69 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
yah perairan pelabuhan selama 24 jam untuk
han pengumpan regional. pelabuhan pengumpan
han o. Penerbitan izin reklamasi lokal.
di wilayah perairan q. Penerbitan izin pekerjaan
izin pelabuhan pengumpan pengerukan di wilayah
nal regional. perairan pelabuhan
gan p. Penerbitan izin pengumpan lokal.
am pengelolaan
terminal r. Penerbitan izin reklamasi
han untuk kepentingan sendiri di wilayah perairan
han (TUKS) di dalam pelabuhan pengumpan
DLKR/DLKP pelabuhan lokal.
pengumpan regional. s. Penerbitan izin
dan pengelolaan Terminal
Untuk Kepentingan
gan Sendiri (TUKS) di dalam
DLKR/DLKP pelabuhan
pengumpan lokal.
-7
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12
3. Penerbangan 3
4. Perkeretaapian Pengaturan, pengendali
dan pengawasan kegiat
penerbangan sipil.
a. Penetapan rencana ind
perkeretaapian nasiona
b. Penerbitan izin usah
izin pembangunan d
izin operasi prasara
perkeretaapian umu
yang jaringan jalurn
melintasi batas Daer
provinsi
c. Penetapan jaringan ja
kereta api ya
jaringannya meleb
wilayah 1 (satu) Daer
provinsi.
70 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ian --- Penerbitan izin mendirikan
tan bangunan tempat
pendaratan dan lepas landas
helikopter.
duk a. Penetapan rencana induk a. Penetapan rencana induk
al. perkeretaapian provinsi.
perkeretaapian
ha, b. Penerbitan izin usaha, izin kabupaten/kota.
dan
ana pembangunan dan izin b. Penerbitan izin usaha,
um izin pembangunan dan
nya operasi prasarana izin operasi prasarana
rah
perkeretaapian umum perkeretaapian umum
alur yang jaringan jalurnya
ang yang jaringan jalurnya
bihi dalam 1 (satu) Daerah
rah melintasi batas Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota.
c. Penetapan jaringan jalur
kereta api yang c. Penetapan jaringan jalur
jaringannya melebihi kereta api yang
wilayah 1 (satu) Daerah jaringannya dalam
kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah
-7
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
d. Pengujian prasara
perkeretaapian.
e. Penetapan kelas stasi
untuk stasiun pa
jaringan jalur kereta a
nasional.
f. Penerbitan izin usa
dan izin operasi sara
perkeretaapian umu
yang jaringan jalurn
melintasi batas Daer
provinsi.
g. Pengujian sara
perkeretaapian.
71 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ana 1 (satu) Daerah provinsi. kabupaten/kota.
d. Penetapan kelas stasiun d. Penetapan kelas stasiun
iun untuk stasiun pada untuk stasiun pada
ada jaringan jalur kereta api jaringan jalur kereta api
api provinsi. kabupaten/kota.
e. Penerbitan izin operasi e. Penerbitan izin operasi
aha sarana perkeretaapian sarana perkeretaapian
ana umum yang jaringan umum yang jaringan
um jalurnya melintasi batas jalurnya melintasi batas
nya Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah
rah dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
provinsi. f. Penetapan jaringan
ana f. Penetapan jaringan pelayanan perkeretaapian
pelayanan perkeretaapian pada jaringan jalur
pada jaringan jalur perkeretaapian
perkeretaapian provinsi. kabupaten/kota.
-7
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
h. Penetapan jaring
pelayanan perkeretaapi
pada jaringan ja
perkeretaapian nasiona
i. Penetapan pedoman ta
angkutan orang dan ta
angkutan barang.
j. Akreditasi badan huku
atau lembaga penguji
prasarana dan sara
perkeretaapian.
k. Sertifikasi tena
perawatan prasarana d
sarana perkeretaapian.
l. Penerbitan i
pengadaan at
pembangunan
perkeretapian khusu
izin operasi, d
72 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
gan g. Penerbitan izin pengadaan g. Penerbitan izin
ian
alur atau pembangunan pengadaan atau
al
arif perkeretapian khusus, izin pembangunan
arif
operasi, dan penetapan perkeretapian khusus,
um
ian jalur kereta api khusus izin operasi, dan
ana
yang jaringannya melebihi penetapan jalur kereta
1 (satu) Daerah api khusus yang
kabupaten/kota dalam jaringannya dalam
1 (satu) Daerah provinsi. Daerah kabupaten/kota.
aga
dan
.
izin
tau
us,
dan
-7
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12
3
penetapan jalur ker
api khusus ya
jaringannya meleb
1 (satu) Daerah provi
dan batas wilay
negara.
