5. Menunjukkan kemampuan berpikir 83
logis. Kritis, kreatif dan inovatif
dalam pengambilan keputusan
6. Menunjukkan kemampuan
mengembangkan budaya belajar
untuk pemberdayaan diri
7. Menunjukkan sikap kompetitif dan
sportif untuk mendapatkan hasil
yang terbaik
8. Menunjukkan kemampuan
menganalisis dan memecahkan
masalah kompleks
9. Memahami hak dan kewajiban diri
dan orang lain dalam pergaulan di
masyarakat
10. Menghargai adanya perbedaan
pendapat dan berempati terhadap
orang lain
11. Menguasai pengetahuan yang
diperlukan untuk mengikuti
pendidikan tinggi
Untuk MAK
1. Berpartisipasi dalam penegakan
aturan-aturan sosial
2. Menghargai keberagaman agama,
bangsa, suku, ras dan golongan
sosial ekonomi dalam lingkup
global
3. Menunjukkan kemampuan berpikir
logis, kritis, kratif dan inovatif dalam
pengambilan keputusan
4. Menunjukkan sikap kompetitif dan
sportif untuk mendapatkan hasil
yang terbaik
5. Menunjukkan kemampuan
menganalisis dan memecahkan
masalah kompleks
6. Memahami hak dan kewajiban diri
dan orang lain dalam pergaulan di
masyarakat
7. Menghargai adanya perbedaan
pendapat dan berempati terhadap
orang lain
Unit Pembelajaran
Madrasah 8. Menguasai kompetensi program a) Madrasah memprogramkan
mengembangkan keahlian dan kewirausahaan baik pengembangan bakat dan
keterampilan hidup. untuk memenuhi tuntutan dunia ketrampilan untuk ABK
kerja maupun untuk mengikuti berdasarkan minat dan bakat
pendidikan tinggi sesuai dengan peserta didik misalnya:
kejuruannya kewirausahaan, kesenian,
memasak, dsb Madrasah
Untuk MI memprogramkan
1. Menggunakan informasi tentang pengembangan bakat dan
ketrampilan untuk ABK
lingkungan sekitar secara logis, berdasarkan minat dan bakat
kritisdan kreatif peserta didik misalnya:
2. Menunjukkan kemampuan kewirausahaan, kesenian,
memecahkan masalah sederhana memasak, dsb. (SKL2)
dalam kehidupan sehari-hari
3. Menunjukkan kemampuan b) Pengembangan bakat dan
mengenali gejala alam dan sosial di keterampilan ABK berdasar
lingkungan sekitar minat dan bakat peserta didik
4. Menunjukkan kegemaran membaca sama dengan peserta didik
dan menulis reguler
5. Menunjukkan ketrampilan
menyimak, berbicara, membaca, c) Pengembangan bakat dan
menulis dan berhitung keterampilan ABK
berdasarkan modifikasi
Untuk MTs peserta didik
d) Pengembangan sesuai
dengan minat, bakat dan
keterampilan ABK
1. Menunjukkan kemampuan berpikir
logis, kritis, kreatif dan inovatif
2. Mencari dan menerapkan informasi
dari lingkungan sekitar sumber-
sumber lain secara logis, kritis dan
kreatif
3. Menunjukkan kemampuan
menganalisis dan memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-
hari
84 Unit Pembelajaran
4. \Mendeskripsi gejala alam dan 85
sosial
5. Memanfaatkan lingkungan secara
bertanggung jawab
6. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara demi
terwujudnya persatuan dalam
Negara Kesatuan Republik
Indonesia
7. Menerapkan hidup bersih, sehat,
bugar, aman dan memanfaatkan
waktu luang
8. Berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dan santun
9. Menunjukkan kegemaran membaca
dan menulis naskah pendek
sederhana
10. Menunjukkan ketrampilan
menyimak, berbicara, membaca dan
menulis dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris sederhana
11. Menguasai pengetahuan yang
diperlukan untuk mengikuti
pendidikan menengah
Untuk MA
1. Membangun dan menerapkan
informasi dan pengetahuan secara
logis, kritis, kreatif dan inovatif
2. Menunjukkan kemampuan
menganalisis gejala alam dan sosial
3. Memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab
4. Berpartisipasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara secara demokratis dalam
wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia
5. Menghasilkan karya kreatif, baik
individual maupun kelompok
6. Menjaga kesehatan dan keamanan
diri, kebugaran jasmani serta
kebersihan lingkungan
Unit Pembelajaran
7. Berkomunikasi lisan dan tulisan
secara efektif dan santun
8. Menunjukkan ketrampilan
membaca dan menulis naskah
secara sistematis dan estetis
9. Menunjukkan ketrampilan
menyimak, membaca, menulis dan
berbicara dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris
10. bahasa Inggris sederhana
11. Menguasai pengetahuan yang
diperlukan untuk mengikuti
pendidikan menengah
Untuk MAK
1. Membangun dan menerapkan
informasi dan pengetahuan secara
logis, kritis, kreatif dan inovatif
2. Menunjukkan kemampuan
mengembangkan budaya belajar
untuk pemberdayaan diri
3. Menunjukkan kemampuan
menganalisis gejala alam dan sosial
4. Memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab
5. Berpartisipasi dalam kehidupan
bermasyarakata, berbangsa dan
bernegara secara demokratis dalam
wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia
6. Menghasilkan karya kreatif, baik
individual maupun kelompok
7. Menjaga kesehatan dan keamanan
diri, kebugaran jasmani serta
kebersihan lingkungan
8. Berkomunikasi lisan dan tulisan
secara efektif dan santun
9. Menunjukkan keterampilan
membaca dan menulis naskah
secara sistematis dan estetis
10. Menunjukkan keterampilan
menyimak, membaca, menulis dan
berbicara dalam bahasa Indonesia
dan Inggris
86 Unit Pembelajaran
Madrasah 11. Menguasai pengetahuan yang
diperlukan untuk mengikuti
pendidikan menengah
Untuk MI
mengembangkan 1. Menjalankan ajaran agama yang
dianut sesuai dengan tahap
nilai-nilai agama, perkembangan anak
budaya, dan 2. Menunjukkan sifat jujur dan adil
3. Mengenal keragaman agama,
pemahaman atas
budaya, suku, ras dan golongan
sikap yang dapat sosial ekonomi di lingkungan
sekitarnya
diterima. 4. Menunjukkan kemampuan untuk
melakukan kegiatan seni dan
budaya lokal
5. Menunjukkan kebiasaan hidup
bersih, sehat, bugar, aman dan
memanfaatkan waktu luang sesuai
dengan tuntunan agamanya
6. Menunjukkan kecintaan dan
kepedulian terhadap sesama
manusia dan lingkungan sebagai
makhluk ciptaan Tuhan
Untuk SMP / MTs
1. Menjalankan ajaran agama yang
dianut
2. Menunjukkan sifat jujur dan adil
3. Memahami keragaman agama,
budaya, suku, ras dan golongan
sosial ekonomi di lingkungan
sekitarnya
4. Menerapkan kebiasaan hidup
bersih, sehat, bugar, aman dan
memanfaatkan waktu luang sesuai
dengan tuntunan agamanya
5. Berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dan santun yang
mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk
Tuhan
6. Menghargai perbedaan pendapat
dalam menjalankan ajaran agama
Unit Pembelajaran 87
Untuk MA, MAK
Berperilaku sesuai dengan ajaran
agama yang dianut dan sesuai dengan
perkembangan remaja
Mengekspresikan diri melalui kegiatan
seni dan budaya
Mengapresiasi karya seni dan budaya
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Indikator Indikator Kunci
4.1 Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan
sudah memadai
Jumlah pendidik Untuk MI
memenuhi standar. Jumlah guru kelas sama dengan jumlah
rombel, ditambah beberapa guru mata
pelajaran sesuai dengan keperluan
Untuk MTs/MA
Guru mata pelajaran yang
penugasannya ditetapkan oleh Masing-
masing satuan pendidikan sesuai
dengan keperluan
Untuk MTs/MA
Guru mata pelajaran yang
penugasannya ditetapkan oleh Masing-
masing satuan pendidikan sesuai
dengan keperluan
Untuk MAK
Terdiri atas guru mata pelajaran dan
instruktur bidang kejuruan yang
88 Unit Pembelajaran
penugasannya ditetapkan oleh masing–
masing satuan pendidikan
Jumlah tenaga MI Terdiri dari ;
kependidikan Kepala Administrasi dapat diangkat
memenuhi standar. apabila Madrasah memiliki lebih dari 6
rombel
Pengelola Perpustakaan, Laboratorium
IPA
Petugas layanan khusus ( Pesuruh
,Penjaga Kebun/ kebersihan )
MTs , MA, MAK Terdiri dari ;
Kepala Administrasi, Kepala
Perpustakaan, Kepala Laboratorium
IPA, Konselor, Petugas layanan khusus
dan Kepala urusan yang jumlahnya
disesuaikan dengan kebutuhan
Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah
memadai
4.2.1 Kualifikasi Untuk MI Guru Pembimbing Khusus (GPK)
pendidik memenuhi Kualifikasi Kepala Madrasah MI (SPTK 1)
standar Pendidikan ; minimal S1/D IV Madrasah memiliki Guru
Kependidikan atau Non Kependidikan Pembimbing Khusus (GPK)
pada perguruan tinggi yang Jumlah Guru Pembimbing
terakreditasi Khusus sesuai dengan rasio
Berstatus sebagai guru MI yang ketunaan di Madrasah
dibuktikan dengan sertifikat pendidik Kualifikasi pendidikan Guru
sebagai guru MI Pembimbing Khusus (GPK) sesuai
Memiliki sertifikat kepala SD yang dengan ketentuan (S1.PLB)
diterbitkan oleh Lembaga yang Status Guru Pembimbing Khusus
ditetapkan oleh pemerintah bagi PNS (GPK) adalah PNS
Unit Pembelajaran 89
Guru / Pendidik.
