The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agusjokosungkono82, 2022-11-02 01:00:12

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

sekresi kelenjar dan makin berkelok-keloknya dan kelenjar mamma. Ada terdapat duktus interalveo-
memanj angnya arteri helisina.
laris terminal yang berproliferasi, membentuk
Penurunan kadar LH dan progesteron menye-
bagian sekresi yaitu alveoli. Hormon-hormon yaqg
babkan terjadinya fase mensis, yang dimulai dengan terlibat adalah progesteron, estrogen dan human
vasokonstriksi arteri helisina secara telputus-putus chorionic mammotropin dari plasenta dan hor-
dan berlangsung lama, dengan akibat nekrosis din-
ding pembuluh darah serta jaringan endometrium mon laktogenik (prolaktin) dari asidofil adeno-
lapis fungsional. Bisa dipahami di sini bahwa lapis
basal tidak terpengaruh karena arterianya lurus. hipofisis.
Selama relaksasi (kejadian antara vasokonstriksi),
arteria helisina pecah dan aliran darah yang cepat Alveoli dan duktus interalveolaris terminal di-
mendorong lapis fungsional yang nekrosis menjadi kelilingi oleh sel-sel mioepitel yang berkontraksi
penuh terisi darah, sehingga hanyatetap ada lapis sebagai akibat pelepasan oksitosin dari neurohipo-
basal, endometrium tetap membatasi uterus. fisis (sebagai jawaban terhadap hisapan), mendo-
rong susu keluar dari mamma (milk ejection reflex)
B. Miometrium
V. SUSU
Selama kehamilan sel-sel otot polos miometrium
mengalami hipertrofi dan hiperplasia, mening- Susu terdiri atas air, protein, lipid dan laktosa.
katkan ketebalan dinding ototpolos. Selain itu, sel-
sel otot polos ini juga mempunyai gap junction Namun, susu yang disekresi selama beberapa hari
yang memudahkan koordinasi kerja kontraksi. Pada yang pertama (kolostrum) adalah berbeda. Susu
waktu melahirkan, oksitosin dan prostaglandin
menyebabkan otot uterus berkontraksi secara ritmik kaya akan vitamin, mineral, sel-sel limfoit dan
protein, terutama imunoglobulin A, memberikan
sehingga membantu pengeluaran fetus.
antibodi untuk neonatus selama beberapa bulaa

pertama dari kehidupan.

IV. EFEK HORMON TERHADAP

KELENJAR MAMMA

Selama kehamilan, beberapa hormon berinteraksi
untuk merangsang perkembangan sistem sekretoris

4oo . Atlas Berwarna Histologi


tu
s*s'I*r' CONTOH KASUS KLINIS

Pulasan Papanicolaou (Pap Smear) meningkat sepefii halnya perdarahan antara masa
mensis. Meskipun kondisi ini jinak, jika gejalanya
Pulasan Papanicolaou (Pap smear) dilakukan sebagai berat dan tidak terkendali, mungkin diperlukan histe-
rektomi.
bagian dari pemeriksaan ginekologik rutin untuk
Endometriosis
memeriksa sel-sel pembatas serviks dan vagina yang Endometriosis ditandai oleh adanya.iaringan endome-
terkelupas. Penilaian sel-sel yang dipulas memungkin- trium yang ektopik tersebar pada berbagai tempat
kan untuk mengenali kondisi prakanker seperti halnya sekitar rongga peritoneum. Terkadang jaringan ini
kanker serviks. Dianjurkan tes pulasan setiap tahun bermigrasi ke daerah ekstraperironeal, termasuk mata
karena kanker serviks perkembangannya relatif 1am- dan otak. Etiologi penyakit ini tidak diketahui, tetapi
bat dan Pap smear adalah suatu prosedur yang sangat mungkin selama siklus mensis beberapa sel endome-
efektifmurah yang berperan untuk deteksi dini kanker trium bermigrasi sepanjang tuba falopii dan masuk ke
serviks dan untuk menyelamatkan individu yang ter- rongga peritoneum. Pada kebanyakan kasus lesi endo-
kena. metriosis mencakup kista kecil yang melekat secara
terpisah atau dalam kelompokan kecil pada perito-
Gonore neum viseralis atau peritoneum parietalis.

Gonore adalah infeksi bakteri yang ditularkan secara Kanker Endometrium
seksuai oleh Neisseria gonorrhoeae suatu diplokokus
gram-negatif. Di Amerika Serikat, lebih dari satu juta Kanker endometrium adaiah keganasan endometrium
kasus gonore terjadi setiap tahun. Seringkali, penyakit uterus biasanya terjadi pada wanita pasca menopause.
Jenis yang paling sering dari kanker endometrium
yang ditularkan.secara seksual (STD) ini berperan adalah adenokarsinoma. Karena seiama stadium dini
sel-sel kanker tidak menyebuk serviks, Pap smear tidak
pada penyakit inflamasi pelvis dan pada salfingitis efektifuntuk mendiagnosis penyakit ini sampai kelainan
akut. ini masuk stadium lebih lanjut. Gejala utama kanker
endometrium adalah perdarahan uterus yang tidak
Penyakit Inflamasi Pelvis (Pelvic Inflammatory normal.
Disease/PID)
MolaHidatidosa
Penyakit inflamasi pelvis adalah inflamasi pada ser-
viks, uterus, tuba falopii dan atau ovarium, biasanya Terkadang suatu ovum tidak berkembang secara nor-
sekuele infeksi mikroba. Penderita PID memperlihat- mal dan bukan berkembang menjadi suatu fetus tetapi
kan adanya tegang dan nyeri pada daerah abdomen membentuk suatu massa jaringan yang awalnya menye-
bawah, demam, bau yang tidak sedap dari cairan rupai kehamilan atau pada beberapa pasien, setelah
vagina dan terjadi perdarahan yang tidak normal. Pada melahirkan, sisa-sisa jaringan plasenta mungkin ber-
kondisi yang berat mungkin sangat mengganggu, proliferasi. Diketahui sebagai mola hidatidosa, per-
memerlukan istirahat baring dan pemberian analgetika
yangkuat. tumbuhan ini ukurannya semakin besar lebih cepat
daripada perkembangan suatu fetus. Ketika dokter
Adenomiosis tidak mendengar denyutan jantung, abdomen pasien
membengkak lebih daripada yang diperkirakan dan
Adenomiosis adalah suatu kondisi yang sering terjadi pasien mengeluh muntah dan mual hebat, mola hidati-
di kelenjar endometrium menyebuk miometrium dan dosa sebaiknya dicurigai. Kelainan ini terutama benar
menyebabkan uterus membesar, terkadang menjadi
pada individu yang mengeluh keluar cairan dari vagina
dua atau tiga kali ukuran normalnya. Pada keba- berupa kelompokan jaringan yang menyerupai anggur.

nyakan wanita, adenomiosis tidak memberikan gejala
dan hanya pada pemeriksaan ginekologik kondisi ini
ditemukan. Ketika gangguan ini menjadi simtomatik,

wanita ini biasanya berusia antara 35 dan 50 tahun,
mungkin merasakan nyeri saat berhubungan seksual
dan dia mecatat peningkatan aliran darah mensis

Sistem Reproduksi Wanita . 401


.t:::t,l:i;.Iladaikelan]lakan,r kaguq'mola hidatidosa diserap sen- Penyakit Paget Puting Susu

diri. Hanya sekttu 207o kasus kelainan ini menjadi Penyakit Paget puting susu biasanya terjadi pada
invasif dan pada kasus yang sangat jarang kelainan ini wanita usia lanjut dan berkaitan dengan kanker payu-
dara yang berasal dari duktus. Awal penyakit berupa
,l r': r.r,:1!rgnjadi:,'gaoas.:, :(kemudian .dilenal sebaga.i koriokar- sisik atau keropeng puting susu yang sering disertai
u:tr].',iu,iqi :dirtJika.rSel:sel'molahidatidosa tidak menyebuk keluarnya suatu cairan dari putting susu. Biasanya
pasien tidak mempunyai gejala lainnya dan seringkali
jaringan atau organ-organ. kemungkinan pasien sem- mengabaikan kondisi ini. Pilihan pengobatan adalah
mastektomi dengan mengangkat nodus limfatikus
buh 100%. Biasanya pengobatannya adalah dilatasi regional.

1i.t..t:i@q,${!tag9; ime$ki- pgtl: terkadan g dilakukan histerek-
tomi. Karena tempat yang sering terkena metastasis

adalah paru, maka dianjurkan melakukan foto toraks

r,r.r,,:]d6i1]:lia5i11g1ips' k€dm',,korionik rgonadotropin dalam

'

darah untuk memastikan bahwa seluruh mola hida-

tidiform bersih.

4O2 . Atlas Berwarna Histologi


O CSTATAN

Sistem ReproduhsilVanita . 403


*AffiS,&R tr .Ovarium. Monyet. Plastic section. .S&ffiffi&S 3 Ovarium. Monyet, Plastic section,
x 14.
x 132.

Ovarium dibedakan menjadi medula (Me) dan Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
korteks (Co). Dalam medula terdapat pembuluh
darah (BV) yang besar, berasal dari pembuluh daerah yang sama dengan daerah korak Gambar 1.
darah di korteks. Dalam korteks ovarium terdapat
Perhatikan epitel germinal (GE) menyelimuti
sejumlah folikel-folikel ovarium, umumnya folikel kapsula fibrosa yaitu tunika albuginea (TA).

ini sangat kecil (panch) sementara itu ada sedikit Dalam daerah korteks (Co) ini ada sejumlah folikel
folikel matang telah mencapai stadium folikel Graaf primordial (PF). Perhatikan jaringan ikat ovarium

(GF). Kapsulajaringan ikat fibrosa yang tebal yaitu sangat selular dan disebut sebagai stroma (ST).
Sbipan. Ovarium. Korteks. Monyet. Plastic
tunika albuginea (TA) dapat dilihat di sini, sedang-
kan epitel germinal (GE) kadang terlihat. Perhati- section. x 540. Folikel primordial terdiri atas oosit
kan mesovarium (Mo) tidak hanya menggantung- primer (PO), yang inti (N) dan anak inti (panah)
nya tampak jelas. Perhatikan satu lapisan gepeng
kan ovarium tetapi juga membawa pembuluh darah
ke medula. Suatu daerah serupa dengan daerah sel-sel folikel (FC) mengitari oosit. Thnika

kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam albuginea (TA) dan epitel germinal (GE) juga

Gambar2. tampak dalam fotomikroskopik ini.

Se$S&&& 3 r Folikel primer. Monyet. Plastic .&&$d*&R 4 Folikel sekunder, Kelinci. Paraffin

section, x 270. section. x 132,

Folikel primer berbeda dari folikel primordial tidak Folikel sekunder sangat menyerupai folikel primer
hanya ukurannya tetapi juga bentuknya dan jumlah multilaminar, perbedaan terutama pada ukurannya
sel-sel folikelnya. Folikel primer unilaminar dalam
yang lebih besar. Selain itu, sel folikel (FC)
sisipan (x 270) tampak satu lapisan sel folikel
berbentuk kubis mengelingi oosit primer (PO) lapisannya bertambah dan lebih penting lagi cairan

yang relatif kecil, yang inti (N)-nya jelas terlihat. folikel (FF) mulai tampak dalam ruang antar-sel,

Folikel primer multilaminar memperlihatkan oosit yang menjadi satu menjadi beberapa badan Call-
primer (PO) yang ukurannya telah bertambah. Sel Exner. Perhatikan juga stroma yang langsung mengi-

folikel (FC) sekarang membentuk suatu lapisan tari sel-sel folikel tersusun membentuk teka interna
(TI) dan lapisan yang lebih fibrosa yaitu teka eks-
berlapis sekeliling oosit., dipisahkan sel-sel folikel ini terna (TE).
oleh zona pelusida (ZP). Stroma (St) ditata ulang
sekitar folikel untuk membentuk teka interna (TI). folikel primordial

Perhatikan adanya membrana basalis (BM)

antara sel-sel folikel dan teka interna.

Pembuluh dar Folikel
Graaf

Teka
interna

Teka
eksterna

4o4 . Atlas Berwarna Histologi


fsAMsAea

t-eeruseexl leesssee,il

KUNC I GF folikel Graaf PO oosit primer
Me medula TA tunikaalbuginea
BM membrana basalis Mo mesovarium TE tekaeksterna
BV pembuluh darah N inti TI tekaintema
Co korteks PF folikel primordial ZP zonapelusida
FC sel folikel St stroma
FF cairan folikel
GE epitel germinal

Sistem Reproduksi Wanita . 405


GAI\{$AR'l . FolikelGraaf. Paraffin section. x 132. .G&MIBAH 2 Folikel Graaf, Kumulus ooforus.

Paraffin section. x 270.

Folikel Graaf adalah folikel yang paling matang dari Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
semua folikel ovarium dan siap untuk melepaskan daerah kofak Gambar L. Perhatikan bahwa kumulus

oosit primer pada proses ovulasi. Gairan folikel ooforus dalamnya ada oosit primer (PO) yanginti
(FL) mengisi ruang tunggal yaitu antrum, yang (N)-nya tampak dalam sajian ini. Zona pelusida

dindingnya sel-sel granulosa (sel-sel folikel), dan (ZP) mengelilingi oosit dan juluran (panah) seI-sel
disebut membrana granulosa (MG). Beberapa folikel sekitarnya meluas ke dalam daerah yang tidak
ber sel. Selapis sel-sel folikel tampak memancar
sel-sel granulosa yang mengitari oosit primer
(PO) menonjol ke dalam antrum sebagai kumulus seperti mahkota di tepi oosit primer dan dikenal
ooforus (CO). Perhatikan membrana basalis sebagai korona radiata (CR). Perhatikan mem-
brana basalis (BM) juga teka interna (TI) dan
(BM) yang memisahkan sel-sel granulosa dari teka tekaeksterna (TE).

interna (TD. Teka eksterna (TE) dari jaringan rGAIIJIBAR 4 Korpus luteum. Manusia. Paraffin
fibrosa menjadi satu dan hampir tidak dapat
dibedakan dengan stroma di sekitarnya. Daerah section. x 132.

kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
Gambar2.
daerah korck Gambar 3. Sel lutein granulosa
CAMBAR 3 . Korpus luteum. Manusia, Paraffin
(GL) dari korpus luteum mudah dibedakan dari
section. x 14. unsurjaringan ikat (CT), karena gambar sebelum-

Selesai omlasi folikel Graaf mengalami modifikasi nya dengan inti (N) hampir selalu di tengah dari sel-
sel bulat besar (kepala panah). Di tengah bidang
membentuk bangunan sementara, yaitu korpus
ditempati oleh suatu lipatan yang ditempati sel
hemoragikum, yang akan menjadi korpus luteum. lutein teka (TI) di tengah sejumlah unsurjaringan
Sel-sel yang men''usun membrana granulosa mem- ikat (CT) danpembuluh darah (Bg. Suatu daerah
besa4 gambarannya vesikular dan dikenal sebagai yang serupa dengan daerah kotak diperlihatkan

sel lutein granulosa (GL), yang melipat dan dengan pemb esaran kuat dalam Gambar 1 di halaman
berikutnya.
ruangan antara lipatan ditempati unsur jaringan ikat,
pembuluh darah dan sel teka interna (panah). SeI
teka interna ini juga membesar, menjadi glandular
dan dikenal sebagai sel lutein teka. Sisa antrum diisi
oleh fibrin dan eksudat serosa yang nantinya diganti-
kan oleh unsur jaringan ikat. Suatu daerah serupa
dengan daerah kotck diperlihatkan dengan pembe-
saran kuat pada Gambar 4.