73 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
reta
ang 5
bihi
insi
yah
-7
P. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORM
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Penyelenggaraan, Pengelolaan penyelenggara
Sumber Daya, dan sumber daya, dan perangk
Perangkat Pos, serta pos, serta informatika.
Informatika
2. Informasi dan Pengelolaan informasi d
Komunikasi Publik komunikasi pub
Pemerintah Pusat se
informasi strategis nasion
dan internasional.
3. Aplikasi Informatika a. Penetapan nama doma
dan sub domain b
instansi Pemerintah Pus
dan Pemerintah Daerah.
b. Pengelolaan nama doma
instansi penyelengga
74 - DAERAH
MATIKA KABUPATEN/KOTA
DAERAH PROVINSI 5
4
aan
kat
dan Pengelolaan informasi dan Pengelolaan informasi dan
blik komunikasi publik komunikasi publik
erta Pemerintah Daerah provinsi. Pemerintah Daerah
nal kabupaten/kota.
ain a. Pengelolaan nama domain a. Pengelolaan nama domain
bagi
yang telah ditetapkan oleh yang telah ditetapkan oleh
sat
. Pemerintah Pusat dan sub Pemerintah Pusat dan sub
ain domain di lingkup domain di lingkup
ara
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah
provinsi. kabupaten/kota.
NO SUB URUSAN -7
PEMERINTAH PUSAT
12 3
negara.
c. Pengelolaan e-governme
nasional.
75 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
b. Pengelolaan e-government b. Pengelolaan e-government
ent di lingkup Pemerintah di lingkup Pemerintah
Daerah provinsi. Daerah kabupaten/kota.
-7
Q. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KOPERAS
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Badan Hukum Koperasi a. Pengesahan ak
pendirian, perubah
anggaran dasar kopera
dan pembubar
koperasi.
b. Pengumuman bad
hukum koperasi di Ber
Negara Repub
Indonesia.
2. Izin Usaha Simpan a. Penerbitan izin usa
Pinjam simpan pinjam unt
koperasi dengan wilay
keanggotaan lint
Daerah provinsi.
b. Penerbitan iz
pembukaan kan
76 -
SI, USAHA KECIL, DAN MENENGAH
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
kta 5
han
asi,
ran
dan
rita
blik
aha a. Penerbitan izin usaha a. Penerbitan izin usaha
tuk
yah simpan pinjam untuk simpan pinjam untuk
tas
koperasi dengan wilayah koperasi dengan
zin
ntor keanggotaan lintas wilayah keanggotaan
Daerah kabupaten/kota dalam Daerah
dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
provinsi. b. Penerbitan izin
NO SUB URUSAN -7
12 PEMERINTAH PUSAT
3
cabang, caba
pembantu dan kantor k
koperasi simpan pinja
untuk koperasi deng
wilayah keanggota
lintas Daerah provinsi.
3. Pengawasan dan a. Pemeriksaan d
pemeriksaan
pengawasan koper
yang wilay
keanggotaannya lint
Daerah provinsi.
b. Pemeriksaan d
pengawasan koper
simpan pinjam/u
simpan pinjam koper
77 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
ang b. Penerbitan izin pembukaan kantor
kas
am pembukaan kantor cabang, cabang
gan
aan cabang, cabang pembantu pembantu dan kantor
dan dan kantor kas koperasi kas koperasi simpan
rasi
yah simpan pinjam untuk pinjam untuk
tas
koperasi dengan wilayah koperasi dengan
dan
rasi keanggotaan lintas wilayah keanggotaan
unit
rasi Daerah kabupaten/kota dalam Daerah
dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
provinsi.
a. Pemeriksaan dan a. Pemeriksaan dan
pengawasan koperasi pengawasan koperasi
yang wilayah yang wilayah
keanggotaannya keanggotaan dalam
lintas Daerah Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota dalam b. Pemeriksaan dan
1 (satu) Daerah provinsi. pengawasan koperasi
b. Pemeriksaan dan simpan pinjam/unit
pengawasan koperasi
simpan pinjam koperasi
NO SUB URUSAN -7
12 PEMERINTAH PUSAT
3 wilay
lint
yang
keanggotaannya
Daerah provinsi.
