k'4F #Su,-til3 cb-x;"a;:l oK froK;
#iGy-;s; 11A ;.i''iL,iw;t{S gr, ,P i'rS ,-p)\\..,Fi
j& i'u ,1*V y, l:K 1ifr3.{ 'ir;i e*; n x M \il3
#aqb,p ys'i\:it;; dv ,Fr & i's e;1,t\,,FiuGi
i'itl!qrS-, rS e;i Jt &.w\r4:.tsI ci;S i?-,,y'r,
tyr3
6F*:i jt'e;'{s'#;ir ;;u 'itta:'#rr:i UttY
* eL6,ij3t ;rsi 6,-js\ r^z\tt& aE3\3,,-3:- &)i
* r*,r1\ 4*J*,,-tiiit'u.*S 4*1\'au-JG
,EstV ;;n-'l'iL'.rt*;it '14-*uv:,1i,r i! *t,;;
Sr;:t\id u \W-,i.;i=;g;ry;A uriirrL eu;ii,5t6
/
i I /.o i! Uq; l;\il ,x'4 ili' 6K v -e| iy
i3i
s5i 6lr "r-j"ii
U.rlt'a4j6'^bi3
"Dahulu di kalangan umat sebelum kalian, terdapat seorang laki-laki
yang telah membunuh 99 orang. Laki-laki itu pun ingin bertanya
kepada penduduk negeri yar,g paling alim, maka ia ditunjukkan
kepada seorang rahib, lalu dia mendatanginya. Laki-laki itu berkata:
' Sesunggu hny a seseoran g telah membunuh 99 o r mg, apakah taubatnya
dapat diterima?' Rahib itu menj awab:' Tidak.' Menden gar jaw aban itu,
laki-laki tadi langsung membunuhnya sehingga genaplah 100 orang y{Lg
dia bunuh. Kemudian, dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang
paling alim, lalu ia ditunjukkan pada seorang alim. Kemudian ia berkata
kepadanya: 'sesungguhnya seseorang telah membunuh 100 orang,
apakah taubatnya dapat diterima?' Orang alim tersebut menjawab:
Menyelisik Alam Malaikat 293
'Ya. Siapakah yang dapat menghalangi diriny a dari bertaubat? Pergilah
ke negeri sana karena di situ terdapat sekumpulan masyarakat yang
beribadah kepada Allah. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka
dan janganlah kamu kembali ke negerimu yang bermoral rusak itu.'
Setelah itu, laki-laki itu berangkat menuju negeri tersebut hingga
ketika samp ai p ada perten gahan jalan, kematian datangmenj emputnya.
Maka dia (rohnya) diperebutkan oleh Malaikat rahmat dan Malaikat
adzab. Malaikat rahmat berkata: 'Dia datang untuk bertaubat dengan
menghadapkan hatinya kepada Allah.' Sementara itu, Malaikat adzab
berkata: 'sesungguhnya dia sama sekali belum melakukan kebaikan.'
Kemudian, datanglah seorang Malaikat dalam bentuk manusia. Kedua
Malaikat itu pun menjadikainnya (hakim) di antara mereka, lalu dia
berkata: 'Ukurlah jarakantaradua negeri itu. Ke negeri mana orang ini
lebih dekat maka itulah putusannya.' Setelah mengukurnya, mereka
mendapatkan bahwa laki-laki itu lebih dekat ke negeri yanghendak
dia tuju. OIeh sebab itu, rohnya dicabut oleh Malaikat rahmat."
Qatadah berkata: "Al-Hasan berkata: 'Disebutkan kepada kami
bahwa ketika kematian datang, pembunuh itu sudah lebih dekat dengan
negeri yangditujunya."'
Dalam riwayat lain disebutkan:
(Q,p..tis+r J-Y: **qi iie,,.^ j! iirl ,*;kn
"Allah mewahyukan kepada (negeri yangditinggalkan) agar menjauh,
sedangkan kepada (negeri y arTg dituju) agar mend ekat."220
Dalam hadits ini terkandung penjelasan bahwa Allah memiliki
Malaikat yangdiutus untuk mencabut roh orang-orang Mukmin, yaitu
Malaikat rahmat. Allah juga memiliki Malaikat yang diutus untuk
mencabut roh orang-orang kafir, yakni Malaikat adzab.
Di dalamnya |uga terdapat keterangan bahwa Malaikat mem-
butuhkan pengajaran Allah. Sesungguhnya mereka, meskipun ditugas-
220 Muslim @ / +e, no. 2766). lbadah Malaikat dan Perbuatannya
294
kan untuk melaksanakan tugas-tugas besar, tidak pernah merasa cukup
(akan ilmu) walau hanyasekejap mata, bahkan lebih singkat daripada
itu, sebagaimana firman Allah \H:
{@rsi i ?ii J g';rtviiu';e7 *ifrrJ \, }
*Mereka mmjawab: 'Mahasuci Engkau, ti.dak adayangkami kaabui selain
a.pd. ydng telab Engkau ajarkan kepada kami; sesunggubnya Engkaulab
Yang Maba Mengetabui lagi Mahabij aksand,. "' (QS. A1-B aqarah: 32)
Di dalam hadits di atas terkandung pula keterangan mengenai ke-
mampuan sebagian Malaikat untuk menjelma, bahkan tidak adayang
dapat mengetahui bahwa sebenarnya dia adalah Malaikat, meskipun
oleh sesama Malaikat.
Di dalamnya dijelaskan keutamaan bertaubat dan berhiirah
kepada Allah yaiwmeninggalkan negeri tempat dia mendurhakai Allah
menuju negeri yangbaik.
Di dalamnya disebutkan betapa luasnya rahmat Allah terhadap
hamba-hamba-Nya. Allah memudahkan mereka untuk bertaubat dari
berbagai dosa, meskipun dosa yang sangat besar, lalu menolongnya
dalam hal itu.
Di dalamnya pun terkandung dalil yang dipegang teguh oleh
Ahlus Sunnah wal Jama'ah, bahwasanya dosa tidak mengeluarkan
pelakunya dari keimanan meskipun kadarnya sangat besar.
Ath-Thah awi '+ii)5 berkata: "Kami tidak menganggap kafir
seorang pun dari ahli kiblat (kaum Muslimin) karena dia berbuat dosa,
selama orang itu tidak menghalalkannya (menganggap dosa itu halal
untuk dilakukan). Meskipun demikian, kami tidak berpendapat bahwa
iman seseorang tidak rusak dengan dosa yang diperbuatnya. Kami
hanya berharap agar orans-orang Mukmin yang berbuat kebaikan
dimaafkan dan dimasukkan ke dalam Surga dengan rahmat-Nya. Kami
pun tidak merasa aman dari pelaku kemaksiatan tersebut dan tidak
memberi kesaksian Surga bagi mereka. Kami memohon ampunan bagi
Menyelisik Alam Malaikat 295
orang-orangyang berbuat jahat di antara mereka dan takut terhadap
mereka, tetapi kami tidak berputus asa (dalam memberikan petunjuk)
kepada mereka."z2l
Itulah pendapat yangmoderat (penengahan)-walillabil hamdu
- Mianl m inn ah antar a madzhab t aztlah dan Kh aw ari j de n gan Murj i-
ah. Imam Ibnu Abil'lzz al-Hanafi mengulas secara luas pendapat ath-
Thahawi ini, sekaligus menyebutkan dalil-dalilnya dari al-Qur-an dan
as-Sunnah."'
An-Nawaw i'#55 berkat a : "Adapun p en gukur an y angdilakukan
paraMalaikat terhadap dua negeri tersebut, juga keputusan Malaikat
y^ng mereka jadikan sebagai penengah, hal ini dapat dipahami
bahwasanya Allah \99 telah memerintahkan demikian. Ketika terjadi
masalah bersamaan dengan prinsip dua Malaikat pencabut nyawa ini,
mereka pun berbeda pendapat hingga akhirnya mereka menjadikan
seseorang yartglewat sebagai hakim. Tidak lama kemudian, Malaikat
dalam bentuk seorang lakilaki lewat lalu memutuskan perkara itu."223
Kesimpulannya, Malaikat maut ada dua yaitu, Malaikat rahmat
dan Malaikat adzab. Mereka turun untuk mencabut roh manusia
sesuai dengan amal perbuatannya. Orang Mukmin dicabut rohnya
oleh Malaikat rahmat, sedangkan orang kafir dicabut rohnya oleh
Malaikat adzab.
Disebutkan dalam beberapa d,tsd,r (riwayat), bahwa orang yang
sedang sakaratul maut merasakan keberadaan Malaikat maut, bahkan
terkadang dia bertanya kepada orang-orargyang sedang duduk di
sekitarnya tentang keberadaan orang asing di antara mereka. Hal ini
sebenarnya sangat mungkin terjadi, sebagaima na y oleh
beberapa nash (hadits) sebelumnya mengenai tunr^nnngydaituMnajulakikkaant yang
memberi kabar gembira dengan Surga kepada orang Mukmin ketika
sedang sekarat, dan turunnya Malaikat yang memberi kabar buruk
dengan Neraka kepada orang-orang kafir ketika sedang sekarat.
221 Syarb al-'Aqiidab ath-Tbabaau,tyyah ftlm. 338-350).
222 LThat Syarh al-'Aqii.dab ath-Tbahaautiyyah (hlm. 338-356).
223 Syarb an-Nauawi'aka Muslim $YA,/8a).
296 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Di,antara riw ay at y angmenguatkan hal itu adalah hadits' Aisyah
6f,, , dia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
"f b\;\a-,; fii;.{-'^Strj;liitr.;.J.r-J;li;-n
\;;,,L'A\'{4uk!,?p\'^b6ritt,f q,e.i;u
6 *)bt,=-k 4t ;A- 9Y*:: ^\t a;;.6 ts\:v:Xt';HS
G;6- ;f)+r ;CI- ;; **)+i,r yr4 61,L;Kil .ilr i;6-
'Siapa y^antgsenang bertemu dengan Allah, maka Allah akan senang
bertemu dengannya, dan siapa yang benci bertemu dengan Allah,
maka Allah benci bertemu dengannya.' Aku bertanya: ''$7ahai Nabi
Allah, apakah dilarang membenci kematian, karena kami semua
membencinya?' Beliau menj awab :' Tidak demikian (maksudnya). Akan
tetapi, jika orang Mukmin diberi kabar gembira dengan rahmat Allah
dan ridha-Nya serta Surga-Nya, maka dia senang bertemu dengan Allah
sehingga Allah pun senang bertemu dengannya. Sebaliknya,ilkaorang
kafir telah diberi kabar buruk dengan adzab dan murka Allah, maka
dia benci bertemu dengan Allah sehingga Allah pun benci bertemu
denganny a.e 224 Vdllaahu a'lam.
g. Bertanya kepada manusia di dalam kubur dan memutuskan
apakah nikmat ataukah adzab yang akan mengiringinya
Ahlus Sunnah walJama'ah mengimaniadanya fitnah kubur dan
pertanya n dua Malaikat yang ditugaskan kepada mayit (orang yang
telah meninggal), beserta apa-apa yang mengiringinya atas jawaban
ma.yit, baik berupa nikmat maupun adzab.
Ath-Thahawi 'taSH berkata: "Demikian pula adzab kubur-
yaitt, kita beriman-hal itu akan dialami oleh siapa saia yang pantas
menerimanya. Begitu juga (adanya) pefi^nyaan Munkar dan Nakir
22a Muslim W/2066, no.2684),Kitab "adz-Dirkru wad Du'aa'"
Menyel isik Alam Malaikat 297
di dalam kubur seseorang tentang siapa Rabbnya, apa agam^nya, dan
siapa Nabinya. Semua itu berdasarkan dalil-dalil dari Rasulullah ffi
dan para Sahabatnya ,M. Sesungguhnya kuburan adalah salah satu
taman dari taman-taman Surga atau salah satu lubang dari lubang-
lubang Neraka."22s
Al-Qur-an dan as-Sunnah telah menunjukkan kebenaran adzab
dan nikmat kubur, di antaranyafirman Allah \H berikut ini:
6r" W 6ry;;36i 6 *(iti':; i,tc yqavr. *. .
( @,-tl:-ti':fi 6ec 3r;$;it i;tli ili J;IV+;
"... dln Fir'aun beserta ftaumnya dikepungoleh adzabydngarnd.t buruk.
Kepada mereka ditampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada
bari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada Malaikat): 'Masukkanlab
Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzabyangsd.ngd.t keras.'" (QS. Mu'min:
4s-46)
1"i"Ti6'niri#d;i,l!fit1'r@i (:i1i;i3'ti-;v*'u"*si'iyr;n@;'tl6t,rHS:is"i3;1ir,,Y*,
{@'bfi'r
*Maka biarkanlab mereka hinga mereka menemui hari (yangdijanjikan
hrpod") merekayangpada bari itu rnereka dibinasakan. (Yaitu) bari ketika
tidak berguna bagi mereka sedihit pun tipu daya mereka dan mereka
tidak ditolong. Dan sesungubnya untuk ordng-ord.ngydng zbalim ada
adzab selain itu. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Ath-Thuur: 45-47)
Ibnu larir 4E berkata: "Para ahli tafsir berbeda pendapat
mengenai adzab yang dijanjikan Allah kepada orang-orang zhalim
22s Syarb al-'Aqiidab atb-Thahaaroiyyab ftlm. a51).
