94 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
uar d. Pengembangan koleksi
budaya etnis nusantara
ksi yang ditemukan oleh
ara Pemerintah Daerah
uar provinsi.
aya
ang
leh
kasi
tasi
han
-9
X.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEARSIPA
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Pengelolaan Arsip
a. Pengelolaan arsip dinam
lembaga negara, BUM
dan perguruan tin
negeri.
b. Pengelolaan arsip sta
yang diciptakan ol
lembaga negara di Pus
dan Daerah, BUM
organisasi
kemasyarakatan tingk
nasional, organis
politik tingkat nasion
tokoh nasional d
perusahaan swasta ya
95 -
AN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
mis a. Pengelolaan arsip dinamis a. Pengelolaan arsip dinamis
MN,
nggi Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah
provinsi dan BUMD kabupaten/kota dan
provinsi. BUMD kabupaten/kota.
atis b. Pengelolaan arsip statis b. Pengelolaan arsip statis
leh
sat yang diciptakan oleh yang diciptakan oleh
MN,
Pemerintah Daerah Pemerintahan Daerah
kat
sasi provinsi, BUMD provinsi, kabupaten/kota, BUMD
nal,
dan perusahaan swasta yang kabupaten/kota,
ang
cabang usahanya lebih perusahaan swasta yang
dari 1 (satu) Daerah kantor usahanya dalam
kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah
1 (satu) Daerah provinsi, kabupaten/kota,
organisasi kemasyarakatan organisasi
NO SUB URUSAN -9
PEMERINTAH PUSAT
12 3
memiliki arsip berni
guna sejarah yang caba
usahanya lebih d
1 (satu) Daerah provins
c. Pengelolaan laporan d
salinan otentik nask
asli arsip terjaga d
lembaga nega
Pemerintah Daerah, d
perguruan tinggi nege
BUMN, dan BUMD.
d. Pengelolaan inform
Kearsipan dalam SIK
melalui JIKN.
96 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
ilai tingkat Daerah provinsi, kemasyarakatan tingkat
ang organisasi politik tingkat Daerah kabupaten/kota,
dari Daerah provinsi, tokoh organisasi politik tingkat
si. masyarakat tingkat Daerah Daerah kabupaten/kota,
provinsi. pemerintahan desa dan
dan tokoh masyarakat tingkat
kah c. Pengelolaan simpul Daerah kabupaten/kota.
dari
ara, jaringan dalam SIKN
dan
eri, melalui JIKN pada tingkat c. Pengelolaan simpul
provinsi. jaringan dalam SIKN
melalui JIKN pada tingkat
kabupaten/kota.
masi
KN
NO SUB URUSAN -9
PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Pelindungan dan a. Persetujuan tertu
Penyelamatan Arsip jadwal retensi arsip (JR
lembaga nega
Pemerintah Daera
BUMN, BUMD d
perguruan tinggi negeri.
b. Persetujuan tertu
pemusnahan arsip
lingkungan lemba
negara, Pemerint
Daerah
provinsi/kabupaten/ko
perguruan tinggi nege
BUMN, perguruan tin
swasta dan perusaha
swasta yang kegiatann
97 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ulis a. Pemusnahan arsip di a. Pemusnahan arsip di
RA) lingkungan Pemerintah lingkungan Pemerintah
ara, Daerah provinsi yang Daerah kabupaten/kota
ah, memiliki retensi di bawah yang memiliki retensi di
dan 10 (sepuluh) tahun. bawah 10 (sepuluh)
. tahun.
b. Pelindungan dan
ulis
di penyelamatan arsip akibat b. Pelindungan dan
aga bencana yang berskala penyelamatan arsip
tah
provinsi. akibat bencana yang
ota,
eri, c. Penyelamatan arsip berskala kabupaten/kota.
nggi
aan Perangkat Daerah provinsi c. Penyelamatan arsip
nya
yang digabung dan/atau Perangkat Daerah
dibubarkan, dan kabupaten/kota yang
pemekaran Daerah digabung dan/atau
kabupaten/kota. dibubarkan, serta
d. Melakukan autentikasi pemekaran Kecamatan
NO SUB URUSAN -9
PEMERINTAH PUSAT
12 3
dibiayai dari anggar
negara atau bantuan lu
negeri yang memil
retensi sekuran
kurangnya paling sedi
10 (sepuluh) tahun.
c. Pelindungan d
penyelamatan ars
akibat bencana ya
berskala nasional.
d. Penyelamatan ars
lembaga negara ya
digabung dan/at
dibubarkan.
