The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agusjokosungkono82, 2022-11-02 01:00:12

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

S&f**&K 'l . Keleniar tiroid. Monyet. Plastic GA&$ffi,&& ? r Kelenjar tiroid. Monyet. Plastic

section. x 132. section. x 540,

Kapsula kelenjar tiroid mempercabangkan septa Folikel (F) kelenjar tiroid tampak dalam fotomikro-
skopik ini dikelilingi oleh beberapa folikel lainnya
jaringan ikat ke dalam substansi kelenjar, membagi- dan ada jaringan ikat (CT). Inti (N) dalam jarin gan

nya menjadi lobulus yang tidak sempurna. Gambar ikat mungkin kepunyaan sel endotel atau seljaringan
ikat. Karena kebanyakan kapiler mengempis pada
fotomikroskopik ini memperlihatkan sebagian lobu- jaringan tiroid yang dipotong, sulit untuk mengenali

lus ada banyak folikel (F) dengan ukuran ber- sel endotel dengan pasti. Sel-sel folikel (FC) tam-
variasi. Setiap folikel dikelilingi olehjaringan ikat
pak gepeng, menandakan bahwa sel-sel ini tidak aktif
(CT) yang tipis, yang menyokong folikel dan mem- mensekresi tiroglobulin. Perhatikan folikel terisi
bawa pembuluh darah (BV) makin dekat. Folikel
terdiri atas sel-sel folikel (FC), dengan epitel kuboid dengan bahan koloid (Cl). Perhatikan adanya sel
parafolikular (PF) mungkin berbeda dari sel-sel dl
rendah menandakan bahwa sel-sel tidak mengha-
sekitarnya karena sitoplasmanya pucat (panah) dan
silkan sekresi. Selama siklus sekretoris aktif, sel-sel inti lebih besar.

ini menjadi lebih tinggi. Selain sel-sel folikel, ditemu- .GAM8AA 4 Kelenjar paratiroid. Monyet.

kanjenis sel lainnya dalam kelenjar tiroid. Sel-sel ini Plastic section. x 540,
tidak berbatasan dengan koloid, tetapi terletak di
bagian tepi folikel dan disebut sel-sel parafoli-
kular (PF) atau sel C. Sel ini besar dan mempunyai

inti bulat di tengah dan sitoplasmanya tampak pucat.

SAM*&& 3 r Keleniar tiroid dan kelenjar para- Gambar fotomikroskopik ini adalah suaru bagian

tiroid, Monyet. Plastic section, x 132. serupa dengan daerah kotok Gambar 3. Sel utama
(CC) kelenjar paratiroid membentuk tali-tali kecil
Meskipun kelenjar paratiroid (PG) dan kelenjar dikelilingi oleh jaringan ikat (CT) tipis dan pem-
tiroid (TG) dipisahkan oleh kapsula (Ca) masing-
buluh darah (BV). Inti (N) sel-sel jaringan ikat
masing, kedua kelenjar sangat berdekatan satu sama
lain. Kapsula kelenjar paratiroid mempercabangkan mungkin mudah dikenali karena gambarannya me-

trabekula (T) jaringan ikat yang membawa pem- manjang. Sel oksifil (OC) mempunyai sitoplasma
buluh darah (BV) ke dalam substansi kelenjar.
Parenkim kelenjar terdiri atas duajenis sel, yaitu sel lebih pucat dan sering membran selnya jelas (panah).
utama (CC) juga disebut sel prinsipal dan sel oksi- Kelenjar pada individu yang lebih tua mungkin di-
infiltrasi oleh sel lemak.
fil (OC). Sel utama lebih banyak dan mempunyai
Kerenjar tiroid
sitoplasma yang lebih gelap. Sel oksifil terlihat lebih
jernih dan biasanya lebih besar daripada sel utama -:'*ffi
dan membran selnyajelas. Suatu daerah serupa dengan
bagian daerah kotak diperlihatkan pada pembesaran ffiry Pembuluh darah
lebih kuat dalam Gambar 4. Sel-sel folikular

Kelenjar paratiroid Sel oksifil
Sel utama
Pembuluh darah Kapsula

25o . Atlas Berwarna Histologi


l-&en$sAe5-l

KUNCI F folikel PF sel parafolikular
BV pembuluh darah FC sel-selfolikular PG kelenjarparatiroid
Ca kapsula N inti T trabekula
CC selutama OC sel oksifil TG kelenjartiroid
Cl koloid
CT jaringanikat

Sistem Endohrin o 251


GAf1S&AS tr . Keleniar suprarenalis. Paraffin .GAM$&fr ? Keleniar suprarenalis, Korteks.

section. x 14. Monyet. Plastic section. x 132.

Kelenjar suprarenalis biasanya terbenam dalam Kapsula (Ca) kelenjar suprarenalis adalah jaringan
ikat kolagen, sebelah luarnya dikelilingi oleh jaringan
jaringan lemak (AT) dibungkus oleh kapsula lemak, yang mengandung pembuluh darah (BV)
dan saraf (Ne). Sel-sel di korteks, tepat di sebelah
(Ca) jaringan ikat kolagen, mengandung pembuluh dalam kapsula, tersusun berderet-deret tidak ber-
darah dan saraf selanjutnya masuk ke substansia aturan, membentuk kelompokan berbentuk lonjong
kelenjar. Korteks (Co) suprarenalis secara menye- sampai bulat atau bentuknya seperti tali-tali me-
lengkung dari zona glomerulosa (ZG). Sel-sel di
luruh mengelilingi medula (M) yang bentuknya zona fasikulata (ZF) membentuk deretan panjang
lurus dari tali-tali tersusun radie4 ketebalannya
gepeng, hal ini tampak pada seluruh potongan kelen- terdiri dari satu atau dua sel. Sel-sel ini lebih besar
jar yang dibuat secara melintang. Korteks suprarenalis daripada di zona glomerulosa. Sel-sel ini tampak
dibagi menjadi tiga daerah konsentris paling luar bervakuol karena banyak tetesan lemak yang larut
selama proses dan sering disebut sebagai spongi-
zona glomerulosa (ZG), tengah zona fasiku- osit (Sp). Jaringan interstisial banyak mengandung
lata (ZF) dan yang paling dalam zona retikularis pembuluh darah (BV).

(ZR). Medula selalu berbatasan dengan zona reti- .S&iWm&K 4. Kelenjar suprarenalis. Monyet.

kularis, mempunyai beberapa vena M besar, yang Plastic section. x 540.

selalu diikuti oleh sejumlah jaringan ikat. Kapsula (Ca) kelenjar suprarenalis memperlihatkan

GAM&A& S . Kelenjar suprarenalis. Monyet. adanya serat-serat kolagen (C0 dan inti (N)

Plastic section. x 132. fibroblas. Zona glomerulosa (ZG) yatg menem-
pati bagian atas fotomikroskopik ini, tampak sel-sel
Susunan torak dari tali-tali zona fasikulata (ZF) yang relatif kecil dengan sedikit vakuola (panah).
Bagian bawah fotomikroskopik tampak zona fasi-
langsung tampak dengan melihat susunan pembu- kulata (ZF), dimana sel-selnya lebih besar dan mem-
luh darah yang ditunjukkan dengan pcnah. Sel-sel
ada dalam daerah zona fasikulata yang lebih dalam perlihatkan gambaran banyakvakuola (kepalo panah).
itu lebih kecil dan tampak lebih padat daripada yang
Perhatikan adanya unsur jaringan ikat (CT) dan
lebih ke permukaan ada terdapat spongiosit (Sp).
Sel-sel di zona retikularis (ZR) susunannya tidak pembuluh darah (BV) dalam jaringan interstisial
beraturan, membentuk tali-tali anastomosis dengan
celah di antaranya terdapat kapiler yang lebar. Sel- di antara tali-tali sel parenkim.
sel di zona retikularis dan yang terdapat di zona
Korteks
fasikulata menjadi satu, hampir tidak dapat dibeda-
kan. Ini merupakan daerah yang relatif sempit dari N/edura*->sil

korteks. Medula (M) jelas terlihat karena sel-sel-
nya lebih besar daripada sel-sel di zona retikularis.
Selanjutnya, ciri khas medula ada terdapat sejum-
lahvena (V) yangbesar.

Z. retikularis

Z. fasikulata

Z. glomerulosa
Kapsula

Kelenjar suprarenalis

252 . Atlas Berwarna Histologi


tefflssAezl

t-frerw*Ae s'l nl-sAMBAs

KUNCI CT jaringan ikat V vena
AT jaringan lemak M medula ZF zona fasikulata
BV pembuluhdarah N inti ZG zonaglomerularis
Ca kapsula Ne saraf ZR zonaretikularis
Cf seratkolagen spongiosit
Co korteks Sp

Sistem Endokrin o 25t


SAM$&R { . Kelenjar suprarenalis. Korteks. .*&MS&& 3 Kelenjar suprarenalis. Medula.

Monyet. Plastic section. x 540. Monyet. Plastic section . x 210.

Bagian atas fotomikroskopik ini memperlihatkan Sel medula adrenalis, sering disebut sebagai sel
batas antara zona fasikulata (ZF) dan zona reti-
kularis (ZR). Perhatikan spongiosit (Sp) fasikulata kromafin (ChC), tersusun berkelompok bentuk

lebih besar dan lebih bervakuol daripada sel-sel di bulat sampai lonjong atau tersusun tidak beraturan
zona retikularis. Sel parenkim dari zona retikularis berbentuk tali-tali yang pendek. Selnya besar dan
tersusun dalam tali-tali yang beranastomosis tidak
beraturan. Celah antara kedua bagian ditempati lebih kurang berbentuk bulat sampai polihidral
kapiler besar berisi sel darah merah (RBC). Dalam
dengan sitoplasma (Cy) pucat dan inti (N) vesi-
kotak. Zona fasikulata. Monyet. Plastic sec- kula4 dan anak inti (n) besar, tunggal. Celah di
tion. x 540. Spongiosit (Sp) zona fasikulata ada dua
antaranya ada vena-vena (V) besar dan anyaman
ukuran yang berbeda. Yang letaknya lebih superfisial
di korteks, seperti tampak dalam kotak, lebih besar kapiler yang luas. Sel-sel ganglion yang besar ter-
dan lebih bervakuol Qtanoh) daripada spongiosit
yang letaknya dekat ke zona retikularis. kadang ada.

&Aeee&R 3 . Kelenjar pinealis. Manusia. Paraffin .&Affi*eR 4 Badan pinealis. Manusia. Paraffin

section. x 132. section, x 540.

Badan pinealis dibungkus oleh kapsulajaringan ikat Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran

yang berasal dari piamater. Dari kapsula ini daersh kotak dari Gambar 3. Dengan pulasan hema-
dipercabangkan jaringan ikat trabekula (T) masuk toksilin dan eosin, hanya dua inti sel tampak jelas.

ke substansi badan pinealis, membaginya menjadi Inti yang lebih besar, pucat, lebih banyak adalah
beberapa lobulus (Lo) yang tidak sempurna. Saraf kepunyaan pinealosit (Pi). Inti yang lebih kecil
dan pembuluh darah (BV) berjalan dalam trabe- serta lebih padat kepunyaan sel neuroglia (Ng).
kula disalurkan ke seluruh badan pinealis, sehingga Latar belakang yang pucat terdiri atas juluran pan-
badan pinealis kaya dengan pembuluh darah. Selain jang saling berpilin dari kedua jenis sel. Tengah
sel endotel dan sel jaringan ikat, terdapat dua jenis gambar fotomikroskopik ditempati oleh brain sand
sel dalam kelenjar pinealis, yaitu sel parenkim yang (BS). Perhatikan ukuran endapan makin besar
disebut pinealosit (Pi) dan sel penyokong neu- dengan penambahan lembaran pada permukaan

roglia (Ng). Gambaran khas badan pinealis adalah materi kalsifikasi, seperti yang diberi tand apanah.
endapan materi berkapur yang disebut corpora
arenacea atau brain sand (BS). Daerahkotakdlper- Kodeks -1 \

Iihatkan dengan pembesaran lebih kuat dalam Gam- *WMedula \
bar 4. ff" ++=*"e''

, ..*,0,,u,,.
)

Spongiosil , n",n,,","

Sel neuroglia )
) z. gtomerulosa
Korpus pinealis
Kapsula

Kelenjar suprarenalis

254 . Atlas Berwarna Histologi


[*AMmAn 5l

w.%
T 'ffij;;1,i{-fs"jivr6fAtn ur I iltiit
' u*-
i,
'%b'H:&|^*s*.&^'&#::*\*..' ,"r-t*S
r.::', ffiffi-#ffi.: #,t'";'i,i'l:tl '#

' ,","i :q

ffi'

.- ,'}

ffi "l#ilF$ry**
fu"fF+
'ff .f$
t#p flrffi
a s.#t
.€e trr-

KUNCI

BS brain sand N inti Sp spongiosit
BV pembuluhdarah n anakinti T trabekula
ChC sel kromafin Ng sel neuroglia V vena
Cp kapiler Pi pinealosit ZF zonafasikulata
Cy sitoplasma RBC sel darah merah ZR zonaretikularis

Lo lobulus

Sistem Endokrin r 255


f*€llEme& r I

&A&,lmAe 1 r Kelenjar pituitari. Pars anterior. cahaya. Sel-sel asidofil adalah somatotrop (S) dan
mammotrop (M), sementara hanya dua jenis sel
Mikroskop elektron. x 4.950.
basofil masuk dalam mikroskop elektron ini disebut
Meskipun ada perdebatan sekitar identifikasi
gonadotrop tipe II (G2) dan tirotrop (T).
struktur halus dari sel-sel pars anterior, ada alasan
tertentu bahwa beberapa jenis sel tampak dalam Kromofob (C) dapat dikenali dengan tidak adanya
mikroskop elektron ini adaiah asidofil, basofil dan granula sekretoris dalam sitoplasmanya. (Seizin
kromofob adalah seperti tampak dengan mikroskop
Poole M. Anot Rec 2O 4: 45-53, 79 82.

