The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SAMHARI R, 2022-02-05 06:04:26

Menyelisik Alam Malaikat

Menyelisik Alam Malaikat

apakah mereka pun menunaikannya sebagaimana kita menunaikan
shalat secara berjamaah dalam satu bai-aD (posisi-posisi) yang telah
ditentukan atau mereka menunaikar,'rrya menurut posisi mereka
secara khusus, baik berjamaah maupun terpisah? Semua pengetahuan

mengenai hal itu ada di sisi Allah sebab tidak ada riwayat yang
menjelaskan hal tersebut. Di antara posisi-posisi tersebut adalah:

a. Berdiri dan membuat barisan shalat Ghr|

Allah \H berfirman:

{ @ 6a636r @ ?}:r?6 fiJ, rr;y

*Tiada seorang pun di antdra kami (Malaikat) melainkan mempunyai
kedudukan yang tertentu. Dan sesunggubnya Kami benar-benar bersbaf-
shaf (dalam menunaikan perintdh Allab)." (QS. Ash-Shaaffaat: 164-165)

Diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata bahwa Rasulullah ffi

bersabda: "Kami diberikan keutamaan atas manusia dengan tiga hal:
shaf-shaf kami dijadikan seperti shaf-shaf para Malaikat, dijadikan bumi
itu bagi kami sebagai masjid dan tempatyangsuci, serta dijadikan debu
bagi kami alat bersuci jika kami tidak mendapatkan air." Kemudian,
beliau menyebutkan hal yaflglain.Ts

Catatan:

Banyak hadits yang diriwayatkan mengenai bab (masalah) ini.

Salah satunya menyatakan bahwa Rasulullah ffi bersabda: "Aku

diberikan lima hal yangbelum pernah diberikan kepada seorang pun
sebelumkv."'e Dalam riwayat lain: "Aku diberikan keutamaan di atas

NabiNabiyanglain dengan enam perkara."80 Pada hadits-hadits yang

lain disebutkan kelebihan ummat Nabi Muhammad tanpa dijelaskan
jumlahnya, sedangkan dalam hadits Hudzaifah ini disebutkan ada tiga.

Maka bagaimanakah men gkomp romikan antar a riw ay at-riw ay at y ^ng

bertentangan tersebut?

78 Muslim Q/371, ro.522), Kitab "al-Masaajid wa Mawaadhi'us Shalaah".
7e Al-Bukhari A/D8),Bab'at-Tayammum"danMuslim (/370),Kitab "al-Masaajid".

80 Muslim (l/371), Kitab "al-Masaajid".

Menyelisik Alam Malaikat 193

#EIbnu sebagai berikut: "Cara mengkom-

promikan
Hajar
ri'w ayatterseb^urtnijaalawhadbengan mengatakan:'Sepertinya, mula-

mula beliau melihat sesuatu yang menjadi kelebihannya, kemudian

beliau melihat yang lain lagi pada kesempatan lain. Bagi yangtidak

berpendapat bahwa konsep penetapan jumlah sebagai suatu hujjah,

tentu ia akan menolak kemusykilan ini dari asalnya."8r

Syahid dari hadits tersebut adalah ucapan beliau: "Dijadikan shaf
kami sepefti shaf para Malaikat." Dari Abud Darda', ia berkata bahwa

Rasulullah ffi bersabda: "Aku diberikan keutamaan dengan empat hal:

'Aku dan ummatku dijadikan dalam shalat sebagaimanaparaMalaikat
dengan bershaf-shaf, dijadikan bagiku tanah sebagai pengganti wudhu,
dijadikan bumi sebagai masjid dan alat bersuci, serta dihalalkan bagiku

harta rampasan perang. "82

Dalam hadits ini, shaf ummat (Islam) dalam shalat diserupa-

kan dengan shaf para Malaikat; sepertinya begitu pula dalam shalat

(MalaikaQ.

DariJabir bin Samurah .!y.', ia berkata: "Suatu ketika, Rasulullah

ffi keluar menemui kami lalu bersabda: 'Mengapa aku melihat kalian

mengangkat tangan seolah-olah seperti ujung ekor kuda liar? Bersikaplah
tenang di dalam shalat kalian!'"Jabir berkata: "Kemudian, beliau keluar

menemui kami. Tatkala melihat kami sedang berbaris melingkar,
beliau bersabda: 'Mengapa aku melihat kalian berbaris melingkar?"'

Jabir berkata: "sesudah itu, beliau keluar menemui kami lalu bersabda:
'Mengapa kalian tidak bershaf (berbaris) sebagaimana para Malaikat
bershaf di sisi Rabbnya?' Maka kami menjawab: ''Wahai Rasulullah,
bagaimana para Malaikat itu bershaf di sisi Rabbnya?' Beliau menjawab:
'Mereka menyempurnakan shaf pertama dan merapatkan barisan

mereka."'83

8t Fat-bulBaang/439).
82 Disebutkan oleh al-Albani dalam Shabiibul Jaami' Qto. aA9) dan ia menisbatkannya kepa& ath-

Thabrani dala m al-Kabiir.Ia pun &n ia menshahihkannya, tetapi saya tidak menemukannya dalam
kitab yang tercetak. Mudah-mudahan riwayat ini benar-benar terdapat di dalam bagian (cetakan)

yang hilang.

83 Muslim (/322, ro.430), Kitab "ash-Shalaah", Bab "al-Amru bis Sukuun fish Shalaah".

194 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

l

t

Imam an-Nawawi 4lf5 berkata: "Dalam hadits tersebut terdapat
perintah untuk bersikap tenang dan khusyu' dalam shalat serta
memfokuskan hati. Para Malaikat itu melakukan shalat dan merapikan
shaf seperti sifat yangtelah disebutkan, wallaabrt d'lArn."8a

b. Ruku'dan Sujud

Allah \99 berfirman:

s;*,X;fr;q)-rl;8?i''1<6i45'*}5\lLy

{@

"sesungguhnya Malaikat-Malaikat yang ada di sisi Rabbmu tidaklah

rnerasa engd.n dalam beribadah hepadaAllah dan mereka mentasbibkan-

Nya dan banya kepada-Nyalah mereka bersujud." (QS. Al-A'raaf :206)

fr{<$xv J.U$,>.'riA q\i 3i;i-;it F

"Ddn kepada Allab sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan
sernud. makhluk ydng melata di bumi dan (juga) para Malaikat, sedang

mereka (Malaikat) tidak menyombongkan diri." (QS. An-Nahl: 49)

Ay at-ay at y angsemakna dengan y angtelah disebutkan ini san gat-

I

lah banyak.

Sujud yangpara Malaikat lakukan kepada Allah M merupakan

bentuk ibadah dan cerminan rasa takut serta ketaatan. Berbeda dengan

sujud yang mereka lakukan terhadap Nabi Adam, karena sujud itu

merupakan sujud penghormatan dan pengagungan, sebagaimana firman

Allah \iM: ,y1}r

in;6 (@ clai A';t$

8a Syarb an-Nautauti 'Aka Muslim SV /$a).

I 195
Menyelisik Alam Malaikat

L

"Ddn (ingatlab) ketiha Kami berfirman kepadapara Malaikat: *Sujudlah
kamu kepada Adarn," rnd.kA sujudlab mereka kecuali lblis; ia enggan dan
takabur dan adalab ia termasuk golongan ordng-ord.ngyd.ngkafi.r." (QS.
Al-Baqarah:3a)

Ibnu Katsir a#d)a5lah^rsneqbaatgaaki apne:ng"Shoerbmagaitaanr,,ulakemsaelabmerapteannd,adpaant

bahwa sujud ini

kemuliaan, seperti halnya firman Allah W:

3,'j\K'i'Y-iv; b,/4, O;rJ;)33'6y

l)a-rt

s)',-/rr/L<$./r/+ ,/- 2n7 .z zr)

J'r cP-*S
4l,{

"Ddn ia rnenaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka

(semuanya) merebabkan diri suaya sujud kqada Yusuf, Dan bqkaa Yusuf;

"W'abai ayahku, inilab ta'bir mimpiku yang dabulu itu; sesunggubnya

Rabbku telab menjadikannya sild.tu kenyataan...." (QS. Yusuf: 100)

Sujud semacam ini juga disyari'atkan bagi ummat-ummat terdahulu,

tetapi syari'at itu telah dihapus dalam agama kita. Mu'adz berkata:
"Ketika dr.*g ke Syam, aku melihat mereka (Ahlul Kitab) sujud kepada

uskup-uskup dan ulama-ulama mereka. Maka dari itu, engkau, wahai

Rasulullah, lebih berhak untuk menjadi objek sujud.' Beliau menjawab:
'Tidak. Seandainya aku boleh menyuruh manusia untuk sujud kepada
sesamanya niscaya akan kuperintahkan seorang isteri untuk sujud
kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suami atas isteri."8sD86

Demikian pula telah disebutkan dalam as-Sunnah sifat para

Malaikat, yaitu sujud dan ruku'. Di antaranyaadalahhadits Abu Dzarr

eB ,ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda: "Langit bergemuruh

dan memang pantas kalau dia bergemuruh. Sungguh, tidak ada tempat

padanyaselebar empat jari pun, melainkan ada Malaik at ya{Lgmeletakkan

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad N/227) dan ulama lainnya dari Mu'adz bin Jabal ,1b dan
Sahabat yang lainnya. Hadits tersebut shahih dengan semua jalannya.Llhat lrtsaa-ul gbalil $/54,

no. 1998).
Tafsiir lbni Katsir Q/77-78), dengan ringkas.

196 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

dahinya, bersujud kepada-Nya. Demi Allah, seandainya kalian me-
ngetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan
lebih banyak menangis."sT

Dari 'Ala' bin Sa'ad, bahwasanya pada suatu hari Nabi ffiber-

tanya kepada para Sahabatnya: "Apakah kalian mendengar apa yang

kudengar? Mereka menjawab: "Apa yang engkau dengar wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Langit bergemuruh dan memang

pantas kalau dia bergemuruh. Sungguh, tidak adatempat selebartelapak
kaki pun, melainkan di atasnya ada Malaikatyangberdiri, ruku', atau

sujud. Para Malaikat berkata: 'Kami benar-benar bershaf-shaf dan
sesungguhnya kami bertasbih. "'88

Nash-nash ini dan yffigsemakna dengannya menunjukkan bahwa
Malaikat melakukan sujud, ruku', dan berdiri dalam beribadah kepada

Allah \H. Apakah ruku', sujud dan berdiri ini berurutan seperti

urutan dalam shalat kita atau tidak? Tidak ada dalil yangdiriwayatkan
mengenai hal itu. Kita berkeyakinan bahwa mereka berdiri kepada
Allah dengan bershaf-shaf .ParaMalaikat pun ruku'dan sujud kepada-
Nya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rabb mereka \H . Kita tidak
mengetahui hal itu secara mendalam dan menyerahkan hakikat hal itu

semua kepada Allah \H.

5. Mengucapkan salam

Menyebarkan salam dalam syari'at Islam adalah hal yang disukai

(disunnahkan) dan sangat dianjurkan. Nabi ffi menganjurkan untuk

melakukannya dalam banyak hadits.8e

Pada dasarnya, mengucapkan salam merupakan salam peng-
hormatan yangdisampaikan oleh Nabi Adam dan keturunannya secara
keseluruhan, sebagaimana yangdisebutkan dalam hadits Abu Hurairah,

ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

81 Telah disebutkar ahbrij-nya yang lalu.
88 Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr dal.am Ta'zbiimu Qad.risb Shalaab [/261).
t9 Lihat sebagian hadirc-hadits ini dalam l<rtab at-Targbiib utat Tarbiib gTl/424).

Menyelisik Alam Malaikat 197

i;!r ,jv ;fs; t-rs wt1; o< jore-: isT iirt ))

lt;)\:ru i#G ,fr!^+ yu.ia tlz ;,o airi t" ;Y;
1l4;.iXlt t i\tu,r;fi,iv,$-:'s GS ($WF U;:;1
*r:b:,\g,jt5,/rt '45 eILi)tAl ,Vu*
U S"'j6,eirt
VW> 3:i=i*sistrr:z & t+t;'i
,egir )f ;lt<.o(ir

"Allah menciptakan Nabi Adam sesuai dengan bentuknya, yakni

tingginya 60 hasta. Ketika telah menciptakannya (dengan sempurna),

Allah \iE berkata: 'Pergilah dan ucapkanlah salam kepada kelompok
itu, yaitu sekelompok Malaikat yang sedang duduk-duduk, lalu

dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salammu karena ucapan

itu akan menjadi salam penghormatanmu dan anak keturunanmtl."'

Rasulullah ffimelanjutkan: "Maka Adam pun pergi lalu mengucapkan
" Assalaamu'alaikum (semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian).'
Mereka menjawab: 'As-Salaamu 'alaika ua rabmatullab' (semoga
keselamatan dilimpahkan kepadamu, demikian pula rahmat Allah).'

Rasulullah ffi berkata lagi: "Mereka menambahkan ua rabmatullah

(dan rahmat Allah). Maka semua yarTg masuk Surga berbentuk sama

dengan Nabi Adam dan tingginya 60 hasta, kemudian manusia yarLg

datang setelahnya senantiasa berkurang hingga sekarang."'0

Allah telah mensyari'atkan kepada Nabi Adam dan keturunannya

tabiyat (salam penghormatan) yar'g penuh berkah ini. Akan tetapi,

semua ummat telah menyia-nyiakan ap^yangtelah Allah syari'atkan
ini sehingga tinggallah (disunnahkanlah) syarT'at ini kepada ummat

Muhamm ad M. Oleh karena itu, kaum Yahudi-semoga Allah

melaknat mereka-iri terhadap ummat (Islam) disebabkan kalimat

e0 Al-Bukhari Iy /2183, no.284L), Kitab "al-Jannah".

198 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

t-

penghormat^nyaflgpenuh berkah ini, sebagaimana hal itu disebutkan
dalam hadits'Aisyah €F-, secara marfu': "Orang Yahudi tidak pernah

iri atas sesuatu kepada kalian seperti irinya mereka terhadap ucapan

salaarn dan amiin kalian."e'

Hadits ini tidak menunjukkan pengkhususan ucapan salam bagi
ummat ini, melainkan hanya menegaskan kebenaran salam itu. Oleh
sebab itu, ketika kita mengamalkannyadan orang Yahudi mengetahui
keutamaannya dalam persatuan dan kecintaan kaum Muslimin, mereka

pun menjadi iri dengan salam ini, rutallaahu a'lam.

