Sejak saat itu, terjadilah perbedaan (silang pendapat) yangmeng-
akibatkan kaum Nasrani terbagi dua:
t. Gereja barat yarTg disebut Katholik, dipimpin oleh Paulus di
Roma.
2. Gereja timur yarTgdisebut Ortodok, dipimpin oleh Patrik di
Konstantinopel.
Ketetapan pembagian ini diputuskan pada pertemuan (Kongres)
ketiga pada tahun 879 M.
Inilah keyakinan kaum Nasrani yang terPenting mengenai
Malaikat, sebagaimana yangAnda lihat, sesuai dengan aPa yang
diyakini kaum Muslimin dalam beberapa hal. Akan tetaPi, mereka
menghancurkan kebenaran dengan meyakini ketuhanan al-Masih 1p;
dan ketuhanan Ruhul Qudus; belum lagi ditambah dengan kesesatan
lainnya yangmereka miliki. Para ulama kaum Muslimin nLr.+*, telah
berusaha keras membantah dan menjelaskan kerusakan keyakinan-
keyakinan mereka.67
Atas dasar ini, terdapat hal yang pantas diperingatkan dan diambil
pelajarannya mengacu pada musibah yangmenimpa ummat Nasrani,
yaitu sikap berlebihan terhadap 'Isa -),pJ dan Ruhul Qudus .),y4pi. Mereka
menjadikan keduanya memiliki sifat rububilryahdan menyembah keduanya
bersamaAllah Mj .Olehkarenairu, Allah ffij memperingatkanmereka
dari sifat ghuluut dalam firman-Nya:
\1 ;,i e\j;31; "l-
.\---t t-1 .l
ir i;[.r*",,i\E-k.2 rz.ni.j6l,),Cy4, 1;t
/az ol:rt'./6i,l ui't:rI,3,. \];,ii-;yryr$ViLG 2rr+, €/)) ).2 zzaz J1L,
U- Q->s
6? IJntuk mengambil faedah, llhat al-Jauaab a*sbahib liman Baddala Diinal Masiib-.\..y1 lbly
T aimryyah, Ililaayatul Hiaariikarya Ibnul Qayyi m, Izb-baarul Haq karya Rahmatullah al-Hindi,
al-Munaazbarah bainal k[aam wan.Nashraaniyyah yang dibagikan secara gratis oleh Direktorat
Jenderal Riset Ilmiyah pada tahun 7407 H, dai an-Nasraanilryahkarya Su'ud al-Khalf.
Menyel isik Alam Malaikat u7
e( aKA "i, :1 6,*4 "':*;"1x1 6;"H
{@ tH;'\6gV*iev,+r{a\
"IYabai Ahlul Kitab, janganlab kamu melampaui batas dalam dganxarnu,
dan janganlah kamu mengd,takan terhadap Allab kecuali ydng benar.
Sesungguhnya al-Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan
(yong diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada
Maryam, dan (dengan tiupan) rob dari-Nya. Maka berimanlah kamu
kepada Allab dan Rasul-Rasul-Nya dan janganlab kamu mengatakan:
'(Ilab itu) tiga,' berbentilab (dari ucapdn itu). (hu) lebib baik bagimu.
Sesungguhnya Allab llab YangMaha Esa, Mabasuci Alkh dari mempunyai
anak, segalayangdi langit dan di bumi ad,alah kepunyaan-Nyo. Cukuplab
Allab sebagai Pemelihara." (QS. An-Nisaa': 171)
Yang dimaksud dengan gbuluw adalah sikap melewati atau
melampaui batas dalam memuji atau mencela sesuatu.
Nabi ffi memperingatkan ummat nya dari sikap ghuluzo, (melampaui
batas) dalam memberikan pujian, sebagaimana sabdanya:
-i;ui dL
* )i ;'';L,U 3fr
gr 6jr.ZA\,>- r( prgj .i
kiir-t )\\
"Janganlah kalian memuji aku sebagaimana orang Nasrani memuji
'Isa putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah:
'Hamba Allah dan Rasul-Nya.'"ot
Dari Ibnu' Abbas,M,, diaberkata bahwa: "Rasulullah ffi bersabda:
((.giit '#3s €ifff v\1 ;;AVt'-(l;
' Hendaklah kalian menj auhi sikap gb ul uu S esun gguh ny a or ang-orang
sebelum kalian hancur (binasa) karena bersikap gbulu@."'es
6t Al-Bukhari WL27L), Kitab al-Anbiyaa'. N/268),Kitab"ManaasikulHajj". IbnuMajah
ImamAhmaddalamMusnad-nyaS/215).An-Nasa-i
6e
48 'Aqidah Ahlul Kitab Mengenai Malaikat
Meskipun demikian, sangat disayangkan bahwa Anda masih
mendapati pada ummat ini orang yangbersikap gbuluw.t terhadap Nabi
8, sampaisampai dia mengangkatnya kepada derajat ketuhanan. Di
arLtarakaum Muslimin pun ada y^ngghuluu terhadap Ahlul Bait Nabi
ffi, seperti halnya telah disebutkan sebelumnya tentang perkataan kaum
Rafidhah mengenai para imam mereka. Terdapat pula yang berbuat
gbuluu terhadap orang-orang shalih, sebagaimana telah disebutkan
perny^taan orang Shufi mengenai para wali mereka.
Maka dari itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar tidak
menyerupai orang-orang sesat dari Ahli Kitab. Ia harus menetap-
kan Allah sesuai dengan ketetapan diri-Nya. Orang Muslim dilarang
berdo'a kepada selain Allah. Hendaklah ia mentaati Rasulullah ffi
dan menempatkan beliau pada kedudukan yang semestinya. Dengan
kata lain, kaum muslimin tidak boleh mengangkat beliau ffi dari
tempat (kedudukan) yang diberikan Allah, namun tidak boleh juga
merendahkannya. Ia harus mengatakan sesuai dengan apa yarLg
difirmankan Allah Mj kepada Rasulullah dan apa yang diucapkan
Nabi ffitentang dirinya, yaitu bahwasanya beliau adalah hamba Allah
dan Rasul-Nyr. Demikianlah yang wajib diketahui setiap Muslim.
Jika orang Muslim telah merenungkan perkataan orang Nasrani,
dia pasti melihat bagaimana gbuluu-nya mereka terhadap orang-
orang shalih, yang dapat mengantarkan manusia kepada kekafiran,
anl'i.yaadzu billab.,' Apabila seperti ini hukum yang berlaku untuk
Nabi 4W,, maka orang-orang shalih dan Ahlul Bait yang derajatnya
lebih rendah daripada beliau tentu lebih tidak pantas untuk disikapi
secara ghuluw,t, wallaabu a'lam.
(Iy1008) dabm al-Manaasr&. Semua diriwayatkan dengan sanad shahih. Lihat al-Musnad W257),
dengan ubqiq Ahmad Syakir.
70 lJntuk tambahan, lihat Bab "Maalaa-a fii anna Sababa Kufri Banii Adam watarkihim Diinahum
Huwal Ghuluww fis Shaalihiin" dari Kitabut Taubiid karya Imam al-Mujaddid Muhammad bin
'Abdul Sfahhab '+lB.
Menyelisik Alam Malaikat u9
Bab III
Keyakinan Sebagian Ag arnna Paganisme
(PemuiaBerhala) Dan Para Filosof
Mengenai Malaikat
A. Keyakinan Orang-Orang Musyrik Arab mengenai Malaikat
Kebanyakan orang menduga bahwasanya kaum musyrikin Arab,
yar,g dari kalangan mereka Allah mengutus Nabi ffi, khususnya di
Makkah dan lazirah Arab secara umum, tidak memiliki peninggalan
dari agama para Nabi Mi; berbeda dengan Ahlul Kitab, yakni
kaum Yahudi dan Nasrani, yang masih memiliki (terlihat) sisa-sisa
peninggalan para Nabi tffi yang diutus kepada mereka ketika Nabi
ffihadir di tengah-tengah ummat ini.
Tentu saja dugaan tersebut salah, tanpa diragukan lagi, karena
o rang-oran g musyrik di jazirah Arab sebenarnya memiliki peninggalan
dari agama Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il tEu. Allah W telah
mengutus para Nabi sebelum Nabi Muhammad M di jazirah Arab,
tetapi tidak ada kitab yang tertinggal di angan mereka ftaum musyrikin
tersebut). Mereka juga tidak memiliki perincian-perincian hukum
agama dan syari'at sebagaimana yang dimiliki kaum Yahudi dan
Nasrani. Beribadah kepada berhala telah merusak sisa-sisa yangmasih
teninggal dari agama (1rang diajarkan para nabi) mereka. Meskipun
demikian, yangterpenting ialah bukti bahwa mereka masih memiliki
peninggalan dari agamaNabi-Nabi yang diutus dijazirahArab, bahkan
boleh jadi mereka mengambil hak mereka dari Ahli Kitab yangsedang
berhijrah, yakni menjelang diutusnya Nabi Mk Jazirah Arab.
