4. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 890 Tahun 2019 tentang pedoman
pemenuhan beban guru madrasah yang bersertifikasi pendidik. Pada Bab II
tentang beban kerja Guru (12) beban kerja guru pembimbing khusus pada
madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi di ekuivalensikan
dengan beban mengajar paling banyak 6 (enam) jam tatap muka per minggu.
5. Keputusan direktur Jenderal pendidikan Islam Nomor 2768 tahun 2019
tentang petunjuk teknis penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Raudlatul
Athfal
F. Tindak Lanjut
Setelah melakukan pembelajaran pada modul ini, peserta melakukan
Focus Group Discussion (FGD) kelompok dan melakukannya di madrasah masing-
masing yang melibatkan siswa dan guru untuk membahas pentingnya pendidikan
bagi ABK, hal-hal yang menghambat pelaksanaan pendidikan inklusif di
lingkungannya dan apa solusinya.
G. Evaluasi
Evaluasi pada kegiatan pada modul ini dapat dilakukan melalui diskusi
tanya jawab bersama dengan mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan inklusi?
2. Apa tujuan dilaksanakan pendidikan inklusi?
3. Bagaimana prinsip-prinsip dalam pendidikan inklusi?
4. Jelaskan perbedaan mengenai sekolah segregasi, sekolah integrasi dan
sekolah inklusi?
5. Bagaimana peran pendidik atau guru dalam penyelenggaraan sekolah
inklusi?
6. Bagaimana perkembangan pendidikan inklusi di Indonesia?
Unit Pembelajaran 33
UNIT PEMBELAJARAN 2.
Standar Nasional Pendidikan Inklusif
A. Deskripsi
Pada modul ini akan disajikan : Pengertian Evaluasi Diri Madrasah (EDM)
Inklusi, Rencana Kerja Madrasah (RKM)/Rencana Kerja Anggaran Madrasah
(RKAM), Dokumentasi I KTSP Inklusif, Aksesibilitas dan Lingkungan Inklusif yang
ramah terhadap pembelajaran.
B. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu: 1). Menjelaskan
Pengertian dan menyusun Evaluasi Diri Madrasah (EDM) Inklusi, 2). Menyusun
Rencana Kerja Madrasah (RKM)/Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), 3).
Menyusun Dokumentasi I KTSP Inklusif, 4). Menentukan Aksesibilitas dan
Lingkungan Inklusif,.
C. Strategi
1. Membentuk 3 kelompok diskusi dengan materi:
a. Kelompok 1 EDM dan RKM/RKAM
b. Kelompok 2 Dokumen 1 KTSP Inklusif
c. Kelompok 3 Aksesibilitas dan Lingkungan Ramah pembelajaran
2. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
3. Kelompok lain menanggapi hasil diskusi
4. Penguatan dan Penyimpulan materi
5. Penutup
D. Media
1. Tayangan power point
2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
34 Unit Pembelajaran
3. ATK: lem, gunting. Kertas plano (setiap kelompok mendapat 4 lembar), kertas
HVS putih, spidol warna ukuran besar dan kecil, penggaris,
E. Materi
KEGIATAN 1. Pengertian Evaluasi Diri Madrasah (EDM ) Inklusif
(Diskusi 15 & Penugasan 60”)
A. Pengertian
EDM Inklusi adalah proses yang mengikutsertakan semua pemangku
kepentingan untuk membantu madrasah dalam menilai mutu penyelenggaraan
Pendidikan berdasarkan indikator kunci yang mengacu pada 8 standar
Nasional Pendidikan (SNP). Ada beberapa hal penting dengan EDM Inklusi:
1. Proses evaluasi diri madrasah yang bersifat internal yang melibatkan
pemangku kepentingan untuk melihat kinerja madrasah berdasarkan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKM inklusif dan sebagai
masukan bagi perencanaan investasi Pendidikan tingkat Kabupaten/Kota.
2. Proses yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan untuk
membantu madrasah dalam menilai mutu penyelenggaraan pendidikan
berdasarkan indikator kunci, dan indikator kunci pendidikan inklusi.
3. Melalui EDM Inklusif tersebut, kekuatan dan kemajuan madrasah dapat
diketahui dan aspek yang memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi.
4. Proses evaluasi diri madrasah merupakan siklus yang dimulai dengan
pembentukan Tim Pengembang Madrasah (TPM), pelatihan penggunaan
instrumen, pelaksanaan EDM di madrasah, dan penggunaan hasilnya
sebagai dasar penyusunan RPM/RKM dan RAPBM/RKAM Inklusi.
5. TPM mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerja
madrasah berdasarkan indikator yang dirumuskan dalam instrumen.
Kegiatan ini melibatkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di
madrasah untuk memperoleh informasi dan pendapat dari seluruh
pemangku kepentingan madrasah.
Unit Pembelajaran 35
6. EDM inklusi juga akan melihat visi dan misi madrasah, madrasah dengan
kondisi saat ini, dan madrasah yang akan datang. Hasil EDM Inklusi
digunakan sebagai bahan untuk menetapkan aspek yang akan menjadi
prioritas dalam rencana peningkatan dan pengembangan madrasah pada
RPM/RKM dan RAPBM/RKAM inklusi.
7. Laporan hasil EDM digunakan oleh pengawas untuk kepentingan
monitoring madrasah oleh pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan
perencanaan Pendidikan pada tingkat kab/kota.
B. Tujuan EDM
Tujuan melakukan EDM inklusi bagi madrasah agar mampu:
1. Menilai kinerja berdasarkan SPM dan SNP.
2. Mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP dan
standar layanan pendidikan inklusi sebagai dasar peningkatan mutu
pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu peserta didik.
3. Menyusun Rencana Pengembangan Madrasah (RPM) atau Rencana
Kegiatan Madrasah (RKM) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian
implementasi SPM dan SNP dan standar layanan pendidikan inklusi.
C. Manfaat EDM Bagi Madrasah Inklusi
Dengan melakukan EDM Inklusi, madrasah akan mampu :
1. Mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan sendiri dan merencanakan
pengembangan ke depan.
2. Memiliki data dasar yang akurat, sebagai dasar untuk pengembangan dan
peningkatan di masa mendatang.
3. Mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu Pendidikan yang
disediakan mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan
baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya.
4. Memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan demi
meningkatkan akuntabilitas madrasah.
D. Dasar Hukum EDM
EDM menjadi kewajiban yang diamanahkan oleh perundang-undangan. Dasar
hukum melakukan EDM adalah:
36 Unit Pembelajaran
1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan Pendidikan.
5. Permendiknas 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
6. Permendiknas Nomor 50 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
Pendidikan dan Pemerintah Daerah
7. Permendiknas Nomor 63 tahun 2009 tentang Penjaminan Mutu
Pendidikan
8. Permendiknas Nomor 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi bagi
peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan
atau bakat istimewa.
9. PMA nomor 60 tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
madrasah.
10. PMA Nomor 58 tahun 2017 tentang Kepala Madrasah.
E. Pentingnya Melakukan EDM Inklusi
Sinkronisasi madrasah inklusi dengan EDM Inklusi menjadi suatu
keharusan dalam memenuhi standar Nasional Pendidikan, bukan sekedar
suatu tuntutan perundangan yang berlaku. EDM Inklusi merupakan kegiatan
yang penting bagi pengembangan madrasah inklusif, alasan pentingnya
adalah:
1. Untuk menetapkan kondisi saat ini yang didasarkan pada SNP dan SPM
2. Sebagai instrumen evaluasi diri yang berbasis SNP dan SPM yang
berparadigma inklusi
3. Untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi madrasah yang
diharapkan.
Unit Pembelajaran 37
F. Teknik Pengisian Instrumen EDM Inklusi
Instrumen EDM Inklusi terdiri dari 8 standar nasional Pendidikan yang
dijabarkan ke dalam 26 komponen, 62 indikator, dan 119 instrumen. Setiap
standar terdiri atas sejumlah komponen yang mengacu pada masing-masing
standar nasional Pendidikan sebagai dasar bagi madrasah dalam memperoleh
kinerjanya yang bersifat kuantitatif, setiap komponen dan indikator di atas
disesuaikan dengan kebutuhan madrasah inklusi.
