AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... i ANGGARAN DASAR (AD) ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI TAHUN 2021 YPPGI BANGKIT, BERUBAH DAN MAJU
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... ii
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... iii KATA PENGANTAR Ketua Badan Pembina YPPGI Di Tanah Papua “HARAPAN DI TENGAH-TENGAH KRISIS”. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 1 Timotius 6:12 TB 1. Saya menulis ‘Kata Pengantar’ buku AD/ART dan peraturan YPPGI, sebuah lembaga pendidikan Gereja ini yang sudah kita kenal di Tanah Papua; yang hadir di tengah - tengah masalah sosial, politik, HAM, KDRT, Narkoba, HIV Aids, dll yang tidak menjanjikan ‘harapan’ bagi masa depan Papua. Khusus dalam bidang pendidikan, beberapa tahun - tahun ini, di Tanah Papua kami mencatat sejumlah masalah berikut. a) Para elit dan masyarakat kita yang haus gelar - gelar ijazah pendidikan formal untuk mendapat pengakuan dari dunia sekitarnya yang menyebabkan budaya ‘jual beli ijazah’; yang mendorong Universitas di Jawa/Makasar membuka Kuliah Kelas jauh di Tanah Papua. b) Karena haus pengakuan internasional orang Papua Indonesia buka Universitas yang siap pakai di dunia internasional; c) Cerita -cerita di kampung menyogok Guru atau sebaliknya Guru meminta masyarakat bayar supaya dia bisa mengikutkan anak Kelas 4 atau kelas 5 mengikuti Ujian akhir tanpa memperhatikan kesiapan pengetahuan dan mental murid yang bersangkutan. Karena Guru yang bersangkutan tadi sudah belajar menyogok atasannya untuk menaikkan golongan atau pangkatnya walaupun tidak memenuhi syarat. Kesimpulan dari semua yang kami gambarkan di atas, dalambentuk pertanyaan ialah apakah masyarakat kita demikian yang sedangsakit bisa menghadirkan masyarakat yang sehat tahun - tahun berikut?
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... iv 2. Tidak ada kehidupan di Tanah Papua kalau tidak membaca ‘tanda-tanda jaman’ selain masalah-masalah tadi, Gereja dan masyarakat di Tanah Papua juga sedang menghadapi persoalan besar lainnya : membanjirnya, masyarakat budaya pendatang yang mayoritas agama dan etnis non papua; yang menguasai system pendidikan, ekonomi dan politik ekonomi dan transport. Konkritnya, semua yang sudah kita sebutkan di atas dalam butir 1 diatas, sedang terjadi dalam konteks Tanah Papua sudah di duduki dan dikuasai budaya orang luar. Kita mengambil contoh, semua kegiatan ekonomi khususnya kita di Jayapura berhenti, sepi kalau hari raya Islam, hari-hari besar Pemerintah. Tidak ada: taksi, ojek, semua rumah makan tutup, kios, pasar tutup. Tidak ada kehidupan tanpa pendatang. Dalam kondisi ini, Gereja dan masyarakat kita di Tanah ini, meminta ‘campur tangan Tuhan atau mujizat kepada Tuhan (melalui Retreat, doa puasa, dll). Tetapi apa kata Tuhan Yesus kepada Gereja dan masyarakat Papua dalam hari-hari dan tahun-tahun ini (seperti kepada orang Yahudi di jamannya) demikian? Matius 16:2 Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 16:3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... v 3. Harapan Hadirnya ‘kaayo’ (menara penjaga) Pendidikan Para Pimpinan Gereja dan Pengerja Gereja ‘sebagai creative minority’ atau kaum minoritas yang kreatif. Masalah-masalah yang kita sebutkan di atas, sedang dan akan menenggelamkan Gereja dan masyarakat Papua yang kita sebut tadi, tidak dipahami pengerja kita. Para pengerja Gereja kita tenggelam dalam ‘lumpur atau rawa’ kesibukan Gereja keseharian. Pengerja Gereja yang punya gelar tinggi termasuk di dalamnya; pikiran hanya focus kepada: saya mendapat tugas di jemaat mana? Bagaimana saya mendapat ‘jabatan Gereja yang mana’? Tidak ada kepekaan terhadap ‘masalah-masalah tadi. Tidak ada waktu untuk memikirkan masalah-masalah tadi, jeli dan peka memikirkan masalah-masalah tadi yang membuat umat di akar rumput sedang ‘mengalami ‘kehilangan arah, kekasih, harta milik, dan orang-orang penting yang meninggal atau terlibat kejahatan. Ini tanda bahwa ‘jemaat di akar rumput ‘sedang membutuhkan ‘Gembala/Pimpinan Gereja yang berperan sebagai ’kaayo’ atau ‘penjaga menara’ yang bisa mengarahkan ‘jalan yang bisa di tempuh dan kebiasaan – kebiasaan mana yang ditinggalkan? Siapa yang sedang datang dan apa program dan apa niatnya? Ini, saya duga, ciri Gereja-gereja Injili di mana-mana. Beliaubeliau yang masuk dalam ‘kategori Gereja-gereja injili’ yang pikiran, fantasi dan hatinya ‘menyala-nyala dengan Pekabaran Injil’ atau mengajarkan Firman kebenaran’, tetapi tidak ada ketrampilan dan pengetahuan social dan psiokologi & Penggambalaan yang bisa membuat mereka bisa jeli ‘membaca tanda2 jaman’ atau mengerti kondisi kejiwaan warga jemaat. Semua mau melihat ‘Tuhan bekerja dan hadir dalam karyanya’ tetapi ‘terkurung dalam semangat PI dan pergumulan Gereja’. Melihat ‘dunia’ dengan ‘kaca mata tunggal’, ayat-ayat Alkitab, kadang disebut ‘mono tafsir’. Padahal juga dari sisi masalah – masalah yang sedang terjadi di dunia tidak seperti begitu. Ini terlihat dalam ‘balasan dari Tuhan sudah kita baca tadi dalam ‘Matius 16:2-3’ di atas. Firman Tuhan harus dilihat dan dibaca dari berbagai sudut pandang.