Menyelisik Alam Malaikat 451
Nabi-Nab i y angpernah diutus di jazir ah Arab sebagai berikut:
l. Nabi Hud -'p;.
Kaumnya Nabi ini berkebangsaan Arab. Mereka tinggal di bukit-
bukit pasir sebelah selatan jazirahArab. Mereka adalah kaum'Ad yang
pertama, penduduk Hadramaut, dan Amman asy-Syahr.'
Firman Allah Ta'ala:
<ii7& A LU K r;t b#.1 ;A iek;i6 re t{, sF
,f t*'.2 )lz
ft\Y ojh::
"DAn (Kami telab mengutus) kepada kaum 'Ad saudara mereka, Hud.
Ia berkata: 'Hai kaumku, sembahlah Allab, sekali-kali tidah ada ilab
bagimu selain-Nya. Maka rnengdpd kamu tidak bertakan kepada-Nya?"'
(QS. Al-A'raaf.: 65)
f *;-+ r,".l3$r,rT i5 .euSi 9t; r:rt tL;66 tVS
#{ @ ai4t:i" K$ 36 o\ii'l J yrfi'$i =rr+ai
"Dd.n ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia memberi
peringatan kepada kaumnya di al-Ahqaaf dan sesungubnya tekb terdabulu
beberapa ordng pernberi p eringatan sebe lumny a dan sesudahny a (dengan
mengatakan): fanganlah kamu menyembab selain Allah, sesunggubnya
aku kbauatir kamu akan ditirnpa adzab bari yang besar.'" (QS. Al-
Ahqaa{:21)
Ayatdi atas juga menunjukkan bahwa Allah \ffi mengutus kepada
negeri-negeri yang ada di sekitar mereka Rasul-Rasul lainnya.2
I Al-Bidaayab uan Nibaayah G/113). Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
2 Tafsiir Ibnu Kaxir (IY/160).
452
2. Nabi Shalih rWe.
Allah mengutus beliau kepada kaumnya, Tsamud. Mereka adalah
orang Arab yangmendiami gunung batu yang terdapat di antaraHiiaz
dan Tabuk. Kaum ini hidup setelah kaum'Ad.3
Firman Allah Ta'ala:
$ ; K 6';ii bM r;ri-36"t7r* "i'e',i:t Jltq *
{@ ..-:;&
"Ddn kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih. Shalib berkata:
'Hai kaumku, sembahlab Allah, sekali-kali tidak ada bagimu ilab selain
Din ....'" (QS. Hud: 61)
Kaum Tsamudlah yang menyembelih unta dan mendustakan
Nabi Shalih. Oleh sebab itu, Allah mengadzab mereka dengan adzab
sangat pedih.
Firman Allah Ta'ala:
i;,i\;'iLiu"@qrfi 6[it@Wrb,!#-Kb
fii. : 4-{c 1i \J.;^ :;:K @ qti'i;'i.;;(,
{@ qri3vr;@ti';3dt
"(Kaum) Tsamud telab mendustakan (rasulnya) karena melampaui batas,
ketika banghit ordng ydng paling celaka di antara mereka, lalu Rasul
Allab (Sbdh\ berkata kEada mereka: '(Bizrhanlah) unta betina Allab dan
minumannya.' Lalu mereka mendustakannyd. dan menyembelih unta itu,
maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka,lalu
Allab rnenyd,rnaratakan mereka (dengan tanah), dan Allab tidak takut
terbadap ahibat tindakan-Nya itu." (QS. Asy-Syams: 11-15)
3 Al-Bidaayah wan Nihaayab I/123). Negeri tempat tinggal yang mereka pahat masih tetap ada
hingga hiri ini, yang dikenal dengan Madaa-in Shalih, letaknya dekat wilayah al-'Ala, sekitar 250
km dari Madinah al-Munawwarah.
Menyelisik Alam Malaikat 453
3. Nabi Syu'aib 2O:.
Allah mengutus Syu'aib A4; kepada kaumnya di Madyan.
Mereka adalah orang Arab yangmendiami sebelah uraraJazirah Arab
di antara Hijaz dan Syam.a
Firman Allah Ta'ala:
H 6iY rt \iJlr 4;*_ \EW 16 Jt-rp
{@...'il;L{t-;
"Ddn (Kami telab mengutu) hepadapenduduk Madyan saudara mereka,
syu'aib. Ia berkata: 'Hai kaumku, sembablab Allab, sekali-kali tidak, ada
ilab bagimu selain-Nya...'" (QS. Al-A'raaf: 85)
4. Nabi Isma'il bin Ibrahim rp;.
Kisah Isma'il dan ibunya sangar masyhur dan terkenal. Intinya,
Allah Wi mengutus Isma'il 20; kepadapenduduk Makkah. Kepadanya
orang Arab pendatang menisbatkan diri, yakni orang-orang Arab
Hijaz; bahkan di antara ulama adayangmenisbatkan seluruh orang
Arab kepada beliau AO;.s
Para Rasul mengajak ummatnya untuk beribadah kepada Allah
lW dan memerintahJ<an kaumnya melaksanakan hal itu. Maka
terjadilah apa y^ngpasti terjadi bagi mereka, sebagaimana dikisahkan
Allah Mi kepada kita di dalam al-Qur-an.
Jika manusia mentadabburi ayat-ayatAllah yangmenuturkan ciri-
ciri penduduk Makkah dan apayangmereka katakan kepada Nabi ffi,
juga mentadabburi kondisi dan ibadah-ibadah yangmereka lakukan,
maka dia pasti akan mengetahui bahwa ibadah-ibadah ini memiliki
dasar yang benar; hanya saja mereka memalingkannya kepada selain
Allah karena tersesar.
sa Al-Bidaayah uan Nibaa.yab (/173).
Al-Bidaaydh uan Nibaayah @Jt45).
454 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ... l
1. Ibadah kaum musyrik Arab
Di antar a ib adah-ib a dah y angdiyakini dan dikerj akan penduduk
Makkah sebelum diutusnya Nabi ffi adalah:
t. Mengakui rubublryah Allah dan mengimaninya meskipun mereka
masih syirik dalam beribadah.
2. Berdo'a dan bersikap ikhlas (pasrah) karena Allah pada waktu
paceklik, namun kembali berbuat syirik pada waktu lapang.
3. Bernadzar kepada Allah dan kepada berhala-berhala mereka.
4. Berhaji ke Baitullah al-Haram dan keluar menuju'Arafah; kecuali
orang Quraisy yangtidak mau keluar.
5. Mengucapkan talbiyah pada waktu haji. Setiap kabilah pada waktu
itu memiliki talbiyah mlaaasisnyga-mriaihsaingla. kQa.u"rNaisaybibfefni aplbriytabherdseanbgdaan:
membaca: "Labbaika
" Qod., qad," y ang aninyacukup bagi kalian (dengan mengucapkan
seperti itu). Akan tetapi, kaum musyrikin merusaknya dengan
menambahkan: "Illaa Syarikan Huuta Laka Tamlikuhuu a)arnd.A
Malaka (kecuali sekutu yarlgEngkau miliki dan Dia miliki)."0
Oleh karena itulah,Jabir bin'Abdullah bin Flaram qeE, menyifati
talbiyah Nabi ffi danberkata: "Rasulullah ffibenalbiyah dengan
kalimat tauhid, yait; Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa
syariika laka labbal,€ (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku
penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu
bagi-Mu) Artinya, beliau ikhlas kepada Allah dalam beribadah.'
Ibadah yangdimaksud ialah haji. Kalimat itulah yangdinamakan
mengesakan Allah dengan tauhid dalam beribadah.
6. Mengagungkan al-Haram, yakni Baitullah al-Flaram.*d
7. Mengagungkan air zamzam.
8. Menerapkan sebagian syari'at mengenai pernikahan, talak, dan
wanita-wan ita yangharam dinikahi, serta hal-h allainnya yang dapat
diperoleh info rmasi ny a b agi siapa y ang meneliti ko ndisi mereka.
