The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SAMHARI R, 2022-02-05 06:04:26

Menyelisik Alam Malaikat

Menyelisik Alam Malaikat

') riil{$i A>gi 8{) -et-fi tt^ii*,'xli;? *
{ @ 'r;dJir\i1i,\;ro"5\ 4'€,ei;

"Kemudian, Allab menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan
kepada ord.ng-ord.ngydng berirnan, dan Allab menurunkan bala tentara
yang kamu tiada melihatnya, dan Allab menimpakan bencana kepada

ord.ng-ordng yang k afi.r, dan dernikianlah pembalasan kEada orang-ordng
ydng hofir." (QS. At-Taubah: 26)

lrFLrJir{,AiLt't;G, J-1t ri 5 {l}
li:3*.*4- SHiy- r.t7rt j,t3'"yiesi 3.8
ia#fri'$1t'6';{, 5y-
)h, i "4ii *te
{@ ""11i:3{

"Jikalau kamu tidak menolongnya (Mubammad), maka sesungguhnya

Allab telah menolongnya. Aoit") ketika ord.ng-ord.ng hafi.r (musyrikin

Makkab) mengeluarkannya (dari Makkab) sedang dia salab seordng
dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, pada uaktu dia

berkata kepada ternannya: fanganlab kamu berduha cita, sesungguhnya

Allab beserta kita.'Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada

(Mubammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak

melibatnya... " (QS. At-Taubah: a0)

W;A 3A -$'"1:, il -K* ii'r3;bf'J frf t-ti W Y

(@(*;-'o!1t.Kt(;u.a:t"Y55{tif"Oe#

"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nibmat Allab (yong

telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kEadamu tentard-tentard.,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentaraydngtidak

Menyelisik Alam Malaikat 41

dapat kamu melihatnya. Dan Allab Maba Melibat akan d.pd.ya.ngkamu
kerjakan." (QS' Al-Ahzaab: 9)

Masih b anyak ay at lainny a y semakna den gan ay at-ay at y ang
^ng
telah disebutkan di atas.

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa al-junuud (pasukan) yang

Allah turunkan untuk orang-orang Mukmin dan Rasul-Ny a ffi adalah

para Malaikat.26 Banyak hadits yangmenunjukkan bahwa bala tentara

yangtidak mereka lihat itu tidak lain adalah Malaikat, sebagaimana
dijelaskan dalam hadits H:udzaif.ah, ia berkata: "Aku pun pergi dan
menyusup ke kelompok musuh, sedang ketika itu angin dan pasukan
Allah sedang melakukan sesuatu."27

Dari 'Aisyah WY,, ia berkata: "Tatkala Rasulullah ffi kembali dari

Perang Khandaq, beliau meletakkan senjatanya lalu mandi. Kemudian,

datanglahJibril dan ketika itu ia sedang membersihkan kepalanya dari
debu. Ia (]ibril)pun berkata: 'Engkau telah meletakkan senjata? Demi
Allah, kami belum meletakka nny a.' " (A1-Hadits)'z8

4) p"jr "{at et-*tola-ul A'laa (kelompok yang mulia dan

tinggi)

Al-Mala-ul a'laa termasuk di antara nama y^ngAllah berikan

kepada Malaikat 2@, sebagaimana firman-Nya W berikut ini:

{ @ ?Y fi,'o;' ^fi ipt\ Vr Jt't;s"^J y

"Syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengarkan (pembicaraan) pd.rd.

Malaikat dan mereka dilenryari dari segala pmjuru. " (QS. Ash-Shaaffaat: 8)

# *{ @'o
iY ;;tJi rt*Y A O'oKc $

"Aku tiada rnernpunydi pengetabuan sedikit pun tentd.ng al-mala-ul a'la
(Malaikat) itu ketika mereka berbantab-bantaban " (QS. Shaad: 69)

26 Llhat Tafsiir lbni Katsir E/346).
27 Ahmad dalamMusnad-nya ff/392) dengan sanad shahih.
28 Al-Bukhari (IVl1510), Kitab "al-Maghaazil; Muslim (IIII1389), Kitab "al-Jihaad was-Sair".

Makna Beriman kepada Malaikat

Al-Mala'artinya kelompok. Allah menisbatkan sifat a'la (tinggl)
kepada para Malaikat karena mereka termasuk penghuni langit. Jadi,
maksud al-mala-ul a'laa adalah para Malaikat. Kata al-mala' sendiri
sebenarnya ditujukan kepada setiap kelompok y^ngtelah bersepakat
atas suatu hal. Akan tetapi, kata al-mala-ul a'laa tidak dipergunakan
selain untuk menunjukkan Malaikat.

s) 3r;atrr Al-Asybaad (ptarasaksi)

Di antara nama umum lain bagi Malaikat yang disebutkan di
dalam al-Qur-an adalah al-asybaad, sebagaimana firman Allah \H:

6 & 5#A qitY ro &, ai6 *5$;'}-

$"^ii3{1*j;t"VKoji,7^ti^-'-s.^'+'f\3;;

{@'u*'Bi

"Ddn siapakah ydng lebib zbalim daripada orang ydng membuat-buat
dusta terbadap Allab? Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka
dan para saksi akan berkata: 'Orang-orang inilab ydng telab berdusta
terbadap Rabb mereka.' Ingatlab,laknat Allab (ditimpakan) atas orang-
orangyangzbalim." (QS. Hud: 18)

Al-Qunh ubi q\E berkata : " A I -A sy h aad adalah p ara Mala Lkat."'s

IbnuJarir 't!$5 berkata: "ir,iitrr (A,l-Asyhaad) adalah bentuk jamak
dari kata vu (syaahi.d), seperti halnya kata;r^;r'yt (al-asbhaaD) merupakan

bentuk jamak dari kata o.w (shaabib).la meriwayatkan dengan

sanadnya dari Mujahid, Qatadah, dan al-A'masy bahwa yangdimaksud
dengan al-asyhaad adalah Malaikat. "3o

Allah W berfirman:

ifui$qiri {rr c W(<rJ\rW#a 6f F

(@ 3id:'ii

2' Tafsiir al-Qurtbubi (IXl18).

30 Tafsiir lbniJarir Sn/20).

Menyelisik Alam Malaikat 43

*Sesungguhnya Kami menolong Rasul-Rasul Kami dan orang-ord.ng yd.ng
baiman dakm kebi.dupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (bari
Kiamat)." (QS. Al-Mu'min: 51)

Ibnu Katsir berkata: "Al-Asybaad adalah Malaikat.""

Demikianlah penjelasan nama-nama umum yangAllah berikan
kepada para Malaikat-Nya. Apabila kita mau mengkaii al-Qur-an lebih
dalam, mungkin saja kita akan mendapatkan nama-namay^ngbersifat
umum lainnya, uallaahu a'lam.

Adapun nama-namayang bersifat khusus, jumlahnya sangat
sedikit jika dibandingkan dengan jumlah Malaikat itu sendiri.

b. Nama-Nama Khusus

t) tibril

Jibril adalah nama Malaikat yangpaling masyhur. Malaikat ini
ditugaskan untuk menyampaikan wahyu dan melakukan tugas-tugas

lainnya. Namanya disebutkan dalam banyak ayat didalam al-Qur-an,

di antaranyafirman Allah W:

}{ @... -$i ;$u*q IF Itfi1g',til(; 3G (.W'.ii

"Katakanlah: 'Barang siapa ydng menjadi musuh Jibril maka Jibril itu
telah menurunkannya (al-Qur-an) ke dalam batimu dengan seizin Allah

....'" (QS. Al-Baqarah: 97)

yt ir; *,w-gi
ii;';" :'V- Wolj *. . .
^i {@....

"... DAn jika kamu berdua bantu-mernbantu mertyusabkan Nabi maka

sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya, dan (begitu pula) libril dan

orang-orang Mukmin ydng baik ...." (QS. At-Tahriim: 4)

31 Tafsiir lbni Ka*ir [Y/8\.

4 Makna Beriman kepada Malaikat

Nama Malaikat itu juga banyak disebutkan di dalam hadits. Jibril

adalah Malaikat yangdatang membawa wahyu kepada Nabi ffi seiak

hari pertama di Gua Hira hingga akhir usia beliau ffi. Jibril pulalah

yangmenemani Rasulullah ffi padaperistiwa Isra' dan Mi'raj. Malaikat

ini terkadang menampakkan diri dalam wujud seorang laki-laki. Suatu

ketika, Jibril berbicara kepada Nabi, sementara para Sahabat yang
belum mengenalnya melihat drn mendengarkan, hingga kemudian

Nabi ffi memberitahukan mereka.

Al-Bukhari'aafu menulis satu bab dengan menyebutkan nama
Jibril dalam (Shahiihul Bukhari) Kitab "at-Tafsiir", ia berkata: "Bab

Qauluhu man Kaana 'Aduwwan li Jibril." Kemudian al-Bukhari
berkata: Ikrimah berkata: "Jibr, Miik, (dan) Saraaf berarti hamba,

sedangkan lilbermakna Allah (yakni: Jibril, Mikail, Israfil maknanya
adalah hamba Allah -ed).'32

IbnuJarir ath-Thabari berkata: 'Menurut orang Arab, kataJibril
memiliki beberapa pengucapan." Kemudian, ia menyebutkan dengan
sanadnya dari Ibnu'Abbas dan'Ikrimah, bahwasanya Jibril bermakna

'Abdullah (hamba Allah). Adapun setiap kata lil pasti berarti Al[ah."

'Al-Qurthubi berkata: "Mengenai (kata) Jibril, para ulama ahli
bahasa memiliki sepuluh pendapat (tentang cara pengucapannya):

d b* Vlarlf, sebagaimanayangdilafalkan penduduk Hi1az. Flassan

berkata: Jibril adalah utusan Allah di kalangan kami."

b e-r VoUrlil) , dengan mem-fat'babkan hurut/l m, adalahucaPan yang

dilafalkan oleh al-Hasan dan Ibnu Katsir.

d EF,ls:; (labra-iil) dengan huruf ya set elthhamza], sepeni juga

(labra'iil) yangmerupakan bacaan penduduk Kufah. Mereka me-

nyebutkan sebuah sya'ir:

32 Fat-bul Baarii (tr1/165).

33 Bait tersebut adalah sya'ir Flassan {5 . Ia memuji Nabi;ffi dan mencaci musuh-musuhnya. Akhir
bait tersebut bermakna: "Ruhul Qudus Sibril) ti&k ada yang menyamainya." Lihat l<rrab Diuan

ftumpulan sya'ir)nya (hlm. 20).

Menyelisik Alam Malaikat 45

\#Yikpig;lr s;. . *{ Jr\a jsw\5i{i

Kami berperang namun tidak ada satu pun pasukanyarrg

menemui kami

sepanjang masa, kecuali Jabraa-iil berada di hadapannya.3a

Latalseperti itu adalah bahasa (ogat) penduduk Qais dan Tamim.

d) g;9 (labra-il),yangmerupakan padanan kata Sc-,'* (labra'il) yaitu

dengan membacanya pendek. Demikianlah lafal bacaan Abu Bakar

dari'Ashim.

g-.; (/abra- il [), dengan men-tasy did-kan huruf Iam, adalah bacaan

Yahya bin Ya'mar.

0 ,y\# (/abraa-it), dengan huruf alif setelah rakemtdian hamzab,

adalah lafal dari 'Ikrimah.

&\#s) (labraa-iil), dengan memasukkanhuruf alif, hamzah, danya.

h) ,b\# (labraayiil), dengan dua huruf ya dantanpa bamzah, adalah

bacaan al-A'masy dan Yahya bin Ya'mar.

(labra-iin), dengan mem.fat-bah-kan huruf jim dan meng-,f-#')
kasrab-kan huruf bamzab kemudian diikuti dengan huruf ya dan

nun.

G* V;Ur;in), dengan meng-kasrab-kanhuruf jim dan men-sukun-

kan huruf ba, kemudian diikuti dengan huruf nun tanpa huruf

bamzah, adalah bahasa Bani Asad.3s

Ibnu }{qar berkata: "Kata ini memiliki tiga belas bahasa (cara

melafalkannya)." Kemudian, ia pun menyebutkannya.36

Allah \H memberikan nama lain kepada Malaikat Jibril di

dalam al-Qur-an. Di antara nama-namayang mulia tersebut adalah:

,) i:lr (Ar-Ruub)

34 Bait tersebut milik Ka'ab bin Malik.
35 Tafsiir al-Qurtbubi @./ 37).
36 Fat-bul Baari NI/37).

46 Makna Beriman kepada Malaikat

Allah \ffi berfirman:

I{, :]fr &; :6 +3( r1 Ar-eSi; ;.?1,7i Uy

{@

"PAnA Malaikat dan Jibril naik (mengbadap) kepada Rabb dalam sebari
yang kadarnya 50.000 tahun." (QS. Al-Ma'aarij: 4)

F)\ ltj;*F&.J t"ry;l1 Utii;;-;iy

{@(,#36

*Pada hari, ketika ruh (Jibril "d) dan para Malaikat berdiri bersbaf-sbaf,
mereka tidak berkata-kata, kecuali siapayangtelab diberi izin kepadanya
oleb Rabb Yang Maba Pemurah dan ia rnengucd.pkan k'ata yang benar."
(QS. An-Naba': 38)

{ @ /,fe rr; b.iY,A U}t' t<41i'ifr Y

*Pada malam itu turun Malaikat-Malaihat dan Malaikat Jibril dengan
izin Rabbrrya untuk nxengdtur segala Ltrusan." (QS. Al-Qadr: 4)

Al-Qunhubi f"lU berkata: " Ar-Ruuh adalah Jibr LI ffi . Demikian-

lah pendapat Ibnu'Abbas."3'

Di antara dalil yang menunj ukkan b ahw a y angdimaksud den gan
ar-Ruuh di sini adalah Jibril. Allah Mj menyandarkan kata tersebut

kepada diri-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:

( @ q b.Qi i{16;r1v-1tiu. }..

"... Lalu Kami mengutus roh Kami kEadanya, maka ia menjelma di
hadapannya (dalam bentuk) manusiayd.ng sempurnd." (QS. Maryam: 17)

37 Tafsiir al-Qurthubi SY[I/281).

Menyelisik Alam Malaikat 47

Tentunya sudah dimaklumi bahwa yangdiutus kepada Maryam
adalahJibril A4r.

