19 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
produksi < 6000 m³/tahun.
h. Pelaksanaan pengelolaan
KHDTK untuk kepentingan
religi.
a. Pelaksanaan Pelaksanaan pengelolaan
san perlindungan, pengawetan TAHURA kabupaten/kota.
san dan pemanfaatan secara
lestari taman hutan
raya (TAHURA) lintas
han Daerah kabupaten/kota.
b. Pelaksanaan perlindungan
tumbuhan dan satwa liar
ara yang tidak dilindungi
gan dan/atau tidak masuk
ian dalam lampiran (Appendix)
CITES.
c. Pelaksanaan pengelolaan
nis kawasan bernilai
NO SUB URUSAN - 12
12
PEMERINTAH PUSAT
3
tumbuhan dan satwa li
4. Pendidikan dan a. Penyelenggaraan
Pelatihan, Penyuluhan pendidikan dan pelatih
dan Pemberdayaan serta pendidik
Masyarakat di bidang menengah kehutanan.
Kehutanan b. Penyelenggaraan
penyuluhan kehutan
nasional.
5. Pengelolaan Daerah Penyelenggaraan pengelola
Aliran Sungai (DAS) DAS.
20 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
iar. ekosistem penting dan
---
daerah penyangga
kawasan suaka alam dan
kawasam pelestarian alam.
a. Pelaksanaan penyuluhan
han kehutanan provinsi.
kan b. Pemberdayaan masyarakat
di bidang kehutanan.
nan
aan Pelaksanaan pengelolaan DAS
lintas Daerah kabupaten/kota
dan dalam Daerah
kabupaten/kota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12
6. Pengawasan 3
Kehutanan Penyelenggaraan
pengawasan terhad
pengurusan hutan.
21 - DAERAH PROVINSI DAERAH
dap KABUPATEN/KOTA
4
--- 5
---
- 12
CC. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG ENERGI D
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
1 2 3
1. Geologi
a. Penetapan cekungan
tanah.
b. Penetapan zo
konservasi air tan
pada cekungan air tan
lintas Daerah provin
dan lintas negara.
c. Penetapan kawas
lindung geologi d
warisan geologi (g
heritage).
d. Penetapan status d
peringatan dini baha
gunung api.
e. Peringatan dini poten
22 -
DAN SUMBER DAYA MINERAL DAERAH
DAERAH PROVINSI KABUPATEN/KOTA
4 5
air a. Penetapan zona
ona konservasi air tanah pada
nah
nah cekungan air tanah dalam
nsi
Daerah provinsi.
san
dan b. Penerbitan izin
geo-
pengeboran, izin
dan
aya penggalian, izin
pemakaian, dan izin
pengusahaan air tanah
dalam Daerah provinsi.
c. Penetapan nilai perolehan
air tanah dalam Daerah
provinsi.
nsi
NO SUB URUSAN - 12
12 PEMERINTAH PUSAT
2. Mineral dan Batubara 3
gerakan tanah.
f. Penetapan nera
sumber daya d
cadangan sumber da
mineral dan ene
nasional.
g. Penetapan kawas
rawan bencana geologi.
a. Penetapan wilay
pertambangan seba
bagian dari rencana ta
ruang wilayah nasion
yang terdiri atas wilay
usaha pertambanga
wilayah pertambang
rakyat dan wilay
pencadangan nega
serta wilayah usa
23 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
aca
dan
aya
ergi
san a. Penetapan wilayah izin
.
usaha pertambangan
yah
agai mineral bukan logam dan
ata
nal, batuan dalam 1 (satu)
yah
an, Daerah provinsi dan
gan
yah wilayah laut sampai
ara
aha dengan 12 mil.
b. Penerbitan izin usaha
pertambangan mineral
logam dan batubara dalam
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
pertambangan khusus.
b. penetapan wilayah iz
usaha pertambang
mineral logam d
batubara serta wilay
izin usaha pertambang
khusus.
c. Penetapan wilayah iz
usaha pertambang
mineral bukan logam d
batuan lintas Daer
provinsi dan wilayah la
lebih dari 12 mil.
