(636) BUAH KASIH
Duniamu akan terasa lapang
Tanpa iri, dengki dan sakit hati
Ikhlas menjalankannya
Apa pun yang terjadi
Life must be go on Dia yang mengatur
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(637) WARNAMU
Tunjukkan Warnamu di dunia
Walaupun Dunia belum melirikmu
Jangan biarkan kegelapan menghalau warnamu
Jika api dalam dirimu masih ada
Pegang teguh, jangan biarkan padam
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(638) SENJA
Sudah lama sebenarnya dia ada
Tapi aku baru menyadarinya
Apakah warnamu seperti itu
Jingga, ditambah merah keemasan
Betapa menakjubkan
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
245
(639) JEJAKKU
Terbanglah, Jangan seperti seekor ayam
Jika mampu menjadi seekor Rajawali
Tenanglah!
Jangan kehilangan kendali atas dirimu
Nyatakan dirimu walaupun hanya setitik
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(640) JEJAKKU II
Kemauan
Daya, upaya, keteladanan
Kerjakanlah tanpa ragu-ragu
Lapangkan cakrawala hatimu
Kau 'kan dikenang, seperti yang kau inginkan
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(641) JEJAKKU III
Jangan biarkan sia-sia
Tinggalkan jejak
Lenyapkan bekas buruk
Terangilah jalan-jalanmu
Dengan terang yang kau bawa dalam hatimu
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
246
(642) JEJAKKU IV
Menyerah?
Aku bagaikan seekor domba penurut
Yang dibawa ke tempat pencukuran
Ingatlah! engkau dilahirkan jadi pemenang
Tapi, Roh itu penurut tapi daging tidak
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(643) JEJAKKU V
Kita terus bersifat duniawi
Ceroboh dan mudah goyah
Kebahagiaan yang fana
Hanya sementara
Terpuaskan gambar surga yang palsu
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(644) JEJAKKU VI
Masuk dalam keheningan
Kucoba tanya
Di dalam dinding-dinding kebimbangan
Coba temukan
Kemunafikan apa yang masih disembunyikan
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
247
(645) JEJAKKU VII
Terlalu banyak pembelaanmu
Celotehanmu itu telah membingungkanku
Mudah bagimu 'tuk menipu
Mencari pembenaran diri
Biarkanlah pohon ara saja yang dikutuk oleh Tuhan
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(646) TRAUMA
Terasa lemas tak berdaya
Seperti tubuh tak bertulang
Keringat dingin mengalir
Saat terdengar ambulans dan bendera kuning berkibar
Karena akhir-akhir ini berita kematian seperti menunggu giliran
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(647) DOGFOOD
Rasa ayam bakar
Rasa daging B2
Penuh vitamin tidak bikin ngantuk
Semangat pedagang menawarkan barang
Dalam hati, apakah dia sudah mencicipi?
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
248
(648) ADA BATAS
Kita dekat
Kawan melebihi kawan
Bahkan melebihi kekasih
Saling memahami
Tapi tidak melewati batas
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(649) KIKUK
Terbata-bata membaca jaman
Bingung menentukan langkah
Gagu ungkapkan rasa
Tertatih -tatih dan meraba-raba tentukan Langkah selanjutnya
Inikah keadaan sekarang?
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(650 ) BUMERANG
Apa
Di tangan siapa
Akan menjadi bagaimana
Akan kembali
Menjadi apa
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
249
(651) RANTAU
Seperti ranting merindukan belaian angin sepoi-sepoi
Atau si pungguk merindukan bulan
Mungkin lebih parah lagi
Seperti makanan tanpa garam
Tapi kupikir lebih dari itu
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(652 ) JANJI NIKAH
Ucapan kata
Mengikat kedua belah pihak
Sebuah kontrak
Bersifat sakral
Karena Tuhan menjadi saksi
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(653) TUMPEK
Bahwa aku pemegang segel dari cakra bumi
Tapi kusadari
Akulah jiwa
Bukan keinginan apalagi emosi
Bukan juga pikiran dan akal budi, kita hanyalah jiwa
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
250
(654) RESOLUSI
Dalam hitungan mundur
Seperti masuk ke lorong waktu
Ditemani secangkir kopi
Menikmati cahaya berpendar
Kuucapkan doa resolusi Tahun Baru
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(655) GANTI SHIFT
Siap tak siap
Harus move on
Tinggalkan cerita
Bikin cerita baru
Yang lebih seru
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(656) SILENT
Telah habis kata – kata
Pergerakan tangan pun berat rasanya
Biasanya lancar berkata – kata
