The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agnestrimaryunani, 2022-02-09 20:00:13

1001 Antologi Gogyoshinus Kedua_

1001 Antologi Gogyoshinus Kedua_

(114) DOA SENJA SANG KODOK

Prekkk, prekkk, bumm, bumm, prekkk, bumm
Riuh reriang swara alam berhiaskan sendu
Diiringi decak-decak kagum
Doa sang kodok bertalu bersahut
Seluruh isi alam bersunyi diri, hilang ombak hilang riak-riak
-
Bersantun bersujud syukur
Sang gemawan bersepoi sendu di atas sana
Seolah turut beringsut manja
Seiring merdu swara prekkk bumm, prekkk, bumm.
"Selamat datang senjaku senyap!"

#gogyoshiren_Beny Kristo (2021)

(115) BERGURU PADA AIR MENGALIR

Berlayarlah kau hingga ke ujung sadarmu
Meliuk menikung mengitari dan mengalir
Bersabarlah karena kau tahu arah pergimu
Dan janganlah lagi kau sesekali berbalik
Karena aku pun telah rela berguru padamu

#gogyoshinus_Beny Kristo (2021)

(106) KATA TERAKHIR DARI MULUTKU

Di lereng bebatuan bisu ini, aku ingin menggapai pundak sunyimu kasih
Di ketinggian langit kuasamu, aku rindu meraih secuil impian tulusmu kasih
Kini, di balik keteduhan bayangan dirimu, aku bermimpi tentang raibnya
cintaku
Aku kini, hampir juga kehabisan imajinasi buat menyayat memarku di
hatimu
Yang tersisa kini, hanya sepenggal kata terakhir dari desah mulutku, "aku
haus!"

#gogyoshinus_Beny Kristo (2021)
45

(117) ERAT-ERAT KUMEMELUK DERITAKU

Aku terpejam erat-erat sekuat dayaku demi memelukmu deritaku
Ibuku, sang setiawati itu, telah mengajariku, untuk tidak meloloskan sekejap
pun, si yatim piatu itu beranjak dari sisiku
Kata bundaku, "Nak, si derita itu anak kesayangan ibu, jangan kau
mengusiknya!"
Dan sejak itu, aku pun mengangguk ragu-ragu, apakah aku sanggup
menggapainya, tatkala dukaku datang menggayut di ujung cemasku.
Wasiat bunda, kini kupeluk teguh, seteguh bunda teguh melahirkanku

#gogyoshinus_Beny Kristo (2021)

118) DI LORONG KESADARAN BERNAMA KASIH

Aku berdiri terpaku di sudut sunyi ini
Menanti tibanya kau, sang lorong waktu
Aku dan engkau kini turut bersujud
Di rerelung ketakpastian ini
Juga demi kau, sang kesadaran

#gogyoshinus_Beny Kristo (2021)

(119) CINTA DI ATAS SEGALANYA

Deus caritas est adalah topik terakbar
di segala ujung bumi dan segala zaman
Seluruh dalil kehidupan tunduk padanya
Perlahan segala sesuatu mengalir ke sana
Apa pun biarpun walaupun bagaimanapun
Amor omnia vincit cinta luluhkan segalanya

#gogyoshinus_Beny Kristo (2021)

46

(120) BOLA MATA PENDUSTA

Bola-bola matamu itulah jendela batinmu
Gerak mata itu ekspresi sejati pribadimu
Matamu berkisah tentang siapakah kamu
Dan bola mata yang selalu remang jelilitan
Itulah ciri kedipan bola mata si pendusta

(Beny Kristo. Malang, 2 Maret 2021)

47

GOGYOSHINUS PRASETYA UTAMA

BIOGRAFI SINGKAT

Prasetya Utama lahir di Kutoarjo 07071949.
Alumnus HI Fisipol UGM (1973), Filsafat
FSUI (1986), Komunikasi UT(2006). Puisi
pertama terbit di "Societas", koran kampus, "
poemhunter" (E-book), cerpen dan berbagai
feature, artikel pernah dimuat di koran;
Menado Post, Bali Post, Pelita, Priritas, Media
Indonesia. Majalah; Majalah Tennis, Majalah
Topik, Jurnal Ekuin, Paradigma, Persadi,
Trisakti. Sekarang senang nulis Gogyoshi
Nusantara.