d. Penerbitan izin usa
pertambangan mine
logam, batubara, mine
bukan logam dan batu
pada:
1) wilayah izin usa
24 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
. rangka penanaman modal
zin dalam negeri pada wilayah
gan izin usaha pertambangan
dan Daerah yang berada dalam
yah 1 (satu) Daerah provinsi
gan termasuk wilayah laut
sampai dengan 12 mil laut.
zin c. Penerbitan izin usaha
gan pertambangan mineral
dan bukan logam dan batuan
rah dalam rangka penanaman
aut modal dalam negeri pada
wilayah izin usaha
aha pertambangan yang berada
eral dalam 1 (satu) Daerah
eral provinsi termasuk wilayah
uan laut sampai dengan
12 mil laut.
aha d. Penerbitan izin
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
Pertambangan ya
berada pada wilay
lintas Daerah provin
2) wilayah izin usa
pertambangan ya
berbatasan langsu
dengan negara la
dan
3) wilayah laut lebih d
12 mil;
e. Penerbitan izin usa
pertambangan dala
rangka penanam
modal asing.
f. Pemberian izin usa
pertambangan khus
mineral dan batubara.
g. Pemberian registrasi iz
25 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
ang pertambangan rakyat
yah
nsi; untuk komoditas mineral
aha
ang logam, batubara, mineral
ung
ain; bukan logam dan batuan
dari dalam wilayah
aha pertambangan rakyat.
am
man e. Penerbitan izin usaha
aha pertambangan operasi
sus
produksi khusus untuk
zin
pengolahan dan pemurnian
dalam rangka penanaman
modal dalam negeri
yang komoditas
tambangnya berasal dari
1 (satu) Daerah provinsi
yang sama.
f. Penerbitan izin usaha jasa
pertambangan dan surat
keterangan terdaftar dalam
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
usaha pertambangan d
penetapan juml
produksi setiap Daer
provinsi untuk komidit
mineral logam d
batubara.
h. Penerbitan izin usa
pertambangan oper
produksi khusus unt
pengolahan d
pemurnian ya
komoditas tambangn
yang berasal dari Daer
provinsi lain di lu
lokasi fasilit
pengolahan d
pemurnian, atau imp
serta dalam rang
penanaman modal asin
26 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
dan rangka penanaman modal
lah dalam negeri yang
rah kegiatan usahanya dalam
tas 1 (satu) Daerah provinsi.
dan g. Penetapan harga patokan
mineral bukan logam dan
aha batuan.
rasi
tuk
dan
ang
nya
rah
uar
tas
dan
por
gka
ng.
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
i. Penerbitan izin usa
jasa pertambangan d
surat keterang
terdaftar dalam rang
penanaman modal dala
negeri dan penanam
modal asing ya
kegiatan usahanya
seluruh wilay
Indonesia.
j. Penetapan harga patok
mineral logam d
batubara.
k. Pengelolaan inspekt
tambang dan pejab
pengawas pertambanga
27 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
aha
dan 5
gan
gka
am
man
ang
di
yah
kan
dan
tur
bat
an.
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
3. Minyak dan Gas Bumi Penyelenggaraan minyak d
gas bumi.
4. Energi Baru Terbarukan a. Penetapan wilayah ke
panas bumi.
b. Pelelangan wilayah ke
panas bumi.
c. Penerbitan iz
pemanfaatan langsu
panas bumi lint
Daerah provinsi.
d. Penerbitan izin pan
bumi unt
pemanfaatan tid
langsung.
e. Penetapan harga list
dan/atau uap pan
bumi.
f. Penetapan badan usa
28 - DAERAH PROVINSI DAERAH
dan 4 KABUPATEN/KOTA
5
erja a. Penerbitan izin Penerbitan izin pemanfaatan
pemanfaatan langsung langsung panas bumi dalam
erja panas bumi lintas Daerah Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota dalam
zin 1 (satu) Daerah provinsi.
