Kelenjar Liur Palatum dan Tonsil lingkungan yang lembab. Saliva juga berfungsi
Tiga pasang kelenjar liur utama-parotis, sub- membantu proses menelan dengan melumasi ma-
lingualis dan submandibularis-melepaskan sekret- kanan yang kering dan membentuk bolus yang
nya ke dalam rongga mulut. Palatum durum mem- setengah padat. Selanjutnya, ada enzim dalam saliva
bantu lidah dalam menyiapkan bolus, sedang pala- yang mengawali pencernaan karbohidrat, juga anti-
bodi sekretoris melindungi tubuh terhadap zat-zat
tum mole, bangunan yang dapat bergerak, menutup antigen.
hubungan antara mulut dan nasofarings, jadi men- Masuk ke farings dijaga terhadap masuknya
cegah masuknya makanan dan air dari mulut ke bakteri oleh adanya cincin tonsilar, terdiri atas
farings. tonsila lingualis, tonsila faringea, dan tonsila
palatina.
Jaringan ikat di bawah epitel kavum oris banyak
mengandung kelenjar liur kecil, yaag menghasil-
kan saliva secara terus menerus, mempertahankan
500 o Atlas Berwarna Histologi
GAMBAR 13-1 Gigi dan Perkembangan Gigi
Sulkus gingivalis r!;hi$i.r$l I Email
Epitel gingiva Pulpa
irn'f' .,{ Dentin
Gingiva Sementum
.jjt" Kanalis radiks
Tulang alveolaris
.ri' i Foramen apikalis
\F *".,. --..,i &
- a {t.'
-r*#iLigamen periodontal l .L
{ ._ lgt: ,
Y,e,,
t
si'' !
l i ;'{ €, i
ng €
/": F;ri
s 4&,
Gigi
Gigi terdiri atas mahkota dan akar, terdapat dalam cekungan tulang yaitu alveolus, diikat oleh
jaringan ikat padat kolagen yaitu ligamen periodontal. Mahkota gigi terdiri atas dua jaringan
kalsifikasi yaitu dentin dan email, sedangkan akar gigi terdiri atas dentin dan sementurn. Ruang pulpa
pada mahkota dan saluran akar gigi adalah berkesinambungan satu sama lain. Ruang itu ditempati
oleh jaringan ikat gelatinosa yaitu pulpa dentis, yang ditempati pembuluh darah dan pembuluh limf,
serat saraf, unsur jaringan ikat seperti odontoblas, merupakan sel-sel yang berperan untuk mem-
pertahankan dan memperbaiki dentin. Pembuluh darah dan saraf menuju pulpa dentis memasuki
saluran gigi melaluiforamenapikalis, yaitu lubangkecilpadaapeks akargigi.
(A) Stadium (B) Stadium topi
Epitelium oris
Lamina-*dentis Lamina dentis
Organ email
Kuncup Kriptus
tulang
(D) Aposisi (E) Memulai erupsi (F) Erupsi ke dalam kavum oris
Pulpa
Sementum
Ligamen
periodontal
SistemCernal .301
GAMBAR 13-2 Lidah dan Kuncup Kecap Papila filiformis
Epiglotis
Tonsila lingualis
Tonsila palatina
Kelenjar liur
Papila valata
Kuncup kecap
Muskulus intrinsik
Bagian tengah lidah terdiri atas serat-serat otot skelet
yang saling menyilang satu sama lain, jaringan ikat dan
kelenjar liur kecil.
Potongan kuncup kecap
Papila fungiformis
eaOifa tifitormS\
w;_il: ,ii" -' Sel pengecap
.i[.:].,, iii
.#pt' t'$ 4tu Taste buds (kuncup kecap) adalah kecil, merupakan bangunan
3$" intraepitelial terdiri atas 40-70 sel, sel basal, sel neuroepitelial
(sel pengecap) dan sel sustentakular (sel penyokong). Kuncup
kecap berfungsi dalam menerima lima rangsangan pengecap
primer yaitu asin, manis, pahit, asam serta umami.
Permukaan dorsal lidah dibagi menjadi dua-pertiga bagian anterior, dipenuhi empatjenis papila lingua dan
sepertiga bagian posterior ditempati tonsila lingualis. Kedua bagian itu satu sama lain dipisahkan oleh
lekukan berbentuk "huruf V" yaitu sulkus terrninalis. Papila filiformis pendek, berbentuk konus dan mem-
punyai lapisan keratin tebal. Papila fungiformis berbentuk seperti jamur dan sisi dorsal epitelnya ditem-
pati oleh tiga sampai lima kuncup kecap. Papila sirkumvalata adalah papila lingualis yang paling besar,
berjumlah enam sampai dua belas. Setiap papila sirkumvalata melekuk dari permukaan lidah dan dikelilingi
oleh suatu parit. Sisi lateral papila sertajuga pembatas parit ada sejumlah kuncup kecap. Papila foliata
terletakpada sisi lateral lidah.
3o2 . Atlas Berwarna Histologi
rl
W Histofisiologi
I. INTERAKSI JARINGAN PADA II. PENGINDERAAN RASA
ODONTOGENESIS Penginderaan rasa dilakukan oleh struktur kecil
intraepitelial berbentuk gentong yang dikenal seba-
Odontogenesis diinduksi oleh sel-sel yang berasal
dari ektoderm dari lamina dentis yang memper- gai kuncup kecap, kebanyakan terletak pada per-
lihatkan lymphoid enhancer factor-L (Lef- 1 ), suatu mukaan dorsal lidah, meskipun juga ada pada
faktor transkripsi. Lef-1 menginduksi sel-sel epitel palatum mole dan farings. Kuncup kecap terdiri atas
untuk mensintesis dan melepaskan trone morpho- 40-70 sel-sel neuroepitel berbentuk kumparan yang
genic protein-4 (BMP-4), sonic hedgehog (Shh) ada empat jenis: sel basal (tipe IV), yang bekerja
dan fibroblast growth factor-8 (FGF-8). Molekul sebagai sel regenerasi; sel gelap (sel tipe I), yang
mungkin secara langsung berasal dari sel basal dan
sinyal ini bekerja pada sel-sel ektomesenkim di menjadi dewasayaitu sel-sel jernih (tipe II) dan sel
bawahnya untuk berdiferensiasi menjadi jaringan intermedia (sel tipe III), yang akan mengalami
odontogen. Sel-sel yang berasal dari krista neuralis
ini mulai memperlihatkan activin BA, BMP-4, gliko- apoptosis dan mati. Siklus hidup yang sempurna
protein perekat tenascin dan proteoglikan berikatan dari sel-sel ini berlangsung sekitar l0 hari sampai 2
membran syndecan. Selanjutnya, sel-sel ini juga minggu, dan sel-sel ini secara terus menerus diganti-
memperlihatkan beberapa faktor transkripsi, nama- kan dari sel basal. Sel-sel bertumpuk satu sama lain
dan membentuk lubang yang dikenal sebagai porus
nya Egr-L (early growth response-1), Msx-l
gustatorius pada permukaan epitel. Sebelah basal,
(homeobox-containing genes) dan Msx-2. Aktivasi sel-sel tipe I, II dan III membentuk kontak sinapsis
ektomesenkim ini memperlihatkan perannya dalam dengan serat saraf; sebelah apikal, sel ini mem-
induksi morfologi gigi, sehingga ini adalah ektome- punyai mikrovili panjang dikenal sebagai rambut-
senkim yang akan menentukan, misalnya, apakah
gigi yang bertembang akan menjadi molar atau insi- rambut perasa, yang berjalan ke porus gustatorius
sivus. Molekul sinyal dari ektomesenkim meng- dan terpapar ke lingkungan yang lembab dari kalum
induksi pembentukan simpul email, suatu struktur oris. Rambut perasa mempunyai dua jenis dari
epitel yang tampak di tepian stratum intermedia reseptor rasa (TRl dan TR2) berikatan dengan
bahan kimia yang larut dari makanan, dikenal
organ email. Simpul email mensintesis dan melepas-
kan molekul sinyalnya sendiri, yaitu, FGF-4, BMP- sebagai citarasa, mengakibatkan protein-G aktif
2, BMrP-4, BMP-7 dan St*r. Molekul sinyal ini mem- dan/atau pembukaan langsung kanal ion. Hasil akhir-
bantu diferensiasi sel-sel epitel email dalam men- nya adalah sel neuroepitel menjadi aktif dan mele-
jadi ameloblas dan lapisan yang paling tepi dari paskan zat neurotransmiter pada taut sinapsis dengan
papila dentis menjadi odontoblas. Simpul email
yang tetap bertahan berperan untuk mengikatkan serat saraf. Susunan saraf pusat kemudian mencatat
epitel email dalam, menjadikan diferensiasi mor- sinyal dan mengartikan rasa yang dirasakan oleh
fologik organ email menjadi cetakan yang adalah
prototip gigi molar, sedangkan jika simpul email kuncup kecap.
mengalami apoptosis, diferensiasi morfologik ter-
tahan dan terbentuklah insisivus.
Sistemcernal.3o3
Wk
i CONTOH KASUS KLINIS
Stomatitis Herpetika kan, sebaiknya konsultasi ke dokter gigi karena
perubahan warna gigi tidak selalu perlu peng-
Stomatitis herpetika, suatu penyakit yang relatif obatan saluran akar gigi.
sering disebabkan oleh virus herpes simpleks
(HSV) tipe I, dicirikan oleh gelembung demam Gigi
yang sangat sakit, tampak pada bibir atau pada
tepian bibir. Ini adalah penyakit yang kambuhan Manusia mempunyai dua set gigi-geligi, gigi
karena virus, pada fase dormant, menempati desidua dan gigi permanen. Gigi desidua lebih
ganglion trigeminal. Virus berjalan sepanjang kecil dan lebih lemah dan jumlahnya lebih sedikit
akson menyebabkan gambaran gelembung. Selama daripada gigi permanen karena mulut orang
stadium aktif pasien ini sangat menular, karena dewasa lebih lebar daripada anak-anak. Ada 20
gigi desidua, 10 pada setiap rahang, sedangkan
virus lepas melalui rembesan cairan eksudat. ada32 gigi permanen pada orang dewasa. Pada
sekitar usia 6-13 tahun gigi-geligi bercampur,
Karies ada gigi desidua dan gigi permanen dalam mulut
pada saat yang bersamaan. Seluruh 20 gigi desi-
Karies atau kavitas, terbentuk karena bakteri dua digantikan oleh gigi permanen pengganti-
yang mensekresi asam yang melekat pada defek nya, sedangkan 12 molar permanen tidak meng-
yang sangat kecil atau permukaan email yang gantikan gigi desidua, karena itu dikenal sebagai
tidak beraturan. Asam yang dibentuk oleh bakteri gigi permanen tambahan.
melarutkan kalsium email, menimbulkan defek
lebih besar yang dapat ditempati bakteri yang Gingivitis Ulseratif Nekrotik
berproliferasi lebih banyak dengan pembentukan
lebih banyak asam dan melarutkan kalsium email Gingivitis ulseratif nekrotik adalah kondisi ulse-
lebih banyak. Lesi karies tidak nyeri sampai lesi ratif akut pada gingiva dengan disertai nekrosis,
itu mencapai lapisan dentin di bawahnya. Karena halitosis, gambaran eritematosa dan nyeri sedang
daerah yang paling sensitif adalah pada perte- sampai berat. Demam dan limfadenopati regio-
muan dentin-email, gigi sensitif terhadap panas,
dingin, sentuhan mekanis dan manis. Aktivitas nal mungkin juga ada. Kelainan ini biasanya
bakteri yang berlangsung terus, tanpa tindakan
oleh dokter gigi yang profesional, akhirnya akan suatu penyakit dewasa muda yang mengalami
menyebabkan gigi tanggal dan bahkan mungkin stres dan bukan karena higiene gigi. Seringkali
dengan akibat yang lebih serius. Treponema yincentii dan basil fusiformis ada
dalam jumlah banyak dan keduanya juga diduga
PerdarahanPulpa sebagai penyebab kondisi ini. Pengobatan biasa-
Gigi yang gelap mungkin karena perdarahan nya dengan pembilasan menggunakan hidrogen
pulpa. Meskipun seringkali pulpa rusak sedemi- peroksida encer beberapa kali dalam sehari dan
kian berat sehingga gigi itu tidak bisa diselamat- pembersihan secara cennat oleh dokter gigi yang
ahli. Juga dianjurkan pemberian antibiotika.
3o4 . Atlas Berwarna Histologi
o *&T&T&&$
Slstemgernal .305
SASJIB&R 1 . Bibir. Manusia. Paraffin section. l.SAlt$SAH Bibir. Manusia, Sisi dalam. Paraffin
x 14. section. x 270.
Bibir manusia memperlihatkan tiga permukaan dan Sisi dalam bibir dibatasi oleh membran mukosa yang
bagian tengah (C). Permukaan luar dilapisi oleh terus menerus basah karena liur yang disekresi oleh
tiga kelenjar ludah utama dan sejumlah kelenjar
kulit, terdiri atas epidermis (E) dan dermis (D).
Tampak jelas folikel rambut (panah) dan kelenjar ludah yang kecil. Epitel (Ep) yang tebal adalah
yang terkait. Zona vermilion (merah bibir)
(VZ) hanya ditemukan pada bibir manusia. Papila berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk, yang mem-
dermis yang tinggi (kepalapanah) mengalirkan darah perlihatkan jala-jala rigi yang dalam (RR) yang
dekat permukaan bibi4 memberi warna merah muda saling interdigitasi dengan papilajaringan ikat (CP).