(121) SAMUDRA

Samudra luas tak bertepi
Garis batas kaki langit
Meski rindu setengah mati
Hanya sakit menggigit
Cakrawala sepi.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(122) OMBAK

Kemarin ombak tinggi, hujan badai
Merobek layar perahu
Nelayan tetap mengayuh perahu
Ke tengah laut sampai maut menjemput
Sebab hidup keluarganya tergantung laut.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

48

(123) IKAN

Ikan besar, ikan kecil berenang bebas
Tak kenal air tawar atau air asin
Dari pegunungan, tanah datar dan lautan
Semua orang takjub ketika
Engkau membagi Sekeranjang ikan kepada kerumunan.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(124) IA

Ia dapat berjalan di atas ombak
Ia dapat menghidupkan orang-orang mati
Pemimpin sejati menaklukkan
Gelombang tinggi ombak di lautan
Menghidupkan jiwa-jiwa mati.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(125) KESEIMBANGAN

Banjir berita dan kenyataan menjerat
Pertimbangan akal sehat
Berbaur masa sejarah, kini dan masa depan
Menggerus jiwa papa dan tubuh rapuhmu
Utamakan keseimbangan.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

49

(126) DELAPAN

Angka delapan dibentuk dari angka nol
Juga semua angka digital dunia maya
Angka keramat bagi orang yang senang menempuh jalan lurus menuju
pencerahan
Menuju kosong bukan hampa tetapi keabadian
Dasar kelahiran semua karma dimulai dari sini.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(127) KOLECER

Pernah bersama teman berladang
Di belakang taman bunga
Menanam jagung dan kacang
Para pemain "kolecer" panen duluan
Alibi perampok belaka

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(128) CUAN KI

Bakso ikan
Bakso tek tek
Bakso kuah
Bakso ayam bakso sapi
Semua gurih pas hujan rintik-rintik.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

50

(129) BUNGA PERSIK

Bunga persik bermekaran
Di musim semi, Mei Lan menari
Kho Shin Fung bak bunga bakung
Cinta kasih harum aroma melati
Selalu terbawa mimpi.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(130) LANGIT

Mama mengetuk jendela kos
Aroma hio langit musim semi
bercampur harum mi goreng pangsit
Tahu aja perantau kelaparan
Langit surga terbuka buat roh baik hati

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(131) MUSIM SEMI

Musim berganti
Angin meniup lembut
Berjuta kenang melekat
Hio terbakar berharap berkat
Cinta abadi

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

51

(132) KIDUNG

Ada nyanyian senantiasa menjaga
Sepanjang malam tidur penuh mimpi
Menyingkirkan semua bahaya
Semua durhaka sirna
Oleh kejernihan hati

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(133) NYENYET

Siapa tiada henti
Bercermin pada sepi
Relung- relung hatinya
Senantiasa bergema nada
Cinta.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(134) KEDUNG

Nanti jika sungai
Sudah kehilangan "kedung'
Aku tidak lagi dapat bercermin
Permukaan airnya keruh
Sungai menjadi dangkal, kata simbah

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

52

135) JEMBATAN

Berdiri di atas jembatan
Kulihat air keruh mengalir deras
Hujan semakin deras
Korban Covid19 dan banjir
Mengaduk sejuta asa

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(136) PINTU

Di lembah banjir menerjang
Di gunung lebah berdengung
Di balik pintu, penguasa bersitegang
Berebut harta, sementara corona melenggang,
Di jalanan anak-anaknya mengerang kelaparan.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(137) HOMO LUDENS

Seharian bermain catur
Meski corona menegur
Mereka tak hendak mundur
Mereka hanya peduli kesenangan diri
Manusia makhluk bermain.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

53

(138) DONGENG

Nenek saya senang mendongeng
Sebelum tidur dalam remang cahaya
Lampu ublik di dalam bilik bambu
Di antaranya tentang persahabatan
Si monyet dan buaya.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(139) DAUN

Kucingku merenung
Ingin menggambar daun-daun
Daun-daun tumbuh dari ranting
Dapat makanan dari akar pohon
Kucing mengejar ikan daun mencari matahari.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(140) CINTA DAN KASIH SAYANG

Cinta anak-anak muda
Tidak dapat disembunyikan
Ketika mereka saling berbagi milik
Paling berharga dalam hidupnya
Cinta dan kasih-sayang yang tulus.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

54

(141) KALI JALI

Sungai itu mengular
membelah kota
Berkelok membelah desa-desa
Menuju Laut Selatan
Lautan Mitos kenangan.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(142) ULAR

Pulang dari simbah buyut tengah malam
Kami melalui jalan rimbun bambu
Asyik bercerita mendadak kejatuhan ular
Asyik hilang, bubar jalan
Lari cepat pulang ke rumah.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(143) IBUNDA

Ketika anak- anak masih kecil
Ia menerobos hujan
Mencari warung nasi tuk sarapan
Belum ada telur dan mi instan
Sepasang bibirnya tak henti melantunkan harapan.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

55

(144) TITIK AKHIR

Titik awal dan titik akhir
Sebenarnya sama
Tidak bagi penonton berbeda-beda
Penjudi tahunya "menang! " emoh mikir,
Bandar hanya mikir, "emoh rugi."