298 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
tersebut sebelum hari kematian. Sebagian mereka berpendapat bahwa
adzab itu adalah adzab kubur, sebagaimana diriwayatkan dari al-Bara'
dan Ibnu 'Abbas. Ada juga yatgmengatakan bahwa yang dimaksud
adalah kelaparan, sepefti yangdiriwayatkan dari Mujahid. Yang lainnya
menyatakan bahwa itu adalah kesulitan yang menimpa mereka di
dunia, yaitu hilangnya harta dan anak. Adapun pendapat yangrajih
(kuat) ialah ayat tersebut menunjukkan keumuman makna setiaP
adzab,sebelum adzabpada hari Kiamat, dan di antaranyaadalah adzab
kubur.' 226
Asy-Syaikh Muhammad al-Amin'rt)H berkata: "secara zhahir,
makna firman Allah: 4 aySi(la:;$ "adzab selain itu" adalah adzab y^ng
menimpa manusia di dunia, seperti pembunuhan dan yanglainnya ...
namun tidak menghalangi (dipungkiri) bahwa adzab kubur termasuk
adzab tersebut karena ia masuk ke dalam lahiriah ayat." 227 Sungguh,
at-^y y ang semakna den gannya s an gat b any ak."r
^y ^t
Adapun dalil dari as-Sunnah mengenai fitnah kubur dan PeraanyaarL
dua Malaikat serta siksa dan nikmat kubur banyak sekali. Penulis
berusaha mencukupkannya dengan mengungkapkan satu hadits yang
kiranya akan menguatkan pembahasan ini dan mendukung hadits-
hadits yangdi dalamnya disebutkan Malaikat. Di antara hadits-hadits
tersebut adalah hadits Anas €;' dari Nabi ffi, beliau bersabda:
*?.J "3L ;#-Xi\.>s'4\r-5'* i;S eyrli!$Jl3lll
,F.)\tS,.i-
$i\',!-^1r;
C^W,ffi &11 iG ,r+\ J, \");i;t frl ,t+i )g\ ;y
riliit v .3iiu\" q\i i,'W& .W,i3.er v,is
226 Tafsiir atb-Thabari (XXYII/36-37), secara ringkas.
221 Adbuaa-ul Bayaan NII/695), secara ringkas.
22s lJntuk tambahan, lihat Ma'aarijul Qabuul W1l7-l2l).
Menyel isik Alam Malaikat 299
3.H),i,t l, d;rs i, Jqi ;gt I
11.ffit Yl 4!,I 4o*<i)l?lt /7za
- u./-X. o .
i4..1J'
42iJ-O
to z( v,.'-oi.-zr z
Z<taat9
'Setelah seorang hamba (Mukmin) diletakkan di dalam kuburnya
dan sahabat-sahabatnya (orang yang melayarnya) telah berpaling
(pergi) hingga diadapatmendengarkan suara sandal mereka, datanglah
kepadanya dua Malaikat. Kedua Malaikat itu mendudukkannya lalu
bertanya kepadanya: 'Apa y^rLgkamu ketahui mengenai laki-laki ini,
yaitu Muhammad ffi| Ia menjawab: 'Aku bersaksi bahwa dia adalah
hamba Allah dan Rasul-Ny..'Maka dikatakan (kepadanya): 'Lihatlah
tempatmu di dalam Neraka y^ngtelah digantikan oleh Allah bagimu
dengan tempat duduk di dalam Surga ini."'Nabi ffi bersabda: "Orang
Mukmin itu pun melihat keduanya. Adapun orang kafir atau munafik,
dia berkata: 'Aku tidak tahu. Aku mengatakan sebagaimana dikatakan
oleh orang-orang.' Maka dikatakan: 'Kamu memang tidak tahu dan
tidak mau membaca.'Kemudian, orang itu dipukul dengan palu yang
terbuat dari besi dengan satu pukulan di ant^r^ kedua telinganya
sehingga dia pun berteriak sekeras-kerasnya hingga dapat didengar
oleh semua makhluk yang berada di sekitarnya, kecuali ats-tsaqalain
(jin dan manusia)."'2e
Telah diriwayatkan hadits masyhur yarlgsemisal dengan hadits
di atas dari al-Bara' bin'Azib. Di dalamnya disebutkan:
,frt -,):r,&4 wtj e,'A A114 r\:J;$ gKu *V ll
F.1\tli u,'A o\#,i>i:)i in,j#r..ili; ri :,i )1#
taje Y3:^ J\#, *il\ iy) 3^,&$r#b4eit
cttaf;'cds-\/o-j tu gJ-i-oozLilcg
t
Jl;4'r +utJr,
1tl t=-9t)zqt<P e\;,&111
)L:,.
22e Al-Bukhari U/462, no. 1308), Kitab "al-Janaa-iz" Bab'MaaJaa-a fii 'Adzaabil Qabri'."
300 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
ltt3;irrl+r Ut#iSl+t Jrlfi;k $b o'*uirrltt
'b.y) A\'i; rf J.^ U" \e*W \€; b *\# *til q q
A'l# *t:".gdoKu *tS *-G eQ'r'r\;fr... ;KJl rflr
zu,Jit#rc$; Y :o1l45,a2\ii ;u tu :i;* vfj,y,{
zv,Jrir?* a,sir .p.rr 1i.6 u l:1#,qr\i{;u
tV\ ;yti?U q+7 aS iirg^l ,y ;V r*W,€r\i.i;u
f\,r eiIL 31asV:1:;:\;? b *W iLW al 5Lir3
((,Li&\JyL,F
"selanjutnya dua Malaikat mendatanginya. Kedua Malaikat itu
mendudukkannya lalu bertanya kepadanya:'Siapa Rabbmu?' Ia
menjawab: 'Rabbku adalah Allah.'Keduanya bertanya lagi: 'Apa
agamamu?' Ia menjawab: 'Agamaku Islam.'Keduanya kembali bertanya:
'siapakah laki-laki ini yang diutus kepada kalian? Ia menjawab: 'Beliau
adalah Rasulullah ffi .' Kedu any a b erttnya kep ad any ai' Siap akah y ang
mengajarkanmu (awaban ini)? Ia menjawab: 'Aku membaca Kitab
Allah W serta beriman kepadanya dan membenarkannya.'Tiba-tiba,
berserulah penyeru dari langit mengabarkan bahwa'hamba-Ku itu
benar. Oleh karena itu, sediakanlah baginya tempat tidur di dalam
Surga, berilah dia pakaian dari Surga, dan lapangkanlah baginyapintu
menuju Surga.' Selanjutnya, dihembuskan kepadanya angin sepoi-
sepoi dan wewangian, serta dilapangkan baginya di dalam kubur
sejauh mata memandang ... Sesungguhnya seorang hamba yangkafir
... maka dikembalikan rohnya ke dalam jasadnya,lalu dia didatangi
dua Malaikat. Keduanya mendudukkannya lalu bertanya:'siapakah
Rabbmu?'Ia menjawab: 'Ha, ha, aku tidak tahu.'Keduanya bertanya
lagi: 'Apa agamamu? Ia menjawab: 'Ha, ha, aku tidak tahu.'Keduanya
kembali bertanya:'siapakah laki-laki ini yang diutus kepada kalian?
Menyelisik Alam Malaikat 301
Ia menjawab: 'Ha, ha, aku tidak tahu.'Maka berserulah penyeru dari
langit mengabarkan bahwa 'hamba-Ku telah berdusta. Oleh karena
itu, sediakanlah baginya tempat tidur di dalam Neraka, bukakanlah
baginya pintu menuju Neraka, dan datangkanlah kepadanyaudara
yang panas dan racunnya, Selanjutnya, kuburnya pun menyempit
sehingga meremukkan tulang-tulang rusuknya."230
Hadits-hadits yang semakna dengan hadits tersebut sangat banyak.
Telah disebutkan pula pada pembahasan seputar nama-nama Malaikat,
bahwasanya salah satu dari kedua Malaikat yangditugaskan untuk
menangani siksa kubur bernama Munkar; sedangkan Malaikat yang
lainnya bernama Nakir.
Diterangkan jr,rya sebelumnya mengenai sifat kedua Malaikat
itu. Sosok keduanya yang hitam kebiru-biruan tidak lain untuk
membangkitkan ketakutan dan kekaguman dalam hati manusia. Orang
yang berbahagia adalah orang yarug diteguhkan (lisannya) oleh Allah
(untuk menjawab pert^nyaan Malaikat dengan repat), sedangkan orang
yangsengsara adalah orang y^ngmengatakan: "Ffa, ha, aku tidak tahu."
Kita memohon kepada Allah keteguhan.23'
Telah dijelaskan hadits y^ng diriwayatkan dari Abu Hurairah
gE , bahwasanya para Malaikat berdo'a untuk orang Mukmin; bahkan
setelah rohnya dibawa ke langit, paraMalaikat di setiap langit pun rurut
mendo'akannya,. Sebalikny\ orangkafir dilaknat oleh para Malaikat;
bahkan setelah rohnya dibawa ke langit, para Malaikat di seriap langit
pun mel ak natny a-w dl' iy aadz u b ill aab _hin gga ro h itu dike mb alikan
ke dalam jasadnya.232
Nash-nash yangdisebutkan di atas memberikan beberap a f.aedah,
di antaranya:
1) Penetapan adanya fitnah kubur dan pertanyaan dtaMalaikat.
2) Penetapan adanya siksa dan nikmat kubur.
r30 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ulama lainnya dengan sanad shahih, sepeni yang disebutkan
pada hadits sebelumnya.
231 lbid.
232 Lihat kembali halaman sebelumnva.
302 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
l
3) Penetapan nama kedua Malaikat (penjaga kubur), yakni yang
pertama bernama Munkar dan yang kedua bernama Nakir.
4) Rahmat Allah dicurahkan bagi hamba-hamba-Nya yalgberiman
ketika meninggal dunia dan pemberitahuan mengenai berita
gembira yangdisampaikan Malaikat kepadanya.
5) Adzab bagi orang kafir dimulai sejak ia sekarat dan Malaikat
menyampaikan berita duka kepadanya dengan Neraka.
6) Bahwasanya kedua Malaikat itu menanyakantiga perkara kepada
manusia: Siapa Rabbmu? Apa agamamu? dan Siapakah laki-laki
yangdiutus kepada kalian ini?
7) Allah memberikan kemampuan kepada Malaikat untuk masuk
dan keluar dari kubur serta menyiksa orang berdosa yangtelah
meninggal dunia tanpa menghadapi kesulitan aPa pun.
Demikianlah beberapa faedah yang kiranya dapat diambil dari
penjelasan nash-nash tersebut, uallaabu a'lam.
h. Menyampaikan salam kepada Nabi ffi dari ummatnya
Allah \s9 memuliakan Nabi-Nya ffi setelah sebelumnya meng-
anugerahkan beliau dengan kenabian, kerasulan, dan persahabatan.
Dia \H memuliakan beliau dengan memberinya temPat y^ngterpuji,
haudb (telaga) yang dapat dilalui, dan dengan bendera pujian. Rabb
lH menjadikan Muhammad sebagai penutuP kenabian dan kerasulan,
serta penghapus agamapara Nabi sebelumn ya. P araMalaikat bersama
Rabb mereka di langit bershalawat kepadanya.DiaPun memerintahkan
kepada penghuni bumi untuk bershalawat kepada beliau dan
menjanjikan bagi mereka yang melakukannya pahala yang besar.
Allah \s9 berfirman:
;k w( oli w ",#i s6la ),i11,i a$, *
{@WW)*!"
"sesungubnya Allab dan Makikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orangydng beriman, bershalaantlah kamu untuk Nabi dan
ucap kanlab salam pengb ormatan bep adany A. " (QS. Al-Ahzaab : 5 6)
Menyel isik Alam Malaikat 303
Nabi ffi bersabda:
k kK.G\i, V, r{L
t+Vii,b e y y
^t"Barang siapa yangbersahalawat kepadaku satu kali maka Allah akan
bershalawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali.D233
Masih banyak lagi hadits-hadits yangsemakna dengan ini.234
Nabi ffi mengancam orang yangtidak bershalawatkepadanya,
yaitu dalam sabda beliau ffi:
(.'*,p- lS ;'+ 35't U ;,e{,t,i! p
"Sesungguhnya orang bakhil itu adalah orang y^ngketika namaku di-
sebut di hadapannya, dia tidak bershalawat kepadaklr."23s
Di antara kemuliaan Nabi ffiadalahAllah Wj menueaskan para
Malaikat untuk bershalawat kepadanya. Mereka mengelilingi bumi
untuk menyampaikan shalawat ummatnya kepada beliau, sebagaimana
disebutkan dalam hadits'Abdullah bin Mas'ud "ty, dia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
bVo-Hrr-id-1tt to9- -ztllt'r.o f 5,u-* b6l,
e;'1\ O
"Sesungguhnya Allah memiliki Malaikat-Malaikat yangberkeliling di
bumi untuk menyampaikan salam ummatku kepadaku."236
233 Imam Mu9lim {/306 no.70), Kitab 'agskha-SrhyaalaIashm",aB'ial bal"-aQsah-dshhiadlaaantuJ'aallaaan-ulNAa/bbiayaSm"k. arya Ibnul
23a Lihat Fadblusb Sbalaati 'alan Nabiy
Qayyim.
235 Imam Ahmad dalamMusnad-rrya Q./201) dari hadits 'Ali bin Abi Thalib 4E . At-Tirmidzi dalam
Sunan-nya (//2L1, no. 3514) dan ia berkata: "Hadits ini hasan gbarib shabih.
236 Imam Ahmad dalam Musnad-nya (l/357). An-Nasa-i (I/43).Ibnu Hibban, sebagaimana dalam
al'Mazoaarid (no. 2393). Al-Qadhi Isma'il dalam Fadblus Shalaati 'alan Nabiy ffi (hlm. 21).
Sanadnya shahih, sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qafyrm dalam Jalaa-ul Afbaatn Qim. 2a),
ia berkata: "Dalamal-Majma'QX/24): 'Diriwayatkan olehal-Bazzar dan para peiawinya shahih.;"
Dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam Musnal-nya N/244), al-Albani dalim Sbabiibul Jaami'
@,/234), dan al-Arna-uth dalam al-Musnad O.I/183).
304 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ly , dia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
4L rj:rr,\'-)b &* \.;\e i r,Yr* :-4X ;uP Y,,
"Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.