256 . Atlas Berwarna Histologi


SAMW&K { . Kelenjar pituitari. Tikus. Mikroskop nya ditunjuk dengan panah. Fungsi sel-sel foliku-
lostelata masih dipertanyakan, meskipun beberapa
elektron, x 8,936. ahli menyatakan sebagai penyokong, sebagai fago-
sitik, regeneratif atau sekretoris. (Seizin Strokreef
Pars distalis pada pituitari tikus ditempati oleh ber- JC, Reifel CW Shin SH. Cell Tissue Res 243:255-267,
bagai jenis sel, dua di antaranya tampak di sini. Gona- 1986)

dotrop (GN) berisi granula dikelilingi oleh sel-sel
folikulostelata (FS) yang tidak bergranula, juluran-

Sistem Endokrin . 25?


t

W Ringkasan Histologik

Kelenjar endokrin mempunyai ciri khusus yaitu tidak tak bermielin, yang bagian ujungnya melebar, karena
mempunyai saluran keluar dan adanya anyaman pem- sel ini menyimpan neurosekresi dalam pars nervosa.
buluh darah yang banyak. Sel-sel kelenjar endokrin
Bagian ujung sel yang melebar ini disebut badan
biasanya tersusun dalam tali-tali yang pendek, Herring.
folikel-folikel atau kelompokan, meskipun ada
D. Pars Tuberalis
susunanlaimya.
Pars tuberalis terdiri atas sel-sel kuboidal tersusun
I. KELENJAR PITUITARI
dalam tali-tali. Sel-sel ini mungkin membentuk
Kelenjar pituitari dibungkus oleh kapsula jaringan
ikat. Kelenjar dibagi menjadi empat bagian. fotikel-folikel kecil berisi koloid.

A. Pars Anterior II. KELENJAR TIROID
A. Kapsula
1. Jenissel
a. Kromofil Kapsula kelenjar tiroid terdiri atas jaringan ikat

LAsidoftl kolagen tipis, dari sini membentuk septa menuju ke
substansi kelenjar, mernbagi kelenjar menjadi lobulus.
Dengan hematoksilin dan eosin berwarna merah
muda. Sel-sel itu terutama ditemukan di tengah B. Sel-selParenkim
pars anterior.
Sel-sel parenkim kelenjar tiroid membentuk folikel-
2.Basofil folikel berisi koloid, terdiri atas
Dengan hematoksilin dan eosin berwarna lebih 1. Sel-sel folikular (epitel selapis kubis)
gelap daripada asidofil. Sel-sel ini lebih sering 2. Sel-sel parafolikular (clear cell) terletak di sebe-

ditemukan di bagian perifer pars anterior. lah tepi folikel

b. Kromofob C. Jaringan ikat
Kromofob sel-selnya lebih kecil dengan sito-
plasma tidak bergranula dan afinitas terhadap Unsur jaringan ikat tipis membantu aliran darah
pulasan sangat kecil. Sel-selnya dapat dikenali
sebagai kelompokan inti di seluruh pars anterior. yangbanyak.

B. Pars lntermedia III. KELENJAR PARATIROID
A. Kapsula
Pars intermedia rudimenter pada manusia. Basofil
kecil ada,juga ada folikel yang berisi koloid. Kelenjar dibungkus kapsula jaringan ikat kolagen
yang tipis, dari sini ada septa masuk ke substansi
G. Pars Nervosa dan Tangkai kelenjar.
Infundibulum
B. Sel-sel Parenkim
Bagian ini mempunyai gambaran jaringan saraf. Sel-
sel pars nervosa adalah pituisit, menyerupai sel-sel 1. S el- s el utams (chief c ells )
neuroglia. Sel-sel ini mungkin menyokong serat saraf Sel-sel utama ada banyak, sel-selnya kecil dengan
inti besar dan membentuk tali-tali.

258 . Atlas Berwarna Histologi


2. Oksijil susun berbentuk tali-tali yang saling beranastomo-
Oksifil lebih besar, asidofil dan jumlahnya lebih sis tidak beraturan. Kapiler yang masuk melebar.

sedikit daripada sel utama. B. Medula

G. Jaringan lkat Pada manusia medula adalah kecil dan terdiri atas
sel-sel kromafin yang besar, berisi granula, tersu-
Septa jaringan ikat dari kolagen, demikian juga sun dalam tali-tali yang pendek. Selain itu, juga ada
serat-serat retikulin yang tipis menyokong jaringan sel-sel ganglion otonom yang besar. Khas untuk
vaskular yang banyak. Infiltrasi lemak sering pada medula adalah adanya vena-venabesar.
individu usia lebih tua.

IV. KELENJAR SUPRARENALIS V. BADAN PINEALIS
A. Kapsula
Kelenjar suprarenalis dibungkus oleh kapsula
jaringan ikat dari kolagen. Selanjutnya kelenjar Kapsula berasal dari piamater, merupakan jaringan
dibagi menjadi korteks dan medula. ikat kolagen yang tipis. Septa berasal dari kapsula
membagi badan pinealis menjadi lobulus yang tidak
A. Korteks sempurna.

Korteks dibagi dalam tiga zona konsentris: zona B. Sel-sel parenkim
glomerulosa, zona fasikulata dan zona retiku-
laris. 1. Pineulosit
Pinealosit mudah dikenali karena intinya ber-
7. Zona glomerulosa ukuranbesar.

Zona glomerulosa tepat di sebelah dalam kapsula. 2, Sel-sel neuroglia
Zona int terdiri atas sel-sel torak yang tersusun Sel-sel neuroglia mempunyai inti lebih kecil, lebih
berkelompok dalam lengkungan dan bulatan. padat daripada inti pinealosit.

2. Zonafasikulata G. Brain Sand
Zonapaling tebal dari kofieks adalah zona fasiku-
lata. Sel-sel kuboidal (spongiosit) tersusun meman- Khas badan pinealis adalah adanya pengapuran
jang dan sejajar. Spongiosit tampak bervakuol kecuali dalam celah antar sel, dikenal sebagai brain sand
sel-sel di bagian paling dalam, biasanya lebih kecil atau korpora arenac€a.
dan vakuolnya sedikit.

3. Zonaretikularis
Zonapaling dalam dari korteks adalah zonareti-
kularis. Zonainiterdiri atas sel-sel kecil, gelap ter-

Sistem Endohrin o 259


260 . Atlas Berwarna Htstologi


Integumen 11

Integumen, organ tubuh yang paling besar dan lapisan yang berkembang baik, sedangkan pada kulit
paling berat, terdiri atas kulit dan berbagai turunan- tipis stratum granulosum dan stratum lusidum tidak
nya, meliputi kelenjar sebasea, kelenjar keringat, ditemukan sebagai lapisan yang berkembang baik.
rambut dan kuku. Kulit membungkus seluruh tubuh
dan kontinyu dengan membran mukosa pada bibir, Namun, masing-masing sel dari kedua lapisan yang
pada anus, pada hidung, pada tepi kelopak mata dan tidak ditemukan ada bahkan pada kulit tipis.
lubang luar sistem urogenital. Beberapa dari banyak
fungsi kulit termasuk perlindungan terhadap fisik, Epidermis
kimiawi dan serangan biologik; memberi perlin-
dungal terhadap air; menyerap radiasi sinar ultra- Tergantung pada ketebalan lapis keratin (tan-
violet oleh adanya vitamin D untuk sintesis dan per- duk), kulit diklasifikasikan sebagai kulit tebal dan
lindungan; ekskresi (misalnya keringat) dan termo- kulit tipis. Epidermis kulit tebal dijelaskan lebih
regulasi; pengamatan mileu eksternal melalui ber-
dahulu, karena ini terdiri atas lima lapisan, lebih
bagai ujung saraf; dan pertahanan imunologik
daripada hanya tiga atau empat lapisan. Lapis paling
tubuh.
dalam yaitu stratum basale (stratum germinati-
O KULIT
vum) merupakan satu lapisan sel-sel kuboidal sam-
Kulit terdiri atas sebelah permukaan epitel ber- pai torak. Sel-sel ini mengalami mitosis (biasanya
lapis gepeng dengan lapisan tanduk dikenal seba- pada malam hari) dan didorong ke permukaan, men-
gai epidermis dan lapisan jaringan ikat yang sebe- jadi lapis yang paling tebal yaitu stratum spino-
lah dalam yaitu dermis (llhatGambar 11-1). Epider- sum. Lapis ini terdiri atas sel-sel polihedral berduri
mis dan dermis satu sama lain saling mengunci dicirikan oleh adanya sejumlah juluran (embatan
dengan membentuk rigi epidermis dan rigi dermis
(papila dermis), dimana antara keduanya dipisah- antar-sel) yang membentuk desmosom dengan
kan oleh membrana basalis. Seringkaii rigi dermis juluran mengelingi sel-sel berduri. Sel stratum
dibagi lagi menjadi dua rigi dermis sekunder dengan spinosum juga memperlihatkan gambaran mitosis
penyusupan sekat interpapilaris dari epidermis. (biasanya pada malam hari). Sel-sel berduri ini juga
Rigi-rigi pada ujungjari yang tercetak sebagai sidik membentuk granula pelapis membran (badan
iari adalah bukti dari interdigitasi ini. Antara kulit
dan struktur yang lebih dalam ada lembaran fasia, Odland, badan lamelar), yang isinya banyak lemak
dikenal sebagai hipodermis, yang bukan bagian terdiri atas seramid, fosfolipid dan glikosfingolipid.
kulit. Kulit dapat tebal, seperti pada telapak kaki dan Stratum granulosum dan stratum spinosum sering-
telapak tangan, atau tipis, seperli yang melapisi kali disebut sebagai stratum Malpighii dan aktivitas
bagian tubuh lainnya. Kulit tebal mempunyai lima mitosis yang berlangsung terus berperan untuk
migrasi terus menerus sel-sel ini ke dalam lapisan
berikutnya, yaag dikenal sebagai stratum granu-

losum. Sel lapis ini menyimpan granula kera-

tohialin, yang akhirrrya melebihi kemampuan sel,
merusak inti dan organelnya. Lapis ke-empat yaitu
stratum lusidum, adalah relatif tipis dan tidak

Integumen . 261


GAMBAR 11-1 Kulit dan Turunannya

Epidermis o/ v*rt

stratum korneum f/ t .S korpuskulum Batang rambut
Kelenjar sebasea (minyak)
\ #t*JI I Meissner Muskulus arektor pili
..1
t'*.r,S in Kelenjar keringat ekrin
-'{i-r"'lrqf " ,
Kelenjar keringat apokrin
\.sj, ,,-'
Folikel rambut
Stratum- -/ l .*1'tl.t. Akar rambut
spinosum
slratumbasate / Korpuskulum Pacini
) ,'.' Arteria
Vena
,;ii:"/W""'''i::TT,: Jaringan lemak
di hipodermis
Kelenjar keringat ekrin

Kelenjar keringat apokrin
Pleksus akar rambut

Hipodermis
(fasia superfisial)

Kulit dan hrrunannya yaitu rambut kelenjar keringat (baik ekrin maupun apokrin) , kelenj ar sebasea dan kuku dikenal
sebagai integumen. Kulit mungkin tebal atau tipis, tergantung pada tebalnya epiderrnis. Kulit tebal epidermisnya

terdiri atas lima lapisan keratinosit yang berbeda (stratum basale, sfatum spinosum, sffatum gmnulosum, strahrm lusidum
dan stratum komeum) terselip di antaranya ada tiga jenis sel lainnya, melanosit, sel Merkel dan sel langerhans. Kulit
tipis epidermisnyatidakmengandungstratumgranulosum dan stratumlusidum, meskipunmasing-masing selnya ada.

Stratum korneum-I^t, Epidermis
-j.4Stratum lucidum

Stratum granulosum
Stratum spinosum
Sel Langerhans
Sel Merkel
Melanosit
lvlembran basalis

Pembuluh darah

Stratum basale

262 . Atlas Berwarna Histologi


i GAMBAR 11-2 Rambut, Kelenjar Keringat, Kelenjar Sebasea i

i -.,,....,.... -,,,.,-... .-....,.....,..,.

Sarung kutikula
Lapisan Huxley

Pori-pori

.r. Akar rambut Duktus ekskretorius
Sel sebasea
Bagian sekretoris
Kelenjar sebasea
Kelenjar keringat ekrin

Komponen sekretoris kelenjar ke-
ringat ekrin terdiri atas epitel selapis
kubis yang terdiri dari sel gelap, sel
jernih dan sel mioepitel. Sa-luran
keluar kelenjar ini terdiri atas epitel

berlapis kubis (dua lapisan sel kuboi-
dal).

Kelenjar sebasea adalah kelenjar

holokrin asinusnyabercabang, saluran
keluarnya pendek menuju ke folikel
rambut, padaruang bekas sarung akar
rambutdalam.