Dari'Aisyah t1lk,, bahwasanya Rasulullah ffi pernah membaca

dalam ruku' dan sujudnya:

('Q')\3 +s.te\UJr33Li>t

"Mahasuci dan Mahamulia Rabb para Malaikat dan ar-Ruub."38

Ar-Ruub di sini-uallaabu a'lam-adalah Jibril. Ia merupakan
bentuk penyefi^ n sesuatu yang bersifat khusus kepada sesuatu yang

bersifat umum untuk menjelaskan pentingnya sesuatu yang bersifat

khusus tersebut.

b) *'tt i;lt (Ar-Ruuhul Amiin)
lp;Ini juga merupakan salah satu namaJibril
yang lain, sebagai-

mana firman Allah \H :

,q.@ rr+5'qtha$.F @ ir,$r 6 *if; y

(@,Ey/

"Dia dibaw)d. turun oleb ar-Ruubul Amiin (Jibril). Ke dalam hatimu

(Mubammad) agar kamu menjadi salab seord.ng di antara ordng-orang
ydng memberi peringatan. Dengan babasa Arab yang jelas." (QS. Asy-
Syu'araa': 193 -195)

Ibnu Katsir '#E berk^ta: "Yane dimaksud adalah Jibril AO;.

Pendapat ini diutarakan oleh lebih dari seorang ulama Salal yaitu Ibnu
'Abbas, Muhammad bin Ka'ab, Qatadah, dan yang lainnya. Pendapat
ini sudah tidak diperdebatkan lagi.""

Nama ini juga disebutkan dalam Musnad al-Imam Ahmad dari
hadits'Abdullah bin'Abbas iF,, ia berkata:

3E Muslim (I/353, no. 223),Kitab "ash-Shalaah."
3e Tafsiir lbni Katsiir W347).

48 Makna Beriman kepada Malaikat

Vvtt;r;V((.d,1r"i1 L:'lt o--r' b +E;\i ^ttt Sli'ty

y"Aalnlaghdibmaewnauroulenhkaanr'RkueusbuucliaAnmmiuin.("'A*isyah) dari atas langit ketuiuh,

d ,-iiit Lflr (nuuhul Qudu)

Nama ini disebutkan berulang kali di dalam al-Qur-an, sebagaimana

firman Allah \H:

r$\'i;{ . .. . "q3IJi eifr $i gi g4-(#\;r. . .Y

"... Dd.n telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) hepada

Isaputerd.Maryant. dan Kami memperkuatnya dengan Rubul Qudus .-.."

(QS. A1-B aqarahz 87)

4j c';aiU41i47. {@''#$=Y$3e"rfr rfir"Ati7' <,t\,F

./r/ .-F

,A.O_g

"Katakanlab: 'Rubul Qudus ffibril) menurunkan al-Qur-an itu dari

Rabbmu dengan benar, untuk menegubkan (bati) ordng-orangyangtelab
beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-ordng

ydngberserab diri (kepada Allah).'" (QS. An-Nahl: 102)

Nama ini juga sangat masyhur disebutkan di dalam hadits. Nabi

ffi menyebutkannya dalam do'anya untuk Hassan €i;, ketika ia
membela beliau ffi (dengan bait sya'irnya).

Dari Abu Salamah bin'Abdurrahman bin 'Auf, ia mendengar
Hassan bin Tsabit al-Anshari meminta persaksian Abu Hurairah 9., :
"Saya bersumpah kepadamu. Demi Allah, bukankah engkau pernah

mendengar sabda Nabi ffi:

& Musnad. Imam Abmad I/276). Maksudnya adalah kesucian'Aisyah 49, . 49
Menyelisik Alam Malaikat

rr..rjiit ert;af .;ur ffi+r );,e+ijf;Ep

'\flahai Hassan, jawablah (belalah*) untuk Rasulullah M.Y^ Allah,
kuatkanlah dia Ruubul Abu Hurairah
dengan Qudus.'" menjawab:
uYa-"4r

Dari Abi Umamah +B , ia berkata bahwa Rasulullah ffi ber-

sabda:

1SJ:; ,3;3F U\ils'Ai gS5*3,,r*iit C:j',tL-n

#t'tS O ;\i1 ,itt \_*v W:; 1,+".ij;,

i+ u J\+ .i ju, airr 5F $t 4g;.'^1\L; o\ o\)r;\E#\

((.3;e\Xr'i!

"Sesungguhnya Ruuhul Quduus telah menghembuskan ke dalam
hatiku (memberitahuku-"d) bahwa suaru jiwa tidak akan mati hingga
ia menyempurnakan ajalnya dan mendapatkan seluruh rizkinya.
Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah (rizki) dengan cara
yang baik dan halal. Janganlah seseorang dari kalian yangterlambat
memperoleh rizkinya, menca rinyadengan cara maksiat. Sesungguhnya
apayangada di sisi Allah \H tidak mungkin diperoleh, kecuali dengan
mentaati-N\L" +z

Makna al-Quds adalah yangsuci.a3

Ar-Raghib berkata: "Firman Allah ti&' * q'aiiidis*

'Katakanlah: 'Rubul Qudus (libriA menurunkan al-QLr-an;tl,'(qS. M-

Nahl: 102) bermaknaJibril turun dengan membawa al-Quds (kesucian)

4l Al-Bukhari 0./173), Kitab "a1-Masaajid", Bab "asy-Syi'ru fil Masaajid" dan Muslim (Y/1932, ro.

152), Kitab "Fadhaa-ilush Shahaabah".
42 Abu Nu'aim dalamal-Hilyab 6./26-27) dengan sanad shahih. Lihat kitab Sbabiihullaami'0./209,

no. 2081) dar Zaadul Ma'aad (/79).
43 An-Nihaayah W/24).

50 Makna Beriman kepada Malaikat

dari Allah, yaitu sesuatu yangmenyucikan jiwa kita, berupa al-Qur-an,

al-Hikmah, dan karunia Ilahi."*

Allah \H juga menamai al-Qur-an dengan Ruub, sebagaimana

dalam firman-Nya:

*$1;KifiqTKc:eja(i,$Wfu$K,y

+fu 8Lu,*t&Y;V:Q.b ,G6 -*,6#5;'^fi;,SS;

{@>*

"DAn demikianlab Kami ualryukan kepadamu ualryu (al'Qur-an) dengan
perintab Kami. Sebelumnya kamu tidahlab mengetabui apakah al-Kitab

(al-Qur-an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami
menjadihan al-Qur-an itu cabaya ydng Kami tunjuki dengan dia siapa
yangKami hebendaki di antara barnba-bamba Kami. Dan sesunggubrtya
kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan ydng lurus." (QS.

Asy-Syuura:52).

Ibnul Qayyim 4i'iY" berkata: "Allah \g menamai al-Qur-an

dengan Ruuh karena padanya bergantung hakikat kehidupan yang
sebenarnya, sedangkan dia menamai al-Qur-an dengan Nuur karena

padany a tergantun g hidayah. "ot

Dari sinil ah-wallaabu a'lam-dapat diketahui mengaPa Allah

menamai Jibril 1,p; dengan Ruub, yaitu karena dia turun dengan

membawa roh yang tidak lain adalah wahyu.

Ath-Thahawi td,E berkata: "Firman Allah: {@ iai*$t*ti$

'Diz dibaua turun oleh ar-Ruubul Amiir?.'(QS. Asy-Syu'araa': 193) Yang
dimaksud adalahJibril 1y4;. Malaikat itu dinamai Ruub karena dialah

pembawa wahyu (yrrg padanyaterdapat kehidupan bagi hati) kepada

para Rasul dari kalangan manusia dan karena dia sangat amanah."o6

64 Al-Mufradazt Q96). l/152).
Asb-Sbauaa'tqul Mursakb
as
Syarb al-Vqiilah atb-Thahaawiyyab (337).

Menyel isik Alam Malaikat 51

Allah menyifati Jibril dengan sifat-sifat yangagung, sebagaimana

yangdifirmankan-Nya ffi :

{ @ G* $*:u,,r; @ {;,:;6, ;r;@ i;rt b:",;7; y

I'Yang diaj arkan kep adan y a oleb ibril) y ang sdngat kuat, Yang mcmpuny ai

akal yang cerdas; dan (Jibril itu) rnend.rnpdhkan diri dengan rilpa ydng
asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi." (QS. An-Najm: 5-7)

iijtIbnu Katsi r'+iH berkata: " 4 $ aninya yang memiliki kekuatan.
Demikianlah pendapat Mujaliid, al'-Hasan dan Ibnu Zaid. Sedang

Ibnu'Abbas berkata: 'Yang memiliki wujud yang bagus.'Adapun

Qatadah berkata: 'Yang memiliki tubuh dan tinggi yang bagus.'"

Lebih lanjut, beliau (Ibnu Katsir) mengatakan: "Tidak ada

pertentangan antara kedua pendapat tersebut karena sesungguhnya

dia Sibril AA;) memiliki penciptaan yang sangat bagus dan kekuatan

yang sangat dahsyat. "aT

Allah \H berfirman:

iliM

"Sesungubrrya al-Qur-an itu benar-benar firman (Allab yang dibaua oleb)
utusan yang mulia (Jibril). Yang rnenxpunydi kekuatan ydng mempunyai

kedudukan tinggi di sisi Allab yang lnernpunydi 'Arsy. Yang ditaati di
sana (di alam Malaikat) lagi dipercaya." (QS. At-Takwiir: 19-21)

Ibnu Katsir +E berkata: "Maksudnya, sesungguhnya al-Qur-

an ini disampaikan oleh seorang rasul (utusan) mulia, yaitu seorang

Malaikat y^rgsangat bagus penciptaannyadan sangat indah tubuhnya,

yakni Jibril ))si. Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu 'Abbas,

Maimun bin Mihran, al-Flasan, Qatadah, Rabi' bin Anas, adh-Dhahhak,
dan ulama lainnya."

a1 Tafsiir lbni Katsiir W/247).

52 Makna Beriman kepada Malaikat

Lafazh 4.1j,";b berarti sangat keras penciptaan, kekuatan dan

perbuatannya.

Lafazh 4.,#J;;,st!* b:,r-akna dia memiliki tempat dan

kedudukan yang tinggi di sisi Allah wj. .

Lafazh 4;)i6ril) maksudnya dia memiliki keutamaan,

yaitu bahwa suirairyi didengar dan ditaati di antara para Malaikat.

Qatadah berkata: "47 ZAb maksudnya di langit. Jibril bukanlah

dari kalanganparaMalaikat (pada umumnya), melainkan dia pemimpin
yangmulia dan sangat diperhatikan. Allah telah memilihnya untuk

-.ribr*a risalah i^ngagung ini. Adap"" {Fr} adalah sifat bagi

Jibril, yaitu amanah. Sesuatu yangsangat agung terjadi tatkala Allah
menyucikan hamba dan Rasul-Ny, dari kalangan Malaikat yaituJibril,
sebagaimana Dia menyucikan hamba dan Rasul-Nf? dari kalangan

manusia yaitu Muhammad M dalam firman-Nya: ( afr'$cVF

'Dan temanmu (Mubammad) itu sekali-kali bukanlah orangydng gila.'
(QS. At-Takwiir: 22)"az

Renungkanlah keagungan, keutamaan, kemuliaan, dan

kedudukan Malaikat (]ibril) ini di sisi Allah. Demikian pula keagungan
penciptaannya dan keutamaan tugas yarlg diembannya agar engkau
dapat mencintainya. Karena mencintainya merupakan iman, sedang-
kan membencinya adalah kekafiran dan kemunafikan, sebagaimana
y ang telah dij elaskan sebelumnya.

Jibril memiliki peran ymLgsangat mulia terhadap Nabi ffi. Dialah
yarLgmenemani beliau di gua Hira pada hari penama kenabiannya.ae

Jibril menampakkan diri dalam sosok seorang laki-laki dan mengaial<nya

berbicara.'0 Beliau ffi pm pernah melihatJibril dalam bentuk aslinya.s'
Nabi ffi selalu rindu untuk bertemuJibril dan memintanyaagar tidak

terlambat datang mengunjungi beliau.5'

48 Tafsiir lbni Katsiir SY /a80).
49 Siabihul Bukhari $/4),Kitab "Bad-ul I(ahyi" &n Muslim (no.16), Kitab "al-Iimaan", Bab "Bad-ul

Vahyi ilaa Rasuulillaah {S".
50 Sbahibul tuhhai 0./27), Kitab "al-Iimaan"&n Muslim (V8), Kitab "al-Iimaan".
5l Lihat keterangan pada halaman berikutnya.

52 Dari Ibnu 'ALUai 46, ia berkata: T.asulullah S berkata kepada Jibril: 'Sepeninya engkau

Menyelisik Alam Malaikat 53

Jibril juga masuk ke dalam rumah Nabi dan menyampaikan
ucapan salam dari Allah, demikian juga mengucapkan salam kepada

isteri beliau ffi.53 Jibril hadir bersama Rasulullah ffi dalam beberapa

peperangan.'o Jibril pun menyertainya ketika Isra' dan Mi'rajss dan
mengimaminya ketika shalat.'u Jibril mengajarkan al-Qur-an kepada

Rasulullah ffi setiap bulan Ramadhan, bahkan pada tahun ketika beliau

w af at ia mengajarkan al-Qur-an seb anyak dua kali.', Jibril pulalah y ang

membacakan al-Qur-an kepada Nabi ffi dengan tujuh ragam bahasa
(qira-at)."Jibril pernah turun untuk meruqyah Nabi ffi ketika beliau

terkena sihir.t'

Malaikat ini juga melakukan perbuatan-perbuatan mulia lagi

agung lainnya yangmenunjukkan kedudukannya di sisi Allah. Bahkan,

banyak ulama yang berpendapat bahwa dialah Malaikat yangpaling

utama dan paling agung di sisi Allah wi . Seandainya kita mengkaji

lebih dalam lagi mengenai perbuatan-perbuatan maupun berita-berita

tentang Jibril, niscaya pembahasanrTya akan menjadi sangat panjang.
Semoga apayangtelah disebutkan tadi dapat mencukupi, insya Allah.

Nabi *& menerangkan sifat-sifat Malaikat Jibril yarLg sangat
luar biasa, yaitu ketika Ummul Mukminin, 'Aisyah QF, , bertanya

mengunjungi kami lebih banyak daripada biasanya? Maka turunlah ayar:{A:jUJiifiC:*

"Dan tidaklab hami ffibril) turun, hecuali dmgan perintab Rabbmu." (QS. Maryari | 64). Shdbiihul
Bubbai (VIl305 - al-Fat-b).
Hakuarnadirarttan"igUm, ieambebracweraitkaa:n"Jbiberjailndaatbaenrgiski elapuak&,
Dari Abu Nabi ffi lalu berkata: 'Wahai Rasulullah,
Khadijah
makanan, atau minuman. Jika ia telah
menemuimu, maka sampaikanlah salam dari Rabbnya dan dariku; serta sampaikanlah berita

gembira kepadanya berupa sebuah rumah &ri permata di Surga. Tidak ada kegaduhan dan keletihan

di dalamnya." Al-Bukhari W l3S9) dan Muslim (no. 2afi). 'Aisyah, Jibril telah datang dan
bersabda kepadanya: "\(ahai
Dari 'Aisyah g, , Nabi {S

menyampaikan salam kepadamu; 'Aisyah pun menjawab: 'semoga keselamatan iuga dilimpahkan
atasny^, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Engkau dapat melihat, sedangkan aliu tidak

dapat melihatnya." Yang di maksud a&lah Nabi iS. Al-Bukhari (VIl305, no.2447 - al-Fat-b).
54 Llhar Shabiihul Bukbari W/t467) dan Muslim (no.1769).
\ll/55 Lrhat Shabiihul Buhhari ll73) dan Muslim 0./ 146).
56 Lihat Sbahiihul Buhhari @/1178) dan Muslim (no. 610).
51 Llhat Shahiibul Bukhari (JJJ/1326) dan Muslim (no. 2450).