Janganlah pula kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan.
Bershalawatlah kalian kepadaku karena sesungguhnya shalawat kalian
sampai kepadaku, di mana pun kalian berada."z31
Hadits ini menunjukkan disyari'atk anrry mengucapkan salam
kepada Nabi M, di mana pun seseorang berad^a. Di dalamnya juga
terdapat larangan mengunjungi kuburan Nabi ffi berkali-kali sehingga
seseorang menjadika nny a sebagai kebiasaan (rutinitas).
Diriwayatkan dari 'AIi bin al-Husain, bahwasanya dia melihat
seorang laki-laki mendatangi sebuah lubang di sisi kuburan Nabi ffi.
Laki-laki itu biasa memasuki ny a dan berdo' a sehingga' Ali melar angny
dan berkata: 'Akan kuberitahukan kepadamu sebuah hadits yang aku^
dengar dari ayahku, dari kakekku, dari Rasulullah ffi, bahwasanya
beliau bersabda:
I
I
I
qfI
(tF '"rF \;'{t \3# :4#: V;4 lS t-'* Dr+{ 'i ll
((-rrJii *
'Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaandan
janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.
Ucapkanlah salam kepadaku karena ucapan salam kalian sampai
kepadaku, di mana pun kalian berada.''238
2r7 Imam Ahmad dalam Musnad-rya @./367) dan Abu Dawud (ro.2042) dalam al-Manaaslk dengan
sanad shahih. Llhat Shahiibul Jaami' SUL32, no.7103).
238 Abu Ya'la dalam Musnad-rya (l/36L, no. 469) dan pen-tahqiq-nya berkata: "Sanadnya dha'if."
Namun, riwayat ini dihasankan oleh as-Sakhawidalamal-Qaul al-Badii'sebab hadits itu menguatkan
hadits sebelumnya. Lihat al-Qaul al-Badil'(hlm. 55).
I
I Menyelisik Alam Malaikat 305
t_
As-Sakhawi'ri'55 berkata: "Hadits di atas memiliki penguat dari
riwayat al-Hasan bin al-Husain bin'Ali. Kami telah meriwayatkannya
dalam Mushannaf Abdurrazzaq dari jalur lain secara mursal dengan
lafazh: "Flasan bin 'Ali pernah melihat suatu kaum berkumpul di sisi
kuburan. Maka dia melarang mereka dan berkata: 'sesungguhnya Nabi
ffi bersabda:
Is .i u
tir, %H (tqfDbfr\-ir3--L'
d/l Ll^, Yr* VW tS
((.G-iri Hv-3F
'Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaandan
janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperri kuburan.
Bershalawatlah kalian kepadaku di mana pun kalian berada karena
sesungguhnya shalawat kalian benar-benar sampai kepadaku."23e
Telah diriwayatkan pula bahwa dia (al-Hasan bin al-Husain)
melihat seorang laki-laki berseru di sisi kuburan: "Hai, kamu (di sini)
dan orang di Spanyol (di sana) sama saja.' Semtanyadapat menyampai-
kan shalawat dan salam Allah kepada Rasulullah selamanya, hingga
hari Kiamat."24o
Telah ditetapkan melalui hadits-hadits dan beberapa dtsdr shahih
ini larangan menjadikan kuburan Nabi ffi sebagai tempat perayaan
sehingga seseorang membiasakan diri, secara rutin, mengunjunginya
pada waktu-waktu tertentu, seperti setiap minggu, setiap bulan, setiap
tahun, ataupun setiap hari. Demikian pula dilarang berkumpul di sisi
kuburan beliau sebagaimana orang-orang berkumpul pada hari raya.
Kuburan beliau dikunjungi sama dengan kuburan-kuburan lainnyaagar
dapat mengingatkan manusia terhadap akhirat. Seandainya seseorang
datang dari perjalanan jauh lalu pergi ke Masjid Nabawi kemudian
menziarahi kubur Nabi M secara syar'i, maka hal itu diperbolehkan
dan termasuk amal shalih, insya Allab.
23e Al-Masbannaf @./ 577, no. 6726).
Al-Qaulul Badil' (hlm.
2q 155).
306 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
l
J
Di dalamnya terdapat keutamaan bershalawat kepada Nabi ffi,
yakni shalawat te rsebut sampai kep adany a dari oran g y angbershalawat
dan mengucapkan salam kepadanya dengan perarLtaraMalaikat di mana
pun orang itu berada.
Di dalam nya iuga terkandung perkara yang bathil, yaltv aPt
yangdilakukan sebagian orang dengan mengirimkan (menitipkan)
,r1r- kepada sebagian y^nglainnya agar disampaikan kepada Nabi
ffi, sebagaimana y^ng biasa dilakukan oleh para lamaah haii dan
p"ra"rrarhS.ahPaebrabrtn.ryaata.Jnuisntriubesretbeanltiaknnygaa,nNdaebnigfafni petunjuk Nabi ffi dan
mensyari'atkan
kepada
titr rrrrtrk langsung mengucaPkan salam kepadanya. Sungguh, Allah
telah menugaskan Malaik at yangamanah untuk menyamPaikan salam
seorang Muslim kepada beliau. Oleh sebab itu, tidak perlu seorang
Muslim mengirimkan salam melalui orang lain, karena bukan termasuk
petunjuk para Sahabat de. Sesungguhnya setiaP y^ng diada-adakan
lUia'rtr; itu adalah sesat. Maka dari itu, wajib meninggalkan bid'ah_ini
dan mencukupkan diri dengan aPa yang ditegaskan bahwa Malaikat
menyampaikan salam seorang Muslim kepada beliau. Hal ini adalah
nikmat y^ttgsangat agung, walillaabil hamdu uan ni'mah.
Di dalam nya terdapat keterangan bahwa tidak ada kelebihan
bagi seorang Muslim yangmemberikan salam kepada Nabi ffi ketika
beiada di sisi kuburan dibandingkan dengan temPat-temPat ftuburan)
lainnya. Semuanya sampai kepada beliau sebagaima na yarLgdikatakan
al-Hasan bin al-Husain: "Anda dengan orang yangberada di Spanyol
sama saja."
i,i;,Hal ini menuniukkan kefaqihan ulama Salaf iirl dankedalaman
pemahaman mereka terhadap hakikat tauhid untuk meniaga ummat
agar tidak terjerumus kepada aPa yang orang-orang sebelum mereka
terjerumus ke dalamnya, seperti mengagungkan kuburan hingga
mereka menyemb ahnya selain Allah, wal'iaadzu billaab.
Menguatkan hadits ini dan d.tsd.r setelahnya adalah bahwasanya
Allah telah menugaskan Malaikat untuk menyamPaikan shalawat atas
Nabi ffiagarmereka menyamPaikannya kepada beliau di alam barzakh.
Menyelisik Alam Malaikat 307
Maka seyogyanya bagi setiap Muslim untuk senanriasa mengucapkan
shalawat untuk Nabi ffi, dengan redaksi shahih yangr.r,rai.yrri'rt,
dan hendaknya dia mengetahui bahwa salamnya itu pasti disampaikan
kepada Nabi ffi, uallaabu d'ldm.24l
i. Menghadiri dan berdiam di masiid-masiid pabhariJum'at
Telah disebutkan sebelumnya dalil dalam hal ini.z4z
i. Menghadiri majelis-majelis ilmu
sebelumnya telah disebutkan dalil atas hal ini. oleh sebab itu,
sepantasnyabagipara penuntut ilmu unruk meyakini hadits-hadits ini
yangmenunjukkan hadir nya paraMalaikat bersama mereka di majelis
ilmu. Para ulama telah menyebutkan beberapa keutamaan bagi orang
yang menuntut ilmu, di antaranyai
1) Allah menyebut mereka di tempat yangpaling tinggi.
2) Turun ketenangan atas mereka.
3) Mereka diliputi rahmat.
4) Mereka dikelilingiparaMalaikat yangmemenuhi antaramereka
dengan langit dunia.
5) Allah memberikan apa yang mereka minta, dan yangpaling
agung adalah Surga, maka kita memohon kepada Allah agar
mendapatkan Surga.
6) Allah melindungi mereka dari apa ya gmereka takutkan, dan
yangpaling agung adalah berlindung diri dari Neraka, maka kita
berlindung diri dari Neraka.
7) Allah mengampuni mereka dan orang yang hadir bersama mereka,
sebagaimana sabda beliau: "Mereka adalah kaum y^rLgtidak akan
celaka orang yangduduk bersama mereka." Telah disJutkan juga
bahwa majelis-majelis ilmu memiliki banyak keutamaan selain
ini, anllaab 14 a' ldm.243
l2aa2l Ultuk tambahan, silakan lihat ar-Raddu 'akl Ahhnaa-i karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
sebelumnya.
Llhat kembali penjelasan
2a3 LIblhnaut'AhbaldaumlaBn asrer bdealunmknityaab.-k_iUtanbtumk etanmgebnaahiainlm, ulihlaaitn|nuygaa.Jaami' Bayaanil 'Ilmi ua Fadblih karya
308 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
I
Namun, yangsangat mengherankan ialah sedikit sekali diantara
para penuntut ilmu yang merasakan hal ini, ualaa baula ualaa qrru)a)d.td.
illaa billah (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan
Allah).
k. Tugas-tugas lainnya
Demikianlah tugas-tugas para Malaikat yang berkaitan dengan
manusia. Seandainyakita mau meneliti as-Sunnah, niscaya kita
akan mendapatkan lebih banyak selain dari tugas-tugas ini. Masih
banyak tugas lain yang telah dan akan dilaksanakan oleh Malaikat, di
antar any a-secara glob al-sebagai berikut :
o Memandikan Nabi Adam ketika wafat
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab *!9.' , dia berkata: "Ketika
wafat, Nabi Adam )ptr dimandikan oleh Malaikat dengan air dalam
jumlah ganjil lalu mereka menggalikan liang lahad untuknya, seraya
berkata: 'Ini adalah sunnah Adam pada anaktrya."'zu
. Menghancurkan kaum Luth
Telah dikisahkan sebelumnya kisah yangberkenaan dengan tamu
Nabi Ibrahim ,W,yaiwbahwasanya Allah mengutus mereka untuk
I menghancurkan kaum Nabi Luth, sebagaimana firman-Nya:
qtt,
;;, Swi"6t:f ,; @'"j;;f\q-: KY,;6J 6 + y:
;.G;1@'4Aq:'+rrr3@eyti'V-#1"1
W@arf:iiG*eW-(Gv 'o(
{@ d-sir{;r a-
I
2a Al-Hakim dalam al-Mustadrak @,/5a5) dan dia berkata: "Shahih sanadnya, tetapi keduanya (al-
Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Penilaiannya itu disepakati oleh adz-Dzahabi.
Riwayat itu juga dishahihkan oleh al-Albani dalam Sbabiibul Jaami' S /48, no. 5083).
Menyelisik Alam Malaikat 309
L
"Ibrahim bertanya: 'Apakah urusdnrnu, bai pard utusan.' Mereka
mmjawab: 'sesunggubnya kami diutus kepada kaumyangberdosa (kaum
Lutb), agar kami timpakan hepada mereka batu-batu dari tanah ydng
(kera), y ang ditandai di sisi Rabbmu untuk (membinasakan) ordng- orang
y ang melamp aui batas.' Lalu Kami k eluark an ordng- ordng y ang beriman
yangberada di negeri kaum Lutb itu. Dan Kami tidak, mendapati di negeri
itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orangydngberserah diri. Dan Kami
tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orangyangtakut pada
siksa yang pedih." (QS. Adz-Dzaariyaat: 3l-37)
. Membawa Tabut kepada Bani Israil
Firman Allah \gH:
#L;r3i 3Hr;YiFI-;6\Wl,;o';$+#t:'p2'f,4f1;r\,3(,,y;;i4't ;4'Jt$ y
'-Y;Ji'oyH- ,^ig 6f\ alt\<+i3 xt s:1,5 Jv,
{@ <4*i
"DAn Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'sesunggubnya tanda
ia akan menjadi raja ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya
terddpdt keterangan dari Rabbmu dan sisa dari peningalan keluarga
Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibauta oleb Malaikat. Sesungubnya
pada ydng demikian itu terdapat tanda bagimu, jika hamu orangyang
berirnan.'" (QS. Al-Baqarah: 2aB)
Allah W memberitahukan bahwa Dia mengangkat Thalut
sebagai rajabagi Bani Israil. Akan tetapi, kaum Bani Israil ini tidak
rela atas pengangka:.anThalut sebagai raja mereka, sebagaimana
kebiasaan mereka mendurhakai perintah-perintah Allah dan berbuat
sombong dengan menentangny^,dengan alasan bahwa Thalut bukan-
lah keturunan ra)a dan tidak memiliki harta, sementara mereka
adalah hamba hana. Allah pun memberikan tanda-tanda kebenaran
untuk Raja ini, yaitu dengan membawakan tabut kepada mereka; ada
310 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
I
yangmengatakan bahwa di dalamnya terkandung ilmu Bani Israil.
Para Malaikat datang membawanya antara langit dan bumi hingga
i mereka meletakkannyadi hadapan Thalut, sementara itu orang-orang
menyaksikannya. Meskipun demikian, peristiwa ini-wal'iyaadzu
billab-tidak memberikan manfaat bagi pemilik hati yanglalai, telinga
yangtuli, dan mata y^ng buta. Akibatnya, teriadilah apa yang mesti
terjadi, yaitu Bani Israil mendurhakai raiaini, sebagaimanayang
I dikisahkan Allah kepada kita di dalam surat A1-Baqarah.'os
I
Dasar y^ngdijadikan dalil dalam hal ini bahwa para ahli tafsir
I berkata: "sesungguhnya paruMalaikat datang membawa Tabut itu
I di hadapan manusia sehingga manusia dapat melihat tanda-tanda
I
I kekuasaan Allah atas kebenaran Thalut dan Nabi pada zaman itt,
I uallaahu d'ld.rn.n
t
. ffiI
I Menolong Nabi dan para Sahabatnya dalam pePerangan
I
Il'
Di antara berbagai peristiwa yang dialami Nabi ffi, adalah
I
I pembedah an dadabeliau M, dan melihat Jibril dalam bentuk aslinya.