Membran granulosa

Kumulus ooforus

Zona pelusida - ",-,

Oosit

Korona radiata
(sekeliling oosit)

Antrum 1-

Ovarium

406 . Atlas Berwarna Histologi


TgEMs&eTl lerqsggni I

KUNC I FL cairan folikel TE teka eksterna
GL sel lutein granulosa
BM membrana basalis MG membrana granulosa TI tekainterna
BV unsur vaskular N inti TL selluteinteka
PO oositprimer
CO kumulus ooforus ZP zonapelusida
CR koronaradiata
CT jaringan ikat

Sistem Reproduhsi Wanita . 407


*&ffiSAA I . Korpus luteum. Manusia, Paraffin 3.&S&$SAR Korpus albikans. Manusia. Paraffin

section. x 540. section. x 132.

Gambar fotomikroskopik ini serupa dengan daerah Ketika korpus luteum mengalami kemunduran, unsur

kotok Gambar 4 dari halaman sebelumnya. Perhati- selnya berdegenerasi, dan mengalami autolisis.

kan sel-sel lutein granulosa (GL) yang besar, Korpus luteum menjadi disebuk oleh makrofag yang

sitoplasmanya tampak vesikula4 memperlihatkan memfagosit sel-sel mati, meninggalkan jaringan
ruang-ruang yang ditempati lemak pada jaringan fibrosa (FT) yang relatif aselular. Yang tadinya
banyak pembuluh darah (BV) juga mengalami
hidup. Perhatikan inti (N) sel-sel ini lebih jauh satu
sama lain daripada inti sel lutein teka (TL) yang kemunduran dan seluruh korpus albikans tampak
pucat dibandingkan stroma (St) ovarium sekeliling-
lebih kecil, yang juga tampak lebih gelap (kepala
nya yang relatif gelap. Korpus albikans akan mun-dur
panah). Inti-inti gepeng (panah) berasal dari ber-
bagai sel jaringan ikat. sampai menjadi jaringan parut kecil pada per-

mukaanovarium.

GAFdBAR 3 o Tuba Falopii. x.s. Manusia. Paraffin .*&,W$&R 4 Tuba Falopii. x.s. Monyet. Plastic

section. x 1 4. section. x 132.

Tuba falopii, juga disebut tuba falopii atau tuba Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
uterina, terbentang dari ovarium ke rongga uterus. daerah serupa dengan daeroh kotak Gambar 3.
Bangunan ini melekat pada dinding tubuh melalui Seluruh ketebalan dinding tuba falopii memper-
lihatkan pembuluh darah (Bg, tunika serosa (S)
ligamentum latum (BL), yang di dalamnya
yang melapisi tunika muskularis, dimana lapis
banyak pembuluh darah (BV) ke tunika serosa
(S) dari tuba falopii. Tlrnika muskularis (M) yang longitudinalis luar (OL) dan lapis sirkularis
tebal terdiri atas otot polos sirkularis dalam dan dalam (IC) tidak berbatas tegas. Ilrnika mukosa
longitudinalis luar yang batasnya tidak tegas. (Mu) sangat berlipat-lipat dan dibatasi oleh epitel

Tunika mukosa (Mu) membentuk lipatan (Ep) selapis torak. Jaringan ikat jarang dari lamina
propria (LP) banyak mengandung pembuluh darah
memanjang, yang demikian banyak di infundibulum (panah). Daerah kotak diperlihatkan dengan

dan ampula, sehingga membagi lumen (L) menjadi pembesaran kuat dalam Gambar 1 di halaman
ruang yang berkelok-kelok. Suatu daerah yang
berikutnya.
serupa dengan daerah kotak diperlihatkan dengan

pembesaran kuat dalam Gambar 4.

e ls.tr-u-i6::-r/*f\ l)

lii' #;

'4I'1'{:;1: .,,:f',.:- -- .i
]tj;A

Korpus ^wu^n"1jii,

/rorpus Lutern

luteum I Lutein

Ovarium

4o8 . Atlas Berwarna Histologi


#=ij#-*

ru*l'#r i

[GAJvmAn 4l

KUNCI

BL ligamentum latum IC otot sirkularis dalam N inti
BV pembuluhdarah L lumen OL ototlongitudinalluar
Ep epitel LP lamina propria S
FT jaringan fibrosa M tunika muskularis St tunika serosa
GL selluteingranulosa Mu tunikamukosa TL stroma
selluteinteka

Sistem Reproduhsi Wanita . 4o9


fi,r&n$gAfi 1 . Tuba Falopii. x.s. Monyet, Plastic .&AllfrEAn 2 Tuba Falopii. x.s. Monyet. Plastic

section. x 270. section. x 540.

Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat

kttat daerah kotak Gambar 4 halaman sebelumnya. daerah serupa dengan daerahkotak dari Gambar l-.

Perhatikan lapisan muskularis sirkularis dalam Lamina propria (LP) merupakan jaringan ikat
(IC). Lamina propria (LP) sangat sempit di yang sangat selular mengandung banyak pem-
buluh darah. Membrana basalis (BM) tampak
daerah ini (panah), tetapi ada lipatan epitel longitu- jelas memisahkan jaringan ikat dari epitel

dinal. Di tengah lipatan ini terdapat pembuluh pembatasnya. Perhatikan epitel terdiri atas duajenis
darah (BV), longgar, tetapi jaringan ikat (CT) yang berbeda, sel paku (PC) lebih tipis, tidakbersilia,
banyak sel-selnya. Epitel (Ep) selapis torak mem-
batasi lumen (L) tuba falopii yang berkelok-kelok. tetapi bagian apikalnya menonjol di atas sel-sel

Suatu daerah serupa dengan daerah kotak diper- bersilia. Tonjolan ini (kepala panah) berisi bahan
lihatkan dengan pembesaran kuat di Gambar 2.
nutrisi yang memberi nutrisi sel benih. Sel jenis yang
GAMSAn 3 . Epiteltuba Falopii. Manusia.
kedua dari epitel tuba falopii adalah sel bersilia
Mikroskop elektron. x 4,553.
(CC), dimana silianya bergetar secara serentak dengan

sel-sel tetangganya, mendorong bahan nutrisi ke

arah lumen uterus.

Tuba falopii manusia pada pertengahan siklus (hari
ke L4) memperlihatkan dua jenis sel-sel epitel, sel

paku (PC) dan sel bersilia (CC). Sel paku adalah
sel sekretoris ditandai oleh adanya aparatus Golgi

(GA) yang banyak terletak di daerah apikal sel dari
nukleus (N). Perhatikan adanya hasil sekresi yang
padat elektron (panah) di bagian yang meleba4 pada

ujung apikal sel-sel ini. Perhatikanjuga beberapa sel

bersilia menunjukkan penimbunan glikogen (Gl)

pada kedua kutub dari nukleus. (Seizin Verhage H,
Bareither M, Jaffe R, Akbar M. Cyclic changes in
ciliation, secretion ad cell height of the oviductal

epethelium in women. Am J Andr 156:505-5 22, 7979)

BV unsur vaskular Ep epitel L lumen
BM membranabasalis GA laminapropria
aparatus Golgi LP inti
CC selbersilia GI glikogen selpaku
CT jaringanikat IC N
muskularis sirkulardalam PC

410 . Atlas Berwarna Htstologi


jffffi t-GemsAnF-l

ffi.'

FFft

[€sit{BARI

[eAMBAatI

Sistem Reproduhsi Wanita . 411


$AruHAR 'l o Uterus, Fase folikular. Manusia. .G*mB,&fi 2 Uterus. Fase folikular, Manusia.
Paraffin section, x 14.
Paraffin section, x 132.

Uterus merupakan organ yang berdinding tebal, di- Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
mana dindingnya terdiri atas tiga lapisan. Tunika
serosa sebelah luar (atau pada daerah tertentu, tunika daerah kotak dafi Gambar 1. Perhatikan lapis
adventisia) tidak begitujelas dan tidak terlihat dalam
fungsional (F) endometrium dibatasi oleh epitel
gambar fotomikroskopik di sini. Miometrium (My) (Ep) selapis torak yang memperlihatkan aktivitas
yang tebal terdiri atas otot polos, terdiri atas tiga mitosis (panah). Kelenjar (GL) yang sedang ter-
lapisan yang tidak berbatas tegas: longitudinal bentuk juga terdiri atas epitel (Ep) selapis torak
luar (OL), sirkularis tengah (MC) dan longitu- yang sel-selnya aktif membelah. Stroma (St) banyak
dinal dalam (IL). Endometrium (En) selanjut- sel-sel-nya, seperti tampak adanya sejumlah inti sel
nya dibagi menjadi lapisan basal (B) dan lapisan jaringan ikat dalam lapangan pandang ini. Perhati-
fungsional (F). Lapis fungsional tebalnya berva- kan juga pembuluh darah (BVJ yang banyak dalam

riasi dan susunannya melalui fase-fase selama siklus stroma endometrium.
mensis. Perhatikan lapis fungsional sedang dalam
proses pembentukan dan karena itu dalam pemben- 4.GAMRAR Uterus. Fase luteal awal. Manusia.

tukan kelenjar (GL) nya lurus. Sisi dalam dari bebe- Paraffin section. x 132.

rapa kelenjar ini tampak percabangan (panah). Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
serupa dengan daerahkotak dari Gambar 3. Lapisan
Daerah kotak diperlihatkan dengan pembesaran
fungsional endometrium dilapisi oleh epitel (Ep)
kuat dalam Gambar 2. selapis torak, yang memisahkan stfoma (S0
endometrium dengan lumen (L) uterus. Perhatikan
.GAMEAR 3 Uterus. Fase luteal. Manusia. kelenjar endometrium (GL) terdiri atas epitel

Paraffin section. x 14, selapis torak, lebih banyak daripada yang terdapat
dalam fase folikular (Gambar 2, atas). Perhatikan
Miometrium (My) uterus selalu tetap selama ber-
juga bahwa kelenjar-kelenjar ini tampak lebih
bagai fase endometrium. Perhatikan ketiga lapisan-
nya, terutama lapis otot polos sirkular tengah banyak berkelok-kelok dan meleba4 dan lumennya berisi
sedikit hasil sekresi kelenjar (panah).
mengandung pembuluh darah, karena itu sering
disebut stratum vaskular (S\D. Endometrium Tuba uterina Pars intramuralis tuba uterina
(En) banyak mengandung kelenjar (GL) yang (Fallopii) lsmus tuba uterina

menjadi sangat berkelok-kelok dalam persiapan Ampula
blastokista yang bakal diberi nutrisi oleh sekresi
kelenjar-kelenjar ini setelah terjadinya implantasi.
Suatu daerah serupa dengan daero.h kotak diper-

lihatkan dengan pembesaran kuat dalam Gambar 4.

Ligamentum ovarii

Ovarium,...-...** lnfundibulum

Ligamentum Iatum-

Kanalis servikalis
Serviks

JLigamentum servikalis lateralis

Vagina

412 . Atlas Berwarna Histologi Sistem Reproduksi Wanita


t-GAtttBifT-l IGAMEAnn

KUNCI

B lapisan basal GL kelenjar OL otot longitudinal
BV pembuluhdarah IL ototlongitudinaldalam luar
lumen stroma
En endometrium L St stratumvaskular
MC otot sirkulartengah SV
Ep epitel
F lapisanfungsional My
miometrium

Sistem Reproduhsi Wanita . 413


SAMBAR 'l o Uterus. Fase pertengahan luteal. $AM8AR 2 . Uterus. Fase luteal akhir. Manusia.
Manusia. Paraffin section. x 270.
Paraffin section. x 132.

Selama fase pertengahan luteal kelenjar (GL) Selama fase luteal akhir dari endometrium, kelenjar-

endometrium menjadi sangat berkelok-kelok dan kelenjar berbentuk seperti tangga (atau gigi gergaji)

berbentuk seperti uliran dan sel torak (CC) selapis (panah). Sel epitel (CC) selapis torak tampak pucat
dan menarik untuk diperhatikan kedudukan gli-
menimbun glikogen (panah). Perhatikan bahwa kogen sekarang di sebelah apikal (kepala panah)

selama fase endometrium ini, glikogen letaknya sebe- dibanding dengan tadinya di bagian basal. Glikogen
yang terletak apikal memberi gambaran compang-
lah basal, mendorong inti (N) ke tengah sel. Per-
camping pada permukaan bebas sel-sel ini. Per-
hatikan juga bahwa stroma (St) mengalami realai hatikan bahwa lumen (L) kelenjar terisi dengan

desidua di mana beberapa sel-sel jaringan ikat mem- cairan viskus yang kaya akan glikogen. Perhatikan

besar karena sel akan terisi penuh dengan lemak dan juga bahwa stroma (St) disebuk oleh sejumlah
leukosit (Le).
glikogen. Arteria spiralis (HA) tampak pada

beberapa potongan melintang.

3.&AMlEAK Uterus. Fase mensis. Manusia. rGAMBAR 4 Uterus. Fase mensis. Manusia.