6 Muslim fl[m/90 - Syarb an-Nawautfi, "Kitab al-Haji", Bab "Fit Talbiyyah".
i Muslim (fm/74 - Syarb an-Nawaufl,"Kiteb al-Hejj, Bab
"Haijun Nabi ffi"'
Menyelisik Alam Malaikat 455
Nash-nash y angmenunjukk an apa-apa y angditerangkan sebelum-
nya sangat banyak, namun bukan di sini tempat untuk menyebutkannya.
Saya menerangkan hal itu karena dua hal berikut ini:
Pertama, menerangkan kesalahan beberapa orang yang ber-
pendapat bahwa ablulfatrab (orangyang hidup pada masa transisi
wahyu) yang hidup sebelum Nabi kita, Muhammad ffi, dimaafkan
lantaran tidak diutusnya Nabi kepada mereka. Semuanya selamat
menurut anggapanmereka. Namun jika demikian, berarti orang-orang
tersebut mendustakan ayat-ayat dan hadits-hadits yang disebutkan,
seperti hadits kedua orang tua Nabi ffi dan sebagian lainnya yang
terdapat dalam Shahiih Muslim. Bahkan, orang itu mengingkari siapa
saja yangmengamalkan hadits ini karena meyakini kemunkarannya.
Ia pun menyisihkannya dengan segala kekejian, wal'iyaadzu billah,
karena menyangka bahwa agamaAllah tegak di atas ta'asbub (fanatik)
Jahiliyyah dan kedengkian yarTgtidak dibangun di atas dalil.s
Ahlul F atr ah-ut all a ab u a'l arn-terb agi menj adi ti ga bagian :
1. Satu bagian yang telah disebutkan dalil syari'at atas keselamatan-
nya, maka kita menghukumi keselamatannya.
2. Satu bagianyangtelah disebutkan dalil syari'at atas kebinasaan-
nya, maka kita menghukumi akan kebinasaannya.
3. Satu bagian lagi yangdidiamkan oleh syari'at, maka kita meng-
hukumi sebagaimana kondisi mereka secara lahiriah. Akan tetapi,
kita tidak memastikan mereka sebagai penghuni Surga dan tidak
juga memastikan mereka sebagai penghuni Neraka karena kita
tidak memiliki ilmu dengan apa yangAllah putuskan bagi mereka.
Orang-orang kafir Makkah dihukum oleh Allah karena hujjah
telah tegak atas mereka, yaitu dengan apa yang masih tersisa berupa
ajaran agam yang dibawa Nabi Isma'il rpg, wallaabu a'lam.
Kedua, menerangkan bahwa kaum Quraisy mengenal Malaikat
r$t ini dari Nabi-Nabi yangdiutus. Sesungguhnya hal (ghaib) seperti
itu tidak bisa diketahui, kecuali dengan dalil syar'i. Pengetahuan
8 Lihat Mu'aqad al-Irnam al-A'zbam Abi Hanifah fii Abaroayin Nabi S, karya al-Alusi.
456 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
mereka tersebut tidak menghalangi rusakrrya i'tiqad (keyakinan)
mereka mengenai Malaikat. Penulis akan menyebutkan secara rinci hal
ini nanti, yakni tentang: "Keyakinan orang-orang musyrik mengenai
Malaikat".
2. Malaikat menurut keyakinan kaum musyrik Arab
Allah M menyebutkan bahwa orang-orang kafir Makkah
mengakui Malaikat, tetapi pengakuan mereka rusak dan tidak
memberikan manfaat, bahkan membuat mereka bertambah jauh
dari Allah. Sebab, mereka mengklairn bahwa Malaikat itu adalah
perempuan dan puteri-puteri Allah. Mahatinggi Allah dari apa yang
mereka katakan.
Firman Allah Ta'ala:
<f;tj;!KyvL'{'{$bGGCUr$t'.-"'*(i,Y
{@w
*Maka apakab patut Rabb memilibkan bagimu anak-anak laki-laki sedang
Dia sendiri mengambil anak-anak, perempuan di d.nta.rd. para Malaikat
sesungguhnya kamu benar-bendr rnengucapka.n kata-h,ata ydng besar
(dosanyQ." (QS. Al-Israa' : 40)
J @ ;Un3\:;'$<@6^d4Jjiti,{y^\*;iV-e2it((2;1r351'41q;g'Gr *i
i A
I,1j @ 1g:'56 $fr ,i-i;)'p Ea #7\. 3. q.
* b a+ lvw # ( i;tri tr, tr $6; @l!;3i
{@'b'&$tiot
Menyelisik Alam Malaikat 457
"DAn mereka mmjadikan sebagian dari hamba-bamba-Nya sebagai bagian
dari-Nya. Sesunggubnya. m.d.nusia itu benar-benar pengingkar yd.ng nyd.td.
(terhadap rabmat Allab). Patutkah Dia mengambil anakperempuan dari
yangdiciptakan-Nya dan Dia mengkbususkan untuk kamu anaklaki-laki.
Padabal, apabila salab seord.ng di antara mereka diberi kabar gembira
dmgan apayangdijadikan sebagai misal bagiAllab YangMaba Pemurab;
jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedib. Dan
apakab patut (menjadi anak Allah) orangyang dibesarkan dalam headaan
berperbiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan ydng terang dalam
pertengkaran ? Dan mereka mehl adikan Malaikat-Malaikat y dng mereka
itu adalah bamba-bamba Allah Yang Maba Pemurah sebagai ordng-
ordng perelnpudn, Apakah mereka menyaksikan penciptaan Malaikat-
Malaikat itu kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan
dimintai pertd.nggung-jawaban? Dan mereka berkata: 'Jikalau Allah
Yang Maba Pemurab mengbendaki tentulah kami tidak menyernbab
mereka (Malaikat).' Mereka tidak Tnernpunyd.i pengetabuan sedikit pun
tentdng itu, rnereha tidah lain hanyalah menduga-duga belaka." (QS.
Az-Zukhruf: 15-20)
Ayat-ayat di atas mencakup rincian 'aqidah kaum musyrikin
mengenai Malaikat ffi,yangberkisar pada lima perkara:
t. Pengakua n adany a Malaikat.
2. Mereka berkeyakinan bahwa Malaikat itu perempuan.
3. Mereka berpendapat bahwa Malaikat adalah anak perempuan
Allah.
4. Mereka menyembah Malaikat.
5. Mereka berhujjah dengan takdir atas kemusyrikan mereka.
Demikianlah 'aqidah kaum musyrikin mengenai Malaikat r&.
Oleh sebab itu, mereka mengukir sebagian berhala seperti perempuan,
sebagai simbol bagi Malaikat, lalu, menyembahnyaselain Allah.e Telah
disebutkan dalam sya'ir-sya'ir dan berita-berita orang Arab hal yang
menunjukkan sebagian keyakinan mereka tentang Malaikat.
' Tafsiir lbnu Ka*ir IY/125).
458 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
Di antara y ang diriwayatkan dari orang-orang Jahiliyy ah y ang
menunjukkan pengetahuan mereka tentang Malaikat adalah hadits yan1
diriwayatkan oleh ad-Dinawari dengan sanadnya, dari al-Hasan bin
Jamhur, bekas budak al-Manshur, dia berkata: "Aku keluar membawa
surat salah seorang putera Sulaiman bin'Ali bin'Abdullah bin'Abbas
bin 'Abdul Muththalib untuk'Abdul Muththalib bin Hasyim yang
ditulis dengan tulisan tangannya sendiri, seperti tulisan perempuan
y^ng berbunyi: 'Dengan namamu, ya Allah!' Ia menyebutkan hak
'Abdul Muththalib bin Hasyim dari penduduk Makkah atas Fulan bin
Fulan al-Himyari dari penduduk Shan'a', sebesar 1000 dirham emas
murni yangditimbang dengan besi. Kapan saja dia meminta harta itu,
maka akan dipenuhi serta disaksikan oleh Allah dan dua Malaikat."r'
Riwayat ini menunjukkan bahwa penduduk Makkah mengenal
Malaikat dan mengakui dua Malaikat pencat atyangsenantiasa menyertai
manusia. Di antara sya'ir mereka mengenai hal itu adalah perkataan
al-A'sya:
iAU +t *ru U f **Lj {e ,P "a:A Ci) wK:;G\3
Janganlah engkau mengira aku kafir kepadamu karena nikmat
kedua lisanku." \fahai Malaikat'2 Al1ah, saksikanlah."