G. Bukti Fisik
Bukti adalah sesuatu hal atau peristiwa yang cukup untuk memperlihatkan
kebenaran sesuatu hal bukti fisik adalah sesuatu hal yang dimanfaatkan
sebagai sumber informasi misalkan catatan kajian, hasil observasi dan hasil
wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentingan seperti komite
madrasah, orangtua, guru, siswa, dan unsur lain yang terkait. Bukti fisik yang
tersedia menjadi dasar untuk menggambarkan kondisi madrasah terkait
dengan indikator yang dinilai. Bukti fisik yang dibutuhkan sebaiknya mengacu
kepada instrumen dan juknis akreditasi tahun 2016
H. Langkah Kegiatan
Pengantar Telaah Diskusi Presentasi
(10’) deskripsi Pengisian hasil (30)
Indikator (10’) instrumen EDM
(30’)
I. Deskripsi Indikator
Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDM Inklusi
uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di madrasah sesuai
dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu pada standar nasional
Pendidikan (SNP) dan standar Pelayanan Minimum (SPM). Deskripsi indikator
ini menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap indikator akan
memudahkan madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan
maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan
38 Unit Pembelajaran
madrasah berdasarkan rekomendasi dan prioritas madrasah termasuk
pemenuhan kebutuhan menjadi madrasah inklusif.
J. Tahap Pengembangan
Pada tahap ini menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja
madrasah pada saat dilakukan penilaian terkait dengan indikator, sehingga
nanti pada saat tahap di sini akan ada kategori :
1. Tahap 1 belum memenuhi SPM artinya kinerja madrasah mempunyai
banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan
2. Tahap 2, memenuhi SPM, artinya terdapat beberapa kekuatan dan
kelemahan tetapi masih sangat butuh perbaikan
3. Tahap 3, Memenuhi SNP artinya kinerja madrasah baik, namun perlu
peningkatan.
4. Tahap 4 melampaui SNP, artinya kinerja madrasah sangat baik, melampau
standar yang telah ditetapkan.
K. Rekomendasi
Setelah menentukan tahapan pengembangan, madrasah kemudian
menyusun rekomendasi, tentunya dengan data bukti fisik, deskripsi dan
tahapan pengembangan untuk setiap indikator, rekomendasi tidak hanya
difokuskan pada indikator yang dianggap lemah namun juga disusun untuk
setiap indikator yang telah mencapai standar nasional Pendidikan. Sehingga
rekomendasi ini dapat direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan
Rencana Kerja Madrasah (RKM).
L. Langkah-langkah Menyusun EDM (LK.1 Menyusun EDM)
1. Buka file EDM
2. Buka indikator kunci
3. Baca dan teliti dokumen yang saat ini dimiliki kemudian disandingkan
dengan indikator kunci, termasuk indikator kunci pendidikan inklusi.
Pastikan di dokumen yang saudara miliki terdapat atau tidak unsur yang
ada dalam indikator kunci. Jika sudah ada maka masukkan kekuatan dan
jika belum ada masuk kelemahan.
Unit Pembelajaran 39
4. Bukti fisik dari komponen yang saudara miliki tuliskan pada kolom bukti
fisik.
5. Untuk melihat tahapan pengembangan cermati form sekala 1-4 disesuaikan
dengan kondisi riil madrasah.
Skala 1 berarti di bawah SPM
Skala 2 berarti telah mencapai SPM
Sekala 3 berarti telah mencapai SNP
Skala 4 berarti di atas SNP
6. Pada kolom rekomendasi tuliskan kelemahan yang saudara miliki termasuk
program yang akan dikembangkan.
7. Lakukanlah pengisian EDM inklusif dengan mengisi LK pada file yang
disediakan. Perhatikan contoh berikut:
Contoh Dokumen Rencana Kerja Madrasah
STANDAR ISI
Komponen Indikator
Kurikulum sudah Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan
menggunakan panduan yang disusun BSNP.
sesuai dan relevan Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah,
kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik,
dan kebutuhan pembelajaran.
Kurikulum telah menunjukkan adanya alokasi waktu, rencana
program remedial, dan pengayaan bagi siswa.
Madrasah Madrasah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk
menyediakan memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
kebutuhan Madrasah menyediakan kegiatan ekstra-kurikuler untuk
pengembangan pribadi memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
peserta didik
ISI
Kurikulum sudah sesuai
dan relevan
40 Unit Pembelajaran
Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang
disusun BSNP.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
1. SK TIM KEKUATAN :
PENGEMBANG Madrasah kami telah membentuk Tim Pengembang Kurikulum
KURIKULUM Kurikulum Madrasah kami terdiri atas 5 kelompok mata pelajaran
Kurikulum Madrasah kami melibatkan (Kepala Sekolah,
2. KTSP Pengawas, Guru, Komite Madrasah)
3. DAFTAR HADIR Madrasah kami sudah mengembangkan 7 prinsip
pengembangan kurikulum
SOSIALISASI Madrasah kami sudah mengembangkan 7 prinsip pelaksanaan
KTSP kurikulum
4. STRUKTUR Kurikulum sudah disosialisasikan kepada wali murid dan warga
KURIKULUM Madrasah.
Kurikulum Madrasah kami memuat 8 mapel 2 muatan lokal (
Pend. Agama, PKn, BI,MTMK,IPA, IPS, SBK, PENJASKES, Mulok
B. Jawa, Bhs Inggris.
KELEMAHAN ;
Madrasah kami belum melakukan identifikasi peserta didik
dengan kondisi fisik, kondisi mental, kondisi sosial, kondisi
emosional dan kondisi sensoris neurologis
Madrasah kami belum melaksanakan asesmen medis, asesmen
psikologis, asesmen akademik, asesmen latar belakang sosial
dan asesmen latar belakang perkembangan anak
Madrasah kami belum membuat profil PDBK
Tahapan Pengembangan
Tahap ke-4 V Tahap ke-3 Tahap ke-2 Tahap ke-1
Kurikulum Madrasah Kurikulum Madrasah Kurikulum Kurikulum
kami disusun dan kami disusun dan Madrasah kami Madrasah kami
dikembangkan sesuai dikembangkan disusun mengikuti belum sepenuhnya
dengan panduan BSNP sesuai dengan panduan yang mengikuti panduan
dan menjadi rujukan panduan BSNP. disusun BSNP yang disusun
bagi pengembangan namun masih BSNP.
kurikulum Madrasah memerlukan
lainnya yang memiliki pengembangan
karakteristik yang
sama.
Rekomendasi:
Madrasah kami perlu mereviu kurikulum setiap tahun.
Unit Pembelajaran 41
Madrasah kami perlu melaksanakan asesmen medis, asesmen psikologis, asesmen
akademik, asesmen latar belakang sosial dan asesmen latar belakang perkembangan anak
Madrasah kami perlu membuat profil PDBK
ISI
Kurikulum sudah sesuai dan relevan
Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
1. SK TIM KEKUATAN :
PENGEMBANG Madrasah kami telah membentuk Tim Pengembang Kurikulum
KURIKULUM Kurikulum Madrasah kami terdiri atas 5 kelompok mata pelajaran
Kurikulum Madrasah kami melibatkan (Kepala Sekolah, Pengawas,
2. KTSP Guru, Komite Madrasah)
3. DAFTAR HADIR Madrasah kami sudah mengembangkan 7 prinsip pengembangan
kurikulum
SOSIALISASI KTSP Madrasah kami sudah mengembangkan 7 prinsip pelaksanaan
4. STRUKTUR kurikulum
Kurikulum sudah disosialisasikan kepada wali murid dan warga
KURIKULUM Madrasah.
Kurikulum Madrasah kami memuat 8 mapel 2 muatan lokal ( Pend.
Agama, PKn, BI,MTMK,IPA, IPS, SBK, PENJASKES, Mulok B. Jawa, Bhs
Inggris, dan Ke-NU-an.
KELEMAHAN ;
Madrasah kami belum melakukan identifikasi peserta didik dengan
kondisi fisik, kondisi mental, kondisi sosial, kondisi emosional dan
kondisi sensoris neurologis
Madrasah kami belum melaksanakan asesmen medis, asesmen
psikologis, asesmen akademik, asesmen latar belakang sosial dan
asesmen latar belakang perkembangan anak
Madrasah kami belum membuat profil PDBK
Tahapan Pengembangan
Tahap ke-4 V Tahap ke-3 Tahap ke-2 Tahap ke-1
42 Unit Pembelajaran
Kurikulum Madrasah Kurikulum Madrasah Kurikulum Kurikulum Madrasah
kami disusun dan
dikembangkan sesuai kami disusun dan Madrasah kami kami belum
dengan panduan BSNP
dan menjadi rujukan bagi dikembangkan sesuai disusun mengikuti sepenuhnya mengikuti
pengembangan
kurikulum Madrasah dengan panduan panduan yang panduan yang disusun
lainnya yang memiliki
karakteristik yang sama. BSNP. disusun BSNP BSNP.
namun masih
memerlukan
pengembangan
Rekomendasi:
Madrasah kami perlu mereviu kurikulum setiap tahun.