Pendidikan minimum S1/diploma IV Peningkatan Sumber Daya Guru
dalam bidang pendidikan MI (D-IV/S1 Pembimbing Khusus (GPK) (SPTK
PGSD/PGMI) atau psikologi 2)
Untuk MTs Guru Pembimbing Khusus (GPK)
Kualifikasi Kepala Madrasah MTs telah mendapatkan pendidikan
Pendidikan S1/D IV kependidikan atau dan pelatihan pendidikan inklusif
non kependidikan pada perguruan Guru Pembimbing Khusus (GPK)
tinggi yang terakreditasi telah mengikuti seminar
Berstatus sebagai guru MTs dan pendidikan inklusif
memiliki sertifikat pendidik sebagai Guru Pembimbing Khusus (GPK)
guru MTs telah mengikuti workshop
Memiliki sertifikat Kepala MTs yang pendidikan inklusif
diterbitkan oleh lembaga yang Ada organisasi KKG/MGMP Guru
ditetapkan pemerintah bagi PNS Pembimbing Khusus (GPK)
Guru / Pendidik. Madrasah penyelenggara
Pendidikan minimal D-IV/S1 program Pendidikan Inklusif
studi yang sesuai dengan mata Ada forum komunikasi Guru
pelajaran yang diajarkan/diampu dan Pembimbing Khusus (GPK)
diperoleh dari program studi yang Madrasah penyelenggara
terakreditasi Pendidikan Inklusif
Ada organisasi Himpunan
di/KKKS/ MKKS bagi kepala
Madrasah penyelenggara
Pendidikan Inklusif
Untuk MA
Kualifikasi Kepala Madrasah MA
1. Pendidikan S1/D IV kependidikan
atau non kependidikan pada
perguruan tinggi yang terakreditasi
90 Unit Pembelajaran
2. Berstatus sebagai guru MA dan 91
memiliki sertifikat pendidik sebagai
guru MA
3. Memiliki sertifikat Kepala MA yang
diterbitkan oleh lembaga yang
ditetapkan pemerintah bagi PNS
Guru / Pendidik.
Pendidikan minimal D-IV/S1 program
studi yang sesuai dengan mata
pelajaran yang diajarkan/diampu dan
diperoleh dari program studi yang
terakreditasi
Untuk SMk/MA Kejuruan ,
Kualifikasi Kepala SMK/MA Kejuruan
Pendidikan S1/D IV kependidikan atau
non kependidikan pada perguruan
tinggi yang terakreditasi
Berstatus sebagai guru MAK dan
memiliki Sertifikat pendidik sebagai
guru MAK
Memiliki sertifikat Kepala MAK yang
diterbitkan
oleh lembaga yang ditetapkan
pemerintah bagi PNS
Guru / Pendidik.
Pendidikan minimal D-IV/S1 program
studi yang sesuai dengan mata
pelajaran yang diajarkan/diampu dan
diperoleh dari program studi yang
terakreditasi
Unit Pembelajaran
Kualifikasi tenaga Untuk MI 1. Tenaga khusus Anak
kependidikan Kualifikasi Kepala Administrasi Berkebutuhan Khusus
memenuhi standar (SPTK 2)
Pendidikan minimum lulusan SMK atau 2. Madrasah memiliki tenaga
yang sederajat psikolog
Memiliki sertifikat kepala tenaga 3. Madrasah memiliki tenaga
speach therapy (bina
administrasi Madrasah bagi PNS wicara)
Pelaksana Urusan Administrasi Umum 4. Jumlah tenaga khusus Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK)
untuk MI/ SDLB Pendidikan minimal sesuai dengan rasio
lulusan SMK/yang sederajat ketunaan di Madrasah
Untuk MTs. 5. Kualifikasi pendidikan
tenaga khusus Anak
Kualifikasi Kepala Administrasi Berkebutuhan Khusus (ABK)
Pendidikan minimal lulusan D3/yang sesuai dengan ketentuan
(S1)
sederajat, program studi yang relevan 6. Status tenaga khusus Anak
Memiliki sertifikat kepala tenaga Berkebutuhan Khusus (ABK)
adalah PNS
administrasi Madrasah/madrasah dari 7. Jumlah tenaga khusus Anak
lembaga yang ditetapkan oleh Berkebutuhan Khusus (ABK)
pemerintah bagi PNS sesuai dengan rasio
Untuk MA, MAK ketunaan
Kualifikasi Kepala Administrasi 8. Peran guru kelas dan Guru
Pendidikan minimal S1 program studi Pembimbing Khusus (GPK)
yang relevan dengan pengalaman kerja (SPTK 3)
4 tahun/D3 dengan pengalaman kerja 8
tahun 9. Guru mengelola PBM yang
Memiliki sertifikat kepala tenaga berpusat pada siswa yang
administrasi Madrasah/ madrasah dari sesuai dengan ragam
lembaga yang ditetapkan oleh ketunaan
pemerintah bagi PNS
Pelaksana Urusan Administrasi 10. Guru menciptakan
Kepegawaian lingkungan kelas yang
1. Pendidikan minimal lulusan inklusif ramah terhadap
pembelajaran
MA/MAK ( bagi Madrasah yang
jumlah pendidik dan tenaga 11. Guru melayani kebutuhan
pembelajaran siswa secara
akomodatif
12. Guru merencanakan,
melaksanakan dan menilai
program pembelajaran
sejalan dengan landasan
pendidikan yang berasaskan
92 Unit Pembelajaran
kependidikannya minimal 50 demokrasi, berkeadilan, dan
orang.
2. Pelaksana Urusan Administrasi tanpa diskriminasi (misalnya
Keuangan
3. Pendidikan minimal lulusan MAK, : Prota, Promes, Silabus,
program studi yang relevan atau
MA dan memiliki sertifikat yang RPP, PPI dsb)
relevan
4. Pelaksana Urusan Administrasi Guru mengembangkan
Sarana dan Prasarana
5. Pendidikan minimal lulusan komunikasi dengan pemangku
MA/MAK atau yang sederajat
6. Pelaksana Urusan Administrasi kepentingan penyelenggara
Hubungan Madrasah dengan
Masyarakat Pendidikan Inklusif
7. Pendidikan minimal lulusan
MA/MAK atau yang sederajat dan Guru melaksanakan
dapat diangkat bila
Madrasah/madrasah memiliki pembelajaran dengan
minimal 9 rombel
8. Pelaksana Urusan Administrasi memanfaatkan pendampingan
Persuratan dan Pengarsipan
9. Pendidikan minimal lulusan MAK teman sebaya
,program studi yang relevan
10. Pelaksana Urusan Administrasi Guru menjalin kerja sama dengan
Kesiswaan
11. Pendidikan minimal lulusan pusat sumber yang didukung
MA/MAK atau yang sederajat dan
dapat diangkat bila dengan MOU
Madrasah/madrasah memiliki
minimal 9 rombel
Pelaksana Urusan Administrasi
Kurikulum
Pendidikan minimal lulusan MA/MAK
atau yang sederajat dan dapat diangkat
bila Madrasah/madrasah memiliki
minimal 12 rombel
Petugas Layanan Khusus terdiri dari :
Penjaga Madrasah
Pendidikan minimal lulusan MTs
Unit Pembelajaran 93
Tukang Kebun
Pendidikan minimal MTs dan diangkat
apabila luas lahan kebun
Madrasah/madrasah minimal 500 m²
Tenaga Kebersihan
Pendidikan minimal lulusan MTs
Pengemudi
Pendidikan minimal MTs
Memiliki SIM yang sesuai dan diangkat
bila Madrasah memiliki kendaraan roda
empat
Pesuruh
Pendidikan minimal MTs
5. Tenaga Perpustakaan terdiri dari :
a. Kepala Perpustakaan
Harus ada di Madrasah/madrasah yang
mempunyai tenaga perpustakaan lebih
dari satu orang, mempunyai lebih dari 6
rombel serta memiliki koleksi minimal
1000 judul materi perpustakaan
Kepala Perpustakaan yang melalui jalur
Pendidik harus memenuhi syarat:
Pendidikan minimal D4/s1
Memiliki sertifikat kompetensi
pengelolaan perpustakaan dari
lembaga yang ditetapkan oleh
pemerintah
Masa kerja minimal 3 tahun
94 Unit Pembelajaran
Kepala Perpustakaan yang melalui jalur 95
Tenaga Kependidikan harus memenuhi
salah satu syarat berikut
Pendidikan minimal D2 Ilmu
Perpustakaan dan informasi bagi
pustakawan dengan masa kerja minimal
4 tahun
Pendidikan minimal D2 non-Ilmu
Perpustakaan dan Informasi dengan
sertifikat kompetensi pengelolaan
perpustakaan dari lembaga yang
ditetapkan oleh pemerintah dengan
masa kerja minimal 4 tahun
Tenaga Perpustakaan
Setiap Madrasah/madrasah memiliki
sekurang-kurangnya satu tenaga
perpustakaan yang berpendidikan
minimal SMA/yang sederajat dan
bersertifikat kompetensi pengelolaan
perpustakaan
6.Tenaga Konselor
Penyelenggara pendidikan apabila
memperkerjakan konselor wajib
menerapkan standar kualifikasi
Pendidikan minimal S1 program studi
Bimbingan dan Konseling dan program
Pendidikan Profesi Konselor
7.Tenaga Laboratorium terdiri dari :
Kepala Laboratorium
a. Jalur Guru
- jalur guru
Unit Pembelajaran
- Pendidikan minimal S1,
Berpengalaman 3 tahun
sebagai pengelola Praktikum
- Memiliki sertifikat sebagai
kepala laboratorium
Madrasah/madrasah dari
perguruan tinggi/lembaga lain
yang ditetapkan oleh
pemerintah
a. Jalur Laboran/teknisi
- Pendidikan minimal D3,
Berpengalaman minimal 5 tahun
sebagai laboran /teknisi.
- Memiliki sertifikat kepala
laboratorium Madrasah/
madrasah dari perguruan tinggi
/lembaga lain yang ditetapkan
oleh pemerintah
b. Teknisi Laboratorium
Madrasah/madrasah
Pendidikan minimal D2 yang
relevan dengan peralatan
Laboratorium, yang
diselenggarakan oleh perguruan
tinggi yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Memiliki sertifikat teknisi
Laboratorium Madrasah/
madrasah dari perguruan
tinggi/lembaga lain yang
ditetapkan oleh pemerintah.
c. Laboran Madrasah/Madrasah
Pendidikan minimal D1 yang
relevan dengan jenis
laboratorium , yang
diselenggarakan oleh perguruan
tinggi yang ditetapkan oleh
pemerintah. Memiliki sertifikat
Laboran Madrasah/Madrasah
dari perguruan tinggi yang
ditetapkan oleh pemerintah
1.2 Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah
memadai
96 Unit Pembelajaran
4.3.1 Kompetensi Kompetensi Kepala Madrasah
pendidik
memenuhi 1. Kompetensi Kepribadian
standar
a. Berakhlak mulia, mengembangkan
budaya dan tradisi akhlak mulia,
dan menjadi teladan akhlak mulia
bagi komunitas di
Madrasah/madrasah.
b. Memiliki integritas kepribadian
sebagai pemimpin.
c. Memiliki keinginan yang kuat dalam
pengembangan diri sebagai kepala
Madrasah/madrasah.
d. Bersikap terbuka dalam
melaksanakan tugas pokok dan
fungsi.
e. Mengendalikan diri dalam
menghadapi masalah dalam
pekerjaan sebagai kepala
Madrasah/ madrasah.
f. Memiliki bakat dan minat jabatan
sebagai pemimpin pendidikan.