Orang-orang Jahiliyyah menamakan jin dengan Malaikat mungkin
didasarkan pada pemahaman sebagian ahli tafsir tentan g fi r man .Ptllah wj. :
{
"Dd.n mereka adakan (hubungan) nasab antaraAllab dan antara jin. Dan
sesungubnya jin mengetahui babua mereka benar-benar akan diseret (ke
Neraka)." (QS. Ash-Shaffaat: 158)
10 Kitab al-Mujalasatu au Jawaabirul'Ilmkarya. Abu Bakar Ahmad bin Marwan ad-Dinawari
tt F,/4e6).
Syabidai berarti lisanku. Ucapan mereka: Sehingga Fulan memiliki syahid yang bagus, bermakna
ungkapan yang in&h.
t2 Syabid.allah berani Malaik at. Lihat Al-Lisadn @'/ 2a3).
'3 Bait tersebut milik al-A'sya. Lihat Diuan-nya ftlm. 49). Disebutkan pula oleh ad-Dainuri dalam
al-Mujaalasah sebagai hujjah atas keimanan orang-orangJahiliyyah terhadap Malaikat (hlm. a96).
Menyel isik Alam Malaikat 459
Pendapat ini diriwayatkan dari Mujahid dan Qatadah serta
as-Suddi, di samping kebohongan mereka bahwa Malaikat itu anak
perempuan Allah.'4
Ibnu Manzhur berkata: "Orang-orang Jahiliyyah menamakan
Malaikat >ffi dengan jin karena mereka tertutup dari pandangan mata,
di antaranya adalah perkataan al-A'sya dalam menyifati apayangada
di sisi Nabi Allah, Sulaiman ;UOi:
;i y alq ir W * "^; *y\ cr b fu:
Ia menundukkan jin Malaikat sembilan
yang bekerja di hadapa nnya tanpa imbalan. ls
Orang-orang Jahiliyyah berkeyakinan bahwa para Malaikat
tinggal di langit, sebagaimana salah seorang mereka berkata ketika
memuji Malaikat:
J.#),ra\f biF * 3>iHs #) ,3.-u3
Aku bukan manusia, tetapi aku adalah Malaikat
yangturun mengalir dari angkasa 1angit.16
Disebutkan dalam sya'ir Umayyah bin as-shalth banyak sifat
Malaikat. Satu hal yangsudah diketahui ialah semua pendapatnya itu
diambil dari Ahlul Kitab, sementara pendapat Ahlul KitabrT tentang
ini telah disebutkan sebelumnya. Yang ingin penulis tegaskan dalam
pembahasan ini adalah apa yang diyakini oleh penduduk Makkah
mengenai Malaikat, yangmasih tetap dipegang teguh dari agama Nabi
Isma'il B4;. Telah tetap pula pengetahuan mereka tentang Malaikat
di dalam al-Qur-an dan tergambar dari perkataan-perkataan yangada,
utallaabu A'lAn1.'8
ta Tafsiir at-Thabari (XXTII/108).
15 Al-Lisaan E.m/97).
t6 lbid. (x/496).
17 Silakan merujuk kitab Dizaan Umalryab binAbi as-Sbaltb.
18 Lihat ary-Syi'ru uas Syu'araa'karya Ibnu Qutaibah Q/266).
460 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
B. Keyakinan Orang Hindu mengenai Malaikat
1. Sekilas tentang agarn"aa Hindu
Al-Hindus*yob atau al-Hindukiyab (agama Hindu) adalah ag ma
paganisme (pemuja berhala) yangpaling masyhur di Negara India yang
tegak di atas pencampurarL antar keyakinan yang saling berlawanan
dan bertentangan. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa agamaini
terbentuk dari pemikiran-pemikiran yangdikumpulkan dalam jangka
waktu 2000 tahun.te
Orang yang mendalami 'aqidah-'aqidah Hindu pasti mendapatkan
percampuran berbagai agama samawi, paganisme, dan berbagai pen-
dapat yalgditambahkan ke dalamnya dari masa ke masa. Para penulis
agam Hindu kebanyakan berasal dari orang-orang Eropa yang
berimigrasi dari Iran dan Eropa menuju India pada abad 15 SM.
Dikarenakan pluralisme (pencampuran' aqid ah) y ang terdapat
dalam 'aqidah Hindu ini, maka para penganut tidak beriman kepada
'aqidah yangpaling pokok. Meskipun demikian, telah sangat masyhur
di kalangan mereka hal-hal yangtelah diimani seolah-olah merupakan
hal yang memang disepakati dalam'aqidah Hindu.2,
Hal-hal yangdimaksud sebagai berikut:
l. Mengakui bahwa alam ini memiliki pencipta yangsatu meskipun
terjadi perselisihan tajam mengenai nama pencipta ini dan cara
penciptaannya.
2. Hukum karma. Maksudnya, alam ini tegak di atas peraturan ilahi
yang adil sehingga setiap pelaku perbuatan akan mendapatkan
balasanny a pada kehidupan y ang lain setelah mati.
3. Tanasukb (penitisan ruhlreinkarnasi). Maksudnya, ketika berpisah
dengan jasad setelah mati, roh manusia berpindah ke jasad lain
sesuai dengan amal perbuatan pemiliknya. Jadi, roh tersebut akan
berpindah ke dalam jasad yanglebih baik jika amalnyabaik atau
ke dalam jasad yangburuk jika amalnya rusak.
te Fushuulunfii Adyaanil HindkaryaDr. Muhammad Dhiya-ur Rahman al-A'zhami ftlm. 30).
20 lbtul. (hlm. 20).
Menyel isik Alam Malaikat 461
4. Keyakinan niruana. Maksudrya, roh yang baik senantiasa I
berpindah dari satu periode ke periode lainnya hingga bersatu
dengan Brahma, sang Pencipta. Keyakinan ini sangat mirip
dengan keyakinan al-bulul dan al-ittihad serta uibdatul wujuud
(bersatunya antara makhluk dengan khaliq) menunrt kaum sufi
yang sesat.2r
5. Nizbam at-Thabaqaat (attran kasta). Maksudnya, mereka ber-
keyakinan bahwa itu adalah pembagian abadi yangtidak boleh
diselisihi. Tingkatan-tingkatan dalam agama Hindu tersebut
terbagi menjadi empat, yaitu:
Pertama,Brahma. Golongan ini mengklaim bahwa mereka lahir
dari mulut tuhan Brahma. Mereka adalah para hakim, guru, dan para
dukun di bumi.
Kedua,Ksatria. Mereka adalah yangsibuk dalam ketentaraan dan
peperangan. Golongan ini mengklaim bahwa mereka diciptakan dari
tangan tuhan Brahma.
Ketiga,'Sflaisya. Mereka adalah tingkatan para pebisnis dan petani.
Golongan ini mengklaim bahwa mereka diciptakan dari paha tuhan
Brahma.
Keempat, Syudra. Mereka adalah tingkatan orang-orang jalanan
y^ng bertugas sebagai pelayan dan melakukan pekerjaan rendahan.
Golongan ini mengklaim bahwa mereka diciptakan dari kaki tuhan
Brahma.
Tingkatan-tingkatan di atas memiliki undang-undang dan adab-
adab yang didasarkan pada faktor kesukuan, kecongkakan, dan
kesombongan. Yang sangat mengherankan adalah terdapatnya tingkatan
yang hina di kalangan mereka, padahal ummat Hindu mengklaim
bahwa mereka semuanya diciptakan oleh tuhan Brahma."
Fusbuulun fi.i Adyaanil Hind (hlm. 100) dan Ad1aan al-Hind al-Kubraa (hlm. 65).
Fusbatlun fii Adyaanil Hind ftlm. 58-65) dan Adyaanul Hind al-Kubraa (hlm. 62-65).
462 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
Kesimpulan
Agama Hindu tegak di atas pencampuran agama-agama yang
banyak, ilmu-ilmu filsafat, berbagai pendapat, dan ijtihad-ijtihad.
Meskipun demikian, masih terdapat sisa-sisa peninggalan agama
samawi walaupun sarat (bercampur) dengan syirik dan khurafat.
Akan tetapi, orang yang memperhatikan secara saksama perkataan-
perkataan mereka tentang Malaikat akan dapat memastikan bahwa
mereka mewarisi keyakinan ny a dari agama-agama samawi kuno. Boleh
jadi sebagian pembaca heran dengan hal tersebut, namun sebenarnya
bukanlah hal yang aneh apabila orang-orang India memiliki sisa-sisa
agamasamawi. Sebab, pada prinsipnya setiap makhluk pasti diajarkan
tauhid, sedangkan syirik adalah sesuatu yangdatang dan baru, sePerti
halnya yangsudah maklum, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
;-i s?4g { trS't;{LA\i i A y &6iLg v: *
{ 6jfn- )4;1 ;iS.'r4 <43 ec'{'
"Manusia dabulunya hanyalab sdtu untd.t, kemudian mereba berselisib.
