PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 190 ~ b. Manusia mendefinisikan perbuatan baik dan buruk. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan manusia kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat. Selain itu, Tuhan memberi manusia kemampuan berpikir, menyebut mereka makhluk berpikir. c. Manusia dikaruniai kemampuan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan. Kemampuan belajar erat kaitannya dengan kegiatan belajar. Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW mengacu pada permasalahan ilmu pengetahuan. d. Manusia adalah makhluk terbaik yang diciptakan Tuhan. 3. Hakikat tatanan social Organisasi sosial manusia mempunyai tiga ciri: Pertama, manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri sejak bayi hingga meninggal. Kedua, manusia adalah makhluk sosial yang hidup berkelompok dan berinteraksi satu sama lain. Ada banyak alasan mengapa orang hidup berkelompok: a). Setiap orang memahami bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat; b). Setiap anggota masyarakat mempunyai hubungan timbal balik satu sama lain; c). Karena setiap anggota mempunyai kepentingan, takdir, tujuan hidup, wilayah dan ideologi yang sama; d). Perilaku terstruktur, berbasis aturan, dll; e). Sistematis dan proses. Ketiga, ada hukum yang mengatur interaksi manusia dan harus dipatuhi. 4. Asumsi tentang hakikat sejarah manusia Sejarah manusia dibagi menjadi empat era yang berbeda. Pertama, masyarakat yang rukun, tenteram, dan harmonis berkembang menjadi masyarakat yang beradab, terpelajar, dan menuju masyarakat ideal. Ini mengacu pada masyarakat ideal. c. Secara Filosofi Filosofi Islam haruslah filsafat dari sudut pandang pemikiran Islam. Demikian pula pendidikan Islam berarti pendidikan dari sudut pandang Islam. Sebab, berdasarkan cara berpikir masyarakat, kemungkinan terjadinya kesalahan dan pertentangan adalah hal yang wajar. Filsafat berasal dari kata Yunani Philo dan Sophia. Son berarti cinta dan Sophia berarti kebijaksanaan atau kebenaran. Sementara itu, filsafat diartikan sebagai usaha manusia
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 191 ~ untuk memahami Tuhan, alam semesta, dan manusia secara radikal, komprehensif, dan sistematis, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang hakikatnya sejauh jangkauan akal manusia, dan bagaimana sikap manusia. Filsafat Islam merupakan suatu pemikiran yang bebas, radikal (radix) yang berada pada tataran makna dan mempunyai ciri, gaya dan karakter yang dapat memberikan keselamatan dan ketenangan. Oleh karena itu, filsafat Islam tidak netral, tetapi berkomitmen terhadap keamanan dan perdamaian. Berdasarkan Islam, perkembangan teknologi tidak lepas dari peranannya dalam mengatur landasan kehidupan, seperti peraturan halal dan haram (hukum Syariat Islam), yang harus dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. , apapun itu. Membentuk Ilmu pengetahuan dan teknologi yang boleh digunakan diperbolehkan oleh syariat Islam. Pada saat yang sama, hukum Syariah Islam melarang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dapat digunakan. Hal ini juga dilarang dalam pengajaran agama. Adanya norma yang bermanfaat dapat menjelaskan mengapa masyarakat Barat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak bermoral, tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai agama. Misalnya, penggunaan bom nuklir untuk membunuh ratusan ribu orang yang tidak bersalah, penggunaan bayi tabung tanpa memperhatikan moralitas (misalnya, menempatkan embrio pada ibu pengganti), kloning manusia (yaitu, manusia bereproduksi secara seksual, bukan secara seksual), dengan rakus mengeksploitasi alam meskipun hal itu menyebabkan polusi serius, bahaya, dll. Oleh karena itu, sudah saatnya standar kompensasi yang salah diperbaiki dan diganti dengan yang benar. Ini adalah standar yang datang dari pemilik segala ilmu, yang ilmunya mencakup segala sesuatu, yang benar-benar mengetahui apa yang hakikatnya baik bagi manusia dan apa yang pada hakikatnya merugikan manusia. Norma-norma tersebut seluruhnya merupakan perintah dan larangan Allah SWT, yang wujud praktis dan konkritnya adalah Syariat Islam.
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 192 ~ B. Dalil Tentang IPTEK Al-Qur`an memuat segala informasi yang dibutuhkan manusia, baik yang sudah diketahui maupun belum diketahui. Informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi pun disebutkan berulang-ulang dengan tujuan agar manusia bertindak untuk melakukan nazhar. Nazhar adalah mempraktikkan metode, mengadakan observasi dan penelitian ilmiah terhadap segala macam peristiwa alam, juga terhadap lingkungan keadaan masyarakat dan historisitas bangsabangsa zaman dahulu. Sebagaimana firman Allah berikut ini: Artinya:“Katakanlah (Muhammad): lakukanlah nadzar (penelitian dengan menggunakan metode ilmiah) mengenai apa yang ada di langit dan di bumi ...”( QS. Yunus ayat 101) Menurut tafsir ibn Katsir, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk merenungkan nikmat Allah dan ciptaan yang Dia jadikan di langit dan di bumi dari ayat ayat penting bagi orang-orang yang berakal. Memperbaiki dan menggerakkan bintang, matahari, bulan, siang dan malam, dan silih bergantinya keduanya dengan cara menyisipkan yang satu ke yang lain untuk membuat yang satu panjang dan yang satu pendek, lalu memendekkan yang satu dan memanjangkan yang lain untuk menjadikan langit luas, indah, dan hiasan adalah komponen yang membentuk langit. Banyak ayat Al-Qur‟an yang menyinggung tentang pengembangan iptek, seperti wahyu pertama QS. Al-`Alaq 1-5 menyuruh manusia untuk membaca, menulis, melakukan penelitian dengan dilandasi iman dan akhlak yang mulia. Artinya: “1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 193 ~ Nabi Muhammad SAW menerima kata pertama dari wahyu pertama sebagai "iqra," atau membaca. Pada wahyu pertama, kata "iqra" harus digunakan dua kali karena signifikansinya. Ketika perintah pertama kali diberikan kepada seseorang yang belum pernah membaca buku sebelum Al-Qur'an diturunkan, atau bahkan kepada seseorang yang tidak akan pernah pandai membaca buku sampai akhir hayatnya, mungkin akan datang sedikit kejutan. Namun, begitu seseorang memahami arti kata "iqra" dan menyadari bahwa petunjuk ini tidak hanya ditujukan untuk Nabi Muhammad sendiri tetapi untuk semua orang sepanjang sejarah manusia, karena memahami dan mengikuti petunjuk ini adalah kunci kesuksesan, kebahagiaan hidup duniawi dan Ukhrawi. Sedangkan perintah untuk melakukan penelitian secara jelas terdapat dalam QS. Al-Ghasiyah, ayat 17-20: Artinya: ”Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gununggunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. Al-Ghasiyah: 17-20). Dari ayat-ayat tersebut, maka munculah di lingkungan umat Islam suatu kegiatan observasional yang disertai dengan pengukuran, sehingga ilmu tidak lagi bersifat kontemplatif seperti yang berkembang di Yunani, melainkan memiliki ciri empiris sehingga tersusunlah dasar-dasar sains. Dalam al-Qur`an terdapat ayat-ayat yang memberikan motivasi agar manusia menggunakan akal fikiran untuk membaca dan mengamati fenomena-fenomena alam semesta. Dengan teknologi, semua orang dapat melakukan pekerjaannya dengan mudah. Maka dari itu, penulis sampai pada kesimpulan bahwa pendidikan teknologi adalah usaha sadar dari manusia untuk mempelajari teknologi sebagai sarana untuk membantu manusia dalam pekerjaannya. Keunggulan teknologi ini sangat signifikan khususnya untuk bidang pendidikan karena dapat mempermudah manusia dalam mempermudah proses pembelajaran. Maka dari itu, Al-quran sendiri memerintahkan manusia untuk berpikir dan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 194 ~ melakukan penelitian agar kita dapat mengembangkan berbagai teknologi melalui ilmu pengetahuan. C. Membangun Argumen Tentang Kompatibel Islam Tentang Modernisasi Modern mengandung arti „maju‟ dan „berkemajuan‟ dalam segala aspek kehidupan: ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainlain. Modern adalah perubahan sikap dan pandangan dari tradisional ke rasional, dari primordial ke logis dan nalar. Modernisasi merupakan proses terjadinya pemoderenan untuk kemajuan dalam segala bidang kehidupan melalui akselerasi pendidikan dan aktualisasi teknologi. Modernisasi telah mengubah wajah dunia dari kusam menjadi bersinar, dari yang lamban menjadi serba cepat, dari yang tradisional menjadi rasional, dari yang primordial menjadi nalar. Oleh karena itu, Islam memiliki karakteristik tersendiri dalam kaitannya dengan modernisasi pada saat ini yaitu: 1. Rasional. Ajaran Islam adalah ajaran yang sesuai dengan akal dan nalar manusia. Dalam ajaran Islam nalar mendapat tempat yang tinggi sehingga salah satu cara untuk mengetahui sahih atau tidaknya sebuah hadis dari sisi matan dan sanad adalah sesuai dengan akal. Hadis yang sahih pasti rasional. Sebaliknya, hadis yang tidak rasional itu menjadi indikator bahwa hadis itu tidak sahih. Betapa banyak ayat-ayat Al-Quran yang menyuruh kepada kita untuk menggunakan akal dalam sikap beragama. Demikian pula, hadis nabi menyuruh umat Islam menggunakan akal. 2. Sesuai dengan fitrah manusia. Tidak ada satu pun ajaran Islam yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Orang beragama (berIslam) berarti ia hidup sesuai dengan fitrah. Sebaliknya, orang yang tidak beragama berarti menjalani hidup tidak sesuai dengan fitrah. Orang yang menjalani hidup tidak sesuai dengan fitrah, maka ia hidup dalam ketakutan, kegalauan, ketidakpastian, dan kebimbangan. Akhirnya, dalam menjalani hidup tidak ada kenikmatan dan kenyamanan. Sekadar contoh agar Anda paham. Makrifatullah dan Tauhidullah adalah fitrah manusia karena sesudah bermakrifat dan bertauhid kepada Allah, orang akan mengabdi hanya kepada Allah, meminta tolong hanya kepada Allah, dan memohon perlindungan hanya kepada Allah. Jika orang
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 195 ~ masih beribadah kepada selain Allah, minta tolong dan perlindungan kepada selain Allah, maka akan terjadi kegalauan dalam batinnya, kecemasan, keraguan dan kemunafikan, dan sakit secara rohani. Orang yang hidup dalam kondisi tidak sehat rohaninya, maka ia tidak akan mendapatkan ketenangan dan kenikmatan. 3. Tidak mengandung kesulitan. Ajaran Islam tidak mengandung kesulitan dalam segala aspeknya. Sebaliknya, ajaran Islam itu mudah dan masih dalam batas-batas kekuatan kemanusiaan. Tidak ada aspek ajaran Islam yang dalam pelaksanaannya di luar kemampuan manusia. Allah sendiri menyatakan, “Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan dalam beragama.” (QS Al-Baqarah/2: 185). 4. Tidak mengandung banyak taklif. Ajaran Islam tidak mengandung banyak taklif (beban). Kerangka dasar ajaran Islam hanya tiga pilar, yaitu: akidah, syariat dan hakikat (atau biasa disebut akhlak). Landasan ketiga pilar tadi adalah iman, Islam, dan ihsan. Secara keilmuan, ketiga pilar tadi dapat dipisahkan yaitu dari akidah lahir ilmu akaid, ilmu tauhid atau ilmu kalam. Dari syariat lahir ilmu syariat atau ilmu fikih (hukum Islam). Adapun dari hakikat lahir ilmu tasawuf atau disebut juga ilmu hakikat atau ilmu akhlak. Ketiga pilar tadi dalam aktualisasinya tidak bisa dipisahkan, tetapi harus terintegrasi. 5. Bertahap. Ajaran Islam diturunkan Allah kepada Rasulullah secara bertahap. Demikian juga, proses pembumiannya di tengah masyarakat pada saat itu juga bertahap. Coba Anda buka kembali proses pengharaman minuman keras kepada masyarakat Arab yang pada waktu itu minuman keras telah menjadi gaya hidup dan budaya mereka. Secara bertahap Islam menghentikannya dan akhirnya kebiasaan buruk itu ditinggalkan oleh masyarakat Arab secara bertahap pula dengan kesadaran penuh. D. Islam dalam Modernisasi Sudah diketahui bahwa Islam merupakan agama yang paling diridhoi oleh Allah SWT. yakni agama yang dianggap paling sempurna. Kesempurnaan Islam sendiri yakni terletak pada sebuah keyakinan. Maksudnya yaitu semakin manusia percaya dengan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 196 ~ sepenuh hati jika tidak ada Tuhan selain Allah SWT, otomatis manusia akan semakin mendalami Islam serta mengamalkan ajaran Islam, sehingga semakin sempurna pula Islam yang ada pada diri dan hati manusia tersebut. Seperti tujuan dari syari'at Islam sendiri, yakni diantaranya: 1. Memperkenalkan manusia dengan Tuhannya. 2. Menyeru manusia untuk melaksanakan ibadah. 3. Mengingatkan manusia akan keadaan dan tempat kembalinya (gambaran tentang surga dan neraka). Sedangkan, Modernisasi merupakan perubahan dalam segala aspek kawasan pemikiran dan aktivitas manusia sesuai dengan perkembangan zaman. Islam sendiri telah membuktikan bahwa Islam bukanlah agama yang memberontak adanya modernisasi. Justru islamlah yang menjadi pelopor munculnya modernisasi. Modernisasi ini muncul akibat pengaruh dari budaya Barat. Jadi, tidak kaget jika gaya dan pergeseran sikap serta mentalitas masyarakat sekitar, yang meniru gaya hidup kebarat-baratan. Pada saat itu, umat Islam kebingungan ketika dihadapkan dengan munculnya modernisasi ini, kemudian muncul pula 3 golongan yang masing-masing berbeda dalam menanggapi segala sesuatu yang datang dari bangsa Barat tersebut, antara lain yakni: 1. Golongan yang melarang keras apa-apa yang datangnya dari bangsa Barat. 2. Golongan yang menerima secara terbuka segala sesuatu yang datangnya dari bangsa Barat. 3. Golongan menyaring terlebih dahulu segala sesuatu yang berasal dari bangsa Barat, apa yang sesuai mereka manfaatkan, apa yang tidak sesuai mereka buang jauh-jauh. E. Sikap Islam Nusantara Terhadap Modernisasi Keberadaan Islam Nusantara pada saat itu sempat menimbulkan beberapa polemik di masyarakat. Namun, disini Islam selalu membawa serta menciptakan kedamaian, kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat Islam. Modernisasi juga dikenal lebih identik dengan yang namanya liberalis. Maka dari itu, muncul