2. Kompetensi Manajerial
a. Menyusun perencanaan
Madrasah/madrasah untuk
berbagai tingkatan perencanaan.
b. Mengembangkan organisasi
Madrasah/madrasah sesuai
dengan kebutuhan.
c. Memimpin Madrasah/madrasah
dalam rangka pendayagunaan
sumber daya Madrasah/madrasah
secara optimal.
d. Mengelola perubahan dan
pengembangan
Madrasah/madrasah menuju
organisasi pembelajar yang efektif.
a. Menciptakan budaya dan iklim
Madrasah/ madrasah yang kondusif
dan inovatif bagi pembelajaran
peserta didik.
e. Mengelola guru dan staf dalam
rangka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.
f. Mengelola sarana dan prasarana
Madrasah/ madrasah dalam rangka
pendayagunaan secara optimal.
Unit Pembelajaran 97
g. Mengelola hubungan
Madrasah/madrasah dan
masyarakat dalam rangka
pencarian dukungan ide, sumber
belajar, dan pembiayaan
Madrasah/ madrasah.
h. Mengelola peserta didik dalam
rangka penerimaan peserta didik
baru, dan penempatan dan
pengembangan kapasitas peserta
didik.
i. Mengelola pengembangan
kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah
dan tujuan pendidikan nasional.
j. Mengelola keuangan
Madrasah/madrasah sesuai
dengan prinsip pengelolaan yang
akuntabel, transparan, dan efisien.
k. Mengelola ketatausahaan
Madrasah/madrasah dalam
mendukung pencapaian tujuan
Madrasah/ madrasah.
l. Mengelola unit layanan khusus
Madrasah/ madrasah dalam
mendukung kegiatan
pembelajaran dan kegiatan
peserta didik di
Madrasah/madrasah.
m. Mengelola sistem informasi
Madrasah/madrasah dalam
mendukung penyusunan program
dan pengambilan keputusan
1.2.2 Kompetensi KOMPETENSI URUSAN
tenaga
kependidikan ADMINISTRASI UMUM MI
memenuhi
standar Pelaksana Urusan Administrasi Umum
MI/SDLB MI/SDLB yang memiliki
maksimal 6 (enam) rombongan belajar
tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi
Madrasah/Madrasah, melainkan
Pelaksana Urusan Administrasi Umum
Madrasah/Madrasah, dengan
kompetensi teknis sebagai berikut.
1. Melaksanakan administrasi
Madrasah/madrasah
a. Melaksanakan administrasi
kepegawaian
98 Unit Pembelajaran
b. Melaksanakan administrasi
keuangan
c. Melaksanakan administrasi sarana
dan prasarana
d. Melaksanakan administrasi
hubungan Madrasah dengan
masyarakat
e. Melaksanakan administrasi
persuratan dan pengarsipan
f. Melaksanakan administrasi
kesiswaan
g. Melaksanakan administrasi
kurikulum
2. Menguasai penggunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK)
a. Mengoperasikan peralatan
kantor/komputer
b. Memanfaatkan TIK untuk
mengadministrasikan
kepegawaian, keuangan, sarana
dan prasarana, hubungan
Madrasah dengan masyarakat,
persuratan dan pengarsipan,
kesiswaan, dan kurikulum
KOMPETENSI KEPALA
ADMINISTRASI (
SMP/SMA/SEDARAJAT )
1. Kompetensi Kepribadian
a. Memiliki integritas dan akhlak
mulia
b. Memiliki etos kerja
c. Mengendalikan diri
d. Memiliki rasa percaya diri
e. Memiliki fleksibilitas
f. Memiliki ketelitian
g. Memiliki kedisiplinan
h. Memiliki kreativitas dan inovasi
i. Memiliki tanggung jawab
2. Kompetensi Sosial;
a. Bekerja sama dalam tim
b. Memberikan layanan prima
c. Memiliki kesadaran berorganisasi
d. Berkomunikasi efektif
e. Membangun hubungan kerja
f. Melakukan hubungan kerja yang
harmonis
Unit Pembelajaran 99
g. Memosisikan diri sesuai dengan
peranannya
h. Memelihara hubungan internal dan
eksternal
3.Kompetensi Teknis
a. Melaksanakan administrasi
kepegawaian
b. Melaksanakan administrasi
keuangan
c. Melaksanakan administrasi sarana
dan prasarana
d. Melaksanakan administrasi
hubungan Madrasah dengan
masyarakat
e. Melaksanakan administrasi
persuratan dan pengarsipan
f. Melaksanakan administrasi
kesiswaan
g. Melaksanakan administrasi
kurikulum
h. Melaksanakan administrasi
layanan khusus
i. Menerapkan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK)
4. STANDAR SARANA DAN PRASARANA (Lihat di file lain)
Indikator Indikator Kunci
5.1 Sarana Madrasah sudah memadai
4.1.1. Madrasah
memenuhi
standar
terkait
dengan
ukuran
ruangan,
jumlah
ruangan,
persyaratan
untuk sistem
ventilasi, dan
lainnya.
5.1.1. Madrasah
memenuhi
standar
terkait
dengan
100 Unit Pembelajaran
jumlah
peserta didik
dalam
rombongan
belajar.
5.1.3..Madrasah
memenuhi
standar terkait
dengan
penyediaan
alat dan
sumber
belajar
termasuk
buku
pelajaran
5.2Madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik
5.2.1 Pemeliharaan
bangunan
dilaksanakan
secara berkala
sesuai dengan
persyaratan
standar
5.2.2.Bangunan
aman dan
nyaman untuk
semua peserta
didik dan
memberi
kemudahan
kepada
peserta didik
yang
berkebutuhan
khusus.
5. STANDAR PENGELOLAAN
Indikator Indikator Kunci
6.1 Kinerja pengelolaan Madrasah berdasarkan kerja tim
dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas
dan diketahui oleh semua pihak
6.1.1. Madrasah Visi Madrasah / Madrasah .
merumuskan
Unit Pembelajaran 101
visi dan misi 1. Madrasah / madrasah merumuskan
serta dan menetapkan visi serta
disosialisasika mengembangkannya.
n kepada
warga 2. Dirumuskan berdasarkan masukan
Madrasah dan dari warga Madrasah dan pihak-
pemangku pihak yang berkepentingan,
kepentingan. selaras dengan visi institusi di
atasnya serta pendidikan nasional.
3. Diputuskan oleh rapat dewan
pendidik yang dipimpin oleh
kepala Madrasah / madrasah
dengan memperhatikan masukan
komite Madrasah / madrasah.
4. Disosialisasikan kepada warga
Madrasah / madrasah dan segenap
pihak yang berkepentingan.
5. Ditinjau dan dirumuskan kembali
secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di
masyarakat.
6.1.2. Pengelolaan Misi Madrasah / Madrasah . Kerja sama dengan pusat sumber
Madrasah 1. Madrasah / madrasah merumuskan (S Peng 1)
menunjukkan a. Madrasah melaksanakan
adanya dan menetapkan misi serta
kemandirian, mengembangkannya. MoU dengan lembaga /SLB
kemitraan, 2. Dirumuskan berdasarkan masukan tertentu.
partisipasi, dari segenap pihak yang b. Madrasah selalu
keterbukaan, berkepentingan, dan diputuskan berkoordinasi dengan
oleh rapat dewan pendidik yang pemangku kepentingan
dipimpin oleh kepala Madrasah / pendidikan
madrasah.
3. Disosialisasikan kepada warga
Madrasah / madrasah dan segenap
pihak yang berkepentingan.
4. Ditinjau dan dirumuskan kembali
secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di
masyarakat.
1. Rencana kerja jangka
menengah dan tahunan
Madrasah:
a. disetujui rapat dewan pendidik
setelah memperhatikan
pertimbangan dari komite
Madrasah/madrasah dan disahkan
berlakunya oleh dinas pendidikan
102 Unit Pembelajaran
dan kabupaten/kota. Pada
akuntabilitas. Madrasah/madrasah swasta
rencana kerja ini disahkan
berlakunya oleh penyelenggara
Madrasah madrasah;
b. dituangkan dalam dokumen yang
mudah dibaca oleh pihak-pihak
yang terkait. '
2. Rencana kerja empat tahun dan
tahunan disesuaikan dengan
persetujuan rapat dewan pendidik
dan pertimbangan komite
Madrasah/madrasah.
3. Rencana kerja tahunan dijadikan
dasar pengelolaan
Madrasah/madrasah yang ditunjukkan
dengan kcmandirian, kemitraan,
partisipasi, keterbukaan, dan
akuntabilitas.
1.2 Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan
berkelanjutan
6.2.1 Madrasah Rumusan Tujuan Madrasah /
merumuskan Madrasah
rencana kerja 1 Madrasah merumuskan dan
dengan tujuan menetapkan tujuan serta
yang jelas mengembangkannya.
untuk 2 Tujuan Madrasah :
peningkatan a. Menggambarkan tingkat kualitas
dan perbaikan yang akan dicapai.
berkelanjutan. b. Mengacu pada visi, misi, dan
. tujuan pendidikan nasional serta
relevan dengan kebutuhan
masyarakat.
c. Mengacu pada SKL yang sudah
ditetapkan Madrasah dan
pemerintah.
d. Mengakomodasi masukan dari
berbagai pihak yang
berkepentingan dan diputuskan
oleh rapat dewan pendidik yang
dipimpin oleh kepala Madrasah.
6.2.2 Madrasah Rencana kerja yang berbasis tujuan
mensosialisa disosialisasikan kepada warga
sikan Madrasah dan segenap pihak yang
rencana berkepentingan.
kerja yang
Unit Pembelajaran 103
berbasis
tujuan untuk
peningkatan
dan
perbaikan
berkelanjuta
n kepada
warga
Madrasah
dan pihak-
pihak yang
berkepentin
gan
6.3 Rencana Pengembangan Madrasah/Rencana Kerja
Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil
belajar
6.3.1 Rencana Kerja 1 Rencana kerja tahunan dinyatakan Program kerja Madrasah (S Peng
tahunan dalam rencana kegiatan dan 2)
dinyatakan anggaran Madrasah (RKAS). Madrasah memiliki program kerja
dalam rencana 2 Rencana kerja tahunan dilaksanakan Madrasah inklusif yang
kegiatan dan berdasarkan rencana kerja jangka mekanisme penyusunannya
anggaran menengah. melibatkan kepala Madrasah,
Madrasah 3 Rencana kerja tahunan memuat guru, komite, tokoh masyarakat
dilaksanakan ketentuan yang jelas mengenai : dan warga Madrasah yang lain.
berdasarkan a. Kesiswaan.
rencana jangka b. Kurikulum dan kegiatan
menengah pembelajaran.