98 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
ran arsip statis dan arsip hasil dan Desa/kelurahan.
uar alih media yang dikelola d. Melakukan autentikasi
liki oleh lembaga kearsipan arsip statis dan arsip
ng- provinsi.
hasil alih media yang
ikit g. Melakukan pencarian arsip
dikelola oleh lembaga
statis yang pengelolaannya kearsipan
dan menjadi kewenangan kabupaten/kota.
sip Daerah provinsi yang e. Melakukan pencarian
ang dinyatakan hilang dalam arsip
bentuk daftar pencarian statis yang
sip arsip. pengelolaannya menjadi
kewenangan Daerah
ang kabupaten/kota yang
tau dinyatakan hilang dalam
bentuk daftar pencarian
arsip.
NO SUB URUSAN -9
PEMERINTAH PUSAT
12 3
3. Akreditasi e. Melakukan autentik
Sertifikasi arsip statis dan ars
hasil alih media ya
dikelola oleh lemba
Kearsipan Nasional.
f. Melakukan pencari
arsip statis ya
pengelolaannya menja
kewenangan Pemerint
Pusat yang dinyatak
hilang dalam bent
daftar pencarian arsip.
dan a. Akreditasi kearsip
terhadap penyelenggara
kearsipan pada lemba
negara, Pemerintah
99 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
kasi
sip 5
ang
aga
ian
ang
adi
tah
kan
tuk
pan
aan
aga
han
NO SUB URUSAN - 10
12 PEMERINTAH PUSAT
4. Formasi Arsiparis 3
Daerah, perguruan ting
BUMN, dan BUMD.
b. Akreditasi terhad
lembaga penyelengga
jasa kearsipan, pendidik
kearsipan, dan dik
kearsipan.
c. Sertifikasi arsiparis ya
mengikuti uji kompetens
d. Penetapan tunjang
profesi arsiparis.
Penetapan hasil anali
kebutuhan arsipa
nasional.
00 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
ggi,
5
dap
ara
kan
klat
ang
si.
gan
isis
aris
NO SUB URUSAN - 10
12 PEMERINTAH PUSAT
5. Perizinan
3
Penerbitan izin pengguna
arsip yang bersifat tertut
yang disimpan di ANRI.
01 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
aan Penerbitan izin penggunaan Penerbitan izin penggunaan
tup arsip yang bersifat tertutup arsip yang bersifat tertutup
yang disimpan di lembaga yang disimpan di lembaga
kearsipan Daerah provinsi. kearsipan Daerah
kabupaten/kota.
- 10
Y. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKAN
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Kelautan, Pesisir, dan a. Pengelolaan ruang laut
Pulau-Pulau Kecil atas 12 mil dan strate
nasional.
b. Penerbitan iz
pemanfaatan ruang la
nasional.
c. Penerbitan iz
pemanfaatan jenis d
genetik (plasma nutfa
ikan antarnegara.
d. Penetapan jenis ikan ya
dilindungi dan diat
perdagangannya seca
internasional.
02 -
NAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
di a. Pengelolaan ruang laut
egis sampai dengan 12 mil di
luar minyak dan gas bumi.
zin b. Penerbitan izin dan
aut pemanfaatan ruang laut di
bawah 12 mil di luar
zin minyak dan gas bumi.
dan c. Pemberdayaan masyarakat
ah) pesisir dan pulau-pulau
kecil.
ang
tur
ara
NO SUB URUSAN - 10
12 PEMERINTAH PUSAT
2. Perikanan Tangkap 3
e. Penetapan kawas
konservasi.
f. Database pesisir d
pulau-pulau kecil.
a. Pengelolaan ikan
penangkapan di at
wilayah laut
12 mil.
b. Estimasi stok ik
nasional dan juml
tangkapan ikan ya
diperbolehkan (JTB).
c. Penerbitan izin usa
perikanan tangk
untuk:
a. kapal perikan
berukuran di at
30 Gross Tonase (G
03 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
san
dan 5
a. Pengelolaan penangkapan a. Pemberdayaan nelayan
di ikan di wilayah laut kecil dalam Daerah
tas sampai dengan 12 mil. kabupaten/kota.
b. Penerbitan izin usaha b. Pengelolaan dan
kan perikanan tangkap untuk penyelenggaraan Tempat
lah kapal perikanan Pelelangan Ikan (TPI).
