44 -
GAN HIDUP
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
dan RPPLH provinsi. 5
gan
RPPLH kabupaten/kota.
an, KLHS untuk KRP provinsi. KLHS untuk KRP
am
kabupaten/kota.
Pencegahan, penanggulangan Pencegahan,
dan dan pemulihan pencemaran penanggulangan dan
ran dan/atau
kan kerusakan pemulihan pencemaran
tas lingkungan hidup lintas dan/atau kerusakan
tau Daerah kabupaten/kota lingkungan hidup dalam
dalam 1 (satu) Daerah Daerah kabupaten/kota.
provinsi.
NO SUB BIDANG -4
PEMERINTAH PUSAT
12 3
4. Keanekaragaman Hayati Pengelolaan Kehati nasiona
(Kehati)
5. Bahan Berbahaya dan a. Pengelolaan B3.
Beracun (B3), dan b. Pengelolaan limbah B3.
Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
(Limbah B3)
6. Pembinaan dan Pembinaan dan pengawas
pengawasan terhadap terhadap usaha dan/at
izin lingkungan dan izin kegiatan yang iz
perlindungan dan lingkungan dan izin PP
pengelolaan lingkungan diterbitkan oleh Pemerint
hidup (PPLH) Pusat.
45 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
al. Pengelolaan Kehati provinsi. 5
Pengelolaan Kehati
kabupaten/kota.
Pengumpulan limbah B3 a. Penyimpanan sementara
. lintas Daerah kabupaten/kota limbah B3.
dalam 1 (satu) Daerah b. Pengumpulan limbah B3
provinsi. dalam 1 (satu) Daerah
kabupaten/kota.
san Pembinaan dan pengawasan Pembinaan dan pengawasan
tau terhadap usaha dan/atau
kegiatan yang izin lingkungan terhadap usaha dan/atau
zin dan izin PPLH diterbitkan oleh
PLH Pemerintah Daerah provinsi. kegiatan yang izin
tah
lingkungan dan izin PPLH
diterbitkan oleh Pemerintah
Daerah kabupaten/kota.
NO SUB BIDANG -4
PEMERINTAH PUSAT
12 3
7. Pengakuan keberadaan a. Penetapan pengaku
masyarakat hukum MHA, kearifan lokal at
adat (MHA), kearifan pengetahuan tradision
lokal dan hak MHA yang dan hak MHA terk
terkait dengan PPLH dengan PPLH yang bera
di 2 (dua) atau leb
Daerah provinsi.
b. Peningkatan kapasit
MHA, kearifan lokal at
pengetahuan tradision
dan hak MHA terk
dengan PPLH yang bera
di 2 (dua) atau leb
Daerah provinsi.
46 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
uan a. Penetapan pengakuan a. Penetapan pengakuan
tau MHA, kearifan lokal atau MHA, kearifan lokal atau
nal pengetahuan tradisional pengetahuan tradisional
kait dan hak kearifan lokal dan hak kearifan lokal
ada atau pengetahuan atau pengetahuan
bih tradisional dan hak MHA tradisional dan hak MHA
terkait dengan PPLH yang terkait dengan PPLH yang
tas berada di dua atau lebih berada di Daerah
tau Daerah kabupaten/kota kabupaten/kota.
nal dalam 1 (satu) Daerah b. Peningkatan kapasitas
kait provinsi.
MHA, kearifan lokal atau
ada b. Peningkatan kapasitas pengetahuan tradisional
bih MHA, kearifan lokal atau dan hak kearifan lokal
pengetahuan tradisional atau pengetahuan
dan hak kearifan lokal tradisional dan hak MHA
atau pengetahuan terkait dengan PPLH yang
tradisional dan hak MHA berada di Daerah
terkait dengan PPLH yang kabupaten/kota.
berada di dua atau lebih
NO SUB BIDANG -4
12 PEMERINTAH PUSAT
3
8. Pendidikan, Pelatihan, Penyelenggaraan pendidika
dan Penyuluhan pelatihan, dan penyuluh
Lingkungan Hidup lingkungan hidup unt
Untuk Masyarakat lembaga kemasyarakat
tingkat nasional.
9. Penghargaan Pemberian pengharga
Lingkungan Hidup lingkungan hidup tingk
Untuk Masyarakat nasional.