Integumen . 265


selalu jelas. Hanya terdapat pada kulit telapak jaringan ikat padat kolagen tidak beraturan
tangan dan kulit telapak kaki, biasanya tampak
kebanyakan mengandung kolagen tipe I dan sejum-
sebagai daerah tipis, translusen, letaknya antara lah serat elastin yang membantu melekatkan kulit
stratum granulosum dan stratum korneum. Sel ke jaringan di bawahnya hipodermis. Dermis selan-
stratum lusidum tidak mempunyar inti atau organel jutnya dibagi menjadi jalinan longgar lapisan papi-
tetapi mengandung tonofibril (filamen keratin ter- laris (terdiri atas rigi dermis primer dan sekunder),
susun padat) dan mengandung eleidin, produk per- daerah superfisialis yang interdigitasi dengan rigi
ubahan dari keratohialin. Lapis sel yang paling per- epidermis (dan pagar interpapilaris) dari epidermis
mukaan adalah stratum korneum, terdiri atas sel- dan lapisan retikularis, lebih dalam, lebih kasar
sel mati dikenal sebagai skuama. Lapis superfisial dan lebih padat. Batas antara lapisan papilaris dan
stratum korneum mengelupas dengan kecepatan lapisan retikularis tidak jelas. Rigi dermis (seperti
yang sama, saat sel-sel itu digantikan oleh adanya halnya rigi dermis sekunder) memperlihatkan akhiran
aktivitas mitosis pada stratum basalis dan stratum saraf berkapsul, seperti halnya korpuskulum
Meissner, sama halnya lengkung kapiler yang mem-
spinosum. bawa nutrien ke epidermis yang avaskular.

Epidermis terdiri atas empat jenis sel : kerati- O TURUNAN KULIT

nosit (yang dijelaskan di atas), melanosit, sel Langer- Turunan kulit mencakup rambut, kelenjar seba-
sea, kelenjar keringat dan kuku (lihat Gambt l7-2).
hans dan sel Merkel. Keratinosit berperan dalam Struktur ini berasal dari pertumbuhan epidermis ke
produksi keratin adalah sel epidermis yang paling dermis dan hipodermis, sementara itu tetap mem-
banyak dan berasal dari ektoderm. Melanosit, ber- pertahankan hubungannya dengan bagian luar.
asal dari sel krista neuralis, berperan dalam pem- Setiap rambut terdiri atas batang rambut dari sel
bentukan melanin, yang disintesis organel khusus bertanduk dan akar rambut berada dalam folikel
disebut melanosom. Melanosit ini merupakan sel rambut, dihubungkan dengan keleqiar sebasea yang
terbanyak nomor dua, tersebar di antara keratinosit mensekresi zat seperti minyak yaitu setlum, ke
dari stratum basale dan adajuga di folikel rambut dalam leher folikel rambut. Berkas kecil sel-sel otot
dan di dermis. Sel ini mempunyai juluran sitoplasma
tipis yang panjang terbentang ke dalam celah antar- polos yaitu muskulus arektor pili, melekat ke
sel, di antara sel stratum spinosum. Sel Langerhans (sel
dendritik), berasal dari sumsum tulang dan letaknya folikel rambut dan meliput kelenjar sebasea, mele-
kebanyakan dalam stratum spinosum, berfungsi kat ke dalam sisi superfisial kulit.
sebagai antigen-presenting cells pada respons imun.
Sel Merkel, asalnya tidak diketahui, tersebar di antara Kelenjar keringat tidak berkaitan dengan foli-
stratum basale dan paling banyak pada ujung-ujung kel rambut. Ini adalah kelenjar tubular sederhana
jari. Akhiran saraf aferen mendekati sel-sel ini, mem- berkelok-kelok, dimana bagian sekretoriknya meng-
bentuk kompleks diduga berfungsi sebagai meka- hasilkan keringat, dilepaskan ke permukaan kulit
noreseptor (reseptor raba). Ada bukti bahwa sel melalui saluran yang panjang. Sel mioepitel menge-
Merkel mungkin juga mempunyai fungsi neurose- lilingi bagian sekretorik kelenjarini.
kretoris.
Kuku adalah struktur bertanduk pada distal
Kulit tipis berbeda dari kulit tebal, di mana ada falangs setiap jari tangan atau jari kaki. Lempeng
tiga atau empat lapisan. Stratum lusidum selalu tidak
tampak pada kulit tipis, sedangkan stratum korneum, bertanduk ini terletak di atas suatu dasar kuku dan
bagian lateralnya dibatasi oleh dinding kuku. Kuti-
granulosum dan spinosum ketebalannya sangat sedi- kula (eponychium) terletak melapisi lunula, suatu
daerah opak berbentuk bulan sabit dari lempeng
kit. Ternyata, sering hanya lapisan stratum granu- kuku, sedangkan hyponychium terletak di bawah
losum yang tidak sempurna yang ada. tepi bebas lempeng kuku.

Dermis

Dermis kulit, letaknya langsung sebelah dalam epi-
dermis, berasal dari mesoderm. Dermis terdiri atas

264 . Atlas Berwarna Histologi


W Histofisiologi t

I. KERATINOSIT DAN trombosit dan faktor pertumbuhan perangsang

PEMBENTUKAN KERATIN fibroblas.

Dalam lapisan superfisial stratum spinosum dan II. PEMBENTUKAN MELANIN
dalam stratum granulosum, adalah sel-sel yang
mengumpulkan protein kaya dengan histidin yaitu Melanin disintesis oleh melanosit, yaitu sel yang
granula keratohialin di dalam mana ujung filamen berasal dari krista neuralis. Meskipun sel-sel ini
intermedia terbenam. Dalam stratum lusidum, orga- terletak di stratum basale, sel ini mempunyai juluran
nel sel tidak ada lagi, granula keratohialin sudah panjang yang terbentang ke dalam stratum spino-
hilang dan sekarang disebut eleidin, suatu kombi- sum. Ada dua jenis melanin yaitu eumelanin suatu
nasi materi berbentuk filamen terbenam dalam pigmen coklat tua sampai hitam terdiri atas polimer
matriks yang padat. Sel-sel stratum korneum terisi hidroksiindol, dan feomelanin, suatu zat merch
dengan keratin, suatu skleroprotein yang terdiri seperti karat terdiri atas polimer cysteinyl dopa.
dari l0-nm-filamen tebal yang kaya residu lisin Eumelanin terdapat pada individu dengan rambut
sama seperli halnya filamen terkait keratohialin, fila- hitam dan feomelanin terdapat pada individu dengan
grin dan trikohialin, kedua protein ini, kaya akan rambut merah dan pirang.
histidin dan sistin, berfungsi dalam ikatan filamen
keratohialin ke dalam berkas tebal tonofibril. Selain Kedua jenis melanin berasal dari asam amino
itu, sisi sitoplasma membran sel dari keratosit stra- tirosin, yang dibawa ke dalam vesikel khusus berisi
tum granulosum, lusidum dan korneum diperkuat tirosinase asal darijala-j alatrans-Golgi, yang dike-
oleh involukrin, suatu protein fibrosa yang mem- nal sebagai melanosom. Dalam melanosom yang
bentuk ikatan silang yang komponen masing-
masingnya mempunyai diameterl2 nm, seperti hal- berbentuk lonjong ini (1,0 x 0,5 pm), tirosinase

nya oleh protein loricrin 25-kD, kaya-glisin. Sel- mengubah tirosin menj adi 3,4-dihidroksifenilalamn,
seterusnya diubah menjadi dopaquinon dan akhir-
sel stratum spinosum dan sffatum granulosum ditem- nya menjadi melanin.

pati granulabersalut membran yang isinya substansia Melanosom berjalan menuju ke ujung juluran

kaya lemak, dilepaskan ke dalam celah ekstraselu- melanosit, yang akan dibungkus dan endositosis oleh
lar, membentuk suatu sawar yang tidak permeabel keratinosit dari stratum spinosum. Melanosom bebas
terhadap cairan air. Selain itu, enzim lisozom dile-
paskan ke dalam sitosol sel dari stratum granulosum pindah ke inti keratinosit dan membentuk payung
dan stratum lusidum mencernakkan organel sel dan pelindung, melindungi inti (dan kromosomnya) terha-
berlangsungnya waktu keratinosit mencapai stra- dap radiasi ultraviolet dari matahari. Segera sesudah-
nya, lisosom menyerang dan menghancurkan mela-
tum komeum, sel ini tidak hidup, berisi timbunan
keratin. Keratin kulit adalah keratin "lunak", sedang- nosom.

kan keratin kuku adalah keratin "keras" karena pada Radiasi ultraviolet tidak hanya meningkatkan
kuku mempunyai lebih banyak ikatan disulfida. kecepatan melanin menjadi gelap dan endositosis ujung
juluran melanosit tetapi juga meningkatkan aktivi-
Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa tas tirosinase, jadi meningkatkan produksi melanin.

keratinosit menghasilkan molekul imunogenik dan Sedikit melanosit terletak pada sisi dalam paha
mungkin akrif dalam proses imun. Terbuktijuga mem- dan sisi bawah lengan dan wajah. Namun, pigmentasi
kulit berkaitan dengan letak melanin lebih daripada
perlihatkan bahwa sel-sel ini dapat menghasilkan jumlah melanosit. Melanosom adalah sedikit dan ter-
kumpul sekitar inti keratinosit pada suku bangsa Kau-
beberapa interleukin, faktor perangsang koloni, inter- kasia, sedangkan kulit hitam melanosit lebih besar
feron, faktor nekrosis tumor, demikian juga faktor dan lebih tersebar melampaui sitoplasma keratinosit.

Integumen . 265


CONTOH KASUS KLINIS

Gatal (Pruritus) Vitiligo
Sensasi gatal diikuti dengan suatu kebiasaan, ham-
pir tidak dapat dihindari untuk menggaruk. Ada Suatu keadaan yang mengenai kulit berupa bercak
banyak penyebab gatal yang berbeda, beberapa putih karena kurangnya pigmentasi, dikenal sebagai
sepefii la1at berjalan pada kulit dan menyebabkan vitiligo. Melanosit pada daerah yang terkena rusak
folikel rambut bergetar atau demikian hebat seba- karena respons autoimun. Keadaan ini mungkin
gai kondisi sistemik yang menjengkelkan seperti tampak secara tiba-tiba setelah trauma fisik atau
halnya gagal ginjal atau penyakit hati. Jika gatal sebagai akibat terbakar matahari. Jika daerah yang
diikuti dengan kemerahan, kemudian kemungkinan terkena berambut, ketika rambut tumbuh rambut
penyebab bukan ginjal atau hati. Infestasi parasit
itu akan memutih. Meskipun akibat fisik dari
(kutu, skabies dll), gigitan serangga, racun tanaman vitiligo tidak ada, mungkin hanya akibat psiko-
(sepefii racun pohon oak dan racun tanaman yang
menjalar) dan alergi obatbiasanya diikuti dengan logis saja.
kemerahan dan memerlukan tindakan pengobatan.
Jika gatal berlangsung lama, pasien sebaiknya KeganasanKulit
mencari bantuan dokter. Kehamilan dan cuaca Ada tiga keganasan pada kulit yang paling sering
dingin serta kering mungkiniuga merupakan fak-
tor yang ikut menyebabkan gatal. yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa
dan melanoma maligna.
Psoriasis
Psoriasis adalah suatu kondisi yang dicirikan ber- Karsinoma sel basal, keganasan pada manusia
cak lesi pada kulit, terutama sekitar persendian yang paling sering, berkembang dalam stratum
basale dari kerusakan yang disebabkan oleh radiasi
dan kulit kepala. Keadaan ini akibat proliferasi sinar ultraviolet. Tempat yang paling sering dari
karsinoma sel basal adalah pada hidung, terdapat
yang berlebihan dari keratinosit dan percepatan sebagai papula atau nodulus, yang akhirnya suatu
siklus sel, mengakibatkan penumpukan sel-sel cekungan. Pembedahan biasanya 907o efektif
pada startum korneum. Kondisi ini adalah siklis tanpa kekambuhan.
dan etiologinya tidak diketahui.
Karsinoma sel skuamosa, keganasan kulit
Eritema multiform kedua yang paling sering, invasif dan metastasis.
Bercak kemerahan pada kulit yang menimbul, Kemungkinan etiologinya faktor lingkungan,
sering menyerupai suatu sasaran, tampak distri- seperti misalnya radiasi ultraviolet dan radiasi
sinar X, demikianjuga berbagai karsinogen kimiawi,
businya simetris pada wajah dan ekstremitas, yang termasuk arsen. Karsinoma berasal dari sel-sel
terdapat secara periodik, menandakan kelainan dalam strafum spinosum dan tampak secara klinis

eritema multiforme. Kelainan ini paling sering sebagai suatu hiperkeratosis; plak bersisik dengan

karena infeksi herpes simpleks. Kelainan ini biasa- invasi yang dalam dari jaringan di bawahnya,
nya tidak disertai gatal, meskipun umumrya ter- sering disertai perdarahan. Pilihan pengobatan
dapat lesi yang nyeri (gelembung) pada bibir dan
pipi dalam. Biasanyakondisi ini membaik sendiri, adalah pembedahan.
tetapi pada kasus yang lebih berat, perlu tindakan
pengobatan. Melanoma maligna suatu keganasan yang

Kutil mengancam jiwa. Keganasan ini berkembang
Kutil adalah pertumbuhan jinak epidermis pada
pada melanosit yang bermitosis secara aktif dan
kulit yang disebabkan oleh infeksi virus papiloma menyebuk dermis, akhirnya masuk sistem lim-
dari keratinosit. Kutil sering pada anak kecil, dewasa fatik dan sistem sirkulasi untuk bermetastasis ke
muda dan pasien imunosupresif. sistem organ lainnya. Pilihan pengobatan adalah
kombinasi pembedahan dan kemoterapi.