Paraffin section. x 132. Paraffin section. x 270.
Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuar
Fase mensis endometrium dicirikan oleh adanya daerah kotak Gambar 3. Perhatikan beberapa kelen-
konstriksi secara periodik dan pembukaan arteria
jar (Ct-) endometrium robek dan fragmen nekro-
spiralis (HA) secara berurutan, mengakibatkan
iskemia disusul nekrosis sisi superfisial lapis tik (NF) telah lepas dari lapis fungsional (F)

fungsional. Karena adanya kontraksi secara spas- endometrium. Stroma (St) disebuk oleh leukosit,
modik semburan tiba-tiba darah arteri menyebab-
inti (N) yang padat diselimuti oleh sel-sel endo-
kan lepasnya fragmen nekrotik (NF) lapis super-
fisial endometrium yang kemudian dilepaskan metrium. Perhatikan bahwa beberapa sel-sel endo-
metrium masih besar, menandakan reaksi desidua.
sebagai aliran darah mensis. Stroma endometrium
menjadi bengkak terisi darah, meningkatkan derajat Pars intramuralis tuba uterina
iskemia dan akhimya seluruh lapis fungsional menge-

lupas. Perhatikan bahwa lumen (L) tidak lama lagi

mempunyai pembatas epitel yang sempurna (kepala
panah). Daerah kotak diperllhatkan dengan pem-
besaran kuat dalam Gambar 4.

Tuba uterina
(Fallopii)

Ligamentum ovarii lnfundibulum

ovarium-+
.i lli,ti

Ligamentum latum-

Kanalis servikalis Endometrium Dinding uterus
Miometrium
Lrgamentum servikalis lateralis Tunika adventisia
Vagina

Sistem Reproduksi Wanita

414 . Atlas Berwarna Histologi


t-g,q-qfiBAntl at-G,gi*-ft,r8*n I

t@ tlt-eArvrgAfi

CC sel torak HA arteria spiralis N inti
F lapisfungsional L lumen NF fragmennekrotik
GL kelenjar Le leukosit St stroma

Sistem Reproduhsi lvanita . 415


CAMBAR'l . Plasenta, Manusia, Paraffin 0AMBAA 2 o Plasenta. Manusia. Paraffin section.

section. x 132. x 270.

Plasenta manusia erat berkaitan dengan endomeffium Potongan melintang vili terminalis (TV) sangat

uterus. Pada pertemuan ini, desidua basalis (DB) sederhana pada plasenta yang sempurna. Vili
merupakan kelompokan sel desidua (DC) yang dikelilingi oleh ruang intervilar (IS) yang pada
banyak berbentuk bulat sampai poligonal, dengan plasenta fungsional terisi dengan darah maternal.
sitoplasma yang mengembang terisi dengan lipid
Karena itu, sel-sel vilus bekerja sebagai barier
dan glikogen. Anchoring vili korialis (AV) yang
plasenta. Barier ini sangat banyak berkurang pada
menjulur melekat ke desidua basalis, sementara plasenta yang sempurna, seperti tampak dalam
ujung vili lainnya bebas dalam ruang intervilar
gambar fotomikroskopik ini. Lapis luar vilus terminal
(IS). Vili ini paling banyak dan dikenal sebagai vili
terminalis (T'Vl, kebanyakan vili ini terpotong terdiri atas sinsitiotrofoblas (ST), yang sejumlah

melintang atau serong. Vili ini secara bebas berca- inti (N) nya sering berkelompok bersama sebagai
bang dan pada plasenta yang sempurna, diameter- bercak sinsisial (SK). Bagian tengah vilus

nya lebih kecil dibanding pada plasenta yang belum ditempati sejumlah kapiler (Ca) fetus yang biasanya
terletak di daerah vilus yang tidak mengandung inti
sempurna. Sisipan. Plasenta. Manusia. Paraffin sinsisial (kepala panah). Pembuluh darah (BV)
section. x 270. Perhatikan sel desidua (DC) ber- fetus yang lebih besar juga ditemukan di tengah,
dikelilingi oleh mesoderm (Me). Sitotrofoblas dan
bentuk bulat sampai poligonal. Inti (N) nya letak- sel Hofbauer yang bersifat fagositik dari plasenta

nya lebih kurang di tengah dan sitoplasmanya tam- yang belum sempurna kebanyakan menghilang pada
pak bervakuol karena ektraksi glikogen dan lipid
selama pembuatan sajian histologik. akhirkehamilan.

SAMBAR 3 . Vagina. Ls. Monyet. Plastic section. .GAIUEAR 4 Vagina. Ls. Manusia. Paraffin
x 14.
section. x 132.

Vagina adalah tabung fibromuskulaq dimana ruang Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
vagina (VS) kebanyakan tertutup karena secara
suatu daerah serupa dengan daerah kotak dalam
normal dindingnya saling bersentuhan satu sama Gambar 3. Epitel (Ep) berlapis gepeng tanpa lapisan

lain. Dinding ini terdiri atas empat lapisan : tunika tanduk dari vagina dicirikan oleh adanya sel-sel yang
tampak kosong yang men''usun seluruh ketebalan
mukosa 1Uu), tunika submukosa (SM),
epitel. Ini terjadi karena ekstraksi lipid dan glikogen
tunika muskularis (M) dan tunika adventisia
(A). Tunika mukosa terdiri atas epitel (Ep) dan selama pembuatan sajian histologik. Perhatikan sel-
lamina propria (LP) di bawahnya. Sebelah dalam
sel di bagian lebih dalam dari epitel ini mempunyai
tunika mukosa adalah tunika submukosa, tampak
dengan sejumlah pembuluh darah yang besar sedikit badan inldusi; karena itu, sitoplasmanya
tampak normal. Perhatikan juga lamina propria
merupakan bagian dari jaringan erektil. Otot polos (LP) mempunyai banyak pembuluh darah (BV)
dan mempunyai sejumlah leukosit (Le) (panoh).
tunika muskularis tersusun dalam dua lapisan,
sirkularis dalam (IC) dan longitudinalis luar Akhirnya, perhatikan tidak terdapat kelenjar dan
(OL) yang lebih tebal. Suatu daerah yang serupa
tunika muskularis mukosa.
dengan daerah kotck diperlihatkan dengan pem-

besaran kuat dalam Gambar 4.

Anchoring villi (vilus primer) Lempeng korion
Vili korialis (vilus sekunder)
Cabang vilus (vilus tersier) Septum plasenta
Desidua basalis
Stratum kompakta
Stratum spongiosum
Miometrium

Plasenta

416 . Atlas Berwarna Histologi


'I d

Jrfu ffi

":;i

9
r**h-S*"'

|_l:ArlrE*Ra-]

KUNCI

A tunika adventisia IC otot sirkular dalam N inti
AV anchoring vili korialis IS ruang intervilar OL otot longitudinal luar
BV pembuluhdarah Le leukosit SK simpul sinsisial
Ca kapiler LP laminapropria SM tunikasubmukosa
DB desiduabasalis M tunikamuskularis ST sinsitiotrofoblas
DC sel desidua Me mesoderm TV vilus terminal
Ep epitel Mu mukosa VS ruang vaglna

Sistem Reproduksi lyanita . 417


*&||8SgS f . Kelenjar mamma. Tidak aktif, $AMSA& 3 . Kelenjar mamma. Laktasi. Manusia.

Manusia. Paraffin section. x 132. Paraffin section. x 132.

Kelenjar mamma merupakan modifikasi kelenjar Selama kehamilan duktus (D) kelenjar mamma

keringat yang pada stadium istirahat memperlihat- mengalami perkembangan pesat, dimana kuncup
alveoli berproliferasi membentuk lobulus (Lo) yang
kan duktus (D) dengan kadang-kadang kuncup
alveoli (BA) dipercabangkan dari ujung buntu duk- terdiri atas sejumlah alveoli (Al). Jaringan ikat
tus. Bagian lain dari mamma terdiri atas jaringan
(CT) interlobular mengalami perubahan menjadi
ikat padat kolagen (dCT) tersebar dengan lebih tipis, sementara itu dimana-mana jaringan ikat

lobulus lemak. Namun, tepat dekat duktus dan kun- mempertahankan sifat sebelumnya untuk menyokong

cup alveoli jaringan ikat (CT) tersusun lebih long- peningkatan berat mamma. Perhatikan bahwa

gar. Diduga bahwa jaringan ikatyang lebih longgar ini jaringan ikat yang tepat berdekatan dengan duktus
dan lobulus (panah) mempertahankan susunannya
berasal dari stratum papilare dermis. Bandingkan
yang longgar. Bandingkan gambar fotomikroskopik ini
gambar fotomikroskopik ini dengan Gambar 2.
dengan Gambar L.

GAMBAB 3 . Kelenjar mamma, Laktasi, Manusia. .&&ffi*A& 4 Kelenjar Mamma. Puting susu.

Paraffin section, x 132. Manusia. Paraffin section. x 14.

Kelenjar mamma aktif memperlihatkan sejumlah Puting susu berbentuk kerucut yang besar dari mamma
lobulus (Lo) dari alveoli (Al) yang tersusun padat
dilapisi oleh epidermis (Ed) yang tipis, terdiri atas
sekali sehingga unsur jaringan ikat (CT) sangat
epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. Mes-
terdesak. Gambar fotomikroskopik ini jelas mem- kipun puting susu tidak mempunyai rambut maupun
perlihatkan susunan jaringan ini yang padat. Meski- kelenjar keringat, bangunan ini mempunyai banyak
pun jaringan ini memperlihatkan kesamaan secara
umum dengan histologi kelenjar tiroid, tetapi dengan kelenjar sebasea (SG). Jaringan ikat (CT)
adanya duktus dan percabangan alveoli (panah) jttga
tidak adanya substansia koloid menolong untuk padat kolagen tidak beraturan di tengah memper-
membedakan jaringan ini sebagai kelenjar mamma lihatkan sejumlah duktus laktiferus rersusun
aktif.Snpon. Keleqiar mamma. Aktif. Manusia. memanjangyang menembus ujung puting susu untuk
Paraffrn section. x 270. Perhatikan percabangan menyalurkan susu ke luar. Duktus laktiferus dike-
(panah) alveolus ini, beberapa mempunyai sel-sel lilingi oleh serat ototpolos (SM) yangmembentuk
epitel (Ep) selapis kuboid tampak vakuohsasi (kepala jala-jala luas yang berperan untuk ereksi puting susu,
panah). Perhatikan juga bahwa lumen (L) berisi mengangkatnya untuk memudahkan proses peng-
isapan. Bagian yang tepat mengelilingi puting susu
hasil sekresi lemak. adalah areola (Ar).

Al alveolus D duktus L lumen
Ar areola dCT jaringanikatpadat Lo lobulus
BA kuncupalveoli Ed epidemis SG kelenjarsebasea
CT jaringanikat Ep epitel SM ototpolos

4t8 . Atlas Berwarna Histologi


i-

r"' nil,'i
u,i.

'*;{'.t

lf-se*\$*enj Fr-qsse${ x l

t-$sffiilRe s I [ {.r&ffi&441 ]

Sistem Reproduksi Wanita . 419


rl

W Ringkasan Histologik

I. OVARIUM oosit dan sel folikel menonjol ke dalam antmm
A. Korteks ovarium adalah kumulus ooforus. Selapis sel folikel yang
langsung mengitari oosit adalah korona radiata.
Korteks ovarium dilapisi oleh mesotel yang ber- Juluran panjang di apikal sel-sel ini terbentang ke
modifikasi menjadi epitel germinal. Sebelah dalam dalam zona pelusida. Teka interna dan teka eks-
dari epitel selapis kuboid atau selapis gepeng ini terna berkembang baik; teka interna memperlihat-
adalah tunika albuginea, yang merupakan kapsula kan sejumlah sel dan kapiler, sedangkan teka
jaringan ikat fibrosa dari ovarium. Bagian lain dari eksterna selnya sedikit dan lebih banyak jaringan

jaringan ikat ovarium adalah lebih banyak fibrosa.

mengandung sel dan dikenal sebagai stroma. Kor- 5. Folikelatretik
teks ovarium ditempati oleh folikel dalam berbagai Folikel atretik ada dalam keadaan degenerasi.
stadium perkembangan. Folikel ini dicirikan pada stadium berikutnya oleh
adanya fibroblas dalam folikel dan oosit yang ber-
1. Fotikelprimordial
Folikel primordial terdiri atas oosit primer yang degenerasi.
dikelingi oleh selapis sel folikular (sel granulosa)
B. Medula ovarium
yang berbentuk gepeng.
Medula ovarium terdiri atas jaringan ikat fibro-
2. Folikelprimer
elastis yang relatif longgar dalamnya terdapat banyak
a. F olikel p rime r unil amina r pembuluh darah termasuk arteri spiralis dan vena
yang berkelok-kelok.
Terdiri atas oosit primer dikelilingi oleh sela-
pis sel folikular yang berbentuk kuboid. G, Korpus luteum

b. F olikel p rime r mult il amina r Setelah penonjolan oosit sekunder dengan sel-sel
folikel yang mengikutinya, sisa-sisa folikel Graaf
Terdiri atas oosit primer dikelilingi oleh bebe- sebagian menjadi terisi dengan darah dan dikenal
sebagai korpus hemoragikum. Sel membrana
rapa lapisan sel folikular. Zona pelusida granulosa berubah menjadi sel lutein granulosa
yang besar. Selanjutnya, sel teka interna juga
tampak. Teka interna mulai terbentuk. makin besar menjadi sel lutein teka, meskipun sel
ini tetap lebih kecil daripada sel lutein granulosa.
3. FoIikeI sekunder (vesikular)
D. Korpus albikans
Folikel sekunder dibedakan dari folikel primer
Korpus albikans adalah korpus luteum yang dalam
multilaminar oleh ukurannya yang lebih besar, oleh proses kemunduran dan hialinisasi. Bangunan ini
adanya teka interna dan tunika eksterna yang ber- menjadi fibrotik dengan sedikit fibroblas di antara
kembang baik dan terutama oleh adanya cairan bahan antar-sel. Akhirnya, korpus albikans akan
folikel yang terbentuk dalam ruang-ruang kecil dari menjadi jaringan parut pada permukaan ovarium.
ruang antar-sel pada sel folikel. Ruang yang terisi
cairan ini dikenal sebagai badan Call-Exner.

