19 -
NTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA PERLINDUNGAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aga a. Penanganan gangguan a. Penanganan gangguan
ong ketenteraman dan ketenteraman dan
ketertiban umum lintas ketertiban umum dalam
Daerah kabupaten/kota 1 (satu) Daerah
han, dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
atan
provinsi. b. Penegakan Perda
geri b. Penegakan Perda Provinsi Kabupaten/Kota dan
kan dan peraturan gubernur. peraturan
c. Pembinaan PPNS provinsi. bupati/walikota.
c. Pembinaan PPNS
kabupaten/kota.
ana Penanggulangan bencana Penanggulangan bencana
provinsi. kabupaten/kota.
NO SUB URUSAN -2
PEMERINTAH PUSAT
12
3. Kebakaran 3
a. Standardisasi sarana d
prasarana pemad
kebakaran.
b. Standardisasi kompete
dan sertifikasi tena
pemadam kebakaran.
c. Penyelenggaraan sist
informasi kebakaran.
20 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan Penyelenggaraan pemetaan a. Pencegahan,
dam rawan kebakaran.
pengendalian,
ensi
aga pemadaman,
tem penyelamatan, dan
penanganan bahan
berbahaya dan beracun
kebakaran dalam Daerah
kabupaten/kota.
b. Inspeksi peralatan
proteksi kebakaran.
c. Investigasi kejadian
kebakaran.
d. Pemberdayaan
masyarakat dalam
pencegahan kebakaran.
-2
F. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG SOSIAL
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pemberdayaan Sosial
a. Penetapan lokasi d
pemberdayaan sos
komunitas adat terpen
(KAT).
b. Penerbitan iz
pengumpulan lint
sumbangan
Daerah provinsi.
c. Pembinaan poten
sumber kesejahtera
sosial.
21 -
T DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan a. Penerbitan izin a. Pemberdayaan sosial
sial pengumpulan sumbangan KAT.
ncil lintas Daerah b. Penerbitan izin
kabupaten/kota dalam pengumpulan sumbangan
zin 1 (satu) Daerah provinsi. dalam Daerah
b. Pemberdayaan potensi kabupaten/kota.
tas sumber kesejahteraan c. Pengembangan potensi
sosial provinsi. sumber kesejahteraan
nsi sosial Daerah
aan kabupaten/kota.
d. Pembinaan lembaga
konsultasi kesejahteraan
keluarga (LK3) yang
wilayah kegiatannya di
Daerah kabupaten/kota.
NO SUB BIDANG -2
PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Penanganan Warga a. Penanganan warga nega
Negara Migran Korban migran korban tind
Tindak Kekerasan kekerasan dari ti
debarkasi sampai
Daerah provinsi asal.
b. Pemulihan trauma korb
tindak kekeras
(traficking) dalam dan lu
negeri.
3. Rehabilitasi Sosial Rehabilitasi bekas korb
penyalahgunaan NAPZ
orang dengan Hum
Immunodeficiency Viru
Acquired Immuno Deficien
Syndrome.
22 -
T DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ara Pemulangan warga negara Pemulangan warga negara
dak migran korban tindak migran korban tindak
itik kekerasan dari titik debarkasi kekerasan dari titik
ke di Daerah provinsi untuk debarkasi di Daerah
dipulangkan ke Daerah kabupaten/kota untuk
ban kabupaten/kota asal. dipulangkan ke
san Desa/kelurahan asal.
uar
ban Rehabilitasi sosial Rehabilitasi sosial
ZA,
man bukan/tidak termasuk bekas bukan/tidak termasuk bekas
us/ korban penyalahgunaan korban penyalahgunaan
ncy
NAPZA, orang dengan Human NAPZA dan orang dengan
Immunodeficiency Virus/ Human Immunodeficiency
Acquired Immuno Deficiency Virus/ Acquired Immuno
Syndrome yang memerlukan Deficiency Syndrome yang
rehabilitasi pada panti. tidak memerlukan
rehabilitasi pada panti, dan
rehabilitasi anak yang
NO SUB BIDANG -2
12 PEMERINTAH PUSAT
3
4. Perlindungan dan a. Penerbitan izin orang t
Jaminan Sosial
angkat unt
pengangkatan an
antara WNI dengan WNA
b. Penghargaan d
kesejahteraan keluar
pahlawan dan perin
kemerdekaan.
c. Pengelolaan data fa
miskin nasional.