4. Penilaian Kesehatan Penilaian kesehatan koper
KSP/USP Koperasi simpan pinjam/unit simp
pinjam koperasi ya
wilayah keanggotaann
lintas Daerah provinsi.
5. Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan latih
Perkoperasian perkoperasian bagi koper
yang wilay
keanggotaannya lint
Daerah provinsi.
78 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
yah simpan pinjam/unit yang wilayah
tas simpan pinjam koperasi keanggotaan dalam
yang wilayah Daerah kabupaten/kota.
keanggotaannya lintas
Daerah kabupaten/kota
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
rasi Penilaian kesehatan koperasi Penilaian kesehatan koperasi
pan simpan pinjam/unit simpan simpan pinjam/unit simpan
ang pinjam koperasi yang wilayah pinjam koperasi yang
nya keanggotaannya lintas Daerah wilayah keanggotaan
kabupaten/kota dalam dalam Daerah
1 (satu) Daerah provinsi. kabupaten/kota.
han Pendidikan dan latihan Pendidikan dan latihan
rasi perkoperasian bagi koperasi perkoperasian bagi koperasi
yah yang wilayah lintas Daerah yang wilayah keanggotaan
tas kabupaten/kota dalam dalam Daerah
1 (satu) Daerah provinsi. kabupaten/kota.
NO SUB URUSAN -7
PEMERINTAH PUSAT
12 3
6. Pemberdayaan dan Pemberdayaan d
Perlindungan Koperasi perlindungan koperasi ya
keanggotaannya lint
Daerah provinsi.
7. Pemberdayaan Usaha Pemberdayaan usa
Menengah, Usaha Kecil, menengah dilakukan mela
dan Usaha Mikro pendataan, kemitraa
(UMKM) kemudahan perijina
penguatan kelembagaan d
koordinasi dengan pa
pemangku kepentingan.
8. Pengembangan UMKM Pengembangan usa
menengah dengan orient
peningkatan skala usa
menjadi usaha besar.
79 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan Pemberdayaan dan Pemberdayaan dan
ang perlindungan koperasi yang perlindungan koperasi yang
tas keanggotaannya lintas Daerah keanggotaannya dalam
kabupaten/kota dalam Daerah kabupaten/kota.
1 (satu) Daerah provinsi.
aha Pemberdayaan usaha kecil Pemberdayaan usaha mikro
alui yang dilakukan melalui yang dilakukan melalui
an, pendataan, kemitraan, pendataan, kemitraan,
an, kemudahan perijinan, kemudahan perijinan,
dan penguatan kelembagaan dan penguatan kelembagaan dan
ara koordinasi dengan para koordinasi dengan para
pemangku kepentingan. pemangku kepentingan.
aha Pengembangan usaha kecil Pengembangan usaha mikro
tasi dengan orientasi peningkatan dengan orientasi
aha skala usaha menjadi usaha peningkatan skala usaha
menengah. menjadi usaha kecil.
-8
R.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENANAM
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pengembangan Iklim a. Penetapan bidang usa
Penanaman Modal yang tertutup dan bida
usaha yang terbu
dengan persyaratan.
b. Penetapan pember
fasilitas/insentif di bida
penanaman modal ya
menjadi kewenang
Pemerintah Pusat.
c. Pembuatan peta pote
investasi nasional.
d. Pengembangan kemitra
Usaha Kecil d
Menengah (UKM) beke
sama dengan inves
asing.
80 -
MAN MODAL
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aha a. Penetapan pemberian a. Penetapan pemberian
ang fasilitas/insentif di bidang fasilitas/insentif di bidang
uka penanaman modal yang penanaman modal yang
kewenangan menjadi kewenangan
menjadi
Daerah kabupaten/kota.
rian Daerah provinsi.
ang b. Pembuatan peta potensi b. Pembuatan peta potensi
investasi kabupaten/kota.
ang investasi provinsi.
gan
ensi
aan
dan
erja
stor
NO SUB URUSAN -8
PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Kerja Sama Penanaman a. Penyelenggaraan ke
Modal sama internasional deng
negara lain dalam rang
kerja sama bilater
regional dan multilatera
bidang penanaman mod
b. Penyelenggaraan ke
sama antara Pemerin
Pusat dengan lemba
perbankan
nasional/internasional
dan dunia usa
nasional/internasional.
c. Pengkoordinasian
penanaman modal dal
negeri yang menjalank
kegiatan penanam
modalnya di luar wilay
Indonesia.