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... vi 4. Masalah YPPGI: Gereja Injili ‘Belum terlibat dalam pertandingan iman’ Seperti Gereja Katolik & Pemimpin Agama Islam. Dua halaman di atas dari ‘Kata Pengantar’ ini hanya mengatakan bahwa, YPPGI ini tidak begitu banyak mendapat dukungan dari pengerja Gereja - gereja Injili yang mendirikannya. Hati dan pikiranya dari awal memang ‘tidak menyala-nyala sambut kehadiran YPPGI. Pikiran kebanyakan pengerja dan Gereja hingga hari ini masih parkir di ayat Alkitab atau dalam ‘apa yang mereka kejar dalam hidupnya’. Sikap bermasa bodoh terhadap YPPGI juga mereka (khususnya jemaat & para pengerja/pengurus Gereja KINGMI’) tunjukkan terhadap ‘PI Baru yang dicanangkan tanggal 6 April 2012. Salah satu agenda pembinaan penting hadapi masalah-masalah di atas, ialah pendidikan anak-anak KINGMI. Tetapi apakah ada yang membuka hati dan mendengar? Karena itu, mengutip ayat Firman Tuhan di awal kata pengantar ini, alumni Sekolah Theologia Gereja kita bisa di katakan (a) ‘belum turun ‘bertanding dalam pertandingan iman ini ‘untuk menghadirkan Generasi baru menuju masa depan baru. Gerejagereja dan para mahasiswa Teologi yang sempit wawasannya: sedang mengikuti para generasi tua dan ‘membiarkan Gereja Katolik dan Pimpinan Agama Islam ‘giat berlomba’ dan terlibat dalam pertandingan iman’ pihak YPPK (Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik) dan YAPIS (Yayasan Pendidikan Islam) sedang bertanding dalam pertandingan iman. 5. Kapan ‘Berubah Menjadi Kuat’ (Roma 12:1, 2) Kemarin, saya membawa ceramah di Konferensi Klasis yang dengan ‘tema ‘Berubah Menjadi Kuat’ (Roma 12:1,2)’. Tema pelayanan ini sudah digunakan sejak Maret 2006; saat Sinode KINGMI mulai ‘perjuangkan perubahan AD/ART untuk keluar dari GKII. Artinya, sampai hari ini ‘tema itu ada’ dan terus dikotbahkan? Apakah para pemimpin Gereja ini paham ‘apa makna’ tema
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... vii itu dalam ‘terang masalah-masalah yang sudah disebutkan di atas? Apakah ada kesadaran bahwa ‘apabila tidak berubah’ Gereja & jemaatnya’ yang sedang hadapi masalah-masalah di atas akan tenggelam. Bagaimana ‘berubah untuk menjadi kuat’ itu diwujudkan? atau di konkritkan? atau dipraktekkan? a) Dengan sungguh ‘menyimpan ‘kata Yesus ‘jangan, biarkan anak-anak itu datang kepadaKu’. Mulai ambil langkah untuk prioritaskan ‘pembinaan anak-anak, generasi muda sekolah, supaya ke depan anak-anak muda ini bisa bersaing dengan anak-anak dari Gereja dan agama lain? b) Bagaimana caranya? Kumpulkan/datangi anak-anak. Nasehati mereka dan orang tuanya ‘pentingnya pendidikan anak-anak dalam hadapi ‘masalah-masalah di atas? c) Mengambil persembahan khusus pada hari Minggu yang khusus di adakan untuk pendidikan/misalnya: saat anakanak/para sisiwa mau ujian atau mau masuk Sekolah lanjutan; d) Ikut memikul beban pendidikan/ YPPGI di lingkungan Klasis/ jemaat atau Koordinator mengirim hamba – hamba Tuhan menjadi Pembina rohani SD, SMP, SMA dan PT. Apabila Gembala jemaat/Klasis atau Sinode memikul beban Pendidikan anak-anak dan YPPGI, maka jemaat akan mengikuti. Karena di mana pikiran dan doa Gembala atau Klasis jemaat akan mengikuti. Dengan begitu, Gereja-gereja kita terlibat aktif mengikuti teladan Gereja Katolik di Tanah Papua yang terlibat aktif dalam ‘pertandingan iman’ menghadirkan generasi muda masa depan? Kalau ini dikonkritkan di lingkungan Gereja KINGMI, ini bisa kita anggap cara kita laksanakan PI Baru yang kita sudah canangkan pada 6 April 2012 di GOR Jayapura. Selamat bertanding dalam pertandingan iman. Selamat ‘berubah menjadi kuat’. Jayapura 05 Februari 2021 Ketua Sinode KINGMI di Tanah Papua Pdt. Dr. Benny Giay (Ketua Pembina YPPGI)
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... viii KATA PENGANTAR Ketua Badan Pengurus YPPGI Di Tanah Papua Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan, Allah Tri Tunggal, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, karena atas kasih karunia, Anugerah dan rahmat-Nya Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Peraturan - peraturan Yayasan YPPGI di Tanah Papua dapat diselesaikan dengan baik dan lancar dalam tahun 2021. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan, dan Undang-Undang Republik Indonesia (UU) Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Tentang Yayasan menjadi landasan utama dalam penyusunan AD/ ART dan Peraturan Yayasan ini. Penyusunan AD/ART dan Peraturan yayasan ini dengan tema dan semangat Yayasan “YPPGI BANGKIT, BERUBAH DAN MAJU“ untuk menata kembali struktur, sistem kerja dan manajemen Yayasan yang lebih baik dan profesional, dengan arah, tujuan dan focus pada penataan dan penguatan dan kelembagaan. Muatan dalam AD/ART Yayasan ini berisi nama, status, tujuan, visi dan misi, asas, pendirian/kepemilikan, kegiatan/usaha Yayasan dan lainnya yang sifatnya sangat mendasar, sedangkan hal-hal teknis lainnya yang tidak dimuat di AD/ART dibuat dalam peraturan Yayasan. Peraturan Yayasan yang dimaksud adalah turunan dari AD/ ART yang khusus mengatur tentang Pegawai/kepegawaian, Statuta Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah, pimpinan Perguruan Tinggi, tata tertib dan perumahan dinas, aset dan kekayaan dan peraturan lainnya yang akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Saat ini, saat diterbitkannya buku ini, Yayasan YPPGI telah merayakan ulang tahun yang ke-57 tahun (19 September 2020) yang lalu. Usia
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... ix ini Yayasan sudah cukup lama mengabdi di tanah papua bersama yayan pelopor lainnya (YPK, YPPK, Advent). Dengan usia ini, yayasan telah berjasa dan memberikan kontribusi yang besar bagi Tanah Papua dengan menghasilkan kader - kader pimpinan Gereja, Pemerintah, swasta dan lainnya. Walaupun dalam perjalannya yayasan telah dan sedang menghadapi banyak persoalan klasik seperti, kekurangan/kekosongan tenaga guru, keterbatasan sarana dan prasarana, pelaksanaan pengawasan, pembiayaan operaional, sistem kerja dan manajemen dan sejumlah persoalan lain ada. Disamping persoalan - persoalan diatas, secara kelembagaan yayasan juga menghadapi masalah dengan : a. Gereja Pendiri yayasan. Hubungan dan komunikasi yang kurang terbangun dengan baik, sehingga terkesan Yayasan berjalan tanpa ada perhatian dan pengawasan. Seperti yang disampaikan sambutan ketua Pembina diatas ini memang ada dan sedang terjadi hingga saat ini. b. Tidak adanya regulasi berupa AD/ART dan peraturan yayasan baku yang dapat dipakai untuk mengatur berjalannya Yayasan. Tidak terbangunnya suatu sistem kerja yang baik antara Yayasan dan satuan pendidikan. c. Belum adanya dukungan dari para alumni dan kaum profesional YPPGI dalam suatu wadah komunitas atau Ikatan yang dapat memberikan dukungan penuh bagi kemajuan yayasan. Selama ini hanya dukungan perorangan yang terbebani dengan yayasan. Barangkali masalah - masalah diatas adalah penyebab hilangnya roh dan semangatnya YPPGI (kejayaan YPPGI) di masa lalu tahun 1960 hingga 1990an. Banyak kalangan selalu berkata : ‘YPPGI dulu boleh,’ sekarang beda. Kalimat ini selalu terdengar diberbagai kalangan baik para perintis YPPGI, alumni maupun umum yang pernah hidup dan menempuh pendidikan di antara masa tahun diatas. Diharapkan dengan telah ditetapkanya aturan/regulasi Yayasan ini dapat mengembalikan semangat dan kejayaan YPPGI diatas dengan
