The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by soedito, 2019-01-05 17:58:06

BA_JTDU_BABA_V_PELAKSANAAN_PK_YES_XX

BA_JTDU_BABA_V_PELAKSANAAN_PK_YES_XX

1

BAB V
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER

GBBP-SAP MK PKBJU dalam 16 kali tatap muka,
termasuk didalamnya ujian tengah semester, oral
report tugas individu, oral report tugas kelompok
dan ujian akhir semester

Jadwal Pembelajaran

Minggu
Ke Topik Pembelajaran
I Kontrak Perkuliahan :

Penjelasan umum kontrak perkuliahan dan
ruang lingkup materi secara keseluruhan;
aturan main dan cara evaluasi
II Manusia dan Kepribadian
III Sejarah, Visi, dan Misi Unsoed
IV Nilai Kejuangan Panglima Besar Jenderal
Soedirman .........................
V Pengelolaan Diri
Pembuatan paper kecil (1)
VI Diskusi Pengelolaan Diri

2

VII Wawasan Kebangsaan
VIII Evaluasi Tengah Semester

Pembuatan paper kecil (2)
IX Diskusi Wawasan Kebangsaan
X Etika/Tatakrama Pergaulan Mahasiswa
XI Sikap dan Etika Akademik

Pembuatan paper kecil (3)
XII Diskusi Etika/Tatakrama Pergaulan serta

Sikap dan Etika Akadmeik
XIII Kesadaran Hukum

Pembuatan paper kecil (4)
XIV Diskusi Kesadaran Hukum

Pembuatan paper utama
XV Seminar Pendidikan Karakter Berbasis Jatidiri

Unsoed
XVI Evaluasi akhir semester

3

TATA MUKA I (MINGGU I)
PENJELASAN GBPP - SAP PKBJDU
5.1 Manusia dan Kepribadian

1) Deskripsi
Manusia adalah makhluk yang berakal budi
yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan budaya, dalam rangka melaksanakan
amanat dan penghambaan kepada Allah ta’ala.
Manusia adalah bentuk penciptaan tuhan yang
paling sempurna, yang telah diberikan potensi untuk
memilih cara hidup yang baik, untuk selanjutnya
akan berakibat kepada kesejahteraan perikehidupan
di dunia dan di akhirat nanti setelah melalui tahapan
alam fana dan alam kubur.
Manusia mempunyai sisi rohani dan jasmani,
keduanya berinteraksi dan mempengaruhi mutu
serta produktifitas kinerja perikehidupannya. Secara
biologis, banyak terdapat kesamaan antara jenis
manusia dan binatang, utamanya dalam kebutuhan
makan dan melangsungkan regenerasi keturunan.
Manusia mengaku bahwa dirinya memiliki budaya
yang nilainya jauh lebih mulia dari jenis binatang

4

yang hanya memiliki naluri. Budaya merupakan
hasil kinerja interaksi antara sisi ruhani, jasmani dan
lingkungan.

Kepribadian adalah organisasi dinamik sistem
psikofisik pada seseorang yang memberikan corak
yang khas dalam cara menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Kepribadian adalah perilaku nalar dan
tindakan yang sehat. Jatidiri merupakan tatanilai
yang konkrit dan dapat dikembangkan sehingga
mampu memberikan gambaran kinerja kehidupan
masyarakat yang baik. Guna mengekspresikan sifat
jatidirinya, maka seseorang perlu melakukan usaha
pengendalian diri secara terus menerus, yakni
menghidarkan diri dari perilaku yang tidak baik dan
memotivasi kearah perilaku yang baik.

2) Relevansi
Materi ini membahas hakikat manusia, kepri-
badian dan pengendalian diri, merupakan kajian
yang sangat bermanfaat sebagai tambahan bekal
awal untuk mendorong kegiatan civitas akademika,
utamanya komponen mahasiswa dalam aktifitas
pembelajaran. Pemahaman tentang hakikat hidup,
kepribadian dan pengendalian diri sebagai bagian

5

dari khasanah dinamika sivitas akademika. Motifasi
dan perilaku yang baik akan berdampak kepada
suasana akademik yang kondusif, keberhasilan
proses dan hasil belajar yang akan berlanjut dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara setelah lulus.

3). Kompetensi Dasar.
a) Pada akhir kuliah mahasiswa mampu menje
laskan hakikat manusia untuk mengenali
tentang siapa dirinya
b) Pada akhir kuliah mahasiswa mampu
menjelaskan kepribadian untuk dapat meng
hargai masyarakat dan lingkungannya.
c) Pada akhir kuliah mahasiswa mampu meng
usahakan pengendalian diri untuk meng
ekspresikan format dan harkat siapa dirinya

42
5.2. Manusia, Kepribadian dan

Pengendalian Diri

5.2.1 Manusia
Gambaran mengenai evolusi manusia,
kesinam bungan dan diferensiasinya, yang menjadi

6

pusat perhatian pada abad XIX telah hilang.
Bahkan kita cenderung meninggalkan definisi
manusia sebagaimana yang telah dikemukakan oleh
ahli antropologi fisik. Selanjutnya timbul pertanyaan
apakah dengan demikian berarti bahwa kita semua
setuju bahwa satu-satunya kriteria status manusia
adalah kriteria morfologi ? Apakah tidak ada kriteria
yang lain ? Adalah alur fikir yang paradoks,
bahwasanya masalah ini adanya putus hubungan
antara manusia dan jenis primata yang
mendahuluinya.

Jacob (1998) menjelaskan bahwa manusia
adalah hewan yang berbudaya, karena memiliki
ukuran dan bobot otak yang besar. Jika hewan
beradaptasi secara biologis maka manusia
beradaptasi secara kultural. Menggunakan otaknya,
manusia dapat membuat dan mengembangkan
peralatan material yang dapat berpindah (artefak),
membuat dan mengembangkan lingkungan yang
tidak dapat dipindahkan (ipsefak) dan membuat
hasil karya non material (mantefak). Hal yang
membedakan dengan makhluk lain ialah bahwa
selain manusia memiliki otak yang besar, juga dapat
berjalan dengan tegak, memiliki tangan, bahasa dan

7

kemampuan mengubah lingkungan untuk keperluan
nya.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih besar
(sempurna bentuknya) diantara segala makhluk
kecuali manusia. Dalam diri manusia tidak ada yang
lebih besar kecuali kemampuan berfikirnya. Oleh
karena itu kita harus menyingkirkan konsepsi bahwa
semata-mata dengan anatomi saja kita sudah dapat
mengambil kesimpulan mengenai pertanyaan
apakah manusia dan eksistensinya. Kita harus
mengacu pada berbagai kajian lain misalnya tentang
kajian mental (Parsudi, 1984).

