serra bertaklid kepada para syaikh, bahkan menganggap madzhab
mereka lebih ,rrerrgetrh.ri drt lebih benar, ual'iyaadzu billaab'
;#.Tawadhu' adalah akhlak mulia yangdimiliki para Malaikat
Mereka mencintainya dan mencintai orang-or arLg yang berakhlak
demikian, seperti telah diisyaratkan oleh Jibril kepada Nabi ffi'
4. Malu
Malu merupakan sifat yangsangar mulia, akhlak yang sanSat
agung, serta d^pit mencegah pelakunyt dati perbuatan buruk dan
p".rrrilri yangrendah; j,rg, drprt mendorong seseorang untuk beradab
mulia"lagi tinggi.'u Malu termasuk bagian dari_ iman, sebagaimana
disebutk"an d"lr* hadits Abu Huratrah $F.', dart Nabi ffi, beliau
bersabda:
((.g\ili :y'e;A L.V "a;:,'Jfu)&i Sqlr ll
'Iman itu lebih dari enam puluh cabang dan malu adalah satu cabang
dariiman.""
Diantaradalil yang menunjukkan bahwa Malaikat memiliki sifat
dan akhlak yang..rrii, i.ri rdrlah hadits yangdiriwayatkan oleh'Aisyah
# ,rab.rlrtr, ,,Rasulullah W,pernah berbaring di rumahku dengan
k.drm paha atau betis yang terbuka. Kemudian, Abu Bakar meminta
izin (masuk) dan beliau mengizinkanrTy^,sedang beliau dalam kondisi
..rr.t.rr, lai, ia berbicara. Sltelah itu'IJmar meminta izin (masuk)
dan beliau pun mengizinkannya, sedangkan beliau dalam kondisi
tersebut, *rk, ia pun berbicara. Setelah itu,'IJtsman datang meminta
duduk dan memperbaiki
izin (uniuk k-m.rn.,rrti)iasnehiiang(gtlatrRrnarsrurl)ulmlahasfufki dan berbicara. Ketika ia
kainnya ...
telah t.lrrrr, 'Aisyah bertanya: 'Ketika Abu Bakar masuk, engka_u
tidak menyambutnya demikian dan tidak mempedulikannya' Tatk-al-a
'IJmar masuk, engkau juga tidak menyambutnya demikian dan tidak
rc pami'ul'[Jluum ual Hikam (1o. t-Se;. Diriwayatkan pula oleh Muslim (no. 35), Kitab "al-
,, ii-'g;krr".i O./t2,".. sj,-Ki ll-;rt-ti-.""".
Iimaan".
142 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
mempedulikannya. Namun, pada saat 'lJtsman masuk, engkau pun
duduk dan memperbaiki kainmu.' Beliau menjawab: 'Tidakkah aku
malu dari seorang laki-laki yangMalaikat malu kepadanya?"'78
An-Nawawi'qb)H berkata: "Dalam hadits tersebut terdapat
keutamaarL yang sangat jelas bagi 'IJtsman dan kemuliaannya di
sisi para Malaikat. Hadits ini pun menerangkan bahwa malu adalah
sifat yang sangat mulia, bahkan termasuk sifat para Malaikat."'e
Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa malu termasuk akhlak
para Malalkat ffi.Maka dari itu, wajib meyakini dan mengimani serta
mencontoh mereka dalam hal itu, sebagaiman^yangdicontohkan oleh
Nabi kita, Muhammad M,. W'allaahu a'lam.
78 MuslimW/1866,no.2041),Kitab"Fadhaa-ilushShahaabah".Bab"MinFadhaa-ili'Utsman *r)
7e Syarb an-Nauawi'alaa Muslirn 6y /L69).
Menyelisik Alam Malaikat 143
I
i
I
I Bab IV
I Ibadah Malaikat Dan Perbuatannya
I
1
I A. Takliif (Pembeb anan Syari'at) bagi para Malaikat dan
Kema'shuman Mereka dari Dosa dan Maksiat
I
Allah menciptakan para Malaikat r)@ dan memberikan kuasa
kepada mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mulia terhadap
makhluk-Nyayangberada di langit dan di bumi. Allah \H menugaskan
I
I mereka untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang sangat banyak lagi
agung, selaras dengan apayangAllah karuniakan kepada mereka, yakni
berupa kekuatan fisik yang sangat luar biasa. Allah \H menciptakan
i serta memberi mereka kekuatan untuk melaksanakan ibadah-ibadah
tersebut. Agar urusan langit dan bumi berlangsung dengan baik, Allah
I
pun melindungi mereka dari perbuatan maksiat.
I Sepeninya, perintah-perintah yangdiembankan kepada mereka
merupakan perintah kauniab yangtidak mungkin dilanggar atau di-
durhakai. Berbeda dengan syari'at yang dibebankan kepada manusia
I dan jin; karena perintah yangditugaskan kepada mereka, menyangkut
ibadah, merupakan perintah syar'iyyab; yang siapa mentaatinya akan
di b e ri ganjar an dan si ap a y ang mendurh akainya akan diadzab. Adapun
nash-nash syari'at yar..g menunjukkan kema'shuman (terpeliha rany a)
para Malaikat dari perbuatan dosa, di antaranyaadalahfirman Allah \H :
I {G} 6;tJ 3t+ S r#"7;; i*;i'i-3i'$vi y
i. t;;.I fu$ (;, ti F_@ OjJ_ -,it ;J ju
I 145
I
I Menyelisik Alam Malaikat
L-
iGrri4#U& bri a*Y.<,;ii1;"t"Cd
@
{@'q$^i.*4K
"Dd.n mereka berkata: 'Rabb Yang Maba Pemurah telab mengambil
'o*it(memp un y ai) anak,' Mah asuci Allab. Sebenarny a (Malaikat'Malaikat itu),
bamba-bamba yang dimuliahan, mereka itu tidak mendabului-Nya
d,engan perk atoon doi mireha mmgeri akan perintah-perintah-Nyo Alla!
(i*rigrahui segala sesudtu yang di h)dapan mereka (Malaikat) dan l.ang
behEang*ribo, d,an mireki tiada memberi syafaat melainkan kepada
orrmg y"dng diridhai Allab, dan mereka itu selalu berhati-bati karena
tohui nrpia*Nya. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan:
,sesungpy.bryo iku adalah ilabielain Allab,' maka ord,ng itu Kami.beri
batasil drigo, labannam, demikian Kami memberikan pembalasan
kepada ororg' orong zh alim." (QS. Al-Anbiy aa' : 26-29)
.;\+6 J$i C;F, 5u "*"V KA rj' Q1t; ti'i W-y
t:I:iY'o\:;d:"rf;1ti61'ot;|S3(+L\".WW
{@
"Hai orang-ordng yd.ng beriman, peliharalab dirimu dan keluargamu dari
api Nerak) yongbohin baharnya adalab rnanusia dan batu; peniaganya
Malaikat-Molo";kot ydng karar, yang keras, ydng tidak mendurhakai
Allab terhad.ap opo yon! diperintabEan-Nya kepad1 mereka dan selalu
mengerj akon )pi y o'ng iiperintahkan. " (QS. At-Tahriim: 6)
Ibnu katsir q,E berkata: "ParaMalaikat adalah hamba Allah
y angdimuliakan di sisi-N y a, padarempar y angtinggi dan kedudukan
yarr;mu[a. Mereka berada pada tingkat ketaatan kepada-Ny" y.1"F
ip-,..erfirr"iignrthatirnhig-,Nigiiy, erb,tatbirkatdhdakarailnasmergn-iepurecerakinpaataqshe*-lrNa,l,yupa"s1digpaaneprtbidduaaalkatampnum'laMemlearkeesnkayanetaliidksaaihnki
146 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
perintah-Nya. Allah \iM Yang Mahatinggi ilmu-Nya meliputi mereka;
tidak ada sedikit pun yang tersembunyi bagi-Nya dari (perbuatan)
mereka."r
Tampaknya, nash-nash tersebut menjelaskan bahwa Xllah wj
membebankan kepada para Malaikat ibadah-ibadah dan tugas-tugas
yang agung; serta sesungguhnya Dia menjagadanmembentengi mereka
agar tidak mendurhakai-Nya.
Inilah makna dari firman Allah \H:
{@ 6;-,{33\+.ii...}
"... Sebenarnya (Malaikat-Malaikat itu) adalah hamba-hamba yang
dimuliakaz. " (QS. A1-Anbiyaa' z 26)
As-Suyuthi menyebutkan satu riwayat dari al-Qadhi 'Iyadh
mengenai ijma' ftesepakatan) para ulama tentang kema'shuman semua
Malaikat dan kesucian derajat mereka yangtinggi, yaitu dari segala
hal yang dapat menurunkan mereka dari deralat dan kedudukan yang
mulia.2
Berdasarkan hal ini, muncullah kerancuan mengenai Iblis yang
tidak mau sujud kepada Adam. Akan tetapi, persoalan ini telah dijawab,
yakni bahwasanya Iblis bukanlah dari golongan Malaikat, sebagaimana
dijelaskan pada pembahasan-pembahasan terdahulu.'
Demikian pula, terjadi kerancuan mengenai kisah Harut dan
Marut, namun itu pun telah dijawab, yaitu bahwa keduanya adalah
Malaikat yang turun sebagai fitnah bagi manusia. Keduanyamengaiarkan
sihir kepada manusia dan itu merupakan bentuk ketaatan keduanya
kepada Allah dan ketundukan dalam melaksanakan perintah-Nya,
sebagaima ra yangtelah diterangkan sebelum ny a.4
I2 Tafsiir lbni Ka*ir [lI/176). ringkas.
3 Al-Habaa-ih (ro.252-253), se.rt,
Lihat halaman sebelumnya.
a Lihat hdaman sebelumnya.
Menyelisik Alam Malaikat 147
Di antara kerancuan yarlgada mengenai ungkapan bahwa Malaikat
ma'shum adalah ancaman Allah bagi siapa saja dari Malaikat itu yang
mengklaim memiliki sifat ulubilryab (ketuhanan), yaitu dalam firman-
Nya:
te+*r* dtfi4; e "Jyel"& "t*i" * *
{@'a#Ar"*1K
"Ddn barang siapa di antara mereha mengatakan: 'sesunggubny.a aku
adalah ilabielain Allah,' maka orang itu Kami beri balasan dengan
lahannam, dcmikian Kami mernberikan pembalasan kepada ord.ny-ordng
zbalim." (QS Al-Anbiyaa': 29)
zhahir ayat ini menunjukkan bahwa mereka (para Malaikat)
mampu berbuat maksiat.
'#8,Siy'Mubrhkarrt.i"nryi atelaadhadlaihjawmaebreoklaehmaesmy-aSnygaimkhulMiauhdaamlammaPd 'laql-"A".mgin'l
Allah, namun jita salah satu dari mereka mengklaim memiliki hak
melakukan sesuatu dari hak Allah yangkhusus bagi-Nya, niscaya dia
termasuk musyrik dan balasannya adalah Neraka Jahannam. Sudah
dimaklumi bairwa ta'liq (syarat) itu diperbolehkan dalam hal yang
tidak mungkin dan tidak akan terjadi, seperti firman Allah \H:
{ @'u-"Srt $ GtxJ,#T''GLS' y
"Katakanlab, jika benar Rabb Yang Maba Pemurab rnelnp-urlyd.i anak,
maka akulab"(Mubammad) orang ydng mula-mula memuliakan (anak
itu)." (QS Az-Zukhruf: 8 1)
yang dimaksud ayat rersebut adalah besarnyabahay_a ryirik.
Ketetapanlan ketentuan yangdisebutkan Allah Mj" tersebut berkaitan
d.rrg"r, para Malaikat, tetapi juga disebutkan keterkaitannyadengan
prriRrt.rl. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas
mereka semuanya.
Allah W berfirman:
{48 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
i
ci#'1r.11 Le,t 6 6# uirJt J$$y-t .i rt:5$
{@o.AeSK;
nDan sesunggubnya telab diwalryukan kepadamu dan kEada (Nabi-Nabi)
sebelumn-ru: fika kamu mempersekutukan (Allab), nisca.ya akan bapuslab
amalmu dan tentulab kamu termasuh ord.ng-orangydngmerugi.'" (QS.
Az-Zwar: 65)
Tatkala Allah Mj. menyebutkan nama-nama Nabi dalam surat
al-An'aam, yaitt dalam firman-Nya:
{ @ .... 3jt', 4*$,ei ...y
"... dd.n kepada sebagian dari keturundnnyct. Nub), yaitu Dawud, ...."
(QS. Al-An'aam: 84), sampai akhir nama Nabi yangdi sebutkan-Nya,
maka setelah itu Allah [H berfirman:
'q i +q; *itrjl 55 "-: >Q b #;-
$t o.i .116
{@'oJq\3fu'-{'
"Itulab petunjuk Allab, ydng dengannya Dia memberi petunjuk kepada
siapa yang dikebendaki-Nya di antara bamba'bamba'Nya. Seandainya
mereha mempersekutukan Allab, nisca.ya lenyaplah dari mereba amalan
yang telah mereka berjakan." (QS. Al-An'aam: 88)
Dalam firman Allah \iM pada ayatyangmulia ini iuga diterang-
kan:
*.... tA; 4$ -*; ;':iy -4 "& ,ti;;' S *
{@
nDan barang siapa di antara mereha mengatakan: 'sesunggubnya aku
adalab ilah selain Allab,' maka ordng itu Kami beri balasan dengan
Jahannam.... " (QS. Al-Anbiyaa' : 29)
Menyelisik Alam Malaikat 149
Lyat ini adalah dalil pasti bahwa hak-hak A1lah yanqhalYl
khusus bagi-Nya dari semua bentuk ibadah sama sekali tidak boleh
dipalingkan daii-Nya kepada siapa pun, meskipun ia.adalah Malaikat
yingdekat ftepada Allah) atauPun ia seorang Nabi dan Rasul.'