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... x menata kembali system manajemen dan fungsi kerjanya yang baik di yayasan maupun di Satuan Pendidikan. Masing – masing pekerja Yayasan mengambil kendali tugasnya dengan memikul tanggung jawab yang dipercayakan. Hal ini dapat terwujud apabila terjalin hubungan kerja sama antara Yayasan, Gereja pendiri dan para alumni ataupun kaum profesional dalam lingkungan Gereja pendiri/pemilik Yayasan YPPGI. Dalam Perkembangan Ilmu pengetahuan dan saat ini, kami sedang diperhadapkan dengan berbagai perubahan dan persaingan arus informasi dan teknologi. Di dunia Pendidikan secara global lebih khusus dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi yang terus memacu kita untuk terus berubah. Terlebih lagi dimasa pandemi ini, mendorong setiap Sekolah untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring/online), perubahan kurikulum (merdeka Belajar) dan peraturan dan kebijakan pemerintah yang terus berubah seiring dengan perkembangan zaman. Masalah - masalah ini ada di depan kita saat ini, sehingga kita tidak dapat melihat pendidikan dari sisi pandang pembelajaran masa lalu dengan pola pembelajaran lama. Dengan demikian maka perlu dibangun kembali semangat dan kerja sama antara Yayasan dan Gereja pendiri yang didukung oleh para alumni/kaum professional gereja untuk memberikan kontibusimenata kembali system kerja, peran dan fungsi masing – masing demi membangun kembali roh dan semangat Yayasan. Tentunya dalam penyusunan AD/ART dan peraturan Yayasan kami mendapatkan banyak dukungan dan motivasi dari banyak pihak, oleh karena itu tidak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya penyusunan dan penyempurnaan. Doa kami, semua kebaikan dan kerja kerasnya dalam penyusunan ini kiranya mendapat balasan dan berkat serta kekuatan dari Tuhan sang kepala Gereja.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xi Akhirnya, semoga AD/ART dan peraturan yayasan ini menjadi pedoman kerja dan dapat bermanfaat bagi Yayasan untuk kemajuan yayasan YPPGI di Tanah Papua. Kiranya Kristus sang Kepala Gereja memberkati dan memampukan Kita Sekalian. Jayapura, 08 Februari 2021 Badan Pengurus YPPGI di Tanah Papua Shem Pigai, ST, M.Pd K e t u a
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xii MARS YPPGI “BANGKIT BERUBAH DAN MAJU”
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xiii
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xiv
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xv HYMNE YPPGI “BERBAKTI BAGI NEGERI”
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xvi
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xvii DAFTAR ISI Hal. Sampul i Kata Pengantar Badan Pembina iii Kata Pengantar Badan Pengurus viii Mars YPPGI xii Hymne YPPGI xv Daftar Isi xvii BAGIAN I ANGGARAN DASAR PEMBUKAAN 1 BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA 2 1. Nama 2 2. Tempat, Kedudukan dan Wilayah Kerja 2 BAB II JANGKA WAKTU PENDIRIAN DAN STATUS 3. Jangka waktu Pendirian 2 4. Pendiri Yayasan 3 5. Status 3 BAB III AZAS, VISI MISI DAN MOTO 6. Azas 3 7. Visi 4 8 Misi 4 9. Tema dan Moto 4 BAB IV ATRIBUT, LAMBANG DAN MAKNA 10. Atribut 4 11. Lambang 5
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xviii 12. Makna lambang dan warna 5 BAB V MAKSUD DAN TUJUAN, KEGIATAN USAHA DAN PENGELOLAAN 13. Maksud dan Tujuan 6 14. Kegiatan dan Usaha 6 BAB VI PRINSIP, FUNGSI DAN PERAN 15. Pinsip 8 16 Fungsi dan Peran 8 . BAB VII STRUKTUR DAN ORGAN YAYASAN 17. Organ Yayasan 9 18. Umum 9 19. Keanggotaan dan masa jabatan Pembina 10 20. Tugas dan wewenang Pembina 11 21. Syarat dan kriteria pembina 11 22. Tata cara Pembentukan Pembina 12 23. Hak dan kewajiban pembina 12 24. Umum 13 25. Masa Jabatan Pengurus 15 26. Tugas dan wewenang pengurus 15 27. Syarat dan Kriteria Pengurus 17 28. Tata Cara Pembentukan Pengurus 17 29. Hak dan Kewajiban Pengurus 18 30. Umum 20 31. Keanggotaan dan Masa Jabatan Pengawas 21 32. Tugas dan Wewenang pengawas 22 33. Syarat dan kriteria pengawas 23 34. Tata cara pembentukan pengawas 24 35. Hak dan kewajiban pengawas 25 BAB VIII RAPAT-RAPAT, PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN 36. Rapat-rapat 26
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xix 37. Pembukuan dan Petanggungjawaban 26 BAB IX KEUANGAN, KEKAYAAN DAN ASET 38. Keuangan 27 39. Kekayaan dan asset 27 BAB X DISIPLIN DAN SANKSI 40. Disiplin 28 41. Sanksi-sanksi 28 BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR 42. Perubahan Anggaran Dasar 29 BAB XII PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN 43. Pembubaran 31 44. Keputusan Pembubaran Oleh Pemerintah 31 45. Keputusan Pembubaran Oleh Rapat Pembina 31 46. Penyelesaian 32 47. Hak dan wewenang Penyelesaian 32 48. Sisa Harta kekayaan Yayasan 33 BAB XIII PENUTUP 49. Penutup 34 BAGIAN II ANGGARAN RUMAH TANGGA PEMBUKAAN 35 BAB I UMUM DAN TEMPAT KEDUDUKAN 1. Umum 35 2. Nama dan Kedudukan 35 3. Nilai-nilai 36
