitab "al-Iimaan".

36 Makna Beriman kepada Malaikat

Bahkan, Nabi ffi pernah mendengar suara rintihan dariz'langit

disebabkan beratnya pare Malaikat dan jumlah mereka yang sangat

banyak, sebagaimana sabdanya M:

ii ril g) Lu-;l,*i ,i;,5.i r &iS ,i:;) L; ,.e;i +J u
iw brlu; 6. vts,*;s iy6wi $i'a; \# Y ry
K'W"#sfu pii Y'oA^x S iurs

"Sesungguhnyaaku dapat melihat apayangtidak dapat kalian lihat dan
mendengar apayangtidak dapat kalian dengar. Sesungguhnya langit

itu bergemuruh merintih dan ia pantas untuk merintih. Tidak ada

tempat seluas empat jaritanganmelainkan di tempat tersebut terdapat

Malaikat yang sedang meletakkan keningnya bersujud kepada A1lah.
Demi Allah! Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui,
niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis."22

Setelah kita mengetahui bahwasanya ketujuh lapis langit dipenuhi
oleh para Malaikat, sampai-sampai tidak ada tempat seluas empat jari

tangan melainkan di sana terdapat Malaikat yang sedang beribadah
kepada Allah, maka mungkinkah akal manusia dapat membayangkan
berapa jumlah mereka?

Pe rhatikanl ah j uml ah p ar a Malaikat y ang menjaga Neraka-kit a
berlindung diri darinya-pada hari Kiamat agar Anda dapatmengetahui
betapa besarnya jumlah mereka.

Dari'Abdullah bin Mas'ud *!b ,diaberkata bahwa Rasulullah ffi

bersabda:

21 uiv\t (al-AthiirD) adalah suara pelana. Mahsudnya, banyaknya Malaikat yang ada di langit membuat

langit tersebut terbebani sehingga terdengar suara yang menyerupai ringkikan unta ketika sedang

membawa beban yang berat. Lihat kitab an-Nihaayah Q./54).
Ahmad N/173), at-Tirmidzi (IVl556),Ibnu Majah @,/1402), dan al-Hakim W/579) dari hadits
Abi Dzarr. Al-Hakim menshahihkannya dan penilaiannya disepakati oleh adz-Dzahabi. Adapun
ulama lainnya meriwayatkan hadits tersebut dari Hakim bin Hizam, 'Aisyah, 'Abdullah bin

Mas'ud, dan al-'Ala' bin Sa'ad dengan sanad yang saling menguatkan antara yang satu dan yang
lainnya. Oleh karena itu, hadits itu dishahihkan oleh lebih dari seorang ulama. Lihat Ta'zbiirnu
Qad*b Sbalaah karya al-Marwazi [/257-262) dan Silsiktul Abaadiits asb-Sbabiibah (ro. 1060).

Menyel isik Alam Malaikat 37

;:i aAz r"Y: ,9 g pv; a:i 3#wy;;'&oit>

u.V:'Agv

"Padahari Kiamat, didatangkanlah Jahannam. Ia memiliki 70.000 tali
pengikat. Setiap tahnyaditarik oleh 70.000 Malaikat."23

Dengan metode perhitungan matematis yang sederhana, Anda
dapat melihat besarnya jumlah Malaikat yang ditugaskan menjaga
Neraka pada hari Kiamat, yaitu mencapai 4,9 mrlyar Malaikat! Mahasuci
Allah yartgtelah menciptakan, mengatur, menguasai, dan mengetahui
jumlah mereka.

*Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang

kepada Rabb YangMaba Pemurab, selaku seord.nghamba. Sesungguhnya
Allab telah menentukan jumlab ntereka dan menghitung mereka dengan

bitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kEada Allah

pddd hari Kiamat dengan sendiri-sendiri." (QS. Maryam:93'95)

2. Nama-Nama Malaikat

Nama-nama Malaikat >W telah disebutkan di dalam al-

Qur-an dan al-Hadits dengan beberapa nama umum dan khusus.

a. Nama-Nama lJmum:

0 il)t er-nusul (utusan)

Allah menamai para Malaikat denga n ar'rusul (ptarautusan) dalam

banyak ayat, di antararrya firman-Nya W'