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(145) TITIK SEPI

Kembali ke titik nol
Kembali ke titik sepi
Mereka melangkah gontai
Menuju titik awal dan masker
Siap lari ke titik finish?

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(146) DENGKUL

Berjalan kaki memutar lapangan bola tak apa
Agar dengkul dan tulang-tulang kaki
Tak keropos dimakan usia
Dasar aki-aki
Tak mau berdiam diri

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

56

(147) LONCENG

Lonceng, genta, beduk
Dipukul bertalu-talu
Memanggil jiwa-jiwa resah
Tak ada duka tak berujung
Ujungnya cinta, jika di sana tiada.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(148) MENDUNG

Hujan reda mendung
Masih menggelantung
Chandra-Aditya tak menyapa
Tunggak Jati meranggas
Tunggak Jarak mratak

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

(149) JARAK

Jarak Sidarum
Dari Prambanan dan Borobudur
Kurang lebih seratus kilometer
Dua jam perjalanan naik bus umum
Jarak menghablur jika rindu.

#gogyoshinus_Prasetya Utama (2021)

57

(150) MATA RANTAI

Hujan dan corona
Memutuskan mata-rantai segala
Jangan tenggelam dan larut dalam duka
Ciptakan canda
Agar pagebluk cepat berlalu

(Prasetya Utama) ©Pras 1 Ut. Bgr. 04022021

58

GOGYOSHI STEPANUS BAMBANG NUGROHO

BIOGRAFI SINGKAT

Nama : Stephanus Bambang Nugroho,
Nama Pelukis dan Kartunis :Stephanus
GRO. Dipanggil : GRO. Kelahiran :
Magelang, 2 September 1952.
Alumni :Jurusan Seni Lukis, STSRI
ASRI, Yogyakarta, Angkatan 1973..
Profesi : Pelukis, Kartunis, Guru
Gambar. Sampai saat ini :GURU
GAMBAR SMP

(151) MELUKIS LANGIT

Hatiku ditantang kanvas
Kuambil kuas dan cat akrilik
Aku goreskan ideku di kanvasku
Lukisan di kanvasku seperti langit
Padahal obyekku wajah ibukota raya

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(152) NOSTALGIA 3

Seorang wanita seksi
Berjalan di depan rumahku
Aku bersiul ria menggodanya
Wanita seksi itu menghampiriku
Aku lari ternyata beliau adalah guruku

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

59

(153) ADA BANJIR (1)

Ada banjir
Terlihat rakyat masyarakat
Bergotong royong penuh ikhlas
Wow para pemimpin berteori banjir
Ooh, katanya air itu rumahnya di tanah

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(154) ADA BANJIR (2)

Ada banjir
Ada banjir
Ada banjir
Disingkat menjadi anjir
Ada pejabat banjir

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(155) TAK TEMBAK DIA

Anak pria Sekolah Dasar
Pulang selesai hasta karya
Mama tadi cewek itu tak tembak
Lho, apa dia mau ditembak pakai apa
Ya itu pakai lem tembak panas katanya

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

60

(156) LOGIKAKU

Aku berhasil menjadi gubernur impian
Didukung oleh kelompok rad dan ikal
Ternyata itu dua kelompok yang terlarang
Logikaku aku harus mundur kan malu
Aku mundur ya, tidak ikut ibukota sana

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(157) SATU-SATUNYA DI DUNIA

Berbagai cara manusia
Untuk menyatakan cintanya
Hanya satu-satunya ada di dunia
Berada di negeri kita penuh cinta ini
Menyatakan cinta dengan menembak

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(158) LAYANG-LAYANG

Layang-layang,
Melayang-layang,
Menjulang, menukik,
Menari ke kiri, menari ke kanan,
Dengannya inginku melayang-layang.

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

61

(159) BLT

Telah hadir blt 300.000k
Di kota raya 300.000k 1 porsi makan
Di pinggiran kota raya 300.000k
Untuk 1 bulan makan sekeluarga
Wow, fantastis tak ada di logika

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(160) LANGIT PEKAT

Menjelang magrib
Gerimis rapat hadir keras
Langit berwarna hitam muda
Pekat terlihat rasa tidak terpikat
Masih terekam kabar banjir di kota

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(161) SANG LANGIT

Sore sedang cerah
Sendiri melihat ke atas
Langit biru merangsang hati
Ingin menuju ke sana nun jauh itu
Sang langit lukisan alam indah nian

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

62

(162) PANCURAN

Masih terlihat indah
Pancuran dekat sawah
Gorong kecil dari bambu
Pengarah jalannya air bening
Air terjun kecil kata anak kecil itu

