The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agusjokosungkono82, 2022-11-02 01:00:12

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

Atlas-Berwarna-Histologi-Edisi-Kelima

SA,WSAR 3 r Tautan saraf otot. Dilihat dari sisi &A&rl$&ffi S o Tautan otot saraf. Tikus. Mikroskop
lateral. Paraffin section. x 540.
elektron. x 15,353.

Gambar tautan saraf otot ini jelas memperlihatkan Gambar mikoskop elektron ini adalah tautan otot

serat saraf bermielin (MN) mendekati serat saraf yang diambil dari otot diafragma seekor tikus.
otot skelet (SM). Pita A (A) dan pita I (I) berbatas Perhatikan akson (ax) kehilangan selubung mielin-
nya, tetapi sel Schwann (sc) berlanjut, memberi-
tegas, tetapi diskus Z tidak tampak dalam sajian ini. kan perlindungan permukaan yang tidak bersinaps

Saat akson mendekati sel otot, maka selubung mielin- kaki akhir atau ujung saraf (nt). Selubung mielin

nya hilang dan meneruskan diri sebagai akson tidak berakhir pada lengkungan yang khas dekat nodus
bermielin (nMN), tetapi tetap mempertahankan
pada akhiran setengah nodus. Ujung saraf mempu-
selubung sel Schwann nya. Saat akson mencapai sel
nyai mitokondria (m) dan sejumlahvesikel jernih.
otot, akson berakhir sebagai lempeng akhir mo- Tepian celah sinaptik primer 50 nm diberi tanda
kepalapanah. Sinaps berikutnya, yaitu lipat tautan
toris (MEP), membungkus sarkolema serat otot.
fi), beberapa mitokondria (m) dan sebagian inti
Meskipun sarkolema tidak nampak dengan mikros-
kop cahaya, seperti yang ada di sini, letaknya jelas (n) dan sarkomer (s) tampak dalam serat otot

dapat diperkirakan dekat lamina basalis dan serat skelet. (Seizin Dr. C.S.Hudson)

retikulin.

&ASISAR 3 o Tautan saraf otot. Pandangan
permukaan. Paraffin section, x 540.

Gambar ini memperlihatkan tautan saraf otot, seperti

dalam gambar sebelumnya, bahwa akson mencapai

tepi dekat dengan serat otot skelet (SM), saraf

hilang selubung mielinnya (pqnah). Akson berakhir,

membentuk lempeng akhir motoris (MEP),

yang terdiri atas sedikit kelompokan dari sejumlah

pembengkakan kecil (kepala panah) pada sarkolema
otot skelet. Meskipunini tidak jelas dengan mikros-
kop cahaya, lempeng akhir motoris terletak pada

sedikit lekukan di serat otot skelet dan membran
plasma dari kedua struktur tidak bersentuhan satu
sama lain. Gambar 3 jelas memperlihatkan morfo-

logijenis sinaps ini.

Otot

Ujung saraf ' tu,
Lempeng akhir motoris
,u,-""' '*.1&b!.,
Lipat tautan
Sarkoplasma '..a P *'f;l.F$';r'

Mitokondria 1 ":." 4."'"

"- jt

Tautan saraf otot

150 . Atlas Berwarna Histologi

tq&@ tsews&$,*Tl

la;effixes 3 ]

KUNGI MEP lempeng akhirmotoris nt ujungsaraf
MN serat saraf bermielin s sarkomer
A pitaA n inti sc sel Schwann
ax akson nMN akson tak bermielin SM seratototskelet
I pital
j lipattautan
m mitokondria

Otot.Ist

lss-nq*&na

&&e$&effi t . Tautan otot-saraf. Lidah. Kucing. microscope ini. Perhatikan percabangan saraf (N)

Scanning electron microscope (SEM). x 2610. yang melengkung ke atas dan membuat perlekatan

Guratan-guratan (panah) suatu otot skelet yang dengan otot pada tautan otot saraf (MJ). (Seizin
terpisah jelas tampak dalam scanning electron
Dr.L. Litke)

152 . Atlas Berwarna Histologi

ic-"-q: . '*
.1't. tr
"@
,9

!h:.,*

tqqqp4qta

6Alt{BAn 1 . Musclb spindle. Mencit. Plastic GARSEAR ? . Muscle spindle. Mencit.

section. x 436. Mikroskop elektron. x 6.300.

Perhatikan kapsul luar (oC) dan kapsul dalam Sebagian kapsul luar (oC) dapat diamati pada
(iC) dari muscle spindle membatasi ruang perak-
sial (PS) dan ruang aksial (bintang) dalam. Kapsul sudut gambar mikroskop elektron ini. Ruang perak-
dalam membungkus serat-serat intrafusal (IF).
sial (PS) mengelilingi kapsul dalam (iC) yang
(seizin Ovalle W Dow P Am J Anat 166:.343-357,
1983) ramping dimana komponen selnya membentuk
cabang terputns-putrls, membagi ruang aksial (AS)
menjadi beberapa ruang kecil untuk nuclear chain
(NC) dan nuclear bag (NB) serat-serat intrafusal
dan ujung sensoris (ST) yang berkaitan. Perhati-
kan juluran yang putr.ls-putus dari sel-sel kapsul dalam

membentuk pelekatan satu sama lain (panah). (Seizin

Ovalle \i! D ow P :Am J Anat 166 :343-3 5 7, 1 983)

Otot . 153

ffiAMWAm t r 0tot polos. l.s. Monyet, Plastic ringkas, semakin jelas bahwa inti letaknya intraselular
dan bahwa daerah pucat melingkar menunjukkan serat
section. x 270, otot polos terpotong melintang. Perhatikan sejumlah
pembuluh darah (BV) berjalan dalam jaringan ikat
Potongan memanjang otot polos dalam gambar fotomi-
antara berkas otot polos.
kroskopik ini tampak bentuk fusiformis panjang sel
otot polos (sM) dengan inti (N) memanjang, terletak ffAMmAffi {x o 0tot polos. x.s. Monyet. Plastic
di tengah. Karena serat-serat otot tersusun dalam
section. x 540.
deretan, otot ini dapat sangat rapat, dengan hanya sedi-
Agar mengetahui gambaran tiga dimensi bentuk otot
kitjaringan ikat (CT) di antaranya. Dengan pulasan polos seperti tampak dalam gambar dua dimensi, lihat
Gambar 2 langsung di atas fotomikroskopik ini. Sekali
hematoksilin dan eosin, inti tampak kebiruan, sedang- lagi perhatikan bahwa serat otot lebih panjang daripada
kan sitoplasma berwarna merah muda. Setiap se1 otot intinya dan bahwa keduanya berbentuk kumparan,
polos dikelilingi oleh lamina basalis dan serat-serat reti- menjadi tipis pada kedua ujungnya. Ingat juga bahwa
kulin, dalam gambar ini tidak tampak. Kapiler terdapat pada lingkar terbesar, inti hampir selebar seperti sel.
dalam jaringan ikat yang memisahkan berkas serat otot Pada potongan melintang ini akan tampak sebagai inti
polos. Daerah kotak diperlihatkan dengan pembesaran bulat dikelilingi oleh bingkai sitoplasma (blntang). Jika
lebih kuat dalam Gambar 2. inti terpotong pada ujungnya yang tipis, maka akan

ffi&SSffi&H 3 o 0tot polos. l.s. Monyet. Plastic tampak sebagai titik kecil di tengah serat otot (duo
section. x 540.
bintang). Potongan dimana saja antara kedua titik, inti
Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran yang tampak diametemya berbeda-beda di tengah sel otot
lebih kuat dari daerah kotak dari Gambar 1. Perhatikan yang besar. Selain ltu, sel mungkin terpotongjauh dari
intinya, dimana hanya sarkoplasma sel otot yang tam-
inti (N) serat otot polos tampak panjang,menyerupai pak (trga bintang). Lebih lanjut, jika sel terpotong pada
ujung sitoplasmanya, maka hanya lingkaran kecil dari
pita letaknya di tengah sel. Ketebalan yang paling lebar sitoplasma yang dapat dibedakan (kepalapanah). Karena
dari inti adalah hampir seperti lebar serat otot. Namun, itu, pada potongan melintang otot polos akan tampak
panjang serat lebih besar daripada nukleus. Perhatikan
juga setiap garis yang tegak lurus terhadap arah serat hanya sedikit sel mengandung inti dengan diameter

memotong sedikit pada inti. Perhatikan perbedaan berbeda-beda. Seluruh lapangan pandang akan tampak
antara jaringan ikat (CT) dan otot polos (sM). tersusun padat dari sarkoplasma yang tidak berisi inti.

Sitoplasma otot polos terpulas lebih gelap dan tampak r&AIlilSAH 4b Otot polos. Duodenum. Monyet.
relatif rata dan jaringan ikat tampak kasar. Perhatikan
Plastic section. x l32.
kapiler (C) terletak dalam jaringan ikat antara berkas
serat otot. Dalam kotak. Otot polos. Kontraksi. Gambar fotomikroskopik duodenum memperlihatkan
Potongan memanjang. Monyet. Sajianplastik. x
540. Potongan memanjang otot polos ini selama kon- bagian glandular (G) dengan dasar jaringan ikat

traksi memperlihatkan inti (N) berbentuk uliran (CT). Jauh ke dalamjaringan ikat perhatikan dua lapisan
otot polos, salah satunya terpotong longitudinal (1) dan
seperti tutup botol yang khas dari sel-sel ini. yang lain terpotong transversal (2)

.fiA&SKAffi S 0tot polos. Miometrium uteri. x.s. Otot Polos

Monyet. Plastic section . x 270.

Miometrium uteri terdiri atas berkas otot polos yang
saling menyilang, dikelilingi oleh jaringan ikat (CT).
Perhatikan, beberapa berkas tampak terpotong me-
manjang (1), yang lain terpotong melintang (2) dan
masih lainnya terpotong serong (3). Pada pembesaran

lemah, seperti pada foto mikroskopik ini, pada potongan

melintang tampak susunan tidak beraturan dari inti

yang gelap dalam daerah yang terpulas jernih. Secara

154 . Atlas Berwarna Histologi

t-qle$krnl"r{tl trlenqse* a l

* *#'.*t'

*iw};kJ fJrl, 6'"""*,i:t+

"t,l&1geq ,ffiry,.ru1**$#;ffii!''?iii::

fi+s**H'

='J':","-i* ,,1o.- i"":. ii,
IserrnmAa s-l

KUNGI CT jaringan ikat N inti
G bagiankelenjar sM selototpolos
BV pembuluh darah
C kapiler

Otot . 155

&AMSAK I . 0tot polos. Ls. Mencit. Mikroskop ahli menduga bahwa mungkin juga bekerja dalam
rangkaian dengan retikulum sarkoplasma dalam
elektron. x 15.120.
mengubah keberadaan ion kalsium. Aspek sitoplasma
Otot polos tidak memperlihatkan adanya pita menyi-
lang, sistem tubulus transversal atau susunan teratur dari sarkolema juga memperlihatkan adanya badan

deretan miofilamen yang khas pada otot skelet. padat (DB), yang mengindikasikan adanya per-
Namun, otot polos mempunyai miofilamen, yang lekatan mikrofilamen intermedia (IM) pada titik
bersama-sama dengan sistem mikrofilamen inter-
itu. Badan padat, terdiri atas p-aktinin (protein diskus
media, bertanggung jawab untuk kemampuan kon-
traktilitas. Selanjutnya, membran plasma tampak Z yang ditemukan dalam otot skelet), juga ada dalam
mempunyai fungsi, jika bukan struktur, aspek tubu-
lus T. Perhatikan bahwa setiap serar otot polos dike- sarkoplasma (panah). Inti letaknya di tengah dan
pada kutubnya ada mitokondria (m). Aktin dan
lilingi oleh lamina eksterna (EL), yang serupa
miosinjuga ada dalam otot polos, tetapi tidak dapat
dengan gambaran lamina basalis sel-sel epitel. Sarko-
lema (SL) memperlihatkan adanya sejumlah inva- dikenali dengan pasti pada irisan longitudinal.
ginasi seperti pinositosis, kaveola (Ca), yang diper-
Bagian kedua dari serat otot polos dapat tampak di
cayai bekerja seperti tubulus T otot skelet dalam meng- kiri penjelasan sel. Kapiler (C) kecil tampak di sudut
hantarkan impuls ke bagian dalam serat. Beberapa kanan bawah. Perhatikan adherens junctions (AJ)

antara dua sel epitel, salah satunya ada sebagian

pada intinya (N)

@Mw:'

(Keadaan relaksasi)

(Keadaan kontraksi)

Otot Polos

KUNGI DB badan padat m mitokondria
EL laminaeksrema N inti
AJ tautan adherens IM filamen SL sarkolema
C kapiler
Ca kaveola

intermedia

156 . Atlas Berwarna Histologi

Otot.157

SASfim&f* 1 o 0tot jantung. Ls. Manusia. ffiAMBA$t 3 o Otot jantung, Ls. Manusia.
Plastic section. x270. Plastic section. x 540.

Pembesaran rendah ini dari potongan memanjang Gambar ini adalah pembesaran daerah kotak Gam-
otot jantung memperlihatkan banyak ciri-ciri jenis bar 1. Percabangan serat (panah) jelas terlihat dan
otot ini. Cabang (panah) serat otot jantung jelas guratan melintang pita I dan pita A (kepala panah)
terlihatjelas. Adanya miofrbril (M) dalam setiap sei
terlihat, ada pita gelap dan terang (kepalapanah)ber- terlihat jelas dalam fotomikroskopik ini, diskus
jalan melintang pada sepanjang serat. Setiap sel otot interkalaris (ID) tampak menyerupai "anak tangga".

mempunyai inti (N) besar, lonjong di tengah, mes- Inti (N) berbentuk lonjong, terletak di tengah, dike-

kipun kadang-kadang sel otot jantung mempunyai lilingi oleh daerah jernih yang biasanya ditempati
mitokondria. Daerah antar sel ditempati banyak
dua inti. Diskus interkalaris (ID) merupakan kapiler (C) disertai unsurjaringan ikat yang tipis.

tautan antar sel antara dua sel otot jantung, jelas SeMm&& 4 o Otot jantung. x,s. Manusia.

terlihat dalam fotomikrokopik ini, biasanya tidak Plastic section. x 540.
mudah terlihat pada sajian yang dipulas dengan
hematoksilin dan eosin. Celah antar sel dari otot Pada pembesaran kuat ototjantung dalam potongan
jantung banyak ditempati pembuluh darah, ter- melintang, beberapa aspek jaringan ini menjadi makin

utama kapiler-kapiler. Diingatkan bahwa, berbeda jelas. Banyak kapiler (C) dan pembuluh darah
dengan ototjantung, serat otot skelet yang panjang (BV) besar menempati celah-celah jaringan ikat.
tidak bercabang, miofilamennya sejajar satu sama Perhatikan inti endotel (EN) pembuluh ini seperti
lain, intinya yang banyak terletak di tepi dan serat sel darah putih (WBC) di daiam venula di sudut
kiri atas. Inti (N) sel-sel otot terletak di tengah dan
otot skelet tidak mempunyai diskus interkalaris.
ruang perinul<7ear (panah) jelas ada mitokondria.
Daerahkotak dibesarkan lagi dalam Gambar 2. Daerahjernih di tengah pada kutub inti diberi tanda
b intqng. Potongan melintan g mio frbril (kep ala p an oh)
&&*figAR S r Otot jantung. x.s. Manusia. tampak sebagai macam-macam bintik kecil bergaris
tengah di dalam sarkoplasma.
Plasticsection. x270.

