CONTEN
DAFTAR ISI
VISI MISI
MOTTO/JANJI
LAYANAN
TUGAS & FUNGSI
STRUKTUR
ORGANISASI
KOMPOSISI SDM
PETA STRATEGIS
LATAR BELAKANG SFO
HIGHLIGHT SFO
DOKUMENTASI
KEGIATAN
LAPORAN & MATRIKS
SFO
LAMPIRAN
NTS OFS
2
3 DAFTAR ISI
4
5
9
10
11
13
15
22
26
38
VISI DA
KPPN GUNU
VI
Menjadi pengelola pe
di daerah yang pro
transparan, d
MISI
Mewujudkan pelaksanaan anggaran
berbasis kinerja secara tepat waktu, efektif
dan akuntabel
Mewujudkan kapasitas pendukung sistem
perbendaharaan yang andal, profesional
dan modern
Mewujudkan pelaksanaan perbendaharaan
dan informasi keuangan negara yang cepat,
tepat, dan akurat
AN MISI
UNGSITOLI
ISI
erbendaharaan negara
ofesional, modern,
dan akuntabel
MISI
Mewujudkan pengelolaan kas negara
yang pruden, efesien dan optimal
Mewujudkan akuntansi dan pelaporan
berbasis akrual
MOTTO KPPN
GUNUNGSITOLI
"Kepuasan Anda Adalah Berkah
Tambahan Kami"
JANJI LAYANAN
LAU BALE
Layanan Andal Untuk Berhasilnya
Anggaran
KPPN Gunungsitoli memberikan layanan yang
andal kepada seluruh stakeholder tanpa Dengan memberikan pelayanan yang
membeda-bedakan Andal diharapkan dapat membantu
keberhasilan pelaksanaan anggaran pada
satuan kerja lingkup KPPN Gunungsitoli
Lebih Efektif dan
Efesien
Selain berhasil dalam pelaksanaan
anggaran juga tidak melupakan
efektifitas dan efesiensi pelaksanaan
anggaran
Hal tersebut untuk terwujudnya : "Kesejahteraan bagi
seluruh rakyat Indonesia"
Tugas da
an Fungsi
Tugas dan Fungsi pad
Berdasarkan Pasal 31 pada Peraturan
tanggal 30 Desember 2016 tentang Organisa
Jenderal Perbendaharaan.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan N
melaksanakan kewenangan perbendaharaan
pembiayaan atas beban anggaran, serta pe
anggaran melalui dan dari kas negara berdasark
Sementara fungsi yang diamanatkan anta
a. Pengujian terhadap surat perintah pem
undangan;
b. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dan
Keuangan selaku Bendahara Umum Nega
c. Penyaluran pembiayaan atas beban Angg
d. Penatausahaan penerimaan dan pengelua
e. Penyusunan laporan pelaksanaan anggara
f. Pelaksanaan verifikasi transaksi keuang
bendahara;
g. Pembinaan dan pelaksanaan monitoring
(PNBP);
h. Pelaksanaan tugas kepatuhan internal;
i. Pelaksanaan manajemen mutu layanan;
j. Pelaksanaan manajemen hubungan
management);
k. Pelaksanaan tugas dan penyusunan l
(treasury management representative);
da KPPN Gunungsitoli
Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016
asi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat
Negara (KPPN) Tipe A2 mempunyai tugas
dan bendahara umum negara, penyaluran
enatausahaan penerimaan dan pengeluaran
kan peraturan perundang‐undangan.
ara lain adalah :
mbayaran berdasarkan peraturan perundang‐
na (SP2D) dari kas negara atas nama Menteri
ara (BUN);
garan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
aran negara melalui dan dari Kas Negara;
an pendapatan dan belanja negara;
gan dan akuntansi serta pertanggungjawaban
dan evaluasi Penerim8:an Negara Bukan Pajak
pengguna layanan (customer relationship
laporan Pembina Pengelola Perbendaharaan
l. Pelaksanaan dukungan penyelenggaraan
m. Pengelolaan rencana penarikan dana;
n. Pengelolaan rekening pemerintah;
o. Pelaksanaan fasilitasi Kerjasama Ekonomi
p. Pelaksanaan layanan bantuan (helpdesk)
q. Pelaksanaan sistem akuntabilitas dan kine
r. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kred
s. Pelaksanaan Kehumasan dan layanan Ket
t. Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayana
KPPN Gunungsitoli sebagai KPPN tip
Pencairan Dana dan Manajemen Satker,
Kepatuhan Internal, serta Kelompok Jabatan F
Subbagian Umum
Subbagian Umum mempunyai tugas
SDM, dan keuangan, melakukan penatausaha
melakukan penyusunan bahan masukan dan
Rencana Kinerja Tahunan, Penetapan Kinerja
tata usaha, pengelolaan rumah tangga, p
implementasi budaya organisasi, serta me
keterbukaan Informasi Publik.
Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Sa
Seksi Pencairan Dana dan Manajemen
pengujian resume tagihan dan SPM, peng
koreksi, pengelolaan data kontrak, data
melakukan pengesahan hibah lang sung dal
penyerapan anggaran satuan kerja, pembinaan
sertifikasi bendahara;
i dan Keuangan Daerah;
penerimaan negara;
erja;
dit program;
terbukaan Informasi Publik (KIP); dan
an Perbendaharaan Negara (KPPN).
pe A2 terdiri atas Subbagian Umum, Seksi
Seksi Bank, Seksi Verifikasi Akuntansi dan
Fungsional.
melakukan pengelolaan organisasi, kinerja,
aan akun pengguna (user) SPAN dan SAKTI,
n konsep Rencana Strategis, Rencana Kerja,
a, Laporan Kinerja KPPN, melakukan urusan
penyusunan dan pelaporan beban kinerja,
elakukan urusan kehumasan dan layanan
atuan Kerja
n Satuan Kerja mempunyai tugas melakukan
gujian SP3BLU, penerbitan surat tanggapan
supplier, dan belanja pegawai satuan kerja,
lam bentuk uang, monitoring dan evaluasi
n dan b imtek pengelolaan perbendaharaan,
supervisi teknis SPAN dan SAKTI, asistensi te
penyelenggaraan fungsi manajemen penggu
Pengelola Perbendaharaan (treasury managem
Seksi Bank
Seksi Bank mempunyai tugas melaku
penerbitan SP2D, fungsi pengelolaan kas, pen
pemerintah, penatausahaan penerimaan
permintaan pengembalian penerimaan Nega
penerimaan, fungsi layanan bantuan (helpd
evaluasi bank/pos persepsi, pengelolaan doku
Fihak Ketiga (PFK), pembinaan dan pelaksana
implementasi sistem pengelolaan kas (CMS)
dan evaluasi kredit program.
Seksi Verifikasi, Akuntansi dan Kepatuha
Seksi Verifikasi, Akuntansi dan Kepatu
verifikasi dokumen pembayaran, rekonsiliasi d
Keuangan Kuasa Bendahara Umum Nega
Bendahara Umum Negara (UAKBUN‐Daerah
anggaran, pembinaan pertanggungjawaban
pemerintah, penyusunan laporan saldo re
hibah langsung dalam bentuk barang, pene
pemantauan pengendalian intern, pengelola
kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut
rekomendasi perbaikan proses bisnis, koo
keuangan Negara, serta pelaksanaan program
Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).