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(163) BELAJAR JUJUR

Tiba waktunya
Ujian praktik di sekolah
Secara live para siswa berujian
Satu yang diharapkan ada kejujuran
Di belajar Online orang tua yang belajar

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(164) KERBAU T'LAH DATANG

Dimasa pandemi ini
Kerbau t'lah datang
Tikus pamit pergi
Semuanya berharap batin
Pandemi berkenan ikut tikus

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

63

(165) 24.00

Pukul 24.00 jam 00.00
Tengah malam hadir tepat
Malam menjelang imlek suci
Tiada gerimis mampir menari
Panas terasa bersama bahagia

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021
)

(166) 12022021

Lihatlah angka itu
12022021 cantik nian
Hadir dimasa pandemi ini
Bersama shio kerbau logam
Selamat tahun baru imlek 12022021

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(167) ITU HAK MEREKA

Dalam situasi pandemi ini
Masih ada tayangan duniawi
Disebutkanlah harga luar biasa
Di sekitarnya sedang banyak derita
Itu hak mereka beretikakah mereka?

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

64

(168) BERITA HARI INI

Hari ini di ibukota raya
Dihadiri banjir di seluruh sudutnya
Kami di sekitar hanya bisa berempati
Banjir hadir kapan para pemimpin hadir?
Berita hari ini

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(169) PPKM MIKRO

Hijau
Kuning
Oranye
Merah
Aku pilih hijau

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(170) 3M

Aku masih heran
Ajakan sehat melalui protokoler
3M tidak dijalankan dengan serius
M5 yang tidak sehat masih diminati
Aku masih heran

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

65

(171) AKU HANYA DEBU

Aku hanya debu
Kadang tak tahu aku ini debu
Berlagak paling-paling dari paling
Tuhan di depanmu aku hanyalah debu
Tuhan ampunilah aku yang berdosa ini

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(172) NOSTALGIA 1

Waktu itu
Aku masih di Sekolah Rakyat
Waktu itu
Aku berkeringat dingin aku malu berat
Waktu itu aku mencret ria di kelas

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(173) ALBUM LAMA

Sering lupa atau terlupakan
Akan jalanku kadang tak lurus
Ngalor-ngidul ngetan bali ngulon
Kulihat album lamaku di lemari itu
Mengingatkan aku untuk mawas diri

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

66

(174) DRACULA

Ketika aku anak-anak
Diajak orang tua ke bioskop
Menonton film misteri dracula
Dracula hanya takut dengan Salib
Logikaku takut Salib berarti dracula

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(175) BERTOLERAN

Imlek telah hadir di sini
Mereka beramai-ramai ria
Bertoleran diunggah di sana-sini
Lainlah jika Natal hadir di negeri ini
Mereka kocar-kacir sambil teriak kafir

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(176) NOSTALGIA 2

Di sebuah warung makan
Kunikmati nasi bersama iwak
Kuminum air di dalam botol bir itu
Oh air terasa bernuansa sabun
Pak ini minumnya bukan itu aku malu

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

67

(177) MISTERI BENCANA

Bencana dan keberuntungan
Dua keadaan yang penuh misteri
Bencana dan keberuntungan
Tidak berbeda adalah sama saja
Tidak ada salah hanya Tuhan yang tahu

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(178) AKU BOLEH HERAN?

Aku senang menulis aku boleh heran
Di ibukota raya baru mengidap banjir
Para rakyat beramai-ramai gotong-royong
Para pemimpin beramai-ramai cari panggung
Aku boleh heran? panggung kok dicari

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

(179) VALENTINE

Menyebar kasih sayang
Di rumah saja aman dari corona
Menyebar kasih sayang
Di luar rumah ada bahaya corona
Corona senang dengan kerumunan

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, (2021)

68

(180) MENGONGGONG

Dahulu
Anjing menggonggong kafilah berlalu
Sekarang
Anjing menggonggong tenang biarkanlah
Nanti alami pasti kan berhenti sendiri

#gogyoshinus_gro. (Stephanus Gro, 15022021)