Kalau tidaklab karena sud.ttt ketetapan ydng telah ada dari Rabbmu
dahulu, pastilab telab diberi keputusan di antara mereha, tenta.ng dPa
ydng mereka perselisihkan itu." (QS. Yunus: 19)
Ayat-ayat dan hadits-hadits yang semakna dengan ini sangat
banyak.
2. Malaikat menurut agama Hindu
Kata Malaikat disebutkan berulang kali dalam 'aqidah Hindu.
Mereka juga menamakannya ikb (dewa), tetapi bukan ungkapan untuk
Sang Pencipta. Orang-orang paganisme menggunakan nama ini (dewa)
dalam banyak hal. Mereka memberikan nama ini kepada segala sesuatu
yangmulia, seperti gunung, laut, dan yanglainnya, serta untuk tubuh
yangdapat diindera di langit. Demikianlah yang banyak dipahami oleh
orang 'ajam (non Arab).'3
23 Tahqiqu Maa lil Hindi Min Maquulabkarya al-Bairuni (hlm. 29), dengan saduran.
Menyelisik Alam Malaikat 463
Berdasarkan hal itu, tuhan (dewa) dalam agama Hindu sangat
b anyak, y ang se muanya ke mb ali- ut al laah u a' lam-kep ada sifat-sifat
Malaikat. Di antara tuhan-tuhan mereka adalah sebagai berikut:
Aghna: Tuhan (dewa) api.
Fayu: Tuhan (dewa) angin.
Indra: Tuhan (dewa) guntur.
Aruna: Tuhan (dewa) langit.
Surya: Tuhan (dewa) matahari.
Autsa: Tuhan (dewa) waktu pagilShubuh.
Kiyan: Tuhan (dewa) ilmu.
Kam: Tuhan (dewa) syahwat.2a
Tuhan-tuhan-uallaahu a'lam-yang mereka maksudkan ini
adalah para makhluk yang ditugaskan untuknya dan mengaturnya.
Penyifatan ini cocok untuk Malaikat, tetapi, mereka tidak segan-segan
menamakan setiap yangmulia lainnya sebagai tuhan, sementara tidak
diragukan bahwa Malaikat itu mulia sebagaima na y arlgtelah dij elaskan.
Yang tersirat dalam kitab-kitab India, menurut apa yang disebutkan
oleh orang-orang yang menukil darinya, bahwasanyapara Malaikat
itu adalah roh-roh samawi yangmemiliki kekuatan untuk mengatur
alam ini.2s
Nama-nam yangmereka sebutkan untuk Malaikat dan makhluk-
makhluk lainnya^ sangat banyak, di antaranya ada yarrg bercampur
baur dan membingungkan. Al-Bairuni berkata: "IJmmat Hindu adalah
kaum yangkurang memperhatikan sistematika dan serampangan dalam
politheisme. Nama-nama yangdisebut mereka banyak sekali, tetapi
posisi tugas masing-masing yangtidak ada.
Jenis-jenis tubuh makhluk hidup menurur mereka ada tiga,
yatu:
2a Fusbuulunfii Adyaanil Hind $1m.2\. a8).
2s Tabqiiqu Maa lil Hindi
min Maquuhh (hlm.
4il Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
1. Ar-Rubantryyin (kelompok rohani), berada di tempat yangtinggi.
2. Manusia, berada di tengah.
3. Hewan-hewan, berada di tempat paling bawah.26
Menurut Hindu, iman dan keutamaan termasuk ar-Ruhanfiryiin
dalam Dewa. Adapun para Malaikat dan yang menyerupainya dari
kalangan manusia akan beriman kepada Allah, memohon perlindungan
kepada-Nya, dan merindukan-Nya. Sementara itu, kekafiran dan
kehinaan terdapat pada syaitan bernama Asururakisy dan yang me-
nyerupainya dari kalangan manusia. Mereka kafir kepada Allah,
tidak mengindahkan perintah-perintah-Nya dantidak memakmurkan
alam.
3. Jumlah Dewa (Malaikat)
IJmmat hindu berpendapat bahwa dewa (Malaikat) berjumlah
33 Karuti, IanB artinya sama dengan 3,3 miliar Malaikat. Mereka
menisbatkan untuk dewa-dewa itu makna makan, minum, berjima',
serta hidup dan mati, karena mereka adalah sekumpulan materi,
meskipun mereka ada yang sangat halus dan sederhana, juga karena
mereka meraih hal itu dengan amal bukan dengan ilmu.27
Adapun asal Malaikat menurut Hindu ialah dari manusia. Akan
tetapi, manusia yangmencapai predikat ini bergantung pada perbuatan
mereka ketika masih hidup. Kemudian, setelah manusia itu mati,
roh-roh mereka pun keluar daritubuh meninggalkannya di belakang
karena jasad itu adalah beban yangdapat menghilangkan kekuatan dan
menelan masa. Mereka yangmendapatkan kesenangan dan ketenangan
itu lalu mati dan membentuk dirinya (berubah) menjadi Dewa, yaitu:
"Malaikat tanpa materi." Demikianlah yang dijelaskan mereka dengan
keyakinan tanaasukh (penitisan ruh/reinkarnasi).'s
26 lbid. (hlm.63).
2'z81 Tahqiiqu Maa lil Hindi min Maquulab ftlm. 65), dengan saduran dan ringkasan.
lbid.
Menyel isik Alam Malaikat 465
1_
4. Tempat tinggal (Dewa) Malaikat
lJmmat Hindu sering menyebutkan kalimat as-sarnaa' dan as-
samaawii.lryiin atas roh. Hal itu merupakan dalil bahwa para malaikat
bertempat tinggal di langit, tetapi mereka juga memiliki tempat tinggal
di bumi. Tempat tinggal mereka di bumi adalah di Gunung Mirwa
yangterletak di seperdua bumi y^rlgkering.2e
Kisah-kisah riwayat mereka menyebutkan banyak nama bagi
Malaikat, yarrg di dalamnya terdapat banyak khurafat dan pemujaan
terhadap berhala, di antaranya: "Seorang laki-laki pernah bersedekah
dengan beberapa sapi yang tidak layak untuk diperah susunya, namun
dia berharap mendapatkan pahala karenanya. Purera laki-laki itu
pun memprotesnya, lalu ayah itu marah dan membawanya ke alam
maut. Maka Malaikat maut menyamburnya dan bergembira dengan
kedatangan anak yang cerdas ini dan berkata kepadanya: "Mintalah
apayangkamu inginkan." Maka anak itu menjawab: "sesungguhnya
manusia berbeda pendapat di bumi terhadap apayangakan menimpa
manusia setelah kematiannya." Sebagian mereka berpendapat bahwa
roh orang mati akan tinggal setelah mati, sedangkan sebagian yang
lain mengingkarinya." Bagaimana hakikat pembic araanini? Malaikat
maut menjawab: "\7ahai anak yang cerdas, sesungguhnya masalah ini
termasuk masalah yang sangat sulit dipahami dan diketahui, hingga
paraMalaikat yang dekat kepada Allah saja bingung dalam mengetahui
p erjalanan ro h-roh. " 30
Inti permasalahan dalam kisah ini adalah justifikasi mereka
terhadap Malaikat dan Malaikat maur. Y*g demikian itu, menunjukkan
kerusakan 'aqidah mereka mengenai penitisan roh, dan akal tidak dapat
menerima keyakinan tersebut selamanya.
Beberapa poin yang dapatkita simpulkan dari kepercayaan orang-
orang Hindu mengenai Malaikat adalah sebagai berikut:
2e lbili. (hlm. 198).
30 Fusbuulun fii Adyaanil Hinl ftlm. 120-l2l).
466 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
t. Pengakuan mereka terhadap Malaikat.
2. Para Malaikat adalah makhluk ruhani yang dititiskan dari
manusia.
3. Tempat tinggal Malaikat di langit dan di bumi.
4. Jumlah Malaikat sangat banyak.
5. Para Malaikat adalah ruh-ruh yang baik dan beriman kepada
Allah.
6. Mereka menyebutkan ungkap an ilab (dewa) atas Malaikat karena
diatermasuk roh yangmulia lagi agung. Oleh karena itu, terdapat
banyak dewa dalam agama Hindu.
7. Mereka membolehkan ungkapan-ungkaPan sePerti bersetubuh,
makan, dan minum bagi Malaikat.
8. Setiap manusia dapat menjadi Malaikat pada salah satu periodenya
jika dia melaksanakan amal yang baik pada setiaP periodenya
hingga sampai kepada martabat Nirvana.