5. Penanganan Bencana a. Penyediaan kebutuh
dasar dan pemulih
trauma bagi korb
bencana nasional.
b. Pembuatan mod
pemberdayaan terhad
masyarakat
23 -
T DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
berhadapan dengan hukum.
tua a. Penerbitan izin orang tua a. Pemeliharaan anak-anak
tuk terlantar.
nak angkat untuk
A.
dan pengangkatan anak antar b. Pendataan dan
rga
ntis WNI dan pengangkatan Pengelolaan data fakir
akir anak oleh orang tua miskin cakupan Daerah
tunggal. kabupaten/kota.
b. Pengelolaan data fakir
miskin cakupan Daerah
provinsi
han Penyediaan kebutuhan dasar a. Penyediaan kebutuhan
han dan pemulihan trauma bagi dasar dan pemulihan
ban korban bencana provinsi. trauma bagi korban
bencana kabupaten/kota.
del b. Penyelenggaraan
pemberdayaan masyarakat
dap terhadap kesiapsiagaan
NO SUB BIDANG -2
PEMERINTAH PUSAT
12 3
kesiapsiagaan bencana.
6. Taman
Pahlawan Makam Pemeliharaan taman maka
7. Sertifikasi pahlawan nasional utam
Akreditasi dan makam pahlaw
nasional di dalam dan lu
negeri.
dan a. Pemberian setifik
kepada pekerja sos
profesional dan tena
kesejahteraan sosial.
b. Pemberian akredit
kepada lemba
kesejahteraan sosial.
24 -
T DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
bencana kabupaten/kota.
am Pemeliharaan taman makam Pemeliharaan taman makam
pahlawan nasional provinsi.
ma pahlawan nasional
wan
uar kabupaten/kota.
kasi
sial
aga
tasi
aga
-2
G. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG TENAGA
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pelatihan Kerja dan a. Pengembangan siste
Produktivitas Tenaga dan metode pelatihan.
Kerja b. Penetapan stand
kompetensi.
c. Pengembangan progra
pelatihan
ketenagakerjaan,
ketransmigrasian,
produktivitas, d
kewirausahaan.
d. Pelaksanaan pelatih
untuk kejuruan ya
bersifat strategis.
25 -
KERJA
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
em a. Pelaksanaan pelatihan a. Pelaksanaan pelatihan
berdasarkan klaster berdasarkan unit
dar kompetensi. kompetensi.
b. Pelaksanaan akreditasi b. Pembinaaan lembaga
am lembaga pelatihan kerja. pelatihan kerja swasta.
c. Konsultansi produktivitas c. Perizinan dan
pada perusahaan pendaftaran lembaga
menengah. pelatihan kerja.
dan d. Pengukuran produktivitas d. Konsultansi produktivitas
tingkat Daerah provinsi. pada perusahaan kecil.
han e. Pengukuran produktivitas
ang
tingkat Daerah
kabupaten/kota.
-2
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
e. Penetapan kualifik
instruktur, pengger
swadaya masyarak
(PSM) dan tena
pelatihan.
f. Pengembangan d
peningkatan kompeten
instruktur dan PSM.
g. Penetapan stand
akreditasi lemba
pelatihan kerja.
h. Penerbitan iz
pemagangan luar neger
i. Pemberian lisen
lembaga sertifik
profesi.
j. Pelaksanaan sertifik
kompetensi profesi.
26 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
kasi
rak 5
kat
aga
dan
nsi
dar
aga
zin
ri.
nsi
kasi
kasi
-2
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Penempatan k. Pengembangan siste
Kerja metode, alat dan tekn
peningkatan
produktivitas.
l. Penyadaran
produktivitas.
m. Konsultansi produktivit
pada perusahaan besar
n. Pengukuran produktivit
tingkat nasional.