eknologi informasi dan komunikasi eksternal,
una layanan, pelaksanaan tugas Pembina
ment representative ) dan rencana penarikan
ukan penyelesaian transaksi pencairan dan
nerbitan daftar tagihan, pengelolaan rekening
Negara, penyelesaian retur, pengujian
ara, konfirmasi dan koreksi data transaksi
desk) penerimaan Negara, monitoring dan
umen sumber dan analisis data Penerimaan
aan monitoring dan evaluasi PNBP, supervisi
pada rekening bendahara, serta monitoring
an Internal
uhan Internal mempunyai tugas melakukan
data laporan keuangan, penyusunan Laporan
ara (BUN) tingkat Unit Akuntansi Kuasa
h), pelaporan realisasi dan analisis kinerja
bendahara, rekonsiliasi data rekening
ekening pemerintah, pencatatan pengesahan
erbitan dokumen pengembalian penerimaan,
aan risiko, pengaduan, kepatuhan terhadap
hasil pemeriksaan, melakukan perumusan
ordinasi pemberian keterangan saksi/ahli
m Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi
KEPALA SEKSI BANK STRUKTUR O
UNTUNG RISMANTO KPPN GUNU
198010082003121001
KEPALA
MAHINDUN DHIAN
1972082719
KEPALA SEKSI PDMS
ADHITYA SUKMA
PERMANA
198006262001121005
Muhammad Fadly Saiful Ragatna Berutu
199804022018011001 199104292013101001
Mar`atus Sholihah Restu Alam Siagian
199908182019122001 199903112019121001
Khairunnisa
199911142019122002
Silvia Debora Simarmata
200108102019122001
ORGANISASI
UNGSITOLI
KANTOR
NI MELDA HARAHAP
998032001
KEPALA SUBBAGIAN UMUM PLT. KEPALA SEKSI VERAKI
M. IQBAL MAULANA M. IQBAL MAULANA
198209022003121002 198209022003121002
Vincencia Dian Priliyanti Sonia Grace Hutabarat
199204302014112001 200006102019122001
Fyoni Clara Magdalena Annisa Lutfiah
Boru Panjaitan 200102022019122001
199611232018012004
Ni’mah Alaina Putri
199905132019122001
Josua Henriko Tua
Sihombing
200010102019121001
KOMPOS
KPPN GUNU
JENIS KELAMIN
LAKI-LAKI : 6 ORANG
PEREMPUAN : 10 ORANG
PENDIDIKAN
DI : 9 ORANG
D III : 2 ORANG
D IV : 1 ORANG
S1 : 2 ORANG
S2 : 2 ORANG
SISI SDM
UNGSITOLI
USIA
10-19 TAHUN : 1 ORANG
20-29 TAHUN : 11 ORANG
30-39 TAHUN : 1 ORANG
40-49 TAHUN : 3 ORANG
GOLONGAN
PENGATUR MUDA (II/A) : 9 ORANG
PENGATUR (II/C) : 1 ORANG
PENATA MUDA (III/A) : 1 ORANG
PENATA TK.I (III/D) : 3 ORANG
PEMBINA TK.I (IV/B) : 1 ORANG
PENGATUR TINGKAT I (II/D) : 1 ORANG
Peta St
trategis
KO
NOM
KEPALA KANTOR PELA
G
KANTOR WILAY
PERBENDAHARAA
DIREKTORAT JE
KEMEN
Pernyataan K
Dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala
Gunungsitoli, saya akan:
1. Melaksanakan tugas dan fungsi dengan p
kinerja sebagaimana tercantum dalam Kontr
2. Bersedia untuk dilakukan evaluasi atas cap
3. Menerima segala konsekuensi atas capaian
• Menteri Keuangan RI Peta
• Direktorat Jenderal Perbendaharaan
• Kantor Wilayah D1Pb Pengelolaan p
• Kementerian/Lembaga ak
• Satuan Kerja K/L
• Pemerintah Daerah
3 4 Pengel
Perumusan regulasi Komunikasi, edukasi,
dan otorisasi yang dan standardisasi yang
berkesinambungan
kredibel
8 Pengelolaan keu
Organisasi dan SDM efisien, efek
yang optimal dan berkinerja tinggi
ONTRAK KINERJA
MOR : 7/PB.011/2021
AYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
GUNUNGSITOLI
YAH DIREKTORAT JENDERAL
AN PROVINSI SUMATERA UTARA
ENDERAL PERBENDAHARAAN
NTERIAN KEUANGAN
TAHUN 2021
Kesanggupan
a Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
penuh kesungguhan untuk mencapai target
rak Kinerja mi.
paian kinerja kapanpun diperlukan.
kinerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.
a Strategi
1
perbendaharaan yang
kuntabel
5 6 7
lolaan kas yang Pelaicsanaan Akuntansi dan
optimal anggaran yang pelaporan keuangan
efektif dan efisien negara yang
akuntabel, transparan
dan tepat walctu
9 10
uangan dan BMN yang Sistem informasi dan teknologi
ktif, dan akuntabel
yang a nda I
Latar Be
elakang
Latar bela
Organisasi yang terdiri dari banyak
kepribadian dan tujuan yang berlainan tidak
terdapat arah yang terfokus dalam melaksanaka
hujan, akan mengalir ke parit dan menjadi alira
besar saat sungai‐sungai kecil ini bersatu da
menjadi kumpulan air yang tidak dapat dita
organisasi yang memiliki strategi pencapaian
pencapaian tujuan berorganisasi dan menguran
strateginya tidak terarah dan memiliki tujuan
Konsep Strategy Focused Organization dan Bal
dan Norton yang diadopsi oleh Kementeria
mengalami perubahan dan penyempurnaan m
Kementerian Keuangan pada umumnya dan KP
Gunungsitoli telah ditetapkan peta strategi untu
Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan K
penandatanganan Indikator Kinerja Utama seba
dicapai agar tujuan KPPN Gunungsitoli dapat ter
Pada KPPN Gunungsitoli yang me
Perbendaharaan Negara di daerah yang profesi
diterjemahkan kedalam sebelas sasaran strateg
di KPPN Gunungsitoli sebagai Indikator Kinerj
untuk mendukung pencapapaian IKU setiap
organisasi KPPN Gunungsitoli.