Agaknya apa yang sudah kita ketahui mengenai
struktur kepribadian manusia, apakah dalam aspek
individual atau kelompok, menunjukkan bahwa
struktur tersebut dapat dianggap sebagai bentuk
spesifik struktur kejiwaan yang mendasar dan umum
pada manusia, yang jelas membedakannya dari
jenis primata atau hewan. Struktur ini adalah bentuk
mendasar dari spesialisasi manusia dalam
adaptasinya sebagai spesies di samping sebagai

43
dasar dari penyesuaian pribadinya sebagai individu.
Akibatnya struktur kepribadian manusia merupakan

8

faktor yang penting dalam menentukan status
kemanusiaannya, sama halnya dengan gigi atau
kaki. Jelaslah bahwa struktur kepribadian merupa-
kan kunci sifat alamiah manusia dan dinamika
kejiwaan dari penyesuaian manusia dalam
kehidupannya, seperti halnya kaki dalam dinamika
tubuh dari adaptasi manusia untuk berjalan
(Parsudi, 1984).

Dalam pendidikan agama dikatakan bahwa
manusia adalah hewan yang memiliki akal budi.
Secara teologis, akidah (kepercayaan) berbagai
agama samawi, ada pelajaran yang sangat menarik
untuk disimak. Ada makhluk diciptakan secara serta
merta dari tanah, kemudian ditiupkan roh jadilah
manusia. Tuhan memberikan pengajaran kilat untuk
pada saatnya akan mempertunjukkan kepada
Malaikat bahwa manusia memang makhluk yang
pandai dan cerdas yang akan sanggup untuk
diserahi tugas mengelola dan memanfaatkan bumi
dan seisinya dalam kerangka pengabdiannya
terhadap Allah ta’ala.

9

Ada dua komponen prinsip yang perlu diper-
hatikan dan sekaligus membedakannya dengan
jenis hewan. Pada diri munusia ada sisi rohani dan
sisi jasmani. Menurut sejarah peradaban kuno, di
samping manusia hidup dari manfaat alam maka
alam itu sendiri dianggap sebagai obyek
penyembahan dan pemujaan. Sikap ruhani yang
mengagumi dan penghambaan tersebut tidak
terdapat pada jenis primata atau hewan lain.

Dalam kurun perkembangan peradaban, manusia
mengunakan nalar dan perasaan atas dasar
pengalaman perilakunya, aspek penyembahan
berubah dari struktur animisme dan dinamisme
menjadi teoisme yang disebut sebagai peradaban
maju dan modern, sebagaimana disebut dalam
Alqur’an surat Assyams ayat 7 dan surat Attin ayat
4. “Aku (Tuhan) menciptakan manusia dalam
bentuk yang paling sempurna (kesatuan rohani dan
jasmani)”.

44
Perkembangan perikehidupan dan peradaban
manusia berjalan secara bertahap dalam kurun
waktu terentu, turunlah aturan samawi (agama)

10

yang langsung dibawa oleh para nabi/rasul untuk
membimbing perikehidupan masyarakat. Bimbingan
secara langsung dilakukan oleh pembawa risalah
(Nabi) sambil dibantu oleh para pengikut pendahulu
(sahabat terpilih). Pesan-pesan risalah pada prin
sipnya berisi bahwa manusia dalam kedudukannya
sebagai makhluk yang mulia diberikan mandat oleh
Allah ta’ala untuk menata, memelihara dan menjaga
bumi serta seisinya agar lestari. Struktur hubungan
antara manusia dengan bumi dan seisinya secara
ramah dan bijak itu dalam kerangka hubungan
timbal balik yang saling menguntungkan, pada
hakikatnya merupakan pengejawantahan pengab
dian dan penghambaan kepada sang pencipta alam
semesta Allah ta’ala. Hubungan timbal balik antara
manusia dengan alam yang saling menguntungkan,
secara rohani semestinya akan mengekspresikan
rasa syukur, rasa puas dan ungkapan rasa terima
kasih kepada penguasa tunggal Allah yang memiliki
sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada
sekalian makhluk yang Ia ciptakan.

Dapat dimengerti bahwa alangkah kelirunya bila
ada segelintir manusia yang mempunyai pema-

11

haman bahwa hidup ini lepas dari struktur hirarkial
dan horizontal. Lepas dari tanggung jawab trans
kendental dan lepas dari sosial kemasyarakatan
serta lepas dari pemeliharaan kelestarian lingku
ngan. jika ada pemahaman seperti itu maka dapat
dipertanyakan atas dasar aspek yang mana dapat
dijadikan ukuran martabat manusia dan hewan ?
Maka tepatlah kiranya salah satu berita gembira dari
nabi Muhammad SAW beliau bersabda, aku diutus
kepada masyarakat ini untuk menyempurnakan
akhlak manusia, dalam tatacara penghambaan
kepada Allah ta’ala, tatacara hubungan dengan
sesama manusia dalam rangka bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara serta dalam rangka
hubungan dengan alam untuk mengembangkan dan
memanfaatkanya secara berkesinambungan.

45

5.2,2 Kepribadian

Mahasiswa adalah sekelompok masyarakat
terpilih yang memiliki masa depan yang strategis
sebagai calon pemikir, pelaksana dan pemimpin
untuk dapat mengarahkan, mengembangkan dan
membimbing cara hidup berbangsa dan bernegara.

12

Oleh karena adanya tujuan yang mulia itu maka
proses pendewasaan pembelajaran yang mencakup
kawasan kecerdasan, ketrampilan dan moral perlu
mendapatkan perhatian, khususnya dari pengelola
perguruan tinggi. Perencanaan kurikulum termasuk
di dalamnya isi materi dan metode penyampaian
pembelajaran harus diarahkan kepada tujuan
pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan
instruksional. Salah satu mata ajaran yang dianggap
penting, yang disesuaikan dengan kebutuhan
instruksional saat ini, di UNSOED diterapkan Mata
Kuliah “Jatidiri Unsoed “ mulai diajarkan tahun
ajaran baru 2000/2001 untuk menggantikan posisi
Mata Kuliah PNKPS.