Tenaga a. Pelayanan antar ke
nasional.
b. Pengantar kerja.
c. Penerbitan izin lemba
penempatan tenaga ke
swasta (LPTKS) lebih d
1 (satu) Daerah provins
27 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
em,
nik 5
tas
r.
tas
erja a. Pelayanan antar kerja a. Pelayanan antar kerja di
Daerah kabupaten/kota
aga lintas Daerah
erja
dari kabupaten/kota dalam b. Penerbitan izin LPTKS
si. dalam 1 (satu) Daerah
1 (satu) Daerah provinsi.
kabupaten/kota.
b. Penerbitan izin LPTKS
c. Pengelolaan informasi
lebih dari 1 (satu) Daerah
kabupaten/kota dalam 1 pasar kerja dalam Daerah
(satu) Daerah provinsi.
kabupaten/kota.
-2
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
d. Penerbitan izin pelaksa
penempatan tenaga ke
indonesia swas
(PPTKIS).
e. Pengembangan bur
kerja dan informasi pas
kerja nasional dan di lu
negeri.
f. Perlindungan tenaga ke
Indonesia (TKI) di lu
negeri.
g. Pengesahan renca
penggunaan tenaga ke
asing (RPTKA) bar
pengesahan RPT
perubahan sepe
jabatan, lokasi, juml
tenaga kerja asing, d
kewarganegaraan se
28 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
ana c. Pengelolaan informasi d. Perlindungan TKI di luar
erja negeri (pra dan purna
sta pasar kerja dalam 1 (satu) penempatan) di Daerah
kabupaten/kota.
rsa Daerah provinsi.
sar e. Penerbitan perpanjangan
uar d. Perlindungan TKI di luar IMTA yang lokasi kerja
negeri (pra dan purna dalam 1 (satu) Daerah
erja kabupaten/kota.
uar penempatan) di Daerah
provinsi.
ana
erja e. Pengesahan RPTKA
ru,
TKA perpanjangan yang tidak
erti
lah mengandung perubahan
dan
erta jabatan, jumlah TKA, dan
lokasi kerja dalam 1 (satu)
Daerah provinsi.
f. Penerbitan perpanjangan
IMTA yang lokasi kerja
lebih dari 1 (satu) Daerah
kabupaten/kota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
-2
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12
3
3. Hubungan Industrial
RPTKA perpanjang
lebih dari 1 (satu) Daer
provinsi.
h. Penerbitan iz
mempekerjakan tena
kerja asing (IMTA) ba
dan perpanjangan IM
yang lokasi kerja leb
dari 1 (satu) Daer
provinsi.
a. Pengesahan peratur
perusahaan d
pendaftaran perjanji
kerja bersama unt
perusahaan ya
mempunyai wilayah ke
lebih dari 1 (satu) Daer
provinsi.
29 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
gan
rah 5
zin
aga
aru
MTA
bih
rah
ran a. Pengesahan peraturan a. Pengesahan peraturan
dan perusahaan dan perusahaan dan
ian pendaftaran perjanjian pendaftaran perjanjian
tuk kerja bersama untuk yang kerja bersama untuk
ang mempunyai wilayah kerja perusahaan yang hanya
erja lebih dari 1 (satu) beroperasi dalam 1 (satu)
rah kabupaten/kota dalam Daerah kabupaten/kota.
1 (satu) Daerah provinsi.
-3
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
b. Pencegahan d
penyelesaian perselisih
hubungan industri
mogok kerja d
penutupan ya
berakibat/berdampak
pada kepenting
nasional/internasional.
30 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
dan b. Pencegahan dan b. Pencegahan dan
han penyelesaian perselisihan penyelesaian perselisihan
ial, hubungan industrial, hubungan industrial,
dan mogok kerja dan mogok kerja dan
ang penutupan perusahaan penutupan perusahaan di
yang berakibat/berdampak Daerah kabupaten/kota.
gan pada kepentingan di
. 1 (satu) Daerah provinsi.
c. Penempatan upah
minimum provinsi (UMP),
upah minimum sektoral
provinsi (UMSP), upah
minimum kabupaten/kota
(UMK) dan upah minimum
sektoral kabupaten/kota
(UMSK).