I
I
I Termasuk juga penj agaan Malaikat terhadap beliau, sebagaimana
I disebutkan dalam hadits Abu Hurairah <9., , dia berkata: "Abu Jahal
I
I
I berkata: 'Apakah Muhammad pernah melumuri wajahnya dengan
I
I tanah di hadapan kalian?'Seseorang menjawab: 'Ya.'AbuJahal berseru:
'Demi Lata dan 'lJzza,jika aku melihatnya melakukan hal itu, niscaya
l akan kuinjak tengkukty, atau akan kulumuri waiahnyadengan tanah.'"
I
Abu Hurairah melanjutkan: 'Abu Jahal pun mendatangi Rasulullah
I ffi ketika beliau sedang shalat, dengan tujuan untuk menginjak
I tengkuknya.' Abu Hurairah berkata: 'Orang kafir itu tidak dapat
l melakuka n apa-apamelainkan berbalik ke belakang sambil menjadikan
tangannya sebagai tameng.' Abu Hurairah bercerita: "Ditanyakan
kepadanya: 'Ada apa?'Abu Jahal menjawab: 'sesungguhnya arrtara
aku dan Muhammadterdapat sebuah parit besar dari api, penghalang
l
yangmenakutkan, dan sayap. Maka Rasulullah ffi bersabda:
I
(.r'J^aLy'*L",u-te\'^6LE'J & Ui jl ll
2as Lihat kisahnya di dalam Tafsiir lbni Ka*ir $/300-303).
Menyelisik Alam Malaikat 311
'Seandainya dia mendekat kepadaku, niscaya dia akan disambar
Malaikat pada setiap anggota badannya."'2a6
Allah \99 menyebutkan pertolongan para Malaikat terhadap
orang-orang Mukmin dalam banyak ayat, di antaranya firman-Nya
\H berikut ini:
'ri4:\ €t; 5 "H 4#6"#ilg tL*
{@ 4:/ 1{-;13r
"(Ingatlah), ketika kamu memobon pertolongan kEada Rabbmu, lalu
diperkenankan-Ny a bagimu :'sesunggubny o2 h, akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat ydng datang bertutut-
turut.'" (QS. Al-Anfaal: 9)
rxje 3A -# -,q *K* y
#{ @ t6- .'o}3 6fi{
giit'r^4:3;@bf-J WVt:, t_$i
I $ :ioe
"Hai orang-ordngydngberiman, ingatlab akan nikmat Allab (yangtelab
dikaruniakan) kepadamu ketika datang hepadamu tentdrd-tentara, lalu
Kami kirimkan kepada mereka angin topd.n dan tentarayangtidak dapat
kamu melibatnya. Dan adalab Allah Maha Melibat akan apayangkamu
k erj akan." (QS. Al-Ahzab: 9)
Al-Bukhari menjelaskan masalah ini dalam satu bab, yakni Bab
"Syuhuudhul Malaaikah Badra" melalui sanad dari hadits Rifa'ah bin
Rafi', dia berkata: Jibril datang kepada Nabi ffi lalu bertanya: 'Ap"
yangkalian siapkan untuk Perang Badar?" Beliau menjawab: "Kaum
Muslimin y angterbaik, atau kalim at yangsemisalnya. " Jibril berkata:
"Demikian pula dari kalang nparaMalaikat akan ikut berjuang dalam
Perang Badar ini."247
2{ Muslim G/2L54, no. 2797) dan al-Bukhari Nm/724, no. 4958 - al-Fat-b) dari Ibnu 'Abbas, secara
ringkas.
2a7 Al-Bukhari NA407 - al-Fat-h).
312 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
Dari'Aisyah @, dia berkata: "Ketika kembali dari Perang
Khandaq, Rasulullah ffi meletakkan senjata dan mandi, laluJibril r}@i
mendatangi beliau seraya berkata: 'Engkau telah meletakkan senjata?
Demi Allah, kami belum meletakkannya, maka keluarlah kepada
(perangilah) mereka.' Beliau bertanya: 'Ke mana?'Jibril Meniawab:
'Ke sini.'Jibril menunjuk kepada Bani Quraizhah. Setelah itu, Nabi
ffi berangkat ke Bani Quraizhah."z48
Diriwayatkan dari Anas €b , dia berkata: "seolah-olah aku
melihat debu yang bersinar di lorongJorong Bani Ghanam karenaJibril
menyertai Nabi ffi ketika berjalan menuju Bani Quraizhah."24e
. MenaungiJenazah Sahabat yangmulia,'Abdullah bin Haram
al-Anshari gg
Al-Bukha ri,+i')H berkata: "Bab Zhillul Malaa-ikah' alasy Syahiid
@ab Naungan Malaikat terhadap Orang yalgMati Syahid)." Ia pun
menyebutkan hadits dari Jabir bin'Abdullah qtlrr, dia berkat a: "J enazah
ayahku ('Abdullah bin Haram) dibawa kepada Nabi ffi dalam keadaan
cacat,lalu diletakkan di hadapan beliau. Kemudian, aku pergi untuk
menyingkap wajahnya, tetapi kaumku melarangku. Tiba-tiba, aku
mendengar suara ratapan. Ada yang mengatakan: 'Puteri 'Amr atau
saudara perempuan 'Amr.' Nabi berkata: 'Mengapa engkau menangis,'
atau 'jangan menangis, karena sesungguhnya Malaikat senantiasa
menaunginya dengan sayapnya."' Aku (al-Bukhari) bertanya kepada
Shadaqah:'Apakah dalam hadits ini disebutkan: 'sehingga jenazahnya
diangkat?' Ia menjawab:'sepertinya begitu.'D2s,
Di antara urusan yang akan dilakukan para Malaikat bersama
manusia dan pasti akan terjadi adalah mereka akan turun bersama
Nabi 'Isa )pi pada akhir zaman. Peristiwa tunrnnya'Isa lpi pada
akhir zamanini termasuk tanda Kiamat besar yangdiimani oleh Ahlus
Sunnah wal Jama'ah, sebagaimana telah disebutkan oleh al-Qur-an
dan as-Sunnah. Sangat penting untuk diperhatikan di sini bahwa
2a8 Al-Bukhari W3lL-3t2 - al-Fat-b).
24e lbid. w407).
250 Al-Bukhari Nl/32). Shadaqah adalah syaikh (guru) Imam al-Bukhari.
Menyel isik Alam Malaikat 313
Nabi'Isa )pi akan turun pada akhir zamansambil meletakkan kedua
tangannya di atas dua Malaikat yang mulia, seperti yangditerangkan
dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh an-Nuwas bin
Sam'an. Dalam hadits itu disebutkan: "Ketika dia (Drjjrl) dalam kondisi
seperti itu, tiba-tiba Allah mengutus al-Masih bin Maryam. Beliau pun
tunrn di menara berwarna putih di sebelah timur Damaskus di antara
Mahruudatain2st dengan meletakkan kedua telapak tang nnya di atas
sayap dua Malaikat."zs2
Tentang deralat hadits tunrnnya Nabi'Isa pW, sebagian ulama
berpendap at b ahwa hadits-hadits terse bu t rnut a@ at ir.2s3
o Memberikan syaf.aatkepada orang beriman pada hari Kiamat
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri *!B , dia berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
L-lai<J,i-c 'itlt'\ ,--i<o,-ic 9fi.a: F: 'Y ^\t 3ti;'"... ))
LJ ?)i4e?ssb:rr
",=;-te(\ .(b0\
"... Allah t6i" pun berfirman:'Para Malaikat telah memberi syaf.aat,
para Nabi telah memberi syaf.aat, dan orang-orang Mukmin telah
memberi sy afaat; hingga tidak ada y angtersisa (dalam memberi syafaat),
kecuali Allah Yang Maha Penyayang."'2s4
rSAllah menyebutkan syafaat para Malaikat bagi siapa yang di-
ridhai setelah mendapatkan izin dari-Nya, sesuai dengan firman-Nya [H :
J i'r$t-c5 W €ir +Eji c* c S,S *
(@ c;;tqArifr;x.
25r Dua kain yang dicelup dengan warna hi.iau (dan za'f.arar). Lihat Sbahiih Muslim dengan syarah
an-Nawawi.
252 Muslim (XUII/63 - Syarh an-Nauantfl.
253 Lihat at-Tashriih bimaa Tautaatar fii Nuzuulil Masiih karya Muhammad Anwar Syah al-
Kasymiri.
25a Muslim [/167, no. L83).
314 lbadah Malaikat dan Perbuatannya
L
I
I
"Dan berapa banyaknya Malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun
tidak berguna, kecuali sesudab Allab mengizinkan bagi orang ydng
dikehendak i dan diridhai-(Nya)." (QS. An-Naj m: 26)
Demikianlah tugas-tugas terpenting para Malaikat secara global.
Seandainya kita mengkaji as-Sunnah lebih detail lagi, niscaya kita akan
mendapatkan pengetahuan lebih dari itu. Cukuplah kiranya apayang
dijelaskan pada pembahasan di atas sebagai petunjuk banyaknya tugas
mereka, w.,allaabu a'lam.
Menyel isik Alam Malaikat 315
Bab V
Hak-HakPara Malaikat Atas Manusia
Dan Buah Beriman Kepada Mereka
A. Perbedaan Keutamaan antara Malaikat dan Manusia
Al-Baihaqi +W berkata: "Orang-orang dahulu dan sekarang
telah berbicara tentang perbedaan keutamaan antara Malaikat dan
manusia. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa para Rasul
dari kalangan manusia lebih utama daripada para Rasul dari kalangan
Malaikat, dan para wali dari kalangan manusia lebih utama daripada
para wali dari kalangan Malaikat. Ulamayanglain berpendapat bahwa
al-Mala-ul a'la (salah satu jenis Malaikat) lebih baik daripada seluruh
penduduk bumi."
Ia (al-Baihaqi) berkata: "Kedua pendapat tersebut memiliki alasan
(dalil)."'
Ibnu Abrl'Izz al-Hanafi '#E berkata: nOrang-orang telah
membicarakan perbedaan keutamaan antara Malaikat dan orang-orang
shalih. Ia menisbatkan kepada pendapat Ahlus Sunnah bahwasanya
orang shalih dan para Nabi saja yanglebih utama daripada Malaikat.
Kaum Mu'tazilah berpendapat bahwa Malaikat lebih utama. Sementara
itu, para pengikut al-Asy'ari terbagi menjadi dua pendapat. Di arLtara
mereka ada yang berpendapat bahwa para wali dan para Nabi lebih
utama, sedangkan yanglainnya tawaqquf (diam) atau tidak menentukan
t Syu'abul limaan Q,/135).
Menyelisik Alam Malaikat 317
9a1u pendapat. Namun, dikabarkan bahwasanya mereka cenderung
lebih mengutamakan Malaikat. Pendapat demikian juga disebutkan
dari selain mereka dari kalangan Ahlus Sunnah dan sebagian kalangan
Shufi."'
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah +V" berkara: "sebagian orang
yangmembicarakan tentang amal-amal hati menyarakan pendap
kepadaku: 'Dibandingkan dengan para Malaikat yang *.ngrtrri l^atnngyiat
dan bumi serta apa-apayangadadiantarakeduanya, juga mereka yang
ditugaskan kepada manusia, maka mereka-yaitu orang-orang shalih-
lebih baik darip ada paraMalaikat tersebut. Adapun al-karubiy un yang
kedudukannyalebih tinggi dari itu, tidak ada seorang pun yanglebih
utama daripada mereka. Namun, sebagian mereka mengkhususkan
Nabi kita, Muhammad ffi, yakni mengecualikannya dari keumuman
manusia, baik mereka lebih mengutamakan beliau daripada seluruh
Malaikat maupun hanyaterhadap para Malaikat yang mengarur urusan
alam semesta.""
Dengan demikian, menurut kami, dalam masalah ini terdapat
tiga pendapat:
1) orang-orang shalih dari kalangan manusia lebih utama daripada
para Malaikat. Pendapar ini masyhur menunrr madzhab Ahlus
Sunnah wal Jama'ah.
2) Malaikat lebih urama daripada seluruh manusia. Pendapat ini
diceritakan dari sebagian Asya'irah, dan Mu'r azilahserta dikuat-
kan dan didukung oleh Ibnu Hazmdalam kitabnya, al-Fasbl.o
3) Para Malaikat lebih utama daripada orang-orang shalih, kecuali
Nabi Muhammad W.Beliau lebih utama daripada semua
Malaikat.
Demikian pendapat-pendapat terpenring dalam masalah ini.
Semuanya (ptara ulama) berargumentasi dengan dalil dan berusaha
men-tarj ib pendapatnya masing-masing.
Syarb al- Aqiidab atb-Thahaaroiyyab (no. 320).
Majmu'ul Fataautaa @ / 356).
Al-Fasbl karya Ibnu Hazm (I / 22).
Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
Syaikhul Islam telah mengumPulkan dalil-dalil pendapat Ahlus
Sunnah wal Jama'ah bahwasanya orang-orang shalih lebih utama
daripada Malaikat-Malaikat, lalu berkata: "Aku pernah menganggaP
pendapat tersebut adalah muhdats (sesuatu yangdiada-adakan), hingga
,khirrry, aku meyakininya sebagai pendapat para Salaf dan Sahabat
Nabi ffi. Alhasil, timbullah keinginan berpaling untuk men-tabqiq
(menetapkan) pendapat tersebut. Maka dari itu, kami berpendapat
sebagaima na y angdikatakan oleh Salaf, yaitu orang-orang shalih lebih
utama daripada para Malaikat."