10. Pengaduan Lingkungan Penyelesaian pengadu
Hidup masyarakat di bidang PP
terhadap:
a. usaha dan/atau kegiat
yang izin lingkung
47 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
Daerah kabupaten/kota 5
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
an, Penyelenggaraan pendidikan, Penyelenggaraan pendidikan,
han pelatihan, dan penyuluhan pelatihan, dan penyuluhan
tuk lingkungan hidup untuk lingkungan hidup untuk
tan lembaga kemasyarakatan lembaga kemasyarakatan
tingkat Daerah provinsi. tingkat Daerah
kabupaten/kota.
aan Pemberian penghargaan Pemberian penghargaan
kat lingkungan hidup tingkat lingkungan hidup tingkat
Daerah provinsi. Daerah kabupaten/kota.
uan Penyelesaian pengaduan Penyelesaian pengaduan
PLH
masyarakat di bidang PPLH masyarakat di bidang PPLH
tan
gan terhadap: terhadap:
a. usaha dan/atau kegiatan a. usaha dan/atau kegiatan
yang izin lingkungan yang izin lingkungan
NO SUB BIDANG -4
12 PEMERINTAH PUSAT
11. Persampahan 3
dan/atau izin PP
diterbitkan ol
Pemerintah Pusat.
b. usaha dan/atau kegiat
yang lokasi dan/at
dampaknya lintas Daer
provinsi.
a. Penerbitan iz
insenerator pengol
sampah menjadi ene
listrik.
b. Penerbitan iz
pemanfaatan gas meta
(landfill gas) untuk ene
listrik di temp
pemrosesan akhir (TP
regional oleh pih
48 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
PLH dan/atau izin PPLH dan/atau izin PPLH
leh diterbitkan oleh
diterbitkan oleh
tan Pemerintah Daerah
tau Pemerintah Daerah kabupaten/kota.
rah
provinsi.
b. usaha dan/atau kegiatan b. usaha dan/atau kegiatan
yang lokasi dan/atau yang lokasi dan/atau
dampaknya lintas Daerah dampaknya di Daerah
kabupaten/kota. kabupaten/kota.
zin Penanganan sampah di a. Pengelolaan sampah.
lah TPA/TPST regional.
ergi b. Penerbitan izin
zin pendaurulangan
ana
ergi sampah/pengolahan
pat
PA) sampah, pengangkutan
hak
sampah dan pemrosesan
akhir sampah yang
diselenggarakan oleh
swasta.
c. Pembinaan dan
NO SUB BIDANG -4
PEMERINTAH PUSAT
12 3
swasta.
c. Pembinaan d
pengawasan penangan
sampah di TPA/temp
pengolahan samp
terpadu (TPST) region
oleh pihak swasta.
d. Penetapan d
pengawasan tanggu
jawab produsen dala
pengurangan sampah.
e. Pembinaan d
pengawasan tanggu
jawab produsen dala
pengurangan sampah.
49 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
dan
nan 5
pat
pah pengawasan pengelolaan
nal
sampah yang
dan
ung diselenggarakan oleh
am
pihak swasta.
dan
ung
am
-5
L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG ADMINIST
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pendaftaran Penduduk
a. Penetapan siste
2. Pencatatan Sipil
pendaftaran pendud
secara nasional.
b. Pemberian Nomor Ind
Kependudukan (NIK).
c. Penetapan spesifik
dan penyediaan blang
KTP-El.
d. Penetapan spesifik
dan penyediaan blang
dokumen kependuduk
selain blangko KTP-El.
a. Penetapan siste
pencatatan sipil seca
nasional.
spesifik
b. Penetapan
50 -
TRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
em --- Pelayanan pendaftaran
duk penduduk.
duk
kasi
gko
kasi
gko
kan
.
em --- Pelayanan pencatatan sipil.
ara
kasi
NO SUB URUSAN -5
PEMERINTAH PUSAT
12 3
blangko dokum
pencatatan sipil.
3. Pengelolaan Informasi a. Verifikasi dan valid
Administrasi data kependudukan d
Kependudukan Daerah kabupaten/kot
b. Pengelolaan d
penyajian databa
kependudukan nasiona
4. Profile Kependudukan Penyusunan prof
kependudukan nasional.
51 - DAERAH PROVINSI DAERAH
men 4 KABUPATEN/KOTA
5
dasi a. Pengumpulan data
dari kependudukan.
ta.
b. Pemanfaatan dan
dan
ase penyajian database
al.
kependudukan
kabupaten/kota.
file Penyusunan profile Penyusunan profile
kependudukan provinsi. kependudukan
kabupaten/kota.
