ia berbicara kepadaku dan aku pun mengerti apayangdiucapkannya."
'Aisyah @, berkata: "Aku pernah melihat beliau ketika wahyu
tengah diturunkan kepadanya, yakni pada suatu hari yang sangat
dingin. Setelah wahyu tersebut terputus darinya, sungguh keningnya
mengeluarkan kerin gat."'
Masih dari 'Aisyah ,aE;,, ia berkata: "... hingga datang kepada
Nabi kebenaran ketika beliau sedang berada di gua Hira. Datanglah
Malaikat dan berkata kepadanya:'Bacalah!' Beliau menjawab: 'Aku
tidak dapat membaca.'Rasulullah bercerita: 'Malaikat itu pun menarik
dan memelukku sehingga aku merasa kepayahan."'8
Nash-nash di atas menunjukkan keagungan para Malaikat lySE,
juga penggambaran penciptaan dan fisik mereka yang sangat besar.
Maka dari itu, kita wajib meyakini dan mengimani hal itu serta
mensifati mereka dengannya.
2. Sayap Malaikat
Allah melebihkan paraMalaikat dari manusia dengan memberikan
sayap yarlgmembuat mereka dapat terbang di antara langit dan bumi,
dengan kecepatan yang sangat tinggi, melebihi segala yangpernah
dikenal manusia di dunia ini.
Allah W berfirman:
*Segala puji bagi Allab Pencipta langit dan bumi, ydng menjadiban
Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk rnengilrus berbagai trMcarn urusan)
yang rneTnpurrydi sa.yap, masing-masing (ada ydng) dua, tiga dan empat.
Allab menambabkan pada ciptaan-Nyd. d.pa. ydng dikebendaki-Nya.
Sesungguhnya Allab Mabakuasa atas segala sesud.tu." (QS. Faathir: 1)
?8 Al-Bukhari (./4, no.2), Kitab "Bad-ul lfahyi" d.. Muslim W333), kitab "al-Fadhaa-il".
Al-Bukhari (./4, no.3), Kitab "Bad-ul !(ahyi" Muslim (no.160), Kitab "al-Iimaan".
dan
92 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Ibnu Katsir 4iM berkata:'Artinya, di antara mereka adayang
memiliki dua sayap, adayangmemiliki tiga sayap, adayangmemiliki
empat sayap, dan ada pula yang memiliki lebih dari itu."'
Telah disinggung sebelumnya bahwa Nabi ffi pernah melihat
Jibril memiliki 600 sayap. Di antara yang menunjukkan hal tersebut
adalah hadits'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: "Rasulullah M,melihat
Jibril dalam bentuk aslinya yatgmemiliki 600 sayap. Setiap s yapnya
menutupi ufuk. Dari sayap itu jatuh mutiara dan permata yang
berwarna-warni y ang hanya diketahui oleh Allah. "'0
Hadits ini menunjukkan bahwa sayap Malaikat mencapai 600,
bahkan mungkin lebih dari itu, wallaabu a'lam. Hadits tersebut juga
menunjukkan bahwa sayap Malaikat berukuran besar, indah, dan
memiliki warna seperti mutiara dan permata. Sayap-sayap tersebut
sangat mulia dan agung. Allah memuliak an paraulama dan orang-orang
ytngmenuntut ilmu dengan hadirnya paraMalaikat menghamparkan
sayapnya untuk mereka di majelis-majelis mereka.
Dari Abu Hurairah *!b ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
'du&iwrUo )l?. )- riFJlJr Si S;:..*o;ill\ O3$A",l=-i6 b'ot-,
is'?*v it6:16 Di\,i at3354YY
((.6j,Jl ,(Jl J!
"Sesungguhnya Allah memiliki Malaikat-Malaikat y angberkeliling di
jalan-jalan mencari orang yangsedang berdzikir mengingat Allah. Jika
mereka menemukan sekelompok orang yangsedang berdzikir kepada
Allah, maka mereka akan saling memanggil: 'Kemarilah kepada tujuan
kalian.' Beliau bersabda:'Maka mereka pun mengelilingi kaum tersebut
dengan sayap-sayap mereka sampai ke langit dunia.'"rr (Al-Hadits).
9 Tafsiir lbnu Ka*ir @./5a6).
l0 Musnad Ahmad. Pentahqiq kitab tersebut, Ahmad Syakir, berkata: "Sanadnya sbabih." Lihrt al-
Musnadbersama ubqiq-nya N /3748).
ll Al-Bukhari N/2354, no. 6045), Kitab "ad-Da'awaat", Muslim (no. 2689), kitab "adz-Dzikru wad
Du'aa'wat Taubah".
Menyelisik Alam Malaikat 93
Jika Malaikat bertemu dengan orang yangsedang menuntut ilmu,
maka ia pun berhenti terbang dan segera meletakkan sayapnya karena
senang dengan ap;-yangdiperbuat orang tersebut. Hal ini disebutkan
dalam hadits Shafwan bin'Asal, dari Nabi ffi, beliau bersabda:
((.+ll:; v*,6t;lr +\El- \6+i'e|,3-iar Slll
"Sesungguhnya para Malaikat benar-benar akan meletakkan sayapnya
untuk para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka
lakukan."'2
Nash-nash ini menunjukkan bahwa sayap Malaikat adalah sayap
hakiki yar,g dengannya mereka terbang dan menaungi orang-orang
yangsedang menuntut ilmu. Boleh jadi memang ada Malaikat-Malaikat
tertentu yang bertugas untuk melakukan hal tersebut. Kita beriman
kepada nash-nash ini berikut apayangditunjukkan olehnya. Kita juga
berkeyakinan bahwa para Malaikat memiliki sayap yang diciptakan
Allah dengan jumlah yang berbeda-beda, antara Malaikat yang satu
dengan yanglainnya,dan bahwasayap tersebut sangat indah, memiliki
berbagai warna, dan sangat kuat. Wallaahu a'lam.
3. Malaikat tidak membutuhkan makan dan minum
Pada pembahasan sebelumnya, telah disinggung beberapa hadits
mengenai fisik, kebesaran, serta kekuatan yangdimiliki para Malaikat
rffip. Menurut kebiasaan yang dikenal manusia, semakin besar dan
kuat seseorang maka semakin banyak makanan dan minuman yang
dibutuhkannya. Akan tetapi, kekuasaan Allah dan keagungan ciptaan-
Nya pada Malaikat berbeda dengan apa yang telah Dia tetapkan
bagi manusia. Dalil-dalil yang ada menunjukkan bahwasanya para
Malaikat tidak membutuhkan makanan dan minuman, karena fisik
mereka tersusun dari materiyang tidak membutuhkan semua itu.
Di antara dalil yang menerangkan hal itu adalah firman Allah \H :
'2 Ahmad dalam al-Musnad W /239-240) dan Ibnu Hibban (1319 - al-Ihsaan) dengan sanad shahih.
94 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
6 {y" "KL'$6 :;A\, el;\,-fui,r -,V frJ y
JG
S.H, Ay.Li I &i:(J,6@ +,t yr;x* J L}
( @ +] ;;' $Wi-$6J U 6'^3, ie ;L3
"Ddn sesunggubnya utusan-utusan Kami (Malaik at-Malaik at) telab datang
kEodo lbrabim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan:
'Selamat.' Ibrabim menj awab:'Selamatlah.' Maka tidak lama kemudian
Ibrab im menyugub k an daging anak sap i y ang dip anggang. Maka tatkala
dilihatnya tanga.n mereka tidak mmj amabnya, Ibrabim memandang aneb
perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata:
fangan karnu takut, sesunguhnya kami adalab (Malaikat-malaikat) yang
diutus kEada kaum Lutb.'" (QS. Hud: 69-70)
Ibnu Katsir 'a!$5 berkata: "Hal itu karena para Malaikat tidak
memiliki keinginan dan hasrat untuk makan, bahkan mereka tidak
membutuhkannya. Nabi Ibrahim melihat mereka tidak menyentuh
dari apa yang beliau suguhkan, seolah-olah sama sekali tidak
menginginkannya. Ketika itulah, Nabi Allah ini memandang aneh
perbuatan mereka."13
Allah menjelaskan kondisi para Nabi melalui firman-Nya:
o)P>4tir i:t('tWrfi{A,W"5 d,3 {ccr,$*yL6#1,3ttiibftiur, y
[;ui6iui5rilL'*(*6r*&nG6tt @ <,;l.i{3
(@tlq\3(
"Kami tiada mengutus Rasul-Rasul sebelurn kamu (Muhammad), melain-
kan beberapa oranglakiJakiyangKami beri ualryu kepada mereka. Maka
tanyakanlah olebmu kepada ordng-ordngydng berilmu, jika kamu tiada
t3 Tafsiir lbni Ka*ir @,/451).
Menyel isik Alam Malaikat 95
mengetah ui. Dan tidaklab Kami j ad,ihan mereka tubub-tubuh y ang tiada
memakan nakanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang k ekal. "
(QS. Al-Anbiyaa':7-8)
Ibnu Jarir '$tE berkata: "Allah Ta'ala berfirman: 'Kami tidak
menj adika n par aRasul y angKami utus sebelummu, wahai Muhammad,
kepada ummat_-ummat yang telah lalu sebelum ummatmu (berupa)
4?6i ilU(,-ikL*'t ubub -tubuh y an g t iada me m akan makanan.'
Maksudnya, Allah iidak menjadikan Rasul tersebut seperti Malaikat
y^ngtidak makan, tetapi Dia menjadikan merekajasadsepertimu yang
memakan makanan."ra
Sifat para Malaikat yargtidak membutuhkan makan adalah hal
yangtelah disepakati oleh para ulama.
lWAl-Qurthubi berkata: "Para ulama berkata bahwa mereka
(keluarga Ibrahim) tidak memakan (suguhan tersebut) karena para
Malaikat tidak memakan nya.""
As-suyuthi mengutip penegasan ar-Razi di dalam Tafsir-nya:
"Para ulama telah bersepakat bahwa para Malaikat tidak makan,
tidak minum, dan tidak menikah. Berbeda dengan jin, mereka makan,
minum, menikah, dan berketurunan."r6
Keterangan tambahan
Asy-Syaikh Muhammad al-Am in'#)H berkata dalam Tafsiir-ny a,
Adbuaa-ul Bayaan: "Dari kisah Nabi Ibrahim bersama tamunya (yaitu
paraMalaikat) dapat diambil beberapa pelajaran seputar etika dalam
menjamu tamu, yaitu:
o Bersegeramenghidangkanjamuan, berdasarkanfirman-Nya:
{ *L*2:L6L4 13...)F
Tafsiir lbnu Jair c{Yll/ 5). Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Tafs iir al- Qurtb u b i OX/ 68).
Al-Habaa-ik Q6a).
96
*... Maka tiddk lama kemudian lbrabim menyuguhkan daginganak
sapi yang dipanggang." (QS. Hud: 69)
Jamuan yang diberikan berasal dari hidangan terbaik yang
dimiliki. Mereka menyebutkan bahw a y angbeliau miliki adalah
sapi. Adapun daging yangpaling baik adalah yang muda, gemuk,
dan matang.
o Mendekatkan (hidangan) makanan kepada tamu.
a Bertutur kata dengan lemah lembut dan penuh keramahan, seperti
firman Allah \H:
{@ -o;k'6ii}
*Apakab kamu tidak makan?" (QS. Ash-Shaffaat: 91)'?
Terdapat riw ay at y angmenyebutkan bahwa seb ab Malaikat tidak
makan adalah karena tidak memiliki rongga, sebagaimana disampaikan
gidari Yahya bin Katsir, ia berkata: "Allah menciptakan para Malaikat
dalam keadaan (fisik) tersumbat dan tidak memiliki rongga."r8
Namun, atsar ini tidak dapat dijadikan hujjah. Albamdulillah,
kiranya masalah ini sudah sangat jelas. Al-Qur-an telah menjelaskan
bahwa mereka diciptakan dari jasadyangtidak mengkonsumsi makanan,
utallaabu a'lam.
4. Malaikat tidak menikah dan tidak berketurunan
Allah w} menganugerahkan kelebihan kepada para Malaikat.
Mereka adalah makhlukyang diciptakan satuper satu dengan sendirinya,
tidak disifati dengan laki-laki ataupun perempuan, dan mereka tetap
pada asal kejadian yangtelah Allah tetapkan bagi mereka. Demikianlah
y^ngditunjukkan oleh al-Qur-an dan as-Sunnah.
t7 Adhuaaal Bayaan @,/22). dalam al-Azbamah W337 , no. 314), namun sanadnya terputus
t8 Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh
dan dha'if. Riwayat ini disebutkan pula oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam al-Fataauaa
cKyn/226).
Menyelisik Alam Malaikat 97
Allah W berfirman:
6E- n.al @ef$rY\ j'<tfi,iH@\ _4t5s1i<Lte(f$f&tSqli-;6rjiiy4j@'^;;46is43x;F(:
I
I ,,
'4W
{@-o;tuis'Kr@
"Tanyakanlab (wabai Mubammad) kepada mereka (orang-orang kafir
Makkab): 'Apakah untuk Rabbmu anak-anak perelnpudn dan untuk
mereka anak laki-laki. Atau apakah Kami mencipakan Malaikat-Makikat
berupa perernpudn dan mereka menyaksikan(nya)?' Ketabuilab bahwa
sesungguhny a mereka dengan k ebob onganny a benar-benar mengatakan :
'Allab beranak,,' dan sesungguhnya mereka benar-bena.r ord.ng ydng
berdusta. Apakab Rabb memilib (mengutamakan) anak-anak perernpuan
daripada anak laki-laki? Apakab ydng terjadi padamu? Bagaimana
(caranya) kamu menetapkanf' (QS. Ash-Shaffaat: L49-154)
Ibnu Katsi, +SZ berkata: "Allah \H menyebutkan tiga perkataan
kaum musyrikin tentang Malaikat, dan ketiga ucapan tersebut me-
ngandung kekufuran dan kedustaan. Pertarna, mereka menjadikan
Malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah, maka mereka menjadikan
Allah Yang Mahatinggi dan Mahasuci mempunyai anak. Kedua,
mereka menjadikan anak tersebut anak perempuan. Ketiga, mereka
menyembahnya (malaikat) selain menyembah Allah Yang Mahatinggi
lagi Mahasuci. Setiap pernyataan tersebut sudah cukup membuat
mereka kekal di dalam Neraka Jahannam."re
Allah \H juga berfirman:
; @, '*j3;< 6,:tJii'y
We, -.tb-7l ;n6$ G}a;ir,
t' Tafsiir lbni Katsir IY /22).