Madrasah kami perlu melaksanakan asesmen medis, asesmen psikologis, asesmen akademik,
asesmen latar belakang sosial dan asesmen latar belakang perkembangan anak
Madrasah kami perlu membuat profil PDBK
KEGIATAN 2.Penyusunan PKM dan RKAM
(Materi 30” dan penugasan 90”)
A. Pengantar
RKM merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan madrasah di masa
depan untuk mencapai tujuan dan sasaran madrasah yang telah ditetapkan.
1. Proses menentukan tindakan masa depan (4 tahun) madrasah yang tepat,
2. melalui urutan pilihan,
3. dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya atau dokumen
tentang gambaran kegiatan madrasah di masa depan
4. untuk mencapai tujuan dan sasaran madrasah yang telah ditetapkan
B. Langkah Kegiatan
Pengantar Presentasi Diskusi Kunjung karya Penutup
C. Tujuan RKM
1. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
pelaporan dan pengawasan;
2. Mengoptimalkan partisipasi warga madrasah dan masyarakat;
3. Menjamin penggunaan sumber daya madrasah yang ekonomis, efisien,
efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta memperhatikan kesetaraan
gender.
Unit Pembelajaran 43
D. Prinsip Menyusun RKM
1. Menyeluruh dan terpadu, mencakup perencanaan keseluruhan program
yang akan dilaksanakan oleh madrasah
2. Multi-tahun, mencakup periode empat tahun
3. Multi-sumber, mengindikasikan jumlah dan sumber dana/daya masing-
masing program. Misalnya dari BOS, DAK, APBD Provinsi/Kabupaten/Kota,
sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya
4. Berbasis kinerja yakni bahwa semua program/kegiatan memiliki indikator-
indikator yang harus dicapai dengan jelas
5. Partisipatif artinya disusun secara bersama oleh kepala madrasah, komite
madrasah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan
lainnya
6. Integratif karakter bangsa yakni mengintegrasikan pendidikan karakter
bangsa ke dalam program dan kegiatan madrasah
7. Sensitif dan responsif terhadap isu jender adalah adanya kesetaraan antara
laki-laki dan perempuan dalam penyusunan program
8. Responsif terhadap keadaan bencana/kondisi darurat, menunjukkan daya
tanggap madrasah terhadap kemungkinan terjadinya bencana/keadaan
darurat, dan
9. Akuntabel yakni pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite
madrasah dan pemangku kepentingan lainnya.
E. Diagram Penyusunan RKM
44 Unit Pembelajaran
Unit Pembelajaran 45
F. Langkah-langkah menyusun RKM dan RKAM
1. Buka link RKM.
2. Bagilah kelompok sesuai dengan jumlah aspek
3. Isilah masing-masing komponen secara berkelompok
4. Salin isi rekomendasi yang terdapat dalam EDM ke kolom rekomendasi
pada tabel A (Khusus tabel A diisi oleh semua kelompok; pastikan
rekomendasi yang dimasukkan sesuai kolomnya)
5. Isilah kolom berikutnya berdasarkan rekomendasi hingga kolom terakhir
(indikator)
6. Isilah kolom B sesuai dengan rincian yang ada pada LKPS tabel A
7. Isilah tabel C1-C12 sampai selesai secara sendiri. Pastikan memasukkan
sheet masing-masing sesuai C1, C2, dst.
8. Isilah kolom D berdasarkan isian kolom C
9. Isilah tabel E untuk memenuhi kebutuhan anggaran di tabel D
10. Isilah tabel F berdasarkan tabel D dan E
11. Isilah tabel berdasarkan kebutuhan riil di madrasah (biaya non
program/belanja rutin)
12. Setelah saudara mengisi seluruh form tersebut, maka dokumen RKAM
otomatis sudah jadi.
13. Buatlah laporan dengan menggunakan file yang kami berikan.
KEGIATAN 3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(Materi 15” dan penugasan 45”)
A. Pendauluan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional
yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
Pengembangan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan
pedoman implementasi kurikulum.
KTSP dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite
Madrasah/ madrasah, dan kemudian disahkan oleh kepala dinas pendidikan
46 Unit Pembelajaran
atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan
kewenangannya
Dalam implementasi kurikulum 2013, Madrasah berkewajiban
mengembangkan kurikulum operasional yang dikembangkan dan
diimplementasikan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hal ini sesuai dengan yang
diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 20 “Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan adalah Kurikulum operasional yang disusun oleh
dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.”
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin
pencapaian tujuan pendidikan nasional.
B. Dasar Pengebangan
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang
sistem pendidikan Nasional.
2. Undang-undang Disabilitas nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang
Disabilitas
3. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan Junto Peraturan pemerintah Republik
Indonesia Nomor 32 tahun 2013 dan Permendikbud Nomor 13 tahun 2015.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2020 tentang Akomodasi yang
Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas.
5. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter.
6. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 60 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah.
Unit Pembelajaran 47
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014
tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
8. Permendikbud RI Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi
Lulusan.
9. Permendikbud RI Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi.
10. Permendikbud RI Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses.
11. Permendikbud RI Nomor 23 tahun 2016 tentang standar penilaian.
12. Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 perubahan permendikbud No 24
tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada
Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
13. Permendikbud RI Nomor 53 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar oleh
pendidik dan satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan
menengah.
14. Panduan Pengembangan KTSP dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar,
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud RI (2016).
15. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler
Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
16. Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan
sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
17. Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum
2013.
18. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI
dan Bahasa Arab pada Madrasah.
19. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman
Implementasi Kurikulum pada Madrasah.
20.Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2016
tentang Penetapan 22 (Dua Puluh Dua) Madrasah Inklusif.
48 Unit Pembelajaran
21. Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6980 Tahun 2019
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.
22. Keputusan dan peraturan lain yang relevan
C. Acuan Konseptual
1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia
Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian
peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat
meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.
2. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
Kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi
dan kerukunan antar umat dan antar umat beragama.
3. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan
kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya
memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh
karena itu, kurikulum harus menumbuh kembangkan wawasan dan sikap
kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa
dalam wilayah NKRI.
4. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat
Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik
Pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia yang memungkinkan potensi
diri (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) berkembang secara optimal.
Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi,
bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan; intelektual,
emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
5. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu
Unit Pembelajaran 49
Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan
kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu.
6. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan
Kompetensi peserta didik yang diperlukan antara lain berpikir kritis dan
membuat keputusan, memecahkan masalah yang kompleks secara lintas
bidang keilmuan, berpikir kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan
berkolaborasi, menggunakan pengetahuan kesempatan secara inovatif,
mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga negara.
7. Tuntutan Dunia Kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya
pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai
kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu mengembangkan jiwa
kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam
melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja. Terlebih bagi peserta
didik pada satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
8. Perkembangan Ipteks
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa
masyarakat berbasis pengetahuan di mana Ipteks sangat berperan sebagai
penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan
penyesuaian terhadap perkembangan Ipteks sehingga tetap relevan dan
kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus
dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan
perkembangan Ipteks.
9. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan
Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan
karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan
yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-
hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk
50 Unit Pembelajaran
menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan
daerah dan lingkungan.
10. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional
Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media
pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong
partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional.
Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara
kepentingan daerah dan nasional.
11. Dinamika Perkembangan Global
Kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada
individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh
pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan
individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan
untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.
12. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial
budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman
budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat
ditumbuhkembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari
daerah dan bangsa lain.
13. Karakteristik Satuan Pendidikan
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan
pendidikan.
D. Prinsip Pengembangan KTSP
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungannya pada masa kini dan yang akan datang.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
Unit Pembelajaran 51
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk
mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan pada masa kini dan
yang akan datang. Memiliki posisi sentral berarti bahwa kegiatan
pembelajaran harus berpusat pada peserta didik.
2. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat.
Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan
tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan
manusia seutuhnya.
3. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap,
pengetahuan, dan keterampilan) bidang kajian keilmuan dan mata
pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan
antar jenjang pendidikan.