Nash-nash yang ada menunjukkan ucapan salam para Malaikat
kepada manusia adalah sebagaimana ucapan salamnya mereka kepada
Nabi Adam dalam hadits yar;tglalu. Demikian juga seperti ucapan salam

mereka terhadap Nabi Ibrahim )p;; serta ucapan salam mereka kepada
IGadijah dan 'Aisyah '4;, dengan perantaraan Nabi ffi, sebagaimana

hal itu telah disebutkan pula."e2

I

Termasuk juga ucapan salam para Malaikat kepada orang-orang
Mukmin ketika mengalami sakaratul maut, sebagaimana firman Allah [H :

IJ*J\'\yj'&-e51 <,j;r'".*i<{3$;5iy

{@'bki"36.

"(yaitu) ord.ng-ord.ng yd.ng dianfatkan dalam keadaan baik oleb para
I Malaikat dengan mengatakan (hepada mereka): 'Salaarnun 'alaikum,

masuklab kamu ke dalam Surga itu disebabkan apa yang telah kamu
kerjakan." (QS. An-N ahl: 32)

Ibnu Katsir ,i$5 berkata: "Allah \g memberitakan kondisi

orang-orang Mukmin ketika sedang sakaratul maut, yaitu mereka
dalam keadaan baik, yakni bersih dari kemusyrikan, kekotoran, dan

Ahmad dalamMusnad-nya (I/135).Ibnu Majah (./778 no.856), Kitab "Iqaamatus Shalaah", Bab
"al-Jahru bit Ta-miin". Ia berkata juga dalam az-Zautaa-id: "Sanadnya shahih dan para perawinya

tsiqab.Muslim berargumentasi dengan semua perawinya. Disebutkan pula oleh al-Albani dalam

SbabiibulJaami'N/142, no. 5489) &n ia menshahihkannya.

Lihat halaman sebelumnya.

I 199

Menyelisik Alam Malaikat

L

setiap kejahatan. Para Malaikat mengucapkan salam kepada mereka
dan menggembirakan mereka dengan Surga."e3

P ada zhahir ny a, oran g y angsedan g sakaratul maut itu mendengar
ucapan salam paraMalaikat. Alhasil, iapun merasatenteram dan senang
bertemu dengan Allah; serta Allah pun senang bertemu dengannya.
Hadits-hadits yang semakna dengan riwayat ini banyak sekali.

Malaikat juga mengucapkan salam kepada para penghuni Surga
setelah pintu-pintunya dibuka. Semoga Allah menjadikan penulis dan
diri Anda serta para pembaca, demikian pula semua kaum Muslimin
semuanya, termasuk dalam golongan mereka (penghuni Surga).

Allah berfirman:

6uie tflt+L-&eV43 ;14rir'Jt$L"r€t,AW\itb<arJsi t(#{*:fFr

\ik;6

{@ 4\L

"Ddn ordng-ordngyangbertakan kepad,a Rabbr4ta dibaua ke dalam Surga
berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke Surga

itu sedang pintu-pintilnya telab terbuka dan berkatalab kepada mereka

penj aga-penj aganya: "Kesejabteraan (dilimpabkan) atasmu, berbabagialah
kamu! maka masukilab Surga ini, sedang hamu kekal di dalamnya. " (QS.
Az-Zumar:73)

Para Malaikat masuk menemui penghuni Surga lewat seriap pintu

yangadadan mengucapkan salam atas mereka, seperti firman Allah W:

<,ai; g;:;;.-55"6t;, & $WieiSLy
{ @ )$i & e {6qK*&@ v6 $n "*i'!-;

e3 Ibnu Katsir @/568).

200 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

"(Yaitu) Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sarnd
dengan orang-ord,ng y ang shalih dari bapak-bap ak ny a, isteri-isteriny a,
dan anak cucunya; sedangkan Malaikat-Malaikat masuk ke tempat-ternpat
mereka dari semua pintu; (sambil ?nengucdpkan): 'salamun 'alaikum
bima sbabartum.'Maka alangkab baiknya tempdt h.esudaban itu." (QS.
Ar-Ra'd: 23-24)

Terkadang, Malaikat menyampaikan salam kepada sebagian orang
shalih di dunia dan ia pun mendengarkan salam mereka. Akan tetapi,

seyogianya manusia selalu berhati-hati agar syaitan tidak memper-
mainkan dan menyesatkannya. Sebab, boleh jadi seorang Muslim
menjadi syaitan yang mempermainkan manusia, sebagaimana telah
disebutkan dalam Bab "Melihat Malaikat." Akan diterangkan lebih
lanjut sebagian dari hal itu dalam pembahasan Malaikat menunrt kaum

Shufi.

Telah diriwayatkan beberapa hadits shahih mengenai ucapan
salam para Malaikat kepada manusia. Di antaranya adalah hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahib-nya, lengkap dengan
sanadnya dari Mutharrif., ia berkata: "'Imran bin Hushain berkata
kepadaku: 'Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang

mudah-mudahan Allah memberikan manfaat kepadamu dengan

perantaranya. Sesungguhnya Rasulullah ffi menggabungkan antara

haji dan 'LJmrah. Beliau tidak melarang melakukannya hingga wafat,

bahkan tidak ada ayat al-Qur-an yang turun mengharamkannya.
Sedianya diriku selalu menerima salam dari Malaikat hingga aku

melakukan pengobatan secara bai (dengan besi yang dibakar). Oleh
sebab itulah, aku ditinggalkan (tidak menerima salam lagi). Tatkala
aku meninggalkan terapi kaiittt, Malaikat pun kembali mengucapkan

salam kepadaku.e4" es

e'a5 Shahiih Muslim @./899, no. 1226). bagi para ulama yang mewajibkan Tamatta'. Hadits ini
terdapat dalil
Dalam hadits ini tidak

dan hadits-hadits yang lain,nya menunjukkan bahwa hal itu adalah sunnah yang disukai dan

diperbolehkan, berbeda dengan orang-orang musyrik (dahulu) yang tidak menggabungkan antara

keduanya, maka perhatikanlah.

Menyelisik Alam Malaikat 201

Dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Abu Dawud, dari 'Imran

bin Hushain "!b, ia berkata: "Nabi ffi melarang pengobatan dengan

cara kai, namun kami (tetap) berobat dengannya. Maka dari itu, kami
tidak pernah beruntung dan tidak pernah sukses (dengannya)."'u

Abu Dawud berkat a: "Ia mendengarkan ucapan salam Malaikat,
tetapi ketika ia mulai berobat dengan kai @esiyangdipanaskan), salam
untuknya pun terputus. Ketika ia meninggalkan terapi itu, salam itu
pun kembali diterim anya."e,

Hadits ini menunjukkan adanya karamab (kemuliaan) yang

jelas bagi'Imran bin Hushain Eb, salah seorang Sahabat Nabi ffi.

Hadits ini juga menjelaskan dimakruhkannya pengobatan dengan cara
kai. Orangyang melakukannya tanpa adanya kebutuhan mendesak
menunjukkan kurangnya sifat tawakkal yang dimilikinya. Sungguh,
meninggalkan pengobatan kai lebih baik daripada melakukannya.

Ibnul Qayyim 'aiW mengatakan: 'Hadits tentang kai mencakup
empat hal (pandangan): (1) Nabi ffipernah melakukannya, (2) beliau

(Nabi ffi) tidak menyukainya, Q) pujian bagi orang yangmeninggal-

kannya, dan (a) larangan melakukannya."

Walaupun demikian, tidak ada pertenrangan di antarapendapat

tersebut, segala puji hanya bagi Allah. Kenyataan bahwa Nabi pernah
melakuka nnya menunjukkan diperbolehkannya. Ketidaksukaan
beliau tidak berarti dilarang melakukannya. Pujian kepada orang yang
meninggalkannya berarti meninggalkannya lebih utama dan lebih baik.
Adany a lar angan sup aya tidak melakuka nny a hanyalah seb at as ikhtiar
(boleh memilih) dan makruh."es

Ucapannya: "Maka kami tidak pernah beruntung dan tidak pernah sukses" dikomentari oleh

pen+abqiqkftab Sunan Abi Dauud: "Demikianlah yang tercintum dalam kebanyakan cetakan;

yaitu denganhvuf. nunyangmenunjukkan mu'annats serta dbamir-nyakembali kepa& al-kaylaat

sepeni yang dapat dipahami dari ucapan tersebut. Sementara itu, dalam cetalran yang lain disebutkan
u!,li .!;
dengan hrruI nun yang menunjul<kan dbamir rnuakzllimin ftami) ul.i:it.:l "Maka kami
ti&k pernah beruntung dan tidak pernah berhasil."

9',7 Abu Dawud (fVl5, no. 3865), Kitab "at-Thibbun Nabawi", Bab "Fil Kai".

98 A tb-Thibbun Nabazoi (50).

202 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

6 Kbauf (khawatir) dan kbasy-yab (takut)

Khawatir dan takut termasuk dalam ibadah hati bagi manusia.
Keduanya merupakan tingkatan (sifat) yangpaling utama dan paling
mulia dalam agama. Allah memerintahkan para hamba-Nya agar
takut kepada-Nya dan melarang takut kepada selain-Nya. Dia |uga
menjelaskan bahwa takut kepada selain-Nya berasal dari syaitan.

Allah \99 berfirman:

fr'b-'>? iKof Elv' # ;'f; *;'i 11 I 3#f s F!' GLY

(@

"Sesunggubnya mereka itu tidak lain banyalab syaitan yang menakut-

nakut i (k am u) den gan k au an - k aut anny a (oran g- o ran g m u sy r i k Qura i sy),
karena itu janganlab kamu takut kepadamereka, tetapitakutlah kepad.aKu,

jika kamu benar-benar ordngydng beriman." (QS. Ali 'Imran: L75)

( e*i6 A1p *

"... DAn hanya kepada-Kulah kamu barus takut (tunduk)." (QS. Al-

Baqarah:40)

t#fi( @ ...- b;gi5 GtA\ ,.. F

"... Kdrend itu janganlab kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah
kepada-Ku ...." (QS. Al-Maa-idah: 44)

Allah \H memuji orang yangmemiliki sifat tersebut dari kalangan
para Nabi dan orang-orang shalih dalam firman-Nya:

tf"s *L\ A'b;&*; frffi 6i .;{y i'iiaj'i y

#\' @ (.-;;'t,

Menyelisik Alam Malaikat 203

"(Yaitu) orang- ord.ng y dng rneny cillt pdik an risalab -risalab Allab, mereka
takut kepada-Nya dan mereka ti.ada rnerasd' takut kepada seordng (prn)
selain kepadaAllah. Dan cukuplab Allab sebagai Pembuat Perbitungan."

(QS. Al-Ahzaab:39)

{ ij +,3 i;)tLu ir.$\iLy

"sesunguhnyd. orang- orang berb ati-bati karena takut akan (adzab) Rabb

mereka." (QS. Al-Mu'minun: 57)

A1tah menjelaskan bahwa orang yang paling takut kepada-
Nya adalah orang y^ngpaling dalam pengetahuannya tentang Dia.

Allah \99 berfirman:

{@. ...W PQ- b.6i;1t31...}

"... Sesunggubnya yang takut kEada Allab di antara hamba-bamba-Nya
banyalab ulanta...." (QS. Faathir: 28)

Oleh sebab itu, karena memiliki pengetahuan yang sangat agung

dan dekat kepada Allah W, pa:l Malaikat rffil sangat takut kepada-

Nyr.

Allah \H berfirman:

U & ;;;' 4* yai*;S;"&6 fu$ &' 6& y

{@"G*'i4#
*Allab mengetabui segala sesil.dtuyangdi badapan mereka (Malaikat) dan

yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan
kEada ord.ng yang diridhai Allab, dan mereka itu selalu berbati-hati
h,arena takut kepada-Nya." (QS. Al-Anbiyaa': 28)

Dan firman Allah \H:'

"$i{4XV X';caq)g;tii-j.Y5q>;Aic,tUV3il;5i:-.46ii F

fry ,

{@iu;fr.{

204 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

"Dd.n kepada Allah sajalah bersujud segala a.pdyd.ngberada di langit dan
semud makbluk ydng melata di bumi dan (juga) para Malaikat, sedang

mereka (Malaikat) tidak menyombonghan diri.'(QS. An-Nahl: 49)

Dari Abu Hurairah gb , dari Nabi ffi, beliau bersabda: "Apabila
Allah telah memutuskan suatu perkara di langit, maka Malaikat

memukulkan sayapnya karena tunduk terhadap perintah-Nya, seolah-
olah seperti sebuah mata rantaiyang berada di atas batu besar yang
licin. Dalam keadaan takut itu merekabertanya: 'Apa yangdiucapkan
(ditetapkan) oleh Rabb kalian?'Maka dijawab kepada yangbertanya
itu: 'Kebenaran. Sungguh, Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.'

Lalu, pembicaraan tersebut didengar oleh (in) yangingin mencuri

berita dari langit. Jin yang menguping itu sebagian berada di atas sebagian

yar,.g lain (tindih-menindih). Sufyan menerangkan dengan telapak

tangannya, yakni dengan memiringkan dan merenggangkan jemarinya.

Ia (in yang mencuri dengar itu) mendengarkan kalimat tersebut dan

menyampaikan kepada yang berada di_bawahnya, kemudian_yang

menerima menyamp atkanny a lagi kepad a y alorg berada di bawahnya,

hingga akhirnya ia menyampaikannya kepada penyihir atau peramal.
Terkadang, fiin itu) ditimpa (lemparan) nyala api sebelum sempat
menyampaikannya. Kadangkala pula ia berhasil menyampaikannya

sebelum terkena lemparan itu sehingga dapat mencampuri kebenaran

itu dengan seratus kedustaan. Akibatnya, ketika dikatakan: 'Bukankah

telah dikatakan pada hari ini dan itu tentang begini dan begitu?'

manusia pun mempercayai kalimat yangia dengar itu dari langit."ee

Untuk membantah orang yang berdo'a kepada selain-Nya,

yakni kepada kalangan Malaikat atau makhluk lainnya, Allah ffiber-

firman:

{1 JG4 ( u4;{ 6i $ d p 6ji gGri.}--3}

6 rtl A )i eW I c;,6'ity{5 o.