Ibnu Katsir 4t$7, berkata: "Ini adalah syarat. Diketahui bahwa
syarat itu tidak mesti terjadi, seperti dalam firman Allah W :
{ @l-^$$'erb *4 i'%t i,*
"Katakanlab, jika benar Rabb Yang Maba Pemurab rnenx?unyai anak,
maha akulab'(Mubammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak
itu)." (QS. Lz-Zukhruf: 81)
{@ 'uqScSK; Gn?';tr'q Le*r"'y,
"... Jika kamu mernpersekutukan (Allab), niscaya akan hapuslab amalmu
dan tentulah kamu termasuk oranS-orang yang merugi." (QS. Az-
Zwar:65)6
Dengan demikian, jelaslah bahwa Nllah Wj memuliak^rL Para
Malaikat ffi d^nmenjaganya tidak terjerumus dalam perbuatan
maksiat. tidak demikian, n^isgcaarya tidak mungkin langit dan bumi
Jika
bisa berjalan dengan benar, anllaahu a'lam.
B. Macam-Macam Ibadah Malaikat
Allah memuliakarL paraMalaikat ffi dan membebani mereka
dengan berbagai macam ibadah. Pembebanan ibadah-ibadah ini tidak
berani ibadah mereka sama dengan ibadah kita dalam syari'at Islam.
Akan tetapi, Allah \W memerintahkan dan mengharuskan mereka
untuk melaksanakan ibadah-ibadah yangsangat agung tersebut, sesuai
dengan bentuk penciptaan dan fisik mereka, karena sesungguhnya
Allah tidak membebani sesuatu di luar kemampuannya.
5 Adbuaa-ul Bayaan IY / 561). lbadah Malaikat dan Perbuatannya
6 Tafsiir Ibni Katsir @'/176).
150
I
Secara umum, kesesuaian apayatgAllah wajibkan kepada para
r&Malaikat akan Anda dapatkan sesuai dengan ibadah-ibadah yang
diwajibkan kepada kita, walaupun berbedadarisegi sifat dan iumlahnya.
Nash-nash yang menerangkan ibadah mereka tidak menunjukkan
bahwa mereka diwajibkan melaksanakan ibadah khusus yangtiada
tandingannya dalam syari'at Islam.
Allah menyifati mereka dengan sifat'ubuudiyyab (pengabdian)
dalam firman-Nya:
{@ 4t334Ji...}
"... Sebenarnya (Malaikat-Malaikat itu), adalah hamba-bamba yang
dimuliakaz. " (QS. Al-Anbiy aa' : 26)
Allah menjelaskan pula bahwa mereka diperintahkan lalu mereka
pun menr ^atinya, yaitu dalam firman-Nya:
{ @ t:I iY'o}iry "rxi tl }. . .
^i'o';;-'r"... (mere ka) tidak mendurb ak ai A llab terh adap dp a y dng diperintab kan'
Nya kepada mereka dan selalu mengerjakdn d.pd. ydng diperintabbd.n."
(QS. At-Tahriim: 6)
{ @ fr 'o#'i(,'r}*p $i i firi}A y
*Merekatakut kepada Rabb merekayangdi atas merekadan melaksanakan
dpd. y d.ng diperintabkan (kep ada mereka)." (QS. An-Nahl : 5 0)
Allah \H juga menielaskan bahwa semua aktivitas mereka
semata-mata dilakukan atas dasar perintah dari-Nya, sePerti dalam
firman-Nya:
{@ ' "'q;t*Y-'i;r-tY
"Ddn tidaklah kami |ibril) tltrun, kecuali dengan perintab Rabbmu ..."
(QS. Maryam:64)
Menyelisik Alam Malaikat 151
Mengenai sebab turunnya ayat ini, al-Bukhari menyebutkan
hadits dari Ibnu'Abbas ug.,,iaberkata: "Rasulullah ffi berkata kepada
Jibril )p;: 'Tidakkah engkau mengunjungi kami lebih sering daripada
biasanya?' Maka turunlah (ayat tadi)."
Semua ayat ini-dan yang semacamnya-menunjukkan bahwa
Allah menyuruh kepada para Malaikat untuk melakukan tugas-tugas
khusus. Meskipun demikian, mereka termasuk dalam firman-Nya:
)!f:u, ri11);, GSs tL* €i,iti e{3i ,2a euffJ))a-J-z_ 7.\
{@fr)cYr'
"Hanya kepada Allahlah sujud (patub) segala d'pd. yang di langit dan di
bumi, baik dengan kemauan sendiri dtd.upun terpaksa (dan sujud pula)
baltang-baryangrya di uaktu pagi dan petd.nghari." (QS. Ar-Ra'd: 15)
-e;4&Jt,rat
{
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua ydng ada di dalamnya bertasbih
h,epada Allab. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbib dengan
memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengertitasbib mereka. Sesung-
gubnya Dia adalab Maha Penyantun lagi Maba Pengampua. " (QS. A1-
Israa' :44)
Kesimpul annya, semua nash (al-Qur-an) tersebut-dan yang
semacamnya-menunjukkan bahwa mereka melaksanakan berbagai
macam ibadah yarLgAllah tugaskan kepada mereka, di antaranya:
1. Dzikir, tasbih, dan do'a
Dzikir, tasbih, dan do'a adalah ibadah yangpaling populer di
kalangan para Malaikat rffis. Hal itu banyak di sebutkan dalam al-
Qur-an dan as-Sunnah, di antaranya firman Allah W:
{@ ..oA ill; !*6'#5...}
152 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
l
l
Il
"... padabal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau...'" (QS Al-Baqarah : 30)
}{ @;si i v;( J e;6:Y"v-1iup".7 6)i4rJ rr
"Mereka menjawab: 'Maba Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui
selain dari apa yang telab Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya
Engkaulab Yang Maba Mengetabui lagi Maha Bijaksana.'" (QS A1-
Baqarah:32)
Terkadang, mereka mengiringi tasbih (mereka) dengan istighfar
untuk para penghuni bumi, seperti dalam firman Allah \H:
,Fi;"!g",ri!Ky
o)F)tr)-.2 ). !/- azz 2 tz
"Hampir saja langit itu pecah dari sebelab dtd.snyd. (karena kebesaran Rabb)
dan Malaikat-Malaikat bettasbib sma memuji Rabbryo dan memobonkan
dmpun bagi orang-orangyd,ngada di bumi. Ingatlab, bahan sesungubnya
Allab Dialab Yang Maha Pengampun lagi Maba Penyayang." (QS Asy-
Syuuraa: 5)
Sesekali mereka pun mengiringi do'a untuk para penghuni bumi
dengan tasbih dan istighfar, sebagaimana dalam firman-Nya W:
-*,{,}-iJ 6 )2:a}#-fr;6 3}f\'b}7eJ( }
YJit14, 6jL a L ir V, \3t't; C;Y-,tiil'5
Menyelisik Alam Malaikat 153
"(Malaihat-Malaikat) yang memikul 'Arry dan Malaikat yang berada di
sekelilingnya bertasbib memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-
Nya serta memintakd.n d.rnpun bagi orang-ordng ydng beriman (seraya
rnengucapkan): Ya Rabb kami, rabmat dan ilmu Engkau meliputi segala
ritr,,rr mak a berilah dnxPund.n kep ada ord.ng- ordng y dng bertaubat dan
mengikuti jalan Engkau dan peliharalab mereka dari siksaan Neraka
yangrnenyd.la-nyala. Ya Rabb kami, dan masukkanlab mereka ke dalarn
Surga'Adnyangtelah Engkau janjih,an kepada mereka dan orang'ordng
yang sbalih di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan
keturunan mereka sernu.d. Sesunggubnya Engkaulab Yang Mabaperkasa
lanlagi Mababijaksana, dalt.leliby,yakh mereka dari (balas.an) kejabaan.
orang-ordng yang Engk au pelibara dari (pembalasan) k ejabatan pada hari
itu, maka sesungguhnya telab Engkau anugerahkan rahmat kepadanya
dan itulab kemenangan yang besar.'" (QS. Al-Mu'mi n: 7 -9)
Kadang-kadang juga mereka mengiringi tasbih dengan sujud,
sebagaimana dalam Firman Allah W:
@-Aix;q'-i,;8ili''i(*54i'*b$\lLy
{@m
"sesunggubnya Malaikat-Malaikat ydng ada di sisi Rabbmu tidaklah
nterasd enggd.n beribadab kepada Allab dan ntereka rnentdsbibkan-Nya
dan hanya kEada-Nyalab mereka bersujud." (QS. Al-A'raaf:206)
Para Malaikat melakukan tasbih secara terus-menerus tanPa
merasa bosan, sebagaimana dinyatakan firman Allah \H:
efii-5;Q G (''trK3-1,: i+ "6616 c Jt&y
( @ tfrI.\ 3($b ut'tg":" @ i''i,-.;5-{;
"Dd.n kepunyaan-Nyalab segakyangdi langit dan di bumi. Dan Malaikat-
Malaikat ydng di sisi-Nya, rnereka tiada rnernpunyd.i rasa angkuh untuk,
beribddab kepa.da-Nya dan tiad,a (p"k) lnerd.sd letib. Mereka seklu benasbih
malam dan siangtiada benti-hentinya.' (QS . Al-Anbiyaa': 19-20)
1il lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Tasbih mereka tidak diiringi rasa letih dan putus asa, seperti
halnya dalam firman Allah:
);\b,fi:ux 'o;#"Ai:-e'"i:6\:iUJoy:*
(@ frs;c'tr€r
"Jiba mereka menyombongkan diri, maka mereka (Malaikat)yangdi sisi
Rabbmu bertasbib kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka
tidak jemu-jemu." (QS. Fushshilat: 38)
Para Malaikat pun bertasbih kepada Allah ketika Dia hendak
menciptakan Adam l,Mi. Mereka juga benasbih kepada-Nya ketika
Allah menampakkan diri untuk memutuskan perkara. Begitu pula
ketika penghuni Surga masuk ke dalam Surga-kita memohon kepada
Allah, semoga Dia menjadikan kita termasuk dalam golongan mereka
(y^ngmasuk Surga). Demikian pula ketika penghuni Neraka masuk
ke dalam Neraka-dan kita berlindung diri dari mereka (yang masuk
Neraka) -sebagaimana firman Allah \ffi:
. 1-
,P--9
{ @ ;*l-ti E ;+ 3g,t$ ;;!\ 6.
"Dd,n kamu (Mubammad) akan melibat Malaikat-Malaikat berlingkar di
sekeliling'Arsy bertasbib sambil memuji Rabbnya; dan diberiputusan di
antd.ra hamba-bamba Allah dengan adil dan diucapkan: 'segala puji bagi
Allab, Rabb sernestd. alam.'" (QS. Az-Zumar:75)
Karena kecintaan para Malaikat terhadap tasbih dan banyaknya
tasbih yangmereka lakukan, mereka pun menjadi mulia dengannya.
Allah pun menetapkan mereka dengan sebutan yang menunjukkan
bukti kejujuran mereka, di samping mereka memang berhak atas
sebutan ini, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah \H:
{ 'i,j-5r ifi6-f @'ojni A W y
Menyel isik Alam Malaikat 155
,,Dd.n sesungguhnya kami bmar-benar bershaf-sbaf (dalam menunaikan
perintab AII;b). Dan sesunggubnya kami benar-benar (makhluk yang)
bertasbih (kepada Allah)." (QS. Ash-Shaaffaatz 165-166)
Kebanyakan ayat (mengenai Malaikat) menunjukkan bahwa
mereka bertasbih kepada Allah dengan mengatakan: "Mahasuci Allah
dan Maha Terpuji."
Sifat ini sangat dicintai Atlah d:;1 . Olehkarena itu, Dia memilih
sifat ini bagi para Malaikat untuk bertasbih mensucikan-Nya, sebagai-
mana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah 49., , ia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
'gsJr eauJry6../u*!l &qv;it"- df:ltit,>r*; qusll
tt',-Eltt ,lt Of,.i' 'o;2"1rilt i[i-..i,,
"Ada dua kalim yangsangat dicintai Allah, sangat ringan diucapkan
dan sangat bera^t tdi atas timbangan,yaitv: 'Mahasuci Allah lagi Maha
Terpuji, Mahasuci Allah lagi Mahaagaig."'7
Diriwayatkan dari Abu Dzarr, bahwasanya Rasulullah ffi pernah
ditanyatentang ucapan (kalimat) apakah yangpaling utama. Maka
beliau menjawab:
(.,;-4r rirr iu;..^, :e2\1):i *->L:) Ai,r ;tbl \i ll
"Kalimat yangAllah pilih untuk para Malaikat atau untuk para hamba-
Nyr, yaitu: 'Mahasuci Allah lagi Maha Terpuji."'8
Dalam riwayatnya yartg lain, ia (Abu Dzarr) berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
J;r\;-'&r3 r+t i! r->\31 +U s,lif ;
(t y+2. S itt oW- /rri!;-d(t' U'o\,JA.+rilr->t<3l
?8 Al-Bukhari W2749).Ini adalah hadits terakhir dalam kitab ini.