E. Komponen
Komponen KTSP meliputi 3 dokumen. Dokumen 1 yang disebut dengan
Buku I KTSP berisi sekurang-kurangnya visi, misi, tujuan, muatan, pengaturan
beban belajar, dan kalender pendidikan. Dokumen 2 yang disebut dengan
Buku II KTSP berisi silabus dan dokumen 3 yang disebut dengan Buku III KTSP
berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun sesuai potensi, minat,
bakat, dan kemampuan peserta didik di lingkungan belajar. Penyusunan Buku
I KTSP menjadi tanggung jawab kepala Madrasah/madrasah, sedangkan
penyusunan Buku III KTSP menjadi tanggung jawab masing-masing tenaga
pendidik. Buku II KTSP sudah disusun oleh Pemerintah.
a. Visi, Misi, dan Tujuan:
1) Visi Satuan Pendidikan
52 Unit Pembelajaran
a) Satuan Pendidikan merumuskan dan menetapkan visi serta
mengembangkannya.
b) Visi Satuan Pendidikan:
(1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga satuan pendidikan
dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan
datang;
(2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada
warga satuan pendidikan dan segenap pihak yang
berkepentingan;
(3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga satuan
pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras
dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;
(4) diputuskan oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala
Madrasah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite
Madrasah/madrasah;
(5) disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan segenap
pihak yang berkepentingan;
(6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di masyarakat.
2) Misi Satuan Pendidikan
a) Satuan Pendidikan merumuskan dan menetapkan misi serta
mengembangkannya.
b) Misi Satuan Pendidikan:
(1) memberikan arah dalam mewujudkan visi satuan pendidikan
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
(2) merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu
tertentu;
(3) menjadi dasar program pokok satuan pendidikan;
(4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu
lulusan yang diharapkan oleh satuan pendidikan;
Unit Pembelajaran 53
(5) memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan
program satuan pendidikan;
(6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan
kegiatan satuan-satuan unit satuan pendidikan yang terlibat;
(7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang
berkepentingan termasuk komite Madrasah/madrasah dan
diputuskan oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala
Madrasah/madrasah;
(8) disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan segenap
pihak yang berkepentingan;
(9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di masyarakat.
3) Tujuan Satuan Pendidikan
a) Satuan Pendidikan merumuskan dan menetapkan tujuan serta
mengembangkannya.
b) Tujuan Satuan Pendidikan:
(1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam
jangka menengah (empat tahunan);
(2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta
relevan dengan kebutuhan masyarakat;
(3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh satuan pendidikan dan Pemerintah;
(4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite Madrasah/madrasah dan
diputuskan oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala
Madrasah/madrasah;
(5) disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan segenap
pihak yang berkepentingan.
b. Muatan Kurikuler
54 Unit Pembelajaran
Muatan KTSP terdiri atas muatan nasional dan muatan lokal. Muatan
KTSP diwujudkan dalam bentuk struktur kurikulum satuan pendidikan dan
penjelasannya.
1) Muatan nasional
Muatan kurikulum pada tingkat nasional terdiri atas kelompok mata
pelajaran A, kelompok mata pelajaran B, dan khusus untuk MA/MAK
ditambah dengan kelompok mata pelajaran C (peminatan), termasuk
bimbingan konseling dan ekstrakurikuler wajib pendidikan
kepramukaan.
2) Muatan lokal
Muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah provinsi
atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya dan/atau satuan
pendidikan dapat berbentuk sejumlah bahan kajian terhadap
keunggulan dan kearifan daerah tempat tinggalnya yang menjadi:
a) bagian mata pelajaran kelompok B; dan/atau
b) mata pelajaran yang berdiri sendiri pada kelompok B sebagai mata
pelajaran muatan lokal dalam hal pengintegrasian tidak dapat
dilakukan.
c) Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran
yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat
dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
d) Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan
lokal yang berdiri sendiri.
e) Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa
Daerah.
f) Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
dapat memuat konten lokal.
g) Muatan lokal dapat diisi dengan kearifan lokal atau mata pelajaran
lain yang menjadi kekhasan/keunggulan madrasah terdiri atas
maksimal 3 (tiga) mata pelajaran dengan jumlah maksimal 6 (enam)
jam pelajaran.
Unit Pembelajaran 55
3) Sruktur kurikulum Alokasi Waktu Per pekan
I II III IV V VI
a) Strukur kurikulum MI
222222
Mata Pelajaran 222222
Kelompok A 222222
1 Pendidikan Agama Islam
- - 2222
a. Al-Qur’an
556444
b. Akidah Akhlak 8 9 10 7 7 7
222222
c. Fikih 566666
- - - 333
d. Sejarah Kebudayaan - - - 333
Islam
444555
2 Pendidikan Pancasila dan 444444
Kewarganegaraan ------
34 36 40 42 42 42
3 Bahasa Indonesia
4 Bahasa Arab
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
7 Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya
2 Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
3 Muatan Lokal
Jumlah
b) Struktur kurikulum MTs Alokasi Waktu
Perpekan
Mata Pelajaran
VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama Islam 22 2
a. Al-Qur’an Ha 22 2
b. Akidah Akhlak 22 2
c. Fikih 22 2
33 3
d. Sejarah Kebudayaan Islam 66 6
33 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 55 5
3 Bahasa Indonesia 55 5
4 Bahasa Arab
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
56 Unit Pembelajaran
7 Ilmu Pengetahuan Sosial 44 4
8 Bahasa Inggris 44 4
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya 33 3
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 3 3 3
3 Prakarya dan/atau Informatika 22 2
4 Muatan Lokal -- -
Jumlah 46 46 46
c) Struktur muatan kurikulum MA Alokasi Waktu Per
pekan
PEMINATAN IPA
VII VIII IX
Mata Pelajaran
22 2
Kelompok A
1 Pendidikan Agama Islam 22 2
a. Al-Qur’an Ha 22 2
a. Akidah Akhlak
22 2
b. Fikih
22 2
c. Sejarah Kebudayaan Islam 44 4
44 4
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 44 4
3 Bahasa Indonesia 22 2
4 Bahasa Arab 33 3
5 Matematika
6 Sejarah Indonesia 22 2
7 Bahasa Inggris 22 2
Kelompok B (UMUM)
1 Seni Budaya dan Prakarya
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Unit Pembelajaran 57
3 Prakarya dan/Kewirausahaan 22 2
4 Muatan Lokal -- -
Kelompok C (Peminatan ) Akademik
1. Matematika 34 4
2. Biologi 34 4
3. Fisika 34 4
4. Kimia 34 4
Mata Pelajaran Pilihan
64 4
Jumlah 51 51 51
PEMINATAN IPS Alokasi Waktu
Perpekan
Mata Pelajaran
VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama Islam 22 2
a. Al-Qur’an Ha 22 2
d. Akidah Akhlak
22 2
e. Fikih
22 2
f. Sejarah Kebudayaan Islam
22 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 44 4
3 Bahasa Indonesia 44 4
4 Bahasa Arab 44 4
5 Matematika 22 2
6 Sejarah Indonesia 33 3
7 Bahasa Inggris
Kelompok B (UMUM) 22 2
1 Seni Budaya dan Prakarya 22 2
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 22 2
3 Prakarya dan/Kewirausahaan --
4 Muatan Lokal -
Kelompok C (Peminatan ) Akademik
1. Geografis 34 4
2. Sejarah 34 4
3. Sosiologi 34 4
4. Ekonomi 34 4
Mata Pelajaran Pilihan
64 4
Jumlah 51 51 51
58 Unit Pembelajaran
PEMINATAN BAHASA DAN BUDAYA
Mata Pelajaran Alokasi Waktu
Perpekan
Kelompok A
1 Pendidikan Agama Islam VII VIII IX
a. Al-Qur’an Ha 22 2
g. Akidah Akhlak
22 2
h. Fikih
22 2
i. Sejarah Kebudayaan Islam
22 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 22 2
4 Bahasa Arab 44 4
5 Matematika 44 4
6 Sejarah Indonesia 44 4
7 Bahasa Inggris 22 2
Kelompok B (UMUM) 33 3
1 Seni Budaya dan Prakarya
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 22 2
3 Prakarya dan/Kewirausahaan 22 2
4 Muatan Lokal 22 2
Kelompok C (peminatan ) Akademik --
1. Bahasa dan Sastra Indonesia -
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Bahasa dan sastra Asing lainnya 34 4
4. Antropologi 34 4
Mata Pelajaran Pilihan 34 4
34 4
Jumlah
64 4
51 51 51
PEMINATAN KEAGAMAAN Alokasi Waktu
Perpekan
Mata Pelajaran
VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama Islam 22 2
22 2
a. Al-Qur’an Hadist
j. Akidah Akhlak 22 2
k. Fikih 22 2
l. Sejarah Kebudayaan Islam
Unit Pembelajaran 59
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 22 2
3 Bahasa Indonesia 44 4
4 Bahasa Arab 44 4
5 Matematika 44 4
6 Sejarah Indonesia 22 2
7 Bahasa Inggris 33 3
Kelompok B (UMUM)
1 Seni Budaya dan Prakarya 22 2
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 22 2
3 Prakarya dan/Kewirausahaan 22 2
4 Muatan Lokal --
Kelompok C (Peminatan ) Akademik -
1. Ilmu Tafsir
2. Ilmu Hadits 34 4
3. Ushul Fikih 34 4
4. Bahasa Arab 34 4
Mata Pelajaran Pilihan 34 4
Jumlah 64 4
51 51 51
Bimbingan konseling dapat diselenggarakan melalui tatap muka di
kelas sebagai muatan kurikulum yang ditetapkan pada tingkat satuan
pendidikan.