D Al-Bukhari (y/1736, no. 4424), Kitab "at-Tafsiir"

Menyel isik Alam Malaikat 205

r*;" 66. v,\ 5t :;. jy ;"*-!;ai U \; @

{ @ 6J1Ur,fi bJ,'t}(' &, iu +-}t1t* t}e

"Katakanlab: 'Serulah mereka yang kantu dnggap (sebagai Rabb) selain

Allab, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrab (atom)pun di
langit dan di bumi, dan mereka tidak rnernpunyai suatu saham pun
dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di dntara

rnereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.' Dan tiadalah berguna syafaat

di sisi Allab melainkan bagi ord.ngyangtelab diizinkan-Nya memperoleb

sydfaat itu, sebinga apabila telab dihilangkan ketakutan dari bati mereka,
mereka berkata: "Apakah yangtelab difirmankan oleb Rabb-mu?" Mereka

menjawab: "(Perkataan) yang benar, dan Dialab Yang Mahatinggi lagi
Mahabesar." (QS. Saba' : 22-23)

Ibnul Qayyim 't!$5 berkata: "A1lah \g benar-benar memutus

semua sebab-sebab yang dijadikan tempat bergantung oleh kaum

musyrikin. Hal ini dapat dipahami oleh orangyang merenungkan

dan mengetahui bahwa orang y^ng menjadikan sesuatu selain Allah
sebagai wali (penolong) memiliki perumpamaan seperti labaJaba yang

sedang membuat sarang; sedangkan rumah (sarang) y^ngpaling lemah

adalah sarang laba-laba. Sesungguhnya orang musyrik menjadikan

sesuatu untuk disembah dengan tujuan memperoleh manfaat darinya;
sedangkan manfaat itu tidak dapat diraih selain dari dzat y angmemiliki
salah satu dari empat kriteria berikut:

1. Apakah ia memiliki apayangdikehendaki oleh penyembahnya?
2.
3. Jika dia bukan pemilik, berarti ia sekutu bagi sang pemilik.
Jika dia bukan pemilik dan bukan sekutu, maka dia adalah

penolong dan pembantu.
4. Jika bukan pembela dan penolong, berarti dia bisa memberi

syafaat di sisinya.

Allah menafikan empat kriteria ini, secara keseluruhan, lalu

menet apk an sy af.aat y angtidak diberikan kep ada o ran g musyrik, yaitu
sy af.aat y ang didap atkan den gan izin-Nya. " t oo

t00 Taisiirul 'Aziizil Hamiid (hlm.285).

206 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

Syaikh Sulaiman bin'Abdillah bin al-Imam al-Mujaddid
Muhammad bin 'Abdil \Tahhab '#E berkata: " Ayat ini menerang-

kan kondisi para Malaikat, bahwasanya merekalah hamba yangpaling

kuat dan paling besar selain Allah. Jika seperti ini kondisi mereka di
hadapan Allah, beserta penghormatan dan rasa takut mereka kepada-
Ny., maka bagaimana seseorang dapat memohon kepada sembahan

selain Allah?

Apabila mereka (para Malaikat) itu tidak (pantas) dijadikan
sebagai tempat memohon-di samping memohon kepada Allah-baik

secara langsung maupun dengan menjadikannya perantara sebagai
pemberi syafaaqmaka makhluk selain mereka yangtidak berkuasa atas
sesuatu pun, berupa orang-orangyangtelah mati dan berhala-berhala,
pasti lebih patut untuk tidak diminta dan disembah. Maka dari itu, di
dalam ayatituterdapat bantahan terhadap sekalian orang musyrik yang
memohon-bersama Allah-kepada sesuatu yang tidak setara dan tidak
menyamai para Malaikat dalam salah satu sifat mereka."r,t Dalam hal
ini juga terdapat salah satu dalil mengenai tauhid uluhiyyah.

Syaikh Muhammad Shalih a1-'LJtsaimin-semoga Allah memberi
balasan pahala kepadanya-berkata: "Dalam ayat tersebut terdapat

beberapa faedah:

1. Bahwasanya para Malaikat takut kepada Allah, sebagaimana

firman Allah Wa:

{@ $d#:l}qy

"Mereka takut kepada Rabb mereka ydng di atas mereka... (QS.
An-Nahl: 50)

2. Menetapkan bahwa Malaikat memiliki hati, sesuai dengan firman-
Nya:

( ....-1.tt,3, ;-*z /t) z i{-...y

7;rt1-

101 Taisiiral Aziizil Hamiid Q64),Bab firman Allah E: "Hattaa ldzaaFrzzl'a 'an Quluubihim".

Menyel isik Alam Malaikat 207

,,... sebinga apabila telab dihilangkan ketakutan dari bati mereka
...."(QS. Saba': 23)

3. Menetapkan bahwa para malaikat memiliki jasad, bukan hanya
roh yang talpatubuh. Perkara ini sudah diketahui secara Pasti ...
Maka pendapat yangmengatakan bahwa mereka terdiri dari roh
saja, berarti mengingkari realitas (keberadaan) mereka, sedangkan
yangdemikian adalah pendapat yang keliru. Akan teraPl, P^ta
malaikat adalah makhluk yangtidak makan dan tidak minum.
Makanan dan minuman mereka adalah tasbih, sePerti yang

dijelaskan oleh dalil dalam firman Allah \g di bawah ini:

6e_r,ofri_\3qtb .. it /.lozj \

{ J31

"Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada benti-hentinya."
(QS. Al-Anbryaa': 20)

Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa waktu malam dan
siang mereka dipenuhi dengan amal perbuatan tersebut. Oleh
karena itu, disebutkan: "Mereka selalu bertasbib malam...." dan
Allah tidak mengatakan "Mereka bertasbih pada waktu malam".
Artinya, tasbih mereka dilakukan secara terus menerus. Tasbiib
adalah menyucikan Allah dari hal-halyangtidak pantas bagi-
Nyr.

4. para Malaikat memiliki akal; disamping memang hati adalah

tempat akal. Berbeda dengan pendapat yangmengatakan: "Sesung-

grrhnya mereka tidak berakal karena mereka hanya bertasbih
kepada Altah serta berkeliling di Baitul Ma'murr02.r03

Ketakutan Malaikat kepada Allah ini terkadang diiringi dengan
tasbih, sebagaimana hal itu disebutkan dalam hadits 'Abdullah bin

'Abbas *;,, i^ berkata: 'seorang laki-laki Sahabat Nabi ffi dari

kelompok Anshar memberitahukan kepadaku. Suatu malam, tatkala

102 Syarb Kitaab at-Tauhiid yang berjudul al-Qaulul Mufi.id 'aka Kitaabit Tauh.iid (/3?5).
,0, I*engenai thawaf para MalaiLat dinaitul Ma'mur, saya belum menemukan dalil shahihnya. Semoga

Alafr memberikan balasan yang baik bagi siapa saja yang mau menunjukkannya kepa& penulis.

208 lbadah Malaikat dan PerbuatannYa

para Sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah ffi, tiba-tiba sebuah

bintang dilemparkan lalu bercahaya. Nabi ffi prt bertanya kepada

mereka: 'Ap" yang kalian ucapkan pada zaman Jahiliyyah jika ada
lemparan seperti itu (bintang jatuh)? Mereka menjawab: 'Allah dan

Rasul-Nya lebih mengetahui. Dahulu, kami mengatakan (meyakini)
bahwa malam ini telah lahir orang besar dan telah meninggal seorang
yangbesar (berpengaruh) pula.'

Rasulullah bersabda: 'sesungguhnya bintang itu tidak dilemparkan
(dijatuhkan) karena meninggalnya seseorangt bukan pula lantaran
hidupnya (ahirnya) seseorang. Akan tetapi, Rabb kita, Yang Mahaberkah
dan Mahatinggi nama-Nya, apabila ingin memutuskan suatu perkara,

maka para Malaikat pembawa 'Arsy bertasbih, kemudian penghuni
langit yarg dekat dengan mereka benasbih pula, hingga tasbih itu

sampai kepada penghuni langit dunia. Para Malaikat yang dekat dengan
para pembawa'Arsy berkata kepada para pembawa'Arsy: 'Apa yar,g

dikatakan Rabb kalian?' Lalu mereka memberitahukan apa yang
Dia katakan. Sebagian penghuni langit pun memberitahukan kepada
Malaikat yanglainnya hingga berita itu sampai ke langit dunia. Pada

waktu itu, jin mencuri dengar dan kemudian menyampaikannya

kepada para wali (pengikut) mereka,lalu mereka dilempar (diajarkan)

dengan berita itu. Jika yang mereka (para jin) datangkan itu sesuai

dengan berita yangada,maka itu adalah suatu kebenaran; tetapi mereka
selalu menambah-nambahkannya. " r,a

Terkadang;pdta,Malaikat sujud dan pingsan lantaran takut kepada

Allah $j" .Halini sebagaimana hadits yangdiriwayatkan dari 'Abdullah
bin Mas'ud gg , ia berkata: "Apabila Allah berbicara dengan wahyu,

maka penghuni langit mendengar dering seperti dering lonceng besi
di atas batu licin yangbesar, lalu mereka kaget dan tersungkur sujud.
Mereka mengira bahwa itu adalah kejadian Kiamat. Pada saat terkejut
itu, mereka saling menyeru: 'Apayangdikatakan Rabb kalian?' Mereka
menjawab: 'Kebenaran. Sungguh, Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.''r0s

I04 HR. Muslim W/7750,ro.2229), Kitab 'hs-Salaam".
ro5 l{adits ini diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud i45 secaramarfu'danmauquf. Dikeluarkan riwayatnya

secaramarfu'oleh Abu Dawud W526) dan yang lainnya. Hadits ini di+a'liq oleh al-Bukhari secara

Menyelisik Alam Malaikat 209

Kondisi takut, khusyu' , dan sujud ini begitu mirip dengan kondisi
orang-orang Mukmin dari kalangan manusia, yakni ketika mereka
mendengarkan al-Qur-an dibacakan, sebagaimana diterangkan Allah
dalam firman-Nya:

q

4

oc:it'q% @ {,i;i 6; ;_, i(,icj,el}3j@

{@(#i\i;6K

"Ddn al Qur-an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-d.ngsur

agar kamu membacakannyd perlabanJaban kepada manusia dan Kami
menurunkdnnyd bagian demi bagian. Katakanlah: 'Berimanlab kamu
kepadanya atau tidak usab beriman (sama saja bagi Allab). Sesunggubnya
orang-ord.ng ya.ng diberi pengetahuan sebelumnya apabila al Qur'an

dibacakan kepada mereka, mereh,a menyungkur dtds muka mereka sambil

bersujud, dan mereka berkata: 'Mahasuci Rabb kami; sesunggubnya janji

Rabb kami pasti dipenuhi.'. Dan mereka menyungkur d.ta.s muka mereka
sambil mmangis dan mereka benambab khusyu'.'" (QS. Al-Israa': 106-109)

*W)@Eq'bH,iLi.riWp.i"i)3Ly
{@ froi3Z-{i5;4,'

"sesungubny a ordng-ordng yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah
orang-ora.ng yang apabila diperingatkan dengan d.yd.t-dyd.t (Kami), mereka
menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka

tidak menyombongkan diri." (QS. As-Sajadah: 15)

mauquf $fr./453) dalam Kitab "at-Tauhiid". Diriwayatkan juga oleh yang lainnya secara rnauquf
dengin sanad shahih. Al-Albani mengatakan: "(Ada hadit$ mauquf yanglebih shahih daripada
hadrts marfu'. Oleh sebab itu, (hadits ini) di+a'liq oleh al-Bukhari. Hadits marfu'tidak memiliki
'ilktkarenatidak dikatakan berdasarkan ra'yu (rasio) semata, sebagaimana yang tampak terlihat."
(A*sikilab ash-Shabiibab lnl/ 2831. Lihat: Al-'Azbarnah @/ a6a).

210 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

Kemiripan dalam dua kondisi ini disebabkan ilmu yang memenuhi
hati pemiliknya dengan rasa takut kepada Allah, rasa cinta, dan rasa

berharap kepada-Nya. Itulah yarTg membuat mereka mau berbuat
(beramal) di dunia sehingga bahagia dan selamat di akhirat kelak. Kita
memohon kepada Allah dengan asma' dan sifat-sifat-Nya agar Dia

menjadikan saya dan Anda termasuk ke dalam golongan mereka.

Kesimpulan

Setelah melalui uraian panjangini, dalam merenungkan keadaan

dan ibadah para Malaikat Mi,kita dapat menyimpulkan beberapa

poin, di antaranya:

1. Kesibukan p^ra Malaikat untuk beribadah kepada Allah dan

terbebasnya'dirimereka dari segala macam syahwat, seperti harta,

isteri, anak, makanan, dan nikmatlainnya.

2. KeikhlasanparaMalaikat dalam beribadah kepada Allah wj. .

3. Tetap (taat), rutin, dan berkesinambungan dalam beribadah tanpa

henti.

4. Tawadhu' kepada Allah meskipun telah melakukan ibadah y^ng

sangat agung. Tidak berbangga diri dengan perbuatan mereka

meskipun banyak dan besar.

5. Ibadah para Malaikat berbentuk ucapan, seperti tasbih, dztkir,

dan do'a. Ada pula yangberbentuk perbuatan, seperti ruku' dan
sujud. Ada juga yangberupa perbuatan hati, seperti cinta, takut,
dan khawatir.

6. Tugas para Malaikat tidak berhenti dengan berakhirnya dunia

karena mereka masih dibebani dengan tugas-tugas pada hari
Kiamat, berbeda dengan manusia dan jin.

Termasuk kategori iman kepada para Malaikat ialah mengetahui
hal-hal tersebut. Begitu pula mencintai mereka dan menyifati mereka
dengannya, mengenal besarnya kemampuan dan ibadah mereka, serta
mencontoh mereka dalam hal-hal yang sesuai dengan kesanggupan
manusia dan sesuai dengan tugas-tugas yang disyari'atkan kepada kita.
Wallaabu a'lam.

Menyelisik Alam Malaikat 211

C. Tugas paraMalaikat

Allah menciptak an paraMalaikat dan menugaskan mereka dalam
urusan-urusan besar, baik di langit maupun di bumi. Sebenarnya, Allah

W tidak butuh kepada selain diri-Nya, hanya sqa yang demikian

itu dilakukan untuk menampakkan keagungan-Nya \H dan untuk

mengaitkan segala urusan dengan hukum alam (sunnatullah).