ung b. Penerbitan surat
tas keterangan terdaftar usaha
jasa penunjang yang
nas kegiatan usahanya dalam
tuk 1 (satu) Daerah provinsi.
dak c. Penerbitan izin,
pembinaan dan
trik pengawasan usaha niaga
nas
bahan bakar nabati
(biofuel) sebagai bahan
aha bakar lain dengan
NO SUB URUSAN - 12
PEMERINTAH PUSAT
12 3
sebagai pengelola tena
air untuk pembang
listrik.
g. Penerbitan su
keterangan terdaf
usaha jasa penunja
yang kegiatan usahan
dalam lintas Daer
provinsi.
h. Penerbitan izin usa
niaga bahan bak
nabati (biofuel) seba
bahan bakar lain deng
kapasitas penyediaan
atas 10.000 (sepul
ribu) ton pertahun.
29 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
aga kapasitas penyediaan
gkit
sampai dengan
urat
ftar 10.000 (sepuluh ribu) ton
ang
nya per tahun.
rah
aha
kar
agai
gan
di
luh
NO SUB URUSAN - 13
12 PEMERINTAH PUSAT
5. Ketenagalistrikan
3
a. Penetapan wilayah usa
penyediaan tenaga list
dan izin jual beli tena
listrik lintas negara.
b. Penerbitan izin usa
penyediaan tenaga list
lintas Daerah provin
badan usaha milik nega
dan penjualan tena
listrik serta penyewa
jaringan kepada penyed
tenaga listrik lint
Daerah provinsi at
badan usaha mi
negara.
c. Penerbitan izin oper
yang fasilitas instalasin
mencakup lintas Daer
provinsi atau berada
30 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
aha a. Penerbitan izin usaha
trik penyediaan tenaga listrik
aga non badan usaha milik
negara dan penjualan
aha tenaga listrik serta
trik penyewaan jaringan
nsi, kepada penyedia tenaga
ara listrik dalam Daerah
aga provinsi.
aan b. Penerbitan izin operasi
dia yang fasilitas instalasinya
tas dalam Daerah provinsi.
tau c. Penetapan tarif tenaga
ilik listrik untuk konsumen
dan penerbitan izin
rasi pemanfaatan jaringan
nya untuk telekomunikasi,
rah multimedia, dan
di informatika dari pemegang
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
wilayah di atas 12 m
laut.
d. Penetapan tarif tena
listrik untuk konsum
dan penerbitan iz
pemanfaatan jaring
untuk telekomunika
multimedia, d
informatika d
pemegang izin ya
ditetapkan ol
Pemerintah Pusat.
e. Persetujuan harga ju
tenaga listrik dan se
jaringan tenaga listr
rencana usa
penyediaan tenaga listr
penjualan kelebih
tenaga listrik d
31 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
mil izin yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah
aga provinsi.
men d. Persetujuan harga jual
zin tenaga listrik dan sewa
gan jaringan tenaga listrik,
asi, rencana usaha penyediaan
dan tenaga listrik, penjualan
dari kelebihan tenaga listrik
ang dari pemegang izin yang
leh ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah
ual provinsi.
ewa e. Penerbitan izin usaha jasa
rik, penunjang tenaga listrik
aha bagi badan usaha dalam
rik, negeri/mayoritas
han sahamnya dimiliki oleh
dari penanam modal dalam
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
pemegang izin ya
ditetapkan ol
Pemerintah Pusat.
f. Penerbitan izin usaha ja
penunjang tenaga list
yang dilakukan ol
badan usaha milik nega
atau penanam mod
asing/mayoritas
sahamnya dimiliki ol
penanam modal asing.
g. Penyediaan dana unt
kelompok masyarak
tidak mamp
pembangunan sara
penyediaan tenaga list
belum berkemban
daerah terpencil d
perdesaan.
32 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
ang negeri.
leh f.