Tujuan pembinaan mahasiswa adalah usaha
untuk mengembangkan individu dan kelompok
menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang
memiliki sifat kemampuan sebagai penerus dan
calon pemimpin bangsa. Kepada siapapun yang
berkaitan dengan pembinaan kemahasiswaan,
maka hendaknya mereka dapat mengenal kepri-
badian mahasiswa. Sebaliknya kepribadian
mahasiswa perlu mendapatkan pengarahan dan

13

pembinaan agar supaya dalam waktu yang tepat
mereka dapat meraih kelulusan dengan kualitas
yang baik.

Kepribadian adalah keadaan manusia sebagai
individu/perorangan, yakni keseluruhan sifat-sifat
yang ada padanya sebagai watak. Namun demikian
istilah watak kurang disenangi untuk dipakai dalam
membicarakan hal kepribadian. Kepribadian manu-
sia bersifat dinamis yang memungkinkan dapat
dikembangkan menjadi lebih baik dari semula
dengan adanya dorongan dari dalam maupun dari
luar atau lingkungan. Allport (1961) mendefinisikan
bahwa kepribadian ialah organisasi dinamis dari
sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian diri
yang unik terhadap lingkungan. Ada tiga faktor yang

46
mempengaruhi perkembangan kepribadian yakni
faktor bawaan, faktor lingkungan dan interaksi
antara bawaan dengan lingkungan.

Faktor bawaan atau heriditer merupakan sumber
potensi untuk dikembangkan oleh lingkungan.
Faktor bawaan merupakan sumber utama dari
perbedaan individu, misalnya tentang ciri fisik dan

14

tendensi reaksi primer (kepekaan, adaptasi dan
aktifitas). Faktor lingkungan dapat berupa
lingkungan fisik dan lingkungan sosial-budaya.
Kondisi rumah, udara, gisi makan, norma dan adat
setempat serta sistem sekolah dapat mempengaruhi
perkembangan kepribadian (Suprapti, 1981).

47
Lasiyo (1998) menjelaskan bahwa perpaduan
antara unsur kemampuan jiwa, akal, rasa dan
kehendak akan mengarah kepada keyakinan
keagamaan, sehingga manusia sudah sesuai
dengan kodratnya jika selalu memperhatikan dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Pemahaman dan pengamalan ajaran agama akan
sangat bermanfaat untuk mengukuhkan tata nilai
yang berhubungan dengan kehidupan pribadi,
keluarga dan masyarakat. Dalam kondisi sebagai
individu atau kelompok, manusia harus dapat
membedakan antara yang boleh dan tidak boleh,
baik dan buruk, indah dan jelek adil dan tidak adil,
jujur dan tidak jujur, halal dan haram untuk
digunakan sebagai pertimbangan mengambil
keputusan dalam melaksanakan suatu tindakan.
Manusia secara hakiki adalah makhluk sosial yang

15

berkehendak selalu bersama dan berhubungan
dengan orang dan jenis makhluk lain. Kehidupan
individu selalu memperoleh dan memberi kepada
masyarakat. Oleh karena itu pengembangan
kepribadian hendaknya selalu memperhatikan tata
nilai yang dianut oleh masyarakat.

Perkembangan atau dinamika kepribadian

seseorang terjadi karena menghadapi berbagai hal

yang dapat menjadi sumber tegangan, dapat

berasal dari proses pertumbuhan fisiologis, frustasi,

konflik dan ancaman. Kalau seseorang dihadapkan

kepada sumber tegangan (satu atau beberapa

48

sumber tegangan) maka dalam dirinya akan timbul

rasa tidak aman, tidak enak atau timbul tegangan.

Suprapti, (1981) menjelaskan bahwa dalam

keadaan begini individu tidak tinggal diam, tetapi

akan berusaha untuk mengurangi atau

menghilangkan tegangan dengan berbagai cara,

antara lain sebagai berikut.

1) Identifikasi. Individu akan bertingkah laku seperti
orang lain. Seringkali seseorang yang

16

menghadapi tegangan, dia berbuat seperti
ayahnya atau gurunya atau temannya untuk
mengurangi rasa tidak enaknya.
2) Penggantian obyek. Seringkali dorongan yang
timbul tidak dapat dipuaskan dengan obyek yang
tersedia, karena alasan obyektif (benda yang
dimaksud tak ada) atau karena alasan moral (cara
pemuasannya tidak sesuai dengan moral yang
ada di masyarakat). Dalam hal begini individu
berusaha mencari obyek pengganti.
3) Proyeksi. Secara tidak sadar menempatkan sifat-
sifat batin sendiri pada obyek di luar dirinya,
sehingga sifat-sifat batin sendiri itu dihayati atau
diamati sebagai sifat orang lain. Sering terjadi
seseorang yang membenci orang lain dihayati
seolah-olah orang lain yang membencinya. Sebab
membenci orang lain suatu perbuatan yang
bertentangan dengan norma masyarakat.
4) Fiksasi. Kondisi berhenti pada suatu fase
perkembangan tertentu yang seharusnya sudah
ditinggalkannya, karena melangkah ke fase yang
lebih lanjut akan menimbulkan kecemasan atau
tidak enak. Misalnya pemuda yang takut

17

berkencan dengan gadis pujaannya karena takut
kehilangan kasih sayang ibunya.
5) Regresi. Kondisi kembali pada fase yang telah
pernah ditinggalkan, karena menghadapi situasi
yang dihayatinya mengandung bahaya. Misalnya
seseorang yang dibina dan diarahkan menjadi
disiplin tiba-tiba menjadi seenaknya kembali
kesikap semula gara-gara pindah kos yang
kondisinya sangat berbeda dengan tempat
semula.
6) Rasionalisasi. Adalah tanggapan sikap yang
rasional kepada sesuatu kejadian. Misalnya
seorang mahasiswa yang terlambat masuk ruang
kuliah langsung memberitahukan alasan
keterlambatannya, karena berhenti menambalkan
ban sepeda motornya yang tertusuk paku, dengan
demikian dia merasa aman dari amarah dosen.
7) Transkulpasi. Adalah upaya mengkambing
hitamkan orang lain, walaupun sebetulnya diri
sendiri yang berbuat kesalahan (Sumadi, 1981).i

Menurut Maslow yang dikutip oleh Suprapti
(1981) iimenjelaskan bahwa pribadi seseorang yang

18

dianggap ideal atau pribadi yang sehat (self
actualized) yaitu yang memiliki sifat-sifat sebagai
berikut .

1) Ia mampu melihat secara jelas, ia tidak melihat
kehidupan sebagaimana diinginkan dan tidak
begitu emosional.

2) Memiliki pandangan yang lebih jelas mengenai
apa yang benar dan apa yang salah, selanjutnya
dapat meramalkan masa depan.