Pengaturan Beban Belajar dan Beban Kerja sebagai Pendidik
1) Beban belajar diatur dalam Sistem Paket atau Sistem Kredit Semester.
a) Sistem Paket
Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur
kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi
waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester gasal
dan genap dalam satu tahun ajaran. Beban belajar pada sistem paket
terdiri atas pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan
kegiatan mandiri.
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal
40% untuk MI, maksimal 50% untuk MTs, dan maksimal 60% untuk
MA/MAK dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang
bersangkutan.
60 Unit Pembelajaran
b) Sistem Kredit Semester
Sistem Kredit Semester (SKS) dapat diselenggarakan pada MTs, MA,
dan MAK yang terakreditasi A dari BAN S/M. Beban belajar setiap mata
pelajaran pada SKS dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks).
Beban belajar kegiatan tatap muka, kegiatan terstruktur, dan kegiatan
mandiri pada satuan pendidikan yang menggunakan SKS mengikuti
aturan sebagai berikut:
(1) Pada MTs 1 (satu) sks terdiri atas: 40 menit kegiatan tatap muka, 40
menit kegiatan terstruktur, dan 40 menit kegiatan mandiri.
(2) Pada MA/MAK 1 (satu) sks terdiri atas: 45 menit kegiatan tatap
muka, 45 menit kegiatan terstruktur, dan 45 menit kegiatan
mandiri.
2) Beban Belajar Tambahan
Satuan pendidikan boleh menambah beban belajar berdasarkan
pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan
akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting oleh
satuan pendidikan dan/atau daerah, atas beban pemerintah daerah atau
satuan pendidikan yang menetapkannya.
c. Kalender Pendidikan
Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan
dengan mengikuti kalender pendidikan. Kalender pendidikan merupakan
pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu
tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar,
waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
1) Permulaan Tahun Ajaran
Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran
pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.
2) Pengaturan Waktu Belajar Efektif
a) Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran
untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan,
Unit Pembelajaran 61
b) Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap
minggu yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata
pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan
lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang
pengaturannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah.
3) Pengaturan Waktu Libur
Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang
berlaku tentang hari libur, baik nasional maupun daerah. Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun
ajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar
nasional, dan hari libur khusus.
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera
pada Tabel berikut ini.
Tabel 5 Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan
NO KEGIATAN ALOKASI KETERANGAN
WAKTU Digunakan untuk kegiatan
pembelajaran efektif pada
1. Minggu efektif Minimal 36 setiap satuan pendidikan
belajar reguler minggu Satu minggu setiap semester
Antara semester I dan II
setiap tahun
(Kelas I-V, VII-
VIII, X-XI)
2. Minggu efektif Minimal 18
semester ganjil minggu
tahun terakhir
setiap satuan
pendidikan
(Kelas VI, IX, dan
XII)
3. Minggu efektif Minimal 14
semester genap minggu
tahun terakhir
setiap satuan
pendidikan
(Kelas VI, IX, dan
XII)
4. Jeda tengah Maksimal 2
semester minggu
5. Jeda antar Maksimal 2
semester minggu
62 Unit Pembelajaran
NO KEGIATAN ALOKASI KETERANGAN
WAKTU
Digunakan untuk penyiapan
6. Libur akhir tahun Maksimal 3 kegiatan dan administrasi akhir
dan awal tahun ajaran
ajaran minggu Daerah khusus yang
memerlukan libur keagamaan
7. Hari libur Maksimal 4 lebih panjang dapat
keagamaan minggu mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah minggu
8. Hari libur umum/ Maksimal 2 efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
nasional minggu Disesuaikan dengan Peraturan
Pemerintah
9. Hari libur khusus Maksimal 1
minggu Untuk satuan pendidikan sesuai
dengan ciri kekhususan masing-
10. Kegiatan khusus Maksimal 3 masing
Digunakan untuk kegiatan yang
satuan minggu diprogramkan secara khusus
oleh satuan pendidikan tanpa
pendidikan mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
F. Adapatasi pengembangan kurikulum 2013 yang inklusif
Madrasah dengan kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus
memerlukan adaptasi dalam kurikulum agar dapat memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian semua peserta didik dalam
mengembangkan bakat dan potensinya sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Semua peserta didik diberi
kesempatan yang sama. Dengan demikian madrasah yang inklusif memerlukan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Langkah Pengembangan KTSP
1) Pembentukan Tim penyusunan Buku 1 KTSP
2) Menyiapkan peraturan dan mengkaji Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku
3) Melakukan analisis konteks
4) Melaksanakan rapat koordinasi penyusunan buku 1 KTSP
Unit Pembelajaran 63
5) Melakukan Penelaahan buku 1 KTSP
6) Menetapkan dan mengesahkan pemberlakuan Buku 1 KTSP
b. Pelaksanaan Pengembangan KTSP
Pelaksanaan KTSP merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur
satuan pendidikan yaitu kepala Madrasah, pendidik dan tenaga
kependidikan
c. Daya Dukung
Daya dukung pengembangan dan pelaksanaan KTSP meliputi kebijakan
satuan pendidikan, ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan
termasuk guru pembimbing khusus, guru pendamping, psikolog, terapis,
dan sarana prasarana satuan pendidikan (sesuai kondisi dan kemampuan
madrasah)
Dalam menyusun dokumen/buku 1 Kurikulum 2013 Inklusif ada hal-hal yang
perlu diperhatikan dan diadaptasi sebagai penjelasan pada tabel struktur
berikut:
No Komponen Penjelasan Pengembangan
Program Pendidikan Inklusi
Halaman Sampul
Halaman Penetapan
Halaman Pengesahan
Halaman Rekomendasi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I ditambah penjelasan informasi
A. Latar Belakang tentang pendidikan inklusif
dimadrasah
B. Tujuan Pengembangan
KTSP Ditambah dengan regulasi seperti
C. Landasan Hukum
UU Disabilitas beserta turunannya
yang mengarah ke pelaksanaan
pendidikan inklusif
disekolah/madrasah
64 Unit Pembelajaran
D. Prinsip dan Acuan
Operasional
Pengembangan KTSP
E. Prinsip Pengembangan
KTSP
BAB II
A. Profil Madrasah
B. Analisis Konteks
BAB III Memasukkan nilai pendidikan
A. Tujuan Pendidikan inklusi dalam visi dan misi
Madrasah Dasar Diberikan penjelasan tentang
B. Visi dan Misi Madrasah implementasi tentang pendidikan
inklusi di madrasah dan layanan
C. Tujuan Madrasah (umum) pendidikan dilakukan.
D. Tujuan Madrasah (khusus)
E. Program Keunggulan
BAB IV STRUKTUR DAN Berikan penjelasan untuk PDBK
MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum Berikan penjelasan untuk PDBK
B. Muatan Kurikulum
Berikan penjelasan untuk PDBK
1. Muatan Nasional
2. Muatan Lokal Berikan penjelasan untuk PDBK
3. Pengembangan Diri
4. Pengaturan Beban Berikan penjelasan untuk PDBK
Belajar Berikan penjelasan keterkaitan
5. Ketuntasan Belajar pendidikan karakter dan layanan
6. Kenaikan Kelas pendidikan inkluasi
7. Kelulusan Berikan penjelasan untuk PDBK
8. Pengayaan dan Remedi
9. Mutasi Peserta Didik
10. Penguatan Pendidikan
Karakter
11. Strategi Pembelajaran
dan Penilaian
Unit Pembelajaran 65
BAB V KALENDER
PENDIDIKAN
A. Permulaan Tahun Pelajaran
B. Minggu Efektif Belajar
C. Waktu Pembelajaran Efektif
D. Waktu Libur
BAB VI PENUTUP
Lampiran-lampiran yang
relevan
66 Unit Pembelajaran
LK-1 - Indikator Kunci Inklusi
STANDAR ISI
Indikator Indikator Kunci Indikator Kunci Inklusi
1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.1. Pengemban 1. Kerangka Dasar Kurikulum
gan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
kurikulum 2005, Pasal 6 Ayat (1) menyatakan
pada tingkat bahwa kurikulum untuk jenis
satuan pendidikan umum, kejuruan, dan
pendidikan khusus pada jenjang pendidikan dasar
menggunak dan menengah terdiri atas 5 kelompok
an panduan mata pelajaran, yaitu:
yang a. Kelompok mata pelajaran agama
disusun dan akhlak mulia.