4. F olikel Graaf (M atan g )

Folikel Graaf sangat besar, badan Call-Exner
menyatu membentuk ruang tunggal dan antrum
terisi dengan cairan folikel. Dinding anffum dike-

nal sebagai membrana granulosa dan daerah dari

420 . Atlas Berwarna Histolo$i


II. DUKTUS GENITAL serosa; bagian lainnya melekat kejaringan sekitar-
A, Tirba Falopii nya melalui tunika adventisia.

l.Tunikamukosa G. Plasenta
Tunika mukosa tuba falopii sangat berliparlipat di
infundibulum dan ampula. Mukosa ini terdiri atas 7. Desi.duabqsalis
lamina propria suatu jaringan ikat longgar, selular Desidua basalis merupakan lapis endometrium
dan epitel selapis torak. Epitel terdiri atas sel-sel
paku dan sel-sel bersilia. berasal dari maternal, mempunyai ciri adanya sel
desidua yang besar, penuh dengan butiran gliko-
2. Tunikamuskuluris gen. Arteria spiralis dan vena yang lurus terbuka
Sarung otot terdiri atas otot polos sirkular dalam ke dalam ruang intervilar berbentuk sepeni labirin.
dan otot polos longitudinal luar.
2. Lemp eng korion dun vili
3, Tunika serosa Lempeng korion merupakan daerah sakus korio-
nik fetus dari sini vili korialis menjulur ke dalam
Tuba falopii dibungkus oleh tunika serosa.
ruang intervilar desidua basalis. Setiap vilus mem-
B. Uterus
punyai bagian tengah terdiri atas jaringan ikat
T.Endometrium fibromuskular mengelilingi kapiler (berasal dari
Endometrium dibagi menjadi lapis basal dan lapis pembuluh umbilikus). Vilus dilapisi oleh sel-sel
fungsional. Jaringan ini dibatasi oleh epitel selapis trofoblas. Selama paruh pertama kehamilan, ada
torak. Lamina propria bervariasi dengan adanya
fase-fase siklus mensis. dua lapis sel trofoblas yaitu lapis kuboidal sebelah

a. Fasefolikular dalam sitotrofoblas dan lapis luar sinsitio-
Kelenjar tampak lurus dan memperlihatkan
gambaran mitosis dan arteri spiralis tumbuh trofoblas. Selama paruh kedua kehamilan, hanya
ke dalam lapis fungsional. sinsitiotrofoblas tetap ada. Namun, saat dimana

b. Fase luteal vili korialis terbenam ke dalam desidua basalis,

Kelenjar menjadi berkelok-kelok dan arteri sitotrofoblas ada.

spiralis menjadi berkelok-kelok. Lumen kelen- D. Vagina
jar menimbun hasil sekresi. Fibroblas mem-
besar dan menimbun glikogen. l.Tunikumukosa
Vagina dibatasi oleh epitel berlapis gepeng tanpa
c. Fase mensis
lapisan tanduk. Lamina propria terdiri atas
Lapis fungsional mengelupas dan lamina
propria memperlihatkan darah yang keluar jaringan ikat fibroelastis, tidak mempunyai kelen-
jar. Tunika mukosa membentuk lipatan meman-
dari pembuluh darah. jang dikenal sebagai rugae.

2, Miometrium 2.Tunikasubmukosa
Miometrium tampak tebal dan terdiri atas tiga Tunika submukosa juga terdiri atas jaringan ikat
lapisan otot polos yang tidak berbatas tegas : longi- fibroelastis di dalamnya banyak terdapat pembuluh
tudinal sebelah dalam, sirkular tengah dan longi-
tudinal luar. Selama kehamilan miomeffium mening- darah.
kat ukurannya sebagai akibat hipertrofi sel otot
polos danpenimbunan sel ototpolos baru. 3. Tunika muskularis
Tunika muskularis terdiri atas berkas serat otot
3. Taniku serosa polos yang saling menyilang. Dekat orifisium eks-
ternum, vagina diperlengkapi dengan sfingter otot
Umumnya uterus dibungkus oleh suatu tunika skelet.

4. Tunika adventisiq

Vagina berhubungan dengan bangunan sekitarnya
melalui tunika adventisia-nya.

Sistem Reproduksi l)ganlta . 42t


E, Kelenjar Mamma 3. Areola dan pating sasu

L Ke I e nj ar mamma inaktif Areola terdiri atas epidermis berpigmen memper-
Kelenjar tidak aktif terutama terdiri atas jaringan lihatkan kelenjar apokrin areolar yang besar.
ikat padat kolagen yang tidak beraturan tersebar Selain itu,juga ada kelenjar keringat dan kelenjar
dengan lobulus dari jaringan lemak dan sejumlah sebasea yang besar. Dalam dermis ada sejumlah
duktus. Seringkali, ujung buntu duktus ada kun- serat otot polos. Puting susu mempunyai beberapa
cup alveoli dan sel-sel mioepitel. pori kecil pada ujung distal duktus laktiferus.
Duktus ini berasal dari sinus laktiferus, cadangan
2. Ke I e nj ar mamma laktssi yang lebar pada dasar puting susu. Epidemis yang
melapisi puting susu tipis dan dermis mempunyai
Kelenjar mamma menjadi aktif selamakehamilan banyak serat otot polos dan ujung saraf. Meskipun
dan laktasi. Alveoli yang makin banyak yang mem- puting susu tidak mempunyai folikel rambut atau
bentuk sejumlah lobulus terdiri atas selapis sel kelenjar keringat, bangunan ini mempunyai banyak
kelenjar sebasea.
kuboidal, menyerupai kelenjar tiroid. Namun,
dengan adanya duktus dan sel mioepitel mem-
berikan perbedaan yang khas. Alveoli dan lumen

duktus mungkin berisi hasil sekresi lemak.

41,2 . Atlas Berwarna Histologi


Sistem 18_)

Reproduhsi Pria

Sistem reproduksi (lihat Gambx 18-1) pria terdiri sel yang berdiferensiasi disokong oleh sel-sel
Sertoli baik secara fisik maupun nutrisinya. Lebih
atas dua buah testis (gonad pria), sistem duktus geni-
ta1, kelenjar pelengkap dan penis. Sistem reproduksi lanjut, taut kedap antara sel Sertoli yang berdekatan
membentuk sawar darah-testis yang melindungi
pria berfungsi dalam pembentukan spermatozoa, sel-sel benih yang sedang berkembang dari kejadian
menghasilkan hormon kelamin pria dan menghan- autoimun. Epitel seminiferus duduk pada mem-
brana basalis yang dikelilingi oleh tunika propria
tarkan gamet pria ke dalam saluran reproduksi dari j aringan fibromuskular.

wanita. Jaringan ikat yang mengelilingi tubulus semini-
ferus, selain unsur saraf dan pembuluh darah, kelom-
O TESTIS
pokan kecil sel endokrin penghasil androgen
Setiap testis merupakanbangunan yang berben- yaitu sel interstisial Leydig. Sel-sel ini mengha-
tuk lonjong menempati bagian ruang yang terpisah silkan hormon kelamin pria testosteron. Sebelum
dalam skrotum. Kapsula jaringan ikat fibromusku- pubertas, testosteron tidak dihasilkan, tetapi pada
larnya yaitu tunika albuginea menebal pada medias- saat pubertas kelenjar pituitari melepaskan lutei-
tinum testis, dari sini septa membagi testis ke dalam nizing hormone (LH) dan follicle stimulating
sekitar 250 ruang-ruang kecil yang tidak sempurna hormone (FSH). LH mengaktifkan sel-sel intersti-
sial Leydig yang melepaskan testosteron, sedang-
disebut lobuli testis. Setiap lobulus testis ditempati
satu sampai empat saluran yang sangat berkelok- kan FSH menginduksi sel-sel Serloli untuk meng-
kelok yaitu tubulus seminiferus yang berfungsi hasilkan adenylate cyclase, yang melalui perantara
dalam menghasilkan spermatozoa. Lumen setiap cAMP, merangsang produksi androgen-binding
tubulus seminiferus dibatasi oleh beberapa lapis sel protein (ABP). Androgen testosteron dan dihidro-
yang tebal yaitu epitel seminiferus. Sel basal dari testosteron (bentuk testosteron yang berubah oleh
enzym 5o-reduktase) berikatan dengan ABP dan
epitel ini terdiri atas sel Sertoli dan tiga jenis
ikatan ini dilepaskan ke dalam lumen tubulus
spermatogonia. Tipe A gelap, tipe A pucat dan tipe
seminiferus, dimana peningkatan kadar testosteron
B spermatogonia. Sel-sel spermatogonia tipe B meningkatkan spermatogenesis.

membelah karena aktivitas nllosis untuk melakukan O DUKTUS GENITAL
replikasi dan menghasilkan spermatosit primer.
Spermatosit primer yang diploid memasuki pem' Suatu sistem duktus genital menghantarkan
belahan meiosis pertama, membentuk sperma- spermatozoa dan komponen cairan dari semen ke
tosit sekunder yang dengan menyelesaikan pem- luar. Tubulus seminiferus dihubungkan melalui
belahan meiosis kedua, terbentuklah spermatid tubulus lurus yang pendek yaitu tubuli rekti' ke
yang haploid. Setelah sebagian besar sitoplasma
lepas, disusun kembali organel-organelnya dan men-
dapatkan organel khusus tertentu, spermatid men-
jadi spermatozoa, yaitu sel benih pria. Seluruh sel-

Slstem Reproduksi PrTa . 423


GAMBAR 18-1 Sistem Reproduksi Pria Kolon

Duktus deferens Vesikula seminalis
Kandung kemih Ampula duktus deferens

Korpus kavernosurn -i':' Duktus ejakulatorius
Glandula prostat
Korpus spongiosum -ir. ,l;l.l,l
Rektum
Uretra Anus
Glandula bulbouretralis
Glans penrs Bulbus penis

Prepusium

Setiap testis dibagi menjadi sekltar 250
lobuli testis, masing-masing ditempati satu
sampai empat tubulus seminiferus yang
sangat berkelok-ke1ok.

Testis
Epididimis

i,"'Tn:iiliii##

Dinding tubulus seminiferus terdiri atas unsur
jaringan ikat yang tipis yang komponen sel utama-
nya adalah fibroblas. Epitel seminiferus (germi-
nal) terdiri atas sel spermatogenik dan sel Sertoli.
Sel spermatogenik mengalami mitosis, meiosis
dan spermiogenesis. Sel Sertoli membentuk zonula
occludens satu sama lain, sehingga memisahkan

lumen tubulus seminiferus menjadi dua ruang yang
konsentris.

424 . Atlas Berwarna Histologi


i GAMBAR 18-2 Spermiogenesis
j:.. . r.*:.
- J,.-,.,,,J :'.-

Bagian utama

.ry*@;;;

Badan residu

FASEAKROSOM i/xVesikel r
Topi akrosom
akrosomal K\trfref.i;w;]*,

,/ ras

Seratt pozadat lr

Mitokondria

Kolom bersegmen

Plasmalema
Akrosom
Selubung inti

lnti

Sistem Reproduhsi Ptla . 425


rete testis, yang terdiri atas ruang labirin yang ter- Selain itu, sepasang kecil glandula bulbouretralis
letak di mediastinum testis. Dari sini, spermatozoa mengeluarkan sekret yang viskus ke dalam uretra
memasuki bagian pertama epididimis, 15-20 duk- pars kavemosa (spongiosa). Setiap vesikula semi-
nalis merupakan kelenjar yang sempit dan panjang
tuli eferentes yang kemudian menyalurkannya ke dan sangat berlipatJipat, menghasilkan substansia
dalam duktus epididimis. Selama spermatozoa nutritif yang banyak dengan wama kuning yang
khas. Glandula prostat terdiri atas banyak kelenjar
berada dalam epididimis, spermatozoa mengalami tunggal yang melingkar dan saluran keluarnya me-
pematangan. Kaput epididimis terdiri atas duktuli nembus dinding uretra. Kelenjar ini tersebar dalam
eferentes, sementara korpus dan kauda epididimis tiga daerah dan karena itu dikelompokkan sebagai
kelenjar mukosa, kelenjar submukosa dan kelen-
terdiri atas duktus epididimis, yang lanjutannya
adalah duktus deferens (vas deferens) (lihat Gam- jar prostat eksterna (utama). Sekresi kelenjar
bar 18-1). Bangunan muskular yang tebal ini mela-
lui kanalis inguinalis, sebagai bagian dari funikulus prostat berupa cairan yang licin berwarna keputihan
mengandung enzim proteolitik dan fosfatase asam.
spermatikus, mencapai rongga abdomen. Tepat sebe-
lum mencapai glandula prostat, vesikula seminalis Konkremen prostat sering ditemukan dalam
mencurahkan sekretnya ke dalam duktus deferens,
lumen kelenj ar prostat.
yang berakhir pada tempat ini. Lanjutan duktus
deferens dikenal sebagai duktus ejakulatorius, O PENIS
memasuki glandula prostat. Kelenjar ini menge-
luarkan hasil sekresinya ke dalam duktus ejaku- Penis, merupakan organ kopulasi pria, pada
keadaan normal flaksid. Selama rangsangan sek-
latorius. Duktus ejekulatorius kanan dan kiri men- sual, ketiga korpus yang berbentuk silindris dari
jaringan erektil yaitu korpora kavernosa dan
curahkannya ke dalam uretra, saluran ini meng- korpus spongiosum, menjadi melebar terisi dengan
darah. Tekanan cairan dalam ruang vaskular jaringan
hantarkan baik urine maupun semen ke luar. Uretra, erektil menjadikan penis sangat membesar, me-
yang berjalan sepanjang penis, ada tiga daerah: pars nyebabkan terjadinya ereksi dan keras. Selanjutnya
ejakulasi atau pengakhiran rangsangan seksual,
prostat, pars membranosa dan pars kavernosa terjadi detumesensia dan penis kembali ke keadaan
flaksid.
(spongiosa).

O ](ELENJAR PELENGKAP

Ketiga kelenjar pelengkap sistem reproduksi
pria, yang memberi komponen cair semen adalah
dua vesikula seminalis dan glandula prostat.