69

ALBERTUS HARIYANTO

BIOGRAFI SINGKAT

Albertus Hariyanto, lahir di Ngawi, 15 April
1971. Adalah anak ketiga dari tiga bersaudara
dari pasangan Antonius Siman (alm) dan Maria
Dinah. Pendidikan formal ditempuhnya di
SDN Widodaren IV (1984), SMPK Wijaya
Widodaren (1987), SPG St. Bernardus Madiun
(1990), dan S-1 ditempuh di IKIP Budi Utomo
Malang (2006). Selepas dari SPG St.
Bernardus Madiun, bekerja sama dengan
Yayasan Darma Ibu Paroki St. Yusuf Blitar
mendirikan Taman Kanak-Kanak di Desa
Ngeni Kecamatan Sutojayan (sekarang kecamatan Wonotirto), yaitu TKK
Indriyasana sekaligus menjadi Kepala TK dan merangkap sebagai guru.
Setelah itu menjadi guru di SDK Stella Maris Surabaya di bawah naungan
Yayasan Santa Perawan Maria (SPM). Beberapa waktu kemudian
mengabdikan diri menjadi guru di SDK Xaverius Surabaya di bawah
naungan Yayasan Mardi Wiyata milik Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus
(BHK), kemudian dipindah tugaskan di SDK Frateran 1 Kediri, dan
selanjutnya dipindah tugaskan kembali di SDK Mardi Wiyata 2 Malang
sampai sekarang.

(181) BELAGU

Gelakmu menggelegar laksana halilintar
Menerjang menyambar runtuhkan karang
Lagakmu mengumbar angkara murka
Tatkala sepoi surga sejenak singgah
Membusung dada belagu kau tontonkan

lbertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

70

(182) MENANAM KESUMAT

Bersegeralah sadar
Menata ucap pada mungil bocah
Lantunan cemooh hina yang kau lontar
Rapi terpatri pada lembar ingatannya
Perlahan kau tanam dendam di hati putihnya

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(183) DI MANAKAH NURANI ITU

Tampak tergambar wajah lugu ayu
Raut suci khusuk berselubung nirwana
Miris tersiar warta nista
Orok suci tercipta dari nikmat nafas dosa
Di manakah nurani itu hingga kau sirnakan darah dagingmu

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(184) RINDU MENATAPMU

Entah harus tertawa atau kecewa
Kala terwarta PPKM diperpanjang
Karena tak lagi ada beda
Di rumah di sekolah tetap saja bekerja
Yang pasti rindu menatap tingkah polah mereka

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

71

(185) MAAFKAN AKU TUHAN

Pagi ini
Belum sempat rasa syukur terucap
Egoisku menutup gelap nurani
Tuturku menyayat hati-Mu
Ampunilah aku Tuhan

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(186) DI ANTARA DUA PILIHAN

Perlahan bocahku beranjak dari tidurnya
Malas masih terlihat jelas dari rautnya
Dua pilihan telah tersaji
Menikmati mimpi
Atau mengikuti materi

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(187) KAU DAN ADIKMU

Kala cubitan gemas mendarat
Lengkinganmu pekakkan indra rungu
Dia diam kau buat merajuk
Nakal tanganmu usili tenangnya
Kau dan adikmu bagai Tom n Jerry

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

72

(188) BUKAN HUKUMAN

Tidaklah cukup merintih mengaduh
Terhadap apa yang menimpa
Itu bukan hukuman
Hanya sebuah peringatan
Bersyukur sembah sujudlah

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(189) PENGORBANAN CINTA

Belum terdengar kokok jantan
Sejenak simpuh pada Sang Khalik
Dikecupnya kening buah hati yang masih menikmati mimpi
Menerjang hangatnya kabut pagi
Demi buah cinta dan keluarga

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(190) WAKTUMU TELAH SELESAI

(Elisabeth Soiyem)
Ibu waktumu tlah usai
Simpul senyum manis tak lagi tertebar
Santun sapa dari ujung bibir tak lagi terdengar
Semalam sang kehidupan mengundangmu
Nirwana gempita menyambut hadirmu

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

73

(191) LUNAS TERBAYAR

Hari ini
Kudengar lagi
Warta duka dari keluarga
Selamat menikmati firdaus baru
Sakitmu sudah lunas terbayar

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(192) MEMBAYANG NIKMAT

Terlalu lama guyuranmu kali ini
Menerjang sudah pasti kuyup
Menunggu tidak tahu sampai kapan
Alunan musik perut tak lagi nikmat didengar
Terbayang bentang spanduk bertuliskan Soto Lamongan

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(193) BINGUNG

Berserak bak sampah yang tak lagi berguna
Buku-buku itu mencibir menghina
Mengantre meminta segera disapa
Menumpuk tugas yang entah berapa
Bingung, itu salahmu bukan salahku bisiknya

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

74

(194) KODRATMU

Mata kantuk itu masih terlihat jelas
Lunglai malas tubuhmu tampak terlihat
Kikuk tangan jemarimu belum terbiasa
Itu tugas kodratmu nanti gadisku
Taburi hidangan itu dengan aroma cintamu

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(195) CEKATAN

Terlihat terampil bak koki ternama
Lihai tanganmu menggerus meracik
Kau bisa kau mampu
Olahmu nikmat memikat
Sunggingmu penambah nafsu.