Shabiib Musli* W /zOgl, ro.273l),Kitab "adz-Dzikr wad Du'a'"
156 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
"Maukah aku beritahukan kepadamu ucapan yang paling dicintai
Allah?' Aku menj awab:'I7ahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku
ucapan yangpaling dicintai Allah.' Beliau bersabda: 'sesungguhnya
ucapan yangpaling di cintai Allah adalah: Mahasuci Allah lagi Maha
Terpuji.''n
Terkadang pula para Malaikat bertasbih tanpa diiringi dengan
pujian, seperti yangdinyatakan dalam firman Allah \H:
}{ @;Si ( $i e {1;6:Y'Y*y-v';e7 63s#U rr
*Mereka mmjawab: 'Mabasuci Engkau, tidak adayangkami kaabui selain
dari apayangtelab Engkau ajarkan krpod" hami; sesunggubnya Engkaulah
Yang Mab a Mengetabui lagi Mababij aksand.. "' (QS. A1-B aqarah: 32)
Adapun do'aparaMalaikat untuk orang-orang Mukmin, hal itu
telah disebutkan dalam banyak nash (al-Qur-an), baik yang bersifat
umum untuk orang-orang Muslim maupun yang bersifat khusus
dengan sebab perbuatan baik tertentu yang dilakukan. Di antara do'a
mereka yarLgumum adalah firman Allah:
Jy
"Diakb yang membri rabrrmt kepadamu dan Makikat-Nya (memobonkan
d,rnpunan untukmu), supdya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan
kepada cahaya (yong terang). Dan adalah Dia Maba Penyayang kEada
ordng-ord.ng yang beriman." (QS. Al-Ahzaab: a3)
Ibnu katsi r'#)5 menjelaskan: "Makna shalawat dari paraMalaikat
adalah do'a dan istighfar mereka untuk manusia,"to sebagaimanayang
diriwayatkan dari Abul'Aliyah."
Sbabiih Muslim W /2093, t:,o- 2731),I{ttab "adz-Dzikr wad Du'a'"
Tafsiir lbni Kaxir @,/a96).
Al-Bukhari Nfr./532 - al-Fat-b), Kitab "Tafsiinrl Qur-aan".
Menyel isik Alam Malaikat 157
D o' a ini-u all aab u a' lam-memiliki pen garuh y ang san gat besar
terhadap tunrnnya rahmat Allah kepada manusia, juga sebagai wasilah
dikeluarkannyamereka dari kegelapan menuju cahaya. Keterangan hal
ini telah disebutkan pada sifat tasbih serta Permohonan amPun mereka
berikut do'anyauntuk kaum Muslimin secara umum.
Adapun tentang do'a mereka secara khusus, adabanyak nash yar,g
menunjukkan do'a Malaikat agar kebaikan diberikan kepada orang
y ang melakukan perbuatan tertentu, di antar anyai
a. Do'a para Malaikat bagi Para Penuntut ilmu dan orang yang
mengajarkannya
Banyak sekali nash yang menuniukkan keutamaan ilmu dan
ulama. Di antaranya adalah para Malaikat mendo'akan ahli ilmu
(ulama), sebagaimana dalam hadits Abud Darda' gb ,iaberkata: "Aku
mendengar Rasulull ah M bersabda:
yAL9- Ptlt toy \3r* tu ,X'o:lt ,Llt ,a
'ayt"6;r\6t;lt J\IJ \3r* aM ll
'.;;J'a=i-iat'rl_Yr,*l
,;V<t -;rt ,F :4\'^:l ;3)\ J^aK tal & putt
g..igir e ,;rr;#li"\lr0'uel-:,,re6\lriir.;i;sl O;;u,yti{l't'tx'o: yAt'l#;i'\'"+Y*t
5tr; $ip
,'ri it(.r\: Y?, i13i'u;\,!5,ilrl t-$3SS ,V5,)>
'Barang siapa yangmenempuh satu jalan untuk tujuan menuntut ilmu
maka Att"h akan membukakan ialan baginya menuju Surga. Sesungguh-
rLy par aMalaikat men ghamparkan sayap-sayaPnya b agi penuntut ilmu
kar^ena ridha terhadap apa yang ia perbuat. Keutamaan orang 'alim
(ahli ilmu) atas orang'abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan pada
malam purnama di atas semua bintang-bintang. Sesungguhnya orang
alim itu akan dimintakan ampunan untuknya oleh semuayangada di
158 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
langit dan di bumi, hingga ikan-ikan yang ada di dasar laut. Sesung-
guhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi itu tidak
mewariskan dinar dan dirham, melainkan merekahanya mewariskan
ilmu. Maka dari itu, barang siapa yargmemperolehnya (ilmu) berarti
ia telah mengambil bagian yangcukup.'"r2
Dari Abu Umamah al-Bahili gb , ra berkata: "Rasulull ah M
mencerit akan tent an g (p e rb andin gan antar a) s e o ran g'a b i d (ahli i b adah)
dan seorang'alim (ahli ilmu), seraya bersabda: 'Keutamaan seorang
ulama atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan diriku atas orang yang
paling rendah di antara kalian.' Kemudian, Rasulullah M bersabda:
'sesungguhnya Allah, Malaikat-Malaikat-Nyr, penghuni langit dan
bumi, hingga semut di dalam sarangnya dan ikan (paus) benar-benar
bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia."' t3
Perhatikanlah, wahai saudaraku penuntut ilmu, mengenai
keutamaan ilmu. Hendaklah Anda senantiasa bersemangat dalam
menuntut ilmu dan ikhlas supaya dapat memperoleh pahala dan
keutamaannya di dunia dan di akhirat.
b. Do'a Malaikat bagi orangyar,g menunggu shalat dan bagi
yangduduk di masjid setelah shalat
Banyak hadits yang diriw ay atkanmengenai keutamaan menunggu
shalat dan keutamaan duduk di dalam masjid setelah shalat. Di antara-
nya adalah do'a para Malaikat untuk mereka sebagaimana yang di-
sebutkan dalam hadits Abu Hurairah 4r , bahwasanya Rasulullah ffi
bersabda:
&#iu og,f;,.t' $GOrri Y?*i[',Fk+xl;
,irx((.iFrl
.l1r tl o .I r .alr
e4J ..0-gl
Imam Ahmad dalam Musnad-rrya ff / 195),Abu Dawud @./317), Kitab "al-Ilm". At-Tirmidzi (IVl
153), Kitab "al-Ilm". Ibnu Majah (V81), dalam al-Muqaddimah dengan sanad hasan. Al-Hafiz berkata
dalamal-Fat-b $/L60): "Hadits ini memiliki baryaksyahid (alur penguat) yang mendukungnya."
Dan lihat ShabiihJaami'Bayaanil'IbnkaryaAbul Asybal az-Zrhairi (hlm. 39, no. 61).
l3 At-Tirmidzi W/154), Kitab "al-'Ilm". Ia berkata: "Derajat hadits ini basan ghaib shahib."Lihat
Sbabiih taami' Bayaanil 'Ilmkarya Abul Asyabal az- Zthari (hlm. 40, no. 65).
Menyelisik Alam Malaikat 159
"Malaikat bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama
ia masih berada di tempat shalatnya dan selama ia belum berhadats.
Malaikat itu pun berdo'a: 'Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmati-
lah dia.'"to
Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim, Rasulullah ffi bersabda:
J*S ;>r3r W- SG O. oK Y ii6,l- < Jq'i rr
iA*K.o Ji
J;, *)' S1,:t #t.i$,'ass->at
"Seseorang dinilai tetap shalat selama dia masih berada di tempat shalat-
nya untuk menunggu shalat fterikutnya). Malaikat akan berkata: 'Ya
Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.' hingga ia berpaling
(keluar) atau berhadats."rs
c. Do'a Malaikat untuk orang yang berada pada shaf perrama
dalam shalat
Para Malaikat berlomba untuk berada di shaf Pertama ketika
mereka bershaf (berbaris) untuk menghadap Allah dan merapatkan shaf
mereka. Oleh karena itu, Nabi ffi menyuruh kita agar mencontoh
mereka, sebagaimana sabdanya:
i^x\S;i#6f s,'t$itLt \ifirrJU, i'A'UrrtOetHi,j '',^j b6'aoa"p;-;d-ir'b'LL3.dj r,-i^23p
(*44\o
"Mengapa kalian tidak bershaf sebagaimana para Malaikat bershaf
di sisi-Rabbnya? Mereka menjawab: ''wahai Rasu1ullah, bagaimana
para Malaikai bershaf di sisi Rabbnya?' Beliau menjawab: 'Mereka
menyempurnakan shaf dan meraPatk attnya."' t6
ra Al-Bukhari (./L71, no.434), Kitab "a1-Masaajid".
15 Muslim (I/449450), Kitab "al-Masaajid".
16 Muslim $/322, no. 430).
160 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Lantaran kecintaan terhadap orang-orang yang berdiri di shaf
pertama, para Malaikat pun mendo'akan mereka, sebagaimana
disebutkan dalam hadits al-Bara' bin'Azib QF.,,iaberkata: "Rasulullah
ffi memeriksa shaf dari ujung ke ujung. Beliau juga mengusap dada
dan pundak kami lalu bersabda:
'^zs-i;Srrr 3! )),iA 6Kt xt$* -aWtil\ri11y
*ak((.,I"il +'-i3l
'Janganlah kalian bercerai berai yang menyebabkan hati-hati kalian
ikut bercerai berai.' Beliau juga bersabda: 'sesungguhnya Allah dan
Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-ora ng yangada di)
shaf penama."'17
Dalam satu riwayat dari an-Nasa-i: "Sesungguhnya Allah dan
Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat kepada (untuk) shaf yang ter-
depan."r8
Dan dalam satu riwayat dari Ibnu Majah: "sesungguhnya Allah
dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat kepada shaf yang pertama."re
d. Do'a Malaikat untuk orang-orang yang menyambung shaf
dan mengisi barisan yatgkosong
Telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa para Malaikat r>isl
menyempurnakan shaf penama dan mengisi barisan yangkosong serta
rapatdalam bershaf. Untuk itu, mereka berdo'a dan bersalawat untuk
orang yangmelakukan hal tersebut, seperti yarTgterdapat dalam hadits
'Aisyah q$, , ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
611 ,J'.A\ O)41 \&tB$.t Aktas.J;-roltt ol ll
+;<<.*.:3q ii,l ,t / o'.
-
^;t5
17 Abu Dawud (I/178, ro.664), Kitab "ash-Shalaah".
'r8e An-Nasa-i (tr/90). no.997), Kitab "Imaamatus Shalaah." Hadits tersebur memiliki banyak jalur.
Ibnu Majah (V318,
Diriwayatkan dari 'Abdurrahman bin 'Auf, an-Nu'man bin Basyir, Jabir, dan Abu'Umamah.
Semua jalurhaditstersebutshahih" LrharSbahiibulJaami'(I/L33,no. 1835, 1838).
Menyel isik Alam Malaikat 161
"sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Ny, bershalawat atas orang
yangmenyambung (merapatkan) shaf. Barang siapa berkenan mengisi
shaf yang kosong niscaya Allah akan mengangkat deraiatnya."2,
e. Do'a Malaikat untuk orang yangbershalawat kepada Nabi ffi
Bershalawat kepada Nabi ffi termasuk amal yangpaling utama
di sisi Allah wi . Oleh sebab itu, barang siapa yang bershalawat
kepada Nabi ffi niscaya Allah akan bershalawat kepadanya dan me-
merintahkan Malaikat-Malaikat-Nya untuk bershalawat kepadanya.
Hal ini sebagaimanayangdisebutkan dalam hadits'Amir bin Rabi'ah,
dari Nabi ffi, bahwasanya beliau bersabda:
W,# kv &L4>a\ 4b e:-; $-",.F *dP u ))
u*:1ul!,?iir
"Tidak ada seorang Muslim pun yang bershalawat kepadaku, melainkan
Malaikat akan bershalawat kepadanya sebanyak ia (orang tersebut)
bershalawat kepadaku. Maka hendaklah seorang hamba memberikan
sedikit atau banyak dari shalawat itu."2'
f. Do'a Malaikat bagi orangyartg menginfakkan hananya di
jalan Allah
ffiDari Abu Hurairah QF, , ia berkata bahwa Nabi bersabda:
*rrr't-,-i Jrr;,g'i;** gKl;.il * lqrl V" pi cY n
((.U15 K,r:) LLi*ll :;'il ig:6tW LL\
"Tidak ada satu hari pun ketika seorang hamba berada pada waktu
pagi, melainkan terdapat dua Malaikat yang turun. Malaikat Pertama
20 Imam Ahmad dalamMusnad-nya (W98).Ibnu Majah (L/318, no. 995), Kitab "Imaamatus Shalaah"
dengan sanad Shahih. Llhat Sbahiibul taami'(V135, no. 1839).
2t Imain Ahmad dalam Musnad-.ry" dao Ibnu Majah (./294, no.9O7), Kitab "Iqaamatus Shalaah"
dengan sanad hasan. Lihat Shahiibul Jazrni' $/174, no. 5620).
162 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
mengatakan: 'Ya A1lah, berilah ganti kepada orang yangmenginfakkan
hartanya.'Adapun Malaikat yanglainnya berkata: 'Ya Allah, berilah
kehancuran kep ada o ran g y ang menahan hartafly a."' 22
An-Nawa wi'+!$5 berkata: "P araulama mengatakan bahwa y ang
dimaksud infak di sini adalah membelan jakan harta untuk tujuan
ibadah, akhlak mulia, na{kah keluarga, menjamu tamu, sedekah, dan
yanglainnya; selama amal itu tidak tercela dan tidak termasuk boros.
Sementara itu yang dimaksud dengan kata "menahan" dalam konteks
celaan adalah tidak membelanjakan (hananya) untuk hal-hal (kebaikan)
tersebut."'3
Ibnu Hajar'qii)H mengatakan: "Al-Qurthubi berpendapat bahwa
hal itu mencakup semua y^ng wajib dan yang sunnah. Akan tetapi,
orang y^ngtidak berinfak untuk hal-hal sunnah tidak berhak atas do'a
ini. Terlebih lagi bagi orangyang sangat bakhil, yar,g hatinya tidak
merasa senang dengan mengeluarkan kewajibannya meskipun ia (tetap)
mengeluarkannya."'2a
g. Do'a Malaikat untuk orang-orang yang makan sahur
Sahur adalah hidangan penuh berkah yang diperintahkan dan
sangat dianjurkan oleh Nabi ffi. Yangmenarik di dalam makan sahur
adalah sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat
atas orang-orang yang makan sahur, sebagaimana disebutkan dalam
hadits Ibnu'Umar up.s,, bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
\& 3ki,as_*1 .i,t 3l ll
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat atas
orang-ora rtg y ang makan sahur. "25
-22 Al-Bukhari (II/304, ro. 1442 al-Fat-b), Kitab "az-Zakaah. Diriwayatkan juga oleh Muslim
W700, no. 1010), Kitab " az-Zakaah" .