Pada potongan melintang otot jantung tampak daerah

berbentuk poligonal serat otot jantung (CM)

dengan celah antar sel ditempati oleh banyak pem-

buluh darah (B\D. Perhatikan inti setiap sel otot

terletak di tengah, tetapi tidak semua sel-sel tampak
berinti. Daerah jernih di tengah pada beberapa sel
(panoh) merupakan daerah perinuklear pada kutub-
kutub inti. Daerah ini kaya dengan retikulum sarko-
plasma, glikogen, butiran lemak dan terkadang apara-
tus Golgi. Di daerah antar sel banyak inti kecil-kecil
dari sel endotel dan jaringan ikat. Berbeda sekali
dengan ototjantung, pada potongan melintang serat
otot skelet tampak homogen dengan inti yang letak-
nya di tepi. Ruang antara serat otot skelet ditempati
kapiler-kapiler (sering kempis).

Otot Jantung

158 . Atlas Berwarna Histologi

{-EEM6XR3]

IBEMEAn3'l lexlvtmgn4l

BV pembuluh darah EN inti endotel N inti
C kapiler ID diskusinterkalaris WBC seldarahputih
CM seratototjantung M miofibril

91q1 r 159

Att

:l:i.l:7:*::i:l:\..:.1:::,, j;.:i1.:,t;l:t:.1:llr,L7i;,1,
uii

. .. .. .... -\:.. .. ..:.:r..tt.:.\,,.::1!:a.r.

tffelttrseftt

&&&*Wrqffi ? . Otot jantung. l.s. Mencit. Mikroskop Dalamkotak. Otot jantung. l.s. Mencit. Mikros-
kop elektron. x 20.700. Diskus interkalaris tam-
elektron. x 11,700.
pak dalam gambaran mikroskopik elektron ini. Per-
Inti (N) sel ototjantung terletak di tengah sel seperti hatikan tautan antar sel ini mempunyai dua zona,
yaitu bagian transversal (bintang) sebagian besar
tampak dari letak sarkoplasma (SI) di bagian atas terdiri atas tautan seperti desmosom dan bagian
fotomikroskopik ini. Sarkoplasma ditempati mito- longitudinal tampak taut rekah (gap junction) yang
kondria (m) dan glikogen (GI). Karena sei otot ini lebar (ponah).
kontraksi, pita I tidak tampak. Namun, diskus Z (Z)

jelas tampak, juga masing-masing miofibril (M).

160 . Atlas Berwarna Histologi

t

@ Ringkasan Histologik

I. OTOT SKELET 2. Sel-sel otot jantung membentuk serat otot yang

A. Potongan memanjang panjang, bercabang dan saling beranastomosis.
Inti lonjong, besar, letaknya di tengah dalam sel,
1. Unsur jaringan ikat perimisium berisi saraf,
dan tampak sedikit vesikular. Pita A dan pita I
pembuluh darah, kolagen, fibroblas dan kadang-
ada tetapi tidak sejelas sepefti otot skelet. Diskus
kadang sel jenis lainnya. Endomisium terdiri atas interkalaris, menandai batas sel-sel ototjantung,
mungkin tidak jelas kecuali digunakan pulasan
serat retikulin halus dan lamina basalis, semua- khusus. Serat Purkinje kadan g-kadang terlihat.

nya tampak normal dengan mikroskop cahaya. B. Potongan melintang

2. Sel otot skelet tampak sebagai serat yang pan- 1. Unsur j aringan ikat j elas memisahkan serat-serat
otot satu sama lain, karena inti sel-sel ini lebih
jang, sejajar, silindris mempunyai diameter yang kecil daripada inti sel-sel ototjantung.

hampir seragam. Inti banyak dan terletak di tepi. 2. Pada potongan melintang serat-serat otot ben-

Inti sel satelit mungkin terlihat. Guratan melin- tuknya tidak beraturan dan ukurannya berbeda-

L,\Ztatg, akan tampakjelas pada pembesaran beda. Inti jarang dan terletak di tengah sel.
Miofibril berkelompok seperti lapangan Cohn-
kuat dan dengan minyak imersi, zona H dan
heim (suatu artefak saat fiksasi) tersusun radier.
diskus M mungkin dapat dibedakan pada sajian Kadang-kadang, serat Purkinje terlihat, tetapi
pada bagian subendotel ventrikel.
yang baik.
ilr. oToT Polos
B. Potongan melintang
A, Potongan memanjang
1. Unsur jaringan ikat perlu diingat, terutama inti
fibroblas, potongan melintang kapiler, pem- 1. Unsur jaringan ikat antara setiap serat otot sedikit
dan terdiri atas serat retikulin halus. Berkas
buluh darah yang kecil lainnya dan saraf. yang lebih besar atau lembaran serat-serat otot
dipisahkan oleh jaringan yang di dalamnya ada
2. Sel otot tampak sebagai potongan serat tidak ber-
pembuluh darah dan saraf.
aturan berbentuk poligonal dengan ukuran kira-
2. Sel-sel otot polos tersusun padat, berlapis, ber-
kira seragam. Miofibril tampak sebagai bentuk fusiformis, inti letaknya di tengah ber-

gambaran titik-titik dalam serat, sering berke- bentuk lonjong. Jika serat otot berkontraksi, inti-
lompok menjadi terpisah, kelompok ini dikenal nya seolah-olah seperti berbentuk uliran.
sebagai lapangan Cohnheim. Di bagian tepi,
satu atau dua inti tampak pada beberapa serat. B. Potongan melintang
1. Jaringan ikat yang sangat sedikit, sebagian besar
Fasikulus tersusun rapat, tetapi ada sedikit endo-
adalah serat retikulin, mungkin terlihat di celah
misium yang terdapat di antara setiap sel antar sel. Lembaran atau berkas serat otot polos
dipisahkan satu sama lain oleh jaringan ikat
II. OTOT JANTUNG
jarang dimana terisi unsur neurovaskular.
A. Potongan memaniang
1. Unsurjaringan ikatjelas terlihat karena adanya

inti yang tampak lebih kecil pada sel otot jan-
tung. Jaringan ikat kaya akan pembuluh darah,
terutama kapiler. Endomisium ada tetapi tidak
jelas.

Otot . 161

2. Karenasel-selototpolossusunannyarapat,ber- potongan yang paling lebar berisi inti; karena itu
me-lapis, berbentuk fusiformis, pada potongan
pada potongan melintang hanya tampak ada sedikit

lintang tampak gambaran melingkar, homogen inti.

dengan diameter bermacam-macam. Hanya

162 . Atlas Berwarna llistologi

Iaringan Saraf

Jaringan saraf merupakan salah satu dari empat bahwa susunan saraf enteral ada sangat luas;
jaringan dasar dalam tubuh, khusus menerima in-
formasi dari lingkungan luar dan dalam. Infotmasi susunan ini mempunyai neuron yang jumlahnya
ini diolah, dijadikan satu dan dibandingkan dengan
pengalaman yang disimpan dan/atau menentukan sama dengan seperli yang terletak dalam medula
jawaban (refleks), memilih dan memberi jawaban spinalis. Kerja susunan saraf enteral diatur oleh
yang sesuai. Penerimaan informasi adalah fungsi komponen simpatis dan parasimpatis dari susunan
dari susunan saraftepi (peripheral nervous system saraf otonom.

= PNS). Proses integrasi, analisis dan memberi Susunan saraf pusat terlindung oleh tulang, yaitu
tulang kepala dan kolumna vertebralis dan meninges
jawaban dilakukan oleh otak dan sumsum tulang yaitu suatu selaput jaringan ikat terdiri atas tiga
belakang yang merupakan susunan saraf pusat (cen- lapis. Menings paling luar adalah jaringan fibrosa

tral nervous system = CNS) dengan substansia duramater. Sebelah dalam duramater adalah
araknoid yaitu suatu membran jaringan ikat non-
grisea dan substansia alba-nya. Penghantaran res-
pons ke organ efektorkembali ke susunan saraftepi. vaskular. Lapis paling dalam yaitu pia mater yang
Karena itu, perlu diketahui bahwa sesungguhnya vaskular adalah lapis yang paling lekat pada susunan
susunan saraf tepi merupakan kepanjangan secara saraf pusat. Yang terletak antara araknoid dan pia
fisik dari susunan sarafpusat dan pemisahan kedua- mater adalah cairan serebrospinalis (cerebro-
nya tidak dapat dilakukan secara kaku. spinalfluid = CSF).

Susunan sarafjuga dibedakan berdasarkan fung- O NEURoN DAN sEL.sEL
sinya menjadi susunan saraf somatik dan susunan
PENYOKONG
saraf otonom. Susunan saraf somatik mengenda-
likan kesadaran terhadap fungsi volunter, sedang- Satuan struktural dan fungsional susunan saraf
adalah neuron yaitu sel yang sangat khusus untuk
kan susunan saraf otonom mengendalikan fungsi melakukan dua fungsi utama dari iritabilitas dan
involunter. Susunan saraf otonom adalah sistem konduktivitas. Setiap neuron terdiri atas badan sel
motorik, bekerja pada otot polos, otot jantung dan (soma, perikarion) dan juluran-juluran dengan pan-
beberapa kelenjar. Tiga komponennya yaitu sim- jang yang bervariasi, disebut akson dan dendrit,
patis, parasimpatis dan enterik biasanya bekerja yang lokasinya biasanya berlawanan pada sel tubuh
sama untuk memperlahankan homeostasis. Susunan (lihat Gambar 7-2). Suatu neuron hanya mempunyai
satu akson. Namun, suatu neuron tergantung pada
saraf simpatis mempersiapkan tubuh untuk bekerja jumlah dendrit yang dipunyainya, mungkin unipo-
sebagai cara "melawan atau lari", sedangkan susunan
saraf parasimpatis berfungsi meredakan tubuh dan tar (tidak mempunyai dendrit-jarang pada verte-
brata), bipolar (satu akson dan mempunyai satu den-
memberi persarafan sekretomotoris ke kebanyakan drit) atau multipolar (satu akson dan mempunyai

kelenjar eksokrin; susunan sarafenteral lebih kurang

suatu sistem yang berdiri sendiri berperan untuk
proses pencernaan. Sangat penting untuk dicatat

Iaringan Saraf . t63

Medula spinalis

-z

Berkas saraf Tii #x'*" Fasikulus Epineurium
Endoneurium
Epineurium Pembuluh darah
Perineurium Perineurium
Endoneurium Lamina basalis

Nodus Ranvier

lnternodus

Sel Schwann

Trunkus saral Selubung bermielin
(potongan melintang)
Serat saraf
Saraftepi terdiri atas bertas akson dan dendrit. (pulasan perak)
Setiap saraf dibungkus oleh epineurium.
Berkas (fasikulus) akson dan dendrit dike- Akson dari seral
lilingi oleh beberapa lapisan sel-sel epiteloid saraf bermielin
yaitu perineurium, yang membentuk taut
kedap (occluding junction) satu sama lain. Selubung mielin
Perineurium terpisah dari unsurjaringan ikat
oleh lamina basalis baik sisi luar maupun sisi
dalam. Setiap akson dan dendrit dilindungi
oleh sel Schwann (sebagai sekat dan perta-
hanan), selanjutnya dikelilingi oleh lamina
basalis danjala-jala serat retikulin yang halus,
membentuk endoneurium.

164 . Atlas Berwarna Histologi

GAMBAR 7-2 Neuron dan Tautan Saraf-otot

sel Schwann

ouno''t\j Serat saraf

tidak bermielin &* r- ",
."-a7
lnti { 'r",,s

Badan sel \ \ ir.il'

Badan Nissl

Akson hillock -

Ranvier

Selubung neurilema Akson
inti sel

//1fpTFlil 1JSeelu0bunngg mIIrieilliinl a
Sumbu silinder a \
i\q\&\\L
ii,: , 1Sq
Akson ai -
!tq '
,iv . 'i* :!
.. ':

.t;"";\.ai."r.'l&l,i.;..',,

Neuron motoris mempunyai sejum- Sel teloglia
(tampak hanya sebagian)
lah dendrit, inti besar di tengah dan 1,,:::t. ..

akson paniang bermielin. RER

(badan Nissl) terbagi oleh neuro-

tubulus dan neurofilamen. Akson Otol

bercabang-cabang dan berakhir seba-

gai lempeng akhir motoris. Ujung saraf

Lempeng akhir motoris

Lipat tautan

Sarkoplasma
Mitokondria

.. ':: I -.ii

:,;:.1 t.
q|',r' ,
, '- .., .., .

,,. 'r,.li'.i:.:. jti .''*,

l: /45 *:: '
,rI1 .. r':i!r:i
j
'1.
'i :'iiri ,'',

Sel multipolar ,r!' ,',,
(medula spinalis)
:14

r"i

-q_,i

i !i Sel multipolar
i i, (ganglion otonom)

Sel multipolar
(korteks serebeli)

taringan Saraf r t65

beberapa dendrit). Ada kelompok tambahan dimana dan oligodendroglia, sedangkan di susunan saraf
dendrit tunggal dan akson melebur menjadi satu tepi adalah kapsula dan sel Schwann. Oligoden-
selama perkembangan embrio, memberikan gam- droglia dan sel Schwann mempunyai kemampuan
untuk membentuk selutrung mielin di sekeliling
baran palsu suatu neuron unipolar; karena itu dikenal akson (lihat Gambar 7-2), yang dapat meningkat-
sebagai neuron pseudounipolar, meskipun akhir- kan kecepatan konduksi suatu impuls sepanjang
akson. Daerah dimana selubung mielin dari satu sel
akhir ini ahli neuroanatomi mulai memperhatikan
jenis neuron ini sebagai suatu neuron unipolar. Schwann (atau oligodendroglia) berakhir dan daerah

Neuron juga mungkin diklasifikasikan menurut lanjutannya berawal lagi disebut sebagai nodus
fungsinya. Neuron sensoris menerima rangsangan Ranvier. Selain itu, susunan saraf pusat mempu-
nyai mikroglia, makrofag yang berasal dari mono-
dari lingkungan dalam maupun luar kemudian
menghantarkan impuls ini ke arah susunan saraf sit dan sel ependim, yang membatasi ventrikel otak
pusat untuk diproses. Interneuron bekerja sebagai dan kanalis sentralis medula spinalis.

penghubung antara neuron dalam suatu rangkaian Istilah-istilah tertentu harus dijelaskan untuk
memudahkan pemahaman susunan saraf. Suatu
atau khas antara neuron sensoris dan neuron motoris
ganglion adalah kumpulan badan sel saraf di
dalam susunan saraf pusat. Neuron motoris meng-
hantarkan impuls dari susunan sarafpusat ke sel-sel susunan saraf tepi, sedangkan kumpulan badan sel
tujuan (otot, kelenjar dan neuron lainnya). sarafdi susunan sarafpusat disebut nukleus. Berkas
akson yang berjalan bersama-sama di dalam susunan
Informasi diteruskan dari satu neuron ke yang saraf pusat disebut traktus (fasikulus, kolumna),
lainnya melalui celah antar sel atau gap yaitu sedangkan berkas yang sama di susunan saraf tepi
sinaps. Tergantung pada daerahnya neuron-neuron disebut saraf perifer (saraf).

ikut dalam pembentukan sinaps, mungkin suatu O .SARAF PERIFER

aksodendritik, aksosomatik, aksoaksonik atau den- Saraf perifer terdiri atas sejumlah serat saraf
drodendritik. Umumnya sinaps adalah aksodendri-
tersusun dalam beberapa fasikulus (berkas), mem-
tik dan melibatkan substansia neurotransmiter
punyai sarung jaringan ikat yang tebal disebut
(sepefii asetilkolin) yang dilepaskan oleh akson epineurium (lihat Gambar 7-1). Setiap fasikulus
dalam epineurium dikelilingi oleh perineurium
dari neuron pertama ke dalam celah sinaptik. Bahan
kimia ini dalam sesaat menjadikan membran plasma yang terdiri atas lapisjaringan ikat sebelah luar dan
dendrit tidak stabil dan suatu gelombang depola- lapis dalam dari sel epiteloid yang berbentuk gepeng.
risasi berjalan sepanjang neuron kedua, yang akan Setiap serat saraf dan sel Schwann-nya mempunyai
melepaskan neurotransmiter pada ujung aksonnya. jaringan ikat tipis sendiri yaitu endoneurium, mem-
punyai unsur fibroblas, terkadang makrofag dan
Jenis sinaps kimiawi ini disebut sinaps eksitasi, serat kolagen dan retikulin.
yang menghasilkan penghantaran suatu impuls.