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 197 ~ beberapa perbedaan pemikiran dan tindakan dikalangan masyarakat Islam. Ada 3 sikap yang diambil oleh masyarakat Islam dalam menyikapi modernisasi, yakni; menerima tanpa ada sikap dan pikiran kritis, mengutuk bangsa barat atas seluruh budayanya, mengambil budaya barat yang positif dan membuang serta menghindari budaya yang menurut mereka negatif. Islam merupakan agama yang sangat menghargai segala perbedaan, entah itu perbedaan cara pandang, cara bertindak maupun cara berpikir manusia. Oleh karena itu, pandangan, pemikiran serta sikap manusia terhadap modernisasi sangatlah dihargai dalam Islam, asalkan harus tetap sesuai dengan nilai-nilai dalam syari'at Islam. Jadi, Islam tidak melarang masyarakat untuk tidak mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Malahan Islam sangat menganjurkan, akan tetapi tetap dalam naungan nilai-nilai syari'at Islam serta tidak menyalahi norma-norma Islam itu sendiri. F. Modernisasi Model Islam Nusantara Modernisasi di Nusantara sangat mempengaruhi proses perubahan sosial kehidupan masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Modernisasi disini juga sering disebut dengan westernisasi. Kenapa? karena memang hampir semua teknologi yang masuk ke Nusantara berasal dari dunia barat. Modernisasi ala Islam Nusantara dapat diartikan dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya tradisional yang sudah ada dan pula tidak menutup diri dari maraknya modernisasi. Sebenarnya, segala sesuatu itu pasti memiliki dampak baik dan buruk. Begitu juga dengan halnya modernisasi. Modernisasi membawa manusia pada kemajuan berpikir yang lebih cepat dan canggih, yakni dengan bantuan teknologi yang ada. Namun, dampak buruknya yakni, adanya modernisasi disini bisa mengikis tradisi yang selama ini sudah ada. Bahkan hingga muncul beberapa pendapat yang pro dan kontra terhadap modernisasi ini. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Dinsamsudin yaitu bahwa "proses modernisasi secara perlahan dapat mengikis kebudayaan Nusantara yang bernuansa Islam". Namun, disisi lain Prof. Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa "Modernisasi harus tetap dilakukan karena bisa menjadi nilai tambah untuk Indonesia sendiri". Untuk itulah,
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 198 ~ diperlukannya sebuah benteng untuk melindungi tradisi agar tetap utuh adanya dan tidak terkikis oleh modernisasi. Benteng tersebut tidak lain adalah agama Islam sendiri. Selanjutnya, masyarakat harus menyikapi hal tersebut dengan bijak, sesuai dengan konteks dan subtansi kebutuhan, demi mempertahankan budaya dan tradisi yang sudah ada. Dalam menyikapi derasnya arus modernisasi yang datang, Islam Nusantara mempunyai cara tersendiri untuk tetap mempertahankan eksistensinya, ditengah-tengah pesatnya modernisasi. Yaitu dengan cara tetap mempertahankan tradisi yang sudah ada, namun dengan sedikit mengkolaborasikannya dengan budaya modern. Seperti halnya kesenian lagu tembang tombo ati yang dulunya dibawakan oleh Wali Songo dalam berdakwah. Kini, lagu tersebut dinyanyikan kembali dengan aransemen musik modern seperti jazz, pop dsb. Tanpa mengurangi subtansi sedikitpun dari isi lagunya. Sehingga masyarakat Islam tetap bisa menikmati alunan lagu tersebut di masa modern ini, meskipun dengan irama yang berbeda. G. Mengenal Tokoh-Tokoh Ilmuwan Muslim 1. Ibnu Al Haitham Gambar 8.2 Ibnu Al Haitham Sumber: https://tirto.id/biografi-ibnu-haitham-kisah-bapak-ilmu-optik-penemu-apagrG5 Ibnu al-Haytham, yang memiliki nama asli Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu alHaitham. Dikumpulan cendikiawan di dunia Barat, Ibnu Haitham dikenal dengan nama Alhazen. Beliau adalah seorang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan dan filsafah terkemuka dalam sejarah Islam
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 199 ~ pada abad ke-10. Ia lahir sekitar tahun 965 M di Basrah, Irak, dan meninggal pada sekitar tahun 1040 M di Kairo, Mesir. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah setempat, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Hal yang membuat beliau hijrah ke Mesir adalah karena rasa kecintaannya kepada ilmu. Selama di Mesir, beliau telah memanfaatkan kesempatannya untuk melakukan beberapa penyelidikan mengenai aliran dan saluran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Alasan beliau melakukan hal tersebut, agar beliau bisa mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas AlAzhar. Ibnu al-Haytham dikenal karena banyak kontribusinya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Penulis falsafahnya banyak bertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematika, sains, dan ketuhanan. Ketiga bidang dan cabang ilmu itu harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Ibnu Haitham telah menghasilkan banyak buku dan makalah. Di antara karyakarya Ibnu Haitham antara lain : Al Jami‟fi Usul alHisab (teori-teori ilmu matematika), al tahlil wa al Tarkib (Ilmu Geometri), Salah satu kontribusi terbesarnya adalah dalam bidang optik. Ia menulis banyak karya tentang optik, termasuk buku terkenalnya “Kitab alManazir” (The Book of Optics), yang menjadi dasar bagi studi tentang cahaya, penglihatan, dan pembentukan gambar dalam optik. Konsepnya tentang pembiasan cahaya dan pemecahan warna merupakan landasan bagi perkembangan ilmu optik modern. Selain optik, Ibnu al-Haytham juga mengembangkan teori tentang penglihatan dan pengamatan bintang. Ia juga membuat eksperimen ilmiah dalam bidang optik, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pemahaman kita tentang cahaya dan penglihatan. Ibnu al-Haytham adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah ilmu pengetahuan Islam dan memainkan peran besar dalam mendefinisikan metode ilmiah yang berfokus pada pengamatan dan eksperimen. Karyanya juga berpengaruh besar
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 200 ~ pada perkembangan ilmu pengetahuan di Barat selama Abad Pertengahan. Ibnu Haitman juga melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari hal itu menghasilkan teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia. Yang lebih mengagumkan ketika Ibnu Haitman telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang sains yang bernama Trricella mengetahui masalah ini pada 500 tahun kemudian. Bahkan, Ibnu Haitman juga telah menemukan keajaiban tarikan gravitasi sebelum Isacc Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Haitman mengenai jiwa manusia sebagai suatu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan Barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudian disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita tonton pada masa kini. Contohnya yaitu animasi dan drama wayang. Kisah kematian Ibnu al-Haytham, tidak terlalu terdokumentasi dengan baik, tetapi ada beberapa informasi yang dikenal tentang akhir hidupnya. Ibnu al-Haytham meninggal pada sekitar tahun 1040 M di Kairo, Mesir. Menurut beberapa laporan sejarah, Ibnu alHaytham meninggal karena usianya yang sudah lanjut, dan beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa ia meninggal dalam usia yang sangat tua, mungkin lebih dari 70 tahun. Meskipun demikian, tidak ada catatan yang menunjukkan penyebab kematian spesifik atau peristiwa dramatis yang terjadi seputar kematian beliau. Kematian Ibnu al-Haytham tidak begitu terkenal seperti karya-karya ilmiahnya, tetapi warisannya dalam dunia ilmu pengetahuan terus berlanjut melalui penelitian dan karya-karya yang telah ia tinggalkan. 2. Ibnu Sina
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 201 ~ Gambar 8.3 Ibnu Sina Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210413140056-199- 629292/ibnu-sina-filsuf-muslim-jago-sains-hingga-guru-para-dokter Perkembangan dunia sekarang sudah semakin pesat. Perkembangan di berbagai bidang sudah mulai terlihat yang bahkan sangat membantu manusia pada saat ini, tidak hanya teknologi melainkan ilmu pengetahuan. Peradaban islam juga turut serta pada Perkembangan pada ilmu pengetahuan misalnya di bidang ilmu pengobatan, ada Ibnu Sina yang menemukan beragam karya di bidang kedokteran, yang bahkan masih dipakai atau digunakan hingga masa sekarang. Bukunya yang berjudul AlQanun fi At-Thibb atau The Canon of Medicine (Kitab Pengobatan), menjadi buku rujukan utama dunia kedokteran Eropa hingga pertengahan abad ke XVII. Ibnu Sina atau yang biasa dikenal dunia Barat dengan sebutan Avicenna. Beliau mempunyai nama lengkap Abu Ali alHuseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina. Dan memiliki julukan al-Ra‟s yang berarti puncak gunung pengetahuan. Menurut Ibnu Khallikan, Al-Qifti, dan Bayhaqi, Ibnu Sina lahir pada bulan bulan Shafar 370 H/ Agustus 980 M, di desa Afsanah, Bukhara, Uzbekistan. Ayahnya yang bernama Abdullah dan ibunya yang bernama Sitarah, beliau merupakan keturunan Persia, karena hal inilah mengapa beliau saat kecil lebih suka menulis dengan bahasa persia Ibnu Sina pada dasarnya memiliki serta memperlihatkan kecerdasannya yang luar biasa sejak kecil. Selain memiliki kemampuan dan ketepatan analisa berpikir yang tajam serta cerdas, Ibnu Sina juga dikenal memiliki daya ingat yang sangat kuat. Orang tua Ibnu Sina memberikan pendidikan agama dan logika elementer kepadanya sejak ia masih berusia 5 tahun. Lalu
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 202 ~ pada usia 10 tahun, Ibnu Sina telah hafal al-Qur‟an. Tidak hanya itu, ia juga belajar fikih, dan ilmu-ilmu syariat lainnya. Tidak hanya mempelajari ilmu agama, setelah menguasai ilmu teologi Ibnu Sina mulai terjun ke dunia filsafat hingga umur 16 tahun. Ibnu Sina pergi berguru kepada Abu Abdullah An-Naqili. Tidak hanya berguru Ibnu Sina juga belajar Kitab Isaghuji dalam ilmu logika dan mengikuti berbagai kegiatan Euklides dalam bidang matematika. Setelah saat itu, dia belajar secara otodidak tanpa bantuan dari orang lain. Beliau sangat menekuni matematika hingga dia berhasil menguasai buku Almagest karangan Ptolemaeus serta menguasai nilai disiplin ilmu pengetahuan alam. Sering sekali soal-soal ilmiah yang tidak dapat diselesaikan oleh gurunya, mampu dia selesaikan dengan pemikirannya yang tajam dan cerdas. Semangat belajar Ibnu Sina yang tinggi membuat dia ingin terus belajar ilmu-ilmu pengetahuan, semangat belajarnya tidak berhenti di bidang teologi dan matematika saja, karena setelah ia mampu menguasai bidang teologi dan matematika, beliau mempelajari ilmu kedokteran,ia mempelajari ilmu kedokteran dengan berguru kepada Abu Manshur al-Qamari, penulis kitab AlHayat Wa al-Maut, dan Abu Sahal Isa bin Yahya al-Jurjani, penulis ensiklopedia kedokteran Al-Kitab Al-Mi‟ah Fi Shina‟atih Thib. Sampai akhirnya Ibnu Sina menguasai ilmu kedokteran dalam waktu satu setengah tahun. Tidak dapat dipungkiri Ibnu Sina merupakan pribadi yang bijaksana dan disiplin serta bertanggung jawab, beliau tidak membuang waktu masa mudanya untuk hal siasia, beliau selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar berbagai ilmu hingga dia menguasainya. Hingga pada saat Ibnu Sina memasuki usia 16 tahun, Ibnu Sina telah menjadi pusat perhatian para dokter di sekitar daerahnya pada saat itu. Mereka sering bertemu dengan Ibnu Sina untuk berdiskusi mengenai penemuan serta penelitian dalam bidang kedokteran. Sampai pada suatu saat sultan Samaniyah, Nuh bin Manshur menderita penyakit, dan pada saat itu pula tidak ada satupun tabib istana yang dapat menyembuhkan penyakitnya hingga dipanggillah Ibnu sina ke istana, dan pada saat itu juga Ibnu Sina dapat menyembuhkan penyakit dari sultan Samaniyah