23 Syarh an-Nawawi (7 / 95).
Fat-bal Baai (Itrl305).
25 Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban sebagaimana dalam al-Mautaari.d (880) dengan sanad hasan. Lihat
Sikilatul Abaadiits asb-Shabiihab (no. 1654).
Menyel isik Alam Malaikat 163
h. Do'a paraMalaikat untuk orang yangberpuasa iika ada yarlg
makan di rumahnya
Dari Ummu'Amarah binti Ka'ab al-Anshariyyah, ia bercerita:
"Nabi ffipernahmasuk untuk menemuinya. Lalu, aku memberinya
makanan, namun beliau bersabda:'Makanlah.' LJmmu'Amarah
menjawab: 'Aku sedang sbaum (puasa).' Rasulullah M pun ber-
sabda:
t
,Fe6\3!li,loJl gt2-/'4L-q zPto.ory
js.\ \\\-'a13-Xtt Ot,
4.1-9
K.\:;6-& iu6.';s
' Sesunggu hny aorang y angberpuasa dishalawati oleh para Malaikat j ika
adayangmakan di sisi (rumah)nya hingga mereka selesai atau hingga
mereka kenyang."'26
i. Do'a Malaikat bagi orang yangmenjenguk orang sakit
Diriwayatkan dari'Ali bin Abi Thalib, ia berkata: 'Aku men-
dengar Rasulullah ffi bersabda:
kegL; ;i'i SAz r{L tSil,iK iF,l61t ls;L,e
* kK.e:^",F ;i'i aAz r{L rw' oK oY:' G;;
'Apabila seseorang menjenguk saudaranya sesama Muslim, maka ia
seperti berjalan di taman-taman Surga,27 hingga ia duduk. Setelah
duduk, ia akan diliputi rahmat. Jika (ia melakukannya) di waktu pagi,
At-Tirmidzi Wjug1a41oi,ehnoIb.7n8u2u);1da^lhamg/Asbstooa,nabou.sb17aS8b),iyKaiatarnb.I"aasbhe-Srkhaiytaa:am"H". aD{itesmiinkiiahnaspaunlasAhhamhiha.d"
Diriwayatkan
dalam Musnad-ny a ff U 439).
Khirafatul Jannab, artinya memetik b:uahrrya. An-Nibaayh QI/24).
164 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
maka 70.000 Malaikat bershalawat kepadanyahinggasore hari. Sedang-
kan jika ia melakukannya pada waktu sore, maka 70.000 Malaikat
bershalawat kepadanya hingg a pagi hari.' "28
j. Malaikat mengaminkan do'a orang yangberada di dekat orang
sakit atau orangyangsedang sekarat
Seyogianya orang yeng berada di sisi orang yang sedang sakit
atau sekarat mendo'akannya dan menghindari do'a yang buruk
untuknya. Boleh juga mendo'akan atas diri dan keluarganya, seperti
yarTg diriwayatkan bahwa p^ra Malaikat mengaminkan do'a orang
yrngberada di sisi orang sakit atau sekarat.
Dari Ummu Salamah tle}s,, ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
'ipti! lo*ht )ct9 'eu-ie\'aF ,W ri$13 6?\ ri ,?4\
("iiFY lP
'Jika kalian hadir di sisi orang sakit atau mayit, maka berdo'alah dengan
kebaikan karena sesungguh ny a para Malaikat mengaminkan apa yang
kalian ucapkan.'"2e
k. Malaikat mengaminkan do'a seorang Muslim yang mendo'akan
saudaranya
Dari Abud Darda' *!b , ia berkata bahwa Rasulullah ffi ber-
sabda:
1il3 i)Jx\ ju'i1,;.rlr
tl, o E ll
*'l *cr((.41+
r4.. -*x-
'Tidaklah seorang Muslim mendo'akan saudaranya ketika sedang
tidak berada di sisinya (tanpa sepengetahuan saudaranya), melainkan
Malaikat berkata: Semoga engkau mendapatkan hal yangsama.''
Imam Ahmad dalam Musnad-nya S./81). Abu Dawud (try185, no. 3099), Bab "Fadhlul 'Ibaadah"
dan ia berkata: "Sanad hadits ini berasd dari 'Ali, dari Nabi ffi, yangdiriwayatkan oleh lebih dari
satu jalur adalah shahih. Ibnu Majah (/465,r,o.L442) dengan sanad shahih. Lihat SbahiihulJaatni'
Q./247, no.695).
Muslim F./633, no.919), Kitab "al-Jaraa-i2".
Menyel isik Alam Malai kat 165
Dalam riwayat lain, Ummu DardE-' +!E' berkata: "Tuanku
memberitahukan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Rasulullah
ffi bersabda:
((.#,,, as;;i,y,SAte-u.jr i15,,-iJ \ #r *'1.v3 yl>
'Barang siapa yangberdo'a untuk saudaranya ketika sedang tidak ada di
sisinyaltanpa sepengetahuan saudaranya) maka Malaikat yang ditugaskan
untuknya akan berk ata:' Aamiin, semogaengkau mendapatkan hal yang
sama."'30
An-Nawa*i '#)H menjelaskan: "Dalam hadits tersebut (terdapat
dalil) diperbolehkannya seorang isteri memanggil suaminya dengan
sa1ryid (tuan) untuk menghorm atinya." 3l
1. Do'a Malaikat untuk roh orang-orang Mukmin
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ry, ia berkata: "Apabila roh
orang Mukmin keluar (dari jasadnya), maka roh itu akan langsung
diamtil oleh dua Malaikat lalu dibawa naik."-Hammad (perawi)
berkata: Lalu, guruku menyebutkan harum rLya ar omayang dikeluarkan
roh tersebut dan menyebut-nyebut minyak kesturi-ia (Abu Hurairah)
berkata: Penghuni langit (para Malaikat) berkata: 'Duhai ruh yang
baik, y^ng datangdari bumi, semoga Allah senantiasa melimpahkan
kesejahteraan kepadamu dan kepada jasad yangpernah engkau diami.'
Lantas, Malaikat itu membawa roh tadi kepada Rabbnya, kemudian
Allah berkata: 'Bawalah ia ke akhir temPat (ke Sidratul Muntaha,
atau sampai akhir umur dunia).r, Perawi melanjutkan: "sesungguhryra
orang kafir apabila rohnya keluar-Hammad berkata: 'Lalu, guruku
menyeb.rtkan busuknya dan menyebut-nyebut laknat-kemudian
penghuni langit (Malaikat) berkata: "'$7'ahai Roh keji ya\qdatang dar_i
tumi," hingga dikatakan kepadanya: "Bawalah dia ke akhir rempat."
Abu Hurairah berkata: "Maka Rasulullah ffi kembali meletakkan kain
halus miliknya di atas hidungnya, sePerti begini ..."33
30 Muslim W2094, no.2732),Kitab "adz-Dzikr wad Du'aa'"
3l Syarh an-Nawatoi SYn/ 50).
Yaitu ke Sidratul Muntaha, atau ke akhir ajal dunia.
33 Muslim W /2202, no.2872), Kitab "al-Jannah".
r66 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
m. Do'a Malaikat dengan mengucapkan salam (agar mendapatkan
keselamatan) pada kedua tepi asb-Sbiratb:
Dari Abu Sa'id al-Khudri gb ia berkata: "Suatu ketika, Rasulullah
ffi berbicara tentang syaf.aat,Beliau bersabda:'Sesungguhnya manusia
akan ditampakkan di atas jembatan Jahannam yang di atasnya ada
tumbuhan dan besi berduri yangmenyambar manusia, sedangkan pada
kedua sisinya terdapat Malaikat yangberdo'a: 'Ya Allah, selamatkanlah,
selamatkanlah.'"30
Para Malaikat mendo'akan orang-orang Mukmin dan bershalawat
atas mereka serta memohon ampunan untuk mereka. Sebaliknya,para
Malaikat membenci orang-orang kafir, melaknat mereka, dan turun
dari langit untuk mengadzab mereka. Lebih dari itu, paraMalaikat juga
membantu orang-orang Mukmin untuk menghancurkan orang-orang
kafir, sebagaiman ayarLgteqadi dalam peperangan yang dipimpin Nabi ffi.
Nash-nash dari al-Qur-an dan as-Sunnah sangat banyak mengenai hal ini.
Di antara dalil-dalil dari al-Qur-an adalah firman Allah \H:
t<43t $\A #;;;;i;ts i,,il,;,WcJi6r F
{@(6e\35
"sesunggubnya orang-orttng kafi.r dan mereka mati dalam keadaan
kafir, mereka itu mendapat laknat Allab, para Malaikat dan manusia
seluruhnya. " (QS. Al-Baqarah: 161)
Dan firman Allah W:
rtJF;i "i'ftryi W-V36 1-t;''^ ("; fii,s SS *
[)-1'3 @ a+9, i'r;ii.ry;-7,ii,ti"X4i #;(.?;
{ '*;.4 c6?'r<i$V ;iti'rA 4;1J etr;
3a knam Ahmad dalam Musnad-nya @,/26) dengan sanad shahih. Lihat Musnzd Abmad (XVIV298)
dengan tah qi4 al-Ar na-uth.
Menyelisik Alam Malaikat 167
"Bagaimana Alkb akan mmunjuki suatu kaum yang kafi.r sesudah mereka
beriman, sertd. rnereka telah n'tengakui babwa Rasul itu (Muhammad)
benar-benar Rasul, dan keterangan'keterangd.n Pun telab datang kepada
mereka? Allah tidak menunjuki orang'orang ya.ng zbalim. Mereka itu,
balasannya ialab babuasanya laknat Allab ditimpakan kepada mereka,
(demikian pula) laknat para Malaikat dan manusia selurubnya." (QS.
Ali'Imran: 85-87)
Laknat dari Malaikat ini-kita berlindung diri kepada Allah
dari laknat ini-senantiasa menyertai pelakunya sampai hari Kiamat,
sebagaimana firman Allah \1{9:
5,!AqitYoo ;'i J&
;iWc/":%iiiw.y.v*:t./ /
t,// , 2./ /
{@t'6iLgi'
"DAn sia.pakab yang lebib zbalim daripada orrtng yd.ng membuat'buat dusta
terhadap Allah? Mereka itu akan dibadapkan kepada Rabb mereka dan
para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terbadap
Rabb mereka.' Ingatlab, kutukan Allab (ditimpakan) atas ordng'orangyang
zhalim. (Yoit") orang-orangyang mmgbalangi (manusia) dari jalan Allah
dan mengbendaki (supayQ jalan itu bengh,ok. Dan mereka itulah ord.ng-
ord.ngydng tidak Percq)d. ahan adanya bari akbirar." (QS. Hud: 13-19)
Al-asyhaad (para saksi) yangdisebutkan dalam ayatiniadalah para
Malaikat. Adapula yangmengatakan mereka adalah para Malaikat, para
Nabi, para Rasul, serta semua manusia dan jin. Yang menjadi syahid-
nya adalah bahwa para Malaikat melaknat orang-orang kafir pada hari
Kiamat. Semoga Allah melindungi kita.
Al-Qunhubi berpendapat bahwa al-asybad adalah para Malaikat
penjaga. Ia menyebutkan hal itu sesuai dengan riwayat dari Mujahid,
168 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
al-A'masy, dan yanglainnya.3t Di samping itu, mereka juga melaknat
penghuni Neraka pada hari Kiamat setelah pintu Surga dibukakan bagi
para penghuninya, sebagaimana firman Allah \H:
;i i6gq$6c6r, i 6 )$i G {9,#1 -u"$y
i*ei ;iA #\ti'i:v ;',}ik'SJ{ @ i; J ";,c"Dan pmgltuni-penghuni Surga berseru hepada pmghuni'pmgbuni Neraka
(dengan mengatakan): 'sesunggubnya kami dengan sebenarnya telab
memperoleb d,pd yang Rabb kami menjanjikd.nnyd. kEada kami. Maka
apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnyd. apd. (adzab) ydng
Rabb kamu menjanjikannyd. (kepadamu)?' Mereka (penduduk Neraka)
mmj auab:'Betul.' Kemudian seorang penyeru (Malaihat) rnengurnumkan
di antara kedua golongan itu: 'Kutukan Allab ditimpakan kepada ordng'
orangyang zbalirn.'" (QS. Al-A'raaf: 44)
Al-Qurthubila1r-"berkata:"4#.nu:';t:Jirlbermaknaseruandan
suara penyeru dari Malaikat."36
Telah disebutkan bahwa para Malaikat melaknat roh orang kafir
dan berkata: "Roh keji yang datang dari bumi.""
Diriwayatkan juga bahwa para Malaikat berdo'a agar ditimpakan
adzabdan kemurkaan atas suatu kaum disebabkan perbuatan-perbuatan
buruk mereka, di antaranya:
n. Laknat Malaikat atas orang yangmelakukanbid'ah ftemung-
karan) di Madinah
Dari Anas 45 , dari Nabi ffi beliau bersabda:
L;\tj 3:1 1S6F'*i rK ittK b ?"^il+rt n
,ig\)11.ffii ,A.ter,jur ,{i;3'a-// o I ltltitL>- C,,,ot-4t>l o.
4-:rJ g,o
15 Tafsiir al-Qurtbubi [X/18).
36 Tafsiir al-Qurtbubi SII/209).
" H"ditr tersebut diriwayatkan oleh Muslim (no.2782). Lihat pada halaman yang telah lalu.
