ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.A,I\ DAI\ A.S.SUNNAI-{
u+! il* iit)i 3; oi r,: o ,iut f, ))
6;lr ,-Y
ul
9
t o,
')i Pt-, IPl. ).
J+s P ,YIA;((.
'r, o I o1 '1 . ol o'Ilc ')i ( t..
,p='- 1t
"Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya, Allah,
sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari ketergelinciran, kesesatan,
berbuat zhalim atau dizhalimi, berbuat jahil atau kami dijahili."s
Demikian juga sabda Nabi ffi:
i;vrlr *.ts;,tr *, ,iru* b,y')tt;rll >>
JW'
)' z z t
'z
,qy k ,j-w :t lI- ---.t:/-9_sc-,)czJJ ((:,.-.)-,_c), .q) 4yl //
,'-'rr,li
$ b, ; ii 3i :FI 36,+, x3 J# ,LuAt li Gr:r
(e'::,Gs'J,&y
Jika seseorang keluar dari rumahnya dan berkata: 'Dengan nama Allah,
aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan tpaya kecuali Allah.' maka
dikatakan kepadanya: 'Cukuplah itu bagimu, engkau telah mendapat
petunjuk, -.nd"p"i kecukupan, mendapat perlindungan.' Niscaya me-
nyingkirlah syaitan darinya dan berkatalah kepadanya syaitan yang lain:
'Bagaimana mungkin engkau dapat mengganggu seorang yang mendapat
petunjuk, kecukupan, dan perlindungan?"'6
3. Mengangkat Pandangan ke Langit Ketika Membaca Dzikir yang
Pertama Tadi
Mengangkat pandangan ke langit ketika membaca do'a keluar rumah ber-
dasarkan perkataan LJmmu Salamah €r, : "Tidaklah Nabi ffi keluar dari rumah-
ku kecuali mengangkat pandangan beliau ke atas langit dan mengucapkan:
ii ,*i ii ,,1;i ,i,s:i'ri ,pi ii,bi 3i +',;i gtlt1)
(,* f"i t
lc9 I
I
"Wl,ii "Wi
5 Ffi.. Ahmad (VIl305), at-Tirmidzi (3427) dndishahihkan olehnya, an-Nasa-i (VItr/268), Ibnu
Majah (388a), al-Hakim (/5t9) dan dishahihkan olehnya, serta disetujui oleh adz-Dzahabi,
9,.al-Baihaqi ddam kitab al-Kabiir N/251), dan Ibnus Sunni (176) dari Ummu Salamah
Lihat kitab Sbahiihul Jaami' (a708)
6 HR. Abu Dawud (5095), at-Tirmi&i Qa26) dan dishahihkan olehnya, an-Nasa-i dalam al-
Kabiir NI/5/991726),Ibnus Sunni (178), yang lainnya dari Anas ga.Lthatl<tteb Sbabiib
Abi Dawud (4249).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 38s
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AI\ DAN A9SUNNAI{
"Ya, Allah, aku berlindung kepadamu dari tersesat dan disesatkan, ter-
gelincir atau digelincirkan, berbuat zhalim atau dizhalimi, dan berbuat
jahil atau dijahili."T
Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab keluar rumah,
yang jumlahnya tiga adab. A lb amdulillaabi Rabbil'aakmiin.
7 HR. Abu Dawud (509a) dari ljmmu Salamah *k . Lihat l<ttab Shabiih Abi Dauud (4248).
Dikeluarkan juga oleh penulis kirab Sunan yang lainnya tanpa menyebutkan &ikir meng-
angkat pandangan ke langit.
386 BAB VI HURUF KHA
:liirlri .",'i'if ,rliit,,, 1,1,,,1,,,
li, ttt, i,'rr.lr tirrti,i,t:l
: 't'
=' il,1tr
i ,,.i,
.rii'
.,r,r|i , riiil
ttfliiirr,t;,rr",,r','
'.:. tilii "i. \| ,1,r.. 1,.!t,1rr
v! l,ii',!i11;if1,i.,r,
,, '.lttl l'"iil,,
o ii
oo
jl:r '' l
o
trl ir
o
r''
't[
,ii' .:
C
,o_tt1,
l.]: i,
fi) llil
.is:lr .O ,rL| .,r, tt,
,! ,,,1 :,ttrl
rl
tio, li',ll'r':' i
ott lil iiirl,
i..i o ,liir
aili
i,r ,il.lri,,l:i'
'i' ol i,o .ll
tlr,t lii;,'
r'iii
::l "
'i-rir,,
r,lli;,,ii r"r:.'rr'
j"i ,tt,
r. i '== "ii
riiir lrl,r,
i,r, ifUi, liili! iiilir
r1 l
''sliir lr,
;,. ,,t, irl,lliti
:-t: , ,,i 'il'lr'
,
:+ 'l_'1 ,,: ,r rllr, :
1,,
i'
,lI
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
PASAL I
ADAB DUKHUULULMASIID
(MASUKMASJID)
Ketika seorang Muslim masuk ke dalam masjid, hendaklah ia memper-
hatikan adab-adab yang berkaitan dengannya. Di antara adab-adab itu adalah:
1. Niat yang benar
Selayaknya bagi seorang Muslim jika masuk ke dalam masjid berniat
untuk mencari keridhaan Allah \H dan berniat meraih pahala dan balasan. Ia
mendatangi rumah Allah lffi untuk mengerjakan shalat, berdo'a di dalamnya,
dan berdzikir kepada-Nya W.
2. Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kanan
Masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan didasarkan pada anjuran
umum mendahulukan sebelah kanan dalam urusan mulia, sebagaimana telah
disebutkan berulang kali.
3. Berdzikir kepada Allah \H Serta Membaca Shalawat dan Salam kepada
Rasulullah ffi
Hendaklah seorang Muslim jika hendak masuk ke dalam masjid meng-
ucapkan:
9ri",:tr q :(*ty,ri;t, :(4tyt, \+:)t !L,ili'
*,p*l'et:t*4 d 9dtt'ii:,y, ti .e")l
, ,",&.J1Jr,#i,ii,'Q",t,';,.zi
Cel
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 389
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AS-SUNNAI{
"Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, dengan wajah-Nya yang
mulia, dan kekuasaan-Nya yang tidak berawal dan tidak berakhir dari
gangguan syaitan yang terkutuk. Dengan nama Allah, shalawat dan salam
kepada Rasulullah. Ya, Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan isteri-
isteri Muhammad. Ya, Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu bagiku."
Adab tersebut diambil dari beberapa hadits Nabi di dalam masalah ini.
Rasulullah ffi bersabda:
4t & ?,--fi i,*ir ki S*; ti1 y)
& i4/1C
& i Y At
ry ,
(( t ar;1 C.et -;.tlt,,P, fa
"Jika salah seorang di antara kamu masuk masjid, maka ucapkanlah
shalawat atas Nabi dan hendaklah ia membaca: 'Ya, Allah, bukakanlah
bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. "r
Telah shahih juga dari beliau:
:r{tytt Lrblt !v,'tli ,i6 J*it f5 r!1 ;;
(( slt 9{.at A, (4t t'itti
"Jika memasuki masjid, beliau berdo'a: 'Aku berlindung kepada Allah yang
Mahaagung, dengan wajah-Nya yang mulia, dan dengan kekuasaan-Nya
yang tidak berawal dan tidak berakhir dari gangguan-gangguan syaitan
yang tekutuk."'
Nabi ffi juga bersabda:
e(('t 3t {,o zcl / tc h* ) J G )tI ))
"Jika mengucapkan yang demikian, niscaya ia akan terpelihara dari
gangguan syaitan sepanjang hari."z
4. Mengeriakan Shalat Tahiyyatul Masiid Dua Rakaat
ffiShalat Tahiyyatul Masjid hukumnya sunnah yang ditekankan. Rasulullah
memerintahkan umm a untuk mengerj ak a. Shalat Tahiyyatul Masj id
harus dikerjakan sebe^ltunmy seseorang duduk. D^narsLayrnya adalah sabda Nabi ffi:
*q g11.;,:7," 3i J$
I Telah disebutkan tahbij-nya. g'i1 l,.*tt Jt ;,lc ) rlr
"l; >>
2 HR. Abu Dawud (a66) darilbnu'Umar qgb. Lihat kitab Shahiib Abi Dawud (4+t).
390 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
"Barang siapa yang masuk ke dalam masjid, hendaklah ia mengerjakan
shalat dua rakaat sebelum ia duduk."3
Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab masuk masjid,
yang jumlahnya empat adab. Albamdulillaabi Rabbil'aalamiin.
3 HR. Al-Bukhari (1163,444) dan Muslim (714) dariAbu Qatadah. 391
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
PASAL II
ADAB DUKHUULULMANZIL
(MASUKRUMAH)
Pasal ini menunjukkan kelengkapan ajaran Islam dalam mengatur semua
kondisi seorang Muslim. Sebab, sesungguhnya Islam telah mensyari'atkan bagi
seorang Muslim beberapa adab ketika ia masuk rumah. Hendaklah ia mem-
perhatikan adab tersebut. Di arLtara adab-adab itu adalah:
1. Mengetuk Pintu dengan Pelan
Dianjurkan bagi seorang Muslim jika ia masuk ke dalam rumahnya agar
mengetuk pintu dengan pelan, atau memencet bel pintu dengan tenang. Tidak
perlu ia mengetuk pintu dengan keras atau mengetuk pintu sambil memencet bel
terus-menerus. Sebab, hal itu dapat mengganggu penghuni rumah dan membuat
mereka takut. Ada sebagian orang yang mengetuk pintu rumah Imam Ahmad
dengan keras atau secara tenrs menerus, maka beliau bangkit dan membuka pintu
seraya berkata: "Ini adalah ketukan pintu aparat keamanan."a
2. Memberikan Isyarat kepada Penghuni Rumah Ketika Masuk
Hendaknya seseorang memberi isyarat kepada penghuni rumah apabila
mereka tidak menyadari masuknya ia ke dalam rumah. Hal itu dapat dilakukan
misalnya dengan berdehem atau mengentakkan kakinya ke lantai sehingga ia
tidak mengagetkan orang di dalam rumah, membuat mereka rakur, arau mereka
mengira sedang dimata-matai.
Imam Ahmad berkata: 'Jika seorang laki-laki ingin masuk ke rumahnya,
maka dianjurkan baginya berdehem atau mengentakkan sandalnya atau alas
kakinya."s
4 Adabul klom (hlm. t7)
s Adabrl Islarn Qim. M)
392 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.A,I\ DAN AS;SUNNAII
$
$
$ 'Amir bin'Abdullah bin Mas'ud berkata: "Sesungguhnya apabila ayahku
masuk ke dalam rumah, beliau memberi isyarat kepada keluarga dengan isyarat
$ yang mereka ketahui, lalu berbicara dan mengangkat suaranya hingga mereka
$ mengenalinya."6
$ 'Abdullah bin Ahmad berkata: "Sesungguhnya apabila ayahku pulang
$ dari masjid dan masuk ke rumah, beliau menghentakkan kakinya sebelum masuk
ke dalam rumah, hingga terdengar suara hentakan kakinya ataupun alas kakinya
$ ketika ia masuk ke dalam rumah. Kadangkala ia berdehem agar orang-orangyarLg
$ berada di dalam rumah mengetahui ketika ia masuk."7
$ 3. Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kanan
$ Mendahulukan sebelah kanan dalam segala urusan termasuk petunjuk
$ Nabi ffi kecuali dalam perkara-perkara yang jelek dan sejenisnya.s
$ 4. Berdzikir kepada Allah W Ketika Masuk ke dalam Rumah
$ Berdzikir kepada Allah ketika masuk akan menjaga rumah dan penghuni-
$ nya dari gangguan syaitan.
$ Rasulullah ffi bersabda:
iiI$ ,E3 l-t:-,b Jvu 1l el ,L ,Y")t ,Yt rll >>
p l-3:,Li .W;v;\1 g -#v '.lutt iG ,&
il ot, €rii :36;:,lt iv',^s'r)!'rbtr ilr i"-
4,il,
*
v,
,h K.;t^*)t') ,, +rt €rii ,jG e,L o, lt ?t f q
n
il Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya dan ia menyebut nama Allah
W ketika masuk dan ketika makan, maka syaitan berkata: 'Tidak ada
tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makanan di sini.' Sementara jika
tt ia masuk tanpa mengucapkan nama Allah, maka syaitan berkata: 'Kalian
telah mendapatkan tempat bermalam.'Jika ia tidak menyebut nama Allah
il ketika hendak makan, maka syaitan berkata: 'Kalian telah mendapatkan
* tempat bermalam dan makanan.''e
,il
6 lbid.
t 7 lbid.
t 8 Telah dijelaskan sebelumnya, dan akan disebutkan beberapa hadits dalam masalah ini, insya
,t Allah.
t e Telah disebutkan ahbrij-nya. Yang dimaksud syaitan berkata yaitu syaitan berkata kepada
teman-temannya.
t
t
'L 393
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AII DAN AESUNNA'{
Rasulullah M, j"g^ bersabda:
iii e,P'Fug'.
u o t
J-->JIL
X-)I c tll ,ot. I ;) iiitr ,S;* ^i5. ,V';t rlt
>>
jtu,F.tlo{a'rl1 6.i
, t,-ki'G? !, f,t dCJ') l' * ,g;)At
^ (.#i
"Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya, hendaknya ia berkata: 'Ya,
Allah, aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan tempat
keluar. Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut
nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Rabb kami, kami bertawakal.'