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 203 ~ tersebut. Karena hal itulah dia diberi hak istimewa sebagai hadiah atas apa yang telah dia lakukan, sang sultan Samaniyah memberikannya hak untuk menggunakan perpustakaan besar milik raja. Dianugerahi dengan kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa untuk menyerap dan memelihara pengetahuan, ilmuwan muda dari Persia ini membaca semua buku-buku di perpustakaan itu , hingga akhirnya ia dapat berhasil menguasai semua ilmu yang ada pada masanya, walaupun dia lebih menonjol dalam bidang filsafat dan kedokteran. Lalu pada saat Ibnu Sina memasuki usia 21 tahun, Ibnu Sina mulai menulis karya-karya monumental di berbagai bidang keilmuwan, dengan karya pertamanya berjudul AlMajmu‟u (ikhtisar), yang memuat berbagai ilmu pengetahuan umum. Ibnu Sina tidak pernah berhenti membaca serta tidak pernah bosan menulis buku, bahkan sudah banyak karya-karya tulisan yang sudah dia buat yang bahkan masih ada sampai sekarang. Dia memang dikenal kuat memikul tanggung jawab serta disiplin dan sering tidak tidur malam hanya karena membaca dan menulis. Selain itu, Ibnu Sina tidak mengambil upah dalam mengobati orang sakit. Bahkan dia banyak bersedekah kepada fakir miskin sampai akhir hayatnya. Karena sifatnya yang baik hati ini juga dia sangat digemari oleh masyarakat Ibnu Sina wafat di Hamdzan, Persia pada tahun 428 H (1037 M) dalam usianya yang ke-58 tahun. Dia wafat karena terserang penyakit usus besar. Selama masa hidupnya Ibnu Sina memberikan sumbangan luar biasa terhadap kemajuan keilmuwan di berbagai bidang salah satunya bidang kedokteran. Pemikiranpemikiran Ibnu Sina di berbagai disiplin ilmu banyak diadopsi oleh ilmuwan masa setelahnya, tidak hanya oleh ilmuwan muslim tetapi juga ilmuwan Barat banyak yang mengadopsi pengetahuan dari karya-karya Ibnu Sina. Dalam rangka memperingati 1000 tahun hari kelahirannya, melalui event Fair Millenium di Teheran pada tahun 1955, Ibnu Sina dinobatkan sebagai “Father of Doctor” untuk selama-lamanya. Adapun beberapa karya yang ia buat, diketahui bahwa Ibnu Sina menulis sekitar 450 judul, namun hanya 240 yang selamat dan bertahan hingga saat ini. Di antara karya-karyanya yang masih
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 204 ~ ada, 240 judul merupakan tulisan di bidang filsafat dan 40 judul dalam bidang pengobatan. Berikut beberapa karya Ibnu Sina dalam bentuk kitab atau buku: a. Al-Qānūn fī al-Thibb (Kanon Kedokteran); b. Kitāb al-Syifā (Buku Penyembuhan); c. Mukhtasar Al-Awshāt (Ringkasan Tengah); d. Al-Mabda wal-Ma'ād (Masa Awal dan Masa Kembali); e. Kitāb al-Ma'ad (Buku Masa Kembali); f. Al-Arsyād Al-Kulliyah (Observasi Umum); g. Mukhtasar Al-Majisti (Ringkasan Almagest, Ptolomaeus); h. Mantiq Al Masyriqin (Logika Timur); i. Kitāb al-Hidāyah (Buku Hidayah); j. Kitāb al-Qulanj (Buku tentang Kolik/Sakit Perut); k. Al-Adawiyāt al-Qalbiyah (Pengobatan Jantung); l. Kitāb al-Najāt (Buku Doa); m.Kitāb al-Insyāf (Buku Penghakiman Diri); Berikut adalah sejumlah esai, cerita, dan kumpulan puisi yang ditulis Ibnu Sina: a. Risālah Hayy bin Yaqdzān (Kisah Kehidupan Orang yang Waspada); b. Risalah Ath-Thair; c. Risalah fi Sirr al-Qadar; d. Risalah fi Al- 'Isyq; e. Risalah al-Mukhtasar al-Asghār (Ringkasan Pendek); f. Tahshil As-Sa'adah; g. Al-Urjuzah fi Ath-Thibb; h. Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah; i. Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah. 3. Al Khawarizmi
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 205 ~ Gambar 8.4 Al Khawarizmi Sumber: https://lintasbabel.inews.id/read/12277/al-khawarizmi-ilmuwan-muslimpenemu-aljabar-dan-algoritma Muḥammad bin Mūsā Al-Khawārizmī, sedangkan di negaranegara barat dikenal dengan sebutan Al Goritmi, al-Ahawizmi, alKarismi, Al Gorismi, Al Cowarizmi. Beliau adalah penemu Aljabar dan angka nol (0), beliau juga seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Gelarnya Abu „Abdullah atau Abu Ja‟far. Beliau lahir sekitar tahun 780 di Bukhara dan hidup di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 266 H/850 M di Baghdad. Beliau merupakan dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad. Buku pertama Al-Khawarizmi ialah Al-Jabar (Al-Kitāb almukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala), di dalamnya membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Maka dari itu mendapat julukan sebagai Bapak Aljabar. Buku tersebut membawa kontribusi di bidang kebahasaan. Kata aljabar diambil dari kata alJabr yang ada di dalam bukunya yaitu translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang mengenalkan angka India, lalu diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal pada dunia Barat di abad ke 12. Beliau memperbaiki dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus serta mengerjakan tulisan tentang astronomi dan astrologi. Beliau menciptakan banyak karya seperti Al-Kitab almukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala, Dixit Algorizmi, Kitab surat al-Ard, Buku Zij al-sindhind dan petunjuk penanggalan yahudi. Diperkirakan Al-Khawarizmi hidup pada masa khalifah Abbasiyah Al-Ma‟mun, Al-Mu‟tashim dan Al-Watsiq yang dikenal sebagai masa keemasan ilmu pengetahuan di daerah Arab. Pada masa tersebut ada Bait Al-Hikmah yang menjadi pusat penelitian, penerjemahan buku ke dalam bahasa Arab, dan juga publikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para cendekiawan muslim tak
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 206 ~ terkecuali Al Khawarizmi. Ketika berusia 20 tahun, Al Khawarizmi bergabung dengan cendekiawan yang lain di Bait Al-Hikmah Di sekolah yang Al-Khawarizmi ajar, beliau banyak menulis gagasan dan menyebarkan buku ilmu pengetahuan. Al Khawarizmi serta ikut serta terhadap cabang aritmatika, hasil pemikirannya dimasukkan ke dalam karyanya yang berjudul Kitāb al-Jam‟a wa-ltafrīq bi-ḥisāb al-Hind, kitab tersebut menggunakan sistem angka desimal. Ini merupakan titik awal penyeimbangan ilmu matematika dan sains serta cikal bakal dari algoritma. Beliau menggunakan dasar bidang ilmu matematika modern dan matematika biner yang dipakai untuk pemrograman dan didasari oleh konsep algoritma Al Khawarizmi. Matematika dasarnya sangat berperan penting dalam pengembangan komputer. Perkembangan yang semakin maju bagi komputer digital. Pada masa Khalifah Al-Ma'mun (memerintah 813- 833) beliau ikut menjadi anggota dari "Rumah Kebijaksanaan" (Dār Al-Hikma), layaknya akademi ilmuwan yang didirikan di Baghdad, oleh Khalifah Harun Al -Rasyid. Kemudian beliau dipercaya oleh khalifah Al-Ma‟mun untuk menjadi kepala proyek penciptaan peta dunia dan ikut serta dalam proyek untuk menentukan tata letak dalam Bumi, dengan 70 ahli geografi lainnya untuk menciptakan peta untuk kemudian disebut “peta dunia”. Al Khawarizmi wafat pada tahun 850 M dan dalam hidupnya karyanya tidak hanya dalam bidang matematika saja, tapi banyak dari bidang lainnya yang ikut terpengaruh dari hasil pemikiran AlKhawarizmi. Pada bidang geografi beliau merevisi peta Ptolemeus dalam karya yang berjudul Kitāb ṣūrat al-Arḍ dan menurut Paul Gallez, hal ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk. Seorang sejarawan Al-Tabari menjuluki beliau Muhammad bin Musa Al-Khwārizmī Al-Majousi Al-Katarbali. Sebutan Al-Qutrubbulli tersebut memberitahu beliau berasal dari sebuah kota kecil di dekat Baghdad yaitu Qutrubbull. Tentang agama Al-Khawārizmī' Pada Kitāb Al-Fihrist Ibnu Al-Nadim, Al-Khawarizmi mendalami hampir semua pekerjaannya dari 813-833. Selepas Islam masuk ke Persia, kota Baghdad menjadi pusat dari ilmu dan perdagangan, serta banyak pedagang dan para ilmuwan yang berkelana ke kota tersebut, beliau pun juga begitu. Al-Khawarizmi
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 207 ~ bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang dibangun oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun. Karya terbesarnya ialah matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, aljabar, trigonometri, dan dalam bidang lain yang beliau dalami. Pendekatan logika dan sistematisnya untuk menyelesaikan linear serta notasi kuadrat memberi keakuratan pada disiplin aljabar, nama tersebut diambil dari nama salah satu buku Al-Khawarizmi pada tahun 830 M. Buku itu menggunakan Kalkulasi yang berisi angka Hindu, dan ditulis pada tahun 825. Algoritmi merupakan bahasa latin, dalm buku tersebut diterjemahkan ke bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum. Berawal dari buku ini, Barat mempelajari bilangan “Arab”, yang seharusnya disebut bilangan “india”. 4. Anousheh Ansari Anousheh Ansari lahir di Masyhad, Iran pada tanggal 12 September 1966. Masyhad, Iran merupakan sebuah kota yang memiliki banyak taman dan masjid dan terletak di lembah Sungai Nashaf. Setelah lulus SMA, Anousheh Ansari berkuliah di Universitas George Mason (GMU). Pada Awalnya, ia berharap untuk diterima diPrinceton, supaya bisa belajar astrofisika. Di GMU, Ansari belajar elektronik dan teknik komputer, dan ia juga bekerja part time di perpustakaan universitas serta ia juga sebagai pelayan di restoran Prancis. Dana kuliahnya sebagian besar berasal dari pinjaman. Ansari lulus kuliah dalam kurun waktu 3,5 tahun kemudian dengan predikat pujian, dan dia diterima kerja dengan MCI Telecommunications. Ansari pun mendaftar dalam program pendidikan pascasarjana MCI dan meraih gelar master dalam bidang teknik elektro dari GMU. Pada tahun 1991, ia menikahi Hamid Ansari yang merupakan temannya di MCI. Pada tahun 1993, Ansari, suaminya, dan saudara iparnya, Amir Ansari, mendirikan Telecom Technologies, Inc. Pada tahun 2000, Sonus Networks, Inc. mengambil alih kepemilikian perusahaan. Anousheh Ansari merupakan seorang insinyur
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 208 ~ campuran Iran-Amerika dan ia menjabat sebagai co-founder dan CEO TelecomTechnologies. Pada tahun 2002, Ansari bersama saudara iparnya memberikan bantuan dana miliaran kepada X Prize Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mengelola kompetisi untuk mendorong inovasi yang bermanfaat dan berguna untuk masyarakat dunia. Pada tahun 2004 perusahaan pengembangan kedirgantaraan Scaled Composites of Mojave, California, memenangkan Hadiah Ansari X dengan SpaceShipOne, sebuah kendaraan yang dibuat oleh desainer pesawat Amerika Burt Rutan. Ansari pun ikut dalam penerbangan luar angkasa melalui Space Adventures, Ltd., sebuah perusahaan pariwisata ruang angkasa. Pada 18 September 2006, Ansari lepas landas dari bumi ke luar angkasa bersama komandan Mikhail Tyurin yang berasal dari Rusia dan insinyur penerbangan Michael Lopez-Alegria berasal dari Amerika Serikat. Pada tanggal 20 September 2006, pesawat ruang angkasa merapat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional , disana Ansari menghabiskan waktu selama delapan hari. Dia melakukan rangkaian eksperimen mengenai fisiologi manusia untuk Badan Antariksa Eropa , setelah itu ia diwawancarai dari luar angkasa untuk acara astronomi di televisi nasional Iran, dan juga menerbitkan kiriman dan menjawab pertanyaan di blognya saat ditempatkan di ISS (sehingga menjadi orang pertama yang menulis blog dari luar angkasa). Dia mendarat ke Bumi dengan Soyuz TMA-8 di Kazakhstan pada 29 September 2006. Akhirnya, ia menjadi perempuan muslim pertama dan orang Iran pertama yang berhasil terbang ke luar angkasa. Luar biasanya lagi, perjalanannya ke luar angkasa memakai dana sendiri. Setelah menyelesaikan misi luar angkasanya, Ansari tetap bekerja sebagai pengusaha dan menjadi seorang wirausaha. Pada tahun 2006 ia membangun Prodea Systems, sebuah perusahaan teknologi digital, dan menjabat sebagai chief executive officer pertama perusahaan. 5. Al Battani
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 209 ~ Gambar 8.5 Al-Battani Sumber: https://www.arrahmah.id/al-battani-sang-jenius-trigonometri/ Al-Battani dikenal dengan versi latin dari namanya, variannya adalah Albategnius,Albategni atau Albatenius. Nama lengkapnya adalah Abu Abdallah Mohammad ibn Jabir ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani. Al-Battani lahir sekitar tahun 858 Masehi Harran, daerah yang dulunya disebut Carrhae oleh orang Romawi yang terletak di Sungai Balkh, 38 km tenggara Urfa, di wilayah Mesopotamia yang sekarang di Turki. Keluarganya adalah anggota sekte Sabian, sebuah sekte agama penyembah bintang dari Harran. Menjadi penyembah bintang-bintang berarti bahwa Sabiin memiliki motivasi yang kuat untuk studi astronomi dan mereka menghasilkan banyak astronom dan matematikawan terkemuka seperti Tsabit ibn Qurra. Bahkan Tsabit juga lahir di Harran dan tinggal di sana saat al-Battani lahir. Al-Battani, tidak seperti Thabit, bukanlah penganut agama Sabian karena "Abu Abdallah Mohammad" menunjukkan bahwa ia seorang Muslim. Al-Battani atau dikenal sebagai bapak trigonometri adalah tokoh bangsa Arab dan gubernur di salah satu provinsi di Syria. Dia merupakan astronom Muslim terbesar dan ahli matematika ternama. Al-Battani menemukan rumus trigonometri dengan level yang lebih tinggi dan orang pertama yang menyusun tabel cotangen. Ayahnya adalah seorang pembuat instrumen astronomi, itu tentu saja membuat identifikasi cukup pasti dan fakta bahwa al-Battani sendiri terampil dalam membuat instrumen astronomi adalah indikasi yang baik bahwa ia belajar keterampilan ini dari ayahnya. Saat usianya 20 tahun, keluarganya pindah ke Raqqah. Disana, dia semakin giat belajar ilmu astronomi dan mulai melakukan penelitian. Di Raqqah, sebuah kota di utara pusat
