The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2021-09-14 12:19:13

Inklusi KEP

Inklusi

i Unit Pembelajaran

Modul Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) Kepala Madrasah

KOMPETENSI
MANAJERIAL

Penanggung Jawab
Direktorat GTK Madrasah
Direktorat Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia

Tim Penyusun
Dr. Ro`fah, S.Ag, BSW, MA, Ph.D (UIN Sunankalijaga Jogjakarta)
Ahmad Mujahidin, M.Pd (Kemenag NTB)
Lailil Qomariah, M.Pd (MI Ar-Roihan Malang)
Fakhruddin Karmani, S.Pd.I.,M.S.I (LP Ma`arif NU Jawa Tengah)
Said Al-Jufri (INOVASI)

Kontributor
Maskanah, M.Pd (Pengawas Madrasah Kemenag Bogor)
Ahmad Mawardi, MM (MTsN 19 Jakarta Selatan)
Tati Supiati S.Pd. (RA Almuchtar Warungkiara Kab Sukabumi)
Supriyono, M.Pd (MI Keji Kab. Semarang)
Dra. Euis Juariah (MAN 4 Bogor)
Mahruf, S.Ag.,M.Pd.I (UNRAM Mataram NTB)
Imam Bukhori, M.Pd (Kasi Kurikulum & Evaluasi MI/MTs Dir KSKK)
Aisyah S.Ag (MTs.N 1 Bogor)

Penelaah
Lalu Hamdian, M. Pd.
Sita Thamar Bemmelen Van

Copyright © 2020
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan
komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Agama Republik Indonesia

Unit Pembelajaran ii

KATA PENGANTAR

Mewujudkan layanan yang inklusif dalam rangka mewujudkan pemenuhan
hak anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima pada satuan pendidikan
formal di madrasah, berarti kita telah memberikan kesempatan pembelajaran yang
bermakna kepada semua anak. Meskipun kendala masih sulitnya membangun
kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menghapus stigma dan diskriminasi
terhadap penyandang disabilitas adalah bagian dari dinamika menuju layanan
yang inklusif tersebut.

Pendidik yang memiliki kompetensi akademik dan professionalitas khusus
di bidang inklusif, tentunya menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam
menjalankan program madrasah inklusif. Dalam arti, para pendidik di madrasah
inklusif harus memiliki kecakapan pengetahuan yang memadahi dalam mengelola
proses pembelajaran di kelas, sehingga bisa memahami betul karakter anak-anak
berkebutuhan khusus dan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap
anak serta mengembangkannya menjadi bakat luar biasa. Tentunya kesemua itu
harus didukung dengan kemampuan praktis guru dan management madrasah
yang harus inklusif serta adanya pengawasan dari stakeholder terkait sebagai
wujud tanggungjawab bersama.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Agama RI yang dimotori
oleh Direktorat Pendidikan Islam didukung oleh Proyek Realizing Education’s
Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality
of Education (Madrasah Education Quality Reform) IBRD Loan Number 8992-ID
Tahun Anggaran 2020, telah bekerja sama menerbitkan Modul Pelatihan Pendidik
Inklusi. Modul ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman pelatihan
pendidik inklusi dalam upaya mewujudkan para guru inklusi yang kompeten dalam
meningkatkan layanan dan kualitas peserta didik khususnya madrasah
penyelenggara pendidikan inklusif.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan modul pelatihan pendidik inklusi ini khususnya
kepada INOVASI, LP Ma`arif NU Jawa Tengah, UNESA Surabaya.
.

iii Unit Pembelajaran

Jakarta, Oktober 2020
Direktur Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI

Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T
NIP.

Unit Pembelajaran iv

SAMBUTAN

Alhamdulillah. Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT
atas karunia dan nikmat kepada kita semua, sehingga penyusunan Modul
Pelatihan Pendidik Inklusi di Madrasah ini dapat diselesaikan dengan baik. Modul
Pelatihan Pendidik Inklusi ini merupakan salah satu bentuk perhatian Kementerian
Agama guna meningkatkan akses, mutu, daya saing dan relevansi pendidikan di
madrasah, termasuk yang menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Modul Pelatihan Pendidik Inklusi di Madrasah ini disusun berdasarkan
kebutuhan untuk menjadi acuan bagi penyelenggaraan pendidikan inklusif di
madrasah. Modul ini mengarahkan bagaimana para pendidik di madrasah inklusif
menyelenggarakan pembelajaran yang inklusif. Landasan normatif yang
bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, landasan filosofis, dan yuridis dijadikan
dasar, di mana implementasi modul pelatihan ini terkoneksi dengan pengalaman
madrasah dan praktik baik penyelenggaraan madrasah inklusif di berbagai
wilayah.

Modul Pelatihan Pendidikan Inklusi ini dapat dibarengi dengan berbagai
kegiatan pengembangan diri secara berkelanjutan oleh pejabat kementerian
agama pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, kepala madrasah, guru, pengawas,
tenaga kependidikan, dan komite madrasah. Peran profesional orangtua sangat
diharapkan, di samping peran perguruan tinggi, sumber belajar, dunia usaha dan
dunia industri, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat.

Sinergi ke semuanya merupakan penguatan bagi para pendidik dan kepala
madrasah inklusif serta pengawas madrasah untuk dapat melakukan peningkatan
akses, mutu, relevansi dan daya saing pendidikan inklusif secara mandiri namun
sinergis secara berkelanjutan. Menyelenggarakan pendidikan inklusif di madrasah
memang bukan suatu hal yang mudah, tetapi melalui upaya sinergis berbagai
pihak, yaitu Kementerian Agama pusat, provinsi, kabupaten/kota, para kepala
madrasah, guru dan semua pihak terkait merupakan peluang bagi kita semua
untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang meningkat akses, mutu, relevansi dan
daya saingnya secara merata.

v Unit Pembelajaran

Semoga modul pelatihan pendidik inklusi ini dapat diimplementasikan
secara efektif melalui peran serta semua pihak. Atas terbitnya modul ini, kami
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang terlibat dalam
penyusunan modul ini, terutama kepada INOVASI, LP Ma`arif NU Jawa Tengah,
UNESA Surabaya dan para guru madrasah inklusif.

Jakarta, Oktober 2020
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Agama RI

Dr. Muhammad Zein, S.Ag.,M.Ag
NIP.

Unit Pembelajaran vi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................iii
SAMBUTAN ............................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .............................................................................................................................vii
DAFTAR TABEL .....................................................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................xiii
DAFTAR AKRONIM ............................................................................................................. xiv
DAFTAR ISTILAH.................................................................................................................. xv
BAGIAN 1. PENJELASAN UMUM MODUL ......................................................................... 1

A. Pendahuluan.................................................................................................................... 1
B. Petunjuk Penggunaan Modul ..................................................................................... 3
C. Tujuan Pembelajaran.................................................................................................... 5
D. Isi Modul .......................................................................................................................... 5
E. Strategi Pembelajaran .................................................................................................. 5
F. Target Kompetensi ........................................................................................................ 6
G. Pemetaan Modul ........................................................................................................... 9
H. Silabus Pelatihan Modul ..............................................................................................11
I. Penilaian ...........................................................................................................................17
BAGIAN 2. PEMBELAJARAN MODUL ............................................................................ 20
UNIT PEMBELAJARAN 1. Konsep dan Landasan Pendidikan Inklusif .................... 20
A. Deskripsi ....................................................................................................................... 20
B. Tujuan............................................................................................................................ 20
C. Strategi.......................................................................................................................... 20
D. Media...............................................................................................................................21

vii Unit Pembelajaran

E. Materi...............................................................................................................................21
KEGIATAN I. Memahami Pendidikan Inklusif ..........................................................21
KEGIATAN 2. Memahami Landasan Pendidikan Inklusi .....................................24
KEGIATAN 3. Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
di Madrasah ...................................................................................................................30

F. Tindak Lanjut.................................................................................................................33
G. Evaluasi..........................................................................................................................33
UNIT PEMBELAJARAN 2. Standar Nasional Pendidikan Inklusif..............................34
A. Deskripsi ........................................................................................................................34
B. Tujuan.............................................................................................................................34
C. Strategi...........................................................................................................................34
D. Media..............................................................................................................................34
E. Materi..............................................................................................................................35

KEGIATAN 1. Pengertian Evaluasi Diri Madrasah (EDM ) Inklusif ......................35
KEGIATAN 2.Penyusunan PKM dan RKAM ............................................................43
KEGIATAN 3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan...........................................46
KEGIATAN 4. Madrasah denga lingkunga inklusif dan ramah terhadap
pembelajaran (LIRP) .................................................................................................... 117
F. Tindak Lanjut............................................................................................................... 127
G. Evaluasi........................................................................................................................ 127
UNIT EMBELAJARAN 3. Identifikasi dan Asesmen Fungsional PDBK .................. 129
A. Deskripsi ...................................................................................................................... 129
B. Tujuan........................................................................................................................... 129
C. Strategi......................................................................................................................... 129
D. Media............................................................................................................................ 130
E. Materi............................................................................................................................ 130