Jaringan ikatnya adalah fibroelastis, memperlihat-
pada daerah ini. Sisi dalam dibatasi oleh epitel (E) kan pembuluh darah (BV) yang banyak.
berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk yang basah .SA$rl*&fi 4 Bibir. Manusia. Zona vermilion.
dan jaringan ikat di bawahnya yang diisi dengan
Paraffin section. x 132.
kelenjar ludah kecil. Bagian tengah bibir terdiri atas
otot skelet tersebar denganjaringan ikat fibroelastis.
&&FSFAR 3 . Bibir. Manusia. Sisi luar bibir. Zona vermilion bibir dilapisi oleh modifikasi kulit,
Paraffin section. x 132. terdiri atas epitel (Ep) berlapis gepeng dengan
Sisi luar bibir dilapisi oleh kulit yang tipis. Baik lapisan tanduk yang membentuk interdigitasi banyak
epidermis (E) maupundermis (D) tidakmemper-
lihatkan gambaran yang tidak biasa. Sejumlah foli- dengan dermis (D). Darah ini tidak mengandung
kel rambut (HF) berkelompok pada sisi luar ini
dan kelenjar sebasea (Sg) juga kelenjar keringat folikel rambut maupun kelenjar keringat (meskipun
demikian kadang ada kelenjar sebasea). Perhatikan
terlihatbanyak.
gambar potongan melintang serat otot skelet
(SM) dan pembuluh darah (BV) yang banyak
pada bibir.
Zona vermilion
.J Epidermis
Dermis
..F
ii
li
ri
j
:]
BV pembuluh darah E epidermis Sg kelenjar sebasea
C tengah Ep epitelium SM otot skelet
cP papilajaringan ikat HF folikelrambut vz zonavermilion (merah)
D dermis RR jala-jalarigi
306 . Atlas Berwarna Histologi
IsArdrs&Rl-l
i.
q
i-
in"i
r;'.' .
:3f,'"nuEl
;a
[c*wsxil 3 I tses#s&* t-l
SistemCernal .307
S&*Sffi&& * . Gigi, Manusia, Sajian dasar. x 14. S&W$&X X. Gigi. Manusia, Sajian dasar. x 132.
Gigi terdiri atas mahkota gigi, leher dan akar gigi, Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
yang terdiri atas jaringan kalsifikasi mengelilingi
daerah serupa dengan daerah kotak gambar sebe-
suatu ruangan yang ditempati pulpa gelatinosa yang lumnya. Email (e) terdiri atas batang emall Qtanah)
lunak. Pada sajian dasar hanya tertinggal jaringan masing-masing dikelilingi oleh sarung batang. Daerah
email yang mineralnya kurang memberikan gam-
keras. Mahkota terdiri atas email (e) dan dentin (d), baran seperti pucuk rumput disebut enamel tufits
yang terletak di antaranya disebut sebagai perte-
muan dentin email (DEJ). Pada leher gigi, email (ET), yang meluas dari pertemuan email (DEJ)
bertemu sementum (c), membentuk pertemuan sebagian masuk ke dalam email. Dentin (d), kalsi-
sementum-email (CEJ). Ukuran rongga pulpa
(PC) akan berkurang pada individu yang makin tua. fikasinya tidak sebanyak pada email, tampak sebagai
Celah dalam email (ponah) karena adanya lesi karies saluran sempit panjang disebut dentinal tubules
(cavity/berlubang). Suatu daerah serupa dengan
(tubuli dentis/DT), yang pada gigi yang hidup di-
daerah korak diperlihatkan dengan pembesaran kuat tempati juluran odontoblas, yaitu sel yang berperan
dalamGambar2. dalam pembentukan dentin.
*&n&H*R 3 . Pulpa. Manusia. Paraffin section. .ffieill:$W&* 4 Pulpa. Manusia. Parafin section.
x 132. x 270.
Pulpa dentis dikelitingi oleh dentin (d) dari sini Ini adalah pembesaran kuat dari sudut kanan bawah
dipisahkan oleh matriks dentin (DM) yang tidak
gambar sebelumnya. Perhatikan adanya pembuluh
mengalami kalsifikasi. Pulpa dentis dikatakan mem- darah (BV) dan serat saraf (NF), demikian juga
sejumlah fibroblas (F) dari jaringan ikat gelatinosa
punyai empat daerah, yaitu lapisan odontoblas
(OL), zona tanpa sel (CZ), zona banyak sel (CR) ini.
dan bagian tengah (C). Bagian tengah pulpa
dentis terdiri atas fibroblas (F), serat kolagen yang
halus, sejumlah berkas saraf (NB) dan pembu-
luh darah (BV). Percabangan struktur neurovas-
kular ini mencapai tepi pulpa, dimana percabangan
ini memasok zona yang banyak sel dan odontoblas
dengan kapiler dan serat sarafyang halus.
Sulkus gingivalis
Epitel gingiva
Gingiva Sementum
Tulangalveolaris 41 Kanalis
radiks
Ligamen periodontal
Foramen
apikalis
3O8 . Atlas Berwarna Histologi
^'*7 -,,*..*- .i1+.-
nrJ . DT** -
t eer\qsexT-l rl
{-serulsAm e l
.-.4{.-J*-***J
,GF
: -'k*'j'Fd"
4{ 4. +-q r . . r i#td*t
KUNGI
BV pembuluhdarah CZ zonatanpasel F fibroblas
c bagiantengah d dentin NB berkas saraf
perlemuandentin-email OL lapis
c sementum DEJ PC ronggapulpa
CEJ pefiemuan sementum-email DM matriks dentin
DT tubulidentis e email
,CR zonabanyaksel ET enameltufts
Sistemgernal .309
.GAMBAR'l Ligamentum periodontal. Manusia. 2.SAMBAH Ligamentum periodontal. Manusia.
Parafin section.x132. Parafinsection.x2T0.
Akar gigi, terdiri atas dentin (d) dan sementum Akar gigi terdiri atas dentin (d) dan sementum
(c), digantungkan dalam alveolus (A) tulang mela-
(c), digantungkan dalam alveolusnya (A) oleh suatu lui serat-serat ligamentum periodontal (PL).
jaringan kolagen, ligamentum periodontal (PL). Perhatikan bahwa gambar fotomikroskopik ini di-
Pita serat kolagen (CF) yang kuat terbenam dalam ambil di daerah krista (cr) alveolaris, di atas yang
tulang melalui serat Sharpey (SF). Pembuluh mana ligamentum periodontal berkesinambungan
darah (BV) dari tulang masuk dan memasok liga- denganjaringan ikat gingiva (G). Perhatikan, baik
mentum periodontal. Tautan dentino-sementum gingiva maupun ligamentum periodontal sangat
(panah) jelas terlihat. Dekat apeks akar, sementum banyak vaskularisasinya, sebagaimana tampak banyak-
menjadi lebih tebal dan ditempati sementosit. nya pembuluh darah (BV).
ffAnfiBAR 3 . Gingiva. Manusia. Parafin section. .GAMBAB 4 Gingiva. Manusia. Sajian parafin,
x 14. x 132.
Ini adalah sajian dekalsifikasi potongan memanjang Gambar fotomikroskopikini adalah pembesaran kuat
gigi insisivus; jadi, seluruh kristal hidroksiapatit daerah tepi gingiva gambar sebelumnya. Perhatikan
telah diekstraksi dari gigi dan dari tulang alveo- bahwa ruang email (ES) terletak antara dentin
(d) mahkota gigi insisivus dan epitel pertemuan
lusnya (A). Karena email hampir seluruhnya terdiri (JE). Sulkus epitel (SE) dari gingiva bebas (FG)
membatasi ruangan yang dikenal sebagai sulkus
atas kristal kalsium hidroksiapatit, hanya ruang di- gingiva (GS), yang akan tampak jelas jika email
masih ada dalam fotomikroskopik ini. Perhatikan
mana email berada, ruang email (ES), tampak
interdigitasi yang berkembang baik dari epitel dan
dalam gambar fotomikroskopik ini. Ituista (cr) alveo- jaringan ikat, dikenal sebagai aparatus rete (panah)
dari gingiva bebas (FG) dan perlekatan gingiva,
lus tampak, seperti adanya ligamentum perio-
dontal (PL) dan gingiva (G). Tepi gingiva (GM), ditandai adanya tenaga abrasi yang bekerja pada
gingiva bebas (FG), perlekatan gingiva (AG),
sulkus epitel (SE), epitel pertemuan (JE) dan daerah kar,rrm oris ini.
mukosa alveoli (AM) juga tampak.
Sulkus gingivalis [ ", Sementum
Epitel gingiva .r] Kanalis
Gingiva radiks
Foramen
- 4Turang arveorarrs apikalis
Ligamen periodontal
51o . Atlas Berwarna Htstologi
feArvrsTnTl [-r-JVI*ARel
SE'
AC
leAr!{sin31 lextvlsAn 4 I
KUNCI
A alveolus d dentin GM tePi gingiva
AM mukosaalveolus DEJ pertemuan dentin-email GS sulkus gingiva
AT perlekatangingiva DT tubulus dentis JE pertemuanepitel
BV pembuluhdarah ES ruang email PC ruang pulpa
ET enameltufts PL ligamenperiodontal
c sementum FG gingivabebas SE sulkusepitel
cr kristaalveolus
CEJ pefiemuan sementum- G gingiva
email
CF seratkolagen
Sistemgernal .511
.&&fW$&R {a Pertumbuhan gigi. Lamina dentis, r&&*$S&n * Pertumbuhan gigi. Stadium genta,
lrisan frontal. Babi. Paraffin section. x 132. lrisan frontal. Babi. Paraffin section. x 132.
Lamina dentis (DL) merupakan pita jaringan epitel Saat organ email makin membesa4 organ ini menye-
berbentuk tapal kuda yang tumbuh dari epitel mulut
(OE) dan dikelilingi oleh sel mesenkim (MC). rupai genta, sehingga disebut stadium genta dari per-
Pada potongan frontal lamina dentis dicirikan oleh
adanya gambaran berbentuk seperti pemukul golf tumbuhan gigi. Stadium ini dicirikan oleh adanya
empat lapisan sel: epitel email luar (OEE), reti-
dalam fotomikroskopik ini. Sel mesenkim pada kulum stelata (SR), epitel email dalam (lEE)
dan stratum intermedium (SI). Perhatikan organ
tempat tertentu pada sisi distal lamina dentis men- email masih berhubungan dengan lamina dentis
jadi bulat dan berkelompok membentuk bakal papila (DL). Papila dentis (DP) terdiri atas sel mesenkim
dentis yang berperan dalam pembentukan pulpa
dentis dan dentin. yang menjadi bulat, dimana lapisan tepinya (panah)
S&ffi8&R 5b. Pertumbuhan gigi. Stadium kuncup. akan berdiferensiasi membentuk odontoblas.
lrisan frontal. Babi. Paraffin section, x 132.
Perhatikan membrana basalis (kepala panah) yang
lebar antara bakal odontoblas dan epitel email dalam
(bakal ameloblas). Perhatikan juga sel-sel yang ber-
bentuk seperti kumparan dari sakus dentis (DS).
Pada tempat-tempat teftentu sepanjang lamina den-
tis (DL), epitel menebal, tampak kuncup (B). Setiap .S&$18$3eR € Pertumbuhan gigi, Aposisi. lrisan
kuncup merupakan bakal sel yang penting untuk
membentuk email pada setiap gigi. Papila dentis frontal. Babi, Paraffin section. x 132,
(DP) membentuk daerah seperti bulan sabit di sisi
Dentin (d) dan email (e) letaknya berhadapan. Den-
distal dari kuncup. tin dibentuk oleh odontoblas (O), lapis sel paling
tepi dari papila dentis (DP). Juluran odontoblas
&&AS$AR 3 . Pertumbuhan gigi. Stadium topi.
(panah) tampak dalam fotomikroskopik ini saat
lrisan frontal. Babi. Paraffin section. x 132.
menembus matriks dentin (DM). Ameloblas (A)
Aktivitas rnitosis yang meningkat mengubah kuncup merupakan sel torak yang memanjang, yang mem-
menjadi bangunan berbentuk seperti topi. Perhati- bentuk email. Bangunan epitel memanjang terletak
kan bahwa dapat dikenali adanya tiga lapisan epitel di sebelah kiri adalah lamina succedaneous (SL)
dari organ email: epitel email luar (OEE), epitel yang berperan untuk pertumbuhan gigi permanen.
email dalam (IEE) dan di antara keduanya ada
retikum stelata (SR). Epitel email dalam mulai
menutupi papila dentis (DP). Perhatikan bahwa
sel mesenkim memanjang, membentuk sakus den- Sakus dentis
tis (DS), yang akan menutupi organ email dan papila
dentis. Selanjutnya, suatu kriptus tulang (BC)
akan membungkus sakus dentis. Epitel mulut
Lamina dentis
Stadium Stadium Aposisi
topi genta
512 . Atlas Berwarna Histologi
r i..1;;;;6
'; '\; -;'
. ii t'l;-.
*
t--ex*vrsAfi r I tegnr#Anxl
tsAtlseenTl [fr"J$sAR s I
A ameloblas DP papila dentis OE epitel mulut
DS sakus dentis OEE epitel email luar
B kuncup email SI stratum intermedium
BC kriptus tulang IEE epitel email dalam SL lamina succedaneous
d dentin MC selmesenkim SR retikulum stelata
DL laminadentis odontoblas
DM matriks dentis o
SistemgernaI. SlS
ffi&&}}&&K '$ r Lidah. Manusia. l.s. Paraffin section. .{}egt$ffi,&$it ff Lidah. Manusia. l.s. Paraffin section^
x20.
x 14.
