The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2021-09-14 12:19:13

Inklusi KEP

Inklusi

(sumber gambar ; Internet)

Identifikasi anak dimaksudkan sebagai suatu upaya seseorang (orangtua,
guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) untuk melakukan proses penjaringan
terhadap anak yang mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, intelektual, sosial,
emosional/tingkah laku) dalam rangka pemberian layanan pendidikan yang
sesuai.
1) Tujuan identifikasi dilakukan dilakukan untuk lima keperluan, yaitu:

a. Penjaringan (screening) penyandang disabilitas di Madrasah;
b. Pengalihtanganan (referal) sebagai dasar orangtua atau madrasah dalam

memberikan penanganan lanjutan, seperti meminta diperiksa dokter,
psikolog dan lainnya;
c. Katagorisasi kesulitan siswa;
d. Perencanaan pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa; dan
e. Pemantauan atau evaluasi kemajuan belajar dan dukungan dalam
pembelajaran.
2) Katagori dan gambaran penyandang disabilitas
Mengacu kepada Undang -undang penyandang disabilitas dan Washington
Group Disability (WGD) – Perkumpulan penyandang disabilitas dunia, secara
katagori dibagi menjadi ;

a. Penglihatan

Unit Pembelajaran 133

Gambaran kesulitan penglihatan ini adalah Kesulitan
kemampuan mata untuk melihat seperti wajah orang,
objek, tulisan atau gambar di papan tulis ataupun
buku. Kesulitan bukanlah tentang kemampuan otak
untuk memahami apa yang dilihat.
Secara fungsi kesulitan ini dibagi menjadi;
1. Tidak ada kesulitan

Anak dapat melihat papan tulis, buku, benda
termasuk yang berukuran kecil, ekspresi wajah,
dll., dengan tingkat kemampuan yang sama
seperti kebanyakan anak-anak lain pada
usianya.
2. Memiliki sedikit kesulitan
Anak memiliki kesulitan tetapi dapat diatasi dengan misalnya; duduk
lebih dekat ke papan tulis, atau mendekatkan buku ke mata. Atau
menggunakan kaca mata/lensa dapat mengatasi kesulitan
penglihatan anak.
3. Memiliki banyak kesulitan
Kesulitan penglihatan anak tidak dapat diatasi dengan menggunakan
kacamata, namun anak masih memiliki sisa kemampuan penglihatan
termasuk membedakan gelap dan terang. atau kacamata/lensa
kontak dapat mengatasi kesulitan penglihatan anak, tapi anak tidak
memiliki akses untuk mendapatkan kacamata.
4. Memiliki kesulitan total (menyeluruh)
Seorang anak dianggap buta ketika dalam jarak 6 meter dia tidak
dapat melihat sebuah objek, di mana anak dengan penglihatan
normal dapat melihat dalam jarak 60 meter, atau jika bidang
penglihatannya berdiameter kurang dari 20̊ (normal bidang
penglihatan 180 ̊ ).
b. Pendengaran
Kemampuan mendengar suara manusia atau musik.

134 Unit Pembelajaran

Catatan: pendengaran mengacu pada kemampuan anak untuk
mendengar bahkan pada saat anak menggunakan alat bantu
pendengaran, jika anak sedang menggunakannya.
1. Tidak Ada kesulitan

Anak mampu mendengar dengan tingkat
kemampuan sama seperti anak lain seusianya.
2. Memiliki Sedikit kesulitan
Anak mungkin memiliki kesulitan mendengar
pembicaraan yang halus atau jarak jauh.
Mereka juga mengalami kesulitan mendengar percakapan normal di
mana banyak suara latar.
3. Memiliki banyak kesulitan
Anak membutuhkan alat bantu dengan untuk memahami
pembicaraan normal. Bahkan pada beberapa anak, mereka tidak
dapat memahami pembicaraan normal walaupun sudah
menggunakan alat bantu. Tanpa alat bantu dengar, anak akan
membutuhkan ketergantungan pada membaca bibir dan Bahasa
isyarat.
4. Memiliki kesulitan total
Anak-anak dengan gangguan pendengaran berat akan selalu
mengalami kesulitan memahami percakapan dan tidak mendeteksi
bahkan teriakan paling keras sekalipun tanpa alat bantu dengar.
Banyak anak dengan gangguan pendengaran berat perlu
menggunakan Bahasa isyarat.
c. Motorik Kasar
Kemampuan Berjalan atau menaiki tangga
Catatan: jika anak memiliki alat bantu untuk bergerak seperti kursi roda,
kruk atau alat bantu jalan/gerak, atau dibantu untuk bergerak. Pertanyaan
ini menanyakan tentang kemampuan anak untuk berjalan atau menaiki
tangga bahkan ketika menggunakan alat bantu atau dibantu dalam
bergerak

Unit Pembelajaran 135

1. Tidak Ada kesulitan
Dapat berjalan sendiri tanpa dibantu sejauh
lebih dari 500 meter, baik di dalam maupun luar
ruangan.

2. Memiliki Sedikit kesulitan
Dapat berjalan sendiri (dengan kruk atau alat
bantu jalan jika dibutuhkan) sejauh 100 meter di
dalam atau luar ruangan; mampu menaiki tangga
dengan rel tangga atau sedikit/minim bantuan atau memiliki sedikit
kesulitan untuk bergerak antara duduk dan berdiri.

3. Memiliki banyak kesulitan
Memiliki kesulitan berjalan meskipun
menggunakan kruk atau alat bantu jalan;
membutuhkan bantuan untuk menaiki tangga,
atau tidak mampu menaiki tangga. atau,
membutuhkan kursi roda dan dapat
menggunakan secara mandiri. Atau, memiliki
banyak kesulitan untuk bergerak antara duduk
dan berdiri, namun dapat dilakukan secara mandiri.

4. Memiliki kesulitan total
Anak memiliki kesulitan untuk mengontrol gerakan (disengaja). Tidak
dapat duduk, berdiri atau berjalan secara mandiri walaupun
menggunakan alat bantu bergerak. tidak dapat
mendorong/menggunakan kursi roda sendiri.

d. Motorik Halus
Kemampuan menggunakan tangan dan jari-jari untuk pekerjaan/tugas
yang membutuhkan ketelitian, seperti menulis, menggambar, memegang
pensil, mengambil koin atau benda kecil lainnya atau mengancingkan
baju.
1. Tidak Ada kesulitan

136 Unit Pembelajaran

Tidak ada kesulitan menggunakan tangan dan jari-jari atau sama jika

dibandingkan dengan anak seusianya.

2. Memiliki Sedikit kesulitan

Sedikit kesulitan dalam menggenggam, memegang, atau

menggunakan benda-benda kecil (seperti biji kacang hijau, manik)

dengan tangan atau jari-jari, tapi dapat dilakukan secara mandiri.

3. Memiliki banyak kesulitan

Banyak mengalami kesulitan dalam

menggenggam, memegang, atau

menggunakan benda kecil benda kecil seperti

biji kacang hijau, manik) dengan tangan atau

jari-jari; sebagai contoh memegang atau

memegang pensil dengan benar, sendok,

mengancing baju atau menarik risleting. Anak mungkin membutuhkan

pendampingan atau alat bantu khusus untuk menggenggam benda

4. Memiliki kesulitan total

Anak pada dasarnya tidak dapat

menggunakan tangan dan jari-jarinya untuk

melakukan gerakan motorik halus. Anak

membutuhkan pendamping atau alat bantu

khusus untuk mendampingi saat makan atau

gerakan motorik khusus lainnya.

e. Berbicara

Kondisi dipahami ketika berbicara dengan bahasa yang paling sering

digunakan/lazim (disukai) bagi anak.

1. Tidak Ada kesulitan

Dapat berbicara dan dimengerti dengan jelas.

2. Memiliki Sedikit kesulitan

Kesulitan ringan dalam berbicara atau

dimengerti saat berbicara; dapat mencakup

Unit Pembelajaran 137

gagap ringan (gangguan aliran bicara, perpanjangan bunyi atau kata-
kata).
3. Memiliki banyak kesulitan
Sangat sulit dimengerti, atau sedikit
berbicara, sering sekali menghindari
berbicara. Atau kelihatan berusaha terlalu
keras untuk mengeluarkan kata-kata. atau
menggunakan kalimat sederhana (kurang dari
4 kata). atau salah dalam mengurutkan kata
dalam sebuah kalimat, atau memiliki kosa kata yang terbatas
dibanding anak yang lain atau memiliki gagap yang signifikan.
4. Memiliki kesulitan total
Tidak berbicara sama sekali (bisu). Jika anak menggunakan Bahasa
isyarat tetapi tidak berbicara, ini adalah katagori yang tepat untuk
dipilih. (harap dicatat, menggunakan bahasa isyarat di dalam kolom
komentar)
f. Kesulitan Belajar Spesifik
Dibandingkan dengan anak yang seusia, anak memiliki kesulitan pada
area tertentu meliputi area membaca, berhitung, memahami, menulis
(seperti disleksia, diskalkulia). Kesulitan belajar spesifik seperti disleksia
mempengaruhi beberapa aspek dalam belajar. Anak-anak ini sering
belajar keterampilan lain dengan sangat baik.
Catatan : Tidak untuk kelas awal atau anak yang baru masuk madrasah.
1. Tidak Ada kesulitan
Tidak ada kesulitan dalam membaca, menulis, memahami, dan
berhitung.
2. Memiliki Sedikit kesulitan
Sedikit kesulitan dalam membaca, menulis,
memahami dan berhitung. Namun anak
memperlihatkan perkembangan pada area-
area tersebut.