Unit Pembelajaran viii

KEGIATAN 1. Identifikasi Fungsional...................................................................... 130
KEGIATAN 2. Asesmen Fungsional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus... 143
KEGIATAN 3. Profil Belajar Siswa (PBS) ................................................................ 152
F. Tindak Lanjut............................................................................................................... 184
G. Evaluasi........................................................................................................................ 185
UNIT PEMBELAJARAN 4. Perencanaan Pembelajaran Inklusif .............................. 186
A. Deskripsi ...................................................................................................................... 186
B. Tujuan........................................................................................................................... 186
C. Strategi......................................................................................................................... 186
D. Media............................................................................................................................ 187
E. Materi............................................................................................................................ 187
KEGIATAN 1. Memahami Kurikulum untuk PDBK................................................ 187
KEGIATAN 2. Program Pembelajaran Individu (PPI) .......................................... 197
KEGIATAN 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Akomodatif......... 218
F. Tindak Lanjut.............................................................................................................. 225
G. Evaluasi....................................................................................................................... 225
UNIT PEMBELAJARAN 5. Model Pembelajaran, Pengaturan Kelas dan Madrasah
Game.................................................................................................................................... 227
A. Deskripsi..................................................................................................................... 227
B. Tujuan.......................................................................................................................... 227
C. Strategi........................................................................................................................ 227
D. Media........................................................................................................................... 228
E. Materi........................................................................................................................... 228
KEGIATAN 1. Model-Model Pembelajaran Inklusif............................................. 228
KEGIATAN 2. Penataan Kelas Inklusif .................................................................. 238
KEGIATAN 3. Futbolnet Dan Madrasah Games ................................................. 245

ix Unit Pembelajaran

F. Tindak Lanjut.............................................................................................................. 269
G. Evaluasi....................................................................................................................... 269
UNIT PEMBELAJARAN 6. Program Kebutuhan Khusus Bagi PDBK ..................... 270
A. Deskripsi ..................................................................................................................... 270
B. Tujuan.......................................................................................................................... 270
C. Strategi........................................................................................................................ 270
D. Media............................................................................................................................ 271
E. Materi............................................................................................................................ 271

KEGIATAN 1. Memahami Program Kebutuhan Khusus bagi PDBK ................ 271
KEGIATAN 2. Menyusun Program Khusus bagi PBDK ..................................... 282
F. Tindak Lanjut.............................................................................................................. 308
G. Evaluasi....................................................................................................................... 309
UNIT PEMBELAJARAN 7. Evaluasi dan Pengembangan Madrasah Inklusif ........ 310
A. Deskripsi ...................................................................................................................... 310
B. Tujuan........................................................................................................................... 310
C. Strategi......................................................................................................................... 310
D. Media............................................................................................................................. 311
E. Materi............................................................................................................................ 312
KEGIATAN 1. Memahami Arti Penting dan Manfaat Pengembangan Madrasah
Inklusif ........................................................................................................................... 312
KEGIATAN 2. Memahami Peran Kepala Madrasah dalam Pengembangan
Madrasah Inklusi......................................................................................................... 314
KEGIATAN 3. Memahami indeks inklusivitas (index of inclusion) dan
menggunakannya dalam perencanaan, implementasi, evaluasi, dan
pelaporan Madrasah Inklusi..................................................................................... 321
F. Tindak Lanjut.............................................................................................................. 334

Unit Pembelajaran x

G. Evaluasi....................................................................................................................... 334
UNIT PEMBELAJARAN 8. Monitoring Dan Penjaminan Mutu Madrasah Inklusif
............................................................................................................................................... 335

A. Deskripsi ..................................................................................................................... 335
B. Tujuan.......................................................................................................................... 335
C. Strategi........................................................................................................................ 335
D. Media............................................................................................................................337
E. Materi............................................................................................................................337

KEGIATAN 1. Memahami Arah Kebijakan Pengembangan Pendidikan Inklusi di
Indonesia untuk Periode 2019 - 2024...................................................................337
KEGIATAN 2. Memahami Arah Kebijakan Pengembangan Madrasah Inklusi
dalam Renstra Kemenag 2020 – 2024 ............................................................... 345
KEGIATAN 3. Memahami Peran Kementerian Agama dan Pengawas
Madrasah dalam kegiatan Monitoring, dan Evaluasi Madrasah Inklusi........ 348
F. Tindak Lanjut.............................................................................................................. 370
G. Evaluasi........................................................................................................................ 371
BAHAN BACAAN............................................................................................................... 372
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................373

xi Unit Pembelajaran

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Isi Modul ..................................................................................................................... 5
Tabel 2 Pemetaan Modul ..................................................................................................... 9
Tabel 3 Silabus Pelatihan Modul ........................................................................................11
Tabel 4 Perbedaan pendidikan segregasi, pendidikan integrasi, dan pendidikan
inklusif .....................................................................................................................................22
Tabel 5 Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan......................................................62
Tabel 6 Pergeseran pendekatan identifikasi penyandang disabilitas dalam UU
disabilitas............................................................................................................................... 131
Tabel 7 Tingkat perkembangan belajar anak dan kaitannya dengan asesmen . 146
Tabel 8 Alat Bantu Khusus............................................................................................... 158
Tabel 9 Pergerakan di lingkungan madrasah ............................................................. 159
Tabel 10 Identifikasi Disabilitas ........................................................................................ 161
Tabel 11 Acuan Guru dalam menentukan tingkat kesulitan disabilitas.................. 164
Tabel 12 Kelebihan dan kemampuan peserta didik................................................... 176
Tabel 13 Belajar dan Dukungan yang dibutuhkan ..................................................... 176
Tabel 14 Informasi Kesehatan, Diagnosa dan Pengobatan atau Penanganan.... 180
Tabel 15 Informasi lain........................................................................................................ 181
Tabel 16 Program Pembelajaran Individual.................................................................. 182
Tabel 17 Contoh Modifikasi Proses ................................................................................ 194
Tabel 18 Adaptasi Untuk Berbagai Jenis Disabilitas................................................. 256
Tabel 19 Dimensi Budaya Inklusif................................................................................. 324
Tabel 20 Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Inklusif ............................... 341
Tabel 21 TUJUAN .............................................................................................................. 342
Tabel 22 LINGKUP PROGRAM....................................................................................... 343
Tabel 23 Srategi Pengembangan ................................................................................. 344
Tabel 24 EVALUASI DAN MONITORING..................................................................... 345
Tabel 25 Indeks Inklusivitas /dimensi pendidikan inklusif ...................................... 370

Unit Pembelajaran xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Percakapan peserta didik dan guru ........................................................... 292
Gambar 2 Meresponss bunyi secara multisensoris .................................................. 293
Gambar 3 Meresponss bunyi secara unisensoris ..................................................... 293
Gambar 4 Makan di restoran atau resepsi..................................................................300
Gambar 5 Cara minum yang sopan ............................................................................... 301

xiii Unit Pembelajaran

DAFTAR AKRONIM

Akronim Deskripsi

ABK Anak Berkebutuhan Khusus

BOS Biaya Operasional Sekolah

FGD Focus Group Discussion

GPK Guru Pembimbing Khusus

IEP Individual Education Program

Kemdikbud Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kemenag Kementerian Agama

KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KKMK/KKKS Kelompok Kerja Musyawarah Kerja / Kelompok Kerja Kepala

KKG/MGMP Kelompok Kerja Guru/Musyawaroh Guru Mata Pelajaran

KD Kompetensi Dasar

KKM Kriteria Kelulusan Minimal

LKPD Lembar Kerja Peserta Didik

MI Madrasah Ibtidaiyah (setara SD)

MTs Madrasah Tsanawiyah (setara SMP)

PDBK Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

PMA Peraturan Menteri Agama

POKJAWAS Kelompok Kerja Pengawas

POMSK Pengembangan Orientasi Mobilitas, Sosial dan Komunikasi

RKM/RKAM Rencana Kerja Madrasah/Rencana Kerja Anggaran Madrasah

SKL Standar Kompetensi Lulusan

SK Standar Kompetensi

SLB Sekolah Luar Biasa

SNP Standar Nasional Pendidikan

STTB Surat Tanda Tamat Belajar

TIK Teknologi Informasi dan Komunikasi

TS-TS Two Stay-Two Stray

Unit Pembelajaran xiv

DAFTAR ISTILAH

ISTILAH ARTI PENJELASAN
ASING

Assistive Alat bantu Benda yang memodifikasi cara orang
devices
gripping for untuk menggunakan jari atau tangan mereka

menggengam untuk mengambil atau memegang benda.

Audio books Buku Audio Rekaman dari teks yang dibacakan.

Braille Braille Sistem menulis atau percetakan bagi tuna
netra atau mereka dengan gangguan
penglihatan, yang memvariasikan titik-titik
timbul yang mewakili huruf dan angka yang
bisa dikenali ketika disentuh.

Braille Mesin Braille Mesin yang menghasilkan titik-titik timbul di
machines atas kertas untuk sistem Braille; seperti
sebuah mesin ketik. Tampilan elektronik
Braille yang bisa diperbaharui (masih
lumayan baru) adalah alat sentuh yang bisa
ditempelkan ke komputer atau ke beberapa
jenis ponsel pintar, yang memungkinkan
penggunanya membaca tampilan layar
dalam huruf Braille.