.t;tOt ",-e(li <;iJ;saiIitOe(A tifi *

23 Muslim W/2184), Kitab "Shifatul Qiyaamah walJannah wan Naar".

38 Makna Beriman kepada Malaikat

(@uV

"A llah memilih utusan-utusan-(Ny a) dai Mdkikat dan dari nanusia. Sesung-
guhnya Allah Maba Mendengar lagi Maha Melibat." (QS. AI-Hqj:75)

r; fiSf r).it -$;n yV nffb o.ifri *v ;ryfriy

#{ @ 3*,t;,1 *ffLV-G;( e i*'& ;fr;

*Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan

Malaikat sebagai utusdn-utusan (untuk rnengurus berbagai rnacarn urusan)
y ang tnernpuny d.i say ap, mas ing-mas ing (ada y org) dua, tiga, dan empat.

Allab menambabkan pada ciptaan-Nya apa yang dikebendaki-Nya.

Sesunggubnya Allab Mabakuasa atas segala sesud.tu." (QS. Faathir: 1)

J;ui -6y6G sW q"\ K{i

@
};j 6
36; s

"ryr {@e} itV-A;'J"l@

"Ibrahim bertanya: 'Apakab urusanrnu, bai pdra utusan?' Mereka

menjaw.tab: 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaumyangberdosa (kaum
Lutb).'Agar karni timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah." (QS.
Adz-D zaariy aat: 3 l-3 3)

Masih b anyak ay at-ay at lainny a y ang semakna den gan at y ang
^y
telah disebutkan di atas.

z) $Ar As-Safarab (duta)

Allah j uga menamai Malaikat-Nya dengan as s afarab,sebagaimana
dalam firman-Nya:

(@> 35-@;1",riL*

"Di tangan pdrd utusdn (Malaibat). Yang mulia lagi berba[ri. " (QS:

'Abasa: 1,5-16)

I 39

Menyelisik Alam Malaikat

t.

Al-Bukhari berkata : " ii-i);u t;; (Safaratul Malaa-ih,ab), bentuk

tunggalnya adalah;y(saafir). (Dalam bahasa Arab dikatakan) '#ap

(Safartu bainabum), artinya aku mendamaikan di antara mereka.

Ketika Malaikat turun membawa wahyu dan mengajarkannya, dia

diumpamakan sebagai duta yargmendamaikan antara kaum."

Kemudian al-Bukhari menyebutkan riwayat dengan sanadnya,

yakni hadits'Aisyah ri€k, , dari Nabi ffi, beliau bersabda:

X,yS ;r1r ?\4\ ;jiil\ e'i Ei-v Si$\ifr,fil Jr" ))

(@\;il$ 3\i r,:rL';5l'";\1i,*Sig +it

'Perumpamaan orang yang membaca al-Qur-an dan menghafalnya
adalah dia sedang bersama para duta (Malaikat) yangmulia, sedangkan
perumpamaan orang yang membaca al-Qur-an dengan sungguh-
sungguh dan mengalami kesulitan (dalam membacanya) adalah dia
mendapatkan dua ganjaran."2a

Ibnu Jarir ath-Thabari 'affi berkata: "Yang benar, maksud as-

safarah adalah paraMalaikat. As-safarah sendiriberarti duta antara Allah

W dan makhluk-Nyr.Dikatakan (dalam bahasa Arab) bahwa as-safi.ir

adalah orang yang berusaha mendamaikan dan melakukan kebaikan

di antara manusia, sebagaimana perkataan seorang penya'ir:

.etao.:.^./. tl<:)I l)z.u:;e)U,r'^- :.r,il,-\rJi U--; S{'r')Atgiv3

Aku selalu melakukan perdamaian antara kaumku

dan aku tidak menebar tipu daya jika berjalan (di tengah mereka)."

l) i_r!.tt Al-tunuud (pasukan)

Di antara namaMalaikat yargshahih adalah al-junuud (pasukan),
sebagaimana disebutkan dalam {irman-Nya:

24 Al-Bukhari (IVl1882), Kitab "at-Tafsiir" &n Muslim dalam Sbabib-nya Q./55), Kitab "Shalaatul

Musaafiriin," dengan redaksi serupa.
25 Tafsiir lbnu Jarir (XXX/ 5a) . Lihar ptia Ma'aanil Qur-an karya al-F arra' $lI/ 236) .

40 Makna Beriman kepada Malaikat


Click to View FlipBook Version