138 Unit Pembelajaran

3. Memiliki banyak kesulitan

Anak berisiko, atau telah didiagnosis disleksia (atau kesulitan belajar

spesifik lainnya) Anak memperlihatkan

dengan jelas kemampuan pada beberapa

area, namun juga memperlihatkan

kelemahan pada area lain seperti; tulisan

tangan yang buruk dengan banyak

kesalahan, mengulangi kata-kata; mengeja

kata dengan cara yang berbeda; tidak ada ekspresi dalam membaca;

pemahaman yang buruk; tidak mengenali kata-kata yang familier;

lamban dalam mengolah informasi; konsentrasi yang buruk; kelelahan

karena berusaha keras untuk berkonsentrasi; kesulitan mengikuti

instruksi.

g. Intelektual

Kesulitan fungsi intelektual secara umum seperti memahami, mengingat

berbagai informasi atau instruksi di madrasah, ketika bermain, di rumah,

dll. Penting untuk membandingkan dengan anak pada usia yang sama

yang tidak memiliki kesulitan.

1. Tidak Ada kesulitan

Mampu belajar dan menerapkan

keterampilan madrasah dan

keterampilan umum yang dibutuhkan di

rumah, pada level yang sama (atau di

atas) seperti anak lain pada usianya.

Jika anak tampak mengalami kesulitan

belajar karena disebabkan anak tidak paham Bahasa Indonesia, hal

ini bukan disebabkan karena ketidakmampuan/disabilitas dalam

pembelajaran.

2. Memiliki Sedikit kesulitan

Unit Pembelajaran 139

Dibandingkan dengan anak lain di dalam kelas, anak membutuhkan
beberapa bantuan dan/atau tambahan waktu namun dapat dilakukan
secara mandiri.
3. Memiliki banyak kesulitan
Dibandingkan dengan anak lain di usia yang sama, anak memiliki
banyak kesulitan terkait belajar, keterampilan akademik dan konsep
atau, kesulitan memahami beberapa instruksi/langkah dalam suatu
tugas; atau belajar untuk melakukan tugas sederhana seperti
mengeluarkan isi tas madrasah, meletakkan buku-buku dan pensil di
meja, mengerjakan tugas, tanggung jawab rumah termasuk mengurus
diri sendiri (buang air, berpakaian, makan).
4. Memiliki kesulitan total
Dibandingkan dengan anak lainnya di kelas, anak tidak dapat
mendemonstrasikan fungsi intelektual dalam belajar, menerapkan
hasil belajar, berpikir, pemecahan masalah, tidak dapat menolong dan
merawat diri sendiri dan mengambil keputusan.
h. Perilaku/perhatian/sosialisasi
Kesulitan mengontrol perilaku; dan/atau fokus dan konsentrasi dan/atau
menerima perubahan rutinitas.
1. Tidak Ada kesulitan
Berperilaku dan bersosialisasi sesuai
dengan usianya. Mampu mengikuti instruksi,
dan memberikan respons sesuai
instruksi/perintah.
2. Memiliki Sedikit kesulitan
sulit melakukan kontak mata dengan guru.
atau, membutuhkan waktu lebih untuk
menyesuaikan dengan perubahan rutinitas.
Dibandingkan dengan anak lain yang seusia,
mungkin anak menunjukkan sedikit/kurang
perilaku agresif, destruktif, atau melukai diri, marah, tidak mampu

140 Unit Pembelajaran

menangani kegagalan, menjadi pengganggu atau penentang (tidak
ramah dan tidak dapat bekerja sama).
3. Memiliki banyak kesulitan
Membutuhkan pendampingan orang dewasa dalam beberapa
perilaku dan kegiatan sosial, namun beberapa dapat dilakukan
sendiri.
Memiliki kesulitan dalam hubungan pertemanan dan interpersonal;
kesulitan bertahan dalam mengerjakan tugas; sangat bergantung
pada rutinitas;
Rentan perhatian yang rendah; impulsif dan hiperaktif; kurang
memperhatikan detail; kesulitan mengatur tugas atau mengikuti
instruksi; sering kehilangan buku, pekerjaan rumah, mainan, barang
lainnya; berbicara berlebihan, gelisah atau ketidakmampuan untuk
tetap duduk dalam situasi yang tepat.
Dibandingkan dengan anak lain seusia, mungkin secara
moderat/cukup anak menunjukkan perilaku agresif, destruktif, atau
melukai diri, marah, tidak mampu menangani frustrasi, menjadi
pengganggu atau penentang (tidak ramah dan tidak kooperatif).
4. Memiliki kesulitan total
Sering membutuhkan pendampingan orang
dewasa. dapat menampilkan perilaku
seperti: Perilaku repetitif (berulang-ulang)
seperti bergoyang, mengambai atau
mengepak; sangat fokus pada hal-hal yang
tidak pantas; terobsesi pada topik pembicaraan tertentu;
5. tidak dapat memperbaiki pertemanan; terpaku pada pengalaman
sensori tertentu, misalnya. lampu atau tekstur.
i. Emosi

Unit Pembelajaran 141

Kesulitan ini berkaitan dengan frekuensi emosi

yang diperlihatkan anak terkait keadaan sangat

sedih dan depresi, dan/atau terlalu cemas dan

marah.

Gejala-gejala depresi bisa termasuk: suasana

hati yang sedih atau mudah marah yang terus

menerus; kehilangan minat atau kesenangan; sering samar-samar atau

mengalami keluhan / penyakit fisik yang tidak spesifik; kelelahan atau

kekurangan energi; tidak bisa tidur, atau tidur berlebihan; pikiran berulang

tentang kematian atau bunuh diri; perasaan tidak berharga atau rasa

bersalah.

Gejala kecemasan / kekhawatiran bisa termasuk:

kekhawatiran yang terus-menerus, berlebihan, dan

tidak realistis, tidak mampu fokus pada objek atau

situasi tertentu; ketidakmampuan mengendalikan

kecemasan (kesulitan menghilangkan

kekhawatiran); sering mencari kepastian dari orang

lain; perfeksionis dan kritis terhadap diri sendiri;

kegelisahan, merasa "gelisah"; kesulitan berkonsentrasi; kesulitan tidur

atau kesulitan untuk bisa tetap tertidur.

Untuk kesulitan emosi sangat erat kaitannya dengan frekuensi waktu

emosi tersebut maka tingkat kesulitannya dibagi menjadi;

1. Tidak Pernah

Anak hampir tidak pernah tampak sangat sedih dan depresi, dan/atau

terlalu cemas. Kadang-kadang terlihat, tapi sangat jarang.

2. Jarang

Anak tampak sangat sedih dan depresi, dan/atau terlalu cemas sekitar

sebulan sekali. Sedikit lebih dari rata-rata anak seusia.

3. Sering

Anak tampak sangat sedih dan depresi, dan/atau terlalu lemas sekitar

setiap hari sekali.

142 Unit Pembelajaran

Praktik identifikasi fungsional melalui identifkasi melalui kegiatan;
1. Mengklasifikasikan hasil identifikasi dengan pendekatan medis dan

identifikasi fungaisonal (LK terlampir)
2. Pengamatan Gambar atau video
3. Memadukan antara hasil identifikasi dengan gambar

Penyusunan dan Kesepakatan RKTL
Mengidentifikasi siswa penyandang disabilitas melalui hasil observasi siswa di
madrasah, khususnya pada kelas masing-masing.

KEGIATAN 2. Asesmen Fungsional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
(Diskusi dan Praktik 90”)
A. Asesmen Fungsional

1. Pengertian Asesmen Fungsional
Beberapa orang ahli mengemukakan pengertian asesmen seperti berikut
ini;
1. Lerner (Mulyono, 2001) mengemukakan bahwa asesmen adalah suatu
proses pengumpulan informasi selengkap-lengkapnya mengenai
individu yang akan digunakan untuk membuat pertimbangan dan
keputusan yang berhubungan dengan individu tersebut.
2. Selanjutnya Ainscow (Munawir Yusuf, 2007) menjelaskan bahwa
asesmen dilakukan berkenaan dengan pemberian informasi kepada
sejawat (teman guru), pencatatan pekerjaan yang telah dilakukan oleh
anak didik, pemberian bantuan pada guru untuk merencanakan
pembelajaran pada anak, pengenalan terhadap kekuatan dan
kelemahan pada anak, danpemberian informasi kepada pihak-pihak
terkait (seperti orangtua, psikolog, dan para ahli lain) yang
membutuhkan informasi tersebut.
3. Sementara itu secara khusus McLoughlin &Lewis (Sunardi & Sunaryo,
2007) menjelaskan bahwa asesmen pendidikan anak berkelainan
adalah proses pengumpulan informasi yang relevan dengan