266 . Atlas Berwarna Histologi


o #eKex'eru

Integumen . 267


*&Sl**&X $ o Kulit tebal. Paraffin section. x 132. .&&WffiA* € Kulit tebal. Monyet. Plastic

Kulit terdiri atas epidermis (E) sisi permukaan dan section. x 132.
dermis (D) lapis lebih dalam. Pada batas antara ke
Gambar fotomikroskopik ini dari kulit tebal, menun-
dua jaringan ada rigi epidermis (ER) dan rigi jukkan gambaran serupa dengan yang ada pada
Gambar 1. Namun, lapisan-lapisan epidermis (E)
dermis (DR) (papila dermis). Antara rigi epidermis lebih mudah dipelajari dalam sajian ini. Perhatikan
skuama dari stratum korneum (SC) tampak lang-
yang berturutan ada pasak interpapilaris, yang mem- sung terletak pada stratum granu.losum (SG), di-
bagi setiap rigi dermis menjadi rigi dermis sekunder. mana sel-selnya mengandung granula keratohialin.
Lapisan sel-sel paling tebal pada epidermis adalah
Perhatikan pada kulit tebal lapis keratinisasi yaitu
stratum korneum (SC) berkembang sangat baik. stratum spinosum (SS), sedangkan straturn
Perhatikanjuga, saluran keluar (duktus) (d) kelen-
jar keringat menembus dasar rigi epidermis. Dermis basale (SB) tebalnya hanya selapis sel. Stratum lusi-
kulit selanjutnya dibedakan atas dua daerah yaitu dum tidak tampak, meskipun sedikit sel-sel peralihan
lapisan papilaris (PL) terdiri atas jaringan ikat
kolagen longgar dari rigi dermis dan lapisan reti- (panah) dapat dikenali. Perhatikan rigi dermis
kularis (RL) yaitu lapisjaringan ikat kolagen yang
lebih dalam dan lebih padat. Pembuluh darah (BV) sekunder (SDR) pada kedua sisi pasak inter-
dari stratum retikulare memasuki rigi dermis.
papilaris (IP), ada lengkungan kapiler darah
.*&ffiS&ffi 3 Kulit tebal. Monyet. Plastic section.
(CL). Daerah serupa dengan daerah korak diberikan
x 540. dalam Gambar 3 dan Gambar 4 dengan pembesaran
kuat.
Ini adalah pembesaran kuat daerah yang serupa
.fi&fdm&ffi 4 Kulit tebal. Monyet. Plastic section.
dengan doerqh kotak dalam gambar sebelumnya.
x 540.
Lapisan papilaris (PL) dari dermis memperlihat-
Ini adalah pembesaran kuat suatu daerah serupa
kan inti (N) berbagai sel-sel dalam jaringan ikat, dengan daerah kotok Gambar 2. Perhatil<an sel

juga daerah antara dermis dan stratum basale straflrm spinosum (SS) saat didorong naik ke atas,
(SB). Perhatikan sel-sel ini kuboidal sampai torak sel-sel menjadi agak gepeng. Saat sel mencapai

dan tersebar di antaranya terkadang ada sel jernih, stratum granulosum (SG) sel mengumpulkan
mungkin melanosit (M) yang tidak aktif, meskipun
demikian perlu ditekankan bahwa sel-sel Merkel granula keratohialin (panah), yang jumlahnya me-
ningkat ketika sel menuju lapis ini. Terkadang sel-sel
juga tampak seperti sel jernih. Sel stratum spi- peralihan (kepalo panah) dari stratum lusidum yang
nosum (SS) berbentuk polihedral, mempunyai tidak jelas dapat diamati, juga skuama (S) dari

sejumlah jembatan antar sel yang saling mengunci stratum korneum (SC). Daerah kotak. Kulit
tebal. Paraffin section. x 132. Gambar fotomi-
seperti jari-jari dengan sel-sei lainnya, sehingga kroskopik ini memperlihatkan stratum lusidum

gambarannya seperti berduri. (SL). Perhatikan bahwa lapis ini terletak di antara
stratum granulosum (SG) dan stratum korneum
(SC). Perhatikan saluran keluar (duktus) (d) kelen-

jar keringat.

268 . Atlas Berwarna Histologi


l-$&*i€si{seg-l ls"nesAs 4 I

KUNGI ER rigi epidermis SC stratum korneum
BV pembuluh darah IP pasak interpapilaris SDR rigi dermis sekunder
CL lengkung kapiler M melanosit SG stratumgranulosum
D dermis SB sffatumbasale
d duktus N inti
DR rigi dermis PL lapisan papilaris SL stratum lusidum
E epidermis RL lapisan retikularis SS stratum spinosum
S skuama

Integumen . 269


S&Mffi&ffi "! . Kulit tipis. Manusia. Paraffin .&Ant!&&& P Kulit tipis. Manusia. Paraffin

section. x 1 9. section, x 132.

Kulit tipis terdiri atas lapisan yang sangat ramping Ini adalah pembesaran kuat daerah serupa dengan
daerah kotak gambar sebelumnya. Perhatikan epi-
dari epidermis (E) dan dermis (D) lapisan di
bawahnya. Sementara kulit tebal tidak mempunyai dermis (E) lebih tipis daripada kulit tebal dan
folikel rambut dan kelenjar sebasea yang berhu- bahwa sffatum korneum (SC) sangat berkurang
tebalnya. Rigi epidermal dan pasak interpapi-
bungan dengan folikel, kebanyakan kulit tipis mem- laris (IP) tampak jelas dalam fotomikroskopik ini.
punyai kedua bangunan itu. Perhatikan rambut (H) Perhatikan lapisan papilaris (PL) dermis berisi
berkas serat kolagen (CF) yang lebih halus dari-
dan folikel rambut (HF), bulbus pili (B) mele-
pada jaringan ikat kolagen padat tak beraturan di
bar ada papila (P) jaringan ikat. Kebanyakan folikel
lapisan retikularis (RL). Dermis jelas vaskular,
terbenam dalam fasia superfisialis di bawah kulit, tampakbanyak sekali pembuluh darah (B\D yang
yaitu lapisan jaringan lemak yang disebut hipo-
dermis (hD), yang bukan merupakan bagian inte- pada potongan melintangnya terlihat jelas.Sejumlah
gumen. Kelenjar sebasea (sG) sekretnya dike-
luarkan ke dalam saluran keluar yang pendek duk- inti (N) dari berbagai seljaringan ikat menunjukkan
tus (d) ke dalam lumen folikel rambut. Berkas otot
dermis yang selular. Perhatikan juga adanya mus-
polos yaitu muskulus arektor pili (AP) memben-
tuk seperti jerat pada kelenjar ini, berjalan dari kulus arektor pili (AP), yang kontraksinya mene-

folikel ke lapis papilaris dari dermis. Keler{ar gakkan rambut dan menyebabkan gambaran seperti
keringat (swG) juga ada di lapisan retikularis dari "kulit angsa". Daeroh kotak disajikan dengan pem-

dermis. Suatu daerah serupa dengan daerah kotok besaran kuat dalam gambar berikutnya.

diperlihatkan dengan pembesaran kuat pada Gam- {iAffiK,&n 3 . Kulit tipis, Manusia. Paraffin

bar2. section. x 270.

i Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat

Epidermis Lapisan papilaris daerah kotak Gambar 2. Epidermis kulit tipis hanya
Dermis
Hipodermis Stratum mempunyai tiga atau empat lapis dari yang terdapat
granulosum
Folikel rambut pada kulit tebal. Stratum basale (SB) terdapat

Bulbus rambut sebagai satu lapisan sel-sel kuboidal sampai torak.

Kebanyakan epidermis terdiri atas sel-sel berduri dari

stratum spinosum (SS), sedangkan stratum gra-

nulosum dan stratum lusidum tidak memperlihatkan

sebagai lapisan yang sempurna. Namun setiap sel dari
stratum granulosum Q;anah) dan stratum lusidum

terdapat tersebar di antara stratum spinosum dan
stratum korneum (SC). Lapisan papilaris dermis
(D) banyak vaskularisasinya karena adanya leng-

kung kapiler (CL), yang men)'usup ke rigi der-
mis sekunder (sDR). Perhatikan berkas serat

kolagen (CF) di dermis menjadi makin kasar pada

lapisan epidermis yang lebih dalam.

27O . Atlas Berwarna Histologi


trAKBAmS

JITF

*

I

q

"'Y r I

,

* 5iq"

{-ffe,tu!EAm 5-l

KUNCI

AP muskulus arektor pili H rambut RL lapisan retikularis
B bulbuspili hD hipodermis SC stratumkorneum
BV HF folikelrambut sDR rigi dermis sekunder
CF pembuluhdarah IP pasakinterpapilaris kelenjar sebasea
CL seratkolagen N inti sG stratumbasale
D lengkungkapiler P papila SB stratum spinosum
d dermis PL lapisanpapilaris SS keleni ar keringat
duktus swG

idermis

lntegumen . 271


$&&$WA& t . Folikel rambut. l.s. Manusia. .&AXWS&ffi 3 Kelenjar sebasea. Manusia. Paraffin

Paraffin section. x 132. section. x 132.

Ujung folikel rambut yang melebar disebut bulbus Kelenjar sebasea (sG) adalah kelenjaryang asinus-

pili, terdiri atas papila (P) jaringan ikat yang dili- nya holokrin, bercabang, menghasilkan sebum seperti
puti oleh sel-sel yang berasal dari epitel yang akar
rambut (HR). Aktivitas mitosis untuk pertumbuhan minyak. Sekret kelenjar ini dilepaskan ke dalam
rambut terjadi di matriks, dari sini ada beberapa Iumen folikel rambut (HF), yang mana kelenjar
sebasea terkait. Sel basal (BC), terletak di tepi
selubung konsentris dari sel-sel epitel tumbuh dike-
kelenja4 mengalami mitosis aktif, untuk mengganti
lilingi oleh sarung jaringan ikat (CTS). Warna
kan sel yang mati, yang pada kelenjar holokrin men-
rambut tergantung pigmen inrraselular yang ber- jadi hasil sekresi. Perhatikan ketika sel-sel mengum-
peran untuk tampil gelap dari beberapa s el (panah) . pulkan sebum dalam sitoplasmanya, sel berdegene-

.GAnfi&An 3 Folikelrambut. x.s. Manusia. rasi, tampak piknosis inti (N) terjadi secara berta-
hap. Perhatikan muskulus arektor pili (Ap), yang
Paraffin section. x 132.
menjerat kelenjar sebasea.

Banyak lapisan yang menyusun folikel rambut yang .S&!WK'&ffi 4 Kelenjar keringat. Monyet. Plastic

sedang tumbuh dapat diamati pada potongan melin- section. x 132.

tang ini. Seluruh struktur dikelilingi oleh sarung Kelenjar ekrin tubulosa berkelok-kelok selapis di-
bagi menjadi dua kompartemen, bagian sekresi (s)
jaringan ikat (CTS), dipisahkan dari komponen dan saluran keluar (duktus,zd). Bagian sekresi kelen-
jar terdiri atas epitel selapis kubis, terdiri atas sel-sel
yang berasal dari epitel oleh membrana basalis khu- sekretoris gelap dan terang (satu sama lain tidak
sus yaitu membran kaca dalam (inner glassy mem- dapat dibedakan kecuali digunakan cara khusus).

brane / BM). Sel-sel polihidral yang jernih menl'u- Kanalikuli interselular tampak di antara sel-sel

sun sarung akar rambut luar (ERS), mengelilingi jernih, yang lebih kecil daripada lumen (L) kelenjar.
sarung akar rambut dalam (IRS), yang sel- Duktus (d) mudah dikenali karena duktus lebih
gelap dan terdiri atas epitel berlapis kubis. Daerah
selnya mengalami keratinisasi. Pada leher folikel
kotak a dan b. Duktus dan unit sekretorik.
rambut, dimana saluran keluar kelenjar sebasea
Monyet. Plastic section. x 540. Duktus mudah
masuk, sarung akar rambut dalam hancu4 terbentuk terlihat, karena lumen (L) nya dikelitingi oleh dua
lapis sel kubis. Sel sekretorik (s) dari kelenjar
suatu lumen yang di dalamnya sebum dan kelenjar keringat ekrin dikelilingi oleh sel mioepitel (My)

keringat apokrin dikeluarkan. Kutikula (Cu) dan yang tampak lebih gelap.
korteks (Co) menyrrsun komponen rambut yang

keratinisasi sangat baik, sedangkan medula tidak

tampak pada pembesaran ini. Perhatikan adanya
muskulus arektor pili (AP)

i

"i*'-<-)

\-LSel mioepitel Duktus-
sSeetriesrneihra/ p*H{,leu;*:tfAth
Papila
rambut *f*fififri "

Akar rambut Kelenjar t<eringat etrin Kelenjar sebasea

272 . Atlas Berwarna Histologi


KUNCI

AP muskulus arektor pili d duktus My sel mioepitel
sarungakarrambutluar N inti
BC sel-selbasal ERS P papila
BM membrankacadalam HF folikelrambut kelenjarsebasea
akarrambut sG sekretoris
Co korteks HR
CTS sarung jaringanikat IRS sarungakarrambutdalam s

Cu kutikula L lumen

Integumen . 2?3


&AMgAffi t . Kuku jari. Ls, Paraffin section. x 14. ?.GAlxSB,srR Kuku jari, x.s. Paraffin section. x 14.