Bagian dua pertiga anterior lidah diperlihatkan dalam Sisi posterior dua pertiga lidah anterior tampak ada
fotomikroskopik ini. Organ muskular ini mempu- papila sirkumvalata (Cp). Papil-papil ini dike-
nyai sejumlah papila filiformis (FP) pada permu-
lilingi oleh suatu alur yang d alam (panah), dasar alur
kaan dorsalnya, yang merupakan epitel berlapis
menerima sekresi serosa melalui saluran keluar
gepeng dengan lapisan tanduk (panah). Permukaan (Du) kelenjar von Ebner (GE). Epitel (Ep) papila
ventral lidah dilapisi oleh epitel (E) berlapis gepeng mengandung kuncup kecap sepanjang sisi lateralnya,
tetapi tidak ada pada permukaan superior. Bagian
tanpa lapisan tanduk. Muskuli intrinsik lidah ter-
tengah lidah mengandung serat otot skelet (SM)
susun dalam empat lapisan: longitudinalis supe-
dari otot lidah intrinsik dan eksterinsik, juga kelenjar
rior (SL), vertikalis (V), longitudinalis infe-
rior (IL), dan horizontal (tidak terlihat dl sini). dan jaringan lemak (AI). Suatu bagian daerah
Mukosa lidah melekat erat ke perimisium muskuli kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam
intrinsik lidah melalui jaringan ikat (CT) sub- Gambar3.
epitelial.
Papila filiformis
Papila sirkumvalata
c@- Papila fungiformis
Kelenjar von Ebner
Kuncup kecap
Papila fungiformis .S&&$S&$X S Papila sirkumvalata. Monyet. x.s.
Papila filiformis
Plastic section. x 132.
Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
suatu daerah serupa dengan daerah kotok gambar
sebelumnya diputar 90'. Perhatikan adanya alur (G)
yang memisahkan papila sirkumvalata (Cp) dari
dinding alur. Kelenjar von Ebner (GE) mele-
paskan sekret serosa ke dalam alur ini, yang isinya di
bawah pengaruh sejumlah kuncup kecap (TB)
intraepitelial. Perhatikan kuncup kecap tidak dite-
mukan pada permukaan superior papila sirkum-
valata, hanya pada sisi lateralnya. Jaringan ikat di
tengah papila banyak mengandung pembuluh
darah (BV) dan saraf (N).
314 . Atlas Berwarna Histologi
. .nr
,,,k
}'sh
,#
AT
SM
I
J
t-e,qri*sextl
KUNCI
AT jaringan lemak FP papila filiformis SL Muskulus longitudinalis
alur suPerior
BV pembuluhdarah G kelenjarvonEbner SM otot skelet
Cp papila sirkumvalata GE kuncupkecap
CT jaringanikat IL muskulus longitudinalis TB muskulus vertikalis
Du saluran keluar (duktus) V
inferior
N
Ep epitel saraf
Sistemgernal .315
{lAtrl&Aff { . Papila sirkumvalata. Monyet. *.*Affi$&& Kuncup kecap. Monyet. x.s. Plastic
Paraffin section, x 132. section. x 540.
Dasar papila sirkumvalata (Cp), alur (G) yang Gambar ini merupakan pembesaran kuat suatu daerah
serupa dengan daerah kotak dari Gambar L. Perha-
mengitarinya, dan dinding alur tampak jelas dalam
tikan epitel (Ep) berlapis gepeng dengan parakera-
gambar fotomikroskopik ini. Kelenjar von Ebner
tinisasi memperlihatkan skuama dalam proses dis-
(GE) melepaskan sekret serosanya melalui saluran kuamasi (kepalapanah). Kuncup kecap (TB) terdiri
keluar (Du) yang pendek ke dasar alur. Perhatikan atas paling sedikitnya empat jenis sel. Sel-sel basal
(lateral) (BC) mampu melakukan regenerasi alamiah,
banyaknya pembuluh darah (BV) dan saraf (N)
ada di daerah ini. Sejumlah kuncup kecap (TB) sedangkan sel terang (LC), sel intermedia dan sel
ada di epitel sisi lateral papila sirkumvalata. Setiap gelap (DC) diduga untuk pengecapan. Perhatikan
adanya pembuluh darah (BV) di dalamjaringan
kuncup kecap mempunyai porus pengecap (panah) ikat (CT) subepitelial.
melalui tempat ini menonjol rambut pengecap rff&MSA& S Palatum mole. Manusia. Paraffin
(mikrovili) menonjol ke dalam alur. Suatu bagian section. x 132.
senrpa dengan daerah korak diperlihatkan dengan
pembesaran kuat dalam Gambar 2. Permukaan oral palatum mole dilapisi oleh epitel
(Ep) berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk yang
GAMBAR 3 r Palatum durum. Manusia. Paraffin membentuk interdigitasi dengan lamina propria
section. x 132. (LP) melalui pembentukan jala rigi-rigi (RR) yang
Palatum durum mempunyai permukaan nasal dan dangkal. Palatum mole merupakan bangunan yang
permukaan oral. Epitel (Ep) berlapis gepeng parake- dapat bergerak karena di dalamnya ada serat-serat
ratinisasi pada permukaan oral membentuk lekukan
otot skelet (SM). Bagian tengah palatum mole juga
dalam yaitu jala rigi-rigi (RR), yang membentuk ditempati oleh sejumlah kelenjar mukosa (MG)
interdigitasi dengan jaringan ikat (CT) subepite- yang mengeluarkan sekretnya ke dalam rongga mulut
lial. Berkas serat kolagen (CF) yang tebal meng- melalui saluran keluar yang lurus dan pendek.
ikat erat mukosa palatum ke periosteum tulang di
bawahnya. Palatum durum juga ditempati oleh
banyakjaringan lemak dan kelenjar mukosa.
Papila sirkumvalata Kuncup kecap
Kelenjar von Ebner
316 . Atlas Berwarna Histologi
.;+.,'
tsA*npAn?.]
KUNCI
BC sel basal Du duktus MG kelenjar mukosa
BV pembuluhdarah Ep epitel N saraf
CF berkas seratkolagen G alur RR jala rigi-rigi
Cp papila sirkumvalata GE kelenjar von Ebner SM otot skelet
CT jaringanikat LC sel-sel terang TB kuncupkecap
DC sel-sel gelap LP laminapropria
SistemCernal r 317
*,&$1S&&K '! . Tengah akar insisivus manusia. 3.ffi&XWK&m Palatum durum. Manusia. Parafin
Parafin section. x l32. section. x 132.
Akar dua insisilrrs bagian tengah manusia dan Palatum durum mempunyai permukaan nasal dan
jaringan penyokongnya diperlihatkan pada gambar
permukaan oral. Perhatikan epitel (Ep) bertingkat
fotomikoskopik. Perhatikan akar satu insisivus, torak bersilia memperlihatkan silia dan kelenjar
Akar 1, adalah pada puncak gambar dan makin ke dalam epitel (IeGL). Perhatikan adanya kelenjar
bawah gambar lapisan hialin Hopewell-Smith (Gl) dan pembuluh darah (BV) di dalamjaringan
(HL) memisahkan dentin (d) akar dari sementum ikat (CT) di bawah epitel. Epitel dan jaringan ikat
(c). Ligamentum periodontal (PL1), dengan di- dibawah epitel seluruhnya disebut sebagai muko-
sertai pembuluh darah (BV), gigi ini menggan- periosteum (MP), yang melekat erat ke lem-
tung gigi 1 dalam alveolusnya. Septum interden- baran tulang (B) dari palatum. Pembesaran kuat
tal (IS), berkedudukan di antara dua insisivus dan dari daeroh kotck disajikan pada Gambar 3.
terdiri atas tulang spongiosa, dibentuk oleh fusi
tulang alveolar sebenarnya (ABP 1 dan 2) dari rS;&&$S&m 4 Palatum durum. Manusia. Parafin
setiap akar. Perhatikan adanya osteon (Os) di dalam section. x 132.
tulang spongiosa; bagian tengah osteon ini mende- Ini adalah pembesaran kuat dari daerah yang sama
dengan daerah kotak Gambar 2. Perhatikan adanya
kati garis fusi antara dua tulang alveolar sebenarnya.
kelenjar (Gl), pembuluh darah (BV) dan pem-
Ligamentum periodontal dari insisivus lainnya buluh limf (LV) dalam jaringan ikat (CT) sub-
epitelial. Berkas serat kolagen (CF) yang tebal
(PL 2) terletak di antara tulang alveolar sebenarnya
melekat erat dengan mukosa palatum ke periosteum
(ABP 2) dan sementum dari gigi ini. Dentin (d)
tulang di bawahnya. Perhatikan silia (c) yangjelas
dan lapisan hialin Hopewell-Smith (HL) dari terlihat dari epitel (Ep) bertingkat torak bersilia
akar ke 2 jelas terlihat. yang melapisi permukaan nasal palatum durum
KUNCI Dentin IeGl kelenjar intraepitelial
ABP tulang alveolar d epitel IS septum interdental
kelenjar MP mukosapalatum
sebenarnya Ep lapisanhialin Os osteon
B lembarantulang GI Hopewell-Smith PL ligamentum
BV pembuluhdarah HL periodontal
C sementum
CT jaringan ikat
318 . Atlas Berwarna Histologi
w€ r'q
s
i+t'Fr: 'iF-,
5.r ,.
€'
ie
;
, €*\'
f*ee$sget
l@{,,'1l
:"s:r':h*1
'rr.'*
:1i'+
A..F.h-*
R
':t:
*.4: I
,t i:r
s
1
h; *"
$d
SistemCernaI. !19
rc"Jsi*atl
S*MBAX I . Emailmanusia. Mikroskop elektron ruang terisi oleh email yang dikenal sebagai segmen
batang. Sisi yang lengkung dari ruang batang di-
scanning. x 3.150. arahkan secara oklusal. Ketika segmen batang ber-
kedudukan pada puncak dari setiap masing-masing,
Gambar tiga demensi ini memperlihatkan pemben-
tukan email manusia yang mineralisasi diperlihat- segmen ini membentuk batang email yang ben-
kan ruang-ruang berbentuk batang fi uluran-juluran)
yang dikelilingi oleh email antar-batang. Ruang- tuknya menyerupai lubang kunci. (Dari Fejerskov O.
ruang berbentuk batang ditempati oleh juluran Human dentition and experimental animals. J Dent
Tomes dari ameloblas dan ketika ameloblas mun- Res 1979;58 (special Issue B) :7 25-7 34).
dur, ruang batang terisi oleh mekanisme sekresi dan
520 . Atlas Berwarna Histologi
t-es:ex&$qT-l
Sr4finBA& { r Dentin manusia. Mikroskop elektron lus dentis. Selain itu, beberapa tubulus ditempati
serat-serat saraf dan seluruh tubulus seluruhnya
scanning. x 3.800. dipenuhi dengan cairan ekstraselular yang berasal
Gambar tiga demensi ini memperlihatkan dentin dari pulpa gigi. (Dari Thomas H. The dentin-
manusia yang mineralisasi diperlihatkan sajian
predentin complex and its permeability: anatomical
longitudinal dari tubulus dentin. Pada dentin hidup
yang sehat, tubulus ditempati juluran odontoblas overview. J Dent Res 1985;64 (Special Issue B):
yang terbentang paling sedikit 1 mm ke dalam tubu-
607-672)
SistemgernaI. S2l
t
ffi Ringkasan Histologik
I. BIBIR lami kalsifikasi yang menyusun bagian terbesar
mahkota dan akar gigi; dentin mengelilingi pulpa.
Bibir mengatur hubungan dari lingkungan luar ke Dentin dibentuk oleh odontoblas, juluran pan-
ronggamulut. jangnya tetap dalam alur kecil tubulus dentis,
A. Permukaan l..uar menembus dentin. Badan sel odontoblas memben-
tukperluasan ke perifer dari pulpa.
Permukaan luar dilapisi oleh kulit tipis dan karena
itu mempunyai folikel rambut, kelenjar sebasea G. Sementum
dan kelenjar keringat.
Sementum terletak pada akar gigi, mengelilingi
B.Zona Peralihan dentin. Sementum adalah bahan dasarnya kolagen
yang mengalami kalsifikasi dibentuk oleh semen-
Zona peralihan (zona vermilion) adalah warna
merah muda pada bibir. Di sini papil jaringan ikat toblas, yang dapat terperangkap dan kemudian dise-
meluas ke dalam epidermis. Tidak ditemukan folikel but sebagai sementosit. Serabut dari ligamentum
rambut dan kelenjar keringat, sedangkan kelenjar periodontal terbenam dalam sementum dan tulang,
sebasea terkadang ada. jadi memegangi gigi pada sarung tulang yaitu
C. Membran Mukosa prosesus alveolaris.
Sisi vestibulum bibir dilapisi oleh epitel yang
D. Pulpa Dentis
basah fterlapis gepeng tanpa lapisan tanduk) dengan
sejumlah kelenjar liur kecil yang merupakan kelen- Pulpa dentis adalah jaringan ikat gelatinosa yang
jar campur terdapat dijaringan ikat subepitelial. menempati ruang pulpa. Pulpa mendapat banyak
saraf dan pembuluh darah.