akang SFO
individu di dalamnya dengan kemampuan,
k akan dapat meraih tujuannya apabila tidak
an kegiatannya. Seperti halnya aliran air di kala
an sungai‐sungai kecil yang akan menjadi sungai
an pada akhirnya semua mengarah ke lautan
ampung atau dilawan jika bergolak. Sebuah
n tujuan yang terfokus akan mempermudah
ngi usaha setiap individu dibandingkan apabila
n yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi.
lanced Scorecard yang dikenalkan oleh Kaplan
an Keuangan sejak akhir tahun 2007, telah
menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan
PPN Gunungsitoli pada khususnya. Pada KPPN
uk mendukung pencapaian tujuan Kantor Pusat
Kementerian Keuangan dan telah dilakukan
agai arah dan tujuan setiap individu yang harus
rcapai.
emiliki tujuan untuk menjadi “Pengelola
ional, modern, transparan dan akuntabel” yang
gis dan telah ditargetkan kepada setiap pegawai
ja Utama. Rangkaian kegiatan SFO ini dibuat
pegawai di KPPN Gunungsitoli dan tujuan
High
hlight
Highligh
A recent study of 275 professional port
execute strategy was more important than the
Matter,” Ernst & Young, Boston, 1998).
A recent study of 275 professional port
execute strategy was more important than the
Matter,” Ernst & Young, Boston, 1998).
A recent study of 275 professional port
execute strategy was more important than the
Matter,” Ernst & Young, Boston, 1998).
Temuan tersebut cukup mengejutkan
1990an para pakar manajemen, konsultan m
memformulasikan strategi demi mendapatkan p
Kaplan dan Norton dalam bukunya yang
memaparkan berbagai kesuksesan suatu organi
Scorecard. Berdasarkan berbagai cerita sukses
about how they achieved these breakthrough r
words: alignment and focus”. Dengan melakuka
organisasi ditelaah kesesuaian dan relevansin
sedangkan fokus dibutuhkan agar sumberdaya
utama dalam rangka pencapaian visi dan misi te
Suatu organisasi berhasil mencapai tujua
yang ditunjukkan dalam implementasi manaje
konsep yang dikenal dengan Strategy Focused O
Konsep ini dapat digambarkan sebagai be
hts SFO
tofolio managers reported that the ability to
e quality of the strategy itself (“Measures That
tofolio managers reported that the ability to
e quality of the strategy itself (“Measures That
tofolio managers reported that the ability to
e quality of the strategy itself (“Measures That
karena selama dua dasawarsa antara 1970‐
manajemen dan media bisnis berfokus untuk
performa organisasi yang unggul.
berjudul “The Strategy Focused Organization”,
isasi yang didorong oleh implementasi Balanced
s tersebut, dituliskan demikian: “When talking
results, the executives continually mention two
an alignment, semua usaha yang dilakukan oleh
nya dengan visi dan misi yang ingin dicapai,
a yang terbatas dapat dikelola sesuai prioritas
ersebut.
annya dengan berfokus pada strategi organisasi
emen kinerja. Hal ini dituangkan dalam suatu
Organization atau biasa disingkat SFO.
erikut:
Prinsip
Menggerakkan Perubahan Melalui Kepemimpi
1. Komitmen
2. Arah
3. Keterlibatan
Menterjemahkan Strategi Kepada Kerangka Op
1. Peta Strategi & IKU
2. New Initiative
Menyelaraskan Organisasi Kepada Strategi :
1. Alignment
2. Fokus
3. Internalisasi Individu
Menjadikan Strategi sebagai Tugas Pegawai :
1. Internalisasi IKU
2. Memotivasi Pegawai
3. Pengembangan Pegawai
Menjadikan Strategi Sebagai proses yang berke
1. Evaluasi
2. Pengembangan
p SFO
inan :
perasional:
elanjutan :
Menggerakkan perubahan melalui kepem
Prinsip ini berbicara tentang pentingnya
organisasi menuju pencapaian tujuan serta m
pencapaian strategi organisasi. Dalam memimpi
visi dan misi yang jelas. Visi menunjukkan tujua
akan datang, biasanya jangka panjang. Sedangk
untuk mencapai tujuan tersebut. Visi dan misi
arah bagi pagawai dalam mencapai tujuannya.