Para Malaikat melaksanakan tugas-tugas yang diembankan kepada

mereka semata-mata untuk beribadah kepada Allah \ffi. Dengan

demikian, perbuatan tersebut kedudukaflr:ya sama dengan perbuatan
kita terhadap apa yatgAllah perintahkan kepada kita, yang juga dalam

rangka beribadah kepada Allah tH.

Ibnul Qayyim '#J/,berkata: 'setiap pergerakarLyangada di langit
dan di bumi, seperti gerakan planet, bintang, matahari, bulan, angin,
awan, tumbuh-tumbuhan, dan hewan, semuanya berasal dari para
Malaikat yangditugaskan, baik di langit maupun di bumi, sebagaimana
firman Allah \99 :

{@r;;;gr;y

'Dan (Malaihat -Malaikat) y ang tn engdt ur urus d.n (dunia). An-

Naazi'aat: 5)

(@a;";raY

'Dan (Malaikat-Malaikat) ydng membagi-bagi u.rusdn.' (QS. Adz'

Dzaariyaat:4)

Yaitu, paraMalaikat menurut orang-orang beriman dan pengikut
para Rasul. Adapun orang-orang yang mendustakan para Rasul dan
mengingkari Sang Pencipta, mereka menafsirkan ayat tersebut: "Ia
adalah bintang-bintang ..."

Ibnul Qayyim berkomentar: "Al-Qur-an dan as-Sunnah telah
menerangkan macam-macam Malaikat dan menegaskan bahwa para
Malaikat itu ditugaskan untuk kepentingan berbagai makhluk. Allah W

212 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

menugaskan Malaikat untuk gunung, Malaikat untuk awan dan huian,
serta menugaskan Malaikatlainnya kepada rahim untuk mengatur
nuthfab (air mani) hingga sempurna kejadiannya (menjadi seorang

makhluk). Allah pun menugaskan Malaikat lain untuk menjaga
manusia lalu menyuruh Malaikat yartg lain lagi untuk menjaga dan

mencatat perbuatannya. Allah juga mewakilkan Malaikat untuk urusan

kematian, Malaikat untuk bertanya di dalam kubur, dan Malaikat
untuk mengatur planet-planet. Dia mewakilkan pula Malaikat kepada
matahari dan bulan. Allah |uga yang menugaskan Malaikat tertentu
untuk menyalak an apiNeraka &n menyiksa penghu ninya, membangun

bangunannya dan menanam tanamannya, serta mengalirkan sungai-
sungai yangada di dalamnya.

Jadi, para Malaikat tersebut adalah tentara Allah yang paling
agung .... Di antaramereka terdapat Malaikat rahmat, Malaikat adzab,
para Malaikat yang ditugaskan untuk membawa'Arsy, serta Malaikat-
Malaikat yangditugaskan untuk memakmurkan langit dengan shalat,
tasbih, dan taqdi.s (menyucikan Allah). Masih terdapat kelompok-
kelompok Malaikat lainnya yangtidak dapat dihitung, kecuali oleh
Allah tW...."

Maksudnya, Allah menugaskan para Malaikat kepada alam,
baik alam yangtinggi (angit) maupun alamyangrendah (bumi). Para

Malaikatlah yang mengatur urusan alam ini dengan izin, kehendak, dan
perintah-Nya. Oleh karena itu, pengaturan ini terkadang disandarkan
kepada para Malaikat sebab memang merekalah yang langsung me-
ngaturnya, seperti dinyatakan dalam firman-Nya:

{@r,Ai;;sty

"Ddn (Malaikat-Malaikat) ydng rnengatur urusdn (dunia)." (QS. An-
Naazi'aat: 5)

Terkadang pula pengaturan itu disandarkan langsung kepada

Allah, sepefti dalam firman-Nya:

Menyelisik Alam Malaikat 213

I.

:F{;J? /6ba6'l'ti

"H)';1ib:;s.'*tl,+*

"sesungguhnya Rabb kamu ialab Allah Yang menciptakan langit dan
bumi dalam enarn rndsA, kemudian Dia bersernayd.rn di atas 'Arsy

untuk rnengatur segala uru.san. Tiada seordng pun ydng ahan memberi
syafaat, kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat)yangdemikian itulah Allah,
Rabb kamu, maka beribadablab kepada Dia. Maka apakab kamu tidak

mengambil pelajaraai" (QS. Yunus: 3)

Dan firman-Nya:

ir';i:i?'g\,At1"fi,;{6Wi;#,ir,6}
tfr c # da"r:,t s];^;-
,:, J i 4.ft Lfr ;:";:rt

{@ 't;n;\rt

"Katakanlah: 'siapakah yang memberi rizki kepadarnu dari langit

dan bumi, dtAtt. siapakah ydng kuasa (menciptakan) pendengaran dan
p englib atan, dan s i ap ak ab y an g mengeluark an y an g h i dup dari y ang mati

dan mmgeluark an yang mati dari yang bid,up dan siapakab yd.ng nxengatur
segala urusan?'Maka mereka akan menjauab: 'Allah.'Maka katakanlab:

'Mengapa kamu tidak bertakua (kepada-Nyd)?'' (QS. Yunus: 31)

Dengan demikian, Allahlah yang sebenarnya mengatur segala
urusan, baik dari segi perintah,izin,dan kehendak-(Nya), sedangkan
para Malaikat mengatvrnyasecara langsung sebagai wujud pelaksanaan

perintah Allah.D106

Tugas-tugas agung yangAllah bebankan kepada para Malaikat
untuk ditunaikan dan dilaksanakan secara langsung ini jumlahnya

tM lgbaatsatul Labfaan [I/125-130) secara ringkas.

214 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

banyak dan bermacam-macam. Akan tetapi, dari segi keterkaitannya,
tugas tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertamd, tugas yang
terkait dengan alam (selain manusirP"), yaitu mengurus langit dan bumi

beserta apa yang ada di dalamnya dan yang ada di antara keduanya.

Kedua, tugas yang berkaitan dengan manusia, yakni menyertai anak
manusia sejak diciptakannya manusia pertama, Nabi Adam 1H;, hingga
masuknya mereka (ummat manusia) ke dalam Surga ataupun Neraka.

Selanjutnya, kita akan membahas secara terperinci tentang kedua
bagian yangterkait dengan tugas Malaikat tersebut.

1. Tugas Malaikat di langit

a. Memikul'Arsy

Allah \H berfirman:

(- ^);i)?":^j:i46, 6tj'Lo;{(i1l"-$, V6, \E3t;?'u'jby-jlittJitifl'Fj

{ @ 6e ;* e; 641W\3Y6 r.ir-}}r,

"(Malaikat-Malaikat) ydng memikul 'Arsy dan Malaikat yang berada di

sekelilingnya bertasbib memuji Rabb mereka dan mereka beriman kepada-
Nya serta memintakdn dnxpun bagi orang-ordng ydng beriman (seraya
ntenguca.pkan): "Ya Rabb kami, rabmat dan ilmu Engkau meliputi segala
sesudtu, maka berilab d,rnpund.n kepada ordng-orangyang bertaubat dan
mengikuti jalan Engkau dan pelibaralab mereka dari siksaan Nerakayang

menyala-nyalz. " (QS. Al-Mu'min: 7)

Dalam ayatiniAllah ffi menyebutkan (Malaikat) para pemikul

'Arsy, menyifati mereka dengan tasbih dalam memuji-Nya, serta
mendo'akan orang-orang yang ada di bumi. Dalam ayat ini Allah

\H menyebutkan pula jumlah mereka secara global tanpa diperinci.

Namun, dalam ayatlainnyaAllah menyebutkan jumlah mereka (secara
terperinci), yaitu dalam firman-Nya:

Menyel isik Alam Malaikat 215

I

l

1

j
'{

:

{ -":r, #;'d; Jx; "?i,l+:W tF ilr;rYfi

oDan Malaikat-Malaikat berada di pmj uru-penj uru langit. Dan pada hari
itu delapan orang Malaikat menjunjung'Arsy Rabbmu di atas (kepala)
mereka." (QS. Al-Haaqqah: 17)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyrh qrsZ,ketika memberikan tanggaPan
terhadap oran g-o ra rlg y angmen gingkari' Arsy, meni elaskan : " Tinj auan

keempat, yaitu mengenai firman Allah W: "(Malaikat-Malaikat) yang

rnernikul 'Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya"(QS. A1-
Mu' min: 7) danfirman-Ny a: "Dan Malaikat-Malaikat berada di pmj uru'
penjuru langit. Dan pada bari itu delapan ord.ng Malaikat menjunjung
'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (QS.Al-Haaqqah: L7).

Dalil tersebut secara mutlak menunjukkan dengan jelas bahwa
Allah memiliki'Arsy y^ngdipikul (oleh Malaikat). Secara mutlak

pula menunjukkan bahwasanya'Arsy bukanlah Malaikat, sebagaimana

pendapat kaum Jahmiyyah. Karena Malaikat termasuk di antara
makhluk, maka ayat tersebut pun menunjukkan bahwa Allah

mempunyai Malaika t y angtermasuk makhluk-Nya dan Malaikat yarLg
memikul 'Arsy-Nya, sementara Malaikat lainnya berada di sekitarnya.
Dikabarkan jugabahwa pada hari Kiamat, 'Arsy akan dijunjung oleh
delapan Malaikat, baik bilangan itu berarti delapan Malaikat, delapan
kelompok, ata:u delapan shaf (Malaikat)."'oz

0 Jumlah pemikul'Arsy

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai jumlah Malaikat
pemikul'Arsy di dunia dan di akhirat. Demikian pula, apakah angka
delapan yarrg disebutkan dalam ayat tersebut maksudnya adalah
delapan Malaikat, delapan kelompok, atau delapan shaf.

Pendapat pertama: Pemikul 'Arsy saat ini berjumlah emPat

Malaikat, sedangkan kelak pada hari Kiamat akan ditambahkan emPat
Malaikat lagi sehingga dengan demikian, jumlah mereka menjadi
delapan; sebagaimanayangdisebutkan dalam ayat di atas.

to7 Bayaanu Talbiisil Jabrniyyab W576).

216 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

I

t

Ibnu Katsi, +SZ dalam Tafsiir-nyaros cenderung memilih pendapat

ini. Di tempat lain, setelah menyebutkan sya'ir Umayyah bin Abu
ash-Shalt mengenai pemikul 'Arsy, Ibnu Katsir berkata: "FIal itu

menunjukkan bahwa pemikul'Arsy saat ini berjumlah emPat (MalaikaQ.
Namun, pendapat ini terbantahkan dengan hadits al'Au'aal, kecuali
jika dikatakan: 'sesungguhnya penetapan emPat Malaikat tersebut
berdasarkan sifat-sifat ini tidak menafikan (keikutsertaan Malaikat)
y ang lainnya, u.,allaabu d'la?7t." t,e

Di antara ulama y^ngberpendapat demikian adalah Ibnul Ja:uzi

di dalam Tafsiir-nya.rl, Mereka berargumentasi dengan menggunakan
hadits yang diriwayatkan oleh ath-Thabari dengan sanadnya, dari

'Abdurrahman bin Zaidbin Aslam, ia berkata bahwa Rasulullah ffi

bersabda: "Saat ini, 'Arsy dibawa oleh empat (It4alaikat) dan pada hari
Kiamat kelak akan dibawa oleh delapan (Malaikat)."r"

Demikian pula pendapat Ibnu Ishaq, ia berkata: "Telah sampai

kepada kami riwayaryangmengatakan bahwa Rasulullah ffi bersabda:
"Mereka (yakni pembawa 'Arsy) pada hari ini berjumlah empat

Malaikat, sedangkan pada hari Kiamat jumlah mereka akan ditambah
oleh Allah dengan empat Malaikat lainnya. Dengan demikian, jumlah
mereka menj adi delapan Malaikat, sebagaimana firman-Nya:

}{ @ {.$ S; ";-ti a; "?h JZ|

"... Danpada bari itu delapan orangMalaikat menjunjung'Arsy Rabbmu

di atas (kEilo) mereka." (QS. Al-Haaqqah: 17)"2

Mereka juga berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan

dari Ibnu 'Abbas 4r,, bahwasanya Rasulullah M membenarkan

Umayyah bin Abu ash-Shalt dalam sya'irnya, ia berkata:

1o8 Tafsiir lbni Katsir IY /71).
t@ Al-Bidaayah uan Nihaayab [./ l0).
tto Tafsiir lbnullauzi ffU'/208).
rrr Ibnu Jarir ath-Thabari (XXIX/59) dengan sanad munqatl' (terputus) dan dha'if.
12 Di-tahhrijoleh IbnuJarir ath-Thabari (XXX/59)' namun hadits ini munqati'.

Menyel isik Alam Malaikat 217

J'rro;')JA qU*Js;."r?';yiJrst, x 1*ii,-)J--r,eett'r'rllSS k

Lakilaki dan sapi jantanberada di bawah kaki kanannya ...
Burung Nasar di sebelah kirinya dan singa mengawasinya ...

Mendengar gubahan sya'ir tersebut, Nabi ffi bersabdaz "Ia

benar."l13

Mereka pun berdalil dengan satu riwayar yang dengan jelas
menyebutkan jumlah Malaikat tersebut, yaitu dalam hadits asb-Sbuur.
Namun, telah dijelaskan sebelumnya mengenai kelemahan hadits ini.

Pendapat kedua: Pembawa 'Arsy, baik di dunia maupun
di akhirat, berjumlah delapan Malaikat. Sebagian mereka (yang
berpendapat demikian) menjelaskan: "Delapan Malaikat dalam
ciptaan yang mulia." Pendapat ini dinyatakan oleh Ibnu Jarir ath-

Thabari 'SE dan dia tidak menisbatkannya kepada siapa pun."o

Sepertinya, mereka (para ulama) berargumentasi dengan hadits al-

'Abbas bin'Abdul Muththalib, ia berkata: "Ketika kami sedang duduk-

duduk di padang pasir, Rasulullah M bersabda: "Tahukah kalian,

apakah ini?' Kami menjawab: 'Awan.'Beliau bersabda: 'Awan yang
mengandung air.' Kami mengulangi: 'Awan yang mengandung air.'
Beliau melanjutkafl: "InAn (enis awan).' Kami pun terdiam sejenak,
lalu beliau bersabda: 'Tahukah kalian, berapa jarak antara langit dan
bumi?'Kami menyahut: 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.'
Beliau bersabda: 'Jarak antara langit dan bumi itu sejauh perjalanan
lima ratus tahun. Demikian pula, jarak dari setiap langit ke langit
yanglainnya sejauh per'lalanan lima ratus tahun. Ketebalan setiap

langit pun adalah sejauh lima ratus tahun perjalanan Di atas langit

ketujuh terdapat sebuah laut yang antara bagian bawah dan bagian

rr3 Imam Ahmad dalam Musnad-nya (I/256) dan ad-Darimi dalam Sunan-nya (Il/296) serta
yang lainnya. Sanad hadits ini dha'if; karena termasuk riwayat Muhammad bin Ishaq as-

Sabi'i. Perawi ril Mudallis (pemalsu hadits) dan dia menyebutkannya dengan lafazh "'an".