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 210 ~ Suriah dan di Damaskus, Al-Battani mulai mempelajari naskah kuno karya Ptolomeus yang semakin membuatnya jatuh cinta pada astronomi. Di Raqqah, Al-Battani juga mempelajari naskah karya Ptolomeus tentang astronomi. Saat mempelajari ilmu astronomi, ia menemukan suatu penemuan besar, yaitu aphelium (titik terjauh bumi saat mengelilingi matahari tiap tahunnya), Al-Battani menunjukkan bahwa jarak terjauh Matahari dari Bumi bervariasi dan, sebagai hasilnya, gerhana annular Matahari dimungkinkan serta gerhana total. daripada menggunakan metode geometris, seperti yang telah dilakukan ptolemy, ia lebih memilih untuk menggunakan metode trigonometri. Ptolemy berhasil menghitung panjang tahun matahari dengan jumlah 365 hari, 5 jam, 55 menit dan 12 detik, sedangkan hasil penghitungan panjang tahun AlBattani adalah 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Para peneliti telah menganggap perbedaan fenomena karena Al-Battani berada di lokasi geografis yang lebih dekat dengan lintang selatan, yang mungkin lebih menguntungkan bagi pengamatannya itu. Al Battani Adalah orang pertama yang mengetahui dan menjelaskan konsep ekuinoks (saat Matahari melewati garis di titik tengah Bumi ketika panjang siang dan malam menjadi sama) Dan menghitung kembali nilai-nilai untuk presesi ekuinoks (54,5° per tahun atau 1° per 66 tahun) dan arah miring dari ekliptika (23°-35°) yang merupakan penjabaran dari Hipparchus. Al-Battani menghasilkan sejumlah persamaan trigonometri dalam matematika: Menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen, cotangen, menyusun tabel perhitungan tangen, menemukan fungsi kebalikan dari garis potong dan cosecan, serta menghasilkan tabel
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 211 ~ pertama cosecants yang disebut sebagai “tabel bayangan” (merujuk pada bayangan gnomon ) dengan gelar dari 1° sampai 90°. Pengetahuan yang ditemukan oleh Al-Battani ini sangat penting karena pengaruh besar karyanya terhadap ilmuwan seperti Tycho Brahe, Kepler, Galileo, dan Copernicus. Setelah mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan, terutama astronomi dan matematika, Al-Battani meninggal pada 929. AlBattani wafat saat dalam perjalanan pulang dari Qar al-Jiss (Irak) ke Bagdad, kemudian dikenal sebagai bapak astronomi Islam abad pertengahan. Penemuannya yang menyatakan bahwa dalam satu tahun ada 365,24 hari diakui sangat akurat dan kemudian digunakan oleh Christopher Clavius, matematikawan Jerman, untuk memperbaiki kalender Julian. 6. Abbas Bin Firnas Gambar 8.6 Abbas bin Firnas Sumber: https://jalantikus.com/news/24273/teknologi-diciptakan-muslim/ Perkembang teknologi menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia di zaman modern ini. Perkembangan teknologi yang pesat ini membuat dunia berubah menjadi dunia yang sangat berbeda dengan dunia pada zaman terdahulu saat teknologi canggih seperti sekarang ini belum ditemukan. (carenzino, dkk.2022) Abbas ibnu firna adalah salah satu ilmuan muslim yang berasal dari Cordoba yang menciptakan dan mempelopori ide tentang pesawat terbang. Abbas Ibnu Firnas adalah seorang ilmuan yang multitalenta yang menguasai banyak bidang ilmu
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 212 ~ pengetahuan, ia merupakan seorang fisikawan, kimiawan, teknisi dan juga seorang musisi. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya percobaan yang dilakukan oleh abbas ibnu firnas seperti menemukan al-miqat (jam berbahan air yang dapat menunjukkan waktu), al-munaqalah (alat yang berfungsi seperti kalkulator), Dzatul Halqi (alat untuk mengetahui rotasi bintang), alqubah al-samawiyah (kubah yang didalamnya terdapat langit dan seisinya dan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi siapapun yang ingin mempelajarinya), dan membuat kaca yang berbahan dasar batu dan air. Lahir di Izn-Rand Onda (Ronda), Al-andalausi atau yang sekarang dikenal sebagai Andalusia (spanyol) pada tahun 810 M, Abbas Ibnu Firnas memiliki nama lengkap Abu al-Qasim Abbas bin Firnas bin Wirdas at-Takurini al-Andalusi al-Qhurtubi lebih dikenal sebagai Abbas bin Firnas atau Ibnu Firnas. Tidak diketahui secara detail mengenai kelahirannya, namun Abbas Ibnu Firnas diketahui hidup saat masa pemerintahan Abdurrahman II bin Hakam pada abad ke IX M. Abbas Ibnu Firnas mulai menggeluti bidang ilmu pengetahuan dengan mempelajari al-qur‟an di wilayah Takurina lebih tepatnya di Kuttab. Lalu, Abbas bin Firnas atau Ibnu Firnas mulai belajar di masjid Cordoba untuk memperluas ilmu dan wawasannya dan lebih memperdalam lagi pengetahuannya tentang islam. Tahap pembelajarannya selanjutnya pada akhirnya menjadikan Abbas bin Firnas menjadi seorang penyair atau ahli bahasa yang handal. Ibnu Firnas pernah melakukan percobaan untuk menerbangkan dirinya dari salah satu menara masjid yang ada di Cordoba yang Bernama Masjid Mezquita dengan menggunakan benda sejenis jubah dengan kayu yang dijadikan sebagai kerangka jubah tersebut sehingga menjadikan jubah itu menjadi seperti sayap. Dari percobaan yang dilakukan oleh Ibnu Firnas diketahui benda tersebut dapat membuatnya melayang dalam durasi yang sangat singkat di udara. Singkatnya, ia berhasil mendarat walaupun pada akhirnya mendapatkan beberapa cedera ringan akibat percobaannya tersebut. Saat Ibnu Firnas berusia 65 tahun pada tahun 875 ia merangkai dan menciptakan sebuah mesin yang dapat terbang membawa manusia. Setelah versi akhir dari mesin yang ia ciptakan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 213 ~ berhasil dibuat, ia berniat mengundang orang-orang di Cordoba untuk ikut serta menyaksikan penerbangan mesin buatannya di Jabal Al-„Arus di Cordoba dekat Kawasan Rusafa. Penerbangan yang ditonton oleh masyarakat luas tersebut dapat dikatakan sukses. Namun, karena pendaratan yang kurang sempurna, Ibnu Firnas terjatuh ke tanah bersama alat buatannya dan mengalami cedera punggung yang parah. Cedera tersebut membuat Ibnu Firnas tidak dapat melakukan uji coba lebih lanjut tentang alat ciptaannya tersebut. Pada tahun 888 M Ibnu Firnas wafat dalam keadaan sedang berjuang untuk menyembuhkan cedera yang dialaminya saat melakukan uji coba layangan ciptannya tersebut. Walaupun percobaan terbang yang dilakukan dengan menggunakan sayap dari bulu yang berkerangka kayu tersebut tidak terlalu berhasil, namun pada akhirnya inovasi yang diciptakan oleh Ibnu Firnas ini dipelajari oleh Roger Bacon jauh setelah Ibnu Firnas memunculkan teori-teori dasar pesawat terbangnya (500 tahun setelah Abbas Ibnu Firnas memunculkan gagasan mengenai teori pesawat terbang). Lalu, sekitar 200 tahun setelah Roger Bacon mempelajari teori yang diciptakan oleh Ibnu Firnas barulah setelah itu manusia pada masa itu mulai mengembangkan teori tentang pesawat terbang. (Ibid, 309). H. Bentuk Kearifan Lokal Berkaitan dengan IPTEK di Bengkulu Di era globalisasi ini, ketika masyarakat dihadapkan pada banyaknya pilihan nilai, keberadaan kearifan lokal menjadi sangat penting, yakni sebagai salah satu pedoman dalam menghadapi masuknya nilai-nilai budaya asing yang masuk. Kearifan lokal merupakan modal utama masyarakat dalam membangun dirinya tanpa merusak tatanan sosial yang adaptif dengan lingkungan sekitarnya. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang dijunjung dalam masyarakat dan memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk bertindak dan berperilaku saat berhubungan dengan sesama maupun dengan alam. Di Provinsi Bengkulu, banyak sekali kearifan lokal yang masih terjaga eksistensinya sampai saat ini. Terlebih di era globalisasi sekarang
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 214 ~ dimana Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus mengalami kemajuan. Berikut ini beberapa pengaruh IPTEK di Provinsi Bengkulu. 1. Kain Batik Besurek Kain besurek bermotif bahasa arab, budaya, dan alam menandakan akulturasi budaya lokal dan arab. Mulai dikenal sejak tahun 2015. Besurek berasal dari melayu dialek artinya bersurat atau bertulisan dengan maksud tulisan berciri kaligrafi arab gundul. Sebagai bentuk keagungan kepada Tuhan, media dakwah Islam, serta kecintaan terhadap budaya dan alam. Walaupun pembuatannya masih menggunakan teknik tradisional agar tidak merusak nilai budaya yang ada, namun penjualan kain batik ini sangat terbantu dengan perkembangan IPTEK. Semua orang dapat membeli dan menjangkau penjualan kain batik besurek di manapun dan kapanpun dengan teknologi yang ada sekarang. Terlebih lagi sekarang penggunaanya hingga kini tidak hanya pada ritual adat melainkan bisa fashion sehari-hari, apalagi pemerintah daerah sekarang sudah menerapkan batik besurek sebagai baju kedinasan. 2. Tabut Merupakan tradisi Bengkulu dirayakan setiap tahunnya dari tanggal 1 hingga 10 muharram. Untuk memperingati hari kebangkitan Islam dan mengenang Imam Husein Ali bin abu Thalib cucu Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaannya dengan serangkaian upacara adat dan diakhiri dengan arak-arakan bangunan berhias (tabot) yang diiringi musik dol (alat musik Bengkulu). Menariknya setiap tradisi tabot pemerintah menyelenggarakan festival, tentu menarik wisata untuk berkunjung serta mendekatkan yang jauh atau sebagai ajang silaturahmi keluarga. Dengan adanya perkembangan IPTEK sekarang memudahkan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk mengakses informasi tentang tabut dan dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi budaya tabut sehingga dapat menambah devisa atau keuntungan di bidang budaya di Provinsi Bengkulu. 3. Kerajinan Kulit Lantung Daya tarik dengan khas tiada tanding menjadikan Provinsi Bengkulu kreatif dengan segala kekayaan yang dipunya. Kulit
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 215 ~ lantung diambil dari pohonnya lalu ditipiskan dengan cara dipukulpukul, inilah asal mula kulit lantung. Dengan memanfaatkan pohon karet, dan pohon ibuh untuk menciptakan berbagai kerajinan tangan unik dan nilai jual. Seperti: tas, dompet, gantungan, celengan, bingkai foto dan perabotan rumah lainnya. Dengan perkembangan teknologi sekarang memudahkan para pembuat kerajinan kulit lantung untuk menjual dan mempromosikan kerajinannya di media sosial. Dan juga dengan perkembangan teknologi memudahkan para pengrajin dalam melakukan pembuatan kulit lantung sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik dalam proses produksi kerajinan. 4. Makanan Khas Bengkulu Makanan tradisional ini bukan hanya makanan dengan resep yang diturunkan dari nenek moyang. Jadi makanan tradisional merupakan identitas suatu daerah yang bahkan menjadi daya tarik dari setiap daerah. Setiap makanan tradisional tentu akan memiliki ciri yang berbeda pada setiap daerah. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan sumber daya alam yang dimiliki. Di antara beberapa makanan khas Bengkulu adalah kue tat, lempuk durian, lemang tapai, bagar hiu, pendap dll. Walaupun pembuatannya masih menggunakan teknik tradisional, tapi dengan adanya teknologi tentu sangat membantu sekali dalam proses penjualan dan promosi makanan. Dan juga dengan adanya teknologi sekarang memudahkan orang-orang dalam melakukan pemesanan makanan dan mencari tahu informasi mengenai makanan yang akan dibeli serta memudahkan proses pengemasan makanan tersebut. 5. Pemanfaatan GPS oleh Nelayan Bengkulu Provinsi Bengkulu, yang terletak di bagian barat Pulau Sumatra, Indonesia, kaya akan budaya dan tradisi yang mencerminkan kearifan lokal yang unik. Kearifan lokal ini tidak hanya merupakan warisan berharga budaya, tetapi juga berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di daerah ini. Salah satu bentuknya adalah nelayan treadisonal di Bengkulu yang kini memanfaatkan teknologi GPS dalam kegiatan melaut mereka. Saat ini sebagian besar nelayan di pantai Kota Bengkulu