Setelah itu, beliau {sdh)aHlih^rantayseMbuatlkaaiknatt,igsaebbaeglaaisbdear1iik15utm: engenai
keutamaan orang-orang
Dalil pertama; .Ptb:u Ya'la al-Mushili meriwayatkan dalam kitab-
nya, at-Tafsiir, dengan sanadnya dari 'Abdullah bin Salam # , dia
berkata: "Tidak ada makhluk ciptaan yang lebih mulia daripada
Muhammad Mi."o
Dalil kedua: Firman Allah \H ketika mengkisahkan Iblis:
a?4 '&
or"dinttg6ny&dy-'a:;n\ givEn$gh"aDuiam(uiblil.isa)kabnerkaatatsa:d'iTriekrua?n"g'k(aQnSla.bAlk-eIspraadaa':'
tu, inikab
62) merupakan nash yang menunjukkan bahwa Adam lebih mulia
daripada Iblis sehingga dia diperintahkan sujud kepadanya. Yang
dimaksudkan oleh Syaikhul Islam '{o)H sujud kepada Adam adalah
dalil pemuliaan Allah baginya atas makhluk (Malaikat dan Iblis) yang
diperintahkan bersujud kepadanya.
Dalil ketiga: Allah menciptakan manusia dengan tangan-Nya,
sedangkan Malaikat tidak diciptakan dengan tangan-Nya, tetapi dengan
kalimat-Nya.
Dalil keempat: Dalam firman Allah W' 41aj9 e.:ni C'bq cL*
"sesungguhnya'Ahu hendak menjadikan tror)rg kbalifab di mulia
bumi." (QS. Al-Baqarah: 30) terdapat dalil diutamakannya (manusia
Namun, dalam buku ini penulis hanya mencantumkan sembilan dalil yang ditulis seca_ra acak
(tidak berurutan). Adapun yang tidak dicantumkan adalah dalil kelima, keenam, kedua belas, dan
ketiga belas.d
Al-Iiakim dalam al-Mustadrak S/365) dan dia berkata: 'shahih sanadnya, namun keduanya (al-
Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Pendapat ini disepakati oleh adz-Dzahabi.
Menyel isik Alam Malaikat 319
menjadi*d) khalifah dari dua segi. Pertama, khatifah lebih mulia
daripada yangdipimpin, sementara di bumi sudah ada Malaikat. Kedua,
paraMalaikat telah meminta kepada Allah agar menjadikan mereka
sebagai khalifah dan yang menjadi khatifah dari kalangan mereka.
Seandainya kedudukan khalifah itu tidak memiliki derajatyang tinggi,
yangmelebihi deralatmereka, rentu para Malaikat tidak akan meminta
hal itu dan tidak akan menginginkannya.
Dalil ketujub: Allah memuliakan Adam atas mereka dengan
ilmu. Hal ini dapatdilihat ketika Allah bertanya kepada para Malaikat
tentang nama-nama, tetapi mereka tidak dapat menjawab-Nyr, bahkan
mengakui tidak mengetahuinya. Maka Adam pun memberitahukan
hal itu.
Dalil kedelapan: Kisah sujudnya para Malaikat kepada Adam, serta
mengutuk siapa sqa yang tidak mau bersujud, ini karena pemuliaan
dan penghormatan terhadap Adam.
Dalil kesembilan: Banyak d.tsdr dari para Salaf yang memberikan
faedah bahwa orang-orang shalih lebih mulia daripada para Malaikat,
tanpa pengingkaran dari mereka akan hal itu dan tidak ada seorang
pun yang menyelisihi mereka dalam hal itu. Akan tetapi, perbedaan
pendapat itu terjadi ketika hawa nafsu telah menguasai para pelakunya
sehingga pendapat pun bercerai berai. Hal itu rn.r.r*1 mereka sama
dengan sebuah ketetapan.
Dalil kesepuluh: Hadits-hadits tentan g mubaabaar (Atlah berbangga
dengal manusia). Sesungguhnya Allah berbangga di hadapr, p.i,
Malaikat dengan hamba-hamba-Nya yangMukmin, yangr.nrrrii*,
melakukan ketaatan, seperti Dia berbangga dengan orang-o rangyang
wukuf di 'Arafah, dan yangsemacamnya.
Dalil kesebelas: Apa yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang
shalih pada hari Kiamat berupa kebaikan yangmenyeluruh, keutamaan
yangagung, nikmat yangretap, para bidadariyangtidak terbatas, dan
kelezatan memandang kepada wajah-Nya yangmulia. Kita berdo'a
kepada Allah agar Dia menjadikan kita termasuk golongan mereka.
7 Lihat at-Targbiib uat Tarhiib F/200).
320 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
Inilah dalil-dalil terpenting yangdisebutkan oleh Syaikhul Islam.
Saya menyebutkannya secara ringkas, namun tidak diragukan lagi
bahwa penjelasan ini sudah menunjukkan apa yangdikehendaki.'
Pada bagian yarLglain, Syaikh 4l$5 berkata: "Ini adalah masalah
besar yangdisebutkan secara lengkap di selain tempat ini. Keutamaan
manusia baru dapat diketahui dengan sebab-sebab yang perlu dijelaskan
di sini. Keutamaan mereka akan tampak ketika sudah masuk tempat
y^nFabadi:fl'.tli"nernr=K{t'*'.v66n66y,ty-*\fi -Sed)ng
Malaikat-Malaikat masuh ke tempat+einpat mereka dari seniua. pintu;
(sambil rnengucdpkan):'salamun'alaihum bima sbabartum.' Maka
alangbab baiknya ternpdt kesudaban itu." (QS. Ar-Ra'd: 23-241"'
Ibnul Qayyim t*M berkata: 'Oleh karena itu, kebanyakan
manusia berpendapat bahwa mereka lebih utama-yaitu orang-orang
shalih-atas para Malaikat. Sebab, ketika para Malaikat beribadah,
mereka terbebas dari dorongan-dorongan nafsu dan syahwat yang
ada pada manusia. Ibadah Malaikat dilaksanakan tanpa tantangan,
hambatan, dan kesulitan, seperti napas bagi makhluk yang hidup.
Berbeda dengan manusia, ibadah mereka disertai dengan tantangan-
tantanBan nafsu, kekangan syahwat, dan dorongan-dorongan naluri.
Maka ia (ibadahnya manusia) lebih sempurna."r,
Kesimpulan dari uraian ini ialah bahwasanya orang-orang shalih
lebih utama daripada para Malaikat, jika dilihat dari segi kesudahannya,
karenaAllah \W telah menyediakan bagi merekapahaladan kenikmatan
yatgbanyak dalam tempat kemuliaan yar'gtidak dijanjikan bagi para
Malaikat *i{p. Tugas manusia, saat itu pun terputus dan tidak ada
yang tersisa kecuali menikmati apa-apayangdikaruniakan Allah atas
mereka; sedangkan tugas Malaikat itu abadi dan tiada putus-putusnya.
Oleh karena itu, para Malaikat akan masuk menemui orang-orang
Mukmin lalu mengucapkan salam atas mereka. Adapun jika dilihat
dari segi awalnya, kedudukanparaMalaikat lebih utama karena mereka
diciptakan untuk taat kepada Allah sebelum anak Adam. Merekataat
8 Llhat Majmuu'ul Fataautaa (y/250-392).
e Majmuu'ul Fataautaa 1Xt/95).
10 Thaiiqul Hijrauin (r1m.381), dengan saduran.
Menyelisik Alam Malaikat 321
kepada Allah dan tidak pernah mendurhakai-Nya walau hanyasekejap
mata. Di samping itu, ibadah mereka lebih banyak daripada ibadah
manusia, anllaahu a'lam.
B. Hak-Hak para Malaikat atas Manusia
1. Beriman kepada Malaikat
Beriman kepada para Malaikat adalah rukun kedua dari rukun-
rukun iman. Tidak sempurna iman seorang hamba, kecuali dengan
beriman kepada mereka. Yang dikehendaki dari beriman kepada
mereka adalah beriman secara global dan terperinci, seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya. Maksudnya, Allah mewajibkan kepada
anak Adam untuk mengakui keberadaan Malaikat dan menjadikan
pengakuan ini sebagai kewajiban dalam agamayangakan ditanyakan
kepada manusia pada hari Kiamat. Pengakuan ini mencakup beberapa
hal, sebagaimanayang telah dijelaskan secara terperinci. setiap kali
pengetahuan seseorang tenrang kondisi paraMalaikat benambah maka
keimanannya pun akan bertambah. Hal itu rermasuk sikap pembenaran
terhadap berita-berita dari Allah dan Rasul-Ny, ffi tentang mereka.
Tidak diragukan lagi, ketidaktahuan terhadap para Malaikat,
tentang kondisi dan sifat mereka mengakibatkan kurangnya iman.
Kekurangan iman ini sangat berpengaruh pada keyakinan-keyakinan
lainnya atau berpengaruh pada perbuatan dan prilakunya dalam
kehidupan.
Seandainya mengetahui kondisi, sifat, dan perbuatan mereka bukan
masalah yang sangat penting, niscaya Allah tidak akan menjadikan
beriman kepada para Malaikat sebagai rukun iman kedua dari rukun-
rukun iman yangada.
Maka dari itu, hendaklah seorang Muslim senanriasa mem-
perhatikan dengan cermar dan bersemangat untuk mempelajari apa
saja yang bermanfaatbaginyadi dunia dan di akhirat. Seyogianya pula
dia memulai dengan apayatgdimulai oleh para Nabi dan Rasul-Ny,
tpu, yaitu membenarkan tauhid dan memperbaiki keyakinan, yang
di antaranya adalah beriman kepada paraMalaikaq uallaabu a'lam.
322 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
2. Mencintai, mengagungkan, dan menyebutkan keutamaan
Malaikat
Para Malaikat adalah hamba-hamba yang mulia di sisi Allah.
Dia memilih dan menugaskan mereka untuk melaksanakan urusan-
urusan besar, sebagai bentuk ketaatan dan ibadah kepada Allah \H.
Selama kondisi para Malaikat seperti ini, mencintai mereka -rffii
hukumnya wajib, bahkan termasuk bagian dari iman terhadap mereka.
Kita mencintai para Malaikat karena mereka adalah hamba Allah
yangtidak durhaka terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu
melaksanakan apa yangdiperintahkan. Kita mencintai para Malaikat
karena tugas-tugas agung yangmereka laksanakan di langit dan bumi, di
samping karena mereka mendo'akan kita di sisi Allah ffi , sebagaimana
firman-NyaW z
4, {'i,lj 6 t jL }-o}; 1- {t; 6 3A'b}7t-J (
YU "^:4 ,6 ,3LirGr\;tt; 6$r-18{;
;ii;$ij@ 6e;*g;;U:"WSV6r.$r-7;f,
,)1 // e4tr?ie?./ ,J/cb/
r{r&J
"(Malaikat-Malaikat) yang memikul 'Arry dan Malaikat yang berada di
sekililingnya bertasbib memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-
Nya serta memintakd.n dmPun bagi orang'orangyang beriman (seraya
mengucapkan): Ya Rabb kami, rabmat dan ilmu Engkau meliputi segala
sesudtu, maka berilab arnpundn hepada orrmg-ord.ngyang bertaubat dan
rnmgikuti jalan Engkau danpelibaralab mereka dari siksaan Nerakayang
menyala-nyala,ya Rabb kami, dan masukkanlab mereka ke dalam Surga
'Adn yang tekb Engkau janjikan krpofu mereka dan orang-orang sbalib di
Menyelisik Alam Malaikat 323
dntard bapak bapak mereka, dzn istqi-istui mereka, dan keturunan mueka
selnud. Sesunguhnya Engkaukh yang Mabapukasa kgi Mdbabila.htd.na dan
peliharakh mereka dari (baksan) hejabaan. Dan orang-orrtngyang Engkau
pelihara dari (pembaksan) kqabaan pada bari itu maka sesungubnya tekh
Engkau anugerahkan rabmat kepadanya dan itulab kemenangan yang
besar.'" (QS. Al-Mu'mi n: 7 -9)
Jy+3Aigkg 6ii'i N
/J)/
,\1334i
{
"Diakh yang membui rabmat kepad,amu dan Malaikat-Nya (memobonkan
drnpunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan
kepada cabaya (yorg terang). Dan adalah Dia Maba Penyayang kepada
ord.ng- orang y dng beriman." (QS. Al- Ahzaab : a3)
*;)2,-bli1_i<4tt3 e <,ft-LiiailKy
{ @ g;r :fis i:^tiLli AiJi4 g oE43 "6
"Hampir saja langit itu pecab dari sebelab atasnya (karena kebesaran
Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbib serta memuii Rabbnya dan
memohonkan ampun bagi ordng-ordng yang ada di'bumi. Iigatlab,
babuta sesunggubnya Allah Dialab Yang Maba Pengampun lagi Maha
Penyayang." (QS. Asy-Syuura: 5)
Do'a-do'a agung yang tidak ditemukan tandingannya pada
seorang bapak yangmengasihi anaknya ini telah dilakukan oleh para
Malaikat yangbaik itu, di tempat yangmulia, yakni di sisi Yang Maha
Pengasih lH. Itulah sebab yang mewajibkan kita untuk membalas
keutamaan dan do'a para Malaikat tersebut, yaitu dengan mencintai
mereka dan berdo'a kepada Allah agar memberikan balasan yang baik
kepada mereka.
Tidak diragukan lagi bahwa do'a dan shalawat para malaikat kepada
kita memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mengeluarkan kita dari
324 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
kegelapan menuju cahaya. Oleh karena itu, Allah menggandengkan
shalawat mereka dengan shalawat-Nya serta menyebutkan do'a dan
permohonan ampun mereka bagi kita di tempat yang menjelaskan
nikmat-Nya atas kita.