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(196) PASTI BISA

Aku, kamu, bisa
Anda, mereka, bisa
Kami, kita pun pasti bisa
Memilih menalar jawaban yang tepat
Mengakhiri pamulangan semester ganjil ini

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

75

(197) ZONA MERAH PEKAT

Sejenak menyejukkan
Awal tahun nanti bisa melebur hangat
Membayang lucu tingkah polah cerianya
Ternyata malah tersiar kabar
Zona merah pekat memeluk erat wilayahku

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(198) MENGAPA

Sejenak murung
Sesaat ceria
Sebentar sedih
Sedetik bahagia
Mengapa begitu mudah berubah

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(199) TAHANLAH HUJANMU

Gelap pekat mendung di langit
Menggelegar halilintar berkilat
Tahanlah sejenak hujanmu
Sebentar lagi sudah kelar
Tungguku hingga jumpa mereka

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

76

(200) RINDU YANG TERTAHAN

Dua pekan tertahan
Menggumpal dalam relung kalbu
Rindu itu tak lagi mampu terbendung
Hari ini wangi aromamu
Kau benamkan hangat dalam dada

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

77

78

(201) SAMBUT HANGATMU

Langkahku berhenti di pelataran
Di depan asri griya sang pujangga
Silakan, suara itu menyapaku santun
Hangat sambutmu menerimaku
Lirih suaramu bercerita penuh wibawa

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(202) KISAH JUANGMU

Di sini pada pusara damaimu
Tergambar keriput dada gelapmu
Perlahan kueja satu demi satu kisah juang itu
Kuyup batu nisanmu oleh linang sesal
Nikmati hasil jerihmu dari surga bapakku

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(203)MENCARI KITA DI TENGAH AKU

Di manakah aku
Adakah engkau
Masihkah mereka
Terselip dalam lipatan rasa
Temukanlah kita dalam akumu

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

79

(204) JANJI PAGI

Bergelayut mendung sedari pagi
Pekat terlihat di atas awan
Menutup senyum sang siang
Janji menyibak pedut pagi
Pada gigil rerumput ilalang

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(205) DUA ADVEN

Satu lilin dinyalakan
Dua pijar t'lah memancar
Hanya sebatas tanda
Tak mampu memandang rupa
Ingin bersimpuh namun terhalang mala

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(206) GAUDETE

Hari ini pijar ketiga dalam lingkar adven
T'lah menyala warna lilin yang berbeda
Perpaduan putih dan ungu
Tanda sukacita Natal tlah tampak
Minggu gaudete bersuka citalah menyambut lahir-Nya

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

80

(207) BERDEBAR

Satu semester t'lah berlalu
Tiba saatnya memetik hasil
Berdebar saat mengantre dipanggil
Apa pun hasilnya
Semua adalah juangmu di masa pandemi ini

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(208) LAYAKKAH AKU

Tertulis jelas muasalmu
Dari Abraham hingga padamu
Empat puluh dua silsilah tertulis
Layakkah aku menyebut
Keturunanmu berikutnya

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

(209) HUJAN BERKAT

Sedari senja hujan tak henti
Menjadi berkat pergantian tahun
Bersama dalam dingin malam
Menghangat cengkerama keluarga
Bersyukur simpuh menyambut tahunmu

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

81

(210) BISIKKAN PADAKU

Apa yang hendak kau wartakan
Apa yang hendak kau bisikkan
Setelah sekian hari kau terbungkam pekat
Berharap indah cerita yang kau bawa
Kujadikan pijakan memulai langkahku

(Albertus Hariyanto. Malang, 2 Maret 2021)

82

GOGYOSHI JIMMY CARVALLO

BIOGRAFI SINGKAT

Jimmy Carvallo, lahir di Manggarai, Flores
Nusa Tenggara Timur pada 28 April 1978.
Pernah belajar pariwisata di Hotel & Tourism
Training Center Bali. Sejak SMA suka
menulis puisi dan esai lepas di media-media
lokal NTT. Antologi Puisi pertamanya akan
terbit berjudul "Purnama di Langit Labuan
Bajo" Saat ini, Jimmy, panggilan kesehariannya, tinggal di Ruteng, Pulau
Flores.