Tapi, buntu rasanya
Mungkin ini lebih baik
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
251
(657) SILENT II
Di mana tubuh terdiam
Coba pusatkan pikiran
Menyaring sesatnya informasi
Tapi pikiran tak bisa terpenjarakan
Berkelana liar penuh imajinasi
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(658) PLEDOI
Coba merangkai kata, mencari dukungan
Massa digalakkan
Menutupi maksud sebenarnya
Ketika kejahatan di depan mata
Jika tidak berbuat apa-apa , maka jadilah itu sebuah kebenaran
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
(659) PERJUANGAN
Mengikuti semangat para pejuang
Tanpa menyerah
Terus melakukan serangan fajar
Hanya lewat sehari setelah hari pahlawan
Kuikat dirimu dengan janji di altar
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
252
(660) AJAIB
Hanya berupa lembaran
Semaraknya pun tak tampak
Seperti ada daya magis
Antara keberanian ataukah kegilaan
Berubah ujud, tanaman menjadi sedan
#gogyoshi Yohanes Hery Sujatmo / 17 Mei 2021
253
GOGYOSHINUS FRATER M. YASINTUS BHK
(661) MENTARI PAGI
Fajar pagi pembawa berita
Kokok ayam mengisyaratkan suara alam
Embusan angin pagi, isyarat tiupan napas Roh
Pulas tidur, lupa bangun pagi
Astaga terlambat kau mencintai udara pagi
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(662) TI'I LANGGA
Ti'i Langga melahirkan rasa bangga di hatiku
Ti,i Langga adalah topi kebesaran adat suku Roti, dari Pulau Roti
Ti'i Langga, bertengger di Kepala Presiden Negara Republik Indonesia
Ti'i Langga tanda kewibawaan dan kepercayaan diri
Rasa Bangga sebagai orang NTT dan wibawa Presiden RI memakai Ti'i
Langga
artinya Mencintai Nusantara dari Pulau Roti sampai Merauke- Papua
254
Keterangan:
(2) T L* DAN RB**)
*) TL artinya, Ti'i Langga ***)
**) RB artinya Rasa Bangga
---
***) Inspirasi dari foto Presiden RI, bertopi " T'ii Langga", pada hari
pendidikan Nasional, 2 Mei 2021. Sumber inspirasi dari Harian Surya, Senin,
3 Mei 2021, halaman 1 sambung halaman 11, Surabaya, 3 Mei 2021.
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(663) BERADAB
Bila engkau bersalaman dengan tua adat
Pakailah tangan kanan
Jika engkau sodorkan tangan kiri itu biadab
Jika engkau merangkul ibumu sambil meneteskan air mata
Iitu beradab sejak berabad-abad
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(664) AKU DAN ENGKAU BUKAN KITA
Aku punya tenaga engkau punya uang
Aku punya ketrampilan, engkau punya kata pujian
Aku punya ketaatan, engkau punya kuasa
Aku punya perasaan, engkau punya pengertian
Kita bukan lagi seperasaan, apalagi sehati, jiwa
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
255
(665) LARON MENARI
Seusai hujan sore-sore menjelang malam dingin
Nyala lampu listrik mengundang para laron berdatangan
Mereka, para laron menari-nari sampai sayap-sayap berjatuhan
Para laron menari terbang, ke sana ke mari, menikmati cahaya
Di mana ada cahaya lampu, di situ laron berdatangan
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(666) UJIAN DAN PUJIAN
Waspadalah terhadap setiap pujian
Hatilah-hatilah
Waktu menghadapi ujian
Sebab kasih akan teruji dari pujian palsu
Pujian tulus terpantul dari hati yang tulus
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(667) DIDAKTIKA HIDUP
Datanglah ke tempat favoritmu
Duduklah di tempat itu seorang diri
Diamlah dan resepkanlah dalam-dalam embusan angin senja
Dengarkanlah suara alam lewat kicauan suara tekur; kruk, kruk, kruk!
Hidupilah hidupmu dalam realitas hidupmu seorang diri
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
256
(668) MINYAK WANGI DAN JIWA
Minyak dan wangi-wangian
menyegarkan hati, namun patut hati-hati
Semerbak wangi bunga di taman bunga
Wangi-wangian menyukakan hati t e t a p i
Penderitaan merobek jiwa (Amsal 27:7)
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(669) PEMUAS RINDU
Selamat tinggal kampung halaman bersama rumah adat
Aku pergi mencari ilmu dan iman, pemuas rindu
Kuharapkan para leluhur sertaku di tanah rantau
Jiwa-raga, dan sukmaku terpelihara baik
Nama baik suku dan kuan1 terpatri di hatiku
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(670) UJIAN DAN PUJIAN DI HARI IDUL FITRI
Aneka ujian di hari harimu
Hatimu suci murni
Berikanlah maaf, lahir batin
Damailah bersamamu
Pujian, Mahasuci, itu pahalamu.