Kuku merupakan struktur yang sangat keratinisasi, Lempeng kuku (NP) pada potongan melintang

letaknya pada permukaan dorsal dari falang distal menampakkan adanya gambaran cembung. pada

(Ph) dari setiapjari tangan danjari kaki. Lapisan tan- kedua sisinya dibatasi oleh dinding kuku (NW)
dan alur lateral yang disebut sebagai alur kuku
duk lempeng kuku (NP) menjulur masuk ke dalam (NG). Dasar kuku (NB) analog dengan empat
dermis, membentuk akar kuku (NR). Epidermis
lapisan epidermis, sementara itu lempeng kuku meru-
pada falangs distal membentuk lipatan kontinyu yang pakan stratum korneum. Dermis (D), sebelah dalam

disebut eponychium (Ep) atau kutikula, dasar dasar kuku, melekat erat pada periosteum fibrosa
kuku (NB) di bawah lempeng kuku dan hypo- (FP) tulang (Bo) dari ujung falangs. perhatikan
nychium (Hy). Epitel (panah) mengelilingi akar bahwa ujungjari dilapisi kulit tebal dimana stratum
korneum (SC) berkembang sangat baik. Struktur
kuku, berperan untuk secara terus menerus peman- kecil gelap di dermis adalah kelenjar keringat

jangan kuku. Dermis (D) antara dasar kuku dan (swG).
tulang (Bo) dari falangs distal melekat erat pada
periosteum fibrosa (EP). Perhatikan bahwa ini .&A$S&A& 3 Korpuskulum Pacini, Paraffin

adalahjari yang sedang berkembang, seperti tampak section. x 132.

adanya tulang rawan hialin (HC) dan osteoge-

nesis endokondral (kepalapanoh) .

.SAIW&AR 3 Korpuskulum Meissner. Paraffin Korpuskulum Pacini, terletak dalam dermis dan

section. x 540. hipodermis merupakan reseptor mekanis. Bangunan

Korpuskulum Meissner adalah reseptor mekanis ini terdiri atas sumbu tengah dengan daerah
bentuknya lonjong, berkapsul terletak di rigi der- dalam (IC) dan daerah luar (OC) dan suatu kap-
sula (Ca) yang mengelilingi sumbu tengah. Sumbu
mal, tepat sebelah dalam stratum basale (SB).
Bangunan ini khususnya jelas di daerah genital, tengah dalam dipengaruhi serat sarafaferen (NF),
bibir, ujung jari dan telapak kaki. Kapsula (Ca) yang mielin-nya hilang segera setelah masuk kor-
jaringan ikat membungkus korpuskulum ini. Inti puskulum. Sel-sel di tengah adalah modifikasi sel
(N) dalam korpuskulum kepunyaan sel Schwann
Schwann, sedangkan komponen kapsula merupa-
yang gepeng, yang tersusun mendatar dalam struk- kan lanjutan endoneurium serat saraf aferen. Kor,

tur ini. Serat saraf aferen (NF) menembus dasar puskulum Pacini mudah dikenali dalam sajian karena

korpuskulum Meissner, bercabang-cabalg, dan ber- menyerupai potongan bawang. Perhatikan adanya
jalan berkelok-kelok dalam korpuskulum.
muskulus arektor pili (AP) dan gambaran duktus

(d) kelenjar keringat di dekat bangunan tetapi tidak

berkaitan dengan korpuskulum Pacini.

-fS LemPeng kuku

l{,.:1i1L- Alur kuku

Akar kuku --...-.*#;;m., ^^u,,,",*,,,-ur-/\ Dasar kuku
Hyponychium
'"'c

Kuku

274 . Atlas Berwarna Histologi


tCXM&*n,l] t-e*ingAn a I

fsAi,riAx B l ftrAnrg&n q--l

KUNCI

AP arektor pili Hy hyponychium NR akar kuku
Ca IC sumbutengah NW dindingkuku
Bo kapsula N inti OC sumbu tengah daerah luar
D tulang NB dasarkuku Ph falangs distal
d dermis NF serat saraf stratumkomeum
Ep duktus NG alurkuku SC stratumbasale
FP eponychum NP lempengkuku SB kelenjarkeringat
HC periosteumfibrosa swG
tulangrawanhialin

lntegumen . 2?5


G,&$t{g*&ffi i* . Kelenjar keringat. x.s. Manusia. antara lumen utama dan ruang antar-sel lateral; dan

Mikroskop elektron. x 5.040. (3) antara suatu sel jernih dan suatu sel gelap,

Taut kedap (p anoh) terdapat pada tiga tempat dalam memisahkan lumen utama (L) dan ruang antar-sel.
bagian sekretoris kelenjar liur manusia : (1) antara
Perhatikan adanya granula sekretoris (SG) dan
sel-sel jernih (C) memisahkan lumen kanalikulus sel mioepitel (ME). (Seizin Briggman J! Bank HL,
Bigelow JB, dkk. Structure of the tightjunctions of
antar-sel (kepoloponah) dan ruang basolateral antar-
the human eccrine sweat gland. AM J Anat 1981;
sel; (2) antara dua sel gelap (D) memisahkan
762:357-368).

276 . Atlas Berwarna Histologi


rl

ffi Ringkasan Histologik

I. KULIT 1. Lapisanpapilaris

A. Epidermis Rigi dermis (papila dennis) dan rigi dermis sekun-
der saling interdigitasi dengan rigi epidemis (dan
Epidermis merupakan epitel permukaan daerah pasak interpapilaris) dari epidermis. Serat kola-
kulit. Epidermis terdiri atas empat jenis sel: kera- gen ramping dibanding dengan lapisan dermis yang
tinosit, melanosit, sel Langerhans dan sel Mer- lebih dalam. Rigi dermis ditempati lengkung kapi-
kel. Keratinosit tersusun dalam lima lapisan dan ler dan korpuskulum Meissner.
tigajenis sel lainnya tersebar di antara keratinosit.
Kelima lapisan epidermis itu adalah : 2. Lapisanretikulsris

l. Slrstumbasale Lapisan retikularis kulit terdiri atas berkas serat
kolagen yang kasar. Lapisan ini ada pleksus vas-
Selapis sel-sel kuboidal sampai torak yang kular dan interdigitasi dengan lapisan hipodermis
berdiri padamembrana basalis. Di sini merupa- di bawahnya. Sering, pada lapisan ini ada folikel
kan daerah pembelahan sel. Di sini juga terdapat rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat.
melanosit dan sel Merkel. Akhiran bulbus Krause dan korpuskulum pacini
jugamungkin ada.
2. Stratumspinosum
Terdiri atas banyak lapisan sel-sel berduri poli- II. TURUNAN KULIT
hedral yang mempunyai jembatan antar-sel. A. Rambut
Aktivitas mitosis juga ada. Stratum spinosum juga
mengandung sel-sel Langerhans dan juluran Rambut adalah suatu pertumbuhan ke bawah epi-
melanosit. dermis terbenam ke dalam dermis atau hipodermis.
Rambut mempunyai batang rambut bebas yang
3. Stratumgranulosum dikelilingi oleh beberapa lapisan sarung silindris
Sel-sel yang agak gepeng dan berisi granula dari sel-sel. Ujung akhir folikel rambut melebar
sebagai bulbus pili, terdiri atas papila jaringan ikat
keratohialin. Lapisan ini tidak nampak pada dan akar rambut. Lapisan konsentris dari folikel

kulittipis. adalah:

4. Stratumlusidum 1. Sarungjaringanikat
Lapisan tipis yang tembus pandang dimana sel-
selnya mengandung eleidin. Lapisan ini juga 2. Membrankaca
tidak nampak pada kulit tipis.
Modifikasi membrana basalis.
5. Stratumkorneum
3. Sarung akar rsmbut luar
Terdiri atas skuama bertumpuk dengan kera- Terdiri atas sedikit lapisan sel polihidral dan
tin. Skuama superfisial mengelupas.
selapis sel torak.
B. Dermis
4. Sarung akar rambut dulam
Dermis adalah jaringan ikat padat kolagen tidak
beraturan dibagi menjadi dua lapisan yaitu lapisan Terdiri atas tiga lapisan: lapisan Henle, lapisan
papilaris dan lapisan retikularis. Huxley dan kutikula sarung akar rambut. Sarung
akar rambut dalam berhenti pada leher folikel
rambut dimana duktus kelenjar sebasea terbuka

Integumen . 277


ke dalam folikel rambut. membenfuk suatu lumen D. Kelenjar keringat
yang ke dalamnya sebum dicurahkan.
1. Kelenjarkeringat
5. Kutikula sarung akar rambat
Terdiri atas sel yang banyak mengalami kerati- Merupakan kelenjar tubulosa, sederhana,
nisasi yang saling tumpang tindih satu samalain. berkelok-kelok dimana bagian sekretoriknya

6. Korteks pili terdiri atas epitel selapis kubis. Sel gelap dan sel
terang ada dengan kanalikuli interselularis di
Rambut secara keseluruhan, terdiri atas sel-sel antara sel-sel. Sel mioepitel mengelilingi bagian
sekretorik.
yang banyak mengalami keratinisasi.
2. Duktus (saluran keluar)
7. Medulapili
Bagian tengah dari rambut yang tipis, yang sel- Terdiri atas epitel berlapis kubis (dua lapis sel).
Sel duktus lebih gelap dan lebih kecil daripada
selnya mengandung keratin lunak. sel di bagian sekretorik. Duktus menembus dasar
rigi epidermis untuk mencurahkan keringat ke
B. Kelenjar sebasea dunialuar.

Kelenjar sebasea dalam bentuk kantong kecil E. Kuku
berkaitan dengan folikel rambut. Kelenjar sebasea
adalah kelenjar holokrin alveolar bercabang yang Lempeng kuku bertanduk, dan duduk pada dasar
menghasilkan sebum seperti minyak. Sekretnya kuku. Kuku dibatasi sebelah lateral oleh dinding
dilepaskan ke leher folikel rambut melalui duktus kuku, dasarnya membentuk alur kuku lateral.
yang pendek dan lebar. Sel-sel basal merupakan
sel-sel regeneratifkelenjar sebasea, terletak di tepi Eponychium (kutikula) di atas lempeng kuku.

kantong kecil (sakulus) Sementara hyponychium terletak di bawah ujung
bebas lempeng kuku. Sisi posterior lempeng kuku
C. Muskulus arektor pili adalah akar kuku, yang terletak di atas matriks,
yaitu daerah yang berperan dalam pertumbuhan
Muskulus arektor pili berupa berkas sel-sel otot kuku.
polos terbentang dari folikel rambut ke lapisan

papilaris dari dermis. Muskulus ini menjerat kelen-

jar sebasea. Kontraksi serat-serat otot polos ini

menegakkan rambut, membentuk "seperti kulit
angsa", melepaskan panas dan membantu penge-

luaraa sebum dari kelenjar ke dalam duktusnya.

278 . Atlas Berwarna Histologi


)

12Sistem Respirasi

Sistem respirasi berfungsi untuk pertukaran karbon- tentu rongga hidung mukosanya berubah menjadi
dioksida dan oksigen, yang kemudian didistribusi- daerah olfaktoris, dan merujuk ke mukosa olfak-
kan ke seluruh jaringan tubuh. Untuk memenuhi torius. Kelenjar dalam lamina propria dari mukosa ini
fungsi ini, udara harus dibawa ke bagian sistem res- menghasilkan sekret mukus yang tipis yang mela-
pirasi dimana pertukaran gas dapat terjadi. Sistem rutkan zat-zat berupa bau. Sel olfaktoris yang
respirasi, karenanya, mempunyai bagian konduksi berupa epitel torak bertingkat terletak dalam epitel
dan bagian respirasi. Beberapa saluran yang lebih
besar dari bagian konduksi adalah ekstrapulmonal, olfaktoris yang menerima rangsangan sensoris. Selain
sementara komponen yang lebih kecil adalah intra- sel olfaktoris, ada dua jenis sel lainnya yang menyu-
pulmonal. Bagian respirasi seluruhnya intrapul- sun epitel olfaktoris, yaitu sel penyokong dan sel
monal. Diameter berbagai lumen berubah oleh karena basal. Sel penyokong sama sekali tidak mempunyai
adanya sel-sel otot polos yang terdapat sepanjang
saluran (Tabel 2-1). fungsi sensoris. Sel ini membentuk pigmen coklat
kekuningan yang memberi warna mukosa olfak-
O BAGIAN KONDUKSI toris. Sel-sel ini memisahkan dan menyokong sel

Daerah ekstrapulmonal dari bagian konduksi olfaktoris. Sel basal kecil, gelap, terletak pada mem-
terdiri atas rongga hidung, farings, larings, trakea brana basalis dan mungkin bedungsi untuk rege-
dan bronkus. Daerah intrapulmonal yaitu bronkus nerasi. Akson sel olfaktoris berkumpul menjadi
intrapulmonal, bronkiolus dan bronkiolus terminalis berkas saraf yang kecil yang berjalan melalui lem-

(lihat Gambar I2-I). peng kribriformis tulang etmoid sebagai saraf

Daerah Ekstrapulmonal kranial pertama yaitu nervus olfaktorius. Jadi, perlu
diingat bahwa badan sel dari nervus olfaktorius
Daerah ekstrapulmonal dari bagian konduksi (saraf kranial I) terletak pada tempat yang agak rawan,
mengubah udara yang dihirup dengan melembab- pada epitel permukaan yang membatasi rongga
hidung.
kan, membersihkan dan menyesuaikan suhu udara.
Kerja membersihkan dan melembabkan dilakukan Bagian konduksi sistem respirasi disokong oleh
oleh mukosa saluran pemapasan. Mukosa saluran suatu rangka yang terdiri atas tulang dan/atau tulang
rawan agar dapat mempertahankan lumen tetap ter-
pernapasan terdiri atas epitel bertingkat torak buka. Diameter lumen ini dikendalikan oleh sel otot
bersilia (epitel respiratori) dengan sejumlah sel-sel polos yang letaknya pada dinding bangunan ini.
goblet dan sarung jaringan ikat di bawahnya yang Larings yaitu suatu daerah dari bagian konduksi,
ditempati kelenjar seromukosa. Perubahan tem-
diperuntukkan mencegah makanan, cairan dan benda
peratur udara pemapasan dicapai melalui adanya pem- asing masuk ke dalamnya dan untuk pembentukan
buluh darah yang banyak dalam jaringan ikat tepat
suara. Larings terdiri atas sembilan tulang rawan,
di sebelah dalam epitel respirasi. Pada daerah ter-
tiga di antaranya berpasangan, sejumlah otot

ekstrinsik dan intrinsik dan beberapa ligamen. Kerja
otot ini pada tulang rawan dan ligamen mengubah