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xx BAB II KEKAYAAN DAN ASET 4. Kekayaan 36 5. Aset 37 BAB III KEANGGOTAAN, HAK DAN KEWAJIBAN 6. Keanggotaan 37 7. Hak dan Kewajiban 38 BAB IV ORGANISASI, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA 8. Organisasi 39 9. Susunan Organisasi Pelaksana 39 10. Wewenang dan tanggung jawab Pengurus Umum Sekolah (PUS) 41 11. Wewenang dan tanggung jawab Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) 42 12. Wewenang dan tanggung jawab Pimpinan Perguruan Tinggi 43 13. Wewenang dan tanggung jawab Pimpinan Sekolah Dasar Dan Menengah 45 14. Wewenang dan tanggung jawab Pengurus badan usaha 46 15. Wewenang dan tanggung jawab Direktur/Kepala/Ketua 47 16. Wewenang dan tanggung jawab Kepala Departemen 48 . BAB V RAPAT-RAPAT 17. Rapat Pembina 49 18. Rapat Pengurus 51 19. Rapat pengawas 53 20. Rapat Tahunan 55 21. Rapat Gabungan 55 22. Rapat Kerja (Raker) 57 23. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) 58 24. Rapat Koordinasi (Rakor) 58
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxi BAB VI DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN 25. Disiplin 53 26. Dasar Tindakan Disiplin 59 BAB VII SANKSI DAN WEWENANG PEMBERI SANKSI 27. Jenis Sanksi 59 28. Wewenang Pemberi Sanksi 60 BAB VIII TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN 29. Tahun Buku 60 30. Laporan Tahunan 61 BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PENGGABUNGAN 31. Perubahan Anggaran Rumah Tangga 62 32. Penggabungan 62 33. Pembubaran 64 34. Cara Penggunaan Kekayaan 65 BAB X PENUTUP 35. Penutup 66 BAGIAN III PERATURAN YAYASAN PERATURAN YAYASAN TENTANG PEGAWAI BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 69 2. Kedudukan Peraturan Kepegawaian 72 3. Maksud dan Tujuan 73 4. Azas Pembinaan Pegawai 73 5. Prinsip Pembinaan Pegawai 73
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxii 6. Status, Fungsi Kerja dan Penempatan Pegawai 74 7. Pegawai tetap 76 8. Pegawai tidak tetap 77 9. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) / Kontrak 79 10. Tanggung jawab Yayasan 79 11. Tanggung jawab Pegawai 80 12. Struktur Peraturan Kepegawaian 81 13. Ketentuan Umum Mengenai Imbal Jasa 82 BAB II PENERIMAAN PEGAWAI 14. Penerimaan 82 15. Persyaratan Penerimaan Pegawai 83 16. Pengangkatan dan Penempatan 85 17. Masa Percobaan Calon Pegawai 86 18. Orientasi 87 19. Kepangkatan Pegawai 88 20. Kenaikan Pangkat/Golongan 89 21. Beban Kerja Pegawai 90 22. Unsur Penilaian Kinerja Pegawai 92 23. Pejabat Penilai Kinerja Pegawai 93 24. Hari Kerja Dalam Seminggu 95 25. Hari Libur 97 26. Wewenang & Tanggung jawab Penerimaan Pegawai 97 27. Nomor Induk Pegawai Yayasan (NIPY) 98 28. Nomor Registrasi Pegawai Yayasan (NRPY) 100 BAB III HUBUNGAN KERJA & PEMBERDAYAAN PEGAWAI 29. Hubungan Kerja 102 30. Jenis Jabatan 105 31. Syarat Jabatan 107 32. Status Jabatan 112 33. Masa Jabatan 114 34. Masa Penugasan 115 35. Wewenang & Tanggung jawab Pengangkatan & Pemberhentian Pejabat Struktural 116
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxiii BAB IV PENILAIAN KINERJA 36. Tujuan 118 37. Sifat Penilaian 118 38. Wewenang & Tanggung jawab Penilaian Kinerja 119 BAB V PELATIHAN & PENGEMBANGAN 39. Tujuan 119 40. Jenis Pelatihan & Pengembangan 120 41. Persyaratan Pelatihan & Pengembangan 122 42. Kewajiban & Hak Penerima Tugas Belajar 123 43. Wewenang & Tanggung jawab Pelatihan & Pengembangan 125 BAB VI PEMELIHARAAN PEGAWAI 44. Tujuan 126 45. Jenis Pemeliharaan 126 46. Pemeliharaan Materil Penghasilan 126 47. Tunjangan - tunjangan 129 48. Potongan & Subsidi 136 49. Kenaikan Gaji Berkala 137 50. Kebijakan Imbal Jasa/Penggajian 138 51. Lembur Pegawai 139 52. Gaji Bagi Pegawai Baru 140 53. Gaji Selama Sakit 140 54. Gaji Selama Sakit Berkepanjangan 141 55. Gaji Selama Pegawai Dirumahkan 142 56. Waktu Pembayaran Gaji 142 57. Penghentian Pembayaran Gaji 142 58. Pemeliharaan Materiil Kesejahteraan 143 59. Bantuan untuk Keluarga Pegawai yang Ditahan oleh yang Berwajib 144 60. Bantuan Pinjaman Darurat 144 61. Bantuan Duka Cita 146 62 Bantuan Pernikahan 146
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxiv 63. Bantuan Melahirkan 147 64. Bantuan Kecelakaan dan Bencana Alam 147 65. Pemeliharaan Bersifat Non Materil 148 66. Cuti Tahunan 149 67. Cuti Massal 150 68. Cuti Pribadi 151 69. Cuti Datang Bulan (haid) dan Melahirkan 152 70. Cuti Sakit 154 71. Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Gaji 156 72. Ijin Meninggalkan Pekerjaan tanpa Gaji 156 73. Ijin Khusus Karena Penugasan Negara 157 74. Ijin Perjalanan ke Tanah Suci 158 75. Tidak Masuk Kerja 158 76. Ijin Meninggalkan Pekerjaan Pada Jam Kerja 159 BAB VII FASILITAS DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI 77. Koperasi Pegawai 159 78. Ibadah dan Doa 159 79. Rekreasi 161 80. Kesehatan Pegawai 161 81. Seragam Kerja 161 82. Perlengkapan Kerja 162 83. Kartu Pegawai 162 84. Keselamatan Kerja 163 BAB VIII PERJALANAN DINAS 85. Perjalanan Dinas 164 BAB IX PENGHARGAAN 86. Kenaikan Pangkat/Golongan 164 87. Ujian Kenaikan Pangkat 168 BAB X KEWAJIBAN & KODE ETIK
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxv 88. Kewajiban Yayasan 169 89. Kewajiban Pegawai 170 90. Hak Pegawai 172 91. Hak Kekayaan Intelektual 174 92. Larangan 174 93. Etika Pegawai 175 BAB XI DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN 94. Disiplin 181 95. Dasar Tindakan isiplin 181 96. Jenis Sanksi 182 97. Sanksi Akademik 183 98. Sanksi Demosi 184 99. Sanksi Skorsing 184 100. Sanksi Ganti Rugi 185 101. Masa Berlaku Sanksi 185 102. Mekanisme Pengenaan Sanksi 186 103. Tingkat pelanggaran 187 104. Pelanggaran Tingkat I (Pertama) 187 105. Pelanggaran Tingkat II (Kedua) 188 106. Pelanggaran Tingkat III (Ketiga) 190 107. Lain- lain 192 108. Prosedur Pemeriksaan 192 109. Pertimbangan Dalam Penentuan Jenis Sanksi 194 110. Keberatan atas Sanksi 194 111. Berlakunya Keputusan Sanksi 195 112. Wewenang & Tanggung jawab Pemberian Sanksi 195 BAB XII PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA & PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN 113. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 196 114. Pegawai Meninggal Dunia 197 115. Pegawai Mengundurkan Diri 198 116. Ketidakmampuan Bekerja Karena Kesehatan 199 117 Masa Sakit yang Berkepanjangan 199