D. Bagian Tengah Bibir
III. GINGIVA
Bagian tengah lidah berisi otot skelet.
Gingiva (gusi) adalah suatu daerah mukosa mulut
il. GrGl yang melekat erat pada kolum dentis dan dilekat-
kan pada tulang alveolar. Gingiva dilapisi oleh
Gigi terdiri atas tiga jaringan yang mengalami kal- epitel berlapis gepeng yang sebagian dengan
sifikasi dan di bagian tengah ada jaringan ikat keratinisasi (parakeratotik). Jaringan ikat di
jarang disebut pulpa dentis. bawahnya terisi padat berkas-berkas serat kolagen
yang tebal.
A. Email
Email merupakan substansi yang paling keras IV. LIDAH
dalam tubuh. Email terbentuk melalui ameloblas, Lidah merupakan organ muskular yang di daerah
yaitu sel-sel yang tidak ada lagi pada gigi yang mulut bebas bergerak, sementara akar lidah melekat
erupsi. Email hanya ada pada mahkota gigi. ke dasar farings. Otot skelet membentuk bagian
tengah lidah, di antara otot ada kelenjar serosa dan
B. Dentin
kelenj ar seromukosa yang tersebar.
Dentin adalah bahan dasarnya kolagen yang menga-
322 . Atlas Berwarna Histologi
A. Daerah Oral (Dua Pertiga B. Daerah Faringeal (Sepertiga
Anterior Lidah) Bagian Posterior Lidah)
Mukosa permukaan dorsal dari duapertiga ante- Mukosa sepertiga bagian posterior lidah memper-
rior lidah berubah menjadi empat jenis papila lihatkan sejumlah nodulus limfatikus yang
lingualis. menyusun tosila lingualis.
1. PapilaJilifurmis V. PALATUM
Papila filiformis adalah panjang dan ramping dan Palatum terdiri atas bagian keras dan bagian lunak,
merupakan bangunan yang paling banyak. Papil ini memisahkan rongga mulut dan rongga hidung.
menyebabkan permukaan kasar (terutama pada Karena itu, palatum mempunyai sisi nasal dan sisi
oral. Sisi oral dilapisi oleh epitel berlapis gepeng
hewan seperti kucing) tersebar dalam deretan seja- (sebagian dengan keratinisasi pada palatum
jar pada seluruh permukaan lidah. Papil ini dilapisi durum), sedangkan sisi nasal dilapisi oleh epitel
respirasi. Jaringan ikat subepitelial tampak ada-
oleh epitel berlapis gepeng (parakeratinisasi) nya serat kolagen padat tersebar dengan jaringan
lemak dan kelenjar mukosa. Bagian tengah pala-
(tetapi tidak mengandung kuncup kecap) menutupi tum durum ada tulang, sedangkan pada palatum
bagian tengahnya yang terdiri atasjaringan ikat. mole terdiri atas otot skelet.
2.Papilafungifurmis VI. PERTUMBUHAN GIGI
Papila fungiformis berbentuk seperti jamur,
tersebar di antara papila filiformis, dan mungkin Perkembangan gigi (odontogenesis) dapat dibagi
mudah dikenali karena gambarannya seperti bercak menjadi beberapa stadium (lihat Gambn l3-7).
merah. Papil ini mengandung kuncup kecap sepan- Nama yang diberikan tergantung bentuk dan/atau
jang sisi dorsalnya. fungsi dari perlumbuhan gigi. Stadium lamina den-
tis tanda pertama odontogenesis, diikuti stadium
3. Papila Folinta kuncup, stadium topi dan stadium genta. Pertum-
buhan grgr diawali dengan stadium aposisi, yang
Papila foliata tampak sebagai parit memanjang diikuti dengan pembentukan akar dan erupsi gigi.
sepanjang tepi lidah dekat sisi posterior dari dua Stadium-stadium ini terdapat baik pada gigi primer
pertiga bagian anterior lidah. Kuncup kecap berde- (gigi desidua) maupun gigi sekunder (gigi perma-
generasi pada manusia usia muda. Kelenjar serosa nen).
von Ebner ada dan berkaitan dengan papil ini
4. Papila Sirkumvalata
Papila sirkumvalata sangat besar dan membentuk
bangunan seperti huruf-V pada batas bagian oral dan
bagian faringeal lidah. Masing-masing papila sir-
kumvalata dikelilingi oleh parit atau alur, dinding-
nya berisi kuncup kecap dalam epitel berlapis
gepeng tanpa lapisan tanduk. Kelenjar serosa
von Ebner terbuka ke dasar parit. Jaringan ikat di
tengah papila sirkumvalata mempunyai banyak
saraf dan pembuluh darah.
SistemCernal. azS
524 . Atlas Berwarna Histologi
)
14Sistem Cerna II
Saluran c€rna memanjang sekitar 9 meter, mulai ikat yang lebih kasar yang secara fisik menyokong
dari rongga mulut sampai anus dan berubah sepan- mukosa dan memberi percabangan saraf, pembuluh
jang saluran itu untukmelakukanberbagai fungsi pen- darah dan pembuluh limf ke tunika mukosa. Selan-
cemaan. Rongga mulut menerima makanan dan mela- jutnya, pada beberapa daerah saluran cerna tunika
lui pengunyahan dan pembentukan bolus, mengantar-
nya ke dalam esofagus dan lambung. Isi lambung submukosa mengandung kelenj ar.
direduksi menjadi kimus yang sifatnya asam, selan-
juniya dibawa dalam bentuk kecil menuju usus halus, Muskularis Eksterna
dimana terjadi semua proses pencernaan dan absorpsi.
Sisa makanan yang berbentuk cair menuju ke dalam Tunika muskularis eksterna baisanya terdiri atas
usus besar, dimana pencernaan selesai dan air di- lapisan otot polos sirkular sebelah dalam dan
absorpsi kembali. Feses yang padat kemudian me- lapisan otot polos longitudinal sebelah luar, yang
nuju ke anus untukdibuang. mengalami modifikasi pada daerah tertentu dari
saluran cerna. Meskipun lapisan ini disebutkan ter-
Secara umum susunan dinding saluran cerna dari susun secara sirkular atau longitudinal, otot polos
esofagus sampai anusjelas terlihat, yaitu terbagi atas ini sebenamya membungkus sekitar saluran cerna
empat lapisan konsentris, dapat dikenali menyusun secara erat dan secara longgar. Pleksus pembuluh
dinding saluran yang panjang ini. Lapisan ini dijelas- darah dan pleksus saraf terdapat di antara lapisan
kanmulai dari lumenke arah dinding luar. otot. Tunika muskularis eksterna berfungsi dalam
melembutkan dan mendorong isi lumen sepanjang
. LAPISAN DINDING saluran cerna melalui gerakan peristaltik. Jadi, ketika
muskulus sirkularis mengurangi diameter lumen,
SALURAN CERNA mencegah pergerakan isi lumen ke arah proksimal
(ke arah mulut), muskulus longitudinalis berkon-
Mukosa traksi sedemikian rupa seperti mendorong isi lumen
Lapisan paling dalam yang secara langsung mengi- ke arah distal (ke arah anus).
tari lumen dikenal sebagai tunika mukosa, terdiri
atas tiga lapisan konsentris: 1) epitel pembatas Serosa atau Adventisia
yang basah dengan fungsi sekretoris dan absorpsi;
2) jaringan ikat lamina propria, berisi kelenjar dan Lapisan paling luar dari saluran cerna adalah tunika
unsur-unsur sistem sirkulasi; dan 3) tunika musku' serosa atau tunika adventisia. Daerah intraperi-
laris mukosa, biasanya terdiri atas dua lapisan otot toneal saluran cerna yaitu daerah yang dibungkus
polos tipis, bergunauntukpergerakan mukosa. peritoneum, mempunyai tunika serosa. B angunan
Submukosa ini terdiri atas jaringan ikat yang diliputi oleh
Tunika submukosa mempunyai unsur jaringan mesotel (epitel selapis gepeng), yang mengurangi
gesekan selama gerakan pencernaan. Daerah lain
Sistem gerna II . 325
saluran cerna melekat erat ke bangunan sekitarnya Sel oxyntic menghasilkan HCI dan faktor
intrinsik gaster, suatu faktor yang membantu
melalui serat-serat jaringan ikat. Daerah ini mem-
punyai tunika adventisia. ileum dalam absorpsi vitamin B,r. Sel-sel ini mem-
O DAERAH SALURAN punyai kanalikuli intraselular dan suatu sistem tubu-
lovesikular. Sel mukosa leher menghasilkan mukus
CERNA yang larut dalam air, bersama dengan sel pembatas
permukaan berperan untuk pembentukan mukus
Esofagus yang mungkin melindungi permukaan lambung ter-
hadap autodigesti. Berbagai jenis sel DNES meng-
Esofagus adalah suatu tabung muskular yang pen-
dek yang mukosanya terdiri atas epitel berlapis hasilkan hormon seperti gastrin, somatostatin,
gepeng tanpa lapisan tanduk, jaringan ikat long-
gar di dalamnya ada kelenjar kardia di dalam lamina sekretin dan kolesistol<tnn (lihat Tabel 14-1). Sel-
propria yang menghasilkan mukus esofagus dan sel regeneratif, letaknya kebanyakan di leher dan
serat otot polos yang tersusun memanjang dari ismus, menggantikan epitel pembatas lambung dan
tunika muskularis mukosa. Tunika submukosa eso- sel-sel kelenjar. Sel utama (chief cell) terletak di
dasar kelenjar fundus, menghasilkan prekursor enzim-
fagus ini terdiri atas jaringan ikat padat kolagen enzim (pepsin, renin, danlipase).
yang tidak beraturan dan di antaranya ada serat-
serat elastin. Ini merupakan salah satu dari dua Usus Halus
daerah saluran cerra (yang lainnya adalah duode- Usus halus terdiri atas duodenum, jejunum dan
num) yang ada kelenjar dalam tunika submukosa. ileum. Mukosa ketiga bagian memperlihatkan ada-
Kelenjar ini adalah kelenjar esofagus yang meng- nya vili intestinalis, perluasan lamina propria, dila-
hasilkan mukus. Tunika muskularis eksterna dari pisi oleh epitel selapis torak. Epitel terdiri atas sel
esofagus terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam goblet, sel absorpsi permukaan, dan sel APUD. Sel
goblet menghasilkan musinogen yang mengalami
dan lapisan longitudinal sebelah luar. Kedua hidrasi untuk membentuk musin yang bila ber-
gabung dengan isi lambung akan menjadi mukus.
lapisan ini di sepertiga bagian atas adalah otot skelet,
yang terdapat di sepertigabagian tengah adalah otot Sel-sel DNES melepaskan berbagai hormon (misal-
skelet dan otot polos, sedangkan yang terdapat di nya sekretin, motilin, neurotensin kolesistokinin,
sepertiga bagian bawah adalah otot polos. Esofagus peptida penghambat lambung dan gastrin (lihat
berfungsi menghantarkan bolus makanan dari farings Tabel 1,t-1 untuk produksi hormon oleh saluran pen-
kedalamlambung. cemaan). Sel absorpsi permukaan, torak tinggi
mempunyai sejumlah mikrovili dilapisi glikokaliks
Lambung
tebal terdiri atas beberapa enzim. Sel-sel ini ber-
Berdasarkan adanya kelenjar dalam lamina pro-
pria, secara histologik lambung dibagi menjadi tiga fungsi dalam absorpsi lemak, asam amino, dan kar-
daerah: kardia, fundus dan pilorus (lihat Gambar bohidrat. Lemak rantai panjang dalam bentuk kilo-
14-1). Mukosa lambung yang kosong membentuk miron dibawake lakteal, yaitu saluran limf berujung
lipatan memanjang yang disebut rugae. Permukaan buntu dari vilus intestinalis, sedangkan asam amino
lumen lambung dibatasi oleh epitel selapis torak (sel dan karbohidrat masuk saluran darah dari vilus
pembatas permukaan), tampak foveolae (gastric intestinalis.
pits), yang dasarnya ditembus oleh beberapa kelenjar
lambung di lamina propria. Seluruh kelenjar lam- Kelenjar tubulosa sederhana di mukosa yaitu
bung terdiri atas sel parietal (sel oxyntic), sel kriptus Lieberkiihn, terbuka ke ruang antara vili
mukosa leher, sel pembatas permukaanl diffuse
intestinalis. Kriptus ini terdiri atas sel-sel torak sela-
neuroendocrine system = DNES atau dikenal pis (serupa dengan sel-sel absorpsi permukaan), sel
sebagai sel APUD dan sel regeneratif. Kelenjar goblet (dan oligomukus), DNES dan sel regeneratif,
fundus juga ada sel zimogenik (chief cells). dan juga sel Paneth. Sel Paneth terletak di dasar
kriptus Lieberkiihn dan mempunyai granula sekre-
toris yang besar yang diketahui berisi enzim anti-
326 . Atlas Berwarna Histologi
bakteri lizozim. Lamina propria ileum ditempati rektum, kanalis ani dan apendiks (lihat Gambar
kelompokan nodulus limfatikus yang besar yaitu 14-2). Usus besar tidak mempunyai vili intestinalis
bercak Peyeri. Bukannya terbentuk dari lapisan
torak, permukaan epitel yang berada antara bercak tetapi mempunyai kriptus Lieberkiihn dalam
Peyer dan lumen ileum terbentuk dari sel-sel M
lamina proprianya. Epitel pembatas lumennya dan
(lihat bawah). kriptus terdiri atas sel goblet (dan sel oligomukus),
Tunika submukosa duodenum berisi sejumlah
sel absorpsi permu-kaan, sel regeneratif dan
kelenjar yaitu glandula duodenalis Brunner' yang terkadang sel DNES. Sel Paneth tidak ada di usus
menghasilkan cairan seperti lendir bersifat alkali,
yang melindungi permukaan epitel. Kelenjar ini besar, dengan perkeculian mungkin apendiks. Usus
juga membuat urogastrone (suatu polipeptida yang besar berfungsi dalam absorpsi sisa asam amino,
menghambat produksi HCl dan meningkatkan pem- lemak dan karbohidrat juga cairan, elektrolit dan
vitamin tefientu dan berperan dalam memadatkan
belahan sel).
feses.