-5
M. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBER
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Penataan Desa
a. Pembentukan Desa
2. Kerja Sama Desa kawasan yang bersi
khusus dan strategis b
kepentingan nasional.
b. Penerbitan kode De
berdasarkan nom
registrasi dari Gubern
sebagai Wakil Pemerint
Pusat.
Fasilitasi kerja sama ant
Desa dari Daerah provin
yang berbeda.
52 -
RDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
di Penetapan susunan Penyelenggaraan penataan
ifat Desa.
bagi kelembagaan, pengisian
esa jabatan, dan masa jabatan
mor
nur kepala desa adat
tah
berdasarkan hukum adat.
tar- Fasilitasi kerja sama antar- Fasilitasi kerja sama antar-
nsi Desa dari Daerah Desa dalam 1 (satu) Daerah
kabupaten/kota yang berbeda kabupaten/kota.
dalam 1 (satu) Daerah
provinsi.
NO SUB URUSAN -5
PEMERINTAH PUSAT
3. Administrasi
Pemerintahan Desa ---
4. Lembaga Pemberdayaan lemba
Kemasyarakatan, kemasyarakatan ya
Lembaga Adat, dan bergerak di bida
Masyarakat Hukum pemberdayaan Desa tingk
Adat nasional.
53 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
--- Pembinaan dan pengawasan
penyelenggaraan
administrasi pemerintahan
Desa.
aga Pemberdayaan lembaga a. Pemberdayaan lembaga
ang kemasyarakatan yang kemasyarakatan yang
ang bergerak di bidang bergerak di bidang
kat pemberdayaan Desa dan pemberdayaan Desa dan
lembaga adat tingkat Daerah lembaga adat tingkat
provinsi serta pemberdayaan Daerah kabupaten/kota
masyarakat hukum adat dan pemberdayaan
yang masyarakat pelakunya masyarakat hukum adat
hukum adat yang sama yang masyarakat
berada di lintas Daerah pelakunya hukum adat
kabupaten/kota. yang sama dalam Daerah
kabupaten/kota.
b. Pemberdayaan lembaga
kemasyarakatan dan
lembaga adat tingkat
Desa.
-5
N. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENGEND
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pengendalian Penduduk a. Pemaduan d
sinkronisasi kebijak
pengendalian kuantit
penduduk.
b. Penetapan perkira
pengendalian pendud
secara nasional.
2. Keluarga Berencana a. Penyusunan desa
(KB)
program dan pengelola
advokasi, komunika
informasi dan eduk
54 -
DALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan a. Pemaduan dan a. Pemaduan dan
kan sinkronisasi kebijakan sinkronisasi kebijakan
tas Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah provinsi dengan
aan provinsi dalam rangka Pemerintah Daerah
duk pengendalian kuantitas kabupaten/kota dalam
penduduk. rangka pengendalian
b. Pemetaan perkiraan kuantitas penduduk.
pengendalian penduduk b. Pemetaan perkiraan
cakupan Daerah provinsi. pengendalian penduduk
cakupan Daerah
kabupaten/kota.
ain a. Pengembangan desain a. Pelaksanaan advokasi,
aan
asi, program, pengelolaan dan komunikasi, informasi dan
kasi pelaksanaan advokasi, edukasi (KIE)
komunikasi, informasi dan pengendalian penduduk
NO SUB URUSAN -5
PEMERINTAH PUSAT
12 3
pengendalian penduduk
b. Pengelolaan tena
penyuluh KB/petug
lapangan KB (PKB/PLK
c. Pengelolaan d
penyediaan alat dan ob
kontrasepsi unt
kebutuhan PUS nasiona
d. Pengelolaan d
pengendalian siste
informasi keluarga.
e. Pemberdayaan d
peningkatan peran se
organisasi
kemasyarakatan tingk
nasional dala
pengendalian pelayan
dan pembinaan keserta
55 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
k edukasi (KIE) pengendalian dan KB sesuai kearifan
aga
gas penduduk dan KB sesuai budaya lokal.