Communication Papan Papan dengan simbol atau gambar yang
digunakan untuk memfasilitasi komunikasi
board komunikasi dengan mereka yang memiliki kemampuan
berbahasa ekspresi yang terbatas. Orang
bisa berkomunikasi dengan menunjukkan,
membuat gerakan tubuh atau melihat pada
berbagai simbol dan gambar yang ada di
papan tersebut

Contact lenses Lensa Kontak Lensa plastik tipis yang langsung
ditempatkan di permukaan mata untuk
memperbaiki kerusakan visual yang ada.

Crutches Kruk Tongkat atau penopang panjang yang
digunakan oleh orang yang cedera atau
penyandang disabilitas sebagai alat bantu
untuk berjalan, biasanya dirancang untuk
pas diletakkan di bawah ketiak, dan sering
digunakan secara sepasang.

xv Unit Pembelajaran

Glasses Kacamata Sepasang lensa yang dipasangkan pada
(spectacles) sebuah bingkai yang ditempatkan di hidung
dan telinga, digunakan untuk memperbaiki
atau membantu penglihatan.

Hearing aid Alat bantu Alat pengeras (suara) kecil yang
dengar dipasangkan di telinga, digunakan oleh

orang yang tuli parsial.

Hearing loop / Hearing loop / Sistem suara khusus yang mentransmisikan
FM system sistem FM suara langsung ke alat bantu dengar. Hal ini
membantu mengurangi suara latar yang
mengganggu dan membantu kejernihan
pendengaran dan pemahaman. Di ruang
kelas, seorang guru bisa menggunakan
mikrofon yang dipancarkan seperti siaran
radio ke peserta didik yang menggunakan
alat bantu dengar.

Individual Rencana Rencana atau program yang
didokumentasikan yang dibuat untuk
Education Plan Pendidikan masing-masing peserta didik yang memiliki
disabilitas dan/atau yang memerlukan
(IEP) Individu instruksi atau layanan terkait khusus.

Large, easy-to- Penanda besar Penanda yang menggunakan informasi
read signage dan mudah berorientasi visual yang terdiri dari lambang
dibaca atau gambar, dan/atau bahasa yang jelas
dan sederhana, menggunakan huruf yang
besar, jelas dan dengan kontras yang nyata
antara karakter yang ditampilkan dan warna
latarnya.

Modified Perabotan Kursi atau meja atau perabotan lainnya
furniture yang yang khusus atau telah dimodifikasi untuk
dimodifikasi mengatasi kesulitan, sepertinya misalnya
pada postur tubuh untuk duduk,
pengendalian postur tubuh atau masalah
pada penglihatan.

Orthotics Ortotik Penopang, pengikat atau penguat yang
digunakan untuk mendukung, meluruskan,
mencegah atau memperbaiki fungsi dari
bagian tertentu tubuh.

Prosthetics Prostetik Bagian tubuh buatan atau pengganti yang
mungkin hilang karena trauma (cidera),

Unit Pembelajaran xvi

penyakit atau bawaan lahir. Prostetik
biasanya ditemukan dalam bentuk lengan,
tungkai dan kaki, dan sering digunakan
untuk mereka yang mengalami amputasi

Screen reader Pembaca layar Sistem teks ke ujaran, ditujukan untuk
digunakan pengguna tuna netra atau
dengan kemampuan penglihatan rendah,
atau oleh mereka dengan disabilitas
pembelajaran; yang bisa mengucapkan isi
teks yang ada di tampilan komputer.

Walker / Walker / Sebuah rangka digunakan untuk menopang
Rangka untuk pada saat berjalan, biasanya terbuat dari
Walking frame berjalan tabung logam dan beralaskan karet.

Wheelchair Kursi roda Kursi yang dipasangkan roda sebagai cara
untuk transportasi khususnya bagi mereka
yang berjalan merupakan hal yang sulit atau
tidak mungkin dilakukan.

White cane Tongkat putih Tongkat kecil ringan digunakan oleh
mereka yang tuna netra atau dengan
kemampuan penglihatan rendah, baik
untuk membantu mobilitas (pergerakan)
mereka serta juga untuk memperingatkan
orang lain akan halangan visual dari sang
penggunanya.

xvii Unit Pembelajaran



BAGIAN 1.
PENJELASAN UMUM MODUL

A. Pendahuluan
Indonesia menganut dualisme sistem pendidikan, pendidikan umum di

sekolah diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
sedangkan pendidikan keagamaan seperti madrasah dan pesantren,
diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Dengan sistem ini, Kementerian
Agama yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan formal melalui
madrasah memiliki komitmen guna memastikan bahwa layanan pendidikannya
dirasakan oleh semua anak (Education for All) tanpa kecuali.

Sebagai salah satu perwujudan dari pendidikan untuk semua (Education
For All) di antaranya adalah menyelenggarakan sistem Pendidikan Inklusif bagi
peserta didik berkebutuhan khsusus (disabilitas). Sistem pendidikan ini tidak
hanya bertujuan pemberian akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
(ABK) ataupun anak yang termarginalkan untuk pengintegrasian pada madrasah
reguler, melainkan lebih dari itu, pendidikan Inklusif merupakan proses dua arah
yang bertujuan meningkatkan partisipasi dalam pembelajaran, mengidentifikasi
dan membantu mengurangi atau menghilangkan kesulitan dalam belajar dan
berpartisipasi penuh dalam pembelajaran peserta didik disabilitas di madrasah.

Penyelenggaran Pendidikan Inklusif pada prisipnya bukan hanya memberi
manfaat peserta didik berkebutuhan khusus, namun juga bermanfaat bagi guru
atau pendidik dalam meningkatkan kompetensinya melalui pengayaan variasi
rencana dan strategi pembelajaran sehingga dapat menciptakan lingkungan dan
kelas yang ramah bagi semua. Di sisi lain siswa non ABK juga menerima manfaat
dengan arah berpikir yang lateral dan kemampuan sosial yang lebih baik (Stubbs.
S, 2008). Pendidikan Inklusif juga akan memberikan tantangan kepada guru untuk
keluar dari “zonasi aman” yang melakukan pembelajaran dengan selalu berpusat
pada guru (teacher centre) bukan berpusat pada peserta didik.

Pengetahuan dan keterampilan pendidik dalam mengidentifikasi tingkat
kesulitan fungsional dan kemampuan peserta didik dalam belajar dan berpartipasi

Unit Pembelajaran 1

merupakan faktor kunci keberhasilan mereka dalam proses pembelajaran di kelas
khususnya bagi anak ABK. Hal ini tentunya akan membantu para pendidik untuk
membuat perencanaan dan melaksanakan pembelajaran yang responssif melalui
pendekatan pembelajaran yang kooperatif dan diferensiasi instruksional dengan
mengadaptasi materi dan menggunakan strategi yang bervariasi dalam proses
pembelajaran. Yang tentunya kesemua itu juga tidak bisa dilepaskan dari peran
strategis Kepala Madrasah sebagai motor penggerak madrasah dalam
pengembangan madrasah inklusif.

Seorang pendidik profesional dituntut harus mampu mengelolah kelas
dengan baik dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (having fun).
Pembelajaran yang inklusif di kelas diawali dari bagaimana guru dapat menata
pembelajaran dengan elegan tanpa diskriminasi, kepiawaian memotivasi semua
peserta didik tanpa terkecuali, menyelaraskan atau memperluas skema atau
pengetahuan dasar yang dimiliki peserta didik, baik yang tanpa hambatan atau
yang berkebutuhan khsusus (ABK).

Sebagaimana telah disampaikan di atas, meskipun pendidikan inklusif
merupakan layanan pendidikan yang diperuntukan untuk semua peserta didik
tanpa kecuali, akan tetapi modul pelatihan pendidik inklusi ini lebih
menitikberatkan pada pencapaian kompetensi guru dalam upaya meningkatkan
layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas. Saat ini penyandang disabilitas
merupakan penerima manfaat utama dari sistim penyelenggaraan pendidikan
inklusif mengingat kelompok penyandang disabilitas adalah kelompok yang
memiliki tantangan terbesar untuk dapat ikut serta dalam pendidikan.

Penggunaan modul ini sebagai pegangan pelatihan pendidik inklusif
diharapkan dapat mencapai tujuan utamanya yaitu melatih para guru madrasah
inklusif dalam mengelola dan melaksanakan serta mengembangkan madrasah
inklusif.