BSNP. b. Kelompok mata pelajaran
Kewarganegaraan dan Kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran Ilmu 1. Identifikasi Masalah Peserta
Pengetahuan dan Teknologi didik (SI 1)
d. Kelompok mata pelajaran estetika a. Madrasah melakukan
e. Kelompok mata pelajaran Jasmani, identifikasi peserta didik
Olahraga, dan Kesehatan dengan kondisi fisik
b. Madrasah melakukan
2. Kurikulum didasarkan pada 7 prinsip identifikasi peserta didik
pengembangan kurikulum, yaitu : dengan kondisi mental
a. Berpusat pada potensi, c. Madrasah melakukan
perkembangan, kebutuhan, dan identifikasi peserta didik
kepentingan peserta didik dan dengan kondisi sosial
lingkungannya. d. Madrasah melakukan
b. Beragam dan terpadu. identifikasi peserta didik
c. Tanggap terhadap perkembangan dengan kondisi emosional
ilmu pengetahuan, teknologi, dan e. Madrasah melakukan
seni. identifikasi peserta didik
d. Relevan dengan kebutuhan dengan kondisi sensoris
kehidupan. neurologis
e. Menyeluruh dan
berkesinambungan. 2. Asesmen (SI 2)
f. Belajar sepanjang hayat. a. Madrasah melaksanakan
g. Seimbang antara kepentingan asesmen medis
nasional dan kepentingan daerah b. Madrasah melaksanakan
asesmen psikologis
3. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap
satuan pendidikan menggunakan
prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan
pada potensi, perkembangan dan
Unit Pembelajaran 67
kondisi peserta didik untuk menguasai c. Madrasah melaksanakan
kompetensi yang berguna bagi dirinya. asesmen akademik
b. Kurikulum dilaksanakan dengan d. Madrasah melaksanakan
menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: asesmen latar belakang
1) belajar untuk beriman dan sosial
bertakwa kepada Tuhan Yang e. Madrasah melaksanakan
Maha Esa, asesmen latar belakang
2) belajar untuk memahami dan perkembangan anak
menghayati, 3. Profil PDBK (SI3)
3) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara
efektif,
4) belajar untuk hidup bersama dan
berguna bagi orang lain, dan
5) belajar untuk membangun dan
menemukan jati diri, melalui proses
pembelajaran yang aktif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan.
c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan 4. Madrasah menyusun
peserta didik mendapat pelayanan kurikulum yang disesuaikan
yang bersifat perbaikan, pengayaan, (SI 4):
dan/atau percepatan sesuai dengan 5. Program Pembelajaran
potensi, tahap perkembangan, dan Individual (PPI) (SI 5)
kondisi peserta didik dengan tetap a. Madrasah membuat
memperhatikan keterpaduan Program Pembelajaran
pengembangan pribadi peserta didik Individual (PPI)
yang berdimensi ketuhanan, b. Madrasah memiliki
keindividuan, kesosialan, dan moral. dokumen tertulis RPP yang
d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana dimodifikasi dan/atau PPI
hubungan peserta didik dan pendidik
yang saling menerima dan menghargai,
akrab, terbuka, dan hangat, dengan
prinsip tut wuri handayani, ing madia
mangun karsa, ing ngarsa sung tulada
(di belakang memberikan daya dan
kekuatan, di tengah membangun
semangat dan prakarsa, di depan
memberikan contoh dan teladan).
e. Kurikulum dilaksanakan dengan
menggunakan pendekatan multi-
strategi dan multimedia, sumber belajar
dan teknologi yang memadai, dan
memanfaatkan lingkungan sekitar
sebagai sumber belajar, dengan prinsip
alam tak ambang jadi guru (semua
yang terjadi, tergelar dan berkembang
di masyarakat dan lingkungan sekitar
68 Unit Pembelajaran
Pengembangan serta lingkungan alam semesta Madrasah menyusun kurikulum
dijadikan sumber belajar, contoh dan
teladan).
f. Kurikulum dilaksanakan dengan
mendayagunakan kondisi alam, sosial
dan budaya serta kekayaan daerah
untuk keberhasilan pendidikan dengan
muatan seluruh bahan kajian secara
optimal.
g. Kurikulum yang mencakup seluruh
komponen kompetensi mata pelajaran,
muatan lokal dan pengembangan diri
diselenggarakan dalam
keseimbangan, keterkaitan, dan
kesinambungan yang cocok dan
memadai antar kelas dan jenis serta
jenjang pendidikan
Muatan lokal disesuaikan dengan
kurikulum pada kebutuhan karakter daerah, kebutuhan yang disesuaikan (SI 4):
tingkat satuan sosial masyarakat dan kondisi budaya, usia
pendidikan peserta didik, dan kebutuhan
menggunakan pembelajaran
panduan yang
disusun BSNP.
Kurikulum telah Struktur Kurikulum
menunjukkan Kurikulum memuat :
adanya alokasi Untuk MI terdiri atas 8 Mata Pelajaran,
waktu, rencana Muatan Lokal dan Pengembangan Diri.
program Untuk MTS terdiri atas 10 Mata Pelajaran,
remedial, dan Muatan Lokal, dan Pengembangan Diri.
pengayaan bagi Untuk MA kelas X terdiri atas 16 Mata
siswa. pelajaran, Muatan Lokal dan
Pengembangan diri
Untuk MA Kelas XI dan XII program IPA,
program IPS, Program Bahasa dan
program keagamaan terdiri atas 13 mata
Unit Pembelajaran 69
pelajaran, muatan lokal, dan
pengembangan diri
Untuk MAK terdiri atas 10 mata pelajaran
wajib, Muatan Lokal dan Pengembangan
diri.
2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS
(terpadu)
3. Jenis pembelajaran dibedakan antara
kelas rendah dan kelas tinggi.(Khusus SD)
4. Penambahan jam pelajaran maksimum 4
jam pelajaran setiap minggu.
5. Alokasi waktu satu jam pelajaran :
Untuk MI satu jam pelajaran adalah 35
menit
Untuk MTssatu jam pelajaran adalah 40
menit
Untuk MA/SMK satu jam pelajaran 45 menit
6. Minggu efektif dalam satu tahun (2
semester) adalah
34 – 38 minggu.
7. Jumlah jam per tahun :
Untuk MI kelas 1 – III :516-612 jam/ tahun
Untuk MI kelas IV -VI :635 – 709 jam/
tahun
Untuk MTs kelas VII-IX : 725-811 jam/ tahun
Untuk MA kelas X-XII : 969-1111,5 jam/
tahun
Untuk MAK kelas X-XII = 1026 jam/ tahun
Pelaksanaan kurikulum memungkinkan Program Pembelajaran Individual
peserta didik mendapat pelayanan yang (PPI) (SI 5)
bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau
70 Unit Pembelajaran
percepatan sesuai dengan potensi, tahap Madrasah membuat Program
perkembangan, dan kondisi peserta didik Pembelajaran Individual (PPI)
dengan tetap memperhatikan keterpaduan Madrasah memiliki dokumen
pengembangan pribadi peserta didik yang tertulis RPP yang dimodifikasi
berdimensi ketuhanan, keindividuan, dan/atau PPI
kesosialan, dan moral.
Madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi
peserta didik
1.2.1 Madrasah Bimbingan dan Konseling Prinsip pelayanan pendidikan (SP
menyediakan 1. Kegiatan BK diperuntukkan bagi 4d)
layanan bimbingan semua peserta didik.
dan konseling 2. Kegiatan BK diorganisasikan /
untuk memenuhi diprogram. (Perencanaan, Pelaksanaan,
kebutuhan Evaluasi, Tindak lanjut)
pengembangan
pribadi peserta
didik.