Jenis sinaps lainnya mungkin menghentikan peng-
hantaran suatu impuls dengan menstabilkan mem-
bran plasma neuron kedua; ini disebut sinaps inhi-
bisi.

Sel neuroglia berfungsi dalam metabolisme dan
dukungan dari neuron. Untuk mencegah depolarisasi
spontan atau depolarisasi mendadak dari membran
sel neuron, ada sel khusus yang memberikan perlin-
dungan secara fisik pada seluruh permukaan. Dalam
susunan sarafpusat sel ini dikenal sebagai astrosit

166 . Atlas Derwarna Histologi

rl

@ Histofisiologi

I. POTENSIAL MEMBRAN SAAT kan terbukanya pintu-voltase "channel" K. (catatan;
ini berbeda dari kebocoran "channel" kalium) yang
ISTIRAHAT melalui pintu ini ion kalium keluar sel, menyebab-
kan repolarisasi membran dan tidak hanya meng-
Pada keadaan normal kadar K* adalah sekitar 20 akhiri periode refrakter "channel" Na. tetapi juga
kali lebih besar di dalam sel dibanding di luar sel, penutupan pintu-voltase "channel" kalium.
sedangkan kadar Na* adalah 10 kali lebih besar di
luar sel daripada di dalam sel. Potensial saat istira- Perpindahan ion Na. yang memasuki sel menye-
hat melalui membran sel neuron dipertahankan
oleh adanya potassium leak channel di plasm- babkan depolarisasi membran sel ke arah ujung
akson (orthodromic spread). Meskipun ion natrium
lema. Melalui "channel" ini maka ion K.berdifusi
jugaberpindah dari ujung akson (antidromic spread),
dari dalam sel ke luar, menjadikan tidak permeabel ion natrium tidak dapat mempengaruhi "channel"
lagi, molekul muatan negatif dalam sel, jadi timbul natrium pada jalur antidromic, karena "channel" ini
berada dalam periode refrakter.
muatan positif pada sisi luar sel dan muatan
III. TAUTAN SARAF-OTOT
negatif pada sisi dalam membran sel, dengan per-
bedaan potensial secara keseluruhan sekitar 40-100 Mitokondria, vesikula sinaptik dan unsur retikulum
mV. Perlu dicatat bahwa ion Na. dapat juga menem- endoplasma halus ada dalam ujung akson. Aksolema
bus kanal ini tetapi pada kecepatan 100 kali lebih terlibat dalam pembentukan sinaps disebut sebagai
lambat daripada ion kalium. Meskipun kebanyakan membran presinaptik, sedangkan sarkolema di
penetapan potensial membran adalah menurut kanal
kalium yang bocor, kerja pompa Na--K- ikut serta seberangnya disebut sebagai membran post-
sinaptik. Membran presinaptik mempunyai "chan-
sampai tahap tertentu. neltt natrium, t'channel" kalsium pintu-voltase
dan protein karier untuk bersama-sama transpor
II. POTENSIAL AKSI Na. dan kolin. Membran post-sinaptik mempunyai
Potensial aksi adalah aktivitas listrik dimana reseptor asetilkolin juga sedikit invaginasi dikenal
sebagai lipat tautan. Lamina basalis mengandung
muatan berpindah sepanjang permukaan membran enzim asetilkolinesterase juga berkaitan dengan
sel. Ini merupakan rdspons all-or-none yang lama membran postsinaptik. Saat impuls mencapai kaki-
dan amplitudo-nya adalah tetap. Beberapa akson akhir. "channel" natrium terbuka dan membran
mampu bertahan sampai 1000 impuls/detik. presinaptik menjadi depolarisasi, ini menyebabkan
terbukanya "channel" pintu-voltase kalsium dan
Bangkitan potensial aksi mulai sebagai suatu masuknya Ca. ke dalam kaki-akhir. Kadar kalsium
daerah membran plasma mengalami depolarisasi.
Ketika potensial membran saat istirahat berkurang, intraselular yang tinggi menyebabkan vesikula sinap-
kadar ambangnya tercapai, pintu "channel" voltase
Na* terbuka. Na* menerobos masuk ke dalam sel dan tik, yang mengandung asetilkolin, proteoglikan

pada saat itu potensial saat istirahat terbalik, dan ATP, melebur dengan membran presinaptik
sehingga sisi dalam menjadi positif dibandingkan dan melepaskan isinya ke dalam celah sinaptik.
sisi luar. Sebagai jawaban terhadap terbaliknya Proses peleburan bergantung pada molekul reseptor
pada kedua vesikel dan membran presinaptik. Mole-
potensial saat istirahat, "channel" Na* menutup dan kul reseptor ini dikenal sebagai protein penem-
untuk 1-2 mdetik berikutnya tidak dapat terbuka
(periode refrakter). Depolarisasi juga menyebab-

Iaringan Saraf . 167

patan vesikel dan protein penempatan membran respons melalui ikatan molekul reseptor (protein
presinaptik. Setelah isi vesikel sinaptik dilepaskan integral) dari membran postsinaptik. Substansia
membran presinaptik lebih besar daripada sebelum neurotransmiter ada variasi dalam komposisi
peleburan, dan membran yang berlebihan ini akan
didaur ulang melalui pembentukan vesikel dengan kimiawi dan dikelompokkan menurut susunan
selubung clathrin, sehingga memperlahankan mor- kimiawi seperti kolinergik, monoaminergik,
fologi dan kebutuhan daerah permukaan membran peptidergik, GABAergik, gluramarergik dan
presinaptik. Asetilkolin yang dilepaskan berikatan
glycinergik.
mpaedma brueksaeptttocrhaansenteillkttolninatpraiudma ,samrkeonleyembaa,b.kjaadni
V. SAWAR DARAH OTAK
masuknya natrium ke dalam sel otot, depolarisasi
membran postsinaptik dan generasi berikutnya dari Sawar selektif yang ada antara jaringan saraf dari
potensial aksi dan kontraksi sel otot. Asetilkolines- susunan saraf pusat dan banyak zat berasal darah
terasi pada lamina basalis memecah asetilkolin disebut sawar darah-otak. Sawar ini dibentuk oleh
menjadi kolin dan asetat, menetapkan bahwa pele- fasia okludens dari sel-sel endotel yang kontinyu
pasan tunggal substansi neurotransmiter tidak terus membatasi kapiler yang berjalan melalui jaringan
menimbulkan kelebihan potensial aksi. Kolin dikem- saraf . Zat-zat tertentu (misalnya O, H,O, CO, dan
balikan ke kaki-akhir melalui protein karier yimg zat-zat tertentu yang larut dalam lemak dan bebe-
diperl,,uat oleh perbedaan natrium, dimana ini bersama- rapa obat) dapat menembus sawar. Namun, yang
sama dengan asetat aktif (berasal dari mitokondria), lainnya, termasuk glukosa, vitamin tertentu, asam-
suatu reaksi yang dikatalisa dengan asetilkolin asam amino dan obat-obatan, antara lain, zat berle-
transferase, untuk membentuk asetilkolin. Asetil- bih yang lewat hanya oleh transpor yang diper-
kolin yang baru terbentuk dibawa ke dalam vesikula antarai reseptor dan/atat difusi yang difasilitasi.
sinaptik yang baru terbentuk melalui kendali pompa Ion-ion tertentu juga dibawa melalui transpor
proton yaitu prolein karier antiport. aktif. Juga diduga bahwa beberapa neuroglia peri-
vaskular mungkin berperan sedikit dalam mengatur
IV. SUBSTANSIA sawar darah otak.
NEUROTRANSMITER

Substansia neurotransmiter adalah molekul
pemberi sinyal (chemical messengers) yang dile-
paskan pada membran presinaptik dan efek suatu

168 . Atlas Berwarna Histologi

CONTOH KASUS KLINIS

Tumor Neuroglia yang dibawa melalui aliran darah masuk ke
Hampir 50Vo tumor intrakranial disebabkan susunan saraf pusat. Misalnya, perfusi manitol
ke dalam aliran darah mengubah permeabilitas
karena proliferasi sel neuroglia. Beberapa tumor kapiler melalui pengaruhnya terhadap taut kedap,
neuroglia, seperti misalnya oligodendroglioma,
kelainannya ringan, sedangkan lainnya, seperti j adi memperkenankan pemberian obat untuk terapi.
misalnya glioblastoma, yang adalah sel-sel ganas Pengobatan lainnya dapat melekatkan antibodi
berasal dari astrosit, adalah sangat invasif dan
biasanyafatal. berkembang terhadap reseptor transferin yang

Chorea Huntington letaknya pada sisi lumen membran plasma sel-sel
endotel ini yang akan memudahkan transpor ke-
Chorea Huntington adalah kelainan herediter dalam susunan saraf pusat.
yang menjadi nyata pada dekade ketiga dan ke
empat dari kehidupan. Awalnya, kondisi ini hanya Sindroma Guillain Barr6
mengenai sendi, tetapi nantinya berpengaruh
terhadap gangguan motorik dan demensia. Diduga Sindroma Guillain Ban6 adalah suatu penyakit
yang diperantarai imun yang mengakibatkan kele-
kelainan ini disebabkan oleh hilangnya neuron mahan yang secara progresif cepat, dengan
kemungkinan paralisis ekstremitas dan terkadang
susunan saraf pusat yang menghasilkan neuro- bahkan mengenai otot-otot pemapasan dan waj ah.
transmiter GABA. Kejadian demensia diduga ber- Penyakit dengan hilangnya mielin ini sering ber-
kaitan dengan hilangnya sel-sel yang mensekresi kaitan dengan infeksi saluran napas atau saluran
asetilkolin. cerna yang baru terjadi; kelumpuhan otot men-

Penyakit Parkinson capai puncaknya dalam 3 minggu dari gejala

Penyakit Parkinson berkaitan dengan hilangnya awal dan 5% individu yang terkena penyakit ini
neurotransmiter dopamin dalam otak. Penyakit meninggal. Pengenalan lebih awal penyakit ini
yang melumpuhkan ini menyebabkan kekakuan penting untuk penyembuhan yang sempurna
otot, tremor, pergerakan lambat dan secara pro- (atau hampir sempurna). Pengobatan meliputi
gresif sukar mengendalikan pergerakan yang segera masuk rumah sakit dan pengamatan kebu-
volunter. L-dopa dapat diberikan, tetapi efek tuhan unfuk terapi dengan respirator. Pengamatan
yang menguntungkan hanyalah sementara. Trans- untuk luka selama berbaring dan juga perlu terapi
plantasi jaringan kelenjar adrenal fetus memberi fisik. Plasmaferesis dan imunoglobulin merupa-
kan pilihan terapi.
sedikit perbaikan, tetapi ini juga berlangsung

singkat.

Pengobatan yang Memintas Sawar Darah
Otak

Seleksi secara alamiah sawar darah otak men-
cegah obat-obatan tertentu dan neurotransmiter

Iaringan Saraf o t69

S&&&gAn * r Medula spinalis. x.s. Kucing. .fieW*&il 3 Medula spinalis, x.s. Substansia

Pulasan perak. Paraffin section. x 21, alba dan substansia grisea, Paraffin section. x 132.

Medula spinalis dibungkus oleh tiga lapis menings. Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan daerah
korak Gambar 1. Perhatikan bahwa yang berdekatan
Lapis fibrosa yang paling luar yaitu duramater
antara substansia alba (W) dan substansia
(DM), dikelilingi oleh lemak epidural, tidak tampak grisea (G) jelas terlihat (bintang). Sejumlah inti

dalam fotomikroskopik ini. Sebelah dalam dura (kepala panah) ada dalam substansia alba dari ber-
adalah araknoid (A) dengan ruang subaraknoid bagai neuroglia, yang menyokong akson dan dendrit

(SS), letaknya berdekatan dengan lapis paling dalam berjalan ke atas dan bawah sepanjang medula spi
nalis. Badan sel saraf (CB) yang besar di kornu
dari menings, mempunyai pembuluh darah disebut ventralis substansia grisea mempunyai gambaran inti
vesikular dengan anak inti padat, gelap. Pembuluh
pia-mater (PM). Medula spinalis sendiri tersusun darah (BV) menyusup dalam ke substansia grisea,
dari substansia alba (W) dan substansia gri- dikelilingi oleh juluran sel neuroglia, membentuk
sea (G). Substansia alba, terletak di tepi dan tidak
sawar darah otak (blood brain barrier), tidak tampak
mengandung badan sel saraf, terdiri atas serat-serat
dalam foto-mikroskopik ini. Inti kecil (panah) di
saraf, sebagian besar bermielin, berjalan naik dan
turun sepanjang medula spinalis. Susunannya selu- substansia grisea kepunyaan sel neuroglia, dimana
lar, karena ditempati berbagai jenis sel glia. Yang sitoplasma dan juluran sel tidakjelas.
letaknya di tengah adalah substansia grisea berisi
.&&&&&.&R 3 Medula spinalis. x,s. Kornu
badan sel neuron,juga ujung-ujungjuluran awal dan
juluran akhi4 kebanyakan biasanya tidak bermielin. ventralis. Manusia, Paraffin section. x 270.