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
1 kuan, (bahasa dawan, Timor) artinya kampung halaman
/ Surabaya, 9-5-2021
257
(671) SENI DAN CINTA
Seni itu abadi
Cinta itu suci
Seni dan cinta, keduanya kekal
Cinta dan seni tidak pernah mati
Wariskan cinta dan seni
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(672) CAHAYA
Cahaya bagaikan lilin
Cahaya menembus cela-cela
Tanpa Merusak
Tanpa bersuara
Kaulah cahaya hatimu
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(673) MERAH
Darah merah memerahkan semangatku
Merah darahku
Putih, merah bendera bangsa Indonesia
Perjuangan para Pejuang Negeri
Darahku mengalir darahmu
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
258
(674) PUTIH
Putih kulitmu
Merah darahmu
Biru matamu
Hitam rambutmu
Suci hatimu
Itulah diri kita dari Sang Ilahi
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(675) ANGIN LEWAT
Numpang lewat
Hembus rasa halus
Sejuk rasa di kulit
Damai rasaku
Roh mau lewat, berupa angin malam
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(676) LIDAH API
Tidak terbakar
Bukan api
Membakar
Bersemangat
Kaulah Api Roh Kudus
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
259
(677) BUNYI
Bukan bunyi petasan
Gemuruh berburu
Gempar
Membumi
Suara ajaib
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(678) MERPATI
Warnamu
Putih
Kudus, suci
Rupamu
Merpati jinak utusan Roh Kudus
/ Surabaya, 22 mei 2021 (Menjelang pentakosta)
260
(679) SUNYI TANPA KATA HIKMAT
Datang sendiri
Duduk sendiri
Diam, bukan membisu
Doa tanpa naskah
Dengarkan bisikan nurani
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(680) DUDUK DIAM
Duduk diam, dikira nganggur
Duduk tanpa kawan
Diam kawan dari „jauh‟ tanpa senyum
Kawan, - bukan Lawan
Lawan menjadi adalah diam
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(681) LAWAN MENJADI KAWAN
Lawan menjadi kawan
Berdua lebih baik
Lebih keren, tunggal yang tinggal
Tunggal mandiri
Tangguh dalam diam, amat bijaksana
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
261
(682) SUNYI
Merenung seorang diri
Itu bukan nganggur
Hening, ketemu yang bening
Berkristal - bercahaya
oh, itu, air mata rindu
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(683) MUSIM BUNGA
Hamparan warna-wani menggoda mata
Kagum, heran, terpesona
Indah, di lukisan alam
Lukisan taman bunga
Hati berbunga-bunga, melihat bunga
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(684) TUHAN, AKU BERTANYA
Maaf, Tuhan mohon ampun
Bukannya aku berdoa
Juga bukan memuji, menyembah
Tapi ingin minta perhatian-Mu
Apakah Engkau Mahatahu, mohon perhatian-Mu.
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
262
(685) AKU TAK BISA PAHAM
Aku tak bisa paham Tuhan
Melihat sikap-Mu
Membebaskan akal manusia bebas berkreasi, inisiatif
Syukur, hormat, pujian atas kebebasan terbesar
Merdeka Belajar, akan kita renungkan dalam doa batin
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(686) EMPAT "N" (4N)2 DALAM HIDUP
N1 = Nilai yang terpenting , tertinggi dalam hidup
N2 = Nurani, pemilik otoritas hati nurani dalam hidup
N3 = Nalar, akal budi pemenggang kebijaksanaan dalam bicara
N4 = Nafsu, kenikmatan ujian dan pujian dalam hidup
Ke empatnya , berkolaborasi dalam satu raga yang ber-Roh
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(687) NILAI
Nilai bukan nomor urut, pertingkat , berjenjang
Niai sebagai sesuatu yang terpenting, terluhur, dalam hidup
Nafsu, nalar tidak sama dengan nalar
Nalar bukan nurani
Ke empat N perang dingin, sampai kedinginan
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
2 empat N" (N4) artinya,
N1= Nilai, N2= Nurani, N3= Nalar, N4= Nafsu
263
(688) NAFSU
N1 berlomba dengan N 2
N4 tarik menarik tali tambang dengan N3
Siapa Wasit penentu menang, kalah, benar, salah
Kenikmatan, nafsu adalah demokrasi meja makan
Nikmat, dan nafsu mengalahkan akal sehat dan nurani.
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(689) DILEMA HIDUP
Ingin 'ku wartakan yang 'ku lihat
Ingin 'ku buktikan yang 'ku dengar
Ingin 'ku nikmati yang 'ku rasakan
Ingin 'ku remas-remas yang 'ku raba-raba
Ingin 'ku renungkan dilema hidup ini
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
(690) BERHALA *)
Aset wisata lokal
Indah gayamu
Bertingkat
Berjenjang
Dari atas ke bawah, itu aslimu
--------------------
*) OEHALA, adalah air terjun alamiah berbentuk piala
di Soe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Penulis mengunjungi pada tahun 2001.
#gogyoshinus Frater M. Yasintus BHK (2021)
264
265
GOGYOSHINUS KRISTOFORUS KOPONG
BIOGRAFI SINGKAT
Kristoforus Kopong, S.Fil.,M.Hum, lahir
di Ende, Flores-NTT pada 5 Mei 1976.