ang berukuran di atas 5 GT
sampai dengan 30 GT.
aha c. Penetapan lokasi
kap pembangunan serta
pengelolaan pelabuhan
nan perikanan provinsi.
tas d. Penerbitan izin pengadaan
GT); kapal penangkap ikan dan
NO SUB URUSAN - 10
PEMERINTAH PUSAT
12 3
dan
b. di bawah 30 Gro
Tonase (GT) ya
menggunakan mod
asing dan/at
tenaga kerja asing.
d. Penetapan lok
pembangunan d
pengelolaan pelabuh
perikanan nasional d
internasional.
e. Penerbitan iz
pengadaan kap
penangkap ikan d
kapal pengangkut ik
dengan ukuran di at
30 GT.
f. Pendaftaran kap
04 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
kapal pengangkut ikan
oss dengan ukuran di atas
ang 5 GT sampai dengan
dal 30 GT.
tau e. Pendaftaran kapal
perikanan di atas 5 GT
kasi sampai dengan 30 GT.
dan
han
dan
zin
pal
dan
kan
tas
pal
NO SUB URUSAN - 10
12 PEMERINTAH PUSAT
3. Perikanan Budidaya 3
perikanan di atas 30 G
a. Sertifikasi dan izin ed
obat/dan pakan ikan.
b. Penerbitan iz
pemasukan ikan d
luar negeri d
pengeluaran ikan hid
dari wilayah Repub
Indonesia.
c. Penerbitan Izin Usa
Perikanan (IUP) di bida
pembudidayaan ik
lintas Daerah provin
dan/atau ya
menggunakan tena
kerja asing.
05 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
GT. 5
dar Penerbitan IUP di bidang a. Penerbitan IUP di bidang
zin pembudidayaan ikan yang pembudidayaan ikan
dari
dan usahanya lintas Daerah yang usahanya dalam
dup
blik kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah
1 (satu) Daerah provinsi. kabupaten/kota.
b. Pemberdayaan usaha
kecil pembudidayaan
ikan.
aha c. Pengelolaan
ang pembudidayaan ikan.
kan
nsi
ang
aga
NO SUB URUSAN - 10
PEMERINTAH PUSAT
12 3
4. Pengawasan Sumber Pengawasan sumber da
Daya Kelautan dan kelautan dan perikanan
Perikanan atas 12 mil, strate
nasional dan ruang la
tertentu.
5. Pengolahan dan a. Standardisasi d
Pemasaran
sertifikasi pengolah
hasil perikanan.
b. Penerbitan iz
pemasukan ha
perikanan konsumsi d
nonkonsumsi ke dala
wilayah Repub
Indonesia.
c. Penerbitan izin usa
pemasaran d
pengolahan ha
perikanan lintas Daer
06 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
aya Pengawasan sumber daya
di kelautan dan perikanan ---
egis sampai dengan 12 mil.
aut
dan Penerbitan izin usaha
han pemasaran dan pengolahan
hasil perikanan lintas Daerah
zin kabupaten/kota dalam
asil 1 (satu) Daerah provinsi.
dan
am
blik
aha
dan
asil
rah
NO SUB URUSAN - 10
PEMERINTAH PUSAT
12 3
dan
provinsi lint
negara.
6. Karantina Ikan, Penyelenggaraan karanti
Pengendalian Mutu dan ikan, pengendalian mu
Keamanan Hasil dan keamanan ha
Perikanan perikanan.
7. Pengembangan SDM a. Penyelenggaraan
Masyarakat Kelautan penyuluhan perikan
dan Perikanan nasional.
b. Akreditasi dan sertifik
penyuluh perikanan.
c. Peningkatan kapasit
SDM masyarak
kelautan dan perikanan
07 - DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
tas
ina --- 5
utu
asil ---
--- ---
nan
kasi
tas
kat
n.
- 10
Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PARIWIS
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Destinasi Pariwisata
a. Penetapan daya ta
wisata, kawasan strate
pariwisata, dan destin
pariwisata.
b. Pengelolaan daya ta
wisata nasional.
c. Pengelolaan kawas
strategis pariwisa
nasional.
d. Pengelolaan destin
pariwisata nasional.
e. Penetapan tanda daf
usaha pariwisata lint
Daerah provinsi.