98 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
,14@ XtK* g::, ii;'pEa o;jr.J.A q.
)6 #t'zKaw -: rsn
W) @"&*t,r t& A ;6
^t;lit. "i'ui\
\A+q €tL
*u4+rilv,wr;v rcSi#" tr$6; gsfu;ti
(@6#*tiot
"DAn mereha rnenjadikan sebagian dari bamba-bamba-Nya sebagai bagian
dari-Nya. Sesungguhnyd. rnanusia itu benar-benar pengingkdr ydng nyd.td,
(terbadap rabmat Allab). Patutkab Dia mengambil anak perempuan dari
ydngdiciptakan-Nya dan Dia mengkbususkan buat kamu anak laki-laki.
Padabal, apabila salab seordng di antara mereka diberi kabar gembira
dengan apa y ang dij adikan s ebagai misal bagi A llah y ang Maba Pemurah,
jadilab mukanya bitam pekat sedang dia amat menahan sedib. Dan
apakab patut (mmj adi anak Allab) orang yang dibesarkan dalam k eadaan
berperbiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan ydng terang dalam
pertmgkaran. Dan mereka menj adik an Malaikat-Malaikat y ang mereka
itu adalab hamba-bamba Allah Yang Maha Pemurab sebagai ord,ng-
orang perempud.n. Apakab mereka menyaksikan penciptaan Malaikat-
Malaikat itu? Kelab akan dituliskanpersaksian mereka dan mereka akan
dimintai pertanggung-jaanban. Dan mereka berkata: fikalau Allah yang
Maba Pemurab mengbendaki, tentulab kami tidak menyembah mereka
(Malaikat).' Mereka tidak rnernpunyrti pmgeahuan sedikit pun tmtang itu,
mereka tidak lain banyalah mmduga-duga belaka." (QS. Az-Ztkhrd:
15-20)
Al-Qurthubi NE berkata: 'Maksudnya, Allah menjelaskan
kedustaan dan kebodohan orang-orang kafir dalam menisbatkan anak
kepada Allah W, bahkan mereka juga menetapkan bahwa Malaikat
memiliki jenis kelamin perempuan dan Malaikat adalah puteri-
puteri Allah. Penyebutan Malaikat sebagai hamba (Allah) sebenarnya
merupakan pujian bagi mereka. Dengan demikian, bagaimana mungkin
mereka menyembah makhluk yang sebenarnya juga merupakan
Menyelisik Alam Malaikat 99
hamba yangsangat taat beribadah? Bagaimana mungkin pula mereka
menetapkan Malaikat itu berjenis kelamin perempuan, tanpa ada
sandaran dalil? Kata.pl (menjadikan) di sini bermakna mengucapkan
dan menetapkan. (Misalnya, di dalam bahasa Arab") jika Anda berkata:
,rr\:il il;i t'4;,1;, (maka artinya)'Saya menjadikan Zaid sebagai
orang yangpaling pintar.' Dengan kata lain: 'Saya menetapkan hal
itu baginya.' Firman-Nya: 'Apakah mereka menyaksikan penciptaan
Malaikat-Malaikat itu?' bermakna: Apakah mereka turur hadir dan
menyaksikan ketika para Malaikat diciptakan hingga mereka dapat
menetapkan bahwa para Malaikat tersebut adalah perempuan?''20
Ibnu Katsir '#E berkomenrar: "Mereka (kaum musyrikin
Makkah) melakukan sekian banyak kesalahan. Pertarna, mereka
menetapk an adany a anak bagi Allah. Kedua, mereka mengklaim bahwa
Allah lebih memilih anak perempuan daripadaanak laki-laki. Mereka
juga menetapkan bahwa Malaikat berjenis kelamin perempuan, padahal
mereka adalah hamba-hamba Allah. Ketiga, mereka menyembah
Malaikat tanpa berdasarkan dalil dan izin dari Allah Mi . Semua iru
hanya dilandaskan pada pendapat, hawa nafsu, taklid terhadap para
pembesar dan nenek moyang mereka, serta mencontoh perbuatan
orang-orang bodoh pada masa Jahiliyah. Keempat, mereka beralasan
bahwa perbuatan itu merupakan bentuk penghormatan kepada
Malaikat. Sebaliknya, alasan seperti ini menunjukkan kebodohan
mereka. Sesungguhnya Allah W sangat mengingkari perbuatan
tersebut. Sebab, sejak mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-
Kitab-Nya, Allah telah memerintahkan (kepada manusia) untuk ber-
ibadah hanyakepada-Nya, Yang tiadasekutu bagiNya, dan melarang
beribadah kepada selain-Nya."2'
Perkataan Ibnu Katsit '#E di atas saya nukil secara keseluruhan
karena sangat bernilai dan begitu mendalam penjelasannya.
Argumentasi yang diambil dari sini adalah bahwa Allah Mj. mem-
bantah orang yarrg menyifati Malaikat sebagai anak perempuan-Nya.
20 Tafsiir al-Qarthubi SW72).
Tafsiir
2t lbni Katsir (Y /125).
100 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Dia juga menetapkan ke-esaan-Nyr. Dia tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan, serta tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya, Yang
Mahasuci lagi Mahamulia.
Allah menyifati para Malaikat sebagai salah satu hamba-Nya.
Artinya, Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya.
Cukuplah hal itu menjadi sebuah kemuliaan bagi mereka. Lebih dari
itu, Malaikat adalah makhluk dengan jenis tersendiri (khusus) sehingga
tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Pada pembahasan
sebelumnya, telah disampaikan pula perkataan ar-Razi bahwa mereka
tidak makan, tidak minum, dan tidak menikah.
5. Malaikat dapat berbicara
Dalil-dalil yang ada menunjukkan bahwa para Malaikat dapat
berbicara dan pembicaraannya dapat didengar. Sifat "berbicara" ini
melekat pada diri mereka, bahkan ketika mereka menampakkan diri
dalam sosok seorang manusia.
Allah mengajak mereka berbicara dan mereka pun berdialog
dengan Allah, sebagaimana firman-Nya:
*Ingatlab ketika Rabbmu berfi.rman kepada para Malaikat:'Sesungubnya
Aku hmdak mmjadikan seorangkhalifdb di muka bumi.'Mereka berkata:
"Mengapa Engkau bendak menjadikan (khalifuh) di bumi itu orangyang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahhan darah, padabal
kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?' Rabb berfi.rman:'sesungguhnya Aku mmgetahui apa yang tidak
kamu ketahui.'" (QS. Al-Baqarah: 30)
Mereka juga berbicara kepada Nabi Adam l,Mi setelah dia
diciptakan.
Menyelisik Alam Malaikat 101
Dari Abu Hurairah qb dariNabi ffi, beliau bersabda:
e;* ,F $'p
gjar i)$rt
[";r;Jr",!r 'i6 p Vy-,)3iri+Si;tiiir
f\,i6 .d';;;, GS drg CxPs ifuiy
k Wiy:l*t *-,: U:,V .iu\'a*rS d{Liyrr,\}w
rr.3{r,y'e3rir )i W i''t rrr- ,JCTIFqU
"Allah menciptakan Nabi Adam sesuai dengan bentuknya dan tingginya
enam puluh hasta. Kemudian Allah berfirman: 'Pergi dan ucapkanlah
salam kepada para Malaikat itu, lalu dengarkanlah bagaimana mereka
memberi salam kepadamu yang akan menjadi ucapan salammu dan
keturunanmu.' Adam berkata:'semoga keselamatan dilimpahkan atas
kalian.' Mereka menjawab: 'semoga keselamatan dan rahmat Allah
dilimpahkan atasmu.' Para Malaikat menambahkan ucapan 'rahmat
Allah'. Semua yangmasuk Surga kelak memiliki bentuk seperti Nabi
Adam meskipun tinggi manusia terus berkurang hingga saat ini."22
Para Malaikat juga melakukan pembicaraan antara yang satu
dengan yang lainnya, sebagaimana firman Allah \H:
;Jt6'JJt A(,W iu sY,]e +3 # 6t-#... F
{@6riyi
"... Sehingga apabila telab dihilangkan ketakutan dari bati mereka,
mereka berkata: 'Apakab ydng telah difi.rmankan oleh Rabbmu?' Mereka
menjauab: '(Perkataan) yang benar' dan Dialab yang Mabatinggi lagi
Mahabesar." (QS. Saba': 23)
Terkadan g syaitan mendengarkan pemb icar aanpara Malaikat. Hal
ini sebagaimana dalam hadits'Aisyah €F, , isteri Nabi ffi, bahwasanya
ia mendengar Rasulullah ffi bersabda:
22 Al-Bukhari (Iul2ll, no. 3148) dan Muslim (no. 2841), Kitab "al-Jannah wa Shifatu Na'iimihaa"
102 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
egi-'i' X5'r33,3t;1t qr;;r\ c-Jtstzs-iar ,i! lt
3, )<3q(3 r Jb;# 1J,#3d5 I c+qit t sj-:.li rtAr
K.'#i+b b1r'SitVW
" S esun gguhny a Malaikat turun ke al-'A naan, y aitu awan, lalu me reka
menyebutkan perkara yang telah diputuskan di langit. Maka para
syaitan mencuri-curi penden garan lalu mendengarkannya. Kemudian,
menyampaikannya kepada para dukun dan mencampurinya dengan
seratus kedustaan dari mereka sendiri."'3
Malaikat berbicara kepada manusia sesuai dengan bahasa mereka.
Mereka tidak membutuhkan penerjemah, sebagaimana yang terladi
pada para Nabi dari kalangan Bani Israil danyanglainnya,juga seperti
yangterjadi pada Nabi kita, Muhammad M.
Malaikat berbicara kepada manusia di dalam kubur, sebagaimana
pada masalah fitnah (adzab) kubur yang sudah banyak diketahui.
Malaikat juga berbicara kepada manusia pada hari Kiamat dengan kabar
yangmenggembirakan dan ancaman. Malaikat berbicara pula kepada
penghuni Surga dan mengucapkan salam kepada mereka. Malaikat
pun berbicara dengan penghuni Neraka dan memberi'kabar gembira'
kepada mereka berupa adzab.
Dalil-dalil lainnya yang semakna dengan hal tersebut sangat
banyak dan sudah cukup dikenal masyarakat.
Kesimpulannya, di antara sifat fisik Malaikat adalah berbicara.
Sifat tersebut menrpakan sifat kesempur naan y angtidak perlu diragukan
lagi. Oleh sebab itu, kita wajib meyakini dan mengimaninya, serta
menyifati mereka dengan sifat tersebut.
Syaikh'I]tsaimin #E berkata:"Dalamayat ini (QS. Saba': 23')
terdapat penegasan bahwa paraMalaikat dapat berbicara, memahami,
23 Al-Bukhari Itr/1775, no. 3038), Kitab "Bad-ul Khalqi."
Menyel isik Alam Malaikat 103
dan berpikir. Tatkala Malaikat ditanyar 4'K,iuriv$'Apakab ydng
telab difirmankan oleb Rabbmu?' maka dij)iab' 'Meieka menjawab:
4{^i1$ey 'lrnnataan) yang bmar.'Berbeda dengan orang-orang yang
berpendapat Malaikat tidak boleh disifati demikian. Pernyataan sepefti
ini justru menunjukkan bahwa kita mendapatkan syari'at ini dari
makhluk yangtidak memiliki akal. Hal ini merupakan aib terhadap
syari'at itu sendiri, tanpa diragukan lagi.'"2+
Ayattersebut juga menunjukkan bahwa para Malaikat memiliki
hatiyangdapat ditimpa rasa takut dan cemas terhadap A11ah."2t
B. Kemampuan para Malaikat untuk Menampakkan Diri'u
Kemampuan Malaikat untuk menampakkan wujud fisik dalam
bentuk yang berbeda-beda diseb:ut d,t-Tarnatstsul d^n at-tasyakkul.
Kemampuan untuk mengubah bentuk ini merupakan kelebihan yang
Allah berikan kepada para Malaikat, yang berada di atas manusia,
karena manusia tidak mampu mengubah tabiat fisik yang telah Allah
ciptakan baginya. Berbeda dengan Malaikat, Allah memberikan
kemampuan kepada mereka untuk bisa menampakkan diri bukan
dalam bentuk aslinya. Banyak dalil yang menjelaskan bahwa Malaikat
menampakkan dirinya kepada para Nabi ataupun yanglainnya dalam
wujud seorang manusia. Di antaranya adalah firman Allah lH:
c .l zz .// o .N,z z
;l@DV'{)" !y';r
2'zsa Al-Qaulul Mufi.id 0,/ 4tl).
lbid. (/395).
26 Yang disebutkan dalam al-Qur-an $5 "menjelma", se&ng yang masyhur di kalangan manusia.(::.tt
"berbentuk." Oleh karena itu, saya menggabungkan keduanya agar jelas maksudnya. Ar-Raghib
berkata: "Tanwtstsah kadzaa, artinya tampak dalam bentuk (tertentu). Allah w berfirman: 'Mdka ia
menjelma di badapannya (dalam bentuk) manusiayangsempuma.'" (QS.Maryam: 17). Al-Mufradaat
@,/262). Demikian pula,lafazhat-tamatstsul disebutkan dalam hadits, sebagaimana dalam riwayat
tentang tunrnnya al-\(ahyu: "Terkadang Malaikat itu menjelma di hadapanku sebagai seorang
Iaki-laki, lalu ia berbicara kepadaku." Tabbrij hadrts ini telah diterangkan sebelumnya.