Unit Pembelajaran 143

kepentingan pendidikan anak, yang dilakukan secara sistematis dalam
rangka pembuatan keputusan pengajaran atau layanan khusus.
4. Selanjutnya dijelaskan bahwa pengertian asesmen ABK terdiri dari 10
macam kecenderungan berikut (Marlina, 2007);
a. Menilai anak kebutuhan khusus secara individual.
b. Menggunakan berbagai prosedur.
c. Mengembangkan tes baru dan prosedur lain untuk mengasesmen

kemampuan akademik, bahasa dan keterampilan lain.
b. Mengidentifikasi informasi lain yang relevan dengan pendidikan,

sehingga
c. tercapai tujuan instruksional dan pendidikan.
d. Meniali lingkungan anak melalui beberapa pertanyaan dan tugas.
e. Mengevaluasi secara berkelanjutan atau memonitor program.
f. Mengembangkan prosedur asesmen nondiskriminasi.
g. Menggunakan pendekatan tim dalam asesmen.
h. Mengembangkan peran guru pendidikan khusus dalam asesmen.
i. Menggunakan data asesmen untuk membuat keputusan legal dan

pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak.
2. Tujuan Asesmen Fungsional

Sunardi & Sunaryo (2007) menjelaskan tujuan utama asesmen adalah
untuk;
1. Memperoleh data yang relevan, obyektif dan akurat, dan

komprehensif tentang kondisi anak saat ini.
2. Mengetahui profil anak secara utuh, terutama permasalahan atau

hambatan belajar yang dihadapi, potensi yang dimiliki, kebutuhan-
kebutuhan khususnya, serta daya dukung lingkungan yang
dibutuhkan anak.
3. Menentukan layanan yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi
kebutuhan Khususnya dan memonitor kemajuannya.
Sementara itu Bornstein dan Kazdin (Sunardi & Sunaryo, 2007)
menjelaskan bahwa tujuan khusus asesmen adalah untuk;

144 Unit Pembelajaran

1. mengidentifikasi masalah dan menyeleksi target intervensi,
2. memilih dan mendesain program treatment,
3. mengukur dampak terament yang telah diberikan secara terus

menerus, dan
4. mengevaluasi hasil-hasil umum dan ketepatan dari terapi.
3. Strategi Pelaksanaan Asesmen
Munawir Yusuf (2007) mengemukakan bahwa ada beberapa prosedur
atau strategi pelaksanaan asesmen yang dapat dipilih, di antaranya
adalah observasi, analisa sampel kerja, analisa tugas, infentory informal,
daftar chek, rating scale, wawancara atau kuesioner. Beberapa gambaran
tentang strategi pelaksaaan di atas yaitu;
1. Observasi, yaitu suatu strategi pengukuran dengan cara melakukan

pengamatan langsung terhadap perilaku khusus ABK, termasuk di
dalamnya keterampilan sosial dan akademik, kebiasaan belajar,
maupun keterampilan menolong diri sendiri.
2. Analisa sampel kerja, yaitu jenis pengukuran informal dengan
menggunakan sampel pekerjaan anak, misalnya hasil tes, karangan
ilmiah, karya seni, respons lisan.
2. Analisa tugas, yaitu suatu proses pemisahan, pengurutan, dan
penguraian suatu komponen penting dari sebuah tugas.
3. Inventory informal, yaitu proses pengumpulan informasi yang
dilakukan untuk mengukur aspek-aspek non akademik, seperti
kebiasaan, perilakku sosial, dll.
4. Daftar cek (check list), yaitu suatu strategi yang digunakan untuk
mengamati suatu daftar sifat dengan cepat.
5. Skala penilaian (Rating Scale), yaitu suatu strategi asesmen yang
digunakan untuk memperoleh informasi tentang opini dan penialaian,
bukan laporan perilaku yang dapat diamati.
6. Wawancara, yaitu untuk menggali informasi melaluiTanya jawab.
4. Uraian Materi Kegiatan Asesmen

Unit Pembelajaran 145

Secara garis besarnya asesmen dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu
(1) asesmen akademik (academic assessment), dan (2) asesmen
perkembangan (developmental assessment). Asesmen akademik
menkankan pada upaya mengukur capaian prestasi belajar anak (seperti
keterampilan membaca, menulis, dan berhitung). Sedangkan aspek
perkembangan, mengutamakan pada aspek yang berkaitan dengan
keterampilan prasarat yang diperlukan untuk keberhasilan bidang
akademik. Aspek-aspek perkembangan anak yang perlu diasesmen
menurut Harwell (Munawir Yusuf, 2007) adalah;

1) gangguan motorik,
2) gangguan persepsi,
3) gangguan atensi/perhatian,
4) gangguan memori,
5) hambatan dalam orientasi ruang, arah/spasial,
6) hambatan dalam perkembangan bahasa,
7) hambatan dalam pembentukan konsep, dan mengalami masalah

dalam perilaku.
Pendapat diatas mengacu kepada teori psikologi pendidikan yang
menjelaskan bahwa ada tiga tingkatan dalam belajar, yaitu

1) tingkatan motorik (doing level),
2) tinggkatan persepsi (matching level),
3) tingkatan konseptual (categorization).
Ketiga tingkatan perkembangan belajar anak tersebut dijelaskan dalam
sebuah matrik oleh Mangungsong, dkk (Munawir, 2007), sebagai berikut;

Tabel 7 Tingkat perkembangan belajar anak dan kaitannya dengan asesmen

Tingkatan Indikator Uraian
Proses Asesmen
Belajar Kemampuan memilih dan
Diferensiasi
Tingkat
Motorik menggunakan secara tersendiri

146 Unit Pembelajaran

(Doing bagian-bagian tubuh dan
Level)
menggerakannya secara terkontrol
Tingkatan
Persepsi Keseimbangan Kesadaran dan kemampuan
(Matching mempertahan kan suatu hubungan
Level) ke arah titik pusat dari gaya tarik
bumi.

Hubungan Kesadaran tubuh, lateralitas (dua sisi
keruangan bagian tubuh), arah(kemampuan
memproyeksikan lateralitas dalam
Ritme ruangan
Mata-tangan
Jarak dan kombinasi dari berbagai
Diskriminasi interval waktu

Kemapuan menggabungkan apa yang
dilihat dengan motorik halus

Kemapuan membedakan suatu
bentuk (persepsi) dari bentuk yang
lain

Kemampuan membedakan

Bentuk dan (memusaatkan perhatian) antara
latar
bentuk utama dari latarnya (mana

stimulus inti dan mana stimulus

latarnya)

Closure Kemampuan untuk menambahkan
detail yang hilang dari suatu
bentuk/benda

Unit Pembelajaran 147

Ingatan Kemampuan untuk mengingat
Sekuens kembali apa yang pernah diperoleh
melalui indera
Integrasi
Kemampuan untuk mengatur secara
Tingkatan Koseptual tepat sesuai dengan urutan, sesuatu
yang pernah diamati melalui indera
(Catgirzation Level)
Penggunaan dari dua saluran input
atau lebih, secara serentak dan
kemampuan untuk menghubungkan
keduanya

Kemampuan membuat katetgori dan
klasifikasi pengalaman-pengalaman
yang diperoleh

B. Asesmen Akademik
1. Pengertian
Asesmen akademik merupakan suatu proses yang dilakukan untuk
mengumpulkan data atau informasi yang berkenaan dengan prestasi belajar
yang telah dicapai anak. Asesmen akademik sekurangnya mencakup
kemampuan akademik dasar, yaitu ;
a. asesmen keterampilan membaca dengan lingkup asesmen meliputi
keterampilan membaca ada dua, yaitu; membaca teknis dan membaca
pemahaman
b. asesmen keterampilan menulis, dan
c. asesmen keterampilan berhitung.
2. Alat atau instrument untuk melakukan kegiatan asesmen akademis
Instumen kegiatan asesmen akademis yang digunakan dalam modul ini
merupakan istrusmen yang diadopsi dari modul yang dikembangkan oleh
Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

148 Unit Pembelajaran

Berikut berapa instrument yang dapat digunakan dalam melakukan
kegiatan asesmen kemampuan akademik dasar untuk mendapatkan
gambaran informasi mendalam tentang prestasi belajar siswa.

LK. 2. Alat/instrument asesmen akademis
Tabel

Alat atau instrument untuk melakukan kegiatan asesmen akademis

Informasi Data :
Nama Guru :
Tanggal Kegiatan :
Orang Lain yang dilibatkan : (GPK, Orangtua, Pengawas, dll.)
Nama Siswa yang diamati :
Kelas :
Madrasah :

A. Aspek Kemampuan Membaca Pengamatan ke
1 234
No. Poin Perilaku Membaca

Kesulitan dalam membaca dasar
1 Membaca dengan mengeja
2 Pengucapan tidak benar
3 Menerka-nerka kata
4 Pemenggalan tidak tepat
5 Penghilangan bunyi/kata
6 Mengulang-ulang
7 Terbalik
8 Menambahkan unsur bunyi
9 Mengamati dengan bunyi lain
10 Tidak mengenal kosa kata pandang

Unit Pembelajaran 149

11 Tidak mengenal bunyi konsonan
12 Tidak mengenal bunyi vokal
13 Tidak mengenal konsonan/vokal ganda
14 Kemampuan analis struktural lemah
15 Tidak mampu memanfaatkan konteks
Kesulitan membaca pemahaman
16 Tingkat pemahaman rendah
17 Penguasaan memanfaatkan konteks
18 Kurang mampu mengingat isi bacaan
19 Jawaban tidak terstruktur secara baik
20 Tidak mampu mencari informasi tertentu
21 Tidak mampu membaca sepintas
22 Banyak salah ejaan pada jawaban
Kesalahan umum dalam membaca
23 Lambat dalam membaca
24 Membaca cepat, tetapi banyak yang salah
25 Membaca sambil berbisik
26 Tidak menguasai abjad