KB).
dan kearifan budaya lokal. b. Pendayagunaan tenaga
bat
tuk b. Pemberdayaan dan penyuluh KB/petugas
al.
dan peningkatan peran serta lapangan KB (PKB/PLKB).
em
organisasi kemasyarakatan c. Pengendalian dan
dan tingkat Daerah provinsi pendistribusian
erta dalam pengelolaan kebutuhan alat dan obat
kat pelayanan dan pembinaan kontrasepsi serta
am kesertaan ber-KB.
nan pelaksanaan pelayanan
aan
KB di Daerah
kabupaten/kota.
d. Pemberdayaan dan
peningkatan peran serta
organisasi
kemasyarakatan tingkat
Daerah kabupaten/kota
dalam pelaksanaan
pelayanan dan pembinaan
NO SUB URUSAN -5
12 PEMERINTAH PUSAT
3. Keluarga Sejahtera
3
ber-KB.
a. Pengembangan desa
program pembangun
keluarga mela
pembinaan ketahan
dan kesejahtera
keluarga.
b. Pemberdayaan d
peningkatan peran se
organisasi
kemasyarakatan tingk
nasional dala
pembangunan keluar
melalui ketahanan d
kesejahteraan keluarga.
56 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
kesertaan ber-KB.
ain a. Pengelolaan pelaksanaan a. Pelaksanaan
nan desain program pembangunan keluarga
alui pembangunan keluarga melalui pembinaan
nan melalui pembinaan ketahanan dan
aan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
kesejahteraan keluarga. b. Pelaksanaan dan
dan b. Pemberdayaan dan peningkatan peran serta
erta peningkatan peran serta organisasi
organisasi kemasyarakatan kemasyarakatan tingkat
kat tingkat Daerah provinsi Daerah kabupaten/kota
am dalam pembangunan dalam pembangunan
rga keluarga melalui keluarga melalui
dan pembinaan ketahanan dan pembinaan ketahanan
. kesejahteraan keluarga. dan kesejahteraan
keluarga.
NO SUB URUSAN -5
PEMERINTAH PUSAT
12 3
4. Standardisasi dan Standardisasi pelayanan K
Sertifikasi dan sertifikasi tena
penyuluh KB/ petug
lapangan KB (PKB/PLKB).
57 - DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
KB 4
aga --- 5
gas
---
-5
O.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERHUBU
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Lalu Lintas dan a. Penetapan renca
Angkutan Jalan (LLAJ) induk jaringan LL
Nasional
b. Penyediaan
perlengkapan jalan
jalan nasional.
c. Pengelolaan termin
penumpang tipe A.
d. Penyelenggaraan
terminal barang unt
umum.
e. Persetujuan
penyelenggaraan
terminal barang unt
kepentingan sendiri.
58 -
UNGAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ana a. Penetapan rencana induk a. Penetapan rencana induk
LAJ jaringan LLAJ Provinsi. jaringan LLAJ
b. Penyediaan perlengkapan Kabupaten/Kota.
jalan di jalan provinsi. b. Penyediaan perlengkapan
di c. Pengelolaan terminal jalan di jalan
penumpang tipe B. Kabupaten/Kota.
nal d. Pelaksanaan manajemen c. Pengelolaan terminal
dan rekayasa lalu lintas penumpang tipe C.
untuk jaringan jalan d. Penerbitan izin
tuk provinsi. penyelenggaraan dan
e. Persetujuan hasil analisis pembangunan fasilitas
dampak lalu lintas untuk parkir.
jalan provinsi. e. Pengujian berkala
tuk f. Audit dan inspeksi kendaraan bermotor.
keselamatan LLAJ di jalan f. Pelaksanaan manajemen
-5
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
f. Pelaksanaan uji t
kendaraan bermotor.
g. Penetapan lokasi d
pengoperasian at
penutupan a
penimbangan
kendaraan bermotor.
h. Pelaksanaan akredit
unit pengujian berk
kendaraan bermotor.
i. Penyelenggaraan
akreditasi lemba
pendidikan mengemud
j. Pelaksanaan kalibr
alat pengujian berk
kendaraan bermotor.
k. Pelaksanaan manajem
dan rekayasa lalu lin
59 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
tipe provinsi. dan rekayasa lalu lintas
untuk jaringan jalan
dan g. Penyediaan angkutan
tau kabupaten/kota.
alat umum untuk jasa
tasi angkutan orang dan/atau g. Persetujuan hasil analisis
kala dampak lalu lintas untuk
barang antar kota dalam
aga jalan kabupaten/kota.
di. 1 (satu) Daerah provinsi.
rasi
kala h. Penetapan kawasan h. Audit dan inspeksi
keselamatan LLAJ di
men perkotaan untuk
ntas jalan kabupaten/kota.