2 Unit Pembelajaran

B. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Modul pelatihan pendidikan inklusi ini berisi 8 Unit Pembelajaran (8 Modul)

yang membahas tentang; konsep dan landasan pendidikan inklusif;
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran inklusif; pelaporan, monitoring,
evaluasi dan penjaminan mutu. Delapan (8) Modul tersebut yaitu: 1). Konsep
dan Landasan Pendidikan Inklusif; 2). Standar Nasioan Pendidikan (SNP)
Inklusif; 3). Identifikasi dan Asesment Fungsional; 4). Perencanaan
Pembelajaran; 5). Pelaksanaan pembelajaran; 6). Evaluasi dan Pelaporan; 7).
Layanan Kompensatoris; 8). Monitoring & Penjaminan Mutu.
2. Aktifitas pada modul ini adalah dengan melakukan menonton video, refleksi,
diskusi pemahaman materi, dan praktik/penugasan mengerjakan lembar kerja
tentang perencaaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan pembelajaran
inklusif di madrasah.
3. Setelah mempelajari Modul ini peserta diharapkan dapat:
a. Memahami Konsep dan Landasan Pendidikan Inklusif;
b. Memahami Standar Nasioan Pendidikan (SNP) Inklusif;
c. Mampu melakukan Identifikasi dan Asesment Fungsional peserta didik di

madrasah;
d. Mampu menyusun Perencanaan Pembelajaran melalui Program

Pembelajaran Individu (PPI) dan Penyusunan RPP akomodatif;
e. Mengimplementasikan Pelaksanaan pembelajaran melalui kemampuan

pengaturan kelas dan pembelajaran yang adaptif (penjas adaptif);
f. Melaksanakan Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan program madrasah

inklusif
g. Melaksanakan Layanan Kompensatoris untuk ABK;
h. Melakukan Monitoring & Penjaminan Mutu madrasah inklusi.
4. Modul pelatihan pendidik inklusi ini terdiri dari dari 3 (tiga) bagian yaitu: (1)
Penjelasan Umum Modul; (2) Kegiatan Pembelajaran yang juga memuat materi
dan Lembar Kerja dan; (3) Lampiran dan Bahan Bacaan.
5. Sebelum mempelajari atau mengikuti pelatihan Modul pendidik Inklusi ini,
Saudara harus menyiapkan dokumen-dokumen berikut:
a. Profil Madrasah;

Unit Pembelajaran 3

b. Laporan hasil analisis konteks atau laporan EDM/S;
c. Hasil asesment / Profil Peserta didik Berkebutuhan Khusus (Jika ada)
d. Dokumen RKM/RKAM milik madrasah sendiri atau contoh dari madrasah

lain;
e. Mempelajari tentang regulasi pemerintah, peraturan menteri atau

peraturan daerah tentang pelaksanaan pendidikan inklusif.
6. Waktu yang dipergunakan untuk mempelajari modul ini diperkirakan 40 Jam

Pembelajaran (JP). Satu JP setara 60 menit. Perkiraan waktu ini sangat
fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Penyelenggara
pembelajaran atau Kementerian Agama bisa menyesuaikan waktu dengan
model pembelajaran di Musyawaroh Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kelompok
Kerja Guru (KKG), Musyawaroh Guru Bimbingan Konseling (MGBK), KKM,
Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) Madrasah atau model pembelajaran
lain dengan pemanfaatan teknologi.
7. Untuk melakukan kegiatan pembelajaran, Saudara harus mulai dengan
membaca pendahuluan/pengantar modul ini, menyiapkan dokumen-
dokumen yang diperlukan/diminta, mengikuti tahap demi tahap kegiatan
pembelajaran secara sistematis dan mengerjakan praktik-praktik kegiatan
pembelajaran pada Lembar Kerja (LK). Setiap Setiap menyelesaikan kegiatan
pembelajaran di masing-masing materi. Untuk melengkapi pemahaman,
Saudara dapat membaca bahan bacaan dan sumber-sumber lain yang
relevan.
8. Setelah mempelajari modul ini, Saudara dapat mengimplementasikan hasil
pelatihan atau hasil belajar tersebut di Madrasah masing-masing.

4 Unit Pembelajaran

C. Tujuan Pembelajaran
Penggunanan Modul Pelatihan Pendidik Inklusi ini diharapkan dapat

mencapai tujuan utamanya yakni dapat melahirkan pendidik yang mampu:
1. Memahami dan mengimplementasikan konsep pembelajaran inklusif di

madrasah;
2. Menyiapkan dan melaksanakan layanan pembelajaran inklusif bagi ABK pada

madrasah;
3. Menyusun laporan dan hasil evaluasi kegiatan pendidikan inklusif di

madrasah.

D. Isi Modul

Tabel 1 Isi Modul

No Topik Alokasi Waktu
1 JP
1 Kebijakan Umum 1 JP
2 JP
2 Building Commitment 5 JP
6 JP
2 Konsep dan Landasan Pendidikan Inklusif 5 JP
6 JP
3 Standar Nasioan Pendidikan (SNP) Inklusif
6 JP
4 Identifikasi dan Asesment Fungsional
4 JP
5 Perencanaan Pembelajaran inklusif
4 JP
6 Model-model pembelajaran
40 JP
7 Layanan Khusus bagi Peserta Didik
Berekebutuhan Khusus (PDBK)

8 Evaluasi dan Pengembangan Madrasah
Inklusif

9 Monitoring & Penjaminan Mutu Madrasah
Inklusif

Jumlah

E. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang digunakan dalam modul ini adalah, berpikir

reflektif, berbagi pengalaman, diskusi, simulasi, Focus Group Discussion (FGD),
presentasi, dan penugasan.

Unit Pembelajaran 5

F. Target Kompetensi
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru secara khusus diatur

dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun
2007. Melalui peraturan tersebut, maka standar kompetensi yang ingin dicapai
pada modul pelatihan pendidik inklusi adalah sebagai berikut:
1. Target Kompetensi Guru

a. Penguatan kompetensi pedagogik
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial,
kultural, emosional, dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
3) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
4) Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami
peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan
kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar
awal peserta didik)
5) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan
untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahami landasan
pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan
strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik,
kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun
rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
6) Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar (setting)
pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
7) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi
merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil
belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode,
menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan
tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memanfaatkan hasil
penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program
pembelajaran secara umum.

6 Unit Pembelajaran

8) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan
berbagai potensi akademik, dan memfasilitasi peserta didik untuk
mengembangkan berbagai potensi non akademik.

9) Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan peserta didik.
b. Penguatan kompetensi kepribadian

1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan
kebudayaan nasional Indonesia.

2) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri.

3) Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan
norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam
bertindak sesuai norma.

4) Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam
bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.

5) Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan
pada kemamfaatan peserta didik, madrasah dan masyarakat dan
menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

6) Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang
berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang
disegani.

7) Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputi bertindak sesuai
dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan
memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

c. Penguatan kompetensi professional
1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena
pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang
keluarga, dan status sosial ekonomi.
2) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu.

Unit Pembelajaran 7

3) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar Mapel yang di
ampu.

4) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
5) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan

melakukan tindakan reflektif.
d. Penguatan kompetensi sosial

Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan,
orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena

pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang
keluarga, dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat.
3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki
keragaman sosial budaya.
4) Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.
2. Indikator pencapaian Kompetensi
a. Para pendidik memahami pengertian pendidikan inklusif, Landasan
Normatif, filosofis, yuridis, pedagogis dan empiris pendidikan inklusif,
Prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif, Keutamaan
pendidikan inklusif, dan Implikasi pengelolaan pendidikan inklusif.
b. Mampu menjelaskan perbedaan mengenai penyelenggaraan madrasah
inklusif segregasi, madrasah inklusif dengan integrasi dan madrasah inklusi
c. Kemampuan dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif serta
pengembangannya melalui Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah inklusif
(RKM/RKAM)
d. Tersedianya PBS pada kelas/madrasah serta tersedianya adaptasi
pembelajaran di kelas
e. Terciptanya adaptasi lingkungan fisik madrasah termasuk kelas yang
ramah dan menyenangkan bagi semua siswa dan guru.

8 Unit Pembelajaran

f. Tersedianya dukungan informasi rujukan kepada orangtua siswa
penyandang disabilitas dari Madrasah

G. Pemetaan Modul

Tabel 2 Pemetaan Modul

No Unit KEGIATAN Act (JP) LK
Pembelajaran IN ON
Keg. 1 Memahami Pendidikan -
Inklusif 45” - -
-
Konsep dan Keg. 2 Memahami Landasan
Pendidikan Inklusif LK-1
1 Landasan 30” - -
Pendidikan Keg. 3 Memahami prinsip-prinsip
penyelengaraan pendidikan inklusif --
Inklusif LK-2
Keg. 1 Evaluasi Diri Madrasah (EDM)
45” - -
Keg. 2 Rencana Kerja dan -
Anggaran Madrasah (RKM/RKAM) 30” 45” LK-3
LK-4
Standar Keg. 3 Dokumen 1 KTSP 30” 90” -
-
2 Nasioan Keg. 4 Aksessibilitas dan 15” 45” -
Pendidikan Lingkungan Inklusif

(SNP) Inklusif Keg. 1 Identifikasi,

Keg. 2 Asesment Fungsional, 45”

Identifikasi dan Keg. 3 Profil Belajar Siswa (PBS) 30” 1 JP”
3 Asesment 30” 1 JP”
Keg. 1 Memahami Kurikulum bagi 1 JP” 2 JP”
Fungsional PDBK

Keg. 2 Program Pembelajaran 1 JP -
Individu (PPI)
4 Perencanaan 30” 1 JP
Pembelajaran Keg. 2 RPP Akomodatif
30” 90”
Model-model Keg. 1 Model Pembelajaran 30” 1 JP
5 Pelmbelajaran 1 JP -
Keg. 2 Pengaturan Kelas
30” 2 JP
Keg. 3 Futbolnet dan Madrasah
Game