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxvi 118. Pemberhentian Umum 200 119. Pemberhentian Karena Pensiun 200 120. Pemberhentian Karena Pelanggaran Atujran Yayasan 201 121. Pembebasan Tugas Sementara (Skorsing) 202 122. Uang Pesangon, Uang Penghargaan dan uang Penggantian Hak 203 123. Pembayaran Pesangon 205 124. Uang Pisah 205 BAB XIII PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 125. Jenis-jenis Perselisihan 205 126. Penyelesaian Keluhan & Pengaduan Pegawai 206 BAB XIV PENUTUP 127. Ketentuan Peralihan 206 128. Pokok - pokok Pelaksanaan Peraturan Kepegawaian 207 129. Ketentuan Penutup 207 PERATURAN YAYASAN TENTANG STATUA STKIP ABDI WACANA WAMENA PEMBUKAAN 213 BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pasal 1 214 BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN 2. Pasal 2 216 3. Pasal 3 217 BAB III INDENTITAS 4. Pasal 4 218 5. Pasal 5 219
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxvii BAB IV KEBEBASAN AKADEMIK, KEBEBASAN MIMBAR AKADEMIK, DAN OTONOMI KEILMUAN 6. Pasal 6 221 BAB V TATA KELOLA SEKOLAH TINGGI 7. Pasal 7 222 8. Pasal 8 222 9. Pasal 9 222 10. Pasal 10 223 11. Pasal 11 223 12 Pasal 12 224 13. Pasal 13 224 BAB VI PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN TINGGI 14. Pasal 14 225 15. Pasal 15 225 16. Pasal 16 226 17. Pasal 17 227 18. Pasal 18 227 19. Pasal 19 227 20. Pasal 20 228 BAB VII SISTEM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH TINGGI 21. Pasal 21 228 BAB VIII DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 22. Pasal 22 229 BAB IX MAHASISWA DAN ALUMNI 23. Pasal 23 230 24. Pasal 24 230
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxviii 25. Pasal 25 230 26. Pasal 26 230 BAB X KERJASAMA 27. Pasal 27 231 BAB XI SARANA DAN PRASARANA 28. Pasal 28 232 BAB XII PEMBIAYAAN 29. Pasal 29 232 BAB XIII PERUBAHAN TERHADAP STATUTA 30. Pasal 30 233 BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN 31. Pasal 31 234 BAB XV KETENTUAN PENUTUP 32. Pasal 32 234 33 Pasal 33 234 PENJELASAN ATAS PERATURAN BADAN PENGURUS YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA NOMOR 03 TAHUN 2020 235 LAMPIRAN I 239 LAMPIRAN II 241 PERATURAN YAYASAN TENTANG KEPALA SEKOLAH
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxix BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 245 BAB II PERSYARATAN BAKAL CALON KEPALA SEKOLAH 2. Persyaratan Umum 246 3. Persyaratan Khusus 247 BAB III PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH PADA SATUAN PENDIDIKAN 4. Umum 248 5. Penyiapan Calon 249 6. Pengusulan Calon 249 7. Seleksi Calon 249 BAB IV PROSES PENGANGKATAN KEPALA SEKOLAH 8. Proses Pengangkatan 251 BAB V PENUGASAN KEPALA SEKOLAH 9. Penugasan 251 BAB VI MUTASI KEPALA SEKOLAH 10. Mutasi 252 BAB VII PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPALA SEKOLAH 11. Pendidikan dan Pelatihan 253 BAB VIII TUGAS POKOK KEPALA SEKOLAH 12. Tugas Pokok Kepala Sekolah 254
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxx BAB IX PEMBINAAN KARIR KEPALA SEKOLAH 13. Pembinaan Karir Kepala Sekolah 255 BAB X PENILAIAN PRESTASI KERJA KEPALA SEKOLAH 14. Penilaian Prestasi Kerja 255 BAB XI PEMBERHENTIAN TUGAS KEPALA SEKOLAH 15. Pemberhentian Tugas Kepala Sekolah 256 BAB XII KETENTUAN PERALIHAN 16. Ketentuan Peralihan 257 BAB XIII PENUTUP 17. Penutup 258 PERATURAN YAYASAN TENTANG PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 261 BAB II PERSYARATAN BAKAL CALON PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 2. Persyaratan Umum 263 3. Persyaratan Khusus 264 BAB III PENYIAPAN CALON PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 4. Umum 265 5. Penyiapan Calon 265 6. Pengusulan Calon 265
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxi 7. Seleksi Calon 266 BAB IV PROSES PENGANGKATAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 8. Proses Pengangkatan 267 BAB V PENUGASAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 9. Penugasan 268 BAB VI MUTASI PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 10. Mutasi 269 BAB VII PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 11. Pendidikan dan Pelatihan 270 BAB VIII TUGAS POKOK PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 12. Tugas Pokok Pimpinan Perguruan Tinggi 271 BAB IX PEMBINAAN 13. Pembinaan Karir Pimpinan Perguruan Tinggi 271 BAB X PENILAIAN PRESTASI KERJA PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 14. Penilaian Prestasi Kerja 271 BAB XI PEMBERHENTIAN TUGAS PIMPINAN PERGURUAN TINGGI 15. Pemberhentian Tugas Pimpinan Perguruan Tinggi 272 BAB XII KETENTUAN PERALIHAN 16. Ketentuan Peralihan 273
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxii BAB XIII PENUTUP 17. Penutup 274 PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA NOMOR 05 TAHUN 2021 TENTANG TATA TERTIB PEGAWAI BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 277 2. Kedudukan 280 3. Maksud dan Tujuan 280 4. Ruang Lingkup 280 5. Prinsip 281 BAB II KEWAJIBAN DAN HAK PEGAWAI 6. Umum 281 7. Doa, Ibadah dan Kegiatan Keagamaan 282 8. Upacara Bendera dan Apel 283 9. Kegiatan Belajar Mengajar Dan Pekuliahan 284 10. Waktu Kerja, Lembur, Istrahat Dan Libur 284 11. Ulangan Dan Ujian 286 12. Remedial, Bimbingan Dan Pengayaan 286 13. Pakaian Seragam Dan Penampilan 287 14. Laboratorium, Benda Elektronik Dan Peralatan Kerja 289 15 Administrasi Pribadi, Perlengkapan Kerja Dan Kebersihan 290 16 Kesehatan Dan Keselamatan Kerja 291 17 Keuangan, Penggunaan Dan Pelaporan 292 BAB III ETIKA DAN KODE ETIK 18 Etika dan Kode Etik 294 19 Larangan 295