58 Lihat Shabiihul Bubhari Fl/1177) dan Muslim (no. 819).

s59 Ruqyah Jibril terhadap Nabi diriwayatkan oleh Muslim dalam Sbabih-nya (no. 2186) dari Abi
Sa'id: Jibril datang kepada Nabi ffi dan berkata: 'Wahai Muhammad, apakah engkau merasa

sakit?' Beliau menjawab: 'Ya.' Kemudian, Jibril berdo'a: 'Dengan nama Allah aku miruqyahmu,
dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari kejahatan setiap yang memiliki jiwa, atau dari mata

yang iri. Semoga Allah memberi kesembuhan bagimu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu'

il Makna Beriman kepada Malaikat

kepada Nabi ffi mengenai firman Allah W , 4 *r i'tiil; ;;$ "Dan

sesungguhnya Muhammad itu melibat tibril di ifuh ydng teran{." (QS.
At-Takwiir: 23). Beliau menjawab: "Itu adalah Jibril. Aku tidak

pernah melihatnya dalam bentuk aslinya, kecuali dua kali. Aku pernah

melihatnya turun dari langit, sedang besar tubuhnya menutupi apa
yatgada di antara langit dan bumi."60

Dari 'Abdullah bin Mas'ud gg mengenai firman Allah t99 :

4tJi qiCj,i66K* *Maka jadilab dia dekat (pada Mubammad sejarak)

dua ujung busur lanab atau lebib dekat |oyi).(QS. An-Najm 9), ia

berkata: "Yang dimaksud adalah Muhamm ad M melihat Jibril yang

memiliki 600 sayap."61

Masih dari'Abdullah bin Mas'ud gg , ia berkata:

* * *:*3 t1v,,r'iS e-$-fiffi *i,r J;, e\in

eVeirt u +,J;EtS:jlr & #;W1 J, Yr;-,P"i' ^:- b W

<<''r# Y,

"Rasulullah W, melihat Jibril dalam bentuk aslinya. Malaikat itu

memiliki 600 sayap dan setiap sayapnya menutupi ufuk. Dari sayap-

sayapnya berj atuhan62 mutiara dan permat a y y
^ngberwarna-warni ^ng
hanya diketahui oleh Allah."u'

Kesimpulannya, a1-Qur-an dan as-Sunnah telah menerangkan

Jibril lpi dengan sifat-sifat agung yangdimilikinya. Maka mengetahui

sifat-sifat tersebut, meyakini dan menyifati Malaikat ini dengannya,fitga
mencintainya dan mengagungkannya, sungguh semua itu merupakan

bagian dari beriman kepadanya.

60 Muslim Q./ 159, no. 287), Ylrtab "al-Iiman".
6t Al-Bukhari Om/610 - al-Fat-h), Kitab "at-Tafsiir".
62 At-Tabaawiil bermakna warna-warni yang berbeda-beda. Lihat al-Qaamuus (1386). Ibnul 'Atsir

berkata: "Asalnya dari sesuatu yang menakutkan dan membuat bingung seseorang. " Lihat an-

Nihaayab N/283).
Ahmad dalam Mtsnad-nya (I/:lS), A.hmad Syakir '1i,15 berkata: "Sanadnya shahth." Lrhar al-Musnad
dengan tahbrijny a N / 37 48).

Menyel isik Alam Malaikat 55

2) Mika-il

lpr.Di antara nama Malaikat (yang bersifat khusus$ adalah Mika-il

Nama ini disebutkan di dalam al-Qur-an dan as-sunnah (hadits).

Allah W berfirman:

5y 'J.t3',b# .4t);) 4;411a) fi.6'n 6( Jy

{@'u.iK1t33G^(

"Barang siapa ydng menjadi musub Allab, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-

Rasul-Nya, Jibril dan Mika-il, maka sesunggubnya Allah adalab musub
orang-ord.ng kafir." (QS. Al-Baqarah: 98)

Telah dijelaskan bahwa Mika-il senantiasa beribadah kepada
Allah. Dengan kata lain, ia juga merupakan hamba Allah.

Al-Qurthubi berkata: 'Kata Mika-il memiliki enam penyebutan,
sebagai berikut:

,) J€t(, (Miikaa-yiil), dengan dua huruf yd. tanpa huruf bamzab,

adalah bacaan Nafi'.

b) &Ki (Miikaa-iil), dengan satu huruf ya dan diikuti setelahnya
dengan bamzab, adalah bacaan Hamzah.

.) J:S+ (Miikaal), tarrpahuruf ya dan hamzz.b,adalah bahasa penduduk

I{ijaz dan merupakan bacaan Abu'Amrdan Hafsh dari'Ashim. Ketiga
bacaan tersebut diriwayatkan dari Ibnu Katsir.
Ka'ab bin Malik berkata (dalam bait sya'irnya) :

V-Yri<; #)\e* ik ',ua?\*i)+i;r

Pada waktu Perang Badar, kami menemui kalian dan kami men
dapatkan bantuan
Bersama dengan pertolongan itu ada Mikal dan Jibril.n

il Bait tersebut terdapat dalam kumpulat sya'irnye (74).

56 Makna Beriman kepada Malaikat

Yang lainnya berkata:

fK; VKSJ,n:j;,: ,F #,VKSQ-,A|\:'#

Mereka menyembah salib dan mendustakan Muhammad,

Jibril, dan mendustakan Mikal.u'

d) pfuJZ* @Iiika-iil), seperti halnya kata (Miika'iit) yangmeng

gunakan hamzab danya, merupakan bacaan Ibnu Muhaishin.

.) ,W Quliikayiil), dengan dua huruf ya, adalah bacaan al-A'masy.

0 .-13t(, (Miihaa-al), sebagaimana dikatakan J;V)\ Qsraa-al) dengan

huruf bamzab yang difat-hab-kan.66

Penyebutan nama Mika-il 1&E" juga diriwayatkan dalam beberapa

hadits. Di antaranya hadits Samurah bin Jundab, ia berkata bahwa

Rasulullah ffi bersabda:

rEJt :i;Y a;lv 3VJ\ '4; d2 :!\ii D$f 6ririi$r --,::n

qelll

((.J3K:, ra $-j7ui'

"Semalam aku melihat dua orang laki-laki datang kepadaku lalu
berkata: 'Yang menyalakan api adalah Malik penjaga Neraka. Aku
Jibril dan ini adalah Mika-i1.'"67

Tentang tugasnya, Ibnu Katsi, 'rit)5 menyebutkan bahwa Mika-il
ditugaskan untuk menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan,yan1dari keduanyalahlahirlah rizki di dunia ini. Dia me-
miliki para pembantu yang melaksanakan setiap apay^rtgia perintah-
kan berdasarkan perintah Rabbnya, yakni meniupkan angin dan awan
sebagaimana dikehendaki Allah Yang Maha Mulia."68

65 Bait tersebut adalah milik Jarir. Ia mencaci al-Akhthal (seorang Nasrani) &n kaumnya. Bait ini

tr terdapat dalam kumpulan sya'irnya (153).

Lihat Tafsiir al-Qartbubi g/38).
57 Al-Bukhari (W313 - al-Fat-b), Kitab "Bad-ul Khalqf, Bab "Dzikrul Malaa-ikah".
68 Al-Bidaayah atan-Nihaayah (L/+t) dengan saduran.

Menyelisik Alam Malaikat 57

Mengenai tugas Mika-il ini, Ibnu Katsir berargumen dengan

hadits Ibnu 'Abbas ,*6. Di dalamnya disebutkan bahwa Nabi ffi
l$ibertanya kepada Jibril
tentang tugas Mika-il? Jibril menjawab:

"Menumbuhkan tanaman dan mengatur hujan."6e

Adapun sifat malaikat ini telah disebutkan dalam hadits dari Anas

bin Malik g , dariNabi ffi, beliau bertanyakepadaJibril: "Mengapa

aku tidak pernah melihat Mika-il tertawa?" Ia menjawab: "Mika-il tidak

pernah tertawa sejak diciptakannya Neraka."70

Dera1at hadits ini dha'if sehingga tidak dapat dijadikan sebagai
sandaran (hujjah). Kita meyakini kabar yang diriwayatkan secara
shahih mengenai sifatnya, yakni bahwasanya dia merupakan salah
satu Malaikat yang paling mulia. Malaikat yang bernama Mika-il ini
ditugaskan Allah untuk menumbuhkan tanaman dan mengatur hujan.

Tidak ada satu pun hadits shahih yangdapat dijadikan pegangan,
khususny a yang menjelaskan tentang ciri-ciri fisik Mika-il, meskipun
ciri-ciri fisiknya termasuk dalam keumuman nash-nash yang menerang-

kan tentang sifat-sifat Malaikat [email protected] akan dijelaskan pada pem-

bahasan kemudian, insya Allab.

3) Israfil

Nama Malaikat Israfil ,S; tidak disebutkan di dalam al-Qur-

an, tetapi nama tersebut diterangkan dalam hadits-hadits shahih. Di

antaranyaadalah hadits'Aisyah €9, : "Apabila Rasulullah ffi bangun

shalat malam, beliau membaca:

.eC)\rS eV\A\ )v,tr\-l: U*5,#rF ;3. ftrr r ll

O,Y1 *GKW4VC;; a) o1 ,-,i :iq.fub pE
"pt

Ibnu Abi Syaibah dalam Kitaab al-'Arry (no. 75), dengan tabqi4Mwhammad Khulaifah at-Tamimi.
Ia berkata: "Sanadnya shahih dengan hadits-hadits pendukungnya." Abusy Syaikh dalam al-
Azhamah W70l). Ath-Thabrani dalamal-Kabiir 5U379). Al-Baihaqi dalamasy-Syu'aD (33), Bab
"asy-Syu'bah ats-Tsaalitsah", denganuhqiqFalah Tsani. Sanad hadits ini shahih dengan hadits-hadits
pendukungnya, insya Allah.
Ahmad dalam Musnad-nya (n/22a) dan yang lainnya, namun sanadnya dba'if, Lih;rt Dba'iiful-

Jaami'ff/99).

58 Makna Beriman kepada Malaikat

*tW itlvt U &# ost,*\y,*r u ::,);; \q p-+^l

K'6r#

'Ya Allah, RabbJabra-il, Mika-il, dan Israfil. Yang menciptakan langit
dan bumi, Yang mengetahui yang tampak dan yang tidak tampak.

Engkau yang memutuskan (perkara) di antara hamba-hamba-Mu

pada apa yang mereka perselisihkan. Berilah aku petunjuk terhadap
ap a y ang dip erselisihkan p adany a, berup a keben aran den gan izin-Mu.
Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa y^ngEngkau
kehendaki kepada jalan yang lurus.'"7r

Yang masyhur di kalangan p^ra ahli tafsir adalah Israfil 24;

ditugaskan meniup ash-Sbuur (sangkakala). Ash-Shuur adalah tanduk
yangditiup oleh Israfil. Kata asb-Sbuursendiri disebutkan dalam banyak

ayat, di antaranya firman Allah di bawah ini:

{ @ 5}{3'l41i ;{i.46-$ *i aA t:'y *

*Apabila sangkakala ditiup maka tidaklab ada lagi pertalian nasab di
antara mereka pada bari itu dan tidak pula mereka saling bertanya."
(QS. A1-Mu'minuun: 101)

r,zn'w;Aied6*

"Dd,n (ngd.tkh) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terbejutlab segala
yang di langit dan segala ydng di bumi...." (QS. An-Naml: 87)

{@ );;'ii;4"iAta4B,

"Ddn d.itiuplab sangkakala. Itulah hari terlaksantmya ancarndn.- (QS.
Qaaf:20)

M*li*7 I O,/ 534), Kitab "Shalaatul Musaafiriin".

Menyelisik Alam Malaikat 59

Tiupan sangkakala tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama,
tiupan yang menyebabkan semua makhluk tersentak. Kedua, tiupan
yang menyebabkan semua makhluk yang masih hidup pingsan dan

mati. Ketiga, tiupan yar,g menyebabkan semua makhluk bangkit

menuju Rabb alam semesta.

Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa tiupan tersebut
hanya terjadi dua kali.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Sbabiib-nya dari 'Abdullah

bin'Amr c#,ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

;31,isqet\lt &iiysei'oj;.:.s-Ja rrAt e-g A)
AUbi7 ;rs:t u,xs e;#'iti .+!,p; iX '

u
3u+f 4r,1J;... .1xr :i,tJllr'iS w;-,jir ji*,js 31- ilr
t

a?\
*r(o)HfWpsp rb

",tet
'Kemudian, sangkakala ditiup. Maka tidak ada seorang pun yarrg

mendengarnya melainkan tengkuknya bergoyang ke bawah dan

ke atas."72 Beliau (Rasulullah ffi) melanjutkan: "Yang pertama kali
mendengarnya adalah seorang laki-laki yang sedang memperbaiki

telaga untanya." Beliau (Rasulullah #) melanjutkan lagi: "Orang itu
pun pingsan lalu disusul oleh manusia lainnya." Sesudah itu, Allah

mengutus-atau beliau (Rasulullah M_) berkata: 'Allah menurunkan-

hujan seolah-olah seperti sperma kaum laki-laki atau bagaikan

naungan ... lalu darinya tumbuhlah jasad-jasad manusia. Selanjutnya,

sangkakala ditiup untuk yang kedua kalinya, kemudian mereka

bangkit menunggu (keputusan yang ditetapkan untuk mereka*).'"2:

Al-Qurthubi'+i$5 berkata: 'LJmmat telah sepakat bahwa yang

meniup sangkakala adalah Israfil ,ptr. Abul Haitsam menegaskan:

" u*1 Q4.sbgbaa) berani miring. *i\\ (Al-Liir) bermakna tengkuk dan bagian sampingnya. Lihat

Majrnau' I A nanzr (IVl53 8).
73 Sbabiih Muslim SY/2259, no.2940).

r.til Makna Beriman kepada Malaikat

'Barang siapa mengingkari bahwa sangkakala itu adalah sebuah tanduk
maka dia sama dengan orang yang mengingkari'Arsy, Miizan, dan
Shiraatb. Dia pun memberikan penakwilan baginya."'o

Meskipun pendapat ini sangat masyhur dan ummat pun telah
berijma' mengenainya, sebagaimana dikatakan oleh al-Qurthubi,

bahwasanya kalian tidak akan mendapatkan ulama yangmembicarakan
tentang asb-Sbuur (sangkakala) melainkan ia menyebutkan bahwa

yang meniupnya adalah Israfil. Akan tetapi, setelah mengkaji dan
meneliti, ternyata saya tidak menemukan satu hadits shahih pun yang

menunjukkan bahwl- yang meniupnya adalah Israfil lMi walauPun

hadits yang berbicara mengenai tiupan, jumlah tiupan, dan sifat

peniupann ya, serta Malaikat yang meniupnya, sangat banyak.