Juluran sel saraf ini dan sel glia membentuk Neuron multipolar dan berbagai julurannya (p anah)
tampak jelas dalam fotomikroskopik ini diambil dari
anyaman jala-jala serat yang disebut neuropil. Sub-
kornu ventralis. Perhatikan inti (N) besar dan anak
stansia grisea dibagi menjadi daerah-daerah yaitu inti (n) yang padat, keduanya khas untuk neuron.

kornu dorsalis (DH), kornu ventralis (VH) dan Amati kelompokan bahan basofil yaitu badan Nissl
komisura grisea (Gc). Kanalis sentralis (CC) (NB), yang dengan mikroskop elektron adalah reti
kulum endoplasma kasar. Inti kecil kepunyaan ber-
medula spinalis melewati komisura grisea, mem- bagai sel neuroglia (Ng), bersama-sama juluran-
nya dan juluran dari neuron menyusun neuropil
baginya menjadi komponen dorsal danventral. Juluran (Np), merupakan gambar latar belakang substansia
grisea. Ruang putih (bintcng) mengelilingi soma dan
neuron meninggalkan dan masuk medula spinalis
pembuluh darah adalah artefak karena mengerut.
sebagai radiks ventralis CVR) dan radiks dor-
salis (DR). Bagian serupa dengan daerah kotak

diperlihatkan dalam Gambar 2.

Sel multipolar
(medula spinalis)

170 . Atlas Berwarna llistologi

tlt-seffisge t-c"r*ffie'ffi I

KUNCI

A araknoid G substansia grisea Np neuropil
BV pembuluhdarah Gc komisuragrisea PM piamater
CB badan sel saraf N inti SS ruang subaraknoid
CC kanalis sentralis n anak inti VH kornu ventralis
NB badan Nissl VR radiks ventralis
DH kornu dorsalis Ng selneuroglia W substansiaalba
DM duramater
DR radiks dorsalis

,aringan Saraf o tzt

.fi&ffifiS*ff $ Serebelum. Manusia. Paraffin .&&Mee& 3 Serebelum. Manusia. Paraffin

section. x 1 4. section. x 132.

Serebelum, berlainan dengan medula spinalis, ter- Gambar fotomikroskopik ini diambil dari suaru

diri atas bagian tengah substansia alba (W) dan daerah serupa detgan daerah kotak dalamGambar 1.
yang terletak superfisial terhadap substansia grisea
Lapisan granular (GL) terdiri atas sel granula
(G). Meskipun sukar untuk menyatakan dari gambar (GC) tersusun padat, yang sepintas menyerupai

pembesaran rendah dari fotomikroskopik ini, sub- limfosit karena intinya bulat gelap. Tersebar di antara
stansia grisea dibagi menjadi tiga lapisan, lapis
molekular (ML), lapis tengah lapis sel Purkinje sel-sel ini ada celah jernih disebut glomeruli atau
pulau serebelar (CI), tempat terjadinya sinaps
(PL) dan lapis granular (GL) sebelah dalam.
antara akson yang masuk ke serebelum dari luar dan
Gambaran lapis molekular yang kurang padat karena
susunan badan sel saraf jarang, sedangkan gam- dendrit sel-sel granula. Sel Purkinje (PC) mengi
baran lapis granular yang lebih gelap karena banyak
rimkan aksonnya ke dalam lapisan granula4 sedang-
sekali inti yang terpulas gelap rapat satu sama lain.
kan dendritnya bercabang-cabang di lapisan mole-
Suatu daerah serupa dengan daerah korok disajikan
dalamGambar2. kular (ML). Lapisan ini juga mengandung serat

.S&*$S&S 5 Sel Purkinje. Serebelum manusia. tidak bermielin dari lapisan granular, juga dua jenis

Paraffin section. x 540. sel yaitu sel basket (BC) dan yang letaknya lebih
superfisial sel stelata (SC). Permukaan serebelum
Gambar ini adalah pembesaran kuat daerah kotak dilapisi oleh piamater (PM), jelas terlihat dalam
Gambar 2. Lapisan granular (GL) serebelum ter- fotomikroskopik ini. Daerah korak disajikan pada
diri atas duajenis sel yaitu yang lebih kecil sel-sel
granular (GC) dan yang lebih besar sel Golgi tipe pembesaran kuat dalam Gambar 3.

II (G2). Sel Purkir{e (PC) yang berbentuk seperti o&&&trSS,K r$ Sinaps. Ujung Aferen. Mikroskop
buli-buli tampak ada inti (N) yang besar dan per-
elektron. x 1 6.200.
cabangan dendrit (D). Inti sel basket (BC) di
lapisan molekular (ML), juga serat-serat Nukleus desenden lateralis dari saraf kranialis ke
tidak bermielin (UF) dari sel-sel granulaq tampak lima memperlihatkan ujung aferen primer (AT)
jelas dalam fotomikroskopik ini. Serat-serat ini yang membentuk banyak sinaps dengan dendrit
(D) dan akson (Ax). Amati adanya vesikula sinap-
membuat sinaps (ponoh) dengan cabang dendrit sel
tik (SV) dalam ujung akson postsinaptik, juga pene-
Purkinje. Daerah kotak. Astrosit. Serebelum
balan membran ujung aferen primer (panah). Dalam
manusia. Pulasan Golgi. Paraffrn section. x
132. Perhatikan sejumlah juluran dari astrosit ujung terminal juga ada mitokondria (m) dan
fibrosa (A) ini dalam substansia alba serebelum.
sisterna (Ci) untukvesikula sinaptik. (seizin Meszler

RM : J Comp Ne urol 220 :299-309) .

l

i, -**

€..

'd1l

: :i

i l;rl/,.i,$'q . i! Sel multipolar

u '\s_f. 111 (korteksserebelar)

"! /i-

!t1iir

i,.il

172 . Atlas Berwarna Histologi

{-&&erffeffi s I

KUNCI

A astrosit librosa G substansia grisea PC sel Purkinje
AT akhir at'er:en primer G2 se1 Golgi tipe 2 PL lapisan sel Purkinje
Ax akson GC sel granular PM piamater
BC selbasket GL lapisan granular SC sel stelata
CI pulau serebelar 111 mitokondria SV vesikula sinaptik
Ci sister na UF serat tidak bermielin
D dendrit ML lapisan rnolekult
N inti w substansia alba

IaringanSaraf . 173

mAllSR&R t das: ?. Serebrum. Manusia. sel-sel piramidal (Py) dan beberapa sel gaanular
(GC) juga sejumlah neuroglia (Ng) tersebar di
Paraffin section, x 132. antara soma dan serat. Lapis keempat yaitu lapis gra-

Gambar-gambar ini memperlihatkan seluruh kor- nular dalam (4), relatif merupakan pita sempit di

teks serebri manusia dan beberapa lapisan di bawah- mana sel-selnya kebanyakan kecil dan beberapa sel
granular besar (GC) danjuga ada sel neuroglia
nya substansia alba (W) pada pembesaran ren-
dah. Perhatikan sejumlah pembuluh darah (BV), (Ng). Lapis piramidal dalam (5) ditempati sel-
yang menembus seluruh korteks, dikelilingi oleh sel piramidal (Py) ukuran sedang dan besar juga
daerahjernih Qtanah) karena artefak akibat penge- sejumlah neuroglia (Ng), yang intinya tampak
sebagai titik-titik kecil. Meskipun tidak jelas dalam
rutan. Keenam lapisan korteks serebri tidak berbatas
sajian ini, serat saraf dari pita dalam Baillarger ber-
jelas, tetapi diperkirakan dengan tanda kolom. jalan horisontal melalui lapisan ini, sementara itu
Piamater (PM) yang membungkus permukaan pita luar Baillarger menembus lapisan granular dalam..
korteks, merupakan jaringan vaskular yang mem- Lapisan yang paling dalam dari korteks serebri

berikan banyak pembuluh darah lebih banyak seperti adalah lapisan multiformis (6), yang berisi sel

kapiler (Ca) yang menembus jaringan otak. Lapis dengan berbagai bentuk, kebanyakan bentuknya
pertama korteks disebut lapis molekular (1), yang fusiformis. Sel-sel neuroglia dan sel Martinotti juga
ada dalam lapisan ini, tetapi tidak dapat dibedakan
mengandung sejumlah serat dan hanya sedikit badan satu sama lain dengan pembesaran ini. Substansia
alba (W) tampak sangat selular, karena adanya inti
sel neuron. Sulit untuk membedakan soma ini dari sejumlah neuroglia yang menyokong juluran sel ber-
sel-sel neuroglia dengan pembesaran seperti ini. asal dari korteks dan berjalan menuju korteks.

Kedua adalah lapisan granular luar (2), terdiri GAMBAR 4 o Mikroglia. Pulasan perak. Paraffin
atas sel granular (GC) kecil dan banyak sel
neuroglia (Ng). Lapis ketiga disebut lapis pira- section. x 540,
midal luar (3), yang merupakan lapis paling tebal
Gambar fotomikroskopik ini adalah irisan korteks
pada potongan korteks serebri ini. Lapisan ini berisi serebri, memperlihatkan inti (N) sel saraf, juga ada
mikroglia (Mi). Perhatikan bahwa mikroglia sangat
rGA&{E&R 3 Astrosit. Pulasan perak. Paraffin kecil dan mempunyai inti (N) padat, juga sejumlah

section. x 132. juluransel. @anah).

Fotomikoskopik substansia alba serebrum ini mem-
perlihatkan gambaran seperti tikar karena saling ber-
tumpuknya berbagaijuluran sel saraf dan sel glia.
Perhatikan juga adanya dua pembuluh darah (BV)
berjalan horisontal melintang lapangan pandang,

Juluran panjang astrosit fibrosa (FA) mendekati

pembuluh darah (panah) dan membantu pemben-
tukan sawar darah otak (blood-brain barrier).

BV pembuluh darah Ng sel neuroglia 2 lapisan granular luar
Ca kapiler 3 lapisan piramidai luar
FA astrositfibrosa PM piamater 4 lapisan granular dalam
GC sel granular 5 lapisan piramidal dalam
Mi mikroglia Py selpiramidal 6 lapisan multiformis
N inti
w substansia alba
I lapisan molekular

174 . Atlas Berwarna Histologi

}*"fnf- *u, lr '-l { n.*-t,..*,*

lr *t ,/.- '/ t

, C.a: -.'tl - t' 0r -/ /
* *;t"
. *'u r "a '-'.if'n
o..;l

.gb. ' ,- ., - 1 [- -::-:$S- 4'rn. **un'i

';,.,.'
\, ]ti tffs-."'i'T i;, ,{,.' :'.:.:.i'li' " ', .. ',-.illL' ]"t'.. I
' i- r r. ,,
,. :,,,j',;.^ry'j-dg:..:.':i'i-id:.c..': l, rr '.''. I:
'-Jt ""\ -."\p,l,j;.
'-
,..1 . a.
.L l.:' .

o* **. *-"-',-r, - ;* .'o,.,-.11. ;, Lln.:,-n".n_* :*'l*'',n*t ; n 1'' El

*,"';: ,,'',1 .ll

*

lt

i,.-

* " *1 *:-1" ' 5;.,.:r.4$r;rr." "t, **J1., 'u ,.* t'

.ri..,- ."1 '-'i--'.'-r*'"***.:
,. ' *'n*€

I*.jr,p1i'.' , ll;..,*rt'.''. *.rlt,, 'n'* *4t,f

- 3_?*'.i-'*jl.-.1l".""rrt;"':i;*4,,*,' "& i".1"#g-Iltjl'i{l{4-: .,tg''ii,,.'n.,,'i.ff*;i*n;t*.,,i1""r,'*-:'"',{{I,.li.ln.g,,"t1:,"-',,-,,a*;:,::*..**'.
s*'4i,,r,,
,r -

l-seerlssm s I l-s*irulsAn e I teerk$*,&R q I

Iaringan Saraf o t75

ffAn*ee8 1 . Ganglion simpatis. l.s. Paraffin .$AM8AH I Ganglion simpatis. Ls.

section. x 132. Paraffin section, x 540.

Ganglion simpatis adalah struktur yang menerima Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan pem-
akson sel presinaptik, yang somanya ada dalam besaran kuat suatu daerah serupa dengan daerah
susunan sarafpusat. Terletak di dalam ganglion ada-
lah soma neuron postsinaptik yang mana akson sel kotakGambar 1. Meskipun neuron ganglion simpatis
presinaptik bersinaps. Ganglion ini dibungkus oleh multipola5 julurannya tidak nampak dalam sajian ini
kapsula (C) jaringan ikat kolagen, yang memperca-
bangkan septa (S) berisi pembuluh darah (BV) yang dipulas dengan hematoksilin dan eosin. Inti
di dalam ganglion. Susunan badan sel dari neuron (N) dengan anak inti (n) jelas terlihat. Sitoplasma
berisi lipofusin (Li), suatu pigmen kekuningan
multipolar (MN) di dalam ganglion tampak tak yang sangat sering ada di dalam neuron pada

beraturan. Struktur yang banyak pembuluh darah ini individu yang lebih tua. Celah jernih antara soma dan
berisi sejumlah inti yang mencakup kepunyaan sel sel penyokong (SS) adalah artefak karena penge-

endotel (E), leukosit (L) intravaskular, fibro- rutan. Perhatikan sejumlah pembuluh darah (BV)
berisi sel darah merah (panah) dan neutrofil (Ne).
blas (F), sel Schwann (ScC) dan sel penyokong
.&&fti!*An 4 Ganglion sensoris. l.s. Manusia.
(SS) mengelilingi badan sel saraf. Suatu daerah serupa
dengan daerah kotak dipaparkan dalam Gambar 2. Paraffin section. x 270.

SA&{fi&ffi 3 . Ganglion sensoris. l.s. Manusia. Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
suatu daerah serupa dengan daerah kotak Gambar 3.
Paraffin section. x 132.
Badan sel yang berbentuk bulat memperlihatkan inti
Ganglion radiks dorsalis merupakan contoh yang
baik untuk ganglion sensoris. Ganglion ini mempu- (N) yang terletak di tengah dan anak inti (n).
nyai pembuluh darah (BV), kapsula (C) jaringan
ikat yang juga membungkus radiks sensorisnya. Perhatikan soma kecil (kepala panah) dan besar
Neuron ganglion radiks dorsalis berbentuk pseudo- (panah) ada dalam lapangan pandang dan inti tidak
unipolar; karena itu soma (So) tampak bentuknya selaiu ada dalam bidang irisan. Pulasan hematok-
bulat. Serat saraf (D kebanyakan bermielin, terletak silin dan eosin mewarnai soma yang lebih kurang
di antara badan sel. Perhatikan beberapa soma besar
(panah), sementara ybng lain kecil (kepala panah). homogen, sehingga organel seperti substansia Nissl

Setiap soma dikelilingi oleh sel kapsul (Cc) yang tidak tampak. Namun, inti dan sitoplasma sel kap-
sul (Cc) jelas terlihat. Selanjutnya, fibroblas (F)
berasal neuro-ektodermal. Suatu daerah serupa yang intinya kecil, memanjang, berwarna gelap
den gan daer ah ko tak dip ap arkan dalam pembesaran terlihat mengelilingi soma tepat di tepi sel kapsel.
kuatpada Gambar4. Akson (Ax) dari serar saraf bermielin adalah kepu-

nyaan neuron pseudounipolar.