Meraih gelar Sarjana Filsafat pada STFK
Ledalero tahun 2005 dan Magister
Humaniora pada Program Pascasarjana
Magister Hukum Kenegaraan pada UGM
Yogyakarta tahun 2009. Saat ini bekerja
sebagai staf pengajar pada Stipar-Ende dan
pengasuh Study Club Salvator. Menaruh
minat pada budaya literasi sejak berada di
bangku sekolah dasar. Karya yang dihasilkan: sebagai penulis dan editor
buku Membangun Kesadaran Kritis Orang Muda, Ende: Nusa Indah
(2014), Obor Pendidikan Karakter, Antologi Pendidikan Humanis, Ende:
Nusa Indah (2014), Koperasi Kredit Jalan Menuju Sukses, Yogyakarta:
WR (2018), Koperasi Kredit di Tengah Arus Digitalisasi, Yogyakarta:
WR (2020), dan Kolaborasi Puisi Sajak-Sajak tentang Cinta, Salatiga:
Griya Media (2020).
Karya mandiri: Membumikan Pancasila Mengurai Benang Kusut NKRI,
Yogyakarta: WR (2015), Berselancar ke Ranah Konstitusi, Yogyakarta:
WR (2017), Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi, Yogyakarta:
WR (2018), Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) di
Perguruan Tinggi, Yogyakarta: WR (2019), dan Pendidikan Pancasila di
Perguruan Tinggi, Yogyakarta: WR (2020). Bisa menghubung WA:
085239282551email: [email protected]
(691) INGIN PULANG
Dari balik awan aku menatap rembulan malam (Ende, 05.05.2015)
Kuterbayang seraut wajah penuh pengorbanan tulus
Ingin kusatukan mimpi menyulam kisah masa kecilku
Ibu, aku ingin pulang „tuk kaubelai dengan cintamu
Rembulan kutitipkan rinduku untuk dia yang di sana
266
(692) TERSOBE
Oh Golgota, kejammu melampaui Gabata
Tubuh suci terentang antara langit dan bumi
Tersobeklah sudah jantung mawar merah tua
Darah mengucur membasuh bongkahan dosa
Meterai suci perdamaian surga dan dunia
(Ende, 01.04.2017)
(693) PERAHU NEGERIKU
Oh perahu negeriku jangan retak buritanmu
Walau diterpa badai cacian oposisi yang kian dahsyat
Walau dihempas gelombang orasi berujung anarkis
Walau terseret riak-riak arus persekusi silih berganti
Nakhoda, bentangkan layarmu-pasangkan kemudimu
(Ende, 11.08.2020)
(694) ROSARIO CORONA
Seutas rosario indah melilit tangan Bunda
Kupinta padamu di sekujur bulir doaku
Oh Perawan Mulia berkabut dolorosa
Hantarlah anakmu mengayun sukma
Bebaskan dunia dari duka lara Corona
(Ende, 01.10.2020)
267
(695) TAK PEDULI (Ende, 19.6.2021)
(Ende, 17.09.2019)
Aku tak peduli apa agamamu (Ende, 08.11.2018)
Katolik, Islam atau pun Hindu
Kristen, Budha atau pun Konghucu
Kita memang berbeda agama
Tapi kita satu dalam kemanusiaan
(696) RAGA MAYA
Wahai raga maya tanpa nurani
Kau hembuskan hoax dan hoax lagi
Kau lacung jagat maya dengan halusinasi
Kau lacuri netizen dengan provokasi
Kembalikan jiwa „tuk membangun negeri
(697) DASI PANJANG
Tuan-tuan berdasi sukanya bermusyawarah
Sudah biasa mufakat kalau bersimbah darah
Dasi panjang-panjang tapi nuranimu parah
Merebut harta-takhta tanpa rasa bersalah
Rakyatmu gulana, negeri pun tidak berubah
268
(698) SEROJA KELABU
Prahara malam kelabu di Nusa Cendana
Seroja menyisir langit mendung menepis asa
Bandang datang menerjang canda tawa
Oh Pencipta adakah amanah di balik bencana?
Masih adakah mentari dan pelangi pelipur lara?
(Ende, 05.04.2021)
(699) RAHIM PANCASILA
Nasionalisme Putra Sang Fajar terpenjara
Ende, kota sepi tanpa gelora orasi politik
Raja podium hanyut dalam lautan kesunyian
Bersila merenung di bawah sukun bercabang lima
Lahirlah Pancasila dari Nusa Bunga „tuk Nusantara
(Ende, 01.07.2010)
(700) LELAKI TUA
Fajar menyingsing lelaki tua itu telah pergi
Hamparan ladang medan bakti mengais nasib
Terik mentari, guyuran hujan telah membatin
Di ufuk senja usiamu pun kau masih berbakti
Ayah, terima kasih atas pengorbananmu
(Nggemo-Magekapa, 29.02.2019)
269
270
(701) UNTUKMU POLITISI
Wahai kamu para politisi pemuja suara rakyat
Dentangan kampanyemu telah merebut hati rakyat
Janganlah kamu mengkhianati kedaulatan rakyat
Rakyat bukanlah komoditi kebijaksanaan sesaat
Kembalikan permusyawaratan seturut wasiat rakyat
(Ende, 09.12.2020)
(702) PANTAI MAGEKAPA
Magekapa, gemuruh ombakmu membahana
Embusan bayu senja menerpa segar nelayan
Deburan buihnya meleleh pada butiran pasir putih
Tarian camar menghiasi hamparan nan biru
Oh bayu senja kutitip syukurku tuk Sang Pencipta
(Nggemo-Magekapa, 20.08.2018)
(703) DEMOKRASI MENUA
Demokrasi parasmu dirias jemari reformasi
Di lorong kota kau berteriak membawa aspirasi
Tapi di persimpangan jalan kau mengumbar janji
Inikah demokrasi ataukah ini mobokrasi?