B. Aspek Kemampuan Menulis

No. Poin Perilaku Menulis Ya Kadang- tidak
kadang

1 Apakah anak memegang pensil dengan benar

2 Apakah posisi kertas/buku sudah benar

3 Apakah posisi duduk anak sudah benar
termasuk jarak antara mata dengan kertas

4 Apakah anak tampak tegang, frustrasi atau
emosional pada waktu menulis

150 Unit Pembelajaran

5 Apakah anak menunjukkan sikap negatif,
bosan, atau terganggu pada waktu menulis

C. Asesmen keterampilan berhitung,

NO Daftar Pertanyaan – Pertanyaan Berhasil Proses Gagal

(Guru dapat menyesuaikan pertanyaan

sesuai dengan tingkat usia/kelas pada

umunnya seperti siswa usia kelas 3 maka

pertanyaan berkaitan materi berhitung kelas

3 atau di bawahnya dan sebagainya)

Dimensi Kuantitatif

1 Ubahlah menjadi bilangan! Delapan ratus
Sembilan

2 Jumlahkan 681 + 271 = …….
3 Kerjakan mulai dari yang dikurung ;

(12+14)+16 = …..
4
5
6
7
8
Dimensi Kualitatif

1 Ibu memberikan uang ratusan ribu tiga
lembar kepada Ani. Oleh Ani uang tersebut
digunakan untuk membeli baju. Ani
mendapatkan kembalian dari pedagang
baju Rp 27.900,-. Berapa harga baju Ani?

2
3

Unit Pembelajaran 151

4
5
6

Petunjuk pengisian
- (Guru diminta untuk memberikan tanda (√) sesuai dengan frekuensi atau

banyaknya kegiatan pengamantan (observasi) di kelas pada Madrasah
masing-masing).
- Bersama dalam kelompok diminta untuk mencoba atau melatih
menggunakan alat/instrument asesmen akademik dengan memilih salah
satu siswa yang telah diidentifkasi pada kegiatan 1 dengan tema identifikasi
fungsional.
- Setiap kelompok diminta memaparkan hasil kerjanya yang diwakili oleh
salah satu anggota dan meminta masukan dari kelompok laian
KEGIATAN 3. Profil Belajar Siswa (PBS)
(Materi 1 JP dan Praktik 2 JP)

Yang dimaksud dengan profil belajar siswa adalah Kumpulan informasi
terkait ragam disabilitas dan tingkatannya, alat bantu, aksesibilitas yang
mendukung, kebutuhan dan dukungan pembelajaran di kelas, layanan rujukan.
PBS juga disusun bersama-sama antara guru, orangtua/wali, atau orang terkait
lainnya, termasuk siswa. PBS bersifat tidak permanen artinya dapat diperbaharui
sesuai dengan perkembangan dan dukungan siswa selama di madrasah.(Panduan
Guru dalam penyusunan PBS oleh DIrektorat Pendididkan Khusus dan Direktorat
Pendidikan Menengah dan pendidikan khusus Kemdikbud tahun 2019)
A. Tujuan Profil Belajar Siswa

1. Tujuan Umum
Penyusunan Profil Belajar Siswa (PBS) secara umum bertujuan untuk
meningkatkan mutu layanan pendidikan dari satuan pendidika dasar
(Raudatul athfal dan madrasah ibtidaiyah) dan satuan pendidikan
menengah melalui penyediaan metode standar dalam melakukan

152 Unit Pembelajaran

identifikasi dan mencatat informasi kesulitan dan kebutuhan disabilitas
fungsional peserta didik.
2. Tujuan Khusus
Penyusunan PBS pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara
khusus bertujuan untuk membantu dalam melakukan identifikasi peserta
didik terutama anak berkebutuhan khusus pada aspek:
a. Kebutuhan alat bantu/produk yang diperlukan dalam mengikuti

pendidikan;
b. Kesulitan dalam melakukan pergerakan di lingkungan madrasah dalam

mengikuti aktivitas madrasah;
c. Kesulitan fungsional yang mencakup fungsi sensorik, fisik, dan

emosi/sosial yang memiliki hambatan/kesulitan dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran;
d. Potensi diri yang berkaitan dengan kemampuan dan kelebihan yang
dimiliki siswa;
e. Dukungan pendampingan yang diperlukan dalam mengikuti aktivitas
belajar mengajar di madrasah;
f. Informasi tentang kesehatan, diagnosa dan pengobatan/penanganan
kesehatan anak baik yang dilakukan oleh tim medis maupun orangtua;
g. Tantangan yang dihadapi peserta didik baik menyangkut personal
maupun sosial;
h. Dukungan program pembelajaran yang diperlukan secara individu;
B. Manfaat PBS
PBS ini memiliki keterkaitan dengan sistem informasi pendataan di
Kementerian Kementerian Agama Republik Indonesia. Data peserta didik
dengan disabilitas fungsional dan kebutuhan layanan pembelajaran akan
membantu madrasah dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
pendanaan dan penyediaan sumber daya di madrasah serta untuk
mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan pendidikan inklusif. Dengan
demikian sasaran pengguna PBS meliputi guru, kepala madrasah, orangtua,
masyarakat, Kemenag kabupaten/kota, Kemenag provinsi, dan pemerintah.

Unit Pembelajaran 153

1. Manfaat PBS bagi Guru
Guru dapat mengenali setiap peserta didik di kelasnya secara individu.
Dengan informasi dari profil ini maka guru dapat menerapkan pembelajaran
yang lebih sesuai dengan kesulitan peserta didik. Data PBS dapat dipakai
sebagai dasar pertimbangan dalam membentuk kelompok kerja,
pengembangan tutor sebaya dimana anak yang lebih mampu pada suatu
mata pelajaran dapat membantu temannya dalam belajar, memberikan
perlakuan yang berbeda pada anak berkebutuhan khusus, serta
mengembangkan pembelajaran individual khusus untuk anak-anak
berkebutuhan khusus.

2. Manfaat PBS bagi Madrasah
Profil Belajar Siswa bagi madrasah dapat dipakai sebagai salah satu dasar
pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah
(RKAM) khususnya pada pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan
khusus di madrasahnya. Program pemenuhan kebutuhan dapat berbentuk
pengalokasian anggaran pengadaan media pembelajaran khusus bagi
peserta didik yang memerlukan, program pendampingan guru yang
memiliki anak berkebutuhan khusus, program peningkatan kompetensi
guru dalam bidang pelayanan anak berkebutuhan khusus, maupun
pengusulan atau pengajuan proposal ke Kemenag kabupaten/kota untuk
memperoleh bantuan pengadaan alat bantu atau guru pendamping khusus
atau pelatihan bagi guru terkait dengan keberadaan anak berkebutuhan
khusus di madrasahnya.

3. Manfaat PBS bagi Orangtua
Profil Belajar Siswa bagi orangtua dapat membantu orangtua untuk lebih
memahami anaknya yang berkaitan dengan kebutuhan bantuan secara
fisik, pendampingan dari sisi akademik, dan serta pendampingan dalam
bersosialisasi di masyarakat. Dengan memahami PBS, maka orangtua
dapat membantu anak dalam mengikuti pembelajaran di madrasah dan di
rumah, serta dapat membantu anak dalam mengatasi keterbatasan yang
dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orangtua dapat menjadi

154 Unit Pembelajaran

bagian dari tim pembelajaran yang bersama-sama mengoptimalkan potensi
dan kemampuan yang dimiliki, sehingga peserta didik dapat memperoleh
manfaat dari layanan pendidikan inklusif.
4. Manfaat PBS bagi Kemenag Provinsi dan Kabupaten/Kota
Profil Belajar Siswa bagi Kemenag provinsi atau kabupaten/kota yang
diterima dari madrasah dalam bentuk rekapitulasi anak berkebutuhan
khusus berikut kebutuhan alat bantu dan pendampingan, dipakai sebagai
salah satu dasar pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan
pendidikan inklusif tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Program
dimaksud dapat berupa pengalokasian anggaran pendapatan dan belanja
daerah untuk pengadaan bantuan alat bantu kepada anak berkebutuhan
khusus melalui madrasah, program peningkatan kompetensi guru dalam
bidang pelayanan anak berkebutuhan khusus, program pendampingan
madrasah penyelenggara pendidikan inklusif, pemberian insentif khusus
bagi guru yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
5. Manfaat PBS bagi Pemerintah
Profil Belajar Siswa bagi Pemerintah menjadi acuan dalam pengembangan
kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan khusus dan
pendidikan inklusif. Data PBS dapat dijadikan salah satu bagian dari Data
EMIS sehingga secara nasional dapat diketahui data dan informasi
perkembangan penyelenggaraan pendidikan iklusif. Selain itu data PBS
dapat dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pengalokasian
anggaran serta penentuan besarnya bantuan operasional madrasah (BOS)
untuk anak-anak berkebutunan khusus.
C. Pengisian Instrumen Profil Belajar Siswa
1. Cakupan Istrumen Profil Belajar Siswa
Instrumen PBS mencakup pendataan peserta didik terkait dengan
kebutuhan khusus yang diperlukan, dibagi menjadi 9 (sembilan) aspek,
yaitu:

Unit Pembelajaran 155

a. Alat Bantu Khusus, untuk memperoleh data dan informasi peserta didik
dari segi kebutuhan alat bantu secara fisik, seperti kacamata, alat bantu
dengar, kursi roda, tongkat, dan sebagainya;

b. Pergerakan (mobilitas)di Lingkungan Madrasah, untuk memperoleh data
dan informasi kebutuhan peserta didik yang perlu diakomodasi oleh
madrasah untuk membantu pergerakan atau mobilitas peserta didik
dalam mengikuti semua aktivitas di lingkungan madrasah, baik di luar
maupun di dalam kelas;

c. Identifikasi Disabilitas, untuk memperoleh data dan informasi kesulitan
atau keterbatasan peserta didik yang mencakup penglihatan,
pendengaran, motorik, berbicara, kesulitan dalam belajar, emosi, dan
sebagainya;

d. Kelebihan atau Kemampuan, untuk memperoleh data dan informasi
tentang potensi yang dimiliki peserta didik sehingga dapat dioptimalkan
melalui pembinaan dan pembelajaran yang lebih intensif;

e. Belajar dan Dukungan Yang Dibutuhkan, untuk memperoleh data dan
informasi kebutuhan peserta didik dari sisi pendampingan baik di dalam
maupun di luar kelas, perjalanan ke madrasah, komunikasi dengan
orang lain, pendampingan dalam belajar, serta dukungan yang
diperlukan dalam mengikuti pembelajaran seperti pendampingan saat
belajar, pengaturan cahaya, pembuatan tulisan yang diperbesar,
penambahan waktu untuk belajar, dan lain sebagainya;

f. Informasi Kesehatan, Diagnosa dan Pengobatan atau Penanganan,
untuk memperoleh data dan informasi peserta didik dari sisi kondisi
kesehatan, berdasarkan informasi klinis dari dokter, terapis, atau
spesialis.

g. Informasi lain, pada bagian ini untuk memperoleh data dan informasi
peserta didik yang belum tercakup pada bagian sebelumnya seperti
hambatan dan tantangan yang dhadapi;

156 Unit Pembelajaran

h. Program Pembelajaran Individual, bagian ini merupakan bagian akhir
dari instrumen yang berisi rencana pembelajaran yang bersifat individu
untuk setiap peserta didik berkebutuhan khusus.

2. Sasaran Pengisian Instrumen
Pengisian instrumen PBS tidak bisa dilakukan oleh guru sendirian, tetapi
harus melibatkan siswa yang bersangkutan, orangtua, wali siswa, serta
tenaga medis serta spesialis kesehatan lainnya. Pengisian instrumen selain
dilakukan dengan wawancara peserta didik dan orangtua, juga berasal dari
pengamatan dalam pelaksanaan pembelajaran. Pembuatan PBS dapat
dilakukan pada anak yang sudah terdaftar sebagai peserta didik di
madrasah dan dapat juga dilakukan pada saat pendaftaran peserta didik
baru.
a. Pembuatan PBS untuk peserta didik yang terdaftar
Pembuatan PBS untk semua peserta didik yang telah terdaftar di
madrasah dilakukan untuk memperoleh data dan informasi setiap
peserta didik, sehingga dapat membantu membantu guru dan madrasah
dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif sesuai dengan kondisi
setiap peserta didik. Dengan dimilikinya PBS setiap anak, maka
madrasah dapat memasukkan rencana pemenuhan kebutuhan anak
berkebutuhan khusus ke dalam Program/Rencana Kerja Madrasah baik
Rencaan Kerja Madrasah Jangka Menengah maupun Rencana Kerja
Anggaran Madrasah yang bersifat tahunan;
b. Pembuatan PBS untuk saat Penerimaan Peserta Didik Baru
Pembuatan PBS juga dapat dilakukan pada saat penerimaan peserta
didik baru (PPDB). Pengisian dilakukan melalui wawancara dengan anak
dan orangtua untuk memperoleh data awal kebutuhan khusus peserta
didik. Data dan informasi yang diperoleh harus dilengkapi dengan hasil
pengamatan keseharian setelah peserta didik mengikuti pembelajaran.
Dengan dimiliki data awal kebutuhan peserta didik maka guru dapat
lebih mempersiapkan pembelajaran yang dituangkan sebagai bagian
dari rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari sisi madrasah, dapat

Unit Pembelajaran 157

menuangkan rencana pemenuhan kebutuhan peserta didik ke dalam
rencana kerja dan anggaran madrasah.
3. Kebutuhan Alat Bantu Khusus
Bagian pertama instrumen PBS setelah identitas peserta didik adalah
kebutuhan alat bantu. Pada bagian ini diuraikan alat bantu yang diperlukan
oleh peserta didik dalam keseharian. Cara mengisinya adalah memberikan
tanda checklist ( ) pada kolom yang sesuai, yaitu kolom untuk alat bantu
yang sedang digunakan, tidak menggunakan karena memang tidak
membutuhkan alat bantu, atau membutuhkan alat bantu tetapi tidak punya.
Bagian ini menjadi penting karena mengawali observasi dengan melihat
alat bantu yang digunakan siswa, terkadang masih ada anggapan jika
sudah memiliki alat bantu dan siswa tidak memiliki kesulitan sering luput
dari pendataan.

Tabel 8 Alat Bantu Khusus

A. ALAT BANTU KHUSUS

Berilah Tanda Ceklist (✓) pada salah satu kolom

No Uraian Alat Bantu Siswa sedang Siswa tidak Siswa

menggun akan membutuhkan membutuhkan

1 Kacamata (Lensa

kontak)

2 Alat bantu dengar

3 Kursi roda

4 Kruk, Tongkat atau

Walker (Alat bantu

jalan)

5 Alat tulis braille, mesin

braille (siswa

membaca dengan

menyentuh tonjolan di

mesin atau lembaran)

6 Perangkat lunak

membaca layar

(screen reader)

seperti JAWS dan

NVDA

7 Buku Elektronik atau

Audio book

158 Unit Pembelajaran

8 Tongkat Putih (untuk

siswa keterbatasan

penglihatan atau buta)

9 Perangkat Orthotic

(Untuk mendukung

kaki, lengan atau

tulang belakang)

10 Kaki

palsu(Prosthetics)

11 Modifikasi meubel

(seperti. kursi atau

meja khusus;

merubah ketinggian

meja)

12 Papan Komunikasi

(seperti papan

dengan gambar

aktivitas dan emosi

bagi siswa)

13 lainnya, mohon

spesifik:

_________________

_________________

_________________

_____

Catatan ; alat bantu khusus sangat beragam dan banyak jenisnya (lihat table
alat bantu khusus), namum tidak dapat disebutkan semua dalam table ini,
Jika terdapat alat bantu lain yang belum disebutkan dalam uraian, dapat
ditambahkan dengan mengisi pada baris terakhir.

4. Pergerakan di Lingkungan Madrasah
Pada pendataan tentang pergerakan anak di lingkungan madrasah meliputi
kebutuhan anak yang perlu diakomodasi oleh madrasah sehingga
membuat madrasah menjadi ramah anak berkebutuhan khusus. Cara
mengisi dengan cara memberikan checklist pada ( ) kolom yang sesuai.

Tabel 9 Pergerakan di lingkungan madrasah

B. PERGERAKAN DI LINGKUNGAN MADRASAH
Berilah tanda ceklist (✓) pada salah satu kolom

Unit Pembelajaran 159

Apakah siswa Tidak Iya, dibutuhkan, Siswa
menggunakan atau dibutuhkan Penyesuaian sudah membutuhkan
membutuhkan dilakukan dan siswa penyesuaian, tapi
penyesuaian bangunan belum dilakukan
agar dapat menggunakan
berpartisipasi di
madrasah?

Ram atau Tanjakan
Landai

Handrail atau
pegangan untuk
menuju kelas, pustaka,
ruang guru dan toilet

Label nama–nama
ruang di madrasah

Lantai Pemandu
(Guiding Block)

Tempat cuci tangan
dan

Tempat minum

Ruang Kelas yang
berbeda

Tempat duduk khusus

Sebutkan yang
lainnya…..

5. Identifikasi Disabilitas fungsional
Identifikasi disabilitas dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi
tentang ragam hambatan/kesulitan yang dialami oleh peserta didik,
tentunya pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsional. Cara
mengisinya dengan cara memberikan checklist pada ( ) kolom yang sesuai,
serta dilengkapi dengan catatan dari kesulitan yang dimiliki. Untuk
memudahkan guru dalam menentukan atau menempatkan tanda tersebut,

160 Unit Pembelajaran

bagian ini akan dilengkapi table acuan guru dalam mengidentifikasi
disabilitas fungsional yang ditemukan pada siswa (lihat Tabel 4.1)

Tabel 10 Identifikasi Disabilitas

C. IDENTIFIKASI DISABILITAS

*Berikanlah

penjelasan singkat

Dibandingkan dengan siswa Tidak KSeesud*liiktaitnkBesaunlyitaakn*KeTsoutalitla* n tentang gambaran
seusia, apakah memiliki Kesulitan kesulitan sesuai
kesulitan pada area berikut: dengan hasil

pengamatan atau

pengetahuan guru.

1 Penglihat Kesulitan
an melihat
sesuatu pada
jarak dekat
atau jauh, luas
pandang
seperti objek
benda, wajah
dan gambar.

Jika siswa
menggunakan
kacamata,
apakah siswa
masih memiliki
kesulitan untuk
melihat?