(211) WAJAH (Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021
(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021
Di depan cermin tua yang retak
Kutatap wajah letih kusam ini
Gambaran luka telah mengering
Dari suatu masa 'tak terlupakan
Ketika air mata mengganti kata-kata

(212) MENCARI IBUNDA

Sepi mengitari jejak-jejak rindu
Menyusuri liku kenangan masa kecil
Bersama ibunda yang kini telah tiada
Waktu terlalu cepat menggulung cerita
Hanya doa yang menemani derita

83

(213) DI SIMPANG LAMPU MERAH

Siang yang bising di simpang lampu merah
Terik mentari terus membakar kulit tubuh kecil
Seorang bocah peminta-minta maju gemetar
Menadahkan tangan memohon sedekah
Pada barisan mobil mewah yang tak peduli

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(214) SURAT DARI MANTAN KEKASIH

Sayang, apa kabarmu sekarang?
Sudah lama aku merindukanmu
Tapi, maafkan aku kalau telah berubah
Karena cinta bukan hanya soal perasaan
Juga bayangan soal perbaikan nasib

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(215) LANGIT TANPA BINTANG

Malam semakin dingin saja
Detak jam dinding kian terdengar jernih
Pertanda malam sudah jauh larut
Dari balik kaca jendela penuh embun
Kupandang langit tanpa bintang, ah, sepi nian

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

84

(216) CINTA

Dari sekuntum mawar aku belajar tentang cinta
Mekar lalu layu, harum sesaat sebelum gugur
Dikagumi, dipuja namun hanya untuk sesaat
Duh, seperti mainan anak kecil saja rupanya
Aku tak ingin dicintai, kalau hanya akan dilukai

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(217) PRAMUGARI

Dikau adalah perempuan paling cantik
Yang pernah kulihat sepanjang hidup
Betapa sempurnanya Tuhan menciptakanmu
Sehingga aku pun terpesona tiada habis
Dan selalu ingin melukis wajah ayumu di mimpi

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(218) SEPEDA TUA

Sepeda tua itu selalu melintas depan rumahku
Dikayuh seorang tua renta, veteran perang
Dengan dada membusung dan senyum bangga
Ia sering membayangkan dirinya beruntung
Pernah luput dari perang berdarah dua jaman

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

85

(219) PADA UJUNG BATAS

Pada akhirnya kita semua hanya bisa terdiam
Melihat ketidakadilan semakin merajalela
Jeritan sendu tenggelam dalam propaganda.
Pada ujung batas putus asa kita harus berpuisi
Menoreh banyak pesan tanpa banyak bicara

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(220) AWAN CINTA

Andai cinta menerbangkanmu setinggi langit
Tentu aku akan setia menunggu di sana
Bersama kita mengumpulkan awan-awan
Lalu membentuknya menyerupai sebuah hati
Lihatlah, betapa angin pun tak ingin menghalau

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(221) MUSIM PANEN TELAH DEKAT

Di sawah padi-padi mulai menguning
Jerih lelah petani pun berganti riang
Segerombolan burung pipit terbang berputar
Melintasi atap pondok yang hampir rubu
Seakan ikut senang musim panen telah dekat

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

86

(222) CORONA

Sudah setahun kita digilas wabah corona
Banyak yang kalah, harus menyerah pasrah
Hidup begitu cepat berubah tanpa kendali
Tambah terasing, dipermainkan waktu
Lalu, sampai kapan kita mesti menunggu?

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(223) SALING BERSANDAR

Jangan karena tak bisa sependapat
Kita saling tabrakan membela kehormatan
Sebab kesempurnaan bukanlah milik kita
Yang dicipta sebagai makhluk penuh rapuh
Tuk saling bersandar bagai insan bersaudara

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(224) SUMPAH LUGU

Suatu senja kita pernah bercerita
Kalau kelak kita akan menikah
Walau tanpa restu orang tua, haru
Bila kuingat lagi sumpah lugu itu
Ah, betapa aku ingin tertawa saja

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

87

(225) DERMAGA TUA

Di sini, pertama kali kita bertemu
Di sini pula terakhir kali kita berpisah
'Kupergi membawa sesal, kau apalagi
Suratan takdir tak mungkin bisa ditolak
Kita ternyata berbeda dan tak direstui

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(226) CINTA BERTANYA

Pernahkah kau merasa cemburu padaku?
Katakan "ya", tanpa harus berpura-pura
Bukankah cemburu menjadi tanda cinta?
Rasanya, aku tak perlu tanyakan itu padamu
Ataukah kau ragu pada setiaku selama ini?