Demikianlah hal-hal terpenting yangpenulis dapatkan dalam
'aqidah Hindu tentang Malaikat. Semoga orang y?ngmerujuk kitab-
kitab mereka, yang ditulis dengan bahasa mereka sendiri, akan
mendapatkan banyak pengetahuan y^ng baru.
C. Keyakinan Orang Budha mengenai Malaikat
l. Sekilas tentang agarna Budha
Budha adalah agama paganisme yang lahir dari agama Hindu.
Di negeri India dan China, agamaini sangat terkenal dan dinisbatkan
kep ada p endiriny a, y aiat Btdza. Btdza adalah Pute ra keluarga Hindu
y^ngkaya. Namun, dia meninggalkan keluarganya dan tinggal di
gunung lalu melahirkan khurafat y^ng disebut Budha ini. Budza
meninggalkan kehidupan duniawi dan bersikap sederhana serta
mengadakan pengembaraan. Llmmat Budha mengangg ap Btdza,sebagai
tuhan atau anak tuhan.
Menyelisik Alam Malaikat 467
Inti pemahaman Budha adalah paganisme, yang tegak di atas
peribadatan kepada berhala. Mereka berj alan mengelilin ginyadengan
keyakinan bahwa berhala itu adalah simbol bagi Budza. Mereka juga
memiliki ajaran-ajaran dan berbagai perayaan yangterkait dengan
berhala, namun hal tersebut tidak mungkin dipaparkan di sini.3r
2. Malaikat menurut agama Budha
Kitab-kitab agama Budha mengisyaratkan adany aMalaikat dalam
'aqidahnya. Bahkan, Malaikat dalam agamaBudha memiliki peranan
yang sangat penting, sebagaima la y ang dinukil dari mereka. Apakah
keyakinan ini masih ada di kalangan orang awam mereka? Keterangan
ini belum penulis dapatkan. Adanya penambahan dan pengurangan
dalam agama paganisme adalah dua hal yang sangat lumrah. Maka
dari itu, tidak perlu heran apabila ketika membaca suatu kitab rentang
salah satu agama paganisme, tetapi Anda tidak mendapatkannya dalam
realita. Hal itu dikarenakan sesuatu itu telah diganti dan diubah.
Yang terpenting bagi kita ialah kitab-kitab mereka yangsampai
kepada kita, menerangkan bahwa Malaikat memiliki peran yangsangar
penting dalam 'aqidah agama Budha. Sebab, Ruhul Quduslah yang
menjelma dalam rahim Mayaal:Adzra', ibu Budza. Ruhul Qudus itu
turun dalam wujud seekor gajahputih. Simbol ini menandakan hikmah
dan kekuatan bagi mereka.32 ucapan tersebut sangat mirip dengan apa
yangdiklaim kaum Nasrani rentang'Isa )pi. Hal itu mengindikasikan
bahwasanya asal mula agamaNasrani yangtelah diselewengkan adalah
kepercayaan-keperc ay aan bangsa India.
Budza dahuluny a adalah Malaikat, tet api kemudian ia menj elma
menjadi manusia. Pada kesempatan lainnya mereka berkata: "Sesung-
guhnya dia adalah tuhan y^ng menjelma." Pada kali lainnya mereka
berpendapat:'Dia adalahputera Allah.' Referensi agamaBudha banyak
menyebutkan Khurafat mengenai hubungan antaraMalaikat dengan
Btdza, di antaranya perkataan mereka:'ParaMalaikat hadir pada saat
ll Lihat Fusbuulun fii Adyaanil Hind karya al-A'zhami, Adyaanul Hind al-Kubraa karya Syalabi,
dan al-Buudziyyab yang merupakan Tesis Magister di Universitas Islam karya Dr.''Abdullah
Numusak.
Al-Aqaa-il al-lV'a*aniyyab fid Diyanah an-Nasbraaniyyab (hlm. aO).
468 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
kelahiran Budza,lalu mereka meletakkannya di dalam jaringyang
benangnya terbuat dari emas.'"33
Para Malaikat meliputi al-'Adzra',Maya, dan Puteranya sambil
benasbih dan memberkahi, serta mengukir kemuliaan baginya. \7ahai
Malaikat Maya, bergembiralah dan bertahlillah karena anak yang
engkau lahirkan qudduus (suci). Malaikat langit yang empat berkata:
'sekarang Budza dilahirkan untuk memberikan kegembiraan dan
kesenangan." Tuhan langit berkumpul-yaitu Malaikat, sebagaimana
y angtelah diteran gkan sebelum ny a-dan telah dilahirkan Budza p ada
hari ini di atas bumi agar dia dapat memberikan kegembiraan dan
keselamatan bagi manusia dan menerangi temPat-temPat yanggelap,
serta memberikan penglihatan kepada orang buta.3a Para Malaikat pun
gembira dengan kelahirannya.3s
Para Malaikat senantiasa mengelilingi Budza dan meneguh-
kan hatinya.Pada hari pertamq para Malaikat menetapkan awal
kehidupannya dengan kezuhudan dan menjauhi kesenangan dunia
serta mengendari kudanya, bahkan mereka menutuP mulut hewan
itu hingga tidak bisa meringkik. Setelah itu, Budza memberikan
perhatian (pencerahan) kepada penghuni istana, sebagaimana dia
melarang kukunya menginjak bumi, lalu pintu istana pun terbuka.
Jalan sepanjang bangunan itu penuh dengan bunga-bunga, kemudian
Budza keluar pada waktu tengah malam untuk lari ke gunung karena
tidak ingin ada salah seorang dari keluarganyayartg mengetahui
kepergianrLya.'u
Syaitan berusaha menghalangi Budza dari kehendaknya dalam
mencari hikmah, namun Budza menghardik dan meneriakinyaz
"Menjauhlah dariku!" Pada saat itu, bunga-bunga Pun berjatuhan
dari langit, seperti hujan, lalu Malaikat turun melayani dan member-
kahinya."
33 Buud,ua Hayaatubuu roa A/kaaruhuu karya Hamdi as-Sa'&wi (hlm. 7).
34 Al-Aqaa-id al-lVatwniyab fid Diyanab an'Naslnaaniyyab Slm. 5a).
35 Buudzza Hayattbuu wa Afhaarubuu $1m.8).
36 Buudzaa Hiyaatubuu ua Afkaarubur.t (hlm. 22) dan al-'Aqaa-id al-lVatsaniyyab fid Dianab an-
Nasbraaniyyab (hlm. 12 1).
37 Al-Baudziyyab karya'Abdullah Numusak (hlm. 1 10)'
Menyelisik Alam Malaikat 469
Tatkala Budza memutuskan untuk keluar dari'uzlab-nya me-
nuju alam (bumi) dan bertemu dengan manusia, serta setelah dia
menyampaikan nasihat perramanya, maka para Malaikat bertebaran
mengumumkan bahwa manusia telah bebas sepenuhnya dan menjadi
tuan bagi dirinya sendiri.38
Demikianlah ummat Budha menyulam dongeng-dongeng tentang
kehidupanBudza bersama Malaikat dan bersama manusia. Kisah
tersebut membuat orang-orang mengagungkannya hingga mereka pun
mempertuhankan dan menyembahnya selain Allah. Kita memohon
'aft zt (<eselamatan) kepada Allah. Kaum Nasrani mengambil keyakinan
paganisme ini dari mereka lalu meyakininya pada diri'Isa )Si. Semua
yang kaum itu tulis adalah hasil terjemahan dongeng ini, hanya saja
mereka memberi rtama 'Isa sebagai ganti Budza serta namaMaryam
sebagai ganti dari Maya. Dengan demikian, semua yangdikatakan
orang-orang Budha mengenai Budza sebagai tuhan mereka, mirip
dengan y ang dikatakan orang-orang Nasrani tentang'Isa.3e
Ketika Budza atau sang tuhan telah wafat, menurur dugaan
mereka, para Malaikat pun turun dan berkumpul meratapi dan
menangisi kematiannya.a, Seperti itulah' aqidah agamaBudha mengenai
Malaikat. Secara zhahir, keyakinan mereka tidak banyak berbeda
dengan'aqidah
^gamaHindu.
D. Keyakinan Ahli Filsafat mengenai Malaikat
1. Sekilas tentang aliran filsafat
Fakafab adalah bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata,
y aitu p h il o s t f ang berarti lebih men gutamakan, dan sh ofo s t f angberarti
al'hikmab (kebijaksanaan). oleh karena itu, seorang Filosof dijuluki
dengan nama ini, yaitu orang yangmementingkan hikmah.a,
38 Sebagai perbandingan antara dua agama tersebut,lThalt al:Aqaa-id al-lVatsaniyyab fid Diaanah
a n -Nas braan i1rya b ftlm. 107 - 122).