2 Pendenga Kesulitan
ran mendengarkan
suara seperti
suara orang,
musik dan
suara lainnya.

Jika siswa
menggunakan
alat bantu
dengar,
apakah siswa
masih

Unit Pembelajaran 161

3 Motorik mengalami
Kasar kesulitan untuk
mendengar?
4 Motorik
Halus Kesulitan
berjalan atau
5 Berbicara melakukan
aktivitas
6 Intelektual seperti naik
tangga dan
duduk

Kesulitan
menggunakan
tangan dan jari-
jari, seperti
mengambil
benda kecil,
contoh tombol
atau pensil, biji-
bijian, atau
buka tutup
wadah/kotak
atau botol

Sulit dipahami
saat berbicara,
tidak
mengeluarkan
suara (hanya
dipahami
dalam bahasa
yang sering
digunakan oleh
siswa)

Kesulitan
fungsi
intelektual
secara umum
seperti
mengenali,
mengingat,
mengetahui,
memahami,
melakukan
berbagai
informasi atau
instruksi di
madrasah, di

162 Unit Pembelajaran

rumah, ketika
bermain, dll.

7 Belajar Kesulitan
Spesifik dalam area
tertentu
berkaitan
dengan
membaca
(disleksia),
menulis
(disgrafia), dan
menghitung
(diskalkulia).
Meskipun
sebenarnya
siswa mampu
belajar banyak
hal di pelajaran
lainnya.

Sulit

mengontrol

perilaku diri

sendiri,

dan/atau sulit

Perilaku/ fokus dan
8 Perhatian/
konsentrasi,
Sosialisasi
dan/atau sulit

menerima

perubahan

rutinitas,

dan/atau

kesulitan

berteman.

Dibandingkan dengan siswa Tidak Jarang Sering Selalu *Berikanlah
seusia, apakah memiliki pernah penjelasan singkat
kesulitan pada area berikut: tentang gambaran

kesulitan sesuai
dengan hasil

pengamatan atau
pengetahuan guru.

9 Emosi Siswa terlihat:
sangat sedih,
depresi, cemas
berlebihan

Unit Pembelajaran 163

dan/atau
gelisah.

Catatan :
Pengisian checklist pada kesulitan nomor 1 s.d. 8 didasarkan pada pengamatan di
kelas, madrasah, hasil wawancara termasuk dengan peserta didik, orangtua untuk
membantu menetapkan tingkat kesulitan yang mencakup: tingkat kesulitan: tidak
kesulitan, sedikit, banyak, dan kesulitan total. Sedangkan untuk nomor 9 diisi
dengan frekuensi terjadinya emosi peserta didik berdasarkan wawancara dan
atau pengamatan untuk menentukan tingkat frekuensinya (tidak pernah, karang,
sering dan selalu). Misalnya kalau setiap minggu minimal sekali anak mengalami
kegelisahan, maka hal itu dapat dimasukkan ke dalam kategori “’sering”.
Pada kolom penjelasan dapat diisi dengan penjelasan berdasarkan kondisi
peserta didik, misalnya untuk penglihatan anak “banyak kesulitan”, maka dalam
kolom penjelasan ditulis kesulitan yang dialami peserta didik seperti “kesulitan
melihat huruf pada jarak jauh”, atau “kesulitan melihat huruf yang dicetak kecil,
sehingga memerlukan buku dengan cetakan huruf yang besar”.

Tabel 11 Acuan Guru dalam menentukan tingkat kesulitan disabilitas

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
Seorang anak
Penglih Kemampu Anak Anak Kesulitan dianggap buta
atan an mata dapat memiliki penglihata ketika dalam
untuk melihat kesulitan n anak jarak 6 meter
melihat papan tetapi tidak dia tidak dapat
seperti tulis, buku, dapat dapat melihat sebuah
wajah benda diatasi diatasi objek, di mana
orang, termasuk dengan dengan anak dengan
objek, yang misalnya; menggun penglihatan
tulisan berukuran duduk akan normal dapat
atau kecil, lebih kacamata, melihat dalam
gambar di ekspresi dekat ke namun jarak 60 meter,
papan tulis wajah, dll., papan anak atau jika bidang
atau buku. dengan tulis, atau masih bidang
tingkat mendeka memiliki penglihatannya
ini kemampu tkan sisa berdiameter
bukanlah an yang

164 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan kurang dari 20̊
sama buku ke (normal bidang
Penden kemampua seperti mata. kemampu penglihatan
garan n kebanyak Atau an 180 ̊ ).
otak/berpi an anak- menggun penglihata
kir untuk anak lain akan n Anak-anak
memahami pada kacamata termasuk dengan
apa yang usianya. /lensa membeda gangguan
dilihat. dapat kan gelap pendengaran
anak mengatas dan berat akan
Catatan: mampu i terang. selalu
penglihata mendenga kesulitan mengalami
n dalam r dengan penglihat atau kesulitan
hal ini tingkat an anak. kacamata/ memahami
mengacu kemampu lensa percakapan dan
pada an sama Anak kontak tidak
kemampua seperti mungkin dapat mendeteksi
n anak anak lain memiliki mengatasi bahkan teriakan
untuk seusianya. kesulitan kesulitan paling keras
melihat, mendeng penglihata sekalipun tanpa
bahkan ar n anak,
ketika pembicar tapi anak
mengguna aan yang tidak
kan halus memiliki
kacamata/l atau jarak akses
ensa jauh. untuk
kontak, jika Mereka mendapat
memang juga kan
saat ini mengala kacamata.
anak mi
mengguna Anak
kannya. membutu
hkan alat
Kemampu bantu
an dengan
mendenga untuk
r suara memaham
manusia i
atau musik. pembicara
an normal.
Catatan: Bahkan
pendengar pada
an beberapa
mengacu anak,
pada mereka
kemampua
n anak
untuk

Unit Pembelajaran 165

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan alat bantu
kesulitan dengar. Banyak
Motorik mendenga Dapat mendeng tidak anak dengan
Kasar r bahkan berjalan ar dapat gangguan
pada saat sendiri percakap memaham pendengaran
anak tanpa an i berat perlu
mengguna dibantu normal di pembicara menggunakan
kan alat sejauh mana an normal Bahasa isyarat.
bantu lebih dari banyak walaupun
pendengar 500 suara sudah Anak memiliki
an, jika meter, latar. menggun kesulitan untuk
anak baik di akan alat mengontrol
sedang dalam Dapat bantu. gerakan
mengguna maupun berjalan Tanpa alat (disengaja).
kannya. luar sendiri bantu Tidak dapat
ruangan. (dengan dengar, duduk, berdiri
Berjalan kruk atau anak akan atau berjalan
atau alat membutu secara mandiri
menaiki bantu hkan walaupun
tangga jalan jika ketergant menggunakan
Catatan: dibutuhk ungan alat bantu
jika anak an) pada bergerak.
memiliki sejauh membaca tidak dapat
alat bantu 100 bibir dan mendorong/me
untuk meter di Bahasa nggunakan
bergerak dalam isyarat. kursi roda
seperti atau luar sendiri.
kursi roda, ruangan; Memiliki
kruk atau mampu kesulitan
alat bantu menaiki berjalan
jalan/gerak tangga meskipun
, atau dengan menggun
dibantu akan kruk
untuk atau alat
bergerak. bantu
Pertanyaan jalan;
membutu
hkan
bantuan
untuk
menaiki
tangga,
atau tidak
mampu
menaiki
tangga.

166 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
Anak pada
Motorik ini Tidak ada rel atau, dasarnya tidak
Halus menanyak kesulitan tangga membutu dapat
an tentang atau sama atau hkan kursi menggunakan
kemampua jika sedikit/mi roda dan tangan dan jari-
n anak dibanding nim dapat jarinya untuk
untuk kan bantuan. menggun melakukan
berjalan dengan atau akan gerakan
atau anak memiliki secara motorik halus.
menaiki seusianya. sedikit mandiri. Anak
tangga kesulitan Atau, membutuhkan
bahkan untuk memiliki pendamping
ketika bergerak banyak atau alat bantu
mengguna antara kesulitan khusus untuk
kan alat duduk untuk mendampingi
bantu atau dan bergerak saat makan
dibantu berdiri. antara atau gerakan
dalam duduk motorik khusus
bergerak Sedikit dan lainnya.
kesulitan berdiri,
Mengguna dalam namun
kan tangan menggen dapat
dan jari-jari ggam, dilakukan
untuk memega secara
pekerjaan/ ng, atau mandiri.
tugas yang menggun
membutuh akan Banyak
kan benda- mengalam
ketelitian, benda i kesulitan
seperti kecil dalam
menulis, (seperti menggen
menggam biji ggam,
bar, kacang memegan
memegan hijau, g, atau
g pensil, manik) menggun
mengambil dengan akan
koin atau tangan benda
benda atau jari- kecil
kecil benda
lainnya kecil
seperti biji
kacang
hijau,
manik)
dengan
tangan

Unit Pembelajaran 167

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
jari, tapi Tidak berbicara
Berbica atau Dapat dapat atau jari- sama sekali
ra mengancin berbicara dilakukan jari; (bisu).
gkan baju. dan secara sebagai jika anak
dimengerti mandiri. contoh menggunakan
Dipahami dengan memegan Bahasa isyarat
ketika jelas. Kesulitan g atau tetapi tidak
berbicara ringan memegan berbicara, ini
dengan dalam g pensil adalah katagori
bahasa berbicara dengan yang tepat
yang atau benar, untuk dipilih.
paling dimenger sendok, (harap dicatat,
sering ti saat menganci menggunakan
digunakan/ berbicara ng baju bahasa isyarat
lazim ; dapat atau
(disukai) mencaku menarik
bagi anak. p gagap ritsleting.
ringan Anak
(ganggua mungkin
n aliran membutu
bicara, hkan
perpanja pendampi
ngan atau
alat bantu
khusus
untuk
menggen
ggam
benda .