-3
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3 siste
4. Pengawasan tena
a. Penetapan
Ketenagakerjaan pengawasan
ketenagakerjaan.
b. Pengelolaan
pengawas
ketenagakerjaan.
31 - DAERAH
KABUPATEN/KOTA
DAERAH PROVINSI
4 5
em Penyelenggaraan pengawasan
ketenagakerjaan.
aga
-3
H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBER
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Kualitas Hidup a. Pelembagaan
Perempuan
pengarusutamaan gend
(PUG) pada lemba
pemerintah tingk
nasional.
b. Pemberdayaan
perempuan bidang polit
hukum, sosial d
ekonomi pada organis
kemasyarakatan tingk
nasional.
c. Standardisasi lemba
penyedia layan
pemberdayaan
perempuan.
32 -
RDAYAAN PEREMPUAN DAN PELINDUNGAN ANAK
DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
45
a. Pelembagaan PUG pada a. Pelembagaan PUG pada
der lembaga pemerintah lembaga pemerintah
aga tingkat Daerah provinsi. tingkat Daerah
kat b. Pemberdayaan perempuan kabupaten/kota.
bidang politik, hukum, b. Pemberdayaan
sosial dan ekonomi pada perempuan bidang politik,
tik, organisasi kemasyarakatan hukum, sosial dan
dan tingkat Daerah provinsi. ekonomi pada organisasi
sasi c. Penguatan dan kemasyarakatan tingkat
kat pengembangan lembaga Daerah kabupaten/kota.
penyedia layanan c. Penguatan dan
aga pemberdayaan perempuan pengembangan lembaga
nan tingkat Daerah provinsi. penyedia layanan
pemberdayaan
perempuan tingkat
Daerah kabupaten/kota.
-3
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Perlindungan
a. Pencegahan kekeras
Perempuan terhadap perempuan ya
melibatkan para pih
lingkup nasional.
b. Penyediaan layan
rujukan akhir b
perempuan korb
kekerasan ya
memerlukan koordin
tingkat nasional, lint
provinsi d
internasional.
c. Standardisasi lemba
penyedia layan
perlindungan perempua
33 -
DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
45
san a. Pencegahan kekerasan a. Pencegahan kekerasan
ang
hak terhadap perempuan yang terhadap perempuan yang
nan melibatkan para pihak melibatkan para pihak
bagi
ban lingkup Daerah provinsi lingkup Daerah
ang
nasi dan lintas Daerah kabupaten/kota.
tas kabupaten/kota. b. Penyediaan layanan bagi
dan
b. Penyediaan layanan perempuan korban
aga
nan rujukan lanjutan bagi kekerasan yang
an.
perempuan korban memerlukan koordinasi
kekerasan yang tingkat Daerah
memerlukan koordinasi kabupaten/kota.
tingkat Daerah provinsi c. Penguatan dan
dan lintas Daerah pengembangan lembaga
kabupaten/kota. penyedia layanan
c. Penguatan dan perlindungan perempuan
pengembangan lembaga tingkat Daerah
penyedia layanan kabupaten/kota.
perlindungan perempuan
tingkat Daerah provinsi.
-3
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
3. Kualitas Keluarga
a. Peningkatan kualit
keluarga dala
mewujudkan kesetara
gender (KG) dan hak an
tingkat nasional.
b. Penguatan d
pengembangan lemba
penyedia layan
peningkatan kualit
keluarga dala
mewujudkan KG dan h
anak tingkat nasional.
c. Standardisasi lemba
penyediaan layan
peningkatan kualit
keluarga dala
mewujudkan KG dan h
anak.