Madrasah Ekstra Kurikuler
menyediakan 1. Ekstra kurikuler disesuaikan dengan
kegiatan ekstra bakat, minat, jenis kelamin, dan, tingkat
kurikuler untuk perkembangan (usia) peserta didik,
memenuhi serta budaya setempat.
kebutuhan 2. Kegiatan ekstra kurikuler
pengembangan diorganisasikan / diprogram.
pribadi peserta (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi,
didik. Tindak lanjut)
STANDAR PROSES
Indikator Indikator Kunci
Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar
Unit Pembelajaran 71
Silabus 1. Silabus dikembangkan oleh Satuan Silabus dikembangkan sesuai
dikembangkan Pendidikan berdasarkan: dengan perkembangan individu
berdasarkan peserta didik (ABK) (SP 1)
Standar Isi (SI), 2. Standar Isi (SI)
Standar 3. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Kompetensi 4. Panduan penyusunan Kurikulum
Lulusan (SKL), dan
panduan KTSP. Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
5. Silabus sebagai acuan
Pengembangan
pengembangan RPP memuat
identitas mata pelajaran atau tema
pelajaran, SK, KD, materi
pembelajaran, Kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber belajar.
Pengembangan Silabus dapat
Silabus dilakukan dilakukan oleh:
guru secara mandiri ➢ Para guru secara mandiri
atau berkelompok. ➢ Berkelompok dalam sebuah
Madrasah /madrasah,
➢ Beberapa Madrasah Kelompok
Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP)
➢ Pusat Kegiatan Guru (PKG),
➢ Dinas Pendidikan
RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan
sesuai dengan kebutuhan peserta didik
2.2.1 Rencana 1. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP Perencanaan kegiatan
pelaksanaan 1. Memperhatikan perbedaan individu pembelajaran: (SP 3a)
pembelajaran (RPP) peserta didik
disusun Menetapkan tujuan
berdasarkan pada 2. Mendorong partisipasi aktif peserta
prinsip-prinsip didik pembelajaran
perencanaan
pembelajaran. 3. Mengembangkan budaya membaca Merencanakan pengelolaan
dan menulis
kelas
4. Memberikan umpan balik dan
tindak lanjut Merencanakan
5. Keterkaitan dan keterpaduan pengorganisasian bahan
6. Menerapkan teknologi informasi
Merencanakan pengelolaan
dan komunikasi
7. RPP dijabarkan dari silabus untuk kegiatan pembelajaran
mengarahkan kegiatan belajar
peserta didik dalam upaya
mencapai KD.
72 Unit Pembelajaran
8. Setiap guru pada satuan pendidikan Merencanakan penggunaan
berkewajiban menyusun RPP sumber belajar
secara lengkap dan sistematis (
terdiri dari Komponen RPP ;Identitas Merencanakan penilaian
mata pelajaran,Standar kompetensi,
Kompetensi dasar,Indikator
pencapaian kompetensi, Tujuan
pembela -jaran,Materi ajar,Alokasi
waktu,Metode
pembelajaran,Kegiatan
pembelajaran yang terdiri dari
Pendahuluan,Inti
9. dan Penutup )agar pembelajaran
berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
10. RPP disusun untuk setiap KD yang
dapat dilaksanakan dalam satu kali
pertemuan atau lebih.
11. Guru merancang penggalan RPP
untuk setiap pertemuan yang
disesuaikan dengan penjadwalan di
satuan pendidikan.
RPP Penyusunan RPP disusun dengan RPP disesuaikan dengan PDBK
memperhatikan memperhatikan perbedaan jenis (SP 2)
perbedaan gender, kelamin, kemampuan awal, tingkat
kemampuan awal, intelektual, minat, motivasi belajar,
tahap intelektual, bakat, potensi, kemampuan sosial,
minat, bakat, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
motivasi belajar, kecepatan belajar, latar belakang
potensi, budaya, norma, nilai, dan/atau
kemampuan sosial, lingkungan peserta didik.
emosional, gaya
Unit Pembelajaran 73
belajar, kebutuhan
khusus, kecepatan
belajar, latar
belakang budaya,
norma, nilai-nilai,
dan lingkungan
peserta didik.
Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan
digunakan secara tepat
2.3.1 Siswa dapat 1. Madrasah menyediakan beberapa
buku dan sumber belajar lainnya
mengakses buku yang cukup dipergunakan selama
pelajaran berlangsung.
panduan , buku
2. Madrasah menyediakan beberapa
pengayaan, buku buku dan sumber belajar lainnya
dengan mudah untuk dipinjam dan
referensi, dan dipakai di luar Madrasah dalam
kurun waktu tidak lebih dari satu
sumber belajar lain minggu dan dapat diperpanjang.
selain buku 3. Madrasah menyediakan Buku
Madrasah Elektronik (BSE) yang
pelajaran dengan dapat diakses oleh siswa.
mudah.
Guru 1. Buku teks pelajaran yang akan
digunakan oleh
menggunakan Madrasah/madrasah dipilih melalui
rapat guru dengan pertimbangan
buku panduan, komite Madrasah/madrasah dari
buku-buku teks pelajaran yang
buku pengayaan, ditetapkan oleh Menteri;
buku referensi, dan 2. Rasio buku teks pelajaran untuk
peserta didik adalah 1 : 1 per mata
sumber belajar lain pelajaran;
selain buku 3. Selain buku teks pelajaran, guru
menggunakan buku panduan guru,
pelajaran secara buku pengayaan, buku referensi
dan sumber belajar lainnya;
tepat dalam
4. guru membiasakan peserta didik
pembelajaran menggunakan buku-buku dan
untuk membantu
74 Unit Pembelajaran
dan memotivasi sumber belajar lain yang ada di
peserta didik. perpustakaan Madrasah/madrasah.
2.4. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan
metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif,
menantang dan memotivasi peserta didik
2.4.1 Para guru 1. Pelaksanaan pembelajaran a) Pelaksanaan kegiatan
merupakan implementasi dari RPP. pembelajaran: (SP 3.b)
melaksanakan Pelaksanaan pem -belajaran
meliputi kegiatan pendahuluan, b) Waktu belajar disesuaikan
pembelajaran kegiatan inti dan kegiatan penutup. dengan kebutuhan peserta
didik ( ABK)
sesuai dengan 2. Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
3. Menyiapkan peserta didik secara c) Pembelajaran dilaksanakan
yang rencana sewaktu-waktu di kelas
psikis dan fisik untuk mengikuti khusus
pembelajaran yang proses pembelajaran;
4. Mengajukan pertanyaan - d) Dalam pembelajaran
interaktif, inspiratif, pertanyaan yang mengaitkan menggunakan alat bantu
pengetahuan sebelum nya dengan khusus
menyenangkan, materi yang akan dipelajari;
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran e) Penempatan tempat duduk
dan menantang atau kompetensi dasar yang akan sesuai dengan kebutuhan
dicapai; ABK
mencakup kegiatan 6. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai f) Pemberian tugas khusus
pendahuluan, inti, silabus. sesuai dengan kemampuan
7. Pelaksanaan kegiatan inti ABK Pemberian tugas khusus
dan penutup. merupakan proses pembelajaran sesuai dengan kemampuan
untuk mencapai KD yang dilakukan ABK
. secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, g) Pemanfaatan anak didik
memotivasi peserta didik untuk reguler sebagai tutor sebaya
berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi h) Pemberian layanan
prakarsa, kreativitas, dan pembelajaran khusus di luar
kemandirian sesuai dengan bakat, jam belajar reguler
minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. i) Pemanfaatan buku
8. Dalam kegiatan penutup, guru: penghubung antara GPK
9. Bersama-sama dengan peserta dengan ABK dan GPK
didik dan/atau sendiri membuat dengan orangtua berjalan
rangkuman/simpulan pelajaran; efektif
10. Melakukan penilaian dan/atau
refleksi terhadap kegiatan yang
Unit Pembelajaran 75
Para peserta didik sudah dilaksanakan secara Prinsip pembelajaran yang
konsisten dan terprogram;
11. Memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran;
12. Merencanakan kegiatan tindak
lanjut dalam bentuk pembelajaran
remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau
memberikan tugas baik tugas
individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik;
13. Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
Dalam Kegiatan inti menggunakan
memperoleh metode yang disesuaikan dengan memperhatikan perbedaan
kesempatan yang karakteristik peserta didik dan mata individu dan mendorong
sama untuk pelajaran, yang dapat meliputi proses partisipasi aktif peserta didik
melakukan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. terasuk PDBK (SP 3c)
eksplorasi dan Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
elaborasi, serta 1. Melibatkan peserta didik mencari Prinsip pelayanan pendidikan (SP
mendapatkan informasi yang luas dan dalam 3d)
konfirmasi tentang topik/tema materi yang
akan dipelajari dengan menerapkan
prinsip alam takambang jadi guru
dan belajar dari aneka sumber;
2. Menggunakan beragam
pendekatan pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar
lain;
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi
antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar
lainnya;
4. Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
5. Memfasilitasi peserta didik
melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.