Hanya saja, Ibnu Jarir ath-Thabari +SZ berkata (setelah me-
nyebutkan pendapat para ulama mengenai hakikat tiupan tersebut):
"Menurut kami, yangbenar dari berbagai pendapat mengenai hal itu

adalah sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits Rasulullah M;

beliau bersabda:' Sesunggu hny a Israfil telah memasukkan asb - Sb uur ke

dalam mulutnya dan menundukkan dahinya sambil menunggu kapan

ia diperintahkan (untuk meniupnya*), lalu dia pun meniupnya."t

Rasulullah W,jrg bersabda: ((# &'ct;'tAtn

" A sh - Sb uur adalah tanduk y ang ditiup. "76

74 Tafsi ir al - Qurt b u bi Sn/ 20).

75 Srya tidak pernah menemukan riwayat yang menisbatkan Israfil kepada sangF.akala m-elainkan
daiam hadiis ini, yaitu hadits tentang sangkakala yang sangat masyhur yagg dinlayqtkan oleh

ath-Thabari dabmfafsiirrrya (XVl30); demikian juga oleh ath-Thabrani dzlamal-Muthauuahat

Q66 no.36) d,oaintsyabn.giklrati.n,n/yAat.-LUih"antrtaln-'AUzubaMmuasab karya Abusy Syaikh @/839). sanad hadits
ibo,, al-Madini berkita' 'Miskipun-dalam
tlrmir

a& perawi yang diperbincangkan, secara umum isinya diriwayatkan terpisah dari sanad-sanad yang

shehih.'" An-Nibaayah 0/ 279).
Yang tampak adalah benar sesuai dengan perkatakannya-uallaalu'alam-kectali lafazh Israfil

dan Sahw; dial"h y*g ditugaskan meniup sangkakala, sebab saya belum menemu\an syahid;tya.

Hadits tersebut didhat{kanbleh Ibnu Hajar, sebagaimana dijelaskan dalam al-Fat-b $U368), dzn'

al-Albani, sebagaimana dabm Tabqiq athThrtaautiyyab Q65).
(XLl410, no. 6806). At-Tirmidzi W /4L) dan ia berkata:
Hadits tersebuidiriwayatkan oleh Ahmad 4742). Disebutkan juga oleh al-Albani dalam as-Silsihh
"Hadits hasan shahih.; Abu
Dawud (ro.

ash-sbabiibah (no. 1080) dan ia menghasankannya.

Menyelisik Alam Malaikat 61

Hadits tersebut shahih dengan laf.azh ini, tidak seperti hadits

yangpertama. Adapun hadits pertama, yangdi dalamnya dengan jelas
disebutkan nama Israfil, adalah hadits dha'if yangtidak dapat dijadikan
sebagai hujjah. Terdapat hadits shahih rentang hal itu, tetapi tanpa
disenai penyebutan nama Israfil, yaitthadits Abu Sa'id al-Khudri gE ,

ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

(4c!;t.;,o!:ir '&6 3ii,\c\ $ qrqt'>qiiqn

"Bagaimana aku bisa bersenang-senang, seme ntara sang peniup
sangkakala telah memasukkan ujung sangkakala ke dalam mulutnya
dan siap menerima perintah. Kapan dia akan diperintahkan untuk
meniupnya, maka ia pun akan melakukannya." (Al-Hadits),,

Oleh karena itu, saya tidak tahu apa sebenarnya landasan ljma'
yangdisebutkan oleh al-Qurthubi ,;uSZ di atas, yangsebelumnya juga
telah disebutkan oleh al-Halimi, bahkan disebutkan oleh banyak
ulama lainnya. Sementara itu, sudah dimaklumi bahwa hal-hal ghaib
tidak boleh diyakini melainkan jika ia diambil dari hadits-hadits
shahih. Dengan kata lain, tidak cukup menetapkannyahanyadengan
berdasarkan kemasyhuran periwayatannya di kalangan para ulama
secara tunrn-temurun.

Mungkin, wallaahu a'lAm, yangmembuat hal ini sangat masyhur
adalah penyebutan hadits-hadits ini dalam Bab "ar-Riqaaq." Tambahan
pula, para ulama biasanya bersikap lebih longgar dalam masalah hadits
seputar nasihat dan penyucian jiwa. Namun, apabila seseorang sampai
berkeyakinan bahwa Israfil ditugaskan untuk meniup sangakakala,

maka itu termasuk masalah 'aqidah, bukan lagi masalah nasihat,

sehingga tidak pantas bersikap longgar terhadap hal tersebut.

7i Ahmad (){yll/89, no. 11039). At-Tirmidzi (y/42) dan ia berkata: "Hadits hasan." Demikian

pria,iamengltasanhannyaditempatlain(V/50). IbnuMajah @,/1428,ro.4273).Riwayatinijuga
disebutkan oleh al-Albani dabmas-Silsihb asb-sbahiihab (no. 1079) dan ia menghasankannya. Lihat
.ialur periwayatan hadits ini secara terperinci dabm Musnad Imam Abmad (XVIV89-90.

62 Makna Beriman kepada Malaikat

Dalam hal ini kita harus membedakan antara beriman kepada
sangkakala dan jumlah tiupan dengan Malaikat yang meniupnya.
Sebab, perihal sangkakala dan jumlah tiupannya telah ditegaskan

dalam al-Qur-an dan as-Sunnah. Adapun mengenai yang ditugaskan

untuk meniupnya, yaitu Israfil ,P;, al-Qur-an dan as-Sunnah tidak

menyebutkannya, uallaabu d.'lArn."

Nabi ffi dalam do'anya yang lalu menyebutkan nama Jibril,

Mika-il, dan Israfil. Hal ini menunjukkan keagungan dan ketinggian

deralatketiga Malaikat tersebut di sisi Allah, serta menerangkan betapa
agungnya tugas yangdiembankan kepada mereka.

a) Malik Penjaga Neraka

Nama ini disebutkan dalam firman Allah tH:

{ GjtJ Ky-Ju "a: c* ;{)- A#'v;6y

"Mereka berseru: 'Hai Malik! Biarlah Rabbmu membunub kami saja.'
Dia menjauab: 'Kamu ahan tetd,p tinggdl (di Neraka ini)."'(QS. Az-
Zrtkhru{:77)

Ibnu Jarir 4!fi5 berkata: "Allah W menuturkan ketika orang-orang

durhaka dimasukkan ke dalam Neraka. Allah menyiksa mereka dengan
siksaan yangberat. Oleh karena itu, mereka menyenr Malik, penjaga

Neraka: 4 :reJ$,A-i*$'HaiMalik! Biarlah Rabbmu membunub kami

saja.' Matsudnya, hendaklah Rabbmu mematikan kami.""

Al-Qurthubi berkata: "Firman Allah BE'{ AFrV,6i}. "Mereka

berseru:'Hai Malik!"'Yang dimaksud adalah peniaga Neraka. Malik

diciptakan lantaran kemurkaan-Nya. Jika Malaikat tersebut membentak

Inilah kiranya kesimpulan dari kajian penulis. Jika simpulan ini benar, maka itu semata-mata dari
Allah. Namun jika silah, maka hal itu berasal dari penulis sendiri dan dari syaithan. Penulis akan
menariknya kembali serta memohon ampunan kepada Allah. Masalah ini disebutkan (lantaran

kemasyhurannya), rctapi tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi ffi (yakni perkataan beliau) bahwa

yang meniup sangkakala adalah Israfil.

Tafsiir lbnu Jarir C{XY / 98).

Menyelisik Alam Malaikat 63

Neraka, niscaya apiny a akan saling memaka n antara y angsatu dengan

yanglainnya."80

Nash-nash ini tidak bertentangan dengan firman Allah W :
4;r"^S-W$ "Dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga)."

(QS. Al-Mirddatstsir: 30) Sebab, memang benar penjaga Neraka
berjumlah sembilan belas, hanya sajayangpaling besar adalah Malaikat
Malik. Itulah mengapa ia disebutkan secara khusus, anllaabu a'lam.

Nabi ffi sendiri pernah melihatnya, sebagaimana dalam hadits
Isra' dan Mi'raj. Dalam hadits tersebut Rasulullah ffi bersabda:

)Vt b'iK \"r4iWi-'\>\i,6y U-,e;tl qVl>

,iV\3rP\ Jt.\ G;v;Y)'!, & 4Vst;#

((.;Bl ortl- flU --?r: d\1\ blz*t)

"Pada malam aku diisra'kan, aku melihat Musa dalam sosok laki-laki
berkulit sawo matang, benubuh tinggi, dan berambut keriting, seolah-

olah dia berasal dari kabilah Syanu-ah. Aku pun melihat 'Isa dalam
sosok laki-laki berpostur sedang, berkulit merah keputlh-putihan,
dan berambut lurus. Aku juga melihat Malik, penlaga Neraka." (Al-

Hadits)81

Berdasarkan dalil-dalil di atas, jelaslah bahwa penjaga Neraka
adalah Malik. Dialah penjagaNeraka y{Lgpaling besar. Sementara itu,

di b awahn y a t e r dapat p ar a p e mb antu dan M al ai kat Z ab aniyy ah, y arrlg
jumlahny aharryadiketahui oleh Allah. Kita berlindung diri dari Neraka.

Pelu dijelaskan di sini tentang kabar yangmasyhur di kalangan
masyarakat bahwasanya Ridwan dianggap sebagai penjagaSurga. Ibnu

80 Tafsiir al-Qurthubi SW 116). Khdqf , Bab "Dzikrul Malaa-ikah". Muslim (no. 165), Kitab

8' Al-Bukhari ([V1183), Kitab "Bad-ul

"al-Iimaan", Bab "al-Israa-u bi Rasuulillaah {S".

Tambahan: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya mengenai masalah Rasulullah ;ffi melihat

para Nabi ketika Isra'. Beliau menjawab: "Yang beliau lihat addah roh yang tampak dalam bentuk

jasad karena jasad mereka terkubur dalam bumi. Terkecuali Isa ffiE , beliau melihatnya d,lam
bentuk jasad dan ruhnya." Diringkas &ri kitab al-Majmuu' W /329).

64 Makna Beriman kepada Malaikat

Katsir berkata: "PenjagaSurga adalah seorang Malaikat yangbernama

Ridwan. Hal itu dengan jelas disebutkan dalam beberapa hadits."82
Sepeninya-ualhahu a'km-yang ia malsud adalah hadits Ibnu 'Abbas
yangdi dalamnya disebutkan: Jibril berkata kepada Nabi ffi: '\U(ahai
Muhammad, bergembiralah. Malaikat ini adalah Ridwan, penjaga

Surga." (A1-Hadits)s3

Deralat hadits ini dha'if. Oleh karena itu, nama ini tidak dapat

ditetapkan bagi Malaikat penjaga Surga, anllaahu a'lam.

5) Malaikat Maut

Demikianlah sifat ini (maksudnya Malakul Maut'd) disebutkan
dalam al-Qur-an dan as-Sunnah. Penamaan Malaikat ini dengan lzra-il,

sebagaimana yarrgmasyhur di tengah masyarakat, tidaklah benar.

Allah \H berfirman:

(4-.a)>/;4 ";S JLr "&;fi ,sii eA iif #;,j; * *

{@

"Katakanlah:'Malaikat nxdut ydng diserahi untuk (mencabut nyaana)mu
akan mematikann?u, kemudian banya kEodo Rabbmulah kamu akan
dikembalikd,n. " (QS. As-Sajdah: 1 1).

FA,x$y& "ltr "w bjj".r)v*.'ij b6';, y

{@ ''gis {'(AL*; -rfi\

t'z Al-Bidaayab roan Nihaayab (./45).
83 Riwayat ini disebutkan oleh as-Suyuthi &lam al-Habaa-ih (67) dar. ia menisbatkannya kepada

al-Ifahidi dalam Asbaabun Nuzuul, sena disebutkan pula oleh Ibnu 'Asakir dalam Taariihbnya.
Keduanya berasal dari jalur Ishaq bin Bisyr, &riJuwaibir, dari adh-Dhahhak, &ri Ibnu'Abbas. Di

dalam sanad hadim ini terdapat Ishaq bin Bisyr &o Abu Khudzaifah an-Najjari. Adz-Dzahebi

berkata: "Mereka (para ulama) meninggalkannya dan keduanya dituduh telah be rduxa." Al-Miizaan

(r/184).

Juwaibir bin Sa'ad al-Azdi adalah ahli tafsir d^" sahabat ad-Dhahhak. Ibnu Ma'in berkata: "Ia d&k

berarti." Al-Miizaan [./ 427).

Menyel isik Alam Malaikat 65

"Ddn dialab ydng rnempunyai kekuasaan tertinggi di atas se?nua hamba-
Nya, dan diutus-Nya hepadamu Malaikat-Malaikat penjaga, sebingga

apabila datang kematian kepada salab seordng di antara kamu, ia
diuafatkan oleh Malaikat-Malaikat Kami, dan Malaikat-Malaibat Kami
itu tidak rnelalaikan kerutajibannyd." (QS. Al-An'aam: 51)

Pembahasan menyeluruh dan dalil-dalil seputar masalah ini

akan disebutkan pada penjelasan yangakan datang, insya Allab. Kami
menjelaskan sebagialnya di sini untuk menjelaskan ketidakbenaran
penamaan Malaikat Maut dengan lzra-rl.