Ya, demokrasi yang menua menjadi democrazy!
(Ende, 16.10.2016)
271
(704) JANJI BIDADARI
Bomer, buta ilmu juga buta agama
Tergoda ideologi mati syahid semata
Tebuai janji tujuh bidadari dari surga
Bunuh diri dengan sejata rakitan sendiri
Jiwa-raga terjungal konyol dalam neraka
(Ende, 29.03.2021)
(705) SMARTPHONE
Klik, klik, klik senyum-senyum sendiri
Tiap detik, tiap menit, tiap jam
Geser, geser, geser … tertawa-tertawa sendiri
Tiap detik, tiap menit, tiap jam
Smartphone ajari manusia untuk lebih smart
(Ende, 07.09.2019)
(706) DUKA PELAUT ULUNG
Elang enggan pergi dari dahan yang meranggas
Laut pun kini diam membisu dalam satu tanya
Di manakah, di manakah sang pelaut ulung itu?
Kini layar biduknya „tlah jatuh patah terkulai
Dia ada, tapi ada dalam istirahat untuk selamanya
(Nggemo-Magekapa, 27.01.2021)
272
(707) INDONESIA (Ende, 17.08.2017)
(Ende, 04.06.2010)
Indonesia negeri berhiaskan zamrud khatulistiwa (Ende, 18.11.2019)
Garuda perkasa terbanglah tinggi di angkasa raya
Merah-putih kibarkan perjuangan di langit jingga
Bhineka Tunggal Ika satukan perbedaan bangsa
Pancasila rumah kita, rumah kita bersama
(708) TITIPAN TUHAN
Istriku, wanita titipan Tuhan dalam hidup
Syukur ucapan yang tak henti dalam doa
Akan terwujud impian di bawah satu atap
Terang gelap menguji cinta dan kesetiaan kita
Kupanjatkan doa agar kita tetap bahagia
(709) DEWI YUSTISIA
Aku berlari mencari keadilan di negeri hukum
Kutemukan Dewi Yustisia berpedang mata tertutup
Apakah ini simbol keadilan equality before the law?
Ah, aku miris pada realitas pengadilan negeri ini
Pedangmu sering tajam ke bawah tumpul ke atas
273
(710) JIWA YANG TERJEBAK (Ende, 01.12.2021)
(Ende, 04.04.2021)
Jiwaku kini terjebak dalam penjara rutinitas siang (Ende, 17.01.2021)
Inikah lika-liku jalan hidup yang harus kutempuh?
Malam izinkan jiwaku masuk dalam gelapmu
Menyusun dinding-dinding mimpi yang telah roboh
Pagi nanti akan kusibak kembali tirai-tirai jiwaku
(711) TIKUS KANTOR
Suap menyuap rupiah rakyat itu perkara biasa
Itulah kerja tikus-tikus berdasi di kantor sana
Wajah semringah di sorot lensa-lensa kamera
Mulut bungkam tangan melambai sejuta mata
Rompi oranye isyarat narapidana masuk penjara
(712) KULIAH DARING
Apa kabar perkuliahan di masa Corona?‟
Lockdown kebijakan amat menantang
Di depan menara gading kuterhuyung lelah
Menyalurkan kepingan ilmu di ruang daring
Oh Corona, jangan kerdilkan tunas bangsa
274
(713) BUKUKU BUKUMU (Ende, 17.05.2021)
(Ende, 24.09.2020)
Bukuku bukumu gudang ilmu civitas akademika (Ende, 20.05.2021)
Kini wajahmu kusut, lusuh bertebaran debu
Literasi kini terbuai gelombang sinyal teknologi
Budaya baca, tulis, dan diskusi pun terpental
Kembalilah kita pada marwah civitas akademika
(714) INSAN MEDSOS
Jutaan insan berjubel „tuk berselancar ria
Menyusuri lorong-lorong fitur media sosial
Sentuhan jari menebus ruang dan waktu
Kebenaran dan dusta pun berseliweran
Hai insan, jadilah nuranimu hakim agung
(715) BELENGGU KEPALSUAN
Di zaman edan nafsu terbelenggu kepalsuan
Ada beras palsu, uang palsu dan emas palsu
Ada KTP palsu, sertifikat palsu dan ijazah palsu