39 Buadzaa Hayaatubuu ua Afkaaruhuu Qlm. 53).
40 rbkl.
4l Al-Mausau'ab al-Muyassarab (tr/1 1 18).
470 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
Ada yang berpendapat bahwa sofi.a adalah bahasa Yunani yang
berarti hikmah, sedangkan pbilo artinya orang yangmencintai. Jadi,
failusuf adalah orang y mencintai hikmab ft ebij aksa naan) .a2
^ng
Aliran filsafat masuk ke kalangan kaum Muslimin dengan Peran-
tara terjemahan kitab-kitab Yunani dan yanglainnya dari kelompok
ahli debat dan ahli kalam. Rujukan ini pun diambil oleh sebagian
orang y^lgmenisbatkan diri kepada Islam karena kebodohan lalu dia
menyangka bahwa filsafat itu termasuk ilmu y^ngbermanfaat. Adapula
yang mengambilnya dari kelompok bathin iy rt y anghendak melakukan
tipu muslihat terhadap Islam dengan menyebarkan kekafiran-kekafiran
seperti ini.
Pemikiran filsafat dalam Islam diwakili oleh beberapa golongan,
di antaranya kelompok bathiniyah Isma'iliyyah, para pemilik risalah
Ikhwan as-Shafa, dan al-'Abidun, serta al-H akimiyy ah-ad-Du rtlz-
di antaranya adalah Ibnu Sina. Sebab, semua keluarganya adalah
pengikut al-Hakimi Wah, bahkan ayah serta kakeknya termasuk yang
mendakwahkannya. Oleh sebab itu, dia masuk aliran filsafat karena
mereka bangga sebagai pengikut suatu aiaran dan mengklaim bahwa
agama itu memiliki batin, berbeda dengan lahiriahnya.o'
Sangat disayangkan, kebanyakan kaum Muslimin sekarang tertipu
dengan kalimat (pendapat) filsafat. Akibatnya, mereka mengagungkan
para ahli filsafat dan meninggikan derajat mereka, sampai-sampai
sebagian mereka dinisbatkan kepada Islam .Pernyataan ini menunjukkan
kebodohan mereka karena dua hal Penting. Pertama,hakikat dakwah
Nabi ffi. Kedua, hakikat aliran pemahaman zindik tersebut.
Para ahli filsafat terbagi meniadi dua macam: Thabaa-i'iyuun (ahli
filsafat alam) dan Ilahiyprun (ahli filsafat ketuhanan).
Kelompok Thaba-i'iyyuun tidak mengakui segala yar,g ada di
belakang planet dan apa saja yang meliputinya. Hakikat pendapat
mereka ialah alam im wajibul uujud binafsihi (wajib ada dengan
$a2 Bayaanu Maa lil Hindi min Maquulab @1m.27).
A;-Sbofddiyyahkarya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dengan saduran.
Menyelisik Alam Malaikat 471
1
sendirinya), ddak ada y angmenciptakan dan membuatnya, sebagaimana
peniadaan yang pernah diyakini Fir'aun ketika mengingkari Rabb
semesta alam. Perkataan yangdicetuskan oleh Fir'aun ini sama dengan
perkataan kelompok Mu'aththilah dari golongan Thaba-i'iyy,un.
Adapun kelomp o k al-IlaahiyF,un ad-D ahriiyy'un berpendap at
bahwa alam semesta ini qadim (ama). Akan tetapi, pendapaiini tiJak
sejalan dengan pandangan Ibnu sina dan yanglainiya,yrk"i mereka
mengakui bahwa alam ini baru, maka dari itu, pendapat mereka
bertentangan dengan pendapat kelompok Mu'atlrthitah, meskipun
mereka tidak konsisten terhadap pendapatnya.M
Kepada kelompok itulah bergabung ahli filsafat yangmenisbatkan
diri kepada Islam, seperti al-Kindi, al-Farabi, dan Ibnu sina, serta yang
lainnya. Kelompok inilah yangpenting untuk kita perhatikan dalam
pembahasan ini. saya akan memaparkan sebagian diri komentar para
ulama mengenai pemahaman mereka.
Ibnu Abil 'Izz al-Hanafi ,t;$7" berkata dalam menjelaskan hakikat
pemahaman para ahli filsafat: "Prinsip-prinsip ini-yaitu rukun iman
yangenam-telah disepakati oleh para Nabi dan Rasul-sbalawaatullabi
'alaihim ua salaamuh-dantidaklah beriman kepadanya dengan iman
yarLg sebenarnya, melaink an parapengikut Rasul.
Mengenai musuh-musuh dan orang-orang yangmenempuh jejak
mereka dari kalangan ahli filsafat dan Ahlul Bid'ah, pembangkangan
dan pengingkaran mereka berbeda-beda.
Manusia yang paling besar pengingkarannya adalah para ahli
filsafat yang dinamai oleh para penBagumnya dengan orang-orang
bii ak. Sesungguh ny a o rang y angmengetahui hakikat perkataan me.eka
pasti mengetahui bahwa dia tidak beriman kepada Allah, Rasul-Rasul,
Kitab-Kitab, Malaikat-Malaikat, dan hari akhir.
Menurut pendapat ahli filsafat, Allah W itu ada, tetapi tidak
ada inti dan hakikatnya. Dengan kata lain, Dia tidak mengetahui
perincian segala sesuatu. Menurut mereka pula, Allah tidak berbuat
a As-Shafadfiryab @1m.242), dengan saduran.
472 Keyakinan Sebagian Agama paganisme ...
t
dengan kekuatan dan kehendak-Nya. Alam menurut mereka adalah
lazim bagiNya serta azali dan abadi. Kalaupun mereka menyatakan
bahwa alam sebagai objek yangterbuka, maka Pernyat^an itu hanyalah
sebatas pura-pura dan demi berdamai terhadap kaum Muslimin saja.
Mereka tidak beriman kepada Kitab-Kitab dan tidak menyifati Allah
dengan kalam. Al-Qur-an bersumber dari akal manusia yang jiwanya
suci dan bersih menurut mereka.
Mengenai hari akhir, secara nyata ahli filsaf at adalah manusia
yalgpaling keras pendustaan dan pengingkarannya. Mereka meyakini
bahwa alam tidak akan hancur dan langit tidak akan terbelah atau
retak, bintang-bintang tidak akan jatuh, manusia tidak akan bangkit
dari kuburr:ya,serta manusia tidak akan dibangkitkan ke dalam Surga
dan Neraka. Semua itu bagi mereka hanyalah Perumpamaan untuk
memahamkan orang awam, tetapi sebenarnya tidak memiliki hakikat
apa-apa.as
Demikianlah inti keyakinan-keyakinan orang-orang sesat itu.
Setelah mengetahui hal ini, setiap Muslim tidak diperbolehkan lagi
untuk mengagungkan yar,g mereka utarakan, bahkan yang
m^Peareka dan apayangmereka bawa tersebut,
wajib adalah membenci
lalu berpegang teguh dengan apa yang dianut oleh Salafush Shalih
rahimahumulkh karena merekal ah yangberada di atas kebenaran nyata
dan petunjuk yang terang.
2. Malaikat menurut aliran filsafat
'Aqidah para ahli filsafat mengenai Malaikat tidak lebih baik
daripada'aqidah mereka terhadap rukun-rukun iman lainnya. Mereka
mengklaim bahwa Malaikat langit adalah jiwa langit, para Malaikat
al- Karublry uun al -Mu qarr abiin hanyalah penafsiran akal sema ta, y aitu
permata-permata y angte gak dengan sendirinya, y angtidak berbentuk
dan tidak mampu berbuat apa-apa di dalam tubuh. Al'Karuubilryuun
lebih mulia daripada Malaikat langit karena dia bermanfaat,sebagaimana
pemberi manf aat lebih mulia daripada yang mengambil manfaat ....