Usus Besar
Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon asen'
dens, transversum, desendens dan sigmoid,
Sistem Cerna II . 52?
TABLE 14-1 . Hormon yang Dihasilkan oleh Sel Saluran Gerna
Kolesistokinin (CCK) Usus halus Kontraksi kandung empedu; pelepasan
enzim pankreas
Peptida penghanhat Usus halus Menghambat sekresi HCI
gaster
Gastrin Gaster dan duodenum Merangsang sekresi HCI dan enzim gaster
Glicentin Gaster, usus halus dan Merangsang glikogenolisis oleh hepatosit
usus besar
Somatostatin Gaster dan duodenum Menghambat sel-sel enteroendokrin (DNES)
pada sekitar pelepasarmya
SuDsfansi P
Gaster, usus halus dar Meningkatkan peristaltik usus
Urogastrone usus besar
Peptida vasoaktif Kelenj ar duodenalis (Brunner) Menghambat sekresi HCI;
t slrs meningkatkah rnitosis sel epiteL
Gaster, usus kecil dan Meningkatkan peristaltik usus; merangsang
usus besar sekresi ion dan air melalui salglanl6smg
328 o Atlas Berwarna Histologi
GAMBAR 14-1 Lambung dan Usus Halus
#r"{'' "'J: **--,,".-" fjqryT'I!r'rr..-Ji: lil ', 'i :
'S@!.;; "r##:
1Iffi
Sel pembatas permukaan
Foveola gastrika
Sel oxyntic (sel parietal)
Tunika submukosa
//-+- Vli intestinalis
'"Y Er ' JF.'-
1
Illi:;'i:il-i{.?Sj" Sel goblet
Kapiler limf (lakteal)
tir'"r'-1. ..?B:.#f.r,:i Limfosit
L rr-.:.Er-.
:; ,"r -.-:ie W::H"ln,(mikrovi,i)
.
:i,fi' ser-ser
.t' i,E soblet
i*: i s"r oNrs
Lakteal
Kelenjar (kriptus
Lieberkiihn)
Usus Halus
Sistem Cerna II o 329
GAMBAR 14-2 Usus Besar Kriptus Lieberkiihn merupakan ke-
lenjar yang terdiri atas epitel selapis
- _.,.==--,:*rere$, i._,. i i,,..
torak. Ada empatjenis sel yang menyu-
ediiffi sun epitel ini: sel goblet menghasilkan
mukus; sel absorptif yang berfungsi
Usus besar tidak mempunyai vili, tetapi mempu- dalam absorpsi nutrien, elektrolit dan
nyai kriptus Lieberkiihn. Lapis longitudinal luar cairan; sel regeneratif yang berpro-
dari tunika muskularis eksterna berkelompok liferasi dan menggantikan sel epitel
membentuk taenia koli. Nodulus limfatikus dan lainnya; dan sel enteroendokrin yang
infiltrasi limfoit sering terdapat dalam usus besar melepaskan hormon parakri n.
dan usus kecil.
Kriptus %
Lieberkuhn
#
,#@
+'',i::-r3"i:iij,
:'{t ';li Sel regeneratif
Usus besar Sel enteroendokrin (sel DNES)
33o . Atlas Berwarna Histologi
\
ffi Histofisiologi
I. GASTER Sel'sel utama terletak di sebelah dalam kelenjar
fundus. Sel ini mensekresi bakal enzim pepsin, rennin
Gaster berfungsi menjadikan asam dan mengubah dan lipase, yang mengawali pencernaan di gaster.
bolus makanan yang setengah padat menjadi cairan
viskus yaitu kimus, yang mengalami awal pencemaan Sel enteroendokrin (sel DNES) termasuk sel-
dan dihantarkan ke duodenum dalamjumlah kecil.
sel sistem neuroendokrin difusa (DNES) dan
Mukosa gaster dibatasi oleh epitel selapis torak
yang sel pembatas permukaan (bukan sel goblet) diketahui banyak sinonim. Meskipun sebagai ke-
menghasilkan substansi mukus melapisi dan melin- lompok sel-sel ini menghasilkan sejumlah hormon
dungi gaster dari lingkungan pH rendah dan dari yang berbeda, diduga bahwa setiap sel mampu
menghasilkan hanya satu hormon. Hormon yang
autodigesti. dihasilkan dari sel-sel ini hasilnya masuk ke saluran
Lamina propria gaster ada kelenjar-kelenjar darah atau saluran limf, tetapi sel tujuan untuk
gaster; tergantung daerahnya, ada kelenjar kardia, semua hormon-hormon ini berada di dekat pele-
kelenjar fundus atau kelenjar pilorus. Kelenjar fun- pasannya dan dikenal sebagai hormon parakrin.
dus terdiri atas limajenis sel: sel parietal (oxyntic), sel
mukosa leher, sel utama (sel zimogenik), sel entero- (lihat Tabel 14.1 untuk hormon-hormon yang diha-
endokrin (sel DNES), dan sel-sel regeneratif. Kelen- silkan saluran cerna).
jar kardia maupun kelenjar pilorus tidak mem- II. USUS HALUS
punyai sel utama. Sisi lumen usus halus mengalami perubahan untuk
meningkatkan daerah permukaannya. Perubahan
Sel parietal mensekresi asam hidroklorida (HCl)
ke dalam kanalikuli intraselular. Sel-sel ini ber- ini bervariasi secara makroskopik yaitu plika sir-
ubah bentuknya selama sekresi HCl, dalam hal kularis (meningkat 3 x), secara mikroskopik yaitu
meningkatnya jumlah mikrovili yang menonjol ke
dalam kanalikuli interselular. Juga diketahui bahwa vili (meningkat 10 x), secara submikroskopik
mikrovili ini disimpan sebagai sistem tubulovesi-
kular, mendampingi kanalikuli intraselular jika sel mikrovili (meningkat 20 x).
tidak mensekresi HCl. Selain itu, sel-sel parietal
A. Vili lntestinalis
juga mensekresi faktor intrinsik gaster, suatu
Vili intestinalis dibatasi oleh epitel selapis torak
glikoprotein yang diperlukan untuk absorpsi vitamin
B,, di ileum. Ketika kompleks ikatan ini mencapai terdiri atas sel absorptif permukaan, sel goblet dan
ileum, kompleks ini berikatan ke reseptor spesifik sel enteroendokrin (DNES).
pada permukaan absorptif dan vitamin dapat diserap.
Sel absorptif permukaan mempunyai mikro-
Sel mukosa leher terletak pada leher kelenjar
gaster. Sepeti dijelaskan di atas, sel ini mensekresi vili yang tersusun padat, membentuk batas sikat
lendir yang berbeda dengan yang disekresi oleh sel- (striated border). Ujungnya mempunyai pelapis
sel yang membatasi permukaan. tebal dari glikokaliks, kaya dengan disakaridase
dan dipeptidase. Sel-sel berfungsi dalam absorpsi
Sel mukosa leher terletak di leher kelenjar gula, asam amino, asam lemak, monogliserida,
elektrolit, air dan banyak substansi lainnya. Sel-sel
gaster. Sel ini mensekresi mukus yang berbeda dari epitel ini juga ikut berperan dalam ketahanan imu-
yang disekresi oleh sel-sel pembatas permukaan. nitas tubuh dengan menghasilkan protein sekretori
yang mengikat protein J (dari antibodi), dan
Sistem gerna II . 331
melindungi imunoglobulin A (IgA) saat menem- bersinggungan dengan epitel pembatas usus mem-
bus sel epitel dan masuk lumen usus. perlihatkan sel gepeng di antara lumen dan nodulus
limfatikus. Sel-sel ini adalah sel M (microfold cell),
Sel goblet menghasilkan musinogen, yang jika yang memfagosit antigen dan membawanya, me-
lalui vesikel bersalut clathrin, ke sisi basal sel. Anti-
dilepaskan ke dalam lumen usus mengalami hidrasi, gen dilepaskan kedalam lamina propria untuk di-
membentuk musin, substansi [cin yang jika bercam- ambil oleh antigen-presenting cells dan sel den-
pur dengan material sekitarnya akan membenhrk dritik.
mukus yang melindungi permukaan usus.
B. Kriptus Lieberkthn IV. PENCERNAAN DAN ABSORPSI
A. Karbohidrat
Kelenjar tubulosa simpleks dalam lamina propria
dikenal sebagai kriptus Lieberkiihn. Kelenjar ini Amilase, ada dalam saliva dan dalam sekresi pan-
terbuka ke dalam ruang antar vili dan dibatasi oleh kreas, menghidrolisis karbohidrat menj adi disaka-
epitel selapis torak yang terdiri atas sel-sel torak (sel rida Otigo- dan Disakaridase, ada di dalam gliko-
absorptif permukaan), sel goblet, sel enteroendo- kaliks dari sel-sel absorptif permukaan, memecah-
krin (sel DNES), sel regeneratif dan sel Paneth. kan oligo- dan disakarida menjadi monosakarida
Sel regeneratif terletak di pefiengahan basal
kriptus Lieberkiihn dan berfungsi sebagai kelom- (glukosa dan galaktosa) yang memasuki permukaan
pokan stem cells (sel punca) yang menggantikan sel absorptif, memerlukan transpor aktif mengguna-
seluruh epitel usus setiap 4-6 hari. kan gula-glukosa transporter-1. Sel-sel kemudian
Sel Paneth terletak di dasar kriptus Lieberkiihn ---.-grelepaskan glukosa dan galaktosa ke dalam lamina
dan mudah dikenali karena adanya granula besar di pidp4u, dimana gula-gula ini masuk ke sistem sir-
bagian apikalnya. Sel-sel ini membentuk enzim kulasi\ntuk dibawa ke hati.
\
lisozim, suatu zat antibakteri.
1
B. Prbtein
C. Kelenjar Duodenalis Protein mengalami denaturasi oleh HCI dalam
(kelenjar Brunner)
lumen gaster dihidrolisa oleh enzim pepsin men-
Kelenjar Brunner terletak di tunika sutrmukosa jadi polipeptida. Ini selanjutnya dipecahkan men-
duodenum. Kelenjar ini menghasilkan cairan alkalis jadi tri- dan dipeptida oleh protease sekresi pan-
berisi musin yang mengimbangi kimus yang asam kreas. Tripeptidase dan dipeptidase dari glikoka-
memasuki duodenum dari lambung. Selain itu, kelen- liks menghidrolisis dipeptida menjadi masing-masing
jar Brunner membuat dan melepaskan urogastron. asam amino, yang memasuki permukaan sel absorp-
tif, melibatkan transpor aktif dan dipindahkan ke
III. JARINGAN LIMFOID YANG dalam lamina propria, dimana asam amino masuk
BERKAITAN DENGAN USUS ke j ala-j a1a kapiler untuk diangkut ke hati .
(G UT_ASSOCIATED LYM PHOI D G. Lemak
TISSUE)
Lipase pankreas memecahkan lemak menjadi asam
Karena lumen saluran cernabanyak sekali zat anti- lemak, monogliserida dan gliserol dalam lumen
gen, bakteri dan toksin dan karena hanya epitel sela- duodenum dan jejunum proksimal. Garam empedu,
pis torak memisahkan jaringan ikat yang banyak yang dilepaskan dari kandung empedu, mengemul-
pembuluh darah dari lingkungan yang membahaya- sikan asam lemak dan monogliserida membentuk
kan, lamina propria usus mengandung usur limfoid. micelles, yang bersama-sama gliserol, berdifusi ke
Ini mencakup sel-sel yang tersebar (sel B, sel T, sel dalampermukaan sel absorptif. Dalam sel-sel ini zat
plasma, sel mast, makrofag, dan sebagainya), nodu- itu masuk ke dalam retikulum endoplasma halus,
lus limfatikus yang terpisah dan dalam ileum yaitu esterifikasi ulang menjadi trigliserida dan dibung-
bercak Peyer, yang merupakal kelompokan nodu- kus oleh selubung protein di antara aparatus Golgi,
lus limfatikus. Daerah dimana nodulus limfatikus membenfuk butiran lipoprotein yang dikenal seba-
332 . Atlas Berwarna Histologi
gai kilomikron. Kilomikron keluar dari sel-sel ini absorptif tanpa mengalami esterifikasi ulang dan
pada membran basolateral dan masuk ke lakteal masukke kapiler darah dalam vilus.
dari vilus, ikut dalam pembentukan kilus. Lemak
makanan yang diserap dinding usus masuk ke D. Air dan ion-ion
saluran limfe kemudian masuk ke sirkulasi darah.
Asam lemak yang panjangnya lebih pendek dari 12 Air dan ion-ion diabsorpsi melalui sel-sel absorptif
rantai karbon menembus melalui permukaan sel-sel
permukaan dari usus halus dan usus besar.