Menyel isik Alam Malaikat 169
-t
"Madinah adalahtanah haram (wajib dihormati) dari batas ini hingga
batas ini. Tidak boleh menebang pohon-pohonnya dan tidak boleh
melakukan kemungkaran di dalamn ya. Barangsiapa yarLgmelakukan
kemungkaran di dalamnyamaka dia akan mendapatkan laknat Allah,
para Malaikat, dan semua manusia."'8
Dalam Shahiib Muslim disebutkan riwayat dari Abu Hurairah
EE' dariNabi ffi bersabda:
'xA 413 qZ 6\ )it3; \# ,r-;i ;rt ?r *l\ n
fi\s Lie ,:,@\ ?;'^, 1 C-i;i ,-,r9ri tL{af +r
rcJ?
"Madinah adalahtanah haram (wajib dihormati). Barang siapa yang
melakukan kemungkaran di dalamnya ata:u melindungi orang yang
melakukan kemungkaran maka dia akan mendapatkan laknat Allah,
para Malaikat, dan semua manusia; bahkan tidak diterima darinya
ibadah" dan taubatnya pada hari Kiamat.n40
Ibnul Atsir berkata: "Al-badats adalah kemunkaran, yaitu sesuatu
yangtidak dilakukan dan tidak dikenal dalam as-Sunnah. Sementara
/a I - m u h d it s a I - m ub dat s, seb a gaima na riw ay at y ang ada, adalah ditulis
den gan h arakat k as r ab dan/ ataufat- b ah p ada huntf. dal- ny a, y aitu dal am
bentuk subjek dan/atau objek. Adapun dengan kasrah, maknanya
adalah orang yarlg membela, melindungi, atau menyembunyikan
pelaku kejahatan dari lawannya, serta menghalanginya agar tidak
meng-qishash-nya. Adapun dengan harakat fat'hah, maka maknanya
adalah perkara bid'ah (kejahatan) itu sendiri.
Makna iiuaa'dalam hadits tersebut adalah ridha dan sabar atas
(pelaku)nya. Sebab, siapa saja yang ridha dengan perkara bid'ah dan
38 Al-Bukhari @./661, no. 1768), Bab "Fadhlul Madinah" dan Muslim (no. 1366), Kitab "al-Hajj",
Bab "Fadhlil Madinah."
39 Al-Adl: al-qarbab (ibadah), ada yang mengatakan: "amalan waiib ." Asb-Sharf, "Taubat, namun ada
y"rrg mengit"kan "amalan sunnah". (An'Nibaayah tm/1901).
40 Muslim (no. L37L).
170 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
mengakui pelakunya serta tidak mengingkarinya berarti sama saja ia
telah melindunginya.
Dalam sebuah hadits disebutkan: 'Hendaklah kalian menjauhi
hal yang diada-adakan (muhdatsaatil umuur). Kata muhdatsaat adalah
bentuk jamak (plural) dari kata rnubdatsah, yaltu yangtidak dikenal
dalam al-Qur-an, as-Sunnah dan ijm4"'.0'
Dengan demikian, perkara yang dilaknat oleh Malaikat, baik
pelaku maupun penolongnya, adalahmengadakan bid'ah dalam agama.
Mengingat kota Madinah adalah tempat bertolaknya (pusat) agama
Islam dan tempat yang menjadi kecenderungan hati orang-orang
Mukmin serta menjadi pusat keimanan; maka seolah-olah perbuatan
yangdilakukan di dalamnya itu sama dengan sunnah. Sebab, orang
ytrrgmelihat perbuatan penduduk Madinah akan menyangka hal itu
adalah sunnah dari Nabi ffi. Oleh karena itu, melakukan perbuatan
bid'ah di sana lebih berbahaya daripada di tempat lainnya.
Semua bid'ah itu sesat, sebagaiman yangditegaskan oleh Nabi
ffi dalam sabdanya:
dsv r+-'\xu +r 'xa 4tl\r2 6i 3i6;e.',;i' p
(6**i
"Barang siapa yangmengada-adakan sesuatu yangbaru atau melindungi
orang yangberbuat hal baru maka ia akan ditimpa laknat Allah, para
Malaikat, dan manusia semuartya."42
Akan tetapi, lebih berbahayadan keji lagi jika bid'ah itu dilakukan
di Madinah. Pelakunya akan mendapatkan ancaman keras, sePerti yang
telah disebutkan dalam hadits terdahulu.
Maka dari itu, hendaklah seorang Muslim berhati-hari agar tidak
terkena siksaan yangkeji ini. Hendaknya pula ia lebih memperhatikan
sunnah Nabi ffi, terlebih lagi bagi penduduk Madinah.
at An-Nibaayah 0/351). Musnad-nya (/1L9) dari 'Ali $a , secara panjang dan dengan sanad shahih.
a2 lmam Ahmaddalam
Lrhar Musnad Ahrnad (IIl958), dengan tabqiq Ahmad Syakir.
Menyelisik Alam Malaikat 171
ffio. Laknat Malaikat bagi orang yang menc elaparaSahabat Nabi
Allah Mj. telah memuji dan menyanjung para Sahabat Nabi
dalam al-Qur-an, serta menyebut sifat mereka yarLg belum pernah
disebutkan untuk orang lain setelah para Nabi. Hal itu semata-mata
karena keagungan kedudukan mereka di sisi Allah. Allah W menyata-
kan bahwaparasahabat ridha kepada Allah dan Allah ridha terhadap
mereka. Allah pun menielaskan kedudukan mereka kepada orang-
orang yangditurunkan kepada mereka kitab Taurat dan Injil (Ahlul
Kitab).
Allah \H berfirman:
K: r+J 6 # rfuw d'i1 ia'"!';\ J;, 31 y
a:"r$i jU ryA c iaic*; $riih i;+.(e"
WtJ*,i,*'(t,eili'*;G, :Wiibb'd. 4d;&,yi;,i4a,f-iti;,r;"*';;Agifcia$
fr( @ W Gl5'rfr .{.r$i \}.4 t}Jt;
"Mubammad itu adalab utusan Allab dan orang'orang yang bersarna
dmgan dia ddalab keras terbadap ordng-orumgkofir, tetapi berkasib saryang
sesd.rna mereka, hamu libat merekaruku dan sujud mmcarikaruniaAllab
dan keri.dhaan-Nya, tanda-tanda mcreka tampak pada muka mereka dari
bekas sujud. Demikianlab sifutsifut mereka dalam Taurat dan sifutsifut
mereka dalam Inj il, yaitu seperti tand.nxdn ydng mengeluarkan trtndsnya
maka tunds itu menjadikan tand,rndn itu kuat lalu menjadi besarlab
dia dan tegak lurus di atas pokoknya; td.narna.n itu merryenangkan bati
pen andrn-pend.ndlnnyd karena Allah bendak menj engkelkan hati ordny'
orang kafir (d.engan kekuaun ord.ng-ordng Mukmin). Allab mmianj ikan
kEofu orang-ordng y ang beriman dan mengerj akan amal yang sbalib di
antdra rnereha arnPunan dan pabala yang bsar." (QS. ,erl-Fat-h:29)
172 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
, t/11
}Pa-r-.,t
i/; <ii *v,'r)'$
;rJ(t t6'i 5 l#i'r'b);'r\ .a ; { 16
?'LL'7LYA) ,)iL;i-Y,', iirFL {ifti .z^*,
L/:;+,
\1,#
\
@\7 ;Vrt :JJ;ii A:ui;7'J t;et"-$ 3i!'ii
f-l
"Orang-orang ydng terdabulu lagi yang pertdm.d.'tama (masuk Islam)
di antara ord.ng-ordng Mubajirin dan Ansbar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allab ridha kepada mereka dan mereka
pun ridha kepada Allab dan Allab menyediakan bagi mereka Surga'
Surga ydng mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di
dalamnya selama-lamd.nya. Itulah hemenangan ydng besd.r." (QS- At-
Taubah: 100)
Masih banyak nash-nash al-Qur-an y^ng semakna dengan ayat
ini; hadits pun demikian. Semua dalil tersebut sarat dengan pujian,
sanjungan, dan penjelasan tentang sifat para Sahabat yang baik;
serta menerangkan bahwa mencintai mereka termasuk keimanan,
sedangkan membenci mereka berarti kemunafikan. Mengenai dalil
diharamkannya mencela dan mencaci Sahabat Nabi M, di antaraflya
adalah hadits'Imran bin Husain <!F', ia berkata bahwa Rasulullah ffi
bersabda: '?'&*ajr 6,l.o-
K'e*air /t 0".$ 3.nl-il- ))
-
"sebaik-baik ummatku adalah yanghidup semasa denganku (generasi
Sahabat),lalu pada masa setelah masa mereka (fabi'in), kemudian pada
masa setelah masa mereka (Tabi'ut tabi'in)."
'Imran berkata: "Aku tidak tahu pasti apakah Nabi menyebutkan
dua atau tiga masa setelah masanya. @eliau mengabarkan pula bahwa)
akan muncul setelah kalian kaum yangmenjadi saksi, padahal mereka
tidak pernah diminta menjadi saksi. Mereka berkhianat dan tidak Patut
diberi amanat. Mereka bernadzar, tetapi tidak memenuhi nadzarnya.
Tampak pada diri mereka kegemukan."o3
a3 Al-Bukhari0flJ,/1335,ro.3449),Kitab"Fadhaa-ilushShahaabah".DiriwayatkanjugaolehMuslim
W / 19 64, no. 2535), Kitab "Fadhaa-ilush Shahaabah".
Menyel isik Alam Malaikat 173
Nabi ffi telah menegaskan bahwa fungsi keberadaan para Sahabat
adalah sebagai amanah bagi ummat manusia, sebagaimana disebutkan
dalam hadits riwayat Abu Burdah dari ayahnya, ia bercerita: "Kami
pernah shalat Maghrib bersama Rasulullah M. Setelah itu, kami
berinisiatif untuk duduk-duduk (menunggu) hingga shalat 'Isya' bersama
beliau." Ia (Abu Burdah) melanjutkan kisahnya: "Maka kami pun
duduk (menunggu).' Tidak lama kemudian, Rasulullah menghampiri
kami dan bersabda: 'Kalian masih di sini?'Kami menjawab: ''S7ahai
Rasulullah, seusai shalat Maghrib bersamamu, kami berinisiatif untuk
menunggu hingga kami mengerjakan shalat'Isya' bersamamu.' Beliau
bersabda: 'Kalian telah berbuat kebaikan dan kalian benar."'
Abu Burdah berkata: "Kemudian, beliau berkali-kali mengangkat
kepalanya (melihat) ke atas langit lalu bersabda:
v ;\At Si ;7,3r *Gi \\\) r\A)
g\;)i S\,X1
uv;is,i:'-*iy
*;i
;;enI il!
ul'rL$ a;\ Ap*1' -
rig
t9^.,9
(.$"e;U G,J9Iit ,i/ii9lpi,tE;l 9 .tjs.,6)-!
€"') "ti
"Bintang-bintang itu adalah amanah (p."jrg;iangit. Jika bintang-
bintang itu hilang, maka langit akan ditimpaapayangtelah dijaniikan
kepadanya. Aku adalah amanah (penjaga) bagiparaSahabatku. Apabila
aku telah pergi, maka para Sahabatku akan ditimpa apayangdijanjikan
kepada mereka. Para Sahabatku adalah amanah (peniaga) bagi ummatku.
Kalau Sahabatku telah pergi, niscaya ummatku akan ditimpaarpayang
telah dijanjikan (ditetapkan) kepada mereka."*
Rasulullah;[# memperingatkan orang y^ng mencela dan me-
ngurangi (hak) para Sahabatnya, sebagaimana sabdanya:
i t'3\ *ir-a ,u\t-L\ ..j 'f ll
->
((41, ?';;ie + i'"',1 :rri\\; q6 i *i,W #\
* Muslim W / 1961, no. 2531), Kitab "Fadhaa-ilush Shahaabah"
174 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
'Janganlah kalian mencela Sahabat-Sahabatku! Janganlah kalian mencela
Sahabat-Sahabatku! Demi Allah yangjiwaku berada di tangan-Ny",
seandainya salah seorang kamu membelanjakan emas sebesar Gunung
Uhud, maka sungguh ia tidak akan pernah mencapai (keimanan
mereka) walaupun hanya seberat satu mudd atau sepanrhnya."as
Para Malaikat rffiu mencintai orang yang mencintai Allah dan
Rasul-Nya. Sebaliknya, mereka memusuhi orang yang memusuhi
Allah dan Rasul-Nyr. Oleh karena itu, Malaikat mencintai Sahabat-
Sahabat Nabi ffi dan memusuhi serta melaknat orang y^ng mencela
dan memusuhi mereka.
Dalilnya, adalah hadits Abu Hurairah 4b , ia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
;,iv;+fu r>ri Li $),ira S"h v', \",b +ilil 4iil 3!
*k6$ U'^ittst,&d; rr:-'"Jtg-g;6 i S*';;*
ar ;4i tsf, .re)\\ o- i;l\ {)'e;p'i6,2\1!)\ j;i'^i*
kisb,^*,j\3,:4G r>G jL,J;r; #b vt \-3c
f*#,iu,tfifu f*,Aejrt o! :2\:1)\,1,ti p,rrq Fj
((...pJ'jl d-L\2;1\'it '€"; -n
"sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil
Jibril lalu berkata: 'sesungguhnya aku mencintai Fulan, maka cintailah
dia.' Rasulullah melanjutkan: 'Orang itu pun dicintai Jibril yang
kemudian berseru di langit dengan berkata: 'sesungguhnya Allah
mencintai Fulan, maka cintailah dia.' Orang itu pun dicintai oleh
seluruh penghuni langit hingga kemudian menjadi makhluk yang
dicintai di muka bumi. Demikian pula, apabila Allah membenci
a5 Al-Bukhari dalam Sbahiib-nya UI/1343) dari Abi Sa'id al-Khurdri. Muslim (no. 2540), Kitab
"Fadhaa-ilush Shahaabah."