Unit Pembelajaran 9

Layanan Keg.1 Memahami Program -- -

Khusus Peserta Kebutuhan Khusus bagi PDBK

6 Didik Keg. 2 Menyusun Program Khusus
berkebutuhan bagi PBDK
Khusus - - LK-5

Keg. 1 Memahami Arti Penting dan

Manfaat Pengembangan 30” - -

7 Evaluasi dan Madrasah Inklusif 30” 90” LK-6
Pengembanga Keg. 2 Memahami Peran Kepala
n Madrasah Madrasah dalam
Inklusif
Pengembangan Madrasah
Inklusi

Keg. 3 Memahami indeks 30” 90” LK-7
inklusivitas (index of inclusion)

Keg. 1 Arah Kebijakan 30” 30” -
Pengembangan Pendidikan Inklusi

Keg. 2 Memahami Arah Kebijakan

Monitoring dan Pengembangan 30” 30” -

8 Penjaminan Madrasah Inklusi

Mutu Madrasah Keg.3 Memahami Peran

inklusif Kementerian Agama dan

Pengawas Madrasah dalam 30” 90 LK-8

kegiatan Monitoring, dan

Evaluasi Madrasah Inklusi

10 Unit Pembelajaran

H. Silabus Pelatihan Modul

Tabel 3 Silabus Pelatihan Modul

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar 1. Permai Pembelajaran - tu
1. Peserta Perkenalan, 1. Kertas plano;
Hari I memiliki penjelasan nan 2. Spidol; 1. Tugas 90’
1 Peserta pemahaman tujuan 2. Bekerja 3. Lembar soal kelom
tentang pelatihan, pok; 90’
pelatihan pelatihan harapan dan mandiri tes awal;
memahami serta tahapan kekhawatiran, . 4. Lembar 2. Tes
mengenai yang akan kontrak lisan;
alur, mereka jalani; belajar tes 1. Diskusi harapan dan
tahapan awal kelomp kekhawatira 3. Tes
dan aturan 2. Peserta dapat ok n tertuli
ketika memperkenal 1. UU Nomor 5. Alat tulis. s.
pelatihan kan diri 8 tahun 2. Permai
sendiri dan 2016 nan. 1. Kertas plano;
2 Peserta teman baru tentang 2. Spidol;
pelatihan mereka; Penyandan 3. Alat
memahami g
kebijakan 3. Peserta dapat Disabilitas permainan.
dan kerja menyebutkan
sama antar harapan diri 2. Permendik
pemangku sendiri dan nas Nomor
kepentinga teman baru 70 Tahun
n mereka; 2009
pendidikan tentang
inklusif. 4. Kontrak
belajar
disepakati
bersama;

5. Peserta dapat
menjawab
soal yang
diberikan
tepat waktu.

1. Peserta
menyebutkan
peserta didik
berkebutuhan
khusus
menurut
Permendiknas
Nomor. 70
Tahun 2009;

2. Peserta
menyebutkan
Jenis

Unit Pembelajaran 11

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar
disabilitas Pendidikan Pembelajaran tu
3 Peserta menurut UU Inklusif
pelatihan no. 8 Tahun bagi
memahami 2016; Peserta
konsep 3. Peserta Didik yang
pendidikan menyebutkan Memiliki
inklusif. adaptasi dan Kelainan
penyesuaian dan
peserta didik Memiliki
berkebutuhan Potensi
khusus; Kecerdasa
4. Peserta n dan/atau
menyebutkan Bakat
pemangku Istimewa;
kepentingan
pendidikan Konsep 1. Diskusi 1. Kertas plano; 1. Tes 135’
inklusif; pendidikan kelomp 2. Spidol; lisan;
5. Peserta inklusif. Video ok; 3. Kertas meta
menganalisa Inklusif 2. Tes
peraturan 2. Papara plan. tertuli
penyelenggar n. s.
aan
pendidikan
inklusif di DKI
Jakarta.
1. Peserta
menjelaskan
pengertian
pendidikan
inklusif;
2. Peserta
menyebutkan
prinsip
Pendidikan
inklusif;
3. Peserta
menjelaskan
tiga pilar
pendidikan
inklusif;
4. Peserta
membedakan
konsep
pendidikan
segregasi,

12 Unit Pembelajaran

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar Pembelajaran tu
inklusif, dan Keberagaman 1. Menga 1. Tugas
HARI 2 integrasi. peserta didik, nalisis 1. Kertas tertuli 90’
4 Peserta film gambar plano; s;
1. Peserta Welcoming /film; 90’
pelatihan menjelaskan School 2. Spidol; 2. Tes
memahami keberagaman 2. Diskusi 3. Gambar/Film lisan;
keberagam peserta didik; kelomp
an peserta ok; . 1. Tug
didik. 2. Peserta as
menyebutkan 3. Papara 1. Kertas tert
Peserta hal-hal yang n. plano; ulis;
5 pelatihan perlu
diakomodir Keberagaman 1. Mengan 2. Spidol; 2. Tes
memahami dalam Peserta didik, alisis 3. Gambar/Fil lisan
keberagam pembelajaran; ;
an peserta gambar/ m.
didik 3. Peserta film; .
dengan menyebutkan 2. Dis
hambatan hal-hal yang kusi
intelektual perlu kelomp
dan diadaptasi ok;
kesulitan dan 3. Pa
belajar disesuaikan paran.
dalam
pembelajaran.

1. Pesera
pelatihan
mengetahui
definisi
hambatan
intelektual;

2. Peserta
pelatihan
memahami
karakteristik
dan cara
pendampinga
n anak
dengan
hambtaan
intelektual;

3. Peserta
pelatihan
mengertahui
definisi
kesulitan
belajar;

Unit Pembelajaran 13

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar tu
4. Peserta 1. Identifikasi, Pembelajaran
Peserta pelatihan asesmen,
6 pelatihan memahami dan 1. Belajar 1. Kertas Unjuk 135’
karakteristik pengambil mandiri plano; kerja
memahami dan cara an ; (papara
identifikasi, pendampinga keputusan. 2. Spidol; n).
asesmen, n anak 2. Diskusi 3. Lembar
dan dengan 2. Contoh kelomp
pengambil kesulitan instrumen ok; kerja.
an belajar. asesmen
keputusan. 3. Papara
1. Peserta 1. Template n.
Hari 3 memahami contoh
7. Peserta konsep dasar Profil 1. Belaja 1. Kertas Unjuk 135’
identifikasi, peserta r plano; kerja
pelatihan asesmen, dan didik mandi (papar
mampu pengambilan ri; 2. Spidol; an).
mendokum keputusan; 2. Kasus- 3. Lembar
entasikan kasus di 2. Diskus
hasil 2. Peserta madrasah i kerja.
asesmen menjelaskan kelom
serta prosedur pok;
identifikasi,
asesmen, dan
pengambilan
keputusan;

3. Peserta
menjelaskan
tindak lanjut
dari
identifikasi,
asesmen, dan
pengambilan
keputusan;

4. Peserta
membuat
instrumen
asesmen.

1. Peserta
memahami
pentingnya
mendokumen
tasikan hasil
asesmen;

2. Peserta
mampu

14 Unit Pembelajaran

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar
3. Papar Pembelajaran tu
menyusun an.
profil menyusun
peserta profil peserta
didik didik
berdasarkan
hasil,
asesmen,
dalam rangka
membuat
program
pembelajaran;

8 Peserta 1. Peserta Bentuk- 1. Belajar 1. Kertas 1. Unjuk 90’

pelatihan menjelaskan bentuk mandiri plano; kerja

memahami pengertian adaptasi dan ; 2. Spidol; (papar

bentuk- mengenai penyesuaian 2. Diskusi 3. Lembar an);

bentuk akomodasi peserta didik kelomp kerja. 2. Tugas

adaptasi yang layak dalam setting ok; tertuli

dan 2. Peserta pendidikan 3. Papara s;

penyesuaia menyebutkan inklusif n.

n peserta tahapan

didik dalam adaptasi dan

setting penyesuaian

pendidikan peserta didik;

inklusif. 3. Peserta

memberikan

contoh

adaptasi dan

penyesuaian

yang dapat

dilakukan;

4. Peserta

memberikan

dukungan

terhadap

pelaksanaan

adaptasi dan

penyesuaian

keberagaman

peserta didik

di madrasah.

9. Peserta 1. Peserta Contoh- Diskusi 1. Kertas Unjuk 90’

pelatihan dapat contoh Kelompo plano; kerja

memahami menjelaskan manajemen k 2. Spidol; (papar

bentuk pengertian kelas yang 3. Lembar an).

manajeme dari inklusif kerja.