KASUS KLINIS
PenyakitCrohn Iebihan HCI oleh sel-sel parietal lambung dan terben-
tuknya sejumlah ulkus peptikum yang berulang. Kadar
Penyakit Crohn adalah kategori selanjutnya dari penya- gastrin yang tinggi dalam darah, terutama setelah pem-
berian sekretin secara intravena, biasanya mempakan
kit inflamasi usus, suatu keadaan yang etiologinya indikasi yang kuat dari sindroma ini. Reseksi pembe-
dahan dari tumor dan pemberian penghambat pompa
tidak diketahui. Penyakit ini biasanya mengenai usus proton dapat meringankan gejala tetapi tidak meng-
halus atau kolon tetapi mungkin mengenai setiap obati masaiah.
daerah saluran cerna, dari esofagus sampai anus, dan
.iuga struktur di luar saluran cema seperti kulit, ginjal Kolitis terkait Antibiotika
dan larings. Penyakit ini dicirikan oleh adanya bercak
ulkus dan fistula yang dalam pada dinding usus. Gam- Antibiotika seperti halnya ampisilin, sefalosporin dan
klindamisin sering menyebabkan ketidakseimbangan
baran klinis meliputi nyeri abdomen, diare dan demam flora bakteri usus, sehingga menimbulkan proliferasi
dan ha1 ini berulang setelah beberapa saat semhuh. berlebihan Clo st ridium dfficlle, mengakibatkan infeksi
karena organisme ini. Kedua toksin utama (Toksin A
Sindroma Mallory-Weiss dan toksin B) dihasilkan oleh C. dfficile serrngmenye-
babkan inflamasi kolon sigmoid. Tergantung pada
Sekitar 4-6Va perdarahan saluran bagian u1a. beratnya infeksi, pasien akan menderita kram perut,
berkaitan dengan sindroma Mallory""Wrneaiss. Kelainan feses cair, diare berdarah, demam dan pada kasus yang
berat, dehidrasi dan perforasi usus. Pada kasus yang
ini adalah suatu laserasi esofagus bagian bawah qtau jarang, kasus yang berat, antibiotika yang kuat seperti
halnya metronidazol dan vincomycin mungkin diberi-
daerah kardia,fundus lambung sebagai akibat muntah kan dan bahkan lebih jarang, mungkin perlu reseksi
pembedahan daerah usus besar yang terkena.
yang hebat atau kadang-kadang tersedak kuat. Sering-
HerniaHiatus
kali perdarahan itu sembuh sendiri, tetapi terkadang
Hernia hiatus adaiah suatu keadaan yang mana suatu
memerlukan tindakan pembedahan dengan mengikat daerah lambung mengalami herniasi melalui hiatus
esofagus dari diafragma. Ada dua jenis, hernia melun-
pembuluh darah yang rusak. cur (sliding) dan hernia hiatus paraesofageal. Pada
keadaan hiatus meluncur, pertemuan kardia-esofagus
UlkusPeptikum dan daerah kardia lambung meluncur ke dalam dan ke-
luar dari toraks, sedangkan pada keadaan hernia hiatus
Ulkus peptikum mengenai daerah lambung, tetapi paraesofageal, pertemuan kardia-esofagus tetap dalam
kebanyakan duodenum, karena lepasnya epitel pem-
tempatnya yang normal, di bawah diafragma, tetapi
batas akibat kerja kimus yang asam. Paling sering, dasar
sebagian (atau terkadang seluruhnya) dari lambung ter-
penyebabnya adalah infeksi Helicobacter pylori dan dorong ke dalam toraks dan berkedudukan di sebeiah
penggunaan aspirin, kortikosteroid dan obat anti infla- esofagus. Biasanya, hemia hiatus tidak memberi gejala,
masi nonsteroid (NSAID). Yang menarik, individu meskipun pasien dengan kondisi ini sering menderita
yang merokok dan/atau meminum alkohol terkena penyakit refluks asam. Pasien dianjurkan memakan
ulkus peptikum lebih sering daripada bukan perokok makanan dalam jumlah sedikit lebih sering dan penya-
kit refluks asam diobati. Kadang-kadang hemia hiatus
dan bukan peminum alkohol. Gejala bisa ringan sam- paraesofageal mengakibatkan strangulasi bagran yang
menonjol dengan kemungkinanhilangnyapasokan darah.
pai nyeri tajam di garis tengah torakal bawah dan Pada kasus ini, tindakan bedah mungkin diperlukan.
daerah abdomen atas. Nyeri bisa diringankan dengan
makan dan minum cairan (terutama susu), tetapi biasa-
nya nyeri itu berulang dalam 2 sampai 3 jam. Peng-
gunaan antibiotika dan penggunaan antasida sering meru-
pakan pilihan pengobatan, demikian juga penrbahan
diet dan penggunaan pengganti NSAID dan aspirin.
Sindroma Zollinger-Ellison
Sindroma Zollinger Ellison adalah lesi bersifat kan-
ker dari sel-sel penghasil gastrin pada lambung, duo-
denum atau pankreas, menyebabkan produksi ber-
Sistem gerna II . 333
*&{$S&& tr r Esofagus. x.s. Paraffin section. x 14. .S&$t4SAn 3 Esofagus, Manusia. v.s. Paraffin
section x 132.
Gambar fotomikroskopik ini dari potongan melin- Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
suatu daerah serupa dengan doerah kofck gambar
tang sepertiga bawah esofagus jelas memperlihat-
kan struktur umum saluran cerna. Lumen (L) diba- sebelumnya. Tunika mukosa esofagus (M) terdiri
tasi oleh epitel (Ep) berlapis gepeng tanpa lapisan atas epitel (Ep) berlapis gepeng tanpa lapisan
tanduk menutupi lamina propria (LP) yang tipis,
yang dikelilingi oleh tunika muskularis mukosa tanduk, lapisan jaringan ikat kolagen longgar dari
(MM). Tfrnika submukosa (Sm) berisi kelenjar-
kelenjar dan dikelilingi oleh tunika muskularis lamina propria (LP) dan lapisan otot polos yang
eksterna (ME), yang terdiri atas lapis sirkularis tersusun memanjang dari tunika muskularis
dalam (IC) daii lapis longitudinalis luar (OL). mukosa (MM). Tunika submukosa (Sm) terdiri
Lapis esofagus yang paling luar adalah jaringan atasjaringan ikat (CT) kolagen yang lebih kasa4 di
fibroelastis dari tunika adventisia (Ad). Suatu dalamnya ada pembuluh darah (BV) dan berbagai
sel-seljaringan ikat yang inti (N) nyajelas terlihat.
daerah yang sempa dengan daerah kotak akan dije-
.GSru!8An 4 Peralihan esofagus-gaster. Ls.
laskan dengan pembesaran kuat dalam Gambar 2.
Anjing. Paraffin section. x 14.
S&&$g&S S . Esofagus. Manusia. x.s. Paraffin
Peralihan esofagus (Es) dan kardia lambung (CS)
section. x 132. sangat tiba-tiba seperti tampak adanya perubahan
mendadak dari epitel berlapis gepeng (SE) men-
Lamina propria (LP) dan tunika submukosa jadi epitel selapis torak (CE) dari lambung. Per-
hatikan kelenjar esofagus (EG) melanjutkan diri
(Sm) dari esofagus dipisahkan satu sama lain oleh sedikit ke dalam tunika submukosa (Sm) lam-
berkas otot polos yang tersusun longitudinal dari bung. Perhatikan juga adanya foveola gasffika
(panah) dan makin menebalnya tunika muskularis
tunika muskularis mukosa (MM). Perhatikan eksterna (Mn) lambung dibanding dengan eso-
lamina propria merupakan jaringan ikat yang fagus. Lapis paling luar esofagus yang letaknya di
mengandung pembuluh darah sangat banyak, bawah diafragma adalah tunika serosa (Se) bukan
ditempati oleh sejumlah pembuluh darah (BV)
di tunika adventisia. Daerah kotak diperlihatkan
dan pembuluh limf (LV), katubnya (panah)
dengan pembesaran kuat dalam Gambar 1 pada gam-
menunjukkan arah aliran limf. Tunika submukosa barberikutnya.
memperlihatkan juga sejumlah pembuluh darah
(B\D juga ada kelenjar esofagus (EG) yang
menghasilkan mukus untuk melumasi permukaan
esofagus.
Lamina propria
lapis longitudinal luar
Esofagus
334 . Atlas Berwarna Histologi
Irc
I
MI
loL
Ad
fsA$dgp,* ! I
$-"i:;,':".:.': .-' .i r@
KUNGI EP epitel ME tunika muskularis eksterna
Es esofagus MM tunikamuskularismukosa
Ad tunika adventisia IC muskulus sirkularis dalam N inti
BV pembuluhdarah L lumen OL muskuluslongitudinalisluar
CE epitelselapistorak LP laminapropria SE epitelberlapisgepeng
CS kardialambung LV pembuluhlimf Se tunikaserosa
CT jaringanikat M mukosa Sm tunikasubmukosa
EG kelenjaresofagus
Sistem Cerna II . tt5
&A&JIB*n tr . Peralihan esofagus-gaster. l.s. I .SAM&AR Fundus gaster. Ls. Paraffin section,
Anjing, Paraffin section. x 132.
x 14.
Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran Fundus gaster memperlihatkan seluruh ciri gaste4
kuat dari Gambar 4 sebelumnya dari Plate 14-1. seperti tampak dalam pembesaran kecil fotomikros-
Epitel berlapis gepeng (SE) dari esofagus diganti-
kan oleh epitel selapis torak (CE) dari lambung kopik ini. Lumen (L) dilapisi oleh epitel selapis
secara tiba-tiba Qtanah). Lamina propria (LP)
torak, sebelah dalamnya adalah lamina propria
memperlihatkan gastric pits (foveola gastrika ,/ (LP) yang di dalamnya ada kelenjar gaster (GG).
GP), dilapisi oleh sel pembatas permukaan (SC) Setiap kelenjar terbuka ke dalam dasar foveola
yang khusus menghasilkan mukus, khas untuk gastrika (GP). Tunika muskularis mukosa (MM)
memisahkan lamina propria dari tunika submu-
gaster. Struktur yang ditandai dengan binrong bukan- kosa (Sm), yang mempakan jaringan ikat kaya
dengan pembuluh darah (BV), membentuk lipatan-
lah nodulus limfatikus, tetapi kira-kira potongan
serong melalui epitel esofagus. Perhatikan adanya lipatan (rugae) pada gaster yang kosong. Tirnika
tunika muskularis mukosa (MM).
muskularis ekstema (ME) terdiri atas tiga lapisan
&&,Sfi$&R 3 . Fundus gaster. x.s. Anjing Paraffin otot polos yang batasnya tidak tegas: oblikus
section. x 132.
paling dalam (IO), sirkular tengah (MC) dan
longitudinal luar (OL). Tunika serosa (panah)
membentuk lapisan paling luar dari lambung. Suatu
Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan pem- daerah serupa dengan daerah kotak diperlihatkan
besaran kuat di daerah kotok Gambar 2. Tunika dengan pembesaran kuat dalam Gambar 3.
mukosa fundus gaster tampak sejumlah foveola r&&MEAR 4 Kelenjar fundus. x.s, Paraffin
gastrika (GP) yang dibatasi oleh epitel selapis
section. x 540.
torah terutama terdiri atas sel pembatas permu-
kaan (SC) yang menghasilkan mukus. Dasar setiap
foveola gastrika menerima ismus dua sampai empat Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan pem-
besaran kuat (kedudukan pada sudut 90") suatu
kelenjar fundus (FG). Meskipun kelenjar fundus
terdiri atas macam-macam sel, hanya dua sel, yaitu daerah serupa dengan daerah kotakGambar 3. Dapat
sel parietal (PC) dan chiefcell (CC) yang dapat
dibedakan dalam sajian ini. Lamina propria (LP) dilihat lumen (L) beberapa kelenjar. perhatikan
mempunyai banyak pembuluh darah (B\D. Perhati- chief cells (CC) tampak granula4 dan lebih kecil
kan tunika muskularis mukosa (MM) di bawah dari sel sekitarnya yaitu sel parietal (pC) yang
lamina propria. Suatu daerah serupa dengan daerah berbentuk lempengan. Sel parietal, seperti nama
kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat dalam yang digunakannya terletak di bagian tepi kelenjar.
Gambar 4 (kedudukannya membenruk sudut 90"). Unsur jaringan ikat (CT) yang tipis, di dalamnya
ada pembuluh darah, menempati ruang sempit antara
kelenjar yang tersusun padat.
.ri{Jil,
lirl Sel pembatas permukaan
" ,3s*
rE$
Foveola gastrika #k'
Kelenjar gaster
Eq".:_f1fi:- Sel parietat
/Tunika submukosa .{.''t " Sel principat (chiefceil)
Sel DNES
Gaster dan sel ffi
*$.{:
356 . Atlas Berwarna Histologi
lc
"In: r.: '..;
treffis"R i I MC\
lTelwsAnT-l
*ct€r\l%
+ *r
tr
* €tr\
; -*.a.
,f
T.