426 . Atlas Berwarna Histologi


L

@ Histofisiologi

I. FUNGSI SEL SERTOLI II. SPERMATOGENESIS

Sel-sel Sertoli duduk pada lamina basalis tubulus Spermatogenesis bergantung pada beberapa hor-
seminiferus dan membentuk zonula occludens satu
sama lain, jadi memisahkan lumen tubulus semini- mon, termasuk luteinizing hormone (LH), pro-
ferus menjadi kompartemen basal sebelah luar dan
kompartemen adluminal sebelah dalam. Dengan laktin dan FSH dari adenohipofisis (lihat Gambar
demikian, kompartemen adluminal menjadi teryi-
sah dari unsurjaringan ikat dan ini akan melindungi 18-2). Prolaktin menginduksi sel-sel interstisial
sel-sel spermatogenik dari sistem imun. Leydig unfuk menyatakan reseptor LH. Sekali LH
berikatan ke reseptor pada sel Leydig, sel ini akan
Oleh pengaruh hormon stimulasi folikel (FSH)
yang disekresi oleh kelenjar hipofise anterior, sel mensekresi testosteron dan FSH menyebabkan sel-
Sertoli mensekresi protein pengikat-androgen sel Serloli melepaskan ABP. ABP mempertahankan
(Androgen-binding Protein = ABP), yarg meng- kadar testosteron tetap tinggi dalam tubulus semi-
ikat testosteron dan dihidrotestosteron, dan kom- niferus supaya spermatogenesis terj adi. Testosteron

pleks ini masuk ke lumen tubulus seminiferus. Dengan menyebabkan umpan balik negatif untuk pele-
mempertahankan kadarnya tetap tinggi untuk ter- pasan LH dan inhibin, yang dihasilkan oleh sel-sel
j adinya spermatogenesis. Sel-sel ini juga mensekresi Sertoli, menghambat pelepasan FSH yang mana
aktivin juga diproduksi oleh sel Sertoli, untuk
hormon inhibin, yang menghalangi pelepasan FSH
dan aktivin, yang meningkatkan pelepasan FSH, merangsang pelepasan FSH. Agar spermatogenesis
keduanya melalui mekanisme umpan balik berlangsung normal, testis harus mempertahankan

Secara fisik dan secara metabolik spermatosit, temperaturnya (350C) yang sedikit lebih rendah dari
spermatid dan spermatozoa didukung oleh sel
temperatur tubuh.
Sertoli. Selanjutnya, sitoplasma yang dibuang selama
Spermatogenesis terjadi secara siklis tetapi tidak
proses spermiogenesis akan difagosit oleh sel Ser- bersamaan pada sepanjang tubulus seminiferus.
toli. Sel Sertoli iuga mensekresi cairan yang kaya Siklus epitel seminiferus ini terdiri atas kumpulan
fruktosa yang membantu spermatozoa dan merupa- sel-sel yang berulang dalam berbagai stadium
kan media transpor spermatozoa melalui tubulus
seminiferus dan saluran genital. perkembangan. Setiap kumpulan terdiri atas

Selama perkembangan embrional, sel Sertoli kelompokan sel yang saling berhubungan satu sama
menghasilkan hormon anti-miillerian (miillerian- lain melalui jembatan antarsel, membentuk suatu
inhibiting factor), yang mencegah perkembangan sinsitium bersama-sama yang berpindah ke arah
duktus miilleri, sehingga memastikan perkembangan lumen tubulus seminiferus sebagai suatu kesatuan.
embrio pria bukan embrio wanita. Selain itu, adanya
dihidrotestosteron menetapkan perkembangan Tiga fase spermatogenesis adalah spermatosito-
genitalia pria, sedangkan tidak adanya genitalia
wanita akan berkembang bahkan jika komplemen genesis, meiosis dan spermiogenesis.
kromosom memerlukan untuk jenis kelamin laki-
Iaki. Spermatositogenesis adalah proses yang meli-
batkanmitosis, dimana spermatogonia tipe A yang
pucat berbentuk diploid membelah untuk memben-
tuk tipe A pucat lebih banyak lagi dari spermato-

gonia tipe B. Spermatogonia tipe A yang gelap

menunjukkan populasi sel cadangan yang secara
normal tidak mengalami pembelahan sel, tetapi jika

hal itu terjadi, sel-sel ini membentuk spermatogonia
tipeApucat.

Sistem Reproduksi Pria . 427


Spermatogonia tipe B membelah membentuk dikelilingi oleh kapsula jaringan ikat yang tebal
spermatosit primer. Seluruh spermatogonia ada- yaitu tunika albuginea. Korpus erektil mendapat-
lah sel diploid (2N). Sel-sel ini terletak dalam kan darah dari arteria helisina yang biasanya
mengalir langsung melalui anastomosis arterio-
kompartemen basal, sedangkan spermatosit pri- venosa, mempertahankan penis dalam keadaan
mer bermigrasi ke dalam kompartemen adlumi- flaksid. Rangsang parasimpatis ke anastomosis
nal.
ini menyebabkan vasokonstriksi, mengarahkan
Fase meiosis mulai jika spermatosit primer (isi
4CDNA) mengalami pembelahan meiosis pertama, darah ke dalam arteria helisina dan ini kemudian ke
membentuk dua spermatosit sekunder (isi 2CDNA) dalam ruang-mang kavernosa. Korpus erektil
yang berusia pendek. Spermatosit sekunder tidak (terutama korpora kavemosa) menjadi terisi penuh
ber-replikasi DNA-nya tetapi langsung mulai pem-
belahan meiosis kedua dan masing-masing mem- dengan darah dan penis menjadi ereksi.
bentuk dua spermatid (N) haploid.
Setelah ejakulasi atau pada keadaan tidak ada-
Spermiogenesis (Gambar L8-2) adalah proses nya rangsangan lanjutan, rangsang parasimpatis
diferensiasi sel dari spermatid menjadi spermatozoa berhenti, aliran darah ke arteria helisina berkurang,
dan tidak melibatkan pembelahan sel. Sebagai ganti- darah secara lambat meninggalkan ruang kavernosa
nya, spermatid melepaskan sitoplasmanya (difago- dan penis kembali ke keadaan flaksid.

sit oleh sel Sertoli), membentuk suatu granula Ejakulasi adalah pelepasan secara bertenaga
akrosom, silia yang panjang dan serat padat semen dari sistem reproduksi pria. Tenaga yang
sebelah luar dan. selubung fibrosa yang kasar. diperlukan untuk ejakulasi berasal dari kontraksi
ritmik lapisan otot polos yang tebal dari duktus
Spermatozoon yang terbentuk dan dilepaskan ke (vas) deferens dan kontraksi cepat dari muskulus
dalam lumen tubulus seminiferus adalah nonmotil bulbokavernosus.
dan belum mampu membuahi suatu ovum. Sper-
matozoa tetap belum motil sampai spermatozoa Setiap ejakulasi ada sekitar 3 mL dan berisi 60-
meninggalkan epididimis. Spermatozoa menjadi 100 juta spermatozoa bersama-sama dalam plasma
mampu membuahi ketika spermatozoa telah menga- seminal. Kelenjar pelengkap sistem reproduksi pria,
lami kapasitasi pada sistem reproduksi wanita. kelenjar prostat dan kelenjar bulbouretralis juga
vesikula seminalis (dan bahkan kelenjar Littr6)
III. EREKSI DAN EJAKULASI ikut serta dalam pembentukan bagian plasma dari
semen. Sekresi kelenjar bulbouretralis melumasi
Penis selama kopulasi melepaskan semen yang uretra, sedangkan sekresi prostat membantu sper-
berisi spermatozoa ke traktus reproduksi wanita. matozoa menjadi motil dengan menetralkan sekresi
Penis juga merupakan organ ekskresi untuk urine. asam dari duktus deferens dan sekresi dari saluran
Penis dibungkus oleh kulit dan terdiri atas tiga kor- reproduksi wanita. Energi untuk spermatozoa dise-
pus erektil, dua korpora kavernosa dan sebelah diakan oleh sekresi yang kaya akan fruktosa dari
ventralnya ada korpus spongiosum (korpus kaver-
nosum uretra) vesikula seminalis.

Setiap korpus erektil, di dalamnya ada ruang-
ruang kavernosa yang dibatasi oleh endotel,

428 . Atlas Berwarna Htstologi


*,

'i,ffi ,--9""9*ltJ*g-t1*{asll,-9"**!f kll-tg

Kriptorkidismus KankerTestis

Kriptorkidismus adalah suatu cacat perkembangan Kanker testis paling sering mengenai pria berusia lebih
pada mana satu atau kedua testis gagal turun ke dalam muda daripada zl0 tahun. Kelainan ini ditemukan sewaktu
skrotum. Ketika tidak ada penurunan, akan mengaki- palpasi sebagai benjolan dalam skrotum. Jika beniolan
batkan sterilitas karena suhu tubuh normal mengham- ini tidak berkaitan dengan testis, kelainan ini biasanya
bat spematogenesis. Biasanya, kondisi ini dapat diko-
reksi secara pembedahan; namun, sperma pasien jinak, sedangkan jika benjolan ini berkaitan dengan
mungkin j adi tidak normal . testis kelainan ini biasanya ganas; karena itu, suatu
benjolan yang diketahui pada testis baik nyeri atau
Vasektomi tidak, sebaiknya diperiksa oleh dokter. Seringkali,

Vasektomi adalah suatu cara sterilisasi yang dilakukan individu dengan kanker testis memperlihatkan kadar
dengan membuat sayatan kecil pada dinding skrotum alfa-fetoprotein dalam darah meningkat dan kadar
yang melalui ini duktus deferens diputuskan. human-chorionic gonadotropin meningkat. Peng-
obatan untuk kanker testis adalah pengangkatan secara
Ejakulasi yang normal rata-rata sekitar 3 mL semen pembedahan padatestis yang terkena. Jikaterjadi metas-
yang mengandung 60-100 juta spermatozoa per mL. tasis, pembedahan disertai radiasi dan kemoterapi.
Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa sekitat 20Ea
spermatozoa dalam ejakulat adalah tidak normal dan Balanopostitis
25Vo tidak motil. Individu yang menghasilkan sper-
Penimbunan cairan eksudat kental berwarna putih
matozoa kurang dari 2O jttta per mililiter dalam kekuningan di bawah kulit depan penis dari pria yang
tidak disirkumsisi merupakan tempat berkembangnya
ej akulatnya dikatakan steril.
jamur dan bakteri, jika tidak dibersihkan, mungkin
Pembesaran Prostat Jinak menyebabkan inflamasi kulit depan penis, dikenal
Kelenjar prostat mengalami hipertrofi dengan bertam-
bahnya usia, mengakibatkan pembesaran prostat jinak sebagai postitis, demikian juga inflamasi glans penis,
(BPH), suatu keadaan yang mungkin memampatkan dikenal sebagai balanitis. Jika keduanya ditemukan
lumen uretra yang mengakibatkan kesulitan dalam bersamaan, kondisi ini dikenal sebagai balanopostitis.
mengeluarkan urine. Pada usia 50 tahun, sekitar 4070
Kondisi ini mungkin disertai kemerahan, nyeri dan
pria terkena dan pada usia 80 tahun, sekitar 95Vo pia gatal demikian juga pembengkakan glans dengan

terkenakondisi ini. disefi ai striktura ureha.

Adenokarsinoma Prostat Fimosis

Adenokarsinoma prostat mengenai sekitar 30% pt''a Fimosis adalah kulit depan penis yang sempit yang
usia di atas 75 tahun. Meskipun karsinoma ini tumbuh- tidak dengan mudah ditarik di atas glans penis, adalah
suatu kondisi normal pada bayi yang tidak disirkum-
nya lambat, kelainan ini mungkin bermetastasis ke sisi, tetapi pada pria dewasa kondisi ini sangat sakit
dan mungkin mengakibatkan kesulitan urinasi dan
tulang. Analisis kadar antigen prostat spesifik (PSA) aktivitas seksual. Ketika penis menjadi ereksi kulit
yang meningkat daiam aliran darah digunakan sebagai depan penis tidak dapat melebar untuk mengakomo-
tes diagnosis awal untukkankerprostat. Pengangkatan dasi peningkatan lingkarannya dan mungkin akibat
secara bedah kelenjar ini atau terapi radiasi merupakan balanopostitis dan infeksi saluran urine. Sirkumsisi
pengobatan yang biasanya dilakukan; namun; kom- biasanya dapat meringankan kondisi ini.
plikasinya mungkin mengakibatkan impotensia dan
inkontinensia.

Sistem Reproduhsi Pria . 429


&&&{nmAm X . Testis, Monyet. Plastic section. GA,MgAn 2 o Tetsis. tubulus seminiferus. Monyet.
x 14. Plastic section. x 132.

Gambar fotomikroskopik testis dengan pembesaran Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat

rendah ini memperlihatkan tunika albuginea-nya daerah yang serupa dengan daerah kotak Gambar 1.
yang tebal (TA) juga septa (Se) yang tipis melekat
pada tunika albuginea. Perhatikan bahwa sajian Perhatikan bahwa tunika vaskulosa (TV) dari
tubulus seminiferus (ST) memberikan gam- tunika albuginea (TA) merupakan daerah yang
baran yang berbeda-beda, karena bentuknya yang
berkelok-kelok. Perhatikan setiap lobulus testis sangat vaskular dan bahwa pembuluh darah menyr-

(Lo) tersusun padat dengan tubulus seminiferus dan sup ke lobuli testis dalamjaringan ikat septa (Se).
Dinding tubulus seminiferus (ST) saling berde-
stroma jaringan ikat (panah) menempati ruang
katan satu sama lain (kepala panah) meskipun pada
sekitarnya. Daerah serupa dengan dq.erah kotak
daerah tertentu tampak stroma (St) yang selular.
diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam Gam- Perhatikan lumen (L) tubulus seminiferus dibatasi
oleh epitel seminiferus (SE) yang berlapis-lapis.
bar2.

&&fV*mAffi 3 . Testis. Tubulus seminiferus. Monyet. .GAMBAR 4 Testis. Tubulus seminiferus. Monyet.

Plastic section. x 540. Plastic section. x 540.

Dinding tubulus seminiferus (ST) yang berde- Perhatikan bahwa dinding fibromuskular dari dua
katan terdiri atas sel-sel mioid (MC), fibroblas tubulus yang terpotong melintang sangat dekat satu
(F) dan jaringan ikat (CT) fibromuskular. Epitel sama lain (panah); namun, di daerah ini tampak ada
seminiferus (SE) yang berlapis terpisah dari
arteriol (A) dan venula M. Sel-sel Sertoli (SC)
dinding tubulus oleh suatu membran basalis (kepala
dapat dikenali karena intinya yang pucat dan anak
panah). Spermatogonia (Sg) dan sel-sel Sertoli
(SC) melekat pada membran basalis dan berada inti (n) yang padat. Bandingkan epitel semini-
dalam kompartemen basal (BC), sementara itu ferus (SE) tubulus di setengah kanan dan kiri
spermatosit primer (PS), spermatosit sekunde4
spermatid (Sp) dan sperrnatozoa (Sz) berada gambar fotomikroskopik ini juga di Gambar 3, perlu
dicatat bahwa komposisi selnya berbeda, menanda-
dalam kompartemen adluminal (AC). kan stadium siklik epitel seminiferus. Perhatikan juga

Perhatikan bahwa lumen (L) tubulus seminiferus tiga jenis spermotogonia dikenali melalui sifat

berisi spermatozoajuga sel-sel yang rusak yang lepas intinya: spermatogonia A gelap (Ad), inti

selama perubahan spermatid menjadi spermatozoa. gepeng; spefmatogonia A pucat (Ap) dengan inti
Bandingkan sel-sel epitel seminiferus dengan yang gepeng pucat dan spermatogonia B (B) dengan
inti bulat.
terdapat di Gambar 4.