Kemudian, ia mengucapkan salam kepada keluarganya."ro
5. Mengucapkan Salam kepada Penghuni Rumah
Telah disebutkan hadits tentang mengucapkan salam kepada penghuni
rumah. Mengucapkan salam dimaksudkan sebagai ramah tamah kepada ahlil
bait (tuan rumah) dan untuk menyebarkan kasih sayang di dalam rumah, sefta
menambah keakraban arttara seseorang dengan keluarganya.
6. Bersiwak
Apabila Rasulullah ffi masuk ke dalam rumahnya, beliau memulai dengan
bersiwak.rr
Bersiwak merupakan salah satu cxamenjaga kebersihan mulut, juga dapat
mengharumkan baunya. Dan menunjukkan kepedulian kepada isteri dan berhias
untuknya.
7. Shalat Dua Rakaat
Hendaknya seseorang mengerjakan shdat dua rakaat ketika masuk sebagai-
mana yargialakukan ketika keluar dari rumahnya.
Rasulullah ffi bersabda:
K.,At ;;t, itt* ,y: ,y a4. d;t tib ... ))
Jika engkau masuk ke dalam rumahmu, maka shalatlah dua rakaat karena
itu akan menjagamu dari tempat masuk yang buruk."r2
r0 HR. Abu Dawud (5097) dan ath-Thabrani dalam kitab al-Kabiir (lII/3452) dari Abu Malik
al-Asy'ari. Lihat kitab Shabiihul Jaami' (839).
rr HR. Muslim Q53) dari 'Aisyah S,.
12 Telah disebutkan uhbij-nya.
394 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAE ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN ASSUNNAH
Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab masuk rumah
yang jumlahnya tujuh adab. A lb amdulillaah i Rabbil' aalam iin.t3
13 Referensi tambahan: Silakan lihat kitab I adaab klamlryab ftlm. L2) dansetelahnya karya
'Abdul Fattah Abu Ghaddah dan juga kitab yang lainnya.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 395
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AESUNNAI{
PASAL III
ADAB AD.DU'AA'
(BERDO',A)
Sesungguhnya do'a memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam
Islam. Do'a termasuk ibadah yang sangat agung. Do'a menunjukkan bukti
ketergantungan manusia kepada Rabbnya W dalam meraih apa-^payang ber-
manf.aatdan menolak apa-apa yang membawa mudharat bagi mereka. Demikian
juga akan tampak darinya keterkaitan seorang manusia kepada Rabbnya dan
kecondong anrLyakepada-Nya \H . Bahwasany a riada daya dan upaya,melainkan
dengan bantuan Allah lffi. Do'a memiliki adab-adab yangapabila diperhatikan
oleh seorangyalgberdo'a, niscaya do'anya tidak akan ditolak. Di antara adab-
adab berdo'a adalah
1. Niat yang benar
Hendaklah seorangyang berdo'a berniat untuk menegakkan ibadah kepada
Allah \iH karena do'a adalah ibadah yang paling agung, sebagaimanayangakan
disebutkan nanti. Di samping itu, ia juga meniatkan untuk menggantungkan
kebutuhannya kepada Allah W . Sebab, siapa saja yang menggantungkan hajat-
nya kepada Allah ffi, niscaya ia tidak akan rugi selama-lamatya.
2. Memperbanyak Do'a
Disunnahkan memperbanyak do'a karena do'a adalah ibadah.
Allah W berfirman:
6;6ia. J).il!;li #i uf n i4:Jvs\
396 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A-gSUNNAH
(6 O.etskt'tr6csVa
"Dan Rabbmu berfrman: 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-per-
kenankan bagirnu. S es ungguh ny a ordng-orang y ang rneny o mbongkan diri
dari menyembab-Ku akan masuk Neraka Jabannam dalarn keadaan bina
dina."' (QS. Al-Mu'min: 60)
Nabi ffi bersabda:
((';5\trl i;e"st 5t >>
"Sesungguhnya do'a adalah ibadah."ta
Kemudian, beliau membaca ayat di atas tadi.
Do'a sangat bermanfaat dengan izin Allah W, sebagaimana sabda
Nabi ffi:
iii*J tq.,G'nu. !,1 tu
,Ji q3 q 1&;e'at 11
"Do'a itu bermanfaat bagi apa-apayang sudah terjadi ataupun yang belum
terjadi. Maka dari itu, hendaklah kalian banyak berdo'a, wahai, hamba-
hamba Allah."rs
Seorang Muslim selayaknya banyak berdo'a setiap waktu karena do'a
merupakan ibadah yang mulia. Do'a merupakan sesuatu yang sangat mulia di
sisi Allah lH, sebagaimana sabda Nabi ffi:
q*G'nt,r Jvu It &diV,A>
"Tidak adayangpaling *.rli" di sisi Allah W daripada do'a."r6
3. Berdo'a dalam Keadaan Suci.
Tidak ada salahnya jika seseorang berdo'a dalam keadaan tidak ber-
wudhu'. Akan tetapi, jika ia dalam keadaan suci, maka itu lebih afdhal.
14 HR. Ahmad W /267),Abu Dawud (1479),at-Tirmidzi Q969) dandishahihkan olehnya, Ibnu
Majah (3828), al-Hakim (/491) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, dan
Ibnu Hibban $UtZ+/no.887) dalam al-Ihsazn. Diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi dalam asy-
Syu'ab (1105), Ibnu Abi Syaibah (I/2t/no.29167), al-Bukhari dalam Adabul Mufrad $lm.
105), Ibnu Jarir dalam Tafsiir-nya (Xllno. 30381) dari Nu'man bin Basyir. Silakan lihat kitab
Sbahiihul Jaami' Q407).
rs HR. Tirmidzi (3048) dan al-Hakim (/493) dari Ibnu'lJmar q+9,. Lihat khab SbahiibulJaami'
(340e).
16 HR. Ahmad U/362), at-Tirmidzi (3370) dan dihasankannya, dan al-Hakim (I/390) sena
disetujui oleh adz-Dzehabi, dan yang lainnya kitab
dari Abu Hurairah gl . Silakan lihat
S bab iih u I Jaam i' (5392).
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 397
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AAI DAN AESUNNAI{
4. Meminta kepada Allah W dengan Menengadahkan Bagian Dalam
Telapak Tangan
Nabi ffi bersabda:
i;'ti \) ,6ki 9h, |iUG j* ar tiU ,iL))
(('6r:<h
"Jika kamu meminta kepada Allah W maka mintalah d.tgrr, *.rr.-
ngadahkan bagian dalam telapak tangan. Janganlah kamu memintanya
dengan menengadahkan punggung telapak tangan."rT
Demikian juga Rasulullah ffi:
(('Y);t# *t1.,F G3ti1 ttt 77
"Apabila berdo'a, beliau mengarahkan bagian dalam telapak tarLgarLnya
ke wajahnya."r8
Cara seperti ini tepat untuk menunjukkan kebutuhan kita dan sebagai
penantian pengabulan do'a. Seolah-olah, peminta mengulurkan tangan dan
mengarahkan telapak tangannya ke atas untuk menunggu apa yang akan
diberikan-Nya.
5. Mengangkat Tangan hingga Tampak Putih Ketiaknya (Bagian Dalam
Ketiaknya)
Rasulullah ffi bersabda:
ufr it jq"^i:w,ar ^hiq & i.r.Ei *,y6))
(("' ;ql
"Tidaklah seorang hamba mengangkat kedua tangannya hingga tampak
ketiaknya dan memohon suatu permohonan, melainkan Allah mengabulkan
permohon artnya itu ..."re
Cara seperti ini juga menunjukkan ketergantungan, kebutuhan, dan per-
mohonan seseorang yang sangat kepada Allah W .
t7 HR. Abu Dawud (1a86) dari Malik bin Yasar. Lihat kitab Sbahiih Abi Dawud (1318). Di-
riwayatkan dari Ibnu'Abbas ,4L; dan yang lainnya.
r8 HR. Ath-Thabrani dalam V,ttab al-Kabiir (12234h/lt) dari Ibnu'Abbas. Diriwayatkan dari
as-Saib bin Khallad. Lihat kitab Sbabiibul Jaami' (472t).
re HR. At-Tirmidzi (3603) dari Abu Hurairah 4r . Lihat kitab Sbabiih at-Tirrnidzi Q853).
398 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR-AI\ DAN AESUNNAI{
6. Memulai dengan Mengucapkan Hamdalab (Alhamdulillah) dan Puii-
Pujian kepada Allah W
Setiap hamba hendaknya memulai semua urusannya dengan memuji
Allah W. Demikan jtga, hendaklah ia memuji Allah lH dengan puji-pujian
yang pantas baginya. Cera seperti ini lebih dekat kepada pengabulan do'a.
Bahkan, sesungguhnya Nabi ffi sujud di sisi'Arsy pada hari Kiamat, Ialu beliau
menBucapkan hamdalab dan memanjatkan puja dan puji kepada Allah W ,
hingga Allah W mengizinkan baginya untuk meminta.
Allah W berfirman kepada beliau:
i yti,iU,tr:,e) AA *r,oi', e::fi,g ri ))
(("'PIt o1,. !
"Ya, Muhammad, angkatlah kepalamu! Katakanlah, niscaya akan di-
dengarkan ft ata-katamu). Memintalah, niscaya akan diberi (apa yangkamu
minta). Berilah syaf.a'at, niscaya akan diizinkan (memberi syafa'at)."20
Rasulullah ffi pernah mendengar seorang laki-laki berdo'a dalam shalat-
nya, namun tidak mengagungkan Allah W dan tidak bershalawat kepada Nabi
ffi. Rasulullah ffi bersabda: "Orang ini terburu-buru." Kemudian, Rasulullah
memanggilnya dan bersabda:
ikiF ,i*,61') ,ki', it y;**;i'^i1 & ut>>
#it t;K.;t3 tL. r*; LJx F ,#:
4t &it J/.24
Jika salah seorang dari kalian berdo'a, hendaklah ia memulainya dengan
mengucapkan hamdalab serta puja dan puji kepada Allah {& ,lal',tber-
shalawat kepada Nabi ffi, barulah setelah itu ia berdo'a meminta apayang
ia inginkan."2r
7. Bershalawat kepada Nabi ffi
Jika ia meninggalkan shalawat kepada Nabi, niscaya pengabulan do'anya
bisa terhalang. Dasarnya rdalah sabda Nabi ffi:
(.*Ctr#'a' ,k 4t rG e- F +'t:.;i,,G"k ))
20 I-IR. Al-Bukhari (7510) &n Muslim (193) dari Anas S, .
2r HR. Abu Dawud (1481), an-Nasa-i (44/3), sena at-Tirmidzi Q477) dan dishahihkannya &ri
Fudhalah bin 'Ubaid. Silakan lihat kitab Shahiih Abi Dawud (1314).
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 399
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A gSUNNAH
"Semua do'a terhalang hingga diucapkan shalawat kepada Nabi *&."22
Hal ini sebagaimana hadits Fudhalah yang telah lalu.
8. Hendaklah Ia Memulai Berdo'a untuk Dirinya Terlebih Dahulu
Di dalam kitabullah, terdapat isyarat tentang berdo'a untuk diri sendiri.
Allah W berfirman: (@ b4''l: J;pi,$Y
"Ya, Rabbku!Ampunilah aku dan ibu bapakhu..." (QS. Nuh: 28)
Firman Allah \ffi juga,
{@ ,;"1: 4"Pi-r;Jvb
"Musd berd.o'a: Ya, Rabbku, ampunilab aku d,an sautd.araku ..."'(QS. Al-
A'raaf: 151)
Demikian pula firman-Nya W:
6( *iV tsri;. O-ifi 6.:"y 6 "tbt u3: \
o... Yd, Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara karni yang
telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlab Engkau membiarkan
hedenghian dalam hati hami terbadap orang-ordng ydng beriman..." (QS.