Lihat biografinya dalam at-Taqriib (lI/144). Di antara yang mendha'i{kah hadits tersebut
adalah al-Albani dalam as-Sunnab (I/256) dan al-Arna-uth dalam al-Musnad (IV/159).
tta Tafsiir lbnuJarir CI.XIX/58).

218 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

atasnya seperti jarakantaralangit dan bumi. Kemudian, di atasnyaada

delapan Malaikat mulia yangantara lutut dan kuku kakinya seperti
jarak antaralangit dan bumi. Di atasnyalagiterdapat'Arsy yangiarak

antarabagian bawah dan bagian atasnya seperti jarakantaralangit dan

bumi. Sesungguhnya Allah [H berada di atasnya. Tidak tersembunyi

bagi-Nya sedikitpun semua y aflg diperbuat manusia. " I rs

Mereka juga berpegang pada hadits yang diriwayatkan dari

'Abdullah bin'Amr: "Pembawa'Arsy itu ada delapan. Antara khuf

(alas kaki) kalian sampai ke ujung matany^ adalah sejauh perjalanan

seratus tahun."l16

Boleh jadi mereka pun berdalil dengan hadits yangdiriwayatkan

dari ar-Rabi' bin Anas mengenai firman Allah \W: "Dan pada bari itu
delapan orang Malaikat mmjunjung Arsy Rabbmu di aas (kepala) mereka. "
(QS. Al-Haaqqah: 17). Iamenegaskan: "Delapan Malaik a1." 117 Mungkin
juga dengan hadits-hadits mursal dan munqati'lain yang sejenisnya.
Hal ini disebutkan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan as-
Suyuthi. Akan tetapi, hadits semacam itu tidak bisa dijadikan hujjah.

Pendapat ketiga: (Yang dimaksud dengan) delapan Malaikat
pembawa'Arsy Allah pada hari Kiamat adalah delapan shaf (barisan)
Malaikat. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya, kecuali Allah.

"5 Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4723-4724). At-Tirmidzi $ro. 3320) dar ia
berkata: 'Hadrts basan gbarib'.Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah (I/69) dan Imam Ahmad dalam
Musnad-rya [./207); dan masih banyak lagi yang lainnya. Hadits tersebut dikenal dengan hadits
al-au-'aal. Diriwayatkan juga secara ringkas dengan la{azhnya, yaitu dari al-'Abbas bin'Abdul
Muththalib, ia berkata: "Delapan Malaikat bera& dalam bentuk al-Au'aal, antara kuku kakinya
sampai ke lutut sejauh perjalanan tujuh puluh tahun" @iriwayatkan oleh ad-Darimi dalam ar-Radd
'ah Bisyr al-Marisilhlm.448l, Ibnu Khuzaimah dalam at-Taubiidlllgl, dan Ibnu Abi Syaibah dalam
al-'Arry [no.28]).
Komentar para ulama Salaf mengenai hadits ini berbeda-beda. Beberapa di antaranya menshahih-
kannya, sedangkan yarglunnya mendha'ilkannya. Di aniarayaflgmenshahihkannya adalah al-
Juzqani dalamal-Abaatbiil (./79),Ibnu Taimiyahdalamal-Fataautaa @U192), dan Ibnul Qayyim
dalamTabdziibus Sunan NII/92). Adapun di antara yang mendha'ifkannya adalah Ahmad Syakir
dalam tabqiq nya terhadap kftab al-Musnad W202), al-Albani dalam tahqiq-rya terhadap kitab
as-Sunnah (V254),dan al-Arna-uth dalam tabqiq-nyarcrtadapkitab al-Musnad @,/293). Al-Albani
telah membahas panjang lebar mengenai jalur dan sanad-sanadnya.

116 Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsiir-nyaW/4L4) dan ia menisbatkannya kepada Ibnu Abi
Flatim, tetapi jalur sanadnya dha'if.

rr7 As-sunrthi dalarrrad.-Durnll Mantsuur SD./270) dan ia menisbatkannya kepada'Abd bin Humaid.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-'Arry no.37, isnad-nya munqati'.

Menyelisik Alam Malaikat 219

Mereka berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu

'Abbas #., mengenai firman Allah W: "Dan pada bari itu delapan

orangMalaikat menjunjung'Arsy Rabbmu di atas (kEolo) mereka." (QS.
Al-Haaqqah: 17).Ibnu'Abbas berkata: "Delapan shaf Malaikat. Tidak
ada yang mengetahui jumlahnya, kecuali Allah. D' 18

Hadits seperti itu juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, xs)r'-
Sya'bi, 'Ikrimah, adh-Dhahhak, dan Ibnu Juraij."e

Pendapat keempat: Yang dimaksud dengan "delapan" adalah
delapan bagian karena para Malaikat terdiri dari sembilan bagian,
sedangkan delapan bagian di antara mereka adalah al-Karuubi'1ryuun.
Namun, telah dijelaskan mengenai kelemahan dalil (argumentasi)

mereka.

Siapa sala yang memperhatikan dengan saksama mengenai dalil-
dalil pegangan setiap kelompok, sebagaim ana yang telah disebutkan,
pasti akan mendapatkan bahwa semua dalil yang dijadikan oleh setiap
kelompok tersebut, sebagai dasar argumentasi, tidak layak dijadikan
hujjah (dalil) karena semuanya tidak lepas dari kritikan.

Pendapat yang paling selamat (aman) adalah menetapkan para
Malaikat pemikul'Arsy di dunia tarLpamembatasi jumlahnya. Adapun

pada hari Kiamat, para pemikul 'Arsy Allah berjumlah delapan

Malaikat, berdasarkan zhabir (lahiriah) ayat tersebut di atas. Bisa jadi

jumlah ini merupakan fitnah (ujian) seperti halnya Allah menguji

manusia dengan jumlah penjaga Neraka Jahannam, wallaahu a'lam.

2) Sifat pemikul'Arsy

Telah disebutkan pada pembahasan yang lalu hadits mengenai
jumlah Malaikat pemikul 'Arsy dan beragam kemungkinan tentang
jumlah mereka yangditetapkan dalam sebagian hadits yangmenyatakan

bahwa para Malaikat itu berada dalam sifat al-au'aal. Kata al-wa'lu

berarti kambing hutan yanghidup di pegunungan. Akan tetapi, hadits

r18 Ia menisbatkannya dalam ad-Durrul Mantsur kepada Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir serta
Ibnu Abi Hatim (VII/269). Lihat Tafsiir lbni Jarir (XXIX/5S), namun sanadnya dha'if.

r'e Lihat Tafsiir lbni Ka*ir IY / aM).

220 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

T

tentang al-au'aal ini dinyatakan dha'if oleh banyak ulama. Memang
benar apa yang mereka katakan sehingga, sedikit pun (hadits-hadits

tersebut) tidak bisa dijadikan sandaran dalam menetapkan sifat Malaikat,
meskipun dalam beberapa ketetapannya mengenai 'Arsy Allah dan sifat
kemahatinggian-Nya terdapat dalil lain y^ngmenguatkannya.

Biasanya para ulam a hanya meriwayatkan hadits-hadits seperti

ini (mengenai suatu bab) sebagai dalil penguat atau untuk meng-

kompromikan semuariwayaty^ngada dalam bab tersebut saja. Mereka
tidak menjadikan hadits yangsepefti ini sebagai dalil y^ngindependen.

Contohnya, sya'ir y^ng diriwayatkan dari Umayyah bin Abi ash-
Shalt, bahwasanya para pembawa 'Arsy ada empat: yang pertama

adalah seorang laki-laki, kedua adalah sapi jantan, ketiga burung nasar,

danyang keempat adalah singa. Pada penjelasan yaflg lalu, saya telah

menjelaskan kelemahan kisah (riwayat) tersebut.

Kelemahan yang sama juga terdapat dalam riwayat dari Ibnu
'Abbas ,#.,. Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa 'Arsy dibawa
oleh empat Malaikat: pertama dalam bentuk seorang laki-laki, kedua
dalam bentuk seekor sapi jantan, ketiga dalam bentuk seekor singa,

dan yang keempat dalam bentuk burung nasar.'r2,

1 Semua sifat mengenai para pembawa 'Arsy ini tidak otentik
i

I lantaran tidak ditegaskan dalam hadits-hadits yang dapat diamalkan

dalam bab 'aqidah semacam ini. Banyak hadits shahih yang diriwayatkan

tentang sifat mereka, yaitu yar.g menunjukkan beberapa hal, di

antaranya:

a. Mereka benasbih. Hal ini dijelaskan dalam firman .Frllah *;i. :

( @ 6.... t6;#-fiF gtSA I'ko.4ty

"(Malaikat-Malaikat) yang memikul 'Arry dan Malaikdt yd.ng berada di
sekelilingnya bertasbih memuji Rabbnya...." (QS. Al-Mu'min: 7)

I "0 Al-Ajiri dalam asy-Syaii'ab Q:,.lm.494), Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhiid (/485), 'Abdullah bin

I Imam Ahmad dalam as-Sunnah (hlm.35), dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Vrsy (no. 38) dengan
I sanad dha'if.

\
l

* Menyel isik Alam Malaikat 221

Telah dijelaskan pula hadits dari Ibnu 'Abbas mengenai tasbih
para Malaikat pemikul'Arsy.'2t

b. Tubuh mereka besar. Diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdillah
clg;', taberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

-o\,A?\ l6dl 4ll 4L3-i,; b e,V ,y o"*i ii ,-l &i ll

U|'b((.p,\o *V )i;V JL*"\aXid \;

"Aku diizinkan untuk menceritakan salah satu Malaikat Allah yang

membawa'Arsy. Bahwasan ya altaradaun telinga sampai ke pundaknya
(berjarak) seiauh perjalanan tujuh ratus tahlrrl."tzz

Mahasuci Allah lagi Maha Terpuji ... Mahasuci Allah lagi Maha-
agung ..., sungguh betapa besarnya Malaikat tersebut. Jika Malaikat

i"i ,alrn ,.lrhirt, pembawa'Arsy tersebut, maka bagaimana dengan

pembawa 'Arsy lainnya? Mereka telah dipersiapkan oleh Allah
.rntrk membawa makhluk-Nya yang paling agung dan paling besar.
Sesungguhnya alam bagian atas dan bawah, yaitu langit dan bumi,
b.r.nr rp y: ada p adakeduanya, seperti gunung, pepohonan, lautan
drr, ,,rrrgr^is"^nn[gai ibarat sebuah gelang yangdibuang di tengah padang

pasir yaigl.ras. Maka besarnya ap^yarrgdipikul tersebut ('Arsy) sesuai
dengan yangmemikul.

Meskipun para Malaikat itu memiliki kekuatan dan tubuh
yangb.rrr,-*.reka tetap beribadah kepada Allah dan tidak pernah
-d.erndgrrarrhkaankapie-Nrinytaah. -MNeyrae,ksaebdaitgimaimpaanraasdaijetalaksuktandapnadmaatlaufsiiikr afirmmeann-
Allah \H:

{ @. -.,X <ri :;nY;"*-;aai U\;Y

r2r Lihat pada halaman sebelumnya. sanad shahih. Lihat halaman sebelumnya.
Ol.l*.'"yrrt an oleh Abu Dawud dengan
,"

222 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

"Ddn tiadalab berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi ord.ng

yangtelah diizinkan-Nya memperoleb syafaat itu,..." (QS. Saba': 23)'zt

Mengetahui hal-hal besar seperti ini dapat menambah kecintaan,
kekhawatiran, dan ketakutan dalam diri manusia kepada Allah \H.

serta akan memacu keimanannya.

Saya telah menyebutkan atsdr-dtsar yang maqtu'(terputus

sanadnya) pada pembahasan mengenai nama-nama mereka sehingga

riwayat-riwayat yang semacam itu tidak dapat dijadikan sebagai

dalil. Saya tidak menyebutkan lagi riwayat-riwayat tersebut (di sini)
karena tidak ada manf.aatnya.t2a Telah saya riwayatkan pula hadits-
hadits maudhu'(palsu) mengenai bahasa yang mereka (Malaikat)
gunakan. Saya memilih untuk tidak menyebutkannya lantaran tidak

adafaedahnya.

b. Menjaga Surga

Ahlus Sunnah walJamaah sepakat bahwa Surga dan Nerakaadalah

makhluk (ciptaan Allah) dan keduanya sudah ada saat ini. Surga dan

Neraka itu kekal untuk selama-lamanyadanAllah menugaskan Malaikat-
Malaikat untuk menjaga keduanya. Allah menugaskan para Malaikat
dalam Surga agar mereka memakmurkan, menanami, dan merawat
sungai-sun gainya,serta menyiapkan bagi para penghuniny a apa sap yang
diperintahkan Allah kepada mereka. Para Malaikat itulah penjaganya.

Kata khazanah adalah bentuk jamak (plural) dari kata kbaazin,
seperti bafazbab yang merupakan bentuk jamak dari kata Haafizh.
Maknanya ialah pelaku (orang) yangdipercayauntuk menjaga sesuatu
y ang diamanatkan kep ada ny a."t

Allah menyatakan soal para penjaga itu dalam Kitab-Nya, yakni
dalam firman-Nya:

tr Lihat halaman sebelumnya.

r2a Lihat: Ad-Durrul Mantsuur (Vll/270), al-'Arsy karya Ibnu Abi Syaibah (r.o. 29), al-Laali'ul

Mashnuu'ab (I/10), dan Tanziibusy Syaii'ab 0./136).
t2s Haadil Aru,4ah ilaa Bilaadil Anoaah karya Ibnul Qayyim (hlm. 87).