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 216 ~ telah dilengkapi Global Positioning System (GPS) sehingga memudahkan kegiatan melaut mereka, terutama dalam menentukan arah. Walaupun cuaca buruk dan berkabut, para nelayan tetap bisa melaut karena dipandu oleh GPS. GPS berfungsi sebagai penentu lokasi berdasarkan sinyal yang akan menghasilkan informasi berupa koordinat dan lokasi dalam peta, sehingga ketika nelayan melaut, tidak perlu takut tersesat. Meski GPS tidak mempengaruhi hasil tangkapan ikan, nelayan mengaku alat tersebut membantu mengetahui perairan yang banyak terdapat ikan karena lokasinya sudah dikunci di GPS. Perkembangan IPTEK di era sekarang memang sangat membantu manusia untuk maju, tetapi bisa juga menjadi bencana yang tidak direncanakan. Manusia dapat dengan mudah menggenggam dunia dengan teknologi, tetapi itu mengakibatkan manusia terlena dengan penggunaan teknologi sehingga dapat menghancurkan sebuah bangsa. Sudah banyak kejahatan yang dilakukan karena kemajuan teknologi yang begitu cepat. Budaya-budaya serta kearifan lokal lainnya harus selalu kita jaga dan lestarikan. Itulah mengapa menjadi generasi muda yang peka akan budaya serta lingkungan sekitar bukan lagi sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban yang diharus dilakukan agar tidak tertinggal apalagi di zaman teknologi seperti sekarang ini. Kehadiran teknologi ini bukanlah sebuah alasan bagi kita untuk tidak berkembang melainkan menjadi sebuah tantangan yang harus kita hadapi. Teknologi yang maju ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk kebaikan dan jangan sampai terlena akan teknologi. Mari sebarkan dan viralkan berita baik mengenai budaya dan kearifan lokal yang ada karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. I. Dampak Positif dan Negatif IPTEK terhadap Islam Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai tanggung jawab atas hal-hal yang diakibatkan dari perkembangannya, baik itu terjadi di masa lampau, sekarang, dan masa depan. Banyak hal yang terjadi dan berkembang yang kemudian memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Perkembangan IPTEK tentunya memiliki dampak positif dan dampak negatif yang bisa kita rasakan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 217 ~ dari berbagai bidang dalam kehidupan manusia, termasuk dalam bidang agama Islam. Berikut dampak positif dan negatif IPTEK terhadap agama Islam: 1. Dampak Positif a. Peningkatan Pendidikan Islam Pendidikan Islam memiliki suatu kekuatan yang sangat signifikan dengan adanya perkembangan. Filosofis dan konseptual dalam pendidikan Islam selalu tumbuh dari waktu ke waktu di tengah dinamika masyakarat. IPTEK juga membantu dalam memberikan akses bacaan yang luas, seperti bahan bacaan, video0o pembelajaran dan platform pembelajaran yang tentunya meningkatkan pemahaman tentang keagamaan. Oleh karena itu, dengan adanya IPTEK ini dapat mempertahankan dan mampu mengembangkan pendidikan Islam. b. Akses terhadap informasi keagamaan makin meningkat Kemajuan IPTEK memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh informasi terkait keagamaan. Dengan adanya kemajuan IPTEK ini, kita dapat memperoleh akses dari berbagai sumber informasi, seperti ebook, situs web, dan aplikasi mobile lainnya yang dapat menyediakan konten-kontan keagamaan yang bermanfaat c. Mudahnya mendengarkan ceramah Islam dan ayat suci AlQur‟an Di zaman yang sudah maju seperti sekarang, banyaknya orangorang yang mungkin lebih memilih menyelesaikan pekerjaan mereka sehingga tidak mempunyai waktu lebih untuk mendengarkan ceramah langsung ke masjid. Dengan adanya kemajuan IPTEK ini banyak platform yang tersedia untuk mendengarkan video ceramah dari para ulama pemuka agama. Bukan hanya itu, lantunan ayat suci Al-Qur‟an sudah dapat kita dengarkan hanya dari youtube. Dengan adanya kemajuan IPTEK ini, memungkinkan umat Islam untuk mendapatkan nasihat, dan mendengarkan ayat suci Al-Qur‟an tanpa harus hadir di masjid dan bisa didengarkan kapan saja. d. Banyaknya informasi seputar kajian ibadah
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 218 ~ IPTEK membantu umat Islam dalam mencari informasi terkait jadwal dan tempat kajian ibadah, tata cara beribadah, dan informasi penting lainnya. Dengan adanya teknologi, mereka dapat mengakses informasi ini dengan cepat dan mudah, sehingga membantu meningkatkan kualitas ibadah kita. e. Dapat berbagi ilmu terhadap sesama Teknologi memungkinkan umat Islam untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama. Melalui media sosial, platform online, atau komunitas online, kita dapat saling memberikan dukungan, berdiskusi, dan bertukar informasi terkait agama. Ini memperkuat ikatan komunitas dan membangun solidaritas di antara umat Islam. 2. Dampak negatif a. Dapat tersebar dengan cepat berita tentang perselisihan agama Teknologi memungkinkan berita palsu atau provokatif dengan mudah menyebar di media sosial. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik antar umat beragama, mengancam kerukunan dan perdamaian. b. Hilangnya norma dan nilai serta sopan santun akibat teknologi Penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat menyebabkan hilangnya norma dan nilai-nilai agama serta sopan santun dalam berkomunikasi. Perilaku yang tidak etis dan tidak bertanggung jawab di media sosial dapat merusak hubungan antara umat Islam dan dengan umat beragama lainnya. c. Adanya pergeseran identitas yang banyak dipengaruhi oleh siaran televisi, radio, dan media massa d. Pengaruh media massa dapat mempengaruhi pola pikir dan nilai-nilai umat Islam. Jika tidak ada pemahaman kritis dan selektif terhadap konten yang dikonsumsi, ini dapat menyebabkan pergeseran identitas agama yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama tersebut. e. Menurunnya budi luhur umat Muslim di kalangan umat beragama lain, karena banyaknya umat Muslim yang ikut kebudayaan barat.Kurangnya kesadaran dan pemahaman dalam menggunakan teknologi secara bijak dapat menyebabkan umat Islam terlibat dalam perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Hal ini dapat menurunkan pandangan positif
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 219 ~ umat beragama lain terhadap umat Islam dan merusak hubungan antarumat beragama. f. Kurangnya perkembangan potensi dan kreativitas individu akibat tidak adanya kemerdekaan dan kebebasan pemikiran di tengah kaum Muslim. Jika tidak ada kemerdekaan dan kebebasan pemikiran di kalangan umat Islam, ini dapat menghambat perkembangan potensi dan kreativitas individu. Terbatasnya kebebasan berpikir dan berinovasi dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan agama dan komunitas umat Islam secara keseluruhan. Sebagai umat Muslim kita harus dapat menerima perkembangan IPTEK dengan bijak, karena perkembangan IPTEK berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Tentunya dengan dasar Al-Quran dan hadist, kita harus dapat memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kita sebagai umat Muslim. Dengan adanya perkembangan IPTEK ini, jangan sampai kehidupan kita ikut terarah sepenuhnya oleh IPTEK karena seharusnya kita yang mengarahkan IPTEK. Jangan sampai jati diri kita sebagai seorang muslim hilang. Seharusnya dengan adanya IPTEK ini, dapat dikembangkan untuk menyiarkan agama Islam seperti Al-Qur‟an digital, konten-konten ceramah dan sebagainya. J. Upaya Islam dalam Pengembangan IPTEK Islam memberikan perhatian penuh kepada umatnya dalam proses menemukan bagaimana alam dan lingkungan dapat menjadi pusat peradaban yang besar. Dalam kerangka ini, tidak ada pertentangan antara sains dan Islam; sebaliknya, keduanya hidup berdampingan secara damai untuk memajukan peradaban manusia dan pengetahuan ilmiah. Perspektif Islam terhadap sains dan teknologi adalah bahwa agama ini tidak pernah memberikan batasan terhadap perkembangan dan kekinian umatnya. Bahkan, Islam secara agresif mendorong umatnya untuk terlibat dalam penyelidikan dan eksperimen ilmiah dan teknologi. Islam menganggap sains dan teknologi sebagai salah satu ayat-ayat Tuhan yang harus diteliti dan dicari. Ayat-ayat Allah yang tersebar di seluruh jagat raya merupakan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 220 ~ anugerah bagi manusia untuk diolah dan dimanfaatkan sebaikbaiknya sebagai khalifatullah di muka bumi. Fukuyama menegaskan bahwa Social 5.0 memfokuskan kehidupan sosial pada individu, sehingga memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan terbaik yang aktif dan nyaman. Hal ini dilakukan dengan menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknis dan tekad sosial. Untuk mengatasi masalah bagaimana inovasi teknologi harus mengikuti perkembangan masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi, Social 5.0 pada awalnya dikembangkan di Jepang. Semua orang akan mendapatkan manfaat dari kemajuan ini dalam hal kualitas hidup yang lebih tinggi, dan sebagai hasilnya, mereka akan dapat memanfaatkan semua kemudahan hanya dengan satu genggaman. Selain itu, dengan Social 5.0, kecerdasan buatan akan bekerja bersama-sama dengan semua aspek kehidupan untuk membantu memecahkan masalah yang muncul dalam hal ilmu sosial, humaniora, dan teknologi. Hal ini akan memungkinkan penyelesaian secepat mungkin untuk masalah apa pun yang masih dicari solusinya oleh para peneliti. Islam pada dasarnya menyaring ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi dengan dua cara yang berbeda. Menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan adalah yang pertama. Umat Islam harus mengadopsi pandangan dunia ini daripada pandangan dunia saat ini yang sekuler. Menurut paradigma Islam ini, semua pemikiran ilmiah harus didasarkan pada Aqidah Islam (qa'idah fikriyah). Hal ini tidak berarti bahwa Aqidah Islam berfungsi sebagai fondasi bagi semua ilmu pengetahuan, melainkan berfungsi sebagai tolok ukur bagi semua ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan yang sejalan dengan Aqidah Islam dapat diterima dan dipraktikkan, sedangkan ilmu pengetahuan yang bertentangan dengannya perlu ditolak dan tidak boleh dilakukan. Menjadikan Syariah Islam, yang diturunkan dari Aqidah Islam, sebagai tolok ukur penggunaan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang kedua. Umat Islam dapat menggunakan sains dan teknologi jika hukum Islam telah menyetujuinya. Sebaliknya, meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bermanfaat bagi manusia dan memenuhi kebutuhan mereka, umat Islam tidak boleh menggunakannya jika hal
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 221 ~ tersebut dilarang oleh Syariah. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berarti bahwa konsep-konsep ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri harus diambil dari Al-Qur'an dan Hadis, tetapi lebih kepada ilmu pengetahuan dan teknologi harus dibangun di atas dua sumber ini. Dengan kata lain, alih-alih menjadi asal mula (mashdar) sains dan teknologi, Al-Qur'an dan Al-Hadits berfungsi sebagai standar (miqyas). Dengan kata lain, ide apa pun yang dihasilkan harus sejalan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Syariah Islam harus diterapkan sebagai norma dalam penggunaan sains dan teknologi, yang merupakan peran kedua yang dimainkan Islam dalam pengembangan sains dan teknologi. Apapun bentuknya, ilmu pengetahuan dan teknologi harus digunakan sebagai standar yang sesuai dengan aturan halal-haram (aturan syariah Islam). Hanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah disetujui oleh hukum Islam yang dapat digunakan. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dilarang oleh syariah Islam, bagaimanapun juga, tidak dapat digunakan. Banyak ayat dan hadits yang menuntut umat Islam untuk menyesuaikan perilaku mereka (termasuk penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya yang menjadi dasar perlunya standar syariah ini. Jika umat Islam mampu melaksanakan kedua tugas ini dengan baik, mereka harus melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi Islam terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bukti dari sudut pandang ini. Semua konsepsi dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dibangun di atas peran Islam dalam bidang-bidang ini, yaitu aqidah Islam. Nabi Muhammad memperkenalkan hal ini sebagai model Islam. Umat Islam saat ini harus mengadopsi perspektif Islam ini, bukan pola pikir sekuler saat ini. Suka atau tidak suka, umat Islam telah mulai meniru budaya Barat dalam segala hal, termasuk sikapnya terhadap kehidupan dan pemahamannya terhadap ilmu pengetahuan. Umat Islam diajarkan sistem ekonomi kapitalis pragmatis yang tidak membedakan antara halal dan haram dalam sistem pendidikan mereka, yang dapat dijelaskan oleh paradigma sekuler yang merasuk.