08 -
SATA
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
arik a. Pengelolaan daya tarik a. Pengelolaan daya tarik
egis wisata provinsi. wisata kabupaten/kota.
nasi b. Pengelolaan kawasan b. Pengelolaan kawasan
arik strategis pariwisata strategis pariwisata
provinsi. kabupaten/kota.
c. Pengelolaan destinasi c. Pengelolaan destinasi
san pariwisata provinsi. pariwisata
ata d. Penetapan tanda daftar kabupaten/kota.
usaha pariwisata lintas d. Penetapan tanda daftar
nasi Daerah kabupaten/kota usaha pariwisata
dalam 1 (satu) Daerah
kabupaten/kota.
provinsi.
ftar
tas
NO SUB URUSAN - 10
PEMERINTAH PUSAT
12 3
2. Pemasaran Pariwisata
Pemasaran pariwisata dala
dan luar negeri daya tar
destinasi dan kawas
strategis pariwisata nasion
3. Pengembangan Pengembangan ekono
Ekonomi Kreatif melalui kreatif nasional ya
Pemanfaatan dan ditetapkan dengan kriteria
Perlindungan Hak
Kekayaan Intelektual
4. Pengembangan Sumber Pengembangan,
Daya Pariwisata dan penyelenggaraan d
Ekonomi Kreatif peningkatan kapasit
sumber daya manu
pariwisata dan ekono
kreatif tingkat ahli.
09 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
am Pemasaran pariwisata dalam Pemasaran pariwisata dalam
rik, dan luar negeri daya tarik,
dan luar negeri daya tarik,
san destinasi dan kawasan
nal. strategis pariwisata provinsi. destinasi dan kawasan
strategis pariwisata
kabupaten/kota.
omi Penyediaan sarana dan Penyediaan prasarana (zona
ang prasarana kota kreatif. kreatif/ruang kreatif/kota
a. kreatif) sebagai ruang
berekspresi, berpromosi dan
berinteraksi bagi insan
kreatif di Daerah
kabupaten/kota.
Pelaksanaan peningkatan Pelaksanaan peningkatan
kapasitas sumber daya
dan kapasitas sumber daya manusia pariwisata dan
tas
manusia pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat
usia dasar.
omi ekonomi kreatif tingkat
lanjutan.
- 11
AA.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANI
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Sarana Pertanian
a. Standardisasi, d
pengawasan sara
mutu/formula
pertanian.
b. Penetapan kebutuh
sarana pertanian.
c. Penetapan standar mu
benih/bibit, sumber da
genetik (SDG) hew
(rumpun/galur ternak).
d. Penerbitan sertifik
benih/bibit terna
pakan, hijauan pak
ternak (HPT) dan ob
hewan.
10 -
IAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
dan a. Pengawasan peredaran a. Pengawasan penggunaan
sarana pertanian.
ana sarana pertanian.
han b. Penerbitan sertifikasi dan b. Pengelolaan SDG hewan
utu pengawasan peredaran dalam Daerah
aya
wan benih tanaman. kabupaten/kota.
.
kasi c. Pengelolaan SDG hewan c. Pengawasan mutu dan
ak,
kan yang terdapat pada lebih peredaran benih/bibit
bat dari 1 (satu) Daerah
ternak dan tanaman
kabupaten dalam 1 (satu)
Daerah provinsi. pakan ternak serta pakan
dalam Daerah
d. Pengawasan benih ternak, kabupaten/kota.
pakan, HPT dan obat d. Pengawasan obat hewan di
hewan. tingkat pengecer.
e. Pengawasan mutu dan e. Pengendalian penyediaan
dan peredaran benih/bibit
peredaran benih/bibit ternak, dan hijauan pakan
ternak dan tanaman pakan
NO SUB URUSAN - 11
PEMERINTAH PUSAT
12 3
e. Penerbitan nomor iz
pendaftaran obat hewan
f. Penerbitan sertifik
cara pembuatan ob
hewan yang ba
(CPOHB) dan ca
pembuatan pakan ya
baik (CPPB).
g. Pengawasan produk
dan peredaran ob
hewan di tingk
produsen dan importir.
h. Pengendalian penyedia
dan peredar
benih/bibit ternak, d
hijauan pakan ternak.
i. Penyediaan benih/bi
ternak dan hijau
pakan ternak ya
11 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
zin ternak serta pakan di ternak dalam Daerah
n. kabupaten/kota.
lintas Daerah
kasi f. Penyediaan benih/bibit
bat kabupaten/kota dalam ternak dan hijauan pakan
aik ternak yang sumbernya
ara 1 (satu) Daerah provinsi. dalam 1 (satu) Daerah
ang provinsi lain.
f. Pengawasan peredaran
ksi di tingkat
bat obat hewan
kat distributor.