104 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
*Sudahkab sampai kepadamu (Mubammad) cerita tentdngtarnu lbrabim
(yaitu Malaikat-Malaikat) ydng dimuliakan? (Ingatlab) ketika mereka
masuk ke tempatnya lalu tnengucrtpkan: 'Salad,rnd.n (salam)' Ibrabim
menjauab: 'salaamun (salam), (kamu) adalah orang'ordngydng tidak
dikenal.'" (QS. Adz-Dzaariy aat: 24-25)
Para tamu itu (Malaikat) mendatangi Nabi Luth .,P;. Tatkala
melihat mereka, Nabi Luth -l,pi pun takut dan gundah lantaran
kekejian dan keburukan kaumnya, sebagaimana firman Allah W:
u?its J\i (;t ir. 3\:;t u, ;;s. \Y) o;L W y
; a*iY{Jt6}J\},( 34 Ay'og,:,,|i i{VJ@
"* o. erp S5 in ;fi:6 F ji*'"$, O\1.*b4fri6
(@ U:'JY, K";.,fi
"Ddn tatkala datang utusd.n-utusan Kami (para Malaikat) itu kepada
Luth, dia merasa susab dan merasa sempit dadanya karena hedatangan
mereka, dan dia berkata: 'Ini adalah bariyangamat sulit.' Dan datanglab
kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas, dan sejah dabulu mereka selalu
melakukan perbuatan-perbuatan yd.ng keji. Lutb berkata: 'Hai kaumku,
inilab puteri-puteriku, mereka lebib suci bagimu! Maka bertakualah
kEada Allab dan janganlab kamu rnencen-tarkan (nama)ku terbadap
tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seord.ng yang berakal?- (QS.
Hud:77-78)
Ibnu Katsir ffi berkata: "Malaikat menampakkan dirinya di
hadapan mereka dalam sosok seorang pemuda yang sangat tampan,
sebagai ujian dan cobaan, sehingga hal tersebut menjadi alasan turunnya
adzab kepada kaum Nabi Luth. Allah pun menyiksa mereka dengan
siksaan yangsangat keras. "27
'z1 Al-Bidadydh uan Nibaayab g/168). 105
Menyelisik Alam Malaikat
Tidak ada dalil shahih yang menyebutkan nama para Malaikat
yang datang kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Luth );@;, ataupun
yang menerangkan jumlah mereka. Memang, terdapat d.tsar yang
menjelaskan hal tersebut, namun riwayat ini tidak shahih.
Allah \iH berfirman:
'f35y
y.?t 4
,r,i;;
:,\:i,
{
"Ddn ceritakanlab (kkab) Maryam di dalam al-Qur-an, yaitu ketika ia
menjaubkan diri dari keluargdnyd ke suatu ternpat di sebelab timur.
Maba ia mengadakan tabir (yong melindunginya) dari mereka. Lalu
Kami rnengutus rob Kami kepadanya, maka in menjelma di hadapannyd
(dalam bentuk) manusia y ang sernp urna. Maryam berkata:'sesungubny a
aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurab, jika kamu
seordngydngbmakua.' Ia ffibril) berkata: 'sesungubrrya aku ini banyalab
seorang utusdn Rabbmu, untuk memberimu seordng anak laki-laki yang
suci."' (QS. Maryam: 16-19)
lJtusan yang disebutkan dalam ayat ini adalah Jibril ,p;,
sebagaimana dijelaskan sebelumnya, dan ar-Ruub adalah salah satu
namanya. Yang menjadi dalil dari ayat ini adalah Malaikat Jibril y^ng
menjelma sebagai manusia.
Ibnu Katsi, +Sg berkata: "Firman Allah: {qWW j%Y Maka
ia menjelma di badapannya (dalam bentuk) mahisia ydng rrripurno.'
(QS. Maryam: L7) Yaitu, dalam bentuk (wujud) seorang manusia yang
sempurna."28
28 Tafsiir Ibni Katsir @Ult5). Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
106
Telah disebutkan bahwaJibril AO; turun dengan membawa roh
'Isa )pi kepada Maryam dan meniupkan ruh ini ke dalam pakaiannya.
Berita gembira yang disampaikan Malaikat ini disebutkan dalam firman
Allah W:
6 i,-J'^i iS., )H ii iy'€Ai<;tti,l6 eit F
36i[4@'":rii'u:i i-$6 Ghi eG,,'€i'J
;;;i6@
1 15; J. iK'A 6$)7tG' <)4u: +;J' A
{;;' riy"ttt{,
3 li 3;i,rAy 91 ffi-Iitt,lt;i+ b 6 "/ :r
36'1i.
{@ik
"(Ingatlab) ketika Malaikat berkata: 'Hai Maryam! Sesungguhnya Allah
mmgembirakan kamu (d,engan kelahiran seord.ng putera yang diciptakan)
dengan kalimat (yorg datang) dari-Nya, nd,rnanya. al-Masib Isa putera
Maryam, seordng terkemuka di dunia dan di akbirat dan termasuk,
ord.ng- ord.ng y ang didekatkan (kepada Al lah). Dan dia berbic ara dengan
manusia dalarn buaian dan ketika sudab deuasa dan dia adalab termasuk.
orrmg-orang yang sbalib.' Maryam berkata: 'Ya Rabbku! Bagaimana
mungkin aku mempunyai anak, padabal aku belum pernab disentub
oleb seorang laki-laki pun.'Allah berfirman (dengan perd,ntd.rad.n Jibril):
'Demikianlah Allah menciptakdn apd ydng dikebendaki-Nya. Apabila
Allah berkebendak, menetapkan sesuatu, maka Allab banya cukup berkata
hepadanya: ladilah',lalu jadilah dia.'"(QS. Ali 'Imran: 45-47)
Berita gembira itu disampaikan oleh Malaikat kepada Maryam
secara lisan. Akan tetapi, dalam QS. Ali'Imran: 45-47 ini tidak disebut-
kan bagaimana dialog ini berlangsung, bagaimana bentuk Malaikat
itu ketika memberikan kabar gembira, dan siapa di antara Malaikat
tadi yang menyampaikan berita gembira tersebut. Adapun nash yang
menunjukkan bahw a yangturun membawa roh'Isa adalah Jibril lP; ;
ia menjelma di hadapan Maryam dalam sosok manusia yangsempurna;
lalu ia meniupkan roh 'Isa ke dalam baju Maryam, adalah QS. Maryam:
16-19 sebelumnya.
Menyel isik Alam Malaikat 107
Di dalam hadits disebutkan sekian banyakperistiwa menjelmanya
Malaikat ke dalam sosok manusia. Hadits yangpaling dikenal dalam
masalah ini adalah hadits Jibril ,p;, di dalamnya disebutkan: 'Ketika
suatu hari kami tengah bersama Rasulullah ffi, tiba-tiba datang kepada
kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih, rambutnya hitam
sekali, dan tidak terlihat adanya bekas perialanan (auh) pada dirinya,
sena tidak ada seorang pun di antara kami yangmengenalnya ..." Pada
akhir hadits tersebut, beliau bersabda: "'Wahai'I-fmar, tahukah kamu
siapakah penanya itu?" Aku menjawab: "Allah dan Rasul-Ny, lebih
mengetahui." Beliau bersabda: "sesungguhnya dia adalah Jibril yang
datang untuk mengajarkan agarna kalian."2e
Jibril .l,p; menjelma dalam bentuk seorang pemuda, rambutnya
hitam dan pakaiannyaputih lagi bersih.Parasahabat dn melihatny^
dalam sosok seperti ini. Mereka pun heran terhadap sosoknya yarrg
begitu bersih, yang menandakan orang tersebut tidak datang dari
p.ilrl"nrn jauh, dan mereka iuga tidak mengenalnya (seandlinya
ia penduduk Madinah). KeherarLan mereka hilang ketika Nabi ffi
memberitahukan bahwa laki-laki itu adalah Jibril.
Jibril juga pernah menampakkan dirinya dalam sosok Dihyah
al-Kalbi.3o Hal ini sebagaimana dalam hadits Ibnu 'Um^r t$';t yang di
dalamnya disebutkan: 'Jibril pernah datang kepada Nabi ffi dalam
sosok Dihyah.":'
Penjelmaan seperti Dihyah 45 ini disebabkan oleh kemiripan
antara keduanya dalam penciptaan, sebagaimana diielaskan dalam
hadits Jabir, bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
i;P )Y.t b'iK..;tr,l iy ?3. 6,lip iqJ-'i \'"JL &* n
, oi..
,2jo )o--)oft^ Wy,,,,.'.t U3.?ilil5 24; --/"o// ,o -o c^,-r-l-l
dts
tg-.9
29 Al-Bukhari (/27, no.SO) dari Abu Hurairah dan Muslim (I/38, no.1), Kitab "al-Iimaan", dari'umar
bin al-Khathth ab. Laf.azh ini berasal dari Muslim.
30 Dihyah bin Khalifah al-Kalbi adalah seorang Sahabatterkenal. ?eperangan pertama yangdiikutinya
adalah Perang Khandaq. Ia sering dijadikan sebagai contoh_ lantaran.perawakan tubuhnya yang
.rngat brg,rs.libril pernah menjelma menjadi dirinya- Al-khaabah (/473).. . .
Ahilad WtOt). Lilat pla kitab yang telah di-abqiq (X/102). Sanadnya shahih.
108 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
I
3r&- ;tu
t ol- o, ut-.lirl \'F-*lL 4.tl,l -,.+1!L,r.i:r r-J;'
r..1,rlr rr"
rf(taooll-r o/ J.Sirsg ?*lav.1b-o-*/>'o ) q?r:G-ii:€,i)
W,g.l,;:);
,o i;l;ll,*\:t 3; U.:a?t
rts
"ParaNabi diperlihatkan kepadaku. Nabi Musa tampak seperti seorang
laki-laki dari Syanu-ah.32 Aku pun melihat 'Isa puteraMaryam Iffil
dan aku mengira orang yangpaling mirip dengannya adalah 'lJrwah
bin Mas'ud.33 Aku jrrg, melihat Nabi Ibrahim -tpi dan oranB yang
paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini (yakni beliau sendiri).
Aku juga melihat Jibril lpr dan aku menganggap orang yangpaling
mirip dengannya adalah Dihyah." Dalam riwayat lain: "Dihyah bin
Khalifah."'o
Dihyah terkenal dengan ketampan annya. Pengumpamaan Jibril
dengannya menunjukkan ketampanan Malaikat itu ,Pi, wallaabu
a'lam.
Pertama kali, Jibril menjumpai Nabi ffi dalam wujud seorang
laki-laki, yaitt di daerah Bani Sa'ad, sebagaimana disebutkan dalam
hadits Anas bin Malik gF , bahwasanyaJibril mendatangi Rasulullah
ffi ketika sedang bermain dengan anak-anak (sepermainannya). Lantas,
Jibril menarik dan merebahkan tubuhnya. Kemudian, Malaikat itu
32 Syanu-ah adalah kabilah yang sangat terkenal di sebelah selatanJazirah Arab.
33 'Urwah bin Mas'ud ast-Tsaqafi, paman dari ayah Mughirah bin Syu'bah. 'Urwah adalah salah
seorang pembesar kaumnya. Ada yang mengatakan bahwa dialah yang dimaksud dengan firman
Allah W:
#4@ 6r-:;1G,F e it;J\t:'i ti'$ $e;b
*Dan mereha berhata: 'Mengapa al-Qur-an ini tidah diturunhan hepada seorang besar dari sakh satu
dua negeri (Makhab dan Tha-ifl ini?"'(QS. Az-Zukhruf: 31).
Ia masuk Islam setelah haji \iflada'. Ada yang berpen&pat setelah perang Tha-if. Ia meminta izin
kepada Nabi ffi untuk kembali kepada kaumnya tetapi beliau bersabda: "Sesungguhnya aku takut
mereka membunuhmu." Ia berkata: "Seandainya mereka menemuiku dalam keadaan tidur, niscaya
mereka tidak akan membangunkanku." Maka Nabi ffi pun mengizinkannya dan ia pun kembali.
Setelah itu, mereka membunuhnya. Kemudian, dia dikuburkan bersama para syuhada Tha-if.
Semoga Allah meridhai mereka semuanya. Al-kbabah p,/478).
3a Muslim $/153 no.l62), Kitab "al-Iimaan".
Menyel isik Alam Malaikat 109
membelah dada beliau dan mengeluarkan hatinya. Jibril Pun mengeluar-
kan segumpal daging darinya dan berkata: "Ini adalah bagian syaitan
yarLgada dalam dirimu." Selanjutnya, Malaikat tersebut mencuci hati
itu di dalam bejana emas, dengan air zamzam,lalu mengembalikannya
ke tempat semula. Sementara itu, anak-anak lainnya pergi kepada
ibunya (yakni wanita yangmenyusui beliau) dan berseru: 'Muhammad
telah dibunuh!'Tidak lama kemudian, merekaPun mencari Nabi (dan
menemukannya*d) dalam keadaan pucat. Anas berkata: "Aku benar-
benar telah melihat bekas jahitan di dadanya.""
Penjelmaan Malaikat dalam sosok manusia jtgaterjadi terhadap
selain para Nabi. Di antaranya dijelaskan pada hadits Abu Hurairah
4b , dari Nabi ffi:
Ku *35 ,P'l alr '$)'6 u?i y"$ e{'ci j\');;5i ll
F'i6 ,;i5l\:)A g- |-gii:-;i 'jr5 el:-j;i 'jU ,{iL fli\:ii
,il,k ? +t e'^li;i $i *'i'ir; t\i; #;- b #L a)
i;((.#'#i 5 c)?i r ai,r liU,X,t ltr a*
*Seorang laki-laki pernah mengunjurgi ,rrJ, r^nyadi desa lain.
Allah pun mengutus seorang Malaikat yang duduk menunggunya
di perjalanan. Ketika orang tersebut menghampirinya, Malaikat itu
berkata: 'Ke mana engkau hendak pergi?' Ia menjawab: 'Aku ingin
menemui saudaraku di desa ini.' Malaikat itu bertanya:'Apakah
dikarenakan ada unrsan yang akan engkau selesaikan?' ia menjawab:
'Tidak, melainkan hanyakarena aku mencintarnyakarena Allah wj ?
Malaikat itu berkata: 'Aku adalah utusan Allah kepadamu (yrrg diutus
untuk') mengabarkan bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu seperti
halnya engkau mencintai saudaramu karena-Nfa."zs
3s Muslim (./ 147 , no. 152), Kitab "al-Iimaan".
36 Muslim (fVltf SS, no.2567),Kitab "al-Birr was-shilah wal Aadaab", Bab "al-Hubbu fillaah".
110 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Terkadang, Malaikat menjelma dalam bentuk yangtidak bagus
sebagai cobaan dan ujian dari Allah bagi orang yangmelihatnya. Hal ini
sesuai dengan hadits Abu Hurairah gf , bahwasanya ia mendengar Nabi
ffi bersabda: "sesungguhnya adatigaorang di kalangan Bani Isra-il yang
menderita penyakit kusta, rambut rontok (botak), dan buta. Karena
hendak menguji orang-orang itu, Allah mengutus seorang Malaikat
kepada mereka. Malaikat itu pun mendatangi orang yang menderita
penyakit kusta lalu bertanya: 'Apa yang paling kamu inginkan? Ia
menjawab: ''Warna yangindah, kulit yang bagus, dan hilang dariku apa
yangmembuat orang merasa iijik.' (Beliau melanjutkan): Malaikat itu
pun mengusap tubuh si kusta itu dan seketika itu hilang penyakitnya.