6) Munkar dan Nakir

Dua nama ini disebutkan dalam hadits-hadits tentang fitnah
kubur-kita berlindung diri darinya.Di antaranya hadits Abu Hurairah

.Eb,ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

ii6 qs::i 6wr:"ioKi; ;Ef - ?;li,i\s Ji-,3Fr t;Lt>

l$ O Jrt e:K Y:oYjJ{j ,'rr3t:';li6 4SSt 'u++j)

((.#rr

"Apabila mayit telah dikubur-atau beliau bersabda: salah seorang dari
kalian (telah dikubur)-maka dua Malaikat yang hitam dan bermata
biru datang kepadanya. Salah seorang dari keduanya bernama Munkar

danyanglain bernama Nakir. Lanras, keduanya bertanya: "Ap" yang

kamu ketahui mengenai laki-laki ini?" (Al-Hadits)80

Ibnul'Arabi al-Maliki berkata: "Dinamai Munkar dengan nama
yang bersifat umum, mencakup setiap orang yarlg ditanya, baik
Mukmin maupun kafir. Ia dinamai demikian karena setiap orang yang

M {"-1H-aTdj.itrsmhidaszai n $gUb2a6r7ib)".dIbalmamtHiKbibtaabn "al-Janaa-iz', Bab "Maa Jaa-a fii 'Adzaabil Qabr", ia berkata:
dalam al-Maroaarid (7AO;. At-emani berkata-&lam Tahhiijtl

Misykaab:."Sanadnya hasan menurut syarat Muslim." Al*Iisyhadb 0,/131).Untuk lebih rinci, lihat

Ma'aarijul Qabuul @,/ 7 21 - 7 48).

66 Makna Beriman kepada Malaikat

melihatnya pasti akan menghindariny a. Hal itu disebabkan keduanya
begitu menyeramkan: rupanya sangat jelek, ucapannya kasar, dan
mereka memegangalat pemukul yangsangat menakutkan. Ini adalah
fitnah (ujian) pertama yang dialami seorang Mukmin di kehidupan
akhirat, sedangkan ia merupakan awal siksaan yangakan dialami orang
kafir. Namun, Allah meneguhkan orang Mukmin dengan karunia dan

janji-Nya. Dia mengajarkan kepada mereka hujjah sehingga orang
Mukmin tersebut tidak mempedulikan (ujian) keduanya. Sebaliknya,
Allah menghinakan orang kafir sehingga ia menjawab dengan gagap
lalu terdiam. Maka kemurkaan dan siksaan Allah pun dijatuhkan

kepada mereka."85

Kebenaran kedua nama ini disebutkan oleh para ulama Salaf,

sesuai dengan'aqidah mereka.

Abu Ja'far ath-Thahawi berkata: "Kita beriman dengan adanya
adzab kubur bagi orangyangberhak mendapatkannya, juga kepada
pertanyaan Munkar dan Nakir di dalam kubur (yaitu) mengenai Rabb,
agama,dan Nabi-Ny.; berdasarkan berita-b erita y ang datangdari Nabi

ffi dan para Sahabat o&. beliau. Kubur itu akan menjadi salah satu

taman Surga atau salah satu jurang Neraka."s6

Pensyarah kitab Aqiidab atb-Tbahaaatiyyab, Ibnu Abil'Izz al-Hanafi

k4u!fbi5u,rbdearnkaktean: i"kBmanaytaanknyhaadbiatsgiRmaesruelkuallayhaMngbye^rhnagkmmenejnedlaaspkataknanandyzaa;b

demikian juga pertanyaandua orang Malaikat (di dalam kubur). Maka
dari itu,wajib hukumnya meyakini dan mengimani kebenaran berita
tersebut. Kita tidak boleh membicarakan tentang bagaimana cararLya.
Sebab, akal tidak akan mampu mencernanya karena memang tidak
adayangmenyamainya di dunia ini. Sebenarnya, syart'attidak datang
dengan sesuatu y^ng mustahil menurut akal, hanya saja terkadang
menyebutkan sesuatu yang tidak mampu dicerna aka1."87

8s Aaridhatul Abuadzi W /292). 67
E6 Al-'Aqiidah atb-Tbahaautiyyab (451).
87 lbid.
Menyelisik Alam Malaikat

7) Harut dan Marut

Ffarut dan Marut adalah nama dua Malaikat yang mulia. Ada
banyak kisah dan dongeng yang ditulis berkaitan dengan keduanya,

yangkebanyakan diambil dari Ahlul Kitab. Nama kedua Malaikat ini

disebutkan dalam al-Qur-an, yaitu firman Allah W:

bY3 49 & i)r:tW(|t;;;i1y
IF jJus ';4"*t ,illi o;"9) \t3tK ( '|f.J;
-rfi&#b aa-3- Yi"3;5; .' d(^ sy", y1111\
*iw'c4 -, 53# Y tQi i; <i"4 te 6y
$llq"fii gi|-,ny- b -*, u-54; iVS2 *t-, ;t\
{ \y,2 5 Y A:a\ ^;i;" Aitu- { ; ;f;,_ y
=rafr v <fi4r W -> ;+$i
t*\3\1 5 #\' @ 6':13-

"DAn mereka mengikuti apa ydng dibaca oleb syaitan-syaitan pada

rndsa h.erajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahan Sulaiman itu

mengerjakan sibir), padabal Sulaiman tidak kafi.r (tidah mengerjakan

sibir), banya syaitan-syaitan itulab ydng kafir (mengerjakan sibir). Mereka

mmgajarkan sibir kepada manusia dan apayangditurunkan kepada dua

orangMalaikat di negeri Babil,yaitu Harut dan Marut, sedangkeduarrya

tidak mengajarkan (sesuatu) bepada seordng pun sebelum mmgatakan:

'Sesungubnya bami banya cobaan (bagimu), sebab itu janganlab kamu

hofir'. Mdka mereka mempelajari dari hedua Makikat itu apayangdmgan

sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seordng $uami) dengan
isterirrya. Dan mereka itu (abli sibir) tidak memberi mudbarat dengan

sihirnya kepada seorang pun hecuali dengan izin Allah. Dan mereha

mempelajari sesuatu yangtidak membri mudbarat kepadanya dan juga

tidah memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telab mqakini

68 Makna Beriman kepada Malaikat

baban barang siapa ydng menukarnya (Kitab Allab) dengan sihir itu,
tiadalah baginya keuntungan di akbirat, dan amat jabatlab perbuatan
mereka menjual dirinya dengan sibir, kalau mereka mengetabur.' (QS.
Al-Baqarah: 102)

Ayat ini dengan tegas menyebutkan bahwa Flarut dan Marut

adalah dua Malaikat yang diturunkan ke bumi sebagrifitnab (tajian)bagi
manusia. Keduanya memperingatkan orang yang datang kepadanya
untuk mempelaj ari apa (sihir) yangmereka bawa.

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai maksud ayat ini.
Mereka juga berselisih tentang Malaikat Harut dan Marut itu. Di

antara mereka ada y angberpendapat : " Sesun gguhnya keduanya adalah

Malaikat yangAllah d.a;j beri kemampuan untuk bermaksiat, seperri
halnya jin dan manusia. Allah menurunkan keduanya ke bumi untuk

menguji mereka."

Ada j u ga y ang be rp endap at : " Kedua ny a adalah r ap. Lafadz inz a a I
(menurunkan) dalam ayatinibermakna ilbam dan pengajaran.

Yang lain berpendapat: "Keduanya adalah laki-laki yang

menampakkan keshalihan hingga keduanya menyerupai Malaikat,
lalu Allah menyebutkan keduanya dengan sifat yang terkenal dari

mereka."

Ada pula yang berpendapat: "Ked:uanya adalah penyihir dari
penduduk Babil."

Ada juga yangberpendapat: "Huruf u (ma) padalafazh

4 ii411i :F iJ Yi*bermakna al-lubdu,ytrLgaftLnya tidak. Maksudnya,

sisungguhnya Allah tidak menurunkan sihir kepada keduanya."88

Ibnu aJdaarlairh'1M;tSa5lamikeantgyuaantkgadnitpuernudnakpa^nt yang mengatakan bahwa

keduanya sebagai fitnah (ujian) bagi

manusia. Ia berkata: "Diturunkannya sihir itu oleh Allah kepada kedua

Malaikat tersebut, lalu keduanya mengajarkannya kepada manusia.

Perbuatan ini bukanlah dosa karena keduanya mengajarkan sihir

tersebut atas izin Allah, yakni setelah keduanya memberitahukan

88 Lihat Tafsiir al-Baghawi Q./99), Tafsiir lbni Katsir (./133 - 144), dan Tafsiir al-Qurtbubi (I/50).

Menyelisik Alam Malaikat 69

(manusia) tentang mereka sebagai fitnah (ujian) bagi anak Adam.
Keduanya melarang manusia untuk mempelajari dan mengamalkan
sihir, serta mencegah mereka berbuat kekafiran. Dalam hal ini, yang
berdosa adalah mereka yang mempelajarinya dari kedua Malaikat
tersebut lalu mengamalkannya. Sebab, Allah \1M telah melarang orang-
orang untuk mempelajari dan mengamalkan sihir. Seandainya Allah
membolehkan manusia untuk mempelajari sihir, niscaya hal itu tidak
termasuk perbuatan dosa. Demikian pula, kedua Malaikat tersebut
tidak berdosa lantaran mengajarkanflya; sebab keduanya mengetahui
sihir karena Allah sendiri yangmenurunkannya kepada mereka."8e

IbnuJarir melanjutkan: 'Jika apayangtelah kami jelaskan di atas
masih rancu bagi orang yang aw am, " lalu ia berk ata: "Bagimana mungkin
Malaikat boleh mengajarkan kepada manusia untuk memisahkanantara
suami dan isteri. Bagaimana mungkin juga diturunkannya sihir kepada
kedua Malaikat tersebut dinisbatkan kepada Allah Mj" ?"

Jawabannya: "sesungguhnya Allah Yang Mahamulia telah

memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya segala yang Dia perintahkan

dan segala yang Dia larang. Kemudian, Allah memerintahkan dan
melaran g setelah me reka men getah ui apa-ap a y angtelah diperintahkan

dan dilarang tersebut. Seandainya tidak demikian, niscaya perintah dan
larangantersebut tidak mungkin bisa dipahami. Dengan demikian, sihir
merupakan salah satu hal yangAllah larangterhadap hamba-hamba-Nya
dari kalangan manusia. Maka dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwasanya
Allah Yang Mahamuliamengaprkan kepada kedua Malaikat yang Dia
sebutkan di dalam al-Qur-an, lalu menjadikan keduanya sebagai ujian

bagi manusia, sebagaimana yang Allah firmankan tatkala keduanya
mengingatkan kepada orang yarg hendak mempelajari sihir dari

mereka: 'Sesunggubnya kami banya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah

kamu kafirJ (QS. Al-Baqarah: 102). Peringatan itu tidak lain untuk
menguji hamba-hamba-Nya yangtelah dilarang untuk memisahkan

antarra suami dan isteri serta dari perbuatan sihir.

8' Tafsiir lbni Jarir (L/422), dengan tabqiqMzhmttd Syakir.

70 Makna Beriman kepada Malaikat

Maka Allah pun membersihkan orang-orang Mukmin dengan

menghalangi mereka dari mempelqarnya. Sebalikny a.,Diamenghinakan

orang kafir yang mempelajari sihir dan kekafiran dari keduanya.
Kedua Malaikat-ketika mengajarkannya kepada manusia-berada
dalam kondisi taat kepada Allah karena hal itu mereka lakukan
atas izin dari-Nya. Ada sekelompok waliyullah (wali Allah) yang
disembah, namun hal itu tidaklah menjadi dosa karena mereka tidak

memerintahkan manusia untuk menyemb ahnya. Terkadang sebagian
manusia menyemb ahny a, sedan gkan y angdisemb ah itu melaran gnya.
Demikian pula kiranya kedua Malaikat tersebut, mereka tidak berdosa
karena perbuatan sihir orangyang mempelajarinya sebab keduanya
telah melarang dan menasihati mereka untuk tidak melakuan perbuatan
itu dengan mengatakan:'Sesungguhnya hami banyalab cobaan Bagimu),

sebab itu janganlab kamu kafir.' (QS. A1-Baqarah: 102). Sungguh,

keduanya telah menunaikan apa yang diperintahkan-Nya kepada
mereka, yakni untuk mengucapkan perin gatan tersebut. "e0

Demikianlah penjelasan IbnuJarir atas pertanyaan yang dilontar-
kan oleh orang-orang awam tadi.

Insya Allab, pendapat inilah yangbenar dalam masalah ini, yaitu
b ahwasanya keduan y a adalah Malaikat y ang diturunkan sebagai fitnah
(ujian) bagi manusia, anallaabu a'lam.

Adapun riwayat yang menyebutkan kisah keduanya bersama
seorang wanita bernama az-Zuharah, sedang keduanya telah me-
lakukan perbuatan durhaka kepada Allah, maka kisah tersebut
hanyalah dongeng yangberasal dari Bani Isra-il. Tidak ada satu pun
hadits marfu' yangshahih yangmenjelaskan tentang kisah tersebut.

'0 Tafsiir Ibni Jarir SL/ 426 - 427) dengan ahqiqMahmnd Syakir. Ibnu Katsir mengingkari perkataan

Ibnu Jarir di atas. Ia berkata: "Penafsiran yang diutarakannya sangat aneh." Namun, Mahmud
Syakir '+]ii5, pen-tahqiqkitab Tafsiir lbni Jarir @,/a22) berkata: "Saya tidak mengingkari apayang
dikatakan oleh Abu Ja'far sebagaimana yang diingkari oleh Ibnu Katsir. Seandainya Anda melihat
secara obyektif dan mengkaji ungkapan Abu Ja'far secara teliti, niscaya Anda akan mendapatkan
hujjah yang sangat jelas dan terang atas kebenaran pendapatnya. Selain itu, Anda akan menemukan

ketelitian dan ketajamannya dalam mengkaji makna serta mentadabburi laf.azh-lafazhyang hampir

tidak ditemukan selain dalam tafsir yang mulia ini."

Menyelisik Alam Malaikat 71

Oleh karena itu, berpegangpadamakna zbabir (lahir) dariayattersebut
(QS. Al-Baqarah: 102) adalah lebih baik, anllaabu a'lam.

S) Ar-Ra'du

Ibnu Jarir ath-Thabari +SZ berkata: "Adapun ar-Ra'du, para

ulama berbeda pendapat tentangnya. Sebagian mereka berpendapat
bahwa dia adalah Malaikat yangmenggiring awan dengan hentakan.
Pendapat ini dinisbatkan kepada'Ali,Ibnu'Abbas, Abu Shalih, Syahr
bin Hausyab, dan'Ikrimah.