Sangat
sulit
dimengert
i, atau
sedikit
berbicara,
sering
sekali
menghind
ari
berbicara.
Atau
kelihatan
berusaha
terlalu
keras

168 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
di dalam kolom
ngan untuk komentar)
bunyi mengelua
atau kata- rkan kata-
kata). kata. atau
menggun
akan
kalimat
sederhan
a (kurang
dari 4
kata). atau
salah
dalam
mengurut
kan kata
dalam
sebuah
kalimat,
atau
memiliki
kosa kata
yang
terbatas
dibanding
anak yang
lain atau
memiliki
gagap
yang
signifikan.

Intelekt Kesulitan Mampu Dibandin Dibanding Dibandingkan
ual fungsi belajar gkan kan dengan anak
intelektual dan dengan dengan lainnya di kelas,
secara menerapk anak lain anak lain anak tidak
umum an di dalam di usia dapat
seperti keterampil kelas, yang mendemonstras
memahami an anak sama, ikan fungsi
, madrasah membutu anak intelektual
mengingat dan hkan memiliki dalam belajar,
berbagai keterampil beberapa banyak menerapkan
informasi an umum bantuan kesulitan hasil belajar,
atau yang dan/atau terkait berpikir,

Unit Pembelajaran 169

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
pemecahan
instruksi di dibutuhka tambaha belajar, masalah, tidak
madrasah, n di n waktu keterampil dapat
ketika rumah, namun an menolong dan
bermain, di pada level dapat akademik merawat diri
rumah, dll. yang sama dilakukan dan sendiri dan
(atau di secara konsep mengambil
Penting atas) mandiri. atau, keputusan.
untuk seperti kesulitan
membandi anak lain memaham
ngkan pada i
dengan usianya. beberapa
anak pada instruksi/l
usia yang Jika anak angkah
sama yang tampak dalam
tidak mengalam suatu
memiliki i kesulitan tugas;
kesulitan. belajar atau
karena belajar
disebabka untuk
n anak melakuka
tidak n tugas
paham sederhan
Bahasa a seperti
Indonesia, mengelua
hal ini rkan isi
bukan tas
disebabka madrasah,
n karena meletakka
ketidakam n buku-
puan/ buku dan
disabilitas pensil di
dalam meja,
pembelaja mengerja
ran. kan tugas,
tanggung
jawab
rumah
termasuk
mengurus
diri sendiri
(buang air,
berpakaia
n, makan).

170 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan

Kesulita Dibanding Tidak ada Sedikit Anak
n kan kesulitan kesulitan berisiko,
Belajar dengan dalam dalam atau telah
Spesifik anak yang membaca, membaca didiagnosi
se -usia, menulis, , menulis, s disleksia
anak memaham memaha (atau
memiliki i, dan mi dan kesulitan
kesulitan berhitung. berhitung belajar
pada area . Namun spesifik
tertentu anak lainnya)
meliputi memperli
area hatkan Anak
membaca, perkemb memperli
berhitung, angan hatkan
memahami pada dengan
, menulis area-area jelas
(seperti tersebut. kemampu
disleksia, an pada
diskalkulia) beberapa
. Kesulitan area,
belajar namun
spesifik juga
seperti memperli
disleksia hatkan
mempeng kelemaha
aruhi n pada
beberapa area lain
aspek seperti;
dalam tulisan
belajar. tangan
Anak-anak yang
ini sering buruk
belajar dengan
keterampil banyak
an lain kesalahan
dengan ,
sangat mengulan
baik. gi kata-
kata;
Tidak mengeja
untuk kata
kelas awal dengan
atau anak cara yang
berbeda;
tidak ada

Unit Pembelajaran 171

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
Sering
Perilaku yang baru Berperilak sulit ekspresi membutuhkan
/ masuk u dan melakuka dalam pendampingan
perhati madrasah. bersosialis n kontak membaca; orang dewasa.
an/ asi sesuai mata pemaham dapat
sosialis Kesulitan dengan dengan an yang menampilkan
asi mengontro usianya. guru. buruk; perilaku seperti:
l perilaku; Mampu atau, tidak Perilaku repetitif
dan/atau mengikuti membutu mengenali (berulang-ulang)
fokus dan instruksi, hkan kata-kata seperti
konsentras dan waktu yang bergoyang,
i dan/atau memberik lebih familier; mengambai
menerima an untuk lamban atau
perubahan respons menyesu dalam mengepak;
rutinitas. sesuai aikan mengolah sangat fokus
dengan informasi; pada hal-hal
konsentra
si yang
buruk;
kelelahan
karena
berusaha
keras
untuk
berkonse
ntrasi;
kesulitan
mengikuti
instruksi.

Membutu
hkan
pendampi
ngan
orang
dewasa
dalam
beberapa
perilaku
dan
kegiatan
sosial,
namun
beberapa
dapat

172 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan
yang tidak
instruksi/p perubaha dilakukan pantas;
erintah. n sendiri. terobsesi pada
rutinitas. topik
Memiliki pembicaraan
Dibandin kesulitan tertentu; tidak
gkan dalam dapat
dengan hubungan memperbaiki
anak lain perteman pertemanan;
yang an dan terpaku pada
seusia, interperso pengalaman
mungkin nal; sensori tertentu,
anak kesulitan misalnya. lampu
menunjuk bertahan atau tekstur.
kan dalam
sedikit/k mengerja
urang kan tugas;
perilaku sangat
agresif, bergantun
destruktif, g pada
atau rutinitas;
melukai
diri, Rentan
marah, perhatian
tidak yang
mampu rendah;
menanga impulsif
ni dan
kegagala hiperaktif;
n, kurang
menjadi memperh
penggan atikan
ggu atau detail;
penentan kesulitan
g (tidak mengatur
ramah tugas atau
dan tidak mengikuti
dapat instruksi;
bekerja sering
sama). kehilanga
n buku,
pekerjaan
rumah,
mainan,
barang
lainnya;
berbicara

Unit Pembelajaran 173

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan

berlebiha
n, gelisah
atau
ketidakma
mpuan
untuk
tetap
duduk
dalam
situasi
yang
tepat.

Dibanding
kan
dengan
anak lain
seusia,
mungkin
secara
moderat/c
ukup
anak
menunjuk
kan
perilaku
agresif,
destruktif,
atau
melukai
diri,
marah,
tidak
mampu
menanga
ni frustasi,
menjadi
penggang
gu atau
penentan
g (tidak
ramah
dan tidak
kooperatif
).

174 Unit Pembelajaran

Kesulita Gambaran Tidak ada Sedikit Banyak Kesulitan Total
n: Umum kesulitan Kesulitan Kesulitan

Emosi Seberapa Tidak Jarang Sering Selalu
sering Pernah
Gambar anak Anak Anak Anak tampak
an terlihat: Anak tampak tampak sangat sedih
Bentuk- sangat hampir sangat sangat dan depresi,
bentuk sedih dan tidak sedih dan sedih dan dan/atau terlalu
emosi depresi, pernah depresi, depresi, cemas sekitar
dan/atau tampak dan/atau dan/atau setiap hari
terlalu sangat terlalu terlalu sekali.
cemas dan sedih dan cemas cemas
marah depresi, sekitar sekitar
dan/atau sebulan seminggu
terlalu sekali. sekali.
cemas. Sedikit
Kadang- lebih dari
kadang rata-rata
terlihat, anak
tapi seusia.
sangat
jarang.

Gejala-gejala depresi bisa termasuk: suasana hati yang sedih atau
mudah marah yang terus menerus; kehilangan minat atau
kesenangan; sering samar-samar atau mengalami keluhan /
penyakit fisik yang tidak spesifik; kelelahan atau kekurangan
energi; tidak bisa tidur, atau tidur berlebihan; pikiran berulang
tentang kematian atau bunuh diri; perasaan tidak berharga atau
rasa bersalah.

Gejala kecemasan / kekhawatiran bisa termasuk: kekhawatiran
yang terus-menerus, berlebihan, dan tidak realistis, tidak mampu
fokus pada objek atau situasi tertentu; ketidakmampuan
mengendalikan kecemasan (kesulitan menghilangkan
kekhawatiran); sering mencari kepastian dari orang lain;
perfeksionis dan kritis terhadap diri sendiri; kegelisahan, merasa
"gelisah"; kesulitan berkonsentrasi; kesulitan tidur atau kesulitan
untuk bisa tetap tertidur.

6. Kelebihan atau Kemampuan Siswa

Unit Pembelajaran 175

kelebihan atau kemampuan dimaksudkan untuk menggali informasi
potensi yang dimiliki peserta didik, baik potensi akademik maupun non-
akademik. Potensi akademik misalnya kemampuan matematika atau ilmu
pengetahuan alam yang cukup kuat. Sedangkan potensi non-akademik
termasuk sikap/perilaku keseharian sisiwa, seni seperti musik, suara, lukis,
olahraga, dan sebagainya. Potensi kelebihan dan atau kemampuan peserta
didik digali melalui wawancara dengan peserta didik serta orangtua, serta
pengamatan sehari-hari. Semua informasi yang didapat dapat ditulis pada
tabel dibawah ini, sangat disarankan jika guru hanya fokus pada kelebihan
yang sangat menonjol pada siswa.