Orang itu diberi warna kulit yang indah dan bagus.
Malaikat itu kembali benany a:'Harta apakah yalgpaling kamu
sukai?'Ia menjawab: 'LJnta (atau ia berkata: Sapi. Ishak (perawi) ragu).
Adapun salah seorang dari mereka (entah yang terkena kusta atau
yangtidak memiliki rambut) berkata: 'IJnta', sedangkan yanglainnya
berkata: 'Sapi."' Beliau melanjutkan: "Kemudian, orang kusta tadi
diberi seekor unta betinayangsedang hamil. Ia berkata: 'semoga Allah
menganugerahkan keberkahan bagimu pada hewan tersebut.'
Setelah itu, Malaikat itu mendatangi orang yang mengalami
kebotakan dan bertanya: 'Apa yang paling kamu inginkan?' Ia
menjawab: 'Rambut yang_bagus dan hilang dariku aPayangmembuat
orang merasa ,Uik.' Malaikat itu pun mengusapnya dan seketika
itu hilang permasalahannya. Orang tadi diberi rambut yang bagus.
Malaikat itu bertanyalagi:'Harta apa yang paling engkau sukai?' Ia
menjawab: 'Sapi.' Ia pun diberi sapi yang sedang hamil. Malaikat itu
berkata: 'semoga Allah menganugerahkan keberkahan bagimu pada
hewan tersebut.'
Sesudah itu, Malaikat itu mendatangi orang yang buta dan
bertanya: 'Ap, yangpaling kami inginkan?'Iamenjawab: '(Aku ingin
agar*) Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapatmelihat
manusia dengannya.' Malaikat itu pun mengusap matanya dan Allah
mengembalikan penglihat anny a. Malaikat itu bertan y a lagi:'Harta
yangpaling kamu inginkan? Ia menjawab: 'Kambing.' Laki-laki
i^tpuapun diberi seekor kambing yang sedang hamil."
Menyelisik Alam Malaikat 111
Beliau melanjutkan: "Tidak lamakemudian, hewan yangini melahir-
kan anak dan yang itu pun demikian. Pada akhirnya, orang yar'g
pertama memiliki satu lembah unta, yanglain memiliki satu lembah
sapi, dan yanglain lagi memiliki satu lembah kambing.
Selanjutnya, Malaikat itu mendatangi orang yang sebelumnya
terkena penyakit kusta dalam sosok dirinya ketika masih menderita
penyakit kusta. Malaikat itu pun berkata: 'Kasihanilah aku.
Perbekalanku telah habis dalam perjalanan ini dan tidak ada yang
kuharapkan dapat membantuku pada hari ini selain Allah, kemudian
engkau. Aku memohon kepadamu, dengan (nama Allah) yangtelah
menganugerahkan kepadamu warna dan kulit yang bagus serta harta
berupa unta, (sesuatu) yangdapatmembantuku mencapai tempat tujuan
perjalananku ini.' Orang itu menjawab: 'Banyak sekali permintaanmu.'
Maka Malaikat itu berkata kepadanya: 'sepertinya aku mengenalmu!
Bukankah dahulu kamu pernah terkena penyakit kusta dan orang-
orang membencimu? Bukankah dahulu kamu adalah seorang yang fakir
lalu Allah memberimu?' Ia menjawab: 'Aku mewarisi harta ini dari
leluhurku yangterhormat.' Malaikat itu berkata: Jika engkau berdusta,
maka semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti semula.'
Lantas, Malaikat itu mendatangi orang yang sebelumnya men-
derita kebotakan, jugadalam sosok orang tersebut yangtidak memiliki
rambut dan meminta seperti apa yang dikatakan kepada orang yang
pertama. Orang itu menjawabnyaseperti jawaban orang yangpertama.
Malaikat itu berkata: 'Jika engkau berdusta, maka semoga Allah
mengembalikan keadaanmu seperti semula.'
Kemudian, Malaikat itu mendatangi orang yang dahulunya
pernah buta, dalam sosok orang tersebut ketika ia masih men-
derita kebutaan, dan berkata: 'Kasihanilah aku. Aku sedang dalam
perjalanan dan perbekalanku telah habis. Tidak ada yang kuharap
dapat membantuku pada hari ini melainkan Allah, kemudian
engkau. Aku memohon kepadamu-dengan (nama Allah) yangtelah
mengembalikan penglihatanmu-seekor kambing untuk kupergunakan
dalam perjalananku ini.'Orang itu menjawab: 'Dahulu aku buta, lalu
Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa saja yang
112 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
kamu sukai dan tinggalkan sesuai dengan kehendakmu. Demi A1lah,
hari ini aku tidak akan menyusahkanmu (dengan membebankanmu)
untuk mengembalikan ap^yangtelah kamu ambil, tidak lain karena
Allah. Malaikat itu berkata: 'Peliharalah hanamu karena sesungguhnya
kalian hanyalah diuji. Allah telah ridha kepadamu' namun Dia murka
terhadap kedua sahabatmu.""
Dalam hadits yangmulia ini terdapat dalil yang menunjukkan
bahwa Malaikat dapat menjelma dalam sosok seorang manusia. Ia
dapat tampak dalam berbagai wujud, baik yang indah mauPun yang
jelek. Hadits itu juga menunjukkan bahwa Malaikat berbicara kepada
manusia dengan menggunakan bahasa mereka. Lebih dari itu, hadits
tersebut juga menunjukkan bahwa terkadang para Malaikat berbicara
kepada selain Nabi. Jadi, tidak semua manusia yang diajak berbicara
oleh Malaikat adalah seorang Nabi.
Kesimpulan
Dari uraian di atas, ada beberapapelqaranyangdapat kita simpul-
kan:
a. Allah memberikan kemampuan kepada Malaikat untuk menjelma
dan mengubah bentuknya.
b. Dalil-dalil yang ada menunjukkan bahwa para Malaikat dapat
menjelma dalam bentuk manusia dan turun ke bumi untuk
berbicara kepada para Nabi ataupun orang selain mereka.
c. Malaikat juga menampakkan dirinya kepada selain Nabi, sePefti
kepada Maryam, penderita penyakit kusta, penderita kebotakan,
dan orang yangbuta (sebagaimana diterangkan dalam kisah di
atas'd).
d. Malaikat hanya menampakkan dirinya dalam bentuk manusia.
Tidak ada dalil shahih yang menunjukkan bahwa Malaikat
menjelma dalam wujud selain manusia. Hal itu menunjukkan
bahwa manusia merupakan makhlukyang mulia, yangberwujud
mulia, sehingga Malaikat menyenrpainya.
37 Al-Bukhari W/1276, ro.3277) &n Muslim W/2275, no.2964),Kitab "az-Zuhd war Riqaaq"'
Menyelisik Alam Malaikat 113
e. Malaikat menampakkan diri hanyadalam sosok lakiJaki meskipun
di hadapan seorang wanita, seperti Maryam. Tidak ada dalil
yang menunjukkan bahwa Malaikat menampakkan dirinya
dalam sosok perempuan. Ini menunjukkan bahwa mereka yang
mengklaim Malaikat sebagai anak perempuan Allah, sebenarnya,
tidak memiliki sandaran (dalil) sama sekali. Selain itu, penjelmaan
mereka benar-benar sama dengan objek yangditirunya, sampai-
sampai penjelmaan itu tidak dapat diketahui, bahkan oleh para
Nabi sekalipun.
Hukum bentuk penampakan Malaikat
Tidak sedikit Ahlul Bid'ah y^ngtergelincir dalam masalah ini.
Mereka lebih mengedepankan logika daripadanash-nash syar'i. Mereka
telah bersikap lancang terhadap setiap nash yang bertentangan dengan
logika walaupun nash itu shahih.
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa Allah \H memberikan
kemampuan kepada para Malaikat untuk dapat menjelma dalam sosok
manusia, sebagaimana yang benar-benar terjadi. Akan tetapi, logika
para Ahlul Bid'ah enggan menerimanya meskipun hal itu disebutkan
dalam kitab asb-Sbahiihain.
Dari Abu Hurairah ,E)s, ,iaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
"Seorang Malaikat mendatangi Nabi Musa 24; lalu berkata: 'Penuhilah
keinginan Rabbmu.' Nabi Musa lalu mencolok mata Malaikat maut
tersebut dan mencukilnya. Malaikat itu pun kembali kepada Allah \H
dan berkata: 'sesungguhnya Engkau telah mengutusku kepada hamba-
Mu yang tidak menginginkan kematian sehingga ia mencukil mataku.'
Maka Allah mengembalikan matanyadan berkata: 'Kembalilah kepada
hamba-Ku dan katakan kepadanya: 'Apakah engkau menghendaki
kehidupan? Jika engkau menghendaki kehidupan, maka letakkanlah
tanganmu di atas punggung seekor sapi. Engkau akan hidup sejumlah
bulu yang tertutupi oleh tanganmu, setiap satu helai bulu sama dengan
setahun.' Musa berkata: 'setelah itu apa?' Ia menjawab: 'setelah
itu kematian.' Ia menjawab: 'Sekarang, dalam waktu dekat. \7ahai
Rabbku, matikanlah aku di bumi yang suci sejarak lemparan batu.'
Rasulullah ffi bersabda: 'Demi Allah, seandainya aku ada di sisinya,
114 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
niscaya akan kuperlihatkan kepada kalian kuburnya, yaitu di samping
jalan di sekitar tumpukan pasir berwarna merah.""t
Para ulama telah memberikan jawaban atas syubbat'syubhat
(kerancauan) orang-orang y artgmengingkari kei adian ini, lalu mereka
menyanggah dan membant ahny a.
Ibnu Hibban ,$tE berkata setelah memaParkan hadits tentang
Nabi Musa dan Malaikat Maut: "Yang demikian itu karena Allah \H
mengutus Malaikat maut kepada Nabi Musa sebagai ujian dan co_baan.
Allah memerintahkan Malaikat tersebut untuk mengatakan kepadanya:
'Penuhilah seruan Rabbmu' sebagai ujian dan cobaan, bukan perintah
yatgAllah inginkan untuk dilaksanakan. Hal ini sebagaimana Allah
merierintahkan kep ada kekasih-N y y arru Nab i Ib rahim 1pg, untuk
menyembelih puteranya, yarrgiuga^s, ebagai ujian dan cobaan, bukan
perintah yang Attrt inginkan agar dilaksanakan. Ketika Ibrahim telah
tertekad'untuk menyembelih puteranya dan ia membaringkannya
atas pelipisnya, seketika itu Allah menggantinya dengan sembelihan
yangsangat besar."
Allah W pernah mengutus Malaikat kepada Rasul-Rasul-Nya
dalam bentuk i^ngtidak dikenal mereka, sePerti Malaikat yang
menemui Nabi Ibrahim 1Pi, sementara beliau tidak mengetahuinya,
hingga hal tersebut menakutkannya.
Seperti juga kedatangan Jibril kepada Rasulullah ffi, tatkala
Malaikat itu bertanya kepadafly^ tentang iman' Islam, dan ihsan.
Rasulullah ffi baru mengenalnya setelah utusan Allah itu pergi.
Malaikat maut datang kepada Nabi Musa tidak dalam bentuk yang
telah dikenal beliau. Nabi Musa adalah seorang yangsangat perhatian
terhadap kehormatan keluarganya. Oleh sebab itu, begitu melt_hat
,.orrrrg-1rki-laki yangtidak dikenal berada di dalam rumahnya, beliau
pun segera merrg.rlurkan tangan dManalmaieknaat myapnagrkneyati.k_aTaimtup_baerraandtaerdsaelbaumt
-eny.brbkan tircukilnya mata
,orok manusia, bukan dalam wujud asli yang Allah ciptakan unruknya.
3s Al-Bukhari Nl/440 - al-Fat-b), Kirab "Ahaadiitsul Anbiyaa'" dan Muslim 0y /1843, no. 2372),
Kitab "al-Fadhaa-il".
Menyelisik Alam Malaikat 115
Perbuatan ini tentu boleh dilakukan Nabi Musa, bahkan beliau
tidak berdosa ketika melakukannya. Maka dari itu, ketika Malaikat
maut kembali kepada Rabbnya dan memberitahukan perlakuan Musa
terhadapnya, Allah pun mengembalikan matanya dan menyuruhnya
untuk menemui Musa untuk kedua kalinya, dengan perintah yang lain,
sebagai ujian dan cobaan, sebagaimanatelah kami sebutkan sebelumnya,
yait:u Allah berfirman kepadanya: "Katakanlah kepadanya (Musa):
Jika engkau mau, maka letakkanlah tanganmu di atas punggung sapi;
niscaya engkau akan hidup sejumlah rambut yangditutupi tanganmu,
yaitu satu tahun untuk satu bulu." Ketika itulah, Musa mengetahui
bahwa laki-laki tadi adalah Malaikat maut yangdatang atas perintah
Allah. Jiwanya pun menjadi senang untuk kembali kepada-Nya dan
tidak memohon penangguhan, seraya berkata: "Sekarang."
Seandainyapadapertemuan peftama Musa mengetahui bahwa ia
adalah Malaikat maut, niscaya Musa akan memperlakukan Malaikat
tersebut sebagaimana ia memperlakukannya pada pertemuan kedua,
yaitu ketika Musa telah meyakini dan mengetahuinya."3e
Imam an-Nawawi'ii;5 berkata: " A!-Maziri berkata:'Hadits
ini diingkari oleh sebagian orang-orang atheis. Mereka mengingkari
bahwa Malaikat mampu menjelma (dalam sosok manusia-'d). Mereka
menyangkal: 'Bagaimana mungkin Nabi Musa dibenarkan untuk
mencukil mataMalaikat maut?' Al-Maziri menj awab nya:'P araulama
menyanggah bantahan itu dengan beberapa kemungkinan.
Pertama, bukan tidak mungkin jika Nabi Musa ,,g@; diizinkan
Allah untuk melakukan tamparan ini sebagai ujian bagi Malaikat yang
ditampar. Sebab, Allah melakukan apa saja terhadap makhluk-Nya
sesuai dengan kehendak-Ny" dan Dia menguji mereka dengan apa
yangDia inginkan.