Unit Pembelajaran 15

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak
si Dasar tu
manajemen 1. Profil Pembelajaran
n kelas kelas yang peserta
yang inklusif; didik/ hasil Penugasa 1. Lembar Unjuk 270’
inklusif. 2. Peserta asesmen n/ praktik kerja; kerja
menyebutka (papara
Hari 4 n bentuk 2. Kurikulum 2. Laptop n)
10. Peserta manajemen nasional 3. Kertas
kelas yang (Silabus
pelatihan bisa dan RPP) Plano
mampu dilakukan.
mengemba 3. Contoh Diskusi 1. Kertas Unjuk 60’
ngkan 1. Peserta format PPI Kelompo plano; kerja
Silabus dan mampu k (papara
RPP menyebutka Peran dan 2. Spidol; n)
Akomodatif n bentuk Fungsi 3. Lembar
adaptasi Stakeholder
Hari 5 kurikulum pendidikan, kerja.
11 Peserta yang bisa Kasus Pak
dilakukan; Adi (Lampiran
pelatihan 3)
memahami 2. Peserta
fungsi dan menjelaskan
kerja sama pengertian
stakeholde program
r dalam pendidikan
penyeleng individual.
garaan
3. Peserta
pelatihan
mampu
membuat
Silabus dan
RPP sesuai
dengan
kebutuhan
peserta didik.

1. Peserta dapat
menyebutkan
stakeholder
yang
berperan
dalam
pengembang
an pendidikan
inklusif di
madrasah;

16 Unit Pembelajaran

No Kompeten Indikator Bahan Ajar Metode Media Evaluasi Wak

si Dasar Pembelajaran tu

madrasah 2. Peserta dapat

inklusif memahami

pentingnya

kerja sama

antar

stakeholder

pendidikan.

12 Peserta 1. Peserta Form RKTL Penugasa Madrasah Laporan 45’

pelatihan mampu n masing-masing tugas

memahami menyusun peserta

RKTL rencana

tindak lanjut

terkait

pelatihan;

2. Peserta

mampu

mengemban

gkan

rencana

tindak lanjut

terkait

pelatihan;

3. Peserta

mampu

melaksanaka

n rencana

tindak lanjut

terkait

pelatihan;

4. Peserta

mampu

mengevaluas

i rencana

tindak lanjut

terkait

pelatihan.

I. Penilaian
Penilaian terhadap peserta bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta

melalui ketercapaian indikator kompetensi dan keberhasilan tujuan program.
Aspek yang dinilai mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
1. Aspek Pengetahuan

Unit Pembelajaran 17

Penilaian pengetahuan diperoleh melalui pre dan post test modul yang
dilakukan sebelum kegiatan (pre test) dan dilaksanakan setelah kegiatan (post
test) Bentuk lain melalui materi soal yang dikembangkan oleh nara sumber
dalam setiap modul Pembelajaran.
2. Aspek Keterampilan
Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam
mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang
diperoleh. Hal ini dapat dilihat dari pemenuhan peserta terhadap tugas-tugas
(LK) yang ada pada modul pelatihan.
3. Aspek Sikap
Penilaian sikap digunakan untuk mengukur kerja sama, disiplin, tanggung
jawab, dan keaktifan peserta. Pengukuran terhadap aspek sikap ini dapat
dilakukan melalui pengamatan sikap.
Adapun instrumen yang akan digunakan dalam penilaian adalah sebagi berikut:
a. Pre Test
Pretest merupakan pengukuran yang dilaksanakan untuk melihat kondisi awal
peserta dan pengetahuan dasar yang dimiliki peserta (prior knowledge)
terhadap materi pelatihan. Informasi awal profile dari hasil pretest ini
merupakan sumber informasi yang penting bagi proses pelatihan karena
pelatih dan penyelenggara pelatihan akan mengetahui ketercapaiannya
seberapa jauh saat proses pelatihan telah selesai dilaksanakan. Pretest ini
dilakukan di awal sesi sebelum materi pelatihan di sampaikan.
b. Post test
Sebagaimana pretest, post test ini juga merupakan kegiatan penting dalam
sebuah program pelatihan. Hasil post test memberikan informasi kepada
pelatih dan pemilik program terhadap keberhasilan ketercapaian materi
pelatihan dan peningkatan pengetahuan peserta. Sebagaimana fungsi
evaluasi akan memberikan feedback kepada pengguna apakah program
pelatihan ada yang perlu di kembangkan atau dikurangi. Post test diberikan
setelah seluruh proses materi pelatihan disampaikan.
c. Evaluasi Harian

18 Unit Pembelajaran

Evaluasi harian juga dilakukan oleh nara sumber/trainer dan penyelenggara
pelatihan untuk melakukan refleksi apa yang menjadi kekurangan hari
pertama dan seterusnya. Evaluasi harian ini diberikan di setiap hari pelatihan.
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yang bervariasi. Misalnya
dengan memberikan kertas kosong yang diisi oleh peserta untuk menilai hasil
pelatihan.
d. Evaluasi Peserta
Evaluasi peserta merupakan evaluasi yang dilakukan oleh para trainer kepada
peserta untuk melihat tingkat kepuasan proses pelatihan. Evaluasi peserta ini
dilakukan di akhir pelatihan.
e. Kualitas Pelatihan
Melakukan evaluasi terhadap kualitas pelatihan merupakan kegiatan yang
tidak dapat ditinggalkan dalam sebuah proses pelatihan. Dalam kegiatan ini
trainer dan penyelenggaraan kegiatan akan mendapatkan informasi tentang
kualitas pelatihan. Hasil dari evaluasi ini menjadi acuan meningkatkan kualitas
trainer dalam menyiapkan akademik pelatihan, sedangkan bagi
penyelenggara pelatihan dapat meningkatkan kualitas layanan non
akademisnya.

Unit Pembelajaran 19

BAGIAN 2.
PEMBELAJARAN MODUL

UNIT PEMBELAJARAN 1.
Konsep dan Landasan Pendidikan Inklusif

A. Deskripsi
Pada modul ini, akan disajikan: Pengertian pendidikan inklusif, Landasan

Normatif, filosofis, yuridis, pedagogis dan empiris pendidikan inklusif, Prinsip-
prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif, Keutamaan pendidikan inklusif, dan
Implikasi pengelolaan pendidikan inklusif.

B. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu: 1). Menjelaskan

pengertian pendidikan inklusif 2). Menunjukkan pemahamannya tentang landasan
normatif, filosofis, yuridis, pedagogis dan empiris sebagai dasar pendidikan
inklusif, 3). Menjelaskan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif, 4).
Menunjukkan keunggulan dan sisi positif pelaksanaan pendidikan inklusif, 5).
Memahami implikasi pengelolaan pendidikan inklusif.

C. Strategi
1. Menonton Film

Peserta diajak menonton film dan dilanjutkan dialog interaktif.
2. Dialog Interaktif

a. Peserta diajak berdiskusi ”hal-hal apa saja yang menarik dari tayangan itu
yang berhubungan dengan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan
khusus.

b. Dalam dialog interaktif tersebut, pelatih menggali jawaban peserta
mengarah pada materi satu (1) pengertian pendidikan inklusif dan materi
dua (2) landasan filosofis, pedagogis dan empiris pendidikan inklusif.

20 Unit Pembelajaran

3. Penyampaian Materi Keseluruhan (Ceramah Bervariasi)
4. Penyimpulan Materi.
5. Penutup

D. Media
1. Video pendek tentang pendidikan inklusif

Video 1 “setiap anak berbeda”1
Video 2 “madrasah inklusif MI NU Keji Semarang”2
Video 3 “bang Izul”3
2. Kertas Flipcart & Pos`it

E. Materi

KEGIATAN I. Memahami Pendidikan Inklusif

(Refleksi & Diskusi: 30”)

Secara umum

pendidikan adalah usaha

sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar

dan proses pembelajaran

agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi

pribadinya untuk memiliki

kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak

mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara

(UU No. 20 tahun 2003, Pasal 1 ayat 1). Pendidikan inklusi adalah bentuk

penyelenggaraan pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus

(ABK) dengan anak-anak non ABK pada umumnya untuk belajar. Oleh sebab itu

inti dari pendidikan inklusi adalah hak asasi manusia atas pendidikan.

1 Dok. Unicef. “Setiap Anak Berbeda” 21
2 Dok. MI Keji. “madrasah inklusif MI NU Keji Semarang”
3 Dok. INOVASI. “Bang Zul”

Unit Pembelajaran

Konsekuensi logisnya adalah semua anak mempunyai hak untuk menerima

pendidikan yang tidak mendiskriminasikan dengan kecacatan, etnis, agama,

bahasa, jenis kelamin, kemampuan dan lain-lain. Tujuan praktis yang ingin dicapai

dalam pendidikan ini meliputi tujuan langsung oleh anak, guru, orangtua dan oleh

masyarakat.

Pendidikan inklusif mengusung konsep terbuka dan ramah terhadap

pembelajaran dengan mengedepankan tindakan menghargai dan merangkul

perbedaan. Untuk itu, pendidikan inklusif dipahami sebagai sebuah pendekatan

yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan

hambatan yang dapat menghalangi setiap individu siswa untuk berpartisipasi

penuh dalam pendidikan yang dilengkapi dengan layanan pendukung. Melalui

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas

Pemerintah Indonesia menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas

termasuk di dalamnya hak untuk mendapatkan pendidikan.