Dalam hal ini pimpinan dapat menjadi
upaya‐upaya untuk mencapai visi dan misi org
penentu strategi organisasi dalam upaya menca
Kinerja yang sesuai dan selaras dengan tujuan o
harus memiliki visi yang jelas dan baik juga h
seluruh pegawai yang menjadi bawahannya seh
organisasi.
Menerjemahkan strategi ke dalam keran
Strategi yang diterapkan suatu organi
dimengerti oleh semua pegawai. Oleh karena
kalimat yang lebih deskriptif dan dalam kerangk
implementasi Balanced Scorecard. Implementa
pembangunan peta strategi yang berfungsi seba
berbagai sasaran strategi untuk mencapai tujua
Pencapaian atas sasaran ini diukur mela
Ukuran pencapaian kinerja ditetapkan dalam
target IKU bersifat menantang namun realistis
baik atau buruk ditentukan berdasarkan pencap
mimpinan
a keterlibatan pemimpin dalam menggerakkan
mendorong terciptanya inovasi dalam rangka
in organisasi, seorang pemimpin harus memiliki
an yang ingin dicapai organisasi pada masa yang
kan misi merupakan pernyataan mengenai cara
yang baik akan dapat memotivasi dan menjadi
penggerak utama suatu organisasi dalam hal
ganisasi nya. Dan secara langsung juga menjadi
apai tujuan dengan cara penetapapan Indikator
organisasi. Seorang pemimpin yang baik selain
harus dapat memberikan pemahaman kepada
hingga dapat menginternalisasikan visi dan misi
ngka operasional
isasi bersifat normatif sehingga sulit untuk
a itu, strategi perlu diterjemahkan ke dalam
ka yang lebih operasional salah satunya melalui
asi system manajemen kinerja ini mensyaratkan
agai landasan yang menggambarkan kombinasi
an organisasi.
alui penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU).
suatu ukuran target IKU, dimana penetapan
s untuk dicapai. Suatu kinerja dapat dianggap
paian atas target IKU tersebut.
Dalam implementasi penerjemahan stra
kinerja melakukan sosialisasi atas peta stra
ditetapkan kepada pejabat dan pegawai. Diha
Perbendaharaan selain dapat mengimplementa
untuk mengembangkan Peta Strategi agar ses
unit.
Dalam implementasi penerjemahan stra
kinerja melakukan sosialisasi atas peta stra
ditetapkan kepada pejabat dan pegawai. Diha
Perbendaharaan selain dapat mengimplementa
untuk mengembangkan Peta Strategi agar ses
unit.
Menyelaraskan organisasi kepada strate
Implementasi Balanced Scorecard dimu
tujuan yang ingin dicapai. Selanjutnya menur
tersebut ke bagian/bidang di bawahnya. Seh
bagian/bidang selaras dengan organisasi. Pada
dari IKU atasan beserta targetnya, sehingga
menunjang IKU atasan dan pada akhirnya akan m
Penyelarasan atau alignment dapat dib
alignment dan horizontal alignment. Vertic
merupakan penurunan sasaran strategis dan
horizontal alignment merupakan proses untuk
yang dibagun telah selaras antar level yang sam
cascading dari atasan. Namun disadari bahwa c
capaian organisasi.
ategi ke dalam kerangka operasional pengelola
ategi, sasaran strategis dan IKU yang telah
arapkan kepada seluruh unit vertikal di Ditjen
asikan dan mencapai tujuan juga dapat mampu
suai dengan karakteristik pada masing‐masing
ategi ke dalam kerangka operasional pengelola
ategi, sasaran strategis dan IKU yang telah
arapkan kepada seluruh unit vertikal di Ditjen
asikan dan mencapai tujuan juga dapat mampu
suai dengan karakteristik pada masing‐masing
egi
ulai dengan menterjemahkan strategi menjadi
runkan strategi dan target yang ingin dicapai
hingga tujuan serta strategi yang ditetapkan
a dasarnya IKU bawahan merupakan cascading
bisa dipastikan capaian IKU bawahan akan
mendukung pencapaian IKU organsisasi.
bagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu : vertical
cal alignment atau biasa disebut cascading
IKU ke level yang lebih rendah. Sedangkan
k menjamin bahwa sasaran strategis dan IKU
ma. Meski demikian tidak semua IKU merupakan
capaian IKU individu merupakan dukungan bagi
Dalam praktik penyelarasan ini selain m
tujuan organisasi, juga dilakukan mitigasi un
tanggung renteng selain untuk dapat lebih me
juga mengurangi risiko adanya tumpang tind
penyelarasan kepada pihak eksternal (hasil
stakeholder dan strategi untuk dapat memenuh
Menjadikan strategi sebagai tugas setiap
Implementasi Balance Scorecard dilakuka
a. Menciptakan awareness pegawai terha
arahan yang jelas dan mudah dipaham
memotivasi pegawai terkait pencapaian s
b. Menyelaraskan tujuan individu terhada
pegawai mendukung pencapaian tujuan o
c. Menyelaraskan pemberian penghargaan
dihubungkan dengan kinerja akan berpen
d. Menyelaraskan pembangunan kompete
kompetensi pegawai dengan kompetensi
Dalam praktik di lingkungan Ditjen Perb
internalisasi pengelolaan kinerja dilakukan de
Coaching and Counseling , Dialog Kinerja Or
pengembangan kompetensi pegawai dapat dite
Coaching and Counseling, Self Study, GKM dan B
Menjadikan Strategi menjadi proses yan
Implementasi Balanced Scorecard dilakuk
dan penganggaran kegiatan dalam menduk
disesuaikan dengan IKU masing – masing bagia
memastikan bahwa IKU telah selaras dengan
ntuk meminimalisir adanya IKU yang bersifat
engefektifkan sumber daya manusia yang ada
dih tanggung jawab. Selain itu dilakukan juga
survey) untuk dapat mengetahui kebutuhan
hi kebutuhan tersebut.
p pegawai
an dengan cara :
adap strategi, dimana pimpinan memberikan
mi dan disertai langkah‐langkah konkrit serta
strategi organisasi.
ap tujuan organisasi sehingga kinerja seluruh
organisasi.
dengan kinerja. Sistem penghargaan yang tidak
ngaruh terhadap perilaku bekerja.
ensi. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan
yang dibutuhkan organisasi.
bendaharaan khususnya di KPPN Gunungsitoli,
engan cara mengadakan Gugus Kendali Mutu,
rganisasi dan Dialog Kinerja Individu. Dalam
empuh dalam beberapa cara contohnya adalah
Bimtek.
ng berkelanjutan
kan dengan menyelaraskan antara perencanaan
ung pencapaian IKU. Penyusunan anggaran
an/ bidang. Menjadikan strategi menjadi suatu
proses yang berkelanjutan dan melalui proses p
Disamping itu, penempatan Sumber Daya M
kebutuhan juga merupakan kondisi yang
pencapaian strategi organisasi.
Dalam penerapannya di Ditjen Perbend
baik dalam penentuan IKU untuk pegawai agar
pegawai tersebut. Perhitungan IKU juga selal
formulasi yang benar‐benar mencerminkan beb
realistis mungkin dan terukur agar dapat dipe
continue sehingga jika terjadi pergantian pegaw
untuk pegawai yang baru.
Selain itu Sasaran Strategis unik selalu
sesuai dengan perkembangan jaman yang sanga
pembelajaran serta adaptasi strategi organisasi.
Manusia yang sesuai dengan kompetensi dan
perlu dilakukan dalam rangka mendukung
daharaan selalu melakukan evaluasi – evaluasi
IKU sesuai dengan beban yang dikerjakan oleh
lu mengalami perbaikan untuk mendapatkan
ban kerja. Selain itu IKU pegawai juga dibuat se
ertanggungjawabkan dan dapat berlaku secara
wai tidak akan memerlukan adaptasi yang lama
dilakukan re‐evaluasi setiap tahun agar tetap
at cepat.
Dokumenta
asi Kegiatan
Matr
Peningkata
Pengelolaan K