Kedua, bisa jadi ini hanyalah majaz (kiasan). Maksudnya, Nabi
Musa berdebat dan membantahnya, lalu berhasil mengalahkan
Malaikat tersebut dengan hujjahnya. Sebab, di dalam bahasa Arab
3e Al-Ihsaan bitartiib Sbabiih lbni Hibban (y[/38) dengan saduran.
116 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
dikatakanr gXi,ii 6\fik, artinya ia mengalahkan lawannya dengan
hujjah. Dikitakan pula dalam bahasa Arab: 4,$te;3e , artinya engkau
memasukkan kekurangan pada dirinya. Namun, kemungkinan kedua
ini lemah dikarenakan adanya redaksi: 'Maka Allah mengembalikan
matanya.' Jika disebutkan:'Allah mengembalikan hujjahnya,' maka
penafsiran ini tentu sangat jauh menyimpang.
Ketiga, mungkin Nabi Musa }M; tidak mengetahui bahwa laki-
laki itu adalah Malaikat y^rLgdiutus dari sisi Allah. Beliau menyangka
bahwa laki-laki tersebut adalah seseorang yar.g akan berbuat iahat
terhadapnya, maka Nabi Musa pun membela diri sehingga menyebabkan
tercukilny a mataMalaikat tersebut. Ia tidak sen gaj a mencukil m atany a,
sepefti yangdikuatkan oleh riwayat y^ng menyebutkan ^* (Musa
mencukilnya)."
An-Nawawi berkata: 'Jawaban ini dikemukakan oleh Imam Abu
Bakar bin Khuzaimah dan ulama salaf lainnya. Demikian iuga, jawaban
inilah yangdipilih oleh al-Maziri dan al-Qadhi 'Iyadh."
Para ulama berkata: "Dalam hadits tersebut tidak disebutkan
dengan tegas bahwa Musa sengaja mencukil matartya. Oleh karena
itu, jika adayangmengatakan: 'Hal itu diakui oleh Nabi Musa ketika
Malaikat datang untuk kedua kalinya dan memberitahukan bahwa
dia adalah Malaikat maut,' maka jawabannya ialah pada kali yang
kedua, Malaikat datang dengan tanda yang dikenal Nabi Musa, yarLg
menunjukkan bahwadiaadalah Malaikat maut. Oleh sebab itu, beliau
pun merelakan dirinya, berbeda dengan pertemuan yang Pertama,
anllaabu d.'ld,m."ao
Ibnu Halar {M berkata: 'sebagian Ahlul Bid'ah mengingkari
hadits ini dan berkata: 'Jika Musa mengenalnya, berarti Nabi itu telah
meremehk anny a. S eb alikny a, jika Musa tidak men genalnya' men gaP a
Malaikat tersebut tidak meminta qisbasb atas matanya?' lawabannya,
Allah tidak mengutus Malaikat maut kepada Musa ketika itu untuk
mencabut rLyawanya, tetapi Dia mengutusnya sebagai ujian. Nabi Musa
4 An-Nautauti 'aka Muslim 6Y / t29 - 130).
Menyelisik Alam Malaikat 117
menampar Malaikat maut karena dia melihat laki-laki yang masuk
rumahnya tanpa seizinnya. Selain itu, beliau tidak mengetahui bahwa
laki-laki tersebut adalah Malaikat Maut. Syari'at sendiri membolehkan
seseorang mencukil mata orang-orang yang melihat-lihat ke dalam
rumah seorang Muslim tanpaizin.
Malaikat pun pernah mendatangi Nabi Ibrahim dan Nabi Luth,
sementara keduanya tidak mengenal mereka pada awalnya. Seandainya
Ibrahim mengenal mereka, niscaya beliau tidak akan menghidangkan
makanan. Demikian pullaa,, andaikata Nabi Luth menggeennaall mereka,
niscaya beliau tidak takut atas perbuatan kaumnya terhadap mereka.
Andaipun diasumsikan bahwa Nabi tersebut mengenal Malaikat,
dari mana Ahlul Bid'ah ini mengetahui bahwa terdapat syari'at
qishash afLtara manusia dan Malaikat? Dari mana pula ia tahu bahwa
Malaikat maut meminta agar Musa diqishas, namun hal itu tidak
dilaksanakan?"ar
Syubhat-syubhat semacam ini juga dihembuskan oleh orang-orang
sesat pada zaman sekarang di buku-buku mereka. Mereka mengira
bahwa jika mereka menyebutkannya, berarti ia telah menyamPaikan
sesuatu yang belum pernah diketahui oleh orang-orang dahulu. Padahal,
seandainya Anda memperhatikan buku-buku mereka yang sesat di masa
lalu, niscaya Anda akan menemukan hal yang sama persis. Syubhat
semacam ini kembali menyeruakdizaman modern, namun para ulama
Salaf pada masa ini telah membantahnya. Segala puji bagi Allah atas
hal tersebut.o'
Dalil yarLgdapat diambil dari hadits di atas adalah Nabi Musa telah
mencolok mata Malaikat Maut, yangketika itu menjelma dalam sosok
manusia, lalu mencukilnya. Kemudian, Allah mengembalikan mata
tersebut. Hal ini menunjukkan, utallaahu a'lam, bahwa bentuk fisik
tersebut dapat memberi pengaruh kepada Malaikat ketika ia menjelma
at Fat-bul Baari ffl/aa2).
a2 lJntuk keterangan lebih lanjut, lihat kembali kina:b Zbulumaat Abi Rayyab karya Muhammad
'Abdrrrazzaqfiamzah, Kasyf Mawaaqif al-Gbazali minas Sunnah ua Ablibaa, Dr. Rabi' bin Hadi
al-Madkhali, as-Sunnah an-NibauiyyabbainaDu'aatil Fitnab waAd'iaa-il'*Ilm,Dr. 'Abdul Maujud
Muhammad'Abdullathif .
118 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
dalam wujud tersebut. Sebab, tamparan manusia tidaklah berpengaruh
pada Malaikat ketikaberada dalam bentuk aslinya yaflgagung.
Mengenai bagaimana ia menjelma dan berubah bentuk, hal ini
harus mengacu kepada dalil yang shahih. Namun, tidak ada dalil shahih
y ang menerangkan bagai mana cara penampakan itu.
Ibnu Hqar '#E d^l^ Fat-bul Baari,a3 demikian pula as-Suyuthi
dalam al-Habaa-ih,oo menukil sekian banyak perbedaan pendapat ahli
kalam tentang cara penampakan ini. Akan tetapi, semua pendapat
mereka hanyalah dibangun atas zbann (praduga) dan tidak adayangdapat
membuat jiwa tenang. Lebih dari itu, membahas masalah ini tidak ada
manf.aatnya, terlebih lagi karena tidak ada dalil yangmengesahkannya.
Sikap yangpaling baik adalah tidak membicarakan masalah
sepefti ini dan bersikap diam terhadap apa-ap^yangtidak dibicarakan
oleh para ulama Salaf terdahulu. Sesungguhnya merekaberada di atas
kebenaran yargnyatadan petunjuk yang ielas. Sudah cukup bagi kita
apayangsudah dianggap cukup bagi mereka, wallaabu a'lam.
C. Melihat Malaikat
Dalil-dalil yangada menunjukkan bahwa Nabi ffi pernah melihat
Jibril dalam bentuk aslinya, sebagaimana Allah menciptakannya,
sebanyak dua kali. Beliau juga pernah melihatnya beberapa kali dalam
bentuk seorang laki-laki. Beliau sering pula melihatnya dalam sosok
Dihyah al-Kalbi. Terkadang, Rasulullah melihatnya dan mengajaknya
berbicara ketika beliau sedang bersama sebagian Sahabatny a atausedang
bersama isteri-isterinya, sementara mereka tidak melihatnya. Hal ini
disebutkan dalam hadits'Aisyah .;$'.,, bahwasany^ Nabi ffi berkata
kepadanya:
*r-,i>',al 4c)'-lt1! .f )al,rlLWt ,$-btii a. 6E q
vy
K-ci\iv c;,:i<l.'t $t
a3 Fat-bul Baari (/21).
Al-Habaa-ih Q6L-263).
a
Menyelisik Alam Malaikat 119
"'Wahai 'Aisyah, ini adalah Jibril. Ia menyampaikan ucapan salam
kepadamu. "'Aisyah menj awab: "semoga keselamatan, rahmat Allah,
dan berkah-Nya juga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat
yangaku tidak dapat melihatnya."ot
^pa
Terkadang para Sahabat r$ec melihat Malaikat, sebagaimana
yangdiriwayatkan secara shahih, dalam sosok seorang laki-laki yar..g
berpakaian sangat putih dan memiliki rambutyangsangat hitam. Hal
ini disebutkan dalam hadits Jibril yang sudah sangat terkenal, juga
oleh hadits lainnya. Akan tetapi, seseorang harus berhati-hati karena
boleh jadi syaitan menggodanya sehingga ia menduga bahwa syaitan
tersebut adalah Malaikat.o6
Adapun melihat Malaikat dalam bentuk aslinya, sebagaimana
Allah menciptakan mereka, maka yangdapat dipahami secara jelas dari
dalil-dalil yang ada menunjukkan bahwa para Sahabat tidak pernah
melihatnya. Jika Nabi ffihanya melihat Jibril dalam bentuk aslinya
dua kali, sebab keagungan penciptaanJibril membuatnya tidak sanggup
untuk melihatnya, maka selain beliau tentu lebih pantas untuk tidak
dapat melihatnya.
Bisa saj a alasannya -wallaabu a' lam-kar erLa manusia diciptakan
sebagai makhluk yanglemah sehingga tidak mampu melihat Malaikat
dalam bentuk aslinya. Kelemahan ini merupakan rahmat Allah bagi
I mereka. Seandainya manusia dapat melihat segala sesuatu yffigberada di
i sekitarnya, baik berupa Malaikat, jin, maupun syaitan, niscaya mereka
I
I
tidak dapat tidur pada malam hari dan pasti akan ditimpa kecemasan,
kesedihan, dan ketakutan. Akan tetapi, karena kasih sayang Allah
kepada manusia, Dia pun menutupi banyak hal agar jiwa manusia
bisa tenang dan bahagia dalam hidupnya. Allah tidak memperlihatkan
mereka kepada kita, namun perintah untuk meyakini keberadaan
mereka dijadikan sebagai salah satu ujian yang sangat besar. Maka
a5 Al-Bukhari ma'al Fat-h (VIl305) dan Muslim (r.o.2474). pa& pembahasan khusus tentang
Penjelasan rinci mengenai hal tersebut, insyaAlkh, akan diberikan
6
para pengikut tasawwuf .
120 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
dari itu, barang siapa yang membenarkannya berarti telah beriman,
sedangkan barang siapa yangmendustakan apa yangdatang dari Allah
dan Rasul-Ny, ffiberarti telah kafir.
Dalam beberapa keadaan, Malaikat mendekati manusia. Terkadang
manusia dapat merasakan keberadaannya, namun tidak melihatnya
meskipun ia dapat melihat bekas-bekas yang menunjukkan kehadiran
Malaikat tersebut, sebagaimana firman Allah \99:
*,5153 3/,@ s'$i {fi@ #ii n;:,,riiJir;fu
{@sr#JS{'"e
*Maka mengapd ketika nyd.red. sarnpai di kerongkongdn. Padabal kamu
ketika itu melibat. Dan Kami lebib dekat kEadanya daripada kamu,
tetapi kamu tidak melibat." (QS. A1-\7aaqi'ah: 83-85)
Malaikat maut dan para Malaikat yang membanttnya hadir di
dekat orang yangsedang menghadapi sakaratul maut, sementara orang-
orang turut hadir di sekitarnya. Seorang Mukmin meyakini bahwa
para Malaikat akan mencabut roh orang tersebut, namun mereka
tidak dapat melihatnya. 'Walaupun demikian, mereka dapat melihat
bekasnya, yaitu meninggalnya orang itu.
Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Usaid
bin Hudha:r qb, ia berkata: "Suatu malam, ketika dia membaca surat
al-Baqarah, sementara kudanya sedang ditambat di dekatnya, trba-
tiba kuda tersebut melompat-lompat. Ketika ia berhenti membaca,
kudanya pun kembali tenang. Kemudian, ia melanjutkan bacaannya,
namun kuda itu kembali melompat-lompat. Tatkala ia diam, seketika
itu pula kuda tersebut tunrt diam. Lantas, ia melanjutkan bacaannya
dan kudanya pun kembali melompatJompat. Usaid segera beranjak.
Ketika itu, puteranya,Yahya,beradadi dekat kuda tersebut, sehingga
ia khawatir apabila kuda itu sampai mengenainya. Pada saat menarik
putranya, ia pun menatap ke langit. (Di sana ia melihat gugusan awan)
hingga akhirnya ia tidak melihatnya lagi.
Menyel isik Alam Malaikat 121
Keesokan harinya, Usaid menceritakan (hal tersebut) kepada
Nabi ffi. Beliau pun bersabda kepadanyai'Teruskanlah bacaanmu
(ketika itu*d), wahai Ibnu Hudhair; teruskanlah bacaanmu (ketika
itu*d), wahai Ibnu Hudhair.' Ia menjawab: ''Wahai Rasulullah, aku
khawatir apabila kuda itu menginjak Yahya karena puteraku itu
berada di dekatnya. Oleh karena itulah, aku mengangkat kepalaku lalu
beranjak kepadanya (Yahya). Tiba-tiba aku menengadah ke langit dan
melihat awan yangmenyerupai lampuJampu. Maka aku keluar hingga
aku tidak melihatnya lagi.' Beliau bertanya:'Tahukah kamu apakah
itu?' Ia menjawab: 'Tidak.' Beliau menjawab: 'Itu adalah Malaikat
yangturun mendekat karena mendengar bacaanmu. Seandainya kamu
terus melanjutkan bacaanmu, niscaya manusia akan dapat melihatnya.