Menyelisik Alam Malaikat 175
seorang hamba, Dia menyuruhJibril dan berkata: 'sesungguhnya Aku
membenci Fulan, maka bencilah dia.'Jibril pun membencinya dan
menyerukan kepada seluruh penghuni langit: 'sesungguhnya Allah
membenci Fulan, maka bencilah dia.'Mereka (penghuni langit) lantas
membencinya hingga kemudian orang itu menjadi makhluk yang
dibenci di muka bumi."a6
Tidak diragukan lagi bahwasanya siapa saia yang mencintai
para Sahabat det akan memperoleh keutamaan yang terdapat dalam
hadits ini. Sebaliknya, siapa salayangmembenci mereka niscaya akan
dibenci oleh para Malaikat dan seluruh penghuni bumi. Kenyataan
telah menjadi saksi atas kebenaran ini. Sungguh, tidak ada daya dan
kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.
Dalam beberapa hadits disebutkan dengan tegas mengenai laknat
para Malaikat kepada orang yang mencela Sahabat Nabi ffi, sebagaimana
tertera pada riwayat Ibnu'Abbas d#.,,iaberkata bahwa Rasulullah ffi
bersabda:
((&*i dsV qel-ter; +r tA 4;3 U-,\;*i +; y n
"Barang siapa mencela Sahabatku niscaya ia akan ditimpa laknat Allah,
para Malaikat, dan manusia seluruhnya.aT
Maka dari itu, renungkanlah hukuman bagi orang yangmencela
para Sahabat Nabi ffi supaya Anda mengetahui kejinya perbuatan
tersebut. Tindakan kotor itu tidak mungkin dilakukan kecuali oleh
orang yangtelah Allah W butakan mata hatinya.
Renungkanlah perkataan .Ps.bu Zar'ah ar-Razi 4!f5 mengenai
orang yangmencela Sahabat Nabi ffi agar Anda mengetahui sumber
pemikiran ini beserta penyebab meluasnya (fenomena ini). Ia berkata:
"Apabila kalian melihat orang yarlg mencela salah seorang Sahabat
Rasulullah 4W, maka ketahuilah bahwa dia seorang zindiq. Sebab,
6 Al-Bukhari W/ L175, no.3037) dan Muslim W/2030, no.2637). Lafazh hadits tersebut milik
Muslim.
a7 Ath-Thabr ani dalam al-Mu'jam al-Kabiir C{A,/ 142, no. 12709) detgan sanad hasan. Lihat Sbahiibul
Jaami'(ro.6161) dan as-silsihb ash-Sbahiihab (no. 2J,al).
176 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
I
I
I
I
I
t
Rasulullah bagi kami adalah benar dan al-Qur-an itu benar. Yang
membawa al-Qur-an dan as-Sunnah kepada kami adalah para Sahabat
I Rasulullah M. Sesungguhnya mereka hanya ingin mencela para
saksi (para Sahabat Nabi) ini dengan tujuan membatalkan al-Qur-an
dan as-Sunnah. Padahal, celaan itu lebih Pantas ditujukan kepada
mereka sendiri. Oleh sebab itu, mereka dikatakan sebagai orang-orang
zindiq."or
p. Laknat Malaikat bagi orangya,ng menodongkan senjata
(mengancam) terhadap orang Muslim
Dari Abu Hurairah 4b ,iaberkata bahwa Abul Qasim (Rasulullah
ffi) bersabda:
&'n* i;Yi AK ol:
a;=s.>at'oF yn* r>i Ltuicr ll
u.*1:*\
"Barang siapa yangmengisyaratkan (menodongkan) besi tajam kepada
saudaranya maka sesungguhnya Malaikat melak natny a, meskipun orang
tersebut adalah saudara seayah dan seibu (saudara kandungnya)."0n
'Illat (alasan hukum)-ry, adalah karena hal tersebut sangat
berbahaya. Selain itu, dikhawatirkan seorang Muslim memberikan
gangguan kepada saudaranya itu atau bahkan dapat membunuhnya
I sehingga ia harus menerima sanksi sebagai seorang pembunuh, sedang-
kan hukuman itu sungguh berat sekali.
Dalam hadits lain hal itu juga telah disebutkan, yaitu dalam riwayat
Abu Hurairah 4F' dari Rasulullah M, beliau bersabda: 'Janganlah
salah seorang di antara kalian mengisyaratkan (menodongkan)
senjata ke hadapan saudaranya. Sebab, dia tidak sadar ketika syaitan
menghunuskan (senjata itu) dari tangannya (mendorongnya untuk
melakukan pembunuhan) sehingga ia pun terjerumus ke dalam jurang
Neraka.so
aE Al-Kifaayab karya al-Khatib (no. 97).
ae Muslim W /2020, ro.216l), Kitab "al-Birr wash Shilah."
50 fuid. (ro.2617).
l Menyelisik Alam Malaikat 177
L
q. Laknat Malaikat bagi orangyang bernasab kepada selain
ayahnya atau berwali kepada yangbukan walinya
Terdapat riwayat dari Ibnu 'Abbas q!*i.,, ia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
* j; Fi't'i;j r{\;s,AV
:i *i JL u3\ Ly ))
u.&ii owg4+s1,Ar,
"Barangsiapa bernasab kepada selain bapaknya atau jika seorang bekas
budak tidak memberikan hak wala' kepada mantan majikannya, maka
dia ditimpa laknat Allah, paraMalaikat, dan manusia semuanya."5l
Banyak hadits yang diriwayatkan mengenai ancaman keras
terhadap orang yang bernasab kepada selain bapaknya-sedang ia
mengetahui-atau berwali kepada selain walinya. Bahkan, para ulama
mengangg apnya sebagai dosa besar-kita berlindung diri kepada Allah
darinya. Sebab, hal itu dapat mengakibatkan bercampurbaurnya
(kerancuan) nasab (keturunan), menyia-nyiakan hak dan harta, serta
akibat lainnya yangsangat berbahaya.
Dari Abu Hurairah #, ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
"Barang siapa yangmengangkat wali dari suatu kaum (ain) tanpaizin
walinya (sendiri) maka ia akan ditimpa laknat Allah, para Malaikat,
dan semua manusia; bahkan tidak diterima ibadah dan taubat darinya
kelak pada hari Kiamat."52
r. Laknat Malaikat terhadap orang yang menghalang-halangi
wali dari orang yangterbunuh untuk menegakkan qisbash
(hukuman mati) atau diyat (denda)
Termasuk rahmat Allah bagi ummat Islam ialah disyari'atkannya
penegakan hukum terhadap mereka. Sesungguhnya di dalamnya
terdapat kehidupan dan keselamatan bagi kehormatan dan harta
5'IbnuMajahF./870,no.2609),Kitab"al-Huduud".Dishahihkanolehal-Albanisebagaimanadalam
Sbahiihul Jaami' N / 260, no. 5980).
52 Muslim @./1746, no. 1508), Kitab'aliltq".
178 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
mereka. Barang siapa y^ngmenghalangi hal tersebut berarti ia telah
sesat dan menyesatkan; berhak mendapat laknat dan kutukan Allah,
sefta lakn^t para Malaikat dan semua manusia. Hal ini sebagaimana
yangdisebutkan dalam hadits dari Ibnu 'Abbas M, ia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
* # b qp,W u;W\ ir13 \^21 :i Ji
J\ ;
+sjer; drt iA 4;3 +Slq; iv U-)'tj'*\3.3 ,p ,y5
((.i,; 'tsJ;l, et &#i es\)
'Barang siapa yang membunuh karena perkara yang samar atau
berdasark an 'asbabiyyah (fanatisme golongan) dengan batu, cambuk,
atau tongkat maka diyat-nya seperti diyat orang yang membunuh
karena salah sasaran. Barang siapa yaflgmembunuh secara sengaja maka
dia harus di-qishash, sedangkan barang siapa yangmenghalangi antara
dirinya (orang yangmembunuh) dan hukum yangditetapkan maka
ia akan ditimpa laknat Allah, para Malaikat, beserta seluruh manusia;
bahkan Allah tidak akan menerima taubat mauPun fidyah darinya."s3
s. Laknat Malaikat terhadap isteri yang tidak mau melayani
suaminya di tempat tidur
Dari Abu Hurairah ,Eb , ia berkata bahwa Rasulullah ffi ber-
sabda:
J, iu.xlr q.t ;woi e;fu e\j ;;'^s\;t,Fp\\ei li! yy
(.e4
"Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur lalu dia
enggan melayaninya, maka ia dilaknat oleh para Malaikat hingga
shubuh.so
Awn/-1N9a6s,a-ni o(.V4lI5/9410)),,'KKitaitbab.a"da-lD-Qiyaasaata".maIbhn",u Bab "Man Qatala bihajarin au-Sauth". Abu Dawud
Majah @/880, no.2635), Kitab "ad-Diyaat" dengan
sanad shahih. Lrhat Shabiibul Jaami' N /336 no. 6326).
Al-Bukhari N / 199 4, no. 4897), Kitab "an-Nikaah".
Menyel isik Alam Malai kat 179
t. Malaikat tidak bershalawat kepada orang yang meratapi
mayat
Telah disebutkan sebelumnya bahw a para Malaikat bershalawat
untuk kita dan dalam shalawat tersebut terdapat pengaruh yarLgbesar
agar kita dapat keluar dari kegelapan menuju cahaya. Namun, ada
beberapa perbuatan yang pelakunya akan mendapatkan hukuman
dengan tidak bershalawatnya Malaikat untuk mereka. Di antara
perbuatan itu adalah meratapi mayat, sebagaimana dinyatakan dalam
hadits Abu Hurairah qB , ia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
u-{r *ns4v $t'au.dir i4'i;
"Malaikat tidak bershalawat (mendo'akan) kepada orang yangmeratap
dan orang y ang berteriak-berteriak (menangisi mayat).tt"tu
Tidak diragukan lagi, meratap termasuk perbuatan buruk yang
telah diperingatkan oleh Rasulullah ffi untuk dihindari. Beliau telah
menjelaskan bahwa perbuatan tersebut termasuk kebiasaan kaum
Jahiliyah sehingga beliau berlepas diri dari orang yang melakukan-
nya.t'
As-Sindi berkata: "Sabda Nabi ffi:'Malaikat tidak bershalawat
untuknya' maksudnya adabhsebagaimana Malaikat itu bershalawat (me-
mohonkan ampunan) untuk semua orang Mukmin. Firman Allah W :
( @ ....,i$13"w,F_ *
' Dialab yang memberi rabmat kepadamu dan Malaikat-Nya (rnemohonkan
d.rnpund.n untuk mu) ....'" (QS. Al-Ahzaab: a3)
Muinnah, dengan men-arydid-kan huruf nun, adalah isim fa'il (kata benda yang menunjukkan
pelaku perbuatan) dari kata f'6il) arann, yaitu orang yang berteriak-teriak meratapi orang
yang meninggal dunia. Lihat al-Misbbaahul Muniir (2aO) dar al-Qaamuus (1551).
56 Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan ath-Thayalisi. Lihat al-Minhah l/157), juga Imam Ahmad
dalam Musnad-rya @,/362), dengan sanad basan.
57 Lihat at-Targhiib wat Tarbiib [V/348), Bab "at-Tarhiib minan Niyaahah".
180 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Dalam sabda Nabi tersebut terdapat dalil bahwa sesungguhnya
Allah IoHra-ntegryleanbgihmleargait-atpidi amkayaakta.nMbuenrsghkainlawjuagta(mbeermmbaeknriarabhamhawta)
untuk
adanyataqyid (pembatasan) pada hadits tersebut untuk menunjukkan
bahwa shalawat Allah tidak pernah putus, karena shalawat-Nyaadalah
rahmat. Rahmat itu tidak akan terputus kecuali atas orang kafir.
Berbeda dengan paraMalaikat, shalawat mereka merupakan do'a
dan sanjungan, yan1termasuk dalam kategori keutamaan (fadbilab),
sehingga shalawat para Malaikat tidak membawa mudharat jika
terputus dari orang-orang y angdurhaka, uallaabu A'lArn." sr
Jadi, yang wajib dilakukan setiap Muslim adalah menghindari
perbuatan-perbuatan yang sangat berbahaya ini agar tidak mendapat
hukuman yang besar, berupa laknat Malaikat. Kita berlindung diri
kepada Allah darinya.
2. Menghadiri maielis-majelis dzikir dan khutbah Jum'at
Diriwayatkan dari Abu Hurairah 4b , dari Nabi ffi, beliau
bersabda:
r'i#liJ*;J\t \,A:4v'$'#;*J;&3)i:,v&";L\=3J:6j,65>Jw*3Wt:v\-bt'ko!,:,
&\33-F) Wt f;'y rip $1lr ,\at ,frr'#Y \i>\:;
rpii? ei c:€,'*i'rk, Fr'y at'{qj ,iGerAt iL
*os)ffi, dry{:r- C)1$ O- d :V b q, ;ii#
ui,U, $ r.6 ebij uq ttv',, iG*!:jtr,r\3 &3,!,,isg;,
* #e t:i: ;,J53,i\t,,,)\i'i'$\5 t)?r,trt,iv .6{+
st Lithar Musnad Ahntad EIV/358), dengan tahqiq al-Lrrpluah.
Menyelisik Alam Malaikat 181
, iG,u)E 3;[,], D\i e U3'hfi-/S, is,i#)]-aJ:;r' Du
,\&3'));\!ite:;:"r'\gbr";€t;gb,guLgV?r1'#J)L<3k'J6&.\ia'9:U* rgrug?, 1;t,
3s '-\fi# ,i\s
,M,i\3"# -yaL;\YL'^;L:r\3 ** rr,a)fi#,15
\fi((. €,.ai-'f r;:t' { xS'i#
"sesungguhnya Allah W mempunyai Malaikat-Malaikat yang
berkeliling (di muka bumi) sebagai tambahan (atas Malaikat-Malaikat
hafazhah dan lainnya). Mereka mengikuti majelis-majelis dzikir; di
mana saja mendapatkan majelis yang di dalamnya terdapat dzikir,
mereka pun ikut duduk bersama orang-orang yang hadir. Satu sama
lain dari mereka saling menghamparkan sayapnya hingga memenuhi
ruangan di antara mereka dan langit dunia. Apabila majelis dzikir
itu telah selesai dan membubarkan diri, maka mereka segera naik ke
langit."