Yang lainnya berpendapat: "Ar-Ra'du adalah angin yang ber-
sembunyi di bawah awan lalu naik ke atas sehingga keluarlah suara

darinya." Pendapat ini dinisbatkan kepada Ibnu 'Abbas dan Abul

Ja'd.st

Ulama yang lain lagi berpendapat: "Dia adalah suara benturan

awan."92

Ulama yang menamai Malaikat yang ditugaskan untuk

menerbangkan awan dengan ar-Ra'du berpegang pada hadits y^ng

di riwayatkan oleh at-Tirmid zi dan y ang lainny a dari Ibnu' Abb as 9,,
ia berkata: "Orang-orang Yahudi mendatangi Nabi ffi dan bertanya:

''$7ahai Abul Qasim, beritahukanlah kami tentang ar-Ra'du?'Beliau
menjawab: 'Dia adalah Malaikat yang ditugaskan untuk menggiring
awan. Ia membawa pemukul api yang digunakan untuk menggiring

awan ke arah mana sajayangAllah kehendaki.'Mereka bertanyalagi:

'Apakah suara yang kita dengarkan ini?'Beliau menjawab: 'Suara

awan ketika Malaikat tersebut menggiringnyahingga ke tempat yarLg
diperintahkan kepadanya.' Mereka berkata:'Engkau benar.' Mereka
bertanya lagi: 'Beritahukan kepada kami tentang

Bani Isra-i1 terhadap diri mereka sendiri?' Be^plia^yu^nmgednihjaawraambk: a'Ina

(Ya'kub-"d) pernah menderita sakit pada pangkal paha. Ia pun tidak
mendapatkan sesuatu yang dapat menyembuhkannya, kecuali daging

e'q2t Tafsiir lbnu Janir [/152). / 263).
Majmau' al-Fataa uaa (X'X*IV

72 Makna Beriman kepada Malaikat

unta dan susunya. Oleh sebab itu, dia pun mengharamkannya' . Mereka

menjawab:'Engkau Benar.'"e3

Terdapat banyak atsdry^ng semakna dengan riwayat di atas,

yakni hadits dari Ibnu 'Abbas, 'Ali, dan Sahabat lainnya. Namun,

mayoritas d.tsd.r tersebut tidak dapat dijadikan sebagai hujjah.

Hadits ini menunjukkan adanya Malaikat yang menggiring

awan, bahkan suara yarLg terdengar darinya (yaitu petir-'d) boleh
jadi merupakan suara Malaikat dan mungkin juga merupakan suara
benturan awan.'Walaupun demikian, hadits ini tidak menunjukkan-
utallazbu a'km-penamaan Malaikat ymgditugaskan untuk menggiring
awan dengan ar-Ra'd. Memang benar, sesungguhnya Malaikat yang

ditugaskan untuk menurunkan hujan adalah Mika-il )p;. Malaikat

ini memiliki pembantu-pembantu yang membantunya melaksanakan

ap a y ang diperintahkan-Nya. eo

Ibnu Katsi, +SZ berkata: "Mika-il ditugaskan untuk menurunkan
hujan dan menumbuhkan tanaman, yang dari keduanya diciptakan

'g3 At-Tirmidzi[/2s7,ro.Sl2l)daniaberkata:"Haditsbasanshabibgbaib."AhmaddalamMusnad-
nya Q./27a). Mahaqqr,T asy-Syaikh Ahmad Syakir W /L6l) berkata: knadnya sbablb." Ibnu Mandah

dalam at-Tauhiid I/ 168) dan ia berkata: 'Sanadnya bersambung sena para perawinya terkenal dan

tsiqab,brhkan hadits ini dikeluarkan oleh an-Nasa-i'. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir @o. 12429).
Al-Haitsami dalam al-Majma' SIII/2a2) dan ia berkata: 'Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi secara
ringkas, juga oleh Ahmad dan ath-Thabrani, dan perawi kedttanyatsiqah.'Inti perbincangan hadits
dengan lafadzini, maksud saya kisah ar-Ra'd, adalah pada Bukair bin Syihab. Imam adz-Dzahabi
mengomentarinya dalam al-Miizaan:'Sbaduq (jujur)'. Abu Hatim berkata dalam al-Jarb ua at-
Ta'diil:"Syail.Jn'" Perawi ini disebutkan oleh Ibnu Hibban dalam ats-Tsiqaar. Ibnu Hajar berkata:
'Maqbul (dapat diterima) dan termasuk tingkatan yang keenam.' Tidak didapatkan riwayatnya
dilam Kutub as-sittah selain dari hadits dengan tambahan ini. Lihat biografinya dalam al-Jarb wa
at-Ta'diil @./404),MiizaanulI'tidaal (./350),TsQaatu lbniHibban NI/206) danat-Taqiib Wl07).
Hadits dengan lilrdzini dishahihkan oleh al-Albani dalam asb-Shahiibab (no.7872) daniaberkara:
'Minimal der ajatnya basan.'
Al-Arna-uth, pen-tahqiq al-Musnad, berkata: "Hadits ini hasan selain tambahan itu, yaitu
pertanyaan tertargar-Ra'd, karena ia menyelisihi hadits yang lebih shahih.' Al-Musnad W /285),
dengan tabqiq al-Arna-uth. Penelitikitab al-'Azhamah IY/1280) berkata: "Yang tampak bagi
saya adalah hadits tersebut dengan derajat shahih secara mutlak masih perlu dipertimbangkan.
Sebab, Bukair bin Syihab tidak dianggap tstqab, kecuali oleh Ibnu Hibban. Mengenai hal itu
Abu Hatim berkata: 'Syaikh'. OIeh sebab itu al-Hafizh menyifatinya dengan: 'Maqbul (dapar
diterima).' Maksudnya: 'Jika ada mutabi'(yang menguatkannya). Memang, hadits ini ada yang
menguatkannyasecara mutaba'ah,kecualipadapembahasan tentangar-Ra'd.' Demikian pernyatzan
tersebut disadur. Pendapat muhaqqiqkitab al-'Azhamab dan muhaqqiq al-Musnad inilah yang

benar, yaitu penyandaran tambahan redaksi tersebut kepada Nabi ffi tidak benar, anllaabu a'hm.

ea Lihat penjelasan sebelumnya.

Menyelisik Alam Malaikat 73

berbagai macam rizki di dunia ini. Mika-il memiliki pembantu-

pembantu yang akan melaksanakan apa y ang ia perintahkan berdasarkan
perintah Rabbnya. Mereka menerbangkan angin dan menggiring awan

sebagaimanayangdikehendaki oleh Rabb Mj , anllaabu a'lam."et

Derajat hadits tentang Mika-il, yaitu bahwasanya tugasnya
adalah menggiring awan, lebih kuat daripada hadits Ibnu 'Abbas
yang menjelaskan penamaan Malaikat penggiring awan itu dengan

ar-Ra'd.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 'u!$Z brrkata: "Mengenai ra'd
(petir*d) dan kilat, telah disebutkan dalam sebuah hadits marfu'pada

(Sunan) at-Tirmidzi dan yanglainnya, bahwasanya Nabi ffi pernah

ditanya tentang ra'd. Beliau menjawab: 'Malaikat yang ditugaskan

untuk mengurus awan ... Diriwayatkan pula dari sebagian Salaf

beberapa pendapat yangtidak bertentangan dengan riwayat tersebut,

seperti: 'sesungguhnya dia adalah suara benturan awan yang disebabkan

tekanan terhadapnya.' Pendapat ini tidaklah bertentangan dengan

pendapat sebelumnya, karena ra'd adalah bentuk masbdar dari kata
rd'AdA, yar'adu, ra'dan. Demikian pula, raa'id dinamaka n ra'd (dengan
bentuk masbdar) sebagaimana 'aadil (orang y^ng adil) dapat |uga
disebut 'adlan (dengan bentuk mashdar). Sebuah gerakan pasti akan
menimbulkan suara, maka Malaikatlah yang menggerakkan awan
lalu memindahkannya dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Semua gerakan di alam ini, baik yangdi atas maupun yangdi bawah,
berasal dari Malaikat, sebagaimana suara manusia yang berasal dari
gesekan kedua bibir, lidah, gigi, dan kerongkongannya. Dengan suara
tersebut manusia dapat benasbih kepada Rabbnya, serta menyuruh
sesamanya kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.
Dengan demikian, ar-ra'd adalah suara digiringnya awan."e6

Kesimpul annya, Allah menugaskan Malaikat untuk menggiring
awan ke mana saja sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Adapun

e5 Al-Bidaajah uan Nibaayab [./41).
e6 Majmuu' al-Fataanoaa W /263).

74 Makna Beriman kepada Malaikat

suara yang terdengar dari awan tersebut, kemungkinan itu adalah

suara Malaikat atau suara gesekan awan. Yang jelas, kita tidak dapat
memastikan bahwa nama Malaikat y^ngditugaskan untuk menggiring
awan adalah ar-Ra'd. Kalaupun nama tersebut kita nisbatkan untuknya,
maka itu pun lebih dikarenakan dialah yangmenyebabkan munculnya
suara tersebut. lVallaahu a'lam.

3. Sebagian nama yang dinisbatkan kepada Malaikat secara

tidak benar

Terdapat beberapa nama yang dinisbatkan kepada Malaikat,
tetapi sebenarnya tidak memiliki sandaran dalil yang shahih, baik dari

al-Qur-an maupun as-Sunnah. Di antara nama-nama tersebut adalah

sebagai berikut.

1) 'Izra-il

Sudah masyhur di tengah masyarakat bahwa'Izra-rladalah nama

Malaikat pencabut nyawa. Nama ini tidak disebutkan dalam al-Qur-

an dan hadits shahih, namun disebutkan dalam beberapa d.tsdr para
Tabi'in yang(hal ini"d) tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Jadi, tidak

boleh menamakan Malaikat maut (pencabut nyawa) dengan nama ini
karena penamaan tersebut tidak didasarkan oleh dalil yang shahih,

uallaabu a'lam.

2) Raqib dan'Atid

Sebagian orang berpendapat bahwa keduanya adalah nama dua

Malaikat, berdasarkan firman Allah ti&:

{@ 3*,A;l$v$eliis }

*Tiada sud.tu ucapd.n pun yd.ng diucapkannya melainkan ada di dekatnya

Malaikat pengaa)as ydng selalu hadir (Raqib dan 'Atid)" (QS. Qaaf: 18)

Yang benar-anllaahu a'lam-adalah kedua nama tersebut me-
rupakan sifat bagi para Malaikat pencatat (amal perbuatan manusia-'d).
Penjelasan rinci tentang masalah ini akan diberikan pada pembahasan

selanjutny a, insya A llab.

Menyelisik Alam Malaikat 75

Abusy Syaikh (dalam kitab al-'Azhamab) dan as-suyuthi (dalam
kitab al-Habaa-ik) menyebutkan banyak nama Malaikat, tetapi tidak

ada satu pun yang shahih. Di antaranya, Isma'il, Shadqalan, Syarahil,
Harahil, Rayafil, Dzulqarn ain, D zun Nuurain, ad-Dik, as-Sakinah,

Rama-il, dan Irtiya-il.

Semua nama yang disebutkan di atas tidaklah shahih sehingga
tidak boleh meyakini nama-nama tersebut. Sebaliknya, (kita) harus

senantiasa berpe gang kepada ap a y angtelah ditetapkan dalam al-Qur-an
dan as-Sunnah. Sepertinya,nama-nama ini didapatkan dari Ahlul Kitab,
sebagaimana yang akan Anda ketahui pada penjelasan selanjutnya,
wallaahu a'lam.

4. Menamakan Malaikat dengan al-Ruubaaniyyiin

Penamaan Malaikat dengan al-Ruuhaaniyyiin telah masyhur di
kalangan banyak ulama.

Al-Halimi'*55 berkata: "Pasal penamaan para Malaikat dengan

r).ar-Ruubaanlryiin ( i;y11;u:lt yakni dengan men-dhammah-kan hurud

Maknanya, mereka adalah ruh-ruh yangtidak disenai dengan sesuatu
apapun, baik air atau pun tanah, dan mereka tidak dapat dilihat lantaran
halusnya ... Allah sendiri telah menamakan Jibril dengan ar-Ruubul

Amiin dan Ruuhul Qudus... sebagian orang berkata: 'Sesungguhnya
Malaikat itu adalah Rauhaaniyyab, dengan men-fat-bah-kanhtrd ra.
Artinya, para Malaikat tidak dibatasi oleh ruang, melainkan mereka

berada di tempat yangluas lagi lebar."e?

Ibnul Atsir ffi berkata: nKata' ar-Ruub aani1ryiin' diriwayatkan

de n gan men-db a m m a b -kan atau men-fat - b ah -kan huruf ra. S ep erriny a,
kata tersebut dinisbatkan kepad akata rub atau rauh yang aninyatiupan

angin; sedangkan huruf alif dan nun adalah tambahan penisbatan.

Maksudnya di sini adalah mereka (ptara Malaikat) adalah jasad halus
yangtidak dapat dilihat mata."e8

Penamaan ini merupakan penamaan secara terminologi. Nama

tersebut tidak disebutkan dalam al-Qur-an maupun as-Sunnah. Sesung-

'%7 Al-Minhaaj (Y308).
An-Nihaayab (1V272).

76 Makna Beriman kepada Malaikat

guhnya jasad Malaikat adalah jasad hakiki yang Allah ciptakan dari

cahaya. Dia juga menganugerahkan kepada mereka sifat-sifat istimewa,
di antaranya kita tidak mampu melihatnya. Telah disebutkan bahwa

Nabi ffi melihat Jibril }H; dalam bentuk aslinya sebanyak dua

kali. Para Malaikat memiliki jasad dan bentuk, tetapi Allah tidak
memberikan kepada kita kemampuan untuk melihatnya.

Sementara itu, kata Ruuhaaniyyab memberikan kesan bahwa
mereka adalah ruh-ruh yangtidak memiliki jasad dan bentuk. Pada
beberapa pembahasan sebelumnya juga telah dijelaskan makna ar-

Ruuhul Amiin dan Ruubul Qudus, sebagaimana ()ibril) dinamai

demikian karena tugasnya menurunkan wahyu, yang memiliki

kedudukan seperti ruh bagi jasad yangpadanyalah terdapat kehidupan
di dunia dan akhirat.ee Dengan demikian,yanglebih utama adalah tidak
menamakan Malaikat dengan nama ini karena penamaan tersebut tidak

shahih. Di antara para ulama ada pula yang menyebutkan nama ini

bagi kelompok Malaikat tertentu.

Al-Halimi e\5 juga berkata: "Ada yang berpendapat bahwa

Malaikat pembawa rahmatlah yar.g disebut dengan Rauhaaniyyiin
(dengan menfat-hab-kan huruf ra)...artinya: Berasal dari ruh."to'

Al-Baihaqi'i!$5 meriwayatkan dalam kitab asy-Syu'ab dari 'Ali
gF , secara mauquf, ia berkata: 'sesungguhnya di langit ketujuh
terdapat sebuah tempat yang disebut Hazbiratul Quds. Di dalamnya

terdapat Malaikat-Malaikat yargbernama ar-Ruuhaanfiryiin.Jika tiba
Lailatul Qodor, para Malaikat itu meminta izin kepada Rabb mereka

untuk turun ke bumi, lalu Rabb mengizinkan mereka. Tidak ada

satu masjid pun yangmereka temui di dalamnyaterdapat orang yang
sedang shalat, serta tidak pula mereka bertemu dengan seseorang di
jalan,melainkan mereka akan mendo'akannya sehingga orang tersebut
mendapatkan keberkahan.' rol

Namun, riwayat ini tidak shahih. Jadi, penamaan ini pun tidak

dapat dibenarkan, uallaahu a'lam.

e Lihat pembahasan yang lalu.

tN Al-Minhaajfi.i Syu'abil limaankarya al-Halimi (I/308).