Dengan kata lain, para Malaikat tersebut tidak tersembunyi lagi dari
mereka."aT
Ibnu Hajar 't!fi5 berkata: "Imam an-Nawawi berkata: 'Dalam
hadits ini terdapat penjelasan bahwa setiap Muslim mungkin saja
melihat Malaikat.' Demikian yang disebutkannya secara mutlak. Hal itu
memang benar. Akan tetapi, yarLgtampak bahwa hal itu terbatas untuk
orang shalih danyangmerdu suaranya. Imam an-Nawawi juga berkata:
'Dalam hadits itu terdapat penjelasan tentang keutamaan membaca
al-Qur-an, yaitu sebagai penyebab turunnya rahmat dan hadirnya
para Malaikat.' Saya (Ibnu Hajar) menegaskan bahwa hukum yang
disebutkan oleh Imam an-Nawawi ini bersifat lebih umum daripada
ap^yangditunjukkan dalil tersebut. Yang disebutkan dalam dalil itu
hanya terjadi pada bacaan tertentu dengan sifat tertentu, atau mungkin
saja hal tersebut merupakan salah satu kekhususan (bagi Usaid) yang
tidak disebutkan. Sebab, jika hal tersebut berlaku secara mutlak, niscaya
penampakan diri Malaikat sepefti ini juga akan terjadi pada setiap orang
yatgmembaca al-Qur-an. Sementara itu, bagian terakhir dari redaksi
ayat tersebut 'Tidak tersembunyi lagi dari mereka' menunjukkan
bahwa para Malaikat begitu serius mendengarkan (bacaan) Usaid.
a7 Al-Bukhari (lX'/63 - al-Fat-b), Kitab "Fadhaa-ilul Qur-aan" dan Muslim (I/548, no.796).
122 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Mereka pun niscayaakantenrs mendengarkan dan tidak bersembunyi
sebagaima na y arTg memang menj adi tabiat mereka. "as
Tidak terlihat merupakan tabiat para Malaikat. Akan tetapi,
terkadang mereka menampakkan dirinya, hanya saja bukan dalam
wujud asli sebagaimana Allah menciptakan mereka. Dalam hadits ini,
Malaikat menampakkan dirinya kepada Usaid bin Hudhair q;' pada
gugusan awan, hanya saja Usaid tidak melihat mereka.
Adapun sabda Nabi ffi: "seandainyakamu melanjutkan bacaan-
mu, niscaya manusia akan dapat melihatnya. Dengan kata lain,
para Malaikat tersebut tidak tersembunyi dari mereka," lafazh ini
menunjukkan bahwa manusia dapat melihat Malaikat, tetapi Allah
tidak mengizinkannya. Oleh karena itu, kuda tersebut melompat-
lompat sehingga membuat Usaid menghentikan bacaan (a1-Qur-annya).
Hadirnya para Malaikat pada majelis-majelis dzikir, ketika shalat
'Ashar dan shalat Shubuh, serta pada keadaan-keadaan lainnya sudah
diketahui bersama. Akan tetapi, di sini Usaid bin Hudhair melihat
apa yang tidak dilihat oleh orang lain ketika shalat Shubuh, shalat
'Ashar, dan di majelis-majelis dzlktr. Meskipun demikian, Usaid tidak
mengetahui bahwa yang dilihatnya itu adalah Malaikat, melainkan
setelah ia diberitahu oleh Nabi ffi, karena Usaid sendiri tidak melihat
bentuk asli dari Malaikat tersebut, tetapi hanyamelihat cahaya-cahaya
pada gugusan awan. Hal ini harus diketahui secara cerdas oleh seorang
Muslim agar syaitan tidak mempermainkannya.
Kasus seperti ini pernah disebutkan oleh Syaikh Taqiyuddin al-
Hilali 'uitS5.Ia berkata: "Pada suatu malam, aku mengerjakan shalat
malam di depan kemah kecilku. Tiba-tiba, aku melihat awan putih
yang menutupi ufuk seperti gunung yang menjulang dari bumi ke
langit, lalu awan itu mulai mendekat kepadaku dari arahtimur-arah
tersebut merupakan kiblat orang y^ngshalat di sebelah barat-hingga
berhenti jauh dari tempatku. Kemudian, dari dalamnya keluar seorang
laki-laki dan mendekat kepadaku. Lantas, orarLgitu mulai shalat dan
a8 Fat-hul Baari OX/64). 123
Menyelisik Alam Malaikat
menjadi makmum di belakangku. Pakaiannya menyeruPai pakaian
seorang anak perempuan berumur 15 tahun, namun aku tidak dapat
mengatakan bagaim ana w ajahnya karena gelapnya malam.
Ketika ia mulai shalat bersamaku, aku membaca surat Alif Laam
Miim (as-Sajadah), namun tiba-tiba aku tersentak dan merasa sangat
takut. Maka aku beralih ke surat lain, tetapi tetap tidak dapat juga
membaca al-Qur-an dengan benar, meskipun aku telah menghafalnya
dengan sangat baik, dikarenakan perasaan takut yang menimpaku.
Seusai salam, orang itu pun pergi dan masuk ke dalam awan lalu
kembali ke arah ia datang sebelumnya. Aku pun menanyakan hal
tersebut kepada seorang syaikh yang shalih. Ia berkata kepadaku:
'Kemungkinan orang itu syaitan. Sebab, seandainya ia Malaikat, niscaya
kamu tidak akan tersentak dan merasa ketakutan.' Dengan demikian,
jelaslah bagiku bahwa pendapatnya itu benar."ae
Perhatikanlah! Bagaimana syaitan mempermainkan manusia untuk
merusak Oleh karena itu, Allah mensyari'atkan kepada kita
untuk ber^-giastmi'aazndyaab. (mohon perlindun gan), ketika membaca al-Qur-an,
dari syaitan yang terkutuk.
Dalil lain yang menunjukkan penampakan Malaikat adalah
hadits Hanzhalah al-Asadi €5 , ia berkata: "Kami pernah bersama
Rasulullah M. Beliau menasihati kami dan menyebutkan perihal
Neraka. Hazhalahmelanjutkan: 'Kemudian, aku kembali ke rumah dan
bercanda dengan anak-anak serta bersenang-senang dengan isteriku.'
Hanzhalah melanjutkan lagi: "Aku pun keluar dan menyebutkan hal
tersebut kepada Abu Bakar, maka ia berkata: 'Aku telah melakukan
seperti apa yang engkau sebutkan.' Lalu, aku menemui Rasulullah
ffi dan berkata: '\flahai Rasululllah,Hazhalah telah muna{ik.' Beliau
menjawab :' Muh (diamlah).' Ketika aku menyebutkan permasalahanku
kepada beliau, Abu Bakar berkata: 'Aku pun melakukan seperti apa
yangdilakukanny* Rasulullah ffi bersabda: ''$7ahai Hanzhalah, ada
waktu seperti ini dan ada waktu seperti itu. Seandainya hati kalian
sama seperti sedang mengingat (kematian), niscaya p^ra Malaikat
ae Al-Hadyatal Haadiah lith Thaa-ifah at-Tiijaaniyyah (9-10), yang disadur secara ringkas'
124 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
akan berjabatan tangan dengan kalian, bahkan Malaikat tersebut akan
memberi salam kepada kalian di jalan-jalan."'o
Yang dapat kita pahami dari hadits ini adalah bahwa manusia
dapat melihat Malaikat dengan syarat apabila hati mereka sama seperti
&hati para Sahabat ketika sedang mendengarkan nasihat dari Nabi
ffi. Pada kenyataannya, meskipun para Sahabat berada pada tingkat
keimanan yangsangat tinggi, tetapi mereka tetap tidak mampu untuk
senantiasa berada pada kondisi tersebut. Maka tentunya orang selain
mereka yang imannya lebih rendah lebih pantas lagi untuk tidak
melihatnya. Ketika persyaratan tidak terpenuhi, objeknya pun tidak
akan dapat dipenuhi. Alhasil, dapat diketahui bahwa melihat Malaikat
pada bentuk aslinya, sebagaimata yang telah Allah ciptakan, adalah
mustahil bagi manusia di dunia ini. Hal itu tidak pernah terjadi pada
ummat ini, kecuali pada Nabi kita, Muhammad ffi, sebanyak dua kali,
wallaahu a'lam.
Keterangan tambahan
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dalam
kitab ash-Sbahiihain, dari Abu Hurairah €5 , bahwasanya Nabi ffi
bersabda:
& Wli!$Y)gk'r?rWF l*,i,? ai,l U-'UU 4s3-l\ ll
((.\5\I.r r;yrf|orr:iJl j, 1u! V1'W)W\4W
"Apabila kalian mendengar suara ayam jantan berkokok, maka
mohonlah kepada Allah karunia-Nya karena sesungguhnya ayam
tersebut melihat Malaikat. Kebalikannya, apabila kalian mendengar
ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari godaan
syaitan yangterkutuk karena sesungguhnya keledai tersebut melihat
syaitan."5r
50 HR. Muslim W / 2L06, no. 27 50), Kitab "at-Taubah". &n Muslim (XVII/46- Syarb an-Natoaufl,
Al-Bukhari (Vy350 - al-Fat-b), Kitab "Bad-ul Khalqf
5'
Kitab "at-Taubah".
Menyelisik Alam Malaikat 125
Ibnu Hqar 4!$6 berkata: *lyadh berkata: 'Tujuannya agar p^ra
Malaikat mengamini do'anya dan memohonkan ampunan baginya,
serta mempersaksikan kebaikan orang tersebut."s2
Hadits di atas juga menerangkan bahwa ayamjantandapat melihat
Malaikat meskipun kita tidak mengetahui bagaimanadandalam bentuk
seperti apa hewan itu melihatflya. Valaupun demikian, kita meyakini
apa-apa y ang disebutkan dalam hadits, wallaahu a'lam.
Orang-orang kafir pernah meminta kepada Nabi ffi untuk
membuktikan kebenarafl dirinya, yaitu dengan cara menunjukkan
kepada mereka bagaimana bentuk Malaikat atau Allah itu. Allah pun
menjawab permintaan mereka dengan firman-Nya:
ht5;iJU:,;: 5iq6i W iJ-\i i.$i Jvs F
.,./ /,/
O)l-12
6Wt46e\:;<ti,ti4:'\1-J,lL'ic(Jl
/ 6r?i G-'rbJ l*,.5t,$; u$ *
*&\
"Berkatalab oran g- oran g y ang tidak rnenanti-ndnd p mernuan(ny a) dmgan
Kami: 'Mengapa tidak diturunkan kepada kita Malaikat atau (mengapa)
kita (tidak) melibat Rabb kita?'Sesungguhnya mereka memandangbesar
tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah rnelampaui batas
(dalam melakukan) kezbalirndn. Pada bari mereka melihat Malaikat di
bari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orangydngberdosa mereka
berkata: 'Hijran mahjuuraa.'" (QS. Al-Furqaan:2L- 22)
Ibnu Katsir qlf5 berkata: "Maksudnya, mereka tidak melihat
Malaikat ketika masih memiliki pilihan (untuk beriman), tetapi akan
melihatnyapadahari ketika tidak ada berita gembira bagi mereka,yaitu
pada saat sakaratul maut. Ketika itulah para Malaikat memberitahukan
kabar gembirakepada mereka berupaNeraka dan kemurkaan dari Allah
Yang Mahaperkasa. Malaikat berkata kepada orang kafir ketika ruhnya
akan dicabut: "Keluarlah, wahai jiwa kotor yangterdapat di dalam jasad
s2 Fat-bul Baari 5U335).
126 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
yarlgkeji. Keluarlah menuju angin yangamat panas dan air panas yar,g
mendidih serta naungan asap yang hitam.'Jiwa tersebut pun enggan
untuk keluar lalu berpencar di dalam badan. Kemudian, Malaikat
memukulinya ... dan berkata kepadanya: 'Hijran MabjuuraA' ,s3 yang
artinya'Flaram dan diharamkan atas kamu kemenangan pada hari ini."'sa
Ay at-ay at ini dan y angsemacamn y a-wallaabu a'lam-menunjuk-
kan ketidaksanggupan manusia melihat Malaikat dalam wujud aslinya
ketika di dunia. Namun, Malaikat dapat dilihat oleh orang yangsedang
menghadapi sakaratul maut, sesuai dengan amal perbuatannya. Jika
orang itu shalih, maka ia akan melihatnya dalam rupa yang bagus.
Namun, jika tidak demikian adanya, berarti ia akan melihat Malaikat
itu dalam bentuk sebaliknya, uallaahu a'lam.
Kesimpulan:
Melihat Malaikat dalam wujud aslinya, sebagaimana Allah men-
ciptakannya, tidak pernah terjadi pada seorang pun dari ummat ini
selain Rasulullah M,.Ini menunjukkan bahwa mereka tidak dapat
dilihat oleh manusia.
Adapun melihatnya dalam bentuk manusia, hal itu pernah terjadi,
seperti yangtelah disebutkan dalam beberapa hadits. Akan tetapi, setiap
Muslim wajib untuk berhati-hati agar tidak diperdaya oleh syaitan
sehingga dia mengira bahwa ap^yarg dilihatnya adalah Malaikat,
padahal sesungguhnya itu syaitan yang mengejeknya. Hal ini sering
menipu kebanyakan orang bodoh (yrrg tidak waspada akan hal ini).
Manusia juga akan melihatnya dalam bentuk y^ngsangat buruk ketika
sakaratul maut, uallaabu a'lam.
ffiMengenai melihat Malaikkaatt ffi di dalamm mimpi,, hall itu
mungkin saja terjadi. Yang demikian ini pernah terjadipada Nabi ffi,
sementara mimpi para Nabi pasti benar, bahkan para ulama meng-
anggapnya salah satu tingkatan wahyu."ss
53 Ungkapan ini biasa disebutkan orang Arab ketika benemu dengan musuh yang tidak dapat dielak-
kan lagi atau ketika ditimpa bencana yang tidak dapat dihindari.