Pendidikan inklusif memiliki makna yang lebih jauh dari sekadar

memasukkan anak penyandang disabilitas di institusi pendidikan. Pendidikan

inklusif harus dimaknai sebagai penerimaan tanpa syarat semua anak dalam

sistem pendidikan umum. Namun demikian, praktik di beberapa negara masih

menunjukkan bahwa pendidikan inklusif masih kerap diterjemahkan sebagai

sebuah pendekatan yang dilakukan untuk memberikan layanan hanya bagi

peserta didik dengan disabilitas pada sistem pendidikan umum (Ainscow &

Susie Miles : 2009). Padahal sejatinya pendidikan inklusif merupakan sistem

pendidikan yang memastikan semua anak tanpa terkecuali memperoleh

layanan sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Pendidikan inklusif bukanlah

sistem pendidikan integrasi yang ‘berganti baju’ dan juga berbeda dengan

sistem pendidikan segregasi.

Tabel 4 Perbedaan pendidikan segregasi, pendidikan integrasi, dan pendidikan inklusif

Aspek Segregasi Integrasi Inklusif

Sasaran Peserta didik Peserta didik dengan Seluruh peserta
disabilitas disabilitas yang telah didik yang
memenuhi persyaratan beragam
madrasah umum

22 Unit Pembelajaran

Lokasi Sekolah luar Madrasah dan tidak ada Madrasah dengan
pembelajaran biasa yang penyesuaian dilakukan
terpisah dari oleh madrasah tersebut lingkungan yang
Kurikulum sekolah guna
umum mengakomodasikan aksesibilitas untuk
kebutuhan peserta didik
Kurikulum semua peserta
SLB
didik sesuai

dengan kebutuhan

masing-masing

Kurikulum madrasah Kurikulum

umum (tidak ada madrasah umum

adaptasi / modifikasi). dilakukan adaptasi

Peserta didik / modifikasi yang

menyesuaikan diri menyesuaikan

dengan kurikulum yang dengan kebutuhan

ada

1. Tujuan Pendidikan Inklusi
Tujuan pendidikan inklusif adalah:

Memastikan bahwa semua anak memiliki akses
terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif,
relevan dan tepat dalam wilayah tempat
tinggalnya. Memastikan semua pihak untuk
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
agar seluruh anak terlibat dalam proses
pembelajaran. Jadi, inklusif dalam pendidikan merupakan proses peningkatan
partisipasi siswa dan mengurangi kuperpisahannya dari budaya, kurikulum dan
komunitas madrasah setempat.

2. Manfaat Pendidikan Inklusi
a. Membangun kesadaran dan konsensus pentingnya pendidikan inklusif
sekaligus menghilangkan sikap dan nilai yang diskriminatif.
b. Melibatkan dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan analisis
situasi pendidikan lokal, mengumpulkan informasi semua anak pada setiap
distrik dan mengidentifikasi alasan mengapa mereka tidak sekolah.
c. Mengidentifikasi hambatan berkaitan dengan kelainan fisik, sosial dan
masalah lainnya terhadap akses dan pembelajaran.

Unit Pembelajaran 23

d. Melibatkan masyarakat dalam melakukan perencanaan dan monitoring
mutu pendidikan bagi semua anak.

KEGIATAN 2. Memahami Landasan Pendidikan Inklusi

(Diskusi : 30”)

A. Landasan Pendidikan Inlusif

1. Landasan Normatif

Landasan Normatif Pelaksanaan pendidikan inklusif di madrasah,

beberapa landasan dapat dipergunakan sebagai dasar oleh Kementerian

Agama:

Allah SWT berfirman dalam surah Al-‘Alaq ayat 1-5:
‫ ٱقۡ َر ۡأ َو َر ُّب َك ٱ ۡۡ َل ۡك َر ُم‬٢ ‫ٱقۡ َر ۡأ‬
٤ ‫بِٱ ۡل َق َل ِم‬ ‫َعلذ َم‬ ‫ذ‬ ٣ ‫ َخلَ َق ٱ ۡۡ ِلن َ َٰس َن مِ ۡن َعلَ ٍق‬١ ‫َخلَ َق‬ ‫ذ‬ ‫َربِ َك‬ ‫بِٱ ۡس ِم‬
‫ٱَّلِي‬ ‫ٱَّ ِلي‬

٥ ‫َع ذل َم ٱ ۡۡ ِلن َ َٰس َن َما لَ ۡم َي ۡعلَ ۡم‬

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

‫ أَ ذما َم ِن‬٤ Demikian juga surah ‘Abasaayat 1-16: ‫ٱ ۡۡ َل ۡع ََ َٰم‬
‫ أَ ۡو يَ ذذ ذك ُر َفتَن َف َع ُه ٱَّلِ ۡك َر ٰٓى‬٣ َ
ٰٓ‫ َو َما يُ ۡدرِي َك لَ َعلذ ُهۥ يَ ذزَذّك‬٢ ُ‫َجآ َءه‬ ‫أن‬ ١ ‫َع َب َس َوتَ َوَذّ ٰٓل‬

‫ َف َأن َت‬٩ ‫ َو ُه َو ََ ۡي ََ َٰش‬٨ ‫ َوأَ ذما َمن َجآ َء َك ي َ ۡس َ َٰع‬٧ ‫يَ ذزَذّ َٰك‬ ‫َذ‬ ‫َعلَ ۡي َك‬ ‫َو َما‬ ٦ ‫ َفأَن َت ََ ُلۥ تَ َص ذد َٰى‬٥ ‫ٱ ۡس َت ۡغ ََ َٰن‬
‫أَّل‬

‫ بِ َأيۡ ِدي‬١٤ ِۢ ‫ ذم ۡر ُفو َع ٖة ُّم َط ذه َرة‬١٣ ‫ ِِف ُص ُح ٖف ُّم َك ذر َم ٖة‬١٢ ‫ َف َمن َشآ َء َذ َك َر ُهۥ‬١١ ٞ‫ ّ َل ذَكٓ إِ ذن َها تَ ۡذ ِك َرة‬١٠ ‫َع ۡن ُه تَ َلَذّ َٰه‬

١٦ ٖ‫ ِك َرا ِۢم بَ َر َرة‬١٥ ٖ‫َس َف َرة‬

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2. karena telah datang seorang buta kepadanya.
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi
manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,

24 Unit Pembelajaran

6. maka kamu melayaninya.
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri
(beriman).
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk
mendapatkan pengajaran),
9. sedang ia takut kepada (Allah),
10. maka kamu mengabaikannya.
11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu
adalah suatu peringatan,
12. maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia
memperhatikannya,
13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,
14. yang ditinggikan lagi disucikan,
15. di tangan para penulis (malaikat),
16. yang mulia lagi berbakti.

Yang dimaksud orang buta pada ayat 2 di atas bernama Abdullah bin Ummi

Maktum. Dia datang kepada Rasulullah S.A.W. meminta ajaran-ajaran tentang

Islam; lalu Rasulullah S.A.W. bermuka masam dan berpaling dari padanya, karena

beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar

pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagai

teguran kepada Rasulullah S.A.W. bahwa setiap orang tanpa terkecuali harus

mendapatkan layanan pendidikan. Tidak memandang usia, mulai dari usia

kandungan sampai dengan liang lahat.

B. Landasan Filosofis

1. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dengan lambang negara

Burung Garuda yang berarti ’bhineka Tunggal Ika’. Keragaman dalam etnik,

dialek, adat istiadat, keyakinan, tradisi, dan budaya merupakan kekayaan

bangsa yang tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Pandangan Agama (khususnya Islam) antara lain ditegaskan bahwa: (1)

manusia dilahirkan dalam keadaan suci, (2) kemuliaan seseorang di

hadapan Tuhan (Allah) bukan karena fisik tetapi takwanya, (3) Allah tidak

akan menguubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri (4) manusia

diciptakan berbeda-beda untuk saling silaturahmi (‘inklusif’).

Unit Pembelajaran 25

3. Pandangan universal Hak azasi manusia, menyatakan bahwa setiap
manusia mempunyai hak untuk hidup layak, hak pendidikan, hak
kesehatan, hak pekerjaan.

4. Sebuah filosofi penyelenggaraan pendidikan yang menghargai
keberagaman kemampuan/ potensi semua peserta didik.

5. Sebuah filosof penyelenggaraan pendidikan yang memberikan
kesempatan yang sama, berkeadilan, dan berkualitas bagi semua peserta
didik.