3) Memiliki kerendahan hati yang memberinya
kemampuan untuk mendengarkan orang lain,
tanpa idea yang telah terbentuk terlebih dahulu
atau tanpa pratanggapan.

4) Persepsinya tidak begitu dipalsukan oleh
kecemasan, ketakutan, harapan-harapan, atau
optimisme yang palsu. Yakni mengenali
keadaan sebagaimana adanya, kesadaran
tanpa keinginan. Hal ini memungkinkan adanya
toleransi yang besar.

5) Ia mengabdi kepada pekerjaan, tugas dan
jabatan.

6) Ia kreatif yang fleksibel, spontan, berani dan
terbuka. Diyakini bahwa semua orang mampu
melakukan kreatifitas yang lebih baik dari apa

19

yang pada saat itu dikerjakan. Seorang genius
dilahirkan dengan bakat kreatifitas yang lebih
besar.
7) Ia mengalami konflik diri dalam derajat yang
lebih ringan, hingga kekacauan untuk melihat
mana yang benar dan mana yang salah, mana
yang baik dan mana yang buruk tidak terlalu
berat.
8) Ia seorang yang egois untuk orang lain atau
dengan kata lain ia dapat memperoleh rasa
senang ketika dapat menolong orang lain.
9) Ia memiliki respek yang sehat untuk diri sendiri,
yang didasarkan atas pengetahuan bahwa
dirinya adalah mampu untuk melakukan
sesuatu.
10) Ia bebas dari pengaruh orang lain, tetapi
sekaligus dapat menyukai orang lain.
11) Ia memiliki kebebasan psikologik.
12) Ia memiliki kecenderungan untuk mengalami
pengalaman puncak atau pengalaman mistik,
suatu ciri dari manusia yang telah
mengaktualisasi diri. Kira-kira merupakan
pengalaman religius, adanya integrasi antara

20

subyektif dengan obyektif, antara yang ilmiah
dan yang religius dan mistik.

Dalam menghadapi kenyataan hidup, sering
individu dihadapkan kepada situasi yang penuh
dengan pertentangan sehingga tidak sempat melihat
dan menerima secara realistis tentang kesulitan
yang ada. Akibatnya seseorang dapat mengalami
perasaan-perasaan sebagai berikut .
1) Adanya perasan tidak mampu, sehingga

menggangu cara berfikir dalam menghadapi
permasalahan sehari-hari. Semuanya dirasakan
mencemaskan dan mengancam.
2) Ada kecenderungan selalu menghindari hal-hal
yang menimbulkan stres sehingga sifatnya
defensif dan tidak berani menghadapi kesulitan
dan takut bertanggung jawab.
3) Tidak memiliki pandangan yang obyektif
terhadap sesuatu kesukaran, karena sifat
pribadinya yang kaku, kurang mampu melihat
kemungkinan yang lain yang mungkin lebih
cocok dan dapat dilakukan.

21

4) Sifatnya egosentris yang dapat menghambat
hubungan antara yang baik dengan orang lain.

5) Merasa bersalah setiap kali gagal menghadapi
kesulitan, sehingga selalu merasa tidak puas dan
tidak senang.

5.2.3 Ringkasan

Manusia adalah makhluk yang berakal budi
yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan budaya, dalam rangka melaksanakan
amanat dan penghambaan kepada Allah ta’ala.
Manusia mempunyai sisi rukhani dan jasmani,
keduanya berinteraksi dan mempengaruhi kinerja
perikehidupannya. Secara biologis, banyak terdapat
kesamaan antara jenis manusia dan binatang,
utamanya dalam kebutuhan makan dan
melangsungkan regenerasi keturunan. Manusia
mengaku bahwa dirinya memiliki budaya yang
nilainya jauh lebih mulia dari jenis binatang yang
hanya memiliki naluri. Budaya merupakan hasil

22

kinerja interaksi antara sisi ruhani, jasmani dan
lingkungan.

Kepribadian adalah organisasi dinamik sistem
psikofisik pada seseorang yang memberikan corak
yang khas dalam cara menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Kepribadian berupa perilaku nalar dan
tindakan yang sehat. Jatidiri merupakan tatanilai
yang konkrit dan dapat dikembangkan sehingga
mampu memberikan gambaran kinerja kehidupan
masyarakat yang baik. Jatidiri merupakan sifat asli
manusia sebagai makhluk yang berakal budi. Agar
dapat mencapai tujuan perikehidupan yang baik
maka sebaiknya setiap individu dapat melaksanakan
pengendalian diri, yakni menghindari sifat-sifat yang
tercela dan mengembangkan sifat-sifat yang terpuji.

Latihan
1) Jelaskan dengan singkat siapakah manusia itu ?
2) Jelaskan arti manusia mendapatkan mandat

sebagai pengelola (halifah) bumi dan isinya.
3) Tulislah batasan tentang kepribadian.

23

4) Ada berbagai cara untuk mengurangi atau
menghilangkan rasa tegang antara lain regresi.
Jelaskan arti dan cara regresi tersebut.

5) Seseorang sering tidak dapat menghadapi
kenyataan hidup. Tuliskan dua hal akibat dari
perilaku tidak dapat menghadapi kenyataan
hidup tersebut.

6) Berikan dua alasan mengapa seseorang perlu
menghidari dari sifat-sifat yang tercela.

7) Untuk mengekspresikan jatidiri seseorang perlu
menahan sifat-sifat yang tercela untuk tidak
dilaksanakan. Tuliskan dua sifat yang tercela
dan berikan contohnya, untuk tidak dilaksanakan
oleh seseorang.

8) Seseorang perlu mengembangkan sifat-sifat
yang terpuji. Tuliskan dua sifat yang terpuji dan
berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

9) Jelaskan dan berikan contoh sifat disiplin.

24

TATAP MUKA III (MINGGU III)
SEJARAH, VISI DAN MISI UNSOED

5.3 Sejarah, Visi, dan Misi Unsoed

5.3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas
Jenderal Soedirman

Keheradaan perguruan tinggi negeri di
Indonesia pada tahun enam puluhan masih sangat
terbatas dan hanya terbatas di kota-kota besar
seperti Ul di Jakarta, IT8 di Bandung, UGM di
Yogyakarta, IPB di Bogor, dan UNDIP di Semarang.
Pada 1960-an itu, para orang tua yang ingin
mendukung putra putrinya melanjutkan pendidikan
ke jenjang pendidikan tinggi hams menyediakan
biaya yang cukup besar, baik untuk biaya studi
maupun biaya hidup. Kondisi yang demikian itu
menimbulkan keinginan masyarakat di wilayah
Banyumas untuk mendirikan sebuah perguruan
tinggi yang dapat memenuhi harapan putra-putri
masyarakat di Karesidenan Banyumas (Banyumas,
Cilacap. Purbalingga, dan Banjarnegara) dan
sekitarnya untuk melanjutkan studi ke perguruan
tinggi.