Ada polisi palsu, dokter palsu dan dosen palsu
Jiwaku janganlah kau terjebak dalam kepalsuan
275
(716) PERMATAKU
Felicia, engkaulah permata hatiku
Kubuka kisah terbetik goresan tangis-tawamu
Tangismu adalah tapak-tapak pengorbananku
Senyum-tawamu adalah kidung kebahagiaanku
Kusujud Syukur pada Sang Kuasa untuk Salvatoraku
(Ende, 20.11.2020)
(717) ALAM YANG TERLUKA
Alamku senandung simfonimu kini telah sirna
Parasmu yang jelita terluka parah bernanah
Tangan serakah terus menjamah tanpa batas
Engkau yang dulu peramah kini menjadi pemarah
Hai manusia balutlah luka alammu dengan cinta
(Ende, 13.09.2018)
(718) SENANDUNG KE-KITA-AN
Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa
I-n-d-o-n-e-s-i-a itulah sumpah para pemuda
Jangan kau iris Indonesia dengan sembilu kata
Jangan ceraikan aku dari dia dan kami dari mereka
Gaungkan senandung ke-kita-an dalam Indonesia
(Ende, 23.09.2020)
276
(719) PEMULUNG KECIL
Pemulung kecil beraju karung lusuh
Kaki telanjang tertatih, wajah merintih perih
Menyusuri lorong-lorong kota berserakan sampah
Mengais belulang si tuan raja demi seperak receh
Bijakmu hidup dari sampah daripada menjadi sampah
(Ende, 15.07.2019)
(720) WAHAI PEMIMPIN
Wahai pemimpin negeri setengah dewa
Rakyatmu kini mati suri dalam kubur kehidupan
Mau dibilang hidup tapi jiwa kami enggan
Mau dibilang mati tapi raga kami pun tak mau
Kepada siapa lagi kami harus mengadu pinta?
(Ende, 30.08.2020)
277
GOGYOSHINUS FELICIA SALVATORA KOPONG
BIOGRAFI SINGKAT
Felicia Salvatora Kopong (Ferli) lahir di
Ende, Flores-NTT pada 20 November 2010.
Pernah belajar pada TK Santa Maria Virgo
Ende dan sekarang duduk di bangku kelas IVC
SDK Santa Ursula Ende. Hobi: membaca,
menulis, menggambar dan menari. Alamat:
Gang Cemara - Jl. D.I. Panjaitan, RT 003/RW
006, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende
Tengah, Kabupaten Ende.
(721) IBU
Ibu kaulah malaikatku
Tetesan air matamu jatuh melawan maut
Untuk menghadirkan aku si buah hatimu
Air susumu memuaskan lapar dan dahagaku
Ibu, aku sangat berutang budi padamu
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(722) AYAH
Ayah kaulah pahlawanku
Setiap hari kau mencari sesuap nasi
Kau ada dalam suka dan dukaku
Ayah betapa mulia hatimu
Terima kasih pahlawanku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
278
(723) PELANGI
Wahai pelangi kau datang bersama gerimis
Walau kau tampak hanya sementara saja
Warnamu yang indah menghiasi langit biru
Aku sangat gembira walau tak memilikimu
Oh Tuhan sungguh mengagumkan ciptaan-Mu
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(724) ISTANA KECILKU
Rumahku
Walau tampakmu sederhana
Tapi padamulah aku berlindung
Tempat aku mendapat kasih sayang
Rumahku kaulah istana kecilku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(725) GURUKU
Guruku kaulah bintang kejora
Kaulah penunjuk arah hidupku
Kau mahkotai aku dengan ilmu
Kau kalungi aku dengan akhlak
Oh Guru Ilahi, berkati jasa guruku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
279
(726) SAHABAT SEJATI
Siapa sahabat sejatiku?
Dia yang tertawa bersama aku
Siapa sahabat sejatiku?