.
aan g. Pengendalian penyediaan
ran
dan dan peredaran benih/bibit
ibit ternak, dan hijauan pakan
uan
ang ternak lintas Daerah
kabupaten/kota dalam
1 (satu) Daerah provinsi.
j. Penyediaan benih/bibit
ternak dan hijauan pakan
ternak yang sumbernya
dari Daerah provinsi lain.
NO SUB URUSAN - 11
12 PEMERINTAH PUSAT
2. Prasarana Pertanian 3
sumbernya dari impor.
a. Penentuan kebutuh
prasarana pertanian.
b. Penetapan wilay
sumber bibit ternak d
rumpun/galur ternak.
c. Penetapan kawas
peternakan.
3. Kesehatan Hewan dan a. Upaya penyehat
Kesehatan Masyarakat hewan, penetapan daer
Veteriner wabah dan status situ
penyakit hewan menu
di Indonesia.
b. Penetapan d
penerapan persyarat
12 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
han a. Penataan prasarana a. Pengembangan prasarana
pertanian. pertanian.
yah b. Pengelolaan wilayah b. Pengelolaan wilayah
dan sumber bibit ternak dan sumber bibit ternak dan
rumpun/galur ternak yang rumpun/galur ternak
san wilayahnya lebih dari dalam Daerah
1 (satu) Daerah kabupaten/kota.
kabupaten/kota dalam c. Pengembangan lahan
1 (satu) Daerah provinsi. penggembalaan umum.
tan a. Penjaminan kesehatan a. Penjaminan kesehatan
rah
uasi hewan, penutupan dan hewan, penutupan dan
ular
pembukaan daerah wabah pembukaan daerah wabah
dan
tan penyakit hewan menular penyakit hewan menular
lintas Daerah dalam Daerah
kabupaten/kota dalam kabupaten/kota.
1 (satu) Daerah provinsi. b. Pengawasan pemasukan
NO SUB URUSAN - 11
PEMERINTAH PUSAT
12 3
teknis kesehatan hewan
c. Penetapan persyarat
teknis pelayanan ja
laboratorium dan ja
medik veteriner.
d. Penetapan otorit
veteriner d
siskeswanas.
e. Penetapan persyarat
teknis kesehat
masyarakat veteriner.
f. Penetapan persyarat
teknis sertifik
zona/kompartemen
bebas penyakit dan u
usaha produk hewan.
g. Penetapan persyarat
teknis kesejahtera
13 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4 5
n. b. Pengawasan pemasukan hewan dan produk hewan
tan dan pengeluaran hewan
asa ke Daerah
asa dan produk hewan lintas
Daerah provinsi. kabupaten/kota serta
tas
dan pengeluaran hewan dan
tan c. Penerapan persyaratan produk hewan dari Daerah
tan
teknis sertifikasi kabupaten/kota.
tan
kasi zona/kompartemen bebas c. Pengelolaan pelayanan
jasa laboratorium dan jasa
unit penyakit dan unit usaha
medik veteriner dalam
tan produk hewan. Daerah kabupaten/kota.
aan
d. Sertifikasi persyaratan
teknis kesehatan d. Penerapan dan
masyarakat veteriner dan pengawasan persyaratan
kesejahteraan hewan. teknis kesehatan
masyarakat veteriner.
e. Penerapan dan
pengawasan persyaratan
teknis kesejahteraan
hewan.
NO SUB URUSAN - 11
PEMERINTAH PUSAT
12 3
hewan.
4. Pengendalian dan Pengendalian d
Penanggulangan penanggulangan benca
bencana pertanian pertanian nasional.
5. Perizinan Usaha a. Pendaftaran paka
Pertanian
produk hewan, alat mes
peternakan, alat mes
kesehatan hewan d
obat hewan.
b. Penerbitan rekomend
pemasukan d
pengeluaran hewa
benih/bibit ternak d
tanaman pakan, bah
pakan dan pakan kelu
dan ke dalam wilay
Indonesia.