81 - DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
erja 4
gan --- 5
gka
ral, ---
al di
dal.
erja
ntah
aga
aha
lam
kan
man
yah
NO SUB URUSAN -8
PEMERINTAH PUSAT
12 3
3. Promosi Penanaman Penyelenggaraan prom
Modal
penanaman modal ya
menjadi kewenang
Pemerintah Pusat.
4. Pelayanan Penanaman a. Pelayanan penanam
Modal
modal yang rua
lingkupnya lintas Daer
provinsi.
b. Pelayanan penanam
modal terkait deng
sumber daya alam ya
tidak terbarukan deng
tingkat risiko kerusak
lingkungan yang tinggi.
c. Pelayanan penanam
modal pada bida
industri yang merupak
prioritas tinggi pada sk
82 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
mosi Penyelenggaraan promosi Penyelenggaraan promosi
ang penanaman modal yang penanaman modal yang
gan menjadi kewenangan Daerah menjadi kewenangan Daerah
provinsi. kabupaten/kota.
man Pelayanan perizinan dan Pelayanan perizinan dan
ang nonperizinan secara terpadu nonperizinan secara terpadu
rah satu pintu: 1 (satu) pintu di bidang
a. Penanaman modal yang penanaman modal yang
man ruang lingkupnya lintas menjadi kewenangan Daerah
gan Daerah kabupaten/kota; kabupaten/kota.
ang b. Penanaman Modal yang
gan menurut ketentuan
kan peraturan
perundang-
undangan menjadi
man kewenangan Daerah
ang provinsi.
kan
kala
NO SUB URUSAN -8
PEMERINTAH PUSAT
12 3
nasional.
d. Pelayanan penanam
modal yang terkait pa
pelaksanaan strat
pertahanan dan keaman
nasional.
e. Pelayanan penanam
modal asing.
5. Pengendalian Pengendalian pelaksana
Pelaksanaan Penanaman penanaman modal ya
Modal menjadi kewenang
Pemerintah Pusat.
6. Data dan Sistem Pengelolaan data d
Informasi Penanaman informasi perizinan d
Modal nonperizinan penanam
modal yang terintergr
secara nasional.
83 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
man
ada
tegi
nan
man
aan Pengendalian pelaksanaan Pengendalian pelaksanaan
ang penanaman modal yang penanaman modal yang
gan menjadi kewenangan Daerah menjadi kewenangan Daerah
provinsi. kabupaten/kota.
dan Pengelolaan data dan informasi Pengelolaan data dan
dan perizinan dan nonperizinan informasi perizinan dan
man penanaman modal yang nonperizinan yang
rasi terintergrasi pada tingkat terintergrasi pada tingkat
Daerah provinsi. Daerah kabupaten/kota.
-8
S. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEPEMUD
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Kepemudaan
a. Penyadaran,
pemberdayaan, d
pengembangan pemu
dan kepemuda
terhadap pemuda pelop
nasional, wirausa
muda berprestasi, d
pemuda kader nasional
b. Pemberdayaan d
pengembangan organis
kepemudaan tingk
nasional.
c. Kerja sama kepemuda
internasional.
84 -
DAAN DAN OLAHRAGA
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
a. Penyadaran, a. Penyadaran,
dan pemberdayaan, dan pemberdayaan, dan
uda pengembangan pemuda pengembangan pemuda
aan dan kepemudaan terhadap dan kepemudaan
por pemuda pelopor provinsi, terhadap pemuda pelopor
aha wirausaha muda, dan kabupaten/kota,
dan pemuda kader provinsi. wirausaha muda pemula,
l. b. Pemberdayaan dan dan pemuda kader
kabupaten/kota.
dan pengembangan organisasi
sasi kepemudaan tingkat b. Pemberdayaan dan
kat Daerah provinsi. pengembangan organisasi
kepemudaan tingkat
aan Daerah kabupaten/kota.