pelayanan angkutan
perkotaan yang melampaui i. Penyediaan angkutan
batas 1 (satu) Daerah umum untuk jasa
kabupaten/kota dalam angkutan orang dan/atau
1 (satu) Daerah provinsi. barang dalam Daerah
i. Penetapan rencana umum kabupaten/kota.
jaringan trayek antarkota
j. Penetapan kawasan
dalam Daerah provinsi dan
perkotaan yang melampaui perkotaan untuk
batas 1 (satu) Daerah
pelayanan angkutan
kabupaten/kota.
perkotaan dalam 1 (satu)
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
untuk jaringan jal
nasional.
l. Persetujuan ha
analisis dampak la
lintas untuk jal
nasional.
m. Audit dan inspe
keselamatan LLAJ
jalan nasional.
n. Penyediaan angkut
umum untuk ja
angkutan ora
dan/atau barang an
Daerah kabupaten/ko
antar Daerah provi
serta lintas ba
negara.
o. Penetapan kawas
perkotaan unt
60 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
lan j. Penetapan rencana umum Daerah kabupaten/kota.
jaringan trayek pedesaan
asil k. Penetapan rencana
alu yang melampaui 1 (satu)
lan Daerah kabupaten dalam umum jaringan trayek
1 (satu) Daerah provinsi.
eksi perkotaan dalam 1 (satu)
di
Daerah kabupaten/kota.
tan
asa k. Penetapan wilayah operasi l. Penetapan rencana
ang
ntar angkutan orang dengan umum jaringan trayek
ota
insi menggunakan taksi dalam pedesaan yang
atas
kawasan perkotaan yang menghubungkan 1 (satu)
san
tuk wilayah operasinya Daerah kabupaten.
melampaui Daerah m. Penetapan wilayah
kota/kabupaten dalam operasi angkutan orang
1 (satu) Daerah provinsi. dengan menggunakan
l. Penerbitan izin taksi dalam kawasan
penyelenggaraan angkutan perkotaan yang wilayah
orang dalam trayek lintas operasinya berada dalam
Daerah kabupaten/kota Daerah kabupaten/kota.
dalam 1 (satu) Daerah n. Penerbitan izin
penyelenggaraan
provinsi.
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
pelayanan angkut
perkotaan ya
melampaui ba
1 (satu) Daerah provi
dan lintas batas negar
p. Penetapan renca
umum jaringan tray
antarkota antarprovi
dan perkotaan ya
melampaui ba
1 (satu) Daerah provi
dan lintas batas negar
q. Penetapan renca
umum jaringan tray
perdesaan ya
melampaui 1 (sa
Daerah provinsi.
r. Penetapan wilay
operasi angkutan ora
61 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
tan m. Penerbitan izin angkutan orang dalam
ang trayek perdesaan dan
atas penyelenggaraan angkutan
insi perkotaan dalam 1 (satu)
ra. taksi yang wilayah Daerah kabupaten/kota.
ana operasinya melampaui
yek
insi lebih dari 1 (satu) Daerah o. Penerbitan izin
ang
atas kabupaten/kota dalam penyelenggaraan taksi
insi
ra. 1 (satu) Daerah provinsi. dan angkutan kawasan
ana n. Penetapan tarif kelas tertentu yang wilayah
yek
ang ekonomi untuk angkutan operasinya berada dalam
atu) orang yang melayani
Daerah kabupaten/kota.
yah trayek antarkota dalam
ang Daerah provinsi serta p. Penetapan tarif kelas
angkutan perkotaan dan
ekonomi untuk angkutan
perdesaan yang melampaui
1 (satu) Daerah orang yang melayani
kabupaten/kota dalam trayek antarkota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
Daerah kabupaten serta
angkutan perkotaan dan
perdesaan yang wilayah
pelayanannya dalam
Daerah kabupaten/kota.
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
dengan menggunak
taksi dalam kawas
perkotaan yang wilay
operasinya melampa
Daerah provinsi.
s. Penerbitan i
penyelenggaraan
angkutan orang dala
trayek lintas negara d
trayek lintas Daer
provinsi.
t. Penerbitan i
penyelenggaraan
angkutan tidak dala
trayek yang melayani:
1) angkutan taksi ya
wilayah operasin
melampaui 1 (sa
Daerah provinsi;
62 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
kan
san 5
yah
aui
izin
am
dan
rah
izin
am
:
ang
nya
atu)
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
2) angkutan deng
tujuan tertentu; da
3) angkutan pariwisat
u. Penerbitan i
penyelenggaraan
angkutan bara
khusus.
v. Penetapan tarif ke
ekonomi unt
angkutan orang ya
melayani trayek an
kota antar Daer
provinsi, angkut
perkotaan dan angkut
perdesaan yang wilay
pelayanannya
melampaui Daer
provinsi.