Al-Hasyr: 10)
Demikianlah yang dilakukan Nabi ffi. Sebab, apabila menjenguk sese-
orang dan mendo'akannya, beliau memulainya untuk dirinya sendiri terlebih
dahulu.23
9. Sungguh-Sungguh dalam Meminta
Janganlah seseorang ragu dalam berdo'a atau ia mengucapkan pengecualian
*,dengan mengucapkan: Jika engkau berkehend yt,Allah." Namun, hendaklah
ia bersungguh-sungguh di dalam meminta karena Nabi ffi bersabda:
22 HR. Ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus (Il/479I) dari 'Ali .g; . Dalam hadits yang lain
diriwayatkan dari Anas *ff . Diriwayatkan juga dari 'Ali secara mauqufyang diriwayatkan
oleh ath-Thabrani di dalam al-Ausath dan al-Baihaqi di dalem asy-Syu'ab. Al-Haitsami berkata
di dalam kitab al-Majma' $./ 160): "Para perawi nya tsiqat!' Silakan lihat kitab Shahiibul Jaami'
(4523).
23 I-IR. Abu Dawud (3984),at-Tirmidzi (3385) dan dishahihkannya, dan Ibnu Hibban (984) dalam
al-Ihsaan. Diriwayatkan pula oleh an-Nasa-i, al-Hakim, dan yang lainnya. Mereka semuanya
meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab .EU . Lihar kitab Sbabiib at-Tirmidzi Q.696).
400 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB lSLAIvl
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
3t,#:' r#' ,c]; 3L;"*t pr :f x;i 3)ii Y ))
+:te: fii:t,ql;i it1' o
U-e ta/ '&o,Jl )
(. zs:r;jt t5A o
Ltj. t
ti. t. 1,
((.d o* Y L 9LL.t-
'Janganlah salah seorang dari kamu mengatakan: 'Ya, Allah, ampunilah
aku jika Engkau mau. Ya, Allah, berilah aku rahmat jika Engkau mau. Ya,
Allah, berilah aku rezeki jika Engkau mau.' Hendaklah ia bersungguh-
sungguh ketika meminta karena Allah W kuasa untuk melakukan apa
yang Dia kehendaki, tidak ada yang dapat memaksakan sesuatu kepada
Allah W."zq
Selayaknyalah seseorang sungguh-sungguh dalam do'a. Do'a adalah
ibadah, maka itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan benar. Adapun
cara seperti ini lebih dekat kepada pengabulan do'a.
10. Menghadirkan Hati dalam Berdo'a
Seseorang hendaklah menghadirkan hati dan memusatkan pikirannya di
dalam berdo'a. Janganlah ia berdo'a dengan lisannya saja, sementarahatrnya entah
ke mana. Sebab, do'a tidak akan dikabulkan dengan cara seperti itu.
Rasulullah ffi bersabda:
+l,;yar Sitr,.:f;tr,!.6)u,(,e; #ii Jw'nr rrrir y;
O2 elt t/t)t
* b3v((..Y
"Berdo'alah kepada Allah [H sementara kalian yakin do'a kalian di-
kabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan do'a
dari hati yanglalai dan lengah."25
\flajib bagi seorang hamba apabila berdo'a kepada Allah IH untuk meng-
hadirkan hati dan memusatkan pikirannya. Selain itu, mentadabburi apayangdi-
ucapkannya. Hendaklah pula do'a itu keluar dari hatinya sebelum keluar dari lisan-
nya, sebagaimana yang disebutkan dalam bagian akhir hadits yang telah lalu.
ll. Yakin Do'anya Dikabulkan
Seorang hamba hendaklah yakin do'anya dikabulkan karena Allah
telah menjanjikan hal itu.
24 HR. Al-Bukhari (5339) dan Muslim Q679) dariAbu Hurairah €s .
g2s HR. At-Tirmidzi Qa79) dan al-Hakim (493/l) dari Abu Hurairah .Lihatkitab Sbabiib
at-Tirmidzi Q766).
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 401
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
Allah W berfirman,
lii uir;/ '/t a/s ,b jy *,s )+ in:c^ sy h
tt) A.,3
(.b@ 9G'
*Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah) babwasanya Aku adalab dekat. Ahu mengabulhan permobonan
ora.ngyang mendo'a apabila ia berdo'a kepada-Ku..." (QS. Al-Baqarah: 186)
Demikian juga sepertiyangtelah disebutkan dalam hadits di atas:
(( 16)r, oe; #ii'$r rr."3r ;;
"Berdo'alah kepada Allah W sementara kalian yakin do'a kalian di-
kabulkan."
Vajib bagi seorang hamba membenarkan apa yang telah dijanjikan Allah
\iH karena Dia tidak akan mengingkari janji-Nya. Vajib diketahui juga bagi
setiap Mukmin bahwasanya tidaklah ia mendapatkan dari do'anya, melainkan
kebaikan.
12. Tidak Berdo'a untuk Suatu Perbuatan Dosa dan untuk Memutus Tali
Silaturrahim
Do'a untuk suatu perbuatan dosa atau memutus silaturrahim tidak akan
dikabulkan.
Rasulullah ffi bersabda:
ii ,JiL: ,c; uE )o, I
.-P-Lr J-> I
,uv))u at ;6r vt ,GL
,, f,il6,{Lrfll
,
K'et#'tl o
L
iv_
"Tidaklah seseorang itu berdo'a, melainkan Allah mengabulkan apayarrg
dimintanya ata:u Allah mencegah darinya keburukan yang serara dengan
apa yang dimintanya, selama dia tidak meminta untuk suatu perbuatan
dosa atau untuk memutuskan tali silaturrahim."26
Hendaklah seorang hamba menghindari do'a yang berisi keburukan dan
perbuatan dosa. Akan tetapi mendo'akan kebinasaan orang-orang kafir dan
orang-orang zhalim tidak termasuk di dalam bab ini. Jenis do'a seperti itu banyak
terdapat di dalam al-Qur-an. Bahkan, Rasulullah Mj"g pernah mendo'akan
kebinasaan bagi orang-orang kafir.
g26 HR. At-Tirmidzi (3381) dan al-Hakim (V493) dari Abu Hurairah . Lihat kit$ Sbahiib
at-Tirmidzi Q766)
402 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
13. Tidak Mendo'akan Keburukan Atas Diri, Anak, dan Harta
\flajib atas seorang Muslim untuk menghindari do'a keburukan atas diri,
anak, atau hartanya. Do'a seperti ini banyak dilakukan orang-orang apabila ia
sedang marah karena suatu perkara. Bahkan, kadang-kadang seseorang berdo'a
dalam keadaan marah tersebut bertepatan dengan waktu terkabulnya do'a se-
hingga Allah mengabulkan do'anya. Nabi ffi telah melarang hal itu, beliau
bersabda:
js,so:/ 'l: ,i:\')i ,b t;ir \) ,#i & tru Y ))
+i :.a ;\i; w Jw a;u yt b |*t'r, \,€,t?i J;
(( ir
"Janganlah kamu mendo'akan keburukan atas diri kamu, jangan kamu
mendo'akan keburukan atas anak-anak kamu, jangan kamu mendo'akan
keburukan atas harta-harta kamu. Jangan sampai do'a kalian itu bertepatan
dengan waktu Allah memberikan apa-^pa yang diminta, lalu do'a kalian
dikabulkan."2T
14. Tidak Berdo'a Meminta Kematian karena KemudharatanatauMusibah
yang Menimpanya
Rasulullah ffi bersabda:
#t,,W"t'l Vs its ;; ,;"#'l::;ru..t;3r y ))
((.C t"jiu';r Je 6ygi:,CtpiVstie s1 ,;i
"Janganlah berdo'a dengan meminta kematian dan janganlah kalian
mengharapkannya. Namun, jika seseorang terpaksa meminta hal seperti
itu hendaklah ia berdo'a: 'Ya, Allah, hidupkanlah aku jika hidup itu lebih
baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku."'28
Tidak pantas bagi seorang hamba meminta kematian untuk dirinya
apabila sedang tertimpa mudharat atau musibah. Sebab, jika ia mati, maka akan
terputuslah amalnya. Sebaiknya, jika ia hidup, mudah-mudahan ia bisa bertaubat
dan dapat memperbaiki diri serta berbuat baik setelah perbuatan buruk yang telah
dilakukannya. Dengan demikian, hidupnya pun menjadi lebih bagus baginya.
z7 T elah diseburkan takbrij-nya.
28 HR. Al-Bukhari (ef St) dan Muslirfr (2680) dari Anas €9;
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 403
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN ASSUNNAH
15. Tidak Berlebihan atau Melampaui Batas dalam Berdo'a
Allah [99 tidak menyukai orang-orangyangmelampaui batas
Allah W berfirman:
(€> t ++ 1,i)e^iLi6#'8J 1;ry
*Berdo'alab kepada Rabbrnu dengan berendab diri dan sudrd yang lembut.
Sesunggubny a A llab tidak menyukai orang-orang yang rnelampaui batas. "
(QS. Al-A'raaf:55)
Sa'ad gE pernah melihat anak laki-lakinya berdo'a. Anaknya berkata
dalam do'anya: "Ya, Allah, aku memohon kepada-Mu Surga, kenikmatannya,
kemegahannya, begini dan begitu. Aku juga berlindung kepada-Mu dari api
Neraka, rantainya, belenggunya, begini dan begitu." Sa'ad 4F berkata: "'Wahai,
anakku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ffi bersabda:
11.,6JJr i3:*;"-i.i irr*" ))
'Akan ada nanti kaum yang melampaui batas dalam berdo'a.'
Jangan sampai engkau masuk ke dalam golongan mereka. Jika engkau
diberikan Surga, niscaya engkau akan diberikan semua di dalamnya.
Jika engkau dihindarkan dari api Neraka, niscaya e^npgakyaauinagkaadna dihindarkan
darinya dan seluruh keburukannya.""
Demikian juga'Abdullah bin Mughaffal gia, pernah melihat anaknya
berdo'a dengan mengatakan: 'Ya, Allah, aku meminta kapadamu istana yang
putih di sebelah kanan Surga apabila aku memasukinya."'Abdullah bin Mughaffal
.fl,a berkata: "'Wahai, anakku, mintalah kepada Allah Surga dan mintalah per-
lindungan-Nya dari Neraka. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ffi ber-
sabda:
i iyq.oG'nt 3:*a- 'or<* ))
'Akan ada nanti suatu kaum yang melampaui batas dalam berdo'a."'3o
Di antara bentuk berlebih-lebihan dalam berdo'a adalah berdo'a dengan
menyebut perkara-perkara yang tidak mungkin terjadi atau memaksakan sesuatu
kepada Allah \H.
2e HR. Ahmad (I/172) dan Abu Dawud (1a80) dari Sa'ad. Lihat kitab SbahiihAbiDarpud
(13 13).
30 HR. Ibnu Majah (3854) dari 'Abdullah bin Mughaffal 4a . Lihat kitab Sbabiih lbni Majab
(3i16)
404 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
16. Tidak Meminta Penyegeraan Siksa Akhirat di Dunia
Karena takut kepada adzab akhirat, ada sebagian orang yang memohon
kepada Allah W agar menyegerakan hukumarLnyadi dunia. Ini adalah kejahilan
darinyakarena hukuman Allah itu sangat berat sehingga bisa jadi ia tidak sanggup
menanggungny^. Akan lebih baik baginya meminta kepada Allah W ampunan
ffidan keselamatan. Rasulullah pernah mengunjungi seorang laki-laki dari
kalangan kaum Muslimin yang telah kurus kering tubuhnya seperti tengkorak.
Rasulullah ffibenanya: "Apakah kamu pernah berdo'a meminta sesuatu kepada
Allah?" Laki-laki itu menjawab: 'Ya, aku pernah berdo'a: 'Ya Allah!Jika ada
adzab yang akan ditimpakan atasku di akhirat, maka segerakanlah siksa itu bagiku
di dunia."'Maka Rasulullah ffi pr., bersabda: "Mahasuci Allah! Engkau tidak
akan mampu menanggungnya atau engkau tidak akan sanggup memikulnya.
Mengapa tidak engkau katakan:
((.-,6r ,+ti;9r* gt\t C'r"G6i' C gI @i))
'Ya, Allah berikanlah kebaikan bagi kami di dunia dan kebaikan di akhirat
sena peliharalah kami dari adzab Neraka.'"
Maka Rasulullah ffi mendo'akan baginya, lalu Allah W menyembuh-
kannya.3r
17. Menampakkan Kebutuhan dan Ketergantungan kepada Allah W
Hal itu akan menolong dikabulkannya do'a, yaitu seorang hamba me-
nunjukkan bahwatidak ada dayadantp^yakecuali dengan bantuan Allah, serta
tidak ada kuasa baginya untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat
kecuali dengan bantuan Allah W. Apabila Allah W menyerahkan urusan
kepada dirinya, niscaya ia akan sesat dan menyimpang sebab ia tidak berkuasa
atas suatu apa pun, baik dalam unrsan dunia yang sepele maupun urusan-urusan
akhirat.