(renstra) c. Pendidik dan tenaga
kependidikan serta
pengembangannya.
d. Sarana dan prasarana.
e. Keuangan dan pembiayaan.
f. Budaya dan lingkungan
Madrasah.
g. Peran serta masyarakat dan
kemitraan.
h. Rencana-rencana kerja lain yang
mengarah pada peningkatan
mutu.
6.3.2 Madrasah 1 Madrasah / madrasah melakukan
melakukan evaluasi diri terhadap kinerja
evaluasi diri Madrasah / madrasah.
terhadap
kinerja 2 Madrasah / madrasah melaksanakan
Madrasah evaluasi proses pembelajaran
secara secara periodik, sekurang-
104 Unit Pembelajaran
berkelanjutan kurangnya dua kali dalam setahun,
untuk melihat pada akhir semester akademik.
dampaknya 3 Madrasah / madrasah melaksanakan
terhadap evaluasi program kerja tahunan
peningkatan secara periodik sekurang-kurangnya
hasil belajar satu kali dalam setahun, pada akhir
tahun anggaran Madrasah /
madrasah.
4 Evaluasi diri Madrasah / madrasah
dilakukan secara periodik
berdasarkan pada data dan
informasi yang sahih.
6.3.3 Madrasah
menetapkan
prioritas
indikator untuk
mengukur,
menilai kinerja,
dan melakukan
perbaikan
berdasarkan
hasil evaluasi
diri dengan
memfokuskan
pada
peningkatan
hasil belajar
6.4 Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan
valid
6.4.1 Madrasah 1 Madrasah mengelola sistem
mengelola informasi manajemen yang
sistem memadai untuk mendukung
informasi administrasi pendidikan yang
pengelolaan efektif, efisien, dan akuntabel.
dengan cara 2 Komunikasi antar warga Madrasah /
yang efektif, madrasah di lingkungan Madrasah /
efisien dan madrasah dilaksanakan secara
dapat efisien, dan efektif.
dipertanggungj
awabkan
6.4.2 Madrasah 1 Madrasah / madrasah menyediakan
menyediakan fasilitas informasi yang efisien,
sistem efektif, dan mudah diakses.
informasi yang 2 Menugaskan seorang guru atau
efisien, efektif, tenaga kependidikan untuk
melayani permintaan informasi,
Unit Pembelajaran 105
dan dapat pemberian informasi, pengaduan
diakses dari masyarakat berkaitan dengan
pengelolaan Madrasah / madrasah
baik secara lisan maupun tertulis,
dan semuanya direkam dan
didokumentasikan.
6.5 Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan
profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan
6.5.1 Madrasah 1 Madrasah / madrasah menyusun
meningkatkan program pendayagunaan pendidik
keefektifan dan tenaga kependidikan dengan
kinerja pendidik memperhatikan standar PTK.
dan tenaga 2 Program pendayagunaan PTK
kependidikan termasuk :
dan a. Pembagian tugas.
pengembangan b. Cara mengatasi bila kekurangan
profesi pendidik tenaga.
dan tenaga c. Menentukan sistem
kependidikan penghargaan.
d. Pengembangan profesi.
3 Menerapkan secara profesional,
adil, dan terbuka.
4 Madrasah / madrasah mendukung
upaya:
a. Promosi PTK
b. Pengembangan PTK.
c. Penempatan PTK disesuaikan
dengan kebutuhan.
d. Mutasi tenaga kependidikan
dari satu posisi ke posisi lain
didasarkan pada analisis
jabatan.
5 Madrasah / madrasah
mendayagunakan :
a. Kepala Madrasah / madrasah
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sebagai
pimpinan pengelolaan
Madrasah / madrasah (ada 18
tugas).
b. Wakil kepala SMP / MTs
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sebagai
pembantu kepala Madrasah
/madrasah.
c. Guru melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sebagai
106 Unit Pembelajaran
6.5.2 Supervisi dan agen pembelajaran yang
evaluasi memotivasi, memfasilitasi,
pendidik dan mendidik, membimbing, dan
tenaga melatih peserta didik.
kependidikan d. Konselor melaksanakan tugas
sesuai dengan dan tanggung jawabnya dalam
standar nasional memberikan layanan bimbingan
dan konseling kepada peserta
didik.
e. Pelatih / instruktur
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya
memberikan pelatihan teknis
kepada peserta didik pada
kegiatan pelatihan.
f. Tenaga perpustakaan
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya
melaksanakan pengelolaan
sumber belajar di perpustakaan.
g. Tenaga laboratorium
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya membantu
dan mengelola kegiatan
praktikum di laboratorium.
h. Teknisi sumber belajar
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya
mempersiapkan, merawat,
memperbaiki sarana dan
prasarana pembelajaran.
i. Tenaga administrasi
melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya dalam
memberikan layanan
kebersihan lingkungan.
7 Madrasah /madrasah menyusun
program pengawasan secara
obyektif, bertanggung jawab, dan
berkelanjutan.
8 Penyusunan program
pengawasan di Madrasah /
madrasah didasarkan pada SNP.
9 Program pengawasan
disosialisasikan keseluruhan
Unit Pembelajaran 107
pendidik dan tenaga
kependidikan.
10 Pengawasan pengelolaan
Madrasah / madrasah meliputi
pemantauan, supervisi, evaluasi,
pelaporan, dan tindak lanjut hasil
pengawasan.
11 Pemantauan pengelolaan
Madrasah / madrasah dilakukan
oleh komite Madrasah.
12 Supervisi pengelolaan akademik
dilakukan secara teratur dan
berkelanjutan oleh kepala
Madrasah / madrasah dan
pengawas Madrasah / madrasah.
13 Guru melaporkan hasil evaluasi
dan penilaian sekurang-
kurangnya setiap akhir semester
yang ditujukan kepada kepala
Madrasah / madrasah dan
orangtua / wali peserta didik.
14 Tenaga kependidikan melaporkan
pelaksanaan dari tugas masing-
masing sekurang-kurangnya
setiap akhir semester kepada
kepala Madrasah / madrasah
Kepala Madrasah / madrasah
secara terus menerus melakukan
pengawasan pelaksanaan tugas
tenaga kependidikan.
15 Kepala Madrasah / madrasah
melaporkan hasil evaluasi kepada
komite Madrasah / madrasah, dan
pihak-pihak lain yang
berkepentingan sekurang-
kurangnya setiap akhir semester.
16 Pengawas Madrasah melaporkan
hasil pengawasan di Madrasah
kepada bupati / wali kota melalui
dinas pendidikan kabupaten /
kota, dan Madrasah yang
bersangkutan, telah
108 Unit Pembelajaran
dikonfirmasikan pada Madrasah
yang terkait.
17 Pengawas madrasah melaporkan
hasil pengawasan di madrasah
kepada kantor Departemen
Agama kabupaten / kota, dan
madrasah yang bersangkutan,
setelah dikonfirmasikan pada
madrasah yang terkait.
18 Madrasah / madrasah
mendokumentasikan dan
menggunakan hasil pemantauan,
supervisi, evaluasi, dan pelaporan
serta catatan tindak lanjut untuk
memperbaiki kinerja Madrasah /
madrasah, dalam pengelolaan
pembelajaran dan pengelolaan
secara keseluruhan.
19 Evaluasi pendayagunaan pendidik
dan tenaga kependidikan
direncanakan secara
komprehensif pada setiap akhir
semester dengan mengacu
kepada standar PTK.
20 Evaluasi pendayagunaan pendidik
dan tenaga kependidikan meliputi
kesesuaian penugasan dengan
keahlian, keseimbangan beban
kerja, dan kinerja PTK dalam
pelaksanaan tugas
21 Evaluasi kinerja pendidik dan
harus memperhatikan pencapaian
prestasi dan perubahan-
perubahan peserta didik.
21.2 Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan
Madrasah
6.6.1 Warga 1. Masyarakat pendukung Madrasah
Madrasah / madrasah dilibatkan dalam
terlibat dalam pengelolaan non akademik
pengelolaan 2. Keterlibatan peran serta warga
kegiatan Madrasah dalam pengelolaan
akademis dan dibatasi pada kegiatan tertentu
non akademis. . yang ditetapkan.
3. Madrasah / madrasah menjalin
kemitraan dengan lembaga lain
Unit Pembelajaran 109
yang relevan, berkaitan dengan
input, proses, output, dan
pemanfaatan lulusan.
6.2.2 Madrasah 1. Warga Madrasah harus dilibatkan
melibatkan dalam pengelolaan akademik.
anggota 2. Warga Madrasah harus dilibatkan
masyarakat dalam pengelolaan non
khususnya akademik.
pengelolaan
kegiatan non
akademis
5. STANDAR PEMBIAYAAN
Indikator Indikator Kunci
7.1 Madrasah merencanakan keuangan sesuai standar
7.1.1 Anggaran 1. Madrasah harus menyusun RAPBS Madrasah menyusun anggaran
sesuai dengan kebutuhan: (S
Madrasah (PP No. 19 /2005 Pasal 53) Pemb 1)
a. Pengadaan aksesibilitas
2. RAPBS dirumuskan dengan
sesuai dengan ketunaan
dirumuskan perhitungan kebutuhan setahun b. Pengadaan materi
merujuk Peraturan dan dengan mempertimbangkan pembelajaran
c. Pengadaan media
perkembangan selanjutnya
pembelajaran
Pemerintah, 3. Rumusan RAPBS berisi tiga hal , d. Pemberian insentif untuk GPK
e. Pengadaan Asesmen
pemerintahan yaitu ;
a. Semua ragam sumber
provinsi, dan pendapatan dan jumlah
pemerintahan nominalnya
b. Semua ragam pembelanjaan dan
kabupaten/kota jumlah nominalnya
c. Semua kegiatan/program kerja
yang didanai dalam setahun
1. RAP (Rencana Anggaran
Pendapatan) meliputi ;
a. Subsidi pemerintah,(BOS, block
grant maupun yang bersifat
matching grant)
b. iuran siswa,
c. Sumbangan masyarakat,
d. Hasil usaha, ( kantin, Wartel,
koperasi)
e. Sponsor perusahaan, MOU
dengan DUDI
f. Hutang (sejauh tercatat dalam
RAP Madrasah)
( PP.48 /2008 Pasal 2
ayat 1 )
110 Unit Pembelajaran
7.1.1.Perumusan 2. RAB ( Rencana Anggaran Belanja)
RAPBS meliputi :
melibatkan a. Biaya penyediaan sarana dan
Komite prasarana,
Madrasah dan b. Pengembangan sumber daya
pemangku manusia
kepentingan c. Modal kerja tetap. (Gedung ,
yang relevan. kendaraan, sarana prasarana)
d. Gaji dan tunjangan yang melekat
7.1.2. Penyusunan e. Bahan atau peralatan pendidikan
rencana habis pakai,
keuangan f. Biaya operasi pendidikan tak
Madrasah langsung berupa daya, air, jasa
dilakukan telekomunikasi, pemeliharaan
secara sarana dan prasarana, uang
transparan, lembur, transportasi, konsumsi,
efisien, dan pajak, asuransi, dan lain
akuntabel. sebagainya.