't,..,lrat '., . \
:
'j j." dd.#;. ,' i,
Sel multipolar i:i I Sel unipolar
(ganglia otonomik) It j ' '!1, t!3ir, (sel pseudounipolar dari

'" 'irr'i' radiks dorsalis ganglion)

176 . Atlas Berwarna Histologi

# M'

[]t #-r'

'%tss #

&' trS *
4,s

#

#* €ru*

tl[se*xBAfr f &e*fts&m 4 1

KUNCI f serat saraf Ne neutrofil
leukosit S septum
Ax akson L lipofusin ScC sel Schwann
BV pembuluhdarah Li neuron multipolar So soma
MN SS se1 penyokong
C kapsula N inti
Cc sel kapsel anakinti
E sel endotel n
F fibroblas

laringan Saraf . 177

fi&lt$gAm la . Saraf perifer. Ls. Monyet. Plastic rSA!{fiSAA ! b Serat saraf bermielin yang terurai.

section. x 132. Paraffin section. Ls. x 540.

Potongan memanjang fasikulus saraf perifer diper- Potongan memanjang ini dari satu serat saraf ber-
lihatkan dalam fotomikroskopik ini terbungkus oleh mielin memperlihatkan akson (Ax) dan jala neuro-
keratin, bekas mielin (M) yang larut. perhatikan
perineurium (P), terdiri atas lapisan jaringan nodus Ranvier (NR) , suatu bagian dimana dua sel
Schwann bertemu. Di tempat ini, dimana akson tidak
ikat (CT) sebelah luar dan sel epiteloid (E)
dibungkus mielin, terjadi lompatan hantaran impuls.
gepeng di lapis sebelah dalam. Perineurium mengan-
Perhatikan insisura Schmidt Lanterman (SL)
dung pembuluh darah (BD kecil, yang diper-
jelas tampak. Ini adalah bagian dimana sitoplasma sel
cabangkan dari pembuluh yang lebih besar menge- Schwann terjebak dalam selubung mielin.
lilingi epineurium, merupakan struktur yang rerdiri
dari jaringan ikat jarang dengan sejumlah sel lemak. .SAUIBAR 3 Saraf perifer. x.s. Paraffin section.
Saraf perifer terdiri atas sejumlah serat saraf tidak
bermielin dan serat saraf bermielin, seperti tampak x 132.
dalam Gambar 1b. Inti yang padat (panah) dalam
fasikulus saraf kepunyaan sel Schwann dan sel Potongan melintang ini memperlihatkan sebagian dari
endoneuron. Suatu bagian serupa dengan daerah
ko tak dip ap arkan dalam Ga mb ar 2. dua fasikulus, masing-masing dikelilingi oleh peri-
neurium (P). Jelas terlihatjaringan ikatjarangyang
oGAMSAfi 2 Saraf perifer. l.s. Paraffin section. menyusup yaitu epineurium (Ep) dengan pembu-
luh darah (BV) nya. Perineurium membentuk suatu
x 270. septum (S), yang membagi fasikulus ini menjadi
dua kompartemen. Perhatikan akson (Ax) terletak
Gambar ini adalah pembesaran kuat di daerah di tengah selubung mielin (MS) dan terkadang
tampak inti sel Sdrwann (ScC) berbennrkbulan sabit.
bagian serupa dalam daerahkotak dari Gambar 1a. Inti yang lebih kecil (panah), padat adalah dari sel
Potongan melintang yang khas sifatnya dari saraf endoneurial. Dalam kotolc Saraf tepi. x.s. pulasan
tepi yaitu tampak mengikuti jalannya berkelok-kelo( perak Paratrn section x 54O. Serat saraf bermielin
terutama tampak dalam foto mikroskopik ini. Jalan- dengan pulasan perak memperlihatkan celah jernih
nya saraf ini diselingi oleh adanya inti sel Schwann besar Qtanah) menandakan mielin yang larut. Akson
(Ax) terpulas gelap, padat dan endoneurium (En)
(ScC), fibroblas (F) dan sel endotel kapiler punya
yang tipis juga terlihat.
endoneurium. Banyak serat-serat saraf ini ber-

mielin (M) ditandai oleh adanya nodus Ranvier
(NR) dan neurokeratinsekitar akson (Ax).

$AnnFAR tl . Pleksus koroid. Paraffin section. x 270.

Pleksus koroid, terletak dalam ventrikel otak, ber-
peran untuk pembentukan cairan serebrospinalis,

Struktur ini terdiri atas jonjot kapiler (Ca) yang
jalannya berkelok-kelok dalam vili M) dari epitel
pleksus koroid (cp) berbentuk selapis kubis.
Jaringan ikat (CT) di tengah pleksus koroid ikut

dalam pia-araknoid, semenrara itu epitel selapis kubis
mengalami modifikasi membentuk ependim yang
membatasi ventrikel otak. Celah jemih mengelilingi
pleksus koroid adalah kepunyaanventrikel otak.

178 . Atlas Berwarna Histologi

s?

Fr{

ls,qirqies r I {-essb$men a I

t-&"jsiffieffi 4 I

Ax akson En endoneurium P perineurium
BV pembuluhdarah Ep epineurium
Ca kapiler F fibroblas S septum
cp epitei pleksus koroid M mielin ScC sel Schwann
CT jaringan ikat MS selubungmielin SL insisura Schmidt-Lanterman
E sel epiteloid NR nodus Ranvier
Vi vilus

Iaringan Saraf . 179

€A&4&&* tr . Saraf tepi. x.s. Mencit. Mikroskop Aksoplasma ditempati mitokondria (m) juga neu-
rofilamen (Nfl dan neurotubul (Nt). Terkadang,
elektron. x 33.300. selubung mielin dikelilingi oleh sitoplasma sel

Gambar mikroskop elektron ini memperlihatkan Schwann di sebelah luar dan dalamnya, seperti serat

potongan melintang tiga serat saraf bermielin dan sarafdi sudut kanan aras.
beberapa serat saraf tidak bermielin. Perhatikan
akson (ax) (meskipun mungkin serat aferen neuron Serat saraf tidak bermielin (f di atas gambar
pseudounipolar) dikelilingi oleh suatu selubung
mikroskop elektron ini memperlihatkan hubungan-
mielin (MS) yang tebal, di sebelah tepi ada kum- nya dengan sel Schwann (ScC). Serar-serat ter-
pulan sitoplasma sel Schwann (ScC) ditempati letak sedemikian rupa yaitu setiap serat terletak
oleh mitokondria (m), retikulum endoplasma
kasar (rER) dan vesikel pinositosis (PV). Sel dalam alur berbatas membran dalam sel Schwann.
Schwann dikelilingi oleh lamina basalis (BL)
memisahkan sel ini dari jaringan ikat endo- Beberapa serat terletak lebih superfisial, sementara
neurium (CT). Selubung mielin berasal dari mem-
yang lainnya lebih dalam di dalam alur. Namun,
bran plasma sel Schwann, yang membungkus secara
spiral mengitari akson, sehingga terbentuk mesak- ruang periakson (atau peridendritik) (panoh) selalu

son eksterna (EM) dan mesakson interna (IM). ada. Mitokondria (m), neurofilamen (Nfl dan
neurotubulus (Nt) juga ada. perhatikan keselu-
Aksolema (Al) dipisahkan dari membran sel
ruhan strLlktur dikelilingi oleh lamina basalis (BL),
Schwann oleh suatu celah sempit yaitu ruang periakson.
yang menutupinya tetapi tidak meluas ke dalam alur
(kepala panah) yang ditempati oleh serat saraf.
(seizin Dr. J. Strum)

lvlesakson eksterna Aksolema

Mielinasi dari serat saraf -

AI aksolemma EM mesakson eksterna Nf neurofilamen
Ax akson T seratsaraf Nl neurotubulus
BL lamina basalis IM mesakson interna PV vesikel pinositosis
CT jaringanikat m mitokondria rER retikulumendoplasmakasar
MS selubung mielin ScC sitoplasma sel Schwann
endoneurium

18o . Atlas Berwarna Histologi

,rri::]lrit,i::lil:ltitl

ts";$! :

tEewm*ei-l

Iaringan Saraf . 18t

.1{"Y#/ qj

ta''* 1;_ .. - :
*.rre,l{{&{r.si;s}i

l-il"gesffie*r r l

.ffi&ffim&e 3 Neuron. Nukleus desenden lateralis. Golgi (GA) yang luas, sejumlah mitokondria (m)

Mikroskop elektron. x 3589. dan retikulum endoplasma kasar, yang meluas ke

Soma neuron ini memperlihatkan gambaran khas. dendrit (D). Serat saraf bermielin (M) dan tidak
bermielin (nM) juga ada, juga sinapsis (panah)
Perhatikan inti (N) yang besar dan anak inti (n)
sepanjang permukaan sel. (Seizin Meszler R, Auker
dikelilingi oleh sejumlah sitoplasma yang banyak
mengandung organel-organel. Perhatikan aparatus C, Carpenter D: J Comp Neurol 196:57I-584) .

182 . Atlas Berwarna Histologi

\.

ffi Ringkasan Histologik

I. MEDULA SPINALIS sebelah luar dan lapisan granular sebelah dalam
A. Substansia grisea dengan satu lapisan sel Purkinje yang terletak di
antaranya. Perikarion dari lapisan molekular ada-
Substansia grisea medula spinalis letaknya di lah kecil dan relatif sedikit jumlahnya. Kebanyakan
tengah dan lebih kurang berbentuk huruf H, mem- serat-serat tidak bermielin. Sel Purkinje mudah
punyai dua kornu dorsalis dan dua kornu ventralis. dikenali karena letaknya, berukuran besar dan per-
Kornu ventralis menampakkan sejumlah badan sel cabangan dendrit yang luas. Lapisan granular
multipolar (motorik). Perikarion mempunyai inti tampak deretan inti dari sel granular dan daerah di
besar, jernih dan anak inti padat. Sitoplasmanya antaranya jernih disebut glomeruli (atau pulau
dipenuhi dengan kelompokan substansia Nissl ber- serebelar). Ini terutama menandakan daerah sinaps
sifat basofil (retikulum endoplasma kasar) yang me-
luas ke dalam dendrit tetapi tidak ke dalam akson. pada dendrit sel granular.
Pangkal akson ditandai oleh adanya akson Hillock
dari soma. Sejumlah inti kecil-kecil memenuhi sub- B. Medula serebelum
stansia grisea; sel ini tetmasuk neuroglia. Serat saraf
dan juluran neuroglia di substansia grisea di-kenal Substansia medularis (massa putih sebelah dalam)
sebagai neuropil. Setengah sebelah kanan dan kiri adalah daerah substansia alba letaknya sebelah
dalam dari lapisan granular serebelum, terdiri ter-
dari substansia grisea dihubungkan satu sama lain oleh utama dari serat-serat bermielin dan sel neuroglia
komisura grisea, yang ditempati oleh kanalis sen- yangberkaitan.

tralis dindingnya sel ependim adalah epitel selapis III. SEREBRUM
kubis.
A. Korteks serebrum
B. Substansia alba
Korteks serebrum terdiri atas substansia grisea,
Sutlstansia alba medula spinalis terletak di bagian kebanyakan terbagi menjadi enam lapisan, dengan
tepi dan terdiri atas serat-serat asenden dan desen- masing-masing lapisan ditempati neuron yang
morfologinya khas untuk lapisan terlentu. Jenis
den. Serat-serat ini kebanyakan bermielin (oleh neuron yang utama adalah sel piramidal, sel stelata
(granular), sel horisontal dan sel inverted (Mar-
oligodendroglia), berperan memberi wama dalam tinotti). Penjelasan berikut menjelaskan neokorteks
dan terdapat dari lapis superfisial sampai dalam.
jaringan hidup. Inti dalam substansia alba adalah Lapis pertama letaknya adalah tepat di sebelah
dalam piamater, sedangkan lapis ke enam adalah
dari macam-macam neuroglia. lapisan korteks yang paling dalam, berbatasan
dengan substansia alba di sebelah tengah dari sere-
G. Meninges brum.

Meninges medula spinalis adatiga lapisan. Lapisan 1. Itrpisan molekular

yang paling dalam adalah pia mater, dikelilingi Terdiri atas sel horisontal daniuluran sel.
oleh araknoid, dan selanjutnya dilapisi oleh kola-
gen tebal dura mater.

II. SEREBELUM
A. Korteks serebelum

Korteks serebelum terdiri atas lapisan molekular

faringan Saraf . 183

2. Lapis an granalar luur B. Serat-serat
Terdiri terutama sel granular (satelit), tersusun
Serat-serat umumnya bermielin dan berj alan mem-
padat. bentuk berkas melalui ganglion radiks dorsalis.

3. Lapisan piramidal luur G. Jaringan ikat
Sel piramidal besar dan sel granular (stelata).
Ganglion radiks dorsalis dikelilingi oleh jaringan
4. Lapis an granalqr dalam ikat dari kolagen, membentuk septa menembus sub-
Sel granular (stelata) padat dan rapat, umumnya
stansi ganglion.
kecil-kecil, meskipun di antaranya ada beberapa
VI. SARAF TEPI
lebih besar.
A. Potongan memaniang
5. Lapis an piramidal dalam
Sel-sel piramidal ukuran sedang dan besar menyu- Serat-serat sejajar dengan pulasan hematoksilin dan
sun lapisan ini. eosin berwarna merah muda pucat, meskipun sel

6. Lapisanmultifurmis Schwann dan terkadang inti fitrroblas tampak
Lapisan ini terdiri atas berbagai bentuk sel, keba-
jelas. Gambaran khas adalah bergelombang, serat
nyakan bentuknya fusiformis. Lapisan ini juga saraf berjalan kesana-kemari. Pada pembesaran
rendah jelas tampak perineurium, sementara pada
ditempati oleh sel Martinotti. pembesaran kuat dapat dikenali nodus Ranvier.

B. Substansia alba B. Potongan melintang
Di sebelah dalam korteks serebri adalah lapisan
Gambaran yang paling khas dari potongan melin-
subkortikal substansia alba terdiri terutama sbrat- tang serat saraf adalah sejumlah lingkaran kecil
seratbermielin dan sel neuroglia.
tidak beraturan dengan bintik terletak di tengah.
IV. PLEKSUS I(OROID
Jari-jari tipis tampak melintang dalam celah kosong
Pleksus koroid terdiri atas jonjotjonjot dari unsur
vaskular kecil (berasal dari pia-araknoid) yang antara bintik dan tepi lingkaran. Ini menandakan
dibungkus oleh sel ependim yang mengalami neurolema, rangka mielin (neurokeratin) dan
modifikasi (berbentuk selapis kubis). Struktur ini akson di tengah. Kadang-kadang, inti berbentuk
terletak di ventrikel otak, berperan dalam pemben-
tukan cairan seretrrospinalis (CSF). bulan sabit memeluk mielin; ini adalah sel Schwann.
Endoneurium mungkin tampak juga ada inti fibro-
V. GANGLION RADIKS DORSALIS blas. Pada pembesaran rendah perineurium dari
A. Neuron-neuron beberapa fasikulus seratt saraf jelas berbeda. Jika

Soma sel-sel ini adalah pseudounipolar, dengan dipulas dengan OsO' selubung mielin tampak
inti besar dan anak inti besar. Soma dikelilingi sel
kapsul, dikenali karena intinya bulat dan kecil. gelap, bentuk bulat, melingkar dengan tengahnya
terpulas pucat.
Fibroblas (sel satelit) juga terlihat. Sinaps tidak ada
dalam ganglion radiks dorsalis.