25

Keinginan tersebut bergayut dengan keinginan
masyarakat untuk mendirikan Monumen Hidup
sebagai pernyataan hormat dan bentuk
penghargaan kepada almarhum Panglima Besar
Jenderal Soedirman atas jasa dan pengorbanan
serta dharma bhaktinya kepada bangsa dan negara
yang diwujudkan pada perang kemerdekaan
Republik Indonesia.

Keinginan masyarakat yang semakin kuat untuk
mendirikan perguruan tinggi juga mendapat
dukungan Angkatan Darat. Dukungan tersebut
merupakan wujud dan sumbangsih Angkatan Darat
kepada masyarakat Banyumas yang telah berjasa
dalam ikut serta menumpas gerombolan DI/TII di
daerah Banyumas. Selain itu, semua keinginan
masyarakat Banyumas untuk ikut serta
berpartisipasi mendirikan perguruan tinggi adalah
sebagai bentuk tanggung jawab dan keikutsertaan-
nya menyediakan wahana untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka
dibentuklah Panitia Pendiri Perguruan Tinggi (PPPT)
yang kemudian dalam perkembangannya PPPT

26

berubah manjadi Panitia Pendiri Universitas yang
mengambil nama seorang putra Bangsa asal
Banyumas yaitu Panglima Besar Jenderal
Soedirman. Selanjutnya Panitia Pendiri Universitas
menggunakan nama Panitia Pendiri Universitas
Jenderal Soedirman (PP Unsoed). Berkat kegigihan
PP Unsoed dan usaha-usaha yang telah
dilaksanakan oleh Yayasan Pembina UNSOED,
maka melalui SK Menteri PTIP No. 121 tanggal 20
September 1962, berdirilah Fakultas Pertanian
yang merupakan embrio berdirinya Universitas
Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto.
Fakultas Pertanian tersebut saat itu masih di
bawah naungan Universitas Diponegoro (Undip)
Semarang.

Atas Rahmat dan Karunia Tuhan Yang Maha
Esa, dan atas usaha yang gigih dari para Pengurus
Yayasan Pembina UNSOED dengan dukungan
masyarakat serta berbagai pihak, maka dengan
Surat Keputusan Presiden No. 195 tanggal 23
September 1963 dan Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No.
153 tanggal 12 September 1963, lahirlah Universitas

27

Negeri Jenderal Soedirman pada tanggal 23

September 1963 di kota Purwokerto. Peresmian

berdirinya Universitas Negeri Jenderal Soedirman

dilakukan oleh Menteri PTIP Prof Dr. Ir. Tojib

Hadiwidjaya pada hari Minggu tanggal 27 Nopember

1963 di rumah dinas Residen Banyumas di

Purwokerto.

Unsoed pada awalnya memiliki Pakultas Pertantan
(FP) yanR merupakan pelimpahan dari Universitas
DiponeRoro. Fakultas Biologi (PB) dan Pakultas
Bkonomi (PE) didirikan pada tahun 1963/1964
denRan SK Menteri PTIP No. 127/1963 tangRal 9
Oktober 1963 setelah FP berdiri lebih kuranR 1
jsatu) tahun. Pendirian ketiRa fakultas tersebut
merupakan hasil pemikiran strateRis para pendiri
denRan mempertimbanRkan sumberdaya dan
kultur di wilayah Banyumas. Keberadaan Fakultas
Pertanian dimaksudkan untuk menghasil
kan sumberdaya manusia yang mampu
mengembangkan potensi pertanian di wilayah
perdesaan. Mengingat bahwa ilmu pertanian perlu
didukung dengan bidang ilmu lainnya guna
mendukung pengembangannya, maka Pakultas
Biolngi diharapkan dapat menyediakan sumberdaya
manusia yang mampu menguasai ilmu yang dapat
dlterapkan untuk pengembangan bidang pertanian.

28

Di samping itu, mengingat bahwa ultimate ffoal dari
pengembangan suatu wilayah adalah terwujudnya
kesejahteraan masyarakat, maka Pakultas Ekonomi
diarahkan untuk melaksanakan pengembangan
sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan
untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan

akses ekonomi bagi masyarakat terhadap

sumberdaya yang dimilikinya dalam rangka

meningkatkan kesejahteraannya. Pakultas

Peternakan (PPt) didirikan dengan SK Menteri PTIP
No. 257 tanggal 3 Desember 1963 yang merupakan
penyerahan dari Pakultas Peternakan Universitas
Islam Indonesia Yogyakarta kepada Unsoed.

Pendirian Fakulatas baru di Unsoed

selanjutnya dilakukan pada tahun ajaran

1981/1982 dengan SK Presiden No. 50/1982

tanggal 7 September 1982 Fakultas Hukum secara

resmi dibuka. Kemudian pada tanggal 17 Mei 1984

dengan SK. Dirjen Dikti No 29/DIKTI/ Kep/1984

Fakultas Ilmu Sosial Politik berdiri. Di samping 6

Fakultas tersebut, Unsoed juga membuka beberapa

program Diploma tiga antara lain D3 Administrasi

Keuangan, D3 Kesekretariatan dan D3 Akuntansi di

bawah Fakultas Ekonomi, Program D3 PTUP di

bawah Fakultas Peternakan, Program D3 Bahasa

Inggris di bawah naungan Unit Pelaksana Bahasa,

29

Program D3 Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di

bawah naungan Fakultas Biologi, Program D3

Manajemen Agribisnis dan Program D3

Perencanaan Sumberdaya Lahan di bawah Fakultas

Pertanian, Program D3 Bahasa Mandarin dan

Program D3 Kesehatan Lingkungan.