Menyelisik Alam Malaikat 223

i#) ti-,iC (tt-*"Vi t;:i :ll €r'6t C.ii (J, *

"DAn orang-ordngyangbetakua kepad,a Rabbnya dibawa ke dalarn Surga
berombong-rombongan (pula). Sebinga apabila mereka sampai ke Surga
itu sedang pintu-pintunyd telab terbuka dan berkatalab kepada mereka
penj aga-penj aganya:'Kesej ahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbabagialab
kamu!Maka masukilab Surga ini, sedangkamu kekal di dalamnya.'"(Qs.
Az-Zumar:73)

Malaikat-Malaikat di Surga menyambut orang-orang Mukmin
dengan kalimat penghormatan yang pertama kali diucapkan kepada
leluhur mereka, Adam -rP;, yaitu ucaPan salam. Para penjaga itu
memasukkan kaum Mukminin ke dalam Surga dan mengucapkan
salam kepada mereka, sebagaimana firman Allah \99:

'KjrS Ai; ;*!r "#t; a ev ;; 6*; b.i & y

{ @ ;ni,;e'#{6crruW,@ v6 {n d;'o}Lt

"(yaitu) Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersamd-sArna
dengan ordng- orang y dng sbalib dari bap ak-bapak ny a, isteri-isterinya
dan anak cucunyd., sedang Malaikat-Malaikat masuk, he tempd.t-ternPdt
mereka dari sernua pintu; (sambil rnengucaPkan): 'salaamun 'alaikum
bima shabartum'. Maka alangh,ah baiknya ternPat kesudaban itu." (QS.
Ar-Ra'd: 23-24)

Manusia pertama yang akan dibukakan pintu Surga oleh para

penjaga tersebut adalah Nabi kita, Muhammad ffi , sebagaimana

disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Di antaranya adalah hadits

g'Anas , ia berkata bahwa Rasulullah M bersabda: "Aku datang

ke pintu Surga pada hari Kiamat kelak, lalu meminta dibukakan
pintunya. P enjaganya bertanya:'Siapakah engkau?' Aku menj awab:

224 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

'Muhammad.'Penjaga itu mengatakan: "Demi dirimu aku diperintah
agar tidak membukakan kepada seorang pun sebelummu.'126

Ibnu Katsi, '$5 berkata: "ParaMalaikat masuk menemui peng-

huni Surga dari segala penjuru sambil mengucapkan selamatkarena
berhasil masuk Surga. Tatkala mereka (ahli Surga) memasuki Surga,
para Malaikat diutus kepada mereka dengan tunduk dan patuh seraya
mengucapkan selamat atas nikmat yang diperoleh dari Allah, yaitu
nikmat dekat dengan Allah dan berbagai nikmat lain, serta tinggal di
dalam negeri keselamatan, di sisi orang-orang y^ngjujur (benar), yakni
para Nabi dan Rasul yatgmulia.'r27

Kita memohon kepada Allah semoga kita termasuk dalam

golongan mereka.

c. Menjaga Neraka

Sebagaimana menugaskan sebagian Malaikat di Surga, Allah \H
juga menugaskan Malaikat di Neraka, faitu untuk menyalakan (api)

nya, memb angunny a, dan mengadzab pen ghun iny a.

Mereka (Malaikat penjaga Neraka) telah banyak disebutkan

dal am al-Qur-an be rkali-kali. D i ant ar any a adilah p er ny ataan men genai

jumlah mereka, yakni pada firman Allah \H:

@;ni';u@3iq; d\@r Y"t;:; u;@tJ'ilr/_&z 'M)r

( ;i'-"1:;-W

"Aku akan memasukkannya ke dalarn (Neraka) Saqar. Tabukab kamu apa
(NerakQ Saqar itu? Saqar itu tidak mminggalkan dan tid"dk membiarhan.

(Neraka Saqar)adalah pembahar leulit manusia. Di atasnya ada sembilan
belas (Malaikat penjaga)," (QS. Al-Muddatstsir: 26-30)

126 Muslim fi/L88 no.l97), Kitab "al-Iimaan" 225
121 Tafsiir lbni Ka*ir @/510).
Menyel isik Alam Malaikat

Mereka yangberjumlah sembilan belas Malaikat itu adalah pen-
jaga NerakaJahannam. Bersama mereka terdapatpula banyak Malaikat
yangtidak seorang pun mengetahui jumlahnya selain Allah. Oleh
karena itu, ayat tadi dilanjutkan dengan firman-Nya:

}{ @ ....';oryq:";+ t i-L;j .. -

"... DAn tidak ada yang mengetabui tentara Rabbmu melainkan Dia
sendiri.... " (QS. Al-Muddatstsir: 31)

(Malaikat) yangpaling besar dari para peniagaNeraka itu adalah

Malik 2pll.Telah disebutkan pada pembahas an yartg lalu tentang

nama-nama Malaikat yangmenunjukkan nama ini.

Allah Mj menerangkan sifat para Malaikat tersebut dengan

sifat-sifat agung yang dapat memenuhi jiwa dengan ketakutan dan
kekaguman, sebagaimana firman-NyaW :

2Y'(rt+i(i5t,(;$i6i;{5C"*"'S:S$Kdrj,\)lr:r.ri4v-y

t##iiY;6'ofifLri":,f"r;X1;\UU66ii''ii';r;i;$3tf'.ic9, L\>rir<y.*qf*$
sf;)

\\7
"Hai orang-ordng yang beriman, pelibaralah dirimu dan keluargamu dari
api Nerakd. ydng baban bakarnya adalah manusia dan batu; penjagartya
Malaikat-Malaikat ydng kasar, ydng keras, ydng tidak mendurhakai

Allah terhadap d.pd. yang diperintabkan-Nya kepada mereka, dan selalu
mengerjakan dpd ydng diperintabkAn." (QS. At-Tahriim: 6)

Ibnu Katsir ffi berkata: "Yakni, tabiat Malaikat penjagaNeraka

tersebut kasar karena telah dicabut sifat kasih sayang dari hati mereka.
Kata syidaad berani susunan tubuh mereka sangat keras dan kekar,
serta perawakan mereka menakutkan sekali."r28

128 Tafsiir lbni Katsir (Y /391).

226 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

Sebagaimana para penjaga Surga menemui orang-orang beriman
dan menggembirakan mereka dengan Surga, begitu pula para penjaga
Neraka itu menyambut orang-orang kafir dan menggembirakan mereka
dengan Neraka serta mencela merekalantarantidak taat kepada Allah

dan Rasul-Nyr, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya \W:

,4 ri*'qtL',r6- 6>tr Y;ti',tr @ C,Fi !,{,-,rlt;i

(@ 6;446*

"Orang-orang kafi.r dibauta k e Nera ka labannam berombong-rombongan.
Sehinga apabik mereka sampai ke Nerakz itu dibuhakanlah pintu-pintunya

dan berkatalah kepada mereka penjaga-pmjaganya: 'Apakah belum pernab

datang hepadamu Rasul-Rasul di antararnu yd.ng membacakan kepadamu

ayat-dydt Rabbmu dan memperingatkan kepadamu akan perternudn

dengan hari ini?'Mereka menjawab: 'Benar (telab datang).'Akan tetapi,
telab pasti berlaku ketetapan adzab terbadap ordng-ord.ng yang kafir.
Dikatakan (kepada mereka): 'Masukilab pintu-pintu Neraka Jabannam
itu, sedang kamu kebal di dalamnya.'Maka Neraka Jabannam itulah

seburuk-buruk tempat bagi orang-ordng yang menyombongkan diri."

(QS. Az-Zumar: 71,-72)

Dan firman Allah tH: 3i\ *

\y/-,t** tl .' olz

,yro' f!rr.

{@

Menyelisik Alam Malaikat 227

"Hampir-barnpir (Neraka) itu terpecab-pecah lantaran marah. Setiap

kali dilemp arkan ke dalamny a sekumpulan (orang- orang kafi.r). Penj aga'
penjaga (Neraka itu) bertanya kEada mereka: 'Apakab belum pernah
datang kepada kamu (di dunia) seordng pemberi peringatan?' Mereka
menjauab: 'Benar ada, sesunggubnya telab datang kEada kami seorang
pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan:
Allab tidak menurunkan sesuatu Pun, kamu tidak lain banyalab di dalam
kesesatan ydng besar?' (QS. Al-Mulk: 8-9)

P ara penghuni Ner aka-wal'i aadzu bill aab-mer engek kepada

para penjasa Neraka supaya memberikan syafaat bagi mereka di sisi
Atlah agar dapatmeringankan siksaan yangmereka alami. Akan tetapi,
para Malaikat itu menjawabnyadengan celaan karena kelalaian mereka
hidup di dunia, sebagaimana firman Allah \99:

6"._/19J4i\14"#"e.vVxr43r;.${Ailc)e@Ii A.'uyiil'3i$65Gy

{ @.1{; c$-t;eii W(r-V;51}6 6ii}13

"Dan ord.ng-ord.ngydng berada dalam Neraka berkata kepada penjaga'
penjaga Neraka Jabannam: 'Mohonh,anlah kepada Rabbmu supaya
Dia meringankan adzab dari kami barang sebari.' Penjaga Jabannam
berkata: 'Dan apakab belum datangkepada kamu Rasul'Rasulmu dengan
membaua keterangan-keterangan?' Mereka menjauab:'Benar, sudah
datang.' Penjaga-penj aga Jahannarn berkata:' Berdo'alah kamu.' Dan do'a
orang-oranghafi.r itu hanyalah sia-sia belaka." (QS. Al-Mu'min: 49-50)

#&:e ;jg,KLJ6"&W,i)-W.,;eiy

{@ 'r}f #{i<i,r<!'

*Mereka berseru: 'Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.'Dia
mmjauab: 'Kamu akan tetap tingal (di Neraka ini).' Sesungubn'ya Kami

228 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

J

benar-benar telab membaan kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan

di antara kamu benci pada kebenaran itu." (QS. Az-Zukhruf:77-78)

Para Malaikat itu memiliki kekuatan dan keagungan yangmem-
buat mereka dapat masuk dan keluar dari Neraka, serta menyiksa para
penghuninya; sedangkan mereka selamat dari siksaanyangbesar itu.
Bahkan, ditegaskan bahwa mereka dapat menariknya (Neraka) pada

hari Kiamat dengan 70.000 tali pengikat, yang pada setiap alinya

terdapat 70.000 Malaikat. Diriwayatkan dari'Abdullah bin Mas'ud, ia

berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda: 'NerakaJahannam didatangkan

pada hari Kiamat; Ia memiliki 70.000 tali pengikat; yang pada setiap
talinya terdapat 70. 000 Malaikat y^ng menariknf a." ne

Dalam mimpi Rasulullah ffi, dikisahkan bahwa beliau melihat

Malaikat Malik, peryaga Neraka, dalam bentuk laki-laki yang sangat
buruk rupa: "seperti laki-laki paling jelek yangpernah kalian lihat. Di

sisinya ada api y ang dinyalakannya, lalu ia berj alan men gelilin ginya. " I 30

Dalam riwayat tersebut terdapat dalil bahwa para Malaikat memiliki
wajah yang kasar lagi keras sehingga menimbulkan rasa takut yang
sangat serta rasa putus asa dari rahmat Allah dalam hati penghuni
Neraka, ual'iaadzu billaah.

d. Mengurus pergerakan awan dan turunnya hujan

Firman Allah \9E:

{@6, {[email protected]@tu e:vy

"Demi (rombongan) yang bersbaf-sbaf dengan sebenar-benarnyd, demi
(rombongan) yang melarang dengan sebenar-bendrnya (dari perbudtd,n-

perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. "

(QS. Ash-Shaffaat: 1-3)

Dalam tafsir ayat yangmulia ini disebutkan bahwa sifat-sifat ini
termasuk sifat para Malaikat r)fly. Allah bersumpah dengan Malaikat-

t2e Diriwayatkan oleh Muslim, seperti halnya yang disebutkan pada halaman sebelumnya.
t30 Diriwayatkan oleh al-Bukhari, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.

Menyel isik Alam Malaikat

Malaikat y^ng berbaris-baris di hadapan-Nyr, dengan lvlalaikat-
Malaikat yatimenerbangkan awan lalu menggiringnya_ke tempat
y^tgdipeiintahkan oleh Allah, dan dengan Malaiklt-Malaikat yang

;"; memba*a al-Qur-an dan Kitab-Kitab dari sisi Allah \H. Hal

y^ngsama diriwayatlan dari 'Abdullah bin Mas'ud €5 , Qatadah,

as-Suddi, dan Sahabat lainnya."r3r

Dari Ibnu'Abbas u!{.,1re, berkata: "sekelompok orang Yahudi
datang menghadap Nabi ffilalu bertanya: ''Wahai Abul Qasim, beri-
tahukanlah k.prd, kami tentang ar-Ra'd, aPayangdimaksud dengan-
nya?' Beliau menjawab:'Ar-Ra'd adalah salah satu Malaikat yang
ditugaskan kepada awan; yangmembawa alat tiup terbuat dari api ya\g
digu"nakanrryr rrrrtrk menggiring awan ke tempat yan,Zdikehendaki

AU.h.' Mereka menjawab: 'Suara aPa yarrg kita dengarkan ini?'
B"1e.lhiau menjawab: 'Halauan awan, iika ia sudah sampai pada tempat
yangdiperintahkannya.' Maka mereka berkata:' Engkau benar. "' (A1-

Hadits)132

Redaksi dalam hadits tersebut menuniukkan tentang Penugasan

Malaikat oleh Allah untuk menerbangkan awan ke tempat yang

diperintahkan-Nya.

Masih dari Ibnu 'Abbas qey,, bahwasanya Nabi pernah ber-
tanyakepada Jibril: "Apakah yangditugaskan kepada Mika-il?" Jibril
menjawab: "Dia (frnika-1l) ditugaskan kepada tumbuh-tumbuhan dan
hujan."r:: Mika-il 24p; ditugaskan untuk itu dan dibantu oleh Malaikat-

Malaikat lainnya y angp atuh melaksanakan ap a y angdiperintahkannya,
wallaabu a'lam.