Rasulullah M, melanjutkan: "Lalu, Allah bertanya kepada
mereka-sementara Dia lebih mengetahui kondisi mereka: 'Dari mana
kalian? Mereka menjawab: 'Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu
di bumi. Mereka bertasbih, bertakbir, benahlil dan bertahmid serta
memohon kepada-Mu.' Allah bertanya:'Ap, y angmereka mohonkan
kepadaku?' Malaikat menjawab:'Mereka memohon Surga-Mu.' Allah
\W bertanyalagi: 'Apakah mereka sudah melihat Surga-Ku? Mereka
menjawab: 'Tidak, wahai Rabb.'Allah \9E bertanyalagi: 'Maka
bagaimana seandainya mereka telah melihat Surga-Ku?' ParaMalaikat
itu melanjutkan: 'Mereka juga memohon perlindungan-Mu.' Allah
[H bertanya:'Dari apa mereka memohon perlindungan kepada-Ku?'
Malaikat menjawab: '(Mereka mohon perlindungan) dari Neraka-Mu,
wahai Rabb.' Allah \H kembali bertanya:'Bagaimana seandainya
mereka sudah melihat Neraka-Ku?' Mereka melanjutkan:'Merek a juga
memohon ampunan-Mu.' Allah W menjawab: 'Sungguh, Aku telah
mengampuni mereka. Aku pun akan memberik^n apa yang mereka
182 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
minta dan Aku akan melindungi mereka dariapayangmereka mohon
perlindun gan dariny a."'
Rasulullah M, meneruskan: "Para Malaikat berkata: 'r0flahai
Rabb, di antara mereka ada seorang hamba yarlg banyak melakukan
kesalahan, yakni dia hanya lewat lalu duduk bersama mereka.'Allah
W menjawab: 'Termasuk dirinya juga telah Ku-ampuni. Mereka
adalah suatu kaum yangtidak akan celaka orangyangduduk bersama
mereka.'"5e
An-Nawa wi q!$5 berkat a: nP ar a ulama menj elaskan :' Makn any a,
mereka adalah para Malaikat tambahan di luar Malaikat-Malaikat
penjaga serta Malaikat lainnya, yang bertugas menyertai makhluk
(manusia). Mereka adalah Malaikat yangselalu berkeliling dan tidak
mempunyai tugas selain hanya untuk menghadiri majelis-majelis
dzikir."uo
Renungkanlah, wahai pembaca yang mulia! Demikianlah
keutamaan besar yangAllah berikan kepada orang yangmenghadiri
balaqah (majelis) ilmu. Oleh karena itu, berusahalah agar Anda
termasuk orang yangmemperolehnya. Dalam hadits ini terdapat dalil
bahwa semua yang menghadiri halaqah-halaqah atau maielis-majelis
ilmu pasti memperoleh keutamaan itu. Bahkan, seandainya ia bukan
seorang tbalib (penuntut ilmu), tetapi hanya duduk bersama mereka
lantaran suatu keperluan, niscaya keberkahan ilmu dan majelis-majelis
itulah yangakan meraih dirinya. Inilah keutamaan yang Allah berikan
kepada siapa sqa yangdikehendaki-Nya.
Telah disebutkan pada pembahasan-pembahasan yang lalu
pula bahwa Malaikat bershalawat dan berdo'a untuk penuntut ilmu
dan pengajarnya, meliputi mereka dengan sayap-sayapnya, dan
meletakkan sayap-sayapnya untuk mereka karena ridha terhadap
apayangmereka perbuat. Demikian pula, bahwasanya para Malaikat
mendengarkan dzikir (khutbah) di masjid-masjid pada hari Jum'at,
59 Al-Bukhari W/2353,no.6045) danMuslim W/2170) dalamKitab "adz-Dzll<rwadDu'aa'".Lafazh
hadits ini riwayat Muslim.
60 Syarb an-Nautauti ff.YW M).
Menyelisik Alam Malaikat 183
sebagaimana dinyatakan dalam hadits Abu Hurairah #, , ia berkata
bahwa Rasulullah ffi bersabda: "Apabila datang hari Jum'at, maka
di setiap pintu-pintu masjid terdapat Malaikat yang siap mencatat
setiap orang yangdatang pertama kali, lalu yatghadir setelahnya, dan
demikian seterusnya. Kemudian, apabila imam telah duduk, mereka
pun menutup lembaran-lembaran (catatan tersebut) dan bergegas
datang untuk mendengarkan dzikir (khutbah)." (A1-Hadits)u'
Ibnu Hajar 43)H berkata: "Hadits ini menunjukkan bahwa para
Malaikat tersebut bukan para Malaikat penjaga. Adapun yang dimaksud
dengan menutup lembaran-lembaran adalah ditutupnya lembaran
berisi catatan pahala yang berkaitan dengan kesegeraan orang yar.g
menghadiri shalat Jum'at; bukan yanglainnya, seperti mendengarkan
khutbah, mendapatkan shalat, berdzikir, berdo'a, khusyu', dan yang
lainnya. Sebab, catatan amal yang demikian itu secara mutlak sudah
dicatat oleh kedua (Malaikat) penjaga...."
Al-Hafizh juga berkata: "Dalam hadits 'Amr bin Syu'aib yang
diriwayatkan dari bapaknya, dari kakeknya, menurut riwayat yang
dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah: "sebagian Malaikat bertanya
kepada Malaikat lainnya: 'Ap" yang menghalangi Fulan?' Maka ia
pun berdo'a:'Ya A1lah, berilah petunjuk kepadanya jika dia tersesat,
cukupkanlah jika dia faqir (miskin), dan sembuhkanlah dia jika sedang
sakit."6'
3. Menghadiri shalat di masfid-masiid dan mengucapkan apa
yang diucapkan makmum
Banyak nash dari al-Qur-an maupun hadits yangmenunjukkan
bahwa para Malaikat menghadiri shalat di masjid-masjid. Mereka juga
selalu berkumpul pada setiap shalat Shubuh dan shalat'Ashar. Nash-
nash tersebut juga menunjukkan bahwa mereka menjawab (ucapan)
imam sebagaimana jawaban para makmum, seperti ucapan Aamiin
dan ucapan Rabbanaa lakal bamd. Akan tetapi, apakah mereka ikut
6l Al-Bukhari (lI/407 - al-Fat-b), Kitab "al-Jumu'ah" dan Muslim (Il/586 no.850) dengan
laf.azhrrya.
62 Fat-bul Baari @./367-368), secara ringkas.
184 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
melakukan shalat bersama manusia atau tidak? Inilah yangbelum kita
temukan jawabannya, baik dalam al-Qur-an maupun as-Sunnah. Oleh
karena itu, dalam masalah ini hendaknya kita bersikap diam karena kita
hanya meyakini apayangditerangkan oleh al-Qur-an dan as-Sunnah.
Di antara ibadah para Malaikat adalah menghadiri shalat yang
dilakukan umat manusia di masjid-masjid.
Allah \99 berfirman:
*{,r;} Lfr;t i,t;}5,yi tt-*(.e@i g6}x-;',it5tAiL;);nY
"Dirikanlah shalat dari sesudalt matabari tergelincir sampai gelap malam
dan (dirikanlab pula sbalat) Shubuh. Sesunggubnya shalat Sbubub itu
disaksikan (oleh Malaikat). " (QS. Al-Is raa' : 7 8)
Dari Abu Hurairah €F,, bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
"ParaMalaikat secara bergiliran datang kepada kalian pada waktu malam
dan siang hari. Mereka juga berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan
'Ashar. Malaikat-Malaikat yangbermalam dengan kalian pun naik ke
langit dan ditanya oleh Rabb mereka-sedang Dia lebih tahu tentang
keadaan mereka:'Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?'
Mereka menjawab: 'Kami meninggalkan mereka ketika sedang shalat
dan kami datang kepada mereka ketika sedang shalat.'"63
63 Al-Bukhari (VIl306), Kitab "Bad-ul Khalqi". Diriwayatkan juga oleh Muslim (V439 no.633), Kitab
"al-Masaajid wa Mawaadhi'ush Shalaah"de rgat lafazhnya.
Faedah:
Sabda beliau: u'^Z;i;'ZZ t *6-n"Para Malaikat bergantian datang kepada kalian", ddam hadits
tersebut terdapat dalil bagi paia ahli nahwu yang berpendapat diperbolehkan menampakkan kata
ganti jamak (plural) dan tatsniyah pada fi.'il ftata kerja) jika ditempatkan di depan. Demikianlah
pen&pat al-Akhfasy. Landasannya ialah firman Lllah Ta'ak:
4.... w rsi ;,*i !;;"v...>
'... Dan merekayangzbalim itu merabasiakan pembicaraan mereka..."(QS. Al-Anbiyaa': 3)
Sibawaih dan mayoritas ahli nahwu berkata: "Tidak boleh menampakkar dhamir ftata ganti) jika
men&hulukarf il (<atakerja) atasfa'il. Mereka menta'wil semua ini dan men,jadikanisim Q<ata
benda) setelahnya sebagai pengganti dhamir. Mereka tidek me-rafa'-kannya dengm f il, seolah-
olah ketika dikatakan ( o;\4 y "Mereha bergantian" lalu ditanyakan "Siapa mereka?" Maka ia
menjawab: Para Malaikat."
Menyelisik Alam Malaikat 18s
Ibnu Hajar $tE berkata: "Ada ulama yang mengatakan bahwa
mereka adalah b afazh ab (Malaikat p enj aga), seb agaima na y ang dinukil
oleh 'Iyadh dari pendapat mayoritas ulama. Al-Qunhubi berkata:
'Bagi saya, pendapat yang lebih jelas (kuat) adalah mereka bukan
para Malaikat penjaga.' Yang menguatkan pendapat ini ialah tidak
adanya riwayat yang menyatakan para Malaikat penjaga itu berpisah
dengan seorang hamba, juga tidak terdapat riwayat yangmengatakan
bahwa para Malaikat penjaga pada awal malam hari bukanlah para
Malaikat penjaga yang bertugas pada waktu siang hari. Seandainya
mereka adalah paraMalaikat penjaga, maka tentu tidak cukup hanya
dengan menanyakan bagaimana kondisi kita ketika ditinggalkan,tanpa
menanyakan hal lainnya, yaitu tatkala Allah \H bertanya: 'Bagaimana
kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?'"s
Mengaminkan bacaan imam.
Dari Abu Hurairah gE , Rasulullah ffi bersabda:
Wiultv ;,.1i ril yy
(t.^..i"*iI,'4iu6-4ieEl,iiurtrti';^r:obvU:),)*y9:W,y'Gi1t,JuS((.#i b{6
"Apabila imam mengucapkan:' Aamiin', maka ucapkanlah' A amiin.'
Barang siapa yang ucapan aamiin-nya bertepatan dengan ucapan
aamiin-nyaparaMalaikat maka dia akan diampuni dosanya yanglalu."
Ibnu Syihab berkata: 'Rasulullah Mpun menucapkan: Aamiin."6s
Ibnu Hajar 4!$5 berkata: "Hadits ini menerangkan maksud
kara muuaofoqob (bertepatan) dari segi ucapan dan waktu. Berbeda
den gan pendap at y arLgmenyatakan maksud ny a adalah bertepatan p ada
keikhlasan dan kekhusyu'an ..."
Ibnu Hajar berkata lagi: "Ibnul Munayyir berkata: 'Hikmah dalam
mengutamakan kebertepatan dari segi ucapan dan waktu adalah agar
Makna "yata'aaqabuun" adalah satu kelompok &tang (secara bergiliran) setelah kelompok lainnya.
& (Syarb an-Nauaui'ala Muslim lY / L331. dan Muslim (I/302) Kitab "ash-Shalaah".
Fat-bul Baari @/35).
6s Al-Bukhari UI/262 - al-Fat-b), Kitab "al-Adzaan"
186 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
makmum senantiasa terjaga untuk melaksanakan tugas tepat waktu-
nya. Sungguh, para Malaikat tidak pernah lalai. Maka dari itu, siapa
saja yang ucapannya bertepatan dengan mereka berarti ia termasuk
orang yangselalu siaga.'
Kemudian, zhahrr hadits tersebut menunjukkan bahwa yang
dimaksud dengan para Malaikat adalah seluruhnya. Ada yang
berpendap at hany a p ara Malaikat penj aga. Ada lagi y ang men gatakan
mereka adalah Malaikat yang saling bergiliran selain para Malaikat
penjaga. Yang tampak jelas bahwa yang dimaksud dengan mereka
adalah Malaikat yang menyaksikan shalat tersebut, baik yar'g ada di
bumi maupun y^ngada di langit."uu
Mereka (para Malaikat) menjawab imam ketika mengucapkan
"Sami'allabu lirnan hamidab", dengan mengucapkan "Rabbanaa ua
lakal hamdu".
Dari Abu Hurairah 4b ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
"Apabila imam mengucapkan'Sami'allabu liman hamidab, maka
katakanlah:' Allaah urnrna Rabbanaa lakal bamdu.' Sebab, barang siapa
yangucapannya bertepatan dengan ucapan Malaikat (dalam hal ini)
niscaya ia akan diampuni dosanya yangtelah 1a1u."67
Sepertiny a-wallaabu a'lam-jaw aban-jawaban ini khusus bagi
para Malaikat yang menyaksikan shalat.