54 Tafsiir lhni Katsir [ni3U) dengan ringkas.
55 Llhat Fat-bul Baari ff/23) dar Zaadul Masiirkrrya Ibnul Jauzi NII/297).
Menyel isik Alam Malaikat 127
I
Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits
'Aisyah dg, , diaberkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
;;";e ;y y" #r$iie ei\.g,erlri r -.,5 ;is'Y, if #ri n
bl*|,3a- 3!'aui..4 e\\v
'Engkau ('Aisyah) telah diperlihatkan kepadaku sebanyak dua kali
,.b."l.r.rr rt., -.nikah denganmu. Aku melihat Malaikat membawamu
di dalam sepotong kain sutJra. Ketika aku berkata kepadanya:-'Bukalah!'
maka i, prrr, ,rr.ribrkrnya dan terny^taitu adalah engkau. Aku berkata
lagi: .Jika ini berasal daii Allah, maka semoga Dia mewuiud\11nya.'
rl*,rdirrr, aku kembali melihatmu dibawa oleh Malaikat di dalam
sepotong kain sutera. Tatkala aku berkata: 'Bukalah!' maka ia pun
*.rrrbrrfrnya dan ternyataitu adalah engkau. Aku pun berkata: 'Jika
ini berasal iari Allah, maka semoga Dia mewujudkannya."'su
Malaikat y^ngdisebutkan dalam hadits ini berwujud seorang
laki-laki, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain:
kr-r b Y"')-q*Jtr''l ll
"Tiba-tiba, seorang laki-laki membawamu di dalam saraqabsl (sepotong
kain) dari sutera."tt
Dalil lain yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits Samurah
bin Junda b #,bih*arrrrya Rasulullah srbersabda: " sesungguhnYl
tadi-alrm Malaikat. Keduanya menyuruhku pergi
atu didatangi dua
seraya berkata kepadaku: 'Pergilah!' ... Di dalamnya iuga (disebutkan):
56 Al-Bukhari (,11/2573),l1tab "at-Ta'biir" dan Muslim.(no.2438), Kitab "Fadhaa-ilush Shahaabah",
Bab "Fii fadHi 'eisyatr".Lafazh ini milik al-Bukhari'
51 Sara7ab min baiir berarti sepotong kain sutera'
58 Al-Bukhari W2572).
128 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
"Kami pun pergi. Setelah itu, kami bertemu dengan seorang laki-laki
yangberwajah sangat buruk, seakan-akan ia laki-laki paling buruk yang
pernah engkau lihat. Di dekatnya terdapat api yang dinyalakannya.
Lalu, ia berjalan di sekitarnya ..." Pada akhir hadits itu, beliau bersabda:
'Adapun laki-laki yangsangat buruk wajahnyayangberada di sisi api,
lalu ia menyalakannya dan berjalan di sekitarnya , dia adalah Malaikat
Malik, penjaga Neraka Jahannam."5e
Peristiwa Nabi ffi melihat Malaikat dalam bentuk seorang laki
laki juga diterangkan dalam Sbabiibul Bukbari, Bab "Bad-ul Khalqi":
"Sesungguhnya beliau melihat Jibril, Mika-il, dan Malik dalam sosok
laki-laki."uo
Melihat Malaikat dalam mimpi juga pernah dialami oleh orang
selain Nabi ffi, sebagaimana diterangkan dalam hadits 'Abdullah
bin 'Umar 4#,: "...Aku melihat di dalam mimpi seakan-akan dua
Malaikat mengambilku lalu membawaku (melihat) Neraka. Ia (Neraka)
berbentuk melingkar seperti sumur dan memiliki dua tanduk.ut Di
dalamnya terdapat orang-orang yang kukenal. Aku berkata: 'Aku
pun berlindung kepada Allah dari api Neraka.' Lalu, kami menemui
Malaikat lainnya. Ia berkata kepadaku: 'Engkau tidak akan mendapatkan
bahaya.'Sesudah itu, aku menceritakannya kepada Hafshah, kemudian
Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah M. Beliau bersabda:
'Sebaik-baik laki-laki adalah'Abdullah jika ia rajin melakukan shalat
malam.' Setelah itu, 'Abdullah tidak pernah tidur pada malam hari,
kecuali hany a sebentar. "62
Hadits ini menunjukkan Malaikat mungkin saja dilihat dalam
mimpi oleh manusia selain Nabi ffi. Akan tetapi, perlu diketahui
bahwa mimpi seperti ini bukanlah sumber syarr'at, tetapi sama saja
seperti mimpi-mimpi lainnya. Mimpi bisa berupa berita gembira,
ancaman, ataupun waswas pribadi. Adapun menjadikannya sebagai
n5e Al-Bukhari (ro. 7047), Kitab "at-Ta'biir".
6' Lihat Sbahiihil-Buhbari @./1182, no. 3064), Kitab "Bad-ul Khalqi".
Malrsudnya, seperti apayangdibangun di sisi-sisi sebuah sumur.
62 Al-Bukhari l/1070), Kitab "at-Tahajjud", Bab "Fadhlu Qiyaamil Lail"
Menyelisik Alam Malaikat 129
sumber penentuan hukum, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-
orang sufi yang bodoh, tentu saja hal ini merupakan kesalahan yang
sangat jelas. Sebab, boleh jadi syaitan mempermainkan manusia
dengan menyaru sebagai Malaikat lalu menyuruhnya melakukan
hal-hal yang diharamkan atau meninggalkan berbagai kewajiban.
Akibatnya, orangtersebut membenarkannya sehingga akhirnya hal
itu membinasakannya, ual'iyaadzu billah.
Dapatkah Malaikat melihat Allah w;; ?
Tidak ada dalil shahih y^ngmenunjukkan Malaikat dapat melihat
Allah wj di dunia. Allah sendiri tidak mengizinkan para NabiNya
untuk bisa melihat-Nya di alam fana ini. Dia terlindungi dari makhluk-
Nya di balik hijab dari cahaya-Nya; yang seandainya hijab tersebut
dibuka, niscaya cahaya wajah-Nya akan membinasakan seluruh
makhluk. Dengan demikian, berarti semua makhluk tidak dapat
melihat-Nya di dunia, uallaahu a'lam.
D. Kematian para Malaikat
Di antara keagungan Allah dan kesempurnaan Rububiyyah-Nya
adalah kekekalan y ang hany a dimilikiNya.
Allah \H berfirman:
cTl;i;<A o Atc,6, 3 i$ y;ti].y7t; raty ir y
{@ri,# itt'Kur
"Janganlab kamu sembah di samping (menyembab) Allah, Rabb apa
pun ydng lain, tidak ada ilab (yong berhak disembab) melainkan Dia.
Tiap+iap sesud.tu pdsti binasa, kecuali wajab-Nya (Allab). Bagi-Nyalah
segalapenentuAn, dan hanya kepada-Nyalab kamu dikembalikan." (QS.
Al-Qashash: 88)
{@ ,6r,(',fiit $'r-;ci@e'6 WJky
130 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
"sernudyangada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Rabbmu
y dng rnernpuny d.i kebes aran dan kemuli.aan." (QS. Ar-Rahm aan: 26-27)
Ibnu Katsir '#E berkata: "Allah memberitahukan bahwa semua
penghuni bumi akan binasa dan mati secara keseluruhan, demikian pula
penduduk langit, kecuali yangdikehendaki Allah. Tidak ada seorang
pun yang tertinggal selain Allah. Sesungguhnya Rabb \€ tidak akan
mati. Dialah Yang Mahahidup dan Yang tidak akan pernah mati."63
Para ulama berbeda pendapat mengenai makhluk yang dikecualikan
dalam firman-Nya:
ce'y
'd'ix\
"DAn ditiuplab sangkakala, maka matilab siapa ydng di langit dan di
bumi kecuali siapa y ang dikeh endaki A llab. Kemudian ditiup sangkakala
itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri Tnenunggu (putusannya
masing-masing)." (QS. Az-Zumar: 68)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 4!'M berkata: "Pengecualian
tersebut mencakup para bidadariyangberada di dalam Surga. Sebab, di
dalam Surga tidak terdapat kematian. Pengecualian itu juga mencakup
hal lainnya. Akan tetapi, kita tidak boleh menetapkan secara pasti
apa sqa yangtermasuk hal tersebut karena dalam Kitab-Nya, Allah
menyebutkannya secara mutlaq (umum)."u.
Ibnu Katsir 4!$5 berkata: "Tiupan ini adalah tiupan y^tgkedua,
yaitu tiupan melengkingyangmembuat semua yarTg hidup menjadi
mati, baik ia penghuni langit maupun penghuni bumi, kecuali yang
dikehendaki Allah, sebagaimana disebutkan dengan tegas dalam hadits
ash-Shuur (sangkakala) yangmasyhur. Kemudian, semua makhluk yang
masih tersisa akan dimatikan, hingga yalgterakhir akan mati adalah
Malaikat maut. Maka tinggallah Allah sendirian Yang Mahahidup dan
63 Tafsiir lbni Ka*ir (A,/272).
Majmuu'ul Fataawaa W /261).
a
Menyel isik Alam Malaikat 131
Maha Berdiri sendiri, Yang Peftama, Dialah yattgtinggal selamanya, I
dan Yang kekal abadi."u'
I
SyaikDhaullaImslammenIbianwuaTbiiP^eiyrtytn.^yh^a+nssye"Pbuetarkr akteam: .a.YtiaanngpdairyaaMkianlai ioklaeth, l
*ryorit., kaum Muslimin adalah semua makhluk hidup ak11r.mati,
t.r*rrrk para Malaikat, bahkan Malaikat Maut sekalipun. +11ah. \ry
Mahakuao rrrt.rk mematikan lalu menghidupkan mereka kembali,
sebagaimana Dia mamPu mematikan manusia dan iin kemudian meng-
hidupkan mereka lagi.
Allah \iM berfirman:
5; fr#\'\@r'/- . .. Xi;
;3; f';\Ai G'^i-,sii ,*'y
"Dd,n Dialah ydng menciptahan (manusia) dari permulaan, k'emudian
(i***gr*bolikdn Shi"pk"n)ny a kembali, dan mmgbil'upkan k embali
itu idalah lebib mudib bagi'Nya..." (QS. Ar-Ruumz 27 )"
Telah ditegaskan dalam hadits shahih dari Nabi My^ngdiriwa-
yatkan oleh le6ih dari satu ialur dan lebih dari seorang Sahabat,
trh*rrrnya beliau bersabda: "sesungguhnya iika Allah berbicara
dengan *rhyo, maka para Malaikat pun pingsan." Dalam riwayat lain:
"Ap"abi1a piaMalaikat mendrng i firman-Nya, maka mereka akan
lrtrrt pirrgr"rr.,, Dalam hadits shatritr ini Nabi ffi memberitahukan
frn*. Vfrtaikat pingsan sampai tidak sadarkan diri. Dengan demikian,
jika mereka bisa ter"r.rrt"k dan jatuh pingsan, maka mereka pun bisa
tersentak dan mati."66
Dari sini, tampaklah bahwa Malaikat sama sePefti manusia dan
jin. Mereka akan mati dan kemudian dibangkitkan kembali' Adapun
,prkah mereka mati sebelum tiupan sangkakala, sePefti manusia dan
ji'rr, apakah ketika sangkakaia mrlaiditiup, maka tidak ada dalil
ii"**"t.rr.r,jelrskan hal ,.rrlb.rr; sehingga yarLgterbaik adalah tidak
membahasnya, uallaabu a'lam.
*65 Tafsiir lbni Katsir (lY /631.
Mljmuu'ul Fataanoaa gviztol,yang disadur secara ringkas'
132 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
E. Akhlak paraMalaikat
Allah telah memuliakan Malaikat-Malaikat-Nya 7W dengan
menciptakan mereka dengan akhlak yangutama lagi mulia. Ini adalah
nikmat Allah yang paling besar terhadap hamba-hamba-Nya. Allah
telah menyifati Nabi kita, Muhammad ffi, dengan akhlak yangmulia
sebagaimana firman-Nya:
--41 /t/ iq35)y
*V \-P,/ -r
{
"Sungguh telah datang kepada?nu seordng Rasul dari kaummu sendiri.
Berat terasa olehnya penderitaanrnu, sangat menginginkan (heimanan
dan keselamatan) bagimu, arndt belas kasiban lagi penyaydng terhadap
ordng-ordng Mukmin." (QS. At-Taubah: 128)
{@ **Jiar}
"DAn sesungguhny a kamu benar-benar berbudi p ekerti y ang agung." (QS.
Al-Qalam:4).
Akhlak yang baik merupakan nikmat Allah yang sangat besar.
Balasan atas akhlak tersebut di sisi Allah pun besar. Nikmat ini tidak
dapat diraih, kecuali oleh orang yangmemiliki keuntunganyangbesar
pula.
ffiPara Malaikat memiliki kedudukan yang agung sehingga
Allah menganugerahkan kepada mereka akhlak mulia. Kita mohon
kepada Allah den gan nama-nam any a y aingbaik dan sifat-sifat-N y a y ang
mulia agarDia menganugerahkan akhlak y^ngbaik dan meneguhkan
kita di atas agama-Nyr, hingga kita bertemu dengan-Nya dalam keadaan
ridha terhadap kita.
Di antara dalil yang menyebutkan akhlak para Malaikat )Wi
adalah firman Allah \H:
Menyelisik Alam Malaikat 133
{@,;,s-@;rri.t}
,,Di tangan pdra. penulis (Malaikat). Yang mulia lagi berba&r1. " (QS.
'Abasa: 15-16)
As-Safarab di sini adalah Malaikat, seperti y^rLgtelah diielaskan
sebelumnya bahwa as-safarabtermasuk salah satu nama Malaikat'
Ibnu Katsir qliw berkataz "Kejadian mereka mulia lagi bagus,
bahkan akhlak mereka baik, suci, dan semPurna. Berdasarkan hal ini,
sudah seyo giany a b agip ara pemb awa al-Qur-an (pengh afal, p elaiar, dan
prngrj^i,rJ., yrrrgk.-br..nya) untuk berbuat dan berucap dengan
benar dan lurus."u'
MalaikSaikt.ap^Mtearksseubduntyma,errupprabkila,nAsnadlaahtesalatuh buah keimananterhadap para
mengetahui sifat-sifat mereka
,.f..i ini dan trh., brh*a Allah mencintai hal tersebut, maka Anda
dit.r.rt rt.rntuk meneladani mereka dalam hal itu. Dengan demikian, Anda
akan mendapatkan kecintaan Allah dan kecintaandarisesama manusia.
w,Dari .Aisy ^h dia berkata bahwa Rasulullah ffi bersabda:
e rbvxtii; *irs,{'}\rr$l ;?:)\ ai$\i}:gir rl
((.9U;i
^3u#L'r;t,orang yangmembaca al-Qur-an dengan mahir maka.dia akan bersama
y mulia la.gi b aik, sedan gkan
d.r, gri', ofoToh (kelo mp ot ) vtatait m^ien^gnaglami kesulitan maka baginya
orang yarLgmembacarryr redr.rg ia
dua pahala.'"u8
Demikianlah, hadits ini menjadi penguat terhadap apa yang
disebutkan di dalam al-Qur-an. Di samping itu, hadits ini iuga
menerangkan tentang balasan bagi setiap Muslim y^tgbagus bacaan
u' Tafsir lbnu Katsir W /471)' 'ar-Tafsiir" dan Muslim (I/55). Imam Ahmad dalam Musnad-ttya
* ni-ii"ifrrr; iittiZZ),d"ab
(VIl48) dar la{azh tersebut miliknya.