Hal yangpaling menakjubkan mengenai hal itu adalah sebagaimana

dinyatakan drir* sebrrah hadits dari Abu Hurairah 45 , dari Nabi

f.rfii,^rb^e,ltiiabuab-teibrsaabda: "Ketika seorang laki-laki berada di sebuah gurun
ia mendengar suara di balik awan: 'siramilah kebun

Fulan.' Tidak lama kemudian, awan itu merunduk dan menuangkan

t't Tafsiir lbni Katsir IY/2).

rr: 1;'1-rr1 pembahasan sebelumnya tentang nama Para Malaikat'
trr Telah disebutkan takhrij-nya.

lbadah Malaikat dan Perbuatannya

airnya di tanah yangtidak berpasir. Dalam sekejap mata, salah satur3a
saluran air tersebut sudah menampung semua air. Laki-laki itu pun
mengikuti air tersebut, hingga terlihat seorang laki-laki yangberdiri di
kebunnya sambil menghalangi air tersebut dengan cangkulnya. Laki-
Iaki tadi bertanyakepadanya: ''Wahai hamba A1lah, siapa namamu?'Ia
menjawab: 'Fulan.' Ternyata ia menyebutkan sebuah nama yangtadi
didengarnya di awan. Kemudian, orang yang ditanyatadibalik benanya:
''$Vahai hamba Allah, mengapa engkau menanyakan namaku?' Laki-laki
itu menjawab: 'Sesungguhnya aku mendengar suara di balik awan yang
menurunkan hujan ini. Suara itu mengatakan: 'siramilah kebun Fulan'
sesuai dengan namamu. Apa yang sebenarnya Anda perbuat dengan
air ini? Ia menjawab: 'Jika ini yang Anda tanyakan, sesungguhnya aku
melihat (menghitung) hasilnya (kebun ini). Setelah itu, seperriganya
aku sedekahkan, sepertiga lainnya aku pergunakan untuk makanku
dan keluargaku, sedangkan sepertiga lagi aku kembalikan kepadanya
(kebun ini)."t:s

Hadits ini menetapkan adanya para Malaikat yang ditugaskan

kepada awan. Mereka menerbangkan (membawa), memerintahkan,
dan berbicara dengannya. Boleh jadi pembicaraanyangdidengar oleh
laki-laki tersebut adalah pembicaraan dari satu Malaikat ke Malaikat
lainnya untuk kemudian disampaikan oleh Malaikat yangditugaskan
kepada awan ini, wallaahu a'lam.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil bahwasanya terkadang
manusia dapat mendengar pembicaraan Malaikat. Telah disebutkan
bahwa bangsa jin mencuri-curi dengar ketika para Malaikat menyampai-
kan pembi caraaf,Ldari yang satu kepada yang lainnya di langit. Kemudian,
mereka menyampaikan apayangdidengar tersebut kepada para dukun,
hingga ia mencampurinya dengan seratus kedustaan.

Hadits itu menerangkan pula bahwa para Malaikat meng-

giring awan. Terkadang, Malaikat menyirami satu negeri (tempat),
tetapi tidak menyirami negeri lainnya; atau menyirami saru ranah,

r34 Saluran air di kaki bul<rt.(An-Nibaayabtil/4561.
135 Muslim (tt/2288, no.2984),Yvrtab "az-Ztrhd war Riqaaq", Bab "ash-Shadaqah 'alal Masaakiin".

Menyel isik Alam Malaikat 231

tetapi tidak menyirami tanah y^ng lainnya; atau menyiram kebun
tertentu, tetapi tidak menyiram kebun-kebun lain yang berdekatan
dengannya. Fenomena ini adalah sesuatu yang sering kali disaksikan

secara nyata.

Dalam hadits tersebut juga terdapat keutam^arL bersedekah
kepada orang-orang miskin y^ng membutuhkan. Allah akan meng-
gantikan bagi orangyang bersedekah dan mengutus Malaikat-Nya

untuk menggiring awan dan menyiram tanamannya, sebagai balasan
atas sedekah dan kebaikannya terhadap kaum fakir dan terhadap

keluarganya.

e. Meniaga gunung

Pada pembahasan mengenai sifat-sifat Malaikat yang lalu, telah

disebutkan satu hadits yarLgmenyatakan bahwa Allah W mengutus

Malaikat al-Jibaal untuk menimpakan dua gunung atas penduduk

Makkah jika Nabi ffi memerintahkannya berbuat demikian.r36 Dalam
riwayat ini terdapat dalil adanya Malaikat yarTg ditugaskan untuk

menjaga gunung.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil besarnya penciptaan

(bentuk tubuh) para Malaikat yang ditugaskan kepada gunung.

Sebab, satu Malaikat saja mampu menimpakan dua gunung atas

penduduk Makkah. Dengan kata lain, karena sangat besar dan kuatnya,

menimpakan dua buah gunung bagi malaikat itu merupakan satu hal

yang sederhana dan akan segera dia laksanakan jika Nabi ffi menyetujui

hal itu. Namun, diantarakeutamaan Allah atas ummat ini adalah Dia

mengutus Nabi kita, Muhammad M,,y^ngmemiliki sifat kasih sayang

dan kasihan, sebagaimana y ang diterangkan dalam firman-Nya:
fuc *d"rf r; ?;c"e4fr &
31:y

(@ry3fi<,:$fi, €':/:-.-7-/'^/

136 Fladirs tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Hadits ini telah disebutkan pada halaman
sebelumnya.

232 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

"sesunggubnya telab datang kepadamu seorang Rasul dari kaumrnu
sendiri, berat terasa olebnya penderitadnrnu, sd,ngd.t menginginkan

(keimanan dan keselamatan) bagimu, arndt belas kasihan lagi penyayang
terhadap ordng-orangMukmin " (QS. At-Taubah: 128)

Segala puji dan syukur bagi Allah atas nikmat yang besar ini.
Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada

Nabi kita, Muhammad $5, serta memberi beliau balasan dengan yang
sebaik-baiknya.

Adapun mengenai hakikat tugas Malaikat gunung dan apa
yang ditugaskan kepadanya, saya belum mendapatkan dalil yang

menunjukkan hal itu. Cukuplah kita beriman secara global terhadapnya,

yaitu bahwasanya Allah [H menugaskan Malaikat-Malaikat gunung

y arLgbe rtugas melaks anakan ap a saja y ang di perint ahkan-Nya kep ada
mereka, uallaabu a'lam.

f. Meniup Sangkakala

Pernyataanhadits yang menerangkan hal itu telah disebutkan pada

pembahasan nama-nama Malatkat. Ash-Sbuur ('rP\ ) adalah tanduk

y^ng padanya ditiupkan beberapa kali tiupa n yang diperintahkan.

Sebagian ulama mengatakan jumlahnyl- tig kali tiupan. Namun,

sebagian yarLg lain berpendapat dua kali, yaitu satu tiupan kematian
dan satu tiupan kebangkitan. Apakahyang meniup itu Israfil atau
Malaikat yarLg lainnya? Jawabannya, pendapat yang masyhur adalah
Israfil, tetapi tidak ditemukan hadits shahih yangmenetapkan hal itu.
Yang pasti, ada Malaikar yang ditugaskan untuk meniup sangkakala
tersebut. Apakah yarLgditugaskan itu satu atau dua Malaikat? Dalam
hal ini pun terdapat dua pendapat dari para u1ama.137

Nabi ffi menyebutkan petugas sangkakala tanpa menyebut-

kan namanya. Beliau juga menyebutkan bahwa Malaikat itu telah

memasukkan sangkakala tersebut ke dalam mulutnya sambil menunggu
perintah, yaitu dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri QB ,iaberkata bahwa

'' Lihat pa& halaman yang lalu. Mengenai masalah peniupan sangkakala ini, silakan merujuk kitab

Tafsiir lbni Kaxir @./377) dan Fat-bul Baari @,/369).

Menyelisik Alam Malaikat 233

Rasulullah M bersabda: "Bagaimana mungkin aku bisa bersenang-

senang sedang petugas sangkakala telah memasukkan sangkakala itu ke
dalam mulutnya; siap mendengarkan dan menundukkan keningnya;
menunggu kapan diperintahkan, lalu ia akan meniupnya! Mereka
berkata: '\flahai Rasulullah, apa yang harus kami katakan (baca)?'

Beliau menjawab: "Katakanlah: ut;Jilt .J' , EJt i;'^ittr.ij * (Cukuplah

Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.Hanyakepada-Nyalah
kami bertawakkal)."t:s

Oleh karena itu, kita cukup mengatakan sebagaimana yang

diperintahkan Nabi ffi: "Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-

baik pelindun g. Hany a kep ada-N y alah kami be rtawakkal. "

Hadits tersebut menetapkan sifat-sifat yang dimiliki para Malaikat,
yaitupendengaran dan dahi ftening). Bahwasanya peniupan sangkakala
telah ditugaskan kepada satu Malaikat yang siaga menanti kapan saja
diperintahkan, maka ftetika saat itu tiba) ia pun akan meniupnya.

Dari Abu Hurairah ,qF, ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:

"Malaikat peniup sangkakala tidak pernah sekalipun mengedipkan
matanyat3e sejak ditugaskan. Malaikat itu senantiasa siap dan me-
mandang ke arah 'Arsy karena takut perintah itu datang sebelum ia
kembali membuka matanya. Kedua matanyalaksana dua bintangyang

bersinar."rao

Itulah hadits-hadits penting mengenai Malaikat y ang ditugaskan
meniup sangkakala. Kita wajib beriman terhadap semua yang ditetapkan
bagi para Malaikat tersebut, anllaabu a'lam.

'38 At-Tirmidzi dalam Sunan-nya @/+2, no.2548), Kitab "Shifatul Qiyaamah", Bab "MaaJaa-a fish
Shuur" dan berkata: "Hadits ini hasan". Ibnu Majah (l/570),kitab "az-Zuhd", Bab "Dzikrul
Ba'ts" dengan lafazh: "Sesungguhnya kedua petugas sangkakala." Ahmad dalam Musnad-nya
(Itrl7). Hadits tersebut, insya Alhh shahih. Lihat jalur-jalur periwayatannya dalam l<rab Silsiktul
Abaadiits asb-Sbabiihah UI/67) danal-Musnad (XVtr/89) yangdi-tahqiq al-Arna-uth.

t3e Mda tbaraf Atb-tharfu bermakna menutup pelupuk mata atas pelupuk mata, sedangkan arti atb-
tbarf adalah menggerakkan pelupuk mata ketika melihat (melirik). (Al-Lisaan[W2L3l.

'a0 Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrah (IVl558) dan ia berkata: "Sanadnya shahih." Adz-
Dzahabi berkata: "Sesuai dengan syarat Muslim." Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fat-bul Baai
(Xtl358) dan ia menghasankannya. Al-Albani mengumpulkan jalur-jalurnya dalam as-silsilah asb-

Shahiihab W65) dan ia menshahihkannya.

234 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

__l

g. Mengelilingi Makkah dan Madinah

Madinah dan Makkah adalah dua ibu kota ummat Islam. Keduanya

dimuliakan oleh Allah dengan sebab do'a Nabi ffi. Makkah adalah

Ummul Quraa dan tempat Baitullah yangdiagungkan dan dihormati
berada. Allah memuliakanrrya sejak penciptaan langit dan bumi.

Adapun Madinah adalah tempat hijrahnya Rasulullah M, tempat

pengokohan iman. Di sanalah beliau dimakamkan dan di sana pula

beliau akan dibangkitkan. Keutamaan kota tersebut banyak sekali

sebagaimana disebutkan dalam buku-buku yang membahas mengenai

Makkah dan Madinah ini. Di antara keutamaanyalgdimaksud ialah
para Malaikat mengelilingi dua kota itu dan keduanya terpelihara

dari fitnah Dajjal. Dalil mengenai hal itu banyak sekali, yaitu sebagai

berikut.

Anas gi;-, meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi ffi, beliau

bersabda: "Tidak ada satu pun negeri melainkan akan disinggahi
Dafial,kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun dari dataran
keduanya melainkan terdapat dua baris Malaikat y^ng menjaganya.
Pada waktu itu, Madinah menggetarkan penduduknya sebanyak
tiga kali, lalu Allah mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik

darinya."tal

Dalam hadits Tamim ad-Dari qF, , yakni hadits al-Jassaasah

yarLg sangat terkenal, ia berkata: "sesungguhnya akulah al-Masih

(Dajjal). Hampir tiba saatnya aku diizinkan untuk keluar, maka aku

pun akan keluar. Aku akan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu

pun desa melainkan akan kusinggahi selama empat puluh malam di

dalamnya, kecuali Makkah dan Thaibah (Madinah), karena keduanya

diharamkan atasku. Setiap kali ingin memasuki salah satu dari kedua

kota itu, aku selalu dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang

tajam yang digunakan untuk menghalangiku. Sungguh, di atas setiap

permukaa nny terdapat Malaikat y ang menj agan f a." r +z
^

'a' Al-Bukhari [I/665, no. L782), Kitab "Fadhaa-ilul Madiinah". Diriwayatkan juga oleh Muslim

W /2265, no.2943).
'a2 Muslim W /2261, no. 2942).

Menyel isik Alam Malaikat 235

Dari Abu Hurairah gb , ia berkata bahwa Rasulullah ffi ber-

sabda: "Di atas permukaan-permukaan Madinah terdapat para Malaikat
(y^ngmenjaganya) sehingga kota ini tidak dapat didekati oleh wabah
penyakit maupun D ajjal." ta3

Dari Anas &b , dariNabi ffi , beliau bersabda: "Madinah didatangi

D ajjal, tetapi (sebelum memasukinya) ia mendap ati paraMalaikat y ang

menjaganya. Kota ini tidak akan didekati oleh Dajjaldan wabah, insya
Allah."'*

Dalam semua hadits di atas terdapat dalil bahwasanya Allah
menugaskan Malaikat kepada Makkah dan Madinah untuk menjaganya
dari Dajjal, serta menugaskan Malaikat kepada Madinah untuk

menjaganya dari tha'un (wabah).

Ibnu Hajar q\M berkata: 'Terdapat kerancuan mengenai tidak
masuknya tba'un ke Madinah, padahal meninggal terkena tba'un itu
adalah syabaadah (mati syahid). Bagaimana beliau mengaitkannya
dengan Daljal dan memuji Madinah dengan tidak masuknya kedua

hal tersebut?