34 -
DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
45
tas a. Peningkatan kualitas a. Peningkatan kualitas
am keluarga dalam keluarga dalam
aan mewujudkan kesetaraan mewujudkan kesetaraan
nak gender (KG) dan hak anak gender (KG) dan hak anak
tingkat Daerah provinsi tingkat Daerah
dan dan lintas Daerah kabupaten/kota.
aga kabupaten/kota. b. Penguatan dan
nan b. Penguatan dan pengembangan lembaga
tas pengembangan lembaga penyedia layanan
am penyedia layanan peningkatan kualitas
hak peningkatan kualitas keluarga dalam
keluarga dalam mewujudkan KG dan hak
aga mewujudkan KG dan hak anak yang wilayah
nan anak yang wilayah kerjanya dalam Daerah
tas kerjanya lintas Daerah kabupaten/kota.
am kabupaten/kota.
c. Penyediaan layanan bagi
hak c. Penyediaan layanan bagi keluarga dalam
keluarga dalam mewujudkan KG dan hak
mewujudkan KG dan hak anak yang wilayah
NO SUB URUSAN -3
12
PEMERINTAH PUSAT
3
4. Sistem Data Gender dan a. Penetapan sistem da
Anak gender dan anak dala
kelembagaan data
tingkat nasional.
b. Pengumpulan,
pengolahan, analisis d
penyajian data gend
dan anak dala
kelembagaan data
tingkat nasional.
5. Pemenuhan Hak Anak a. Pelembagaan PHA pa
(PHA) lembaga pemerinta
nonpemerintah, d
dunia usaha tingk
nasional.
35 -
DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
4 5
anak yang wilayah kerjanya dalam Daerah
Daerah kabupaten/kota.
kerjanya lintas
kabupaten/kota.
ata Pengumpulan, pengolahan, Pengumpulan, pengolahan,
am analisis dan penyajian data analisis dan penyajian data
di gender dan anak dalam gender dan anak dalam
kelembagaan data ditingkat kelembagaan data ditingkat
Daerah provinsi. Daerah kabupaten/kota.
dan
der
am
di
ada a. Pelembagaan PHA pada a. Pelembagaan PHA pada
ah, lembaga pemerintah, lembaga pemerintah, non
dan nonpemerintah, dan dunia pemerintah, dan dunia
kat usaha tingkat Daerah usaha tingkat Daerah
provinsi. kabupaten/kota.
-3
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
b. Penguatan d
pengembangan lemba
penyedia layan
peningkatan kualit
hidup anak
tingk
nasional.
6. Perlindungan Khusus a. Pencegahan kekeras
Anak terhadap anak ya
melibatkan para pih
lingkup nasional d
lintas Daerah provinsi.
b. Penyediaan layanan b
anak yang memerluk
perlindungan khus
yang memerluk
koordinasi tingk
nasional d
internasional.
36 -
DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
45
dan b. Penguatan dan b. Penguatan dan
aga pengembangan lembaga pengembangan lembaga
nan penyedia layanan penyedia layanan
tas peningkatan kualitas peningkatan kualitas
kat hidup anak tingkat Daerah hidup anak tingkat
provinsi dan lintas Daerah Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota.
san a. Pencegahan kekerasan a. Pencegahan kekerasan
ang
hak terhadap anak yang terhadap anak yang
dan
melibatkan para pihak melibatkan para pihak
bagi
kan lingkup Daerah provinsi lingkup Daerah
sus
kan dan lintas Daerah kabupaten/kota.
kat
dan kabupaten/kota. b. Penyediaan layanan bagi
b. Penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan
anak yang memerlukan
perlindungan khusus
perlindungan khusus yang
memerlukan koordinasi yang memerlukan
tingkat Daerah provinsi.
koordinasi tingkat Daerah
kabupaten/kota.
c. Penguatan dan c. Penguatan dan
-3
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
c. Penguatan d
pengembangan lemba
penyedia layanan b
anak yang memerluk
perlindungan khus
tingkat nasional d
lintas Daerah provinsi.
37 - DAERAH PROVINSI DAERAH KABUPATEN /
KOTA
dan
aga 4 5
bagi
kan pengembangan lembaga pengembangan lembaga
sus
dan penyedia layanan bagi penyedia layanan bagi
anak yang memerlukan anak yang memerlukan
perlindungan khusus perlindungan khusus
tingkat Daerah provinsi tingkat Daerah
dan lintas Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota.