14 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
4 KABUPATEN/KOTA
5
dan Pengendalian dan Pengendalian dan
ana bencana
penanggulangan penanggulangan bencana
an, pertanian provinsi.
sin pertanian kabupaten/kota.
sin
dan a. Penerbitan izin usaha a. Penerbitan izin usaha
pertanian yang kegiatan pertanian yang kegiatan
dasi
dan usahanya lintas Daerah usahanya dalam Daerah
an, kabupaten/kota dalam kabupaten/kota.
dan 1 (satu) Daerah provinsi.
han b. Penerbitan izin usaha
uar
yah b. Penerbitan izin produksi benih/bibit
pembangunan ternak dan pakan,
laboratorium kesehatan fasilitas pemeliharaan
hewan dan kesehatan hewan, rumah sakit
masyarakat veteriner di hewan/pasar hewan,
Daerah provinsi. rumah potong hewan.
NO SUB URUSAN - 11
12 PEMERINTAH PUSAT
6. Karantina Pertanian 3
7. Varietas Tanaman
c. Penetapan persyarat
teknis laboratorium.
d. Penerbitan izin usa
produsen/importir ob
hewan.
e. Pendaftaran/izin formu
pupuk, pestisid
alsintan dan obat hewa
Pelaksanaan karanti
hewan dan tumbuhan.
Penyelenggaraan variet
perlindungan
tanaman (PVT).
15 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
45
tan c. Penerbitan izin usaha c. Penerbitan izin usaha
peternakan distributor pengecer (toko, retail, sub
aha obat hewan. distributor) obat hewan.
bat
ula --- ---
da,
an.
ina
--- ---
tas
- 11
BB.PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEHUTA
NO SUB URUSAN PEMERINTAH PUSAT
12 3
1. Perencanaan Hutan
a. Penyelenggaraan
inventarisasi hutan.
b. Penyelenggaraan
pengukuhan kawas
hutan.
c. Penyelenggaraan
penatagunaan kawas
hutan.
d. Penyelenggaraan
pembentukan wilay
pengelolaan hutan.
e. Penyelenggaraan renca
kehutanan nasional.
16 -
ANAN
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
--- 5
---
san
san
yah
ana
NO SUB URUSAN - 11
PEMERINTAH PUSAT
12
2. Pengelolaan Hutan 3
a. Penyelenggaraan ta
hutan.
b. Penyelenggaraan renca
pengelolaan hutan.
c. Penyelenggaraan
pemanfaatan hutan d
penggunaan kawas
hutan.
d. Penyelenggaraan
rehabilitasi dan reklam
hutan.
e. Penyelenggaraan
perlindungan hutan.
f. Penyelenggaraan d
pengolahan ha
penatausahaan
hutan.
17 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
ata a. Pelaksanaan tata hutan
ana ---
dan kesatuan pengelolaan
san
hutan kecuali pada
masi
kesatuan pengelolaan
dan
asil hutan konservasi (KPHK).
b. Pelaksanaan rencana
pengelolaan kesatuan
pengelolaan hutan kecuali
pada kesatuan pengelolaan
hutan konservasi (KPHK).
c. Pelaksanaan pemanfaatan
hutan di kawasan hutan
produksi dan hutan
lindung, meliputi:
1) Pemanfaatan kawasan
hutan;
2) Pemanfaatan hasil
hutan bukan kayu;
NO SUB URUSAN - 11
PEMERINTAH PUSAT
12 3
g. Penyelenggaraan
pengelolaan kawas
hutan dengan tuju
khusus (KHDTK).
18 -
DAERAH PROVINSI DAERAH
KABUPATEN/KOTA
4
5
3) Pemungutan hasil
san hutan;
uan 4) Pemanfaatan jasa
lingkungan kecuali
pemanfaatan
penyimpanan dan/atau
penyerapan karbon.
d. Pelaksanaan rehabilitasi di
luar kawasan hutan
negara.
e. Pelaksanaan perlindungan
hutan di hutan lindung,
dan hutan produksi.
f. Pelaksanaan pengolahan
hasil hutan bukan kayu.
g. Pelaksanaan pengolahan
hasil hutan kayu
dengan kapasitas
NO SUB URUSAN - 11
12 PEMERINTAH PUSAT
3
3. Konservasi Sumber a. Penyelenggaraan
Daya Alam Hayati dan pengelolaan kawas
Ekosistemnya suaka alam dan kawas
pelestarian alam.
b. Penyelenggaraan
konservasi tumbuh
dan satwa liar.
c. Penyelenggaraan
pemanfaatan seca
lestari kondisi lingkung
kawasan pelestari
alam.
d. Penyelenggaraan jen
pemanfaatan