Penyediaan dana untuk
asa
trik kelompok masyarakat
leh
ara tidak mampu,
dal
pembangunan sarana
leh
penyediaan tenaga listrik
belum berkembang,
daerah terpencil dan
perdesaan.
tuk
kat
pu,
ana
trik
ng,
dan
- 13
DD. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERDAGA
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Perizinan dan a. Penerbitan izin usa
Pendaftaran untuk:
Perusahaan
1) perantara
perdagangan propert
2) penjualan langsung;
3) perwakilan
perusahaan
perdagangan asing;
4) usaha perdagang
yang di dalamn
terdapat modal asing
5) jasa survei dan ja
lainnya di bida
perdagangan terten
dan
33 -
ANGAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
aha a. Penertiban surat izin a. Penerbitan izin
ti; usaha perdagangan pengelolaan pasar
gan minuman beralkohol toko rakyat, pusat
nya
g; bebas bea dan perbelanjaan dan izin
asa
ang rekomendasi penerbitan usaha toko swalayan.
ntu;
SIUP-MB bagi distributor. b. Penerbitan tanda daftar
gudang, dan surat
b. Penerbitan surat izin
keterangan penyimpanan
usaha perdagangan bahan barang (SKPB).
berbahaya pengecer
terdaftar, pemeriksaan c. Penerbitan surat tanda
sarana distribusi bahan pendaftaran waralaba
(STPW) untuk:
berbahaya, dan
pengawasan distribusi, 1) penerima waralaba
dari waralaba dalam
pengemasan dan negeri;
pelabelan bahan
berbahaya di tingkat
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
6) pendaftaran ag
dan/atau distributor
b. Penerbitan surat tan
pendaftaran warala
(STPW) untuk :
1) pemberi waralaba d
dalam negeri;
2) pemberi waralaba d
luar negeri;
3) pemberi warala
lanjutan dari warala
dalam negeri;
4) pemberi warala
lanjutan dari warala
luar negeri; dan
5) penerima warala
dari waralaba lu
negeri
34 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
gen Daerah provinsi. 2) penerima waralaba
r. lanjutan dari warlaba
nda c. Rekomendasi untuk
aba dalam negeri; dan
penerbitan PGAPT dan
dari
SPPGRAP. 3) penerima waralaba
dari lanjutan dari waralaba
d. Penerbitan surat
aba luar negeri.
aba keterangan asal (bagi
aba Daerah provinsi yang d. Penerbitan surat izin
aba
telah ditetapkan sebagai usaha perdagangan
aba
uar instansi penerbit surat minuman beralkohol
keterangan asal). golongan B dan C
e. Penerbitan angka untuk pengecer dan
pengenal importir (API). penjual langsung
minum ditempat.
e. Pemeriksaan fasilitas
penyimpanan bahan
berbahaya dan
pengawasan distribusi,
pengemasan dan
pelabelan bahan
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
c. Penerbitan surat iz
usaha perdagang
minuman beralkoh
importir terdaf
minuman beralkohol (
MB), distributor dan su
distibutor.
d. Penerbitan surat iz
usaha perdagangan bah
berbahaya distribu
terdaftar, pembina
terhadap impor
produsen bah
berbahaya, impor
terdaftar bah
berbahaya, distribu
terdaftar bah
berbahaya dan produs
terdaftar bah
35 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
zin
gan 5
hol
ftar berbahaya di tingkat
(IT- Daerah
ub-
kabupaten/kota.
zin
han f. Rekomendasi
utor penerbitan PKAPT dan
aan
rtir pelaporan rekapitulasi
han perdagangan kayu atau
rtir pulau.
han
utor g. Penerbitan surat
han
sen keterangan asal (bagi
han
Daerah kabupaten/kota
yang telah ditetapkan
sebagai instansi
penerbit surat
keterangan asal).
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
berbahaya, d
pengawasan distribu
pengemasan d
pelabelan bah
berbahaya.
e. Pengakuan pedaga
kayu antarpulau terdaf
(PKAPT).
f. Pengakuan pedagang gu
antarpulau (PGAPT), su
persetujuan perdagang
gula antarpul
(SPPGAP), dan su
persetujuan perdagang
gula rafinasi antarpul
(SPPGRAP).
g. Penerbitan ang
pengenal importir (A
bagi perusahaan tertent
36 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
dan
usi 5
dan
han
ang
ftar
ula
urat
gan
lau
urat
gan
lau
gka
API)
tu.