NO SUB BIDANG -8
PEMERINTAH PUSAT
12
2. Keolahragaan 3
a. Pembinaan d
pengembangan olahra
pendidikan pada jenja
pendidikan yang menja
kewenangan Pemerint
Pusat.
b. Penyelenggaraan
kejuaraan olahra
tingkat nasional d
internasional.
c. Pembinaan d
pengembangan olahra
prestasi
tingk
internasional.
d. Pembinaan d
pengembangan organis
olahraga tingkat nasion
85 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan a. Pembinaan dan a. Pembinaan dan
aga
ang pengembangan olahraga pengembangan olahraga
adi
tah pendidikan pada jenjang pendidikan pada jenjang
aga pendidikan yang menjadi pendidikan yang menjadi
dan
kewenangan Daerah kewenangan Daerah
dan
aga provinsi. kabupaten/kota.
kat
b. Penyelenggaraan kejuaraan b. Penyelenggaraan
dan olahraga tingkat Daerah
sasi kejuaraan olahraga
nal. provinsi.
tingkat Daerah
c. Pembinaan dan kabupaten/kota.
pengembangan olahraga c. Pembinaan dan
prestasi tingkat nasional. pengembangan olahraga
d. Pembinaan dan prestasi tingkat Daerah
pengembangan organisasi provinsi.
olahraga tingkat Daerah d. Pembinaan dan
provinsi. pengembangan organisasi
olahraga tingkat Daerah
kabupaten/kota.
NO SUB BIDANG -8
12
PEMERINTAH PUSAT
3. Kepramukaan
3
e. Kerja sama keolahraga
internasional.
a. Pembinaan d
pengembangan organis
kepramukaan tingk
nasional.
b. Kerja sama kepramuka
internasional.
86 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aan e. Pembinaan dan
pengembangan olahraga
rekreasi.
dan Pembinaan dan Pembinaan dan
sasi pengembangan organisasi pengembangan organisasi
kat kepramukaan tingkat Daerah kepramukaan tingkat
provinsi. Daerah kabupaten/kota.
aan
-8
T. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG STATISTIK
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3 statis
1. Statistik Dasar
Penyelenggaraan
dasar.
2. Statistik Sektoral ---
87 - DAERAH PROVINSI DAERAH
K KABUPATEN/KOTA
4
stik --- 5
---
Penyelenggaraan statistik Penyelenggaraan statistik
sektoral di lingkup Daerah sektoral di lingkup Daerah
provinsi. kabupaten/kota.
-8
U. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERSANDI
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Persandian untuk a. Penyelenggaraan
Pengamanan Informasi persandian unt
pengamanan inform
Pemerintah Pusat.
b. Penetapan pola hubung
komunikasi sandi ant
kementerian/lembaga,
antara Pemerintah Pus
dengan Daerah provin
dan Daer
kabupaten/kota.
c. Pengelolaan kunci sand
2. Akreditasi dan a. Akreditasi lemba
Sertifikasi
pendidikan dan pelatih
sandi.
88 -
IAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
a. Penyelenggaraan a. Penyelenggaraan
tuk persandian untuk persandian untuk
masi
pengamanan informasi pengamanan informasi
gan
tar- Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah
sat provinsi. kabupaten/kota.
nsi
rah b. Penetapan pola hubungan b. Penetapan pola hubungan
komunikasi sandi antar-
komunikasi sandi antar-
Perangkat Daerah provinsi.
Perangkat Daerah
kabupaten/kota.
di. --- ---
aga
han
NO SUB URUSAN -8
12 PEMERINTAH PUSAT
3. Analisis Sinyal 3
b. Penerbitan sertifik
sumber daya manu
sandi.
c. Penerbitan sertifik
peralatan sandi.
Pengelolaan analisis sinyal
89 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
kasi
usia --- 5
kasi
l. ---
-9
V. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAY
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Kebudayaan
a. Pengelolaan kebudaya
yang masyarak
pelakunya lintas Daer
provinsi.
b. Perlindungan H
Kekayaan Intelektu
(HKI) komunal di bida
kebudayaan.
c. Pelestarian tradisi ya
masyarakat penganutn
lintas Daerah provinsi.
d. Pembinaan lemba
kepercayaan terhad
Tuhan Yang Maha Esa.