-3
I. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PANGAN
NO SUB URUSAN PEMERINTAH
12 3
1. Penyelenggaraan a. Penyusunan strat
Pangan Berdasarkan kedaulatan pang
nasional.
Kedaulatan Dan
b. Penyediaan infrastrukt
Kemandirian dan seluruh penduku
kemandirian pangan pa
berbagai sektor sesu
kewenangan Pemerint
Pusat.
2. Penyelenggaraan a. Pengelolaan stabilis
Ketahanan Pangan pasokan dan har
pangan pokok.
b. Pengelolaan cadang
pangan pokok Pemerint
Pusat.
c. Penetapan harga pang
38 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
tegi Penyediaan infrastruktur dan Penyediaan infrastruktur
gan seluruh pendukung dan seluruh pendukung
kemandirian pangan pada kemandirian pangan pada
tur berbagai sektor sesuai berbagai sektor sesuai
Daerah
ung kewenangan Daerah provinsi. kewenangan
ada kabupaten/kota.
uai
tah
sasi a. Penyediaan dan penyaluran a. Penyediaan dan
rga pangan pokok atau pangan penyaluran pangan pokok
lainnya sesuai dengan atau pangan lainnya
gan kebutuhan Daerah provinsi sesuai kebutuhan Daerah
tah dalam rangka stabilisasi
kabupaten/kota dalam
pasokan dan harga pangan.
rangka stabilisasi
gan b. Pengelolaan cadangan pasokan dan harga
-3
NO SUB URUSAN PEMERINTAH
12 3
pokok pembeli
Pemerintah Pusat d
produsen.
d. Pengendalian d
pembatasan ekspor imp
pangan pokok.
e. Penetapan targ
pencapaian konsum
pangan perkapita/tah
sesuai dengan ang
kecukupan gizi.
f. Penentuan kelebih
produksi pangan unt
keperluan lain.
3. Penanganan Kerawanan a. Penetapan status kri
Pangan pangan nasional, provin
dan kabupaten/kota.
39 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
ian pangan provinsi dan pangan.
dari
menjaga keseimbangan b. Pengelolaan cadangan
dan pangan kabupaten/kota.
por cadangan pangan provinsi.
get c. Penentuan harga minimum c. Penentuan harga
msi daerah untuk pangan lokal
hun minimum daerah untuk
gka yang tidak ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat. pangan lokal yang tidak
han
tuk ditetapkan oleh
d. Promosi pencapaian target Pemerintah Pusat dan
konsumsi pangan Pemerintah Daerah
perkapita /tahun sesuai provinsi.
dengan angka kecukupan d. Pelaksanaan pencapaian
target konsumsi pangan
gizi melalui media provinsi. perkapita/tahun sesuai
dengan angka kecukupan
gizi.
isis a. Penyusunan peta a. Penyusunan peta
dan
nsi kerentanan dan ketahanan kerentanan pangan
pangan provinsi dan ketahanan
NO SUB URUSAN -4
12 PEMERINTAH
4. Keamanan Pangan 3
b. Penyusunan pe
kerentanan d
ketahanan pang
nasional.
c. Penanganan kerawan
pangan nasional.
d. Pengadaan, pengelola
dan penyaluran cadang
pangan pada kerawan
pangan yang mencak
lebih dari 1 (satu) Daer
provinsi.
Pelaksanaan pengawas
keamanan pangan seg
distribusi lintas negara d
distribusi lintas Daer
provinsi.
40 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
eta kabupaten/kota. kecamatan.
dan b. Penanganan kerawanan b. Penanganan kerawanan
gan pangan provinsi.
pangan kabupaten/kota.
c. Pengadaan, pengelolaan, c. Pengadaan, pengelolaan
nan dan penyaluran cadangan dan penyaluran cadangan
pangan pada kerawanan pangan pada kerawanan
aan pangan yang mencakup pangan yang mencakup
gan lebih dari 1 (satu) Daerah dalam Daerah
nan kabupaten/kota dalam kabupaten/kota.
kup 1 (satu) Daerah provinsi.
rah
san Pelaksanaan pengawasan Pelaksanaan pengawasan
gar keamanan pangan segar keamanan pangan segar.
dan distribusi lintas Daerah
rah kabupaten/kota.