Seorang hamba berdiri di depan pintu Allah W dalam keadaan hina
dan rendah, mengakui kelemahan dan kebutuhannya kepada Rabbnya, dan
menampakkan kerendahannyadi hadapan Allah W. Ia menundukkan kepala-
nya, mengangkat keduatangannya, dan meminta kepada Allah W .Ia merintih
berlindung kepada-Nya dalam setiap urusannya. Ia adalah seorang hamba
dan Allah adalah Rabb, Raja segala raja, pemilik keagungan dan kemuliaan,
yang tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya. Ia Mahakaya drn
tidak membutuhkan hamba-hamba-Nya, bahkan hamba-hamba-Nyalah yang
membutuhkan diri-Nya, Rabb penguasa langit dan bumi, tidak ada sesuatu
yang tersembunyi dari-Nya. Barang siapa yang menunjukkan makna-makna ini,
mudah-mudahan do' anya tidak ditolak.
3r HR. Muslim (2688) dari Anas EE . Makna shara mitslulforosb adalah sangat lemah.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 405
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
$ 18. Berdo'a dengan Kata-Kata Singkat dan Padat serta Do'a-Do'a yang
Ma'tsur
H
Berdo'a dengan do'a yang rna'tsur maksudnya berdo'a dengan do'a-do'a
H yang berasal dari Nabi #&,yaitudo'a-do'a yang di dalamnya terkumpul kebaikan
$ dunia dan akhirat. Nabi ffi menyukai kata-kata singkat dan padat di dalam
$ berdo'a, serta meninggalkan do'a-do'a selain itu.32
Tidak diragukan lagi bahwa kata-kata yang paling padat, paling singkat,
$ dan paling agung berkahnya adalah do'a-do'a yang diriwayatkan dari Nabi ffi.
$ Do'a-do'a itu sangat banyak terdapat di dalam buku-buku seputar as-Sunnah!
$ Telah disebutkan sebelumnya beberapa contoh do'a dari bab-bab yang telah lalu,
dan akan disebutkan yang lainnya nanti, insya Allah.
fi 79. Memperbanyak Meminta Sehat Sejahtera kepada Allah W
H
Sesungguhnya tidak adayanglebih baik daripada sehat sejahtera dan men-
$ syukurinya. Barang siapa yang Allah berikan kepadanya'afiat (sehat sejahtera)
H di dunia dan akhirat, maka ia telah mendapatkan semua kebaikan.
$ Nabi ffi bersabda:
fi$ (.ftAu,;G'tst ))
H
r{ "Perbanyaklah do'a meminta'afiat (sehat sejahtera)."r3
n Beliau ffi berkata kepada'Abbas:
n t{.ir{r : q'nt e* gj,lto' J, t,;xt S-', ft U t,}V U >>
n "'Wahai, 'Abbas! 'Wahai, paman Rasulullah! Mintalah'afiat kepada Allah
di dunia dan akhirat."3o
n
fr 20. Melaksanakan Sebab-Sebab Terkabulnya Do'a
tr Di antara sebab-sebab terkabulnyado'aialah bertawasul dengan nama dan
fl sifat-sifat Allah.
H Allah W berfirman:
@ i#tr { {?1\t iVY
rrirL"'t3
ft
t 32 HR. Abu Dawud (1482), al-Hakim (I/539) dan dishahihkannya sena disetujui oleh adz-
Dzahabi,Ibnu Hibban dalam al-lbsaan. Lhmad, dan yang lainnya dari 'Aisyah q+}.r, . Lihat
kiteb Shabiih Abi Dautud (1315).
33 HR. AI-Hakim l/529) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, ath-Thabrani,
t ad-Dhiya', dan yang lainnya dari Ibnu 'Abbas g, . Lihat kitab Sbabiihul laarni' (1 198).
34 HR. Tirmidzi (351a) dan dishahihkannya dari al-'Abbas. Lihat kitab Sbabiih at.Tirmidzi
n (27e0).
tr
t
v
406 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN A9SUNNAH
D
H
H
"Hanya milik Allab Asma-ul Husna, maha bermobonlab kepada-Nya dengan
menyebut Asma-ul Husna itu..." (QS. Al-A'raaf: 180)
Misalnya juga mendahulukan amal shalih untuk benawasul dengannya,
$ sebagaimana firman Allah \H:
,$ "e;1r4t; oi,**,e6_6>C t:;; qesy
*
$ ( @ ...(;;'\ rt) "rt"G tit"Lta
$
$ "Ya, Rabb kami, sesunggubnya kami mendengar (seruan) yd.ng rnenyeru
$ leepada iman, (yaitu): 'Berimanlab kamu kepada Rabbmu.' Maka kami pun
beriman. Ya, Rabb kami, ampunilah bagi karni dosa-dosa h,ami ..." (QS. Ali
$ 'Imran: 193)
H Di samping itu, bertawasul dengan do'a orang shalih yang mendo'akan
H untuknya. Dalil-dalil lain yang menunjukkan adab ini sangat banyak, baik dalam
$ al-Qur-an maupun as-Sunnah.
I 21. Memperbanyak Ucapani "YA, Dzal talaali anl lkraam (Pemilik Ke-
I$ agungan dan Kemuliaan)"
Sesungguhnya Nabi ffi bersabda:
tii* K.rti,t\, J>,at $q y1
ili
il, "Ulang-ulangilah ucapan: 'Ya, Dzal Jalaali anl lkrddrn.-3'
')1, Ulang-ulangilah selalu maksunya mengucapkan dan memperbanyaknya
dalam do'ado'a kalian. Sebab, ucapan itu merupakan kata-kata pujian yang sangat
fr tinggi dan sangat agung kepada Allah W . Oleh karena itu, memperbanyaknya
akan membantu terkabulnya do'a dari Allah W.
fi 22. Berdo'a dengan Menyebut Nama Allah Yang Mahaagung
*, Berdo'a dengan menyebut nama Allah juga merupakan salah satu sebab
t terkabulnya do'a. Rasulullah ffipernah mendengar seorang laki-laki berdo'a:
"Ya, Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, bahwasanya engkau adalah
f; Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak
fl pula diperanakkan, dan tidak seorang pun yang setara dengan-Nya."
it
il
t
rt
fi 3s HR. At-Tirmidzi (3525) dan yang lainnya dari Anas 4f . Lihat kirab Sbabiih at-Tirmidzi
I Q797). Diriwayatkan juga dari hadits Rabi'ah.
I
fi
,
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 407
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AESUNNAI{
Rasulullah ffi bersabda:
3c!ti1r,Jei r,b t;y,j$t ,&\t *L,At Jt -Ui ))
K'qVi *
"Sungguh, ia telah meminta kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang
sangat agung, yang jika ia meminta dengannya, pasti Allah akan memberi
dan jika ia berdo'a dengannya, pasti Allah akan mengabulkannya."36
Nabi ffi pernah mendengar seorang laki-laki berkata: "Ya, Allah, aku
memohon kepada-Mu, bahwa sesungguhnya segala puji hanya milik-Mu, tidak
ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-
Mu, Yang Maha Memberi Karunia, Pencipta langit dan bumi, Yang memiliki
keagungan dan kemuliaan."
Maka Rasulullah ffi bersabda:
li\,)9:,p3
t;y; ,-l*}'bi ,y)ur, ,y ti'y,Yq. rt ,\r'bi,'l-t *,,urat Ji ))
,J
(('+t;i
"Sungguh, ia telah meminta kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang
sangat agung, yang jika ia meminta dengannya, pasti Allah akan memberi
dan jika ia berdo'a dengannya, pasti Allah akan mengabulkannya."3T
Nabi ffi telah mengatakan:
;NT5"i)fyl1b):;p.yr jic ,r,rl,l<ir ,ulr i:r ;;
l;ti i::iK. otk )t ^;",ui 4 @ b. 1i $l
'Nama Allah yang agung disebutkan di dalam duraayatini:'Dan llah hamu
adalah llab Yang Maha Esa; Tidak, ada ilab melainkan Dia, Yang Maba Pe-
murah lagi Maba Penya.yang.' (QS. Al-Baqarah: 163). Demikian pula pada
pembuka surat Ali'Imran.'38
36 HR. Abu Dawud (1493), at-Tirmi&i Q475) dandihasankan olehnya, dan Ibnu Majah (3852)
dari Buraidah. Lihat l<r;uab Sbabiih Abi Dauud (t324).
g37 HR. Abu Dawud (1495) dan Ibnu Majah (385s) dari Anas . Silakan lihat kitab Sbabiib
Ibni Majab Qtt2).
38 "HR. Abu Dawud (1497),at-Tirmi&i Q478) d^idishahihkan olehnya, dan Ibnu Majah (3855)
dari Asma'binti Yazid. Silakan lihat kitab Shabiib lbniMajab (3109).
408 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AI\ DAN AESUNNAI{
23. Merintih di dalam Berdo'a dan Meminta,yalgBanyak kepada Allah W
Sesungguhnya Rasulullah ffi bersabdat
(.r.ti**f ,'# €ki striyy
"Jika salah seorang di antara kamu meminta, hendaklah ia meminta yang
banyak karena sesungguhnya ia meminta kepada Rabbnya."3e
Selayaknya ia memperbanyak do'a dan permintaan serta bersungguh-
sungguh/terus-menerus mengulangi do'anya. Sebab, itu merupakan bentuk ke-
tergantungannya kepada Allah W . Seolah-olah kondisinya mengatakan: "Aku
tidak akan beranjak dari pintu hingga Engkau mengabulkannya bagiku." Maka
hal itu, hendaklah ia meminta sesuatu kepada Yang Mahaagungy^ngmampu ia
minta, karena Allah adalah Raja yang sangat mulia. Dia tidak merasa keberatan
atas sesuatu yang diberikannya.
24. Hendaklah Seorang Hamba Meminta kepada Rabbnya untuk lJrusan
Dunia dan Akhiratnya
Janganlah ia merasa keberatan meminta kepada Rabbnya dalam urusan
dunianya meskipun urusan yang sepele. Sebab, permintaan itu bukti keter-
gantungan dan kebutuhan yang sangat kepada Allah IH dalam semua urusan.
Rasulullah ffi bersabda:
K.*+--,1"fiWpUiyy
"Sesungguhnya barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, niscaya
Dia akan marah kepadanya."ao
25. Mencari \(aktu-\[aktu yang Mustaiab dan Tempat-Tempat yang
Utama
Ada beberapa waktu dan tempat utama yang telah disebutkan di dalam
nash-nash bahwasanya berdo'a pada waktu itu mustajab. Sebaiknya oraingyaiig
berdo'a mencarinya dan memperbanyak do'a pada waktu-waktu itu. Di antara
waktu dan tempat tersebut adalah arLtaraadzandan iqamah, ketika shalat, setelah
selesai mengerjakan shalat fardhu, di sore hari, ketika berbuka puasa, di bagian
akhir malam, sesaat pada hari Jum'at atau saat-saat terakhir hari Jum'at, hari-
hari di bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, pada hari
3e HR. Ibnu Hibban (866) dalam al-Ibsaan dari 'Aisyah S, . Silakan lihat kitab Sbahiihul Jaami'
(se1).
*40 HR. At-Tirmidzi Q373) danlbnu Majah Q727) d^ri Abu Hurairah . Silakan lihat kitab
iSb dh i ib at - Tirrn id.z Q68 6) .
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 409
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
'Arafah, ketika mengerjakan haji, di sisi Ka'bah, dan lainJain yang disebutkan
di dalam d.tsa.r.
26. Tidak Terburu-buru dalam Meminta Pengabulan Do'a
Terburu-buru meminta pengabulan do'a dilarang, bahkan hal itu dapat
menghalangi terkabulnya do'a. Seseorang juga tidak boleh belputus asa dari rahmat
Allah W. Sikap terburu-buru dapat digolongkan dalam bentuk pendustaan
terhadap janji Allah W karena Dia telah menjanjikan pengabulan do'a.
Rasulullah ffi bersabda:
(( C U,-U.P -';3 i,J*,Wp" ty\ +t;9.))
"senantiasa akan dikabulkan do'a salah seorang di antara kamu selama dia
tidak terburu-buru, yakni ia berkata: 'Aku sudah berdo'a, namun tidak
dikabulkan bagiku. "'a I
Dengan demikian, wajib bagi seorang hamba, apabila tidak terwujud apa
yang diinginkannya, mengetahui bahwa Allah W telah mengabulkan do'anya.
Bisa jadi Allah memberikan apa yangia minta, menyimpan pahala yang lebih
baik daripada do'anya, atau menahan keburukan darinya semisal dengan yang
ia minta.