55

Pengembangan Program Studi di Unsoed lebih
lanjut dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan
pendidikan tinggi bagi masyarakat. Unsoed pada
tahun ajaran 1999/2000 secara bersamaan
membuka Program SI Bkstensi Fakultas Hukum,
Program SI Bkstensi Administrasi Negara FIS1P,
serta Program Studi Matematika dan llmu
Pengetahuan Alam (PS MIPA). yaitu SI Kimia dan SI
Matematika. PISIP pada tahun ajaran 1999/2000
juga telah membuka Program Studi llmu Komunikasi.
Selanjutnya. Unsoed mendirikan Program Sarjana
Teknik (Teknik Sipil dan Elektro). Perikanan dan
Kelautan (Manajemen Sumberdaya Perairan,
Budidaya Perairan dan llmu Kelautan), Program
Pendidikan Dokter (Kedokteran, Kesehatan
Masyarakat, Keperawatan, Farmasi), Program
Sarjana Bahasa dan Sastra (Bahasa dan Sastra
Indonesia; Bahasa dan Sastra Inggris). Program
Studi Teknik Pertanian, Hortikultura, Fisika, dan

30

Program Studi Geologi. Unsoed juga
menyelenggarakan Program Reguler dan Program
Non Reguler berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor:
28/Dikti/Kept./2002 tanggal 5 Juni 2002.

Unsoed selalu berusaha mengembangkan dan
meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma
Perguruan tinggi antara lain melalui penambahan
fakultas dan program studi yang sesuai dengan
tuntutan kebutuhan masyarakat agar dapat berperan
aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
Penataan organisasi dan tata kerja Unsoed terkait
dengan penambahan fakultas tersebut dilakukan
dengan penggabungan Program Pendidikan Dokter,
Kesehatan Masyarakat. Farmasi dan Keperawatan
menjadi Fakultas Kedokteran dan llmu-llmu
Kesehatan (FKIK) berdasarkan SK Rektor No. Kept.
122/H23/OT/2007 tanggal 19 April 2007. Program
Sarjana Teknik, Program Sarjana Matematika dan
llmu Pengetahuan Alam, serta Progran Sarjana
Perikanan dan Kelautan berdasarkan SK Rektor
No.Kept 239/H23/OT/2007 tanggal 4 Juli 2007
digabung menjadi Fakultas Sains dan Teknik (FST).
Bertambahnya dua fakultas tersebut, maka sejak
tahun 2007

Unsoed telah memiliki 8 Pakultas. Program
Sarjana Bahasa dan Sastra serta Program D3

31

Bahasa Inggris menjadi Jurusan llmu Budaya di
Pakultas llmu Sosial dan llmu Politik (PISIP).
Peran Unsoed semakin berkembang dari masa ke
masa dan diminati, bahkan oleh masyarakat di luar
wilayah Banyumas, sebagai lembaga pendidikan
tinggi yang mampu mengemban amanah
masyarakat untuk pengembangan sumberdaya
manusia da lam penguasaan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni (Ipteks). Unsoed pada tahun
2011 telah memiliki 11 program diploma III, 34
program studi SI, 3 program protest, yang tersebar
dalam delapan fakultas. Unsoed juga telah
membuka 10 program pascasarjana strata 2 yaitu
Program Magister Manajemen, Magister Ekonomi
Manaiemen, Magister Ekonomi Pern bangunan,
Magister llmu Hukum, Magister Administrasi Publik,
Magister llmu Lingkungan, Magister llmu Tanaman,
Magister Sumber Daya Ternak, Magister Biologi,
dan Magister Akuntansi (lihat Tabel di bawah ini).

32

33

34

5.3.2 Kondisi dan Potensi

1. Sumber Daya Manusia
(1) Dosen

Jumlah dosen tetap Unsoed pada bulan Agustus
2014 sebanyak 998 orang dengan perincian
menurut pendidikan tertingfii yakni S3 = 208 oranR
(20.78 %), S2 = 741 orariR (74.03 %), dan SI = 52
oranR (5,19 %). jumlah Guru Besar yang aktif dl
Unsoed pada tahun 2013 sebanyak 22 oranR
(1,55 %) dan dosen yanR telah memperoleh
sertifikat dosen prolesional sebanyak 817 orang
(56,26 %). Jumlah dosen yanR sedang menRikuti
program S2 sebanyak 68 oranR baik dalam maupun
luar neReri, dan untuk program S3, baik dalam
negeri maupun luar negeri sebanyak 174 orang.

35

Rasio dosen dan mahasiswa di Fakultas Eksakta
adalah 1:13; di Fakultas Sosial 1:25 dan secara
keseluruhan di Unsoed adalah 1:19.

(2) Mahasiswa dan Alumni

Jumlah mahasiswa yanR secara resmi terdaltar
di Unsoed pada tahun akademik 2010/2011 adalah
24.331 oranR. |umlah alumni Unsoed sampai
dengan September 2011 adalah 61.714 orang.

(3) Tenaga Kependidikan

Jumlah tenaga kependidikan tetap pada tahun
2011 sebanyak 924 orang dan honorer 346 orang.
Dengan bertambahnya unit, program studi dan
aktivitas diperlukan adanya penambahan tenaga
administrasi. Di lain pihak. semakin banyaknya staf
yang pensiun dan adanya kebijaksanaan zero
growth (pertumbuhan nol) sangat menyulitkan dalam
penambahan/pengangkatan tenaga kependidikan
bam.

2) Penelitian

Program Penelitian Unsoed mengacu pada azas
kesinambungan, artinya bahwa sasaran kegiatan

36

penelitian hanya dapat di capai melalui tahapan-
tahapan yang telah ditentukan dan di arahkan.

Melalui penelitian, perguruan tinggi bertugas
menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Maka penelitian menjadi bagian tak
terpisahkan, bahkan salah satu tolok ukur penilaian
kualitas perguruan tinggi adalah produk-produk riset
yang disertai publikasinya. Semakin banyak produk
riset yang unggul yang dipublikasikan melalui jurnal
nasional maupun internasional akan semakin tinggi
kredibilitas perguruan tinggi.

Program-program penelitian Unsoed diarah
kan pada hal-hal sebagai berikut (1) Tercapainya
peningkatan kualitas penelitian; (2) Tercapainya
peningkatan kuantitas penelitian dan (3)
Tercapainya peningkatan relevansi penelitian.

Melaksanakan penelitian merupakan suatu
keharusan bagi tenaga pendidik/dosen karena di
samping merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan tinggi, penelitian juga merupakan
suatu konsekuensi logis dari tuntutan pengem
bangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan sangat

37

esensial dalam rangka mendukung eksistensi
lembaga ditinjau dari karya-karya ilmiahnya.

Seiring dengan meningkatnya kualitas dan
kemampuan tenaga peneliti serta meningkatnya
tawaran dana penelitian dari Direktorat |enderal
Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset dan Teknologi,
serta dari institusi lain, baik negeri maupun swasta,
maka meningkat pula jumlah proposal penelitian
yang diusulkan.