Sistem Respirasi . 2?9


tegangan dan kedudukan pita suara, jadi me- sakus alveolaris, dengan setiap sakus terdiri atas
sejumlah alveoli. Epitel sakus alveolaris dan alveoli
mungkinkan variasi nada suara yang dihasilkannya.
Lumen larings dibagi menjadi tiga kompartemen : terdiri atas dua jenis sel: pneumosit tipe I yang
vestibulum, ventrikel dan ruang infraglotis. Ruang
infraglotis adalah kontinyu dengan lumen trakea, sangat tipis, yang menyusun dinding alveolus dan
suatu struktur yang disokong oleh cincin-C 15-20
segmen tulang rawan hialin yang berbentuk tapal sakus alveolaris; dan pneumosit tipe II, sel yang
kuda. Lumen trakea dibatasi oleh epitel respirasi
yang terdiri atas berbagaijenis sel, yaitu sel goblet, membentuk surfaktan, suatu fosfolipid yang menu-
sel-sel basal, sel bersilia, sel sikat dan mungkin sel runkan tegangan permukaan. Berkaitan dengan
DNES penghasil hormon. Trakea bercabang menjadi bagian respirasi paru adalah suatu jala-jala kapiler
dua bronkus primer yang menuju ke paru kanan dan yang sangat banyak, dialirkan melalui arteria pul-
kiri. monalis dan dikosongkan melalui vena pulmonalis.
Kapiler memperdarahi setiap alveolus dan kapiler
Daerah lntrapulmonal kontinyu yang sangat tipis ini, sel endotel yang kon-

Daerah intrapulmonal terdiri atas bronkus intra- tinyu sangat dekat dengan pneumosit tipe I. Ter-
pulmonal (bronkus sekunder), yang dindingnya
disokong oleh lempeng tulang rawan hialin yang nyata, pada banyak lamina basalis kedua dinding

tidak beraturan. Setiap bronkus infrapulmonal mem- melebur menjadi satu lamina basalis, sehingga sawar
percabangkan beberapa bronkiolus, diameter saluran
yang makin berkurang yang tidak mempunyai rangka udara-darah minimal, j adi memudahkan pertukaran
tulang rawan sebagai penyokong. Epitel yang mem-
batasi bronkiolus yang lebih besar bersilia dengan gas. Karena itu, sawar darah-udara (blood-air
sedikit sel goblet, tetapi untuk cabang yang lebih barrier) terdiri atas sel endotel kapiler yang tipis,
kecil menjadi selapis kolumnar, dengan sel goblet
digantikan oleh sel Clara. Selanjutnya, ketebalan dua lamina basalis yang menyatu, pneumosit tipe I
dindingnya juga berkurang, juga diameter lumen-
nya. Daerah paling akhir dari bagian konduksi terdiri yang tipis dan surfaktan serta cairan yang melapisi
atas bronkiolus terminalis yang mukosanya makin
menurun ketebalannya dan strukturnya makin seder- alveolus.

hana. Agar saluran udara ini tetap terbuka dimana Karena paru mengandung sejumlah besar alveoli
300 juta dengan total area permukaan 75 m', ruang-
dindingnya tidak mempunyai sokongan tulang rawan
maka dipertahankan oleh serat elastin yang me- ruang kecil ini yang berkelompok satu sama lain
mancar dari bagian tepinya dan bersatu dengan serat
elastin yang terdapat pada struktur yang berdekatan. dipisahkan satu dari yang lain oleh dinding dengan
ketebalan yang berbeda, dikenal sebagai septa
. BAGIAN RESPIRASI interalveolaris. Bagian yang paling tipis ini sering
ada hubungan melalui porus alveolaris, dimana
Bagian respirasi mulai dengan percabangan udara dapat lewat antar alveoli. Bila septum sedikit
bronkiolus terminalis, disebut bronkiolus respira- agak tebal mungkin ada jaringan ikat yang tipis
torius (lihatGambar l2-2). Saluran ini menyerupai
seperti kapiler dengan lamina basalisnya atau
bronkiolus terminalis kecuali saluran ini mempunyai
kantong-kantong kecil yang menonjol keluar yang mungkin mempunyai serat kolagen dan serat elas-
dikenal sebagai alveoli, yang berdinding tipis me-
mungkinkan terj adinya pertukaran gas. Bronkiolus tin, juga serat otot polos dan sel jaringan ikat.
respiratorius seterusnya menuju ke duktus alveo-
laris yang berakhir pada daerah yang melebar yaitu Makrofag yang dikenal sebagai sel debu (dust cell)
sering ada di septum interalveolaris. Sel ini berasal
dari monosit dan masuk ke jaringan paru melalui
aliran darah. Di sini makrofag menjadi matang dan
menjadi benar-benar pembersih yang efisien. Di-
duga sel debu paling banyak dari semuajenis sel-
sel, meski sel ini dibuang darijaringan paru dengan
kecepatan 50 juta per hari. Meskipun tidak diketahui
apakah sel debu secara aktif bermigrasi ke bron-
kiolus atau mencapai bronkiolus melalui aliran cairan,
diketahui bahwa sel-sel itu dibawa dari sana dalam
lapisan lendir, melalui getaran silia epitel respira-
toris, ke dalam farings. Saat mencapai farings, sel-
sel ini dibatukkan keluar atau ditelan.

280 . Atlas Berwarna Histologi


6n o d .t 6- a= @., oo \a E
o bo*
{a 6 ood!t i ;d cIaoFo-.'.oaE.Oo!: O55 .. o
q;i do 4 .2 V)
Xo o6 aS e 694 .r= cbd>.o,n:-2t/-)o.^ =o
F6. 6Ji YoO
u- Fo! .-:oFt e
!E <,r '

>,9
E-bo
o>

au ii €o r6dii E €
E€
g, t? d 07 €JA €' F
TA F
6>ciil, F F iir '' 'dd
t6
d i!! >. -E6 E

tr? F d >. €,Jal 'd
t'{
6Ed F.

.d.::: :b0
:'cE! r.il
b60-dE.=:!i
b0 )l iz66 6 O!MFE.\4 c.d h0 ,s bo
d€ '-Yaorx'PEogPsh oo
3!oO5-u 35-09m oo
bo Eb 06 : tE6F bo
nG!: bo, bo
ou@ o6
'.9:;.'fi h
dd

+o? -=A 6ih o
6 rt1
t&t @ q

o
o
s-*tl, -o]a'
bo o !3 E !d
d
(!
9b.F(E 6,;h0 qb EcS9.3F3Eg la J
{t tr -JI -?d
t) 'd JZ jr Mdi .(h 'ida E F
O F i)
h U)

tooCL E? o
odl
o ,3, ., b0d o o' F. oiio= dd 6d
o c: 60.E 50.
ll, c, F € ?

(g QI' F ,II

filr'

5 - oH
6 s xaod6!) &p5a:-o.t oo
5 .!
,.,6i., o ?
o
':-i".1':.'
fo 6
rr-.'
s\tsrrEEE.E'trErEiD liit;i o
ri']'.lI,r:,
{B :-J:+ (s
;.6{l:, ]i,,' il:
,':,'-t:. e.

,r:.1i,''ilJtJ:',l'l qs..

,:1rl$:''

E' q: g!
G

Sistem Respirasi . 281


GAMBAR '12-1 Bagian Konduksi Sistem Respirasi

Arteri pulmonalis Bronkus intraPulmonal
(membawa darah tidak
mengandung oksigen) --
Lempeng tulang rawan
Bronkiolus terminalis Seralserat otot polos
Bronkiolus Bronkiolus
respiratorius
darah kaya oksigen)
&T=
a.
Ar

Jala-jala elastin

alveolus :

Jala-jala kapiler *".*gg#- \
alveolus Pleura viseralis

282 . Atlas Berwarna Histologi


GAMBAR 12-2 Bagian Respirasi Sistem Respirasi

Pneumosit tipe ll

Pertukaran gas terjadi
pada sawar alveoli-kapiler

Sistem Respirasi . 283


L

ffi Histofisiologi

I. MEKANISME PENCIUMAN pleura parietalis oleh rongga pleura, rongga itu

Sel-sel sensoris dari epitel olfaktoris merupakan juga melebar, mengurangi tekanan di dalamnya.
neuron bipolar dimana ujung reseptomya adalah
modifikasi silia yang menjulur terbenam dalam Karena tekanan dalam rongga pleura yang melebar
mukus yang melapisinya dan aksonnya menembus
lempeng kribriformis pada atap kavum nasi untuk kurang dari tekanan atmosfir dalam paru, udara
masuk ke dasar rongga kranium untuk bersinaps masuk paru, dan paru menjadi teregang dan volume
dengan sel mitral di bulbus olfaktorius. Protein
pengikat bau (protein integral membran untuk resep- rongga pleura berkurang.
tor bau) yang terletak dalam membran plasma silia
adalah sensitif terhadap molekul kelompok bau Proses ekspirasi tidak memerlukan energi, karena
spesifik, dimana setiap molekul ini dikenal sebagai
bau. Ketika suatu bau berikatan ke reseptor yang proses ini tergantung pada relaksasi otott yang
berkaitan, terdapat satu atau dua kemungkinan.
Reseptor itu sendiri mungkin masuk menuju ke bekerja saat inspirasi juga saat regangan serat
pintu ion channel dan ion channel membuka atau
reseptor mengaktifkan adenilat siklase, menyebab- elastin dari pembesaran paru yang kembali ke pan-
kan pembentukan cAMP, yang mempermudah jangnya saat istirahat. Saat otot kendur, volume
pembukaan ion channel. Dalam hal keduanya, akan rangka toraks menurun, meningkatkan tekanan di
menyebabkan pembukaan ion channel sehingga ion dalam paru, yang melebihi tekanan atmosfir. Tenaga
mengalir ke dalam sel diikuti depolarisasi plas- tambahan dari serat elastin kembali ke panjangnya
malema dan sel olfaktoris menjadi terangsang. saat istirahat mendorong udara ke luar dari paru.
Potensial aksi yang ditimbulkan oleh depola-risasi
sel olfaktorius dihantarkan, melalui kontak sinap- III. MEKANISME PERTUKARAN GAS
sis, ke sel mitral di bulbus olfaktorius. Akson sel
mitral membentuk traktus olfaktorius, yang meng- Tekanan parsial O. dan CO, berperan dalam peng-
ambilan atau pelepasan gas ini oleh sel darah merah.
hantarkan sinyal ke amigdalabatang otak. Karena sel-sel mengubah O, menjadi CO, selama
metabolismenya, tekanan parsial CO, tinggi dalam
Sifat bau harus memenuhi sedikitnya tiga krite- jaringan dan gas ini mudah diambil oleh sel darah

ria, bau harus menguap, larut dalam air, dan merah. Secara bersamaan sel ini melepaskan
larut dalam lemak sehingga bau itu dapat masuk
oksigen. Sebaliknya adalah benar dalam paru, di-
rongga hidung (menguap), menembus mukus (larut mana O, diambil oleh sel darah merah dan CO,
dalam air) dan dapat mencapai membran fosfolipid dilepaskan.
(larutdalamlemak).
Pengambilan oksigen dan pelepasannya dicapai
II. MEKANISME PERNAPASAN oleh adanya heme dari molekul hemoglobin tanpa
perlu katalisis enzim. Karbon dioksida, dibawa
Proses inspirasi memerlukan energi, hal ini tergan- melalui tiga jalur yang berbeda: saat gas 1arut dalam
tung pada kontraksi diafragma dan elevasi iga, bentuk molekul (7Vo); sebagai karbaminohemo-
meningkatnya ukuran rongga dada. Karena pleura globin, yang ketika sebagai molekul CO, mem-
viseralis melekat pada paru dan terpisah dari bentuk ikatan lemah dengan hembglobin (23Vo);
dan sebagai ion bikarbonat, HCO, (7OVo). Sel-sel

darah merah mengandung enzim karbonik anhi-

drase, yang memudahkan perubahan cepat H'CO,,
yang kemudian segera berdisosiasi membentuk ion
bikarbonat dan ion hidrogen.