'&
5*€":
l-egsseea 3 I lc€n]snn 4 I
KUNCI
BV pembuluh darah GP foveola gastrika MM tunika muskularis mukosa
CC sel principal (chiefcells) IO otot oblikus paling dalam OL otot longitudinal luar
CE epitel torak L lumen PC sel parietal
CT jaringanikat LP laminapropria SC selpembataspermukaan
FG kelenjar fundus MC otot sirkular tengah SE epitel gepeng
GG kelenjargaster ME tunikamuskularis Sm tunikasubmukosa
eksterna
Sistem Cerna II . 337
&An$8&ffi 'l . Fundus gaster. x.s. Monyet. Plastic .G&M&AR 3 Kelenjar fundus, Gaster. x.s.
section. x 270. Monyet. Plastic section. x 270.
Foveola gastrika (GP) fundus gaster dilapisi oleh Leher (n) dan dasar (b) kelenjar fundus keduanya
sel-sel pembatas permukaan (SC) yang mengha- berisi sel parietal (PC) yang besar berbentuk lem-
silkan mukus. Setiap foveola gastrika menerima dua pengan. Leher juga mempunyai sedikit sel-sel imatur,
sampai empat kelenjar fundus, suatu bangunan nrbu- seperti sel mukosa leher (Mn), yang menghasil-
lar sederhana yang dibagi menjadi tiga daerah: kan substansi mukus. Dasar kelenjar fundus mengan-
ismus, leher dan dasar. Ismus terbuka langsung ke dung sejumlah sel parietal (PC) yang menghasilkan
dalam foveola gastrika dan terdiri atas sel imatur asam dan chief cell (CC) yang menghasilkan enzim
(Ic), yang berperan untuk memperbaiki sel-sel
mukosa gaster yaitu sel pembatas permukaan pencernaan. Perhatikan lamina propria padat terisi
(SC) dan sel parietal (PC). Leher dan dasar kelen-
dengan kelenjar dan jaringan ikat (CT) terdapat di
jar diperlihatkan dalam Gambar 2. antaranya tipis. Dasar kelenjar meluas ke tunika
muskularis mukosa (MM).
G&!U8AR 3 o Kelenjar pilorus, Gaster. x,s. r6ANlS8,qm 4 Kelenjar pilorus. Gaster. x.s.
Monyet. Plastic section. x 132. Manusia. Paraffin section. x 270.
Mukosa daerah pilorus gaster memperlihatkan Ini adalah gambaran fotomikroskopik suatu daerah
foveola gastrika (GP) lebih dalam daripada yang serupa dengan daerah kotak Gambar 3. Epitel (Ep)
selapis torak foveola gastrika terdiri atas hampir
terdapat di daerah kardia atau fundus. Foveola gas- seluruhnya sel pembatas permukaan. Foveola gas-
trika yang dalam ini jalannya berkelok-kelok (panah). trika ini tidak hanya lebih dalam daripada yang ter-
dapat di daerah fundus atau kardia, tetapijuga lebih
Seperti daerah lain di lambung, epitel (Ep) adalah berkelok-kelok (p anah) sebagai kelenj ar pilorus
selapis torak, terutama terdiri atas sel pembatas
permukaan (SC). Perhatikan lamina propria (PG) yang mencurahkan sekretnya ke dasar foveola.
(LP) berisi keleqiar pilorus (PG) yang susunannya
Kelenjar ini merupakan kelompokan sel penghasil
longgar dan ada sejumlah jaringan ikat (CT). mukus (mc) serupa dengan sel mukosa leher dimana
Kelenjar pilorus terutama terdiri atas sel mukosa inti (N)-nya gepeng di atas membrana basalis.
(mc). Perhatikan dua lapis otot dari tunika mus-
Perhatikan kelenjar tidak tersusun rapat dan lamina
kularis mukosa (MM). Suatu daerah sempa propria (LP) sangat selular dan mempunyai banyak
pembuluhdarah (BV).
dengan daerah kotak diperlihatkan dalam Gambar 4.
Sel pembatas permukaan
--Foveola gastrika f Sel parietal
Kelenjargaster{ Sel principal (chief cell)
Sel DNES
/Tunika submukosa '!tfl*]
I :@g -.
ij';ifi. d -:
Gaster dan sel
358 . Atlas Berwarna Histologi
:" ;i'oe': IcAMnAm
l-eAMBAn r_-l
l-6AMBARll
KUNCI
b dasar kelenjar Ic sel-sel imafur N inti
laminapropria n
BV pembuluhdarah LP sel-selmukosa PC leher
CC chief cell mc selparietal
CT jaringanikat MM muskularismukosa PG kelenjarpilorus
selmukosaleher SC selpembataspermukaan
EP epitel Mn
GP foveolagastrika
Sistem Cerna II o 339
GAnfiSAR 'la . Duodenum. Ls Monyet. Plastic .SAfUEAR ? Duodenum. Ls, Monyet. Plastic
section. x 132, section. x 132.
Lamina propria dudodenum mempunyai tonjolan Gambar fotomikroskopik ini adalah lanjutan sajian
seperti jari disebut vili M intestinalis, yang yang dipaparkan dalam Gambar 1a (bandingkantando
menonjol ke dalam lumen (L). Vili dilapisi oleh sel- bintong). Perhatikan tunika submukosa (Sm),
dalamnya ada kelenjar Brunner (GB), banyak
sel absorptif permukaan (SA), yang berupa pembuluh darah (BV) dan juga ada pleksus sub-
epitel selapis torak dengan brush border. Di antara mukosus Meissner. Tunika submukosa meluas sampai
sel-sel ini tersebar adanya sel goblet (GC), juga ke tunika muskularis eksterna (ME), yang terdiri
atas lapisan otot sirkularis dalam (IC) dan longi-
terkadang ada sel APUD. Jaringan ikat (CT) di
tudinalis luar (OL). Perhatikan adanya pleksus
tengah vili terdiri atas unsur limfoid dan unsur sel
lainnya yang intinya terpulas sangat gelap. mienterikus Auerbadr (AP) antara dua lapis otot
Pembuluh darah juga ada di lamina propria, juga ini. Duodenum, sebagian dilapisi oleh tunika serosa
pembuluh limf besar yang ujungnya buntu disebut
lakteal (l), dikenali karena ukurannya besar dan (Se), dimana mesotel melapisi organ ini dengan
tidak mengandung eritrosit. Seringkali, lakteal ini
lumennya kolaps. Sisi yang lebih dalam dari lamina permukaan yang licin dan lembab.
propria ditempati kelenjar yaitu kriptus Lieberkiihn
r&AnSEAn 3a Duodenum. x.s. Monyet. Plastic
(CL). Kelenjar tubulosa simpleks ini melepaskan
section. x 540.
sekretnya ke dalam ruang intervilar. Dasar kriptus
Dasar kriptus Lieberkuhn tampak beberapa jenis sel
mencapai tunika muskularis mukosa (MM), ter- yang men]"usun kelenjar ini. Sel Paneth (pc) tam-
diri atas lapis otot polos sirkular sebelah dalam dan pakjelas karena adanya granula di apikal sitoplasma.
lapis otot polos longitudinal sebelah luar. Sebelah Sel DNES (APD) adalah sel jernih dengan granula
dalam lapis otot ini adalah tunika submukosa, yang
pada duodenum ditempati kelenjar Brunner (GB), halus yang biasanya terletak di bagian basal. Sel
suatu kelenjar tubulosa kompleks. Kelenjar ini mele- goblet (GC), sel torak (Cc) dan sel stem (Sc)
paskan sekret mukusnya melalui duktus (D), yang
menembus muskularis mukosa, ke dalam kriptus merupakan jenis sel-sel lainnya.
Lieberkiihn. Suatu daerah sempa dengan daerah .&&lltgrqn 3b Duodenum. x.s. Monyet. Plastic
kotok disajikan dengan pembesaran kuat dalam section. x 540.
Gambar 1b. Tunika submukosa saluran cerna memperlihatkan
ganglion parasimpatis yang kecil yaitu pleksus sub-
SAMBA$ {b . Epitel dan bagian tengah vilus,
mukosal Meissner. Perhatikan badan sel post-
Monyet. Plastic section. x 540. ganglionik (PB) dikelilingi oleh unsur jaringan
ikat (CT).
Pembesaran kuat ini dari daerah serupa dengan
daerah korak memperlihatkan epitel dan jaringan ikat
bagian tengah vilus. Perhatikan bahwa sel absorp-
tif permukaan (SA) memperlihatkan brush bor-
der (BB), terminal bars Qtanah) dan sel goblet
(GC). Meskipun sel APUD juga ada, namun hanya
kecil persentasinya. Lamina propria (LP) bagian
tengah vilus mempunyai banyak sel, sel-sel lim-
fosit (LC), sel otot polos (SM), sel mast, makro-
fag (Ma) dan fibroblas.
34o . Atlas Berwarna Histologi
l-$A-M*RTnn
ICIMEAn ial -[-] r* [-6EMEEF3a-] \"*
rcEie-*.sEglFl L**-f ,& b
crf ***
, *pB*, &"gffi *-B' 'qi" d ddF
r{F
.,ffii ."',
'l** \ .''*;*r ' '4k#
{E*i"6
{TAMBAn- ab-l
KUNCI GC sel goblet OL muskulus longitudinal luar
AP pieksus Auerbach IC ototsirkulardalam PB badanselpostganglionik
APD selDNES 1 lakteal Pc selPaneth
BB brushborder L lumen SA selabsorptif permukaan
BV pembuluhdarah LC sellimfoit Sc sel stem
Cc sel torak LP laminapropria Se serosa
CL kripfus Lieberkiihn Ma makrofag Sm submukosa
CT jaringanikat ME muskularis eksterna SM sel ototpolos
D salurankeluar MM muskularismukosa V vili
GB kelenjarBrunner
Sistem Cerna II . 541
SAII/IB&R 1 . Jejunum. x.s. Monyet. Plastic SAMBAR ?. Jejunum. x.s. Monyet. Plastic
section. x 132. section. x 540.
Tunika mukosa (M) dan tunika submukosa (Sm) Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
jejunum diperlihatkan dalam fotomikroskopik ini. daerah kotak Gambar 1. IGiptus Lieberklihn terdiri
Vili (V) daerahinimempunyai selgoblet (GC) lebih atas beberapajenis sel, beberapa tampakjelas dalam
banyak daripada di duodenum. Perhatikan kriptus
Lieberkiihn (CL) terbuka ke dalam ruang anrar gambar ini. Sel goblet (GC) yang menghasilkan
vilus (pcnch) dan lamina propria memperlihatkan
sejumlah inti padat, karena infiltrasi limfosit. Tunika mukus tampak dalam berbagai derajat produksi
muskularis mukosa (MM) yang tipis memi-
sahkan lamina propria dari tunika submukosa. Pem- mukus. Sel stem (Sc) yang ramping mengalami
buluh darah (BV) yang besar ada di tunika sub-
mukosa, terdiri atas jaringan ikat kolagen yang long- mitosis (kepala panah) dan sel yang baru terbentuk
gar. Lapis sirkularis dalam (IC) dari tunika mus- ikut dalam kelompok kriptus dan vilus. Sel Panet
kularis eksterna nampak jelas di dasar fotomikros-
kopik. Daerah kotak diperlihatkan dengan pem- (PC) terletak di dasar kriptus dan dapat dikenali
besaran kuat dalam Gambar 2. karena granulanya besar. Sel DNES (APD) tampak
sebagai seljernih, dengan granula halus yang biasa-
.CAMBAR 3 lleum. l.s. Manusia. Paraffin section, nya terletak di sebelah basal. Lamina propria mem-
perlihatkan sejumlah sel plasma (PlC).
x 14.
.GAMBAR { lleum. x,s. Monyet. Plastic section.
Seluruh dinding ileum diperlihatkan, tampak lipatan
spiral tunika submukosa yang sebagian mengitari x 132.
lumen. Lipatan ini disebut plika sirkularis (Pci), Gambar ini adalah pembesaran suatu daerah serupa
meningkatkan daerah permukaan usus halus. Per- dengan do.erah kotak Gambar 3. Perhatikan vili (V)
hatikan lamina propria secara jelas terpisah dari
dibungkus oleh epitel selapis torakyang unsur selnya
tunika submukosa (Sm) oleh tunika muskularis
meliputi sejumlah sel goblet (GC). Bagian tengah
mukosa. Lamina propria membentuk sejumlah vili vilus tampak pembuluh darah (BV) juga pem-
M yang menonjol ke dalam lumen (L), dan kelen- buluh limf besar yang disebut lakteal (l). Iftiptus
Lieberkiihn (CL) terbuka ke dalam mang antar
jar yang disebut kriptus Lieberkiihn (CL), mele-
vilus (panoh). Kelompokan nodulus limfatikus ileum
paskan sekremya ke dalam ruang antar vilus. Tunika
dikenal sebagai bercak Peyer (PP). Si.sipon a.
submukosa berbatasan dengan lapis otot polos sir- Kriptus Lieberkiihn. l.s. Monyet. Plastic sec-
kularis interna (IC) yang selanjutnya dikelilingi
oleh lapis otot polos longitudinalis luar (OL) dari tion. x 540. Itiptus Lieberkuhn juga mempunyai
tunika muskularis ekstema. Perhatikan tunika serosa
(Se) melapisi ileum. Suatu daerah serupa dengan sel DNES (APD), dikenali karena sel tampak jemih
dan biasanya ada granula halus di bagian basal.
daerah kotak diperlihatkan dengan pembesaran kuat
dalam Gambar4. Surpan b. Iftiptus Lieberkiihn. l.s. Monyet.
Plastic section. x 540. Dasar kriptus Lieberkuhn
memperlihatkan sel-sel dengan granula besar. Sel-sel
ini adalah sel Paneth (PC) yang menghasilkan
lisosim, suatu zat bersifat bakterisidal.