Prestasi khusus yang telah dicapai selama
tahun 2011 adalah diperolehnya beberapa penelitian
unggulan seperti Riset Institusional/Laboratorium,
Riset Percepatan Guru Besar. Riset Kerjasama
Internasional, Penelitian Fundamental, Hibang
Bersaing. Hibah Pekerti, Hibah Kompetensi. Riset
Terapan, dan Riset Strategi Nasional Lanjutan.

3) Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
bertujuan untuk mengembangkan dan menyuk
seskan pembangunan menuju tercapainya
masyarakat yang maju, adil dan sejahtera.
Didalamnya termasuk usaha untuk meningkatkan

38

kemampuan khalayak sasaran dalam memecahkan
masalahnya sendiri. Dengan demikian kegiatan
pengabdian masyarakat diarahkan pada kegiatan-
kegiatan yang dampak dan manfaatnya dapat
segera langsung dirasakan oleh masyarakat yang
bersangkutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaku
kan mencakup hal-hal berikut.

(1) Mempercepat upaya peningkatan kemampuan

sumberdaya manusia dengan tuntutaan

dinamika pembangunan melalui pendidikan.

(2) Mempercepat upaya pengembangan

masyarakat kearah terbinanya masyarakat

dinamis yang siap menempuh perubahan-

perubahan menuju perbaikan dan keinginan

yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang

berlaku.

(3). Mempercepat upaya pembinaan institusi dan

profesi masyarakat sesuai dengan perkem

bangan dalam proses modernisasi

(4) Memberikan masukan bagi pengembangan

kurikulum di perguruan tinggi agar lebih relevan
dengan meningkatnya kegiatan pembangunan

39

serta meningkatkan kepekaan sivitas akade
mika terhadap masalah-masalah yang berkem
bang dalam masyarakat.

Implementasi dari hasil penelitian dan
kepakaran dilakukan da lam bentuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan
tersebut, Unsaed terus ikut berpartisipasi dalam
peningkatan kesejahteraan dan pembangunan
masyarakat. Jumlah kegiatan pengabdian kepada
masyarakat terus meningkat seiring dengan
tuntutan perkembangan dan kebutuhan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang
rutin dilaksanakan meliput) pelatihan, penyuluhan,
sosialisasi, pembinaan, kaji tindak, dan Kuliah Kerja
Nyata (KKN). Pada tahun 2011, KKN yang
dilaksanakan dengan melibatkan 3.239 mahasiswa
dan 130 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Adapun jumlah lokasi KKN tersebar di 8 kabupaten,
tersebar pada 46 kecamatan yang meliputi 458 desa.
Sesuai dengan dinamika dan agar kegiatan KKN
lebih efektif dan fokus dengan permasalahan yang
ada di lokasi, maka selama beberapa tahun terakhir

40

Unsoed telah mengembangkan KKN Tematik dan
KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Berbagai bentuk KKN tersebut telah banyak
mendapat apresiasi dari berbagai wilayah dan
secara nasional telah diapresiasi, yaitu KKN
Posdaya bahkan telah dijadikan percontohan serta
bahan studi banding dan kaji tindak dari
penyelenggaraan KKN Posdaya. Kondisi objektif
tersebut secara tidak langsung juga ikut
mengangkat citra dan eksistensi Unsoed melalui
dharma pengabdian kepada masyarakat.

4) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Unsoed
Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah dimiliki

Unsoed terdiri dari UPT Perpustakaan, UPT
Komputer, UPT Percetakan dan Penerbitan, dan
UPT Pemberdayaan Fasilitas

5) Sarana dan Prasarana

Unsoed memiliki tanah seluas 884.715,79 M2
terdiri dari Grendeng I 165.787,42 M2 Grendeng II
399.881,00 M2 dan Gunung Tugel 301.230 M2
dengan luas Gedung kuliah 60.633,69 M2 dan

41

Gedung Laboratorium 6.226,85 M2. Sarana dan
Prasarana penunjang pendidikan dan penelitian
yang dimiliki dikelola oleh masing-masing fakultas
maupun pusat. Meningkatnya fasilitas tersebut,
seiring dengan meningkatnya dana yang didapat
oleh Unsoed melaui program-program hibah
kompetitif (Proyek QUE, DUE dan DUE-Like,
TPSDP, A-2, A1, SP-4 dan IM-HERE)

6) Kerjasama

Dalam rangka mendukung pelaksanaan berbagai
program pengembangan dan pemberdayaan
sumber daya kampus dilakukan kerja sama dengan
beberapa lembaga, institusi, perusahaan/industri,
dalam dan luar negeri, pemerintah pusat, provinsi,
dan kabupaten.

Beberapa lelmbaga/universitas yang melakukan
kerja sama yang sedang berjalan dengan Unsoed
antara lain adalah sebagi berikut:
(1) University of Bremen Germany;
(2) University of Tokyo;
(3) Natioanl Chia Yi University, Taiwan.
(4) University Malaysia Perlis;

42

(5) Chiba University, Chiba, Jepang;
(6) Universiti Utara Malaya, Malaysia;
(7) Universiti Teknologi Malaysia;
(8) University Malaya, Malaysia;
(9) Universitat der Bundeswehr Muncen,

Germany;
(10) Faraunhofer EMFT, Munich, Germany
(11) Kasetsart University, Thailand;
(12) Prince Songka University, Thailand;
(13) Pukyong National University, Korea;
(14) University of Guelph;
(15) Universiti Putra Malaysia;
(16) University of Gottingen, Germany;
(17) Kerjasama dengan Pemerintah (Kemen-

nakertrans , Makamah Konstitusi, PPATK,
Badan Arsip Nasional, dan Provinsi Jawa
Tengah, Kabupaten di Wilayah
Barlingmascakeb, serta beberapa Pemda di
Indoensia Timur;
(18) Kerjasama dengan PTN dsn PTS;
(19) Kerjasama dengan beberapa SMA di
lingkungan Jawa Tengan dan Jawa Barat
bagian Timur;

43

(20) Kejasama dengan beberapa Perusahaan dan
Perbankan;

(21) Kerjasama dengan media massa, baik cetak
maupun elektronik.

7) Organisasi dan Manajemen
Organisasi dan kelembagaan Unsoed diatur

berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI
Nomor 0166/0.1993. Dalam SK tersebut
dinyatkan bahwa unsur pimpinan terdiri atas
Rektor dan tiga (3) Pembantu Rektor masing-
masing Pembantu Rektor I Bidang Akademik,
Pembantu Rekrtor II Bidang Administrasi
Umum dan Keuangan, dan Pembantu Rektor III
Bidang Kemahasiswaan. Pembantu Rektor IV
Bidang Perencanaan dan Kerjasama dibentuk
pada tahun 2010.