284 . Atlas Berwarna Histologi


CONTOH KASUS KLINIS

Penyakit Hialin Membran Emfisema

Penyakit hialin membran sering ditemukan pada Emfisema adalah suatu penyakit yang diakibat-
bayi prematur yang jumlah surfaktan parunya kan karena kerusakan dinding alveoli dengan
tidak mencukupi. Penyakit ini dicirikan oleh sesak akibat terbentuknya sakus besar seperti kista,
napas, karena tegangan permukaan alveoli tinggi,
disebabkan oleh kadar surfaktan yang tidak men- mengurangi permukaan yang ada untuk
cukupi, sehingga terdapat kesukaran mengem-
bangkan alveoli. Pemberian glukokortikoid sebe- pertukaran gas. Emfisema ditandai oleh ber-
lum lahir dapat menginduksi sintesis surfaktan, kurangnya elastisitas paru, yang tidak dapat
sehingga menghindari munculnya penyakit. berkerut kembali dengan baik selama ekspirasi.
Kelainan ini berkaitan dengan paparan asap
Fibrosis Kistika rokok dan zat lainnya yang menghambat anti-
tripsi-o,, suatu protein yang normalnya melindungi
Meskipun fibrosis kistika dilihat sebagai suatu paru dari kerja elastase yang dihasilkan oleh
penyakit paru, ini sebenarnya suatu kondisi here- makrofag alveoli.

diter yang mempengamhi sekresi sejumlah kelen- Asmabronkiale

jar, seperti halnya hati, pankreas, kelenjar liur, Asma bronkiale adalah suatu keadaan dimana
bronkus menjadi sebagian tersumbat dan rever-
kelenjar keringat dan kelenjar sistem reproduksi. sibel karena spasme saluran napas (bronkokon-
Pada kasus paru, hati, pankreas dan usus sekresi striksi), sel mast-yang dirangsang oleh infla-
mukus menjadi sangat kental dan menyumbat masi memberi respons terhadap alergen dan/atau
stimulus lainnya yang tidak akan betpengaruh
lumen organ ini. Pada sistem respiratorius pada panr yang normal dan pembentukan mukus
yang berlebihan. Serangan asma bervariasi ter-
dinding bronkiolus menebal dengan memburuk- gantung individu; ada beberapa yang sangat sukar,
sedangkan yang lainnya sangat jelas bernapas
nya penyakit, daerah paru menjadi berkerut, pendek dan bunyi ngik saat mengeluarkan napas.
Kebanyakan individu yang menderita asma meng-
sekresi yang menebal dalam saluran napas men- gunakan nebulizer yang mengandung bronkodi-
jadi terinfeksi, paru fungsinya terhenti dan meng- lator, seperti halnya albuterol, untuk meringan-
kan gejala.
akibatkan kematian. Individu dengan fibrosis
kistika mempunyai dua kopi dari kelainan gene-
tik yang mengkode untuk kanal ion sel epitel
yang mempengaruhi ion Cl- meninggalkan sel,
meningkatkan kemampuan ion Na. untuk masuk
sel dan berpengaruh pada sekresi normal HCO.-'
Akibatnya, mukus yang dihasilkan sel ini lebih
kental daripada normal.

Sistem Respirasi . 285


GAMB&8 tr . Area olfaktoris. Manusia. Paraffin .S&nfiBAm 2 Epitel olfaktoris. Manusia. Paraffin
section. x 270.
section. x 540.

Mukosa olfaktoris rongga hidung terdiri atas epitel Ini adalah pembesaran kuat daerah kotak dari gam-
olfaktoris yang tebal (OE) dan lamina propria bar sebelumnya. Epitel (OE) adalah bertingkat torak
(LP) yang kaya dengan pembuluh darah (BV),
pembuluh limf (L\D, dan serat saraf (NF) sering bersilia, silianya tampak jelas. Meskipun pulasan
hematoksilin dan eosin mewarnai jaringan tidak
berkumpul menjadi berkas. Lamina propria juga
mengandung kelenjar Bowman (BG) yang men- dapat membedakan berbagai jenis sel, kedudukan
hasilkan lendir cair dan dilepaskan ke permukaan inti dapat diperkirakan untuk dikenali. Sel basal
(BC) tampak pendek, dan intinya dekat membrana
epitel bersilia melalui saluran keluar yang pendek.
basalis. Inti sel olfaktoris (OC) letaknya di tengah,
Daerah kotak diperlihatkan dengan pembesaran sedangkan inti sel sustentakular (SC) letaknya

kuat dalam Gambar 2. dekat apeks sel.

GAMBAB 3 . Keleniar intraepitelial. Manusia. g,qft{8&ft 4 o Larings, l.s, Manusia. Paraffin

Paraffin section. x 540. section. x 14.

Epitel rongga hidung tampak kecil adanya kelenjar Larings setengah kanan, setinggi ventrikel (V)
intraepitelial (IG). Perhatikan struktur ini ber-
batas jelas dari epitel di sekelilingnya. Hasil sekresi diperlihatkan dalam fotomikroskopik ini. Ventrikel
dilepaskan ke dalam ruangan (bintang) yang kon-
tinyu dengan rongga hidung (NC). Jaringan dibatasi sebelah superior oleh lipat ventrikular

ikat (CT) subepitelial mendapat banyak darah (pita suara palsu) (VF) dan sebelah inferior dibatasi

dengan pembuluh darah (BV) dan pembuluh oleh lipat vokalis (VoF). Ruang di atas lipat ven-
limf (L\). Perhatikan sel plasma (PC), khas untuk trikular adalah awal vestibulum (Ve) dan yang di
bawah lipat vokalis adalah awal ruang infra-
jaringan ikat subepitelial sistem repirasi, yang juga glotis (IC). Muskulus vokalis (\M) mengatur
memperlihatkan adanya kelenjar (GI).
ligamentum vokalis yang ada di lipat vokalis. Asinus

kelenjar mukosa dan kelenjar seromukosa (GI)

tersebar di dalam jaringan ikat subepitelial. Thlang
rawan larings (LC) juga tampak di sini.

KUNCI

BC sel basal LC tulang rawan larings PC sel plasma
BG kelenjarBowman LP laminapropria SC sel sustentakular
BV pembuluhdarah LV pembuluhlimf V ventrikel
C silia NC ronggahidung Ve vestibulum
CT jaringan ikat serat saraf VF lipat ventrikular
GI kelenjar NF sel olfaktoris VM muskulus vokalis
OC epitel olfaktoris VoF lipat vokalis.
IC ruang infraglotis OE
IG kelenjarintraepitel

286 r Atlas Berwarna Histologi


ffff-"i

;ffi
€#11'

ll

&

.#-f.fi*

l-ffiApJrme${ 3 l rcewffienq-'l

Sistem Resplrasi . 28?


GA$**AA 1 . Trakea. Ls. Monyet. Paraffin .&AM$AS 3 Trakea. Ls. Monyet. Plastic

section. x 20. section. x 270.

Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan po- Trakea dilapisi oleh epitel (E) bertingkat torak
tongan memanjang trakea (Tr) dan esogafus bersilia, yang ditempati sejumlah sel goblet (GC)
(Es). Perhatikan lumen (LT) trakea tetap terbuka, yang secara aktif mensekresi substansia mukus.
Lamina propria (LP) relatif tipis, sedangkan sub'
karena adanya tulang rawan yang tidak kontinyu
berbentuk cincin-C (CR) pada dindingnya. Cincin- mukosa (SM) tebal dan berisi kelenjar mukosa
C pada trakea lebih tebal di bagian anterior daripada dan kelenjar seromukosa (GI) yang sekretnya
sisi posterior, dan dipisahkan satu sama lain oleh
jaringan ikat fibrosa (panah) yang tebal dan kon- dialirkan ke permukaan epitel melalui saluran keluar
tinyr dengan perikondrium cincin-C. Tunika adven-
yang menembus lamina propria. Perikondrium (Pc)
tisia trakea melekat pada esofagus melalui tulang rawan hialin berbentuk cincin-C (CR) me-
jaringan ikat (CT) longgar, yang sering mengan- nyatu dengan jaringan ikat submukosa. Perhatikan
potongan melintang pembuluh darah (BV), me-
dung jaringan lemak. Perhatikan lumen (LE) esofagus
nandakan banyaknya aliran pembuluh darah.
biasanya kolaps. Daerah serupa dengan daerah kotak
diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam Gam-

bar 3.

{}&MHA& 3 . Trakea. l.s, Monyet. Paraffin
section, x 200,

Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran

kuat suatu daerah serupa dengan daerah kotak

dalam Gambar 1. Epitel (E) bertingkattorakbersilia

melekat pada membrana basalis yang memi-

sahkannya dari lamina propria di bawahnya. Sisi

luar lamina propria dibatasi oleh suatu lamina elas-

tika (panah), sebelah dalam adalah submukosa

(SM) di dalamnya ada banyak pembuluh darah cg
(BV). Cincin-C (CR) dengan bantuan perikon-
i\lt"i-d
drium (Pc), men)'usun seluruh dinding trakea.

Tunika adventisia trakea, beberapa ahli mengikutkan &a1-urncrn-u
# -ro-cincin-C, terdiri atas jaringan ikat jarang, di dalam-

nya ada beberapa sel lemak (AC), saraf (N) dan
*f&f1i&*,#S''pembuluh darah (BV). Berkas seratkolagen tLlnika '"'%*

;:*.adventisia untuk melekatkan trakea ke struktur di EW;#."^ WS

*-F*

sekitarnya.

Perikondrium

288 . Atlas Berwarna Histologi


rfffi e.mm;ry

cn

lr

I s* *
*
l*. @h"*'" * f
n '*4*ff'
cftl 5 €I
v +,,6*
+ *d
Es t_E *
*+
te*n*sAni I
te*mmemgl

KUNCI

AC sel-sel lemak GC sel goblet N saraf
BV pembuluhdarah GI kelenjarmukosa./ Pc perikondrium
CR cincin-C seromukosa SM submukosa
CT jaringanikat LE lumen-esofagus Tr trakea

E epitel LP laminapropria

Es esofagus LT lumen-trakea

Sistem Respirasi . 289


&&[W$AR tr . Epiteltrakea. Hamster. Mikroskop tus colgi (GA) yang berkembang baik, sedangkan
sel-sel goblet terutama banyak retikulum endo-
elektron. x 7 .782. plasma kasar (rER). (Seizin Dr. E. McDowell).
Dolom kotak Bronkus. Manusia. Mikroskop
Epitel trakea hamster memperlihatkan sel goblet
(GC) penghasil mukus, juga sel torak bersilia elektron. x 7782. Daerah apikal sel epitel bersilia
(CC), yang silianya (panah) menonjol ke lumen. ada silia (C) dan mikrovili (panah). (Seizin Dr. E.
Perhatikan bahwa kedua jenis sel dengan apara-
McDowell).

KUNCI GA aparatus Golgi rER retikulum endoplasma
C silia GC sel goblet
CC sel torakbersilia kasar

290 . Atlas Berwarna Histologi


lr&.
Sistem Respirasi . 29t


gA{{{*An tr o Paru. Paraffin section. x 14. S&MS&K ? o Bronkus intrapulmonal. x.s. Paraffin

Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan sajian section. x 132.
paru, yang memberi pengamatan berbagai saluran
yang menghantarkan udara dan darah ke dan dari Bronkus intrapulmonal relatif besar menghantarkan
paru. Bronkus intrapulmonal (IB) dapat dike-
udara, lumennya (L) dilapisi epitel (E) respiratoris
nali karena dindingnya yang tebal mengandung lem- yang khas. Otot polos (Sm) ditemukan di bawah
membran mukosa dan otot ini melingkari seluruh
peng tulang rawan hialin (HC) dan otot polos
(Sm). Potongan memanjang bronkiolus (B), bron- lumen. Perhatikan celah Qtanah) yang tampak pada
kiolus terminalis (TB) dan bronkiolus respi- lapisan otot, menunjukkan bahwa dua pita otot polos
ratorius (RB) juga jelas. Bronkiolus yang lebih kecil melingkari lumen tersusun membentuk sudut. Lem-

(bintang) juga dapat dilihat, tetapi identifikasi tidak peng tulang rawan hialin (HC) bekerja sebagai
dapat pasti. Panah mentnjukkan bangunan yang
mungkin duktus alveolaris menuju ke sakus alveo- kerangka penyokong, mempertahankan lumen bron-
kus tetap terbuka. Seluruh struktur dikelilingi oleh
laris. Beberapa pembuluh darah (BV), perca-
jaringanparu (LT).
bangan sistem sirkulasi pulmonal, dapat dilihat. Per-
.GAMBAR 4 Bronkiolus terminalis. x.s. Paraffin
hatikan nodulus limfatikus (LN) juga terlihat
section. x 132.
sepanjang percabangan bronkus.
Saluran bronkiolus yang terkecil disebut sebagai
*effiS&n S e Bronkiolus. x.s. Paraffin section.
x 270. bronkiolus terminalis (TB). Diameter saluran ini
sangat kecil dan lumennya dilapisi oleh epitel (E)
Bronkiolus mempertahankan lumen (L) tetap ter-
selapis kubis tersebar dengan sel Clara (CC). Jaringan
buka tanpa memerlukan adanya dukungan tulang ikat banyak berkurang dan lapisan otot polos tidak
rawan, karena saluran ini melekat ke jaringan paru sempurna dan sukar dilihat pada pembesaran ini.
Bronkiolus terminalis bercabang menjadi bronkio-
di sekitarnya melalui serat elastin yang tersusun
lus respiratorius (RB) yang dindingnya menyeru-
radier dari lingkarannya. Lumen bronkiolus dilapisi pai bronkiolus terminalis, kecuali adanya alveoli

oleh epitel (E) selapis torak sampai selapis kubis, yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.
disisipi sel Clara (CC), tergantung pada diameter
bronkiolus Lamina propria (LP) tipis dan dikeli- Tulang rawan hialin
lingi oleh otot polos (Sm), yang melingkari lumen. Bronkiolus

Bronkiolus tidak mempunyai kelenjar dalam dinding-

nya dan dikelilingi olehjaringan paru (LI).

Bronkiolus terminalis

Bronkiolus
respiratorius

Sistem Bronkial dan Paru

292 . Atlas Berwarna Histologi


tg

$hit

t"g *r1
r.F-*&:*

l-*"ii*pe* $-l l-G6i/rsAR 4-l

KUNCI

B bronkiolus IB bronkus inffapulmonal LT jaringan paru
lumen RB bronkiolusrespiratorius
BV pembuluhdarah L nodulus limfatikus Sm ototpolos
CC sel Clara LN
LP laminapropria TB bronkiolus terminalis
E epitel
HC tulangrawanhialin

Sistem Resplrasl . 293


S&!i**Affi t . Bronkiolus respiratorius. Paraffin .&&SXffiAffi 3 Duktus alveolaris. l.s. Manusia.

section. x 270. Paraffin section. x 132.