63 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
gan
an 5
ta.
izin
ang
elas
tuk
ang
ntar
rah
tan
tan
yah
rah
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Pelayaran
a. Penerbitan izin usa
angkutan laut bagi bad
usaha yang melakuk
kegiatan pada lin
pelabuhan antar-Daer
provinsi d
internasional.
b. Penerbitan izin tray
penyelenggaraan
angkutan sungai d
danau untuk kapal ya
melayani trayek ant
Daerah provinsi dan/at
antarnegara.
c. Penetapan lin
penyeberangan d
persetujuan
pengoperasian kapal ya
terletak pada jaring
64 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aha a. Penerbitan izin usaha a. Penerbitan izin usaha
dan angkutan laut bagi badan
kan angkutan laut bagi badan
ntas usaha yang berdomisili
rah dalam wilayah dan usaha yang berdomisili
dan beroperasi pada lintas
dalam Daerah
yek pelabuhan antar-Daerah
kabupaten/ kota dalam kabupaten/kota dan
dan wilayah Daerah provinsi.
ang beroperasi pada lintas
tar-
tau pelabuhan di Daerah
ntas kabupaten/kota.
dan
b. Penerbitan izin usaha b. Penerbitan izin usaha
ang
gan angkutan laut pelayaran angkutan laut pelayaran
rakyat bagi orang rakyat bagi orang
perorangan atau badan perorangan atau badan
usaha yang berdomisili usaha yang berdomisili
dan yang beroperasi pada dan yang beroperasi pada
lintas pelabuhan antar- lintas pelabuhan dalam
Daerah kabupaten/kota Daerah kabupaten/kota.
dalam Daerah provinsi, c. Penerbitan izin usaha
penyelenggaraan
pelabuhan antar-Daerah
angkutan sungai dan
provinsi, dan pelabuhan
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
jalan nasional, jaring
jalur kereta api nasion
dan/atau antar nega
atau lin
penyeberangan an
negara dan/atau ant
Daerah provinsi.
d. Penetapan lin
penyeberangan d
persetujuan
pengoperasian unt
kapal yang melaya
penyeberangan ant
Daerah provinsi dan/at
antar negara.
e. Penerbitan izin usa
jasa terkait beru
pengelolaan kap
perantara jual b
65 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
gan internasional. danau sesuai dengan
nal,
ara c. Penerbitan izin trayek domisili orang
ntas
ntar penyelenggaraan angkutan perseorangan warga
tar- sungai dan danau untuk
kapal yang melayani trayek negara Indonesia atau
ntas
dan antar-Daerah badan usaha.
kabupaten/kota dalam
tuk Daerah provinsi yang d. Penerbitan izin trayek
ani penyelenggaraan
tar- bersangkutan. angkutan sungai dan
tau
d. Penetapan lintas danau untuk kapal yang
aha melayani trayek dalam
upa penyeberangan dan
pal, Daerah kabupaten/kota
beli persetujuan pengoperasian yang bersangkutan.
kapal antar-Daerah e. Penerbitan izin usaha
kabupaten/kota dalam penyelenggaraan
angkutan penyeberangan
Daerah provinsi yang
sesuai dengan domisili
terletak pada jaringan badan usaha.
jalan provinsi dan/atau
jaringan jalur kereta api f. Penetapan lintas
penyeberangan dan
provinsi.
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
dan/atau sewa kap
keagenan kapal dan aw
kapal.
f. Penetapan tarif angkut
laut dalam negeri unt
penumpang ke
ekonomi.
g. Penetapan tarif angkut
penyeberangan
penumpang ke
ekonomi dan kendara
beserta muatannya pa
lintas penyeberang
antar negara dan ant
Daerah provinsi.
h. Penetapan lok
pelabuhan.