184 . Atlas Berwarna Histologt

Sistem Sirhulasi

Sistem sirkulasi terdiri atas dua komponen yang dikembalikan ke sisi kanan jantung, maka sem-
terpisah tetapi berhubungan: sistem vaskularisasi
darah (sistem kardiovaskular) yang mengangkut purnalah sirkulasi.
darah dan sistem vaskularisasi limf yang mengum-
. JANTUNG
pulkan dan mengembalikan cairan eksfraselular yang
berlebih (limf) ke sistem vaskularisasi darah. Jaringan Jantung adalah organ yang memiliki empat ruang
limfoid dijelaskan pada Bab 9. terdiri atas dua atrium dan dua ventrikel. Atrium
selanjutnya menerima darah dari vena pulmonalis,
O SISTEM SIRKULASI vena kava dan sinus koronarius, meneruskannya ke
dalam ventrikel. Kontraksi ventrikel kemudian men-
DARAH dorong darah, baik dari ventrikel kanan ke dalam
trunkus pulmonal untuk distribusi ke paru-paru atau
Sistem sirkulasi darah terdiri atas jantung dan dari ventrikel kiri ke dalam aortauntuk didistribusi-
kan ke seluruh tubuh. Meskipun dinding ventrikel
pembuluh darah, fungsinya mendorong dan meng- lebih tebal daripada dinding atrium, atrium dan
angkut darah dan bermacam-macam isinya ke selu- ventrikel mempunyai sifat umum yang sama, yaitu
ruh tubuh. Jantung bekerja sebagai pompa, mene- keduanya terdiri atas tiga lapisan yaitu epikardium,
kan darah dengan tekanan tinggi ke dalam arteri miokardium dan endokardium. Epikardium, lapis
besar tipe elastis, dan membawa darah menjauhi paling luar, dilapisi oleh selapis gepeng mesotel,
jantung. Akhirnya, darah mencapai pembuluh darah yang di sebelah dalamnya adajaringan fibroelastis.
yang sangat tipis yaitu kapiler dan venula kecil,
dimana terjadi pertukaran zat. Pada umumnya di Lapis paling dalam dari epikardium terdiri atas
sini sel tertentu, oksigen, nutrien, hormon, protein
teftentu dan zat lainnya meninggalkan pembuluh jaringan lemak yang dalamnya ada saraf dan pem-
buluh koronaria. Sebagian besar dinding jantung
darah, sementara itu karbon dioksida, sisa meta- terdiri atas miokardium, terdiri atas berkas-berkas
otot jantung yang melekat pada rangka jantung,
bolisme, sel terlentu, dan hasil sekresi terlentu masuk yang terdiri atas jaringan ikat kolagen yang tebal.

ke dalam aliran darah. Jala-jala kapiler, kecuali Endokardium membatasi atrium dan ventrikel,
pada glomerulus, yang dikosongkan oleh arteriol- dan terdiri atas selapis gepeng endotel, jugajaringan
dikosongkan oleh komponen vena sistem sirkulasi, ikat fibroelastis subendotel. Endokardium juga ikut
mengembalikan darah ke jantung. Sistem sirkulasi berperan dalam pembentukan katup jantung yang
darah selanjutnya dibagi menjadi sirkulasi pul- mengendalikan arah aliran darah melalui jantung.
monal dan sirkulasi sistemik, yang berasal dari sisi
kanan dan sisi kiri jantung. Sirkulasi pulmonal Selain itu, beberapa serat ototjantung khusus meng-
menerima darah yang miskin oksigen ke paru untuk
oksigenisasi dan mengembalikan darah ke sisi kiri atur saat-saatkonfaksi atrium dan ventrikel. Bangunan
jantung. Darah yang kaya dengan oksigen mengalir khusus ini adalah nodus sinoatrialis dan nodus atrio-
melalui sirkulasi sistemik ke seluruh tubuh untuk
ventrikularis, juga berkas His dan serat Purkinje.
Nodus sinoatrialis (Nodus SA) yaitu pacemaker

Sistem Sirhulasl o t85

GAMBAR 8-1 Arteri dan Vena

Endotel I

Lapisan subendotel I TuniXa intima

Lamina elastika interna J

Tunika media
(sel-sel otot polos; serat elastin, serat retikulin,
serat kolagen; Iamina elastika eksterna)

Tunika adventisia
(jaringan kolagen dan jaringan

elastis dan vasa vasorum)

Arteri tipe muskular Tunika intima
Endotel
Vena, tidak seperti arteri, Lapisan subendotel
mungkin mempunyai
katup-katup yang Lamina elastika interna
mencegah aliran darah
berbalik. Tunika media
(otot polos dan
jaringan ikat
fibroelastis)

Katup
Tunika adventisia
(jaringan ikat kolagen,
fibroblas, serat elastin,
sel-sel otot polos dan
vasa vasorum)

Pulasan H & E Pulasan Orcein

Vena besar

Arteri mempunyai dinding dari otot lebih tebal, jadi
tunika medianya lebih tebal daripada vena dan lapisan

ini mempunyai serat elastin lebih banyak. Sebaliknya,
tunika adventisia vena lebih tebal daripada tunika

adventisia arteria-

Lapisan paling luar adalah tunika adventisia, terdiri

atas jaringan ikat fibroeiastis, pembuluhnya adalah vasa
vasorum, menyusup ke bagian luartunika media, mem-
beri nutrisi kepada sel-selnya.

186 . Atlas Berwarna Histologi

GAMBAR 8-2 Jenis-jenis KaPiler

prakapiler

lRl:4€fr7

rS*

Kapiler kontinyu

Beberapa jala kapiler, seperti yang ada di kulit, dapat Fenestra
dialiri langsung pada keadaan tefientu. Satu cara mengen-
dalikan aliran darah adalah menggunakan kanal tengah
yang menghantarkan langsung darah dari arteriol ke
venula. Setengah bagian awal kanal tengah adalah metar-
teriol, suatu pembuluh dengan selubung otot polos yang
tidak sempurna. Aliran darah ke setiap kapiler yang ber-
asal dari metarteriol dikendalikan oleh sel otot polos,
sfingter prakapiler. Setengahbagian distal kanal tengah
adalah kanal langsung, yang tidak mempunyai sel otot
polos dan yang menerima darah darijala kapiler. Jikajala
kapiler dilewati'langsung, sfingter prekapiler berkontraksi,
mencegah darah mengalirke dalamjala kapiler dan darah
berjalan langsung ke dalam venula.

Kapiler terdiri atas epitel selapis gepeng bergelung Kapiler (tidak kontinyu) sinusoid

meniadi silinder yang sempit yang diameternya 8 10

prm. Kapiler kontinyu (somatik) tidak mempunyai
fenestra; bahan-bahan yang menembus se1 endotel pada
kedua zrah melalui vesikel pinositotik. Kapiler
fenestrata (viseral) dicirikan oleh adanya lubang,
fenestra, berdiameter 60-80 pm, yang mungkrn ada
atau tidak ada dijembatani oleh diafragma. Kapiler
sinusoid mempunyai lumen lebar (diameternya 30-40
pm), mempunyai banyak fenestra, mempunyai lamina
basalis yang tidak kontinyu dan tidak mempunyai
vesikel pinositotik. Seringkali, sel endotel yang
berdekatan saling tumpang tindih satu sama lain
dalam gambaran yang tidak sempurna.

Sistem Sirhulasi . 187

jantung, terletak pada pertemuan vena kava supe- O VENA
rior dan atrium kalan. Impuls yang timbul pada tem-
Vena mengalirkan darah kembali ke jantung
pat ini dihantarkan ke nodus atrioventrikularis (lihat Gambar 8-1). Umumnya diameter vena lebih
(nodus AV), yang lokasinya pada dinding medial besar daripada pembuluh arteri yang sejenis; namun
vena berdinding lebih tipis, karena vena tidak mene-
ventrikel kanan dekat katup trikuspid, juga ke mio- rima tekanan darah yang tinggi. Vena juga mempu-
kard atrium. Berasal dari nodus atrioventrikularis nyai tiga lapisan konsentris yaitu tunika intima,
ada berkas His (trunkus atrioventrikularis), yang tunika media dan tunika adventisia. Selain itu,
akan bercabang dalam septum membranaseum vena mempunyai lapisan sel otot polos lebih sedikit
menuju ke kedua ventrikel. Ketika serat ini mencapai
subendokardium, seterusnya bercabang-cabang dan di tunika medianya daripada yang ada di arteri.
disebut serat Purkinje, yang akhirnya menjadi satu
dengan miokardium dan menjadi tidak berbeda dari Akhimya, vena mempunyai katup yang bekerja
sel miokardium. Irama yang timbul dari nodus untuk mencegah berbaliknya aliran darah. Ada tiga
sinoatrialis diubah oleh susunan saraf otonom, di jenis vena yaitu kecil, sedang dan besar. Vena ter-
dalam mana serat-serat parasimpatis ber-asal dari kecil sering disebut venula, juga berperan untuk
nervus vagus mengurangi kecepatan denyut j antung, pertukaran zat-zat. Selanjutnya, zat vasodilator
sedangkan serat yang berasal dari ganglion simpatis seperti serotonin dan histamin tampak bekerja pada
menaikkan kecepatan denyut j antung. venula kecil, menyebabkannya menjadi "bocor"
karenajarak antar sel antara membran sel-sel endo-
O ARTERI tel meningkat. Kebanyakan celah antar sel terdapat
di venulakecil daripada pada kapiler.
Arteri, menghantarkan darah keluar dari jan-
O KAPILER
tung, dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori
yaitu elastis (konduksi atau besar), muskular (dis- Kapiler biasanya membentuk jala-jala berdin-
tribusi atau medium) dan afieriol (/ihatGambarS-I). ding tipis dan mendapat darah melalui arteriol dan
dikosongkan melalui venula (lihat Gambar 8-2).
Arteri tipe elastis, seperti aorta, menerima darah Seringkali, jala-jala kapiler dikelilingi oleh pembu-
luh khusus yang disebut anastomosis arteriovenosa,
langsung dari jantung, karena itu merupakan arteri letaknya saling berhadapan antara sistem arteri dan
sistem vena. Kapiler terdiri atas sel endotel yang
terbesar. Arteri tipe muskular mendistribusikan
sangat telputus-putus yang membentuk celah vasku-
darah ke berbagai organ, sedangkan arteriol meng-
atur distribusi darah ke jala-jala kapiler melalui lar sempit berdiameter 8-10 pm dan panjang biasa-
vasokonstriksi dan vasodilatasi. nya kurang dari 1 mm. Berkaitan dengan kapiler ada
lamina basalis dan perisit, akan tetapi kapiler tidak
Pembuluh darah, mencakup seluruh arteri, ter- mempunyai sel-sel otot polos. Karena itu, kapiler
diri atas tiga lapisan konsentris yaitu tunika intima, tidak memperlihatkan aktivitas vasomotoris. Pengen-
tunika media dan tunika adventisia. Tunika intima dalian aliran darah ke dalam jala-jala kapiler diten-
terdiri atas selapis gepeng sel endotel membatasi tukan pada tempat dimana setiap kapiler timbul dari
lumen dan jaringan ikat subendotel. Tunika media,
biasanya paling tebal dari ketiga lapisan, terdiri atas ujung arteriol dan dilengkapi oleh sel-sel otot
sel otot polos yang tersusun konsentris danjaringan
ikat fibroelastis, dimana unsur elastis akan sangat polos yang disebut sfingter prakapiler. Dengan ada-
nya metarteriol dan saluran pintas maka dimung-
meningkat sesuai dengan ukuran pembuluh. kinkan untuk mempertahankan aliran darah yang
Tunika adventisia merupakan lapisan paling luar cukup selama menurunnya aliran darah melalui jala-
dari dinding pembuluh, terdiri atas jaringan ikat jala kapiler. Berdasarkan sifat struktur halus, di-
kenal tigajenis kapiler yaitu fenesfrata, kontinyu dan
fibroelastis. Pada pembuluh yang lebih besar, tunika
adventisia ada vasa yasomm, yaitu pembuluh darah terputus-putus. Kapiler fenestrata mempunyai
kecil yang memperdarahi tunika adventisia dan
tunikamediapembuluh.

188 . Atlas Berwarna Histologi

sejumlah pori-pori. biasanva ada jembatan dia- O SISTEM ALIRAN LIMF

fragma. dapat dilalui oleh zat-zal yang masuk atau

keluar lumen kapiler. Kapiler tipe kontinyu, tidak Kelebihan cairan jaringan, yang tidak memasuki

mempunyai pori-pori danzat-zat harus menembus sistem balik vena di tingkat jala-jala kapiler, dapat

sel endotel baik melalui vesikula pinositosis atau masuk ke dalam kapiler limf, yang merupakan

melalui tautan antara sel endotel. Pada tempat-tem- pembuluh buntu berdinding tipis dari sistem aliran

pat teftentu dalam tubuh (otak, timus, testis) ada limf. Aliran selanjutnya melalui rangkaian nodus
fasia okluden yang dibentuk oleh sel endotel yang limfatikus dan pembuluh limf yang lebih besar,

kontinyu untuk mencegah lolosnya atau masuknya cairan itu disebut cairan limf, memasuki sistem sir-

zat-zat menembus celah antar sel. Kapiler tidak kulasidarahdipangkalleher.

kontinyu (sinusoid) berkelok-kelok dan mempu-
nyai lumen lebar. Sel endotelnya memperlihatkan
fenestra dan celah antar sel yang lebar. Juga, lamina
basalisnya tidak kontinyu. Sering, makrofag ada
kaitannya dengan kapiler tidak kontinyu. Beberapa
peneliti memberi nama sinusoid, sinusoid vena dan
kapiler sinusoid menggantikan nama kapiler tidak
kontinyu.