Rasulullah ffi bersabda:
,f,i S:!b G i1 ,ii uiiir ;6r vt ,Galk fi ,16>>
#(.et ti iUrL"- ;t tt ,'oiL
-Tidaklah seseorang berdo'a d"ng;,suatu do'r, *.llinkan Allah akan me-
ngabulkan apayangia minta atau Allah menahan keburukan dari dirinya
yang semisal dengan yangia minta, selama ia tidak berdo'a untuk suatu
perbuatan dosa atau untuk memutuskan tali silaturrahim."a2
Rasulullah ffi bersabda:
/, a -,1
JruJ-
,tr,ii L:G:1it -;XGp,t;oI
, Jo Y ,y G ))
dI lrr*:-r
i4.1
,rj , e,)J
cl.:r) o ro. -,1A,2Jt 0I (0 tji ;'^:. ji'ey, ,ro'tr
9..,-c 4E (t'o.v, ?)J,o,, p t, G, ti )n",
,/ d I GLt
(( o a-,tpt ti oi
')i ,C:, 1t
Il-*-or/.io*t/
4r HR. Al-Bukhari (5340) dan Muslim Q735) dari Abu Hurairah 4E
a2 Telah disebutkan takbij-nya.
410 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
a ;t, -: d/ ot }I ;t :JI i"I, )) /z t tt*;i! / ly\ t Jit U
:Ju J' S r
(('J utiJ)l
"Tidaklah seseorang berdo'a kepada Allah dengan sebuah do'a, melainkan
Allah akan mengabulkannya. Bisa jadi Allah W menyegerakan baginya
di dunia atau Allah W menyimpan baginya sebagai pahala di akhirat, se-
lama ia tidak berdo'a untuk suatu perbuatan dosa dan untuk memutuskan
tali silaturrahim atau ia terburu-buru meminta pengabulan do'a." Mereka
berkata: "'\flahai, Rasulullah, apa maksu dny a iaterburu-buru?" Rasulullah
ffi bersabda: "Ia berkata: 'Aku sudah berdo'a kepada Rabbku, namun Dia
tidak mengabulkannya bagiku.'"a3
27. Memperbanyak Do'a pada Saat-Saat Lapang
Hendaknya seseorang memperbanyak berdo'a pada saat-saat lapang
agar Allah W mengabulkan permintaannyapada saat-saat sempit. Termasuk
hikmah Allah W di dalam mentakdirkan suatu balalmusibah bahwasanyaDia
suka mendengarkan rintihan hamba-Nya kepada-Nya. Demikian pula, Allah
suka melihat mereka kembali kepada-Nyapada saat-saat sempit dan tercekam,
sebagaimana firman-Nya IH :
( @'ot'ffi-"J6 rtfui't l:.qi 4 LG Y
"... Kernudian, Kami siksa mereka dmgan (menimpakan) kesengsaraan dan
kemelaratan sil.payd mereka bermohon (lrEodo Allah) dengan tundule me-
rmdahkan diri,' (QS. Al-An' aam: 42)
Maka dari itu, apabila seoranB hamba ber-tadharnt'(memohon dengan me-
rendahkan diri) pada saat-saat lapang, niscaya permintaan-permintaannya akan
segera dikabulkan, sebagaimarLayangterjadi pada Nabi Yunus }pi.
Allah W ber'firman:
;y J)L.{$'. O4 @'cy#i o'o( ,iil,"*Y
(@'oH
"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk ordng-ordngyangbanyak meng-
ingat Allab, niscaya ia akan tetd.p tingal di perut ikan itu sampai hari ber-
bangkit." (QS. Ash-Shaaffa at: t43-144)
43 HR. Ar-Tirmidzi (3502) dari Abu Hurairah Er . Silakan lihat kitab Shahiib at-Tirmdzi Q852)
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 411
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
Nabi ffi bersabda:
a,*-;G3.:t it
,t$i ,+"fJ\ rrtill 'r:- ;i i1 ty ,y ))
z
z/ u
K;l;')l e
"Barang siapa yang suka Allah mengabulkan do'anya pada saat-saat sempit
dan kesulitan, hendaklah ia banyak berdo'a pada saat-saatlapang."4
28. Meniauhi Perkara-Perkara yang Dapat Menghalangi Terkabulnya
Do'a
Hendaknya seseorang menjauhi perkara-perkara yang telah diperingatkan
Nabi ffi bahwa hal-hal tersebut dapat menghalangi terkabulnya do'a. Misalnya,
berdo'a untuk suatu perbuatan dosa atau untuk memutuskan tali silaturrahim.
Contoh perkara lainnya ialah terburu-buru di dalam berdo'a melampaui batas
di dalam berdo'a, melakukan kezhaliman, memakan sesuatu yang haram, dan
lain sebagainya.
Nabi ffi pernah mengisahkan:
eiU j't V c*tl]xlt JL*"- ,A c'j.ill W ,ylt >>
c1:Aurqy, ,it;;*i":,4i,; i.'*i ,it;;xkt Q:
+va-. | '-t
'
(( 4-r1.
G:tj
"Ada seorang lakiJaki yang menempuh perjalanan panjang, rambutnya
acak-acakan, dan berdebu mengangkat tangannya ke langit dan berkata:
'Ya, Rabbku! Ya, Rabbku!' Sementara makan annya haram, minumannya
haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan barang yangharam,
maka bagaimana do'anya akan diterima."4s
29. Hindari Berdo'a Meminta Perkara-Perkara yang Mustahil
Hindarilah berdo'a meminta perkara yang mustahil, misalnya berdo'a
agar dapat melihat Nabi dalam keadaan terjaga, berdo'a agar dijadikan Malaikat,
berdo'a meminta kekuatan yang dengannyaia. dapat mengangkat gunung, atau
meminta kepada Allah nubuutab (kenabian). Sebab, do'a tersebut tidak mungkin
(dikabulkan Allah). Bahkan, jika ia meyakini diturunkannya nubuoab setelah
Nabi ffi, maka ia bisa kafir karen anya.Hal itu juga termasuk bentuk berlebihan
dalam berdo'a. Allaahu a'lam.
s HR. At-Tirmidzi (3382) dan al-Hakim (/544) dan dishahihkannya sena disetujui oleh a&-
Dzahabi dari Abu Hurairah gE . Silakan lihat kitab Shahiih at-Tirmidzi (2693).
4s HR. Muslim (tOrs) dari Abu Hurairah qi; .
412 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
Tidak syak lagi bahwa adab-adab tersebut harus diperhatikan ketika ber-
do'a. Barang siapa yang mengamalkan dan melakukannya ketika berdo'a, niscaya
do'anya, insya Allah, mustajab, tidak akan tertolak. Allaahu a'lam.
Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab do'a, yang
jumlahnya ada 29 adab. A lb amdulillaabi Rabbil'aalamiin.a6
a6 Referensi tambahan: Silakan lihat kitab Fat-hul Baari Syarh Shahiibil Bukhari $I/99) dan
sesudahnya, al-Musadrahkaryaal-Hakim(/a9})dansesudahnya,Sunanat-TinnidziN/455)
dan sesudahnya, Sunan lbni Majab XI/1258) dan sesudahnya, al-Ihsan bi Tartib Shahiib lbni
Hibban U/ lt4) dan sesudahnya, ad-Du'a karya Husin al-'Awaisyah , ad-Du'a karya ath-
Thabrani, dan yang lainnya.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 413
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAI{
PASAL IV
ADAB AD-DA''WAH ILALLAH
(DAK\r/AH KEPADA
AGAMAALLAH)
Berdakwah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Sebagai Muslim
wajib mengajak kepada Allah \H sebatas kemampuannya. Hanyasaja, ia orang
yang mengajak (da'i) harus mengetahui terlebih dahulu adab-adab yang berkaitan
dengan dakwah. Tujuannya, agar seorang da'i yang mengajak kepada
bisa mengamalkan adab-adab tersebut. Berikut ini akan kami sebu^tgkuannesAelclaarha
ringkas karena memang tidak dimaksudkan untuk merincinya. Sesungguhnya
masalah itu telah dijelaskan pada tempatnya.
Di antara adab-adab berdakwah kepada agamaAllah lH adalah:
1. Ikhlas karena Allah W
Ikhlas dalam beramal merupakan dasar diterimanya amal tersebut di sisi
Allah W. Tanpa adanya keikhlasan, niscaya amal akan terhapus. Akibatnya,
seorang da'iyangmengajak kepada suatu perkara (kebaikan) tidak mendapatkan
pahala atasnya. Bahkan, amal yang demikian akan membawanya kepada
malapetaka. Dampaknyaadilahia akan masuk ke dalam Neraka dan dakwahnya
tidak akan membawa hasil. Adapun orang yang ikhlas dalam berdakwah akan
memberikan pengaruh yang sangat besar dengan karunia Allah.
2. Ilmu
Seorang da'i hendaklah mengetahui apa yang didakwahkannya. Janganlah
ia berdakwah atas dasar kejahilan. Sebab, jika keadaannyademikian, niscaya ia
lebih banyak merusak daripada memperbaiki.
414 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
HAllah berfirman:
W iiuirg;*"fii ilirLti-,b:yLF F
(€)
"Katakanlab: Tnilah jalan (agama)ku, aku dan orang-ordng ydng mmgikuti-
hu mengajak (hamu) kepada Allab dengan hujjah yangnyatd, Mahasuci Allah
...'" (QS. Yusuf: 108)
Hendaklah seorang da'i membefuli diri dengan ilmu-ilmu syar'i, yang
dengannya ia dapat mengetahui bagaimanacaraberdakwah, siapa yang didakwahi,
kapan ia harus berdakwah, danyang lainnya. Ilmu adalah petunjuk bagi amal.
Banyak orang yang menyeru kepada Allah atas dasar kejahilan sehingga mereka
lebih banyak merusak daripada memperbaiki dan justru membuat orang lain
lari dari Islam. Allaabul MustA'An.
3. Memperhatikan Kondisi Orang yang Didakwahi
Vajib bagi siapa saja yang berdakwah kepada agama Allah untuk mem-
perhatikan kondisi orang yang didakwahinya. Hendaklah ia memperhatikan
car^yangpaling bermanfaat dalam mendakwahi mereka. Cara yang bermanfaat
bagi masyarakat awam belum tentu bisa dipakai dalam mendakwahi raja atau
penguasa. Allah telah berkata kepada Musa dan Harun ketika mengutus mereka
kepada Fir'aun:
( @ ;piif ,^x-,fii,li(t"; ,fr i-;uy
*Maka berbicaralab kamu berd,ua kepad.anya a*goi hata-kata yang lemab
lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (QS. Tharhaa: 44)
Cara berdakwah yang barangkali bermanfaat atas pedagang keliling belum
tentu bermanfaat jika digunakan untuk mendakwahi penulis dan ahli pikir. Di
antara kearifan seorang da'i ialah memperhatikan carayangpaling bermanfaat,
yang dapat memperbaiki bermacam-macam strata manusia, setiap tingkatan dari
golongan masyarakat. Maksud uraian ini bukanlah untuk memperinci di dalam
menjelaskan cara atau metode dakwah. Sebab, hal itu telah dibahas di dalam
Iiteratur-literatur yang secara khusus membicarakannya, maka silakan merujuk
kitab-kitab tersebut. Akan tetapi, hendaklah seorang da'i berbicara kepada setiap
manusia dengan c rayangdapat mereka pahami, dan dengan bahasa yangdapat
mereka mengerti.
Allah \H berfirman:
{ )fib/
( @ <#. -v? 9q $l o, t:L")i ciY
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 415
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"Kami tidak mengutus seorang Rasul pun, melainkan dengan bahasa kaum-
nyd, supdya. ia dapat memberi penjelasan dengan terdng kepada rnerekA ..."