Usus halus
342 . Atlas Berwarna Histolo{i
tsArl,rBART]
l-6Attqsi,n 4 I
KUNCI L lumen Pci plika sirkularis
M mukosa PP bercakPeyer
APD sel DNES MM muskularis mukosa Sc sel stem
BV pembuluhdarah OL otot longitudinalis luar
CL criptus Lieberkiihn PlC selplasma Se serosa
GC selgoblet Sm submukosa
IC ototsirkularisdalam PC sel Panet
1 lakteal V vili
Sistem gerna II . 343
&A*IASAR I r Kolon. l.s. Monyet. Plastic 2.&A&.4mA& Kolon, Ls. Monyet. Plastic
section. x 132. section. x 540,
Gambar fotomikroskopik ini memperlihatkan tunika Gambar fotomikroskopik ini adalah pembesaran kuat
mukosa dan sebagian tunika submukosa kolon. Per-
hatikan bahwa tidak tampak adanya foveola dan vili, daerah kotak Gambar 1. Kelompokan sel dari krip-
yang menandakan bahwa sajian ini bukan lambung tus Lieberkiihn (CL) terdiri atas sejumlah sel
goblet (GC), yang melepaskan mukusnya ke dalam
ataupun usus halus. Epitel (Ep) yang membatasi lumen (L) kriptus. Sel epitel permukaan (SEC)
lumen (L) adalah selapis torak dengan sejumlah
sel goblet (GC). Kelenjar tubulosa yang lurus juga sel stem (sel punca) yang belum berdiferensiasi
adalah kriptus Lieberkiihn (CL), yang meluas ke
bawah ke tunika muskularis mukosa (MM). juga ada. Sel stem mengalami mitosis (panah) m+
Lapisan otot polos sirkularis dalam (IC) dan nambahkan sel dalam epitel pembatas. Sel DNES
longitudinalis luar (OL) jelas meliputi daerah (APD) merupakan sebagian kecil dari kelompokan
mukosa ini. Tunika submukosa (Sm) mempunyai
banyak pembuluh darah (BV) dan juga banyak sel. Perhatikan sel Panet tidak tampak dalam kolon.
sel lemak (FC). Daerahkotak diperlihatkan dengan
Lamina propria (LP) sangat banyak sel, ada banyak
pembesaran kuat dalam Gambar 2.
sel limfosit (LC). Jelas terlihat lapis otot polos
GAIVI&AK 3 . Apendiks. x.s. Paraffin section. sirkularis dalam (IC) dan longitudinalis luar
x 132. (OL) dari tunika muskularis mukosa (MM).
Potongan melintang apendiks memperlihatkan .&AMBAR 4 Peralihan rektum-anus. l.s. Manusia.
lumen (L) yang sering berisi debris (panah). Lumen
dibatasi oleh epitel (Ep) selapis torak, terdiri banyak Paraffin section, x 132.
sel goblet (GC).Ituiptus Lieberkiihn (CL) relatif
dangkal dibanding dengan yang terdapat di kolon. Peralihan rektum-anus memperlihatkan kesamaan
seperti peralihan esofagus-gaster karena perubahan
Lamina propria (LP) disebuk oleh banyak sel
limfosit (LC) yang berasal dari nodulus lim- epitel secara tiba-tiba. Epitel selapis torak (CE)
fatikus (LN) dari tunika submukosa (Sm) dan rektum digantikan oleh epitel berlapis gepeng
dari kanalis ani (AC). Kriptus Lieberkiihn (CL)
lamina propria. Tunika muskularis mukosa (MM)
membatasi antara lamina propria dan tunika sub- dari kanalis ani lebih pendek daripada di kolon.
mukosa. Lamina propria (LP) disebuk oleh sel limfoit
(LC).
Sel absorptif
Kriptus Lieberkiihn I Sel regeneratif
,.*.8.rh
'.$+H':qs Sel goblet
" #"i; serDNES
Usus Besar
344 . Atlas Berwarna Histologi
l-sAh{fAn al [eannnAnT]
ffit=
joj1,:'*r',
.,.ff
{-eAinrAntl [EAMEnnt.l
KUNCI FC sel lemak LP lamina propria
MM muskularis mukosa
AC kanalis ani GC sel goblet OL otot longitudinalis luar
APD selDNES epitelberlapis gepeng
BV pembuluhdarah IC otot sirkularis dalam SE sel epitel permukaan
CE epitelselapistorak SEC submukosa
CL kriptusLieberktihn L lumen Sm
EP epitel
LC sellimfoit
LN nodulus limfatikus
Sistem Cerna II o 345
:; i#-*'#:.;l
&&ffi#&& $ r Kolon. Tikus. Mikroskop .*&F-$S&n X Kolon. Tikus. Mikroskop elektron.
elektron. x 3,780. x 12.600.
Sisi dalam kriptus Lieberkuhn nampak sel torak (c) Pada pembesaran kuat sisi dalam kriptus Liebekithn,
dan sel kiptus yang dalam, sekresi mukusnya diie-
paskan ke dalam lumen (L) kriptus. (Seizin Altmann sel kriptus dalam memperlihatkan vakuol (m)
GG. Am J Anat 167 :9 5 -777 ) padat elektron. Perhatikan banyak vakuol ini men-
jadi satu, membentuk gambaran vakuol yang amorf.
Sel torak (C) yang ramping tampak tidak mem-
punyai vakuol, tetapi mempunyai sejumlah mito-
kondria dan terkadang ada retikulum endoplasma
kasar. Perhatikan inti besar berbentuk lonjong dan
anak inti tampak jelas. (Seizin Altmann GG. Am J
Anat 767'.95-t!7)
!45 . Atlas Berwarna Histologi
[s*sese* s l
S&M&S* * . Kolon. Monyet. Scanning Mikroskop Scanning mikroskop elektron. x 778. Muara krip-
tus Lieberkiihn tersusun tidak beraturan pada mar-
Elektron. x 614. mot dibandingkan dengan monyet. Perhatikan mukus
keluar dari lubang kriptus Qt anah). (Seizin Specian
Gambar ini memperlihatkan muara kriptus RD, Neutra MR: Am J Anat 160:46141 2)
Lieberkiihn (CL) juga sel-sel pembatas per-
ffif{ffifia."n
mukaan mukosa. (Seizin Specian RD, Neutra MR:
Am J,{nqt 760: 461-47 2). Sisipan. Kolon. Marmot. ?srd€d"
*m Kriptus Lieberkiihn
W
="#ffi
Usus Besar
Sistem Cerna ll . 347
L
ffi Ringkasan Histologik
I. ESOFAGUS atas esofagus lapisan ini terdiri atas otot skelet, di
sepertiga bagian tengah lapisan ini terdiri atas otot
Esofagus adalah tabung muskular yang panjang skelet dan otot polos dan di sepertiga bagian bawah
yang menghantarkan bolus makanan dari farings lapisanini terdiri atas ototpolos. Pleksus mienteri-
ke gaster. Esofagus, juga saluran cerna berikutnya, kus Auerbach terletak antara kedualapisan otot itu.
terdiri atas empat lapis konsentris: tunika mukosa,
tunika submukosa, tunika muskularis eksterna D. Tunika Adventisia
dan tunika adventisia. Lumen esofagus biasanya
kolaps. Tunika adventisia esofagus terdiri atas jaringan
ikat fibrosa. Esofagus di sebelah bawah diafragma
A. Tunika Mukosa
dilapisi oleh tunika serosa.
Tunika mukosa mempunyai tiga daerah: epitel,
lamina propria dan tunika muskularis mukosa. II. GASTER
Lapisan ini membentuk lipatan memanjang.
Gaster adalah bangunan berbentuk kantong yang
1. Epitel menerima makanan dari esofagus dan meneruskan
isinya berupa kimus ke dalam duodenum. Gaster
Epitel adalah berlapis gepeng tanpa lapisan secara histologik dibedakan atas tiga daerah: kar-
dia, fundus dan pilorus. Tunika mukosa dan tunika
tanduk. submukosa pada gaster yang kosong membentuk
lipatan yang disebut rugae, lipatan akan meng-
2. Laminapropria hilang pada gaster yang mengembang.
Lamina propria adalahjaringan ikatjarang yang di
dalamnya terdapat kelenjar kardia esofagus ter- A. Tunika mukosa
dapat pada beberapa daerah esofagus, berfungsi
Pada tunika mukosa tampak foveola gastrika (gas-
menghasilkan mukus. tric pits), dasar foveola menerima muara kelenjar
Iambung.
3, T uniks mu s kuluris muk o s a
Tunika muskularis mukosa terdiri atas selapis 1. Epitel
otot polos yang berjalan memanjang. Epitel selapis torak tanpa sel goblet. Sel-sel yang
menyusun epitel ini disebut sel pembatas permu-
B. Tunika Submukosa kaan dan meluas ke foveola gastrika.
Tunika sutrmukosa terdiri atas jaringan ikat fibro- 2. I^aminapropria
elastis, membentuk lipatan memanjang. Kelenjar Lamina propria di dalamnya ada kelenjar lam-
bung, pembuluh darah yang halus dan berbagai
esofagus dalam lapisan ini menghasilkan mukus. jaringan ikat dan sel limfosit.
Pleksus submukosus Meissner merupakan sel-sel a. Sel-sel kelenjar gaster
saraf parasimpatis postganglionik. Kelenjar gaster terdiri atas bermacam-macam
sel: sel parietal (sel oxyntic), chief cell (sel
G. Tunika Muskularis Eksterna
Tunika muskularis eksterna terdiri atas lapisan
otot sirkularis dalam (tight helix) dan longitu-
dinalis luar (loose helix). Pada sepertiga bagian
548 . Atlas Berwarna Histologi
zimogenik), sel mukosa leher' sel DNES (sel 1. Epitel
enteroendokrin) dan stem cell (sel punca).
Kelenjar kardia tidak mempunyai chief cell Epitel selapis torak terdiri atas sel goblet, sel
dan hanya sedikit sel parietal. Kelenjar pilo- absorptif permukaan dan sel DNES. Jumlah sel
rus adalah pendek dan tidak mempunyai chief
sel dan hanya sedikit sel parietal. Kebanyak goblet meningkat dari duodenum ke ileum.
sel-sel menghasilkan mukus menyerupai sel-
2, krminapropria
sel mukosa leher. Kelenjar fundus mem- Lamina propria terdiri atas jaringan ikat jarang'
mengandung kelenjar yang disebut kriptus Lieber-
punyai kelimajenis sel. kiihn, yang meluas ke tunika muskularis mukosa.
Sel-sel yang menyusun kelenjar ini adalah sel goblet'
3. T u nika Mus kularis Muko s a sel torak dan terutama di bagian dasar, sel Paneth,
Tunika muskularis mukosa terdiri atas lapis otot sel DNES dan stem cell (sel punca). Sel kaveola
terkadang juga terlihat. Sentral lakteal suatu pem-
sirkularis dalam dan lapis otot longitudinalis buluh limf berujung buntu, sel polos, pembuluh
luar. Lapisan ketiga mungkin ada pada daerah ter- darah, nodulus limfatikus solitarii dan sel lim-
fosit juga ada. Nodulus limfatikus, dengam sel M
tentu. epitel penutup, terutama banyak di trercak Peyer di
ileum.
B. Tunika Submukosa
3. T anika Mu s kularis Muko s a
Tunika submukosa tidak mengandung kelenjar. Di Tunikamuskularis mukosa terdiri atas lapisan otot
dalamnya ada pleksus pembuluh darah demikian polos sirkularis dalam dan longitudinalis luar.
juga pelksus submukosa Meissner.
B. Tunika Submukosa
C. Tunika Muskularis Eksterna
Tunika submukosa biasanya ada kecuali di duo-
Tunika muskularis eksterna terdiri atas tiga lapisan denum, dalamnya terdapat kelenjar Brunner.
otot polos: oblik dalam, sirkular tengah dan G. Tunika Muskularis Eksterna
longitudinal luar. Lapis otot sirkular tengah mem- Tunika muskularis eksterna terdiri atas lapisan
otot polos sirkularis dalam dan longitudinalis
bentuk sfingter pilori. Pleksus mienterikus luar, dengan di antaranya ada pleksus mienterikus
Auerbach.
Auerbach terletak di antara lapis sirkularis dan lapis
longitudinalis. D. Tunika Serosa
D. Tunika Serosa Duodenum dibungkus oleh tunika serosa dan tunika
adventisia, sedangkan jejunum dan ileum dibung-
Lambung dilapisi oleh sarung jaringan ikat dalam kus oleh tunika serosa.
peritoneum viseralis yaitu tunika serosa.
IV. USUS BESAR
III. USUS HALUS
Usus besar terdiri atas apendiks, sekum, kolon
Usus halus terdiri atas tiga daerah: duodenum, asendens, kolong transversum dan kolon desen-
jejunum dan ileum. Tunika mukosa usus halus dens, rektum dan kanalis ani. Apendiks dan kana-
lis ani akan dijelaskan secara terpisah, meskipun
memperlihatkan lipatan yang disebut vili intesti- bagian usus besar lainnya mempunyai gambaran
histologikyang serupa.
nalis, yang berubah bentuknya dan tingginya dari
duodenum sampai ileum. Dalam tunika submukosa
tampak lipatan spiral yaitu plika sirkularis (katup
Kerckring).
A. Tunika Mukosa
Dalam tunika mukosa ada vili intestinalis, tonjolan
epitel yang melapisi lamina propria.
Sistem gerna II . 349