NO SUB URUSAN - 13
12 PEMERINTAH PUSAT
2. Sarana Distribusi 3
---
Perdagangan
3. Stabilisasi Harga a. Menjamin ketersedia
Barang Kebutuhan barang kebutuhan pok
Pokok dan Barang dan barang penting
Penting tingkat nasional.
b. Pemantauan d
mengelola informasi har
barang kebutuhan pok
dan barang penting ya
cakupannya di tingk
37 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
Pembangunan dan a. Pembangunan dan
pengelolaan pusat distribusi pengelolaan sarana
regional dan pusat distribusi distribusi perdagangan.
provinsi. b. Pembinaan terhadap
pengelola sarana
distribusi perdagangan
masyarakat di wilayah
kerjanya.
aan a. Menjamin ketersediaan a. Menjamin ketersediaan
kok barang kebutuhan pokok barang kebutuhan pokok
di dan barang penting di dan barang penting di
tingkat Daerah provinsi. tingkat Daerah
dan b. Pemantauan harga, kabupaten/kota.
rga informasi ketersediaan b. Pemantauan harga dan
kok stok barang kebutuhan stok barang kebutuhan
ang pokok dan barang penting pokok dan barang
kat di tingkat pasar provinsi. penting di tingkat pasar
NO SUB URUSAN - 13
12
PEMERINTAH PUSAT
3
nasional.
4. Pengembangan Ekspor a. Penyelenggaraan prom
dagang melalui pamer
dagang internasion
pameran dagang nasion
38 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
c. Melakukan operasi pasar
kabupaten/kota.
dalam rangka stabilisasi
c. Melakukan operasi pasar
harga pangan pokok yang dalam rangka stabilisasi
harga pangan pokok
dampaknya beberapa yang dampaknya dalam
Daerah kabupaten/kota.
Daerah kabupaten/kota
d. Pengawasan pupuk dan
dalam 1 (satu) Daerah pestisida tingkat Daerah
kabupaten/Kota dalam
provinsi. melakukan pelaksanaan
pengadaan, penyaluran
d. Pengawasan pupuk dan dan penggunaan pupuk
bersubsidi di wilayah
pestistida tingkat Daerah kerjanya.
provinsi dalam melakukan
pelaksanaan pengadaan,
penyaluran dan
penggunaan pupuk
bersubsidi di wilayah
kerjanya.
mosi a. Penyelenggaraan promosi a. Penyelenggaraan promosi
ran
nal, dagang melalui pameran dagang melalui pameran
nal, dagang internasional, dagang nasional,
pameran dagang nasional, pameran dagang lokal
NO SUB URUSAN - 13
PEMERINTAH PUSAT
12 3
dan pameran dagang lok
serta misi dagang b
eksportir skala usa
besar, menengah d
kecil.
b. Penyelenggaraan kegiat
kerja sama internasion
pengembangan ekspor.
c. Penerbitan iz
penyelenggaraan pamer
dagang deng
mengikutsertakan pese
dan/atau produk a
luar negeri.
d. Penyelenggaraan
kampanye pencitra
Indonesia ska
internasional.
39 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
kal dan pameran dagang lokal
bagi serta misi dagang bagi dan misi dagang bagi
aha produk ekspor unggulan
dan produk ekspor unggulan yang terdapat pada
yang terdapat pada lebih 1 (satu) Daerah
tan dari 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
nal
kabupaten/kota dalam b. Penyelenggaraan
zin 1 (satu) Daerah provinsi. kampanye pencitraan
ran produk ekspor skala
gan b. Penyelenggaraan Daerah provinsi (lintas
erta Daerah kabupaten/kota).
asal kampanye pencitraan
produk ekspor skala
nasional (lintas Daerah
provinsi).
aan
ala
NO SUB URUSAN - 14
PEMERINTAH PUSAT
12 3
5. Standardisasi dan a. Penyelenggaraan,
Perlindungan pengendalian dan evalu
Konsumen
perlindungan konsume
standardisasi, dan mu
barang, serta pengawas
barang beredar dan/at
jasa di seluruh wilay
Republik Indonesia.
b. Penyelenggaraan,
pengendalian, d
evaluasi metrologi legal
seluruh wilayah Repub
Indonesia.
c. Penyelenggaraan metrol
legal dalam rang
penanganan khusus.