(Peraturan Pemerintah No.19/2005
Bab IX: Pasal 62)
1. Mengumumkan rencana investasi
kepada pemangku kepentingan.
(PP.48/2008 Pasal 52 )
2. Melaksanakan pembukuan
keuangan Madrasah (PP.48/2008
Pasal 49 ayat 2).
3. Pengelolaan keuangan dapat
diketahui dengan mudah oleh
semua pemangku kepentingan
Madrasah.
4. Buku Kas ( Umum/Pembantu)
ditutup setiap akhir bulan atau
setelah pemeriksaan petugas yang
berwenang atau pada waktu serah
terima dari pejabat lama.
5. Memiliki catatan logistik (uang dan
barang) sesuai dengan mata
Unit Pembelajaran 111
anggaran dan sumber dananya
masing-masing,
6. Memiliki buku setoran ke
Bank/KPKN/yayasan
( Undang-undang No. 20 tahun 2003
pasal 48)
7. Setiap transaksi keuangan
(penerimaan dan pengeluaran)
disertai dengan bukti yang sah.
7.1.3. Madrasah 1. Pelaporan dan pertanggung Pertanggungjawaban keuangan
a. Laporan per- triwulan
membuat jawaban anggaran disampaikan b. Laporan per-tahun
c. Laporan per- kegiatan
pelaporan sesuai dengan asal sumber ,
anggaran
keuangan - Dari Pemerintah dilaporkan d. Ada tim manajemen
kepada kepada pemerintah sesuai
keuangan
Pemerintah aturan perundang-undangan e. Laporan transparan dan
dan pemangku - Dari usaha mandiri Madrasah akuntabilitas
kepentingan dilaporkan secara rinci dan
Sumber dana (S Pemb 2)
transparan kepada dewan guru a. Dari pemerintah pusat (BOS
dan staf Madrasah. Reguler)
b. Dari provinsi
- Dari Masyarakat dilaporkan c. Dari pemerintah daerah
kepada pemangku kepentingan (BOSDA)
d. Dari yayasan
( PP..48/2008 Pasal 71.ayat 2 ) e. Swadaya masyarakat
f. Lainnya
(PP.48/2008 Pasal 49 ayat 2)
2. Memiliki laporan per Kegiatan
3. Memiliki laporan realisasi belanja
rutin
7.2 Upaya Madrasah untuk mendapatkan tambahan
dukungan pembiayaan lainnya
7.2.1 Madrasah Kegiatan mencari dana yang dapat
memiliki dilakukan oleh Madrasah :
kapasitas untuk 1 Madrasah memiliki donatur tetap
mencari dana 2 Madrasah mengembangkan
dengan
inisiatifnya :Koperasi Madrasah, Kantin, Wartel,
sendiri Kebun Madrasah, dan lainnya.
3 Melakukan kerja sama dengan
Dunia Usaha Dan Industri (DUDI)
4 Memiliki tanah yang produktif
5 Membentuk jalinan yang kuat
dengan alumni yang siap
mendukung pengembangan
Madrasah
7.2.2 Madrasah
membangun
jaringan kerja
dengan Dunia
112 Unit Pembelajaran
Usaha dan
Dunia Industri
setempat.
7.2.3 Madrasah
memelihara
hubungan
dengan alumni.
7.3 Madrasah menjamin kesetaraan akses
7.3.1 Madrasah 1. Iuran Madrasah berdasar
melayani siswa kecukupan untuk memberikan
dari berbagai layanan pendidikan yang memenuhi
tingkatan sosial Standar Nasional Pendidikan.( Ayat
ekonomi 1 dan 4 pasal 50 PP. No.48/2008 )
termasuk siswa
dengan 2. Besar Iuran Madrasah sesuai
kebutuhan dengan pilihan orangtua peserta
khusus. didik terhadap sejumlah nominal
yang ditawarkan/ditetapkan oleh
7.3.2 Madrasah Madrasah
melakukan
subsidi silang 3. SPP bebas bagi orangtua peserta
kepada siswa didik yang miskin
kurang mampu
di bidang 1. Madrasah membagi siswa menjadi :
ekonomi
- Tiga kelompok : kaya ,
menengah, miskin.
Biaya operasi Madrasah digotong
dua kelompok; kaya dan menengah,
Sedang yang miskin bebas.
- Dua kelompok : kaya dan miskin
2. Madrasah yang semua siswanya
berasal dari keluarga yang
berkemampuan dibidang ekonomi
tidak perlu melakukan subsidi
silang.
8. STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
Indikator
8.1 Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik
dalam bidang akademik maupun nonakademik
8.1.1. Guru 1. Mengembangkan indikator
menyusun pencapaian KD dan memilih teknik
perencanaan penilaian yang sesuai pada saat
penilaian menyusun silabus mata pelajaran
terhadap 2. Mengembangkan instrumen dan
pencapaian pedoman penilaian sesuai dengan
Unit Pembelajaran 113
kompetensi bentuk dan teknik penilaian yang
peserta didik.
dipilih.
8.1.2. Guru
memberikan 3. Instrumen penilaian memenuhi
informasi
kepada persyaratan ;
peserta didik
mengenai a. Substansi, adalah
kriteria
penilaian interepresentasikan (?)
termasuk
Kriteria kompetensi yang dinilai.
Ketuntasan
Minimal b. Konstruksi, adalah memenuhi
(KKM).
persyaratan teknis sesuai
8.1.3. Guru
melaksanaka dengan bentuk instrumen yang
n penilaian
secara teratur digunakan, dan
berdasarkan
rencana yang c. Bahasa, adalah menggunakan
telah dibuat.
bahasa yang baik dan benar
serta komunikatif sesuai
dengan taraf perkembangan
peserta didik.
4. Menentukan KKM setiap mata
pelajaran dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik,
karakteristik mata pelajaran, dan
kondisi satuan pendidikan melalui
rapat dewan pendidik
1. Menginformasikan silabus mata
pelajaran yang di dalamnya memuat
rancangan dan kriteria penilaian
pada awal semester.
2. Menginformasikan kepada peserta
didik setiap menjelang ulangan
tentang :
a. Kompetensi Dasar
b. KKM
c. Teknik Penilaian.
d. Rubrik Penilaian
Ulangan dilakukan berkelanjutan Waktu penilaian diprogramkan
untuk memantau kemajuan dan dalam kalender pendidikan
perbaikan pembelajaran. berupa kegiatan: (S Penilaian 1-2)
1. Ulangan Harian
a. Ulangan harian
a. Secara periodik b. Ulangan tengah semester
b. Mengukur pencapaian c. Ulangan akhir semester
kompetensi d. US/UN
c. Dilakukan setiap 1 KD atau lebih
2. Ulangan Tengah Semester
a. Dilakukan setelah 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran.
114 Unit Pembelajaran
b. Dilakukan untuk seluruh indikator
dari seluruh KD pada periode
tersebut.
3. Ulangan Akhir Semester
a. Dilakukan di akhir semester
b. Semua KD pada semester
tersebut ( ganjil)
4. Ulangan Kenaikan Kelas
a. Sistem paket
b. Seluruh KD pada semester genap
5. Ujian Madrasah atau Madrasah
a. Sebagai syarat kelulusan
b. Untuk kelompok mata pelajaran
ilmu pengetahuan dan teknologi
selain mata pelajaran UN.
6. UN (Ujian Nasional)
a. Untuk mata pelajaran tertentu
b. Untuk mencapai Standar Nasional
Pendidikan
8.1.4. Guru 1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik Jenis Penilaian (S Penilaian 1-1)
a. Penilaian hasil belajar
menerapkan menggunakan berbagai teknik
dilakukan dengan fleksibel
berbagai penilaian berupa tes, observasi, b. Tes dilakukan dengan cara
teknik, penugasan perseorangan atau kuantitatif dan kualitatif
c. Proses Penilaian
bentuk, dan kelompok, dan bentuk lain yang
menggunakan jenis tes lisan,
jenis penilaian sesuai dengan karakteristik tulisan dan perbuatan
d. Proses Penilaian
untuk kompetensi dan tingkat menggunakan jenis non tes
dengan observasi,
mengukur 2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes wawancara, dan skala sikap
prestasi dan lisan, dan praktik atau kinerja. Strategi Penilaian dilakukan
secara fleksibel disesuaikan
kesulitan 3. Teknik observasi atau pengamatan dengan jenis kebutuhan,
kemampuan dan kondisi peserta
belajar dilakukan selama pembelajaran didik berkebutuhan khusus (S
Penilaian 1-3)
peserta didik. berlangsung dan/atau di luar
kegiatan pembelajaran.
4. Teknik penugasan baik
perseorangan maupun kelompok
dapat berbentuk tugas rumah
dan/atau proyek.
8.2Penilaian berdampak pada proses belajar
8.2.1 Guru Guru mengembalikan hasil pemeriksaan
memberikan pekerjaan peserta didik disertai
masukan dan balikan/komentar yang mendidik
komentar
mengenai
penilaian yang
mereka
Unit Pembelajaran 115
lakukan pada
peserta didik.
8.2.2 Guru 1. Mengolah / menganalisis hasil
menggunaka penilaian untuk mengetahui
n hasil kemajuan hasil belajar dan kesulitan
penilaian belajar peserta didik.
untuk 2. Memanfaatkan hasil penilaian untuk
perbaikan perbaikan pembelajaran
pembelajara 3. Hasil ulangan harian diinformasikan
n. kepada peserta didik sebelum
diadakan ulangan harian
berikutnya.
4. Peserta didik yang belum
mencapai KKM harus mengikuti
pembelajaran remedi.