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 222 ~ Konsep ilmu pengetahuan dan teknologi harus distandarisasi benar dan salahnya dengan tolok ukur Al-Qur'an dan Al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya, namun ketika Aqidah Islam digunakan sebagai landasan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini bukan berarti konsep ilmu pengetahuan dan teknologi harus bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Islam telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara tersebut. K. Esensi dan Urgensi Pemahaman Islam dalam Menghadapi Tantangan Modernisasi Penting untuk dipahami bahwa modernisasi telah mengubah sikap, pola sosial, dan pola hidup secara signifikan sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Industrialisasi berdampak pada adanya stratifikasi sosial yang timpang, khususnya antara kaum kapitalis (pemodal) dengan karyawan atau buruh, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Para pekerja sering menunjukkan kelemahannya ketika berinteraksi dengan para bankir selama proses modernisasi ini. Pepatah yang mengatakan bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin sering kali disebabkan oleh perselisihan antara kedua belah pihak. Sebaliknya, Anda harus mengakui bahwa industrialisasi telah meningkatkan pilihan karier bagi mereka yang memiliki kredensial pendidikan yang dapat diterima, sementara secara bersamaan mengecualikan orang-orang tertentu yang tidak memiliki pendidikan yang memadai atau tidak bersekolah. Industrialisasi telah berkontribusi pada kebangkitan kelas menengah ekonomi meskipun memiliki kekurangan. Perluasan kelas menengah ini juga berkontribusi pada kebangkitan industri real estat dan perbaikan ekonomi dunia secara umum. Sebagai contoh, perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara individu menjalani kehidupan mereka di semua bidang, termasuk praktik keagamaan mereka. Praktik-praktik keagamaan kelompok ini, yang pada awalnya percaya bahwa persahabatan membutuhkan kontak tatap muka dan konfrontasi fisik, telah berubah menjadi hanya membutuhkan komunikasi melalui telepon, sms, facebook, atau twitter. Banjir informasi ini menyebar dengan cepat, dan berdampak
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 223 ~ pada setiap bidang kehidupan sehari-hari. Sebuah generasi baru dalam masyarakat telah muncul sebagai hasil dari era informasi. Kemajuan seseorang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi diukur dari seberapa cepat ia mempelajari hal-hal yang belum menjadi pengetahuan umum. Prospek kemajuannya akan lebih besar jika ia memperoleh pengetahuan lebih awal. Sebaliknya, jelas bahwa mereka yang lambat dalam memperoleh informasi akan lambat pula dalam memanfaatkan peluang untuk maju. Islam sejatinya harus menjadi jawaban untuk menghadapi dampak kemajuan industrialisasi dan gelombang komunikasi dan pengetahuan yang begitu cepat. Islam adalah agama yang mungkin bisa mengatasi semua itu. Islam memiliki konsep teologis yang berbeda, namun juga memiliki fleksibilitas hukum yang memungkinkannya untuk mengembangkan dan memahami masalah-masalah modern. Sebagai contoh, adalah penting untuk melihat kejadian-kejadian hukum secara kultural dan bukan secara tekstual. Islam dapat dipahami tanpa hanya mengandalkan doktrin. Islam, agama yang logis, adalah agama masa depan; Islam membawa perubahan untuk kemajuan seiring dengan kemajuan kehidupan kontemporer. Islam, di sisi lain, akan merasa mustahil untuk eksis dan sulit untuk beradaptasi dengan dunia kemajuan yang bergerak lebih cepat dan lebih dogmatis. Islam yang kontekstual akan menjadi panduan dan solusi untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Islam yang diajarkan secara tradisional adalah Islam yang masuk akal, fleksibel, adaptif, dan berfokus pada masa depan; Islam yang diajarkan secara tradisional akan menjadi penghalang bagi kemajuan. Menurut Kuntowijoyo, ada lima metode penafsiran ulang yang dapat digunakan saat ini untuk menghidupkan kembali misi empiris dan logis agama Islam dalam menghadapi modernisasi di antaranya: 1. Program pertama berfokus pada perlunya mengembangkan penafsiran struktural sosial yang bertentangan dengan penafsiran individu saat memahami ketentuan-ketentuan Alquran yang spesifik. 2. Program kedua melibatkan transisi dari penalaran subjektif ke penalaran objektif. Pergeseran perspektif ini dimaksudkan untuk menunjukkan Islam berdasarkan standar rasional. Ketentuan zakat digunakan sebagai contoh oleh Kuntowijoyo. Tujuan obyektif zakat
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 224 ~ adalah, pada kenyataannya, penyucian jiwa kita. Namun, pencapaian kesejahteraan sosial adalah sisi objektif dari zakat. 3. Program ketiga adalah mengubah Islam yang normatif menjadi teoretis. Sampai saat ini, kita memiliki kecenderungan untuk membaca ayat-ayat Al-Quran pada tingkat normatif dan kurang mempertimbangkan potensi untuk mengubah aturan-aturan ini menjadi kerangka teoritis pengetahuan. Secara normatif, mungkin saja kita tidak akan dapat membuat interpretasi moral kecuali kita memahami ide-ide fuqar dan maskn. Paling banter, mereka yang melarat dan membutuhkan hanya akan dianggap sebagai orangorang yang harus dikasihani dan kepada mereka kita berutang sedekah, infak, atau zakat. Pendekatan teoritis dapat membantu kita untuk lebih memahami gagasan fakir dan miskin dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih nyata dan faktual. Hal ini akan memungkinkan kita untuk menciptakan pemahaman yang lebih tepat mengenai fuqar' dan maskn dalam kaitannya dengan kelas sosial ekonomi dan faktor-faktor lainnya. Dengan demikian, jika kita berhasil mendefinisikan Islam secara teoritis, berbagai disiplin ilmu dapat dibangun dari bawah ke atas dengan menggunakan prinsip-prinsip Al-Quran. 4. Program keempat adalah mengubah pemahaman yang ahistoris menjadi historis. Meskipun tujuan Al-Quran dalam menyampaikan kisah-kisahnya adalah agar kita berpikir secara historis, hingga saat ini, pemahaman kita terhadap kisah-kisah tersebut cenderung ahistoris. 5. Program kelima adalah merumuskan formulasi-formulasi wahyu yang bersifat umum menjadi formulasi-formulasi yang spesifik dan empiris (berfikir secara kritis terhadap suatu permasalahan umum menjadi lebih spesifik. Allah melarang, misalnya, distribusi keuntungan hanya untuk orang-orang kaya. Islam secara khusus melarang monopoli dan oligopoli dalam kehidupan politik dan ekonomi. L. Strategi Islam dalam Menghadapi IPTEK Ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat banyak kemajuan dan penemuan di era globalisasi saat ini. Islam, agama yang abadi dan mencakup segala hal, mendorong umatnya untuk
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 225 ~ unggul dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memastikan bahwa jalur pembangunan berjalan dengan baik dan penerapannya dapat memberikan rahmat, umat Islam didorong untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masalah-masalah di masa depan termasuk yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kadang-kadang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Kloning adalah salah satu contohnya. Ilmu kloning sebenarnya diperbolehkan selama digunakan untuk menciptakan kebaikan, namun beberapa peneliti menyalahgunakan teknologi ini untuk memproduksi manusia. Sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan sebagai bagian dalam kebudayaan manusia tidak akan lepas dari berbagai tantangan yang ada. Cara hidup yang didasarkan pada materialisme dan sekularisme merupakan inti dari tantangan modernisasi. Hal ini memotivasi orang untuk berkonsentrasi pada kemajuan pengetahuan dan penelitian sebagai sumber peremajaan yang taktis. Oleh karena itu, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, dunia modern akan mendepersonalisasi dan mengasingkan Anda. Pendidikan Islam harus mampu mengurangi dampak buruk dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama melalui pembaharuan sistem dan konsepsi pendidikan yang ada saat ini, dalam rangka menghadapi isu-isu dan dampak-dampak yang telah disebutkan di atas. Hal ini diperlukan untuk mengadaptasi gagasan tersebut ke dalam kehidupan kontemporer, merumuskan kembali konsep-konsep ilmiah sosial dan alam, merestrukturisasi kurikulum, dan melatih kembali para pengajar agar mereka dapat menggunakan strategi pengajaran yang efektif untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan mendorong perkembangan intelektual. Pendidikan Islam akan menjadi pendidikan yang otentik dengan cara ini. Menurut Chabib Thoha, pendidikan Islam harus menggunakan teknik global dan sektoral untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertama, ada dua pendekatan dalam strategi global, yaitu pendekatan sistemik dan pendekatan proses. Karena negara Indonesia adalah negara kesatuan, maka perlu dibentuk sistem nasional di berbagai bidang, termasuk sistem politik
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 226 ~ nasional, sistem ekonomi nasional, sistem demokrasi nasional, dan sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, pendekatan sistemik dalam bidang pendidikan, khususnya perlunya keputusan politik, sangat diperlukan. Penggabungan pendidikan Islam dalam subsistem pendidikan nasional merupakan salah satu pilihan politik yang diambil dalam strategi ini. Pendidikan akan terisolasi dari norma-norma politik nasional jika semua kegiatan dan institusi pendidikan Islam mengucilkan diri dari sistem pendidikan nasional. Hal ini menyiratkan bahwa kemungkinan bagi pendidikan Islam untuk secara aktif berkontribusi pada kemajuan masyarakat akan hilang. Pendidikan yang berorientasi pada proses, yang mengacu pada peningkatan signifikansi sistem pendidikan negara. Mencapai esensi ilmu pengetahuan dan teknologi adalah tujuan dari pendidikan berbasis nilai. Pendidikan berbasis nilai masih belum banyak digunakan di Indonesia. Hingga saat ini, fokusnya adalah mengembangkan teori untuk input kognitif tingkat rendah. Akibatnya, siswa tidak dapat menempatkan diri mereka sebagai subjek pembelajaran. Strategi sektoral adalah yang berikutnya. Taktik yang diberikan tidak dapat digunakan di semua situasi dan waktu karena strategi ini bersifat temporal dan kondisional. Islamisasi ilmuwan, Islamisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguasaan teknologi informasi dan komunikasi adalah strategi yang disarankan. Berpegang teguh pada kendali normatif, yaitu al-Qur'an dan al-Hadist, merupakan titik tolak yang baik bagi pembaharuan sistem pendidikan Islam dan merupakan solusi agar pendidikan Islam dapat mengimbangi modernisasi dan kemajuan IPTEK. Daftar Pustaka Afrella R, Anshori I (2021). Strategi Islam dalam menghadapi pengetahuan dan teknologi. International Journal on Integrated Education, Vol. 4. Aji, S. D. (2017). Etnosains dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan kerja. In Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika), pp. 7-11. Anonim,(2021). Sejarah perkembangan teknologi dalam dunia islam: RSUD Sekayu. Diakses pada tanggal 17 September 2023 dari https://it.rsudsekayu.mubakab.go.id/info/sejarah-perkembanganteknologi-dalam-dunia-islam
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 227 ~ Anonim (2013), Biografi Al- Battani penemu kalender dan bapak trigonometri. Diakses pada 19 September 2023 dari http://www.allmipa.com/2016/09/al-batani-penemu-kalender-danbapak.html Asyrofi, Imam. (2019). Mengenal Ibnu Al-Haitham. Diakses pada 19 September 2023 dari https://lampung.kemenag.go.id/files/lampung/file/file/ARTIKEL/tfia14 60344714.pdf Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, (2020). Diakses pada 28 September 2023 dari https://www.bpkp.go.id/bengkulu/berita/read/26324/225/-Terus Bergerak-Ikuti-Perkembang an- Teknologi-BPKP-BengkuluLuncurkan-Virtual-Office.bpkp Bangmoeh, (2019), Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern Dunia (Father of Doctor). Diakses pada 17 September 2023 dari https://mimlabschoolstg.sch.id/ibnu-sina-bapak-kedokteran-moderndunia-father-of-doctor/ Carenzino, Ikhsan. Dkk. (2022). Motion Comic : Pengenalan Ilmuan Muslim Abbas Ibnu Firnas. Motion Comic Pengenalan Ilmuwan Muslim Abbas Ibnu Firnas | Carenzino | Jurnal Desain (lppmunindra.ac.id) Ediyati A (2020) Anousheh Ansari, Perempuan Muslim Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa. Diakses pada 17 September 2023 dari https://www.haibunda.com/trending/ 20200424215612-93- 136975/anousheh-ansariperempuan-muslim-pertama-yang-pergi-keluar-angkasa Hakim, Syaikhul. (2013) Pemikiran dan Penemuan Ilmuwan Muslim. Jurnal Al-Hikmah 03, No.2, 251. Hasibuan. (2020). Peran Islam dalam perkembangan teknologi pendidikan. LOGARITMA: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan dan Sains, 108-126. Hidayat, Askar, Zaitun (2022), Prosiding kajian islam dan integrasi ilmu di era society 5.0 (KIIIES 5.0). Pascasarjana Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Vol. 1 Henry, (2022), Sosok Anousheh Ansari, Perempuan Muslim Pertama yang Terbang ke Angkasa Luar, Diakses pada 17 September 2023 dari https://www.liputa n6.com/lifestyle/read/4853311/sosok-anoushehansari-perempuan-muslim-pertama-yang-terbang- ke-angkasa-luar “Ibnu Sina.” Wikimedia Foundation, terakhir diubah pada 1 September 2023, 15:43 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina Ilmi Z (2012). Islam sebagai landasan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan, Vol. XV, No.1. Indri (2017). Kearifan lokal Masyarakat di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Budaya, Vol. 3 No. 2. Intern, Dicoding. (2020). Biografi Al khawarizmi, Bapak Algoritma dan Penemu Aljabar. https://www.dicoding.com/blog/al-khawarizmi/. Ishaq, U. M. (2017) Tinjauan Biografi Ibnu Al-Haytham. Jurnal Historia 05, No.2, 107.