40 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
uasi Pelaksanaan perlindungan Pelaksanaan metrologi legal
konsumen, pengujian mutu berupa tera, tera ulang dan
en,
utu barang, dan pengawasan pengawasan.
san barang beredar dan/atau jasa
di seluruh Daerah
tau
yah kabupaten/kota.
dan
l di
blik
logi
gka
- 14
EE.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERINDU
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Perencanaan Penetapan rencana ind
Pembangunan Industri pembangunan indus
nasional.
2. Perizinan a. Penerbitan IUI Kecil, I
Menengah dan IUI Bes
untuk:
1) industri ya
berdampak besar pa
lingkungan;
2) industri minum
beralkohol; dan
3) industri strategis.
b. Penerbitan IPUI bagi:
1) industri ya
berdampak besar pa
lingkungan;
41 -
USTRIAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
duk Penetapan rencana Penetapan rencana
stri pembangunan industri pembangunan industri
provinsi. kabupaten/kota.
IUI a. Penerbitan IUI Besar. a. Penerbitan IUI kecil dan
sar IUI Menengah.
b. Penerbitan IPUI bagi
ang industri besar.
ada b. Penerbitan IPUI bagi
dan
man c. Penerbitan IUKI dan IPKI industri kecil
yang lokasinya lintas
menengah.
Daerah kabupaten/kota
dalam 1 (satu) Daerah c. Penerbitan IUKI dan IPKI
yang lokasinya di Daerah
provinsi.
kabupaten/kota.
ang
ada
NO SUB URUSAN - 14
PEMERINTAH PUSAT
12 3
2) industri minum
beralkohol; dan
3) indutri strategis;
c. Penerbitan IUKI dan IP
yang lokasinya lint
provinsi.
d. Penerbitan IUI/IUKI d
IPUI/IPKI ya
merupakan penanam
modal asing dan penana
modal yang menggunak
modal asing, yang bera
dari pemerintah nega
lain, yang didasark
perjanjian yang dibu
oleh Pemerintah Pus
dan pemerintah nega
lain.
42 - DAERAH PROVINSI DAERAH
man 4 KABUPATEN/KOTA
5
PKI
tas
dan
ang
man
am
kan
asal
ara
kan
uat
sat
ara
NO SUB URUSAN - 14
PEMERINTAH PUSAT
12 3
3. Sistem Informasi Pembangunan d
Industri Nasional pengembangan siste
informasi industri nasional
43 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan Penyampaian laporan Penyampaian laporan
em informasi industri untuk: informasi industri untuk:
l. - IUI Besar dan Izin - IUI Kecil dan Izin
perluasannya; dan Perluasannya;
- IUKI dan IPKI yang - IUI Menengah dan Izin
lokasinya lintas Daerah Perluasannya; dan
kabupaten/kota. - IUKI dan IPKI yang
lokasinya di Daerah
kabupaten/kota.
- 14
FF. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG TRANSMIGRASI
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Perencanaan Kawasan Penetapan dan perencana
Transmigrasi kawasan transmigrasi.
2. Pembangunan Kawasan a. Pembangunan satu
Transmigrasi permukiman di kawas
transmigrasi.
b. Penataan pesebar
penduduk yang bera
lintas Daerah provinsi.
3. Pengembangan a. Pengembangan kawas
Kawasan Transmigrasi transmigrasi.
b. Pengembangan satu
permukiman pada tah
penyesuaian.