i. Penetapan rencana ind
dan DLKR/DL
66 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
pal, e. Penetapan lintas persetujuan
wak
penyeberangan dan pengoperasian kapal
tan
tuk persetujuan pengoperasian dalam Daerah
elas
untuk kapal yang melayani kabupaten/kota yang
tan
penyeberangan lintas terletak pada jaringan
elas
aan pelabuhan antar-Daerah jalan kabupaten/kota
ada
gan kabupaten/kota dalam dan/atau jaringan jalur
tar-
1 (satu) Daerah provinsi. kereta api
kasi
f. Penerbitan izin usaha jasa kabupaten/kota.
duk
LKP terkait berupa bongkar g. Penetapan lintas
muat barang, jasa penyeberangan dan
pengurusan transportasi, persetujuan
angkutan perairan pengoperasian untuk
pelabuhan, penyewaan kapal yang melayani
peralatan angkutan laut penyeberangan dalam
atau peralatan jasa terkait Daerah kabupaten/kota.
dengan angkutan laut, h. Penerbitan izin usaha
jasa terkait dengan
tally mandiri, dan depo
perawatan dan perbaikan
peti kemas.
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
pelabuhan utama, d
pelabuhan pengumpul.
j. Pembangunan,
penerbitan i
pembangunan d
pengoperasian pelabuh
utama dan pelabuh
pengumpul.
k. Pembangunan d
penerbitan izin pelabuh
sungai dan danau ya
melayani tray
antarnegara dan/at
antar-Daerah provinsi.
l. Penerbitan izin loka
membangun d
mengoperasikan termin
khusus.
m. Penerbitan izin usa
67 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan g. Penetapan tarif angkutan kapal.
penyeberangan i. Penetapan tarif angkutan
penumpang kelas ekonomi penyeberangan
izin dan kendaraan beserta penumpang kelas
dan muatannya pada lintas ekonomi dan kendaraan
han penyeberangan antar-
beserta muatannya pada
han Daerah kabupaten/kota lintas
dalam Daerah provinsi. penyeberangan
dalam Daerah
dan h. Penetapan rencana induk kabupaten/kota.
han dan DLKR/DLKP j. Penetapan rencana induk
ang pelabuhan pengumpan dan
yek regional. DLKR/DLKP
pelabuhan pengumpan
tau i. Pembangunan, penerbitan lokal.
izin pembangunan dan k. Penetapan rencana induk
asi, pengoperasian pelabuhan dan DLKR/DLKP untuk
dan pengumpan regional.
pelabuhan sungai dan
nal j. Pembangunan dan danau.
penerbitan izin pelabuhan l. Pembangunan, izin
aha sungai dan danau yang penerbitan
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
badan usaha pelabuh
di pelabuhan utama d
pelabuhan pengumpul.
n. Penerbitan i
pengembangan
pelabuhan unt
pelabuhan utama d
pelabuhan pengumpul.
o. Penerbitan i
pengoperasian pelabuh
selama 24 jam unt
pelabuhan utama d
pelabuhan pengumpul.
p. Penerbitan izin pekerja
pengerukan di wilay
perairan pelabuh
utama dan pelabuh
pengumpul.
q. Penerbitan izin pekerja
68 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
han melayani trayek lintas pembangunan dan
dan Daerah kabupaten/kota pengoperasian pelabuhan
dalam 1 (satu) Daerah pengumpan lokal.
izin provinsi. m. Pembangunan dan
k. Penerbitan izin usaha penerbitan izin
tuk badan usaha pelabuhan di pembangunan dan
dan pelabuhan pengumpan pengoperasian pelabuhan
regional. sungai dan danau.
izin l. Penerbitan izin n. Penerbitan izin usaha
han pengembangan pelabuhan badan usaha pelabuhan
tuk untuk pelabuhan di pelabuhan pengumpul
dan pengumpan regional. lokal.
m. Penerbitan izin o. Penerbitan izin
aan pengoperasian pelabuhan pengembangan
yah selama 24 jam untuk pelabuhan untuk
han pelabuhan pengumpan pelabuhan pengumpan
han regional. lokal.
n. Penerbitan izin pekerjaan p. Penerbitan izin
aan pengerukan di wilayah pengoperasian pelabuhan
-6
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
reklamasi di wilay
perairan pelabuh
utama dan pelabuh
pengumpul.
r. Penerbitan i
pengelolaan Termin
Untuk Kepenting
Sendiri (TUKS) di dala
DLKR/DLKP pelabuh
utama dan pelabuh
pengumpul.
s. Penyelenggaraan
keselamatan d
keamanan pelayaran.
t. Penyelenggaraan
perlindungan lingkung
maritim.