Nabi ffitelah membalas orang y^ngmengajaknya menghadiri
jamuan makan dengan mendo'akanagar Malaikat bershalawat kepada-
nya, sebagaimana disebutkan oleh hadits Anas S; dalam kisah
kunjungan Nabi ffikepada Sa'ad bin'Ubadah, diceritakan darinya:
" ... Nabi Allah ffi pu makan. Ketika selesai, beliau bersabda:
?''re piS'au.\A ,fnb Jk)lS-Yi'eil\tE Si n
(.o*a\
'Orang-orang baik telah makan makanan kalian dan Malaikat telah
bershalawat atas kalian serta orang-orang berpuasa telah berbuka di
rumah kalian.'"rr
Kita mencintai para Malaikat karena mereka mencintai kita,
sebagaimana disebutkan dalam hadits sebelumnya bahwasanya jika
Allah mencintai seorang hamba, makaJibril memerintahkan penghuni
langit supaya mencintainya.
Kita mencintai paraMalaikat karena tugas agung yang mereka
laksanakan untuk menolong Rasulullah ffidankaum Muslimin. Kita
mencintai mereka karena tugas agung yangmereka laksanakan untuk
mempermudah kemaslahatan kita di dunia dan akhirat. Kita mencintai
mereka karena syafa'at yalo'g mereka berikan kepada kita pada hari
Kiamat. Kita mencintai mereka karena mereka memberi kabar gembira
kepada kita dengan Surga pada hari Kiamat. Kita mencintai mereka
karena mereka berdo'a demi keselamatan kita ketika menyeberang di
alas asb-sbiratb. Kita mencintai mereka karena mereka adalah penolong
kita di dunia dan di akhirat.
rr Imam Ahmad dalam al-Musnad (IlU138) dengan sanad shahih. Lihat Musnad Imam Abmad
(XIX/398), dengan tahqiq al-Araa-wh.
Menyel isik Alam Malaikat 325
Setiap kali manusia merenungkan perbuatan yang dilakukan
para Malaikat niscay a akan benambah kecintaan dan pengagungannya
kepada mereka. seandainya tidak ada kewajiban untuk b.ri*r,
kepada para Malaikat, melainkan hanya beriman kepada Allah,
niscaya tetap layak mencintai mereka karena keimanan yang ada
pada mereka. Bagaimana tidak, terlebih lagi kita telah mengetahui
bahwa paraMalaikat memiliki sifat-sifat agung dan mulia yangsetiap
salah satu darinya sudah cukup (menjadi alasan) untuk mencintai dan
mengagungkan mereka.
Merupakan suatu kewajiban atas seorang Muslim mencintai
wali-wali Allah, di antaranya adalah para Malaikat yang mulia,
serta mengagungkan dan merenungi sifat-sifat mereka yangagung,
sebagaimana disebutkan dalam al-Qur-an dan as-Sunnah, juga meyakini
keutamaan mereka, menyebut kelebihan mereka, dan menyanjung
mereka sesuai dengan sanjungan Allah dalam Kitab-Nya dan melalui
lisan Rasul-Nya ffi. selain itu, hendaklah setiap Muslim merindukan
pertemuan dengan para Malaikat di negeri kemulian mereka,
sebagaimana Nabi (W, merasasenang saat Jibril sering mengunjunginya,
seperti yangtelah dijelaskan sebelumnya.
Para ulama pun berbicara mengenai hukum bershalawat dan
mengucapkan salam kepada mereka. Sebagian mereka melarangnya,
namun sekelompok yang lain membolehkannya. Imam an-Nawawi
'#E berkata: "Mereka (para ulama) bersepakat atas diperbolehkannya,
bahkan disunnahkan, untuk bershalawat kepada Nabi ffi; demikian
pula diperbolehkan dan disunnahkan melakukannya kepada semua
Nabi dan para Malaikat secara khusus."r2
Al-Qadhi 'Iyadh ,4$E berkata: "Para ulama telah sepakat atas
diperbolehkannya bershalawat kepada selain Nabi M."r,
As-Sakhawi 4!15 bercerita: "Guru kami berkata: 'Tidak diketahui
adany a hadit s y ang dapat dij adikan seb agai n ash men genai bershalawat
t2 Al-Adzhaar (hlm. 108).
13 Asy-Sytfaa bi Ta'riifi Huquuqil Mushthafa (l/659).
326 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
kepada Malaikat. Akan tetapi, bershalawat kepada Malaikat hanya
didasarkan pada sabda beliau ffi:
(.J4gL; , ia)l t$:: +r ,riji ,yt*n
airl
'Bershalawatlah kalian kepada para Nabi dan para Rasul-Nya karena
Allah menamai mereka sebagai Rasul.'"ra
As-Sakhawi pun menunjukkan suatu hadits dari Abu Hurairah
g5, bahwasanyaNabi ffi bersabda:
kt-#\S'&4 -alt-op{i::+r ,r.9i ,ytkn
'Bershalawatlah kalian kepada para Nabi dan para Rasul-Nya karena
sesungguhnya Allah mengutus mereka sebagaimana Dia mengutus-
ku.""t
Diriwayatkan dari \7a-i1 bin Hujr 4B , dta berkata bahwa
Rasulullah ffi bersabda:
((.d-# 5\b) i;,;y$,.35iri!c,r*srr eWn
'Bershalawatlah kalian atas para Nabi jika kalian menyebutku karena
sesungguhnya mereka diutus sebagaimana aku diutus.'"r6
Masuknya para Malaikat di sini karena mereka adalah utusan
(Rasul) Allah. Jadi, jelaslah bahwa hal ini menunjukkan disunnah-
kannya bershalawat kepada mereka jika nama Malaikat-Malaikat itu
disebutkan.
Ibnul Qayyim +M berkata: "Penjelasan yang benar dalam
masalah bershalawat kepada selain Nabi ffi, boleh jadi atas keluarganya,
isteri-isterinya, dan anak-anaknya atau y anglainnya ini sebagai berikut.
Jika yang pertama fteluarganya) disebutkan, maka bershalawat kepada
mereka disyari'atkan bersama shalawat untuk Nabi ffi.
ta Al-Qaul al-Badii'fis Sbalaati 'alal Habib asy'Syaf i $lm. 55). at-Turkamani. Sanadnya
,, Al-Qadhi Isma'i.-deJamFa.dhlas Sbakati'ahn Nabi (no. 45), dengantabqiq
hasan karena didukung hadits-hadits lainnya.
16 Diriwayatkan oleh asy-Syafi'i dan Ibnu Asakir, sebagaimana dikatakan oleh al-Albani dalam
Shabiihul Jaami' (no. 3675). Syaikh pun menghasankannya.
Menyelisik Alam Malaikat 327
Adapun jika dimaksudkan untuk y^ngkedua, yaitu Malaikat dan
orang taat secara umum, termasuk di dalamnya para Nabi rHl dan
utusan lainnya, maka bershalawat kepada mereka juga diperbolehkan,
yakni mengucapkan: " Allaabumma sballi'alaa Malaa-ikatil muqarrabiin
uta abli tbaa'atika ajma'iin" (Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas
Malaikat-Malaikat-Mu dan orang-orang y angta tkepada-Mu semuanya).
Namun, jika ditujukan kepada orang atau kelompok tertenru, maka
bershalawat seperti itu makruh, bahkan apabila dikatakan haram
pun memiliki alasan, terlebih kalau seseorang menjadikan shalawat
itu sebagai syi'ar baginya. Dilarang juga shalawat yang sebanding
dengannya ata:u yang lebih buruk daripadanya, sebagaimana yang
dilakukan Rafidhah terhadap 'Ali gf . Akan tetapi, jika kadang-
kadang seseorang bershalawat kepada orang lain tanpa menjadikannya
sebagai sy7'ar,sebagaimana orang yangbershalawat kepada orang yang
membaya r zdaaknats,sueabmaignayiam,asneartaNsaebbi aMgayim^anngab'eArlsi hyaalanwgabteursnhtuaklawseaotraatnags
perempuan
'IJmar, maka hal ini diperbolehkan."rT
Apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim ,rl'i6 dengan menjadikan
hal itu sebagai syi'ar ahlul bid'ah, tanpa menyebutkan di dalamnya
shalawat atas Malaikat, maka tidak diragukan lagi bahwa masalah itu
(shalawat atas Malaikat) tetap menj adi hak merek a antar adiperbolehkan
atau disunnahkan. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk meng-
anggapnya makruh atau haram,uallaahu a'lam.Jika shalawat tersebut
terkadang dilakukan dan terkadang ditinggalkan, maka cara itu
dianggap lebih baik karena dengann ya dapat dibedakan arTtaramereka
dan Nabi ffi.
Adapun menyampaikan salam atas para Malaikat maka tidak
diragukan akan kebolehannya, baik secara sendiri-sendiri maupun
bersama-sama, karenayangdemikian itu berbeda dengan shalawat. Kita
menyampaikan salam atas hamba-hamba Allah yang shalih dalam setiap
shalat, dan para Malaikat termasuk di antaranya, uallaabu a'lam.ts
t7 Jalaa-ul A/baam (hlm. 352).
18 Lihat al-Qaul al-Badll'(hlm. 57) dan Fat-bul Baari (XI/169).
328 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
3. Tidak boleh mencela, meremehkan, atau mengeiek Malaikat
Di antara hak-hak para Malaikat atas kita adalah selalu menyebut
mereka dengan kebaikan dan menjauhi pembicaraan yang meng-
indikasikan kekurangan mereka. Tidak boleh juga mencela, memaki,
atau menampakkan permusuhan terhadap mereka. Sesungguhnya
membenci dan memusuhi para malaikat berarti kafir kepada mereka,
sedangkan kafir kepada mereka berarti kafir kepada Allah Mi ,
sebagaimana firman-Nya \H :
a';*c j3 ii u,ir;..,is$ {i" if5 fig lr#.(; 3; <rWS *
(;'; i( J @ *+4.J#3 6'rfi a.. // -/o/
is.
'u-j,KII."i'S 5Y 'J*-7- 3',t{,t -rl-L;) -9)45,7-e
^i {@
"Katakanlab: 'Barang siapa menjadi musub Jibril, maka tibril itu
telab menurunkan (al-Qur-an) ke dalam batimu dengan seizin Allah;
m emb enar k an d,p d, (Kitab - Kita b) y an g s e be l u m ny d. dan m enj ad i p e t unj u k
serta berita gembira bagi orang-ordngyang beriman.' Barang siapa yang
menjadi musub Allab, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril
dan Mikail, maka sesungguhnya Allab adalab musub orang-ord.ngydng
kafir." (QS. Al-Baqarah: 97 -98)
Al-Qurthubi +SH berkata: "Ayat ini menerangkan ancaman
dan celaan terhadap orang yang memusuhi Jibril ;gO;, serta sebagai
pemberitahuan bahwa memusuhi sebagian Malaikat dapat menyebabkan
Allah memusuhi mereka (orang-orang yang memusuhinya)."t'
Ibnu Katsi, pSU berkata: "Maksudnya, hendaknya siapa sapyang
memusuhi Jibril mengetahui bahwa Malaikat itu adalah Rubul Amin
yangtunrn membawa al-Qur-an ke dalam hatimu (Muhammad) dari
Allah, sesuai dengan izin-Nya untuk melakukan hal itu. Dengan kata
lain, dia (|ibril) adalah salah satu Rasul Allah dari kalangan Malaikat;
t' Tafsiir al-Qurthubi [l/36).
Menyel isik Alam Malaikat 329
dia adalah Malaikat-Ku. Siapa yangmemusuhi seorang Rasul berarti
telah memusuhi semua Rasul, siapa yangberiman kepada seorang Rasul
wajib pula beriman kepada Rasul lainnya,dan siapa yangkafir kepada
seorang Rasul berarti telah kafir kepada Rasul seluruhnya."20
Tidak diragukan lagi bahwa Malaikat Allah W termasuk
para wali yang dekat kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya W:
't<{lt*S ;;tLi <,K J &;t:tna iF
ALi,Hfr
{@q
"Al-Masib sekali-kali tidak enggdn menjadi hamba bagi Allab, dan tidak
(pula mggan) Malaikat-Makikat yang terdekat (kepada Allab). Barang siapa
ydng engg,an dari menltembab-Nya dan men)ombongkan diri, nanti Allab
akan rnengurnpulkan mereka sernua kepada-Nya." (QS. An-Nisaa':172)
Memusuhi parawali-Nya termasuk dosa besar yang menyebabkan
murka dan permusuhan Allah, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah
*!y , dia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
r\\r.,)-J,,tu iIiT 337 \1-'Jo ,Y"1- 65\" e,jta;Jut jt6 yy
"Allah W berfirman: 'Barang siapa yangmemusuhi wali-Ku maka
sungguh Aku telah menyatakan perang dengannya."'zl
Akan disebutkan pula sebab turunnya firman Allah IH:
4.,t-#-(t3L34iS$ "Kotokanlab: Barang siapa ydng menjadi musuh
Jibril...." (QS. Al-Baqarah: 97) yang menjelaskan keyakinan kaum
Yahudi terhadap Malaikat padajuz kedua, insyaAllab.
ib:Para ulama '^itt telah memberikan peringatan keras agar
seseorang tidak menodai kehormatan para Nabi, Rasul-Rasul Allah,
20 Tafsiir lbni Jarir Q./ 132). 6137- al-Fat-b), Kitab "ar-Riqaaq", Bab "at-Tawaadhu'"
Al-Bukhari N /2384, no.
2'
330 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
serta para Malaikat-Nya; atav mencela, merendahkan, meremehkan,
dan mendustakan mereka. Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan
y^t7g demikian ini berkonsekuensi murtadnya seseorang dari agama
Allah W, anal'iyaadzu billab.