Tabel 12 Kelebihan dan kemampuan peserta didik

D. KELEBIHAN ATAU KEMAMPUAN
1.
2.
3.

7. Belajar dan Dukungan yang dibutuhkan
Pada bagian ini dimaksudkan untuk melakukan identifikasi kebutuhan
dukungan yang diperlukan peserta didik baik dalam belajar maupun dalam
melaksanakan aktivitas sehari-hari. Data yang dimaksud seperti kebutuhan
peserta didik dari sisi kebutuhan pendampingan dari orang lain atau
temannya baik di dalam maupun di luar kelas, kebutuhan pendampingan
untuk perjalanan ke madrasah, pendampingan saat berkomunikasi dengan
orang lain, pendampingan dalam belajar, serta dukungan yang diperlukan
mengikuti pembelajaran seperti pendampingan saat belajar, pengaturan
cahaya, pembuatan tulisan yang diperbesar, penambahan waktu untuk
belajar, dan lain sebagainya.

Tabel 13 Belajar dan Dukungan yang dibutuhkan

176 Unit Pembelajaran

E. BELAJAR DAN DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
1. Dibandingkan dengan siswa seusianya, berapa banyak pendampingan

kepada siswa terkait hal-hal berikut. Berilah tanda ceklist ( ) pada salah satu
kolom

Pendampingan Penjelasan

No Aktivitas Siswa Tidak Butuh Butuh
Butuh Sedikit Banyak
1 Bergerak di dalam
ruang kelas

2 Bergerak di
lingkungan
madrasah

3 Pergi dan pulang
madrasah

4 Komunikasi: baik
dalam
mengungkapkan
maupun menerima
informasi.

5 Proses belajar

6 Kegiatan sehari-hari,
seperti Makan dan
minum

Buang air di toilet
menggunakan
pakaian, sepatu, dll.

7 Bersosialisasi
dengan siswa lain

8 Mengelola perilaku
dan emosi diri

2. Berilah tanda ceklist ( ) pada salah satu kolom terkait penyesuaian
pembelajaran dan penilaian yang diberikan kepada siswa!

Unit Pembelajaran 177

Penyesuaian Penyesuaian
Pembelajaran dan
No Dilakukan Tidak Belum Deskripsi
Penilaian Siswa Dilakukan Dilakukan Penjelasan

1 Siswa duduk di
barisan paling
depan dan dekat
dengan guru

2 Tulisan di buku
paket diperbesar

3 Buku paket
disediakan dalam
bentuk Braille

4 Memodifikasi
kegiatan dan
permainan fisik
(olah raga)

5 Memodifikasi materi
pembelajaran dan
penilaian, atau
mengurangi
kesukaran
pembelajaran bagi
siswa

6 Menggunakan
penerjemah bahasa
isyarat dalam
proses
pembelajaran dan
aktivitas madrasah
lainnya

7 Memberikan
tambahan waktu
saat
asesmen/penilaian
(Ujian, Tes)

8 Mendampingi
selama
pelaksanaan ujian
(seperti: pembaca
soal, penerjemah
Bahasa isyarat)

178 Unit Pembelajaran

Penyesuaian Penyesuaian
Pembelajaran dan
No Dilakukan Tidak Belum Deskripsi
Penilaian Siswa Dilakukan Dilakukan Penjelasan

9 Siswa menerima
bantuan/dukungan
dari guru tambahan
atau staf (seperti:
guru pendamping,
relawan)

10 Guru/Pihak
madrasah
memberikan
tambahan mengajar
bagi siswa di rumah

11 Guru/madrasah
sudah mengatur
pencahayaan yang
cukup atau
kekontrasan di
kelas

12 Guru menyiapkan
alat peraga konkret
dalam
pembelajaran

13 Penyesuaian
pembelajaran dan
penilaian lainnya
(mohon dijelaskan
secara spesifik)

8. Informasi Kesehatan Peserta Didik
Informasi tentang kesehatan peserta didik dicatat pada tabel dibawah ini,
tabel ini akan memberikan informasi tentang diagnosa dan Pengobatan
atau Penangan yang dijalani siswa. Informasi tentang kesehatan ini
termasuk mencatat pengobatan yang sedang dan pernah dilakukan
terhadap peserta didik, serta penanganan terhadap gangguan kesehatan
baik yang dilakukan oleh pihak medis maupun orangtua. Data dan
informasi peserta didik dari sisi kondisi kesehatan diisi berdasarkan
informasi klinis dari dokter, terapis, atau spesialis. Pengisian informasi
kesehatan anak dilakukan guru bersama-sama dengan tenaga medis dan

Unit Pembelajaran 179

atau spesialis kesehatan lain yang relevan, serta orangtua. Pengisian
bagian kesehatan anak juga dapat dilakuan dengan mengacu pada catatan
medis yang dimiliki.

Tabel 14 Informasi Kesehatan, Diagnosa dan Pengobatan atau Penanganan

F. INFORMASI KESEHATAN, DIAGNOSA DAN PENGOBATAN ATAU
PENANGANAN

Mohon diberikan informasi tentang kondisi kesehatan yang mungkin dimiliki
siswa, seperti: epilepsi, kondisi jantung, asma, alergi, dan lain-lain serta bentuk
dukungan apa pun yang diperlukan di madrasah terkait kondisi ini.
Tuliskan rekaman informasi klinik, diagnosa dan penanganan/pengobatan.
Pada Bagian ini, hanya diisi jika siswa telah ditangani oleh Dokter, Terapis,
Audiologis, Spesialis Mata, atau Penanganan medis lainnya. Gunakanlah
beberapa baris, jika terdapat banyak kondisi (seperti. Down syndrome,
Gangguan Penglihatan).

Kondisi Klinis/Hasil Tahun di Nama praktisi Layanan atau
Diagnosa (misal. diagnosa atau institusi penanganan yang
diterima dengan
Cerebral palsy, Autism yang kondisi tersebut
spektrum disorder, membuat (termasuk perkiraan
diagnosis
gangguan pendengaran, tanggal)
dsb.nya)

Catatan:
Tabel di atas hanya di isi jika informasi medis dimiliki siswa, hal ini akan
membantu konfirmasi kondisi yang dialami siswa. Jika siswa tidak memiliki
informasi tersebut, guru dapat mengosongkan bagian ini dan mengisi kembali
jika sewaktu-watu mendapat informasi terbaru dari orangtua.

180 Unit Pembelajaran

9. Informasi Lainnya
Informasi lain yang dimaksud pada tabel di bawah adalah data dan
informasi peserta didik yang belum tercakup pada bagian sebelumnya
seperti hambatan dan tantangan yang dhadapi. Tantangan yang dihadapi
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam merawat tubuh,
berinteraksi dengan orang lain, serta kondisi lain yang menghambat dalam
mengikuti pembelajaran. Informasi tentang tantagan yang dihadapi peserta
didik dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi
pembelajaran serta perlakuan khusus yang diperlukan.

Tabel 15 Informasi lain

G. INFORMASI LAIN

Tuliskan informasi lain terkait tantangan siswa yang belum terungkap
dalam bagian sebelumnya. Seperti tantangan terkait capaian KKM
kurikulum atau area lain seperti cara merawat diri, kondisi kehidupan
sehari-hari di rumah, keterampilan sosial, dll)

1.

2.

3.

4.

10. Program Pembelajaran Individual
Program pembelajaran individual disusun berdasarkan data dan informasi
yang diperoleh melalui instrumen ini. Program ini dapat disusun oleh guru
kelas, guru pendamping khusus, atau dikerjakan secara bersama-sama.
Program pembelajaran individual dapat disusun untuk jangka waktu
semester dan atau setahun. Program ini mencakup rencana pemenuhan

Unit Pembelajaran 181

alat bantu, bentuk pendampingan yang diperlukan, serta kebutuhan lain
yang mungkin memerlukan jangka waktu yang akan panjang untuk
memenuhinya. Jika peserta didik memerlukan pendampingan dalam
pembelajaran, maka pemenuhannya dapat diprogramkan secara individual
secara langsung oleh guru dan akan lebih dengan memberdayakan
peserta didik lain yang memiliki kemampuan lebih dalam rangka
membangun kebersamaan dan kekeluargaan di kelas.

Tabel 16 Program Pembelajaran Individual

H. PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL (PPI)

Apa Kebutuhan/Tujuan Jangka Panjang bagi siswa ? (jangka waktu
(Tahun/Semester): ______)

Contoh: Siswa mampu menguasai Braille, Bahasa isyarat, Orientasi mobilitas
lingkungan Madrasah, menggunakan alat atau teknologi terapi dll.
(Harus Spesifik dan didiskusikan dengan orangtua, guru khusus dan
kepala madrasah.

Catatan: Tidak semua siswa membutuhkan PPI. PPI diperuntukkan buat siswa
dengan standar di bawah kurikulum atau kebutuhan lainnya untuk
membantu siswa dalam mengikuti kurikulum. semua program
pembelajaran yang dibuat untuk siswa harus detail dan mungkin
untuk dilaksanakan).

1.
2.
3.

182 Unit Pembelajaran


Click to View FlipBook Version