4 Syarb al-'Aqiidab at-Tltahaauryyah (hlm. 315'316), secara ringkas.
Menyelisik Alam Malaikat 473
-l
Kaum filsafat mengklaim bahwa berhubungan dengan jiwa-jiwa
tersebut (para Malaikat) dapat dilakukan, karena tidak adanya hijab
(penghalang) di sana. Akan tetapi, ketika kita dalam keadaan terjaga,
mereka akan disibukkan dengan apa saja yang dibisikkan oleh indra
dan syahwat kepada kita.a6
Demikianlah Nabi ffi mendapatkan al-Qur-an menunrr dugaan
mereka, yaitu tanpa ada wahyu dan tidak ada Malaikat yang rurun
kepadanya, tetapi semua itu hanyalah didasarkan penafsiran akal yarLg
memiliki tiga kelebihan:
L. Kekuatan pemahaman dan dugaan. Maksudnya, nabi memiliki
kekuatan suci sehingga bisa mendapatkan ilmu dengan mudah
yang tidak dapat dicapai oleh selain beliau, kecuali dengan
mengerahkan usaha yangsangar keras. Terkadang mereka meng-
ungkapkan hal itu, yaitu bahwa seseorang dapat mengetahui
b atasan perten gah an tanpa membutuhkan ap a y ang dibutuhkan
orang yangtidak sama dengannya. Kesimpulannya, Rasulullah
Mi^ lebih cerdas daripadayarLglainnya dan ilmu baginya lebih
mudah didapat daripada oleh orang lain.
2. Beliau memiliki kekuatan jiwa sehingga dapat berbuat terhadap
alam,aT sebagaimana orang yangmemiliki kekuatan jiwa sehingga
dapat melihat sebuah benda. Mereka menduga bahwa kejadian-
kejadian luar biasa yangterladi pada para Nabi dan para wali
muncul dari perkembangan ini.
3. Kekuatan khayalan dan perasaan batin sehingga dapat tergambar
olehnya apa yang diketahui di dalam jiwa hingga ia melihat
dan mendengarkannya. Beliau dapat melihat di dalam jiwanya
gambaran nurani yangmenurut mereka adalah Malaikat Altah.
Beliau pun dapat mendengarkan suara yang menurut mereka
adalah kalamullah....
4a7 Tabaafuatul Falaasifab Qim. 226). bahan untuk membuat sesuatu, seperti kursi yang terbuat &ri
Httyuulil 'Aahm._Al-Hayuuli zdalah
kayu, besi yang dapat dijadikan paku, dan kapas yang dapat dibuat pakaian.
474 Keyakinan Sebagian Agama Paganisme ...
t-
I
l
Ahli filsafat berkata bahwa apa yar.g diberitahukan para Rasul,
berupa hal-hal ketuhanan dan hari akhir,as hanyalah khayalan dan
pe rump amaan-pe nrm p amaan y ang dibuat-buat, bukan be rita t ent an g
hakikat seperti kenyataannya. Bentuk dan jasad nurani yang dikhayalkan
seorang Nabi ini adalah Malaikat, menurut ar'ggaPan mereka. Sebab,
menurut mereka hal itu sebenarnya ialah kekuatan logika yartgtidak
berjasad, hanyasaja Nabi mengkhayalkannya sebagai jasad yangdapat
diindera. Jika tidak begitu, maka di luar tidak akan ada zat khusus
(makhluk ghaib) yang dapat naik dan turun, pergi dan datang, serta
dilihat dan diajak bicara oleh seorang Rasul. Hal-hal itu bersumber dari
pikiran yangtidak memiliki wujud dalam kenyataannya (abstrak)..'
Penjelasan ini pada hakikatnya mengindikasikan pengingkaran
terhadap para Malaikat, juga pendushan terhadap hak-hak mereka yang
disebutkan di dalam al-Qur-an dan as-Sunnah. Bukanlah keimanan
yangakan dijadikan ganjaran bagi pelakunya, melainkan kekafiran dan
pendustaan wal'i.yaadzu billab. Sungguh, pendapat kaum filsafat lebih
rusak daripada pendapat orang-orang kafir Makkah yang mengakui
akan keberadaanpara malaikat, tetapi tetap menganggap ParaMalaikat
itu sebagai anak perempuan Allah, tidak lain dikarenakan kekafiran
dan kerusakan pemahaman mereka.
48 As-shafaliyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Q'/6-7), secara ringkas. 475
49 Llhat at-Thahaa-Ayh @1m. 3 15).
Menyelisik Alam Malaikat
r
1
I
I
PENUTUP
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Ny, menjadi sempurna-
lah amal-amal shalih. Shalawat dan salam kepada Rasulullah My^ng
dengannya Allah menutup kerasulan dan kenabian, demikian pula atas
keluarga dan para Sahabat beliau semuanya.
Amma ba'du,
Pada akhir pembahasan kitab ini, saya bersyukur kepada Allah
Ta'ala atas bantuan dan pertolongan-Nya untuk menyempurnakan
tulisan tersebut tanpa memiliki sedikit pun daya dan kekuatan. Aku
memohon kepada-Nya agar Dia menjadikan upaya ini ikhlas karena-
Nya dan supaya karya ini dapat bermanfaat bagi siapa saia yang
membacanya.
Penulis telah mendalami kitab-kitab Islam terlebih dahulu selama
mempersiapkan pembahasan ini, baru kemudian menyaring perkataan-
perkataan yang ada kaitannya dengan pembahasan ini. Setelah itu,
saya mempersembahkarLnya wujud pelayanan saya terhadap ilmu dan
ahlinya dalam kitab ini. Demikian pula penulis bersungguh-sungguh,
sesuai dengan kemampuan, dalam mengumpulkan pendapat berbagai
kelompok, aliran, dan agama mengenai Malaikat, lalu men;ruguhkannya
ke hadapan pembaca dalam satu bab. Penulis dapat menyimpulkan pada
akhir kitab ini adalah sebagai berikut:
L. Pentingnya beriman kepada para Malaikat ffi, bahkan iman
seseorang tidak sempurna taipaberiman kepada mereka.
2. Mengetahui kondisi Malaikat secara luas dapat menambah
keimanan kepada Allah W.
Menyelisik Alam Malaikat 477
3. Para Malalkat tW memiliki peran yang sangat penting di alam
ini sesuai dengan tugas-tugas yang Allah berikan.
4. Beriman kepada para Malaikat memiliki pengaruh yang sangat
besar terhadap perilaku manusia.
5. Seluruh ummat hampir sepakat mengenai beriman kepada
Malaikat. Hal itu jelas dari perkataan-perkataan mereka dalam
bab kedua. Akan tetapi, sebagian mereka mengklaim bahwa
para Malaikat adalah bintang-bintang dan y ang mengatur alam
ini, yaitu al-Haraniyab.t Sebagian mereka berpendapat bahwa
Malaikat adalah kekuatan akal, seperti yang dikatakan para
filosof. Di antara mereka berpendapat bahwa Malaikat adalah
bagian dari Allah dan anak perempuan Allah. Terdapat pula
'aqidah lainnya yang berbeda-beda dan takwil-takwil yang
beragam serta kesesatan-kesesatan yangsangat jelas seputar hal
ini.
6. Terdapat perbedaan mendasar antara para Salaf dan ulama ahli
kalam meskipun kebanyakan orang yang menulis apa yang disebut
dengan as-sam'iyaat menyangka bahwa tidak ada perbedaan
pendapat di antara mereka dalam hal tersebut. Perbedaan yang
dimaksud adalah mengenai cara Malaikat Jibril 1H! menerima al-
Qur-an dan wahyu lainnyadari Allah untuk disampaikan kepada
Nabi MuhammadW,.
7. Di antara hal pentingyangpenulis temukan ialah para Malaikat
memiliki keutamaan yangsangat mulia atas orang-orang Mukmin.
Sebab, mereka berdo'a dan memohonkan ampun untuk orang-
orang Mukmin. Hal ini termasuk nikmat Allah thbl yangsangat
agung.
Demikianlah p oin-poin terpen ting y angp enulis dap atkan dalam
pembahasan ini. Akhirnya, penulis menutup bahasan ini dengan
bersyukur kepada Allah \H atas nikmat-Nyayangsangar agung, yang
tidak dapat dihitung. Penulis mewasiatkan kepada saudara-saudaraku
I Lihat al-Bad-u utat-Taariikb karya Abu Zaid Ahmadbin Sahl al-Balakhi U/ l7O).
478 Penutup
untuk senantiasa bersungguh-sungguh menuntut ilmu, terutama
ilmu'aqidah, dan senantiasa menapaki manhai Salafush Shalih sena
menjauhkan diri dari perbuatan bid'ah dan pelakunya.
Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi
bahwa tidak ada ilah yangberhak diibadahi dengan benar, kecuali
Engkau. Saya juga memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Semoga shalawat dan salam yangsebanyak-banyaknya senantiasa
dilimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad M, )ug kepada keluarga
dan para Sahabatnya.
Menyel isik Alam Malaikat 479