$'iili-=

,,J::@= Lfr

.q ## W Tubulus seminiferus
s

,6 p':,l,r,.t, *- li]tsiGE
ffi*P 8".,
€,,ifu;
o dlir
ffir#3 Fi "tr, 4i;.t*fir
aSr,q{,4iLh{"4,flH/y d65rffiS
!i!i I itff . #,€1S'+l

E6i,i"e$tfe
::''
o

6 '.ol&"{gw Testis, epidermis, dan
tubulus seminiferus

43o . Atlas Berwarna Histologi


faAMBAs i-l f-6AMsAe ? I

'* )F,

il #*lqr\)"F;i,

t-s,qjfiBAHg] leAmgnn 4 l

KUNCI

A arteriol L lumen Sg spermatogonia
AC kompartemen adluminal Lo lobulus Sp spermatid
Ad spermatogoniaA gelap MC selmioid ST tubulus seminiferus
Ap spermatogoniaApucat n nukleoli St stroma
B spermaogoniaB PS spermatositprimer Sz spermatozoa
BC kompartemen basal SC sel Sertoli TA tunika albuginea
BV pembuluhdarah SE epitel seminiferus TV tunikavaskulosa
CT jaringanikat Se septum V venula

F fibroblas

Sistem Reproduksi Pria . 4tt


*&&#S&ffi * r Sel interstisial. Testis.Monyet. &*&e$&K 3 o Rete testis. Manusia. Paraffin
section. x 132.
Plasticsection.x2T0.

Stroma (St) yang mengitari tubulus semini- Rete testis (RT) terletak di mediastinum testis
ferus (ST) mempunyai pembuluh darah (B\D (MT), terdiri atas ruang-ruang berbentuk labirintin,
saling berhubungan, dibatasi oleh epitel (Ep) sela-
yang banyak, juga saluran limf (LV)yang luas.
pis kubis. Jaringan ikat (CT) padat kolagen di
Banyak unsur vaskular berkaitan dengan sel-sel
mediastinum testis tampak jelas, juga gambaran
endokrin testis yaitu sel interstisial Leydig (IC), tubulus seminiferus (ST). Spermatozoa menuju
yang menghasilkan testosteron. Sisrpan. Sel inter-
stisial. Tbstis. Monyet. Plastic section. x 540. ke rete testis melalui saluran lurus dan pendek yaitu
Sel interstisial (lC) membenruk kelompokan kecil,
dikenali melalui inti (N) yang bulat sampai lonjong tubuli rekti (TR).

dan adanya lipid dalam sitoplasmanya. S&ffi*&* 4 o Duktus epididimis. Monyet, Plastic
section. x 132.
*&&S*e& $ . Duktuli eferentes. Manusia. Paraffin
section. x 132. Duktus epididimis (DE) dapat dibedakan dari
duktuli eferentes secara mudah. Perhatikan inti (N)
Bagian pertama epididimis yaitu duktuli eferen- dari epitel pembatas (Ep) yang bertingkat ada
tes (De), menerima spermatozoa (Sz) dari rete
testis. Lumen duktuli dibatasi oleh epitel (Ep) duajenis, lonjong dan bulat, sedangkan pada duktuli
adalah bulat. Perhatikan bahwa lumen berisi sejum-
selapis torak, yang terdiri atas sel-sel tinggi dan
pendek, yang memberi gambaran tubulus ber- lah spermatozoa (Sz) dan epitel duduk pada
lamina basalis. Dinding duktus epididimis yang
gelombang. Jaringan ikat (CT) fibroelastis yang terdiri dari jaringan ikat dapat secara mudah
dibedakan dari selubung otot polos (SM) yang
tebal dari dinding duktuli ditempati sejumlah sel-
sel otot polos (SM). tersusun melingkar.

Tubulus seminiferus

Spermatozoa

KUNCI

BV pembuluh darah IC sel interstisial Leydig SM otot polos
CT jaringanikat
DE LV pembuluhlimf ST tubulus seminiferus
De duktusepididimis
Ep duktuli eferentes MT mediastinum testis St stroma
epitel
N inti Sz spermatozoa

RT rete testis TR tubuli rekti

4t2 . Atlas Berwarna Histologi


t-sgsseaTl

[e&*frse* 3 l [c&!lqse* ql
Slstem Reproduksi Pria . Aaa


GAMBAR 1 r Duktus epididimis. Monyet. Plastic GAnfiBAR 2 o Duktus deferens. Monyet. Plastic

section. x 270. section, x 132.

Epitel (Ep) bertingkat torak dengan srereosilia Duktus deferens merupakan saluran berdinding mus-
kular yang tebal yang menghantarkan spermatozoa
membatasi lumen duktus epididimis terdiri atas dua
dari duktus epididimis ke duktus ejakulatorius.
jenis sel: sel basal (BC) yang rendah, dikenali
karena intinya bulat dan sel prinsipal (PC) torak yang Sarung muskular yang tebal terdiri atas tiga lapisan

tinggi, yang intinya lonjong dengan satu atau lebih otot polos: longitudinal luar (OL), sirkular
tengah (MC) dan longitudinal dalam (tL).
inti (nuldeoli,zn). Sel otot polos (SM) yang menrr-
Lamina propria (LP) yang fibroelastis menerima
sun dinding epididimis, berjalan sirkular dan dike- darah dari pembuluh darah (BY) (panah) yang
menembus ketiga lapisan orot-otot. Epitel (Ep) ber-
lilingiunsurjaringan ikat (CT). Sisipan. Duktus
epididimis. Monyet. Plastic section. x 540. tingkat torak membatasi lumen (L) yang berisi sper-
Perhatikan inti bulat dari sel basal (BC) dan inti
matozoa. Sisipan. Duktus deferens. Monyet.
lonjong dari sel prinsipal (PC). Gerombolan Plastic section. x 270. Pembesaran kuat epitel

stereosilia (panah) terbentang ke dalam lumen yang (Ep) bertingkat torak memperlihatkan adanya ste-
reosilia (Sc).
berisi spermatozoa (Sz).

GAMBAR 3 . Vesikula seminalis. Manusia. .GAMBAR 4 Vesikula seminalis. Monyet, Plastic
Paraffin section. x 132.
section. x 540.

Sepasang vesikula seminalis merupakan kelenjar Gambar fotomikroskopik ini merupakan pembesaran
tubular memanjang yang duktusnya bergabung
dengan duktus deferens tepat sebelum awal duktus kuat daerah yang serupa de ngan daerah kotd.k dalam

ejakulatorius. Membran mukosa (MM) yang gambar sebelumnya. Perhatikan sel-sel torak (CC)

sangat berlipat-lipat dari vesikula seminalis terdiri yang tinggi mempunyai inti (N) berkedudukan di

atas epitel (Ep) bertingkat denganjaringan ikat basal dan sitoplasma memperlihatkan adanya gra-

(CT) yang tipis di tengahnya. Membran mukosa yang nula sekretoris (panah). Sel basal (BC) yang
berlipat beranastomosis antar lipatan, sehingga ter-
bentuk ruang-ruang kecil (bintang), yang meskipun rendah terkadang ada, yang mungkin berfungsi

berhubungan dengan lumen di tengahnya, tampak sebagai sel pengganti untuk epitel. Hasil sekresinya

seperti daerah tersendiri. Suatu daerah serupa dengan dilepaskan ke dalam lumen (L) sebagai cairan

daerah korak diperlihatkan dengan pembesaran kuat kental yang tampak menggumpal dalam sajian
dalam Gambar4. histologik. Perhatikan adanya sejumlah kapiler (C)

dalam jaringan ikat di tengahnya sebelah dalam

epitel. Meskipun spermatozoa (Sz) sering tampak

dalam lumen vesikula seminalis, sel ini tidak

disimpan dalam vesikula seminalis.

434 . Atlas Berwarna Histologi


tEAMrAn7-l

rcAMBAuJ-.] t-cAMBARtl

KUNCI L lumen n nukleoli
LP laminapropria OL lapis muskularlongi
BC sel basal MC lapis muskular
BV pembuluhdarah tudinal luar
C kapiler sirkulartengah PC selprinsipal
CC seltorak MM membranmukosa Sc stereosilia
CT jaringan ikat N inti SM ototpolos
Ep epitel Sz spermatozoa

IL lapis muskularlongi-

tudinaldalam

Sistem Reproduhsi Pria . 4t5


*,&ffiW.&R { r Glandula prostata. Monyet, Plastic .&&fgS*&R 3 Glandula prostat, Monyet. Plastic
section. x 132.
section, x 540.

Glandula prostat merupakan kelenjar pelengkap Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat

sistem reproduksi pria yang paling besa4 mempunyai serupa dengan daerah kotak pada gambar sebe-
lumnya. Perhatikan jaringan ikat fibroelastis stroma
kapsulajaringan ikat fibroelastis yang tebal, kontinyu (St) memperlihatkan sejumlah pembuluh darah
(BVJ dan sel otot polos (SM). Parenkim kelenjar
dengan jaringan ikat stroma (St). perhatikan terdiri atas sel torak (CC) juga sel basal (BC) yang

dalam stroma ada otot polos (SM) dan pembuluh rendah. Perhatikan apeks berbentuk kubah (panah)
dari beberapa sel torak tampak menonjol ke dalam
darah. Bagian sekresi kelenjar prostat terdiri atas
lumen, yang berisi konkremen prostat (pc).
masing-masing kelenjar yang bentuknya bervariasi,
Jumlah konkremen ini meningkat dengan bertam-
tetapi terdiri atas epitel (Ep) selapis kubis atau
bahnya usia, dan mungkin mengalami katsifikasi.
torak rendah, meskipun daerah epitel bertingkat
torak jelas terlihat. Suatu daerah serupa dengan

daerah kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat

dalam Gambar2.

&&WS-€IR S o Penis. Manusia. x.s. Paraffin .&&P#R&K $ Urtera. Manusia. Paraffin section.
section. x 14.
x 132.

Penis terdiri atas tiga bangunan erektil: dua korpora Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat

kavernosa dan korpus spongiosum. Potongan melin- d-oerah korak gambar sebelumnya. perhatikan
uretra (U) yang seperti spons dibatasi oleh epitel
tang korpus spongiosum (CS) memperlihatkan (Ep) bertingkat torak, dikelilingi oleh sarung
uretra (U) yang dikelilingi oleh jaringan erektil jaringan ikat (CT) jaran& yang mempunyai banyak
(ET) berupa ruangan yang tidak beraturan, berisi pembuluh darah (BV). Keseluruhan uretra dibung-
kus olehjaringan erektil (ET) korpus spongiosum.
darah dibatasi oleh endotel. Jaringan seperti spons Selain itu, kelenjar Littr6 (GL) yang mukosanya

dikelilingi oleh jaringan fibrosa tebal yaitu tunika melepaskan hasil sekresi ke dalam lumen uretra,
albuginea (TA). Secara keseluruhan ketiga badan
guna melumasi permukaan epitel.
fibrosa dikelilingi oleh sarungjaringan ikat longgaq
dan pada tempat ini ada perlekatan kr:Jit. Daerah

kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam

Gambar 4. Sisipan. Penis. Manusia. x.s. Paraffin
section. x 14. Ruang kavernosa (Cs) dari korpus

kavernosum lebih lebar daripada ruang kavernosa di
korpus spongiosum. Selanjutnya, trabekula fibrosa
(FT) lebih tipis sehingga korpora kavernosa menjadi

lebih besar selama ereksi daripada korpus spongiosum .

Duktus deferens Ureter
Kandung kemih Kolon
Vesikula seminalis
Pubis Ampula duktus deferens
Penis Duktus ejakulatorius
Korpus kavernosum Glandula prostat
Korpus spongiosum Rektum
Uretra Anus
Glans penis Glandula bulbouretralis
Prepusium Bulbus penis

Sistem reproduksi pria

436 . Atlas Berwarna Histologi


leews*g { l

tlf serdgee

KUNCI

BC sel basal CT jaringan ikat Pc konkremen prostat
BV pembuluhdarah Ep epitel SM ototpolos
CC seltorak ET jaringan erektil St stroma
CS korpusspongiosum FT trabekulafibrosa
Cs ruangkavernosa GL kelenjarLittr6 TA tunikaalbuginea
U ufetra

Sistem Reproduksi Pria . 4r7


IGAMSAR o Epididimis. Kelinci. Mikroskop mempunyai sejumlah organel seperti Golgi (G),
mitokondria (m) dan retikulum endoplasma kasar
elektron. x 7.200.
(panah). Selain itu, sel prinsipal berisi badan-badan
Epitel yang membatasi duktuli eferentes terdiri atas padat (DB), mungkin suatu bahan sekresi. (Seizin

dua jenis sel torak tinggi: sel prinsipal (PC) dan Dr.R. Jones)
sel bersilia (CC). Perhatikan kedua jenis sel ini

KUNCI G aparatus Golgi PC sel prinsipal.
CC sel bersilia m mitokondria
DB badanpadat

458 . Atlas Berwarna Histologi


t

& Ringkasan Histologik

r. TESTTS pokan kecil sel interstisial (Leydig), yarg meru-

A. Kapsula pakan sel endokrin dengan vakuola.

Kapsula jaringan ikat testis yang fibromuskular II. DUKTUS GENITAL
dikenal sebagai tunika albuginea, yang mana lapis A. Tubuli Rekti
vaskular di sebelah dalamnya adalah tunika vasku-
losa. Kapsula menebal pada mediastinum testis Tubuli rekti berupa tabung pendek, yang saluran-
dari tempat ini septa berasal, sehingga membagi nya lurus awalnya dibatasi oleh sel seperti Sertoli
testis menjadi sekitar 250 lobuli testis yang tidak dan selanjutnya epitel selapis kubis, menghubung-
sempurna! dengan setiap lobulus berisi satu sampai kan tubulus seminiferus ke rete testis.
empat tubulus seminiferus terbenam dalam stroma
jaringan ikat. B. Rete Testis

B. Tubukus Seminiferus Rete testis terdiri atas ruang-ruang berbentuk labirin
dibatasi oleh sel kuboid dalam mediastinum testis.
Setiap tubulus seminiferus yang sangat berkelok-
kelok terdiri atas tunika propria yang fibromus- G. Epididimis
kular, yang dipisahkan dari epitel seminiferus oleh
membaranabasalis. 1. Duktulieferentes