10' As-Suyuthi dalam ad-Durrul Mantsuur $Ill/582) dm al-Habaa-ih (133). Dia menisbatkannya

kepada al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab.

Menyelisik Alam Malaikat 77

5. Penamaan Malaikat dengan al-Karuubiyyiin

Banyak ulama yangmemberikan nama ini kepada para Malaikat
pembawa'Arsy dan Malaikat yang berada di sekitar mereka. Kata ini
diucapkan dengan men-fat-bab-kan huruf kaf dan men-dbammab-kan
huni. ra.

Ibnu Katsir '#E berkata: "Malaikat terbagi menjadi beberapa

kelompok, sesuai dengan tugas y^ngAllah berikan kepada mereka. Di

antara mereka ada Malaikat pembawa'Arsy ... dan di antara mereka
ada al-Karuubiiyyiin, yaitu para Malaikat yang berada di sekitar'Arsy.
Mereka adalah Malaikat-Malaikat termulia bersama para pembawa
'Arsy."'o'

Al-Baihaqi'1!'i5 berkata: "'Wahab bin Munabbih menyebutkan
bahwa al-Karuubiiyyiin adalah Malaikat penghuni langit ketujuh.
Mereka menangis dan meratap.to'

Dalil mereka dalam masalah ini adalah hadits yangdiriwayatkan

dariJabir qb ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda: "Sesungguhnya
Allah memiliki Malaikat-Malaikat, di antara mereka terdapat al-
Karuubiiyyiin.larak antara telinga dan tengkuknya adalah sejauh

perjalanan 700 tahun seekor burung yangterbang dengan kecepatan
tinggi."tu

Dalil lainnya ialah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu'Abbas
cfy,,ia berkata: "Al-Karuubiiyyiin memiliki delapan bagian. Setiap

bagian dari mereka sebanyak jumlah manusia dan jin."to5

Demikian juga riwayat dari'lJtsman al-A'raj,''u ia berkata:

roz nl-ff,itlaarab uan Nihaayab g/ 50) . Lihat pula Tafsiir Ibni Katsir (Y / ala) .

'03 Lihat asy-Syu'ab QL7) dar asy-Syu'bab ats-Tsaalitsah, dengan tabqiqFalahTsani.
r@ Riwayat ini disebutkan oleh as-Suyuthidalamal-Habaa-ik (133) dan ia menisbatkannya kepada Ibnu

'Asakir. Ia berkata: "lima ratus tahun." Al-Albani menyebutkan riwayat ini dalam adb-Dba'iifah (no.

923) dar ia menisbatkannya kepada Ibnu'Asakir. Al-Albani berkata: 'Sanadnya lemah sekali.'

'05 IbnuAbiSyaibah dalamal-Arsy(no.27).DidalamsanadnyaterdapatBisyrbin'Ammarah,seorang
yang dha'if. Biografinya disebutkan dalam al-Miizaan (/321). Atsar ini juga disebutkan oleh Ibnu

tffi Katsir dalam Tafsiir-nya UV /4t4). adz-Dzahabi dalam al-Miizaan (111160): "Tidak dikenal."
'IJtsman al-A'ra:l dikomentari oleh

78 Makna Beriman kepada Malaikat

"sesungguhnya angin berada di bawah sayap Malaikat al-Karuubiilryiin,
para pembawa'Arsy."ro?

Akan tetapi, ketiga dalil di atas berderapt dba'ifsehingga tidak
dapat dijadikan sebagai hujjah.

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna al-Karuubilryiin,
sebagai berikut:

Al-Hulaimi'utS5 berkata: "Ada yang berpendapat ... Malaikat
adzab adalah al-Karuubiiyyiin, yang diambil dari kata al-Karb

(kesusahan)."'ot

Sebagian mereka mengatakan: 'Nama ini berasal dari kata al-

karab. Para Malaikat tersebut berada dalam keadaan sangat sedih,

menangis, dan meratap. Telah disebutkan sebelumnya bahwa pendapat

ini berasal dari \fahab bin Munabbih."

Al-Khaththabi q!fi5 berkata: 'Kata karaba berarti dekat dengan
sesuatu yangingin dicapai. Dari makna inilah kiranya nama Malaikat
al-Karuubiiytiin tersebut diambil, yaitu mereka y^ng dekat (kepada
Allah).

Sebagian lainnya berpendapat: "Mereka dinamai al-Karuubilryiin
karena membawa kesusahan kepada orang-orang kafir, namun pendapat
ini tidak berarti apa-apa."toe

Ibnul Atsir 'r!ti5 berk^ta dalam an-Nibaayb: "Kata karaba artinya
mendekat, sedangkan subjeknya disebut kaarib. Dalam hadits Abul
'Aliyah disebutkan bahwa al-Karuubiiyyiin' adalah penghulu para
Malaikat, yaitu mereka y^ngdekat ftepada Allah). (Di dalam bahasa
Arab-"d) dikatakan bagi setiap hewan yangmemiliki persendian kuat:

'Innabuu lamakrabil kbalqi', maksudnya hewan tersebut sangat kuat.
Meskipun demikian, uraian yangpertama lebih jelas."tto

r07 Abusy Syaikh dalam al-'Azbamab [V/1335). Peneliti kitab ini berkata: 'Sanadnya terputus dan
perawinya majbul (tidak dikenal).'

toE Al-Minhaaj (I/308).
t@ Ghaiibul Hadiits (/aa1).
to An-Nihaalab GV/160.

Menyelisik Alam Malaikat 79

Kesimpularnya, penyebutan nama ini bagi Malaikat tidaklah

benar karena hal itu tidak disebutkan dalam al-Qur-an dan as-Sunnah.

Adapun penyifatan Malaikat dengan al-Qurb (dekat kepada Allah)

adalah benar, sebagimana hal itu disebutkan dalam firman Allah W:

,35 ed1rtrilri-(\t la')Y;iitFfiG+<"r1K'4fJ,3&-r1;\i+,KG f;r*it:Fi

{ @ (*
*Al-Masib sekali-kali tidak enggan menjadi bamba bagi Allab, dan tidak

(pula enggan) Malaikat-Malaikat yang terdekat (kepada Allab). Barang

siapa ydng enggan dari menyembab-Nya, dan menyombongkan diri,

nanti Allab akan rnengurnpulkan mereka sernud. kepada-Nya. " (QS. An-

Nisaa': 172)

Al-Muqarrabiin (mereka yang dekat kepada Allah) disebutkan
di dalam dalil, namun al-Karuubiiyyiin tidak disebutkan, uallaabu

d'ld?n.ttt

Penjelasan tentang Malaikat pembawa 'Arsy akan diberikan

secara terperinci pada pembahasan khusus.

6. Apakah Iblis termasuk Malaikat?

Para ulama berbeda pendapat mengenai Iblis, apakah dia termasuk

Malaikat atauJin? Sebagian mereka mengatakan bahwa Iblis merupakan
salah satu jenis Malaikat yan1diciptakan dari api yang sangat panas,
sedangkan Malaikat linnyadiciptakan dari cahaya. Mereka berargumen
dengan perintah Allah kepada Iblis untuk sujud. Seandainya Iblis bukan

termasuk Malaikat, niscaya mereka tidak diperintah untuk sujud
kepada Adam, serta pasti Allah tidak akan mengingkari perbuatan

mereka y angen ggan bersuj ud. Mereka mene gask an: "P ada p rinsip nya,
dalam konteks istitsnaa' (pengecualian), al-mustatsna (sestatu yang

dikecualikan) terdiri dari jenis yargsama dengan al-mustatsna minbu
(objek asalnya). Dalam firman-Nya:

rrr Untuk keterangan tambahan, lihat al-Azharnab karya Abu asy-Syaikh W877-879).

80 Makna Beriman kepada Malaikat

}{@ .... ,g;\ Jyv3J i;w'r;;i }<{rr,c ,11

oDan (ingatlab) ketika Karni berfirman kepadapara Malaikat: 'sujudlah
kamu kepada Adam,'maha sujudlab mereka kecuali lblis ...." (QS. A1-

Baqarah: 34)

Allah mengecualikan Iblis setelah menyebutkan Malaikat. Hal
itu menunjukkan bahwasanya Iblis termasuk golongan Malaikat.

Di antara ulama yar.g berpendapat demikian adalah Ibnu Jarir

'+i;8, sebagaimana di dalam tafsirnya."'

Yang lainnya berpendapat: "sesungguhnya Iblis bukan Malaikat,

tetapi termasuk golongan jin yang diciptakan dari api, atau api yang
sangat panas, atau dari bara api. Ini berdasarkan firman Allah tiM:

3:-:iAi!rt(;{1t!L1;i4r,tl'iit"rfJJi-6iit5}.
?c ts."#

#:; ;{A)J-e
e' o.i ot :\45 ;' :i; ;, G

{@ {1'd)i4"ir

"DAn (ingatlab) ketika Kami berfi.rrnan kepadapara Malaikat: 'sujudlah

kamu kepada Adam, maka sujudlab mereka, kecuali lblis. Di"4 adalab dari

golongan jin, maka ia mendurbakai perintah Rabbnya. Patutkab hamu

mengambil dia dan turundn-turundnrryd sebagai pentimpin selain dari-
Ku, sedang mereka adalab musubmu? Arnat burublah lblis itu sebagai
p enganti (dari Allab) bagi orang-orang y dng zbalim." (QS. Al-Kahfi: 50)

Mereka berkata: "Al-Qur-an menunjukkan bahwa semua Malaikat
bersujud kepada Adam, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya:

'b6"irL'|,Kq]5"r3

{F

"Maka bersujudlab para Malaikat itu semuanya bersamA-sdrnd.." (QS.
Al-Hijr:30)

ttz Tafsiir lbni Janr Q,/502 - 508), dengan tahqiqMahmtd Syakir.

Menyel isik Alam Malaikat 81

Ketiga redaksi di atas menunjukkan keumuman dan keluasan
cakupan maknanya. Sebab, isim jarna' (kata benda jamak) dalam

konteks ma'rifuh (dengan alif dan lam) menunjukkan sifat umum.

Dengan demikian, makna firman Allah W, *'|"<ili"#$ "Maka

bersujudlah para Malaikat itu." mencakup t.*Lm ivlalaikai seperti

halnya konteks seperti itu juga disebutkan dalam sebuah hadits:

('U')\3 ,Ls-ie' 3.r ll

"Rabb bagi para Malaikat dan ar-Ruuh"tt3

Jadi, Allah adalah Rabb semua Malaikat. Firman Allah \H:

('fu* " semuanyai' jugamenunjukkan keumuman, sebab kata ini

berfung3i sebagai ta-kid (penegas) terhadap kalimat yangbersifat umum
tersebut. Maka dari itu, jelaslah bahwasanya Iblis bukan termasuk jenis
Malaikat.

Mereka (ptaraulama) berkata: "selain itu,Iblis diciptakan dari api,
sedangkan Malaikat diciptakan dari cahaya sehingga materi penciptaan
keduanya berbeda. Tabiat mereka pun berbeda. Allah menyifati para
Malaikat dengan firman-Nya:

{ @ t:\i;si6: "i;tu 6i'rr;;f ... y

*... (Mereka) tidak mendurbakai Allah terbadap dpd yang diperintahkan-
Nya kepada mereka dan selalu mengerjakd.n apd ydng diperintabkdn."
(QS. At-Tahriim: 6)

Allah juga mensifati mereka dengan firman-Nya:

Ut'rX,:- @i,_,;2"{;-f-;e G{"trKA-{...}B

'bfrI-{3($b

{

rr3 Muslim 0/353), Kitab "ash-Shalaah"

82 Makna Beriman kepada Malaikat

"... Mereka tiada lnernpunyai rasa angkub untuk menyembab-Nya dan
tiada (pula) rnerasd letib. Mereka selalu bertasbib malam dan siangtiada
benti-hentirry o. " (QS. Al-Anbiyaa' : 19 -20)

Berbeda dengan syaitan (Iblis), ia disifati dengan kebalikan dari
sifat-sifat Malaikat tersebut dikarenakan sikap takaburnya, sebagaimana

firman Allah tgg:

}{ @ clKi a';,9 ir<r\5 g Au-{!- . . .

"... Kecuali lblis, ia enggan dan takabur, dan adalab ia termasuk golongan
ordng-ordngyang kafi.r." (QS. Al-Baqarah: 3a)

Meskipun demikian, perintah untuk bersujud kepada Adam

diucapkan kepada para Malaikat tatkala Iblis bersama mereka, yakni

ketika masih beribadah di langit atau sebelum diturunkan ke bumi,

meskipun hatinya penuh dengan kekafiran dan kesombongan. Hal

ini berani bahwa perintah tersebut ditujukan kepada semua Malaikat

sehingga pengecualian seperti itu benar. OIeh sebab itulah, Allah W

berfirman' 4.r+;LyLl;i;3* "Maka mereka semudnyd sujud, kecuali
idak (dimalinai de mikian), maka sesun gguh
I bl is ." Ap abila t bukanlah kelompok Malaikat, sebagaimana ny
diragukan-Iblis
dis^e-btauntkPana

dalam ayat surat a1-Kahfi yang lalu.

Istitsna' (pengecualian) model ini disebut istitsna' rnunqdtbi'

(mustatsna terdiri dari jenis yangberbeda dengan mustdtsnd. minbu'd).

Hal ini sebagaimana dicontohkan para ahli tata bahasa Arab :1r;iyi4t;t;

"Orang-orang telah datang, kecuali seekor keledai." Demikianlah bahasa

Arab yangfasih. (Pada contoh itu) seekor keledai dikecualikan dari

orang-orang meskipun bukan dari jenis mereka.

Di antara ulama yang berpegang kepada pendapat ini adalah

Syaikhul lslam Ibnu Taimiy^h'ri'sz.Ia berkata: "Yang benar bahwa Iblis

termasuk golongan Malaikat jika dilihat dari segi bentuknya, namun

tidak termasuk golongan mereka jika dilihat dari asal penciPtaan-

nya.n"o

I ta Majtnuu'ul Fataa'roda IY / 3 46).

Menyelisik Alam Malaikat 83

Kesimpulannya, pendapat y^ng mengatakan bahwa Iblis tidak
termasuk golongan Malaikat lebih kuat, uallaabu a'lam.

7. Hukum memberi nama dengan nama Malaikat

Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memberi nama
dengan nama para Malaikat adalah makruh. Di antara mereka yang

berpendapat demikian adalah Ibnul Qayyim 4W.Ia berkata: "Di

antara nama-nama yang makruh (dipergunakan) adalah nama para

Malaikat, seperti Jibril, Mika-il, dan Israfil. Makruh hukumnya

menamal seseorang dengan nama-nama tersebut."