76 Unit Pembelajaran
Dalam kegiatan Elaborasi, guru: 77
1. Membiasakan peserta didik
membaca dan menulis yang
beragam melalui tugas-tugas
tertentu yang bermakna;
2. Memfasilitasi peserta didik melalui
pemberian tugas, diskusi, dan lain-
lain untuk memunculkan gagasan
baru baik secara lisan maupun
tertulis;
3. Memberi kesempatan untuk
berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
4. Memfasilitasi peserta didik dalam
pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
5. Memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
6. Memfasilitasi peserta didik
membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis,
secara individual maupun
kelompok;
7. Memfasilitasi peserta didik untuk
menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
8. Memfasilitasi peserta didik
melakukan pameran, turnamen,
festival, serta produk yang
dihasilkan;
9. Memfasilitasi peserta didik
melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan
rasa percaya diri peserta didik
Dalam kegiatan Elaborasi, guru:
1. Membiasakan peserta didik
membaca dan menulis yang
beragam melalui tugas-tugas
tertentu yang bermakna;
2. Memfasilitasi peserta didik melalui
pemberian tugas, diskusi, dan lain-
Unit Pembelajaran
. lain untuk memunculkan gagasan
78 baru baik secara lisan maupun
tertulis;
3. Memberi kesempatan untuk
berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
4. Memfasilitasi peserta didik dalam
pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
5. Memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
6. Memfasilitasi peserta didik
membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis,
secara individual maupun
kelompok;
7. Memfasilitasi peserta didik untuk
menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
8. Memfasilitasi peserta didik
melakukan pameran, turnamen,
festival, serta produk yang
dihasilkan;
9. Memfasilitasi peserta didik
melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan
rasa percaya diri peserta didik.
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1. Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
2. Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber,
3. Memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan,
Unit Pembelajaran
4. Memfasilitasi peserta didik untuk
memperoleh pengalaman yang
bermakna dalam mencapai
kompetensi dasar:
5. Berfungsi sebagai narasumber dan
fasilitator dalam menjawab
pertanyaan peserta didik yang
menghadapi kesulitan, dengar
menggunakan bahasa yang baku
dan benar;
6. Membantu menyelesaikan masalah;
7. Memberi acuan agar peserta didik
dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi;
8. Memberi informasi untuk
bereksplorasi lebih jauh;
9. Memberikan motivasi kepada
peserta didik yang kurang atau
belum berpartisipasi aktif.
2.5. Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran
dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan
Supervisi dan 1. Supervisi proses pembelajaran
dilakukan pada tahap perencanaan,
evaluasi proses pelaksanaan, dan penilaian hasil
pembelajaran.
pembelajaran
2. Supervisi pembelajaran
dilakukan pada diselenggarakan dengan cara
pemberian contoh, diskusi,
setiap tahap pelatihan, dan konsultasi
meliputi
perencanaan,
pelaksanaan, dan
penilaian hasil
pembelajaran.
Supervisi dan Kegiatan supervisi dilakukan oleh
evaluasi proses kepala dan pengawas satuan
pembelajaran pendidikan.
dilakukan secara
berkala dan
Unit Pembelajaran 79
berkelanjutan oleh
Kepala Madrasah
dan Pengawas.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Indikator Indikator Kunci
Peserta didik dapat mencapai target akademis yang
diharapkan
Peserta didik 1. Hasil belajar siswa dapat mencapai Madrasah secara khusus telah
target yang ditetapkan pada KKM
memperlihatkan untuk setiap mata pelajaran dari menetapkan Standar
setiap kelas
kemajuan yang Kompetensi Lulusan: (SKL 1)
2. Nilai rata-rata untuk setiap mata
lebih baik dalam pelajaran untuk setiap kelas Sama dengan standar
menunjukkan adanya kenaikan.
mencapai target kompetensi lulusan
3. Hasil lulusan ujian dapat berhasil
yang ditetapkan 100 % untuk setiap tahunnya dan reguler/nasional bagi yang bisa
rata-rata nilai cenderung meningkat
SKL. mengikuti
1. Keterlibatan peserta didik dalam
Peserta didik kegiatan belajar yang berkaitan SKL yang dibuat khusus oleh
dengan analisis dan pemecahan
memperlihatkan masalah-masalah kompleks. Madrasah sesuai dengan
kemajuan sebagai 2. Keterlibatan peserta didik kemampuan PDBK
memperoleh pengalaman belajar
pembelajar yang melalui program pembiasaan untuk
mencari informasi/pengetahuan
mandiri. lebih lanjut dari berbagai sumber
belajar
3.1.3 Peserta didik Kriteria Ketuntasan Minimal
memperlihatkan 1. Siswa memperoleh pengalaman (KKM) (SKL 4)
motivasi belajar dan belajar untuk menumbuhkan dan KKM sama dengan peserta didik
rasa percaya diri mengembangkan sikap percaya diri reguler
yang tinggi. dan bertanggung jawab. KKM dimodifikasi peserta didik
reguler dengan peserta ABK
2. Siswa memperoleh pengalaman KKM berdasar kemampuan,
belajar yang mampu memanfaatkan bakat dan minat peserta didik
lingkungan secara produktif dan ABK
bertanggung jawab. Peserta didik ABK yang telah
lulus melanjutkan Madrasah ke
3. Siswa memperoleh pengalaman jenjang yang lebih tinggi
mengekspresikan diri melalui
kegiatan seni dan budaya
4. Siswa memperoleh pengalaman
mengapresiasikan karya seni dan
budaya.
80 Unit Pembelajaran
Madrasah menetapkan kriteria
kenaikan kelas: (SKL 3):
Kriteria kenaikan kelas sesuai
dengan peserta didik reguler
Kriteria kenaikan kelas
dimodifikasi dari kriteria peserta
didik reguler dengan peserta
didik ABK Kriteria kenaikan kelas
dimodifikasi dari kriteria peserta
didik reguler dengan peserta
didik ABK
Kriteria kenaikan kelas
disesuaikan dengan
kemampuan, minat dan bakat
ABK berdasarkan hasil rapat
kenaikan kelas
Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh
mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.1 Madrasah Untuk MI
mengembangkan 1. Menunjukkan kecintaan dan
kepribadian kebanggaan terhadap bangsa,
peserta didik. negara dan tanah air Indonesia
2. Mematuhi aturan-aturan sosial
yang berlaku dalam
lingkungannya
3. Menghargai keberagaman
agama, budaya, suku, ras dan
golongan sosial ekonomi di
lingkungan sekitarnya
4. Menunjukkan kecintaan dan
kepedulian terhadap lingkungan
5. Mengenal kekurangan dan
kelebihan diri sendiri
6. Berkomunikasi secara jelas dan
santun
Unit Pembelajaran 81
7. Menunjukkan kebiasaan hidup
bersih, sehat, bugar aman dan
memanfaatkan waktu luang
8. Menunjukkan rasa
keingintahuan yang tinggi dan
menyadari potensinya
Untuk MTs
1. Menerapkan kebersamaan
dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
2. Mematuhi aturan – aturan
social,hukum dan perundangan
3. Menghargai keberagaman
agama, budaya, suku, ras
4. Memahami kekurangan dan
kelebihan diri sendiri
5. Berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dan santun
6. Menunjukkan kebiasaan hidup
bersih,sehat,bugar dan aman
dalam kehidupan sehari – hari
7. Menghargai adanya perbedaan
pendapat
8. Menghargai karya seni dan
budaya nasional Indonesia
Untuk MA
1. Mengembangkan diri secara
optimal dengan memanfaatkan
kelebihan diri serta memperbaiki
kekurangannya
2. Menunjukkan sikap percaya diri dan
bertanggung jawab atas perilaku,
perbuatan dan pekerjaannya
3. Berpartisipasi dalam penegakan
aturan-aturan sosial
4. Menghargai keberagaman agama,
bangsa, suku,ras dan golongan
sosial ekonomi dalam lingkup
global
82 Unit Pembelajaran