8.3 Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar
anak mereka
8.3.1 Madrasah 1. Guru melaporkan hasil penilaian Madrasah mengadakan Ujian
Madrasah dan bagi yang lulus
melaporkan mata pelajaran pada akhir semester mendapatkan Surat Tanda Tamat
Belajar (STTB) (SKL 3)
hasil penilaian kepada pimpinan satuan pendidikan a. Melaksanakan program Ujian
mata pelajaran dalam bentuk satu nilai prestasi Madrasah dan bagi yang
lulus mendapatkan STTB
untuk semua belajar peserta didik disertai sebagai peserta didik reguler
b. Melaksanakan program Ujian
kelompok mata deskripsi singkat sebagai cerminan Madrasah yang dimodifikasi
dari peserta didik reguler dan
pelajaran pada kompetensi utuh. ABK bagi yang lulus
mendapatkan STTB
setiap akhir 2. Guru melaporkan hasil penilaian c. Melaksanakan program Ujian
Madrasah dan mendapatkan
semester akhlak kepada guru Pendidikan STTB sesuai dengan
kemampuan peserta didik
kepada Agama dan hasil penilaian ABK
d. Persentase kelulusan
orangtua/wali kepribadian kepada guru mencapai 100 %
Sistem Laporan Hasil Belajar (S
peserta didik Pendidikan Kewarganegaraan Penilaian 8-4)
a. Peserta didik yang
dalam bentuk sebagai informasi untuk menggunakan kurikulum
reguler laporan hasil belajar (
buku laporan menentukan nilai akhir semester rapor) menggunakan rapor
reguler yang berlaku di
pendidikan. akhlak dan kepribadian peserta Madrasah tersebut.
b. Peserta didik yang
didik dengan kategori sangat baik, menggunakan kurikulum
baik, atau kurang baik.
3. Madrasah / Madrasah melaporkan
hasil penilaian mata pelajaran
untuk semua kelompok mata
pelajaran pada setiap akhir
semester kepada orangtua/wali
peserta didik dalam bentuk buku
laporan pendidikan.
4. Madrasah / Madrasah melaporkan
pencapaian hasil belajar tingkat
satuan pendidikan kepada dinas
pendidikan/Kantor Kementerian
Agama kabupaten/kota.
116 Unit Pembelajaran
5. Madrasah / Madrasah melaporkan reguler yang dimodifikasi
hasil kelulusan ujian Madrasah dan laporan hasil belajar ( rapor)
an. kepada Dinas pendidikan / menggunakan rapor reguler
Kantor Kemenag sesuai dengan yang dilengkapi dengan
kriteria kelulusan yang ditentukan deskripsi (narasi)
Madrasah. c. Peserta didik yang
menggunakan kurikulum
6. Madrasah / Madrasah menerbitkan yang di bawah kurikulum
Surat Keterangan Hasil Ujian standar menggunakan rapor
Nasional (SKHUN) dan Ijazah setiap kualitatif yang dilengkapi
peserta didik / Peserta Ujian deskripsi (narasi)
Nasional dan diserahkan pada Wali
8.3.2 Madrasah Murid
melibatkan
orangtua 1 Orangtua peserta didik
peserta didik menganalisis laporan hasil belajar
dalam dari guru/Madrasah.
meningkatkan
pencapaian 2 Orangtua peserta didik memberi
hasil belajar motivasi belajar kepada putra /
siswa. putrinya.
3 Orangtua peserta didik memberi
fasilitas belajar kepada putra /
putrinya
KEGIATAN 4. Madrasah denga lingkunga inklusif dan ramah terhadap
pembelajaran (LIRP)
(Diskusi kelompok 45”)
A. Pengertian
Istilah inklusi diartikan dengan mengikutsertakan anak berkebutuhan
khusus di kelas umum dengan anak-anak lainnya. Dalam panduan ini, inklusi
mempunyai arti yang lebih luas. Inklusi berarti mengikutsertakan anak berkelainan
seperti anak yang memiliki kesulitan melihat, mendengar, tidak dapat berjalan,
lamban dalam belajar. Secara luas inklusi juga berarti melibatkan seluruh peserta
didik tanpa terkecuali, seperti: anak yang menggunakan bahasa ibu, dan bahasa
minoritas yang berbeda dengan bahasa pengantar yang digunakan di dalam
kelas; Anak yang berisiko putus Madrasah karena korban bencana, konflik,
bermasalah dalam sosial ekonomi, daerah terpencil, atau tidak berprestasi dengan
baik; Anak yang berasal dari golongan agama atau kasta yang berbeda; Anak
yang sedang hamil; Anak yang berisiko putus Madrasah karena kesehatan tubuh
Unit Pembelajaran 117
yang rentan/penyakit kronis seperti asma, kelainan jantung bawaan, alergi,
terinfeksi HIV/AIDS; Anak yang berusia Madrasah tetapi tidak Madrasah.
Dengan pengertian di atas, madrasah inklusif menerima semua anak tanpa
memandang kemampuan, kecacatan, gender, status HIV dan kesehatannya
maupun latar belakang sosial, ekonomi, etnik, agama ataupun bahasanya.
Madrasah inklusif menerima keberagaman, tidak sekedar mentoleransinya.
Madrasah inklusif beradaptasi dengan kebutuhan setiap anak agar bisa belajar
sesuai kecepatan dan kemampuan masing-masing untuk mencapai
perkembangan akademik, sosial, emosi dan fisiknya secara optimal. Anak
penyandang cacat dan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya serta para
orangtua dan gurunya mempunyai akses ke sebuah sistem pendukung berbasis
Madrasah/masyarakat maupun sistem pendukung eksternal [tanpa biaya]. Sistem
tersebut dirancang secara efektif merespons kebutuhan yang dihadapi anak-anak.
Adapun madrasah/Madrasah yang ramah terhadap anak adalah
madrasah/Madrasah di mana semua anak memiliki hak untuk belajar
mengembangkan semua potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin di dalam
lingkungan yang nyaman dan terbuka. Dengan demikian, madrasah atau
Madrasah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal
yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu
menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari
kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi
anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan
mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di
pendidikan.
Menjadi ramah apabila keterlibatan dan partisipasi semua pihak dalam
pembelajaran tercipta secara alami dengan baik. Madrasah bukan hanya tempat
untuk anak belajar, tapi guru pun juga ikut belajar dari keberagaman anak
didiknya. Misalnya guru memperoleh hal yang baru tentang cara mengajar yang
lebih efektif dan menyenangkan dari keunikan serta potensi setiap anak.
Lingkungan pembelajaran yang ramah berarti ramah kepada anak dan guru,
artinya: Anak dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas belajar;
118 Unit Pembelajaran
Menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran; Mendorong partisipasi aktif
anak dalam belajar; dan Guru memiliki minat untuk memberikan layanan
pendidikan yang terbaik.
B. Aspek penting dalam LIRP
Semua anak memiliki hak untuk belajar, tanpa memandang perbedaan fisik,
intelektual, sosial, emosi, bahasa atau kondisi lainnya seperti yang ditetapkan
dalam Konvensi Hak Anak yang telah ditandatangani hampir semua negara di
dunia. Termasuk anak yang mengalami gangguan, cerdas dan berbakat. Kondisi
lain termasuk juga anak jalanan, pekerja anak, anak-anak nomadik, anak-anak
dengan bahasa lokal yang beragam, suku-suku minoritas, anak yang mengidap
HIV dan AIDS, anak dari kelompok yang kurang beruntung, dan terpinggirkan.
Keberagaman kondisi di atas, perlu dipahami oleh guru, agar pelayanan
pendidikan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keunikan anak.
Mengajar anak dengan beragam latar belakang merupakan sebuah tantangan
yang menarik. Jadi, kita membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam agar
dapat memberikan pelayanan pendidikan yang patut kepada semua anak didik.
Tidak ada manusia lahir dengan pengetahuan yang utuh, tetapi ia dilahirkan
dengan naluri belajar. Namun, sering kali naluri belajar anak dengan
keingintahuannya yang besar terbunuh secara perlahan-lahan dalam sistem
pendidikan yang ada. Oleh karena itu kita butuh belajar secara terus-menerus
melalui pengamatan, berbagi pengalaman, membaca, dan menggali informasi.
Inilah yang senantiasa kita latihkan di kelas dan di Madrasah.
Dalam LIRP, setiap orang diharapkan dapat berbagi visi tentang bagaimana
belajar, bekerja, dan bermain bersama. Yakinkan mereka, bahwa pendidikan
hendaknya adil dan tidak diskriminatif, serta peka terhadap semua budaya dan
relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. Pendidik, tenaga kependidikan, dan
semua anak sebagai masyarakat Madrasah menghargai berbagai perbedaan.
Selanjutnya aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam
menyelenggarakan Madrasah yang ramah adalah (1) Guru perlu mengetahui
bagaimana cara mengajar anak dengan latar belakang dan kemampuan yang
Unit Pembelajaran 119
beragam. Peningkatan kemampuan ini dapat kita lakukan dengan berbagai cara,
seperti: pelatihan, tukar pengalaman, lokakarya, membaca buku, dan
mengeksplorasi/menggali sumber lain, kemudian mempraktikkannya di dalam
kelas. (2) SEMUA anak memiliki hak untuk belajar, tanpa memandang perbedaan
fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa atau kondisi lainnya, seperti yang
ditetapkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah ditandatangani oleh beberapa
pemerintah di dunia. (3) Guru menghargai semua anak di kelas, guru berdialog
dengan siswanya; guru mendorong terjadinya interaksi di antara anak-anak; guru
mengupayakan agar Madrasah menjadi menyenangkan; guru memper-
timbangkan keragaman di kelasnya; guru menyiapkan tugas yang disesuaikan
untuk anak; guru mendorong terjadinya pembelajaran aktif untuk semua anak. (4)
Dalam lingkungan pembelajaran yang ramah, setiap orang berbagi visi yang sama
tentang bagaimana anak harus belajar, bekerja dan bermain bersama. Mereka
yakin, bahwa pendidikan hendaknya inklusif, adil dan tidak diskriminatif, sensitif
terhadap semua budaya, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. (5)
Lingkungan pembelajaran yang ramah, mengajarkan kecakapan hidup dan gaya
hidup sehat, agar peserta didik dapat menggunakan informasi yang diperoleh
untuk melindungi diri dari penyakit. Selain itu, tidak ada kekerasan terhadap anak
dan pemukulan/hukuman fisik.
C. Manfaat LIRP
Lingkungan inklusif dan ramah pembelajaran akan bermanfaat bagi anak, guru,
orangtua, dan masyarakat.