(QS. Ibrahim:4)
4. Memanfaatkan Kesempatan untuk Berdakwah
Hendaklah seo rang da' i y angberdakwah kepada agame Allah memanfaat-
kan setiap kesempatan untuk berdakwah kepada Allah \H dan tidak melewat-
kan setiap kesempatan yang bisa dimanfaatkannya. Jika ia sedang melihat
orang-orang menyaksikan jenazah, maka manfaatkanlah kesempatan itu untuk
berdakwah. Jika ia mendapati mereka di dalam kelalaian, hendaklah ia pun
bangkit mendakwahi mereka. Jika ia mendapati mereka berkumpul menyaksi-
kan kecelakaan mobil, maka pergunakanlah kesempatan itu untuk mendakwahi
mereka. Jika mendapati orang yang dipenjara, maka gunakanlah kesempatan itu
untuk mendakwahi mereka. Sebagaimana Nabi Yusuf ,,p; di dalam penjara,
beliau tidak melewatkan kesempatan. Bahkan, Nabi Yusuf memanfaatkan dengan
sebaik-baiknya, beliau berkata kepada kedua temannya di dalam penjara:
oi,F -*eQ &:$ 16* 1 :1r-u57 t:*.;.'u- { J tt }
6t,.ri$ti$,.r?; J)"Gr ,* C, k'i"tk:q
:-flG;L.r" 'ib Z$'t @ btg L^
6l
e3 4tJtJ
U#2,L, ,.lA-l otI A- .5, gG Aor ;;-::g;ybt)
i); i)e-
*i,#s q1i *stt {t;:; s2 ,t
'.'g
Jrhril 4t3i; c;4i,jz.-ii-@o:fi I q"$i
{1 :p)! ubrfr G @ j(ili 3r'ii ffi ri *
W u\fifi ltic
g:i b-,li al;i "i$*1"'U+'trcli r$,i't;*i it" f;ir$*).'#"-ia:qt)
(@ 3r#.{e.t i}Li,#t
*Tidah, disampaikan kepada hamu berdua makanan yang akan diberikan
hEadamu, melainkan aku telah dapat menerangkan jenis mah,anan itu,
416 BAB \III HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN ASSUNNAH
sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yangdernikian itu adalah sebagian
dari apayangdiajarkan kepadaku oleb Rabbku. Sesunguhnya aku telab me-
ninggalkan agarna orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang
mereka inghar kepada hari kemudian. Dan aku mengikut agama bapak-
bapakhu, yaitu lbrahim, khak, dan Ya'qub. Tiadalab patut bagi kami (para
Nabi) mempnsekutukan sesildt,,t dpd pun dmgan Allah. Yang demihian itu
adalab dari karunia Allab kepada hami dan hepada manusia (seluruhnya);
tetapi kebanyakan manusia itu tidah mensyukuriNy"). Hai, kedua temanhu
dalam penjara, manakab yang baik, rabb-rabb yang berrndcarn-rndcam itu
ataukab Alkh Yang Maha Esa kgi Mahaperkasa. Kamu tidah menyembah yang
selain Allah hecuali hanya (menyembab) nama-nama. yd.ng karnu dan nenek
rnayd.ngrnu membuat-buatrrya. Alhb tidak menurunkan suatu ketqangdn pun
tentdngndmd-ndrna itu. Keputusan itu hanyalab kepunyaan Allah. Diz telah
memerintabkan agar karnu tid"db mmyembab selain Dia. Itulah dgdrnayang
lurus, tetapi kebanyakan manusia tidah mengetahui." (QS. Yusuf: 37-40)
Demikianlah selayaknya seorang da'i yang berdakwah kepada agamaAllah.
Hendaklah ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk kemaslahatan dakwahnya.
Adapun penjelasan ini hanyalah merupakan isyarat yang ringkas.
5. Memperhatikan Vaktu-rUflaktu dan Kondisi yang Berbeda-beda dalam
Dakwah
Janganlah mendatangi orang yang sedang tidur, lalu membangunkan-
nya dari tidur untuk mendakwahinya kepada kebaikan yang engkau ketahui.
Janganlah engkau mendatangi seorang manusia yang sedang emosi dan marah,
lalu mengajaknya kepada perkara yang ditolaknya. Seandainya ia dalam kondisi
normal, tentulah ia akan mendengar kata-katamu. Oleh karena itu, hendaklah ia
memilih waktu yang tepat dan kondisi yang pantas untuk berdakwah kepadanya.
Demikian pula perkara-perkara yang cocok untuk engkau sampaikan pada waktu-
waktu tersebut dan yang lainnya.
6. Memulai dari Apa yang Allah W Memulainya
Sesungguhnya para Rasul memulai dakwahnya dengan tauhid, ibadah-
ibadah kepada Allah, mengikhlaskan agama kepada-Nya semata, dan memahami
hakikat makna Laa llaaha lllallaab serta konsekuensikonsekuensinya kepada
kaum mereka.
Allah W berfirman: r;3 ,h, t6 cl
,tf,,.I 2* I J-jdSy
'tivit lJryl.d'l z I j >'? ,r'
AJJI --, .bo. t td.
(@-
:b)t
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 417
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AgSUNNAI{
"Ddn sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat
(untuk menyerukan): 'sembahlal?Allab (saja) dan jauhilab Thagbut itu ..."'
(QS. An-Nahl:35)
Firman Allah W:
;i).i ,:;i il) e; $1 9iS u <V 0, vL3i cs+
(@ g:{iui;f {1
"Dan Kami tidak rnengutus seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami
walryukan kepadanya: 'Babuasanya tidzk ada ilab (yong bak) melainkan
Ahu, maka sembablah olebmu sekali.an akan Aku.'" (QS. Al-Anbiyaa':25)
Nabi Nuh -|p memulai dakwahnya dengan mengatakan kepada kaum-
nyai
(@ .,;iF flG.il u'ffi\t|^$i:* Y
*...'Wabai, kaumku, sembahkh Allah, sehali-kalitidah ada ilab bagimu selain-
Nyo..." (QS. Al-A'raaf: 59)
Demikian juga Nabi Hud lpu berkata kepada kaumnya:
(@ ";ffl)Ggctrt\ri$i:* Y
* ... Hai, kaumku, sembablah Allah, sehali-kali tidak, ada ilah bagimu
selain-Nya. Maka rnengdpd hamu tidah bertakwa kepada-Nyai ..." (QS.
Al-A'raaf:65)
Begitu juga Nabi Shalih DF&:
4 :"fi( @ ...b-|;i, /) G
t1'fiit lt'ryi b
* ... Hai, kaumku, sembahlab Allah, sekali-kali tidak ada ilab bagimu selain-
Nyo ..." (QS. Al-A' raaf.: 7 1)
Sebagaimana juga Nabi Syu'aib .lpr:
( @ 1b iF il ; 4 :"frL;'fiilo'l-,I \
* ... Hai, kaumku, sembablah Allab, sekali-hali tidak ada ilah bagimu sekin-
Nyo ..." (QS. Al-A'raaf: 85)
418 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AI\ DAI\ AESUNNAH
Demikian pula Nabi Ibrahim ,M; al-Khalil:
( @ "tfii'i)i bSfi y AJv i) ;+t# y
"Dan (ingatlab) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: 'sembahlah
olebmu Allab dan bertakualab hepada-Nya...'" (QS. Al-Ankabuut: 16)
Sebagaimana telah dimaklumi, baik di kalangan alim ulama maupun
ffikalangan awam, bahwa awal dakwah Nabi dan inti dakwah beliau adalah
dakwah kepada Allah ffi , mengikhlaskan agama ini bagi-Nya, itulah yang beliau
tuntunkan kepada para Sahabat beliau. Ketika Rasulullah ffi mengutus Mu'adz
€ir, ke negeri Yaman, beliau ffi bersabda kepadanya:
# q ,biS,'r+dr'JtII S JirsG j'ri 1z oz
L (-) r o f oi
a-t;, EL 9I ))
J^l ey
.#Weiar p;e tpf f"oi IdlJ ,/rA\ tttt .,tr': yl
""7 r; ar "oi ;i7u tra tiy ,4r e, e:t#
A,t;tiitir;,eti e3'; V,Vi bb"i'itt') W
(.r4t.;i et'f a;'t,friU
"Engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadi-
kanlah awal dakwahmu beribadah kepada Allah W semata. Jika mereka
telah mengenali Allah, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah W
mewajibkan shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka melakukannya,
maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah W mewajibkan atas mereka
zakat yang diambil dari orang-orangkaya dan diberikan kepada fakir
miskin di antara mereka. Jika mereka mentaatinya, maka ambillah harta-
harta itu dari mereka, dan hindarilah harta-harta kesayangan mereka."aT
Rasulullah ffi -.-.rintahkan agar memulai dakwahnya kepada tauhid,
kemudian shalat, kemudian zakat.Ini merupakan adab seorangda'i, yangmemulai
dakwahnya kepada tauhid. Dakwah apasilayang dimulai dengan selain itu pasti
akan menemui kegagalan. Sesungguhnya seorang da'i haruslah meletakkan
asas yang menjadi pijakan sehingga karenanya orang-orang akan menyambut
dakwahnya. Asas itu adalah mentauhidkan Allah \H dan memahami hakikat
makna ibadah.
47 HR. Al-Bukhari (1458) dan Muslim (19) dari Ibnu'Abbas ,.#,.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 419
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AN DAN AS;SUNNAI{
7. Meletakkan Skala Prioritas yang Tepat
Menentukan skala prioritas merupakan kelanjutan adrb yanglalu. Sebab,
sesungguhnya setelah memerintahkan Mu'adz untuk memulai dakwahnya
dengan tauhid, Rasulullah ffi mengajarkannya agar memerintahkan manusia
kepada shalat, kemudian zakat Demikianlah hendaknya seorang da'i meletakkan
skala prioritas dakwahnya. Hendaklah ia mendahulukan yang paling penting.
Tidak sepantasnya ia mendahulukan perkara-perkara yang kecil sehingga ia
meninggalkan perkara yang lebih besar dan lebih berbahaya. Misalnya, adaseorang
yang datang lalu duduk, merokok pada waktu shalat, dan tidak shalat, maka ia
mendakwahinya supaya meninggalkan rokok, tetapi tidak mendakwahinya
kepada shalat. Hal itu adalah kesalahan yang sangat berbahaya.
8. Memanfaatkan Setiap Perkara yang Dapat Menolong Keberhasilan
Dakwahnya
Tidak mengapa seorang da'i menggunakan setiap perkara yang mungkin
dapat menolong keberhasilan dakwahnya. Contohnya, ia menggunakan d**data
statistik kesehatan untuk menolong dakwahnya kepada perkara yang utama dan
mulia, serta meninggalkan perkara yang jelek. Mungkin juga ia menggunakan
dara-datatersebut di dalam dakwahnya untuk menambah populasi Muslim atau
untuk syi'ar poligami. Demikian juga ia memanfaatkan setiap sarana-sarana
informasi yang modern, baik itu audio, visual, maupun media cetak untuk
menyebarkan dakwahnya. Janganlah ia melewatkan setiap kesempatan dalam
hal itu. Ketahuilah, setiap hal yang tidak akan sempurna suatu kewajiban kecuali
dengannya, maka hal itu wajib.
9. Berdakwah dengan Cara Hikmah dan Pengaiaran yang Baik
Hendaklah seoranB da'i menghiasi dirinya dengan hikmah, serta meng-
gunakan hikmah di dalam dakwahnya. Hal itu adalah cara Nabi ffi dan itulah
pedoman yang terdapat dalam al-Qur-an dan as-Sunnah, serta itulah hikmah
yang sebenarnya.a8
Begitu pula hendaknya ia menggunakan pengajaran yang baik, per-
umpamaan tfangmengingatkan siksa-siksa yang telah Allah sebutkan. Hendaklah
juga ia menghindari sikap kasar di dalam dakwahnya karena kekasaran tidak
akan mendatangkan kebaikan.
Allah W berkata kepada Nabi-Nya ffi:
,vu*iiv,i).fi,
C t;;/a y
.,-.IiJ b)b r4'-ro-> r
(@ "u:*iv #I i,zYzz
a8 Silakan llhatkhab laami'ul Bayaan karya ath-Thabari [X/663) dan Tafsir lbnu Katsiir F,/652)
420 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKI-OPEDI ADAB ISLATI
MENURUT AL.QUR.AiI DAN AESUNNAI{
"Mahadisebabkan rahmat daiAllablab hamu berlaku lemah lembut t*hadap
mereka. Seh,iranya kamu bersikap keras lagi berbati kasar, tentulab mereka
menjaubkan diri dari sekelilingmu..." (QS. Ali 'Imran: 159)
Di antara perkara yang memperkeruh dakwah kepada agama Allah W
adalah dakwah dilakukan dengan keras, kasar, dan arogan.
Rasulullah ffi bersabda,
c\/L:C b Lfi'l: ,l;t: 'tL ,,; e |fi'\ '," 15t
>>
K.,;V
"Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu, melainkan akan membuatnya
lebih bagus dan tidaklah kelembutan itu tercabut d*inya,melainkan akan
membuatnya jelek."ae
Rasulullah Mj"g bersabda:
K.'*:nt ?'.v, Alt ?'--c u ))
"Barang siapa yang diharamkan kelembutan baginya, maka diharamkan
baginya kebaikan."so
Hendaklah seorang da'i meniru akhlak Nabi ffi di dalam dakwahnya. Di
antarra akhlak yang paling agung adalah kelembutan.
10. Tidak Memandang Rendah Orang yang Didakwahi
Memandang rendah orang yang didakwahi dapat membuatnya tidak mau
mendengarkan apa yang didakwahkan. Janganlah sekali-kali engkau mengesankan
bahwasanya engkau lebih baik atau memandang dirimu lebih istimewa daripada-
nya. Bahkan, kesankanlah bahwasanya engkau adalah saudaranya dan seperti
dirinya. Hendaklah engkau hany a mendakwahinya p ada hal-hal y angia terluput
darinya.Janganlah pada kesan pertama engkau menganggap bahwa ia sesat dan
menyesatkan, begini dan begitu. Akan tetapi, kesankanlah bahwasanya pada
dirinya terdapat kebaikan. Bahkan, ia pun memiliki kekurangan ini dan itu dan
akhlak ini dan itu. Allah iH telah memerintahkan kepada Nabi ffi untuk ber-
kata kepada orang-orang musyrik:
#( @ rG A"ti,s'ra,*l "eeYifu b
4e Telah disebutkan uhbij-nya.