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 228 ~ Meidiana, D. (2023) Umat Islam Perlu IPTEK dalam Menjalankan Ibadah. Diakses 17 September 2023 dari https://umj.ac.id/kabarkampus/2023/05/umat-islam-perlu-iptek-dalam-menjalankan-ibadah/ Muhtar, Fathurrahman. (2014). Abu Abdullah Ibn Musa Al-Khawarizmi (Pelopor Matematika dalam Islam). https://www.jurnalbeta.ac.id/index.php/betaJTM/article/view/68. Mursito I, D. (2022). 8 Budaya dan Tradisi Bengkulu yang Masih Populer dan Lestari di Masyarakat Hingga Saat Ini. Diakses 28 September 2023 dari https://bengkulu.pikiran-rakyat.com/kabar-bengkulu/pr2504714307/8-budaya-dan-tradisi-bengkulu-yang-masih-populerdan-lestari-di-masyarakat-hingga-saat-ini Nisa A. (2022). Makanan Tradisional: Pengertian dan Macam-macamnya di Setiap Daerah. Diakses 28 September 2023 dari https://bobo.grid.id/read/083537254/makanan-tradisional-pengertiandan-macam-macamnya-di-setiap-daerah?page=all Nuryanto, Hendrik. (2017). Mengenal Pengarang Kitab Algebra, Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi. https://www.gramedia.com/literasi/pengarang-kitab-algebra/ Prawiraningrat A (2012). Peran islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diakses 17 September 2023 dari http://alpiadiprawiraningrat.blogspot.com /2012/09/peran-islamdalam-perkembangan-ilmu.html Putri, S. K. (2022). Dampak negatif dan positif IPTEK dibidang agama. Sosiologi. https://www.sosiologi.info/2022/01/10-dampak-positif-dannegatif-iptek-di-bidang-agama.html Radiansyah, D. (2018). Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Remaja Islam. Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Rafiski A (2023). Biodata Al-Battani penemu trigonometri. Diakses 19 September 2023 dari https://wacaberita.com/biodata-al-battanipenemu-trigonometri/ Rahman, M. T. (2021). Sosiologi Islam. Bandung: Prodi S2 Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sapada, Arsyam (2020). Ilmu pengetahuan dan teknologi menurut pandangan islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah wal Irsyad (STAI DDI), Makassar. Slamet, J. (2020). Songsong Kemajuan IPTEK, MIN 5 Benteng Belajar TIK. Diakses pada 28 September 2023 dari https://bengkulu.kemenag.go.id/pendidikan/songsong-kemajuaniptek-min-5-benteng-belajar-tik-7v4zH Shalahuddin, A. R. (2021). Perkembangan Iptek Pada Bidang Teknologi Dalam Kajian Pendekatan Sains, Teknologi & Masyarakat. Subroto, Ningsih (2022). Biografi Al- Battani, Astronom penemu jumlah hari. Diakses pada 19 September 2023 dari https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/13/140000979/ biografial-battani-astronompenentu-jumlah-hari?page=all#page2
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 229 ~ Syaputra E, Irwan Satria. (2020). Kearifan Lokal Tabot Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Sebuah Analisis Relevansi. Diakses pada 28 September 2023 dari https://journal.uinjkt.ac.id/ index.php/SOSIOFITK/article/view/15124/pdf Verianti, W. A (2023). Biografi Al-Battani, astronom dan matematikawan penemu jumlah hari. Diakses pada 19 September 2023 dari https://www.liputan6.com/hot/read/5284289/biografi-al-battaniastronom-dan-matematikawan-islam-penemu-jumlah-hari?page=4 Zainudin (2013). Sejarah pertumbuhan dan perkembangan filsafat Islam. Diakses pada 18 September 2023 dari https://uinmalang.ac.id/blog/post/read/131101/sejarah-pertumbuhan-danperkembanganfilsafatislam.html#:~:text=Dari%20uraian%20di%20atas%20dapat,da n%20manu sia%20berdasarkan%2 0ajaran%20Islam M. Penugasan Proyek Secara Berkelompok 1. Pembentukan Kelompok Kerja Petunjuk dalam pembagian kelompok kerja sebagai berikut: a. Mahasiswa membentuk kelompok masing-masing dengan jumlah anggota kelompok 6-7 sesuai dengan arahan dan petunjuk dosen. b. Setelah kelompok terbentuk, tentukanlah nama kelompok dengan tema tokoh modernsasi Islam lalu tentukan struktur kelompok yang berisikan ketua dan sekretaris. c. Ketua kelompok bersama anggotanya mengatur tempat duduk sesuai arahan dosen. 2. Pertanyaan Proyek Mahasiswa dalam kelompok diberikan pertanyaan dan tugas oleh dosen secara lisan sebagai berikut. a. Setelah mempelajari modul mengenai tanggapan Islam mengenai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), mahasiswa memahami intisari dari pembelajaran tersebut. b. Jika telah paham, maka setiap kelompok membuat resume dari buku tentang tanggapan Islam mengenai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) c. Setelah memahami buku panduan dan membuat resume pembelejaran, mahasiswa berdiskusi mengenai peranan apa saja yang bisa dilakukan mahasiswa sebagai pemuda Islam dalam menghadapi arus modersnasi lalu merangkainya dalam bentuk paper kelompok. 3. Perencanaan Proyek Beberapa perencanaan proyek yang harus dilakukan oleh masingmasing kelompok sebagai berikut. a. Resume materi ditulis di kertas double folio dengan batas minimal 4 halaman. b. Pembuatan paper kelompok sesuai dengan standar kepenulisan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 230 ~ c. Silakan setiap kelompok dalam membuat paper dengan sistematika berikut: 1) Judul Tulisan, Logo Nama, Npm dan Program Studi serta Institusi terkait Contoh: Islam Menghadapi Tantangan Modernisasi Logo Disusun Oleh: Msy Haniyah Tsaqifah H1A023001 Nabila Zahra Putri H1A023003 2) Abstrak Gunakan format IMRAD (Introduction, Method, Result & Discussion) yang diakhiri kata kunci. Abstrak maksimal 250 kata dan minimal 150 kata. 3) Pendahuluan Pendahuluan sebaiknya memuat beberapa unsur berikut: a. Menjelaskan pentingnya kajian yang akan dibahas berdasarkan teori dan penelitian relevan. b. Menjelaskan pentingnya kajian yang akan dibahas berdasarkan hasil pengamatan, observasi, atau wawancara. c. Menjelaskan pemetaan tentang tulisan sebelumnya baik dari jurnal atau prosiding yang belum menulis tentang kajian yang akan dibahas. d. Menjelaskan rumusan masalah, tujuan penulisan, dan manfaat penulisan. 4) Metode Penulisan Jelaskan metode penulisan yang digunakan menggunakan metode kajian pustaka (literature review). Kemudian, jelaskan sumber data tulisan yang diperleh dari buku, jurnal, prosiding, atau lainnya. Jelaskan juga teknik analisis data yang digunakan membuat formulasi permasalahan, mencari literature, evaluasi data, menganalisis data, dan menginterpretasikan data. 5) Pembahasan Pembahasan berusaha membandingkan dan menghubungkan konsep-konsep tentang kajian yang akan dibahas sehingga ditemukan kesimpulan yang terbaik. 6) Simpulan dan Saran Simpulan berisi jawaban dari rumusan masalah sebagai jawaban akhir dari pembahasan yang bersumber dari gabungan pendapat dari pakar yang dikutip. Sedangkan saran menyampaikan saran kepada pihak yang menerima kontribusi terhadap tulisan ini yaitu mahasiswa dan dosen.
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 231 ~ 7) Daftar Pustaka Gunakan format American Psychologycal Association 7 (APA 7) yang bersumber dari buku, jurnal, dan prosiding. Contoh pengutipan dan penulisan daftar putaka menggunakan APA 7 dapat dilihat pada laman berikut https://edutecion.com/apa-styleedisi-7/. e. Kesimpulan dalam bentuk artikel ilmiah kajian pustaka menggunakan aturan penulisan berikut: 1) kertas A-4; 2) jenis tulisan Times New Roman; 3) spasi 1,5; 4) margin kiri 3, kanan 2,5, atas 2,5, dan bawah 2,5; 5) kutipan tidak langsung; dan 6) penulisannya menggunakan bodynote. 4. Penyusunan Jadwal Proyek Proyek menulis paper mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh dosen. Jadwal proyek bisa mengikuti format berikut: No. Kegiatan Hari dan Tanggal Waktu (Menit) 1. Berdiskusi tentang peran mahasiswa sebagai pemuda muslim dalam menghadapi arus perkembangan iptek. 20 2. Menyusun paper 60 3. Membuat laporan proyek dalam bentuk Power Point 20 4. Mengumpulkan proyek membuat paper berbentuk file pdf 10 5. Masing-masing kelompok mempresentasi hasil proyek dan kegiatan diskusi.. 40 6. Masing-masing kelompok memperbaiki dan mengumpulkan hasil perbaikan membuat paper.. 360 Total Waktu 510 5. Pengawasan Pelaksanaan Proyek Pengawasan pelaksanaan proyek dilakukan oleh guru bisa dengan menggunakan lembar pengamatan penilain sikap berikut: NO Aspek yang Diamati Hasil Pengamatan Ya Tidak 1. Mahasiswa dalam kelompok aktif mencari referensi sebagai bahan membuat paper. 2. Mahasiswa dalam kelompok aktif paper. 3. Mahasiswa dalam kelompok aktif membuat presentasi kelompok berbentuk Power Point.