1. Manfaat untuk Anak
a) Menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan harga diri;
b) Mereka bangga dengan prestasi yang diperoleh;
c) Mereka belajar bagaimana belajar mandiri di dalam dan di luar Madrasah;
d) Mereka dapat menggali berbagai pertanyaan yang baik, memahaminya,
dan menerapkannya dalam kehidupan berMadrasah dan sehari-hari.
e) Mereka belajar dan berMadrasah dengan senang bersama teman-
temannya, termasuk mengasah kepekaan dalam menyikapi perbedaan.
120 Unit Pembelajaran
f) Semua anak akan belajar meraih nilai-nilai yang ada dalam hubungan
sosial. Tanpa membedakan latar belakang dan kemampuan.
g) Mereka menjadi lebih kreatif, dan menjaga perkembangan belajar mereka
dengan baik;
h) Mereka menghargai pesan budaya yang sesuai dengan tradisi yang
mereka anut;
i) Mereka menghargai perbedaan sebagai sesuatu yang wajar; Mereka
mengembangkan kecakapan berkomunikasi dengan produktif
mempersiapkan kehidupan mereka yang lebih baik;
j) Mereka belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.
2. Manfaat untuk Guru:
Mendapat kesempatan belajar cara mengajar yang baru dalam melakukan
pembelajaran bagi anak yang memiliki latar belakang dan kondisi yang
beragam;
a) Membangun pengetahuan baru bagaimana anak belajar dan apa yang
anak pikirkan, sambil melihat peluang mengembangkan sikap positif;
Mengajar bukan suatu beban, tetapi sesuatu hal yang menyenangkan;
b) Peluang emas untuk memperkuat gugus dan kelompok kerja guru (KKG),
di mana antar guru saling belajar;
c) Mendorong anak menjadi lebih kreatif, dan pembelajaran yang lebih
menyenangkan;
d) Orangtua dan anak akan memberikan umpan balik secara positif dan
mereka mendukung program yang ada di Madrasah;
e) Guru mendapat pengalaman yang lebih luas dan profesional;
3. Manfaat untuk Orangtua:
a) Orangtua sadar bagaimana pentingnya membantu anak dalam belajar;
b) Merasa dibutuhkan karena terlibat secara langsung untuk membantu
anak belajar;
c) Merasa terlibat dan dihargai sebagai mitra setara dalam memberikan
kesempatan belajar yang berkualitas untuk anak;
Unit Pembelajaran 121
d) Dapat belajar bagaimana cara membimbing anaknya di rumah dengan
lebih baik dengan menggunakan teknik yang digunakan guru di
Madrasah;
e) Orangtua juga belajar berinteraksi dengan orang lain, serta memahami,
dan membantu memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat;
f) Orangtua mengetahui bahwa anaknya dan SEMUA anak menerima
pendidikan yang berkualitas.
4. Manfaat untuk Masyarakat:
a) Masyarakat menjadi cerdas, merasa bangga ketika lebih banyak anak
mengikuti pembelajaran di Madrasah;
b) Masyarakat menemukan lebih banyak calon pemimpin masa depan yang
disiapkan untuk berpartisipasi aktif di masyarakat;
c) Masyarakat dilibatkan mengatasi masalah sosial seperti kenakalan dan
masalah remaja sehingga bisa dikurangi;
d) dan Masyarakat menjadi lebih dekat dengan Madrasah karena terlibat
langsung dan aktif di Madrasah.
5. Langkah-Langkah Mewujudkan LIRP
A. Membentuk Tim LIRP
Mengidentifikasi orang yang mampu berperan dalam perencanaan dan
implementasi, serta menetapkan kelompok koordinasi. Anggota tim LIRP
terdiri dari: Kepala Madrasah; Beberapa orang guru; Pengawas; Beberapa
orangtua; dan Komite Madrasah. Sedangkan anggota kelompok koordinasi
terdiri dari: Guru, administrator, dan anggota staf Madrasah lainnya;
Penyedia layanan kesehatan; Orang-orang dari kelompok termarginalisasi;
Penyandang cacat; Peserta didik yang dewasa; Orangtua; dan Anggota
masyarakat dan organisasi masyarakat.
B. Mengidentifikasi Kebutuhan
Mengidentifikasi kebutuhan dilakukan dengan:
1) Identifikasi sumber daya yang ada di Madrasah dan masyarakat.
Buatlah daftar
122 Unit Pembelajaran
yang berkaitan dengan dukungan dan layanan yang dibutuhkan oleh
anak dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam. Ini bisa
termasuk layanan yang diberikan oleh pemerintah, LSM, dan
PUSKESMAS.
2) Identifikasi kebutuhan fasilitas dan sarana yang digunakan, misalnya
toilet, tangga, koridor perabot Madrasah. Apakah semuanya ini mudah
dijangkau oleh SEMUA anak? Jika tidak, bagaimana agar bisa
dijangkau semua anak? Misalnya belum ada toilet yang bisa digunakan
oleh anak berkebutuhan khusus, tangga miring, dan seterusnya yang
disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
3) Mengidentifikasi dan menjabarkan proses pembelajaran melalui
kunjungan kekelas. Kemudian jabarkan apa yang dilakukan oleh guru
dan peserta didik.Misalnya: Apakah kelasnya inklusif, ramah terhadap
pembelajaran?
4) Mengidentifikasi budaya inklusif dan ramah anak. Dalam konteks ini
bisa dilihat misalnya bagaimana respons orangtua dan komite terhadap
eksistensi anak berkebutuhan khusus dan sejauh mana dukungan
yang diberikan.
C. Ciptakan sebuah Visi
Untuk menciptakan visi bisa dilakukan dengan bayangan
madrasah/Madrasah ideal di masa depan. Sebagai contoh, ketika kita dan
anak berjalan masuk kelas, bayangkan seperti apa kira-kira kondisi kelas
yang diinginkan? Bagaimana penataan sarana? Bagaimana formasi tempat
duduknya? Apa yang akan dilakukan guru? Apa yang akan dilakukan anak?
Apa yang ada pada dinding? Pertimbangkan antara anak laki-laki dan
perempuan, jangan mendominasi pembicaraan dalam bahasa tertentu
yang tidak dipahami semua anak, termasuk memperlakukan anak yang
mengalami hambatan penglihatan, dan pendengaran, serta anak yang
mengalami hambatan intelektual, latar belakang agama atau kasta yang
berbeda. Jika semua anak usia Madrasah berada di Madrasah, apa saja
kebutuhan belajarnya dan bagaimana memenuhinya? Tuliskan secara
Unit Pembelajaran 123
spesifik tentang gambaran kelas impian yang diinginkan sebagai tujuan
dalam menciptakan LIRP. Tuliskan tindakan-tindakan ini karena akan
membantu kita mewujudkan “visi” yang diinginkan.
D. Merancang Pengembangan LIRP di Madrasah/Madrasah.
Merumuskan rancangan kegiatan untuk menciptakan dan
mengimplementasikan LIRP. Diperlukan rincian perubahan, cara
mengimplementasikannya, dan daftar bahan/materi dan layanan dari orang
yang bertanggung jawab dalam memberikan layanan dan sumber daya
yang dibutuhkan. Berarti jadwal Anda harus nyata dalam
mengimplementasikan perubahan. Memiliki target yang jelas dan pasti,
serta fleksibel dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kondisi yang
diharapkan.
Menyediakan sumber daya tambahan sesuai kebutuhan. Siapkan
sumber daya yang dibutuhkan seperti: rencana biaya pengadaan alat
pengajaran, mengembangkan sistem tutor teman sebaya, atau membentuk
komite Madrasah untuk pengembangan sumber daya.
Pertimbangkanlah perubahan secara logis dan rasional. Ada dua
cara dalam mengembangkan pendidikan agar terjadi peningkatan
pembelajaran dan partisipasi anak, yaitu: melalui analisis, perencanaan
rinci, dan melalui perubahan yang terjadi.
E. Mengimplementasikan Rencana
Menyediakan bantuan teknis untuk staf sesuai kebutuhan. Apakah
diperlukan bantuan teknis oleh orang yang berpengalaman untuk
menyampaikan topik khusus dalam lokakarya? Jika ya, jenis bantuan apa
yang dibutuhkan dan siapa yang akan memberikannya? Bagaimana
mengimplementasikannya, dan seberapa sering bantuan tersebut
dibutuhkan?
Melatih staf Madrasah (yang berkaitan dengan pengajaran dan
administrasi) dan anak sesuai kebutuhan. Topik pelatihan dapat meliputi
hak anak dan implikasinya terhadap pendidikan, perbedaan, dan
kesamaan budaya serta bahasa, kesadaran akan kelainan, instruksi
124 Unit Pembelajaran
layanan khusus, tanggung jawab personal, strategi mengajar, kooperatif
dan lain-lain.
Mengikutsertakan orangtua berperan aktif. Tim perencana harus
mengembangkan sistem untuk berkomunikasi dengan orangtua. Siapa saja
yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi secara berkala
dengan orangtua? Masukan dari orangtua hendaknya menjadikan
dorongan dan pertimbangan melalui proses perencanaan dan
implementasi.
Rencana mengatasi hambatan. Dalam mengimplementasikan
rencana menciptakan LIRP di Madrasah, mungkin akan timbul penolakan
dari Madrasah. Oleh karena itu, Anda harus membuat rencana untuk
mengatasi hambatan tersebut.
F. Mengevaluasi Rencana dan Merayakan Keberhasilan.
Monitor kemajuan dan modifikasi rencana Anda sesuai kebutuhan
Tim LIRP merupakan sumber daya yang terus digunakan selama tahun
pelajaran. Siapkan agenda kegiatan untuk menindaklanjuti pertemuan.
Tentukan bagaimana monitoring akan dilakukan dan siapa yang akan
melaksanakannya. Observasi bagaimana program itu dapat dilaksanakan.
Beritahukan Keberhasilan Anda kepada orang lain! Pencapaian
perubahan yang signifikan dalam program pendidikan di Madrasah,
khususnya yang meliputi investasi sumber daya manusia dan materi harus
dikomunikasikan. Himbau masyarakat untuk mempromosikan perubahan
tersebut dengan mengadakan pameran atau festival. Dalam kegiatan ini,
orangtua, anggota masyarakat dan bahkan pejabat diundang ke Madrasah.
Hasil karya yang dihasilkan oleh SEMUA anak ditampilkan selama berkaitan
dengan pelajaran dan mendemonstrasikan semua kecakapan yang telah
dipelajari. Guru juga mendemonstrasikan keterampilan baru yang
diperolehnya dalam penilaian dan pengajaran.