6. Sebuah filosofi penyelenggaraan pendidikan yang meminimalkan
hambatan belajar dan meningkatkan partisipasi pendidikan bagi semua
peserta didik

7. Sebuah filosofi yang memberikan layanan pendidikan sesuai dengan
kebutuhan pendidikan dan perkembangan anak

C. Landasan Yuridis
1. UUD 1945 (Amandemen) Ps. 31 : (1) berbunyi ‘Setiap warga negara berhak
mendapat pendidikan. Ayat (2) ’Setiap warga negara wajib mengikuti
pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’.
2. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Ps. 48 ‘Pemerintah
wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun
untuk semua anak. Ps. 49 ’Negara, Pemerintah, Keluarga, dan Orangtua
wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk
memperoleh pendidikan’.
3. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 5 ayat
(1) ‘Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu’. Ayat (2) : Warganegara yang memiliki kelainan
fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial berhak memperoleh
pendidikan khusus. Ayat (3) ‘Warga negara di daerah terpencil atau
terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh
pendidikan layanan khusus’. Ayat (4) ‘Warga negara yang memiliki potensi
kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus’.
Pasal 11 ayat (1) dan (2) ‘Pemerintah dan pemerintah daerah wajib

26 Unit Pembelajaran

memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya
pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi’.
‘Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana
guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia
tujuh sampai dengan lima belas tahun’. Pasal 12 ayat (1) ‘Setiap peserta didik
pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan
pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya (1.b). Setiap
peserta didik berhak pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan
pendidikan lain yang setara (1.e). Pasal 32 ayat (1 ) ‘Pendidikan khusus
merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan
dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional,
mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa’.
Ayat (2) ‘Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta
didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat terpencil,
dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari
segi ekonomi.’ Dalam penjelasan Pasal 15 alinea terakhir dijelaskan bahwa
‘Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk
peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki
kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa
satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah’.
Pasal 45 ayat (1) ‘Setiap satuan pendidikan formal dan non formal
menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan
sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan
intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik’.
4. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas
Pasal 10: Hak pendidikan untuk Penyandang Disabilitas meliputi hak:
5. mendapatkan pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan di semua
jenis, jalur, dan jenjang pendidikan secara inklusif dan khusus;
a. mempunyai Kesamaan Kesempatan untuk menjadi pendidik atau

tenaga kependidikan pada satuan pendidikan di semua jenis, jalur, dan
jenjang pendidikan;

Unit Pembelajaran 27

b. mempunyai Kesamaan Kesempatan sebagai penyelenggara
pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan di semua jenis, jalur,
dan jenjang pendidikan; dan

c. mendapatkan Akomodasi yang Layak sebagai peserta didik.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua

Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara);
7. Permendiknas Nomor 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi Bagi
Peserta Didik Yang Memiliki Kelainan Dan Memiliki Potensi Kecerdasan
Dan/Atau Bakat Istimewa
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 Tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah sebagaimana telah diubah dengan
PMA Nomor 60 Tahun 2015
9.
D. Landasan Internasional
1. Deklarasi Hak Asasi Manusia, 1948 (Declaration of Human Rights),
2. Konvensi Hak Anak, 1989 (Convention on the Rights of the Child),
3. Konferensi Dunia tentang Pendidikan untuk Semua, 1990 (World
Conference on Education for All),
4. Resolusi PBB nomor 48/96 tahun 1993 tentang Persamaan Kesempatan
bagi Orang Berkelainan (the standard rules on the equalization of
opportunities for persons with disabilities),
5. Pernyataan Salamanca tentang Pendidikan Inklusi, 1994 (The Salamanca
Statement on Inclusive Education),
6. Komitmen Dakar mengenai Pendidikan untuk Semua, 2000 (The Dakar
Commitment on Education for All), dan
7. Deklarasi Bandung (2004) dengan komitmen “Indonesia menuju
pendidikan inklusif”,
8. Rekomendasi Bukittinggi (2005), bahwa pendidikan yang inklusif dan
ramah terhadap anak:

28 Unit Pembelajaran

a. Sebuah pendekatan terhadap peningkatan kualitas sekolah secara
menyeluruh yang akan menjamin bahwa strategi nasional untuk
‘pendidikan untuk semua’ adalah benar-benar untuk semua;

b. Sebuah cara untuk menjamin bahwa semua anak memperoleh
pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas di dalam komunitas
tempat tinggalnya sebagai bagian dari program-program untuk
perkembangan usia dini anak, pra sekolah, pendidikan dasar dan
menengah, terutama mereka yang pada saat ini masih belum diberi
kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah umum atau
masih rentan terhadap marginalisasi dan eksklusif; dan

c. Sebuah kontribusi terhadap pengembangan masyarakat yang
menghargai dan menghormati perbedaan individu semua warga
negara.

Unit Pembelajaran 29

KEGIATAN 3. Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
di Madrasah
(refleksi dan Diskusi 60”)
A. Prinsip Penyelenggaraan Madrasah Inklusif

Pendidikan inklusif menganut empat
prinsip penyelenggaraan. Prinsip tersebut
harus selalu diperhatikan oleh pendidik di
madrasah antara lain:
1. Pendidikan dan tenaga kependidikan

perlu memastikan bahwa peserta didik
berkebutuhan khusus dapat hadir
(presence) bersama peserta didik lainnya dalam satu lokasi yang sama;
2. Pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik lainnya mengakui
dan menerima peserta didik berkebutuhan khusus (acknowledgment);
3. Peserta didik berkebutuhan khusus yang berada di madrasah tersebut
dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di kelas bersama
dengan peserta didik lainnya (participation); dan
4. Peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengembangkan potensi mereka
sehinga mereka dapat mencapai hasil yang maksimal secara akademik
maupun non-akademik (achievement).

Madrasah penyelenggara pendidikan inklusif harus memusatkan
perencanaan pendidikan pada peserta didik sehingga apa pun yang
direncanakan dan dikerjakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan selalu
berdasarkan pada karakter belajar peserta didik. Pelaksanaan pendidikan inklusi
didasarkan pada prinsip berikut ini:
a. Pendidikan yang ramah. Lingkungan pembelajaran yang ramah berarti ramah

terhadap peserta didik dan pendidik, yaitu anak dan guru belajar bersama
sebagai suatu komunitas belajar, menempatkan anak sebagai pusat
pembelajaran, mendorong partisipasi anak dalam belajar, dan guru memiliki
minat untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik.

30 Unit Pembelajaran

b. Mengakomodasi kebutuhan. Mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik
merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh
karenanya, diharapkan madrasah penyelenggara harus dapat
mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik dengan cara sebagai berikut:
(a) memerhatikan kondisi peserta didik, yaitu kemampuan dan kebutuhan
yang berbeda-beda serta gaya dan tingkat belajar yang berbeda; (b)
menggunakan kurikulum yang fleksibel; (c) menggunakan metodologi
pembelajaran bervariasi dan pengorganisasian kelas yang bisa menyentuh
pada semua anak dan menghargai perbedaan; (d) memanfaatkan lingkungan
sekitar sebagai sumber belajar; dan (e) melakukan kerja sama dengan
berbagai pihak yang terkait.

c. Mengembangkan potensi peserta didik seoptimal mungkin. Madrasah Inklusif
berupaya memberikan pelayanan pendidikan seoptimal mungkin, agar
peserta didik yang memiliki hambatan dapat mengatasi masalahnya dan dapat
mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuannya.

d. Kolaborasi. Madrasah dituntut melakukan kolaborasi dengan profesi atau
sumberdaya lain dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sementara
Guru dituntut melibatkan orangtua secara bermakna dalam proses
pendidikan. Kepala Madrasah, Guru, Guru Pembimbing Khusus (GPK) harus
mendapatkan pelatihan bagaimana menjalankan madrasah inklusif. Secara
khusus GPK mendapatkan pelatihan teknis memfasilitasi anak ABK.

Secara umum prinsip utama pendidikan inklusif adalah:
a. Terbuka, adil, tanpa diskriminasi;
b. Peka terhadap setiap perbedaan;
c. Relevan dan akomodatif terhadap cara belajar;
d. Berpusat pada kebutuhan dan keunikan setiap individu peserta didik;
e. Inovatif dan fleksibel;
f. Kerja sama dan saling mengupayakan bantuan;
g. Kecakapan hidup yang mengefektifkan potensi individu peserta didik dengan

potensi lingkungan

Unit Pembelajaran 31

B. Kebijakan Kementerian Agama RI Tentang Penyelenggaraan Madrasah
Inklusif
Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan

perhatian yang lebih dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah,
baik madrasah sebagai lembaga pendidikan maupun lembaga penyelenggara
pendidikan yakni Kementerian Agama dan yayasan milik masyarakat. Penerbitan
Peraturan Menteri Agama tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah,
penerbitan SK tentang penetapan 22 (dua puluh dua) Madrasah Inklusif, dan
panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah sebagai acuan yang
digunakan oleh madrasah di berbagai jenis dan jenjang untuk memastikan bahwa
penyelenggaraan pendidikan inklusif dapat terlaksana dengan baik. Ke semua itu
merupakan upaya/dukungan dari kementerian Agama untuk menunjukkan bahwa
madrasah adalah rumah bagi semua anak tanpa terkecuali.

Perhatian lain adalah dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Agama RI
Nomor 890 Tahun 2019 tentang beban kerja Guru (12) beban kerja guru
pembimbing khusus pada madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi
di ekuivalensikan dengan beban mengajar paling banyak 6 (enam) jam tatap muka
per minggu. Berikut secara bertahap bentuk dukungan Kementerian Agama RI
terhadap pendidikan inklusif di madrasah:
1. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 60 tahun 2015 tentang Perubahan atas

Peraturan Menteri Agama nomor 90 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Madrasah. BAB VIIIA (pasal 61A) Pendidikan khusus pada
madrasah adalah pendidikan bagi peserta didik madrasah yang memiliki
tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,
emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat
istimewa.
2. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 tahun 2016 tentang
penetapan 22 (dua puluh dua) Madrasah Inklusif.
3. Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Madrasah yang diterbitkan
oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tahun 2017

32 Unit Pembelajaran


Click to View FlipBook Version