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxiii BAB IV KEWAJIBAN YAYASAN 20 Umum 297 21 Penempatan personil 298 22 Pengeloaan Aset dan Inventaris 299 23 Pembinaan 299 24 Penghargaan 300 BAB V DISIPLIN DAN SANKSI 25. Disiplin 300 26. Dasar Tindakan Disiplin 301 27. Jenis Sanksi 301 28. Sanksi Akademik 302 29. Sanksi Skorsing 303 30. Sanksi Ganti Rugi 304 31. Masa Berlaku Sanksi 304 32. Tingkat Pelanggaran 305 BAB VI ALIH TUGAS, PEMBERITAHUAN DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 33. Alih Tugas 305 34. Pemberhentian Jabatan 306 35. Pemutusan Hubungan Kerja 307 BAB X PENUTUP 36. Ketentuan Penutup 308 PERATURAN YAYASAN YPPGI DITANAH PAPUA NOMOR 06 TAHUN 2021 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH DINAS YAYASAN 310 BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 312 2. Maksud dan Tujuan 313
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxiv BAB II GOLONGAN DAN PENGHUNIAN RUMAH DINAS 3. Golongan 313 4. Penghunian Rumah Dinas 314 BAB III SYARAT PENGUNIAN RUMAH 5. Persyaratan 315 BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN 6. Hak dan Kewajiban Yayasan 316 7. Hak dan Kewajiban Penghuni 317 BAB V LARANGAN DAN ETIKA 8. Larangan 318 9. Etika Pegawai 319 BAB VI BERAKHIRNYA PENGHUNI RUMAH DINAS 10. Berakhirnya penghunian 320 BAB VII PEMBINAAN 11. Pembinaan Pegawai penghuni 321 BAB VIII DISIPLIN DAN SANKSI 12. Disiplin 321 13. Jenis Sanksi 322 14. Sanksi Ganti Rugi 322 15. Sanksi dikeluarkan dari Rumah 322 16. Sanksi Pidana 323 BAB IX TINGKAT PELANGGARAN
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxv 17. Pelanggaran Tingkkat I (Pertama) 323 18. Pelanggaran Tingkkat II (Kedua) 324 BAB X KETENTUAN PENUTUP 19. Penutup 325 PERATURAN YAYASAN YPPGI DITANAH PAPUA NOMOR 07 TAHUN 2021 TENTANG KEKAYAAN ATAU ASET YAYASAN 326 BAB I KETENTUAN UMUM 1. Pengertian 328 2. Maksud dan Tujuan 329 3. Ruang Lingkup 330 BAB II KEKAYAAN ATAU ASET 4. Jenis Kekayaan atau Aset 330 5. Sumber dan Pemilik Aset 331 6. Pendataan dan Pengarsipan Aset 331 7. Sistem Penyimpanan data Aset 332 8. Penanggung jawab 332 9. Penggunaan Aset 333 BAB III HAK DAN KEWAJIBAN PEGAWAI 10. Hak Pegawai 333 11. Kewajiban Pegawai 334 BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN YAYASAN 12. Hak Yayasan 335 13. Kewajiban Yayasan 335
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... xxxvi BAB V LARANGAN, DISIPLIN DAN SANKSI 14. Larangan 336 15. Disiplin 336 16. Dasar Tindakan Disiplin 337 17. Jenis Sanksi 337 18. Sanksi Ganti Rugi 337 19. Alih Tugas 338 20. Pemberhentian jabatan 338 21 Pemutusan Hubungan Kerja 338 22 Tingkat Pelanggaran 339 BAB VI PENUTUP 23 Ketentuan Tambahan 339 24 Ketentuan Penutup 340 LAMPIRAN 341
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 1 ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ANGGARAN DASAR (AD) PEMBUKAAN Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Yayasan mempunyai memiliki fungsi yang penting untuk kehidupan bermasyarakat, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan. Selain itu yayasan dapat membantu mencapai tujuan masyarakat pada bidang sosial baik itu kemanusiaan maupun keagamaan dengan memberikan perlindungan, bantuan dan juga pelayanan. Yayasan Pendidikan dan Persekolahaan Gereja – Gereja Injili (YPPGI) adalah Yayasan yang bergerak di bidang Pendidikan dan social kemanusiaan. Yayasan YPPGI berdiri pada Tahun 1963 di Gakokebo, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai. Yayasan didirikan oleh 5 (lima) Gereja Pertobatan, yang mulai beroperasi dari pedalaman hingga menyebar ke daerah pesisir pantai di seluruh Tanah Papua. Yayasan telah mendirikan Lembaga Pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD hingga Perguruan Tinggi.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 2 Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Yayasan YPPGI di Tanah Papua merupakan sebuah aturan dasar yang mengatur tentang tujuan, cita-cita, identitas, status, keanggotaan, hubungan antar anggota, kelembagaan, dan aturan kerumahtanggaan yayasan YPPGI. Keberadaan AD/ART berperan penting dalam organisasi Yayasan YPPGI di Tanah Papua karena ini menjadi suatu landasan dan pijakan untuk mencapai target dan tujuan yang akan dicapai bersama. BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA PASAL 1 NAMA Yayasan ini bernama YAYASAN PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN GEREJA-GEREJA INJILI DI TANAH PAPUA, di singkat YPPGI DI TANAH PAPUA dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Yayasan. PASAL 2 TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA 1. Kantor Pusat Yayasan berkedudukan di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. 2. Wilayah kerja Yayasan di Tanah Papua meliputi seluruh Provinsi di tanah Papua. BAB II JANGKA WAKTU PENDIRIAN, PENDIRI DAN STATUS PASAL 3 JANGKA WAKTU PENDIRIAN 1. Yayasan didirikan pada tanggal, 19 September 1963 di Gakokebo Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai. 2. Yayasan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 3 PASAL 4 PENDIRI YAYASAN Yayasan didirikan oleh 5 (lima) denominasi Gereja antara lain : 1. Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua/GKII (Gereja Kemah Injil). 2. Persekutuan Gereja Baptis Papua/West Papua (PGBP/PGBWP) di Tanah Papua (Gereja Baptis). 3. Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Tanah Papua. 4. Gereja – Gereja Reformasi Papua (GGRP/GGRIP) di Tanah Papua (Gereja Reformasi). 5. Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) di Tanah Papua (Gereja Alkitab). PASAL 5 STATUS Yayasan ini terdaftar secara resmi di kantor notaris pada tanggal 09 April 2011, sesuai Akta Notaris PUSPO ADI CAHYONO, S.H, MKn. 19 Agustus 2011, Surat Keputusan Mentri Hukum dan Ham Nomor : AHU - 5639. AH.01.04. Tahun 2011. BAB III AZAS, VISI MISI, TEMA DAN MOTO PASAL 6 AZAS Yayasan ini berazaskan : 1. Alkitab sebagai landasan Pendidikan Kristen. 