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(227) TERKENANG BALI

Satu yang tak pernah jemu kupandang
Di Pulau Bali nan indah tiada tara
Kala purnama merangkak mendaki kaki langit
Deburan nyanyi ombak malam Pantai Kuta
Mengiringinya bagai canda manja dewa-dewi

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

88

(228) ELEGI CINTA

Sudahlah, jangan cerita isi hatimu
Musim kemarau telah menghapus
Semua sisa rinduku pada dirimu
Daun-daun flamboyan telah gugur
Meratapi takdir cinta pertamaku

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(229) MOTOR DAN BURUNG HANTU

Mesin motor meraung-raung larut malam
Entah apa yang dikejar di malam buta
Sepasang burung hantu sedang bercinta
Jauh di atas ranting pohon kering
Terbang jauh, sambil mengutuk motor itu

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(230) KERETA TERAKHIR

Deru mesin kereta terakhir Jakarta-Bogor
Membelah kesunyian malam
Perempuan muda duduk sendiri di sudut sepi
Ia tenggelam dalam lamunan masa lalu
Saat masih kecil dimanja kasih ayah-bunda

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

89

(231) SPEED BOAT

Dua speed boad berkejaran di lautan lepas
Bagai dua pasang camar putih di langit biru
Mereka melaju melayang bebas lagi lincah
Hingga ikan-ikan pun lari lepas kendali
Hanya seekor hiu, tetap kagum menonton

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(232) DERITA CINTA

Bila cinta memahkotaiku dengan derita
Percayalah, tiada sudi aku menolak takdir
Memilih tak beranjak dari istana cintamu
Adalah caraku mengungkapkan alasan
Tiada cinta tanpa derita, tiada derita tanpa cinta

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(233) BUNDARAN H.I

Ini pertama kali 'kuberdiri di Bundaran H.I
Tak jemu memandangi tugu dan air mancur
Jiwa serasa dibakar semangat baru
Mengadu nasib tak pasti di kota metropolitan
Mungkinkah esok aku masih bisa makan?

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

90

(234) AYAH

Desir angin senja membisikkan namamu
Kembali kuingat sejuta kebaikanmu, Ayah
Satu pun belum sempat kubalas jasamu
Dunia fana ini telah engkau tinggalkan juga
Lihatlah, aku merana mencari pelukanmu

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(235) KENANGLAH AKU SELAMANYA

Berjanjilah walau nasib kita kelak berbeda
Sampai kapan pun aku selalu kau kenang
Kisah kita terlalu indah dilukis tinta emas
Bagai guratan sinar surya memoles cakrawala
Tetap abadi dalam hari-hari yang terlewati

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(236) DOSA DAN AMAL

Dunia tak jarang memberi sepotong luka
Agar kita mengerti makna terdalam duka
Isyarat harus ada yang direnungkan lagi
Sambil berhenti melangkah sejenak
Menghitung dosa dan amal yang terkumpul

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

91

(237) BERKELANA

Pernah aku bermimpi menjadi musafir
Pergi ke mana saja sampai raga tak lagi sanggup
Berkelana tanpa tujuan demi habiskan waktu
Menemukan seseorang yang bisa menjelaskan
Bagaimana seharusnya kujalani hidup

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(238) SAPU TANGAN PUTIH

Sapu tangan putih masih tersimpan
Kau hadiahkan saat melepasku pergi
Mengarungi lautan meraih cita-cita
Betapa bahagia hati mengenang harapmu
"Pulanglah, aku tetap sabar menanti."

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

(239) SANDAL YANG TERJATUH

Sedari tadi dia mondar-mandir di terminal
Mencari satu sandalnya yang terjatuh
Saat tergesa-gesa menuruni angkot
Di antara penumpang yang berdesakan
Tanpa rasa peduli seorang pada lainnya

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

92

(240) BINTANG JATUH

Seekor anjing hutan melolong jelang subuh
Dilihatnya bintang jatuh ke ufuk timur
Cahayanya terbang indah bagai layangan putus
Semakin jauh yang tersisa hanya sinar buram
Sampai hilang di antara gelap pepohonan

(Jimmy Carvallo) / 5 Maret 2021

93

GOGYOSHI ROBERTUS SUTARTOMO

BIOGRAFI SINGKAT

Robertus Sutartomo adalah pensiunan guru
swasta sekolah Katolik yang lahir di Solo
tanggal 13 Mei. Ikut pelatihan penulisan di
berbagai kesempatan dan berpartisipasi
menulis beberapa buku antologi bersama
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias. Juga
buku Antologi dalam FAM (Forum Aktif
Menulis) Nusantara. Hobi coret-coret,
berpetuah.

(241) GELISAH

Hati resah menjerit pilu
Ketika duka selalu melanda
Menghunjam dalam kehidupannya
Tiada ampun datang silih berganti
Kini tak berdaya dan bisa berbuat apa-apa

#gogyoshinus (Robertus Sutartomo) / 2021

(242) LARA

Perih hati terlanda kedukaan
Datang bertubi-tubi tiada ampun lagi
Padahal ingin mendamba bahagia
Yang enggan datang bagai musuh
Entah sampai kapan datangnya cinta?

#gogyoshinus (Robertus Sutartomo) / 2021

94


Click to View FlipBook Version