G. Monitoring dan Evaluasi
Unit Pembelajaran 125
Monitoring dan Evaluasi untuk mengukur perubahan apa saja yang telah
dilakukan? Apakah kelas dan Madrasah yang dikelola telah inklusif, ramah
terhadap pembelajaran?
Untuk mengetahuinya perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
- Apakah inklusif, ramah terhadap pembelajaran yang telah dilakukan
sama dengan yang telah ditetapkan? (bagaimana kita bisa
memperbaikinya? Apa saja yang harus dilakukan?)
- Perubahan apa saja yang telah dilakukan, khususnya dalam
memperbaiki pembelajaran?
Anda bersama rekan lain di dalam Madrasah dapat:
- Melaksanakan evaluasi informal dan kemudian menggunakan
informasi tersebut untuk melakukan perubahan program. Selain
evaluasi informal, akan lebih bijaksana bila mempercayai pihak lain
untuk melakukan evaluasi formal secara berkala. Buatlah Cek lis
asesmen diri LIRP sebagai instrumen monitoring untuk memantau
kemajuan Madrasah dalam pencapaian target LIRP dalam kurun waktu
satu, dua, atau beberapa tahun, bahkan satu dekade atau lebih. Selain
cek lis tersebut, ada lima cara mengumpulkan informasi untuk
mengetahui sejauh mana Madrasah telah menerapkan LIRP.
- Observasi dapat dilakukan oleh kepala Madrasah, yakni mengamati
pembelajaran yang dilakukan guru di kelas sebagai bagian
pengembangan profesionalisme. Guru juga dapat melakukan
observasi terhadap anak untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan yang sudah dicapai. Orangtua pun dapat
mengobservasi Madrasah, termasuk kepala Madrasah, guru dan
tenaga kependidikan lainnya. Buatlah catatan dari pengamatan yang
disertai dengan tanggapan. Hasilnya dapat didiskusikan secara berkala
dalam kelompok yang terdiri dari kepala Madrasah, pengawas, guru,
dan komite Madrasah. Perhatikan juga bangunan dan lingkungan
sekitar. Apakah penerapan LIRP telah berdampak pada penampilan
Madrasah? Apakah Madrasah dapat dijangkau oleh semua pihak?
126 Unit Pembelajaran
Apakah toilet anak perempuan dan laki-laki berada di tempat yang
berbeda? Apakah semua anak dengan perbedaan kemampuan
memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan
lapangan/tempat bermain? Perubahan yang terjadi pada anak dapat
diamati dengan cara memperhatikan perubahan sikap dan pola tingkah
laku mereka. Misalnya: apakah mereka membantu satu sama lain
dengan cara yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya?
- Dokumen. Telaah berbagai dokumen Madrasah seperti buletin, surat
kepada orangtua, laporan kemajuan, rencana pengajaran, dan silabus
kurikulum. Apakah dokumen yang disebarkan kepada orangtua dan
masyarakat sudah mencerminkan lingkungan belajar inklusif yang akan
Anda capai? Apakah rencana pengajaran dan kurikulum
mencerminkan lingkungan yang inklusif, ramah terhadap
pembelajaran.
-
F. Tindak Lanjut
Setelah mempelajari bab ini, peserta melakukan Focus Group Discussion
(FGD) untuk membahas pentingnya pemenuhan Standar pendidikan dalam
pelaksanaannya di Madrasah. Dan mendiskusikan tantangan-tantangan nyata
dalam pemenuhan SNP dan penyusunan EDM, RKM, RKAM yang inklusif dalam
rangka mendukung terlaksananya layanan inklusif di Madrasah dan apa solusinya.
G. Evaluasi
Evaluasi pada pembelajaran ini dilakukan melalui FGD atau evaluasi
kelompok. Dalam evaluasi tersebut nara sumber atau guru diharapkan mampu: 1).
Memahami Pengertian dan langkah-langkah menyusun Evaluasi Diri Madrasah
(EDM) Inklusi, 2). Mampu menunjukkan hasil kerja dalam bentuk Rencana Kerja
Madrasah (RKM)/Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), 3). Memahami dan
menunjukkan bukti Dokumentasi I KTSP Inklusif, 4). Memahami dan mengerti
tentang pentingnya aksesibilitas dan Lingkungan Inklusifdalam lingkungan
madrasah.
Unit Pembelajaran 127
128 Unit Pembelajaran
UNIT EMBELAJARAN 3.
Identifikasi dan Asesmen Fungsional
PDBK
A. Deskripsi
Pada modul ini, akan menyajikan beberapa materi tentang pengertian,
tujuan, sasaran, strategi pelaksanaan identifikasi peserta didik, asesmen
fungsional dan akademis, uraian materi (indikator), tindak lanjut identifikasi dan
asesmen anak berkebutuhan khusus (ABK).
B. Tujuan
Secara umum tujuan yang diharapkan setelah mempelajari modul ini,
adalah agar para peserta memahami dan mampu melakukan identifikasi dan
asesmen terhadap anak berkebutuhan khusus serta mampu mengajarkannya
kepada para peserta pelatihan lainnya.
Sedangkan secara khusus tujuan yang diharapkan setelah mempelajari
modul ini, adalah agar para peserta;
- Memahami pengertian dan tujuan identifikasi dan asesmen anak
berkebutuhan khusus.
- Memahami dan mampu melaksanakan berbagai strategi pelaksanaan
identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus.
- Menyusun indikator-indikator identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan
khusus.
- Mampu melaksanakan identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus
di madrasah masing-masing.
- Menyusun dan melakukan identifikasi dan asesmen terhadap anak
berkebutuhan khusus.
C. Strategi 129
Unit Pembelajaran
1. Berbagi pengalaman, di mana para peserta diberi kesempatan untuk
memberikan contoh gejala atau perilaku salah satu anak berkebutuhan
khusus yang diketahuinya, dan mampu menunjukkannya atau
menirukannya.
2. Diskusi kelompok, para peserta dibagi dalam kelompok untuk membahas
materi modul dengan topik “Identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan
khusus”, dan diharapkan masing-masing anggota kelompok memberikan
pendapat dan argumennya.
3. Diskusi kelas (pleno), setiap kelompok diharapkan dapat
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dengan menggunakan in
focus yang menampilkan skema atau handout dan draf instrumen
identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus.
D. Media
• Materi power point sebagai bahan penyampaian ke peserta
• Formulir kegiatan idenfikasi fungsional
• Formulir kegiatan asesmen fungsional
• Instrumen PBS
E. Materi
KEGIATAN 1. Identifikasi Fungsional
(Diskusi 30” dan praktik 1JP)
Merujuk pada peraturan menteri pendidikan nomor 70 tahun 2009 tentang
pendidikan inklusif bagi siswa yang memiliki Penyandang disabilitas merupakan
bagian dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pengertian penyandang disabilitas
sendiri Menurut International Classification of Functioning, Disability and Health
(ICF) (World Health Organization, 2001 adalah mencakup 3 konsep, yaitu;
a. Tidak berfungsinya anggota tubuh; seperti mata, tangan, kaki, tulang, mulut
dan lainnya atau struktur tubuh, misalnya kaki tidak berfungsi, katarak, dll.
b. Keterbatasan beraktivitas; seperti kesulitan individu dalam melakukan atau
melaksanakan tugas atau tindakan, seperti tidak bisa menggunakan toilet
130 Unit Pembelajaran
tanpa modifikasi, sulit duduk di kursi kelas, butuh cahaya, sulit mengikuti
pelajaran olah raga dll.
c. Pembatasan berpartisipasi; seperti tidak diberikan kesempatan untuk ikut
serta dalam sebuah kegiatan, misalnya diizinkan tidak berkegiatan dalam
tugas kelompok, atau hanya ke Madrasah datang, duduk, dan pulang. dan
faktor lingkungan di sekitar juga berkaitan dengan ketiga konsep tersebut,
tidak hanya tiga konsep di atas.
Dalam perkembangan kebijakan penyandang disabilitas di Indonesia dengan
Lahirnya Undang-undang 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, ada
pergeseran dalam melihat penyandang disabilitas, dimana undang udang
mengamanahkan untuk selain petugas medis tidak dapat melakukan
asesmen medis dalam melakukan identifikasi. Namun kita dapat
mengidentikasi penyandang disabilitas khususnya siswa di madrasah dengan
mengidentifikasi kesulitan fungsi yang ditemui pada siswa. Berikut table
perubahan arah kebijakan tentang identifikasi penyandang disabilitas
Tabel 6 Pergeseran pendekatan identifikasi penyandang disabilitas dalam UU disabilitas.
Sebelum UU Penyandang Setelah undang-undang disabilitas
NO Disabiltas
Menentukan disabilitas hanya dapat
dilakukan oleh Tenaga Medis
(Dokter atau specialis).
Menentukan disabilitas Guru diharapkan dapat melakukan
Terkadang tidak hanya identifikasi fungsional atau
dilakukan oleh tenaga medis, kesulitan siswa baik di kelas,
1 termasuk dilakukan oleh akses lingkungan, sosial atau
masyarakat terutama pada lainnya dalam keseharian siswa
madrasah yang memiliki seperti:
siswa penyandang disabilitas ➢ Sulit Melihat Tulisan di papan tulis;
➢ Berbicara tidak dapat dimegerti;
➢ Tidak dapat diam di kelas;
➢ Terlihat suka mengganggu;
➢ Terlihat tiba-tiba Sangat gelisah;
➢ Tidak dapat menggegam;
Unit Pembelajaran 131
➢ Sulit menaiki tangga;
➢ Suka menghilangkan huruf atau
kata secara berpola dan
konsisten. dan lainnya terkait
hambatan fungsi dari anggota
tubuh, perilaku, emosi dan
intelektual siswa
Kategorisasi Penyandang disabilitas
Tunanetra, low vision Kesulitan Penglihatan
Tunarungu Kesulitan Pendengaran
Tunawicara Kesulitan Berbicara
Lamban Belajar Kesulitan Intelektual
2 Tunagrahita Kesulitan Motorik/Gerak
Kesulitan Belajar Spesifik
Tunadaksa (Gangguan
Motorik)
Kesulitan Belajar
Autis Kesulitan Perilaku dan Emosi
Tuna Laras
Madrasah dalam melakukan Madrasah dalam melakukan
Identifikasi dan Asesmen identifikasi hanya menggunakan
3 menggunakan pendekatan pendekatan fungsi dan diharapkan
fungsi dan medis dapat melibatkan orangtua
Bentuk Pendekatan Medis Bentuk Pendekatan Fungsi
4
(sumber gambar ; Internet) Unit Pembelajaran
132