Al-Qadhi 'Iyadh 'iu5 brrpendapat: "Hukum orang y^ng
mencela dan meremehkan Nabi-Nabi Allah dan para Malaikat-Nyr,
atau mendustakan apa yang mereka bawa, atau mengingkari dan
mendurhakai mereka adalah dibunuh sebagaimana orang murtad ..." Ia
menyatakan bahwa Sahnun berpendapat: 'Barang siapa yarLgmencaci
salah satu Malaikat maka dia harus dibunuh."
Dalam kitab an-Nauaadir dari Malik, mengenai orang yang
mengatakan bahwasanyaJibril salah dalam membawakan wahyu sehingga
yang seharusnya menjadi Nabi adalah'Ali bin Abi Thalib, "Maka orang
itu (atas ucapannya tersebut-"d) disuruh bertaubat. Jika bertaubat, maka
dia bebas, dan jika tidak bertaubat, maka dia dibunuh."
'Iyadh berkata: "Abul Hasan al-Qabisi berpendapat tentang orang
yang berbicara kepadayanglain: ''Wajah Malaikat Malik sedang marah.'
Apabila diketahui bahwa dia mencela Malaikat itu dengan sengaja,
maka dia harus dibunuh."
Al-Qadhi 'Iyadh berkata: "(Hukum) ini semuanya berlaku
bagi orang y^ngmembicarakan mereka pada yangtelah kami
katakan atas semua Malaikat dan Nabi-Nabi; ata^upaatas sosok tertentu
yang telah kita ketahui bahwa dia termasuk Malaikat atau Nabi
yalgdinashkan oleh Allah di dalam al-Qur-an; atau sudah diketahui
secara jelas dasarnya berdasarkan hadits mutawatiry^ngmasyhur dan
telah disepakati melalui ijma', seperti Jibril, Mikail, Malik, penjaga
Surga, Zabaniyah, penjaga Neraka, dan Malaikat pemikul 'Arsy yang
diterangkan di dalam al-Qur-an .... Adapun (hukum)terhadap Malaikat
atau Nabi, yang nama-namanya belum ditetapkan melalui hadits dan
belum disepakati melalui ijma'sepefti Harut dan Marut di kalangan
Malaikat, maka hukum mencela dan mengingkari mereka tidak sama
seperti hukum yangtelah kami sebutkan di atas. Sebab, tidak ada
ketetapan pengharaman bagi mergka, sedangkan bagi orang_t_ersebut
y^ngmengurangr dan menyakiti (hak-hak Malaikat) wajib diberikan
Menyel isik Alam Malaikat 331
sanksi jera dan dibina ... Adapun mengingkari keberadaan mereka
atau yang lainnya dari kalangan Malaikat, maka jika yang berbicara
itu adalah seorang ulama, maka hal itu tidak mengapa karena memang
para ulama masih berbeda pendapat dalam hal itu. Akan tetapi, jika
orang awam yang berbicara, maka dia harus diberikan peringatan
agar ddak membicarakan hal tersebut. Jika mau bertaubat, maka dia
diberikan pembinaan. Sesungguhnya mereka tidak memiliki hak untuk
membicarakan hal seperti ini."22
Penulis kitab Daliilut Tbaalib berkata: "Kekafiran dapat terjadi
karena salah satu dari empat hal berikut ini.
1. LIcapan, seperti mencela Allah ffi, Rasul-Nyr, Malaikat-Ny",
atau mengaku sebagai Nabi.
2. Berbuat syirik kepada Allah W.
3. Perbuatan, seperti sujud kepada berhala atau sesembahan lain-
nya, juga seperti membuang mushaf ke dalam sesuatu yang
mengandung kotoran.
4. I'tiqad (keyakinan), seperti meyakini bahwa Allah memiliki
sekutu atau menghalalkan apa yangdiharamkan-Nya."23
Al-Qarafi berkata: "Ketahuilah, wajib atas setiap mukallaf untuk
mengagungkan para Nabi bersama keluarga mereka, demikian pula
para Malaikat. Barang siapa yangmengganggu kehormatan mereka,
baik dengan sindiran maupun secara terang-terangan, maka sungguh
dia telah kafir. Jadi, barang siapa yangmengatakan terhadap seseorang
yang sangat kuat bahwa dia lebih kasar daripada Malik, penjagaNeraka,
atau berkata kepada seorang laki-laki yang dilihatnya sangat kekar
tubuhnya bahwa dia lebih kejam daripada Munkar dan Nakir, maka dia
telah kafir karen a telah men gucapkan perny ataan y angmenunj ukkan
kekurangan Malaikat, yaitu dalam hal kejam dan kasar."2a
'2?32 Ary-Syrfaa (hlm. 1097-1101), secara ringkas.
2a
Manaarus Sabiil @,/404).
Al-Habaa-ih karya as-Su1'uthi (hlm. 255).
332 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
Hendaknya setiap Muslim berhati-hati dari hal-hal yang sangat besar
dan mulia ini sebab ia dapat mengeluarkannya dari agama secara tidak
sadar. Sungguh, sebagian [email protected] hauk wal.aa quwuatd illaa Alkb-
telah meremehkan hal yangsangat berbahaya ini. Mereka menjadikan
Kitab Allah, sunnah Rasul-Nya, Nabi-Nabi-Nya, dan para Malaikat-
Nya termasuk hal yang asing, meremehkannya atau meremehkan
individunya. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena lemahnya
iman dan kosongnya hati dari mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah.
Cukuplah ayatdibawah ini sebagai peringatan, yakni firman Allah \H:
$$ S,"AS; "?;rc2^(1,<3ij;{1a45 }
't33"K.
.l J
\3\4
{@6,}
"DAn jika kamu tanyakan kEada mereka (tentang dpd ydng rnereka
lahukan itu), tentu mereka akan menjauab: 'sesunggubnya kami hanya
bersenda gurd.u dan bermain-main saja.' Katakanlah: 'Apakah dengan
Allab, aydt-d1dl-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak
usah kamu minta maaf, karena kamu kafi.r sesudab beriman. Jika Kami
memaa/kan segolongan dari kamu (antaran mereka taubat), niscaya
Kami akan mengadzab golongan (yonglain) di sebabkan mereka adalab
ordng-orangydng selalu berbuat dosd." (QS. At-Taubah: 65-66)
4. Meniauhi apa-apa yang dibenci Malaikat r)Sl
Di antara hak para Malaikat terhadap kaum Muslimin adalah
menjauhkan mereka dari setiap hal yang dibenci, baik berupa perbuatan
maupun perkataan. Membuang segala sesuatu yangmereka benci dapat
mendekatkan paraMalaikat kepada kita karena persahabatan mereka
bagi kita p asti memberikan manfaat-m anfaat, namun hany a Allah y ang
mengetahuinya. Telah disebutkan dengan tegas laranganuntuk masuk
masj id bagi seseo r y algmakan sesuatu y arLgmen ggan ggu Malaikat,
^ng
Menyelisik Alam Malaikat 333
bahkan banyak hadits-hadits yang melarang segala sesuatu yangdapat
mengganggu Malaikat. Hadits-hadits lainnya memberi tahu bahwa
paraMalaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya
terdapat apa y arg dibencinya.
Di antara hal-hal yangdibenci Malaikat dan yang wajib dijauhi
agar kebaikan tidak luput dari kita dengan menjauhnya Malaikat
tersebut adalah:
L. Gambar dan lukisan.
2. Memelihara anjingdi rumah.
3. Menggantungkan lonceng pada binatang.
4. Tidak mandi junub hingga Shubuh, seperti kebiasaan manusia
pada umumnya.
5. Memakai al-kbaluq.
Yaitu minyak wangi yangterbuat darizafaran (kunyit) atau yang
semacamnya, yang khusus bagi perempuan. Telah disebutkan
hadits-hadits yang melarang penggunaan wewangian itu."
6. Makan bawang putih, bawang merah, dan bawang bakung, atau
sayur sejenisnya yangmemiliki bau tidak sedap.
Disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdullah gf , dia berkata:
"Nabi ffi melarang makan bawang merah dan bawang bakung.
Namun, ketika sangat membutuhkannya, kami pun memakannya,
hingga beliau bersabda:
'UA$I#relAt si rnrY'O,il-Li UI>t-.^-o
i14 1-z o/ el^,e
((.,jyi ^4 5\U be\ke,es-'i,At
'Siapa sala yang makan dari pohon yang berbau busuk ini maka dia
tidak boleh mendekati masjid kami. Sesungguhnya Malaikat terganggu
dari apa yang mengganggu manus ia."'26
25 Lihat penjelasan sebelumnya mengenai masalah ini.
26 Muslim (I/394, no. 564).
334 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
Hadits ini menjadi dalil wajibnya mengagungkan para Malaikat
dan menjauhi segala sesuatu yangtidak disukai mereka.
Para ulama rnutaakbirin menganalogikan bawang merah dan
bawang putih y^ngtelah terbiasa dikonsumsi orang saat ini dengan
segala sesuatu yangmemiliki bau tidak sedap, seperti asap rokok dan
semacamny^, yangdapat mengganggu orang lain karena baunya.
Perlu diketahui bahwa di samping asap rokok memiliki bau tidak
sedap, ia |uga dihagamkan karena memiliki mudharat yang sangat
banyak, sebagaimana telah diketahui. Hal ini termasuk ke dalam
keumuman firman Allah \H:
#\ t\76)....()z#' i
"... dd.n mengbalalkan bagi mereka segalayangbaik dan mengbaramkan
bagi mereka segala ydng buruk...." (QS. Al-A'raaf : 1.57)
{ @ ....'M)i $i'i; S "e A-$u, ;i;M-y
"Mereka menanyahan kepadamu: 'Apakah yang dihalalkan bagi mereka.'
Katakankb: 'Dibalalkan bagimu yang baik-baiA ... '" (QS. Al-Maa-idah: a)
Sudah maklum bahwa rokoktidak dikategorikan ke dalam sesuatu
yarLgbaik sehingga benda tersebut diharamkan bagi ummat ini.27
Nabi ffi membenci jenis sayuran ini (bawang merah dan bawang
putih) dan yang sejenisnya. Beliau tidak menyukai baunya dan tidak
makan makanan yangdi dalamnyaterdapat bawang merah dan bawang
putih.
Diriwayatkan dariJabir €5: "Nabiffipernah disuguhi sebuah
panci berisi sayuran bawang. Tatkala mencium baunya, beliau pun
bertanya.Maka diberitahukanlah bahwa makanan itu adalah bawang,
lalu beliau bersabda: 'Dekatkanlah sayur itu ftepada sebagian Sahabat
27 Teks fatwa yang dikeluarkan oleh Syaikh'Abdul AzizbinBaz 4]{5, mufiikerajaatsaudi Arabia.
Lihat kitab Fataaanaa wa Tanbiibaat yang dikumpulkan oleh Maktabah as-Sunnah (hlm. 318).
Menyelisik Alam Malaikat 335
yang hadir bersama beliau).' Karena melihat Sahabat itu tidak memakan-
nya, Rasulullah pun bersabda:
rr.,5\i'i;,bui iE S n
'silakan kalian makan. Sesungguhnya aku sering berbisikan dengan
yangkalian tidak berbisikan dengannya."'28
Yang dimaksud oleh beliau adalah Malaikat rW. Nabi ffi ingin
memuliakan Malaikat dan menjauhi apa-apa yang tidak disukainya.
Beliau memerintahkan ummatnya akan hal itu ketika mereka bertemu
dengan Malaikat di Masjid. Para ulama menyamakan pemberlakuan
ini di masjid dengan tempat-tempat berkumpul, seperti tempat shalat
hari raya, tempat shalat Jenazah, dan tempat walimah."
Secara zhahir, termasuk yang disebutkan oleh beberapa nash,
halaqah ilmu pun disaksikan oleh para Malaikat, uallaabu a'lam.
Penjelasan tersebut tidak berarti makanan itu (bawang) diharam-
kan bagi kita. Hanya saja dimakruhkan pergi ke masjid setelah
memakannya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu
Ayyub al-Anshari, dia berkata: "Apabila diberi makanan, Nabi ffi
selalu memberikan sisanya kepadaku. Pada suatu hari, Rasulullah
ffi memberikan kepadaku makanan yang belum dimakan sama
sekali karena di dalamnya terdapat bawang putih, lalu aku bertanya
kepada beliau: 'Apakah bawang putih itu haram?' Beliau menjawab:
'Tidak, hanya saja aku tidak menyukai baunya.'Abu Afpb berkata:
'Sesungguhnya aku membenci apa yangengkau benci."'
Abu Ayyub W menyebutkan alasan Nabi ffi tidak makan
bawang putih, yakni karena Malaikat datang membawa wahyu
kepadanya,3, sebagaimana dalam hadits yangtelah disebutkan:
(t.6r;i 'i; g;\lidJ ll
28 Al-Bukhari Ul/239 - al-Fat-h), Kitab "al-Adzaan" dan Muslim S./394, no.564).
29 Fat-bul Baari @,/343).
30 Muslim FI/3623, no. 2053), Kitab "al-Asyribah".
336 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
"sesungguhnya aku sering berbisikan dengan (Malaikat) yangkalian
tidak berbisikan dengannya."