1. Epitelseminifurus Duktuli eferentes terdiri atas kaput epididimis,
lumennya dibatasi oleh epitel selapis torak (torak
Epitel seminiferus terdiri atas sel-sel Sertoli seba- tinggi bersilia dan torak rendah tidak bersilia).
gai penyokong dan berlapis-lapis gamet pria yang Dinding duktulus terdiri atas jaringan ikat fibro-
sedang berkembang. Sel Sertoli membentuk sawar
darah testis melalui pembentukan occluding junction elastis dan sel otot polos.
satu sama lain, jadi membagi tubulus seminiferus
mergadi kompartemen adluminal dan kompar- 2. Duktus Epididimis
temen basal. Kompafiemen basal ditempati sper- Duktus epididimis terdiri atas korpus dan kauda
matogonia A (baik terang dan gelap), spermato. epididimis. Lumennya dibatasi oleh epitel berting-
gonia B dan sisi basal sel Sertoli. Kompartemen kat terdiri atas sel basal rendah dan sel prinsipal
adluminal berisi bagian apikal sel Sertoli, sper- tinggi mempunyai stereositia (mikrovili panjang).
matosit primer, spermatosit sekunder, sperma- Epitel dipisahkan oleh membrana basalis dari
tid dan spermatozoa. dinding jaringan ikat yang mengandung sel-sel otot
polos.
2.Tunikapropria
Tunika propria terdiri atas jaringan ikat kolagen D. Duktus Deferens (vas deferens)
jarang, fibroblas dan sel-sel mioid.
Saluran yang melebar dari duktus epididimis yaitu
G. Stroma duktus deferens merupakan bangunan yang sangat

Stroma jaringan ikatjarang, yang vaskular, menge- muskular. Tunika mukosa dari lumennya yang
kecil terdiri atas epitel bertingkat dengan stereo-
lilingi tubulus seminiferus, yang ditempati kelom- silia duduk pada lamina propria dari jaringan fibro-
elastis yang tipis. Sarung otot yang tebal terdiri atas

Sistem Reproduhsl Pria . 439


tiga lapisan otot polos yaitu lapis longitudinal tipis, yang septanya membagi kelenjar menjadi
dalam, lapis longitudinal luar dan lapis sirkular lobulus-lobulus. Sel-sel kutroid sampai torak
membatasi lumen kelenjar mempunyai inti yang
tengah. Tunika adventisia dari jaringan fibroelastis terdesak ke sebelah basal. Saluran utama setiap
jarang, mengelilingi lapis otot longitudinal luar. kelenjar menghantarkan sekresi mukusnya ke
dalam uretra pars kavernosa (spongiosa).
III. KELENJAR PELENGKAP
A. Vesikula Seminalis IV. PENIS

Vesikula seminalis merupakan dua bangunan ber- Penis terbungkus kulit, mempunyai kapsula fibrosa
bentuk tubulus yang sangat berkelok-kelok, berga- yang tebal yaitu tunika albuginea yang membung-
bung dengan duktus deferens, membentuk sepasang kus ketiga bangunan jaringan erektil. Dua bangunan
duktus ejakulatorius. Membran mukosa yang sebelah dorsal yaitu korpora kavernosa dipisah-
sangat berlipaGlipat dari vesikula seminalis terdiri kan satu sama lain secara tidak sempurna oleh septa
atas epitel bertingkat, yang sel toraknya diselingi yang berasal dari tunika albuginea. Korpus kaver-
dengan sel basal yang pendek, duduk pada lamina nosum uretra (korpus spongiosum) berisi pars
propria yang fibroelastis. Sarung muskular terdiri spongiosa uretra. Ruang vaskular jaringan erektil
atas lapis otot polos sirkular dalam dan longi- dibatasi oleh endotel.
tudinal luar dan dibungkus jaringan fibrosa dari
tunika adventisia. V, URETRA

B, Kelenjar Prostat Uretra pria dibagi menjadi tiga daerah: uretra pars
prostatika, uretra pars membranosa dan uretra
Duktus ejakulatorius bermuara ke uretra saat ketiga pars spongiosa (kavernosa).
bangunan menembus substansi kelenjar prostat,
dimana kapsulanya terdiri atas jaringan ikat fibro- A. Epitel
elastis dan sel otot polos. Stroma kelenjar yang
padat, kontinyu dengan kapsula. Parenkim prostat Uretra pars prostatika dibatasi oleh epitel transi-
terdiri atas sejumlah kelenjar yang masing-masing sional, sedangkan pars membranosa dan pars
tersusun dalam tiga lapisan: mukosa, submukosa spongiosa dibatasi oleh epitel bertingkat sampai
dan eksterna (utama). Lumen ketiga kelompokan berlapis torak. Uretra pars spongiosa sering
ini dicurahkan ke dalam tiga sistem saluran menuju tampak daerah epitel berlapis gepeng. Sel-sel
goblet dan kelenjar intraepitelialjuga ada.
ke dalam sinus uretra yang melebar. Mukosa
B. Lamina Propria
kelenjar yang berlipat-lipat terdiri atas epitel sela-
Lamina propria terdiri atas suatu jenis jaringan
pis kubis sampai torak (dengan daerah-daerah ikat longgar berisi serat elastin daa kelenjar
Littr6. Juga tampak otot polos yang tersusun
bertingkat torak) disokong oleh stroma vaskular
fibroelastis yang memperlihatkan sel otot polos. memanj ang dan melingkar.
Seringkali, lumen kelenjar pada pria usia lanjut
mempunyai konkremen prostat bulat sampai lon-
jong, sering berlapisJapis dan mungkin mengalami
kalsifikasi

G, Kelenjar Bulbouretralis

Masing-masing kele4jar bulbouretralis (Cowper)
yang kecil mempunyai kapsula jaringan ikat yang

440 r Atlas Berwarna Histologi


Indera Khusus

Organ-organ indera khusus mencakup pengecapan, Tunika vaskularis terdiri atas beberapa daerah :
penciuman, penglihatan, pendengaran dan keseim- iris dan korpus siliaris berkedudukan sebelah ante-

bangan. Alat pengecapan (aparatus gustatorius) rior dan koroid mengandung banyak pembuluh

terdiri atas kuncup kecap (taste buds), dijelaskan darah dan pigmen berkedudukan sebelah posterior.
pada Bab 13 dan epitel olfaktorius dijelaskan pada Otot polos intrinsik yang terletak pada iris berfungsi
Bab 12. Bab ini menjelaskan secara rinci gambaran untuk menyesuaikan pupil, pembukaan iris, dimana
mikroskopik mata, mencakup sensasi visual dan
telinga, mencakup sensasi auditorik dan sensasi otot-otot intrinsik terletak dalam korpus siliaris
vestibularis. berfungsi mengendurkan tegangan pada lensa,

O MATA sehingga memudahkan untuk memfokuskan dekat
(akomodasi) dengan mempengaruhi ketebalan lensa.
Mata merupakan organ sensoris dimana lensa
mata mampu memfokus berkas cahaya yang dipan- Retina merupakan lapisan yang paling dalam,
carkan dari lingkungan luar pada sel-sel fotosensitif terdiri atas 10 lapisan yang berperan dalam mene-
di retina (lihat Gambar 19-1). Intensitas, letak dan rima rangsangan cahaya dan menimbulkan impuls.
panjang gelombang dari cahaya yang dihantarkan Kedua fotoreseptor adalah sel batang yang men-
sebagian diproses di retina diartikan oleh korleks sintesis rhodopsin dan sel kerucut yang mem-
visual otak sebagai bayangan tiga demensi berwarna bentuk iodopsin, dimana sel batang sensitif untuk
dari lingkungan sekitarnya. Masing-masing bola cahaya redup dan sel kerucut sensitif untuk cahaya
mata, dilindungi oleh kelopakmata, yang dapatber- terang. Akson penghubung neuron yang terletak
gerak karena otot skelet ekstrinsik, yang membantu dalam retina, meninggalkan mata melalui nervus
melekatkannya pada orbita tulang. Permukaan ante- optikus untukbersinaps di otak.
rior mata dibasahi oleh air mata, suatu campuran
kompleks dari protein, garam-garam, peptida dan Yang termasuk komponen tambahan bola mata
molekul organik dalam suatu media cair yang di-
sekresi oleh kelenjar lakrimalis. Tiga selubung yang adalah humor akueus, berbentuk cairan korpus
men)'usun dinding bola mata: tunika fibrosa sebelah vitreum (badan kaca) berbentuk gel dan lensa
luar, tunika vaskulosa (uvea) di tengah dan tunika
neruosa (retina) di dalam. mata, seluruhnya bekerja sebagai bagian dari media
refraksi. Humor akueus, letaknya dalam kamera
Tunika fibrosa (lapisan kornea-sklera) terdiri
dari sklera yang opak, putih yang melapisi sisi pos- okuli posterior dan kamera okuli anterior dan
terior bola mata dan kornea yang transparan yang korpus vitreum, letaknya di belakang lensa mata,
melapisi 116bagian anterior bola mata. Pertemuan
antara sklera dan kornea dikenal sebagai limbus. juga penting dalam memberikan nutrien ke lensa
dan kornea yang avaskular.

O TELINGA

Telinga berfungsi menerima suara juga persepsi
orientasi kepala dan oleh karena itu tubuh berhu-

Indera Khusus r 441


GAMBAR 19-1 Mata

Muskulus siliaris

Daerah metabollk

Sel Mtlller

Akson sel ganglion
ke nervus optikus

442 . Atlas Serwarna Histologi


GAMBAR 19-2 Telinga

Saraf akustikus ...-..,

Kanalis semisirkularis

Tuba auditoris

Skala vestibuli
Membrana tektoria
Membran vestibulads
Ganglion spiralis

Organ Korti
Membrana basilaris
Skala timpani

Sel rambut dalam
Sel falangs dalam
Serat saraf koklearis

Indera Khusus o 443


bungan erat dengan arah gayagravitasi (lihat Gam- Dalam duktus koklearis ada organ korti yang
berbentuk spiral dimana sel-sel rambut dalam
bar l9-2). Untuk melakukan kedua fungsi pen- dan sel-sel rambut luar berhubungan erat dengan
membrana tektoria. Getaran memtrrana basilaris,
dengaran dan keseimbangan, telinga dibagi menjadi padamana sel-sel rambut tegak, ditimbulkan oleh
telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. gerakan perilimf, mengakibatkan rangsangan saraf

Telinga luar terdiri atas tulang rawan, aurikula koklea dari sel-sel rambut. Dendrit nervus koklearis
(pinna) yang dilapisi oleh kulit dan meatus audito- menuju ganglion spiralis yang terletak di modiolus.
rius eksterna dengan rangka tulang rawan sebelah Getaran yang timbul pada oval window diteruskan
luar dan tulang pada sisi dalam, dimana ujung
sebelah dalam dipisahkan dari telinga tengah oleh pada membran timpani sekunder yang melapisi round
membrana timpani yang tipis. window di koklea. Sel-sel rambut, yang berkaitan
dengan membrana tektoria, berperan untuk mene-
Kavum timpani di telinga tengah ada tiga ruskan suara (mencapai sel-sel rambut dalam ben-
osikula auditoris: yang paling luar malleus tuk gelombang tekanan) menjadi sinyal listrik yang
dihantarkan ke otak.
(hammer), tengahnya incus (anvil) dan paling dalam
Labirin tulang juga berisi utrikulus, sakulus
stapes (stirrup). Ruang ini berhubungan dengan dan tiga kanalis semisirkularis yang dalamnya
nasofarings melalui tuba auditoris (eustachii) berisi endolimf, bangunan yang berbentuk mem-

dari tulang rawan, yang membuat seimbang tekanan bran ini berperan dalam keseimbangan dan orientasi
dalam ruang tiga dimensi.
atmosfir pada kedua sisi membran timpani.
Komponen utama utrikulus dan sakulus berke-
Gelombang suara dikumpulkan oleh aurikula ke dudukan saling tegak lurus satu sama lain dikenal
membran timpani, dimana karena kerja osikula
auditoris getarannya di tingkatkan dal dihantarkan sebagai makula. Dalam bangunan ini ada sel-sel
ke oval window di koklea telinga dalam. rambut neuroepitel, yang mikrovili dan kinosilia
(silia non motil) menonjol ke dalam membran
Telinga dalam, berkaitan dengan pendengaran otolitik yang mengandung protein. Utrikulus dan
maupun keseimbangan, terletak dalam labirin pada
pars petrosa os temporal. Daerah yang paling dekat sakulus bereaksi terhadap akselerasi linear.
dengan telinga tengah adalah koklea tulang, di
dalamnya ada aparatus untuk pendengaran, semen- Kumpulan sel-sel rambut yang sama terdapat di
tara sisi dalamnya mengandung bangunan yang krista ampularis pada ampula setiap kanalis semi-
bekerj a untuk fungsi vestibular (keseimbangan).
sirkularis. Mikovili dan kinosilia dari sel-sel neuro-
Koklea tulang berisi duktus koklearis yang epitel ini juga menonjol ke dalam materi protein
berisi endolimf, yang dikelilingi oleh perilimf, yaitu kupula, yang tidak mengandung otolit.
terbagi menjadi skala vestibuli (terletak sebelah
superior) dan skala timpani yang letaknya inferior. Karena setiap kanalis semisirkularis saling tegak
lurus safu sama lain, akselerasi yang berbentuk sudut
Skala vestibuli dan skala timpani berhubungan satu sepanjang ketiga sumbu dicatat dan diartikan seba-
sama lain melalui helikotrema, yang berupa celah gai vektor dalam tiga dimensi.
kecil.