134 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
al-Qur-annya, yaitu Allah akan mengumpulkannya bersama para
Malaikat yangmerupakan perantara dan utusan antaraAllah dan para
Nabi-Nya.
Dalam hadits ini, Nabi ffi menyifati mereka dengan dua sifat
yang mulia:
1. Al-Karam (mulia)
Al-Karam adalah akhlak mulia dan luhur yang mengaj ak pelakunya
kepada setiap kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Al-Ashbahani
berkata dalam al-Mufradaat: "Al-Kararn adalah nama bagi akhlak
dan perbua:'anyangterpuji. Al-Karam tidak disebutkan selain untuk
kebaikan-kebaikan y ang besar. "6e
Ibnu Atsir berkata: "Al-Karim adalah orang yangmenghimpun
berbagai macam kebaikan, kemuliaan, dan keutamaan."7O
/-llah wj menciptakan Malaikat-Malaikat-Nya dalam kondisi
demikian dan menganugerahkan kemuliaan yangagung dikarenakan
kedekatan mereka dengan Allah \H ; selain karena mereka melaksanakan
tugas-tugas besar yangtidak dapat diemban oleh makhluk yang tidak
memiliki sifat-sifat seperti ini.
Allah \99 berfirman:
{@ 6;;33q&...)F
"... Sebenarnya (Malaikat-Malaikat itu) adalab bamba-barnba yang
dimuliakar." (QS. Al-Anbiyaa' : 26)
Ar-Raghib berkata: "Yaitu, Allah menjadikan mereka mulia."
Barang siapa yarrg ingin memperoleh akhlak mulia seperri ini
maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah tbi karena takwa adalah
kunci segala kebaikan. Setiap kali ketakwaan seseorang meningkat
maka setiap kali itu pula kemuliaan dan ketinggian kedudukannya
bertambah di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah \gE4:
6' Al-Mufradaat (428), yang disadur dengan beberapa penyesuaian redaksi.
7o An-Nibaayab W/166).
Menyel isik Alam Malaikat 135
}C{,q'gT,
6{#"@K'%tr'du; \6fL' y|#K{a;'Lfi $- i.,ui flii
iY
''+'!t'-t
"Hai manusia, sesungubnya Kami menciptakan kamu dari seoranglaki-
laki d,an seorang pril*pion dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa
d,an bersukr-trEi trpoyo kamu saling mengenal. .Sesungguhnyd. ord..ng
mulia di ontora kamu. dilisi Allab ialab orangyang.plllng.
y"banrrgiopakl*inogii ontoro kamu. Sesunggubnya Allab Maba mengetabui lagi
Maba Mengenal." (QS. Al-Huiuraat: L3)
2. Al-Birr (Baik)
Al-Birr, dengan memberikan harak at kasrab pada hut.uf. ba,
bermakna kebaikan dan keutamaan. Adapun ka:a baarr, Y an1 berarti
orang yangjujur dan bertakwa, merupakan lawan darikaafaajir (otatg
yrrrg-i.rrtirkr); t.drt gkan bentuk jamaknya (baarr) adalah bararab'
Ar-Raghib berkata: "Al-Birr artinyaluas dalam kebaikan. Adapun
bentuk j a*ik dari baarr adalah abraar dan bararaD, seperti y arTgterlihat
dalam firman Allah \iM:
{@;a";si3l}
,,Se sunggub ny a orang- ordng y d.ng bany a(Qh Sb.eArbl-lIlntif-it.bh9anaarr:-b1e3n)ar berada
d.alamYurga' y org p irrh kinikm)td'n. "
Allah pun menyifati Malaikat dengan firman-Nya:
"Yang mulia lagi berbakd. " (QS. 'Abasa : 1'6) {@tr';Y
Di dalam al-Qur-an, kata bararah dikhususkan bagi para
Malaikat karena *rk.trttya lebih dalam daripada kata abraar' Kata
bararab merupakan beniuk jamak dari kata barr, sedangkan.kaLa
bentuk jamak dari kata baarr. Kata barrleblh
a;braar -.rrprkrn daripad a'baarr,sebagaimana kata'adl lebih dalam
Jrlr- (maknanya)
(maknanya) daripad a'aadil."1'
7t Al-Mufradaat (4L).
136 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Ibnu Rajab '{M berkata: "Al-Birr mengandung dua makna.
Pertama, bermuamalah dan berbuat baik kepada makhluk. Kedua,
melakukan segala ketaatan, baik yang bersifat lahir maupun batin."72
Jelas sekali bahwa kedua makna tersebut terdapat pada diri
Malaikat. Mereka berlaku ihsan (baik) dalam ibadahnya dan taat
kepada Allah. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
Dia perintahkan dan senantiasa mengerjakan apa yarag diperintahkan
kepada mereka. Mereka juga berlaku ihsan terhadap makhluk-makhluk
Allah dan mencintai orang-orang Mukmin. Kebaikan mereka terhadap
manusia sangatlah besar. Semoga Allah membalas kebaikan mereka
kepada kita dengan balasan yangterbaik dan sempurna.
Di antara bentuk kebaikan para Malaikat kepada orang-orang
Mukmin adalah:
a. Do'a dan permohonan ampun mereka untuk kita
Sebagaimana firman Allah W:
Jy, ; fiAi'; kA iK;t;e"W,#-
(@G;'4"35\i'
"D ialah y ang rnemberi rabmat kepadamu dan Malaikat-Ny a (memoh onkan
arnpunan untukmu), supd1a Dia mengeluarhan kamu dari kegelapan
kepada cabaya (yong terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada
orang-ordng yang beriman." (QS. Al-Ahzaab: a3)
Ini merupakan salah satu kebaikan para Malaikat terhadap
kita. Do'a dan permohonan ampun mereka memiliki pengaruh yang
sangat besar dalam memberikan hidayah dan meneguhkan kita di atas
kebenaran , insya AllaD. Simaklah ayat berikut agar Anda dapat melihat
betapa besar keutamaan dan kebaikan mereka terhadap kita.
Allah \H berfirman:
72 Jaami'ul 'Uluum utal Hiharn Q38), secara ringkas.
Menyel isik Alam Malaikat 137
Y.^"6i;'z.i.Gj )6**)2'iL,'o;e#G-frV;.36\,;Ulr;'*i\-r'$ba-ko,ri-,tr:,L(/.F/.,'r
/i,,(Malaikat-Malaikat)yang memikul-'Arry dan Malaikat yang beyada
iekelilingnya brrtas'bib iemuii Rabbnya dan mereka beriman kEada'
Nya ,ert-a memintakd,n 4lnpun bagi orang-orang yang beriman (serarya
*rrgrropkan): 'W'abai naib kami, rabmat dan ilmu'Mu meliputi seglla
,rrriru, mak a berilah d.rnp unan kepada ord'ng- orang y ang bertaubat dan
mengiiuti jalan-Mw, d,ai pelibaralab mereka dari siksaan Neraka yang
*rrj,oh-ryala. Wahal a)bb kami, dan masukkanlab merek'a ke dalam
Srrgo ,Ad,i yangtelab Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang
merek'a, dan
y'kaeritgirusbnaalinb'dm,ierinektaar,ar*biaop.akSebsainpgogl umbnrryrakaE, ndgaknawisltaehri-yisatnegri Mabaperk'asa
lagi Mababijaksana. Dan pelibaralah mereka dari (balawn) h,ejabata". ?on
or0ng-ord.ngyang Engkau pelibara dari (pembalasan) .kqabatan pada bari
dan
itu iaka nirnggphri,o tel)b f,ngkau anigerahkan rahmat kepadarrya
itulab kemenaigan yang besar." (QS' Al-Mu'mi n: 7 -9)
Demi Allah, ini merupakan salah satu kebaikan terbesar mereka
kepada kita. Hal ini menunjukkan kesempurnaan iman, kebaikan, serta
lrrh.rrrry, akhlak p^r^Mai^ikat. Semoga Allah memberikan balasan
yangpdi"g baik dan semPurna kepada mereka'
Renungkanlah, wahai saudaraku, tentang nikmat yarLgagung ini
dan bersyukirrlah kepada Allah, kemudian berterima kasihlah kepada
para Malaikat atas nikmat tersebut'
138 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
ffi,b. \fahyu y^ngmereka bawa dari langit kepada para Nabi
yangdi dalamnyaterdapat kebaikan dunia dan akhirat
Allah \H berfirman:
t-ilj 7; cs-Jiti,b i*Kcu G(i,4;G5 1g,y
* {@*P'+te JLu,+t frY;V rQ., i6 * -+o
g;'
^fr;, "{3J
"Dd.n demikianlab Kami meuabyukan kEadamu uabyu (al-Qur-an)
dmganperintah Kami. Sebelurnnya kamu tidaklah mengetabui apakab al-
Kitab (al-Qur-an) dan tidakpula mengetabui apakab iman itu, tetapi Kami
mmj ad.iknn al-Qur-an itu cabarya, yang Kami tunjuki dmgan dia siapa yang
Kami kebendaki di antara bamba-bamba Kami. Dan sesungguhnya kamu
bqtar-bnar membui paunj uk kepada 1akn yang lurus." (QS. Asy-Syuura: 52)
c. Syafaat mereka pada hari Kiamat bagi orang yangmengesakan
Allah
Allah \H berfirman:
{ @ ... ;;i A* y- 5#it {i }. ..
"... Dd,n mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada ordng ydng
diridhai Allah... " (QS. Al-Anbiyaa' : 28)
Sikap ihsan para Malaikat dalam setiap kewajiban yang mereka
tunaikan sudah sangat jelas dan nyata. Insya Allab,hal itu akan dijelas-
kan secara lebih terperinci dalam pembahasan mengenai tugas-tugas
para Malaikat.
Intinya, al-birr atau berlaku ihsan terhadap makhluk serta ber-
buat kebaikan merupakan keutamaan dari salah satu sifat-sifat para
Malaikat, sekaligus termasuk akhlak yang mulia lagi luhur. Hal itu
wajib diyakini dan diimani. rU7ajib pula menyifati Malaikat dengannya
serta mengikutinya karena hal tersebut merupakan bagian dari beriman
kepada mereka.
Menyelisik Alam Malaikat 139
3. Tawadhu'
Di antara akhlak mulia mereka adalah tawadhu' terhadap ke-
benaran dan kepada makhluk, serra tidak bersikap sombong
Allah \H berfirman:
i) J UAit1J'J tly)'-,ze <-Zr_?r.\,j
&
{@ 6s
"Al-Masih sekali-kali tidak engd.n menjadi bamba bagi Allah dan tidak
(p ula enggan) Malaikat -Malaihat y dng ter dekat (kep ada Al!.ab). Barang
i*poyd.ngenggan dari beribadab .
kepada-Nya dan diri,
menyombongkan
iho" rnengulnpulkan mereka sernud kepada-Nya. " (QS. An-
N"inistai,al't:lo17b2)
@-At:i j.#-3a1?Gi''i<:rii4i'*bl\lLF
{@m
"sesunggubnya Malaikat-Malaikat yang ada di sisi Rabbmu tidaklah
*rroriinggon beribadah kepada Allah dan mereka mentasbibk'an-Nya
dan banyilepada-Nyalab mereka bersujud." (QS. Al-A'raaf :206)
/./ ,/ c;;:$*
.J6;W Y,'e
{@3i4.{t
/./ '/
"Ddn kepunyaan-Nyalah segalayangdi langit dan di bumi. Dan Malaikat-
Malaik)t yo"S d.i sisi-Nya, mereka tiada mernpunyai rasa angkuh untuk
Mbddai k pod"-Nyo dan tiada (pula) muasa letih." (QS. Al-Anbiy aa'z L9)
Masih banyak lagi nash-nash yang semakna dengan ay^t-ayatyang
disebutkan di atas.
140 Sifat-Sifat Fisik Dan Akhlak Para Malaikat
Tawadhu' adalah akhlak luhur yar'g diwujudkan dengan ke-
khusyu'an dan ketundukan kepada Allah M} , jauh dari hal-halyang
mengandung unsur membanggakan dan menonjolkan diri, serta
sikap lapang dalam menerima kebenaran dari siapa saja yang mem-
bawanya.T3
Lawan dari tawadhu' adalah sombong, Nabi ffi telah menjelaskan
hal tersebut dalam sabdanya:
((..,,r81 I"5, &\ H-iir ll
*Sombong adalah menolak kebenaran dan merem.nOrn manusia."Ta
Dengan kata lain, al-kibr (sombong) berarti menolak dan meng-
ingkari kebenaran karena keangkuhan dan meremehkan orang lain.
Para Malaikx tW bersikap tawadhu di hadapan Allah, mencintai
dan merendahkan diri kepada manusia, serta berdo'a dan beristighfar
untuk mereka. Para Malaikat sangat mencintai sifat ini dan mengetahui
keutamaannya. Oleh karena itu, mereka mengisyaratkan hal tersebut
kepada Nabi ffi sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah # , ia
berkata: Jibril duduk di dekat Nabi ffi dan memberi salam. Lalu,
Rasulullah ffi memandang ke langit dan tiba-tiba seorang Malaikat
turun. Jibril berkata: 'sesungguhnyaMalaikat ini tidak pernah turun ke
bumi sejak diciptakan sebelumnya.' Setelah turun, Malaikat itu berkata:
''Wahai Muhammad, aku diutus oleh Rabbmu untuk menemuimu.
Apakah Dia menjadikanmu seorang Malaikat ataukah seorang hamba
dan Rasul?'Jibril berkata: 'Tawadhu'lah kepada Rabbmu, wahai
Muhammad!' Beliau menjawab: '(Aku) adalah seorang hamba dan
Rasul.'"7s
Manusia yang paling sombong adalah mereka yang bersikap
angkuh kepada Allah dan Rasul-Nyr.Mereka berpaling dari al-Qur-an
dan as-Sunnah IaIu bergantungpada akal, pendapat,danhawa nafsunya,
13 Al-Mishbazbul Muniir (no. t'62) dar al-Qaarnuus (no.996).
74 Muslim (1/93), Kfuab "al-Iimaan", Bab "Tahriimul Kibri wa Bayaanuh".
15 Ahmad dalam Musnad-nya W230) d.engan sanad shahrh.
Menyel isik Alam Malaikat 141