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 232 ~ 4. Mahasiswa dalam kelompok tepat waktu mengumpulkan proyek membuat paper dan file presentasi. 5. Mahasiswa dalam kelompok aktif dan kritis dalam mempresentasi hasil proyek dan kegiatan diskusi panel. 6. Mahasiswa menggunakan bahasa yang santun dan efektif dalam kegiatan diskusi panel. 7. Mahasiswa dalam kelompok tepat waktu mengumpulkan hasil perbaikan membuat paper. 8. Mahasiswa dalam kelompok menulis paper mengikuti sistematika dan aturan penulisan yang sudah ditetapkan. Jumlah Jawaban Kriteria penilaian sikap dalam proses melaksanakan proyek sebagai berikut: 6. Penilaian Hasil Proyek melalui Presentasi Proyek Penilain hasil proyek atau produk membuat kesimpulan dalam bentuk artikel ilmiah hasil kajian pustaka bisa menggunakan format penilaian berikut: No Aspek yang Dinilai Skala Bobot Penilaian Skor yang Diperoleh 1. Sistematika penulisan. 1-15 2. Isi tulisan berkaitan dengan kekuatan argumentasi 1-30 3. Penggunaan ejaan (penulisan huruf, tanda baca, kata, dan unsur serapan) dan tata bahasa (kalimat dan paragraf). 1-20 4. Aturan penulisan berkaitan dengan kutipan dan format tulisan. 1-15 5. Tingkat keorisinalan tulisan dari hasil cek similaritas atau cek plagiasi. 1-20 Total Nilai 100 7. Evaluasi Pengalaman melalui Refleksi Tahap evaluasi pengalaman melalui refleksi bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa dalam membuat kesimpulan tentang Islam menghadapi tantangan modernisasi, untuk menunjukkan kompatibilitas Islam dengan dunia modern. Dosen bisa menggunakan evaluasi pengalaman melalui refleksi dengan dua acara berikut: a. Refleksi pengalaman dalam mengikuti proses proyek kepada perwakilan kelompok. Kegiatan refleksi kelompok bisa dengan dua pertanyaan berikut:
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 233 ~ 1. Coba Anda sebagai perwakilan dari kelompok pertama, sampaikanlah kesan dan pesan terhadap pelaksanaan proyek yang sudah kita lalui bersama! 2. Coba Anda sebagai perwakilan dari kelompok pertama, sampaikanlah kesimpulan tentang pandangan Islam tentang IPTEK Islam dalam modernisasi, dampak positif dan negatif IPTEK terhadap Islam..? b. Refleksi pengalaman dalam mengikuti proses proyek secara individu kepada masing-masing individu yang dianggap belum aktif dalam proses kegiatan proyek. Kegiatan refleksi individu bisa dengan dua pertanyaan berikut: 1. Coba Anda sampaikan kesan dan pesan terhadap pelaksanaan proyek yang sudah kita lalui bersama! 2. Coba Anda sampaikan kesimpulan tentang pengertian Agama Islam, Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam serta bagaimana agama Islam mengembangkan manusia seutuhnya dan menjadikan sarjana Muslim yang profsional? N. Tes Kognitif Individu 1) Petunjuk: a. Berdoalah sebelum mengerjakan soal. b. Kerjakanlah soal dengan cermat dan sunguh-sungguh karena akan memengaruhi benar salahnya jawaban Anda. c. Perhatikanlah pertanyaan yang diminta dalam soal sebelum menetapkan jawaban yang paling benar. d. Soal sebanyak 25 soal dengan bobot setiap soal sebesar 4 poin sehingga total nilai apabila jawaban benar adalah 100. e. Mahasiswa yang memperoleh nilai 80 atau lebih diperbolehkan melanjutkan materi pada pertemuan berikutnya sedangkan mahasiswa yang memperoleh nilai di bawah 80 harus mengikuti kegiatan remedial dengan membuat ringkasan materi. 2) Soal Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar di antara pilihan a, b, c, dan d! 1. Salah satu cara Islam dalam menghadapi perkembangan IPTEK adalah.. a. Menjadikan Islam sebagai sumber utama b. Menjadikan ajaran Islam sebagai hal yang tidak perlu diperhatikan c. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan pemikiran d. Menjadikan syariah Islam sebagai hal yang tidak penting 2. Landasan utama yang digunakan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah.. a. Al-Qur'an dan al- hadits b. Al-Qur'an dan ijtihad c. Al-hadits dan ijtihad
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 234 ~ d. Al-Qur'an dan fiqih 3. Penemuan Abbas Ibnu Firnas yang dapat mengetahui rotasi bintang disebut.. a. Al-Miqat b. Dzatul Halqi c. Al-Qubah d. Al-Samawiyah 4. Abbas Ibnu Firnas memulai karirnya di bidang keilmuan dan penelitian pada awalnya dengan mempelajari.. a. Hadits b. Teori relativitas dan gravitasi c. Teori dasar pesawat terbang d. Al-qur‟an 5. Apa pencapaian yang dimiliki oleh Anousheh Ansari? a. Mendesain pesawat ruang angkasa b. Memenangkan hadiah Ansari X dengan SpaceShipOne c. Membangun perusahaan teknologi terbesar di Amerika dan menjadi manajer diperusahaan tersebut d. Menjadi orang pertama yang melakukan perjalanan luar angkasa dari Iran 6. Apa saja yang dilakukan Ansari selama delapan hari diluar angkasa, kecuali.. a. Menerbitkan kiriman di blognya b. Melakukan penelitian terhadap bumi dari luar angkasa c. Melakukan eksperimen mengenai fisiologi manusia untuk Badan Antariksa Eropa d. Menjawab pertanyaan di blognya 7. Al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam berbagai bidang. Seperti bidang matematika, astronomi dan lainnya. Beliau menghasilkan banyak karya, diantara pilihan dibawah ini, manakah karya AlKhawarizmi yang pertama? a. Buku Zij al-sindhind b. Kitab surat Al-ard c. Al-Kitab al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala d. Dixit Algorizmi 8. Buku yang ditulis oleh Ibnu Sina yang berisikan tentang kanon kedokteran adalah.. a. Al-Qānūn fī al-Thibb b. Kitāb al-Syifā c. Mukhtasar Al-Awshāt d. Al-Mabda wal-Ma'ād 9. Islam, sains, dan teknologi adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Islam menyuruh manusia di bumi untuk melakukan observasi dan penelitian yang dapat menunjang perkembangan
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 235 ~ IPTEK di masa depan. Apakah ayat yang menjelaskan hal tersebut? a. Q.S Al-Alaq ayat 1-5 b. Q.S Ar Ra‟du ayat 5 c. Q.S Yunus ayat 10 d. Q.S Al-Baqarah ayat 153 10. Ayat di atas merupakan wahyu pertama yang turun ke bumi. Apa perintah Allah SWT. yang terkandung dalam ayat tersebut? a. Pentingnya ilmu pengetahuan b. Keutamaan orang berilmu c. Pentingnya menuntut ilmu d. Pentingnya membaca buku 11. Apa yang Allah perintahkan melalui Al-Qur'an Surat Yunus ayat 5? a. kewajiban beribadah b. saling menghormati c. mengembangkan hisab d. keutamaan menuntut ilmu 12. Bagaimana prinsip-prinsip syariat Islam digunakan dalam penggunaan IPTEK? a. menyamakan prinsip yang ada dalam syariat islam dengan prinsip penggunaan IPTEK b. meningkatkan penggunaan IPTEK oleh msyarakat muslim c. mempercepat kemajuan perkembangan IPTEK d. menentukan halal dan haram dalam penggunaan IPTEK 13. Mengapa Ibnu Haitham dianggap sebagai tokoh penting dalam sejarah ilmu pengetahuan? a. Karena ia adalah penemu teleskop pertama di dunia. b. Karena kontribusinya dalam bidang matematika sangat revolusioner. c. Karena ia mengembangkan teori tentang cahaya dan optika yang berpengaruh. d. Karena ia adalah seorang penjelajah angkasa terkenal. 14. Karya terkenal Ibnu Haitham yang membahas optika adalah.. a. “Al-Kitab al-Majisti” b. “Al-Risalah al-Mutawassitah” c. “Al-Qanun fi al-Tibb” d. “Al-Kitab al-Hawi” 15. Siapa nama ilmuan muslim yang berhasil menghitung panjang tahun secara akurat? a. Al-Khawarizmi b. Al-Battani
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 236 ~ c. Ibnu Sina d. Abbas bin Firnas 16. Metode yang digunakan dalam menghitung panjang tahun oleh AlBattani adalah? a. Geometri b. Pytagoras c. Aljabar d. Trigonometri 17. Dampak positif IPTEK terhadap Islam meliputi semua hal berikut, kecuali? a. Meningkatkan akses terhadap informasi keagamaan b. Peningkatan pendidikan Islam c. Menurunkan budi luhur umat Islam d. Dapat berbagi informasi dengan sesame 18. Dengan adanya perkembangan IPTEK ini, bagaimana seharusnya sikap seorang umat Muslim? a. Hanya mengikuti b. Memilah dan memilih mana yang baik dan benar c. Menolak perkembangan IPTEK d. Mengarahkan kehidupan sepenuhnya mengikuti perkembangan IPTEK 19. Apa yang merupakan salah satu pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah? a. Penciptaan pesawat terbang b. Sekolah kedokteran pertama c. Penemuan kompas d. Penemuan telepon 20. Kenapa Islam menetapkan bahwa mempelajari ileum pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah wajib? a. Tanpa menguasai Iptek, umat manusia akan mengalami banyak hambatan dan kesulitan dalam menjalani kehidupan di jagat ini. b. Tanpa menguasai Iptek, umat manusia akan mengalami sedikit hambatan dan kesulitan dalam menjalani kehidupan di jagat ini. c. Tanpa menguasai Iptek, umat manusia tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan dalam menjalani kehidupan di jagat ini. d. Memahami iptek itu tidak penning. 21. Bangsa yang mampu menguasai ipteks disebut bangsa yang.. a. Bangsa yang tertinggal b. Bangsa yang tidak peduli akan majunya teknologi c. Bangsa yang Maju d. Bangsa yang berkembang 22. Berikut adalah kearifan lokal yang berkaitan IPTEK yang ada di Provinsi Bengkulu adalah...
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 237 ~ a. Kerajinan Angklung b. Kerajinan Kulit Lantung c. Empek-empek d. Kerupuk jangek 23. Tabut merupakan tradisi yang sampai sekarang masih dilakukan dan dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 1-10 Muharram sebagai bentuk.. a. Memperingati kebangkitan Islam b. Memperingati masuknya Islam ke Bengkulu c. Memperingati hari kebangkitan Islam dan mengenang Imam Husen Ali bin Abu Thalib. d. Memperingati hari jadi Bengkulu dan maulid Nabi Muhammad 24. Berikut adalah bentuk kearifan lokal berupa makanan khas Bengkulu.. a. Lemang, tempoyak dan empek-empek b. Kue tat, tempoyak dan brownis c. Kue tat, lemang dan tempoyak d. Lemang, Kue tat dan kue lapis 25. Sikap Islam terhadap adanya kearifan lokal baik itu tradisi, budaya dan yang lainnya adalah dengan.. a. Menolak dan mengganti dengan yang baru b. Mempertahankan walaupun bertentangan dengan syariat Islam c. Mengganti dengan yang baru d. Menerima dan mempertahankan selagi tidak bertentangan dengan syariat Islam Nilai: Hari dan Tanggal: Paraf Dosen:
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 238 ~ BAB IX Kontribusi Islam dalam Pengembangan Peradaban Dunia yang Damai, Bersahabat, Sejahtera Lahir dan Batin Sub-CPMK-9 Pertemuan ke-12: Mampu menganalisis tentang kontribusi Islam dalam pengembangan peradaban dunia yang damai, bersahabat, sejahtera lahir dan batin Gambar 9.1 Kontribusi Islam dalam Pengembangan Peradaban Dunia Sumber: https://www.gotravelly.com/blog/10-masjid-berserajah-di-dunia-menjadi-saksiperadaban-islam-di-dunia/ A. Makna Sejarah Peradaban Islam Sejarah Peradaban Islam sangat penting untuk dipelajari dikarenakan tiga hal, yang pertama; memberikan pemahaman yang utuh mengenai sejarah peradaban Islam, kedua; memberikan kajian tentang pendekatan-pendekatan sejarah, dan yang ketiga; memberikan pemahaman objektif seputar fakta sejarah peradaban Islam. Kata “Sejarah” berasal dari bahasa arab “syajaratun”, artinya pohon. Apabila digambarkan secara sistematik, sejarah hampir sama dengan pohon, memiliki cabang ranting, bermula dari sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Seirama dengan kata sejarah adalah silsilah, kisah, hikayat yang berasal dari
PAI Berbasis Moderasi Beragama ~ 239 ~ bahasa arab. Sejarah dalam dunia barat disebut histoire (Perancis), historie (Belanda), dan history (Inggris), berasal dari bahasa yunani, istoria yang berarti ilmu. Menurut definisi yang umum, kata history berarti ”masa lampau umat manusia”. Dalam bahasa Jerman Disebut geschichte, berasal dari kata geschehen yang berarti terjadi. Sedangkan dalam bahasa Arab disebut tarikh, berasal dari akar kata ta‟rikh dan taurikh yang berarti pemberitahuan tentang waktu dan kadangkala kata tarikhus syai‟i menunjukkan arti pada tujuan dan masa berakhirnya suatu peristiwa. Dalam Pengertian lain, sejarah adalah catatan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau (even in the past). Dalam pengetian yang lebih seksama sejarah adalah kisah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Dengan demikian, pengertian Sejarah Peradaban Islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai sekarang. Cabang ilmu yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam, baik segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Dengan demikian, antara sejarah dan peradaban Islam dan cabang-cabangnya perlu direskrontruksi dengan perkembangan zaman, karena sejarah peradaban Islam dan cabangnya berawal dari sebuah ide, gagasan, dan konsep pada masa lalu. B. Manfaat dan Urgensi Mempelajari Sejarah Peradaban Islam Sejarah mencatat kondisi kebesaran Islam berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana pada waktu itu dunia Islam menjadi kiblat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Namun, sangat memilukan bahwa masyarakat Indonesia yang religius dewasa ini terpuruk dalam himpitan krisis dan terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan. Laporan pengamat asing satu dekade yang lalu tentang Indonesia yang memiliki etos kerja yang buruk dan korupsi yang sangat serius (the lousy work ethics and serious corruption) ternyata kini tidak dapat diganggu gugat lagi. Bahkan sekarang terbalik, Negara Barat menjadi model bagi negaranegara yang berkembang termasuk Indonesia. Oleh karena itu,