Allah \H memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya
dan menjadikan hal-hal mubah seperti ini sebagai 'udzur (alasan)
untuk tidak menghadiri shalat berjamaah karena maslahat syar'i
(syari'at). Namun, jika seseorang sengaja menjadikannya alasan untuk
meninggalkan shalat berjamaah, maka makanan itu diharamkan
baginya, wallaahu d'ldrn.3l
7. Meludah ke samping kanan dalam shalat
Dalam masalah ini terdapat adab dalam Islam yang berkaitan
dengan apa yarlg dikeluarkan seseorang dari mulutnya, apalagi pada
waktu menunaikan shalat atau ketika berada di masjid. Larangan
meludah ke samping kanan di dalam masjid disebutkan dalam hadits
Anas q;' , dia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
Ws;t l((.ti.3i V:KS
e,3iir
'Meludah di masjid adalah kesalahan dan kffirat-ny^ adalah dengan
menimbunnya."'32
Ibnu Hajar ffi berkar.a: "Imam an-Nawawi berpendapat:
'Yang dimaksud dengan menimbunnyi- adalah jika masjid tersebut
berlantaikan tanah atau pasir. Namun, jika berlantaikan ubin atau
keramik, jangan mencampurkannya dengan sesuatu karena perbuatan
itu tidak termasuk menimbun, bahkan akan menambah kotor."33
Nabi ffi telah memberikan bimbingan y^ng benar tentang
cara yang mungkin dilakukan pada masjid-masjid yang berlantaikan
keramik atau karpet. Anas gF, berkata: "Ketika melihat dahak di
bagian Kiblat, Nabi ffi pm mengerik kotoran itu dengan tangan
karena beliau membencinya-atau terlihat kebencian terhadap hal
itu-seraya bersabda:
3l Lihat komentar Syaikh bin Baz ini dalam Fat-hul Baari @./343, catatan kaki no. 1).
32 Al-Bukhari (tr/510 dan Muslim (no. 552).
33 Fat-bul Baai @,/213).
Menyel isik Alam Malaikat 337
us q {r'c,L:i-{: ei"a\1 si,; O-iu\')L?'r;i -ot-u
u;'*i'{ *+s eiri rtV,y :HS 4:t e'A'frts-4b
,* *11.t-r(6 ,W:i,jv
e'^:;1?:: S'fr *\3t
'Jika seseorang di antara kalian telah berdiri pada tempat shalatnya,
sesun gguh ny a dia sedan g bermunaj at kep ada Rabbnya-at au Rabbnya
berada antara dirinya dan arah kiblat-maka dia tidak boleh meludah
ke arah kiblat. Akan tetapi, hendaklah dia meludah ke sebelah kiri atau
ke bagian bawah kakinya. Setelah itu, beliau mengambil ujung kainnya
lalu meludah padanya kemudian melipatkan sebagiannyaatas sebagian
yanglain seraya bersabda: 'Boleh juga dia melakukan seperti ini."3a
Padazaman sekarang, Allah telah memudahkan segala sesuarunya.
Oleh karena itu, setiap orang dapat mengantisipasi terjadinya hal
seperti ini dengan menyiapkan yang bisa dia gunakan untuk
meludah, seperti sapu tangan atau^ypaangsejenisnya.
Disebutkan alasan dari larangan meludah ke sebelah kanan, yaitu
bahwasanya di sebelah kanan orang yang shalat terdapat Malaikat.
Demi menghormati dan agar tidak mengganggu Malaikar tersebut,
maka dilarang meludah ke arah kanan dalam shalat, sebagaimana
disebutkan dalam hadits Abu Hurairah QF, , dari Nabi ffi, beliau
bersabda:
frs u d, g,i rJ.\i '^lvi ffili,)3\ J\e*iiu rilyy
-e:i e)6-e #';)3Ku *" e'ry #",yllS$"A g
((.\ilS vi
3a Al-Bukhari @,/513 - al-Fat-b) dan yang semisalnya menurut Muslim (/389, no.550) dari hadits
Abu Hurairah .g; .
Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
Jika salah seorang di antara kalian berdiri (untuk shalat), maka dia
dilarang meludah ke bagian depan, karena dia sedang bermunajat
kepada Rabbnya, selama dia berada di tempat shalatnya, dan tidak
boleh juga meludah ke sebelah kanan karena di sebelah kanannya
terdapat Malaikat. Hendaklah dia meludah ke sebelah kiri atau ke
bagian bawah kaki lalu menimbuttnya.n3s
Sebagian ulama melarang seseorang meludah ke sebelah kanan
secara mutlak, baik di dalam mauPun di luar shalat, juga di dalam
masjid atau di tempat lainnya.
Imam an-Nawawi'ritS6 berkata: "Dalam hadits itu terdapat
larangan, bagi orangyang sedang shalat, meludah ke depan atau ke
sebelah kanannya. Hal ini berlaku umum di dalam masjid atau di
tempat lainnya. Adapun sabda Nabi ffi:'Hendaklah dia meludah
ke bagian bawah kakinya atau ke sebelah kirinya,' hal ini berlaku di
tempat selain masjid. Maka dari itu, orang yangsedang shalat di dalam
masjid tidak boleh meludah, kecuali pada pakaiannya, berdasarkan
sabda Nabi ffi: 'Meludah di masjid adalah kesalahan (dosa).' Atas
dasar itu, bagaimana mungkin beliau ffi membolehkan meludah di
dalamnya? Beliau melarang meludah ke sebelah kanan tidak lain untuk
memuliakan Malaikat. Dalam riwayat al-Bukhari yanglain disebutkan:
'Ia dilarang meludah ke depan atau ke sebelah kanan karena disebelah
kanannya ada Ma1aikat."36
Setiap Muslim wajib berhati-hati terhadap ag manya, serta
menjauhi hal-hal yangdapat mengganggu sesama kaum Muslimin atau
Malaikat rS. Hal yangpaling dibenci Malaikat, tanPa diragukan lagi,
adalah syirik kepada Allah karena perbuatan itu mengandung dosa
terbesar dalam mendurhakai Allah. Hal yang dibenci selanjutnyaadalah
bid'ah dan mengada-adakan hal yar.g baru dalam agama. Kemudian,
malaikat membenci berbagai kemaksiatan sesuai dengan tingkatannya
masing-masing, uallaabu a'lam.
35 Al-Bukhari W5L2 - al-Fat-h). 339
36 Syarb an-Naanui ff/39).
Menyelisik Alam Malaikat
C. Buah Keimanan kepada paraMalaikat
Beriman kepada para Malaikat memiliki faedah yangsangar besar
dan buah yangsangat mulia yangdapat dirasakan oleh manusia di dunia
dan di akhirat. Setiap pengetahuan seseorang terhadap kondisi mereka
bertambah maka bertambah pula keimanannya, demikian pula buah
dan faedahnya. Di antara buah keimanan yangdimaksud adalah:
1. Kebenaran Iman
Iman adalah martabat (tingkatan) yangsangar agung dalam ag ma.
Ia berdiri di atas enam rukun, yarLgpertama adalah beriman kepada
Allah, kemudian beriman kepada para Malaikat, Rasul-Rasul, Kitab-
Kitab, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir Allah yangbaik dan
yangburuk. Keenam rukun ini adalah satu kesatuan yang Allah tidak
menerima salah satunya kecuali dengan yanglainnya. Oleh sebab itu,
tidak sah iman seseorang hingga dia membenarkan semua rukun ini.
Firman Allah LH:
ilu,i;r.k Zh3rG -#aALT; 3i;t'o1t; y
#( q"tJ65 : bJ 6 tii ,fr -& -;jg:ti
{@ u)i1t'q.,4(i'Gtti
"Rasul telah beriman kepada al-Qur-anyangditurunkan kepadanya dari
Rabbnya, demikian pula orang-ordngyang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, dan Rasul-
Rasul-Ny a. (Mereka mengatak an) :'Kami ti.dak membeda-bedakan dntard
seseordng pun (dengan yd.ng lain) dari Rasul-Rasul-Nya,' dan mereka
mengatakan: 'Kami dengar dan kami taat.'(Mereka berdo'a): Ampunilab
kami, ya Rabb kami, dan kepada Enghaulait ternpdt kernbali.'" (QS. A1-
Baqarah:285)
Allah menjadikan keimanan dengan beriman kepada enam
rukun ini dan menamakan orang yangberiman kepada rukun-rukun
ini dengan sebutan Mukmin, sebagaimana dijelaskan dalam hadits
340 Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
yangsangat masyhur: "Iman itu adalah kamu beriman kepada Allah,
Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan hari akhir, serta takdir
yangbaik dan yangburuk."37
Inilah iman. Siapa salayang beriman kepada Malaikat berarti
telah memenuhi satu rukun y^ngwajib dari rukun-rukun iman dan dia
wajib memenuhi rukun-rukun lainnya. Adapun mengingkari sebagian
rukun iman tersebut, tidak diragukan lagi adalah kafir terhadap-Nya
dan menyebabkan hilangnya rukun yanglainnya, sebagaimana firman
Allah W:
iir r{i 4Ai5 -rV"35 ..-*
{@ ti+;.$la.i:,
"... Barang siapa y ang kafi.r kepada Allah, Malaikat -Malaikat-Ny o, Kitab'
I Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan bari Kemudian, maka sesunggubnya
ordng itu telab sesat sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisaa': 136)
Hilangnya satu rukun dari rukun-rukun ini mengharuskan
l hilangnya semua rukun, sebagaimana disebutkan dalam penuturan
Y ahy a bin Ma' m ar, dia berkata: "Orang y aflgpertama membicarakan
tentang takdir di Bashrah adalah Ma'bad al-Juhani. (Suatu ketika)
aku berangkat bersama Humaid bin 'Abdurrahman al-Himyari
I untuk menunaikan haji atau umrah, lalu kami berbincang-bincang:
'seandainya kami bertemu dengan salah seorang Sahabat Rasulullah ffi,
i maka kami akan bertanya kepadanya tentang takdir. Kami pun ber-
temu dengan'Abdullah bin'Umar bin al-Khaththab di dalam masjid,
lalu kami berdua merangkulnya, salah seorang dari kami di bagian
kanan dan yang lain di bagian kiri.
I
Aku mengira sahabatku akan mewakilkan pembicaraan tadi,
hingga akhirnya aku berkata: ''\tr(ahai Abu'Abdurrahman, kami melihat
I orang-orang yang membaca al-Qur-an, tetapi picik pengetahuan.
I
37 Telah disebutkan wkbrij-rrya.
I
I Menyelisik Alam Malaikat 341
L-.
Demikianlah keadaan mereka, bahkan mereka menyangka tidak ada
takdir dan menganggap remeh masalah itu." 'Ibnu'IJmar menjawab:
'Jika kamu menemui mereka, maka beritahukanlah bahwa aku
berlepas diri dari mereka dan mereka pun berlepas diri dariku.' Yang
dijadikan sumpah oleh 'Abdullah bin'tlmar adalah seandainya salah
seorang di antara mereka memiliki emas seperti Gunung Uhud lalu
dia menginfakkannya, niscaya tidak akan diterima oleh Allah darinya
hingga dia beriman kepada takdir." Setelah itu, dia menyebutkan hadits
Jibril yangmasyhur.38
Demikianlah iman kepada paraMalaikat dan demikian pulalah
rukun-rukun iman lainnya. Allah tidak menerima iman seseorang
terhadap salah satu rukun iman, kecuali dengan beriman kepada yang
lainnya.
Barang siapa yangtelah menyempurnakan imannya berarti dia
telah mendapatkan kemenangan di dunia dan akhirat, seperti halnya
firman Allah \H berikut ini:
e it56 @'oi| e+i6;-;tfiit{6 @
;3;O-$i 'b@;'yrrLE62Ai,;e1,n:;li
@'.i,rgt",,14i
{@
"Sesunggubny a beruntunglab ordng- ordng y ang beriman, (y aitu) ordng-
orang y a.ng kb usy u' dal am sb al atny a, dan ora.ng- o ran g y an g m enj aub k an
38 Muslim (/36, no. 1), Kitab "al-Iimaan".
Hak-hak para Malaikat Atas Manusia ....
C (perbuatan d.an perkataan) yangtiada berguna, d.an orang'ord.ng
I yang rnenunaikan zakat, dan orang'ord.ngydng menjaga kemaluannya,
I f ecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka
! sesunggubnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari
I yongdi balik itu maka mereka itulah ord.ng-ordngydngmelampaui batas.
I Oon ordng-ord.ng yang memelibard an1.d.nat'd.rnand,t (yorg dipikulnya)
I dan janjinya, dan orang-ord.ngyd.ng memelibara shalatnya. Mereka itulah
[ , rdng-ordng ydng akan meuarisi, (yakni) ydng akan mewarisi Surga
I prdaus. Mereka kekal di dalamrrya" (QS. A1-Mu'minuun: 1-11)
n[ 'b';i,{i(r@-$5r'@@,6;;,'rrt-"':ii;{'i*vg;;;};5s'."i;\*I;r@**t['It';];i
gllfr .rt a{3@ ",(J;,!@rifxi)z.z6$r1Ai,f^.r'yi(i;i"?u^ ,q7ir)itia'i^;z,Uu:i-Le. -:6)-'s/i'\
ll " Alif laam miim. Kitab (al-Qur-an) ini tidak ada keraguan padanya;
ll p*unjukbagimerekayangbertakan,(yaitu)merekayangberimankepada
ll yongghaib,yangmmdirikansbalat,danmena/kahkansebagianrizkiyang
11 Xomi anugerabkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada
l) X;tab(al-Qur-an)yangtelabditurunkankepadamudanKitab-Kitabyang
11 *khditurunkansebelummu,se'rtdmerekayakinakanadanya(kebdupan)
ll okbirat. Mereka itulab yangtetap mendapat petunjuk, dari Rabbnya, dan
ll *erekalah ora.ng'ora,ngydng beruntung." (QS. Al-Baqarah: 1-5)
ll pengan kata lain, tidak ada keamanarL dan kemenangan bagi
ll reseorang tanpa beriman kepada para Malaikat, baik di dunia
li *aupun di akhirat. Setiap orang yang bertambah pengetahuan dan
lf ilmunya terhadap mereka (para Malaikat) maka bertambah jelas pula
I t emenangannyadi dunia dan di akhirat.
I tr,tengenai firman Allah Wt 4r;43;;i.* "Yang beriman kepada
It yong ghaib," Abul 'Aliyah berkata:'"Mereki beriman kepada Allah,
I tvtalaikat-Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-Rasul, hari Akhir, Surga dan
I 343
I
In ,enyelisik Alam Malaikat
LI