Ibnul Qayyim melanjutkan: 'Asyhab berkata: Malik pernah

ditanyatentang hukum memberi namaJibril (untuk manusia*). Maka
Malik pun memakruhkan hal itu dan tidak menyukainya.o"'

Al-Baghawi ttW berkata: "Makruh hukumnya memberi nama

dengan nama para Malaikat, sepefti Jibril dan Mika-il, karena 'tImar
bin al-Khaththab membenci hal tersebut. Selain itu, tidak pernah
pula diriwayatkan dari salah seorang Sahabat atau Tabi'in bahwa ia
menamakan puteranya dengan nama salah satu Malaikat. Ini adalah
pendapat Humaid bin Zanjaw alh."

Al-Baghawi ltW melanjutkan: "Ada yangberpendapat bahwa hal

itu dimakruhkan karena khawatir jika orang tersebut dicela, dilaknat
atau dicaci (oleh sesama manusia-'d) sementara ia menyandang nama
Malaikat.'tt6

Boleh jadi mereka berargumen dengan hadits:

((.f4djr ra\\#{; r$'.i\ ra\t:,lj yy

"Namailah dengan nama-namaparaNabi dan janganlah kalian menamai
dengan nama-nam a para Malaikat.Dt tT

'Abdurrazzaqberkata: "Dari Ma'mar, ia bercerita: 'Aku pernah
bertanya kepada Hammad bin Abi Sulaiman: 'Bagaimana pendapatmu

tts Tubfatul Mauduud (9a) dan al-Muntaqaa karya al-Baji NII/296).
336).
tt6 Syarhus Sunnab Etr/335 -
"? Al-Bukhari dalam at-Taariihbul Kabiir N/35), ia berkata: "Sanadnya masih perlu diteliti."

84 Makna Beriman kepada Malaikat

mengenai seseorang yang bernama Jibril atau Mika-il?' Ia menjawab:
'Tidak mengapa.'""t

Imam an-Nawawi '+it)Y" berpendapat: "Madzhab kami dan
Madzhab jumhur membolehkan seseorang memberi nama dengan
nama para Nabi dan Malaikat ... karena pelarangan tersebut tidak ada
dasarnya yarLgshahih dari Nabi ffi. Oleh sebab itu, penamaan tersebut
tidaklah makruh.""'

Pendapat yang lebih kvat-wallaahu a'lam-bahwa di antara

nama Malaikat ada yang bersifat musytarah, artifly^ nama tersebut
jtgalazim dipergunakan oleh manusia, sePerti Malik; tetapi ada pula
yangkhusus bagi mereka, seperti Jibril, Mika-il, dan Israfil. Untuk
nama-nam a y angbersifat rnusytard.k, hukum y angtampak j elas adalah

boleh mempergunakannya untuk nama manusia. Sebab, Nabi ffi

tidak mengubah nama Malik yangsangat terkenal pada zaman beliau.
Seandainy a namatersebut makruh, niscaya beliau Pasti mengubahnya

seb agaima na y ang dil akukan te rhadap nama-nam a lainny a.

Adapun nama-nam a yangkhusus untuk Malaikat, sePerti Jibril,
Israfil, dan Mika-il, maka hukum yang tampak jelas-wallaabu a'lam-
adalah makruh mempergunakannya. Sebab, tidak ada seorang Pun

Sahabat maupun Tabi'in yang memPergunakan nama tersebut.

Sementara itu Nabi ffi telah memerintahkan kita untuk mengikuti

jalan dan petunjuk mereka. Jadi, meninggalkan perbuatan tersebut
adalah lebih utama, uallaabu a'larn.

Sudah menjadi kebiasaan banyak orang menyebut wanita-
wanita yangbekerja di rumah-rumah sakit dengan Malaikat Rabmat.
Penamaan seperti ini tentu tidak diperbolehkan karena para Malaikat
bukanlah perempuan. Kebiasa an yangmerupaka n taqlid (ikut-ikutan
tanpa berdasarkan dalil shahih) kepada selain kaum Muslimin ini wajib

ditinggalk an, uallaabu a'lam.

rt Al-Masbannaf (XIl40). 85
re Al-Majmuu'Nm/$6).

Menyelisik Alam Malaikat

Bab III

Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak
Para Malaikat

A. Sifat-Sifat Fisik Malaikat

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai materi
penciptaan Malaikat, yaitu mereka diciptakan dari cahaya. Mereka pun
memiliki fisik hakikiyangtelah Allah lebihkan dengan beberapa sifat

yangkhusus dibanding manusia. Dalam pembahas anini-insya Allah-

saya akan menyebutkan sifat-sifat fisik mereka dalam beberapa poin.

l. Fisik dan kekuatan Malaikat

Malaikat memiliki tubuh yargsangat besar dan kekuatan mereka
sangat luar biasa.Terdapat banyak nash, baik dari al-Qur-an maupun

as-Sunnah, y^ng menunjukkan bahwa Allah \iM telah menciptakan

para Malaikat dalam bentuk yarLgsangat besar dan kuat, sesuai dengan
tugas-tugas agung yangAllah perintahkan kepada mereka, baik di langit
maupun di bumi.

Allah \H berfirman:

.;t+6 lsi 6i;i 5( *iv Kafr fj,\j^t; t$i (6_y

t:\i|'ofiIi "i;: Y 6i'or;;-'f ",t'+ Lr+ ry. W

{@

Menyel isik Alam Malaikat 87

"Hai orang-ordng yang beriman, pelibaralah dirimu dan keluargamu dari
api Neraka ydng bahan bakarnya adalab manusia dan batu, penjaganya
Malaikat-Malaikat ydng kasar, ydng keras, dan tidak mendurbakai
Allab terhadap apa yd.ng diperintabkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan d.pd. yang diperintahkd.n." (QS. At-Tahriim: 6)

Dalam tafsir ayat ini disebutkan bahwa para Malaikat memiliki
hati yang tegar, fisik yang besar, dan kekuatanyangsangat luar biasa
di mana api yang dapat melelehkan besi dan batu, tidak akan mem-

bahayakan mereka.r

Allah lW juga berfirman:

}ii Jywi -6yrJc @6j;t*\ q.\ K{L 6 J6 *

"{yr@t."A qi'+"^7i13@ p}i,, tV- A;J"n@

"Ibrahim bertanya: 'Apakab urusanrnu., bai para utusan?' Mereka
mmjawab: 'Sesunggubnya kami diutus kepada kaumydngberdosa (kaum
Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yong
kera),ydngditandai di sisi Rabbmu untuk (membinasakan) orang-ordng
ydng melampaui batas.'" (QS. Adz-Dzaariyaat: 31-34)

i:r<-W,Efutvl-rt \ilS64u5'GC[]

{@ >uwu

"Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lutb itu
ydngdi atas ke bauab (Kami balikkan), dan Kami bujani mereka dengan
batu dari tanah yangterbakar dengan bertubi-turr. " (QS. Hud: 82)

{ @ {;itt ir; @ iirt i,t"il; y

'Yang diajarkan h epadanya oleh fiibril) yang sangat kuat.Yang mempunyai

akal yang cerdas; dan (Jibril itu) rnenarnpdkkan diri dengan rupd, yang
asli.' (QS. An-Najm: 5-6)

I Tafsiir lbni Ka*ir @/391).

88 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat

tiaci @ # eii 6i + ij u,@ rf;fi t;A :1'\*

{@

"sesunguhnya al-Qur-an itu bmar-benar fi.rman (Allah yang dibaua oleb)
utusd.n ydng mulia (libril). Yang rnernpunydi keleuatant lnng mempunyai

kedudukan tinggi di sisi Allab ydng lnernpunyai 'Arsy. Yang ditaati di
sana (di alam Malaikat) lagi dipercaya." (QS. At-Takwiir: 19-21)

Masih banyak ay^t-ayat lain yang semakna dengan ayat-ayat di

atas.

Adapun dalil yang berasal dari as-Sunnah adalah hadits 'Aisyah

r#, , bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ffi: "'Wahai Rasulullah,

adakah hariyanglebih berat bagimu selain dari perang Uhud?" Beliau

menjawab:

"Aku telah mengalami (berbagai ujian) dari kaummu, namun hari
yangpaling berat bagiku ialah hari al-'Aqabab.2 Aku mengajak Ibnu

:ebdi yrtil bin 'Abdi Kulal saat iru,3 namun ia tidak menerima ajakanku.

Aku pun pergi melangkah ke depan dalam keadaan gundah hinggabaru

t.rrrdrr ketika sampai di Qarnuts Tsa'alib.a Ketika kuangkat kepalaku,

terlyataaku sudah berada di bawah naungan awan. Tiba-tiba, di sana
aku melihat Jibril memanggilku seraya berkata: 'sesungguhnya Allah

Mj mendengar apayangtelah diucapkan oleh kaummu dan jawaban

mereka kepadamu. Allah telah mengutus kepadamu Malaikat yarLg
mengurus gunung ini dan engkau dapat memerintahkan kepadanya
apa pun yatgkau inginkan terhadap mereka.'"

Rasulullah melanjutkan: "Malaikat Pengurus gunung tersebut
memanggil dan memberi salam kepadaku, kemudian berkata: ''$7ahai
Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar ucaPan kaummu
kepadamu dan aku adalah Malaikat yang mengurus gunung ini.

2 Hari al-Aqabab yaitu hari ketika Rasulullah {E berdiri di Mina lalu menyeru kaumnya, tetapi
3 mereka tid.k me-.rr,rhi seruannya tersebut. Sebaliknya, mereka justru menyakiti beliau.

Ibnu'Abdi Yalil bin'Abdi Kulal (denganme*dhammab-karhuntf. kzJ) namanya adalah Kinanah.

a Lihat komentar tentangnya dalam kitab al'Fat'b (VV315).

Qarntts Tsa'aalib a&hI miqat bagi penduduk Najd, sekarang bernama as-Sailul Kabir.

Menyelisik Alam Malaikat 89

Allah telah mengutusku kepadamu agar engkau memerinrahkanku
melakukan apa yang engkau kehendaki. Jika engkau mau, aku akan

menimpakan al-Akhsyabain kepada mereka.' Maka Rasulullah ffi

menjawab: 'Aku berharap agar Allah mengeluarkan dari kerurunan
mereka orang-orangyangberibadah kepada Allah semata dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.'"t

Hadits ini mengandung beberapa keterangan, di antaratya:

,) Beratnya ujian yang dialami Nabi M dari kaumnya ketika
^+-)
beliau mengajak mereka kepada Islam.

b) Kemurahan hati dan kesabaran Nabi ffi atas ummatnya serra

rasa kasih dan sayang beliau kepada mereka. Sebab, seandainya beliau

tidak sabar menghadapi kaumnya, niscaya ummat ini telah binasa. oleh
karena itu, Allah telah menganugerahkan nikmat ini atas kita melalui

firman-Nya:

*v d"if"fr4fr ii 't', ?{ J1)y
{@u,3fr<,"\r$, n'-/,:4-:jjr'__t-_lf ,/

"Sunggub telah datang kepadatnu seordng Rasul dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya penderitadnrnu, sdngd,t menginginkan (keimanan
dan keselarnatd.n) bagimu, d.rnat belas kasiban lagi perryaydng terbadap
orang-orang Mukmin." (QS. At-Taubah: 128)

Semoga Allah senantiasa bershalawat dan menganugerahkan

keselamatan kepadanya, serta memberi balasan yangterbaik kepada
seorang Nabi atas ummatnya. Kewajiban seorang da'iyangmenyenr

ummat kepada Allah adalah mencontoh Rasulullah ffi, yaitu dengan

mengasihi manusia, metyayangi dan memperhatikan mereka, serta
memulai dakwahnya sebagaimana dahulu Rasulull ah W,memulainya,
dan menjadikan itu sebagai tujuan dakwahnyaagar manusia mengesakan

Allah tiij dalamberibadah.

5 Allgkhyi (I[/1180, no. 3059), Kitab'Bad-ul Khalqi" dan Muslim EI/1420, no. 1295), Kitab

"al-Jiha,l was Sair." Al-Ahhsyabain adalah nama dua gunung yang mengitari kota Makkah. Salah
satunya bernama Abu Qubais. Gunung itu dinamakan demikian karern b..".rry".

90 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat

.) Poin inilah yang menjadi dalil keagungan Malaikat pengurus

gunung tersebut. Kekuatan serta fisiknya yaflg besar membuatnya

mampu menimpakan dua buah gunung besar kepada penduduk

Makkah, seandainya Nabi ffi memerintahkannya untuk melakukan

hal tersebut.

Di antara riwayatyangmenunjukkan besarnya fisik dan kekuatan
Malaikat adalah hadits Jabir bin'Abdullah cF,, bahwasanya Rasulullah

ffi bersabda:

ai\ lf c'o\ d/ /ot ler3-i6 b e.\J b"*i ii ;1 &i ll

*?#((.p\c *V )EV iL*'t1::J,j,6;;Y

"Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah seorang Malaikat

pemikul 'Arsy. Sesungguhnyajarak antaraujung telinga dan pundak y,

sejauh perjalanan 700 tahun."6

Suatu yarlgwajar apabila Malaikat memiliki tubuh sebesar itu.
Sebab, mereka membawa makhluk Allah yang paling besar, yaitu 'Arsy.

Sifat-sifat malaikat itu akan dijelaskan secara detail pada pembahasan
khusus tentang Malaikat pembawa 'Arsy, insya Allab.

Telah disebutkan pula sebelumnya bahwa Nabi ffi pernah

melihat Jibril dalam bentuk aslinya yangmenutupi ufuk.

Dalam (salah satu) hadits tentang turunnya wahyu, yakni yang

diriwayatkan dari 'Aisyah #, , disebutkan bahwa al-Harits bin

Hisyam gB bertanya kepada Rasulullah Mr "'Wahai Rasulullah,
bagaimanawahyu itu diturunkan kepadamu?" Rasulullah ffi menjawab:

"Terkadang wahyu itu turun kepadaku seperti bunyi lonceng, cara
itulah yangpaling berat bagiku; lalu wahyu terputus dariku ketika
aku telah mengerti apa y^ng disampaikan. Pada kesempatan lain,

seorang Malaikat datang kepadaku dalam wujud seorang laki-laki, lalu

6 Abu Dawud (no.4727), Kitab "as-Sunnah", Bab "Fil Jahmiyyah". Riwayat ini dishahihkan oleh

banyak ulama. Lihat Sikilatul Abaadiits ash-Shabiibab karya al-Albani Q./l5L) dan al-'Azbamab
karya Abu asy-Syaikh (IIII948).

Menyelisik Alam Malaikat 91


Click to View FlipBook Version