Dia menangis bersama aku
Terima kasih sahabat sejatiku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(727) TUHANKU
Tuhanku kuasa-Mu mengagumkan
Yang buta dapat melihat
Yang tuli dapat mendengar
Yang lumpuh dapat berjalan
Tuhan Engkau hebat
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(728) GADIS NAZARETH
Maria gadis Nazareth yang sederhana
Hidupmu kesetiaan untuk Sang Putera
Dari Palungan hina kandang Betlehem
Hingga kaki salib di Gunung Kalvari
Ajari kami untuk selalu setia tugas
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
280
(729) KUPU-KUPU
Tiada pagi tanpa kupu-kupu
Mengepak sayap nan indah
Melintasi taman bungaku
Bercumbulah di sari madu
Untuk menghibur hatiku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(730) DOKTER
Dokter, pahlawanku
Kau selamatkan korban corona
Namun jiwa ragamu terbang melayang
Inginku kalungkan perjuanganmu
Pahlawanku namamu terukir indah
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(731) PANTAI
Semilir angin berembus sepoi-sepoi
Kumenyusuri pantai nan indah
Kunikmati hempasan ombaknya
Hingga penatku terhanyut ke laut
Buih putih menginspirasi hidupku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
281
(732) KOTAKU
Ende kotaku
Dari rahimmu terlahir lima asas
Dasar kokoh penopang negara
Pancasila kebanggaan bangsa
Jadi pedoman hidup Indonesia
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(733) KELIMUTU
Pesona danau triwarna memikat jiwa
Tiwu nuwa muri ko’o fai
Tiwu ata bupu
Tuwu ata polo
Kelimutu engkau dikenang sepanjang masa
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(734) BRODY
Brody anjingku yang nakal
Biar nakal tapi aku tetap menyayangimu
Kau berlari ke sana kemari dengan lincah
Gonggongan dan lolonganmu isyaratku
Kaulah penjaga rumahku siang dan malam
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
282
(735) NOVEMBER
November bulan penuh kebahagiaan
Setiap tanggal dua puluh aku bahagia
Umurku bertambah satu tahun lagi
Happy birthday diriku …
Syukur kepada Tuhan, terima kasih untukmu semua
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(736) DIARY PINKKU
Diary pink-ku
Engkau manis dan menarik setiap hari
Engkaulah tempat curahan hatiku
Kuabadikan kisahku di setiap helaimu
Kau hidup kan kisahku jadi inspirasi hidup
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(737) MATAHARI
Matahari
Senyum pagimu memberi harapan
Terik siangmu memberi daya
Di ufuk senja kau suguhkan sunset indah
Inilah keagungan Tuhan
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
283
(738) BELAJAR ONLINE
Belajar Online
Walau virus corona kian merebak
Kutetap menatap masa depan
Meraih pembelajaran efektif
Menjadi generasi penerus bangsa
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(739) MASKER
Wajah sendu berbalut masker
Menatap bisu tanpa kata
Kata „salam‟ membeku dalam dada
Jabatan tangan pun telah tiada
Masker aku rindu untuk bertutur
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(740) DINDING SEPI
Sekolahku
Dinding sepi mengapit hampa
Kursi, meja, dan papan menanti asa
Tiada teman, tiada pula guru
Sekolahku, kami masih mencintaimu
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
284
(741) JARUM ANGKA
Jam dinding
Detak jarummu berirama
Mengusik dingin pagi berembun
Membangun jiwa yang masih terlelap
Kauucap selamat beraktivitas
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(742) DAMAI TERGUSUR
Manusia bumi kian tergilas zaman
Auman serakah barbar mengganas
Raga-raga lemah terkapar
Jiwa-jiwa meronta terhempas
Masihkah ada damai di bumi?
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(743) KADO NATAL
Gemerlap bintang memberi harapan
Isak tangis memecah sunyinya palungan
Tersiar kabar sukacita di seantero jagat
Telah lahir Yesus Sang Juru Selamat
Oh bayi Yesus terimalah kado natalku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
285
(744) KRAYON HIDUP
Lembaran hidup sudah terbuka
Guratan cita-cita tersketsa lembut
Krayon hidup beraneka pilihan warna
Warnailah sketsa hidup kita dengan cinta
Hidup akan menjadi indah dan bermakna
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(745) MIMPI
Mimpi itu merayu malamku
Kuterbuai kisah-kisah indahnya
Alam sadarku perlahan terjaga
Ke manakah mimpi itu pergi?
Mimpi kembalilah, temani tidurku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(746) ADIKKU
Adikku, kerinduanku tak pernah bertepi
Kuimpikan kehadiranmu di sisiku
Ingin aku membelaimu
Ingin aku menggendongmu
Adikku, kunantikan kehadiranmu dalam doaku
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
286
(747) DOA MALAM
Tuhan di pojok doa aku merenung
Kasih-Mu tercurah lunas
Berkat-Mu melimpah ruah
Namun kesetiaanku masih kucicil
Tuhan, Engkau amat baik
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(748) UJIAN
Menjelang ujian kubuka buku tematik
Kalimat berselang gambar
Bibirku berpacu dengan mata
Kusimpan semuanya dalam ingatan
Akan kutuang dalam ujian
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
(749) PETANI DESA
Wahai petani desa
Pekerjaanmu sungguh mulia
Kau semai benih di atas tetesan peluh deritamu
Kau tuai bulir merunduk bernas penuh sukacita
Kau bawa berkas-berkas kehidupan bagi sesama
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
287
(750) LIBURAN
Kusambut hari libur dengan sukaria
Ingin kujumpai opa dan oma di sana
Tapi Corona membatalkan rencana
Biar sementara kulibur di rumah saja
Oh Corona aku rindu opa dan oma
#gogyoshi Felicia Salvatira Kopong (Ferli) / 31 Mei 2021
288
GOGYOSHINUS MARIA ANGELINA ITO
BIOGRAFI SINGKAT
MARIA ANGELINA ITO lahir di Kota Keo,
Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT pada 05 Mei
2001. Pernah belajar di SDK Kota, SMP St.
Petrus Lokatadho, SMAN 1 Aesesa Nagekeo
dan sekarang sedang menempuh pendidikan di
Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar)
Ende. Hobi membaca, menulis, dan berdebat. Alamat Jln. R. W. Monginsidi
Boanawa, RT 008, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan,
Kabupaten Ende. Bisa kontak WA 081236434251.