444 . Atlas Berwarna Histologi


rl

W Histofisiologi

I. MATA lapisan yang paling dalam, epitel pigmen retina dan

A. Bola Mata lapisan batang dan kerucut, berperan utama dalam
menerima rangsang penglihatan.
Mata berfungsi sebagai organ fotosensitif betperan
untuk penglihatan. Mata menerima cahaya melalui Epitel pigmen retina berfungsi dalam esteri-
kornea, yang selanjutnya difokuskan pada retina fikasi vitamin A dan menghantarkannya ke batang
melalui lensa. Di tempat ini sel-sel khusus (batang dan kerucut, memfagosit ujung-ujung batang dan
kerucut yang lepas dan mensintesis melanin, yang
dan kerucut) mengenali berbagai gambaran bayangan mengabsorpsi cahaya setelah batang dan kerucut
untuk diteruskan ke otak melalui nervus optikus.
Otot ekstrinsik melekat pada bola mata betfungsi menerimarangsangan.

dalam mengarahkan pupil ke kedudukan yang Batang sensitif terhadap intensitas c ahay a y atg

paling tepat untuk menerima bayangan yang dilihat. rendah dan mempunyai banyak diskus yang gepeng
Karena mata merupakan satuan tetpisah dan karena berisi rhodopsin (suatu protein membran integral,
lapangan pandangnya saling menindih, menjadi
mungkin melihat bayangan tiga dimensi. Otot'otot opsin berikatan ke retina, bentuk aldehid dari
intrinsik ditunjukkan melalui sfingter pupilae dan
vitamin A) pada segmen luar. Jika cahaya
muskulus dilatator pupilae menyesuaikan diri
dengan pembukaan iris. Otot polos siliaris mem- diabsorpsi oleh rhodopsin, maka akan berdisosiasi

pengaruhi tekanan serat suspensorium (zonula) ter- ke dalam retina dan opsin (bleaching), memu-
tanam pada lensa, jadi mempengaruhi bentuk lensa dahkan difusi ikatan Ca'. ke dalam segmen luar.
(akomodasi) untuk penglihatan dekat danjauh. Kelebihan Ca'* menimbulkan hiperpolarisasi sel

Melanosit terletak pada epitel dan stroma iris dengan menutup channel Na. , jadi mencegah
menghalangi cahaya melewati iris, kecuali pada
pupil. Selain itu, wamamataberkaitan denganbanyak- masuknya Na* ke dalam sel. Potensial listrik yang
nya melanin yang dihasilkan oleh melanosit ini: ditimbulkan diteruskan ke batang lain melalui gap
Melanin dalam jumlah besar menyebabkan mata junction dan kemudian sepanjang jalur ke nervus
hitam, sedangkan sedikit melanin mempengaruhi optikus. Disosiasi retina dan opsin terbentuk
wamamatalebihpucat. kembali dan ion Ca'. ditangkap kembali, menim-
bulkan potensial istirahat yang normal.
Humor akueus, suatu filtrat plasma dihasilkan
oleh sel-sel yang melapisi prosesus siliaris, berjalan Kerucut, sensitif terhadap cahaya yang inten-
dari kamera okuli posterior ke dalam kamera okuli sitasnya tinggi, menghasilkan ketajaman peng-
anterior melalui pembukaan antara lensa dan pupil. lihatan lebih besar, lebih banyak jumlahnya dari-
pada batang dan menghasilkan iodopsin, fotopig-
Dinding bola mata terdiri atas tiga lapisan: tunika men sensitif terhadap cahaya merah, hijau atau biru.
fibrosa, tunika vaskularis dan tunika retina. Mekanisme penghantaran fotoenergi menjadi
energi listrik untuk penghantaran ke otak melalui
Tunika retina berperan untuk fotoresepsi. nervus optikus adalah sama dengan yang dijelaskan

Meskipun retina memperlihatkan 10 lapisan yang padabatang.
berbeda, pada umumnya sel-selnya menyokong
danlataumenerima impuls ke nervus optikus untuk Batang dan kerucut keduanya terangsang (on)

diteruskan ke otak untuk mengartikannya. Dua atau dihambat (ofl) oleh cahaya, jadi sel-sel ini

menandakan letak pixel terang dan dalam hal keru-
cut menandakan pixel warna. Dendrit dari 10 jenis
yang berbeda dari sel-sel bipolar menerima infor-

Indera Khusus . 445


masi dari batang dan kerucut dan kemudiaa infor- II. TELINGA
masi ini dihantarkan oleh akson sel-sel bipolar ke
dalam strata khusus dari lapis pleksiform dalam Telinga terdiri atas tiga bagian: telinga luar (pinna
dari retina. Hantaran rangsangan selanjutnya di- dan meatus akustikus eksternus), yang menerima
gelombang suara; telinga tengah (berisi osikula
awasi dan diubah oleh satu atau lebih dai27 jenis
tulang), yang menghantarkan gelombang suara; dan
sel-sel amakrin, yang aksonnya dapat berialan bebe- telinga dalam (berisi koklea), dimana gelombang
rapa milimeter atau tepat beberapa mikrometer dari suara diubah menjadi rangsang saraf dan sensasi
luasnya retina. Lapis luar retina terdiri atas 1 2 jenis
sel-sel ganglion yang interaksinya dengan sel-sel keseimbangan dicapai melalui aparatus vestibu-
bipolar dan sel-sel amakrin mengakibatkan hantaran laris.
l2bayanganbergerak yang berbeda (suatu arus per-
pindahan terus menerus yang serupa tetapi tidak Membrana timpani (yaitu gendangan telinga),
dibentuk kotak demi kotak) dari pandangan yang terletak pada sisi yang paling dalam dari meatus
sama melalui nervus optikus ke korteks visual otak akustikus eksternus, memisahkan telinga luar dari
untuk analisis selanjutnya, menyusun dan meng- telinga tengah. Membran ini berperan meneruskan
gelombang suara menjadi getaran mekanis yang
artikannya. Bayangan yang bergerak ini sangat dihantarkan oleh osikula tulang. Kavum timpani di
telinga tengah berisi malleus, incus dan stapes
berbeda satu sama lain, dalam hal beberapa terdiri (osikula tulang) menghubungkan dalam deretan
atas cahaya kuat, selain terdiri atas garis batas luar
dan masih dapat menimbulkan bayangan. Ini adalah satu samalain dan antaramembrantimpani dan oval
fungsi korteks visual untuk menyusun pergerakan
window dari dinding tulang. Rangkaian ini sangat
ini ke dalam suasana yang kita kenali. Perlu
meningkatkan dan meneruskan pergerakan mem-
ditekankan bahwa ini adalah penjelasan sederhana brantimpani ke oval window.
beberapa konsep akhir penglihatan yang benar
berubah karena keterangan lebih lanjut diperoleh Labirin tulang dari telinga dalam, dibagi men-
dari penelitian dalambidang ini.
jadi kanalis semisirkularis, vestibulum dan koklea,
Diskus optikus, daerah dimana nervus optikus yang berisi perilimf. Bagian longgar di dalamnya
ke luar dari bola mata, tidak mengandung kerucut
maupun batang; sehingga, diskus optikus ini mewa- dan seluruh pembagian tersebut adalah labirin mem-
kili tempat yang disebut bintik buta. Tepat lateral bran berisi endolimf. Pergerakan cairan sekitar di-
terhadap bintik buta (blind spot) ada fovea sentralis, dalam sistem ini diterima oleh sel-sel sensoris ter-
suatu lekukan pada dinding bola mata. Fovea sentralis tentu yang terdapat dalam labirin membran dan
kebanyakan mengandung kerucut yang tersusun demi- akhirnya diubah menjadi rangsangan listrik untuk
kian padat sehingga tidak semua lapisan retina ada. dihantarkan ke otak.
Ketajaman pengthatan terbesar ada di fovea sentralis.
Sakulus dan utrikulus, labirin membran yerrg
B. Organ Pelengkap
khusus dalam vestibulum berisi sel-sel rambut tipe
Organ pelengkap mata mencakup konjungtiva,
palpebra (kelopak mata) dan kelenjar lakrimalis. I dan tipe II (sel neuroepitel yang mengandung
Konjungtiva merupakan membran mukosa yang
transparan membatasi kelopak mata dan melipat banyak stereosilia dan satu kinosilia) dimana ujung
pada bola mata. Palpebra berisi modifikasi keleniar bebasnya terbenam dalam membran otolit yang
sebasea yaitu kelenjar meibom, berperan dalam berisi kristal kalsium karbonat yang disebut otolit
mempengaruhi tegangan permukaan cairan air (otokonia). Keseimtrangan statis dan akselerasi
linear ditentukan oleh pergerakan (atau tidak ada-
mata, jadi memperlambat penguapan. Kelenjar nya pergerakan) pada stereosilia atau kinosilia dari
lakrimalis mensekresi air mata yang menjaga
konjungtiva dan komea tetap basah. Air mata juga sel-sel rambut ini. Ambang pembengkokan ste-

mengandung lisozim, suatu enzim antibakteri. reosilia atau kinosilia akan mendepolarisasikan sel-
sel rambut, selanjutnya menangkap informasi (mela-

lui neurotransmisi) ke iuluran neuron vestibularis

primer yang letaknya di ganglion Scarpa.

Duktus semisirkularis, merupakan labirin

membran yang khusus dalam kanalis semisirkula-

446 . Atlas B"r*urrru Histotogi


ris, yang berisi sel rambut neuroepitelial terletak Organ Corti yang berbentuk spiral duduk
di krista ampularis (daerah sensoris) dari ampula.
pada membran basilaris, berisi antara lain sel-sel
Ujung bebas sel-sel rambut ini terbenam dalam penyokong, neuroepitelial sel-sel rambut dalam
dan luar yang ujung bebasnya terbenam dalarn zat
suatu glikoprotein yaitu kupula. Pergerakan endo- menyerupai gel yaitu membran tektoria. Hantaran
limf dan kupula diterjemahkan ke sel-sel rambut, suara/konduksi suara melalui membrana timpani
yang pada gilirannya mengubah aktivitas di ujung dan osikula ke oval window dan mendorong gerakan
perilimf dalam skala timpani, yang menggetarkan
sinaptik dan terkait dengan dasar sel rambut. Proses membrana basilaris, sehingga menggerakkan sel-
ini peka terhadap akselerasi rotasi pada setiap tiga sel rambut tetapi bukan membraaa tektoria. Mem-
arah kedudukan kanalis semisirkularis. Jadi, struk- bengkokkan sel-sel rambut menyebabkannya mele-

tur ini berperan untuk sensasi vestibular kese- paskan substansi neurotransmiter, merangsang sel-

imbangan dan orientasi. sel bipolar ganglion spiralis, terjadi penghantaran
impuls ke pusat yang lebih tinggi di otak. Meskipun
Sakus endolimfatikus (ujung akhir duktus membrana basilaris bergetar pada banyak frek-
wensi, daerah tertentu bergetar secara optimal pada
endolimfatikus) berisi sel-sel fagositik dalam lumen- frekwensi terlentu. Misalnya, gelombang suara
nya dan mungkin berfungsi dalam resorpsi endo- frekwensi rendah diterima jauh dari oval window.

limf. Perlu diingat bahwa suara keras, seperti halnya pada

Duktus koklearis berisi organ Corti berben' konser musik rok, menciptakan sejumlah besar
tuk spiral, yang dibatasi oleh skala vestibuli dan energi dalam mekanisme pendengaran, keadaan
skala timpani (kedua skala berisi perilimf dan ber-
hubungan pada helikotrema). Membran vesti- demikian mungkin memerlukan 2 atau3 hari untuk
bularis terletak antara skala vestibuli dan duktus secara keseluruhan melepaskan energi dan bunyi
koklearis berfungsi untuk mempertahankan gra' bisingberhenti.
dien ion yang tinggi antara perilimf dan endolimf.

Indera Khusus . 447


fu,
$$fi+.' CONTOH KASUS KLINIS

WarnaMataBiru menjadi terpisah, menyebabkan kerlsakan iskemik
Sampai sekitar 6000-10.000 tahun yang lalu, setiap
manusia mempunyai mata coklat; kemudian, suatu pada neuron. Kondisi ini mungkin menyebabkan

mutasi kecil pada peralihan yang menutup gen OCA2 kebutaan sebagian, tetapi kondisi ini mungkin bisa

menimbulkan ketidakmampuan individu untuk dikoreksi melalui tindakan bedah.

menyusun protein P pada iris. Protein P terlibat pada TuliKonduktif
pembentukan melanin; jadi, orang dengan mutasi ter- Tuli konduktif mungkin timbul dari infeksi telinga
tengah (otitis media), sumbatan atau osteosklerosis
tentu ini dapat mensintesis melanin secara normal
telinga tengah.
kecuali pada iris dan bukannya mata mempunyai wama
soklat, mata orang tua adalah biru. Jadi, diduga bahwa Tuli Saraf
semua individu bermata biru adalah turunan dari satu Tuli saraf akibat dari suatu kerusakan pada bagian
orang yang dilahirkan pada milenium ke-6 sampai ke- koklear dari nervus vestibulokoklearis (saraf kranial
8SM. VIII). Kondisi ini mungkin akibat penyakit, paparan
yang berkepanjangan pada suara keras dan/atau obat-
Miopia dan Hiperopia
Ketika seseorang menua, sumbu panjang orbita ber- obatan.
ubah, sepertijuga lengkungan kornea dan lensa, fokus
bayangan pada retina digantikan di bagian depan retina PenyakitM6ni6re
(visus miopia) atdu di belakang retina (visus hipero-
pia). Kondisi ini mungkin bisa dikoreksi dengan lensa Penyakit M6nidre adalah suatu kelainan telinga dalam
(kacamata atau lensa kontak) atau melalui pembe- dicirikan oleh adanya gejala seperti halnya hilangnya
dahan refraksi, membantu lensa memfokuskan pada pendengaran karena penimbunan cairan yang berlebih
retina. dalam duktus endolimfatikus, vertigo, tinitus, mual dan
muntah. Banyak gejala mungkin diringankan dengan
Glaukoma obat yang ditujukan untuk verligo dan nausea atau
Glaukoma adalah suatu kondisi tekanan intraokular pada kasus yang berat, mungkin dilakukan neurektomi
yang tinggi disebabkan oleh suatu sumbatan yang vestibularis (memutuskan nervus vestibularis). Pada
mencegah humor akueus keluar dari kamera okuli kasus yang sangat berat, pilihan pengobatan adalah
anterior. Jika dibiarkan tidak diobati, kerusakan nervus iabirintektomi, dimana kanalis semisirkularis dan
optikus akibat tekanan yang demikian mungkin meng- koklea diangkat secara pembedahan.
akibatkan kebutaan.
Mendengar Tanpa Suara
Katarak
Katarak, suatu kondisi umum penuaan, disebabkan Terlihat bahwa seseorang yang tuli seperti halnya indi-
oleh radiasi UV berlebihan dan karena pigmen dan zat vidu yang mendengar secara nomal dapat mendengar
lainnya tertimbun pada lensa, menjadikan lensa opak pada ha1-hal yang tidak adanya suara. Nampaknya
sehingga mengganggu penglihatan. Kondisi ini mung- bahwa beberapa sel-sel falangeal dan sel-sel tiang dari
kin bisa dil<oreksi dengan mengoperasi lensa dan meng- koklea melepaskan ATP secara spontan; ATP yang
dilepaskan mengaktifkan se1-sel rambut di sekitarnya
gantikannya dengan lensa tiruan. untuk melepaskan zat neurotransmitemya yang menye-
babkan neuron auditoris terangsang dan impuls dihan-
RetinaLepas tarkan ke otak. Suara ini seperti tidak dapat dikatakan
Retina lepas mungkin akibat dari trauma yang meng- seperti halnya tinitus (berdenging pada telinga) arau
akibatkan lapisan saraf dan lapisan pigmen retina seperti kompleks irama musik.

448 . Atlas Berwarna Histologi


o &evAT&!w

Indera Khusus . 449


Click to View FlipBook Version