Sistem Sirhulasi . 189

L

W Histofisiologi

I. SISTEM VASKULAR DARAH 2. Katupjantung

A. Jantung Katup atrioventrikularis antara atrium dan ventri-
kel mencegah regurgitasi darah ke dalam atrium.
Jantung adalah suatu pompa muskular yang men- Serupa juga, katup semilunaris terletak di trunkus
dorong darah pada tekanan tinggi, melalui arteri tipe pulmonal dan aorta mencegah regurgitasi darah dari
elastis, ke paru (sirkulasi pulmonal) untuk oksi- pembuluh ini kembali ke dalam ventri-kel. Penu-
genisasi dan melalui aorta (sirkulasi sistemik) untuk tupan katup ini berperan untuk suara yang berkaitan
dengan denyutjantung.
mendistribusikan darah beroksigen ke jaringan
B. Arteri
tubuh. Sel otot jantung mempunyai taut rekah (GAP
junction) pada diskus interkalaris yang memung- Afteri diklasifikasikan menjadi tiga jenis: tipe elas-
tis, tipe muskular dan arteriol. Kapiler, yang din-
kinkan perpindahan ion-ion dan molekul yang dingnya tidak mempunyai lapisan otot polos, ber-
sangat kecil dari satu sel ke sel berikutnya. Hal ini asal dari ujung akhir arteriol.
penting untuk memahami bahwa sel otot jantung
atrium tidak bersentuhan dengan sel otot jantung l.Aneri tipe Elastis
ventrikel tetapi tetpisah satu dengan lainnya oleh
Arteri tipe elastis adalah arteri terbesar. Karena
unsur j aringan ikat fibrosa. arleri ini timbul secara langsung dari jantung, afleri
ini terkena perubahan siklik dari tekanan darah,
1. Pembangkit dan Penghantaran Impuls tinggi ketika ventrikel memompa darah ke dalam

Nodus sinoatrialis (nodus SA) dari jantung mem- lumennya dan rendah antara pengosongan ruang-
bangkitkan impuls yang menimbulkan kontraksi
otot-otot atrium; darah dari atria kemudian masuk ruang ini. Untuk mengimbangi pengaruh tekanan
ventrikel. Impuls kemudian dihantarkan ke nodus yang bergantian, terdapat sejumlah serat elastin
pada dinding pembuluh ini. Serat elasrin ini tidak
atrioventrikularis (nodus AV) melalui berkas
hanya memberi stabilitas struktumya dan memung-
atrioventrikularis. kinkan pelebaran arteri elastis ini tetapi juga mem-
bantu dalam mempertahankan tekanan darah di
Berkas atrioventrikularis (berkas His) timbul antara denyutan j antung.
dari nodus AV dan berjalan dalam septum inter-
ventrikularis, dimana berkas terbagi lagi untuk mem- 2, Ar"teri tipe muskular
bentuk serat Purkinje. Serat Purkinje menghantar-
kan impuls ke sel otot jantung dari ventrikel yang Arteri tipe muskular menyusun kebanyakan arteri
berkontraksi untuk memompa darah dari ventrikel yang mempunyai nama pada tubuh. Tunika media-
kanan ke trunkus pulmonalis dan dari ventrikel kiri nya terdiri atas banyak sekali lapisan sel otot polos.
Arteri tipe elastis dan arteri tipe muskular kedua-
ke dalam aorta. nya dipasok oleh vasa yasorum dan serat-serat

Susunan miositjantung ini seperti halnya berkas saraf.
atrioventrikularis memungkinkan kontraksi atrium
dulu, diikuti setelah jedah waktu, oleh kontraksi 3. Arxertol
ventrikel. Dengan cara ini, darah dari atrium dapat
masuk ventrikel dan saat ventrikel penuh, ventrikel Arteriol adalah afieri terkecil dan berperan untuk
berkontraksi dan mendorong darah ke dalam sirku- mengatur tekanan darah. Metarteriol adalah ujung
lasi sistemik dan sirkulasi pulmonal. akhir arteriol dan pembuluh ini dicirikan oleh ada-

l90 . Atlas Berwarna Histologi

nya lingkaran sel otot polos yang tidak sempurna Sel endotel juga melepaskan faktor jaringan
(sfingter prakapiler) yang melingkari awal kapiler. fiuga dikenal sebagai tromboplastin), suatu
Metarleriol membentuk ujung arteri (proksimal)
dari kanalis sentralis dan pembuluh ini berperan agen yang mempermudah masuknyake dalam
menghantarkan darah ke dalam jala-jala kapiler.
Ujung vena (distal) dari kanalis sentralis, dikenal jalur umum koagulasi darah, dan faktor von
sebagai suatu kanal utama, berperan untuk menya- Willebrand, yang mengaktifkan dan memu-
lurkan darah dari jala-jala kapiler dan membawanya dahkan perlekatan trombosit pada laminin dan
ke dalam venula. Kontraksi sfingter prakapiler dari kolagen yang telanjang dan merangsangnya
metarteriol membelokkan darah ke dalam kanal unfuk melepaskan ADP dan trombospondin,
utama dan dari sini ke dalam venula; melalui cara yang memperkuat perlekatannya satu sama
ini darah tidak melalui jala-jala kapiler (lihat Garn- lain.

bar 8-2). Anastomosis arteriovenosa adalah Ketika sel inflamasi telah meninggalkan
hubungan langsung anrara afiei dan venula dan
aliran darah untuk masuk ke ruang jaringan
bangunan ini juga berfungsi dalam membelokkan ikat, sel endotel memperlihatkan pada mem-
jala-jalakapiler. Fungsi pembelokkan (shunt) saluran bran plasma luminalnya selektin-E. Molekul

ini dalam pengaturan suhu dan mengendalikan sinyal ini dikenali oleh ligand karbohidrat

tekanan darah. pada permukaan sel inflamasi, mencetuskan
transmigrasi epitelnya.
a. Fungsi Sel Endotel
Sel endotel berfungsi dalam pembentukan Angiogenesis terdapat dalam jaringan dewasa
membran permeabel selektif, vasokonstriksi, dalam merespons untuk memperbaiki pem-
buluh yang rusak, menimbulkan pembuluh
vasodilatasi, mengawali koagulasi, membantu
baru pada jejas perbaikan, membentuk
perpindahan sel inflamasi secara trans-
pembuluh baru setelah menstruasi, pemben-
epitelial, angiogenesis, sintesis faktor pertum- tukan korpus luteum, sama seperti halnya
buhan, mengubah Angiotensin I dan oksidasi dalam merespons pembentukan tumor. Pem-
buluh yang baru timbul dari pembuluh yang
lipoprotein. ada karena interaksi dari berbagai molekul

Vasokonstriksi bukan hanya kerja susunan sinyal, seperti halnya Angiopoietin I dan II,
saraf simpatis yang bekerja pada otot-otot
polos tunika media tetapi juga pada agen far- dengan reseptor khusus pada sel-sel endotel
yang merangsang aktivitas mitosis pada se1
makologik Endotelin I, menghasilkan dan
endotel yang sebelumnya sudah ada dan
melepaskannya oleh sel-sel endotel dari pem- menarik sel otot polos untuk membentuk
tunika media pembuluh yang sedang ber-
buluhdarah.
kembang.
Vasodilatasi disempurnakan oleh serat saraf
Sel endotel juga mensintesis faktor per-
, parasimpatis dengan suatu cara tidak tumbuhan seperti halnya berbagai faktor

langsung. Selain bekerja pada otot-otot polos, perangsang koloni, yang merangsang sel-sel
asetilkolin, dilepaskan oleh ujung akhir sarai turunan darah untuk menjalani mitosis dan
menghasilkan berbagai sel darah dan peng-
berikatan ke reseptor pada sel-sel endotel, hambat pertumbuhan, seperti halnya faktor
merangsang sel ini untuk melepaskan oksida pengubah pertumbuhan B. Selain itu, sel-sel
nitrat (NO), dulunya dikenal sebagai endo-
endotel mengubah Angiotensin I menjadi
thelial derived relaxing factor (EDRF). Oksida angiotensin II, suatu bahan kontraksi otot
nitrat bekerja pada sistem cGMP sel-sel otot
polos yang kuat dan merangsang pelepasan
polos, menyebabkan otot polos relaksasi. aldosteron oleh korteks suprarenalis. Sel-sel
Selain itu, sel-sel endotel dapat menghasil- endotel juga mengoksidasi kolesterol tinggi
kan prostasiklin, bahan farmakologik yang yang mengandung lipoprotein densitas ren-
merangsang cAMP jalur messenger kedua dah (LDL) dan lipoprotein densitas sangat

pada sell otot polos, mempengaruhi relaksasi- Sistem Sirhulasi . tgt

nya.

rendah (VLDL), sehingga hasil oksidasi dapat misalnya ukuran, muatan dan bentuk dari zat yang
difagosit oleh makrofag. melintas. Beberapa molekul, sepefii halnya H,O
dapat berdifusi, sedangkan yang lainnya secara aktif
G. Kapiler Darah ditranspor melalui protein karier menembus mem-
bran plasma sel endotel.
Kapiler adalah pembuluh yang sangat kecil yang
terdiri atas selapis sel-sel endotel dikelilingi oleh Zat lainnya berpindah melalui fenestra atau
lamina basalis dan terkadang perisit. Pembuluh ini melalui celah dalam tautan antarsel. Zat farmako-
memperlihatkan permeabilitas selektif dan pem- logik tertentu, seperti halnya bradikinin dan hista-
buluh ini bersama venula berperan untuk pertukaran min, mempunyai kemampuan mempengaruhi per-
gas, metabolit dan zat-zat lain antara aliran darah meabilitas kapiler. Leukosit meninggalkan aliran
dan jaringan tubuh. Ada tiga jenis kapiler: kapiler
kontinyu, kapiler fenestrata dan kapiler sinusoid. darah dengan lewat melalui tautan antarsel dari sel-
sel endotel (diapedesis) untuk masuk ruang ekstra-
1. Jenis-jenis Kapiler selular dari j aringan dan organ-organ.
Kapiler kontinyu tidak punya fenestrata, terka-
dang memperlihatkan hanya vesikel-vesikel pino- D. Vena
sitosis dan mempunyai lamina basalis yang kon-
tinyu. Kapilerjenis ini berada dalam daerah-daerah Vena, tidak seperti arteri, adalah pembuluh berte-
seperti serat saraf perifer, otot skelet, paru dan kanan rendah yang menghantarkan darah darijaringan
tubuh kembali ke jantung. Secara umum, vena
timus. mempunyai lumen lebih lebar dan dinding yang
lebih tipis dengan sel otot polos yang lebih sedi-kit
Kapiler fenestrata ditembus oleh pori-pori daripada arteri yang sejenis. Juga, banyak vena
relatif besar yang ditutupi diafragma. Sel-sel ini mengandung katup-katup dalam lumennya yang
mencegah aliran darah berbalik.
juga mempunyai vesikel pinositotik dan dibungkus
oleh lamina basalis yang kontinyu. Kapiler fenes- II. SISTEM VASKULARISASI LIMF
trata terletak dalam kelenjar endokrin, pankreas dan
lamina propria usus dan pembuluh ini juga menyu- Kapiler limf mulai sebagai ujung pembuluh yang
susn glomeruli ginjal, meskipun fenestranya tidak buntu. Kelebihan cairan ekstraselular memasuki
ditutupi oleh suatu diafragma. kapiler ini dan menjadi yang dikenal sebagai cairan
limf; cairan ini dihantarkan ke dalam pembuluh limf
Kapiler sinusoid adalah lebih besar daripada yang lebih besar dan diameter yang lebih besar.
kapiler fenestrata atau kapiler kontinyu. Kapiler ini Tersebar di antara pembuluh ini ada sederetan nodus
limfatikus yang menyaring cairan limf. Pembuluh
dibungkus oleh lamina basalis yang tidak kontinyu limf akhirnya menyalurkan isinya ke dalam duktus
dan sel endotelnya tidak mempunyai vesikula pino- torasikus dan duktus limfaktikus kanan yang
mencurahkan cairan limf ke dalam venaa besarpada
sitotik. Tautan antar sel dari sel endotel mem- pangkal leher. Pembuluh limf yang besar struk-

perlihatkan celah, sehingga terdapat rembesan zat turrrya sama dengan vena kecil kecuali bahwa pem-

ke dalam dan keluar dari pembuluh ini. Kapiler buluh limf mempunyai katup, mempunyai lumen

sinusoid terletak dalam hati, limpa, nodus limfa- lebih lebar dan mempunyai dinding lebih tipis.
tikus, sumsum tulang dan korteks suprarenalis.

2. P erm e ab ilit as Kapil er

Permeabilitas kapiler tidak hanya bergantung pada

sel endotel yang menyusun kapiler tetapi juga

bergantung pada karakteristik lfisiko]-kimiawi, seperti

192 . Atlas Berwarna Histologi

CONTOH KASUS KLINIS dan hilangnya sensasi. Kondisi ini, menyerang

i ,irif,,,1 i,,' wanita lebih muda, diduga karena paparan pada

CacatKatup dingin sama halnya pada keadaan emosional
Anak-anak yang terkena demam reumatik mung- pasien. Penyebab lain meliputi aterosklerosis,
kin berkembang terkena cacat katup. Cacat katup skleroderma, trauma dan reaksi terhadap
ini mungkin berkaitan dengan penutupan yang pengobatan tefientu. Pilihan pengobatan adalah
tidak sempuma (inkompeten) atau pembukaan membatasi paparan dingin, pemberian sedatif

yang tidak sempurna (stenosis). Untungnya, keba- ringan dan menghentikan penggunaan tembakau.

nyakan cacat katup ini dapat diperbaiki secara Terkadang, melatih terapi relaksasi mungkin

pembedahan. juga mengendalikan keadaan.

Aneurisma Penyakit von Willebrand
Kerusakan dinding pembuluh-mungkin jangka Penyakit von Willebrand adalah suatu kelainan
panjang, menjadi lemah dan mulai membesar genetik dimana individu tidak mampu meng-
dan membentuk kelainan yang menonjol dikenal hasilkan jumlah yang normal dari faktor von
sebagai aneurisma. Kondisi ini paling sering ter- Willebrand atau faktor yang dihasilkannya kurang.
dapat pada pembuluh besar seperti halnya aofia. Kebanyakan individu mempunyai bentuk ringan
Jika tidak diketahui atau dibiarkan tanpa peng- keadaan ini yang tidak mengancam nyawa. Indi-
vidu ini mempunyai masalah dengan proses pem-
obatan, pembuluh ini mungkin pecah tiba-tiba bekuan darah dan memperlihatkan gejala seperti
dan menyebabkan perdarahan di dalam dengan misalnya mudah lebam, waktu perdarahan me-

akibat fatal. Perbaikan secara bedah adalah mung- manjang, perdarahan berlebihan dari pencabutan
kin, tergantung pada kondisi kesehatan individu. gigi, perdarahan mensis yang berlebihan dan per-
darahan membran mukosa.
Aterosklerosis
Aterosklerosis, penimbunan plak dalam dinding Stroke
arteri besar dan arteri sedang, mengakibatkan Stroke adalah suatu keadaan di mana aliran darah
aliran darah menurun dalam pembuluh tersebut. ke sebagian otak terhenti, baik karena sumbatan
pembuluh darah atau karena perdarahan pem-
Jika keadaan ini melibatkan arteri koronaria, buluh darah. Kurangnya darah menyebabkan
anoksia daerah yang terkena dengan akibat kema-
penurunan aliran darah ke miokardium menye- tian neuron daerah itu, menyebabkan kelemahan,
babkan penyakit jantung koroner. Akibat penya- paralisis, hilangnya sensoris atau kesukaran ber-
kit ini, mungkin angina pektoris, infark miokard, bicara. Jika penderita stroke dapat mencapai
kardiopati iskemik kronik atau kematian men- fasilitas kesehatan dengan peralatan yang mema-
dai dan tergantung pada luasnya jejas, beberapa
dadak. penderita dapat disembuhkan atau seluruh fungsi-
nya akan hilang.
PenyakitRaynaud
Penyakit Raynaud adalah suatu kondisi idiopatik
dimana arteriol jari-jari tangan dan jari-jari kaki
mengalami spasme tiba-tiba berlangsung bebe-
rapa menit sampai beberapa jam, menghentikan
pasokan darah kejari-jari dengan akibat sianosis

Sistem Sirkulasi o 193

EAfi*8AR 1 . Arteri tipe elastis. Ls. Aorta. Monyet. &AMBAR 3 . Arteri tipe elastis, x.s. Monyet.