Terkadang, para Malaikat mendengarkan do'a yang memiliki
keutamaan dari salah seorang yangshalat,lalu mereka berlombaJomba
untuk mencatatnya, sebagaimana dinyatakan dalam hadits riwayat
Rifa'ah bin Rafi', ia berkata:
#et'-: j\5, ,;{')\;y 'eY, c\{ts, M, (*\ ;r:: Y}-g
kis,il; &,i;!r,0a3,J.,\,.1\.iruYJ--;S \"rF
d-,V.r:i;Yr1
6 Far-bul Baari @./265), dengan ringkas. dan Muslim [./36 no.409), Kitab "ash-Shalaah"
Al-Bukhari W284), Kitab "al-Adzaan"
67
Menyel isik Alam Malaikat 187
I
)
c#ieSlJA,uj5yy ,jt! , ui'jt! 11r ;ki:ll'll, i\3 ifr3r fii
u.t:\\H.iiw:*Ku
"Suatu hari, kami shalat di belakang Nabi ffi . Ketika mengangkat
kepalanya dari ruku', beliau berkata: Sami'allabu liman bamidah
(semoga Allah mendengarkan orang yang memuii-Nya). Seorang
laki-Iaki di belakang beliau berkata: 'Rabbanaa lakal bamdu hamdan
katsiiran tbalryiban mubaarakan fiih (wahai Rabb kami, bagi-Mulah
segala puji, pujianyangbanyak lagi baik dan mengandung berkah)-'
fetika betpdittg, Nabi pun bertanya:'Siap a yangmengucaPkannya?'
Laki-taki tersebut menjawab: 'Saya.' Beliau bersabda: 'Aku melihat
lebih dari tiga puluh Malaikat memperebutkannya, yakni siapa di
antar a mereka y ang p ertama kali menc atatny a -" 68
Disebutkan pula riwayat hadits dari Anas gB : "seorang laki-laki
datang lalu masuk k. d"lrtt shaf dengan naPas terengah-engah,u'lalu
ia membacaz 'Alhamdu lillabi bamdan katsiran tha'1ryiban mubaarakan
f-i-i.hrrg(srengdaulanpgujbi ebrakgai hA)l.l'aThadtkeanlgaanRapsuujialunllayhanfgfibatenlyaahkselalegsi abiasikhadlaatn,
beliau bertinya: 'siapakah di antara kalian yar]g mengucapkan
kalimat itu?'Kaum itu pun terdiam.To Beliau bersabda: 'siapakah yarLg
mengucapkannya? Sungguh, dia tidak mengucaPkan suatu dosa.' Maka
,.or"ttg tat<i-tat<i berkata: 'Aku datang terburu-buru sehingga napasku
t.r.rrgrh-.ngah. OIeh sebab itu, aku mengucaPkannya.'Beliau lantas
bersabda, '4k., melihat ada dua belas Malaikat yangsaling berlomba-
lomba, yaitu siapakah di antaramereka yangakan mengangkatnya.'""
Semua hadits ini dan hadits lain yang semakna menunjukkan
bahwa para Malaikat hadir di masiid-masjid dan di dalam shalat. Mereka
mendengarkan bacaan imam, menj awab den gan men gucaPkan aamiin,
serta membaca Rabbanaa lakal bamdu sebagai ibadah kepada Lllah Mi .
68 Al-Bukhari @'/284 - al-Fat-b),Kitab "al-Adzaan"'
6s Hafazzbun nafs ataru al-hafzz bermakna terdorong dantergesa€esa. Maksudnya, napas menekannya
(terengah-engah) lantaran bersegera untuk mendapatkan shalat.
,o )raml*al qalm', aniny^ mereka'terdiam dan tidak menjawab..(l n-Nthaayab ltr /26n.
" Sbahiib Milinr Q./420'no.600), Kitab "al-Masaajid wa Mawaadhi'ush Shalaah'"
188 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Riwayat tersebut juga menunjukkan bahwa mereka memahami makna
al-Qur-an dan dzikir-dzikir yarLgdisyari'atkan dalam shalat. Bersamaan
dengan amal yang demikian, para Malaikat pun diperintahkan untuk
mencatat dzikir-dzrkir orang yangshalat beserta do'a-do'a mereka.
Catatan:
Ibnu Hqar '{oE berkata: "Fladits tersebut dapat dijadikan dalil
diperbolehkannya membaca dzlkir dalam shalat selain yang rnd.'tsltr,
selama tidak menyelisihi yang rna'tsur."
Syaikh 'Abdul 'AzizbinBaz mengomentarinya: "Hal ini perlu
ditinjau kembali. Seandainya perbuatan ini dibatasi hanya padazaman
Nabi ffi, niscaya pendapat itu akan lebih terarah. Sebab, Rasulullah
pada waktu itu tidak menyatak^nnyasebagai suatu kebathilan, berbeda
dengan kondisi sepeninggal Nabi ffi, dikarenakan wahyu sudah
terputus, syari'at sudah sempurna, dan segala puji hanya bagi Allah.
Maka dari itu, tidak diperbolehkan memberikan tambahan dalam
ibadah yangtidak diterangkan oleh syari'at, uallaabu A'ld.rn.o"
Yang disebutkan syaikh, itulah yang benar. Dalilnya ialah para
Sahabat takut laki-laki itu salah sehingga mereka terlambat menjawab
(pertanyaan Nabi M).Oleh karena itu, Rasulullah mengulangi
pertanyaannya sambil menjelaskan bahwa ia tidak berdosa karena
mengucapkan dzikir iersebut.
Nabi ffi mengakui beberapa kaum, baik atas ucapan maupun
perbuatan mereka,lalu denganiqrar (pengakuan) beliau hal itu menjadi
sunnah yangdiikuti. Beliau juga mengingkari beberapa kaum, seperti
y^ngmengatak an: fia\2iirr ;Uu1 "Maa syaa Allab uaa syi'ta (Ap, yang
Allah dan engkau kehendaki)". Seperti pengingkaran terhadap orang
yangberkata: 'Siapa yangmendurhakai keduanya (Allah dan Rasul)
maka sungguh ia telah sesat.'Begitu pula dengan Sahabatyatghendak
puasa dabr (sepanjang tahun), yangberniat bangun shalat malam dan
tidak mau tidur t fang meninggalkan makanan-makanan lezaq dan
yangtidak mau menikah. Jadi, pengingkaran beliau itu menunjukkan
bahwa perbuatan tersebut termasuk bid'ah yangsesat.
12 Fat-hll Baari @,/287). Seandainya pintu sepeni ini dibuka pada zaman sekarang, niscaya bid'ah
akan merajalela, sebagaimana yang terjadi di kalangan orang-orang shufi.
Menyelisik Alam Malaikat 189
4. Bershalawat
Shalawat dari para Malaikat adayang berkaitan dengan dzikir
yang berarti do'a, seperti halnya shalawat mereka kepada Nabi ffi
dalam firman Allah \99:
tkw( 6triw",*is 6l/ie4gg'Kt"oL}
{@wwr{"
"Sesungubnya Allab dan Makikat-Malaikat-Nya bersbalawat untuk, Nabi.
Hai orang-orang ydng berirnan, bershalarutatlab kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam p engh ormatan kepadany d." (QS. A1-A hzaab: 5 6) .
Demikian juga seperti shalawat mereka kepada kita (kaum
Muslimin), sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
Begitu pula shalawat yang khusus bagi mereka di Baitul Ma'mur,
sebagaimana disebutkan dalam hadits Isra Mi'raj. Dalam hadits tersebut
Rasulullah ffi bersabda: "Maka diangkatlah Baitul Ma'mur kepadaku,
lalu aku bertanya kepada Jibril, maka ia menjawab: 'Inilah Baitul
Ma'mur yarLgsetiap hari di dalamnya terdapat 70.000 Malaikat yang
bershalawat. Jika telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi kepada
hal yang terakhir mereka lakukan.""
Shalawat ini adalah shalawat khusus yang dilakukan di tempat
khusus pula. Para Malaikat tidak melakukannya, kecuali hanya satu
kali sepanjang umur mereka. Setiap hari shalawat ini dilakukan oleh
70.000 Malaikat, kemudian mereka tidak kembali kepadanya. Mengenai
kaifiyat (tata cara) shalawat ini, tidak adayangmengetahuinya karena
tidak disebutkan oleh nash.
Apakah masuknya para Malaikat ke dalam Baitul Ma'mur bisa
disebut haji? Jawabannya, jika yang kita inginkan adalah makna haji
y^ngditinjau dari segi bahasa, yaitu al-qasd (bermaksud atau menuju),
maka itu mungkin (disebut haji); tetapi jika yang kita inginkankan
73 Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Telah disebutkan pada halaman sebelumnya.
190 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
I adalah haji dalam artian syari'at, maka masuknya mereka ke dalam
Baitul Ma'mur itu tidak bisa dikategorikan sebagai haji.
I
Bagaimana tidak? Bukankah Malaikat Jibril telah menyebut-
I
I kan kepada Nabi ffi bahwa mereka melakukan shalat (shalawat) di
I dalamnya? Selain itu, dalam hadits Anas yang diriwayatkanoleh Muslim
disebutkan: 'Ia masuk ke dalamnya." Adapula riwayat mauquf dari 'Ali
# bahwa beliau bersabda: "Baitul Ma'mur adalah sebuah rumah di
langit yang disebut adb-Dburab, sejapr dengan garis atas Ka'bah (angit).
Kemuliaannya di langit sama dengan kemuliaan Ka'bah di bumi. Setiap
hari Malaikat yang bershalawat di dalamnya burjumlah 70.000, dan
mereka tidak kembali lagi ke dalamnya untuk selama-lamanya.",a
Rumah ini disebut sebagai masjid, berdasarkan riwayat mursal
dari Qatadah, Nabi berkata: "Apakah kalian tahu Baitul Ma'mur?"
Mereka menjawab: 'Allah dan Rasul-Ny, lebih mengetahui.' Beliau
menjawab: 'Baitul Ma'mur adalah masjid di langit yangdi bawahnya
terdapat Ka'bah. Seandainya (bangunan itu) roboh, niscaya ia akan
menimpa Ka'bah. Sebanyak 70.000 Malaikat bershalawat setiap hari
di dalamnya. Apabila sudah keluar (selesai), mereka tidak kembali lagi
melakuka fl apa yangterakhir mereka lakukan. "'s
Semua riwayat tersebut menunjukkan bahwa rumah ini @aitul
Ma'mur) adalah tempat untuk bershalawat, tetapi tidak dijelaskan
mengenai hakikat shalawat ini. Namun, telah diisyaratkan mengenai
sifat shalawat itu, bahwa ia termasuk dzikir dan do'a, dalam hadits Anas
yang diriwayatkan oleh Ibnu Jartr ath-Thabari. Akan tetapi, hadits
tersebut berasal dari riwayat Muhammad bin Sinan al-Fazaz-Syaikh
(g.") Ibnu Jarir-yans termasuk perawi dha'iFu. Riwayat ini tidak
Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tafsiir-nya (XXV[/16). Dalam khab ad-Durrul Mantsuur, as-
Suyuthi mengatakan: "Diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, dan
Ibnu Abi Hatim." Diriwayatkan pula oleh al-Baihaqi dalam asy-Su'ab NII/628). AI-AIbani pun
meriwayatkannya dalam as-silsilatush Sbabiibab S/780) dan berkata: "Para perawinyatsiqab selin
Khalid bin 'Ar'arah. Khalid adalah seorang perawi yang tidak diketahui (mastur)." Lihat ptia Fat-
bul Baari (VY308).
'75 Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dalam Tafsiirnya (XXVII/17). Disebutkan oleh al-Albani dabm as-
Silsihtush Shabiibab Q./781) dar ia berkata: "Sanadnya mursal sbabiib".
76 Tafsiir lbni Jarir (XXVII/18). Lihat biografi Muhammad bin Sinan dalam at-Taqriib P,/167) dan
at-Tabdziib W./206).
Menyel isik Alam Malaikat 191
menunjukkan sesuatu secara detail sebab-sebab kedha'ifa nryasehingga
shalawat tersebut bagi kita tetap saja tidak diketahui secara terperinci,
uallaahu a'lam.
Dalam menafsirkan firman Allah wj.:
{@ );si#ry
"Ddn demi Baitul Md'rnnr." (QS. Ath-Thuur: 4)
Ibnu Katsir '+!$5 menyebutkan: "Bahwasanya para Malaikat
masuk ke dalamnya. Artinya, mereka beribadah dan ber-rbaauf
(mengelilinginya), sebagaimana penduduk bumi mengelilingi Ka'bah.
Itulah Baitul Ma'mur, yaitu Ka'bah bagi para penghuni langit ketujuh.
OIeh karena itu, Nabi Ibrahim menyandarkan punggungnya di Baitul
Ma'mur karena beliaulah yarTgmembangun Ka'bah di bumi. Sungguh,
pada setiap langit ada sebuah rumah yangditempati untuk beribadah
bagi para penghuninya danuntuk shalat menghadapnya. Adapun yang
ada di langit dunia disebut Baitul 'Izzah. IVallaahu d.'1d.rn."77
Apa yang dikatakan Ibnu Katsir '+i;8, bahwa para Malaikat me-
ngelilinginya, tidak ada dalilnya dalam hadits-hadits yang ia riwayat-
kan, yakni ketika menafsirkanayat ini. Penulis juga tidak menemukan
riwayat yangmenunjukkan hal tersebut. Demikian pula, tidak ada dalil
yan1 mendukung perkataannya, yaitu pada setiap langit ada sebuah
rumah untuk beribadah bagi para penghuninya.
Dengan demikian, pendapat mengenai masuknya para Malaikat
ke dalam Baitul Ma'mur dan mereka bershala\Mat di dalamnya tetap
bersifat global (umum), tanpa perincian, sebagaimana yang telah
diriwayatkan. Wallaabu a'lam.
Ibadah para Malaikat sangat banyak, sepertinya tidak ada yang
kita ketahui, kecuali sedikit. Dalam nash-nash yang ada disebutkan
bahwasanya para Malaikat mempunyai ibadah yang menyerupai
sebagian rukun shalat yang disyari'atkan kepada kita. Akan tetapi,
77 Tafsiir lbni Katsir IY /239).
192 lbadah Malaikat dan Perbuatannya