Penataan organisasi dan manajemen
internal dan penerapan Manajemen Badan
Layanan Umum (BLU) dimulai tahun 2010
dengan disetujuinya Struktur Organisasi dan
Tata Kerja (SOTK) Unsoed yang baru oleh

44

Menteri Pendidikan Nasional dengan Permen

diknas Nomor 25 tahun 2009, tanggal 1 Juni

2009 dan telah diimplementasikan pada tanggal

27 Juli 2010 serta telah disusun Standar

Operisioanl Prosedur (SOP) untuk berbagai

bidang manajemen. Hal tersebut dilaksanakan

sebagai upaya penataan organisasi dan

manajemen internal di Unsoed menuju

terbentuknya organisasi yang sehat semakin

dapat diwujudkan. Program ini juga

menempatkan kejelasan Status Fakultas Kedok

teran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Fakultas

Sains dan Teknik (FST). Program

Pascasarjana, Lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta

Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penja

minan Mutu, dan Kerjasama (LP3K).

8) Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Untuk menunjang kelancaran administrasi umum
dan akademik serta mutu belajar mengajar, Unsoed
telah mengembangkan Sistem Informasi Mana

45

jemen (SIM) Unsoed. SINAS DIKTI dan pema
sangan jaringan internet. Dengan SIM Unsoed-
SINAS DIKTI maka ketepatan dan kecepatan
pelaksanaan administrasi dan pelayanan informasi
serta kualitas data dapat dijamin.

Adanya Internet civitas akademika Unsoed
dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan
informasi baru, berkomunikasi antar unit kerja di
lingkungan Unsoed dan dengan lembaga/ perora-
ngan di luar Unsoed baik di dalam maupun luar
negeri, sekaligus memperkenalkan Unsoed ke dunia
Internasional. Untuk memperlancar kegiatan ter-
sebut Unsoed telah mengembangkan internet ke
masing-masing fakultas melalui jaringan LAN.

9) Anggaran

Terselenggaranya berbagai aktivitas dengan
segala sarana dan prasarana yang diperlukan tidak
terlepas dari tersedianya dana. Anggaran yang
diterima dalam penyelenggaraan kegiatan teridiri
atas dana yang berasal dari Anggaran Penerimaan
fan Belanja Negara (APBN) dan dari masyarakat

46

yang disebut Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNPB) serta dana Hibah.

Sejak tahun 2010 di Unsoed diimplementasikan
manjemen keuangan dengan menggunakan Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi
Barang Milik Negara (SABMN). Anggaran tahun
2011 terdiri atas dana yang bersumber dari APBN
68,61% dan PNBP 31,39%.

Unsoed dengan kemampuannya masih terus
memperoleh Program Hibah Kompetisi (PHK) Ditjen
Dikti antara lain : IM-HERE, PHK, Program Hibah
Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter
(PKPD) dalam Proyek, Health Profesioanal
Education Quality Improvement (HPEQ) dan
pengembangan Agro Industri.

47

5.3.3 Visi, Misi dan Tujuab Universitas
Jenderal Soedirman

1) Visi
Unsoed sebagaimana telah dipaparkan,

didirikan pada tahun 1963, berlokasi di Purwokerto,
sebuah kota kecil di kaki Gunung Slamet yang
dikelilingi oleh alam pedesaan dengan kultur
Banyumas yang sangat orisinal. Situasi lingkungan
kampus ini memberikan inspirasi terhadap pola
ilmiah pokok Unsoed yaitu pengembangan
wilayah pedesaan berklanjutan.

Fakultas-fakultas yang didirikan untuk pertama
kali (Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, dan
Fakultas Ekonomi), fokus pengembangan akedemik
nya dapat diarhkan pada pengembangan illmu
pengetahuan dan teknologi berbasis sumber daya
pedesaan. Kondisi dan perkembangan Unsoed
labih lanjut serta tuntutan masyarakat terhadap
pengembanan IPTEKS yang pesat mengharuskan
perhatian secara lebih intesif terhadap pengem
bangan budaya serta penggalian dan pemanfaatan
kearifan lokal. Jatidiri bangsa tidak akan tercerabut

48

akibat arus globlisasi seiring penetrasi teknologi
informasi ke wilayah pelosok jika keaifan lokal
digali, dipromosikan pemanfaatannya, dan dikem
bangkan secra konstruktif dan sistematik (serta
kreati).

Dalam Rencana Strategik Unsoed dinyatakan
bahwa perkembangan Unsoed yang berkelanjutan
sejak awal pendiriannya masih perlu terus diting
katkan cakupan maupun kualitasnya. Keberhasilan
pengembangan Unsoed sudah semestinya senan
tiasa berakar dari komitmen para pendirinya sehing
ga dapat memberikan konstribusi nyata bagi
masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang
semakin kompleks. Kompleksitas dan keluasan
permasalahan masyarakat akan sangat sulit diantisi
pasi oleh Unsoed untuk berperan dalam peme
cahan masalah tersebut juka Unsoed tidak
memfokuskan pengembangannya dengan berbasis
pada akar budaya masyarakat lokal Banyumas
maupun berbagai budaya yang dimiliki bangsa
Indoensia. Sudah diketahui bahwa budaya asli
(indigenous culture) bangsa Indonesia adalah
agraris dengan budaya pedesaan yang kuat dan

49

kearifan lokal menjaga keseimbangan kehidupan
bermayarakat. Oleh karena itu, Unsoed perlu
memiliki keunikan (uniqueness) yang sejalan
dengan indigenous culture tersebut dalam
mengembangkan kepakaran (expertise) dan
layanan kepada masyarakat. Expertise dalam
kekhasannya diyakini akan menumbuhkan penghar
gaan dan rasa hormat (respect) masyarakat, yang
pada gilirannya akan mem bangun rasa memiliki di
kalangan masyarakat tehadap Unsoed. Masyarakat
pada tahap selanjutnya akan mempunyai keteri
katan (enggament) dalam mendukung keberlanjutan
peningkatan peran Unsoed guna mewujudjan
penguatan daya saing bangsa. Lebih dari itu,
dengan pempertimbangkan pentingya kontribusi
suatu bangsa dalam membangun masyarakat
internasional yang sejahtera, maka expertise yang
dukasai Unsoed juga perlu diarahkan agar dapat
memberikan manfaat dan menjadi salah satu
sumber IPTEKS dengan keunikan bagi masyarakt
internasional.

50


Click to View FlipBook Version