90 -
YAAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aan a. Pengelolaan kebudayaan a. Pengelolaan kebudayaan
kat
rah yang masyarakat pelakunya yang masyarakat
Hak lintas Daerah pelakunya dalam Daerah
ual
ang kabupaten/kota dalam kabupaten/kota.
ang 1 (satu) Daerah provinsi. b. Pelestarian tradisi yang
nya
b. Pelestarian tradisi yang masyarakat penganutnya
aga
dap masyarakat penganutnya dalam Daerah
lintas Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota dalam c. Pembinaan lembaga adat
yang penganutnya dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
Daerah kabupaten/kota.
c. Pembinaan lembaga adat
yang penganutnya lintas
Daerah kabupaten/kota
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
NO SUB URUSAN -9
12 PEMERINTAH PUSAT
2. Perfilman Nasional
3
3. Kesenian Tradisional
Pembinaan perfilm
4. Sejarah nasional.
Pembinaan kesenian ya
masyarakat pelakunya lint
Daerah provinsi.
Pembinaan sejarah nasiona
5. Cagar Budaya a. Registrasi nasional cag
budaya.
b. Penetapan cagar buda
peringkat nasional.
c. Pengelolaan cagar buda
peringkat nasional.
d. Penerbitan izin memba
91 - DAERAH PROVINSI DAERAH
man KABUPATEN/KOTA
4
--- 5
---
ang Pembinaan kesenian yang Pembinaan kesenian yang
tas masyarakat pelakunya lintas masyarakat pelakunya
Daerah kabupaten/kota. dalam Daerah
kabupaten/kota.
al. Pembinaan sejarah lokal Pembinaan sejarah lokal
provinsi. kabupaten/kota.
gar a. Penetapan cagar budaya a. Penetapan cagar budaya
peringkat provinsi. peringkat
kabupaten/kota.
aya b. Pengelolaan cagar budaya
peringkat provinsi. b. Pengelolaan cagar budaya
peringkat
aya c. Penerbitan izin membawa kabupaten/kota.
cagar budaya ke luar
c. Penerbitan izin membawa
awa Daerah provinsi.
NO SUB URUSAN -9
12
PEMERINTAH PUSAT
6. Permuseuman
3
7. Warisan Budaya cagar budaya ke lu
negeri.
a. Penerbitan regis
museum. museu
b. Pengelolaan
nasional.
Pengelolaan warisan buda
nasional dan dunia.
92 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
uar
cagar budaya ke luar
Daerah kabupaten/kota
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
ster Pengelolaan museum provinsi. Pengelolaan museum
kabupaten/kota.
um
aya --- ---
-9
W. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERPUST
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pembinaan a. Penetapan standar d
Perpustakaan akreditasi perpustakaan
b. Pengelolaan tingk
perpustakaan
nasional.
c. Pembudayaan gem
tingk
membaca
nasional.
2. Pelestarian Koleksi a. Pelestarian karya cet
Nasional dan Naskah dan karya rekam kolek
Kuno nasional.
b. Penerbitan katalog ind
nasional dan bibliogr
Nasional.
c. Pelestarian naskah ku
dan pengembali
93 -
TAKAAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan a. Pengelolaan perpustakaan a. Pengelolaan perpustakaan
n.
tingkat Daerah provinsi. tingkat Daerah
kat
b. Pembudayaan gemar kabupaten/kota.
mar
kat membaca tingkat Daerah b. Pembudayaan gemar
provinsi. membaca tingkat Daerah
kabupaten/kota.
tak a. Pelestarian karya cetak a. Pelestarian naskah kuno
ksi dan karya rekam koleksi milik Daerah
Daerah di Daerah provinsi. kabupaten/kota.
duk b. Penerbitan katalog induk b. Pengembangan koleksi
rafi Daerah dan bibliografi budaya etnis nusantara
Daerah. yang ditemukan oleh
uno c. Pelestarian naskah kuno Pemerintah Daerah
ian milik Daerah provinsi.
kabupaten/kota.
NO SUB URUSAN -9
PEMERINTAH PUSAT
12 3
naskah kuno dari lu
negeri.
d. Pengembangan kolek
budaya etnis nusanta
yang berasal dari lu
negeri dan koleksi buda
etnis nusantara ya
ditemukan ol
Pemerintah Pusat.
3. Sertifikasi Pustakawan Penyelenggaraan sertifik
dan Akreditasi pustakawan dan akredit
Pendidikan dan pendidikan dan pelatih
Pelatihan Perpustakaan perpustakaan.