Pada bagian setengah bawah gambar fotomikrosko- Duktus alveolaris (AD), tidak seperti bronkiolus
pik ini tampak bronkiolus respiratorius lumen-nya
respiratorius, tidak mempunyai dinding sendiri. Struk-
berdinding tebal dengan kantong kecil alveoli (A)
tur ini dilapisi oleh epitel (E) selapis gepeng, terdiri
menonjol keluar. Di sini terjadi pertukaran gas yang atas sel-sel yang sangat tipis. Duktus alveolaris
menunjukkan sejumlah kantong kecil alveoli (A)
pertama kali. Dinding bronkiolus respiratorius ter- menonjol keluar dan seluruhnya berakhir pada sakus
alveolaris (AS), terdiri atas kelompokan alveoli,
diri atas epitel selapis kubis, mempunyai beberapa
sel bersilia dan sel Clara (CC). Bagian dinding sekeliling ruang berisi udara. Setiap alveoli mempu-
lainnya ada lapisan sel otot polos yang tidak sem- nyai sel otot polos kecil yang bekerja seperti tali penu-
purna dikelilingi oleh jaringan ikat fibroelastis. tup kantong, mengatur pembukaan ke dalam alveo-
Dengan pengamatan yang teliti pada gambar ini lus. Gambaran ini seperti tombol kecil (pcnoh). Suatu

menunjukkan bahwa dinding bronkiolus respirato- daerah serupa daerah korok diperlihatkan dengan

rius melipat, sehingga memberi gambaran yang salah pembesaran kuat dalam Gambar 3.

seolah-olah berdinding tebal.

&&*fi&AR 3 . Septum interalveolaris. Monyet. r&&efrmAm 4 Paru. Sel debu. Paraffin section.
Plastic section. x 540.
x 210.

Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran Banyaknya pembuluh darah di paru jelas terlihat
dalam fotomikroskopik ini, karena pembuluh
kuat daerah serupa dengan daerahkotakGambar 2. darah (BV) dan kapiler (Ca) septum interalveolaris

Tampak dua alveoli (A) sebagai ruang kosong dipi- terisi dengan sel-sel darah merah. Bercak gelap yang
sahkan satu sama lain oleh septum interalveo- tampak tersebar dimana-mana dalam jaringan paru

laris (lS). Septum terdiri atas kapiler (Ca), inti adalah sel debu (DC), makrofag yang sudah mem-
fagosit partikel. Dalam kotok Paru. Sel debu.
(bintang) endotel menonjol ke lumen yang berisi sel Monyet. Plastic section. x 540. Inti (N) sel debu
darah merah (RBC). Septum interalveolaris juga (DC) dikelilingi oleh fagosom yang berisi partikel-
partikel yang mungkin difagosit dari suatu alveolus
seluruh alveolus dibatasi oleh pneumosit tipe I
paru.
(P1), epitel selapis gepeng yang sangat tipis, tersebar
Bronkiolus respiratorius
di antara pneumosit tipe II (P2). Septum inter-
Duktus alveolaris
alveolaris yang lebih tebal ada pembuluh darah
(BV) dan unsur jaringan ikat termasuk makrofag Porus alveolaris

yang disebut sel debu (DC). Perhatikan adanya sel

otot polos (Sm) dan unsur jaringan ikat yang
tampak sebagai bintik pada tempat masuk ke

alveolus.

Bagian respirasi
sistem respirasi

I$

Sel debu

Badan Pneumosit tipe I
lamelar
Pertukaran gas
Pneumosit tipe ll terjadi pada sawar
alveolar-kapiler

294 . Atlas Berwarna Histologi


* ,Ji 4f+' '

lt-S&ffisr{ml

Ca, ,t-,l'

*

*#il-*l$

t€&M&ie* s I f-sXr s.qe 4 I

KUNCI

A alveolus CC sel Clara N inti
sel debu P1
AD duktus alveolaris DC epitel P2 pneumosit tipe I
AS sakus alveolaris E pneumosit tipe II
BV pembuluhdarah IS septuminteralveolaris RBC
L lumen Sm seldarahmerah
Ca kapiler
ototpolos

Sistem Respirasi . 295


A

tt:Atvu$ema

.{3&$Viffi&ffi 3 Sawar udara-darah. Anjing. plasmalema pada kedua sisi sitoplasma. Ruang
alveolus (A) kosong, sedangkan lumen (L) kapi-
Mikroskop elektron. x 85.500, ler ada sedikit sel darah merah (RBC). (Seizin
DeFouw D. Padatnya jumlah vesikel dan selingan
Sawar udara-darah terdiri atas sel endotel (EC)
selular: perbandingan antara endotel dan epitel sep-
yang sangat tipis, pneumosit tipe I (P1) dan tum alveolaris pada paru anjing normal. Anat Rec

lamina basalis (BL). Perhatikan sitoplasma (panah) 209:77-84.)
kedua jenis sel sangat sedikit, seperti tampak dekat

296 . Atlas Berwarna Histologi


rl

ffi Ringkasan Histologik

I. BAGIAN KONDUKSI dinding trakea. Adventisia ditempati cincin-C darr
tulang rawan hialin (atau jaringan ikat tebal antara
A. Rongga hidung cincin-cincin). Sebelah posterior, muskulus tra-
kealis (ototpolos) mengisi celah antaraujung bebas
7. Daerah Respirasi tulang rawan.

Daerah respirasi dibatasi oleh epitel respirasi D. Bronkus Ekstrapulmonal
(bertingkat torak bersilia). Jaringan ikat sub-
Bronkus ekstrapulmonal menyerupai trakea dalam
epitelial banyak mengandung pembuluh darah dan struktur histologiknya,
mempunyai kelenj ar seromukosa.
E. Bronkus Intrapulmonal
2. Daerah olfohoris
Epitel daerah olfaktoris adalah tebal, epitel ber- Saluran ini dan saluran berikutnya seluruhnya dike-
tingkat torak bersilia terdiri atas tigajenis sel: sel lilingi oleh jaringan paru.
basal, sel sustentakular dan sel olfaktoris. Lamina
propria banyak pembuluh darah dan mempunyai 7. Mukosa
kelenjar Bowman, yang menghasilkan mukus Bronkus intrapulmonal dibatasi oleh epitel respi-

encer. ratorik dengan sel goblet. Jaringan ikat sub-

B. Larings epitelial tidak lagi dibatasi oleh lamina elastika.

Larings dibatasi oleh epitel respiratoris kecuali 2.Otot
pada daerah tertentu dibatasi oleh epitel berlapis
gepeng tanpa lapisan tanduk. Dari superior sam- Dua pita otot polos tersusun serong di sekitar
pai inferior, lumen larings dibagi dalam tiga daerah:
vestibulum, ventrikel, dan ruang infraglotis. mukosa.
Lipat ventrikular dan lipat vokalis adalah batas
atas dan batas bawah ventrikel. Tulang rawan, mus- 3.Tulangrawan
kulus ekstrinsik dan intrinsik, juga kelenjar mukosa Cincin-C digantikan oleh lempeng tulang rawan
dan kelenj ar seromukosa ada di larings. hialin bentuknya tidak beraturan yalg melingkari
lapisan otot polos. Jaringan ikat padat kolagen
G. Trakea
menghubungkan perikondrium lempeng tulang rawan
1. Mukosa
Mukosa trakea terdiri atas epitel respiratoris 4. Kelenjar
dengan sejumlah sel-sel goblet, lamina propria Kelenjar seromukosa menempati jaringan ikat
dan lamina elastika yang berkembang baik. antara lempeng tulang rawan dan otot polos. Nodu-
lus limfatikus dan percabangan arteri pulmonalis
2, Submukosu juga ada.
Submukosa ditempati oleh kelenjar mukosa dan
kelenjar seromukosa. F. Bronkiolus

3.Adventisia Bronkiolus dibatasi oleh epitel selapis torak
Adventisia adalah bagian yang paling tebal dari
bersilia sampai epitel selapis kubis tersebar dengan
sel Clara tidak bersilia. Sel goblet ditemukan hanya
pada bronkiolus yang lebih besar. Lamina propria
tidak mempunyai kelenjar dan dikelilingi oleh otot

Sistem Respirasi . 297


polos. Dinding bronkiolus tidak disokong oleh G. SakusAlveolaris

tulang rawan. Bronkiolus terbesar berdiameter seki- Sakus alveolaris terdiri atas sekelompok alveoli
tar 1mm. yang mengelilingi suatu ruang berisi udara.

G. Bronkiolus Terminalis D. Alveolus

Bronkiolus terminalis biasanya berdiameter kurang Suatu alveolus merupakan ruang kecil berisi udara
dari 0,5 mm. Lumen dibatasi oleh epitel selapis sebagian dikelilingi oleh epitel yang sangat tipis.
Ada dua jenis sel yang membatasinya, pneumosit
kubis (beberapa bersilia) tersebar dengan sel
tipe I (sel batas) dan pneumosit tipe II (penghasil
Clara. Jaringan ikat dan otot polos pada dinding
bronkiolus terminalis sangat sedikit. surfaktan). Membukanya alveolus diatur oleh serat
elastik. Alveoli satu sama lain dipisahkan oleh din-
II. BAGIAN RESPIRATORIS ding dengan banyak pembuluh darah disebut septa
interalveolaris, beberapa di antaranya ada porus
A. Bronkiolus Respiratorius alveolaris (penghubung antar alveoli). Sel debu

Bronkiolus respiratorius menyerupai brinkiolus (makrofag), fibroblas, dan unsur jaringan ikat

terminalis, tetapi saluran udara ini mempunyai lainnya bisa tampak di septa interalveolaris. Sawar
udara-darah merupakan bagian septum interal-
kantong-kantong yang menonjol keluar (alveoli) veolaris, yang paling tipis yang terdiri dari sur-
faktan, sel endotel kapiler kontinyu, pneumosit
pada dindingnya. Ini merupakan daerah pertama
tipe I, dan di antaranya ada lamina basalis yang
dimana terjadi pertukaran gas.
menjadisatu.
B. Duktus Alveolaris

Duktus alveolaris tidak mempunyai dinding sen-
diri. Saluran ini berupa tabung lurus, panjang diba-
tasi oleh epitel selapis gepeng dan terlihat sejumlah
kantong-kantong kecil alveoli. Duktus alveolaris
berakhir di sakus alveolaris.

298 . Atlas Berwarna Histologi


13Sistem Cerna I

Sistem cerna berfungsi dalam menelan, mencer- Baik kavum oris proprium maupun vestibulum oris
nakan dan mengabsorpsi makanan dan juga dalam dibatasi oleh epitel berlapis gepeng, danpadadaerah
pembuangan bagian yang tidak berguna dari bahan- yang terkena gesekan, epitel berubah menjadi epitel
bahan ini. Untuk memenuhi fungsi-fungsi ini, sistem
cema disusun dalam tiga komponen besar : 1) rongga berlapis gepeng dengan lapisan tanduk (atau
mulut, yang berperan untuk mengunyah makanan parakeratinisasi).
dan menjadikan ukurannya lebih kecil, melembab-
kan; memulai pencernaan, dan akan membentuk Mukosa mulut
bulatan kecil yang dinamakan bolus, yang dapat
masukke dalam saluran cerna; 2) suatu saluran cerrra Epitel dan jaringan ikat di bawahnya menyusun
berdinding muskular, sepanjang lumen dimana ma- mukosa oris. Jika epitel mengalami keratinisasi
kanan yang masuk diubah, baik secara fisik maupun (atau parakeratinisasi), mukosa dikatakan menj adi
secara kimiawi, menjadi zat-zatyang dapat diserap; mukosa mastikasi dan jika epitel tidak mengalami
dan 3) bagian kelenjffi, yang menyediakan cairan, keratinisasi, mukosa dikatakan sebagai mukosa
enzim dan membentuk emulsi zat-zat yang penting pembatas. Perlu diingat bahwa kebanyakan rongga
agar saluran cerna berfungsi secara baik. mulut mempunyai mukosa pembatas, dengan per-
kecualian gingiva, palatum durum dan permukaan
. DAERAH MULUG RONGGA dorsal lidah, yang dilapisi oleh mukosa mastikasi.
Selanjutnya kavum oris mempunyai epitel khusus,
MULUT ada bangunan intraepitelial yaitu taste buds (kun-
cup kecap), yang berfungsi dalam menerima rang-
Rongga mulut dapat dibagi selanjutnya men- sangan berupa rasa. Kebanyakan taste buds terletak
jadi ruang yang lebih kecil: sisi luar vestibulum oris pada permukaan dorsal lidah, sementara itu palatum
dan sisi dalam kavum oris proprium. Vestibulum
oris adalah ruang yang dibatasi oleh bibir dan pipi dan farings juga mempunyai bangunan ini dalam

pada sisi anterior dan lateral, sedangkan sisi dalam jumlah sedikit. Mukosa yang epitelnya mengandung
dibentuk oleh lengkung gigi-geligi. Saluran keluar kuncup kecap dikenal sebagar mukosa khusus.
kelenjar parotis mengalirkan sekret kelenjar ke Setiap kuncup kecap mengenali satu atau lebih dari
lima sensasi rasa: asam, manis, asin, umami (sedap)
dalam vestibulum ois (lihat Gambar l3-l dan L3 -2) atau pahit.

Kavum oris proprium dibatasi oleh gigi-geligi Isi kavum oris adalah gigi-geligi yang diguna-
pada sisi luarnya, dasar mulut sisi inferior, dan pala- kan untuk menggigit dan mengunyah dan lidah,
suatu bangunan berbentuk otot yang menyiapkan
tum durum serta palatum mole sisi superior. Ke arah makanan menjadi berbentuk bolus, mengecap
belakang kavum oris proprium dipisahkan dari oro- makanan dan memulai menelan.
farings, yang tampak diantara lipatan anterior pala-
toglosus ke tonsila paTatina oleh bidang imajiner.

Sistemcernal .299


Click to View FlipBook Version