(751) TEGURAN SANG PENCIPTA / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Sejenak kumenatap langit
Kutanya mengapa alam kini mengamuk?
Bumi dan segala isinya dicabik
Sadarkah wahai insan penghuni bumi?
Ini bukan ujian tapi teguran Sang Pencipta
(752) LUKA LAMA
Teruntuk kamu yang dulu memilih pergi
Lantas untuk apa sekarang ingin kembali?
Luka lama yang kau torehkan belum juga sembuh
Drama apa yang sedang kau perankan?
Aku sudah mulai terbiasa dengan sendiriku
289
(753) AYAH / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Teruntuk dia yang pertama mencintaiku / 3 Juni 2021
Ayah engkaulah pria terhebat bagiku
Kuucapkan terima kasih
Ayah, aku mencintaimu
Maaf jika cintaku masih tersandung syarat
(754) TERUNTUK YANG DIPERUNTUKAN
Di saat hati beradu kemelut
Bayangmu seakan menggonggong dalam pikiranku
Engkau yang saat ini dekat
Mengapa terasa begitu jauh?
Bahkan aku pun sulit untuk menggapaimu
(755) WANITA TERHEBAT
Wahai wanita hebat yang pernah aku kenal
Bagaimana kabarmu di sana?
Semoga selalu baik-baik saja ya!
Di dalam doaku namamu selalu terlintas
Semoga ibu sehat adanya
290
(756) TAKDIR / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Malam, ke manakah hidupku mengembara? / 3 Juni 2021
Di manakah akhir yang harus kugapai?
Malam, aku khawatir dia
Malam, aku takut dia
Ya dia adalah kematian
(757) DENDAM
Nafasmu menghembuskan kata „maaf‟
Dendammu telah pergi
Mengapa kau diam?
Tariklah damai ke dalam sanubarimu
Damai antara engkau dan aku
(758) CINTAMU
Di kala aku senang bayanganmu menghampiriku
Apakah itu pertanda aku mencintaimu?
Di kala aku sedih bayanganmu juga datang
Apakah itu pertanda dia mencintaiku?
Tuhan, ajarilah kami untuk saling mencintai
291
(759) PAHLAWAN / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Pahlawanku / 3 Juni 2021
Derap langkahmu kini terhenti
Api perjuanganmu telah padam
Pekik kemerdekaanmu telah lenyap
Generasiku mari kita berperang melawan lupa
(760) RESTU
Perjuanganmu asa semata
Akhirnya kau pasti terbuang
Semua bukan tentang perasaan
Semuanya ada pada kata mereka
Mereka adalah keluarga
(761) PEJUANG MASA DEPAN
Hai para pejuang
Jangan rapuh jiwamu karena kerikil gagal
Itu chapter kecil langkah hidupmu
Bangunlah, bermimpilah
Mimpi itulah titian para pemenang
292
(762) PETAKA PISAH / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Nyanyian jiwaku menggema dalam kesunyian / 3 Juni 2021
Temu kita dilantah petaka pisah
Kisahku kini mengembara dalam kesepian
Dunia kita telah terbelah petaka pisah
Inikah yang namanya takdir?
(763) SECRET ADMIRER
Dalam diam aku menatapmu
Aku sadar kau terlalu indah
Sayang, aku tak dapat memilih
Namun ini tentang hati
Kepada siapa dia akan luluh
(764) SAHABAT
Tangan kasih membelai hangat
Mengangkat letihmu yang terjatuh
Mengusap air mata kesedihanmu
Tangan sahabat selalu menyapa
Tangan yang memberi tanpa pinta
293
(765) IBU / 3 Juni 2021
/ 3 Juni 2021
Perjuangannya tidak pernah lekang / 3 Juni 2021
Bahu kuat takdir sang Pencipta
Hati yang tegar tak berkeluh
Dia ibumu, dia ibuku
Malaikat tak bersayap dalam hidup kita
(766) MASA LALU
Kususuri kisah yang telah pergi
Asmara kini merajuk kalbu
Kurengkuh erat fatamorgana itu
Kucabik dengan belati kerinduan
Oh Tuhan kuatkan jiwaku
(767) RUMAH
Di bawah atapnya bersemi nostalgia
Aroma canda tawa keluarga pun berulang
Tangis sendu pun tak jarang berselang datang
Ingin kupahatkan keceriaan pada dindingnya
Untuk melupakan tangisan dulu yang pernah ada
294