50 Telah disebutkan ukbrij-nya.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 421
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"... Ddn sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada
dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nydtd." (QS. Saba': 24)
Allah tidak memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk mengatakan kepada
mereka bahwa kalian sesat dengan kesesatan y^ngnyata.. Manhaj seperti ini sangat
menolong dalam menghilangkan hambatan psikologis yang ada pada yang di-
dakwahi, yang bisa menghalanginyauntuk menerima dakwah.
77. Menampakkan Seolah-olah Kita Mengikuti Alur Lawan Diskusi
Jika seseorang ingin mendebatmu dan engkau memiliki argumentasi untuk
mematahkan hujjahnya, maka biarkanlah ia menyampaikan alasan-alasannya.
Kemudian, patahkanlah alasan-alasannya dengan argumentasi yang engkau
miliki. Tampakkanlah seolah-olah engkau menyetujui alasannya di dalam
beberapa perkara, kemudian patahkanlah alasan-alasannya dengan argumentasi
yang engkau miliki. Lihat bagaimana Nabi Ibrahim l,p berdiskusi dengan
kaumnya:
jiti6 ;J$ ,)ti ffi"
"jib Jttr"t:Sf r"-r:Et ,"tb t:$y
r/i; ls, 6, ;c.'#/)r,i r"') t1$@ .-,- 4 V
5-4sriC.-i
;pi e ij!:* ,t Ofri ,f. J$ jli-($
Li; jt ti; ,Srs'^Lttl #)i v: {rl 6 -"ltdi
( @ 6t{rd qic;. i):*J$Jii13t"'Ai
"Ketikz malam menjad,i gelap, dA *rlihot sebuah bintang(atu) dia bqkata:
'Inilah Rabbku.' Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia. bqkata: 'Saya tidah
suka hepada yang tengelam.' Kemudian, tatkala dia melibat bulan terbit
dia berkata: 'Inilah Rabbku.' Tetapi setelah bulan itu tenggelam dia berkata:
'sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuh kepadaku, pastilah aku
termasuk ordng-ordng ydng sesdt.' Kemudian, tathala dia melihat matahari
terbit dia bqkata: '-Inilab Rabbku, iniyanglebih besar,' maka tatkala matahari
itu telah terbmam, dia berkata: 'Hai, kaumku, sesunguhnya aku berlepas diri
dari apa yang kamu persekutuhan."' (QS. Al-An'aam:76-78)
Cara seperti ini sangat menolong di dalam dakwah dan di dalam majelis
diskusi.
422 BAB VIIHURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AI\ DAI\ AESUNNAH
1
\
i
\
1 12. Memberikan Kesan kepada lewan Diskusi Seolah-olah Ia Bebas Dalam
\
I Menerima Dakwah
) Janganlah engkau mengesankan kepada objek dakwah bahwasanya ia
diharuskan mengikuti engkau. Janganlah pula mengesankan bahwasanya engkau
1
\
i
\ memaksanya untuk menerima dakwahmu. Namun, kesankanlah kepadanya
1 bahwa ia boleh saja tidak menerima dakwah di dunia, tetapi ia akan menanggung
II akibatnya di akhirat. Demikian juga hal ini sangat bermanfaat di dalam meng-
) hilangkan hambatan-hambatan psikologis. Kesankanlah juga bahwasanya engkau
1 siap menahan pembicaraan jika ia tidak suka pembicaraanmu.
\
1 Coba perhatikan apayengdikatakan oleh Mus'ab bin Umair .iF, kepada
\
i Usaid bin Hudhair dan Sa'ad bin Mu'adz ,ig#, ketika keduanya menyuruhnya
\ untuk berhenti mendakwahi mereka. Mus'ab bin Umair gE berkata kepada
1
keduanya: "Duduk dan dengarkanlah! Jika engkau suka, terimalah dan jika
\
I engkau tidak suka, tinggalkanlah apa yang tidak engkau sukai itu ..."5r
\
t Maka keduanya mendengarkan perkataan Mus'ab bin Umair 95, lalu
\ Allah membuka hati keduanya sehingga keduanya masuk Islam. Kemudian,
i
\ kaum dari kedua orang tersebut berbondong-bondong masuk Islam. Cara seperti
1 ini sangat bermanfaat di dalam dakwah, terutama pada zaman sekarang ketika
\
1 telah tersebar kerusakan. Bahkan, banyak sekali orang-oran gyangmendewakan
\ apayangdisebut dengan kebebasan berpikir dan yang lainnya.
i
I 13. Sabar Menghadapi Gangguan Obiek Dakwah
I
t
Setiap orang yang berdakwah pasti akan menerima gangguan, baik berupa
I ucapan maupun perbuatan. Tidak ada pilihan lain bagi seorang da'i kecuali ber-
I
sabar sebab jika tidak sabar, niscaya ia akan meninggalkan dakwahnya di awal
jrl*.I
I
I
J Sabar menahan gangguan dalam berdakwah di jalan Allah termasuk amal
I
J yang paling mulia dan termasuk petunjuk para Rasul.
I Allah \H ber'firman:
I
,l
J 15\511;f t1 ULlr;;1 ry G",yiu.$ *,sy
, ,y lG "a3"Errrys.J* $t"ti?i"#i S;
r
I
If' (@ <4L"Fiufi
Il'
r "Dd,n sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-Rasul sebelum kamu. Akan
lvl tetapi, mereka sabar terhadap pendustaan dan pmganinyaan (yang dilakukan)
,t, st Sbirah an-Nabawiyahkarya Ibnu Hisyam Q8a:286/L) dan ar-RabiQul Makbtuumkarya al-
Mubarakfuri (1aa:1a5).
t, 423
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAI-I
terhadap mereka, sampai datangpmolongan Kami terhadap mereha. Tidah
ada seorangpun yang dapat mengubab kalimat-kalimat (janji-janji) Allab.
Dan sesunguhnya telab datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-Rasul
lrz. " (QS. Al-An'aam: 34)
Allah W berfirman kepada Rasulullah ffi:
""J J"k3 $s,lii A ryti iii ;* tK "*E Y
{@
*Makz bersabarlah kamu sepmi orang-orang ydng rnem.punyai keteguhan hati
dari Rasul-Rasulyangtelah bersabar, dan janganlab kamu rneminta disegera-
kan (adzab) bagi mereka..." (QS. Al-Ahqaaf: 35)
Nabi ffi telah bersabar di dalam dakwahnya dengan kesabaran yang tidak
seorang pun dapat bersabar terhadapnya. Beliau tabah dalam menjalankan dakwah-
nya dengan ketabahan yang tidak seorang pun dapat tabah di atasnya, hingga
datang kepadanya pertolongan Allah W . Allah W telah menurunkan kepada-
nya al-Qur-an:
@r #tity-r,'u-ifr {1
d Ll@;ais }
fl r*n( o6 t{ 't tiS
\"n tiS,*-J:$i 1 t
"Demi rnasd. Sesunggubnya manusia itu bmar-benar berada dakm hmtgian
kecuali orang-ordngyangberiman dan mmgerjakan amal sbalib dan nasibat
mmasibati suPayd. mentaati kebenaran dan nasibat-menasibati supaya me-
netapi leesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)
Maksudnya, bersabar dalam menuntut ilmu, beramal, berdakwah kepada
Allah, dan ketika menerima gangguan yang ditemui dalam perjdanan dakwahnya.
Semua ini merupakan salah satu dari sebab-sebab kebahagiaan. Oleh karena itu,
Imam asy-Syaf i 'dl5 berkomentar tentang surat yang agung ini: "Kalaulah
Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluknya kecuali surat ini, niscaya telah
cukup bagi mereka."
74. Tidak Bosan karena Lamanya Berdakwah
Hendaknya seorang da'i tidak bosan, khususnya jika perjalanan dakwah
sangat lama dan ia pun harus menyampaikannya berulang-ulang. Bahkan,
sekalipun ia mendapat penolakan, sehingga tidak diterima dakwahnya. Akibat
hal tersebut, jiwa akan condong untuk beristirahat dan merasa cukup dengan
apa yang telah didapatkan. Hal itu lebih diperkuat lagi dengan tidak adanya
424 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM I
t
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
Y
penerimaan disertai hambatan-hambatan yang menimpa seorang da'i. Akan
tetapi, adab dakwah dan akhlak serta kewajibannya menunrut seorang da'i I*!,
untuk tidak berputus asa dan tidak bosan. Bahkan, seorang da'i hendaknya
Y,
meneladani Nabi Mdd*hal keteguhannya dalam berdakwah dan tidak mudah
v
bosan, serta mencontoh Rasul-Rasul lainnya.
,
Allah W berfirman renrang Nabi Nuh r,H;:
t,
(@ cl;G$l*3ii"@4b Y
VI
" ... Maka ia tinggal di antara mqeh,a seribu tahun hurang lima pulub tahun
..." (QS. Al-Ankabuut: 14) ll
Nabi Nuh l,pi menggunakan segala cara untuk mendakwahi dan mengajak N
mereka setiap waktu, tanpa pernah putus asa. r
Allah ffi mengatakan tentangnya dalam firman-Nya: V
G,s3i;;#C ('w:fr oiL"*s 6)-,;JBY I
"i+i t)+ ti'rt. "r+"* s dL jy @ (rG $) t,
@ 6Wi 1;&i5 11i.i3 rtq i .;j'*,'it "6tsr" -4 \
I i j)tL*it lJ-i;i u) @(rW "fi?s t,
(6> 6t?) h
*Nub fukzta: Ya, Rabbleu, sesungubnya aku telab tnen)eril kaumku rnalam t,
dan siang, maka seruanleu itu hanyalah menambab mereka lari (dari ke-
benaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku rnenyeru mereka (kepada iman) l
agar Engkau rnangd.rnpunimuek4 mereka memasukhan anah jai mqeka ke I
dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap I'
(mmgingleari) dan merryombonghzn diri dengan sdngat. Kemudian, sesungub-
nya aku telah rnenyeru mereka (kEodo iman) dcngan cara ttrang-terdngdn. h
Kemudian, sesungubnya aku (mrnyeru) mereka (ag) dengan tsrd.ng-terd.ngdn I
dan d.engan di.am-diam.'" (QS. Nuh: 5-9) I
Dengan semua kesungguhan dan usaha Nabi Nuh dalam berdakwah yang t
I
memakan waktu yangpanjang itu, Allah W berfirman:
I
(@U $t;^;5'r,Gs Y
il
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
I
I
I
425
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AN DAN A-9SUNNAH
"... Ddn tidak beriman bersama dengan Nub itu kecuali sedihit." (QS.
Huud:40)
Hendaklah seorang da'i tidak merasa bosan karena pantangnya perjalanan
dakwah.Janganlah pula ia merasa bosan karena sedikitnya orangyang mendapatkan
petunjuk. Sebab, orang-orang shalih pada setiap zamarL itu jumlahnya sedikit.
15. Meniadi Teladan yang Baik
Di antara akhlak da'i dan adab dakwahnya adalah ia menjadi teladan atau
contoh yang baik di dalam adab, akhlak, dan muamalah. Jika tidak demikian,
niscaya ia akan menjadi faktor penghalang &ri jalan Allah W dan akan membuat
orang-orang lari dari dakwahnya. Sebab, orang-orang akan berkata: "Kalaulah
dakwahnya baik, tentunya ia orang pertama yang menjadi baik."
Seorang da'i hendaklah berbuat selaras dengan apa yangdidakwahkannya.
Karena dengan demikian, dakwahnya akan memberikan pengaruh yang sangat
besar. Nabi ffi adalah sebaik-baik teladan bagi setiap manusia dalam segala
kondisi.
Allah [H berfirman:
q@#*51 c)t F
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti ydng agung." (QS
Al-Qalam: 4)
Kita pun diperintahkan oleh-Nya untuk meneladani beliau.
Allah \H berfirman:
,frit\i:,-'os A"\*3*1 {t Ai: A"€3s 3iY
(@ rgttitt'h<niAis
"sesunggubnya telah ada pada (diri) Rasulullab itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orangyangmengbarap (rahmat) Allab dan (kedatangan)
hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzaab:21)
Dikhawatirkan seorang da'i akan mendapatkan tempat yang buruk di
sisi Allah W jika ia mengajak kepada suatu perkara sementara perbuatannya
menyelisih i apa y ang diucapkannya.s2
s2 Silakan lihat kitab Aadaab Amar Ma'ruf Nahi Munhar. Adab yang kelima.