2. Pancasila dan UUD 1945 sebagai azas dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 4 PASAL 7 VISI Visi yayasan : “Menjadi Yayasan Pendidikan Kristen yang unggul dalam Iman, Ilmu, Karakter dan Pelayanan.” PASAL 8 MISI Misi yayasan adalah : 1. Melaksanakan Kegiatan-kegiatan keagamaan yang berorientasi pada pembentukan iman, karakter dan pelayanan. 2. Menyelenggarangkan pendidikan dan pengajaran berdasarakan nilai – nilai kristiani dan Standart Pendidikan Nasional (SNP). 3. Menyelenggarakan kegiatan - kegiatan kemanusiaan yang berorientasi pada pengakuan harkat dan martabat manusia. 4. Mendirikan dan mengembangkan kegiatan – kegiatan kewirausahaan. 5. Membagun hubungan Kerjasama dan kemitraan dengan Lembaga – Lembaga resmi di dalam dan luar negeri. PASAL 9 MOTO DAN TEMA 1. Moto yayasan : “YPPGI BERSATU MAJU BERPRESTASI”. 2. Tema yayasan : “YPPGI BANGKIT, BERUBAH DAN MAJU”. BAB IV ATRIBUT, LAMBANG DAN MAKNA PASAL 10 ATRIBUT Yayasan mempunyai Atribut terdiri dari : Lambang, Pataka/Bendera, Hymne, Mars dan Sumpah/Janji.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 5 PASAL 11 LAMBANG Yayasan memiliki lambang yang berbentuk bingkai segi lima berwarna dasar biru, tulisan YPPGI berbentuk lingkaran, ayat Alkitab (Matius 14 : 16 – 18), puncak gunung, salju putih, Cahaya 5 (lima) pelita, pena berwarna kuning, buku berwarna putih merah, pepohonan berwarna hijau dan Warna dasar Biru. PASAL 12 MAKNA LAMBANG DAN WARNA 1. Bingkai berbentuk segi lima bermakna Pancasila yang terdiri dari 5 (lima) sila sebagai azas pendidikan yayasan. 2. Tulisan YPPGI yang berbentuk lingkaran bermakna Kesatuan yang bulat yang tidak dapat dipisahkan walaupun kondisinya berbeda tetapi tetap mempertahankan keutuhan. 3. Ayat Alkitab (Matius 14 : 16 - 18) melambangkan dasar dan pandangan hidup tentang sikap, karakter, etika menyangkut nilai - nilai kehidupan Kristen dalam berorganisasi dan bermasyarakat. 4. Puncak gunung bermakna YPPGI terbentuk di wilayah pegunungan dan beroperasi dari pedalaman sampai ke pesisir pantai. 5. Salju Putih bermakna keluhuran nilai - nilai dasar kemanusiaan abadi yang dianut YPPGI yaitu, kebenaran, keadilan, kejujuran, dan ketulusan hati. 6. Cahaya Lima Pelita melambangkan semangat 5 (Lima) Gereja pendiri yayasan. 7. Satu Pena Berwarna Kuning melambangkan satu Yayasan penyelenggara Pendidikan. 8. Buku berwarna putih merah melambangkan kecerdasan ilmu, kedewasaan Iman, kematangan karakter dan semangat pelayanan.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 6 9. Pepohonan bewarna hijau melambangkan semangat pengabdian dan kesuburan. 10. Warna dasar biru melambangkan kesejukan dan penuh kedamaian, ketenangan, ketegasan, kesetiaan dan percaya diri. BAB V MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN USAHA DAN PENGELOLAAN PASAL 13 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan Tujuan pendirian yayasan adalah : 1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran mewujudkan citacita bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. Melakukan pembinaan kerohanian dan menanamkan nilai-nilai Kekristenan dalam bidang Pendidikan dan keagamaan. 3. Melakukan kegiatan social dan kemanusiaan kepada sesama manusia. 4. Melakukan pengembangan badan usaha untuk mancapai kesejahteraan dan taraf hidup pengerja yang layak. PASAL 14 KEGIATAN DAN USAHA Untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan diatas, maka kegiatan dan usaha yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Pengembangan di bidang sosial antara lain : a. Menyelenggarakan Pendidikan Formal dari Pendidikan dasar, menengah dan Pendidikan Tinggi (PAUD/TK, SD, sampai dengan Perguruan Tinggi) yang keseluruhannya disesuaikan dan menggunakan kurikulum Pemerintah dan Yayasan.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 7 b. Menyelenggarakan Pendidikan non formal mulai dari pendidikan Paket A, B, C, dan Penyelenggaraan Kursus atau pelatihan dan pengembangan pengetahuan. c. Mendirikan dan mengelola asrama pelajar dan Mahasiswa, dan pegawai serta melakukan pembinaan. d. Mendirikan Panti Asuhan, rumah yatim piatu, Panti Jompo, panti wreda mendirikan rumah sakit, mendirikan poliklinik dan sarana kesehatan lainnya. e. Melakukan studi banding, pembinaan olah raga, kesenian dan pengembangan kegiatan fisik maupun mental lainnya. 2. Pengembangan di bidang keagamaan antara lain : a. Mendirikan Sarana Ibadah dan Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Kegiatan Ret-Reat dan kegiatan Rohani lainnya. b. Melakukan Pembinaan pemahaman Agama, Studi Banding Keagamaan dan pelatihan keagaamaan lainnya. 3. Pengembangan di bidang kemanusiaan antara lain : a. Memberikan Bantuan dan pembinaan kepada Korban Bencana Alam, tuna wisma, fakir miskin dan gelandangan. b. Melakukan pembinaan kepada anak-anak terlantar, mendirikan rumah persinggahan, memberikan bantuan perumahan, air bersih, penerangan bagi daerah terpencil secara cuma-cuma. c. Memberikan pelayanan Jenazah, kesehatan, penampungan pengungsi, perlindungan konsumen dan melestarikan lingkungan hidup. 4. Pengembangan di bidang badan usaha antara lain : a. Mendirikan dan menyelenggarakan koperasi, perseroan, waralaba dan lainnya.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 8 b. Mendirikan badan usaha di bidang Pangan dan jasa. c. Mengembangkan usaha lain melalui kerjasama dengan pihak dalam maupun luar negeri. BAB VI PRINSIP, FUNGSI DAN PERAN PASAL 15 PRINSIP Yayasan melakukan kegiatan berdasarkan prinsip - prinsip sebagai berikut : 1. Percaya dan taat pada Alkitab sebagai sumber kebenaran iman. 2. Patuh dan taat pada sistem perundangan - undangan yang berlaku. 3. Patuh pada AD/ART dan peraturan yayasan yang berlaku. 4. Manajemen yayasan dilakukan secara terbuka dan demokratis. PASAL 16 FUNGSI DAN PERAN Fungsi dan Peran Yayasan adalah : 1. Yayasan berfungsi sebagai wadah pengembangan Pendidikan, pelatihan, Kesehatan dan pelayanan sosial lainnya yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan sosial. 