Plastic section. x 132. Plastic section. x 540.

Gambar fotomikroskopik pembesaran rendah ini Gambar ini adalah pembesaran kuat dari tunika
memperlihatkan hampir seluruh tebal dinding aorta,
adventisia serupa dengan doerah kotak dari Gambar
yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Ttrnika intima
1. Daerah yang paling luar dari tunika media (TM)
(TI) dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang intinya dibatasi oleh lamina elastika eksterna (xEL).
(kepala panah) menonjol ke dalam lumen pembu- Tlrnika adventisia (TA) terdiri atas berkas tebal
luh. Batas yang tampak pucat pada gambar ini ada- serat kolagen (CF) tersebar dengan serat-serat elas-
lah serat elastin dan lamina, sedangkan inti adalah
dari sel otot polos dan sel jaringan ikat. Lamina tin. Perhatikan inti fibroblas (F) terletak di celah-
elastika interna tidak nampak, karena tunika intima
celah di antara berkas serat kolagen. Karena dinding
mempunyai banyak sekali serat-serat elastin. pembuluh sangat tebal, zat-zat makanan yang ber-
Tlrnika media (TM) terdiri atas sel-sel otot polos, difusi dari lumen tidak dapat memenuhi seluruh
yang intinya (N) tampak jelas. Sel-sel otot polos ini dinding pembuluh; karena itu, tunika adventisia men-
terletak dalam ruang antara. membran fenestrata dapat nutrisi melalui pembuluh kecil yang disebut
(FM) yang tersusun konsentris, yang terdiri dari
jaringan elastis. Lamina elastika eksterna (xEL) vasa vasorum (W). Vasa vasorum tidak hanya
merupakan bagian dari tunika media menjadi satu
memberi nutrisi untuk tunika adventisia tetapi juga
dengan tunika adventisia. Bungkus paling luar aorta
untuk bagian luar tunika media. Selain itu, pem-
adalah tunika adventisia (TA) terdiri atas serat- buluh limf (tidak tampak di sini) juga ada di tunika

serat kolagen dan elastis diselingi dengan sel-sel adventisia.
jaringan ikat dan pembuluh darah vasa vasorum
(VV). Daerah sempa dengan daerah korck disajikan r*AMBen 4 Arteria tipe elastis. x,s, Manusia.
dalam Gambar 2 dan 3.
Pulasan elastis. Paraffin section, x 132.
*AM&&* 3 . Arteri tipe elastis, x.s, Monyet.
Plastic section. x 540. Penggunaan pulasan khusus untuk melihat adanya
lembaran-lembaran elastis yang tersusun konsentris
Ini adalah pembesaran lebih kuat suatu daerah yaitu membran fenestrata (FM), menunjukkan
benar-benar elastis dinding aorta. Jumlah membran
tunika intima, serupa dengan doerah kotak Gambar fenestrata, juga ketebalan setiap membran, meningkat
sesuai usia, sehingga orang dewasa akan mempunyai
1. Endotel pembatas pembuluh darah tampak intinya struktur ini dua kali tebalnya dibandingkan dengan
(kepalapanah) yang menonjol ke dalam lumen (L).
Sejumlah serat elastin (EF) membentuk lamina seorang bayi. Membran ini dikatakan fenestrata,
elastika yang tidak sempurna. Perhatikan di antara
karena membran ini mempunyai celah-cel ah @anah)
tunika intima ditempati banyak sel otot polos yang dapat dilalui oleh nutrien dan sisa metabolisme.
Celah di antara membran fenestrata ditempati sel-sel
(SM), yang intinya berbentuk seperti uliran (panah),
menunjukkan adanya kontraksi otot. Meskipun ke- otot polos, dimana inti (N) tampak, juga zat antar sel
banyakan unsur sel adalah sel-sel otot polos, diduga
fibroblas dan makrofag juga ada. Namun, sudah yang amorf, serat kolagen dan serat elastin yang
diketahui bahwa serat-serat elastin dan zat antar sel
amorf disintesis oleh sel-sel otot polos halus. llrnika adventisia (TA) terdiri atas berkas-
berkas serat kolagen (CF) dan beberapa serat
elastin (EF). Sejumlah fibroblas (F) dan sel-sel

jaringan ikat lainnyajuga ada di tunika adventisia.

194 . Atlas Berwarna Histologi

[s"i*sesz l

t--sxiryses s-l

CF serat kolagen L lumen TI tunika intima
EF seratelastin N inti TM tunikamedia
F fibroblas VV vasa vasorum
FM membranfenestrata SM sel otot polos xEL lamina elastika eksterna
TA tunika adventisia
Sistem Sirkulasi . 195

fiA$VlS&R { r Arteri dan vena. x.s. Monyet. Plastic *&A*WAK 3 o Afteri dan vena x.s. Pulasan elastis.

section. x 132. Paraffin section x 132.

Gambar fotomikroskopik dengan pembesaran ren- Pulasan elastin digunakan pada potongan melintang

dah ini memperlihatkan arteri tipe muskular arteri tipe muskular (MA) dan vena (V) yang
(MA) beserta vena (\| nya. Perhatikan dinding arteri
berkaitan secara jelas menunjukkan perbedaan antara
ini lebih tebal daripada vena dan mengandung se-
jumlah serat otot lebih banyak. Tampak jelas ketiga arteri dan vena. Itrnika intima (TI) arteri terpulas
lapisan konsentris dari arteri ini. Trrnika intima
(TI) dengan lapisan endotel (En) nya dan lamina gelap karena lamina elastika intema tebal, sedangkan
elastika interna (iEL) jelas terlihat. Tunika media vena terpulas pucat. Tlrnika media (TM) arteri terdiri
(TM) yang tebal mudah dikenali karena sel otot
atas sejumlah lapisan sel otot polos (SM) yang
polos (SM) tersusun melingkar atau spiral ter-
tersusun melingkar atau spiral dengan banyak serat
benam dalam zat antar sel jenis elastis. Serat-serat elastin bercabang-cabang dalam lapisan ini. T\rnika
elastin ini juga lamina elastika eksterna, lapis paling media (TM) vena hanya sedikit mempunyai sel'sel otot
luar dari tunika media tidak jelas dengan pulasan polos dengan sedikit serat elastin yang men)'usup.

hematoksilin dan eosin. Ttrnika adventisia (TA) Lamina elastika eksterna (xEL) arteri lebih ber-
kembang baik dibanding yang ada di vena. Akhir-
hampir setebal tunika media, tidak mengandung sel- nya, tunika adventisia (TA) menyusun seluruh
dinding vena dan terdiri atas serat kolagen (CF)
sel otot polos. Tunika adventisia terutama mengan- dan serat elastin (EF). Thnika adventisia (TA)
dung serat kolagen (CF) dan serat elastin (EF), arteri juga tebal, tetapi ketebalannya hanya sekitar
juga fibroblas dan sel-seljaringan ikat lainnya. Din-
ding vena yang menyertainya juga tiga lapisan: setengah dari ketebalan dindingnya. Tunika adven-
tisiajuga terdiri atas serat kolagen dan serat elastin.
tunika intima (TI), tunika media (TM) dan Kedua macam pembuluh ini juga mempunyai vasa
tunika adventisia (TA); namun ketiga lapisan
vasorum (W) di tunika adeventisia. Suatu daerah
(terutama tunika media) tebalnya berkurang. yang serupa dengan daerah kotak diperlihatkan

dengan pembesaran kuat dalam Gambar 3.

S&fM&&m S r Arteri. x.s. Pulasan elastin. Paraffin ffieASm&R 4 o Vena besar. x.s. Manusia.

section. x 132. Plastic section. x 210.

Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran Vena besaq seperti vena kava inferior di fotomikros-
kopik ini sangat berbeda dari vena ukuran sedang.
daerah yang sama di daerah kotak Gambar 2. Endo-
Gambar 1 dan Gambar 2. ltrnika intima (TI) terdiri
tel (En), jaringan ikat subendotel Qtanah) dan atas endotel (EN) dan sejumlah jaringan ikat sub-
endotel, sedang tunika media (TM) tidak begitu
lamina elastika interna (iEL) juga tampak.
tebal dan hanya mengandung sedikit sel-sel otot
Ketiga struktur ini menyrrsun tunika intima arteri polos. Seluruh dinding vena kava terdiri atas seba-
tipe muskular. Tlrnika media (TM) sangat tebal
dan terdiri atas banyak lapisan yang tersusun me- gian besar tebal tunika adventisia (TA), terdiri

lingkar atau spiral dari sel otot polos (SM), inti atas tiga lapisan konsentris. Lapisan paling dalam (1)
memperlihatkan berkas kolagen yang tebal (panah)
(N) nya mudah dikenali dengan pulasan ini. Sejum-
tersusun spiral, sehingga pembuluh ini bisa me-
lah serat elastin (EF) bercabang-cabang menye-
manjang atau memendek, pada saat diafragma ber-
bar melalui ruang antar sel di antara sel-sel otot polos.
gerak saat bernapas. Lapisan tengah (2) memper-
Lamina elastika eksterna (xEL) yang merupakan lihatkan sel-sel otot polos (atau sel ototjantung), ter-
lapisan paling luar dari tunika media, tampak baik susun memanjang. Lapisan luar (3) khas karena ber-
dalam sajian ini. Akhirnya, perhatikan serat kola- kas serat kolagen (CF) yang tebal diselingi serat-
gen (CF) dan serat elastin (EF) pada tunika serat elastin. Daerah ini mengandung vasa vasorum
adventisia (TA), juga inti (kep ala p anah) dari ber - (V$, yang memberi nutrisi pada dinding vena kava.
bagai sel jaringan ikat.

196 . Atlas Berwarna Histologi

,j$ ,f.' t-s*$,t#effi f; I

*,: ' :''

;t#'

*, '-:ir

qffi

ffi,),,

{-*rtr\s#effi t-l

t-e&Mffie* * I t-r$"{rqffies 4 l

CF serat kolagen N inti TM tunika media
EF seratelastin SM selototpolos V vena
En lapisanendotel TA VV vasavasorum
iEL lamina elastika interna TI tunikaadventisia xEL lamina elastika eksterna
MA arteri tipe muskular
tunika intima

Sistem Sirhulasi r 197

S&Mffi&K 1 o Arteriol dan venula. l.s. Monyet. S&$.{m&* 3 o Arteriol dan venula. x.s, Monyet.
Plastic section. x 540,
Plastic section. x 210.

Potongan memanjang arteriol (A) dan venula Arteriol (A) kecil ini dan venula (Ve) yang menyer-

(Ve) ini dari septumjaringan ikat kelenjar subman- tainya ada di submukosa fundus gaster monyet. per-

dibularis monyet, memperlihatkan duktus (D) kelen- hatikan perbedaan yang jelas antara diameter lumen
jar antara dua pembuluh darah. Perhatikan kete- (L) kedua pembuluh, juga tebal dinding-dinding-
nya. Karena muskular dari tunika media (TM)
balan dinding arteriol menyamai diameter lumen arteriol lebih banyak, inti (N) sel-sel endotel menon-
jol ke lumen. Ttrnika media (TM) venula lebih tipis,
(L). Inti (N) sel endotel jelas terlihat pada kedua sedang-kan tunika adventisia (TA) berkembang
baik dan terdiri atas jaringan ikat kolagen (CT)
pembuluh, juga sel otot polos (SM) pada runika
media. Pada arteriol juga terlihat lamina elastika bercam-pur dengan serat-serat elastin (tidak tampak
interna (iEL), antara tunika media dan sel-sel endo- pada sajian hematoksilin dan eosin).
tel. Tlrnika adventisia (TA) arteriol tampak inti
r&Afl{SAm { Pembuluh limf. l.s. Monyet. Plastic
flbroblas, sedangkan tunika adventisia venula men-
jadi satu denganjaringan ikat di sekitarnya. Asinus section. x 270.

kelenjar tampak dalam gambar ini sebagai unit

serosa (SU) dan demilune serosa (SD).

$,&M&effi $ r Kapiler. l.s. Monyet. Plastic Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan vilus
duodenum monyet. Perhatikan epitel (E) selapis torak
section. x 540. di antaranya ada sel-sel goblet (GC). Jaringan ikat

Dalam gambar fotomikroskopik dari serebelum di lamina propria memperlihatkan sejumlah sel
plasma (PC), sel mast (MC), limfosit (Ly) dan
monyet, lapisan molekular memperlihatkan potongan serat otot polos (SM). Potongan memanjang

memanjang kapiler. Perhatikan inti (N) sel endotel lumen (L) dibatasi endotel (En) adalah pembuluh
lakteal yaitu suatu pembuluh limf yang buntu.
kadang terlihat. Sitoplasma (Cy) sel-sel endotel Karena pembuluh limf tidak mengalirkan sel darah

yang sangat tipis tampak sebagai garis tipis, gelap, merah, pembuluh lakteal tampak kosong, tetapi sebe-

membatasi lumen (L) kapiler. Sel-sel darah merah narnya berisi limf (getah bening). Setelah makan
berlemak, pembuluh lakteal berisi kilomikron. per-
(panah) tampak berubah bentuk saat melewati lumen hatikan dinding pembuluh lakteal sangat tipis bila

pembuluh yang sempit. Dolom kotak. Kapilen x.s. dikaitkan dengan diameter pembuluh.
Monyet. Plastic section. x 540. Jaringan ikat
yang tampak dalam fotomikroskopik ini memper- Basal lamina
lihatkan berkas serat kolagen (CF), inti sel-sel
jaringan ikat (panah), juga potongan melintang

kapiler (C), dimana inti (N) sel endotel tampak

jelas.

Kapiler kontinyu

I98 . Atlas Berwarna Histologi

t-ser\{KAmTl

IGAMBAn q I

KUNCI En endotel PC sel plasma
GC sel goblet
A arteriol iEL lamina elastika interna SD demilune serosa
C kapiler SM sel otot polos
CF seratkolagen L lumen SU unit setosa
CT jaringanikatkolagen Ly limfosit
Cy sitoplasma MC sel mast TA tunika adventisia
D duktus N inti TM tunikamedia
E epitel Ve venula

Sistem Sirhulasi . t99


Click to View FlipBook Version