426 BAB VII HURUF DAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AAI DAN AS.SUNNAI{
16. Hendaklah Seorang Da'i Mengembalikan Setiap Kebaikan yang Di- Yi:
milikinya kepada Dakwah Islam lt
Hendaklah seorang da'i menjelaskan kepada manusia bahwa dakwah Islam t)
merupakan sebab kebaikan yang dimilikinya. Apabila orang-orang menunjukkan
kekaguman dan ket&juban mereka kepada akhlak seorang da'i, amanahnya, atau I
yang sejenisnya, maka seharusnya ia menisbatkan setiap keutamaan itu kepada
h
Allah W dan kepada dakwah Islam yangiaserukan. Hal itu sebagaimana firman
Allah W: N,y
D
4Jst ry,*i {ni J)cs#'riGi;;iy D
(@'tov-t*-3ie
k
"Siapakab yang lebih baik perkatadnnya daripada ordngyang ?nenyeru ke-
pada Allab, mengerjakan amal yang shalib dan berhata: 'Sesungguhnya aku ii,
termasuk ord.ng-ord.ngyang berserab diri.'" (QS. Fushshilat: 33) lr
Setiap kebaikan yang ada padanya dinisbatkan kepada dakwah Islam. il
Setiap keistiqamahan yang adapadadirinya kembalinya karena ia adalah seorang il
Muslim, benolak dariajaran-alaranlslam di setiap ucapan dan perbuatannya. Oleh il
sebab itu, orang-orang dapat mengetahui bagaimana dakwah Islam membuahkan
hasil yang baik dan bermanfaat terhadap da'i tersebut. Yang demikian itu akan h
mendorong mereka untuk menerima dakwah Islam agar dapat meraih buah ff
seperti itu juga. Allaahul Mustd.'an.
ilr
Catatan:
ff
Sebagian da'i berusaha mengikatkan dirinya dengan nama jamaah atau ff
dengan pendirinya, atau mengaitkan dakwahnya dengan nama Fulan dan h
Fulan dari kalangan du'at (para da'i). Ini merupakan kesalahan yang besar t
dan ketergelinciran yang sangat berbahaya. Demikian juga, ini merupakan tlr
penyimpangan dari manhaj al-Qur-an yang dituliskan di dalam ayat yang telah fl
lalu: 427
ry L*i( @',t-?t,;Jj1 e $lJ$') Y
"... Mengerjakan amal yang sbalib dan berkata: 'sesungubrrya aku termasuh
ordng-ordngyang berserah diri.'" (QS. Fushshilat: 33)
Hendaklah seorang da'i mempelajari manhaj al-Qur-an di dalam ber-
dakwah, dan janganlah mereka jatuh ke dalam kesalahan seperti itu.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A,9SUNNAH
Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab berdakwah
kepada agama Allah, yang jumlahnya ada enam belas adab. Alhamdulillaabi
Rabbil'aalamiin.s3 '
s3 Referensi tambahan: Silakan lihat kitab Ushulud Da'uah karya 'Abdul Karim Zaidan dan
yang lainnya.
428 BAB VII HURUF DAL
i..l : i,r ,i r'fl,l
ffi '#,;s1#nn+
cffi #1
#:ii-qt
.li
t1
Io t
() itit:
ii, ...
t!
qq$ ffi dlhi irl
t;
lliiil ffi? ffi
,ffi ffi
irl:
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
F MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
$
H
f;
$
$
$
$ PASAL I
$
$ ADAB ADZ-DZABH
$ (PENYEMBELIHAN)
$
$
$
$
$ Ada kalanya seorang Muslim pada suatu hari menyembelih seekor hewan
[l untuk makanannya, untuk makanan keluarganya, untuk disedekahkan kepada
$ fakir dan miskin, atau untuk yang lainnya. Islam telah meletakkan adab-adab
penyembelihan yang harus diperhatikan. Ini menunjukkan kelengkapan dienul
rq
Islam yang mengunrs semua unrsan kehidupan. Di antara adab-adab yang ber-
,il
kaitan dengan penyembelihan adalah:
1.* Niat yang benar
t Hendaknya seseorang meniatkan mencari pahala dari Allah lH dengan
t menyembelih hewan, baik itu hewan sembelihan untuk haji, hewan kurban, atau
hewan untuk makanan keluarganya. Demikian juga ia mencari pahala dengan
*, memperhatikan adab-adab penyembelihan tersebut.
2.* Tidak Menyembelih Hewan yang Kantong Susunya Sedang Besar
'/i,
Janganlah menyembelih hewan yang diambil air susunya,yangmasih penuh
t* kantong susunya, agar tidak terhalang dari mengambil manfaat dari susunya.
Rasulullah ffi bersabda:
til ((.")'t ,>li i,,;.i Y ))
ll Janganlah engkau menyembelih hewan yang penuh kantong susunya."r
I* HR. At-Tirmidzi Q369) dan ia mengatakan bahwa hadits ini basan shabib dari Abu Hurairah
,g . Diriwayatkan juga oleh al-Hakim (l3l/4) dan dishahihkannya serta dan disetujui oleh
gY, adz-Dzahabi dan yang lainnya dari Abu Salamah . Silakan lihat kitab Shabiihul Jazmf (7270).
*tt
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 431
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AAI DAN AS;SUNNAI{
Adab ini yang menjelaskan sejauh mana Islam memperhatikan setiap
perkara agar seorang Muslim tidak terhalang dari sesuatu yang mungkin masih
dapat ia manfaatkan.
3. Menaiamkan Mata Pisau Sebagai Bentuk Kasih Sayang kepada
Hewan
Semakin tajam pisau yang digunakan, maka semakin baik bagi hewan ter-
sebut dan lebih meringankan sakitnya. Sebab, ini termasuk bentuk kasih sayang
kepada makhluk dan kebaik^nyangdiperintahkan oleh Nabi ffi.
Rasulullah ffi bersabda:
t#G #tty,;? ;t * iu*ir ,:t Jw',irr 51 ;;
4i F.)t-fi ,fr'J,a:, €\- ki ,-J La;.r,)t tJ#,:u
sy, ,atilt
((4j
"sesungguhnya Allah lH telah menetapkan kebaikan atas segala r.rr"r',r.
Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan carayangbaik; jika kalian
menyembelih, maka sembelihlah dengan c rayangbaik. Hendaklah kalian
menajamkan pisau dan membuat nyaman hewan yang disembelih."2
4. Hendaklah Menaiamkan Pisau Sebelum Membaringkan Hewan yang
Hendak Disembelih
Janganlah ia membaringkan hewan untuk disembelih kemudian berdiri di
sampingnya untuk menajamkan pisau. Perbuatan demikian akan menambah rasa
takut hewan itu. Selain bukan merupakan bentuk kasih sayang kepada hewan,
hal itu merupakan perbuatan yang menyelisihi sunnah. Sebab, Nabi ffi berkata
kepada orang yang melakukan perbuatan itu:
(.q# 3i Jii A?fi ,t'rr; y^ t.rt 'r; W4 oi .^:-j >
"Apakah engkau ingin membuatnya mati berulang kali? Alangkah baik-
nya jika engkau menajamkan pisaumu terlebih dahulu lalu engkau mem-
baringkannya."3
Maka dari itu, hendaklah seseorang menajamkan pisaunya terlebih dahulu,
baru kemudian mengambil hewan dan membaringkannya untuk disembelih.
2 HR. Muslim (1955) dari Syaddad bin'Aus.
3 HR. Al-Hakim (N/233) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabidari Ibnu
'Abbas q+9. Silakan lihat kitab Sbabiihul Jaami' (93)
432 BAB VIII HURUF DZAL
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.A,I\ DAN AESUNNAI{
5. Tidak Menuniukkan Pisau Sembelihan kepada Hewan yang Akan
Disembelih
Penjelasan adab ini merupakan cabang dari adab sebelumnya. Hendaklah
seseorang menyembunyikan pisau dari hewan sebelum disembelih. Jadi, orang
yang akan menyembelih tidak akan menunjukkan pisau kecuali ketika ia hendak
menyembelih hewan tersebut. Ini merupakan bentuk kasih sayang terhadap
hewan. Sehingga tidak menambah rasa takutnya ketika menghadapi kematian
dan penyembelihan.
6. Membaca Basmalab dan Takbir
Itu harus dilakukan ketika penyembelihan. Barang siapa yang tidak mem-
bacabasrnalabketikamenyembelih, maka ia telah menyelisihi sunnah Nabi ffi.
Sebab, ketika Rasulullah ffi menyembelih dua ekor kibas dengan tangannya:
"Beliau mengucapkan basmalab dantakbir ..."a
Barang siapa yang menyembelih dan tidak menyebutkan nama Allah
atasnya dengan sengaja, maka tidak halal memakan sembelihannya.
Allah W berdrman:
i ;i( @ ""t iy *,rc fi ; i:- ;: t:r \;Ibt v; >
"Dan janganhb kamu memakan blnororg-blnatd.ng yd.ng tidak disebut ndrnd
Allah ketika rnmyembelibnya. Sesunguhnya perbuatan ydng seindcam itu
adalah suatu kefasikan." (QS. Al-An'eam: l2l)
7. Mengalirkan Darah Hewan Sembelihan
Hendaknya seseorang mengalirkan darah hewan sembelihan dengan
menyembelih urat leher atau urat nadinya. Alat apa pun dapat digunakan untuk
menyembelihnya, yang penting dapat mengalirkan darahnya dan mengucur-
kannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ffi:
A(. . '..lllt3 Ut ,[-;* Y yt r"t 'fi3 ,i'-t:t Vi Y yy
"Apa saja yang dapat mengucurkan darah dan disebutkan nama Allah ke-
padanyamaka makanlah, selama tidak menggunakan tulang atau kuku ..."s
Memutus urat leher atau urat nadi merupakan cara yang paling utama
untuk mengucurkan darah dan membersihkannya. Akan tetapi, tidak boleh
mengucurkan darahnya dengan tulang apa pun.
4 HR. Al-Bukhari (558, 5564, 5555) dan Muslim (1966) dariAnas gr .
5 HR. Al-Bukhari Q488,2507,3075, ...) dan Muslim (1968) dari Rafi' bin Khadij.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 433
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
8. Tidak Menyembelih Hewan di Hadapan Hewan-Hewan Lainnya
Tidak boleh bagi seorang Muslim menyembelih ayam, itik, kambing,
unta, atau yang lainnya di hadapan hewan lainnya, sementara yang lainnya
menunggu giliran untuk disembelih dan melihat apayangdialami oleh hewan
yang disembelih. Sebab, itu akan menambah rasa takut dan rasa sakit menghadapi
kematian bagi hewan tersebut. Y*g lebih parah lagi apabila menyembelih hewan
di hadapan anaknya atau sebaliknya. Hendaklah tidak melakukan perbuatan
demikian karena itu pertanda tidak adanya rasa kasih sayang.
9. Membagi-bagikan Hewan Sembelihan kepada Teman
Jika seorangMuslim menyembelih hewan sembelihan, hendaklah ia mem-
bagi-bagikannya kepada teman-teman atau saudaranya, yakni mengirim sebagian
sembelihannya kepada mereka. Perbuatan ini termasuk sunnah Nabi ffi:
(.vy ,ti*i jtW,t*)i ,ini;r*.rr t;y11
s..............;
"Apabila menyembelih seekor kambing, beliau berkata: 'Kirimlah sebagian
sembelihan ini kepada teman-teman Khadijah.'"6
Sunnah ini jelas merupakan adab yang sangat tinggi dalam menunjukkan
kesetiaan dan menguatkan rasa kasih sayang di antara sesama Muslim.
10. Menyembelih Unta dalam Keadaan Berdiri dan Menyembelih Selain-
nya dalam Keadaan Berbaring
Menyembelih unta dalam keadaan berdiri dan menyembelih selainnya
dalam keadaan berbaring termasuk sunnah Nabi ffi. Rasulullah ffi menyembelih
unta dalam keadaan berdiri, yaitu dengan mengikat kaki kirinya. Ketika Ibnu
'IJmar q#E, melihat seorang laki-laki menyembelih untanya dalam keadaan
duduk di atas tanah, maka ia berkata:
* #K & ) tt t2 U1''*i 6W, @.D)
'Biarkanlah ia berdiri dalam keadaan terikat sebab itulah sunnah Nabi ffi."7
Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas q!$, mengenai tafsir firman Allah W:
1r9frb*qcFfftF ;Kqa+ 3qii}l
wfi-i( t.fvfii ...-4,--rl_f
6 HR. Muslim Q+ls) dari'Aisyah gk,. dari Ibnu'Umar €l;
7 HR. Al-Bukhari (1713) dan Muslim (1320)
434 BAB VIIIHURUF DZAL