-4
J. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAH
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Izin Lokasi
Pemberian izin lokasi lint
Daerah provinsi.
2. Pengadaan Tanah Pelaksanaan pengada
Untuk Kepentingan tanah untuk kepenting
Umum umum.
3. Sengketa Tanah Penyelesaian sengketa tan
Garapan garapan lintas Daer
provinsi.
4. Ganti Kerugian dan Penyelesaian masalah ga
Santunan Tanah Untuk kerugian dan santun
Pembangunan tanah untuk pembangun
oleh Pemerintah Pusat.
41 -
HAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
tas Pemberian izin lokasi lintas Pemberian izin lokasi dalam
Daerah kabupaten/kota 1 (satu) Daerah
dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
provinsi.
aan Penetapan lokasi pengadaan ---
gan tanah untuk kepentingan
umum provinsi.
nah Penyelesaian sengketa tanah Penyelesaian sengketa tanah
rah garapan lintas Daerah garapan dalam Daerah
kabupaten/kota dalam 1 kabupaten/kota.
(satu) Daerah provinsi.
anti Penyelesaian masalah ganti Penyelesaian masalah ganti
nan kerugian dan santunan tanah kerugian dan santunan
nan untuk pembangunan oleh tanah untuk pembangunan
Pemerintah Daerah provinsi. oleh Pemerintah Daerah
NO SUB URUSAN -4
12 PEMERINTAH PUSAT
3
5. Subyek dan Obyek Penetapan subyek dan oby
Redistribusi Tanah, redistribusi tanah, se
serta Ganti Kerugian ganti kerugian tan
Tanah Kelebihan kelebihan maksimum d
Maksimum dan Tanah tanah absentee lint
Absentee Daerah provinsi.
6. Tanah Ulayat ---
7. Tanah Kosong ---
42 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
kabupaten /kota.
yek Penetapan subyek dan obyek Penetapan subyek dan obyek
erta redistribusi tanah, serta ganti redistribusi tanah, serta
nah kerugian tanah kelebihan ganti kerugian tanah
dan maksimum dan tanah kelebihan maksimum dan
tas absentee lintas Daerah tanah absentee dalam
kabupaten/kota dalam Daerah kabupaten/kota.
1 (satu) Daerah provinsi.
Penetapan tanah ulayat yang Penetapan tanah ulayat yang
lokasinya dalam Daerah
lokasinya lintas Daerah
kabupaten/kota.
kabupaten/kota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
a. Penyelesaian masalah a. Penyelesaian masalah
tanah kosong lintas tanah kosong dalam
Daerah kabupaten/kota Daerah kabupaten/kota.
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
NO SUB URUSAN -4
12 PEMERINTAH PUSAT
3
8. Izin Membuka Tanah ---
9. Penggunaan Tanah
Perencanaan pengguna
tanah yang hamparann
lintas Daerah provinsi.
43 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
b. Inventarisasi dan b. Inventarisasi dan
pemanfaatan tanah
pemanfaatan tanah kosong kosong dalam
kabupaten/kota. Daerah
lintas Daerah
kabupaten/kota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
--- Penerbitan izin membuka
tanah.
aan Perencanaan penggunaan Perencanaan penggunaan
nya tanah yang hamparannya tanah yang hamparannya
lintas Daerah kabupaten/kota dalam Daerah
dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
provinsi.
-4
K.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNG
NO SUB BIDANG PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Perencanaan Rencana perlindungan d
Lingkungan Hidup
pengelolaan lingkung
hidup (RPPLH) nasional.
2. Kajian Lingkungan KLHS untuk kebijaka
Hidup Strategis (KLHS) rencana dan/atau progra
(KRP) Nasional.
3. Pengendalian Pencegahan,
Pencemaran dan/atau penanggulangan d
Kerusakan Lingkungan pemulihan pencemar
Hidup dan/atau kerusak
lingkungan hidup lint
Daerah provinsi dan/at
lintas batas negara.