Jawabannya, yang dimaksud dengan tba'un sebagai syabaadab

tidak seperti itu sifatnya, tetapi yang dimaksudkan adalah tba'un

yang dapat menyebabkannya mati syahid karena penyakit yang

dideritanya. Jadi, jika pernyataan tersebut dipahami dengan tha'un
(wabah) jin, maka pujian itu cocok ditujukan kepada kota Madinah

karena wabah itu memang tidak dapat memasukinya. Sebab, hadits

tersebut mengisyaratkan bahwa jin dan syaitan yang kafir tidak

dapat memasuki Madinah. Adapun bagi yang berhasil memasukinya,

niscaya ia tidak dapat menyakiti salah seorang dari mereka (penduduk

ffiMadinah)." Beliau membicarakan hal itu dengan panjang lebar.ra'

Telah disebutkan pula hadits yang menerangkan bahwa para
Malaikat melaknat orang yang mengadakan sesuatu hal yang baru

la3 Al-Bukhari 0I/665, no. 1781), Kitab 'Tadhaa-ilul Madiinah"dan Muslim (IIl1005, no. 1379).

'4 Al-Bukhari NI/ 2609, no. 67 15).

'as Fat-hul Baari (X/190).

236 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

(bid'ah) di dalamnya ata:u terhadap siapa saja yang melindungi orang
yangmelakukan hal baru tersebut.

h. Meniaga Syam

Syam adalah negeri yang penuh berkah, sebagaimana firman
Allah \H:

i;*rA JyrFJi b3i G. tri .,;4 a i'i'b*?,y

"Mahasuci Allab, ydng telah memperjalankan hamba-Nya pada sud.tu
malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha ydng telah Kami berkabi
sekelilingnya d.gar Kami perlibatkan kepadanya sebagian dari tanda-
tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maba
Melibat." (QS. Al-Israa': 1)

Nabi ffi diisra'kan ke Masjidil Aqsha, lalu beliau berkumpul

dengan para Nabi tHi dan mengimami mereka. Dari sana, beliau

melakuka n mi'raj (naik) bersama Jibril ke langit. Kisah Isra' dan Mi'raj
sangat terkenal; tetapi yangdimaksudkan di sini adalah memberikan

perhatian terhadap keutamaan tempat tersebut. Di antara yang

menunjukkan keutamaannya adalah masjid yangterdapat di tempat
itu (Masjidil Aqsha), yarlgmerupakan salah satu dari tiga masjid yang
dianjurkan agar meneguhkan perjalanan untuk mengunjunginya,
sebagaimana dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri qH ,ia berkata: "Aku
mendengar Rasulullah W, bersabda: 'Janganlah kalian meneguhkan
perjalanan, kecuali kepada tiga masjid: "Masjidil Haram, Masjidil
Aqsha, dan Masjidku ini (Masjid Nabawi)."ta'

Di antara yang menunjukkan keutamaan Syam pula adalah
para Malaikat menghamparkan sayap-sayap mereka di atasnya,

sebagaimana disebutkan dalam hadits Zaidbin Tsabit 4F, ,ia berkata

16 Al-Bukhari FI/70 - al-Fat-h), Kitab lFadha-ilus Shalaah fii Masjidi Makkah wal Madiinah"dan

Muslim @./976, no.827), Kitab 'al-Hajj".

Menyel isik Alam Malaikat 237

bahwa Rasulullah M bersabda: "Keberuntungan bagi negeri Syam,

sesungguh ny a Malaikat rahmat menghamparkan sayap padany a." ta,
Dalam hadits ini terdapat dalil mengenai keutamaan negeri Syam.

Mengenai keutamaan Syam lainnyadiriwayatkan dalam banyak
hadits, tetapi di sini bukan tempat yangsemestinya untuk menyebut-
kannya.ra8 Saya menyebutkan beberapa hadits di atas hanyalah untuk
menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah menugaskan Malaikat
kepada Syam. Adapun tugas mereka secara terperinci tidak disebutkan.
Meskipun demikian, keberadaan mereka termasuk kebaikan dan

berkah. Oleh karena itu, Nabi ffi bersabda: "Keberuntungan bagi

negeri Syam." lf,/allaahu a'lam.

Itulah nash-nash terpenting yangmenetapkan sebagian dari
tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada para Malaikat di alam
ini, meskipun Allah \H telah menugask^nparaMalaikat-Nya dengan
tugas lain yang sangat banyak, sebagaimana yang telah diisyaratkan
pada awal bab ini.

2. Tugas paraMalaikat yang berkaitan dengan manusia

Pada pembahasanyanglalu telah saya sebutkan tugas-tugas para
Malaikat yangberkaitan dengan alam. Dalam bab ini, insyaAllab, akan
saya sebutkan tugas-tugas Malaikat yang berkaitan dengan manusia.
Tugas-tugas tersebut sangatlah banyak.

Ibnul Qayyim #E berkata: "Malaikat yang ditugaskan kepada

manusia sejak manusia masih menjadi nutbfdh (air mani) sampai akhir
kejadiannya,bagi mereka (para Malaikat) dan manusia mempunyai
unrsan yang lain. Mereka ditugaskan untuk membentuknya; memindah-
kannya dari satu tahap (penumbuhan) ke tahap lainnya; membentuk dan
menjaganya ketika berada dalam tiga kegelapan; mencatat rizki, amal

ra7 ImamAhmaddalamMusnad-nyaS/184-185).Diriwayatkanpulaolehat-TirmidzidalamAbuaabul
Manaaqib, Bab ke-74 dan ia berkata: "Hadits hasan." Alhakim dalam al-Mustadrah Ql/229) dan
ia berkata: "Shahih menurut syarat Syaikhain" (al-Bukari dan Muslim) sena disepakati oleh adz-
Dzahabi. Disebutkan pula oleh al-Albani dalam as-Silsilab ash-Shabiibab [],/5) dan ia membahasnya
panjang lebar serta menyimpulkan bahwa hadits ini shahih.

la8 Lihat Fadhaa-ilusy Syaam karya ar-Rib'i, dengan tabqiq al-Llbani ,+i'B .

lbadah Malaikat dan Perbuatannya

perbuatan, ajal, cel aka at au b ahag iany a, dan selalu menyertainya dalam
setiap kondisinya; mencatat ucapan dan perbuatannya, menjaganya
ketika hidup, mengambil ruhnya ketika meninggal, kemudian membawa
kembali dan memberikannya kepada Penciptanya.

Para Malaikat juga ditugaskan untuk menyiksa dan memberinya
nikmat di dalam kubur dan setelah hari kebangkitan. Mereka pula
ditugaskan untuk mengoperasikan alat-alat (perantara) nikmat dan
siksa. Mereka memberikan keteguhan kepada hamba yang beriman
dengan izin Allah dan mengajarkannya hal-hal yangbermanfaat.Para
Malaikat ikut berperang dan membela orang beriman karena merekalah
penolongnya di dunia dan di akhirat. Mereka jugayalgmemperlihatkan
kepada anak Adam di dalam mimpinya sesuatu yangmenakutkan lalu
ia menghindarinya, serta memperlihatkan apa yang ia sukai untuk
meneguhkan hatinya dan agar benambah rasa syukurnya. Merekalah
yang menjanjikan kebaikan kepadanya, mengajaknya untuk melakukan
sesuatu, menghalan ginyadari keburukan, dan memperingatkannya dari
keburukan itu.

Dengan kata lain, para Malaikat adalah penolong, penjaga,pengajar,

dan pemberi nasihat; |ugayang mendo'akan serta memohonkan
ampunan untuk manusia beriman. Mereka senantiasa bershalawat
kepadanya selama iataat kepada Rabbnya dan mengajarkan kebaikan
kepada sesama manusia. Mereka memberikan berita gembira dengan
karamab Allah dalam mimpinya, ketika meninggal dunia, dan pada
hari kebangkitan. Mereka juga membuatnya zuhud terhadap dunia
dan lebih mengutamakan akhirat. Mereka pula yang mengingatkan
manusia jika lupa, membuatnya giat saat malas, dan meneguhkannya
jika takut. Merekalah yangberusaha keras demi kemaslahatannya, baik
di dunia maupun di akhirat. Mereka adalah para utusan Allah dalam
penciptaan dan segala urusannya, sekaligus para duta yang menjadi

perantara antara Allah dan para hamba-Nya.Para Malaikat turun

dengan membawa perintah Allah di seluruh pelosok dunia, lalu naik
kembali untuk melaporkan urusan tersebut kepada-Nya."'o'

tae lghaatsatul Labfaan (I/ 130).

Menyelisik Alam Malaikat 239

Perhatikanlah tugas yang banyak lagi agung, yang dilaksanakan

oleh para Malaikat tW ini, agar Anda mengetahui keutamaan Allah

yangdilimpahkan kepada Bani Adam (manusia). Allah memudahkan

para Malaikat agung itu untuk melaksanakan apa yang membawa
maslahat bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Allah

mewajibkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya W danmencintai

para Malaikat tersebut; serta mennrruh manusia untuk senantiasa mem-
perhatikan perbuatan-perbuatan yang dapat mendekatkan Malaikat
kepadanya dan menjauhi perbuatan-perbuatan yangdapat menjauhkan
Malaikat darinya. Pengetahuan mengenai hal tersebut membuat hati
aman dan tenang, baik pada waktu lapang maupun sulit. Pengetahuan
ini, insya Allah, akan dijelaskan secara terperinci dalam pembahasan
buah (hasil) dari beriman kepada Malaikat.

Di antara tugas penting para Malaikat yang berkaitan dengan

manusia adalah sebagai berikut:

a. Sebagai duta (perantara) antara Allah dan manusia

Para Malaikat adalah utusan dan duta Allah [H kepada makhluk-
Nyr, sebagaimana firman-Nya:

{@,# rtS@;i.ri1}

"Di tangan para penulis (Malaikat), ydng mulia lagi berba&r1. " (QS.

'Abasa: 15-16)

;tfryfiS!,'e:.; d.3 '$;s ye,.$ V +Srai *b

ciie,ii|;{ 3* rt;',fi&;{:{LLrqY dfi

"segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan

Makikat sebagai utusan-utusan (untuk rnengurus berbagai trmcarn urusan)
y dng rnern? uny d.i say ap, masing-masing (ada y dng) dua, tiga, dan emp at.

Allab menambabkan pada ciptaan-Nyd. apd. ydng dikehendaki-Nya.

Sesunggubnya Allab Mahakuasa atas segala sesud,tu." (QS. Faathir: 1)

240 lbadah Malaikat dan Perbuatannya

if Ot"*(li 4t

*Allab memilib utusan-utusan (Nya) dari Malaikat dan dari manusia;
sesungubnya Allab Maha Mmdengar lagi Maba Melibat. " (QS. fr'l-Hqj: 7 5)

Apa yang disampaikan oleh para duta tersebut kepada manusia

ada dua macam: (1) wahyu yang diturunkan kepada para Nabi dan

Rasul rffit serta Q) yang mereka turunkan kepada selain Nabi,
seperti g^epm^ bira dan ujian
berita-berita (cobaan).

1) wahyu yangditurunkan kepada para Nabi dan Rasul 2@.

Allah \i& memilih beberapa orang di antaramanusia dan memulia-

kan mereka dengan kenabian dan risalah-Nyr. Allah mengutus kepada

manusia pilihan tersebut Malaikat dari sisi-Nya untuk menyampaikan

kepada mereka perintah-perintah Allah \W dan agama-Nya. Mereka
yang terpilih itu adalah para Nabi dan Rasul r&, sesuai dengan firman

Allah W:

'4C ic-zl JY-r,r o'atK dlLTSl-6 F

.o// }) . ,v',r..
,5*:r yti.li; 4 ie_ r'6L;L5',lnc;t 5 dly{fCLl;
w tr iffi; ijdr;@
,Dy' )}(J z)r2rr)z i J:' 3. $.,

$$i';f;{fi6'fr
k,31; &*3i'
-{s z) - )3:

<z 6.r. -/ l .atillt
rn
djP\i )j) dS"

{ t g A;/ {'fi 'o(S W\'fi'U- ;'{ l;" ,,YS

"Sesunggubnya Kami telah memberikan ualryu kepadamu sebagaimana
Kami telah memberikan uabyu kepada Nub dan Nabi-Nabi yang

kemudia.nnya, dan Kamitelah memberikanualryu (pula) kepada lbrahim,

Isma'il, khak, Ya'qub dan anab cucunyd., 'Isa, A1ryub, Yunus, Harun dan

Menyelisik Alam Malaikat 241

Sulaiman. Dan Kami rnemberikan Zabur kepada Daud. Dan (Karni
telab mengutus) Rasul-Rasul yang sunggub telab Kami kisabkan tentang
mereka kepadamu dabulu, dan Rasul-Rasul yang tidak Kami bisabkan
tentangmereka kepadamu. Dan Allah telab berbicara kepada Musa dmgan
langsung. (Mereka Kami utu) selaku Rasul-Rasulpembaata berita gembira
dan pemberi peringatd.n dgdr supdyd tidak ada alasan bagi manusia
membantab Allab sesudab diutusnya Rasul-Rasul itu. Dan adalab Allab
Mabap erkasa lagi Mahabij aksana. (QS. An-Nisaa' : 163 -1,65)

Allah Vij telah menyebutkan cara-cara wahyu y angditurunkan

kepada para hamba-Nya dalam firman-Nya:

*; }5 ;4,i6 u 5 % S Yt{ )'-93- 6 #- ('( ru *

1{g@ T &,XyU( *ib,a,r; iA'Jri
Kc'eriac; ;4yGi
,Ss;iL:!jS; {,<:t tr./ a/

.9;l

,4P, *te JLu=+t &Y;YrQ.rAi 6-L,s#5;'ifr:,

i; thi{ $;ri U{i cV6 o-5Ai aY,!i e$\ ;i't

{@#vi

"Dd.n tidak ada bagi seordng manusia pun babua Allab berkata-kata

dmgan dia, kecuali denganperantdrdan anlryu atau di belakangtabir atau
dengan rnengutus s e ord.ng utus an (Malaikat) lalu diualry uk an kep adany a
dengan seizin-Nya apa yang Dia kebmdaki. Sesunggubnya Dia Mahatinggi

lagi Mahabijaksana. Dan demikianlah Kami meualryukan kEadamu
ualryu (al-Qur-an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklab
mengetabui apakab al-Kitab (al-Qur-an) dan tidak, pula mengetabui
apakab iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Qur-an itu cahaya, ydng
Kami tunjuki dengannya sia?aydng Kami kehendaki di antdld hamba'
bamba Kami. Dan sesunggubnya kamu benar-benar memberi petunjuh
kepada jalan yang lurus. (Yaitu) jalan Allab ydng kepunyaan'Nya segala

242 lbadah Malaikat dan Perbuatannya


Click to View FlipBook Version