2. Yayasan berfungsi sebagai wadah pengembangan kegiatan keagamaan yang berperan dalam pembentukan iman dan karakter. 3. Yayasan berfungsi sebagai wadah pelayanan kemanusianan yang berperan menjawab persoalan - persoalan kemanusiaan. 4. Yayasan berfungsi sebagai wadah pengembangan kewirausahaan yang berperan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteranaan masyarakat.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 9 BAB VII STRUKTUR DAN ORGAN YAYASAN PASAL 17 ORGAN YAYASAN Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari : a. Pembina, b. Pengurus dan c. Pengawas. Bagian Pertama PEMBINA PASAL 18 UMUM 1. Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada pengurus atau pengawas. 2. Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota Pembina. 3. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota pembina, maka seorang diantaranya diangkat sebagai ketua Pembina. 4. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah perseorangan sebagai pendiri Yayasan dan atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan. 5. Anggota Pembina tidak diberikan gaji dan atau tunjangan oleh yayasan. 6. Dalam hal Yayasan oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Pembina, maka dalam waktu 30 (Tiga Puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 10 Pembina berdasarkan keputusan rapat gabungan anggota Pengawas dan Anggota Pengurus Yayasan. 7. Seorang anggota Dewan Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada yayasan paling lambat 30 (Tiga Puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. PASAL 19 KEANGGOTAAN DAN MASA JABATAN PEMBINA 1. Yang dapat diangkat menjadi anggota pembina adalah perseorangan sebagai anggota pendiri yayasan. 2. Keanggotaan pembina berasal dari gereja pendiri yayasan. 3. Masa Jabatan Pembina yayasan tidak ditentukan waktu lamanya. 4. Jabatan anggota Pembina akan berakhir dengan sendirinya, apabila anggota Pembina tersebut : a. Meninggal dunia. b. Mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis. c. Tidak lagi memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku. d. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat pembina. e. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampunan berdasarkan suatu penetapan pengadilan. f. Berakhirnya masa periode kerja sebagai Ketua Sinode/ Presiden/Majelis Umum Gereja pendiri. 5. Dalam hal pengganti anggota pembina di ayat 4f (empat) diatas maka, penggantinya adalah yang diangkat dan ditetapkan melalui rapat sidang resmi Gereja tersebut.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 11 6. Anggota pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota pengurus atau anggota pengawas. PASAL 20 TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA 1. Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama pembina. 2. Menyusun dan menetapkan perubahan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Yayasan. 3. Mengangkat dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas. 4. Menyusun dan menetapkan kebijakan umum yayasan dan Rencana Strategis berdasarkan AD/ART yayasan. 5. Melakukan pengawasan umum, evaluasi tahunan, dan pemenuhan kebutuhan Pembiayaan yayasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 6. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan. 7. Menerima dan mengesahkan laporan tahunan Pengurus Yayasan. 8. Penunjukan likuidator dalam hal Yayasan dibubarkan. 9. Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina, maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya. PASAL 21 SYARAT DAN KRITERIA PEMBINA Kriteria sebagai Badan Pembina adalah sebagai berikut : 1. Beriman, Percaya dan telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. 2. Sehat Jasmani dan Rohani menurut keterangan dokter.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 12 3. Berkewarganegaraan Indonesia. 4. Mempunyai komitmen untuk mengembangkan Yayasan. 5. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal strata satu (S1) atau setara yang di akui oleh Pemerintah. 6. Tidak pernah melakukan kejahatan dan dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang memilki kekuatan hukum tetap; 7. Tidak pernah dinyatakan pailit oleh suatu putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; 8. Seorang Pimpinan Gereja Pendiri atau orang yang ditunjuk oleh Pimpinan Gereja pendiri Yayasan. PASAL 22 TATA CARA PEMBENTUKAN PEMBINA Tata cara pembentukan pembina adalah sebagai berikut : 1. Jabatan Pembina dipimpin oleh utusan dari Gereja pendiri yayasan. 2. Yang dimaksud dengan Gereja pendiri yayasan adalah 5 (lima) Gereja yang tercantum dalam Akta Notaris dan Anggaran Dasar Pasal 4 (empat). 3. Jumlah utusan dari Gereja pendiri adalah 1 (satu) orang. PASAL 23 HAK DAN KEWAJIBAN PEMBINA 1. Memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan. 2. Mengadakan rapat pembina paling sedikit satu kali dalam 1 (satu) tahun. 3. Mengangkat dan memberhentikan pengurus dan pengawas.
AD / ART DAN PERATURAN YAYASAN YPPGI DI TANAH PAPUA ... 13 4. Mengadakan rapat setiap waktu bila di anggap perlu atas permintaan tertulis dari pengurus atau pengawas. 5. Membuat panggilan rapat Pembina paling lambat 7 (Tujuh) hari sebelum rapat di adakan. 6. Meyelenggarakan Rapat Tahunan paling lambat 5 (Lima) bulan setelah tahun buku di tutup. 7. Melakukan evaluasi tentang : a. Kekayaan Yayasan. b. Hak dan kewajiban Yayasan. c. Analisa program kerja yayasan tahun yang lampau. d. Laporan tahunan pengurus. e. Penetapan kebijakan umum yayasan. f. Pengesahan program kerja dan anggaran tahunan Yayasan 8. Meminta laporan bulanan dan tahunan dari pengurus mengenai : a. Pelaksanaan program kerja. b. Laporan keuangan yayasan. Bagian Kedua PENGURUS PASAL 24 UMUM 1. Pengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan Yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari : a. Seorang Ketua. b. Seorang Sekretaris. c. Seorang Bendahara.